P. 1
Makalah Limbah ( Fix )

Makalah Limbah ( Fix )

|Views: 259|Likes:
Published by Alfrida Tatsa Haifa

More info:

Published by: Alfrida Tatsa Haifa on Mar 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dimulai dengan makin maraknya industri besar yang berdiri serta kehidupan masyarakat yang tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Mulailah timbul tumpukan limbah atau pun sampah yang tidak di buang sebagaimana mestinya. Hal ini berakibat pada kehidupan manusia di bumi yang menjadi tidak sehat sehingga menurunkan kualitas kehidupan terutama pada lingkungan sekitar.

Maka dari itu karya tulis ini akan dilengkapi dengan faktor – faktor yang timbul dan upaya – upaya yang dapat dilakukan mengenai masalah limbah. Oleh karena itu, kami telah susun karya tulis ini dengan rinci. Dengan maksud supaya makalah tentang Dampak Limbah serta Penanggulangannya ini dapat dijadikan masukan untuk membenahi kualitas kehidupan karena adanya limbah ataupun sampah yang tidak di buang sebagaimana mestinya.

Pada makalah ini terdapat beberapa cara yang dapat ditempuh guna meminimalisir dampak dari limbah ataupun sampah dan akhirnya kita dapat bersama mengurangi dampak dari adanya limbah ataupun sampah. Karena sampah sebenarnya ada juga yang masih dapat dimanfaatkan terutama limbah hewan yang dapt dijadiak pupuk atau limbah plastik dengan cara mendaur ulang serta limbah lain yang bias dimanfaatkan.

B. Rumusan Masalah  Pengertian Limbah  Karakteristik Limbah
1| Page

 Sumber dan Jenis Limbah  Contoh dari Pencemaran Limbah dan Upaya Pengolahannya

C. Tujuan Mahasiswa dapat mengetahui Pengertian Limbah, Karakteristik Limbah, Sumber dan Jenis Limbah, Contoh dari pencemaran Limbah dan Upaya Pengolahannya serta Limbah Plastik.

BAB II PEMBAHASAN

A.Pengertian Limbah

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah) atau juga dapat dihasilkan oleh alam yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia organik dan anorganik.

Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah.penanganan limbah ini tentunya tidak hanya sekedar mengolahnya/ mendaur ulangnya langsung tanpa memperhatikan jenis limbah dan cara penangannanya klarena dari setiap limbah yang ada mempunyai cirri berbeda terhadap dampak yang ditimbulkanya.

B.Karakteristik Limbah
2| Page

Hal ini dikarenakan ukuran limbah yang tidak dapat dilihat  Berdampak luas (penyebarannya) Luasnya dampak yang di timbulkan oleh limbah ini merupakan efek dari karakteristik limbah yang berukuran mikro yang tak dapat dilihat dengan mata telanjang. Biasanya limbah dalam menyebar di perlukan waktu yang cukup lama dan tidak diketahui dengan hanya melihat saja. Termasuk juga limbah yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :  Berukuran mikro Karakteristik ini merupakan karakterisik pada besar kecilnya limbah/ volumenya.Pada umumnya sesuatu yang ada di bumi ini memiliki suatu karakteristik yang berbeda. Kejadian ini terajadi di Teluk Minamata dan Sungai Jintsu karena pencemaran oleh raksa (Hg). 3| Page .  Dinamis Mungkin yang dimaksud dinamis disini adalah tentang cara pencemarannya yang tidak dalam waktu singkat menyebar dan mengakibatkan pencermaran. Contoh dari limbah yang berukuran mikro atau kecil atau bahkan tidak biasa terlihat adalah limbah industri berupa bahan kimia yang tidak terpakai yang di buang tidak sesuai dengan prosedur pembuangan yang dianjurkan. Contoh dari besarnya dampak yang ditimbulkan yaitu adanya istilah “Minamata disease” atau keracunan raksa (Hg) di Jepang yang mengakibatkan nelayan-nelayan mengidap paralis (hilangnya kemampuan untuk bergerak karena kerusakan pada saraf).

Dengan semakin banyak frekuensi limbah tentunya pembuanganlimbah menjadi tidak terkandali dan usaha untuk mengolahnya tidak dapat maksimal dikarenakan pengolahan limbah yang masih jauh dari harapan kita semua. 2.Volume Limbah Tentunya semakin banyak limbah yang dihasilkan oleh manusia dampak yang akan ditimbulkan semakin besar pula terasa. Berdampak jangka panjang (antar generasi) Dampak yang ditimbulkan limbah terutama limbah kimia biasanya tidak sekedar berdampak pada orang yang terkena tetapi dapat mengakibatkan turunannya mengalami hal serupa.Frekuensi Pembuangan Limbah Pada saat sekarang ini pembuangan limbah semakin naik frekuensinya di karenakan banyaknya industry yang berdiri. Dari karakteristik limbah di atas pencemaran limbah juga didukung oleh adanya faktor-faktor yang mempengaruhi pencemaran limbah terhadap lingkungan diantaranya : 1. 3.Kandungan Bahan Pencemar Kandunngan yang terdapat di limbah ini mengakibatkan pencemaran lingkungan apabila kandunganya berbahaya dapat mengakibatkan pencemaran yang fatal bahkan dapat membunuh manusia serta mahluk hidup sekitar. 4| Page .

Sumber Utama Limbah Sumber adanya limbah sebenarnya banyak sekali tetapi pada pengelompokannya sumber limbah terdiri dari :  Aktivitas manusia Saat manusia melakukan aktivitas untuk menghasikan sesuatu barang produksi maka akan timbul suatu limbah karena tidak mampunya pengolahan yang dilakukan oleh manusia menggunkan mesin dan juga sulitnya untuk mengolah barang yang tidak berguna menjadi barang yang bias dimanfaatkan untuk keperluan manusia. Berikut adalah limbah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia misalnya : a)Hasil pembakaran bahan bakar pada industry dan juga kendaran bermotor b)Pengolahan bahan tambang dan minyak bumi c)Pembakaran hutan untuk membuka lahan pertanian ataupun perumahan  Aktivitas alam 5| Page .Sumber dan Jenis Limbah 1.C.

Walaupun dilain pihak limbah terus meningkat terutamadiakibatkan oleh aktivitas manusia hal ini didorong oleh beberapa factor sebagai berikut :  Perkembangan industri Perkembangan industri yang sangat cepat baik pertambangan. manusia di bumi terus mengembangkan teknologi untuk mencegah dampak pencemaran lingkungan. transportasi dan manufakur atau pabrik yang mengahsilkan limbah dalam jumlah yang relative besar sehingga terjadi pembuangan limbah yang kurang terkontrol karena kurannya teknologi untuk membuat limbah menjadi barang yang terurai atau ramah lingkungan  Modernisasi 6| Page .Selain dari aktivitas diatas pencemaran limbah di bumi juga di timbulkan oleh aktivitas alam walaupun jumlahnya sangat sedikit pengaruhnya terhadap lingkungan karena lokasinya yang biasanya bersifat lokal. longsor serta d)Aktivitas alam yang lain Karena kedua aktivitas ini menimbulkan limbah yang mencemari lingkungan.berikut ini contoh dari aktivitas alam yang menghasilkan limbah yaitu : a)Pembusukan bahan organik alami b)Adanya aktifitas gunung berapi c)Banjir.

Jenis Limbah 7| Page . Hal ini bertujuan untuk menghasilkan barang dengan cepat tetapi di lain hal perkembangan teknologi berakibat pada semakin banyaknya limbah yang dihasilkan oleh teknologi itu sendiri.Pada saat sekarang perkembangan teknologi untuk menghasilkan barang semakin marak digunakan dikalangan orang yang mengeluti bidang industry. • Penimbunan sampah Semakin hari kita melihat banyaknya sampah yang menumpuk karena pembuangannya yang sembarangan dan mungkin juga karena kurang mampunya tempat pembuangan sampah untuk menampung sampah atau yang biasa disebut TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dalam menampung sampah sehingga sampah menumpuk di suatu tempat yang berdampak menurunnya kualitas lingkungan sekitar 2.  Pertambahan penduduk Semakin banyaknya penduduk di bumi ini mengakibatkan bertambah meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal serta meingkatnya jumlah kebutuhan akan barang. Hal ini dapat menimbulkan berberpa macam masal seperti : • Pembukaan lahan untuk pemukiman dan saran transportasi Pembukaan lahan untuk pemukiman dan saran transportasi berdampak terhadap semakin berkurangnya hutan untuk mengurangi kadar pencemaran lingkungan.

b) Limbah Anorganik Merupakan kelompok limbah yang tidak mudah hancur atau diuraikan oleh aktivitas mikroorganisme. Lmbah jenis ini dihasilkan oleh kegiatan manusia yang berupa pertanian.1) Limbah Berdasarkan Jenis Senyawa a) Limbah Organik Merupakan kelompok limbah yang terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan & hewan. c) Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Limbah B3 adalah semua bahan/senyawa baik padat. Limbah B3 diidentifikasikan sebagai bahan kimia dengan satu atau lebih karakteristik:  Mudah meledak  Mudah terbakar  Bersifat reaktif  Beracun  Penyebab infeksi  Bersifat korosif 2) a) Limbah Berdasarkan Wujudnya Limbah Cair Pengerrtian limbah cair menurut beberapa ahli: 8| Page . perikanan. ataupun gas yang mempunyai potensi merusak terhadap kesehatan manusia serta lingkungan akibat sifat-sifat yang dimiliki senyawa tersebut. peternakan. rumah tangga dan industri. Sebagian dari limbah anorganik sama sekali tidak dapat diuraikan tetapi sebagian lagi dapat diuraikan. cair. Limbah organik secara alami mudah diuraikan oleh mikroorganisme. tetapi membutuhkan waktu yang sangat lama.

Misal: kotoran manusia. yaitu:  Limbah cair domestik yang berasal dari air cucian.  Limbah cair domestik yang berasal dari saluran pembuangan tinja/kakus. minyak dan pestisida. c) Limbah Gas Limbah gas adalah sisa atau hasil sampingan dari suatu usaha atau kegiatan yang berwujud gas. Limbah yang berasal dari rumah tangga. Menurut EPA. kantor. “Limbah cair adalah air yang membawa bahan padat terlarut atau tersuspensi dari tempat tinggal. seperti memasak. mencuci. dan kegiatan lain yang biasa dilakukan dirumah. alat transportasi. 3) Limbah Berdasarkan Lingkungan Asalnya a) Limbah Pemukiman/Limbah Rumah Tangga Limbah ini merupakan sisa buangan dari aktivitas manusia didalam rumah. mendiskripsikan limbah cair adalah gabungan cairan atau sampah yang terbawa air dari tempat tinggal. khususnya dikota-kota besar jumlahnya mencapai lebih dari 80%. bangunan perdagangan dan industri”. Limbah rumah tangga terbagi menjadi 2. bangunan perdagangan. air seni. kebun .. b) Limbah Padat Limbah padat adalah sisa atau hasil sampingan dari suatu usaha dan atau kegiatan yang berwujud padat. Limbah gas biasanya dihasilkan dari kegiatan industri. industri. Misal: sabun. termasuk sampah. detergen. 9| Page . serta air tanah air permukaan dan air hujan yang mungkin ada.  Menurut Tchobanglous dan Elliessen. dan pembakaran sampah rumah tangga.

Industri jenis ini memerlukan air sebagai media untuk proses pencucian dalam jumlah yang sangat besar.  Kebisingan. batik cetak dan penyamakan kulit. suara yang ditimbulkan oleh proses industri logam dan elektronika sangat keras. yang meliputi pencucian batik. cairan. sakit kepala.  Karbon monoksida (CO). mengakibatkan gangguan kesehatan berupa iritasi dan sesak napas. e) Limbah Pertanian 10 | P a g e . sehingga limbah yang dihasilkanpun dalam jumlah besar. pusing. Limbah industri dikelompokkan menjadi:  Limbah industri pangan  Limbah industri kimia c) Limbah Industri Kulit dan Sandang Industri tersebut lebih banyak didominasi industri kecil. d) Limbah Industri Logam dan Elektronika Industri logam tidak menggunakan zat-zat kimia yang limbahnya berbahaya bagi kesehatan. maupun gas yang tidak mempunyai nilai ekonomis lagi oleh industri yang bersangkutan. Sedang jika keracunan ringan mengakibatkan gangguan yang diawali dengan nafas pendek. serta melemahkan penglihatan dan pendengaran. tetapi proses-proses dalam industri logam dan elektronika mengakibatkan limbah yang berupa:  Debu.b) Limbah Industri Limbah industri adalah sisa proses produksi yang dapat berupa padatan. zat kimia ini sangat berbahaya karena bila keracunan dalam dosis besar dapat mengakibatkan pingsan dan menyebabkan kematian.

apabila dikelola dengan baik. jika biota air dan hewan air tidak mati. g) Limbah Medis Obat-obatan dan beberapa zat kimia adalah contoh limbah medis. kemudian dimakan hewan atau manusia maka yang memakannya akan keracunan. f) Limbah Pertambangan Pada proses penambangan tersebut dihasilkan limbah logam berat cair yang dapat mengakibatkan keracunan syaraf. D. Selain itu kawasan wisata alam adalah sarana tempat terjadinya interaksi sosial dan aktivitas ekonomi.Limbah pertanian biasanya mengandung polutan insektisida dan pupuk organik. dan keindahannya. Sebaliknya.tetapi ada beberapa jenis medis yang memerlukan penanganan secara khusus. Semakin banyak kunjungan wisatawan. Setiap aktivitas yang dilakukan. Dampak Negatif Limbah Sampah Terhadap Lingkungan dan Pemanfaatannya Kawasan wisata alam merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi. sampah memiliki nilai potensial. Untuk menjaring masyarakat dan wisatawan sebanyak mungkin. maka aktivitas dikawasan tersebut akan meningkat. peningkatan kualitas 11 | P a g e . Sampah apabila dibiarkan tidak dikelola dapat menjadi ancaman yang serius bagi kelangsungan dan kelestarian kawasan wisata alam. seperti penyediaan lapangan pekerjaan. akan menghasilkan manfaat ekonomi bagi kawasan tersebut. baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara yang menyenangi nuansa alami. baik aktivitas sosial maupun ekonomi. Contoh Dari Pencemaran Limbah dan Upaya Pengolahan 1. kelestarian. Namun yang harus diingat adalah bahwa limbah atau sampah yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut dapat mengancam kawasan wisata alam. dan memerlukan biaya yang cukup mahal untuk menanganinya yaitu penggunaan alat suntik. setiap kawasan wisata alam harus menjaga keunikan. Insektisida bias membunuh air.

dan sebagainya. 2. dan pemanfaatan lain sebagai bahan pembuatan kompos yang dapat digunakan untuk memperbaiki lahan kritis di berbagai daerah di Indonesia. yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan. daun-daun kering. sampah dibedakan menjadi dua. kaleng. baik kertas koran. yaitu sampah yang tidak mudah membusuk. HVS. kaleng. kertas. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos. seperti plastik wadah pembungkus makanan. Sampah Anorganik. Sampah Organik. Ancaman Bagi Kawasan Wisata Alam Dampak negatif yang ditimbulkan dari sampah yang tidak dikelola dengan baik adalah sebagai berikut: 12 | P a g e . kaca. botol dan gelas minuman. dan sebagainya. botol dan gelas bekas minuman. sebesar 60 – 70%. kayu.dan estetika lingkungan. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. dan dapat juga mempengaruhi penerimaan devisa negara. Di negara-negara berkembang komposisi sampah terbanyak adalah sampah organik. sayuran. plastik mainan. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan. Komposisi Sampah Berdasarkan komposisinya. yaitu: 1. dan kertas. maupun karton. 3. 2. dan sampah anorganik sebesar ± 30%.

d. · Timbulan sampah dapat menimbulkan penyakit yang terkait dengan tikus. maka setiap kegiatan pengelolaan sampah harus mengikuti filosofi pengelolaan sampah. mengakibatkan pengunjung atau wisatawan enggan untuk mengunjungi daerah wisata tersebut karena merasa tidak nyaman. Menurunnya kualitas lingkungan c.a. Menurunnya estetika lingkungan Timbulan sampah yang bau. kotor dan berserakan akan menjadikan lingkungan tidak indah untuk dipandang mata. Pengelolaan Sampah Agar pengelolaan sampah berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan. b. Terhambatnya pembangunan negara Dengan menurunnya kualitas dan estetika lingkungan. Akibatnya jumlah kunjungan wisatawan menurun. Filosofi pengelolaan sampah adalah bahwa semakin sedikit dan semakin dekat sampah 13 | P a g e . yang berarti devisa negara juga menurun. Gangguan Kesehatan: · Timbulan sampah dapat menjadi tempat pembiakan lalat yang dapat mendorong penularan infeksi. 4. dan daerah wisata tersebut menjadi tidak menarik untuk dikunjungi.

Pemanfaatan kembali secara langsung. misalnya pembuatan kerajinan yang berbahan baku dari barang bekas. Pencegahan dan Pengurangan Sampah dari Sumbernya Kegiatan ini dimulai dengan kegiatan pemilahan atau pemisahan sampah organik dan anorganik dengan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik disetiap kawasan yang sering dikunjungi wisatawan. terdiri atas: 1). Pemanfaatan sampah anorganik. gelas dan botol air minum dalam kemasan. kaleng. baik secara langsung maupun tidak langsung. maka pengelolaannya akan menjadi lebih mudah dan baik. plastik. Pemanfaatan Kembali Kegiatan pemanfaatan sampah kembali. Pemanfaatan sampah organik. Tahapan Pengelolaan sampah yang dapat dilakukan di kawasan wisata alam adalah: a. 2). atau kertas daur ulang. koran bekas. Sampah yang mudah membusuk dapat diubah menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan untuk melestarikan fungsi kawasan wisata. 14 | P a g e . botol. serta lingkungan yang terkena dampak juga semakin sedikit. misalnya menjual barang bekas seperti kertas. b. seperti composting (pengomposan). Sedangkan pemanfaatan kembali secara tidak langsung.dikelola dari sumbernya.

Tidak memerlukan TPS yang luas. Mengurangi biaya angkut sampah ke TPS. akan memberikan banyak manfaat. serta memperkecil permasalahan sampah yang saat ini dihadapi oleh banyak pemerintah daerah. sisa sampah akhir yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan lagi hanya sebesar ± 10%. b. harus dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). Tempat Pembuangan Sampah Akhir Sisa sampah yang tidak dapat dimanfaatkan secara ekonomis baik dari kegiatan composting maupun pemanfaatan sampah anorganik. pengelolaan TPA menjadi tanggung jawab masing-masing Pemda. d. kebersihan dan estetika lingkungan kawasan sehingga menarik wisatawan untuk berkunjung. Mengurangi beban Pemda dalam mengelola sampah.c. diantaranya adalah: a. jumlahnya mencapai ± 10%. sehingga pengelola wisata dapat mengoptimalkan penggunaan pemanfaatan kawasan. Dengan pengelolaan sampah yang baik. Kegiatan ini tentu saja akan menurunkan biaya pengangkutan sampah bagi pengelola kawasan wisata alam. Menjaga keindahan. Pengelolaan sampah yang dilakukan di kawasan wisata alam. Di Indonesia. 15 | P a g e . c. mengurangi luasan kebutuhan tempat untuk lokasi TPS.

 Karakteristik limbah:  Berukuran mikro  Dinamis  Berdampak luas (penyebarannya)  Berdampak jangka panjang (antar generasi) 16 | P a g e . Kesimpulan  Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga. yang lebih dikenal sebagai sampah) atau juga dapat dihasilkan oleh alam yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.BAB III PENUTUP 1.

Slamet A. Slamet A. Majalah IPTEK: jurnal ilmu pengetahuan alam dan teknologi : 11 (1): 30-8 • Akers (1993). Perencanaan pengolahan limbah cair untuk rumah sakit dengan metode lumpur aktif. DAFTAR PUSTAKA • Agustiani E. Analisis dan evaluasi hukum tentang pencemaran akibat limbah rumah sakit Jakarta :Badan Pembinaan Hukum Nasional 17 | P a g e . Dengan pengolahan limbah diharapkan lingkungan sekitar bisa tetap alami tidak tercemar oleh limbah. Winarni D (1998).  Pengolahan limbah merupakan cara untuk mengurangi pencemaran yang diakibatkan oleh limbah. Limbah merupakan hasil dari aktivitas manusia dan aktivitas alam. Surabaya: Fakultas Teknik IndustriInstitut Teknologi Sepuluh Nopember • Agustiani E.240. Penambahan powdered activated carbon (PAC) pada proses lumpur aktif untuk pengolahan air limbah rumah sakit. Paperboard hospital waste container. Media ISTA : 3 (2) 2000: 15-8 Barlin (1995). Penambahan PAC pada proses lumpur aktif untuk pengolahan air limbah rumah sakit: laporan penelitian.176 Arthono A (2000). 2. United States Patent : 5. Rahayu DW (2000). Saran Pengolahan limbah disaat ini perlu perhatian khusus mengingat semakin banyaknya volume limbah di lingkungan sekitar.

United States Patent : 5. Efektivitas pengolahan limbah cair rumah sakitDokter Sardjito Yogyakarta terhadap pencemaran radioaktif. formula and installation for the treatment and sterilization of biological. solid. ferrous metallic. Yogyakarta : Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada • Hananto WM (1999). Percikan : 31 (Mei): 54-9 • Karmana O. liquid.409 • Haryanto (2001). Bandung : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamUniversitas Padjadjaran 18 | P a g e .820. Sipil Soepra : jurnal sipil 3(8): 91-9 • Giyatmi (2003). Bul Keslingmas : 18 (70) 1999: 37-44 • Harper (1986).619.541 • Christiani (2002). non-ferrous metallic. Gitihijau : laporan penelitian. Nurzaman M. Analisis senyawa-senyawa kimia limbah cair rumah sakit Kodya Jambi. Pengelolaan limbah rumah sakit.• Berlanga B (1998). toxic and dangerous hospitalwaste material. Pemanfaatan substrat padat untuk imobilisasi sel lumpur aktif pada pengolahan limbah cair rumah sakit. United States Patent : 4. Mikroorganisme patogen limbah cair rumah sakitdan dampak kesehatan yang ditimbulkannya. Buletin Keslingmas • Djoko S (2001). Pengaruh limbah padat rumah sakit hasil insinerasi dan pupuk NPK bagi pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus sp) var. Sanusi S (2003). Process. Hospital waste disposal system.

Profil DNA plasmid E. Jakarta menggunakan M-bio pada reaktor fixed-film aerobic. Teknologi pengolahan air limbah rumah sakitdengan sistem “biofilter anaerob-aerob”. coli yang diisolasi dari limbah cair rumah sakit. Jurnal Kajian Teknologi : 3 (2): 113-23 • Said NI (1999). Kongres Himpunan Toksikologi Indonesia: prosiding. Seminar Teknologi Pengelolaan Limbah II: prosiding. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Budi P (1996). Majalah Kedokteran Bandung : 30 (1) 1998: 328-41 • Siregar TM (2001). Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan Bandung : Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan Shahib MN (1999) Penerapan teknik “Polymerase chain Reaction” (PCR) untuk memonitor pencemaran lingkungan oleh senyawa merkuri (Hg) pada limbahcair rumah sakit. Djustiana N (1998). Jakarta : Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan • Sabayang P. 22-23 Feb 1999 Shahib MN. 16-7 Feb 1999. Jakarta. Sulaiman F (2001). Muljadi. Uji performance pengolahan air limbah rumah sakit dengan proses biofilter tercelup.• Rostiyanti SF. Pengaruh penambahan inokulum pada pengolahan limbah cair rumah sakit: studi kasus pengolahan limbah cair RSUD Pasar Rebo. Jakarta : Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia 19 | P a g e . Studi pemeliharaan bangunan pengolahan air limbah dan incinerator pada rumah sakit di Jakarta. Jakarta. Konstruksi dan evaluasi insinerator untuk limbah padat rumah sakit. • Said dan Ineza (2002).

htm • http://onlinebuku. Tri C.org/wiki/Limbah • http://id.dephut. United States Patent : 4.618. Hospital waste disposal system.com/2009/01/20/pengolahan-limbah-plastik-dengan-metode-daurulang-recycle/ • http://www.klinikmedis.wikipedia.• Sundana EJ (2000).php? option=com_content&view=article&id=7:pencegahan-penanganan-pengolahanlimbah-rumah-sakit&catid=1:latest-news 20 | P a g e .org/wiki/Sampah • http://www.103 • http://id. Budiono Z (2002).go.com/index. Studi evaluasi pengolahan air limbah rumah sakit diPropinsi Jateng tahun 2002. Buletin Keslingmas • Wilson (1986). Jurnal Itenas : 4 (1): 43-9 • Suparmin.wikipedia. Hospital waste minimization in Indonesia case studi: Muhammadiyah Bandung General Hospital (RSMB).id/INFORMASI/SETJEN/PUSSTAN/info_5_1_0604/isi_4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->