DEPRESIASI,IMPAIRMENT,DAN DEPLESI

Kelompok 11: Dinda Fajar Febriyanti (340911 Vivi Senthia Meyrani (3409110437) 3 Akuntansi A Sore

KATA PENGANTAR
Penulis mengucapkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena makalah ini yang berjudul Depresiasi, Impairment, dan Deplesi telah kami VIVI SENTHIA M. DAN DINDA FAJAR F.(3 AK A SORE) Page 3

DEPRESIASI,IMPAIRMENT,DAN DEPLESI
selesaikan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Terimakasih kami ucpakan kepada dosen kami yang telah membimbing untuk menyelesaikan baguan dari makalah ini dan pelajaran lain yang berhubungan dengan makalah ini. Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan secara sederhana mengenai penyusutan, penurunan nilai . Selanjutnya makalah ini juga untuk mennyelesaikan baguian dari tugastugas pada mata kuliah Akuntansi Keuangan. Terima kasih khusu kami sampaikan kepada dosen kami, Mam Cathy yang dari awal telah membimbing kami hingga akhir semester inni. Kepada teman- teman kami juga tidak lupa mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kontribusi dalam penyelesaian makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dalam memahami bagian dari mata kuliah Akuntansi Keuangan. Segala kekurangan yang masih ada dalam makalah ini hendaknya dapat disempurnakan dalam kesempatan lain. Depok, 14 Desember 2010 Penulis

DAFTAR ISI

VIVI SENTHIA M. DAN DINDA FAJAR F.(3 AK A SORE)

Page 3

......2 IMPAIRMENTS...(3 AK A SORE) Page 3 .................DAN DEPLESI KATA PENGANTAR............... ..........DEPRESIASI... ..............................3 DEPLESI..................................................................................................................................... DAN DINDA FAJAR F............16-18 2..............2 BAB I PENDAHULUAN................................. .......................................................................................................................................4 REVALUASI.................................................................. ..............................................1 DEPRESIASI............18-20 BAB III PENUTUP......... ..........................................................5-11 2............................................................................ ..................IMPAIRMENT...............................................................................11-15 2.................................................... .......................21-22 VIVI SENTHIA M..........3-4 BAB II 2..............................................................

1LATAR BELAKANG Krisis yang terjadi di awal tahun 2008 telah berdampak pada banyak sektor institusi keungan maupun bukan keuangan. perkebunan. Salah satu issue yang paling sulit sehubungan dengan penurunan aset tersebut adalah penghapusan daripada aset tersebut bila diperlukan. Pada aset tidak lancar seperti perumahan. Bursa saham berjatuhan baik di dalam negeri maupun diluar negeri.(3 AK A SORE) Page 3 . Dalam hal ini perusahaan harus memiliki metode penilaian aset yang tepat dan ini VIVI SENTHIA M.tipe aset tidak lancar lainnya. Hal ini mengakibatkan banyak pertanyaan yang berhubungan dengan pencatatan akuntansi. dan peralatan berat dan banyaj lagi tipe. Walaupun beberapa perbaikan telah dilakukan tetpi pertumbuhan ekinomi secara global menunujkan pertumbuhan yang rendah.IMPAIRMENT. DAN DINDA FAJAR F.DAN DEPLESI BAB I PENDAHULUAN 1.DEPRESIASI.

Secara garis besar akan disimpulkan ke dalam lima bagian. Masalah. VIVI SENTHIA M.perusahaan Sumber Daya Alam.asetnya untuk dihapuskan.IMPAIRMENT.(3 AK A SORE) Page 3 .aset mereka.3 MASALAH Seperti diketahui bahwa banyak perusahaan yang mengalami dampak dari krisis diatas maka perusahaan. mereka perlu mengkondisikan aset. serta menjelaskan komponen penyusutan. Selanjutnya diharapkan bahwa makalah ini dapat menjelaskan prosedurprosedur akuntansi mengenai penyusutan pada perusahaan mineral atau perusahaan Sumber Daya Alam dan juga menjelaskan bagaimana melaporkan dan menganalisa perusahaan. 1. penurunan nilai. dan Peralatan. mengidentifikasi faktor.perusahaan tersebut akan menghadapi masalah dengan penurunan nilai dari aset.metode yang dipakai untuk menghapuskan biaya.DEPRESIASI. Properti.biaya yang terjadi pada saat asset tidak lancar daripada perusahaan.2 TUJUAN Makalah ini bertujuan untuk memberikan penjelasan yang tepat mengenai konsep penyusutan. 1.DAN DEPLESI menjadi masalah bila penilaian aset tersebut termasuk penyusutan salah diterapkan. Perkebunan.masalah akuntansi yang berhubungan dengan penurunan nilai juga dapat disimoulkan dari makalah ini. DAN DINDA FAJAR F.faktor yang terlibat dalam proses penyusutan. Makalah ini nutk menguji proses depresiasi dan metode. membandingkan aktifitas dan beberapa metode penyusutan. penyusutan. penyusutan pada perusahaan.

DEPRESIASI.gas.1.1 Dasar Penyusutan Aset Penetapan dasar untuk penyusutan merupakan fungsi dari dua faktor: 1) Harga Perolehan 2) Nilai sisa VIVI SENTHIA M. DAN DEPLESI 2.emas. Depresiasi digunakan karena asset nilai fair value berubah-ubah setiap waktu.1.1DEPRESIASI Depresiasi adalah pengalokasian biaya.IMPAIRMENT. Untuk aset tidak nyata(intangible asset) seperti paten atau hak cipta.1.Menggunakan deplesi untuk memperkirakan pengurangan sumber daya alam(mineral.(3 AK A SORE) Page 3 .PENURUNAN NILAI. DAN DINDA FAJAR F. minyak bumi.sehingga susah untuk mengukur secara objektif.1 FAKTOR. Depresiasi digunakan untuk asset jangka panjang lebih dari 1 periode.DAN DEPLESI BAB II DEPRESIASI. proses akuntansi mengalokasikan biaya daripada aset nyata(tangible asset) ke expense(diexpense) dalam sistematik dan cara rasional untuk periode selama aset tersebut digunakan.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYUSUTAN 2.dll) lebih dari 1 periode jangka panjang. Karena itu perusahaan mengalikasikannya. 2. disebut amortisasi.

00 sehingga dasar penyusutan aset tersebut sebesar Rp 9.(3 AK A SORE) Page 3 .IMPAIRMENT.900. dan menetapkan nilai sisa Rp 100.000.000. Kita dapat mengklasifikasikaan faktor ekonomi atau faktor ekonomi dalam tiga kategori: 1. 3.000.000.000.00 Rp 9.900.00. VIVI SENTHIA M. Penggantian dari sebuah aset dengan aset kain yang lebih efisien dan ekonomis. Perusahaan menjual kembali assetnya dengan dua alasan. contoh penggantian mainframe komputer dengan pc komputer atau penggantian boeing 767 dengan boeing 787. DAN DINDA FAJAR F.00 Dasar Penyusutan 2. 2.00.contoh kebutuhan gedung yang lebih besar untuk kebutuhan produksi.1.000.1. Harga Perolehan Dikurangi: Nilai sisa Rp 10.00 Rp 100.000.000.2 Perkiraan Usia Manfaat Usia manfaat aset berbeda dengan usia fisik aset tersebut. Hasil yang tidak mencukupi ketika sebuah aset digunakan perusahaan karena perusahaan telah berubah. Bila tidak termasuk seperti diatas maka disebut obsolescence. walaupun sebenarnya gedung tua masih layak digunakan tapi sudah tidak sesuai dengan tujuan perusahaan.yaitu Faktor Fisik dan Faktor Ekonomi. Terkadang usia manfaat lebih pendek umurnya dibandingkan dengan usia fisiknya atau sebaliknya usia manfaatnya lebih besar daripada usia fisiknya.DEPRESIASI.DAN DEPLESI Contoh: perusahaan mempunyai asset senilai Rp 10.

1.1.3 Metode Penyusutan Metode penyusutan dibagi menjadi tiga. yaitu: 1. dan lain.IMPAIRMENT. Sebuah perusahaan memutuskan usia manfaat aset dalam waktu tertentu sesuai dengan aset tersebut menghasilkan output selama bekerja. Perhitungan metode aktifitas: Harga Perolehan – Nilai Sisa x Jam tahun ini yang digunakan Total Estimasi jam 2.2 Metode Garis Lurus = Nilai depresiasi Metode Garis Lurus lebih mementingkan fungsi waktu dibandingkan fungsi penggunannya. Metode saldo menurun 2. menggantikan bagian dari waktu.1 Metode Aktifitas Metode aktifitas mengasumsikan bahwa depresiasi adalah sebuah fungsi penggunaan atau produksi.3.1. Metode aktivitas( unit atau produksi) 2.DEPRESIASI.3. Perusahaan banyak menggunakan metode ini VIVI SENTHIA M. Jumlah angka tahun b.(3 AK A SORE) Page 3 . Metode Pengurangan Nilai: a.lain.1. DAN DINDA FAJAR F. contoh jam mesin.1. jam kerja. Metode garis lurus 3.1.DAN DEPLESI 2.

Pembilang adalah jumlah tahun kehidupan taksiran sisa pada awal tahun. Karena metode ini mengizinkan untuk nilai yang lebih tinggi dibandingkan metode garis lurus.1. B.IMPAIRMENT.3 Metode Pengurangan Nilai Metode Pengurangan Nilai menyediakan untuk nilai depresiasi yang lebih tinggi di awal tahun dan lebih rendah di periode selanjutnya. Umumnya perusahaan menggunakan dua metode penurunan penyusutan. A.(3 AK A SORE) Page 3 . Harga Perolehan – Nilai SisaNilai depresiasi = Perkiraan usia manfaat 2. penurunan kegunaan mungkin tetap dari periode ke periode. DAN DINDA FAJAR F. Penyebut yang digunakan dalam jumlah angka tahun( 5+4+3+2+1=15). juga konsep yang sesuai. yaitu: Jumlah angka tahun dan metode saldo menurun.saldo yang sisa harus sama.DEPRESIASI. Pada akhir masa manfaat. Jumlah Angka Tahun Biaya penyusutan dihasilkan bedasarkan fraksi penurunan biaya disusutkan.DAN DEPLESI karena sederhana.3. Metode Saldo Menurun VIVI SENTHIA M. Ketika penurunan yang lambat menjadi lasan utama dari usia manfaat yang terbatas.1. maka disebut metode penyusutan dipercepat( accelerated depreciation methods). Nilai depresiasi lebih tinggi di awal tahun karena asset lebih banyak dipakai di awal tahun.

DAN DINDA FAJAR F.000.000 pada 1 Januari.000 $ 32.DEPRESIASI.000.IMPAIRMENT. Air Asia mengidentifikasikan sebagai berikut komponen Airframe Engine components Komponen lainnya Nilai $ 60. Sebagai contoh: Air Asia membeli pesawat seharga $ 100. Tidak seperti metode yang lain.(3 AK A SORE) Page 3 .2011.1. metode ini tidak dikurang dengan nilai sisa.000 $ 8. Pesawat mempunyai masa manfaat 20 tahun dan todak mempunyai nilai sisa.4 Komponen Penyusutan Perusahaan diharuskan untuk menggunakan komponen penyusutan. Air Asia menggunakan metode garis lurus untuk seluruh pesawat-pesawatnya.yanah. Rumus dari metode ini sebagai berikut: n(n + 1) 2 2.pisahkan setiap bagiannya. IFRS mengharuskan setiap bagian dari jenis properti.000.000.000 Masa Komponen 20 tahun 8 tahun 5 tahun Manfaat Beban Depresia Beban depresiasi untuk Air Asia selama 2011 VIVI SENTHIA M.1. Tingkat (rate) adalah dikalikan dengan nilai buku daripada asset di periode tersebut. dan peralatan jumlah biaya depresiasinya harus diisah.DAN DEPLESI Metode saldo menurun tingkatnya(rate) dua kali lebih besar dibandingkan metode garis lurus.

000.000 $ 4.000 Akumulasi Depresiasi-Airframe 2.IMPAIRMENT.000.000 $ 8.DAN DEPLESI Komponen Airframe Engine components Komponen lainnya Total Nilai $ 60.000.000.000 $ 8.000.1.600.000 $ 8.5 Masalah-masalah Khusus Penyusutan 1.Sehingga ada pertanyaan: Bagaimana seharusnya perusahaan menghitung nilai penyusutan dengan periode yang terbagi-bagi? Dalam menghitung beban penyusutan untuk periode yang terbagibagi. Beban Depresiasi $ 8.600.600. Penyusutan dan periode terbagi-bagi Perusahaan pada umunya jarang membeli peralatan pada awal tahun atau akhir tahun periode.000 Usia Manfaat 20 tahun 8 tahun 5 tahun Penyusutan Komponen $ 3.000 $ 32.(3 AK A SORE) Page 3 . VIVI SENTHIA M.000 $ 1. DAN DINDA FAJAR F.1.600.600.000 pada tahun 2010. perusahaan harus menetapkan beban penyusutan selama satu tahun penuh dan kemudian tingkat beban penyusutan diantara dua periode yang termasuk.000 $ 100. Periode ini seharusnya berlangsung terus selama masa usia manfaat asset.000.000 Beban Depresiasi Air Asia dicatat sebesar $ 8.DEPRESIASI.

adalah dan bahwa properti. DAN DINDA FAJAR F.Kenapa seperti itu? Karena tidak seperti inventori. revisi prosedur operasi. Penyusutan sama dengan beban lainnya yaitu mengurangi laba bersih. mereka mungkin perlu untuk merevisi mereka selama masa usia manfaat asset. dan peralatan Kesalahpahaman menyediakan dana penyusutan penggantian pada umumnya tanah. itu sangat sulit untuk menyesuaikan dengan nilai pasar ( fair value) untuk properti. Penyusutan dan penggantian properti. 2. Kerusakan fisik dan keusangan yang tidak terduga dapat menurunkan usia manfaat asset. tanah. atau persediaan tidak berlaku untuk asset dan peralatan dan akun biasanya tidak dicatat mengurangi jumlah nilai buku. perusahaan dengan hati-hati menetapkan dasar tingkat depresiasi bedasarkan pengalaman sebelumnya dengan asset yang sama dan informasi bersangkutan lainnya. Bedanya penyusutan tidak termasuk cash outflow. 2. Ketentuan penyusutan hanya perkiraan. dan perlatan banyak unsur nilai subjektifitas.DEPRESIASI. Revisi tingkat penyusutan Ketika perusahaan membeli asset.DAN DEPLESI 2. Prosedur maintanance.1 Mengakui Penurunan Nilai VIVI SENTHIA M.IMPAIRMENT. 3. namun.2. tanah. atau perkembangan serupa dapat memperpanjang umur usia manfaat asset tersebut.2PENURUNAN NILAI (IMPAIRMENTS) Standar akuntansi umumnya nilai realisasi lebih rendah dari biayabiaya.(3 AK A SORE) Page 3 . peralatan.

Jika recovarable amount lebih tinggi dibandingkan carrying amount maka tidak ada impairment yang dijunal/dicatat.(3 AK A SORE) Page 3 . Ini bisa disebut sebagai impairments.DAN DEPLESI Beberapa perusahaan mempertimbangkan mencatat beberapa asset jangka panjangnya. perbedaannya adalah kerugian penurunan nilai.000. Test ini membandingkan antara jumlah yang dapat diperoleh kembali(recoverable amount) dengan nilai buku ( carrying amount).000.000.Ilustrasi sebagai berikut.DEPRESIASI.IMPAIRMENT.000. DAN DINDA FAJAR F. Hanoi mempunyai peralatan seharga VND 26.000 dan akumulasi depresiasi sebesar VND 12. Ini harus mempertimbangkann faktor informasi eksternal dan internal. Ilustrasi masalah impairments: Pada 31 Desember 2011. Jika carrying amount lebih tinggi dibandingkan dengan recovarable amount. Peralatan mempunyai masa manfaat 4 tahun dan nilai sisa VND 2. VIVI SENTHIA M.000. Asset jangka panjang diimpair ketika perusahaan tidak dapat memulihkan jumlah asset yang tercatat baik menggunakannya maupun menjualnya.

000. Sisa masa manfaat peralatan pada 31 Desember 2010 adalah 2 tahun Hanoi mencatat impairment peralatan pada 31 Desember 2011.000) Hanoi mencatat depresiasi menggunakan metode garis lurus: Depreciation expense 5.000.000* 5.000.000 4.000 :2) 2.(3 AK A SORE) Page 3 . Hanoi menggunakan metode garis lurus.000.2. DAN DINDA FAJAR F.000.000* 3.000. Hanoi menetapkan recoverable amounts asset ini pada 31 Desember 2011 adalah VND11. recovarable amounts menjadi dasar asset impair.000.IMPAIRMENT. Apa yang terjadi jika review dalam satu tahun VIVI SENTHIA M.500.000-11.000.000-VND 12.000): 4} dan dicatat 3. Beban depresiasi Hanoi thn 2011 {(VND26.000 Accumulated Depreciation-Equipment *( 14.000.VND 2.DAN DEPLESI 1.DEPRESIASI. sebagai berikut Loss in impairment 3.000.500.000.000) 2.000.000 Accumulated Depreciation-Equipment *(11.000 ( VND26. Carrying amount peralatan pada 31 Desember 2011 sebesar VND 14.2 Membalik impairments Setelah mencatat kerugian impairment.

(3 AK A SORE) . Membeli peralatan pada 1 Januari 2010 sebesar $ 300.000 6. masa manfaat 3 tahun dan tidak mempunyai nilai sisa.000 Accumulated Depreciation-Equipment Depresiase dan carrying amount Tan sebagai berikut setelah diimpair: Pada. tan menetapkan bahwa recovarable amount adalah $ 96. DAN DINDA FAJAR F.000.DEPRESIASI. Maka Tan membalik kerugian impairment dengan jurnal: Accumulated Depreciation-Equipment Recovery of Impairment loss 6.000 dan menjurnal: Loss in impairment 20.Depresiasi sebagai berikut: Pada 31 Desember 2010.000. Tan menetapkan kerugian $ 20.IMPAIRMENT. lebih tinggi dibandingkan carrying amount.000 20.DAN DEPLESI mendatang menunjukkan bahwa nilai tersebut tidak lagi terganggu karena jumlah diperoleh kembali(recovarable amounts) dari aset tersebut lebih tinggi dari nilai tercatat(carrrying amount). akhir tahun 2011. Ilustrasi.000 Page 3 VIVI SENTHIA M. Tan Co.

2.(3 AK A SORE) Page 3 .000) 2. Biaya Pre.DAN DEPLESI Sehingga carrying amount peralatan Tan pada 31 Desember 2011 sebesar $ 96. 2. mineral. DAN DINDA FAJAR F. 2.000-90. Kita akan fokus membahas tentang kekayaan mineral yang mempunyai dua fitur utama (1) Penghapusan aktiva yang lengkap (2) penggantian aset hanya dengan tindakan alam. Kelompok semacam ini disebut unit penghasil kas (CGU). perusahaan harus terpisah dari arus kas arus kas dari aset lainnya. termasuk petroleum.IMPAIRMENT.3 Unit Penghasil Kas Dalam beberapa kasus. yaitu: 1.exploratory Adalah biaya yang dikeluarkan sebelum perusahaan telah memperoleh hak hukum untuk mengeksplorasi wilayah tertentu. dan temberland.000 ( 96.DEPRESIASI. dan mineral lainnya. tidak mungkin untuk menilai aset tunggal untuk penurunan karena aset menghasilkan arus kas tunggal hanya dalam kombinasi dengan aset lainnya. Dalam hal ini.3. VIVI SENTHIA M.3DEPLESI Sumber Daya Alam sering disebut wasting asset . Sumber daya alam dapat dibagi menjadi dua kategori (1) Biologis asset seperti temberland (2) kekeyaan mineral seperti oli.1 Dasar Deplesi Bagaimana cara menetapkan dasar deplesi?Perhitungan deplesi melibatkan tiga pengeluaran. gas.

DAN DINDA FAJAR F.3.DEPRESIASI. fase perkembangan terjadi ketika perusahaan menentukan bahwa memiliki tingkat yang wajar sumber daya mineral di dalam tanah sehingga produksi akan menguntungkan.DAN DEPLESI 2. dan geophysical Biaya pengeboran eksplorasi Pemberian contoh(sample) kegiatan yang berkaitan dengan mengevaluasi kelayakan teknis dan kelayakan komersial dari ekstraksi sumber daya mineral 4.jenis biaya exploratory dan evaluasi: • • • • • Perolehan hak untuk mengeksplorasi Topographical. Biaya Pengembangan(development) Umumnya. Contoh jenis. Perusahaan membagi biaya pengembangan(development) dalam dua bagian: (1) tangible equipment cost dan (2) intangible development costs. lubang. geological.IMPAIRMENT. Biaya ini tidak mempunyai karakteristik yang nyata tetapi dibutuhkan untuk produksi sumber daya mineral. Tangible equipment cost termasuk seluruh transportasi dan peralatan berat lainnya yang dibutuhkan untuk mengambil sumber daya alam dan siap sampai digunakan. terowongan.2 Pencatatan Biaya Sumber Daya Alam (Resources) VIVI SENTHIA M.(3 AK A SORE) Page 3 . 2. Biaya Exploratory dan evaluasi 3. dan sumur. Intangible development costs seperti biaya pengeboran. geochemical.

Jika diekstrasi 25.000 ons pada tahun pertama . Normalnya. intangible develpoment cost $ 850. lalu deplesi untuk tahun adalah $250.000.000 (25.000. perusahaan memasukan deplesi dengan menggunalan metode unit produksi.DEPRESIASI. Clade memperkirakan akan mendapat dari lahan tersebut 100.000.IMPAIRMENT.3.000 ons perak. deplesi adalah fungsi dari jumlah unit diekstraksi selama periode tersebut. DAN DINDA FAJAR F.DAN DEPLESI Saat perusahaan menetapkan dasar depelesi. total biaya sumber daya alam dikurangi nilai sisa dibagi dengan jumlah unit diperkirakan akan di deposit sumber daya.3 Likuidasi Dividend $250. Dalam pendekatan ini. permasalahan selanjutnya adalah menetapkan bagaimana mengalokasi biaya sumber daya alam ke periode akuntansi. Menggunakan 1000 hektar lahan di Afrika Selatan untuk menambang perak.000.000 dan biaya eksplorasi terkait $ 100.000 Accumulated Depletion 2. Total biaya yang terkait sebelum ekstrasi perak pertama sebesar $ 1. Contoh Clade Co.(3 AK A SORE) Page 3 .000 ons x $10) dan dicatat sebagai berikut: Inventory $250.000 VIVI SENTHIA M. Dengan demikian. Biaya sewa (lease) $ 50.

kewajiban.100. Callahan mempunyai Retained Earnings $ 1.650.4 Menyajikan Laporan Keuangan Perusahaan seharusnya memeberitahukan hal. bukannya atau mendebit Retained Earnings.435.DAN DEPLESI Sebuah perusahaan seringkali hanya memiliki sebagai aset utama sebuah properti dari yang bermaksud untuk mengambil sumber daya mineral.Ordinary. DAN DINDA FAJAR F.hal yang terkait dengan Eksplorasi dan Evaluasi 1) Kebijakan akuntansi pengeluaran untuk kegiatan eksplorasi dan evaluasi 2) Jumlah aktiva.000 kas dividen sbb: Retained Earnings 1.650. dan arus kas operasi yang timbul dari eksplorasi untuk dan evaluasi sumber daya mineral.350.DEPRESIASI.IMPAIRMENT.(3 AK A SORE) Page 3 .000 Share-Premium-Ordinary 1.3.000 dan share.493. Callahan mengumumkan dividen sebesar $ 3/ share pada $ 1. perusahaan yang menerbitkan dividen likuidasi harus debet Share Premium. Ilustrasi. Itu dicatat $ 3.000. secara bertahap dapat mendistribusikan kepada pemegang saham investasi modal mereka dengan membayar dividen likuidasi. Masalah utama akuntansi adalah membedakan antara dividen kembali modal dan mereka yang tidak. Karena dividen adalah kembali kontribusi asli investor.000 shares outstanding.000. Jika perusahaan tidak berharap properti membeli tambahan.000 Cash 3. akumulasi deplesi mineral $ 2.premium $ 5. di akhir tahun. pendapatan dan biaya. untuk yang bagian yang berhubungan dengan investasi asli. VIVI SENTHIA M.000.000 2.000 .

DAN DINDA FAJAR F.IMPAIRMENT.000 Unrealized Gain on Revaluation.(3 AK A SORE) Page 3 . kita telah mengasumsikan bahwa perusahaan menggunakan menggunakan prinsip biaya untuk menilai aktiva berwujud berumur panjang setelah akuisisi. Contoh Revaluasi Tanah Ilistrasi.1 Pengenalan Revaluasi Ketika perusahaan memilih aset jangka hidup mereka nyata setelah perolehan awal.DEPRESIASI.4REVALUASI(MENINJAU KEMBALI) Dari poin. Dan dicatat sebagai berikut: Land 200. mereka mencatat perubahan nilai wajar dengan menyesuaikan akun aktiva dan membentuk sebuah keuntungan yang belum direalisasi atas aktiva yang dinilai kembali berwujud berumur panjang. Perusahaan memilih menggunakan akuntan revauasi untuk tanah pada periode mendatang. Keuntungan tidak nyata ini dikaitkan sebagai pengenalan revaluasi. Bagimanapun.000 VIVI SENTHIA M. Pada 31 Desember 2010.000 pada 5 Januari 2010.DAN DEPLESI 2. perusahaan mempunyai pilihan : mereka mungkin menilai asset ini dengan nilai pasar( fair value).Land 200.4. Siemens membeli tanah sebesar $ 1.poin diatas. harga pasar tanah adalah $ 1.200.000.000. 2.

revaluasi berlaku untuk semua aset di kelas asetaset.2 Masalah. Nilai wajar aktiva item. jika tidak. kerugian yang terkait dengan penilaian kembali di bawah mengurangi biaya perolehan laba bersih. misalnya gedung. perusahaan dapat memilih untuk nilai hanya satu kelas aset. Selain itu.IMPAIRMENT.DEPRESIASI. DAN DINDA FAJAR F. Sebagian besar perusahaan tidak menggunakan akuntansi revaluasi.DAN DEPLESI 2. dan peralatan biasanya pasar nilai yang ditentukan oleh penilai. penyusutan tinggi biaya yang terkait dengan aktiva yang dinilai kembali juga mengurangi laba bersih VIVI SENTHIA M. Alasan utama adalah biaya yang besar dan terus berhubungan dengan penilaian untuk menentukan nilai wajar.masalah Revaluasi Akuntansi revaluasi digunakan adalah bukan "semua atau tidak" preposisi. penilaian kembali dikurangi sering dapat diterima. Sebuah kelompok aktiva adalah pengelompokan item yang memiliki sifat dan kegunaan dalam operasi perusahaan. Perusahaan menggunakan akuntansi revaluasi juga harus melakukan segala upaya untuk menjaga nilai aset 'up to date. tanaman. Aktiva yang mengalami perubahan harga yang cepat harus dinilai kembali secara tahunan. untuk aset tetap. keuntungan yang terkait dengan revaluasi atas biaya historis tidak dilaporkan dalam laba bersih tetapi langsung ke ekuitas. Di sisi lain. Artinya.4. Selain itu.(3 AK A SORE) Page 3 .

DAN DINDA FAJAR F.1 KESIMPULAN Penyusutan baik aktiva maupun sumber daya alam adalah sebagian dari harga perolehan yang secara sistematis dialokasikan menjadi biaya setiap periode akuntansi.Jumlah angka tahun b.DEPRESIASI.Metode aktivitas( unit atau produksi) 2.Metode garis lurus 3.(3 AK A SORE) Page 3 .IMPAIRMENT. Penyusutan pun mempunyai beberapa metode yaitu: 1.Metode Pengurangan Nilai: a.DAN DEPLESI BAB IV PENUTUP 3.Metode saldo menurun metode tersebut digunakan oleh aktiva maupun sumber daya alam. tetapi biasanya untuk sumber daya alam menggunakan metode aktivitas. VIVI SENTHIA M.

2 SARAN Setiap perusahaan sudah memakai IFRS dan menggunakan metodemetode dan pembahasan yang sudah diterangkan. Tetapi berbeda dengan revaluasi. Tetapi masih perlu melakukan tinjauan kembali untuk aktiva yang masih dapat dipakai tetapi usia manfaatnya sudah habis. revaluasi biasanya dipilih perusahaan karena biasanya hrga aktiva ternyata lebih besar dari carrying amountnya. biasanya perusahaan tidak mau mengimpair aktivanya bila bukan keadaan memaksa.DAN DEPLESI Sedangkan impairments adalah penurunan aktiva karena mengikuti nilai pasar.DEPRESIASI. tetapi ada sesuatu keadaan yang memaksa aktiva perusahaan harus diimpair.IMPAIRMENT. VIVI SENTHIA M. walaupun perusahaan mempunyai hak pilih untuk memakai nilai pasar atau tetap menggunakan carrying amount.(3 AK A SORE) Page 3 . 3. DAN DINDA FAJAR F.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful