Taksonomi dan tatanama

:
Kingdom : Plantae Divisi Kelas Ordo Familia Genus Spesies : Magnoliophyta : Magnoliophyta : Fabales : Caesalpiniaceae : Tamarindus : Tamarindus indica

Kunci Determinasi

1b, 2b, 3b, 4b, 6b, 7b, 9b, 10b, 12b, 14a, 15b, 197b, 208b, 219b, 220b, 224b, 225b, 227b, 229b, 230a, 231b, 232b, 233b (Caesalpiniaceae)

Deskripsi morfologi
anak daun T. indica

tangkai anak daun T. indica ibu tangkai daun T. indica

yang lebih spesifik lagi merupakan daun majemuk menyirip genap karena saling berhadapan. jadi biasanya disebut daun majemuk menyirip. Dimana T. yaitu bangun memanjang (oblongus).  Susunan tulang-tulang daun (Nervatio atau Vernatio) Memiliki susunan pertulangan daun yang meyirip (penninervis). yaitu : 1. panjang anak daun 1 – 3. lebarnya 0.  Ujung Daun (Apex Folii) Memiliki ujung daun yang tumpul atau obtusus. indica memiliki penampang melintang yang bulat dan kecil. DAUN (FOLIUM) Daun pada tanaman Tamarindus indica ini termasuk ke dalam daun majemuk. Dalam tanaman T.  Tepi Daun (Margo Folii) Termasuk ke dalam tepi daun yang rata (integer). Helaian daun (lamina)  Bangun Daun (Circumscriptio) Memiliki bagian daun terlebar di tengah-tengah helaian daun. daun majemuk dengan 8 – 18 pasang anak daun.. yaitu perbandingan panjang dan lebar daunnya 2. Duduk daun bergantian.  Daging Daun (Intervenium) Memiliki daging daun yang tipis lunak. 2. indica ini termasuk ke dalam daun bertangkai yang memiliki bagian tangkai dan helaian daun saja.5-1 cm.5 cm.2 cm dan berwarna hijau. . indica memiliki panjang daun sampai 15 cm. Tangkai daun (petioulus) Tangkai daun T.  Pangkal Daun (Basis Folii) Termasuk ke dalam jenis pangkal daun membulat atau rotundatus.A. Tangkainya juga memiliki panjang ± 0.5-3:1.

. ujung akar (apex radicis). Serta termasuk kedalam percabangan simpodial yaitu batang pokok sukar dibedakan karena perkembangan selanjutnya mungkin lalu menghentikan pertumbuhannya atau kalah besar dan kalah cepat pertumbuhannya dibanding dengan cabangnya. Warna Daun : Hijau  Permukaan Daun : Halus B. C. dan tudung akar (calyptra). rambut-rambut akar atau bulu-bulu akar (pilus radicalis). Biasanya pada akar terdapat bagian-bagian seperti : leher akar (collum). tinggi sampai 30 m dengan lebat dan menyebar. dan pada permukaan banyak memperlihatkan adanya lentisel. serta memiliki warna coklat muda. Bentuk batang bulat (teres). AKAR (RADIX) Akar dari tanaman Tamarindus indica ini termasuk ke dalam golongan akar tunggang (radix primaria) yang menembus ke dalam tanah. serta memiliki cabang yang pendek (virgula atau virgula sucrescens). serabut akar (fibrilla radicalis). dengan pohon yang selalu tegak (fastigiatus) karena jika sudut antara batang dan cabang amat kecil. sehingga arah tumbuh cabang hanya pada pangkalnya saja sedikit serong ke atas. Pohonnya selalu hijau. cabang-cabang akar (radix lateralis). tetapi selanjutnya hampir sejajar dengan batang pokoknya. BATANG (CAULIS) Tamarindus indica merupakan tanaman yang berbatang jelas. batang akar (corpus rasicis). dengan batang yang biasanya keras dan kuat yang disebut dengan batang berkayu (lignosus).

Pada mahkotanya saling lepas atau disebut polypetalus dengan warna kekuning-kuningan dan coretan merah muda. benang sari dan putik sebagai alat kelamin. memiliki kelopak yang termasuk ke dalam polysepalus atau antara kelopak yang satu dengan yang lainnya saling lepas. Bunga termasuk bunga lengkap karena memiliki daun kelopak. Bunga T. daun mahkota. Bagian.bagian yang bersifat seperti daun. yaitu : daun-daun kelopak (sepala). Selain itu bersimetri banyak (polysimetris). tangkai bunga (pedicellus). dengan demikian juga disebut sebagai bunga hermaphrodite karena memiliki 2 alat kelamin bunga yaitu benang sari sebagai alat kelamin jantan dan putik sebagai alat kelamin betina. Inflorescentia) yang terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut: 1. pendunculus communis atau rachis). dan dasar bunga (receptacullum). . yaitu : ibu tangkai bunga (pendiculus. indica ini berukuran kecil. benang sari (stamen).D. berjumlah 5 – 10 dalam tangkai sepanjang 3 – 5 cm dengan umumnya bermahkota kecil. dan daun-daun buah (carpella) penyusun putik (pistillum). BUNGA (FLOS) tangkai bunga (pedicellus) dasar bunga (receptacullum) putik (pistillum) benang sari (stamen) mahkota (petala) kelopak(sepala) Bunga T. Putiknya termasuk putik tunggal (simplex). Bagian-bagian yang bersifat seperti batang atau cabang. 2. Benang sarinya duduk di atas kelopak yang dinamakan Calyciflorae. daun-daun mahkota (petala). indica Termasuk ke dalam bunga majemuk (Anthotaxis.

BUAH (FRUCTUS) Termasuk ke dalam buah sejati tunggal (buah sungguh) dan kering. F. indica termasuk buah kotak yang digolongkan ke buah polong (legumen).5 cm. maka disebut asam kawak. yang mempunyai daging dan jika masak juga tidak pecah.800 – 2. Daging buahnya asam sedap dan kulit buahnya coklat. yang juga disebut sebagai kulit ari. serta lapisan kulit dalam (endotesta) yang biasanya tipis seperti selaput. bahkan bisa dipakai untuk membersihkan barang-barang logam yang warnanya berubah kehitaman. dibuat sirup. warna : kemerah-merahan. Karena warnanya menjadi kehitam. Terdapat 1 – 10 biji setiap polong. Ada 3 bagian utama biji : 1. agak melengkung dan membungkus biji. Daging buah yang sudah tua kadang-kadang diolah (ditanak) agar tahan lama. Dimana mengandung banyak atau lebih dari satu biji dan jika masak dapat pecah menjadi beberapa bagian buah (mericarpia). coklat tua atau hitam mengkilat. dibungkus oleh daging buah yang lengket. 2. Kulit cangkang luar lunak dan daging buahnya asam. panjangnya mencapai 5 – 15 cm dengan tebal 2.600 benih. Kulit biji (spermodermis) Memiliki kulit luar (testa) keras yang halus sedangkan lapisan tengah (sclerotesta) yang kuat dan keras. Lebih spesifik lagi T. bentuk tidak teratur. Tali Pusar (funiculus) .E. Buahnya yang berbentuk seperti polong itu tidak merekah dan ketika kering akan rapuh.hitaman. Daging buah tersebut biasa dipakai untuk mengasamkan makanan. BIJI (SEMEN) Dalam satu kilogram terdapat 1. Waktu muda daging buahnya berwarna putih kehijauan dan sesudah tua menjadi coklat. Dimana memiliki panjang sampai 18 mm.

memiliki ciri-ciri : parenkimatis. biasanya terdapat selapis lapisan kutikula yang melapisinya. . dan masih menggunakan cadangan makanan yang berasal dari biji. Inti biji (nucleus seminis) Terdiri dari lembaga (embryo) sebagai calon individu baru dan putih lembaga (albumen) berupa jaringan cadangan makanan untuk permulaan pertumbuhan kecambah sebelum dapat mencari makanan sendiri. daun lembaganya lalu terangkat ke atas dan muncul di atas tanah. Tanaman T. isodermis. Kecambah (Plantula) Merupakan tumbuhan yang masih kecil dan belum lama muncul dari biji. yaitu : . banyak terdapat ruang antar sel dan umumnya tidak terdeferensiasi.Jika masak biasanya biji terlepas dari tangkai biji atau tali pusarnya dan biasanya tampak bekas yang dikenal pusar biji. DAUN (FOLIUM) Struktur anatomi pada daun Tamarindus indica ini terdiri dari 4 lapisan besar yang menyusunnya. Dimana kecambah pada T. .Lapisan epidermis atas Dalam lapisan ini banyak terdapat derivatnya seperti stomata untuk pertukaran gas pada daun serta variasi sel. indica ini memiliki perkecambahan di atas tanah (epigaeis) yaitu jika pada perkecambahan karena pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga. Fungsi dari jaringan ini adalah sebagai tempat proses fisiologis utama (fotosintesis.Lapisan mesofil Biasanya terdapat jaringan parenkim yang berfungsi sebagai penyusun utama tubuh tumbuhan. indica berwarna hijau. Biasanya jaringan ini disebut pula dengan jaringan pelindung karena berada paling atas dan luar dari daun. Deskripsi Anatomi A. 3. respirasi.

Korteks Lapisan ini merupakan lapisan pembatas antara lapisan epidermis dan stele atau berkas pengangkut. Xilem pada tanaman ini tersusun dari trakea. parenkim floem dan serabut sklerenkim. Dimana berkas pengangkut yang tersusun masih mengikuti berkas pengangkut pada batang yaitu kolateral terbuka atau tipe stelenya adalah eustele dimana banyak berkas pengangkut dan tersusun melingkar. juga sebagai penimbunan dan penyimpanan kandungan seperti lendir atau air. Sedangkan floem tersusun dari unsur-unsur sel tapis. sel batu ataupun parenkim kelenjar.Lapisan epidermis bawah Biasanya terdapat jenis stomata yaitu hipostomata dan juga kadang terdapat pori-pori daun serta selapis sel kutikula. B. indica ini adalah pada daunnya mengandung flavonoid yang sebagai metabolit sekunder yang berkhasiat untuk anti radang. BATANG (CAULIS) Terdapat 4 lapisan yang menyusunnya : Epidermis Dimana jika sudah tua akan digantikan oleh jaringan gabus atau peridermis. sel pengiring. indica ini terdapat jaringan dasar yaitu : parenkim palisade dan parenkim spons atau bunga karang. Juga terdapat banyak benda ergastik seperti: minyak atsiri atau minyak lemak. Pada T. Tetapi yang khusus pada tanaman T. Di daerah ini juga banyak terdapat benda-benda ergastik seperti minyak atau lendir.Lapisan pengangkut Tanaman ini memiliki berkas pengangkut yaitu xilem dan floem. serabut xilem dan parenkim kayu. . trakeida. Lapisan ini mengandung jaringan parenkim yang banyak ditemukan variasi selnya baik sebagai parenkim penimbun. . Stele Terdiri dari berkas pengangkut yaitu xilem dan floem. .dll).sekresi. Dimana berkas pengangkut tersebut dikelilingi oleh jaringan parenkim dengan lapisan kambiun diantaranya atau eustele.

Selain itu jika sudah tua akan digantikan oleh peridermis berupa jaringan gabus. yaitu: Epidermis Biasanya ditemukan derivatnya yaitu: rambut akar yang berfungsi untuk membantu tanaman mencari air dan mineral.Pada tanaman ini termasuk tanaman berkayu yaitu jaringan korteks dan floem mudah untuk dipisahkan dari kayu batang sebagai kulit batang. Kadang juga berupa hipodermis sebagai derivatnya. sehingga sudah terdapat empulur di bagian tengah pusat lingkaran akar. yaitu : Kelopak (sepala) . Stele Terdapat selapis sel parenkimatis yaitu perisikel dan berkas pengangkut. AKAR (RADIX) Terdapat 3 lapisan penyusun utamanya. Kayu Tamarindus indica keras. parenkim korteks sebagai jaringan penguat dan endodermis sebagai batas terdalam. berwarna kuning keputihan. Pada tanaman T. indica ini jaringan xilem berkembang hingga ke tengah pusat lingkaran akar. Empulur dan jari-jari empulur Termasuk ke dalam bagian kayu batang yang biasanya terdapat di bagian tengah dari batang. Korteks Terdapat beberapa bagian yaitu eksodermis sebagai batas luar. Parenkim bersayap dan lingkaran tumbuh dibentuk oleh parenkim pita konsentris dan adanya lapisan yang tidak berpembuluh. C. Endodermis merupakan selapis sel dengan penebalan pita Caspary yang di dalamnya terdapat sel-sel peresap. BUNGA (FLOS) Terdapat 4 organ utama. D. Bagian kayu biasanya terdiri dari jaringan xilem dan empulur batang.

asam asetat) sebagai modifikasi parenkim mesokarpium yang disebut pula dengan benda ergastik. E. berkas pengangkut yaitu xilem dan floem. jaringan parenkim. asam sitrat. Epikarpium merupakan epidermis daun buah yang kadang mengalami penebalan dan terjadi sedikit perubahan bentuk sel. serta epidermis bawah.Terdiri atas epidermis atas. Putik (pistillum) Terdapat lapisan epidermis. lapisan mesofil yang mengandung kolenkim. lapisan mesofil. Ovarium Merupakan bakal buah yang mengandung bakal biji atau ovulum di dalamnya. berkas pengangkut. BUAH (FRUCTUS) Terdiri dari 3 bagian utama yang menyusunnya. Mesokarpium merupakan modifikasi dari mesofil bunga karang dimana pada T. yaitu : Kulit buah Biasanya disebut pula dengan perikarpium. asam malat. mesokarpium dan endokarpium. berkas pengangkut serta ovulum. Mahkota (petala) Terdiri atas epidermis atas. dan berkas pengangkut yang juga terdapat serbuk sari. indica. Kulit cangkang luar dari buah Tamarindus indica ini lunak dimana tersusun dari epikarpium. dan epidermis bawah. Lapisan epidermis banyak terjadi pigmentasi. Berkas-berkas pengangkut ini tersusun pada bagian dasar bunga dan menyerupai susunan berkas pengangkut pada batang. jaringan parenkim. asam suksinat. daging buahnya mengandung bermacam-macam asam (seperti: asam tatrat. Pada lapisan mesofil banyak terdapat sel-sel minyak eteris yang disebut pula dengan osmofor. . Benang sari (stamen) Terdapat lapisan epidermis. Septum Merupakan perpanjangan dari daun buah atau carpella.

Dua molekul PGA mengandung energi yang lebih kecil dibandingkan satu molekul RuBP. Kemudian menghasilkan gula. atau selulosa yang akhirnya disalurkan ke seluruh tubuh tumbuhan melalui jaringan pengangkut tanaman yaitu jaringan floem. indica ini merupakan tanaman dikotil yang tergolong tanaman C3 yang melakukan fotosintesis yaitu terjadi di nagian mesofil daun. sehingga fiksasi CO2 berlangsung spontan dan tidak memerlukan energi dari reaksi terang (fotosintesis). Digunakan energi dan elektron dari ATP maupun NADPH hasil reaksi terang untuk mensintesis molekul berenergi tinggi yaitu untuk mereduksi tiap PGA menjadi fosfogliseraldehida (PGAL). Jika dilihat dari proses adaptasinya tanaman T. Deskripsi Fisiologi Tanaman T. Kemudian molekul PGA segera terpisah menjadi dua molekul fosfogliserat PGA dan menjadi senyawa G3P. BIJI (SEMEN) Terdapat 3 bagian utama. yaitu : Kulit biji (spermodermis) Merupakan lapisan terluar dari sebuah biji. . Embrio Sebuah tanaman muda yang terbentuk di dalamnya sebelum perkecambahan. Satu siklus Calvin telah lengkap bila pembentukan glukosa disertai dengan regenerasi RuBP dan kemudian siklus ini akan berlangsung kembali lagi seperti proses di atas. yaitu ribulosa bifosfat (RuBP). amilum. pada akhirnya molekul berkarbon enam yang terbentuk tidak stabil dan tidak berenergi tinggi. berfungsi untuk melindungi biji dari lingkungan luar. Endosperm Merupakan sebuah jaringan nutritive triploid yang berkembang dalam kantung embrio atau ovule. mungkin diserap sebelum biji tersebut matang.F. Siklus Calvin pada siang hari CO2 dengan bantuan oleh enzim karboksilase RuBP (rubisko) difiksasi ke gula berkarbon lima. indica merupakan tanaman yang mengalami proses fisiologi seperti proses fotosintesis dan respirasi seperti tanaman hijau pada umumnya.

sakar anggur dan lain-lain. melancarkan peredaran darah dan mendinginkan. asam malat. bisul. Bagian lain tumbuhan ini juga digunakan sebagat obat. Daun muda berguna sebagai obat luar untuk borok. juga bersifat anti radang. yang juga digunakan kembali untuk proses respirasi tumbuhan. Benih dibakar atau digoreng sehingga dapat dimakan. Bisul 2. Daging buah mengandung persentasi tinggi dalam asam tartar yang merupakan bahan utama untuk Fruit Salts. Asem Jawa merupakan tanaman obat-obatan yang digunakan kurang lebih di 23 negara. Buahnya dipakai sebagai obat dan sekarang sudah termasuk dalam hampir semua daftar farmakope. Gatal berupa titik-titik merah bergelembung air 4. ekaema. encok. Kegunaan Lain : 1. Jerawat 3. Gatal pada bekas luka yang sudah kering . Karena mengandung flavonoid. Inti kayu berat dibuat menjadi kayu halus dan dijadikan bahan pahatan. la juga membantu pengeluaran keringat. asam asetat) yang memudahkan buang air besar. Buah tua (asem kawak) berguna sebagai obat karena mengandung minyak yang tidak termasuk minyak terbang (madu asem). Sifat yang membentuk agar-agar asam-gula bersumber dari karbohidrat yang terdiri dari xylose.Hal ini ditujukan untuk pemenuhan nutrisi serta kelebihannya disimpan oleh tanaman sebagai pati. Asem kawak bila dicampur air biasanya digunakan sebagai obat gugur. Jadi dapat dikatakan bahwa proses respirasi merupakan proses fosiologi tanaman yang memecah molekul gula menjadi molekul-molekul organik seperti CO2 dan H2O. Daging buah rasanya segar dan merupakan obat pencahar ringan. Kegunaan: : Daging buah asam biasanya dibuat agar-agar. asam suksinat. sirup atau manisan. Daunnya berkhasiat memperlancar buang air besar dan menghilangkan rasa sakit. Kandungan & Manfaat: Daging buahnya mengandung bermacam-macam asam (seperti: asam tatrat. asam sitrat. Dapat disimpulkan bahwa respirasi kebalikan dari proses fotosintesis. buatan Inggris.

Sariawan 9. Batuk kering 8. Haid bau anyir 7. Borok (luka berair dan bernanah. dan pedih) . Campak 11. 6.5. Nyeri haid pada gadis remaja Catatan: Ramuan asam kawak jangan diminum oleh wanita hamil. gatal. Keputihan 10.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful