MAKALAH

SIKLUS HIDUP DAN RASIO SEKS LALAT BUAH (Drosophila melanogaster)
Makalah Ini ditujukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Genetika Dasar

Penyusun : Sara Fadlah iq 1110095000031 Mega IndriyantiNuris 1110095000001 Ai SitiNurhayati 1110095000029 Fuad Albani 1110095000011

PROGRAM STUDI BIOLOGI

2010-2011 FAKULTAS SAINS & TEKNOLOGI

KATA PENGANTAR
Segala puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena atas karunia-Nya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah yang berjudul Siklus Hidup dan Rasio Seks Lalat Buah (Drosophila Melanogaster) ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah genetika dasar.. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu dan bekerja sama untuk meyelesaikan tugas ini. Dan semoga makalah ini bisa diterima dan memenuhi kriteria tugas yang diinginkan.

Ciputat, 20 Mei 2011

Penulis

DAFTAR ISI DAFTAR ISI KATA PENGANTAR BAB I PENDAHULUAN BAB II ISI BAB III PENUTUP KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA .

Orang pertama yang menggunakan Lalat buah (Drosophila melanogaster) sebagai objek penelitian genetika adalah Thomas Hunt Morgan yang berhasil menemukan “pautan seks” dan “gen rekombinan”. Lalat buah (Drosophila melanogaster) dapat menyelesaikan siklus hidupnya kurang lebih dalam 12 hari. Drosophila melanogaster mempunyai suatu mekanisme suatu penentuan kelamin yang seimbang. menentukan prototipe seksual lalat buah. 6. Lalat buah (Drosophila melanogaster) ini memiliki beberapa jenis mutan (individu yang dihasilkan karena adanya mutasi) yang dapat diamati dengan perbesaran yang lemah pula. kromosom ini terdapat dalam sel-sel kelenjar ludah yang besarnya 100 kali lipat dari kromosom biasa. karena terjadi di luar tubuhnya mulai dari telur. pupa hingga menjadi dewasa (imago). Jumlah kromosom relatif sedikit. 2. 7. sehingga mudah diamati di bawah mikroskop cahaya. 4. Pada temperatur kamar (suhu ruangan). hanya memerlukan sedikit ruangan dan tubuhnya cukup kuat. larva. Jumlah keturunan yang dihasilkan dalam satu siklus hidupnya sangat banyak. di antaranya : 1. Suatu keseimbangan antara jumlah perangkat autosom dan jumlah kromosom X. Perkembangan dari siklus hidupnya mudah di amati. trache dan kelenjar ludah serta derivatnya. yaitu 4 pasang dan memiliki “Giant Chromosme”. Sikus hidup pendek. Lalat buah (Drosophila melanogaster) dapat menghasilkan keturunan dalam jumlah yang besar.BAB I PENDAHULUAN Drosophila adalah salah satu model organisme yang telah diketahui dengan baik untuk mempelajari pola mekanisme perkembangan selama awal perkembangan. 5. Ada beberapa keuntungan sehingga lalat buah banyak dijadikan objek untuk kajian-kajian genetik. 3. Hingga saat ini sudah banyak diteliti tentang proses pembentukan segmen tubuh meskipun masih banyak pertanyaan tentang bagaimana informasi pesan diterjemahkan pada sel-sel yang letaknya berjauhan untuk membentuk organ yang beragam. . Lalat buah (Drosophila melanogaster) mudah dipelihara dalam laboratorium karena makanannya sangat sederhana. Lalat buah (Drosophila melanogaster) memiliki berbagai macam perbedaan sifat keturunan yang dapat dikenali dengan pembesaran lemah.Penelitian tentang perkembangan organ (organogenesis) pada beberapa tahun terakhir menyarankan bahwa Drosophila merupakan organisme yang ideal untuk menjawab pertanyaan bagaimana nasib sel (cell fate) ditentukan dalam organogenesis. Jumlahnya di alam sangat berlimpah dan mudah didapati. Selain penelitian tentang perkembangan system saraf pusat dan organ lain seperti usus pada system pencernaan.

. Genom Drosophila memiliki kemiripan 77% dengan genom pada manusia.8. 9. 10. Memiliki kromosom raksasa dalam kelenjar ludah larva. Drosophila jantan tidak mengalami pindah silang.

dan . 1981). Klasifikasi Kingdom Phylum Class Ordo Family Genus Subgenus Spesies Animalia Arthropoda Insekta Diptera Dhrosopilidae Dhrosophila Sophopora Dhrosophila melanogaster Lalat buah dan Artrophoda lainnya mempunyai kontruksi modular. Segmen ini menyusun tiga bagian tubuh utama. kepala. mempunyai jaw hooks). pulau Jawa sekitar 120 jenis dari suku drosophilidae (Wheeler. anak bangsa Cyclophorpha (pengelompokan lalat yang pupanya terdapat kulit instar 3. seri Acaliptrata (imago menetas dengan keluar dari bagian anterior pupa).BAB II PEMBAHASAN Drosophila melanogaster meupakan jenis lalat buah. thoraks. dimasukkan dalam filum Artropoda kelas Insekta bangsa Diptera. yaitu. suku Drosophilidae. suatu seri segmen yang teratur. Jenis Drosophila melanogaster di Indonesia terdapat sekitar 600 jenis.

abdomen. Abdomen bersegmen lima. bagian tubuh belakang lebih gelap. 2008). Pada Drosophila jantan Memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil bila dibandingkan dengan yang betina. pada Drosophila yang liar memilki mata berwarna merah. Drosophila ini mempunyai poros anterior dan posterior (kepala-ekor) dan poros dorsoventral (punggung-perut). Kepala berbentuk elips. dan bermula dari thorax dengan warna transparan (Ghostrecon. Drosophila melanogaster normal memiliki mata yang berwarna merah berbentuk elips. lurus.5 mm dan yang jantan lebih kecil dibandingkan dengan betina. Terdapat pula mata oceli yang ukurannya jauh lebih kecil dari mata majemuk. 2008). Adapun ciri umum dari Drosophila melanogaster antara lain : . berada pada bagian atas kepala. determinan sitoplasmik yang sudah ada di dalam telur memberi informasi posisional untuk penempatan kedua poros ini bahkan sebelum fertilisasi. setelah fertilisasi. Ciri lainnya yang dapat membedakan jantan dan betina adalah dari ukuran tubuhnya.1979) Perbedaan jenis kelamin pada Drosophila melanogaster secara morfologi terlihat dari bentuk pantat Drosophila. Memiliki 3 ruas dibagian abdomennya dan memiliki sisir kelamin. Pada Drosophila. lalat jantan memiliki ujung posterior yang tumpul sedangkan lalat betina memiliki ujung posterior yang runcing.memiliki 6 ruas pada bagian abdomen dan tidak memiliki sisir kelamin. Lalat jantan memiliki sex comb pada kakinya sedangkan lalat betina tidak.S. Drosophila memiliki warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian belakang. dengan warna dasar putih. informasi dengan benar dan akhirnya akan memicu struktur yang khas dari setiap segmen.Sedangkan pada yang betina ukuran relatif lebih besar. 2008). betina memilki ukuran panjang sekitar 2. segmen terlihat dari garis-garis hitam yang terletak pada abdomen. Thorax terlihat berwarna krem. ditumbuhi banyak bulu.S. berbentuk bulat (Ghostrecon. Drosophila melanogaster normal memiliki sungut yang berbentuk tidak runcing dan bercabang-cabang. dimana lalat jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan ukuran lalat betina (Ghostrecon.(Soemartomo. di atas di antara mata dua mata majemuk. Sayap Drosophila normal memiliki ukuran yang panjang hingga melebihi abdomen lalat. pada jantan. Selain itu. seperti hewan simetris bilateral lainnya. Drosophila memiliki ciri morfologi yang berbeda antara jantan dan betinanya.

terdapat mata oceli pada bagian atas kepala dengan ukuran lebih kecil dibanding mata majemuk. umumnya lurus.Ciri umum lainnya dari Dhrosophila melanogaster. antara lain : memiliki warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian belakang berukuran kecil antara 3-5 mm (jantan dan betina memiliki ukuran yang berbeda) -12 percabangan. warna tubuh. ukuran betina lebih besar dibandingkan pada lalat jantan. dan posisi bermula dari thorax Perbedaan Dhrosophila melanogaster Jantan dan Betina Lalat buah jantan dan betina dapat dibedakan melalui beberapa ciri-ciri umum seperti besar ukuran tubuh. Setelah keluar dari pupa. -bulu dengan warna dasar putih. dan ada atau tidak adanya sisir kelamin. Cirri yang biasa digunakan adalah dari ukuran tubuh. bentuk ujung kelamin. Berikut ini merupakan ciri-ciri yang membedakan lalat buah jantan dan betina. panjang sayap. yaitu : Ciri-ciri pembeda Ukuran tubuh Jantan Betina Ukuran tubuh lebih kecil Ukuran tubuh lebih besar dibanding betina dibanding jantan (ujung Bagian belakang lebih Warna tubuh Bagian belakang lebih abdomen) gelap terang dibanding jantan dibanding betina Panjang sayap Sayapnya lebih pendek Sayapnya lebih panjang dibandingkan betina Sisir kelamin Bentuk ujung abdomen Ada sisir kelamin Tumpul dibandingkan jantan Tidak ada sisir kelamin lancip Perkawinan dan Perkembangbiakan Dhrosophila melanogaster Dewasa pada Dhrosophila melanogaster pada siklus hidupnya berusia sekitar 8-9 hari. sedangkan abdomen bersegmen lima dan bergaris hitam ransparan. tidak melengkung. Pada lalat buah. warna lalat buah masih pucat dan sayapnya belum terbentang. .

breatless (btl). Drosophila melanogaster betina sanggup menghasilkan 50-75 butir telur per hari atau dapat menghasilkan 400-500 butir telur. Lalat buah betina bisa menolak ajakan “perkawinan” dengan cara pergi. Serrate (Ser). Pada ujung anterior terdapat lubang yang disebut mikropil dan terdapat tonjolan memanjang seperti sendok. Dua gen homeotik sangat berperan dalam pengaturan penentuan sel-sel tersebut yaitu Sex Comb Reduce (scr) dan Abdominal-B (Abd-B). Perkembangan ini diawali dengan spesifikasi sel primordial yang membentuk dua dimensi lapisan sel ektoderm. Lama waktu kopulasi sekitar 30 menit. Terakhir. Telur Drosophila melanogaster berwarna putih susu berbentuk bulat panjang dengan ukuran 0. Spesifikasi ini terjadi secara sempurna pada stadium 10 (kira-kira 5.Proses perkawinan diawali oleh “atraksi” lalat buah jantan untuk menarik lalat buah betina. Pertama. snail (sn). lalat buah jantan memainkan “lagu” yang bertujuan untuk menarik lalat buah betina untuk kawin dengan cara memanjangkan dan menggetarkan sayapnya secara horizontal. 1992) Perkembangan kelenjar ludah pada embrio Drosophila terjadi sangat cepat dimulai pada perkembangan 4. Siklus Hidup dan Ciri-ciri pada Tahapan-tahapannya . Setelah itu.5 jam perkembangan) yang terjadi pada daerah tertentu. lalat buah jantan akan memposisikan dirinya pada bagian belakang abdomen lalat buah betina dalam posisi yang lebih rendah untuk mengetuk dan memukul-mukul (tap dan lick) pada genitalia lalat buah betina. Lalat buah jantan akan mempertunjukkan 5 bentuk adaptasi tingkah laku secara berurutan. Walaupun banyak sperma yang masuk ke dalam mikrophyle tapi hanya satu yang dapat berfertilisasi dengan pronuleus betina dan yang lainnya segera berabsorpsi dalam perkembangan jaringan embrio. (Borror. Pada ujung anterior terdapat mikrophyle.5 mm.5 jam dan diakhiri pada perkembangan 10 jam. Selanjutnya terjadi beberapa proses yang melibatkan pergerakan dan perubahan fungsi sel. eye gone (eyg) dan dead ringer (dri) adalah akan mengatur mekanisme morfogenesis selama perkembangan. lalat buah jantan akan menggulungkan abdomennya dan berusaha untuk melakukan kopulasi. Selain itu gen ketiga yang mengkode protein zinc finger yaitu gen treashirt (tsh) secara kolektif berperan dalam mebatasi letak sel-sel primordial pada wilayah anterior-posterior embrio yaitu pada Parasegmen 2. tempat spermatozoa masuk ke dalam telur. Perkawinan pertama lalat betina setelah 8-12 jam lalat buah betina muncul (emerge) atau keluar dari pupa. twist (twi). fork head (fkh). Namun demikian di dalam perkembangan kelenjar ludah ini tidak terjadi penambahan jumlah sel dari sel-sel primordial. Selanjutnya interaksi gen lain seperti decapentaplegic (dpp). Sel primordial kelenjar ludah yaitu sejumlah sel yang bertanggunjawab untuk membentuk kelenjar ludah yang terdiri dari sel bakal kelenjar (secretory cells) dan sel bakal saluran (duct cells) masing-masing dikendalikan oleh ekspresi lokalisasi faktor transkripsi dan lokalisasi signal sel.

tidak aktif. Tahapan Larva instar 3 Ciri-ciri Umur ± 2 hari Umur ± 24 jam Berbentuk lonjong pipih. berwarna putih. yang terdiri dari dua periode. melekatkan diri. bersegmen. memiliki mulut dan gigi berwarna hitam untuk makan.5 mm. berbentuk dan bergerak seperti cacing. Prepupa Terbentuk setelah larva instar 3 merayap pada dinding ± 4 hari botol.Perkembangan dimulai segera setelah fertilisasi. berwarna putih. berwarna putih susu. Periode ini dibagi dalam tiga tahap yaitu larva. memiliki spirakel anterior dan terdapat beberapa tonjolan pada spirakel anteriornya. bersegmen. berwarna putih. berbentuk dan bergerak seperti cacing. kutikula keras dan memendek. berukuran ± 1 mm. Periode pertama adalah periode embrionik di dalam telur pada saat fertilisasi hingga penetasan telur menjadi larva muda (proses ini berlangsung sekitar 24 jam). bersegmen. tanpa kepala dan sayap . memiliki spirakel anterior. berbentuk dan bergerak seperti cacing. Larva instar 1 Berbentuk lonjong pipih. Larva instar 2 Berbentuk lonjong pipih. biasanya terdapat pada permukaan media. ukuran sekitar ± 0. pada ujung anteriornya terdapat dua tangkai kecil menyerupai sendok yang berfungsi agar telur tidak tenggelam. antara lain : Tahapan Telur Ciri-ciri Berbentuk bulat lonjong. berukuran ± 2 mm. dan imago. belum memiliki spirakel anterior. Tahap-tahap dari siklus hidup Dhrosophila melanogaster berikut ciri-cirinya. memiliki mulut dan gigi berwarna hitam lebih besar dan jelas terlihat dibanding larva instar 2. pupa. Periode kedua adalah periode setelah menetas dari telur atau periode postembrionik. berukuran ± ± 3 hari 3-4 mm. berwarna putih bening.

lalat buah dewasa yang dihasilkan akan steril. Pada suhu 25° C tersebut. Imago Tubuh terbagi atas cephla. kutikula keras. hal tersebut berkaitan dengan pemanasan tekanan. memendek. adalah 7 hari. ± 5 hari berwarna coklat.Pupa Tidak aktif dan melekatkan diri pada dinding botol.5 hari. . memiliki mata majemuk biasanya berwarna merah. Suhu lingkungan Lalat buah mengalami kondisi siklus hidup dan pertumbuhan yang optimal sekitar 8-11 hari apabila berada pada suhu 25o-28oC. dan abdomen. thorax. ± 9 hari bersayap transparan. lama harinya umumnya adalah sekitar 8. dan ciri-ciri lainnya menyerupai ciri lalat buah dewasa Faktor dan dampak yang Mempengaruhi Siklus Hidup Dhrosophila sp Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pada siklus hidup Dhrosophila melanogaster antara lain: 1. Pada suhu 30o . sedangkan pada suhu 18° C lama harinya sekitar 19 hari dan pada suhu 12° C lama hari perkembangannya adalah 50 hari. Perkembangan meningkat pada suhu yang lebih tinggi. dan besegmen. dan dicapai pada suhu 28° C. yaitu sekitar 30° C. selama 11 hari. Waktu perkembangan yang paling pendek (telurdewasa).

Intensitas cahaya yang tinggi akan menyebabkan fase bertelur yang terlambat. Intensitas cahaya yang gelap (rendah) akan menyebabkan pertumbuhannya menjadi lambat. Nutrisi makanan Kekurangan nutrisi atau makanan akan menyebabkan jumlah telur yang dihasilkan menurun dan pertumbuhannya menjadi lambat. Lalat buah yang kekurangan nutrisi juga akan menghasilkan larva-larva yang kecil. 3. 5.2.(Sepoetro. Kondisi botol yang terlalu padat akan menurunkan jumlah telur yang dihasilkan dan menurunkan lama hidup suatu individu (tingkat kematian meningkat).1975) Pada Drosophila jantan dan betina dapat mudah dipisahkan dalam bentuk segmensegmen abdomen.D. Pada drosophila diremukan 4 pasang kromosom. tetapi ada sedikit perbedaan yaitu pada salah satu kromosom jantan terdapat lengkungan seperti mata pancing.Pada lalat jantan dan lalat betina umumnya adalah sama.Kelamin lalat ditentukan sebagian oleh kromosom X yang dimiliki individu. Intensitas cahaya Dhrosophila melanogaster menyukai daerah yang remang-remang. Viabilitas telur-telur ini juga dipengaruhi juga oleh jenis dan jumlah makanan yang dimakan oleh larva betina. yang dikembangkan dalam botol media cukup hanya beberapa pasang saja. Pengenceran medium akan mempengaruhi jumlah telur yang dihasilkan namun tidak berpengaruh pada siklus hidupnya.Sedangkan lalat jantan hanya memiliki 1 kromosom X ditambah 1 Y heterokromatik. 4. pupa yang kecil dan seringkali gagal tumbuh menjadi lalat dewasa atau menghasilkan individu dewasa yang akan menghasilkan sedikit telur. Medium Kekentalan dan keenceran dari suatu medium akan mempengaruhi pertumbuhan dari Dhrosophila melanogaster. Pada lalat buah kromosom Y tidak . Jumlah lalat buah dalam botol medium juga mempengaruhi kualitas pertumbuhan lalat buah.Abdomen betina mempunyai ujung meruncing dan pola garis-garis yang berbeda dari pada abdomen jantan. Dengan kondisi yang ideal. lalat buah dapat hidup hingga 40 hari.Normalnya lalat betina akan memiliki 2 kromosom X. Tingkat Kepadatan Pengisian botol medium sebaiknya dengan menggunakan medium buah yang cukup dan tidak terlalu banyak. Tingkat survival dan lamanya waktu hidup akan berkurang apabila lalat dewasa berada pada medium yang sangat encer.

tanpa kepala dan sayap yang disebut larva instar. Sementara itu lalat betina akan kawin setelah berumur 8 jam dan akan menyimpan sperma dalam jumlah yang sangat banyak dari lalat buah jantan. Setelah menetas dari telur dan disebut perkembangan postembrionik yang dibagi menjadi tiga tahap yaitu larva. tubuhnya memendek. Betina drosophila dewasa meletakkan telur 50-70 telur perhari atau maksimumnya 400-500 buah dalam 10 hari ( Silvia.larva intsar I. 1984). larva intsar II. Pada stadium pupa ini. pupa.2003) Telur Drosophila berbentuk kecil bulat panjang dan biasanya diletakkan di permukaan makanan.1985 ) Siklus hidup lalat dewasa Drosophila melanogaster sekitar 9 hari. (Borror. Dalam kelompok ini karena waktu hidupnya yang pendek. Perkembangan dimulai segera setelah terajadi fertilisasi yagn terdiri dari dua periode yaitu : Periode embrionik didalam telur pada saat fertilisasi sampai pada saat larva muda menetas dari telur dan ini terjadi dalam waktu 24 jam. . Setelah keluar dari pupa. 2003 ) 2. bantalan sayap dan kai. telur Drosophila dilapisi oleh dua lapisan. dan imago ( fase seksual dengan perkembangan pada sayap) formasi lainnya pada perkembangan secara seksual terjadi pada saat dewasa (Silvia. lalat buah warnanya masih pucat dan sayapnya pun belum merentang. larva intsar III. kutikulum menjadi keras berpigmen. yang pertama selaput vitelin tipis yang mengelilingi sitoplasma dan yang kedua selaput tipis tetapi kuat ( korion ) di bagian luar dan di anteriornya terdapat dua tangakai tipis. Metamorfosis pada Drosophila merupakan metamorfosis sempurna yaitu dari telur.memiliki peranan penting dalam penentuan jenis kelamin.-pupa dan imago. Beberapa jenis ada yang bersifat ektoparasitik (pada ulat) atau bersifat pemangsa (pada mealybugs dan homoptera kecil lainnya) pada tahapan larva. larva dalam keadaan tidak aktif dan dalam keadaan ini larva berganti menjadi lalat dewasa (Ashburner. Khorion mempunyai kulit bagian luar yang sangat keras dari telur tersebut ( Borror. Walupun banyak sperma yang masuk kedalam mikrophyle yang terdapat pada ujung anterior tapi hanya satu yang dapat berfertilisasi dengan pronoleus betina dan yang lainnya segera berabsorpsi dalam perkembangan jaringan embrio. 2003 ) .1992 ) Larva dan kebanyakan jenisnya terdapat di dalam buah telah ditunjukkan bahwa larva sebenarnya makan ragi-ragi yang tumbuh di dalam buah-buahan itu. 1992 ) Saat larva Drososphila membentuk cangkang pupa. Pada kromosom Drosophila hanya sedikit gen aktif. Dan pada saat inilah larva tidak henti-hentinya untuk makan ( Silvia. 1.(Goodenough. Formasi pupa ditandai dengan pembentukan kepala.

2. Akibatnya watak kelaminnya pun mengalami perubahan. . Mutan dari lalat buah Drosophila melanogaster memiliki berbagai macam bentuk. Biasanya yang mengambil peranan di sini ialah keadaan fisiologis. kromosom Y tidak begitu memainkan peranan yang nyata dalam penentuan jenis kelamin. disebut kromosorn autosom (kromosom tubuh) dan 2 buah kromosom (1 pasang) disebut krornosom kelamin (seks kromosom) karena bentuknya berbeda antara lalat jantan dan lalat betina. Inti sel tubuh lalat Drosophila hanya memiliki 8 buah kromosom saja. 1998). Tipe normalnya yaitu mata merah dan sayap panjang. 6 buah kromosom (3 pasang) pada lalat betina maupun jantan sama bentuknya. (Borror. maka pernyataan fenotip pada suatu makhluk mengenai kelaminnya dapat berubah. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa faktor genetiklah yang menentukan jenis kelamin suatu makhluk hidup. Alat kelamin ditentukan oleh jumlah kromosom X yang dimiliki individu. biasanya pada bagian tubuh tertentu seperti sayap dan mata pada lalat mutan berbeda dengan tipe normal. sehingga mudah dmamati dan dihitung. Faktor Genetik. yaitu : 1. Normalnya. lalat betina mempunyai 2 kromosom X. Oleh karena bahan genetik terdapat di dalam kromosom. 1992).kromosom-kromosom kelenjar ludah raksasa dan mudahnya dipelihara telah dipakai secara meluas dalam penelitian-penelitian keturunan. biasanya pada persilangan untuk lalat normal diberi tanda +.1988) Menurut Suryo (1998). Siklus hidup lalat ini akan semakin pendek apabila kondisi lingkungannya tinggi. (Suryo. Ada 2 tipe lalat buah yaitu tipe normal (tipe liar) dan mutan. Kondisi dibawah ideal dapat menghasilkan 25 keturunan tiap tahun. Faktor Lingkungan. Tiap lalat betina dapat menghasilkan telur sebanyak 100 butir dan dari jumlah tersebut separuh akan menjadi lalat jantan dan separuhnya lagi akan menjadi lalat betina. (Goodenough. Jika kadar hormon kelamin dalam tubuh tidak seimbang penghasilan atau peredarannya. maka perbedaan jenis kelamin terletak dalam komposisi kromosom. sedangkan yang jantan hanya memiliki satu kromosom X ditambah satu salinan kromosom Y heterokromatik. Menurut Ellseth dan Baumgardner (1984). Lalat Dosophila mempunyai siklus hidup yang sangat pendek yaitu sekitar 12 hari pada suhu kamar. perbedaan jenis kelamin umumnya dipengaruhi oleh dua faktor.

tetapi merusaknya. Pecahnya sebuah kromosom dapat menyebabkan terjadinya empat macam perubahan pada struktur kromosom. serta loncatan energi listrik seperti petir. Sedangkan mutan Drosophila dari segi ukuran tubuh adalah strain miniatur yang memiliki ukuran tubuh yang kecil . Logika mengatakan bahwa intervensi secara tak sengaja pada sebuah struktur sempurna dan kompleks tidak akan memperbaiki struktur tersebut. atau telinga yang tumbuh dari perut. Dan memang. Mutasi hanya mengakibatkan ketidaknormalan. Perubahan bahan genetik (DNA maupun RNA).000 individu. (Zarzen. Mutan Drosophila dari segi warna mata yaitu strain white yang memiliki warna mata yang putih. tidak pernah ditemukan satu pun “mutasi yang bermanfaat”. termasuk karsinogen). radiasi surya maupun radioaktif. Mutasi dapat terjadi pada frekuensi rendah di alam. Mutasi terjadi secara acak. munculnya variasi-variasi baru pada spesies baru dan menjadi dasar bagi kalangan pendukung. Mutasi juga dapat mengarah pada alelevolusi. mutan Drosophila dari segi bentuk dan ukuran sayap adalah strain: dumphy yang memiliki sayap yang tereduksi. Selain itu. Mutan Drosophila dari segi warna tubuh adalah ebony yang memiliki warna tubuh coklat. Mutasi tidak menambahkan informasi baru pada DNA suatu organisme. Efek langsung dari mutasi bersifat membahayakan. Partikel-partikel penyusun informasi genetika terenggut dari tempatnya. dan vestigeal yaitu lalat yang tidak memiliki sayap. biasanya lebih rendah daripada 1:10. Mutasi di alam dapat terjadi akibat zat pembangkit mutasi (mutagen. dapat terjadi pada taraf urutan gen (disebut mutasi titik) maupun pada taraf kromosom (aberasi). dan black yang memiliki warna tubuh hitam. karenanya mutasi hampir selalu merusak hidup yang mengalaminya. Hampir selalu bahwa mutasi dianggap menyebabkan kerusakan dan perubahan yang sedemikian parah sehingga tidak dapat diperbaiki oleh sel tersebut. rusak atau terbawa ke tempat lain. mutasi juga dapat disebabkan oleh perubahan-perubahan struktur kromosom.Mutan Drosophila Melanogaster Mutasi didefinisikan sebagi pemutusan atau perubahan yang terjadi pada molekul DNA. 2009). yang terdapat dalam inti sel makhluk hidup dan berisi semua informasi genetis. curly yang memiliki sayap yang melengkung ke atas. seperti kaki yang muncul di punggung.

warna tubuh. menyebabkan perubahan pada gen atau cistron molekul DNA dan bersifat menurun. dan bentuk tubuh (Sinnott et al. . Mutasi yang terjadi secara alamiah di alam semesta disebut spontaneous mutation. dan pola percabangan. Sedangkan mutasi titik. Mutasi kromosomal atau penyimpangan kromosom mengakibatkan perubahan jumlah dan posisi materi genetik pada level kromosom. Morgan memulai penelitiannya. 1958). Morgan dan timnya melakukan riset mengenai mutasi pada Drosophila melanogaster dan berhasil menemukan mutan-mutan lain dengan penyimpangan pada bentuk sayap. mutasi pada spesies lain juga telah banyak dipelajari. disebut induced mutation. De Vries kemudian meneliti lebih dari 53. Setelah penemuan mutan yang pertama ini. setelah menemukan seekor lalat buah dengan mata berwarna putih tampak pada kultur lalat buahnya. Penyebab terjadinya mutasi di alam semesta masih belum diketahui. Tidak berhenti sampai di situ. Muller berhasil menemukan hubungan mutasi dengan radiasi sinar X menggunakan Drosophila melanogaster sebagai objek penelitiannya. Karakter tersebut kemudian terbukti sebagai sifat yang memiliki pautan sex resesif dan dapat diturunkan ke generasi selanjutnya. mutasi juga dapat terjadi secara artifisial. Induced mutation dapat dilakukan dengan memberikan perlakuan tertentu pada suatu organisme seperti radiasi. mutasi adalah perubahan pada material genetik yang terjadi pada level genotip. baik kualitas maupun kuantitas materi genetik itu sendiri. tahun 1920-an H. J. Selanjutnya. hanya pada Drosophila melanogaster. Hingga kini penelitian mengenai mutasi telah banyak dilakukan dan masih berkembang. pada tahun 1909. Dari penelitian inilah kemudian De Vries pertama kali mengemukakan teorinya mengenai mutasi. Selain terjadi secara alamiah. The Mutation Theory (Anonim. Perbedaan ini terletak pada tinggi tanaman. Pada tahun 1886 di Amsterdam. Secara umum mutasi dapat dibedakan menjadi dua kategori. Pada dasarnya.Penelitian mengenai mutasi pertama kali dilakukan oleh Hugo de Vries ketika Vries menemukan keanehan pada tanaman Oenothera lamarckiana. De Vries mendapati tanaman Oenothera lamarckiana memiliki perbedaan yang mencolok dari tanaman Oenothera lamarckiana pada umumnya. 1998). Tidak. penelitian mengenai mutasi kemudian dilanjutkan oleh Morgan. De Vries menemukan adanya delapan mutan yang sama sekali berbeda dari tanaman aslinya. yaitu mutasi kromosomal dan mutasi titik. warna mata. bentuk daun.000 Oenothera lamarckiana dari delapan generasi.

A.2. Duplikasi: penambahan satu atau lebih gen.kondisi lingkungan tertentu. B. Menurut Campbell et al (2007).1.1. Defisiensi atau delesi: hilangnya satu atau beberapa gen B. Pada umumnya kesalahan ini dapat diperbaiki. A.1. Translokasi: pertukaran bagian antara nonhomolog kromosom untuk membentuk dua kromosom baru.2.2. Pada sel diploid jumlah kromosom secara matematis adalah 2n-1.2. Perubahan yang melibatkan beberapa kromosom dalam suatu sel: A. Polisomik: penambahan satu atau lebih kromosom dalam kumpulan kromosom suatu sel.2. A. dan ekspos terhadap bahan kimia tertentu.1.1. A. pentaploidi (5n). B. tetraploidi (4n).1. Untuk mempelajari mutan-mutan Drosophila melanogaster diperlukan pengenalan yang cukup mengenai morfologi Drosophila melanogaster normal. kesalahan ini tidak dapat diperbaiki sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan susunan Berikut adalah klasifikasi mutasi menurut Sinnott et al (1958): A. Haploidi (n): setiap kromosom tidak memiliki pasangan homolognya.1. Trisomik = 2n+1. Perubahan jumlah gen atau susunan gen dalam kromosom: B.2.1. Inversi: dalam kromosom sebuah blok gen berputar 180 . Contoh: triploidi (3n). Morfologi DNA.3. Poliploid: setiap kromosom memiliki lebih dari satu pasangan homolognya. Perubahan jumlah gen: B. namun pada beberapa kasus. Perlakuan yang diberikan untuk memperoleh induced mutation disebut mutagen atau mutagenic agents.2.2.2. . Monosomik: hilangnya satu kromosom dalam suatu sel.2.1.1. Nulisomik: hilangnya satu pasang kromosom yang homolog dalam kumpulan kromosom suatu sel. B.2. Perubahan susunan gen: B. Perubahan yang melibatkan seluruh kromosom dalam suatu sel: A. Perubahan pada jumlah kromosom: A. Dengan begitu dapat dibedakan antara Drosophila melanogaster normal dan Drosophila melanogaster mutan. mutasi titik dapat disebabkan oleh kesalahan selama replikasi DNA sehingga susunan DNA pada rantai nukleotida yang dihasilkan berbeda dengan susunan DNA induk. tetrasomik = 2n+2.

abdoment. Tubulus malpighi larva tidak berwarna . Larva memiliki pembungkus spirakel yang lebih gelap dibandingkan larva normal.Drosophila yang perlu dikenali adalah jenis kelamin. 2002).\ Taxi Sayap merentang 75o dari sumbu tubuh. Miniature Sayap mengecil dan hanya mencapai ujung abdomen saja. Mutan tidak dapat terbang karena bentuk dan postur sayap (Cook dan Carpenter. dan sayap (Ghostrecon. Lalat ginandromorf adalah lalat yang separuh tubuhnya terdiri dari jaringan lalat betina sedangkan separuh lainnya terdiri dari jaringan lalat jantan. Lalat Drosphila mempunyai beberapa kelainan-kelainan yaitu terdiri dari: 1. Bulu pada dada tampak tidak sama rata.Claret Mata merah menyala. . Curly Sayap melengkung ke atas secara kuat. kaki. . biasanya bergelombang. mata oceli. sungut.Oseli normal . mata majemuk. sempit. Eyeless Ukuran mata bervariasi dari tidak ada sama sekali hingga seukuran mata normal tapi biasanya akan mengecil hingga tinggal setengah ukuran mata normal. Permukaan sayap tampak lebih hitam karena sel dan rambut yang padat. Lalat ini tidak mempunyai formula kromosom. 2008). Clot Mata berwarna maroon yang semakin gelap seiring pertambahan usia. 1962): . dan testes yang tidak berwarna.Dumpy Sayap lebih pendek hingga dua pertiga panjang sayap normal dengan ujung sayap tampak seperti terpotong. . tabung malpighi.White Mata putih dengan oseli. dan vena pada sayap berwarna hitam. kepala. dan agak kehitaman.Black Tubuh. thorax. Tidak seekstrim sepia. . .Ebony Secara bertahap warna tubuh berubah menjadi hitam ketika dewasa. Berikut adalah jenis-jenis mutan Drosophila melanogaster beserta deskripsi singkatnya (Strickberger.Sepia Mata merah kecoklatan yang semakin menggelap hingga menjadi sepia dan akhirnya berubah menjadi hitam.

Disamping itu dikenal pula sifat mutan. . misalnya warna mata putih. e untuk mutan tubuh ebony/ hitam. Seandainya satu adalah mutan.2. Variasi ini bergradasi ( berderajat ) mulai dari merah gelap. dan sebagainya. Lalat ini mempunyai suatu mutasi terdesak/terpendam. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu vestigial gen. Lalat normal biasanya diberi simbol +. tubuh ebony. misalnya simbol w untuk mutan mata putih. Lalat jantan super adalah lalat yang sebenarnya akan menjadi lalat jantan akan tetapi triploid (3n) untuk autosomnya (3AAAXY) dan steril. Sebenarnya dikenal banyak variasi tentang warna mata pada lalat ini. Tentang penghembus vestigial gen yang dibawa oleh masing-masing lalat (satu dari orangtua masing-masing). Lalat ini steril. dan banyak lagi variasi lainnya. Untuk menyeragamkan pendapat. sedangkan yang paling resesif adalah w. Sayap lalat ini tidak bisa terbang. yang ditentukan oleh gen muatan resesif w . Adapula yang menyebutkan gen + atau w+. Short-Winged Flies Sayap-sayap lalat ini pendek. dan sayap lurus panjang. Alel yang paling dominan adalah w+ . 4. kedua-duanya harus diubah untuk menghasilkan sayap yang abnormal. Lalat interseks adalah lalat yang jaringan tubuhnya merupakan mosaik (campuran yang tak teratur) dari jaringan lalat betina dan jantan. 1. Variasi fenotip muncul akibat adanya perbedaan pada satu hingga tiga gen. vg untuk mutan sayap tereduksi. sayap vestigial. yaitu mata berwarna putih. merah terang sampai menjadi putih. Lalat Drosophila melanogaster yang memiliki sedikitnya satu karakter yang berbeda dengan tipe liarnya disebut sebagai mutan. Lalat Drosophila melanogaster normal ( tipe liar ) adalah lalat Drosophila yang ditemukan di alam yang memiliki fenotip dengan karakteristik yang telah ditentukan. pada kromosom yang kedua. Lalat dengan kromosom X yang melekat adalah lalat betina tetapi kedua kromosom X saling melekat pada salah satu ujungnya. diantaranya badan kelabu. 3. yang ditentukan oleh gen dominan W . yang kesemuanya ditentukan oleh dominansi dari alel –alel. Berbagai warna mata pada Drosophila melanogaster ini ternyata ditentukan oleh suatu seri alel ganda. tiap tipe mutan lalat Drosophila diberi symbol tertentu. versi yang sehat dapat mengesampingkan cacat tersebut. Drosophila melanogaster yang normal mempunyai mata berwarna merah. warna mata merah.

Gen kuning diperlukan untuk memproduksi suatu pigmen pada lalat hitam normal. yang secara normal . Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen kuning pada kromosom X. maka 3. Seperti lalat orange-eyed. mereka juga mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen putih. Jika gen kayu hitam cacat. yang berarti bahwa satu salinan gen diubah dan menghasilkan cacat itu.Yellow Flies Lalat ini berwarna kekuningan dibanding lalat normal. 6. Tetapi di lalat ini. 4. hampir hitam dibadannya. Jika salinan kedua-duanya (orang tuanya) adalah mutan. Mereka membawa suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen kayu hitam yang terletak pada kromosom ketiga. gen kayu hitam bertanggung jawab untuk membangun pigmen yang memberi warna pada lalat buah normal. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen putih. Ebony Flies Lalat ini berwarna gelap. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu "gen keriting" pada kromosom yang kedua. White-Eyed Flies Lalat ini mempunyai mata putih. maka pigmen yang hitam ini dapat menyebabkan badan pada lalat buah menjadi hitam semuanya. gen putih secara total cacat. Sayap-sayap keriting ini terjadi karena suatu mutasi dominan. Curly-Winged Flies Sayap-sayap lalat ini keriting.Orange-Eyed Flies Lalat pada gambar yang dilingkari mempunyai warna mata seperti warna jeruk. Sedangkan pada mutan ini tidak bisa menghasilkan pigmen atau gen kuning ini 5. sehingga tidak menghasilkan pigmen merah sama sekali.2. Secara normal.

8. Di lalat ini. yang secara normal diinstruksikan sel untuk merubah beberapa badan untuk menjadi kaki.menghasilkan pigmen merah di dalam mata. yang secara normal diinstruksikan sel di dalam larva untuk membentuk suatu mata. Eyeless Flies Lalat ini tidak punya mata. 1992). 7. gen yang putih hanya bekerja secara parsial. (Borror. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen antennapedia (bahasa latin untuk "antenna-leg"). . Di lalat ini. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen buta. gen antennapedia dengan licik instruksikan sel yang secara normal untuk membentuk antena menjadi kaki sebagai gantinya. memproduksi lebih sedikit pigmen merah dibanding lalat normal. Leg-Headed Flies Lalat ini mempunyai antena seperti kaki abnormal pada dahi mereka.

BAB IV PENUTUP .

Jumlah Drosophila melanogaster yang dimasukkan ke dalam botol cukup beberapa pasang saja sehingga memberikan ruang pada Drosophila melanogaster untuk hidup. larva instar1 sekitar 1 hari. pencahayaan. 3. Lama perubahan dari telur menjadi imago bervariasi tergantung kondisi lingkungan termasuk suhu lingkungan. Tahapan-tahapan fase pertumbuhan Drosophila melanogaster adalah. Botol media juga sebaiknya diletakkan di tempat dengan cahaya remang-remang yang tidak terlalu besar intensitas cahayanya. Lama fase telur sekitar 19 jam. perlu diperhatikan ketersediaan media makanannya. larva instar 2 sekitar 1 hari. Sehingga kita bisa mengamati siklus sempurna lalat buah. telur – larva instar I – larva instar II – larva instar III – prepupa – pupa – imago 2. Dalam memelihara Drosophila melanogaster. kepadatan dan ketersediaan makanan. botol media diusahakan berada pada kondisi lingkungan yang ideal yaitu sekitar 25°C. Selain itu. larva instar 3 sekitar 1 hari.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. dan pupa 3 hari. Saran Untuk mengamati siklus hidup Drosophila melanogaster kita harus benar dalam memeliharanya. Lama siklus hidup lalat Drosophila melanogaster sejak telur menjadi imago adalah selama10 hari. . prepupa 2 hari.

DAFTAR PUSTAKA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful