P. 1
03 Sept JurnalNewMedia

03 Sept JurnalNewMedia

|Views: 413|Likes:
Published by Bayu IP

More info:

Published by: Bayu IP on Mar 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/07/2013

pdf

text

original

I

JURNAL NEWMEDIA volume I nom or 1 Hal. 1- 62 Denpasar September 2010 ISSN 1693 - 313
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010
Jurnal Ipteks “New Media” Volume 1 Nomor 1 September 2010 merupakan edisi perdana yang
bertemakan “Pendidikan, Ekonomi, Disain Grafs, Arsitektur dan Teknologi Infomasi”.
Edisi ini diawali dengan artikel yang berjudul tentang Mengelola Jaringan Komputer Dengan
Mudah Melalui Metode Subnetting oleh I Gede Eka Sanjaya. Artikel kedua dari Caroline
Felicia Christine Lawalata dengan judul Perilaku Pembelian Ponsel Cerdas (Smartphone)
Antara Gaya Hidup dan Kebutuhan. Artikel ketiga oleh Putu Astri Lestari dengan judul Faktor-
faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada Lembaga Perkreditan
Desa di Kota Denpasar. Artikel keempat dengan judul Blog, Media Aktualisasi Bagi Penulis
Pemula di Indonesia oleh Inten Pertiwi. Dan artikel terakhir dengan judul Konservasi Flora
Usaha Perlambatan Laju Pemanasan Global oleh Made Gede Suryanata.
Redaksi sangat bersyukur kepada Tuhan karena edisi perdana ini bisa terbit dengan lancar
dan tepat waktu. Redaksi mengucapkan terimakasih kepada Newmedia atas motivasi dan
masukkannya untuk kesempurnaan jurnal ini serta seluruh civitas akademika New Media atas
kekompakan dan semangatnya.
Terakhir, kritik dan saran guna kesempurnaan selanjutnya sangat kami harapkan dan kepada
semua yang telah membantu penerbitan jurnal ini dan para pembaca yang budiman kami
ucapkan terimakasih.
Redaksi
Alamat Redaksi
NEW MEDIA
Jl. Tukad Batanghari No. 29 Renon – Denpasar
Telp. (0361) 259459, 7448456 Fax: (0361) 701806, 259459
SMS Center: 0818663342 (NMEDIA) email: info@newmedia-bali.com
website: http://www.newmedia-bali.com
PENGANTAR REDAKSI
ISSN: 1693 - 313
JURNAL IPTEKS
NEW MEDIA
VOLUME 1 NOMOR 1 SEPTEMBER 2010
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010
VOLUME 1 NOMOR 1 SEPTEMBER 2010
Pelindung dan Penanggung Jawab:
Nyoman Sutedja, Ak.
Kadek Sudrajat, S.Kom
Penasehat :
Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, ST, MA, Dipl.LMP
Ketua Dewan Redaksi :
Yohanes Sutomo, ST
Mitra Bestari :
Prof. Dr. Shane Greive (Architect and Urban Specialist, Curtin University of Technology)
Dewan Editor :
Flabianus Febi D. Mahardinata, S.Ds
Inten Pertiwi, S.I.P
Kadek Eddy Dumiarthana, S.Kom
Nyoman Budiasih, S.Kom
Gede Indra Saputra
Redaktur Pelaksana :
Arygia Pebrisa
Ni Luh Oktarini
Rudy Dharmawan
Kadek Wulandari Laksmi, S.E
Putu Dessy Widanti
Alamat Redaksi :
NEW MEDIA
Jl. Tukad Batanghari No. 29 Renon – Denpasar
Telp. (0361) 259459, 7448456 Fax: (0361) 701806, 259459. SMS Center: 0818663342
Email: info@newmedia-bali.com, website: http://www.newmedia-bali.com
Desain Cover : Gede Indra Saputra
Cover Depan: Kampus New Media oleh Gede Indra Saputra
JURNAL IPTEKS “NEW MEDIA” yang terbit pertama kali September Tahun 2010 adalah wahana informasi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi
informasi, ekonomi, bisnis, sinema, seni grafs dan arsitektur. Artikel berupa hasil penelitian, tulisan ilimah populer, studi kepustakaan, review buku
maupun tulisan ilmiah terkait lainnya. Dewan Redaksi menerima artikel terpilih untuk dimuat, dengan frekuensi terbit secara berkala 2 (dua) kali
setahun yaitu September dan Maret. Naskah yang dimuat merupakan pandangan dari penulis dan Dewan Redaksi hanya menyunting naskah
sesuai format dan aturan yang berlaku tanpa mengubah substansi naskah.
ISSN: 1693 - 313
JURNAL IPTEKS
NEW MEDIA
VOLUME 1 NOMOR 1 SEPTEMBER 2010
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010
PETUNJUK PENGIRIMAN NASKAH
TATA TULIS NASKAH :
1. Kategori naskah ilmiah hasil penelitian (laboratorium, lapangan, kepustakaan), ilmiah
populer (aplikasi, ulasan, opini) dan diskusi.
2. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris diketik pada kertas ukuran
A-4, spasi Single, dengan batas atas, bawah, kanan dan kiri masing-masing 2,5 cm dari
tepi kertas.
3. Batas panjang naskah/artikel maksimum 20 halaman dan untuk naskah diskusi maksimum
5 halaman.
4. Judul harus singkat, jelas tidak lebih dari 10 kata, cetak tebal, huruf kapital, huruf Times
New Romans 16 pt, ditengah-tengah kertas. Untuk diskusi, judul mengacu pada naskah
yang dibahas (nama penulis naskah yang dibahas ditulis sebagai catatan kaki).
5. Nama penulis/pembahas ditulis lengkap tanpa gelar, di bawah judul, disertai institusi asal
penulis dan alamat email dibawah nama.
6. Harus ada kata kunci (keyword) dari naskah yang bersangkutan minimal 2 kata kunci.
Daftar kata kunci (keyword) diletakkan setelah abstrak.
7. Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris maksimum 150 kata, dicetak miring,
1 spasi. Abstrak tidak perlu untuk naskah diskusi.
8. Judul bab ditulis di tengah-tengah ketikan, cetak tebal huruf capital, huruf Times New
Romans 12 pt
9. Gambar, grafk, tabel dan foto harus disajikan dengan jelas. Tulisan dalam gambar, grafk,
dan tabel tidak boleh lebih kecil dari 6 point (tinggi huruf rata-rata 1,6 mm).
10. Nomor dan judul untuk gambar, grafk, tabel dan foto ditulis di tengah-tengah kertas
dengan huruf kapital di awal kata. Untuk nomor dan judul tabel diletakkan di atas tabel,
sedangkan untuk nomor dan judul gambar, grafk dan foto diletakkan di bawah gambar,
grafk dan foto yang bersangkutan.
11. Untuk segala bentuk kutipan, pada akhir kutipan diberi nomor kutipan sesuai dengan
catatan kaki yang berisi referensi kutipan (nama, judul, kota, penerbit, tahun dan halaman
yang dikutip). Rumus-rumus hendaknya ditulis sederhana mungkin untuk menghindari
kesalahan pengetikan. Ukuran huruf dalam rumus paling kecil 6 point (tinggi huruf rata-
rata 1,6 mm).
12. Defnisi notasi dan satuan yang dipakai dalam rumus disatukan dalam daftar notasi. Daftar
notasi diletakkan sebelum daftar pustaka.
13. Kepustakaan diketik 1 spasi. Jarak antar judul 1,5 spasi dan diurutkan menurut abjad.
Penulisannya harus jelas dan lengkap dengan susunan : nama pengarang. tahun. judul.
kota: penerbit. Judul dicetak miring.
KETERANGAN UMUM :
1. Naskah yang dikirim sebanyak satu eksemplar dalam program pengolahan kata M.S.
Word.dan naskah bisa dikirimkan via email atau dalam bentuk CD ke alamat redaksi.
2. Naskah belum pernah dipublikasikan oleh media cetak lain.
3. Redaksi berhak menolak atau pengedit naskah yang diterima. Naskah yang tidak memenuhi
kriteria yang ditetapkan akan dikembalikan. Naskah diskusi yang ditolak akan diteruskan
kepada penulis naskah untuk ditanggapi.
JURNAL IPTEKS
NEW MEDIA
VOLUME 1 NOMOR 1 SEPTEMBER 2010
ISSN: 1693 - 313
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010
Mengelola Jaringan Komputer Dengan Mudah
Melalui Metode Subnetting
I GEDE EKA SAnJAyA
Perilaku Pembelian Ponsel Cerdas (Smartphone)
Antara Gaya Hidup dan Kebutuhan
CARolInE FElICIA ChRIStInE lAwAlAtA
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi
Akuntansi pada Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar
Putu AStRI lEStARI
Blog, Media Aktualisasi Bagi Penulis Pemula di Indonesia
IntEn PERtIwI
Konservasi Flora - Usaha Perlambatan Laju
PemanasanGloba
MADE GEDE SuRyAnAthA
1 - 9
10 - 18
19 - 38
39 - 50
51 - 62
DAFtAR ISI
ISSN: 1693 - 313
JURNAL IPTEKS
NEW MEDIA
VOLUME 1 NOMOR 1 SEPTEMBER 2010
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
1
MENGELOLA JARINGAN KOMPUTER DENGAN MUDAH MELALUI
METODE SUBNETTING
oleh :
I Gede Eka Sanjaya
Ketua Jurusan Teknik Informatika
Email : igede.ekasanjaya@gmail.com
ABSTRACT
Computer network utilization depends on the number of hosts that are connected into the
network. Increasing the number of computers in a network will affect the speed of the network.
Since there is the number of hosts, it will be more complicated network management in the
same network.
A network administrator will be very difficult to detect problems that occur on the network. To
solve these problems then we can make this big network division into several smaller
networks so that network management will be easier. Divisions, a large network into smaller
parts is called subnetting method.
Furthermore subnetting method is very useful for a network administration because with this
method we can manage the network easily and also saves IP address that is used, with proper
use of the IP address, the utility of a network will be maximized.
Key Word : IP address, host, subnetting and computer network
2
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi informasi saat ini
khususnya untuk penggunaan jaringan
komputer sudah sangat komplek. Hal ini
disebabkan oleh banyaknya pengguna
jaringan yang terhubung kedalam jaringan
tersebut. Bertambahnya pengguna
jaringan (Host) akan berbanding lurus
terhadap penggunaan alamat ip sehingga
dapat dipastikan nantinya alamat ip yang
berhingga akan habis.
Disamping itu banyaknya pengguna
jaringan juga akan berakibat bertambahnya
traffic data dalam jaringan apalagi terjadi
dalam satu jaringan besar tanpa dibagi-
bagi. Pengelolaan jaringan seperti ini akan
sangat menyulitkan administrator dalam
pemeliharaan jaringan.
Melalui artikel ini penulis ingin
menjelaskan secara detail bagaimana cara
menanggulagi/mengurangi masalah ini,
sehingga seorang administrator jaringan
dapat dengan mudah dalam pengelolaan
jaringan di organisasinya.
PEMBAHASAN
Pengertian Subnet
Menurut Melwin Syafrizal (1998) Subnet
adalah sekelompok host (bisa komputer,
switch atau lebih tepatnya piranti jaringan)
pada satu segmen jaringan yang sama yang
berbagi IP jaringan yang sama. Pada
protocol TCP/IP umumnya, istilah jaringan
dimaksudkan sebagai LAN (Local Area
Network). Jaringan LAN hanya bisa
mempunyai satu IP address jaringan
tunggal, atau bisa saja jaringan yang
memiliki banyak segmen jaringan dimana
masing-masing segmen jaringan tersebut
mempunyai alamat jaringan tersendiri.
Subnet bisa juga diartikan sebagai
pembagian satu alamat jaringan tunggal
menjadi banyak alamat jaringan atau
banyak subnet. Sebagai acuan, tabel 1
adalah address class untuk jaringan private
untuk membedakan dengan IP address
public diluar range private address.
Tipe Kelas Alamat
Awal
Alamat
Akhir
Kelas A 10.0.0.0 10.255.255.254
Kelas B 172.16.0.0 172.31.255.254
Kelas C 192.168.0.0 192.168.255.254
Tabel 1. Kelas IP address private
Sebagai contoh lihat gambar 1, dimana
dalam satu perusahaan mempunyai
jaringan dengan address kelas B yang bisa
memuat ribuan host IP Address sampai 65
ribuan pada satu segmen jaringan tunggal.
Akan sangat sulit untuk memelihara dan
juga administrasinya. Sementara arsitektur
jaringan fisik terbatas pada jumlah host
yang bisa dimuat dalam satu jaringan fisik.
MENgELOLA JARINgAN KOMPUTER DENgAN MUDAh MELALUI METODE SUBNETTINg
(I gEDE EKA SANJAyA)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
3
Gambar 1. Jaringan dengan satu subnet
Sumber : http://computer-network.net
Cara terbaik adalah dengan cara membagi
jaringan kelas B ini menjadi banyak
kelompok host atau subnet-subnet yang
mudah dipelihara dan jauh lebih gampang
administrasinya. Perhatikan gambar 2,
kelas B tadi dibagi-bagi menjadi kelompok
jaringan subnet yang berbeda.
Gambar 2. Jaringan dengan banyak subnet
Sumber : http://computer-network.net
Konsep
Subnetting merupakan suatu hal yang
wajib dikuasai oleh seorang Network
Administrator. Administrator-administrator
yang mengelola jaringan besar sering kali
merasa perlu membagi-bagi jaringan
menjadi bagian yang lebih kecil lagi yang
disebut sub networks.
Apa sebenarnya yang disebut dengan
subnetting dan kenapa harus dilakukan?
Menurut Romi Satria Wahono (2007)
Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi
sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto
terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-
08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah
ketua RT yang memiliki tugas
mengumumkan informasi apapun kepada
seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto
4
Gambar 3. Analogi Jalan
Sumber : http://romisatriawahono.net/
Dikarenakan oleh suatu keadaan dimana
rumah di wilayah itu makin banyak, tentu
kemungkinan menimbulkan keruwetan dan
kemacetan. Karena itulah kemudian
diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-
gang, rumah yang masuk ke gang diberi
nomor rumah baru, masing-masing gang
ada Ketua RT nya sendiri-sendiri.
Sehingga ini akan memecahkan kemacetan,
efiesiensi dan optimalisasi transportasi,
serta setiap gang memiliki privileged
sendiri-sendiri dalam mengelola
wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru
seperti di gambar 4
Gambar 4. Analogi penambahan gang
Sumber : http://romisatriawahono.net/
Inilah sebenarnya yang dimaksud dengan
konsep subnetting. Dimana tujuannya
ingin mempermudah pengelolaan,
misalnya suatu kantor ingin membagi kerja
menjadi 4 divisi dengan masing-masing
divisi memiliki 10 komputer (host). Tujuan
lainnya juga untuk optimalisasi dan
efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu
lintas tidak terpusat di satu jaringan besar,
tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang.
Yang pertama analogi Jl. Gatot Subroto
dengan rumah disekitarnya dapat
diterapkan untuk jaringan adalah seperti
Network Address (nama jalan) dan Host
Address (nomer rumah). Sedangkan Ketua
RT diperankan oleh Broadcast address
(192.168.1.255), yang bertugas
mengirimkan message ke semua host yang
ada di network tersebut. Broadcast-
broadcast ini secara berkesinambungan
dikirim ke semua host dalam sebuah
network. Saat traffic broadcast mulai
mengonsumsi begitu banyak bandwith
tersedia, maka administrator perlu
mengambil langkah subnetting untuk
mereduksi ukuran broadcast domain
tersebut, sehingga diperoleh performansi
jaringan yang lebih baik.
Gambar 5. Analogi Network
Sumber : http://romisatriawahono.net/
Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita
terapkan ke subnetting jaringan adalah
seperti gambar di bawah. Gang adalah
subnet, masing-masing subnet memiliki
host address dan broadcast address.
MENgELOLA JARINgAN KOMPUTER DENgAN MUDAh MELALUI METODE SUBNETTINg
(I gEDE EKA SANJAyA)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
5
Gambar 6. Analogi pembagian network
dengan subnetting
Sumber : http://romisatriawahono.net/
Sebuah jaringan tunggal dan besar yang
dibatasi oleh area geografis dapat
menimbulkan berbagai masalah terutama
di sisi kecepatan. Dengan mengkoneksikan
multi jaringan yang lebih kecil maka
diharapkan dapat membuat sistem lebih
efisien.
Keuntungan Subnetting
Disamping memberikan tambahan address
jaringan, subnetting sebuah jaringan
memberikan banyak keuntungan, menurut
Winarno Sugeng (2006) seperti berikut :
1. Mengurangi congestion / kebanjiran
jaringan dengan cara mengarahkan
traffic dan mengurangi sinyal
broadcast. Sinyal broadcast hanya
sebatas segmen jaringan, tidak
melewati segmen yang lain.
2. Mengisolasi masalah pada satu subnet,
tidak melebar
3. Mengurangi penggunaan CPU dengan
cara mengurangi jumlah traffic
broadcast
4. Memperbaiki keamanan, keamanan
bisa diberikan kepada subnet tertentu
(dengan menggunakan extended access
list pada network router) berdasarkan
protocol atau address.
5. Bisa menggunakan media berbeda
dengan menggunakan subnet yang
berbeda untuk setiap media yang
berbeda.
Subnet Mask
Suatu Subnet Mask adalah angka sebanyak
32 bit (dibagi menjadi 4 oktet) yang meng-
identifikasikan porsi alamat jaringan dari
suatu IP address. sebagai tambahan, router
menggunakan subnet mask untuk
membedakan address subnet jaringan lokal
dan address subnet jaringan tetangga.
Default Subnetmask
Setiap kelas IP address sudah termasuk
default subnet mask nya. Dengan tidak
adanya custom subnet mask, default subnet
mask mendifinisikan pemisahan antara ID
jaringan dan ID host. Untuk memahami
konsep ini, bayangkan subnet mask sebagai
mask (topeng) yang sebenarnya yang
menutupi bagian dari suatu IP address.
setiap komputer dan router menggunakan
mask ini untuk menentukan ID jaringan
dari setiap IP address yang harus dikirim.
Bit-2 yang ditutupi mask ini tidak
menutupi identitas ID host.
Subnet Mask terdiri dari bit “1Ǝ XQWXN
setiap bit yang ditutupi. Dalam format
desimal bertitik, setiap oktet yang ditutupi
oleh subnet mask memiliki nilai 255.
Mask
Default
Subnet
Class A
Network
= 8 bits
Host = 24
bits
Class A
menutupi
oktet
pertama
Class A
255 . 0 . 0 . 0
11111111.00000000.00000000.00000000
255.0.0.0
6
saja
Class B
Network
= 16 bits
Host = 16
bits
Class B
menutupi
dua oktet
pertama
Class A
255 . 255 . 0 . 0
11111111.00000000.00000000.00000000
255.255.0.0
Class C
Network
= 24 bits
Host = 8
bits
Class C
menutupi
tiga oktet
pertama
Class A
255 . 255 . 255 . 0
11111111.00000000.00000000.00000000
255.255.255.0
Tabel 1. Subnetmask default
Perhitungan Subnetting
Penghitungan subnetting bisa dilakukan
dengan dua cara, cara binari yang relatif
lambat dan cara khusus yang lebih cepat.
Pada umumnya dengan melakukan
subnetting maka akan ada empat hal yang
muncul diantaranya, Jumlah Subnet,
Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan
Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah
dengan 192.168.1.2. Namun ada kalanya
ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini
artinya? Artinya bahwa IP address
192.168.1.2 dengan subnetmask
255.255.255.0. Hal ini dikarenakan /24
diambil dari penghitungan bahwa 24 bit
subnetmask diselubung dengan binari 1.
Atau dengan kata lain, subnetmask nya
adalah,
11111111.11111111.11111111.00000000
(255.255.255.0). Konsep ini yang disebut
dengan CIDR (Classless Inter-Domain
Routing) yang diperkenalkan pertama kali
tahun 1992 oleh IEFT.
Subnet Mask yang bisa digunakan untuk
melakukan subnetting bisa dilihat sesuai
dengan tabel 2
Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
Tabel 2. Subnetmask yang bisa digunakan
untuk subnetting
Subnetting pada IP kelas C
Pada subnetting IP kelas C, kita akan ambil
salah satu kasus apa yang terjadi dengan
sebuah Network Address 192.168.1.0/26 ?
Dalam kasus ini bisa diterapkan langkah
untuk melakukan subnetting dengan :
1. Analisa
Analisalah IP Address 192.168.1.0,
dimana IP tersebut termasuk kelas C
dengan Subnet Mask /26 dimana kalau
diubah ke dalam binari akan menjadi
11111111.11111111.11111111.110000
00 (255.255.255.192)
MENgELOLA JARINgAN KOMPUTER DENgAN MUDAh MELALUI METODE SUBNETTINg
(I gEDE EKA SANJAyA)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
7
2. Penghitungan
Setelah melakukan analisa, maka
langkah selanjutnya adalah mencari
jumlah subnet, jumlah host per subnet,
blok subnet, alamat host dan broadcast
yang benar.
a. Jumlah Subnet = 2
x
, dimana x
adalah banyaknya binari 1 pada
oktet terakhir subnet mask (2 oktet
terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet
terakhir untuk kelas A). Jadi
Jumlah Subnet adalah 2
2
= 4 subnet
b. Jumlah Host per Subnet = 2
y
– 2,
dimana y adalah adalah kebalikan
dari x yaitu banyaknya binari 0
pada oktet terakhir subnet. Jadi
jumlah host per subnet adalah 2
6

2 = 62 host
c. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai
oktet terakhir subnet mask) = 64.
Subnet berikutnya adalah 64 + 64 =
128, dan 128+64=192. Jadi subnet
lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
d. Bagaimana dengan alamat host dan
broadcast yang benar? Untuk dapat
mengetahui hal ini dapat dicari
dengan langsung buat tabelnya.
Sebagai catatan, host pertama
adalah 1 angka setelah subnet, dan
broadcast adalah 1 angka sebelum
subnet berikutnya.
Subnet 192.168.1.0 192.168.1.64 192.168.1.128 192.168.1.192
Host
Pertama
192.168.1.1 192.168.1.65 192.168.1.129 192.168.1.193
Host
Terakhir
192.168.1.62 192.168.1.126 192.168.1.190 192.168.1.254
Broadcast 192.168.1.63 192.168.1.127 192.168.1.191 192.168.1.255
Subnetting untuk IP kelas B
Berikutnya adalah melakukan subnetting
untuk IP address class B. Pertama, subnet
mask yang bisa digunakan untuk
subnetting class B adalah seperti dibawah.
Tabelnya dipisah jadi dua, blok tabel 3 dan
tabel 4 karena masing-masing berbeda
teknik terutama untuk oktet yang
“dimainkan” berdasarkan blok subnetnya.
CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis
dengan subnetting Class C, hanya blok
subnet nya dimasukkan langsung ke oktet
ketiga, bukan seperti Class C yang
“dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan
CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok
subnet “mainkan” di oktet keempat, tapi
setelah selesai oktet ketiga berjalan maju
(counter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
Tabel 3. Blok subnet CIDR /17 - /24
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
Tabel 4. Blok subnet CIDR /25 - /30
Dalam subnetting menggunakan
subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24,
kasusnya adalah network address
172.16.0.0 /18
Sama dengan IP kelas C, mulai langkah
untuk melakukan subnetting dengan :
8
1. Analisa
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan
Subnet Mask /18 berarti
11111111.11111111.11000000.000000
00 (255.255.192.0)
2. Penghitungan
a. Jumlah Subnet = 2
x
, dimana x
adalah banyaknya binari 1 pada 2
oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet
adalah 2
2
= 4 subnet
b. Jumlah Host per Subnet = 2
y
– 2,
dimana y adalah adalah kebalikan
dari x yaitu banyaknya binari 0
pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah
host per subnet adalah 2
14
– 2 =
16.382 host
c. Blok Subnet = 256 – 192 = 64.
Subnet berikutnya adalah 64 + 64 =
128, dan 128+64=192. Jadi subnet
lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
d. Alamat host dan broadcast yang
valid?
Subnet 172.16.0.0 172.16.64.0 172.16.128.0 172.16.192.0
Host
Pertama
172.16.0.1 172.16.64.1 172.16.128.1 172.16.192.1
Host
Terakhir
172.16.63.254 172.16.127.254 172.16.191.254 172.16.255.254
Broadcast 172.16.63.255 172.16.127.255 172.16.191.255 172.16..255.255
Berikutnya untuk kelas B khususnya untuk
yang menggunakan subnetmask CIDR /25
sampai /30. Contoh network
address 172.16.0.0/25
1. Analisa
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan
Subnet Mask /25 berarti
11111111.11111111.11111111.100000
00 (255.255.255.128)
2. Penghitungan
a. Jumlah Subnet = 2
9
= 512 subnet
b. Jumlah Host per Subnet = 2
7
– 2 =
126 host
c. Blok Subnet = 256 – 128 = 128.
Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
d. Alamat host dan broadcast yang
benar?
Subnet 172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 … 172.16.255.128
Host
Pertama
172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 … 172.16.255.129
Host
Terakhir
172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 … 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 … 172.16.255.255
Subnetting untuk IP kelas C
Pada IP kelas A konsepnya semua sama.
Perbedaannya adalah di oktet mana kita
mainkan blok subnet. Kalau Class C di
oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan
4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet
2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian
subnetmask yang bisa digunakan untuk
subnetting class A adalah semua
subnetmask dari CIDR /8 sampai /30.
Kasusnya adalah untuk network address
10.0.0.0/16
Langkah-langkahnya sama untuk semua
kelas ip address,
1. Analisa
10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet
Mask /16 berarti
11111111.11111111.00000000.000000
00 (255.255.0.0)
2. Penghitungan
a. Jumlah Subnet = 2
8
= 256 subnet
b. Jumlah Host per Subnet = 2
16
– 2 =
65534 host
c. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi
subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
d. Alamat host dan broadcast yang
benar?
MENgELOLA JARINgAN KOMPUTER DENgAN MUDAh MELALUI METODE SUBNETTINg
(I gEDE EKA SANJAyA)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
9
Subnet 10.0.0.0 10.1.0.0 … 10.254.0.0 10.255.0.0
Host
Pertama
10.0.0.1 10.1.0.1 … 10.254.0.1 10.255.0.1
Host
Terakhir
10.0.255.254 10.1.255.254 … 10.254.255.254 10.255.255.254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 … 10.254.255.255 10.255.255.255
SIMPULAN
Dengan subneting diharapkan bagi para
administrator jaringan dapat melakukan
konfigurasi dan mengelola jaringan dengan
mudah dan efisien. Dimana dengan
subnetting pertama, dapat memecah
network ID yang dimiliki oleh suatu
organisasi atau perusahaan menjadi
beberapa network ID lain dengan jumlah
anggota jaringan yang lebih kecil, hal ini
dilakukan karena sebuah organisasi
mempunyai lebih dari satu jaringan/LAN,
kedua masing-masing jumlah host nya
tidak sebesar jumlah maksimal IP host
yang disediakan oleh satu kelas IP address
dari network ID yang dimiliki organisasi
tersebut jadi kita akan sangat berhemat IP
address, ini dapat terjadi karena teknologi
yang berbeda, keterbatasan teknologi,
kongesti pada jaringan, dan hubungan
point-to-point. Jika semua administrator
jaringan bisa mengimplementasikan di
organisasi tempat mereka bekerja maka
sudah pasti jaringan yang tersedia akan
sangat optimal dan mudah dalam
pengelolaan sehingga berakibat juga pada
penghematan IP address karena
penggunaanya yang efisien
DAFTAR PUSTAKA
Burns, K. 2003. TCP/IP Analysis and
Troubleshooting Toolkit.
Indianapolis :
Wiley Publishing, Inc.
Melwin Syafrizal. 2008. Jaringan
Komputer. Penerbit Andi
Romi Satria Wahono. 2007. Pola Soal
Subnetting dan Teknik
Mengerjakannya
URL : http://romisatriawahono.net/
Romi Satria Wahono. 2006. Perhitungan
Subnetting.
Sukmaaji, A dan Rianto. 2008. Jaringan
Komputer. Andi PublisherWinarno
Sugeng. 2006. Jaringan Komputer dengan
TCP/IP. Penerbit Informatika
Yani. A. 2007. Panduan Membangun
Jaringan Komputer. Kawan
Pustaka
10
PERILAKU PEMBELIAN PONSEL CERDAS (SMARTPHONE)
ANTARA
GAYA HIDUP DAN KEBUTUHAN
Oleh :
Caroline Felicia Christine Lawalata
Dosen Jurusan Computer Secretary & Public Relation
Email : kyfelicia@yahoo.com
ABSTRACT
Lifestyle is a person’s pattern on living as expressed in his or her activities, interest and opinions. It
involves measuring consumer’s major AIO dimensions – activities (works, hobbies, shopping, sport,
social events), interests (food, fashion, family, recreation) and opinions (about themselves, social
issues, business, products). It profiles a person whole pattern of acting and interacting in the world.
Life style also reflects the social class behind someone and social class is clearly visible to the
charateristics of particular products. Life style are one of several factors that affect consumer
behavior, one of the elements within personal charateristic that is very useful to formulate marketing
strategy. Consumer purchases are influenced strongly by cultural, social, personal and psychological
charateristics. This paper aims to analyze the influence of lifestyle behaviors on the purchases of
smartphone. Based on literature found that there is a significant influence on the lifestyle behavior of
purchase. This is the strengthening and providing support to the theory of the relationship and lifestyle
consumer behavior.
Key Words : purchasing behaviour, life style, needs
PERILAKU PEMBELIAN PONSEL cERDAS (SMARTPHONE) ANTARA gAyA hIDUP DAN KEBUTUhAN
(cAROLINE fELIcIA chRISTINE LAwALATA)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
11
PENDAHULUAN
Dalam kehidupan manusia seringkali kita
dihadapkan pada pilihan antara kebutuhan
dan gaya hidup. Kebutuhan manusia dan
bagaimana memenuhi kebutuhan tersebut
adalah alasan mengapa manusia menjalani
kehidupannya, menjalani berbagai bentuk
pekerjaan dan usaha untuk mencukupi
kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Seiring
dengan perkembangan peradaban manusia,
kebutuhan manusia akan semakin
bertambah dan bervariasi. Kebutuhan tidak
hanya terbatas pada makanan, pakaian dan
pendidikan saja, tetapi juga kebutuhan
untuk meningkatkan status sosial
kehidupan manusia tersebut. Manusia
saling berinteraksi dan berkomunikasi
antara satu dengan lainnya dalam rangka
memenuhi kebutuhannya. Berbicara
tentang komunikasi, jelas bahwa
komunikasi merupakan kebutuhan manusia
yang sangat penting, komunikasi
dibutuhkan untuk memperoleh atau
memberi informasi dari atau kepada orang
lain. Kebutuhan mendapatkan informasi
semakin meningkat sehingga manusia
membutuhkan alat perantara dalam
melakukan komunikasi yang dapat
digunakan kapanpun dan dimanapun
mereka berada. Salah satu alat komunikasi
yang saat ini menjadi pembicaraan dan
pilihan setiap orang adalah ponsel cerdas
(smartphone). Seakan berlomba-lomba
semua produsen peralatan komunikasi ikut
mengeluarkan ponsel cerdas (smartphone)
dalam jajaran produksi ponsel mereka.
Sejak dua tahun terakhir ini, dimulai dari
tahun 2008, tidak jarang produsen
peralatan komunikasi mengeluarkan dua
sampai tiga seri ponsel cerdas dalam
beberapa pilihan kelebihan yang tentu saja
disesuaikan dengan harga yang harus
dibayar. Begitu halnya dengan konsumen,
dari kalangan pelajar sampai profesional
sepertinya merasa tidak percaya diri ketika
mereka tidak memiliki salah satu dari
ponsel cerdas (smartphone) tersebut.
Sepertinya di zaman perekonomian yang
sulit ini tidak mempengaruhi konsumen
untuk membeli ponsel cerdas
(smartphone). Terkadang harga sudah
tidak menjadi pertimbangan ketika mereka
sudah dihadapkan pada fitur-fitur canggih
yang memudahkan mereka berkomunikasi
seperti akses internet, kirim-terima email
bahkan menulis artikel dan membuat
laporan. Mendengarkan musik dan
mengambil gambar pun dapat dengan
mudah dilakukan. Beragam inovasi yang
ditawarkan membuat konsumen tertarik
akan kecanggihan ponsel cerdas tersebut.
Ditambah dengan fenomena “booming”
jejaring sosial di dunia maya seperti
facebook, twitter, friendster, foursquare,
flickr, myspace dan sebagainya.
Kecanggihan fitur yang ditawarkan
membuat siapapun penggunanya tampak
seperti orang yang tidak bisa lepas dari
ketergantungan terhadap ponsel cerdas
tersebut. Lembaga International Data
Corporation (IDC) memperkirakan ponsel
cerdas (smartphone) dengan tampilan data
komunikasi kuat akan menyingkirkan
ponsel tradisional terbukti dengan
melonjaknya penjualan ponsel cerdas
hingga 290 (dua ratus sembilan puluh)
persen sedangkan ponsel berteknologi
lama turun sebesar 51 (lima puluh satu)
persen. Melihat minat dan animo
masyarakat yang tinggi terhadap ponsel
cerdas (smartphone) ini apakah
melambangkan bahwa masyarakat kita
sudah melek akan teknologi (mainded),
tidak gagap teknologi dan membutuhkan
sarana komunikasi yang dapat mendukung
aktivitas mereka ataukah hanya sekedar
mengikuti trend dan gaya hidup agar tidak
tertinggal dalam pergaulan.
Konsumen adalah setiap orang pemakai
barang dan atau jasa yang tersedia dalam
masyarakat, baik bagi kepentingan diri
sendiri, keluarga, orang lain maupun
makhluk hidup lain dan tidak untuk
diperdagangkan. Consumer behavior can
be defined as the behavior that customer
display in searching for, purchasing,
using, evaluating, and disposing of
products, services, and ideas they expect
12
will satisfy they needs. (Schiffman dan
Kanuk, 2000). Artinya bahwa perilaku
konsumen merupakan perilaku yang
diperhatikan konsumen dalam mencari
mencari, membeli, menggunakan,
mengevaluasi dan mengabaikan produk,
jasa, atau ide yang diharapkan dapat
memuaskan konsumen untuk dapat
memuaskan kebutuhannya dengan
mengkonsumsi produk atau jasa yang
ditawarkan. Dengan demikian konsumen
akan mengembangkan sejumlah alternatif
untuk sampai kepada keputusan membeli
atau tidak membeli suatu produk atau jasa.
Banyak faktor yang mempengaruhi
perilaku konsumen antara lain faktor
budaya, sosial, pribadi, dan psikologis.
Gaya hidup merupakan salah satu indikator
dari faktor pribadi yang turut berpengaruh
terhadap perilaku konsumen. Gaya hidup
juga merupakan frame of reference yang
dipakai seseorang dalam bertingkah laku
dan konsekuensinya akan membentuk pola
perilaku tertentu. Gaya hidup sangat
berkaitan dengan bagaimana seseorang
membentuk image di mata orang lain,
berkaitan dengan status sosial yang
disandangnya. Oleh karena itu gaya hidup
sering dikaitkan dengan salah satu faktor
mempengaruhi perilaku pembelian
konsumen, dimana konsumen memutuskan
untuk melakukan pembelian bukan hanya
semata-mata mempertimbangkan harga
namun prestise kenyamanan dan
penerimaan lingkungan menjadi pendorong
kuat dalam pertimbangan pembelian
tersebut. Dari latarbelakang yang telah
dijabarkan diatas maka penulisan ini
adalah untuk menjelaskan dan
menganalisis perilaku pembelian
konsumen terhadap ponsel cerdas
(smartphone) antara gaya hidup dan
kebutuhan. Apakah gaya hidup
mempengaruhi perilaku konsumen dalam
membeli ponsel cerdas (smartphone)?
Ataukah kebutuhan yang mendorong
konsumen melakukan pembelian ponsel
cerdas (smartphone)?
PEMBAHASAN
Berbicara mengenai kebutuhan,
kebanyakan manusia pada umumnya yang
berkembang selaras dengan perkembangan
usia dan dengan pencapaian status
ekonomi yang jika disusun bertumpuk
maka akan membentuk piramid. Dimana
kebutuhan penemuan jati diri dan
pendekatan diri kepada Tuhan menjadi
puncaknya. Mulai dari bawah ke atas,
secara berurutan, skala prioritas kebutuhan
manusia adalah sebagaimana berikut :
1. Kebutuhan biologis – fisiologis – fisikal
dan material yaitu kebutuhan primer
atau utama. Kebutuhan kelompok
ekonomi kelas bawah, sifatnya sesaat
dan sementara (instant and temporary),
contoh makan, minum, istirahat, tidur,
mandi, pakaian, hiburan, uang dan lain-
lain sebagainya.
2. Kebutuhan ekonomis – finansial dan
intelektual yaitu kebutuhan sekunder
atau penunjang. Termasuk kebutuhan
kelompok ekonomi kelas bawah-atas
dan kelas menengah-bawah. Sifat
kebutuhannya jangka pendek (short
term), contoh pendidikan, peralatan
elektronik, perabotan rumahtangga,
kendaraan, rumah, kepemilikan tanah
dan rumah atau properti dan lain-lain
sebagainya.
3. Kebutuhan logis – rasional dan legal
yaitu kebutuhan tertier atau pendukung.
Termasuk kebutuhan kelompok
ekonomi kelas menengah, sifatnya
jangka panjang (long term), contoh
pekerjaan, pernikahan, perlindungan,
keamanan, keselamatan, kesehatan,
olahraga, obat-obatan, tabungan,
asuransi, jamsostek, saham perusahaan,
gelar akademis, lingkup pergaulan dan
lain-lain sebagainya.
4. Kebutuhan psikologis – emosional dan
sosial yaitu kebutuhan kuartener atau
kebutuhan tambahan. Termasuk
kebutuhan kelompok ekonomi kelas
menengah-atas dan kelas atas. Sering
disebut juga dengan kebutuhan lain-
lain, contoh prestasi, status sosial,
PERILAKU PEMBELIAN PONSEL cERDAS (SMARTPHONE) ANTARA gAyA hIDUP DAN KEBUTUhAN
(cAROLINE fELIcIA chRISTINE LAwALATA)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
13
kedudukan, jabatan, pangkat, gelar
kehormatan, keanggotaan organisasi,
relasi, rekanan, dan lain-lain
sebagainya.
Kebutuhan muncul karena konsumen
merasakan ketidaknyamanan (state of
tension) antara yang seharusnya dirasakan
dan yang sesungguhnya dirasakan.
Manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan
yang berbeda sehingga hal ini dapat
digunakan pemasar untuk mendorong
konsumsi suatu produk atau jasa (Maslow
dan McClelland, 1995). Dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya, konsumen harus
memilih produk atau jasa yang akan
dikonsumsinya. Banyak pilihan yang
tersedia, kondisi yang dihadapi serta
pertimbangan-pertimbangan yang
mendasari akan membuat pengambilan
keputusan satu individu berbeda dari
individu lainnya. Pada saat seorang
konsumen baru akan melakukan pembelian
yang pertama kali akan berbeda dari
pembelian yang telah berulang kali
dilakukan. Proses pengambilan keputusan
diawali dengan adanya kebutuhan yang
berusaha untuk dipenuhi. Pemenuhan
kebutuhan ini terkait dengan beberapa
alternatif sehingga perlu dilakukan
evaluasi yang bertujuan memperoleh
alternatif terbaik dari persepsi konsumen.
Di dalam proses membandingkan ini
konsumen memerlukan informasi yang
jumlah dan tingkat kepentingannya
tergantung dari kebutuhan konsumen serta
situasi yang dihadapinya. Konsumen
memiliki pertimbangan-pertimbangan yang
berbeda ketika memutuskan untuk
melakukan pembelian terhadap ponsel
cerdas (smartphone). Konsumen membeli
ponsel cerdas (smartphone) didorong oleh
adanya kebutuhan akan komunikasi atau
dengan kata lain untuk mempermudah
komunikasi terutama bagi yang memiliki
mobilitas sangat tinggi. Diharapkan dengan
adanya ponsel pintar (smartphone) ini
memudahkan pemakainya untuk
melakukan komunikasi dimanapun mereka
berada seperti browsing, mengirimkan
email kepada rekan dan kolega serta
mengakses berita/email dengan cepat.
Beberapa perusahaan bahkan
menganjurkan karyawannya untuk
memakai ponsel cerdas (smartphone) agar
komunikasi antar rekan kerja lebih efektif
dan pekerjaan dapat diselesaikan dengan
tepat waktu tanpa harus mengeluarkan
biaya komunikasi yang besar. Disisi lain
ponsel cerdas (smartphone) ini juga
menarik minat kalangan pengguna
korporat, terutama karena dapat mengakses
berbagai aplikasi korporat seperti database
dan peranti-lunak Customer Relationship
Management (CRM).
Perilaku konsumen adalah proses
pengambilan keputusan dan kegiatan fisik
individu-individu yang semuanya
melibatkan individu dalam menilai,
mendapatkan, menggunakan atau
mengabaikan barang-barang dan jasa.
Consumer behavior may be defined as the
decision process and physical activity
individuals engage in when evaluating,
acquiring, using, or disposing of goods
and service (Loudon dan Della Bitta,
1993). Perilaku konsumen dapat dijelaskan
juga sebagai “the various facets of the
decision of the decision process by which
customers come to purchase and consume
a product (Ebert dan Griffin, 1995).
Perilaku konsumen adalah upaya
konsumen untuk membuat keputusan
tentang suatu produk yang dibeli dan
dikonsumsi. Sedangkan faktor-faktor yang
mempengaruhi perilaku konsumen adalah
faktor eksternal dan Internal. Faktor
eksternal merupakan pengaruh keluarga,
kelas sosial, kebudayaan, marketing
strategy dan kelompok referensi.
Kelompok referensi merupakan kelompok
yang memiliki pengaruh langsung maupun
tidak langsung pada sikap dan perilaku
konsumen. Kelompok referensi
mempengaruhi perilaku seseorang dalam
pembelian dan sering dijadikan pedoman
oleh konsumen dalam bertingkah laku.
Untuk faktor internal perilaku konsumen
dipengaruhi oleh motivasi, persepsi, sikap,
14
gaya hidup, kepribadian dan belajar.
Belajar menggambarkan perubahan dalam
perilaku seseorang individu yang
bersumber dari pengalaman. Seringkali
perilaku manusia diperoleh dari
mempelajari sesuatu. Keputusan pembelian
dari pembeli sangat dipengaruhi oleh
beberapa faktor (Philip Kotler dan Gary
Amstrong, 1996)
1. Faktor Budaya memberikan pengaruh
paling luas dan dalam pada perilaku
konsumen. Perusahaan harus
mengetahui peranan yang dimainkan
oleh budaya, sub-budaya dan kelas
sosial pembeli. Budaya adalah
penyebab paling mendasar dari
keinginan dan perilaku seseorang.
Budaya merupakan kumpulan nilai-
nilai dasar, persepsi, keinginan dan
perilaku yang dipelajari oleh seorang
anggota masyarakat dari keluarga dan
lembaga penting lainnya. Sub-budaya
dapat dibedakan menjadikan empat
jenis yaitu kelompok nasionalisme,
kelompok keagamaan, kelompok ras,
dan kelompok area geografis. Kelas
sosial adalah masyarakat yang relatif
permanen dan bertahan lama dalam
suatu masyarakat yang tersusun secara
hierarki dan keanggotaannya
mempunyai nilai, minat dan perilaku
yang serupa. Kelas sosial bukan
ditentukan oleh satu faktor tunggal
seperti pendapatan tetapi diukur dari
kombinasi pendapatan, pekerjaan,
pendidikan, kekayaan dan variable
lain.
2. Faktor Sosial yaitu perilaku konsumen
yang dipengaruhi oleh faktor sosial
seperti kelompok kecil, keluarga serta
peranan dan status sosial konsumen.
Perilaku seseorang dipengaruhi oleh
banyak kelompok kecil. Kelompok
yang mempunyai pengaruh langsung.
Definisi kelompok adalah dua orang
atau lebih yang berinteraksi untuk
mencapai sasaran individu atau
bersama. Keluarga dapat
mempengaruhi perilaku pembelian.
Keputusan pembelian keluarga
tergantung pada produk, iklan dan
situasi.
3. Faktor Pribadi dipengaruhi oleh
karateristik pribadi seperti umur dan
tahapan daur hidup, pekerjaan, situasi
ekonomi, gaya hidup serta kepribadian
dan konsep diri pembeli. Konsumsi
seseorang dibentuk oleh tahapan siklus
hidup keluarga. Situasi ekonomi
seseorang akan mempengaruhi
pemilihan produk. Situasi ekonomi
seseorang terdiri dari pendapatan yang
dapat dibelanjakan (tingkatnya,
stabilitas dan polanya), tabungan dan
hartanya termasuk presentase yang
mudah dijadikan uang. Gaya hidup
adalah pola hidup yang diekspresikan
oleh kegiatan, minat dan pendapat
seseorang. Gaya hidup
menggambarkan seseorang secara
keseluruhan yang berinteraksi dengan
lingkungan. Gaya hidup
mencerminkan sesuatu dibalik kelas
sosial seseorang. Kepribadian adalah
karateristik psikologis yang berada
dari setiap orang yang memandang
responnya terhadap lingkungan yang
relatif konsisten. Kepribadian adalah
variabel yang berguna dalam
menganalisa perilaku konsumen. Bila
jenis-jenis kepribadian dapat
diklasifikasikan dan memiliki korelasi
yang kuat antara jenis-jenis
kepribadian tersebut dengan berbagai
pilihan produk atau merek.
4. Faktor Psikologis adalah pemilihan
barang yang dibeli seseorang lebih
lanjut dipengaruhi oleh faktor
psikologis yaitu motivasi, persepsi,
pengetahuan dan kepercayaan.
Motivasi merupakan kebutuhan yang
cukup menekan untuk mengarahkan
seseorang mencari cara untuk
memuaskan kebutuhan tersebut.
Beberapa kebutuhan bersifat biogenik,
kebutuhan ini timbul dari suatu
keadaan fisiologis tertentu, seperti rasa
lapar, rasa haus, rasa tidak nyaman.
Sedangkan kebutuhan-kebutuhan lain
bersifat psikogenik yaitu kebutuhan
PERILAKU PEMBELIAN PONSEL cERDAS (SMARTPHONE) ANTARA gAyA hIDUP DAN KEBUTUhAN
(cAROLINE fELIcIA chRISTINE LAwALATA)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
15
yang timbul dari keadaan fisologis
tertentu, seperti kebutuhan untuk
diakui, kebutuhan harga diri atau
kebutuhan diterima. Persepsi
didefinisikan sebagai proses dimana
seseorang memilih,
mengorganisasikan, mengartikan
masukan informasi untuk menciptakan
suatu gambaran yang berarti. Orang
dapat memiliki persepsi yang berbeda-
beda dari objek yang sama karena tiga
proses persepsi yaitu perhatian yang
selektif, gangguan yang selektif dan
mengingat kembali yang selektif.
Proses pengambilan keputusan pembelian
terdiri dari lima tahap, yaitu: pengenalan
kebutuhan, pencarian informasi,
pengevaluasian alternatif, keputusan
pembelian, dan perilaku setelah pembelian.
Pencarian informasi dibutuhkan sebagai
alat pertimbangan dari berbagai alternatif
yang ada. Hasil yang diharapkan dari
pencarian informasi ini adalah
meningkatkan pengetahuan atas produk,
meningkatkan hasil pembelian yang
memuaskan serta dapat membuat
keputusan pembelian yang lebih baik.
Kegiatan pencarian informasi dilakukan
oleh konsumen yang mempunyai
kesadaran terhadap kebutuhan dan
keinginannya. Konsumen yang baru
mengenal dan menggunakan ponsel cerdas
(smartphone) akan mencari berbagai
macam informasi dan mempertimbangkan
atribut-atribut perilaku pembelian,
diantaranya :
1. Operating system. Operating system
seperti Windows Mobile, Linux Mobile,
Blackberry, Android, Palm OS,
Symbian pada ponsel cerdas
(smartphone) memiliki keunggulan
tersendiri. Konsumen yang akan
menyesuaikan fungsinya dengan
kebutuhan yang diinginkan.
2. Operator ponsel (provider), berbagai
macam paket atau sistem bundling
ditawarkan oleh penyedia jasa layanan
operator ponsel. Yang perlu
dipertimbangkan adalah kualitas
jaringan dari operator selular tersebut
serta tarif yang ditawarkan.
3. Download speed atau kecepatan
pengambilan data merupakan salah satu
pertimbangan ketika akan membeli
ponsel cerdas (smartphone). Fasilitas
yang ditawarkan untuk mendukung
kecepatan pengambilan data yang
ditawarkan seperti GPRS, EDGE, 3G
hingga HSDPA (High Speed Downlink
Package Access).
4. Keypad juga termasuk pertimbangan
dalam menentukan pemilihan ponsel
cerdas (smartphone), apakah konsumen
memilih keypad numerik atau qwerty
(susunan huruf pada keyboard
computer).
5. Untuk connectivity disini konsumen
harus mencari informasi apakah ponsel
cerdas yang akan dibeli memiliki
sambungan ke perangkat lain maupun
kabel data yang memudahkan ketika
harus memindahkan data ke komputer
atau perangkat lainnya.
6. Memory disesuaikan dengan kebutuhan
yang diinginkan. Sebaiknya slot
eksternal memory harus dimiliki pada
ponsel cerdas (smartphone) yang akan
dibeli
7. Ukuran layar pada setiap ponsel cerdas
(smartphone) berbeda, ukuran besar
akan memudahkan dalam mengerjakan
dokumen.
8. Aplikasi pengolahan dokumen, push
email maupun entertainment.
9. Pertimbangan akan daya tahan baterai
baik waktu bicara maupun pada saat
mendengarkan musik, video dan
aplikasi lainnya.
10. Konsumen harus memastikan garansi
(layanan purna jual) yang jelas.
11. Kenyamanan dalam menggunakan
ponsel cerdas (smartphone) tersebut,
baik kenyamanan akan fitur-fitur dan
kelebihan yang ditawarkan juga
kenyamanan akan harga yang sesuai
dengan fitur yang ditawarkan.
Sementara pengguna ponsel pintar
(smartphone) lainnya memiliki pendapat
16
yang berbeda, memiliki ponsel pintar
(smartphone) disebabkan oleh adanya
dorongan atau motivasi bahwa dengan
memiliki ponsel pintar (smartphone)
tersebut menggambarkan tingkat ekonomi
seseorang. Bahkan ponsel cerdas
(smartphone) tersebut jarang difungsikan,
hanya untuk mengikuti trend (gaya hidup).
Sebagian orang terutama di kota-kota besar
memiliki ponsel cerdas (smartphone)
sudah menjadi bagian dari gaya hidup,
bahkan penggunaan ponsel cerdas
(smartphone) ini bukan saja dikonsumsi
oleh para pekerja tetapi juga dikonsumsi
dan dimanfaatkan oleh para pelajar untuk
sekedar bertukar pesan maupun terhubung
dengan situs-situs pertemanan. Dalam
pembelian ponsel cerdas (smartphone)
konsumen mempertimbangkan beberapa
atribut gaya hidup sebelum mengambil
keputusan pembelian seperti membeli
karena merek, ingin dinilai sebagai orang
yang gaya dan mengikuti model, faktor
kenyamanan dan motivasi membeli karena
keinginan. Gaya hidup adalah pola hidup
seseorang di dunia yang diekspresikan
dalam aktivitas, minat dan opininya
(Kotler, 2002). Gaya hidup
menggambarkan keseluruhan diri
seseorang dalam berinteraksi dengan
lingkungannya. Gaya hidup mencerminkan
keseluruhan pribadi yang berinteraksi
dengan lingkungan. Gaya hidup
menggambarkan seluruh pola seseorang
dalam beraksi dan berinteraksi di dunia.
Gaya hidup adalah “A mode of living that
is identified by how people spend their time
(activities), what they consider important
in their environment (interest), and what
they think of themselves and the world
around them (opinions)” (Assael, 1984 :
252). Faktor-faktor utama pembentuk gaya
hidup dapat dibagi menjadi dua yaitu
secara demografis dan psikografis. Faktor
demografis berdasarkan tingkat
pendidikan, usia, tingkat penghasilan dan
jenis kelamin. Sedangkan faktor
psikografis lebih kompleks karena
indikator penyusunnya dari karateristik
konsumen. Peneliti pasar yang menganut
pendekatan gaya hidup cenderung
mengklasifikasikan konsumen berdasarkan
variabel-variabel AIO, yaitu aktivitas-
aktivitas, interest (minat) dan opini (Kasali,
1998). Segmentasi gaya hidup mengukur
manusia dalam hal pola seseorang dalam
menghabiskan waktunya, minat seseorang,
pandangan seseorang terhadap diri sendiri
dan orang lain serta karakter-karakter dasar
seperti tahap yang dilalui seseorang dalam
kehidupan (life cycle), penghasilan,
pendidikan dan dimana mereka tinggal.
VALS (Value and Lifestyle) adalah salah
satu contoh pendekatan segmentasi gaya
hidup yang lain (Joseph Plumer, 1974).
Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di
dunia yang diekspresikan dalam aktivitas
atau kegiatan (pekerjaan, hobi, belanja,
olahraga dan kerja sosial), minat
(makanan, mode, keluarga dan rekreasi)
dan opininya (pendapat tentang diri mereka
sendiri, isu-isu sosial, bisnis dan produk).
Gaya hidup menggambarkan keseluruhan
diri seseorang yang berinteraksi dengan
lingkungannya. Gaya hidup merupakan
pola hidup yang menentukan bagaimana
seseorang memilih untuk menggunakan
waktu, uang dan energi dan merefleksikan
nilai-nilai, rasa dan kesukaan. Bagaimana
seseorang menjalankan apa yang menjadi
konsep dirinya yang ditentukan oleh
karateristik individu yang terbangun dan
terbentuk sejak lahir dan seiring dengan
berlangsungnya interaksi sosial selama
mereka menjalani siklus kehidupan. Pada
dasarnya gaya hidup mencerminkan
perilaku konsumen, gaya hidup seringkali
memiliki hubungan dengan kelas sosial
tertentu dan karateristik produk tertentu
pula. Jenis produk tertentu seperti ponsel
cerdas (smartphone) bahkan memiliki daya
tarik tertentu yang menyebabkan
konsumen mengembangkan pertimbangan
lain selain harga dalam mendorong
pembeliannya. Nilai-nilai individu akan
menentukan gaya hidup seseorang dan
gaya hidup seseorang akan menentukan
konsumsi atau perilaku seseorang.
Sebagian ahli memiliki pendapat yang
PERILAKU PEMBELIAN PONSEL cERDAS (SMARTPHONE) ANTARA gAyA hIDUP DAN KEBUTUhAN
(cAROLINE fELIcIA chRISTINE LAwALATA)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
17
sedikit berbeda. Mereka berpendapat
bahwa nilai-nilai individu mempunyai
hubungan langsung terhadap perilaku
konsumen. Konsumen membeli ponsel
cerdas (smartphone) sebagai kelengkapan
penampilan atau aksesoris fashion saja
tanpa memaksimalkan penggunaan fitur-
fitur yang ada. Konsumen membeli ponsel
cerdas (smartphone) bukan semata-mata
didorong oleh kebutuhan (needs) tetapi
sekedar untuk memenuhi keinginan
(desire) guna menaikkan status. Pemakaian
ponsel cerdas (smartphone) sudah
merupakan bagian dari gaya hidup karena
selalu dihubungkan dengan kemudahan-
kemudahan yang ditawarkan seperti
membantu pemakainya terhubung dengan
internet selama 24 (dua puluh empat) jam.
Dimana dalam 24 (dua puluh empat) jam
tersebut mereka bisa melakukan berbagai
macam hal termasuk chatting dengan
berbagai macam aplikasi messengger yang
tersedia di dalam ponsel cerdas tersebut.
Sehingga komunikasi antara teman,
saudara, rekan kerja atau orang-orang yang
berada dalam networking pemakai tersebut
tidak akan pernah terganggu dan terhalang
oleh keterbatasan sarana komunikasi.
Kemudian adanya layanan push email
memudahkan kita menerima email
langsung dari pengirimnya sama seperti
saat kita menerima sms (short message
service) dan kitapun bisa langsung
membalasnya. Dengan adanya fasilitas-
fasilitas ini tentu saja membantu pemakai
ponsel cerdas (smartphone) untuk tetap up-
to-date dengan networking si pemakai
ponsel tersebut, tidak akan ketinggalan dan
kehilangan berita penting. Untuk aplikasi
entertainment, tersedianya kamera dalam
ponsel cerdas (smartphone) ini dapat
membantu para pemakai ponsel cerdas
(smartphone) untuk langsung mengunggah
(upload) foto ke berbagai jaringan sosial
online yang saat ini sedang booming
seperti facebook, flickr, myspace dan
sebagainya. Semua orang yang berada
dalam networking pemakai ponsel cerdas
(smartphone) bisa langsung menikmati apa
yang disajikan oleh si pemilik foto
tersebut. Sebut saja Blackberry, salah satu
merek smartphone (ponsel cerdas) yang
saat ini menguasai pasar Indonesia, setelah
Nokia dan Symbian Operating Systemnya.
Blackberry diciptakan oleh RIM (Research
in Motion), sebuah perusahaan dari
Kanada, mencatat bahwa hanya 30% (tiga
puluh persen) dari pengguna Blackberry di
Indonesia yang menggunakan sebagai
keperluan bisnis, sedangkan 70% (tujuh
puluh persen) menggunakan untuk
Blackberry Messenger dan keperluan
jejaring sosial seperti Facebook, Twitter,
MySpace (articlesnatch.com). Ponsel
cerdas (smartphone) begitu cepat
perkembangannya hingga menjadi sebuah
symbol identitas.
SIMPULAN
Untuk produk ponsel cerdas (smartphone)
yang sedang menjadi trend di masyarakat
saat ini, keputusan pembelian tidak terkait
dengan adanya kepercayaan terhadap nilai-
nilai tertentu. Pemakaiannya identik
dengan ponsel-ponsel jenis biasa lainnya.
Pertimbangan pembelian lebih kepada
trend yang berlaku dan kelebihan fitur-fitur
yang ditawarkan dalam ponsel cerdas
(smartphone) dibandingkan dengan ponsel
biasa. Produk-produk yang dapat
memberikan manfaat lebih cepat
cenderung berkemungkinan lebih tinggi
untuk paling tidak dicoba oleh konsumen.
Selanjutnya adalah kesederhanaan sejauh
mana suatu produk yaitu ponsel cerdas
(smartphone) tersebut memiliki fungi yang
dimengerti dan mudah digunakan
konsumen. Manfaat relative adalah sejauh
mana suatu produk memiliki keunggulan
bersaing yang bertahan atas kelas produk,
bentuk produk dan merek lainnya.
Persaingan di kelas produk ponsel cerdas
(smartphone) sangat tinggi karena pilihan
konsumen berdasarkan fungsi dan selera.
Ditambah lagi adanya makna suatu produk
atau merek bagi konsumen dan bagaimana
pengalaman konsumen ketika membeli dan
menggunakannya. Perilaku konsumen akan
ditunjukkan dengan sejauh mana mereka
18
melalui tahap-tahap keputusan pembelian
dan didorong oleh beberapa faktor untuk
sampai pada suatu keputusan pembelian
sebuah produk. Dari tinjauan literatur
menunjukkan bahwa gaya hidup
merupakan faktor yang berpengaruh
terhadap perilaku pembelian. Hal ini
mengandung implikasi bahwa karateristik
produk seperti ponsel cerdas (smartphone)
sangat dipengaruhi gaya hidup, dimana
simbolisme produk menjadi kekuatan dari
produk yang menyebabkan produk ini
banyak disenangi oleh konsumen.
Sebaiknya pihak produsen ponsel cerdas
(smartphone) mempertimbangkan bahwa
faktor gaya hidup berpengaruh terhadap
proses pembelian.
DAFTAR PUSTAKA
Assael, Henry. 1998. Consumer Behaviour
and Marketing Action, Sixth Edition,
International Thomson Publishing.
Ebert, Ronald J.; Griffin, Ricky E. 1995.
Bisnis Essentials. Edisi: 5th ed. New
Jersey: Prentice Hall
Kasali, Rhenald. 1998. Membidik Pasar
Indonesia: Segmentasi, Targeting,
dan Positioning. Gramedia, Jakarta.
Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2004.
Principles of Marketing, IE.
Prentice-Hall, New Jersey.
Kotler, Phillip and Gary Armstrong. 1996.
Principles of Marketing, 7th Edition,
Prentice- Hall, New Jersey.
Loudon, David L. dan Albert J. Della Bitta.
1993. Consumer Behavior. 4th Ed.
McGraw Hill.
Maslow, Abraham H. 1995. Motivation
and Personality. Harper, New York, USA.
Octavia, Ade 2009. Gaya Hidup dan
Perilaku Pembelian Emas Putih
dalam Penelitian untuk Jurnal
Manajemen Pemasaran Modern.
Fakultas Ekonomi, Universitas Jambi
Plumer, Joseph. 1974. “The Concept and
Application of Life Style
Segmentation” dalam Journal of
Marketing, 38 (January) hal33-37.
Peter, J. Paul and Jerry C.Olson. 2000.
Consumen Behavior : Perilaku
Konsumen dan Strategi
Perusahaanan. Jilid 1,2. Penerbit
Erlangga. Jakarta.
Schiffman, Leon G. dan Leslie Lazar
Kanuk. 2000. Consumer Behavior.
7th ed. Prentice Hall. New Jersey:
Upper Saddle River.
Sekaran, Uma. 1992. Research Method for
Business: A Skill-Building Approach,
Second Edition, Singapore: John
Wiley & Sons, Inc.
Solomon, M.R. 1999. Consumer Behavior:
Buying, Having, Being. 4th Ed.
Prentice Hall, New Jersey.
Sumarwan, Ujang, Dr. Ir, M.Sc. 2003.
Perilaku Konsumen, Teori, dan
Penerapannya dalam Pemasaran.
Edisi Pertama. Ghalia Indonesia.
PERILAKU PEMBELIAN PONSEL cERDAS (SMARTPHONE) ANTARA gAyA hIDUP DAN KEBUTUhAN
(cAROLINE fELIcIA chRISTINE LAwALATA)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
19
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI
AKUNTANSI PADA LEMBAGA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR
Oleh:
Putu Astri Lestari
Ketua Jurusan Manajemen Informatika
Email: smart_girly82@yahoo.com
ABSTRAK
Pada era globalisasi saat ini, informasi merupakan suatu hal yang penting di dalam
memutuskan langkah organisasi guna memenangkan persaingan. Organisasi menggantungkan
diri pada sistem informasi untuk mempertahankan kemampuan berkompetisi. Lembaga
Perkreditan Desa merupakan salah satu organisasi yang menggunakan sistem informasi
akuntansi. Seiring dengan kemajuan teknologi, Lembaga Perkreditan Desa mulai
mengembangkan sistem informasi terkomputerisasi pada lembaga-nya agar mengikuti
perkembangan teknologi.
Penelitian ini ingin mengetahui bukti empiris tentang faktor-faktor apa saja yang
mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi pada lembaga perkreditan desa di kota
Denpasar. Pengumpulan data diperoleh dengan wawancara dan menyebarkan kuisioner pada
LPD di kota Denpasar. Data yang diperoleh kemudian diuji kualitasnya dengan uji validitas
dan reliabilitas. Untuk menganalisis data digunakan Uji Pearson Product Moment dan Uji
Mann-Whitney Test.
Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, diketahui bahwa dari tujuh hipotesis yang
diajukan, terbukti ada enam faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi
yaitu keterlibatan pemakai dalam pengembangan sistem informasi akuntansi, kemampuan
teknik personal sistem informasi akuntansi, dukungan manajemen puncak, formalisasi
pengembangan sistem informasi, program pelatihan dan pendidikan pemakai, dan keberadaan
dewan pengarah sistem informasi. Jadi dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut
diharapkan akan meningkatkan kinerja sistem informasi akuntansi dapa lembaga perkreditan
desa.
Key words: Kinerja, Sistem Informasi Akuntansi
20
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi
berdampak pada penemuan-penemuan
baru diberbagai bidang, yang pada masing-
masing penemuan bermunculan beragam
inovasi. Misalnya yang terdapat pada
bidang komunikasi. Kemajuan teknologi
komunikasi sekarang mempunyai
pengaruh pada perkembangan pengolahan
data. Saat ini, sudah beragam sarana dan
prasarana komunikasi bermunculan di
seluruh lapisan masyarakat seperti internet,
telepon seluler, dan sebagainya.
Perkembangan teknologi ini pun
berdampak pada organisasi, yaitu mampu
mempercepat mendapatkan input
informasi yang nantinya akan
menghasilkan output keputusan yang dapat
diandalkan. Dalam era globalisasi saat ini,
informasi merupakan suatu hal yang
penting di dalam memutuskan langkah
organisasi guna memenangkan persaingan.
Informasi pada organisasi dikelola melalui
sebuah sistem, yang disebut sistem
informasi.
Sistem informasi akuntansi
merupakan aktivitas pendukung yang
penting di dalam menjalankan aktivitas
utama agar lebih efektif dan efisien. Dalam
sistem informasi itu sendiri juga perlu
dilakukan suatu pengembangan sistem
informasi. Secara umum pengembangan
sistem informasi dilakukan melalui tiga
fase, yang terdiri dari: analisis sistem,
perancangan sistem, dan implementasi
sistem. Pada fase analisis sistem,
dilakukan pendefinisian akan kebutuhan
informasi yang dibutuhkan oleh pemakai.
Fase perancangan sistem membuat
alternatif-alternatif rancangan serta
melakukan evaluasi terhadap rancangan
alternatif dari sistem yang diusulkan. Dan
pada fase implementasi sistem, terjadi
manakala sistem terbaru telah terpasang
dan berjalan di dalam peralatan komputer.
Kemudian keluaran disediakan bagi
pemakai, sebagai perlengkapan proses
pengembangan sistem.
Baik buruknya kinerja dari sebuah
sistem informasi akuntansi dapat dilihat
melalui kepuasan dari pemakai sistem
informasi akuntansi itu sendiri (User
Accounting Information System
Satisfaction) dan pemakaian dari sistem
informasi akuntansi (User Accounting
Information System Use). Soegiharto
(2001) dan Tjhai Fung Jen (2002) dalam
penelitiannya mengemukakan bahwa ada
beberapa faktor yang berpengaruh pada
kinerja Sistem Informasi Akuntansi, antara
lain:
a. Keterlibatan pemakai dalam
pengembangan SIA (User
Involvement in AIS
Development);
b. Kemampuan teknik dari
personal SIA (Technical
Capability of AIS Personal);
c. Ukuran Organisasi
(Organization Size)
d. Dukungan Manajemen Puncak
(Management Support);
e. Formalisasi Pengembangan
Sistem Informasi
(Formalization of IS
Development);
f. Program Pelatihan dan
Pendidikan Pemakai (User
Training and Education
Program);
g. Keberadaan Dewan Pengarah
Sistem Informasi (IS Steering
Committee);
h. Lokasi Departemen Sistem
Informasi (Location of IS
Departement)
Lembaga Perkreditan Desa (LPD)
adalah lembaga ekonomi milik masyarakat
yang dikelola oleh desa adat dan bertujuan
untuk membantu masyarakat desa dalam
menunjang kelancaran perekonomiannya
melalui tabungan yang terarah dan
penyaluran modal yang efektif. Sebagai
suatu lembaga keuangan, LPD merupakan
salah satu organisasi yang menggunakan
sistem informasi akuntansi. Seiring dengan
kemajuan teknologi, LPD mulai
mengembangkan sistem informasi
fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI
AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR
(PUTU ASTRI LESTARI)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
21
terkomputerisasi pada lembaga-nya agar
mengikuti perkembangan teknologi.
Melalui informasi yang dihasilkan,
sistem informasi akuntansi mempunyai
tiga tujuan utama (Wilkinson, 2000 dalam
Jogiyanto, 2003 : 277) sebagai berikut:
a. Untuk mendukung operasi –
operasi sehari – hari (to support
the day to day operations)
b. Mendukung pengambilan
keputusan manajemen (to
support decision making by
internal decision makers)
c. Untuk memenuhi kewajiban
yang berhubungan dengan
pertanggungjawaban (to fulfill
obligations relating to
stewardhip)
Galletta dan Lederer (1989) dalam
Rusma Mulyadi (1999) mengemukakan
bahwa ukuran keberhasilan sistem
informasi yang sering digunakan terbagi
dalam dua kategori umum, yaitu ekonomi
dan personal. Hasil ekonomi yang
dimaksudkan berupa meningkatnya
keuntungan, sedangkan hasil personal
yaitu kepuasan para penggunanya dan
penggunaan sistem informasi.
Beberapa penelitian mengenai
praktik dan pengembangan akuntansi di
Negara berkembang menunjukkan hasil
bahwa umumnya di Negara tersebut
mempunyai masalah dalam hal laporan
akuntansi yang baik (Whittle 1980; Holzer
dan Chandler 1981; dalam Sunarti
Setianingsih, 1998). Selain hal itu
keterlambatan waktu pelaporan, akurasi
dan realibilitas data, lemahnya
pengendalian intern serta kurangnya
auditibility dari sistem informasi akuntansi
seringkali disebut sebagai masalah lain
yang menyebabkan tidak memadainya
laporan akuntansi. Komputerisasi sistem
akuntansi merupakan salah satu alternatif
yang dapat mengatasi masalah tersebut.
Pengembangan sistem akuntansi yang
terkomputerisasi memerlukan suatu
perencanaan dan implementasi yang hati-
hati, untuk menghindari adanya penolakan
terhadap sistem yang dikembangkan
(resistance to change).
Pengembangan sistem adalah
proses memodifikasi atau mengubah
bagian atau keseluruhan sistem informasi.
Proses ini merupakan aktivitas yang
berkesinambungan dan setiap proyek
pengembangan sistem akan melalui siklus
hidup pengembangan sistem.
Tabel 1
Siklus Hidup Pengembangan Sistem
1
General Phase Detailed Phase
Analysis Feasibility assessment
Information analysis
Design System design
Program development
Procedure development
Implementation Conversion
Operation and Maintenance
Audit and Review

1
Bodnar G.H. and Hopwood W.S. (1995). Accounting Information System, p. 351
22
Kepuasan pemakai
diidentifikasikan sebagai salah satu
indikator keberhasilan pengembangan
sistem informasi (Mckeen et. Al. 1994;
Choe 1996 dalam Sunarti Setianingsih,
1998). Kepuasan pemakai sistem informasi
berkaitan dengan seberapa jauh
pemakai percaya pada sistem
informasi yang disediakan untuk
memenuhi kebutuhan informasi yang
mereka butuhkan.
Faktor-faktor penentu keberhasilan
pengembangan sistem (Sunarti
Setianingsih, 1998), antara lain:
Partisipasi Pemakai. Partisipasi
digunakan untuk menunjukkan intervensi
personal yang nyata atau aktivitas pemakai
dalam pengembangan sistem informasi.
Mulai dari tahap perencanaan,
pengembangan sampai tahap implementasi
sistem informasi. Ada tiga jenis partisipasi
pemakai dalam pengembangan sistem,
yaitu konsultatif, representatif, dan
consensus (Mumford 1983 dalam Sunarti
Setianingsinh, 1998). Tiga jebis ini
dibedakan berdasarkan tingkat pengaruh
dan kontrol yang diberikan oleh pemakai.
Keterlibatan Pemakai.
Keterlibatan sebagai suatu keadaan
psikologi yang subyektif (Barki dan
Hartwick, 1989 dalam Sunarti
Setianingsih, 1998). Salah satu pendekatan
yang memfokuskan keterlibatan pemakai
dalam pengembangan sistem adalah user-
led development approach. Pendekatan ini
dilakukan dengan melibatkan pemakai
dalam proyek pengembangan sistem.
Wakil pemakai memiliki kontrol yang
jelas pada keseluruhan proyek.
Komunikasi Pemakai –
Pengembang. Pemakai mempunyai
informasi dan pemahaman tentang
dinamika lingkungan. Pemakai perlu
menyampaikan pemahaman dan wawasan
mereka tentang praktik bisnis secara akurat
dan lengkap ke pengembang yang
selanjutnya pengembang harus menerima
informasi ini dan mentranslasikannya ke
dalam sistem kerja (Mintberg, 1970 dalam
Sunarti Setianingsih, 1998).
Dukungan Manajemen Puncak.
Dukungan manajemen puncak memegang
peranan penting dalam keberhasilan
implementasi sistem informasi. Dukungan
tersebut tidak hanya untuk alokasi sumber
daya yang diperlukan untuk sumber
tersebut, namun yang terpenting
memberikan strong signal bagi karyawan
bahwa perubahan yang dilakukan
merupakan suatu yang penting (Muntoro,
1994 dalam Sunarti Setianingsih, 1998).
Pelatihan. Sebelum menerima atas
sistem yang baru, seseorang terlebih
dahulu akan mengetahui adanya perubahan
tersebut dan kemudian akan berusaha
untuk memahaminya. Hal tersebut dapat
dicapai melalui pelatihan yang tepat.
Pelatihan juga akan meningkatkan rasa
percaya diri karyawan dalam menghadapi
sistem yang baru.
Pemberitahuan awal atas
perubahan sistem. Dengan informasi
yang tepat dan memadai atas perubahan
sistem, maka apa yang diharapkan akan
dicapai oleh sistem serta konsekuensi dari
adanya perubahan tersebut akan
memberikan pemahaman yang lebih baik
bagi karyawan.
Kualitas Pemakai. Bagaimanapun
canggihnya sistem informasi, jika kualitas
pemakai tidak sesuai dengan kualitas yang
dibutuhkan untuk menjalankan sistem
informasi, maka keberhasilan
pengembangan sistem informasi akan sulit
dicapai. Amoroso et. Al (1989) dalam
Sunarti Setianingsih (1998) mengakui
bahwa pekerja yang berkualitas adalah
faktor yang memegang peranan penting
dalam keberhasilan implementasi dan
penggunaan teknologi informasi yang
canggig dalam organisasi.
Khalil (1997) dalam Tjhai Fung Jen
(2002) mengukur efektifitas sistem
informasi dengan menggunakan kepuasan
pemakai dan pemakaian sistem. Soegiharto
(2001) dan Choe (1996) dalam Tjhai Fung
Jen (2002) mengukur kinerja sistem
informasi akuntansi dari sisi pemakai
(user) dengan membagi kinerja sistem
fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI
AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR
(PUTU ASTRI LESTARI)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
23
informasi akuntansi kedalam dua bagian
yaitu kepuasan pemakai informasi (user
information satisfaction) dan pemakaian
sistem informasi (system usage) sebagai
pengganti variabel kinerja sistem informasi
akuntansi.
Conrath dan Mignen (1990) dalam
Tjhai Fung Jen (2002) mengatakan
kepuasan pemakai sistem informasi dapat
diukur dari kepastian dalam
mengembangkan apa yang mereka
perlukan. Delone McLean (1992) seperti
yang dikutip oleh Soegiharto (2001)
mengemukakan : “Ketika sebuah sistem
informasi diperlukan, penggunaan sistem
akan menjadi kurang dan kesuksesan
manajemen dengan sistem informasi dapat
menentukan kepuasan pemakai”.
Soegiharto (2002) mengemukakan bahwa
kepuasan pemakai juga direkomendasikan
sebagai penyedia ukuran sukses di dalam
penelitian tentang informasi.
Penelitian yang dilakukan oleh
Hamilton dan Chervany (1981), Ives dan
Olson (1984) dalam Tjhai Fung Jen (2002)
menunjukkan sistem informasi yang
banyak digunakan menunjukkan
keberhasilan sebuah sistem informasi
manajemen, yang artinya pada saat jam
atau waktunya penggunaan sistem
informasi apabila frekuensi
penggunaannya sering maka sistem ini
dikatakan baik. Sedangkan penelitian yang
dilakukan Jahangir et al (2000) dalam
Tjhai Fung Jen (2002) menunjukkan
perbedaan penentuan keberhasilan
komputer adalah tidak berdiri sendiri
sehingga pemakaian sistem digunakan
untuk melakukan penelitian mengenai
sistem informasi. Setelah melakukan
review ulang studi empiris Delone dan
MacLean (1992) dalam Soegiharto (2001)
menemukan pemakaian sistem oleh
karyawan merupakan salah satu dari
beberapa ukuran yang terbilang berhasil.
Dari semua ukuran yang diidentifikasi,
pemakaian sistem merupakan variabel
yang paling obyektif dan paling mudah
dihitung.
Beberapa penelitian yang telah
dilakukan menunjukkan bahwa faktor-
faktor yang berpengaruh terhadap kinerja
sistem informasi akuntansi adalah sebagai
berikut:
a. Keterlibatan Pemakai dalam
Proses Pengembangan Sistem
Penelitian yang dilakukan oleh
Soegiharto (2001) dengan
responden perusahaan di
Australia, menemukan
hubungan yang positif dan
signifikan antara keterlibatan
pemakai dalam pengembangan
sistem dan pemakaian sistem
serta hubungan yang positif
tetapi tidak signifikan antara
variabel keterlibatan pemakai
dan kepuasan pemakai sistem
informasi akuntansi. Tjhai Fung
Jen (2002) pada penelitiannya
menemukan variabel
keterlibatan pemakai dalam
proses pengembangan sistem
informasi akuntansi, dari
koefisien korelasi menunjukkan
hubungan yang positif terhadap
kinerja sistem informasi
akuntansi. Dari dua variabel
yang digunakan untuk
menentukan kinerja SIA,
variabel keterlibatan pemakai
hanya mempengaruhi secara
signifikan terhadap pemakaian
sistem informasi.
b. Kemampuan Teknik Personal
Sistem Informasi
Penelitian yang dilakukan oleh
Soegiharto (2001), tidak dapat
menemukan adanya hubungan
yang signifikan antara faktor
kemampuan teknik personal
sistem informasi dan kinerja
sistem informasi akuntansi.
Tjhai Fung Jen (2002) dalam
penelitiannya menemukan
variabel kemampuan teknik
personal sistem informasi, dari
koefisien korelasinya
menunjukkan hubungan yang
24
positif terhadap variabel
kepuasan pemakai dan
hubungan negative terhadap
variabel pemakaian sistem.
c. Ukuran Organisasi
Penelitian Soegiharto (2001)
menemukan adanya hubungan
yang signifikan antara faktor
ukuran organisasi dengan
kepuasan pemakai dan
pemakaian sistem informasi
tetapi hubungan tersebut adalah
negative. Dengan hubungan
yang negative tersebut, kinerja
sistem informasi akan lebih
tinggi pada perusahaan yang
ukurannya lebih kecil. Hasil
penelitian ini berbeda dengan
penelitian yang dilakukan oleh
Tjhai Fung Jen (2002) yang
menemukan adanya hubungan
yang positif dan signifikan
antara variabel ukuran
organisasi dengan kinerja
sistem informasi akuntansi.
d. Dukungan Manajemen
Puncak
Penelitian yang dilakukan oleh
Soegiharto (2001) menemukan
adanya hubungan yang positif
atas dukungan manajemen
puncak dan kinerja sistem
informasi akuntansi, tetapi
tidak menemukan adanya
hubungan yang signifikan.
Tjhai Fung Jen (2002)
menemukan variabel dukungan
manajemen puncak memiliki
hubungan yang positif dengan
kinerja sistem informasi
akuntansi tetapi hanya dengan
kepuasan pemakai yang
signifikan sedangkan hubungan
dengan pemakaian sistem
informasi tidak signifikan.
e. Formalisasi Pengembangan
Sistem Informasi
Penelitian yang dilakukan oleh
Soegiharto (2001), menemukan
adanya hubungan yang
signifikan dan negative antara
faktor formalisasi
pengembangan sistem
informasi dan pemakaian
sistem, sehingga pada
perusahaan yang tingkat
formalisasi pengembangan
sistemnya tinggi, pemakaian
sistem akan lebih rendah. Pada
penelitian Tjhai Fung Jen
(2002) ditemukan variabel
formalisasi pengembangan
sistem informasi memiliki
hubungan yang positif dan
signifikan terhadap kepuasan
pemakai serta memiliki
hubungan yang negative dan
signifikan terhadap pemakaian
sistem informasi.
f. Program Pelatihan dan
Pendidikan Pemakai
Penelitian Soegiharto (2001)
tidak menemukan adanya
perbedaan yang signifikan
antara perusahaan yang
memiliki program pelatihan dan
pendidikan pemakai dengan
perusahaan yang tidak
memiliki. Tjhai Fung Jen
(2002) dalam penelitiannya
menemukan bahwa antara
perusahaan yang
memperkenalkan sebuah
program pelatihan dan
pendidikan pemakai dan
perusahaan yang tidak
memperkenalkannya terdapat
perbedaan yang signifikan
dengan kepuasan pemakai,
tetapi tidak terbukti
menunjukkan adanya
perbedaan dengan pemakaian
sistem.
g. Keberadaan Dewan Pengarah
Sistem Informasi
Soegiharto (2001) menemukan
bahwa kinerja sistem informasi
akuntansi pada perusahaan
yang memiliki dewan pengarah
(steering committee) dalam
fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI
AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR
(PUTU ASTRI LESTARI)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
25
pengembangan sistemnya dan
perusahaan yang tidak
memilikinya, tidak terdapat
perbedaan yang signifikan.
Tjhai Fung Jen (2002)
menemukan bahwa pemakaian
sistem dalam perusahaan yang
memiliki dewan pengarah dan
perusahaan yang tidak
memiliki, mempunyai
perbedaan yang signifikan
sedangkan untuk kepuasan
pemakai tidak terdapat
perbedaan yang signifikan.
METODE PENELITIAN
Hubungan variabel-variabel di dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 1
Model Penelitian
Sumber : Soegiharto (2001)
Berdasarkan model penelitian
seperti yang terlihat pada gambar 1,
hipotesis yang dapat dikemukakan pada
penelitian ini adalah:
H
1.1
: Terdapat hubungan
yang positif antara
keterlibatan pemakai
dalam proses
pengembangan
Sistem Informasi
Akuntansi dengan
kinerja Sistem
Informasi Akuntansi
H
1.2
: Terdapat hubungan
yang positif antara
kemampuan teknik
personal Sistem
Informasi Akuntansi
dengan kinerja
Sistem Informasi
Akuntansi
H
1.3
: Terdapat hubungan
yang positif antara
ukuran organisasi
dengan kinerja
faktor-faktor yang berpengaruh:
a. Keterlibatan pemakai dalam
pengembangan sistem
informasi akuntansi
b. Kemampuan teknik dari
personal sistem informasi
akuntansi
c. Ukuran organisasi
d. Dukungan manajemen puncak
e. formalisasi pengembangan
sistem informasi
f. Program pelatihan dan
pendidikan pemakai
g. Keberadaan dewan pengarah
sistem informasi
Kinerja sistem informasi
akuntansi
a. Kepuasan pemakai
sistem informasi
akuntansi
b. Pemakai sistem
informasi akuntansi
26
Sistem Informasi
Akuntansi
H
1.4
: Terdapat hubungan
yang positif antara
dukungan
manajemen puncak
dalam proses
pengembangan dan
pengoperasian
Sistem Informasi
Akuntansi dengan
kinerja Sistem
Informasi Akuntansi
H
1.5
: Terdapat hubungan
yang positif antara
formalisasi
pengembangan
sistem dengan
kinerja Sistem
Informasi Akuntansi
H
2.1
: Kinerja Sistem
Informasi Akuntansi
akan lebih tinggi
dalam sebuah
organisasi apabila
sebuah program
pelatihan dan
pendidikan pemakai
diperkenalkan
dibandingkan tidak
diperkenalkan
H
2.2
: Kinerja Sistem
Informasi Akuntansi
akan lebih tinggi
dalam sebuah
organisasi apabila
terdapat sebuah
dewan pengarah
dibandingkan tidak
memiliki
Identifikasi Variabel Bebas dan
Variabel Terikat
Variabel yang tidak terikat oleh
variabel lain atau disebut juga independen
variabel, dimana dalam penelitian ini yang
tergolong variabel bebas adalah:
1. Keterlibatan pemakai dalam
pengembangan Sistem Informasi
Akuntansi (X
1
)
2. Kemampuan teknik dari
personal Sistem Informasi
Akuntansi (X
2
)
3. Ukuran Organisasi (X
3
)
4. Dukungan manajemen puncak
(X
4
)
5. Formalisasi pengembangan
sistem informasi (X
5
)
6. Program pelatihan dan
pendidikan pemakai (X
6
)
7. Keberadaan dewan pengarah
sistem informasi (X
7
)
Variabel yang dipengaruhi oleh
variabel lainnya atau disebut juga
dependen variabel, dimana dalam
penelitian ini yang tergolong variabel
terikat adalah:
1. Kepuasan pemakai Sistem
Informasi Akuntansi (Y
1
)
2. Pemakaian Sistem Informasi
Akuntansi (Y
2
)
Untuk mendefinisikan suatu
variabel yang terkait dengan objek
penelitian maka dibuat beberapa
pengertian batasan operasional yaitu:
1. Keterlibatan pemakai dalam
pengembangan Sistem
Informasi Akuntansi (X
1
).
Sistem informasi yang
dikembangkan dengan melibatkan
para pemakai akan memberikan
kepuasan bagi para pemakai dan
pemakai tersebut akan bersedia
untuk menggunakan sistem
informasi akuntansi yang
diterapkan di perusahaannya.
Variabel ini diukur dengan
mengajukan dua pertanyaan yang
menunjukkan tingkat keterlibatan
responden terhadap proses
pengembangan sistem informasi
akuntansi. Variabel ini diukur
dengan menggunakan skala likert
tujuh poin dengan angka satu
menunjukkan tingkat keterlibatan
yang paling tinggi.
fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI
AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR
(PUTU ASTRI LESTARI)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
27
2. Kemampuan teknik dari
personal Sistem Informasi
Akuntansi (X
2
)
Pemakai sistem informasi yang
memiliki kemampuan, dimana
kemampuan tersebut diperoleh
dari pendidikan dan
pengalamannya akan
meningkatkan kepuasan dalam
menggunakan sistem informasi
akuntansi dan akan terus
menggunakannya dalam
membantu menyelesaikan
pekerjaannya. Variabel ini diukur
dengan mengajukan dua
pertanyaan mengenai pengalaman
dari responden dalam
menggunakan sistem informasi
akuntansi yang sekarang dan
sistem lainnya dengan
pengukurannya menggunakan
skala rasio tahun, seperti kurang
dari satu tahun, antara satu sampai
dengan tiga tahun, tiga sampal
lima tahun, lima sampai tujuh
tahun dan lebih dari tujuh tahun.
Rata-rata pengalaman yang
dimiliki oleh responden diberikan
angka masing-masing satu, tiga,
lima, tujuh dan sembilan sebagai
angka penimbannya.
3. Ukuran Organisasi (X
3
)
Ukuran organisasi perusahaan
yang semakin besar dengan
didukung oleh sumber daya yang
semakin besar akan menghasilkan
sistem informasi yang lebih baik
sehingga pemakai akan merasa
puas dengan menggunakan sistem
informasi akuntansi yang ada.
Variabel ini diukur dengan
menggunakan berapa banyak
karyawan yang bekerja pada
perusahaan tersebut.
4. Dukungan manajemen puncak
(X
4
)
Dukungan manajemen puncak
yang memadai dalam proses
pengembangan sistem informasi
dan pengoperasian sistem
informasi dalam perusahaan akan
meningkatkan keinginan pemakai
untuk menggunakan sistem
informasi yang ada dan merasa
puas dalam menggunakan sistem
tersebut. Variabel ini diukur
dengan mengajukan lima
pertanyaan yang menunjukkan
persepsi dari responden terhadap
dukungan yang diberikan oleh
manajemen puncak dalam
pengembangan dan operasional
dari sistem informasi di
perusahaan. Pertanyaan yang
diajukan diukur dengan
menggunakan skala ordinal, likert
tujuh poin dan angka satu
menunjukkan pendapat sangat
tidak setuju responden terhadap
pernyataan yang diajukan dan
angka tujuh menunjukkan sangat
setuju.
5. Formalisasi pengembangan
sistem informasi (X
5
)
Pengembangan sistem informasi
yang yang diformalisasi akan
meningkatkan kinerja atau
kesuksesan sistem informasi.
Variabel ini diukur dengan
mengajukan lima pertanyaan
untuk menunjukkan tingkat
formalisasi pengembangan sistem
informasi yang telah dilakukan di
perusahaan responden.
Pertanyaan dijawab dengan
menggunakan skala ordinal, likert
tujuh poin dengan angka satu
menunjukkan bahwa formalisasi
tidak pernah dilakukan dan angka
tujuh menunjukkan bahwa
formalisasi yang dilakukan atas
pertanyaan tersebut selalu
dilaksanakan.
6. Program pelatihan dan
pendidikan pemakai (X
6
)
Adanya sebuah program pelatihan
maupun pendidikan yang
diadakan untuk memberikan atau
28
meningkatkan kemampuan dan
pemahaman pemakai terhadap
sistem informasi akuntansi yang
digunakan akan membuat
pemakai tersebut menjadi lebih
puas dan akan menggunakan
sistem yang telah dikuasainya
dengan baik dan lancar. Variabel
ini diukur dengan menggunakan
satu pertanyaan untuk mengetahui
ada tidaknya program tersebut di
perusahaan responden, jika
jawabannya Ya, diajukan kembali
satu pertanyaan untuk mengetahui
tingkat keuntungan yang dapat
diperoleh dari program tersebut,
dan diukur dengan skala ordinal,
likert tujuh poin dengan angka
satu menunjukkan keuntungan
yang diperoleh sangat rendah atau
kecil dari program pelatihan dan
pendidikan yang dijalankan
perusahaan dan angka tujuh
menunjukkan keuntungan yang
diperoleh sangat tinggi.
7. Keberadaan dewan pengarah
sistem informasi (X
7
)
Adanya sebuah dewan yang
bertugas untuk mengarahkan
pengembangan sistem,
mengimplementasikan dan
mengendalikan jalannya sistem
informasi tersebut akan membuat
kualitas dan sistem informasi
akuntansi yang digunakan
menjadi lebih baik dan berarti
kinerja sistem informasi akuntansi
tersebut juga meningkat. Variabel
ini diukur dengan mengajukan
satu pertanyaan untuk mengetahui
ada tidaknya Dewan Pengarah
(steering committee) di
perusahaan responden dengan
diukur menggunakan skala
nominal dengan format jawaban
Ya atau Tidak.
8. Kepuasan Pemakai Sistem (Y
1
)
Kepuasan pemakai sistem
diindikasi bahwa sistem mampu
melengkapi kebutuhan informasi-
informasi dengan benar dan cepat
serta cukup untuk memuaskan
kebutuhan yang diperlukan
pemakai sistem. Variabel
kepuasan pemakai sistem diukur
dengan menggunakan sebelas
pertanyaan untuk mengetahui
tingkat kepuasan pemakai
terhadap sistem informasi
akuntansi yang sedang digunakan
sekarang di perusahaan
responden. Pertanyaan ini diukur
dengan menggunakan skala
ordinal, likert tujuh poin dengan
angka satu menunjukkan persepsi
sangat tidak setuju dan angka
tujuh menunjukkan sangat setuju
terhadap pertanyaan yang
diajukan.
9. Pemakaian Sistem Informasi
Akuntansi (Y
2
)
Pemakaian sistem yang dengan
mudah dan sering digunakan akan
mengidentifikasikan kinerja
sistem yang ada relatif tinggi.
Variabel ini diukur dengan
mengajukan dua buah pertanyaan
untuk mengetahui tingkat
pemakaian sistem oleh pemakai.
Pertanyaan pertama diajukan
dengan menggunakan skala
ordinal, likert tujuh poin dengan
angka satu menunjukkan
responden tidak menggunakan
sistem informasi di
perusahaannya. Sedangkan
pertanyaan kedua diajukan untuk
mengetahui keinginan dari
pemakai untuk menggunakan
sistem di perusahaannya,
pertanyaan ini diukur dengan
menggunakan skala likert tujuh
poin dengan angka satu
menunjukkan keinginan pemakai
untuk menggunakan sistem
informasi adalah ragu-ragu dan
angka tujuh menunjukkan sangat
ingin sekali menggunakan sistem
informasi.
fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI
AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR
(PUTU ASTRI LESTARI)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
29
Populasi dan Responden
Populasi pada penelitian ini
adalah seluruh Lembaga Perkreditan Desa
yang ada di kota Denpasar dan telah
menerapkan sistem informasi akuntansi
berbasis komputer. Di kota Denpasar
terdapat 31 lembaga perkreditan desa yang
tersebar di tiga kecamatan yaitu kecamatan
Denpasar Barat, Denpasar Timur, dan
Denpasar Selatan. Penentuan populasi
dalam penelitian ini menggunakan metode
purposive sampling yaitu teknik penentuan
populasi dengan pertimbangan tertentu.
Pertimbangan yang digunakan yaitu:
a. Lembaga Perkreditan Desa yang
ada di Kota Denpasar.
b. Lembaga Perkreditan Desa
tersebut telah menerapkan sistem
informasi akuntansi berbasis
komputer.
Responden pada penelitian ini
adalah pemakai sistem informasi akuntansi
yaitu pimpinan atau kepala LPD sebagai
manajemen puncak, bagian operasional,
bagian keuangan, khususnya yang bisa
mengoperasikan komputer pada lembaga
perkreditan desa yang ada di kota
Denpasar.
Teknik Analisa Data
Data yang terkumpul dari
kuisioner sebelum dilakukan analisis data,
dilakukan pengeditan dan pengkodean
untuk setiap butir pertanyaan dan variabel.
Setelah proses pengeditan dan
pengkodean, akan diperoleh data-data
yang pengisian kuisionernya telah lengkap
diisi dan sah untuk diikut sertakan dalam
pengolahan data selanjutnya yaitu:
a. Melakukan uji kualitas data
dengan cara melakukan uji
validitas dan reabilitas data.
1. Uji Validitas
Dilakukan untuk mengukur
sah atau tidaknya kuisioner
yang digunakan dalam
penelitian. Pengukuran uji
validitas dapat dilakukan
dengan menghitung korelasi
antara skor masing-masing
butir pertanyaan dengan total
skor dengan bantuan program
SPSS. Menurut Sugiyono
(1999:125) pengujian
validitas dapat dilakukan
dengan menggunakan
korelasi pearson product
moment.
2. Uji Reliabilitas
Dilakukan untuk mengetahui
sejauh mana suatu instrumen
pengukuran dapat diandalkan
atau dapat dipercaya dalam
mengukur suatu obyek yang
akan diukur. Dalam
penelitian ini uji reliabilitas
dilakukan dengan
menggunakan Cronbach
alpha dengan bantuan
komputer melalui program
SPSS. Suatu instrumen
dikatakan reliabel apabila
nilai Cronbach alpha lebih
besar dari 0,6.
b. Melakukan pengujian
hipotesis pertama
Hipotesis pertama yang terdiri
dari lima hipotesis diuji dengan
analisis Pearson Product
Moment untuk mengetahui
hubungan yang terjadi antara
faktor-faktor yang
mempengaruhi kinerja SIA
dengan kinerja SIA, dimana
pengukurannya menggunakan
skala liken. Suatu variabel
dikatakan memiliki hubungan
yang positif apabila nilai
signifikansinya lebih kecil dari
5% atau 0,05. Pengujian
dilakukan dengan bantuan
program SPSS versi 11.
c. Melakukan pengujian
hipotesis kedua
Hipotesis kedua terdiri dari dua
hipotesis. Pengujian dilakukan
dengan alat uji statistik uji beda
Mann-Whitey Test, karena
sampel yang diuji adalah sampel
yang berbeda. Dengan kata lain
30
pengujian dilakukan untuk
menemukan bukti empiris beda
kinerja SIA antara kondisi satu
dengan kondisi lain, yaitu ada
tidaknya program pelatihan dan
ada tidaknya dewan pengarah,
dimana pengukurannya
menggunakan yes or no answer.
Pengujian dilakukan dengan
bantuan program SPSS versi 11.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengumpulan data dilakukan
dengan cara menyebarkan kuisioner yang
berisikan beberapa pertanyaan. Kuisioner-
kuisioner tersebut ditujukan kepada
karyawan lembaga perkreditan desa di
Denpasar termasuk manajemen puncak
yaitu pimpinan LPD tersebut. Lembaga
Perkreditan Desa yang dipilih yaitu LPD
yang terletak di Denpasar dan telah
menerapkan sistem informasi yang
terkomputerisasi.
Hasil pengumpulan data
berdasarkan tempat responden bekerja
dapat dilihat pada tabel 2:
Tabel 2
Rangkuman Pengumpulan Data
Tempat Responden Bekerja
Nama LPD Jumlah Responden Persentase
LPD Intaran 7 6,67 %
LPD Pedungan 6 5,72 %
LPD Panjer 5 4,76 %
LPD Sidakarya 5 4,76 %
LPD Sesetan 5 4,76 %
LPD Kepaon 5 4,76 %
LPD Pemogan 5 4,76 %
LPD Renon 4 3,81 %
LPD Sanur 3 2,86 %
LPD Serangan 2 1,90 %
LPD Poh Gading 5 4,76 %
LPD Ubung 8 7,62 %
LPD Padang Sambian 5 4,76 %
LPD Denpasar 5 4,76 %
LPD Peguyangan 6 5,72 %
LPD Tanjung Bungkak 6 5,72 %
LPD Sumerta 5 4,76 %
LPD Kesiman 8 7,62 %
LPD Pagan 5 4,76 %
LPD Tembau 5 4,76 %
Jumlah 105 100 %
Responden-responden yang
mengisi kuisioner merupakan karyawan
LPD yang bekerja pada beberapa bagian.
Hasil pengumpulan data berdasarkan nama
bagian tempat responden bekerja dapat
dilihat pada tabel 3 sebagai berikut:
fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI
AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR
(PUTU ASTRI LESTARI)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
31
Tabel 3
Nama Bagian
Tempat Responden Bekerja
Nama Bagian Jumlah Responden Persentase
Pimpinan 20 19,05 %
Bagian Operasional 30 28,57 %
Bagian Keuangan 55 52,38 %
Jumlah 105 100 %
Dari hasil pengumpulan data,
jumlah karyawan pada perusahaan
mayoritas berjumlah di atas sepuluh. Hasil
selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4
sebagai berikut
Tabel 4
Hasil Pengumpulan Data
Jumlah Karyawan
Nama Bagian Jumlah Responden Persentase
1 sampai dengan 10 2 1,91 %
11 sampai dengan 20 85 80,95 %
21 sampai dengan 30 18 17,14 %
Jumlah 105 100 %
Dilihat dari ada tidaknya program
pelatihan dan pendidikan pemakai sistem
pada perusahaan, dari hasil penelitian
bahwa ada beberapa perusahaan yang tidak
mempunyai program pelatihan sebesar
10,48% yang memungkinkan ada beberapa
responden yang kurang memadai akan
sistem yang ditetapkan perusahaan. Hasil
selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 5
sebagai berikut:
Tabel 5
Hasil Pengumpulan Data Atas Ada Tidaknya
Program Pelatihan Dan Pendidikan Pemakai
Program Pelatihan &
Pendidikan Pemakai
Jumlah Responden Persentase
Ada 94 89,52 %
Tidak 11 10,48 %
Jumlah 105 100 %
Responden dalam hal ini
karyawan LPD diketahui mayoritas belum
terlalu lama menggunakan sistem
informasi, baik itu sistem yang diterapkan
saat ini maupun sistem lainnya. Mayoritas
responden baru menggunakan sistem yang
diterapkan sekarang satu sampai dengan
tiga tahun yang jumlahnya sebesar
40,95%. Perbandingan selengkapnya
dapat dilihat pada Tabel 6
32
Tabel 6
Hasih Pengumpulan Data
Perbandingan Lamanya Penggunaan Sistem
Lama
Penggunaan
Sistem
Sekarang
Persentase Sistem Lain Persentase
< 1 tahun 35 33,33 % 55 52,38 %
1 < 3 tahun 43 40,95 % 37 35,24 %
3 < 5 tahun 20 19,05 % 10 9, 52 %
5 > 7 tahun 5 4,76 % 3 2,86 %
> 7 tahun 2 1,91% - -
Jumlah 105 100 % 105 100 %
Pada sistem yang ditetapkan ada
sebuah tingkatan tertentu yang
memungkinkan ada sejumlah karyawan
yang memang sudah ahli dan ada yang
hanya menjalankannya saja. Dari hasil
pengumpulan data yang diperoleh dalam
penelitian ini dimana dari seratus lima
responden yang menjawab adanya suatu
tingkatan dalam penerapan sistem tersebut
yaitu delapan puluh lima responden
(80,95%). Sedangkan yang menjawab
tidak adanya suatu tingkatan dalam
penerapan sistem hanya sebanyak dua
puluh responden (19,05%). Hasil
selengkapnya penelitian ini dapat dilihat
pada Tabel 7.
Tabel 7
Hasil Pengumpulan Data
Atas Tingkatan Pada Sistem
Tingkatan Jumlah Responden Persentase
Ada 85 80,95 %
Tidak 20 19,05 %
Jumlah 105 100 %
Hasil pengumpulan data akan
tingkatkan pemakai pada sistem didukung
dengan latar belakang pendidikan
responden yang beraneka ragam dan
mayoritas dari mereka telah menempuh
jenjang strata satu (S1) sebesar enam puluh
responden (57,14%). Selengkapnya dapat
dilihat pada Tabel 8 sebagai berikut:
Tabel 8
Hasil Pengumpulan Data
Latar Belakang Pendidikan
Latar Belakang
Pendidikan
Jumlah Responden Persentase
SMU 2 1,91 %
Diploma 40 38,09 %
Sarjana 60 57,14 %
Pasca Sarjana 3 2,86 %
Lainnya - -
Jumlah 105 100 %
fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI
AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR
(PUTU ASTRI LESTARI)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
33
Pada penelitian ini juga dilakukan
pengumpulan data tentang kemampuan
pemakai itu sendiri, yang menghasilkan
tujuh puluh enam koma sembilan belas
persen (76,19%) responden merupakan
karyawan yang memiliki kemampuan
spesialis dan dua puluh tiga koma delapan
belas persen (23,81%) hanya mempunyai
kemampuan umum. Hasil selengkapnya
dapat dilihat pada tabel 9 sebagai berikut:
Tabel 9
Hasil Pengumpulan Data
Kemampuan Pemakai
Kemampuan Jumlah Responden Persentase
Spesialis 80 76,19 %
Umum 25 23,81 %
Jumlah 105 100 %
Dewan pengarah juga penting
keberadaannya dalam sistem informasi,
Jawaban responden menunjukkan dua
puluh sembilan koma lima puluh dua
persen (29,52%) di perusahaannya terdapat
dewan pengarah. Sedangkan sebanyak
tujuh puluh koma empat puluh delapan
persen (70,48%) yang menjawab tidak
terdapat dewan pengarah. Hasil
selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10
Hasil Pengumpulan Data
Dewan Pengarah
Keberadaan Dewan Jumlah Responden Persentase
Ada 31 29,52 %
Tidak 74 70,48 %
Jumlah 100 100 %
Dari data yang berhasil dikumpulkan, sebelum melangkah ke dalam analisis faktor
terlebih dahulu akan dilakukan Uji Validitas dan Uji Reliabititas.
a. Uji Validitas
Uji Validitas dilakukan
untuk mengukur sah atau tidaknya
kuisioner yang digunakan dalam
penelitian. Pengukuran Uji
Validitas dapat dilihat melalui
nilai signifikansi untuk koefisien
korelasi antara skor masing-
masing butir pertanyaan dengan
total skor. Dengan tingkat
signifikansinya 5% atau 0,05.
Hasil koefisien korelasi
antara masing-masing butir
pertanyaan terhadap total skor
butir-butir pertanyaan dapat
dilihat pada Tabel 11.
34
Tabel 11
Hasil Uji validitas faktor-Faktor Yang Berpengaruh
Pada Kinerja Sistem Informasi Akuntansi
Variabel Koefisien Korelasi Signifikasi Ket
X1 0,279 0,004 Signifikan
X2 0,470 0,000 Signifikan
X3 0,396 0,000 Signifikan
X4 0,613 0,000 Signifikan
X5 0,531 0,000 Signifikan
X6 0,384 0,000 Signifikan
X7 0,410 0,000 Signifikan
X8 0,457 0,000 Signifikan
X9 0,432 0,000 Signifikan
X10 0,673 0,000 Signifikan
X11 0,672 0,000 Signifikan
X12 0,545 0,000 Signifikan
X13 0,784 0,000 Signifikan
X14 0,968 0,000 Signifikan
X15 0,977 0,000 Signifikan
X23 0,741 0,000 Signifikan
X24 0,716 0,000 Signifikan
X25 0,706 0,000 Signifikan
X26 0,843 0,000 Signifikan
X27 0,714 0,000 Signifikan
X28 0,761 0,000 Signifikan
X29 0,791 0,000 Signifikan
X30 0,674 0,000 Signifikan
X1 0,807 0,000 Signifikan
X32 0,848 0,000 Signifikan
Dari tabel 11 dapat dilihat
nilai signifikansi untuk koefisien
korelasi antara masing-masing
skor butir pertanyaan terhadap
total skor butir pertanyaan lebih
kecil dari tingkat signifikansi
yang di tetapkan yaitu 5% atau
0,05. Hasil ini menunjukkan
bahwa jawaban responden pada
seluruh butir pertanyaan yang ada
pada kuisioner dikatakan valid
atau sah.
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan
untuk mengetahui sejauh mana
suatu instrumen pengukuran dapat
diandalkan atau dapat dipercaya
dalam mengukur suatu obyek yang
akan diukur. Dalam penelitian ini,
uji reliabilitas dilakukan dengan
menggunakan Cronbach Alpha.
Suatu instrumen dikatakan reliabel
apabila nilai Cronbach alpha lebih
besar dari 0,6. Hasil uji reliabilitas
untuk dua puluh lima (25) variabel
yang terdiri dari tiga belas (13)
variabel kinerja sistem dan dua
belas (12) variabel faktor yang
berpengaruh dengan responden
sebanyak seratus lima (105) dapat
dilihat pada Tabel 12 dan Tabel 13
sebagai berikut:
fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI
AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR
(PUTU ASTRI LESTARI)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
35
Tabel 12
Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Kinerja Sistem
N Of Case 105
N Of Item 13
Alpha 0,6882
Dari tabel 12 dapat dilihat
nilai Cronbach Alpha sebesar
0,6882 dibulatkan menjadi 0,7.
Nilai tersebut lebih besar dari 0,6
yang berarti instrumen yang
digunakan dapat diandalkan
sebagai alat ukur.
Tabel 13
Hasil Uji Reliabilitas Variabel
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja SIA
N Of Case 105
N Of Item 12
Alpha 0,8616
Dari tabel di atas dapat
dilihat nilai Cronbach Alpha
sebesar 0,8616. Nilai tersebut lebih
besar dari 0,6 yang berarti
instrumen yang digunakan dapat
diandalkan sebagai alat ukur.
Pengujian Hipotesis Pertama
Hipotesis pertama yang terdiri
dari lima hipotesis. Pengujian hipotesis
pertama dilakukan dengan analisis
Pearson Product Moment untuk
mengetahui hubungan yang terjadi antara
faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja
SIA dengan kinerja SIA. Suatu variabel
dikatakan memiliki hubungan yang positif
apabila nilai signifikansinya lebih kecil
dari 5% atau 0,05. Hasil analisis yang telah
dilakukan pada penelitian ini dapat dilihat
pada tabel 4.13 sebagai berikut
Tabel 14
Hasil Uji Pearson Product Moment
Keterlibatan Kemampuan Ukuran Org Dukungan Formalisasi
Kinerja
SIA
Kor = 0,246
Sig = 0,011
Kor = 0,246
Sig = 0,035
Kor = 0,126
Sig = 0,200
Kor = 0,366
Sig = 0,000
Kor = 0,322
Sig = 0,001
Dari tabel 14 dapat diketahui
bahwa:
Faktor keterlibatan dengan nilai
korelasi terhadap kinerja SIA sebesar
0,246 dan tingkat signifikansi sebesar
0,011 yang jauh lebih kecil dari 0,05.
Berdasarkan hasil pengujian yang telah
dilakukan, ditemukan bahwa HI-1
diterima. Hal ini menunjukkan bahwa
terdapat hubungan positif antara faktor
keterlibatan dan kinerja SIA.
Faktor kemampuan pemakai
dengan nilai korelasi terhadap kinerja SIA
sebesar 0,206 dan signifikansi sebesar
0,035. Berdasarkan hasil pengujian yang
telah dilakukan, ditemukan bahwa HI-2
diterima. Hal ini menunjukkan hubungan
36
positif antara faktor kemampuan pemakai dan kinerja SIA.
Faktor ukuran organisasi dengan
nilai korelasi sebesar 0,126 dan
signifikansi sebesar 0,200 yang jauh lebih
besar dari 0,05. Berdasarkan hasil
pengujian yang telah dilakukan, ditemukan
bahwa H1-3 ditolak. Hal ini menunjukkan
bahwa tidak terdapat hubungan positif
antara faktor ukuran organisasi dan kinerja
SIA.
Faktor dukungan manajemen
puncak dengan nilai korelasi sebesar 0,366
dan signifikansi sebesar 0,000 yang jauh
lebih kecil dari 0,05. berdasarkan hasil
pengujian yang telah dilakukan, ditemukan
bahwa H1-4 diterima. Hal ini
menunjukkan bahwa terdapat hubungan
positif antara faktor dukungan manajemen
puncak dan kinerja SIA.
Faktor formalisasi pengembangan
sistem dengan nilai korelasi sebesar 0,322
dan signifikansi sebesar 0,001 yang lebih
kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil
pengujian yang telah dilakukan, ditemukan
bahwa H1-5 diterima. Hal ini
menunjukkan bahwa terdapat hubungan
positif antara faktor formalisasi
pengembangan sistem dan kinerja SIA.
Pengujian Hipotesis Kedua
Pengujian hipotesis kedua
dilakukan dengan alat uji statistik Uji beda
Mann-Whitney Test, karena sampel yang
diuji adalah sampel yang berbeda. Dengan
kata lain pengujian dilakukan untuk
menemukan bukti empiris beda kinerja
SIA antara kondisi satu dengan kondisi
lain, yaitu ada tidaknya program pelatihan,
dan ada tidaknya dewan pengarah. Hasil
uji beda yang telah dilakukan dapat dilihat
pada Tabel 15 sebagai berikut:
Tabel 15
Hasil Uji Beda (Mann-Whitney Test)
Program Pelatihan Dewan Pengarah
Kinerja SIA Mean rank
0 = 56,16 (n = 94)
1 = 25,95 (n = 11)
Z = -3,116
Sig = 0,002 (2-tailed)
Mean rank
0 = 67,98 (n = 31)
1 = 46,72 (n = 74)
Z = -3,267
Sig = 0,002 (2-tailed)
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa:
Pada kondisi pengujian yang
dibandingkan kinerja SIA atas ada
tidaknya program pelatihan didapatkan
hasil yaitu nilai rata-rata ranking group
kode 0 yang mewakili kelompok adanya
program pelatihan adalah 56,16 dan nilai
rata-rata ranking group kode 1 yang
mewakili kelompok tidak adanya program
pelatihan adalah 25,95, dimana semakin
besar nilai rata-rata ranking group
menunjukkan semakin baik kondisi yang
diwakilkannya. Besarnya Z hitung adalah -
3,116 dengan tingkat signifikansi sebesar
0,002 (uji dua sisi). Oleh karena hipotesis
alternatif dengan prediksi satu arah, maka
uji yang dipakai satu sisi. Sehingga tingkat
signifikansi yang diperoleh harus dijadikan
satu sisi dengan membagi dua tingkat
signifikansi tersebut (0,002/2) = 0,001 dan
nilai ini jauh di bawah nilai alpha = 0,01.
Jadi menerima hipotesis H2-1, yang
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan
yang signifikan antara adanya program
pelatihan dengan tidak adanya program
pelatihan terhadap kinerja SIA.
Berdasarkan nilai rata-rata ranking (mean
rank) group pada kedua kondisi tersebut,
kondisi adanya program pelatihan
mencerminkan kinerja SIA memang lebih
baik. Hal ini ditunjukkan dengan
membandingkan mean rank dan kedua
group, dimana group pada kondisi adanya
program pelatihan memiliki mean rank
sebesar 56,16 yang lebih besar dari mean
rank group pada kondisi tidak adanya
program pelatihan sebesar 25,95.
fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI
AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR
(PUTU ASTRI LESTARI)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
37
Pada kondisi pengujian yang
dibandingkan kinerja SIA atas ada
tidaknya dewan pengarah didapatkan hasil
yaitu nilai rata-rata ranking group kode 0
yang mewakili kelompok adanya dewan
pengarah adalah 67,98 dan nilai rata-rata
ranking group kode 1 yang mewakili
kelompok tidak adanya dewan pengarah
adalah 46,72. Besarnya Z hitung adalah -
3,267 dengan tingkat signifikansi sebesar
0,001 (uji dua sisi). Oleh karena hipotesis
alternatif dengan prediksi satu arah, maka
uji yang dipakai satu sisi. Sehingga tingkat
signifikansi yang diperoleh harus dijadikan
satu sisi dengan membagi dua tingkat
signifikansi tersebut (0,001/2) = 0,0005
dan nilai ini jauh di bawah nilai alpha =
0,01. Jadi menerima hipotesis H2-2, yang
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan
yang signifikan antara adanya dewan
pengarah dengan tidak adanya dewan
pengarah terhadap kinerja SIA.
Berdasarkan nilai rata-rata ranking (mean
rank) group pada kedua kondisi tersebut,
kondisi adanya program pelatihan
mencerminkan kinerja SIA memang lebih
baik. Hal ini ditunjukkan dengan
membandingkan mean rank dari kedua
group, dimana group pada kondisi adanya
dewan pengarah memiliki mean rank
sebesar 67,98 yang lebih besar dari mean
rank group pada kondisi tidak adanya
dewan pengarah sebesar 46,72.
SIMPULAN
Berdasarkan pengujian yang telah
dilakukan pada penelitian ini diperoleh
bukti bahwa terdapat enam faktor yang
mempengaruhi kinerja SIA yaitu
keterlibatan pemakai dalam
pengembangan SIA, kemampuan teknik
personal SIA, dukungan manajemen
puncak, formalisasi pengembangan sistem
informasi, program pelatihan dan
pendidikan pemakai, dan keberadaan
dewan pengarah sistem informasi.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2002. Buku Penuntun Penulisan
Usulan Penelitian, Skripsi,
Tugas Akhir Studi dan
Mekanisme Pengujian.
Denpasar : Fakultas Ekonomi
Universitas Udayana
Anonim. 2002. Peraturan Daerah Tingkat I
Bali No. 8 Tentang Lembaga
Perkreditan Desa disertai
Keputusan Gubernur Bali.
George H. Bodnar dan William S.
Hopwood. (Amir Abadi
Yusuf, Penerjemah) 2000.
Sistem Informasi Akuntansi.
Salemba Empat.
James A. Hall. 2001. Accounting
Information System, third
edition. South Western
College Publishing, advision
of Thomson Learning.
Jogiyanto. 1997. Sistem Informasi
Berbasis Komputer.
Yogyakarya : BPFE.
------. 2003. Sistem Teknologi Informasi.
Yogyakarta : Penerbit ANDI.
Putra Sasmita I Nyoman Gde. 2003.
“Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Kinerja
Sistem Informasi Akuntansi
Pada Bank – Bank Umum di
Wilayah Surabaya”. Skripsi
Sarjana S1 Jurusan Akuntansi
Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Perbanas, Surabaya.
Rusma Mulyadi. 1999. “Kualitas Jasa
Sistem Informasi dan
Kepuasan Para
Penggunanya”:. Jurnal
Bisnis dan Akuntansi, vol. 1,
no. 2, hal. 120-133
38
Rowney, Steinbart, Chusing. 1997.
Accounting Information
Systems, seven edition.
Addison Wesley.
Sunarti Setianingsih. 1998. “Keberhasilan
Pengembangan Sistem
Informasi dan Faktor – factor
yang Mempengaruhi”. Kajian
Bisnis, no. 13, hal. 84 – 91.
Santoso S. 2002. SPSS Statistik
Multivariat. Jakarta. PT Elex
Media Komputindo.
Soegiharto. 2001. “Influence Factors
Affecting The Performance
Of Accounting Information
Systems”. Gadjah Mada
International Journal Of
Business, vol.3, no.2, pp.
177-202.
------. 2002. “The Effect Of Organitation
Level Of Information System
Evolution On The
Relationship Between
Influence Factors and
Accounting Information
Systems Performance”.
Gadjah Mada International
Journal Of Business, vol.4,
no.1, pp. 67-89.
Sugiyono. 1999. Metode Penelitian Bisnis.
Cetakan Pertama. Bandung:
C.V Alfabeta
Tjhai Fung Jen. 2002. “Faktor - Faktor
Yang Mempengaruhi Kinerja
Sistem Informasi Akuntansi”
Jurnal Bisnis dan Akuntansi,
vol.4, no.2, hal. 135-154.
fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI
AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR
(PUTU ASTRI LESTARI)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
39
BLOG, MEDIA AKTUALISASI BAGI PENULIS PEMULA DI INDONESIA
Oleh :
Inten Pertiwi
DosenNew Media
Email : intenpi@yahoo.com
ABSTRAK
Perkembangan internet memberikan banyak kemudahan bagi umat manusia dalam hal
penyebaran dan pertukaran informasi, baik untuk kehidupan pribadi maupun kebutuhan
profesional atau pekerjaan. Salah satu yang paling banyak dimanfaatkan oleh pengguna
internet adalah teknologi blog. Perkembangan blog saat ini memungkinkan bagi siapa saja
untuk menggunakannya karena mudah dan hampir semuanya tidak berbayar. Melalui sebuah
blog, seorang blogger bisa mendapatkan berbagai keuntungan, baik secara sosial maupun
finansial. Disini akan dijelaskan tentang berbagai hal yang berhubungan blog, mulai dari
sejarah awal munculnya istilah blog hingga perkembangan trend blog saat ini dan ulasan
tentang penulis-penulis baru yang mengawali karirnya dari sebuah blog.
Blog pada awalnya digunakan sebagai media untuk menampung aspirasi dan ekspresi
pembuatnya. Semakin banyaknya pengguna, blog tidak lagi hanya sekedar media penyaluran
hobby. Banyak keuntungan lainnya bisa didapat, misalnya penghasilan tambahan, pergaulan
atau networking, hingga pekerjaan baru yang berkaitan dengan blogging, seperti yang diraih
oleh blogger Radhitya Dika, Yenny Lesli, Trinity, hingga Dewi Rieka. Mereka adalah
beberapa blogger yang berhasil memanfaatkan blognya, dari hanya sekedar diary online
menjadi sebuah bentuk karya berwujud buku yang mampu meraih prestasi penjualan yang
tinggi. Tentu saja hal tersebut juga memberikan keuntungan finansial sekaligus mendukung
kehidupan profesionalitas mereka.
Mengembangkan sebuah blog dari awal mula hingga bisa menghasilkan suatu karya yang
dihargai orang lain secara luas tentu bukan hal yang mudah. Sebuah proses harus dilakukan
oleh blogger, mulai dari membuat blog hingga mengisinya dengan berbagai materi yang layak
dinikmati. Kriteria lain yang harus dipenuhi tentu saja keunikan dan ciri khas yang menjadi
karakter atau identitas sebuah blog.
Keyword : blog, blogging, blogger, weblog, penulis pemula dan menulis
40
Pendahuluan
Pada awalnya, kata blog dipakai sebagai
kependekan dari weblog, yaitu istilah yang
pertama kali digunakan oleh Jorn Berger
pada bulan Desember 1997. Jorn Berger
menggunakan istilah weblog untuk
menyebut kelompok website pribadi yang
selalu diperbarui secara berkala dan berisi
link ke website lain yang mereka anggap
menarik disertai dengan komentar-
komentar mereka sendiri. Roger Yim,
seorang kolumnis San Francisco Gate,
pada Februari 2001, menuliskan bahwa
sebuah blog adalah persilangan antara
catatan harian seseorang dan daftar link di
internet. (Mulyanto, 2008 : 1).
Weblog pada dasarnya adalah sebuah
jurnal yang tersedia di web. Aktivitas
memperbarui blog disebut blogging dan
seseorang yang memiliki blog disebut
blogger. Blog biasanya diperbarui setiap
hari dengan menggunakan software yang
memungkinkan mereka yang memiliki
latar belakang teknis sedikit atau bahkan
tidak ada sama sekali bisa meng-update
dan mengelola blognya. Blog mempunyai
fungsi yang sangat beragam,dari sebuah
catatan harian, media publikasi dalam
sebuah kampanye politik, sampai dengan
program-program media dan perusahaan-
perusahaan. Sebagian blog dipelihara oleh
seorang penulis tunggal, sementara
sebagian lainnya oleh beberapa penulis.
Perkembangan Blog dari Masa ke Masa
Enda Nasution, dalam sebuah artikel
berjudul Sejarah Blog menuliskan bahwa
internet dirintis pertama kali tahun 1969
melalui sebuah program yang dinamakan
dengan ARPANET oleh Departemen
Pertahanan Amerika, U.S. Defense
Advanced Research Projects Agency
(DARPA). Namun baru pada tahun 1997,
konsep tentang blog dikenal oleh para
pengguna internet.
Rebecca Blood, seorang pionir blog
sekaligus penulis buku The Weblog
Handbook, Practical Advice on Creating
and Maintaining Your Blog (2002)
menuliskan dalam bukunya bahwa blog
pertama kemungkinan besar adalah
halaman What’s New pada browser
Mosaic yang dibuat oleh Marc Andersen
pada tahun 1993. Seperti diketahui, Mosaic
adalah browser pertama sebelum adanya
Internet Explorer bahkan sebelum
Nestcape. Kemudian pada Januari 1994,
Justin Hall memulai website pribadinya
Justin’s Home Page yang kemudian
berubah menjadi Links from the
Underground yang mungkin dapat disebut
sebagai blog pertama seperti yang kita
kenal sekarang.
Hingga pada tahun 1998, jumlah blog yang
ada diluar sana belumlah seberapa. Hal ini
disebabkan karena saat itu diperlukan
keahlian dan pengetahuan khusus tentang
pembuatan website, HTML, dan web
hosting untuk membuat blog sehingga
hanya mereka yang berkecimpung di
bidang Internet, System Administrator atau
Web Designer yang kemudian pada waktu
luangnya menciptakan blog-blog mereka
sendiri. (Mulyanto, 2008 : 3).
Pada Juli 1999, layanan membuat blog
online dan gratis yaitu Pitas telah ada yang
memungkinkan siapa saja bisa membuat
blog. Namun perkembangan blog belum
begitu banyak. Baru pada Agustus 1999
sebuah perusahaan Silicon Valley bernama
Pyra Lab meluncurkan layanan
blogger.com yang memungkinkan
siapapun dengan pengetahuan dasar
tentang HTML dapat menciptakan blog-
nya sendiri secara online dan gratis.
Blogger.com memberikan banyak
kemudahan bagi siapa saja untuk membuat
blognya sendiri meskipun hanya dengan
kemampuan HTML yang sangat dasar.
Penyedia layanan blog gratis ini telah
memiliki pengguna lebih dari 100.000
blogger dengan pertumbuhan jumlah
sekitar 20% per bulan.
BLOg, MEDIA AKTUALISASI BAgI PENULIS PEMULA DI INDONESIA
(INTEN PERTIwI)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
41
Secara keseluruhan, tidak kurang dari 88
juta blogger tersebar di seluruh dunia.
Pada 2 Juli 2007, Bloomberg
Businessweek , sebuah portal majalah
bisnis menampilkan grafik aktifitas blog di
30 kota besar di dunia. Ada beberapa
tempat di dunia yang memiliki jumlah
aktifitas blogging yang intens, yang oleh
Bloomberg Businessweek disebut The
Blog Belt atau Sabuk Blog Dunia.
Gambar 1 : Grafik The World Belt
Sumber : Bloomberg Businessweek
Dari Sabuk Blog ini terlihat bahwa
Amerika Utara adalah wilayah dengan
aktifitas blogger yang tertinggi di dunia.
Mungkin ditunjang oleh kemudahan akses
internet yang cukup murah dan bisa
dinikmati secara lebih merata oleh
penduduk di negara tersebut. Namun
demikian, aktivitas blogger di Negara-
negara berkembang yang ditunjukkan oleh
kota-kota seperti Mumbai, Jakarta, Mexico
City tidak bisa dipandang sebelah mata
(Mulyanto, 2008 : 4). Menurut Enda
Nasution, pelopor blog di Indonesia yang
juga sering dijuluki sebagai ‘bapak
blogger’ Indonesia, akhir tahun 2009
jumlah blog yang ada di Indonesia
mencapai lebih dari 1 juta blog. Perkiraan
tersebut bukan tanpa alasan, namun
menilik dari trend tahun-tahun
sebelumnya. Tahun 2007 diperkirakan ada
300 ribu blog, tahun 2008 meningkat
menjadi 600 ribu blog. Dalam 1 tahun
jumlahnya meningkat 2 kali lipat. Tahun
2009 jumlah tersebut bisa meningkat
hingga 1,2 juta blogger. Data ini baru
perkiraan untuk blog yang menggunakan
layanan blogger.com, belum termasuk blog
yang menggunakan layanan lainnya,
seperti wordpress, multiply, friendster, dan
sebagainya.
Untuk membuat sebuah blog, pengguna
internet dapat dengan mudah
menggunakan layanan yang sudah
disediakan dengan gratis atau berbayar.
Berikut ini adalah daftar beberapa
lanyanan blogging yang berhasil dihimpun
oleh World Friend Indonesia, sebuah situs
informasi komunitas tentang berbagai
aktifitas di dunia maya.
1. http://www.blogger.com
Situs Blogger merupakan salah satu
dari penyedia layanan blog yang
42
cukup populer dan bersifat gratis.
Awalnya dibuat oleh Pyra Labs, tetapi
kemudian dibeli oleh Google.
2. http://www.wordpress.com
Situs WordPress.com menyediakan
layanan blog yang gratis. Situs ini
didirikan dan dimiliki oleh suatu
perusahaan yang bernama Automatic.
3. http://www.multiply.com
Multiply menyediakan layanan blog
yang menarik dengan memisahkan
halaman foto, video, teks, dsb
sehingga pengguna bisa
mengelompokan berbagai bentuk file
sesuai dengan jenisnya.
4. http://www.livejournal.com
Live Journal didirikan oleh Brad
Fitzpatrick pada tahun 1999. Dengan
Live Journal para penggunanya dapat
berbagi blog, journal, dan juga diary.
5. http://spaces.live.com
Windows Live Spaces ini merupakan
milik Microsoft. Dikenal juga dengan
nama MSN Spaces.
6. http://www.diaryland.com
Diary Land mempunyai tampilan yang
sederhana. Pada halaman awalnya
memberi kesan untuk anak-anak.
7. http://www.xanga.com
Xanga merupakan situs komunitas
online. Di situs Xanga ini Anda dapat
membuat weblog, photoblog, atau
video blog.
8. http://www.bloglines.com
9. http://www.blogsome.com
10. http://www.blogboleh.com
11. http://edublogs.org
12. http://www.blog.com
13. http://www.tblog.com
Semakin banyaknya pengguna layanan
blog, penyedia layanan pun juga terus
meningkatkan pelayanan dengan berbagai
kemudahan aktifitas blogging seperti nama
domain yang lebih singkat dan mudah
diingat, template yang mudah
dimodifikasi, dan berbagai kemudahan lain
untuk melakukan pengunggahan, baik itu
berupa teks, foto, bahkan video.
Berkembangnya aktivitas blogging, makin
beragam pula kreatifitas mereka dalam
membuat sebuah blog. Blog konvensional
yang memuat berbagai teks dalam setiap
unggahanya memang lebih banyak
diterapkan oleh para blogger. Namun
blogger dengan minat tertentu dapat juga
membuat blog yang menampilkan materi-
materi tertentu, seperti foto, video, dan
sebagainya. Berikut adalah berbagai jenis
blog yang dikelompokkan berdasarkan
karakteristik materi yang diunggah :
x Vlog, yaitu blog yang terdiri atas
kumpulan video. Blog jenis ini
biasanya diminati oleh mereka yang
menggemari media audio visual.
Beberapa penyedia layanan blogging
menyediakan kapasitas khusus untuk
para blogger yang ingin membuat
vlog. Beberapa diantaranya yang
terkenal dan banyak peminatnya
adalah youtube, Revver, Google Video
dan MetaCafe.
x Linklog, sebutan untuk blog yang
terdiri atas kumpulan link. Blog ini
biasanya menampilkan berbagai
informasi penting dengan menyertakan
link langsung ke URL yang dituju.
Blog seperti ini memudahkan
pengunjung untuk langsung meng-klik
link yang dipromosikan atau ingin
dikenalkan oleh pemilik blog. Iklan
lowongan pekerjaan biasanya
menggunakan konsep linklog ini,
seperti http://lowonganterbaru.org
x Photolog atau photoblog adalah blog
yang terdiri atas kumpulan foto.
Blogger penggemar fotografi biasanya
memilih jenis ini untuk menampilkan
berbagai karyanya. Blog jenis ini
memang lebih banyak menampilkan
foto-foto dari pada teks. Tidak hanya
fotografer professional, bahkan para
amatir pun banyak juga yang membuat
photoblog. Penyedia layanan
photoblog yang paling bayak
digunakan adalah flickr.
BLOg, MEDIA AKTUALISASI BAgI PENULIS PEMULA DI INDONESIA
(INTEN PERTIwI)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
43
x Blog yang terdiri atas kumpulan artikel
dan menggunakan media campuran,
disebut tumblelog. Blogger yang
menggunakan konsep tumblelog ini
biasanya mengunggah materi yang
bervariasi, mulai dari teks, foto, video,
bahkan link.
Manfaat yang Diperoleh dari Blog
Keberadaan blog makin digemari oleh
pengguna internet di seluruh dunia.
Terutama mereka ingin mempunyai ruang
untuk menampung minatnya. Sebuah blog
boleh dikatakan merupakan daerah
kekuasaan bagi seorang blogger, tanpa ada
editor atau pihak lain yang berhak ikut
campur di dalamnya. Sebuah blog adalah
ruang personal bagi seorang blogger untuk
mengungkapkan ide dan imajinasinya ke
dalam berbagai bentuk. Mereka bisa
menuangkan ekspresinya melalui media
paling diminati, bisa berupa tulisan, foto,
sketsa, bahkan video. Blog juga menjadi
media untuk berbagai tentang banyak hal
karena terbuka dan mudah di akses oleh
siapa saja.
Menulis blog atau blogging akan membuat
blogger menjadi penulis yang lebih
percaya diri. Dengan terbiasa
mengekspresikan pikiran pada blognya,
seorang blogger dapat dengan lebih baik
mengartikulasikan opininya. Blog bahkan
dapat menjadi semacam terapi jiwa.
Melalui blog banyak sekali keuntungan
yang bisa diraih oleh seorang blogger,
diantaranya adalah :
1. Penyampai Ide
Kelebihan blog dibandingkan media
mainstream (koran, majalah, televisi,
dsb) lainnya adalah kemudahan untuk
menyalurkan ide dan buah pikiran
lainnya. Untuk bisa melakukannya di
media mainstream tentu bukan hal
yang mudah dilakukan. Banyak jalur
yang harus dilalui hingga akhirnya ide
tersebut dapat dimuat atau disiarkan.
Namun dengan memanfaatkan blog
siapa saja bisa menuangkan idenya
dan menyebarkannya ke seluruh dunia.
2. Penghasilan tambahan
Blogger juga bisa mendapatkan
penghasilan dari aktifitas blogging.
Hal tersebut dapat dilakukan melalui
program-program periklanan seperti
Google AdSense, SponsoredReview,
Ask2Link, maupun media spot iklan
secara mandiri. Cara lain yang juga
bisa dilakukan oleh blogger adalah
dengan menjadikan blognya sebagai
media jualan atau toko online. Blogger
tertentu dengan kemampuannya dalam
menulis dapat menerbitkan sebuah
buku seperti Radhitya Dika, Trinity,
Dewi Rieka, dsb
3. Terkenal
Saat ini bukanlah hal sulit untuk bisa
menjadi orang terkenal. Banyak
kompetisi diadakan oleh berbagai
media yang bisa memberikan peluang
bagi seseorang untuk terkenal. Namun
tidak semua orang memiliki
kemampuan untuk mengikuti
kompetisi, apalagi dengan persaingan
yang sangat ketat. Sebuah blog bisa
membantu orang biasa menjadi
terkenal seperti yang terjadi pada
Radhitya Dika. Beberapa Blogger
yang cukup terkenal karena aktifitas
bloggingnya adalah Enda Nasution
(http://enda.goblogmedia.com), Ndoro
Kakung (http://ndorokakung.com/),
Antyo Rencoko
(http://blogombal.org/), dll
4. Networking
Semakin banyaknya blogger
bermunculan, berkembang pula
komunitas-komunitas yang bisa
menampung keberadaan mereka.
Komunitas blogger biasanya terbentuk
karena aktifitas blogwalking atau
saling mengunjungi blog dan
meninggalkan komentar. Hampir di
setiap kota di Indonesia memiliki
komunitas blogger dengan berbagai
44
kegiatan baik kegiatan dunia maya
atau nyata. Kegiatan komunitas
blogger di dunia nyata inilah yang
menjadi wadah mereka untuk bertemu
dan berkumpul untuk menjalin
networking dengan sesama blogger
yang biasanya berasal dari kalangan
beragam. Event terbesar bagi
komunitas blogger di Indonesia adalah
“Temu Blogger” yang rutin diadakan
setiap tahunnya dengan melibatkan
seluruh blogger di Indonesia.
Keanggotaannya yang terbuka
memberikan kemudahan bagi siapa
saja yang memiliki blog untuk
bergabung dan bersosialisasi di
dalamnya.
5. Mengasah Kemampuan
Memiliki sebuah blog berarti
seseorang memiliki ruang pribadi
untuk menampilkan buah pikiran dan
hasil karyanya. Secara tidak langsung
tentu saja bisa memacu untuk terus
menghasilkan karya-karaya baru dan
lebih bagus untuk ditampilkan.
Aktifitas ini akan mengasah
kemampuan blogger dan tentu saja
akan menjadikannnya lebih percaya
diri.
6. Mengikuti Kompetisi
Saat ini sudah banyak kompetisi yang
diadakan khusus untuk para blogger.
Mulai dari kompetisi penulisan artikel
dengan tema tertentu, hingga
kompetisi blog bertarap internasional
yang memfokuskan pada tampilan dan
materi/isi blog. Salah satu kompetisi
yang terkenal diantara para blogger
adalah Deutsche Welle International
Weblog Awards. Sebuah kompetisi
weblog yang melibatkan blog dan
blogger dari 11 bahasa berbeda,
diantaranya : Arab, Bengali, Cina,
Jerman, Inggris, Indonesia, Prancis,
Persia, Portugis, Rusia dan Spanyol.
Peran Blog bagi Penulis Pemula
Bagi seorang penulis pemula, membuat
sebuah blog bisa menjadi sebuah terobosan
untuk makin mengasah kemampuan dan
mendorong kemauan untuk terus
menghasilkan tulisan. Seperti yang
diungkapkan oleh Edy Zaqeus, penulis
buku-buku best-seller, konsultan penulisan
& penerbitan, sekaligus pendiri Bornrich
Publishing dan Fivestar Publishing yang
berhasil menerbitkan sejumlah buku best-
seller. Dalam blog “Edy Zaqeus on
Writing”, dia mengungkapkan bahwa blog
dapat memberikan manfaat lebih bagi
mereka yang berminat menekuni dunia
penulisan maupun yang baru ingin belajar
menjadi penulis.
1. Blog sebagai sarana publikasi tulisan
yang termudah sekaligus strategis.
Masalah utama yang dialami
kebanyakan penulis—terlebih lagi
penulis pemula—adalah soal wadah
publikasi. Media massa umum seperti
koran, tabloid, majalah, jurnal, sering
kali terbatas ruangnya dan mematok
standar kualitas tulisan tertentu. Blog
bisa jadi solusi bagi tulisan-tulisan
yang tidak tertampung dalam media
mainstream. Manakala tulisan
ditampilkan di blog, aslinya tulisan itu
sudah punya “nyawa” dan
mendatangkan pengaruh. Hanya
tulisan yang dipublikasikan saja yang
punya nyawa dan pengaruh kepada
pembacanya. Blog bisa menjadi alat
untuk menghidupkan tulisan kita.
2. Tulisan blog mudah sekali
dikomentari dan feedback ini banyak
manfaatnya. Tidak sulit bagi penulis
blog untuk mendapatkan komentar
dari para pembacanya asalkan dia aktif
untuk mempromosikan tulisannya agar
dibaca oleh pengunjung. Caranya
dengan aktif memperbarui tulisan di
blog dan rajin memasang tautan blog
agar banyak dikenal. Bagi penulis,
komentar atas tulisan sungguh
merupakan alat uji bagi tulisan itu
sendiri. Positif atau negatif
komentarnya, itu semua bisa menjadi
bahan perbaikan tulisan atau bagian
dari proses pembelajaran penulisnya.
BLOg, MEDIA AKTUALISASI BAgI PENULIS PEMULA DI INDONESIA
(INTEN PERTIwI)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
45
Bahkan, banyak sekali ide-ide baru
yang bisa dielaborasi dan dieksplorasi
dari lalu lintas komentar tersebut.
3. Blog bisa menjadi alat penumbuh
kebiasaan dan keteraturan menulis.
Bagaimanapun, setelah punya blog
biasanya kita akan terdorong untuk
terus mengisinya dengan berbagai
bentuk tulisan. Terlebih bila tulisan-
tulisan kita mendapatkan sambutan
atau aneka komentar dari para
pengunjung. Ini akan memotivasi kita
untuk rajin mem-posting tulisan.
4. Menulis di blog secara rutin juga
berdampak pada kemampuan dalam
menuangkan gagasan. Makin sering
menulis di blog, akan semakin mudah
pula mengeluarkan ide-ide dalam
bentuk tulisan.
5. Blog bisa menjadi ajang ekspresi yang
bebas hambatan. Ini memungkinkan
tulisan-tulisan yang dalam kacamata
umum mungkin dianggap kurang
pantas, terlalu absurd, atau melanggar
aturan-aturan tertentu, di blog malah
mendapatkan saluran seluas-luasnya.
Blog bisa menjadi saluran gagasan-
gagasan alternatif, bahkan yang paling
ekstrim sekalipun. Ini yang tidak
mungkin diwadahi oleh media
konvensional.
6. Blog adalah tempat kita untuk
menabung tulisan. Satu demi satu kita
isi blog dengan beragam tulisan, maka
lama kelamaan blog kita akan penuh
juga. Bagus sekali bila mayoritas
tulisan yang kita tampilkan di blog
adalah karya sendiri. Terlebih bila
blog memang kita jadikan sebagai
sarana untuk berlatih menulis dan
menampung tulisan-tulisan karya
sendiri.
7. Blog bisa berfungsi sebagai media
personal branding. Blog bisa membuat
seorang penulis yang “bukan siapa-
siapa” menjadi penulis yang bisa
“dikenal oleh siapa saja”. Interkoneksi
antara blog dengan mesin pencari dan
kebutuhan akan data oleh pengguna
internet, ternyata telah menciptakan
situasi kesalingterhubungan alias
saling kenal.
Penulis yang Mengawali Karir dari Blog
Di Indonesia, tidak sedikit blogger yang
mampu mendapatkan nilai lebih dari
kebiaasaan blogging. Radhitya Dika
mungkin tidak akan pernah menyangka
jika hobby menuliskan kisah pribadinya di
halaman diary virtual “Radhitya Dika dan
Hal Absurd Lainnya” bisa menjadikannya
seorang penulis buku sekaligus bintang
film layar lebar.
46
Gambar 2 : Halaman Blog Radhitya Dika
Sumber : Radhitya Dika dan Hal Absurd Lainnya, 2010
Sampai saat ini dia telah menulis 5 buah
buku laris, yaitu Kambingjantan : Catatan
Harian Pelajar Bodoh (2005), Cinta
Brontosaurus (2006), Radikus Makankakus
: Bukan Binatang Biasa (2007), Babi
Ngesot : Datang tak Diundang, Pulang tak
Berkutang (2008), dan Marmurt Merah
Jambu (2010). Bersama dengan para
penggemarnya yang juga memiliki minat
pada penulisan, Radhitya Dika
meluncurkan sebuah buku kumpulan
tulisan pendek berjudul Tolong, Radith
Membuat Saya Bego (2007). Selain itu,
bersama komikus muda, Dio Rudiman,
mereka menerbitkan komik
Kambingjantan : Sebuah Komik Pelajar
Bodoh (2009).
Tidak hanya sampai disitu, salah satu buku
Radhitya Dika yang berjudul
Kambingjantan : Catatan Harian Pelajar
Bodoh yang terbit tahun 2005 berhasil
memikat seorang sutradara terkenal yang
juga menyutradarai film Ada Apa Dengan
Cinta, Rudi Sujarwo, untuk
mengangkatnya dalam sebuah film layar
lebar berjudul Kambingjantan: Sebuah
Film Pelajar Bodoh (2009). Film ini juga
telah menjadikan Radhitya Dika seorang
pemeran utama, sesuatu yang tidak pernah
dia bayangkan sebelumnya. Menghasilkan
buku-buku dan film yang laris dipasaran
adalah prestasi membanggakan. Namun
semua itu diraih Radhitya Dika bermula
hanya dari sebuah blog. Kecintaan pada
dunia penulisan dia wujudkan dengan
menceritakan kembali pengalaman hidup
sehari-harinya yang lucu dan konyol ke
dalam diary online atau blog.
Menerbitkan buku dari sebuah blog sedang
menjadi trend saat ini. Tidak sedikit dari
buku-buku tersebut akhirnya laris bahkan
menjadi best seller. Seperti yang diraih
oleh blogger penggemar travelling yang
menggunakan nama pena Trinity.
Kecintaannya pada dunia penulisan
terwujud melalui blognya “The Naked
Traveler”. Disini Trinity menuangkan hal-
hal unik mengenai berbagai hal yang
dialaminya selama melakukan perjalanan
sebagai backpaker. Sampai saat ini,
melalui tulisan di blog, Trinity sudah
berhasil menerbitkan 3 buah buku, yaitu
The Naked Traveller (2007), The Naked
Traveller 2 (2010), dan Duo Hippo
Dinamis : Tersesat di Byzantium (2010).
Buku lain yang juga bermula dari sebuah
BLOg, MEDIA AKTUALISASI BAgI PENULIS PEMULA DI INDONESIA
(INTEN PERTIwI)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
47
blog adalah Gokil Mom : Diary Seorang
Mami Dodol karya Yenny Lesly. Yenny
adalah seorang blogger yang tinggal di
Bali. Melalui blognya dia menuangkan
pengalaman sehari-hari yang penuh
kekonyolan dalam merawat anak sewata
wayangnya, Tristan. Penulis lain yang juga
sekaligus blogger dan produktif
menerbitkan buku adalah pasangan suami
istri Adhitya Mulya dan Ninit Yunita.
Gambar 3 : Beberapa Buku yang Diangkat
dari Tulisan Blog
Blog, Peluang dan Tantangan Bagi
Penulis Pemula
Kehadiran blog sebagai media di internet
yang bebas dimanfaat oleh siapa saja
adalah peluang bagi para penulis baru.
Dengan cara yang mudah dan tidak
berbayar, sebuah blog bisa langsung
dibuat. Pengguna hanya perlu untuk
mendaftarkan diri pada sebuah situs yang
menyediakan layanan blogging dan
kemudian mulai mengisinya dengan
berbagai materi sesuai minat dan
kemampuannya. Bagi mereka yang
berminat pada dunia penulisan, blog dapat
menjadi solusi untuk mempublikasikan
hasil karya, tanpa aturan mengikat seperti
halnya publikasi di berbagai media seperti
koran ataupun majalah. Batasan dalam
blog sepenuhnya ada ditangan blogger
sehingga tidak ada alasan untuk terus
berekspresi dan berkarya. Dengan
mempublikasikan karya, para penulis
memiliki peluang besar untuk karyanya
dibaca dan dinikmati banyak orang. Tentu
hal ini akan menjadi pemicu semangat bagi
mereka.
Sebuah blog bisa menjadi pendorong bagi
penulis untuk terus memperbarui tulisan.
Para pengunjung blog selalu tertarik pada
tulisan baru. Ini tentu tantangan yang harus
dijawab oleh pemilik blog. Apalagi jika
blog tersebut sudah memiliki pembaca
setia yang rutin berkunjung. Tentunya
mereka yang merindukan tulisan baru dari
pemilik blog akan meninggalkan komentar
agar pemilik menulis lagi untuk blognya.
Boleh dikatakan, kemauan menulis seorang
blogger tidak hanya muncul dari dalam
dirinya sendiri namun juga dibantu oleh
dorongan semangat dari para pengunjung.
Tidak ada kata untuk berhenti menulis
ketika seorang penulis pemula memulai
sebuah blog dan mulai memiliki
keterikatan emosional dengan para
pengunjung blognya.
Rebecca Blood yang selalu menulis di
blognya, Rebecca’s Pocket, mengatakan
bahwa setelah ia membuat blognya, ada
dua efek samping yang terjadi yang tidak
pernah ia pikirkan sebelumnya. Pertama, ia
menemukan kembali minatnya semenjak ia
memulai membuat blog. Kedua yang lebih
penting, ia mulai lebih menghargai cara
pandangnya sendiri. Ketika setiap harinya
ia melakukan update blog, ia mulai
mempertimbangkan opini dan ide-idenya
dengan lebih hati-hati dan ia mulai
merasakan bahwa perspektifnya adalah
unik dan penting untuk disuarakan.
48
Simpulan dan Rekomendasi
Ketika seorang penulis pemula ingin serius
menekuni dunia penulisan, blog bisa
menjadi jalan keluar yang memberikan
banyak keuntungan. Melalui blog, penulis
bisa mendapatkan masukan dari para
pembacanya. Melalui kolom komentar dari
para pengunjung, penulis bisa
mendapatkan masukan dari berbagai sudut
pandang berbeda sehingga dapat
memperkaya teknik penulisannya kedepan.
Dengan melihat jumlah pengunjung blog,
penulis dapat mengevaluasi dirinya sendiri
apakah hasil karyanya diminati ataukan
tidak oleh pembaca. Blog dapat menjadi
semacam media evaluasi dari kualitas
tulisan yang dihasilkan. Seorang penulis
pemula juga bisa mendapatakan
networking melalui blog yang dimilikinya.
Dengan bergabung dalam sebuah
komunitas blogger, penulis dapat
memperluas pergaulan dan tentunya akan
mempertinggi kepercayaan dirinya. Yang
paling penting tentu saja blog dapat
menjadi semacam media promosi bagi
penulis. Semakin banyak yang membaca
tulisannya makan akan semakin terkenal
dan akan makin mendekatnya dengan
popularitas yang tentunya dapat menjadi
modal pendukung bagi seorang penulis.
Saat ini semakin banyak penerbit yang
mulai melirik blog-blog yang ada untuk
kemudian dijajaki dan diangkat menjadi
sebuah buku. Tidak sedikit para penulis
saat ini lahir melalui proses menulis di
media blog pribadi.
Untuk menjadi penulis sukses melalui
sebuah blog memerlukan proses. Ada
beberapa hal yang harus diperhatikan oleh
penulis pemula ketika ingin memulai
menulis di blog. Pertama tentu saja
memilih penyedia layanan blog yang
sesuai. Layanan blog yang paling banyak
digunakan oleh blogger bisa menjadi
pilihan. Semakin banyak yang
menggunakan maka menunjukkan layanan
tersebut mudah diakses dan tidak
menyulitkan penggunanya. Mengisi
dengan berbagai posting yang berkualitas
dan menarik adalah hal yang harus
dilakukan agar pengunjung blog semakin
banyak. Semangat untuk terus menulis
dapat dijaga dengan rasa cinta. Penulis
hendakkan menuliskan hal-hal yang
memang menarik baginya sehingga dia
mampu menulis dengan hatinya. Untuk
mempertahankan pengunjung blog,
blogger harus aktif memperbarui
tulisannya. Untuk dapat menulis secara
regular, seorang blogger memang harus
menyediakan waktu khusus. Terpenting
tentu saja terus meningkatkan kemampuan
menulis dengan banyak belajar dari penulis
lain yang telah sukses. Banyak artikel di
internet yang dapat memberikan
pengetahuan tentang penulisan. Blog juga
mempermudah penulis pemula untuk
menjalin komunikasi secara langsung
dengan blogger-blogger lain yang sudah
berhasil.
Daftar Pustaka
Mulyanto, Assep Purna. 2008. Go! Blog.
Bandung : Oase Media
Nurhuda, Eko. 2010. 7 Langkah Mudah
mencarai Uang Lewat Blog.
Yogyakarta : Garailmu
Dika, Radhitya. 2005. Kambingjantan.
Jakarta : Gagas Media
Dika, Radhitya. 2010. Marmut Merah
Jambu. Jakarta : Gagas Media
Trinity. 2007. The Naked Traveler.
Yogyakarta : Bentang Pustaka
Trinity. 2010. The Naked Traveler 2.
Yogyakarta : Bnetang Pustaka
Blood, Rebecca. 2002. The Weblog
Handbook, Practical Advice on
Creating and Maintaining Your
Blog. Cambridge : Perseus
Publishing.
Zaqeus, Edy. 2007. 7 Manfaat Blog bagi
Penulis.
http://ezonwriting.wordpress.com/20
07/11/14/7-manfaat-blog-bagi-
penulis/ (didownload tanggal 19
Agustus 2010 jam 11.20 WITA)
BLOg, MEDIA AKTUALISASI BAgI PENULIS PEMULA DI INDONESIA
(INTEN PERTIwI)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
49
Nasution, Enda. 2004. Apa itu Blog?.
http://enda.goblogmedia.com/pages/a
pa-itu-blog.html (didownload tanggal
18 Agustus 2010 jam 14.15 WITA)
Blood, Rebecca. 2000. Weblogs: A History
and Perspective.
http://www.rebeccablood.net/essays/
weblog_history.html. (didownload
tanggal 18 Agustus 2010 jam 15.00
WITA)
World Friend Indonesia. 2009. Beberapa
Penyedia Layanan Blog.
http://worldfriend.web.id/beberapa-
penyedia-layanan-blog (didownload
tanggal 18 Agustus 2010 jam 14.20
WITA)
Wikipedia Ensiklopedia Bebas. 2010.
Radhitya Dika.
http://id.wikipedia.org/wiki/Raditya_
Dika (didownload tanggal 18
Agustus 2010 jam 14.45 WITA)
Radhitya Dika dan Hal Absurd Lainnya.
2007. Buku Radhit.
http://radityadika.com/buku_radit/
(didownload tanggal 18 Agustus
2010 jam 14.10 WITA)
The Naked Traveler. 2008. About.
http://naked-traveler.com/about/
(didownload tanggal 18 Agustus
2010 jam 14.30 WITA)
Kilas Berita. 2009. Tahun Ini Jumlah
Blogger Indonesia Tembus 1 Juta.
http://www.kilasberita.com/kb-
tech/internet/14286-tahun-ini-
jumlah-blogger-indonesia-tembus-1-
juta (didownload tanggal 18 Agustus
2010 jam 15.00 WITA)
Bloomberg Businesssweek. 2007. The
Blog Belt.
http://www.businessweek.com/maga
zine/content/07_27/b4041402.htm
(didownload tanggal 18 Agustus
2010 jam 16.00 WITA
50
KONSERVASI FLORA – USAHA PERLAMBATAN
LAJU PEMANASAN GLOBAL
Oleh:
Made Gede Suryanata
Email: madegede64@yahoo.com
ABSTRACK
Global warming brings many effect to human & environment – which not a new issue – and
responded by many countries in thne world. Still, it goes on and increase it speed instead of decrease
considering many efforts that have already held to recover the earth. Lack of knowledge& unconcern
community, cut more tree in the name of country wellfare makes the act of green community
outnumbered, which is decrease the enviromental quality. In order to create environment concern
generation, a simple syncron explanation that can be understood easily will be urgent. Education
based on environment concern have to be held since the basic age to increase public awareness, so
activities can goes eficiently for a slow increase global warming.
Key Word: flora conversation, slow increase global warming, public awareness
KONSERVASI fLORA - USAhA PERLAMBATAN LAJU PEMANASAN gLOBAL
(MADE gEDE SURyANATA)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
51
KONSERVASI FLORA – USAHA PERLAMBATAN
LAJU PEMANASAN GLOBAL
Oleh:
Made Gede Suryanata
Email: madegede64@yahoo.com
ABSTRACK
Global warming brings many effect to human & environment – which not a new issue – and
responded by many countries in thne world. Still, it goes on and increase it speed instead of decrease
considering many efforts that have already held to recover the earth. Lack of knowledge& unconcern
community, cut more tree in the name of country wellfare makes the act of green community
outnumbered, which is decrease the enviromental quality. In order to create environment concern
generation, a simple syncron explanation that can be understood easily will be urgent. Education
based on environment concern have to be held since the basic age to increase public awareness, so
activities can goes eficiently for a slow increase global warming.
Key Word: flora conversation, slow increase global warming, public awareness
52
BAGIAN I: PEMANASAN GLOBAL
PEMANASAN GLOBAL SUATU
KENYATAAN
Dalam dekade terakhir peningkatan suhu
bumi sangat signifikan – sebagaimana
diungkapkan oleh Joseph Algore dalam
film dokumenter bertajuk “The
Inconvenient Truth” – yang mengakibatkan
peningkatan suhu air laut dan udara. Hal ini
secara langsung mempengaruhi pelelehan
es di kutub utara dan selatan yang
mengakibatkan peningkatan level air laut,
bahkan pemisahan gunung es yang
berukuran raksasa dapat mengancam
transportasi kelautan dan kehidupan mahluk
laut lainnya.
Permukaan bumi selama 100 tahun terakhir
telah mengalami peningkatan suhu sebesar
0.18
o
C, yang secara umum disebabkan oleh
efek rumah kaca. Sedangkan pada proyek
IPCC, didapati kesimpulan bahwa
peningkatan suhu permukaan secara global
sebesar 1.1-6.4
o
C dalam waktu 110 tahun
(1990-2100) (Wikipedia 2010). Hal ini
menunjukkan terjadinya trend peningkatan
suhu permukaan yang signifikan karena
efek rumah kaca yang memberikan efek
multiplier (pengkali) sehingga peningkatan
suhu yang sesuai dengan deret hitung.
Kadar gas rumah kaca (CO
2
, NO
2
, CH
4
)
yang melampaui ambang daya dukung
lingkungan, sehingga efek rumah kaca
terjadi dalam skala yang sangat besar.
Sumber gas rumah kaca terbesar untuk saat
ini adalah kegiatan manusia yang kurang
peduli dengan lingkungannya. Penggunaan
energi yang tidak efisien (21.3%), proses
industri yang tidak ramah lingkungan
(16.8%), pola transportasi yang semrawut
(14.0), dan produksi pangan yang
berlebihan merupakan momok yang seperti
buah simalakama (12.5%) (Wikipedia
2010).
Namun terdapat beberapa kalangan &
ilmuwan yang tidak setuju dengan
pernyataan IPCC tentang pemanasan global
sebagai suatu bencana besar yang
disebabkan karena aktivitas manusia.
Terdapat pandangan yang melihat
pemanasan global sebagai suatu siklus alam
yang memang terjadi sesuai waktunya.
Pandangan ini didasarkan pada kebutuhan
mahluk hidup di bumi akan suhu yang
stabil sehingga mahluk hidup dapat
berkembang dan ber-evolusi. Sehingga dari
sudut pandang ini pemanasan global tidak
semata-mata merupakan bencana yang
disebabkan limbah aktifitas manusia,
namun juga sebagai suatu proses alami
yang memang seharusnya berlangsung.
Tabel perbandingan produksi gas rumah kaca 2008.
Sumber:en.wikipedia.org
Tabel persentase gas rumah kaca berdasar sumbernya
Sumber: (Stewardship 2007)
KONSERVASI fLORA - USAhA PERLAMBATAN LAJU PEMANASAN gLOBAL
(MADE gEDE SURyANATA)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
53
Berdasarkan pada diagram diatas,
disebutkan bahwa hanya 3.3% gas rumah
kaca berasal dari gas alam (Stewardship
2007), sehingga pemanasan global sebagai
suatu siklus alami dapat dikatakan benar
adanya, namun siklus tersebut mengalami
percepatan karena peningkatan konsentrasi
gas rumah kaca yang memberikan efek
multiplier terhadap laju peningkatan suhu
permukaan bumi.
EFEK RUMAH KACA & UMPAN
BALIK
Segala sumber energi yang terdapat di bumi
berasal dari Matahari. Energi matahari
berbentuk radiasi gelombang pendek
(termasuk cahaya tampak) yang ketika
terkena permukaan bumi dan menjadi panas
yang menghangatkan bumi. Permukaan
Bumi, menyerap sebagian panas dan
memantulkan kembali sisanya yang
berwujud radiasi infra merah gelombang
panjang ke angkasa. Sebagian gelombang
panas tetap terperangkap di atmosfer bumi
karena tertahan gas rumah kaca (uap air,
karbon dioksida, dan metana) yang
kemudian dipantulkan kembali ke bumi dan
terjadi terus menerus sehingga
mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi
terus meningkat yang disebut dengan efek
rumah kaca.
Selain efek rumah kaca, pemanasan global
juga dipengaruhi proses umpan balik dari
reaksi lingkungan terhadap peningkatan
suhu bumi. Sebagai contoh adalah pada
penguapan air. Peningkatan suhu bumi
akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca
seperti CO
2
mengakibatkan lebih banyak air
yang menguap ke atmosfer. Karena uap air
sendiri merupakan gas rumah kaca,
pemanasan akan terus berlanjut dan
menambah jumlah uap air di udara sampai
tercapainya suatu kesetimbangan
konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang
dihasilkan uap air lebih besar bila
dibandingkan oleh dengan gas CO
2
. Namun
umpan balik ini hanya berdampak
sementara, karena uap air berada di
atmosfer dalam kurun waktu relatif pendek
bila dibandingkan dengan CO
2
yang relatif
lebih lama di atmosfer (Muchti 2008).
Menurut Muchti (2008) efek umpan balik
yang disebabkan oleh uap air diudara
tentnya akan mengundang pertanyaan
tentang keberadaan awan sebagai faktor
penyebab efek umpan balik. Secara logika,
awan memantulkan langsung radiasi
matahari yang diterimanya sehingga
memberikan efek naungan terhadap
permukaan bumi. Namun disatu sisi,
gelombang pendek yang diterima oleh awan
dari radiasi permukaan bumi akan
dikembalikan oleh awan sehingga
meningkatkan suhu lingkungan.
Peningkatan suhu lingkungan dengan
keberadaan awan dapat langsung dirasakan
adalah ketika mendung yang cukup jenuh
air menaungi suatu wilayah yang
sebelumnya terkena matahari dalam jangka
waktu relatif lama. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa awan memiliki peranan
terhadap peningkatan suhu lingkungan yang
terjadi melalui proses umpan balik.
PEMANASAN GLOBAL: AWAL
MATA RANTAI
Pemanasan global pada dekade terakhir
sangat marak dibahas dalam berbagai level
forum, mulai dari personal hingga pada
forum Internasional yang melibatkan
berbagai pihak pemangku otoritas
diberbagai belahan dunia. Sebagian pihak
menganggap bahwa fenomena ini
merupakan hal yang sangat serius untuk
ditangani, namun sebagian lagi
menganggap bahwa pemanasan global
merupakan hal yang dapat diabaikan karena
seluruh aspek kehidupan manusia tidak
dapat dipisahkan dari proses yang
menghasilkan substansi pendukung
pemanasan global, bahkan terdapat
sebagian pihak memandang pemanasan
global sebagai suatu hal yang wajar dan
54
merupakan siklus bumi yang memang harus
berlangsung.
Pertentangan pandangan tentang fenomena
pemanasan global wajar adanya karena
memang dapat dipandang dari berbagai sisi
yang memiliki kebenarannya masing-
masing, termasuk kebenaran akan dampak
penangulangan pemanasan global terhadap
kepentingan pihak tertentu. Sebelum
berbicara tentang berbagai dampak &
upaya penanggulangan pemanasan global,
ada baiknya kita telusuri terlebih dahulu
posisi pemanasan global dalam rantai siklus
perubahan karakter lingkungan yang saat
ini terjadi secara besar-besaran diseluruh
bumi.
1. Pemanasan Global dimasa awal bumi
Menurut (Guggenheim 2006), pemanasan
global sesungguhnya bukanlah hal baru
yang perlu diperdebatkan penyebabnya
ataupun bagaimana prosesnya. Peningkatan
suhu bumi (konstan maupun fluktuatif)
merupakan suatu hal yang telah terjadi
sejak bumi tercipta. Pernyataan ini
didukung dengan adanya fakta berakhirnya
zaman es & permulaan zaman baru dengan
suhu lingkungan yang relatif stabil dan
dapat ditinggali berbagai jenis mahluk
hidup. Berakhirnya zaman es ditandai
dengan peningkatan suhu permukaan bumi
dan mencairnya es berusia ribuan tahun,
sehingga tanah/daratan mulai terlihat dan
diikuti dengan terciptanya lautan luas yang
menutupi 2/3 permukaan bumi.
Letusan-letusan gunung berapi pada zaman
purba membebaskan sejumlah besar karbon
ke atmosfer bumi dan menyerap panas
matahari yang kemudian berkonveksi
diudara, menyebabkan fluktuasi suhu bumi
lebih stabil secara perlahan diikuti dengan
peningkatan suhu global yang konstan
(hanya pada permukaan bumi saja). Suhu
permukaan bumi yang relatif stabil,
merupakan kondisi yang sangat nyaman
bagi mahluk hidup untuk tinggal, mencari
makan dan berkembang biak (yang
merupakan insting dasar). Dalam konteks
ini, pemanasan global merupakan
penyelamat segala kehidupan dipermukaan
bumi.
2. Pemanasan Global di Era Manusia
Seiring perkembangan waktu, jumlah
mahluk hidup berkembang dengan berbagai
variasi posisi dalam mata rantai makanan,
mulai dari tumbuhan & pengurai, herbifora,
karnifora, dan omnifora. Mahluk omnifora
& karnifora berada pada puncak rantai
makanan sebagai pemangsa. Hukum rimba
yang berlaku secara alami memberikan
otoritas kepada jenis pemakan daging
sebagai dominator kehidupan bergerak
dimuka bumi. Manusia (dalam posisinya
sebagai omnifora) berkembang dengan
sangat pesat dari sisi jumlah (sebagaimana
kita ketahui jumlah penduduk bumi saat ini
telah mencapai lebih dari 10 milyar jiwa)
dan dibekali intelejensi yang tinggi,
sehingga membawa manusia sebagai
dominator dalam beberapa puluh abad
terakhir mulai dari awal peradaban
manusia.
Perkembangan manusia dari sisi jumlah dan
teknologi dalam berbagai bidang kehidupan
manusia serta keserakahan manusia akan
euforia sebagai dominator membawa
peradaban manusia manjadi peradaban yang
(sebagian besar) tidak selaras dengan
lingkungan alamiah sehingga
mempengaruhi siklus alami bumi (dalam
hal ini adalah perubahan suhu permukaan
bumi secara global). Pembukaan lahan
hutan secara besar-besaran untuk
permukiman manusia mengurangi
penyerapan panas matahari oleh tumbuhan
serta perkerasan ruang terbuka yang masif
mengurangi penyerapan air hujan ke tanah.
Penciptaan dengan teknik rekayasa material
membebaskan sebagian besar karbon ke
udara bebas serta gas rumah kaca lainnya.
Industri pangan dan barang tersier-
quartener secara besar-besaran membawa
merkuri & belerang ke udara yang
mengakibatkan polusi udara & air dalam
kurun waktu lama. Menurut bahwa
seharusnya siklus bumi pada masa ini
KONSERVASI fLORA - USAhA PERLAMBATAN LAJU PEMANASAN gLOBAL
(MADE gEDE SURyANATA)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
55
seharusnya adalah permulaan zaman es
baru yang berawal pada tahun 2010. Namun
dapat kita lihat kondisi lingkungan yanng
cenderung mengalami peningkatan suhu
dan humiditas merupakan kebalikan dari
kondisi awal zaman es. Ketidakselarasan
manusia dengan alam (dengan cara
mengeksploitas secara berlebih &
pencemaran lingkungan) mengakibatkan
siklus pemanasan global tidak berjalan
dengan sebagaimana mestinya.
Berbagai usaha sudah digalang &
dilaksanakan untuk memperlambat laju
pemanasan global dengan termasuk juga
berbagai pro dan kontra kebijakan-
kebijakan penanggulangan pemanasan
global. Mulai dari penggalangan dukungan
seluruh dunia (melalui berbagai protokol)
dan perubahan arah pembangunan yang
berorientasi “berkelanjutan” (Sustainable).
Lembaga-lembaga non-pemerintah
(NGO/LSM) dengan berbagai program
penghijauan hingga efisiensi energi/sumber
daya serta kampanye-kampanye yang
menghimbau seluruh masyarakat dunia
untuk mengurangi sumbangsihnya kepada
percepatan laju pemanasan global. Namun
tetap saja terdapat benturan terhadap pihak-
pihak yang tidak mendukung sepenuhnya
upaya perlambatan laju pemanasan global
atas dasar kepentingan ekonomi & sosial.
Sebagai contoh adalah produsen kendaraan
bermotor yang menolak untuk mengurangi
produksi dan penolakan terhadap
pengaturan amdal (dinegara berkembang)
oleh industri rumah tangga dengan dalih
modal dan sumber daya manusia.
DAMPAK PEMANASAN GLOBAL
Pemanasan global membawa berbagai
perubahan yang signifikan terhadap
lingkungan, sebagaimana telah kita rasakan
sekarang. Bila ditarik benang merah dari
pemanasan global mengakibatkan berbagai
efek beruntun sebagai berikut:
1. Ketidakseimbangan iklim secara global.
Pemasanan global mengakibatkan lebih
banyak air yang menguap keudara (yang
akan memberikan umpan balik), yang
tentunya akan mengakibatkan curah
hujan meningkat (secara global 1%).
Seiring dengan peningkatan hujan dan
kelembaban udara secara global, maka
akan lebih sering terjadi badai dan
bencana alam lain yang melibatkan
udara.
2. Peningkatan suhu permukaan air laut
mengakibatkan mencairnya es di kutub-
kutub bumi dan Greendland sehingga
terjadi peningkatan permukaan air laut
yang mengakibatkan perubahan luasan
daratan yang bisa dihuni. Selain itu dapat
mempengaruhi kehidupan terumbu
karang dan penyerapan karbon oleh
plankton di laut.
3. Peningkatan suhu global akan
mengakibatkan pencairan es pada
sumber mata air dari es (sungai gletser)
yang ada di pegunungan sehingga daerah
yang bergantung pada cadangan air ini
akan mengalami kekeringan.
4. Peningkatan suhu juga memicu
timbulnya berbagai jenis penyakit
tumbuhan, sehingga tanaman pangan
akan berkurang produktifitasnya
(Soemarwoto 2005).
5. Gangguan siklus migrasi hewan dan
tumbuhan untuk mencari daerah yang
lebih nyaman suhunya. Namun karena
perkembangan manusia, tidak dapat
terjadi imigrasi yang seharusnya,
sehingga populasi hewan dan tumbuhan
akan semakin berkurang (Soemarwoto
2005).
6. Dampak sosial dan politik akan diderita
manusia, Dimana peningkatan suhu
meningkatkan risiko penyakit yang
menular melalui air dan vector (malaria,
demam berdarah). Karena penyakit
tanaman akan terjadi kelaparan dan
malnutrision sehingga secara
keseluruhan akan menurunkan tingkat
kesejahteraan masyarakat dan kestabilan
negara. Peningkatan suhu tentunya juga
dapat menyebabkan kebakaran hutan
yang semakin memperburuk kondisi
udara serta gangguang kesehatan
manusia (ISPA) (Mitchel 1997).
56
UPAYA PENANGGULANGAN LAJU
PEMANASAN GLOBAL
Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan
untuk mengendalikan laju pemanasan
global antara lain: Pengendalian polusi dan
pemurnian air (air, limbah, bahan kimia
berbahaya), konservasi sumber daya alam
dan manajemen spesies (Bahan tambang,
minyak bumi dan gas, hutan/pohon, taman,
tempat bersejarah, pengunaan lahan dan
infrastruktur, dan penggunaan energi untuk
transportasi) (Soemarwoto 2005).
Merupakan suatu hal yang sangat menarik
bila hanya dengan mengendalikan berbagai
kebiasaan hidup manusia dapat
memperlambat laju pemanasan global.
Sebagaimana diungkapkan oleh
Guggenheim (2006) bahwa seorang
vegeratian yang menggunakan mobil
Hummer lebih bersahabat dengan alam
dibandingkan seorang pemakan daging
yang menaiki sepeda. Juga dapat dilihat
dari kebiasaan manusia dalam
menggunakan energi untuk transportasi dan
konstruksi yang tidak efisien, sehingga
sering mengindahkan kepentingan alam
demi ambisi dan pembangunan.
Kepentingan konstruksi yang saat ini
banyak terkait dengan pengerusakan alam
adalah proses ekstraksi mineral dan
exploitasi sumber daya hutan (dalam hal ini
tumbuhan) berlebih sehingga terjadi
degradasi lingkungan secara global.
Terdapat berbagai upaya yang dapat
dilakukan untuk menanggulangi pemanasan
global sebagai berikut:
x Penanaman pohon untuk mengurangi
efek rumah kaca.
x Penghijauan lahan perkotaan.
x Penyuntikan karbondioksida kedalam
lapisan bumi untuk mengurangi kadar
karbon dioksida di atmosfer.
x Penggunaan teknologi yang lebih
ramah lingkungan terutama pada sektor
energi (penggunaan energi terbarukan),
transportasi (hidrogen dan elektrik),
industri (hidrogen dan daur ulang),
produksi pangan (pengendalian
produksi pangan & refinery metana).
Penurunan jumlah tumbuhan pada hutan-
hutan diseluruh dunia ternyata memberikan
peningkatan presentase gas rumah kaca
secara signifikan, dan mengalami fluktuasi
yang relatif tinggi dan rutin terjadi setiap
tahunnya. Sedangkan setiap pohon yang
memiliki tinggi rata-rata 25 meter dengan
area tutupan 10.000m2 akan menghasilkan
600kg dan menyerap 900kg CO
2
setiap
harinya. Sehingga dipandang perlu untuk
mentelusuri peranan flora terhadap
kandungan gas rumah kaca yang
berdampak pada perlambatan laju
pemanasan global (Simamora 2010).
BAGIAN II: KONSERVASI FLORA
FLORA
Tumbuhan dapat diartikan sama dengan
flora yang mengikat berbagai jenis tanaman
yang merujuk pada Regnum Plantae yang
terdiri atas bebagai kelas rumput, alga,
paku, lumut, semak, terna, dan pepohonan
(dikotil dan monokotil)
Terdapat beberapa manfaat flora pada
lingkungan manusia sebagai berikut
(Istamar 2004):
x Merupakan sumber kehidupan,
penghidupan dan kelangsungan hidup
bagi umat manusia, karena potensial
sebagai sumber pangan, papan,
sandang, obat-obatan serta kebutuhan
hidup yang lain.
x Merupakan sumber ilmu pengetahuan
dan teknologi.
x Mengembangkan sosial budaya umat
manusia.
x Membangkitkan nuansa keindahan
yang merefleksikan penciptanya.
KONSERVASI fLORA - USAhA PERLAMBATAN LAJU PEMANASAN gLOBAL
(MADE gEDE SURyANATA)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
57
KONSERVASI
Konservasi menurut Peraturan Pemerintah
RI no.7 (1999), secara harfiah berasal dari
bahasa Inggris. Konservasi dalam bahasa
Indonesia diterjemahkan sebagai
pengawetan, sehingga konservasi flora
dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk
menjaga agar keanekaragaman jenis
tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya
baik di dalam maupun di luar habitatnya
tidak punah.
Aspek botani atau flora lebih cenderung
kepada usaha-usaha pelestarian yang
bertujuan jangka panjang atau tidak
terhingga. Di Indonesia istilah konservasi
merupakan hal yang sangat penting
berkaitan dengan kekayaan
keanekaragaman hayati yang sangat
melimpah. Berdasarkan data World Bank,
bahwa hutan Indonesia dari aspek
keanekaragaman hayatinya menempati
urutan ke 2 setelah hutan Amazon di Brazil.
Apabila dilihat dari aspek lokasinya maka
kondisi kepulauan yang ada di Indonesia
sangat rentan terhadap proses perusakan.
Selain itu proses pengawasan menghadapi
kendala baik sumberdaya manusia, biaya
maupun keamanannya. Pengawasan hanya
dapat dilakukan secara efektif apabila
melibatkan masyarakat disekitar lokasi
konservasi. Meskipun kerusakan habitat
tidak dapat dielakkan dan hal ini sebagai
dampak dari pembangunan industri,
pemukiman dan fasilitas umum.
Pembukaan lahan pertanian atau
perkebunan juga tidak dapat dihindari.
PERANAN FLORA TERHADAP LAJU
PEMANASAN GLOBAL
Terdapat berbagai hal yang dapat dilakukan
untuk mengurangi laju pemanasan global
sebagaimana diungkapkan diatas, namun
seluruh proses tersebut membutuhkan dana
yang relatif sangat besar. Satu potensi yang
dapat dimanfaatkan negara berkembang dan
miskin agar dapat berperan serta dalam
penghambatan laju pemanasan global
adalah dengan cara melakukan konservasi
ruang hijau dinegaranya. Dimana flora
memiliki peranan yang sangat penting dan
signifikan dalam usaha pengendalian
karbon di atmosfer (Zoer’aini, 2007), selain
itu melalui konservasi flora memiliki
berbagai keuntungan.
1. Secara langsung flora berperan aktif
dalam mereduksi dan menyerap panas
yang didapat dari matahari, sehingga
suhu lingkungan mikro akan tereduksi.
2. Meningkatkan penguapan-menjaga
kelembaban udara sehingga suhu udara
lebih stabil.
3. Menyerap karbon dioksida dan logam
berat diudara. Dalam fungsi ini flora
berperanan untuk membersihkan udara
dari kandungan logam berat yang dapat
membahayakan kesehatan manusia.
Logam berat diserap tumbuhan untuk
kemudian disalurkan ke tanah.
Penyerapan karbon dioksida digunakan
untuk melakukan proses foto sintesa
yang akan menghasilkan berbagai
deposit nutrisi, serta mensirkulasi udara
dibawah tanah sehingga kesuburan tanah
meningkat.
4. Sebagai pengikat energi untuk seluruh
ekosistem, dari energi matahari dengan
fotosintesis dan hara tanah akan
menghasilkan makanan bagi spesies
lainnya.
5. Sebagai sumber hara mineral. Kehidupan
memerlukan karbon, hidrogen, kalsium
dan unsur lainnya dalam jumlah yang
berbeda-beda. Manusia dan hewan tidak
memiliki kemampuan untuk
mengekstraksi unsur-unsur tersebut
walau banyak terdapat di udara dan
tanah. Tumbuhan menyediakan hara
yang dibutuhkan tubuh melalui proses
fotosintesa selain juga menyediakan
Oksigen sebagai hasil sampingan dari
fotosintesa.
58
KONSERVASI FLORA DALAM
GERAKAN FEMINISME
Faktor gender & kondisi sosial masyarakat
sangat mempengaruhi konservasi flora. Hal
ini diakibatkan adanya keterikatan antara
peranan domestik wanita terhadap
lingkungannya.
Kaitan antara faktor gender dengan
konservasi flora dalam catatan Mitchel
(1997) terpublikasi untuk pertama kalinya
pada tahun 1970, pergerakan Chipko
muncul ketika para wanita setempat
berdemonstrasi mempertahankan hutan dari
pengembilan kayu untuk kepentingan
komersial yang diprakarsai pemerintah
India. Hal ini diawali dengan adanya minat
pemerintah untuk mengembangkan industri
produk hutan yang kemudian menyebabkan
terjadinya erosi dan banjir. Hal ini
memancing pergerakan wanita yang
memiliki perhatian dan kekhawatiran
terhadap pemakaian hutan untuk komersial
secara berlebih, peningkatan kerusakan
lingkungan dan hilangnya fungsi hutan non-
komersial (sumber kayu bakar, makanan
ternak, tumbuhan obat tradisional, buah dan
lainnya).
Terjadi pergulatan kepentingan antara pihak
pemilik modal yang menginginkan
keuntungan dari penambangan kayu hutan
untuk keperluan industri. Sedangkan para
wanita mempertahankan hutan untuk
mempertahankan sumber kehidupan
keluarga dan pemenuhan tanggung jawab
domestik wanita. Namun disamping itu
tanpa disadari bahwa hutan memiliki
berbagai potensi yang memang seharusnya
dipertahankan, misalkan sumber kayu
bakar, penahan air tanah dan hara tanah,
serta memberikan cadangan oksigen bagi
lingkungan sekitar.
Setelah penebangan hutan terhenti, para
wanita mengorganisir diri untuk
mengadakan penanaman hutan kembali
dan mengawasi perkembangan hutan
hingga kembali pulih. Peranan pria dalam
kondisi saat itu adalah membantu
pengawasan pada malam hari dan
berperang melawan para penebang liar.
Peranan lingkungan sosial merupakan suatu
hal yang sangat penting, dimana suatu
usaha konservasi flora dalam hal ini untuk
menahan laju pemanasan global &
kerusakan lingkungan membutuhkan
kesadaran dari para pihak yang
membutuhkan keberadaan hutan baik
sebagai sumber penghidupan ataupun
memang merupakan suatu panggilan hati
untuk membantu menghambat laju
pemanasan global. Namun disamping
kesadaran pribadi dibutuhkan juga
dukungan dari pemerintah dalam hal ini
dukungan regulasi dan rekognisi serta
edukasi untuk meningkatkan ketahanan
masyarakat untuk mempertahankan dan
mengembangkan diri sehingga dikemudian
hari tidak menjadi suatu ancaman bagi
kelangsungan program konservasi flora.
KONSERVASI FLORA DARI SISI
EKONOMI
1. Flora sebagai komoditi
Flora dipandang dari sisi ekonomi
(dalam hal ini kayu hutan) merupakan
suatu komoditi yang memiliki nilai
tinggi. Penggunaan kayu sebagai
berbagai bahan utama dalam kehidupan
manusia dapat dikatakan tidak
tergantikan. Misalkan pada bidang
arsitektur (yang mana merupakan bidang
yang paling merusak keberadaan hutan)
merupakan bahan utama yang hampir
tidak tergantikan. Salah satu penggunaan
kayu hutan sebagai bahan utama yang
sangat merusak hutan adalah industri
kertas yang setiap tahunnya
membutuhkan ribuan meter kubik kayu
untuk pemenuhan permintaan kertas
dunia. Faktor ekonomis flora dalam hal
ini merupakan suatu ancaman dan
hambatan yang sangat luar biasa bagi
konservasi flora.
Peranan flora sebagai komoditi dalam
hal ini membutuhkan suatu solusi dari
berbagai pihak dalam usaha untuk
KONSERVASI fLORA - USAhA PERLAMBATAN LAJU PEMANASAN gLOBAL
(MADE gEDE SURyANATA)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
59
Profil Urban heat Island
Sumber: www.concretethinker.com
menahan laju pemanasan global.
Misalkan dengan melakukan riset bahan
pengganti komoditi kayu hutan dalam
bidang arsitektur dan ataupun kertas.
Dengan memanfaatkan teknologi, kayu
hutan sebagai bahan utama dalam
arsitektur telah tergantikan dengan kayu
olahan dari perkebunan karet. Harus
diakui bahwa “kayu” memang tidak
tergantikan, namun kayu olahan yang
dibuat dengan memanfaatkan kayu yang
dibuang (secara ekonomis sudah tidak
produktif) oleh perkebunan karet
merupakan solusi yang cemerlang.
Produk kayu olahan tersebut dikenal
dengan Enginereed Solid Wood. Hal ini
tentunya membantu pengurangan
permintaan kayu di pasaran sehingga
menurunkan tingkat perambahan hutan,
yang tentunya mampu mengurangi laju
pemanasan global.
Kayu sebagai bahan baku kertas
memang sangat susah untuk digantikan,
namun berbagai teknologi telah
diciptakan manusia untuk dapat
melakukan daur ulang kertas yang tidak
terpakai dan penggunaan kayu
perkebunan (pada beberapa produsen
kertas telah berkomitemen dengan
“Sustainable Forest Fibre”) sehingga
ekploitas hutan untuk kepentingan ini
dapat dikurangi. Perkembangan terakhir
juga menyebutkan bahwa bambu
merupakan bahan baku kertas yang
sustainable karena dapat tumbuh lebih
cepat dari pada kayu, namun tetap
diperlukan pengendalian permintaan
kertas oleh pihak-pihak yang terkait.
2. Flora sebagai investasi abadi
Terkait dengan program internasional
tentang penjualan karbon (Carbon
Trading) bagi negara-negara maju
kepada negara berkembang. Program ini
merupakan suatu kesempatan yang harus
dimanfaatkan dan menjadi suatu alasan
bagi seluruh pihak yang memiliki
kesadaran untuk meng-konservasi flora
dan melakukan penolakan terhadap
permintaan mengelola hutan untuk
kepentingan industri kayu (Asshiddiqie
2009).
Hal ini juga secara tidak langsung dapat
menjadi pemicu pengembangan dan
pemberdayaan masyarakat lokal daerah
yang memiliki lahan tidak terbangun
untuk penghutanan kembali. Dengan
menjaga kelestarian flora pada daerah-
daerah yang memungkinkan
(pemberlakuan hutan lindung dan cagar
alam) maka negara-negara berkembang
memiliki kesempatan untuk
berpartisipasi aktif dalam upaya
menghambat laju pemanasan global.
KONSERVASI FLORA DALAM FISIK
KOTA
Ruang-ruang perkotaan pada umumnya
penuh sesak dengan bangunan tanpa
memperhatikan dan mempertimbangkan
kebutuhan manusia akan ruang terbuka &
tumbuhan. Hal ini selain berakibat secara
fisik manciptakan “urban Heat Island”
juga mengganggu stabilitas psikis
masyarakat kota secara berkesinambungan.
Untuk itu diperlukan suatu ruang terbuka
hijau yang berisikan berbagai macam flora
yang dapat membantu mengurangi pulau
panas perkotaan juga sebagai ruang bagi
masyarakat kota untuk bersosialisasi dan
lebih dekat dengan alam (Tarigan 2005).
Namun pada kenyataannya perencanaan
ruang terbuka kota terkesan tidak
memperhitungkan daya dukung dan daya
60
tampung kota sehingga lahan hijau kota
hanya sebagai pelengkap, oleh karena itu
diperlukan penghijauan terintegrasi pada
lingkungan kota.
Penghijauan kota adalah usaha untuk
menghijaukan kota dengan melaksanakan
pengelolaan taman kota, taman lingkungan,
jalur hijau dan sebagainya (Irwan 2007).
Dalam arti luas adalah segala daya untuk
memulihkan, memelihara dan
meningkatkan kondisi lahan agar dapat
berproduksi dan berfungsi secara optimal,
baik sebagai pengatur tata air atau
pelindung lingkungan.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan
perkotaan (pemukiman), lahan hijau
menjadi korban alih fungsi lahan, bahkan
saat ini sudah meliputi daerah batas kota.
Ditambah dengan penghijauan pada ruang
perkotaan yang tidak mempertimbangkan
keanekaragaman flora yang produktif,
sehingga fungsi penghijauan tidak
mencapai pada target pengurangan karbon
yang diinginkan. Seperti yang diungkapkan
pada sidang lingkungan hidup di Jepang
(1991) bahwa karbon yang dihasilkan
kendaraan bermotor merupakan penyebab
utama kenaikan suhu diseluruh dunia.
Fungsi dan peranan penghijauan pada
lingkungan kota adalah sebagai berikut:
1. Sebagai paru-paru kota. Taman sebagai
elemen hijau pada pertumbuhannya
menghasilkan oksigen yang diperlukan
seluruh mahluk hidup untuk bernafas.
2. Sebagai pengatur lingkungan mikro,
vegetasi akan menyerap panas dari
lingkungan yang menimbulkan hawa
sejuk bagi lingkungan (Frick 2007).
3. Pencipta lingkungan hidup. Penghijauan
dapat menciptakan lingkungan hidup
bagi mahluk hidup lain yang ada di alam.
4. Perlindungan dari kondisi lingkungan
sekitar (misalkan angin, hujan, debu dan
lainnya).
5. Estetika. Penghijauan yang direncanakan
dengan baik akan meningkatkan
keindahan kota sehingga lebih nyaman
untuk dihuni.
6. Kesehatan. Vegetasi memberikan udara
yang lebih bersih sehingga
meningkatkan kualitas lingkungan hidup
dan hidup manusia secara fisik dan
psikis.
7. Rekreasi dan pendidikan untuk anak
dalam mengenal lingkungan hidup. Hal
ini penting untuk menciptakan suatu
mindset anak tentang pentingnya
lingkungan hidup yang ada disekitanya
(Laimona and Fauzi 2008).
Pemilihan tumbuhan yang akan digunakan
pada penghijauan kota hendaknya
memperhatikan syarat-syarat holtikultural
(ecological) dan syarat fisik. Syarat
holtikultural meliputi respon, toleransi
temperatur, kebutuhan air, kebutuhan dan
toleransi matahari, kebutuhan tanah, dan
penyakit. Syarat fisik meliputi tujuan
penghijauan, persyaratan budi daya, bentuk
tajuk tekstur, warna dan aroma (Nurmandi
2006; Maryono 2008).
VISIBILITAS KONSERVASI FLORA
Dengan berbagai uraian dan analisa, maka
akan dilakukan perunutan kekuatan,
kesempatan, kelemahan, dan ancaman
konservasi flora dalam upaya perlambatan
laju pemanasan global.
1. Kekuataan
x Penguapan air dan pemanasan global
meningkatkan kemungkinan
terjadinya hujan diseluruh dunia.
x Penguapan air menciptakan awan
yang mengembalikan panas matahari
keluar dari bumi (awan sebagai
pelindung bumi).
x Penghijauan pada perkotaan
membantuk mereduksi pulau panas
kota dan berfungsi memperindah
kota.
x Flora merupakan jembatan bagi
manusia dan mahluk lainnya untuk
dapat mempergunakan energi dari
alam.
KONSERVASI fLORA - USAhA PERLAMBATAN LAJU PEMANASAN gLOBAL
(MADE gEDE SURyANATA)
JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62
61
x Flora memiliki nilai ekologis yang
sangat tinggi sebagai alasan untuk
dikonservasi.
x Menciptakan keseimbangan dengan
mahluk hidup lain dilingkungan
sekitar.
x Meningkatkan ketahanan sumber air
masyarakat dan menjaga
kebersihannya.
x Perbaikan hara tanah (dengan
pengelolaan yang tepat).
x Berperan sebagai elemen estetika dan
rekreatif.
x Berperan dalam pembelajaran anak
untuk masa depan anak yang peduli
lingkungan.
2. Potensi
x Adanya program Carbon Trading
yang mendukung dengan kompensasi
kepada negara pemilik lahan hijau
dari negara penghasil karbon untuk
mengembangkan kehutanan.
x Kesempatan bagi setiap negara yang
memiliki lahan terbuka/hutan untuk
mengkonservasi flora dan berperan
serta dalam penghambatan laju
pemanasan global.
x Konservasi flora akan meningkatkan
produksi pangan nabati yang
memiliki nilai ekonomis. Mulai
timbulnya kesadaran masyarakat akan
pentingnya ruang hijau dan hutan.
x Adanya dukungan internasional untuk
mempertahankan hutan dan ruang
terbuka hujau kota sebagai bagian
dari konstitusi internasional.
x Dukungan dan peran serta wanita
dalam pelestarian hutan diberbagai
belahan dunia.
3. Kelemahan
x Penguapan yang tinggi ke udara
meningkatkan kemungkinan
terjadinya badai.
x Penguapan air diudara mengakibatkan
efek balik karena uap air juga
merupakan bagian dari gas rumah
kaca.
x Konservasi flora dengan tanaman
pangan akan mengakibatkan unsur
hara tanah terserap dan membutuhkan
pemupukan yang berpotensi meracuni
lingkungan.
4. Ancaman
x Perambahan hutan untuk kepentingan
konstruksi dan pembangunan yang
kurang memperhatikan keberlanjutan
secara menyeluruh.
x Flora memiliki nilai ekonomis yang
menggiurkan bagi penebang liar dan
investor.
x Kekuatan para investor pengguna
hutan yang masih besar dan didukung
oknum pemerintah.
x Penurunan PAD daerah karena
penurunan permintaan kayu.
x Konservasi Flora dapat dilaksanakan
untuk menghambat laju pemanasan
global, dengan catatan bahwa setaip
pihak yang terlibat memang memiliki
kesungguhan hati untuk
menyelamatkan lingkungan demi
masa depan generasi penerus
manusia.
SIMPULAN
Terdapat beberapa kesimpulan yang didapat
dari uraian dan permasalahan yang
diungkapkan pada rumusan masalah
sebagai berikut:
x Pemanasan global atau Global Warming
adalah adanya proses peningkatan suhu
rata-rata atmosfer, laut, dan daratan
bumi, yang secara alamiah merupakan
sebuah siklus.
x Faktor penyebab pemanasan global
adalah efek rumah kaca, efek umpan
balik
x Dampak pemanasan global,
ketidakseimbangan iklim secara global,
peningkatan suhu permukaan air laut,
peningkatan suhu global, gangguan
ekologis, dampak sosial dan politik.
x Terdapat berbagai upaya yang dilakukan,
namun memiliki berbagai pro & kontra
62
dari pemangku kekuasaan. Terdapat
suatu jalan tengah, yaitu dengan
konservasi flora.
x Konservasi flora telah dilakukan
berbagai kalangan, dengan berbagai
alasan dan keuntungan baik secara
ekonomis, sosial, dan fisik kota.
x Flora memberikan pengaruh yang besar
dalam usaha perlambatan laju
pemanasan global.
x Konservasi flora memiliki banyak
kekuatan dan kesempatan yang dapat
dimanfaatkan untuk menghambat laju
pemanasan global, namun juga memiliki
kelemahan dan ancaman yang harus
diatasi dengan koordinasi berbagai pihak
yang terkait dan kesungguhan dari
pelaku.
REFERENSI
Asshiddiqie, Jimly. 2009. Green
Constitution. Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada.
Frick, Heinz. 2007. Dasar-dasar Arsitektur
Biologis. Jakarta: Gramedia.
Guggenheim, Davis. 2006. An Inconvenient
Truth. Unites State of America:
Paramount Classics.
Indonesia, Pemerintah Republik. 1999.
Pengawetan Jenis Tumbuhan Dan
Satwa: Pemerintah Republik
Indonesia.
Irwan, Zoer'aini Djamal. 2007. Prinsip-
prinsip Ekologi, Ekosistem,
Lingkungan & Pelestariannya.
Jakarta: Bumi Aksara.
Istamar, Syamsuri. 2004. Biologi IA Untuk
SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.
Laimona, Beria, and Anunul Fauzi. 2008.
CSR & Pelestarian Lingkungan:
Mengelola Dampak Positif dan
Negatif. Jakarta: Indonesia Business
Link.
Maryono, Agus. 2008. Eko Hidraulik:
Pengelolaan Sungai Ramah.
Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press.
Mitchel, Bruce. 1997. Resource &
Enviromental Management. 3 ed.
Vol. 3. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press.
Muchti, Firmansyah Aditya. 2010.
Penyebab Global Warming: Efek
Umpan Balik. Wordpress.com, 25
Desember 2008 2008 [cited 20
Agustus 2010 2010]. Available from
http://firmansyah11.wordpress.com/
2008/12/25/penyebab-global-
warming-efek-umpan-balik/.
Nurmandi, Achmad. 2006. Manajemen
Perkotaan. Yogyakarta: Sinergi
Publishing.
Simamora, Johan. 2010. Kemampuan
Pohon dalam Menghasilkan
Oksigen.
http://koranbaru.com/kemampuan-
pohon-dalam-menghasilkan-
oksigen/.
Soemarwoto, Otto. 2005. Menyinergikan
Pembangunan & Lingkungan.
Edited by S. E. Atmojo, Telaah
Kritis Begawan Lingkungan.
Yogyakarta: PD Anindya.
Stewardship, REI. 2010. Greenhouse Gas
Emission. REI Stewartship 2007
[cited 20 Agustus 2010 2010].
Tarigan, Robinson. 2005. Perencanaan
Pembangunan Wilayah. Jakarta:
Bumi Aksara.
Wikipedia. 2010. Pemanasan Global, 12
Agustus 2010 2010 [cited 19
Agustus 2010]. Available from
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemana
san_global.
KONSERVASI fLORA - USAhA PERLAMBATAN LAJU PEMANASAN gLOBAL
(MADE gEDE SURyANATA)
ISSN 1693 - 313
JUnnHl nfWmfDIH
Volume I Nomor ~ September 2 0 ~ O
Mengelola Jaringan Komputer Dengan Mudah
Melalui Metode Subnetting
I GEDE EKA SANJAYA
Perilaku Pembelian Ponsel Cerdas (Smartphone)
Antara Gaya Hidup dan Kebutuhan
CAROLINE FELICIA CHRISTINE LAWALATA
Fa ktor-faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi
Akuntansi pada Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar
PUTU ASTRI LESTARI
Blog, Media Aktualisasi Bagi Penulis Pemula di Indonesia
INTEN PERTIWI
Konservasi Flora - Usaha Perlambatan Laju
Pemanasan Global
MADE GEDE SURYANATA

JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010

ISSN: 1693 - 313

JURNAL IPTEKS

NEW MEDIA
PENGANTAR REDAKSI

VOLUME 1 NOMOR 1 SEPTEMBER 2010

Jurnal Ipteks “New Media” Volume 1 Nomor 1 September 2010 merupakan edisi perdana yang bertemakan “Pendidikan, Ekonomi, Disain Grafis, Arsitektur dan Teknologi Infomasi”. Edisi ini diawali dengan artikel yang berjudul tentang Mengelola Jaringan Komputer Dengan Mudah Melalui Metode Subnetting oleh I Gede Eka Sanjaya. Artikel kedua dari Caroline Felicia Christine Lawalata dengan judul Perilaku Pembelian Ponsel Cerdas (Smartphone) Antara Gaya Hidup dan Kebutuhan. Artikel ketiga oleh Putu Astri Lestari dengan judul Faktorfaktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar. Artikel keempat dengan judul Blog, Media Aktualisasi Bagi Penulis Pemula di Indonesia oleh Inten Pertiwi. Dan artikel terakhir dengan judul Konservasi Flora Usaha Perlambatan Laju Pemanasan Global oleh Made Gede Suryanata. Redaksi sangat bersyukur kepada Tuhan karena edisi perdana ini bisa terbit dengan lancar dan tepat waktu. Redaksi mengucapkan terimakasih kepada Newmedia atas motivasi dan masukkannya untuk kesempurnaan jurnal ini serta seluruh civitas akademika New Media atas kekompakan dan semangatnya. Terakhir, kritik dan saran guna kesempurnaan selanjutnya sangat kami harapkan dan kepada semua yang telah membantu penerbitan jurnal ini dan para pembaca yang budiman kami ucapkan terimakasih. Redaksi Alamat Redaksi NEW MEDIA Jl. Tukad Batanghari No. 29 Renon – Denpasar Telp. (0361) 259459, 7448456 Fax: (0361) 701806, 259459 SMS Center: 0818663342 (NMEDIA) email: info@newmedia-bali.com website: http://www.newmedia-bali.com

JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010

ISSN: 1693 - 313

JURNAL IPTEKS

NEW MEDIA

VOLUME 1 NOMOR 1 SEPTEMBER 2010

VOLUME 1 NOMOR 1 SEPTEMBER 2010 Pelindung dan Penanggung Jawab: Nyoman Sutedja, Ak. Kadek Sudrajat, S.Kom Penasehat : Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, ST, MA, Dipl.LMP Ketua Dewan Redaksi : Yohanes Sutomo, ST Mitra Bestari : Prof. Dr. Shane Greive (Architect and Urban Specialist, Curtin University of Technology) Dewan Editor : Flabianus Febi D. Mahardinata, S.Ds Inten Pertiwi, S.I.P Kadek Eddy Dumiarthana, S.Kom Nyoman Budiasih, S.Kom Gede Indra Saputra Redaktur Pelaksana : Arygia Pebrisa Ni Luh Oktarini Rudy Dharmawan Kadek Wulandari Laksmi, S.E Putu Dessy Widanti Alamat Redaksi : NEW MEDIA Jl. Tukad Batanghari No. 29 Renon – Denpasar Telp. (0361) 259459, 7448456 Fax: (0361) 701806, 259459. SMS Center: 0818663342 Email: info@newmedia-bali.com, website: http://www.newmedia-bali.com Desain Cover : Gede Indra Saputra Cover Depan: Kampus New Media oleh Gede Indra Saputra

JURNAL IPTEKS “NEW MEDIA” yang terbit pertama kali September Tahun 2010 adalah wahana informasi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi informasi, ekonomi, bisnis, sinema, seni grafis dan arsitektur. Artikel berupa hasil penelitian, tulisan ilimah populer, studi kepustakaan, review buku maupun tulisan ilmiah terkait lainnya. Dewan Redaksi menerima artikel terpilih untuk dimuat, dengan frekuensi terbit secara berkala 2 (dua) kali setahun yaitu September dan Maret. Naskah yang dimuat merupakan pandangan dari penulis dan Dewan Redaksi hanya menyunting naskah sesuai format dan aturan yang berlaku tanpa mengubah substansi naskah.

1 spasi. di bawah judul. 7. Word. Redaksi berhak menolak atau pengedit naskah yang diterima. huruf Times New Romans 12 pt 9. 5.6 mm). Jarak antar judul 1. 3. Nomor dan judul untuk gambar. disertai institusi asal penulis dan alamat email dibawah nama. kota. tabel dan foto harus disajikan dengan jelas. Untuk nomor dan judul tabel diletakkan di atas tabel. grafik. Naskah diskusi yang ditolak akan diteruskan kepada penulis naskah untuk ditanggapi. Ukuran huruf dalam rumus paling kecil 6 point (tinggi huruf ratarata 1. Gambar. opini) dan diskusi. Batas panjang naskah/artikel maksimum 20 halaman dan untuk naskah diskusi maksimum 5 halaman. Judul dicetak miring. 8. grafik. Nama penulis/pembahas ditulis lengkap tanpa gelar. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris diketik pada kertas ukuran A-4. Naskah yang tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan akan dikembalikan. grafik dan foto diletakkan di bawah gambar. ulasan. Untuk segala bentuk kutipan. Daftar notasi diletakkan sebelum daftar pustaka.dan naskah bisa dikirimkan via email atau dalam bentuk CD ke alamat redaksi. bawah. dengan batas atas. Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris maksimum 150 kata. 13. cetak tebal huruf capital. .S. 11. dicetak miring. Tulisan dalam gambar.6 mm). jelas tidak lebih dari 10 kata. 12. ilmiah populer (aplikasi. KETERANGAN UMUM : 1. Penulisannya harus jelas dan lengkap dengan susunan : nama pengarang. dan tabel tidak boleh lebih kecil dari 6 point (tinggi huruf rata-rata 1. tabel dan foto ditulis di tengah-tengah kertas dengan huruf kapital di awal kata. Harus ada kata kunci (keyword) dari naskah yang bersangkutan minimal 2 kata kunci. Naskah yang dikirim sebanyak satu eksemplar dalam program pengolahan kata M. tahun. huruf kapital. Definisi notasi dan satuan yang dipakai dalam rumus disatukan dalam daftar notasi. ditengah-tengah kertas. cetak tebal. Kategori naskah ilmiah hasil penelitian (laboratorium. Judul bab ditulis di tengah-tengah ketikan.5 spasi dan diurutkan menurut abjad. judul mengacu pada naskah yang dibahas (nama penulis naskah yang dibahas ditulis sebagai catatan kaki). 2. lapangan. Kepustakaan diketik 1 spasi.313 NEW MEDIA VOLUME 1 NOMOR 1 SEPTEMBER 2010 PETUNJUK PENGIRIMAN NASKAH TATA TULIS NASKAH : 1. Naskah belum pernah dipublikasikan oleh media cetak lain. sedangkan untuk nomor dan judul gambar. tahun dan halaman yang dikutip). Untuk diskusi. grafik dan foto yang bersangkutan. kanan dan kiri masing-masing 2. grafik.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. kota: penerbit. 10. Judul harus singkat. spasi Single.5 cm dari tepi kertas. kepustakaan). Daftar kata kunci (keyword) diletakkan setelah abstrak. 1 SEPTEMBER 2010 JURNAL IPTEKS ISSN: 1693 . 2. Abstrak tidak perlu untuk naskah diskusi. penerbit. pada akhir kutipan diberi nomor kutipan sesuai dengan catatan kaki yang berisi referensi kutipan (nama. Rumus-rumus hendaknya ditulis sederhana mungkin untuk menghindari kesalahan pengetikan. 3. judul. judul. huruf Times New Romans 16 pt. 1 NO. 4. 6.

18 19 .62 .313 JURNAL IPTEKS NEW MEDIA DAFtAR ISI VOLUME 1 NOMOR 1 SEPTEMBER 2010 Mengelola Jaringan Komputer Dengan Mudah Melalui Metode Subnetting I GEDE EKA SAnJAyA Perilaku Pembelian Ponsel Cerdas (Smartphone) Antara Gaya Hidup dan Kebutuhan CARolInE FElICIA ChRIStInE lAwAlAtA Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar Putu AStRI lEStARI Blog. Media Aktualisasi Bagi Penulis Pemula di Indonesia IntEn PERtIwI Konservasi Flora . 1 SEPTEMBER 2010 ISSN: 1693 .50 51 .38 39 .JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL.Usaha Perlambatan Laju PemanasanGloba MADE GEDE SuRyAnAthA 1-9 10 . 1 NO.

the utility of a network will be maximized.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. with proper use of the IP address.62 MENGELOLA JARINGAN KOMPUTER DENGAN MUDAH MELALUI METODE SUBNETTING oleh : I Gede Eka Sanjaya Ketua Jurusan Teknik Informatika Email : igede. 1 NO. Increasing the number of computers in a network will affect the speed of the network. a large network into smaller parts is called subnetting method. host.com ABSTRACT Computer network utilization depends on the number of hosts that are connected into the network. Furthermore subnetting method is very useful for a network administration because with this method we can manage the network easily and also saves IP address that is used. A network administrator will be very difficult to detect problems that occur on the network. subnetting and computer network 1 . Key Word : IP address. it will be more complicated network management in the same network.ekasanjaya@gmail. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . Since there is the number of hosts. Divisions. To solve these problems then we can make this big network division into several smaller networks so that network management will be easier.

Jaringan LAN hanya bisa mempunyai satu IP address jaringan tunggal.0 192.255.31. Akan sangat sulit untuk memelihara dan juga administrasinya. Tipe Kelas Kelas A Kelas B Kelas C Alamat Awal 10. PEMBAHASAN Pengertian Subnet Menurut Melwin Syafrizal (1998) Subnet adalah sekelompok host (bisa komputer.254 Tabel 1. dimana dalam satu perusahaan mempunyai jaringan dengan address kelas B yang bisa memuat ribuan host IP Address sampai 65 ribuan pada satu segmen jaringan tunggal. Pengelolaan jaringan seperti ini akan sangat menyulitkan administrator dalam pemeliharaan jaringan.0 172.0. Melalui artikel ini penulis ingin menjelaskan secara detail bagaimana cara menanggulagi/mengurangi masalah ini.0 Alamat Akhir 10. mempunyai alamat jaringan tersendiri.0.168. istilah jaringan dimaksudkan sebagai LAN (Local Area Network).255. switch atau lebih tepatnya piranti jaringan) pada satu segmen jaringan yang sama yang berbagi IP jaringan yang sama.255.168.254 192. sehingga seorang administrator jaringan dapat dengan mudah dalam pengelolaan jaringan di organisasinya. tabel 1 adalah address class untuk jaringan private untuk membedakan dengan IP address public diluar range private address. Bertambahnya pengguna jaringan (Host) akan berbanding lurus terhadap penggunaan alamat ip sehingga dapat dipastikan nantinya alamat ip yang berhingga akan habis. atau bisa saja jaringan yang memiliki banyak segmen jaringan dimana masing-masing segmen jaringan tersebut 2 .255.0. Subnet bisa juga diartikan sebagai pembagian satu alamat jaringan tunggal menjadi banyak alamat jaringan atau banyak subnet. Kelas IP address private Sebagai contoh lihat gambar 1. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pengguna jaringan yang terhubung kedalam jaringan tersebut.254 172.16.MENgELOLA JARINgAN KOMPUTER DENgAN MUDAh MELALUI METODE SUBNETTINg (I gEDE EKA SANJAyA) PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi saat ini khususnya untuk penggunaan jaringan komputer sudah sangat komplek. Pada protocol TCP/IP umumnya.0. Disamping itu banyaknya pengguna jaringan juga akan berakibat bertambahnya traffic data dalam jaringan apalagi terjadi dalam satu jaringan besar tanpa dibagibagi. Sebagai acuan. Sementara arsitektur jaringan fisik terbatas pada jumlah host yang bisa dimuat dalam satu jaringan fisik.

Jaringan dengan satu subnet Gambar 2. Apa sebenarnya yang disebut dengan subnetting dan kenapa harus dilakukan? Menurut Romi Satria Wahono (2007) Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. 1 NO. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 0108.62 Gambar 1.net Konsep Cara terbaik adalah dengan cara membagi jaringan kelas B ini menjadi banyak kelompok host atau subnet-subnet yang mudah dipelihara dan jauh lebih gampang administrasinya. Subnetting merupakan suatu hal yang wajib dikuasai oleh seorang Network Administrator. Administrator-administrator yang mengelola jaringan besar sering kali merasa perlu membagi-bagi jaringan menjadi bagian yang lebih kecil lagi yang disebut sub networks. kelas B tadi dibagi-bagi menjadi kelompok jaringan subnet yang berbeda. Perhatikan gambar 2. Jaringan dengan banyak subnet Sumber : http://computer-network. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . Gatot Subroto 3 .JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. dengan rumah nomor 08 adalah rumah ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl.net Sumber : http://computer-network.

Tujuan lainnya juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan. Gambar 5. Saat traffic broadcast mulai mengonsumsi begitu banyak bandwith tersedia. masing-masing gang ada Ketua RT nya sendiri-sendiri. misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 4 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 10 komputer (host). Jadilah gambar wilayah baru seperti di gambar 4 Gambar 4.net/ Inilah sebenarnya yang dimaksud dengan konsep subnetting.net/ Masih mengikuti analogi jalan diatas. Gatot Subroto dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti Network Address (nama jalan) dan Host Address (nomer rumah).net/ Dikarenakan oleh suatu keadaan dimana rumah di wilayah itu makin banyak.168. sehingga diperoleh performansi jaringan yang lebih baik. kita terapkan ke subnetting jaringan adalah seperti gambar di bawah. Analogi penambahan gang lintas tidak terpusat di satu jaringan besar. Broadcastbroadcast ini secara berkesinambungan dikirim ke semua host dalam sebuah network. Dimana tujuannya ingin mempermudah pengelolaan. tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Analogi Network Sumber : http://romisatriawahono. yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut. maka administrator perlu mengambil langkah subnetting untuk mereduksi ukuran broadcast domain tersebut. rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru. efiesiensi dan optimalisasi transportasi. karena jalur lalu 4 . serta setiap gang memiliki privileged sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. masing-masing subnet memiliki host address dan broadcast address. Sedangkan Ketua RT diperankan oleh Broadcast address (192.MENgELOLA JARINgAN KOMPUTER DENgAN MUDAh MELALUI METODE SUBNETTINg (I gEDE EKA SANJAyA) Gambar 3.255). dibuat ganggang. Sumber : http://romisatriawahono. Gang adalah subnet. Sehingga ini akan memecahkan kemacetan. Yang pertama analogi Jl. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi.1. tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Analogi Jalan Sumber : http://romisatriawahono.

Bit-2 yang ditutupi mask ini tidak menutupi identitas ID host.0. 0 . Subnet Mask Suatu Subnet Mask adalah angka sebanyak 32 bit (dibagi menjadi 4 oktet) yang mengidentifikasikan porsi alamat jaringan dari suatu IP address. sebagai tambahan.00000000 255. menurut Winarno Sugeng (2006) seperti berikut : 1. tidak melebar 3. Subnet Mask terdiri dari bit “1 setiap bit yang ditutupi.0 . keamanan bisa diberikan kepada subnet tertentu (dengan menggunakan extended access list pada network router) berdasarkan protocol atau address. subnetting sebuah jaringan memberikan banyak keuntungan. Dalam format desimal bertitik. 1 NO. setiap oktet yang ditutupi oleh subnet mask memiliki nilai 255. Mask Class A Network = 8 bits Host = 24 bits Class A menutupi oktet pertama Keuntungan Subnetting Disamping memberikan tambahan address jaringan. 5 Default Subnet Class A 255 . Mengurangi penggunaan CPU dengan cara mengurangi jumlah traffic broadcast 4. bayangkan subnet mask sebagai mask (topeng) yang sebenarnya yang menutupi bagian dari suatu IP address.0. Analogi pembagian network dengan subnetting 5. Bisa menggunakan media berbeda dengan menggunakan subnet yang berbeda untuk setiap media yang berbeda.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. Memperbaiki keamanan. 0 11111111. 2. Dengan tidak adanya custom subnet mask.00000000. setiap komputer dan router menggunakan mask ini untuk menentukan ID jaringan dari setiap IP address yang harus dikirim.net/ Sebuah jaringan tunggal dan besar yang dibatasi oleh area geografis dapat menimbulkan berbagai masalah terutama di sisi kecepatan. Default Subnetmask Setiap kelas IP address sudah termasuk default subnet mask nya. Mengurangi congestion / kebanjiran jaringan dengan cara mengarahkan traffic dan mengurangi sinyal broadcast. default subnet mask mendifinisikan pemisahan antara ID jaringan dan ID host. router menggunakan subnet mask untuk membedakan address subnet jaringan lokal dan address subnet jaringan tetangga. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . Sumber : http://romisatriawahono.00000000. Mengisolasi masalah pada satu subnet. tidak melewati segmen yang lain. Dengan mengkoneksikan multi jaringan yang lebih kecil maka diharapkan dapat membuat sistem lebih efisien. Untuk memahami konsep ini. 0 . Sinyal broadcast hanya sebatas segmen jaringan.62 Gambar 6.

0 255.255. 0 11111111.255.0.00000000. Atau dengan kata lain.0.11111111. Subnetmask default Perhitungan Subnetting Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara.0 255. Hal ini dikarenakan /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnetmask diselubung dengan binari 1. dan Alamat Host.0 Class A 255 .255.0 255. 255 .0 255.255.168. Analisa Analisalah IP Address 192.224.11111111.0 255.255. Subnet Mask 255.00000000.0 255.2/24. 11111111. Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.0 255.0 Tabel 1. Jumlah Host per Subnet.0. apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.240.254. Subnetmask yang bisa digunakan untuk subnetting Subnetting pada IP kelas C Pada subnetting IP kelas C.11111111.255.00000000 255.224 255.0.192. cara binari yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat.255.168.255.255.255.0 255.128 255.248 255. 255 .0.255.255. 0 11111111.248.MENgELOLA JARINgAN KOMPUTER DENgAN MUDAh MELALUI METODE SUBNETTINg (I gEDE EKA SANJAyA) saja Class B Network = 16 bits Host = 16 bits Class B menutupi dua oktet pertama Class C Network = 24 bits Host = 8 bits Class C menutupi tiga oktet pertama Subnet Mask yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting bisa dilihat sesuai dengan tabel 2 Class A 255 .254.0 255. 255 .1.168.00000000 255.0.0/26 ? Dalam kasus ini bisa diterapkan langkah untuk melakukan subnetting dengan : 1.0 255.0 255.168. Pada umumnya dengan melakukan subnetting maka akan ada empat hal yang muncul diantaranya.0.252 Nilai CIDR /9 /10 /11 /12 /13 /14 /15 /16 /17 /18 /19 /20 /21 /22 /23 /24 /25 /26 /27 /28 /29 /30 Tabel 2.255.110000 00 (255. dimana IP tersebut termasuk kelas C dengan Subnet Mask /26 dimana kalau diubah ke dalam binari akan menjadi 11111111. 0 . Blok Subnet.252.255. Namun ada kalanya ditulis dengan 192.255.255.0 255.11111111.1.255.192 255.00000000.0 255.255.255.255.255.255.255. Jumlah Subnet.1.255.255.2 dengan subnetmask 255.Broadcast.0).0 255.192) 6 . Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.128.1.192.128.168.252. kita akan ambil salah satu kasus apa yang terjadi dengan sebuah Network Address 192.0 255.2.255.0.224.255.248.255.255.1. subnetmask nya adalah.240.240 255.00000000 (255.255.0 255.255.0.0.00000000.0.

255.62 2. Subnet Host Pertama Host Terakhir 192.168. 192.224 255.16.0 192. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64.255. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet “mainkan” di oktet keempat.1. Penghitungan Setelah melakukan analisa. 7 Dalam subnetting menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24.1./30 192. blok subnet.255.0 /18 Sama dengan IP kelas C. 128.255.0 255.240.65 192.1.255. Jadi subnet lengkapnya adalah 0.168.0 255. 64.168.168. bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. kasusnya adalah network address 172. Subnet Mask 255.168. dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.191 192.1.190 192. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C.0 255.128 192.193 Tabelnya dipisah jadi dua.192 192.255. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang benar? Untuk dapat mengetahui hal ini dapat dicari dengan langsung buat tabelnya.255.168.0 255.255. Sebagai catatan.168.255.0 255. tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (counter) dari 0. host pertama adalah 1 angka setelah subnet.1.1. blok tabel 3 dan tabel 4 karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. 1. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host c.168. 3.0.168.1. Blok subnet CIDR /17 .64 192.168.255.240 255.255. a.252 Nilai CIDR /25 /26 /27 /28 /29 /30 Tabel 4.254 Broadcast 192.63 192.192.255.255.255. subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah.255. Jumlah Subnet = 2x.255.1. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet b. Blok subnet CIDR /25 . dan 3 oktet terakhir untuk kelas A).JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL.0 255.252.1.0 Nilai CIDR /17 /18 /19 /20 /21 /22 /23 /24 Tabel 3. alamat host dan broadcast yang benar. 1 NO.1.168. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 .168.224.0 255.1 192.1.255.255.168.168.168.127 192.192 255./24 Subnet Mask 255.254.129 192.62 192. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2.248 255. maka langkah selanjutnya adalah mencari jumlah subnet.1. hanya blok subnet nya dimasukkan langsung ke oktet ketiga.255 Subnetting untuk IP kelas B Berikutnya adalah melakukan subnetting untuk IP address class B.255. jumlah host per subnet.1. Pertama.126 192.1.1. dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B.255.168. mulai langkah untuk melakukan subnetting dengan : .128 255.128.248. dan 128+64=192. dst. 2. dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet.255.1. d.

Penghitungan a.16.255.1 172. Penghitungan a.1.16.16.0. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet b.16. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet .255.0.63.16.16.3.0.126 … 172. dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.254 172.192. 192.0) 2.16. dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir.0.0/25 1.255 172.0.16.00000000.128.16. dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.16.0.0.11111111. kalau Class A di oktet 2.64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128. Alamat host dan broadcast yang valid? Subnet Host Pertama Host Terakhir 172.0.63. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.128. 64.255 172.000000 00 (255.0. Jadi lengkapnya adalah (0. d.254 172.0 172. dan 128+64=192.64.2. 128.16.255 172. dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.16.16. 128) d.192.127 172.0 172.255 172. Jadi subnet lengkapnya: 0.16.1 172.16. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet b.255 Subnetting untuk IP kelas C Pada IP kelas A konsepnya semua sama.255.255..0 172. Alamat host dan broadcast yang benar? Subnet Host Pertama Host Terakhir Broadcast 172.MENgELOLA JARINgAN KOMPUTER DENgAN MUDAh MELALUI METODE SUBNETTINg (I gEDE EKA SANJAyA) 1.129 172.255.0.16.129 y 172.100000 00 (255.4. Analisa 172.16.16.16.255.16. Blok Subnet = 256 – 192 = 64.127.0 berarti kelas B.191.382 host c. Alamat host dan broadcast yang benar? 8 172.16.192.16.1. d.254 172.16.16.1.1 b. kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir). Jumlah Host per Subnet = 2 – 2.255. 1.16.255 Berikutnya untuk kelas B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir.1 172. Jumlah Subnet = 2x.0) 2.16.254 172.254 Broadcast 172.0.16. 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Jadi subnet lengkapnya adalah 0.1 172.128 … 172.16.16.255.16.0 172.0 172.0. Penghitungan a.11111111.0/16 Langkah-langkahnya sama untuk semua kelas ip address. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host c.0.11000000. Perbedaannya adalah di oktet mana kita mainkan blok subnet.254 172.0.128 172.255.1 … 172. Blok Subnet = 256 – 255 = 1.1.1.11111111.16.16.0 berarti kelas B.0.16. etc.255. Contoh network address 172.0.128) 2. Analisa 10. Analisa 172.0 172.127.0 berarti kelas A.000000 00 (255.126 172.0.16.127 … 172. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host c. Blok Subnet = 256 – 128 = 128.0.191. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir). Kasusnya adalah untuk network address 10. Kemudian subnetmask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnetmask dari CIDR /8 sampai /30.11111111.16.

254.0. hal ini dilakukan karena sebuah organisasi mempunyai lebih dari satu jaringan/LAN. A dan Rianto. kedua masing-masing jumlah host nya tidak sebesar jumlah maksimal IP host yang disediakan oleh satu kelas IP address dari network ID yang dimiliki organisasi tersebut jadi kita akan sangat berhemat IP address. Jaringan Komputer.0 10.255. 2006. ini dapat terjadi karena teknologi yang berbeda. 2007.255 … 10.255.0.255. Jaringan Komputer.254. Kawan Pustaka 10. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 .0.255 10.net/ Romi Satria Wahono.1 … 10. Jaringan Komputer dengan TCP/IP. Penerbit Informatika Yani.255.1. dan hubungan point-to-point.1 10.254.0. Penerbit Andi Romi Satria Wahono.0. Melwin Syafrizal.1.1. Panduan Membangun Jaringan Komputer.0. 2006. keterbatasan teknologi.255. Dimana dengan subnetting pertama.255.254 10. 1 NO.254 10. TCP/IP Analysis and Troubleshooting Toolkit. Jika semua administrator jaringan bisa mengimplementasikan di organisasi tempat mereka bekerja maka sudah pasti jaringan yang tersedia akan sangat optimal dan mudah dalam pengelolaan sehingga berakibat juga pada penghematan IP address karena penggunaanya yang efisien 9 .255.1 DAFTAR PUSTAKA Burns. Indianapolis : Wiley Publishing. kongesti pada jaringan. 2007. Inc.255 SIMPULAN Dengan subneting diharapkan bagi para administrator jaringan dapat melakukan konfigurasi dan mengelola jaringan dengan mudah dan efisien. K.255.255.62 Subnet Host Pertama Host Terakhir 10.255 10. Andi PublisherWinarno Sugeng.0.255.0.254. A.0 10.0.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. dapat memecah network ID yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan menjadi beberapa network ID lain dengan jumlah anggota jaringan yang lebih kecil. Pola Soal Subnetting dan Teknik Mengerjakannya URL : http://romisatriawahono.1. 2003.0.0 10. Perhitungan Subnetting.254 … 10.254 Broadcast 10.0. 2008. Sukmaaji.255.1 10. 2008.255.0.0 … 10.

interest and opinions. life style. business. Life style also reflects the social class behind someone and social class is clearly visible to the charateristics of particular products. This paper aims to analyze the influence of lifestyle behaviors on the purchases of smartphone. one of the elements within personal charateristic that is very useful to formulate marketing strategy. social. shopping. This is the strengthening and providing support to the theory of the relationship and lifestyle consumer behavior.PERILAKU PEMBELIAN PONSEL cERDAS (smartphone) ANTARA gAyA hIDUP DAN KEBUTUhAN (cAROLINE fELIcIA chRISTINE LAwALATA) PERILAKU PEMBELIAN PONSEL CERDAS (SMARTPHONE) ANTARA GAYA HIDUP DAN KEBUTUHAN Oleh : Caroline Felicia Christine Lawalata Dosen Jurusan Computer Secretary & Public Relation Email : kyfelicia@yahoo. recreation) and opinions (about themselves. Based on literature found that there is a significant influence on the lifestyle behavior of purchase. Key Words : purchasing behaviour. It involves measuring consumer’s major AIO dimensions – activities (works.com ABSTRACT Lifestyle is a person’s pattern on living as expressed in his or her activities. fashion. personal and psychological charateristics. needs 10 . It profiles a person whole pattern of acting and interacting in the world. Life style are one of several factors that affect consumer behavior. hobbies. products). Consumer purchases are influenced strongly by cultural. social issues. sport. interests (food. family. social events).

Sejak dua tahun terakhir ini. Kecanggihan fitur yang ditawarkan membuat siapapun penggunanya tampak seperti orang yang tidak bisa lepas dari ketergantungan terhadap ponsel cerdas tersebut. evaluating. pakaian dan pendidikan saja. Mendengarkan musik dan mengambil gambar pun dapat dengan mudah dilakukan. Lembaga International Data Corporation (IDC) memperkirakan ponsel cerdas (smartphone) dengan tampilan data komunikasi kuat akan menyingkirkan ponsel tradisional terbukti dengan melonjaknya penjualan ponsel cerdas hingga 290 (dua ratus sembilan puluh) persen sedangkan ponsel berteknologi lama turun sebesar 51 (lima puluh satu) persen. keluarga. menjalani berbagai bentuk pekerjaan dan usaha untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Seakan berlomba-lomba semua produsen peralatan komunikasi ikut mengeluarkan ponsel cerdas (smartphone) dalam jajaran produksi ponsel mereka. tetapi juga kebutuhan untuk meningkatkan status sosial kehidupan manusia tersebut. services. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia. friendster. Ditambah dengan fenomena “booming” jejaring sosial di dunia maya seperti facebook. Kebutuhan manusia dan bagaimana memenuhi kebutuhan tersebut adalah alasan mengapa manusia menjalani kehidupannya. Consumer behavior can be defined as the behavior that customer display in searching for. jelas bahwa komunikasi merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting. 1 NO. Berbicara tentang komunikasi. Beragam inovasi yang ditawarkan membuat konsumen tertarik akan kecanggihan ponsel cerdas tersebut. purchasing. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . kebutuhan manusia akan semakin bertambah dan bervariasi. dimulai dari tahun 2008. and disposing of products. Salah satu alat komunikasi yang saat ini menjadi pembicaraan dan pilihan setiap orang adalah ponsel cerdas (smartphone). Kebutuhan tidak hanya terbatas pada makanan. Kebutuhan mendapatkan informasi semakin meningkat sehingga manusia membutuhkan alat perantara dalam melakukan komunikasi yang dapat digunakan kapanpun dan dimanapun mereka berada. Manusia saling berinteraksi dan berkomunikasi antara satu dengan lainnya dalam rangka memenuhi kebutuhannya. tidak gagap teknologi dan membutuhkan sarana komunikasi yang dapat mendukung aktivitas mereka ataukah hanya sekedar mengikuti trend dan gaya hidup agar tidak tertinggal dalam pergaulan. komunikasi dibutuhkan untuk memperoleh atau memberi informasi dari atau kepada orang lain. using. kirim-terima email bahkan menulis artikel dan membuat laporan. foursquare. twitter. Terkadang harga sudah tidak menjadi pertimbangan ketika mereka sudah dihadapkan pada fitur-fitur canggih yang memudahkan mereka berkomunikasi seperti akses internet. dari kalangan pelajar sampai profesional sepertinya merasa tidak percaya diri ketika mereka tidak memiliki salah satu dari ponsel cerdas (smartphone) tersebut. orang lain maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. myspace dan sebagainya. and ideas they expect . Begitu halnya dengan konsumen. baik bagi kepentingan diri sendiri. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat. flickr.62 PENDAHULUAN Dalam kehidupan manusia seringkali kita dihadapkan pada pilihan antara kebutuhan dan gaya hidup. Sepertinya di zaman perekonomian yang sulit ini tidak mempengaruhi konsumen 11 untuk membeli ponsel cerdas (smartphone). Melihat minat dan animo masyarakat yang tinggi terhadap ponsel cerdas (smartphone) ini apakah melambangkan bahwa masyarakat kita sudah melek akan teknologi (mainded). tidak jarang produsen peralatan komunikasi mengeluarkan dua sampai tiga seri ponsel cerdas dalam beberapa pilihan kelebihan yang tentu saja disesuaikan dengan harga yang harus dibayar.

obat-obatan. Sering disebut juga dengan kebutuhan lainlain. kebanyakan manusia pada umumnya yang berkembang selaras dengan perkembangan usia dan dengan pencapaian status ekonomi yang jika disusun bertumpuk maka akan membentuk piramid. Gaya hidup juga merupakan frame of reference yang dipakai seseorang dalam bertingkah laku dan konsekuensinya akan membentuk pola perilaku tertentu. atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan. olahraga. Mulai dari bawah ke atas. kendaraan. 2. status sosial. hiburan. sifatnya jangka panjang (long term). perlindungan. Kebutuhan logis – rasional dan legal yaitu kebutuhan tertier atau pendukung. Termasuk kebutuhan kelompok ekonomi kelas menengah-atas dan kelas atas. Apakah gaya hidup mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli ponsel cerdas (smartphone)? Ataukah kebutuhan yang mendorong konsumen melakukan pembelian ponsel cerdas (smartphone)? PEMBAHASAN Berbicara mengenai kebutuhan. Gaya hidup sangat berkaitan dengan bagaimana seseorang membentuk image di mata orang lain. pribadi. tabungan. mengevaluasi dan mengabaikan produk. pakaian. menggunakan. Dengan demikian konsumen akan mengembangkan sejumlah alternatif untuk sampai kepada keputusan membeli atau tidak membeli suatu produk atau jasa. istirahat. mandi. berkaitan dengan status sosial yang disandangnya.PERILAKU PEMBELIAN PONSEL cERDAS (smartphone) ANTARA gAyA hIDUP DAN KEBUTUhAN (cAROLINE fELIcIA chRISTINE LAwALATA) will satisfy they needs. contoh makan. sifatnya sesaat dan sementara (instant and temporary). jasa. keamanan. Kebutuhan biologis – fisiologis – fisikal dan material yaitu kebutuhan primer atau utama. sosial. saham perusahaan. (Schiffman dan Kanuk. skala prioritas kebutuhan manusia adalah sebagaimana berikut : 1. Kebutuhan ekonomis – finansial dan intelektual yaitu kebutuhan sekunder atau penunjang. Dimana kebutuhan penemuan jati diri dan pendekatan diri kepada Tuhan menjadi puncaknya. tidur. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen antara lain faktor budaya. Kebutuhan kelompok ekonomi kelas bawah. Sifat kebutuhannya jangka pendek (short term). Oleh karena itu gaya hidup sering dikaitkan dengan salah satu faktor mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. pernikahan. lingkup pergaulan dan lain-lain sebagainya. perabotan rumahtangga. rumah. contoh pekerjaan. Dari latarbelakang yang telah dijabarkan diatas maka penulisan ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis perilaku pembelian konsumen terhadap ponsel cerdas (smartphone) antara gaya hidup dan kebutuhan. jamsostek. kesehatan. 12 . Termasuk kebutuhan kelompok ekonomi kelas menengah. Gaya hidup merupakan salah satu indikator dari faktor pribadi yang turut berpengaruh terhadap perilaku konsumen. 3. uang dan lainlain sebagainya. keselamatan. kepemilikan tanah dan rumah atau properti dan lain-lain sebagainya. 2000). asuransi. membeli. secara berurutan. contoh pendidikan. contoh prestasi. 4. dimana konsumen memutuskan untuk melakukan pembelian bukan hanya semata-mata mempertimbangkan harga namun prestise kenyamanan dan penerimaan lingkungan menjadi pendorong kuat dalam pertimbangan pembelian tersebut. dan psikologis. peralatan elektronik. Termasuk kebutuhan kelompok ekonomi kelas bawah-atas dan kelas menengah-bawah. minum. Artinya bahwa perilaku konsumen merupakan perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari mencari. Kebutuhan psikologis – emosional dan sosial yaitu kebutuhan kuartener atau kebutuhan tambahan. gelar akademis.

Kebutuhan muncul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan (state of tension) antara yang seharusnya dirasakan dan yang sesungguhnya dirasakan. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada saat seorang konsumen baru akan melakukan pembelian yang pertama kali akan berbeda dari pembelian yang telah berulang kali dilakukan. Diharapkan dengan adanya ponsel pintar (smartphone) ini memudahkan pemakainya untuk melakukan komunikasi dimanapun mereka berada seperti browsing. Banyak pilihan yang tersedia. Konsumen membeli ponsel cerdas (smartphone) didorong oleh adanya kebutuhan akan komunikasi atau dengan kata lain untuk mempermudah komunikasi terutama bagi yang memiliki mobilitas sangat tinggi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan perilaku konsumen. Pemenuhan kebutuhan ini terkait dengan beberapa alternatif sehingga perlu dilakukan evaluasi yang bertujuan memperoleh alternatif terbaik dari persepsi konsumen. gelar kehormatan. sikap. Beberapa perusahaan bahkan menganjurkan karyawannya untuk memakai ponsel cerdas (smartphone) agar komunikasi antar rekan kerja lebih efektif dan pekerjaan dapat diselesaikan dengan tepat waktu tanpa harus mengeluarkan biaya komunikasi yang besar. Untuk faktor internal perilaku konsumen dipengaruhi oleh motivasi. jabatan. 1993). or disposing of goods and service (Loudon dan Della Bitta. 1995). Di dalam proses membandingkan ini konsumen memerlukan informasi yang jumlah dan tingkat kepentingannya tergantung dari kebutuhan konsumen serta situasi yang dihadapinya. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah faktor eksternal dan Internal.62 kedudukan. Perilaku konsumen dapat dijelaskan juga sebagai “the various facets of the decision of the decision process by which customers come to purchase and consume a product (Ebert dan Griffin. kondisi yang dihadapi serta pertimbangan-pertimbangan yang mendasari akan membuat pengambilan keputusan satu individu berbeda dari individu lainnya. Perilaku konsumen adalah upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi. konsumen harus memilih produk atau jasa yang akan dikonsumsinya. Kelompok referensi mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku. 13 . acquiring. Proses pengambilan keputusan diawali dengan adanya kebutuhan yang berusaha untuk dipenuhi. Manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan yang berbeda sehingga hal ini dapat digunakan pemasar untuk mendorong konsumsi suatu produk atau jasa (Maslow dan McClelland.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. mengirimkan email kepada rekan dan kolega serta mengakses berita/email dengan cepat. keanggotaan organisasi. using. kebudayaan. mendapatkan. marketing strategy dan kelompok referensi. dan lain-lain sebagainya. pangkat. relasi. Disisi lain ponsel cerdas (smartphone) ini juga menarik minat kalangan pengguna korporat. persepsi. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . terutama karena dapat mengakses berbagai aplikasi korporat seperti database dan peranti-lunak Customer Relationship Management (CRM). Konsumen memiliki pertimbangan-pertimbangan yang berbeda ketika memutuskan untuk melakukan pembelian terhadap ponsel cerdas (smartphone). Faktor eksternal merupakan pengaruh keluarga. 1995). Perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya melibatkan individu dalam menilai. kelas sosial. menggunakan atau mengabaikan barang-barang dan jasa. rekanan. Consumer behavior may be defined as the decision process and physical activity individuals engage in when evaluating.

Sub-budaya dapat dibedakan menjadikan empat jenis yaitu kelompok nasionalisme. Keputusan pembelian keluarga 3. Kelas sosial adalah masyarakat yang relatif permanen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat yang tersusun secara hierarki dan keanggotaannya mempunyai nilai. seperti rasa lapar. Keputusan pembelian dari pembeli sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor (Philip Kotler dan Gary Amstrong. 1996) 1. Kepribadian adalah karateristik psikologis yang berada dari setiap orang yang memandang responnya terhadap lingkungan yang relatif konsisten. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu. Gaya hidup adalah pola hidup yang diekspresikan oleh kegiatan. persepsi. iklan dan situasi. tabungan dan hartanya termasuk presentase yang mudah dijadikan uang. tergantung pada produk. Bila jenis-jenis kepribadian dapat diklasifikasikan dan memiliki korelasi yang kuat antara jenis-jenis kepribadian tersebut dengan berbagai pilihan produk atau merek. minat dan perilaku yang serupa. Sedangkan kebutuhan-kebutuhan lain bersifat psikogenik yaitu kebutuhan 14 . pendidikan. dan kelompok area geografis. keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya. Faktor Psikologis adalah pemilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh faktor psikologis yaitu motivasi. Situasi ekonomi seseorang akan mempengaruhi pemilihan produk. keluarga serta peranan dan status sosial konsumen. Faktor Pribadi dipengaruhi oleh karateristik pribadi seperti umur dan tahapan daur hidup. kelompok ras. 4. Perusahaan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya. persepsi. kebutuhan ini timbul dari suatu keadaan fisiologis tertentu. Gaya hidup mencerminkan sesuatu dibalik kelas sosial seseorang. 2. pengetahuan dan kepercayaan. rasa haus. pekerjaan. minat dan pendapat seseorang. kepribadian dan belajar. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Kelompok yang mempunyai pengaruh langsung. Konsumsi seseorang dibentuk oleh tahapan siklus hidup keluarga. Beberapa kebutuhan bersifat biogenik. Faktor Sosial yaitu perilaku konsumen yang dipengaruhi oleh faktor sosial seperti kelompok kecil. Situasi ekonomi seseorang terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan (tingkatnya. Keluarga dapat mempengaruhi perilaku pembelian. kekayaan dan variable lain. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. gaya hidup serta kepribadian dan konsep diri pembeli. situasi ekonomi. pekerjaan. Definisi kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama. rasa tidak nyaman.PERILAKU PEMBELIAN PONSEL cERDAS (smartphone) ANTARA gAyA hIDUP DAN KEBUTUhAN (cAROLINE fELIcIA chRISTINE LAwALATA) gaya hidup. kelompok keagamaan. Kepribadian adalah variabel yang berguna dalam menganalisa perilaku konsumen. Motivasi merupakan kebutuhan yang cukup menekan untuk mengarahkan seseorang mencari cara untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Faktor Budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku konsumen. Budaya merupakan kumpulan nilainilai dasar. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil. Gaya hidup menggambarkan seseorang secara keseluruhan yang berinteraksi dengan lingkungan. stabilitas dan polanya). Kelas sosial bukan ditentukan oleh satu faktor tunggal seperti pendapatan tetapi diukur dari kombinasi pendapatan. sub-budaya dan kelas sosial pembeli.

seperti kebutuhan untuk diakui. 2. push email maupun entertainment. ukuran besar akan memudahkan dalam mengerjakan dokumen. Hasil yang diharapkan dari pencarian informasi ini adalah meningkatkan pengetahuan atas produk. 8.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. Fasilitas yang ditawarkan untuk mendukung kecepatan pengambilan data yang ditawarkan seperti GPRS. Orang dapat memiliki persepsi yang berbedabeda dari objek yang sama karena tiga proses persepsi yaitu perhatian yang selektif. 10. berbagai macam paket atau sistem bundling ditawarkan oleh penyedia jasa layanan operator ponsel. keputusan pembelian. Persepsi didefinisikan sebagai proses dimana seseorang memilih. Sebaiknya slot eksternal memory harus dimiliki pada ponsel cerdas (smartphone) yang akan dibeli 7. diantaranya : 1. Ukuran layar pada setiap ponsel cerdas (smartphone) berbeda. Symbian pada ponsel cerdas (smartphone) memiliki keunggulan tersendiri. meningkatkan hasil pembelian yang memuaskan serta dapat membuat keputusan pembelian yang lebih baik. Pertimbangan akan daya tahan baterai baik waktu bicara maupun pada saat mendengarkan musik. 3. mengorganisasikan. 11. Blackberry. baik kenyamanan akan fitur-fitur dan kelebihan yang ditawarkan juga kenyamanan akan harga yang sesuai dengan fitur yang ditawarkan. Operator ponsel (provider). pencarian informasi. Pencarian informasi dibutuhkan sebagai alat pertimbangan dari berbagai alternatif yang ada. Kenyamanan dalam menggunakan ponsel cerdas (smartphone) tersebut. Untuk connectivity disini konsumen harus mencari informasi apakah ponsel cerdas yang akan dibeli memiliki sambungan ke perangkat lain maupun kabel data yang memudahkan ketika harus memindahkan data ke komputer atau perangkat lainnya. mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti. Konsumen yang akan menyesuaikan fungsinya dengan kebutuhan yang diinginkan. Proses pengambilan keputusan pembelian terdiri dari lima tahap. Linux Mobile. yaitu: pengenalan kebutuhan. Android. Operating system. 3G hingga HSDPA (High Speed Downlink Package Access). gangguan yang selektif dan mengingat kembali yang selektif. dan perilaku setelah pembelian. 4. Download speed atau kecepatan pengambilan data merupakan salah satu pertimbangan ketika akan membeli ponsel cerdas (smartphone). 5. EDGE. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . Konsumen yang baru mengenal dan menggunakan ponsel cerdas (smartphone) akan mencari berbagai macam informasi dan mempertimbangkan atribut-atribut perilaku pembelian. kebutuhan harga diri atau kebutuhan diterima. Palm OS. Keypad juga termasuk pertimbangan dalam menentukan pemilihan ponsel cerdas (smartphone). Operating system seperti Windows Mobile. Sementara pengguna ponsel pintar (smartphone) lainnya memiliki pendapat 15 . Yang perlu dipertimbangkan adalah kualitas jaringan dari operator selular tersebut serta tarif yang ditawarkan. Memory disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan. pengevaluasian alternatif. 9. 1 NO. Kegiatan pencarian informasi dilakukan oleh konsumen yang mempunyai kesadaran terhadap kebutuhan dan keinginannya. video dan aplikasi lainnya. Konsumen harus memastikan garansi (layanan purna jual) yang jelas. Aplikasi pengolahan dokumen. apakah konsumen memilih keypad numerik atau qwerty (susunan huruf pada keyboard computer).62 yang timbul dari keadaan fisologis tertentu. 6.

tingkat penghasilan dan jenis kelamin. Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas atau kegiatan (pekerjaan. Bagaimana seseorang menjalankan apa yang menjadi konsep dirinya yang ditentukan oleh karateristik individu yang terbangun dan terbentuk sejak lahir dan seiring dengan berlangsungnya interaksi sosial selama mereka menjalani siklus kehidupan. Jenis produk tertentu seperti ponsel cerdas (smartphone) bahkan memiliki daya tarik tertentu yang menyebabkan konsumen mengembangkan pertimbangan lain selain harga dalam mendorong pembeliannya. Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas. hanya untuk mengikuti trend (gaya hidup). pendidikan dan dimana mereka tinggal. 1974). memiliki ponsel pintar (smartphone) disebabkan oleh adanya dorongan atau motivasi bahwa dengan memiliki ponsel pintar (smartphone) tersebut menggambarkan tingkat ekonomi seseorang. minat (makanan. faktor kenyamanan dan motivasi membeli karena keinginan. hobi. Faktor-faktor utama pembentuk gaya hidup dapat dibagi menjadi dua yaitu secara demografis dan psikografis. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam pembelian ponsel cerdas (smartphone) konsumen mempertimbangkan beberapa atribut gaya hidup sebelum mengambil keputusan pembelian seperti membeli karena merek. minat dan opininya (Kotler. mode. Faktor demografis berdasarkan tingkat pendidikan. belanja. 1998). uang dan energi dan merefleksikan nilai-nilai. Gaya hidup merupakan pola hidup yang menentukan bagaimana seseorang memilih untuk menggunakan waktu. bisnis dan produk). Gaya hidup menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi di dunia. minat seseorang. keluarga dan rekreasi) dan opininya (pendapat tentang diri mereka sendiri. penghasilan. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang yang berinteraksi dengan lingkungannya. isu-isu sosial. rasa dan kesukaan. Peneliti pasar yang menganut pendekatan gaya hidup cenderung mengklasifikasikan konsumen berdasarkan variabel-variabel AIO. interest (minat) dan opini (Kasali. Pada dasarnya gaya hidup mencerminkan perilaku konsumen. 2002). bahkan penggunaan ponsel cerdas (smartphone) ini bukan saja dikonsumsi oleh para pekerja tetapi juga dikonsumsi dan dimanfaatkan oleh para pelajar untuk sekedar bertukar pesan maupun terhubung dengan situs-situs pertemanan. Gaya hidup mencerminkan keseluruhan pribadi yang berinteraksi dengan lingkungan. gaya hidup seringkali memiliki hubungan dengan kelas sosial tertentu dan karateristik produk tertentu pula. Gaya hidup adalah “A mode of living that is identified by how people spend their time (activities). yaitu aktivitasaktivitas. olahraga dan kerja sosial). what they consider important in their environment (interest). Sedangkan faktor psikografis lebih kompleks karena indikator penyusunnya dari karateristik konsumen. and what they think of themselves and the world around them (opinions)” (Assael. Bahkan ponsel cerdas (smartphone) tersebut jarang difungsikan. Nilai-nilai individu akan menentukan gaya hidup seseorang dan gaya hidup seseorang akan menentukan konsumsi atau perilaku seseorang. VALS (Value and Lifestyle) adalah salah satu contoh pendekatan segmentasi gaya hidup yang lain (Joseph Plumer. usia. Sebagian orang terutama di kota-kota besar memiliki ponsel cerdas (smartphone) sudah menjadi bagian dari gaya hidup. pandangan seseorang terhadap diri sendiri dan orang lain serta karakter-karakter dasar seperti tahap yang dilalui seseorang dalam kehidupan (life cycle). 1984 : 252). Segmentasi gaya hidup mengukur manusia dalam hal pola seseorang dalam menghabiskan waktunya. ingin dinilai sebagai orang yang gaya dan mengikuti model.PERILAKU PEMBELIAN PONSEL cERDAS (smartphone) ANTARA gAyA hIDUP DAN KEBUTUhAN (cAROLINE fELIcIA chRISTINE LAwALATA) yang berbeda. Sebagian ahli memiliki pendapat yang 16 .

Pemakaiannya identik dengan ponsel-ponsel jenis biasa lainnya. salah satu merek smartphone (ponsel cerdas) yang saat ini menguasai pasar Indonesia. Sehingga komunikasi antara teman. setelah Nokia dan Symbian Operating Systemnya. Mereka berpendapat bahwa nilai-nilai individu mempunyai hubungan langsung terhadap perilaku konsumen. 1 NO. Semua orang yang berada dalam networking pemakai ponsel cerdas (smartphone) bisa langsung menikmati apa yang disajikan oleh si pemilik foto tersebut. Konsumen membeli ponsel cerdas (smartphone) bukan semata-mata didorong oleh kebutuhan (needs) tetapi sekedar untuk memenuhi keinginan (desire) guna menaikkan status. myspace dan sebagainya. Ponsel cerdas (smartphone) begitu cepat perkembangannya hingga menjadi sebuah symbol identitas. Pertimbangan pembelian lebih kepada trend yang berlaku dan kelebihan fitur-fitur yang ditawarkan dalam ponsel cerdas (smartphone) dibandingkan dengan ponsel biasa. MySpace (articlesnatch. Selanjutnya adalah kesederhanaan sejauh mana suatu produk yaitu ponsel cerdas (smartphone) tersebut memiliki fungi yang dimengerti dan mudah digunakan konsumen. Perilaku konsumen akan ditunjukkan dengan sejauh mana mereka 17 . sebuah perusahaan dari Kanada. keputusan pembelian tidak terkait dengan adanya kepercayaan terhadap nilainilai tertentu. saudara. rekan kerja atau orang-orang yang berada dalam networking pemakai tersebut tidak akan pernah terganggu dan terhalang oleh keterbatasan sarana komunikasi. Blackberry diciptakan oleh RIM (Research in Motion). Ditambah lagi adanya makna suatu produk atau merek bagi konsumen dan bagaimana pengalaman konsumen ketika membeli dan menggunakannya. Twitter. Sebut saja Blackberry. Produk-produk yang dapat memberikan manfaat lebih cepat cenderung berkemungkinan lebih tinggi untuk paling tidak dicoba oleh konsumen.com). Untuk aplikasi entertainment. flickr. Manfaat relative adalah sejauh mana suatu produk memiliki keunggulan bersaing yang bertahan atas kelas produk. bentuk produk dan merek lainnya.62 sedikit berbeda. tersedianya kamera dalam ponsel cerdas (smartphone) ini dapat membantu para pemakai ponsel cerdas (smartphone) untuk langsung mengunggah (upload) foto ke berbagai jaringan sosial online yang saat ini sedang booming seperti facebook.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. sedangkan 70% (tujuh puluh persen) menggunakan untuk Blackberry Messenger dan keperluan jejaring sosial seperti Facebook. Dengan adanya fasilitasfasilitas ini tentu saja membantu pemakai ponsel cerdas (smartphone) untuk tetap upto-date dengan networking si pemakai ponsel tersebut. tidak akan ketinggalan dan kehilangan berita penting. Persaingan di kelas produk ponsel cerdas (smartphone) sangat tinggi karena pilihan konsumen berdasarkan fungsi dan selera. SIMPULAN Untuk produk ponsel cerdas (smartphone) yang sedang menjadi trend di masyarakat saat ini. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . Pemakaian ponsel cerdas (smartphone) sudah merupakan bagian dari gaya hidup karena selalu dihubungkan dengan kemudahankemudahan yang ditawarkan seperti membantu pemakainya terhubung dengan internet selama 24 (dua puluh empat) jam. Kemudian adanya layanan push email memudahkan kita menerima email langsung dari pengirimnya sama seperti saat kita menerima sms (short message service) dan kitapun bisa langsung membalasnya. Konsumen membeli ponsel cerdas (smartphone) sebagai kelengkapan penampilan atau aksesoris fashion saja tanpa memaksimalkan penggunaan fiturfitur yang ada. Dimana dalam 24 (dua puluh empat) jam tersebut mereka bisa melakukan berbagai macam hal termasuk chatting dengan berbagai macam aplikasi messengger yang tersedia di dalam ponsel cerdas tersebut. mencatat bahwa hanya 30% (tiga puluh persen) dari pengguna Blackberry di Indonesia yang menggunakan sebagai keperluan bisnis.

Targeting. Leon G. Sebaiknya pihak produsen ponsel cerdas (smartphone) mempertimbangkan bahwa faktor gaya hidup berpengaruh terhadap proses pembelian. 7th Edition. Sixth Edition. Prentice Hall. Maslow. Ir. Inc. David L. 1993. Kotler. 1998. dan Albert J. Octavia. Universitas Jambi Plumer. Solomon. Dr. “The Concept and Application of Life Style Segmentation” dalam Journal of Marketing. Perilaku Konsumen. 2000. 1995.. Teori. Dari tinjauan literatur menunjukkan bahwa gaya hidup merupakan faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pembelian. Loudon. Singapore: John Wiley & Sons. dan Penerapannya dalam Pemasaran. IE. Membidik Pasar Indonesia: Segmentasi.2. Principles of Marketing. Gaya Hidup dan Perilaku Pembelian Emas Putih dalam Penelitian untuk Jurnal Manajemen Pemasaran Modern. Philip dan Gary Amstrong.Hall. Principles of Marketing. Motivation and Personality. Consumer Behavior. Being. Ricky E. 4th Ed. Henry. Jilid 1. Second Edition. 7th ed. 38 (January) hal33-37. Edisi Pertama. 2003. Hal ini mengandung implikasi bahwa karateristik produk seperti ponsel cerdas (smartphone) sangat dipengaruhi gaya hidup. Jakarta. Ebert. USA. International Thomson Publishing. 1995. Harper. Fakultas Ekonomi. New Jersey. M. M. New York. Della Bitta. Prentice-Hall. 1996. Consumen Behavior : Perilaku Konsumen dan Strategi Perusahaanan. Abraham H. Having.R. Schiffman. Consumer Behavior. Peter. Sumarwan. New Jersey: Upper Saddle River.PERILAKU PEMBELIAN PONSEL cERDAS (smartphone) ANTARA gAyA hIDUP DAN KEBUTUhAN (cAROLINE fELIcIA chRISTINE LAwALATA) melalui tahap-tahap keputusan pembelian dan didorong oleh beberapa faktor untuk sampai pada suatu keputusan pembelian sebuah produk. DAFTAR PUSTAKA Assael. Ade 2009. New Jersey. Edisi: 5th ed. Gramedia. Prentice Hall. J. Consumer Behaviour and Marketing Action. dimana simbolisme produk menjadi kekuatan dari produk yang menyebabkan produk ini banyak disenangi oleh konsumen. 1999. New Jersey: Prentice Hall Kasali. 18 . 2004. 1992. Bisnis Essentials. Penerbit Erlangga. Kotler. Uma. 4th Ed.Olson. McGraw Hill. Prentice. Sekaran. Ronald J. 1974. New Jersey. Phillip and Gary Armstrong. Ujang. 1998.Sc. Jakarta. Joseph. Paul and Jerry C. dan Positioning. Research Method for Business: A Skill-Building Approach. Rhenald. Consumer Behavior: Buying. Ghalia Indonesia. dan Leslie Lazar Kanuk. Griffin. 2000.

formalisasi pengembangan sistem informasi.62 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA LEMBAGA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR Oleh: Putu Astri Lestari Ketua Jurusan Manajemen Informatika Email: smart_girly82@yahoo. diketahui bahwa dari tujuh hipotesis yang diajukan. Seiring dengan kemajuan teknologi. Untuk menganalisis data digunakan Uji Pearson Product Moment dan Uji Mann-Whitney Test. Data yang diperoleh kemudian diuji kualitasnya dengan uji validitas dan reliabilitas. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan. program pelatihan dan pendidikan pemakai. kemampuan teknik personal sistem informasi akuntansi. Organisasi menggantungkan diri pada sistem informasi untuk mempertahankan kemampuan berkompetisi. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . terbukti ada enam faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi yaitu keterlibatan pemakai dalam pengembangan sistem informasi akuntansi. Jadi dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut diharapkan akan meningkatkan kinerja sistem informasi akuntansi dapa lembaga perkreditan desa. Key words: Kinerja. dan keberadaan dewan pengarah sistem informasi. informasi merupakan suatu hal yang penting di dalam memutuskan langkah organisasi guna memenangkan persaingan. 1 NO. Lembaga Perkreditan Desa mulai mengembangkan sistem informasi terkomputerisasi pada lembaga-nya agar mengikuti perkembangan teknologi. Penelitian ini ingin mengetahui bukti empiris tentang faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi pada lembaga perkreditan desa di kota Denpasar.com ABSTRAK Pada era globalisasi saat ini. Lembaga Perkreditan Desa merupakan salah satu organisasi yang menggunakan sistem informasi akuntansi.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. dukungan manajemen puncak. Sistem Informasi Akuntansi 19 . Pengumpulan data diperoleh dengan wawancara dan menyebarkan kuisioner pada LPD di kota Denpasar.

Informasi pada organisasi dikelola melalui sebuah sistem. telepon seluler. Formalisasi Pengembangan Sistem Informasi (Formalization of IS Development). f. Sistem informasi akuntansi merupakan aktivitas pendukung yang penting di dalam menjalankan aktivitas utama agar lebih efektif dan efisien. Kemudian keluaran disediakan bagi pemakai. e. yang pada masingmasing penemuan bermunculan beragam inovasi. Secara umum pengembangan sistem informasi dilakukan melalui tiga fase. Pada fase analisis sistem. Lokasi Departemen Sistem Informasi (Location of IS Departement) Lembaga Perkreditan Desa (LPD) adalah lembaga ekonomi milik masyarakat yang dikelola oleh desa adat dan bertujuan untuk membantu masyarakat desa dalam menunjang kelancaran perekonomiannya melalui tabungan yang terarah dan penyaluran modal yang efektif. yang terdiri dari: analisis sistem. sudah beragam sarana dan prasarana komunikasi bermunculan di seluruh lapisan masyarakat seperti internet. Keterlibatan pemakai dalam pengembangan SIA (User Involvement in AIS Development). informasi merupakan suatu hal yang penting di dalam memutuskan langkah organisasi guna memenangkan persaingan. Dan pada fase implementasi sistem. Saat ini. Dukungan Manajemen Puncak (Management Support). b. Fase perancangan sistem membuat alternatif-alternatif rancangan serta melakukan evaluasi terhadap rancangan alternatif dari sistem yang diusulkan. Kemampuan teknik dari personal SIA (Technical Capability of AIS Personal). Perkembangan teknologi ini pun berdampak pada organisasi. Ukuran Organisasi (Organization Size) d. Soegiharto (2001) dan Tjhai Fung Jen (2002) dalam penelitiannya mengemukakan bahwa ada beberapa faktor yang berpengaruh pada kinerja Sistem Informasi Akuntansi. Baik buruknya kinerja dari sebuah sistem informasi akuntansi dapat dilihat melalui kepuasan dari pemakai sistem informasi akuntansi itu sendiri (User Accounting Information System Satisfaction) dan pemakaian dari sistem informasi akuntansi (User Accounting Information System Use). terjadi manakala sistem terbaru telah terpasang dan berjalan di dalam peralatan komputer.fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR (PUTU ASTRI LESTARI) PENDAHULUAN Perkembangan teknologi berdampak pada penemuan-penemuan baru diberbagai bidang. Keberadaan Dewan Pengarah Sistem Informasi (IS Steering Committee). LPD merupakan salah satu organisasi yang menggunakan sistem informasi akuntansi. yang disebut sistem informasi. LPD mulai mengembangkan sistem informasi 20 . sebagai perlengkapan proses pengembangan sistem. Dalam sistem informasi itu sendiri juga perlu dilakukan suatu pengembangan sistem informasi. dan sebagainya. Program Pelatihan dan Pendidikan Pemakai (User Training and Education Program). perancangan sistem. Dalam era globalisasi saat ini. h. yaitu mampu mempercepat mendapatkan input informasi yang nantinya akan menghasilkan output keputusan yang dapat diandalkan. dilakukan pendefinisian akan kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh pemakai. Misalnya yang terdapat pada bidang komunikasi. Sebagai suatu lembaga keuangan. Kemajuan teknologi komunikasi sekarang mempunyai pengaruh pada perkembangan pengolahan data. Seiring dengan kemajuan teknologi. c. antara lain: a. dan implementasi sistem. g.

Pengembangan sistem adalah proses memodifikasi atau mengubah bagian atau keseluruhan sistem informasi. Melalui informasi yang dihasilkan. Selain hal itu keterlambatan waktu pelaporan. Beberapa penelitian mengenai praktik dan pengembangan akuntansi di Negara berkembang menunjukkan hasil bahwa umumnya di Negara tersebut mempunyai masalah dalam hal laporan akuntansi yang baik (Whittle 1980. 1 NO. akurasi dan realibilitas data.H. Proses ini merupakan aktivitas yang berkesinambungan dan setiap proyek pengembangan sistem akan melalui siklus hidup pengembangan sistem. Komputerisasi sistem akuntansi merupakan salah satu alternatif yang dapat mengatasi masalah tersebut. 1998). sedangkan hasil personal yaitu kepuasan para penggunanya dan penggunaan sistem informasi. Tabel 1 Siklus Hidup Pengembangan Sistem1 Detailed Phase Feasibility assessment Information analysis Design System design Program development Procedure development Implementation Conversion Operation and Maintenance Audit and Review General Phase Analysis 1 Bodnar G. 2000 dalam Jogiyanto. lemahnya pengendalian intern serta kurangnya auditibility dari sistem informasi akuntansi seringkali disebut sebagai masalah lain yang menyebabkan tidak memadainya laporan akuntansi. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . dalam Sunarti Setianingsih. Holzer dan Chandler 1981. Pengembangan sistem akuntansi yang terkomputerisasi memerlukan suatu perencanaan dan implementasi yang hatihati.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. Untuk mendukung operasi – operasi sehari – hari (to support the day to day operations) b. (1995). 351 21 . and Hopwood W. Hasil ekonomi yang dimaksudkan berupa meningkatnya keuntungan. Accounting Information System. sistem informasi akuntansi mempunyai tiga tujuan utama (Wilkinson. untuk menghindari adanya penolakan terhadap sistem yang dikembangkan (resistance to change). yaitu ekonomi dan personal. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggungjawaban (to fulfill obligations relating to stewardhip) Galletta dan Lederer (1989) dalam Rusma Mulyadi (1999) mengemukakan bahwa ukuran keberhasilan sistem informasi yang sering digunakan terbagi dalam dua kategori umum.S. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers) c.62 terkomputerisasi pada lembaga-nya agar mengikuti perkembangan teknologi. p. 2003 : 277) sebagai berikut: a.

representatif. Pemberitahuan awal atas perubahan sistem. Soegiharto (2001) dan Choe (1996) dalam Tjhai Fung Jen (2002) mengukur kinerja sistem informasi akuntansi dari sisi pemakai (user) dengan membagi kinerja sistem . 1998). Faktor-faktor penentu keberhasilan pengembangan sistem (Sunarti Setianingsih. Keterlibatan sebagai suatu keadaan psikologi yang subyektif (Barki dan Hartwick. maka apa yang diharapkan akan dicapai oleh sistem serta konsekuensi dari adanya perubahan tersebut akan memberikan pemahaman yang lebih baik bagi karyawan. Dengan informasi yang tepat dan memadai atas perubahan sistem. Pelatihan. Komunikasi Pemakai – Pengembang. namun yang terpenting memberikan strong signal bagi karyawan bahwa perubahan yang dilakukan merupakan suatu yang penting (Muntoro. Pelatihan juga akan meningkatkan rasa percaya diri karyawan dalam menghadapi sistem yang baru. Sebelum menerima atas sistem yang baru. 1994 dalam Sunarti Setianingsih. Ada tiga jenis partisipasi pemakai dalam pengembangan sistem. antara lain: Partisipasi Pemakai. pengembangan sampai tahap implementasi sistem informasi. Dukungan manajemen puncak memegang peranan penting dalam keberhasilan 22 Choe 1996 dalam Sunarti Setianingsih. Mulai dari tahap perencanaan. Kepuasan pemakai sistem informasi berkaitan dengan seberapa jauh implementasi sistem informasi. Hal tersebut dapat dicapai melalui pelatihan yang tepat. 1998). Partisipasi digunakan untuk menunjukkan intervensi personal yang nyata atau aktivitas pemakai dalam pengembangan sistem informasi. Bagaimanapun canggihnya sistem informasi. Pemakai perlu menyampaikan pemahaman dan wawasan mereka tentang praktik bisnis secara akurat dan lengkap ke pengembang yang selanjutnya pengembang harus menerima informasi ini dan mentranslasikannya ke dalam sistem kerja (Mintberg. Amoroso et.fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR (PUTU ASTRI LESTARI) Kepuasan pemakai diidentifikasikan sebagai salah satu indikator keberhasilan pengembangan sistem informasi (Mckeen et. maka keberhasilan pengembangan sistem informasi akan sulit dicapai. yaitu konsultatif. 1970 dalam Sunarti Setianingsih. Kualitas Pemakai. jika kualitas pemakai tidak sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem informasi. Dukungan Manajemen Puncak. 1998). Khalil (1997) dalam Tjhai Fung Jen (2002) mengukur efektifitas sistem informasi dengan menggunakan kepuasan pemakai dan pemakaian sistem. Pendekatan ini dilakukan dengan melibatkan pemakai dalam proyek pengembangan sistem. 1998). 1989 dalam Sunarti Setianingsih. seseorang terlebih dahulu akan mengetahui adanya perubahan tersebut dan kemudian akan berusaha untuk memahaminya. Wakil pemakai memiliki kontrol yang jelas pada keseluruhan proyek. 1994. 1998). Keterlibatan Pemakai. dan consensus (Mumford 1983 dalam Sunarti Setianingsinh. Dukungan tersebut tidak hanya untuk alokasi sumber daya yang diperlukan untuk sumber tersebut. pemakai percaya pada sistem informasi yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang mereka butuhkan. Al (1989) dalam Sunarti Setianingsih (1998) mengakui bahwa pekerja yang berkualitas adalah faktor yang memegang peranan penting dalam keberhasilan implementasi dan penggunaan teknologi informasi yang canggig dalam organisasi. Tiga jebis ini dibedakan berdasarkan tingkat pengaruh dan kontrol yang diberikan oleh pemakai. 1998). Salah satu pendekatan yang memfokuskan keterlibatan pemakai dalam pengembangan sistem adalah userled development approach. Pemakai mempunyai informasi dan pemahaman tentang dinamika lingkungan. Al.

Penelitian yang dilakukan oleh Hamilton dan Chervany (1981). Kemampuan Teknik Personal Sistem Informasi Penelitian yang dilakukan oleh Soegiharto (2001). Tjhai Fung Jen (2002) dalam penelitiannya menemukan variabel kemampuan teknik personal sistem informasi. menemukan hubungan yang positif dan signifikan antara keterlibatan pemakai dalam pengembangan sistem dan pemakaian sistem serta hubungan yang positif tetapi tidak signifikan antara variabel keterlibatan pemakai dan kepuasan pemakai sistem informasi akuntansi. Sedangkan penelitian yang dilakukan Jahangir et al (2000) dalam Tjhai Fung Jen (2002) menunjukkan perbedaan penentuan keberhasilan komputer adalah tidak berdiri sendiri sehingga pemakaian sistem digunakan untuk melakukan penelitian mengenai sistem informasi. dari koefisien korelasi menunjukkan hubungan yang positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. 1 NO. Setelah melakukan review ulang studi empiris Delone dan MacLean (1992) dalam Soegiharto (2001) menemukan pemakaian sistem oleh karyawan merupakan salah satu dari beberapa ukuran yang terbilang berhasil. tidak dapat menemukan adanya hubungan yang signifikan antara faktor kemampuan teknik personal sistem informasi dan kinerja sistem informasi akuntansi. Delone McLean (1992) seperti yang dikutip oleh Soegiharto (2001) mengemukakan : “Ketika sebuah sistem informasi diperlukan. Keterlibatan Pemakai dalam Proses Pengembangan Sistem Penelitian yang dilakukan oleh Soegiharto (2001) dengan responden perusahaan di Australia. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . Soegiharto (2002) mengemukakan bahwa kepuasan pemakai juga direkomendasikan sebagai penyedia ukuran sukses di dalam penelitian tentang informasi. penggunaan sistem akan menjadi kurang dan kesuksesan manajemen dengan sistem informasi dapat menentukan kepuasan pemakai”. dari koefisien korelasinya menunjukkan hubungan yang 23 . Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa faktorfaktor yang berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi adalah sebagai berikut: a. pemakaian sistem merupakan variabel yang paling obyektif dan paling mudah dihitung.62 informasi akuntansi kedalam dua bagian yaitu kepuasan pemakai informasi (user information satisfaction) dan pemakaian sistem informasi (system usage) sebagai pengganti variabel kinerja sistem informasi akuntansi. variabel keterlibatan pemakai hanya mempengaruhi secara signifikan terhadap pemakaian sistem informasi. Dari semua ukuran yang diidentifikasi. yang artinya pada saat jam atau waktunya penggunaan sistem informasi apabila frekuensi penggunaannya sering maka sistem ini dikatakan baik. Conrath dan Mignen (1990) dalam Tjhai Fung Jen (2002) mengatakan kepuasan pemakai sistem informasi dapat diukur dari kepastian dalam mengembangkan apa yang mereka perlukan. Tjhai Fung Jen (2002) pada penelitiannya menemukan variabel keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem informasi akuntansi. Ives dan Olson (1984) dalam Tjhai Fung Jen (2002) menunjukkan sistem informasi yang banyak digunakan menunjukkan keberhasilan sebuah sistem informasi manajemen. Dari dua variabel yang digunakan untuk menentukan kinerja SIA.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. b.

fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR (PUTU ASTRI LESTARI) positif terhadap variabel kepuasan pemakai dan hubungan negative terhadap variabel pemakaian sistem. tetapi tidak terbukti menunjukkan adanya perbedaan dengan pemakaian sistem. d. Tjhai Fung Jen (2002) dalam penelitiannya menemukan bahwa antara perusahaan yang memperkenalkan sebuah program pelatihan dan pendidikan pemakai dan perusahaan yang tidak memperkenalkannya terdapat perbedaan yang signifikan dengan kepuasan pemakai. c. tetapi tidak menemukan adanya hubungan yang signifikan. Pada penelitian Tjhai Fung Jen (2002) ditemukan variabel formalisasi pengembangan sistem informasi memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap kepuasan pemakai serta memiliki hubungan yang negative dan signifikan terhadap pemakaian sistem informasi. sehingga pada perusahaan yang tingkat formalisasi pengembangan sistemnya tinggi. Ukuran Organisasi Penelitian Soegiharto (2001) menemukan adanya hubungan yang signifikan antara faktor ukuran organisasi dengan kepuasan pemakai dan pemakaian sistem informasi tetapi hubungan tersebut adalah negative. pemakaian sistem akan lebih rendah. e. Dengan hubungan yang negative tersebut. Program Pelatihan dan Pendidikan Pemakai Penelitian Soegiharto (2001) tidak menemukan adanya perbedaan yang signifikan antara perusahaan yang memiliki program pelatihan dan pendidikan pemakai dengan perusahaan yang tidak memiliki. f. kinerja sistem informasi akan lebih tinggi pada perusahaan yang ukurannya lebih kecil. Dukungan Manajemen Puncak Penelitian yang dilakukan oleh Soegiharto (2001) menemukan adanya hubungan yang positif atas dukungan manajemen puncak dan kinerja sistem informasi akuntansi. menemukan adanya hubungan yang 24 signifikan dan negative antara faktor formalisasi pengembangan sistem informasi dan pemakaian sistem. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Tjhai Fung Jen (2002) yang menemukan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara variabel ukuran organisasi dengan kinerja sistem informasi akuntansi. g. Keberadaan Dewan Pengarah Sistem Informasi Soegiharto (2001) menemukan bahwa kinerja sistem informasi akuntansi pada perusahaan yang memiliki dewan pengarah (steering committee) dalam . Tjhai Fung Jen (2002) menemukan variabel dukungan manajemen puncak memiliki hubungan yang positif dengan kinerja sistem informasi akuntansi tetapi hanya dengan kepuasan pemakai yang signifikan sedangkan hubungan dengan pemakaian sistem informasi tidak signifikan. Formalisasi Pengembangan Sistem Informasi Penelitian yang dilakukan oleh Soegiharto (2001).

Pemakai sistem informasi akuntansi c. METODE PENELITIAN Hubungan variabel-variabel di dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 1 Model Penelitian faktor-faktor yang berpengaruh: a. Keterlibatan pemakai dalam pengembangan sistem informasi akuntansi Kemampuan teknik dari personal sistem informasi akuntansi Ukuran organisasi Dukungan manajemen puncak formalisasi pengembangan sistem informasi Program pelatihan dan pendidikan pemakai Keberadaan dewan pengarah sistem informasi b. Kepuasan pemakai sistem informasi akuntansi b. hipotesis yang dapat dikemukakan pada penelitian ini adalah: H1. d. mempunyai perbedaan yang signifikan sedangkan untuk kepuasan pemakai tidak terdapat perbedaan yang signifikan. f.1 : Terdapat hubungan yang positif antara keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan Sistem Informasi Akuntansi dengan kinerja Sistem Informasi Akuntansi 25 H1.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. Sumber : Soegiharto (2001) Berdasarkan model penelitian seperti yang terlihat pada gambar 1. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . e.62 pengembangan sistemnya dan perusahaan yang tidak memilikinya.3 : Terdapat hubungan yang positif antara kemampuan teknik personal Sistem Informasi Akuntansi dengan kinerja Sistem Informasi Akuntansi : Terdapat hubungan yang positif antara ukuran organisasi dengan kinerja .2 H1. tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Tjhai Fung Jen (2002) menemukan bahwa pemakaian sistem dalam perusahaan yang memiliki dewan pengarah dan perusahaan yang tidak memiliki. Kinerja sistem informasi akuntansi a. g. 1 NO.

Dukungan manajemen puncak (X4) 5. Sistem informasi yang dikembangkan dengan melibatkan para pemakai akan memberikan kepuasan bagi para pemakai dan pemakai tersebut akan bersedia untuk menggunakan sistem informasi akuntansi yang diterapkan di perusahaannya. Kemampuan teknik dari personal Sistem Informasi Akuntansi (X2) 3.fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR (PUTU ASTRI LESTARI) H1. Variabel ini diukur dengan mengajukan dua pertanyaan yang menunjukkan tingkat keterlibatan responden terhadap proses pengembangan sistem informasi akuntansi. Formalisasi pengembangan sistem informasi (X5) 6. Ukuran Organisasi (X3) 4. Variabel ini diukur dengan menggunakan skala likert tujuh poin dengan angka satu menunjukkan tingkat keterlibatan yang paling tinggi.2 : Sistem Informasi Akuntansi Terdapat hubungan yang positif antara dukungan manajemen puncak dalam proses pengembangan dan pengoperasian Sistem Informasi Akuntansi dengan kinerja Sistem Informasi Akuntansi Terdapat hubungan yang positif antara formalisasi pengembangan sistem dengan kinerja Sistem Informasi Akuntansi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi akan lebih tinggi dalam sebuah organisasi apabila sebuah program pelatihan dan pendidikan pemakai diperkenalkan dibandingkan tidak diperkenalkan Kinerja Sistem Informasi Akuntansi akan lebih tinggi dalam sebuah organisasi apabila terdapat sebuah dewan pengarah dibandingkan tidak memiliki Bebas dan 1. 26 Identifikasi Variabel Variabel Terikat Variabel yang tidak terikat oleh variabel lain atau disebut juga independen variabel. Keterlibatan pemakai dalam pengembangan Sistem Informasi Akuntansi (X1). Kepuasan pemakai Sistem Informasi Akuntansi (Y1) 2.4 : H1. Pemakaian Sistem Informasi Akuntansi (Y2) Untuk mendefinisikan suatu variabel yang terkait dengan objek penelitian maka dibuat beberapa pengertian batasan operasional yaitu: 1.5 : H2. Keterlibatan pemakai dalam pengembangan Sistem Informasi Akuntansi (X1) 2. Program pelatihan dan pendidikan pemakai (X6) 7. dimana dalam penelitian ini yang tergolong variabel bebas adalah: . dimana dalam penelitian ini yang tergolong variabel terikat adalah: 1. Keberadaan dewan pengarah sistem informasi (X7) Variabel yang dipengaruhi oleh variabel lainnya atau disebut juga dependen variabel.1 : H2.

Kemampuan teknik dari personal Sistem Informasi Akuntansi (X2) Pemakai sistem informasi yang memiliki kemampuan. tiga sampal lima tahun. likert tujuh poin dengan angka satu menunjukkan bahwa formalisasi tidak pernah dilakukan dan angka tujuh menunjukkan bahwa formalisasi yang dilakukan atas pertanyaan tersebut selalu dilaksanakan. Variabel ini diukur dengan mengajukan lima pertanyaan untuk menunjukkan tingkat formalisasi pengembangan sistem informasi yang telah dilakukan di perusahaan responden. Pertanyaan yang diajukan diukur dengan menggunakan skala ordinal. Pertanyaan dijawab dengan menggunakan skala ordinal. 4. likert tujuh poin dan angka satu menunjukkan pendapat sangat tidak setuju responden terhadap pernyataan yang diajukan dan angka tujuh menunjukkan sangat setuju. Ukuran Organisasi (X3) Ukuran organisasi perusahaan yang semakin besar dengan didukung oleh sumber daya yang semakin besar akan menghasilkan sistem informasi yang lebih baik sehingga pemakai akan merasa puas dengan menggunakan sistem informasi akuntansi yang ada. tujuh dan sembilan sebagai angka penimbannya. 3. tiga. lima. Variabel ini diukur dengan menggunakan berapa banyak karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 5. 1 NO. Formalisasi pengembangan sistem informasi (X5) Pengembangan sistem informasi yang yang diformalisasi akan meningkatkan kinerja atau kesuksesan sistem informasi. Rata-rata pengalaman yang dimiliki oleh responden diberikan angka masing-masing satu. 6. Variabel ini diukur dengan mengajukan dua pertanyaan mengenai pengalaman dari responden dalam menggunakan sistem informasi akuntansi yang sekarang dan sistem lainnya dengan pengukurannya menggunakan skala rasio tahun.62 2. lima sampai tujuh tahun dan lebih dari tujuh tahun. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . Dukungan manajemen puncak (X4) Dukungan manajemen puncak yang memadai dalam proses 27 pengembangan sistem informasi dan pengoperasian sistem informasi dalam perusahaan akan meningkatkan keinginan pemakai untuk menggunakan sistem informasi yang ada dan merasa puas dalam menggunakan sistem tersebut. antara satu sampai dengan tiga tahun. dimana kemampuan tersebut diperoleh dari pendidikan dan pengalamannya akan meningkatkan kepuasan dalam menggunakan sistem informasi akuntansi dan akan terus menggunakannya dalam membantu menyelesaikan pekerjaannya. seperti kurang dari satu tahun. Program pelatihan dan pendidikan pemakai (X6) Adanya sebuah program pelatihan maupun pendidikan yang diadakan untuk memberikan atau . Variabel ini diukur dengan mengajukan lima pertanyaan yang menunjukkan persepsi dari responden terhadap dukungan yang diberikan oleh manajemen puncak dalam pengembangan dan operasional dari sistem informasi di perusahaan.

dan diukur dengan skala ordinal. Kepuasan Pemakai Sistem (Y1) Kepuasan pemakai sistem diindikasi bahwa sistem mampu melengkapi kebutuhan informasi28 informasi dengan benar dan cepat serta cukup untuk memuaskan kebutuhan yang diperlukan pemakai sistem. Sedangkan pertanyaan kedua diajukan untuk mengetahui keinginan dari pemakai untuk menggunakan sistem di perusahaannya. Keberadaan dewan pengarah sistem informasi (X7) Adanya sebuah dewan yang bertugas untuk mengarahkan pengembangan sistem. likert tujuh poin dengan angka satu menunjukkan persepsi sangat tidak setuju dan angka tujuh menunjukkan sangat setuju terhadap pertanyaan yang diajukan.fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR (PUTU ASTRI LESTARI) meningkatkan kemampuan dan pemahaman pemakai terhadap sistem informasi akuntansi yang digunakan akan membuat pemakai tersebut menjadi lebih puas dan akan menggunakan sistem yang telah dikuasainya dengan baik dan lancar. Variabel ini diukur dengan mengajukan dua buah pertanyaan untuk mengetahui tingkat pemakaian sistem oleh pemakai. likert tujuh poin dengan angka satu menunjukkan responden tidak menggunakan sistem informasi di perusahaannya. Pertanyaan ini diukur dengan menggunakan skala ordinal. Variabel ini diukur dengan menggunakan satu pertanyaan untuk mengetahui ada tidaknya program tersebut di perusahaan responden. 7. 9. diajukan kembali satu pertanyaan untuk mengetahui tingkat keuntungan yang dapat diperoleh dari program tersebut. pertanyaan ini diukur dengan menggunakan skala likert tujuh poin dengan angka satu menunjukkan keinginan pemakai untuk menggunakan sistem informasi adalah ragu-ragu dan angka tujuh menunjukkan sangat ingin sekali menggunakan sistem informasi. mengimplementasikan dan mengendalikan jalannya sistem informasi tersebut akan membuat kualitas dan sistem informasi akuntansi yang digunakan menjadi lebih baik dan berarti kinerja sistem informasi akuntansi tersebut juga meningkat. . jika jawabannya Ya. Variabel kepuasan pemakai sistem diukur dengan menggunakan sebelas pertanyaan untuk mengetahui tingkat kepuasan pemakai terhadap sistem informasi akuntansi yang sedang digunakan sekarang di perusahaan responden. Pertanyaan pertama diajukan dengan menggunakan skala ordinal. Pemakaian Sistem Informasi Akuntansi (Y2) Pemakaian sistem yang dengan mudah dan sering digunakan akan mengidentifikasikan kinerja sistem yang ada relatif tinggi. 8. likert tujuh poin dengan angka satu menunjukkan keuntungan yang diperoleh sangat rendah atau kecil dari program pelatihan dan pendidikan yang dijalankan perusahaan dan angka tujuh menunjukkan keuntungan yang diperoleh sangat tinggi. Variabel ini diukur dengan mengajukan satu pertanyaan untuk mengetahui ada tidaknya Dewan Pengarah (steering committee) di perusahaan responden dengan diukur menggunakan skala nominal dengan format jawaban Ya atau Tidak.

Penentuan populasi dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik penentuan populasi dengan pertimbangan tertentu. c. Uji Validitas Dilakukan untuk mengukur sah atau tidaknya kuisioner yang digunakan dalam penelitian. Pengujian dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 11.62 Populasi dan Responden Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Lembaga Perkreditan Desa yang ada di kota Denpasar dan telah menerapkan sistem informasi akuntansi berbasis komputer. Dalam penelitian ini uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan Cronbach alpha dengan bantuan komputer melalui program SPSS.6. akan diperoleh data-data yang pengisian kuisionernya telah lengkap diisi dan sah untuk diikut sertakan dalam pengolahan data selanjutnya yaitu: a. Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila nilai Cronbach alpha lebih besar dari 0. 1. b. 1 NO. Lembaga Perkreditan Desa tersebut telah menerapkan sistem informasi akuntansi berbasis komputer. dilakukan pengeditan dan pengkodean untuk setiap butir pertanyaan dan variabel. Melakukan pengujian hipotesis pertama Hipotesis pertama yang terdiri dari lima hipotesis diuji dengan analisis Pearson Product Moment untuk mengetahui hubungan yang terjadi antara faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja SIA dengan kinerja SIA. dan Denpasar Selatan. Pertimbangan yang digunakan yaitu: a. karena sampel yang diuji adalah sampel yang berbeda. Melakukan pengujian hipotesis kedua Hipotesis kedua terdiri dari dua hipotesis. 2.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. Di kota Denpasar terdapat 31 lembaga perkreditan desa yang tersebar di tiga kecamatan yaitu kecamatan Denpasar Barat.05. Pengukuran uji validitas dapat dilakukan dengan menghitung korelasi antara skor masing-masing 29 butir pertanyaan dengan total skor dengan bantuan program SPSS. Dengan kata lain . Setelah proses pengeditan dan pengkodean. dimana pengukurannya menggunakan skala liken. Lembaga Perkreditan Desa yang ada di Kota Denpasar. Denpasar Timur. Pengujian dilakukan dengan alat uji statistik uji beda Mann-Whitey Test. Suatu variabel dikatakan memiliki hubungan yang positif apabila nilai signifikansinya lebih kecil dari 5% atau 0. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . bagian operasional. b. Responden pada penelitian ini adalah pemakai sistem informasi akuntansi yaitu pimpinan atau kepala LPD sebagai manajemen puncak. Menurut Sugiyono (1999:125) pengujian validitas dapat dilakukan dengan menggunakan korelasi pearson product moment. Uji Reliabilitas Dilakukan untuk mengetahui sejauh mana suatu instrumen pengukuran dapat diandalkan atau dapat dipercaya dalam mengukur suatu obyek yang akan diukur. Melakukan uji kualitas data dengan cara melakukan uji validitas dan reabilitas data. Teknik Analisa Data Data yang terkumpul dari kuisioner sebelum dilakukan analisis data. bagian keuangan. khususnya yang bisa mengoperasikan komputer pada lembaga perkreditan desa yang ada di kota Denpasar.

62 % 4.72 % 4.67 % 5.76 % 4. Kuisionerkuisioner tersebut ditujukan kepada karyawan lembaga perkreditan desa di Denpasar termasuk manajemen puncak yaitu pimpinan LPD tersebut.72 % 5.76 % 7. 30 Hasil pengumpulan data berdasarkan nama bagian tempat responden bekerja dapat dilihat pada tabel 3 sebagai berikut: .62 % 4.72 % 4.76 % 4.76 % 4.81 % 2.76 % 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner yang berisikan beberapa pertanyaan. dimana pengukurannya menggunakan yes or no answer. yaitu ada tidaknya program pelatihan dan ada tidaknya dewan pengarah.76 % 100 % Responden-responden yang mengisi kuisioner merupakan karyawan LPD yang bekerja pada beberapa bagian.76 % 4. Lembaga Perkreditan Desa yang dipilih yaitu LPD yang terletak di Denpasar dan telah menerapkan sistem informasi yang terkomputerisasi.76 % 7.fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR (PUTU ASTRI LESTARI) pengujian dilakukan untuk menemukan bukti empiris beda kinerja SIA antara kondisi satu dengan kondisi lain.90 % 4.76 % 4.76 % 5.86 % 1.76 % 3. Hasil pengumpulan data berdasarkan tempat responden bekerja dapat dilihat pada tabel 2: Tabel 2 Rangkuman Pengumpulan Data Tempat Responden Bekerja Nama LPD LPD Intaran LPD Pedungan LPD Panjer LPD Sidakarya LPD Sesetan LPD Kepaon LPD Pemogan LPD Renon LPD Sanur LPD Serangan LPD Poh Gading LPD Ubung LPD Padang Sambian LPD Denpasar LPD Peguyangan LPD Tanjung Bungkak LPD Sumerta LPD Kesiman LPD Pagan LPD Tembau Jumlah Jumlah Responden 7 6 5 5 5 5 5 4 3 2 5 8 5 5 6 6 5 8 5 5 105 Persentase 6. Pengujian dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 11.

05 % 28.52 % 10.91 % 80. baik itu sistem yang diterapkan saat ini maupun sistem lainnya.48 % 100 % responden baru menggunakan sistem yang diterapkan sekarang satu sampai dengan tiga tahun yang jumlahnya sebesar 40.95%. dari hasil penelitian sistem yang ditetapkan perusahaan. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . 1 NO.62 Tabel 3 Nama Bagian Tempat Responden Bekerja Nama Bagian Pimpinan Bagian Operasional Bagian Keuangan Jumlah Jumlah Responden 20 30 55 105 Persentase 19. jumlah karyawan pada perusahaan mayoritas berjumlah di atas sepuluh.57 % 52. Perbandingan selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 6 31 . Hasil bahwa ada beberapa perusahaan yang tidak selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 5 mempunyai program pelatihan sebesar sebagai berikut: Tabel 5 Hasil Pengumpulan Data Atas Ada Tidaknya Program Pelatihan Dan Pendidikan Pemakai Program Pelatihan & Pendidikan Pemakai Ada Tidak Jumlah Responden dalam hal ini karyawan LPD diketahui mayoritas belum terlalu lama menggunakan sistem informasi.38 % 100 % Dari hasil pengumpulan data.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL.95 % 17.14 % 100 % Dilihat dari ada tidaknya program 10.48% yang memungkinkan ada beberapa pelatihan dan pendidikan pemakai sistem responden yang kurang memadai akan pada perusahaan. Mayoritas Jumlah Responden 94 11 105 Persentase 89. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4 sebagai berikut Tabel 4 Hasil Pengumpulan Data Jumlah Karyawan Nama Bagian 1 sampai dengan 10 11 sampai dengan 20 21 sampai dengan 30 Jumlah Jumlah Responden 2 85 18 105 Persentase 1.

Hasil selengkapnya penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 7.95 % 19.05%).95%).14 % 2.33 % 40. Tabel 7 Hasil Pengumpulan Data Atas Tingkatan Pada Sistem Tingkatan Ada Tidak Jumlah Jumlah Responden 85 20 105 Persentase 80.38 % 35.86 % 100 % Pada sistem yang ditetapkan ada sebuah tingkatan tertentu yang memungkinkan ada sejumlah karyawan yang memang sudah ahli dan ada yang hanya menjalankannya saja.09 % 57.76 % 1.95 % 19. Dari hasil pengumpulan data yang diperoleh dalam penelitian ini dimana dari seratus lima responden yang menjawab adanya suatu tingkatan dalam penerapan sistem tersebut yaitu delapan puluh lima responden (80. Sedangkan yang menjawab tidak adanya suatu tingkatan dalam penerapan sistem hanya sebanyak dua puluh responden (19.14%).91% 100 % Sistem Lain 55 37 10 3 105 Persentase 52. Selengkapnya dapat dengan latar belakang pendidikan dilihat pada Tabel 8 sebagai berikut: responden yang beraneka ragam dan mayoritas dari mereka telah menempuh Tabel 8 Hasil Pengumpulan Data Latar Belakang Pendidikan Latar Belakang Pendidikan SMU Diploma Sarjana Pasca Sarjana Lainnya Jumlah Jumlah Responden 2 40 60 3 105 Persentase 1.05 % 4.05 % 100 % Hasil pengumpulan data akan jenjang strata satu (S1) sebesar enam puluh tingkatkan pemakai pada sistem didukung responden (57.fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR (PUTU ASTRI LESTARI) Tabel 6 Hasih Pengumpulan Data Perbandingan Lamanya Penggunaan Sistem Lama Penggunaan < 1 tahun 1 < 3 tahun 3 < 5 tahun 5 > 7 tahun > 7 tahun Jumlah Sistem Sekarang 35 43 20 5 2 105 Persentase 33. 52 % 2.91 % 38.86 % 100 % 32 .24 % 9.

Jawaban responden menunjukkan dua puluh sembilan koma lima puluh dua persen (29.52%) di perusahaannya terdapat dewan pengarah. yang menghasilkan tujuh puluh enam koma sembilan belas persen (76. 1 NO. masing butir pertanyaan dengan a. Dengan tingkat untuk mengukur sah atau tidaknya signifikansinya 5% atau 0. Sedangkan sebanyak tujuh puluh koma empat puluh delapan persen (70. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . Tabel 10 Hasil Pengumpulan Data Dewan Pengarah Keberadaan Dewan Ada Tidak Jumlah Jumlah Responden 31 74 100 Persentase 29. 33 .81 % 100 % Dewan pengarah juga penting keberadaannya dalam sistem informasi. kuisioner yang digunakan dalam Hasil koefisien korelasi penelitian. Uji Validitas Uji Validitas dilakukan total skor.05. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel 9 sebagai berikut: Tabel 9 Hasil Pengumpulan Data Kemampuan Pemakai Kemampuan Spesialis Umum Jumlah Jumlah Responden 80 25 105 Persentase 76.19%) responden merupakan karyawan yang memiliki kemampuan spesialis dan dua puluh tiga koma delapan belas persen (23.48 % 100 % Dari data yang berhasil dikumpulkan.52 % 70. sebelum melangkah ke dalam analisis faktor terlebih dahulu akan dilakukan Uji Validitas dan Uji Reliabititas. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 10.48%) yang menjawab tidak terdapat dewan pengarah. Pengukuran Uji antara masing-masing butir Validitas dapat dilihat melalui pertanyaan terhadap total skor nilai signifikansi untuk koefisien butir-butir pertanyaan dapat korelasi antara skor masingdilihat pada Tabel 11.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL.19 % 23.81%) hanya mempunyai kemampuan umum.62 Pada penelitian ini juga dilakukan pengumpulan data tentang kemampuan pemakai itu sendiri.

b.673 0.000 0. Hasil uji reliabilitas untuk dua puluh lima (25) variabel yang terdiri dari tiga belas (13) variabel kinerja sistem dan dua belas (12) variabel faktor yang berpengaruh dengan responden sebanyak seratus lima (105) dapat dilihat pada Tabel 12 dan Tabel 13 sebagai berikut: 34 . uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan Cronbach Alpha.000 0.706 0.714 0.396 0.968 0.000 0.000 0.672 0.000 0.784 0.000 0.531 0.000 0.000 0.000 0.741 0.410 0.791 0.384 0. Dalam penelitian ini.6.848 Signifikasi 0.fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR (PUTU ASTRI LESTARI) Tabel 11 Hasil Uji validitas faktor-Faktor Yang Berpengaruh Pada Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Variabel X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X23 X24 X25 X26 X27 X28 X29 X30 X1 X32 Koefisien Korelasi 0.000 0.004 0. Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila nilai Cronbach alpha lebih besar dari 0.000 0.457 0.000 0.432 0.000 0.807 0.000 0.761 0.000 0.000 0.05.279 0. Hasil ini menunjukkan bahwa jawaban responden pada seluruh butir pertanyaan yang ada pada kuisioner dikatakan valid atau sah.613 0.843 0.716 0.977 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.674 0.470 0.000 0.000 Ket Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Dari tabel 11 dapat dilihat nilai signifikansi untuk koefisien korelasi antara masing-masing skor butir pertanyaan terhadap total skor butir pertanyaan lebih kecil dari tingkat signifikansi yang di tetapkan yaitu 5% atau 0.000 0.545 0. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana suatu instrumen pengukuran dapat diandalkan atau dapat dipercaya dalam mengukur suatu obyek yang akan diukur.

6882 dibulatkan menjadi 0. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan.011 yang jauh lebih kecil dari 0. Suatu variabel dikatakan memiliki hubungan yang positif apabila nilai signifikansinya lebih kecil dari 5% atau 0. Tabel 13 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja SIA N Of Case N Of Item Alpha Dari tabel di atas dapat dilihat nilai Cronbach Alpha sebesar 0.7.001 Dari tabel 14 dapat diketahui bahwa: Faktor keterlibatan dengan nilai korelasi terhadap kinerja SIA sebesar 0.322 Sig = 0.246 dan tingkat signifikansi sebesar 0.011 Sig = 0.035.8616.246 Kor = 0.62 Tabel 12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Sistem N Of Case N Of Item Alpha Dari tabel 12 dapat dilihat nilai Cronbach Alpha sebesar 0.8616 pertama dilakukan dengan analisis Pearson Product Moment untuk mengetahui hubungan yang terjadi antara faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja SIA dengan kinerja SIA.126 Sig = 0.6 105 13 0.000 Formalisasi Kor = 0. ditemukan bahwa HI-1 diterima.05. Faktor kemampuan pemakai dengan nilai korelasi terhadap kinerja SIA sebesar 0. ditemukan bahwa HI-2 diterima.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 .6882 yang berarti instrumen yang digunakan dapat diandalkan sebagai alat ukur. 1 NO.13 sebagai berikut Tabel 14 Hasil Uji Pearson Product Moment Kinerja SIA Keterlibatan Kemampuan Ukuran Org Kor = 0. Pengujian hipotesis 105 12 0. Pengujian Hipotesis Pertama Hipotesis pertama yang terdiri dari lima hipotesis. Nilai tersebut lebih besar dari 0.6 yang berarti instrumen yang digunakan dapat diandalkan sebagai alat ukur.200 Dukungan Kor = 0. Hal ini menunjukkan bahwa 35 terdapat hubungan positif antara faktor keterlibatan dan kinerja SIA. Nilai tersebut lebih besar dari 0.246 Kor = 0.206 dan signifikansi sebesar 0. Hal ini menunjukkan hubungan . Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan.035 Sig = 0.05. Hasil analisis yang telah dilakukan pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.366 Sig = 0.

Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan.72 (n = 74) Z = -3. ditemukan bahwa H1-3 ditolak. ditemukan bahwa H1-4 diterima. Faktor dukungan manajemen puncak dengan nilai korelasi sebesar 0.001 dan nilai ini jauh di bawah nilai alpha = 0. karena sampel yang diuji adalah sampel yang berbeda.95 (n = 11) 1 = 46.95. Sehingga tingkat signifikansi yang diperoleh harus dijadikan satu sisi dengan membagi dua tingkat 36 . kondisi adanya program pelatihan mencerminkan kinerja SIA memang lebih baik.98 (n = 31) 1 = 25. Hasil uji beda yang telah dilakukan dapat dilihat pada Tabel 15 sebagai berikut: Kinerja SIA Tabel 15 Hasil Uji Beda (Mann-Whitney Test) Program Pelatihan Dewan Pengarah Mean rank Mean rank 0 = 56.05.322 dan kinerja SIA. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan positif antara faktor ukuran organisasi dan kinerja SIA.05.366 dan signifikansi sebesar 0. yaitu ada tidaknya program pelatihan.002 (uji dua sisi).16 yang lebih besar dari mean rank group pada kondisi tidak adanya program pelatihan sebesar 25. Berdasarkan nilai rata-rata ranking (mean rank) group pada kedua kondisi tersebut.95. Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa: Pada kondisi pengujian yang dibandingkan kinerja SIA atas ada tidaknya program pelatihan didapatkan hasil yaitu nilai rata-rata ranking group kode 0 yang mewakili kelompok adanya program pelatihan adalah 56. Oleh karena hipotesis alternatif dengan prediksi satu arah. Dengan kata lain pengujian dilakukan untuk menemukan bukti empiris beda kinerja SIA antara kondisi satu dengan kondisi lain.16 dan nilai rata-rata ranking group kode 1 yang mewakili kelompok tidak adanya program pelatihan adalah 25. berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan.002 (2-tailed) signifikansi tersebut (0. Jadi menerima hipotesis H2-1. Faktor formalisasi pengembangan sistem dengan nilai korelasi sebesar 0.16 (n = 94) 0 = 67. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara faktor formalisasi pengembangan sistem dan kinerja SIA. Besarnya Z hitung adalah 3.05.001 yang lebih kecil dari 0. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara faktor dukungan manajemen puncak dan kinerja SIA.002 (2-tailed) Sig = 0.267 Sig = 0. dan signifikansi sebesar 0. ditemukan bahwa H1-5 diterima.01. dimana group pada kondisi adanya program pelatihan memiliki mean rank sebesar 56.116 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.002/2) = 0.200 yang jauh lebih besar dari 0.fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR (PUTU ASTRI LESTARI) positif antara faktor kemampuan pemakai Faktor ukuran organisasi dengan nilai korelasi sebesar 0. Pengujian Hipotesis Kedua Pengujian hipotesis kedua dilakukan dengan alat uji statistik Uji beda Mann-Whitney Test. yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara adanya program pelatihan dengan tidak adanya program pelatihan terhadap kinerja SIA. dan ada tidaknya dewan pengarah. maka uji yang dipakai satu sisi. Hal ini ditunjukkan dengan membandingkan mean rank dan kedua group. dimana semakin besar nilai rata-rata ranking group menunjukkan semakin baik kondisi yang diwakilkannya. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan.000 yang jauh lebih kecil dari 0.126 dan signifikansi sebesar 0.116 Z = -3.

yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara adanya dewan pengarah dengan tidak adanya dewan pengarah terhadap kinerja SIA.0005 dan nilai ini jauh di bawah nilai alpha = 0. Hopwood. kemampuan teknik personal SIA. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . hal. 1999. Surabaya. Skripsi Sarjana S1 Jurusan Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas. George H. 2002. Accounting Information System.001/2) = 0. third edition. dan keberadaan dewan pengarah sistem informasi. program pelatihan dan pendidikan pemakai. James A. Penerjemah) 2000.72. no. Peraturan Daerah Tingkat I Bali No.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. Skripsi. Bodnar dan William S.62 Pada kondisi pengujian yang dibandingkan kinerja SIA atas ada tidaknya dewan pengarah didapatkan hasil yaitu nilai rata-rata ranking group kode 0 yang mewakili kelompok adanya dewan pengarah adalah 67.267 dengan tingkat signifikansi sebesar 0. advision of Thomson Learning. 2002. Rusma Mulyadi. Sistem Informasi Berbasis Komputer. DAFTAR PUSTAKA Anonim.01. 2001. dukungan manajemen puncak. Sehingga tingkat signifikansi yang diperoleh harus dijadikan satu sisi dengan membagi dua tingkat signifikansi tersebut (0. Yogyakarta : Penerbit ANDI. Putra Sasmita I Nyoman Gde. “Kualitas Jasa Sistem Informasi dan Kepuasan Para Penggunanya”:. 2003. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Pada Bank – Bank Umum di Wilayah Surabaya”. 1. Sistem Teknologi Informasi. South Western College Publishing. 2003. Jadi menerima hipotesis H2-2. 120-133 37 . vol. Sistem Informasi Akuntansi. dimana group pada kondisi adanya dewan pengarah memiliki mean rank sebesar 67. Jogiyanto.98 dan nilai rata-rata ranking group kode 1 yang mewakili kelompok tidak adanya dewan pengarah adalah 46. kondisi adanya program pelatihan mencerminkan kinerja SIA memang lebih baik.72. maka uji yang dipakai satu sisi.001 (uji dua sisi). 1997. Yogyakarya : BPFE. Denpasar : Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Anonim. Oleh karena hipotesis alternatif dengan prediksi satu arah. Hall. 8 Tentang Lembaga Perkreditan Desa disertai Keputusan Gubernur Bali. ------. Tugas Akhir Studi dan Mekanisme Pengujian. 2.98 yang lebih besar dari mean rank group pada kondisi tidak adanya dewan pengarah sebesar 46. SIMPULAN Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan pada penelitian ini diperoleh bukti bahwa terdapat enam faktor yang mempengaruhi kinerja SIA yaitu keterlibatan pemakai dalam pengembangan SIA. (Amir Abadi Yusuf. 1 NO. formalisasi pengembangan sistem informasi. Hal ini ditunjukkan dengan membandingkan mean rank dari kedua group. Besarnya Z hitung adalah 3. Jurnal Bisnis dan Akuntansi. Buku Penuntun Penulisan Usulan Penelitian. Salemba Empat. Berdasarkan nilai rata-rata ranking (mean rank) group pada kedua kondisi tersebut.

1999. 38 . Jakarta. no.fAKTOR-fAKTOR yANg MEMPENgARUhI KINERJA SISTEM INfORMASI AKUNTANSI PADA LEMBAgA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR (PUTU ASTRI LESTARI) Rowney. 1997. Addison Wesley. SPSS Statistik Multivariat. no. vol. seven edition. 2002. 67-89. 84 – 91. Steinbart. 135-154. hal. pp. Metode Penelitian Bisnis. Gadjah Mada International Journal Of Business. Chusing.V Alfabeta Tjhai Fung Jen. Santoso S. 13. 1998.3. “Faktor . Cetakan Pertama. Soegiharto. Sunarti Setianingsih.2. ------. PT Elex Media Komputindo. 2002.4. vol. Sugiyono. Kajian Bisnis. no. 177-202.2. Gadjah Mada International Journal Of Business.Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi” Jurnal Bisnis dan Akuntansi. pp. Bandung: C. hal. Accounting Information Systems. “Influence Factors Affecting The Performance Of Accounting Information Systems”. vol.4. no. “The Effect Of Organitation Level Of Information System Evolution On The Relationship Between Influence Factors and Accounting Information Systems Performance”. “Keberhasilan Pengembangan Sistem Informasi dan Faktor – factor yang Mempengaruhi”.1. 2001. 2002.

blogging. Yenny Lesli. Mereka adalah beberapa blogger yang berhasil memanfaatkan blognya. Banyak keuntungan lainnya bisa didapat. mulai dari membuat blog hingga mengisinya dengan berbagai materi yang layak dinikmati. baik secara sosial maupun finansial. seperti yang diraih oleh blogger Radhitya Dika. dari hanya sekedar diary online menjadi sebuah bentuk karya berwujud buku yang mampu meraih prestasi penjualan yang tinggi. Tentu saja hal tersebut juga memberikan keuntungan finansial sekaligus mendukung kehidupan profesionalitas mereka. mulai dari sejarah awal munculnya istilah blog hingga perkembangan trend blog saat ini dan ulasan tentang penulis-penulis baru yang mengawali karirnya dari sebuah blog.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. weblog. pergaulan atau networking. hingga Dewi Rieka. 1 NO. misalnya penghasilan tambahan.62 BLOG. Kriteria lain yang harus dipenuhi tentu saja keunikan dan ciri khas yang menjadi karakter atau identitas sebuah blog. MEDIA AKTUALISASI BAGI PENULIS PEMULA DI INDONESIA Oleh : Inten Pertiwi DosenNew Media Email : intenpi@yahoo. Blog pada awalnya digunakan sebagai media untuk menampung aspirasi dan ekspresi pembuatnya. Sebuah proses harus dilakukan oleh blogger.com ABSTRAK Perkembangan internet memberikan banyak kemudahan bagi umat manusia dalam hal penyebaran dan pertukaran informasi. Salah satu yang paling banyak dimanfaatkan oleh pengguna internet adalah teknologi blog. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . blog tidak lagi hanya sekedar media penyaluran hobby. seorang blogger bisa mendapatkan berbagai keuntungan. Mengembangkan sebuah blog dari awal mula hingga bisa menghasilkan suatu karya yang dihargai orang lain secara luas tentu bukan hal yang mudah. hingga pekerjaan baru yang berkaitan dengan blogging. Semakin banyaknya pengguna. Melalui sebuah blog. penulis pemula dan menulis 39 . Trinity. blogger. baik untuk kehidupan pribadi maupun kebutuhan profesional atau pekerjaan. Disini akan dijelaskan tentang berbagai hal yang berhubungan blog. Perkembangan blog saat ini memungkinkan bagi siapa saja untuk menggunakannya karena mudah dan hampir semuanya tidak berbayar. Keyword : blog.

sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis. seorang pionir blog sekaligus penulis buku The Weblog Handbook.com yang memungkinkan siapapun dengan pengetahuan dasar tentang HTML dapat menciptakan blognya sendiri secara online dan gratis. Practical Advice on Creating and Maintaining Your Blog (2002) menuliskan dalam bukunya bahwa blog pertama kemungkinan besar adalah halaman What’s New pada browser Mosaic yang dibuat oleh Marc Andersen pada tahun 1993.000 blogger dengan pertumbuhan jumlah sekitar 20% per bulan. System Administrator atau Web Designer yang kemudian pada waktu luangnya menciptakan blog-blog mereka sendiri. dalam sebuah artikel berjudul Sejarah Blog menuliskan bahwa internet dirintis pertama kali tahun 1969 melalui sebuah program yang dinamakan dengan ARPANET oleh Departemen Pertahanan Amerika. konsep tentang blog dikenal oleh para pengguna internet. yaitu istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Berger pada bulan Desember 1997.dari sebuah catatan harian. menuliskan bahwa sebuah blog adalah persilangan antara catatan harian seseorang dan daftar link di internet. Baru pada Agustus 1999 sebuah perusahaan Silicon Valley bernama Pyra Lab meluncurkan layanan blogger. seorang kolumnis San Francisco Gate. Pada Juli 1999. U. Perkembangan Blog dari Masa ke Masa Enda Nasution. Mosaic adalah browser pertama sebelum adanya Internet Explorer bahkan sebelum Nestcape. Weblog pada dasarnya adalah sebuah jurnal yang tersedia di web. sampai dengan program-program media dan perusahaanperusahaan. Hingga pada tahun 1998. HTML. Penyedia layanan blog gratis ini telah memiliki pengguna lebih dari 100. kata blog dipakai sebagai kependekan dari weblog. 40 . Justin Hall memulai website pribadinya Justin’s Home Page yang kemudian berubah menjadi Links from the Underground yang mungkin dapat disebut sebagai blog pertama seperti yang kita kenal sekarang. Blogger. Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam.com memberikan banyak kemudahan bagi siapa saja untuk membuat blognya sendiri meskipun hanya dengan kemampuan HTML yang sangat dasar. Namun perkembangan blog belum begitu banyak. (Mulyanto. Aktivitas memperbarui blog disebut blogging dan seseorang yang memiliki blog disebut blogger. Seperti diketahui. Blog biasanya diperbarui setiap hari dengan menggunakan software yang memungkinkan mereka yang memiliki latar belakang teknis sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali bisa meng-update dan mengelola blognya. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). Jorn Berger menggunakan istilah weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diperbarui secara berkala dan berisi link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentarkomentar mereka sendiri. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal. MEDIA AKTUALISASI BAgI PENULIS PEMULA DI INDONESIA (INTEN PERTIwI) Pendahuluan Pada awalnya. Hal ini disebabkan karena saat itu diperlukan keahlian dan pengetahuan khusus tentang pembuatan website. Kemudian pada Januari 1994.S. (Mulyanto. 2008 : 3). Rebecca Blood. jumlah blog yang ada diluar sana belumlah seberapa. 2008 : 1). dan web hosting untuk membuat blog sehingga hanya mereka yang berkecimpung di bidang Internet. media publikasi dalam sebuah kampanye politik. pada Februari 2001. Roger Yim.BLOg. Namun baru pada tahun 1997. layanan membuat blog online dan gratis yaitu Pitas telah ada yang memungkinkan siapa saja bisa membuat blog.

blogger.2 juta blogger. Ada beberapa tempat di dunia yang memiliki jumlah aktifitas blogging yang intens. Pada 2 Juli 2007. sebuah portal majalah bisnis menampilkan grafik aktifitas blog di 30 kota besar di dunia. akhir tahun 2009 jumlah blog yang ada di Indonesia mencapai lebih dari 1 juta blog. Berikut ini adalah daftar beberapa lanyanan blogging yang berhasil dihimpun oleh World Friend Indonesia. Perkiraan tersebut bukan tanpa alasan. Tahun 2007 diperkirakan ada 300 ribu blog. Mungkin ditunjang oleh kemudahan akses internet yang cukup murah dan bisa dinikmati secara lebih merata oleh penduduk di negara tersebut. aktivitas blogger di Negaranegara berkembang yang ditunjukkan oleh kota-kota seperti Mumbai. Data ini baru perkiraan untuk blog yang menggunakan layanan blogger. tahun 2008 meningkat 41 menjadi 600 ribu blog.com. Gambar 1 : Grafik The World Belt Sumber : Bloomberg Businessweek Dari Sabuk Blog ini terlihat bahwa Amerika Utara adalah wilayah dengan aktifitas blogger yang tertinggi di dunia. belum termasuk blog yang menggunakan layanan lainnya. 1. Jakarta. Dalam 1 tahun jumlahnya meningkat 2 kali lipat. 1 NO. Bloomberg Businessweek . pelopor blog di Indonesia yang juga sering dijuluki sebagai ‘bapak blogger’ Indonesia. namun menilik dari trend tahun-tahun sebelumnya. pengguna internet dapat dengan mudah menggunakan layanan yang sudah disediakan dengan gratis atau berbayar. multiply. http://www. friendster. Menurut Enda Nasution. sebuah situs informasi komunitas tentang berbagai aktifitas di dunia maya.62 Secara keseluruhan. 2008 : 4). Mexico City tidak bisa dipandang sebelah mata (Mulyanto. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 .JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. Untuk membuat sebuah blog. Tahun 2009 jumlah tersebut bisa meningkat hingga 1.com Situs Blogger merupakan salah satu dari penyedia layanan blog yang . Namun demikian. yang oleh Bloomberg Businessweek disebut The Blog Belt atau Sabuk Blog Dunia. seperti wordpress. dan sebagainya. tidak kurang dari 88 juta blogger tersebar di seluruh dunia.

Dikenal juga dengan nama MSN Spaces. Google Video dan MetaCafe. baik itu berupa teks.com menyediakan layanan blog yang gratis. Blogger penggemar fotografi biasanya memilih jenis ini untuk menampilkan berbagai karyanya.blogboleh. video. bahkan video. http://www.com http://www. dan juga diary. seperti foto. 7. Revver.org http://www.multiply. Iklan lowongan pekerjaan biasanya menggunakan konsep linklog ini. Tidak hanya fotografer professional. Linklog. http://www. MEDIA AKTUALISASI BAgI PENULIS PEMULA DI INDONESIA (INTEN PERTIwI) 2.com Xanga merupakan situs komunitas online. template yang mudah dimodifikasi.com Live Journal didirikan oleh Brad Fitzpatrick pada tahun 1999. dan berbagai kemudahan lain . Namun blogger dengan minat tertentu dapat juga membuat blog yang menampilkan materimateri tertentu.blog.live. 42 3. Berikut adalah berbagai jenis blog yang dikelompokkan berdasarkan karakteristik materi yang diunggah : Vlog.tblog.wordpress.com http://www. sebutan untuk blog yang terdiri atas kumpulan link.com Windows Live Spaces ini merupakan milik Microsoft.xanga. Situs ini didirikan dan dimiliki oleh suatu perusahaan yang bernama Automatic. penyedia layanan pun juga terus meningkatkan pelayanan dengan berbagai kemudahan aktifitas blogging seperti nama domain yang lebih singkat dan mudah diingat. 10. dsb sehingga pengguna bisa mengelompokan berbagai bentuk file sesuai dengan jenisnya. tetapi kemudian dibeli oleh Google. 12. 9.com http://edublogs. video.com Diary Land mempunyai tampilan yang sederhana. Semakin banyaknya pengguna layanan blog. teks. Blog jenis ini memang lebih banyak menampilkan foto-foto dari pada teks. yaitu blog yang terdiri atas kumpulan video.BLOg. dan sebagainya. photoblog. Awalnya dibuat oleh Pyra Labs. journal. atau video blog. http://spaces. 5. Blog seperti ini memudahkan pengunjung untuk langsung meng-klik link yang dipromosikan atau ingin dikenalkan oleh pemilik blog. http://www. 13. http://www.bloglines.org Photolog atau photoblog adalah blog yang terdiri atas kumpulan foto.com untuk melakukan pengunggahan. http://www.com Multiply menyediakan layanan blog yang menarik dengan memisahkan halaman foto.livejournal. 4.diaryland. foto. Beberapa penyedia layanan blogging menyediakan kapasitas khusus untuk para blogger yang ingin membuat vlog. Blog ini biasanya menampilkan berbagai informasi penting dengan menyertakan link langsung ke URL yang dituju. Dengan Live Journal para penggunanya dapat berbagi blog. Penyedia layanan photoblog yang paling bayak digunakan adalah flickr. Di situs Xanga ini Anda dapat membuat weblog. Pada halaman awalnya memberi kesan untuk anak-anak.blogsome.com Situs WordPress. bahkan para amatir pun banyak juga yang membuat photoblog. makin beragam pula kreatifitas mereka dalam membuat sebuah blog. seperti http://lowonganterbaru. Blog jenis ini biasanya diminati oleh mereka yang menggemari media audio visual. Berkembangnya aktivitas blogging. 6. cukup populer dan bersifat gratis. http://www.com http://www. Blog konvensional yang memuat berbagai teks dalam setiap unggahanya memang lebih banyak diterapkan oleh para blogger. 11. Beberapa diantaranya yang terkenal dan banyak peminatnya adalah youtube. 8.

JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. Untuk bisa melakukannya di media mainstream tentu bukan hal yang mudah dilakukan. mulai dari teks. dll 4. Hal tersebut dapat dilakukan melalui program-program periklanan seperti Google AdSense. sketsa. video. disebut tumblelog. dsb) lainnya adalah kemudahan untuk menyalurkan ide dan buah pikiran lainnya. Trinity. Mereka bisa menuangkan ekspresinya melalui media paling diminati. maupun media spot iklan secara mandiri. seorang blogger dapat dengan lebih baik mengartikulasikan opininya. Cara lain yang juga bisa dilakukan oleh blogger adalah dengan menjadikan blognya sebagai media jualan atau toko online. Penyampai Ide Kelebihan blog dibandingkan media mainstream (koran. 2. tanpa ada editor atau pihak lain yang berhak ikut campur di dalamnya. bahkan link. Blog juga menjadi media untuk berbagai tentang banyak hal karena terbuka dan mudah di akses oleh siapa saja. foto. Beberapa Blogger yang cukup terkenal karena aktifitas bloggingnya adalah Enda Nasution (http://enda. SponsoredReview.org/). Terutama mereka ingin mempunyai ruang untuk menampung minatnya. bahkan video. Dewi Rieka. Hampir di setiap kota di Indonesia memiliki komunitas blogger dengan berbagai . Sebuah blog bisa membantu orang biasa menjadi terkenal seperti yang terjadi pada Radhitya Dika. Menulis blog atau blogging akan membuat blogger menjadi penulis yang lebih percaya diri. bisa berupa tulisan. foto. apalagi dengan persaingan yang sangat ketat. Dengan terbiasa mengekspresikan pikiran pada blognya. Banyak kompetisi diadakan oleh berbagai media yang bisa memberikan peluang bagi seseorang untuk terkenal. Sebuah blog adalah ruang personal bagi seorang blogger untuk mengungkapkan ide dan imajinasinya ke dalam berbagai bentuk. Banyak jalur 43 yang harus dilalui hingga akhirnya ide tersebut dapat dimuat atau disiarkan. 1 NO. Networking Semakin banyaknya blogger bermunculan.62 Blog yang terdiri atas kumpulan artikel dan menggunakan media campuran. Blogger yang menggunakan konsep tumblelog ini biasanya mengunggah materi yang bervariasi.goblogmedia. Terkenal Saat ini bukanlah hal sulit untuk bisa menjadi orang terkenal. Sebuah blog boleh dikatakan merupakan daerah kekuasaan bagi seorang blogger.com/). Blog bahkan dapat menjadi semacam terapi jiwa. Melalui blog banyak sekali keuntungan yang bisa diraih oleh seorang blogger. dsb 3. Penghasilan tambahan Blogger juga bisa mendapatkan penghasilan dari aktifitas blogging. televisi. diantaranya adalah : 1. Ndoro Kakung (http://ndorokakung. Namun dengan memanfaatkan blog siapa saja bisa menuangkan idenya dan menyebarkannya ke seluruh dunia. berkembang pula komunitas-komunitas yang bisa menampung keberadaan mereka. Blogger tertentu dengan kemampuannya dalam menulis dapat menerbitkan sebuah buku seperti Radhitya Dika. Ask2Link. majalah. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . Antyo Rencoko (http://blogombal. Komunitas blogger biasanya terbentuk karena aktifitas blogwalking atau saling mengunjungi blog dan meninggalkan komentar. Namun tidak semua orang memiliki kemampuan untuk mengikuti kompetisi. Manfaat yang Diperoleh dari Blog Keberadaan blog makin digemari oleh pengguna internet di seluruh dunia.com).

Seperti yang diungkapkan oleh Edy Zaqeus. Blog bisa jadi solusi bagi tulisan-tulisan yang tidak tertampung dalam media mainstream. Blog bisa menjadi alat untuk menghidupkan tulisan kita. Sebuah kompetisi weblog yang melibatkan blog dan blogger dari 11 bahasa berbeda.BLOg. tabloid. Cina. 6. MEDIA AKTUALISASI BAgI PENULIS PEMULA DI INDONESIA (INTEN PERTIwI) 5. majalah. Hanya tulisan yang dipublikasikan saja yang punya nyawa dan pengaruh kepada pembacanya. Inggris. Keanggotaannya yang terbuka memberikan kemudahan bagi siapa saja yang memiliki blog untuk bergabung dan bersosialisasi di dalamnya. Mengikuti Kompetisi Saat ini sudah banyak kompetisi yang diadakan khusus untuk para blogger. Rusia dan Spanyol. Positif atau negatif komentarnya. 2. Tidak sulit bagi penulis blog untuk mendapatkan komentar dari para pembacanya asalkan dia aktif untuk mempromosikan tulisannya agar dibaca oleh pengunjung. Prancis. Mengasah Kemampuan Memiliki sebuah blog berarti seseorang memiliki ruang pribadi untuk menampilkan buah pikiran dan hasil karyanya. Secara tidak langsung tentu saja bisa memacu untuk terus menghasilkan karya-karaya baru dan lebih bagus untuk ditampilkan. sekaligus pendiri Bornrich Publishing dan Fivestar Publishing yang berhasil menerbitkan sejumlah buku bestseller. jurnal. Caranya dengan aktif memperbarui tulisan di blog dan rajin memasang tautan blog agar banyak dikenal. Salah satu kompetisi yang terkenal diantara para blogger adalah Deutsche Welle International Weblog Awards. Jerman. Bengali. kegiatan baik kegiatan dunia maya atau nyata. Tulisan blog mudah sekali dikomentari dan feedback ini banyak manfaatnya. sering kali terbatas ruangnya dan mematok standar kualitas tulisan tertentu. Blog sebagai sarana publikasi tulisan yang termudah sekaligus strategis. Bagi penulis. Masalah utama yang dialami kebanyakan penulis—terlebih lagi penulis pemula—adalah soal wadah publikasi. Kegiatan komunitas blogger di dunia nyata inilah yang menjadi wadah mereka untuk bertemu dan berkumpul untuk menjalin networking dengan sesama blogger yang biasanya berasal dari kalangan beragam. untuk makin mengasah kemampuan dan mendorong kemauan untuk terus menghasilkan tulisan. 1. konsultan penulisan & penerbitan. diantaranya : Arab. komentar atas tulisan sungguh merupakan alat uji bagi tulisan itu sendiri. aslinya tulisan itu sudah punya “nyawa” dan mendatangkan pengaruh. Manakala tulisan ditampilkan di blog. Aktifitas ini akan mengasah kemampuan blogger dan tentu saja akan menjadikannnya lebih percaya diri. Persia. penulis buku-buku best-seller. dia mengungkapkan bahwa blog dapat memberikan manfaat lebih bagi mereka yang berminat menekuni dunia penulisan maupun yang baru ingin belajar menjadi penulis. Indonesia. hingga kompetisi blog bertarap internasional yang memfokuskan pada tampilan dan materi/isi blog. itu semua bisa menjadi bahan perbaikan tulisan atau bagian dari proses pembelajaran penulisnya. membuat sebuah blog bisa menjadi sebuah terobosan 44 . Mulai dari kompetisi penulisan artikel dengan tema tertentu. Media massa umum seperti koran. Event terbesar bagi komunitas blogger di Indonesia adalah “Temu Blogger” yang rutin diadakan setiap tahunnya dengan melibatkan seluruh blogger di Indonesia. Dalam blog “Edy Zaqeus on Writing”. Peran Blog bagi Penulis Pemula Bagi seorang penulis pemula. Portugis.

Radhitya Dika mungkin tidak akan pernah menyangka jika hobby menuliskan kisah pribadinya di halaman diary virtual “Radhitya Dika dan Hal Absurd Lainnya” bisa menjadikannya seorang penulis buku sekaligus bintang film layar lebar. akan semakin mudah pula mengeluarkan ide-ide dalam bentuk tulisan. Terlebih bila tulisantulisan kita mendapatkan sambutan atau aneka komentar dari para pengunjung. Bahkan. Blog bisa membuat seorang penulis yang “bukan siapasiapa” menjadi penulis yang bisa “dikenal oleh siapa saja”. Ini yang tidak mungkin diwadahi oleh media konvensional. 5. Blog bisa berfungsi sebagai media personal branding. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . isi blog dengan beragam tulisan. Interkoneksi antara blog dengan mesin pencari dan kebutuhan akan data oleh pengguna internet. 1 NO. Blog bisa menjadi ajang ekspresi yang bebas hambatan. maka lama kelamaan blog kita akan penuh juga. Penulis yang Mengawali Karir dari Blog Di Indonesia. banyak sekali ide-ide baru yang bisa dielaborasi dan dieksplorasi dari lalu lintas komentar tersebut.62 3. bahkan yang paling ekstrim sekalipun. setelah punya blog biasanya kita akan terdorong untuk terus mengisinya dengan berbagai bentuk tulisan. Menulis di blog secara rutin juga berdampak pada kemampuan dalam menuangkan gagasan. Bagaimanapun. Blog bisa menjadi saluran gagasangagasan alternatif. 45 .JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. Ini memungkinkan tulisan-tulisan yang dalam kacamata umum mungkin dianggap kurang pantas. di blog malah mendapatkan saluran seluas-luasnya. atau melanggar aturan-aturan tertentu. 6. Blog adalah tempat kita untuk menabung tulisan. Bagus sekali bila mayoritas tulisan yang kita tampilkan di blog adalah karya sendiri. Blog bisa menjadi alat penumbuh kebiasaan dan keteraturan menulis. tidak sedikit blogger yang mampu mendapatkan nilai lebih dari kebiaasaan blogging. Terlebih bila blog memang kita jadikan sebagai sarana untuk berlatih menulis dan menampung tulisan-tulisan karya sendiri. 4. Ini akan memotivasi kita untuk rajin mem-posting tulisan. terlalu absurd. Makin sering menulis di blog. ternyata telah menciptakan situasi kesalingterhubungan alias saling kenal. Satu demi satu kita 7.

sesuatu yang tidak pernah Sampai saat ini dia telah menulis 5 buah dia bayangkan sebelumnya. Cinta adalah prestasi membanggakan. Tidak sedikit dari Membuat Saya Bego (2007). untuk The Naked Traveller (2007). yaitu Cinta. Bersama dengan para sehari-harinya yang lucu dan konyol ke penggemarnya yang juga memiliki minat pada penulisan. salah satu buku Traveler”. memikat seorang sutradara terkenal yang melalui tulisan di blog. Namun Brontosaurus (2006). Film ini juga Buku lain yang juga bermula dari sebuah telah menjadikan Radhitya Dika seorang 46 . yaitu Kambingjantan : Catatan buku-buku dan film yang laris dipasaran Harian Pelajar Bodoh (2005). Kecintaannya pada dunia penulisan terwujud melalui blognya “The Naked Tidak hanya sampai disitu. MEDIA AKTUALISASI BAgI PENULIS PEMULA DI INDONESIA (INTEN PERTIwI) Gambar 2 : Halaman Blog Radhitya Dika Sumber : Radhitya Dika dan Hal Absurd Lainnya. Radith menjadi trend saat ini. dan Marmurt Merah menceritakan kembali pengalaman hidup Jambu (2010). Dio Rudiman. Sampai saat ini. Selain itu. buku-buku tersebut akhirnya laris bahkan bersama komikus muda. menjadi best seller. Seperti yang diraih mereka menerbitkan komik oleh blogger penggemar travelling yang Kambingjantan : Sebuah Komik Pelajar menggunakan nama pena Trinity. Menghasilkan buku laris. Bodoh (2009). Babi hanya dari sebuah blog. Radhitya Dika dalam diary online atau blog. Kecintaan pada Ngesot : Datang tak Diundang. The Naked mengangkatnya dalam sebuah film layar Traveller 2 (2010). Rudi Sujarwo. Disini Trinity menuangkan halRadhitya Dika yang berjudul hal unik mengenai berbagai hal yang Kambingjantan : Catatan Harian Pelajar dialaminya selama melakukan perjalanan Bodoh yang terbit tahun 2005 berhasil sebagai backpaker. Trinity sudah juga menyutradarai film Ada Apa Dengan berhasil menerbitkan 3 buah buku. dan Duo Hippo lebar berjudul Kambingjantan: Sebuah Dinamis : Tersesat di Byzantium (2010). 2010 pemeran utama.BLOg. meluncurkan sebuah buku kumpulan Menerbitkan buku dari sebuah blog sedang tulisan pendek berjudul Tolong. Film Pelajar Bodoh (2009). Pulang tak dunia penulisan dia wujudkan dengan Berkutang (2008). Radikus Makankakus semua itu diraih Radhitya Dika bermula : Bukan Binatang Biasa (2007).

Tidak ada kata untuk berhenti menulis ketika seorang penulis pemula memulai sebuah blog dan mulai memiliki keterikatan emosional dengan para pengunjung blognya. Ini tentu tantangan yang harus dijawab oleh pemilik blog. Rebecca Blood yang selalu menulis di blognya. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . blog dapat menjadi solusi untuk mempublikasikan hasil karya. Pertama. Tentunya mereka yang merindukan tulisan baru dari pemilik blog akan meninggalkan komentar agar pemilik menulis lagi untuk blognya. ia mulai mempertimbangkan opini dan ide-idenya dengan lebih hati-hati dan ia mulai merasakan bahwa perspektifnya adalah unik dan penting untuk disuarakan. mengatakan bahwa setelah ia membuat blognya. kemampuannya. Apalagi jika blog tersebut sudah memiliki pembaca setia yang rutin berkunjung. Penulis lain yang juga sekaligus blogger dan produktif menerbitkan buku adalah pasangan suami istri Adhitya Mulya dan Ninit Yunita. Kedua yang lebih penting. ia mulai lebih menghargai cara pandangnya sendiri. ia menemukan kembali minatnya semenjak ia memulai membuat blog. Pengguna hanya perlu untuk mendaftarkan diri pada sebuah situs yang menyediakan layanan blogging dan kemudian mulai mengisinya dengan berbagai materi sesuai minat dan 47 . para penulis memiliki peluang besar untuk karyanya dibaca dan dinikmati banyak orang. Bagi mereka yang berminat pada dunia penulisan. Boleh dikatakan. Dengan cara yang mudah dan tidak berbayar. Yenny adalah seorang blogger yang tinggal di Bali. Dengan mempublikasikan karya. Melalui blognya dia menuangkan pengalaman sehari-hari yang penuh kekonyolan dalam merawat anak sewata wayangnya. Tristan. Rebecca’s Pocket. Ketika setiap harinya ia melakukan update blog.62 blog adalah Gokil Mom : Diary Seorang Mami Dodol karya Yenny Lesly. Tentu hal ini akan menjadi pemicu semangat bagi mereka. 1 NO. tanpa aturan mengikat seperti halnya publikasi di berbagai media seperti koran ataupun majalah.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. Sebuah blog bisa menjadi pendorong bagi penulis untuk terus memperbarui tulisan. ada dua efek samping yang terjadi yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya. Peluang dan Tantangan Bagi Penulis Pemula Kehadiran blog sebagai media di internet yang bebas dimanfaat oleh siapa saja adalah peluang bagi para penulis baru. Batasan dalam blog sepenuhnya ada ditangan blogger sehingga tidak ada alasan untuk terus berekspresi dan berkarya. sebuah blog bisa langsung dibuat. Gambar 3 : Beberapa Buku yang Diangkat dari Tulisan Blog Blog. Para pengunjung blog selalu tertarik pada tulisan baru. kemauan menulis seorang blogger tidak hanya muncul dari dalam dirinya sendiri namun juga dibantu oleh dorongan semangat dari para pengunjung.

Go! Blog. MEDIA AKTUALISASI BAgI PENULIS PEMULA DI INDONESIA (INTEN PERTIwI) Simpulan dan Rekomendasi Ketika seorang penulis pemula ingin serius menekuni dunia penulisan. Bandung : Oase Media Nurhuda. Melalui kolom komentar dari para pengunjung. Tidak sedikit para penulis saat ini lahir melalui proses menulis di media blog pribadi. Terpenting tentu saja terus meningkatkan kemampuan menulis dengan banyak belajar dari penulis lain yang telah sukses. Mengisi dengan berbagai posting yang berkualitas dan menarik adalah hal yang harus dilakukan agar pengunjung blog semakin banyak. penulis dapat memperluas pergaulan dan tentunya akan mempertinggi kepercayaan dirinya. Marmut Merah Jambu. Jakarta : Gagas Media Dika. Practical Advice on Creating and Maintaining Your Blog. The Weblog Handbook. Assep Purna.20 WITA) 48 . Dengan melihat jumlah pengunjung blog.BLOg. Banyak artikel di internet yang dapat memberikan pengetahuan tentang penulisan. Semakin banyak yang menggunakan maka menunjukkan layanan tersebut mudah diakses dan tidak menyulitkan penggunanya. penulis dapat mengevaluasi dirinya sendiri apakah hasil karyanya diminati ataukan tidak oleh pembaca. 2010. 2010. 2010. Semangat untuk terus menulis dapat dijaga dengan rasa cinta. Penulis hendakkan menuliskan hal-hal yang memang menarik baginya sehingga dia mampu menulis dengan hatinya. blogger harus aktif memperbarui tulisannya. http://ezonwriting. Yogyakarta : Bnetang Pustaka Blood. 2002. 7 Langkah Mudah mencarai Uang Lewat Blog. Blog dapat menjadi semacam media evaluasi dari kualitas tulisan yang dihasilkan.com/20 07/11/14/7-manfaat-blog-bagipenulis/ (didownload tanggal 19 Agustus 2010 jam 11. Cambridge : Perseus Publishing. The Naked Traveler 2. Untuk menjadi penulis sukses melalui sebuah blog memerlukan proses. Untuk mempertahankan pengunjung blog. Eko. Seorang penulis pemula juga bisa mendapatakan networking melalui blog yang dimilikinya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh penulis pemula ketika ingin memulai menulis di blog. Radhitya. Melalui blog. Pertama tentu saja memilih penyedia layanan blog yang sesuai. Blog juga mempermudah penulis pemula untuk menjalin komunikasi secara langsung dengan blogger-blogger lain yang sudah berhasil. Edy. Yogyakarta : Garailmu Dika. 2005. penulis bisa mendapatkan masukan dari berbagai sudut pandang berbeda sehingga dapat memperkaya teknik penulisannya kedepan. Saat ini semakin banyak penerbit yang mulai melirik blog-blog yang ada untuk kemudian dijajaki dan diangkat menjadi sebuah buku.wordpress. Yogyakarta : Bentang Pustaka Trinity. seorang blogger memang harus menyediakan waktu khusus. Kambingjantan. Daftar Pustaka Mulyanto. Jakarta : Gagas Media Trinity. 2008. Layanan blog yang paling banyak digunakan oleh blogger bisa menjadi pilihan. Zaqeus. Rebecca. blog bisa menjadi jalan keluar yang memberikan banyak keuntungan. Radhitya. Untuk dapat menulis secara regular. 2007. 2007. penulis bisa mendapatkan masukan dari para pembacanya. 7 Manfaat Blog bagi Penulis. The Naked Traveler. Yang paling penting tentu saja blog dapat menjadi semacam media promosi bagi penulis. Dengan bergabung dalam sebuah komunitas blogger. Semakin banyak yang membaca tulisannya makan akan semakin terkenal dan akan makin mendekatnya dengan popularitas yang tentunya dapat menjadi modal pendukung bagi seorang penulis.

JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62

Nasution, Enda. 2004. Apa itu Blog?. http://enda.goblogmedia.com/pages/a pa-itu-blog.html (didownload tanggal 18 Agustus 2010 jam 14.15 WITA) Blood, Rebecca. 2000. Weblogs: A History and Perspective. http://www.rebeccablood.net/essays/ weblog_history.html. (didownload tanggal 18 Agustus 2010 jam 15.00 WITA) World Friend Indonesia. 2009. Beberapa Penyedia Layanan Blog. http://worldfriend.web.id/beberapapenyedia-layanan-blog (didownload tanggal 18 Agustus 2010 jam 14.20 WITA) Wikipedia Ensiklopedia Bebas. 2010. Radhitya Dika. http://id.wikipedia.org/wiki/Raditya_ Dika (didownload tanggal 18 Agustus 2010 jam 14.45 WITA)

Radhitya Dika dan Hal Absurd Lainnya. 2007. Buku Radhit. http://radityadika.com/buku_radit/ (didownload tanggal 18 Agustus 2010 jam 14.10 WITA) The Naked Traveler. 2008. About. http://naked-traveler.com/about/ (didownload tanggal 18 Agustus 2010 jam 14.30 WITA) Kilas Berita. 2009. Tahun Ini Jumlah Blogger Indonesia Tembus 1 Juta. http://www.kilasberita.com/kbtech/internet/14286-tahun-inijumlah-blogger-indonesia-tembus-1juta (didownload tanggal 18 Agustus 2010 jam 15.00 WITA) Bloomberg Businesssweek. 2007. The Blog Belt. http://www.businessweek.com/maga zine/content/07_27/b4041402.htm (didownload tanggal 18 Agustus 2010 jam 16.00 WITA

49

KONSERVASI fLORA - USAhA PERLAMBATAN LAJU PEMANASAN gLOBAL (MADE gEDE SURyANATA)

KONSERVASI FLORA – USAHA PERLAMBATAN LAJU PEMANASAN GLOBAL
Oleh: Made Gede Suryanata Email: madegede64@yahoo.com ABSTRACK Global warming brings many effect to human & environment – which not a new issue – and responded by many countries in thne world. Still, it goes on and increase it speed instead of decrease considering many efforts that have already held to recover the earth. Lack of knowledge& unconcern community, cut more tree in the name of country wellfare makes the act of green community outnumbered, which is decrease the enviromental quality. In order to create environment concern generation, a simple syncron explanation that can be understood easily will be urgent. Education based on environment concern have to be held since the basic age to increase public awareness, so activities can goes eficiently for a slow increase global warming. Key Word: flora conversation, slow increase global warming, public awareness

50

JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 - 62

KONSERVASI FLORA – USAHA PERLAMBATAN LAJU PEMANASAN GLOBAL
Oleh: Made Gede Suryanata Email: madegede64@yahoo.com ABSTRACK Global warming brings many effect to human & environment – which not a new issue – and responded by many countries in thne world. Still, it goes on and increase it speed instead of decrease considering many efforts that have already held to recover the earth. Lack of knowledge& unconcern community, cut more tree in the name of country wellfare makes the act of green community outnumbered, which is decrease the enviromental quality. In order to create environment concern generation, a simple syncron explanation that can be understood easily will be urgent. Education based on environment concern have to be held since the basic age to increase public awareness, so activities can goes eficiently for a slow increase global warming. Key Word: flora conversation, slow increase global warming, public awareness

51

org Tabel persentase gas rumah kaca berdasar sumbernya Sumber: (Stewardship 2007) 52 .KONSERVASI fLORA . Sehingga dari sudut pandang ini pemanasan global tidak semata-mata merupakan bencana yang disebabkan limbah aktifitas manusia. Sumber gas rumah kaca terbesar untuk saat ini adalah kegiatan manusia yang kurang peduli dengan lingkungannya. Hal ini menunjukkan terjadinya trend peningkatan suhu permukaan yang signifikan karena efek rumah kaca yang memberikan efek multiplier (pengkali) sehingga peningkatan suhu yang sesuai dengan deret hitung. yang secara umum disebabkan oleh efek rumah kaca.1-6. Pandangan ini didasarkan pada kebutuhan mahluk hidup di bumi akan suhu yang stabil sehingga mahluk hidup dapat berkembang dan ber-evolusi. pola transportasi yang semrawut (14.4oC dalam waktu 110 tahun (1990-2100) (Wikipedia 2010).wikipedia.3%). Sedangkan pada proyek IPCC.USAhA PERLAMBATAN LAJU PEMANASAN gLOBAL (MADE gEDE SURyANATA) BAGIAN I: PEMANASAN GLOBAL PEMANASAN KENYATAAN GLOBAL SUATU Dalam dekade terakhir peningkatan suhu bumi sangat signifikan – sebagaimana diungkapkan oleh Joseph Algore dalam film dokumenter bertajuk “The Inconvenient Truth” – yang mengakibatkan peningkatan suhu air laut dan udara. proses industri yang tidak ramah lingkungan (16.8%).18oC.5%) (Wikipedia 2010). NO2. Kadar gas rumah kaca (CO2. Permukaan bumi selama 100 tahun terakhir telah mengalami peningkatan suhu sebesar 0. Sumber:en. Hal ini secara langsung mempengaruhi pelelehan es di kutub utara dan selatan yang mengakibatkan peningkatan level air laut. Namun terdapat beberapa kalangan & ilmuwan yang tidak setuju dengan pernyataan IPCC tentang pemanasan global sebagai suatu bencana besar yang disebabkan karena aktivitas manusia. CH4) yang melampaui ambang daya dukung lingkungan. didapati kesimpulan bahwa peningkatan suhu permukaan secara global sebesar 1. Tabel perbandingan produksi gas rumah kaca 2008. dan produksi pangan yang berlebihan merupakan momok yang seperti buah simalakama (12. namun juga sebagai suatu proses alami yang memang seharusnya berlangsung. Penggunaan energi yang tidak efisien (21. sehingga efek rumah kaca terjadi dalam skala yang sangat besar. Terdapat pandangan yang melihat pemanasan global sebagai suatu siklus alam yang memang terjadi sesuai waktunya.0). bahkan pemisahan gunung es yang berukuran raksasa dapat mengancam transportasi kelautan dan kehidupan mahluk laut lainnya.

dan metana) yang kemudian dipantulkan kembali ke bumi dan terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat yang disebut dengan efek rumah kaca. EFEK RUMAH KACA & UMPAN BALIK Segala sumber energi yang terdapat di bumi berasal dari Matahari. Efek rumah kaca yang dihasilkan uap air lebih besar bila dibandingkan oleh dengan gas CO2. Selain efek rumah kaca. Namun umpan balik ini hanya berdampak sementara. karena uap air berada di 53 atmosfer dalam kurun waktu relatif pendek bila dibandingkan dengan CO2 yang relatif lebih lama di atmosfer (Muchti 2008). gelombang pendek yang diterima oleh awan dari radiasi permukaan bumi akan dikembalikan oleh awan sehingga meningkatkan suhu lingkungan. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Permukaan Bumi. namun siklus tersebut mengalami percepatan karena peningkatan konsentrasi gas rumah kaca yang memberikan efek multiplier terhadap laju peningkatan suhu permukaan bumi. 1 NO. menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya yang berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa. sehingga pemanasan global sebagai suatu siklus alami dapat dikatakan benar adanya. Peningkatan suhu bumi akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2 mengakibatkan lebih banyak air yang menguap ke atmosfer. karbon dioksida. namun sebagian lagi menganggap bahwa pemanasan global merupakan hal yang dapat diabaikan karena seluruh aspek kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari proses yang menghasilkan substansi pendukung pemanasan global. Sebagian gelombang panas tetap terperangkap di atmosfer bumi karena tertahan gas rumah kaca (uap air. Secara logika. Sehingga dapat disimpulkan bahwa awan memiliki peranan terhadap peningkatan suhu lingkungan yang terjadi melalui proses umpan balik. Energi matahari berbentuk radiasi gelombang pendek (termasuk cahaya tampak) yang ketika terkena permukaan bumi dan menjadi panas yang menghangatkan bumi. mulai dari personal hingga pada forum Internasional yang melibatkan berbagai pihak pemangku otoritas diberbagai belahan dunia. disebutkan bahwa hanya 3.62 Berdasarkan pada diagram diatas. Sebagian pihak menganggap bahwa fenomena ini merupakan hal yang sangat serius untuk ditangani. bahkan terdapat sebagian pihak memandang pemanasan global sebagai suatu hal yang wajar dan . PEMANASAN GLOBAL: MATA RANTAI AWAL Pemanasan global pada dekade terakhir sangat marak dibahas dalam berbagai level forum. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . awan memantulkan langsung radiasi matahari yang diterimanya sehingga memberikan efek naungan terhadap permukaan bumi.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. Menurut Muchti (2008) efek umpan balik yang disebabkan oleh uap air diudara tentnya akan mengundang pertanyaan tentang keberadaan awan sebagai faktor penyebab efek umpan balik.3% gas rumah kaca berasal dari gas alam (Stewardship 2007). Namun disatu sisi. pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca. pemanasan global juga dipengaruhi proses umpan balik dari reaksi lingkungan terhadap peningkatan suhu bumi. Peningkatan suhu lingkungan dengan keberadaan awan dapat langsung dirasakan adalah ketika mendung yang cukup jenuh air menaungi suatu wilayah yang sebelumnya terkena matahari dalam jangka waktu relatif lama.

Mahluk omnifora & karnifora berada pada puncak rantai makanan sebagai pemangsa. dan omnifora. Pembukaan lahan hutan secara besar-besaran untuk permukiman manusia mengurangi penyerapan panas matahari oleh tumbuhan serta perkerasan ruang terbuka yang masif mengurangi penyerapan air hujan ke tanah. merupakan kondisi yang sangat nyaman bagi mahluk hidup untuk tinggal. Penciptaan dengan teknik rekayasa material membebaskan sebagian besar karbon ke udara bebas serta gas rumah kaca lainnya. Letusan-letusan gunung berapi pada zaman purba membebaskan sejumlah besar karbon ke atmosfer bumi dan menyerap panas matahari yang kemudian berkonveksi diudara. Perkembangan manusia dari sisi jumlah dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan manusia serta keserakahan manusia akan euforia sebagai dominator membawa peradaban manusia manjadi peradaban yang (sebagian besar) tidak selaras dengan lingkungan alamiah sehingga mempengaruhi siklus alami bumi (dalam hal ini adalah perubahan suhu permukaan bumi secara global). Menurut bahwa seharusnya siklus bumi pada masa ini 54 . karnifora. termasuk kebenaran akan dampak penangulangan pemanasan global terhadap kepentingan pihak tertentu.KONSERVASI fLORA . Peningkatan suhu bumi (konstan maupun fluktuatif) merupakan suatu hal yang telah terjadi sejak bumi tercipta. Pernyataan ini didukung dengan adanya fakta berakhirnya zaman es & permulaan zaman baru dengan suhu lingkungan yang relatif stabil dan dapat ditinggali berbagai jenis mahluk hidup. ada baiknya kita telusuri terlebih dahulu posisi pemanasan global dalam rantai siklus perubahan karakter lingkungan yang saat ini terjadi secara besar-besaran diseluruh bumi.USAhA PERLAMBATAN LAJU PEMANASAN gLOBAL (MADE gEDE SURyANATA) merupakan siklus bumi yang memang harus berlangsung. Pertentangan pandangan tentang fenomena pemanasan global wajar adanya karena memang dapat dipandang dari berbagai sisi yang memiliki kebenarannya masingmasing. 2. sehingga membawa manusia sebagai dominator dalam beberapa puluh abad terakhir mulai dari awal peradaban manusia. Berakhirnya zaman es ditandai dengan peningkatan suhu permukaan bumi dan mencairnya es berusia ribuan tahun. pemanasan global merupakan penyelamat segala kehidupan dipermukaan bumi. Manusia (dalam posisinya sebagai omnifora) berkembang dengan sangat pesat dari sisi jumlah (sebagaimana kita ketahui jumlah penduduk bumi saat ini telah mencapai lebih dari 10 milyar jiwa) dan dibekali intelejensi yang tinggi. Sebelum berbicara tentang berbagai dampak & upaya penanggulangan pemanasan global. Pemanasan Global di Era Manusia Seiring perkembangan waktu. Suhu permukaan bumi yang relatif stabil. herbifora. sehingga tanah/daratan mulai terlihat dan diikuti dengan terciptanya lautan luas yang menutupi 2/3 permukaan bumi. 1. Pemanasan Global dimasa awal bumi Menurut (Guggenheim 2006). Dalam konteks ini. jumlah mahluk hidup berkembang dengan berbagai variasi posisi dalam mata rantai makanan. mencari makan dan berkembang biak (yang merupakan insting dasar). mulai dari tumbuhan & pengurai. Hukum rimba yang berlaku secara alami memberikan otoritas kepada jenis pemakan daging sebagai dominator kehidupan bergerak dimuka bumi. menyebabkan fluktuasi suhu bumi lebih stabil secara perlahan diikuti dengan peningkatan suhu global yang konstan (hanya pada permukaan bumi saja). pemanasan global sesungguhnya bukanlah hal baru yang perlu diperdebatkan penyebabnya ataupun bagaimana prosesnya. Industri pangan dan barang tersierquartener secara besar-besaran membawa merkuri & belerang ke udara yang mengakibatkan polusi udara & air dalam kurun waktu lama.

3. Namun tetap saja terdapat benturan terhadap pihakpihak yang tidak mendukung sepenuhnya upaya perlambatan laju pemanasan global atas dasar kepentingan ekonomi & sosial. sebagaimana telah kita rasakan sekarang. Dimana peningkatan suhu meningkatkan risiko penyakit yang menular melalui air dan vector (malaria. DAMPAK PEMANASAN GLOBAL Pemanasan global membawa berbagai perubahan yang signifikan terhadap lingkungan. Peningkatan suhu tentunya juga dapat menyebabkan kebakaran hutan yang semakin memperburuk kondisi udara serta gangguang kesehatan manusia (ISPA) (Mitchel 1997). Seiring dengan peningkatan hujan dan kelembaban udara secara global. Peningkatan suhu juga memicu timbulnya berbagai jenis penyakit tumbuhan. sehingga tanaman pangan akan berkurang produktifitasnya (Soemarwoto 2005).62 seharusnya adalah permulaan zaman es baru yang berawal pada tahun 2010. Ketidakselarasan manusia dengan alam (dengan cara mengeksploitas secara berlebih & pencemaran lingkungan) mengakibatkan siklus pemanasan global tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya. Peningkatan suhu global akan mengakibatkan pencairan es pada sumber mata air dari es (sungai gletser) yang ada di pegunungan sehingga daerah yang bergantung pada cadangan air ini akan mengalami kekeringan. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . maka akan lebih sering terjadi badai dan bencana alam lain yang melibatkan udara. akan memberikan umpan balik). Bila ditarik benang merah dari pemanasan global mengakibatkan berbagai efek beruntun sebagai berikut: 1. Gangguan siklus migrasi hewan dan tumbuhan untuk mencari daerah yang lebih nyaman suhunya. sehingga populasi hewan dan tumbuhan akan semakin berkurang (Soemarwoto 2005). Ketidakseimbangan iklim secara global.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. Berbagai usaha sudah digalang & dilaksanakan untuk memperlambat laju pemanasan global dengan termasuk juga berbagai pro dan kontra kebijakankebijakan penanggulangan pemanasan global. Karena penyakit tanaman akan terjadi kelaparan dan malnutrision sehingga secara keseluruhan akan menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat dan kestabilan negara. Namun dapat kita lihat kondisi lingkungan yanng cenderung mengalami peningkatan suhu dan humiditas merupakan kebalikan dari kondisi awal zaman es. Peningkatan suhu permukaan air laut mengakibatkan mencairnya es di kutubkutub bumi dan Greendland sehingga terjadi peningkatan permukaan air laut yang mengakibatkan perubahan luasan daratan yang bisa dihuni. Mulai dari penggalangan dukungan seluruh dunia (melalui berbagai protokol) dan perubahan arah pembangunan yang berorientasi “berkelanjutan” (Sustainable). Sebagai contoh adalah produsen kendaraan bermotor yang menolak untuk mengurangi produksi dan penolakan terhadap pengaturan amdal (dinegara berkembang) oleh industri rumah tangga dengan dalih modal dan sumber daya manusia. . 6. tidak dapat terjadi imigrasi yang seharusnya. Dampak sosial dan politik akan diderita manusia. Pemasanan global mengakibatkan lebih banyak air yang menguap keudara (yang 55 2. 4. Lembaga-lembaga non-pemerintah (NGO/LSM) dengan berbagai program penghijauan hingga efisiensi energi/sumber daya serta kampanye-kampanye yang menghimbau seluruh masyarakat dunia untuk mengurangi sumbangsihnya kepada percepatan laju pemanasan global. 5. Selain itu dapat mempengaruhi kehidupan terumbu karang dan penyerapan karbon oleh plankton di laut. 1 NO. Namun karena perkembangan manusia. demam berdarah). yang tentunya akan mengakibatkan curah hujan meningkat (secara global 1%).

Merupakan sumber ilmu pengetahuan dan teknologi. limbah. Terdapat berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pemanasan global sebagai berikut: Penanaman pohon untuk mengurangi efek rumah kaca. Penyuntikan karbondioksida kedalam lapisan bumi untuk mengurangi kadar karbon dioksida di atmosfer. Kepentingan konstruksi yang saat ini banyak terkait dengan pengerusakan alam adalah proses ekstraksi mineral dan exploitasi sumber daya hutan (dalam hal ini tumbuhan) berlebih sehingga terjadi degradasi lingkungan secara global. paku.USAhA PERLAMBATAN LAJU PEMANASAN gLOBAL (MADE gEDE SURyANATA) UPAYA PENANGGULANGAN LAJU PEMANASAN GLOBAL Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengendalikan laju pemanasan global antara lain: Pengendalian polusi dan pemurnian air (air. lumut. dan penggunaan energi untuk transportasi) (Soemarwoto 2005). Penghijauan lahan perkotaan. semak. penghidupan dan kelangsungan hidup bagi umat manusia. dan pepohonan (dikotil dan monokotil) Terdapat beberapa manfaat flora pada lingkungan manusia sebagai berikut (Istamar 2004): Merupakan sumber kehidupan. Sehingga dipandang perlu untuk mentelusuri peranan flora terhadap kandungan gas rumah kaca yang berdampak pada perlambatan laju pemanasan global (Simamora 2010). alga. papan. Juga dapat dilihat dari kebiasaan manusia dalam menggunakan energi untuk transportasi dan konstruksi yang tidak efisien. tempat bersejarah. minyak bumi dan gas. hutan/pohon. karena potensial sebagai sumber pangan. 56 industri (hidrogen dan daur ulang). taman. dan mengalami fluktuasi yang relatif tinggi dan rutin terjadi setiap tahunnya. sandang. Merupakan suatu hal yang sangat menarik bila hanya dengan mengendalikan berbagai kebiasaan hidup manusia dapat memperlambat laju pemanasan global. . Mengembangkan sosial budaya umat manusia. Sebagaimana diungkapkan oleh Guggenheim (2006) bahwa seorang vegeratian yang menggunakan mobil Hummer lebih bersahabat dengan alam dibandingkan seorang pemakan daging yang menaiki sepeda.000m2 akan menghasilkan 600kg dan menyerap 900kg CO2 setiap harinya. sehingga sering mengindahkan kepentingan alam demi ambisi dan pembangunan. obat-obatan serta kebutuhan hidup yang lain. BAGIAN II: KONSERVASI FLORA FLORA Tumbuhan dapat diartikan sama dengan flora yang mengikat berbagai jenis tanaman yang merujuk pada Regnum Plantae yang terdiri atas bebagai kelas rumput. transportasi (hidrogen dan elektrik). terna. Sedangkan setiap pohon yang memiliki tinggi rata-rata 25 meter dengan area tutupan 10.KONSERVASI fLORA . pengunaan lahan dan infrastruktur. Penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan terutama pada sektor energi (penggunaan energi terbarukan). konservasi sumber daya alam dan manajemen spesies (Bahan tambang. Membangkitkan nuansa keindahan yang merefleksikan penciptanya. bahan kimia berbahaya). produksi pangan (pengendalian produksi pangan & refinery metana). Penurunan jumlah tumbuhan pada hutanhutan diseluruh dunia ternyata memberikan peningkatan presentase gas rumah kaca secara signifikan.

JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 NO. 4. Sebagai sumber hara mineral.7 (1999). Logam berat diserap tumbuhan untuk kemudian disalurkan ke tanah. Secara langsung flora berperan aktif dalam mereduksi dan menyerap panas yang didapat dari matahari.62 KONSERVASI Konservasi menurut Peraturan Pemerintah RI no. selain itu melalui konservasi flora memiliki berbagai keuntungan. Satu potensi yang dapat dimanfaatkan negara berkembang dan miskin agar dapat berperan serta dalam 57 . Selain itu proses pengawasan menghadapi kendala baik sumberdaya manusia. Kehidupan memerlukan karbon. Aspek botani atau flora lebih cenderung kepada usaha-usaha pelestarian yang bertujuan jangka panjang atau tidak terhingga. 1. Tumbuhan menyediakan hara yang dibutuhkan tubuh melalui proses fotosintesa selain juga menyediakan Oksigen sebagai hasil sampingan dari fotosintesa. Sebagai pengikat energi untuk seluruh ekosistem. 5. 2007). sehingga suhu lingkungan mikro akan tereduksi. Manusia dan hewan tidak memiliki kemampuan untuk mengekstraksi unsur-unsur tersebut walau banyak terdapat di udara dan tanah. biaya maupun keamanannya. namun seluruh proses tersebut membutuhkan dana yang relatif sangat besar. 3. Konservasi dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai pengawetan. pemukiman dan fasilitas umum. Meskipun kerusakan habitat tidak dapat dielakkan dan hal ini sebagai dampak dari pembangunan industri. secara harfiah berasal dari bahasa Inggris. Menyerap karbon dioksida dan logam berat diudara. Pengawasan hanya dapat dilakukan secara efektif apabila melibatkan masyarakat disekitar lokasi konservasi. sehingga konservasi flora dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk menjaga agar keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya baik di dalam maupun di luar habitatnya tidak punah. PERANAN FLORA TERHADAP LAJU PEMANASAN GLOBAL Terdapat berbagai hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi laju pemanasan global sebagaimana diungkapkan diatas. Apabila dilihat dari aspek lokasinya maka kondisi kepulauan yang ada di Indonesia sangat rentan terhadap proses perusakan. Penyerapan karbon dioksida digunakan untuk melakukan proses foto sintesa yang akan menghasilkan berbagai deposit nutrisi. 2. kalsium dan unsur lainnya dalam jumlah yang berbeda-beda. Dimana flora memiliki peranan yang sangat penting dan signifikan dalam usaha pengendalian karbon di atmosfer (Zoer’aini. Berdasarkan data World Bank. bahwa hutan Indonesia dari aspek keanekaragaman hayatinya menempati urutan ke 2 setelah hutan Amazon di Brazil. serta mensirkulasi udara dibawah tanah sehingga kesuburan tanah meningkat. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . Dalam fungsi ini flora berperanan untuk membersihkan udara dari kandungan logam berat yang dapat membahayakan kesehatan manusia. dari energi matahari dengan fotosintesis dan hara tanah akan menghasilkan makanan bagi spesies lainnya. Meningkatkan penguapan-menjaga kelembaban udara sehingga suhu udara lebih stabil. Di Indonesia istilah konservasi merupakan hal yang sangat penting berkaitan dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat melimpah. Pembukaan lahan pertanian atau perkebunan juga tidak dapat dihindari. penghambatan laju pemanasan global adalah dengan cara melakukan konservasi ruang hijau dinegaranya. hidrogen.

serta memberikan cadangan oksigen bagi lingkungan sekitar. Hal ini memancing pergerakan wanita yang memiliki perhatian dan kekhawatiran terhadap pemakaian hutan untuk komersial secara berlebih.USAhA PERLAMBATAN LAJU PEMANASAN gLOBAL (MADE gEDE SURyANATA) KONSERVASI FLORA GERAKAN FEMINISME DALAM pengawasan pada malam hari dan berperang melawan para penebang liar. Namun disamping itu tanpa disadari bahwa hutan memiliki berbagai potensi yang memang seharusnya dipertahankan. Namun disamping kesadaran pribadi dibutuhkan juga dukungan dari pemerintah dalam hal ini dukungan regulasi dan rekognisi serta edukasi untuk meningkatkan ketahanan masyarakat untuk mempertahankan dan mengembangkan diri sehingga dikemudian hari tidak menjadi suatu ancaman bagi kelangsungan program konservasi flora. Faktor ekonomis flora dalam hal ini merupakan suatu ancaman dan hambatan yang sangat luar biasa bagi konservasi flora. misalkan sumber kayu bakar. Peranan pria dalam kondisi saat itu adalah membantu 1. Kaitan antara faktor gender dengan konservasi flora dalam catatan Mitchel (1997) terpublikasi untuk pertama kalinya pada tahun 1970. makanan ternak. Flora sebagai komoditi Flora dipandang dari sisi ekonomi (dalam hal ini kayu hutan) merupakan suatu komoditi yang memiliki nilai tinggi. Peranan flora sebagai komoditi dalam hal ini membutuhkan suatu solusi dari berbagai pihak dalam usaha untuk 58 . dimana suatu usaha konservasi flora dalam hal ini untuk menahan laju pemanasan global & kerusakan lingkungan membutuhkan kesadaran dari para pihak yang membutuhkan keberadaan hutan baik sebagai sumber penghidupan ataupun memang merupakan suatu panggilan hati untuk membantu menghambat laju pemanasan global. pergerakan Chipko muncul ketika para wanita setempat berdemonstrasi mempertahankan hutan dari pengembilan kayu untuk kepentingan komersial yang diprakarsai pemerintah India. Sedangkan para wanita mempertahankan hutan untuk mempertahankan sumber kehidupan keluarga dan pemenuhan tanggung jawab domestik wanita. Terjadi pergulatan kepentingan antara pihak pemilik modal yang menginginkan keuntungan dari penambangan kayu hutan untuk keperluan industri.KONSERVASI fLORA . Hal ini diakibatkan adanya keterikatan antara peranan domestik wanita terhadap lingkungannya. buah dan lainnya). Misalkan pada bidang arsitektur (yang mana merupakan bidang yang paling merusak keberadaan hutan) merupakan bahan utama yang hampir tidak tergantikan. Salah satu penggunaan kayu hutan sebagai bahan utama yang sangat merusak hutan adalah industri kertas yang setiap tahunnya membutuhkan ribuan meter kubik kayu untuk pemenuhan permintaan kertas dunia. Peranan lingkungan sosial merupakan suatu hal yang sangat penting. Penggunaan kayu sebagai berbagai bahan utama dalam kehidupan manusia dapat dikatakan tidak tergantikan. KONSERVASI EKONOMI FLORA DARI SISI Faktor gender & kondisi sosial masyarakat sangat mempengaruhi konservasi flora. penahan air tanah dan hara tanah. para wanita mengorganisir diri untuk mengadakan penanaman hutan kembali dan mengawasi perkembangan hutan hingga kembali pulih. Setelah penebangan hutan terhenti. peningkatan kerusakan lingkungan dan hilangnya fungsi hutan nonkomersial (sumber kayu bakar. Hal ini diawali dengan adanya minat pemerintah untuk mengembangkan industri produk hutan yang kemudian menyebabkan terjadinya erosi dan banjir. tumbuhan obat tradisional.

concretethinker. yang tentunya mampu mengurangi laju pemanasan global. Produk kayu olahan tersebut dikenal dengan Enginereed Solid Wood. Kayu sebagai bahan baku kertas memang sangat susah untuk digantikan. namun kayu olahan yang dibuat dengan memanfaatkan kayu yang dibuang (secara ekonomis sudah tidak produktif) oleh perkebunan karet merupakan solusi yang cemerlang. Flora sebagai investasi abadi Terkait dengan program internasional tentang penjualan karbon (Carbon Trading) bagi negara-negara maju kepada negara berkembang. Hal ini tentunya membantu pengurangan permintaan kayu di pasaran sehingga menurunkan tingkat perambahan hutan. namun tetap diperlukan pengendalian permintaan kertas oleh pihak-pihak yang terkait. Profil Urban heat Island Sumber: www. Misalkan dengan melakukan riset bahan pengganti komoditi kayu hutan dalam bidang arsitektur dan ataupun kertas.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . Hal ini juga secara tidak langsung dapat menjadi pemicu pengembangan dan pemberdayaan masyarakat lokal daerah yang memiliki lahan tidak terbangun untuk penghutanan kembali. 2. Dengan menjaga kelestarian flora pada daerahdaerah yang memungkinkan (pemberlakuan hutan lindung dan cagar alam) maka negara-negara berkembang memiliki kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam upaya menghambat laju pemanasan global. Dengan memanfaatkan teknologi. kayu hutan sebagai bahan utama dalam arsitektur telah tergantikan dengan kayu olahan dari perkebunan karet. Perkembangan terakhir juga menyebutkan bahwa bambu merupakan bahan baku kertas yang sustainable karena dapat tumbuh lebih cepat dari pada kayu. Program ini merupakan suatu kesempatan yang harus dimanfaatkan dan menjadi suatu alasan bagi seluruh pihak yang memiliki kesadaran untuk meng-konservasi flora dan melakukan penolakan terhadap 59 permintaan mengelola hutan untuk kepentingan industri kayu (Asshiddiqie 2009). Hal ini selain berakibat secara fisik manciptakan “urban Heat Island” juga mengganggu stabilitas psikis masyarakat kota secara berkesinambungan. namun berbagai teknologi telah diciptakan manusia untuk dapat melakukan daur ulang kertas yang tidak terpakai dan penggunaan kayu perkebunan (pada beberapa produsen kertas telah berkomitemen dengan “Sustainable Forest Fibre”) sehingga ekploitas hutan untuk kepentingan ini dapat dikurangi. Harus diakui bahwa “kayu” memang tidak tergantikan. Untuk itu diperlukan suatu ruang terbuka hijau yang berisikan berbagai macam flora yang dapat membantu mengurangi pulau panas perkotaan juga sebagai ruang bagi masyarakat kota untuk bersosialisasi dan lebih dekat dengan alam (Tarigan 2005). KONSERVASI FLORA DALAM FISIK KOTA Ruang-ruang perkotaan pada umumnya penuh sesak dengan bangunan tanpa memperhatikan dan mempertimbangkan kebutuhan manusia akan ruang terbuka & tumbuhan. 1 NO.com Namun pada kenyataannya perencanaan ruang terbuka kota terkesan tidak memperhitungkan daya dukung dan daya .62 menahan laju pemanasan global.

Pencipta lingkungan hidup. Syarat holtikultural meliputi respon. Rekreasi dan pendidikan untuk anak dalam mengenal lingkungan hidup. Kekuataan Penguapan air dan pemanasan global meningkatkan kemungkinan terjadinya hujan diseluruh dunia. Seperti yang diungkapkan pada sidang lingkungan hidup di Jepang (1991) bahwa karbon yang dihasilkan kendaraan bermotor merupakan penyebab utama kenaikan suhu diseluruh dunia. 1. Sebagai paru-paru kota. bentuk tajuk tekstur. debu dan lainnya). lahan hijau menjadi korban alih fungsi lahan. memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal. 4. Taman sebagai elemen hijau pada pertumbuhannya menghasilkan oksigen yang diperlukan seluruh mahluk hidup untuk bernafas. persyaratan budi daya. Kesehatan.KONSERVASI fLORA . Penghijauan kota adalah usaha untuk menghijaukan kota dengan melaksanakan pengelolaan taman kota. Penguapan air menciptakan awan yang mengembalikan panas matahari keluar dari bumi (awan sebagai pelindung bumi). VISIBILITAS KONSERVASI FLORA Dengan berbagai uraian dan analisa. kebutuhan air. bahkan saat ini sudah meliputi daerah batas kota. sehingga fungsi penghijauan tidak mencapai pada target pengurangan karbon yang diinginkan. Penghijauan pada perkotaan membantuk mereduksi pulau panas kota dan berfungsi memperindah kota. Dalam rangka memenuhi kebutuhan perkotaan (pemukiman). hujan. maka akan dilakukan perunutan kekuatan. 7. toleransi temperatur. Maryono 2008). Fungsi dan peranan penghijauan pada lingkungan kota adalah sebagai berikut: 1. kebutuhan tanah. 2. Perlindungan dari kondisi lingkungan sekitar (misalkan angin. dan ancaman konservasi flora dalam upaya perlambatan laju pemanasan global. 3. 60 . jalur hijau dan sebagainya (Irwan 2007). warna dan aroma (Nurmandi 2006. Sebagai pengatur lingkungan mikro. Dalam arti luas adalah segala daya untuk memulihkan. Hal ini penting untuk menciptakan suatu mindset anak tentang pentingnya lingkungan hidup yang ada disekitanya (Laimona and Fauzi 2008). baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan. 5. kelemahan.USAhA PERLAMBATAN LAJU PEMANASAN gLOBAL (MADE gEDE SURyANATA) tampung kota sehingga lahan hijau kota hanya sebagai pelengkap. Pemilihan tumbuhan yang akan digunakan pada penghijauan kota hendaknya memperhatikan syarat-syarat holtikultural (ecological) dan syarat fisik. Ditambah dengan penghijauan pada ruang perkotaan yang tidak mempertimbangkan keanekaragaman flora yang produktif. dan penyakit. Penghijauan yang direncanakan dengan baik akan meningkatkan keindahan kota sehingga lebih nyaman untuk dihuni. 6. vegetasi akan menyerap panas dari lingkungan yang menimbulkan hawa sejuk bagi lingkungan (Frick 2007). kesempatan. Vegetasi memberikan udara yang lebih bersih sehingga meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan hidup manusia secara fisik dan psikis. taman lingkungan. Syarat fisik meliputi tujuan penghijauan. oleh karena itu diperlukan penghijauan terintegrasi pada lingkungan kota. Penghijauan dapat menciptakan lingkungan hidup bagi mahluk hidup lain yang ada di alam. Flora merupakan jembatan bagi manusia dan mahluk lainnya untuk dapat mempergunakan energi dari alam. Estetika. kebutuhan dan toleransi matahari.

Berperan dalam pembelajaran anak untuk masa depan anak yang peduli lingkungan. Kesempatan bagi setiap negara yang memiliki lahan terbuka/hutan untuk mengkonservasi flora dan berperan serta dalam penghambatan laju pemanasan global. Terdapat berbagai upaya yang dilakukan. Ancaman Perambahan hutan untuk kepentingan konstruksi dan pembangunan yang kurang memperhatikan keberlanjutan secara menyeluruh. 1 SEPTEMBER 2010 : 1 . Konservasi flora akan meningkatkan produksi pangan nabati yang memiliki nilai ekonomis. Potensi Adanya program Carbon Trading yang mendukung dengan kompensasi kepada negara pemilik lahan hijau dari negara penghasil karbon untuk mengembangkan kehutanan. Konservasi flora dengan tanaman pangan akan mengakibatkan unsur hara tanah terserap dan membutuhkan pemupukan yang berpotensi meracuni lingkungan. Konservasi Flora dapat dilaksanakan untuk menghambat laju pemanasan global. Menciptakan keseimbangan dengan mahluk hidup lain dilingkungan sekitar. laut. Penguapan air diudara mengakibatkan efek balik karena uap air juga merupakan bagian dari gas rumah kaca. Flora memiliki nilai ekonomis yang menggiurkan bagi penebang liar dan investor. Adanya dukungan internasional untuk mempertahankan hutan dan ruang terbuka hujau kota sebagai bagian dari konstitusi internasional. dampak sosial dan politik. namun memiliki berbagai pro & kontra 61 . Faktor penyebab pemanasan global adalah efek rumah kaca.JURNAL IPTEKS NEW MEDIA VOL. Penurunan PAD daerah karena penurunan permintaan kayu. Perbaikan hara tanah (dengan pengelolaan yang tepat). efek umpan balik Dampak pemanasan global. Kelemahan Penguapan yang tinggi ke udara meningkatkan kemungkinan terjadinya badai. SIMPULAN Terdapat beberapa kesimpulan yang didapat dari uraian dan permasalahan yang diungkapkan pada rumusan masalah sebagai berikut: Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer. gangguan ekologis. peningkatan suhu global. 1 NO. Berperan sebagai elemen estetika dan rekreatif. dengan catatan bahwa setaip pihak yang terlibat memang memiliki kesungguhan hati untuk menyelamatkan lingkungan demi masa depan generasi penerus manusia. dan daratan bumi. 4. Meningkatkan ketahanan sumber air masyarakat dan menjaga kebersihannya. Kekuatan para investor pengguna hutan yang masih besar dan didukung oknum pemerintah.62 Flora memiliki nilai ekologis yang sangat tinggi sebagai alasan untuk dikonservasi. 3. yang secara alamiah merupakan sebuah siklus. Mulai timbulnya kesadaran masyarakat akan pentingnya ruang hijau dan hutan. Dukungan dan peran serta wanita dalam pelestarian hutan diberbagai belahan dunia. ketidakseimbangan iklim secara global. peningkatan suhu permukaan air laut. 2.

CSR & Pelestarian Lingkungan: Mengelola Dampak Positif dan Negatif. Soemarwoto. Available from http://firmansyah11. Pengawetan Jenis Tumbuhan Dan Satwa: Pemerintah Republik Indonesia.org/wiki/Pemana san_global.wikipedia. E. Unites State of America: Paramount Classics. Lingkungan & Pelestariannya. REFERENSI Asshiddiqie. 2004. Muchti. Firmansyah Aditya. Simamora. Eko Hidraulik: Pengelolaan Sungai Ramah. 2005. Konservasi flora telah dilakukan berbagai kalangan. Yogyakarta: PD Anindya. Resource & Enviromental Management. Jakarta: Gramedia. Beria. Telaah Kritis Begawan Lingkungan. Green Constitution. 2006. Ekosistem.com/kemampuanpohon-dalam-menghasilkanoksigen/. Frick. Achmad. 2005. Guggenheim. Pemerintah Republik. Jimly. Jakarta: PT. Terdapat suatu jalan tengah.com/ 2008/12/25/penyebab-globalwarming-efek-umpan-balik/. Bruce. Jakarta: Bumi Aksara. Zoer'aini Djamal. Flora memberikan pengaruh yang besar dalam usaha perlambatan laju pemanasan global.KONSERVASI fLORA . 12 Agustus 2010 2010 [cited 19 Agustus 2010]. Manajemen Perkotaan. Penyebab Global Warming: Efek Umpan Balik. 2008. 2009. namun juga memiliki kelemahan dan ancaman yang harus diatasi dengan koordinasi berbagai pihak yang terkait dan kesungguhan dari pelaku. Kemampuan Pohon dalam Menghasilkan Oksigen. Raja Grafindo Persada. and Anunul Fauzi. Greenhouse Gas Emission. Dasar-dasar Arsitektur Biologis. Mitchel. dan fisik kota. 2010.com. 2008. 3. Jakarta: Bumi Aksara. Laimona. Wikipedia. 2006. sosial. Otto. Perencanaan Pembangunan Wilayah. yaitu dengan konservasi flora. 62 . Irwan. Maryono. REI Stewartship 2007 [cited 20 Agustus 2010 2010]. http://koranbaru. Indonesia. 2010.USAhA PERLAMBATAN LAJU PEMANASAN gLOBAL (MADE gEDE SURyANATA) dari pemangku kekuasaan. Menyinergikan Pembangunan & Lingkungan. Davis. Tarigan. Vol. Biologi IA Untuk SMA Kelas X. Prinsipprinsip Ekologi. 3 ed. 2007. Heinz. Robinson. 25 Desember 2008 2008 [cited 20 Agustus 2010 2010].wordpress. Agus. Konservasi flora memiliki banyak kekuatan dan kesempatan yang dapat dimanfaatkan untuk menghambat laju pemanasan global. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Pemanasan Global. 1997. Jakarta: Indonesia Business Link. An Inconvenient Truth. Syamsuri. Yogyakarta: Sinergi Publishing. Istamar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Atmojo. 2007. 1999. Johan. Jakarta: Erlangga. 2010. 2010. Available from http://id. dengan berbagai alasan dan keuntungan baik secara ekonomis. Nurmandi. Stewardship. REI. Wordpress. Edited by S.

ISSN 1693 . Media Aktualisasi Bagi Penulis Pemula di Indonesia INTEN PERTIWI Konservasi Flora .313 JUnnHl nfWmfDIH Volume I Nomor ~ September 20~O Mengelola Jaringan Komputer Dengan Mudah Melalui Metode Subnetting I GEDE EKA SANJAYA Perilaku Pembelian Ponsel Cerdas (Smartphone) Antara Gaya Hidup dan Kebutuhan CAROLINE FELICIA CHRISTINE LAWALATA Fa ktor-faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar PUTU ASTRI LESTARI Blog.Usaha Perlambatan Laju Pemanasan Global MADE GEDE SURYANATA .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->