Testimoni mantan kader PKS (Arbania Fitriani): Perlunya warga Nahldiyin Tahu sejatinya PKS

Testimoni ini ditulis oleh seorang mantan kader PKS dari UI bernama Arbania Fitriani sebagai “note” pribadi di facebook. Testimoni ini, diposting di berbagai situs internet, di dalam face book Ulil. Kami tidak setuju dengan Islam liberal, tetapi narasi ini penting dan tidak harus menutupi kebenaran. Majlis para masyayikh merasa penting untuk menampilkan testimoni ini, terlepas benar atau tidak. Tetapi paling tidak, dapat menjadi bahan pertimbangan lain agar orang-orang NU bisa membuka mata lebar-lebar tentang PKS, sebagaimana dituturkan oleh mantan orang dalamnya. *** Pertama-tama, saya menuliskan pengalaman saya ini tidak untuk menjatuhkan atau menjelek-jelekkan salah satu partai besar di Indonesia. Saya hanya ingin berbagi pengalaman untuk menjadi bahan renungan para pembaca agar dapat lebih mengenal PKS dari dalam. Tulisan ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengenal PKS secara objektif, agar rakyat Indonesia mengetahui apakah PKS benar-benar mengusung kepentingan rakyat Indonesia atau justru sedang mengkhianati masyarakat dan para kadernya sendiri dengan sentimen keagamaan serta jargon sebagai partai bersih. Sayangnya, banyak masyarakat dan orang-orang di dalam tubuh PKS ini pun tidak menyadarinya.

Mulai dari saya masih sembunyi-sembunyi dalam berdakwah. yakni lingkaran inti yang disebut majelis syuro’ah (MS). Dari sanalah basis PKS dalam melakukan pergerakan-pergerak an politik dalam negeri atas nama mahasiswa baik itu yang berwujud demonstrasi ataupun pergerakan lainnya. BPM (MPM). Universitas biasanya akan berhubungan dengan PKS terkait perkembangan politik kampus maupun perkembangan politik nasional. dan lingkaran tiga yang menjadi corong dakwah seperti senat (BEM). sampai ke fase dakwah secara terang-terangan. dan sekarang saya ingin berbagi dulu kepada para pembaca mengenai sistem pengkaderan PKS yang sangat canggih dan sistematis sehingga dalam waktu singkat membuatnya menjadi partai besar. lingkaran ke dua yakni majelis besar (MB). sampai ke universitas. sejak PKS masih bernama PK sampai kemudian menjadi PKS. maka di sana pun pasti ada struktur seperti yang telah saya terangkan. Sistem pergerakan.Bagian tersebut akan saya jelaskan secara singkat di akhir cerita saya. ada beberapa lingkaran. Dalam struktur pengkaderan PKS di kampus. Saya waktu mahasiswa adalah kader PKS mulai dari ‘am sirriyah sampai ke ‘am jahriyah. Jika di universitas tersebut terdapat asrama dan punya kegiatan kemahasiswaan. pengkaderan. . dan struktur lingkaran yang terjadi di dunia kampus sama persis dengan yang terjadi di tingkat nasional. fakultas. Jenjangnya adalah mulai dari lembaga dakwah tingkat jurusan. dan lembaga kerohanian islam.

MS ini adalah tink-tank dari seluruh kegiatan yang terjadi di kampus. Kebanyakan yang menjadi anggota MS adalah mahasiswa yang memang sudah di kader sejak SMU. orangorang yang duduk di MS jumlahnya biasanya tidak banyak dan orang-orangnya adalah orang-orang yang terpilih. Dari sini juga saya akhirnya banyak tahu sistem dalam PKS meskipun saya pada tingkat fakultas hanya masuk sampai tingkat MB.Kembali ke dalam struktur lingkaran PKS di kampus. Saya termasuk orang yang masuk ke dalam lingkaran MS yang baru di kader pada saat kuliah dan menduduki posisi sebagai mas’ulah di asrama UI sehingga saya punya akses langsung untuk berdiskusi dengan mas’ulah tingkat universitas. Apabila kader PKS duduk sebagai ketua BEM/Senat atau MPM/BPM. dll). materi liqoat. Dalam MS dan MB memiliki mas’ul (pemimpin untuk anggota ikhwan) dan mas’ulah (pemimpin untuk anggota akhwat). dan sayap sosial & politik (mengurusi dakwah dalam bidang lembaga formal kampus yakni BEM dan MPM). anggotanya adalah ikhwah yang sudah di kader juga dan tinggal menerima keputusan dari MS untuk dilaksanakan. Tapi tidak banyak juga yang berhasil masuk ke dalam MS dari orangorang yang telah dikader pada saat kuliah. Di lingkaran ke dua adalah majelis besar. maka semua kegiatannya harus mendapat ijin dari MS dan memang biasanya . sayap syiar (mengurusi syiar islam khususnya dalam lembaga kerohanian formal dan menjaring kader baru). Jadi. Masing-masing mas’ul (ah) ini membawahi MS secara keseluruhan dan ada juga mas’ul(ah) yang membawahi sayap-sayap dakwah yakni sayap tarbiyah (mengurusi pengkaderan khusus untuk ikhwah seperti pemetaan liqoat.

mengikuti demonstrasi. Bagaimana sistem pengkaderan PKS itu sendiri? Bagaimana PKS mengubah seorang menjadi kader yang militant? Jalan pertama adalah menguasai Senat. Agenda utama kami adalah membentuk Manhaj Islamiyah di Indonesia menuju Daulah Islamiyah (mirip dengan sistem Khilafah Islamiyah dari HTI). saya melihat banyak sekali teman-teman saya yang berhenti menjadi Aktivis . Setiap instruksi yang diberikan dari mas’ul(ah) ataupun murabbi(ah) kami akan kami pasti patuhi meskipun kami tidak benar-benar paham tujuannya. Kegiatan ini akan berlanjut rutin selama masa perkuliahan di mana halaqah ini akan berkumpul 1 minggu sekali. bahkan orang yang sebelumnya tidak pakai jilbab dan sangat gaul bisa menjadi seorang akhwat yang sangat pemalu namun juga sangat militan. BEM. Saat orientasi Mahasiswa baru biasanya mereka akan dibentuk kelompok kecil (halaqah) dan ikhwah PKS akan berperan sebagai mentor. BPM. Apabila lembaga formal ini sudah dikuasai maka akan mudah untuk membuat kebijakan terutama pada masa penerimaan mahasiswa baru. dan MPM. Dua doktrin inilah yang membuat kami semua menjadi orang yang sangat loyal dan militan. Selama saya aktif di pergerakan ini. meskipun harus bolos kuliah.berbagai agenda di BEM/Senat dan MPM/BPM ini dibuat oleh MS. Seperti menyumbang. dll. Doktrin utama dalam sistem jamaah PKS yang juga menamakan dirinya sebagai jamaah Ikhwanul Muslimin ini adalah “nahnu du’at qobla kulli sya’I” dan “sami’na wa ata’na”. Dari sinilah biasanya akan terjaring orang-orang yang kemudian akan menjadi ikhwah militan.

Saya mempercayai semuanya sampai akhirnya saya pun merasa tidak cocok lagi untuk berada di sana dan memutuskan untuk keluar dari ADK padahal saya dulu sudah diproyeksikan sebagai ADK abadi (orang yang akan menjadi aktivis dakwah kampus selamanya dengan cara menjadi dosen atau karyawan tetap di kampus). Dulu saya merasa kasihan dengan mereka. mereka adalah orang-orang futur (berbalik ke belakang). Kami para ADK adalah orangorang khos (orang khusus) dan mereka adalah adalah orang ’amah (orang umum). Adanya ekslusivisme antara kami para ADK dengan orang-orang diluar ADK. Orang khos adalah orang yang sudah mengikuti tarbiyah dan mengikuti liqo’at (semacam halaqah tapi lebih khusus lagi) dan orang ’amah adalah orang yang belum mengenal tarbiyah. bahkan bisa membuat kami terlempar dari jalan dakwah. Ada beberapa alasan yang membuat saya mengambil keputusan untuk keluar. Para ikhwah. karena yang saya tahu – diberitahu oleh murabbi kami dan juga seringkali dibahas dalam taujih atau tausiyah (semacam kultum) – bahwa dalam jalan dakwah ini selalu akan ada orang-orang yang terjatuh di jalan dakwah. tidak akan mau menikah dengan ’amah karena mereka dapat membuat orang khos seperti kami menjadi future. antara lain: 1. Orang-orang ini biasanya kami label sebagai anggota “basah” (barisan sakit hati). terutama para ADK. Istilah khos dan a’amah ini membuat saya merasa tidak natural dan tidaknmanusiawi dalam menghadapi teman saya yang ’amah. .Dakwah Kampus (ADK).

Dalam liqo’at ataupun dauroh saya juga ada beberapa hal yang membuat saya tidak sreg. Bahkan saya pernah diberitahu bahwa bila sudah ada panggilan liqo’at.Saya diajarkan bahwa mereka adalah mad’u (objek dakwah) saya. Bahkan buku bacaan pun diatur dimana ada banyak buku yang saya sangat berguna untuk menambah wawasan keislaman saya seperti buku yang mengajarkan tentang hakikat islam namun oleh murabbi saya dilarang. Jika saya bisa menarik mereka ke dalam sistem kami apalagi bisa menjadi ADK. maka kami akan mendapat pahala yang sangat besar. mski orang tua saya sakit dan harus menjaganya. maka saya harus tetap datang liqo (entah mengapa selama beberapa tahun saya bisa menerima konsep yang kurang manusiawi ini). Saya merasa menjadi berdagang dengan teman saya yang dulunya sebelum menjadi ADK adalah sahabat saya. masih banyak sekali kebenaran di luar sana. Saya merasa tidak memanusiakan teman saya dan lebih memandang mereka sebagai objek dakwah. 2. padahal setahu saya bahwa kebenaran itu tidak hanya milik liqo saya. seperti bahwa saya harus lebih mengutamakan liqo’at daripada kepentingan orang tua dan keluarga saya. Hal lain adalah saya tidak boleh mengikuti kajian di luar liqo saya. Untuk hal ini saya membangkang karena seandainya islam itu memang benar rahmatan lil alamin maka ilmunya pun pasti sangat luas dan tidak hanya monopoli orang-orang di PKS semata. Dan hal yang paling mengusik saya adalah selama saya mengaji di liqo ataupun mengikuti taujih dan taushiyah dalam syuro ataupun dauroh-dauroh (training) saya merasa .

dst. JIL yang memusuhi kami. Doa-doa kami pun selalu secara khusus ketika qunut adalah untuk mujahid-mujahid di Palestina dan Afganistan (kadang saya berpikir kapan kita berdoa untuk pahlawan perjuangan di Indonesia yang telah menghadiahkan kemerdekaan terhadap kita). juga dari petinggi PKS sendiri. saya dan teman-teman menganggap yang sedang kami makan dan telan itu adalah orang-orang yahudi dan nashoro. Sampai-sampai.lebih banyak diajarkan tentang kebencian terhadap agama atau aliran lain seperti bagaimana kejamnya kaum nashoro (nasrani) yang membantai saudara kami di Poso. yahudi yang membantai saudara kami di Palestina. Semua ganjalan-ganjalan yang saya rasakan akhirnya meledak ketika saya kemudian tahu dari sumber yang terpercaya dalam pemerintahan. ketika saya mengikuti tarbiyah universitas dan sedang makan siang. tentang agenda yang tidak pernah saya ketahui . yang artinya cinta Allah SWT seharusnya dapat menghapus kemarahanNya terhadap umat manusia. Sejujurnya saya lebih tersentuh dan bisa menangis tersedu-sedu ketika dibacakan ayat-ayat seperti dalam surat Ar-Rahman yang menceritakan Cinta-Ilahi ketimbang surah seperti AlQiyamah yang menceritakan azabNya. Kebencian sangat bertentangan dengan hati nurani saya karena saya sangat percaya dengan ayat yang mengatakan bahwa rahmat Allah SWT lebih cepat dari murkaNya. akibat begitu terinternalisasinya hal tersebut. 3. Inilah sebabnya mengapa di sini hati saya merasa sangat kering saat mengikuti tausiyah dan taujih yang senantiasa bercerita tentang peperangan dan kebencian. teman-teman Salafi yang mengganggu kami. NII yang sesat.

Hingga berbagai upaya kami agar bisa memboikot mata kuliah ilmu budaya dasar (IBD). Banyak sekali indikasi yang saya rasakan langsung pada saat menjadi ADK seperti upaya kami untuk menghalang-halangi acara seni. Agenda utama PKS adalah menghancurkan budaya Indonesia melalui invasi budaya Arab Saudi. Kembali kepada agenda PKS ini sebagai perpanjangan tangan dari Kerajaan Saudi tujuan utamanya adalah agar kekuasaan Arab bisa mencapai indonesia mengingat satusatunya sumber devisa Arab adalah minyak yang diperkirakan akan habis pada tahun 2050 dan melalui jamaah haji. agar dapat bertahan secara ekonomi. Bahkan jika seluruh umat muslim di timur tengah disatukan. . budaya. karena saya begitu termakan doktrin bahwa mata kuliah IBD tidak berguna dan bisa melemahkan iman saya seringkali membolos kalau ada latihan menari sampai saya sempat dibenci teman-teman saya. Saya ingat dulu. sehingga budaya Arab akan dianggap Islam oleh masyarakat Indonesia yang relatif masih kurang terdidik dan secara emosional masih sangat fanatik terhadap agama. Untuk itu. umat muslim Indonesia masih jauh lebih banyak.sebelumnya dan pastinya juga tidak diketahui oleh orangorang se-level saya atau bahkan pun pengurus inti PKS. dll. musik. Islam dibuat menjadi satu dengan kebudayaan Arab. maka Arab Saudi harus bisa merebut Indonesia dan cara yang paling jitu adalah melalui invasi kebudayaan. Indonesia adalah negara yang sangat kaya sumber daya alam dan merupakan umat muslim terbesar di dunia.

akan dikuasai oleh Cina. Lalu. Lalu. maka saat itulah NKRI akan bubar. maka orang-orang akan menjadi begitu fanatik buta bahkan fundamentalis dan tidak bisa lagi mengapresiasi agama lain dan budaya lokal. Sehingga berbagai produk kebijakan seperti Perda Syariat. pencegahan bencana alam. bila kebudayaan Nusantara sudah sampai dianggap musyrik atau bid’ah. trafficking. Animisme. yang rata-rata hanya sekedar mengurus masalah cara berpakaian semata akan dengan bangganya diterima oleh masyarakat muslim yang naif sebagai keberhasilan Islam. Peta rencanaya adalah bagian pulau di Indonesia yang mayoritas Islam akan dikuasai oleh Arab. hanya segelintir saja yang memahaminya. tayangan TV yang semakin memperbodoh masyarakat. pendidikan. dan . Masyarakat kita lupa bahwa sampai saat ini PKS belum menghasilkan produk yang dapat memajukan ekonomi. daerah-daerha yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Orangorang yang pulaunya dihuni oleh mayoritas non muslim atau yang masih memegang budaya lokal di indonesia akan meminta merdeka. Sentimen keagamaan terus dipakai untuk meraih simpati masyarakat. Tidak banyak orang PKS yang tahu soal ini.. UU APP. Pulau-pulau di Indonesia akan terpecah belah dan pada saat itulah orang-orang ini akan bagi-bagi “kue”. korupsi. Mereka menduduki posisi-posisi strategis dalam pemerintahan agar dapat lebih memudahkan agendanya. Buddha. dll.Ketika kebudayaan lokal sudah bisa dihilangkan dan kebudayaan Arab yang disamarkan sebagai Islam dapat berkuasa. dll. menyelesaikan permasalahan kesehatan. Sedangkan daerah yang penduduknya mayoritas kristen akan dikuasai oleh Amerika.

Renungkan dengan hati nurani yang dalam. Rasa cinta saya bagi negeri yang sudah memberi saya kehidupan ini menutupi rasa takut saya. karena tahu kebenaran. murabbi saya.*** (Arbania Fitriani) . Tidak ada kepentingan saya selain hanya menyampaikan kebenaran. Saya tahu resiko apa yang ada di hadapan saya dan siapa yang saya hadapi. namun tidak bersuara. Buat rekan saya. Jangan terburu-buru apriori dan menganggap tulisan mengenai pengalaman saya ini adalah black campaign. kita menjadi saudara karena kita menghirup udara yang sama. anak cucu Adam. tapi karena kita satu umat manusia. Tapi saya lebih takut menjadi bagian dari orang yang zalim. makmur dan sentosa. makanya kita disebut “sa-udara”. yang memiliki jati diri dan menghargai kebudayaan nusantara.permasalahan lain yang lebih riil dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita ketimbang sekedar mengatur cara orang dewasa berpakaian dan berperilaku. Saya berharap. sahabat-sahabat saya dulu sesama ikhwah. persaudaraan kita tetap terjalin karena bukanlah partai atau agama yang mempersaudarakan kita.Semoga pengalaman saya ini dapat menjadi bahan renungan para jamaah “fesbukiyah” dalam menentukan pilihan pemimpin yang akan membawa kapal Indonesia menuju masyarakat yang bahagia. Saya yakin siapa yang berjalan dalam kebenaran maka kebenaran akan melindunginya. saya mencintai kalian semua dan akan terus mencintai kalian. Wallahu A’lam BisShawab Wallahul Musta’an. Kalau bahasa teman saya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful