47019195 Keuntungan Protista Bagi Kehidupan Manusia

 Keuntungan Protista Bagi kehidupan manusia ,antara lain sebagai berikut

:

1. Zooplankton di ekosistem perairan sebagian besar adalah protista berklorofil yang berguna sebagai makanan ikan dan arthropoda air. 2. Entamoeba coli di dalam usus besar mamalia ikut berperan dalam proses pembusukan sisa makanan. 3. Foraminifera mempunyai kerangka luar dari zat kapur dan fosilnya dalam jumlah tertentu dapat membentuk endapan tanah globigerina yang dapat digunakan sebagai petunjuk adanya minyak bumi. 4. Radiolaria mempunyai kerangka dari zat kersik. Radiolaria yang mati akan meninggalkan cangkangnya dan membentuk tanah radiolaria yang dapat digunakan sebagai bahan penggosok. 5. Paramaecium dapat juga digunakan sebagai organisme indikator terjadinya pencemaran air oleh zat organik. 6. Chlorella selain berperan sebagai produsen di ekosistem perairan, juga dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan protein sel tunggal (PST).
 Kerugian protista bagi kehidupan manusia , antara lain:

1. Entamoeba histolytica hidup di dalam liang usus manusia, menyebabkan kerusakan jaringan pada usus dan diare. 2. Entamoeba hartmani hidup di dalam liang usus manusia, penyebab disentri tetapi efeknya tidak lebih parah dari Entamoeba histolytica. 3. Entamoeba gingivalis hidup di dalam rongga mulut manusia, ada disela-sela gigi atau di leher gigi, tenggorokan, dan tonsil. Tidak bersifat patotenik akan tetapi dapat memperparah terjadinya radang gusi. 4. Trypanosoma gambiense menyebabkan penyakit tidur pada manusia (sleeping sickness atau trypanosomiasis). Protista ini hidup di dalam darah manusia. Vektor perantaranya adalah lalat tse-tse dari jenis Glossina tachionides. 5. Trypanosoma evansi menyebabkan penyakit surrah pada ternak sapi, kuda, dan kerbau. Banyak berjangkit di daerah tropis termasuk Indonesia. Vektor perantaranya adalah lalat dari genus Tabanus. 6. Trypanosoma rhodesiense, sama halnya dengan Trypanosoma gambiense,menyebabkan penyakit tidur pada manusia. Yang membedakan adalah vektor perantaranya yaitu lalat tse-tse dari jenis Glossina morsitans dan Glossina palpalis. 7. Leishmaania donovani menyebabkan penyakit kala azar pada manusia. Penderita biasanya demam berkepanjangan, hati, dan limfanya membesar, serta terjadinya ulcers atau luka pada ususnya. 8. Chlorella (contoh alga hijau), digunakan untuk suplemen makanan, obat-obatan, dan bahan kosmetik. 9. Porphyra (alga merah), digunakan sebagai suplemen makanan. 10. Rhodymenia palmata (alga merah), digunakan sebagai sumber makanan. 11. Macrocrystas pyrifera, menghasilkan iodin yaitu unsur yang dapat mencegah penyakit gondok. 12. Macrocystis (alga cokelat), digunakan sebagai makanan suplemen untuk ternak karena kaya Na, P, N, Ca. 13. Gellidium; Gracilaria, digunakan sebagai bahan pembuatan agar-agar.

15.  Kerugian jamur. menghasilkan asam alginat sebagai pengental dalam produk makanan (sirup. b. dan penyaring bakteri. antara lain sebagai berikut. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan. tablet anti-biotik. a. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian. roti. Diatom (alga pirang). c. Ascophylum. d. karena mengandung silikat tanah diatom digunakan sebagai penggosok. Fucus. a. es krim) dan pengental dalam industri(lem. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai. yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom. pasta gigi). pelapis kertas.  Keuntungan jamur meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju. g. permen. . Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia. Laminaria. e. e. coklat. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paruparu manusia. f. isolasi bahan dasar industri kaca. yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom. c. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia. f. b. dan bir. tekstil. sald. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.14. Phythophthora inf'estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman kentang. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan. keju. d. Candida sp.

Bila dibuat dari ketan hasilnya dinamakan "tape ketan". Tujuan : 1. Ada dua teknik pembuatan yang menghasilkan tapai biasa. 2. 6. 2. 4. 7. Alat : 1. Pembuatan tape melibatkan umbi singkong sebagai substrat dan ragi tapai (Saccharomyces cerevisiae) yang dibalurkan pada umbi yang telah dikupas kulitnya. 3. 4. Tape bisa dibuat dari singkong (ubi kayu) dan hasilnya dinamakan "tape singkong". Cuci hingga bersih singkong yang telah dipotong. 2. 2. 4. Pembuatan tape memerlukan kecermatan dan kebersihan yang tinggi agar singkong atau ketan dapat menjadi lunak karena proses fermentasi yang baik. terutama dari lemak atau minyak. Untuk mengetahui cara penerapan bioteknologi dengan fermentasi tape. Air juga harus bersih. 8. yang lebih legit dan dapat digantung tanpa mengalami kerusakan. Alat-alat yang berminyak jika digunakan untuk mengolah pembuatan tape bisa menyebabkan kegagalan fermentasi. 5. yang basah dan lunak. Potong singkong yang telah dikupas sesuai keinginan. Ragi adalah bibit jamur yang digunakan untuk membuat tape. 1. Air secukupnya Daun pisang Ragi yang telah dihaluskan Singkong 2 kg Cara Kerja : Siapkan semua bahan. dan tapai kering. Menggunakan air hujan juga bisa menyebabkan gagal fermentasi. Baskom Kain Lap Kompor Panci Kukus Penyaring Piring Pisau Sendok & Garpu Bahan : 1. Kupas singkong dan kikis bagian kulit arinya hingga kesat. Agar pembuatan tape berhasil dengan baik alat-alat dan bahanbahan harus bersih. 5. 3.PEMBUATAN TAPE DENGAN FERMENTASI Tape adalah sejenis penganan yang dihasilkan dari proses peragian (fermentasi). Mengetahui peranan organisme Saccaromyces cereviceae dalam peragian. 3. .

masukkan singkong ke dalam wadah lalu taburi dengan ragi yang telah dihaluskan dengan menggunakan saringan 10. Persamaan Reaksi Kimia: C6H12O6 + 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP Penjabarannya: Gula (glukosa. Setelah matang. Setelah singkong benar – benar dingin. angkat singkong yang telah ¾ masak lalu taruh di suatu wadah. jamur ragi akan memakan glukosa yang ada di dalam singkong sebagai makanan untuk pertumbuhannya. kira – kira ketika ‘daging’ singkong sudah bisa ditusuk dengan garpu. 2. Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi. melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). jamur tersebut akan merubah glukosa menjadi alkohol. kemudian didinginkan 8.5. 7. masukkan air ke dalam panci samapai kira – kira terisi seperempat lalu panaskan hingga mendidih. diamkan selama 1-2 hari hingga sudah terasa lunak dan manis. 4. sehingga singkong akan menjadi lunak. . Pembuatan tape termasuk dalam bioteknologi konvensional (tradisional) karena masih menggunakan cara-cara yang terbatas. Saat itulah singkong telah menjadi tape. dan digunakan pada produksi makanan. teman satu kelompok kami menyiapkan wadah sebagai tempat untuk mengubah singkong menjadi tape. Kegagalan dalam pembuatan tape biasanya dikarenakan enzim pada ragi Saccharomyces cereviceae tidak pecah apabila terdapat udara yang mengganggu proses pemecahan enzim tersebut. Sambil mengipas – ngipas. tape terasa manis apabila sudah matang walaupun tanpa diberi gula sebelumnya. Oleh karena itu. atau sukrosa) + Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi Kesimpulan: 1. 3. Singkong ini harus benar – benar tertutup agar mendapatkan hasil yang maksimal. Setelah air mendidih masukkan singkong ke dalam panci kukus. Pada proses pembuatan tape. 9. 11. Setelah singkong ditutupi dengan daun pisang. lalu kukus hingga singkong ¾ matang. Wadah itu terdiri dari baskom yang bawahnya dilapisi dengan daun pisang. ragi (Saccharomyces cereviceae) mengeluarkan enzim yang dapat memecah karbohidrat pada singkong menjadi gula yang lebih sederhana. Sementara menunggu singkong kering. Singkong yang telah diberi ragi ini kemudian ditutup kembali dengan daun pisang. fruktosa. Dalam pembuatan tape. Reaksi Reaksi dalam fermentasi singkong menjadi tape adalah glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana . 6.

Setelah itu dibiarkan hingga dingin (memeramnya selama ± 1 hari).CARA PEMBUATAN NATA DE COCO Nata de coco merupakan makanan hasil fermentasi air kelapa oleh bakteri Acetobacter xylium.5 liter di setiap loyang. Menyaring 100 liter air kelapa. dan menambah campuran tersebut dengan 50 mili liter (ml) asam cuka/ asam asetat. 100 gr gula pasir 2. Bakteri inilah yang merubah air kelapa menjadi serat selulosa. kemudian mematikan api kompor. dengan cara memasukkan air campuran air kelapa yang telah mendidih ke dalam botol hingga setinggi leher botol dan membiarkannya selama kurang lebih 5 menit. dan memeramnya kembali selama kurang lebih 6 sampai 7 hari. Setelah dingin (± 1 hari). 5. Pembuatan starter 1. 2. kemudian menuangkan isi air kelapa dan mendidihkannya kembali sedangkan botolnya ditutup dengan koran yang telah disterilkan. 2. 3. Mensterilisasi botol. Mendidihkan campuran bahan-bahan nomor 1 di atas. 4. Memasang karet gelang pada bagian tengah nampan hasil sterilisasi. Memasukan air kelapa yang sudah didihkan pada nomor 2 sebanyak 600 ml. . 500 gram (gr) ZA 3. Memasukkan air kelapa hasil pendidihan (seperti poin 2) ke dalam loyang ± 1—1. menambahkan starter yang berumur 6 hari ke dalam botol berisi campuran air kelapa yang telah didinginkan tadi (1 botol stater digunakan untuk 5–6 botol). Berikut resep dan cara membuatnya : Bahan yang diperlukan : • • • • • Air kelapa 100 liter Gula pasir 200 gr Pupuk ZA (urea) ½ sendok makan Asam cuka glacial (CH3COOH ) ½ sendok makan Bibit/starter bakteri Acetobacter xylium 200 ml (Bisa diperoleh di laboratorium pertanian) Langkah Kerja dalam pembuatan nata de coco antara lain meliputi: 1. Menyiapkan nampan yang telah disterilisasikan (melalui pemanasan oleh sinar matahari/pencelupan nampan bersih ke dalam air panas). kemudian menutupnya dengan koran dan mengikatnya dengan karet ban. kemudian ditambahkan dengan: 1. kemudian menutupnya dengan kertas koran dan membiarkannya hingga dingin (memeramnya selama ± 1 hari). Pembuatan Nata de Coco 1. 3.

nata hasil point 5 d. NB: Agar bakteri Acetobacter xilynum dapat bekerja dengan baik. Pada hari ketiga nata dicuci bersih dan dipotong bentuk kubus (ukuran sesuai selera) kemudian direbus hingga mendidih dan air rebusan yang pertama dibuang. 2. Nah. Nata yang terbentuk diambil dan dibuang bagian yang rusak (jika ada). begitu pula jika peralatan yang digunakan kurang steril maka juga dapat menimbulkan kontaminasi (kerusakan pada lapisan nata yang diproduksi). 4. . Jika ingin digunakan dilain hari dapat disimpan di dalam lemari es. Jika ingin dimasak sebagai campuran es buah. Pengemasan Nata 1. 6. yaitu mengubah glukosa menjadi selulose atau dalam pembentukan lapisan nata maka kondisi lingkungan disekitarnya juga harus mendukung. Plastik (kemasan) ditutup rapat dengan karet atau sealer. dan memeramnya kembali selama 7 hari. Apabila kondisi ruangan kurang steril sehingga memungkinkan sirkulasi udara berjalan seperti biasa maka peluang untuk terjadinya kontaminasi pada nata yang diproduksi cukup besar. sekarang tinggal dipanen. Pengolahan 1. 3. Pemanenan Nata 1. Setelah dingin (± 1 hari) dilakukan inokulasi yaitu menambahkan starter yang berumur 6 hari ke dalam loyang berisi campuran air kelapa yang telah didinginkan tadi (diperam). 2. Nata hasil 5 d dimasukkan ke dalam plastik dalam kondisi masih panas (mendidih) dan diusahakan tidak terdapat gelembung udara dalam kemasan. 3. berikut cara-cara pemanenannya: 1. Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pembuatan nata de coco yaitu kondisi peralatan serta ruangan yang cukup steril. Nata siap dipasarkan. 2. jika nata dirasa telah terbentuk.4. kemudian direbus lagi dan ditambahkan dengan satu sendok makan asam sitrat. Pada hari kedua rendaman diganti dengan air bersih dan direndam lagi selama 1 hari. 5. Nata yang telah dibuang airnya tadi. ditambah dengan gula dan sirup sesuai selera. lalu dibersihkan dengan air (dibilas). Kemudian direndam dengan air bersih selama 1 hari.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful