P. 1
Evapotranspirasi Penman RSNI T 01 2004

Evapotranspirasi Penman RSNI T 01 2004

|Views: 599|Likes:
Published by Ulumuddin Chasan

More info:

Published by: Ulumuddin Chasan on Mar 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/09/2013

pdf

text

original

RSNI T-01-2004

Standar Nasional Indonesia
Tata cara penghitungan evapotranspirasi tanaman
acuan dengan metode Penman-Monteith
ICS Badan Standardisasi Nasional
BSN
RSNI T-01-2004
RSNI T-01-2004
i
Prakata
Standar ini termasuk dalam Gugus Kerja Hidrologi, Hidraulika, Lingkungan, Air Tanah dan
Air Baku pada Sub Panitia Teknik Bidang Sumber Daya Air dan berada di bawah Panitia
Teknik Konstruksi dan Bangunan, Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.
Penulisan standar ini mengacu kepada Pedoman BSN No.8 Tahun 2000 dan telah
mendapat masukkan dan koreksi dari ahli bahasa.
Perumusan standar ini dilakukan melalui proses pembahasan pada Gugus Kerja,
Prakonsensus dan Konsensus pada tanggal 29 Agustus 2003 di Pusat Litbang Sumber
Daya Air Bandung serta proses penetapan pada Panitia Teknik yang melibatkan para nara
sumber dan pakar dari berbagai instansi terkait.
Standar ini menyajikan penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan dengan metode
Penman-Monteith yang telah disepakati oleh para ahli di banyak negara untuk dijadikan
sebagai acuan. Atas dasar tersebut, penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan metode
Penman-Monteith disusun sebagai standar.
Dengan diterbitkannya standar ini, para perencana dan pengguna informasi evapotranspirasi
tanaman acuan dapat memanfaatkan standar ini terutama dalam perencanaan dan
pengoperasian bangunan air untuk pengaturan kebutuhan air bagi tanaman.
RSNI T-01-2004
ii
Daftar isi
Prakata .................................................................................................................... i
Daftar isi .................................................................................................................. ii
Pendahuluan ........................................................................................................... iii
1 Ruang lingkup .................................................................................................... 1
2 Acuan normatif ................................................................................................... 1
3 Istilah dan definisi .............................................................................................. 1
4 Persyaratan ....................................................................................................... 2
5 Data iklim dan topografi ..................................................................................... 2
6 Rumus penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan .................................... 3
7 Cara penghitungan ............................................................................................ 7
8 Contoh penghitungan .......................................................................................... 9
Lampiran A Diagram alir penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan .............. 10
Lampiran B Data iklim ............................................................................................ 11
Lampiran C Contoh hasil penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan
metode Penman-Monteith ................................................................... 13
Lampiran D Daftar nomor urut hari dalam setahun ................................................ 14
Lampiran E Faktor konversi .................................................................................... 15
Lampiran F Daftar nama dan lembaga ................................................................... 16
Bibliografi ................................................................................................................. 17
RSNI T-01-2004
iii
Pendahuluan
Evapotranspirasi tanaman acuan (ET
o
) adalah evapotranspirasi yang terjadi pada tanaman
acuan yaitu tanaman rumput yang tumbuh pada suatu lahan dengan ketinggian tanaman
12 cm dari permukaan tanah dan kebutuhan airnya tercukupi dengan baik.
Penghitungan besarnya evapotranspirasi tanaman acuan diperlukan, misalnya untuk
menentukan kebutuhan air bagi tanaman (ET
t
). Kebutuhan air bagi tanaman dihitung dari
perkalian nilai koefisien tanaman (k
c
) dengan besarnya evapotranspirasi tanaman acuan.
Berdasarkan penelitian di daerah basah (humid) yang dimuat dalam FAO Paper 56, metode
Penman-Monteith sebagai metode terbaik dibandingkan dengan metode lainnya dalam
menghitung besarnya evapotranspirasi tanaman acuan. Nilai korelasi (r) metode ini
dibandingkan dengan hasil penelitian dengan lisimeter sebesar 97% untuk seluruh bulan
dan 93% untuk bulan puncak, sedang metode lainnya di bawah nilai tersebut. Besarnya
estimasi kesalahaan standar (standard error of estimate) menunjukkan nilai terkecil, yaitu
sebesar 0, 32 sedang metode lainnya antara 0,56 sampai 1,29.
RSNI T-01-2004
1 dari 17
Tata cara penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan
dengan metode Penman - Monteith
1 Ruang lingkup
Standar ini membahas langkah penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan metode
Penman-Monteith, menjelaskan persyaratan data iklim, dan topografi yang diperlukan.
Metode ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam menghitung evapotranspirasi
tanaman acuan untuk menentukan besarnya evapotranspirasi potensial tanaman dengan
menggunakan metode Penman-Monteith.
2 Acuan normatif
- SNI 03-2821-1992 : Metode penghitungan evapotranspirasi potensial dengan panci
penguapan kelas A.
3 Istilah dan definisi
3.1 Evaporasi adalah banyaknya air yang menguap dari permukaan tanah atau air.
3.2 Transpirasi adalah besarnya kehilangan air dari dalam tanaman melalui stomata di
daun.
3.3 Evapotranspirasi adalah banyaknya air yang dipergunakan untuk proses
pertumbuhan tanaman (transpirasi) dan evaporasi dari tanah/air sebagai tempat tumbuhnya
tanaman tersebut.
3.4 Evapotranspirasi potensial adalah evapotranspirasi untuk memenuhi kebutuhan air
untuk pertumbuhan tanaman tanpa sedikit pun kekurangan air.
3.5 Hari julian adalah nomor urutan hari dalam setahun yang dimulai dari 1 untuk
1 Januari sampai 365 atau 366 untuk 31 Desember.
3.6 Panas laten adalah panas yang diperlukan untuk menguapkan air sebesar satu gram.
3.7 Lapse rate adalah laju penurunan suhu udara dengan kenaikan ketinggian.
3.8 Tanaman acuan adalah rerumputan dengan tinggi 12 cm, tumbuh seragam menutupi
permukaan tanah, tanpa kekurangan air.
3.9 Radiasi matahari gelombang pendek netto adalah radiasi matahari ekstraterestrial
dikurangi pantulan radiasi dari permukaan bumi.
3.10 Radiasi gelombang panjang netto adalah panas yang dipancarkan oleh permukaan
tanaman dan tanah ditambah panas dari atmosfer dan awan yang diterima oleh di permukan
bumi.
3.11 Radiasi matahari netto adalah radiasi matahari gelombang pendek netto dikurangi
radiasi gelombang panjang netto.
3.12 Lama penyinaran matahari adalah jangka waktu matahari bersinar tanpa dihalangi
oleh penutupan awan.
RSNI T-01-2004
2 dari 17
3.13 Koefisien pantulan atau albedo adalah nilai besaran bagian radiasi matahari
ekstraterestrial yang dipantulkan oleh permukaan bumi.
4 Persyaratan
Data iklim yang dipergunakan harus memperhatikan persyaratan berikut :
1) periode waktu penghitungan ditentukan dengan jelas (bulanan, 15 harian, 10 harian,
mingguan, atau harian);
2) letak lintang pos klimatologi ditentukan secara jelas dan benar;
3) tersedia data tekanan udara secara jelas dan benar sesuai dengan periode waktu
penghitungan butir a) atau elevasi pos klimatologi;
4) tersedia data suhu udara dan kelembaban udara secara jelas dan benar sesuai dengan
periode waktu penghitungan butir a);
5) tersedia data ketinggian alat pengukur kecepatan angin secara jelas dan benar sesuai
dengan periode waktu penghitungan butir a);
6) tersedia data lama penyinaran matahari dan waktu pemasangan dan pengambilan alat
ukurnya (misal dipasang jam 8.00 dan diambil jam 16.00) atau data radiasi matahari
secara jelas dan benar sesuai dengan periode waktu penghitungan butir a);
7) panjang data pengamatan yang akan dihitung untuk pekerjaan perencanaan minimal
5 tahun, tidak perlu berkesinambungan dan untuk alokasi air disesuaikan dengan
periode yang dikehendaki.
5 Data iklim dan topografi
Penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan menurut metode Penman-Monteith
memerlukan data iklim dan letak stasiun klimatologi sehingga pengolahan data harus
dilakukan sesuai dengan kriteria satuan yang sesuai dengan metode tersebut di atas.
Data iklim tersebut adalah :
1) suhu udara rata-rata dalam satuan derajat celcius (
o
C);
2) kelembaban relatif rata-rata dalam persen (%);
3) kecepatan angin rata-rata dalam satuan meter per detik (m/s);
4) lama penyinaran matahari dalam satu hari yang dinyatakan dengan satuan jam;
5) tekanan udara di lokasi stasiun dengan satuan kilo pascal (KPa);
6) radiasi matahari di lokasi stasiun dengan satuan mega joule per meter persegi per hari
(MJ/m
2
/hari).
Data topografi :
1) elevasi atau altitude stasiun pengamatan klimatologi dalam satuan meter di atas
permukaan air laut;
2) letak garis lintang lokasi stasiun pengamatan klimatologi yang dinyatakan dalam derajat,
kemudian dikonversi dalam radian dengan 2 t radian = 360 derajat.
Pengolahan data cuaca untuk melakukan penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan
dengan metode Penman-Monteith perlu dilakukan mengingat pencatatan data di lapangan
yang berbeda-beda.
RSNI T-01-2004
3 dari 17
6 Rumus penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan
Penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan dengan metode Penman-Monteith (Monteith,
1965) adalah :
) U , ( γ
)
a
e
s
(e U
) T (
γ
n
R ,
o
ET
2
34 0 1
2
273
900
408 0
+ + A
÷
+
+ A
=
..................................................................... (1)
dengan pengertian :
o
ET adalah evapotranspirasi tanaman acuan, (mm/hari).
R
n
adalah radiasi matahari netto di atas permukaan tanaman, (MJ/m
2
/hari).
T adalah suhu udara rata-rata, (
o
C).
U
2
adalah kecepatan angin pada ketinggian 2 m dari atas permukaan tanah, (m/s).
e
s
adalah tekanan uap air jenuh, (kPa).
e
a
adalah tekanan uap air aktual, (kPa).
A adalah kemiringan kurva tekanan uap air terhadap suhu, (kPa/
o
C).
¸ adalah konstanta psikrometrik, (kPa/
o
C).
R
n
dihitung dengan rumus :
nl
R
ns
R
n
R ÷ =
.............................................................................................. (2)
dengan pengertian :
ns
R
adalah radiasi gelombang pendek, (MJ/m
2
/hari).
nl
R
adalah radiasi gelombang panjang, (MJ /m
2
/hari).
Besarnya
ns
R
adalah :
s
R α) (
ns
R ÷ = 1
.............................................................................................. (3)
dengan pengertian :
α adalah koefisien pantulan radiasi tajuk = 0,23 (nilai koefisien ini dipengaruhi oleh
kondisi tanaman penutup lahannya, pada beberapa literatur menggunakan kisaran
nilai 0,23 – 0,25).
s
R
adalah radiasi matahari, (MJ/m
2
/hari).
dan
s
R
dihitung dengan :
a
R )
N
n
, , (
s
R 5 0 25 0 + =
..................................................................................... (4)
dengan pengertian :
n adalah lama matahari bersinar dalam satu hari, (jam).
N adalah lama maksimum matahari bersinar dalam satu hari, (jam).
a
R adalah radiasi matahari ekstraterestrial, (MJ/m
2
/hari).
RSNI T-01-2004
4 dari 17
besarnya
a
R adalah :
)
s
ω δ δ
s

r
d ,
a
R sin cos cos sin sin 6 37 ¢ ¢ + = ........................................ (5)
dengan pengertian :
r
d adalah jarak relatif antara bumi dan matahari.
δ adalah sudut deklinasi matahari, (rad).
¢ adalah letak lintang, (rad). Jika berada pada lintang utara nilainya positif, pada lintang
selatan nilainya negatif.
s
ω adalah sudut saat matahari terbenam, (rad).
dan
s
ω dihitung dengan :
δ) (
s
ω tan tan arccos ¢ ÷ = ............................................................................... (6)
dengan pengertian :
δ adalah deklinasi matahari, (rad).
¢ adalah letak lintang, (rad).
dan
r
d dihitung berdasarkan persamaan di bawah ini (Duffie & Beckman, 1980) :
J) , ( , J)
π
( ,
r
d 0172 0 cos 033 0 1
365
2
cos 033 0 1 + = + = ..................... (7)
besarnya δ dihitung dengan (Duffie & Beckman, 1980) :
) , J , ( , ) , J
π
( , δ 39 1 0172 0 sin 409 0 39 1
365
2
sin 409 0 ÷ = ÷ =
...................................... (8)
dengan pengertian :
J adalah nomor urut hari dalam setahun (hari julian)
Nilai ) J , ( 0172 0 pada persamaan (7) dan ) , J , ( 39 1 0172 0 ÷ pada persamaan (8) dalam
satuan radian.
Besarnya nilai J dapat dilihat pada Tabel 6 Lampiran D atau secara matematis dapat
dihitung dengan :
a. Untuk J Bulanan (Gommes, 1983):
J = Integer ) 23 , 15 42 , 30 ( ÷ M ............................................................... (8a)
b. Untuk J Harian (Craig, 1984):
J = integer 2 ) 30
9
275 ( ÷ + ÷ D
M
......................................................................... (8b)
dengan pengertian :
M adalah bulan (1-12)
RSNI T-01-2004
5 dari 17
D adalah hari dalam bulan (1 - 31)
Jika tahun normal dan M < 3, nilai J ditambah nilai 2
Jika tahun kabisat dan M > 2, J ditambah nilai 1, tahun kabisat adalah tahun yang habis
dibagi dengan angka 4.
Untuk melakukan penghitungan dengan periode 10 harian, maka nilai J diperoleh dari
persamaan (8b) dengan D sama dengan 5, 15, dan 25 pada setiap bulannya.
Besarnya N dihitung dengan rumus:
s
ω
π
N
24
= ............................................................................................................ (9)
dan
nl
R dihitung dengan:
4
k
T σ )
vs
ε
a
(ε f
lu
R
ld
R
nl
R ÷ = | + + ÷ = ................................................................ (10)
dengan pengertian :
nl
R adalah radiasi gelombang panjang, (MJ /m
2
/hari).
|
lu
R adalah radiasi termal yang dipancarkan oleh tanaman dan tanah ke atmosfer,
(MJ/m
2
/hari).
+
ld
R adalah radiasi gelombang panjang termal yang dipancarkan dari atmosfer dan
awan masuk ke permukaan bumi, (MJ/m
2
/hari).
f adalah faktor penutupan awan, tanpa dimensi.
a
ε adalah emisivitas efektif atmosfer.
vs
ε adalah nilai emisivitas oleh vegetasi dan tanah ~ 0,98 (Jensen dkk., 1990).
σ adalah nilai konstanta Stefan-Boltzman = 4,90 x 10
-9
MJ/m
2
/K
4
/hari.
k
T adalah suhu udara rata-rata, (K).
Faktor penutupan awan (f) dihitung dengan rumus (FAO No. 24, 1977):
1 0 9 0 ,
N
n
, f + = ....................................................................................................... (11)
Emisivitas (
,
ε ) dihitung dengan rumus (Jensen dkk. ,1990) :
a
e , , ( )
a
e
r
b
r
(a )
vs
ε
a

,
ε 14 0 34 0 ÷ ~ + = ÷ = ................................................... (12)
dengan pengertian :
,
ε adalah emisivitas atmosfer
a
e
adalah tekanan uap air aktual (kPa).
r
a adalah 0,34 - 0,44.
r
b adalah negatif 0,25 - negatif 0,14.
Kecepatan angin pada ketinggian 2 m adalah:
RSNI T-01-2004
6 dari 17
|
|
.
|

\
|
÷
=
) , z , (
,
z
U U
42 5 8 67 ln
87 4
2
................................................................................... (13)
dengan pengertian :
2
U adalah kecepatan angin pada ketinggian 2 m, (m/s).
z
U adalah kecepatan angin pada ketinggian z m, (m/s).
z adalah ketinggian alat ukur kecepatan angin, (m).
Tekanan uap jenuh (
e
s
) besarnya (Tetens, 1930):
|
|
.
|

\
|
+
=
3 237
27 17
exp 611 0
, T
T ,
,
s
e ..................................................................................... (14)
Tekanan uap aktual (
e
a
) dihitung dengan:
RH x
s
e
a
e = ........................................................................................................ (15)
dengan pengertian :
RH adalah kelembaban relatif rata-rata, (%).
Kemiringan kurva tekanan uap air terhadap suhu udara dihitung dengan (Murray, 1967):
2
3 237
4098
) , (T
s
e
+
= A ................................................................................................... (16)
dengan pengertian :
A adalah kemiringan kurva tekanan uap air terhadap suhu udara, (kPa/
o
C).
T adalah suhu udara rata-rata, (
o
C).
e
s
adalah tekanan uap jenuh pada suhu T , (kPa).
Konstanta psikrometrik (¸) dihitung dari (Brunt, 1952) :
λ
P
,
ελ
P
p
c
γ 00163 0
3
10 =
÷
= ............................................................................. (17)
dengan pengertian :
¸ adalah konstanta psikrometrik, (kPa/
o
C).
c
p
adalah nilai panas spesifik udara lembap sebesar 1,013 kJ/kg/
o
C.
P adalah tekanan atmosfer, (kPa).
c adalah nilai perbandingan berat molekul uap air dengan udara kering = 0,622.
ì adalah panas laten untuk penguapan, (MJ/kg).
Tekanan atmosfer (P) dihitung dari (Burman dkk.,1987):
RSNI T-01-2004
7 dari 17
R τ
g
ko
T
)
o
z (z τ
ko
T
o
P P
|
|
.
|

\
| ÷ ÷
= ......................................................................... (18)
dengan pengertian :
P adalah tekanan atmosfer pada elevasi z, (kPa).
P
o
adalah tekanan atmosfer pada permukaan laut, (kPa).
z adalah elevasi, (m).
z
o
adalah elevasi acuan, (m).
g adalah gravitasi = 9,8 m/s
2
.
R adalah konstanta gas spesifik = 287 J/kg/K.
T
ko
adalah suhu pada elevasi z
o,
(K).
t adalah konstanta lapse rate udara jenuh = 0,006 5 K/m.
Jika tekanan udara pada suatu stasiun tidak tersedia, maka gunakan asumsi
T
ko
= 293 K untuk T = 20
o
C dan P
o
= 101,3 kPa pada z
o
= 0.
Panas laten untuk penguapan (ì ) dihitung dengan rumus (Harrison, 1963):
)T , ( , λ x
3
10 361 2 501 2
÷
÷ = ............................................................................ (19)
dengan pengertian :
ì adalah panas laten untuk penguapan, (MJ/kg).
T adalah suhu udara rata-rata, (
o
C).
7 Cara penghitungan
Langkah-langkah penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan metode Penman-Monteith.
1) Kumpulkan data cuaca yang tersedia di lokasi stasiun beserta data elevasi dan letak
lintang stasiun;
2) Hitung besarnya nilai tekanan uap jenuh berdasarkan data suhu udara dengan
persamaan (14);
3) Hitung besarnya tekanan uap aktual berdasarkan data kelembapan udara dengan
persamaan (15);
4) Kurangkan nilai tekanan uap jenuh dengan nilai tekanan uap aktual atau hasil langkah
2) dengan langkah 3);
5) Tentukan nilai perkalian antara konstanta 4098 dengan hasil langkah 2) (tekanan uap
jenuh);
6) Hitung perkalian antara konstanta 0,00163 dan data tekanan udara di lokasi stasiun;
7) Hitung besarnya nilai panas laten berdasarkan data suhu udara dan menggunakan
persamaan (19);
8) Hitung nilai konstanta psikrometrik dengan membagikan hasil nilai langkah 6) dengan
langkah 7) atau menggunakan persamaan (17);
9) Hitung nilai dari
2
) 3 . 237 ( + T ;
10) Hitung nilai kemiringan kurva tekanan uap (A) dengan membagikan hasil langkah 5)
dengan langkah 9 atau mengunakan persamaan (16);
11) Tentukan hasil pembagian antara konstanta 900 dengan suhu Kelvin;
RSNI T-01-2004
8 dari 17
12) Tentukan hasil perkalian data kecepatan angin, hasil langkah 8), langkah 4) dan
langkah 11);
13) Hitung besarnya nilai sudut deklinasi (o) berdasarkan persamaan (8);
14) Hitung besarnya jarak relatif matahari dengan bumi (d
r
) menggunakan persamaan 7);
15) Berdasarkan data letak lintang stasiun, tentukan nilai sudut saat matahari terbenam
(e
s
) dengan menggunakan persamaan (6);
16) Tentukan nilai radiasi ekstraterestrial (R
a
) berdasarkan persamaan (5);
17) Hitung nilai radiasi matahari (R
s
) berdasarkan data langkah 16) dengan data lama
penyinaran matahari (persamaan 4);
18) Hitung faktor penutupan awan berdasarkan data lama penyinaran matahari
mengunakan persamaan (11);
19) Hitung besarnya radiasi gelombang pendek (R
ns
) berdasarkan hasil langkah 17) dan
nilai albedo dengan menggunakan persamaan (3);
20) Hitung nilai emisivitas atmosfer berdasarkan persamaan (12);
21) Tentukan nilai hasil perkalian antara konstanta Stefan-Boltzman dan pangkat empat
suhu Kelvin;
22) Tentukan nilai radiasi gelombang panjang (R
nl
) berdasarkan hasil perkalian langkah
18), langkah 20), dan langkah 21) atau menggunakan persamaan (10);
23) Hitung besarnya nilai radiasi netto dengan mengurangkan hasil langkah 19) dengan
langkah 22) (persamaan 2);
24) Tentukan perkalian antara konstanta 0,408, hasil langkah 10), dan langkah 23);
25) Jumlahkan hasil langkah 12) dan langkah 24);
26) Berdasarkan data kecepatan angin, hasil langkah 10), langkah 8), hitung nilai dari
(A + ¸ (1 + 0,34 U
2
));
27) Hitung besarnya nilai ET
o
dengan membagi hasil langkah 25) dengan hasil langkah
26).
RSNI T-01-2004
9 dari 17
8 Contoh penghitungan
es kPa (14)
- Suhu: 24,7
o
C
3,1
- RH: 64,2 % RH/100
0,642
1,99
e
a
kPa (15)
1,1
(e
s
– e
a
) kPa
- Suhu: 24,7
o
C
(T + 237,3)
2
3,02
λ MJ/kg (19) 2,44
) 273 (
900
+ T
68644
0,00163 x P 0,1525
γ kPa/
o
C (17)
0,063
4098 x e
s 12703,8
∆ kPa/
o
C (16)
0,186
- Kec. Angin
= 121,9 km/hari
U
2
m/s
1,41
0,295
) (
) 273 (
900
2 a s
e e U
T
÷
+
¸
- J Januari
(Lampiran D) = 15
δ rad (8) -0,37
d
r
(7)
1,032
ω
s
rad (6) 1,62
- Lintang = 7
o
LS
(ωs sin δ sinφ + cosφ cosδ sinωs) x 37,6 37,43
R
a
MJ/m
2
/hari (5)
38,63
- Lama Penyinaran
(n/N) = 33,9 %
a = 0,25 ; b = 0,5
N
n
b a
s s
+ 0,42
R
s
MJ/m
2
/hari (4) 16,21
- α = 0.23
R
ns
= (1- α) R
s
(3) 12,48
1 , 0 9 , 0 + =
N
n
f
(11)
0,4051
ε’= ε
a
- ε
vs
(12)
0,142
- T = 24,7
o
C
σT
4
38,56
R
nl
MJ/m
2
/hari (10)
2,22
R
n
MJ/m
2
/hari (2) 10,26
x
_
0,779
0,408. ∆.R
n
1,074
) (
) 273 (
900
. . 408 , 0
2 a s n
e e U
T
R ÷
+
+ A ¸
x
+
0,093
1,479
0,279
- Kec. angin
= 121,9 km/hari
( 1 + 0,34 U
2
)
γ.( 1 + 0,34 U
2
)
- ∆ = 0,186 kPa
-
∆ + γ ( 1 + 0,34 U
2
)
ETo mm/hari (1) 3,86
x
x
x
÷
Data Rumus Penghitungan Hasil Penghitungan
x
÷
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
÷
x
_
- Elevasi = 674 m
Nilai P dari
Pers.18
RSNI T-01-2004
10 dari 17
Lampiran A
(informatif)
Diagram alir penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan
Data Iklim
Lama
Penyinaran
Suhu Udara RH Kec. Angin pada
ketinggian 2 m
Tekanan Radiasi surya
e
s
, ì
ada
tidak
Estimasi dengan
pers. 13
A
Rnl
ada
tidak
Estimasi
dengan
¸
Elevasi
ada
tidak
Estimasi
dengan
Letak
Rns
Rn
ETo
Mulai
Topografi
Selesai
RSNI T-01-2004
11 dari 17
Lampiran B
(informatif)
Data iklim
Tabel 1 Data suhu udara (
o
C)
Nama Pos : Ciparay-Bandung
Letak Lintang : 7
o
01'17” LS /107
o
42'10'' BT
Elevasi : 674 m
Bulan
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Dec
Tahun
1980
1981 26,5 25,8 24,8 24,9 26,0 26,2 25,6 25,5
1982 24,7 25,2 25,6 25,8 25,6 25,2 24,5 24,5 25,9
1983 25,2 25,9 25,3 26,1 24,8 25,5 24,5 25,0 26,2 26,5 25,1 25,6
1984 25,1 25,4
1985 24,7 24,5 24,9 25,1 25.0 23,5 23,6 23,4 24,7 25,0
1986 24,5 25,0 26,0 25,3 25,3 24,8 25,0 25,1 25,2 25,2 25,2
1987 25,2 25,4 26,0 26,2 25,4 25,3 24,5 24,0 24,2 24,8 24,9 23,9
1988 24,5 23,8 24,7 24,6 24,8 22,8 21,5 22,8 24,0 24,2 22,7 23,6
1989 23,9 23,1 23,7 24,2 24,4 23,7 23,3 22,7 23,4 24,1 24,8 24,4
Jumlah 197,8 198,3 176,2 177,3 201,8 196,6 191,7 192,4 148,5 176.0 148,3 174,1
Rata-Rata 24,7 24,7 25,2 25,3 25,2 24,6 23,9 24,1 24,8 25,1 24,7 24,9
Sumber : Puslitbang SDA
Tabel 2 Data kecepatan angin (km/hari)
Nama Pos : Ciparay-Bandung
Letak Lintang : 7
o
01'17” LS /107
o
42'10'' BT
Elevasi : 674 m
Bulan
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Dec
Tahun
1980 83,4 57,8 18,7 21,2 20,7 14,3 21,2 26,9 33,6 31,5 20,8
1981 80,9 4,8 8,0 127,8 283,6 300,1 243,6 361,8
1982 323,7 413,6 187,8 197,9 154,2 151,6 254,9 285,3 187,8
1983 304,7 151,5 168,2 166,7 94,4 68,5 70,8 128,0 161,6 251,6 138,1
1984 32,3 31,6 20,2 17,6 7,2 7,8 11,9 16,7 12,6 12,3 12,6 15,6
1985 57,2 55,7 59,8 71,6 74.0 63,1 64,7 83,6 86,1 79,1
1986 63,5 102,2 91,2 88,7 42,6 49,1 128,1 326,1 139,7 122,5 47,1
1987 99,8 84,5 74,6 79,7 70,9 60,1 65,5 90,8 100,4 95,2 75,3 74,6
1988 57,7 70,2 109,1 90,0 65,0 61,1 71,6 93,7 120,8 86,2 82,5 106,9
1989 75,0 101,5 69,8 57,8 65,8 53,6 65,2 82,1 100,3 95,1 89,1 78,4
Jumlah 1013,9 1068,6 799,4 791,2 675,7 534.0 761,9 1261,0 899,0 1090,8 763,7 893,0
Rata-Rata 121,9 119,7 88,82 87,91 67,57 53,4 76,19 126,1 112,4 121,2 109,1 111,6
Sumber: Puslitbang SDA
RSNI T-01-2004
12 dari 17
Tabel 3 Data kelembapan (%)
Nama Pos : Ciparay-Bandung
Letak Lintang : 7
o
01' 17" LS /107
o
42' 10'' BT
Elevasi : 674 m
Bulan
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Dec
Tahun
1980 66 66 66 66 66 66 66 66 66 66 66 66
1981 66 62 62 63 64 65 65 64
1982 66 65 65 66 66 66 66 65 64
1983 64 64 66 66 66 65 64 64 66 65 65
1984 64 64 64 65 65 64 65 64 66 66 66 63
1985 63 63 64 63 60 64 65 64 60 62
1986 65 65 66 66 66 65 65 65 66 66 64
1987 62 64 64 63 64 61 62 62 64 62 62 64
1988 64 64 64 64 64 64 62 62 62 63 64 63
1989 64 64 63 64 65 63 64 64 63 62 63 64
Jumlah 578 579 582 583 648 640 641 639 511 577 517 512
Rata-Rata 64 64 65 65 65 64 64 64 64 64 65 64
Sumber: Puslitbang SDA
Tabel 4 Data lama penyinaran matahari *(%)
Nama Pos : Ciparay-Bandung
Letak Lintang : 7
o
01' 17" LS /107
o
42' 10'' BT
Elevasi : 674 m
Bulan
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Dec
Tahun
1974 26 25 45 55 56 64 64 65 56 38 33 40
1975 39 35 38 52 59 68 60 69 46 33 34 39
1976 23 50 34 59 63 67 75 67 70 49 40 47
1977 41 20 39 57 69 61 67 60 49
1978 33 53 50 43 52 58 46 46 44 58
1979 33 37 54 51 63 72 65 55 60 44 39
1980 23 38 49 50 66 69 68 70 60 53 39 34
1981 55 62 61 68 54 58 35 39
1982 29 43 43 48 64 59 62 59 77 57 52 41
1983 40 44 49 46 45 67 69 72 72 53 40
1984
1985 45 36 44 37 51 58 58 69 61 52
1986
1987 39 51 41 54 65 63 70 77
1988
1989
1990 25 49 45 58 57 60 70 63 65 54 34
1991 33 28 52 43 68 74 70 69 59 61 37 35
1992 44 32 42 43 55 61 66 52 51 38 38 43
Jumlah 407 484 591 709 874 878 917 923 833 665 550 498
Rata-Rata 34 37 42 51 58 63 66 66 60 51 42 42
*Persen penyinaran matahari terhadap 12 jam dari pias Cambell Stokes.
Sumber : Puslitang SDA
RSNI T-01-2004
13 dari 17
Lampiran C
(informatif)
Contoh hasil penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan metode Penman-Monteith
Nama Stasiun : Ciparay - Bandung
Letak Lintang : 7
o
01' 17" LS /107
o
42' 10'' BT
Elevasi : 674 m
Bulan J
Suhu
Udara
(
o
C)
Kec,
Angin
(km/hari)
RH
%
Lama
Penyinaran
(%)
Tekanan
Udara
(+1000 mb)
es
(kPa)
A
(kPa/
o
C)
ì
(MJ/kg)
¸
(kPa/
o
C) c'
f o
(rad)
dr ωs
(rad)
Ra
(MJ/m
2
/hari)
Rs Rns Rnl Rn ETo
(mm/hari)
Jan 15 24,73 121,92 64,22 33,92 -64,17 3,12 0,19 2,44 0,06 0,14 0,41 -0,37 1,03 1,62 38,63 16,21 12,48 2,22 10,26 3,86
Feb 46 24,79 118,73 64,33 37,23 -64,17 3,13 0,19 2,44 0,06 0,14 0,44 -0,23 1,02 1,60 38,87 16,95 13,05 2,37 10,68 3,96
Mar 74 25,17 88,82 64,67 42,21 -64,17 3,20 0,19 2,44 0,06 0,14 0,48 -0,05 1,01 1,58 37,99 17,51 13,49 2,58 10,90 3,88
Apr 105 25,33 87,91 64,78 50,64 -64,17 3,23 0,19 2,44 0,06 0,14 0,56 0,17 0,99 1,55 35,36 17,79 13,70 2,97 10,73 3,83
Mei 135 25,23 67,57 64,80 58,27 -64,17 3,21 0,19 2,44 0,06 0,14 0,62 0,33 0,98 1,53 32,29 17,48 13,46 3,35 10,11 3,54
Jun 166 24,58 53,40 64,00 62,71 -64,17 3,09 0,18 2,44 0,06 0,14 0,66 0,41 0,97 1,52 30,48 17,18 13,23 3,66 9,57 3,27
Jul 196 23,96 76,19 64,10 65,50 -64,17 2,98 0,18 2,44 0,06 0,15 0,69 0,38 0,97 1,52 31,10 17,96 13,83 3,86 9,97 3,48
Aug 227 24,05 126,10 63,90 65,93 -64,17 2,99 0,18 2,44 0,06 0,15 0,69 0,24 0,98 1,54 33,73 19,55 15,06 3,88 11,18 4,09
Sept 258 24,75 112,38 63,88 59,50 -64,17 3,12 0,19 2,44 0,06 0,14 0,64 0,04 0,99 1,57 36,69 20,09 15,47 3,49 11,98 4,30
Okt 288 25,14 121,20 64,11 51,15 -64,17 3,20 0,19 2,44 0,06 0,14 0,56 -0,17 1,01 1,59 38,30 19,37 14,92 3,04 11,88 4,34
Nov 319 24,72 109,10 64,63 42,31 -64,17 3,12 0,19 2,44 0,06 0,14 0,48 -0,33 1,02 1,61 38,52 17,78 13,69 2,62 11,07 4,01
Dec 349 24,87 111,63 64,00 41,50 -64,17 3,14 0,19 2,44 0,06 0,14 0,47 -0,41 1,03 1,62 38,35 17,54 13,51 2,59 10,92 4,01
Sumber : Hasil Penghitungan
RSNI T-01-2004
14 dari 17
Lampiran D
(informatif)
Daftar Nomor Urut Hari dalam Setahun
Hari Jan Feb Mar* Apr* Mei* Jun* Jul* Aug* Sep* Okt* Nov* Des*
1 1 32 60 91 121 152 182 213 244 274 305 335
2 2 33 61 92 122 153 183 214 245 275 306 336
3 3 34 62 93 123 154 184 215 246 276 307 337
4 4 35 63 94 124 155 185 216 247 277 308 338
5 5 36 64 95 125 156 186 217 248 278 309 339
6 6 37 65 96 126 157 187 218 249 279 310 340
7 7 38 66 97 127 158 188 219 250 280 311 341
8 8 39 67 98 128 159 189 220 251 281 312 342
9 9 40 68 99 129 160 190 221 252 282 313 343
10 10 41 69 100 130 161 191 222 253 283 314 344
11 11 42 70 101 131 162 192 223 254 284 315 345
12 12 43 71 102 132 163 193 224 255 285 316 346
13 13 44 72 103 133 164 194 225 256 286 317 347
14 14 45 73 104 134 165 195 226 257 287 318 348
15 15 46 74 105 135 166 196 227 258 288 319 349
16 16 47 75 106 136 167 197 228 259 289 320 350
17 17 48 76 107 137 168 198 229 260 290 321 351
18 18 49 77 108 138 169 199 230 261 291 322 352
19 19 50 78 109 139 170 200 231 262 292 323 353
20 20 51 79 110 140 171 201 232 263 293 324 354
21 21 52 80 111 141 172 202 233 264 294 325 355
22 22 53 81 112 142 173 203 234 265 295 326 356
23 23 54 82 113 143 174 204 235 266 296 327 357
24 24 55 83 114 144 175 205 236 267 297 328 358
25 25 56 84 115 145 176 206 237 268 298 329 359
26 26 57 85 116 146 177 207 238 269 299 330 360
27 27 58 86 117 147 178 208 239 270 300 331 361
28 28 59 87 118 148 179 209 240 271 301 332 362
29 29 (60) 88 119 149 180 210 241 272 302 333 363
30 30 - 89 120 150 181 211 242 273 303 334 364
31 31 - 90 - 151 - 212 243 - 304 - 365
* ditambah 1 jika tahun kabisat
RSNI T-01-2004
15 dari 17
Lampiran E
(informatif)
Faktor konversi
Suhu Udara
Fahrenheit (
o
F) = (
o
F-32)5/9
o
C
Kelvin (K) =
o
C + 273
Tekanan
1 milibar (mb) = 0,1 kPa
1 mmHg = 0,1333 kPa
1 atm = 101,325 kPa
Kecepatan Angin
1 km/hari = 0,01157 m/s
1 knot = 0,05144 m/s
1 ft/s = 0,3048 m/s
Radiasi
1 mm/hari = 2,45 MJ/m
2
/hari
1 J/cm
2
/hari = 0,01 MJ/m
2
/hari
1 cal = 4,1868 J
1 cal/cm
2
/hari = 0,041868 MJ/m
2
/hari
1 Watt = 1 J/s
1 W/m
2
= 0,0864 MJ/m
2
/hari
Evapotranspirasi
1 m
3
/ha/hari = 0,1 mm/hari
1 lt/s/ha = 8,640 mm/hari
1 MJ/m
2
/hari = 0,408 mm/hari
RSNI T-01-2004
16 dari 17
Lampiran F
(informatif)
Daftar nama dan lembaga
1) Pemrakarsa
Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, Badan Penelitian dan
Pengembangan, Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.
2) Penyusun
Nama L e m b a g a
Drs. Kananto, M.Eng
Pusat Litbang Sumber Daya Air
Ir. T. Firdaus Larosa Pusat Litbang Sumber Daya Air
Dra. Sri Mulat Yuningsih Pusat Litbang Sumber Daya Air
Segel Hendrycus Ginting, S.Si Pusat Litbang Sumber Daya Air
RSNI T-01-2004
17 dari 17
Bibliografi
1 Brunt D. (1952). Physical and dynamical meteorology, 2nd ed. University Press,
Cambridge. 428 pp.
2 Burman R.D., Jensen M.E. and Allen R.G. (1987). Thermodynamic factor in
evapotranspiration. In : Proc. Irri. and Drain. Spec. Conf., James L.G. and English M.J.
(eds). ASCE, Portland, Ore., July. Pp. 28-30
3 Craig J.C. (1984). Basic routines for the Casio computer. Wayne Green Books,
Peterborough, NH 03458. 131 pp.
4 Doorenbos J. and Pruitt W.O. (1976). Guidelines for predicting crop water requirements.
FAO Irrigation and Drainage Paper 24, 2nd ed. Rome. 156 pp.
5 Duffie J.A. and Beckman W.A. (1980). Solar engineering of thermal processes. John
WIley and Sons, New York. pp. 1-109.
6 Food and Agriculture Organization, 1991. FAO. Land and Water Development Division.
Report on Expert Consultation for Revision of FAO Guidelines for Predicting of Crop
Water Requirement. Rome, Italy.
7 Food and Agriculture Organization, 1998. FAO Irrigation and Drainage Paper 56.
Guidelines for Predicting Crop Water Requirements. Rome, Italy.
8 Gommes R.a. (1983). Pocket computers in agrometeorology. FAO Plant Production and
Protection Paper 45, Rome.
9 Jensen M.E., Burman R.D. and Allen R.G. (1990). Evapotranspiration and irrigation water
requirements. ASCE Manual No. 70.
10 Monteith J.L. (1965). Evaporation and the environment. In: The State and Movement of
Water in Living Organisms. XIXth Symposium. Soc. for xp. Biol., Swansea. Cambridge
University Press. pp. 205-234.
11 Murray F.W. (1967). On the computation of saturation vapour pressure. J. Appl. Meteor.
6:203-204.
12 Smith M. (1988). Calculation procedures of modified Penman equation for computers and
calculators. FAO, Land and Water Development Division, Rome.
13 Tetens O. (1930). Uber einige meteorologische Begriffe. Z. Geophys. 6:297-309.

RSNI T-01-2004

penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan metode Penman-Monteith disusun sebagai standar. i . Perumusan standar ini dilakukan melalui proses pembahasan pada Gugus Kerja. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. para perencana dan pengguna informasi evapotranspirasi tanaman acuan dapat memanfaatkan standar ini terutama dalam perencanaan dan pengoperasian bangunan air untuk pengaturan kebutuhan air bagi tanaman. Atas dasar tersebut.RSNI T-01-2004 Prakata Standar ini termasuk dalam Gugus Kerja Hidrologi. Prakonsensus dan Konsensus pada tanggal 29 Agustus 2003 di Pusat Litbang Sumber Daya Air Bandung serta proses penetapan pada Panitia Teknik yang melibatkan para nara sumber dan pakar dari berbagai instansi terkait. Lingkungan. Hidraulika. Air Tanah dan Air Baku pada Sub Panitia Teknik Bidang Sumber Daya Air dan berada di bawah Panitia Teknik Konstruksi dan Bangunan. Standar ini menyajikan penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan dengan metode Penman-Monteith yang telah disepakati oleh para ahli di banyak negara untuk dijadikan sebagai acuan.8 Tahun 2000 dan telah mendapat masukkan dan koreksi dari ahli bahasa. Dengan diterbitkannya standar ini. Penulisan standar ini mengacu kepada Pedoman BSN No.

................... ........................ .RSNI T-01-2004 Daftar isi Prakata Daftar isi 1 2 3 4 5 6 7 8 .......................... .................................................................. .................................... ........................ ....... Lampiran A Diagram alir penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan Lampiran B Data iklim Lampiran C Contoh hasil penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan metode Penman-Monteith Lampiran E Faktor konversi Bibliografi Lampiran D Daftar nomor urut hari dalam setahun Lampiran F Daftar nama dan lembaga ............................................. i ii iii 1 1 1 2 2 3 7 9 10 11 13 14 15 16 17 Pendahuluan Ruang lingkup Acuan normatif Istilah dan definisi Persyaratan Data iklim dan topografi Cara penghitungan Contoh penghitungan Rumus penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan ......... .............................................................................................. ........................................................................................................................................................ ............................................................................. ii .. ...................... ......................................................................................................................................................................................................................... .......................................... ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... .......................................................................... ......................

RSNI T-01-2004 Pendahuluan Evapotranspirasi tanaman acuan (ETo) adalah evapotranspirasi yang terjadi pada tanaman acuan yaitu tanaman rumput yang tumbuh pada suatu lahan dengan ketinggian tanaman 12 cm dari permukaan tanah dan kebutuhan airnya tercukupi dengan baik.29. sedang metode lainnya di bawah nilai tersebut. Kebutuhan air bagi tanaman dihitung dari perkalian nilai koefisien tanaman (kc) dengan besarnya evapotranspirasi tanaman acuan. metode Penman-Monteith sebagai metode terbaik dibandingkan dengan metode lainnya dalam menghitung besarnya evapotranspirasi tanaman acuan. misalnya untuk menentukan kebutuhan air bagi tanaman (ETt). Penghitungan besarnya evapotranspirasi tanaman acuan diperlukan. iii . yaitu sebesar 0. Besarnya estimasi kesalahaan standar (standard error of estimate) menunjukkan nilai terkecil.56 sampai 1. Berdasarkan penelitian di daerah basah (humid) yang dimuat dalam FAO Paper 56. Nilai korelasi (r) metode ini dibandingkan dengan hasil penelitian dengan lisimeter sebesar 97% untuk seluruh bulan dan 93% untuk bulan puncak. 32 sedang metode lainnya antara 0.

3 Evapotranspirasi adalah banyaknya air yang dipergunakan untuk proses pertumbuhan tanaman (transpirasi) dan evaporasi dari tanah/air sebagai tempat tumbuhnya tanaman tersebut.5 Hari julian adalah nomor urutan hari dalam setahun yang dimulai dari 1 untuk 1 Januari sampai 365 atau 366 untuk 31 Desember. 3.12 Lama penyinaran matahari adalah jangka waktu matahari bersinar tanpa dihalangi oleh penutupan awan.2 Transpirasi adalah besarnya kehilangan air dari dalam tanaman melalui stomata di daun. Metode ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam menghitung evapotranspirasi tanaman acuan untuk menentukan besarnya evapotranspirasi potensial tanaman dengan menggunakan metode Penman-Monteith. 3. dan topografi yang diperlukan.1 Istilah dan definisi Evaporasi adalah banyaknya air yang menguap dari permukaan tanah atau air.8 Tanaman acuan adalah rerumputan dengan tinggi 12 cm.9 Radiasi matahari gelombang pendek netto adalah radiasi matahari ekstraterestrial dikurangi pantulan radiasi dari permukaan bumi. . menjelaskan persyaratan data iklim. 2 Acuan normatif Metode penghitungan evapotranspirasi potensial dengan panci penguapan kelas A. tumbuh seragam menutupi permukaan tanah.6 3.7 Panas laten adalah panas yang diperlukan untuk menguapkan air sebesar satu gram. 3. 3. 3.Monteith 1 Ruang lingkup Standar ini membahas langkah penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan metode Penman-Monteith.11 Radiasi matahari netto adalah radiasi matahari gelombang pendek netto dikurangi radiasi gelombang panjang netto. 3. tanpa kekurangan air. 3.SNI 03-2821-1992 : 3 3. 3. 3. 1 dari 17 .4 Evapotranspirasi potensial adalah evapotranspirasi untuk memenuhi kebutuhan air untuk pertumbuhan tanaman tanpa sedikit pun kekurangan air.RSNI T-01-2004 Tata cara penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan dengan metode Penman . Lapse rate adalah laju penurunan suhu udara dengan kenaikan ketinggian. 3.10 Radiasi gelombang panjang netto adalah panas yang dipancarkan oleh permukaan tanaman dan tanah ditambah panas dari atmosfer dan awan yang diterima oleh di permukan bumi.

tidak perlu berkesinambungan dan untuk alokasi air disesuaikan dengan periode yang dikehendaki. o Data topografi : 1) 2) Pengolahan data cuaca untuk melakukan penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan dengan metode Penman-Monteith perlu dilakukan mengingat pencatatan data di lapangan yang berbeda-beda. lama penyinaran matahari dalam satu hari yang dinyatakan dengan satuan jam. letak garis lintang lokasi stasiun pengamatan klimatologi yang dinyatakan dalam derajat. elevasi atau altitude stasiun pengamatan klimatologi dalam satuan meter di atas permukaan air laut.00 dan diambil jam 16.RSNI T-01-2004 3.13 Koefisien pantulan atau albedo adalah nilai besaran bagian radiasi matahari ekstraterestrial yang dipantulkan oleh permukaan bumi. kecepatan angin rata-rata dalam satuan meter per detik (m/s). kemudian dikonversi dalam radian dengan 2  radian = 360 derajat. Data iklim tersebut adalah : 1) 2) 3) 4) 5) 6) suhu udara rata-rata dalam satuan derajat celcius ( C). panjang data pengamatan yang akan dihitung untuk pekerjaan perencanaan minimal 5 tahun. tersedia data ketinggian alat pengukur kecepatan angin secara jelas dan benar sesuai dengan periode waktu penghitungan butir a).00) atau data radiasi matahari secara jelas dan benar sesuai dengan periode waktu penghitungan butir a). tersedia data lama penyinaran matahari dan waktu pemasangan dan pengambilan alat ukurnya (misal dipasang jam 8. mingguan. 2 dari 17 . 15 harian. 4 Persyaratan Data iklim yang dipergunakan harus memperhatikan persyaratan berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) periode waktu penghitungan ditentukan dengan jelas (bulanan. tersedia data suhu udara dan kelembaban udara secara jelas dan benar sesuai dengan periode waktu penghitungan butir a). kelembaban relatif rata-rata dalam persen (%). atau harian). tersedia data tekanan udara secara jelas dan benar sesuai dengan periode waktu penghitungan butir a) atau elevasi pos klimatologi. 10 harian. tekanan udara di lokasi stasiun dengan satuan kilo pascal (KPa). letak lintang pos klimatologi ditentukan secara jelas dan benar. 7) 5 Data iklim dan topografi Penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan menurut metode Penman-Monteith memerlukan data iklim dan letak stasiun klimatologi sehingga pengolahan data harus dilakukan sesuai dengan kriteria satuan yang sesuai dengan metode tersebut di atas. radiasi matahari di lokasi stasiun dengan satuan mega joule per meter persegi per hari 2 (MJ/m /hari).

.. 2 R n adalah radiasi matahari netto di atas permukaan tanaman....... (MJ/m /hari)........ (kPa).. (kPa/ C)......... ( C)....5 n N ) Ra ........................ 2 Rs dihitung dengan : R s  ( 0 .......... 3 dari 17 2 ... radiasi gelombang panjang.34 U 2 ) ................................23 – 0..... (mm/hari). Ra adalah radiasi matahari ekstraterestrial.. (3) 2 2 Rns Rns  ( 1  α) Rs dengan pengertian : α adalah koefisien pantulan radiasi tajuk = 0......... es e a adalah tekanan uap air aktual...... (jam).............25).........23 (nilai koefisien ini dipengaruhi oleh kondisi tanaman penutup lahannya.............. U 2 adalah kecepatan angin pada ketinggian 2 m dari atas permukaan tanah.......... o  adalah konstanta psikrometrik....... R n dihitung dengan rumus : Rn  Rns  Rnl dengan pengertian : .... 1965) adalah : 0 ... adalah tekanan uap air jenuh................... pada beberapa literatur menggunakan kisaran nilai 0........................... (MJ/m /hari)... (MJ /m /hari)... (4) dengan pengertian : n adalah lama matahari bersinar dalam satu hari......RSNI T-01-2004 6 Rumus penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan Penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan dengan metode Penman-Monteith (Monteith....... (kPa/ C)............................. (MJ/m /hari)... N adalah lama maksimum matahari bersinar dalam satu hari............ o T adalah suhu udara rata-rata......................... o  adalah kemiringan kurva tekanan uap air terhadap suhu.. (1) dengan pengertian : ETo adalah evapotranspirasi tanaman acuan.25  0 ....................... (MJ/m /hari)........ Rs dan adalah radiasi matahari. adalah : .. (m/s).. (jam).408  Rn  γ ETo  U (es  ea ) ( T  273 ) 2 900   γ ( 1  0 . (kPa)........... (2) Rns adalah Rnl adalah Besarnya radiasi gelombang pendek..........

033 cos ( 2π 365 J)  1  0 ............... (8b) 9 dengan pengertian : M adalah bulan (1-12) 4 dari 17 b....39 ) pada persamaan (8) dalam satuan radian............. (rad).......... Besarnya nilai J dapat dilihat pada Tabel 6 Lampiran D atau secara matematis dapat dihitung dengan : a..... (5) dengan pengertian : d r adalah jarak relatif antara bumi dan matahari...... ... pada lintang selatan nilainya negatif....................0172 J  1.. (rad)... 1983): J = Integer (30..... (8) dengan pengertian : J adalah nomor urut hari dalam setahun (hari julian) Nilai ( 0 ........ (rad)..........  adalah letak lintang.0172 J ) pada persamaan (7) dan ( 0 .42 M  15. 1980) : dr  1  0 ...39 )  0 ..... (6) dengan pengertian : δ adalah deklinasi matahari.........033 cos ( 0 .......... 1984): M J = integer (275  30  D)  2 ...................................... dan ωs dihitung dengan : ωs  arccos (  tan  tan δ) .409 sin ( 0 .....  adalah letak lintang. (7) besarnya δ dihitung dengan (Duffie & Beckman.............................. ωs adalah sudut saat matahari terbenam... (rad)...... δ adalah sudut deklinasi matahari..........6 d r (ωs sin  sin δ  cos  cos δ sin ωs ) ... (rad).409 sin ( 2π 365 J  1................................0172 J  1........0172 J) ....... (8a) Untuk J Harian (Craig.............. dan d r dihitung berdasarkan persamaan di bawah ini (Duffie & Beckman.................. Jika berada pada lintang utara nilainya positif..... 1980) : δ  0 ... Untuk J Bulanan (Gommes....39 ) ....23) ...RSNI T-01-2004 besarnya Ra adalah : Ra  37 ...................

........ (MJ/m /hari). dan 25 pada setiap bulannya..............1990) : ε ... (10) dengan pengertian : 2 Rnl adalah radiasi gelombang panjang..... adalah radiasi gelombang panjang termal yang dipancarkan dari atmosfer dan awan masuk ke permukaan bumi.. adalah emisivitas atmosfer ea adalah tekanan uap air aktual (kPa)... 1977): f  0 ................ 24..... -9 2 4 adalah nilai konstanta Stefan-Boltzman = 4........ ......1 ........ adalah suhu udara rata-rata.......90 x 10 MJ/m /K /hari........ J ditambah nilai 1..... br adalah negatif 0...25 ......................RSNI T-01-2004 D adalah hari dalam bulan (1 .9 n N  0 ... Untuk melakukan penghitungan dengan periode 10 harian..14........... 15............. tahun kabisat adalah tahun yang habis dibagi dengan angka 4.......... (12) dengan pengertian : ε ................44.. (MJ/m /hari)..34 ............ Rlu  Rld  f εa ε vs σ T k adalah radiasi termal yang dipancarkan oleh tanaman dan tanah ke atmosfer.... nilai J ditambah nilai 2 Jika tahun kabisat dan M > 2..................  (ε a  ε vs )  (a r  br ea )  ( 0 .. (MJ /m /hari)..... Besarnya N dihitung dengan rumus: ωs .. Kecepatan angin pada ketinggian 2 m adalah: 5 dari 17 ............ tanpa dimensi......0....... (11) Emisivitas ( ε ... a r adalah 0. adalah nilai emisivitas oleh vegetasi dan tanah  0.................... (9) π dan Rnl dihitung dengan: N 24 4 Rnl   Rld   Rlu   f (ε a  ε vs ) σ Tk .. 2 2 Faktor penutupan awan (f) dihitung dengan rumus (FAO No.. (K)....................14 ea .34  0 ..............98 (Jensen dkk.................... 1990)........ maka nilai J diperoleh dari persamaan (8b) dengan D sama dengan 5..............negatif 0......... adalah emisivitas efektif atmosfer. adalah faktor penutupan awan.. ) dihitung dengan rumus (Jensen dkk..31) Jika tahun normal dan M < 3..

................... (15) dengan pengertian : RH adalah kelembaban relatif rata-rata........ (MJ/kg).. (kPa)........... (m/s)... o cp adalah nilai panas spesifik udara lembap sebesar 1....87 (13) dengan pengertian : U 2 adalah kecepatan angin pada ketinggian 2 m.................013 kJ/kg/ C................ P adalah tekanan atmosfer......... (kPa/ C).......................... 1952) : γ cpP ελ 10 3  0 ........... Kemiringan kurva tekanan uap air terhadap suhu udara dihitung dengan (Murray...... (17) dengan pengertian :  adalah konstanta psikrometrik.. z adalah ketinggian alat ukur kecepatan angin.. ( C)........................   ln ( 67 .............. (m)...... (%).....  adalah panas laten untuk penguapan... (m/s)............. Tekanan uap jenuh ( e s ) besarnya (Tetens. U z adalah kecepatan angin pada ketinggian z m....RSNI T-01-2004 U 2 U z      . (kPa/o C)........... (kPa)...........................622.......42 )  4 ................... e s adalah tekanan uap jenuh pada suhu T ...............3 ) 2 ............................ 1930): e s  0 . o T adalah suhu udara rata-rata...................  adalah nilai perbandingan berat molekul uap air dengan udara kering = 0.. Konstanta psikrometrik () dihitung dari (Brunt.......1987): 6 dari 17 ................... (16) dengan pengertian : o  adalah kemiringan kurva tekanan uap air terhadap suhu udara.............3  Tekanan uap aktual ( e a ) dihitung dengan: ea  e s x RH . (14)   T  237 .............611 exp    17 ..........................................00163 P λ ....8 z  5..27 T   ......... Tekanan atmosfer (P) dihitung dari (Burman dkk.. 1967):  4098 e s (T  237 ......................................

............... Hitung nilai dari (T  237..........8 m/s . Tko adalah suhu pada elevasi zo..... (kPa).. o T adalah suhu udara rata-rata. (18)   Tko   dengan pengertian : P adalah tekanan atmosfer pada elevasi z........3 kPa pada zo = 0. maka gunakan asumsi o Tko = 293 K untuk T = 20 C dan Po = 101... R adalah konstanta gas spesifik = 287 J/kg/K.. Kurangkan nilai tekanan uap jenuh dengan nilai tekanan uap aktual atau hasil langkah 2) dengan langkah 3).............. zo adalah elevasi acuan......... Tentukan hasil pembagian antara konstanta 900 dengan suhu Kelvin....3) 2 .... (19) g dengan pengertian :  adalah panas laten untuk penguapan. 2 g adalah gravitasi = 9.. Panas laten untuk penguapan ( ) dihitung dengan rumus (Harrison.. 7 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) Cara penghitungan Kumpulkan data cuaca yang tersedia di lokasi stasiun beserta data elevasi dan letak lintang stasiun.501  ( 2 ......RSNI T-01-2004  T  τ (z  z o )  τ R  P  Po  ko .... (m)...... (kPa)............ 1963): λ  2 ...  adalah konstanta lapse rate udara jenuh = 0... . Hitung besarnya nilai tekanan uap jenuh berdasarkan data suhu udara dengan persamaan (14). Hitung perkalian antara konstanta 0.... 7 dari 17 Langkah-langkah penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan metode Penman-Monteith.. Tentukan nilai perkalian antara konstanta 4098 dengan hasil langkah 2) (tekanan uap jenuh). z adalah elevasi..361 x 10 3 )T .006 5 K/m.. Jika tekanan udara pada suatu stasiun tidak tersedia... Hitung besarnya nilai panas laten berdasarkan data suhu udara dan menggunakan persamaan (19).........00163 dan data tekanan udara di lokasi stasiun....... (MJ/kg)......... (m). Po adalah tekanan atmosfer pada permukaan laut.... Hitung nilai konstanta psikrometrik dengan membagikan hasil nilai langkah 6) dengan langkah 7) atau menggunakan persamaan (17)... (K).... ( C)........ Hitung nilai kemiringan kurva tekanan uap () dengan membagikan hasil langkah 5) dengan langkah 9 atau mengunakan persamaan (16).... Hitung besarnya tekanan uap aktual berdasarkan data kelembapan udara dengan persamaan (15)....

Hitung faktor penutupan awan berdasarkan data lama penyinaran matahari mengunakan persamaan (11). dan langkah 21) atau menggunakan persamaan (10). langkah 20). Hitung besarnya nilai ETo dengan membagi hasil langkah 25) dengan hasil langkah 26). Hitung nilai radiasi matahari (Rs) berdasarkan data langkah 16) dengan data lama penyinaran matahari (persamaan 4). dan langkah 23). Tentukan nilai radiasi gelombang panjang (Rnl) berdasarkan hasil perkalian langkah 18). Hitung nilai emisivitas atmosfer berdasarkan persamaan (12). Tentukan nilai radiasi ekstraterestrial (Ra) berdasarkan persamaan (5). hitung nilai dari ( +  (1 + 0.34 U2)). langkah 8). langkah 4) dan langkah 11). Hitung besarnya jarak relatif matahari dengan bumi (dr) menggunakan persamaan 7).RSNI T-01-2004 12) 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19) 20) 21) 22) 23) 24) 25) 26) 27) Tentukan hasil perkalian data kecepatan angin. hasil langkah 10).408. tentukan nilai sudut saat matahari terbenam (s) dengan menggunakan persamaan (6). Jumlahkan hasil langkah 12) dan langkah 24). 8 dari 17 . Hitung besarnya radiasi gelombang pendek (Rns) berdasarkan hasil langkah 17) dan nilai albedo dengan menggunakan persamaan (3). Tentukan nilai hasil perkalian antara konstanta Stefan-Boltzman dan pangkat empat suhu Kelvin. hasil langkah 10). Berdasarkan data letak lintang stasiun. hasil langkah 8). Hitung besarnya nilai sudut deklinasi () berdasarkan persamaan (8). Berdasarkan data kecepatan angin. Hitung besarnya nilai radiasi netto dengan mengurangkan hasil langkah 19) dengan langkah 22) (persamaan 2). Tentukan perkalian antara konstanta 0.

7 C o λ γ ∆ 900 (T  273 ) MJ/kg 2 o (19) ÷ x ÷ x x 2.063 0..9 km/hari U2  m/s 1.43 38.4051 x x x 12.408.34 U2 ) γ.εvs (12) Ra MJ/m /hari 2 x x x x 0.Suhu: 24. b = 0.Lintang = 7o LS ωs rad (6) x x 1.25 .02 x x x x .Lama Penyinaran n a s  bs (n/N) = 33.1 _ x .1 .α) Rs (3) ε’= εa .Rn   900 U2 (es  ea ) (T  273 ) .86 1.41 0.Elevasi = 674 m Nilai P dari Pers.6 (5) .186 3.T = 24.642 1.RH: 64.Kec.5 R MJ/m /hari (4) s n (11) f  0 .62 37.1525 .21 0.44 68644 x (T + 237.56 2.Rn 0.J Januari (Lampiran D) = 15 δ dr rad (8) (7) -0.48 0.Kec.37 1.( 1 + 0.α = 0.408.99 1. angin = 121.1 N .18 4098 x es 0. Angin = 121.42 16.9 km/hari ∆ = 0.26 0.34 U2 ) ETo mm/hari (1) 3.032 .779 1.34 U2 ) ∆ + γ ( 1 + 0.8 0.22 10. ∆.9  0 .295 900 U 2 (e s  e a ) (T  273 ) .9 % N 2 a = 0.142 + x _ x .2 % x RH/100 ea (es – ea) kPa kPa (15) x 0.Suhu: 24.074 MJ/m /hari MJ/m /hari 2 2 (10) (2) 0.00163 x P 12703.279 9 dari 17 .RSNI T-01-2004 8 Contoh penghitungan Data .093 0.7 C o σT Rnl Rn 4 x 38.63 x x (ωs sin δ sinφ + cosφ cosδ sinωs) x 37.23 Rns = (1.186 kPa ( 1 + 0.7 C o Rumus Penghitungan es kPa (14) Hasil Penghitungan 3.479 ÷ x 0.3) kPa/ C kPa/ C o (17) (16) 0.

RSNI T-01-2004 Lampiran A (informatif) Diagram alir penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan Mulai Topografi Data Iklim Letak Elevasi tidak Lama Penyinaran Radiasi surya ada tidak Tekanan ada Suhu Udara RH Kec. Angin pada ketinggian 2 m ada tidak Estimasi dengan Estimasi dengan Estimasi dengan pers.   Rn  ETo Selesai 10 dari 17 . 13 Rnl Rns es.

0 24.8 84.1 53.8 24.2 26.1 139.5 8.8 100.9 1261.0 1987 25.1 24.7 24.0 42.6 106.9 26.0 26.3 25.0 101.7 17.1 26.7 12.4 121.2 25.2 94.1 25.6 93.4 Jul Aug Sep Okt Nov Dec 20.7 24.1 60.2 197.5 24.7 80.6 187.6 68.8 24.3 Rata-Rata 24.8 196.6 64.5 24.1 761.8 25.6 47.8 26.5 69.3 71.5 25.8 763.0 25.0 23.8 Mar 18.4 : Ciparay-Bandung : 7 01'17” LS /107 42'10'' BT : 674 m Feb 57.3 24.5 24.7 23.1 Sumber: Puslitbang SDA 11 dari 17 .6 799.6 71.0 22.2 25.1 25.5 168.6 24.6 23.8 25.82 21.0 1090.2 25.RSNI T-01-2004 Lampiran B (informatif) Data iklim Tabel 1 Data suhu udara ( C) o Nama Pos Letak Lintang Elevasi Bulan : Ciparay-Bandung : 7 01'17” LS /107 42'10'' BT : 674 m Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Dec o o Jan Feb Tahun 1980 1981 1982 24.7 23.7 23.3 201.91 Mei 20.6 70.2 26.8 63.6 251.6 25.8 25.2 74.3 177.7 76.6 12.9 65.7 120.1 74.7 79.1 243.2 24.19 126.8 86.7 122.5 23.9 Tabel 2 Data kecepatan angin (km/hari) Nama Pos Letak Lintang Elevasi Bulan Tahun 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 Jumlah Rata-Rata Jan 83.8 304.6 31.8 151.2 24.4 893.2 25.2 24.5 90.2 1983 25.1 75.0 127.2 82.3 25.8 63.0 23.8 283.7 67.0 53.1 79.2 24.2 25.7 25.9 166.6 57.6 25.2 25.9 22.1 176.5 24.5 1986 24.6 25.2 82.0 23.8 187.0 111.6 534.2 91.1 26.2 109.9 285.7 192.7 90.4 25.9 33.5 74.7 176.1 89.8 22.2 24.2 24.7 25.1 128.0 26.7 151.0 26.8 15.9 23.7 70.9 1984 25.1 100.3 95.7 Sumber : Puslitbang SDA 25.5 23.5 7.9 119.6 138.6 o o 323.8 1989 23.2 109.6 300.5 24.3 12.5 102.2 87.0 65.3 4.0 161.1 112.7 24.6 24.6 254.3 24.1 49.4 148.2 57.8 198.5 25.2 25.0 25.1 11.0 57.3 31.1 25.2 75.9 16.0 899.9 154.8 24.1 25.7 413.8 675.6 25.8 22.8 361.3 174.4 23.2 99.4 121.4 7.1 326.4 1985 24.8 21.7 59.7 24.1 Jumlah 197.4 24.9 23.7 83.8 26.9 25.4 95.6 20.6 24.9 78.4 1988 24.8 128.57 Jun 14.8 1013.5 25.5 24.8 791.9 1068.9 25.2 32.6 86.1 24.5 65.6 191.1 61.7 88.5 65.9 24.4 25.3 24.5 25.4 148.2 24.6 88.5 25.7 Apr 21.2 55.3 70.

Sumber : Puslitang SDA 65 54 59 61 37 51 38 38 833 665 550 60 51 42 34 35 43 498 42 12 dari 17 .RSNI T-01-2004 Tabel 3 Data kelembapan (%) Nama Pos Letak Lintang Elevasi Bulan Tahun 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 Jumlah Rata-Rata Jan 66 66 64 64 63 65 62 64 64 578 64 : Ciparay-Bandung : 7 01' 17" LS /107 42' 10'' BT : 674 m Feb 66 65 64 64 63 65 64 64 64 579 64 Mar 66 65 66 64 64 66 64 64 63 582 65 Apr 66 66 66 65 63 66 63 64 64 583 65 Mei 66 66 66 66 65 60 66 64 64 65 648 65 Jun 66 62 66 65 64 64 65 61 64 63 640 64 Jul 66 62 66 64 65 65 65 62 62 64 641 64 Aug 66 63 65 64 64 64 65 62 62 64 639 64 Sep Okt Nov Dec 66 64 66 66 60 66 65 66 65 65 66 66 62 64 63 517 65 66 64 64 63 64 64 63 64 512 64 o o 65 66 62 66 64 62 62 63 63 62 511 577 64 64 Sumber: Puslitbang SDA Tabel 4 Data lama penyinaran matahari *(%) Nama Pos Letak Lintang Elevasi : Ciparay-Bandung : 7 01' 17" LS /107 42' 10'' BT : 674 m Sep Okt Nov Dec 56 46 70 61 46 55 60 54 77 72 61 38 33 49 67 46 60 53 58 57 53 52 33 34 40 60 44 44 39 35 52 40 40 39 47 49 58 39 34 39 41 o o Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Tahun 1974 26 25 45 55 56 64 64 65 1975 39 35 38 52 59 68 60 69 1976 23 50 34 59 63 67 75 67 1977 41 20 39 57 69 1978 33 53 50 43 52 58 1979 33 37 54 51 63 72 65 1980 23 38 49 50 66 69 68 70 1981 55 62 61 68 1982 29 43 43 48 64 59 62 59 1983 40 44 49 46 45 67 69 72 1984 1985 45 36 44 37 51 58 58 69 1986 1987 39 51 41 54 65 63 70 77 1988 1989 1990 25 49 45 58 57 60 70 63 1991 33 28 52 43 68 74 70 69 1992 44 32 42 43 55 61 66 52 Jumlah 407 484 591 709 874 878 917 923 Rata-Rata 34 37 42 51 58 63 66 66 *Persen penyinaran matahari terhadap 12 jam dari pias Cambell Stokes.

67 64.17 -64.59 10.01 4.69 38.50 51.83 15.47 1.05 24.05 0.99 3.12 3.41 0.80 64.38 0.20 3.19  (MJ/kg) 2.19 0.03 1.06 0.12 3.29 30.48 17.78 64.41 0.03 16.RSNI T-01-2004 Lampiran C (informatif) Contoh hasil penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan metode Penman-Monteith Nama Stasiun : Ciparay .86 3.95 17.62 Ra (MJ/m2/hari) 38.88 64.97 0.06 f  (rad) -0.15 0.46 13.14 0.15 42.11 9.20 3.10 63.06 0.19 0.37 -0.79 25.04 -0.44 2.51 17.44 2.44 0.06 15.55 20.19 0.17 -64.70 13.54 3.44 2.00 0.21 16.06 0.56 0.62 1.27 62.99 0.24 0.57 53.20 109.15 0.06 0.19 0.13 3.90 63.23 13.98 0.73 24.54 1.50 Tekanan Udara (+1000 mb) -64.09 4.17 -64.90 10.33 0.17 -64.60 1.17 -64.14 0.06 0.30 4.Bandung o o Letak Lintang : 7 01' 17" LS /107 42' 10'' BT Elevasi : 674 m Suhu Udara (oC) 24.18 0.44 2.38 121.01 Bulan J ' 0.37 17.41 dr ωs (rad) 1.21 3.87 37.73 88.63 38.98 11.68 10.88 3.48 0.72 24.64 0.18 0.09 2.18 11.05 13.23 24.48 13.40 76.33 64.23 -0.14 0.52 1.66 0.26 10.34 4.06 0.93 59.59 1.17 0.17 -64.17 -64.63 64.17 -64.07 10.58 2.44 2.17 -0.14 0.14  (kPa/oC) 0.75 25.10 112.44 2.57 1.35 Rs Rns Rnl Rn ETo (mm/hari) 3.83 3.09 19.44 2.12 3.96 3.57 9.14 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sept Okt Nov Dec 15 46 74 105 135 166 196 227 258 288 319 349 64.55 1.06 0.36 32.14 0.11 64.21 50.44 2.58 23.00 64.10 111.19 0.98 0.82 87.52 38.19 0.10 33.19 0.30 38.52 1.49 13.69 13.63 RH % Lama Penyinaran (%) 33.22 2.17 -64.33 -0.62 0.58 1.92 Sumber : Hasil Penghitungan 13 dari 17 .01 1.99 35.51 2.27 3.14 0.71 65.99 1.92 118.54 12.06 0. Angin (km/hari) 121.88 3.06 0.44 2.96 19.14 0.04 2.86 3.14 24.69 0.53 1.92 13.48 0.02 1.48 31.23 42.61 1.96 24.64 58.97 0.97 3.17 es (kPa) 3.78 17.97 11.49 3.44 2.35 3.44 2.92 37.18 0.66 3.37 2.19 126.18 17.06 0.48 4.56 0.17 -64.01 0.91 67.17 -64.69 0.73 36.50 65.23 3.47 14.98 2.19 0.22 64.31 41.79 17.17 25.33 25.88 11.87 Kec.14 0.44  (kPa/oC) 0.02 1.62 2.06 0.73 10.14 0.

RSNI T-01-2004 Lampiran D (informatif) Daftar Nomor Urut Hari dalam Setahun Hari Jan Feb Mar* Apr* Mei* Jun* Jul* Aug* Sep* Okt* Nov* Des* 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 (60) - 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 - 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 - 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 - 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 - 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 * ditambah 1 jika tahun kabisat 14 dari 17 .

45 MJ/m /hari = 0.1333 kPa = 101.01 MJ/m /hari = 4.1 mm/hari = 8.0864 MJ/m /hari 2 2 2 2 Evapotranspirasi 1 m /ha/hari 1 lt/s/ha 1 MJ/m /hari 2 3 = 0.041868 MJ/m /hari = 1 J/s = 0.RSNI T-01-2004 Lampiran E (informatif) Faktor konversi Suhu Udara Fahrenheit ( F) Kelvin (K) Tekanan 1 milibar (mb) 1 mmHg 1 atm Kecepatan Angin 1 km/hari 1 knot 1 ft/s Radiasi 1 mm/hari 1 J/cm /hari 1 cal 1 cal/cm /hari 1 Watt 1 W/m 2 2 2 o = ( F-32)5/9 C = C + 273 o o o = 0.1 kPa = 0.05144 m/s = 0.01157 m/s = 0.1868 J = 0.640 mm/hari = 0.408 mm/hari 15 dari 17 .3048 m/s = 2.325 kPa = 0.

Si Lembaga Pusat Litbang Sumber Daya Air Pusat Litbang Sumber Daya Air Pusat Litbang Sumber Daya Air Pusat Litbang Sumber Daya Air 16 dari 17 . 2) Penyusun Nama Drs. M. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. S. T.RSNI T-01-2004 Lampiran F (informatif) Daftar nama dan lembaga 1) Pemrakarsa Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air.Eng Ir. Badan Penelitian dan Pengembangan. Kananto. Sri Mulat Yuningsih Segel Hendrycus Ginting. Firdaus Larosa Dra.

Rome.RSNI T-01-2004 Bibliografi 1 Brunt D. Jensen M. and Beckman W. Land and Water Development Division. Guidelines for Predicting Crop Water Requirements. and Pruitt W. Solar engineering of thermal processes.D. (eds). Burman R. J. XIXth Symposium. Italy. Gommes R. for xp. Swansea. University Press.W. FAO Irrigation and Drainage Paper 24. (1984). Food and Agriculture Organization. Pp. In : Proc.D. Physical and dynamical meteorology. Portland. (1990). pp.C. Basic routines for the Casio computer. 205-234. Peterborough.. In: The State and Movement of Water in Living Organisms. FAO Plant Production and Protection Paper 45.. Geophys. (1930). 1991.A. FAO. and English M. 13 Tetens O.G. and Drain. Duffie J.E.G. Jensen M. Rome.. Ore. Cambridge. 2nd ed. Soc. (1987). 1998. 156 pp. Food and Agriculture Organization. 28-30 Craig J. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Monteith J. July. 6:203-204. Spec. Wayne Green Books. Rome.. Thermodynamic factor in evapotranspiration. New York.J. Biol. FAO Irrigation and Drainage Paper 56. Land and Water Development Division. Meteor. Irri. 17 dari 17 . Doorenbos J. Guidelines for predicting crop water requirements. Cambridge University Press. 428 pp. pp. Rome.G. (1988). Conf. NH 03458. James L.L. (1980). 2nd ed.O. Z. Calculation procedures of modified Penman equation for computers and calculators. and Allen R. 1-109.. (1965). ASCE. FAO.A. 70. (1976). ASCE Manual No.a. 12 Smith M. Evaporation and the environment. Burman R. Rome. Uber einige meteorologische Begriffe. Pocket computers in agrometeorology. and Allen R. On the computation of saturation vapour pressure. Appl. John WIley and Sons. 6:297-309. (1967). Report on Expert Consultation for Revision of FAO Guidelines for Predicting of Crop Water Requirement. (1952).E. 131 pp. 11 Murray F. Evapotranspiration and irrigation water requirements. (1983). Italy.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->