P. 1
01_pengawas perikanan

01_pengawas perikanan

|Views: 434|Likes:

More info:

Published by: herizalijalrocketmai on Mar 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2014

pdf

text

original

I.

PENGAWAS PERIKANAN

A. DASAR HUKUM 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian; 2. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1994 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil; 7. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; 8. Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2006 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Pengawas Perikanan; 9. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 35/KEP/M.PAN/5/2001 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Perikanan dan Angka Kreditnya; 10. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/50/M.PAN/4/2005 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 35/KEP/M.PAN/5/2001 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Perikanan dan Angka Kreditnya; 11. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005 tentang Perubahan atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional Pengawas Perikanan dan Angka Kreditnya; 12. Keputusan Bersama Menteri Kelautan dan Perikanan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor SKB.53/MEN/2001 dan Nomor 40 Tahun 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Perikanan dan Angka Kreditnya; 13. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 59/MEN/SJ/2002 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Administrasi Kepegawaian Jabatan Fungsional Pengawas Perikanan; 14. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.62/MEN/SJ/2002 tentang Tata Kerja Tim Penilai dan Tata Cara Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Pengawas Perikanan; 15. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.07/MENKP/KP.430/2006 tentang Pemberian Kuasa Menandatangani Keputusan tentang Pengangkatan, Pemindahan, Pemberhentian, dan Mutasi Kepegawaian lainnya; 16. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.07/MEN/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kelautan dan Perikanan

1

dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pengawasan penangkapan ikan meliputi dokumen perizinan usaha penangkapan. sarana produksi. termasuk didalamnya kegiatan pemantuan. teknologi pembudidayaan ikan. wewenang. standarisasi dan monitoring. tanggung jawab. daerah penangkapan. daerah penangkapan. yang meliputi penilikan kelayakan dasar di sentra 2 . log book. Pengawasan Bidang Penangkapan Ikan adalah kegiatan pengawasan terhadap dokumen perizinan usaha penangkapan ikan. pemeriksaan. pemanfaatan sumber daya ikan dan yang berkaitan dengan kegiatan penangkapan lainnya. penilikan. tanggung jawab. yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan.sebagaimana telah diubah ketiga kalinya dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER. dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pengawasan yang meliputi penilikan dan pengujian mutu hasil perikanan terdiri dari penilikan kelayakan dasar di sentra produksi/distribusi. 9. penataan ruang. tanggung jawab. 6. pengujian mutu. wewenang. Pengawas Perikanan adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberi tugas. wewenang. sistem mutu laboratorium. 3. operasi kapal perikanan. serta lingkungan. bimbingan teknis. 5. 2. pendampingan dan penilaian terhadap penataan ruang. Perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi. Pengawasan Perikanan adalah seluruh proses kegiatan penilaian terhadap kegiatan usaha perikanan dengan tujuan untuk memastikan apakah pelaksanaan rangkaian usaha perikanan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. alat penangkapan ikan. hasil tangkapan. dan evaluasi. Pengawasan Bidang Mutu Hasil Perikanan adalah kegiatan pengawasan mutu hasil perikanan. sertifikasi personil. dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pengawasan terhadap sarana produksi. B. pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungan serta yang berkaitan dengan kegiatan penangkapan lainnya. anak buah kapal. serta pengamatan sumber daya ikan dan lingkungan. penilikan sistem mutu. di unit pengolahan hasil perikanan. alat penangkapan dan alat bantu penangkapan. analisis. sertifikasi produk. produksi. pengelolaan sampai dengan pemasaran. wewenang. alat bantu penangkapan ikan. 4. log book perikanan. sosialisasi. dampak yang ditimbulkan. teknologi pembudidayaan. Pengawas Bidang Mutu Hasil Perikanan adalah PNS yang diberi tugas. tanggung jawab. Pengawasan Bidang Pembudidayaan Ikan adalah kegiatan pengawasan pelaksanaan usaha pembudidayaan yang meliputi kegiatan penilikan.08/MEN/2007. inspeksi. anak buah kapal. pembudidayaan ikan. Pengawas Perikanan Bidang Pembudidayaan Ikan adalah PNS yang diberi tugas. PENGERTIAN-PENGERTIAN 1. hasil tangkapan. pemanfaatan lahan. sumber daya lingkungan dan dampak yang ditimbulkan. dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pengawasan perikanan. 7. pemanfaatan lahan. Pengawas Perikanan Bidang Penangkapan Ikan adalah PNS yang diberi tugas. 8. kapal perikanan.

Pengawas Perikanan Ahli adalah jabatan fungsional Pengawas Perikanan Keahlian yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. 3) Analisis. 12. 13. dan melaporkan kegiatan pengawasan perikanan. meliputi : 1) Menyusun rencana kerja pengawasan. 14. sertifikasi produk. evaluasi. Tim Penilai Angka Kredit adalah tim penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. sistem mutu laboratorium. meliputi : 1) Mempersiapkan pengawasan pembudidayaan ikan. mengembangkan.produksi/distribusi. menganalisis. 3) Melaksanakan pengawasan mutu hasil perikanan. di unit pengolahan hasil perikanan. 5) Melakukan penilikan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Pendidikan. 11. Pengawas Perikanan Terampil adalah jabatan fungsional Pengawas Perikanan Keterampilan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. melaksanakan. 10. Angka Kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh Pengawas Perikanan dalam rangka pembinaan karier yang bersangkutan. sertifikasi personil. Tugas pokok Pengawas Perikanan adalah menyiapkan. TUGAS POKOK. Unsur dan sub unsur kegiatan yang dinilai angka kreditnya terdiri dari : a. 15. b. c. penilikan sistem mutu. bertugas menilai prestasi kerja Pengawas Perikanan. Pengawasan penangkapan ikan. 3) Memberikan bimbingan teknis pembudidayaan ikan. 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang pengawasan perikanan serta memperoleh STTPL atau sertifikat. 2) Melaksanakan pengawasan penangkapan ikan. Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Pengawas Perikanan dan satuan nilai dari hasil penilaian butir kegiatan dan atau akumulasi nilai-nilai butir kegiatan yang telah dicapai oleh Pengawas Perikanan yang telah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. pengujian mutu. meliputi : 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar. 3 . 4) Melakukan pembuatan dan pengelolaan biakan murni/toksin. dan pelaporan. 2) Melaksanakan pengawasan pembudidayaan ikan. 2) Mempersiapkan pengawasan mutu hasil perikanan. 4) Melakukan sosiaisasi pengawasan penangkapan ikan. d. 2. metodologi. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Pengawas Perikanan dan butir kegiatan yang dinilai dan harus diisi oleh Pengawas Perikanan dalam rangka PAK. Pengawasan pembudidaya ikan. C. mengevaluasi. meliputi : 1) Mempersiapkan pengawasan penangkapan ikan. standarisasi dan monitoring. UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN 1. Pengawasan mutu hasil perikanan. dan teknik analisis tertentu.

evaluasi. Pengembangan pengawasan pembudidayaan ikan. dan pelaporan hasil penilikan dan pengujian mutu hasil perikanan. meliputi : 1) Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang pengawasan perikanan. distribusi. 7) Melakukan analisis. g. Pengembangan pengawasan penangkapan ikan. meliputi : 1) Mengembangkan metoda penilikan mutu hasil perikanan. 3) Menjadi anggota dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Pengawas Perikanan. 4 . 6) Mengawasi di sentra produksi. dan pemasaran hasil perikanan. f. meliputi : 1) Mengikuti kegiatan seminar/lokakarya. i. Pengembangan pengawasan mutu hasil perikanan. meliputi : 1) Membuat rencana teknis penangkapan dan perhitungan potensi sumber daya ikan. 2) Menyusun petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis/pedoman pengawasan. h. Penunjang tugas pengawasan perikanan. 6) Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. 3) Membimbing Pengawas Perikanan di bawah jenjang jabatannya.e. 2) Menerjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang pengawasan perikanan. 2) Mengajar pada pendidikan dan pelatihan. 4) Mengembangkan metoda pengawasan. 2) Membuat standardisasi penangkapan. Pengembangan profesi. 3) Menyusun petunjuk pelaksanaan/teknis pengawasan. meliputi : 1) Mengembangkan metoda. 2) Mengembangkan metoda pengujian mutu hasil perikanan. 5) Memperoleh penghargaan/tanda jasa. 4) Menjadi anggota dalam organisasi profesi.

770. Menteri Kelautan dan Perikanan untuk pengangkatan Pengawas Perikanan Madya.000. Kepala Bagian Jabatan Fungsional a. 4) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurangkurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Pengawas Perikanan Penyelia Tingkat Ahli 1. 2. Pengawas Perikanan Pelaksana II/b II/c II/d III/a III/b III/c III/d III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e 197. JENJANG JABATAN.550.000.d Pengawas Perikanan Muda.264.I-II/b.000.000. PENGANGKATAN PERTAMA 1. DAN BATAS USIA PENSIUN NO. Menteri Kelautan dan Perikanan untuk pengangkatan Pengawas Perikanan Pelaksana Lanjutan s. Presiden untuk pengangkatan Pengawas Perikanan Utama. c. 3) Telah mengikuti diklat fungsional di bidang pengawasan perikanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. 5 .d Pengawas Perikanan Penyelia dan Pengawas Perikanan Pertama s. JENJANG JABATAN GOL ANGKA KREDIT. Sekretaris Jenderal a. Kepala Biro Kepegawaian a.n. 3. GOLONGAN.000. JABATAN.000.- Pengawas Perikanan Pelaksana Lanjutan 3.56 220. TUNJANGAN ANGKA KREDIT 40 60 80 100 150 200 300 100 150 200 300 400 550 700 850 1050 TUNJANGAN Rp BUP (THN) Tingkat Terampil 1.330. Pejabat yang berwenang menetapkan a. Persyaratan PNS yang diangkat pertama kali dalam jabatan Pengawas Perikanan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : a. 2.n. 4.220.000. Pengawas Perikanan Pertama 2. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. b.n. Menteri Kelautan dan Perikanan untuk pengangkatan Pengawas Perikanan Pelaksana. Pengawas Perikanan Terampil 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II bidang perikanan atau bidang lain yang terkait dengan bidang pengawasan perikanan. Pengawas Perikanan Muda Pengawas Perikanan Madya Pengawas Perikanan Utama E.D. dan d.

3) Fotocopy Ijazah terakhir bidang perikanan atau bidang lain yang terkait dengan pengawasan perikanan yang dilegalisir. 5) Memenuhi angka kredit kumulatif minimal yang telah memperoleh penetapan dari pejabat yang berwenang. Pimpinan unit kerja yang bersangkutan mengusulkan PNS yang akan diangkat dalam jabatan Pengawas Perikanan. 2) Fotocopy keputusan dalam pangkat/golongan terakhir yang dilegalisir. 4) Fotocopy Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan atau sertifikat di bidang pengawasan perikanan yang dilegalisir. pengawasan perikanan. 3) Telah mengikuti diklat fungsional di bidang pengawasan perikanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. c. PNS yang bersangkutan (calon Pengawas Perikanan) menyiapkan berkas usul pengangkatan dalam jabatan Pengawas Perikanan. 2) Pangkat serendah-rendahnya. Pangkat Pengawas Perikanan yang diangkat pertama kali adalah sama dengan pangkat terakhir yang diduduki sebagai PNS. c. b. b. Penata Muda-III/a.: a. Pengawas Perikanan Ahli 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana (S. 4. sedangkan jenjang jabatan ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan. 3. Pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional Pengawas Perikanan dapat dilakukan setelah memperhitungkan jumlah kebutuhan/formasi Pengawas Perikanan pada unit kerja yang bersangkutan. Tata cara pengangkatan pertama Pengangkatan pertama kali PNS kedalam jabatan fungsional Pengawas Perikanan adalah sbb. pengembangan profesi. 6 .IV) bidang perikanan atau bidang lain yang terkait dengan bidang pengawasan perikanan. disertai dengan kelengkapan persyaratan pada huruf a kepada pejabat yang berwenang sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. 5) Fotocopy DP3 tahun terakhir yang dilegalisir. 4) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurangkurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Berkas usul pengangkatan dalam jabatan Pengawas Perikanan disampaikan PNS yang bersangkutan kepada pimpinan unit kerjanya untuk diperiksa diteliti kelengkapan dan kebenaran persyaratannya.5) Memenuhi angka kredit kumulatif minimal yang telah memperoleh penetapan dari pejabat yang berwenang. dan penunjang tugas pengawasan perikanan setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. Pengangkatan Pertama kali ke dalam jabatan fungsional Pengawas Perikanan dapat dilakukan terhadap PNS yang telah dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan Pengawas Perikanan pada unit kerja yang bersangkutan. b. Ketentuan dalam pengangkatan pertama a.1)/Diploma IV (D. yang terdiri dari: 1) Penetapan Angka Kredit (PAK) yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.

Pangkat Pengawas Perikanan ditetapkan sesuai dengan pangkat terakhir yang dimiliki PNS yang bersangkutan. Berusia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun dari jabatan terakhir yang didudukinya. Keputusan pengangkatan pertama kali tersebut disampaikan oleh pejabat yang berwenang kepada Pengawas Perikanan yang bersangkutan melalui pimpinan unit kerjanya sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. dengan tembusan kepada unit kerja/instansi terkait. G. Pejabat yang berwenang menetapkan a. Memiliki pengalaman melakukan kegiatan di bidang pengawasan perikanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun. Persyaratan a. Tata cara pengangkatan dari jabatan lain Tata cara pengangkatan PNS dari jabatan lain kedalam jabatan Pengawas Perikanan. Memenuhi syarat sebagaimana ketentuan pada pengangkatan pertama kali. pengembangan profesi dan penunjang tugas pengawas perikanan yang telah memperoleh penetapan dari pejabat yang berwenang. 7 . pengawasan perikanan. sedangkan jenjang jabatannya ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang berasal dari pendidikan. Sekretaris Jenderal Departemen Kelautan dan Perikanan bagi Pengawas Perikanan Madya dan Pengawas Perikanan Utama. Pejabat berwenang. Ketentuan pengangkatan dari jabatan lain a. mengikuti tata cara pengangkatan pertama kali sebagaimana tersebut pada huruf E butir 4. PENETAPAN ANGKA KREDIT 1. ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang sebagaimana pengangkatan pertama kali pada huruf E butir I. 3. menerbitkan keputusan pengangkatan kedalam jabatan fungsional Pengawas Perikanan. Pejabat yang berwenang menetapkan Pengangkatan PNS dari jabatan lain kedalam jabatan Pengawas Perikanan. c. e. b. kecuali untuk pendidikan serendah-rendahnya SMU/SMK sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan untuk jabatan Pengawas Perikanan. c. 4. Bagi Pengawas Perikanan Terampil. PENGANGKATAN DARI JABATAN LAIN 1. F. selambat-lambatnya 2 (dua) tahun sejak pengangkatan dalam jabatan Pengawas Perikanan harus sudah lulus Diklat fungsional pengawasan perikanan. 2. b.d. Pengangkatan dalam jabatan Pengawas Perikanan harus memperhitungkan kebutuhan jumlah Pengawas Perikanan pada unit kerja yang bersangkutan.

b. H. Apabila pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit berhalangan sehingga tidak dapat melakukan penetapan angka kredit sampai batas waktu yang telah ditetapkan maka tugas tersebut didelegasikan kepada pejabat lain yang setingkat lebih rendah. 2. melalui pejabat pengusul sbb. DUPAK disampaikan setelah menurut perhitungan. dan Pengawas Perikanan Pertama sampai dengan Pengawas Perikanan Muda menyampaikan DUPAK kepada Pejabat Penetap Angka Kredit melalui unit kerja yang membawahi Pengawas Perikanan yang bersangkutan oleh Pejabat serendah-rendahnya eselon IV. 2. c. 3) Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan untuk Pengawas Perikanan di lingkungan Direktorat Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dan Unit Pelaksana Teknisnya. Pengawas Perikanan Madya dan Pengawas Perikanan Utama menyampaikan Daftar Usul penetapan Angka Kredit (DUPAK) kepada Sekretaris Jenderal. Direktur Produksi Ditjen Perikanan Budidaya bagi Pengawas Perikanan Pelaksana s. Pejabat pengusul a. PENGUSULAN ANGKA KREDIT 1.d Pengawas Perikanan Penyelia dan Pengawas Perikanan Pertama s. Jadwal waktu penetapan angka kredit Penetapan angka kredit dilakukan selambat-lambatnya akhir bulan Januari untuk kenaikan pangkat periode April. Waktu pengajuan DUPAK a. Pengawas Perikanan Pelaksana sampai dengan Pengawas Perikanan Penyelia.d Pengawas Perikanan Penyelia dan Pengawas Perikanan Pertama s.d Pengawas Perikanan Muda bidang pengawasan penangkapan ikan.: 1) Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya untuk Pengawas Perikanan di lingkungan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dan Unit Pelaksana Teknisnya.d Pengawas Perikanan Penyelia dan Pengawas Perikanan Pertama s. d. Direktur Standardisasi dan Akreditasi Ditjen P2HP bagi Pengawas Perikanan Pelaksana s. Direktur Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Perikanan Ditjen P2SDKP bagi Pengawas Perikanan Pelaksana s. dan akhir bulan Juli untuk kenaikan pangkat periode Oktober tahun berjalan. 8 . b.d Pengawas Perikanan Muda bidang pengawasan pembudidayaan ikan.d Pengawas Perikanan Muda bidang pengawasan mutu hasil perikanan. yang bersangkutan memenuhi jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. 2) Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap untuk Pengawas Perikanan di lingkungan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap dan Unit Pelaksana Teknisnya.

4.d Pengawas Perikanan Utama. 3. SA Sekretaris Ditjen Keterangan : 1. Realisasi Penetapan Angka Kredit. Sekretaris Jenderal a. Persyaratan 9 . Pejabat yang berwenang menetapkan a. Produksi/ Dir. P2SDP / Dir. b) Sekretaris Direktorat Jenderal (3b) untuk disampaikan kepada Sekretaris Jenderal DKP c. Sekretariat Tim masingmasing unit kerja.q Tim Penilai Pusat (3c) Pengawas Perikanan Madya s. I. 4 (a. Menteri Kelautan dan Perikanan untuk kenaikan jabatan menjadi Pengawas Perikanan Pelaksana Lanjutan s.d Pengawas Perikanan Penyelia dan Pengawas Perikanan Muda. 2. Tata cara pengajuan DUPAK Pengawas Perikanan/ Calon 1 6 Pimpinan Unit Kerja 2 5 Tim Penilai Unit Kerja 4c 3b 3c 4b Sekretaris Jenderal DKP 3a 4a Dir.b. Menteri Kelautan dan Perikanan menetapkan kenaikan jabatan untuk menjadi Pengawas Perikanan Madya.n. c. Presiden menetapkan kenaikan jabatan untuk menjadi Pengawas Perikanan Utama.d Pengawas Perikanan Muda. KENAIKAN JABATAN 1. Pimpinan unit kerja/satuan organisasi dimaksud selanjutnya meneruskan DUPAK tersebut kepada Tim Penilai Instansi c. DUPAK beserta lampirannya harus sudah diterima oleh Sekretariat Tim Penilai selambat-lambatnya awal Januari untuk kenaikan pangkat periode April dan awal Juli untuk kenaikan pangkat periode Oktober tahun berjalan. Pengawas Perikanan/calon Pengawas Perikanan menyampaikan DUPAK beserta lampiran persyaratan dan bukti fisik kepada pimpinan unit kerja/satuan organisasi untuk diteliti kelengkapan dan kebenaranya.n.c).b. b.d Pengawas Perikanan Penyelia dan Pengawas Perikanan Pertama s. 2. Selanjutnya Tim Penilai Unit Kerja menyampaikan hasil penilaian angka kredit kepada : a) Direktur Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Perikanan/Direktur Produksi/Direktur Standardisasi dan Akreditasi selaku Pejabat Penetap Angka Kredit untuk jenjang Pengawas Perikanan Pelaksana s. 3. 5. 6. Kepala Biro Kepegawaian a.q.

I-III/b ke bawah setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. Kepala Bagian Mutasi a.n. J. Memperoleh angka kredit minimal yang telah ditetapkan oleh pejabat Penetap Angka Kredit untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. b. Berdasarkan usul dan ketentuan yang berlaku. e. 2) Fotocopy Keputusan pengangkatan dalam jabatan terakhir yang dilegalisir pejabat yang berwenang. Keputusan kenaikan jabatan tersebut. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan yang terakhir. Pengawas Perikanan yang telah memenuhi syarat untuk kenaikan jabatan. Menteri Kelautan dan Perikanan untuk kenaikan pangkat menjadi Penata-III/c s. Menteri Kelautan dan Perikanan untuk kenaikan pangkat Penata Muda Tk. pejabat yang berwenang. 4) Fotocopy DP3 tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Persyaratan Pengawas Perikanan yang telah memenuhi syarat untuk kenaikan pangkat.d Pembina Utama-IV/e setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. 2. 3. Menteri Kelautan dan Perikanan untuk kenaikan pangkat menjadi Pembina Tk. Sekretaris Jenderal a. Tata cara pengusulan kenaikan jabatan a. sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku dengan tembusan kepada unit kerja/instansi terkait.I-IV/b setelah mendapat persetujuan teknis Kepala BKN. d. KENAIKAN PANGKAT 1.Pengusulan kenaikan jabatan Pengawas Perikanan dapat dilakukan apabila yang bersangkutan telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. d. c. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurangkurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Pejabat yang berwenang menetapkan a. Menteri Kelautan dan Perikanan untuk kenaikan pangkat menjadi Pembina-IV/a setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. disampaikan oleh pimpinan unit kerja yang bersangkutan kepada pejabat yang berwenang. Usul kenaikan jabatan Pengawas Perikanan. c. Kepala Biro Kepegawaian a.d Penata Tk. b. disampaikan oleh pejabat yang berwenang kepada Pengawas Perikanan yang bersangkutan melalui pimpinan unit kerjanya. 3) Penetapan Angka Kredit (PAK). menyiapkan berkas yang terdiri dari: 10 . c. menyiapkan berkas yang terdiri dari: 1) Fotocopy Keputusan pangkat terakhir yang dilegalisir pejabat yang berwenang.n. sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Presiden untuk kenaikan pangkat menjadi Pembina Utama Muda-IV/c s.n. menerbitkan Keputusan kenaikan jabatan.I-III/d setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. b.

Sedangkan untuk kenaikan jabatan dapat dilakukan setiap saat. tidak tergantung periode kenaikan pangkat. Pengawas Perikanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi. pangkat Pembina Tk. d. Kepala Biro Kepegawaian atau pejabat lain yang ditunjuk. Pengawas Perikanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan pangkat pada tahun pertama dalam masa pangkat yang dimilikinya. b. 11 . c. Kenaikan pangkat hanya dapat dilakukan pada periode kenaikan pangkat sesuai dengan peraturan yang berlaku. b. PAK asli. pangkat Pembina Utama-IV/e.d Pembina Utama-IV/e. sekurangkurangnya 80% (delapan puluh persen) angka kredit harus dari unsur utama dan sebanyak-banyaknya 20% (dua puluh persen) dari unsur penunjang.I-IV/b s. Tata cara pengusulan kenaikan pangkat a. selanjutnya secara hirarki disampaikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan c. c. Fotocopy Keputusan pengangkatan dalam jabatan terakhir yang dilegalisir pejabat yang berwenang.d Pengawas Perikanan Utama. Fotocopy DP3 dalam 2 (dua) tahun terakhir yang dilegalisir pejabat yang berwenang. Kepala Biro Kepegawaian. melengkapi berkas kelengkapan usul kenaikan pangkatnya.q. Untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi menjadi Pengawas Perikanan Madya. Pengawas Perikanan yang dibebaskan sementara karena sedang menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Komposisi jumlah angka kredit kumulatif yang harus dipenuhi oleh Pengawas Perikanan untuk kenaikan pangkat/jabatan.d Pembina Tk. d. d. diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari unsur kegiatan pengembangan profesi. Pengawas Perikanan yang telah memenuhi persyaratan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. selama dalam pembebasan sementara dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat pilihan tanpa dipersyaratkan angka kredit. pada tahun berikutnya diwajibkan memperoleh angka kredit sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan pengawasan perikanan. 4.I-IV/b. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. yaitu pada 1 April dan 1 Oktober. Ketentuan kenaikan pangkat/jabatan a. 2) Kepala BKN untuk usul kenaikan pangkat menjadi Pengatur-II/c s. b. dengan ketentuan: 1) Telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir. memproses dan menyampaikan berkas usulan tersebut kepada: 1) Presiden dengan tembusan Kepala BKN untuk usul kenaikan pangkat menjadi Pembina Utama Muda-IV/c s. 3. Fotocopy Keputusan pangkat terakhir yang dilegalisir pejabat yang berwenang.a. c.

DAN 1. 3) Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. serta tidak melampaui pangkat atasan langsungnya. selama pembebasan sementara tersebut dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat PNS sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. Ketentuan pembebasan sementara 1) Pengawas Perikanan yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam butir a. 4) Diberhentikan sementara sebagai PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. Alasan pembebasan Pengawas Perikanan dibebaskan sementara dari jabatannya apabila: 1) Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. tetapi kegiatan tersebut tidak dapat ditetapkan angka kreditnya.2) Setiap unsur dalam DP3 bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya.I-III/d. b) 25 (dua puluh lima) bagi Pengawas Perikanan Utama. 2) Pengawas Perikanan yang dibebaskan sementara karena tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. termasuk yang menduduki jabatan struktural.3. PEMBERHENTIAN PENGANGKATAN KEMBALI. b. atau 7) Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Pembebasan Sementara a. selama menjalani hukuman disiplin yang bersangkutan tetap melaksanakan tugas pokoknya. Tata cara pembebasan sementara 1) Pimpinan unit kerja mengusulkan Pengawas Perikanan untuk dibebaskan sementara dari jabatan fungsional Pengawas Perikanan kepada pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan melampirkan : 12 . 2) Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak diangkat dalam pangkat/jabatan terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya: a) 10 (sepuluh) bagi Pengawas Perikanan Penyelia. pangkat Penata Tk. c. atau 6) Cuti diluar tanggungan negara. K. PEMBEBASAN SEMENTARA. pangkat Pembina Utama-IV/e. apabila sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir dan setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. 5) Ditugaskan secara penuh diluar jabatan Pengawas Perikanan.

2) Berdasarkan usulan tersebut. e) Fotocopy ijazah/STTPL yang diperoleh dengan disertai pengangkatan/penugasan kembali pada unit kerja semula bagi yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. menerbitkan keputusan pembebasan sementara dari jabatan fungsional Pengawas Perikanan dengan perolehan atau penetapan angka kredit terakhir dan disampaikan kepada yang bersangkutan melalui pimpinan unit kerjanya sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku dengan tembusan kepada unit kerjanya dan atau instansi terkait. Kriteria pengangkatan kembali 1) PNS yang telah selesai menjalani pembebasan sementara. e) Fotocopy Keputusan cuti diluar tanggungan negara yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. f) Surat keterangan telah selesai menjalani hukuman disiplin. Pengangkatan Kembali a. b) Fotocopy keputusan dalam pangkat terakhir yang dilegalisir pejabat yang berwenang. 2. c) Fotocopy Keputusan penunjukan tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. apabila telah selesai menjalani pembebasan sementara sebagaimana tersebut butir 1 diatas. 13 . berupa penurunan pangkat yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.a) Fotocopy Keputusan pangkat/jabatan terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. b) Fotocopy Keputusan penugasan diluar jabatan Pengawas Perikanan yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. d) Surat keterangan/keputusan/pernyataan telah selesai menjalani tugas diluar jabatan Pengawas Perikanan. dengan melampirkan: a) Penetapan Angka Kredit terakhir yang telah dimiliki atau Penetapan Angka Kredit terakhir yang telah ditambah angka kredit yang berasal dari prestasi di bidang pengawasan perikanan yang diperoleh selama dibebaskan sementara. d) Fotocopy Keputusan hukuman disiplin dengan tingkat hukuman ”sedang atau berat”. b. pejabat yang berwenang. c) Fotocopy keputusan pembebasan sementara sebagai Pengawas Perikanan yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 2) PNS yang diangkat kembali dalam jabatan Pengawas Perikanan dapat menggunakan angka kredit terakhir yang dimiliki dan yang berasal dari prestasi kerja di bidang pengawasan perikanan yang diperoleh selama tidak menduduki jabatan Pengawas Perikanan setelah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. Tata cara pengangkatan kembali 1) PNS yang dibebaskan sementara dari jabatan Pengawas Perikanan melaporkan secara tertulis kepada pimpinan unit kerja yang bersangkutan bahwa yang bersangkutan telah selesai menjalani pembebasan sementara. dapat diangkat kembali dalam jabatan Pengawas Perikanan.

3) Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya karena tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. b) Fotocopy Keputusan pengangkatan dalam jabatan terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 2) Diberhentikan sebagai PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor: 32 Tahun 1979. 3) Berdasarkan usul tersebut. pejabat yang berwenang. Tata cara pemberhentian 1) Pimpinan unit kerja mengusulkan PNS untuk diberhentikan dari jabatan Pengawas Perikanan kepada pejabat yang berwenang sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku dengan melampirkan: a) Fotocopy Keputusan pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. pangkat III/d dan Pengawas Perikanan Utama. 2) Berdasarkan laporan tersebut pimpinan unit kerja yang bersangkutan mengusulkan pengangkatan kembali PNS yang bersangkutan kedalam jabatan Pengawas Perikanan dengan melampirkan persyaratan sebagaimana butir (1). Ketentuan dalam pengangkatan kembali PNS yang diangkat kembali dalam jabatan Pengawas Perikanan. kecuali jenis hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. b. sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. pangkat IV/e. Pemberhentian a. 4) Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya karena tidak dapat mengumpulkan angka kredit bagi Pengawas Perikanan Penyelia. apabila dalam masa pembebasan sementara yang bersangkutan melakukan tugas yang berkaitan dengan pengawasan perikanan maka prestasi kerja selama tidak menduduki jabatan Pengawas Perikanan dapat dinilai angka kreditnya. 3.g) Fotocopy keputusan pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil. 14 . c. bagi yang telah selesai menjalani cuti diluar tanggungan negara yang dilegalisir pejabat yang berwenang. menerbitkan keputusan pengangkatan kembali PNS yang bersangkutan kedalam jabatan Pengawas Perikanan. kecuali bagi Pengawas Perikanan yang dibebaskan sementara karena dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat. Alasan pemberhentian Pengawas Perikanan diberhentikan dari jabatan fungsionalnya apabila: 1) Dijatuhi hukuman disiplin dengan tingkat hukuman disiplin berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. 4) Keputusan pengangkatan kembali tersebut disampaikan oleh pejabat yang berwenang kepada Pengawas Perikanan yang bersangkutan melalui pimpinan unit kerja yang bersangkutan dengan tembusan kepada unit kerja/instansi terkait.

d) Fotocopy keputusan hukuman disiplin yang dilegalisir pejabat yang berwenang. pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pemberhentian dari jabatan Pengawas Perikanan.c) Surat keterangan dari Ketua Tim Penilai bahwa yang bersangkutan tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang dipersyaratkan dalam jangka waktu yang telah ditentukan setelah pembebasan sementara. 15 . 2) Berdasarkan usulan tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->