KREATIF MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN PENDAHULUAN Definisi Media Pembelajaran Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat

menyampaikan atau menyalurkan pesan dari suatu sumber secara terencana, sehingga terjadi lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. Sumber Belajar Yaitu semua sumber yang mungkin dapat digunakan oleh peserta didik agar terjadi perilaku belajar. Di dalam buku berjudul: instructional Technologies: The Definition and Domains of the Field (1994), AECT membedakan enam jenis sumber belajar yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran, yaitu: 1. Pesan (Message) Pesan (materi), baik formal maupun informal, dapat dimanfaatkan sebagai bahan atau sumber belajar. Pesan formal adalah pesan dan informasi yang dikeluarkan oleh lembaga resmi, seperti pemerintah dan non pemerintah, atau yang diberikan guru, instruktur, dan lain-lain dalam situasi pembelajaran. 2. Orang (People) Secara umum, orang sebagai sumber belajar dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: a. kelompok orang yang didesain khusus sebagai sumber belajar utama yang dididik secara professional untuk menjadi pengajar. Tugas

utamanya adalah mengajar, memberikan pelatihan/training, seperti guru, konselor, instruktur, dan widyaiswara. b. Kelompok orang yang memiliki profesi selain tenaga yang berada di lingkungan pendidikan dan profesinya tidak terbatas. Misalnya pedagang,polisi, tenaga kesehatan dll. 3. Bahan dan Program Bahan dan program aplikasi merupakan suatu format yang biasanya Digunakansebagai program pendukung dalam menyimpan pesan-pesan pembelajaran seperti buku paket, buku teks, handbook, modul, dll. 4. Alat (Device) Alat yang dimaksud disini adalah benda-benda yang berbentuk fisik sering juga disebut dengan perangkat keras (hardware) yang berfungsi sebagai sarana atau alat Bantu yang menyajikan bahan-bahan pada butir 3 diatas. Berbagai macam peralatan ini dijadikan sebagai sumber/bahan pembelajaran. Misalnya, multimedia, projector, OHP, film, dan sebagainya. 5. Metode (Method) Metode merupakan cara atau langah-langkah yang digunakan pembelajar (guru) dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada pembelajar (siswa) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Beberapa metode pembelajaran yang sering digunakan oleh para guru adalah diskusi, permainan/simulasi, Tanya jawab, dan sebagainya. 6. Latar (setting) Adalah situasi kondisi lingkungan belajar baik yang berada di dalam sekolah maupun lingkungan yang berada di luar sekolah, dan baik yang sengaja dirancang

Tuntutan Paradigma Baru Paradigma baru membawa konsekuensi pada perubahan peran dan fungsi guru dalam proses pembelajaran. melainkan sekedar “orang yang lebih duluan tahu”. Kebutuhan Pasar Kompetensi lulusan akan menjadi makin penting artinya apabila dikaitkan dengan era global yang ditandai dengan persaingan bebas di segala bidang kehidupan. Upaya tersebut terkait dengan berbagai komponen yang terlibat di dalam pembelajaran. . 3. guru harus berperan sebagai mediator. salah satu diantaranya adalah dengan pemanfaatan media pembelajaran. Saat ini. 2. fasilitator dan motivator agar proses belajar siswa dapat berlangsung dengan baik dan efektif. Meningkatkan Mutu Pembelajaran Kualitas pembelajaran memerlukan berbagai upaya untuk mewujudannya. Guru tidak lagi dianggap sebagai “orang paling pintar dan paling tahu” akan segala sesuatu.Alat Peraga (Teaching aids) Alat peraga adalah alat Bantu atau bahan yang digunakan oleh pembelajar untuk: • • • Membantu pembelajar dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pembelajar Mengilustrasikan dan memantapkan pesan dan informasi Menghilangkan ketegangan dan hambatan dan rasa malas peserta didi Pentingnya Media Pembelajaran Di Indonesia 1. dan merupakan satu-satunya sumber informasi. peserta didik perlu dibekali dengan berbagai pengalaman belajar yang berasal dari berbagai sumber belajar. Dalam hal ini.

5. 3. 1. peserta didik perlu diberikan berbagai pengalaman belajar dengan bervariasi sumber dan media belajar. Visi Pendidikan Global Pembelajaran tradisional dicirikan dengan adanya pertemuan antara pendidik dan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual. karena media memberikan pengalaman nyata dan langsung bagi pebelajar. Metode ini menghadapi kendala ketika berhadapan dengan keterbatasan tempat dan waktu penyelenggaraan. Produktifitas itu antara lain dengan jalan mempercepat laju belajar peserta didik. Di sisi lain. 6. Proses pendidikan menjadi lebih langsung. Pembelajaran menjadi lebih mantap. Meningkatkan produktifitas pendidikan. Apalagi bila dikaitkan dengan semakin meningkatnya jumlah peserta didik dan aktifitas pebelajar dan pembelajar di era global. FUNGSI DAN MANFAAT MEDIA . Memberikan dasar lebih ilmiah pada pembelajaran. Akses pendidikan menjadi lebih sama. 2. membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik. 4. Menurut Midun (2009). media pembelajaran sebagai bagian dari teknologi pembelajaran memiliki enam manfaat potensial dalam memecahkan masalah pembelajaran.4.

Dalam batas tertentu. Fungsi Semantik Semantik berkaitan dengan “meaning” atau arti dari suatu kata. atau istilah tertentu. Diharapkan. Fungsi Media Pembelajaran 1. anda tentu mempelajari kata-kata atau istilah baru. . dengan segala kemudahan yang dijanjikan sebagai karakteristik intrinsic dari media pembelajaran. Ketika anda belajar bahasa asing. Melalui media tersebut anda dapat menambah perbendaharaan kata dan istilah. tanda atau symbol.Peran Media Pembelajaran Media pembelajaran dapat membantu pendidik untuk memfasilitasi proses belajar peserta didik. Tidak sedikit pula di antara peserta didik memiliki pemahaman yang salah mengenai suatu istilah. Seringkali peserta didik memiliki pemahaman yang berbeda mengenai satu symbol. Media sebagai sumber belajar Dalam proses aktif. glosari. istilah. media pembelajaran berperan sebagai salah satu sumber belajar bagfi pembelajar (siswa). melalui mediapeserta didik memperoleh pesan dan informasi sehingga membentuk pengetahuan baru pada diri siswa. Media pembelajaran juga dapat membantu pendidik untuk mempermudah proses belajar. Mereka baru mendengar dari ucapan orang lain atau membaca dari sumber informasi lainnya. dan memberi kesempatan praktik kepada mereka. tetapi mereka belum memahami secara utuh dan benar tentang pengertian symbol dan istilah tersebut. Artinya. memperjelas materi pembelajaran dengan beragam contoh yang konkret melalui media. pemanfaatan media pembelajaran dapat membantu peningkatan kualitas pembelajaran. media dapat menggantikan fungsi guru sebagai sumber informasi/pengetahuan bagi peserta didik. memfasilitasi interaksi dengan pembelajar. atau narasumber. Untuk itu diperlukan media seperti kamus. 2.

5. fungsi fiksatif ini terkait dengan kemampuan merekam media pada suatu peristiwa atau objek dan menyimpannya dalam waktu yang tak terbatas sehingga sewaktu-waktu dapat diputar kembali ketika diperlukan.3. dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran memiliki dua kemampuan yakni menagatasi batas-batas ruang dan waktu. Fungi psikologis . dapat diikuti oleh peserta didik dalam jumlah besar (tak terbatas) dan dalam jangkauan yang sangat luas sehingga dapat meningkatkan efisiensi baik waktu maupun biaya. Manipulasi ini seringkali dibutuhkan oleh para pendidik untuk menggambarkan suatu benda yang terlalu besar. Fungsi Manipulatif Adalah kemampuan media dalam menampilkan kembali suatu benda/peristiwa dengan berbagai cara. menyingkap. objek atau kejadian. 6. Fungsi Distributif Fungsi manipulatif media pembelajaran berarti bahwa dalam sekali penggunaan satu materi. media audiovisual yang disajikan melalui teleconference dapat diikiti secara jarak jauh. sesuai kondisi. Dalam pembahasan diatas. Sebagai contoh. terlalu kecil atau terlalu berbahaya serta sulit diakses mungkin karena letak atau posisinya yang jauh atau prosesnya terlalu lama untuk diobservasi dalam waktu yang terbatas. menampilkan kembali suatu objek atau kejadian yang sudah lama terjadi. tujuan dan sasarannya. 4. Artinya. Fungsi Fiksatif Adalah fungsi yang berkenaan dengan keampuan suatu media untuk menangkap. situasi.mengatasi keterbatasan inderawi manusia.

fungsi afektif. dengan adapt. kebiasaan. Dengan menggunakan berbagai jenis media. fungsi kognitif. bank. seperti kegiatan karyawisata ke pabrik. industri. lingkungan dan pengalaman yang berbeda-beda sangat mungkin memiliki persepsi dan pemahaman yang tidak sama tentang suatu topic pembelajaran. media pembelajaran memiliki beberapa fungsi seperti fungsi atensi. . peserta didik akan memperoleh pengalaman beragam selalma proses pembelajaran. pusat tenaga listrik. Di sinilah fungsi media mampu memberikan rangsangan. dan sebagainya.swalayan. Peserta didik dalam jumlah yang cukup besar. memberikan pemahaman tentang perlunya menjaga keharmonisan dan saling menghargai perbedaan yang ada. Begitu pula. Fungsi Sosio-Kultural Penggunaan media pembelajaran dapat mengatasi hambatan sosiokultural antar peserta didik. perbedaan latar belakang sosio-kultural yang berbeda sangat berpotensi terjadinya konflik antar peserta didik.Dari segi psikologis. 7. fungsi imajinatif dan fungsi motivasi. manfaat penggunaan media pembelajaran dijelaskan sebagai berikut: • • • Dengan media pembelajaran yang bervariasi dapat memperluas cakrawala sajian materi pembelajaran yang diberikan di kelas. Manfaat Media Pembelajaran Secara umum. Media pembelajaran dapat memberikan pengalaman belajar yang konkret dan langsung kepada peserta didik.

majalah. karena dengan menggunakan media dapat menjangkau peserta didik di tempat yang berbeda-beda. sehingga diharapkan efektifitas belajar akan meningkat pula. baik karena ukurannya yang terlalu besar seperti tatasurya. • Penggunaaan media dapat meningkatkan efisiensi proses pembelajaran. • Media-media pembelajaran dapat memberian informasi yang akurat dan terbaru. sehingga melahirkan kreatifitas dan karya-karya inovatif. dikunjungi. Misalnya guru tidak memerlukan waktu berlama-lama menjelaskan suatu topic. misalnya penggunaan buku teks. atau rentang waktu prosesnya terlalu panjang misalnya proses metamorfosa dan pelapukan batuan. • Media pembelajaran dapat merangsang peserta didik untuk berfikir kritis. JENIS DAN KLASIFIKASI MEDIA Jenis dan Media Pembelajaran: . Dengan media. bersikap dan berkembang lebih lanjut.• Media pembelajaran menyajikan sesuatu yang sulit diadakanm. dengan bantuan media materinya sudah bias langsung dipahami oleh peserta didik. durasi pembelajaran juga bias dikurangi. dan orang sebagai sumber informasi. terlalu kecil seperti virus. atau masa ejadiannya sudah lama seperti perang uhud. menggunakan kemampuan imajinasinya. • Media pembelajaran dapat memecahkan masalah pendidikan atau pengajaran baik dalam ruang lingkup mikro maupun makro. dan di dalam ruang lingkup yang tak terbatas pada suatu waktu tertentu. atau dilihat oleh peserta didik. • Media pembelajaran dapat menarik kemenarikan penampilan materi sehingga meningkatkan motivasi dan minat serta mengambil perhatian peserta didi untuk focus mengikuti materi yang disajikan.

2. Klasifikasi Media Pembelajaran Dari beberapa pengelompkan media yang disusun para ahli. dan CD player. visual diam. . Beberapa media visual antara lain: Media cetak seperti buku. Media Audio.1. Pesan dan informasi yang dapat disalurkan melalui media ini dapat berupa pesan verbal dan nonverbal yang mengandalkan baik media penglihatan maupun pendengaran. Tv. Contoh media audio yang umum digunakan adalah tape recorder. Media Visual. Pesan dan informasi yang diterimanya berupa pesan verbalseperti bahasa lisan. audio hanya mampu memanipulasi kemampuan suara semata.ibatkan indera penglihatan dan pendengaran melalui media teks. ada lima kategori media pembelajaran menurut Setyosari dan Sihkabudden. dan audio serta media interaktif berbasis komputer dan teknologi komunikasi dan informasi. kata-kata dan lain-lain. Multimedia. Sedangkan pesan nonverbal adalah dalam bentuk bunyibunyian. visual gerak. Media Audio-Visual. program TV dan lain-lain. 3. peta gambar dan poster. Media realitas alam sekitar dan sebagainya. Pembelajaran multimedia me. Model dan prototipe seperti globe bumi. Dengan media ini. Oleh karena itu. yaitu jenis media yang digunakan hanya mengandalkan indera penglihatan semata-mata dari peserta didik. video. presentasi powerpoint berupa teksgambar bersuara sudah dapat dikatakan multimedia dan audiovisual.musik. yakni: berdasarkan cirri fisik. pengalaman belajar yang dialami peserta didik sangat tergantung pada kemampuan penglihatannya. adalah jenis media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran denganmelibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses atau kegiatan. radio. adalah jenis media yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan hanya melibatkan indera pendengaran peserta didik. yaitu media yang melibatkan beberapa jenis media dan peralatan secara terintegrasi dalam suatyu proses atau kegiatan pembelajaran. jurnal. bunyi tiruan dan sebagainya. Beberapa contoh media-visual adalah film. 4.

Media Pembelajaran dua dimensi. yaitu media yang menggunakan media proyeksi yang hanya menampilkan gambar diam pada layer. dan tinggi/tebal. 3. Media Pembelajaran tiga Dimensi. gambar. berdasarkan penggunaannya. gunung. Pengelompokan Berdasarkan Ciri Fisik Berdasarkan ciri dan bentuk fisiknya. yaitu: 1. atau gambar alam semesta yang diproyeksikan dalam kegiatan pembelajaran. yaitu media yang tampilannya dapat diamati dari satu arah pandangan saja yang hanya dilihat dimensi panjang dan lebarnya saja. Beberapa contoh media 3D adalah model. dan berdasarkan hirarkhi pemanfaatannya. 4. bola. kotak. Misalnya foto. dan alam sekitar. prototipe. dan semua jenis media yang hanya dilihat dari sisi datar saja. berdasarkan persepsi indera. Kebanyakan media tiga dimensi merupakan objek sesungguhnya atau miniature suatu objek. rumah. 2. lebar. media pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam empat macam. peta. meja. Media ini juga tidak menggunakan media proyeksi dalam pemakaiannya. dan sebagainya. yaitu media yang tampilannya dapat diamati dari arah pandang mana saja dan mempunyai dimensi panjang. termasuk media televise. bagan. papan tulis. grafik. atau video recorder termasuk media pandang gerak yang disajikan melalui layer monitor di komputeratau layer LCD dan sebagainya. Pengelompokan Berdasarkan Unsur Pokoknya. kursi. film. Media pandang gerak. . tulisan. gambar binatang. Media Pandang diam. mobil. 1. gambar atau lukisan. yaitu media yang menggunakan media proyeksi yang dapat menampilkan gambar bergerak di layer. modul.berdasarkan jenis dan tingkat pengalaman yang diperoleh. 2. Media ini biasanya tidak memakai peralatan proyeksi dalam penggunaannya seperti buku. misalnya foto. dan bukan foto.

A. misalnya audio cassette. sound-slides. seperti sound-filmstrip. Media audio still visual: media lengkap kecuali penampilan motion/geraknya tidak ada. Media Audio motion visual: penggunaan segala kemampuan audio dan visual ke dalam kelas. seperti televise. 3. Media audio semi-motion: media yang berkemampuan menampilkan titik-titik tetapi tidak bisa mentransmit secara utuh suatu motion yang nyata. OHP dan transparansi. radio. 7. Media Visual: media visual dua dimensi dan media visual tiga dimensi. dll. slides. tape recorder dan audio disk. Media Audio: media yang menghasilkan bunyi. 1. dan rekaman still pada televise. amajalah. audio. Media Audio-Visual: media yang dapaty menghasilkan rupa dan suara dalam suatu unit media. 6.Berdasarkan unsure pokok atau indera yang dirangsang. media audio. seperti bukubuku. dan radio. dan media audio-visual. 10. Pengelompokan Berdasarkan Pengalaman Belajar. Media still visual: gambar. Media cetak: media yang hanya menampilkan informasi yang berupa symbol-simbol tertentu saja dan berupa alphanumeric. tape recorder. 9. Edgar Dale (1969) mengelompokkan media pembelajaran berdasarkan pengalaman yang diperoleh pembelajar. 2. Menurut Edgar Dale Dalam bukunya berjudul “Audio Visual Method in Teaching”. yakni media vsual. 5. sound. Modul. Jenjang pengalaman itu disusun dalam suatu bagan . Media motion visual: silent film (film bisu) dan (loop film) 8. 3. video tape/cassette recorder. Media audio: telepon. media pembelajaran diklasifikasikan menjadi tiga macam. dan lain-lain. Misalnya: telewriting dan recorded telewriting. 4. filmstrips.

proses atau benda. dan berbagai rekaman atau objek kejadian. media pembelajaran dapat dibedakan ke dalam tiga macam.yang dikenal dengan nama Dale’s Cone Experiences (Kerucut Pengalaman Dale). Tiruan tersebut bisa berwujud model. Contohnya melimod untuk model molekul. yaitu berupa kata-kata lisan yang diucapkan oleh pebelajar. simulasi proses. 3. 2. prototipe. radio. Berdasarkan Jumlah Penggunanya Berdasarkan jumlah penggunanya. termasuk rekaman kata-kata dari media perekam dan kata-kata yang ditulis maupun dicetak seperti bahan cetak. tiruan dari situasi memlalui dramatisasi atau sandiwara. Menurut Thomas dan Sutjiono Thomas dan Sudjiono mengklasifikasikan media pembelajaran menjadi tiga kelompok. dan sejenisnya. hutan. prototipe produk dan lain-lain. pasar. pengalaman tiruan dan pengalaman verbal (dari kata-kata). yaitu: . yakni pengalaman langsung. Media yang termasuk kelompok ini adalah alam semesta. globe bumi sebagai model planet bumi. Pengalaman melalui informasi verbal. yaitu media yang dikelompokkan berdasarkan jumlah pengguna dan berdasarkan cara penggunaannya. Pengelompokan Berdasarkan Penggunaan Penggolongan media pembelajaran berdasarkan penggunaannya dapat dibagi dua kelompok. B. Pengalaman melalui media tiruan adalah berupa tiruan atau model dari suatu objek. A. dan sejenisnya. Pengalaman malalui media nyata. yaitu berupa pengalaman langsung dalam suatu peristiwa maupun mengamati atau objek sebenarnya di lokasi. 1. real process/activities seperti sentra produksi. 4.

Radio: baik radio melalui pemancar umum. mesin pengajaran (teaching machine).1. media pembelajaran dibedakan menjadi dua. Berdasarkan Cara Penggunaannya Berdasarkan cara penggunannya. tape recorder. yaitu suatu unit pengajaran yang dilengkapi dengan buku teks/buku pengajaran. yaitu yang ditunjukkan secara integral dengan media lain termasuk buku-buku pelajaran. stratovosion dengan stasiun penyiar atau reley dari pesawat terbang yang berkeliling di atas daerah siaran. 3. maupun melalui pemancar khusus pendidikan (siaran radio sekolah atau universitas). Media oto-instruktif. c. c. Yang termasuk kelas ini adalah televise yang dapat berupa siaran terbuka dan siaran tertutup. a. 2. dan evaluasi. buku pengajaran terprogram. misalnya film. Film atau slide: dapat berupa film dan slide “otonom” yaitu yang dipertunjukkan terpisah dari materi atau media lainnya. b. radio. dan media proyeksi lainnya. Kelas atau laboraturium elektronik. Penggunaan media secara missal dijelaskan Hamidjojo sebagai berikut. serta laboraturium pusat sumber belajar. seperti laboraturium bahasa. b. Media pembelajaran yang penggunanya secara missal. Media Pembelajaran yang penggunanya secara berkelompok/kelas. gambargambar dan bahan latihan. Dapat pula berupa slide dan film terintegrasi. B. laboraturium IPS. film. seperti media periksa dan pendengar individual. film strips. Penggunanya secara individual antara lain sebagai berikiut: a. slide. laboraturium IPA. Media pembelajaran yang penggunanya secara individual oleh peserta didik. yaitu: . misalnya televise. Media dan teknologi pendidikan yang penggunaannya secara missal. Kotak unit pengajaran. slides.

• Media Cetak Adalah media pembelajaran yang disajikan dalam bentuk tercetak. didengan. Media Visual Non Proyeksi Beberapa jenis media visual nonproyeksi yang sering digunakan dalam pembelajaran antara lain: • Benda Realita (Benda Nyata) Adalah benda yang dapat dilihat. yang ingin mensejajarkan biaya investasi. media pembelajaran dapat pula diglongkan berdasarkan hirarki pemanfaatannyaa dalam pembelajaran. Berdasarkan Hirarki Manfaat Media Menurut Midun (2009). Media jenis ini termasuk kelompok media yang paling tua dan banyak digunakan dalamproses pembelajaran karena praktis penggunaannya dan tersedia di banyak tempat. Media Tradisional 2. atau dialami oleh peserta didik mereka. dengan tingkat kerumitan perangkat medianya dalam satu hirarki. keterbatasan lingkup sasaran dan rendahnya biaya di lain pihak. • Model dan Prototipe Adalah benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari benda yang sesungguhnya. sehingga memberikan pengalaman langsung kepada . selain jumlah pengguna dan cara penggunaannya. kelengkapan dan keluasan lingkup sasarannya di satu pihak dan kemudahan pengadaan serta penggunaan. Hal ini diungkapkan leh Duncan.1. Media Modern C.

camera digital juga memiliki kelemahan seperti: • • Relatif mahal Mudah pecah b. kartun. Media Visual Proyeksi a. grafik. Yang paling umum digunakan adalah Power Point berbasis Microsof Office yang sangat cocok digunakan untuk membuat bahan presentasi dan pembelajaran untuk semua level pendidikan. . dengan tanpa animasi dapat dibuat dengan menggunakan berbagai program aplikasi komputer. Beberapa contoh media grafis antara lain: gambar. Film Bingkai/Slide Berupa lembaran film yang terbuat dari polyester. • • • • Hasil gambar digital Kepasitas penyimpanan luas Kemampuan zoom Mudah penggunaannya Selain kelebihan. dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan apabila hanya dilakukan melalui penjelasan verbal. c. diagram. data. karikatur. nitrocellulose atau cellulose acetateyang dilapisi dengan emulsi yang mengandung garam silver halide yang sangat sensitive terhadap sinar atau cahaya. Hasil Kreasi dengan Program Aplikasi Media visual dalam bentuk gambar.Media Grafis Fungsinya adalah menarik perhatian. memperjelas sajian pelajaran. diagram. dan lain-lain. Hasil Potretan Kamera Keunggulan camera digital dapat dijelaskan berikut ini.

d. Overhead Projector (OHP) Adalah alat yang sederhana. Cahaya berasal dari sumber lampu yang berada di dalam kotak dalam sebuah cermin khiusus yang berfungsi untuk memantulkan cahaya yang berasal dari sumber cahaya. karena setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. sebuah lensa dan bingkain sisitem pencerminan terdapat di sebelas atas box OHP memancarkan cahaya sebesar 90 kali perbandingan dan menyorot gambar ke belakang sisi bahu kanan presenter. PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN Pentingnya Pemilihan Media Pembelajaran Tujuan dari pemilihan media adalah agar media yang digunakan tepat sasaran dan sesuai dengan keperluan . Ini penting. Hal yang mendasar dari OHP adalah sebuah kotak dengan ruang tempat penghasil cahaya yang diatasnya terdapat permukaan datar tempat meletakkan transparansi. mengharuskan para guru perlu memilih media yang akan digunakan. Media . sehingga memungkinkan terjadinya interaksi yang baik antara peserta didik dengan media yang digunakan. diatasnya terdapat lensa berukuran antara 8 sampai 10 inc. Jenis proyektor ini cahaya menyinar keluar melewati transparansi adalah pendukung proses pemantulan bayangan ke layar. Banyaknya ragam media yang tersedia.

bahkan mungkin sebaliknya.yang tidak tepat sasaran tidak akan memberikan hasil yang memuaskan. 7. prinsip pemilihan media adalah sebagai berikut: 1. Jenis Pemilihan Media Pembelajaran 1. Relevan dengan topic yang diajarkan 5. Sesuai dengan tujuan pembelajaran. . serta metode atau pengalaman belajar yang diberikan kepada peserta didik. pemilihan media pembelajaran itu dimaksudkan agar guru dapat menentukan media yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik. Berkualitas 8. Cocok dengan sasaran 4. luwes. Jadi. Criteria Media Pembelajaran 1. Kesesuaian: Media yang dipilih harus sesuai dengan tujuan pembelajaran . guru atau sekolah bebas memilih dan mengusulkan media apa saja yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah masing-masing. Artinya. Praktis. Prinsip Pemilihan Media Secara umum. dan tahan. 6. Pemilihan media pembelajaran bukan pekerjaan yang mudah karena kedua kegiatan ersebut memerlukan eterampilan khusus yang didukung oleh kemauan yang seungguh-sungguh. Pemilihan terbuka: kebalikan dari cara tertutup. Ukurannya sesuai dengan lingkungan belajar. Media tertutup: proses pemilihan yang dilakukan dari atas (Dinas Pendidikan) 2. Bersih dan menarik 3. karakteristik peserta didi dan materi yang dpelajari. Jelas dan rapi 2. yaitu pemilihan yang bersifat “bottom up”.

Menelaah Tujuan Pembelajaran . 4. Beberapa laporan menunjukkan penggunaan media berupa benda sebenarnya adalah paling efektif karena memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik. dipilih media yang berkualitas tinggi. 5. Besar kecilnya biaya yang diperlukan untuk mendapatkan media adalah salah satu factor yang perlu dipertimbangkan. Ada alternatif: dalam pemilihan media. serta pengalaman empiric guru. Organisasi: Pertimbangan lain yang juga tidak bisa diabaikan adalah dukungan organisasi. Kejelasan sajian: Penilaian tentang kemudahan sajian sebuah meda sangat tergantung pada kondisi dan sosio-kultural siswa. kulitas media hendaklah diperhatikan.. 7. Kualitas: Dalam pemilihan media pembelajaran. salah satu prinsip yang juga penting diperhatikan adalah bahwa guru tidak tergantung pada media tertentu saja. sebagai tenaga pendidik professional. Beriorentasi siswa: Pemilihan media pembelajaran harus berorientasi pada siswa. Kemudahan akses: Kemudahan akses berhubungan dengan lokasi dan kondisi media. 10. Ketersediaan: Ketersediaan suatu media perlu dipertimbangkan dalam memilih media. guru perlu kreatif dan inovatif dalam melakukan pemilihan dan pengadaan media pembelajaran. 6. 9. 8. Sebaiknya. Keterjangkauan: ini berkaitan dengan dengan aspek biaya. Kebaruan 11. Pada saat kita hendak mengajar dan dalam rancangan telah disebutkan macam atau jenis media yang akan dipakai. maka kita perlu mengecek ketersediaan media tersebut. Interactivitas: Media yang baik adalah media yang dapat memberikan komunikasi dua arah secara interaktif.2. 3.

antara lain membaca. musik. mengembangkan alat. menyimak. peta. memecahkan soal. membuat grafik. Drawing activities.Tujuan pembelajaran menjadi factor pertimbangan dalam pemilihan media jenis kompetensi yang diharapkan dicapai sangat terkait dengan jenis media yang digunakan. berkebun. percakapan. Writing activities. Mengkaji Karakteristik Bahan Ajar Arakteristik bahan ajar menentukan pemilihan media dalam pembelajaran. sebagai conth mendengarkan pidato. menyatakan. membuat gambar. mencatat poin-poin penting. berdiskusi dan menigterupsi. dan lain-lain. Listening activities. . vocabulary. dan sebagainya. apabila tujuan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pengucapan kata dan kalimat bahasa asing tentu lebih cocok media audio daripada teks. Diedrich dalam Sadiman (1994) mengelompokkan jenis aktivitas siswa ke dalam 8 kelompok. mengeluarkan pendapat. Penggunaan media audio visual juga lebih efektif dibandingkan media audio atau media cetak untuk tujuan psikomotorik yang berkaitan dengan keteramppilan “melakukan” atau “berbuat”. Motor activities. menulis karangan. menggunakan komputer. Akan tetapi. menulis naskah. melakukan percobaan dan memperhatikan. antara lain misalnya bertanya. memberi saran. puisi. Sifat bahan/materi ajar menentukan bentuk tugas dan pengalaman belajar yang akan diberikan kepada peserta didik. misalnya mereparasi. menganalisis. sebagai contoh mengingat. Oral activities. Mental activities. mengambil keputusan. yaitu: • • • • • • • Visual activities.

baik secara individual.PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN Pengembangan media pembelajaran sangat penting dilakukan. Disamping itu. bersama-sama da atau melibatkan pihak eksternal karena ketersediaan media pembelajaran di sekolah-sekolah. pemanfaatan media yang ada juga belum sesuai dengan harapan. pergguruan tinggi dan di lembaga-lembaga pendidikan masih sangat terbatas. .

dalam proses pengembangannya diperlukan suatu perancangan yang baik. maka media yang baik dalam arti efektif meningkatkan mutu pembelajaran akan sulit diwujudkan.dkk (2007). Apapun jenis dan format media pembelajaran yang dikembangkan. perancangan media pembelajaran melalui 6 tahap kegiatan.Untuk menghasilkan suatu media pembelajaran yang baimdalam arti efektif menngkatkan mutu pembelajaran. naskah adalah bentuk prototipe media itu sendiri. buku teks. Tanpa perancangan yang baik. media. pengembang naskah media perlu memahami berbagai istilah teknis yang sering digunakan. bahan presentasi dan lain-lain. tahap validasi ahli sebainya dilakukan terhadap naskah media/prototipe yang sudah disusun. Sedangkan media audio-visual bisa ditampilan dalam format drama. Disamping enam langkah tersebut. baik menyangkut aspek materi. Format sajian media audio bisa berupa dialog. pedagogi dan sasaran serta tujuan yang hendak dicapai dengan media tersebut. audiovisual dan multimedia . terutama untuk media audio. drama. animasi. Media pembelajaran yang baik tidak bisa dibuat secara spontanitas dan asal jadi. Dalam menyusun rancangan. antara lain modul atau buku ajar. Pada media audio dan audio-visual. Dalam proses pengembangan. yakni (1) Menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa (2) Merumuskan tujuan pembelajaran (3) Merumuskan butir-butir materi (4) Menyusun instrument evaluasi (5) Menulis naskah media (6) Melakukan tes/evaluasi. berbagai hal harus diiperhitungkan. dan dialog. magazine dan naratif. memerlukan peranccangan yang baik dan sesuai dengan prosedur pengembangan. Menurut Sardiman. yaitu sebelum dilakukan uji coba lapangan. film documenter. naskah merupakan pedoman dalam pembuatan/produksi program media. Media berbasis cetakan banyak jenisnya.. Sedangkan pada media berbasis cetakan.

Adakalanya digunakan media canggih. berkelomp. Naskah media video/televise . silabus. Apabila ragam dan jumlah media pembelajaran yang tersedia sangat terbatas. seperti kurikulum. Media video/televise pembelajaran harus mengacu kurikulum. Prosedur dan Proses Pengembangan Pengembangan media pembelajaran merupakan kegiatan yang terintegrasi dengan penyusunan dokumen pembelajaran lainnya. Di dalam tahap praproduksi khusus untuk media video/pembelajaran berbeda dengan nonpembelajaran. sedangkan nonpembelajaran bebas. Perbedaan itu terletak pada mulai pencarian ide/eksplorasi gagasan sampai tahap penentuan tujuan. maka pendidik perlu mengembangnya secara individu. dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Artinya. agar diperoleh efisiensi dan segala konseuensi serta manfaatnya menjadi milik bersama. dan/atau melibatkan pihak lain. dilanjutkan dengan pengadaan/penyiapan media pembelajarannya sebagai sumber belajar dan alat Bantu dalam proses pembelajaran. selain kreatifitas pendidik. dan lain-lain.Kemanfaatan Media Dalam hal kemanfaatan media. pertimbangan instruksional juga menjadi slah satu factor yang menentukan. sasaran. penentuan materi. PEMBUATAN MEDIA AUDIO-VISUAL Tahap praproduksi merupakan tahap perancangan/perencanaan yang akan menjadi kunci keberhasilan tahap selanjutnya. Hasil peneltian menunjukkan seringkali guru/dosen menggunakan media pembelajaran “seadanya” tanpa pertimbangan pembelajaran. walaupun sesungguhnya tidak diperlukan dalam pembelajaran. semata-mata karena media tersebut sudah tersedia. setelah dokumendokumen pembelajaran tersebut siap disusun.

Tahap praproduksi merupakan tahap perancangan/perencanaan yang akan menjadi kunci keberhasilan tahap selanjutnya. produksi dan pasca produksi. PEMBUATAN MEDIA AUDIO Proses produksi media audio terdiri dari tiga tahapan. Media pembelajaran audio harus mengacu kurikulum agar tepat sasaran dan sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. maka kita juga harus memakai kamera dan peralatan perekam suara yang sesuai dengan kualitas stasiun televise yang menyiarkannya. Setelah selesai pada tahap ini harus dikembalikan lagi ke tahap perencanaan yaitu ide/gagasan yang tertuang dalam naskah. Luaran yang dihasilkan pada tahap pra produksi . maka kualitas gambar dan suara sudah kita ketahui. Apabila sasaran memahami materi yang dijelaskan dan snang pada waktu menonton. Yaitu praproduksi. baik sebagai tuntunan dan sekaligus tontonan. ahli media. Ada beberapa tahap yang harus dipahami ketika kita akan memproduksi sebuah program video. Tahap ini merupakan sentuhan akhir sebelum dimanfaatkan atau disiarkan. Selanjutnya dilakukan sevaluasi terhadap dampak atau manfaat dari media video tersebut bagi sasaran/penonton dan daya serap materi yang tertuang di dalam media. Untuk mengambil gambar dan suara harus kita sesuaikan dengan kebutuhan dan sarana yang ada.. Tahapan pasca produksi merupakan tahap akhir dari pembuatan media video. Khusus untuk naskah sinetron dan kartun ditambah ahli psiklogi. dan ahli bahasa. Kalau kita hanya mempunyai handicam.pembelajaran harus dikaji oleh ahli materi. sedangkan kalau untuk kualitas siar. Tahapan tersebut harus dilakukan agar kita menghasilkan sebuah karya yang memuaskan. maka media tersebut dikatakan berhasil. setiap tahap merupakan langkah yang akan menentukan tahapan berikutnya. Setiap tahap memerlukan ketelitian dan orang-orang yang memahami video/televise.

Selanjutnya dilakukan evaluasi terhadap dampak atau manfaat dari media audio tersebut bagi sasaran/penonton dan daya serap materi yang tertuang di dalam media. Menciptakan suasana. Melatarbelakangi sebuah adegan’ 5. Setiap tahap memerlukan ketelitian dan orang-orang yang memahami audio. Tahapan pasca produksi merupakan tahap akhir dari pembuatan media audio. dll. Tahap produksi adalah mencakup kegiatan rembuk naskah. 2. diantaranya: 1.adalah naskah audio. penentuan pemain. Tahap pasca produksi mencakup proses editing. dan pembuatan master media audio. misalnya suasana sedih.dan proses perekaman suara. Peralatan Studio Rekaman: • • • • • • Mikrofon Mixer Console Speaker monitor Open reel Digital Audio Workstation Tape recorder . Identitas sebuah program audio 3. Dalam media audio. Naskah media pembelajaran harus dikaji oleh ahli materi. perhitungan biaya. misalnya terkejut. tegang. dan ahli bahasa. mixing. ahli media. marah. lucu. musik dapat dimanfaatkan untuk bebeapa hal. gembira. Memberi teknan dalam sebuah adegan. dll. penyusunan scenario. Setelah selesai pada tahap ini harus dikembalikan lagi ke tahap erencanaan yaitu ide/gagasan yang tertuang dalam naskah. Jembatan dua buah adegan yang berbeda 4.

yang ditemukan di jaringan internet. hanya saja file ini membutuhkan tempat penyimpanan yang lebih besar. Dialogic ADPCM. Sund Blaster PCM Raw Data banyak diminati oleh pengguna komputer. format ini adalah fomat audiostandar milik apple format ini dihasila oleh the Commodore Amiga Computer. 7. Apple AIFF. computer. format file ini merupakan dasar dari format audio file yang memiliki kualitas suara terbaik. 2. Format file audio tersebut dapat dirubah sesuai dengan kebutuhan. WAV. biasanya format ini digunakan oleh PENGEMBANGAN MEDIA VISUAL Untuk menghasilkan modul yang baik. merupakan format audio file yang Next/Sun adalah format standar yang dapat ditemukan pada Real Media. oleh perangat DiamondWare’s sund. Diamond Ware Digitized. 6. diantaranya: 1.Setiap bentuk file audiomemiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. adalah format audio yang digunakan Amiga IFF-8SVX. 10. 9. 8. MPEG Layer 3 (MP3). . 3. programmer. ini biasanya ditemui pada aplikasi telepon. 5. format amiga 8SVX adalah 8-bit mono. yaitu mampu membelajarkan peserta didik secara mandiri. maka penyusunannya harus sesuai dengan criteria yang ditetapkan oleh DEPDIKNAS (2008) sebagai berikut: 1. Format file audio bermacam-macam. NeXT dan Sun Computer. 4. Self Instructional.

Adaptive. User Friendly. Widodo dan Jasmadi (2006) menyebutkan beberapa langkah-langkah kegiatan dalam proses penyusunan modul. peserta didik dapat mempelajari materi ajar yang ada dalam CD/VCD interaktif dilengkapi dengan kuis untuk latihan. PEMBUATAN BAHAN AJAR MULTIMEDIA Bahan ajar multimedia adalah media pembelajaran yang berbasis teknologi multimedia. 3. modul hendaknya memiliki daya adoptif yang tinggi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. Self contained. 2. kegiatan pemilihan. 4. sebagai berikut: 1. Masukan-masukan yang diperoleh dari pengamat terhadap kesesuaian modul dengan kebutuhan. modul hendaknya bersahabat dengan pemakainya. Analisis kebutuhan modul. Adalah proses permintaan persetujuan atau pengesahan Revisi dan Produksi.2. 5. yaitu modul yang dikembangkan tidak tergantung pada media lain atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan media pembelajaran lain. Tahap ini sesungguhnya merupakan Uji Coba. 4. penyusunan. dan pengorganisasian materi pembelajaran. dan pendapat para peserta didik merupakan hal yang sangat bernilai bagi pengembang modul karena dengan masukan-masukan tersebut dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap media yang dibuat. Menggunakan CD interaktif. Tujuan dari uji coba adalah untuk mengetahui kemampuan jumlah dan judul modul yang akan disusun. 5. Validasi. dari hasil analisis akan bisa dirumuskan Penyusunan naskah/draft modul. yaitu seluruh materi pembelajaran dari satu unit kmpetensi atau sub kompetensi yang dipelajari terdapat di dalam satu mdul secara utuh. peserta dalam memahami media dan mengetahui efisiensi waktu belajar menggunakan media pembelajaran yang akan diproduksi. 3. Dalam pembelajaran berbasis multimedia. Stand Alone. peserta didik dapat menggunakan .

Camtasia . • Selain memiliki banyak kelebihan.belajaran memiliki ciriyang berbeda dengan media presentasi umum. salah satunya dibahas dalam modul ini adalah media presentasi yang dikembangkan dengan menggunakan program.secara berulang-ulang. memilih teknologi. individual. Prosedur pembuatan bahan presentasi dimulai dengan analisis kurikulum. yaitu tujuan yang terukur dan tekontrol. • Media presentasi banyak jenisnya. dan mengidentifikasi dan mengumpulkan materi. berbagai program aplikasi telah tersedia untuk mendukung pembuatan materi bahan ajar berbasis multimedia terutama bahan ajar multimedia interaktif seperti Microsoft Power Point. media presentasi Power Point juga memiliki kekurangan. menyusun storyboard. atau kelompok hingga materinya dapat dipahami. Beberapa hal ppenting yang perlu anda ingat tentang pembahasan modul ini adalah sebagai berikut: • Media presentasi yang dikembangkan untuk keperluan pe. Oleh sebab itu. Media ini tidak serba cocok untuk semua jenis dan tujuan pembelajaran. guru sebaiknya memahami benar bagaimana karakteristik media presentasi ini. maka media presentasi pembelajaran harus dikembangkan secara sistematis sesuai prinsip pengembangan instruksional. Salah satu perbedaan itu adalah bahwa media presentasi pembelajaran terikat pada pencapaian tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Saat ini. Peserta didik juga dapat melakukan evaluasi terhadap pencapaian belajar melalui kuis yang disediakan secara interaktif. merancang desain. Microsoft Flash. • Karena merupakan sebuah media pembelajaran.

Saat membuka situs atau halaman internet tertentu. dan masih banyak lagi yang lain. Camtasia adalah sebuah software yang dirilis oleh TechSmith Corporation. Sebagian diantaranya dapat diunduh dari internet secara bebas tanpa biaya. Ulead.Recorder. Goldwave dll. biasanya terdapat animasi objek grafis yang bergerak dari besar menjadi kecil. Camtasia Recorder adalah bagian dari Camtasia Studio yang berguna untuk membuat record atau rekaman mengenai tampilan pada desktop. dari bentuk satu menjadi bentuk lain. . Macromedia Flash merupakan salah satu program aplikasi yang digunakan untuk mendesain animasi yang banyak digunakan saat ini. Pinnacle. dari terang menjadi redup.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful