P. 1
Contoh Laporan PPL IAIN

Contoh Laporan PPL IAIN

|Views: 853|Likes:
Published by Dedi Mukhlas
Oleh Andri Novianto
Oleh Andri Novianto

More info:

Published by: Dedi Mukhlas on Mar 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2012

pdf

text

original

LAPORAN PELAKSANAAN LATIHAN PEMBELAJARAN DAN OBSERVASI KELAS Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktek Pengalaman

Lapangan (PPL II) DI SMP BAITUSSALAM SURABAYA

Oleh: Masluhah Firdah D34208033 Dosen Pembimbing Lapangan: Drs. Damanhuri, M. Ag NIP. 195304101988031001

FAKULTAS TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 2011

PERSETUJUAN

Naskas laporan pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan ( PPL ) II tahun 2011 di SMP BAITUS SALAM SURABAYA ini telah disusun sesuai dengan petunjuk dan karena itu kami menyetujui naskah tersebut yang merupakan komponen penyelesaian program Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) II. Hari Tanggal : Selasa : 13 September 2011

Surabaya, 13 September 2011

Mengetahui,

Dosen Pembimbing Lapangan

Guru Pamong

Drs. Damanhuri, M.Ag.

Wijana Soetadianta, S.Pd.

PENGESAHAN KEPALA SEKOLAH Naskah Laporan Praktek Pengalaman Lapangan ( PPL ) II ini telah disahkan oleh Kepala Sekolah SMP BAITUS SALAM KETINTANG MADYA SURABAYA pada: Hari Tanggal : Selasa : 13 September 2011

Surabaya , 13 September 2011

Mengetahui Kepala Sekolah

Drs. H. Kusmiadi

KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Seiring dengan selesainya Laporan Praktek Pengalaman Mengajar

(PPL) II di SMP BAITUS SALAM SURABAYA ini, maka tiada kata yang pantas penulis ucapkan selain ucapan syukur kepda Allah SWT yang telah memberi Rahmat dan Hidayah-Nya. Sholawat serta salam kami haturkan kepada sang pelopor perjuangan dan tokoh emansipatoiris Nabi besar Muhammad SAW, serta para sahabatnya yang telah membebaskan umat manusia dari lembah kemusyrikan dan kejahiliyahan menuju alam yang bersyaratkan nilai-nilai tauhid dan bertaburan cahaya ilmu pengetahuan dan kebenaran. Laporan Praktek Mengajar di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas PPL II yang berangkat dari tujuan, yaitu calon Guru (Mahasiswa) memperoleh pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan yang sesuai dengan profesi Guru. Serta memiliki kemampuan menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di

lingkungan sekolah. Ucapan terima kasih di sampaikan kepada : 1. Bapak. Drs. Nur Hamim, M.Ag, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya beserta staf-stafnya. 2. Bapak. Drs. damanhuri,M.Ag. selaku Dosen Pembimbing Lapangan kelompok 18 yang telah mebimbing, mengarahkan dan memotivasi serta menyakinkan kami dikala berputus asa.

3. Bapak. Drs. kusmiadi Selaku Kepala Sekolah yang telah memberi izin dan menerima kami untuk belajar berekspresi sebagai calon guru sehingga PPL II dapat berjalan dengan lancar dan baik. 4. Bapak. Wijana Soetadianta, S.Pd selaku Guru Pamong sekaligus guru bidang studi matematika yang telah mencurahkan tenaga, meluangkan waktu untuk membimbing dan mengarahkan kami serta tidak bosanbosannya memberikan saran dan motivasi selama PPL II berlangsung. 5. Segenap Dewan Guru SMP Baitus Salam yang telah banyak memberikan pelajaran kepada kami banyak hal tentang Kependidikan. 6. Segenap siswa siswi SMP Baitus Salam yang menyambut kami dengan antusias dan ikut berpartisipasi dalam PPL II ini. 7. Segenap pihak yang ikut andil mensukseskan PPL II ini 8. Seluruh teman-teman PPL II dan semua pihak yang telah membantu pelaksanaan PPL II ini. Semoga dengan segala partisipasi dan bantuannya dicatat sebagai amal sholeh dan diterima disisi Allah SWT dan semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis dan sekolah sebagai pihak pelaksana proses pembelajaran serta instansiinstansi terkait. Tiada gading tak retak dan tiada mawar tak berduri. Meskipun penulis berusaha semaksimal mungkin dalam penyusunan laporan ini, tapi penulis yakin masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun demi kemajuan dan kebaikan pelaksanaan proses pembelajaran tahun yang akan datang. Akhirul kalam Jazaakumullah ahsanul jaza’

Surabaya , 13 September 2011 Penulis

Masluhah Firdah

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL HALAMAN PERSETUJUAN HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Pengertian PPL C. Tujuan PPL D. Tempat dan waktu PPL BAB II. LATIHAN MENGAJAR A. Perencanaan dan persiapan mengajar 1. Kurikulum 2. Kalender Sekolah 3. Rincian pecan efektif 4. Program tahunan 5. Program semester 6. Pengembangan silabus 7. Rencana pembelajaran B. Pelaksanaan Mengajar 1. Membuka

2. Melaksanakan materi 3. Metode dan strategi pembelajaran 4. Variasi 5. Menutup pelajaran C. Evaluasi BAB III. ANALISIS LATIHAN MENGAJAR A. Analisis Teoritis B. Analisis Aplikatif BAB IV. PENUTUP

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Upaya meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan senantiasa dicari, diteliti, dan diupayakan melalui berbagai komponen pendidikan. Guru yang dalam perkembangan selanjutnya disebut juga fasilitator merupakan salah satu komponen pendidikan yang mempunyai peran sangat strategis dalam proses dan penentuan hasil pendidikan. Seorang guru tidak hanya dituntut dalam penguasaan materi, namun juga harus pandai dalam beretorika, pemilihan metode, media, serta peka terhadap masalah-masalah dalam proses pembelajaran, misalnya masalah motivasi, perbedaan individu siswa baik secara fisik maupun psikis terutama dalam kemampuan menangkap materi pelajaran. Dari kepekaan tersebut, guru diharapkan mampu berkomunikasi secara baik dan benar baik secara verbal maupun non verbal yang pada akhirnya akan tercipta interaksi yang sempurna dalam kelas. Disamping itu program pembelajaran adalah rencana proses belajar mengajar yang didasarkan pada pertimbangan kompetensi dasar, indicator, pengalaman belajar, materi metode, alat atau media, alokasi waktu, sumber belajar serta system evaluasi. Dengan tujuan agar dapat menguasai proses belajar dan hasil yang optimal.

Kualitas dan kuantitas kegiatan belajar mengajar tergantung pada perencanaan program pembelajaran. Jika perencanaannya baik maka hasilnya juga baik, begitu sebaliknya. Perencanaan program pembelajran itu terdiri dari rencana pecan efektif, program tahunan, program semester, silabus dan rencana pembelajaran. Oleh sebab itu pendidikan di tuntut untuk dapat mendesains program tersebut, supaya ada korelasi antara kompetensi dasar, indicator, pengalaman belajar, materi metode, alat atau media, alokasi waktu, sumber belajar dan evaluasi serta kegiatan yang mungkin dapat dilakukan dalam proses pembelajaran. Dalam rangka melatih calon-calon pengajar atau pendidik yang diharapkan sebagai tersebut diatas, maka diadakanlah Praktek Pengalaman Lapangan (PPL), bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya. B. Pengertian Praktek Pengalaman Lapangan (PPL), di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya, adalah suatu kegiatan Akademik berupa latihan mengajar dan tugas kependidikan lainnya yang terdiri dari 2 (dua) tahap, yaitu: 1. PPL 1, merupakan tahap latihan mengajar dalam kelompok kecil dihadapan teman-teman sendiri sesama mahasiswa dan beberapa siswa yang diahadirkan untuk kepentingan tersebut, yang dikenal dengan Peerteaching atau Micro Teaching dengan bobot 2 (dua) SKS.

2.

PPL

2,

merupakan

tahap

latiha

mengajar

dihadapan

siswa

sesungguhnya, yang dikenal dengan istilah Real Classroom Teaching, dan latihan tugas-tugas kependidikan yang lain dengan bobot 4 (empat) SKS. Dalam laporan ini yang dimaksud adalah laporan untuk PPL 2. C. Tujuan PPL Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) ini bertujuan : 1. Membimbing memperoleh mahasiswa/ pengetahuan, mahasiswi sebagai dan calon guru agar yang

pengalaman

keterampilan

konsisten dengan profesi guru. 2. Membimbing mahasiswa/ mahasiswi sebagai calon guru agar memiliki seperangkat nilai, sikap, dan polah tingkah laku yang diperlukan untuk profesi seorang guru. 3. Membimbing mahasiswa/ mahasiswi sebagai calon guru agar memiliki kemampuan menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran

dilingkungan sekolah Oleh karena itu diperlukan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki oleh calon Guru yang diantaranya meliputi : 1. Membuka dan menutup pelajaran : misalkan cara menarik perhatian, cara memberkan motivasi dan cara memberikan dorongan psikologis, serta post test atau memberikan tugas 2. Menjelaskan : semisal orientasi tujuan pembelajaran serta variasi penyampaian

3.

Pertanyaan : misalkan Guru pada murid atau sebaliknya yaitu Guru memberikan kesempatan bertanya pada murid

4.

Penguatan : seperti penguatan, verbal maupn non verbal, atau juga variasi penguatan

5.

Variasi : misalkan variasi intonasi suara, ekspresi roman muka dan posisi Guru dalam menerangkan.

D. Tempat Dan Waktu PPL 1. Kegiatan PPL ini dilaksanakan di sekolah 2. Waktu pelaksanaan ini dilaksanakan dalam 2 (dua) bulan mulai tanggal 13 Juli 2011 – 13 September 2011 di SMP BAITUSSALAM KETINTANG MADYA SURABAYA secara magang, dalam artian seorang calon guru (Mahasiswa/ Mahasiswi) di tempatkan dan di percayakan pembinaannya kepada Kepala Sekolah tempat PPL beserta guru Pamong (Guru Mata Pelajaran), sedang calon guru (Mahasiswa/ Mahasiswi) diberikan peranan oleh guru pamongnya dalam melaksanakan tugas-tugas pendidikan dan pengajaran sebagaimana layaknya seorang guru.

BAB II LATIHAN MENGAJAR A. Perencanaan Dan Persiapan Mengajar Persiapan mengajar yang dimaksud disini adalah persiapan tertulis sebelum proses belajar dalam kelas yang dimaksudkan untuk program kurikuler. Di antara persiapan tertulis tersebut itu adalah : 1. Kurikulum Adalah alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Sedangkan fungsi kurikulum yang paling utama adalah untuk mencapai tujuan dari pendidikan. 2. Kalender Pendidikan Adalah suatu alat yang digunakan untuk melihat berapa jam waktu efektif yang dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran, termasuk waktu libur, dan lain – lain. Fungsinya untuk menghitung rincian pecan efektif, menyusun program tahunan, menyusun program semester, dan lain – lain. 3. Rencana Pekan Efektif (RPE) Adalah suatu penjabaran dari kalender pendidikan yang berupa pengalokasian waktu dan pecan efektif. Fungsinya untuk mengetahui distribusi alokasi waktu tatap muka, ulangan harian, ulangan umum dan lain – lain. Adapun Langkah-langkah pembuatan yakni :

Analisis alokasi waktu

yang

tersedia untuk

bidang

studi yang

bersangkutan dikalikan dengan jumlah minggu efektif semester yang akan ditempuh. (Data terlampir). 4. Program Tahunan (PROTA) Program Tahunan merupakan bagian dari program pengajaran yang memuat alokasi waktu untuk setiap pokok bahasan dalam satu tahun dan juga berfungsi sebagai acuan untuk membuat program semester.(Data Terlampir) 5. Program Semester (PROMES) Program Semester merupakan bagian dari program pengajaran yang memuat alokasi waktu, satuan bahasa pada setiap satu semester. Program ini berfungsi sebagai acuan untuk membuat program satuan pengajaran/ persiapan mengajar, acuan kalender kegiatan belajar mengajar dan untuk mencapai efisiensi dan efektifitas penggunaan waktu belajar yang tersedia. (Data Terlampir) 6. Pengembangan Silabus Adalah suatu pengembangan kurikulim tingkat bidang studi. Pada tingkat ini dilakukan pengembangan silabus untuk setiap bidang studi pada berbagai jenis lembaga pendidikan. Fungsi : mengidentifikasi dan menentukan jenis – jenis kompetensi dan tujuan bidang studi, mengmbangkan kompetensi dan pokok – pokok bahasan, serta mengelompokannya sesuai dengan ranah pengetahuan, pemahaman, kemampuan (ketrampilan), nilai dan sikap. Mendiskripsikan

kopetensi serta mengelompokkan sesuai dengan skop dan skuensi, mengembangkan pencapaiannya. 7. Rencana Pembelajaran Adalah pengembangan kurikulum tingkat satuan bahasan yang berdasarkan kopetensi – kopetensi yang telah diidentifikasi dan diurutkan sesuai dengan tingkat kecapaiannya pada tiap bidang studi, selanjutnya dikembangkan program – program pembelajaran. Fungsi : untuk mengukur pencapain tujuan belajar peserta didik, dan untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik dalam mencapai ketutasan belajar. B. Pelaksanaan Mengajar 1. Membuka Pada setiap awal pelajaran guru melakukan komponen-komponen dalam membuka pelajaran yang meliputi : a. Membagikan perhatian siswa dengan cara :  Memvariasikan sikap dan gaya mengajar guru seperti variasi dalam tata cara posisi guru, masuk kelas, suara dan sebagainya.  Menggunakan alat Bantu mengajar seperti gambar, skema dan sebagainya.  Variasi dalam berinteraksi indicator untuk setiap kopetensi serta criteria

b. Menimbulkan Motivasi  Selalu bersemangat dan antusias

Menimbulkan rasa ingin tahu seperti menunjukkan gambar yang merangsang cara berfikir siswa

Memperhatikan

dan

memanfaatkan

hal-hal

yang

menjadi

perhatian siswa terhadap suatu peristiwa yang terjadi c. Memberi Acuan   Mengemukakan tujuan dan batas-batas tugas Memberi petunjuk tentang langkah-langkah kegiatan,

mengajukan pertanyaan dan arahan d. Menunjukkan Kaitan   Mengaitkan pelajaran yang lalu dengan pelajaran selanjutnya Memberikan pertanyaan sesuai dengan materi

2. Menjelaskan Materi Pelajaran Keterampilan menjelaskan merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting karena isinya berupa penjelasan dan uraian mengenai bahan materi yang akan dipelajari. Didalam menjelaskan terdapat beberapa komponen antara lain : a. Orientasi Memberi arahan kepada siswa atau mengantarkan siswa pada pokok persoalan atau materi yang akan dipelajari. b. Bahasa yang Sederhana Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh siswa.

c. Penggunaan contoh  Induktif : Memberikan contoh-contoh terlebih dahulu kemudian menarik kesimpulan.  Deduktif : Mengemukakan materi terlebih dahulu kemudian baru memberikan contoh-contoh. d. Struktur Menunjukkan langkah-langkah atau jalan pikiran yang jelas seperti penggunaan bagan, skema, gambar atau media yang lain. e. Variasi Dalam mengajar menggunakan variasi yang berbeda dengan tujuan agar siswa tidak bosan dan jenuh. Seperti menggunakan alat peraga, atau metode yang berbeda seperti diskusi, ceramah, Tanya jawab, permainan dan sebagainya. f. Feed Back/ Balikan Memberikan pertanyaan kepada siswa dengan tujuan untuk mengukur kemampuan setiap siswa. 3. Metode/ Strategi Pembelajaran Di dalam kegiatan belajar mengajar, metode merupakan hal yang sangat penting bagi seorang guru, karena dengan metode yang bervariasi tidak akan memberi kejenuhan bagi siswanya. Disamping itu dengan metode yang tepat akan menunjang keberhasilan guru dalam mendidik anaknya. Dalam penggunaan ini guru juga harus bisa melihat situasi dan

kondisi peserta didik. Metode yang digunakan diantaranya diskusi, ceramah, kuis, Tanya jawab dan sebagainya. 4. Variasi Dalam keterampilan mengadakan variasi ini ada komponen yang harus diperhatikan : a. Variasi dalam mengajar      Suara guru harus bisa ditangkap oleh semua muridnya. Memusatkan perhatian siswa Ekspresi roman muka Gerak-gerik tangan Posisi guru dalam mengajar

b. Variasi dalam pola interaksi dan kegiatan siswa c. Variasi dalam menggunakan media  Visual : Penggunaan OHP, peta, film, TV atau radio, gambit dan lain sebagainya.  Audio : Penggunaan intonasi, rekaman kaset, suara, diskusi, nada suara, role playing, dan sebagainya.  Motorik : Penggunaan benda-benda nyata

5. Menutup Pelajaran    Guru meninjau kembali pokok bahasan yang telah diterangkan. Guru memberikan motivasi kepada siswanya Guru memberikan evaluasi atau penugasan

C. Evaluasi Evaluasi sangat penting dilakukan guru karena untuk mengukur kemampuan siswanya didalam mengevaluasi setiap bahan pelajaran. Seorang guru harus memperhatikan tiga komponen, yaitu : a. Bentuk Evaluasi : lembar performent, lembar kerja, materi, permainan, essay. b. Jenis Evaluasi : tes tertulis. c. Alat tes : 1. Tulis    Mengerjakan soal-soal atau latihan yang ada dibuku Ulangan harian Mengerkakan soal dipapan tulis.

BAB III ANALISIS LATIHAN MENGAJAR A. ANALISIS TEORITIS Setelah hampir dua bulan latihan mengajar, mahasiswa

mendapatkan banyak pengalaman seputar tugas dan tanggung jawab seorang guru dalam proses blajar-mengajar. Tugas dan tanggung jawab tersebut erat kaitannya dengan kemampuan guru dalam usaha

meningkatkan proses dan hsil belajar terutama dalam pengelolaan kelas yang kondusif untung belangsungnya proses belajar-mengajar. Mengajar pada hakikatnya adalah melakukan kegiatan belajarmengajar, sehingga proses belajar-mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Efektif dalam artian kegiatan tersebut dilaksanakan dengan hasil maksimal. Sedang efisisen dalam artian kegiatan tersebut membawa hasil yang memuaskan dalam waktu sesuai dengan rencana tanpa adanya materi yang tertinggal karena factor keterbatasan waktu. Oleh sebaba itu, seorang guru dituntut untuk mampu dan cakap dalam menciptakan suasana komunikasi yang edukatif antara guru dan peserta didik yang mencakup tiga ranah, yaitu kognitif (kecerdasan intelektual), afektif (sikap atau moral), dan psikomotorik (keterampilan). beberapa syarat mengajar yang efektif sebagaimana yang telah diuraikan, seorang guru dikatakan berkualitas apabila guru dapat menampilkan kelakuan dan komunikasi yang mendukung suasana kondusif dalam kelas. Kelakuan dan komunikasi guru tersebut diharapkan

mampu mencerminkan kemampuan guru dalam mengelola proses belajarmengajar yang meliputi : 1. Kemampuan Merencanakan Pengajaran Pada hakikatnya bila suatu kegiatan direncanakan terlebih dahulu, maka tujuan dari kegiatan tersebut akan lebih terarah dan lebih tepat sasaran. Oleh karena itu guru harus memiliki kemampuan dalam merencanakan pengajaran. Perencanaan latihan pengajaran meliputi : a) Pembuatan analisis minggu efektif dan jam efektif. Pada tahap ini penulis membuat rincian pekan efektif (RPE) berdasarkan kalender pendidikan dan cara menghitungnya disesuaikan dengan jadwal mengajar. Dalam satu pecan,penulis mendapat enam jam pelajaran tiga kali pertemuan. b) Pembuatan Program Tahunan (PROTA) Pembuatan program tahunan ini berdasarkan

kurikulum yang ada yaitu memakai kurikulum berkarakter, jadi dalam pembuatannya disesuaikan dengan kurikulum tersebut c) Pembuatan Program Semester (PROMES) Pada tahap ini penulis mengalami sedikit kesulitan yaitu ketika harus membagi antara jam pelajaran dengan waktu yang disediakan serta dengan materi yang ada untuk

setiap kali pokok bahasan. Disamping itu dalam pembuatan program semester yang seharusnya selesai pada waktu yang ditentukan akan tetapi terkadang tidak sesuai dikarenakan adanya hari libur atau kegiatan yang menyita waktu untuk proses kegiatan belajar-mengajar. d) Pembuatan silabus dan rencana pembelajaran Pada tahap ini, penulis bekerjasama (berdiskusi) dengan teman sesama PPL yang mendapatkan tugas mengajar di tingkat/kelas yang sama. Selain itu penulis juga

mengkonsultasikan dengan guru pamong yang disesuaikan dengang kondisi kelas. e) Pembuatan kisi-kisi soal Dalam pembuatan kisi-kisi soal, penulis sulit menentukan soal yang sesuai dengan keadaan siswanya, tingkat kesukaran soal dan ragam soal yang akan diberikan. Solusinya adalah penulis memilih terlebih dahulu soal yang akan dibuat dengan cara membuat soal dari materi yang diajarkan baik yang ada dalam buku ataupun soal buatan sendiri yang sekiranya siswa mampu mengerjakan. 2. Kemampuan Melaksanakan Proses Belajar-Mengajar Pada pelaksanaan latihan, calon guru diharapkan mampu berinteraksi baik dengan guru maupun siswa itu sendiri, baik dalam

bentuk verbal maupun nonverbal dalam menyampaikan semua materi pelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam rangka pelaksanaan proses belajar-mengajar

meliputi beberapa tahap yang harus dilalui oleh seorang guru. Tahap-tahap itu adalah:  Tahap Pra Instruksional, yaitu tahap yang ditempuh pada saat memulai sebuah proses belajar.  Tahap Instruksional, tahap pemberian bahan pelajaran yang meliputi : menjelaskan inti materi, membahas, memberi contoh-contoh yang konkrit, penggunaan alat Bantu

pengajaran atau media sampai dengan menyimpulkan hasil pembahasan dari semua pokok materi.  Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut, Kegiatan yang dapat dilakukan pada tahap ini adalah mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa seputar materi yang telah disampaikan atau beberapa pengulangan materi sebelumnya. Pertanyaan ini digunakan untuk menguji

seberapa besar pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan, pemberian tugas kemudian dari hasil tersebut guru dapat memberi skor nilai guna mengetahui tingkat prestasi yang diperoleh siswa dengan melaksanakan analisis hasil evaluasi.

B.

ANALISIS APLIKATIF Pada tataran teoritis telah dijelaskan bahwa dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, seorang guru dituntut lebih professional. Akan tetapi program yang direncanakan tidak akan berhasil manakala guru dan perancang kurikulum kurang memperhatikan kendala-kendala

dilapangan yang akan muncul. Kendala-kendala itu sangat dipengaruhi oleh factor internal maupun eksternal. Factor internal bisa disebabkan oleh kurang minat dan kemampuan siswa terhadap materi, kurang profesionalnya guru, kurang adanya control dari perancang kurikulum Sedangkan factor eksternal bisa disebabkan karena lingkungan sekolah yang kurang kondusif bagi proses belajar mengajar, sarana atau media pengajaran yang kurang mendukung, lingkungan keluarga serta kurangnya perhatian pemerintah dalam

memberikan kesejahteraan hidup. Salah satu factor eksternal diatas yang dominan mempengaruhi proses belajar mengajar di SMP Baitussalam Surabaya adalah tidak bisa digunakannya sarana dan pra sarana atau media pengajaran secara maksimal. Hal ini disebabkan karena kurangnya fasilitas yang memadahi. Karena latihan mengajar merupakan bekal bagi calon guru guna mengetahui kondisi riil dalam proses belajar mengajar, maka ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan guna untuk memperbaiki pelaksanaan PPL yang akan datang :

a. Perlunya diadakan pembekalan bagi calon guru sebelum mereka mengetahui kondisi sekolah yang mereka tempati agar mereka memiliki gambaran atau kesiapan (readiness) sebelum memulai mengajar. b. Perlunya suplai dana dari institut yang terkait dengan pelaksanaan PPL ini, sehingga mahasiswa mendapat keringanan dalam hal materi karena mereka telah mencurahkan pikiran dan tenaga juga biaya. c. Perlunya kerja sama yang intens dan saling menguntungkan (take and give) antara pihak institut sebagai pelaksana dari program kerjanya, lembaga pendidikan tempat latihan mengajar dan mahasiswa sebagai praktikum.

BAB IV PENUTUP Syukur al-Hamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan seluruh alam yang telah melimpahkan kodrat dan irodat-Nya kepada penulis sehingga mampu menyelesaikan Laporan Latihan Mengajar ini sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan walaupun dengan perjuangan dan kadang menjenuhkan. Pengalaman adalah guru terbaik, demikian motto yang perlu kita renungkan bersama. Setelah mengadakan praktek pengalaman lapangan ( PPL ) dalam kurun waktu 2 bulan, yakni mulai tanggal 14 Juli 2011 – 13 September 2011 di SMP Baitussalam Surabaya, banyak pengalaman dan pelajaran yang telah kami peroleh sebagai bekal menjadi guru. Kami mohon maaf kepada semua pihak, pasti dalam pelaksanaan PPL 2 ini kami melakukan banyak kesalahan, baik disengaja maupun tidak disengaja. Terakhir kalinya semoga Allah SWT memberi petunjuk kepada kami semua, semoga ilmu yang kami dapatkan bermanfaat sampai hari nanti.

Surabaya , 13 September 2011 Salam Hormat,

Masluhah Firdah

LAPORAN PELAKSANAAN OBSERVASI KELAS Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktek Pengalaman Lapangan (PPL II) di SMP BAITUSSALAM SURABAYA

Oleh: Masluhah Firdah D34208033 Dosen Pembimbing Lapangan: Drs. Damanhuri NIP. 195304101988031001

FAKULTAS TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 2011

PERSETUJUAN

Naskas laporan pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan ( PPL ) II tahun 2011 di SMP BAITUS SALAM SURABAYA ini telah disusun sesuai dengan petunjuk dan karena itu kami menyetujui naskah tersebut yang merupakan komponen penyelesaian program Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) II. Hari Tanggal : Selasa : 13 September 2011

Surabaya, 13 September 2011

Mengetahui,

Dosen Pembimbing Lapangan

Guru Pamong

Drs. Damanhuri, M.Ag.

Wijana Soetadianta, S.Pd

PENGESAHAN KEPALA SEKOLAH

Naskah Laporan Praktek Pengalaman Lapangan ( PPL ) II ini telah disahkan oleh Kepala Sekolah SMP BAITUSSALAM KETINTANG MADYA SURABAYA pada: Hari Tanggal : Selasa : 13 September 2011

Surabaya , 13 September 2011 Mengetahui Kepala Sekolah

Drs. H. Kusmiadi

KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Seiring dengan selesainya Laporan Praktek Pengalaman Mengajar

(PPL) II di SMP BAITUS SALAM SURABAYA ini, maka tiada kata yang pantas penulis ucapkan selain ucapan syukur kepda Allah SWT yang telah memberi Rahmat dan Hidayah-Nya. Sholawat serta salam kami haturkan kepada sang pelopor perjuangan dan tokoh emansipatoiris Nabi besar Muhammad SAW, serta para sahabatnya yang telah membebaskan umat manusia dari lembah kemusyrikan dan kejahiliyahan menuju alam yang bersyaratkan nilai-nilai tauhid dan bertaburan cahaya ilmu pengetahuan dan kebenaran. Laporan Praktek Mengajar di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas PPL II yang berangkat dari tujuan, yaitu calon Guru (Mahasiswa) memperoleh pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan yang sesuai dengan profesi Guru. Serta memiliki kemampuan menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di

lingkungan sekolah. Ucapan terima kasih di sampaikan kepada : 1. Bapak. Drs. Nur Hamim, M.Ag, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya beserta staf-stafnya. 2. Bapak. Drs. Damanhuri,M.Ag. selaku Dosen Pembimbing Lapangan kelompok 18 yang telah mebimbing, mengarahkan dan memotivasi serta menyakinkan kami dikala berputus asa.

3. Bapak. Drs. Kusmiadi Selaku Kepala Sekolah yang telah memberi izin dan menerima kami untuk belajar berekspresi sebagai calon guru sehingga PPL II dapat berjalan dengan lancar dan baik.. 4. Bapak. Wijana Soetadianta, S.Pd selaku Guru Pamong sekaligus guru bidang studi matematika yang telah mencurahkan tenaga, meluangkan waktu untuk membimbing dan mengarahkan kami serta tidak bosanbosannya memberikan saran dan motivasi selama PPL II berlangsung. 5. Segenap Dewan Guru SMP Baitus Salam yang telah banyak memberikan pelajaran kepada kami banyak hal tentang Kependidikan. 6. Segenap siswa siswi SMP Baitus Salam yang menyambut kami dengan antusias dan ikut berpartisipasi dalam PPL II ini. 7. Segenap pihak yang ikut andil mensukseskan PPL II ini 8. Seluruh teman-teman PPL II dan semua pihak yang telah membantu pelaksanaan PPL II ini. Semoga dengan segala partisipasi dan bantuannya dicatat sebagai amal sholeh dan diterima disisi Allah SWT dan semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis dan sekolah sebagai pihak pelaksana proses pembelajaran serta instansiinstansi terkait. Tiada gading tak retak dan tiada mawar tak berduri. Meskipun penulis berusaha semaksimal mungkin dalam penyusunan laporan ini, tapi penulis yakin masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun demi kemajuan dan kebaikan pelaksanaan proses pembelajaran tahun yang akan datang. Akhirul kalam Jazaakumullah ahsanul jaza’

Surabaya , 13 September 2011 Penulis

Masluhah Firdah

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PERSETUJUAN GURU PAMONG DAN DOSEN PEMBIMBING HALAMAN PENGESAHAN KEPALA SEKOLAH KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I : PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Tujuan Observasi 3. Manfaat Observasi BAB II : LAPORAN PELAKSANAAN OBSERVASI A. Persiapan dan Perencanaan Observasi kelas B. Pelaksanaan Observasi kelas 1. Observasi dari Pihak Guru 2. Observasi dari Pihak Siswa 3. Observasi dari Faktor Fisik dalam Kelas BAB III BAB IV : ANALISIS HASIL OBSERVASI : PENUTUP

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pelaksanaan observasi kelas (Classroom Observation ) adalah mengadakan observasi terhadap segala hal yang berhubungan dengan proses belajar mengajar yang terjadi di dalam kelas. Hal ini bertujuan agar mahasiswa yang melakukan observasi sebagai calon guru dapat mempelajari praktek mengajar dari guru yang di observasi, untuk selanjutnya di jadikan bahan pertimbangan dan pijakan selama melakukan latihan mengajar di kelas. Observasi ini di lakukan untuk menciptakan terobosan baru atau inovasi dalam proses belajar mengajar dalam kelas agar selalu tercipta suasana baru yang tidak menjemukan. Kegiatan observasi ini merupakan prose take and give guru bidang studi yang bersangkutan dengan calon guru (mahasiswa). Dari kegiatan ini, baik guru bidang studi maupun guru memperoleh tambahan pengetahuan dalam pengelolaan kelas. B. Tempat dan Waktu Observasi Pelaksanaan observasi kelas ini bertempat di ruang kelas VII A SMP Baitussalam Surabaya. Sedangkan waktu pelaksanaan observasi adalah hari rabu tanggal 20 Juli 2011 jam ke : 3-4. C. Tujuan Observasi Ada beberapa tujuan pelaksanaan observasi kelas antara lain sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui bagaimana seorang guru memberikan variasi, apresiasi dan memberikan motivasi dalam mengajar.

2. Untuk mengetahui bagaimana kompetensi guru yang diobservasi dalam mengajar. 3. Untuk membantu calon guru dalam penguasaan kelas dari berbagai informasi yang didapat dari guru yang bersangkutan. 4. Untuk menambah wawasan dalam dunia belajar secara praktis dan sebagai bahan pertimbangan dalam melaksanakan PPL di SMP BAITUSSALAM

BAB II LAPORAN PELAKSANAAN OBSERVASI

Dalam pelaksanaan observasi kelas (Classroom Observation), yang perlu di observasi adalah segala hal yang berhubungan dengan dengan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dengan tujuan calon guru (mahasiswa) dapat mempelajari praktek mengajar salah satu guru dan mengevaluasinya. Dalam pelaksanaan observasi kelas, ada 2 poin yang perlu di perhatikan oleh observer, yaitu : A. Persiapan dan Perencanaan Observasi Kelas Ada beberapa hal yang perlu di persiapkan dan di rencanakan sebelum observasi kelas, antara lain : a. Menentukan siapa yang akan di observasi, dalam hal ini penulis menetapkan seorang guru mata pelajaran Matematika sebagai kesesuaian dengan jurusan studi penulis b. Mempersiapkan data-data untuk observasi seperti format observasi yang telah di tentukan oleh Fakultas c. Merencanakan waktu dan kelas dengan guru yang bersangkutan, dalam hal ini penulis menentukan hari rabu, tanggal 20 Juli 2011 pada jam ke : 3-4 d. Guru yang diobservasi : Bapak Widjana Soetadianta S.Pd

B. Pelaksanaan Observasi Kelas Dalam melaksanakan observasi kelas, hal-hal yang perlu di observasi adalah yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar, antara lain :

a. Membuka dan Menutup Pelajaran Seorang guru harus bisa menarik perhatian siswa, memberikan motivasi, memberi acuan, meninjau kembali, menunjukkan kaitan, mengevaluasi dan memberi dorongan psikologis terhadap siswa dengan tujuan, semua kegiatan dapat menimbulkan atau menciptakan suasana proses belajar yang menyenangkan. Seorang guru juga seharusnya mampu menyimpulkan materi yang telah dipelajari. b. Menjelaskan Materi Dalam menjelaskan suatu materi pelajaran, seorang guru

seharusnya bisa membuat siswa faham dan jelas terhadap materi yang diajarkan. Oleh karena itu, seorang guru harus memperhatikan tentang orientasi, motivasi, bahasa, variasi dalam mengajar, pemberian contoh dan balikan pertanyaan. Dengan terlaksananya hal-hal diatas akan terciptanya proses pembelajaran yang baik dan efektif. c. Bertanya Bertanya merupakan sesuatu yang sangat signifikan dalam proses pembelajaran, dengan begitu guru akan lebih mudah mnengetahui dan memahami tingkat kefahaman siswa tentang materi yang diajarkan atau untuk mengukur daya serap anak didiknya. d. Penguatan (Reinforcement) Dalam tahap ini ada 3 poin yang harus diperhatikan seorang guru, antara lain :

1. Penguatan Verbal Yaitu penggunaan suara dan kata-kata yang diucapkan guru seperti: ya, benar, bagus, betul, pekerjaanmu baik, kamu pintar dan lain-lain. 2. Penguatan Non-Verbal, yaitu : a. Penguatan berupa gerakan mimik dan gerakan tubuh, misalnya: anggukan, senyuman, acungan ibu jari dan lain-lain b. Penguatan dengan cara mendekati (proximity), misalnya: guru mendekati siswa yang sedang mengerjakan tugas sambil

memberikan penguatan verbal. Dengan demikian siswa merasa didorong dan dibantu dalam belajar serta tercipta suasana akrab antara guru dan siswa 3. Variasi Penguatan Dalam memberikan penguatan, guru tidak hanya memberikan penguatan verbal atau non-verbal saja, tapi guru sebaiknya menggabungkan antara 2 penguatan ini, misalnya guru mengucapkan kata baik dengan mengacungkan ibu jari. Dalam penyampaian materi, seorang guru hendaknya tidak selalu monoton dan sesuai dengan konsekuensi yang ada, tapi harus memiliki variasi dalam mengajar agar tidak terjadi kejenuhan dalam kegiatan belajar mengajar, di antaranya variasi dalam hal suara, mengarahkan

perhatian suara, kontak mata, ekspresi roman muka, gerakan tangan, posisi guru dan pola interaksi dengan siswa. e. Kondisi Siswa Mungkin karena mata pelajaran yang berlangsung pada siang hari jam pelajaran, maka semangat dan daya berfikir siswa kurang optimal, apalagi tidak didukung dengan bahasa yang baik. Jadi sepertinya pembelajaran Agama Islam Khususnya Fiqih pada kondisi seperti ini, perlu dibenahi kembali. C. Teknik Pengumpulan Data Ada beberapa teknik pengumpulan data observasi, namun disini yang dipergunakan ada dua teknik, yaitu: 1. Teknik langsung yaitu mengadakan observasi atau pengamatan secara langsung di ruang kelas. 2. Teknik tidak langsung yaitu mengadakan observasi atau pengamatan secara tidak langsung terhadap objek yang diamati, seperti bertanya kepada guru waktu istirahat dan memberikan angket kepada siswa.

BAB III ANALISIS HASIL OBSERVASI Sebagaimana dijelaskan di atas terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan observasi ini, yaitu dari pihak guru, pihak siswa, dan faktor fisik kelas sesuai dengan hasil observasi yang telah dilaksanakan oleh observer sebanyak dua kali terhadap dua guru yang berbeda pula, maka hasil analisa kami adalah sebagai berikut: A. Dari Pihak Guru Setiap membuka pelajaran atau sebelum memulai materi guru selalu mengadakan apersepsi terlebih dahulu dan mengevaluasi materi minggu lalu, agar dalam penjelasannya berurutan (sistematis), selain itu juga dapat merangsang pengetahuan siswa. Jika kita analisa baik dari penjelasan maupun pemaparannya guru belum memakai beberapa sumber dan media pembelajaran, Namun untuk pemakaian media pembelajaran di rasa kurang, sebab hanya sesekali saja guru terlihat menggunakan media yang dipakai masih terbatas pada buku pelajaran dan papan tulis. Adapun sumber dan media pembelajaran yang lain, OHP, Koran, majalah, artikel, internet. Kebanyakan metode yang dipakai adalah ceramah, mencatat, merangkum dan mengerjakan soal-soal latihan, terkadang juga diselingi dengan cerita agar siswa tidak jenuh dengan penjelasan guru.

Selain hal tersebut guru dituntut untuk memiliki ketrampilan atau kreatifitas dalam mengkondisikan kelas yang dapat menarik perhatian siswa untuk keberhasilan proses kegiatan belajar mengajar. Dalam melaksanakan proses pembelajaran guru sudah menggunakan Silabus dan RPP. B. Dari Pihak Siswa Interaksi atau hubungan antara guru dan dengan siswa sangat penting, agar tercipta suasana belajar mengajar yang lebih komunikatif. Interaksi di sini memiliki batas tertentu dengan kata lain guru mengetahui posisinya sebagai guru dimana dia harus memberikan suri tauladan yang baik terhadap siswanya. Sebaliknya siswa menyadari dirinya adalah siswa yang harus mematuhi segala apa yang menjadi ketetapan norma yang ada. Selama proses pembelajaran, siswa memperhatikan dan hanya siswasiswa tertentu yang merespon dengan pertanyaan, bahkan penulis menemukan suatu interaksi yang baik antara guru dengan murid, mereka tidak segan untuk melontarkan pertanyaan ketika merasa kurang paham. sedangkan siswa yang lain pasif. Hal ini disebabkan karena kurang adanya motivasi belajar dari siswa. Selain jumlah siswa yang berkemampuan merata dalam artian disama ratakan skala intelegensinya terkadang siswa merasa jenuh dan bosan. C. Faktor Fisik Kelas Penataan ruang kelas di sini juga sangat diperlukan agar tercipta suasana belajar yang kondusif sekaligus mengasyikkan. Perlengkapan pembelajaran juga harus tersedia dan harus disesuaikan dengan materi pelajaran dan tempatnya, jika diperlukan dapat juga dengan memformat

tempat duduk supaya siswa tidak merasa jenuh dan bosan dengan duduk di bangku yang sama (Quantum Teaching). Keadaan ruang belajar siswa sangat memadai. Keadaan kelas bersih, cukup variatif dengan hiasan dinding dan poster-poster ataupun bahkan ungkapan motivasi. Media elektronik sudah tersentuh dan lebih sering menggunakan spidol dan papan tulis di kelas dalam pelaksanaan proses pembelajaran.

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, serta ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas observasi kelas ini, yang kami yakin tidak akan dapat selesai dengan baik tanpa bantuan moral maupun spiritual dari pihak-pihak yang bersangkutan sehingga kami dapat merasakan bahwa belajar dari sebuah pengalaman, baik dari diri sendiri maupun dari orang lain adalah sesuatu hal yang penting yang nantinya akan menjadi tambahan wawasan yang tak ternilai harganya, serta kami dapat memahami dan dapat lebih mempersiapkan sejak dini hal-hal yang berkaitan dengan sistem pembelajaran guna persiapan di masa mendatang. Dari hasil observasi yang di lakukan oleh penulis, bahwa proses belajar mengajar di SMP BAITUSSALAM SURABAYA dalam kategori baik. Tetapi perlu untuk di tingkatkan lagi menjadi lebih baik. Dalam hal pengajaran para guru telah melaksanakan dengan baik. Akan tetapi perlu meningkatkan penggunaan media agar siswa lebih semangat dalam mengikuti proses belajar mengajar. Setelah kami melakukan observasi kepada dua guru di SMP BAITUS SALAM Ketintang Madya Surabaya, dalam kegiatan pembelajaran di kelas, kami baru menyadari bahwa menjadi seorang guru itu tidaklah semudah membalik telapak tangan. Selain harus mempunyai kecakapan dalam

membuka, menjelaskan dan menutup pelajaran, seorang guru juga harus cakap dalam penggunaan metode, media dan variasi dalam pembelajaran. Oleh karena itu semua akan sangat berpengaruh pada keberhasilan seorang guru untuk mencapai proses pembelajaran dengan baik. B. Saran-saran Seorang guru sekaligus pendidik harus mempunyai rasa tanggung jawab untuk mencerdaskan siswa, karena guru adalah sebagai pengganti orang tua di Sekolah. Jadi guru harus bisa membimbing dan mengatarkan anak didiknya untuk mencapai kesuksesan dalam belajar.

INSTRUMENT OBSERVASI KELAS Nama Guru :Wijana Soetandianta, S.Pd Hari/Tgl : Rabu , 20 Juli 2011 Kelas : VII A

Mata Pelajaran : Matematika

A. Aktifitas guru NILAI NO OBYEK PENGAMATAN 1 MEMBUKA PELAJARAN Baik, karena 1 Penggunaan bahasa pengantar x mudah dipahami oleh siswa x Sangant Baik, sebagian siswa 2 Menarik perhatian menanggapi guru x 3 Menimbulkan motivasi Baik, sebagian siswa termotivasi 4 Memberi acuan x x Baik Baik, karena dapat 5 Menunjukkan kaitan (hub materi) memberikan kaitan materi sebelum dan 2 3 4 KET

sesudahnya MENJELASKAN x 6 Menanamkan konsep Baik, sebagian siswa dapat memahami 7 Memberi penalaran x x 8 Kejelasan Baik Jelas sekali, di dukung suara yang lantang 9 10 Contoh ilustrasi Pemberian tekanan x x Ada dan variatif Cukup Baik Baik, mayoritas 11 Mendapat balikan dari siswa x siswa aktif BERTANYA Menggunakan pertanyaan jelas & 12 singkat 13 14 15 16 17 18 Memberi acuan Memusatkan perhatian Menyebarkan pertanyaan Memindah giliran Memberi waktu berpikir Memberti tuntunan x x x x Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik X Ya X Ya x Jelas dan singkat

MEMBERI PENGUATAN 19 Penguatan verbal x Baik

Non verbal : x 1. gerak mendekati x 2. mimik x 3. sentuhan x 20 4. hangat & antusias x 5. respon positif x 6. bermakna x 7. segera keseluruhan baik Secara

VARIASI PENGAJARAN X Lantang dan 21 Suara jelas 22 23 Kesenyapan Kontak pandang x 24 Variasi gerakan badan energik 25 26 27 Mengubah posisi Media visual Media audio PENGUASAAN KELAS 28 Pemeliharaan kondisi belajar yang x Ya X Ya x Da X Baik X merata Aktif dan

optimal menunjukkan sikap tanggap membagi perhatian secara visual & verbal memusatkan perhatian kelompok petunjuk yang jelas menegur kesiapan membantu siswa menyebarkan kesempatan berpartisipasi mengendalikan situasi x x x x x x x x Secara keseluruhan baik

Penyimpangan perilaku : 29 modifikasi tingkah laku proses kelompok menemukan & mengatasi tingkah laku yang menimbulkan masalah MENUTUP PELAJARAN 30 31 Meninjau kembali Evaluasi penguasaan Tindak lanjut 32 Tugas GURU TERHINDAR DARI : campur tangan yang berlebihan X Hamper tidak x x x Ya Ya Baik, pemberian x x x Cepat Baik ada

-

kesenyapan kegiatan karena tidak kesiapan guru

X

ada

-

ketidaktepatan memulai & mengakhiri pelajaran

X

-

penyimpangan bertele-tele pengulangan tak perlu

x X X

B. Aktifitas siswa NILAI NO OBYEK PENGAMATAN 1 1 Keterlibatan siswa 2 3 x x Tingkat pemahaman & 2 penguasaan materi materi siswa lebih antusias 3 Antusias siswa x karena jam pelajaran yang sangat banyak 4 Kejenuhan Respon penilaian perkembangan 5 pribadi x Tidak ada Kuang adanya evaluasi pribadi siswa memahami/menguasai 4 Siswa cenderung aktif siswa dapat KET

Keterangan:  Nilai 1  Nilai 2  Nilai 3  Nilai 4 : Kurang : Cukup : Baik : Sangat Baik Surabaya, 13 September 2011 Mengetahui Guru Bidang Studi Matematika Observer

Wijana Soetadianta, S. Pd

Masluhah Firdah

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->