P. 1
p. rifai alya

p. rifai alya

|Views: 32|Likes:
Published by Say Kiss

More info:

Published by: Say Kiss on Mar 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2012

pdf

text

original

Latar belakang Dalam bimbingan konseling terdapat istilah konseling.

Konseling merupakan suatu proses interaksi antara seseorang denngan seeorang lainnya. Dimana seorang itu dibantu oleh orang lain untu meningkatkan pemahaman dan kesanggupan dalam menghadapi masalahnya. Konseling sebagai salah satu kegiatan bimbingan telah berkembang luas terutama dalam cara-cara pendekatannya. Salah satu pendekatan yang dewasa ini cukup mempengaruhi adalah pendekatan menurut pandangan dari teori gestalt. Pendekatan gestalt dalam konseling memiliki kesamaan-kesamaan dengan pendekatan yang lain, tetapi memilki kekhususan yang cukup menarik.

„configurationism‟. Terjemahannya dalam bahasa Inggris pun bermacam-macam antara lain „shape psychology‟. Penelitian – penelitian mereka menumbuhkan psikologi Gestalt yang menekankan bahasan pada masalah konfigurasi. melainkan justru teman kita itu sebagai keseluruhan.BAB I PEMBAHASAN 1. atau dahinya yang terluka. . totalitas. Karena adanya kesimpangsiuran dalam penerjemahannya. esensi. dan sebagainya. „whole psychology‟ dan sebagainya. Bagi para ahli pengikut Gestalt. dari pengamatannya ia menyesalkan penggunaan metode menghafal di sekolah. Sumbangannya ini diikuti tokoh-tokoh lainnya. sedangkan bagian-bagian adalah sekunder. peristiwa. hal. pulpennya yang bagus. akhirnya para sarjana di seluruh dunia sepakat untuk menggunakan istilah „Gestalt‟ tanpa menerjemahkan kedalam bahasa lain. bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian daripada keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lainnya. perkembangan itu adalah proses diferensiasi. sebagai Gestalt. Bila kita bertemu dengan seorang teman misalnya. yaitu „form‟. struktur. Kurt Koffka (1886 – 1941) yang menguraikan secara terperinci tentang hukum-hukum pengamatan. dari kejauhan yang kita saksikan terlebih dahulu bukanlah bajunya yang baru atau pulpennya yang bagus. seperti Wolfgang Kohler (1887 – 1959) yang meneliti tentang “insight” pada simpanse yaitu mengenai mentalitas simpanse (ape) di pulau Canary. keseluruhan ada terlebih dahulu baru disusul oleh bagian-bagiannya. SEJARAH TEORI GESTALT Teori belajar Gestalt (Gestalt Theory) ini lahir di Jerman tahun 1912 dipelopori dan dikembangkan oleh Max Wertheimer (1880 – 1943) yang meneliti tentang pengamatan dan problem solving. „shape‟ (dalam bahasa Inggris) atau bentuk. dahinya yang terluka. Dalam proses diferensiasi itu yang primer adalah keseluruhan. Arti Gestalt bisa bermacam-macam sekali. hakikat. dan pemetaan dalam pengalaman. dan Kurt Lewin (1892 – 1947) yang mengembangkan suatu teori belajar (cognitif field) dengan menaruh perhatian kepada kepribadian dan psikologi sosial. baru kemudian menuyusul kita saksikan adanya hal-hal khusus tertentu seperti bajunya yang baru. dan menghendaki agar murid belajar dengan pengertian bukan hafalan akademis. Istilah „Gestalt‟ sendiri merupakan istilah bahasa Jerman yang sukar dicari terjemahannya dalam bahasa-bahasa lain.

Tanpa itu semua klien tidak akan memilki alat untuk merubah kepribadiannya secara dinamis. Guru memberikan suatu kesatuan situasi atau bahan yang mengandung persoalan-persoalan. memahami kenyataan serta mendaptkan insigh secara penuh. Bebrapa pandangan dari teori gestalt Pada prinsipnya pandangan dari teori gestalt menyatakan bahwa suatu gejala haruslah dipandang sebagai suatu kesatuan atau keseluruhan. Teori gestalt beroposisi terhadap teori strukturalisme. Sedangkan fungsi penting pendekatan gestalt dalam konseling adalah usaha konselor untuk dapat memberikan perhatian dan mengartikan gaya penampilan serta gerak gerik dari klien. Pola atau keseluruhan bukan sekedar penjumlahan dari elemen-elemen atau unsur-unsur. Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan teori Gestalt. Kemudian dengan berbagai percobaan akhirnya juga dikembangkan pula terhadap gejala-gejala dan pola tingkah laku. pola. see now”. Gestalt adalah sebuah teori yang menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan.Suatu konsep yang penting dalam psikologi Gestalt adalah tentang “insight” yaitu pengamatan dan pemahaman mendadak terhadap hubungan-hubungan antar bagianbagian dalam suatu situasi permasalahan. Teori gestalt cenderung berupaya mengurangi pembagian sensasi menjadi bagian-bagian kecil. tetapi selalu satu kesatuan yang utuh. Tujuan utama dari konseling mnurut tori gestalt adalah membantu klien agar dapat memperoleh kesadaran pribadi. memperoleh insight agar ia dapat memahamii keseluruhan situasi atau bahan ajaran tersebut. ataupun kemiripan menjadi kesatuan. dimana anak harus berusaha menemukan hubungan antar bagian. . Unsur-unsur atau bagian-bagian itu sebenarnya kurang memenuhi arti atau makna dan sifatnya sangat berbeda dengan keseluruhan. 2. Pandangan gestalt yang menyatakan “the whole is more than is part” mula-mula dikembanggkan dalama segi presepsi. guru tidak memberikan potongan-potongan atau bagian-bagian bahan ajaran. “insight” itu sering dihubungkan dengan pernyataan spontan seperti “aha” atau “oh.

simetri dan sebagainya. tidak stabil. kesamaan . Pokok-Pokok Teori Gestalt a. 2. obyek-obyek yang memiliki jarak yang lebih dekat cenderung dilihat lebih berkelompok secara visual.kestabilan. Law of proximity Proksimitas atau kedekatan jarak merupakan kondisi yang paling sederhana dari suatu organisasi. dan sebagainya dan pemecahan problem itu ialah . maka elemen-elemen tersebut cenderung akan diamati sebagai suatu kesatuan. 3. tidak teratur. dan kontinuitas. Hukum-hukum teori gestalt Dalam hukum-hukum belajar Gestalt ini ada satu hukum pokok . yaitu suatu keadaan yang seimbang. Menurut teori Gestalt. tekstur dan warna. Law of closure 5. jadi juga setiap hal yang dihadapi oleh individu. kesederhanaan . yaitu berarah kepada Pragnaz itu. Pada dasarnya hukum ini menyatakan bahwaorganisasi psikologis ada kecenderungan untuk selalu bergerak kearah yang penuh makana. Hukum Pragmanz Merupakan hukum gestalt yamg bersifat umum. yaitu cendrung untuk menuju keadaan Pragnaz itu . Hukuum ini menunjukkan tentang berarahnya segala kejadian . keadaan seimbang .3. 1. 4. Law of good continuation Medan pengamatan. tidak sederhana. ketertutupan.yaitu hukum –hukum keterdekatan . keadaan yang seimbang ini mencakup sifat-sifat keturunan. Law of similarity Hukum ini menerangkan bahwa apabila bila elemen-elemen memiliki similiaritas atau kualitas yang sama dalam hal ukuran. yaitu hukum Pragnaz. Gestalt yang baik . mempunyai sifat dinamis. dan empat hukum tambahan (subsider) yang tunduk kepada hukum yang pokok itu. Hukum Pragnaz ini mendasar hukum-hukum khusus yang lain. Keadaan yang problematis adalah keadaan yang tidak Pragnaz. tidak simetri . suatu Gestalt yang baik.

Besarnya ketergantungan ini banyak dipengaruhi oleh revelanci pengalaman masa lalu. Bila pengaturan dan penataan situasi yang mendukung benar-benar memadai. hukum ini menyatakan bahwa seseorang akan cenderung mengamati suatu elemen yang berkesinambungan sebagai satu kesatuan unit. hukum ini menyatakan semakin kecil area tertutup dan simetris semakin cenderung terlihat sebagai suatu unit. diantaranya : a. Persepsi ijujlpkk. jenis atau spesies serta perbedaan individual dalam suatu spesies. 3. g. insightful learning bergantung pada penataan situasi nyang mendukung. Apabila individu telah memilki insigh mengenai suatu objek atau gejala maka insigh dapat digunakan untuk menghadapi situasi-situasi lain. Bentuk dan latar. bahwa sebuah obyek akan terlihat berbeda ketika sebuah bentuk memiliki latar yang kontras. Menurut teori gestalt. 1. d. insightful learning memilki ciri-ciri tertentu. sehingga bagian yang terbuka pada suatu elemen akan otomatis dianggap sebagai suatu yang tertutup. e. maka proses insightful learning akan mudah terjadi. Insightful learning Insightful learning merupakan bentuk utama dari suatu kegiatan-kegiatan belajar.‟individu sangat tergantung dari fokus pandangannya. Selain dari hukum-hukum tambahan tersebut menurut aliran teori belajar gestalt ini bahwa seseorang dikatan belajar jika mendapatkan insight. Kemampuan dasar ini dipengaruhi oleh tingkatan umur. b. Bila insightful learning telah terjadi maka akan cenderung mudah dimulai. f. insightful learning bergantung dengan pengalaman masa lalu individu. Kesinambungan. b. insightful learning bergantung pada kemampuan dasar individu. unit visual cenderung membentuk suatu unit yang tertutup. Bidang dan simetri. insightful learning memilki ciri yang pada awalnya didahului oleh proses mencari dan mencoba-mencoba. 2. Insight ini .mengadakan perubahan kedalam struktur medan atau hal itu dengan memasukkan hal-hal yang dapat membawa hal problematis ke sifat Pragnaz. c. Ketertutupan.

Latihan Dengan banyaknya latihan akan dapat mempertinggi kesangupan memperoleh insight. sesorang itu dapat menemukan hubungan c. Taraf kompleksitas dari suatu situasi. e. Pengalaman Karena belajar.ulang hal yang harus dipelajari. pusat pendekatannya adalah menimbulkan kesadaran atau insigh serta mengarahkan menuju terwujudnya integritas dalam diri pribadi manusia. dalam situasi-situasi yang bersamaan yang telah dilatih . Kemampuan ini tidak pernah hilang melainkan telah terintegrasi dalam dirinya. c. berati akan mendapatkan pengalaman dan pengalaman itu mempermudah munculnya insght. Dimana semakin komplek situasinya semakin sulit masalah yang dihadapi. Trial and eror Sering seseorang itu tidak dapat memecahkan suatu masalah. Dengan demikian teori gestalt dalam memandang hakekat manusia itu adlah: setiap individu memilki kemampuan untuk menerima tanggumgjwab pribadi. memilki dorongan untuk mengembangkan kesadaran yang pada akhirnya individu akan mengarahkan dirinya melalui insigh yang dicapai menuju terbentuknya integritas atau keutuhan pribadi. Teori gestalt berasumsi bahwa setiap individu memilki kapasitas untuk bertanggungjawab. Jadi hakekatnya manusia itu sebenarnya adalah merupakan “total being”.diperoleh kalau seseorang melihat hubungan tertentu antara berbagai unsur dalan situasi tertentu. Ini berarti bahwa mempelajari perilaku manusia. Dengan adanya insight maka didapatlah pemecahan problem. tetapi mengertinya. . penerimaan tanggungjawab pribadi. dimengertinya persoalan. d. integritas atau keutuhan pribadi sesorang yang ditimbulkan melalui pengalaman-pengalaman kesadaranyya. inilah inti belajar. b. Adapun timbulnya insight itu tergantung a. Kesangupan Maksudnya kesanguapan atau kemampuan intelegensi individu. mendapatkan insight. Baru setelah mengadakan percobaan-percobaan. Jadi yang penting bukanlah mengulang. View of human nature Teori gestalt menekankan pada pengembangan kesadaran.

Keadaan pada masa lalu tetap memilki arti sepanjang ada relavansinya dengan eksistensinya individu dalam mengembangkan kesadaran. Unifinished business yang merupakan pengalaman tidak mengenakan akan berpengaruh besar terhadap perkembangan kreativitas dan spontanitas seseorang.d. Aplikasi konseling gestalt disekolah Metode gestalttelah memilki arti terapan langsung pada tugas-tugas anak dan adolesen disekolah. Ia menerapakan konsep-konsep gestalt dalam menghadap murid murid dengan cara yang spesifik. Aplikasinya baik dalam bentuk individual maupun kelompok dapat dilakukan dalam suasana tidak bebas serta suasana yang agak bebas . 2. 4. Teknik-teknik konseling yang diciptakan gestalt didasrkan atas spesifikasi masalah yang ditangani ataupun model-model perlakuannya. Adapun apikasinya yaitu : 1. tanggungjawab dan integritas pribadinya. Model-model perlakuannya lebih menitik beratkan pada tindakan serta latihan latihan 3. Dalam proses konseling yang penting adalah menciptakan kontak mada masa sekarang dengan pertanyaan dasar. Unfinished business Pandangan ini menyatakan bahwa pengalaman atau persoalan yang tidak terselesaikan akan selalu mencari jalan keluar. Timbulnya kecemasan seseorang karena adanya kesenjangan antara masa sekarang dan waktu yang akan datang. The now Teori gestalt menekankan pentingnya keadaan sekarng yang menentukan peri kehidupan manusia adalah masa kini. dimana mereka menolak menggunakan kemampuan pribadinya dan ia mengarahakan melalui kebijakan pribadinya serta hubungan yang tulus dengan anak-anak agar mereka menerima tanggungjawab mengenai apa yang mereka lakukan. dari keadaan yang tidak lengkap atau ada kekurangan akan selalu mencari pemenuhan agar menjadi lebih lengkap secara keseluruhan dalam system kehidupannya.dman Metode-metode gestalt diterapkan pada anak-anak yang memilki problem-problem emoosional dan tingkah laku didalam pendidikan khusus. apa dan bagaimana keadaan pada masa sekarang. Janet aldermen mengkampanyekan buku” anger and the rocking chair” suatu drama yang menggambarkan suatu dinamika kehidupan. e.

Pendekatannya menekankan pada kontak langsung dan ekspresi perasaan serta tidak menenkankan pada perkiraan yang abstrak terhadap suatu masalah 3. Perhatiannya ditujukan pada pesan-pesan non verbal dan gerak-gerik tubuh 5. Kelebihan dan kelemahan pendekatan gestalt Pendekatan gestalt juga menunjukkan kelebihan dan kelemahan-kelemahanya: a. Gestalt menekankan tanggungjawab terhadap diri sendiri. melepaskan ketergntungan terhadap lingkungan menuju kekuatan sendiri. b. Pendekatan ini juga cukup berbahaya. Pendekatan ini menolak terhadap sikap bergantung atau keadaan tidak berdaya seperti membiarkan untuk tidak berubah. jika orang mempraktean konseling menggunakan cara-cara mekanistik 6. Kelemahan pendekatn gestalt 1. karena kekuatan terapis atau konselor untuk memanipulasi klien dengan teknik-teknik yang mekanisik 5. Orang seringkali mereaksi negative terhadapp teknik-teknik gestalt. Perlakuannya banyak menghdapkan klien pada situasi konfrontati. Pendekatan ini arahnya ada kecenderungan anti intelektual. Dilihat dari segi filosofinya cukup berbahaya dalam menerima gaya hidup. 5. Kelebihannya 1. penghayatan terhadap kenyataan masa sekarang. Pendekatan ini menekankan pada klien untuk menemukan arti dirinya dan membuat interprestasi tentang dirinya 6.4. khususnya pada factor kognitf diremehkan 3. . Pendekatan gestalt merupakan pendekatan yang aktif 2. karena mearsa bahwa diri mereka dianggap bodoh atau malas. Pendekatan ini dapat menyesatkan . namun sering menolak tanggungjawab diri sendiri dan orang lain . Pendekatan ini tidak mendasarkan diri pada suatu teori yang kuat 2. 4. Pendekatan ini mengarahkan keaspek-aspek yang relevan kedalam masa kini dan sekarang 4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->