P. 1
Pupuk Organik Oreza Aplikasi Tanaman Kubis

Pupuk Organik Oreza Aplikasi Tanaman Kubis

|Views: 39|Likes:
Published by maulwiyusuf
Penerapan teknologi efektif mikroorganisme pada lahan sayuran, merupakan suatu metode penerapan dan penggabungan antara kekuatan teknologi moderen dan dengan kekuatan alami mikroorganisme pengurai tanah [Azotobacter sp. Azospirillium sp. Lactobaccillus sp. Mikroba selulotik, mikroba pelarut phosphate dan pseudomonas sp.]
Azotobacter sp. dan Azosppirillum sp. merupakan mikroba penambat unsure nitrogen dari udara. Lactobacillus sp. merupakan mikroba yang berperan dalam pembentukan proses fermentasi bahan organic menjadi senyawa – senyawa asam laktat yang dapat diserap oleh tanaman. Mikroba selulotik merupakan mikroba yang menghasikan enzim selulosa yang akan mempercepat berlangsungnya proses pembusukan bahan organik. Mikroba pelarut phosphate merupakan mikroba yang berfungsi membantu melarutkan phosphate dalam bentuk enzim yang lebih mudah diserap tanaman.
Pseudomonas sp. dalam oreza merupakan salah satu genus Pseudomonas yang tidak menggangu tanaman, mikroba ini menghasilkan enzim pengurai yang disebut lignin yang berfungsi untuk memecah mata rantai rangkaian zat – zat kimia yang tidak bias terurai mikroba lain, termasuk didalamnya residu pestisida.
Untuk informasi dan pemesanan dapat menghubungi :
Maulwi Yusuf
Sumberhadi Kec.Melinting Lampung Timur atau Jln. Walet No. 14 Purwosari Kota Metro Utara Lampung
HP : (Indosat) 0857 8994 8971 / (Telkomsel) 0852 2739 0218
email: maulwiyusuf@gmail.com
Web : sumber-organik.blogspot.com
Penerapan teknologi efektif mikroorganisme pada lahan sayuran, merupakan suatu metode penerapan dan penggabungan antara kekuatan teknologi moderen dan dengan kekuatan alami mikroorganisme pengurai tanah [Azotobacter sp. Azospirillium sp. Lactobaccillus sp. Mikroba selulotik, mikroba pelarut phosphate dan pseudomonas sp.]
Azotobacter sp. dan Azosppirillum sp. merupakan mikroba penambat unsure nitrogen dari udara. Lactobacillus sp. merupakan mikroba yang berperan dalam pembentukan proses fermentasi bahan organic menjadi senyawa – senyawa asam laktat yang dapat diserap oleh tanaman. Mikroba selulotik merupakan mikroba yang menghasikan enzim selulosa yang akan mempercepat berlangsungnya proses pembusukan bahan organik. Mikroba pelarut phosphate merupakan mikroba yang berfungsi membantu melarutkan phosphate dalam bentuk enzim yang lebih mudah diserap tanaman.
Pseudomonas sp. dalam oreza merupakan salah satu genus Pseudomonas yang tidak menggangu tanaman, mikroba ini menghasilkan enzim pengurai yang disebut lignin yang berfungsi untuk memecah mata rantai rangkaian zat – zat kimia yang tidak bias terurai mikroba lain, termasuk didalamnya residu pestisida.
Untuk informasi dan pemesanan dapat menghubungi :
Maulwi Yusuf
Sumberhadi Kec.Melinting Lampung Timur atau Jln. Walet No. 14 Purwosari Kota Metro Utara Lampung
HP : (Indosat) 0857 8994 8971 / (Telkomsel) 0852 2739 0218
email: maulwiyusuf@gmail.com
Web : sumber-organik.blogspot.com

More info:

Categories:Types, Brochures
Published by: maulwiyusuf on Mar 20, 2012
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2012

pdf

MENGGUNAKAN OREZA PADI DAN OREZA SERUM PHTYOPTHORA SP Penerapan teknologi efektif mikroorganisme pada lahan sayuran, merupakan

suatu metode penerapan dan penggabungan antara kekuatan teknologi moderen dan dengan kekuatan alami mikroorganisme pengurai tanah [Azotobacter sp. Azospirillium sp. Lactobaccillus sp. Mikroba selulotik, mikroba pelarut phosphate dan pseudomonas sp.] Azotobacter sp. dan Azosppirillum sp. merupakan mikroba penambat unsure nitrogen dari udara. Lactobacillus sp. merupakan mikroba yang berperan dalam pembentukan proses fermentasi bahan organic menjadi senyawa – senyawa asam laktat yang dapat diserap oleh tanaman. Mikroba selulotik merupakan mikroba yang menghasikan enzim selulosa yang akan mempercepat berlangsungnya proses pembusukan bahan organik. Mikroba pelarut phosphate merupakan mikroba yang berfungsi membantu melarutkan phosphate dalam bentuk enzim yang lebih mudah diserap tanaman. Pseudomonas sp. dalam oreza merupakan salah satu genus Pseudomonas yang tidak menggangu tanaman, mikroba ini menghasilkan enzim pengurai yang disebut lignin yang berfungsi untuk memecah mata rantai rangkaian zat – zat kimia yang tidak bias terurai mikroba lain, termasuk didalamnya residu pestisida. Aplikasi teknologi EM Oreza pada tanaman sayuran A. Aplikasi Oreza pada tanaman Kubis. A. Syarat tumbuh 1) Tipe tanah : cocok di tanam di lahan yang jenis tanahnya lempung sampai lempung berpasir yang gembur dan mengandung bahan organik. 2) Syarat teknis : lokasi terbuka oleh sinar matahari, dan drainese air lancar. B. Persemaian 1) Kebutuhan benih per ¼ hectare sekitar 50- 62,5 gram. 2) Siapkan media semai berupa campuran tanah steril sebanyak dua bagian dan pupuk kandang matang sebanyak satu bagian. 3) Lakukan penyemaian dengan cara sebagai berikut. Ayak tanah dan pupuk kandang menggunakan ayakan pasir, kemudian aduk rata. Siapkan polibag atau kantong plastic berukuran 6 x 10 cm yang sudah dilubangi disetiap sudut dasarnya. Siapkan tempat persemaian berupa bedengan yang berukuran lebar 100 cm, tinggi 15-20 cm, dan panjang sesuai kebutuhan. Beri pembatas dari bilah bambu di kedua sisi bedengan dan penyekat di setiap panjang 1- 1,5 m agar polibag bisa disusun rapat. Isikan media semai ke dalam polibag, lalu susun di tempat persemaian yang sudah disiapkan secara rapi dan rapat. Sehari sebelum di tanam benih, siram media polibag menggunakan larutan Oreza premium dengan dosis 5 kg + 200 Liter air. Lakukan penyiraman hingga media semai di bagian dasar polibag menjadi basah. Rendam benih dalam larutan Oreza serum 50cc / 1 liter air selama 15 menit, lalu tiriskan dan bungkus dengan kain katun yang lembab.

Untuk Informasi atau Pemesanan silahkan hubungi Agen Kami : Maulwi Yusuf Sumberhadi Kec.Melinting Lampung Timur atau Jln. Walet No. 14 Purwosari Kota Metro Utara Lampung HP : (Indosat) 0857 8994 8971 / (Telkomsel) 0852 2739 0218 email: maulwiyusuf@gmail.com Web : sumber-organik.blogspot.com

Peram bungkusan benih ditempat yang hangat ( temperature udara 30-32*C ) selam 12 jam. Bisa juga di peram didalam kotak kardus atau kaleng yang dilengkapi dengan lampu bohlam berdaya 15-25 watt. Tanam benih dengan cara ditancapkan di tengah polibag Setelah penanaman benih selesai, siram menggunakan gembor lembut agar benih tidak berantakan. Untuk mempercepat dan menyeragamkan perkecambahan, tutup permukaan persemaian dengan karung atau daun pisang atau plastic selama dua hari, yaitu sampai calon daun lembaga mulai seragam menyembul ke permukaan media. 4) Lakukan perawatan persemaian dengan cara sebagai berikut. Siram media semai secara rutin agar kelembabanya tetap terjaga. Pada umur 15 hari siramkan Oreza premium dengan dosis 100gr /10 L air. Jika terserang penyakit rebah bibit (Dumping off ), semprotkan Fungisida Benlate dengan dosis 1g / 1 liter air. Setelah berumur 23- 28 hari atau daun sejati sudah tumbuh dua helai, bibit bisa di tanam di lahan. C. Persiapan lahan 1) Bersihkan gulma dan sisa – sisa tanaman sebelumnya [baik manual maupun dengan herbisida, gunakan herbisida yang ramah lingkungan U – sap (urin sapi herbisida). 2) Lakukan pembajakan atau pencangkulan untuk membalik dan memecah bongkahan tanah. 3) Buat bedengan sederhana dengan ukuran lebar [110cm], lebar selokan [50-60cm] tinggi bedengan [15-20cm]. 4) Pemberian pupuk dasar dengan dosis per ¼ ha [2.500m 2 ] sbb. Pupuk kandang : 1 ton Urea / ZA Dolomite Oreza Oreza serum : 150 kg [3 karung] : 300 kg [6 karung] : 6 liter : 2 liter

Pemberian pupuk dasar : a) Campur 1 karung UREA/ZA + 2 Liter Oreza padi + 2 karung dolomite = 150 kg Oreza paket hemat. Kebutuhan pupuk dasar per @ 2.500 m 2 x 50% = 1.250m2. Sehingga pada luasan bedengan [ 1.250 m2 ] membutuhkan 450 kg Oreza paket hemat dengan dosis aplikasi [360 gr/ m2 ]. b) Sebar pupuk kandang secara merata pada sisi kiri dan kanan bedengan, aduk – aduk kedalam tanah. c) Sebar Oreza paket hemat secara merata di sisi kiri dan kanan bedengan seperti penyebaran pupuk kandang aduk – aduk juga kedalam tanah. d) Timbun bedengan dengan tanah dari selokan, timbunan bedengan tipis saja, kurang lebih [5cm] dengan demikian tinggi bedengan menjadi [20 – 25cm]

Untuk Informasi atau Pemesanan silahkan hubungi Agen Kami : Maulwi Yusuf Sumberhadi Kec.Melinting Lampung Timur atau Jln. Walet No. 14 Purwosari Kota Metro Utara Lampung HP : (Indosat) 0857 8994 8971 / (Telkomsel) 0852 2739 0218 email: maulwiyusuf@gmail.com Web : sumber-organik.blogspot.com

D. Penanaman 1) Sebelum penanaman di lahan, siram bibit dipersemaian sampai media benar- benar lembab hingga ke bagian dasarnya. 2) Pada system tanaman yang menggunakan mulsa plastic hitam perak, lakukan pencongkelan lubang tanam sedalam 8-10 cm. 3) Lepaskan bibit beserta media dan perakarnya dari plastic polibag dengan 4) Buat lubang tanam sedalam [3 – 4cm] dengan menggunakan tugal, dengan jarak [30 x60 cm]. 5) Tanam bibit satu per satu di lubang tanam tanpa harus melepaskannya dari polibag.Media perakaran besrta polibag ditanam sebatas 1-2 cm dibawah daun lembaga. 6) Lakukan penyiraman / poengairan untuk mempercepat adaptasi tanaman di lingkungannya yang baru. E. Pemupukan susulan 1) Pupuk susulan berupa pupuk cair yang terbuat dari [1 karung Urea /ZA + 2 liter Oreza padi ] aduk hingga rata hingga mendapat oreza premium sebanyak 50 kg. 2) Dosis pemupukan diberikan [5 kg Oreza premium + 200 liter air] setiap tanaman mendapatkan 250cc. 3) Pupuk susulan pertama diberikan pada umur [15 – 20 HST] 4) Penyemprotan Oreza serum dilakukan setiap [5 – 7 hari ]sekali hal ini untuk meningkatkan pertumbuhan tunas dan daun. 5) Pada umur [35 – 40HST] lakukan pemupukan susulan ke 2 dengan dosis aplikasi [5kg oreza premium + 200 L air] dengan dosis perbatang 250 cc. 6) Pada umur [60 – 65HST] lakukan pemupukan ke 3 dengan dosis yang sama dengan pemupukan ke 2 yang selanjutnya pemupukan susulan dapat dilakukan setiap [7 – 10 hari sekali] dengan dosis yang sama. Pemupukan susulan ini merupakan pemberian nutrisi yang siap pakai untuk tanaman dan akan membantu melindungi tanamandari serangan penyakit akar. B. Pemeliharaan tanaman A. Penyulaman tanaman Pada penanaman Kubis dengan system persemaian selalu ada beberapa tanaman yang mati, baik karena kegagalan adaptasi tanaman pasca transplanting segera ganti dengan bibit yang baru. B. Sanitasi Lahan. Lakukan penyiangan rumput dan gulma di sekitar tanaman ( termasuk selokan). Selain menjadi pesaing tanaman pokok dalam menyerap unsure hara tanah, gulma bisa menjadi tempat berkembangnya hama ulat. C. Pengairan 1) Efektifitas pemupukan sangat tergantung pada kondisi kelembapan tanah. Pada dasarnya pupuk yang diberikan kedalam tanah akan terurai menjadi kation dan anion yang larut dalam larutan air tanah [unsure hara tersedia]. bersamaan dengan penyerapan air tanah oleh akar melalui proses fisiologi, maka unsure hara tersedia tersebut terserap oleh tanaman. Bisa dibayangkan jika kondisi tanah di zona perakaran kering,
Untuk Informasi atau Pemesanan silahkan hubungi Agen Kami : Maulwi Yusuf Sumberhadi Kec.Melinting Lampung Timur atau Jln. Walet No. 14 Purwosari Kota Metro Utara Lampung HP : (Indosat) 0857 8994 8971 / (Telkomsel) 0852 2739 0218 email: maulwiyusuf@gmail.com Web : sumber-organik.blogspot.com

berapa pun jumlah pupuk yang diberikan ke dalam tanah tidak akan maksimal terurai, apalagi terserap oleh tanaman. 2) Pada musim kemarau, lakukan penyiraman atau pengairan untuk menjaga kelembapan tanah. 3) Sebaliknya pada musim hujan, perhatikan saluran drainese agar air lancar mengalir dan tidak ada air yang menggenang di selokan. C. Hama dan penyakit Dominan pada Kubis. 1. Ulat tanah ( Agrotis sp.) Ulat yang berwarna coklat sampai coklat kehitaman ini menyerang tanaman kecil yang baru dipindahkan ke lahan. Serangan biasanya terjadi pada malam hari, karena ulat ini takut sinar matahari. Pangkal batang tanaman yang masih sangat sekulen digerek hingga putus. Akibatnya tanaman mati karena sudah tidak memiliki titik tumbuh. Pencegahan o Lakukan sanitasi lahan secara benar termasuk di galengan atau parit disekitar lokasi lahan. Pemberantasan o Jika serangan sudah tingkat yang parah, semprotkan insektisida yang tepat. Patuhi anjuran dosis sesuai yang tertera di label kemasan. o Insektisida yang biasa digunakan diantaranya Furadan 3G dan Curater 3G. 2. Ulat Perusak daun Ulat kecil ini berwarna hijau muda. Panjang tubuhnya sekitar 7- 10 mm. Ulat ini suka bergerombol saat menyerang tanaman dan lebih menyukai pucuk tanaman. Akibatnya daun muda dan pucuk tanaman berlubanglubang. Jika serangan sudah sampai ke titik tumbuh tunas, proses pembungaan akan sangat terganggu. Lebih parah lagi bunga gagal berkembang. Pencegahan o Lakukan sanitasi lahan dengan benar. Jika tanaman Kubis sudah terserang hama ini, segera semprot menggunakan insektisida yang tepat. Beberapa insektisida yang biasa digunakan adalah March 50 EC, Buldok 25 EC dan Proclaim 5 SG. Gunakan sesuai dosis anjuran yang tertera di label kemasan. Pemberantasan o o o

3. Ulat Grayak (Spodoptera Litura, Plusia chalchites dan Piezodorus sp.) Ketiga jenis ulat ini sering menyerangtanaman dengan cara menyerang daunnya. Serangan spodoptera litura lebih dominan daripada kedua jenis lainnya. Pada tingkat serangan parah daun dapat dimakan habis. Pencegahan o Lakukan sanitasi lahan dengan benar. Jika serangan sudah tingkat yang parah, semprotkan insektisida yang tepat. Patuhi anjuran dosis sesuai yang tertera di label kemasan. o Insektisida yang biasa digunakan diantaranya Metindo 25 WP, Indodan 350 EC, Decis 2,5 EC, dan Buldok 25 EC.
Untuk Informasi atau Pemesanan silahkan hubungi Agen Kami : Maulwi Yusuf Sumberhadi Kec.Melinting Lampung Timur atau Jln. Walet No. 14 Purwosari Kota Metro Utara Lampung HP : (Indosat) 0857 8994 8971 / (Telkomsel) 0852 2739 0218 email: maulwiyusuf@gmail.com Web : sumber-organik.blogspot.com

Pemberantasan o

4. Penyakit Busuk Lunak ( Erwinia Carotovora ) & Busuk Daun ( Phytoptora sp.). Penyakit ini menyerang tunas atau pucuk tanaman, baik sebelum berbunga maupun setelah bunga keluar. Gejala awal penyakit berupa bercak basah di tunas pucuk atau bunga. Selanjutnya, bercak meluas menjadi busuk basah hingga ke dalam batang dan sangat berbau busuk. Jika menyerang sebelum berbunga, titik tumbuh mati sehingga tanaman tidak bisa berbunga. Jika menyerang saat berbunga, bunga menjadi rusak, busuk basah dan berbau sangat tidak sedap. Penyakit busuk lunak sering menyerang saat musim hujan dan suhu udara di atas normal. Pencegahan o Perbaiki saluran drainase secara rutin, terutama pada musim hujan dan Lakukan saniatasi lahan secara rutin. Pemberantasan o Jika tampak gejala awal, segera semprot dengan fungisida yang tepat. Arahkan mata spray ke bagian daun bagian bawah dan atas. o Beberapa contoh Fungisida yang bisa digunakan adalah Anvil 50 SC, Nimrod 250 EC, dan Score 250 EC. Gunakan dosis yang sesuai dengan label kemasan. 5. Penyakit Akar Gada ( Plasmadhiopora brasicae) Penyakit ini menyerang perakaran taman.Semula tanaman tampak layu hanya pada siang hari yang cerah dan panas sebaliknya pada pagi hari kondisinya segar. Pertumbuhan tanaman terhambat. Jika tanaman dicabut akan tampak benjolan-benjoplan besar seperti kanker di perakaranya. Bila tingkat seranganya sudah parah, tanaman sama sekali tidak bisa berproduksi. Pencegahan o Perbaiki saluran drainase secara rutin, terutama pada musim hujan dan Lakukan saniatasi lahan secara rutin.

Pemberantasan
o

Jika tampak gejala awal, segera semprot dengan fungisida yang tepat. Arahkan mata spray ke bagian daun bagian bawah dan atas. Beberapa contoh Fungisida yang bisa digunakan adalah Anvil 50 SC, Nimrod 250 EC, dan Score 250 EC. Gunakan dosis yang sesuai dengan label kemasan.

o

Untuk Informasi atau Pemesanan silahkan hubungi Agen Kami : Maulwi Yusuf Sumberhadi Kec.Melinting Lampung Timur atau Jln. Walet No. 14 Purwosari Kota Metro Utara Lampung HP : (Indosat) 0857 8994 8971 / (Telkomsel) 0852 2739 0218 email: maulwiyusuf@gmail.com Web : sumber-organik.blogspot.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->