P. 1
MATERI ALAT UKUR

MATERI ALAT UKUR

|Views: 1,746|Likes:
Published by ariatman

JIKA INGIN MENDOWNLOAD FILE INI..SILAHKAN MASUK DI BLOG: " http://ariatmancool.blogspot.com/2012/03/alat-ukur-listrik.html " SILAHKAN COMENTAR..NNTI SAYA ENABLE DOWNLOADNYA..TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG...

JIKA INGIN MENDOWNLOAD FILE INI..SILAHKAN MASUK DI BLOG: " http://ariatmancool.blogspot.com/2012/03/alat-ukur-listrik.html " SILAHKAN COMENTAR..NNTI SAYA ENABLE DOWNLOADNYA..TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG...

More info:

Published by: ariatman on Mar 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

09/17/2013

PENGUKURAN DAN PENGGUNAAN ALAT UKUR LISTRIK

1. Pengertian Pengukuran Listrik Pengukuran berasal dari 1 suku kata yaitu UKUR yang ditambahkan imbuhan. Yang jika diartikan ukur adalah mengira, mencari tahu panjang, lebar atau nilai besarnya sesuatu. Sedangkan pengukuran yaitu kegiatan yang bertujuan untuk mengira, mendeteksi atau mencari tahu panjang, lebar dan nilai besarnya sesuatu. Listrik adalah daya atau kekuatan yang ditimbulkan oleh gesekan atau proses kimia yang dipergunakan untuk menghasilkan panas, cahaya atau menjalankan mesin. Pengukuran listrik adalah kegiatan yang dilakukan yang bertujuan untuk mengetahui nilai besarnya atau mendeteksi sesuatu yang berhubungan dengan listrik. Misalnya tegangan, tahanan, arus, daya, mendeteksi kerusakan, dll. 2. a. Istilah – istilah dalam kelistrikan. Beda potensial / tegangan. TEGANGAN / Beda potensial, yaitu gaya dari medan elektro statis sebuah muatan listrik yang memiliki kemampuan untuk menggerakkan muatan lain dengan cara saling tarik menarik atau tolak menolak. Kemampuan ini disebut ”Potensial” atau ”tegangan”. Dimana saja terdapat perbedaan muatan maka disitu juga terjadi beda potensial. Besar beda potensial pada semua muatn di dalam medan

elektrostatik dihubungkan dengan besaran yang di sebut tenaga ELEKTROMOTIF (EMF). Satuan Beda Potensial diberi VOLT (V) yang diambil dari nama Alessandro Volta, seorang ahli ilmu pengetahuan yang berkebangsaaan Italia dan penemu dari ”Volatic pile”yaitu baterai pertama yang menggunakan SEL. Ada banyak cara untuk menghasilkan listrik antara lain : dengan gesekan, sinar matahari, reaksi kimia dan induksi elektromagnetik, tertariknya kertas pada sebuah sisir yang telah digosok dengan kain wol adlah salah satu contoh dimana tegangan dapat dihasilkan dengan cara gesekan. b. Arus listrik

Teori lain yang masih membutuhkan penjelasan bahwa terjadi gesekan di dalam penghantar. Adanya medan elektrostatik, akan menarik sebuah elektron dengan cara yang sama seperti yang terjadi pada benda-benda yang bermuatan negatif. Muatan negatif.akan ditolak oleh muatan muatan negatif dan akan ditarik oleh muatan positif. Besar muatan listrik dinyatakan dalam ’Ampere’. Simbol satuannya adalah A. Ampere adalah suatu ukuran rata-rata dari muatan-muatan yang

mengalir di dalam sebuah penghantar. 1 ampere didefinisikan sebagai mengalirnya muatan sebesar 1 Coulomb dalam 1 detik (1 Coulomb = 6,28 x 1018+) atau sebesar 6,28 milyar elektron.

Ada dua penjelasan mengenai arus yang mengalir melalui sebuah penghantar. Yang pertama sebelum diketemukannya theory atom yang menjelaskan komposisi dari suatu zat, para ahli ilmu pengetahuan telah lama mendefinisikan arus sebagai gerakan muatan – muatan positif di dalam penghantar yang berasal dari titik yang berpolaritas positif menuju ke titik yang berpolaritas negatif. Anggapan ini masih tetap dipegang oleh dipegang oleh beberapa badan standar teknik dan beberapa teks book. Ada beberapa contoh yang benar-benar menunjukkan bahwa arus listrik merupakan gerakan muatanmuatan positif seperti yang terjadi di dalam cairan, gas dan semikonduktor. Theory yang menjelaskan adanya aliran arus dengan cara ini disebut theory arus konvensional. Yang kedua dengan menerapkan theory atom maka dibuktikan bahwa aliran arus yang mengalir di dalam penghantar sebetulnya adalah aliran

muatan negatif atau aliran elektron. Aliran elektron berlawanan dengan arah aliran arus konvensional dan biasanya disebut arus elektron. c. Tahanan listrik George Simon Ohm telah menemukan bahwa untuk nilai suatu tegangan yang konstan, maka jumlah arus yang mengalir dalam suatu bahan bergantung pada jenis dan dimensi fisik bahan tersebut. Semua bahan menunjukkan adanya sifat resistansi atau menahan aliran elektron. Apabila sifat menahan ini kecil maka bahan tersebut disebut konduktor, jika sebaliknya sifat menhan besar maka bahan tersebut disebut isolator. Ohm adalah satuan tahanan listrik. Suatu bahan disebut memiliki sebesar satu ohm apabila ada suatu beda potensial sebesar 1 volt yang melintasi bahan itu akan menghasilkan arus sebesar 1 ampere. Tahanan listrik akan selalu ada di setiap rangkaian listrik, komponen – komponen, kawat, hubungan-hubungan. Ketika suatu tahanan menahan arus listrik, maka pada saat itu juga energi listrik diubah menjadi bentuk energi lain seperti panas, cahaya atau gerakan mekanis.

3.

Jenis – Jenis alat ukur

1. Volt meter

Volt meter adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur besaran tegangan listrik. Jenis umum volt meter ada 2 yaitu volt meter AC dan volt meter DC. Yang perlu diperhatikan dalam pemasangan alat ukur harus paralel dengan beban aatau sumber.

2. Ampere meter dan clip on meter. Ampere meter dan clip on meter adalah alat yang berfungsi untuk mengukur besaran arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian. Akan tetapi pada clip on meter menggunakajn prinsip induksi sehingga dalam pemakaiannya tidak perlu memutuskan arus listrik.

3. Multimeter

Multimeter adalah gabungan beberapa alat ukur dalam satu alat ukur. Umumnya dapat digunakan mengukur tegangan AC dan DC, arus AC dan DC dan resistansi.

4. Kwh meter Pada dasarnya Kwh meter itu dapat dibagi menjadi dua bagian utama yaitu Kwh meter 1 fasa dan 3 fasa. Kwh meter adalah suatu alat yang dapat mengukur besarnya pemakaian tenaga atau energi listrik dari suatu beban dalam jangka waktu tertentu.

5. Frekuensi meter

Frekuensimeter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengetahui berapa frekuensi sumber / jala-jala dan lain sebagainya.

6. Megger Megger adalah suatu alat ukur yang dapat digunakan untuk mengetahui baik tidaknya isolasi listrik, dimana megger itu ditunjukkan besarnya tahanan dari isolasi yang diukur. 7. Phasa Indicating meter Phase indicating meter adalah alat yang berfungsi untuk mendeteksi urutan fasa dari jala-jala 3 fasa. 8. Earth tester Untuk mengetahui resistansi pentanahan dari suatu elektroda pentanahan, maka digunakan alat ukur earth tester.

9. Osciloscope

Osiloskop adalah instrumen ukur yang dapat menampilkan secara visual bentuk gelombang dari yang tegangan diukur.

10. PI tester dan watt meter PI tester adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur faktor kerja (Cos pi), sedangkan watt meter digunakan untuk mengetahui pemakaian daya dalam satuan watt.

11. Tachometer

Tachometer adalah suatu alat yang digunakan untuk mengetahui kecepatan putaran dari suatu motor listrik atau mesin-mesin yang berputar.

12. Lux meter Yaitu suatu alat yang digunakan untuk mengetahui berapa besar intensitas cahaya dari berbagai sumber cahaya, selain itu juga dapat digunakan untuk mengukur atau menguji baterai dengan tegangan bolak-balik hingga 300 volt.

4.

Penggunaan Alat ukur Listrik

Adapun penggunaan alat ukur disini akan diajarkan bagaimana dasar – dasar penggunaan alat ukur tersebut di atas langsung dengan alat ukur (praktek langsung), dengan tujuan agar nantinya dalam menggunakan alat ukur tidak lagi bingung sehingga ujungnya sembarangan dalam merangkai ini bisa berakibat fatal pada alat ukur dan juga bisa kepada humannya. 1. Volt Meter Yang harus diperhatikan dalam penggunaan volt meter, yaitu : a. Dalam pemasangannya volt meter harus paralel dengan

sumber atau beban b. Sebelum menghubungkan dengan sumber, maka yang harus

diperhatikan adalah selektor switchnya. Apakah tegangan AC atau DC! c. Selanjutnya tujukan selektor switch ke tegangan yang paling

tinggi pada alat ukur, lalu hubungkan dengan sumber. d. Apabila penunjukannya masih sulit terbaca, maka lepas

hubungan dengan sumber lalu turunkan penunjukan 1 langkah selektor switch, lalu hubungkan lagi. e. Pada pembacaan alat ukur, jika selektor menunjukkan nilai 30.

Maka pada pembacaan 30 volt pada layar alat ukur volat meter. 2. Ampere meter dan clip on meter Yang harus diperhatikan dalam penggunaan ampere meter, yaitu : a. Dalam pemasangannya harus dihubung seri dengan sumber atau beban

b. Sebelum

menghubungkan

dengan

sumber,

maka

yang

perlu

diperhatikan adalah selektor. c. Selanjutnya,tujukan selektor ke nilai arus yang paling tinggi pada alat ukur ampere meter,lalu hubungkanpada sumber. d. Apabila penunjukannya masih sulit terbaca, maka lepaskan hubungan dengan sumber lalu turunkan penunjukan 1 langkah selektor, lalu hubungkan lagi. 3. Multimeter Pada dasarnya, cara penggunaan alat multimeter sama seperti dengan penggunaan volt meter dan ampere meter. Akan tetapi multimeter merupakan gabungan antara amperemeter,voltmeter dan ohm meter. Sehingga yang harus diperhatikan dalam penggunaan multimeter. a. Untuk pemilihan besaran listrik dilakukan dengan memutar saklar jangka dan di samping itu, dilengkapi juga dengan berbagai batas ukur. b. Dalam pemasangannya harus dihubung seri dengan sumber atau beban untuk mengukur arus dan harus paralel dengan sumber atau beban untuk mengukur tegangan. c. Besaran yang diukur adalah nilai kapasitansi, resistansi, dan pengujian komponen-komponen aktif.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->