Parafrase Puisi Posted on 22 September 2010 by kelasmayaku

PARAFRASE PUISI Yang dimaksud parafrase adalah mengubah puisi menjadi bentuk sastra lain (prosa). Hal itu berarti bahwa puisi yang tunduk pada aturan-aturan puisi diubah menjadi prosa yang tunduk pada aturan-aturan prosa tanpa mengubah isi puisi tersebut. Lebih mudahnya parafrase puisi adalah memprosakan puisi. Perlu diketahui bahwa parafrase merupakan metode memahami puisi, bukan metode membuat karya sastra. Dengan demikian, memparafrasekan puisi tetap dalam kerangka upaya memahami puisi.

Ada dua metode parafrase puisi, yaitu

a. Parafrase terikat, yaitu mengubah puisi menjadi prosa dengan cara menambahkan sejumlah kata pada puisi sehingga kalimat-kalimat puisi mudah dipahami. Seluruh kata dalam puisi masih tetap digunakan dalam parafrase tersebut. b. Parafrase bebas, yaitu mengubah puisi menjadi prosa dengan kata-kata sendiri. Kata-kata yang terdapat dalam puisi dapat digunakan, dapat pula tidak digunakan. Setelah kita membaca puisi tersebut kita menafsirkan secara keseluruhan, kemudian menceritakan kembali dengan kata-kata sendiri.

Contoh: Perhatikan puisi Chairil Anwar berikut ini HAMPA :kepada Sri

Sepi di luar. Sepi menekan-mendesak. Lurus kaku pohonan. Tak bergerak Sampai ke puncak. Sepi memagut,

Menanti. Tak satu kuasa (pun dapat) melepas-(dan me)renggut(nya dariku) Segala(nya hanya) menanti. (dan) Menanti (lagi). Menanti. Tambah ini menanti jadi mencekik Memberat-mencekung punda Sampai binasa segala. Setan bertempik Ini sepi terus ada. Dengan teknik parafrase. (di) Tambah (lagi dengan keadaan saat) ini (. Sepi. Sepi (itu) memagut(ku). Menanti. (Keadaan) Sepi (itu) menekan-(dan) mendesak.Tak satu kuasa melepas-renggut Segala menanti. Belum apa-apa Udara bertuba.) menanti jadi . puisi ini kita tambah beberapa kata agar lebih mudah dipahami. Dan menanti. (menanti dalam) Sepi. (pohonan itu) Tak bergerak Sampai ke puncak (nya). Lurus kaku pohon(-pohon)an (disana). Bentuk parafrase puisi : HAMPA :kepada Sri (keadaan amat) Sepi di luar (sana).

Dan (aku masih tetap) menanti. Setan (pun) bertempik (sorak) Ini (. maka tidak diperlukan lagi membuat parafrase. (itu pun) Belum apa-apa (bahkan) Udara (pun telah) bertuba. .mencekik (malah) Memberat(kan dan)-mencekung (kan) punda (kku) Sampai binasa segala(-galanya).) (peraan) sepi (ini) terus (saja) ada. Bila suatu puisi telah tersusun kata-kata yg mudah dipahami. Teknik parafrase ini hanya diperlukan bagi puisi-puisi yang sangat minim katakatanya.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.