Terapi Behavioristik March 16, 2012

PENDAHULUAN
Perilaku merupakan kegiatan organisme yang dapat diamati (Rita L. Atkinson, 1999:8). Dengan pendekatan perilaku, tokoh psikologi asal Amerika Serikat John B. Watson mempelajari individu. Menurut Watson individu tidak dapat dipelajari dengan pendekatan instropeksi karena hanya individu itu sendirilah yang dapat mengintropeksi pengamatan dan perasaannya sendiri. Dari pendapat Watson inilah munculnya aliran behaviorisme. Behaviorisme menurut Gerald Corey (2003:197-198) adalah suatu pandangan ilmiah tentang tingkah laku manusia. Behavior atau tingkah laku tidaklah muncul satu set lengkap dalam diri manusia sebagai sebuah bawaan lahir. Namun perilaku terbentuk sebagai sebuah interaksi manusia dengan dunia disekelilingnya. Manusia adalah makhluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang membentuk kepribadian. Gerald Corey (2003:320) menyatakan bahwa manusia dibentuk dan dikondisikan oleh pengondisian sosialbudaya yang deterministik. Dalam arti tingkah laku dipandang sebagai hasil belajar dan pengondisian. Tingkah laku sebagai hasil belajar dan pengondisian berarti tingkah laku dibentuk melalui hukum-hukum belajar dan terkondisikan dengan cara memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku. Hukum-hukum belajar dalam kaitannya dengan tingkah laku meliputi hukum pembiasaan klasik, pembiasaan operan, dan peniruan.Eksperimen tentang pembiasaan klasik pertama kali dilakukan oleh ilmuwan Rusia bernama Pavlov. Eksperimen Pavlov dengan cara memberi stimulus terkondisikan pada anjing melalui sinar lampu. Dengan stimulus yang diberikan anjing akan melakukan asosiasi dan mengulang-ulang respon jika diberikan stimulus yang sama. Dalam kaitannya dengan belajar maka belajar akan dilakukan dan mengalami penguatan jika diberikan situmus atau rangsangan. Sebagai contohnya siswa belajar untuk mendapatkan nilai yang bagus. Eksperimen tentang pembiasaan operan pertama kali dilakukan oleh B.F. Skinner. Dalam eksperimen ini diperlukan media sebagai stimulus tidak langsung. Dalam kaitannya dengan belajar maka belajar untuk mendapatkan hadiah, bukan akibat langsung dari belajar, namun merupakan media untuk mendapatkan sesuatu atas prestasi belajar. Sebagai contohnya adalah mendapatkan hadiah sepeda jika nilai bagus.

Terapi Behavioristik

Page 1

Terapi Behavioristik March 16, 2012 Nilai bagus adalah akibat langsung dari belajar, namun sepeda bukan akibat langsung dari belajar namun akibat yang timbul karena nilai yang bagus.

Terapi Behavioristik

Page 2

2. Hasil penelitian dan tulisan dari I. Thorndike mengenai proses belajar dengan hadiah yang mengahsilkan hukum efek [law of effect] [1898.1913] dan yang sekarang dikenal dengan kondisioningaktif [operant] dan perilaku instrumental.1924. 3. Watson dengan rekan-rekannya [Jones. bersumber pada aliran behaviorisme. khususnya psikoterapi.1928] mengenai percobaanpercobaan dan hasilnya yang telah dilakukan dengan mempergunakan hewan.1911.B. ialah : 1.1920] yang mengamalkan teknik dasar dari apa yang telah dilakukan oleh Pavlov. Awal Mula Pendekatan Behavioristik Terapi perilaku [behavior therapy] dan pengubahan perilaku [behavior modification] atau pendekatan behavioristik dalam psikoterapi. 2012 PEMBAHASAN A. Pavlov [1927. Watson. Hasil penelitian dan tulisan dari E. mempengaruhi lahirnya aliran behaviorisme dengan pendekatan-pendekatannya yang kemudian menjadi terkenal dengan terapi perilaku [behavior therapy] dan perubahan perilaku [behavior modification].1916.Terapi Behavioristik March 16. suatu aliran yang menitik beratkan peranan lingkungan. Pada akhir abad yang lalu. peranan dunia luar sebagai factor penting di mana seseorang dipengaruhi.P.L. Aliran ini pada mulanya tumbuh subur di Amerika dengan tokohnya yang terkenal ekstrim. Hasil penelitian dan tulisan dari J. Menurut Franks [1969] yang dikutip oleh Masters [1987] ada tiga hal yang sangat berpengaruh terhadap munculnya terapi perilaku. Pendekatan behavioristik yang dewasa ini banyak depergunakan dalam rangka melakukan kegiatan psikoterapi dalam arti luas atau konseling dalam arti sempitnya. seseorang belajar. Watson & Rayner. diamalkan untuk menghadapi seseorang dengan Terapi Behavioristik Page 3 . yang sekarang dikenal dengan kondisioning-klasik. yakni John Broadus Watson. dunia pengetahuan Filsafat ditandai oleh dua kubu besar yakni kubu “empiricism” [physical science] dan kubu “naturalism” [biological science]. adalah salah satu dari beberapa “revolusi” dalam dunia pengetahuan psikologi. Pada abad ke-17.

2012 kelainan kejiwaan.Kita semua adalah hasil dari lingkungan sekaligus adalah pencipta lingkungan.yang memiliki kemampuan untuk menjadi sesuatu pada semua jenis perilaku.yang dikutip oleh George & Cristiani(1981). Manusia di pandang sebagai individu yang pada hakikatnya bukan individu yang baik atau yang jahat. Manusia mampu memperoleh perilaku yang baru.et al(1987) mengemukakan bahwa pernah para pendukung pendekatan behavioristik merumuskan manusia sebagai manusia yang mekanistik dan deterministik. Manusia bisa mempengaruhi perilaku orang lain sama halnya dengan perilakunya yang bisa dipengaruhi orang lain. ►Dustin & George(1977). 3. Dari Watson & Rayner ini dikenal percobaan klasik mengenai kondosioning operan atau kondisioning “aktif”.yakni: 1.karena Terapi Behavioristik Page 4 .sebagai hasil dari proses kondisioning yang telah terjadi. B.tidak ada dasar yang berlaku umum bisa menjelaskan semua perilaku.menitikberatkan meningkatnya kebebasan dan pilihan melalui pemahaman terhadap dasar-dasar perilaku seseorang. 4.Para ahli yang melakukan pendekatan behavioristik.Namun pendekatan behavioristik yang baru. Manusia mampu mengkonseptualisasikan dan mengontrol perilakunya sendiri.dimana manusia dianggap bisa dibentuk sepenuhnya oleh lingkungan dan sedikit memiliki kesempatan untuk memilih. Para ahli psikologi behavioristik memandang manusia tidak pada dasarnya baik atau jahat.mengemukakan bahwa pada terapi perilaku.mengemikakan pandangan behavioristik terhadap konsep manusia.perilaku adalah hasil dari belajar. 2. ►Ivey.Terapi Behavioristik March 16.memandang manusia sebagai pemberi respons(responder). Pandangan Terhadap Konsep Manusia. ►Corey(1991).tetapi sebagai individu yang selalu berada dalam keadaan sedang mengalami.

karena melalui proses belajar dapat mengatasi masalah yang ada. HAKEKAT MANUSIA            Prilaku manusia merupakan hasil dari belajar Manusia bersifat mekanistik (merespon pada lingkungan dengan kontrol yang terbatas) Hidup dalam alam deterministic Memiliki sedikit peran aktif dalam memilih martabatnya Manusia berorientasi dengan lingkungan Manusia memiliki kebutuhan bawaan yang dipelajari Manusia bersifat unik Tingkah laku manusia bertujuan untuk memperoleh kepuasan Manusia dapat berubah tingkah lakunya tanpa adanya pemahaman diri Dari sudut teori belajar manusia bersifat reaktif Reaksi individu dipengaruhi oleh aspek genetic C.menolak suatu konsep bahwa manusia adalah pribadi yang mekanistik dengan model perilakunya yang deterministik.Pengubahan(modifikasi)perilaku bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seseorang agar jumlah respon akan lebih banyak. ►Albert Bandura(1974. 2012 setiap perilaku ada kaitanya dengan sumber yang ada di lingkungan yang menyebabkan terjadinya sesuatu perilaku tersebut.Corey(1991)mengingatkan ada 2 konsepsi yang salah: 1.1986) yang terkenal sebagai tokoh teori sosial- belajar. Tujuan Terapi Perilaku Tujuan umum dari suatu terapi perilaku ialah membentuk kondisi baru untuk belajar.Mengenai tujuan terapi perilaku.karena terapi memusatkan perhatian pada usaha menghilangkan Terapi Behavioristik Page 5 .karena akar dari persoalannya tidak hilang. Bahwa tujuan tarapi adalah memindahkan gejala yang menjadi masalah dan karena itu akan muncul gejala yang baru.1977.Terapi Behavioristik March 16.Hal ini dinilai tidak benar.

Konsepsi lain yang salah ialah bahwa tujuan pasien atau klien ditentukan atau dipaksakan oleh terapisnya. 2.   Keduanya bersama-sama menjajaki apakah tujuan terapinya realistik.1991).padahal tujuan atau konsepsi yang baru melibatkan pasien atau klien(aspek kognitifnya)untuk ikut menentukan pilihan apa sasaran atau tujuan yang diinginkan.maka hal ini menampik kritik mengenai hasil yang diperoleh dengan terapi sekaligus menghilangkan keragu-raguan mengenai hal tersebut. 2012 perilaku yang tidak sesuai denag perilaku yang sesuai. Para terapis perilaku seperti Kazdin & Wilson(1978).Terapi Behavioristik March 16. memusatkan perhatian pada faktor yang mempengaruhi perilaku dan memahami apa yang bisa dilakukan terhadap Terapi Behavioristik Page 6 .pasien atau klien akan bisa memperlihatkan kerja samanya dalam ikut mengarahkan tujuan dari terapi.Wilson(1989)(dalam Corey. Corey(1991) meringkas tujuan dari terapi perilaku secara umum untuk menghilangkan perilaku tidak sesuai dan belajar berperilaku lebih efektif.perhatian tertuju pada perilaku yang terjadi pada saat sekarang dan apa yang bisa untuk mengubahnya. Urutan dari pemilihan dan perumusan tujuan terapi. dimiliki oleh pasien atau klien. Jika tujuan terapi dirumuskan dengan jelas. Keduanya membahas kemungkinan keuntungan atau kerugian yang akan diperolehnya dari tujuan terapi.  Terapis bersama dengan pasien atau klien menentukan apakah perubahan dari tujuan terapi yang telah dirumuskan.T.memungkinkan dilakukan evaluasi terhadap hasilnya.kecuali itu dengan perumusan tujuan yang jelas.Sloane et al(1975) membuktikan melalui penelitianya bahwa pemindahan gejala(symptom substitution)ternyata tidak ada.Hal ini jelas dirumuskan oleh G. diberikan oleh Cormier & Cormier(1985)yang dikutip oleh Corey(1991)sebagai berikut:   Terapis menjelaskan tujuan dari terapi Pasien atau klien menunjukkan secara khusus perubahan positif yang diinginkan sebagai hasilnya.

Pasien atau klien memiliki peran aktif dalam menentukan tujuan terapi dan melakukan penilaian bagaimana tujuan-tujuan dapat dicapai. meskipun begitu. Memecahkan masalah perilaku khusu yang diminta oleh klien. Mencapai perubahan perilaku yang dapat dipakai dalam kegiatan kehidupannya. Terapi Behavioristik Page 7 . yang menyingkirkan kemungkinan individu menentukan diri. D. Ivey et al(1987)meringkas tujuan terapi perilaku sebagai berikut: untuk menghilangkan perilaku dan kesalahan yang telah terjadi melalui proses belajar dan menggantikan dengan pola perilaku yang lebih sesuai. Mencegah munculnya masalah dikemudian hari. yang merupakan perkembangan dari behavioristik radikal menganggap bahwa setiap individu sebenarnya memiliki potensi untuk memilih apa yang dipelajarinya.menurut George & Cristiani(1981):      Mengubah perilaku tidak sesuai pada klien Membantu klien belajar dalam proses pengambilan keputusan secara lebih efisien. Tujuan terapi perilaku dengan orientasi ke arah kegiatan konseling. Namun.Terapi Behavioristik March 16. Ini bertentangan dengan prinsip behavioris yang radikal. Namun behavioristik yang lain yaitu behavioristik kontemporer. kita perlu tahu pandangan dasar dari terapi ini pada manusia itu sendiri. 2012 perilaku yang menjadi masalah. kedua behaviorisme ini tetap berfokus pada inti dari behaviorisme itu sendiri yaitu bagaimana orang-orang belajar dan kondisi-kondisi apa saja yang menentukan tingkah laku mereka. Pandangan Dasar Sebelum kita mengulas tentang proses dan penerapan dari terapi ini. Dimana landasan pijakan terapi tingkah laku ini yaitu pendekatan behavioristik. pendekatan ini menganggap bahwa “Manusia pada dasarnya dibentuk dan ditentukan oleh lingkungan sosial budayanya.arah perubahan perilaku secara khusus ditentukan oleh pasien atau klien. Ini merupakan anggapan dari behavioristik radikal. Segenap tingkah laku manusia itu dipelajari”.

jika kita ingin membuat seorang anak mengurangi kebiasaan bermain games dan meningkatkan intensitas belajarnya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan anak pujian (reinforcement) setiap dia duduk di kursi belajarnya. Hal inilah yang dinamakan proses pembelajaran yang dikarenakan asosiasi.Terapi Behavioristik March 16.  Operant Conditioning merupakan pengondisian instrumental yang melibatkan ganjaran (reward atau punishment) kepada individu atas pemunculan tingkah lakunya (yang diharapkan) pada saat tingkah laku itu muncul. ketika setiap kita memberikan makanan pada kucing (UCS) sambil membunyikan bel (CS) maka kucing akan mengeluarkan air liur (UCR) karena diberi makanan. Contohnya. yaitu:  Perhatian lebih berpusat pada tingkah laku yang tampak dan spesifik  Kecermatan dan penguraian tujuan-tujuan treatment  Perumusan prosedur treatment yang spesifik yang sesuai dengan masalah  Penaksiran objektif atas hasil-hasil terapi Jadi pada dasarnya. Jika hal tersebut dilakukan berulang kali. yang sama dengan respon tak berkondisi (UCR) bila diasosiasikan dengan stimulus tak berkondisi (UCS). jika kita memberikan makanan kucing (UCS) maka membangkitkan air liur kucing (UCR). serta memperkuat dan mempertahankan tingkah laku yang diinginkan. Berikutnya. tujuan terapi ini adalah memperoleh tingkah laku baru. Sedangkan teori dasar dari pendekatan ini yaitu teori Classical Conditioning (Pavlov) dan Operant Conditioning (Skinner). penghapusan tingkah laku yang maladaptif. berikutnya saat kita membunyikan bel (CS) maka secara otomatis kucing akan mengeluarkan air liur (CR).  Classical conditioning merupakan pengkondisian klasik yang melibatkan stimulus tak terkondisi (UCS) yang secara otomatis dapat membangkitkan respon berkondisi (CR). 2012 Pendekatan tingkah laku memiliki ciri yang unik yang membedakannya dengan pendekatan yang lain. Bila intensitas waktu anak untuk Terapi Behavioristik Page 8 . Maka pertama kita harus membuat anak betah duduk di meja belajarnya. Contohnya.

Konsep Dasar Terapi Perilaku Sebagai salah satu teknik psikoterapi. 2012 duduk di kursi belajarnya dan belajar maka reinforcement di tingkatkan. Terapi Behavioristik Page 9 . dimana perubahan-perubahan di lingkungan yang terjadi akibat sesuatu perilaku. baru dipergunakan sejak 30 tahun yang lalu. di dalam perkembangannya. A. Dalam kaitan dengan pengubahan perilaku [behavior modification].  Menurut Masters. terapi perilaku secara relative lebih memusatkan pada perilaku itu sendiri dan kurang memperhatikan factor penyebab yang mendasarinya. et al (1987) ada beberapa paham dasar pada terapi perilaku.  Tahap kedua adalah tahap kondisioning aktif [operant]. Khususnya psikoanalisi yang bertumpu pada keyakinan bahwa gejala yang muncul atau terlihat harus dihilangkan dengan menghilangkan sumber penyebabnya. bisa berfungsi sebagai penguatulang [reinforcer] agar sesuatu perilaku bisa terus diperlihatkan. terdapat dua pendapat mengenai terapi perilaku. dihasilkan dari individu secara pasif. yakni :  Dihubungkan dengan psikoterapi. sehingga kemungkinan perilaku tersebut akan diperlihatkan terus dan semakin diperkuat. menurut corey[1991] terdiri dari tiga tahap :  Tahap pertama adalah tahap kondisioning klasik pada mana perilaku yang baru.Terapi Behavioristik March 16. terapi perilaku sebagai metode yang dipakai untuk mengubah perilaku atau arti umumnya sebagai salah satu teknik psikoterapi. Tokoh utama pada tahap kedua ini adalah Skinner. mungkin dengan mengganti pujian dengan hadiah. psikodinamik. Lazarus (Behavior Therapy and Beyond) dan Eysenck (Behavior Therapy and The Neurosis). Sebagaimana diketahui bahwa munculnya terapi perilaku dengan cirri-ciri khas yang bertentangan dengan pendekatan psikoanalisis. mengesampingkan konsep berfikir. Tindakan tersebut dilakukan hingga menjadi kebiasaan rutin anak. konsep sikap dan konsep nilai. Tokoh-tokoh pada kelompok ini ialah : Skinner ( Science and Human Behavior). E. terapi perilaku realtif masih sangat muda.  Tahap ketiga adalah tahap kognitif. akarnya.

 Terapi perilaku menolak teori klasik mengenai aspek dasar kepribadian [trait theory].merupakan dukungan yang besar dalam mempergunakan macam-macam teknik.namun ada tingkatan-tingkatan misalnya:pada kemantapan metodologi yang dipakai. Terapi Behavioristik Page 10 . sama halnya dengan setiap perilaku lain.dari sudut pendekatan psikodinamok yang menitik beratkan terjadinya pemahaman terhadap kejadiankejadian yang sudah lewat diyakininya akan mempunyai efek terapeutik. Meskipun tidak mengubah kepribadian secara keseluruhan.dalam terapi perilaku tidak lagi berlaku konsep metode tunggal dalam menghadapi persoalan yang dialami pasien. tetapi dengan menghilangkan responrespon yang malasuai [sebagai sumbernya].tidak selalu menjamin akan adanya metodologi yang mantap yang menghasilkan sesuatu hasil penelitian.sehingga kuantifikasi saja.  Dasar-dasar psikologi. diharapkan akan mempengaruhi peibadinya sebgai keseluruhan [totalitas]. Pada terapi perilaku. khususnya dasar teori dan proses belajar. 2012  Perilaku manusia dalam batas tertentu diperoleh melalui proses belajar. dapat dipergunakan secara sangat efektif dalam mengubah perilaku malasuai. Namun tidak berarti bahwa semua perilaku malasuai bisa diubah dengan dasar pendekatan bhavioristik karena factor biologic masih tetap dianggap.  Terapis perilaku menilai hasil-hasil yang diperoleh secara empirik. bagaimana lingkungan mempengaruhi perilaku.Terapi Behavioristik March 16. Sebagaimana diketahui bahwa aspek dasar kepribadian adalah predisposisi untuk melakukan sesutau perilaku secara sama pada macam-macam situasi. Ada pengaruh dari situasi sebgai sumber perangsangan [stimulus] yang mempengaruhi jawaban secara berbeda pula.sebaliknya prosedur pelaksanaan terapi perlu disesuaikan dengan persoalan yang ada dan kondisi khusus pribadinya. antara lain dilihat dari sudut teori dan proses belajar.  Terapi perilaku menentukan dan merumuskan tujuan khusus terapi.meskipun hasil objektif melalui penelitian-penelitian. memperhatikan secara khusus.  Terapi perilaku memusatkan pada keadaan sekarang.  Terapis perilaku menyesuaikan metode terapinya dengan masalah yang ada pada klien.

 Terapi ini memusatkan terhadap masalah yang dirasakan pasien sekarang ini dan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi.Terapi Behavioristik March 16. Secara khasnya. pengarah. Dengan asumsi bahwa pemeblajaran dapat memperbaiki masalah perilaku.  Terapi perilaku merumuskan tujuan terapi dalam terminologi yang kongkret dan objektif.agar memungkinkan dilakukan intervensi untuk mengulang apa yang pernah dilakukan.sehingga memungkinkan melakukan penelitian terhadap terapi meskipun proses kognitifnya tidak bisa diabaikan.  Fungsi dan peran terapis Terapis behavior harus memainkan peran aktif dan direktif dalam pemberian treatment yaitu dalam penerapan pengetahuan ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah para kliennya. F.  Terapi ini menitik beratkan perubahan perilaku yang terlihat sebagai kriteria utama. 2012  Corey(1991)Merumuskan Karakteristik dari pendekatan Behavioristik. Proses Terapi  Tujuan terapi Tujuan umum yaitu menciptakan kondisi baru untuk belajar. Sedangkan terapi perilaku kontemporer menekankan peran aktif klien dalam menentukan tentang pengobatan mereka.sebagai sesuatu yang berlawanan. dan ahli dalam mendiagnosis tingkah laku yang maladaptif dan dalam menentukan prosedur-prosedur Terapi Behavioristik Page 11 .di mana ada hal-hal yang menentukan dalam sejarah perkembangan seseorang. terapis berfungsi sebagai guru.  Terapi perilaku pada umumnya bersifat pendidikan.  Terapi perilaku didasarkan pada hasil eksperimen yang diperoleh dari pengalaman sistematik dasar-dasar teori belajar untuk membantu seseorang mengubah perilaku malas.

langkah-langkah konseling behavioral adalah : 1. tingkah laku penyesuaian. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assaement konselor dan kliaen menyusun dan merumuskan tahapan berikut: (a) Konselor dank lien mendefinisikan masalah yang dihadapi klien. Sehingga terapis dituntut memilki skill yang tinggi dalam membangun rapport pada klien.  Pengalaman klien dalam terapi Pengalaman klien dalam terapi sangat mempengaruhi keberhasilan terapi. (b) klien mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai Terapi Behavioristik Page 12 . Jadi. Terapis yang tidak menyadari kekuatan yang dimilikinya dalam mempengaruhi dan membentuk cara berpikir dan bertindak kliennya. Assesment: mengeksplorasi dinamika perkembangan klien. Bandura mengungkapkan bahwa salah satu proses fundamental yang memungkinkan klien bisa mempelajari tingkah laku baru adalah imitasi atau pencontohan sosial yang disajikan oleh terapis. berarti terapis mengabaikan arti penting kepribadiannya sendiri dalam proses terapi. dan area masalahnya. dan tingkah laku terapis. kepercayaan-kepercayaan. terapis harus menyadari peranan penting yang dimainkannya dalam proses identifikasi dari klien. Karena klien sering memandang terapis sebagai orang yang patut diteladani. yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling. 2012 penyembuhan yang diharapkan mengarah pada tingkah laku yang baru. Fungsi penting lainnya adalah peran terapis sebagai model bagi klien. klien sering kali meniru sikap-sikap. kekuatan dan kelemahan. Dimana bila klien tidak mau diajak bekerja sama atau aktif maka tipis kemungkinan keberhasilan dari terapi. 2.  Hubungan antara terapi dan klien Hubungan antara terapi dan klien memberi kontribusi yang signifikan bagi proses perubahan perilaku. G.Terapi Behavioristik March 16. Goal Setting. nilai-nilai. Konselor mendorong klien untuk mengemukakan keadaan yang sebenarnya pada saat itu meliputi: kesuksesan dan kegagalan.

tape recorder. (c) kemungkinan manfaatnya. Merencanakan prosedur pemberian penguatan tingkah laku yang diinginkan dengan system kontrak. 2. Feedback. yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai tujuan konseling. Memberikan penguatan terhadap respon yang akan mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan 4. Technique implementation. Terapi Behavioristik Page 13 . atau contoh nyata langsung) 5. (c ) konselor dan klien mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan klien : (a) apakah merupakan tujuan yang benar-benar dimiliki dan diinginkan klien . (d) kemungkinan kerugiannya. Teknik konseling behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang. yaitu memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meningkatkan proses konseling. Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film.Terapi Behavioristik March 16. (e) konselor dank lien menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang akan digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling. Agar klien terdorong untuk merubah tingkah lakunya penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku klien. 4. dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk. 5. Evaluation termination. Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan 3. 2012 hasil konseling . H. Penguatannya dapat berbentuk ganjaran yang berbentuk materi atau keuntungan sosial. (b) apakah tujuan itu realistic . Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. 3. Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral 1. atau melakukan referral. mempertimbangkan kembali tujuan yang akakn dicapai.

Tujuan metode ini sebagai relaksasi otot dan mental. merupakan teknik untuk menanggulangi stress yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Desensitisasi Sistemik. Teknik ini melibatkan relaksasi dimana klien dilatih untuk santai dan keadaankeadaan santai dengan pengalaman-pengalaman pembangkit kecemasan yang dibayangkan atau yang divisualisasi. Latihan asertif ini akan membantu bagi orang-orang yang:   Tidak mampu mengungkapkan kemarahan/perasaan tersinggung Menunjukkan kesopanan yang berlebihan dan selalu mendorong orang lain untuk mendahuluinya Memiliki kesulitan untuk mengatakan „tidak‟ Mengalami kesulitan untuk mengungkapkan afeksi dan respon-respon positif lainnya   Terapi Behavioristik Page 14 . yang mana seringnya dimanifestasikan dengan simtom psikosomatik. Training Relaksasi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menarik nafas yang dalam dan teratur sambil membanyangkan hal-hal yang menyenangkan. 3. 2012 I. 2. klien diminta rileks dan mengambil posisi pasif dalam lingkungannya sambil mengerutkan dan merilekskan otot secara bergantian. merupakan teknik yang cocok untuk menangani fobia-fobia. kecemasan-kecemasan neurotik serta impotensi dan frigiditas seksual. ketakutan menghadapi ujian. ketakutan-ketakutan yang digeneralisasi. Latihan Asertif.Terapi Behavioristik March 16. tetapi juga dapat diterapkan pada penanganan situasi penghasil kecemasan seperti situasi interpersonal. merupakan teknik terapi yang menggunakan prosedur-prosedur permainan peran dalam terapi. Dalam teknik ini. Situasi-situasi dihadirkan dalam suatu rangkaian dari yang sangat tidak mengancam kepada yang sangat mengancam. Tingkatan stimulus-stimulus penghasil kecemasan dipasangkan secara berulang-ulang dengan stimulus-stimulus penghasil keadaan santai sampai kaitan antara stimulus-stimulus penghasil kecemasan dan respons kecemasan tersebut terhapus. Penerapan Terapi : Teknik dan Prosedur 1. migrain. asma dan insomnia. tekanan darah tinggi dan masalah jantung.

Pencontohan (modelling methods). merupakan teknik dimana perubahan perilaku diarahkan pada diri klien itu sendiri. Self-Management Programs. Teknik ini mencoba menyatukan unsur kognitif dalam proses perubahan perilaku. images. 7. Terapi Behavioristik Page 15 . Contohnya. Self-Directed Behavior. seseorang yang takut ular. interpersonal relationships. Jika ia tidak berhasil. dan drugs/biology). Contohnya. Hal yang dapat dilakukan yaitu misalnya meminta klien untuk menuliskan program perubahan dirinya dalam diari. 6. melalui proses pembelajaran observasi. 5. Klienlah harus merasa bahwa terapi ini penting untuk mengatasi masalahnya. dengan asumsi bahwa klienlah yang paling tau apa yang mereka butuhkan. cognitions. para klien dapat belajar untuk melakukan tindakan-tindakan yang diinginkan tanpa proses belajar trial-and-error. 2012  Merasa tidak punya hak untuk memiliki perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran sendiri Fokus terapi ini adalah mempraktekkan kecakapan-kecakapan bergaul yang diperoleh melalui permainan peran sehingga individu-individu diharapkan mampu mengatasi ketidakmemadaiannya dan belajar mengungkapkan perasaan-perasaan dan pikiranpikiran mereka secara terbuka disertai kenyakinan bahwa mereka berhak untuk menunjukkan reaksi-reaksi yang terbuka itu. Jam berapa dan berapa kali ia akan makan. 4. klien dapat memberikan hadiah untuk dirinya sendiri misalnya pergi shopping. Atau jika program telah dijalankan.Terapi Behavioristik March 16. dalam masalah obesitas. didasarkan pada asumsi bahwa semakin banyak pengetahuan yang didapatkan klien selama terapi maka akan semakin sedikit kemungkinan klien akan mengalami masalah lamanya. Multimodal Terapi. affective respons. maka ketakutannya dapat dihilangkan atau direduksi dengan melihat orang lain yang tidak takut menghadapi ular. ia harus menuliskan perasaan dan sebab-sebab hal tersebut didalam diarinya. Konselor yang mempertimbangkan apakah sesi terapi berjalan baik atau tidak. disini konselor merupakan mediator. Teknik dapat dilakukan untuk memodifikasi perilaku. Teknik ini menggunakan pendekatan BASIC ID (behavior. sensations.

Terapi Behavioristik Page 16 .Terapi Behavioristik March 16. Bentuk paling dasar dari belajar adalah “trial and error learning atau selecting and connecting lerning” dan berlangsung menurut hukum-hukum tertentu. dan Bandura. belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R). Pada intinya mereka menyetujui pengertian belajar di atas. Oleh karena itu teori belajar yang dikemukakan oleh Thorndike ini sering disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi. maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat. Respon adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang. 1.   Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk bereaksi atau berbuat. Pavlov. perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat serta melalui usaha-usaha atau percobaan-percobaan (trials) dan kegagalan-kegagalan (error) terlebih dahulu. Secara singkat akan kami bahas karya tokoh aliran behaviouristik sebagai berikut. Thorndike mengemukakan bahwa terjadinya asosiasi antara stimulus dan respon ini mengikuti hukum-hukum berikut:  Hukum kesiapan (law of readiness). Gagne. Skinner. Eksperimen kucing lapar yang dimasukkan dalam sangkar (puzzle box) diketahui bahwa supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respons. yaitu semakin siap suatu organisme memperoleh suatu perubahan tingkah laku. namun ada beberapa perbedaan pendapat di antara mereka. Edward Lee Thorndike (1874 – 1949) Menurut Thorndike. 2012 J. Tokoh-Tokoh Aliran Behaviorisme Para tokoh aliran behaviorisme setidaknya ada Thorndike.

US (unconditioned stimulus) = stimulus asli atau netral: Stimulus tidak dikondisikan yaitu stimulus yang langsung menimbulkan respon.Terapi Behavioristik March 16. Dari eksperimen Pavlov setelah pengkondisian atau pembiasan dapat diketahui bahwa daging yang menjadi stimulus alami (UCS = Unconditional Stimulus = Stimulus yang tidak dikondisikan) dapat digantikan oleh bunyi lonceng sebagai stimulus yang Terapi Behavioristik Page 17 . yaitu air liur anjing keluar karen anjing melihat daging. yaitu stimulus yang tidak dapat langsung menimbulkan respon. yaitu respon yang muncul dengan hadirnya US. 2. yaitu rerspon yang muncul dengan hadirnya CS. yaitu hubungan stimulus respon cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan. 2012  Hukum latihan (law of exercise). 3. Misalnya: air liur anjing keluar karena anjing mendengar bel. Urutan kejadian melalui percobaan terhadap anjing: 1. maka asosiasi tersebut akan semakin kuat. CS (conditioning stimulus): stimulus bersyarat. Ivan Petrovich Pavlov (1849 – 1936) Classic Conditioning (pengkondisian atau persyaratan klasik) adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap anjing.  Hukum akibat (law of effect). di mana perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan. Agar dapat menimbulkan respon perlu dipasangkan dengan US secara terus-menerus agar menimbulkan respon. misalnya daging dapat merangsang anjing untuk mengeluarkan air liur. UR (unconditioned respons): disebut perilaku responden (respondent behavior) respon tak bersyarat. 2. CR (conditioning respons): respons bersyarat. 4. Misalnya bunyi bel akan menyebabkan anjing mengeluarkan air liur jika selalu dipasangkan dengan daging. yaitu semakin sering suatu tingkah laku diulang/dilatih (digunakan).

lampu yang dapat diatur nyalanya. Karena dorongan lapar (hunger drive). yaitu tombol. Secara terjadwal diberikan makanan secara bertahap sesuai peningkatan perilaku yang ditunjukkan si tikus. alat pembeli makanan. dan lantai yang dapat dialiri listrik. Skinner membagi penguatan ini menjadi dua. yaitu penguatan positif dan penguatan negatif. 2012 dikondisikan (CS = Conditional Stimulus = Stimulus yang dikondisikan). penampung makanan. dapat meningkatkan terjadinya Terapi Behavioristik Page 18 . Penguatan positif sebagai stimulus. Dengan menerapkan strategi Pavlov ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. Selama tikus bergerak kesana kemari untuk keluar dari box. yang sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan. tikus berusaha keluar untuk mencari makanan.Terapi Behavioristik March 16. Perilaku operan adalah perilaku yang dipancarkan secara spontan dan bebas Skinner membuat eksperiment sebagai berikut: dalam laboratorium. tidak sengaja ia menekan tombol. proses ini disebut shaping. Ketika lonceng dibunyikan ternyata air liur anjing keluar sebagai respon yang dikondisikan. Skinner memasukkan tikus yang telah dilaparkan dalam kotak yang disebut ”Skinner box”. Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Unsur terpenting dalam belanja adalah penguatan (reinforcement). 3. Operant Conditioning atau pengkondisian operan adalah suatu proses penguatan perilaku operan (penguatan positif atau negatif) yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat berulang kembali atau menghilang sesuai dengan keinginan. makanan keluar. sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya. Burrhus Frederic Skinner (1904 – 1990) Manajemen kelas menurut Skinner adalah berupa usaha untuk memodifikasi perilaku (behavior modification) antara lain dengan proses penguatan (reinforcement) yaitu memberi penghargaan pada perilaku yang diinginkan dan tidak memberi imbalan apapun pada perilaku yang tidak tepat.

Modifikasi tingkah laku tidak berfungsi 5. 2012 pengulangan tingkah laku itu sedangkan penguatan negatif dapat mengakibatkan perilaku berkurang atau menghilang. terapi perilaku tidak fokus pada masa lalu klien sehingga seringnya terapis tidak membahasnya meskipun sebenarnya terapis mengetahui masalah tersebut. Terapi tingkah laku tidak diterapkan pada orang yang taraf berfungsinya relatif tinggi 3. Terapi tingkah laku tidak memberikan insight. Terapi tingkah laku bisa diterapkan hanya pada kecemasan-kecemasan yang spesifik.Terapi Behavioristik March 16. Kritikan untuk terapi tingkah laku: 1. tetapi lebih manangani ke gejala-gejala 2. Terapi tingkah laku mengabaikan pentingnya hubungan terapis klien dalam terapis 8. 9. Terapi tingkah laku tidak menangani penyebab-penyebab. Terapi Behavioristik Page 19 . Terapi tingkah laku mengabaikan penyebab-penyebab historis dari tingkah laku sekarang. Terapi tingkah laku bisa mengubah tingkah laku. K. tetapi tidak mengubah perasaanperasaan 7. Karena seringnya. fobia-fobia dan masalah-masalah yang terbatas 4. Modifikasi tingkah laku bekerja “terlalu baik” 6.

2012 KESIMPULAN Terapi tingkah laku adalah pendekatan penerapan aneka ragam teknik dan prosedur yang berlandaskan pada berbagai teori tentang belajar dalam usaha melakukan pengubahan tingkah laku. Dalam penyelesaian masalah. bentuk pendekatan ini banyak di gunakan karena penekanannya pada perubahan tingkah laku dimana tingkah laku tersebut bisa didefinisikan secara operasional. Saat ini. diamati dan diukur. Tujuan umum yaitu menciptakan kondisi baru untuk belajar. Terapi Behavioristik Page 20 . kondisi masalah harus dispesifikkan.Terapi Behavioristik March 16. Dengan asumsi bahwa pembelajaran dapat memperbaiki masalah perilaku. Sedangkan terapi perilaku kontemporer menekankan peran aktif klien dalam menentukan tentang pengobatan mereka.

Bandung: PT Refika Aditama. 1991. Gerald. 2009. 5th Ed.Terapi Behavioristik March 16. Corey. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. 1998. Theory and Practice of Counseling and Psychotheray. 2012 Referensi: Corey. Gerald. Terapi Behavioristik Page 21 . Counseling Skills and Theory. London : Holder & Stoughton. Brooks/Cole Publishing Company. Margareth. Hough.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful