Q.S.

Al-Maidah ayat 3

hurrimat „alaykumu almaytatu waalddamu walahmu alkhinziiri wamaa uhilla lighayri allaahi bihi waalmunkhaniqatu waalmawquudzatu waalmutaraddiyatu waalnnathiihatu wamaa akalaalssabu‟u illaa maa tsakkaytum wamaa dzubiha „alaa alnnushubi wa-an tastaqsimuu bial-azlaami dzaalikum fisqun alyawma yaisaalladziina kafaruu min diinikum falaa takhsyawhum waikhsyawnialyawma akmaltu lakum diinakum wa-atmamtu „alaykum ni‟matii waradhiitu lakumu alislaama diinan famani idthurra fii makhmashatin ghayra mutajaanifin li-itsmin fa-inna allaaha ghafuurun rahiimun Artinya: Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah (394) , daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya (395) , dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah (396) , (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini (397) orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepadaKu. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-

3. Makanan-makanan yang diharamkan ialah: 1. Darah. Hewan yang disembelih dengan menyebut atau mengagungkan nama selain Allah. Hikmah diharamkan babi itu antara lain. maka turunlah ayat ini. yaitu binatang yang mati tanpa disembelih. yaitu darah yang mengalir keluar dari tubuh hewan. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. karena mengandung kuman dan zat-zat kotor dari tubuh dan sukar dicernakan. Maka barang siapa terpaksa (398) karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa. 5.cukupkan kepadamu ni’mat-Ku. maka mereka telungkupkan kuali itu untuk membuang isinya. “Para sahabat menyertai Rasulullah. Hewan mati tercekik. ketika itu mereka menyalakan api di bawah kuali yang berisi daging bangkai. 2. Daging babi. Hikmah diharamkan darah itu antara lain. karena disembelih atau lain-lainnya. karena bangkai itu mengandung kuman yang sangat membahayakan kesehatan di samping keadaannya yang menjijikkan. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Di antara hikmah diharamkan bangkai antara lain ialah. Banyak pendapat menerangkan tentang apa yang dimaksud dengan mati tercekik yaitu di antaranya mati karena diikat dan . termasuk semua anggotanya. seperti menyebut nama berhala atau menghormatinya. hikmah haramnya ialah oleh karena mempersekutukan Allah. karena mengandung baksil-baksil (kuman-kuman) yang sangat berbahaya disebabkan babi itu suka memakan bangkai-bangkai tikus dan zat-zat kotor dan juga sukar dicernakan 4. TAFSIR / INDONESIA / DEPAG / SURAH AL MAA-IDAH 3 3) Menurut suatu riwayat Ibnu Hibban berkata. Bangkai.

Hikmah haramnya sama dengan bangkai. Hewan mati dipukul. Kalau masih sempat disembelih maka hukumnya adalah halal. Ahmad. kalau kamu membunuh. dan Ashabus Sunan) 7. Hewan. 6. Hikmahnya sama dengan bangkai. sehingga hewan itu mati dalam keadaan tidak berdaya. Hikmah haramnya sama dengan hikmah haramnya bangkai. sebagai mana yang diperbuat oleh orang-orang Arab pada zaman Jahiliah yang menyembelih hewan di dekat berhala-berhala yang jumlahnya 360. 9. Hikmah haramnya menurut sebagian pendapat ialah karena darahnya terpendam di dalam tubuhnya tidak keluar. Hikmah haramnya adalah karena perbuatan ini termasuk mempersekutukan Allah. hendaklah seorang kamu mempertajam pisaunya dan jangan sampai tersiksa binatang sembelihannya. 8. Hewan yang mati karena jatuh dan tempat yang tinggi seperti jatuh dari atas bukit masuk ke dalam jurang. yaitu hewan yang mati dipukul dengan benda keras atau dengan benda berat. Hewan yang disembelih untuk berhala. sehingga merusak dagingnya tetapi selain dari itu juga karena perbuatan itu melanggar hadis Nabi yang berbunyi: ‫ء ف إذا ق ت ل تم ف أح س نىا ال ق ت لة وإذا ذب ح تم إن هللا ك تب اإلح سان ع لى ك ل شي‬ ‫ف أح س نىا ال رب حة ول يحد أحدك م س فست ه ول يسح ذب يح ته‬ Artinya: Allah mewajibkan berbuat baik (ihsan) atas setiap sesuatu. yang mati diterkam binatang buas. Hikmahnya sama dengan bangkai. salah satu anak . 10. terdapat di sekitar Kakbah. Selanjutnya Allah menerangkan tentang haramnya mengundi nasib dengan anak panah. sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Arab pada masa Jahiliah.R. (H. bunuhlah dengan baik dan kalau menyembelih. Muslim. yaitu dengan mengambil tiga anak panah yang belum ada bulu. Hewan mati karena ditanduk oleh hewan lain. sembelihlah dengan baik. kalau masih sempat disembelih maka hukumnya adalah halal.sebagainya.

Dalam hal ini menurut ajaran Rasulullah saw bila hendak memilih salah satu dari dua pekerjaan yang sama pentingnya atau memilih di antaranya dan melaksanakan atau tidaknya sesuatu kehendak. Kalau undian biasa (qur‟ah) yang tidak mengandung kefasikan atau tahyul dan khurafat. anak panah yang kedua ditulis dengan perkataan. Selanjutnya Allah menerangkan bahwa pada hari terjadinya haji wada‟ itu orang-orang kafir telah putus asa dalam usahanya untuk mengalahkan agama (Islam). “nahani rabbi” ‫ن هان ي زب ي‬ Tuhanku melarangku) sedang anak panah yang ketiga tidak ditulis apa-apa. Kalau terambil anak panah yang tidak ditulis apa-apa. Jika mereka bermaksud mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting. maka undian diulangi lagi. maka Umar menangis lalu Nabi bertanya . Oleh karena itu kaum muslimin tidaklah boleh merasa takut kepada mereka tetapi hendaklah takut kepada Allah. bahwa Allah telah menyempurnakan agama Islam dan telah mencukupkan nikmat-Nya. maka hendaklah melaksanakan salat istikharah dua rakaat. Anak panah itu disimpan di dalam Kakbah.panah itu ditulis dengan perkataan. tidaklah diharamkan. Perbuatan ini dilarang karena mengandung syirik atau tahayul dan khurafat. siapa yang berhak dari masing-masing tumpukan itu lalu diadakan qur‟ah (undian). Selanjutnya dalam ayat ini Allah menjelaskan lagi tentang sesuatu yang penting bagi Nabi Muhammad saw dan bagi seluruh umat Islam. serta telah rida agama Islam menjadi agama umat manusia. “amarani rabbi” ‫أمسن ي زب ي‬ (Tuhanku telah menyuruhku). mereka minta tolong kepada penjaga Kakbah mencabut salah satu dari ketiga anak panah tersebut itu dan melaksanakan apa yang tertulis pada anak panah yang diambil itu. seperti undian untuk mengambil salah satu bahagian dari dua tumpukan yang sudah diusahakan sama banyaknya. Setelah ayat ini dibacakan oleh Nabi.

“Sesuatu yang sudah sempurna tidak ada yang ditunggu lagi kecuali kurangnya”. sedangkan aku pada waktu itu sedang menyalakan perapian di bawah sebuah panci yang berisikan daging bangkai. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Penyayang. kemudian dari kakeknya yang bernama Hibban. Umar menjawab. “Kami bersama Rasulullah saw. 182). . kemudian turunlah ayat yang mengharamkan memakan daging bangkai lalu segera aku tumpahkan panci itu. dibolehkan asal dia memakan seperlunya saja. Sejarah telah mencatat bahwa 81 hari sesudah turunnya ayat ini Nabi Muhammad saw pun wafat setelah menunaikan risalahnya selama kurang lebih 23 tahun.” Penjelasan (394) Ialah: darah yang keluar dari tubuh.apa yang menyebabkan ia menangis. Kemudian pada akhir ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang terpaksa memakan yang diharamkan Allah karena lapar tanpa sengaja berbuat dosa. Rasulullah membenarkan ucapan Umar itu. sebagaimana tersebut dalam surat Al An-aam ayat 145. TAFSIR / INDONESIA / SEBAB TURUN / SURAH AL MAA-IDAH 3 3) Ibnu Mandah mengetengahkan di dalam kitab Ash-Shahabah dari jalur Abdullah bin Jabalah bin Hibban bin Hajar dari ayahnya. Kakeknya bercerita. sekadar mempertahankan hidup. Memang ajaran Islam telah sempurna walaupun tidak terperinci tentang segala persoalan akan tetapi telah cukup sempurna dengan prinsip-prinsip dan patokannya untuk urusan duniawi maupun ukhrawi.

(398) Maksudnya: dibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat ini jika terpaksa. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka`bah mengambil sebuah anak panah itu.a. Maka undian diulang sekali lagi. (396) Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu.(395) Maksudnya Ialah: binatang yang tercekik.w. Terserahlah nanti Apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Yaitu: masa haji wada`. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya. haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s. yang dipukul. (397) Yang dimaksud dengan hari Ialah: masa. yang jatuh.  . sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa. jangan lakukan. Caranya Ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing Yaitu dengan: lakukanlah. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan Apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas adalah halal kalau sempat disembelih sebelum mati. diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka`bah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful