MAKALAH

SIKLUS HIDUP DAN RASIO SEKS LALAT BUAH (Drosophila melanogaster)
Makalah Ini ditujukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Genetika Dasar

Penyusun : Sara Fadlah iq 1110095000031 Mega IndriyantiNuris 1110095000001 Ai SitiNurhayati 1110095000029 Fuad Albani 1110095000011

PROGRAM STUDI BIOLOGI

2010-2011 FAKULTAS SAINS & TEKNOLOGI

KATA PENGANTAR
Segala puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena atas karunia-Nya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah yang berjudul Siklus Hidup dan Rasio Seks Lalat Buah (Drosophila Melanogaster) ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah genetika dasar.. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu dan bekerja sama untuk meyelesaikan tugas ini. Dan semoga makalah ini bisa diterima dan memenuhi kriteria tugas yang diinginkan.

Ciputat, 20 Mei 2011

Penulis

DAFTAR ISI DAFTAR ISI KATA PENGANTAR BAB I PENDAHULUAN BAB II ISI BAB III PENUTUP KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA .

Drosophila melanogaster mempunyai suatu mekanisme suatu penentuan kelamin yang seimbang. Lalat buah (Drosophila melanogaster) ini memiliki beberapa jenis mutan (individu yang dihasilkan karena adanya mutasi) yang dapat diamati dengan perbesaran yang lemah pula. karena terjadi di luar tubuhnya mulai dari telur. 3. 4. Jumlah kromosom relatif sedikit. Orang pertama yang menggunakan Lalat buah (Drosophila melanogaster) sebagai objek penelitian genetika adalah Thomas Hunt Morgan yang berhasil menemukan “pautan seks” dan “gen rekombinan”. Jumlahnya di alam sangat berlimpah dan mudah didapati. Lalat buah (Drosophila melanogaster) mudah dipelihara dalam laboratorium karena makanannya sangat sederhana. Ada beberapa keuntungan sehingga lalat buah banyak dijadikan objek untuk kajian-kajian genetik. Perkembangan dari siklus hidupnya mudah di amati. Hingga saat ini sudah banyak diteliti tentang proses pembentukan segmen tubuh meskipun masih banyak pertanyaan tentang bagaimana informasi pesan diterjemahkan pada sel-sel yang letaknya berjauhan untuk membentuk organ yang beragam. di antaranya : 1. kromosom ini terdapat dalam sel-sel kelenjar ludah yang besarnya 100 kali lipat dari kromosom biasa. trache dan kelenjar ludah serta derivatnya. Lalat buah (Drosophila melanogaster) memiliki berbagai macam perbedaan sifat keturunan yang dapat dikenali dengan pembesaran lemah. 2. pupa hingga menjadi dewasa (imago). Selain penelitian tentang perkembangan system saraf pusat dan organ lain seperti usus pada system pencernaan. yaitu 4 pasang dan memiliki “Giant Chromosme”. Suatu keseimbangan antara jumlah perangkat autosom dan jumlah kromosom X. 5. Lalat buah (Drosophila melanogaster) dapat menyelesaikan siklus hidupnya kurang lebih dalam 12 hari. Sikus hidup pendek. larva. 7. hanya memerlukan sedikit ruangan dan tubuhnya cukup kuat.BAB I PENDAHULUAN Drosophila adalah salah satu model organisme yang telah diketahui dengan baik untuk mempelajari pola mekanisme perkembangan selama awal perkembangan.Penelitian tentang perkembangan organ (organogenesis) pada beberapa tahun terakhir menyarankan bahwa Drosophila merupakan organisme yang ideal untuk menjawab pertanyaan bagaimana nasib sel (cell fate) ditentukan dalam organogenesis. 6. menentukan prototipe seksual lalat buah. Jumlah keturunan yang dihasilkan dalam satu siklus hidupnya sangat banyak. sehingga mudah diamati di bawah mikroskop cahaya. Pada temperatur kamar (suhu ruangan). . Lalat buah (Drosophila melanogaster) dapat menghasilkan keturunan dalam jumlah yang besar.

Genom Drosophila memiliki kemiripan 77% dengan genom pada manusia.8. 9. . Drosophila jantan tidak mengalami pindah silang. 10. Memiliki kromosom raksasa dalam kelenjar ludah larva.

kepala. suatu seri segmen yang teratur. suku Drosophilidae. Jenis Drosophila melanogaster di Indonesia terdapat sekitar 600 jenis. seri Acaliptrata (imago menetas dengan keluar dari bagian anterior pupa).BAB II PEMBAHASAN Drosophila melanogaster meupakan jenis lalat buah. thoraks. dan . Segmen ini menyusun tiga bagian tubuh utama. mempunyai jaw hooks). yaitu. Klasifikasi Kingdom Phylum Class Ordo Family Genus Subgenus Spesies Animalia Arthropoda Insekta Diptera Dhrosopilidae Dhrosophila Sophopora Dhrosophila melanogaster Lalat buah dan Artrophoda lainnya mempunyai kontruksi modular. pulau Jawa sekitar 120 jenis dari suku drosophilidae (Wheeler. dimasukkan dalam filum Artropoda kelas Insekta bangsa Diptera. 1981). anak bangsa Cyclophorpha (pengelompokan lalat yang pupanya terdapat kulit instar 3.

pada jantan. informasi dengan benar dan akhirnya akan memicu struktur yang khas dari setiap segmen. Sayap Drosophila normal memiliki ukuran yang panjang hingga melebihi abdomen lalat. segmen terlihat dari garis-garis hitam yang terletak pada abdomen. 2008). dan bermula dari thorax dengan warna transparan (Ghostrecon. Drosophila memiliki warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian belakang. Kepala berbentuk elips. dimana lalat jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan ukuran lalat betina (Ghostrecon. Terdapat pula mata oceli yang ukurannya jauh lebih kecil dari mata majemuk. Ciri lainnya yang dapat membedakan jantan dan betina adalah dari ukuran tubuhnya. Pada Drosophila jantan Memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil bila dibandingkan dengan yang betina. berbentuk bulat (Ghostrecon.(Soemartomo. Drosophila melanogaster normal memiliki sungut yang berbentuk tidak runcing dan bercabang-cabang. betina memilki ukuran panjang sekitar 2. ditumbuhi banyak bulu. pada Drosophila yang liar memilki mata berwarna merah. Drosophila memiliki ciri morfologi yang berbeda antara jantan dan betinanya. Drosophila melanogaster normal memiliki mata yang berwarna merah berbentuk elips. bagian tubuh belakang lebih gelap. Thorax terlihat berwarna krem. lalat jantan memiliki ujung posterior yang tumpul sedangkan lalat betina memiliki ujung posterior yang runcing. di atas di antara mata dua mata majemuk.Sedangkan pada yang betina ukuran relatif lebih besar. 2008). Lalat jantan memiliki sex comb pada kakinya sedangkan lalat betina tidak. Adapun ciri umum dari Drosophila melanogaster antara lain : .S. setelah fertilisasi. Pada Drosophila. Drosophila ini mempunyai poros anterior dan posterior (kepala-ekor) dan poros dorsoventral (punggung-perut).1979) Perbedaan jenis kelamin pada Drosophila melanogaster secara morfologi terlihat dari bentuk pantat Drosophila.memiliki 6 ruas pada bagian abdomen dan tidak memiliki sisir kelamin.S. Memiliki 3 ruas dibagian abdomennya dan memiliki sisir kelamin.abdomen. berada pada bagian atas kepala.5 mm dan yang jantan lebih kecil dibandingkan dengan betina. 2008). seperti hewan simetris bilateral lainnya. dengan warna dasar putih. lurus. Selain itu. Abdomen bersegmen lima. determinan sitoplasmik yang sudah ada di dalam telur memberi informasi posisional untuk penempatan kedua poros ini bahkan sebelum fertilisasi.

terdapat mata oceli pada bagian atas kepala dengan ukuran lebih kecil dibanding mata majemuk. yaitu : Ciri-ciri pembeda Ukuran tubuh Jantan Betina Ukuran tubuh lebih kecil Ukuran tubuh lebih besar dibanding betina dibanding jantan (ujung Bagian belakang lebih Warna tubuh Bagian belakang lebih abdomen) gelap terang dibanding jantan dibanding betina Panjang sayap Sayapnya lebih pendek Sayapnya lebih panjang dibandingkan betina Sisir kelamin Bentuk ujung abdomen Ada sisir kelamin Tumpul dibandingkan jantan Tidak ada sisir kelamin lancip Perkawinan dan Perkembangbiakan Dhrosophila melanogaster Dewasa pada Dhrosophila melanogaster pada siklus hidupnya berusia sekitar 8-9 hari. antara lain : memiliki warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian belakang berukuran kecil antara 3-5 mm (jantan dan betina memiliki ukuran yang berbeda) -12 percabangan. dan posisi bermula dari thorax Perbedaan Dhrosophila melanogaster Jantan dan Betina Lalat buah jantan dan betina dapat dibedakan melalui beberapa ciri-ciri umum seperti besar ukuran tubuh. Cirri yang biasa digunakan adalah dari ukuran tubuh. Berikut ini merupakan ciri-ciri yang membedakan lalat buah jantan dan betina. umumnya lurus. panjang sayap. sedangkan abdomen bersegmen lima dan bergaris hitam ransparan. warna lalat buah masih pucat dan sayapnya belum terbentang. warna tubuh.Ciri umum lainnya dari Dhrosophila melanogaster. bentuk ujung kelamin. Setelah keluar dari pupa. . ukuran betina lebih besar dibandingkan pada lalat jantan. dan ada atau tidak adanya sisir kelamin. -bulu dengan warna dasar putih. tidak melengkung. Pada lalat buah.

5 jam dan diakhiri pada perkembangan 10 jam. Walaupun banyak sperma yang masuk ke dalam mikrophyle tapi hanya satu yang dapat berfertilisasi dengan pronuleus betina dan yang lainnya segera berabsorpsi dalam perkembangan jaringan embrio. lalat buah jantan memainkan “lagu” yang bertujuan untuk menarik lalat buah betina untuk kawin dengan cara memanjangkan dan menggetarkan sayapnya secara horizontal. eye gone (eyg) dan dead ringer (dri) adalah akan mengatur mekanisme morfogenesis selama perkembangan. Sel primordial kelenjar ludah yaitu sejumlah sel yang bertanggunjawab untuk membentuk kelenjar ludah yang terdiri dari sel bakal kelenjar (secretory cells) dan sel bakal saluran (duct cells) masing-masing dikendalikan oleh ekspresi lokalisasi faktor transkripsi dan lokalisasi signal sel. Lalat buah betina bisa menolak ajakan “perkawinan” dengan cara pergi.5 jam perkembangan) yang terjadi pada daerah tertentu. Terakhir. Spesifikasi ini terjadi secara sempurna pada stadium 10 (kira-kira 5. Serrate (Ser). Pertama. lalat buah jantan akan memposisikan dirinya pada bagian belakang abdomen lalat buah betina dalam posisi yang lebih rendah untuk mengetuk dan memukul-mukul (tap dan lick) pada genitalia lalat buah betina. Pada ujung anterior terdapat lubang yang disebut mikropil dan terdapat tonjolan memanjang seperti sendok. Lalat buah jantan akan mempertunjukkan 5 bentuk adaptasi tingkah laku secara berurutan. Setelah itu. Namun demikian di dalam perkembangan kelenjar ludah ini tidak terjadi penambahan jumlah sel dari sel-sel primordial. Perkawinan pertama lalat betina setelah 8-12 jam lalat buah betina muncul (emerge) atau keluar dari pupa. Perkembangan ini diawali dengan spesifikasi sel primordial yang membentuk dua dimensi lapisan sel ektoderm. Pada ujung anterior terdapat mikrophyle. tempat spermatozoa masuk ke dalam telur. fork head (fkh). Selanjutnya interaksi gen lain seperti decapentaplegic (dpp). Selanjutnya terjadi beberapa proses yang melibatkan pergerakan dan perubahan fungsi sel. breatless (btl). lalat buah jantan akan menggulungkan abdomennya dan berusaha untuk melakukan kopulasi. Dua gen homeotik sangat berperan dalam pengaturan penentuan sel-sel tersebut yaitu Sex Comb Reduce (scr) dan Abdominal-B (Abd-B). 1992) Perkembangan kelenjar ludah pada embrio Drosophila terjadi sangat cepat dimulai pada perkembangan 4. Lama waktu kopulasi sekitar 30 menit.Proses perkawinan diawali oleh “atraksi” lalat buah jantan untuk menarik lalat buah betina. Siklus Hidup dan Ciri-ciri pada Tahapan-tahapannya . (Borror. Drosophila melanogaster betina sanggup menghasilkan 50-75 butir telur per hari atau dapat menghasilkan 400-500 butir telur. Selain itu gen ketiga yang mengkode protein zinc finger yaitu gen treashirt (tsh) secara kolektif berperan dalam mebatasi letak sel-sel primordial pada wilayah anterior-posterior embrio yaitu pada Parasegmen 2. twist (twi).5 mm. snail (sn). Telur Drosophila melanogaster berwarna putih susu berbentuk bulat panjang dengan ukuran 0.

Periode pertama adalah periode embrionik di dalam telur pada saat fertilisasi hingga penetasan telur menjadi larva muda (proses ini berlangsung sekitar 24 jam). melekatkan diri. belum memiliki spirakel anterior. berukuran ± 1 mm. berukuran ± 2 mm. memiliki mulut dan gigi berwarna hitam lebih besar dan jelas terlihat dibanding larva instar 2. bersegmen. biasanya terdapat pada permukaan media. kutikula keras dan memendek. Larva instar 1 Berbentuk lonjong pipih. berbentuk dan bergerak seperti cacing. berwarna putih. Periode kedua adalah periode setelah menetas dari telur atau periode postembrionik. ukuran sekitar ± 0. berbentuk dan bergerak seperti cacing. berwarna putih bening. tidak aktif. Periode ini dibagi dalam tiga tahap yaitu larva. memiliki spirakel anterior. Tahapan Larva instar 3 Ciri-ciri Umur ± 2 hari Umur ± 24 jam Berbentuk lonjong pipih. berukuran ± ± 3 hari 3-4 mm. pada ujung anteriornya terdapat dua tangkai kecil menyerupai sendok yang berfungsi agar telur tidak tenggelam. berwarna putih susu. berwarna putih. dan imago. memiliki mulut dan gigi berwarna hitam untuk makan.Perkembangan dimulai segera setelah fertilisasi. bersegmen. Larva instar 2 Berbentuk lonjong pipih. bersegmen. antara lain : Tahapan Telur Ciri-ciri Berbentuk bulat lonjong. Prepupa Terbentuk setelah larva instar 3 merayap pada dinding ± 4 hari botol. yang terdiri dari dua periode. pupa. memiliki spirakel anterior dan terdapat beberapa tonjolan pada spirakel anteriornya.5 mm. berwarna putih. Tahap-tahap dari siklus hidup Dhrosophila melanogaster berikut ciri-cirinya. berbentuk dan bergerak seperti cacing. tanpa kepala dan sayap .

yaitu sekitar 30° C. adalah 7 hari. dan ciri-ciri lainnya menyerupai ciri lalat buah dewasa Faktor dan dampak yang Mempengaruhi Siklus Hidup Dhrosophila sp Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pada siklus hidup Dhrosophila melanogaster antara lain: 1. Pada suhu 30o . lama harinya umumnya adalah sekitar 8. dan besegmen. dan abdomen. kutikula keras. thorax. .5 hari. Suhu lingkungan Lalat buah mengalami kondisi siklus hidup dan pertumbuhan yang optimal sekitar 8-11 hari apabila berada pada suhu 25o-28oC. selama 11 hari. Perkembangan meningkat pada suhu yang lebih tinggi. Pada suhu 25° C tersebut. Imago Tubuh terbagi atas cephla. ± 5 hari berwarna coklat. ± 9 hari bersayap transparan. dan dicapai pada suhu 28° C.Pupa Tidak aktif dan melekatkan diri pada dinding botol. sedangkan pada suhu 18° C lama harinya sekitar 19 hari dan pada suhu 12° C lama hari perkembangannya adalah 50 hari. Waktu perkembangan yang paling pendek (telurdewasa). memendek.lalat buah dewasa yang dihasilkan akan steril. memiliki mata majemuk biasanya berwarna merah. hal tersebut berkaitan dengan pemanasan tekanan.

Intensitas cahaya yang tinggi akan menyebabkan fase bertelur yang terlambat.D. Intensitas cahaya yang gelap (rendah) akan menyebabkan pertumbuhannya menjadi lambat. Medium Kekentalan dan keenceran dari suatu medium akan mempengaruhi pertumbuhan dari Dhrosophila melanogaster. Jumlah lalat buah dalam botol medium juga mempengaruhi kualitas pertumbuhan lalat buah.2. Tingkat survival dan lamanya waktu hidup akan berkurang apabila lalat dewasa berada pada medium yang sangat encer. Lalat buah yang kekurangan nutrisi juga akan menghasilkan larva-larva yang kecil.Pada lalat jantan dan lalat betina umumnya adalah sama. Viabilitas telur-telur ini juga dipengaruhi juga oleh jenis dan jumlah makanan yang dimakan oleh larva betina. Kondisi botol yang terlalu padat akan menurunkan jumlah telur yang dihasilkan dan menurunkan lama hidup suatu individu (tingkat kematian meningkat).(Sepoetro. Tingkat Kepadatan Pengisian botol medium sebaiknya dengan menggunakan medium buah yang cukup dan tidak terlalu banyak.Abdomen betina mempunyai ujung meruncing dan pola garis-garis yang berbeda dari pada abdomen jantan. Intensitas cahaya Dhrosophila melanogaster menyukai daerah yang remang-remang. pupa yang kecil dan seringkali gagal tumbuh menjadi lalat dewasa atau menghasilkan individu dewasa yang akan menghasilkan sedikit telur. 5. 3.Normalnya lalat betina akan memiliki 2 kromosom X.Sedangkan lalat jantan hanya memiliki 1 kromosom X ditambah 1 Y heterokromatik. lalat buah dapat hidup hingga 40 hari.1975) Pada Drosophila jantan dan betina dapat mudah dipisahkan dalam bentuk segmensegmen abdomen. Pada drosophila diremukan 4 pasang kromosom. Pada lalat buah kromosom Y tidak .Kelamin lalat ditentukan sebagian oleh kromosom X yang dimiliki individu. 4. Pengenceran medium akan mempengaruhi jumlah telur yang dihasilkan namun tidak berpengaruh pada siklus hidupnya. yang dikembangkan dalam botol media cukup hanya beberapa pasang saja. Dengan kondisi yang ideal. tetapi ada sedikit perbedaan yaitu pada salah satu kromosom jantan terdapat lengkungan seperti mata pancing. Nutrisi makanan Kekurangan nutrisi atau makanan akan menyebabkan jumlah telur yang dihasilkan menurun dan pertumbuhannya menjadi lambat.

2003) Telur Drosophila berbentuk kecil bulat panjang dan biasanya diletakkan di permukaan makanan.memiliki peranan penting dalam penentuan jenis kelamin. Setelah menetas dari telur dan disebut perkembangan postembrionik yang dibagi menjadi tiga tahap yaitu larva.larva intsar I. 2003 ) . kutikulum menjadi keras berpigmen. Dan pada saat inilah larva tidak henti-hentinya untuk makan ( Silvia. 1984). Betina drosophila dewasa meletakkan telur 50-70 telur perhari atau maksimumnya 400-500 buah dalam 10 hari ( Silvia. larva intsar III. pupa. Pada stadium pupa ini. bantalan sayap dan kai. Perkembangan dimulai segera setelah terajadi fertilisasi yagn terdiri dari dua periode yaitu : Periode embrionik didalam telur pada saat fertilisasi sampai pada saat larva muda menetas dari telur dan ini terjadi dalam waktu 24 jam. larva intsar II. dan imago ( fase seksual dengan perkembangan pada sayap) formasi lainnya pada perkembangan secara seksual terjadi pada saat dewasa (Silvia. Sementara itu lalat betina akan kawin setelah berumur 8 jam dan akan menyimpan sperma dalam jumlah yang sangat banyak dari lalat buah jantan. Metamorfosis pada Drosophila merupakan metamorfosis sempurna yaitu dari telur. Khorion mempunyai kulit bagian luar yang sangat keras dari telur tersebut ( Borror. Pada kromosom Drosophila hanya sedikit gen aktif. 1. . (Borror. Formasi pupa ditandai dengan pembentukan kepala. tubuhnya memendek. tanpa kepala dan sayap yang disebut larva instar. Walupun banyak sperma yang masuk kedalam mikrophyle yang terdapat pada ujung anterior tapi hanya satu yang dapat berfertilisasi dengan pronoleus betina dan yang lainnya segera berabsorpsi dalam perkembangan jaringan embrio. larva dalam keadaan tidak aktif dan dalam keadaan ini larva berganti menjadi lalat dewasa (Ashburner. lalat buah warnanya masih pucat dan sayapnya pun belum merentang.-pupa dan imago. 1992 ) Saat larva Drososphila membentuk cangkang pupa. 2003 ) 2. yang pertama selaput vitelin tipis yang mengelilingi sitoplasma dan yang kedua selaput tipis tetapi kuat ( korion ) di bagian luar dan di anteriornya terdapat dua tangakai tipis. Dalam kelompok ini karena waktu hidupnya yang pendek. Beberapa jenis ada yang bersifat ektoparasitik (pada ulat) atau bersifat pemangsa (pada mealybugs dan homoptera kecil lainnya) pada tahapan larva.1992 ) Larva dan kebanyakan jenisnya terdapat di dalam buah telah ditunjukkan bahwa larva sebenarnya makan ragi-ragi yang tumbuh di dalam buah-buahan itu.1985 ) Siklus hidup lalat dewasa Drosophila melanogaster sekitar 9 hari.(Goodenough. Setelah keluar dari pupa. telur Drosophila dilapisi oleh dua lapisan.

1998). Menurut Ellseth dan Baumgardner (1984).kromosom-kromosom kelenjar ludah raksasa dan mudahnya dipelihara telah dipakai secara meluas dalam penelitian-penelitian keturunan. Faktor Genetik. Oleh karena bahan genetik terdapat di dalam kromosom. (Suryo. (Goodenough. Siklus hidup lalat ini akan semakin pendek apabila kondisi lingkungannya tinggi. sehingga mudah dmamati dan dihitung. Normalnya. Inti sel tubuh lalat Drosophila hanya memiliki 8 buah kromosom saja. (Borror. 2. maka perbedaan jenis kelamin terletak dalam komposisi kromosom. Ada 2 tipe lalat buah yaitu tipe normal (tipe liar) dan mutan. Tipe normalnya yaitu mata merah dan sayap panjang. . yaitu : 1. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa faktor genetiklah yang menentukan jenis kelamin suatu makhluk hidup. Tiap lalat betina dapat menghasilkan telur sebanyak 100 butir dan dari jumlah tersebut separuh akan menjadi lalat jantan dan separuhnya lagi akan menjadi lalat betina. Kondisi dibawah ideal dapat menghasilkan 25 keturunan tiap tahun. Biasanya yang mengambil peranan di sini ialah keadaan fisiologis.1988) Menurut Suryo (1998). Akibatnya watak kelaminnya pun mengalami perubahan. maka pernyataan fenotip pada suatu makhluk mengenai kelaminnya dapat berubah. disebut kromosorn autosom (kromosom tubuh) dan 2 buah kromosom (1 pasang) disebut krornosom kelamin (seks kromosom) karena bentuknya berbeda antara lalat jantan dan lalat betina. sedangkan yang jantan hanya memiliki satu kromosom X ditambah satu salinan kromosom Y heterokromatik. 6 buah kromosom (3 pasang) pada lalat betina maupun jantan sama bentuknya. biasanya pada persilangan untuk lalat normal diberi tanda +. Faktor Lingkungan. Alat kelamin ditentukan oleh jumlah kromosom X yang dimiliki individu. lalat betina mempunyai 2 kromosom X. kromosom Y tidak begitu memainkan peranan yang nyata dalam penentuan jenis kelamin. Lalat Dosophila mempunyai siklus hidup yang sangat pendek yaitu sekitar 12 hari pada suhu kamar. Jika kadar hormon kelamin dalam tubuh tidak seimbang penghasilan atau peredarannya. Mutan dari lalat buah Drosophila melanogaster memiliki berbagai macam bentuk. biasanya pada bagian tubuh tertentu seperti sayap dan mata pada lalat mutan berbeda dengan tipe normal. 1992). perbedaan jenis kelamin umumnya dipengaruhi oleh dua faktor.

termasuk karsinogen). Sedangkan mutan Drosophila dari segi ukuran tubuh adalah strain miniatur yang memiliki ukuran tubuh yang kecil . curly yang memiliki sayap yang melengkung ke atas. Dan memang. dan vestigeal yaitu lalat yang tidak memiliki sayap.000 individu. Mutasi dapat terjadi pada frekuensi rendah di alam. dan black yang memiliki warna tubuh hitam. serta loncatan energi listrik seperti petir. mutasi juga dapat disebabkan oleh perubahan-perubahan struktur kromosom. rusak atau terbawa ke tempat lain. Mutasi tidak menambahkan informasi baru pada DNA suatu organisme. Pecahnya sebuah kromosom dapat menyebabkan terjadinya empat macam perubahan pada struktur kromosom. Perubahan bahan genetik (DNA maupun RNA). 2009). mutan Drosophila dari segi bentuk dan ukuran sayap adalah strain: dumphy yang memiliki sayap yang tereduksi. yang terdapat dalam inti sel makhluk hidup dan berisi semua informasi genetis. Partikel-partikel penyusun informasi genetika terenggut dari tempatnya. Mutasi juga dapat mengarah pada alelevolusi. Mutasi di alam dapat terjadi akibat zat pembangkit mutasi (mutagen. atau telinga yang tumbuh dari perut. biasanya lebih rendah daripada 1:10. dapat terjadi pada taraf urutan gen (disebut mutasi titik) maupun pada taraf kromosom (aberasi). karenanya mutasi hampir selalu merusak hidup yang mengalaminya. Selain itu. Mutan Drosophila dari segi warna tubuh adalah ebony yang memiliki warna tubuh coklat. seperti kaki yang muncul di punggung. Efek langsung dari mutasi bersifat membahayakan. Mutasi terjadi secara acak. Logika mengatakan bahwa intervensi secara tak sengaja pada sebuah struktur sempurna dan kompleks tidak akan memperbaiki struktur tersebut. tetapi merusaknya. tidak pernah ditemukan satu pun “mutasi yang bermanfaat”. (Zarzen.Mutan Drosophila Melanogaster Mutasi didefinisikan sebagi pemutusan atau perubahan yang terjadi pada molekul DNA. Mutasi hanya mengakibatkan ketidaknormalan. Hampir selalu bahwa mutasi dianggap menyebabkan kerusakan dan perubahan yang sedemikian parah sehingga tidak dapat diperbaiki oleh sel tersebut. radiasi surya maupun radioaktif. munculnya variasi-variasi baru pada spesies baru dan menjadi dasar bagi kalangan pendukung. Mutan Drosophila dari segi warna mata yaitu strain white yang memiliki warna mata yang putih.

baik kualitas maupun kuantitas materi genetik itu sendiri. Sedangkan mutasi titik. 1958). penelitian mengenai mutasi kemudian dilanjutkan oleh Morgan. Tidak. warna mata. warna tubuh. Secara umum mutasi dapat dibedakan menjadi dua kategori. yaitu mutasi kromosomal dan mutasi titik. Muller berhasil menemukan hubungan mutasi dengan radiasi sinar X menggunakan Drosophila melanogaster sebagai objek penelitiannya. Penyebab terjadinya mutasi di alam semesta masih belum diketahui. bentuk daun. De Vries mendapati tanaman Oenothera lamarckiana memiliki perbedaan yang mencolok dari tanaman Oenothera lamarckiana pada umumnya. Mutasi kromosomal atau penyimpangan kromosom mengakibatkan perubahan jumlah dan posisi materi genetik pada level kromosom. mutasi pada spesies lain juga telah banyak dipelajari. dan bentuk tubuh (Sinnott et al. De Vries kemudian meneliti lebih dari 53. Setelah penemuan mutan yang pertama ini. J. Dari penelitian inilah kemudian De Vries pertama kali mengemukakan teorinya mengenai mutasi.Penelitian mengenai mutasi pertama kali dilakukan oleh Hugo de Vries ketika Vries menemukan keanehan pada tanaman Oenothera lamarckiana. The Mutation Theory (Anonim. Mutasi yang terjadi secara alamiah di alam semesta disebut spontaneous mutation. menyebabkan perubahan pada gen atau cistron molekul DNA dan bersifat menurun. Perbedaan ini terletak pada tinggi tanaman. 1998). Morgan dan timnya melakukan riset mengenai mutasi pada Drosophila melanogaster dan berhasil menemukan mutan-mutan lain dengan penyimpangan pada bentuk sayap. pada tahun 1909. Pada tahun 1886 di Amsterdam. Morgan memulai penelitiannya. Induced mutation dapat dilakukan dengan memberikan perlakuan tertentu pada suatu organisme seperti radiasi. mutasi adalah perubahan pada material genetik yang terjadi pada level genotip. Hingga kini penelitian mengenai mutasi telah banyak dilakukan dan masih berkembang. Pada dasarnya. dan pola percabangan. tahun 1920-an H. Selanjutnya. Selain terjadi secara alamiah. . Tidak berhenti sampai di situ. Karakter tersebut kemudian terbukti sebagai sifat yang memiliki pautan sex resesif dan dapat diturunkan ke generasi selanjutnya. setelah menemukan seekor lalat buah dengan mata berwarna putih tampak pada kultur lalat buahnya. De Vries menemukan adanya delapan mutan yang sama sekali berbeda dari tanaman aslinya.000 Oenothera lamarckiana dari delapan generasi. disebut induced mutation. hanya pada Drosophila melanogaster. mutasi juga dapat terjadi secara artifisial.

1.1.2. Duplikasi: penambahan satu atau lebih gen. Contoh: triploidi (3n). Monosomik: hilangnya satu kromosom dalam suatu sel. Poliploid: setiap kromosom memiliki lebih dari satu pasangan homolognya.2.1. B. Perubahan jumlah gen atau susunan gen dalam kromosom: B. Inversi: dalam kromosom sebuah blok gen berputar 180 . Perlakuan yang diberikan untuk memperoleh induced mutation disebut mutagen atau mutagenic agents.2. Defisiensi atau delesi: hilangnya satu atau beberapa gen B. Untuk mempelajari mutan-mutan Drosophila melanogaster diperlukan pengenalan yang cukup mengenai morfologi Drosophila melanogaster normal. A. kesalahan ini tidak dapat diperbaiki sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan susunan Berikut adalah klasifikasi mutasi menurut Sinnott et al (1958): A. A. Pada sel diploid jumlah kromosom secara matematis adalah 2n-1.2.1.kondisi lingkungan tertentu. A. B. Perubahan yang melibatkan beberapa kromosom dalam suatu sel: A. A. dan ekspos terhadap bahan kimia tertentu. Dengan begitu dapat dibedakan antara Drosophila melanogaster normal dan Drosophila melanogaster mutan. Morfologi DNA.1. Pada umumnya kesalahan ini dapat diperbaiki.1. Translokasi: pertukaran bagian antara nonhomolog kromosom untuk membentuk dua kromosom baru. tetraploidi (4n). pentaploidi (5n). Perubahan pada jumlah kromosom: A. B.1.2.3. mutasi titik dapat disebabkan oleh kesalahan selama replikasi DNA sehingga susunan DNA pada rantai nukleotida yang dihasilkan berbeda dengan susunan DNA induk.2. Perubahan jumlah gen: B. Perubahan susunan gen: B.2.1. Haploidi (n): setiap kromosom tidak memiliki pasangan homolognya. tetrasomik = 2n+2.1. Polisomik: penambahan satu atau lebih kromosom dalam kumpulan kromosom suatu sel.2.2.1.2. Menurut Campbell et al (2007). Trisomik = 2n+1. .2. Nulisomik: hilangnya satu pasang kromosom yang homolog dalam kumpulan kromosom suatu sel. namun pada beberapa kasus. Perubahan yang melibatkan seluruh kromosom dalam suatu sel: A.

Permukaan sayap tampak lebih hitam karena sel dan rambut yang padat. dan agak kehitaman.\ Taxi Sayap merentang 75o dari sumbu tubuh. kepala. . Curly Sayap melengkung ke atas secara kuat. 1962): . Lalat Drosphila mempunyai beberapa kelainan-kelainan yaitu terdiri dari: 1. Clot Mata berwarna maroon yang semakin gelap seiring pertambahan usia. . .Black Tubuh. 2008). Tubulus malpighi larva tidak berwarna . Tidak seekstrim sepia.Drosophila yang perlu dikenali adalah jenis kelamin.White Mata putih dengan oseli. mata majemuk. biasanya bergelombang.Claret Mata merah menyala. dan sayap (Ghostrecon. kaki. Eyeless Ukuran mata bervariasi dari tidak ada sama sekali hingga seukuran mata normal tapi biasanya akan mengecil hingga tinggal setengah ukuran mata normal. tabung malpighi. dan vena pada sayap berwarna hitam. Lalat ginandromorf adalah lalat yang separuh tubuhnya terdiri dari jaringan lalat betina sedangkan separuh lainnya terdiri dari jaringan lalat jantan. sempit. .Ebony Secara bertahap warna tubuh berubah menjadi hitam ketika dewasa. . mata oceli. abdoment. Mutan tidak dapat terbang karena bentuk dan postur sayap (Cook dan Carpenter. Larva memiliki pembungkus spirakel yang lebih gelap dibandingkan larva normal. sungut. Lalat ini tidak mempunyai formula kromosom.Sepia Mata merah kecoklatan yang semakin menggelap hingga menjadi sepia dan akhirnya berubah menjadi hitam.Oseli normal . 2002). dan testes yang tidak berwarna. Miniature Sayap mengecil dan hanya mencapai ujung abdomen saja.Dumpy Sayap lebih pendek hingga dua pertiga panjang sayap normal dengan ujung sayap tampak seperti terpotong. Berikut adalah jenis-jenis mutan Drosophila melanogaster beserta deskripsi singkatnya (Strickberger. thorax. Bulu pada dada tampak tidak sama rata.

Adapula yang menyebutkan gen + atau w+. Variasi fenotip muncul akibat adanya perbedaan pada satu hingga tiga gen. 3. Lalat jantan super adalah lalat yang sebenarnya akan menjadi lalat jantan akan tetapi triploid (3n) untuk autosomnya (3AAAXY) dan steril. yaitu mata berwarna putih. 1. misalnya warna mata putih. Sebenarnya dikenal banyak variasi tentang warna mata pada lalat ini.2. Variasi ini bergradasi ( berderajat ) mulai dari merah gelap. Lalat ini steril. pada kromosom yang kedua. sayap vestigial. kedua-duanya harus diubah untuk menghasilkan sayap yang abnormal. Seandainya satu adalah mutan. Lalat normal biasanya diberi simbol +. Lalat Drosophila melanogaster normal ( tipe liar ) adalah lalat Drosophila yang ditemukan di alam yang memiliki fenotip dengan karakteristik yang telah ditentukan. Untuk menyeragamkan pendapat. Lalat ini mempunyai suatu mutasi terdesak/terpendam. Lalat Drosophila melanogaster yang memiliki sedikitnya satu karakter yang berbeda dengan tipe liarnya disebut sebagai mutan. yang ditentukan oleh gen dominan W . 4. yang kesemuanya ditentukan oleh dominansi dari alel –alel. Short-Winged Flies Sayap-sayap lalat ini pendek. Sayap lalat ini tidak bisa terbang. tiap tipe mutan lalat Drosophila diberi symbol tertentu. dan banyak lagi variasi lainnya. dan sayap lurus panjang. diantaranya badan kelabu. Drosophila melanogaster yang normal mempunyai mata berwarna merah. Disamping itu dikenal pula sifat mutan. merah terang sampai menjadi putih. versi yang sehat dapat mengesampingkan cacat tersebut. yang ditentukan oleh gen muatan resesif w . . Lalat interseks adalah lalat yang jaringan tubuhnya merupakan mosaik (campuran yang tak teratur) dari jaringan lalat betina dan jantan. Alel yang paling dominan adalah w+ . Tentang penghembus vestigial gen yang dibawa oleh masing-masing lalat (satu dari orangtua masing-masing). tubuh ebony. sedangkan yang paling resesif adalah w. dan sebagainya. e untuk mutan tubuh ebony/ hitam. Berbagai warna mata pada Drosophila melanogaster ini ternyata ditentukan oleh suatu seri alel ganda. vg untuk mutan sayap tereduksi. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu vestigial gen. misalnya simbol w untuk mutan mata putih. Lalat dengan kromosom X yang melekat adalah lalat betina tetapi kedua kromosom X saling melekat pada salah satu ujungnya. warna mata merah.

Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu "gen keriting" pada kromosom yang kedua. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen putih. Tetapi di lalat ini. Ebony Flies Lalat ini berwarna gelap. White-Eyed Flies Lalat ini mempunyai mata putih. Curly-Winged Flies Sayap-sayap lalat ini keriting. gen putih secara total cacat.Orange-Eyed Flies Lalat pada gambar yang dilingkari mempunyai warna mata seperti warna jeruk. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen kuning pada kromosom X. Gen kuning diperlukan untuk memproduksi suatu pigmen pada lalat hitam normal. Sayap-sayap keriting ini terjadi karena suatu mutasi dominan.2.Yellow Flies Lalat ini berwarna kekuningan dibanding lalat normal. sehingga tidak menghasilkan pigmen merah sama sekali. gen kayu hitam bertanggung jawab untuk membangun pigmen yang memberi warna pada lalat buah normal. 4. Sedangkan pada mutan ini tidak bisa menghasilkan pigmen atau gen kuning ini 5. maka 3. yang secara normal . 6. maka pigmen yang hitam ini dapat menyebabkan badan pada lalat buah menjadi hitam semuanya. Mereka membawa suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen kayu hitam yang terletak pada kromosom ketiga. Jika gen kayu hitam cacat. hampir hitam dibadannya. Seperti lalat orange-eyed. yang berarti bahwa satu salinan gen diubah dan menghasilkan cacat itu. Jika salinan kedua-duanya (orang tuanya) adalah mutan. Secara normal. mereka juga mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen putih.

gen antennapedia dengan licik instruksikan sel yang secara normal untuk membentuk antena menjadi kaki sebagai gantinya. yang secara normal diinstruksikan sel di dalam larva untuk membentuk suatu mata. gen yang putih hanya bekerja secara parsial. 1992). 7. Di lalat ini. Eyeless Flies Lalat ini tidak punya mata. . Leg-Headed Flies Lalat ini mempunyai antena seperti kaki abnormal pada dahi mereka. 8. (Borror.menghasilkan pigmen merah di dalam mata. yang secara normal diinstruksikan sel untuk merubah beberapa badan untuk menjadi kaki. Di lalat ini. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen antennapedia (bahasa latin untuk "antenna-leg"). memproduksi lebih sedikit pigmen merah dibanding lalat normal. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen buta.

BAB IV PENUTUP .

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. pencahayaan. Saran Untuk mengamati siklus hidup Drosophila melanogaster kita harus benar dalam memeliharanya. telur – larva instar I – larva instar II – larva instar III – prepupa – pupa – imago 2. Lama perubahan dari telur menjadi imago bervariasi tergantung kondisi lingkungan termasuk suhu lingkungan. Jumlah Drosophila melanogaster yang dimasukkan ke dalam botol cukup beberapa pasang saja sehingga memberikan ruang pada Drosophila melanogaster untuk hidup. dan pupa 3 hari. Lama fase telur sekitar 19 jam. Tahapan-tahapan fase pertumbuhan Drosophila melanogaster adalah. larva instar 3 sekitar 1 hari. prepupa 2 hari. Sehingga kita bisa mengamati siklus sempurna lalat buah. kepadatan dan ketersediaan makanan. larva instar1 sekitar 1 hari. larva instar 2 sekitar 1 hari. Selain itu. Lama siklus hidup lalat Drosophila melanogaster sejak telur menjadi imago adalah selama10 hari. 3. . perlu diperhatikan ketersediaan media makanannya. Botol media juga sebaiknya diletakkan di tempat dengan cahaya remang-remang yang tidak terlalu besar intensitas cahayanya. Dalam memelihara Drosophila melanogaster. botol media diusahakan berada pada kondisi lingkungan yang ideal yaitu sekitar 25°C.

DAFTAR PUSTAKA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful