P. 1
Mioma Uteri

Mioma Uteri

|Views: 341|Likes:

More info:

Published by: Andi Fatimah Yuniasari on Mar 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2013

pdf

text

original

Mioma Uteri (bahasa Inggris: uterine myoma) adalah tumor jinak pada dinding rahim.

Mioma juga disebut mioma, myom,tumor otot rahim atau tumor fibroid,
[1]

karena berasal dari sel jaringan fibro.

Jumlah penderita belum diketahui secara akurat karena banyak yang tidak merasakan keluhan sehingga tidak segera memeriksakannya ke dokter, namun diperkirakan sekitar 20-30% terjadi pada wanita berusia di atas 35 tahun.

Riwayat penyakit Asal mulanya penyakit mioma uteri berasal dari otot polos rahim. Beberapa teori menyebutkan pertumbuhan tumor ini disebabkan rangsangan hormon estrogen. Pada jaringan mioma jumlah reseptor estrogen lebih tinggi dibandingkan jaringanotot kandungan (miometrium) sekitarnya sehingga mioma uteri ini sering kali tumbuh lebih cepat pada kehamilan (membesar pada usia reproduksi) dan biasanya berkurang ukurannya sesudah menopause (mengecil pada pascamenopause) Sering kali tumor jinak rahim ke arah rongga ini membesar dan bertumbuh keluar dari mulut rahim. Tumor yang ada dalam rahim dapat tumbuh lebih dari satu, teraba seperti kenyal, bentuknya bulat dan berbenjol-benjol sesuai ukuran tumor. Beratnya bervariasi, mulai dari beberapa gram saja, namun bisa juga mencapai 5 kilogram atau lebih.
[sunting]Jenis

Berdasarkan lokasinya mioma uteri dibagi dalam tiga jenis: 1. Pertumbuhan tetap di dalam dinding rahim 2. Pertumbuhan ke arah rongga rahim 3. Pertumbuhan ke arah permukaan dinding rahim
[sunting]

Ge= jala dan tanda =

Sebagian penyakit ini ditemukan secara kebetulan pada saat pemeriksaan panggul rutin. Gejala yang timbul bergantung pada lokasi dan besarnya tumor, namun yang paling sering ditemukan adalah:

Perdarahan yang banyak dan lama selama masa haid atau pun di luar masa haid.

Rasa nyeri karena tekanan tumor dan terputarnya tangkal tumor, serta adanya infeksi di dalam rahim. Penekanan pada organ di sekitar tumor seperti kandung kemih, ureter, rektum atau organ rongga panggul lainnya, menimbulkan gangguan buang air besar dan buang air kecil, pelebaran pembuluh darah vena dalam panggul, gangguanginjal karena pembengkakan tangkai tumor. Gangguan sulit hamil karena terjadi penekanan pada saluran indung telur. Pada bagian bawah perut dekat rahim terasa kenyal.

Sering kali penderita merasa nyeri akibat miom mengalami degenerasi atau kontraksi uterus berlebihan pada mioma yang tumbuh ke dalam rongga rahim. Pasangan suami istri sering kali sulit untuk punya anak (infertilitas) disebabkan gangguan pada tuba, gangguan implantasi pada endometrium, penyumbatan, dan sebagainya. Mioma Uteri dapat mengganggu kehamilan dengan dampak berupa kelainan letak bayi dan plasenta, terhalangnya jalan lahir, kelemahan pada saat kontraksi rahim, pendarahan yang banyak setelah melahirkan dan gangguan pelepasan plasenta, bahkan bisa menyebabkan keguguran. Sebaliknya, kehamilan juga bisa berdampak memperparah Mioma Uteri. Saat hamil, mioma uteri cenderung membesar, dan sering juga terjadi perubahan dari tumor yang menyebabkan perdarahan dalam tumor sehingga menimbulkan nyeri. Selain itu, selama kehamilan, tangkai tumor bisa terputar.
[sunting]Metode

penanganan

Bila tumor berukuran kecil dan tidak membesar, cukup dilakukan pemeriksaan rutin setiap 3-6 bulan sekali, pengecilan tumor sementara dengan obat-obatan GnRH analog, mioma memiliki lapisan kapsul yang tegas, dapat dipisahkan/dikupas dari massa tumornya. Jika terjadi komplikasi dan timbul perdarahan, perlu diberikan transfusi darah dan obat penghilang rasa nyeri. Tindakan operasi dilakukan jika tumor membesar dan bila timbul gejala penekanan dan nyeri dan perdarahan yang terus menerus.

co.so there's no hospital stay It's non-invasive . symptoms may be severe enough to require treatment. atau miomektomi(mengangkat miomnya saja) pada usia reproduksi/masih rencana hamil. They are quite common. . Why choose the ExAblate for myoma (fibroid) treatment?     It has CE marking and FDA approval . More than 5. Dikenal juga dengan istilah mioma atau myom atau tumor otot rahim.Operasi pembedahan: dengan histerektomi (pengangkatan kandungan) jika tidak ada rencana hamil lagi.uk/ M ioma Uteri adalah suatu tumor jinak pada rahim yang berasal dari otot rahim. non-invasive. What are uterine myoma (fibroids)? Uterine myoma (fibroids) are non-cancerous tumors. Download a patient information brochure Focused ultrasound therapeutic application http://www. kadang tidak memungkinkan hanya dilakukan pengangkatan massa tumor.000 women have already undergone this innovative. affecting between 20-50% of women of childbearing age. Namun jika massa tumor terlalu besar atau luas. While many women do not experience any problems. What are the key myoma (fibroid) symptoms?       Need for frequent urination caused by bladder pressure Feeling of fullness in the lower abdomen Heavy and prolonged periods Bleeding between periods Pain during sexual intercourse Lower back or leg pain Find a treatment center near you.so it's safe for use and reduces the risk of side effects It's an outpatient procedure . sehingga tetap dilakukan histerektomi. myomectomy and UAE.myoma.Read more about myoma (fibroids).so there's no cutting or general anesthesia There's a short recovery time . [sunting] ExAblate treats uterine myomas (fibroids) using a non-invasive method calld MR-guided focused ultrasound. treatment alternative to hysterectomy. Secara umum angka kejadian mioma uteri diprediksi mencapai 20-30% terjadi pada wanita berusia di atas 35 tahun.you'll be back on your feet in 1-3 days. Jumlah penderita mioma uteri ini sulit diketahui secara akurat karena banyak yang tidak menimbulkan keluhan sehingga penderita tidak memeriksakan dirinya ke dokter.

Ini yang sering disebut sebagai Myoma Geburt (Geburt berasal dari bahasa German yang berarti lahir). Beratnya bervariasi. namun bisa juga mencapai 5 kilogram atau lebih. mulai dari beberapa gram saja. Rasa nyeri biasanya diakibatkan oleh perubahan mioma uteri yang disebut degenerasi atau kontraksi uterus berlebihan pada mioma yang tumbuh ke dalam rongga rahim. Teraba benjolan pada bagian bawah perut dekat rahim yang terasa kenyal. Gejala yang timbul bergantung pada lokasi dan besarnya tumor. pada perabaan memiliki konsistensi kenyal. Beberapa teori menyebutkan pertumbuhan tumor ini disebabkan rangsangan hormon estrogen. Pada jaringan mioma jumlah reseptor estrogen lebih tinggi dibandingkan jaringan otot kandungan (miometrium) sekitarnya sehingga mioma uteri ini sering kali tumbuh lebih cepat pada kehamilan (membesar pada usia reproduksi) dan biasanya berkurang ukurannya sesudah menopause (mengecil pada pascamenopause) Sering kali mioma uteri membesar ke arah rongga rahim dan tumbuh keluar dari mulut rahim. Gejala sulit hamil ataupun keguguran berulang . Jenis Berdasarkan lokasinya mioma Pertumbuhan ke arah Pertumbuhan tetap di Pertumbuhan ke uteri dibagi dalam permukaan dinding rahim dalam dinding rahim arah rongga rahim tiga jenis: (subserosa) (intramural) (submukosa) Gejala dan tanda Kebanyakan mioma uteri ditemukan secara kebetulan pada saat pemeriksaan panggul rutin ataupun saat pemeriksaan ultrasonogafi (USG). mioma uteri multipel Penyebab Penyakit mioma uteri berasal dari otot polos rahim. Gangguan sulit hamil (infertilitas) karena terjadi penekanan pada saluran indung telur ataupun menyebabkan keguguran berulang (recurrent pregnancy loss). Penekanan organ di sekitar tumor oleh mioma uteri seperti kandung kemih. serta adanya reaksi peradangan steril di dalam rahim. usus besar (rektum) atau organ rongga panggul lainnya sehingga menimbulkan gangguan buang air besar dan buang air kecil. berbentuk bulat dan permukaan berbenjol-benjol seperti layaknya tumor perut. namun yang paling sering ditemukan adalah : Perdarahan yang banyak dan lama selama masa haid. gangguan ginjal karena penekanan saluran kemih (ureter). Tumor yang ada dalam rahim dapat tumbuh lebih dari satu. saluran kemih (ureter). Rasa nyeri karena tekanan tumor dan terputarnya tangkal tumor.gambar 1. pelebaran pembuluh darah vena dalam panggul.

Saat hamil. MRI (Magnetic Resonance Imaging) Akurat dalam menggambarkan jumlah. Ultrasonografi (USG) Ultrasonografi transabdominal dan transvaginal bermanfaat dalam menetapkan adanya mioma uteri. akan tetapi pada wanita dengan hormon yang masih cukup (premenopause). pendarahan yang banyak setelah melahirkan dan gangguan pelepasan plasenta. c. cukup dilakukan pemeriksaan rutin setiap 3-6 bulan sekali termasuk pemeriksaan USG. nyeri hebat. jika tumornya kecil serta bertangkai. 55% dari semua mioma uteri tidak membutuhkan suatu pengobatan dalam bentuk apapun. Hiteroskopi Dengan pemeriksaan ini dapat dilihat adanya mioma uteri submukosa. kehamilan juga dapat merangsang pertumbuhan mioma uteri. tidak cenderung membesar dan tidak memicu keluhan yang berarti. timbul gejala penekanan. Pembesaran yang cepat ini memicu perubahan dari mioma uteri (degenerasi) yang dapat menimbulkan rasa nyeri. Pemeriksaan ini dapat berfungsi sebagai alat untuk penegakkan diagnosis dan sekaligus untuk pengobatan karena dapat diangkat. Ultrasonografi transvaginal terutama lebih bermanfaat untuk mendeteksi kelainain pada rahim. Menopause dapat menghentikan pertumbuhan mioma uteri. Uterus yang besar lebih baik diobservasi melalui ultrasonografi transabdominal. Diagnosis mioma uteri dicurigai bila dijumpai gangguan kontur uterus oleh satu atau lebih massa yang lebih licin. dan perdarahan dari kemaluan yang terus menerus. mioma ini dapat membesar kembali setelah obat-obatan ini dihentikan. Sebaliknya. Sehingga sangatlah tepat untuk digunnakan dalam monitoring (pemantauan) perkembangan mioma uteri. Pengecilan tumor sementara menggunakan obat-obatan GnRH analog dapat dilakukan. b. mioma uteri dapat ditemukan melalui pemeriksaan ginekologi rutin. tetapi sering sulit untuk memastikan bahwa massa seperti ini adalah bagian dari uterus. Gambaran USG mioma uteri Bagaimana cara mendeteksi mioma uteri? 1. ukuran. Bagaimana cara pengobatan atau penanganannya? Bila mioma uteri berukuran kecil. Mioma uteri dapat menampilkan gambaran secara khas yang mendemonstrasikan irregularitas kontur maupun pembesaran uterus. gambar 2. 2. . MRI dapat menjadi alternatif ultrasonografi pada kasus-kasus yang tidak dapat disimpulkan. Pemeriksaan penunjang a. terhalangnya jalan lahir. mioma uteri cenderung membesar seiring dengan meningkatnya kadar hormon wanita (estrogen) selama kehamilan. dan lokasi mioma tetapi jarang diperlukan karena keterbatasan ekonomi dan sumber daya. kelemahan pada saat kontraksi rahim. Jika tumor membesar. termasuk mioma uteri. Pada pemeriksaan fisik. tindakan operasi sebaiknya dilakukan. Sedangkan mioma uteri selama kehamilan dapat mengganggu kehamilan itu sendiri berupa kelainan letak bayi dan plasenta.dapat disebabkan gangguan sumbatan pada saluran telur (tuba fallopi) dan gangguan implantasi sel telur yang telah dibuahi pada endometrium.

Operasi pembedahan Operasi pembedahan tergantung dari jenis dan letak mioma uteri. 3. 5. Pada kasus mioma submukosum dapat dilakuakan operasi histeroskopi untuk dilakukan reseksi mioma. Banyak wanita dengan mioma uteri memilih untuk dilakukan miomektomi dibandingkan dengan histerektomi (pengangkatan rahim). mrp lanjutan degenerasi hialin Komplikasi . Namun banyak fungsi rahim lainnya selain untuk memiliki keturunan. 2.com/maps/102-mioma-uteri. 3. hny 10% yang masih bertumbuh 2-12% dari semua pasien ginekologi yg dirawat Patogenesis  Teori Cell nest atau teori genitoblast: asal mioma adalah sel imatur bukan dari selaput otot yg matur Patologi Anatomi  1. Perubahan Sekunder 1. Saat ini histerektomi tidak hanya dilakukan jika tidak ada rencana hamil lagi.html Definisi  Neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat yg menumpangnya Prevalensi       Tidak ditemukan pada wanita belum menarche Jarang sekali pd wanita sblm usia 20 th Paling banyak usia 35-45 th Lebih sering pada wanita nulipara atau kurang subur Setelah menopause kebanyakan sarang myoma lisut. Jika terdapat mioma uteri jenis subserosa atau intramural dapat dilakukan operasi pengangkatan mioma (miomektomi) melalui laparoskopi atau laparotomi. Atrofi : sesudah menopause Degenerasi hialin : mjd homogen Degenerasi kistik : mjd cair seperti agar-agar Degenerasi membatu (calcareous degeneration) : krn adanya ggn sirkulasi Degenerasi merah (carneous degeneration) : pada kehamilan dan nifas karena nekrosis subakut sbg ggn vaskularisasi 6.laparoskopiginekologi. http://www. 4. diliputi serosa      Mioma geburt: myoma submukosum bertangkai dan dilahirkan melalui serviks Mioma intraligamenter: mioma subserosum yg tumbuh diantara kedua lapisan ligamentum latum Bila myoma dibelah: gambaran spt konde/pusaran air (whorl like pattern) Pseudocapsule: jaringan ikat longgar yg terdesak pertumbuhan sarang mioma Dalam satu uterus rata2 ditemukan 5-20 sarang. Degenerasi lemak : jarang. Akan sangat membantu jika Anda melakukan konseling dengan dokter Anda sehingga pengobatan yang diberikan akan menjawab keinginan dan keluhan Anda. 2. Pembagian berdasar letak Mioma submukosum : di bwh endometrium dan menonjol ked lm rongga uterus Mioma intramural: di dinding uterus di antara serabut miometrium Mioma subserosum: tumbuh keluar dinding uterus dan menonjol pd permukaan luar uterus.

2. 3. 0. metroragia Penyebab: Pengaruh ovarium -> tjd hyperplasia endometrium sp adenokarsinoma endometrium Permukaan endometrium mjd lbh luas Atrofi endometrium diatas mioma submukosum Miometrium tdk bisa berkontraksi maximal  - Rasa nyeri Bukan gejala khas Timbul krn ggn sirkulasi pd sarang mioma yg disertai nekrosis setempat dan peradangan  - Gejala dan tanda penekanan Poliuri Retensio urin Hidroureter dan hidronefrosis Obstipasi dan tenesmia Edem tungkai dan nyeri panggul Mioma terhadap Kehamilan 1. Perdarahan abnormal Macamnya. 2.32-0. 4. 3. hipermenore. 3. Gejala tsb dpt dibagi: Perdarahan abnormal Rasa nyeri Gejala dan tanda penekanan  1.6% mjd leiomiosarkoma Curiga ganas bilamioma cepat membesar dan pembesaran sarang dalam menopause Torsi (putaran tangkai)   Torsi -> ggn sirkulasi akut -> nekrosis -> sindrom abdomen akut Torsi yg perlahan tidak menyebabkan ggn akut Gejala dan Tanda  - Gejala tergantung: Tempat sarang mioma Besar tumor Perubahan dan komplikasi yg terjadi  1. Degenerasi ganas   2. 2. menoragia. 4. 5.1. Infertilitas : krn sarang mioma menutup atau menekan pars interstisialis tuba Abortus : krn distorsi rongga uterus oleh mioma submukosum Menghalangi kemajuan persalinan Inersia dan atonia uteri (perdarahan pasca persalinan) Mengganggu proses involusi dalam nifas .

Marshall (1998). 2. Mioma uteri merupakan tumor jinak yang paling sering ditemukan yaitu satu dari empat wanita selama masa reproduksi yang aktif. b. Mioma uteri yang tidak memberikan gejala klinik yang bermakna paling sering ditemukan pada dekade ke-4 dan ke-5 serta lebih sering pada wanita kulit hitam. mioma fibroid atau mioma simpel. dan sekitar 5-10% merupakan submukosa. dan berkonsistensi lunak jika otot rahimnya yang dominan. tidak berkapsul. Sato (1998) dan Chiaffarino menemukan bahwa resiko myoma meningkat seiring bertambahnya indeks massa tubuh dan knsumsi daging dan ham. Torsi mioma uteri bertangkai (jarang) Diagnosis     Keluhan rasa berat dan benjolan perut bawah Pemeriksaan bimanual Uterus sonde (kavum uteri mjd luas pd mioma intramural USG abdominal dan transvaginal Diferensial Diagnosis   Mioma submukosum yg dilahirkan : inversio uteri Mioma intramural : adenomiosis. 2. Diet dan lemak tubuh juga berpengaruh terhadap resiko terjadinya myoma. karena diduga berhubungan dengan . Kejadian mioma uteri sukar ditetapkan karena tidak semua mioma uteri memberikan keluhan dan memerlukan tindakan operatif.com/obgin/mioma-uteri/ Mioma uterimerupakan tumor jinak otot rahim. Tidak membutuhkan pengobatan : pd mioma yg kecil dan tanpa keluhan Operatif Miomektomi : pengambilan sarang miom tanpa pengangkatan uterus Histerektomi : pengangkatan uterus.Kehamilan terhadap Mioma 1. karsinoma korporis uteri. Sebagian besar mioma uteri ditemukan pada masa reproduksi. Mioma uteri biasa juga disebut leiomioma uteri. dan berasal dari otot polos jaringan fibrous. a. sarcoma uteri Pengobatan 1. biasanya tindakan terpilih Total : alas an mencegah timbulnya karsinoma servisis uteri Supravaginal : hny jika ada kesukaran teknis dlm histerektomi total Radioterapi Bertujuan agar ovarium tdk berfungsilg shg pasien mjd menopause Dilakukan hny jika ada kontra indikasi operatif Dilakukan hny jika tdk ada keganasan pd uterus http://widiantopanca. fibroleiomioma. Mioma uteri berbatas tegas. sehingga mioma uteri dapat berkonsistensi padat jika jaringan ikatnya dominan. disertai jaringan ikatnya. fibroma uteri.blogdetik. 3. Walaupun kebanyakan mioma muncul tanpa gejala tetapi sekitar 60% ditemukan secara kebetulan pada laparatomi daerah pelvis. Tumor membesar terutama bln2 pertama krn pengaruh estrogen Degenerasi merah 3. khoriokarsinoma.

khususnya wanita berkulit hitam. 3.  Paritas: lebih sering terjadi pada nullipara atau pada wanirta yang relatif infertil.5%) dan hiperplasia endometrium (9. Progesteron menghambat pertumbuhan tumor dengan dua cara yaitu: mengaktifkan 17B hidroxydesidrogenase dan menurunkan jumlah reseptor estrogen pada tumor. progesteron dan human growth hormone. tetapi hormon yang mempunyai struktur dan aktivitas biologik serupa yaitu HPL.  Mioma uteri banyak ditemukan bersamaan dengan anovulasi ovarium dan wanita dengan sterilitas. .  Mioma uteri akan mengecil pada saat menopause dan pengangkatan ovarium  Adanya hubungan dengan kelainan lainnya yang tergantung estrogen seperti endometriosis (50%). Hormon pertumbuhan  Level hormon pertumbuhan menurun selama kehamilan. kejadian tumor ini tinggi pada wanita dengan riwayat keluarga ada yang menderita mioma. yang juga mempunyai jumlah reseptor estrogen yang lebih banyak daripada miometrium normal. Estrogen  Mioma uteri dijumpai setelah menarke. tetapi tidak jika mioma uteri tidak regresi setelah menopause atau bahkan bertambah besar maka kemungkinan besar mioma uteri tersebut telah mengalami degenerasi ganas menjadi sarkoma uteri. adalah estrogen.aktivitas estrogen. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumor.  Seringkali terdapat pertumbuhan tumor yang cepat selama kehamilan dan terapi estrogen eksogen. tetapi sampai saat ini belum diketahui apakan infertilitas menyebabkan mioma uteri atau sebaliknya mioma uteri yang menyebabkan infertilitas. khususnya pada kromosom lengan 12q13-15. 14 Terlepas dari faktor ras. terlihat pada periode ini. angka kejadian mioma uteri tinggi.8%). 1. adenomyosis (16. perubahan fibrosistik dari payudara (14. yaitu :  Umur: mioma uteri jarang terjadi pada usia kurang dari 20 tahun. Aktivitas enzim ini berkurang pada jaringan miomatous. di samping faktor predisposisi genetik. ada beberapa faktor yang diduga kuat sebagai faktor predisposisi terjadinya mioma uteri. Bila ditemukan pembesaran abdomen sebelum menarke.3%). ditemukan sekitar 10% pada wanita berusia lebih dari 40 tahun.  17B hidroxydesidrogenase: enzim ini mengubah estradiol (sebuah estrogen kuat) menjadi estron (estrogen lemah). Sel-sel tumor mempunyai abnormalitas kromosom. Dengan demikian mioma uteri tidak dijumpai sebelum menarke dan akan mengalami regresi setelah menopause. memberi kesan bahwa pertumbuhan yang cepat dari leiomioma selama kehamilan mingkin merupakan hasil dari aksi sinergistik antara HPL dan Estrogen Dalam Jeffcoates Principles of Gynecology. 2. Tumor ini paling sering memberikan gejala klinis antara 3545 tahun. Progesteron  Progesteron merupakan antagonis natural dari estrogen. Dipercayai bahwa mioma merupakan sebuah tumor monoklonal yang dihasilkan dari mutasi somatik dari sebuah sel neoplastik tunggal. atau apakah kedua keadaan ini saling mempengaruhi. hal itu pasti bukan mioma uteri tetapi kemungkinan besar kista ovarium dan resiko untuk mengalami keganasan sangat besar Etiologi dan Patogenesis Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti mioma uteri dan diduga merupakan penyakit multifaktorial.  Faktor ras dan genetik : pada wanita ras tertentu.

dan seringkali tanpa gejala. Anderson dkk. Pemberian agonis GnRH dalam waktu lama sehingga terjadi hipoestrogenik dapat mengurangi ukuran mioma. .   Isthmica (7. dapat pula sebagai satu massa yang dihubungkan dengan uterus melalui tangkai. Lebih daripada itu tumor ini kadang-kadang berkembang setelah menopause bahkan setelah ooforektomi bilateral pada usia dini. Namun bukti-bukti masih kurang meyakinkan karena tumor ini tidak mengalami regresi yang bermakna setelah menopause sebagaimana yang disangka. Terdapat bukti peningkatan produksi reseptor progesteron.  Pertumbuhan ke arah lateral dapat berada di dalam ligamentum latum dan disebut sebagai mioma intraligamenter.6%). telah mendemonstrasikan munculnya gen yang distimulasi oleh estrogen lebih banyak pada mioma daripada miometrium normal dan mungkin penting pada perkembangan mioma. dimana mioma uteri muncul setelah menarke. Lokasi  Cerivical (2. Efek estrogen pada pertumbuhan mioma mungkin berhubungan dengan respon mediasi oleh estrogen terhadap reseptor dan faktor pertumbuhan lain. faktor pertumbuhan epidermal dan insulinlike growth factor 1 yang distimulasi oleh estrogen. lebih sering menyebabkan nyeri dan gangguan traktus urinarius. 2. Mioma Uteri Subserosa  Lokasi tumor di subserosa korpus uteri dapat hanya sebagai tonjolan saja. Lokasi mioma uteri pada uterus Klasifikasi Klasifikasi mioma dapat berdasarkan lokasi dan lapisan uterus yang terkena.2%). Corporal (91%). merupakan lokasi paling lazim. 1. sesuai dengan lokasinya dibagi menjadi tiga jenis yaitu : a. berkembang setelah kehamilan dan mengalami regresi setelah menopause. Fungsi ovarium: diperkirakan ada korelasi antara hormon estrogen dengan pertumbuhan mioma. umumnya tumbuh ke arah vagina menyebabkan infeksi. Lapisan Uterus Mioma uteri pada daerah korpus.

omentum atau mesenterium di sekitarnya menyebabkan sistem peredaran darah diambil alih dari tangkai ke omentum. Perlengketan dengan usus.  Mioma sering tidak memberikan gejala klinis yang berarti kecuali rasa tidak enak karena adanya massa tumor di daerah perut sebelah bawah. Mioma Uteri Intramural  Disebut juga sebagai mioma intraepitelial. Gambaran USG mioma intramural. Di dalam otot rahim dapat besar. tampak gambaran massa hipoekhoik yang menonjol ke luar dinding uterus b. lunak (jaringan otot rahim dominan). Biasanya multipel apabila masih kecil tidak merubah bentuk uterus.  Kadang kala tumor tumbuh sebagai mioma subserosa dan kadang-kadang sebagai mioma submukosa. Mioma yang cukup besar akan mengisi rongga peritoneal sebagai suatu massa. uterus bertambah besar dan berubah bentuknya. Akibatnya tangkai makin mengecil dan terputus. tampak gambaran massa hipoekhoik yang berada di dalam dinding uterus . padat (jaringan ikat dominan). sehingga mioma akan terlepas dari uterus sebagai massa tumor yang bebas dalam rongga peritoneum. Mioma jenis ini dikenal sebagai jenis parasitik. Gambaran USG mioma subserous. tetapi bila besar akan menyebabkan uterus berbenjol-benjol.

meniru gambaran kelompok sel otot polos miometrium.  Dari sudut klinik mioma uteri submukosa mempunyai arti yang lebih penting dibandingkan dengan jenis yang lain. Degenerasi hialin (merupakan perubahan degeneratif yang paling umum ditemukan):  Jaringan ikat bertambah .  Sebaliknya pada jenis submukosa walaupun hanya kecil selalu memberikan keluhan perdarahan melalui vagina. Pada mioma uteri subserosa ataupun intramural walaupun ditemukan cukup besar tetapi sering kali memberikan keluhan yang tidak berarti. kalsifikasi. tampak tumor berwarna putih dengan struktur mirip potongan daging ikan. Gambaran USG mioma submukosa. Secara histologik tumor ditandai oleh gambaran kelompok otot polos yang membentuk pusaran. dan pada keadaan ini mudah terjadi torsi atau infeksi. Bila terjadi kalsifikasi maka konsistensi menjadi keras. sel-sel otot polos cenderung mengalami atrofi. a. sehingga tumor mudah dilepaskan. ada kalanya diganti oleh jaringan ikat. Atrofi Setelah menopause dan rangsangan estrogen hilang. Fokus fibrosis.c. infeksi. Dapat pula bertangkai maupun tidak. tampak gambaran massa hipoekhoik yang menekan endometrial line Secara makroskopis terlihat uterus berbenjol-benjol dengan permukaan halus. Perubahan ini terjadi secara sekunder dari atropi postmenopausal. Pada mioma uteri dapat terjadi perubahan sekunder yang sebagian besar bersifat degenerasi. bila terjadi degenerasi kistik maka konsistensi menjadi lunak. perubahan dalam sirkulasi atau transformasi maligna. Perdarahan sulit untuk dihentikan sehingga sebagai terapinya dilakukan histerektomi. Pada potongan. Mioma bertangkai dapat menonjol melalui kanalis servikalis. nekrosis iskemik dari sel yang mati. Hal ini oleh karena berkurangnya pemberian darah pada sarang mioma. Mioma Uteri Submukosa  Terletak di bawah endometrium. Tumor ini memperluas permukaan ruangan rahim. Tumor berbatas tegas dan berbeda dengan miometrium yang sehat. Konsistensi kenyal. b. Setelah menopause.

c.   Padat dan keras Berwarna putih d. pembentukan trombus. Komplikasi lain yang jarang ditemukan meliputi: kelahiran preterm. Gejala traktus urinarius .     Berwarna putih dan keras Disebut “mioma durum” Degenerasi kistik : Bagian tengah dengan degenerasi hialin mencair Menjadi poket kistik c. Degenerasi membatu (calcareous degeneration)  Terdapat timbunan kalsium pada mioma uteri.  Perdarahan abnormal ini dapat dijelaskan oleh karena bertambahnya area permukaaan dari endometrium yang menyebabkan gangguan kontraksi otot rahim.  Proses ini biasanya disertai nyeri. Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya gejala klinik meliputi : 1. Besarnya mioma uteri. Degenerasi Mukoid  Daerah hyaline digantikan oleh bahan gelatinosa yang lembut. Penekanan rahim yang membesar  Terasa berat di abdomen bagian bawah. shock dan bahkan mencetuskan DIC. Perdarahan abnormal  Merupakan gejala klinik yang sering ditemukan (30%). Bentuk perdarahan yang ditemukan berupa: menoragi. 3.  Perdarahan dapat menyebabkan anemia defisiensi Fe. Aliran darah tidak seimbang (edema sekitar tungkai dan tekanan hamil). e. Red degeneration (carneous degeneration)  Terjadi palings sering pada masa kehamilan.  Leiomyosarkoma merupakan sebuah tumor ganas yang jarang terdiri dari sel-sel yang mempunyai diferensiasi otot polos. dan hipermenorrhea. d. ruptur tumor dengan perdarahan peritoneal. dengan aliran arterial yang terganggu. metroragi. Lokalisasi mioma uteri.  Terjadi kekurangan darah menimbulkan nekrosis. Degenerasi Lemak  Lemak ditemukan di dalam serat otot polos. Adapun gejala klinik yang dapat timbul pada mioma uteri: a. warna merah (hemosiderosis/hemofusin). Pada penderita memang tidak mempunyai keluhan apa-apa dan tidak sadar bahwa mereka sedang mengandung satu tumor dalam uterus. 2. Gejala klinik terjadi hanya pada sekitar 35 % – 50% dari pasien yang terkena. b. Gambaran Klinik Hampir separuh dari kasus mioma uteri ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan pelvik rutin.   Estrogen merangsang tumbuh kembang mioma. bendungan darah dalam mioma. Perubahan-perubahan pada mioma uteri. Biasanya terjadi pada tumor yang besar. tetapi dapat hilang sendiri. Degenerasi sarkomatous (transformasi maligna)  Terjadi pada kurang dari 1% mioma. Kontroversi yang ada saat ini adalah apakah hal ini mewakili sebuah perubahan degeneratif ataukah sebuah neoplasma spontan. distorsi dan kongesti dari pembuluh darah di sekitarnya dan ulserasi dari lapisan endometrium.

disebabkan oleh kompresi tumor yang menyebabkan edema ekstremitas bawah. buang air kecil atau buang air besar. 1. Gejala intestinal:  konstipasi obstruksi intestinal. Diagnosis Diagnosis mima uteri ditegakkan berdasarkan: 1. obstruksi ureter dan hidronefrosis. hemorrhoid. Nyeri perut bila terinfeksi. Gangguan proses persalinan. permukaan tumor umumnya rata. nyeri dan dyspareunia. akibat penekanan saluran tuba oleh mioma yang berlokasi di cornu. Infertilitas dan abortus.   Kadang-kadang disertai gangguan haid. Torsi bertangkai.   urine frequency.  Konsistensi padat. terutama saat menstruasi.      Persalinan prematuritas. Pemeriksaan penunjang . Pada kala III dapat terjadi gangguan pelepasan plasenta dan perdarahan. Anamnesis  Timbul benjolan di perut bagian bawah dalam waktu yang relatif lama. Biasanya mioma akan mengalami involusi yang nyata setelah kelahiran. mobil. 2.  Pemeriksaan dalam  Teraba tumor yang berasal dari rahim dan pergerakan tumor dapat terbatas atau bebas dan ini biasanya ditemukan secara kebetulan. Submukosa mioma terlahir. pecah. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan kehamilan. Kongesti vena. Infeksi pada mioma Infertilitas. Tertutupnya saluran indung telur menimbulkan infentiritas. terpuntir. kenyal. Gejala klinis  Adanya rasa penuh pada perut bagian bawah dan tanda massa yang padat kenyal. Kehamilan dengan disertai mioma uteri menimbulkan proses saling mempengaruhi :  Kehamilan dapat mengalami keguguran.  Pemeriksaan ginekologik dengan pemeriksaan bimanual didapatkan tumor tersebut menyatu dengan rahim atau mengisi kavum Douglasi.  Nyeri. Nyeri. Terdapat peningkatan insiden aborsi dan kelahiran prematur pada pasien dengan mioma intramural dan submukosa. dapat disebabkan oleh Penekanan saraf. Pemeriksaan fisik  Palpasi abdomen didapatkan tumor di abdomen bagian bawah. e.    Adanya perdarahan abnormal. Pemeriksaan luar  Teraba massa tumor pada abdomen bagian bawah serta pergerakan tumor dapat terbatas atau bebas. Perdarahan kontinyu pada pasien dengan mioma submukosa dapat menghalangi implantasi. Terasa nyeri karena tertekannya saraf. retensi urine. d.

leiomiosarkoma sangat jarang karena USG tidak dapat membedakannya dengan mioma dan konfirmasinya membutuhkan diagnosa jaringan.  Dalam sebagian besar kasus. Pengaruh timbal balik mioma dan kehamilan.  Mioma juga dapat dideteksi dengan CT scan ataupun MRI. Pemberian zat besi. Pengaruh kehamilan terhadap mioma uteri  Mioma cepat membesar karena rangsangan estrogen. Cara penanganan konservatif sebagai berikut :  Observasi dengan pemeriksaan pelvis secara periodik setiap 3-6 bulan. Obat ini mengakibatkan pengerutan tumor dan menghilangkan gejala. mioma mudah dikenali karena pola gemanya pada beberapa bidang tidak hanya menyerupai tetapi juga bergabung dengan uterus.75 mg IM pada hari 1-3 menstruasi setiap minggu sebanyak tiga kali. Gangguan jalan persalinan. dan terbagi atas : 1. lokasi mioma. Endometriosis.        Kemungkinan torsi mioma uteri bertangkai. USG.  Histerografi dan histeroskopi untuk menilai pasien mioma submukosa disertai dengan infertilitas. setelah torsi dapat terjadi nekrosis dan infeksi. Perdarahan uterus disfungsional. tetapi kedua pemeriksaan itu lebih mahal dan tidak memvisualisasi uterus sebaik USG.   Bila anemia. Inersia uteri. Retensi plasenta. lokasi.  Laparaskopi untuk mengevaluasi massa pada pelvis.  Foto BNO/IVP pemeriksaan ini penting untuk menilai massa di rongga pelvis serta menilai fungsi ginjal dan perjalanan ureter.8. lebih lanjut uterus membesar dan berbentuk tak teratur. Persalinan prematuritas dan kelainan letak. Nekrosis dan infeksi. 2. dan ukuran tumor.10 Diagnosis Banding Tumor solid ovarium. Hb < 8 g% transfusi PRC. bila : mioma yang kecil pada pra dan post menopause tanpa gejala. Kelainan bawaan rahim. Obat ini menekan sekresi gonadotropin dan menciptakan keadaan hipoestrogenik yang serupa yang . ketebalan endometriium dan keadaan adnexa dalam rongga pelvis. Pengaruh mioma terhadap kehamilan.  Penggunaan agonis GnRH leuprolid asetat 3. Komplikasi  Perdarahan sampai terjadi anemia. adenomiosis. Penanganan Penanganan mioma uteri tergantung pada umur.3. untuk menentukan jenis tumor. Untungnya.       Abortus.  Infertilitas. Penanganan konservatif. Perdarahan post partum.   Torsi tangkai mioma dari : mioma uteri subserosa dan mioma uteri submukosa.9. paritas. Uterus gravid.

dan masih menjadi pilihan terbaik. Penanganan operatif. efektif. Sejauh ini tampaknya aman.  Baru-baru ini. Jenis operasi yang dilakukan dapat berupa : a) Enukleasi Mioma Dilakukan pada penderita infertil atau yang masih menginginkan anak atau mempertahankan uterus demi kelangsungan fertilitas. Enukleasi sebaiknya tidak dilakukan bila ada kemungkinan terjadinya karsinoma endometrium atau sarkoma uterus.  Terdapat leiomioma dalam ukuran yang kecil dan berbatas tegas. Rasa tidak nyaman di pelvis akibat mioma meliputi : • Nyeri hebat dan akut. Bila miomektomi menyebabkan cacat yang menembus atau sangat berdekatan dengan endometrium. 2.  Terapi agonis GnRH ini dapat pula diberikan sebelum pembedahan. • Rasa tertekan punggung bawah atau perut bagian bawah yang kronis. juga dihindari pada masa kehamilan.ditemukan pada periode postmenopause. • Penekanan buli-buli dan frekuensi urine yang berulang-ulang dan tidak disebabkan infeksi saluran kemih. • Anemia akibat kehilangan darah akut atau kronis. c) Penanganan Radioterapi  Hanya dilakukan pada pasien yang tidak dapat dioperasi (bad risk patient). progestin dan antipprogestin dilaporkan mempunyai efek terapeutik. b) Histerektomi Dilakukan bila pasien tidak menginginkan anak lagi.  Apabila tidak ditemukan alasan yang jelas penyebab kegagalan kehamilan dan keguguran yang berulang. Kehadiran tumor dapat ditekan atau diperlambat dengan pemberian progestin dan levonorgestrol intrauterin. Tindakan ini seharusnya dibatasi pada tumor dengan tangkai dan jelas yang dengan mudah dapat dijepit dan diikat. Mioma subserosa bertangkai dan torsi. . Hipermenorea pada mioma submukosa. Efek maksimum dalam mengurangi ukuran tumor diobservasi dalam 12 minggu. Perdarahan uterus berlebihan : • Perdarahan yang banyak bergumpal-gumpal atau berulang-ulang selama lebih dari 8 hari. kehamilan berikutnya harus dilahirkan dengan seksio sesarea. dan pada penderita yang memiliki leiomioma yang simptomatik atau yang sudah bergejala. karena memberikan beberapa keuntungan: mengurangi hilangnya darah selama pembedahan. bila :  Ukuran tumor lebih besar dari ukuran uterus 12-14 minggu. Kriteria preoperasi menurut American College of Obstetricians Gynecologists (ACOG) adalah sebagai berikut :  Kegagalan untuk hamil atau keguguran berulang. Bila dapat menjadi penyulit pada kehamilan berikutnya. Kriteria ACOG untuk histerektomi adalah sebagai berikut: Terdapatnya 1 sampai 3 leiomioma asimptomatik atau yang dapat teraba dari luar dan dikeluhkan olah pasien. Penekanan pada organ sekitarnya. dan dapat mengurangi kebutuhan akan transfusi darah.      Pertumbuhan tumor cepat.

the doctor identifies the myoma (fibroid) on MR images taken of your pelvic region. Based on this information your doctor will decide if you are a candidate for MR guided FUS. Tidak disertai radang pelvis atau penekanan pada rektum. without the need for any incisions. MR guided Focused Ultrasound Surgery is an outpatient.     Uterus harus lebih kecil dari usia kehamilan 12 minggu. What will happen during the procedure? During the procedure you lie on your stomach on a patient table that fits into a standard MRI scanner. sebab dapat menyebabkan menopause. non-invasive procedure which uses high doses of focused ultrasound waves to destroy uterine myoma (fibroids). but want to avoid surgery and preserve your uterus. this process will be . How do I know if I'm a candidate for MR guided Focused Ultrasound? If you require treatment for your myoma (fibroid) related symptoms. Tidak dilakukan pada wanita muda. Since each sonication treats a very small volume. the doctor monitors the progress and reviews temperature-sensitive images. without affecting any of the other tissues around the myoma (fibroid). What does the MR guidance provide? Magnetic resonance imaging (MRI) is an advanced diagnostic technology which provides 3D imaging of internal organs without radiation. Bukan jenis submukosa. raising its temperature high enough to cause thermal ablation (killing of the cells) without impacting other tissues. and continuously monitor the treatment. First. Then. During the pulse or sonication. an internal gynecological examination and MR imaging of your myoma. The procedure is conducted in a magnetic resonance imaging (MRI) scanner which helps the physician "see" inside the body to pinpoint. which lasts about 15 seconds. Maksud dari radioterapi adalah untuk menghentikan perdarahan. after detailed planning.emir-fakhrudin. http://www. consult your doctor. general health and medical history. high energy focused ultrasound waves heat a small spot in the uterine myoma (fibroid) to a temperature of up to 85oC. You will also have routine blood work. It also provides real time feedback about temperature changes of the treated myoma to make sure that the fibrotic tissue has been ablated. or destroyed. The focused ultrasound energy is directed at a small volume of the myoma (fibroid).com/2010/02/mioma-uteri.html What is MR guided Focused Ultrasound Surgery? Imagine using a magnifying glass to focus the sun's energy on a single point to create a flame to burn a leaf. guide. The MR guided FUS treatment uses the MR images to identify where the myoma (fibroid) is and what portion has been treated. Pulses of energy are repeated until the entire volume is treated. During this consultation your doctor will ask you questions about your myoma (fibroid) symptoms.

the body gradually flushes out the treated tissue over a period of months. You are conscious the entire time and provide feedback during the procedure to the physician. The treatment takes place with you lying on the patient table inside the MR scanner. Afterwards you'll be asked to rest for a few hours in the clinic. Banyak peneliti yang mengatakan teori stimulasi oleh estrogen. During treatment. ETIOLOGI Walaupun jelas myoma uteri berasal dari otot polos uterus. Following the treatment. pada mulanya tumbuh sebagai bibit kecil didalam mimetrium dan lambat laun akan membesar. TEORI TENTANG MYOMA UTERI A. typically about 50 times. You will be given a safety stop button that allows you to immediately stop the sonication if the treatment becomes painful. What should I expect during the treatment? Before treatment you are given a sedative and pain medication to help you relax. while the mild sedation wears off.repeated until the required volume is treated. sebagai faktor etiologi dimana stimulasi dengan estrogen ini mengakibatkan : . PENGERTIAN Myoma uteri adalah tumor jinak otot rahim dengan komposisi jaringan ikat. Your clinical team will be in the next room with two-way communication using a microphone and a speaker. Nama lain : leiomioma uteri dan fibromioma uteri. Myoma uteri belum pernah dilaporkan terjadi sebelum menarche dan sekitar 10 % myoma uteri merupakan penyakit pada alat-alat genetalia. Frekuensi tumor sukar ditentukan secara tepat karena tidak semua penderita dengan myoma uteri datang ketempat pengobatan karena banyak diantara mereka yang tidak mempunyai keluhan apa-apa. The doctor will inform you when images are being acquired (scanning) and when the system is sonicating (treatment). You lie on a patient table and are made comfortable before starting treatment. B. The procedure lasts about 3 hours depending upon the size and number of myomas (fibroids) treated. Then you'll be able to go home and resume normal activity. namun kurang diketahui faktorfaktor yang menyebabkan tumbuhnya tumor dari otot-otot tersebut. it is normal to feel a warming sensation in the pelvic region.

yang diperkuat lagi oleh percobaan Meyer dan Lipsschutz yang menyebutkan bahwa terjadinya myoma uteri itu tergantung pada sel-sel otot imatur yang terdapat pada sel nest yang selanjutnya dapat dirangsang terus menerus oleh estrogen ( Sarwono Prawirohardjo . sehingga disebut Wandering / Parasitic Fibroid. Myoma ini dapat tumbuh diantara kedua ligamentum latum menjadi mioma intra ligamenter dan dapat tumbuh pula pada jaringan lain misalnya ligamentum atau omentum dan apabila tangkainya terputus karena trombosis atau nekrosis. akan tetapi jumlahnya banyak sekitar 5 sampai 30 saja. myoma ini kadang-kadang dapat tumbuh terus dalam cavum uterus dan berhubungan dengan dinding uterus dengan tangkai sebagai polip. b) Neoplasma tidak pernah ditemukan sebelum menarche c) Hiperplasia endometrium sering ditemukan bersamaan dengan myoma uteri Namun teori ini banyak diragukan dengan alasan jika benar stimulasi dengan estrogen menjadi penyebab timbulnya myoma uteri. PATOLOGI ANATOMI Dikenal dua tempat myoma uteri yaitu pada serviks uteri hanya 1 – 3 % dan sisanya pada korpus uteri. Didalam uterus mungkin ada satu myoma. diliputi oleh serosa. C. yaitu : 1. 3. Myoma Submukosum Berada dibawah endometrium dan menonjol ke dalam rongga uterus. . berat uterus bisa sampai 5 kg atau lebih. melainkan hanya 20 % saja. Meyer dan De Sno mengusulkan teori Cell Nest atau teori Genito Blast. maka mioma ini akan membebaskan diri dari uterus. mengapa tidak pada semua wanita dalam masa reproduksi terdapat neoplasma ini. 282). pernah ditemukan sebanyak 200 myoma dalam satu uterus. 1982 . kemudian dilahirkan melalui saluran serviks dan sebagian kecil atau besar memasuki vagina yang disebut Myomgeburt.a) Myoma Uteri seringkali tumbuh lebih cepat pada masa-masa hamil. Myoma uteri dapat dibedakan sesuai dengan tempat dimana tumor tersebut tumbuh. 2. Myoma Intramural Myoma ini terdapat didinding uterus diantara serabut miometrium sehingga dapat menyebabkan pembesaran uterus. Myoma Subserosum Apabila tumbuh keluar dinding uterus sehingga menonjol pada permukaan uterus. Besar uterus tergantung kepada besar myoma masing-masing.

1. PERUBAHAN SEKUNDER MYOMA 1. kesakitan. Dengan adanya pengendapan garam kapur pada sarang mioma maka mioma menjadi keras. sehingga terbentuk ruangan-ruangan yang tidak teratur berisi seperti agar-agar. Degenerasi membatu (calcareous degeneration ) Terjadi pada wanita usia lanjut oleh karena adanya gangguan dalam sirkulasi. Degenerasi Merah (Carneus Degeneration) Perubahan ini biasanya terjadi pada kehamilan dan nifas. Atropi Setelah menopause dan rangsangan estrogen hilang atau sesudah kehamilan myoma uteri menjadi kecil. tumor pada uterus membesar dan nyeri pada perabaan. 1. dapat juga terjadi pembengkakan yang luas dan bendungan limfe sehingga menyerupai limfangioma.Jika ada myoma yang tumbuh intramural dalam korpus uteri. Degenarasi merah tampak khas apabila terjadi pada kehamilan muda disertai emesis. D. Degenerasi hyaline Perubahan ini sering terjadi pada penderita berusia lanjut. Degenerasi kistik Dapat meliputi daerah kecil maupun luas. 1. haus sedikit demam. maka korpus tampak bundar dan konsistensi padat dan bila terdapat banyak myoma maka uterus terlihat seperti ada benjol-benjol dengan konsistensi padat. Myoma uteri jarang ditemukan pada wanita dibawah umur 40 tahun keatas. GEJALA DAN TANDA-TANDA . sehingga sering menimbulkan keluhan miksi. tidak jelas apa yang menyebabkan infertilitas itu. 1. tumor kehilangan struktur aslinya menjadi homogen. disebut “myoma durum” 1. kadang kala bila terletak pada dinding depan uterus myoma dapat menonjol kedepan. Myoma uteri lebih banyak ditemukan pada multipara atau pada wanita infertilitas relatif. Degenerasi Lemak Jarang terjadi dan merupakan kelanjutan degenerasi hialin. jaringan ikat bertambah. berwarna putih dan keras. diperkirakan karena suatu nekrosis sub akut sebagai gangguan vaskularisasi. E. dimana sebagian dari mioma menjadi cair.

Tekanan bisa terjadi pada pada traktus urinarius. pada usus. 1. Perdarahan tidak normal Perdarahan ini sering bersipat Menorhoeragia mekanisme perdarahan ini tidak diketahui benar. Tekanan terhadap pembuluh-pembuluh darah dalam panggul dapat menyebabkan pembesaran pembuluh-pembuluh vena. 1. Infertilitas dan Abortus Infertilitas dapat terjadi jika mioma intra mural menutup atau menekan pars interstisialis tuba. sebelum menghubungkannya dengan adanya myoma uteri. DAMPAK MYOMA UTERI TERHADAP KEHAMILAN DAN PERSALINAN 1. akan tetapi faktor – faktor yang kiranya memegang peranan dalam hal ini ialah meluasnya permukaan endometrium dan gangguan dalam kontraktilitas miometrium. edema pada tungkai dan rasa nyeri pelvis. Akibat tekanan terhadap kandung kemih ialah distorsi dengan gangguan miksi dan terhadap ureter bisa menyebabkan hidro ureter. seperti hiperplasia endometrium atau adenokarsinoma endometri. besarnya myoma dan perubahan-perubahan dalam myoma. Salpingitis ( inflamasi akut atau kronis pada tuba uterina ) oovoritis ( inflamasi pada ovarium ) Terjadi degenerasi merah atau putaran tangkai  1. myoma submukosum memudahkan terjadinya abortus. Tekanan pada rektum dapat menyebabkan obstipasi dan nyeri defekasi. harus dilakukan pemeriksaan yang seksama terhadap sebab-sebab lain dari infertilitas.Hampir separuh kasus miomaGejala-gejala tergantung dari lokasi myoma. F. Tanda-tanda Penekanan Terdapatnya tanda-tanda penekanan tergantung dari besar dan lokasi myoma uteri. dan pada pembuluhpembuluh darah. Gejala-gejala dapat digolongkan sebagai berikut : 1. Apabila ditemukan myoma pada wanita dengan keluaran infertilitas. Mengurangi kemungkinan kehamilan karena endometrium kurang baik . Perdarahan dapat pula bersifat metroragia yang bisa disebabkan mioma sub mukosum akan tetapi mungkin disebabkan oleh yang lain. Rasa Nyeri Dapat terjadi apabila :    Mioma menyempitkan kanalis cervikalis Mioma sub mukosum sedang dikeluarkan dari rongga rahim Ada penyakit adneksa ( inflamasi pada tuba dan ovarium ) seperti adneksitis.

2. walaupun dalam hal ini peradangan bersifat suci hama (steril). kavum uteri menjadi tidak lurus. kadang-kadang penderita sendiri merasa adanya benda dalam rongga perut bagian bawah. PENANGANAN / PENGOBATAN Beck dan Whitehouse mengutarakan bahwa 55 % dari semua myoma uteri tidak membutuhkan suatu pengobatan dalam bentuk apapun. Kemungkinan abortus lebih besar karena distorsi dari rongga uterus. terutama pada kehamilan kembar atau myoma kecil disangka bagian kecil janin. tumor tidak bertambah besar lagi. kadang-kadang tidak mungkin untuk didiagnosis yang tepat. terutama pada myoma yang sub mukosum dan intramural. Dalam kehamilan myoma kadang-kadang sangat membesar sehingga menekan pada organ-organ sekitarnya. jika myoma uteri . H. 4. Persalinan dapat terhalang apabila myoma yang terletak pada bagian bawah korpus uteri atau pada serviks merintangi turunnya kepala janin dalam rongga pelvis. akan tetapi tindakan ini bisa menimbulkan kesulitan karena dengan adanya myoma. DAMPAK KEHAMILAN DAN PERSALINAN TERHADAP MYOMA UTERI 1. Bahkan pada laparatomi. 3. I. Tumor tampak merah (degenarasi merah) atau tampak seperti daging (degenerasi karnossa). Akan tetapi kadang-kadang diagnosis ini salah. 5. Dalam persalinan lebih menonjol waktu ada HIS sehingga mudah dikenal. Tumor menjadi lebih lunak dalam kehamilan. Dalam hal ini kerokan (biopsi) diagnostik sangat diperlukan. dapat berubah bentuk dan mudah terjadi gangguan sirkulasi didalamnya. Lebih lagi komplikasi ini terjadi dalam masa nifas karena sirkulasi dalam tumor mengurang akibat perubahan sirkulasi yang dialami oleh wanita setelah bayi lahir. mungkin karena pengaruh hormonal setelah kehamilan 4 bulan. Myoma Sub Serosum yang bertangkai dapat mengalami putaran tangkai akibat desakan uterus yang makin lama makin membesar. Kelainan letak janin dalam rahim. Tumor tumbuh lebih cepat dalam kehamilan akibat hipertropi dan edema. Perubahan ini menyebabkan rasa nyeri diperut yang disertai dengan gejala rangsangan peritonium dan gejala peradangan. khususnya pada myoma sub mukosum. Myoma yang lunak dan tidak menyebabkan kelainan bentuk uterus sangat sulit untuk dibedakan dari uterus gravidarus. Oleh sebab itu. 4.2. terutama dalam bulan-bulan pertama. DIAGNOSIS Diagnosis myoma uteri dalam kehamilan biasanya tidak sulit. sehingga terjadi perdarahan dan nekrosis ditengah tumor. sewaktu perut terbuka. 3. G.

biasanya sikap konservatif dengan istirahat baring dan pengawasan yang ketat memberi hasi yang memuaskan. 1. Cukup dilakukan pemeriksaan pelvis secara rutin tiap 3 atau 6 bulan. transfusi darah. 1. Demikian pula tidak dilakukan abortus provokatus. Operasi myomektomi : 1) Dilakukan bila masih menginginkan keturunan 2) Syaratnya harus dilakukan kuretage dulu. hormonal anti estrogen yang diberikan pada : 1) Hanya dilakukan pada wanita yang tidak dapat dioperasi 2) Uterus harus lebih kecil dari kehamilan 3 bulan 3) Bukan jenis sub mukosa 4) Tidak disertai radang pelvis atau penekanan pada rectum 5) Tidak dilakukan pada wanita muda. untuk menghilangkan kemungkinan keganansan 3) Kerugiannya : a) Melemahkan dinding uterus b) Rupture uteri pada waktu hamil c) Menyebabkan perlekatan . Pengobatan Penunjang Khusus sebagai penunjang pengobatan bagi penderita anemia karena hipermenorea. diet kaya protein. pengobatan tidak diperlukan. pasangan radium. myoma sub mukosum dan myoma sub serosum bertangkai atau jika fungsi uterus masih hendak dipertahankan. dapat diberikan ferrum.masih kecil dan tidak menimbulkan gejala dan khususnya bagi penderita yang mendekati masa menopause. Apabila terjadi degenerasi merah pada myoma dengan gejala-gejala seperti diterangkan diatas. kalsium dan vitamin C. Pada umumnya pada penderita myoma uteri tidak dilakukan operasi untuk mengangkat myoma dalam kehamilan. umumnya tumor dapat diangkat pervaginam tanpa mengangkat uterus. Pengobatan Operatif a) Radiotherapy. pada myoma sub mukosum yang dilahirkan dalam vagina. sebab dapat menimbulkan menopause b) Myiomektomi Myomektomi atau operasi pengangkatan myoma tanpa mengorbankan uterus dilakukan pada myoma intramural.

Penatalaksanaan yang menjadi pilihan penderita mioma uteri adalah histerektomi total yaitu sebesar 58 kasus (79. keluhan utama. Kejadiannya lebih tinggi pada usia diatas 35 tahun.blogspot. mioma submukosa dan histerektomi. Histerektomi Jika myoma uteri perlu dioperasi. ketidak nyamanan daerah pelvis. Kata Kunci: mioma uteri. . keluhan utama.2%) dan abortus 1 kali pula sebanyak 12 kasus (16. akan tetapi jika uterusnya tidak terlalu besar dan apalagi jika terdapat pula prolapsus uteri. http://tutorialkuliah.c.2%).com ABSTRAK Latar belakang: Di Indonesia mioma uteri ditemukan 2.7%). usia. kehamilan. paritas. paritas. aborsi. Keluhan uatam penderita mioma uteri yang tersering adalah perdarahan pervaginam yaitu sebesar 30 kasus (41.5%). jenis mioma uteri yang dideritai dan pilihan terapi pasien. Data kemudiannya dianalisa secara manual dan kemudian dipresentasikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. menarke.39%-11. dan disfungsi reproduksi. Kadar hemoglobin >11gr% adalah yang terbanyak ditemukan yaitu sebesar 28 kasus (38. Terapi standar dan efektif bagi mioma uteri adalah histerektomi tetapi miomektomi bisa menjadi pilihan apabila pasien masih mahu mengekalkan kesuburannya.4%). Objektif: untuk mengetahui karakteristik penderita mioma uteri di RSUP Haji Adam Malik Medan pada tahun 2009 berdasarkan usia. Penderita mioma uteri dengan paritas 2-5 adalah sebanyak 41 kasus (56. indeks massa tubuh.70% pada semua penderita ginekologi yang dirawat Gejala mioma uteri secara medis dan sosial cukup meningkatkan morbiditas. kadar hemoglobin. Etiologi bagi mioma uteri adalah belum diketahui pasti tetapi diduga mempunyai kaitan dengan hormon estrogen dan siklus menstruasi.5%). maksudnya untuk : a) Menjaga jangan terjadi menopause sebelum waktunya b) Menjaga gangguan coronair/aterisklerosis umum. maka tindakan yang dilakukan adalah histerektomi. Dari hasil penelitian didapatkan insidensi mioma uteri terjadi pada usia 40-49 tahun yaitu sebanyak 33 kasus (45. menarke.4%) tetapi penderita mioma uteri yang mengalami anemia adalah sebesar 45 kasus (61. myoma pada serviks uteri perlu diperhatikan jalannya ureter.1%). aborsi. Penderita mioma uteri dengan menarke pada usia 13-15 tahun ditemukan sebesar 29 kasus (39. histerektomi vaginal dapat dipertimbangkan.Mioma uteri jenis submukosa ditemukan sebesar 4 kasus (5. kadar hemoglobin.6%). Hasil: Daripada 98 sampel hanya 73 sampel sahaja yang memenuhi kriteria inklusi. Operasi histerktomi dilakukan apabila : 1) Myoma uteri besarnya diatas 14 minggu kehamilan 2) Pada wanita muda sebaiknya ditinggalkan satu atau dua ovarium. Metode: Penelititan ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. umumnya dilakukan histerektomi abdominal. yaitu mendekati angka 40%. Data rekam medis diambil dari ruangan simpanan rekam medis RSUP Haji Adam Malik dari bulan Juni hingga Agustus 2010. Pada histerektomi. disini termasuk menoragia.

id/bitstream/123456789/21363/6/Abstract.http://repository.usu.pdf .ac.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->