P. 1
KETAHANAN NASIONAL

KETAHANAN NASIONAL

|Views: 174|Likes:
Published by Calisto Santos Coli

More info:

Published by: Calisto Santos Coli on Mar 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2015

pdf

text

original

KETAHANAN NASIONAL BAB-I PENDAHULUAN

1. Umum

a. Tingkat kemajuan suatu bangsa dalam mewujudkan cita-citanya, pada hakekatnya merupakan produk perjuangan generasi sebelumnya yang dicapainya secara bertahap, berlanjut dan berkesinambungan dengan pola yang sesuai situasi dan kondisi pada zamannya.

b. Proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 telah mengantar bangsa Indonesia kealam kemerdekaan dengan membentuk negara kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undangundang Dasar 1945. Cita-cita yang dicetuskan dalam rangka pembentukan negara kesatuan Republik Indonesia itu dirumuskan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial berdasarkan Pancasila.

c. Bangsa Indonesia dalam penyelenggaraan kehidupan negara yang dijiwai oleh cita-cita nasional telah terjadi interaksi yang dinamis tentang diri dan lingkungannya, memiliki cara pandang, wawasan nasional atau pandangan hidup yang disebutnya Wawasan Nusantara. Wawasan Nusantara adalah pandangan hidup bangsa Indonesia dalam memanfaatkan konstelasi geografi Indonesia, sejarah dan kondisi sosial

budaya untuk mengejawantahkan segala dorongan dan rangsangan didalam usaha pencapaian aspirasi bangsa dan kepentingan serta tujuan-tujuan nasional.

d. Dalam usaha mencapai kepentingan, tujuan dan cita-cita nasional, bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang harus ditanggulangi. Oleh karena itu untuk menghadapi hal tersebut bangsa Indonesia harus mempunyai kekuatan, kemampuan, daya tahan dan keuletan yang handal yang berpedoman pada Wawasan Nusantara. Adapun kekuatan, kemampuan,keuletan dan daya tahan tersebut dinamakan Ketahanan Nasional.

2. Maksud dan Tujuan

1. Maksud. Sebagai bahan ajaran bagi para Perwira Siswa Pendidikan

Reguler Seskoad dalam mengikuti pendidikan.

2. Tujuan. Agar para Perwira Siswa memahami faktor-faktor statis dan

dinamis dalam Tahnas serta mampu menganalisis dan menerapkan dalam pelaksanaan tugas.

3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. Pembahasan pelajaran ini meliputi uraian tentang konsepsi dasar Tahnas,delapan gatra, hubungan antar gatra dan kaitannya dengan pembangunan nasional, yang disusun dengan tata urut sebagai berikut:

a. Pendahuluan. b. Konsepsi Dasar Tannas Indonesia. c. Konsepsi Gatra demi Gatra.

d. Konsepsi hubungan antar Gatra. e. Pola Umum Operasional Tannas Indonesia. f. Ketahanan Nasional dan Pembangunan Nasional. g. Evaluasi. h. Penutup.

BAB-II

KONSEP DASAR KETAHANAN NASIONAL INDONESIA

4. Pengertian. Ketahanan Nasional Indonesia merupakan kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan baik yang datang dari luar mapun dari dalam, yang langsung mapun tidak langsung membahayakan integritas, indentitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45 serta perjuangan mengejar tujuan perjuangan nasional Indonesia. Dalam pengertian tersebut, ketahanan nasional adalah kondisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan. Suatu kondisi kehidupan yang dibina secara dini terus menerus dan sinergik, mulai dari pribadi, keluarga, lingkungan, daerah dan nasional, bermodalkan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. Proses berkelanjutan untuk mewujudkan kondisi tersebut dilakukan berdasarkan pemikiran geostrategi berupa suatu konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan

. serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila. demi sebesarbesar kemakmuran yang adil dan merata. Hakekat konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang. dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. konsepsi Tahnas Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metoda) keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. Konsepsi Tahnas. b. Hakekat Tahnas dan Konsepsi Tahnas Indonesia. Konsepsi Tahnas Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang. untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya. serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan nasional. 6.memperhatikan kondisi bangsa dan konstelasi geografi Indonesia. a. 5. Konsepsi tersebut dinamakan konsepsi ketahanan nasional Indonesia. Dengan kata lain. rohaniah dan jasmaniah. Hakekat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. Sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.

7. berbangsa dan bernegara. Sebaliknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan. Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar serta esensial. Asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila. Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan menitikberatkan pada kesejahteraan. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam system kehidupan nasional. b. tetapi tidak berarti mengabaikan keamanan. Dalam kehidupan nasional tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang dicapai merupakan tolok ukur ketahanan nasional. Asas Komprehensif Integral atau menyeluruh Terpadu. berdampingan pada kondisi apapun. Dengan demikian ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh. baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat. Asas Kesejahteraan dan Keamanan. Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang. sehingga dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan nilai intrinsik yang ada pada sistem kehidupan nasional itu sendiri. serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. Asas-asas Ketahanan Nasional Indonesia. . UUD 1945 dan Wawasan Nusantara yang terdiri dari : a. menyeluruh dan terpadu (komprehensif integral). Tanpa kesejahteraan dan keamanan sistem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung. berbangsa dan bernegara. Baik kesejahteraan maupun keamanan harus selalu ada.

tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Sifat. memberikan dampak keluar yang memiliki unsur daya saing. Asas kekeluargaan mengandung keadilan. serta dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan. yaitu Ketahanan Nasional terutama diarahkan kepada diri bangsa dan negara itu sendiri.c. dalam memelihara hubungan internasional. Manunggal. kesetaraan. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan dan perbedaan tersebut harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan. serasi dan selaras seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. . yaitu memilki sifat integratif yang diartikan terwujud kesatuan dan perpaduan yang seimbang. sebagai hasil pandangan yang bersifat manunggal tersebut mewujudkan kewibawaan nasional yang akan diperhitungkan oleh pihak lain sehingga merupakan daya tangkal (deterrent). Ketahanan Nasional (Tahnas) Indonesia sebagai Kondisi Dinamik Bangsa Indonesia memiliki sifat-sifat : a. Hal ini tidak berarti bahwa ketahanan nasional menganut isolasi atau nasionalisme sempit. karena Ketahanan Nasional bertujuan mewujudkan hakekat dan sifat nasionalnya sendiri dengan kemandirian. Asas Kekeluargaan. berbangsa dan bernegara. 8. gotong royong. c. yaitu Ketahanan Nasional. Mawas Kedalam. kearifan. Kewibawaan. Makin tinggi tingkat kewibawaan makin besar daya tangkal tersebut. kebersamaan. Sikap mawas kedalam. b.

d. Konsepsi adu kekuasaan dan adu kekuatan bertumpu pada kekuatan fisik. seperti kekuatan moral yang ada pada suatu bangsa. Pengaturan dan penyelenggaraan aspek-aspek kehidupan nasional menggunakan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Pada dasarnya Konsepsi Tahnas (Indonesia) memberikan umpan balik pada Pola Operatif pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan didalam kehidupan nasional. c. d. Ini sesuai dengan pengertian bahwa segala sesuatu didunia ini senantiasa berubah dan bahwa perubahan itu sendiri berubah. e. yaitu : a. Dinamis. Menitik Beratkan Konsultasi dan Saling Menghargai Ketahanan Nasional tidak mendahulukan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan. b. Kebijaksanaan Umum. Setiap aspek kehidupan nasional (Gatra) harus dilihat sebagai sumber kekuatan nasional. yaitu tingkatan Ketahanan Nasional suatu negara tidak tetap melainkan dapat meningkat dan menurun tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara itu sendiri. 9. serta berorientasi pada tujuan nasional. diperlukan apresiasi yang tepat. Pengaturan dan penyelenggaraan aspek-aspek kehidupan nasional (Gatra) dilaksanakan secara utuh menyeluruh (komprehensif-integral). sedangkan Ketahanan Nasional tidak mengutamakan kekuatan fisik tetapi memanfaatkan daya dan kekuatan lain. Karena itu. hakekat tantangan dan ancaman. Pengaturan dan penyelenggaraan aspek-aspek kehidupan dilaksanakan berdasarkan kondisi riil. Konsepsi Tahnas Indonesia yang berpedoman pada Wawasan Nusantara pada hakekatnya merupakan .

bangsa dan negara Indonesia. Evaluasi. Jelaskan apa yang dimaksud tentang sifat menitik beratkan konsultansi dan saling menghargai ? e. Jelaskan bagaimana pola operatif pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan didalam kehidupan nasional kita ? . Apa yang saudara ketahui tentang konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia ? b. 1.konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan didalam kehidupan nasional. Sedang pengaturan dan penyelenggaraan keamanan yang mewujudkan Tannas Indonesia dapat digambarkan sebagai kemampuan untuk melindungi nilai-nilai itu terhadap ancaman dari dalam maupun dari luar. 10. Pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan yang hendak dicapai untuk mewujudkan Tahnas Indonesia dapat digambarkan sebagai kemampuan Bangsa dan Negara Indonesia untuk menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 45. Apa yang dimaksud dari asas kesejahteraan dan keamanan ? c. Apa yang saudara ketahui tentang sifat mawas kedalam dari Tannas Indonesia sebagai kondisi dinamik bangsa ? 4.

Gatra Geografi. terdiri dari + 17. Indonesia terletak diantara 95 o dan 141o Bujur Timur serta antara 6 o Lintang Utara dan 11 o Lintang Selatan : Indonesia berada di daerah tropik. Negara Republik Indonesia merupakan Negara Kesatuan yang berbentuk kepulauan. berdasar TAP MPR No. . Negara Indonesia sebagai wadah bangsa Indonesia dengan batas-batas nasionalnya. IV Tahun 1973 ialah + 7. memberikan ciri bagi bangsa Indonesia.4 juta km2.BAB III KONSEPSI GATRA DEMI GATRA 11.534 buah pulau.3 Juta km2 Wilayah daratan Republik Indonesia sekarang adalah 1. Luas wilayah perairan meliputi + 5. wujud dan tata susunan dan bentuk keluar dapat diketahui situasi dan kondisi lingkungan serta hubungan timbal balik antara negara dan lingkungannya. 2) Posisi Astronomis.919. Perbandingan luas wilayah daratan dan wilayah lautan ialah 1 : 3. Luas seluruh wilayah Republik Indonesia. a. Bentuk kedalam menampakkan corak. Geografi sebagai Faktor Statis 1) Topografi. Dari data tentang letak geografi Indonesia dapat memberikan gambaran tentang bentuk kedalam dan bentuk keluar.170 km2 .

maka iklim Indonesia panas dan lembab. Malaysia. Indonesia menempati dan memiliki posisi silang bukannya dalam arti geografi. sosial. ideologi dan politik. 5. bauksit. tetapi juga dalam arti transportasi. demografi dan militer. politik. Singapura. Namun posisi yang semacam ini memiliki kerawanannya. budaya dan juga terhadap pertahanan dan keamanan. . Iklim. Australia dan Timor Leste sedangkan disebelah utara berbatasan dengan wilayah India (Nikobar). 6) Sumber-sumber Kekayaan Alam. karena “terbuka” kesegala pejuru dan dapat di “dekati” dari segenap penjuru pulau. lalulintas.3) Posisi Perbatasan. Bangsa Indonesia merupakan hasil daripada perpaduan budaya antara penduduk asli dengan bangsa-bangsa pendatang dari Asia dan Eropa melalui proses sejarah yang berabad-abad lamanya. Iklim tersebut berpengaruh terhadap perikehidupan ekonomi. 4) Posisi Silang. komunikasi. timah. Tumbuh-tumbuhan dan hutan–hutan hidup subur. Karena letaknya didaerah tropis. Geografi sebagai Faktor Dinamis 1) Etnologi. karet dan lain-lain. Disebelah Timur Wilayah Indonesia berbatasan dengan wilayah Papua Nugini. Posisi yang demikian ini memberikan kepada Indonesia kedudukan dan peranan yang penting sekali dalam persoalan-persoalan dalam negeri maupun luar negeri. Philipina dan Vietnam. b. Indonesia mempunyai potensi sumber-sumber alam yang kaya terutama bahan-bahan vital dan strategis seperti minyak bumi. sosial dan ekonomi.

budaya namun sifat persatuan dan kesatuan seperti dalam motto “Bhineka Tunggal Ika” tetap tercermin. 4) Mental Psikologi. Unsur-unsur diatas membentuk sifat. tujuan hidup dan cara hidup Bangsa Indonesia. Pancasila tetap dapat memancarkan hikmah dan keramatnya. Ia tidak apriori menolak barang baru. . Sejarah bangsa Indonesia sejak abad ke 16 merupakan rangkaian perjuangan melawan penjajahan dan penindasan. Di Indonesia unsur-unsur agama dan budaya (HinduBudha-Islam-Khatolik-Protestan dan aliran kepercayaan lainnya) dapat hidup rukun berdampingan secara harmonis. Sejak dijadikan dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945 hingga sekarang. kepercayaan dan pengetahuan. toleran dan mempunyai rasa kekeluargaan dan persaudaraan. 3) Sejarah. Pancasila merupakan dasar falsafah Negara dan bangsa Indonesia dan sekaligus merupakan alat pemersatu.2) Sosial Budaya. watak dan perangai bangsa Indonesia yang reseptif terhadap macam-macam faham. pegangan hidup. Tata hidup sosial budaya Bangsa Indonesia berlandaskan kepribadian nasional yang melalui proses seleksi menerima unsur-unsur sosial budaya dari luar. aliran. Inggris dan penjajahan seluruh wilayah Indonesia oleh bangsa Belanda dan Jepang. Ia menjiwai setiap bentuk tata laku dan perilaku bangsa Indonesia. bahasa. telah membuktikan betapa besar semangat perjuangan bangsa Indonesia terhadap setiap dominasi asing. pandangan hidup. yang menjadi satu keselarasan baru yang serasi tanpa menghilangkan ciri-ciri aslinya. 5) Ideologi. Betapapun perbedaan adat istiadat. Perlawanan yang terus menerus terhadap penjajahan lokal oleh bangsa Portugis.

Gatra Kekayaan Alam. Indonesia menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif. Sumber-sumber alam seperti minyak bumi. bauksit. Perhubungan darat. udara dan daratan dari hambatan. Kekayaan alam Indonesia adalah segala sumber dan potensi alam diatas permukaan serta didalam bumi dan laut yang berada diwilayah kekuasaan/juridiksi Negara Republik Indonesia. timah. ancaman. yang berdasar pada: . nikel. gangguan dan tantangan dari luar dan dalam lalu-lintas internasional melintasi laut dan udara. 8) Komunikasi. 7) Ekonomi. anti kolonialisme dan anti imperialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya dari manapun datangnya. Diperlukan sarana yang kuat untuk melindungi lalu lintas laut. 9) Demografi. batubara. tembaga dan lain-lainnya merupakan sumber kekayaan bangsa Indonesia. Samudera Indonesia. UUD 1945 untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. 12. perak. Pemindahan penduduk dalam rangka transmigrasi maupun pemindahan pasukan beserta logistiknya sangat memerlukan sarana tersebut. Penyebaran penduduk yang tidak merata dan pertumbuhan penduduk Indonesia cukup tinggi merupakan suatu kerawanan. laut maupun jaring-jaring telekomunikasi radio dan sarana perhubungan dalam dan luar negeri menyangkut kepentingan strategi dan taktik. biji besi. Namun demikian bila dapat dikelola dengan baik merupakan suatu potensi bagi bangsa Indonesia. Hal ini memberi kemungkinan kepada Indonesia untuk memainkan peranan sebagai pengawas dan pengatur lalu-lintas tersebut sesuai dengan kepentingan nasionalnya. Politik dalam negeri dan politik luar negeri Indonesia berlandaskan falsafah Pancasila. emas.6) Politik.

Zone Ekonomi Ekslusif Indonesia 200 mil laut diukur dari garis-garis pangkal laut. Konsep penguasaan oleh negara tersebut tidak berarti. IV Tahun 1973. Batas-batas landas kontinen Indonesia yang telah disetujui antara negara tetangga. bahwa warga negara Republik Indonesia tidak boleh mengusahakan serta memanfaatkan kekayaan alam yang ada. TAP MPR NO. . b. bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Hal ini sesuai dengan “Charter of Economic Rights and Duties Of States” PBB. meliputi hak memiliki. yaitu jalur diluar laut wilayah Indonesia sebagaimana ditetapkan berdasarkan UU No 4 Prp. Tujuan pengelolaan kekayaan alam adalah untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari segenap potensi sumber alam yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan Bangsa dan Rakyat Indonesia berlandaskan Wawasan Nusantara. Tahun 1960 tentang perairan Indonesia. yang menyatakan bahwa setiap negara memiliki dan berhak menjalankan kedaulatan secara penuh. menggunakan dan mengusahakan atas seluruh kekayaan alamnya.a. sehingga pemanfaatannya memerlukan berbagai pertimbangan. Sumbersumber kekayaan alam sebagai karunia Tuhan adalah untuk memberi kehidupan kepada mahluknya dan kekayaan wilayah Nusantara baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa untuk memenuhui keperluan hidup sehari-hari bangsa Indonesia. Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1) Lokasi sumber kekayaan alam tidak merata diseluruh Nusantara dan tidak ada kaitannya dengan distribusi penduduk Indonesia. Pasal 33 ayat (3) UUD-45 beserta penjelasannya menetapkan. a. c.

seperti batu bara. 3) Pengembangan kekayaan alam sebagai sumber energi harus menghemat pemakaian sumber minyak dan gas bumi. dan menggantikannya dengan sumber-sumber non minyak. dengan syarat yang paling menguntungkan bagi kepentingan nasional. b. ekonomi. sosial dan lingkungan. pengetahuan dan teknologi serta tenaga yang terampil. biomas. sehingga pemanfaatannya memerlukan pertimbangan secara teknis. Kebijaksanaan dan Strategi 1. tenaga nuklir serta energi non konvensional seperti biogas. 2) Dalam hubungan pemanfaatan kekayaan alam sebagai komoditi ekspor harus didasarkan pada prinsip peningkatan kesempatan kerja dengan mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi dan barang jadi. dilakukan dengan cara-cara yang tidak merusak tata lingkungan hidup manusia dengan memperhitungkan kebutuhan generasi yang akan datang. serta mendapatkan harga yang sebaik mungkin. 3) Untuk dapat memanfaatkan kekayaan alam secara optimal diperlukan modal. Dalam keadaan kemampuan nasional masih terbatas maka dapat dilakukan kerjasama dengan perusahaan asing.2) Sifat kekayaan alam saling bergantung dan mempengaruhi. tenaga angin dan tenaga surya. tenaga air. tenaga panas bumi. Pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan Indonesia pada dasarnya adalah oleh dan untuk Bangsa Indonesia. .

ilmu pengetahuan serta teknologi yang tepat guna. terarah dan bijaksana serta memetingkan manfaat untuk rakyat banyak daripada segolongan kecil masyarakat atau pribadi. tenaga kerja terlatih. maka perlu : a) Melakukan inventarisasi tentang jumlah. kesejahteraan dan keamanan. 5) Untuk dapat mengolah serta memanfaatkan sumber kekayaan alam berdasar asas maksimal. serta aparat negara yang berkesadaran nasional. e) Membina kesadaran nasional untuk pemanfaatan.4) Melindungi serta mengolah sumber kekayaan alam dengan cara tepat. b) Menyusun kebijaksanaan dan peraturan tentang penggunaan yang efisien dan memberikan kemanfaatan. lestari dan daya saing. mutu jenis dan penyebaran kekayaan alam untuk mengetahui potensi riil yang dapat dimanfaatkan. 4. c) Membuat perencanaan jangka panjang dengan cara pendekatan yang komprehensif integral serta dituangkan kedalam bentuk program pelaksanaan yang serasi. . Membangun kemampuan nasional untuk tersedianya : Pembentukan dana yang cukup. kelestarian kekayaan alam dan penggarapan secara tersinkronisasi dan terintegrasi oleh berbagai pihak guna pencapaian hasil yang maksimal.

b) Bila tingkat fertilitas dan mortalitas sama-sama rendah. c) Bila fertilitas tinggi sedangkan mortalitas menurun dengan cepat dan atau rendah. Analisa kependudukan berkaitan dengan masalah sosial. Pengaruh fertilitas dan mortalitas terdapat perubahan jumlah dan komposisi penduduk dapat bersifat sebagai berikut : a) Tingkat fertilitas dan mortalitas sama-sama tinggi. maka jumlah dan komposisi penduduk akan sangat lamban perubahannya. dan migrasi.13. “Penduduk” diartikan sebagai : manusia ( orang seorang maupun kelompok) yang mendiami atau bertempat tinggal disuatu tempat wilayah. a. Gatra Penduduk. maka jumlah dan komposisi penduduk juga tidak banyak mengalami perubahan. mortalitas. Faktor-faktor yang mempengaruhi 1) Jumlah dan komposisi penduduk setiap saat dapat berubah disebabkan karena fertilitas. maupun keamanan dan ketahanan nasional sebagai akibat dari perubahan jumlah. karakteristik dan komposisi serta faktor penyebab perubahannya. komposisi. maka jumlah dan komposisi penduduk akan mengalami perubahan yang pesat. ekonomi. politik. perimbangan dan persebaran. . Penduduk dari suatu daerah propinsi atau negara Indonesia dapat dilihat dari struktur.

3) Masalah Kependudukan di Indonesia dewasa ini pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua hal. maka jumlah dan komposisi penduduk juga akan mengalami perubahan besar (namun hal ini jarang terjadi). Tiap variable juga dipengaruh oleh faktorfaktor lain. politik dan keamanan. yaitu : a) Laju pertambahan penduduk Indonesia yang pesat terjadi sejak awal abad ke 20 yang lalu. maka tiap tahun peduduk yang termasuk golongan umur sekolah dan golongan pencari kerja juga terus meningkat. . politik dan keamanan tidak segera diratakan keseluruh pelosok Nusantara niscaya sebagian besar arus migrasi akan tetap menuju ke Jawa. Bilamana tingkat kemajuan sosial. Pembalikan arus migrasi ke luar Jawa hanya terjadi bilamana pemerataan hasil pembangunan keseluruh pelosok Nusantara dapat terlaksana. ekonomi. b) Persebaran penduduk di Indonesia yang sudah sejak dahulu kala memang tidak berimbang. Laju pertambahan penduduk yang lebih pesat dari pertumbuhan ekonomi akan membawa konsekwensi sosial ekonomis. 2) Jumlah dan komposisi penduduk dipengaruhui oleh bekerjanya variable demografis. Variable fertilitas dan mortalitas sangat dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan yang telah berhasil menemukan berbagai obat untuk pemberantasan penyakit telah menyebabkan turunnya tingkat mortalitas.d) Bila fertilitas rendah sedangkan mortalitas tinggi. Hal ini disebabkan menurunnya tingkat fertilitas.

Masalah Kependudukan yang dihadapi Indonesia sejak awal abad ke 20 yang lalu bila dihubungkan dengan aspek Ketahanan Nasional dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Laju pertambahan penduduk dapat mempunyai arti positif bila dikaitkan dengan tersedianya tenaga kerja dan juga tersedianya angkatan kerja dan hal ini berarti memperkuat Ketahanan Nasional.

b. Kebijaksanaan dan Strategi.

1. Kebijaksanaan. Peningkatan pelayanan kesehatan dan perbaikan gizi

bagi seluruh penduduk serta program Keluaraga Berencana merupakan suatu bentuk pelaksanaan kebijaksanaan pemerintah dibidang kesehatan. Peningkatan usaha transmigrasi yang terpadu dengan usaha pengembangan pusat pertumbuhan, pusat pelayanan dan pembangunan wilayah secara keseluruhan. Penciptaan dan perluasan lapangan kerja yang dapat memenuhi dan mencukupi kebutuhan hidup para pekerja dan keluarganya.

2) Strategi. Pembangunan kesejahteraan dan keamanan harus diimbangi dengan pengaturan pertumbuhan serta persebaran jumlah penduduk secara serasi. Pengaturan laju pertumbuhan penduduk yang dirumuskan dalam kebijaksanaan kependudukan yang menyeluruh dan terpadu.

14. Gatra Ideologi. Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi. Dalam ideologi juga terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa. Keampuhan suatu ideologi bergantung kepada rangkaian nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia, baik sebagai perseorangan maupun sebagai anggota masyarakat.

a. Ketahanan dibidang Ideologi. Ketahanan Nasional Indonesia dibidang ideologi adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup ideologi bangsa dan negara Republik Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia memiliki 5 (lima) unsur yaitu sila-sila sebagaimana dirumuskan dalam pembukaan Undang-undang dasar 1945, yaitu : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusian yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarat-an/perwakilan, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kelima nilai ini merupakan kesatuan yang bulat dan utuh karena masing-masing nilai tidak dapat dipahami dan diberi arti secara terpisah dari keseluruhan nilai lainnya. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa tidak identik dengan agama tetapi berkaitan dengannya. Nilai Ketuhanan yang maha Esa memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa untuk berkembang dengan subur, rukun dan damai. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental-spiritual didalam Ketahanan Nasional. Dalam nilai Kemanuasiaan yang adil dan beradab tersimpul nilai persamaan derajat, persamaan kewajiban dan hak, cinta-mencintai, hormat-menghormati, keberanian membela kebenaran dan keadilan, toleransi dan nilai gotong royong. Nilai Persatuan Indonesia dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik ini merupakan faktor pengikat yang menjamin persatuan nasional. Nilai ini menempatkan persatuan dan kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi atau

golongan. Persatuan nasional merupakan unsur utama bagi bangsa yang ingin maju. Nilai kerakyatan dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar dimana kedaulatan berada ditangan rakyat (demokrasi).Nilai ini mengutamakan kepentingan negara dan bangsa, musyawarah menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Demokrasi tanpa pimpinan dapat menjelma menjadi anarki dan pimpinan tanpa demokrasi dapat mengarah kediktaktoran dan totalister. Karena itu perlu diciptakan keseimbangan antara kepemimpinan dan kerakyatan. Nilai Keadilan Sosial menjamin kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara menyeluruh dan merata. Dalam nilai ini tersimpul sikap adil, menghormati hak orang lain dan sikap kegotong-royongan. Pancasila tidak hanya merupakan ideologi bangsa dan negara Indonesia, tetapi juga merupakan dasar negara Republik Indonesia yang merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di Indonesia. Sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia, Pancasila dapat mempersatukan masyarakat Indonesia yang majemuk.

Sebagai jiwa dan kepribadian Bangsa Indonesia, Pancasila memberikan corak dan ciri khas kepada Bangsa Indonesia. Memiliki ideologi Pancasila yang sempurna dan cocok belum menjamin Ketahanan Nasional bangsa Indonesia dibidang ideologi. Untuk mencapai Ketahanan Nasional dibidang ini diperlukan penghayatan dan pengamalan Pancasila secara murni dan konsekwen, baik obyektif maupun subyektif. Pelaksanaan obyektif yaitu bagaimana pelaksanaan nilai-nilai dalam ideologi itu dalam Undang-Undang Dasar dan segala peraturan perudang-undangan dibawahnya serta segala kegiatan penyelenggaraan Negara, sedangkan pelaksanaan subyektif adalah bagaimana nilai-nilai tersebut dilaksanakan oleh pribadi masing-masing dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara.

b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi

Khusus yang menyangkut hubungan antar agama dan ideologi. ekonomi. Disamping itu ada juga penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Perkembangan dunia yang sangat cepat dan mendasar dipelbagai bidang dalam mencari tata hubungan baru dilapangan politik. Masing-masing mempunyai fungsi dan wilayah cakupan yang tidak perlu berbenturan. bangsa. 2) Perkembangan Dunia. sedangkan ideologi dalam hal ini Pancasila mengatur sikap dan tingkah laku setiap Warga negara Indonesia dalam hidup bernegara dan bermasyarakat. Secara sosiologi bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dengan adat istiadat. Hindu dan Budha. Konsep Bhineka Tunggal Ika dan Wawasan Nusantara harus terus dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat yang mjemuk ini sebagai upaya untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. sukuisme dan daerahisme dan perpecahan bangsa. maupun pertahanan dan keamanan telah menimbulkan persaingan antara kekuatankekuatan besar dunia dalam berbuat pengaruh. Dari segi agama ada yang menganut agama Islam. Masing-masing mempunyai nilai-nilai yang dijadikan falsafah dan pandangan hidupnya sebagai umat beragama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di samping Pancasila. antara lain . Kristen Protestan. Disamping itu perlu dikembangkan sikap yang wajar dari anggota masyarakat itu sendiri dan pemerintah terhadap ideologi. nilai-nilai yang terkandung didalamnya tidak perlu dipertentangkan karena satu sama lain bisa memperkuat. Tetapi dipihak lain hal ini dapat merupakan titik-titik rawan yang bisa menimbulkan sparatisme. Katolik Roma.1. Perbedaan nilai-nilai ini sudah barang tentu dapat memperkaya dan memperkuat kepribadian dan kebudayaan bangsa. pandangan hidup serta agama dan kepercayaan yang berbeda-beda. Agama mengatur sikap dan tingkah laku umatnya dalam kehidupan dunia dan akhirat. Kemajemukan masyarakat Indonesia.

Peranan kepemimpinan. Penonjolan sikap dan tingkah laku seorang pemimpin dan kerabat keluarganya yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila akan memberi pengaruh yang sangat besar kepada masyarakat lingkungannya.melalui penyusupan ideologi biarpun bangsa-bangsa di dunia makin menyadari. 4) Pembangunan Nasional. bahwa mereka saling membutuhkan dan saling bergantung kepada yang lain. dalam menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila menduduki tempat yang sangat strategis dan menentukan dalam masyarakat Indonesia. Kebijaksanaan dan Strategi. Pembangunan yang berhasil akan memantapkan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara. hal ini sudah barang tentu akan berpengaruh negatif terhadap Ketahanan Nasional Bangsa Indonesia dibidang Ideologi. Kalau tidak. Pengamalan nilai-nilai ini untuk masyarakat Indonesia ditentukan oleh suri tauladan para pemimpin yang menjadi penuntun masyarakat. seperti liberalisme atau komunisme. Kalau tujuan pembangunan nasional tidak tercapai atau tidak berhasil mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual. Moral dan landasan pelaksanaan pembangunan nasional adalah Pancasila. formal maupun informal. Untuk mencapai Ketahanan . Secara formal ketahanan nasional di bidang idiologi bagi bangsa dan negara Indonesia tidak merupakan masalah. Dengan Pancasila gerak dan laju Pembangunan Indonesia harus dapat memberikan kehidupan yang lebih baik seperti yang dicitacitakan bersama. akan terbuka kemungkinan bangsa Indonesia akan berpaling dari Pancasila dan mencoba membangun masa depannya dengan diilhami ideologi lain. 3) Kepemimpinan. bahwa Pancasila sebagai landasan idiil bangsa dan negara Indonesia dan UUD 1945 sebagai landasan struktural bangsa dan negara Indonesia harus dipertahankan dan bahkan dilestarikan. c. Sudah merupakan kesepakatan nasional.

3) Pendidikan untuk memperkuat pancasila. Pembangunan nasional juga harus menunjukkan keseimbangan antara pembangunan materil fisik dengan pembangunan mental spiritual untuk menghindari tumbuhnya materialisme dan sekularisme. Pembangunan yang merata dan seimbang. Kepramukaan. Untuk memperkuat Ketahanan nasional bangsa indsonesia dibidang idiologi perlu ditempuh strategi berikut : 1) Pengembangan Wawasan Nusantara. Disamping melalui pendidikan moral pancasila nilai–nilai pancasila dapat ditanamkan pada diri anak didik dengan cara mengintegrasikannya kedalam mata pelajaran lain seperti sejarah Bangsa Indonesia.Nasional dibidang idiologi secara nyata diperlukan pengahayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila secara murni dan konsekwen. Gatra politik a. 15. sosial budaya dan pertahanan keamanan perlu dikembangkan. Bagi masyarakat Indonesia yang majemuk wawasan yang memandang kepulauan Indonesia sebagai satu kesatuan politik. Kondisi geografi Indonesia mengharuskan dan mewajibkan suatu strategi pembangunan yang merata diseluruh wilayah Indonesia untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan dan untuk menghindarkan rasa keterpencilan yang dapat dengan mudah menumbuhkan keterasingan dan rasa tidak puas yang akan menghidupkan sparatisme. ekonomi. Tannas dibidang politik Indonesia diartikan sebagai kondisi dinamik bangsa Indonesia berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan . 2. pendidikan moral pancasila juga perlu diberikan kepada masyarakat secara non formal dan informal. Ketahanan di bidang politik.

dinamis efektif dan efesien yang dapat memperkuat kehidupan konstitusional. didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. yang disebut Demokrasi Pancasila. Indonesia ialah negara yang berdasarkan atas hukum dan tidak berdasarkan atas kekuasaan belaka. tidak bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas). sedang Presiden menjalankan haluan negara menurut Garis-Garis Besar yang telah ditetapkan. Kondisikondisi serta situasi kehidupan politik dan kenegaraan yang memungkinkan terlaksananya proses pembaharuan kehidupan politik dengan sisitim politik yang benar-benar demokrartis.kekuatan nasional. hambatan serta gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Presiden tunduk dan bertanggung jawab kepada Majelis. 1) Politik dalam negeri. Presiden ialah penyelenggara pemerintahan negara yang tertinggi dibawah Majelis dengan kekuasaan dan tanggung jawab ditangannya. Presiden harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat untuk membentuk Undang-Undang dan . Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. Kedaulatan rakyat dipegang oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Pemerintahan berdasarkan atas sistem konstitusi (Hukum dasar). ancaman. Politik dalam negeri adalah kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Majelis inilah yang memegang kekuasaan negara yang tertinggi. dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. a) Sistem pemerintahan. Majelis ini menetapkan Undang-Undang Dasar dan Garis-Garis Besar Haluan Negara. sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia. Ia adalah “mandataris” dari Majelis.

III/MPR/1978. Pola kehidupan politik. Menteri mengetahui seluk beluk lingkungan pekerjaannya. ia bukan diktator.menetapkan anggaran pendapatan dan belanja negara. Dewan Perwakilan Rakyat dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden dan jika Dewan menganggap bahwa presiden sungguh melanggar haluan negara yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang Dasar atau oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. perlu dipertahankan pola yang dipandang sesuai dengan kehidupan politik Bangsa Indonesia. maka Majelis itu dapat diundang untuk persidangan istimewa agar supaya minta pertanggung jawaban kepada Presiden. Menteri negara tidak bertanggung jawab pada Dewan Perwakilan Rakyat. yakni Pancasila dan UUD-45. Kecuali itu Anggotaanggota Dewan Perwakilan Rakyat semuanya merangkap menjadi anggota Majelis Permusyawaratan rakyat. Menteri negara diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. artinya kekuasaannya tidak terbatas. Kedudukan Dewan Perwakilan rakyat adalah kuat. Meskipun kedudukan Menteri Negara bergantung Presiden. Untuk menetapkan politik pemerintah dan koordinasi dalam pemerintahan negara. Walaupun landasan idiil konstitusionalnya tetap. 2. akan tetapi mereka bukan pegawai tinggi biasa oleh karena itu Menteri-Menterilah yang terutama menjalankan kekuasaan pemerintah dalam praktek. Oleh karena itu. Meskipun Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. penyimpanganpenyimpangan telah terjadi seakan-akan merupakan uji coba (trial and . Sebagai pemimpin Departemen. para Menteri bekerja bersama satu sama lain seerat-eratnya dibawah pimpinan Presiden. pasal 7). Ia harus memperhatikan sunguh-sungguh suara Dewan Perwakilan Rakyat. (Tata cara permintaan pertanggung jawaban ini telah diatur TAP MPR NO. Untuk terwujudnya ketahanan dibidang politik dalam negeri. Dewan ini tidak bisa dibubarkan oleh Presiden.

sehingga segala sesuatu diperlukan adanya alasan obyektif yang dapat dimengerti dan dapat diterima oleh pihak lain. demikian pula dapat dicegah adanya kediktatoran minoritas yang mengandalkan pernyataan tidak menyetujui sesuatu masalah. Meskipun pada saat-saat tertentu masih terdapat sesuatu yang rawan dalam bidang politik dalam negeri RI. tetapi hal itu tidak terletak kepada sistem/pemeritahan negaranya. d) Penyesuaian. Dari pengalaman tersebut maka sistem politik/pemeritahan negara dalam UUD-45 merupakan pola yang perlu dipertahankan. Didalam negara demokrasi. c) Cara pengambilan putusan.error) dari sistem pemerintahan yang disusun menurut kepentingan politik berbagai golongan. untuk tetap terwujudnya ketahanan politik Dalam Negeri. Kemampuan mengadaptasi itu terletak pada seni kepemimpinan dari Kepala Negara dan pembantu- . Didalam masyarakat pada dasarnya perlu dikemukakan adanya alasan mufakat. dapat dilakukan pemungutan suara. Namun demikian. Hanya dalam hal-hal tertentu yang sangat terpaksa dan telah diusahakan dengan segala usaha tidak memperoleh mufakat. melainkan hanya menyangkut sesuatu kebijaksanaan pada sesuatu saat. perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang biasa. melainkan senantiasa berubah dan bergerak serta harus memiliki kemampuan mengadaptasi yang besar. perlu ada pengaturan dan penyelesaian. sehingga perbedaan pendapat itu akan menemukan intisari dari permasalahan dengan sebaik-baiknya. Suatu sistem politik tidak mungkin bersifat statis beku. Dengan demikian dapat dicegah kediktatoran mayoritas yang hanya mengandalkan banyaknya suara.

hambatan. ketegangan. landasan konstitusional UUD-45 dan landasan operasional Garis-garis Besar Haluan Negara. dan tidak hanya didasarkan atas kacamata legalitas belaka. Penyesuaian tersebut harus benar-benar dilakukan atas dasar musyawarah untuk mufakat secara jujur. e) Pencapaian tujuan. . serta dinamika dari Bangsa Indonesia yang diwakili oleh wakil-wakilnya dalam DPR/MPR. f) Integrasi. 2) Politik Luar Negeri. Politik Luar Negeri adalah salah satu sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa. sebagai bagian integral dari kehidupan kenegaraan. perdamaian abadi. Sistem politik merupakan suatu sub sistem dari seluruh sistem sosial dan harus mampu mengintegrasikan sistem sosial itu sendiri. sehingga berkembang tetap pada arahnya. Politik Luar Negeri Indonesia berlandaskan pada Pembukaan UUD-45 yakni melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan. termasuk cara yang ditempuh untuk mencapainya. dan keadilan sosial dan anti penjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. perpecahan. Dalam hal ini maka Pancasila harus berperan politik dalam negeri dapat diukur dengan kemampuan melaksanakan sistem politik serta struktur politik dari UUD-45. Ancaman. keresahan. Pencapaian tujuan tersebut harus dilandasi oleh Pancasila.pembantunya. Didalam menghadapi aspirasi yang hidup didalam masyarakat itu harus tetap dalam ruang lingkup Pancasila dan UUD-45. tantangan dan gangguan terhadap sistem sosial dapat berupa rasa tidak puas. Tujuan Negara RI seperti tertera dalam alinea ke-4 UUD-45 merupakan sesuatu yang ditentukan dan disepakati oleh Bangsa Indonesia. desintegrasi dan sebagainya.

a) Sebagai komponen strategi nasional. Dijiwai oleh falsafah negara Pancasila sebagai tuntutan etika dan moral. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan politik luar negeri Indonesia. peranan Indonesia dalam percaturan Internasional tidak reaktif dan tidak menjadi obyek percaturan Internasional. Aktif : Dalam pengertian tidak pasif. hambatan serta gangguan yang datang dari luar maupun dalam. politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif diabdikan kepada kepentingan nasional terutama untuk pembangunan nasional. ancaman. Ketahanan Nasional dibidang politik luar negeri Indonesia adalah kondisi dinamik Bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. tetapi berperan serta atas dasar cita-cita bangsa yang tercermin dalam Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. b) Garis Politik Luar Negeri. Dengan demikian politik luar negeri merupakan komponen strategi nasional. Kepemimpinan nasional harus diterima oleh semua . Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1) Faktor yang mempengaruhi politik dalam negeri : 1. Politik Luar Negeri yang bebas dan aktif berarti : Bebas : Dalam pengertian bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. b. Politik luar negeri merupakan proyeksi kepentingan nasional dalam kehidupan antar bangsa.

Sebaliknya apabila azas luber itu tidak terjamin maka keresahan akan timbul dan keadaan Tannas dapat menurun. namun nomor urut pemilihan tergantung dari jumlah pilihan rakyat. Sistem Pemilu sebaiknya menggunakan perpaduan antara sistem Proporsional & Sistem Distrik.pihak. maka keadaan pemerintah akan menjadi lebih stabil dan akan meningkatkan Tahnas. bebas. 2. maka pemerintah akan labil dan akan menurunkan Tahnas. . Bila imbangan suara di DPR/MPR dari fraksi-fraksi yang mendukung pemerintah hanya mempunyai perbedaan yang sangat kecil dengan fraksi-fraksi yang menentangnya. c) Imbangan suara dalam lembaga-lembaga perwakilan rakyat. jujur dan adil akan memuaskan semua pihak yang melakukan pemilihan. d) Pemilihan pembantu-pembantu presiden. Pelaksanaan Pemilu. Seyogyanya diperhatikan agar semua kekuatan-kekuatan sosial politik dapat berparsitipasi dan merasa ikut bertanggung jawab. akan melemahkan fungsi kontrol yang juga dapat menurunkan Tannas. Pemilihan pembantu-pembantu presiden akan dapat berpengaruh bagi pelaksanaan tugas Presiden sebagai mandataris MPR. dan berakibat meningkatkan Tannas. tetapi juga bidang–bidang lain dalam penyelenggaran pemerintahan negara. Perlu diperhatikan bahwa apabila perbedaan suara itu terlalu banyak ialah lebih dari 2/3 suara dimiliki oleh satu golongan. Sebaliknya apabila perbedaan suara itu cukup banyak. Pemilu yang langsung. Apabila menggunakan sistem Distrik (Dati II) akan banyak suara yang hilang dan merugikan partai gurem namun jumlah partai harus dibatasi. umum. namun lebih disempurnakan sehingga anggota DPR tidak tergantung dengan Parpol (tidak takut di Recall). tidak hanya dalam bidang legislatif.

f) Pengawasan Keuangan dan Penegakan Hukum.keresahan-keresahan yang mudah timbul dalam negara yang sedang membangun antara lain adalah : (1) Perbedaan yang menyolok antara si kaya dan si miskin. Keresahan masyarakat. yang tidak dapat diatasi oleh pemerintah akan dapat menurunkan Tannas. akan menaikan Tannas. Sebaliknya apabila keresahan itu dapat penyaluran secara tepat keara yang positif. Apabila fungsi penegakan hukum dapat berjalan baik. Apabila fungsi pengawasan keuangan telah dapat berjalan ketat.4. maka kepercayaan rakyat kepada pemerintah akan naik. dan kepercayaan rakyat kepada pemerintah akan menurun. (5) Pergantian generasi dengan perencanaan yang kurang mantap. sebaliknya kalau fungsi pengawasan keuangan masih lemah maka akibatnya kebocoran terjadi dimana-mana. maka . (4) Kesempatan mengeluarkan pendapat secara bebas. (3) Kesempatan mengikuti pendidikan yang seluasluasnya. (2) Kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak. terutama keresahan dikalangan generasi muda. Keresahan masyarakat.

Politik luar negeri pada hakekatnya merupakan sebagian dari kebijaksanaan nasional dari sistem politik suatu bangsa.Faktor-faktor riil yang harus diperhitungkan adalah : . h) Wadah penyalur pendapat masyarakat. baik pada tempat desa. media massa maupun kelembagaan lain. maka akan timbul ketimpangan sosial yang dapat menjurus kepada keresahan-keresahan yang dapat menurunkan Ketahanan Nasional. yang akhirnya dapat menjurus ke pertentangan antar kelompok etnis.kepercayaan rakyat kepada alat-alat penegak hukum akan meningkat dan sebaliknya. keadaan itu akan melemahkan Tannas. Partisipasi masyarakat dalam politik hanya dapat tumbuh apabila aspirasinya dapat disalurkan melalui kelembagaan Penyalur Pendapat Masyarakat. Bila asas pemerataan ini tidak tercapai. g) Pembauran Bangsa. Apabila warganegara Indonesia keturunan asing bersikap eksklusif dan mementingkan dirinya sendiri-sendiri. Sebaliknya kalau pembauran dapat diwujudkan maka kita terhindar dari adanya rasialisme dan Tannas kita akan naik. j) Pemerataan hasil-hasil pembangunan. Usaha dari hasil pembangunan harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Semuanya itu berpengaruh akan naik turunnya Tannas. maka pengelompokan etnis akan timbul. 2) Faktor yang mempengaruhi politik Luar Negeri : a) Faktor-faktor statis.

Permasalahan energi akan terus . Kecuali letak geografis yang sangat strategis Indonesia memiliki kekayaan alam. dan yang akan selalu berusaha menarik Indonesia. yang amat diperlukan dalam abad teknologi dewasa ini. Disamping itu kewaspadaan perlu dipelihara karena kepentingankepentingan itu beraneka ragam dan kadang-kadang bertentangan. Indonesia merupakan negara ke-5 terbesar dalam jumlah penduduk di dunia dan merupakan negara yang terbesar penduduknya dibelahan bumi bagian selatan ini. Posisi silang Indonesia dapat memberikan keuntungan bagi pertumbuhan bangsa dalam arti kontak-kontak yang luas dengan bangsa-bangsa lain dapat dipetik manfaatnya. Posisi yang demikian ini memberikan kedudukan dan peranan yang penting sekali kepada Indonesia dalam persoalan-persoalan dalam negeri dan luar negeri. Dilain pihak karena kepentingan nasional bangsa-bangsa sangat heterogen maka perlu kemampuan yang tinggi dalam menyerap hal-hal yang menguntungkan dan menolak unsur-unsur yang merugikan. namun kemampuan dan keterampilan merupakan faktor penentu pula dalam produktifvitas bangsa. Namun posisi yang semacam ini memiliki kerawanan karena “terbuka” kesegala penjuru dan dapat di “dekati” dari segenap penjuru pulau. Besarnya penduduk merupakan faktor yang positif dalam pengadaan tenaga kerja. Kekayaan alam Indonesia secara potensial tidak dapat dipisahkan dari permasalahan energi yang dihadapi oleh dunia. (3) Kekayaan alam.(1) Letak geografi Indonesia. (2) Kemampuan Penduduk.

penculikan dan lain-lain tetap . Gerakan Non Aligned dan Konperensi Islam merupakan forum dimana Indonesia ikut aktif. Misalnya dengan penggunaan energi dan pangan. Telah terbukti bahwa energi sewaktu-waktu dipakai sebagai senjata dengan tujuan politik tertentu. Disamping itu kegiatan-kegiatan teror. pembajakan. (3) Kerawanan dan pertentangan regional yang bersumber lokal. (2) Rendahnya tingkat kesehatan masyarakat rakyat dan pendapatan nasional perkapita. (4) Meningkatnya arti dan faktor-faktor non militer sebagai senjata politik. Dialog Utara-Selatan. b) Faktor-faktor Dinamik. yang penyelesaiannya menjadi rumit karena kepentingan negara-negara besar terlihat didalamnya. kenaikan jumlah penduduk yang cukup tinggi sangat menentukan keberhasilan pembangunan dan kemajuan ekonomi negara-negara berkembang. seperti UNCTAD.merupakan faktor yang berpengaruh dalam percaturan politik Internasional. Garis besar percaturan internasional dewasa ini adalah sebagai berikut : (1) Perjuangan negara-negara berkembang untuk mempersempit perbedaan kemajuan dan kesejahteraan antara negara maju dengan negara berkembang dilakukan melalui forum internasional.

Resesi. pada akhir-akhir ini nampak adanya gejala-gejala friksi diantara negara berkembang sendiri yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan nyata. Perkembangan ekonomi internasional masih ditandai oleh akibat berbagai krisis dimasa lalu. sering menyebarkan berita yang tidak obyektif dan karenanya tidak menguntungkan negara berkembang. c. Dilain pihak peningkatan masalah hutang dan memburuknya nilai tukar perdagangan internasional juga tetap mewarnai keadaan perekonomian negara berkembang. pengangguran dan inflasi tetap mewarnai keadaan ekonomi negara-negara maju. a) Kebijaksanaan. Pemantapan kesadaran kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 bagi setiap warga negara.akan merupakan kekuatan yang akan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan politik sesuatu negara. (6) Disamping keadaan yang tidak menentu diatas. Pemantapan kondisikondisi serta situasi untuk memungkinkan terlaksanannya . Kebijaksanaan dan Strategi 1) Politik Dalam Negeri. (7) Media komunikasi massa dunia saat ini masih dikuasai negara maju. yang dapat meningkat menjadi pertentangan terbuka yang sangat membahayakan solidaritas dan melemahkan posisi. 5. sehingga dapat terjamin kelancaran usaha mencapai tujuan nasional.

b) Strategi. stabil. (1) Pemantapan kehidupan konstitusional.proses pembauran kehidupan politik dengan sistem politik yang demokratis. bebas dan rahasia. umum. (3) Penyelenggaraan Pemilihan Umum dengan asas langsung. (5) Peningkatan peranan organisasi profesi/ fungsional masyarakat. demokrasi dan tegaknya hukum. (2) Pendidikan politik rakyat sehingga tumbuh kesadaran sebagai yang tercantum dalam sikap mental dan pola tingkah laku politik berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. (6) Penyempurnaan wadah penyalur pendapat masyarakat pedesaan. (4) Komunikasi sosial timbal balik antar masyarakat dengan lembaga perwakilan rakyat maupun dengan pemerintah. (7) Penyiapan kader-kader pimpinan nasional . efektif dan efisien agar mampu memperkuat kehidupan konstitusional. dinamis.

Peningkatan saling pengertian dan kebersamaan pandangan terhadap masalah Internasional dan penyerasian antara kepentingankepentingan nasional negara-negara anggota baik .2) Politik Luar Negeri. namun unsur politik tidak dapat ditinggalkan oleh organisasi ini. gerakan non blok dan kelompok G-7. Walaupun ASEAN adalah organisasi regional bidang ekonomi dan sosial budaya. Meningkatkan posisi ASEAN sebagai organisasi regional yang tangguh dan perlu diperhitungkan dalam percaturan internasional. a) Kebijaksanaan. Perjuangan bangsa Indonesia untuk mendapat pengakuan terdapat konsep nusantara telah dilakukan dengan jalan bilateral maupun multilateral. Dialog Utara-Selatan hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang diharapkan. memperkuat rasa kohesi antara negara-negara anggota. Wawasan Nusantara merupakan inti dari kehidupan nasional baik politik dalam negeri maupun luar negeri. (1) Wawasan Nusantara. (3) Kerjasama regional. 2. Meneruskan usaha-usaha yang telah dilancarkan oleh Indonesia baik secara vertikal maupun horisontal. Perlu digalang persatuan antara negara-negara berkembang dalam mempercepat terwujudnya tata ekonomi dunia baru. karena unsur ini. Nusantara sebagai wilayah merupakan konsep nasional yang harus diperjuangkan dan dipertahankan. Tata ekonomi baru dan gerakan non blok. di forum internasional maupun regional.

Pelaksanaan politik luar negeri yang bebas aktif diabdikan kepada kepentingan nasional. (3) Meningkatkan peranan Indonesia di fora internasional dalam rangka membina dan meningkatkan persahabatan dan kerjasama antar bangsa-bangsa demi perdamaian dan ketertiban dunia. persatuan dan kerjasama ekonomi diantara negara-negara yang sedang membangun lainnya untuk mempercepat terwujudnya Tata Ekonomi Dunia Baru. (2) Meningkatkan kerjasama antar bangsa untuk menggalang perdamaian dan ketertiban dunia demi kesejahteraan umat manusia berdasarkan kemerdekaan dan keadilan sosial. terutama untuk kepentingan pembangunan disegala bidang. 5. (4) Memperkokoh kesetiakawanan. karena ASEAN bukan organisasi supra nasional. Meneruskan usaha-usaha pemantapan stabilitas dan kerjasama di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya khususnya dalam lingkungan .kedalam maupun keluar. b) Strategi 1. Hal ini diperlukan.

dalam distribusi dan partisipasi oleh masyarakat dapat diartikan Tannas bidang ekonomi semakin baik. Aspek yang ketiga dalam bidang ekonomi adalah Tannas akan semakin relatif tinggi bilamana semakin terjaminnya pencukupan dan tersedianya barang/jasa yang penting sesuai kebutuhan golongan masyarakat yang memerlukan. Gatra Ekonomi. Kekuatan atau kelemahan Ketahanan Nasional bidang ekonomi dapat dinilai pada struktur distribusi dari pendapatan masing-masing yang diterima oleh berbagai golongan masyarakat dan partisipasinya dalam memproduksi pendapatan nasional. Tujuan pembangunan ekonomi nasional yang murni ialah : perombakan struktur ekonomi lama yang bersifat kolonial menuju kepada struktur perkembangan nasional. Pertumbuhan ekonomi itu dianggap benar. Dengan demikian pencapaian Pendapatan Nasional Total ataupun Pendapatan Nasional rata-rata perkapita yang tinggi suatu bangsa tidak dengan sendirinya berarti dicapainya tingkat Ketahanan Nasional yang tinggi. Dari segi produksi dapat dikatakan. Konsep ekonomi dalam Ketahanan Nasional Indonesia menyangkut aspek Ekonomi Kemasyarakatan dengan pengertian ekonomi kemasyarakatan menyangkut masyarakat sebagai kesatuan dan keseluruhan struktur dan komposisi perekonomian nasional. Inti permasalahan Tannas bidang ekonomi terletak pada potensi . semakin terjaminnya keseluruhan faktor produksi. bila hasil pertumbuhan itu memperbaiki perimbangan dan tidak memperbesar ketimpangan dalam struktur. Proses perombakan itu tidak boleh menghambat kehidupan ekonomi dan seyogyanya tetap diikuti dengan kenaikan pendapatan nasional. (6) Untuk menampilkan citra negara berkembang secara wajar dan obyektif perlu digalang persatuan dan kerjasama badan-badan media komunikasi massa di negara-negara berkembang terutama dalam menyusun tata komunikasi dunia baru. berarti semakin kuat Tannas bidang ekonomi. Kedua adalah pembangunan ekonomi nasional. 16. Semakin adanya keseimbangan yang dirasakan adil.ASEAN dalam rangka mempertinggi tingkat Ketahanan Nasional untuk mencapai Ketahanan Nasional. yakni unsur-unsur nasional dan golongan rakyat banyak harus mendapat pembagian serta peranan yang adil dan seimbang.

Struktur perekonomian bisa tercermin dalam berbagai bentuk. komposisi ekspor-impor. modal manajemen. ancaman. Struktur penggolongan masyarakat Indonesia berdasarkan prosentase yang diterima dari Pendapatan Nasional masih mencolok dan timpang yakni 1) 40% jumlah penduduk berpendapatan rendah. Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Untuk mengetahui Tannas bidang ekonomi sangat relevan untuk diteliti sampai dimana pendapatan Nasional Indonesia secara keseluruhan ataupun persektor masih bergantung kepada unsur asing. dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Tantangan. a. hambatan serta gangguan. Ketahanan dibidang ekonomi Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi kekuatan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan keuletan nasional. ancaman. Karena itu pembinaan ekonomi pada dasarnya merupakan penentuan kebijaksanaan ekonomi dan pembinaan faktor produksi serta . pasaran dan sebagainya. faktor dinamika eksteren dan faktor dinamika intern. baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ekonomi bangsa dan negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. yaitu mengenai struktur ekonomi. Ketahanan dibidang Ekonomi. b. dalam teknologi. 3) 20% jumlah penduduk berpendapatan tinggi.dan kondisi dinamikanya untuk mempertahankan kontinuitas kehidupan ekonomi Indonesia. bahan baku. 2) 40% jumlah penduduk berpendapatan menengah. hambatan dan gangguan terhadap kelangsungan ekonomi suatu bangsa pada hakekatnya ditujukan kepada faktor produksi dan pengolahannya. seperti komposisi pendapatan nasional.

kekayaan nasional ini harus diamankan dari unsur-unsur asing. Ditinjau dari sudut sosial ekonomi dan sosial politik masalah pertanahan di Indonesia dapat menjadi sumber pokok keresahan agraris. pemukiman dan prasarana perhubungan. 2) Masalah Pertanahan. yang merupakan basis bagi keseluruhan strategi pembangunan. kecenderungan kenaikan investasi pada tanah dari kelebihan daya beli. Inventarisasi data dan eksplorasi mengenai kekayaan alam sangat diperlukan. telah mendorong nilai harga tanah terus naik. kekurangan prasarana. merupakan penyebab krisis pertanahan. Akumulasi dan pemusatan pemilikan serta penguasaan tanah ditangan sekelompok kecil orang tertentu cenderung menimbulkan “tanah guntay” yang berarti letak tanah berada . Hal ini bertalian erat dengan riset dan pendidikan serta teknologi yang perlu dipersiapkan. 1) Bumi dan sumber alam. Sebagai pernyataan yang dapat dibenarkan. Madura dan Bali.pengolahannya didalam produksi dan distribusi barang serta jasa. kekuatan ikatan serta batas-batas hukum adat. penguasaan dan penggarapan tanah. Akumulasi dan pemusatan pemilikan serta penguasaan atas tanah ditangan segolongan/seseorang tertentu yang melewati batas maksimal yang dibenarkan oleh undang-undang jelas merugikan pihak lain. baik didalam negeri maupun dalam hubungannya dengan luar negeri. Dari segi strategi Hankam. mengingat perang besar pada dasarnya disebabkan oleh perebutan energi minyak atau kekayaan alam lainnya. Hal ini disebabkan oleh kurang terasanya keadilan sosial dalam aspek-aspek pemilikan. Keadaan alam dan kurang kesuburan tanah. pertambahan penduduk yang sangat cepat. Kebutuhan untuk perluasan kawasan industri. pemekaran lingkungan-lingkungan perkotaan. Kelangkaan sebagai akibat pertambahan penduduk paling jelas kelihatan dipulau Jawa. bahwa Indonesia mempunyai kekayaan alam secara potensial yang besar dan beraneka ragam.

Kita membeli 20-30% dari sisa produksi pangan dunia yang dijual belikan. Pertimbangan hubungan antara pemilik/penguasa tanah dan penggarap tanah. Keadaan yang demikian sering pula menyebabkan tanah menjadi “idle” atau kurang bermanfaat. Walaupun ada kenaikan produksi. tetapi bahan pangan harus di impor lebih banyak. Kenaikan konsumsi minyak bumi dalam negeri cukup cepat dalam dasawarsa yang lalu. . Sebaliknya tingkat kenaikan konsumsi energi pertahun di Indonesia belum memadai dibanding dengan negara-negara ASEAN.diluar kecamatan tempat tinggal pemilik/penguasaan tanah. Usaha meningkatkan produksi pangan kini mengutamakan suply bibit unggul. Masalah energi. Konsumsi energi perkapita di Indonesia masih berada pada tingkat yang paling rendah diantara negara-negara ASEAN. Dengan berlangsungnya usaha pembangunan kebutuhan akan energi cenderung meningkat di segala bidang.8 juta ton dalam tahun 1978. Kenaikan produksi pangan Indonesia terendah diantara negara-negara ASEAN sedangkan konsumsi naik terus. khususnya yang menyangkut pembagian hasil dan penerima balas jasa merupakan masalah pokok yang mengandung akibat yang luas dan berantai dibidang sosial ekonomi dan sosial politik. yaitu 324 ribu ton dalam tahun 1970 dan 1. sedangkan anggota-anggota masyarakat yang lain berteriak kekurangan tanah. pupuk dan lain sebagainya. Karena yang diperjual belikan itu 4% saja dari produksi dunia. Masalah pangan. 3. Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan Undang-Undang bagi Hasil (UUBH) yang berlaku sejak 1960 beserta segenap perangkat peraturan-peraturan hukum lainnya memberikan landasan untuk menanggulangi berbagai masalah pertanahan. Swasembada pangan merupakan sasaran yang sangat vital. maka impor menjadi peka sekali. 4. walaupun masih harus dilengkapi dengan serangkaian peraturan pelaksanaan lain.

Peningkatan jumlah penduduk yang laju dan pengangguran yang makin bertambah dapat menimbulkan kegoncangan sosial.Disamping kurangnya kesempatan kerja. gaji yang lebih rendah dari yang seharusnya diterima. Keadaan setengah menganggur. sebagian besar tenaga kerja yang tersedia tidak memiliki ketrampilan yang dibutuhkan untuk menopang pekerjaan yang dibebankan kepadanya. akan tetapi sebagian besar tenaga kerja di daerah pedesaan tidak dapat bekerja penuh dan banyak pula diantaranya yang termasuk dalam katagori setengah menganggur. Pertumbuhan penduduk yang tepat dan tidak diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja menimbulkan pengangguran kelihatan dan tidak kelihatan.5) Masalah tenaga kerja. Penanggulangan pengangguran di pedesaan dengan jalan pemindahan penduduk ke daerah lain yang masih mempunyai potensi tanah dan alam atau dengan industrialisasi tetap memerlukan waktu dan biaya besar. Masalah kurangnya kesempatan kerja menyebabkan banyak tenaga kerja di daerah pedesaan tidak terserap secara penuh. 7) Masalah Kemiskinan. Keadaan yang demikian sering memaksa para pekerja menerima upah yang jauh lebih rendah dari yang seharusnya mereka terima. Meskipun jarang terlihat adanya pengangguran terbuka di daerah pedesaan.Untuk jangka panjang diperlukan kebijaksanaan penduduk yang mengatur keluarga berencana dan distribusi penduduk secara ekonomi geografi. Keadaan ketenagakerjaan serta kesempatan kerja yang tidak memadai ditambah pula dengan tingkat pendapatan yang rendah erat hubungannya dengan . Gejala lain yang timbul sehubungan dengan kurangnya kesempatan kerja dan atau tidak dimilikinya ketrampilan tertentu sering menimbulkan terjadinya mismatch yang berarti bahwa pekerjaan yang ia lakukan tidak sesuai dengan ketrampilan yang dimiliki. 6) Masalah kesempatan kerja. serta mismatch merupakan ciri dari sebagian besar keadaan tenaga kerja Indonesia dewasa ini.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut diusahakan penanaman modal luar negeri yang berupa bantuan atau pinjaman pemerintah maupun swasta yang harus diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi didalam negeri. Sempitnya pemilikan tanah untuk sebagian besar petani di Jawa serta kurangnya kesempatan kerja di luar lapangan pertanian juga merupakan faktor penyebab rendahnya tingkat pendapatan penduduk didaerah perdesaan serta timbulnya kemiskinan. Pendapatan ekspor biasanya habis untuk pembiayaan impor. Kemampuan reinvestasi modal perusahaan masih kurang. Rendahnya tingkat pendapatan serta tidak dimilikinya ketrampilan tertentu. ketrampilan kerja. Keadaan kemiskinan baik di daerah pedesaan maupun di daerah perkotaan seringkali merupakan penyebab timbulnya keresahan di kalangan masyarakat yang dapat berakibat lemahnya ketahanan nasional. Berbagai data yang tersedia menunjukkan bahwa dewasa ini antara 40-45% dari seluruh penduduk Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan.masalah kemiskinan di Indonesia. . kepemimpian perusahaan. tetapi juga memperoleh teknologi baru. 8) Faktor modal.Karena penggunaan teknologi mutakhir tidak dapat menciptakan lapangan kerja secara luas. Umumnya terdapat kekurangan modal untuk pembangunan dan kemampuan masih terbatas. maka negara berkembang perlu mengambil kebijaksanaan pembangunan industri yang taraf permulaan masih bersifat padat karya atau memilih teknologi madya. Dengan demikian dapat dijamin kemampuan pembayaran kembali dan mengurangi ketergantungan negara kepada bantuan modal asing. disamping lapangan pekerjaan yang masih terbatas merupakan faktor penyebab timbulnya kemiskinan di daerah perkotaan. Peningkatan kapasitas produksi tidak hanya bertujuan peningkatan volume. berencana dan terarah. Untuk jangka panjang harus ditempuh strategi pembangunan yang bertujuan : pendidikan keterampilan/kejuruan secara massal. kesempatan kerja.

melalui kelembagaan seperti deposito berjangka Tabanas dan Taska. Kebijaksanaan dan Strategi 1) Kebijaksanaan. Secara struktural neraca pembayaran Indonesia masih lemah dihadapkan dengan kebutuhan devisa yang semakin meningkat. Peningkatan produksi barang dan jasa untuk keperluan konsumsi didalam negeri dan untuk ekspor barang setengah jadi atau barang jadi. 2) Strategi. ialah dengan Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri dan Undang-Undang Penanaman Modal Asing. Pembangunan Indonesia dalam tahap dewasa ini masih harus bergantung kepada impor modal peralatan mesin-mesin dan bahan baku disamping teknologi dari luar negeri. Pembangunan bidang ekonomi ditujukan untuk mencapai keseimbangan antara bidang pertanian dan industri serta terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat. Pembangunan ekonomi harus didasarkan pada demokrasi ekonomi dimana masyarakat harus memegang . Sektor Pengerahan Dana. b) Sektor Investasi. pasar uang dan pasar modal serta Emisi Saham untuk masyarakat. Kebijaksanaan yang ditempuh untuk memperoleh modal : 1. Terciptanya landasan yang kuat bagi bangsa Indonesia untuk tumbuh dan berkembang atas kedaulatan sendiri menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. karena itu adanya persediaan devisa yang cukup harus tetap dijaga. c.9) Industrialisasi untuk memperluas kesempatan kerja.

a. . Harus dihindari free fight liberalism. Ketahanan dibidang Sosial Budaya. etatism dan monopoli. yang manivestasinya nampak dalam tingkah laku dan hasil tingkah laku yang terlembagakan. Sosial budaya dalam arti luas mencakup segala aspek kehidupan. yaitu : segi kemasyarakatan dimana manusia demi kelangsungan hidupnya harus mengadakan kerja sama dengan sesama manusia dan segi kebudayaan yang merupakan keseluruhan cara hidup. semangat dan jiwa yang secara khas merupakan ciri pada elemen-elemen sosial budaya bangsa dan Negara Republik Indonesia. Esensi pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia dengan demikian adalah pengembangan kondisi budaya. Ketahanan dibidang sosial budaya Indonesia diartikan sebagai kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Istilah sosial budaya menunjuk kepada dua segi utama daripada kehidupan bersama manusia. hambatan serta gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasar Pancasila dan UUD 1945. politik. dan tingkah laku bagi bangsa dan negara Indonesia akan memberikan landasan. 17. ekonomi dan pertahanan keamanan. Kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Indonesia adalah kehidupan yang menyangkut aspek kemasyarakatan dan kebudayaan yang dijiwai oleh falsafah dasar Pancasila.peranan aktif dalam kegiatan pembangunan ekonomi. Gatra Sosial Budaya. sehingga setiap warga masyarakat dapat merealisasikan pribadi dan segenap potensi manusiawinya yang dilandasi nilai-nilai Pancasila. ancaman. sering ditempatkan disamping ideologi. Sedang dalam arti sempit sosial budaya. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang akan diwujudkan sebagai ukuran tuntutan sikap. Sasaran yang harus dicapai secara bertahap adalah mengembangkan struktur ekonomi yang seimbang antara pertanian dan industri.

2) Integrasi Nasional. Nilainilai dasar yang terkandung dalam Pancasila itu dijabarkan dan dijadikan ukuran dan tuntutan sikap. Kebudayaan bangsa Indonesia pada hakekatnya adalah satu dan senantiasa berorientasi kepada dan demi persatuan sesuai dengan pernyataan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.1) Kebudayaan Nasional. agama dan kepercayaan yang berbeda-beda pulau adalah merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh. yang terdiri dari berbagai suku bangsa yang tersebar diatas berbagai pulau dengan bahasa. adat-istiadat. Karena inti kebudayaan adalah kemanusiaan. Pancasila adalah titik tolak dan tujuan integrasi nasional. dan konsepsi Bhineka Tunggal Ika. Karena itu. Keluar. Untuk lebih memudahkan proses pelembagaan ini diperlukan penjabaran nilai-nilai dasar Pancasila sebagai pedoman yang dapat dipergunakan sebagai penuntunan dan pegangan hidup bagi sikap dan tingkah laku setiap manusia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai-nilai kebudayaan yang digali dari nilai-nilai luhur yang ada dalam pandangan hidup bangsa Indonesia. sedang kedalam. Masyarakat Indonesia yang majemuk. maka usaha pembangunan kebudayaan nasional harus memudahkan proses mempertinggi derajat dan martabat Bangsa Indonesia. dengan tetap berpijak pada kepribadian bangsa. perilaku dan gaya hidup bangsa Indonesia dalam segala aspek kehidupan. . ia membuka diri terhadap kebudayaan asing sepanjang dapat mengembangkan dan memperkaya kebudayaan bangsa sendiri. nilai-nilai kebudayaan nasional harus berkembang sejalan dengan proses pertumbuhan dan kemajuan. Integrasi nasional harus lahir dari tujuan nasional yang berlandaskan pada falsafah Pancasila dan keaneka ragaman sosial sesuai dengan konsepsi Bhineka Tunggal Ika. ia memandang corak ragam nilai-nilai kebudayaan yang telah berkembang sepanjang sejarah.

antara kepentingan individu dan masyarakat. dalam arti semangat dan kesadaran akan sikap dan tanggung jawab dalam kehidupan kebersamaan yang nampak dalam sikap hidup yang ramah tamah. perilaku dan gaya hidup bangsa Indonesia merupakan ungkapan kepribadian nasional yang diekspresikan dalam bentuk sistem nilai-nilai yang dianutnya. dalam arti sebagai semangat dan kesadaran akan sikap dan tanggung jawab dalam kehidupan mandiri manusia Indonesia dalam tingkah lakunya yang menghendaki keselarasan hubungan dengan Tuhannya. Sikap. c) Hidup serba selaras. dalam arti religiusitas sebagai kesadaran serta manifestasinya hubungan manusia Indonesia dengan dasar hidup yang mutlak dan transedental. laut dan udara. . memberikan keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat antara kepentingan keduniaan dan keakhiratan. antara kepentingan jiwa dan raga.3) Identitas Nasional. Identitas nasional atau kepribadian nasional adalah ekspresi dinamis tentang tujuan dan tekad hidup bangsa ia merupakan resultante dari sejarah nasional dan tujuan nasional yang berintikan falsafah dan ideologi Pancasila. manusia dan masyarakat Indonesia memiliki sifat-sifat kepribadian sebagai berikut : a) Religius. menghendaki keserasian hidup dalam masyarakat dan keserasian hubungan antar bangsa-bangsa. gotong royong pengayoman dan musyawarah. b) Bersifat kekeluargaan. dengan sesamanya (masyarakat) dan dengan lingkungan alam sekitarnya. antara perikehidupan darat. Menurut orientasi Pancasila. maupun dalam tingkah laku lahiriah.

maka masyarakat dan negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 akan bertambah kuat. Dalam masyarakat Pancasila peranan agama jelas sangat besar. Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1) Agama. dari latar belakng kehidupan bangsa dan negara serta suku-suku bangsa. b. dengan segala bentuk adat istiadat. Agama dan perikehidupan beragama di Indonesia sangat mempengaruhi Tannas dibidang sosial budaya. Nilai. dalam arti yang menjunjung asas musyawarah dengan semangat dan kesadaran yang selalu mendahulukan kepentingan umum. yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi diartikan sebagai keseluruhan kepercayaan.d) Bersifat kerakyatan. anggapan dan tingkah laku. Nilai pertama dan yang merupakan nilai tertinggi dari ideologi dan falsafah bangsa dan negara adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Tuhan Yang Maha Esa menurunkan agama memang untuk perbaikan dan kemajuan. norma dan lembaga-lembaga sosial yang terkandung didalamnya akan sangat mempengaruhi Tannas Indoensia dibidang sosial budaya. . bahasa dan kebudayaan masing-masing. suku dan golongan. 2) Tradisi. Hal ini bergantung kepada pangkal tolak tradisi pada ukuran dari pengejawantahan nilai-nilai luhur dalam falsafah dan ideologi Pancasila dan UUD 1945. dimana setiap umat beragama diakui sepenuhnya akan haknya untuk memeluk agamanya dan menjalankan ibadahnya menurut agama dan kepercayaan itu. Apabila setiap umat beragama benar-benar menjalankan kemurnian ajaran agamanya. persatuan dan kesatuan bangsa diatas kepentingan individu.

tingkah laku dan nilai sosial budaya kearah yang dikehendaki. Politik dan strategi dasar pembangunan kehidupan sosial budaya harus diarahkan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan nasional dibidang sosial budaya. Untuk mencapai tujuan tersebut diatas. Ilmu pengetahuan dan teknologi. yang dapat menjamin kelangsungan hidup sosial budaya bangsa dan negara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. c. baik dalam kadar . Pendidikan disatu pihak mengembangkan tingkah laku dalam wujud nyata nilai-nilai falsafah/ideologi Pancasila dan dilain pihak ia mengembangkan nilai-nilai lain yang menunjang. Sejalan dengan itu pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi akan sangat mempunyai pengaruh. 3) Sasaran. Pendidikan juga merubah serta meniadakan nilai-nilai sosial budaya yang kurang/tidak menunjang peningkatan Tannas dibidang sosial budaya. baik positif maupun negatif terhadap Tannas Indonesia dibidang sosial budaya. Kebijaksanaan dan Strategi 1) Kebijaksanaan. adalah : 1. Pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan sosial budaya akan ikut berperan aktif memperkuat Tannas Indonesia apabila kemampuan nasional dalam sosial budaya dibangun dan ditempatkan sebagai kekuatan untuk menunjang Tannas. Terwujud suatu tingkat Tannas Indonesia dibidang sosial budaya yang lebih kuat dan tangguh. maka sasaran strategi pembangunan nasional dibidang sosial budaya.3) Pendidikan. 2) Tujuan. Pendidikan secara sadar dan tertib berfungsi merubah sikap. Terbinanya mutu manusia dan bangsa Indonesia sebagai sumber dan kekuatan dasar kehidupan sosial budaya bangsa.

baik sebagai subyek maupun obyek pembangunan. 4) Strategi.sikap mental. Meningkatkan terus usaha-usaha pembinaan kerukunan hidup umat beragama dalam rangka usaha memperkokoh persatuan dan stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. 1. Meningkatkan usaha-usaha penghayatan dan pemahaman bahwa perikehidupan beragama adalah selaras dengan penghayatan dan pengamalan Pancasila. Terwujudnya kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya yang berdasarkan falsafah dan ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. bahwa ajaran-ajaran dan hukum-hukum agama memberikan dasar moralitas dan rintisan jalan kemajuan disamping fungsinya menuntun manusia untuk dunia akhirat. Bidang agama. b) Bidang Pendidikan. (1) Membina suatu sistem pendidikan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Meningkatkan usaha-usaha pelayanan dalam rangka pengamanan dan penambahan sarana-sarana yang diperlukan bagi kehidupan keagamaan. yang lebih mampu memenuhi kebutuhan pembangunan dan mengakomodasi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. . 2. kondisi fisik dan kecerdasan yang lebih sesuai dengan peranannya.

Pembinaan bahasa daerah. d) Bidang Kependudukan. Meningkatkan usaha-usaha mengatasi masalah kependudukan dengan segala implikasinya demi kelestarian kehidupan manusia dan bangsa secara manusiawi disatu pihak. 2. dan sikap mental yang lebih sesuai dengan proses pembangunan dan pembaharuan. 3. Meningkatkan usaha-usaha pembinaan kebudayaan nasional sebagai pengejawantahan manusia Indonesia atas dasar norma-norma Pancasila. yaitu : fertilitas. Meningkatkan pembinaan disiplin nasional yang lebih nyata dalam rangka usaha lebih memperkokoh persatuan nasional. terutama ditujukan pada 3 determina penduduk. Usaha-usaha tersebut. mortalitas dan migrasi. tradisi. dan untuk menempatkannya sebagai sumber dan kekuatan Tannas secara kualitatif maupun kuantitatif. kesenian dan adat istiadat daerah yang dilakukan dalam rangka pengembangan bahasa Indonesia dan untuk mempertebal perbendaharaan bahasa Indonesia sebagai satu sarana identitas nasional. 3. kondisi fisik dan kecerdasan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Meningkatkan pembinaan bahasa Indonesia secara baik dan benar untuk memperkokoh kesatuan budaya bangsa.(2) Meningkatkan usaha-usaha pendidikan dalam rangka usaha meningkatkan mutu manusia Indonesia dengan kadar sikap mental. . Bidang kebudayaan 1.

18. serta keamanan perjuangannya. Pertahanan dan Keamanan dilaksanakan dengan menyusun. Hakekat ketahanan dibidang Hankamneg adalah perjuangan rakyat semesta dalam mana seluruh potensi dan kekuatan ideologi. f) Bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. mengerahkan dan menggerakan seluruh potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat diseluruh bidang kehidupan nasional secara teritegrasikan dan terkoordinasikan. hambatan serta gangguan yang dating dari luar maupun dari dalam. Gatra Pertahanan dan Keamanan Negara. peningkatan usaha-usaha bantuan dan jaminan sosial dalam rangka perwujudan sekuritas sosial dan peningkatan kesejahteraan sosial umumnya. Meningkatkan usaha-usaha pelayanan sosial seperti peningkatan pelayanan kesehatan dan pemberantasan penyakit. ancaman. Ketahanan dibidang Hankamneg. a. Pertahanan dan keamanan negara Indonesia adalah daya upaya rakyat semesta Indonesia dengan TNI dan Polri sebagai intinya dan merupakan salah satu fungsi utama pemerintah dan negara Republik Indonesia didalam rangka menegakkan Ketahanan Nasional dengan tujuan mencapai keamanan bangsa dan negara. substansi. kemampuan penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai unsur integral Tannas. essensi dan ciri-ciri. peningkatan perbaikan gizi. Ketahanan dibidang Hankamneg adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan pertahanan dan keamanan bangsa dan negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.e) Bidang pelayanan sosial. Meningkatkan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diarahkan kepada kemampuan sendiri. .

sosial budaya. . tantangan. 1) Tujuan Tannas bidang Hankamneg. Bila bangsa Indonesia terpaksa berperang.politik. hambatan dan gangguan (ATHG) dengan tujuan untuk melindungi bangsa dan tumpah darah Indonesia. pandangan dan faham bangsa Indonesia. ekonomi. terkoordinasi dan teritengrasi. sehingga dipaksa untuk mengambil tindakan perlawanan demi tegaknya eksistensi negara kesatuan Indonesia. maka perwujudan sampai kemenangan akhir tercapai dengan segala daya dan upaya yang sebelumnya telah dipersiapkan. Tannas bidang Hankamneg adalah suatu konsepsi didalam pengaturan dan penyelenggaraan pertahanan dan keamanan nasional didalam kehidupan nasional. Bangsa Indonesia hanya berperang apabila ternyata tidak terdapat jalan lain untuk menyelesaikan pertikaian. mengamankan dan menyelematkan perjuangan bangsa Indonesia sesuai dengan kepentingan dan tujuan nasional yang terumuskan dalam UUD 1945. Falsafah. sehingga didapat kemampuan yang maksimal untuk mengatasi ancaman. 2) Ciri-ciri. Oleh karena itu politik pertahanan dan keamanan Indonesia adalah defensif aktif dan preventif aktif. Bangsa Indonesia menentang penjajahan dalam segala penampilannya dan memihak keadilan dan kebenaran. Bangsa Indonesia cinta damai dan ingin bersahabat dengan segala bangsa didunia serta tidak menghendaki terjadinya sengketa bersenjata ataupun perang. Falsafah dan pandangan tentang pertahanan keamanan Indonesia tercermin dalam pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945. baik dibidang nasional maupun internasional. bangsa Indonesia yang berisi petunjuk tentang bagaimana mengatur dan menyelenggarakan perjuangan rakyat semesta. agama dan militer disusun dan dikerahkan secara terpimpin.

hambatan. bagi bangsa Indonesia perang adalah perang atas dasar Ideologi dan berdasarkan keadilan dan kebenaran. Wawasan Nusantara melandasi upaya peningkatan Ketahanan Nasional dan juga ketahanan dibidang Hankam. 5) Doktrin Pertahanan dan Keamanan Nasional. Oleh karena itu. Karena itu bangsa Indonesia dalam penyelesaian pertikaian baik nasional maupun internasional mengutamakan cara-cara damai. . gangguan dan serangan dari manapun juga datangnya. kemerdekaan dan kedaulatan Negara Republik Indonesia serta keutuhan bangsa. Wawasan Nusantara yang dianut didalam pertahanan dan keamanan adalah Wawasan Nusantara. Doktrin perjuangan bangsa Indonesia dibidang Hankamneg adalah doktrin yang berlandaskan Pancasila dan landasan konstitusional UUD 1945 serta doktrin-doktrin nasional lainnya. Bagi bangsa Indonesia perang adalah jalan yang terakhir yang terpaksa harus ditempuh untuk mempertahankan ideologi Pancasila. 4) Wawasan Nusantara.3) Faham bangsa Indonesia tentang damai dan perang. tantangan. maka ini dilakukan semata-mata karena bangsa Indonesia lebih cinta akan kemerdekaannya. Integrasi Hankamneg yang merupakan asas dan pedoman perwujudan sistem pertahanan dan keamanan dengan bidang-bidang masalah keamanan dalam negeri. Apabila tekad ini harus berwujud perang. Bangsa Indonesia cinta damai karena memahami sepenuhnya. ialah Wawasan Nusantara. bahwa penggunaan kekerasan dalam memecahkan masalah sengketa akan selalu menimbulkan malapetaka bagi umat manusia. masalah pemantapan wilayah dan masalah partisipasi TNI dan Polri diluar bidang Hankam dirumuskan tersendiri. Walaupun cinta damai akan tetapi bangsa Indonesia bertekad bulat dan bersikap teguh untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya terhadap segala bentuk ancaman.

6) Sistem Pertahanan Semesta. dan sosial budaya. nasionalisme. Pelaksanaan Hanneg Indonesia didasarkan atas Sistem Hanneg yang berintikan TNI sebagai komponen utama didukung oleh komponen cadang dan komponen pendukung serta potensi-potensi lainnya seperti potensi ideologi. Integrasi TNI dan kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan . setiap jengkal tanah dan wilayah perairan di setiap penjuru tanah air. mahir dalam melaksanakan operasi-operasi gabungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi upaya peningkatan Ketahanan Nasional bidang Hankamneg antara lain: 1. politik. Selain berfisik sehat dan terlatih. rasa solidaritas. Geografi. patriotisme. pengalaman perjuangan dan kondisi serta situasi negara dan bangsa Indonesia. jiwa kerja sama dan kebanggaan kesatuan. Sistem Hanta diproses melalui upaya memasyarakatkan dan mengikutsertakan seluruh rakyat dalam upaya bela negara dalam masyarakat bangsa Indonesia. Untuk dapat mempertahankan negara sesuai dengan sifat geografi Indonesia yang berupa Nusantara diperlukan kekuatan Hankamneg yang bermutu. dituntut juga sikap mental dan pengorganisasian yang baik. Sistek dan Sissos dikembangkan secara prinsipal dan konsepsional dirumuskan dan disusun atas dasar sumber falsafah hidup bangsa. Manusia merupakan factor yang sangat menentukan. karena prestasi dan sejarah. memiliki kemampuan strategis yang memadai sebagai faktor penangkal dengan kemampuannya untuk menguasai dan melindungi setiap titik. ekonomi. geografi. diwujudkan dalam moral yang tinggi karena keyakinan akan kebenaran motivasi perjuangan (ideologi/politik). Sistem Hanta merupakan perpaduan serasi antara Sistem Senjata Teknologi (Sistek) dan Sistem Senjata Sosial (Sissos) bersifat semesta (cq Kewilayahan) dan menyangkut segenap bidang kehidupan bangsa. dan kepercayaan diri. dan sebagainya. b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi.

Kondisi internasional menunjukkan tidak adanya pola-pola perimbangan kekuatan yang tidak lagi didasarkan atas sistem bipolar atau neobipolar. 3) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. berdaya pemusnahan massal. seolah-olah tidak ada batasnya. akan tetapi lebih merupakan perimbangan kekuatan yang bersifat polisentris dengan kepentingan-kepentingan nasional bangsa-bangsa yang bersangkutan berupa regionalisme dan koeksistensi yang sangat menonjol. Kondisi Internasional. sedang kebutuhan manusia terus meningkat. adanya tekanan tekanan internasional yang dalam kelanjutannya dapat berwujud dan berakibat timbulnya konflik-konflik bersenjata. Adanya penduduk yang mampu berperan positif dalam pertahanan semesta sangat menentukan karena Ketahanan Hankamneg khususnya merupakan usaha integral rakyat. Oleh karena itu selalu ada penyesuaian antara kebutuhan dengan . 4) Keterbatasan sumber daya dan ketidakpastian masa depan. Dalam upaya dibidang Hankamneg diusahakan peningkatan kemampuan nasional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. penelitian dan pengembangan. Pemerataan penyebaran dalam kepadatan penduduk tidak seimbang.suatu keharusan karena perang bersifat semesta. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat di negara-negara maju mengakibatkan ketinggalan dan ketergantungan Indonesia dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Perlu diambil langkah yang konkrit untuk mengurangi lebarnya jurang ketinggalan tersebut. 2. Sumber daya makin lama semakin langka. Kenyataan yang ada menunjukkan bahwa pada hakekatnya pertentangan-pertentangan internasional merupakan refleksi dari kepentingan-kepentingan nasional masing-masing negara. sehingga banyak terdapat daerahdaerah strategis yang relatif terlalu jarang dan terlalu padat penduduknya.

Selanjutnya harus selalu merumuskan jalan dan tindakan apa yang perlu dipilih untuk menghadapi setiap perubahan. Politik dan Strategi Dasar Hankamneg. . Berdasarkan landasan politik dan strategi. baik dari dalam maupun dari luar negara dan kedua mengamankan. maka dirumuskan politik dan strategi dasar Hankamneg yang bertujuan pertama. Dengan demikian diharapkan agar ketidakpastian dapat ditekan serendahrendahnya dengan perjuangan. Karena tidak adanya kepastian masa depan. Berhasil atau gagalnya usaha bangsa Indonesia dibidang Hankamneg akan sangat dipengaruhi oleh adanya kepemimpinan yang kuat. menyelematkan perjuangan bangsa Indonesia guna mencapai segala kepentingan. Anggaran pertahanan yang sangat terbatas lebih-lebih memerlukan tingkat manajemen yang tinggi. terlebih-lebih pada masa-masa darurat dimana kepemimpinan diperlukan untuk dapat menjamin kelangsungan kehidupan nasional yang merdeka dan berdaulat.sumber daya yang ada. tantangan dan gangguan. maka upaya Hankamneg harus senantiasa diarahkan untuk memperhitungkan apa yang bakal terjadi di masa depan. hakekat tantangan dan Wawasan Nusantara. untuk menjamin tetap tegaknya dan terlindunginya Negara Kesatuan RI berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dari segala ancaman. tujuan-tujuan dan cita-cita perjuangannya yang diwujudkan melalui rangkaian rencana dan pelaksanaan pembangunan nasional. bersih dan berwibawa dan dinamis. 5) Kepemimpinan dan pengelolaan (Manajemen). termasuk kemampuan implementasi perlu ditingkatkan sesuai dengan kepribadian Indonesia. hambatan. Demikian pula kemampuan manajemen pada semua eselon. c. Kebijaksanaan dan Strategi 1. perhitungan dan kesiagaan untuk menghadapi setiap kemungkinan.

Politik Pertahanan dan Keamanan Negara dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. ketentraman dan ketertiban didalam negara. mencegah serta mengatasi gangguan dan ancaman yang mungkin timbul terhadap keamanan. perdamaian dan kestabilan regional di Asia Tenggara dengan didasari Ketahanan Nasional yang sepadan dan mendorong terwjudnya Ketahanan Regional.a) Politik Hankamneg. (2) Preventif aktif : diwujudkan dengan membangun kekuatan Hankamneg yang merupakan kemampuan untuk menangkal. Defensif aktif: diwujudkan dengan membangun kekuatan Hankamneg yang merupakan kemampuan untuk menangkal dan menanggulangi ancaman-ancaman dalam segala bentuk dan manifestasinya dari manapun datangnya. Bebas dan aktif dalam mengusahakan adanya kerjasama internasional dalam rangka perjuangan untuk menghapuskan imperialisme dalam segala bentuk manifestasinya. Strategi Dasar Pertahanan da Keamanan Negara dapat dirumuskan sebagai berikut : (1) Membina Ketahanan Nasional disegala kehidupan dan penghidupan bangsa Indonesia dengan antara . b) Strategi Dasar Hankamneg. (3) Bebas dan aktif dalam menyelenggarakan kerjasama regional/internasional guna menciptakan kerukunan.

(4) Membangun TNI yang tangguh. sesuai dengan fungsi yang diemban oleh TNI. kemampuan dan kesiagaan warga negara.lain mewujudkan stabilitas dan melaksanakan pembinan dan pembangunan wilayah nasional. (5) Memelihara integritas dan kemanunggalan antara komponen-komponen TNI serta kemanunggal-an TNI dan rakyat. efektif dan efisien dengan kekuatan cadangan yang segera dapat dikembangkan. tujuantujuan dan sasaran nasional. masyarakat dan bangsa. . (2) Melindungi jalannya pembangunan nasional guna menjamin tercapainya kepentingan nasional. (6) Penyusunan kekuatan Hankamneg yang mampu ikut mewujudkan perdamaian dan keamanan regional di Asia Tenggara khususnya dan dunia pada umumnya. sepadan dengan tugas yang dihadapkan dalam rangka perwujudan Sishanta dan memanfaatkan kemajuan ilmu dan teknologi yang mutakhir yang sedapat mungkin ditunjang oleh industri nasional. kewaspadaan. (3) Membangun kemampuan Pertahanan Semesta dengan meningkatkan kesadaran tanggung jawab. khususnya industri Hankam untuk mencari kemungkinan pembuatan loncatan-loncatan kedepan dalam pembangunan.

UUD 1945 dan Wawasan Nusantara.d. sehingga dapat dikatakan. Pola Dasar Pelaksanaan Hankamneg 1) Bangsa Indonesia melaksanakan Hankamneg atas dasar falsafah Pancasila. 3. kemenangan gemilang dalam pertempuran. 2) Penyelenggaraan upaya dibidang Hankamneg selalu dapat dipolakan sesuai pola pemikiran perumusan Strategi : Pembinaan. Pembangunan Kekuatan dan Penggunaan Kekuatan. yang ketigatiganya merupakan bagian yang dapat dibedakan tetapi sulit untuk dipisahkan. b) Kesatuan dibidang Hankamneg sesuai perumusan dalam Wawasan Nusantara yang perwujudannya adalah : Sishanta. Demikian arti pentingnya strategi atau perumusan strategi. Perumusan politik Strategi Hankamneg dilaksanakan kepada kepentingan Tujuan Nasional. keberanian Prajurit dan kehebatan persenjataan . maka kepandaian para panglima. Atas dasar itu pola dasar pelaksanaan Hankamneg dapat disimpulkan sebagai berikut : a) Semua warganegara berhak dan wajib turut serta dalam pertahanan negara. bahwa apabila kebijaksanaan dibidang strategi salah. lintas sektor dan lintas departemen dan selalu memperhitungkan faktor-faktor kondisi. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional yang dilaksanakan pada lembaga-lembaga tertinggi secara seksama dengan memanfaatkan keahlian yang ada dengan pendekatan multidisipliner. baik yang statis maupun dinamis.

pola pelaksanaan-nya adalah dengan Sishanta dengan segala aspek kaitan dan ruang lingkupnya yang terus ditingkatkan dengan penggarapan dibidang pengkajian dan pembinaan sistem. . strategi militer.dan perlengkapan itu tidak akan mencapai dampak yang diinginkan sesuai dengan kepentingan dan tujuan nasional yang semula diharapkan. Sapta Marga. Apa yang saudara ketahui tentang mental psikologi dari faktor dinamis. sarana. 5) Dibidang penggunaan kekuatan Hanneg. Dibidang ruang juang ditingkatkan dengan system pembinaan territorial. Diluar TNI dengan usaha penyadaran. dibekali. dalam peningkatan ketahanan secara lahiriah ditingkatkan kualitas jasmani. 4) Pembangunan/Pembinaan Sumber Daya Hanneg. dibina dengan pola tingkah laku Pancasila. kemahiran. kecerdasan dan keterampilan. taktik teknik dan administrasinya serta latihan-latihan dan uji coba yang senantiasa dilakukan. doktrin. pembinaan dan pendidikan sebagaimana tersebut diatas. wadah atau ruang juang dan sistemnya. Dibidang sumber daya manusia yang terdiri atas TNI dan segenap warganegara Indonesia : secara batiniah. Pola pelaksanannya meliputi pembinaan sumber daya manusia. 19. Sumpah Prajurit dan perangkat peraturan disamping kepemimpinan dan manajemen yang baik. Evaluasi a. Dibidang prasarana dan bidang Hanneg dilaksanakan dengan modernisasi manajemen pembangunan Hankam yang didukung oleh industri nasional lainnya dan pengadaan melalui usaha penelitian dan pengembangan.

5. Bagaimana kebijaksanaan dan strategi dari gatra penduduk. Sifat hubungan tersebut saling terkait. Antar Trigatra dan Pancagatra serta antar gatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang sangat erat. Kelemahan disalah satu bidang dapat mengakibatkan kelemahan dibidang lain dan mempengaruhi kondisi keseluruhan. dimana terdapat saling hubungan erat antara gatra didalam keseluruhan kehidupan nasional. BAB IV KONSEPSI HUBUNGAN ANTAR GATRA 20.b. 4.Ketahanan Nasional Indonesia bukan merupakan suatu penjumlahan ketahanan segenap gatranya. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap gatra kekayaan alam. c. utuh. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap gatra Hankamneg. melainkan ditentukan oleh struktur konfigurasi aspeknya secara struktur fungsional. saling mengisi dan saling bergantung sehingga : Ketahanan Nasional Indonesia adalah suatu pengertian keseluruhan. Jelaskan apa yang dimaksud dengan indentitas Nasional.Ketahanan Nasional Indonesia hakekatnya bergantung kepada kemampuan bangsa/negara Indonesia didalam mempergunakan aspek alamiahnya sebagai dasar penyelenggaraan kehidupan nasional disegala bidang. . Umum.

penyebaran dan tingkat kenaikan jumlahnya serta mutunya akan berpengaruh pada pemanfaatan kekayaan alam.Ketahanan di gatra lain merupakan “deterrent factor” terhadap maksud tersebut. Kekayaan alam baru mempunyai manfaat nyata jika telah diolah oleh penduduk yang memiliki kemampuan dan teknologi untuk itu. Ideologi sebagai falsafah hidup bangsa dan landasan idiil negara. letak geografis serta jenis. Penduduk Indonesia dalam dimensi jumlah. maka perubahan disalah satu aspek akan mempunyai pengaruh terhadap aspek lain. Geografis sebagai factor statis juga memberikan kemudahan dan hambatan dan nilai tambah bagi pendayagunaan serta kelestarian sumber alam.Karena saling berkaitan. Penyebaran penduduk erat hubungannya dengan usaha transmigrasi dan pusat-pusat pertumbuhan. Sebaliknya. hambatan dan gangguan yang akan merubah atau meniadakan ideologi nasional itu. Geografi Indonesia sebagai faktor statis maupun dinamis mempengaruhi gatra-gatra lainnya. Situasi politik yang kacau yang memungkinkan terjadinya pertikaian dan . wawasan dan sikap hidup dan perikehidupan penduduk Indonesia. Bentuk topografis. komposisi.21. Tingkat pengetahuan dan teknologi penduduk serta tingkat kebutuhan untuk pemenuhan hidup. letak astronomis. Ia dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan dan kesadaran berpolitik. Mata pencaharian penduduk dipengaruhi oleh keadaan geografi sekelilingnya serta kekayaan alam yang dikandungnya. Hubungan antar Gatra dalam Pancagatra. tingkat kemakmuran ekonomi. ketaatan beragama. menentukan tingkat pemanfaatan serta kelestarian kekayaan alam tersebut. Hubungan antar Gatra dalam Trigatra. Karena itu mutlak perlu untuk diamankan terhadap tiap ancaman. Tingkah laku politik seseorang dipengaruhi oleh bermacam hal yang satu dengan lainnya saling berkaitan. keakraban sosial dan rasa keamanannya. iklim dan posisi silang memberikan pengaruh pada pandangan hidup. 22. mutu dan penyebaran kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan penduduk akan memberikan tata dan perikehidupan serta pola budaya penduduknya. bernilai penentu didalam memelihara kelangsungan hidup bangsa dan pencapaian tujuan nasionalnya.

Keadaan stabil. Ketahanan ekonomi berhubungan erat dengan ketahanan dibidang ideologi politik.pemberontakan merupakan suatu kerawanan yang membahayakan Tannas. Ketahanan Nasional adalah suatu pengertian holistik dimana terdapat saling hubungan erat antara gatra didalam keseluruhan kehidupan nasional. Keadaan sosial yang timpang dengan segala kontradiksi. sebaliknya keadaan politik stabil dan dinamis memungkinkan pembangunan disegala bidang dan memberikan rasa aman serta memperkokoh Tannas. baik fisik materi maupun mental kejiwaan. Sebaliknya dapat dikatakan bahwa tanpa pertahanan keamanan nasional yang memadai Tannas kita akan menjadi lemah. ekonomi dan sosial budaya memperkokoh pertahanan keamanan nasional. 23. tanpa budaya dan kepribadian memungkinkan timbul ketegangan sosial yang dapat berkembang menjadi revolusi sosial yang jelas membahayakan Ketahanan Nasional. Ketahanan nasional hakekatnya bergantung kepada kemampuan bangsa/negara didalam mempergunakan aspek alamiahnya sebagai dasar penyelenggaraan kehidupan nasional disegala bidang. berbudaya dan berkepribadian hanya dapat berkembang didalam suasana aman dan damai. Hubungan antar Trigatra dengan Pancagatra a. Sebaliknya keadaan ekonomi stabil dan maju menjangkau stabilitas dan peningkatan dibidang lain. Kemegahan sosial budaya suatu bangsa biasanya mencerminkan tingkat kesejahteraan nasionalnya. stabil dinamis. politik. maju dan berkembang dibidang ideologi. . sosial budaya dan pertahanan keamanan yang berfungsi sebagai penunjang. b. Ketahanan pertahanan keamanan memerlukan juga penunjang gatra lain. Keadaan sosial yang serasi.

apabila tidak diikuti oleh aspek-aspek yang lain. Kelemahan disalah satu bidang dapat mengakibatkan kelemahan bidang lain dan mempengaruhi kondisi keseluruhan. saling mengisi dan saling bergantung dalam menciptakan Ketahanan Nasional. 25. Evaluasi 1. Jelaskan hubungan antar gatra dalam Trigatra ? 2. Kemajuan dalam salah satu aspek sebagai akibat pembangunan akan memberikan pengaruh yang negatif. Hubungan antar gatra. Karena Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pengertian keutuhan hubungan antar gatra dalam kehidupan nasional. Masing-masing gatra saling terkait secara integrative. 24. Jelaskan hubungan antar gatra dalam Pancagatra ? 3.c. Jelaskan hubungan antar Trigatra dengan Pancagtra ? . maka usaha untuk peningkatan Ketahanan Nasional Indonesia melalui usaha pembangunan nasional secara berencana harus menjamin adanya pertumbuhan yang seimbang dan konfigurasi dari delapan aspek (gatra) dalam kehidupan nasional. Ketahanan nasional bukan merupakan suatu penjumlahan ketahanan segenap gatranya. d. melainkan ditentukan oleh struktur atau konfigurasi aspek-aspek secara structural fungsional (resultante).

Oleh Karena itu diperlukan apresiasi tepat tentang kekuatan dan kelemahan kondisi Ketahanan Nasionalnya. Bangsa Indonesia beruntung mempunyai kekuatan dan kemampuan yang sama didalam semua bidang kehidupan nasionalnya. Segi kuat hendaknya dijadikan pancangan kaki dan dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan memberikan kesempatan kepada segi yang lemah untuk diperbaiki dan diperkuat. sehingga lambat laun dapat diperoleh suatu kekuatan nasional yang serasi dan seimbang. Bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat. dilaksanakan secara realistik dan pragmatis. Politik dan strategi nasional yang bijaksana akan memperhatikan dan berpijak pada kondisi dan situasi Ketahanan Nasional Indonesia yang riil. Perwujudan dan peningkatan Ketahanan Nasional Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Wawasan Nusantara.BAB V POLA UMUM OPERASIONAL TANNAS INDONESIA 26. maka masih terdapat kelompok masyarakat yang bermental kolonial dan memiliki rasa ketergantungan kepada bekas penjajahnya. bahwa ia dapat mengurus dan mengatur rumah tangganya sendiri dengan baik dan tidak bergantung kepada bantuan dari luar. Sikap mental demikian harus secara sadar di kikis habis dan sebagai gantinya harus ditumbuhkan suatu sikap mental yang berkepercayaan pada diri sendiri yang patriotik dan nasionalistis. Banyak negara terutama negara berkembang terpaksa membangun didalam ketimpangan Ketahanan Nasionalnya dan berasas mencapai suatu pertumbuhan yang seimbang melalui pertumbuhan yang timpang. Perwujudan dan Peningkatan Tahnas. Ketahanan Nasional Indonesia dikembangkan berdasar suatu sikap mental percaya pada diri sendiri. sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan yang ada. Andaikata diperlukan bantuan maka hal tersebut bersifat komplementer. Dasar Pengembangan Tahnas. Karena negara Indonesia merupakan bekas daerah jajahan. 27. . harus percaya dan yakin. sehingga memungkinkan suatu pertumbuhan yang seimbang. tanpa menjerumuskan diri kedalam fanatisme dan nasionalisme yang sempit.

Hubungan Ketahanan Nasional dengan Pembangunan Nasional. ancaman. hambatan dan gangguan yang timbul. Bagaimana sikap mental bangsa Indonesia dalam mengembangkan dan meningkatkan Ketahanan Nasional ? BAB VI KETAHANAN NASIONAL DAN PEMBANGUNAN NASIONAL INDONESIA 29. Jadi antara pembangunan nasional dan Ketahanan Nasional terdapat hubungan timbal balik dimana Pembangunan Nasional sebagai input (masukan) dan Ketahanan Nasional sebagai output (luaran) dari upaya bangsa dan negara untuk menjamin eksistensi dan . perlu dipupuk terus menerus Ketahanan Nasional yang meliputi segala aspek kehidupan bangsa dan negara. Berhasilnya Pembangunan Nasional akan meningkatkan Ketahanan Nasional.28. Selanjutnya Ketahanan Nasional yang tangguh akan lebih mendorong lagi pembangunan nasional. Evaluasi 1. Dan untuk tetap memungkinkan berjalannya pembangunan nasional yang selalu harus menuju ketujuan yang ingin dicapai dan agar dapat secara efektif dielakkan tantangan-tantangan. baik dari luar maupun dari dalam. Apa yang dijadikan hal utama dalam perwujudan dan peningkatan Ketahanan Nasional ? 2.

yang menjamin keseimbangan dan konfigurasi dari delapan aspek (Astagatra) kehidupan nasional. serta dilain pihak usaha untuk mencapai tingkat kesejahteraan menuju kejayaan bangsa dan negaranya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Setiap usaha pembangunan yang serba multi sektoral yang menyentuh seluruh aspek kehidupan nasional akan selalu dapat diarahkan dan selalu berada dalam pola integral komprehensif. 30.Pembangunan Nasional dalam rangka konsepsi Ketahanan Nasional adalah : a. Pembangunan yang menjamin keseimbangan dan keserasian keamanan dan kesejahteraan materiil dan spiritual demi kelangsungan hidup dan menuju kejayaan bangsa dan negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. serta perjuangan mengejar cita-cita/tujuan nasionalnya. untuk disatu pihak. Pembangunan Nasional dalam Rangka Konsepsi Ketahanan Nasional. Pembangunan Nasional dalam rangka konsepsi Ketahanan Nasional pada hakekatnya merupakan pengaturan dan penyelenggaraan hubungan interaksi dan interdepensi yang seimbang dan serasi antara gatra menuju sasaran yang diinginkan yaitu perubahan fisik. 2. . 31. dalam usaha mencapai tingkat keamanan untuk dapat menjamin eksistensi dan kelangsungan hidup.kelangsungan hidupnya. sikap mental (pembaharuan) dan cara berpikir (modernisasi) yang menjamin adanya rasa keamanan dan rasa kesejahteraan secara adil dan merata bagi seluruh rakyat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Jadi pembangunan nasional dapat menjadi sarana meningkatkan Ketahanan Nasional manakala pembangunan nasional berjalan sesuai dengan arah pedoman yang digariskan pola dasar itu. kebijaksanaan dan strateginya bersifat utuh menyeluruh/manunggal. Konsepsi Ketahanan Nasional dalam rangka Pembangunan Nasional. Pembangunan yang pola dasarnya.

4. Pembangunan yang didasarkan pada sikap mental percaya pada diri sendiri. Pembangunan yang perencanaannya disusun berdasarkan apresiasi yang tepat tentang kondisi riil bangsa dan negara. serta selalu berorientasi pada pencapaian sasaran tertentu dalam kurun waktu tertentu pula sebagai bagian dari usaha pencapaian tujuan nasional seperti yang terdapat pada pembukaan UUD 1945. ulet dan tangguh dengan mendahulukan sifat-sifat kerakyatan. religius dan kekeluargaan dalam satu kesatuan/integrasi nasional.3. Evaluasi 1. Bagaimana kaitannya antara Ketahanan Nasional dengan pembangunan nasional Indonesia ? 2. 32. Jelaskan yang saudara ketahui tentang pembangunan nasional dalam rangka konsepsi Ketahanan Nasional ? . hakekat tantangan dan ancaman yang dihadapi.

ooo000ooo . Demikian bahan ajaran Tannas ini disusun dengan harapan dapat dijadikan landasan dalam memandang masa depan serta dapat ditangkap nilai-nilai berharga guna pelaksanaan kehidupan bermasyarakat. berbangsa dan bernegara yang semakin meningkat.BAB VIII PENUTUP 33.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->