Makalah Universal Coverage - Prof Bhisma Murti (2)

Strategi untuk Mencapai Cakupan Universal Pelayanan Kesehatan di Indonesia

Bhisma Murti Institute of Health Economic and Policy Studies (IHEPS), Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakaat, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret Abstrak Setiap warga negara berhak untuk memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, yang bermutu dan dibutuhkan, dengan biaya yang terjangkau. Untuk memastikan cakupan universal, penting bagi pemerintah untuk mengambil langkah-langkah kebijakan yang bertujuan memperluas sistem pra-upaya (pre-paid system) dan mengurangi dengan secepat mungkin ketergantungan kepada sistem membayar langsung (outof-pocket). Tujuan ini bisa diwujudkan dengan mengembangkan sistem pembiayaan pra-upaya yang lebih luas dan adil melalui pajak, asuransi kesehatan sosial, atau campuran antara kedua sistem. Di negara Indonesia dengan mayoritas warga bekerja di sektor informal dan formal, dengan realitas keberadaan sejumlah perusahaan asuransi sosial dan swasta yang telah beroperasi puluhan tahun lamanya, disarankan agar cakupan universal pelayanan kesehatan ditempuh dengan sistem pelayanan kesehatan ganda (dual health care system). Untuk efisiensi administrasi perlu dilakukan pembatasan jumlah perusahaan asuransi. Tetapi perusahaan asuransi yang telah berpengalaman lama dan berkinerja baik dalam mengelola asuransi pada skala nasional tetap berfungsi sebagai pengelola asuransi kesehatan sosial, swasta, dan berjalan paralel dengan asuransi kesehatan nasional (Jamkesmas) yang dikelola pemerintah. Pemerintah perlu memperkuat regulasi pada sisi pembiayaan maupun penyediaan pelayanan dalam sistem asuransi yang dijalankan, agar setiap warga benar-benar dapat mengakses pelayanan kesehatan yang bermutu dengan biaya yang terjangkau. Kata kunci: cakupan universal (universal coverage), pembiayaan kesehatan, pelayanan kesehatan Pendahuluan Kesehatan tidak hanya merupakan hak warga tetapi juga merupakan barang investasi yang menentukan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi negara. Karena itu negara berkepentingan agar seluruh warganya sehat (“Health for All”), sehingga ada kebutuhan untuk melembagakan pelayanan kesehatan universal. Ada dua isu mendasar untuk mewujudkan tujuan pelayanan kesehatan dengan cakupan universal, yaitu bagaimana cara membiayai pelayanan kesehatan untuk semua warga, dan bagaimana mengalokasikan dana kesehatan untuk menyediakan pelayanan kesehatan dengan efektif, efisien, dan adil. Makalah ini dimulai dengan definisi cakupan universal, dilanjutkan dengan perbandingan internasional tentang implementasi sistem pembiayaan untuk cakupan universal. Perbandingan internasional tentang kinerja sistem pembiayaan di berbagai negara berguna sebagai pelajaran bagi pemilihan strategi pengelolaan asuransi kesehatan nasional. Makalah
Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS, di Surakarta, 27 November, 2010 1

dengan biaya yang terjangkau. 27 November. biaya tidak boleh menjadi hambatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan (needed care. Dalam prepaid system terdapat pihak yang menjamin pembiayaan kesehatan warga sebelum warga sakit dan menggunakan pelayanan kesehatan. 2009) Satu-satunya negara maju yang tidak memiliki playanan kesehatan universal adalah AS. Duapuluhdua dari 23 negara maju memiliki sistem pembiayaan pelayanan kesehatan untuk cakupan universal. kontribusi warga dalam pembiayaan kesehatan ditentukan berdasarkan kemampuan membayar (ability to pay). Dengan keadilan vertikal. Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS. 2010 2 . necessary care). dan fee-for-service). Negara tanpa pelayanan kesehatan universal Negara dengan pelayanan kesehatan universal Negara sedang mencoba mengimpelmentasikan pelayanan kesehatan universal Gambar 1 Peta status cakupan pelayanan kesehatan universal di negara-negara seluruh dunia (Sumber: Truecostblog. 2005). out-of-pocket payment. kuratif.diakhiri dengan bahasan tentang strategi pengelolaan pembiayaan untuk mencapai cakupan universal pelayanan kesehatan di Indonesia. dan rehabilitatif. Jadi sistem pra-upaya berbeda dengan pembayaran langsung yang tidak menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan sebelum warga sakit dan menggunakan pelayanan kesehatan (WHO. Akses pelayanan kesehatan yang adil menggunakan prinsip keadilan vertikal. Cakupan Universal Apakah cakupan universal? Cakupan universal (disebut juga cakupan semesta atau universal coverage) merupakan sistem kesehatan di mana setiap warga di dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif. Gambar 1 menunjukkan peta status cakupan universal pelayanan kesehatan negaranegara di seluruh dunia. 2005). bukan pembayaran pelayanan kesehatan secara langsung (direct payment. Untuk melindungi warga terhadap risiko finansial dibutuhkan sistem pembiayaan kesehatan pra-upaya (prepaid system). yang bermutu dan dibutuhkan. Dengan kata lain. bukan berdasarkan kondisi kesehatan/ kesakitan seorang. orang berpendapatan lebih rendah membayar biaya yang lebih rendah daripada orang berpendapatan lebih tinggi untuk pelayanan kesehatan dengan kualitas yang sama. dan (2) Perlindungan risiko finansial ketika warga menggunakan pelayanan kesehatan (WHO. Cakupan universal mengandung dua elemen inti: (1) Akses pelayanan kesehatan yang adil dan bermutu bagi setiap warga. preventif. di Surakarta. Prinsip keadilan vertikal menegaskan. Tetapi pada 21 Maret 2010 House of Representatives (Dewan Perwakilan Rakyat) AS mengesahkan RUU Reformasi Kesehatan yang diusulkan Barack Obama dan Partai Demokrat.

premi asuransi kesehatan wajib dikelola oleh perusahaan asuransi yang dimiliki bersama oleh masyarakat. Tingkat kontribusi asuransi wajib biasanya ditentukan berdasarkan gaji dan pendapatan. dan biasanya didanai oleh perusahaan maupun pekerja penerima manfaat asuransi. karakteristik yang menyerupai sistem pembayar ganda (two-tier). Batas antar sistem tidak selalu jelas (clear-cut). Tetapi yang jelas dalam sistem pembayar tunggal. 2009). Spanyol.4 / 2004 mewajibkan setiap warga di Indonesia memiliki akses pelayanan kesehatan komprehensif yang dibutuhkan melalui sistem pra-upaya. misalnya Inggris. negara-negara Nordik/ Skandinavia. Thailand. Italia. Bahrain.Dengan undang-undang itu AS akan mengimplementasikan pelayanan kesehatan universal mulai 2014 dengan menggunakan sistem mandat asuransi. Sejumlah negara lainnya seperti Jerman. pelayanan kesehatan dibiayai melalui asuransi swasta. Pemerintah membiayai pelayanan kesehatan dengan menggunakan dana anggaran pemerintah yang berasal dari pajak umum (general tax). Afrika Selatan. meskipun boleh mengambil untung dari penjualan asuransi tambahan. Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang dalam masa transisi menuju sistem pelayanan kesehatan universal. dan Indonesia. dan pajak pemerintah. merupakan beberapa di antara negara yang sedang mencoba mengimplementasikan pelayanan kesehatan universal (Sreshthaputra dan Indaratna. Dalam praktik. Dengan perkecualian AS. pelayanan kesehatan universal dengan sistem pembayar tunggal tidak selalu berarti bahwa pemerintah merupakan satu-satunya pihak yang menyediakan dan/ atau membiayai pelayanan kesehatan untuk semua warga. pemerintah memiliki keterlibatan tinggi dalam menyediakan pelayanan kesehatan. Kanada. 2. peran pemerintah sangat dominan sebagai pembayar dan pembeli pelayanan kesehatan bagi warga. dan Perancis. juga memberi kesempatan bagi warganya untuk membeli pelayanan kesehatan tambahan melalui asuransi swasta. Sistem Pembiayaan Kesehatan untuk Cakupan Universal Sistem pembiayaan kesehatan untuk cakupan universal dapat dibagi menjadi tiga kategori: (1) pembayar tunggal (single payer). 2010 3 .. misalnya Inggris. Tidak jarang dana kesehatan merupakan campuran antara premi asuransi. Di Jerman. dan Brunei. Tetapi perusahaan asuransi swasta sangat diregulasi dan tidak diperbolehkan mengambil untung dari elemen asuransi wajib. dan (3) sistem mandat asuransi. Belanda. Di sejumlah negara seperti Belanda dan Swis. bukan berdasarkan pembelian asuransi. tergantung pada sejauh mana keterlibatan pemerintah dalam menyediakan pelayanan kesehatan dan asuransi kesehatan. 2001. kontribusi wajib perusahaan dan pekerja. menerapkan sistem penyediaan pelayanan kesehatan yang lebih pluralistik. Akses pelayanan kesehatan berdasarkan hak warga. dan 3. meskipun mungkin terdapat copayment dan Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS. Mexico. Tabel 1. Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) No. Beberapa negara dengan sistem pembayar tunggal. Jepang. sistem pembiayaan dan tahun dimulainya implementasi sistem pembiyaan pelayanan kesehatan universal. berturut-turut menyajikan daftar negara di dunia. 27 November. Kuwait. Prakongsai et al. Implementasi Cakupan Universal Implementasi sistem pelayanan kesehatan universal bervariasi di berbagai negara. Pembayar Tunggal (Single Payer): Pemerintah memberikan asuransi kepada semua warga dan membayar semua pengeluaran kesehatan. Sistem asuransi ini membayar penyedia pelayanan kesehatan swasta atau pemerintah dengan regulasi tingkat pembayaran. (2) pembayar ganda (two-tier). berdasarkan asuransi sosial wajib ataupun asuransi swasta. di banyak negara maju atau kaya. di Surakarta.

Sistem pembayar tunggal merupakan suatu bentuk ‘monopsoni’. Medicare di Kanada untuk sebagian didanai oleh pemerintah nasional. 27 November. Tabel 1 Daftar negara dengan sistem pembayar tunggal untuk cakupan universal pelayanan kesehatan Negara Norwegia Jepang Inggris Kuwait Swedia Bahrain Brunei Kanada Italia Portugal Siprus Spanyol Eslandia Taiwan Tahun 1912 1938 1948 1950 1955 1957 1958 1966 1978 1979 1980 1986 1990 1995 Sistem Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Sumber: Truecostblog. umum (general taxation) atau pajak khusus (misalnya. 2010 4 . payroll tax). sebagian besar oleh pemerintah provinsi. dan National Health Insurance (NHI) di Taiwan. National Health Services (NHS) di Inggris. Pemerintah Inggris menarik pajak umum (general Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS. di Surakarta.coinsurance (Tabel 1). 2009 Medicare di Kanada. karena hanya terdapat sebuah pembeli (pemerintah) dan sejumlah penjual pelayanan kesehatan. merupakan contoh sistem pelayanan kesehatan universal dengan pembayar tunggal. Biaya kesehatan berasal dari anggaran pemerintah yang diperoleh dari pajak.

Sebagai contoh. NHI merupakan skema asuransi sosial wajib dengan pembayar tunggal yang dijalankan oleh pemerintah. Dana NHI sebagian besar berasal dari premi yang berbasis pajak gaji (payroll tax) dan dana pemerintah. Sistem ini memberkan akses yang sama bagi semua warga. Pemberi pelayanan bisa pemerintah. Selain itu banyak warga Singapore yang juga membeli asuransi kesehataan swasta tambahan (biasanya dibayar oleh perusahaan) untuk pelayanan kesehatan yang tidak diliput dalam program pemerintah. sistem pelayanan kesehatan universal di Singapore menggunakan kombinasi tabungan wajib melalui potongan gaji (payroll tax) yang didanai perusahaan dan pekerja – suatu skema asuransi kesehatan nasional. di Surakarta. Kemudian warga melengkapinya dengan membeli pelayanan kesehatan tambahan di sektor swasta. National Health Insurance (NHI) di Taiwan dimulai sejak 1995. yang memusatkan semua dana pelayanan kesehatan. 2009 diselenggarakan oleh NHS. 27 November. pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan atau memberikan cakupan asuransi katastrofik atau cakupan minimal untuk semua warga.taxation) dari warga yang antara lain digunakan untuk membiayai pelayanan kesehatan yang Tabel 2 Daftar negara dengan sistem pembayar ganda (two-tier) untuk cakupan universal pelayanan kesehatan Negara New Zealand Belanda Denmark Perancis Australia Irlandia Hong Kong Singapore Israel Tahun 1938 1966 1973 1974 1975 1977 1993 1993 1995 Sistem Sistem ganda Sistem ganda Sistem ganda Sistem ganda Sistem ganda Sistem ganda Sistem ganda Sistem ganda Sistem ganda Sumber: Truecostblog. 2010 5 . dan subsidi pemerintah. atau kombinasi pemerintah dan swasta seperti yang berlangsung di Kanada dan Inggris. Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS. baik melalui asuransi sukarela atau membayar langsung (direct payment) (Tabel 2). swasta. dan cakupan populasi mencapai 99% pada akhir 2004. Sistem Ganda (Two-Tier): Dalam sistem ganda (dual health care system). Sebagian besar pelayanan kesehatan disediakan oleh sektor swasta.

2010 6 . Dari jumlah tersebut.Dalam sistem pelayanan kesehatan di Singapore. Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS. Sistem tersebut sangat baik meskipun tidak mudah untuk direplikasi di negara manapun. di Surakarta. Dewasa ini Singapore memiliki angka kematian bayi nomer dua terendah di seluruh dunia. Hasilnya bagi kesehatan warga sangat menakjubkan. atau nirlaba (Tabel 3). misalnya larangan perusahaan asuransi untuk menolak untuk mengasuransi warga yang telah melangalami penyakit (pre-existing condition). baik dalam arti efisiensi pembiayaan maupun hasil-hasil kesehaatan komunitas yang dicapai”. 27 November. Tabel 3 Daftar negara dengan sistem pembayar mandat asuransi untuk cakupan universal pelayanan kesehatan Negara Jerman Belgia Austria Luksemburg Yunani Korea Selatan Swis Indonesia Amerika Serikat Tahun 1941 1945 1967 1973 1983 1988 1994 2004 2014 Sistem Mandat Asuransi Mandat Asuransi Mandat Asuransi Mandat Asuransi Mandat Asuransi Mandat Asuransi Mandat Asuransi Mandat Asuransi Mandat Asuransi Sumber: Truecostblog. 2009 Dalam pelaksanaan mandat asuransi. jumlah keseluruhan pengeluaran kesehaatan hanya 3% dari PDB tahunan. pemerintah dengan aktif meregulasi suplai dan harga pelayanan kesehatan untuk menjaga agar biaya selalu terkontrol. pemerintah. WHO menyebut Singapore “salah satu sistem pelayanan kesehatan yang paling sukses di dunia. 66% berasal dari sumber swasta. Di beberapa negara lainnya jumlah perusahaan asuransi yang beroperasi tidak dibatasi dan berlangsung dalam mekanisme pasar. dan satu di antara negara dengan angka harapan hidup saat kelahiran tertinggi di dunia. pemerintah di sejumlah negara membatasi jumlah perusahaan asuransi. Dengan sistem tersebut. Mandat Asuransi: Pemerintah memberikan mandat (mewajibkan) agar semua warga memiliki asuransi dari perusahaan asuransi swasta. Pemerintah melakukan regulasi dan standarisasi.

2010 7 . Akibatnya. menurut United States Census Bureau. dan dengan subsidi yang lebih besar dari pemerintah agar warga miskin mampu membeli asuransi. Persen cakupan pelayanan kesehatan 100% Cakupan universal Pembiayaan berbasis pajak Asuransi kesehatan sosial Campuran pembiayaan berbasis pajak dan aneka jenis asuransi kesehatan Cakupan tahap antara Tanpa perlindungan pembiayaan 0% Out-of-pocket Asuransi kesehatan komunitas. di Surakarta. Hingga kini Indonesia belum mencapai cakupan universal sejak diberlakukannya Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) No. Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS. Transisi menuju cakupan universal (Sumber: WHO. Undang-Undang itu melarang “praktik buruk perusahaan asuransi swasta” selama ini. Dengan disahkannya Undang-Undang Reformasi Kesehatan AS yang disebut “The Patient Protection and Affordable Care Act” pada 21 Maret 2010 yang diusulkan Barack Obama dan Partai Demokrat. yaitu 4 tahun sejak disahkannya “Undang-Undang Proteksi Pasien dan Pelayanan Yang Terjangkau” tahun 2010.Sebagai contoh. tetapi dengan regulasi lebih ketat. tetapi kontribusi pemerintah jauh dari memadai bagi warga AS umumnya. 2005) Gambar 2 cakupan universal di AS diperkirakan baru akan tercapai tahun 2014. 10 Juli 2010).3 juta orang di AS (15.4% dari populasi) tidak terasuransi. asuransi kesehatan sosial Pembiayaan berbasis pajak Out-of-pocket Sistem pembiayaan Sebagai contoh. diharapkan pelayaanan kesehatan dapat diakses oleh semua warga AS. Jepang membutuhkan 36 tahun sejak disahkannya undang-undang asuransi kesehatan hingga terlaksananya cakupan universal. pada 2008 terdapat 46. (Gambar 2). veteran. dan berpenyakit kronis (Medicare). transisi tersebut dapat memerlukan waktu dari beberapa tahun hingga beberapa dekade. Reformasi kesehatan di AS tersebut tetap memberi kesempatan kepada asuransi kesehatan swasta dan pemberi pelayanan kesehatan swasta untuk beroperasi. tetapi Direktur Utama PT Askes – I Gede Subawa – memperkirakan SJSN dapat dilaksanakan 2013 (Suara Karya. asuransi kesehatan swasta. 27 November. Transisi Menuju Cakupan Universal Untuk mencapai cakupan universal pelayanan kesehatan dibutuhkan evolusi dari sistem pembiayaan langsung (out-pocket payment) ke sistem pembiayaan pra-upaya (pre-paid system). Undang-Undang itu mewajibkan pelayanan komprehensif bagi warga AS. Banyak kalangan memperkirakan SJSN baru bisa dilaksanakan 2015. Pengalaman di banyak negara menunjukkan. AS selama ini menerapkan sistem pembiayaan kesehatan yang liberal melalui pasar swasta.4/2004. Pemerintah federal dan negara bagian memberikan skema asuransi kesehatan bagi warga miskin (Medicaid) dan usia lanjut. misalnya menerapkan skrining terhadap penyakit yang tengah terjadi (pre-exisiting condition) dan penambahan premi kepada peserta asuransi yang memiliki kemungkinan besar sakit.

Tanpa perlindungan asuransi. dengan dana dari potongan gaji. Tetapi warga harus membayar biaya yang disebut ‘user-charge’ atau ‘co-payment’ ketika menggunakan pelayanan puskesmas. Jamkesmas dikelola oleh Kementerian Kesehatan (Indo Pos. tindakan bedah. 2005): 1. Efektivitas regulasi pemerintah pada sisi pembiayaan maupun penyediaan pelayanan kesehatan dalam sistem asuransi/ pra-upaya 6. Sebagian pekerja di perusahaan swasta memiliki asuransi kesehatan wajib yang dikelola oleh PT Jamsostek. pensiunan. Pekerja di perusahaan swasta lainnya membeli polis asuransi kesehatan swasta. Ketersediaan tenaga terampil mempengaruhi kemampuan pengelolaan sistem asuransi kesehatan berskala nasional 4. Dana Jamkesda berasal dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/ Kota. 16 Juli 2010). setiap tahunnya (Suara Karya. Ketiadaan sistem pembiayaan pra-upaya ini menyebabkan sebagian besar warga Indonesia berisiko mengalami pengeluaran kesehatan katastrofik ketika menggunakan pelayanan kesehatan sekunder. dengan potongan gaji pekerja dan kontribusi perusahaan. Pegawai negeri. obat. Sejak beberapa tahun terakhir pemerintah Indonesia menjalankan skema Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) untuk keluarga miskin dengan dana yang berasal dari APBN. PT Akses saat ini mengelola sekitar Rp 6. sebagian besar warga di Indonesia harus membayar langsung hampir seluruh biaya (full cost) pelayanan spesialistik. maupun tidak miskin tidak kaya. dengan tujuan untuk membiayai pelayanan kesehatan keluarga miskin yang belum terliput oleh Jamkesmas. mendapat perlindungan pembiayaan melalui skema Askes yang dikelola oleh PT Askes. dan keluarganya. sebagian besar warga Indonesia yang hampir miskin. 27 November. di Surakarta. Selain itu telah dikembangkan skema Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) pada 186 dari seluruh 490 kabupaten/ kota di Indonesia (Suara Karya. dan prosedur diagnostik. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi meningkatkan kemampuan warga dalam memberikan kontribusi kepada skema pembiayaan kesehatan 2. Sebagian warga yang bekerja di sektor formal memiliki asuransi kesehatan. rumahsakit swasta maupun praktik dokter swasta. Meskipun demikian. dengan potongan gaji pekerja dan kontribusi perusahaan. Pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan primer di puskesmas dan pelayanan sekunder di rumahsakit pemerintah. Pertumbuhan sektor formal memudahkan penilaian pendapatan dan pengumpulan kontribusi (revenue collection) 3. baik di rumah sakit pemerintah. anggota TNI. 2010 8 . Penerimaan konsep solidaritas oleh masyarakat mempengaruhi kemampuan penghimpunan (pooling) dana/ kontribusi asuransi dan integrasi berbagai skema asuransi kesehatan 5. 10 Juli 2010). Bagaimana situasi di Indonesia sekarang? Indonesia berada pada tahap transisi menuju cakupan universal. Strategi untuk Mencapai Cakupan Universal Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS. veteran. rawat inap.Sejumlah faktor mempengaruhi kecepatan transisi menuju cakupan universal (WHO.6 triliun premi dari peserta wajib yaitu pegawai negeri sipil (PNS). Sebagian besar (185) manajemen Jamkesda dilakukan oleh PT Askes. PT Askes pada tahun 2010 mengelola Rp 750 milyar dana program Jamkesda. tidak terasuransi karena tidak memenuhi kategori miskin. 7 November 2010).1 trilyun untuk skema Jamkesmas. Pada 2010 disediakan dana sebesar Rp 5. pensiunan. Tingkat kepercayaan warga masyarakat terhadap pemerintah mempengaruhi partisipasi. veteran. hampir tidak miskin.

Daya tanggap (Responsiveness): Daya tanggap sistem pembiayaan dan penyediaan pelayanan kesehatan dalam memenuhi hak dan ekspektasi warga terhadap pelayanan kesehatan yang efektif. atau campuran swasta dan pemerintah. bermutu. dual health care system) dengan pemerintah dan perusahaan asuransi lainnya mengelola asuransi kesehatan? Untuk mencapai tujuan cakupan universal. jika penyediaan pelayanan kesehatan diserahkan secara kompetitif kepada pemberi pelayanan kesehatan swasta. Sistem pembayar tunggal akan sulit diadopsi pada sebuah negara yang secara historis dan faktual telah memiliki aneka skema asuransi kesehatan. bagaimana strategi yang tepat untuk mencapai cakupan universal? Bagaimanakah sebaiknya pengelolaan sistem asuransi kesehatan nasional: apakah pemerintah sebagai satu-satunya pembayar (single payer) atau sistem dua lapis (twotier. Dalam aspek pilihan dan kualitas pelayanan. perbatasan). Keadilan (Equity): Keadilan dalam pembiayaan pelayanan kesehatan dan akses terhadap pelayanan kesehatan dengan kualitas yang sama bagi setiap warga 2. Jika legislasi atau peraturan pelaksaan legislasi tidak cukup baik. 4/ 2004 adalah pelayanan kesehatan dengan cakupan universal melalui sistem asuransi kesehatan berskala nasional (national health insurance). maka sistem pembayar tunggal akan menyebabkan kualitas pelayanan yang buruk. melalui pasar kompetitif. di Surakarta. dan daya tanggap (responsiveness). Kelebihan sistem pembayar tunggal terletak pada keadilan mengakses pelayanan kesehatan. Jika terdapat perbedaan akses lebih disebabkan sisi penyediaan pelayanan kesehatan (misalnya. suatu kondisi yang sangat mungkin terjadi pada sistem pendanaan sentralistis diterapkan di negara dengan jumlah penduduk sangat besar. 2001. Dalam aspek efisiensi. dengan pemerintah sebagai satusatunya pengelola dana asuransi. 27 November. Medicare Kanada. dan NHI Taiwan. Efisiensi (Efficiency): Efisiensi penggunaan sumber daya. dan regulasi yang lemah Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS. konsep yang berbeda. bukan pembiayaan pelayanan kesehatan. paket dan metode pembayaran yang berbeda. Khususnya sistem pembayar tunggal akan menemui kesulitan dalam mengintegrasikan semua skema asuransi kesehatan itu. maka sistem pembayar tunggal dapat merangsang pemberi pelayanan kesehatan untuk bersaing meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. wilayah geografis sangat luas. pemerintah (dengan parlemen) bisa menetapkan legislasi sehingga semua warga dapat mengakses pelayanan kesehatan komprehensif. WHO. sistem itu dapat mengurangi masalah ‘adverse selection’ – kondisi yang tidak menguntungkan dalam pengelolaan asuransi di mana warga yang lebih sehat memilih untuk tidak mengikuti asuransi. 2010 9 . Kelebihan dan kekurangan pilihan sistem pengelolaan asuransi kesehatan nasional perlu dianalisis berdasarkan kriteria keadilan. dan dibutuhkan. Sistem Pembayar Tunggal. baik dalam aspek pembiayaan maupun penyediaan pelayanan kesehataan (Sreshthaputra dan Indaratna. efisiensi. Sistem pembayar tunggal juga mengurangi kemungkinan tumpang tindih (overlap) atau kesenjangan paket pelayanan kesehatan antar skema asuransi kesehatan. elemen pembiayaan kesehatan tidak dapat dipisahkan dengan implikasinya pada penyediaan pelayanan kesehatan. Dengan sistem pembayar tunggal. karena masing-masing skema memiliki sumber pendanaan yang berbeda. Sistem pembayar tunggal antara lain diterapkan oleh NHS Inggris. seperti Indonesia.Filosofi yang melatari UU SJSN No. Sistem asuransi kesehatan nasional dengan pemerintah sebagai pembayar tunggal hanya cocok jika sebelumnya tidak terdapat skema asuransi kesehatan di suatu negara. Pertanyaan kebijakan yang harus dijawab. daerah terpencil. baik dalam administrasi dan manajemen dana asuransi maupun efisiensi penyediaan pelayanan kesehatan 3. Kualitas pelayanan yang buruk akan terjadi jika administrasi sistem pembayar tunggal tidak kuat dan tidak tertib. 2005): 1.

keluarga hampir miskin. solidaritas dan komitmen politis pemerintah kabupaten/ kota untuk bersedia menghimpun dana Jamkesda pada skala nasional. pekerja sektor informal lainnya. yaitu pembiayaan kesehatan untuk sektor formal dan sektor informal. Sistem pembiayaan ganda terdiri atas dua komponen yang berjalan paralel. badan yang akan mengurusi program Jamkesmas nantinya berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) yang bertanggung jawab kepada Kementerian Kesehatan ( Pos Kota 11 Agustus 2010) Jamkesda dikelola oleh PT Askes yang telah memiliki pengalaman pengelolaan asuransi selama puluhan tahun daripada dikelola oleh masing-masing pemerintah kabupaten/ kota. Demikian pula jika penyediaan pelayanan kesehatan tidak dilakukan secara kompetitif. seperti petani. untuk membiayai pelayanan kesehatan para pekerja di sektor informal. 2008). pedagang kecil.4/ 2004 dengan sistem pembiayaan ganda. Menurut Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar. Sesuai dengan amanat UU SJSN. 2001. maka diperlukan dana yang lebih besar dari APBN maupun APBD untuk membiayai skema itu. Somkotra dan Lagrada. Pemerintah perlu melakukan regulasi tentang besarnya premi dan regulasi tentang penyediaan pelayanan kesehatan. Sistem Pembiayaan Ganda (Dual Health Care System). Sistem ganda telah diterapkan pada kebijakan cakupan universal di Thailand sejak 2001 dan telah berhasil mencapai tujuan pembiayaan pelayanan kesehatan yang adil. keluarga hampir tidak miskin. maka sistem ini tidak dapat menjamin kualitas pelayanan dan pengontrol anggaran kesehatan. buruh lepas. Penghimpunan dana pada level nasional juga berguna untuk mencegah disparitas manfaat pelayanan kesehatan yang dapat terjadi jika Jamkesda dikelola masing-masing kabupaten/ kota. 27 November. Karena cakupan penerima manfaat skema Jamkesmas dan Jamkesda diperluas lebih dari sekedar untuk keluarga miskin seperti yang terjadi selama ini. Tentu perlu dihindari tumpang tindih perlindungan asuransi . Untuk mengontrol biaya kesehatan dari sisi permintaan (demand side). penganggur. Untuk mencapai tujuan cakupan universal. Sistem asuransi sosial (wajib) selalu membutuhkan solidaritas masyarakat. di samping berguna agar manfaat pelayanan asuransi bisa digunakan antar daerah (portabilitas). dan asuransi kesehatan swasta. metode untuk sektor formal tetap berjalan seperti selama ini. yaitu melalui skema Askes. Jamkesmas akan dikelola oleh Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS). seperti di Indonesia. dan keluarganya. sehingga mengurangi beban Jamkesda kabupaten/ kota tertentu yang memiliki peserta dengan risiko sakit relatif lebih besar. baik terhadap sisi pembiayaan (yakni. Penghimpunan (pooling) dana Jamkesda dari masing-masing kabupaten/ kota pada level nasional berguna agar biaya pelayanan kesehatan terbagi oleh semua Jamkesda. sehingga akan membuat risiko sakit penerima asuransi ke arah rata-rata. Dalam mengimplementasikan UU SJSN No. Jamsostek. Di pihak lain. di Surakarta. 2010 10 . wiraswasta. dengan mencegah pengeluaran kesehatan katastrofik dan pemiskinan karena pembayaran pelayanan kesehatan secara ‘out-of-pocket’ (Sreshthaputra dan Indaratna. keluarga miskin. perlu diterapkan co-payment untuk mencegah moral hazard. revenue Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS. Dengan menerapkan “hukum jumlah besar” pada suatu saat dana Jamkesda dari masing-masing kabupaten dan kota dapat dihimpun (pooling) oleh PT Askes pada skala nasional. tidak hanya pekerja yang bersangkutan. Tetapi keluarga miskin perlu dibebaskan dari co-payment.cakupan penerima manfaat asuransi Jamkesda atau paket manfaat pelayanan kesehatan yang diberikan perlu dibedakan dengan Jamkesmas. pembiayaan kesehatan sektor informal dilakukan melalui skema Jamkesmas dan Jamkesda.terhadap praktik pemberian pelayanan kesehatan. Hanya saja cakupan penerima manfaat asuransi perlu diperluas meliputi semua anggota keluarga. sangat penting bagi pemerintah untuk memperkuat regulasi (peraturan pemerintah).

collection dan pooling). yaitu jumlah biaya yang dibayarkan dalam Ina-DRG kepada pihak rumahsakit lebih besar daripada biaya sesungguhnya pelayanan kesehatan yang disediakan. www. Adv Health Econ Health Serv Res. Pos Kota 11 Agustus 2010. yang memberikan pelayanan dalam skema pra-upaya. Pengalaman pelaksanaan Jamkesmas selama ini menunjukkan terdapat sejumlah masalah dalam ‘purchasing’ pelayanan kesehatan. Tujuan itu bisa diwujudkan dengan mengembangkan sistem pembiayaan pra-upaya yang lebih luas dan adil melalui pajak. Referensi Indo Pos (2010). Bandung. Untuk efisiensi administrasi perlu dilakukan pembatasan jumlah perusahaan asuransi. Tunggakan Jamkesmas mencapai Rp 25 Miliar.id. puskemas. Tangcharoensathien V. menurut Koran Tempo 13 Desember 2009. terhadap rumahsakit. penting bagi pemerintah untuk mengambil langkahlangkah kebijakan untuk memperluas sistem pra-upaya dan mengurangi dengan segera mungkin ketergantungan pada sistem membayar langsung (out-of-pocket).Bataviase. Tidak jarang terjadi kasus penolakan pasien Jamkesmas oleh pemberi pelayanan Jamkesmas.Bataviase. Diakses 7 November 2010.21:57-81. Pengelola Jamkesmas akan dibentuk. The equity impact of the universal coverage policy: lessons from Thailand. dengan realitas keberadaan sejumlah perusahaan asuransi sosial dan swasta yang telah beroperasi puluhan tahun lamanya. setidaknya ada enam kabupaten di Jawa Barat yang menunggak pembayaran dana Jamkesmas di Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin. Pengelola skema pra-upaya perlu menerapkan mekanisme kontrol terhadap kualitas dan biaya pelayanan kesehatan. Penutup Untuk memastikan cakupan universal. Indo Pos. Tetapi kadang terjadi masalah sebaliknya. purchasing). Prakongsai P. maupun dokter. profiling.Bataviase. Koran Tempo 15 Desember 2009. Sebagai contoh. Diakses 7 November 2010..id. atau campuran antara kedua sistem. misalnya dengan metode seleksi. dengan biaya yang terjangkau. (2009). Limwattananon S. Demikain pula sangat penting bagi pemerintah untuk menegakkan regulasi yang ketat di sisi suplai. swasta. efektif. Tetapi perusahaan asuransi yang telah berpengalaman lama dan berkinerja baik dalam mengelola asuransi pada skala nasional tetap berfungsi sebagai pengelola asuransi kesehatan sosial. asuransi kesehatan sosial.co. 18 Oct 2010. dan dibutuhkan. di Surakarta. www. atau pemberian pelayanan kesehatan dengan kualitas rendah kepada pasien Jamkesmas. agar setiap warga benar-benar dapat mengakses pelayanan kesehatan yang bermutu. maupun sisi penyediaan dan penggunaan pelayanan kesehatan (yakni. 2010 11 . co. disarankan agar cakupan universal pelayanan kesehatan ditempuh dengan sistem pelayanan kesehatan ganda (dual health care system). Koran Tempo (2010). www. Pemerintah perlu memperkuat regulasi pada sisi pembiayaan maupun penyediaan pelayanan dalam sistem asuransi yang dijalankan. Jamkesda picu banyak masalah. Pos Kota (2010). Di negara Indonesia dengan mayoritas warga bekerja di sektor informal dan formal. dan berjalan paralel dengan asuransi kesehatan nasional (Jamkesmas) yang dikelola pemerintah. Nilai yang harus dibayarkan paling lambat akhir bulan ini mencapai Rp 25 milyar. dan deseleksi. 27 November. yakni tunggakan pembayaran pelayanan kesehatan yang sudah dilakukan oleh rumahsakit dan puskesmas. Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS.co.id. Diakses 7 November 2010.

Suara Karya 10 Juli 2010. 19 Juli 2001. Diakses 7 November 2010. Number 1.www.67(12):2027-35. The universal coverage policy of Thailand: An introduction. Soc Sci Med. WHO (2005). Suara Karya (2010). World Health Organization. 2010 12 .Bataviase.org/aphen/thailand_universal _coverage. Lagrada LP (2008). Payments for health care and its effect on catastrophe and impoverishment: experience from the transition to Universal Coverage in Thailand. Health Financing Policy.co. Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS..Somkotra T.htm. List of countries with universal healthcare http://truecostblog.id. Technical brief for policy-makers. 2005. Truecostblog (2009). Makalah pada Asia-Pacific Health Economics Network (APHEN). Program Jamkesda makin diminati daerah. www. di Surakarta. Diakses 7 November 2010. Sreshthaputra N dan Indaratna K (2001).unescap. com/2009/08/09/countries-with-universal-healthcare-by-date/ Diakses 7 November 2010. Achieving universal health coverage: Developing the health financing system. Department of Health Systems Financing. 27 November.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful