LAPORAN TAMAN BACAAN MASYARAKAT

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke Hadlirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmatNya semata, laporan program kegiatan TBM ini dapat terselesaikan. Selama penyusunan laporan ini, penulis mendapatkan bantuan, bimbingan, dan kerja sama dari semua pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Camat Banyuasin III dan Lurah Pangkalan Balai yang telah banyak memberikan dukungan dan telah memberikan ijin selama proses pelaksanaan praktik program kegiatan TBM. 2. Pembimbing dari Universitas Sriwijaya Palembang yang telah dengan sabar memberikan bimbingan dan arahan selama proses pelaksanaan praktik program kegiatan TBM. 3. Dan tidak lupa kepada semua pihak yang telah membantu, memberikan motivasi, serta dukungan dalam penyusunan penelitian ini, terima kasih atas segalanya. Mudah-mudahan segala bantuan, dukungan serta motivasi yang diberikan, diterima Allah SWT sebagai catatan amal kebaikan di sisi-Nya. Saran dan kritik sangat penulis harapkan untuk kesempurnaan dan perbaikan laporan ini.

Pangkalan Balai , 6 Maret 2012

Penulis

Suyanto menyatakan bahwa pendidikan merupakan instrumen yang sangat penting bagi setiap bangsa untuk meningkatkan daya saingnya dalam tatanan masyarakat dunia global. Banyak negara maju yang selalu membangun dunia pendidikannya tanpa henti. sebab setiap titik aktivitas dalam dunia global adalah sangat tergantung dengan hal tersebut. Jepang yang kini kita kenal sebagai “Macan Asia” dengan pencapaian kemajuan yang luar biasa.BAB I PENDAHULUAN A. 2 Maret 2003). Pada saat itu Jepang sangat banyak kehilangan aset. baik fisik maupun non fisik bahkan sumber daya manusia pun sangat banyak yang menjadi korban. ternyata kunci kesuksesan tersebut adalah pendidikan. Negara adidaya ini sadar bahwa kualitas pendidikan sangat menentukan masa depan bangsanya (Kompas. . Pengusaaan IPTEK mutlak diperlukan. eksistensi dan kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Apakah kunci dibalik kesuksesan yang telah dicapai oleh bangsa Jepang tersebut? Perlu diketahui. pada tahun 1945 adalah negara yang porak poranda akibat pemboman yang dilakukan oleh Amerika. Amerika Serikat. Kaisar Hirohito langsung memerintahkan untuk menghitung berapa guru yang tersisa. Ini membuktikan bahwa ternyata pembangunan bidang pendidikan memegang peranan penting dalam kemajuan suatu bangsa. Namun. Ada cerita menarik pasca-pengeboman Hiroshima dan Nagasaki. dalam kurun waktu tidak lebih dari 10 tahun Jepang telah bangkit dan berkembang menjadi negara maju. Ketika itu. misalnya selama bertahun-tahun sangat gencar memikirkan peningkatan kualitas pendidikan. Latar Belakang Di era globalisasi ini.

serta satuan pendidikan yang sejenis. kemudian diperbaharui pada tahun 1992/1993 dengan adanya program kegiatan TBM. bekerja atau berusaha secara mandiri dalam setiap aktivitas mereka dalam kehidupan di masyarakat. keterampilan. pasal 26 ayat (4). pusat kegiatan belajar masyarakat. dengan kegiatan TBM ini diharapkan pula dapat meningkatkan kemampuan. tercantum bahwa satuan pendidikan non formal terdiri atas lembaga kursus. majelis taklim. Rumusan dan Pemecahan Masalah Berdasarkan uraian tentang pentingnya pembangunan TBM sebagai salah satu pilar program pembangunan pemerintah di bidang pendidikan yang telah dijelaskan pada latar belakang tersebut di atas. B.Salah satu program pendidikan sebagai tindak lanjut dan implementasi program pemerintah yang turut mendukung keberhasilan pembangunan dunia pendidikan adalah adanya pengembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). lembaga pelatihan. maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah dengan implementasi program kegiatan TBM ini dapat mewujudkan masyarakat yang gemar belajar . Selain itu. serta bagi mereka yang putus sekolah atau tamat sekolah tetapi tidak melanjutkan sebagai bekal untuk mengembangkan diri. dan memperluas wawasan bagi mereka yang telah melek aksara. pengetahuan. kelompok belajar. Peningkatan kualitas sumber daya masyarakat dalam bentuk program taman bacaan ini telah dirintis sejak tahun lima puluhan berupa program kegiatan Taman Pustaka Rakyat (TPR). Pengembangan program pendidikan berupa program Pengembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) adalah salah satu program pemerintah yang mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dengan Program kegiatan TBM ini diharapkan nantinya dapat mewujudkan masyarakat gemar belajar (learning society) dengan salah satu indikatornya berupa masyarakat gemar membaca (reading society).

f. . C. Memperkaya pengalaman belajar dan pengetahuan bagi masyarakat. 2. Tujuan Kegiatan Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1. 3. Mewujudkan masyarakat yang gemar membaca (reading society). dan kegemaran membaca. Mengimplementasikan program pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia dalam wujud kegiatan TBM. b. kecintaan. Manfaat Kegiatan Adapun manfaat-manfaat dari kegiatan TBM bagi masayrakat adalah sebagai berikut: a. Menumbuhhkan kegiatan belajar mandiri. d. Membantu pengembangan kecakapan membaca. Dapat menumbuhkan minat. c. D. e.(learning society) dengan salah satu indikatornya berupa masyarakat yang gemar membaca (reading society)? Adapun pemecahan masalah dalam penelitian ini adalah bahwa dengan implementasi program kegiatan TBM ini di lingkungan kelurahan tempat tinggal peneliti diharapkan nantinya dapat mewujudkan masyarakat yang gemar belajar (learning society) dengan salah satu indikatornya berupa masyarakat gemar membaca (reading society). Menambah wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Mewujudkan masyarakat yang gemar belajar (learning society). Meningkatkan pemberdayaan masayarakat.

: Yopana Oktaria. o Mengembangkan dan memajukan TBM. adalah sebagai berikut: a. Adapun Job deskripsi masing-masing bidang. Kepala TBM o Memimpin TBM. o Menyusun dan menetapkan program TBM. Organisasi dan Manajemen Taman Bacaan Masyarakat Sebagai usaha dalam mempermudah langkah kerja kegiatan TBM agar berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan masyarakat.BAB II PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN A. b. o Melakukan kerja sama. c. Membuat laporan administrasi dan teknis. baik antar TBM maupun institusi lainnya (pemerintah/swasta) o Mengkordinasi serta mengawasi/mengontrol pelaksanaan tugas administrasi/pengolahan dan tugas-tugas layanan. Melaksanakan pengolahan bahan pusaka. . : Yeni Mallisa. Staf Bidang Administrasi dan Teknis o o o o Mengurus kegiatan administrasi dan surat-menyurat. Kepala TBM Staf Bidang Administrasi dan Teknis Staf Bidang Layanan Pembaca : Zamhari Alkatirie. a. Mengadakan pemilihan dan pengadaan bahan pustaka. maka disusunlah organisasi dan manajemen TBM sebagai berikut: a.

Melaksanakan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka. Dengan nama yang demikian mendalam arti dan maknanya. 34 Nomor 63. utomo artinya utama atau keutamaan sehingga jika dirangkai dalam satu kalimat maknanya adalah jalan menuju keutamaan. Jeannette Vos menyatakan bahwa pembelajaran akan berkembang dengan cepat dan mudah dengan melalui penjelajahan dan kesenangan. Ahmad Dahlan RT. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) ini diberi nama “Margo Utomo”. C. dimulai pada minggu pertama bulan Januari 2012 sampai dengan minggu terakhir pada bulan Maret 2012. Melaksanakan administrasi keanggotaan. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan TBM ini dilaksanakan di jalan KH. B. diantaranya meliputi kegiatan: . Staf Bidang Layanan Pembaca o o o o o Mempersiapkan dan mengatur tata tertib layanan. yaitu rumah milik peneliti. Berasal dari bahasa jawa yang secara harfiah makna dari Margo Utomo adalah Margo yang artinya jalan (sebab). diharapkan nantinya benar-benar TBM ini bisa menjadi salah satu motor penggerak dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa baik secara material maupun mental spiritual khususnya di lingkungan kelurahan tempat tinggal peneliti.a. Membuat laporan pelayanan dan penggunaan koleksi TBM. Melaksanakan/menyelenggarakan layanan. Strategi dan Deskripsi Jalannya Kegiatan Strategi yang dilakukan dalam program kegiatan ini yaitu membaca menyenangkan “Quantum reading”. Adapun waktu pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 3 bulan.

1. 3. kondisi lingkungan pembelajaran melalui penjelajahan dan kesenangan yang kreatif. serta pengenalan bahan bacaan dan sosialisasi tentang orientasi program ke depan yang akan dilakukan dalam TBM “Margo Utomo”. Pencanangan tujuan pribadi dan hasil belajar. bahwa tingkat partisipasi anda di dunia sesungguhnya dapat menentukan kemampuan anda untuk belajar dengan kemudahan serta adanya lingkungan yang memperkaya menghasilkan pelajar-pelajar yang lebih baik dalam situasi yang memerlukan pemecahan masalah sementara lingkungan yang melemahkan menghasilkan pelajar-pelajar yang tidak mempunyai minat. 2. inovatif dan dapat menarik minat peserta belajar beserta indikator yang memenuhinya sebagai sebuah proses yang ideal adalah sangat penting dalam membantu menghasilkan subyek pebelajar yang handal. kemudian mendokumentasikan calon peserta yang akan menjadi sasaran kegiatan berdasarkan data yang diperoleh dari kelurahan. Menyiapkan suasana yang kondusif dan mencuri perhatian peserta belajar. 4. Memainkan musik atau menyiapkan kegiatan yang kreatif dan inovatif yang dapat menarik minat peserta belajar agar lebih intensif dalam mengikuti kegiatan belajar dan pembelajaran. Dari pernyataan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam setiap proses belajar dan pembelajaran tentang setting kegiatan. suasana. selanjutnya melaksanakan sosialisasi tentang pentingnya kegiatan TBM. langkah berikutnya menyusun daftar calon peserta yang akan dijadikan sasaran kegiatan. . Mengkonsentrasikan lingkungan. Hal ini selaras dengan pernyataan Bobbi De Porter. Deskripsi Jalannya Kegiatan TBM “Margo Utomo” Langkah pertama dalam usaha penyusunan program kegiatan TBM ini adalah mencari informasi dari kepala desa atau perangkat untuk mencari data tentang 7 warga belajar yang masih buta aksara.

. Memilih bacaan mulai yang sederhana dan tidak terlalu tebal. c. d. Untuk membuat suasana belajar makin menyenangkan kegiatan membaca ini diselingi dengan kegiatan-kegiatan lain berupa kegiatan penyuluhan tentang cara bercocok tanam yang bagus. b. Menarik minat baca warga belajar dengan memberi contoh membaca terlebih dahulu kemudian meminta kepada warga belajar lain untuk meneruskan bacaan yang telah kita baca tersebut. e. serta sesuai dengan kebutuhan kerja warga. Tahap ketiga yaitu tahap evaluasi kegiatan berupa: Dalam tahap ini peneliti dapat melihat perkembangan kemampuan daya baca warga belajar dan berapa jumlah wacana yang mampu mereka baca selama dalam pembinaan dengan berpedoman pada format evaluasi yang ada. namun kadang-kadang dilakukan di tempat-tempat rekreasi seperti di danau dan lokasi taman bermain di area kompleks Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Banyuasin. atau informasi aktual lainnya yang bermanfaat untuk diketahui warga belajar gemar baca atau diselingi dengan senam kebugaran jasmani. banyak gambar. Apabila ada warga yang mengalami kesulitan mengenal kata.Pada tahap pelaksanaan program TBM meliputi kegiatan: a. Tempat untuk melakukan kegiatan gemar baca tidak selalu berada di dalam ruangan. kita bantu dengan menyuruhnya untuk memperkirakan dengan kalimat sendiri lanjutan dari kalimat yang terpotong tersebut atau memintanya untuk meneruskan bacaan tersebut.

Dari ketujuh orang peserta TBM yang terpilih. bahwasanya pertemuan-pertemuan berikutnya dilaksanakan pada hari minggu pagi. Buku bacaan yang tersedia telah disesuaikan dengan kebutuhan kerja peserta belajar di TBM. atau informasi aktual lainnya yang bermanfaat untuk diketahui warga belajar gemar baca atau diselingi dengan senam kebugaran jasmani. Pada saat pertemuan pertama yang diselenggarakan pada hari minggu pagi. Selama proses pelaksanaan kegiatan belajar di TBM “Margo Utomo”. sehingga peneliti harus mencari dan menghubungi sendiri untuk mencari ketujuh anggota peserta TBM. Temuan Hasil Kegiatan Hasil penelitian ini dibuat berdasarkan data yang diperoleh selama proses kegiatan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) “Margo Utomo” berlangsung. c.00 WITA. b. dimulai jam 09. d. e. . mempunyai latar belakang kemampuan membaca yang beragam. Untuk membuat suasana belajar makin menyenangkan kegiatan membaca ini diselingi dengan kegiatan-kegiatan lain berupa kegiatan penyuluhan tentang cara bercocok tanam yang bagus. f. Pihak kelurahan ternyata belum mempunyai data lengkap mengenai warganya yang berkemampuan membaca sangat kurang. ada yang agak kurang. namun koleksi yang ada sangat terbatas. kurang dan sangat kurang.00 s/d 12. peneliti mencatat halhal penting antara lain: a. Pada penelitian ini peneliti bertindak sebagai pengamat sekaligus tutor pendidikan masyarakat anggota TBM.BAB III EVALUASI HASIL KEGIATAN A. Tutor pendidikan dengan peserta belajar telah membuat kesepakatan. ternyata tidak seluruh peserta bisa hadir secara serentak.

mengenal aneka masakan dan praktik memasak. kegiatan mengenal aneka flora dan fauna asli indonesia. Ternyata resep beliau menjadi tokoh yang terkenal tersebut adalah sangat haus akan pengetahuan dan setiap saat selalu tersedia buku bacaan disamping beliau. Kurang lebih 20 menit tahap pertama diberikan apersepsi dan apresiasi awal berupa betapa pentingnya penguasaan akan ilmu pengetahuan dan akan pentingnya membaca. 10 menit terakhir digunakan untuk menjelaskan beberapa teknik membaca menyenangkan dikaitkan dengan wacana yang telah disiapkan oleh tutor pendidikan dan memberi soal latihan untuk dikerjakan di rumah. mengenal kegiatan seni membordir dan menyulam. Tutor pendidikan melaksanakan skenario pembelajaran pada lampiran 2 yang diberikan dengan tahap-tahap pelaksanaan sebagai berikut yaitu: (1) Memberikan materi awal yang menyenangkan berupa kegiatan-kegiatan yang motivatif.g. dan ketahui utamanya kegiatan ini bertujuan membuat kegiatan di TBM “Margo Utomo”merupakan suatu kegiatan membaca yang benar-benar menyenangkan. Tempat untuk melakukan kegiatan gemar baca tidak selalu berada di dalam ruangan. namun kadang-kadang dilakukan di tempat-tempat rekreasi seperti di danau dan lokasi taman bermain di area Komplek Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Banyuasin. mengenal kegiatan menjahit serta kegiatan-kegiatan yang didasarkan dari pengalaman-pengalaman yang pernah peserta belajar lihat. selain itu tutor pendidikan juga melakukan tindakan penyadaran berupa penjelasan dan memberikan cerita singkat tentang tokoh nasional yang berpengetahuan luas. baik secara perorangan maupun secara berpasangan. misalnya KH. Agus Salim seorang tokoh diplomat kaliber internasional andalan bangsa Indonesia pada masa Orde Lama. dengar. . inovatif berupa mengenal kegiatan senam kesegaran jasmani.  50 menit pemberian konsep–konsep dan latihan termasuk adanya interaksi kelompok untuk mempraktikkan bacaan dari masing-masing wacana. untuk proses selanjutnya (2) Waktu dalam proses kegiatan belajar mengajar dibagi menjadi 3 tahap.

Untuk mengatasi hal tersebut. sehingga tidak mengetahui peserta belajar mana yang mengalami kesulitan. . itu peran tutor pendidikan dalam membimbing dan mengajak aktif peserta belajar dalam penanaman konsep perlu ditingkatkan. kendala-kendala tersebut diantaranya yaitu: (1) kurang mengajak peserta belajar terlibat secara aktif saat proses belajar sehingga penguasaan kelas masih kurang. (2) masih kurangnya membimbing peserta belajar dengan cara berkeliling pada saat peserta belajar menyelesaikan latihan dan praktik membaca secara berpasangan. tutor pendidikan mendiskusikan dengan peserta belajar dan berkonsultasi dengan suami. Evaluasi Proses Dalam pelaksanaan praktik pembinaan di TBM “Margo Utomo” ini penulis menemui beberapa ke ndala. Dalam arti aktivitas tutor pendidikan masih perlu ditingkatkan.Sedangkan rencana pelajaran yang diberikan pada tatap muka berikutnya yaitu: (1) Melanjutkan materi pembelajaran membaca menyenangkan (2) Waktu dalam proses belajar mengajar dibagi menjadi 3 tahap. (3) pada saat memberikan penjelasan dan contoh bacaan sedikit terlalu cepat sehingga agak sulit dipahami oleh peserta belajar yang kategorinya lambat. serta teman se-angkatan yang menangani kegiatan serupa untuk menentukan langkah-langkah perbaikan pada pembelajaran selanjutnya. 30 menit mengadakan presentasi di depan kelas untuk mempraktikkan bentuk membaca menyenangkan oleh beberapa anggota kelompok belajar yang telah ditunjuk sekaligus sebagai bentuk tes evaluasi. Oleh karena. Berdasarkan hasil diskusi dan konsultasi diketahui bahwa selama pembelajaran berlangsung masih banyak peserta belajar yang kurang perhatian dan masih ada yang belum paham tentang cara atau teknik membaca menyenangkan secara benar. Dari diri penulis sendiri sekaligus sebagai tutor pendidikan. Kurang lebih 10 menit tahap pertama dipergunakan untuk membahas PR yang dianggap sulit. B.

(3) kelancaran membaca. yaitu tes sisipan yang dilakukan setelah beberapa pertemuan. Patut dimaklumi. Untuk mengatasi hal ini. sebab bahan bacaan tersebut adalah koleksi penulis sendiri sebagai bahan mengajar di sekolah dasar tempat penulis bekerja.Media pembelajaran yang digunakan masih terbatas pada bahan bacaan yang kurang begitu menarik bagi para peserta belajar (umumnya mereka sudah berusia setengah baya). Adapun dalam proses penilaian ini adalah didasarkan atas beberapa kriteria keterampilan belajar individual diantaranya yaitu: (1) pelafalan. buku-buku sejarah nasional. Dalam hal ini penulis sekaligus tutor pendidikan melakukan evaluasi dalam dua bagian. misalnya cerita rakyat nusantara. Dari hasil tes sisipan dan tes akhir diperoleh nilai yang memuaskan dari keseluruhan peserta belajar. . kemudian penulis berusaha untuk mencari bahan bacaan yang sesuai dengan membeli di toko buku dan meminta bantuan ke temanteman yang mempunyai koleksi bacaan yang relevan dengan peserta belajar untuk kemudian dihibahkan secara cuma-cuma di TBM “Margo Utomo” tempat penulis mengadakan pembinaan taman bacaan masyarakat. dan tes akhir pada akhir praktik pembinaan di Taman Bacaan Masyarakat “Margo Utomo”. Perlu diketahui bahwa kedua tes ini merupakan suatu bentuk evaluasi untuk mengetahui tingkat penguasaan bahan pada satu periode tertentu dalam beberapa pokok bahasan/bahan wacana. (2) intonasi.

. David. Disertasi. Ali. kualitas pendidikan sangat menentukan masa depan bangsa. 2000.DAFTAR PUSTAKA Jeannette Vos. Johnson. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi. Jakarta: PT. Laporan Penelitian). Malang: Universitas Negeri Malang. 2003. Artikel. Jakarta. Boston: University of Minnesoto. Revolusi Cara Belajar. 2 Maret 2003.dkk. W. Learning together and alone. Makalah. Gramedia Pustaka Utama. Kompas. Saukah. 1991. Tesis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful