You are on page 1of 38

CNIDARIA

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dewasa ini banyak sudah hasil laut yang di pakai untuk pangan, aksesoris atau pun kosmetik yang membuat organisme-organisme di lautan semakin berkurang atau bahkan mendekati punah, namun apakah kita tahu spesies apa saja yang ada di lautan dan apa saja manfaat dan ancaman yang ada, apalagi Indonesia adalah negara bahari yang mempunyai lautan yang luas. Untuk itu maka kami sebagai mahasiswa biologi akan membuat makalah yang memjelaskan tentang salah satu filum yang hidup di laut maupun air tawar. Makalah ini berjudul Zoologi Invertebrata, Cnidaria , sesuai judulnya maka kami akan memaparkan tentang filum Cnidaria yang mempunyai kelas Scypozhoa, Hydrozoa, Cubozoa dan Anthozoa dan masih ada lagi sub kelas sub kelas yang lainnya. 1.2 Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar para pembaca dapat mengetahui lebih dalam tentang salah satu filum yang ada di dunia biologi dan disini kami penulis akan menjelaskan tentang filum Cnidaria.

BAB II. MATERI 1.1 TAKSONOMI Domain Kerajaan Filum Kelas : Eukarya : Animalia : Cnidaria : : Bangsa : Actinulida

1. Hydrozoa Chondrophora

Hydroidea : Subbangsa Anthomedusae : Hydra

Leptomedusae : Obelia, Setularia Limnomedusae Milleporina Siphonophora Stylasterina Trachylina : Subbangsa : Laingiomedusae : karang api : Physaria

Narcomedusae Trachymedusae 2. Anthozoa Bangsa : Stolonifera pipa Telestacea Gorgonacea cambuk laut Alcyonacea Helioporacea (Coenothecalia) Pennatulacea - Subkelas Ceriantipatharia Bangsa: Antipatharia Ceriantharia tabung - Subkelas Hexacoralia Bangsa: Actiniaria Corallimorpharia : anemon laut : koral seperti :anemon : karang hitam : karang lunak : fans laut, : - Subkelas Oktocorallia : karang organ

anemon Ptychodactiaria Scleractinia (Madreporaria) Zoanthinaria (Zoanthidea) Anemon laut Seperti hewan : koral berbatu : koloni

3. Scyphozoa : Bangsa Rhizostomae Semaeostomeae Stauromedusae 4. Cubozoa : Bangsa : Chirodropidae

: Coronatae

: Aurelia

: Cubomedusae (Carybdeidae)

2.2 MORFOLOGI Cnidaria termasuk ke dalam hewan yang memiliki simetri radial. Hewan radial hanya memiliki bagian dorsal (atas) dan bagian ventral (bawah) atau bagian oral (mulut) dan bagian aboral, tapi tidak ada bagian anterior (kepala) dan posterior (ekor).

Bentuk tubuh dasar hewan Cnidaria terdiri dari dua variasi, yaitu polip dan medusa yang secara bergantian terjadi pada siklus hidupnya. Polip adalah bentuk seperti tabung yang menetap dan menempel pada substrat, seperti batu, dibagian aboral (berlawanan dengan mulut) pada tubuhnya. Pada bagian atas

terdapat mulut dan anus yang menjadi satu sebagai tempat makan dan pengeluaran limbah. Organ ini dikelilingi oleh tentakel. Tentakel menghadap ke atas dan ke luar. Karena menempel pada substrat, polip bersifat pasif dalam mencari makanan dan menggunakan tentakel untuk menangkap mangsa. Pada umumnya ketika berbentuk polip, Cnidaria akan bereproduksi secara aseksual. Membentuk koloni (jika progeninya tetap melekat satu sama lain) atau klon (jika terpisah progeninya). Polimorfisme terjadi di koloni dari beberapa spesies hydrozoa dan anthozoa, dimana polipnya memiliki fungsi-fungsi yang khusus seperti mencari makan, pertahanan diri, dan reproduksi aseksual. Beberapa koloni polip, yang dilengkapi dengan tentakel berfungsi untuk mengambil makanan dan sebagai alat pertahanan diri. Polip lain yang tidak bertentakel dikhususkan untuk bereproduksi dengan menghasilkan medusa kecil melalui pertunasan secara aseksual. Ukuran Cnidaria polip tidak lebih dari satu milimeter atau lebih, namun bila berbentuk koloni dapat mencapai satu meter lebih untuk diameternya. Contoh Cnidaria dalam bentuk polip adalah hydra dan anemon laut. Sedangkan medusa, berbentuk hampir sama dengan polip hanya letak mulut / anus berada di bawah. Berbeda dengan polip, medusa dapat bergerak bebas di air karena terbawa air atau proses kontraksi tubuhnya yang berbentuk seperti lonceng. Cnidaria medusa akan bereproduksi seksual menghasilkan larva yang bermetamorfosis menjadi polip. Dengan demikian, pada dasarnya polip adalah fase anak dan medusa adalah bentuk dewasa. Contoh Cnidaria dalam bentuk medusa adalah ubur ubur. Tidak semua hewan Cnidaria melewati kedua tahapan bentuk tersebut. Kebanyakan jenis Cubozoa, Hyrozoa, dan Scyphozoa yang melewati tahap polip dan medusa, sedangkan Anthozoa hanya berbentuk polip dan tidak memiliki tahap medusa.

2.3 ANATOMI Hewan Cnidaria termasuk hewan diploblastik. Cnidaria menunjukkan penyusunan lapisan sel yang lebih rumit daripada porifera. Tubuh mereka memperlihatkan adanya dua lapisan yang berbeda. Oleh karena itu, mereka dinamakan hewan diplopblastik. Dua lapisan tersebut adalah epidermis atau ektodermis pada bagian luar dan gastrodermis atau endodermis di bagian luar. Lapisan tersebut dipisah oleh mesoglea, sebuah serabut non seluler bermateri seperti jeli yang tipis di beberapa kelompok seperti hydra namun cukup tebal pada ubur-ubur untuk menolongnya sehingga dapat mengapung.

1. Sel-sel Pembentuk Lapisan Epidermis Epidermis terdiri dari lima tipe dasar sel, yaitu : - Sel Epitheliomuskular (sel epitel otot) yang mempunyai ciri bagian dasarnya melebar dan menempel pada mesoglea dan berisi myofibril yang kontraktil. Sel ini berfungisi sebagai pelindung tubuh dan otot longitudinal sejajar sumbu oral-aboral.

- Sel Interstitial adalah dasar sel yang dapat membentuk tipe sel lain seperti sperma, sel telur atau cnidosit. Sel ini memiliki berukuran kecil, agak bulat,

nukleus besar, dan terletak di antara sel epitel otot. Jadi, sel ini merupakan dasar bagi regenerasi dan perbaikan segala bagian tubuh. NEMATOSISTA Salah satu karakteristik yang istimewa dari filum ini adalah tentakel tentakel dipersenjatai dengan cnidosit, sel-sel khas yang berfungsi dalam pertahanan dan penangkapan mangsa. Cnidosit mengandung cnidae. Terdapat tiga jenis utama cnidae: nematosista, spirosit, dan ptychosit. . Cnidae yang disebut nematosista adalah kapsul yang menyegat. Ada 4 tipe nematosista : 1. Tipe Penetrant (stenotele) Ciri-ciri : - ukuran paling besar - tidak ada benang yang membelit transversal - mempunyai tiga duri panjang dan tiga jajaran duri-duri kecil 2. Tipe Streptoline Glutinan atau Holotrichus Isorhiza Ciri-ciri : - ukuran besar dan silindris - ujung runcing tempat keluarnya benang yang dapat membelit - terdapat duri-duri kecil 3. Tipe Stereoline Glutinan atau Atrichous Isorhiza

Ciri-ciri : - ukuran kecil dan oval - mempunyai satu benang lurus tak berduri

4. Tipe Volvent atau desmonemes

Ciri-ciri : - ukuran paling kecil dan phyriform - menggunakan benang tebal dan halus dalam bentuk lilitan dapat membelit dengan kuat

Nematosista beserta cnidosit datang dalam 24 bentuk yang berbeda, memainkan fungsi berbeda dari klasifikasi filum ini. Cnidosit adalah sebuah sel yang mengeluarkan nematosista yang berada didalamnya. Dasar nematosista adalah kapsul terbuat dari sesuatu seperti kitin yang menggulung seperti benang. Benang ini dapat ditembakkan untuk menghadapi mangsa atau dalam beberapa kasus berguna untuk menangkis predator. Cnidosit mempunyai flagellum yang termodifikasi dinamakan cnidosil dan tanduk sebagai pemicu sensori. Jika pemicu ini disentuh benang nematosista akan dikeluarkan dengan cepat. Benang nematosista terdiri dari tiga tipe. Bagian yang sangat penting adalah benang tubular tipis dengan duri

dibawahnya. meskipun mungkin ada duri dekat dasar juga. Ketika nematosista dikeluarkan, duri menembus kulit mangsa dan racun dapat disuntikkan. Ptichosit jarang ada, terdapat hanya dalam Ceriantharians, mereka tidak memiliki duri tetapi perekat dan dapat digunakan untuk melapisi tabung yang tinggal di Ceriantharians serta melibatkan mangsa. Juga Spirosit

duri, mereka adalah tabung yang tertutup perekat, mereka digunakan untuk menjebak mangsa di jaring kusut benang lengket.

- Sel Kelenjar Lendir berfungsi menghasilkan lendir yang digunakan sebagai pelindung, untuk menagkap mangsa dan melekat pada substrat. - Sel Sensori (sel indera) memiliki bentuk panjang langsing dan tegak lurus epidermis. Pangkal sel indera berhubungan dengan sel saraf yang tersusun seperti jala pada epidermis dekat mesoglea. - Sel Saraf berbentuk mirip multipolar neuron. Sel ini terletak pada dasar epitel otot dan sejajar mesoglea.

2. Sel-sel Pembentuk Lapisan Gastrodermis Gastrodermis terdiri dari beberapa macam sel, antara lain : - Sel Otot Pencerna (nutritive muscle cells) yang berflagela berfungsi untuk pencernaan dan sebagai otot yang berkerja tegak lurus terhadap sumbu oralaboral, membentuk lapisan otot melingkar.

- Sel Kelenjar Enzim menghasilkan enzim untuk pencernaan di dalam rongga gastrovaskuler. - Sel Kelenjar Lendir (mucus secreting cells) banyak terdapat di sekitar mulut.

Kebanyakan Cnidaria juga memiliki nematosista dalam gastrodermisnya, tetapi hanya Hydra yang tidak. Pada jenis Hydra, dalam gastrodermis terdapat zoochlorella yang hidup bersimbiosis, hingga warna Hydra menjadi hijau cerah

FISIOLOGI 1. Pergerakan Gerakan pada polip biasanya terbatas, merayap atau meliuk-liuk karena menempel pada substrat. Tubuh polip seperti Hydra dapat memanjang dan memendek atau melengkung ke berbagai arah. Bila hydra dengan ukuran sekitar 8 mm mengambil air dan mengisi rongga gastrovaskulernya, tubuhnya dapat memanjang sampai 20 mm, namun pada sat air dikeluarkan, tubuh dapat memendek hingga berukuran 1 mm. Medusa dapat berenang bebas. Medusa

berenang dengan jalan berdenyut, yang dihasilkan oleh otot melingkar pada tepi lonceng, dan meghasilkan getaran vertikal. Sedangkan gerakan horizontal tergantung pada arus laut, kecuali pada beberapa jenis Cubozoa. 2. Makanan dan Pencernaan Kebanyakan Cnidaria adalah karnivora. Jenis makanannya adalah crustacea dan ikan kecil. Cara mendapatkan makanannya adalah menggunakan tentakel biasanya dengan nematosista. Bila bahan makanan ditangkap, tentakel

memindahkannya ke mulut. Kemudian makanan masuk ke dalam rongga gastrovaskular. Pencernaan dilakukan secara ekstraseluler dengan mensekresi enzim semacam tripsin untuk mencerna protein oleh sel kelenjar enzim pada gastrodermis. Makanan akan hancur menjadi partikel-partikel kecil seperti bubur dan dengan gerakan flagela diaduk secara merata. Sel otot pencerna mempunyai pseudopodia untuk menangkap dan menelan partikel makanan, dan pencernaan dilanjutkan secara intraseluler. Hasil pencernaan didistri-

busikan ke seluruh tubuh secara difusi. Cadangan makanan berupa lemak dan glikogen. Sisa makanan yang tidak terpakai dibuang melalui anus.

3. Pernapasan dan eksresi

Alat pernapasan dan alat eksresinya khusus tidak ada. Proses yang terjadi adalah pertukaran gas secara difusi melalui seluruh permukaan tubuhnya. Sisa metabolisme juga dibuang secara difusi melalui seluruh permukaan tubuh.

4. Sistem saraf

Respon saraf dalam cnidaria dikontrol oleh jaringan difusi dari antar penghubung sel saraf yang dinamakan net saraf. Dalam banyak cnidaria, net saraf didistribusikan secara melalui seluruh tubuh. Mereka tidak mempunyai otak atau struktur yang mengontrol istirahat dari net saraf. Tapi dalam bentuk medusa dari beberapa cnidaria seperti ubur ubur, beberapa dari sel saraf Net saraf memudahkan cnidaria untuk menanggapi stimuli tertentu di lingkungannya. Sebagai contoh, ketika sel di epidermis disentuh, mereka menyampaikan sebuah sinyal untuk sel saraf. Sel saraf memancarkan sinyal tersebut melalui net saraf menuju sel kontraktil, yang mana dapat menyebabkan hewan menarik kembali dari stimulus. Di cnidaria dengan net saraf sederhana, stimulus dimanapun pada tubuh menyebabkan sinyal dikirim melalui net saraf dalam sebuah petunjuk. Sinyal ini memberikan kontraksi dari seluruh tubuh.

Net saraf juga mengkoordinasikan aktivitas komplek dari tubuh yang dibutuhkan untuk makan dan berjalan melewati lingkungan. Perpindahan melalui tentakel membawa mangsa ke mulut dan mendorongnya menuju rongga gastrovaskuler dikontrol oleh net saraf ketika kontraksi ritmik dari tubuh yang medusa berenang melalui air.

REPRODUKSI Cnidaria berkembang biak secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual terjadi pada stadium polip dan dilakukan dengan jalan pertunasan (budding), pembelahan atau pencabikan telapak kaki. Suatu tunas terjadi dari

dinding tubuh yang menonjol keluar diikuti perluasan rongga gastrovaskular, kemudian pada ujungnya terbentuk mulut dan tentakel. Reproduksi aseksual

dimungkinkan terjadi karena kebanyakan Cnidaria mempunyai daya generasi yang besar. Tentakel yang putus akan diganti dengan yang baru. Reproduksi seksual umumnya terjadi pada tahap medusa. Sel telur atau sperma sebagian besar berasal dari sel interstisial yang mengelompok sehingga membentuk ovari atau testis. Bentuk, ukuran dan daur hidup jenis-jenis Cnidaria sangat beraneka ragam hingga dikelompokkan menjadi 4 kelas.

Klasifikasi coelenterata
Coelenterata dibedakan dalam tiga kelas berdasarkan bentuk yang dominan dalam siklus hidupnya, yaitu Hydrozoa, Scypozoa, Cubozoa, dan Anthozoa. 1. Hydrozoa Bentuk umum Ciri-ciri : - hidup di laut, berukuran kecil - menempel pada substrat karang atau koral - mesoglea tidak pernah selular - gastrodermis tidak mengandung nematosista - gonad umumnya epidermal

Polip

: - ada yang bersifat soliter atau koloni - pada koloni, epidermis, mesoglea, dan gastrodermis bersambungan sehingga sulit dibedakan batas antara hydrant, yaitu bagian oral yang mempunyai mulut dan tentakel, serta hydrocaulus yaitu bagian tangkai polip. - berukuran umumnya kecil-kecil, hanya setinggi beberapa sentimeter dan masing-masing polip hanya beberapa milimeter. - warna bervariasi dari putih, kesumba, jingga atau kecoklatan

- epidermis dari bangsa Milleporinadan stylasterina menghailkan rangka luar dari zat kapur sehingga bagian tubuhnya tertutup lapisan kapur yang keras kecuali polipnya.

Medusa : - umumnya kecil-kecil - berdiameter 0,5-6,0 cm - tepi lonceng lekuk ke dalam disebut velum - tentakel dilengkapi nematosit terdapat pada tepi lonceng, berjumlah 4 buah atau lebih - mulut terletak pada ujung manubrium di tengah subumbrella - mesoglea tebal, jernih seperti agar-agar dan merupakan bagian terbesar dari medusa

Sistem Saraf Sistem saraf pada medusa lebih tinggi daripada polip. Sel saraf pada tepi lonceng tersusun dalam dua cincin saraf, atas dan bawah. Bagian bawah berfungsi sebagai pusat gerak berdenyut. Tepi lonceng juga dilengkapi sel-sel indera dan dua macam organ indera, yaitu ocelli dan statosit. Ocellus sebagai fotoreseptor. Statosit berfungsi sebagai organ keseimbangan.

Reproduksi dan Daur Hidup Reproduksi pada semua medusa adalah seksual. Dan kebanyakan dioecious. Telur dari sperma terbentuk dari sel interstisial epidermis dibawah kanal. Pembuahan eksternal terjadi di air laut, pembuahan internal terjadi pada permukaan manubrium atau gonad. Telur yang dibuahi menetas menjadi blastula. Lalu gastrula memanjang menjadi larva planula yang bersilia. Setelah

berenang bebas beberapa jam sampai beberapa hari, larva planula menempel ada benda atau substrat dan tumbuh menjadi polip. Polip tersebut melakukan pertunasan sehingga menghasilkan polip-polip baru yang tetap menempel pada polip induk, sehingga terbentuk suatu koloni hidroid. Gonozooid secara aseksual menghasilkan beberapa bakal medusa, kemudian dilepas ke air sebagai ubur-ubur (medusa) kecil, berenang bebas untuk kemudian tumbuh menjadi dewasa. Pergiliran reproduksia seksual pada tahap medusa dan aseksual pada tahap polip yang seperti penjelasan di atas dinamakan metagenesis. Contoh Hydrozoa adalah Hydra, Obelia, dan Physalia. Untuk Obelia merupakan Hydrozoa yang hidupnya berkoloni di laut.Obelia memiliki bentuk polip dan medusa dalam siklus hidupnya.

2. Anthozoa Anthozoa artinya binatang bunga. Pada umumnya tubuh berbentuk polip. Hewan ini memiliki tentakel dalam jumlah banyak, tentakel inilah yang berwarna-warni nampak seperti bunga mawar. Anthozoa sering disebut sebagai anemon laut. Diantara anggota Anthozoa ada yang dapat menghasilkan kerangka dari kapur yang keras. Kerangka inilah yang membentuk terumbu karang atau pulau karang.

Polip Anthozoa berbeda dengan polip Hydrozoa, karena mulutnya berhubungan dengan pharynx (gullet, kerongkongan). Rongga gastrovaskuler terbagi oleh sekat-sekat longitudinal (septa) menjadi beberapa kamar. Gastrodermis pada sekat mengandung nematosista dan gonat. Hidup sebagai polip soliter atau koloni, dalam daur hidupnya tidak ada tahap medusa. Contoh Anthozoa adalah Tubastrea (koral atau karang), Acropora, Urticina (Anemon laut), dan turbinaria.Koral hidup di air jernih dan dangkal karena koral bersimbiosis dengan ganggang.Ganggang memberikan makanan dan membantu pembentukan rangka pada koral.Sedangkan koral memberikan buangan yang merupakan makanan bagi ganggang serta perlindungan bagi ganggang dari herbivora.Rangka koral tersusun dari zat kapur.Rangka koloni dari polip koral inilah yang membentuk karang pantai (terumbu karang) atau atol (pulau karang).

3. Cubozoa

Sebelum tahun 1980 Cubozoa termasuk dalam kelas Scyphozoa sebagai ordo Cubomedusae atau Carybdeida, atas dasar beberapa persamaan anatomi, fisiologi, dan daur hidupnya. Kemudian merupakan kelas tersendiri, karena dalam beberapa hal mempunyai persamaan dengan Hydrozoa. Bentuk Umum Medusa

Lonceng Cubozoa adalah kotak dalam sisi horizontal. Di dalam lonceng terdapat manubrium dan mulut. Jaringan penutup yang dinamakan velarium terletak di bagian bawah lonceng. Otot dinamakan pedalia yang berlokasi pada sudut dari lonceng. Satu atau lebih tentakel terhubung pada tiap pedalium. Hal itulah yang menjadi dasar untuk membagi dua kelompok dalam Cubozoa yaitu Chirodropidae dan Carybdeidae. Carybdeidae selalu mempunyai satu tentakel tiap pedalium, sedangkan Chirodropidae mempunyai banyak tentakel yang menempel tiap pedalium. Seperti jenis Cnidaria yang lainnya, cubozoa disusun dari dua lapisan sel, ektodermis dan endodermis. Usus atau rongga perut oleh septa dan menjulurkan tentakel melalui kanal pedalium. Pada lonceng, yang terletak pada pertengahan antara pedalia, adalah empat struktur sensori yang dinamakan rhopalia.

Struktur Sensori Cubozoa Jika melihat bagian dalam dari rhopaliar pada gambar di sebelah kanan ini akan terlihat bahwa Cubozoa memiliki mata. Dari gambar detail di bawah ini, akan terlihat enam titik kemerahan. Semuanya sangat sensitif terhadap cahaya. Empat titik terkecil relatif sederhana. Tetapi dua daerah yang lebih besar terdiri dari lensa, cornea, dan retina namun tidak seperti mata pada manusia. Namun masih belum jelas bagaimana gambar dapat tercipta oleh lensa diinterpretasikan oleh Cubozoa karena mereka tidak mempunyai otak. Di dalam rhopalium, terletak di bawah mata, adalah sebuah organ yang dinamakan statosit. Di dalam tiap statosit terdapat bintil keras yang disusun dari kalsium sulfat dinamakan statolit. Statolit menunjukkan lingkaran pertumbuhan sehari-hari. Statosit sangat sensitif pada orientasi dan oleh karena itu, memberikan Cubozoa rasa apakah mereka sedang bergerak naik-turun, miring atau kiri-kanan.

Sel Menyengat Cubozoa Seperti halnya jenis Cnidaria yang lain, Cubozoa dilengkapi dengan nematosista, sel yang yang menembakkan duri dan trasfer venom. Seperti gambar di sebelah kanan duri digulung dalam sebuah kapsul. Ketika nematosista menyentuh sesuatu yang mungkin mangsa atau predator, duri terurai dan menembakkan dari kapsul sepanjang venom.

Larva dan Polip Cubozoa Tahap ini tidak terlalu diketahui dari Cubozoa. Faktanya hingga tahun 1870 bahwa siklus hidup Cubozoa masih diteliti. Larva Cnidarian dinamakan planula. Planula Cubozoa berbentuk pir mempunyai titik pigmen yang sensitif terhadap cahaya dan berenang selama beberapa hari menggunakan silia. Setelah planula lalu tumbuh menjadi polip. Polip Cubozoa dapat merangkak seperti cacing. Bentuknya secara relatif sederhana. Tahap itu mempunyai mulut dikelilingi oleh 24 tentakel. Polip tidak benar-benar menyarupai polip scyphozoa. Perbedaan ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan evolusi dengan scyphozoa.

4. Scypozoa Ciri-ciri : Medusa : - merupakan ubur-ubur sejati

- berukuran relatif lebih besar dengan diameter antara 2-40 cm atau lebih, bahkan pada Cyanea capillata sampai 2 m. - berwarna menarik seperti jingga, kesumba atau kecoklatan - terdapat di semua lautan dari Laut Artik sampai laut tropis - bentuk pipih seperti piring sampai membulat seperti helm - tepi lonceng berlekuk-lekuk - manubrium bercabang 4 dan memanjang menjadi 4 buah oral arm untuk menangkap mangsa.

- tidak mempunyai velum - jumlah tentakel 4 atau lebih Contoh Scyphozoa adalah Cyanea dan Chrysaora fruttescens.

Pencernaan Sistem saluran gastrovaskular terdiri atas mulut, manubrium, perut pusat yang bercabang membentuk empat kantung perut, masing-masing dibatasi sekatan yang disebut septum.

Sistem Saraf

Sistem saraf tersusun seperti jala dan sinaptik. Cicin saraf hanya dimikliki oleh bangsa Coronnatae, sedang pada jenis lain gerak berdenyut dikendalikan oleh pusat saraf tepi lonceng, berjumlah empat sampai enam belas. Pusat saraf terletak dalam rhopalium yamg berbentuk seperti benjolan kecil

2.4 Ekologi Kebanyakan Cnidaria bentuk polip memerlukan substrat padat untuk tempat menempel, meskipun beberapa bersembunyi dalam sedimen lembut dan memperpanjang mahkota tentakelnya di permukaan laut. Polip berlimpah di perairan dangkal tetapi anemon laut hidup daerah laut dalam. Medusa mempertahankan hidupnya di dalam air dan terbawa oleh arus. Beberapa jenis seperti Hydomedusae dan scyphomedusae hidup di permukaan air, umunya di teluk dan sepanjang pantai, sedangkan yang lainnya berlimpah di laut terbuka .

Cnidaria tidak lepas dari predator yang akan memangsanya. Hydroid menjadi korban gigitan nudibranch melalui kerangka chitiusnya. Mahkota dari duri bintang laut, Acanthaster planci, melepaskan enzim pencernaan dan kemudian menyerap jaringan cairnya. Kupu-kupu dan ikan yang makan karang menjadi kebal terhadap efek nematosista dan juga kura-kura yang memakan pelagis scyphomedusae. Untuk menghadapi ancaman seperti ini, banyak kjenis Cnidaria telah berevolusi dengan memiliki pertahanan kimia yang unik sehingga secara efektif mencegah predator untuk memangsanya. Cnidarians masuk ke dalam kompleks asosiasi dengan berbagai organisme lain, termasuk uniseluler ganggang, ikan, dan udang-udangan. Banyak dari hubungan ini, seperti yang dengan zooxantheallae dan zoochlorellae, adalah simbiosis mutualisme yaitu, hubungan yang saling menguntungkan antar kedua pasangan. Banyak Cnidaria terutama Anthozoa yang menggantungkan diri pada

zooxantheallae simbiosis dari jenis Dinoflagellates dalam jaringan untuk bertahan hidup. Beberapa Cnidaria benar-benar tergantung pada zooxantheallae, lainnya menangkap mangsa dan juga menambah nutrisi atau makanannya pada zooxantheallae. Banyak karang sangat tergantung pada zooxanthella tidak dapat hidup dalam kegelapan yang berkepanjangan, itulah sebabnya terumbu karang hanya berkembang di dangkal, perairan yang banyak menerima cahaya. Contohnya adalah koral scleractinian. Koral scleractinian menerima nutrien dan sumber energi dalam dua cara. Mereka menggunakan cara tradisional menagkap organisme plankton kecil dengan nematosista yang berada di tentakel dan bersimbiosis dengan algae bersel satu bernama zooxantheallae. Zooxantheallae merupakan mikroalgae autropik yang termasuk dalam filum Dinoflagellates. Zooxantheallae hidup bersimbiosis dalam jaringan polip koral dan memberikan koral produksi nutrisi melalui aktifitas fotosintesisnya. Aktifitas ini memiliki manfaat bagi koral dengan melepaskan senyawa karbon untuk meningkatkan kalsifikasi. Sedangkan polip koral juga memberi keuntungan bagi zooxantheallae dengan memberikan proteksi lingkungan agar dapat hidup didalamnya dan

menyediakan karbondioksida dari hasil respirasi Cnidaria untuk proses fotosintesisnya. Bagian tubuh koral yang berwarna cantik sebenarnya bukan berasal dari jaringan pada koral tetapi merupakan hasil dari simbiosis zooxantheallae yang hidup pada jaringan mereka. Salah satu simbiosis mutualisme lainnya adalah 10 jenis anemone tropis dengan 26 jenis ikan anemon (ikan badut). Ikan ini hidup di dalam perlidungan tentakel anemon, tempat yang dijadikan perlindungan ketika pemangsa mengancam. Ikan anemon dapat kebal terhadap sengatan nematosista karena terdapat lapisan lendir yang menutupi tubuh mereka. Tanpa itu, mungkin ikan tersebut akan tersengat sampai mati dan dimakan oleh anemon. Sedangkan ikan anemon mengusir pergi ikan-ikan lain yang akan memangsa anemon.

III. PERAN / MANFAAT 1. Koral atau karang laut Koral dari kelas Anthozoa berfungsi sebagai komponen utama pembentuk ekosistem terumbu karang. Seperti yang telah kita ketahui terumbu karang memainkan peran penting dalam kehidupan di lautan. Banyak makhluk hidup yang tergantung padanya. Contoh : berbagai jenis ikan, ganggang dan hewan laut lainnya yang memanfaatkan terumbu karang sebagai tempat hidupnya. Selain itu, keindahan terumbu karang dapat dijadikan objek wisata yang menghasilkan devisa bagi negara. Karang di pantai juga dapat menahan ombak untuk mencegah pengikiksan pantai.

2. Beberapa jenis Cnidaria diperjualbelikan sebagai hewan hias untuk akuarium laut hingga diekspor ke Singapura, Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada. Beberapa Jenis-jenis Cnidaria tersebut adalah : - Actinaria Equima, ordo Actinaria, diameter 4-8 cm, merah tua. - Anemonia sulcata, ordo Actinaria, putih ungu. - Bunodactis verrucosa, ordo Actinaria, diameter 6-7 cm, putih merah. - Rediantus malu ordo Actinaria, anemone biru. - Stoichantis keutiordo Actinaria, putih, kesumba, coklat.

- Corallium rubnum, ordo Gorgonacea, red coral. - Fungia actiniformis, ordo Madreporaria, karang piring.

- Alcyonium palmatum, ordo Alcyonacea, karang oranye. 3. Untuk dikomsumsi dan diperdagangkan sebagai ubur-ubur asin, contohnya adalah jenis Scyopozoa yang tidak beracun yaitu Rhopilema Esculata, Rhizostoma Octopus dan Pelagia Noctiluca. Ubur-ubur asin tersebut diekspor ke Jepang, Taiwan, Malaisya dan Singapura. Pengawet ubur-ubur asin ialah garam dan tawas. Ubur-ubur asin dimakan sebagai campuran rujak / asinan, salad, mie, acar dan gulai. 4. Kerangka koral digunakan sebagai material bangunan untuk membuat semen 5. Kerangka Cnidaria juga dibuat sebagai perhiasan. Warna pink yang dikenal sebagai koral adalah corak warna kerangka dari jenis hydrokoral. Hydrokoral lainnya

mempunyai kerangka keunguan dan mereka paling diinginkan dan dapat dijual dengan harga tinggi. Beberapa jenis seperti cambuk laut dan karang hitam dipotong atau dibengkokkan menjadi manik-manik dan gelang.

BAB III. PENUTUP Kesimpulan Hewan Cnidaria termasuk hewan invertebrata yang terdiri dari dua lapisan sel yaitu ektodermis dan endodermis. Cnidaria merupakan hewan kantong, memiliki rongga tubuh yang digunakan sebagai usus (gastrovaskuler). Hidup di air tawar atau laut, memiliki dua siklus hidup yaitu polip dan medusa. Filum ini dapat melekat didasar dengan bagian kakinya, disebelah atas terdapat mulut, disekeliling mulut terdapat tentakel. Pada tentakel terdapat knidoplas atau nematosista.

Cnidaria tidak memiliki pembuluh darah, tidak memiliki sistem eksresi, memiliki sistem saraf sederhana, tidak berkepala sehingga tidak memiliki sistem susunan saraf pusat, dan pertukaran gas dilakukan melalui seluruh permukaan tubuhnya. Cnidaria dibagi menjadi 4 kelas, yaitu : Hydrozoa, Scyphozoa, Anthozoa, dan Cubozoa.

DAFTAR PUSTAKA Anonim. Cnidarian (invertebrate). http://www.britannica.com/EBchecked/topic/122750/cnidarian. (diakses tanggal 6 Februari 2010) Anonim. Introduction to Cnidaria. http://www.ucmp.berkey.edu/cnidaria/cnidaria.html. (diakses tanggal 6 Februari 2010) Fautin, Daphe G. dan Sandra L. Romano.1997. Cnidaria. Sea anemones, corals, jellyfish, sea pens, hydra. http://tolweb.org/Cnidaria/2461/1997.04.24. (diakses tanggal 6 Februari 2010)

Kazlev, Alan. 2003. Cnidaria. http://www.paleos.com/invertebrates/Cnidaria/Cnidaria.htm. (diakses tanggal 6 Februari 2010) Postletwait, John H. dan Janet L. Hopson. 2006. Modern Biology. Holt, Rinehart, and Winston : Texas Ramel, Gordon. The Phylum Cnidaria. http://earthlife.net/inverts/cnidaria.html. (diakses tanggal 6 Februari 2010) Suwignyo, Sugiarti, dkk. 2005. Avertebrata Air. Penebar Swadaya : Jakarta Watanabe, J. M. 2009. Hydrozoa and Scyphozoa. http://seanet.stanford.edu/HydroScyphozoa/index.html. (diakses tanggal 6 Februari 2010) Werner, B., Cutress, C. E. & Studebaker, J. P. 1971. Life cycle of Tripedalia cystophora Conant (Cubomedusae). Nature 232: 582-583 Stephen A. Miller , John P. Harley. 2007. Zoology. mcGraw-Hill: New York

COELENTERATA
Karang yang ada di pantai terbentuk dari kerangka luar tubuh salah satu jenis coelenterata.Coelenterata (dalam bahasa yunani, coelenteron = rongga) adalah invertebrata yang memiliki rongga tubuh.Rongga tubuh tersebut berfungsi sebagai alat pencernaan (gastrovaskuler).Coeleanterata disebut juga Cnidaria (dalam bahasa yunani, cnido = penyengat) karena sesuai dengan cirinya yang memiliki sel penyengat.Sel penyengat terletak pada tentakel yang terdapat disekitar mulutnya. Coelenterata memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks.Sel-sel Coelenterata sudah terorganisasi membentuk jaringan dan fungsi dikoordinasi oleh saraf sederhana.

a) Ciri tubuh
Ciri tubuh Coelenterata meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh.

1) Ukuran dan bentuk tubuh Ukuran tubuh Coelenterata beraneka ragam.Ada yang penjangnya beberapa milimeter, misal Hydra dan ada yang mencapai diameter 2 m, misalnya Cyanea.Tubuh Coelenterata simetris radial dengan bentuk berupa medusa atau polip.Medusa berbentuk seperti lonceng atau payung yang dikelilingi oleh lengan-lengan (tentakel).Polip berbentuk seperti tabung atau seperti medusa yang memanjang. 2) Struktur dan fungsi tubuh Coelenterata merupakan hewan diploblastik karena tubuhnya memiliki dua lapisan sel, yaitu ektoderm (epidermis) dan endoderm (lapisan dalam atau gastrodermis).Ektoderm berfungsi sebagai pelindung sedang endoderm berfungsi untuk pencernaan.Sel-sel gastrodermis berbatasan dengan coelenteron atau gastrosol.Gastrosol adalah pencernaan yang berbentuk kantong.Makanan yang masuk ke dalam gastrosol akan dicerna dengan bantuan enzim yang dikeluarkan oleh sel-sel gastrodermis.Pencernaan di dalam gastrosol disebut sebagai pencernaan ekstraseluler.Hasil pencernaan dalam gasrosol akan ditelan oleh sel-sel gastrodermis untuk kemudian dicerna lebih lanjut dalam vakuola makanan.Pencernaan di dalam sel gastrodermis disebut pencernaan intraseluler.Sari makanan kemudian diedarkan ke bagian tubuh lainnya secara difusi.Begitu pula untuk pengambilan oksigen dan pembuangan karbondioksida secara difusi.Coelenterata memiliki sistem saraf sederhana yang tersebar benrbentuk jala yang berfungsi mengendalikan gerakan dalam merespon rangsangan. Sistem saraf terdapat pada mesoglea.Mesoglea adalah lapisan bukan sel yang terdapat diantara lapisan epidermis dan gastrodermis.Gastrodermis tersusun dari bahan gelatin. Tubuh Coelenterata yang berbentuk polip, terdiri dari bagian kaki, tubuh, dan mulut.Mulut dikelilingi oleh tentakel.Coelenterata yang berbetuk medusa tidak memiliki bagian kaki.Mulut berfungsi untuk menelan makanan dan mengeluarkan sisa makanan karena Coelenterata tidak memiliki anus.Tentakel berfungsi untuk menangkap mangsa dan memasukan makanan ke dalam mulut.Pada permukaan tentakel terdapat sel-sel yang disebut knidosit (knidosista) atau knidoblas.Setiap knidosit mengandung kapsul penyengat yang disebut nematokis (nematosista).

b) Cara hidup
Coelenterata hidup bebas secara heterotrof dengan memangsa plankton dan hewan kecil di air.Mangsa menempel pada knodosit dan ditangkap oleh tentakel untuk dimasukkan kedalam mulut.Habitat Coelenterata seluruhnya hidup di air, baik di laut maupun di air tawar.Sebagaian besar hidup dilaut secara soliter atau berkoloni. Ada yang melekat pada bebatuan atau benda lain di dasar perairan dan tidak dapat berpindah untuk bentuk polip, sedangkan bentuk medusa dapat bergerak bebas melayang di air.

c) Reproduksi
Reproduksi Coelenterata terjadi secara aseksual dan seksual.Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas.Pembentukan tunas selalu terjadi pada Coelenterata yang berbentuk polip.Tunas tumbuh di dekat kaki polip dan akan tetap melekat pada tubuh induknya sehingga membentuk koloni. Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet (ovum dengan sperma).Gamet dihasilakan oleh seluruh Coelenterata bentuk medusa dan beberapa Coelenterata bentuk polip.Contoh Coelenterata berbentuk polip yang membentuk gamet adalah hydra.

d) Klasifikasi coelenterata
Coelenterata dibedakan dalam tiga kelas berdasarkan bentuk yang dominan dalam siklus hidupnya, yaitu Hydrozoa, Scypozoa, dan Anthozoa.
1) Hydrozoa

Hydrozoa (dalam bahasa yunani, hydro = air, zoa = hewan) sebagian besar memiliki pergiliran bentuk polip dan medusa dalam siklus hidupnya.Hydrozoa dapat hidup soliter.Contoh Hydrozoa adalah Hydra, Obelia, dan Physalia. Untuk Obelia merupakan Hydrozoa yang hidupnya berkoloni di laut.Obelia memiliki bentuk polip dan medusa dalam siklus hidupnya. 2) Scyphozoa Scyphozoa (dalam bahasa yunani, scypho = mangkuk, zoa = hewan) memiliki bentuk dominan berupa medusa dalam siklus hidupnya.Medusa Scyphozoa

dikenal dengan ubur-ubur.Medusa umumnya berukuran 2 40 cm.Reproduksi dilakukan secara aseksual dan seksual.Polip yang berukuran kecil menghasilkan medusa secara aseksual.Contoh Scyphozoa adalah Cyanea dan Chrysaora fruttescens. 3) Anthozoa Anthozoa (dalam bahasa yunani, anthus = bunga, zoa = hewan) memiliki banyak tentakel yang berwarna-warni seperti bunga.Anthozoa tidak memiliki bentuk medusa,hanya bentuk polip.Polip Anthozoa berukuran lebih besar dari dua kelas Coelenterata lainnya.Hidupnya di laut dangkal secara berkoloni.Anthozoa bereproduksi secara aseksual dengan tunas dan fragmentasi, serta reproduksi seksual menghasilkan gamet. Contoh Anthozoa adalah Tubastrea (koral atau karang), Acropora, Urticina (Anemon laut), dan turbinaria.Koral hidup di air jernih dan dangkal karena koral bersimbiosis dengan ganggang.Ganggang memberikan makanan dan membantu pembentukan rangka pada koral.Sedangkan koral memberikan buangan yang merupakan makanan bagi ganggang serta perlindungan bagi ganggang dari herbivora.Rangka koral tersusun dari zat kapur.Rangka koloni dari polip koral inilah yang membentuk karang pantai (terumbu karang) atau atol (pulau karang).

e). Peranan Coelenterata dalam Kehidupan Manusia terumbu-karang Coelenterata terutama kelas Anthozoa yaitu koral atau karang merupakan komponen utama pembentuk ekosistem terumbu karang.Ekosistem terumbu karang merupakan tempat hidup beragam jenis hewan dan ganggang.Keanekaragaman organisme terumbu karang yang paling tingg terdapat di Asia Tenggara, dari Filipina dan Indonesia hinggaq Great Barier Reef di Australia.Dua puluh lima persen ikan yang dikonsumsi manusia juga hidup pada ekosistem ini.Selain itu, terumbu karang sanga indah sehingga dapat di jadikan objek wisata. Karang di pantai sangat bermanfaat sebagai penahan ombak untuk mencengah pengikisan pantai.

You might also like