P. 1
Unsur Yang Menentukan Kewarganegaraan

Unsur Yang Menentukan Kewarganegaraan

|Views: 2,261|Likes:

More info:

Published by: Ali Akbar Nagh Chietose on Mar 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2013

pdf

text

original

Tugas kelompok

Pkn D I S U S U N
Oleh Nama    Magfira mutmainnah Nur afni syariah nasar Mushawwir hasan

MAN 3 BIRINGKANAYA MAKASSAR
Unsur Yang Menentukan Kewarganegaraan

Pembicaraan status kewarganegaraan seseorang dalam sebuah negara ada yang dikenal dengan apatride untuk orang-orang yang tidak mempunyai status kewarganegaraan. Jepang. Sedangkan dalam pewarganegaraan pasif. Amerika. STATUS KEWARGANEGARAAN  Apatride adalah adanya seorang penduduk yang sama sekali tidak mempunyai kewarganegaraan  Bipatride adalah adanya seorang penduduk yang mempunyai dua macam kewarganegaraan sekaligus ( kewarganegaraan rangkap).Adapun unsur-unsur yang menentukan kewarganegaraan seorang warga negara. yaitu sebagai berikut : 1 Unsur Darah Keturunan (Ius Sanguinis) Kewarganegaraan dari orang tua yang menurunkannya menentukan kewarganegaraan seseorang. 2 Unsur Daerah Tempat Kelahiran (Ius Soli) Daerah tempat seseorang dilahirkan menentukan kewarganegaraan. seseorang yang tidak mau dijadikan warga negara suatu negara. dan Indonesia.prinsip ini berlaku di Amerika. Dalam Undang-Undang dinyatakan bahwa kewarganegaraan dapat juga diperoleh melalui pewarganegaraan. dan multipatride untuk menyebutkan status kewarganegaraan seseorang yang memiliki dua atau lebih status kewarganegaraan. prinsip ini berlaku diantaranya di Inggris. Negara A menganut . Dalam pewarganegaraan aktif. Inggris. Perancis. maka yang bersangkutan dapat menggunakan hak repuidasi yaitu hak untuk menolak pemberian kewarganegaraan tersebut. Perancis. dan Indonesia. Permohonan pewarganegaraan dapat diperoleh dengan memenuhi persyaratan tertentu. Syarat-syarat atau prosedur pewarganegaraan disesuaikan menurut kebutuhan yang dibawakan oleh kondisi dan situasi negara masing-masing. 3 Unsur Pewarganegaraan ( Naturalisasi) Adalah tatacara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia melalui permohonan.orang yang memiliki status kewarganegaraan rangkap/dwikewarganegaraan. terkecuali di Jepang. seseorang dapat menggunakan hak opsi untuk memilih atau mengajukan kehendak menjadi warga negara dari suatu negara. Adi dan Ani adalah suami isteri yang berstatus warga negara A namum mereka berdomisili di negara B. ( dwi kenegaraan ) timbul apabila menurut peraturan dari dua negara terkait seseorang dianggap sebagai warganegara kedua negara itu. bipatride untuk orang. Misalnya. Dalam pewarganegaraan ini ada yang aktif ada pula yang pasif.

karena tempat kelahirannya adalah negara B. Menurut negara B yang menganut asas iussoli. Namun perlu di telaah. Sedangkan Apatride ( tanpa kewarganegaraan ) timbul apabila menurut peraturan kewarganegaraan. dan pernyataan untuk memilih tersebut harus disampaikan paling lambat 3 (tiga) tahun setelah anak berusia 18 tahun atau setelah kawin. Mereka berdomisili di negasa A yang berasas ius-sanguinis. Kemudian lahirlah anak mereka. dan hilangnya kewarganegaraan ayah atatu ibu tidak secara otomatis menyebabkan kewarganegaraan seorang anak menjadi hilang.asas ius-sanguinis dan negara B menganut asas ius-soli. misalnya dalam hal penentuan status personal yang didasarkan pada asas nasionalitas. Dani. Berdasarkan undang-undang ini anak yang lahir dari perkawinan seorang wanita WNI dengan pria WNA. Dengan demikian Dani mempunyai status dua kewarganegaraan atau Bipatride. apakah pemberian dua kewarganegaraan ini akan menimbulkan permasalahan baru dikemudian hari atau tidak. Dani adalah warga negaranya karena mengikuti kewarganegaraan orang tuanya. Begitu pula menurut negara B. Budi tidak diakui sebagai warganegaranya. Bila ketentuan antara hukum negara yang satu dengan yang lainnya tidak bertentangan maka tidak ada masalah. karena lahir di negara lain. Kewarganegaraan ganda yang diberikan kepada anak dalam undang-undang ini merupakan suatu pengecualian. Dengan demilian Budi tidak mempunyai kewarganegaraan atau Apatride. dan apabila dikaji dari segi hukum perdata internasional kewarganegaraan ganda memiliki potensi masalah. Mengenai hilangnya kewarganegaraan seorang anak hanya apabila anak tersebut tidak memiliki hubungan hukum dengan ayahnya. Undang-undang kewarganegaraan pada dasarnya tidak mengenal kewarganegaraan ganda (bipatride) ataupun tanpa kewarganegaraan (apatride). maupun anak yang lahir dari perkawinan seorang wanita WNA dengan pria WNI. karena bagaimanapun memiliki kewarganegaraan ganda berarti tunduk kepada dua yurisdiksi. dan bagaimana bila ketentuan yang satu melanggar asas ketertiban umum pada ketentuan negara yang lain. CARA DAN BUKTI MEMPEROLEH KEWARGANEGARAAN . Menurut negara A. Anak tersebut akan berkewarganegaraan ganda. namun bagaimana bila terdapat pertentangan antara hukum negara yang satu dengan yang lain. Pemberian kewarganegaraan ganda ini merupakan perkembangan baru yang positif bagi anak-anak hasil perkawinan campuran. Dani juga warga negaranya. Misalnya Agus dan Ira adalah suami isteri yang berstatus ius-soli. Kemudian lahirlah anak mereka. maka seorang anak berarti akan tunduk pada ketentuan negara nasionalnya. Menurut negara A yang menganut asas ius-sanguinis. sama-sama diakui sebagai Warga Negara Indonesia. Budi. lalu pengaturan status personal anak itu akan mengikuti kaidah negara yang mana. seseorang tidak diakui sebagai warganegara dari negara manapun. Budi tidak diakui sebagai warganegaranya. dan setelah anak berusia 18 tahun atau sudah kawin maka anak tersebut harus menentukan pilihannya. karena orang tuanya bukan warganegasa.

seorang warga negara dalam suatu negara pada dasarnya mempunyai hak opsi dan hak repudiasi. a. sedang stelsel pasif orang yang berada dalam suatu negara dengan sendirinya dianggap menjadi warga negara tanpa harus melakukan tindakan hukum tertentu. asas ius soli 2. asas kewarganegaraan tunggal 4. masalah kewarganegaraan diatur dalam UU sbb: 1. Menurut stelsel aaktif seseorang akan menjadi warga negara suatu negara dengan melakukan tindakan-tindakan hukum tertentu secara aktif. Sedangkan menurut stelsel pasif seseorang dengan sendirinya menjadi warganegara tanpa harus melakukan tindakan hukum tertentu. Berkaitan dengan 2 stelsel di atas. Dalam menentukan status kewarganegaraan suatu negara. UU no 12 tahun 2006 (yang sekarang berlaku) Menurut UU yang sekarang berlaku (UU no 12 thn 2006) maka asas yang dipakai Indonesia dalam menentukan kewarganegaraan adalah : 1. UU no 3 tahun 1946 (sudah tidak berlaku) 2. pemerintah lazim menggunakan stelsel aktif dan stelsel pasif. Menurut stelsel aktif orang harus melakukan langkah-langkah hukum tertentu agar diakui kewarganegaraannya.SYARAT DAN TATA CARA MEMPEROLEH KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA Dalam menentukan status kewarga negaraan. seseorang dalam suatu negara pada dasarnya memiliki hak posi dan hak repudiasi. asas kewarganegaraan ganda terbatas (hanya berlaku bagi anak sampai usia 18 thn) Keunggulan UUno 12 tahun 2006 dibanding sebelumnya : . hak opsi adalah hak untuk memilih suatu kewarganegaraan (dalam stelsel aktif) b. UU no 3 tahun 1976 (sudah tidak berlaku) 5. Berkaitan dengan stelsel tersebut. hak repudiasi adalah hak untuk menolak suatu kewarganegaraan (dalam stelsel pasif) Dalam perjalanan sejarah Indonesia. asas ius sanguinis 3. UU no 62 tahun 1958 (sudah tidak berlaku) 4. KMB 27 Desember 1949 (sudah tidak berlaku) 3. sistem yang lazim digunakan adalah stelsel aktif dan stelsel pasif.

Naturalisasi biasa mengajukan permohonan kepada Menteri hukum dan HAM melalui kantor pengadilan negeri setempat dimana ia tinggal atau di Kedubes RI apabila di luar negeri permohonan ini ditulis dalam bahasa Indonesia. kawin dengan laki-laki asing b. tidak mengorbankan keepentingan nasional (mis : kewarganegaraan ganda terbatas sampai 18 th) b. Mengapa seseorang bisa kehilangan kewarganegaraan Indonesia? karena : a. menjadi tentara luar negeri c. Naturalisasi istimewa diberikan kepada orang asing yang berjasa kepada negara. mengakui asas persamaan dalam hukum d. 2. diangkat anak secara syah oleh laki-laki asing d. Bila lulus maka ia harus mengucapkan sumpah setia di hadapan pengadilan negeri. mempunyai paspor dari negara asing Pasal 8 Kewarganegaraan Republik Indonesia dapat juga diperoleh melalui pewarganegaraan. non diskriminasi (mis : dicabutnya Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia/SBKRI) Bagaimana Cara orang asing bisa masuk menjadi warga negara Indonesia? Tentunya melalui proses naturalisasi. adanya asas perlindungan maksimum (mencegah kasus ketiadaan kewarganegaraan) c.a. Ada 2 cara : 1. Pasal 9 .

jika dengan memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia. Pasal 13 (1) Presiden mengabulkan atau menolak permohonan pewarganegaraan. tidak menjadi kewarganegaraan ganda. (2) Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah. (2) Pengabulan permohonan pewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Presiden. (3) Keputusan Presiden sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan paling lambat 3 (tiga) bulan terhitung sejak permohonan diterima oleh Menteri dan diberitahukan kepada pemohon paling lambat 14 (empat belas) hari terhitung sejak Keputusan Presiden ditetapkan. Pasal 12 (1) Permohonan pewarganegaraan dikenai biaya. Pasal 14 (1) Keputusan Presiden mengenai pengabulan terhadap permohonan pewarganegaraan berlaku efektif terhitung sejak tanggal pemohon mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia. (3) Dalam hal setelah dipanggil secara tertulis oleh Pejabat untuk mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia pada waktu yang telah ditentukan ternyata pemohon tidak hadir tanpa alasan yang sah.Permohonan pewarganegaraan dapat diajukan oleh pemohon jika memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Keputusan Presiden tersebut batal demi hukum. sehat jasmani dan rohani. (4) Dalam hal . dan h. telah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin. e. tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun atau lebih. d. f. membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara. Pasal 10 (1) Permohonan pewarganegaraan diajukan di Indonesia oleh pemohon secara tertulis dalam bahasa Indonesia di atas kertas bermeterai cukup kepada Presiden melalui Menteri. g. (2) Paling lambat 3 (tiga) bulan terhitung sejak Keputusan Presiden dikirim kepada pemohon. pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima) tahun berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak berturut-turut. (4) Penolakan permohonan pewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus disertai alasan dan diberitahukan oleh Menteri kepada yang bersangkutan paling lambat 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal permohonan diterima oleh Menteri. (2) Berkas permohonan pewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Pejabat. b. c. Pejabat memanggil pemohon untuk mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia. Pasal 11 Menteri meneruskan permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 disertai dengan pertimbangan kepada Presiden dalam waktu paling lambat 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal permohonan diterima. mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap. dapat berbahasa Indonesia serta menghakui dasar negara Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pasal 17 Setelah mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia. (3) Paling lambat 14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal pengucapan sumpah atau pernyataan janji setia. tunduk. Pasal 19 (1) Warga negara asing yang kawin secara sah dengan Warga Negara Indonesia dapat memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia dengan menyatakan pernyataan menjadi warga negara dihadapan Pejabat. dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan akan membelanya dengan sungguh-sungguh serta akan menjalankan kewajiban yang akan dibebankan negara kepada saya sebagai Warga Negara Indonesia dengan tulus dan ikhlas. (2) Menteri mengumumkan nama yang orang telah memperoleh kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam berita Negara Republik Indonesia. saya bersumpah melepaskan seluruh kesetiaan saya kepada kekuasaan asing. mengakui. lafal sumpahnya sebagai berikut : Demi Allah/ demi Tuhan Yang Maha Esa. Pasal 18 (1) Salinan Keputusan Presiden tentang pewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) dan berita acara pengucapan sumpah atau pernyataan janji setia dari Pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (2) menjadi bukti sah Kewarganegaraan . pemohon dapat mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia di hadapan Pejabat lain yang ditunjuk Menteri. Pancasila.pemohon tidak dapat mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia pada waktu yang telah ditentukan sebagai akibat kelalaian Pejabat. lafal janji setianya sebagai berikut : Saya berjanji melepaskan seluruh kesetiaan saya kepada kekuasaan asing. Pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyampaikan berita acara pengucapan sumpah atau pernyataan janji setia kepada Menteri. Pasal 15 (1) Pengucapan sumpah atau pernyataan janji setia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) dilakukan di hadapan Pejabat. mengakui. Pasal 16 Sumpah atau pernyataan janji setia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) adalah : Yang mengucapkan sumpah. (2) Pernyataan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan apabila yang bersangkutan sudah bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima) tahun berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun . Yang menyatakan janji setia. (2) Pejabat sebagaimana pada ayat (1) membuat berita acara pelaksanaan pengucapan sumpah atau pernyataan janji setia. tunduk. pemohon wajib menyerahkan dokumen atau surat-surat keimigrasian atas namanya kepada kantor imigrasi dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak tanggal pengucapan sumpah atau pernyataan janji setia. dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 dan akan membelanya dengan sungguh-sungguh serta akan menjalankan kewajiban yang dibebankan negara kepada saya sebagai Warga Negara Indonesia dengan tulus dan ikhlas.

yang bersangkutan sudah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penyampaian pernyataan untuk menjadi Warga Negara Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Menteri. anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing. dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas permohonan sendiri. secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut. KEHILANGAN KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA Pasal 23 Warga Negara Indonesia kehilangan kewarganegaraannya jika yang bersangkutan : a. Pasal 20 Orang asing yang telah berjasa kepada negara Republik Indonesia atau dengan alasan kepentingan negara dapat diberi Kewarganegaraan Republik Indonesia oleh Presiden setelah memperoleh pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Pasal 22 Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara mengajukan dan memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam Peraturan Pemerintah. sedangkan orang yang bersangkutan mendapatkan kesempatan untuk itu. f. berada dan bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia. mempunyai paspor atau surat yang bersifat . e. d. tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain. (2) Anak warga negara asing yang belum berusia 5 (lima) tahun yang diangkat secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh Warga Negara Indonesia memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia. bertempat tinggal di luar negeri. kecuali dengan perolehan kewarganegaraan ganda. (3) Dalam hal yang bersangkutan tidak memperoleh Kewarganegaraan Negara Republik Indonesia yang diakibatkan oleh kewarganegaraan ganda sebagaimana dimaksud pada ayat (2). yang bersangkutan dapat diberi izin tinggal tetap sesuai dengan peraturan perundang-undangan.tidak berturut-turut. memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri. h. c. b. kecuali dengan pemberian kewarganegaraan tersebut mengakibatkan yang bersangkutan berkewarganegaraan ganda. dan dengan dinyatakan hilang Kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan. dari ayah atau ibu yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dengan sendirinya berkewarganegaraan Republik Indonesia. yang jabatan dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan hanya dapat dijabat oleh Warga Negara Indonesia. masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden. g. secara sukarela masuk dalam dinas negara asing. Pasal 21 (1) Anak yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin. (3) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) memperoleh kewarganegaraan ganda.

tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi Warga Negara Indonesia sebelum jangka waktu 5 (lima) tahun itu berakhir. kewarganegaraan istri mengikuti kewarganegaraan suami sebagai akibat perkawinan tersebut. Pasal 26 (1) Perempuan Warga Negara Indonesia yang kawin dengan laki-laki warga negara asing kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia jika menurut hukum negara asal suaminya. Pasal 27 . atau i. (4) Surat pernyataan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diajukan oleh perempuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atau laki-laki sebagaimana dimaksud pada ayat (2) setelah 3 (tiga) tahun sejak tanggal perkawinannya berlangsung.paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya. tidak dengan sendirinya berlaku terhadap anaknya sampai dengan anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin. bertempat tinggal di luar wilayah negara Republik Indonesia selama 5 (lima) tahun terus menerus bukan dalam rangka dinas negara. Pasal 25 (1) Kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia bagi seorang ayah tidak dengan sendirinya berlaku terhadap anaknya yang mempunyai hubungan hukum dengan ayahnya sampai dengan anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin. setelah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraanya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. (3) Perempuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atau laki-laki sebagaimana dimaksud pada ayat (2) jika ingin tetap menjadi Warga Negara Indonesia dapat mengajukan surat pernyataan mengenai keinginannya kepada Pejabat atau Perwakilan Republik Indonesia yang wilayahnya meliputi tempat tinggal perempuan atau laki-laki tersebut. (2) Kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia bagi seorang ibu tidak dengan sendirinya berlaku terhadap anaknya yang tidak mempunyai hubungan hukum dengan ayahnya sampai dengan anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin. ayat (2). kewarganegaraan suami mengikuti kewarganegaraan istri sebagai akibat perkawinan tersebut. (2) Laki-laki Warga Negara Indonesia yang kawin dengan perempuan warga negara asing kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia jika menurut hukum negara asal istrinya. dan ayat (3) berakibat anak berkewarganegaraan ganda. Pasal 24 Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 huruf d tidak berlaku bagi mereka yang mengikuti program pendidikan di negara lain yang mengharuskan mengikuti wajib militer. dan setiap 5 (lima) tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan untuk tetap menjadi Warga Negara Indonesia Kepada Perwakilan Republik Indonesia yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan padahal Perwakilan Republik Indonesia tersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan. (3) Kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia karena memperoleh kewarganegaraan lain bagi seorang ibu yang putus perkawinannya. kecuali pengajuan tersebut mengakibatkan kewarganegaraan ganda. sepanjang yang bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan. (4) Dalam hal status Kewarganegaraan Republik Indonesia terhadap anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(2) Dalam hal pemohon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertempat tinggal di luar wilayah negara Republik Indonesia.Kehilangan Kewarganegaraan bagi suami atau istri yang terikat perkawinan yang sah tidak menyebabkan hilangnya status kewarganegaraan dari istri atau suami. Pasal 30 Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara kehilangan dan pembatalan kewarganegaraan diatur dalam Peraturan Pemerintah. tidak benar. Pasal 33 Persetujuan atau penolakan permohonan memperoleh kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia diberikan paling lambat 3 (tiga) bulan oleh Menteri atau Pejabat terhitung sejak tanggal diterimanya permohonan. Pasal 28 Setiap orang yang memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan keterangan yang kemudian hari dinyatakan palsu atau dipalsukan. (3) Permohonan untuk memperoleh kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia dapat diajukan oleh perempuan atau laki-laki yang kehilangan kewarganegaraannya akibat ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) dan ayat (2) sejak putusnya perkawinan. Pasal 32 (1) Warga Negara Indonesia yang kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf i. dinyatakan batal kewarganegaraanya. Pasal 29 Menteri mengumumkan nama orang yang kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia dalam Berita Negara Republik Indonesia. (4) Kepala Perwakilan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meneruskan permohonan tersebut kepada Menteri dalam waktu paling lama 14 (empat belas) hari setelah menerima permohonan. . permohonan disampaikan melalui Perwakilan Republik Indonesia yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal pemohon. SYARAT DAN TATA CARA MEMPEROLEH KEMBALI KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA Pasal 31 Seseorang yang kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia dapat memperoleh kembali kewarganegaraannya melalui prosedur pewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 sampai dengan Pasal 18 dan Pasal 22. atau terjadi kekeliruan mengenai orangnya oleh instansi yang berwenang. dan Pasal 26 ayat (1) dan ayat (2) dapat memperoleh kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia dengan mengajukan permohonan tertulis kepada Menteri tanpa melalui prosedur sebagai mana dimaksud dalam Pasal 9 sampai dengan 17.

masalah kewarganegaraan diatur dalam UU sbb: 1. asas ius soli . sistem yang lazim digunakan adalah stelsel aktif dan stelsel pasif. Berkaitan dengan stelsel tersebut. Dalam menentukan status kewarganegaraan suatu negara. UU no 3 tahun 1976 (sudah tidak berlaku) 5. UU no 12 tahun 2006 (yang sekarang berlaku) Menurut UU yang sekarang berlaku (UU no 12 thn 2006) maka asas yang dipakai Indonesia dalam menentukan kewarganegaraan adalah : 1. sedang stelsel pasif orang yang berada dalam suatu negara dengan sendirinya dianggap menjadi warga negara tanpa harus melakukan tindakan hukum tertentu. UU no 3 tahun 1946 (sudah tidak berlaku) 2. pemerintah lazim menggunakan stelsel aktif dan stelsel pasif. hak opsi adalah hak untuk memilih suatu kewarganegaraan (dalam stelsel aktif) b. seorang warga negara dalam suatu negara pada dasarnya mempunyai hak opsi dan hak repudiasi. a. Sedangkan menurut stelsel pasif seseorang dengan sendirinya menjadi warganegara tanpa harus melakukan tindakan hukum tertentu. Berkaitan dengan 2 stelsel di atas. Menurut stelsel aktif orang harus melakukan langkah-langkah hukum tertentu agar diakui kewarganegaraannya. Pasal 35 Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara memperoleh kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam Peraturan Pemerintah Dalam menentukan status kewarga negaraan. Menurut stelsel aaktif seseorang akan menjadi warga negara suatu negara dengan melakukan tindakan-tindakan hukum tertentu secara aktif. hak repudiasi adalah hak untuk menolak suatu kewarganegaraan (dalam stelsel pasif) Dalam perjalanan sejarah Indonesia. UU no 62 tahun 1958 (sudah tidak berlaku) 4.Pasal 34 Menteri mengumumkan nama orang yang memperoleh kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia dalam Berita Negara Republik Indonesia. KMB 27 Desember 1949 (sudah tidak berlaku) 3. seseorang dalam suatu negara pada dasarnya memiliki hak posi dan hak repudiasi.

tidak mengorbankan keepentingan nasional (mis : kewarganegaraan ganda terbatas sampai 18 th) b. Mengapa seseorang bisa kehilangan kewarganegaraan Indonesia? karena : a. menjadi tentara luar negeri c. diangkat anak secara syah oleh laki-laki asing d. kawin dengan laki-laki asing b. non diskriminasi (mis : dicabutnya Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia/SBKRI) Bagaimana Cara orang asing bisa masuk menjadi warga negara Indonesia? Tentunya melalui proses naturalisasi. Bila lulus maka ia harus mengucapkan sumpah setia di hadapan pengadilan negeri. mempunyai paspor dari negara asing . mengakui asas persamaan dalam hukum d. adanya asas perlindungan maksimum (mencegah kasus ketiadaan kewarganegaraan) c. asas ius sanguinis 3. 2. asas kewarganegaraan tunggal 4.2. Naturalisasi istimewa diberikan kepada orang asing yang berjasa kepada negara. asas kewarganegaraan ganda terbatas (hanya berlaku bagi anak sampai usia 18 thn) Keunggulan UUno 12 tahun 2006 dibanding sebelumnya : a. Naturalisasi biasa mengajukan permohonan kepada Menteri hukum dan HAM melalui kantor pengadilan negeri setempat dimana ia tinggal atau di Kedubes RI apabila di luar negeri permohonan ini ditulis dalam bahasa Indonesia. Ada 2 cara : 1.

Dan juga mencegah sesorang yang tidak mempunyai kewarganegaraan. Surat bukti kewarganegaraan untuk mereka yang memperoleh status kewarganegaraan Indonesia karena dikabulkannnya permohonan. JB. Surat bukti kewarganegaraan untuk mereka yang memperoleh status kewarganegaraan Indonesia karena pernyataan. 62 Tahun 1958 bahwa ada 7 cara memperoleh kewarganegaraan Indonesia. UU No.23/2/25. Undang ini ini menghapuskan dwi kewarganegaraan dan juga melenyapkan dan diperkecilnya bipatride yang sudah ada.Dalam penjelasan umum UU No. Undang-Undang Nomor 62 Tahun 1958 tentang kewarganegaraan Republik Indonesia merupakan salah satu Undang-Undang yang memiliki implikasi penting bagi identitas seseorang.3/166/22 tanggal 30 September 1958 tentang memperoleh kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia dengan pernyataan. JB. 3. turut ayah dan/atau ibu. diperlukan bukti-bukti sebagai berikut: 1. 67 Tahun 1958. Ketetapan yang ada di dalamnya dapat dijadikan . dikabulkannya permohonan. 5. yaitu Kutipan Pernyataan Sah Buku Catatan Pengangkatan Anak Asing dari Peraturan Pemerintah No. 62 Tahun 1958 menyatakan bahwa untuk memperoleh status kewarganegaraan Indonesia. butir 6. Undang-undang ini juga memiliki implikasi penting berkaitan dengan aturan mengenai kehilangan kewarganegaraan. yaitu Keputusan Presiden tentang pewarganegaraan tersebut yang diberikan setelah pemohon mengangkat sumpah dan janji setia. Surat bukti kewarganegaraan untuk mereka yang memperoleh status kewarganegaraan Indonesia karena kelahiran yaitu dengan Akta Kelahiran. 2. yaitu sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Menteri Kehakiman No. tanggal 5 januari 1959. perkawinan. yaitu Petikan Keputusan Presiden tentang permohonan tersebut (tanpa pengucapan sumpah dan janji setia). sesuai dengan Surat Edaran Menteri Kehakiman No. pewarganegaraan. pengangkatan. 4. yaitu karena kelahiran. serta pernyataan. Surat bukti kewarganegaraan untuk mereka yang memperoleh status kewarganegaraan Indonesia karena pengangkatan. Dikeluarkannya UU ini dapat memperjelas status dan identitas seseorang sehingga menghilangkan keraguan tentang siapa yang dapat diakui sebagai warga negara Indonesia dan juga siapa yang dapat mengajukan kewarganegaraan Indonesia dan bagaimana cara mengajukannya. Surat bukti kewarganegaraan untuk mereka yang memperoleh status kewarganegaraan Indonesia karena pewarganegaraan.

khusus untuk kehilangan kewarganegaraan karena sebab ini. jika anak tersebut belum berumur 18 tahun dan belum kawin d. f. . maka yang bersangkutan dapat memperoleh kewarganegaraan kembali jika ia kembali bertempat tinggal di Indonesia berdasarkan kartu izin masuk dan menginginkannya. Memperoleh kewarganegaraan lain dengan kemauannya sendiri Tidak menolak atau melepaskan kewarganegaraan lain. Menurut Pasal 17 kewarganegaraan Republik Indonesia dapat hilang karena: a. oleh karena itu orang yang bersangkutan dianggap tidak menghargai kewarganegaraan Indonesia c. Diakui oleh orang asing sebagai anaknya.sebagai dasar bahwa seseorang meskipun pernah menjadi warga negara Indoneasia. e. Anak yang diangkat dengan sah oleh orang asing sebelum anak tersebut berumur 5 tahun Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin dari menteri Kehakiman Mengangkat sumpah atau janji setia kepada negara asing Ikut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan di negara asing Mempunyai paspor atau sederajat dengan paspor dari negara asing Selama 5 tahun berturut-turut tinggal di luar negeri dan tidak menyatakan keinginannya untuk terus menjadi warga negara Republik Indonesia. tetapi dapat kehilanagan kewarganegaraannya karena sebab-sebab tertentu. b. i. h. g.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->