P. 1
PENGENDALIAN LAMPU RUMAH MELALUI SMS

PENGENDALIAN LAMPU RUMAH MELALUI SMS

|Views: 3,372|Likes:
Published by jurnalteknis
Abstract The remote controll is easily and rapidly held without sending the messages via a servant to do something as either needs relatively enough time or spends out extra wages. One of the popular communication media is nowadays the cellular phone or handphone (HP) which has a facility of the short message service (sms). The sms not only communicates people
Abstract The remote controll is easily and rapidly held without sending the messages via a servant to do something as either needs relatively enough time or spends out extra wages. One of the popular communication media is nowadays the cellular phone or handphone (HP) which has a facility of the short message service (sms). The sms not only communicates people

More info:

Categories:Types, Research
Published by: jurnalteknis on Mar 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2013

pdf

text

original

PENGENDALIAN LAMPU RUMAH MELALUI SMS (The residential lights controll via sms) Sugijono Jurusan Teknik Elektro

Politeknik Negeri Semarang Abstract The remote controll is easily and rapidly held without sending the messages via a servant to do something as either needs relatively enough time or spends out extra wages. One of the popular communication media is nowadays the cellular phone or handphone (HP) which has a facility of the short message service (sms). The sms not only communicates people but also can controll the residential lights by using the Delphi program. The residential lights are controlled by sending out the sms from the transmiter outdoor HP to the receiver indoor HP which is always connected to a computer. This sms data is then processed by the program. If the transmited data is the same as the compare data in the computer, the program soon commands the driver to controll the lights at home. The residential lights are successfuly controlled either via the sms using the Delphi program or not via the sms instead of using the switches at home. Key word : controll, light, sms. PENDAHULUAN Kebutuhan untuk secara langsung dapat mengendalikan dan memantau keadaan rumah yang ditinggal pergi jauh dapat memberikan ketenangan hati. Misalnya ketika ingin mengetahui dari luar rumah bagaimana kondisi dari lampu-lampu di rumah, orang lebih suka memasang “peralatan” pengendali dan pemantau dari pada mengupah orang, karena alasan kelemahan manusiawi seperti : lalai, tertidur, malas, sakit, dan pergi mengurus keperluan lain. Oleh karena sekarang hp sudah merambah ke seluruh lapisan masyarakat maka hp bukan merupakan barang mewah lagi karena harganya sudah relatif murah dan pengoperasian fasilitas yang tersedia sudah relatif mudah. Salah satu fasilitas pada hp yaitu dapat mengirimkan data berupa teks. Salah satu pengembangan fasilitas hp dalam automatisasi adalah untuk pengendalian lampu rumah melalui sms. Upaya perancangan dan percobaan dilakukan untuk memanfaatkan hp sebagai alat pemantau dan pengendali lampu rumah dengan dukungan komputer , program Delphi, dan driver. Pengendalian lampu rumah dilakukan dengan mengirimkan sms dari hp di luar rumah kepada hp di rumah yang selalu terhubung dengan komputer. Jika data sms yang dikirim sama dengan data yang ada pada komputer, maka komputer itu mengirimkan data perintah kepada driver untuk menghidupkan/ mematikan lampu rumah. Hasil yang diharapkan adalah terwujudnya pengendalian dan pemantauan lampu rumah melalui sms. TINJAUAN PUSTAKA 1.Telepon Genggam Telepon genggam atau Handphone (hp) adalah alat komunikasi tanpa kabel yang portabel bisa dibawa kemana-mana (portabel). Layanan umum yang terdapat pada hp adalah panggilan (calling), dan pesan (messaging). Pabrik bahkan membuat hp layaknya komputer multimedia pribadi. Konstruksi hp terdiri dari layar (monitor), papan tombol (keypad) dan baterai isi ulang. Layar berfungsi untuk menampilkan status sinyal, status baterai, menu, pesan, dan panggilan. Keypad berfungsi untuk melakukan panggilan dan mengetik pesan. Fasilitas layanan pesan pendek atau sms ternyata dapat difungsikan untuk mengkonversi data. Untuk itu diperlukan HP yang mempunyai kabel data keluaran berupa serial, misalnya merek Siemens C35. (Lee, 1995) Serial Port Serial port merupakan komponen input /output (I/O) multiguna digunakan bersama mikroprosesor. Serial port mempunyai 9 pin, berbeda dengan

149

parallel port yang memiliki 24 pin. Serial port mengirimkan data secara seri. Peralatan yang menggunakan media serial port untuk berkomunikasi dibagi dalam dua kelompok, yaitu Data Comunication Equipment (DCE) dan Data Terminal Equipment (DTE). Komunikasi antar DTE ini menggunakan null modem. Untuk menggunakan null modem dengan 3 kabel, yaitu transmit data, receive data dan signal ground. Transmit data adalah pin untuk mengirim data dan receive data adalah pin untuk menerima data yang dikirim dari luar. Rangkaian luar yang dihubungkan ke komputer melalui serial port, software maupun driver pengendali memerlukan serial register. Nama dan singkatan dari pin - pin serial port diperlihatkan pada Tabel 1. Tabel 1. Pin-Pin Serial Port Db – 9 Pin Pin 3 Pin 2 Pin 7 Pin 8 Pin 6 Pin 5 Pin 1 Pin 4 Pin 9 Singkatan TD RD RTS CTS DSR SG CD DTR RI Nama Transmit Data Receive Data Request To Send Clear To Send Data Set Ready Signal Ground Carrier Detect Data Terminal Ready Ring Indicator

Serial port yang digunakan disini adalah COM 1. (Daniel, 2000) Parallel Port Parallel port merupakan interface yang digunakan untuk menghubungkan komputer dengan hardware di luar komputer, seperti serial port. Namun serial port bekerja secara seri dalam pengiriman datanya sedangkan parallel port secara parallel. Parallel port membutuhkan konektor untuk menghubungkan hardware luar dengan komputer. Ada dua macam konektor pada parallel port, yaitu 36 pin yang dikenal dengan centronics dan konektor 25 pin dikenal dengan DB 25. Parallel port dihubungkan dengan konektor betina dan jantan. Di komputer, konektor parallel port yang terpasang adalah DB 25 betina, sehingga kabel penghubung keluar adalah DB 25 jantan. Pada parallel port terdapat 25 pin dimana 17 pin sebagai saluran pembawa data dan 8 pin lainnya sebagai ground. Ketujuh belas pin itu terdiri dari 3 bagian yaitu, 8 bit data, 5 bit status dan 4 bit control. Bit kontrol dan status berfungsi dalam “jabat tangan” dalam proses penulisan data ke parallel port. Fungsi-fungsi pin konektor DB 25 atau pin-pin pada parallel port ditunjukkan pada Tabel 3. Tabel 3. Fungsi Pin-Pin Pada Db 25 Atau Parallel Port DBCen 25 Tronic 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7 8 8 9 9 10 10 11 11 12 12 13 13 14 14 15 32 16 31 17 36 18-25 19-30 In / Out Out Out Out Out Out Out Out Out Out In In In In Out In Out Out Nama Register Sinyal bit nSTROBE C 0Data 0 D0 Data 1 D1 Data 2 D2 Data 3 D3 Data 4 D4 Data 5 D5 Data 6 D6 Data 7 D7 nACK S 6+ BUSY S 7PaperEnd S 5+ Select S 4+ nAutoFeed C 1nError S 3+ nInit C 2+ nSelectIn C 3Ground

Alamat standar serial port ditunjukkan pada Tabel 2. Hal ini masih dengan catatan bahwa mungkin ada komputer yang memiliki alamat port dan IRQ yang berbeda dengan alamat tersebut, misalnya pada komputer PS/2 yang menggunakan Micro Channel Bus. Tabel 2. Alamat Dan IRQ Serial Port Nama COM1 COM2 COM3 COM4 Alamat 3F8 2F8 3E8 2E8 IRQ 4 3 4 3

Konektor yang digunakan untuk menghubungkan serial port dengan rangkaian luar adalah konektor 25 pin (DB 25) dan konektor 9 pin (DB 9). Keduannya memiliki konektor jantan dan betina. Konektor serial port pada komputer (DTE) adalah jenis jantan. Bentuk dan ukuran DB 25 identik dengan konektor parallel port, sedang konektor DB 9 hanya memiliki 9 pin.

150

TEKNIS Vol. 6 No.3 Desember 2011 : 149 -155

Tanda “-“ (minus) pada status dan control menunjukan bahwa bit tersebut bersifat hardware inverted, yaitu bahwa sinyal “dibalik” oleh interface parallel port. Misal jalur BUSY, jika +5V (logika 1) dimasukkan ke pin ini dan kemudian status registernya dibaca, maka akan dihasilkan 0 Volt (logika 0) di bit 7 pada status register tersebut. Selain hardware inverted di atas, output parallel port berlogika TTL (Transistor Transistor Logic), logika 0 berarti 0 Volt dan logika 1 berlogika +5 Volt. Ketika merancang hardware dengan komputer melalui parallel port, perlu diperhatikan bahwa arus yang dapat ditarik maupun dimasukkan ke parallel port sekitar ± 12 mA sehingga diperlukan buffer agar tidak menarik atau memasukkan arus terlalu besar ke parallel port karena dapat mengakibatkan kerusakan hardware. Parallel port terdiri dari 17 pin jalur data atau dalam arti 17 bit. Karena komputer memiliki 8 bit peralamat maka dibutuhkan 3 alamat fisik untuk setiap alamat parallel port, antara lain untuk alamat data (8 bit), status (5 bit) dan kontrol (4 bit). Alamat fisik yang digunakan sering disebut juga dengan register, sehingga dikenal register data, register status dan register kontrol. Alamat register itu berurutan, yakni jika alamat awal parallel port adalah 378 H maka alamat tersebut untuk register data kemudian alamat 379 H untuk register status dan alamat 37A H untuk register control. Alamat itu biasanya disebut offset, yaitu jarak dari alamat awal. Ringkasan diagram pin pada parallel port standar ditunjukkan pada Gambar 1.(Daniel,2000)
S4 S5 S7 S6 D7 D6 D5 D4 D3 D2 D1

berfungsi sebagai pemutus dan penyambung arus listrik untuk mengaktifkan lampu penerangan. Rangkaian indicator relay terdiri dari satu buah transistor BC 107, dua buah resistor 1 kΩ dan satu buah LED warna merah. Saluran masukan juga dihubungkan dengan saluran pada port LPT seperti pada rangkaian driver relay. Rangkaian indikator relay mengaktifkan LED sebagai tanda bahwa relay sudah mengaktifkan lampu penerangan. Transistor yang digunakan pada driver relay maupun pada rangkaian indikator relay berfungsi sebagai saklar elektronik. Transistor sebagai saklar beroperasi dalam keadaan saturasi dan terbuka (cutoff). Lampu yang dipakai bertegangan 220 Volt. Gambar 2. memperlihatkan rangkaian driver relay dan LED indikator. (Daryanto, 2000 ; Malvino, 1996 ; Woollard, 1999)

Gambar 2. Rangkaian Driver Relay dan LED Indikator PERANCANGAN 1. Blok Diagram Dalam merancang suatu sistem harus mengetahui konsep dasar dan komponen yang dipakai dalam sistem itu. Konsep dasar dari pengendali lampu rumah melalui sms adalah bahwa sms yang dikirimkan kepada hp yang terhubung dengan komputer dieksekusi oleh program dan dikonversi menjadi bentuk string. Komunikasi antara hp penerima dan komputer adalah melalui serial port (kabel data hp dihubungkan ke serial port komputer). Sedangkan parallel port pada komputer dihubungkan ke driver relay dengan kabel DB25. Bila program memberi masukan 1 ke pin-pin parallel port berarti pin-pin tersebut akan mengeluarkan tegangan sebesar +5 VDC untuk mengaktifkan driver relay. Gambar 3. memperlihatkan blok diagram sistem.

25 C3 C2 S3 C1

Gambar 1. Ringkasan Diagram Pin Parallel Port Parallel port yang digunakan dalam sistem ini adalah alamat $378. 2. Rele Penggerak (Driver Relay) Rangkaian rele penggerak (driver relay) menggunakan transistor 2N2222A, satu buah dioda silikon 1N4002, satu buah resistor 4,7 kΩ dan satu buah resistor 2,2 kΩ. Saluran masukan pada rangkaian ini dihubungkan pada port LPT. Saluran keluaran dihubungkan dengan rele magnetik yang

PENGENDALIAN LAMPU RUMAH MELALUI SMS ….………………...(Sugijono)

151

Port LPT

Driver Relay

Lampu

Port Serial Komputer Siemens C35 Gambar 3. Blok Diagram Sistem 2. Cara Kerja HP penerima mendapat kiriman sms. Agar sms itu diterima oleh komputer maka program yang telah ada harus mengenali dulu hp pengirim tersebut dengan jalan mengidentifikasi nomor kartu yang digunakan. Untuk itu user harus memasukan nomor kartu yang digunakan oleh hp pengirim tersebut untuk divalidasi oleh program itu dengan mengklik tombol validasi. Setelah itu user mengisikan boudrate yang sesuai dengan merek dan tipe hp penerima. Setelah semua diisi maka program secara otomatis akan memberikan status CONNECTED dengan hp penerima itu dan secara otomatis message center pada program akan terisi. Bila sudah ada status tersebut maka komputer dapat menerima sms itu dan kemudian diolah oleh program. Selama mengolah data sms dari hp penerima, program itu selalu menampilkan sms yang diterima kedalam memo text yang telah disediakan. Supaya user tahu sms apa yang dikirim, apakah telah sesuai dengan yang telah diatur dalam program maka apabila terjadi kesalahan misalnya lampu tidak hidup kemungkinan dalam penulisan sms terjadi kekeliruan sehingga diketahui kesalahannya. String dalam sms yang ditentukan oleh program dalam pengaturan lampu rumah adalah L ON dan L OFF, string L ON digunakan untuk menghidupkan lampu sedangkan string L OFF digunakan untuk mematikan lampu tersebut. Pengolahan data untuk keluaran ke parallel port berdasarkan string sms di atas. Jika L ON maka komputer mengirim data atau byte sebesar $FF kepada LPT (parallel port) atau komputer menyuruh LPT mengeluarkan tegangan sebesar 5 volt kepada driver relay untuk menghidupkan lampu tersebut, sedangkan jika L OFF maka komputer mengirim data atau byte sebesar $00 kepada LPT atau komputer menyuruh LPT mengeluarkan tegangan sebesar 0 volt kepada driver relay untuk mematikan lampu tersebut. Jika string L? maka komputer akan mengirim data balik berupa string L (keadaan lampu ON/ OFF) yang dikonversikan menjadi sms melalui hp penerima ke hp pengirim. 3. Sistem Operasi Sistem operasi yang digunakan membutuhkan Microsoft Windows 98. Jika ingin menggunakan sistem operasi Windows 98 ke atas maka diperlukan tambahan komponen pada Delphi 6.0 yaitu berupa file yang berextensi dll yaitu inpout32.dll yang bisa didownload dari internet di www.logix4u.net untuk pengambilan dan pengiriman data dari komputer ke rangkaian luar karena pada sistem operasi diatas Windows 98 seperti Windows Xp akses ke parallel port tidak diijinkan (oleh pembuatnya). Apabila tidak terdapat komponen tambahan tersebut maka pada saat program dijalankan akan muncul pesan kesalahan “privileged instruction” secara terus- menerus. 4. Program dan Bahasa Pemrograman Perangkat lunak yang digunakan untuk membuat program adalah Delphi 6.0. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah pascal dan assembler, karena Delphi 6.0 menggunakan bahasa pascal yang telah dibuat oleh Delphi untuk memudahkan. Delphi 6.0 mempunyai tool-tool, komponenkomponen yang lengkap. lebih mudah karena di setiap penulisan listing program procedure sudah muncul secara otomatis sehingga user tinggal mengisikan listingnya yang digunakan. Bahasa assembler di sini digunakan untuk pengambilan dan pengiriman data dari komputer ke rangkaian luar. 5. Program Form Program form adalah bentuk tampilan dialog untuk memudahkan pengaturan konfigurasi. Komponenkomponen delphi yang digunakan di sini antara lain:

152

TEKNIS Vol. 6 No.3 Desember 2011 : 149 -155

a.

Combo Box

Program ini menggunakan 2 Combo Box. Combo Box pertama digunakan untuk memberikan nilai atau baudrate dari konektor hp yang dipakai. Combo Box kedua untuk memilih serial atau COM yang digunakan. b. Label

dengan hp penerima atau belum, dan juga sebagai tempat penunjuk waktu. i. Panel

Program ini menggunakan label sebagai keterangan atau maksud dari komponen-komponen delphi yang digunakan. c. Check box

Komponen panel digunakan sebagai tempat pengampu komponen-komponen Delphi yang digunakan, supaya terlihat rapi dan lebih mudah di mengerti bagian- bagian dari programnya. (Arif, 2004; Pranata, 2003) Tampilan gambar form program yang digunakan diperlihatkan pada Gambar 4.

Komponen check box digunakan sebagai visualisasi atau tanda dari lampu rumah tangga, apakah lampu tersebut hidup atau mati. d. Timer.

Timer berfungsi sebagai penunjuk waktu saat program digunakan. Timer juga berfungsi untuk menampilkan kondisi dari komputer dan hp tersebut apakah sudah tersambung atau belum. Jika belum tersambung akan tertulis keterangan searching connection dan unconnected, dan apabila telah tersambung akan tertulis kondisi connected. Timer juga berfungsi untuk pencarian message center secara otomatis, berdasarkan pengambilan data dari kartu pada hp itu dan juga berfungsi sebagai pengambilan data sms dari hp pengirim yang terhubung dengan komputer. e. SpeedButton

Gambar 4. Gambar Form Program 6. Algoritma Algoritma pemrograman Delphi untuk melakukan fungsi sebagai pengambil, pengolah, dan pengirim data adalah sebagai berikut : 1) Inisialisasi port, boudrate dan hp penerima (pengambilan data message center). 2) Memasukkan nomor hp pengirim (proses validasi nomor hp). 3) Apabila nomor hp belum divalidasi maka program akan meminta untuk melakukan validasi terlebih dahulu. Kembali ke langkah 2. 4) Pemilihan sistem pengaturan secara remote (pengaktifan mode operasi remote). 5) Apabila mode operasi masih lokal maka program akan mengirim sms balik yang berisi koreksi untuk mengaktifkan mode remote. Kembali ke langkah 4. 6) Pengaturan lampu yang diinginkan ON atau OFF (melalui sms).

Komponen ini berfungsi sebagai tombol untuk memvalidasi atau mengenalkan program dengan nomor kartu pada hp pengirim dan juga untuk mencari dan mendapatkan message center dari hp penerima. Selain itu komponen ini juga digunakan untuk keluar dari program. f. Memo

Komponen memo digunakan untuk mencatat sms yang masuk, dan juga sebagai tempat untuk mengirim sms kepada user atau pengirim. g. Edit Text

Komponen edit text digunakan untuk mengisi nomor kartu hp pengirim dan juga berfungsi untuk mengisi dan mengetahui nomor dari message center pada hp penerima. h. StatusBar

Status Bar digunakan sebagai keterangan dari kondisi program, apakah komputer telah terhubung

PENGENDALIAN LAMPU RUMAH MELALUI SMS ………….………...(Sugijono)

153

7) Apabila terjadi kesalahan penulisan sms maka program tidak akan bereaksi. Kembali ke langkah 6. 8) Apabila tidak ingin melakukan pengaturan lagi maka selesai. Catatan : - mode remote untuk pengaturan lampu melalui sms. - mode lokal untuk pengaturan lampu dengan saklar di rumah tanpa melalui sms. METODE PENGUJIAN Pengujian dilakukan dengan metode percobaan untuk mengetahui sejauh mana program mampu mengolah data secara acak dan berulang sehingga diperoleh data yang akurat, serta apakah perangkat keras mampu bekerja sesuai dengan yang diinginkan sehingga dapat dilakukan koreksi apabila terjadi kegagalan ataupun gangguan. 1. Peralatan Uji 2 buah HP : Siemen C 35, dan opsional. 1 set komputer : MS Window 98 dan Delphi 6.0 4 buah relay driver 12 V DC 1 buah relay 220 VAC 1 set serial dan LPT port 1 buah Adaptor 0,5 A / 12V DC 3 buah lampu 220 VAC, 5 W 3 buah saklar 220 V 2. Prosedur Pengujian Langkah kerja pengujian adalah sebagai berikut : a. Jalankan komputer dan program hingga ditampilkan tulisan UNCONNECTED, yang berarti hp belum terhubung dengan komputer. b. Pada kolom pilihan COM number pilih COM 1 dan kolom baudrate pilih 9600. c. Sambungkan kabel data dari hp Siemen C35 ke serial port komputer hingga program mendeteksi dan muncul tulisan CONNECTED, dan box message center otomatis terisi dan bergantung pada operator telepon yang digunakan. d. Isikan nomor hp pengirim dan klik tombol validasi. e. Sambungkan rangkaian driver relay ke parallel port pada komputer, dan program siap untuk diuji coba. f. Pada posisi manual lampu-lampu hanya dapat dioperasikan melalui saklar-saklar tanpa melalui sms, dan tiap lampu dikendalikan oleh sebuah saklar.

g. Pada posisi auto lampu-lampu dapat dikendalikan melalui sms. Untuk menghidupkan semua lampu maka perintah sms adalah L ON. Untuk menghidupkan salah satu lampu misalkan lampu1 maka perintah sms adalah L1 ON, begitu juga untuk lampu yang lain. Untuk mematikan semua lampu maka perintah yang digunakan adalah L OFF. Untuk mematikan satu lampu maka perintahnya sama dengan menghidupkan lampu hanya kata ON diganti dengan OFF. Sedangkan untuk mengetahui status keadaan lampu maka perintah sms adalah L? maka program akan mengirimkan sms balik melalui hp penerima tentang status tiap lampu. h. Pengoperasian lampu dapat juga dilakukan melalui komputer yaitu dengan mengklik tiaptiap check box sesuai dengan nomor lampu yang diinginkan HASIL PENGUJIAN Hasil pengujian per bagian adalah sebagai berikut : Rangkaian driver relay berfungsi dengan baik. Paralel dan serial port berfungsi dengan baik. Komputer dan program bekerja dengan baik dan mampu mengolah data secara acak dengan pengulangan hinga 100 kali. Hanya ada satu nomor HP yang direspon. Hasil pengujian secara keseluruhan disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil Pengujian
No. 1. Perintah sms AUTO Relay OFF Lampu OFF Keterangan Program kerja mengaktifkan mode remote Program dan alat kerja Program dan alat kerja Program dan alat kerja Program dan alat kerja Program dan alat kerja Program dan alat kerja Program dan alat kerja Program dan alat kerja Program kerja mengirimkan sms balik Program kerja mematikan mode remote dan mengaktifkan mode lokal

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

L1 ON L2 ON L3 ON L ON L1 OFF L2 OFF L3 OFF L OFF L?

11.

MANU AL

ON ON ON ON OFF OFF OFF OFF Keadaan sebelum nya OFF

ON ON ON ON OFF OFF OFF OFF Keadaan sebelum nya OFF

154

TEKNIS Vol. 6 No.3 Desember 2011 : 149 -155

PEMBAHASAN Pembahasan hasil pengujian dilakukan untuk mengetahui keberhasilan dengan mengukur kinerja dan keandalan. Kinerja program diketahui dari data hasil pengujian pada Tabel 4. Keandalan diperoleh dari pengulangan pengoperasian sebanyak 100 kali dengan memasukkan data secara acak. Hasil pengujian dari Tabel 5.1. yaitu Pada posisi remote / auto : • Perintah L1 ON, L2 ON, L3 ON masing-masing secara berurutan mengaktifkan driver relay dan menyalakan lampu L1, L2, dan L3. • Perintah L1 OFF, L2 OFF, L3 OFF masingmasing secara berurutan tidak mengaktifkan driver relay dan memadamkan lampu L1, L2, dan L3. • Perintah L ? mempertahankan keadaan driver relay dan lampu-lampu statusquo dan program mengirimkan pesan tentang status dari tiap lampu melalui sms. • Perintah L ON mengaktifkan driver relay dan menghidupkan semua lampu. • Perintah L OFF tidak mengaktifkan driver relay dan memadamkan semua lampu. Pada posisi lokal / manual : • Semua lampu hanya dapat dihidupkan dimatikan oleh saklar-saklar di rumah. /

Pada posisi lokal/ manual, lampu rumah dikendalikan lewat saklar dan tanpa harus menjalankan program. Namun bila pada posisi manual program dijalankan dan diubah ke posisi remote, maka saklar dapat bekerja jika lampu belum dihidupkan lewat sms. Jika lampu telah dihidupkan lewat sms maka saklar tidak berfungsi. Pada posisi remote/ auto, lampu dapat dihidupkan lewat sms dan program harus dijalankan. Pada posisi ini dapat diketahui status tentang lampu mana saja yang hidup atau mati. 3. Hanya ada satu nomor hp saja yang dapat digunakan untuk mengoperasikan lampu. Namun nomor tersebut dapat diganti. 4. Bila terjadi gangguan pada jaringan operator telepon seluler maka sistem mengalami gangguan karena pengiriman sms juga terganggu. 5. Terbuka kemungkinan bahwa program ini dapat diterapkan untuk keperluan selain pengendalian lampu rumah. DAFTAR PUSTAKA Arif, Agus, 2004, Modul Delphi For Interface, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Daryanto, 2000, Pengetahuan Teknik Elektronika, Bumi Aksara, Jakarta Daniel E. Capano, 2000, Network Cabling for Contractors, Mc. Graw Hill Co, new York. Lee, William C.Y, 1995, Mobile Cellular Telecommunication, Mc. Graw Hill Book Co, Singapore. Malvino, Albert Paul, 1996, Prinsip-Prinsip Elektronika, Erlangga , Jakarta Pranata, Antony, 2003, Pemrograman Borland Delphi 6, ANDI , Yogyakarta Woollard, Barry G, 1999, Elektronika Praktis, Pradnya Paramita, Jakarta

Hasil pengujian per bagian sesuai dengan bab 5, selama jaringan operator telepon seluler normal yaitu bahwa • Rangkaian driver relay dan indikator berfungsi dengan baik. • Port serial dan LPT berfungsi dengan baik. • Komputer dan program bekerja dengan baik. Pengujian secara keseluruhan dengan pengulangan hingga 100 kali hasilnya selalu baik. Jadi kinerjanya dan keandalannya adalah baik. KESIMPULAN 1. Pengendalian lampu rumah melalui sms menggunakan program Delphi dengan bantuan komputer berhasil beroperasi dengan baik. 2. Program ini bekerja dengan dua pilihan yaitu posisi lokal/ manual dan remote/ auto.

PENGENDALIAN LAMPU RUMAH MELALUI SMS …………………...(Sugijono)

155

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->