P. 1
RPP_TingkatKetelitianPeta_2011

RPP_TingkatKetelitianPeta_2011

|Views: 476|Likes:
Published by Katon Dwi Kurniawan

More info:

Published by: Katon Dwi Kurniawan on Mar 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA PENGGUNAAN LAHAN
  • 2. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA KEMIRINGAN LERENG
  • 3. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA GEOLOGI
  • 4. SIMBOL DAN ATAU NOTASI, UNSUR-UNSUR PETA GEOMORFOLOGI
  • 5. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA FISIOGRAFI PERMUKAAN
  • 6. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA CURAH HUJAN
  • 7. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA PENUTUP LAHAN
  • 8. SIMBOL DAN ATAU NOTASI, UNSUR-UNSUR PETA KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA
  • 9. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA RAWAN BENCANA
  • 10. SIMBOL DAN ATAU NOTASI, UNSUR-UNSUR PETA POTENSI BAIK DARAT MAUPUN LAUT
  • 11 SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA PERTAHANAN DAN KEAMANAN

RANCANGAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2010

TENTANG

TINGKAT KETELITIAN PETA UNTUK RENCANA TATA RUANG WILAYAH

BADAN KOORDINASI SURVEI DAN PEMETAAN NASIONAL (BAKOSURTANAL)

DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN I DAFTAR LAMPIRAN II DAFTAR LAMPIRAN III BAB I KETENTUAN UMUM BAB II TUJUAN DAN LINGKUP BAB III KETELITIAN PETA LUARAN Bagian Pertama Umum ii iv iv iv 1 3 4 4

Bagian Kedua Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) Paragraf 1 Umum Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Nasional Paragraf 4 Peta Rencana Penetapan Kawasan Strategis Nasional Bagian Ketiga Tingkat Ketelitian Peta Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Paragraf 1 Umum Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi Paragraf 4 Peta Rencana Penetapan Kawasan Strategis Provinsi Bagian Keempat Tingkat Ketelitian Peta Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Paragraf 1 Umum Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten Paragraf 4 Peta Penetapan Kawasan Strategis Kabupaten Bagian Kelima Tingkat Ketelitian Peta Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kota Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kota Paragraf 4 Peta Sebaran Kawasan Strategis Kota Bagian Keenam Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Pulau/Kepulauan Bagian Ketujuh Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Bagian Kedelapan Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi Bagian Kesembilan Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Bagian Kesepuluh Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perdesaan 19 18 18 17 17 13 14 15 16 10 10 10 12 13 ……..7 7 8 9 4 4 5 6 6

ii

Bagian Kesebelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Bagian Ketigabelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Bagian Keempatbelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Kota BAB IV KETELITIAN PETA MASUKAN Bagian Pertama Umum Bagian Kedua Tingkat Ketelitian Peta Dasar Bagian Kedua Tingkat Ketelitian Peta Tematik BAB V METODE PROSES SPASIAL BAB VI PENGELOLAAN DATA GEOSPASIAL BAB VII PENGADAAN DAN PEMBINAAN TEKNIS BAB VIII PERAN SERTA MASYARAKAT BAB IX KETENTUAN PERALIHAN BAB X KETENTUAN PENUTUP 20 21 21 22 24 26 29 30 31 31 31 20 19

iii

Simbol 4. Simbol. Simbol. Kode Unsur. Simbol 6. 9. Simbol 5. Kode Unsur. Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Sistem Perkotaan Sistem Jaringan Transportasi Sistem Jaringan Energi Sistem Jaringan Telekomunikasi Sistem Jaringan Sumberdaya Air Kawasan Lindung Kawasan Budidaya Kawasan Strategis Prasarana Lainnya DAFTAR LAMPIRAN II 1. 2. 5. Simbol 9. 4. Simbol 3. Simbol Simbol Simbol Simbol Simbol Simbol Dan Dan Dan Dan Dan Dan Atau Atau Atau Atau Atau Atau Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Hidrologi Permukiman Transportasi Batas Administrasi Relief Nama Rupabumi DAFTAR LAMPIRAN III 1. Simbol 11. Kode Unsur. Simbol 8. Simbol. Kode Unsur. 7. Simbol Dan Dan Dan Dan Dan Dan Dan Dan Dan Dan Dan Atau Atau Atau Atau Atau Atau Atau Atau Atau Atau Atau Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Peta Peta Peta Peta Peta Peta Peta Peta Peta Peta Peta Penggunaan Lahan Kemiringan Lereng Geologi Geomorfologi Fisiografi Curah Hujan Penutup Lahan Ketersediaan Sarana dan Prasarana Dasar Rawan Bencana Potensi Wilayah baik Darat maupun Laut Pertahanan dan Keamanan iv . Simbol 2. Simbol. 6. 5. 6. Simbol. Simbol. 8. Kode Unsur. Kode Unsur. 4. Kode Unsur. Simbol 7. Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi dan dan dan dan dan dan dan dan dan Kode Unsur. Simbol. Kode Unsur. Simbol 10. 2. 3. Simbol.DAFTAR LAMPIRAN I 1. Simbol. 3.

Ketelitian peta adalah ketepatan. Sistem referensi geometri adalah suatu sistem pemetaan tertentu yang dimaksudkan agar berbagai macam peta masukan dan peta luaran dapat diintegrasikan atau dipadukan satu sama lain. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4725). 2. Skala adalah perbandingan jarak dalam suatu peta dengan jarak yang sama di muka bumi.. . Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945. format penyimpanan secara digital termasuk kode unsur. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68.. 5. MEMUTUSKAN: Menetapkan: PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TINGKAT KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG.. TAHUN . skala. 1 3. akurasi. arsiran dan notasi.. 2. kerincian dan kelengkapan data dan atau informasi georeferensi dan tematik. dan kelengkapan muatan peta... Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 14 Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang. yang berada di atas maupun di bawah permukaan bumi yang digambarkan pada suatu bidang datar dengan skala tertentu. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Peta adalah suatu gambaran dari unsur-unsur alam dan atau buatan manusia. 4.. atau kerincian basis data.. sehingga merupakan penggabungan dari sistem referensi geometri. Mengingat: 1. TENTANG TINGKAT KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. penyajian kartografis mencakup simbol... warna. Skala minimal adalah skala peta dasar terkecil yang boleh digunakan dalam proses perencanaan tata ruang.PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR .

tanpa memberikan arti ganda. atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu. dan/atau karakteristik objek alam dan/atau buatan manusia yang berada di bawah. Peta tematik adalah peta yang menggambarkan tema tertentu yang digunakan untuk pembuatan peta rencana tata ruang. pada. Geodatabase adalah basis data geospasial yang digunakan untuk mengelola data geospasial dalam perencanaaan tata ruang. digambarkan pada suatu bidang datar dengan skala. Perencanaan tata ruang adalah suatu proses untuk menentukan struktur ruang dan pola ruang yang meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata ruang. 16. 12. Penyajian kartografis adalah cara menggambarkan data geospasial dan informasi geospasial pada media cetak maupun dalam media elektronik berikut penjelasan tentang legenda dan riwayat peta. yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan pada aspek administratif dan atau fungsional. Kelengkapan muatan peta adalah tingkat kedetilan unsur yang dipetakan yang disesuaikan dengan ketelitian geometri atau skala. Data Geospasial adalah data tentang lokasi geografis. 14. 15. dimensi atau ukuran. Format penyimpanan secara digital adalah cara komputer menyimpan data dan informasi spasial kedalam daftar unsur yang diberi kode penomoran unik. Rencana tata ruang adalah hasil perencanaan tata ruang. 9. 20. letak dan posisinya. Geospasial adalah sifat keruangan yang menunjukkan posisi atau lokasi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah. 7. 13. 10. 17.6. proyeksi dan georeferensi tertentu. Akurasi adalah ukuran kedekatan suatu informasi yang dipetakan dengan nilai sesungguhnya. Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya. Spasial adalah aspek keruangan suatu objek atau kejadian yang mencakup lokasi. 8. atau di atas permukaan bumi. 11. Informasi Geospasial adalah data geospasial yang sudah diolah sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan. yang berada di permukaan bumi. 2 . penomoran. sehingga dapat dibaca dengan jelas. pada. pengambilan keputusan dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan keruangan. Semakin detil suatu basis data semakin banyak unsur-unsur yang ditampung. 19. Peta dasar adalah peta yang menyajikan unsur-unsur alam dan atau buatan manusia. Kerincian basis data adalah tingkat kedetilan unsur-unsur alam dan buatan manusia yang ditampung dalam suatu sistem penyimpanan data dan informasi atau dikenal sebagai basis data. 18.

b. unsur buatan manusia dan/atau tema tertentu dalam bentuk garis. metode proses spasial. Template adalah cetakan digital sehingga data yang telah dikode dalam suatu kode unsur tertentu dapat secara otomatis ditampilkan sesuai spesifikasi simbolisasi tertentu. Metadata adalah informasi singkat atas data geospasial yang berisi minimal identifikasi.21. 26. Badan adalah Instansi Pemerintah yang diberi tugas dan wewenang di bidang survei dan pemetaan. 28. 29. 3 . Pasal 3 Ketelitian peta rencana tata ruang meliputi: a. yang tugas dan fungsinya mengadakan peta tematik. entitas. kualitas. ketelitian peta luaran. Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Pemerintah daerah adalah Gubernur. sitasi. Instansi yang mengadakan peta tematik adalah instansi baik di tingkat pusat maupun daerah. pengelolaan data geospasial dan informasi geospasial untuk mencapai tingkat ketelitian sebagaimana dimaksud pada huruf a. waktu. Bupati. 24. Delineasi adalah cara menggambarkan batas unsur alam. BAB II TUJUAN DAN LINGKUP Pasal 2 Pengaturan tingkat ketelitian peta rencana tata ruang dimaksudkan untuk mewujudkan kesatuan sistem peta rencana tata ruang yang akurat. dan acuan data. b dan c. 22. Pemerintah Pusat adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. organisasi. 25. ketelitian peta masukan. 23. 27. acuan. distribusi. dan d. Instansi yang bertanggung jawab adalah instansi yang diberi tugas di bidang survei dan pemetaan. c. Penyelenggara penataan ruang adalah Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah.

dan d. peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRW-Kab). Pasal 6 Peta rencana rinci tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b terdiri dari: a. Bagian Kedua Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) Paragraf 1 Umum Pasal 7 Peta RTRWN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a digambarkan pada peta dasar skala minimal 1:1. peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perdesaan (RTR-Perdesaan). g. peta Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (RTR-KSN). e. d. dan i. peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi (RTR-KSProv).000. (2) Peta luaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a terdiri dari: a.BAB III KETELITIAN PETA LUARAN Bagian Pertama Umum Pasal 4 (1) Peta luaran merupakan peta hasil proses perencanaan tata ruang yang mengolah berbagai data dari peta masukan dengan suatu metode proses tertentu. peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (RTR-KSKab). peta Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten (RDTR-Kab). peta Rencana Tata Ruang Pulau/Kepulauan (RTR-P/K). dan b. peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRW-Kota). peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kota (RTR-KSKota). c.000 yang mencakup Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. h. peta rencana rinci tata ruang. peta Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRW-Prov). f. c. b. peta Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTR-Kota). peta rencana umum tata ruang. 4 . b. peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan (RTR-Perkotaan). Pasal 5 Peta rencana umum tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a terdiri dari: a.

Pasal 10 (1) Sistem perkotaan nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf a terdiri dari: a. sistem jaringan sumberdaya air nasional. (3) Sistem jaringan energi nasional. dan e. c. d. sistem jaringan energi nasional. jaringan terestrial. dan c. Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN). pembangkit tenaga listrik. peta Sebaran Kawasan Strategis Nasional. sistem perkotaan nasional. jaringan pipa minyak dan gas bumi. b. dan c. sistem jaringan telekomunikasi nasional. Pusat Kegiatan Nasional (PKN). peta Rencana Pola Ruang Wilayah Nasional. b. sistem jaringan transportasi nasional. Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional Pasal 9 (1) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a memuat: a. b. (2) Sistem perkotaan nasional dan sistem jaringan transportasi nasional harus digambarkan pada satu cakupan peta wilayah nasional secara utuh. 5 . sistem jaringan telekomunikasi nasional dan sistem jaringan sumberdaya air nasional digambarkan pada satu cakupan peta wilayah nasional dan dapat digambarkan pada peta tersendiri. b. jaringan satelit berupa satelit komunikasi dan stasiun bumi. b. (3) Sistem jaringan energi nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf c terdiri dari: a. jaringan transportasi udara. jaringan listrik. jaringan transportasi darat. peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional. jaringan transportasi laut. (4) Sistem jaringan telekomunikasi nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf d dapat berupa: a.Pasal 8 Peta RTRWN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a meliputi: a. c. Pusat Kegiatan Lokal (PKL). dan b. dan c. dan d. (2) Sistem jaringan transportasi nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf b terdiri dari: a. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW).

jaringan sungai. kawasan lindung lainnya. d. dan j. b. e. b. c. sistem sumber daya air pada setiap wilayah sungai. kawasan lindung geologi. dan e. kanal besar. (3) Dalam hal kawasan lindung dan kawasan budidaya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang tidak dapat digambarkan dalam bentuk delineasi karena terlalu kecil penggambarannya disajikan dalam bentuk simbol. Pasal 12 (1) Kawasan lindung nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf a terdiri dari: a. c. kawasan lindung. kawasan permukiman. kawasan perkebunan. d. kawasan yang memberikan perlindungan terhadap bawahannya. kawasan pertambangan. c.(5) Sistem jaringan sumber daya air nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf e terdiri dari: a. suaka alam dan cagar budaya. d. kawasan rawan bencana alam. (2) Kawasan budidaya bernilai strategis nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf b terdiri dari: a. g. h. dan b. cekungan air tanah. kawasan hutan rakyat. kawasan pelestarian alam. kawasan perlindungan setempat. kawasan budidaya. b. dan f. kawasan peruntukan lainnya. kawasan perikanan. Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Nasional Pasal 11 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf b terdiri dari: a. e. Paragraf 4 Peta Rencana Penetapan Kawasan Strategis Nasional Pasal 13 Delineasi kawasan strategis harus dipetakan pada satu lembar kertas yang menggambarkan wilayah nasional secara utuh. kawasan industri. kawasan pertanian pangan. f. i. 6 . kawasan pariwisata. bendungan besar. kawasan hutan produksi.

Pasal 14 Kawasan strategis nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf c terdiri dari: a. Peta Sebaran Kawasan Strategis Provinsi. b. (2) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi selain memuat yang ada pada peta Struktur Ruang Wilayah Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat pula: a. kawasan strategis dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi. kawasan strategis dari sudut pertumbuhan ekonomi. Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi Pasal 17 (1) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf a harus menggambarkan Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional yang ada di wilayah provinsi. Bagian Ketiga Tingkat Ketelitian Peta Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Paragraf 1 Umum Pasal 15 (1) Peta RTRW-Prov sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b digambarkan pada peta dasar dengan skala minimal 1: 250. sistem prasarana utama berupa jaringan transportasi provinsi. Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi. kawasan strategis dari sudut sosial dan budaya. kawasan strategis dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. Pasal 16 Peta RTRW-Prov sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b terdiri dari: a. 7 . dan c. (4) Peta RTRW-Prov disusun setelah melalui proses koordinasi dengan provinsi yang berbatasan langsung dan ditunjukkan dengan penggambaran wilayah provinsi yang berbatasan dalam koridor 5 kilometer sepanjang garis perbatasan. kawasan strategis dari sudut kepentingan pertahanan dan keamanan.000. d. dan e. b. (3) Untuk provinsi yang memiliki wilayah pesisir dan laut dapat dilengkapi dengan data batimetri. b. (2) Peta RTRW-Prov mencakup wilayah daratan dan perairan provinsi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. c. sistem perkotaan provinsi. Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi.

waduk penampungan air besar. jaringan sungai. jaringan terestrial. kanal besar. (4) Sistem prasarana wilayah lainnya digambarkan pada satu lembar peta wilayah provinsi secara utuh dan dapat digambarkan pada peta tersendiri. jaringan telekomunikasi provinsi. b. e. Pusat Kegiatan Nasional promosi (PKNp). (3) Sistem perkotaan dan sistem prasarana utama harus digambarkan pada satu lembar peta wilayah provinsi secara utuh. sistem prasarana wilayah lainnya yang terdiri dari jaringan energi provinsi. Pusat Kegiatan Wilayah promosi (PKWp). b. (2) Jaringan telekomunikasi provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) huruf d terdiri dari: a. sistem prasarana listrik provinsi. dan b. dan g. jaringan transportasi udara. dan jaringan sumberdaya air provinsi.c. jaringan transportasi darat. wilayah sungai lintas kabupaten/kota. dan c. c. Pasal 19 Jaringan transportasi provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) huruf b terdiri dari: a. b. Pasal 20 (1) Jaringan energi provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) huruf c terdiri dari: a. f. dan c. dan b. cekungan air tanah lintas kabupaten/kota. pembangkit tenaga listrik provinsi. 8 . Pasal 18 Sistem perkotaan wilayah provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) huruf a terdiri dari: a. Pusat Kegiatan Lokal (PKL) yang ditetapkan provinsi. bendungan. jaringan transportasi laut. jaringan satelit. d. Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi Pasal 21 (1) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf b harus sesuai dengan rencana pola ruang yang ditetapkan dalam RTRWN dan rencana rincinya untuk pola ruang dalam RTRWN yang berada dalam wilayah provinsi. (3) Jaringan sumberdaya air provinsi terdiri dari: a. fasilitas air bersih.

kawasan perlindungan setempat. d. kawasan peruntukan hutan produksi. g. Paragraf 4 Peta Rencana Penetapan Kawasan Strategis Provinsi Pasal 24 (1) Sebaran Kawasan Strategis Nasional yang berada dalam wilayah provinsi dan Kawasan Strategis Provinsi harus digambarkan dalam peta Penetapan Kawasan Strategis Provinsi. kawasan peruntukan industri. kawasan budidaya. f. (3) Untuk peruntukan pola ruang yang relatif kecil. kawasan lindung. kawasan hutan rakyat. Pasal 22 (1) Kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) terdiri dari: a. f. kawasan suaka alam. d. dan b. c. e. kawasan peruntukan lainnya. kawasan peruntukan pertambangan. kawasan lindung lainnya. kawasan peruntukan pariwisata. (2) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi dapat digambarkan dalam beberapa lembar peta yang tersusun secara beraturan mengikuti indeks peta dasar nasional. i. b. b. kawasan yang memberikan perlindungan terhadap bawahannya. c. g. kawasan pelestarian alam dan cagar budaya. kawasan hutan lindung. h. kawasan peruntukan pertanian. huruf a (2) Kawasan budidaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 huruf b terdiri dari: a. 9 . tidak perlu dipetakan dalam peta pola ruang wilayah provinsi. Pasal 23 (1) Kawasan lindung dan kawasan budidaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 yang tidak dapat dipetakan dalam bentuk delineasi karena terlalu kecil digambarkan dalam bentuk simbol. kawasan peruntukan perikanan. kawasan lindung geologi. kawasan peruntukan permukiman. (2) Delineasi kawasan strategis harus dipetakan pada satu lembar kertas yang menggambarkan wilayah provinsi secara keseluruhan.(2) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari: a. kawasan rawan bencana alam. dan h. kawasan peruntukan perkebunan. dan j. e. namun tetap dijelaskan dalam rencana pola ruang pada Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi.

(2) Peta RTRW-Kab mencakup wilayah daratan dan perairan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. kawasan strategis provinsi dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. kawasan strategis provinsi dari sudut pertumbuhan ekonomi. b. kabupaten (3) Untuk wilayah kabupaten yang memiliki wilayah pesisir dan laut perlu dilengkapi dengan data batimetri. kawasan strategis provinsi lainnya. Peta Penetapan Kawasan Strategis Kabupaten. b. c. 10 . Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten. Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten. kawasan yang dapat mempercepat pertumbuhan kawasan tertinggal di dalam wilayah provinsi. d. Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten Pasal 28 (1) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 huruf a harus menggambarkan Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional dan Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi yang ada di wilayah kabupaten. kawasan strategis provinsi dari sudut sosial dan budaya. atau f.Pasal 25 Peta Kawasan Strategis Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf c terdiri dari: a.000. dan c. (4) Peta RTRW-Kab disusun setelah melalui proses koordinasi dengan kabupaten/kota lain yang berbatasan langsung dan ditunjukkan dengan penggambaran wilayah kabupaten/kota lain yang berbatasan dalam koridor minimal 7 Pasal 27 Peta RTRW-Kab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf c meliputi: a. Bagian Keempat Tingkat Ketelitian Peta Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Paragraf 1 Umum Pasal 26 (1) Peta RTRW-Kab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf c digambarkan pada peta dasar skala minimal 1: 50. e. kawasan strategis provinsi dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi.

dan c. Pasal 30 (1) Jaringan transportasi wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) huruf b terdiri dari: a. jaringan transportasi laut yang mencakup pelabuhan dan alur pelayaran. dan c. (2) Sistem jaringan jalan harus digambarkan mengikuti terase jalan yang sebenarnya. sistem prasarana wilayah lainnya berupa jaringan energi wilayah kabupaten. jaringan transportasi darat yang mencakup jaringan jalan. jaringan telekomunikasi wilayah kabupaten. jaringan transportasi udara yang mencakup bandar udara dan ruang udara untuk penerbangan. dan jaringan sungai. pusat pelayanan lingkungan (PPL). b.(2) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten selain menggambarkan Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional dan Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi yang ada di wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat pula: a. sistem perkotaan wilayah kabupaten. infrastruktur telekomunikasi yang berupa jaringan kabel telepon. (4) Sistem prasarana wilayah lainnya digambarkan pada satu lembar peta wilayah kabupaten secara utuh dan dapat digambarkan pada peta tersendiri. pembangkit tenaga listrik. b. pusat pelayanan kawasan (PPK). jaringan listrik. c. dan c. pusat kegiatan lokal promosi (PKLp). Pasal 29 Sistem perkotaan wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) huruf a terdiri dari: a. jaringan pipa minyak dan gas bumi. infrastruktur telepon nirkabel antara lain lokasi menara telekomunikasi termasuk menara Base Transceiver Station (BTS). b. danau dan penyeberangan. jaringan sumberdaya air wilayah kabupaten. (3) Jaringan sumberdaya air wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) huruf c berupa: 11 . dan sistem prasarana lainnya. b. Pasal 31 (1) Jaringan energi wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) huruf c terdiri dari: a. dan c. jaringan telekomunikasi satelit pada wilayah terpencil. (3) Sistem perkotaan dan sistem prasarana utama digambarkan pada satu lembar peta wilayah kabupaten secara utuh. jaringan rel kereta api. b. sistem prasarana utama berupa jaringan transportasi wilayah kabupaten. (2) Jaringan telekomunikasi wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) huruf d terdiri dari: a.

d. lintas provinsi. Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya. sistem pengendalian banjir wilayah kabupaten. Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPA). laut dan udara. jaringan irigasi. Kawasan perlindungan setempat. kawasan lindung kabupaten. Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten Pasal 32 (1) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 huruf c harus menggambarkan rencana pola ruang wilayah nasional dan wilayah provinsi yang ada di wilayah kabupaten. e. wilayah sungai kabupaten. b. jaringan sumber daya air lintas negara. c. Pasal 33 Kawasan lindung kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 huruf b terdiri dari: a.a. 12 . Sistem Pengolahan Limbah Cair. prasarana olah raga dan rekreasi skala wilayah dan kabupaten. Kawasan lindung geologi. jaringan air baku untuk air bersih. dan g. pelestarian alam dan cagar budaya. wilayah administrasi (5) Rencana pola ruang wilayah kabupaten dapat digambarkan dalam beberapa lembar peta yang tersusun secara beraturan mengikuti indeks peta dasar. Kawasan hutan lindung. Kawasan lindung lainnya. dan f. Sistem Pengolahan Limbah Padat. d. dan lintas kabupaten/kota yang berada pada wilayah kabupaten bersangkutan. prasarana kesehatan berupa rumah sakit tipe B. (3) Deliniasi kawasan lindung dan kawasan budi daya yang dipetakan dalam rencana pola ruang kabupaten dirinci sesuai dengan kawasan peruntukannya. c. Kawasan rawan bencana alam. (2) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten selain memuat unsur peta Pola Ruang Wilayah Nasional dan peta Pola Ruang Wilayah Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat pula: a. Prasarana pendidikan berupa pendidikan tinggi skala wilayah dan kabupaten. (4) Rencana pola ruang wilayah kabupaten meliputi kabupaten yang meliputi ruang darat. prasarana ekonomi skala wilayah dan kabupaten berupa pasar tradisional.dan e. f. pendidikan menengah skala kabupaten. jaringan air bersih ke kelompok pengguna. b. pasar moderen. (4) Sistem prasarana wilayah kabupaten lainnya berupa: a. d. kawasan budidaya kabupaten. c. e. rumah sakit tipe C. dan b. parasarana lingkungan berupa Tempat Pengolahan Sampah Sementara (TPS). Kawasan suaka alam. b.

Paragraf 4 Peta Penetapan Kawasan Strategis Kabupaten Pasal 35 (1) Delineasi kawasan strategis harus dipetakan pada satu lembar kertas yang menggambarkan wilayah kabupaten secara utuh. kawasan peruntukan pertambangan. b. kawasan andalan kabupaten. kawasan strategis kabupaten dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi. i. Pasal 36 Peta Kawasan Strategis Kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 huruf d memuat: a. e.000. c. kawasan hutan rakyat. c. f. kawasan peruntukan pariwisata. dan e. kawasan peruntukan industri. d. dan j. d. kawasan strategis kabupaten dari sudut sosial dan budaya. (2) Peta RTRW-Kota mencakup wilayah daratan dan perairan dengan batasan 4 (empat) mil laut diukur dari garis pantai di wilayah kota atau sampai batas negara yang disepakati secara internasional apabila kota terkait berbatasan laut dengan negara lain. kawasan peruntukan perkebunan. kawasan peruntukan pertanian.Pasal 34 Kawasan budidaya bernilai strategis kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 huruf c terdiri dari: a. kawasan peruntukan permukiman. kawasan strategis kabupaten dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. 13 . kawasan peruntukan lainnya. Bagian Kelima Tingkat Ketelitian Peta Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Paragraf 1 Umum Pasal 37 (1) Peta RTRW-Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf d digambarkan pada peta dasar dengan skala minimal 1: 25. kawasan peruntukan hutan produksi. g. kawasan strategis kabupaten dari sudut pertumbuhan ekonomi. h. b. kawasan peruntukan perikanan. (2) Pada peta kawasan strategis kabupaten harus digambarkan delineasi kawasan strategis nasional dan delineasi kawasan strategis provinsi yang berada di dalam wilayah kabupaten bersangkutan.

(2) Sistem pusat-pusat pelayanan dan sistem prasarana utama harus digambarkan pada satu cakupan peta wilayah kota secara utuh. 14 . ekonomi. (3) Rencana struktur ruang wilayah kota harus menggambarkan jaringan jalan yang berada dalam wilayah kota yang menjadi kewenangan kota dan jalan primer yang melalui kota tersebut. (4) Sistem prasarana wilayah lainnya digambarkan pada satu lembar peta wilayah kota secara utuh dan dapat digambarkan pada peta tersendiri. dan c. pusat pelayanan wilayah kota. Peta Penetapan Kawasan Strategis Kota. sistem prasarana utama berupa jaringan transportasi wilayah kota. (4) Peta RTRW-Kota disusun setelah melalui proses koordinasi dengan kabupaten/kota lain yang berbatasan langsung dan ditunjukkan dengan penggambaran wilayah kabupaten/kota lain yang berbatasan dalam koridor minimal 2 kilometer sepanjang garis perbatasan. (2) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kota selain memuat yang ada pada peta Struktur Ruang Wilayah Nasional dan peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat pula: a. Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kota. pusat lingkungan. yang meliputi: a. c. b. sub-pusat kota. jaringan telekomunikasi wilayah kota. b. dan/atau administrasi masyarakat yang melayani wilayah kota dan regional. Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kota Pasal 39 (1) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 huruf a menggambarkan Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional dan Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi yang ada di wilayah kota. Pasal 40 (1) Pusat pelayanan di wilayah kota merupakan pusat pelayanan sosial. dan c. jaringan sumberdaya air wilayah kota. sistem prasarana wilayah lainnya berupa jaringan energi wilayah kota. b.(3) Untuk wilayah kota yang memiliki wilayah pesisir dan laut perlu dilengkapi dengan data batimetri. (5) Sistem jaringan prasarana jalan harus digambarkan mengikuti terase jalan yang sebenarnya. infrastruktur perkotaan dan sistem prasarana lainnya. pusat kota. Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kota. Pasal 38 Peta RTRW-Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf d meliputi: a.

jaringan rel kereta api. dan f. situ. sistem jaringan sumber daya air lintas negara. dan e. sistem pengendalian banjir di wilayah kota. pengelolaan air limbah. lintas provinsi. dan embung pada wilayah kota. dan lintas kabupaten/kota yang berada pada wilayah kota bersangkutan. sistem persampahan. jalur evakuasi bencana. d. dan c. Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kota Pasal 43 (1) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 huruf c harus menggambarkan rencana pola ruang wilayah nasional dan wilayah provinsi yang ada di wilayah kabupaten. b. sistem drainase kota. c. b. sistem jaringan irigasi yang berfungsi mendukung kegiatan pertanian di wilayah kota. d. jaringan transportasi udara wilayah kota yang mencakup bandar udara dan ruang udara untuk penerbangan. prasarana penyediaan air minum kota. Pasal 42 (1) Jaringan energi wilayah kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (2) huruf c terdiri dari: a. dan jaringan sungai. 15 . b. jaringan transportasi laut wilayah kota yang mencakup pelabuhan dan alur pelayaran. Infrastruktur telepon nirkabel berupa lokasi menara telekomunikasi termasuk menara Base Transceiver Station (BTS). pembangkit tenaga listrik. (2) Jaringan telekomunikasi wilayah kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (2) huruf c terdiri dari: a. termasuk waduk. jaringan telepon fixed line dan lokasi pusat automatisasi sambungan telepon. penyediaan dan pemanfaatan prasarana dan sarana jaringan jalan pejalan kaki. danau dan penyeberangan. jaringan pipa minyak dan gas bumi dalam wilayah kota. c. (3) Jaringan sumberdaya air wilayah kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (2) huruf c terdiri dari: a. (4) Infrastruktur perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (2) huruf c meliputi: a. dan b. e. dan c. sistem jaringan air baku untuk air bersih. jaringan listrik wilayah kota.Pasal 41 Jaringan transportasi wilayah kota dalam Pasal 39 ayat (2) huruf b terdiri dari: a. wilayah sungai di wilayah kota. jaringan transportasi darat yang mencakup jaringan jalan. b.

16 . b. yang antara lain meliputi taman Rukun Tetangga.(2) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kota selain memuat unsur peta Pola Ruang Wilayah Nasional dan peta Pola Ruang Wilayah Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat pula: a. Paragraf 4 Peta Sebaran Kawasan Strategis Kota Pasal 46 (1) Delineasi kawasan strategis harus dipetakan pada satu lembar kertas yang menggambarkan wilayah kota secara utuh. (3) Rencana pola ruang wilayah kota dapat digambarkan dalam beberapa lembar peta yang tersusun secara beraturan mengikuti indeks peta dasar nasional atau mengikuti ketentuan Badan. ruang terbuka hijau (RTH) kota. kawasan ruang evakuasi bencana. kawasan budidaya bernilai strategis kota. kawasan perumahan. kawasan perdagangan dan jasa. dan i. taman Rukun Warga. dan g. kawasan lindung kota. d. kawasan pariwisata. kawasan peruntukan ruang bagi kegiatan sektor informal. kawasan rawan bencana alam. (2) Pada peta kawasan strategis kota harus digambarkan delineasi kawasan strategis nasional dan delineasi kawasan strategis provinsi yang berada di dalam wilayah kota bersangkutan. dan b. h. Pasal 44 Kawasan lindung kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf d dapat berupa: a. kawasan lindung lainnya. f. kawasan industri. kawasan peruntukan lainnya. Pasal 47 Peta Sebaran Kawasan Strategis Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 huruf e memuat: a. b. kawasan ruang terbuka non hijau. hutan lindung. kawasan perkantoran. kawasan suaka alam dan cagar budaya. Pasal 45 Kawasan budidaya kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf e terdiri dari: a. g. e. c. d. c. kawasan perlindungan setempat. kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya. f. e. unsur kawasan strategis kota dari sudut pertumbuhan ekonomi. taman kota dan taman permakaman.

(2) Peta RTR-KSN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b digambarkan pada peta dasar dengan skala yang sesuai dengan bentang objek dan/atau kebutuhan kedetilannya. unsur kawasan strategis kota dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi. d. b. Pasal 52 Peta RTR-KSN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b memuat: a. dan/atau e. kawasan strategis nasional dari sudut pertumbuhan ekonomi. Pasal 50 Unsur-unsur Peta RTRWN sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kedua berlaku mutatis mutandis untuk Peta RTR-P/K. Bagian Keenam Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Pulau/Kepulauan Pasal 48 (1) Peta RTR-P/K sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a digambarkan pada peta dasar skala minimal 1: 500. dan c. d. c. unsur kawasan strategis kota dari sudut sosial dan budaya. unsur kawasan strategis kota dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup.000. dan e. Bagian Ketujuh Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Pasal 51 (1) Peta RTR-KSN merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis Nasional dalam RTRWN. kawasan andalan kota. 17 . peta Rencana Pola Ruang Pulau/Kepulauan. Pasal 49 Peta RTR-P/K sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a meliputi: a. kawasan strategis nasional dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi. peta Rencana Struktur Ruang Pulau/Kepulauan. (3) Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikonsultasikan kepada Badan. kawasan strategis nasional dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. (2) Peta RTR-P/K mencakup wilayah daratan dan perairan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.b. c. kawasan strategis dari sudut pertahanan dan keamanan. kawasan strategis nasional dari sudut sosial dan budaya. peta Sebaran Kawasan Strategis Pulau/Kepulauan. b.

b. (3) Unsur-unsur Peta RTRW-Kota sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kelima berlaku mutatis mutandis untuk Peta RTR-Perkotaan yang merupakan bagian wilayah kabupaten. kawasan perkotaan yang merupakan bagian wilayah kabupaten. kawasan strategis provinsi dari sudut pertumbuhan ekonomi. (3) Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikonsultasikan kepada Badan. (2) Peta RTR-Perkotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digambarkan pada peta dasar atau wilayah dengan skala minimal 1:10. Pasal 56 (1) Peta RTR-Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 huruf a merupakan rencana rinci tata ruang wilayah kabupaten. dan d. 18 . kawasan strategis provinsi dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi. atau b.000. Bagian Kesembilan Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Pasal 55 Rencana tata ruang kawasan perkotaan dapat berupa: a. kawasan strategis provinsi dari sudut sosial dan budaya. kawasan yang secara fungsional berciri perkotaan yang mencakup 2 (dua) atau lebih wilayah kabupaten/kota pada satu atau lebih wilayah provinsi. (2) Peta RTR-KSProv sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf c digambarkan pada peta dasar dengan skala yang sesuai dengan bentang objek dan/atau kebutuhan kedetilannya. Pasal 54 Peta RTR-KSProv sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf c memuat a. c. kawasan strategis provinsi dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. Pasal 57 (1) Peta RTR-Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 huruf b merupakan alat koordinasi antar wilayah kabupaten/kota.Bagian Kedelapan Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi Pasal 53 (1) Peta RTR-KSProv merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis Provinsi dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi.

Pasal 58 huruf b (2) Peta RTR-Perdesaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digambarkan pada peta dasar dengan skala minimal 1: 50. kawasan perdesaan yang merupakan bagian wilayah kabupaten. (3) Unsur-unsur Peta RTRW-Kota sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kelima berlaku mutatis mutandis untuk Peta RTR-Perdesaan yang merupakan bagian wilayah kabupaten. kawasan yang secara fungsional berciri perdesaan yang mencakup 2 (dua) atau lebih wilayah kabupaten pada satu atau lebih wilayah provinsi.000. atau b. (3) Unsur-unsur Peta RTRW-Kab sebagaimana dimaksud dalam Bagian Keempat berlaku mutatis mutandis untuk Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan.000. (2) Peta RTR-KSKab digambarkan pada peta dasar dengan skala yang sesuai dengan bentang objek atau kawasan dan/atau tingkat kepentingan objek atau kawasan yang digambarkan. (3) Unsur-unsur Peta RTRW-Kab sebagaimana dimaksud dalam Bagian Keempat berlaku mutatis mutandis untuk Peta RTR-Perdesaan yang mencakup 2 (dua) atau lebih wilayah kabupaten pada satu atau lebih wilayah provinsi. Bagian Kesepuluh Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perdesaan Pasal 58 Rencana tata ruang kawasan perdesaan dapat berupa: a. 19 .(2) Peta RTR-Perkotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digambarkan pada peta dasar atau wilayah dengan skala minimal 1: 50. Pasal 60 (1) Peta RTR-Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam merupakan alat koordinasi antar wilayah kabupaten. Pasal 58 huruf a (2) Peta RTR-Perdesaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digambarkan pada peta dasar dengan skala minimal 1:10. Pasal 59 (1) Peta RTR-Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam merupakan rencana rinci tata ruang wilayah kabupaten. Bagian Kesebelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Pasal 61 (1) Peta RTR-KSKab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf f merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis Kabupaten dalam RTRW-Kab. (4) Sistem Pusat Kegiatan pada Peta RTR-Perkotaan harus menunjukkan dengan jelas kota inti dan kota satelit.000.

(2) Peta Rencana Detil Tata Ruang Kabupaten digambarkan pada peta dasar dengan skala yang sesuai dengan bentang objek atau kawasan dan/atau tingkat kepentingan objek atau kawasan yang digambarkan. dan penggambarannya secara kartografis diatur dengan Peraturan Menteri. Bagian Ketigabelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Pasal 65 (1) Peta Rencana Detil Tata Ruang Kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf h mencakup kawasan diluar RTR-KSKab sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kesebelas. Pasal 62 Peta RTR-KSKab memuat unsur-unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dengan tingkat kedetilan geometri sesuai dengan skala yang ditetapkan. Pasal 64 Peta RTR-KSKota memuat unsur-unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 dengan tingkat kedetilan geometri sesuai dengan skala yang ditetapkan. simbolisasi dan/atau notasi. Bagian Keempatbelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Kota 20 . (3) Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikonsultasikan kepada Badan. (2) Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis digambarkan pada peta dasar dengan skala yang sesuai dengan bentang objek atau kawasan dan/atau tingkat kepentingan objek atau kawasan yang digambarkan. (3) Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikonsultasikan kepada Badan. Pasal 66 Unsur-unsur Peta RDTR-Kab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf h. Bagian Keduabelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kota Pasal 63 (1) Peta RTR-KSKota Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf g merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis Kota dalam RTRW-Kota.(3) Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikonsultasikan kepada Badan. kode unsur digital.

(2) Peta Rencana Detil Tata Ruang Kota digambarkan pada peta dasar dengan skala yang sesuai dengan bentang objek atau kawasan dan/atau tingkat kepentingan objek atau kawasan yang digambarkan. peta RTR-Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kesembilan. (2) Dalam hal unsur-unsur peta tidak terdapat pada Lampiran I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) penyelenggara penataan ruang harus berkonsultasi dengan instansi terkait. (3) Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikonsultasikan kepada Badan. peta RTRW-Kab sebagaimana dimaksud dalam Bagian Keempat. peta RTRPerdesaan sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kesepuluh. peta RTR-KSKab sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kesebelas. Pasal 69 (1) Unsur-unsur peta RTRWN sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kedua. 21 . peta RTRW-Prov sebagaimana dimaksud dalam Bagian Ketiga. peta RTRP/K sebagaimana dimaksud dalam Bagian Keenam. dan b. simbol dan atau notasi pada Lampiran I Peraturan Pemerintah ini.Pasal 67 (1) Peta Rencana Detil Tata Ruang Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf i mencakup kawasan diluar RTR-KSKota sebagaimana dimaksud dalam Bagian Keduabelas. (2) Peta masukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari: a. peta RTRW-Kota sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kelima. kode unsur digital. peta dasar. BAB IV KETELITIAN PETA MASUKAN Bagian Pertama Umum Pasal 70 (1) Peta masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b merupakan data atau peta yang digunakan untuk proses perencanaan tata ruang dengan metode proses tertentu. peta RTR-KSN sebagaimana dimaksud dalam Bagian Ketujuh. peta RTR-KSProv sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kedelapan. dan penggambarannya secara kartografis diatur dengan Peraturan Menteri yang membidangi tata ruang nasional. Pasal 68 Unsur-unsur Peta RDTR-Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf i. dan peta RTR-KSKota sebagaimana dimaksud dalam Bagian Keduabelas digambarkan dengan kode. peta tematik. simbolisasi dan/atau notasi.

sistem referensi geometri minimal yang harus dimiliki. dan b. batas provinsi. 1: 50. d. batas kabupaten/kota. 1: 1. danau. memiliki unsur-unsur: perairan.000. jaringan transportasi. batas administrasi. 1: 10. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 100 meter. (2) Tingkat ketelitian geometri peta masukan meliputi: a. 1: 500. dan b. atau g. Bagian Kedua Tingkat Ketelitian Peta Dasar Pasal 72 Peta dasar yang digunakan untuk perencanaan tata ruang harus memenuhi kriteria: a.000.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf b memuat unsur-unsur: 22 . b. sungai.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf a memuat unsur-unsur: a. Pasal 75 Peta dasar dengan skala 1: 500. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya.000. dan/atau e. hipsograf.000. jaringan transportasi berupa jalan tol. garis pantai. memiliki skala sekurang-kurangnya sama atau lebih besar dari peta rencana tata ruang yang akan dibuat.000. pelabuhan. 1: 250. c. jalan arteri. nama rupabumi/toponim. batas administrasi berupa batas negara.000. Pasal 74 Peta dasar dengan skala 1:1.000.000.Pasal 71 (1) Peta masukan sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 3 huruf b. bandar udara. akurasi pengukuran minimal. permukiman berupa kota. dan kerincian data minimal yang digunakan untuk merekonstruksi informasi di muka bumi dengan benar. 1: 5. 1: 25. d. Pasal 73 Peta dasar untuk penyusunan peta rencana tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (2) huruf a menggunakan skala minimal: a. permukiman. dan nama-nama rupabumi sesuai dengan kenampakan rupabumi di tempat tersebut. jalan kolektor. c. harus memiliki ketelitian peta yang pasti sesuai karakteristiknya.000. skala peta minimal. f. b. jalur kereta api. e.

e. garis pantai.5 meter. batas provinsi. garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 12. b. nama rupabumi/toponim. Pasal 78 Peta dasar dengan skala 1: 25. bandar udara dan pelabuhan. sungai. jaringan transportasi berupa jalan tol. bandar udara dan pelabuhan. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. jalur kereta api. batas provinsi. nama rupabumi/toponim. nama rupabumi/toponim. d. danau. bandar udara. batas provinsi.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf c memuat unsur-unsur: a.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf e memuat unsur-unsur: a. sungai. jaringan transportasi berupa jalan tol. e. jalan kolektor. garis pantai. c. batas kecamatan/distrik. sungai. jalan arteri. batas kabupaten/kota. dan/atau f. d. pelabuhan. permukiman. danau. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 5 meter. jalur kereta api. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 25 meter. batas administrasi berupa batas negara. pelabuhan.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf f memuat unsur-unsur: a. garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 100 meter dan titik ketinggian.5 meter dan titik ketinggian. danau. batas kabupaten/kota. sungai. b. dan/atau e. jalan kolektor. c. nama rupabumi/toponim. jaringan transportasi berupa jalan tol. Pasal 77 Peta dasar dengan skala 1: 50. batas administrasi berupa batas negara. garis pantai. dan/atau f. jalan arteri. 23 . jalur kereta api. garis pantai. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. batas kabupaten/kota. jaringan transportasi berupa jalan tol. garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 25 meter dan titik ketinggian. b. batas administrasi berupa batas negara. b. jalan arteri. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 50 meter. batas administrasi berupa batas negara. dan/atau f. permukiman. d. batas kecamatan/distrik. d. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. jalur kereta api. batas provinsi.a. jalan kolektor. jalan arteri. e. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 2. Pasal 76 Peta dasar dengan skala 1: 250. danau. c. permukiman. batas kabupaten/kota. c. permukiman berupa kota. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. bandar udara. jalan kolektor.

garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 2. batas provinsi. bandar udara dan pelabuhan. Bagian Kedua Tingkat Ketelitian Peta Tematik Pasal 83 (1) Peta tematik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (2) huruf b merupakan peta masukan yang digunakan untuk menyusun rencana tata ruang. c. Pasal 80 Peta dasar dengan skala 1: 5. penyelenggara penataan ruang dapat menggunakan sumber data spasial lain setelah mendapat persetujuan tertulis dari Badan. 24 .5 meter dan titik ketinggian. b. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. danau. d. batas administrasi berupa batas negara. permukiman. batas kabupaten/kota. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 0. simbol dan atau notasi seperti pada Lampiran II Peraturan Pemerintah ini.5 meter. batas provinsi. batas kecamatan/distrik. jaringan transportasi berupa jalan tol. jaringan transportasi berupa jalan tol. batas kecamatan/distrik. jalur kereta api. jalur kereta api. dan/atau f. batas kabupaten/kota.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf h memuat unsur-unsur: a. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. sungai. e. terusan. jalan lain. saluran air. bandar udara dan pelabuhan.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf g memuat unsur-unsur: a. jalan kolektor. terusan. danau. sungai. jalan lain. jalan setapak.Pasal 79 Peta dasar dengan skala 1:10. jalan lokal. jalan arteri. Pasal 82 Unsur-unsur peta dasar sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kedua peraturan ini digambarkan dengan kode. jalan setapak. batas administrasi berupa batas negara. b. garis pantai. permukiman. saluran air. Pasal 81 Dalam hal peta dasar yang menjadi sumber tidak tersedia atau belum dimutakhirkan. nama rupabumi/toponim. jalan arteri. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 1 meter. jalan kolektor. jalan lokal. e. d. nama rupabumi/toponim. garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 5 meter dan titik ketinggian. c. garis pantai. batas desa/kelurahan. dan/atau f. batas desa/kelurahan.

tingkat klasifikasi. (3) Unit pemetaan peta tematik untuk penyusunan rencana tata ruang disusun berdasarkan ketentuan pada Lampiran III Peraturan Pemerintah ini. dan d. skala. dan g. peta kependudukan. kriteria. (2) Unit pemetaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan hirarki rencana tata ruang dan/atau skala peta rencana tata ruang. datum dan proyeksi. 25 . b. c. (2) Dalam hal skala peta tematik untuk penyusunan tata ruang lebih kecil dari skala peta dasarnya. klasifikasi dan spesifikasi yang telah ditentukan oleh instansi terkait.(2) Peta tematik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) minimal meliputi: a. peta administrasi. f. instansi pemerintah penyelenggara penataan ruang harus berkonsultasi dengan Badan. e. peta fisik. peta ekonomi dan keuangan. d. Pasal 84 (1) Peta tematik keseragaman. Pasal 85 Datum dan proyeksi peta tematik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (2) huruf a harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan untuk tingkat ketelitian peta dasar. peta potensi wilayah. peta rawan bencana. b. Pasal 87 (1) Unit pemetaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (2) huruf c merupakan pembagian ruang terkecil atau hierarki terkecil dalam suatu peta tematik yang digunakan untuk menampilkan informasi tematik dalam penyusunan tata ruang. peta ketersediaan prasarana dan sarana dasar. (3) Peta tematik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tingkat ketelitian dan penggambarannya secara kartografis mengikuti kaidah-kaidah. Pasal 86 (1) Skala peta tematik untuk penyusunan tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (2) huruf b harus sama atau lebih besar dari skala peta dasar yang digunakan untuk penyusunan tata ruang. c. unit pemetaan. untuk penyusunan rencana tata ruang harus memiliki (2) Keseragaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi keseragaman: a.

(2) Dalam hal suatu wilayah dalam sistem UTM terletak pada dua zona UTM yang berdampingan. sistem referensi geometri. sistem proyeksi Transverse Mercator (TM). (3) Metode proses spasial sebagaimana penyamaan: a. (3) Dalam hal suatu wilayah dalam sistem UTM terletak pada lebih dari dua zona UTM. (2) Tingkat klasifikasi peta tematik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan hierarki rencana tata ruang dan/atau skala peta rencana tata ruang. seluruh koordinat terlebih dahulu ditransformasikan kedalam sistem koordinat geografis dan zona UTM yang dominan digunakan sebagai sistem proyeksi. d. sistem grid Universal Transverse Mercator (UTM).(4) Dalam hal unit pemetaan peta tematik untuk penyusunan rencana tata ruang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3). c. dimaksud pada ayat (1) meliputi Pasal 90 (1) Sistem referensi geometri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) huruf a yang digunakan untuk peta masukan dan peta luaran harus menggunakan: a. penyelenggara penataan ruang harus berkonsultasi dengan Badan. BAB V METODE PROSES SPASIAL Pasal 89 (1) Metode proses spasial sebagaimana dimaksud dalam (2) Pasal 4 huruf c merupakan cara mengolah peta atau data masukan menjadi peta luaran. Pasal 88 (1) Tingkat klasifikasi peta tematik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (2) huruf d merupakan cara pengelompokan tingkatan suatu tema secara kualitatif maupun kuantitatif. (3) Tingkat klasifikasi peta tematik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun berdasarkan ketentuan pada Lampiran III Peraturan Pemerintah ini. b. sistem generalisasi. sistem referensi menurut ketentuan Datum Geodesi Nasional 1995. seluruh koordinat ditransformasikan kedalam sistem koordinat geografis. dan e. sistem penyajian kartografis cetak. (4) Dalam hal tingkat klasifikasi peta tematik untuk penyusunan rencana tata ruang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3). sistem kodefikasi digital. penyelenggara penataan ruang harus berkonsultasi dengan Badan. dan c. sistem indeks peta luaran. 26 . b.

(2) Penyederhanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92 huruf b merupakan kegiatan menghilangkan sebagian bentuk ketidakaturan akibat proses pengecilan skala. (5) Ketentuan teknis lebih lanjut tentang generalisasi diatur dengan Peraturan Kepala Badan. tetapi mempunyai datum. menggunakan rumusan yang memenuhi sayarat. (6) Transformasi sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf a dan huruf b dengan rumusan yang minimal memenuhi syarat: a. c. gambar peta cetakan hasil pemindaian secara digital.(4) Dalam hal peta masukan belum memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 91 Untuk keperluan pengelolaan data tata ruang secara nasional. gambar peta cetakan hasil penggandaan secara optis. dan b. atau c. peta yang sudah berbentuk basis data geospasial. (5) Peta masukan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat berupa: a. b. pembesaran. harus dilakukan transformasi. dan d. (3) Kombinasi dan penggabungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92 huruf c merupakan kegiatan penggabungan objek-objek dalam suatu peta ke dalam unsur dominan. Pasal 92 Generalisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) huruf c adalah kegiatan a. Pasal 94 Sistem kodefikasi digital sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) huruf d meliputi: a. penyederhanaan. b. sisa kesalahan atau residu maksimal yang diperbolehkan adalah 2 mm pada skala peta. kombinasi dan penggabungan. Pasal 93 (1) Pemilihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92 huruf a merupakan proses pemilihan objek elemen dengan mempertahankan ciri dan karakter aslinya. 27 . (4) Pembesaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92 huruf d merupakan kegiatan menampilkan suatu objek di peta yang tidak dapat ditampilkan sesuai ukuran sebenarnya tetapi perlu dilakukan perbesaran ataupun simbolisasi sesuai spesifikasi yang ditetapkan. kodefikasi unsur tata ruang. tetapi tetap mempertahankan karakter dari garis itu sendiri. atau grid yang berbeda dengan sistem nasional yang terpadu. proyeksi. pemilihan. seluruh peta luaran ditransformasikan kedalam sistem koordinat geografis.

simbolisasi unsur tata ruang. Pasal 98 (1) Sistem penyajian kartografis cetak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) huruf e meliputi: a. maka pembagian lembar dan penomoran peta luaran harus disesuaikan dengan sistem indeks peta dasar nasional yang ditetapkan oleh Badan. arsiran ataupun notasi. warna. Pasal 96 (1) Simbolisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf b harus dibuat dalam suatu rangkaian simbol. dan b. dan c. (4) Untuk simbolisasi dalam peta cetak. penggunaan lembar khusus. semua peta harus dilengkapi dengan legenda dan indeks lokasi yang mengacu kepada indeks lokasi peta dasar pada skala yang sesuai. yang disusun dengan urutan kode wilayah administrasi. (2) Simbolisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menggunakan model acuan yang akan menjamin keseragaman visualisasi. (3) Daftar kode unsur baku dalam kodefikasi data dan template visualisasi untuk semua jenis peta dan skala ditetapkan dan disediakan oleh Badan. (2) Dalam hal suatu wilayah harus digambarkan menjadi beberapa lembar peta luaran. (2) Ketentuan tata cara sistem penyajian kartografis cetak diatur dengan Peraturan Kepala Badan. indeks peta dasar.b. 28 . Pasal 95 Kodefikasi unsur tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 untuk kepentingan pembangunan basisdata spasial harus disusun secara unik dan sistematik. tinta cetak dan kertas cetak. Pasal 97 (1) Sistem indeks peta luaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) huruf d sesuai dengan kode wilayah administrasi yang ditetapkan oleh Instansi Pemerintah yang diberi tugas di bidang pemerintahan dalam negeri. pencetakan berupa mesin cetak. (3) Sistem indeks peta luaran merupakan penggabungan kode wilayah administrasi dan sistem indeks peta dasar nasional. deskripsi unsur tata ruang. dan nama jenis peta luaran.

(3) Penyelenggara penataan ruang harus menyerahkan duplikat data digital ke Badan untuk tujuan: a. dan c. Peta rencana tata ruang. alat bukti pada saat ada sengketa penataan ruang. tetap dapat digunakan. dan b. dan c. b. (2) Setiap orang dilarang mengubah isi data geospasial yang telah ditetapkan tanpa sepengetahuan dan seizin penyelenggara penataan ruang. (3) Penyimpanan data geospasial dalam bentuk cetakan disusun dalam suatu album peta minimal dalam ukuran A3. (4) Album peta sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terdiri dari: a. pengamanan. b.BAB VI PENGELOLAAN DATA GEOSPASIAL Pasal 99 (1) Pengelolaan data geospasial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf d disusun dalam sistem pengelolaan geodatabase sejak dari peta masukan. (3) Spesifikasi teknis mengenai sistem pengelolaan geodatabase sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diatur dengan Peraturan Kepala Badan. aksesibilitas. Pasal 101 (1) Pengamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 ayat (2) huruf b dilakukan untuk menjamin agar data geospasial: a. tidak rusak oleh keadaan. pemprosesan hingga peta luaran. Peta tematik. c. (2) Penyimpanan data geospasial dalam bentuk digital menggunakan teknologi geodatabase yang dilengkapi dengan metadata. penyimpanan. Pasal 102 (1) Aksesibilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 ayat (2) huruf c harus disediakan oleh penyelenggara penataan ruang. 29 . tidak dapat diubah atau dipalsukan. (2) Pengelolaan data geospasial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. (2) Penyelenggara penataan ruang harus membuka akses peta luaran dan peta masukan kepada masyarakat. b. Pasal 100 (1) Penyimpanan data geospasial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 ayat (2) huruf a dilakukan dalam bentuk digital dan cetakan. pengintegrasian secara nasional. pengamanan.

mudah dan cuma-cuma melalui media elektronik. c. warna.(3) Penyelenggara penataan ruang harus menyediakan fasilitas sehingga peta luaran dalam format digital yang tidak untuk diproses lanjut dapat diperoleh secara cepat. penyajian kartografis mencakup simbol. dan e. (2) Yang dimaksud teknis perpetaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup: a. (2) Pengadaan peta tematik sektoral mengadakan peta tematik sektoral. b. format penyimpanan secara digital termasuk kode unsur. (4) Peta luaran format digital yang memungkinkan diproses lanjut dapat diperoleh dengan prosedur sesuai peraturan perundang-undangan. dan kabupaten/kota (4) Pengadaan peta rencana tata ruang di kabupaten/kota diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten/kota terkait. BAB VII PENGADAAN DAN PEMBINAAN TEKNIS Pasal 103 (1) Pengadaan peta dasar diselenggarakan oleh Instansi yang berwenang di bidang survei dan pemetaan. akurasi. Pasal 104 (1) Sebelum diajukan untuk mendapatkan persetujuan substansi. diselenggarakan oleh instansi yang (3) Pengadaan peta rencana tata ruang di provinsi diselenggarakan oleh pemerintah provinsi terkait. atau kerincian basis data. sistem referensi geometri yang dipakai. skala. (3) Provinsi sebagai wakil pemerintah pusat di daerah melakukan pembinaan kepada kabupaten/kota dalam lingkup wilayah provinsinya untuk menyelaraskan substansi peta-peta rencana tata ruangnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Peta Rencana Tata Ruang harus mendapatkan persetujuan teknis perpetaan dari Badan. 30 . (2) Pembinaan teknis untuk memelihara kualitas peta tematik sektoral diselenggarakan oleh instansi yang mengadakan peta tematik sektoral. d. arsiran dan notasi. Pasal 105 (1) Pembinaan teknis perpetaan untuk memelihara kualitas peta wilayah dan peta rencana tata ruang wilayah diselenggarakan oleh Badan. kelengkapan peta. (5) Peta luaran dalam format cetakan dapat diperoleh dengan prosedur sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

(3) Penyelenggara harus menyajikan dan memberikan akses atas peta-peta itu ke masyarakat dalam media yang semudah-mudahnya dan semurah-murahnya dengan memanfaatkan teknologi informasi khususnya internet. maka Peraturan pemerintah nomor 10 tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta Untuk Rencana Tata Ruang Wilayah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 20.(4) Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional melakukan penyelarasan substansi peta-peta rencana tata ruang antar provinsi. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 108 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Pemerintah ini. pendidikan dan latihan atau bimbingan teknis. Pasal 106 Pembinaan teknis dilakukan melalui: a. BAB VIII PERAN SERTA MASYARAKAT Pasal 107 (1) Masyarakat berhak mengetahui peta tematik melalui katalog peta tematik yang disusun oleh instansi yang mengadakan peta tematik. Pembinaan sumber daya manusia dengan sosialisasi. Pengembangan keterpaduan dengan sistem jaringan data spasial nasional dalam penataan ruang wilayah. 31 . b. (2) Masyarakat berhak mengetahui peta-peta rencana tata ruang. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3934) dinyatakan tidak berlaku. BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 109 Pada saat berlakunya peraturan pemerintah ini. selambat-lambatnya dalam lima tahun setelah berlakunya Peraturan Pemerintah ini. maka data geospasial yang telah ada harus disesuaikan dengan ketentuan Peraturan Pemerintah ini.

SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di : Jakarta Pada tanggal : MENTERI/SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN ………. Disahkan di : Jakarta Pada tanggal : PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA H. Agar setiap orang mengetahuinya. memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. NOMOR…… 32 .Pasal 110 Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Peta rencana tata ruang wilayah nasional ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. Rencana tata ruang dilaksanakan melalui proses perencanaan tata ruang yang menghasilkan antara lain peta rencana tata ruang. peta wilayah daerah propinsi. Oleh karena ruang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi ruang daratan. sedangkan rencana tata ruang wilayah daerah propinsi. menjadi dasar bagi pembuatan peta rencana tata ruang wilayah. Peta-peta tematik menjadi bahan analisis dan proses síntesis penuangan rencana tata ruang wilayah dalam bentuk peta bagi penyusunan rencana tata ruang. Penggambaran rencana tata ruang wilayah pada peta wilayah tersebut berwujud peta rencana tata ruang wilayah. Peta dasar dengan segala karakteristik ketelitiannya. 33 . Dengan kata lain. rencana tata ruang wilayah daerah kabupaten. ruang lautan. dengan maksud agar peta wilayah tersebut tetap memiliki karakteristik ketelitian georeferensinya. TAHUN 2010 TENTANG TINGKAT KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG I. serta rencana tata ruang wilayah daerah kota ditetapkan dengan peraturan daerah masing-masing. oleh karena itu setiap jenis peta harus memiliki ketelitian peta yang pasti sesuai karakteristiknya. dan ruang udara yang terbagi dalam wilayah daerah propinsi. dan peta wilayah daerah kota. Proses penyusunan peta rencana tata ruang diawali dengan ketersediaan peta dasar. Oleh karena rencana tata ruang wilayah tersebut berkekuatan hukum. kualitas pemanfaatan ruang ditentukan antara lain oleh tingkat ketelitian rencana tata ruang yang bentuknya digambarkan dalam peta rencana tata ruang yang disusun berdasarkan suatu sistem perpetaan yang disajikan berdasarkan pada unsur-unsur serta simbol dan atau notasinya yang dibakukan secara nasional. PENJELASAN UMUM Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang menegaskan bahwa tingkat ketelitian peta rencana tata ruang diatur dengan peraturan pemerintah.PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR …….. Peta wilayah tersebut di atas diturunkan dari peta dasar sedemikian rupa sehingga hanya memuat unsur-unsur rupa bumi yang diperlukan dari peta dasar. maka masing-masing rencana tata ruang wilayah tersebut secara berurutan digambarkan dalam peta wilayah negara Indonesia. Selanjutnya peta rencana tata ruang itu digunakan sebagai media penggambaran peta-peta tematik. Sesuai dengan ruang lingkup pengaturannya. dan pengendalian pemanfaatan ruang agar pemanfaatan ruang sesuai dengan peta rencana tata ruang. pemanfaatan ruang berdasarkan hasil perencanaan tata ruang yang telah ditetapkan. wilayah daerah kota/kabupaten. peta wilayah daerah kabupaten. maka peta rencana tata ruang wilayah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan rencana tata ruang wilayah harus mengandung tingkat ketelitian yang sesuai dengan skala penggambarannya. Peraturan Pemerintah ini hanya mengatur tentang ketelitian peta rencana tata ruang dan turunannya.

kawasan perdesaan dan kawasan tertentu dalam rencana tata ruang wilayah nasional. II.Alokasi pemanfaatan ruang untuk kawasan lindung. bandar udara. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas. 34 . dokumentasi proses spasial maupun peta penyajiannya kedalam suatu struktur. benar. serta unsurunsur kawasan lindung dan kawasan budi daya dengan batas wilayah administrasi dan nama kota. dan rencana tata ruang wilayah kota. rencana tata ruang wilayah kabupaten. kawasan budi daya. Pasal 2 Yang dimaksud dengan “sistem” adalah kumpulan substansi/bahan dan proses analisis untuk rencana tata ruang. Oleh karena dalam perencanaan tata ruang diperlukan data dan informasi tentang tema-tema tertentu yang berkaitan dengan sumber daya alam dan sumber daya buatan. dan kodefikasi. dan berkualitas. permukiman. Pasal 3 Huruf a Yang dimaksud dengan ”peta luaran” adalah peta-peta hasil rencana tata ruang. sungai. Huruf d Yang dimaksud dengan “pengelolaan data geospasial dan informasi geospasial” adalah cara penyimpanan data geospasial dan informasi geospasial yang digunakan. rencana tata ruang wilayah propinsi. Yang dimaksud dengan “akurat” adalah data dan informasi peta tata ruang yang cermat. dan unsur buatan seperti jalan. tepat. Huruf b Yang dimaksud dengan ”peta masukan” adalah peta-peta dan/atau data yang dijadikan sebagai input untuk rencana tata ruang. danau. dan nama laut. Penggambaran unsur-unsur tersebut disesuaikan dengan keadaan di muka bumi dan pemanfaatan ruang yang direncanakan. nama sungai. Ayat (2) Cukup jelas. Pasal 4 Ayat (1) Yang dimaksud dengan ”metode proses tertentu” adalah cara mengolah data dan peta dari berbagai sumber dalam suatu sistem informasi geografis (SIG). Huruf c Yang dimaksud dengan ”metode proses spasial” adalah standar algoritma proses spasial atau keruangan dalam perencanaan untuk menghasilkan rekomendasi yang teliti yang akan dituangkan dalam rencana tata ruang. serta rencana tata ruang kawasan. pelabuhan. kawasan perkotaan. maka Peraturan Pemerintah ini erat kaitannya dengan peraturan perundang-undangan lain yang memuat ketentuan yang mengandung segi-segi penataan ruang. format. digambarkan dengan unsur alam seperti garis pantai.

Ayat (2) Yang dimaksud dengan “satu cakupan wilayah nasional secara utuh” adalah bahwa sistem perkotaan nasional dan sistem jaringan transportasi nasional harus digambarkan dalam satu sistem kesatuan karena merupakan satu kesatuan alur pikir. jalur kereta api jalur tunggal.000. Contoh skala yang lebih kecil dari 1:1. Pasal 8 Cukup jelas.000” adalah bahwa skala yang diperbolehkan tidak boleh lebih kecil dari 1:1. jalur kereta api umum perkotaan. alur pelayaran angkutan sungai. jalan kolektor primer. dan terminal tipe B. alur pelayaran angkutan danau. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “ digambarkan pada peta tersendiri” adalah sistem jaringan energi nasional. Jaringan transportasi sungai. danau dan penyeberangan. pelabuhan penyeberangan lintas antarprovinsi dan antarnegara. Pasal 10 Ayat (1) Cukup jelas. jalur kereta api khusus.000. Pasal 6 Cukup jelas. Pasal 7 Yang dimaksud dengan ”skala minimal 1:1. Jaringan jalan dan terminal berupa jalan tol atau jalan bebas hambatan. Jaringan rel kereta api dan stasiun berupa stasiun kereta api. jalan arteri primer. Ayat (2) Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi darat” meliputi jaringan jalan dan terminal. jalur kereta api bawah tanah.000 adalah 1:1. jalan strategis nasional. Pasal 9 Ayat (1) Cukup jelas. jaringan rel kereta api dan stasiun.500.Pasal 5 Cukup jelas. danau dan penyeberangan berupa pelabuhan sungai. pelabuhan danau. pelabuhan penyeberangan lintas antar kabupaten/kota.000. pelabuhan penyeberangan lintas 35 . jalur kereta api atas tanah. jalur kereta api layang.000. dan jaringan transportasi sungai. terminal tipe A. sistem jaringan telekomunikasi nasional dan sistem jaringan sumberdaya air nasional dapat digambarkan tersendiri secara terpisah dari peta struktur wilayah nasional apabila secara kartografis penggambarannya tidak memungkinkan.000. Jalur kereta api yang disebut di atas dapat berupa jalur kereta api jalur ganda. jalur kereta api umum antar kota.

alur pelayaran nasional yang menghubungkan antarpelabuhan nasional. lintas penyeberangan antarnegara yang menghubungkan antarjaringan jalan pada kawasan perbatasan. dan/atau jaringan transmisi saluran udara tegangan rendah (SUTR). Huruf c Yang dimaksud dengan “pembangkit tenaga listrik” dapat berupa pembangkit listrik tenaga air (PLTA). jaringan transmisi saluran udara tegangan tinggi (SUTT). pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). dan alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan regional. kabel bawah tanah. jaringan pelayaran internasional yang menghubungkan antara pelabuhan internasional hub dan pelabuhan internasional dengan pelabuhan internasional di negara lain. pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP). dan lintas pelabuhan penyeberangan dalam kabupaten/kota yang menghubungkan antarjaringan jalan kabupaten/kota dan jaringan jalur kereta api dalam kabupaten/kota. pembangkit listrik tenaga gas (PLTG). pelabuhan regional. pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). jaringan transmisi saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET). alur pelayaran internasional Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Ayat (3) Huruf a Cukup jelas. pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). dan bandar udara umum pusat penyebaran tersier. alur pelayaran nasional yang menghubungkan pelabuhan nasional dengan pelabuhan internasional atau pelabuhan internasional hub. alur pelayaran nasional yang menghubungkan antara pelabuhan nasional dan pelabuhan regional. Kawat saluran udara berupa jaringan transmisi saluran udara tegangan ultra tinggi (SUTUT). pelabuhan internasional. Huruf c Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi udara” adalah berupa bandar udara umum pusat penyebaran primer. dan kabel bawah laut. bandar udara umum bukan pusat penyebaran. lintas penyeberangan antarprovinsi yang menghubungkan antarjaringan jalan nasional dan antarjaringan jalur kereta api antarprovinsi. Huruf b Yang dimaksud dengan “jaringan listrik” adalah listrik dengan tegangan nominal lebih dari 35 KV berupa kawat saluran udara.dalam kabupaten/kota. pelabuhan khusus. dan pembangkit listrik lainnya. bandar udara umum pusat penyebaran sekunder. pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Huruf b Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi laut” mencakup pelabuhan internasional hub. ruang udara di atas bandar udara. lintas penyeberangan antar kabupaten/kota yang menghubungkan antarjaringan jalan provinsi dan jaringan jalur kereta api dalam provinsi. bandar udara khusus. pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). ruang udara di sekitar bandar udara. jaringan pelayaran internasional yang menghubungkan antar pelabuhan internasional hub dan pelabuhan internasional. jaringan transmisi saluran udara tegangan menengah (SUTM). dan ruang udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan. 36 . pelabuhan nasional.

kawasan pantai berhutan bakau. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan perlindungan setempat” mencakup sempadan pantai. Pasal 11 Cukup jelas. suaka margasatwa dan suaka margasatwa laut. taman hutan raya. dan kawasan rawan banjir. kawasan rawan gelombang pasang. sempadan sungai. Huruf b Yang dimaksud dengan “stasiun bumi” adalah bangunan berfungsi sebagai stasiun telekomunikasi.Ayat (4) Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan terestrial” adalah berupa jaringan mikro digital. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan rawan bencana alam” mencakup kawasan rawan tanah longsor. Ayat (5) Huruf a Cukup jelas. dan kawasan resapan air. taman wisata alam dan taman wisata alam laut. 37 . Huruf e Yang dimaksud dengan “kanal besar” adalah bangunan air yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan. kawasan sekitar waduk/danau. kawasan bergambut. transmisi kabel laut. kawasan sekitar mata air. Huruf c Yang dimaksud dengan “cekungan air tanah” dapat berupa cekungan air tanah lintas negara dan cekungan air tanah lintas provinsi. jaringan kabel laut. taman nasional dan taman nasional laut. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan pelestarian alam. stasiun telepon otomat. dan kantor pos kecil. Huruf d Yang dimaksud dengan “bendungan besar” adalah bangunan yang dibuat untuk membendung aliran air. dan kawasan lindung keagamaan. transmisi kabel laut (konstruksi). jaringan serat optik. jaringan international. Pasal 12 Ayat (1) Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan yang memberikan perlindungan terhadap bawahannya” mencakup kawasan hutan lindung. kawasan suaka alam laut dan perairan lainnya. cagar alam dan cagar alam laut. ruang terbuka hijau (termasuk di dalamnya hutan kota). Huruf b Yang dimaksud dengan “sistem sumber daya air pada setiap wilayah sungai” adalah berupa batas sistem wilayah sungai lintas negara dan batas sistem wilayah sungai lintas provinsi. kantor pos besar. dan kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan. suaka alam dan cagar budaya” mencakup kawasan suaka alam.

Huruf g Yang dimaksud dengan “kawasan industri” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi industri. kawasan pengungsian satwa. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan perikanan” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi perikanan. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan hutan rakyat” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi hutan yang dimiliki oleh rakyat. Huruf f Yang dimaksud dengan “kawasan lindung lainnya” mencakup cagar biosfer. dan kawasan yang memberikan perlindungan terhadap air tanah. kawasan terumbu karang. Pasal 14 Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan strategis dari sudut pertahanan dan keamanan” berupa daerah latihan militer. kawasan rawan bencana alam geologi. Huruf j Cukup jelas. ramsar. adat atau ulayat. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “terlalu kecil” adalah ukuran dari obyek yang digambarkan kurang dari 2 x 2 mm. Huruf h Yang dimaksud dengan “kawasan pariwisata” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi pariwisata. Pasal 13 Cukup jelas. Ayat (2) Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan hutan produksi” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi hutan produksi. Huruf i Yang dimaksud dengan “kawasan permukiman” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi permukiman diluar kawasan lindung. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan pertanian pangan” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman pangan. kawasan perlindungan plasma nutfah. B dan C. daerah pembuangan amunisi 38 . mencakup bahan tambang golongan A. taman buru.Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan lindung geologi” mencakup kawasan cagar alam geologi. Huruf f Yang dimaksud dengan “kawasan pertambangan” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan yang secara ekonomis mempunyai potensi bahan tambang. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan perkebunan” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman tahunan atau perkebunan yang menghasilkan baik bahan pangan maupun bahan baku industri. dan kawasan koridor bagi jenis satwa atau biota laut yang dilindungi.

kawasan penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan strategis nasional dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi” berupa kawasan pertambangan minyak dan gas bumi. kawasan pertambangan minyak dan gas bumi lepas pantai. kawasan perlindungan keanekaragaman hayati. atau kawasan tertinggal. Taman Nasional Ujung Kulon. aset nasional atau internasional yang harus dilindungi dan dilestarikan. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan strategis nasional dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup” berupa kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup termasuk di dalamnya. kawasan pendukung ketahanan pangan nasional. flora dan/atau fauna yang hampir punah atau diperkirakan akan punah. daerah uji coba sistem persenjataan.. atau kawasan perlindungan keseimbangan iklim makro. atau kawasan industri strategis nasional. kawasan yang menjadi instalasi tenaga nuklir. Pasal 17 Ayat (1) Yang dimaksud dengan ”menggambarkan” RTRWN yang ada pada provinsi terkait dengan tingkat kedetilan geometri pada skala untuk peta 39 . Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan strategis nasional dari sudut sosial dan budaya” berupa kawasan pelestarian dan pengembangan adat istiadat atau budaya nasional. kawasan perlindungan terhadap keanekaragaman budaya. gudang amunisi. kawasan pendukung ketahanan energi nasional. atau pulaupulau kecil terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan/atau laut lepas. Pasal 16 Cukup jelas.dan peralatan pertahanan lainnya. kawasan berpotensi ekspo. kawasan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi. Ayat (4) Cukup jelas. kawasan yang diakui sebagai warisan dunia termasuk Taman Nasional Lorentz. kawasan perlindungan peninggalan budaya nasional. kawasan prioritas peningkatan kualitas sosial dan budaya serta jati diri bangsa. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “data batimetri” adalah kontur kedalaman laut. kawasan industri sistem pertahanan. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan strategis nasional dari sudut pertumbuhan ekonomi” berupa kawasan ekonomi cepat tumbuh. dan Taman Nasional Komodo. kawasan perlindungan keseimbangan tata guna air yang setiap tahun berpeluang menimbulkan kerugian negara. atau kawasan yang memiliki potensi kerawanan terhadap konflik sosial skala nasional. kawasan lindung yang ditetapkan bagi perlindungan ekosistem. Pasal 15 Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.

yang memiliki fungsi sebagai pusat kegiatan yang merupakan pemusatan permukiman penduduk. dan pelabuhan khusus. kegiatan sosial seperti pendidikan. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “satu lembar peta wilayah provinsi secara utuh” adalah bahwa sistem perkotaan dan sistem prasarana utama harus digambarkan dalam satu sistem kesatuan karena merupakan satu kesatuan alur pikir.Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi. Penggambaran pada peta RTRWN ditujukan hanya untuk koordinasi antar Provinsi. Huruf b Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi laut” terdiri dari Pelabuhan. pelabuhan danau. serta Jaringan Sungai. yang ketelitiannya lebih baik (lebih detil) dari peta RTRWN. Danau. Huruf b Yang dimaksud dengan “Pusat Kegiatan Nasional promosi (PKNp)” adalah pusat kegiatan yang dipromosikan untuk di kemudian hari dapat ditetapkan sebagai PKN. Pasal 19 Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi darat” mencakup Jaringan Jalan dan Terminal yang terdiri atas jalan kolektor primer. terdiri dari pelabuhan internasional hub. jalan strategis provinsi. dan simpul kegiatan transportasi yang melayani satu kabupaten/kota atau lebih dan pelayanan prasaranan lainnya. Pasal 18 Huruf a Yang dimaksud dengan “Pusat Kegiatan Lokal” dalam sistem perkotaan provinsi merupakan pusat kegiatan lokal dalam sistem nasional yang penetapannya diamanatkan kepada Provinsi. Huruf c Yang dimaksud dengan “Pusat Kegiatan Wilayah promosi (PKWp)” adalah pusat kegiatan yang dipromosikan untuk di kemudian hari dapat ditetapkan sebagai PKW. dan pelabuhan penyeberangan yang berada di wilayah provinsi. rekreasi dan olahraga. Jaringan Rel Kereta Api dan Stasiun yang terdiri atas jaringan jalur kereta api umum dan jaringan jalur kereta api khusus. dan pelabuhan lokal. lintas penyeberangan yang berada di wilayah provinsi dan pelabuhan sungai. kegiatan ekonomi. pelabuhan nasional. kesehatan. kegiatan pelayanan pemerintahan. Ayat (2) Cukup jelas. dan Penyeberangan yang terdiri atas alur pelayaran untuk kegiatan angkutan sungai dan danau. pelabuhan regional. 40 . stasiun kereta api besar dan stasiun kereta api sedang. terminal tipe A dan terminal tipe B. pelabuhan internasional. sedang untuk memastikan koordinasi antar Kabupaten/Kota harus dilakukan pada peta RTRWP. Ayat (4) Yang dimaksud dengan “ digambarkan pada peta tersendiri” adalah sistem perkotaan dan sistem prasarana utama dapat digambarkan tersendiri secara terpisah dari peta struktur wilayah nasional apabila secara kartografis penggambarannya tidak memungkinkan.

dan/atau pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Pasal 20 Ayat (1) Huruf a Yang dimaksud dengan “sistem prasarana listrik provinsi” mencakup jaringan transmisi saluran udara tegangan ultra tinggi (SUTUT). jaringan transmisi saluran udara tegangan tinggi (SUTT). instalasi produksi. dan/atau jaringan transmisi saluran udara tegangan rendah (SUTR). Huruf d Yang dimaksud dengan “bendungan” adalah bangunan yang dibuat untuk membendung aliran air. jaringan serat optik dan kabel laut. pembangkit listrik tenaga gas (PLTG). Huruf b Yang dimaksud dengan “pembangkit tenaga listrik” mencakup pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Huruf g Yang dimaksud dengan “fasilitas air bersih” mencakup mata air. pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). dan jalur distribusi air bersih.Huruf c Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi udara” adalah terdiri dari Bandar udara yang telah ditetapkan dalam RTRWN. ruang udara di sekitar bandar udara yang dipergunakan untuk operasi penerbangan dan ruang udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan. jaringan mikro analog. jaringan transmisi saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET). pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). Ayat (2) Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan terestrial” adalah berupa jaringan mikro digital. pipa jaringan air bersih. Huruf f Yang dimaksud dengan “kanal besar” adalah bangunan air yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan. pipa air bersih utama. bandar udara khusus yang berada di wilayah provinsi. dan ruang udara yang terdiri dari ruang udara di atas bandar udara yang dipergunakan langsung untuk kegiatan bandar udara. Ayat (3) Huruf a Cukup jelas. Huruf e Yang dimaksud dengan “waduk penampungan air besar” adalah saluran air buatan untuk keperluan irigasi. Huruf c Cukup jelas. jaringan transmisi saluran udara tegangan menengah (SUTM). bak penampungan. pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). intake. 41 . Huruf b Cukup jelas. pipa air bersih sekunder. pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Huruf b Cukup jelas.

memiliki fungsi sebagai pusat pengendalian tenaga atom dan nuklir.Pasal 21 Cukup jelas. Pasal 22 Ayat (1) Kawasan lindung provinsi dalam pemetaan tidak didetailkan lebih rinci. Pasal 23 Cukup jelas. merupakan prioritas peningkatan kualitas sosial dan budaya. sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi. potensi ekspor. serta tenaga atom dan nuklir. atau fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi sumber energi dalam rangka mewujudkan ketahanan energi. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi” merupakan kawasan yang memiliki nilai strategis pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi di wilayah provinsi. seperti halnya kawasan yang diperuntukkan bagi kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan lokasi sumber daya alam strategi. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut pandang sosial budaya” dapat merupakan kawasan budi daya maupun kawasan lindung yang memiliki nilai strategis sosial budaya di wilayah provinsi. memiliki fungsi sebagai pusat pengendalian dan pengembangan antariksa. atau memiliki potensi kerawanan terhadap konflik sosial. memberikan perlindungan terhadap keanekaragaman budaya. Pasal 24 Cukup jelas. atau memiliki fungsi sebagai lokasi penggunaan teknologi tinggi strategis. merupakan tempat perlindungan peninggalan budaya. seperti halnya kawasan yang antara lain merupakan tempat pelestarian dan pengembangan adat istiadat atau budaya. Ayat (2) Kawasan budidaya provinsi dalam pemetaan tidak didetailkan lebih rinci. memiliki sumber daya alam strategis. kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi. Pasal 25 Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut pertumbuhan ekonomi” adalah kawasan yang memiliki nilai strategis ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi yaitu merupakan aglomerasi berbagai kegiatan ekonomi yang memiliki potensi ekonomi cepat tumbuh. dukungan jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi. 42 . pengembangan antariksa. Huruf b Cukup jelas. fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan. merupakan aset yang harus dilindungi dan dilestarikan.

. merupakan kawasan lindung yang ditetapkan bagi perlindungan ekosistem. serta untuk 43 . kawasan yang memberikan perlindungan keseimbangan tata guna air yang setiap tahun berpeluang menimbulkan kerugian.jalan lokal adalah jalan yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan. Huruf f Cukup jelas. untuk meningkatkan kelancaran pemasaran hasil-hasil produksi. Pasal 26 Cukup jelas.jembatan. dan antardesa. kawasan yang memberikan perlindungan terhadap keseimbangan iklim makro. Pasal 30 Ayat (1) Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan jalan” mencakup: . flora dan/atau fauna yang hampir punah atau diperkirakan akan punah yang harus dilindungi dan/atau dilestarikan. . Pasal 29 Huruf a Yang dimaksud dengan “pusat pelayanan kawasan (PPK)” merupakan kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala kecamatan atau beberapa desa. dan pusat kegiatan tersebut harus ditetapkan sebagai kawasan strategis kabupaten. kawasan yang menuntut prioritas tinggi peningkatan kualitas lingkungan hidup. seperti halnya kawasan yang merupakan tempat perlindungan keanekaragaman hayati. ibukota kabupaten dengan pusat desa. atau kawasan yang sangat menentukan dalam perubahan rona alam dan mempunyai dampak luas terhadap kelangsungan kehidupan. Pasal 28 Cukup jelas. kawasan yang merupakan kawasan rawan bencana alam. Pusat kegiatan yang dapat dipromosikan menjadi PKLp hanya pusat pelayanan kawasan (PPK). Pasal 27 Cukup jelas. Huruf b Yang dimaksud dengan “pusat pelayanan lingkungan (PPL)” merupakan pusat permukiman yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala antar desa.jalan strategis kabupaten.Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup” merupakan kawasan yang memiliki nilai strategis fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. Huruf b Yang dimaksud dengan “pusat kegiatan lokal promosi (PKLp)” merupakan pusat kegiatan yang dipromosikan untuk di kemudian hari ditetapkan sebagai PKL. yang meliputi pembangunan jalan/jembatan baru untuk membuka kawasan terisolasi. ibukota kecamatan dengan desa. antaribukota kecamatan.

.lintas penyeberangan yang terdapat pada wilayah kabupaten. Ayat (2) Cukup jelas.jaringan jalur kereta api khusus yang berada pada wilayah kabupaten. dan pelabuhan lokal. pelabuhan internasional. termasuk subway dan monorel. atau sub terminal. dan pelabuhan khusus. ruang udara di sekitar bandar udara yang dipergunakan untuk operasi penerbangan. . danau dan penyeberangan” mencakup: . Pasal 31 Ayat (1) Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan pipa minyak dan gas bumi” merupakan penjabaran jaringan pipa minyak dan gas bumi dalam wilayah kabupaten (jika ada). provinsi/metropolitan. . Huruf b Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi laut” skala kabupaten mencakup: .meningkatkan kelancaran kegiatan ekonomi. yang terdiri atas jaringan jalur kereta api antarkota dan jaringan jalur kereta api perkotaan. yang terdiri atas ruang udara di atas bandar udara yang dipergunakan langsung untuk kegiatan bandar udara. Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi sungai.ruang udara untuk penerbangan. . .pelabuhan sungai dan pelabuhan danau yang terdapat pada wilayah kabupaten.alur pelayaran yang terdapat pada wilayah kabupaten baik internasional maupun nasional. yang terdiri atas: pelabuhan internasional hub. misalnya berupa jalur bus (bus way). kelas pelayanan sebagai terminal antar wilayah (type A).lokasi terminal sesuai dengan jenis. dan ruang udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan. dan . pelabuhan nasional.alur pelayaran untuk kepentingan angkutan sungai dan alur pelayaran untuk kegiatan angkutan danau yang terdapat pada wilayah kabupaten. wilayah kota (tipe B) atau lokal (tipe C) sesuai dengan hirarki pusat kegiatan dalam sistem nasional. Yang dimaksud dengan “jaringan rel kereta api” mencakup: .pelabuhan penyeberangan yang terdapat pada wilayah kabupaten. pelabuhan regional.stasiun kereta api.pelabuhan laut yang terdapat pada wilayah kabupaten. dan . 44 . .bandar udara umum dan Bandar udara khusus yang terdapat pada wilayah kabupaten. sosial dan budaya lainnya.jaringan jalur kereta api umum yang berada pada wilayah kabupaten. .pengembangan prasarana dan sarana angkutan umum massal wilayah. Huruf c Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi udara” skala kabupaten mencakup: .

PLTS. Pasal 32 Cukup jelas. PLTN. dan rencana sistem alternatif sumber daya lainnya seperti migas. pemberian. PLTG. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan yang memberikan perlindungan terhadap bawahannya” skala kabupaten mencakup kawasan bergambut dan kawasan resapan air. Huruf c Yang dimaksud dengan “jaringan irigasi” berfungsi untuk mendukung produktivitas usaha tani terdiri dari saluran.Huruf b Yang dimaksud dengan “Jaringan listrik” merupakan penjabaran jaringan transmisi tenaga listrik Saluran Utama Tegangan Ultra Tinggi (SUTUT). PLTB. Pasal 33 Huruf a Cukup jelas. PLTD. jalur-jalur distribusi energi kelistrikan. Huruf f Yang dimaksud dengan “sistem pengendalian banjir” termasuk saluran drainase primer. dan sistem distribusi. 45 . PLTU. mencakup prasarana pengelolaan lingkungan yang terdiri dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara. Ayat (2) Cukup jelas. penggunaan. dan pembuangan air irigasi. Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Huruf c Yang dimaksud dengan “pembangkit tenaga listrik” dapat berupa skala besar maupun mikro yang berupa PLTA. dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dalam wilayah kota (jika ada). Ayat (4) Yang dimaksud dengan “sistem prasarana wilayah kabupaten lainnya” meliputi jaringan prasarana lingkungan. pembagian. Ayat (3) Huruf a Cukup jelas. Huruf d Cukup jelas. dan PLTP. sekunder dan tersier. gardu induk distribusi. bangunan. Huruf b Yang dimaksud dengan “wilayah sungai kabupaten” adalah termasuk waduk. Huruf e Cukup jelas. serta jaringan irigasi air tanah. lokasi pembangkit. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah. situ. tenaga surya. serta pengolahan limbah cair dan padat. saluran air hujan sekunder. panas bumi. saluran air hujan primer. dan bangunan pelengkapnya yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan untuk penyediaan. dan lain sebagainya. Jaringan irigasi terdiri dari jaringan irigasi primer. dan embung pada wilayah kabupaten. saluran drainase sekunder.

Huruf b Cukup jelas. kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan. taman nasional dan taman nasional laut. peruntukan tanaman pangan. peruntukan pertanian lahan kering. Huruf f Yang dimaksud dengan “kawasan lindung geologi” meliputi: kawasan cagar alam geologi. peruntukan industri sedang dan peruntukan industri rumah tangga. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan perkebunan” dirinci berdasarkan jenis komoditas perkebunan yang ada di wilayah kabupaten.Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan perlindungan setempat” mencakup sempadan pantai. peruntukan budidaya perikanan. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan perikanan” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan perikanan tangkap. sempadan sungai. kawasan suaka alam laut dan perairan lainnya. peruntukan panas bumi. 46 . Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan rawan bencana alam” meliputi: kawasan rawan tanah longsor. peruntukan hutan produksi tetap. Pasal 34 Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan hutan produksi” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan hutan produksi terbatas. suaka margasatwa dan suaka margasatwa laut. taman hutan raya. Huruf g Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan industri” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan industri besar. peruntukan minyak dan gas bumi. dan peruntukan air tanah di kawasan pertambangan. Huruf h Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan pariwisata” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan pariwisata budaya. kawasan rawan gelombang pasang dan kawasan rawan banjir. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan pertanian” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan pertanian lahan basah. kawasan rawan bencana alam geologi dan kawasan yang memberikan perlindungan terhadap air tanah. kawasan pantai berhutan bakau. dan peruntukan kawasan pengolahan ikan. taman wisata alam dan taman wisata alam laut. pelestarian alam dan cagar budaya” meliputi: kawasan suaka alam. Huruf f Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan pertambangan” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan mineral dan batubara. Huruf d Yang dimaksud dengan ”Kawasan suaka alam. cagar alam dan cagar alam laut. dan peruntukan hutan produksi yang dapat dikonversi. dan peruntukan hortikultura. kawasan sekitar mata air. dan peruntukan pariwisata buatan. peruntukan pariwisata alam.. serta kawasan lindung spiritual dan kearifan lokal lainnya. kawasan sekitar danau atau waduk.

serta tenaga atom dan nuklir.dukungan jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi. . .sumber daya alam strategis. Sebagai kawasan budidaya maka permukiman diarahkan dalam kajian lokasi dan fungsi masing-masing permukiman. dan sebagainya. . . Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kabupaten dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi” berupa: .tempat pelestarian dan pengembangan adat istiadat atau budaya. 47 . . misalnya di pegunungan.tempat yang memberikan perlindungan terhadap keanekaragaman budaya. . instalasi militer.sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi. . .kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi.fungsi sebagai lokasi penggunaan teknologi tinggi strategis. . . .fungsi sebagai pusat pengendalian dan pengembangan antariksa.tempat yang memiliki potensi kerawanan terhadap konflik sosial.aset yang harus dilindungi dan dilestarikan.tempat perlindungan peninggalan budaya. dataran tinggi.Huruf i Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan permukiman” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan permukiman perkotaan dan peruntukan permukiman perdesaan.peruntukan bagi kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan lokasi sumber daya alam strategi.prioritas peningkatan kualitas sosial dan budaya. terutama dikaitkan dengan karakter lokasi. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kabupaten dari sudut sosial dan budaya” berupa: .kawasan yang dapat mempercepat pertumbuhan kawasan tertinggal di dalam wilayah kabupaten. Pasal 35 Cukup jelas. pengembangan antariksa. dan instalasi lainnya.fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi sumber energi dalam rangka mewujudkan ketahanan energi. Pasal 36 Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kabupaten dari sudut pertumbuhan ekonomi” berupa . Huruf j Yang termasuk “kawasan peruntukan lainnya” dapat berupa instalasi pembangkit energi listrik. atau .potensi ekspor. . permukiman pantai. atau . atau .fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan.fungsi sebagai pusat pengendalian tenaga atom dan nuklir.potensi ekonomi cepat tumbuh. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kabupaten dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup” berupa: . .tempat perlindungan keanekaragaman hayati.

Huruf b Yang dimaksud dengan “alur pelayaran” mencakup alur pelayaran yang berada pada wilayah kota bersangkutan. Pasal 41 Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan jalan” mencakup: . dan .lokasi terminal sesuai dengan jenis dan kelas pelayanannya. . flora dan/atau fauna yang hampir punah atau diperkirakan akan punah yang harus dilindungi dan/atau dilestarikan.kawasan yang memberikan perlindungan terhadap keseimbangan iklim makro.jaringan jalan provinsi yang ada di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 38 Cukup jelas. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan andalan kabupaten” mencakup kawasan andalan darat dan kawasan andalan laut. . dan penyeberangan dalam wilayah kota dan antar wilayah.pelabuhan/dermaga. Pasal 37 Cukup jelas. . Pasal 40 Huruf a Yang dimaksud dengan ”pusat kota” adalah pusat pelayanan yang melayani seluruh wilayah kota dan/atau regional.jaringan jalan tol di dalam wilayah kota dan jaringan jalan sekunder di dalam kota.kawasan yang memberikan perlindungan keseimbangan tata guna air yang setiap tahun berpeluang menimbulkan kerugian. . . danau dan penyeberangan” mencakup: .stasiun kereta api.kawasan yang sangat menentukan dalam perubahan rona alam dan mempunyai dampak luas terhadap kelangsungan kehidupan.jaringan jalur kereta api termasuk subway dan monorail. atau . dan . Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi sungai.alur pelayaran untuk kegiatan angkutan sungai. Huruf b Yang dimaksud dengan ”subpusat kota” adalah pusat pelayanan yang melayani sub-wilayah kota. Pasal 39 Cukup jelas.kawasan yang menuntut prioritas tinggi peningkatan kualitas lingkungan hidup. . danau.kawasan rawan bencana alam.kawasan lindung yang ditetapkan bagi perlindungan ekosistem. dan Yang dimaksud dengan “jaringan rel kereta api” mencakup: .. Huruf c Yang dimaksud dengan ”pusat lingkungan” adalah pusat pelayanan yang melayani skala lingkungan wilayah kota. 48 .

PLTA. Ayat (3) Cukup jelas. PLTG. SUTR dan Jaringan Distribusi. Ayat (4) Huruf a Yang dimaksud dengan “prasarana penyediaan air minum kota” adalah sistem penyediaan air minum kota mencakup sistem jaringan perpipaan dan/atau bukan jaringan perpipaan. Huruf e Yang dimaksud dengan “Sistem Drainase Kota” meliputi jaringan primer. SUTM. diperlukan instalasi tambahan untuk membersihkan air limbah tersebut sebelum masuk ke jaringan air buangan kota. Huruf c Untuk air limbah yang mengandung B3. sekunder. Huruf d Yang dimaksud dengan “sistem Persampahan Kota” adalah meliputi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dan tempat pemrosesan akhir sampah (TPA). Yang dimaksud dengan “ruang udara” mencakup ruang udara di atas bandara yang dipergunakan langsung untuk kegiatan bandar udara (ketentuan keselamatan yang ditetapkan dalam Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP)) dan ruang udara di sekitar bandar udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan. SUTT.Yang dimaksud dengan “pelabuhan” mencakup pelabuhan laut yang berada di wilayah kota. dan tersier yang berfungsi untuk mengalirkan limpasan air hujan (storm water) dan air permukaan lainnya untuk menghindari genangan air di wilayah kota. Ayat (2) Cukup jelas. PLTB. dan PLTP. Huruf c Yang dimaksud dengan “Pembangkit tenaga listrik” skala kabupaten dapat berupa Gardu Induk Distribusi. Huruf c Yang dimaksud dengan “bandar udara” mencakup Bandar udara yang berada di wilayah kota. SUTET. PLTU. Pasal 42 Ayat (1) Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan pipa minyak dan gas bumi” merupakan penjabaran jaringan pipa minyak dan gas bumi dalam wilayah kota (jika ada). Huruf b Yang dimaksud dengan “Jaringan listrik” dapat berupa SUTUT. PLTN. Huruf b Yang dimaksud dengan “pengelolaan air Limbah Kota” adalah sistem pengelolaan air limbah kota meliputi sistem air pembuangan yang terdiri atas sistem pembuangan air limbah (sewage) termasuk sistem pengolahan berupa instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan sistem pembuangan air buangan rumah tangga (sewerage) baik individual maupun komunal. PLTS. PLTD. 49 .

pusat perbelanjaan dan toko modern. Huruf d Kawasan industri meliputi industri rumah tangga/kecil dan industri ringan. taman hutan raya. Huruf g Cukup jelas. kawasan rawan gelombang pasang dan kawasan rawan banjir. kawasan sekitar mata air. kawasan pantai berhutan bakau. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan perlindungan setempat” mencakup sempadan pantai. dan kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan. Huruf c Kawasan perkantoran terdiri atas perkantoran pemerintahan dan perkantoran swasta. suaka margasatwa dan suaka margasatwa laut. ruang pejalan kaki di RTH. taman rw. Huruf g Yang dimaksud dengan “Jalur Evakuasi Bencana” meliputi escape way dan melting point baik dalam skala kota maupun kawasan. dan kawasan lindung keagamaan. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan suaka alam dan cagar budaya” mencakup kawasan suaka alam. Pasal 45 Huruf a Kawasan perumahan dapat dirinci meliputi perumahan dengan kepadatan tinggi. Pasal 43 Cukup jelas. kawasan sekitar waduk/danau. cagar alam dan cagar alam laut. ruang pejalan kaki di bawah tanah. dan perumahan dengan kepadatan rendah. 50 . Huruf f yang meliputi kawasan rawan tanah longsor. taman kota dan permakaman. sempadan sungai. dan ruang pejalan kaki di atas tanah. kawasan bergambut. ruang pejalan kaki di kawasan komersial/perkantoran. Huruf d Yang dimaksud dengan “ruang terbuka hijau (rth) kota” antara lain meliputi taman rt. dan kawasan resapan air.Huruf f Yang dimaksud dengan “Penyediaan dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Jalan Pejalan Kaki” dapat direncanakan dalam bentuk ruang pejalan kaki di sisi jalan. ruang pejalan kaki di sisi air. perumahan dengan kepadatan sedang. taman wisata alam dan taman wisata alam laut. Pasal 44 Huruf a Cukup jelas. kawasan suaka alam laut dan perairan lainnya. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan yang memberikan perlindungan terhadap bawahannya” mencakup kawasan hutan lindung. Huruf b Kawasan perdagangan dan jasa terdiri atas pasar tradisional.

pertambangan.fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi sumber energi dalam rangka mewujudkan ketahanan energi. . . pariwisata alam.potensi ekonomi cepat tumbuh. Huruf i Kawasan peruntukan lainnya meliputi: pertanian. dan/atau . peribadatan. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kota dari sudut sosial dan budaya” berupa: . dan lain-lain sesuai dengan peran dan fungsi kota.tempat yang memiliki potensi kerawanan terhadap konflik sosial. kesehatan. Pasal 46 Cukup jelas.aset yang harus dilindungi dan dilestarikan.potensi ekspor. .tempat perlindungan peninggalan budaya.Huruf e Kawasan pariwisata terdiri atas pariwisata budaya.prioritas peningkatan kualitas sosial dan budaya.tempat yang memberikan perlindungan terhadap keanekaragaman budaya. . Huruf f Cukup jelas.tempat pelestarian dan pengembangan adat istiadat atau budaya.dukungan jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi. . . landmark) budaya kota.sumber daya alam yang strategis untuk kepentingan pembangunan kota. . . Huruf h Cukup jelas.pengaruh yang dapat mempercepat pertumbuhan kawasan tertinggal di dalam wilayah kota. Huruf g Kawasan ruang evakuasi bencana meliputi ruang terbuka atau ruangruang lainnya yang dapat berubah fungsi menjadi melting point ketika bencana terjadi. 51 . dan/atau . dan pariwisata buatan. . . . peruntukan pelayanan umum (pendidikan.hasil karya cipta budaya masyarakat kota yang dapat menunjukkan jatidiri maupun penanda (vocal point.kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi.sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi. serta keamanan dan keselamatan). peruntukan militer. . .kriteria lainnya yang dikembangkan sesuai dengan kepentingan pembangunan kota.fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan. Pasal 47 Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kota dari sudut pertumbuhan ekonomi” berupa .

.kawasan yang diperuntukkan bagi kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan lokasi sumber daya alam strategi. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan andalan kota” mencakup kawasan andalan darat dan kawasan andalan laut. Pasal 49 Cukup jelas. .memiliki sumber daya alam strategis.kawasan yang memberikan perlindungan keseimbangan tata guna air yang setiap tahun berpeluang menimbulkan kerugian. .memiliki fungsi sebagai pusat pengendalian tenaga atom dan nuklir. Pasal 54 Huruf a Cukup jelas. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kota dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup” berupa: .kawasan yang sangat menentukan dalam perubahan rona alam dan mempunyai dampak luas terhadap kelangsungan kehidupan.Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kota dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi” berupa: .memiliki fungsi sebagai pusat pengendalian dan pengembangan antariksa.tempat perlindungan keanekaragaman hayati. dan/atau . . atau . pengembangan antariksa.kawasan yang menuntut prioritas tinggi untuk peningkatan kualitas lingkungan hidup. flora dan/atau fauna yang hampir punah atau diperkirakan akan punah yang harus dilindungi dan/atau dilestarikan. . 52 . Pasal 53 Cukup jelas. Pasal 50 Cukup jelas.kawasan rawan bencana alam. Pasal 52 Cukup jelas. . . Pasal 48 Cukup jelas.memiliki fungsi sebagai lokasi penggunaan teknologi tinggi strategis. Pasal 51 Cukup jelas. serta tenaga atom dan nuklir.kawasan lindung yang ditetapkan bagi perlindungan ekosistem. .kawasan yang memberikan perlindungan terhadap keseimbangan iklim makro.

Pasal 59 Cukup jelas. dan/atau kawasan industri strategis provinsi. kawasan yang menjadi instalasi tenaga nuklir. Kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas. kawasan tertinggal. kawasan pengembangan potensi khusus. kawasan pengembangan ekonomi terpadu (KAPET). 53 . Pasal 57 Cukup jelas. Pasal 56 Cukup jelas. kawasan pusat perdagangan skala provinsi. dan/atau kawasan Agropolitan. kawasan pertambangan minyak dan gas bumi lepas pantai. kawasan adat tertentu.Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut pertumbuhan ekonomi” berupa kawasan ekonomi khusus (KEK). Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut sosial dan budaya” berupa kawasan pusat perkantoran pemerintahan. kawasan berikat. Pasal 61 Cukup jelas. kawasan pariwisata (kota tua. kawasan makam-makam bersejarah. termasuk kawasan yang diakui sebagai warisan dunia. Pasal 62 Cukup jelas. dan/atau kawasan konservasi warisan budaya. Pasal 55 Cukup jelas. kawasan unggulan/andalan berkembang. kawasan pusat kegiatan keagamaan. Pasal 60 Cukup jelas. kawasan unggulan/andalan prospektif berkembang. Pasal 63 Cukup jelas. wisata buatan unggulan). Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup” berupa kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup. kawasan pusat sejarah keagamaan. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi” berupa kawasan pertambangan minyak dan gas bumi. Pasal 58 Cukup jelas.

Pasal 76 Cukup jelas. Pasal 75 Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “kerincian data minimal” adalah kedalaman tingkat klasifikasi suatu unsur yang memungkinkan untuk digambarkan pada peta. skala. Pasal 73 Cukup jelas. datum. 54 .Pasal 64 Cukup jelas. Pasal 74 Cukup jelas. Pasal 69 Cukup jelas. Pasal 68 Cukup jelas. Huruf b Yang dimaksud dengan “akurasi pengukuran minimal” adalah akurasi gemoteris minimal dalam pengukuran di lapangan atau dengan metode lain yang diperbolehkan untuk menggambarkan sebuah unsur peta. dan sistem koordinat. Pasal 65 Cukup jelas. Pasal 71 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “sesuai karakteristiknya” adalah peta yang digambarkan pada skala tertentu mempunyai tingkat ketelitian dan kedetilan berbeda serta tujuan penggunaan yang berbeda. Pasal 67 Cukup jelas. Pasal 66 Cukup jelas. Pasal 72 Cukup jelas. Ayat (2) Huruf a Yang dimaksud dengan “sistem referensi geometri minimal yang harus dimiliki” meliputi sistem proyeksi. Pasal 70 Cukup jelas.

Pasal 83 Ayat (1) Cukup jelas. 55 . Pasal 82 Cukup jelas. peta sarana dan prasarana kesehatan. sarana dan prasarana pendidikan. Pasal 80 Cukup jelas. Huruf b Yang dimaksud dengan “peta kependudukan” meliputi kepadatan penduduk. berupa peta potensi pertanian dan peternakan. Pasal 79 Cukup jelas. peta rawan bencana tsunami. peta karakteristik penduduk menurut tingkat pendidikan dan peta karakteristik penduduk menurut pekerjaan. peta penggunaan lahan. peta potensi tambang. peta tanah. Ayat (2) Huruf a Cukup jelas. peta karakteristik penduduk menurut jenis kelamin. Huruf g Yang dimaksud dengan “peta potensi wilayah” adalah potensi wilayah baik darat dan/atau laut. Pasal 78 Cukup jelas. yang dirinci sesuai level perencanaan Huruf f Yang dimaksud dengan “peta rawan bencana” terdiri dari peta rawan bencana banjir. peta penutup lahan. peta geologi. peta jaringan energi minyak dan gas. jaringan telekomunikasi. dan peta klimatologi termasuk curah hujan. yang meliputi peta kemiringan lereng. Huruf e Yang dimaksud dengan “peta ketersediaan prasarana dan sarana dasar” meliputi peta eksisting untuk jaringan listrik. peta potensi pariwisata. Huruf c Yang dimaksud dengan “peta ekonomi dan keuangan” adalah peta yang menunjukkan kondisi ekonomi dan keuangan wilayah yang meliputi nilai eksport dan import suatu komoditas. peta rawan bencana gunung berapi. dan peta rawan gempa. Pasal 81 Cukup jelas.Pasal 77 Cukup jelas. Huruf d Yang dimaksud dengan “peta fisik” adalah peta yang menunjukkan karakter atau kondisi alam fisik suatu wilayah. peta potensi perikanan. dan peta potensi perkebunan dan kehutanan. peta rawan bencana longsor. peta geomorfologi/fisiografi.

Pasal 85 Cukup jelas.untuk ruang terkecil biasanya disebut dengan resolusi spasial.berdasarkan . Pasal 84 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “keseragaman” adalah bahwa kualitas data pada peta masukan tata ruang untuk level perencanaan yang sama pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota seharusnya sama. Ayat (2) Cukup jelas. Pasal 88 Cukup jelas.menggunakan hierarki terendah dalam sistem administrasi nasional yang akan dipakai baik itu tingkat provinsi. Pasal 86 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “sama atau lebih besar dari skala peta dasar” adalah misalnya apabila skala peta dasar yang digunakan untuk penyusunan rencana tata ruang adalah 1:250. kabupaten/kota.Ayat (3) Cukup jelas.000 maka skala minimal peta tematik masukan yang digunakan adalah 1:250. Ayat (3) Cukup jelas. dan seterusnya. Ayat (2) Cukup jelas. Pasal 87 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “pembagian ruang terkecil dan/atau hierarki terkecil” adalah misalnya: . Ayat (4) Cukup jelas. desa. kecamatan.000. Ayat (2) Huruf a Yang dimaksud dengan “sistem referensi geometri” adalah suatu sistem pemetaan dimana semua peta yang dibuat mengacu pada datum. . dan seterusnya. proyeksi dan grid yang sama. 56 .000 atau lebih besar misalnya 1:100. Pasal 89 Ayat (1) Cukup jelas. Resolusi 30 meter artinya bahwa satu piksel pada peta mewakili 30 meter di permukaan bumi. yaitu pembagian ruang dalam grid/piksel dimana dimensi grid/piksel di bumi dinyatakan dalam unit panjang/luas. Ayat (2) Cukup jelas.

Huruf c Yang dimaksud dengan “sistem kodefikasi digital” merupakan teknik penyimpanan peta luaran dalam sistem basisdata spasial yang menggunakan sistem klasifikasi dan kodefikasi unsur yang baku secara nasional Huruf d Yang dimaksud dengan “sistem penomoran peta luaran” merupakan teknis penomoran peta rencana tata ruang sistematis dalam bentuk indeks untuk memudahkan pencarian dan/atau dokumentasi peta rencana tata ruang secara nasional.Huruf b Yang dimaksud dengan “sistem generalisasi” adalah suatu proses menampilkan informasi dalam suatu peta yang skalanya lebih kecil sehingga tingkat kedetilannya sesuai dengan skala peta tersebut. Huruf b Cukup jelas. Pasal 91 Yang dimaksud dengan “pengelolaan data tata ruang secara nasional” merupakan cara untuk pengintegrasian/pemaduan dan pengharmonisasian/penyelarasan data tata ruang untuk kepentingan koordinasi secara nasional. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “zona UTM yang dominan” adalah zona UTM dimana cakupan areanya paling besar. Ayat (5) Cukup jelas. sehingga karakter luasan lebih diutamakan untuk dipertahankan. Penomoran yang dimaksud mengikuti sistematika penomoran yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. Pasal 93 Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Pasal 90 Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (6) Huruf a Yang dimaksud dengan “rumusan yang memenuhi syarat” adalah bila menggunakan empat titik sekutu. 57 . Ayat (4) Cukup jelas. Huruf e Cukup jelas. atau bila menggunakan lebih dari empat titik sekutu maka transformasi dilakukan dengan menggunakan transformasi affine. maka transformasi dilakukan cukup dengan menggunakan transformasi conform. Pasal 92 Cukup jelas.

Peraturan Daerah untuk RTRWP dan RTRWKab/Kota. Ayat (4) Cukup jelas. Pasal 97 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “Instansi yang berwenang” adalah Departemen dalam Negeri. 58 . Pasal 98 Yang dimaksud dengan “penggunaan lembar khusus“ adalah pencetakan peta dapat dilakukan untuk penambahan cakupan lembar ke samping kiri atau kanan dan/atau penambahan cakupan lembar ke atas atau ke bawah masingmasing sampai dengan 2’ atau 100 mm. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “Instansi yang berwenang” adalah Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional. Ayat (2) Cukup jelas. nomor peta sesuai dengan peta rupabumi. Pasal 102 Cukup jelas. Teknis penomoran peta luaran adalah kode wilayah.Pasal 94 Cukup jelas. dan tema peta. dan tema peta. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “ditetapkan” adalah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah untuk RTRWN. Pasal 101 Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “album peta” adalah kumpulan dari peta yang disusun dalam format buku album berukuran minimal A3. nomor urut peta. Teknis penomoran dalam hal ini adalah kode wilayah. Yang dimaksud dengan “sistematik” adalah pemberian kode unsur tata ruang disusun secara teratur dan konsisten. Pasal 100 Ayat (1) Cukup jelas. Pasal 96 Cukup jelas. nomor urut peta. Ayat (4) Cukup jelas. Pasal 99 Cukup jelas. Pasal 95 Yang dimaksud dengan “unik” adalah setiap unsur tata ruang tidak mempunyai kode yang sama dengan unsur lainnya.

Pasal 108 Cukup jelas. Pasal 109 Cukup jelas. Pasal 104 Cukup jelas. Pasal 105 Cukup jelas. Pasal 106 Cukup jelas.Pasal 103 Cukup jelas. Pasal 110 Cukup jelas. 59 . Pasal 107 Cukup jelas.

UNSUR-UNSUR SISTEM PERKOTAAN NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 5 01 14 0 00 Keterangan 9 Simbol minimal 3 mm Sistem Perkotaan 1. NOTASI. Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Kota yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala internasional. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Kota yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala atau beberapa kabupaten / kota 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 5 01 14 2 00 4. nasional atau beberapa provinsi Kota yang ditetapkan untuk mendorong pengembangan kawasan perbatasan negara 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 5 01 14 1 00 5 01 14 1 01 3.LAMPIRAN I PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2010 TANGGAL 1. SIMBOL. Pusat Kegiatan Nasional (PKN) 2. DAN KODE UNSUR. Pusat Kegiatan Lokal (PKL) Kota yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala kabupaten / kota atau beberapa kecamatan 00 75 75 00 255 63 63 00 75 100 5 01 14 3 00 -1- .

Pusat Kota 00 20 100 00 255 204 00 48 100 100 5 01 14 5 00 . PPK 00 30 00 00 255 178 255 300 30 100 5 01 14 4 00 8. pusat pengolahan. simpul transportasi dan kegiatan wilayah yang diusulkan provinsi Pusat Pelayanan Kawasan merupakan kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala kecamatan atau beberapa desa Pusat Pelayanan Lingkungan merupakan pusat permukiman yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala antar desa Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 00 50 75 00 RGB (255) 6 255 127 63 HSV (360 100 100) 7 20 75 100 Kode Unsur 8 5 01 14 1 02 Keterangan 9 6. pusat pengolahan. PPL 00 20 100 00 255 204 00 48 100 100 5 01 14 4 01 9. PKLp Pusat Kegiatan Lokal promosi merupakan pusat kegiatan yang dipromosikan untuk di kemudian hari ditetapkan sebagai PKL Pusat Kota adalah pusat pelayanan yang melayani seluruh wilayah kota dan/atau regional 00 50 75 00 255 127 63 20 75 100 5 01 14 3 01 10. PKNp Pengertian 2 Kota sebagai pusat jasa.NAMA UNSUR 1 5. simpul transportasi dan kegiatan nasional yang diusulkan provinsi Kota sebagai pusat jasa. -2- . PKWp 00 20 100 00 255 204 00 48 100 100 5 01 14 2 01 7.

Jaringan transportasi darat a.35 mm Infill 00 50 100 00. Jalan Tol / Bebas Hambatan Jalan alternatif untuk mengatasi kemacetan lalu lintas ataupun untuk mempersingkat jarak dari satu tempat ke tempat lain. Pusat Lingkungan Pusat Lingkungan adalah pusat pelayanan yang melayani skala lingkungan wilayah kota 00 30 00 00 255 178 255 300 30 100 5 01 14 5 02 .Pusat Kota adalah pusat pelayanan yang melayani sub-wilayah kota Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 00 50 75 00 RGB (255) 6 255 127 63 HSV (360 100 100) 7 20 75 100 Kode Unsur 8 5 01 14 5 01 Keterangan 9 12. UNSUR-UNSUR SISTEM JARINGAN TRANSPORTASI NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 2 00 00 0 00 2 01 00 0 00 Keterangan 9 Sistem Jaringan Transportasi A. Untuk melewatinya para pengguna harus membayar sesuai tarif yang berlaku 0. SIMBOL. Sub. Grs bis hitam 0.8 mm 255 127 00 29 100 100 2 01 02 0 00 -3- . DAN KODE UNSUR. Pusat Kota Pengertian 2 Sub. 2. Jaringan jalan dan terminal 1.NAMA UNSUR 1 11. NOTASI.

NAMA UNSUR
1

Pengertian
2

Simbol dan / atau Notasi
3

Spesifikasi
Simbol
4

CMYK (%)
5

RGB (255)
6

HSV (360 100 100) 7

Kode Unsur
8

Keterangan
9

2. Jalan Arteri Primer

Jalan yang dikembangkan untuk melayani dan menghubungkan kota-kota antar pusat kegiatan nasional dan pusat kegiatan wilayah, juga antar kota yang melayani kawasan berskala besar dan atau cepat berkembang dan atau pelabuhan-pelabuhan utama. Jalan yang dikembangkan untuk melayani dan menghubungkan kota-kota antar pusat kegiatan nasional, antar pusat kegiatan nasional dan pusat kegiatan wilayah, dan antar kota yang melayani kawasan berskala besar dan atau cepat berkembang dan atau pelabuhan-pelabuhan utama. Jalan yang dikembangkan untuk melayani dan menghubungkan kota-kota antar pusat kegiatan wilayah dan pusat kegiatan lokal dan atau kawasan-kawasan berskala kecil dan atau pelabuhan pengumpan regional dan pelabuhan pengumpan lokal.

0 .25 mm

Infill 00 50 100 00. Grs bis hitam
0 .5 mm

255 127 00

29 100 100

2 01 10 0 00

3. Jalan Kolektor Primer

.
0. 6 mm

00 30 100 00

255 178 00

41 100 100

2 01 12 0 00

4. Jalan Lokal

0. 6 mm

30 30 00 00

178 178 255

240 30 100

2 01 14 0 00

5. Jalan Strategis
2 01 24 0 00 Tebal garis 0.4 mm

a. Strategis Nasional

Jalan yang mempunyai nilai strategis secara nasional
00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 2 01 24 1 00

-4-

NAMA UNSUR
1

Pengertian
2

Simbol dan / atau Notasi
3

Spesifikasi
Simbol
4

CMYK (%)
5 00 00 100 00

RGB (255)
6 255 255 00

HSV (360 100 100) 7 60 100 100

Kode Unsur
8 2 01 24 2 00

Keterangan
9

b. Strategis Provinsi

Jalan yang mempunyai nilai strategis dalam provinsi

c. Strategis Kabupaten

Jalan yang mempunyai nilai strategis dalam kabupaten / kota

00 40 08 00

255 153 235

312 40 100

2 01 24 3 00

6. Jalur Busway

Jalan yang dikhususkan untuk jalur busway
00 100 100 00 229 229 160 60 30 90 2 01 26 0 00 Tebal garis minimal 0.3 mm Tebal garis 0.3 mm. Lebar jembatan disesuaikan dengan lebar sungai Simbol minimal 3 mm

7. Jembatan

Yang dibangun untuk membuka daerah terisolir, agar dapat meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial dan budaya lainnya

00 00 00 100

255 00 00

00 100 100

1 19 00 0 00

8. Terminal
1 19 30 0 00

a. Terminal type A

Tempat perhentian bis untuk penumpang yang mempunyai fasilitas lengkap serta berfungsi sebagai simpul jaringan transportasi nasional. Tempat perhentian bis untuk penumpang dalam jumlah menengah dan jangkauan pelayanan menengah

Warna hitam

00 00 00 100

00 00 00

00 00 00

1 19 30 1 00

b. Terminal type B

Warna merah

00 100 100 00

255 00 00

00 100 100

1 19 30 2 00

-5-

NAMA UNSUR
1

Pengertian
2

Simbol dan / atau Notasi
3

Spesifikasi
Simbol
4

CMYK (%)
5

RGB (255)
6

HSV (360 100 100) 7

Kode Unsur
8

Keterangan
9

c. Terminal type C

Tempat perhentian bis untuk penumpang dalam jumlah kecil dan jangkauan pelayanan dekat serta berfungsi sebagai terminal pengumpan.

warna hitam

34 100 10 00

168 00 230

284 100 90

1 19 30 3 00

b. Jaringan rel kereta api dan stasiun 1. Stasiun Kereta Api

2 02 00 0 00

1 19 32 0 00

a. Stasiun Besar

Lokasi yang digunakan sebagai tempat asaltujuan serta transit pergerakan lalu lintas penumpang dan barang yang menggunakan jasa angkutan kereta pada kota besar Lokasi yang digunakan sebagai tempat asaltujuan serta transit pergerakan lalu lintas penumpang dan barang yang menggunakan jasa angkutan kereta pada kota kecil

0.3 mm
10 mm

0.3 mm

00 100 100 00
10 mm

255 00 00

00 100 100

1 19 32 1 00

b. Stasiun Sedang

0.3 mm

00 00 00 100
10 mm

00 00 00

00 00 00

1 19 32 2 00

2. Jalur Kereta Api umum antar kota a. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda

2 02 00 0 00

2 02 02 1 00

-6-

NAMA UNSUR
1

Pengertian
2

Simbol dan / atau Notasi
3

Spesifikasi
Simbol
4

CMYK (%)
5

RGB (255)
6

HSV (360 100 100) 7

Kode Unsur
8

Keterangan
9 Tebal garis rel 0.2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm

1. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda atas tanah

Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas antar kota dengan dua jalur atau lebih di atas tanah.
00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 2 02 02 1 01

2. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda bawah tanah

Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas antar kota dengan dua jalur atau lebih di bawah tanah.

00 100 100 00

255 00 00

00 100 100

2 02 02 1 02

3. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda layang

Jalur kereta api yang dititikberatkan untuk melayani arus lalu-lintas antar kota dengan dua jalur atau lebih layang.

23 19 100 00

196 207 00

63 100 81

2 02 02 1 03

b. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal 1. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal atas tanah Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas antar kota dengan satu jalur di atas tanah.
00 00 00 100 00 00 00 00 00 00

2 02 04 1 00

2 02 04 1 01

Tebal garis rel 0.2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm

-7-

Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas antar kota dengan satu jalur layang Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas dalam kota.di buat jalur ganda di atas tanah 23 19 100 00 196 207 00 63 100 81 2 02 04 1 03 2 02 01 0 00 2 02 02 2 00 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 2 02 02 2 01 Tebal garis rel 0. .2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm 2.di buat jalur ganda di bawah tanah 100 23 00 00 00 196 255 194 100 100 2 02 02 2 02 Jaringan kereta khusus di dalam kota. Jalur Kereta Api umum perkotaan a. Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas dalam kota dengan dua jalur atau lebih. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda 1. . . Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda bawah tanah 3.di buat jalur ganda layang 00 20 50 00 255 204 128 36 50 100 2 02 02 2 03 -8- . Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal layang 3. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda layang Jaringan kereta khusus di dalam kota. Jaringan kereta khusus di dalam kota. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda atas tanah Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas antar kota dengan satu jalur di bawah tanah.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 00 100 100 00 RGB (255) 6 255 00 00 HSV (360 100 100) 7 00 100 100 Kode Unsur 8 2 02 04 1 02 Keterangan 9 2. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal bawah tanah 3.

00 20 50 00 255 204 128 36 50 100 2 02 10 0 00 -9- . Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur tunggal bawah tanah Jaringan kereta khusus di dalam kota. 00 00 100 00 255 255 00 60 100 100 2 02 08 0 00 4.di buat jalur tunggal di bawah tanah 100 23 00 00 00 196 255 194 100 100 2 02 04 2 02 3. Jalur Subway Jaringan kereta khusus di dalam kota. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur tunggal atas tanah 2 02 04 2 01 Tebal garis rel 0.di buat jalur tunggal di atas tanah 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 1. .tunggal Jaringan kereta khusus di dalam kota.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 2 02 04 2 00 Keterangan 9 b. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur tunggal Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas dalam kota dengan satu jalur. dapat melayang di atas permukaan tanah.2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm 2. . dapat melayang di bawah permukaan tanah. Jalur Monorail Jaringan kereta khusus di dalam kota.

00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 2 02 14 0 00 C. Alur pelayaran angkutan sungai Jaringan lalu-lintas sungai dan alur pelayaran mengangkut barang dan penumpang 100 30 70 00 00 179 76 145 100 70 2 04 02 0 00 Tebal Garisl 0.5 mm Panjang bantalan rel 3 mm 4.4 mm . Pelabuhan danau yang melayani arus lalu lintas penyeberangan penumpang dan barang 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 2 04 00 0 00 Simbol minimal 3 mm 00 00 00100 00 00 00 00 00 00 1 19 52 0 00 2.10 - .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 Tebal garis rel 0. Jaringan transportasi sungai. danau dan penyeberangan 1. Pelabuhan sungai Pelabuhan yang melayani arus lalu lintas penyeberangan penumpang dan barang jalur sungai. Pelabuhan danau 1 19 52 1 00 3.2 mm Jarak antara bantalan rel 2 . Jalur Kereta Api khusus Jalur kereta api yang dikhususkan untuk melayani kegiatan tertentu dan mempunyai daerah cakupan tertentu.

Jaringan lalu-lintas penyeberangan antar provinsi yang menghubungkan antar jaringan jalan nasional dan antar jaringan jalur kereta api antar provinsi 12 33 94 00 224 170 15 45 93 88 1 19 48 3 00 100 100 00 00 00 00 255 240 100 100 2 04 02 1 00 Tebal garis 0.3 mm Jaringan lalu-lintas penyeberangan antar negara yang menghubungkan antar jaringan jalan pada kawasan perbatasan provinsi 00 33 100 00 255 170 100 40 100 100 2 04 02 2 00 . Pelabuhan penyeberangan lintas antar kabupaten/kota Pelabuhan yang melayani arus lalu lintas penyeberangan penumpang dan barang antar kabupaten/kota. Lintas penyeberangan antar negara yang menghubungkan antar jaringan jalan pada kawasan perbatasan Pelabuhan yang melayani arus lalu lintas penyeberangan penumpang dan barang dalam kabupaten/kota.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 50 45 90 00 RGB (255) 6 128 140 13 HSV (360 100 100) 7 66 91 55 Kode Unsur 8 2 04 04 0 00 Keterangan 9 4. 55 100 70 00 115 00 76 320 100 45 1 19 48 2 00 7. Alur pelayaran angkutan danau 5. Pelabuhan penyeberangan lintas dalam Kabupaten / Kota 8.11 - . 00100 25 00 255 00 191 315 1 00 100 1 19 48 1 00 6. Pelabuhan penyeberangan lintas antar provinsi dan antar negara Jaringan lalu-lintas danau dan alur pelayaran mengangkut barang dan penumpang Pelabuhan yang melayani arus lalu lintas penyeberangan penumpang dan barang antar provinsi dan/atau antar negara. Lintas penyeberangan antar provinsi yang menghubungkan antar jaringan jalan nasional dan antar jaringan jalur kereta api antar provinsi 9.

Lintas penyeberangan antar kabupaten / kota yang menghubungkan antar jaringan jalan provinsi dan jaringan jalur kereta api dalam provinsi 11. Jaringan transportasi laut 2 04 08 0 00 Simbol minimal 3 mm Infill white 1. Lintas pelabuhan penyeberangan dalam kabupaten / kota yang menghubungkan antar jaringan jalan kabupaten / kota dan jaringan jalur kereta api dalam kabupaten Jaringan lalu-lintas penyeberangan antar kabupaten/ kota yang menghubungkan antar jaringan jalan provinsi dan jaringan jalur kereta api dalam provinsi 55 100 70 00 115 00 76 320 100 45 2 04 02 3 00 Jaringan lalu-lintas penyeberangan antar kabupaten/ kota yang menghubungkan antar jaringan jalan kabupaten / kota dan jaringan jalur kereta api dalam kabupaten / kota 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 2 04 02 4 00 B.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 10. Pelabuhan Internasional hub Pelabuhan yang diarahkan untuk melayani kegiatan dan alih muat angkutan laut nasional dan internasional dalam jumlah besar dan jangkauan pelayanan sangat luas serta berfungsi sebagai simpul jaringan transportasi laut internasional hub 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 2 04 08 3 00 .12 - .

Pelabuhan lokal Pelabuhan yang diarahkan untuk melayani kegiatan dan alih muat angkutan laut nasional dan internasional dalam jumlah besar dan jangkauan pelayanan luas serta berfungsi sebagai simpul jaringan transportasi laut internasional Pelabuhan yang diarahkan untuk melayani kegiatan dan alih muat angkutan laut nasional dan internasional dalam jumlah besar dan jangkauan pelayanan luas serta berfungsi sebagai simpul jaringan transportasi laut nasional. Pelabuhan yang diarahkan untuk melayani kegiatan dan alih muat angkutan laut nasional dan internasional dalam jumlah menengah dan jangkauan pelayanan menengah. Pelabuhan khusus 15 35 95 00 217 166 13 45 94 85 2 04 08 3 05 . Pelabuhan yang diarahkan untuk melayani kegiatan dan alih muat angkutan laut dalam jumlah kecil dan jangkauan pelayanan dekat serta berfungsi sebagai pengumpan pelabuhan utama. Pelabuhan yang khusus melayani kegiatan tertentu dan mempunyai daerah cakupan tertentu. Pelabuhan Internasional 3.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 2. 100 100 00 00 00 00 255 240 100 100 2 04 08 3 01 100 56 00 00 00 112 255 214 100 100 2 04 08 3 02 00 100 25 00 255 00 191 315 100 100 2 04 08 3 03 55 100 70 00 115 00 76 320 100 45 2 04 08 3 04 6.13 - . Pelabuhan Regional 5. Pelabuhan Nasional 4.

Pelabuhan lainnya Pelabuhan yang tidak termasuk pelabuhan diatas 00 00 100 00 255 255 00 60 100 100 2 04 08 3 05 8.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 Simbol minimal 3 mm 7. Alur pelayaran Internasional Alur pelayaran Internasional 100 100 00 00 00 00 00 00 00 00 2 04 08 1 00 Tinggi simbol minimal 1 mm Notasi minimal 2 mm ALKI = Alur Laut Kepulauan Indonesia Untuk alur laut yang panjang.6 mm 100 00 00 00 00 225 255 180 100 100 2 04 08 2 00 Dimensi minimal garis 10. Jaringan pelayaran Internasional yang menghubungkan antar pelabuhan Internasional hub dan pelabuhan Internasional dalam negara Jalur pelayaran internasional yang menghubungkan antar pelabuhan internasional hub dan pelabuhan internasional 100 100 00 00 00 00 255 240 100 100 2 04 08 1 01 . Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) Alur Laut Kepulauan Indonesia ALKI ALKI 0.14 - . penggunaan notasi diatur 9.

15 - . Alur pelayaran nasional yang menghubungkan pelabuhan nasional dengan pelabuhan Internasional atau pelabuhan Internasional hub 13. Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan nasional 14. Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antara pelabuhan nasional dan pelabuhan regional 15. Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan regional Jalur pelayaran internasional yang menghubungkan antar pelabuhan internasional hub dan pelabuhan internasional dengan pelabuhan internasional di negara lain 12 33 94 00 224 170 15 45 93 88 2 04 08 1 02 Alur pelayaran nasional yang menghubungkan pelabuhan nasional dengan pelabuhan internasional atau pelabuhan internasional hub 20 40 00 00 204 153 255 270 40 100 2 04 08 2 01 Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan nasional 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 2 04 08 2 02 Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan nasional dan pelabuhan regional 10 70 70 00 230 76 76 00 67 90 2 04 08 2 03 Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan regional 40 10 100 00 152 230 00 80 10 90 2 04 08 2 04 .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 11 Jaringan pelayaran Internasional yang menghubungkan antar pelabuhan Internasional hub dan pelabuhan Internasional dengan pelabuhan Internasional di negara lain 12.

Bandar udara umum pusat penyebaran primer Bandar udara yang melayani penumpang dalam jumlah sedang dengan lingkup pelayanan dalam satu provinsi dan terhubungkan dengan pusat penyebaran primer. Bandar udara yang melayani penumpang dalam jumlah besar dengan lingkup pelayanan nasional atau beberapa provinsi dan berfungsi sebagai pintu utama ke luar negeri. Bandar udara yang melayani penumpang dengan jumlah kecil dan tidak mempunyai daerah cakupan atau layanan.16 - . Jaringan transportasi udara 1.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 2 03 00 0 00 Keterangan 9 Simbol minimal 3 mm C. Bandar udara yang melayani penumpang dalam jumlah rendah dengan lingkup pelayanan pada beberapa kabupaten dan terhubungkan dengan pusat penyebaran primer dan pusat penyebaran sekunder. Bandar udara umum pusat penyebaran tersier 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 2 03 02 3 00 4. Bandar udara umum pusat penyebaran sekunder 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 2 03 02 2 00 3. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 2 03 02 1 00 2. Bandar udara umum bukan pusat penyebaran 10 70 100 00 230 76 00 20 100 90 2 03 03 0 00 .

Ruang udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan Kawasan udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan 20 00 00 00 204 255 255 180 20 100 2 03 06 0 00 . Ruang udara di sekitar bandar udara Kawasan udara di sekitar bandar udara Dimensi minimal untuk simbol 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 2 03 05 2 00 Notasi minimal 2 mm KS = Kawasan Udara di Sekitar bandar udara Letak notasi diatur sesuai luas unsur Notasi minimal 2 mm KP = Kawasan Udara sebagai jalur penerbangan Letak notasi diatur sesuai luas unsure 8. 00 50 50 000 255 127 127 00 50 100 2 03 04 0 00 6.17 - .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 5. Bandar udara khusus Bandar udara yang khusus melayani kegiatan tertentu dan mempunyai daerah cakupan tertentu. Ruang udara di atas bandar udara Kawasan udara di atas bandar udara Notasi minimal 2 mm KA = Kawasan Udara di atas Bandar udara Letak notasi diatur sesuai luas unsur 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 2 03 05 1 00 7.

NOTASI. SIMBOL. Jaringan pipa minyak dan gas 1 11 10 0 00 1. DAN KODE UNSUR. Jaringan pipa minyak Jaringan prasarana utama yang mendukung seluruh kebutuhan minyak bumi 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 11 10 1 00 Tebal garis pipa 0. Kawat saluran udara 1 10 26 1 00 . Jaringan pipa gas Jaringan prasarana utama yang mendukung seluruh kebutuhan gas 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 1 11 22 0 00 B.18 - .3. Jaringan listrik 1 10 26 0 00 Tinggi simbol minimal 1 mm 1.3 mm Jarak antara bulatan simbol 10 mm Ukuran bulatan simbol 2 mm 2. UNSUR-UNSUR SISTEM JARINGAN ENERGI NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 1 11 00 0 00 Keterangan 9 Sistem Jaringan Energi A.

19 - .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 00 100 100 00 RGB (255) 6 255 00 00 HSV (360 100 100) 7 00 100 100 Kode Unsur 8 1 10 26 1 01 Keterangan 9 a. jaringan transmisi tegangan rendah (SUTR) – 70 KV Jaringan listrik berkapasitas 70 KV 00 00 100 00 255 255 00 60 100 00 1 10 26 1 05 2. jaringan transmisi tegangan Jaringan listrik berkapasitas 500 KV extra tinggi (SUTET) – 500 KV 00 100 23 00 255 00 197 314 100 100 1 10 26 1 02 c.kabel bawah tanah 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 1 10 28 0 00 . jaringan transmisi tegangan tinggi (SUTT) – 275KV Jaringan listrik berkapasitas 275 KV 15 35 95 00 217 166 13 45 94 85 1 10 26 1 03 d. jaringan transmisi tegangan menegah (SUTM) – 150 KV Jaringan listrik berkapasitas 150 KV 70 10 100 76 230 00 100 100 90 1 10 26 1 04 e. jaringan transmisi tegangan ultra tinggi (SUTUT) – 750 KV Jaringan listrik berkapasitas 750 KV b. Kabel bawah tanah Jaringan energi listrik .

Kabel bawah laut Jaringan energi listrik kabel bawah laut 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 10 30 0 00 4. Pembangkit tenaga listrik tenaga air (PLTA) Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga air 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 1 10 04 0 00 . Jaringan distribusi Jaringan yang dibuat untuk mendistribusikan energi listrik 85 55 100 00 38 115 00 100 100 00 1 10 31 0 00 C. Gardu induk Bangunan sebagai tempat distribusi arus listrik. Pembangkit tenaga listrik 1 10 00 0 00 Simbol minimal 3 mm 1.20 - . 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 10 20 0 00 Simbol minimal 3 mm 5.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 3.

Pembangkit tenaga listrik tenaga gas (PLTG) Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga gas Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga diesel Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga nuklir 00 50 50 00 255 127 127 00 50 100 1 10 14 0 00 4. Pembangkit tenaga listrik tenaga uap (PLTU) Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga uap 10 70 100 00 230 76 00 20 100 90 1 10 06 0 00 3. Pembangkit tenaga listrik tenaga nuklir (PLTN) 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 1 10 10 0 00 6. Pembangkit tenaga listrik tenaga diesel (PLTD) 12 33 94 00 224 170 15 95 93 88 1 10 08 0 00 5. Pembangkit tenaga listrik tenaga surya (PLTS) Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga matahari Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga angin 00 19 78 00 255 207 56 46 78 100 1 10 12 0 00 7.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 2.21 - . Pembangkit tenaga listrik tenaga bayu (PLTB) 00 00 97 00 255 255 08 60 97 100 1 10 16 0 00 .

22 - . 1 17 01 0 00 Tebal garis 0.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 8.4 mm . NOTASI. Pembangkit tenaga listrik tenaga Panas Bumi (PLTP) Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga panas bumi 00 100 23 00 255 00 197 314 100 100 1 10 32 0 00 9. UNSUR-UNSUR SISTEM JARINGAN TELEKOMUNIKASI NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360° 100% 100%) Kode Unsur 8 1 17 00 0 00 Keterangan 9 4 5 6 7 Sistem Jaringan Telekomunikasi A. Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga selain yang telah disebutkan di atas 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 10 00 0 00 4. DAN KODE UNSUR. Jaringan terestrial Rangkaian perangkat telekomunikasi dan kelengkapannya yang digunakan untuk berkomunikasi. SIMBOL. Pembangkit listrik lainnya.

Jaringan serat optik Rangkaian perangkat telekomunikasi Jaringan Serat Optik 40 100 60 00 153 00 102 320 100 60 1 17 01 3 00 4. Transmisi kabel laut 10 40 100 00 230 152 00 40 100 90 1 17 08 0 00 . Jaringan mikro analog 00 00 100 00 255 255 00 60 100 10 1 17 01 2 00 3. Jaringan mikro digital Rangkaian perangkat telekomunikasi Jaringan Mikro Digital Rangkaian perangkat telekomunikasi Jaringan Mikro Analog 2.23 - . Jaringan kabel laut Rangkaian perangkat telekomunikasi Jaringan Kabel Laut 80 20 60 00 51 204 102 140 75 80 1 17 01 4 00 5. Saluran pembawa atau transmisi tenaga atau arus listrik bawah laut yang sedang dikerjakan 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 17 02 0 00 Simbol minimal 3 mm 7. Jaringan internasional Rangkaian perangkat telekomunikasi Jaringan Interbational 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 1 17 01 5 00 6.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360° 100% 100%) Kode Unsur 8 1 17 01 1 00 Keterangan 9 4 5 00 100 100 00 6 255 00 00 7 00 100 100 1. Stasiun telepon otomat Tempat atau instalasi bangunan telepon otomat yang menjadi pusat atau penghubung jaringan telepon.

surat. Transmisi kabel laut (konstruksi) Saluran pembawa atau transmisi tenaga atau arus listrik bawah laut yang sedang dikerjakan. uang dan sebagainya dengan skala pelayanan regional. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 18 02 0 00 Simbol minimal 3 mm 10. Jaringan satelit 1 17 08 0 00 Simbol minimal 3 mm 1. Tempat yang mempunyai fungsi menyelenggarakan kirim mengirim barang.24 - . Kantor pos besar Tempat yang mempunyai fungsi menyelenggarakan kirim mengirim barang. uang dan sebagainya dengan skala pelayanan kota atau lokal. Stasiun bumi Bangunan berfungsi sebagai stasiun telekomunikasi. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 17 20 0 00 9.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360° 100% 100%) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 8. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 17 08 1 00 . Kantor pos kecil 00 55 33 00 255 115 222 314 55 100 1 18 04 0 00 B. surat.

NOTASI. Jaringan sungai Sungai yang melintas di sejumlah wilayah administrasi yang berbeda 100 00 00 00 255 00 255 300 100 100 6 01 00 0 00 Tebal garis tepi 0. SIMBOL.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360° 100% 100%) Kode Unsur 8 1 17 08 2 00 Keterangan 9 4 5 00 00 00 100 6 00 00 00 7 00 00 00 2.2mm B. UNSUR-UNSUR SISTEM JARINGAN SUMBERDAYA AIR NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 6 00 00 0 00 Keterangan 9 Sistem Jaringan Sumberdaya Air A. Sumberdaya air wilayah sungai .25 - . DAN KODE UNSUR. Pusat automatisasi sambungan telepon Bangunan sebagai tempat yang merupakan pusat automiatisasi sambungan telepon 3. Menara telekomunikasi (BTS) untuk pemanfaatan secara bersama-sama antar operator Bangunan sebagai tempat yang merupakan pusat automiatisasi sambungan telepon 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 17 08 3 00 5.

Cekungan air tanah lintas negara Batas cekungan air tanah yang melewati lintas negara Notasi minimal 2 mm CN = Cekungan air tanah lintas Negara. Wilayah sungai lintas negara Batas Sistem Wilayah Sungai yang melintasdi sejumlah wilayah Negara 25 09 00 00 190 232 255 201 25 100 6 01 01 0 00 2. penggunaan notasi diatur 20 20 00 00 204 204 255 240 20 100 6 01 18 1 00 . Cekungan air tanah 1. Wilayah sungai lintas provinsi Batas Sistem Wilayah Sungai yang melintas di sejumlah wilayah provins 00 00 100 00 00 255 255 60 100 100 6 01 02 0 00 3.3 mm C 100 M 100 1.26 - . Untuk cekungan yang luas.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 Tebal garis tepi 0. Wilayah sungai lintas kabupaten / kota Batas Sistem Wilayah Sungai yang melintas di sejumlah wilayah kabupaten 33 00 100 00 170 255 00 80 100 100 6 01 03 0 00 C.

Bendungan besar 40 100 00 00 153 00 255 77 100 100 1 20 06 0 00 E. Cekungan air tanah lintas provinsi Batas cekungan air tanah yang melewati lintas provinsi 20 20 00 00 204 204 255 240 20 100 6 01 18 2 00 3. Cekungan air tanah lintas kabupaten/ kota Batas cekungan air tanah yang melewati lintas kabupaten Bagunan yang dibuat untuk membendung aliran air 20 20 00 00 204 204 255 240 20 100 6 01 18 3 00 CK = Cekungan air tanah lintas Kabupaten / kota Panjang bendungan disesuikan dengan lebar bendungan. D. 2. Fasilitas air bersih 6 01 18 2 00 Simbol minimal 3 mm . Waduk penampungan air Besar Saluran air buatan untuk keperluan irigasi 100 00 00 00 20 00 00 00 255 255 204 255 255 180 100 100 180 20 100 1 20 06 1 00 Warna air cyan 20%.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 CP = Cekungan air tanah lintas Provinsi. G. Kanal besar Bangunan air yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 6 02 04 0 00 F.27 - .

6 01 18 4 00 3. Instalasi produksi Tempat pengolahan air sungai menjadi air yang dapat dikonsumsi 25 09 00 00 191 232 255 202 25 100 1 09 10 0 00 4. Intake Penahan aliran air sungai 100 00 00 00 Air C 20 00 255 255 204 255 255 180 100 100 180 20 100 . Pipa jaringan air bersih 1 09 08 0 00 a. Bak penampungan Tempat penampunngan air hasil produksi 25 09 00 00 191 232 255 202 25 100 1 09 04 0 00 5.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 1.28 - . Mata air Tempat atau keluar nya air dari dalam tanah 20 00 00 00 204 255 255 180 20 100 6 01 18 0 00 2. Pipa air bersih primer Saluran atau pipa transmisi air bersih utama / primer 100 100 00 00 00 00 255 240 100 100 1 09 08 1 00 Tebal garis minimal 1 mm .

Pipa air bersih sekunder Saluran atau pipa transmisi air bersih sekunder yang digunakan 6.3 mm a. Jaringan irigasi 1 14 00 0 05 Tebal garis minimal 0.29 - . Jalur distribusi air bersih Jalur distribusi air bersih 100 30 08 00 00 178 235 195 100 92 1 09 08 0 10 7. Irigasi tersier Saluran irigasi tersier 00 100 25 00 255 00 191 315 100 100 1 14 00 0 08 . Irigasi sekunder Saluran irigasi sekunder 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 1 14 00 0 07 c. Irigasi primer Saluran irigasi primer 100 100 00 00 00 00 255 240 100 100 1 14 00 0 06 b. Bangunan irigasi Banguanan untuk mengatur aliran irigasi .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 100 00 00 00 RGB (255) 6 00 255 255 HSV (360 100 100) 7 180 100 100 Kode Unsur 8 1 09 08 2 00 Keterangan 9 b. 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 1 14 12 0 00 Simbol minimal 3 mm 8.

3 mm a. Irigasi air tanah Saluran irigasi yang airnya bersumber dari air tanah 9. Saluran dranaise sekunder Saluran pengendali banjir sekunder 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 1 20 06 2 02 c. Saluran air hujan Saluran air hujan sekunder 15 35 95 00 217 166 13 45 94 85 1 20 06 2 04 sekunder . Sistem pengendali banjir 1 20 06 2 00 Tebal garis minimal 0. Saluran air hujan primer Saluran air hujan primer 00 100 25 00 255 00 191 315 100 100 1 20 06 2 03 d.30 - .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 15 35 95 00 RGB (255) 6 217 166 13 HSV (360 100 100) 7 45 94 85 Kode Unsur 8 1 14 00 0 09 Keterangan 9 d. Saluran dranaise primer Saluran pengendali banjir primer 100 1 00 00 00 00 00 255 240 100 100 1 20 06 2 01 b.

10 00 12 00 232 255 224 105 12 100 5 02 12 3 00 .6.1 mm A. Kawasan hutan yang memiliki sifat khas yang mampu memberikan perlindungan kepada kawasan sekitar maupun bawahannya sebagai pengatur tata air. hitam 0. 16 00 10 00 214 255 230 143 16 100 5 02 12 2 00 3. Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap bawahannya 08 00 10 00 235 255 230 108 10 100 5 02 12 0 00 1. Kawasan yang mempunyai kemampuan tinggi untuk meresapan air hujan sehingga merupakan tempat pengisian air bumi (akifer) yang berguna sebagai sumber air. Kawasan resapan air . UNSUR-UNSUR KAWASAN LINDUNG NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 Kawasan Lindung Kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan. Kawasan hutan lindung .. Kawasan bergambut . Kawasan yang unsur pembentuk tanahnya sebagian besar berupa sisa-sisa bahan organik yang tertimbun dalam waktu yang lama. 12 00 10 00 224 255 230 132 12 100 5 02 12 1 00 2. NOTASI. dan resapan air. SIMBOL. bergambut. DAN KODE UNSUR.31 - . Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya yang mencakup hutan lindung. pencegah banjir dan erosi serta pemeliharaan kesuburan tanah. 04 00 10 00 245 255 230 84 10 100 5 02 12 1 00 Tebal garis batas.

termasuk sungai buatan atau kanal atau saluran irigasi primer. yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. sekitar danau atau waduk. 34 00 25 00 168 255 191 136 34 100 5 02 14 2 02 . Sempadan sungai Kawasan sepanjang kiri-kanan sungai. Sempadan pantai 20 00 20 00 204 255 204 120 20 100 5 02 14 1 01 2. hitam 0. Kawasan tertentu di sekeliling danau atau waduk yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi danau atau waduk.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 B. Kawasan sekitar mata air Kawasan tertentu di sekeliling mata air yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi mata air. Kawasan sekitar danau / waduk 28 00 22 00 184 255 199 133 28 100 5 02 14 2 01 4. sekitar mata air dan hijau kota termasuk di dalamnya hutan kota. 24 00 20 00 194 255 204 130 24 100 5 02 14 1 02 3. sempadan sungai.1 mm 1. Kawasan perlindungan setempat Kawasan yang memberikan perlindungan setempat yang mencakup sempadan pantai.32 - . Kawasan tertentu sepanjang pantai yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi pantai 14 00 16 00 219 255 214 113 16 100 5 02 14 0 00 Tebal garis batas.

rerumputan dan tumbuhan penutup tanah lainnya. 40 00 25 00 153 255 191 142 40 100 5 02 14 3 00 a. kemudian di dukung oleh keberadaan tanaman lain sebagai pelengkap seperti perdu. pariwisata dan penngembangan pendidikan kelestarian alam. yang ditandai oleh keberadaan pepohonan sebagai pengisi lahan yang utama. Taman Rukun Tetangga 40 00 80 00 153 255 50 89 80 100 5 02 14 3 01 b. semak. 40 00 80 00 153 255 50 89 80 100 5 02 14 3 03 . Taman dilingkungan Rukun Tetangga .NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 5. 40 00 80 00 153 255 50 89 80 100 5 02 14 3 02 c. Ruang terbuka hijau kota Ruang terbuka hijau adalah satu bentuk dari ruang terbuka.33 - . Taman kota Kawasan di dalam kota yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi penghijaun dan kawasan yang ditujukan sebagai tempat rekreasi. . Taman Rukun Warga Taman dilingkungan Rukun Warga .

Kawasan suaka alam 15 15 00 00 217 217 255 240 15 100 5 02 16 1 00 2. 20 20 00 00 204 204 255 240 20 100 5 02 16 2 00 . Kawasan yang mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa serta tipe ekosistemnya. Kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangnnya berlangsung secara alami.1 mm 1. dengan kondisi alam baik biota maupun fisiknya yang masih asli. Kawasan suaka alam laut & perairan lainnya .34 - . hitam 0.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 d. 60 00 35 00 102 255 166 145 60 100 5 02 14 4 00 C. Kawasan pelestarian alam. Kawasan yang mewakili ekosistem khas di lautan maupun perairan lainnya. Taman pemakaman umum Kawasan di dalam kota yang mempunyai manfaat penting sebagai tempat pemakaman umum 40 00 80 00 153 255 50 89 80 100 5 02 14 3 04 e. suaka alam & cagar budaya 10 10 00 00 230 230 255 240 10 100 5 02 16 0 00 Tebal garis batas. yang merupakan habibat alami yang memberikan tempat maupun perlindungan bagi perkembangan keanekaragaman tumbuhan dan satwa yang ada. Jalur hijau sepanjang sungai dan pantai Kawasan yang mempunyai manfaat penting sebagai untuk mempertahankan kelestarian fungsi penghijauan sepanjang pantai dan sungai Kawasan keagamaan yang memiliki sifat khas yang mampu memberikan perlindungan kepada kawasan sekitar sebagai tempat pengembangan pendidikan agama maupun tempat ibadah. . 50 00 25 00 128 255 191 150 50 100 5 02 14 3 04 6. Kawasan lindung keagamaan .

10 20 00 00 230 204 255 271 20 100 5 02 16 6 00 . dan atau merupakan tempat dan kehidupan jenis satwa migran tertentu. 40 40 00 00 153 153 255 240 40 100 5 02 16 4 00 10 15 00 00 230 217 255 261 15 100 5 02 16 5 00 6. Kawasan yang mewakili ekosistem khas dan merupakan habitat alam yang memberikan perlindungan bagi perkembangan flora dan fauna yang khas dan beragam. pariwisata dan rekreasi 30 30 00 00 179 179 255 240 30 100 5 02 16 3 00 .NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 3.35 - . memiliki keanekaragaman dan populasi satwa yang tinggi. Kawasan suaka margasatwa & suaka margasatwa laut 4. Taman nasional & taman nasional laut . pendidikan.Kawasan ini minimal 130 kali nilai rata-rata perbedaan air pasang tertinggi dan terendah tahunan diukur dari garis surut terendah ke arah darat yang merupakan habitat hutan bakau Kawasan pelestarian alam yang dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan. Cagar alam & cagar alam laut 5. Kawasan pesisir laut yang merupakan habitat alami hutan bakau (mangrove) yang berfungsi memberikan perlindungan kepada perikehidupan pantai dan lautan. yang ada di pantai maupun di laut. Kawasan pantai berhutan bakau Kawasan suaka alam yang ditunjuk merupakan tempat hidup dan perlembangbiakan dari suatu jenis satwa yang perlu dilakukan upaya konservasinya..

1 mm 1. Mempunyai sumberdaya yang khas dan unik baik tumbuhan maupun lahan. Kawasan cagar budaya & ilmu pengetahuan Kawasan yang merupakan lokasi bangunan hasil budaya manusia yang bernilai tinggi maupun bentukan geologi alami yang khas 10 20 10 00 230 204 230 300 11 90 5 02 16 9 00 D.36 - . Kawasan rawan tanah longsor 00 15 00 00 255 217 255 300 15 100 5 02 22 1 00 . Kawasan rawan bencana alam Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana alam.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 7. 00 05 00 00 255 242 255 300 05 100 5 02 22 0 00 Tebal garis batas. jenis asli dan atau bukan asli. Kawasan pelestarian alam di darat maupun di laut yang terutama dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam . Taman hutan raya Kawasan pelestarian yang dimanfaatkan untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa. Taman wisata alam & taman wisata alam laut 10 40 00 00 230 153 255 285 40 100 5 02 16 8 00 9. 10 30 00 00 230 179 255 280 30 100 5 02 16 7 00 8. pariwisata dan rekreasi. Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami tanah longsor. pengembangan ilmu pengetahuan. hitam 0. budaya. alami atau buatan. pendidikan dan latihan.

Kawasan keunikan bentang alam . Kawasan rawan gelombang Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi pasang mengalami bencana alam gelombang pasang. hitam 0. 3. 00 40 00 00 255 153 255 300 40 100 5 02 22 3 00 E. Bentang alam gumuk pasir pantai Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan bentang alam berupa gumuk pasir laut 00 10 20 00 255 230 204 31 20 100 5 02 26 1 21 .NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 00 25 00 00 RGB (255) 6 255 191255 HSV (360 100 100) 7 300 25 100 Kode Unsur 8 5 02 22 2 00 Keterangan 9 2. 00 10 10 00 255 230 230 00 10 100 5 02 26 1 20 a. Kawasan keunikan batuan dan fosil 00 05 10 00 255 242 230 29 10 100 5 02 26 1 01 2. Kawasan cagar alam geologi Kawasan yang merupakan lokasi bentukan geologi yang bernilai tinggi maupun bentukan geologi alam yang khas. Kawasan lindung geologi 5 02 26 0 00 Tebal garis batas.1 mm a.37 - . Kawasan yang merupakan lokasi bentukan geologi yang mempunyai keunikan batuan dan fosil Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan bentang alam 00 05 05 00 255 242 242 00 05 100 5 02 26 1 00 1. Kawasan rawan banjir Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana alam tsunami.

maar. 00 50 60 00 255 128 102 10 60 100 5 02 26 1 26 3. leher vulkanik dan guimuk vulkanik Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan bentang alam berupa goa Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan bentang alam berupa ngarai atau lembah 00 10 30 00 255 230 179 40 30 100 5 02 26 1 22 .38 - . 00 20 30 00 255 204 179 20 30 100 5 02 26 1 23 d. 00 30 40 00 255 179 1153 15 40 100 5 02 26 1 24 e. leher vulkanik. Kawasan keunikan proses geologi . Bentang alam goa Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunukan bentang alam berupa kawah. Bentang alam karst Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan bentang alam berupa karst Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan proses geologi . Bentang alam kubah Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan bentang alam berupa kubah . gumuk vulkanik c. 00 60 80 00 255 102 51 15 80 100 5 02 26 1 30 . Bentang alam kawah. 00 40 40 00 255 153 153 00 40 100 5 02 26 1 25 f. Bentang alam ngarai / lembah .NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 b. kaldera. maar. kaldera.

Kawasan rawan letusan gunung berapi Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana akibat letusan gunung berapi . tumaroia. dan atau geyser .39 - . Kawasan dengan kemunculan sumber api alami Kawasan keunikan proses geologi dengan munculnya sumber api alami 00 30 10 00 255 179 230 320 30 100 5 02 26 1 32 c. 00 20 10 00 255 204 230 329 20 100 5 02 26 1 31 b. 00 40 10 00 255 153 230 315 40 100 5 02 26 1 33 b. Kawasan poton atau lumpur vulkanik Kawasan keunikan proses geologi dengan keluarnya poton atau lumpur vulkanik . Kawasan rawan bencana alam geologi Kawasan yang rawan akan bencana alam geologi . Kawasan dengan kemunculan sulfatara. dan / atau geyser Kawasan keunikan proses geologi dengan munculnya sulfatara. 15 40 35 00 217 153 166 348 29 85 5 02 26 2 01 . fumaroia. 00 50 10 00 255 128 230 312 50 100 5 02 26 2 00 1.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 a.

17 55 50 00 212 115 128 352 46 83 5 02 26 2 04 5. baik gempa bumi tektonik maupun vulkanik . Kawasan rawan tsunami Kawasan yang rawan akan bencana tsunami 10 80 80 00 230 51 51 00 78 90 5 02 26 2 05 6.40 - . Kawasan yang terletak di zona patahan aktif Kawasan yang terletak di zona patahan aktif . Kawasan rawan gerakan tanah Kawasan yang berdasarkan kondisi geologi dan geografi dinyatakan rawan longsor atau mengalami kejadian longsor dengan frekuensi cukup tinggi 20 30 30 00 204 179 179 00 12 80 5 02 26 2 03 4. Kawasan rawan abrasi Kawasan yang rawan akan abrasi air laut 20 70 50 00 204 76 128 336 63 80 5 02 26 2 06 . 15 45 40 00 217 140 153 350 35 85 5 02 26 2 02 3. NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 Kawasan rawan gempa bumi Kawasan yang pernah terjadi dan diidentifikasikan mempunayai potensi terancam bahaya gempa bumi.NAMA UNSUR 1 2.

hitam 0. Kawasan lindung lainnya Tebal garis batas.1 mm. Kawasan imbuhan air tanah Kawasan yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian imbuhan air tanah . Kawasan rawan bahaya gas beracun Kawasan yang rawan akan bahaya gas beracun 10 60 60 00 230 102 102 00 56 90 5 02 26 2 07 c. Kawasan yang memberi perlindungan terhadap air tanah Kawasan yang memberi perlindungan terhadap tanah 20 55 65 00 204 115 89 14 56 80 5 02 26 3 00 1. Tebal garis batas. 00 02 05 00 255 250 242 37 05 100 5 02 24 0 00 . hitam 0.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 7. Sempadan mata air Kawasan yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian mata air 25 80 90 00 191 51 25 08 87 75 5 02 26 3 02 F.41 - .1 mm. 20 40 40 00 204 153 153 00 25 80 5 02 26 3 01 2.

42 - . 00 00 08 00 255 255 235 60 08 100 5 02 24 1 00 b. dan ekosistem yang telah mengalami degradasi dari gangguan kerusakan unsur-unsur alamnya untuk penelitian dan pendidikan. Cagar biosfir Kawasan perlindungan terhadap cagar biosfer dengan maksud untuk melindungi ekosistem asli. Kawasan perlindungan terhadap daerah lembab dengan maksud untuk melindungi daerah dan ekosistemnya beserta keadaan flora dan faunanya untuk pelestarian keberadaannya. Kawasan perlindungan plasma nutfah Kawasan perlindungan terhadap daerah plasma nutfah dengan maksud untuk melindungi daerah dan ekosistemnya beserta keadaan flora dan faunanya untuk pelestarian keberadaannya Kawasan perlindungan terhadap daerah pengungsian satwa dengan maksud untuk melindungi daerah dan ekosistemnya bagi kehidupan satwa yang sejak semula menghuni areal tersebut. 00 00 45 00 255 255 140 60 45 100 5 02 24 4 00 e. 00 00 20 00 255 255 204 60 20 100 5 02 24 2 00 c. Kawasan perlindungan terhadap ekosistemnya serta kelangsungan perburuan satwa. Kawasan pengungsian satwa 00 00 80 00 255 255 51 60 80 100 5 02 24 5 00 . Taman buru 00 00 30 00 255 255 179 60 30 100 5 02 24 3 00 d. Ramsar . ekosistem unik.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 a. .

hitam 0.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 f. Kawasan koridor satwa dan biota laut yang dilindungi Kawasan perlindungan terhadap ekosistemnya serta kelangsungan kelestarian satwa dan biota laut 05 10 60 00 242 230 102 55 58 95 5 02 24 8 00 7. DAN KODE UNSUR. UNSUR-UNSUR KAWASAN BUDIDAYA NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 Tebal garis batas.43 - .1 mm 4 5 6 7 Kawasan Budidaya Kawasan yang diperuntukkan bagi budidaya 5 03 00 0 00 . NOTASI. 02 05 60 00 250 242 102 57 59 98 5 02 24 7 00 g. SIMBOL. Kawasan terumbu karang Kawasan perlindungan terhadap ekosistemnya serta kelangsungan kelestarian terumbu karang. .

1 mm. hitam 0. dapat dialihgunakan . Kawasan hutan rakyat Kawasan hutan yang dapat dibudayakan oleh masyarakat sekitarnya dengan mengikuti ketentuan yang ditetapkan 40 00 40 00 153 255 153 120 40 100 5 03 12 0 00 Tebal garis batas. 40 05 20 00 153 242 204 154 37 95 5 03 02 1 02 3.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 A. 30 10 10 00 179 230 230 180 22 90 5 03 02 1 01 2. Kawasan hutan produksi Kawasan yang diperuntukkan bagi hutan produksi 10 00 10 00 230 255 230 120 10 100 5 03 02 0 00 1. C. Kawasan perkebunan Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman tahunan atau perkebunan yang menghasilkan baik bahan pangan maupun bahan baku industry 20 00 50 00 204 255 128 84 50 100 5 03 04 0 00 . Hutan produksi konversi 40 00 30 00 153 255 179 135 40 100 5 03 02 1 03 B. Hutan produksi terbatas Kawasan yang diperuntukkan bagi hutan produksi terbatas di mana eksploitasinya hanya dapat dengan tebang pilih dan tanam Kawasan yang diperuntukkan bagi hutan produksi tetap di mana eksploitasinya hanya dapat dengan tebang pilih atau tebang habis dan tanam Kawasan hutan yang bila mana diperlukan.44 - . Hutan produksi tetap .

Kawasan pertanian pangan Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman tahunan atau perkebunan komoditi 1 s/d komoditi n Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman pangan 20 00 40 00 204 255 153 90 40 100 Tebal garis batas. 15 00 10 00 217 255 230 141 41 100 5 03 06 2 00 3. 20 00 30 00 204 255 179 100 30 100 5 03 06 1 00 a.45 - . Kawasan pertanian beririgasi .1 mm. Pertanian pangan lahan kering .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 5 03 04 1 01 5 03 04 1 nn Keterangan 9 4 5 6 7 1. Perkebunan komoditi 1 s/d perkebunan komoditi n D. Pertanian pangan lahan basah Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman pangan lahan basah di mana pengairannya dapat diperoleh secara alamiah maupun teknis. Pertanian hortikultura 10 00 10 00 230 255 230 120 10 100 5 03 06 3 00 . untuk tanaman palawija. dan peternakan serta padang penggembalaan ternak Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman tahunan / perkebunan yang menghasilkan baik pangan dan bahan baku industri . Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman pangan lahan kering. tanaman tahunan perkebunan. 05 03 03 00 242 247 247 180 02 97 5 03 06 0 00 1. 20 00 10 00 204 255 230 151 20 100 5 03 06 1 01 2. hitam 0. Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman pangan lahan basah di mana pengairannya dapat diperoleh secara teknis.

1 mm a.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 4. Kawasan pertambangan Kawasan yang diperuntukkan bagi pertambangan. 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 5 03 16 1 00 b. Perikanan tangkap . hitam 0. baik berupa pertambakan / kolom maupun penangkapan Kawasan yang diperuntukkan bagi perikanan tangkap baik di darat maupun di laut Kawasan yang diperuntukkan bagi budidaya perikanan 05 00 05 00 242 255 242 120 05 100 5 03 06 4 00 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 5 03 16 0 00 Tebal garis batas. serta sebagai padang pengembalaan ternak Kawasan yang diperuntukkan bagi perikanan. Kawasan perikanan Kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk usaha peternakan baik secara sambilan. Kawasan pengolahan ikan Kawasan yang diperuntukkan bagi pengolahan ikan 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 5 03 16 3 00 F. hitam 0. Peternakan E. usaha pokok maupun industri. Budidaya perikanan 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 5 03 16 2 00 c.1 mm . baik wilayah yang sedang maupun yang akan segera dilakukan kegiatan pertambangan 00 00 00 03 247 247 247 00 00 97 5 18 00 0 00 Tebal garis batas. cabang usaha.46 - .

Gol A (strategis) Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan Gol. Panas bumi Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan panas bumi 00 00 00 25 191 191 191 00 00 75 5 18 00 3 00 d.47 - . Minyak & gas bumi Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan minyak dan gas bumi 00 00 00 15 217 217 217 00 00 85 5 18 00 2 00 c. 00 00 00 05 242 242 242 00 00 95 5 18 00 2 00 b. B (vital) 50 00 00 50 00 127 127 50 100 50 5 18 00 6 00 . Mineral & batubara Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan mineral dan batu bara . A (strategis) 00 00 00 50 127 127 127 00 00 50 5 18 00 5 00 f. Air tanah Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan air tanah 00 00 00 35 166 166 166 00 00 65 5 18 00 4 00 e. Gol B (Vital) Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan Gol.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 a.

Kawasan industri Kawasan yang diperuntukkan bagi industri.48 - .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 g. Gol C (Lainnya) Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan Gol. C (lainnya) 100 00 00 50 00 128 128 50 100 50 5 18 00 7 00 G. Industri rumah tangga Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan industri keci / home industri 00 00 07 05 242 242 224 60 07 95 5 19 01 3 00 4. berupa tempat pemusatan kegiatan industry Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan industri berat (melting. hitam 0. 00 00 20 10 230 230 179 60 22 90 5 19 01 1 00 2.1 mm 1. Industri sedang Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan industri sedang 00 00 10 07 237 237 212 60 11 93 5 19 01 2 00 3. Industri besar . forging & stamping industry) 5 19 00 0 00 Tebal garis batas. Industri lainnya Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan industri lainnya 00 00 30 08 235 235 158 60 33 92 5 19 01 4 00 .

00 20 00 00 255 204 255 200 20 100 5 13 00 1 00 2. Pariwisata alam Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan wisata alam . Kawasan permukiman Kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk permukiman yang aman dari bahaya bencana alam maupun buatan manusia.1 mm . hitam 0. hitam 0.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 H. Kawasan pariwisata Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan pariwisata 00 10 00 00 255 230 255 300 10 100 5 13 00 0 00 Tebal garis batas. sehat dan mempunyai akses untuk kesempatan berusaha 00 15 100 00 255 217 00 51 100 100 5 06 00 0 00 Tebal garis batas.1 mm 1.49 - . Pariwisata budaya Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan wisata budaya . Taman buatan Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan wisata buatan 00 60 00 00 255 102 255 300 60 100 5 13 00 3 00 I. 00 40 00 00 255 153 255 300 40 100 5 13 00 2 00 3.

50 - . Kawasan peruntukan lainnya Kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan. Instalasi pembangkit energi listrik Kawasan yang diperuntukkan bagi instalasi pembangkit energi listrik (plta. pelayanan sosial dan kegiatan sosial Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan lainnya . Permukiman perdesaan J. Instalasi khusus / militer Kawasan yang diperuntukkan bagi instalasi khusus militer 10 70 00 00 230 76 255 292 70 100 5 09 00 0 00 . pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan. pltgu. pelayanan jasa pemerintahan. pltn dan sebagainya) 05 50 00 00 242 128 255 294 50 100 5 16 00 1 00 b. pelayanan sosial dan kegiatan sosial Kawasan yang mempunyai kegiatan utama pertanian termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan. pltu.1 mm a.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 1. 00 30 75 00 255 179 64 36 75 100 5 06 00 1 00 00 20 70 00 255 204 76 43 70 100 5 06 00 2 00 . 10 30 00 00 230 179 255 280 30 100 5 16 00 0 00 Tebal garis batas. Permukiman perkotaan 2. hitam 0.

Kawasan perumahan 00 30 70 00 255 179 00 42 100 100 5 06 00 0 00 Tebal garis batas.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 c. . 00 30 70 00 255 179 00 42 100 100 5 06 00 2 00 3. 00 30 70 00 255 179 76 42 100 100 5 06 00 3 00 . 10 100 00 00 230 00 255 294 100 100 5 16 00 9 00 K. Kepadatan sedang Kawasan perumahan yang mendukung perikehidupan dan kehidupan dengan kerapatan sedang . Kepadatan rendah Kawasan perumahan yang mendukung perikehidupan dan kehidupan dengan kerapatan rendah. hitam 0. Instalasi lainnya Kawasan yang diperuntukkan bagi instalasi lainnya . Kepadatan tinggi Kawasan perumahan yang mendukung perikehidupan dan kehidupan dengan kerapatan tinggi 00 30 70 00 255 179 00 42 100 100 5 06 00 1 00 2.1 mm 1.51 - .

Pasar tradisionil Kawasan diperuntukan bagi kegiatan penjualan barang-barang kebutuhan sehari hari. 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 5 21 10 0 00 Tebal garis batas.1 mm 5 6 7 L.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 Tebal garis batas. Toko modern Kawasan diperuntukan bagi kegiatan penjualan barang-barang kebutuhan sehari hari.dalam skala cukup besar . Pusat perbelanjaan Kawasan perbelanjaan yang di lengkapi sarana-sarana niaga lainnya seperti kantorkantor. hitam 0. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 21 02 2 00 3. Perdagangan dan jasa 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 21 02 0 00 1. hitam 0.1 mm . bank.dalam skala kecil 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 21 02 1 00 2. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 21 02 3 00 M Perkantoran .52 - . tempat hiburan dan lain-lain.

53 - . Kebun Kawasan yang diperuntukan bagi tanaman sejenis 100 00 100 00 00 255 00 120 100 100 5 03 04 0 10 2.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 1. hitam 0.1 mm 1. Kawasan terbuka non hijau 100 00 100 00 00 255 00 120 100 100 5 03 04 0 00 Tebal garis batas. Swasta Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan perkantoran swasta 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 5 21 10 0 20 N. Pemerintah Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan perkantoran pemerintahan . Halaman rumah/ gedung milik masyarakat/ swasta yang ditanami tumbuhan Kawasan atau area terbatas yang digunakan menanam tanaman tidak keras 100 00 100 00 00 255 00 120 100 100 5 03 04 0 20 . 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 5 21 10 0 10 2.

Pendidikan Dasar (SD) Pusat kegiatan pendidikan tingkat dasar 10 70 100 00 230 76 00 20 100 90 1 06 08 0 00 3.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 O.54 - . Kawasan peruntukan umum dan sosial lainnya 1. hitam 0.1 mm Q.1 mm P. Pendidikan Menengah Pertama (SLTP) Pusat kegiatan pendidikan tingkat menengah pertama 00 50 50 00 255 127 127 00 50 1 00 1 06 06 0 00 . Kawasan evakuasi bencana 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 5 02 22 0 10 Tebal garis batas. Perguruan tinggi skala wilayah Pusat kegiatan pendidikan tingkat tinggi skala wilayah Simbol minimal 3 mm 00 00 00 100 00 255 255 180 100 100 1 06 02 0 00 2. hitam 0. Kawasan sektor informal 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 5 21 00 0 10 Tebal garis batas.

55 - . Pendidikan Menengah Atas (SLTA) 5. TPA regional Pusat kegiatan pendidikan tingkat menengah atas 12 33 94 00 224 170 15 95 93 88 1 06 04 0 00 Pusat kegiatan pendidikan atau tempat pendidikan agama regional 78 34 100 00 56 168 00 100 100 66 1 06 26 0 00 6. Pendidikan Taman Kanak-Kanak Pusat kegiatan pendidikan atau tempat pendidikan agama 00 00 97 00 255 255 08 60 97 100 1 06 10 0 00 7.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 4. Pendidikan Lainnya Pusat kegiatan pendidikan atau tempat pendidikan agama regional 18 00 55 00 209 255 115 80 55 100 1 06 00 0 00 9 Rumah sakit umum tipe A Pusat atau tempat pelayanan dan perawatan kesehatan type A 100 00 100 00 00 255 00 120 100 100 1 08 02 1 00 . Pendidikan Sekolah Luar Biasa Pusat kegiatan pendidikan atau tempat pendidikan agama regional 00 100 23 00 255 00 197 314 100 100 1 06 20 0 00 8.

Rumah sakit umum tipe C Pusat atau tempat pelayanan dan perawatan kesehatan type C 12. Pasar induk wilayah Pasar utama di kota besar yang merupakan pusat penyalur barang-barang kebutuhan untuk pasar-pasar lainnya Kawasan perbelanjaan yang mempunyai fungsi utama sama dengan pusat perbelanjaan lingkungan tetapi di lengkapi sarana-sarana niaga lainnya seperti kantorkantor. bank.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 1 08 02 2 00 Keterangan 9 4 5 12 33 94 00 6 224 170 15 7 95 93 88 10. tempat hiburan dan lain-lain. Puskesmas Pusat atau tempat pelayanan kesehatan masyarakat 00 100 00 00 255 255 00 60 100 10 1 08 02 3 00 00 50 23 00 255 128 196 120 100 100 328 50 100 13. Rumah sakit umum tipe B Pusat atau tempat pelayanan dan perawatan kesehatan type B 11. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 21 02 0 00 15. Pusat keagamaan Pusat atau tempat keagamaan wilayah 70 10 100 00 76 230 00 100 100 90 5 13 02 0 00 wilayah 14. Pusat perbelanjaan 00 33 100 00 255 171 00 40 100 10 5 21 02 1 00 .56 - .

. Kawasan andalan darat Kawasan yang di tetapkan dengan fungsi utama untuk kawasan andalan budidaya yang diprioritaskan pengembangannya atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam. Pusat rekreasi skala Pusat atau tempat rekreasi skala wilayah 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 13 12 0 00 wilayah 17. Pusat kesenian- kebudayaan skala wilayah 18. Stadion Wilayah Pusat atau tempat kesenian budaya skala wilayah 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 13 30 0 00 Pusat atau tempat kegiatan olah raga atau kegiatan lainnya yang bersekala besar wilayah 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 13 34 0 00 19. 00 70 40 00 255 76 153 93 70 100 5 05 06 1 00 Tebal garis 0. sumber daya manusia.2 mm. Pusat Olah raga skala wilayah Pusat atau tempat khusus kegiatan olah raga pada skala wilayah 10 100 34 00 230 00 68 316 100 90 5 13 34 1 00 R. dan sumber daya buatan.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 16. 5 05 06 0 00 .57 - . Kawasan Andalan 1.

Kodim dan Koramil 00 100 100 00 00 00 100 00 255 00 00 255 255 00 00 100 100 60 100 100 5 05 04 2 00 . 30 60 100 00 179 102 00 09 100 70 5 05 04 1 00 2. 20 50 00 00 204 128 255 77 50 100 5 05 06 2 00 S. .58 - . Kawasan Tertentu 5 05 04 0 00 1. Tebal garis bis hitam 0. Kawasan andalan laut Kawasan yang di tetapkan dengan fungsi utama untuk kawasan andalan laut atas dasar kondisi dan potensi sumber daya laut. Simbol minimal 3 mm Kerjasama Antar Regional Kawasan yang di tetapkan dengan fungsi utama untuk kawasan Kerjasama Antar Regional laut atas dasar kondisi dan potensi sumber daya laut. Kawasan Pertahanan Keamanan Kawasan hankam setingkat Kodam.2 mm.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 2.

00 30 75 08 235 158 43 01 82 92 5 09 00 2 00 3. pariwisata. makam bersejarah dan lainnya 00 00 100 00 255 255 00 17 100 100 5 09 00 3 00 .1 mm Kawasan strategis 1. Kawasan strategis hankam Kawasan yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap pertahanan dan keamanan negara. NOTASI. 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 5 09 00 1 00 2. UNSUR-UNSUR KAWASAN STRATEGIS NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 5 09 00 0 00 Keterangan 9 Tebal garis batas.59 - . hitam 0. Kawasan strategis sosbud Kawasan yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap perkembangan sosial budaya. Kawasan strategis ekonomi Kawasan yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap perkembangan ekonomi . pusat sejarah keagamaan.8. Kawasan ini meliputi pusat perkantoran pemerintah. DAN KODE UNSUR. SIMBOL.

Kawasan strategis fungsi daya dukung lingkungan hidup Kawasan yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap daya dukung lingkungan. 00 00 100 00 255 255 00 17 100 100 5 09 00 4 00 5.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 4. instalasi nuklir dan kawasan industri strategis daerah . Kawasan ini meliputi kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup. Kawasan ini meliputi pertambangan minyak dan gas bumi.60 - . Kawasan strategis lainnya Kawasan strategis lainnya 00 00 100 00 255 255 00 17 100 100 5 09 00 6 00 . termasuk kawasan yang diakui sebagai warisan dunia 00 00 100 00 255 255 00 17 100 100 5 09 00 5 00 6. Kawasan strategis pendaya gunaan SDA dan atau teknologi tinggi Kawasan yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap pendaya gunaan Sumber Daya Alam atau teknologi tinggi.

1 mm . UNSUR-UNSUR SARANA PRASARANA LAINNYA Pengertian NAMA UNSUR 1 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 5 20 00 0 00 Keterangan 9 Sistem Prasarana Lainnya A. Pengelolaan air limbah kota 5 20 01 0 00 Simbol minimal 3 mm 1 Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Sistem rasarana untuk pengelolaan limbah berasal dari rumah tangga baik secara individual maupun komunal 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 20 02 0 00 00 00 00 20 204 204 204 00 00 00 00 00 80 00 00 00 5 20 03 0 00 2 Sistem prasarana pengelolaan lingkungan (limbah B3) Sistem prasarana untuk pengelolaan limbah B3 00 00 00 100 00 100 100 00 255 00 00 0 100 100 B. NOTASI. Sistem Persampahan 1 14 00 0 00 Tebal garis bis hitam 0. DAN KODE UNSUR.61 - . SIMBOL.9.

100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 1 14 02 0 00 C. Jalur evakuasi bencana Jalan yang di khususkan untuk jalur evakuasi bila terjadi bencana 00 100 00 00 255 00 255 83 100 100 2 01 24 0 00 .62 - .Pengertian NAMA UNSUR 1 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 1 Tempat pembuangan sementara Tempat penampungan atau pembuangan (TPS) sampah rumah tangga atau pasar sementara sebelum ke tempat pembuangan akhir 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 14 01 0 00 2 Tempat pembuangan akhir (TPA) Tempat penampungan atau pembuangan akhir sampah rumah tangga atau pasar .

Terumbu √ √ √ √ √ √ √ √ Batu karang yang tampak pada air surut 0.LAMPIRAN II PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2010 TANGGAL 1.1 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 60130 . 1 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 60126 4.1 mm.2 mm CMYK (%) 13 00 00 00 100 air C 20 RGB (255) 15 00 00 00 204 255 255 HSV (360 100 100) 15 00 00 00 50 20 100 Kode Unsur 16 5 √ 6 √ 7 √ 8 9 √ A. 1 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 60124 3. 100% cyan) 100 00 00 00 00 255 255 50 100 100 30010 2. UNSUR-UNSUR PERAIRAN PETA DASAR SKALA 1000K Spesifikasi Pengertian 10 250K 500K NAMA UNSUR 100K 10K 25K 1 2 √ 3 √ 4 √ 50K 5K Simbol dan/ atau Notasi 11 Simbol 12 0. DAN KODE UNSUR. 100% cyan) Garis kontur indeks (0. SIMBOL. NOTASI.63 - . Kontur laut √ √ √ √ √ √ √ √ Garis yang menghubungkan tempat-tempat yang kedalamannya sama √ Batu yang selalu tampak di permukaan laut Garis kontur (0. Beting karang √ √ √ √ √ √ √ √ Gugusan batu karang dan terumbu 0. Garis pantai Garis yang memperlihatkan pantai pada saat air pasang rata-rata Laut % 20 % cyan 60102 B.2 mm. Laut 1. Batu karang √ √ √ √ √ √ √ + + + 0.

5 mm 0. 3. Stasiun pasang surut C. 75 m (500k).5 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 11968 8.5 m (25k).2 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 60110 D. Terusan.64 - . 35 m (250k). Penahan ombak √ √ √ Bangunan yang dibuat untuk menahan ombak 12002 0.5 m ( 10k) dan 1 m (5k) 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 60206 . 1..5 m ( 10k) dan 1 m (5k) √ Menunjukkan saluran buatan digambarkan sesuai skala 0.5 m (25k).15 m (100k).SKALA 1000K Spesifikasi Pengertian 10 250K 500K NAMA UNSUR 100K 10K 25K 1 2 √ 3 √ 4 √ 50K 5K Simbol dan/ atau Notasi 11 Simbol 12 CMYK (%) 13 00 00 00 100 RGB (255) 15 00 00 00 HSV (360 100 100) 15 00 00 00 Kode Unsur 16 5 √ 6 7 √ 8 9 5. Menara suar √ √ √ √ √ √ √ 1. 7 m (50k). 75 m (500k). Sungai √ √ √ √ √ √ √ √ Stasiun pengamat pasang surut permukaan air laut 1.2mm yang mempunyai garis tengah atau lebar minimal 125 m untuk (1000k). 3. digambarkan sesuai skala yang mempunyai garis tengah atau lebar minimal 125 m untuk (1000k).15 m (100k). 7 m (50k).1 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 11954 7.5 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 11966 √ √ √ √ √ √ √ √ Air yang mengalir secara terus menerus sepanjang alur di daratan. Dermaga √ √ √ √ √ √ √ √ Bangunan yang dibuat untuk bongkar muat barang dan atau penumpang kapal √ Bangunan yang dilengkapi dengan lampu untuk kepentingan navigasi 0. saluran air √ √ √ √ √ √ √ 0. 1.1 mm 6. 35 m (250k).

SIMBOL.10 00 00 00 229 229 229 HSV (360 100 100) 15 00 00 00 00 00 90 Kode Unsur 16 Permukiman 1.15 m (100k). 3 mm 00 00 00 100 0. 2 m m CMYK (%) 13 RGB (255) 15 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 5 √ 6 7 √ 8 9 E. 7 m (50k). digambarkan sesuai skala yang mempunyai garis tengah minimal 125 m untuk (1000k).5 m ( 10k) dan 1 m (5k) √ Konstruksi yang dibuat untuk membendung aliran air pada suatu sungai.SKALA 1000K Spesifikasi Pengertian 10 250K 500K NAMA UNSUR 100K 10K 25K 1 2 √ 3 √ 4 √ 50K 5K Simbol dan/ atau Notasi 11 Simbol 12 0. 7 m (50k). 1. 3.5 m (25k). 1. 50102 . DAN KODE UNSUR.15 m (100k).5 m ( 10k) dan 1 m (5k) Danau 20 %cyan 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 60104 F. NOTASI. 1 mm 00 00 00 00 00 00 60202 2. 35 m (250k). 35 m (250k). 3. Termasuk daerah perkampungan yang mempunyai batas tegas. UNSUR-UNSUR PERMUKIMAN PETA DASAR 1000K 500K 100K 250K 10K 25K 50K 1 5K NAMA UNSUR SKALA 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 8 9 Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Simbol 12 Spesifikasi RGB CMYK (%) (255) 13 14 00 00 00 100 Area.K. 75 m (500k).5 m (25k). 75 m (500k). Danau √ √ √ Menunjukkan danau digambarkan sesuai skala yang mempunyai garis tengah minimal 125 m untuk (1000k). Waduk atau bendungan √ √ √ √ √ √ √ 0.65 - . Daerah Permukiman Daerah berpenduduk berupa kelompok bangunan dan jalan yang luas sehingga dengan skala sulit untuk digambarkan secara sendiri-sendiri.

0. Ibukota Kabupaten √ √ √ 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 10224 5. Kota Lainnya √ √ √ 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 10226 3. UNSUR-UNSUR JARINGAN PERHUBUNGAN PETA DASAR SKALA 1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 2 3 4 5 6 7 8 9 Jaringan Perhubungan 1.1000K 500K 100K 250K 10K 25K 50K 1 5K NAMA UNSUR SKALA 2 3 4 5 6 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Simbol 12 2.66 - .8 mm Infil l K. SIMBOL. NOTASI. Ibukota Provinsi √ √ √ 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 10220 4. Jalan tol √ √ √ √ √ √ √ √ Jalan umum bebas hambatan dengan pungutan biaya kepada para pemakainya.2 0 00 00 00 100 Infill K 10 00 00 00 229 229 229 00 00 00 00 00 90 20102 .6 mm 0. Ibukota Negara Daerah atau kota yang menjadi pusat Pemerintahan Negara Daerah atau kota yang menjadi pusat Pemerintahan Provinsi Daerah atau kota yang menjadi pusat Pemerintahan Kabupaten Daerah atau kota di luar kota diatas Spesifikasi RGB CMYK (%) (255) 13 14 00 00 00 100 00 00 00 HSV (360 100 100) 15 00 00 00 Kode Unsur 16 10204 3. DAN KODE UNSUR.

00 00 00 30 178 178 178 178 178 178 00 00 70 20116 6. Jalan lain √ √ √ √ √ √ √ √ Jalan yang tidak termasuk jalan-jalan di atas.. 50k. Digambarkan sesuai skala utk 100k. 10k dan 5k Jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan jarak dekat.SKALA 1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 00 00 00 30 RGB (255) 14 178 178 178 HSV (360 100 100) 15 00 00 70 Kode Unsur 16 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ 2. 20110 3. 25k. Jalan yang dipergunakan sebagai sarana angkutan bukan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak sedang. biasanya menghubungkan kampung satu dengan lainnya atau di daerah pegunungan. 25k. Digambarkan sesuai skala utk skala 100k. Jalan √ √ √ √ √ √ setapak Jalan yang dipakai khusus untuk pejalan kaki. kecepatan rata-rata sedang dan jumlah jalan masuk dibatasi. kecepatan rata-rata tinggi dan jumlah jalan masuk dibatasi secara efisien. Jalan arteri Jalan yang dipergunakan sebagai sarana angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh. kecepatan rata-rata rendah dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi. Jalan lokal √ √ √ √ √ √ √ √ 00 00 00 30 178 178 178 00 00 70 20114 5. Jalan √ √ √ √ √ √ √ √ 00 00 00 30 kolektor 178 178 178 00 00 70 20112 4. 50k.67 - . 10k dan 5k 00 00 00 30 00 00 70 20120 .

SKALA 1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 00 00 00 30 RGB (255) 14 178 178 178 HSV (360 100 100) 15 00 00 70 Kode Unsur 16 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ 7. √ √ √ √ √ 00 00 00 30 0.2mm 00 00 00 00 00 70 11938 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 11940 9. 20202 8. 00 00 00 100 0. naik turun penumpang dan atau bongkar muat cargo dan atau bongkar muat pos. Bandar udara √ √ √ Lapangan terbang yang dipergunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara.bandar udara digambarkan sesuai skala. Jalan kereta api Jalan kereta api. 4 mm 00 00 00 00 00 00 11946 . Pelabuhan √ √ √ √ √ √ √ √ Tempat yang terdiri dari deretan dan perairan di sekitarnya dengan batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang digunakan sebagai tempat bersandar.68 - . berlabuh naik turun penumpang dan atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan. serta dilengkapi dengan fasilitas penerbangan.

Batas kecamatan √ √ √ √ √ Batas kecamatan 0. Batas provinsi √ √ √ √ √ √ √ √ Batas daerah provinsi 0. 3 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40204 kota 4. DAN KODE UNSUR.5 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40004 2.2 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40404 .69 - . Batas negara √ √ √ √ √ √ √ √ Batas Negara 0. UNSUR-UNSUR BATAS ADMINISTRASI PETA DASAR 1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 SKALA 2 3 4 5 6 7 8 9 Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 Batas Administrasi 1. Batas kabupaten atau √ √ √ √ √ √ √ √ Batas daerah kabupaten atau kota 0. Batas desa √ √ Batas desa / kelurahan 0. SIMBOL.4 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40104 3. NOTASI.3 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40304 5.4.

Batas ZEE kesepakatan belum diratifikasi √ √ √ √ √ M a x . K l a im B L K M a x. Batas landas kontinen kesepakatan. 5 mm . yang belum diratifikasi Jarak maksimum batas landas kontinen yang dapat di klaim Batas jalur diluar dan berbatasan dengan laut wilayah Indonesia sebagaimana ditetapkan berdasarkan undang-undang yang berlaku tentang perairan Indonesia yang meliputi dasar laut.1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 SKALA 2 3 4 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 00 00 00 100 RGB (255) 14 00 00 00 HSV (360 100 100) 15 00 00 00 Kode Unsur 16 6. Batas landas kontinen.5 mm 7. K l ai m B L K 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40608 0. 200 mil. yang telah diratifikasi Dasar laut dan tanah dibawahnya (seabed and subsoil) yang berbatasan dengan daerah dasar laut dibawah laut territorial s/d minimal 200 mil. telah diratifikasi Dasar laut dan tanah dibawahnya (seabed and subsoil) yang berbatasan dengan daerah dasar laut dibawah laut territorial s/d min.70 - .5 mm √ √ √ √ √ 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40704 ZEE ZEE 0. Maksimum klaim batas landas kontinen 9. maksimal 300 mil dari garis pangkal atau 100 mil dari isobath 2000 meter. belum diratifikasi √ √ √ √ √ 00 00 00 100 0. kesepakatan belum diratifikasi 40602 BLK B LK 0.5 mm BLK 00 00 00 00 00 00 40604 BLK 8. maksimal 300 mil dari garis pangkal atau 100 mil dari isobath 2000 meter. tanah dibawahnya dan air diatasnya dengan batas terluar 200 mil laut diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia.

5 mm 00 00 00 00 00 00 40804 .1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 SKALA 2 3 4 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 00 00 00 100 RGB (255) 14 00 00 00 HSV (360 100 100) 15 00 00 00 Kode Unsur 16 10. 5 mm Z EE ZEE 11. tanah dibawahnya dan air diatasnya dengan batas terluar 200 mil laut diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia. unilateral Batas laut diukur dari pantai pulau terluar 12 mil ke laut bebas 40706 0.3 mm 00 00 00 00 00 00 40808 12. Batas laut teritorial √ √ √ √ √ 00 00 00 100 0. Batas laut teritorial kesepakatan.71 - . telah diratifikasi √ √ √ √ √ Batas laut diukur dari pantai pulau terluar 12 mil ke laut bebas kesepakatan 00 00 00 100 0. Batas ZEE Indonesia (Unilateral) Batas jalur diluar dan berbatasan dengan laut wilayah Indonesia sebagaimana ditetapkan berdasarkan undang-undang yang berlaku tentang perairan Indonesia yang meliputi dasar laut.3 mm 00 00 00 00 00 00 40802 13. Batas laut teritorial perlu kesepakatan √ √ √ √ √ Batas laut diukur dari pantai pulau terluar 12 mil ke laut bebas perlu kesepakatan 00 00 00 100 0.

1 mm.2 mm. UNSUR-UNSUR RELIEF PETA DASAR NAMA UNSUR 10K 25K Skala Peta 1000K 100K 250K 500K 50K 5K Pengertian 10 Spesifikasi Simbol dan / atau Notasi 11 Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Relief 1. 70% Black) Garis kontur indeks (0. Kontur √ √ √ √ √ √ Garis yang menghubungkan tempat-tempat yang ketinggiannya sama. SIMBOL. 50 m (100k).Selang kontur 125 m untuk (250k).5 m (5k) dan 1 m (1k). 12. Titik tinggi √ √ √ √ √ √ Titik dipermukaan tanah yang koordinatnya ditentukan secara metoda pengukuran triangulasi 112 0. 5 m (10k). Garis kontur (0.72 - . DAN KODE UNSUR.5 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 30104 2.5 m (25k). NOTASI.5. 70% Black) 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 30004 . 2. 25 m (50k).

DAN KODE UNSUR. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika Huruf besar atau besar kecil Times New Roman Italic warna hitam. Nama Unsur Perairan 1. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika Huruf besar atau besar kecil Times New Roman Italic warna hitam.73 - . Laut SKALA 2 3 4 5 6 7 8 9 Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 √ √ √ √ √ √ √ √ Nama perairan di laut bebas SAMUDERA LAUT Laut 2. Selat √ √ √ √ √ √ √ √ Nama perairan di antara dua pulau SELAT Selat Selat Selat 3. 40 point ( 4 pt = 00 00 00 100 1 mm. Samudera.) sesuai luasan unsur. NOTASI. SIMBOL. UNSUR-UNSUR NAMA RUPABUMI PETA DASAR 1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 Nama Rupabumi A.6. 30 point sesuai luasan unsur. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika 00 00 00 00 00 00 64402 00 00 00 00 00 00 64406 00 00 00 00 00 00 64408 . Teluk √ √ √ √ √ √ √ √ Nama perairan yang menjorok ke daratan TELUK Teluk Teluk Teluk Huruf besar atau besar kecil Times New Roman Italic hitam. 40 point sesuai luasan unsur. Ukuran 00 00 00 100 huruf max. Ukuran huruf max. Ukuran 00 00 00 100 huruf max.

30 00 00 00 100 point sesuai luasan unsur. 30 point mm.74 - .1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 4. Pegunungan. Sungai dan sejenisnya √ √ √ √ √ √ √ √ Nama aliran air yang mengalir dari hulu ke arah muara atau laut SUNGAI Sungai Sungai Sungai Huruf besar atau huruf besar kecil Times New Roman Italic warna hitam. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika 00 00 00 00 00 00 64414 00 00 00 00 00 00 64422 Nama unsur alam 1. Danau SKALA 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 Nama perairan yang ada di daratan DANAU Danau Danau Danau 5.) sesuai luasan unsur. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika Huruf besar atau besar kecil Times New Roman Italic warna hitam. Ukuran 00 00 00 100 huruf max. 30 point sesuai luasan unsur. Ukuran huruf max. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika 00 00 00 00 00 00 64502 . Ukuran 00 00 00 100 huruf max.Gunung atau Bukit √ √ √ √ √ √ √ √ Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bahaya angin puyuh PEGUNUNGAN Gunung Gunung Huruf besar atau besar kecil Times New Roman Italic warna hitam.

) 00 00 00 100 sesuai luasan unsur.75 - . Ibukota provinsi √ √ √ √ √ √ √ √ Huruf besar Times New Roman warna hitam. 20 point Huruf besar Times New Roman warna hitam. Ibukota negara √ √ √ √ √ √ √ √ Nama tempat yang menjadi pusat pemerintahan negara JAKARTA 2. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika Huruf besar atau huruf besar kecil Times New Roman Italic warna hitam. Ukuran huruf 00 00 00 100 min. Ukuran huruf 00 00 00 100 min. Pulau dan Kepulauan √ √ √ √ √ √ √ √ Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bahaya polusi udara PULAU Pulau Pulau Pulau 00 00 00 00 00 00 64522 C. 16 point 00 00 00 00 00 00 64102 Nama tempat yang menjadi pusat pemerintahan provinsi BANDUNG 00 00 00 00 00 00 64104 . Tanjung SKALA 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bahaya kebakaran liar TANJUNG Tanjung Tanjung Tanjung Huruf besar atau besar kecil Times New Roman Italic warna hitam. 30 mm.1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 2. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika 00 00 00 00 00 00 64516 3. Nama Ibukota 1. Ukuran huruf max. 30 00 00 00 100 point sesuai luasan unsur. Ukuran huruf max.

7 point 00 00 00 00 00 00 64108 4. Ibukota kabupaten atau kota SKALA 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 Nama tempat yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten atau Kota Nama tempat yang menjadi pusat pemerintahan Kecamatan BOGOR Huruf besar Times New Roman warna 00 00 00 100 hitam. Kota lain atau kampung √ √ √ √ √ √ √ √ Pabuaran 00 00 00 00 00 00 64118 D. 9 point Huruf besar Times New Roman warna hitam. 14 point Huruf besar Times New Roman warna hitam. Ukuran huruf 00 00 00 100 min 12 point Huruf besar Times New Roman warna 00 00 00 100 hitam. Ukuran huruf min. Kabupaten atau kota √ √ √ √ √ √ √ √ Nama daerah Kabupaten / Kota BOGOR 00 00 00 00 00 00 64008 .12 point Huruf besar Arial warna hitam. Provinsi √ √ √ √ √ √ √ √ Nama daerah Provinsi JAWA BARAT Huruf besar Arial warna hitam. Ibukota kecamatan √ √ √ √ √ √ √ √ Citeureup 00 00 00 00 00 00 64112 5.76 - .1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 3. Ukuran 00 00 00 100 huruf min. Ukuran 00 00 00 100 huruf m in. Ibukota kelurahan atau desa √ √ √ √ √ √ √ √ Nama tempat yang menjadi pusat pemerintahan Kelurahan atau Desa Nama tempat diluar nama diatas Ciriung 00 00 00 00 00 00 64114 6.10 point 00 00 00 00 00 00 64004 2. Ukuran huruf min. Nama daerah administrasi 1. Ukuran huruf 00 00 00 100 Min.

Nama unsur diluar dari namanama diatas √ √ √ √ √ √ √ √ Nama selain nama-nama di atas Bandara Soekarno .77 - . Ukuran huruf min. Ukuran 00 00 00 100 huruf min. 8 point Huruf besar Arial warna hitam.1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 3. Kelurahan atau desa √ √ √ √ √ √ √ √ Nama daerah Kelurahan atau Desa CIRIUNG 00 00 00 00 00 00 64014 E.Hatta Huruf besar Arial warna hitam Min. 8 point 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 64000 . Kecamatan SKALA 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 Nama daerah Kecamatan CIBINONG Huruf besar Arial warna hitam.7 point 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 64012 4.

SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA KEMIRINGAN LERENG NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 CMYK (%) 3 Spesifikasi RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Kemiringan Lereng 1.000 dan SRTM Resolusi 30 m untuk kerincian 1 : 50. dibedakan warna. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA PENGGUNAAN LAHAN Spesifikasi NAMA UNSUR 1 Penggunaan Lahan 1. Penggunaan lahan terakhir Simbol dan / atau Notasi 2 Setiap unsur yang ada pada penggunaan lahan.99% (Klas I) 00 05 15 00 255 242 217 39 15 100 Hasil pengolahan kontur RB I/ Citra SRTM Resolusi 90 m untuk kerincian 1 : 100.000 BAKOSURTANAL .1. CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Disesuaikan dengan kebutuhan perencanaan Sumber Data dan Informasi 7 BPN (Badan Pertanahan Nasional) 2.78 - .LAMPIRAN III PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2010 TANGGAL 1. 0 .

15 .NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 2.99% (Klas III) 01 15 20 00 252 217 204 16 19 99 Hasil pengolahan kontur RB I/ Citra SRTM Resolusi 90 m untuk kerincian 1 : 100.000 BAKOSURTANAL .99% (Klas II) 00 10 20 00 255 230 204 31 20 100 Hasil pengolahan kontur RB I/ Citra SRTM Resolusi 90 m untuk kerincian 1 : 100. > 30% (Klas VI) 08 40 35 00 235 153 166 350 35 92 Hasil pengolahan kontur RB I/ Citra SRTM Resolusi 90 m untuk kerincian 1 : 100.79 - .99% (Klas V) 07 30 30 00 237 179 179 00 24 93 Hasil pengolahan kontur RB I/ Citra SRTM Resolusi 90 m untuk kerincian 1 : 100.000 BAKOSURTANAL 4. 8 .14.4.7.000 dan SRTM Resolusi 30 m untuk kerincian 1 : 50.000 dan SRTM Resolusi 30 m untuk kerincian 1 : 50.29.000 BAKOSURTANAL 6.000 dan SRTM Resolusi 30 m untuk kerincian 1 : 50.000 BAKOSURTANAL 3.000 dan SRTM Resolusi 30 m untuk kerincian 1 : 50.000 dan SRTM Resolusi 30 m untuk kerincian 1 : 50.000 Hasil pengolahan kontur RB I/ Citra SRTM Resolusi 90 m untuk kerincian 1 : 100.99% (Klas IV) 05 25 30 00 242 191 179 11 26 95 BAKOSURTANAL 5. 5 . 2 .

PPLGL Bandung 2. jika tidak memungkinkan maka menggunakan data pada skala kecil terdekat dengan kewajiban mencantumkan kondisi dan sumber data. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA GEOLOGI Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 NAMA UNSUR 1 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Geologi 1. Patahan dan Sesar Mengikuti Klasifikasi geologi yang di keluarkan instansi berwenang.80 - . PPLGL Bandung 3.3. Sifat-sifat Geologi Mengikuti Klasifikasi geologi yang di keluarkan instansi berwenang. PPLGL Bandung . jika tidak tersedia data pada kerincian data yang dilakukan maka diupayakan untuk menghasilkan data pada kerincian di maksut. Tingkat Ketelitian Data disesuaikan dengan skala peta rencana yang dihasilkan. jika tidak tersedia data pada kerincian data yang dilakukan maka diupayakan untuk menghasilkan data pada kerincian di maksut. Tingkat Ketelitian Data disesuaikan dengan skala peta rencana yang dihasilkan. jika tidak memungkinkan maka menggunakan data pada skala kecil terdekat dengan kewajiban mencantumkan kondisi dan sumber data. jika tidak tersedia data pada kerincian data yang dilakukan maka diupayakan untuk menghasilkan data pada kerincian di maksut. Tingkat Ketelitian Data disesuaikan dengan skala peta rencana yang dihasilkan. Struktur Geologi Mengikuti Klasifikasi geologi yang di keluarkan instansi berwenang. jika tidak memungkinkan maka menggunakan data pada skala kecil terdekat dengan kewajiban mencantumkan kondisi dan sumber data.

81 - . Lereng Kaki (D7) 8. Perbukitan Terkikis (D1) 2. UNSUR-UNSUR PETA GEOMORFOLOGI NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Geomorfologi A. Gawir (D10) Dibuat warna khusus untuk Perbukitan Terkikis Dibuat warna khusus untuk Pegunungan Terkikis Dibuat warna khusus untuk Bukit Sisa Dibuat warna khusus untuk Bukit Terisolasi Dibuat warna khusus untuk Dataran Nyaris Dibuat warna khusus untuk Dataran Nyaris Terangkat Dibuat warna khusus untuk Lereng kaki Dibuat warna khusus untuk Pedimen Dibuat warna khusus untuk Piedemont Dibuat warna khusus untuk Gawir . Dataran Nyaris Terangkat (D6) 7. Bentukan Denudasional 1. Pedimen (D8) 9. Dataran Nyaris (D5) 6. Piedemont (D9) 10. Pegunungan Terkikis (D2) 3. SIMBOL DAN ATAU NOTASI.4. Bukit Terisolisasi (D4) 5. Bukit Sisa (D3) 4.

Lereng gunung api bawah (V5) 6. Kepundan (V1) 2. Dataran fluvial gunung api (V8) Dibuat warna khusus untuk Kipas rombakan lereng Dibuat warna khusus untuk Dewah dengan gerak masa batuan kuat Dibuat warna khusus untuk lahan rusak Dibuat warna khusus untuk Kepundan Dibuat warna khusus untuk Kerucut gunung api Dibuat warna khusus untuk gunung api atas Dibuat warna khusus untuk Lereng gunung api tengah Dibuat warna khusus untuk Lereng gunung api bawah Dibuat warna khusus untuk Kaki gunung api Dibuat warna khusus untuk Lereng gunung api bawah Dibuat warna khusus untuk dataran fluvial gunung api . Dataran kaki gunung api (V7) 8. Lereng gunung api atas (V3 4. Lahan Rusak (D13) B. Daerah dengan gerak masa batuan kuat (D12) 13. Kaki gunung api (V6) 7. Kipas rombakan lereng (D11) 12. Lereng gunung api tengah (V4) 5.82 - . Bentukan asal Vulkanik 1. Kerucut gunung api (V2) 3.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 11.

Leher gunung api (V20) Dibuat warna khusus untuk Padang lava Dibuat warna khusus untuk Padang lahar Dibuat warna khusus untuk Lelehan lava Dibuat warna khusus untuk Aliran lava Dibuat warna khusus untuk Dataran antar gunung api Dibuat warna khusus untuk Dataran tinggi lava Dibuat warna khusus untuk Planeses Dibuat warna khusus untuk Padang abu. Bukit Gunung Api terdenudasi (V19) 20. Fumarol (V18) 19. Dataran antar gunung api (V13) 14. Aliran lava (V12) 13. Lelehan lava (V11) 12. Padang lahar (V10) 11. Planeses (V15 ) 16. tuff atau lapili (V16) 17. Solfatar (V17) 18.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 9. Dataran tinggi lava (V14) 15. Padang lava (V9) 10. Padang abu. tuff atau lapili Dibuat warna khusus untuk Solfatar Dibuat warna khusus untuk Fumarol Dibuat warna khusus untuk Bukit gunung api terdenudasi Dibuat warna khusus untuk Leher gunung api .83 - .

NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 21. Perbukitan Antiklinikal (S5) Dibuat warna khusus untuk Sumbat gunung api Dibuat warna khusus untuk Kerucut parasiter Dibuat warna khusus untuk Boka Dibuat warna khusus untuk Dike Dibuat warna khusus untuk Baranko Dibuat warna khusus untuk Blok sesar Dibuat warna khusus untuk Gawir sesar Dibuat warna khusus untuk Gawir garis sesar Dibuat warna khusus untuk Pegunungan antiklinikal Dibuat warna khusus untuk Perbukitan antiklinikal . Dike (V24) 25. Baranko (V25) C. Kerucut parasiter (V22) 23. Blok Sesar (S1) 2. Boka (V23) 24. Gawir Sesar (S2) 3.84 - . Sumbat gunung api (V21) 22. Bentukan asal Struktural (S) 1. Gawir Garis Sesar (S3) 4. Pegunungan Antiklinikal (S4) 5.

NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 6. Pegunungan Dome (S10) 11.85 - . Perbukitan Monoklinikal (S9) 10. Pegunungan Monoklinikal (S8) 9. Perbukitan Dome (S11) 12. Cuesta (S13) 14. Dataran Tinggi/Plateau (S12) 13. Hogback (S14) 15. Pegunungan Sinklinikal (S6) Dibuat warna khusus untuk Pegunungan Sinklinikal Dibuat warna khusus untuk Perbukitan Sinklinikal Dibuat warna khusus untuk Pegunungan Monoklinikal Dibuat warna khusus untuk Perbukitan Monoklinikal Dibuat warna khusus untuk Pegunungan Dome Dibuat warna khusus untuk Perbukitan Sinklinikal Dibuat warna khusus untuk Dataran Tinggi / Plateau Dibuat warna khusus untuk Cuesta Dibuat warna khusus untuk Hogback Dibuat warna khusus untuk Bentuk Strika Dibuat warna khusus untuk Lembah Antiklinasi Dibuat warna khusus untuk Lembah Sinlkinasi 7. Lembah Sinklinasi (S17) . Bentuk Strika (S15) 16. Lembah Antiklinasi (S16) 17. Perbukitan Sinklinikal (S7) 8.

Sembul/Horst (S19) 20. Saluran/Sungai Mati (F6) 7. Tanah Terban (S20) D.86 - . Bentukan asal Fluvial (F) 1. Dataran Banjir (F7) 8.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 18. Rawa (F4) 5. Rawa Belakang (F5) Dibuat warna khusus untuk Lembah Subsekuen Dibuat warna khusus untuk Sembul / Horst Dibuat warna khusus untuk Tanah Terban Dibuat warna khusus untuk Dataran Aluvial Dibuat warna khusus untuk Dasar sungai Dibuat warna khusus untuk Danau Dibuat warna khusus untuk Rawa Dibuat warna khusus untuk Rawa Belakang 6. Tanggul Alam (F8) Dibuat warna khusus untuk Saluran / Sungai mati Dibuat warna khusus untuk Dataran banjir Dibuat warna khusus untuk Tanggul Alam . Dasar Sungai (F2) 3. Dataran Aluvial (F1) 2. Danau (F3) 4. Lembah Subsekuen (S18) 19.

NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 9. Delta (F17) 18. Teras Aluvial (F15) 16. Bekas Dasar Danau (F10) 11. Gosong Sungai (F13) 14. Ledok Fluvial (F9) 10. Gosong Lengkung Dalam (F12) 13. Pantai Delta (F20) Dibuat warna khusus untuk Ledok Fluvial Dibuat warna khusus untuk Bekas Dasar Danau Dibuat warna khusus untuk Hamparan Celah / Tonjol Fluvial / Crevasse Splays Dibuat warna khusus untuk Gosong Lengkung Dalam Dibuat warna khusus untuk Gosong Sungai Dibuat warna khusus untuk Kipas Aluvial Aktif Dibuat warna khusus untuk Teras Aluvial Dibuat warna khusus untuk Kipas Aluvial Tidak Aktif Dibuat warna khusus untuk Delta Dibuat warna khusus untuk Ingir Delta Dibuat warna khusus untuk Ledok Delta Dibuat warna khusus untuk Pantai Delta . Ledok Delta (F19) 20.87 - . Igir Delta (F18) 19. Hamparan Celah/ Tonjolan Fluvial/Crevasse Splays (F11) 12. Kipas Aluvial Tidak Aktif (F16) 17. Kipas Aluvial Aktif (F14) 15.

NAMA UNSUR
1

Simbol dan / atau Notasi
2

Spesifikasi CMYK (%)
3

RGB (255)
4

HSV (360 100 100)
5

Keterangan
6

Sumber Data dan Informasi
7

E. Bentukan asal pelarutan Karst 1. Dataran Tinggi Karst (K1)

Dibuat warna khusus untuk Ledok Delta Dibuat warna khusus untuk Dataran Tinggo Karst Dibuat warna khusus untuk Lereng dan Perbukitan Karstik Terkikis Dibuat warna khusus untuk Kubah Karst

2. Lereng dan Perbukitan Karstik Terkikis (K2) 3. Kubah Karst (K3)

4. Bukit Sisa Batu Gamping Terisolasi (K4)

Dibuat warna khusus untuk Bukit Sisa Batu Gamping Terisolasi

5. Dataran Aluvial Karst (K5)

Dibuat warna khusus untuk Dtaran Aluvial karst

6. Uvala, Dolin (K6)

Dibuat warna khusus untuk Uvala, Dolin

7. Polje (K7)

Dibuat warna khusus untuk Polje

- 88 -

NAMA UNSUR
1

Simbol dan / atau Notasi
2

Spesifikasi CMYK (%)
3

RGB (255)
4

HSV (360 100 100)
5

Keterangan
6

Sumber Data dan Informasi
7

8. Lembah Kering (K8)

Dibuat warna khusus untuk Lembah Kering

5. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA FISIOGRAFI PERMUKAAN
Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7

NAMA UNSUR 1 Bentuk Fisiografi Permukaan Enam klas bentuk Fisiografi 1. Datar

00 00 10 00

255 255 230

60 10 100

Hasil pengolahan dan identifikasi kontur RBI/Citra SRTM res. 90m untuk kerincian 1: 100.000 dan SRTM Res. 30m untuk kerincian 1:50.000/ identifikasi citra penginderaan jauh lainnya secara steroscopic maupun non stereoscopic Hasil pengolahan dan identifikasi kontur RBI/Citra SRTM res. 90m untuk kerincian 1: 100.000 dan SRTM Res. 30m untuk kerincian 1:50.000/ identifikasi citra penginderaan jauh lainnya secara steroscopic maupun non stereoscopic

2. Landai
00 00 20 00 255 255 204 60 20 100

- 89 -

NAMA UNSUR 1 3. Berombak

Simbol dan / atau Notasi 2

Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6
Hasil pengolahan dan identifikasi kontur RBI/Citra SRTM res. 90m untuk kerincian 1: 100.000 dan SRTM Res. 30m untuk kerincian 1:50.000/ identifikasi citra penginderaan jauh lainnya secara steroscopic maupun non stereoscopic Hasil pengolahan dan identifikasi kontur RBI/Citra SRTM res. 90m untuk kerincian 1: 100.000 dan SRTM Res. 30m untuk kerincian 1:50.000/ identifikasi citra penginderaan jauh lainnya secara steroscopic maupun non stereoscopic Hasil pengolahan dan identifikasi kontur RBI/Citra SRTM res. 90m untuk kerincian 1: 100.000 dan SRTM Res. 30m untuk kerincian 1:50.000/ identifikasi citra penginderaan jauh lainnya secara steroscopic maupun non stereoscopic Hasil pengolahan dan identifikasi kontur RBI/Citra SRTM res. 90m untuk kerincian 1: 100.000 dan SRTM Res. 30m untuk kerincian 1:50.000/ identifikasi citra penginderaan jauh lainnya secara steroscopic maupun non stereoscopic

Sumber Data dan Informasi 7

00 00 30 00

255 255 179

60 30 100

4. Bergelombang
00 00 45 00 255 255 140 60 45 100

5. Berbukit
00 03 60 00 255 247 102 57 60 100

6. Bergunung
03 07 60 00 247 237 102 56 59 97

6. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA CURAH HUJAN
Spesifikasi

NAMA UNSUR
1

Simbol dan / atau Notasi
2

CMYK (%)
3

RGB (255)
4

HSV (360 100 100)
5

Keterangan
6

Sumber Data dan Informasi
7

Curah hujan

- 90 -

pemodelan dan pengkelasan data catatan curah hujan minimal selama 10 tahun terakhir Badan Meteorologi dan Geofisika . pemodelan dan pengkelasan data catatan curah hujan minimal selama 10 tahun terakhir Diperoleh melalui pengolahan. 1500 . pemodelan dan pengkelasan data catatan curah hujan minimal selama 10 tahun terakhir Badan Meteorologi dan Geofisika 2. 1000-1500 mm/Th (klas III) 30 00 00 10 153 230 230 180 33 90 Badan Meteorologi dan Geofisika 4.Spesifikasi NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Empat kelas jumlah rata-rata curah hujan 1. pemodelan dan pengkelasan data catatan curah hujan minimal selama 10 tahun terakhir Badan Meteorologi dan Geofisika 3.91 - . > 1000 mm/Th (klas IV) 40 00 00 20 102 204 204 180 50 80 Diperoleh melalui pengolahan. > 3000mm/Th (klas I) 10 00 00 00 230 255 255 180 10 100 Diperoleh melalui pengolahan.3000 mm/Th (klas II) 30 00 00 00 179 255 255 180 30 100 Diperoleh melalui pengolahan.

Simbol minimal 3 mm./Dinas Pendidikan Nasional 2. Penutup Lahan Setiap unsur lahan dibedakan warna. Dep.Kehutanan 8./Dinas Pendidikan Nasional .7. swasta/negeri. Dep. jumlah dan sebaran. umum/khusus. Disesuaikan dengan kebutuhan perencanaan Dinas / Dep. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA PENUTUP LAHAN Simbol dan / atau Notasi 2 Spsifikasi CMYK (%) 3 NAMA UNSUR 1 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 1. UNSUR-UNSUR PETA KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 NAMA UNSUR 1 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 A. Sarana pendidikan 1. SD / setingkat 10 70 100 00 230 76 00 20 100 90 Kondisi. SMP / setingkat 00 50 50 00 255 127 127 00 50 1 00 . .92 - . SIMBOL DAN ATAU NOTASI.

93 - . Pendidikan Taman Kanak-Kanak 00 00 97 00 255 255 08 60 97 100 Dep./Dinas Pendidikan Nasional 4./Dinas Pendidikan Nasional 7. Pendidikan Sekolah Luar Biasa 00 100 23 00 255 00 197 314 100 100 Dep. Perguruan Tinggi / Akademi 00 00 00 100 00 255 255 180 100 100 Dep.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 3. Pendidikan Lainnya 18 00 55 00 209 255 115 80 55 100 Dep./Dinas Pendidikan Nasional 5. TPA regional 78 34 100 00 56 168 00 100 100 66 Dep. SMA Umum / kejuruan 12 33 94 00 224 170 15 95 93 88 Dep./Dinas Pendidikan Nasional ./Dinas Pendidikan Nasional 8./Dinas Pendidikan Nasional 6.

swasta/negeri. jaringan transmisi tegangan ultra tinggi (SUTUT) – 750 KV Dep. Puskesmas/ Balai Pengobatan 2. C. Sarana Kesehatan Kondisi. Rumah Sakit klas C 00 100 00 00 255 255 00 60 100 10 . umum/khusus. 00 50 23 00 255 128 196 120 100 100 Dep. Kawat saluran udara a. Jaringan listrik Tinggi simbol minimal 1 mm 1./Dinas Kesehatan 1./ Dinas ESDM dan PLN 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 . Rumah Sakit klas A 100 00 100 00 00 255 00 120 100 100 3. Rumah Sakit klas B 12 33 94 00 224 170 15 95 93 88 4. jumlah dan sebaran.94 - . Simbol minimal 3 mm.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 B.

Gardu induk 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Minimum simbol 3 mmm 5. Kabel bawah laut 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 4. Kabel bawah tanah 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 3. Jaringan distribusi 85 55 100 00 38 115 00 100 100 00 .NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 100 23 00 RGB (255) 4 255 00 197 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 b. jaringan transmisi tegangan tinggi (SUTT) – 275KV d. jaringan transmisi tegangan menegah (SUTM) – 150 KV e jaringan transmisi tegangan rendah (SUTR) – 70 KV 314 100 100 15 35 95 00 217 166 13 45 94 85 70 10 100 00 76 230 00 100 100 90 00 00 100 00 255 255 00 60 100 00 2.95 - . jaringan transmisi tegangan extra tinggi (SUTET) – 500 KV c.

96 - .NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 D./ Dinas Cipta Karya PU dan PAM Minimum simbol 3mmm 2./ Dinas Cipta Karya PU dan PAM . Fasilitas air bersih 1. Instalasi produksi 25 09 00 00 191 232 255 202 25 100 4. Intake 100 00 00 00 Air C 20 00 255 255 204 255 255 180 100 100 180 20 100 3. Pipa jaringan air bersih Minimum garis 1 mm Dep. Bak penampungan 25 09 00 00 191 232 255 202 25 100 5. Mata air 20 00 00 00 204 255 255 180 20 100 Dep.

Irigasi primer b. Irigasi air tanah 15 35 95 00 217 166 13 45 94 85 . Pipa air bersih primer b.97 - . Irigasi sekunder c. Pipa air bersih sekunder 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 6. Jalur distribusi air bersih 100 30 08 00 00 178 235 195 100 92 7. Irigasi tersier 100 100 00 00 34 100 10 00 00 100 25 00 00 00 255 169 00 230 255 00 191 240 100 100 284 100 90 315 100 100 d. Jaringan irigasi a.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 100 100 00 00 RGB (255) 4 00 00 255 HSV (360 100 100) 5 240 100 100 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 a. Bangunan irigasi 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 8.

Jaringan mikro digital 2.4 mm E.98 - . Saluran dranaise sekunder 100 1 00 00 00 100 00 00 00 00 00 255 240 100 100 00 255 255 180 100 100 c. Saluran dranaise primer b. Jaringan serat optik 4.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 9. Jaringan mikro analog 00 00 100 00 255 255 00 153 00 102 51 204 102 60 100 10 320 100 60 140 75 80 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 Dep. Saluran air hujan sekunder 15 35 95 00 217 166 13 45 94 85 Tebal garis 0. Sistem pengendali banjir a. Saluran air hujan primer 00 100 25 00 255 00 191 315 100 100 d. Jaringan telekomunikasi Jaringan terrestrial 1./ Dinas Parpostel dan TELKOM 3. Jaringan kabel laut 40 100 60 00 80 20 60 00 .

Jaringan satelit Dep. Stasiun telepon otomat 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 7. Kantor pos kecil F./ Dinas Parpostel dan TELKOM 10. Transmisi kabel laut 8. Transmisi kabel laut (konstruksi) 10 40 100 00 230 152 00 40 100 90 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 9.99 - .NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 5. Kantor pos besar 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dimensi minimal simbol 3 mm 00 55 33 00 255 115 222 314 55 100 Dep. Jaringan internasional 6./ Dinas Parpostel dan TELKOM 1 Stasiun bumi 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dimensi minimal simbol 3 mm .

Grs bis hitam 00 30 100 00 255 128 00 29 100 100 3./ Dinas PU 2. Jalan Arteri Primer Infill 00 50 100 00.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Dimensi minimal simbol 3 mm Sumber Data dan Informasi 7 2 Pusat automatisasi sambungan telepon 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 3 Menara telekomunikasi (BTS) untuk pemanfaatan secara bersama-sama antar operator Dimensi minimal simbol 3mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 G. Jalan Tol Infill 00 50 100 00. Jalan Kolektor Primer 255 178 00 41 100 100 . Transportasi darat a. Jaringan transportasi A. Jaringan jalan dan Terminal 1. Grs bis hitam 255 128 00 29 100 100 Dimensi minimal simbol Dep.100 - .

101 - . Strategis Kabupaten 6. Strategis Nasional b.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 4./ Dinas PU Tebal garis minimal 0./ Dinas Perhubungan .4 mm Dep. Jalan Strategis a.3 mm 7. Jalan Lokal 30 30 00 00 178 178 255 240 30 100 5. Lebar jembatan disesuaikan dengan lebar sungai Simbol minimal 3 mm 8. Jalur Busway 00 100 100 00 00 00 100 00 00 40 08 00 00 00 30 10 255 00 00 255 255 00 255 153 235 229 229 160 00 100 100 60 100 100 312 40 100 60 30 90 Tebal garis 0. Jembatan 00 00 00 100 255 00 00 00 100 100 Tebal garis 0. Strategis Provinsi c. Terminal type A 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep.3 mm. Terminal a.

/ Dinas Perhubungan dan PT. Terminal type C B 00 00 00 100 b. Jalur Kereta Api umum antar kota a. KAI 1. Stasiun Kereta Api a.102 - . Stasiun Besar Stasiun Sedang 00 100 100 00 00 00 00 100 255 00 00 00 00 00 00 100 100 00 00 00 2.2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 . 2. Terminal type B c. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda atas tanah Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda bawah tanah Tebal garis rel 0. b. Jaringan Rel Kereta Api dan stasiun Dep.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 Warna merah RGB (255) 4 00 100 100 00 00 00 00 HSV (360 100 100) 5 255 00 00 00 00 00 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 b. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda 1.

Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda layang Tebal garis rel 0.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 23 19 100 00 RGB (255) 4 196 207 00 HSV (360 100 100) 5 63 100 81 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 3. Jalur Kereta Api umum perkotaan a.2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 100 23 00 00 00 196 255 194 100 100 00 20 50 00 255 204 128 36 50 100 . Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal atas tanah Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal bawah tanah Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal layang 00 00 00 100 00 100 100 00 23 19 100 00 00 00 00 255 00 00 196 207 00 00 00 00 00 100 100 63 100 81 3.2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm 1. 2. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda 1. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda layang b Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal Tebal garis rel 0. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda bawah tanah 3. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda atas tanah 2. 3.103 - .

Transportasi sungai danau dan penyeberangan 1.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Tebal garis rel 0. Jalur Kereta Api khusus 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 c. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur tunggal Dep. Pelabuhan sungai 00 00 00100 00 00 00 00 00 00 Dep./ Dinas Perhubungan Simbol minimal 3 mm . Jalur Subway 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 100 23 00 00 00 196 255 194 100 100 00 00 100 00 255 255 00 60 100 100 4. KAI 1. 4.5 mm Panjang bantalan rel 3 mm . Jalur Monorail 00 20 50 00 255 204 128 36 50 100 Tebal garis rel 0. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur tunggal atas tanah 2.2 mm Jarak antara bantalan rel 2 ./ Dinas Perhubungan dan PT. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur tunggal bawah tanah 3.104 - .2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm Sumber Data dan Informasi 7 b.

Lintas penyeberangan antar provinsi yang menghubungkan antar jaringan jalan nasional dan antar jaringan jalur kereta api antar provinsi 00100 25 00 255 00 191 315 1 00 100 55 100 70 00 115 00 76 320 100 45 12 33 94 00 224 170 15 45 93 88 Tebal garis 0.4 mm 5. Pelabuhan penyeberangan lintas dalam Kabupaten /Kota 8.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Simbol minimal 3 mm Sumber Data dan Informasi 7 2.105 - . Pelabuhan penyeberangan lintas antar kabupaten kota 7. alur pelayaran angkutan danau.3 mm 100 100 00 00 00 00 255 240 100 100 . Pelabuhan danau 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 3.4 mm 4. Alur pelayaran angkutan sungai 100 30 70 00 00 179 76 145 100 70 Tebal Garisl 0. 50 45 90 00 128 140 13 66 91 55 Tebal Garisl 0. Pelabuhan penyeberangan lintas provinsi dan antar negara 6.

Transportasi laut 1. Pelabuhan internasional 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep. Lintas penyeberangan antar kabupaten / kota yang menghubungkan antar jaringan jalan provinsi dan jaringan jalur kereta api dalam provinsi 11. Lintas penyeberangan antar negara yang menghubungkan antar jaringan jalan pada kawasan perbatasan 10.106 - .NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 9./ Dinas Perhubungan . Pelabuhan Internasional hub 00 33 100 00 255 170 100 40 100 100 55 100 70 00 115 00 76 320 100 45 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 Simbol minimal 3 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep. Lintas pelabuhan penyeberangan dalam kabupaten/kota yang menghubungkan antar jaringan jalan kabupaten /kota dan jaringan jalur kereta api dalam kabupaten / kota B./ Dinas Perhubungan 2.

Jaringan pelayaran Internasional yang menghubungkan antar pelabuhan Internasional hub dan pelabuhan Internasional dengan ALKI 20 40 00 00 100 00 00 00 20 40 00 00 204 153 255 00 225 255 204 153 255 270 40 100 180 100 100 270 40 100 Dep. Pelabuhan khusus 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep./ Dinas Perhubungan 5.107 - ./ Dinas Perhubungan 4./ Dinas Perhubungan Dep./ Dinas Perhubungan ./ Dinas Perhubungan 6. Pelabuhan Lokal 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep./ Dinas Perhubungan 7./ Dinas Perhubungan 20 40 00 00 204 153 255 270 40 100 Dep. Pelabuhan regional 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep./ Dinas Perhubungan Dep. Alur pelayaran Internasional 8. Alur pelayaran Internasional Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 9. Pelabuhan nasional Dep.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 00 00 100 RGB (255) 4 00 00 00 HSV (360 100 100) 5 00 00 00 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 3. Jaringan pelayaran Internasional yang menghubungkan antar pelabuhan Internasional hub dan pelabuhan Internasional 10.

Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antara pelabuhan nasional dan pelabuhan regional 20 40 00 00 204 153 255 270 40 100 Notasi minimal 2 mm AN = Alur pelayaran Nasional Untuk alur pelayaran yang panjang.108 - . penggunaan notasi diatur Notasi minimal 2 mm AB = Alur pelayaran Antar pelabuhan Nasional Untuk alur pelayaran yang panjang./ Dinas Perhubungan 20 40 00 00 204 153 255 270 40 100 Dep. penggunaan notasi diatur Notasi minimal 2 mm AP = Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan Regional Untuk alur pelayaran yang panjang. penggunaan notasi diatur Dep. Bandar udara umum pusat penyebaran primer 20 40 00 00 204 153 255 270 40 100 Dep. Alur pelayaran nasional yang menghubungkan pelabuhan nasional dengan pelabuhan Internasional atau pelabuhan Internasional hub 12. Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan nasional 13. penggunaan notasi diatur Notasi minimal 2 mm AR = Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan nasional dan pelabuhan Regional Untuk alur pelayaran yang panjang.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 pelabuhan Internasional di negara lain 11./ Dinas Perhubungan 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Notasi minimal 2 mm BP = Pelabuhan Udara Primer Letak notasi fleksibel Dep./ Dinas Perhubungan 14. Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan regional C./ Dinas Perhubungan . Transportasi udara 1./ Dinas Perhubungan 20 40 00 00 204 153 255 270 40 100 Dep.

Bandar udara umum bukan pusat penyebaran 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Notasi minimal 2 mm BB = Bandar Udara Bukan pusat penyebaran Letak notasi fleksibel Dep. Ruang udara di atas bandar udara 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 Notasi minimal 2 mm KA = Kawasan Udara di atas Bandar udara Letak notasi diatur sesuai luas unsure Notasi minimal 2 mm KS = Kawasan Udara di Sekitar bandar udara Letak notasi diatur sesuai luas unsure Dep. Bandar udara khusus 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Notasi minimal 2 mm BK = Bandar Udara Khusus Letak notasi fleksibel Dep.109 - ./ Dinas Perhubungan 5. Bandar udara umum pusat penyebaran tersier Dep.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 00 00 100 RGB (255) 4 00 00 00 HSV (360 100 100) 5 00 00 00 Keterangan 6 Notasi minimal 2 mm BS = Bandar Udara Sekunder Letak notasi fleksibel Notasi minimal 2 mm BT = Bandar Udara Tersier Letak notasi fleksibel Sumber Data dan Informasi 7 2./ Dinas Perhubungan 6./ Dinas Perhubungan 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep./ Dinas Perhubungan 7./ Dinas Perhubungan 4./ Dinas Perhubungan . Bandar udara umum pusat penyebaran sekunder 3. Ruang udara di sekitar bandar udara 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 Dep.

Jaringan pipa minyak 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dimensi minimal simbol 2 mm Dep./ Dinas Perhubungan H./ Dinas ESDM dan Pertamina 2. Jaringan pipa gas 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 Dimensi minimal simbol 2 mm Dep./ Dinas ESDM dan Pertamina . Jaringan gas dan bahan bakar 1.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 20 00 00 00 RGB (255) 4 204 255 255 HSV (360 100 100) 5 180 20 100 Keterangan 6 Notasi minimal 2 mm KP = Kawasan Udara sebagai jalur penerbangan Letak notasi diatur sesuai luas unsur Sumber Data dan Informasi 7 8.110 - . Ruang udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan Dep.

Bencana Banjir Zona I (sangat rawan) 80 00 00 00 51 255 255 180 80 100 Zona I (sangat rawan) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas Zona II (rawan) 00 40 40 00 255 153 153 00 40 100 Zona II (rawan) Bakosurtanal. Bencana Longsor Zona I (sangat rawan) 00 50 50 00 255 128 128 00 50 100 Zona I (sangat rawan) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas .111 - . Lapan dan Bappenas Zana IV (aman) 00 20 40 00 255 204 153 30 40 100 Zana IV (aman) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas Zona III (agak rawan) 00 30 40 00 255 179 153 15 40 100 Zona III (agak rawan) Bakosurtanal. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA RAWAN BENCANA NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 RAWAN BENCANA 1. Lapan dan Bappenas 2.9.

Lapan dan Bappenas Zana IV (aman) 20 00 00 00 204 255 255 180 20 100 Zana IV (aman) Bakosurtanal.NAMA UNSUR 1 Zona II (rawan) Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 50 00 00 00 RGB (255) 4 129 255 255 HSV (360 100 100) 5 180 50 100 Zona II (rawan) Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas Zona III (agak rawan) 35 00 00 00 166 255 255 180 35 100 Zona III (agak rawan) Bakosurtanal. Bencana Gempa Zona I (sangat rawan) 00 80 00 00 255 51 255 300 80 100 Zona I (sangat rawan) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas Zona III (agak rawan) 00 40 00 00 255 153 255 300 40 100 Zona III (agak rawan) Bakosurtanal.112 - . Lapan dan Bappenas Zona II (rawan) 00 60 00 00 255 102 255 300 60 100 Zona II (rawan) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas . Lapan dan Bappenas 3.

Lapan dan Bappenas Zona III (agak rawan) 00 00 40 00 255 153 255 60 40 100 Zona III (agak rawan) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas 5. Bencana Gunung Api Zona I (sangat rawan) 00 05 60 00 255 242 102 55 60 100 Zona I (sangat rawan) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas .NAMA UNSUR 1 Zona IV (aman) Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 20 00 00 RGB (255) 4 255 204 255 HSV (360 100 100) 5 300 20 100 Zona IV (aman) Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas Zona II (rawan) 00 00 80 00 255 255 51 60 80 100 Zona II (rawan) Bakosurtanal.Bencana Tsunami Zona I (sangat rawan) 00 00 00 60 102 102 102 00 00 40 Zona I (sangat rawan) Bakosurtanal.113 - . Lapan dan Bappenas 4. Lapan dan Bappenas Zana IV (aman) 00 00 15 00 255 255 217 60 15 100 Zana IV (aman) Bakosurtanal.

Lapan dan Bappenas Zona III (agak rawan) 00 00 00 20 204 240 204 00 00 80 Zona III (agak rawan) Bakosurtanal.NAMA UNSUR 1 Zona II (rawan) Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 00 00 35 RGB (255) 4 166 166 166 HSV (360 100 100) 5 00 00 65 Zona II (rawan) Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Bakosurtanal. Menurut Jenis 1. Pertanian Lahan Basah 20 00 30 00 204 255 179 100 30 100 Dep./ Dinas Pertanian .114 - . Lapan dan Bappenas Zona IV (aman) 00 00 00 05 242 242 242 00 00 95 Zana IV (aman) Bakosurtanal. Pertanian a. SIMBOL DAN ATAU NOTASI. UNSUR-UNSUR PETA POTENSI BAIK DARAT MAUPUN LAUT NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 CMYK (%) 3 Spesifikasi RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 A. Lapan dan Bappenas 10.

NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 20 00 10 00 RGB (255) 4 204 255 230 HSV (360 100 100) 5 150 20 100 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 2. Tanaman Tahunan 70 00 70 00 76 255 76 120 70 100 Dep.. Tanaman Semusim 25 00 65 00 191 255 89 83 65 100 Dep.115 - . Zona II (sesuai II) 20 00 20 00 204 255 204 120 20 100 Dep.. Pertanian Lahan Kering Dep./ Dinas Pertanian c./ Dinas Pertanian 2./ Dinas Pertanian . Menurut Komoditas atau Secara Umum 1../ Dinas Pertanian b. Zona I (sesuai I) 10 00 10 00 230 255 230 120 10 100 Dep. Menurut Usia Tanaman 1./ Dinas Pertanian 2..

.116 - . Zona I (sesuai I) 00 10 00 00 255 230 255 300 10 100 Dep. Zona III (sesuai III) 00 50 00 00 255 128 255 300 50 100 Dep../ Dinas Pertanian 4. Peternakan Menurut Komoditas atau Secara Umum 1./ Dinas Pertanian 2./ Dinas Pertanian B. Zona III (sesuai III) Dep. Zona II (sesuai II) 00 30 00 00 255 179 255 300 30 100 Dep./ Dinas Pertanian 3.. Zona IV (tidak sesuai) 70 00 50 00 76 255 128 137 70 100 Dep.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 40 00 40 00 RGB (255) 4 153 255 153 HSV (360 100 100) 5 120 40 100 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 3../ Dinas Pertanian ..

Zona III (sesuai III) 00 00 80 00 255 255 51 60 80 100 Dep. Perkebunan Menurut Komoditas atau Secara Umum 1. Zona II (sesuai II) 00 00 40 00 235 255 153 6040 100 Dep./ Dinas Pertanian dan Kehutanan 3. Zona IV (tidak sesuai) Dep.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 80 00 00 RGB (255) 4 255 51 255 HSV (360 100 100) 5 300 80 100 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 4.. Perikanan .../ Dinas Pertanian dan Kehutanan 2./ Dinas Pertanian dan Kehutanan D. Zona I (sesuai I) 00 00 15 00 255 255 217 60 15 100 Dep... Zona IV (tidak sesuai) 00 05 60 00 255 242 102 55 60 100 Dep.117 - ./ Dinas Pertanian C./ Dinas Pertanian dan Kehutanan 4.

118 - ./ Dinas Pertanian dan Kelautan & Perikanan E.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Menurut Komoditas atau Secara Umum 1. Zona I (sesuai I) 10 00 00 00 230 255 255 180 10 100 Dep../ Dinas Pertanian dan Kelautan & Perikanan 2. 0Industri Menurut Komoditas atau Secara Umum 1. Zona I (sesuai I) 00 00 00 05 242 242 242 00 00 95 Dep. . Zona III (sesuai III) 40 00 00 00 153 255 255 180 40 100 Dep../ Dinas Perindustrian.../ Dinas Pertanian dan Kelautan & Perikanan 4../ Dinas Pertanian dan Kelautan & Perikanan 3. Zona II (sesuai II) 20 00 00 00 204 255 255 180 20 100 Dep. Zona IV (tidak sesuai) 80 00 00 00 51 255 255 180 80 100 Dep.

Zona IV (tidak sesuai) 00 00 00 40 153 153 153 00 00 60 Dep./ Dinas Perdagangan ./ Dinas Perdagangan 2.119 - . Zona III (sesuai III) 20 25 00 00 204 191 255 252 25 100 Dep.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 00 00 10 RGB (255) 4 229 229 229 HSV (360 100 100) 5 00 00 90 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 2../ Dinas Perindustrian.../ Dinas Perdagangan 3. Zona III (sesuai III) 00 00 00 20 204 204 204 00 00 80 Dep./ Dinas Perindustrian. Zona II (sesuai II) 15 10 00 00 217 230 255 219 15 100 Dep.. 4. F. Perdagangan Menurut Komoditas atau Secara Umum 1. Zona I (sesuai I) 05 05 00 00 242 242 255 240 05 100 Dep../ Dinas Perindustrian. Zona II (sesuai II) Dep.. 3.

./ Dinas Perdagangan G. Mangrove Kerapatan > 60% 10 20 20 00 230 204 204 00 11 90 Dep.60% 10 30 40 00 230 179 153 20 33 90 Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan b./ Dinas Kelautan & Perikanan 2... Mangrove Kerapatan 30%. Terumbu Karang Kerapatan > 60% 50 00 00 00 128 255 255 180 50 100 Dep. Pesisir dan Pulau-pulau kecil a./ Dinas Kelautan & Perikanan 3.Terumbu Karang (Tkr) 1. Mangrove (Mgr) 1. Mangrove Kerapatan < 30% 20 40 60 00 204 153 102 24 56 80 Dep..120 - .NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 40 20 00 00 RGB (255) 4 153 204 255 HSV (360 100 100) 5 210 40 100 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 4. Zona IV (tidak sesuai) Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup ..

/ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup 3.... Padang Lamun Kerapatan < 30% 00 50 50 00 255 128 128 00 50 100 Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup 3..NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 50 00 00 00 RGB (255) 4 128 255 255 HSV (360 100 100) 5 180 50 100 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 2./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup c. Terumbu Karang Kerapatan 30%60% Dep... Padang Lamun Kerapatan > 60% 00 50 50 00 255 128 128 00 50 100 Dep. Koral 00 50 50 00 255 128 128 00 50 100 Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup 4.121 - . Padang lamun Kerapatan 30%.60% 00 50 50 00 255 128 128 00 50 100 Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup 2. Terumbu Karang Kerapatan < 30% 50 00 00 00 128 255 255 180 50 100 Dep. Padang Lamun (Plm) 1./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup .

NAMA UNSUR
1

Simbol dan / atau Notasi
2

Spesifikasi CMYK (%)
3 00 00 00 50

RGB (255)
4 235 235 158

HSV (360 100 100)
5 60 33 92

Keterangan
6

Sumber Data dan Informasi
7

5.. Hamparan Pasil Laut 6.. Pantai Berpasir

Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup

00 00 00 50

127 127 127

00 00 50

7.. Pantai Berlumpur

00 00 00 50

235 235 158

60 33 92

Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup

8.. Pantai Berbatu

00 00 00 50

127 127 127

00 00 50

Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup

9.. Pulau-pulau Kecil

50 00 50 00

128 255 128

120 50 100

Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup

H. TPA sampah Menurut Kesesuaiannya 1.. Zona I (sesuai I)

00 00 100 00

255 255 00

60 100 100

Dep./ Dinas Lingkungan Hidup

- 122 -

NAMA UNSUR
1

Simbol dan / atau Notasi
2

Spesifikasi CMYK (%)
3 00 00 100 00

RGB (255)
4 255 255 00

HSV (360 100 100)
5 60 100 100

Keterangan
6

Sumber Data dan Informasi
7

2.. Zona II (sesuai II)

Dep./ Dinas Lingkungan Hidup

3.. Zona III (sesuai III)

00 00 100 00

255 255 00

60 100 100

Dep./ Dinas Lingkungan Hidup

4.. Zona IV (tidak sesuai)

00 00 100 00

255 255 00

60 100 100

Dep./ Dinas Lingkungan Hidup

I.

Pariwisata

a. Menurut Tingkat Potensinya 1.. Zona I (potensi tinggi)
00 100 00 00 255 00 255 300 100 100

Dep./ Dinas Parpostel

2.. Zona II (potensi sedang)

00 00 00 100

00 00 00

00 00 00

Dep./ Dinas Parpostel

3.. Zona III (potensi rendah)

100 00 100 00

00 255 00

120 100 100

Dep./ Dinas Parpostel

- 123 -

NAMA UNSUR
1

Simbol dan / atau Notasi
2

Spesifikasi CMYK (%)
3 00 00 100 00

RGB (255)
4 255 255 00

HSV (360 100 100)
5 60 100 100

Keterangan
6

Sumber Data dan Informasi
7

4.. Zona IV (tidak berpotensi)

Dep./ Dinas Parpostel

b. Menurut Jenis Objek Wisata 1.. Wisata Alam
50 00 50 00 128 255 128 120 50 100

Dep./ Dinas Parpostel

2.. Wisata Budaya

50 00 50 00

128 255 128

120 50 100

Dep./ Dinas Parpostel

3.. Wisata Lainnya

50 00 50 00

128 255 128

120 50 100

Dep./ Dinas Parpostel

J. Pertambangan
Menurut Jenis Bahan Tambang 1.. Bahan Galian A
00 05 15 00 255 242 217 39 15 100

Dep./ Dinas ESDM

2.. Bahan Galian B

00 10 20 00

255 230 204

31 20 100

Dep./ Dinas ESDM

- 124 -

./ Dinas ESDM 7. Bahan Radio Aktif 05 25 30 00 242 191 179 11 26 95 Dep.. Ijin Eksplorasi 20 50 20 00 204 128 204 300 37 80 Dep. Minyak dan Gas Bumi 07 30 30 00 237 179 179 00 24 93 Dep... Ijin Konsesi Tambang 20 30 20 00 204 179 204 300 12 80 Dep../ Dinas ESDM 9.. Ijin Eksploitasi 10 20 10 00 230 204 204 300 11 90 Dep./ Dinas ESDM ./ Dinas ESDM 5./ Dinas ESDM 4./ Dinas ESDM 6..NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 01 15 20 00 RGB (255) 4 252 217 204 HSV (360 100 100) 5 16 19 99 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 3./ Dinas ESDM 8. Bahan Galian C Dep. Logam Berat 03 20 30 00 247 204 179 22 28 97 Dep.125 - .

Pertahanan dan keamanan Dep.11 SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA PERTAHANAN DAN KEAMANAN NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 CMYK (%) 3 Spesifikasi RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Pertahanan dan Keamanan 1. Hankam .126 - .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->