P. 1
Materi Sehat Menurut Islam

Materi Sehat Menurut Islam

|Views: 153|Likes:

More info:

Published by: Wahyuni Ridha Ramadhani on Mar 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/01/2013

pdf

text

original

Materi Sehat Menurut Islam _kelompok 1

oleh Syahril Panigoro pada 11 Januari 2012 pukul 16:16 BAB I PENDAHULUAN Pada masa lalu, sebagian besar individu dan masyarakat memandang sehat dan sakit sebagai sesuatu Hitam atau Putih. Dimana kesehatan merupakan kondisi kebalikan dari penyakit atau kondisi yang terbebas dari penyakit. Anggapan atau sikap yang sederhana ini tentu dapat diterapkan dengan mudah, akan tetapi mengabaikan adanya rentang sehat-sakit. Pendekatan yang digunakan pada abad ke-21, sehat dipandang dengan perspektif yang lebih luas. Luasnya aspek itu meliputi rasa memiliki kekuasaan, hubungan kasih sayang, semangat hidup, jaringan dukungan sosial yang kuat, rasa berarti dalam hidup, atau tingkat kemandirian tertentu. Sehat adalah keadaan dinamis yang berubah secara terus menerus sesuai dengan adaptasi individu terhadap berbagai perubahan pada lingkungan internal dan eksternalnya untuk mempertahankan keadaan fisik, emosional, inteletual, sosial, perkembangan, dan spiritual yang sehat dalam suatu rentang yang merupakan tingkat kesejahteraan klien pada waktu tertentu , yang terdapat dalam rentang dan kondisi sejahtera yang optimal , dengan energi yang paling maksimum, sampai kondisi kematian yang menandakan habisnya energi total. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengembangkan defenisi tentang sehat. Pada sebuah publikasi WHO tahun 1957, konsep sehat didefenisikan sebagai suatu keadaan dan kualitas dari organ tubuh yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan dan lingkungan yang dimiliki. Sementara konsep WHO tahun 1974, menyebutkan Sehat adalah keadaan sempurna dari fisik, mental, sosial, tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam musyawarah Nasional Ulama tahun 1983 merumuskan kesehatan sebagai ketahanan “jasmaniah, ruhaniyah dan sosial” yang dimiliki manusia sebagai karunia Allah yang wajib disyukuri dengan mengamalkan tuntunan-Nya, dan memelihara serta mengembangkannya.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Sehat Menurut Agama Islam

Islam merupakan agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, untuk mengatur kemakmuran di bumi guna menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Salah satu penunjang kebahagian tersebut adalah dengan memiliki tubuh yang sehat, sehingga dengannya kita dapat beribadah dengan lebih baik kepada Allah. Agama Islam sangat mengutamakan kesehatan (lahir dan batin) dan menempatkannya sebagai kenikmatan kedua setelah Iman. Sehat (Arab"Al-shihah”), dalam Islam bukan hanya merupakan sesuatu yang berhubungan dengan masalah fisik (jasmani), melainkan juga menyangkut psikis (jiwa).Karena itulah mengapa Islam memperkenalkan konsepsi al-Shihhah wa al-afiyat (lazim diucapkan sehat wal'afiat).konsep sehat itu yakni suatu kondisi sehat di mana seseorang mengalami kesehatan yang paripurna, jasmani, dan rohani atau fisik dan psikis. Jika makna sehat seluruhnya berhubungan dengan masalah fisik-ragawi, maka makna al-afiat ialah segala bentuk perlindungan Allah SWT untuk hamba-Nya dari segala

Sebagai contoh. Atau. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan". seseorang akan memperoleh kesehatan yang sempurna. Bukankah banyak orang yang mengalami gangguan kesehatan disebabkan oleh faktor tidak sehatnya kedua hal tersebut? Maka. janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami. niscaya Dia akan memberi petunjuk hatinya” (QS Al-Tagabun 64:11). Sebab dalam banyak kenyataan. 2. apakah sesuai dengan ajaran Allah atau tidak (Alquran Surah Al-Maidah ayat 5). Setiap kali memulai kegiatan makan atau minum secara proporsional "makan dan minumlah. antara lain Allah mengisyaratkan bahwa: “Wahai sekalian manusia. Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Kemudian. melainkan juga berhubungan dari mana sumber dan dari mana kita memperolehnya. daging yang baik untuk dikonsumsi antara lain dilihat dan ditentukan pula dari bagaimana proses penyembelihannya. Senantiasa memelihara kebersihan dzahir dan bathin.Di dalam banyak ayat Alquran. yaitu: 1.Untuk menjaga kebersihan hati sekaligus menghindarkan dari hal seperti itu.Dari lubuk hati yang bersih serta akal yang sehat. Misal. karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu”(QS Al-Baqarah ayat 68). makanlah yang halal lagi baik dari apa saja yang terdapat di bumi. semoga apa yang hendak kita konsumsi itu. Mengenai petunjuk kehalalan dan kebaikan sesuatu yang hendak kita konsumsi itu. pernah bersabda: Al-nadhafatu min al-iman (kebersihan itu sebagian dari iman). karena sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi Karunia (QS Ali 'Imran ayat 8). mengurangi. Memohon perlindungan dan kesehatan kepada Allah atas apa yang kita konsumsi. firman-Nya. bahkan tidak membebani diri dengan pikiran dan perasaan yang beratberat. kita sering menemukan ada saja di antara orang yang mudah berburuk sangka (su'udzan) atau suka curiga kepada orang lain. dan itu merupakan penyakit yang amat berbahaya. Hendaknya kita mencari nafkah yang halal dan thayyib. Bahkan ada yang sampai berburuk sangka kepada Allah. dahuluilah dengan permohonan kepada Allah. tidak mengherankan jika para dokter menyarankan setiap pasiennya yang mengalami stres (ketegangan) untuk hidup secara teratur. demikian peringatan dari Allah swt. dan janganlah kita mengikuti langkah-langkah setan. Allah mengisyaratkan betapa urgensnya kita memelihara kebersihan hati dan jiwa itu. . Yang paling esensial dari kebersihan diri itu adalah kebersihan hati. kemudian mengonsumsinya pula secara yang halal dan baik.Saran seperti itu. sebenarnya telah kita kenal sejak lama melalui konsepsi. Nafkah yang halal bukanlah sesuatu yang semata-mata berhubungan dengan hasil jerih payah pekerjaan seseorang. Penerapan Pola Hidup Sehat menurut islam dalam kehidupan umat manusia. maka Allah mengajari kita selalu bermohon kepada-Nya: “Ya Tuhan kami. Nabi Muhammad saw. dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau.”Dan barang siapa yang beriman kepada Allah. dan pikiran (aql). Hati yang tidak bersih akan sulit sekali untuk menerima petunjuk-petunjuk Allah. Dalam berbagai kenyataan. seringkali ada di antara kita berpikir "yang penting uang” tidak terpikirkan bagaimana dan apa akibat spiritualnya pernyataan seperti itu. menurut istilah Quraish Shihab ialah berfungsi bagi seluruh anggota tubuh manusia sesuai dengan tujuan pencipta-Nya.macam tipu daya. dan janganlah berlebihan. jiwa (qalb). al-'aql al-salim fi al-jism alsalim (akal yang sehat akan membuahkan jiwa yang sehat pula). 3.

pedoman dalam menciptakan pola konsumsi itu. Alquran Surah Yunus ayat 57). Memang pola konsumsi masyarakat kita selama ini masih pada taraf makan untuk sekadar kenyang bukan untuk kesehatan. Karenanya. Firman-Nya: “Kemudian makanlah dari (tiap-tiap macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Seringkali ada orang yang mudah terkena penyakit. kekurangan gizi. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. Padahal Islam menerapkan suatu perinsip al-wiqayat khayr mi al-ilaj (pencegahan lebih baik dari mengobati). Maka mengapakah mereka tidak bersyukur (QS Yaasin ayat 1-3). Alquran sebagai obat yang mujarab untuk mengobati . Mengapa? Dalam ayat ditemukan misalnya Allah menyatakan. Makanlah pada saat lapar dan berhentilah sebelum kenyang. 6. "Dan Kami jadikan kepadanya kebun-kebun kurma dan anggur dan pancarkan padanya beberapa mata air. bekerja dan berolahraga. Kita makan tidak beraturan waktunya. Hendaknya kita sering membaca dan mengikuti ajaran Alquran. Allah menyatakan pula secara eksplisit bahwa madu itu adalah syifa (obat).dijauhkan dari berbagai macam penyakit melainkan sebaliknya akan mendatangkan kesegaran dan kebugaran tubuh. Perbanyak mengonsumsi buah-buahan. yang selanjutnya perlu kita teladani. riwayat Muslim dinyatakan. dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. "Sesungguhnya dengan mengingat Allah. Buah-buahan sering diibaratkan Allah SWT dengan "makanan surga". dan lain-lain. Nanti memeriksakan kesehatannya pada waktu sakit. pantaslah jika kemudian beliau sering kali melaksanakan ibadah puasa sunah. memberi isyarat dan contoh untuk itu. Demikian pula Nabi Muhammad saw. terutama setiap hari Senin dan Kamis. Akibatnya lambung dan usus terganggu. "Perut itu adalah tempatnya bersarang penyakit dan pengaturan makanan adalah obat utama. Salah satu fungsinya. misalnya. dan sebagainya. istirahat. bertujuan untuk menyehatkan tubuh dan mengganti selsel yang diperlukan oleh setiap organ tubuh. Namun dalam banyak hal. serta sering meminum madu. Membaca Alquran adalah bagian dari zikir kepada Allah. Allah ta'ala berfirman. misalnya Allah menyatakan harus proporsional (Alquran surah Al-A'raf ayat 31)." (Alquran surah Al-Ra'd ayat 28. Sesungguhnya pada apa yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang yang mau memikirkan. Bahkan di dalam Al-Duhhan/44:55. karena penyebabnya ia tidak memiliki disiplin diri terhadap makan. Memelihara keteraturan hidup. tidur. sedangkan zikir mendatangkan ketenangan jiwa. supaya mereka makan dari buahnya. di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Padahal kalau kita telusuri soal ini. sayuran yang segar. Padahal kalam Allah itu adalah hudan (petunjuk) bagi hidup dan kehidupan umat manusia." Adapun madu. maag. terkadang manusia baru menjadikan Alquran sebagai barang antik sehingga jarang disentuh apalagi untuk ditelaah isinya. 4. Sebab pada dasarnya makan serta minum itu. jiwa akan memperoleh ketenangan. (QS An-Nahl ayat 69). "Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran). 5. Umumnya masyarakat kita masih lebih mengutamakan tampilan lahiriah daripada pemenuhan gizi makanan dan kalau sudah sibuk bekerja sampai lupa jadwal makan. maka dalam salah satu hadis Nabi Muhammad saw. Hakikat rezeki yang kita peroleh dan konsumsi itu dari Allah juga. Maka.

emosi. yaitu kematian”. serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit. social. mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan. 1947). 9 tahun 1960.2 Sehat Menurut Medis Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik. spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik. Dalam pengertian yang paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis. jika dapat berfungsi secara normal. Dalam kamus bahasa arab sehat diartikan sebagai keadaan baik bagi segenap anggota badan dan afiat diartikan sebagai perlindungan Allah SWT untuk hamba-Nya dari segala macam bencana dan tipudaya. dan . Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik. Pengertian kesehatan dalam Islam lebih merujuk kepada pengertian yang terkandung dalam kata afiat. jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Konsep Sehat dan Afiat itu mempunyai makna yang berbeda kendati tak jarang hanya disebut dengan salah satunya. Istilah sehat dalam kehidupan sehari-hari sering dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu dapat bekerja secara normal. 2. Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani). Namun demikian. Demikian halnya dengan penjelasan Rasulullah saw. terutama kejiwaan seseorang yang dilanda rasa gundah gulana.1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan. Bahkan seorang dokterpun akan menyatakan pasiennya sehat manakala menurut hasil pemeriksaan yang dilakukannya mendapatkan seluruh tubuh pasien berfungsi secara normal. pengertian sehat yang sebenarnya tidaklah demikian. karena tiadalah suatu penyakit yang diturunkan Allah. UU No. bahwa. karena masing-masing kata tersebut dapat mewakili makna yang terkandung dalam kata yang tidak disebut. Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik. dan sosial. Perlindungan Allah itu sudah barang tentu tidak dapat diperoleh secara sempurna kecuali bagi orang-orang yang mematuhi petunjuk-Nya. Seperti tersurat melalui pernyataan Nabi Ibrahim as. mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO. intelektua. "Apabila aku (Ibrahim as) sakit. Kiranya dapat kita pahami bahwa secara umum Allah swt telah menyatakan bahwa semua penyakit ada obatnya. "Berobatlah.23. Dialah yang menyembuhkan aku" (QS As-Syu'ara ayat 80). cacat. dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya. Bahwa.penyakit. kecuali diturunkan pula obat penangkalnya selain satu penyakit. Kebanyakan orang mengatakan sehat jika badannya merasa segar dan nyaman. rohani (mental). Bahkan benda mati pun seperti kendaraan bermotor atau mesin. sosial dan spiritual. Dengan demikian makna afiat dapat diartikan sebagai berfungsinya anggota tubuh manusia sesuai dengan tujuan penciptaannya. maka seringkali oleh pemiliknya dikatakan bahwa kendaraannya dalam kondisi sehat.

misalnya berprestasi . kelompok atau masyarakat. pujian. Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya. yakni: fisik. Bagi mereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan). kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini. terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik. 3. dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial. sedih dan sebagainya. tetapi juga bagi orang lain atau masyarakat. dan sosial saja. baik fisik. gembira. maka kesehatan bersifat menyeluruh mengandung keempat aspek. Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur. Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif. Kesehatan sosial. kesehatan mencakup 4 aspek. Pengertian sehat tersebut sejalan dengan pengertian sehat menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1975 sebagai berikut: Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit. kuatir. mental. 2. emosional. 23 Tahun 1992. Pengertian kesehatan saat ini memang lebih luas dan dinamis. mental (jiwa). mental. ekonomi. dan sosial. tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secaraekonomi. Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Batasan kesehatan tersebut diilhami oleh batasan kesehatan menurut WHO yang paling baru. terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. yakni: fisik (badan). dan ekonomi. dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. yakni Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah SWT dalam agama Islam). dan sosial. Itulah sebabnya. dibandingkan dengan batasan sebelumnya. tanpa membedakan ras. Keempat dimensi kesehatan tersebut saling mempengaruhi dalam mewujudkan tingkat kesehatan seseorang. politik. Bagi yang belum memasuki dunia kerja. yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagikehidupan mereka nanti. 4. atau bagi yang sudah tidak bekerja (pensiun) atau usia lanjut. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan. bukan saja bagi dirinya. yakni pikiran. mental. misalnya takut. Perwujudan dari masing-masing aspek tersebut dalam kesehatan seseorang antara lain sebagai berikut: 1.kelemahan. maka dalam Undang. Batasan kesehatan tersebut di atas sekarang telah diperbaharui bila batasan kesehatan yang terdahulu itu hanya mencakup tiga dimensi atau aspek. berlaku arti produktif secara sosial. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik. yang berlaku adalah produktif secara sosial. sosial. serta saling toleran dan menghargai. Misalnya produktif secara sosial-ekonomi bagi siswa sekolah atau mahasiswa adalah mencapai prestasi yang baik. suku. Oleh sebab itu. dan spiritual. dan sebagainya. 1.Undang N0. sedang produktif secara sosial-ekonomi bagi usia lanjut atau para pensiunan adalah mempunyai kegiatan sosial dan keagamaan yang bermanfat. agama atau kepercayan. 3. anak dan remaja. Kesehatan fisik. 2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen. bagi kelompok tersebut. status sosial.

Sehat merupakan anugerah dari Allah SWT yang diberikan kepada umat manusia.1 Kesimpulan 1. Dengan menerapkan konsep hidup sehat menurut Islam ini. juga untuk mempertahankan kesehatan diri dan meningkatkan kualitas hidup pribadi secara sempurna. kita mampu menjadikannya sebagai pedoman dan terapi dalam upaya bersama untuk menyehatkan lingkungan. Selain itu. ketika seseorang dalam keadaan yang sakit.2 Saran 1. mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. agar manusia dapat diberikan kesempatan untuk bekerja dan beribadah kepada Allah SWT. . dan memelihara serta mengembangkannya 2. dan kegiatan sosial. Oleh karena itu kesehatan yang diperoleh saat ini perlu dipelihara dengan baik. atau pelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut. 2. Sehat itu mahal harganya. ekonomi dan spiritual. sosial. Karena. bukanlah bangsa yang sehat dan kuat akan kita peroleh dari kesehatan dan kekuatan individu-individu anggota masyarakatnya sendiri. sebagai bagian integral dari upaya menyehatkan bangsa menyongsong persaingan kualitas manusia pada abad ke-21 ini. keagamaan. BAB III PENUTUP 3. Oleh karena itu kesehatan sebagai karunia Allah yang wajib disyukuri dengan mengamalkan tuntunan-Nya. Sehingga mengakibatkan produktivitas masyarakat menjadi menurun. mental (jiwa). 3. Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik (badan).bagi siswa atau mahasiswa. dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia. Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->