Pengertian Politik Luar Negeri

Politik luar negeri suatu negara merupakan suatu pola atau skema dari cara dan tujuan secara terbuka dan tersembunyi dalam aksi negara tertentu terhadap negara lain ataupun sekelompok negara lain, yang merupakan perpaduan dari tujuan dan kepentingan nasional suatu negara. Politik luar negeri merupakan strategi dan taktik yang digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan negara-negara lain, atau dalam arti lebih luas politik luar negeri merupakan pola perilaku yang digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan negara-negara lain. Politik luar negeri juga berhubungan dengan proses pembuatan keputusan untuk menentukan pilihan tertentu.

Politik Luar Negeri Republik Indonesia
Politik luar negeri Republik Indonesia merupakan suatu kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam hubungannya dengan dunia internasional. Kebijakan-kebijakan yang diamksud tentunya dalam upaya untuk perwujudan mencapaian tujuan nasional. Melalui politik luar negeri, pemerintah memproyeksikan kepentingan nasionalnya ke dalam masyarakat antar bangsa. Adapun tujuan politik luar negeri Republik Indonesia adalah untuk mewujudkan tujuan dan kepentingan nasional. Tujuan tersebut memuat gambaran mengenai keadaan negara dimasa mendatang serta kondisi masa depan yang diinginkan. Proses pelaksanaan politik luar negeri Republik Indonesia tersebut diawali dengan penetapan kebijakan dan keputusan dengan mempertimbangkan beberapa hal yang didasarkan pada faktorfaktor nasional sebagai faktor internal, serta faktor-faktor internasional sebagai faktor eksternal. Dasar hukum pelaksanaan politik luar negeri Republik Indonesia tergambarkan secara jelas di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea I dan alinea IV. Alinea I menyatakan bahwa "... kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan ..." Selanjutnya pada alinea IV dinyatakan bahwa "... dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial ..." Jelaslah bahwa politik luar negeri RI mempunyai landasan atau dasar hukum yang sangat kuat, karena diatur di dalam Pembukaan UUD 1945. Dalam ketetapan MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN, Bab IV Arah Kebijakan, huruf C angka 2 tentang Hubungan Luar Negeri, dirumuskan hal-hal sebagai berikut: 1. Menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi pada kepentingan nasional, menitik beratkan pada solidaritas antar negara berkembang, mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa, menolak penjajahan dalam segala bentuk, serta meningkatkan kemandirian bangsa dan kerjasama internasional bagi kesejahteraan rakyat. 2. Dalam melakukan perjanjian dan kerjasama internasional yang menyangkut kepentingan dan hajat hidup rakyat banyak harus dengan persetujuan lembaga perwakilan rakyat.
3. Meningkatkan kualitas dan kinerja aparatur luar negeri agar mampu melakukan diplomasi

pro-aktif dalam segala bidang untuk membangun citra positif Indonesia di dunia internasional, memberikan perlindungan dan pembelaan terhadap warga negara dan

Namun dari rumusan tersebut. Meningkatkan kerjasama dalam segala bidang dengan negara tetangga yang berbatasan langsung dan kerjasama kawasan ASEAN untuk memelihara stabilitas. Mochtar Kusumaatmaja merumuskan bebas aktif sebagai berikut : Bebas. terhadap tiap-tiap persoalan internasional sesuai dengan nilainya masingmasing tanpa apriori memihak kepada suatu blok”. Indonesia tidak bersifat pasif-reaktif atas kejadiankejadian internasionalnya. 2. Aktif artinya dengan sumbangan realistis giat mengembangkan kebebasan persahabatan dan kerjasama internasional dengan menghormati kedaulatan negara lain.kepentingan Indonesia. kerjasama dan pembangunan kawasan. Pengertian Politik Luar Negeri Bebas Aktif Republik Indonesia Rumusan yang ada pada alinea I dan alinea IV Pembukaan UUD 1945 merupakan dasar hukum yang sangat kuat bagi politik luar negeri RI. dalam pengertian bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa sebagaimana dicerminkan dalam Pancasila. 3. serta memanfaatkan setiap peluang positif bagi kepentingan nasional. berarti bahwa di dalam menjalankan kebijaksanaan luar negerinya. APEC dan WTO. melainkan bersifat aktif. atau negara-negara adikuasa (super power). Jadi menurut pengertian ini.W Wijaya merumuskan: Bebas. 1. Meningkatkan kesiapan Indonesia dalam segala bidang untuk menghadapi perdagangan bebas. Berikut ini kutipan beberapa pendapat mengenai pengertian bebas dan aktif. dapat diberi definisi sebagai “berkebebasan politik untuk menentukan dan menyatakan pendapat sendiri. terutama dalam menyongsong pemberlakuan AFTA. berarti tidak terikat oleh suatu ideologi atau oleh suatu politik negara asing atau oleh blok negara-negara tertentu. Memperluas perjanjian ekstradisi dengan negaranegara sahabat serta memperlancar prosedur diplomatik dalam upaya melaksanakan ekstradisi bagi penyelesaian perkara pidana. B. Aktif. . melalui kerjasama ekonomi regional maupun internasional dalam rangka stabilitas. kita belum mendapatkan gambaran mengenai makna politik luar negeri yang bebas aktif. Meningkatkan kualitas diplomasi guna mempercepat pemulihan ekonomi dan pembangunan nasional. 4. 6. pembangunan dan kesejahteraan. 5. A. 7.A Urbani menguraikan pengertian bebas sebagai berikut : perkataan bebas dalam politik bebas aktif tersebut mengalir dari kalimat yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai berikut : supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas.

Dalam arti luas. Pelaksanaan politik luar negeri diawali oleh penetapan kebijaksanaan dan keputusan dengan mempertimbangkan hal-hal yang didasarkan pada faktor-faktor nasional sebagai faktor internal serta faktorfaktor internasional sebagai faktor eksternal. Pengertian Politik Bebas Aktif Republik Indonesia Sebagaimana telah diuraikan terdahulu. Melalui politik luar negeri. Alinea I menyatakan bahwa . kita belum mendapatkan gambaran mengenai makna politik luar negeri yang bebas aktif. A. Politik luar negeri berhubungan dengan proses pembuatan keputusan untuk mengikuti pilihan jalan tertentu. rumusan yang ada pada alinea I dan alinea IV Pembukaan UUD 1945 merupakan dasar hukum yang sangat kuat bagi politik luar negeri RI. Menurut buku Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri Republik Indonesia (1984-1988). atau negara-negara adikuasa (super power). Namun dari rumusan tersebut. politik luar negeri diartikan sebagai “suatu kebijaksanaan yang diambil oleh pemerintah dalam rangka hubungannya dengan dunia internasional dalam usaha untuk mencapai tujuan nasional”. pemerintah memproyeksikan kepentingan nasionalnya ke dalam masyarakat antar bangsa”. Aktif artinya dengan sumbangan realistis giat mengembangkan kebebasan persahabatan dan kerjasama internasional dengan menghormati kedaulatan negara lain. berarti tidak terikat oleh suatu ideologi atau oleh suatu politik negara asing atau oleh blok negara-negara tertentu.politik luar negeri adalah strategi dan taktik yang digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan negara-negara lain.W Wijaya merumuskan: Bebas. Sementara itu Mochtar Kusumaatmaja merumuskan bebas aktif sebagai berikut : Bebas : dalam pengertian bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatankekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa . Karena itu dalam uraian ini akan dikutip beberapa pendapat mengenai pengertian bebas dan aktif. Dari uraian di muka sesungguhnya dapat diketahui bahwa tujuan politik luar negeri adalah untuk mewujudkan kepentingan nasional. Dasar hukum pelaksanaan politik luar negeri Republik Indonesia tergambarkan secara jelas di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea I dan alinea IV. politik luar negeri adalah pola perilaku yang digunakan oleh suatu Negara dalam hubungannya dengan negara-negara lain. Tujuan tersebut memuat gambaran mengenai keadaan negara dimasa mendatang serta kondisi masa depan yang diinginkan.… kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

terdapat juga dalam beberapa pasal contohnya pasal 11 ayat 1. 2. (A-3) Pasal 13 1. Presiden dalam membuat perjanjian internasional lainnya yang menimbulkan akibat yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara. (A-3) 3. Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang. Jadi menurut pengertian ini. Pasal 11 1.sebagaimana dicerminkan dalam Pancasila. Ketentuan lebih lanjut tentang perjanjian internasional diatur dengan undangundang. Dari 2 kutipan tersebut dijelaskan bahwa politik luar negeri RI mempunyai landasan atau dasar hukum yang kuat. Indonesia tidak bersifat pasifreaktif atas kejadiankejadian internasionalnya. 2.A Urbani menguraikan pengertian bebas sebagai berikut : perkataan bebas dalam politik bebas aktif tersebut mengalir dari kalimat yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai berikut : supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. 3. dan/atau mengharuskan perubahan atau pembentukan undangundang harus dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. B. perdamaian abadi dan keadilan sosial”. terhadap tiap-tiap persoalan internasional sesuai dengan nilainya masingmasing tanpa apriori memihak kepada suatu blok”. karena diatur didalam UUD 1945. 2. 2. Aktif : berarti bahwa di dalam menjalankan kebijaksanaan luar negerinya. Presiden memperhatikan pertimbangan Dewan . membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain. Selain dalam pembukaan. dapat diberi definisi sebagai “berkebebasan politik untuk menentukan dan menyatakan pendapat sendiri. melainkan bersifat aktif . Alinea 1 menyatakan bahwa “kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan” dan alinea 4 menyatakan “dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. 3 dan pasal 13 ayat 1. Dasar Hukum Pelaksanaan Politik Luar Negeri RI Dasar Hukum Pelaksanaan Politik Luar Negeri RI tergambarkan secara jelas di dalam pembukaan UUD 1945 Alinea 1 dan Alinea 4. Dalam mengangkat duta. Presiden mengangkat duta dan konsul.

Tujuan politik luar negeri tidak terlepas dari hubungan luar negeri. Tujuan nasional bangsa Indonesia tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea keempat yang menyatakan ”… melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. meningkatkan perdamaian internasional. Hubungan luar negeri merupakan hubungan antarbangsa. melalui kerja sama bilateral ataupun multirateral yang ditujukan untuk kepentingan nasional. Hatta.(A-1) (A-1) : Amandemen ke 1 (A-3) : Amandemen ke 3 Tujuan Politik Luar Negeri Indonesia Tujuan politik luar negeri setiap negara adalah mengabdi kepada tujuan nasional negara itu sendiri. mencerdaskan kehidupan bangsa. meningkatkan persaudaraan dengan semua bangsa. memperoleh barang-barang yang diperlukan dari luar negeri untuk memperbesar kemakmuran rakyat. c.(A-1) 3. Moh. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial …” Menurut Drs. mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara.Perwakilan Rakyat. antara lain sebagai berikut: a. Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat. d. . baik regional maupun internasional. tujuan politik luar negeri Indonesia. b.

Inginkah kamu menjadi seorang diplomat? Seorang diplomat tinggal dan menetap di negara lain sebagai wakil dari negara yang menugaskan. Dalam menjalankan tugasnya para diplomat dikoordinasikan oleh Departemen Luar Negeri yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri. Tugas diplomat adalah menjembatani kepentingan nasional negaranya dengan dunia internasional.Politik luar negeri Indonesia oleh pemerintah dirumuskan dalam kebijakan luar negeri yang diarahkan untuk mencapai kepentingan dan tujuan nasional. Beri Penilaian . Kebijakan luar negeri oleh pemerintah dilaksanakan dengan kegiatan diplomasi yang dilaksakan oleh para diplomat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful