P. 1
Pengertian Media Pembelajaran Menurut Beberapa Ahli

Pengertian Media Pembelajaran Menurut Beberapa Ahli

|Views: 5,182|Likes:
Published by Udhynk FS SP

More info:

Published by: Udhynk FS SP on Mar 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2013

pdf

text

original

Pengertian Media Pembelajaran Menurut Beberapa Ahli Pengertian media mengarah pada sesuatu yang mengantar/meneruskan informasi

(pesan) antara sumber (pemberi pesan) dan penerima pesan. Media adalah segala bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi (AECT Task Force,1977:162) ( dalam Latuheru,1988:11). Robert Heinich dkk (1985:6) mengemukakan definisi medium sebagai sesuatu yang membawa informasi antara sumber (source) dan penerima (receiver) informasi. Masih dari sudut pandang yang sama, Kemp dan Dayton (1985:3), mengemukakan bahwa peran media dalam proses komunikasi adalah sebagai alat pengirim (transfer) yang mentransmisikan pesan dari pengirim (sander) kepada penerima pesan atau informasi (receiver). Sumber: Laria, Kartika 2008. Kajian Pustaka: Media Pembelajaran. (http://www.infoskripsi.com/Article/Kajian-Pustaka-Media-Pembelajaran.html) ,diakses 7 September 2009 Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman,2002:6). Latuheru(1988:14), menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna. Berdasarkan definisi tersebut, media pembelajaran memiliki manfaat yang besar dalam memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran. Media pembelajaran yang digunakan harus dapat menarik perhatian siswa pada kegiatan belajar mengajar dan lebih merangsang kegiatan belajar siswa. Sumber: Haryalesmana,Devid 2008. Pengertian Media Pembelajaran. (http://www.guruit07.blogspot.com/2009/01/pengertian-media-pembelajaran.htm) ,diakses 7 September 2009 Kata media berasal dari bahasa Latin Medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Tetapi secara lebih khusus, pengertian media dalam proses pembelajaran diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa, sehingga dapat terdorong terlibat dalam proses pembelajaran. Gagne mengartikan media sebagai berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Heinich, Molenda, Russel (1996:8) menyatakan bahwa : “A medium (plural media) is a channel of communication, example include film, television, diagram, printed materials, computers, and instructors. (Media adalah saluran komunikasi termasuk film, televisi, diagram, materi tercetak, komputer, dan instruktur). AECT (Assosiation of Education and Communication Technology, 1977), memberikan batasan media sebagai segala bentuk saluran yang dipergunakan untuk menyampaikan

Banyak pakar tentang media pembelajaran yang memberikan batasan tentang pengertian media. Media Pembelajaran. (http://apadefinisinya. Sumber: Kusumah.com/2007/11/mediapembelajaran.diakses 7 September 2009 . NEA (National Education Assosiation) memberikan batasan media sebagai bentukbentuk komunikasi baik tercetak.Wijaya 2007.blogspot. audio visual. Media Pembelajaran.html) . Menurut EACT yang dikutip oleh Rohani (1997 : 2) “media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi”. Sumber: Nursidik.com/2008/05/media-pembelajaran. Sedangkan pengertian media menurut Djamarah (1995 : 136) adalah “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai Tujuan pembelajaran”.diakses 7 September 2009 Kata media berasal dari kata medium yang secara harfiah artinya perantara atau pengantar. serta peralatanya.Yahya 2008. (http://wijayalabs. Selanjutnya ditegaskan oleh Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4) yaitu : “media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran.pesan atau informasi. perasaan.html) .blogspot. perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar”.

Diharapkan dengan pemanfaatan sumber belajar berupa media pembelajaran. Karakteristik media juga dapat dilihat menurut kemampuan membangkitkan rangsangan indera penglihatan. namun belajar itu harus aktif dan dinamis. dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku. video dan sebagainya. perabaan. media . Dari contoh pengelompokan yang diadakan oleh para ahli (Schramm). National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar. 1994) guru (pengajar) harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran. 1985) Untuk mengatasi kemungkinan hambatan-hambatan yang terjadi selama proses penafsiran dan agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Upaya pengklasifikasian media dapat mengungkapkan karakteristik atau ciri-ciri suatu media berbeda menurut tujuan atau maksudnya pengelompokannya. (Hamalik. Sementara itu. dan sebagainya. pendengaran. dan pemilihan media merupakan kesatuan yang tak terpisahkan dalam penentuan strategi pembelajaran.Hudoyo (1998) menyatakan bahwa belajar matematika merupakan proses membangun/ mengkonstruksi konsep-konsep dan prinsip-prinsip. Pada mulanya. lingkup sasarannya yang dapat diliput. karakteristik media. sedangkan tugas guru adalah memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa. (ii) fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. dimana siswa membangun sendiri arti dari pengalamannya dan interaksi dengan orang lain. Hal ini sesuai dengan pandangan konstuktivis yaitu suatu pandangan dalam mengajar dan belajar. dan (vii) usaha inovasi dalam pengadaan media pembelajaran. (vi) berbagai jenis alat dan teknik media pembelajaran. (iii) hubugan antara metode mengajar dengan media yang digunakan. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. tidak sekedar pengrojokan yang terkesan pasif dan statis. maka sedapat mungkin dalam penyampaian pesan (isi/materi ajar) dibantu dengan menggunakan media pembelajaran. dan kemudahan kontrol pemakai. pengecapan maupun penciuman atau kesesuaiannya dengan tingkat hierarki belajar seperti yang digarap oleh Gagne. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan. dapat merangsang fikiran. Karakteristik media inisebagaimana dikemukakan oleh Kemp (1975) merupakan dasar pemilihan media sesuai dengan situasi belajar tertentu. perasaan. (Gagne. termasuk teknologi perangkat keras. (iv) nilai atau manfaat media dalam pengajaran. yang meliputi: (i) media sebagai alat komunikasi agar lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. (v) pemilihan dan penggunaan media pembelajaran. Dia mengatakan “The question of what media attributesare necessary for a given learnign for situation becomes the basis for media selection”. Jadi klasifikasi media. film. Sedangkan. Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. proses komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih efektif dan efisien. kita dapat melihat media karakteristik ekonomisnya.

media visual dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran. karakteristik pebelajar. Arsyad (2002) mengklasifikasikan media pembelajaran menjadi empat kelompok berdasarkan teknologi. Walaupun ada hal-hal lain yang juga perlu diperhatikan dalam pemilihan media. tetapi yang lebih diharapkan adalah bahwa pembelajaran berpusat pada siswa (student centered). Menurut pandangan ini bahwa pengetahuan tidak begitu saja bisa ditransfer oleh guru ke pikiran siswa. siswa atau pebelajar sebaiknya secara aktif berinteraksi dengan sumber belajar. dkk. radio. televisi. khususnya media visual juga dikemukakan oleh Levie dan Lentz. bahan atau materi ajar (berupa buku. Fungsi afektif dari media visual dapat diamati dari tingkat “kenikmatan” siswa ketika belajar (membaca) teks bergambar. fungsi kognitif. dan fungsi kompensatoris. fungsi afektif. media dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Jadi. 1990). siswa lain. kepala sekolah. Keduanya saling berkaitan. Oleh karena itu. Fungsi kompensatoris media pembelajaran adalah memberikan konteks kepada siswa yang kemampuannya lemah dalam mengorganisasikan dan mengingat kembali informasi dalam teks. dan yang sejenis). di mana pemilihan metode tertentu akan berpengaruh terhadap jenis media yang akan digunakan. Fungsi media. 2002) adalah guru itu sendiri. modul. .. Media dapat berupa sesuatu bahan (software) dan/atau alat (hardware). guru atau pengajar lebih banyak berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran. (Arsyad. Dalam hal ini gambar atau simbul visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa. merupakan kata yang berasal dari bahasa latin medius. Masingmasing kelompok media tersebut memiliki karakteristik yang khas dan berbeda satu dengan yang lainnya. Guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi siswa (teacher centered). pusat-pusat sumber belajar. tetapi pengetahuan tersebut dikonstruksi di dalam pikiran siswa itu sendiri. dan tugas atau respon yang diharapkan dari pebelajar. 2002) Efektivitas proses belajar mengajar (pembelajaran) sangat dipengaruhi oleh faktor metode dan media pembelajaran yang digunakan. Dalam fungsi atensi. seperti: konteks pembelajaran. Media (bentuk jamak dari kata medium). Dalam kondisi seperti ini. selebaran. rekaman video. seperti yang dikutip oleh Arsyad (2002) bahwa media tersebut memiliki empat fungsi yaitu: fungsi atensi. perpustakaan. Sadiman. Lingkungan yang dimaksud (menurut Arsyad.pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. dan berbagai sumber belajar serta fasilitas (OHP. Dalam tahun-tahun belakangan ini telah terjadi pergeseran paradigma dalam pembelajaran ke arah paradigma konstruktivisme. majalah. termasuk alam sekitar). media hasil teknologi audio-visual. dan media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer. berupa lingkungan. Dengan kata lain bahwa media pembelajaran ini berfungsi untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat dalam menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dalam bentuk teks (disampaikan secara verbal). Berdasarkan temuan-temuan penelitian diungkapkan bahwa fungsi kognitif media visual melalui gambar atau lambang visual dapat mempercepat pencapaian tujuan pembelajaran untuk memahami dan mengingat pesan/informasi yang terkandung dalam gambar atau lambang visual tersebut. komputer. Dalam arti bahwa harus ada kesesuaian di antara keduanya untuk mewujudkan tujuan pembelajaran. yaitu: media hasil teknologi cetak. perekam pita audio dan video. „perantara‟ atau „pengantar‟ (Arsyad. laboratorium. yang secara harfiah berarti „tengah‟. atau audio. 2002. media hasil teknologi berdasarkan komputer. petugas perpustakaan.

dan lingkungan belajar) yang dilakukan oleh seorang pengajar dipengaruhi oleh peran media yang digunakan. yang selanjutya ditafsirkan oleh penerima pesan (Hamalik. Penyampaian pesan ini bisa dilakukan melalui simbul-simbul komunikasi berupa simbulsimbul verbal dan non-verbal atau visual. hasil belajar. teman sebaya. Dengan menggunakan istilah media pengajaran. tidak semata-mata didasarkan atas komunikasi verbal melalui kata-kata. yaitu: (i) dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa karena pengajaran akan lebih menarik perhatian mereka. materi. meningkatkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar. Sadiman. bagi seorang siswa merupakan media. tujuan pembelajaran. Selanjutnya diungkapkan bahwa penggunaan media pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian informasi (pesan dan isi pelajaran) pada saat itu. dan daya indera. dan bahkan berpengaruh secara psikologis kepada siswa. dsb. Sudjana dan Rivai (1992) mengemukakan beberapa manfaat media dalam proses belajar siswa. dan memerankan. isi materi ajar. dan memadatkan informasi. yang menyatakan bahwa media merupakan berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar. video. yaitu proses penyampaian pesan (isi atau materi ajar) dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan (siswa/pebelajar atau mungkin juga guru). Pengertian ini sejalan dengan batasan yang disampaikan oleh Gagne (1985). yang menyebabkan siswa mampu memperoleh pengetahuan. bahwa media jika dipahami secara garis besar adalah manusia. 2002). Jadi menurut pengertian ini. 1996). dan mengatasi sikap pasif siswa. Sedangkan menurut Criticos (1996). lingkungan sekolah dan luar sekolah.Sedangkan menurut Gerlach & Ely (dalam Arsyad. . 1986) Pemanfaatan media dalam pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat baru. memungkinkan siswa belajar sendiri berdasarkan minat dan kemampuannya. kondisi. slide. penyajian data/informasi lebih menarik dan terpercaya. (ii) makna bahan pengajaran akan menjadi lebih jelas sehingga dapat dipahami siswa dan memungkinkan terjadinya penguasaan serta pencapaian tujuan pengajaran. adalah sebagai berikut: (i) memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat visual. memudahkan penafsiran data. dkk (1990) menyampaikan fungsi media (media pendidikan) secara umum. fota atau film bingkai. atau sikap. peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat film. penataan pembelajaran (iklim. (iii) meningkatkan kegairahan belajar. (iii) metode mengajar akan lebih bervariasi. waktu. atau kejadian yang membangun kondisi. melakukan langsung. keterampilan. misal objek yang terlalu besar untuk dibawa ke kelas dapat diganti dengan gambar.. Bertitik tolak dari kenyataan tersebut di atas. mendemonstrasikan. dapat menyamakan pengalaman dan persepsi siswa terhadap isi pelajaran. tidak hanya mendengarkan tetapi juga mengamati. dan (iv) memberikan rangsangan yang sama. Dengan demikian. (Criticos. rangkaian dan strategi pembelajaran adalah kriteria untuk seleksi dan produksi media. maka proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah suatu proses komunikasi. Kehadiran media dalam pembelajaran juga dikatakan dapat membantu peningkatan pemahaman siswa. guru. dan (iv) siswa lebih banyak melakukan aktivitas selama kegiatan belajar. buku teks. (ii) mengatasi keterbatasan ruang. Jadi dalam hal ini dikatakan bahwa fungsi media adalah sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar.

instruktur. Tentu hal ini berpengaruh terhadap semangat mereka belajar dan kondisi . film. gambar. gambar. grafik. Seperti yang dikemukakan oleh Hamalik (1994) bahwa dengan penggunaan alat bantu berupa media komunikasi. buku latihan. hubungan komunikasi akan dapat berjalan dengan lancar dan dengan hasil yang maksimal. Menurut National Education Association -NEA (dalam Sadiman. peta. interaktif video dan hypertext) Berdasarkan atas beberapa fungsi media pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli.sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa. Miarso (1980) menegaskan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran. e. Batasan media seperti ini juga dikemukakan oleh Reiser dan Gagne (dalam Criticos. slide. yang secara implisit menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran. g. foto. buku/modul. main-peran. Media pembelajaran juga mampu membangkitkan dan membawa pebelajar ke dalam suasana rasa senang dan gembira. tape recorder. d. perhatian. program slide-tape. transparansi. Dalam pengertian ini. Secara umum media pembelajaran berfungsi untuk memperlancar interaksi antara guru dengan peserta didik sehingga pembelajaran lebih efektif dan efisien. media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik yang tercetak maupun audio visual beserta peralatannya.Dalam dunia pendidikan. alat bantu kerja. Media berbasis visual (buku. 1996. yaitu: a. dan slide) d.. Pollock & Reigeluth (1992) Mengklasifikasi media ke dalam lima kelompok. penuntun. camera video. radio. b. c.. bagan. f. dan komputer adalah merupakan media pembelajaran. dan kemampuan anak didik. film. Media berbasis komputer (pengajaran dengan bantuan komputer. alat bantu kerja. televisi. Gagne. tutor. dapat disimpulkan bahwa penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar memiliki pengaruh yang besar terhadap alat-alat indera. 1988). Media berbasis audio-visual (video. et al. Media berbasis cetak (buku. sering kali istilah alat bantu atau media komunikasi digunakan secara bergantian atau sebagai pengganti istilah media pendidikan (pembelajaran). di mana ada keterlibatan emosianal dan mental. Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan Proses pembelajaran lebih jelas dan menarik Proses pembelajaran menjadi interaktif Efisiensi waktu dan tenaga Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa Media memungkinkan proses pembelajaran dapat dilakukan dimana saja Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar Leshin. Penggunaan media akan lebih menjamin terjadinya pemahaman dan retensi yang lebih baik terhadap isi pelajaran. dan televisi) e. kaset. Media berbasis manusia (guru. perasaan. dan lembaran lepas) c. dkk. dan kegiatan kelompok) b. Manfaat media pembelajaran yang lebih rinci dikemukakan oleh Kemp dan Dayton (1985) yaitu : a. 1990). video recorder.

Sedangkan pengertian media menurut Djamarah (1995:136) adalah “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai Tujuan pembelajaran”. Penggolongan media pembelajaran menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Rohani (1997:16) yaitu : 1. Benda-benda hidup. dan media elektronik. atau overhead proyektor. Setiap jenis atau bagian dapat pula dikelompokkan sesuai dengan karakteristik dan sifat-sifat media tersebut. Selanjutnya ditegaskan oleh Purnamawati dan Eldarni (2001:4) yaitu : “media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. Televisi 5. perasaan. Manfaat media pembelajaran Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses belajar dan pembelajaran adalah suatu kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri keberadaannya. Jadi banyak tenaga ahli mengelompokkan atau membuat klasifikasi media akan tergantung dari sudut mana mereka memandang dan menilai media tersebut. Guru sadar bahwa tanpa bantuan media. a. Dilihat dari bahan pembuatannya media dapat digolongkan menjadi media sederhana (murah dan mudah memperolehnya) dan media komplek. 3. 4. Jadi. baik yang bersuara maupun yang tidak bersuara. terutama materi pembelajaran yang rumit dan komplek. Dilihat dari daya liputnya media dapat digolongkan menjadi media dengan daya liput luas dan serentak. Dilihat dari bentuknya media dapat digolongkan menjadi media grafis (dua dimensi). slide. Menurut EACT yang dikutip oleh Rohani (1997:2) “media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi”. jika dilihat dari berbagai sudut pandang adalah sebagai berikut : 1. yang nantinya bermuara kepada peningkatan pemahaman pebelajar terhadap materi ajar. Penggolongan media yang lain. Gambar diam. Jenis-jenis Media pembelajaran Banyak sekali jenis media yang sudah dikenal dan digunakan dalam penyampaian informasi dan pesan-pesan pembelajaran. film strip. 2. baik hitam putih. Instruksional berprograma ataupun CAI (Computer Assisten Instruction). Rekaman bersuara baik dalam kaset maupun piringan hitam. media dengan daya liput yang terbatas dengan ruang dan tempat dan media pengajaran individual. Kata media berasal dari kata medium yang secara harfiah artinya perantara atau pengantar. berwarna. b. Gambar gerak.pembelajaran yang lebih “hidup”. Karena memang gurulah yang menghendaki untuk memudahkan tugasnya dalam menyampaikan pesan – pesan atau materi pembelajaran kepada siswanya. bulletin. bukan kemudahan mengajar (Degeng. Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang baku dalam mengelompokkan media. media tiga dimensi. Dilihat dari jenisnya media dapat digolongkan menjadi media Audio. sasaran akhir penggunaan media adalah untuk memudahkan belajar.Banyak pakar tentang media pembelajaran yang memberikan batasan tentang pengertian media. 2. simulasi maupun model. papan display. 2001). 3. baik dalam bentuk teks. 6. 4. Setiap materi pembelajaran mempunyai tingkat . maka materi pembelajaran sukar untuk dicerna dan dipahami oleh siswa. media Visual dan media Audio Visual. perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar”.

Menurut Edgar Dale. Pada satu sisi ada bahan pembelajaran yang tidak memerlukan media pembelajaran. film. 5) Memperlihatkan gerakan yang terlalu cepat. 2) Membawa obyek yang berbahaya atau sukar didapat di dalam lingkungan belajar. candi. termasuk teknologi perangkat keras. waktu dan daya indera. dalam dunia pendidikan. perasaan. Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan. 10) Menyajikan informasi belajar secara serempak (mengatasi waktu dan ruang) 11) Mengontrol arah maupun kecepatan belajar siswa. Secara umum manfaat media pembelajaran menurut Harjanto (1997:245) adalah : 1) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis ( tahu kata-katanya. tetapi tidak tahu maksudnya) 2) Mengatasi keterbatasan ruang. dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. bahan belajar yang dibuat oleh guru dan “audiovisual”. 3) Manampilkan obyek yang terlalu besar. misalnya untuk menjelaskan peredaran darah. penggunaan media pembelajaran seringkali menggunakan prinsip Kerucut Pengalaman. dapat merangsang fikiran. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandangdengar. 4) Dapat menimbulkan persepsi yang sama terhadap suatu masalah. Materi pembelajaran yang mempunyai tingkat kesukaran tinggi tentu sukar dipahami oleh siswa. 3) Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif siswa. 4) Menampilkan obyek yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang. video dan sebagainya. Selanjutnya menurut Purnamawati dan Eldarni (2001:4) yaitu : 1) Membuat konkrit konsep yang abstrak. yang membutuhkan media seperti buku teks. 9) Menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan.kesukaran yang bervariasi. tetapi dilain sisi ada bahan pembelajaran yang memerlukan media pembelajaran. apalagi oleh siswa yang kurang menyukai materi pembelajaran yang disampaikan. Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku. 6) Memungkinkan siswa dapat berinteraksi langsung dengan lingkungannyan 7) Membangkitkan motivasi belajar 8) Memberi kesan perhatian individu untuk seluruh anggota kelompok belajar. . misalnya pasar.

tape recorder. komputer dan sejenisnya. dan sejenisnya Projected still media : slide. 3. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Good Judul Buku = Dasar Konsep Pendidikan Moral Tahun 1977. kartun. Ternyata keberhasilan menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar tergantung pada (1) isi pesan. Pendidikan Menurut = UU Sisdiknas Judul Buku = Dasar Konsep Pendidikan Moral Tahun 2003. Apabila ketiga faktor tersebut mampu disampaikan dalam media pembelajaran tentunya akan memberikan hasil yang maksimal. over head projektor (OHP). televisi. bagan. diagram. 1. Dengan demikian dalam memilih dan menggunakan media. masyarakat. Hal 1 Penerbit = ALFABETA Uraian Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. pengendalian diri.Ada beberapa jenis media pembelajaran. Hal 1 Penerbit = ALFABETA Uraian . dan (3) karakteristik penerima pesan. (2) cara menjelaskan pesan. bangsa dan Negara. in focus dan sejenisnya Projected motion media : film. kepribadian. Media Visual : grafik. komik Media Audial : radio. Pendidikan Menurut = Carter V. diantaranya : 1. akhlak mulia. DVD. video (VCD. perlu diperhatikan ketiga faktor tersebut. poster. 2. 4. VTR). chart. laboratorium bahasa. Pada hakikatnya bukan media pembelajaran itu sendiri yang menentukan hasil belajar. 2. kecerdasan.

dan masa datang. Pendidikan Menurut = Thedore Brameld Judul Buku = Dasar Konsep Pendidikan Moral Tahun 1999.Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakatnya. Konsep system pendidikan mungkin saja berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat dan pengalihan nilai-nilai kebudayaan (transfer of culture value). Hal 2 Penerbit = ALFABETA Uraian Pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan yang tepat didalam kebiasaan tingkah lakunya. 5. Pendidikan Menurut = Thedore Brameld Judul Buku = Dasar Konsep Pendidikan Moral Tahun 1999. Hal 2 Penerbit = ALFABETA Uraian UNESCO menyebutkan bahwa: “education is now engaged is preparinment for a tife Society which does not yet exist” atau bahwa pendidikan itu sekarang adalah untuk mempersiapkan manusia bagi suatu tipe masyarakat yang masih belum ada. Hal 2 Penerbit = ALFABETA Uraian ‘’Education as power means copetent and strong enough to enable us.sekarang. 3. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu lingkungan yang terpimpin (khususnya di sekolah) sehingga iya dapat mencapai kecakapan sosial dan mengembangkan kepribadiannya. Pendidikan Menurut = Godfrey Thomson Judul Buku = Dasar Konsep Pendidikan Moral Tahun 1977. Pendidikan Menurut = UNESCO Judul Buku = Dasar Konsep Pendidikan Moral Tahun 1999.to decide what kind of a world‘’. (Pendidikan sebagai kekuatan berarti mempunyai kewenangan dan cukup kuat bagi kita. Konsep pendidikan saat ini tidak dapat dilepaskan dari pendidikan yang harus sesuai dengan tuntutan kebutuhan pendidikan masa lalu.the majority of people. bagi rakyat banyak untuk menentukan suatu dunia yang macam apa yang kita inginkan dan macam mana mencapai tujuan semacam itu). 4. pikiranya dan perasaannya. 6. Hal 2 Penerbit = ALFABETA .

maka media adalah bagian yang sangat penting dan tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman sebelum menggunakan atau mungkin memproduksi media pembelajaran. fungsi pendidikan ini mengalami spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal yang senantiasa tetap berhubungan dengan proses pendidikan informal di luar sekolah). Pendidikan adalah suatu aktivitas sosial yang memungkinkan masyarakat tetap ada dan berkembang. Winataputra (2008) pengertian pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa. Sedangkan komponen-komponen dalam pembelajaran adalah tujuan. klasifikasi. Education is thus a far broader process than that which occurs in schools. The term “Education” refers to the broad funcition of preserving and improving the life of the group through bringing new members into its shared concem. but there is always the education. materi. Ciri utama dari pembelajaran adalah inisiasi. Oleh karena itu. fungsi. posisi. It is an essential social activity by which communities continue to exist. dan wagner dalam Udin S. terutama untuk mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri. beberapa pengertian "Pendidikan" menurut para ahli. Salam Pendidikan | Ayo Berbagi!! Pengertian Pembelajaran Menurut Gagne. richey menyebutkan bahwa. lebih jauh perlu dibahas tentang arti. dan evaluasi pembelajaran. dan peningkatan proses belajar siswa. . dan karakteristik beberapa jenis media. Demikian.Uraian Robert W. Briggs. Menurut UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas. In Communities this function is specialzed and institutionalized in formal education. (Istilah pendidikan mengandung fungsi yang luas dari pemelihara dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat. Jadi pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas daripada proses yang berlangsung di dalam sekolah saja. out side the school with which the formal process is related. Di dalam masyarakat yang kompleks. fasilitasi. Semoga bermanfaat buat kemajuan dunia pendidikan kita. terutama membawa warga masyarakat yang baru mengenal tanggung jawab bersama di dalam masyarakat. pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkingan belajar. kegiatan. berdasarkan deskripsi di atas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->