HAKIKAT FILSAFAT HUKUM DALAM MENCIPTAKAN PENEGAK HUKUM YANG PROFESIONAL BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Sistem Pemerintahan Republik Indonesia tidak terlepas dari pelaksanaan sistem-sistem di berbagai sektor lainnya yang mendukung roda pemerintahan, termasuk pula sistem hukum dan arah politik hukum dalam mencapai rencana dan tujuan bernegara. Memperhatikan UUD 1945 beserta ke-4 perubahannya dalam upaya mewujudkan masyarakat yang adil dan demokratis, pembangunan hukummemainkan peranan penting dalam menjamin dan melindungi kehidupan masyarakatyang adil, makmur, dan sejahtera. Berbagai perubahan yang terjadi dalam ketatanegaraan Republik Indonesia dan perkembangan dunia global juga berpengaruh pada sistem hukum dan arah politik hukum Indonesia, perlu upaya pembenahan yang harus dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Pembenahan terhadap sistem di berbagai sektor yang ada ditujukan bagi upaya perbaikan dengan tetap berlandaskan kepada Pancasila dan UUD 1945. Arah politik hukum yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia terfokus pada profesionalisme para penegak hukum, rendahnya kualitas para penegak hukum, penyalah gunaan profesi. Mengingat permasalahan diatas sangat merugikan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Penegakan hukum merupakan salah satu agenda reformasi yang sudah 10 tahun berjalan. Apakah penegakan hukum yang diharapkan oleh masyarakat itu telah tercapai? Untuk menjawab pertanyaan ini, masyarakat mungkin memiliki tanggapan yang beragam. Ada yang menjawab belum, lebih buruk, ada sedikit kemajuan, atau mungkin ada juga yang menilai sudah lebih baik. Masing-masing jawaban tersebut merupakan out put dari kinerja aparat penegak hukum yang langsung dirasakan oleh setiap anggota masyarakat dalam aktivitas sehari-hari yang berkaitan denganhukum. Misalnya saat razia kendaraan, pembuatan SIM, pemeriksaan di Kepolisian, Kejaksaan, sidang pengadilan dan lain-lain. Artinya penilaian terhadap ada tidaknya reformasi hukum, salah satu indikatornya dapat dilihat dari penilaian setiap orang ketika ia terlibat aktivitas hukum yang tentunya melibatkan aparat penegak hukum. Apabila dalam aktivitas hukum tersebut justru keluar dari jalur hukum, seperti adanya suap menyuap, pungli, tebang pilih, atau KUHP yang dipelesetkan menjadi Kasih Uang Habis Perkara. Maka tidak salah apabila penilaian negatif diberikan terhadap kinerja aparat penegakan hukum. Padahal yang melakukannya hanyalah oknum tertentu saja dari sekian banyak aparat penegak hukum, namun berakibat pada citra buruk aparat penegak hukum secara keseluruhan. Pada beberapa kasus kejahatan, peredaran narkoba, dan kasus perjudian, secara terang dan jelas ada pihak yang dilindungi, bahkan dimiliki langsung oleh oknum aparat penegak hukum. Kemudian adanya dugaan suap dari tersangka atau terdakwa, yang diterima atau malah diminta oknum penegak hukum agar perkaranya tidak diperiksa atau dapat segera ditutup. Adanya pengerahan massa di pengadilan karena keputusan hakim yang dinilai tidak adil, dan terungkapnya komunikasi Artalyta denganpetinggi Kejaksaan Agung, bahkan juga diduga menyeret oknum hakim di Mahkamah Agung. Kesemunya itu merupakan indikasi adanya mafia peradilan dan semakin turunnya kualitas dalam upaya reformasi hukum.

B.Rumusan Masalah Dilihat dari uraian diatas, dapat dirumuskan beberapa permasalahan pokok yang diungkapkan lebih lanjut dalam penulisan ini adalah ; 1.Apakah pengertians / hakikat filsafat hukum ?

BAB II PEMBAHASAN A. sistematis. Sehingga siketahui bahwa manfaat mempelajari filsafat hukumadalah kreatif. 2004 : 11).2. Subjek filsfat adalah seseroang yang berfikir / memikirkan hakekat sesuatu dengan sungguh-sungguh dan mendalam. metafisika. objek itu dapat berwujud suatu barang atau dapat juga subjek itu sendiri contohnya si aku berfikir tentang diriku sendiri maka objeknya adalah subjek itu sendiri. ekonomi. integral. C.322 SM) mengartikan filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran. adalah Pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada. aman. Selanjutnya filsafat hukum dapat disebut juga sebagai filsafat tingkah laku atau nilai – nilai etika. metafisika dan epistemologi. dan berisikan di dalamnya ilmu .Filsafat memiliki karakteristik menyeluruh/Holistik dengan cara itu setiap orang dianggap untuk menghargai pemikiran. kita cium dengan indera penciuman ataupun kita dengar dengan indera pendengaran samapai pada dasar atau hakikat daripada sesuatu hal tersebut. politik. Teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan atau juga berarti ilmu yang berintikan logika. Subye / obyek filsafat hukum Berfikir merupakan subjek dari filsafat akan tetapi tidak semua berfikir berarti berfilsafat. Maka filsafatpun (sudut pandangannya) ada beberapa objek yang dikaji oleh filsafat Objek filsafat. retorika. Disamping itu juga memacu untuk berpikir kritis dan radikal atas sikap atau pendapat orang lain. asal. baik yang bersifat inderawi maupun non inderawi.Ruang Lingkup Penulisan Kajian penulisan karya ilimiah ini akan difokuskan pada pembahasan secara umum mengenai peranan pentinnya filsafat hukum dalam menciptakan penegak hukumyang professional dalam mewujudkan sistem hukum dan arah politik hukum yanga baik dalam mencapai rencana dan tujuan bernegara serta upaya mewujudkanmasyarakat yang adil.Pengertian Pengertian Filsafat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. menetapkan nilai. Objek filsafat dapat dibedakan atas 2 hal : 1. pendapat. Secara Umum Pengertian Filsafat adalah Ilmu pengetahuan yang ingin mencapai hakikat kebenaran yang asli dengan ciri-ciri pemikiran yang rasional. yang mempelajari hakikat hukum. Kemudian Aristoteles (382 . metodis. menentukan arah. ada yang harus ada dan ada yang tidak harus ada . dan estetika. Subjek filsafat adalah seseorang yang berfikir/ memikirkan hakekat sesuatu dengan sungguh dan mendalam. makmur sejahtera. tentram dan demokratis. dan hukumnya.347 SM) mendefinisikan filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli. koheren. Pakar Filsafat kenamaan Plato (427 . Filsafat hukum ialah merupakan ilmu yang mengkaji tentang hukum secara mendalam sampai kepada inti atau dasarnya yang disebut dengan hakikat (Darji Darmodiharjo. sebab. Pendapat lain mengatakan filsafat adalah merupakan suatu perenungan atau pemikiran secara mendalam terhadap sesuatu hal yang telah kita lihat dengan indera penglihatan. estetika. logika. shidarta. Dari tiga sifat yang membedakannya dengan ilmu-ilmu lain manfaat filsafat hukumdapat dilihat. dan menuntun pada jalan baru. etika.Objek material adalah segala sesuatu atau realita. dan pendirian orang lain.Peranan pentingya / kontribusi filsafat hukum dalam melahirkan penegak hukumyang professional. kita rasakan dengan indera perasa. Seperti halnya pengetahuan. menetapkan tujuan.

Louis O Kattsoff mengatakan di dalam bukunya. ruh-nya hukum shg hukum mampu hidup dalam masyarakat.Hukum alam yg bersumber dr tuhan b. disebut dengan yang tidak mutlak. Menurutnya hukum dibagi mjd : a.n utk mengatur hak-haknya.Menemukan ruhnya hukum d. Tujuan dan Fungsi Filsafat Hukum 1. Filsafat dapat kita jadikan sebagai pisau analisis dalam menganalisa suatu masalah dan menyususn secara sistematis suatu sudut pandang ataupun beberapa sudut pandang. disebut dengan absoluth/ mutlak yaitu Tuhan Pencipta b. b. yang kemudian dapat menjadi dasar untuk melakukan suatu tindakan. tetap. .Menumbuhkan ketaatan pada hukum c. hukum adalah perintah dr penguasa untuk mengatur makhluk.Hokum yg dicipta tuhan b.Menghidupkan hukum dalam masyarakat Memacu penemuan hukum baru Aliran Filsafat Hukum 1. yg merupakan pelaksanaan hukumalam. penjelmaan lex aeterna dlm ratio manusia 4)Lex positivis: hukum yg berlaku.keadilan.Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hukum dalam hidup bersama b. ada yang relatif (nisby).a. substansi. mengajukan kritik dan menilai pengetahuan ini.Aliran hukun positif Didasari oleh pemikiran hukum legisme Tokoh : John Austin .equity) 2.disesuaikan dengan keadaan dunia. Sedangkan hukum yg semu hanya mengikat bagi yg berkepentingan. Hokum terpisah dari keadaan dan pertimbangan nilai-nilai moral. 2. esensi. bahwa filsafat bertujuan untuk mengumpulkan pengetahuan manusia sebanyak mungkin. maka filsafat itu mengkonstatis prinsip-prinsip kebenaran dan tidak kebenaran / Sudut pandangan.Menjelaskan nilai-nilai dan dasar-dasar hukum sampai pada dasar filosofisnya ditemukan hakikat. bukan indra manusia 2)Lex divina: bagian ratio tuhan = indra manusia 3)Lex naturalis. dan menerbitkan serta mengatur semuanya itu di dalam bentuk yang sistematis. yaitu : 1)Lex aeterna: ratio tuhan. menurutnya hukum ada 4.Hukum alam yg bersumber dr rasio manusia Tokoh : Thomas Aquinas.kemanusiaan.Aliran hukum alam Prinsip : Hokum itu berlaku scr universal dan bersifat pribadi Jenis: a.Ada yang tidak harus ada. bersifat tidak kekal yaitu ada yang diciptakan oleh ada yang mutlak (Tuhan Pencipta alam semesta) 2. (kejujuran. dan hukum yg dibuat pribadi w.Objek formal adalah bersifat mengasaskan atau berprinsi dan oleh karena mengasas. Katanya lebih lanjut. berfikirà hukum merupakan system yg logis.Fungsi Filsafat Huku a.Hokum yg sesungguhnya terdiri dr hukum yg dibuat penguasa (UU0. menemukan hakikatnya. tertutup.Hokum dr manusia : hukum yg sesungguhnya dan hukum yg semu c.Tujuan Filsafat Hukum a.Ada yang harus ada. filsafat membawa kita pada pemahaman dan pemahaman membawa kita kepada tindakan yang lebih layak (1992 : 03).

yang pada giliranya tidak jarang perubahan yang terjadi berada di wilayah kisaran pergeseran nilai dan mentalitas di wilayah intelektualpendidikan. Tidak ada individu yang bisa bertahan hidup tanpa masyarakat. Konsep silaturahmi yang dimulai dari orang-orang terdekat baik secara genetik maupun secara geografis hingga orang terjauh. Namun realitas menunjukan sebaliknya. Isi hukum ditentukan oleh pergaulan bangsa yg bersangkutan dari masa ke masa. Shg hukum is pengalaman yg diatur dan dikembangkan oleh akal. shg tidak ada hukum yg universal. adil dan makmur. norma. prasangka. penganiayaan. Kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi telah membawa perubahan besar. dan ketidak berdayaan (kemiskinan) menjadi suatu keniscayaan dari potret bangsa ini.Aliran pragmatic legal realism Tokoh :John Chipman Gray. saling menolong. baik yang positif maupun negatif. peradaban dan silaturahmi. korupsi.Aliran mazhab sejarah Tokoh : Von Savigny . Menegakan tata masyarakat yang teratur. Unsur kekal drhukum adalah pernyataan akal yg berdasar pengalaman dan diuji oleh pengalaman juga. Agar hukum (UU) bermanfaat betul bagi masyarakat. adanya sanksi. tetapi tumbuh dan berkembang bersamamasyarakat. adanya kedaulatan. ketimpangan sosial tidak jarang terjadi di mana-mana. hati dan pikiran terpesona bahwa rakyat di negeri yang bersendikan hukum ini akan berjaya. ekonomi. Pengalaman dikembangkan oleh akal. budaya dan hukum. adil. politik.Masyarakat atau society juga berarti civilized community. shg hukum merupakan hasil perjalanan sejarah suatu bangsa. Dari aspek pendekatan kefilsafatan. mulia. menunjukan betapa pentingnya kebermasyarakatan atau hidup bermasyarakat. Dalam konteks kemanusiaan. Pendekatan ini memandang hakikat pendidikan terkait dengan hakikat keberadaan pendidikan itu sendiri. dan saling menyempurnakan. Apakah manusia itu dan apa makna keberadaannya.Peranan pentingya / kontribusi filsafat hukum dalam melahirkan penegak hukumyang professional. terkadang membuat mata terpana. Keberadaan pendidikan tidak terlepas dari keberadaan manusia. kepribadian. 3. komunitas yang beradab. pertikaian. 4. Dasar pemikiran : bangsa à jiwa rakyatà perbedaan kebudayaan dan hukum yg berlaku. pemerkosaan. B. politik. akal diuji oleh pengalaman.yg berorganisasi politik dan dibantu oleh kekuasaan masy. berwibawa dan bertahan di muka bumi adalah tugas kemanusiaan dan tujuan utama dari hukum. Sebuah bangunan masyarakat pada sejatinya terdiri dari individu-individu.Hokum yg sesungguhnya terdr dr 4 unsur : adanya perintah. aman. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk ciptaan Allah yang terdiri atas unsur jasmani dan . Karl Leewelly Inti ajaran . 5.d. Inti ajarannya : Living law in live. pembunuhan. secara ontologi. kemudian diumumkan dg wibawa oleh badan pebentuk UU dlm masy. interaksi dan komunikasi. oleh sebab itu hakikat pendidikan berkenaan dengan hakikat manusia. pendidikan sebagai suatu aktivitas merupakan sesuatu yang ada dan berada. Dengan demikian dalam masyarakat terkandung makna komunitas. sejahtera.masyarakat dibentuk dan membentuk dengan sendirinya untuk saling menguatkan. sistem organisasi. atau masyarakat madani. adanya kewajiban. Hokum itu tidak dibuat. Fakta menunjukan bahwa tingkat peradaban dan gegap gempita pembangunan.Aliran sociological jurisprudence Sintesa dr aliran hukum positif dan mazhab sejarah. elegan. tata aturan. cerdas. dan salah satu akibatnya adalah perubahan paradigma kehidupan dan keilmuandengan berbagai jenisnya. Hanya hukum yg sanggup menghadapi ujian akal akan bertahan hidup. dan ekonomi. maka dalam pembuatannya harus memperhatikan logika.

pendidikan nonformal. manusia akan dibekali suatu kebijaksanaan yang di dalamnya memuat nilai-nilai kehidupan yang sangat diperlukan oleh umat manusia. maupun penididikan sebagai jaringan-jaringan kemasyarakatan. tetapi juga denganalam dan dunia ide termasuk dengan Tuhannya. Hanya ilmu filsafatlah yang dapat diharapkan mampu memberi manusia suatu integrasi dalam membantu mendekatkan manusia pada nilai-nilai kehidupan untuk mengenai mana yan gpantas kita tolak. mana yang pantas kita ambil sehinga dapat memberikan makna kehidupan. sekolah.Pendidikan mengandung tujuan. . Pendidikan tidak berhenti ketika peserta didik menjadi dewasa tetapi akan terus menerus berkembang selama terdapat interaksi anatara manusia dengan lingkungan sesama manusia serta denganlingkungan alamnya. Kita sangat memerlukan suatu ilmu yang sifatnya memberikan pengarahan/ ilmu pengarahan. Dengan demikian eksistensi manusia akan selalu berarti apabila hubungan dengan sesama manusia di planet bumi ini baik. yang menjadi masalah pendidikan adalah akar atau kerangka pendidikan sebagai ilmu. Perlakuan yang dimaksudkan itu adalah semua jenis tindakan atau interaksi sosial-kultural antara anak manusia denganlingkungannya. pendidikan melakukan usaha yang terencana dalam memilih isi (materi). baik dalam makna persekolahan. 1.Kegiatan pendidikan dilakukan dalam lingkungan keluarga. kemudian mengalami pertumbuhan seiring dengan perjalanan waktu. Dengan ilmu tersebut.Menemukan ruhnya hukum 4. Pendekatan tersebut memberi gambaran bagaiamana kebermaknaan proses pendidikan yang dapat memberi mamfaat bagi pemanusiaan manusia.Menumbuhkan ketaatan pada hukum 3. Manusia pada awalnya tercipta dalam wujud yang sangat lemah dan tak berdaya. dan potensi jasmani dan rohani akan bertumbuh secara baik manakala memperoleh perlakuan dan lingkungan yang baik.Menghidupkan hukum dalam masyarakat 5. yaitu kemampuan untuk berkembang sehingga bermamfaat untuk kepentingan hidup 2.Untuk mencapai tujuan itu. Pemaparan di atas mengandung makna bahwa proses pendidikan merupakan proses penyelamatan kehidupan sosial dan penyelamatan lingkungan yang memberikan jaminan hidup yang berkesinambungan. dan interaksi tersebut bukan hanya dengan sesama manusia. Di sinilah letak urgensi dan kebermakanaan pendidikan bagi manusia untuk pemanusiaan dan pendewasaan. Dari aspek epistemologi.Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hukum dalam hidup bersama 2. 1.Memacu penemuan hukum baru Factor peran pentingya filsafat bagi para penegak hukum yang professional adalah . dan teknik penilaianya yang sesuai 3. denganperkataan lain bagaimana proses pendidikan itu dapat berlangsung efektif untuk mencapai tujuan yang diinginkan sesuai dengan suasana dan tingkat keadaan manusia.rohani sebagai potensi hidupnya. Karena keberadaan manusia adalah suatu keberadaan interaktif. Proses pendidikan yang berkesinambungan berarti bahwa manusia tidak pernah akan selesai. sebaliknya potensi tersebut tidak akan bertumbuh secara baik jika memperoleh perlakuan dan lingkungan yang jelek. strategi. Pendekatan ini memandang pendidikan pada hakekatnya sebagai suatu proses yang inheren dengan konsep manusia. termasuk memelihara hubungan baiknya dengan alam dan denganTuhannya. mana yang pantas kita tujui. Menurut Nanang Fattah pendidikan itu memiliki beberapa ciri yaitu.Proses pendidikan juga berarti menumbuh kembangkan eksistensi manusia. Ada beberapa factor utama dan bebrapa factor pendukung pentingnya filsafat bagi manusia / dan para penegak hukum yaitu . danmasyarakat. Artinya manusia dapat dimanusiakan hanya melalui proses pendidikan. Perana utama filsafat hukum dalam menciptakan penegak hukum yang professional adalah .

Dengan memahami filsafat hukum. Filsafat hukum dirumuskan dengan asumsi bahwa tanpa sanksi atau paksaan dari pihak luar setiap orang akan mematuhinya.Asas ketepatan mengambil objek / The principle of good object Mengehendaki agar aparat . martabat dan nilai-nilai filosofis. Asas-asas tersebut antara lain : 1. 3.Melindungi kesejahteraan materiil pengemban profesi Aparat pemerintah sebagai public servant tidak mungkin melepaskan dirinya dari kehidupan rakyat yang dilayaninya oleh karenanya secara material mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan kepada publik secara baik. Perumusan kode etik hukum dan filsafat hukumberperan membawa aparat kepada kesadaran moral akan kedudukan dan profesinya yang diperoleh dari negara atas nama rakyat. Dalam tindakan dan perbuatan aparat pemerintah harus menyesuaikan dengan norma-norma yang dianut dan berlaku dalam kebudayaan rakyat.Menjaga dan meningkatkan kualitas keterampilan teknis 3. Aparat yang menaati kode etik dan menggunakan filsafat hukum akan menempatkan kewajibannya sebagai aparat pemerintah di atas kepentingan-kepentingan yang lain. Dengan memegang norma dan asas-asas yang ada.Menjaga dan meningkatkan kualitas moral 2.Asas kecermatan / The principle of carefourness Agar dalam fungsinya aparat menyelenggarakan pemerintahan menjalankan KIS (kordinasi. yaitu: 1. kode etik hukum dan asas pemerintahan diharapkan dapat mengurangi tindakan-tindakan yang tercela. perubahan demikian cepatnya.Dasar semua tindakan. lebih sadar terhadap diri dan lingkungan 3. tidak terpuji dan merugikan masyarakat. Sinkronisasi).Dengan adanya perkembangan ilmu pengethauan dan teknologi kita semakin ditentang dengan kemajuan teknologi beserta dampak negatifnya. Asas-asas yang terdapat dalam kode etik hukum dan filsafat hukum administrasi pada dasarnya meliputi lima hal penting yang menghendaki aparat memiliki kesadaran moral dalam menjalankan profesinya. Hal yang penting dipahami ialah bahwa filsafat hukum tidak membebankan sanksihukum atau paksaan fisik. karena dengan bertambahnya ilmu akan bertambah pula cakrawala pemikiran dan pangangan yang semakin luas 2. Ada beberapa maksud yang terkandung dalam pembentukan filsafat hukum.Asas keseimbangan / The principle of balance Menghendaki agar pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selalu menyeimbangkan antara hak dan kewajiban yang dimiliki oleh pihak yang 5. 2.Dengan demikian dapat dikatakan filsafat hukum ibarat kompas yang memberikan atau menunjukkan arah pandang bagi aparat pemerintah sekaligus menjamin mutu moral profesi di hadapan masyarakat.Asas kepastian hukum / The principle of legal security Menghendaki aparat pemerintah selalu membuat keputusan yang sama terhadap kasus yang kondisinya sama.Dengan belajar filsafat diharapkan akan dapat menambah ilmu pengetahuan.1. Sesungguhnya filsafat di dalamnya memuat ide-ide itulah yang akan membawa mansuia ke arah suatu kemampuan utnuk merentang kesadarannya dalam segala tindakannya sehingga manusia kaan dapat lebih hidup. Dorongan untuk mematuhi filsafat hukum bukan dari adanya sanksi melainkan dari rasa kemanusiaan. aparat pemerintah diupayakan tidak akan melakukan perbuatan yang tidak terpuji.Asas permainan yang layak / The principle of fairplay Menghendaki agar aparat pemerintah selalu menjelaskan seluas-luasnya kepada pihak yang terkait baik diminta maupun tidak 4. pergeseran tata nilai. harga diri. lebih tanggap terhadap diri dan lingkungan. dan akhirnya kita akan semakin jauh dari tata nilai dan moral Setiap profesi termasuk aparat pemerintah menggunakan filsafat hukum untuk menyediakan struktur yang mampu menciptakan disiplin tata kerja dan menyediakan garis batas nilai yang dijadikan acuan dalam mengemban tugasnya sehari-hari. menguntungkan pribadi dan membebani anggaran rakyat untuk kepentingannya. Integrasi.

sehingga berdampak terhadap kehidupan organisasi. Setiap organisasi.dalam membuat keputusan hendaknya berfikir secara lintas sektoral sehingga keputusannya bersifat dinamis. 2. jujur dan memiliki loyalitas tinggi. Untuk mencapai birokrasi yang steril dari KKN maka secara eksternal diperlukan pengawasan yang intensif dan efektif agar dapat ditanggulangi dan diatasi berbagai penyimpangan. malah tidak mengindahkan dan membantah hasil pemeriksaan yang sebelumnya telah diakui. yaitu: 1. Diskriminasi pelayanan atas dasar materi secara jelas nampak di depan mata.Birokrasi yang mampu membebaskan diri dari praktek KKN Satriyo Budihardjo Judono sebagai Ketua BPK pernah menyatakan bahwa hasil pemeriksaan BPK bukan ditindaklanjuti sebagai upaya pembenahan. Kewibawaan aparat pemerintah dalam menjalankan fungsi pelayanan seolah-olah tenggelam oleh tradisi buruk tersebut. terlebih lagi pada era sekarang ini dimana kebijakan pemerintah cenderuung mudah berubah. disiplin pribadi yang tinggi memiliki visi kedepan yang jelas serta memiliki kerangka berpikir yang holistik dan interconnectednes (saling berkaitan) dan penghayatan nilai-nilai moral filsafathukum serta kode etik organisasi dan profesi.Birokrasi yang mampu menangkap paradigma baru. Filsafat hukum dan kode etik berfungsi sebagai patokan sikap mental yang ideal segenap aparat pemerintah yang dapat mendorong keberhasilan organisasinya. ada 'uang jalan' urusan cepat beres. Ini menunjukkan gejala bahwa hasil pemeriksaan BPK maupun juga mungkin aparat pengawasan fungsional pemerintah hanya dianggap sebagai informasi manajemen saja sehingga memberikan kesan bahwa seolah-olah hasil pemeriksaan tidak memberikan manfaat apapun bagi masyarakat yang menghendaki pemerintah yang bersih KKN. teliti. melalui pengembangan keahlian pribadi (keilmuan). Kualitas seperti inilah yang hendak dicapai ketika kode etik dan filsafat hukum dirumuskan. Berkaitan dengankeberadaan dan fungsi kode etik aparat pemerintah. Hal ini tidak lepas karena adanya pengaruh lingkungan eksternal yang berubah begitu cepat. yaitu orang-orang yang berada di dalam organisasi sangat menentukan bagi kemajuan organisasi. Filsafat huku dan kode etik hukum menjadi sarana guna mendukung pencapaian tujuan organisasi pemerintah. Di dalam upaya mengantisipasi perubahan eksternal dan dinamika organisasi tersebut maka peran SDM. Hal ini mutlak karena organisasi pemerintah hanya akan berhasil meraih sasarannya ketika aparat di dalamnya memiliki aktivitas dan perilaku yang baik. Agar tuntutan masyarakat maupun pemerintah dapat dipenuhi atau dilayani oleh organisasi birokrasi maka ada unsur pokok yang minimal harus diperhatikan dan dimiliki birokrasi yaitu upaya membangun komitmen pengembangan diri yang kuat. Organisasi pemerintahan berhasil jika aparatnya memiliki inisiatif yang baik. Seakan-akan urusan-urusan yang berkaitan dengan birokrasi dan aparat pemerintah dapat dimainkan tergantung rupiah yang disodorkan. tak terkecuali organisasi pemerintah. tanpa 'uang jalan' kenapa harus dipercepat kalau bisa diperlama. Dalam hal ini kode etik memiliki fungsi dan tujuan menjunjung martabat profesi serta memelihara aparat pemerintahan dengan larangan-larangan untuk melakukan perbuatan yang akan merugikan citra profesi. selalu menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks. Praktik-praktik oknum aparat pemerintah KKN telah secara nyata membuat citrabirokrasi terpuruk. Secara internal upaya terus menerus dilakukan untuk penyempurnaan sistem . begitu kira-kira kalimat yang pantas melihat realitas global birokrasi selama ini. pemerintahan yang menjadi harapan masyarakat menuju pemerintahan yang bersih dan berwibawa dapat dikemukakan mengenai birokrasi yang menjadi harapan publik. Inilah yang mendapatkan sorotanmasyarakat dimana kewibawaan aparat pemerintah sebagai abdi masyarakat tidak lagi nampak akibat diskriminasi perlakuan terhadap masyarakat.

dengan kita menganalisis secara rasional dan kemudian kita mempertanyakan jawaban secara terus menerus. ekonomi pollitik dan menjaga/mengawasi rules of the games dan rules of ethics yang baik dalam interaksi sosial. keterbukaan. Sektor swasta sebagai pelaku ekonomi menciptakan kesempatan usaha dan lapangan kerja seluas luasnya. Agar birokrasi dapat berjalan dengan baik. profesionalitas dan asas akuntabilitas. LSM dan masyarakat berperan mengembangkan partisipasi dalam aktivitas sosial. Bintoro Tjokromidjojo serta Sophian Effendi mengemukakan bahwa dalam mengelola good governance adanya sinergi antara pemerintah dengan swasta (dunia usaha) dan LSM/masyarakat. kita diajak untuk berfikir kritis dan radikal. 3. kiranya penulis menyimpulkan sebagai jawaban dari rumusan masalah yang termaktub diatas : 1. ekonomi politik dan sebagainya. yang disebut hakikat. yang objeknya dikaji secara mendalam sampai pada inti atau dasarnya. Secara spekulatif filsafat hukum dapat dicapai dengan pengajuan pertanyaan-pertanyaan mengenai hakekat hukum. Pemerintah lebih berperan sebagai fasilitating dan enabling (kemudahan dan kesempatan) guna menciptakan kondisi lingkungan politik yang kondusif dan kepastian dan penegakan hukum serta kebijakan pemerintah yang jelas.Birokrasi yang baik. Filsafat hukum ini sebenarnya adalah induk dari semua disiplin yuridik. korespondensi dan fungsinya. yang sering juga diistilahkan lain dengan Jurisprudence. Dunn. maka analisis filsafati seperti inilah yang membantu kita untuk menentukan sikap secara bijaksana dalam menghadapi suatu masalah yang konkrit. 28 Tahun 1999. atau dalam artian kita diajak untuk memahami hukum tidak dalam arti hukum positif semata.Untuk menjawab apakah sebenarnya hakikat filsafat hukum ? Filsafat Hukum adalah cabang dari filsafat yang mempelajari hukum yang benar. tidak akan mampu memanfaatkan dan mengembangkan hukum secara baik. kemudian secara kritis.Kesimpulan Dari paparan penulis secara singkat diatas. atau dapat juga kita katakan Filsafat Hukum adalah merupakan pembahasan secara filosofis tentang hukum. Untuk itulah filsafat hukum dan kode etik berperan mengarahkan dan membentuk pola sekaligus sosok ideal aparat pemerintah yang bermoral. ia hanya menjadi ”corong undang-undang” belaka. jika demikian adanya ketika ia menjadi seorang pengadil (hakim) misalnya. dengan membangun perekonomian berbasis kerakyatan. dengan berusaha untuk memeriksa gagasan-gagasan tentang hukum yang sudah ada. Terkait itu penulis sepakat bahwa suatu masalah atau problem pasti dapat dicari apa sebenarnya analisis filsafat hukumnya yang tepat untuk diterapkan. William M. Oleh karena itu penekanan utamanya adalah agar kode etik menjadi pedoman bertindah dan filsafathukum menjadi pedoman berfikir kepada aparat pemerintah untuk betul-betul melaksanakan instrumen pencapaian good governance seperti yang ditetapkan dalam UU No. aspiratif dengankepentingan rakyat dan selalu mengutamakan masyarakat. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. adalah ilmu yang mempelajari hukum secara filosofis. yang jawaban itu tidak hanya dari masalah yang tampak.dan mekanisme kerja serta memperkokoh ketahanan mental dan moral spiritual melalui pengamalan nilai agama dan pemahaman pentingnya pelaksanaan filsafathukum dan kode etik organisasi. karena jika kita hanya mempelajari arti hukum dalam arti positif semata. Undang-Undang ini pada pokoknya menetapkan asas-asas umum penyelenggaraan negara meliputi asas kepastian hukum. tetapi sudah pada tataran nilai dari gejalagejala itu sendiri. melihat koherensi. Filsafat hukum dalam menyikapi masalah. .

partai. hukumdiciptakan untuk mengatur prilaku anggota masyarakat agar tetap berada pada koridor nilai-nilai sosial budaya yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. sampai terakhir adalah tata urutan Peraturan Perundang-undangan yang didasari Pasal 7 UU Nomor 10 Th 2004 yang hingga kini berlaku di Indonesia. namun hal ini memunculkan pertanyaan tentang keterikatan denfan tempat dan waktu. Eksekutif. Kita harus tahu pula bahwa fungsi hukum nasional adalah untuk pengayoman. korespondensi dan fungsi hukum yang diciptakan. agar selalu belajar dan mengkaji lebih jauh tentang filsafat hukum. filsafathukum mengubah tata urutan Peraturan Perundang-undangan yang pernah berlaku di Indonesia. atau pembedaan lain. kemudian tata urutan Peraturan Perundang-undangan yang didasari TAP III/MPR/2000. pengubahan itu atas dasar pembaharuan yang didasari pada asas kemanfaatan dan asas keadilan. maka perubahan hukum di Indonesia adalah didasarkan dari ide-ide pasal-pasal dalam Batang Tubuh berikut dengan Penjelasan UUD 1945 (sebagai teori hukumnya). agar pembaharuan atau hukum yang diciptakan adalah benar-benar merupakan rules for the game of life bagi masyarakat luas. Indonesia memang menganut paham kedaulatan rakyat dari Pancasila. jadi pembaharuan hukum lewatfilsafat hukum di Indonesia ada pada teori hukumnya 24. yang manahukum yang diciptakan adalah merupakan rules for the game of life. akan tetapi dilain waktu (masa yang akan datang) apakah hukum akan tetap stagnan dan tetap. 2. Dan yang terpenting hukum diciptakan sebagai pemenuhan rasa keadilan bagimasyarakat luas. tanpa melihat living law yang terjadi dalammasyarakat. serta mengingat sekian lama Indonesia di . agama. golongan. Kemudian untuk waktu yang lama. dengan cara berfilsafat hukum melalui realitas-realitas yang terjadi dalam masyarakat luas. melihat koherensi.Hendaknya bagi pemegang kekuasaan di Indonesia terutama (legislatif. suku. serta pemahaman terhadap Grundnorm atau sumber dari segala sumber hukum di Indonesia (Pancasila).Hendaknya sering dilakukan diskusi (pembahasan ulang) oleh pakar filsafathukum terhadap perundang-undangan yang masih belum memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat luas. dan tentunya peran diskusi ilmiah antar pakar filsafat hukumdi indonesia sangatlah urgen untuk dilakukan dalam mengubah hukum yang hanya mengedepankan legalitas belaka. dan yudikatif). lebih mengarah pada kebutuhan masyarakat yang hakiki. maka perubahan atau pembangunan hukum Indonesia harus melalui proses filsafathukum yang didalamnya mampu mengarahkan dan menampung kebutuhankebutuhanhukum sesuai dengan tingkat-tingkat kemajuan pembangunan disegala bidang. maka filsafat hukum akan merupakan kegiatan yang tidak pernah berakhir. kaitannya filsafat hukum terhadap pembentukan hukum di Indonesia adalah filsafat hukum sangat berperan dalam perubahan hukum kearah lebih demokratis.karena filsafat hukum membahas masalah-masalah yang paling fundamental yang timbul dalam hukum. dalam sejarah filsafat hukum. hal ini telah sesuai denganbunyi kalimat kunci dalam Penjelasan UUD 1945 : Undang-undang dasar menciptakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan dalam pasal-pasalnya. karena mencoba memberikan jawaban pada pertanyaan-pertanyaan. orang akan memegang suatu prinsip hukum pada suatu waktu. juga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat luas yang cenderung majemuk. maka orang banyak bersepakat bahwa hukum akan selalu dinamis seiring denganperubahan waktu dan tempat. contoh kasus jika ada masalah-masalah yang melampaui kemampuan berpikir manusia. B. dimulai dari berlakunya tata urutan Peraturan Perundang-undangan yang didasari TAP XX/MPRS tahun 1966. yang takkan berubah sepanjang masa. Secara spekulatif dan secara kritis filsafat hukum berusaha untuk memeriksa gagasangagasan tentang hukum yang sudah ada.Saran 1. orang berpendapat bahwa landasan hukum itu adalah hukum kodrat (filsafat hukum kodrat) yaitu yang berpandangan terdapat suatu kodrat ideal yang abadi. tanpa membedakan ras.

cetakan kedua. Suriasumantri. Jakarta.Terkhusus bagi mahasiswa-i pemerhati hukum pada Perguruan Tinggi. 2003 4.Slide Muchsin. Jakarta cetakan keenam belas. PT.Bruggink. alih bahasa Arief sidharta. yang terkadang sering tidak bermuara pada keadilan yang seutuhnya.doktrin oleh Belanda untuk dipaksa”. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. memakai sistem Civil law yang bermuara pada legalitas belaka. 3. Ikhtisar Filsafat Hukum.Muchsin. Badan Penerbit Iblam Jakarta. Pustaka Sinar Harapan. Citra Aditya bakti. haruslah terus belajar terhadap hakikat filsafat hukum. yang di sampaikan pada mahasiswa Pascasarjana Magister HukumUntag (Universitas 17 Agustus) Surabaya angkatan ke 18 5. Gramedia Pustaka Utama. dan Shidarta. Refleksi Tentang Hukum. Pokok-pokok Filsafat Hukum (Apa dan BagaimanaFilsafat Hukum Indonesia). 2006 2. yang nantinya pasti akan berguna bagi perbaikan sistem hukum di Indonesia yang masih dirasa carut marut. 1999 . DAFTAR PUSTAKA 1. cetakan keenam.Jujun S.Darmodiharjo. Mei 2006 3. cetakan kedua .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful