TEKNIK APLIKASI HERBISIDA Junita Sinambela/070301054 Mahasiswi Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

, Medan.

ABSTRAK Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan pada ketinggian tempat 25 m dpl. Percobaan ini bertujuan umtuk mengukur aplikasi perlakuan herbisida yang seragam pada suatu areal, sehingga diperoloh hasil pengendalian yang efektif dan efisien. Percobaan ini menggunakan air, dan knapsock. Luas areal yang dikalibrasikan panjangnya16,25 m dan lebar 1,95 m dengan volume awal 10 liter/ha. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa air yang digunakan untuk luas areal tersebut 2,5 liter/ha dan volume yang diperlukan sebanyak 788,892 lite/hr, volume semprot untuk dosis herbisida 2 liter/ha sebanyak 788,8983 liter/ha dan untuk volume semprot dengan dosis herbisida 3 liter/ha sebanyak 788,8995 liter/ha. Kata Kunci: kalibrasi, air, volume semprot PENDAHULUAN Pengendalian gulma dewasa ini di Indonesia cukup berkembang disbanding pemanfaatan sumber daya dan eradikasi gulma itu sendiri. Cara pengendalian dapat dilakukan secara fisik (manual, mekanis, pemanfaatan dan kultur teknis), biologi dan kimia (herbisida). Pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida sudah banyak diterapkan di lapangan baik pada budidaya komoditas tanaman perkebunandan industri maupun tanaman pangan, hortikultura dan perairan. Hal ini disebabkan oleh kelangkaan tenaga kerja di tingkat usaha tani, serta banyaknya pilihan herbisida yang efektif dan selektif sebagai haerbisida pra tumbuh dan purna tumbuh sesuai dengan komoditas tanaman yang dibudidayakan (Tjitrosemito, 2004). Herbisida adalah suatu bahan kimia (pestisida) yang digunakan untuk membunuh atau mencegah pertumbuhan gulma. Cara yang paling efektif untuk menanggulangi gulma ialah menggunakan herbisida dalam kombinasi dengan cara pengendalian lainnya. Keuntungan penggunaan herbisida yaitu: a) Menggunakan herbisida menghemat tenaga. b) Herbisida dapat dapat digunakan dalam lingkungan apapun. Sedangkan kerugian penggunaan herbisida adalah: menggunakan herbisida yang sama terusmenerus mengakibatkan berkembangnya gulma, khususnya jenis tahunan yang sulit dikendalikan dengan herbisida (Sebayang, 2005). Proses aplikasi herbisida menyangkut berbagai aspek antara lain: 1) Penyediaan larutan yang sesuai. 2) Pembuatan butiran cairan semprot. 3) Gerakan butiran cairan semprot kepada sasaran. 4) Impak butiran pada sasaran (Sukman dan Yakup, 2002). Di dalam melakukan kalibrasi terdapat tiga faktor penting yang menentukan keberhasilan kalibrasi yakni: Ukuran lubang nozel.− Tekanan dalam tangki alat semprot.−

Kecepatan pergerakan (berjalan) aplikator.− (Anderson, 1977). BAHAN DAN METODE Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan pada tanggal 18 April 2007 dengan ketinggian tempat 25 m dpl. Percobaan ini menggunakan air sebagai pelarut herbisida, gelas ukur untuk mengukur herbisida yang akan digunakan, ember plastik sebagai tempat menaruh air, glifosat sebagai herbisida yang akan diaplikasikan, dan Knapsock Sprayer sebagai alat semprot. Sebelum mengkalibrasikan air pada pelataran parkir, ditentukan terlebih dahulu volume awal dengan rumus: Volume yang diaplikasikan = Volume yang diperlukan Luas areal perlakuan Luas areal yang akan diberi perlakuan Kemudian ditentukan banyaknya volume semprot yang diperlukan untuk dosis herbisida 2 liter/ha dan 3 liter/ha. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Volume larutan yang diketahui (V1) = 10 L Volume larutan yang tertinggal dalam tangki (V3) = 7,5 liter Volume semprot (V2) = V1 – V3 = 2,5 liter Lebar Lahan = 1,95 m Panjang Lahan = 16,25 m Luas Lahan = P x L = 31,69 m2 Volume yang diaplikasikan = Volume yang diperlukan Luas areal perlakuan Luas areal yang akan diberi perlakuan V = 2,5 x 10000 = 788,892 liter 31,69 Dosis Herbisida 2 liter = (2 x 31,69 ) : 10.000 = 0,006 liter Dosis Herbisida 3 liter = (3 x 31,69 ) : 10.000 = 0,0095 liter Volume semprot per Hektar Dosis Herbisida 2 liter = 788,892 + 0,0063 = 788,8983 liter Volume semprot per Hektar Dosis Herbisida 3 liter = 788,892 + 0,0095 = 788,8995 liter Pembahasan Dari hasil percobaan dengan mengkalibrasikan air pada luas lahan 31,69 m2, maka diperoleh volume semprot dengan dosis herbisida 2 liter/ha sebanyak 788,8983 liter/ha. Dan volume semprot dengan dosis herbisida 3 liter/ha sebanyak 788,8995 liter/ha. Sehingga dapat disimpulkan bahwa volume air yang akan digunakan untuk mengaplikasikan herbisida dengan dosis anjuran 2 liter/ha dengan dosis anjuran 3 liter/ha yang diaplikasikan pada luas areal yang sama membutuhkan volume air yang

tidak jauh berbeda tetapi harus tetap diperhatikan kesesuaiannya. Hal ini sesuai dengan literatur dari Sukman dan Yakup (2002) yang menyatakan bahwa penyediaan larutan yang sesuai merupakan salah satu aspek penting dalam proses aplikasi herbisida. Di dalam melakukan kalibrasi ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan kalibrasi yaitu ukuran lubang nozzle, tekanan dalam tangki alat semprot, dan kecepatan berjalan aplikator. Ketiga faktor tersebut harus diatur sedemikian rupa sehingga diperoleh suatu volume larutan herbisida tertentu yang dapat dilepaskan melalui lubang nozzle pada setiap waktu yang dikehendaki. Hal ini sesuai dengan literatur Anderson (1977) bahwa di dalam melakukan kalibrasi terdapat tiga faktor penting yang menentukan keberhasilan kalibrasi yakni ukuran lubang nozel, tekanan dalam tangki alat semprot, dan kecepatan pergerakan (berjalan) aplikator.

KESIMPULAN 1. Pada luas lahan 31,69 m2 dengan volume awal 10 liter dan volume akhir 7,5 liter maka diperoleh volume yang diperlukan sebanyak 2,5 liter. 2. Pada luas lahan 31,69 m2 dengan dosis herbisida 2 liter/ha maka diperoleh volume semprot sebanyak 788,8983 liter/ha. 3. Pada luas lahan 31,69 m2 dengan dosis herbisida 3 liter/ha maka diperoleh volume semprot sebanyak 788,8995 liter/ha. DAFTAR PUSTAKA Anderson, W.P., 1977. Weed Scince. West Publishing, Los Angeles. Sebayang, H. T., 2005. Gulma dan Pengendaliannya Pada Tanaman Padi. Unit Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang Sukman, Y., dan Yakup, 1995. Gulma dan Teknik Pengendaliannya, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta. Tjitrosemito, S., Sri S.T., dan Imam M., 2004. Prosiding Konferensi Nasional XVI Himpunan Ilmu Gulma Indonesia SEAMEO BIOTROP, Bogor, 15-17 Juli 2003. Bogor-Indonesia.

070301055 ARJUNA A. NUSANTARA II KEBUN SAWIT SEBERANG LAPORAN OLEH : NICKY ARDIANSYAH L. Sijabat) NIP. 070301019 JUNITA SINAMBELA 070301054 Medan.P.R. Toga Simanungkalit./070301055 ARJUNA A./070301019 JUNITA SINAMBELA/070301054 DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2010 Judul Kegiatan : PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) DI PTP. 19599072 819870 21 001 Diketahui Oleh: .R.P. MS) (P.PRAKTEK KERJA LAPANGAN DI PTP. NUSANTARA II KEBUN SAWIT SEBERANG Waktu : Bulan Juni sampai Juli 2010 Peserta PKL : NICKY ARDIANSYAH L. Juli 2010 Disetujui Oleh: Dosen Pembimbing Lapangan Asisten Pembimbing Lapangan (Ir.

M. W Sasongko MM. Ir. Universitas Sumatera Utara. Bapak Ir. Ir. Bapak Ir. 8. R Malau selaku asisten kepala Rayon Sawit Seberang (SWS) dan . Juli 2010 Penulis . 7. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan laporan ini. MS selaku dosen pembimbing Praktek Kerja Lapangan (PKL).D. 4. SP selaku asisten afdeling IX di PTP. Praktek Kerja Lapangan ini merupakan program yang wajib dilakukan oleh setiap mahasiswa-mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. selaku dekan Fakultas Pertanian. untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih.Manajer PTPN II Ketua Departemen Kebun Sawit Seberang Budidaya Pertanian FP-USU (Ir. Bapak P. Nusantara II Kebun Sawit Seberang. 1959010 519860 11 001 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Ph.D selaku ketua Departemen Budidaya Pertanian Universitas Sumetra Utara. Medan. karena atas berkat dan rahmat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini dengan baik. S.. Medan. Nusantara II Kebun Sawit Seberang yang telah membantu dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL). 2. 3. selaku manajer PTPN II Kebun Sawit Seberang. M Triwahyudi selaku asisten kepala Rayon Babalan (BBN) PTPN II Kebun Sawit Seberang 6.) NIP. Bapak Ir. Sijabat. Edison Purba. selaku asisten personalia PTPN II Kebun Sawit Seberang. D. W Sasongko MM. Toga Simanungkalit.) (Prof. Edison Purba Ph.Sos. Bapak Ir. Medan.Sc. Praktek Kerja Lapangan ini dilaksanakan di PTPN II Kebun Sawit Seberang. 5. Zulkifli Nasution. Ph. Medan. Seluruh karyawan PTP. Bapak Prof. Bapak David Ginting. Bapak Ir.

3 Topografi dan Jenis Tanah 4 2.1 Letak geografis 3 2.1 Sejarah Kebun 3 2. PENDAHULUAN 1 1.4 Sistem Administrasi 14 2.1 Sistem Administrasi Kebun 14 III.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii DAFTAR TABEL iii DAFTAR LAMPIRAN iv DAFTAR GAMBAR v I.1.2 Tujuan Praktek Kerja lapangan 2 II.1 Pembibitan 17 3.4.1 Latar Belakang 1 1.2 Lingkungan Fisik 3 2.3 Struktur Organisasi Kebun 7 2.2.1 Pre Nursery (Pembibitan awal) 17 .2.2.2 Iklim 4 2.2. KEGIATAN BUDIDAYA KELAPA SAWIT 17 3.4 Luas Areal 4 2. GAMBARAN UMUM LOKASI PKL 3 2.

3. PROGRAM MAGANG BERSAMA PEJABAT/STAF/KARYAWAN 45 V.3.4 Pengendalian Hama dan Penyakit 32 3.2 Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) 24 3.2.6 Pemeliharaan Piringan Pohon 27 3.3.3 Tanaman Menghasilkan (TM) 29 3.6 Perhitungan Angka Kerapatan Panen (AKP) 41 3.5.7 Pengendalian Hama dan Penyakit 28 3.2.5 Panen dan Pengumpulan 34 3.4 Penyisipan 26 3.5.3.1 Kesimpulan 50 6.1.3.3.3 Pembuatan Parit Drainase 26 3.7 Peralatan Panen 42 3.2 Saran 50 VII.5.5.5.5.2 Pemupukan 31 3. LAMPIRAN .3.3.5 Konsolidasi 26 3.2 Main Nursery (Pembibitan Utama) 20 3.8 Pelaksanaan Panen 43 IV.1 Pengertian Panen 38 3.2.4 Ancak Panen 40 3. DAFTAR PUSTAKA VIII.3.2.3 Pembagian Kapveld Menurut Rotasi Panen 40 3.3 Pemeliharaan Jalan 32 3.2. TOPIK PERMASALAHAN DI LOKASI PKL 49 VI.3.5 Sistem Panen 41 3.2.5.3.3. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Pembuatan Pasar Kontrol 25 3.3.3.2 Kriteria Matang Panen 38 3.2 Pemeliharaan Jalan 25 3.5.2.1 Pemeliharaan 29 3.

.................... URAIAN Hal. Fraksi Matang Panen pada Tanaman Kelapa Sawit. URAIAN Hal 1.............. Kriteria Matang Panen dan Standard Antar Fraksi. 56 ....... Bagan Struktur Organisasi Kebun Sawit Seberang…………………… 52 2.......... 39 4.....DAFTAR TABEL No..... 6 2............... 39 DAFTAR LAMPIRAN No.......................................... Lay Out PKS Kebun Sawit Seberang………………………………… 54 4. 1.................. Foto Peserta PKL……………………………………………………. 7 3........ Jumlah Tegakan atau Populasi Tanaman Berdasarkan Umur......................... Luas Areal Kebun Sawit Seberang Per Tahun Tanam dan Luas Seluruhnya ..... Peta Kebun sawit Seberang…………………………………………… 53 3........

.... 33 8........... Perhitungan AKP. Keadaan Topografi Kebun Sawit Seberang………………………… 5 2.. 35 10.... tanggal 14 Februari 1996..... Pasar Pikul………………………………………………………… 36 11. Tempat Pengumpulan Hasil………………………………………. 7 Tahun 1996....... disingkat PTPN II. 26 4... ...............DAFTAR GAMBAR No..... Uraian Hal............. Selain itu dikembangkan juga tanaman kelapa sawit di wilayah Irian Jaya yaitu di Kabupaten Manokwari dan Jayapura... Penyiangan Manual………………………………………………................. 30 6............... 25 3.. Pasar Mati………………………………………………………….... Gejala Serangan Ganoderma………………………………………...... 30 5...... Kondisi Jalan pada Areal TBM.... Gejala Serangan Oryctes…………………………………………..... 34 9..... Perusahaan yang berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini merupakan penggabungan kebun-kebun di Wilayah Sumatera Utara dari eks PTP II dan PTP IX. PENDAHULUAN 1... Tanaman TBM…………………………………………………….... Kondisi Jalan pada Areal TM ……………………………………… 32 7.......... 1.... 42 I. dibentuk berdasarkan PP No...1 Latar Belakang PT Perkebunan Nusantara II (Persero)....

1 Tujuan 1. Selain penanaman komoditi pada areal sendiri ditambah inti. Mahasiswa PKL mampu menganalisa dan memecahkan permasalahan yang timbul pada tempat PKL. 4.370 ha. Kemudian sejak berada dibawah pengawasan PT. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dalam bentuk praktek kerja lapangan (PKL). PKS (Pabrik Kelapa Sawit). sedangkan tanaman tembakau ditanam pada areal seluas 2. Budidaya kelapa sawit diusahakan pada areal seluas 61.PTPN II mengusahakan komoditi kelapa sawit.250 ha untuk tanaman kelapa sawit. karet 11.046 ha.443 ha.265 ha dan kakao seluas 7. Alasan pesrta PKL mengadakan PKL di PTPN II Kebun Sawit Seberang Kabupaten Langkat. 2. tediri dari tebu sendiri (TS) 14. TM (Tanaman Menghasilkan). Mahasiswa peserta PKL dapat melakukan proses belajar bersama dengan peserta. Dimana jarak dari kota Medan ±78 km. 1. serta memberi gambaran kepada mahasiswa mengenai dunia kerja yang akan dimasukinya setelah lulus sarjana. karena di PTPN II Kebun Sawit Seberang Kabupaten Langkat ada pembibitan.1 Sejarah Kebun Kebun Sawit Seberang adalah salah satu kebun milik PT Perkebunan II yang berlokasi di Kabupaten Langkat Kecamatan Padang Tualang Propinsi Sumatera Utara. peserta dengan pejabat yang tekait di tempat PKL. Setelah pendirian perkebunan kelapa sawit “Verenigde Deli Mastgchappij” (VDM) membangun Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) pada tahun 1927. Secara umum mahasiswa peserta PKL dapat memperoleh pengalaman atau ketrampilan langsung dilapangan sesuai dengan realita yang ada. kakao. Tanaman tebu lahan kering ditanam pada areal seluas 16. gula dan tembakau dengan areal konsesi seluas 103. PTPN II dikenal sebagai produsen kelapa sawit yang berkualitas dan memiliki sumber daya manusia yang sangat berkompeten dibidangnya. Dari kegiatan PKL diharapkan mahasiswa/i dapat menambah pengetahuan dan pengalaman. GAMBARAN UMUM LOKASI PKL 2. Salah satu perkebunan yang memiliki peranan yang sangat penting dalam mengembangkan industri kelapa sawit di Indonesia adalah PTPN II. TBM (Tanaman Belum Menghasilkan). Dari keterangan diatas perguruan tinggi segera mengambil langkah alternatif agar mempersiapkan mahasiswa/i untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam industri kelapa sawit. Secara khusus mahasiswa peserta PKL dapat mempraktekkan pengalaman atau ketrampilan yang akan diperoleh setelah menjadi sarjana. PKS Sawit Seberang telah mengalami beberapa kali perbaikan dan penambahan kapasitas yakni dari 15 ton TBS . karet. Perkebunan Nasional. Disamping itu PTPN II juga mengelola tanaman musiman yaitu tanaman tebu dan tembakau. PTPN II juga mengelola areal plasma milik petani seluas 25. PTPN II Kebun Sawit Seberang pada awalnya dari perusahaan eks perkebunan Belanda yang bernaman “Verenigde Deli Mastgchappij” (VDM) yang dibuka dan ditanami kelapa sawit sejak tahun 1923. II.860 hektar. 3.474 ha dan tebu rakyat (TR) 1.577 ha.572 ha. ketinggian dari permukaan air laut ±55 m. mahasiswa/i memilih PTPN II Kebun Sawit Seberang Kabupaten Langkat sebagai tempat PKL karena perusahaan tersebut memiliki pengalaman dalam pengembangan industri Kelapa Sawit sehingga diharapkan mahasiswa/i dalam menimba pengalaman dari kegiatan PKL tersebut. Untuk itu. peserta dengan staf tempat PKL.

VI. Perusahaan mendirikan pabrik fraksionasi yang berkapasitas 200 ton per hari yang mengelola crude palm oil (CPO) menjadi RBDPO (Refined Bleached dedorced Palm Oil) 95% dan Fatty Acid 4%. Tahun 1963 : PPN Antari – II 4. Kabupaten Langkat 2. Curah Hujan Berdasarkan data iklim yang tersedia.2. Sejak berdirinya perusahaan perkebunan Sawit seberang telah mengalami perubahan nama yaitu: 1.2 Lingkungan Fisik 2. Kecamatan Padang Tualang Dimana terdiri dari IX Afdeling yaitu afdeling I. Ketinggian Tempat Pada umumnya keadaan areal di lokasi PTPN II Kebun Sawit Seberang rata dan sebagian tempat bergelombang dengan ketinggian tempat 5-20 m dpl pada daerah datar 20 – 50 m dpl pada areal bergelombang. Tahun 1976 : PTP – II 7. 2. Kemudian mengingat perkembangan ekonomi dan tingginya biaya produksi karena tidak sesuai dengan kapasitas yang terpasang saat ini. Sebelah Timur berbatasan dengan Kebun Sucflndo 4. pH tanah berkisar 5-7 (netral). Tahun 1996 : PTPN – II (Penggabungan PTP –II dengan PTP – IX. VIII. Tahun 1968 : PPN Antari – II / PNP – II (Penggabungan) 5. dan teksturnya liat berpasir. V.1 Letak Geografis PTP. Tahun 1969 : PNP – II 6.2. Sebelah Barat berbatsan dengan Kabupaten Sergei 3. Batas-batas Kebun Sawit Seberang: 1. b. Sebelah Utara berbatasan dengan Kebun Gunung Monako PTP. Tahun 1927 : ND VDM 2. PTP Nusantara II Kebun Sawit Seberang menghasilkan CPO dan inti sawit yang diolah di Pabrik Kelapa sawit (PKS) dan untuk peningkatan produksi kelapa sawit pada tahun 1984.III 2. VII. maka pada tahun 2000 pabrik fraksionasi tidak beroperasi lagi. III. Jenis tanah yang terdapat di kebun ini adalah jenis tanah Podsolid. data curah dan hari hujan Kebun Sawit Seberang selama tujuh tahun terakhir (tahun 2001-2007) disajikan pada lampiran. IV. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sergei 2. struktur tanahnya liat sampai liat berpasir yang memiliki kemampuan menyimpan air yang sangat rendah. II.3 Topografi dan Jenis Tanah Keadaaan topografi di Kebun Sawit Seberang ada yang datar dan bergelombang atau curam.2. Kekuningkuningan. yaitu: 1. 11 Maret 1996). Tahun 1962 : PPN Sumut – II 3.Nusantara II (Persero) Kebun Sawit Seberang terletak di Kabupaten. .2 Iklim a. IX.diolah per jam menjadi 30 ton TBS per jam kapasitas terpasang.N. Dan untuk menanggulangi kekurangan unsur dapat dilakukan dengan pemupukan yang teratur. 2.

Luas areal HGU yang masih dalam proses perpanjangan : 3.98 55.23 153.22 690. Luas areal HGU yang tidak diperpanjang : .896.69 Ha yang tercantum dalam areal statement Kebun Sawit Seberang sampai dengan saat ini tidak diketahui keberadaannya dan telah dibuat surat permohonan petunjuk ke Kantor Direksi mengenai areal tersebut melalui Nomor : II.Ha e. Luas areal HGU semula : 8.93 Ha d.932.60 1.05 Ha c.98 Ha b.43 627.4 Luas Areal Luas areal Kebun Sawit Seberang pada tahun 2009 adalah 14.Ha Keterangan : Areal/Hutan Okupasi seluas 5.73 200. Luas areal HGU dan HGU yang tidak diperpanjang yang diduduki dan yang digarap masyarakat diatasnya dalam bentuk tanaman.94 605. Keadaan Topografi kebun Sawit Seberang 2.31 562.106.054.SB/II.0/71/VIII/2006 tanggal 10 Agustus 2006. Luas arel HGU yang telah terbit sertifikat : 5. Tahun Tanam per Hektar Uraian Tahun Tanam Luas (Ha) Jumlah TM Kelapa Sawit 1984 1985 1988 1989 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2003 2005 281.51 396.012. bangunan serta termasuk yang dalam perkara hukum : . dimana luas arealnya dapat di jabarkan sebagai berikut: a.11 Ha.27 17.224.236.2.50 389.15 478.Gambar 1.91 1.96 847.00 .

236.039 129 118 123 127 .236.338.00 TBM – IV 2005 91.22 TMTP 1983 202.25 7. Luas Areal Kebun Sawit Seberang Per Tahun Tanam dan Luas Seluruhnya Jumlah Tegakan Pohon per Ha No Uraian Jumlah Pokok Pokok (Ha) 1 2 3 4 5 6 7 TMTP (>25 Tahun) TM (25 Tahun) Tua (19-24 Tahun) Dewasa (11-18 Tahun) Remaja (6-10 Tahun) Muda (2.019 33.59 91.120 19.17 Jumlah Seluruhnya 8.466 265.00 202.23 71.835 156.17 91.645 9.98 Tabel 1.98 8.17 TBM – I 2008 66.5-5 Tahun) TBM 26.727 520.877.

Dua orang Asisten Kepala (Asisten Kepala Rayon SWS dan Asisten Kepala Rayon BBN) yang bertugas mengecek dan mengkoordinir pekerjaan Asisten afdeling. Dalam menjalankan operasi di kebun ini dipimpin oleh seorang Manager.124 128 121 Total 1. politik dan keharmonisan sehingga tercapainya keserasian dalam mencapai tujuan perusahaan (e) Mengadakan rapat kerja dan diskusi mengenai problem-problema yang timbul dalan pengolahan sesuai dengan rencana perusahaan (f) Manager bekerjasama dengan inspektur. material. Untuk mengetahui struktur organisasi suatu perusahaan kiranya dapat digambarkan pada suatu bagan dari organisasi tersebut karena dari bagan organisasi tersebut akan kita peroleh gambaran dari aktivitas-aktivitas secara keseluruhan. Sembilan orang asisten yang bertugas mengawasi bagian tanaman disetiap afdeling. Bagan organisasi tersebut juga bertujuan untuk mengetahui job/pekerjaan dari tugas masing-masing dan pertanggungawaban. e.3 Struktur Organisasi Kebun Struktur organisasi perusahaan adalah suatu kerangka perusahaan. Asisten Kepala (a) Mengusulkan peremajaan tanaman. d. dan personil secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang maksimal (b) Bertanggungjawab atas semua harta kekayaan perusahaan di kebun yang dipimpinnya (c) Menjalin kerja sama yang baik dengan instansi lain di sektor kebun (d) Mengatur stabilitas keamanan. adanya sistem komunikasi dan akhirnya mencakup sistem koordinasi dalam perusahaan. Struktur organisasi perusahaan yang baik akan memberikan kemudahan bagi Manager dalam pengambilan keputusan dan mempermudah karyawan menjalankan tugas-tugas kepadanya. c. untuk mencapai ide-ide baru mengenai sistem kerja 2. . Satu orang asisten teknik sipil/traksi dan alat berat yang bertugas dibidang transportasi hasil dan hal-hal yang berhubungan dengan teknik. Satu orang asisten Personalia Kebun yang bertugas sebagai pemberi data informasi dibidang ketenaga kerjaan. pembagian wewenang. Satu orang perwira pengamanan (Papam) yang bertugas mengatur sistem keamanan kebun. Satu orang Asisten Tata Usaha yang mengepalai tugas dalam menjalankan operasi administrasi secara umum. b. kerangka kegiatankegiatan perusahaan yang menentukan pembagian pekerjaan pada unit-unit organisasi. sosial.030. bagian tanaman dan teknik. Struktur atau bagan organisasi PT.581 125 Tabel 2. Jumlah Tegakan atau Populasi Tanaman Berdasarkan Umur 2. Uraian lebih lanjut tentang tugas-tugas dan tanggung jawab dari masing-masing pelaksana Kebun Sawit Seberang dijelaskan sebagai berikut: 1. Manager (a) Mempertanggungjawabkan penggunaan dana. f. Pada pelaksanaannya sehari-hari Manager dibantu oleh beberapa staf. Perkebunan Nusantara II Kebun Sawit Seberang dapat dilihat pada lampiran. terdiri dari : a.

(p) Mengendalikan persediaan barang dan perlengkapan lainnya. diterapkan dan dipelihara di unit usaha. (g) Melaksanakan pengambilan contoh daun untuk keperluan rekomendasi pemupukan. Asisten Afdeling (a) Mengusulkan peremajaan tanaman. (u) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK). (t) Melaksanakan penerimaan karyawan pemanen dan penderes. tepat cara. angkut dan tap/kap kontrol. (s) Melaksanakan pengendalian sistem komputerisasi yang terintegrasi (tanaman ) berbasis data base secara konsisten dan up to date. (i) Melaksanakan pengendalian mutu produksi. (o) Mengendalikan persediaan barang dan perlengkapan lainnya. (j) Melaksanakan dan monitoring penyerahan/pengiriman produksi tanaman. (d) Melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan tanaman. (m) Membuat taksasi produksi. pupuk dan bahan kimia tanaman.(b) Mengusulkan pemesanan dan menerima kecamba kelapa sawit dan biji karet. lingkungan dan SMK-3 dimengerti. (i) Melaksanakan pengendalian mutu produksi. tepat dosis. tepat cara. (1) Pemeriksaan mutu alat. (e) Mengusulkan persetujuan mutasi TBM menjadi TM. (c) Melaksanakan pembangunan dan pemeiiharaan pembibitan tanaman. (p) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya. (j) Melaksanakan dan monitoring penyerahan/pengiriman produksi tanaman. (r) Melaksanakan penerimaan karyawan pemanen dan penderes. (n) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja (DPUK). (k) Membangun dan memelihara sarana dan prasarana (infrastruktur). (q) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya. (d) Melaksanakan pembangunan dan pemeiiharaan tanaman. 3. mengusulkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)/Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun. tepat dosis. (1) Pemeriksaan mutu alat. . (f) Melaksanakan pemupukan dengan prinsip 5T (tepat waktu. (h) Melaksanakan dan monitoring kegiatan panen. (e) Mengusulkan persetujuan mutasi TBM menjadi TM. tepat frekwensi dan tepat aplikasi/tabur). (b) Mengusulkan pemesanan dan menerima kecambah kelapa sawit dan biji kelapa sawit. (q) Membuat laporan kinerja bulanan (LM) ke Manajer. tepat frekwensi dan tepat aplikasi/tabur ). (c) Melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan pembibitan tanaman. angkut dan tap/kap kontrol. (g) Melaksanakan pengambilan contoh daun untuk keperluan rekomendasi pemupukan. (r) Membuat laporan kinerja bulanan (LM ke Distrik Manajer. (n) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja (DPUK). (k) Membangun dan memelihara sarana dan prasarana (infrastruktur). pupuk dan bahan kimia tanaman. (o) Melaksanakan pengadaan kebutuhan barang dan jasa sesuai dengan kewenangannya dan mengajukan pengadaan kebutuhan barang dan jasa diluar kewenangannya. (h) Melaksanakan dan monitoring kegiatan panen. (v) Menjamin bahwa kebijakan mutu. (f) Melaksanakan pemupukan dengan prinsip 5T ( tepat waktu. (m) Membuat taksasi produksi. mengusulkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)/Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun.

(b) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja (DPUK). Tanpa administrasi. lingkungan dan SMK-3 dimengerti. Asisten Personalia Kebun (a) Membuat. (m) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK).1 Sistem Administrasi Kebun . (I) Membuat laporan kinerja bulanan (LM. mengusulkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RAKP)/ Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun. (c) Membangun dan memelihara sarana dan prasarana (infrastruktur). 2. fungsi manajemen tidak dapat bekerja secara maksimal. maka semua pelaksanaan yang telah disebutkan diatas bertanggung jawab sepenuhnya kepada Manager. (d) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya. mengalokasikan dan menyalurkan dana KBL. 2. 4. (j) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya. diterapkan dan dipelihara di unit usaha. diterapkan dan dipelihara di unit usaha. (k) Melaksanakan penyerahan barang hasil lelang aktiva non produktif. angkut dan tap/kap kontrol. (g) Melaksanakan penerimaan karyawan pemanen dan penderes. (d) Membuat program dan melaksanakan pemeliharaan mesin/instalasi dan sipil/traksi. (i) Mengendalikan persediaan barang dan perlengkapan lainnya. Asisten Teknik Sipil/Traksi dan Alat Berat (a) Melaksanakan dan monitoring kegiatan panen. (h) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK). (e) Membuat laporan kinerja bulanan (LPMU. Kecuali Manajer yang bertanggung jawab terhadap kepada Direksi. (c) Melaksanakan kewajiban pembayaran pajak dan retribusi serta kewajiban lainnya. karena keseluruhan proses manajemen harus didasarkan pada sesuatu yang tertulis. (h) Melaksanakan pengadaan kebutuhan barang dan jasa sesuai dengan kewenangannya dan mengajukan pengadaan kebutuhan barang dan jasa diluar kewenangannya. (i) Menjamin bahwa kebijakan mutu. (rn) Melaksanakan pengiriman pasien ke rumah sakit perusahaan. (f) Membuat Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)/Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun. (b) Melaksanakan dan monitoring penyerahan/pengiriman produksi tanaman. pelaporan (reporting) dan arsip. lingkungan dan SMK-3 dimengerti. (n) Menjamin bahwa kebijakan mutu.(s) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK). (j) Mengusulkan. 5. (1) Mengusulkan pengurusan penerbitan dan perpanj angan Hak Guna Bangunan (HGB) dan izin pendirian pabrik ( HO ). (t) Menjamin bahwa kebijakan niutu.4 Sistem Administrasi Administrasi berfungsi sebagai pencatatan (recording). (g) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja. (e) Melaksanakan tera ulang timbangan dan monitoring kalibrasi. (n) Mengusulkan bantuan pengamanan external (dari tingkat Kabupaten/ Provinsi). bazzeting) ke Distrik Manajer (f) Melaksanakan pengendalian sistem komputerisasi yang terintegrasi (personalia ) berbasis data base secara konsisten dan up to date.4. diterapkan dan dipelihara di unit usaha. lingkungan dan SMK-3 dimengerti. (k) Mengusulkan pengurusan perpanjangan HGU. LTT) ke distrik manajer.

Di PTPN II Kebun Sawit Seberang fungsi manajemen difasilitasi oleh suatu sistem administrasi yang diberlakukan untuk seluruh unit-unitnya. RKAP untuk tahun 2010 disusun pada bulan juli 2009. .PB-24 merupakan Daftar harian pengumpul tandan.PB-27 merupakan karru produksi/blok/tahun tanam. yang dibuat sesuai dengan RKAP yang telah disusun dengan cara menyusun ulang rencana kerja tersebut per tiga bulan.PB 24 A merupakan catatan harian hasil panen yang dikerjakan oleh mandor. .PB-26 merupakan daftar produksi harian TBS (Kg/hari). RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) RKAP adalah rencana kerja tahunan. jenis pekerjaan. PB (Pengawasan Biaya) PB atau pengawas biaya adalah formulir administrasi yang berisikan data yang paling mendasar. dimana RKAP yang paling dasar dari Perusahaan Perkebunan adalah RKAP Afdeling. jumlah ha/m/kg. Terdapat jenis fasilitas administrasi baku berupa formulir-formulir atau blanko-blanko yaitu : a. yaitu buku untuk tanggal genap dan buku untuk tanggal ganjil. . d. jika terdapat perbedaan dari jumlah hasil panen maka mandor dan krani transport akan mencari penyebab selisih.PB-25 merupakan surat pengantar TBS yang diangkut dari TPH ke PKS. RKAP disusun setengah tahun sebelum tahun tersebut berjalan. PB 24 dibagi dalam dua bagian yaitu: .PB 24 B merupakan catatan harian hasil panen yang dikerjakan oleh Krani Transport. . Di dalam RKAP tersebut tertuang seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan selama satu tahun beserta biaya yang diperlukan untuk merealisasikan tujuan yang telah ditentukan oleh perusahaan. Premi merupakan upah yang diberikan kepada pemanen berprestasi dan dapat diberikan apabila pada hari tersebut prestasi yang diperoleh pemanen di atas Basis Tugas. perolehan prestasi dan bahan yang digunakan. . Hasil panen yang dicatat oleh mandor (PB 24 A) disesuaikan dengan catatan hasil panen Krani Transport (PB 24 B).PB-11 merupakan daftar premi. kebun karyawan. Selanjutnya data dari buku PB 73 dipindahkan ke dalam formulir ikhtisar laporan Pekerjaan Harian (PB 10) dan PB 73 juga sebagai dasar untuk untuk mengisi beberapa formulir administrasi bidang panen seperti formulir Daftar Harian pengumpulan TBS (PB 24). Pengawas biaya ini terdiri dari: . RKO (Rencana Kerja Operasional) RKO adalah rencana kerja triwulan. . Tujuan dari RKO ini adalah untuk mendekatkan kondisi aktual sumber daya yang dimiliki perusahaan dalam mencapai tujuan. jenis pekerjaan. Basis Tugas adalah batas prestasi minimum (Kg/HK) yang dicapai pemanen. LM (Laporan Manajemen) Laporan menejemen merupakan formulir yang berisikan data-data sebagai berikut: . serta formulir buku asisten untuk mencatat khusus mengenai presensi dan absensi karyawan sebagai dasar pembuatan Dasar Upah Karyawan. .PB-73 yang merupakan buku mandor yang berisikan daftar absensi karyawan. c. RKAP suatu perkebunan merupakan kumpulan dari RKAP tiap unitnya. dan no. Buku mandor terbagi dua. .PB-10 merupakan ikhtisar laporan pekerjaan harian yang berisikan jumlah kehadiran. b.LM 80 adalah biaya angkutan. Misalnya. Data yang diperoleh dari PB 24 dituangkan kedalam PB 26 dan diisi oleh krani timbang setelah PB 25 kembali dari PKS. hasil pekerjaan.LM 78 adalah biaya panen dan pengumpulan. .LM-76 merupakan statistik produksi kelapa sawit. .

Bibit yang telah berumur ±1..07 mm. Areal sentrum terhadap afdeling-afdeling yang akan ditanam. e. kecoklatan . Dekat dengan kantor kebun.5 cm.5x0. Pada umur 2. KEGIATAN BUDIDAYA KELAPA SAWIT 3.1. Dimana didalamnya termasuk areal untuk Pre Nursery 0. Prestasi kerja = 700 St/HK. 2.30 cm. dan tebal 0. Jumlah baby polybag per kg 235 lembar. agar bibit mendapat sinar matahari pada pagi hari. . maka areal 0. Media Tanah/Pengisian Tanah yang digunakan adalah topsoil (0-10 cm) yang diambil dari areal lain. Dimana radikula (bakal akar) yang ditandai dengan bentuknya yang tumpul. sampai umur 2 bulan semua pelindung disingkirkan. Pembibitan Pembibitan Kelapa Sawit Kebun sawit Seberang mempunyai luas 16. Kantongan Plastik (Baby Polybag) Baby Polybag yang digunakan adalah baby polybag hitam dengan ukuran lebar 15 cm. Sumber bibit kecambah (GS) dari PPM (Pusat Penelitian Marihat) Pematang Siantar. c.5 Ha cukup baik karena antara lain : 1.26 Ha.5 bulan pelindung dikurangi secara bertahap (1x2 minggu).5 bulan – 3 bulan bibit sebaiknya sudah dipindahkan/ditanam ke large polybag yang disebut bibitan Main Nursery. Naungan Bibit yang masih muda memerlukan naungan yang baik untuk mencegah pembakaran sinar matahari mupun hujan yang terlalu deras. 3. f. Ditinjau dari segi persyaratanpersyaratan pembibitan. Sebelum diisi ke dalam kantongan plastic terlebih dahulu diayak dengan kawat ayakan 0. Prestasi kerja = 2 HK/Bed. dengan draenase baik. d. 5.1 Pre Nursery (Pembibitan Awal) a. 3. kasar. Sumber tenaga kerja mudah didapat. Bahagian dasr dilubangi berkeliling dengan diameter 0. Bedengan Ukuran bedengan panjang 30 m dan lebar 1.5 Ha. dinding bedengan dibuat dari bambu.500 st/bed. b. Dekat sumber air yaitu sungai Batang Serangan. Areal rata. Pelindung disini dibuat dengan cara menutupi seluruh pembibitan (over head shade) kecuali dari arah timur.1.LM-89 merupakan laporan pemupukan. tinggi 22 cm. 4. Sebagai bahan pelindung digunakan daun kelapa sawit.20 m yang dapat berisi baby polybag ±4.Menanam Kecambah (GS) Menanam kecambah dilakukan dengan tenaga KS wanita yang sudah terampil. Prestasi Kerja = 4 HK/stand. Jarak antara bedengan 0.60 m.LM-82 merupakan biaya pemeliharaan. III. Pemeliharaan .

Seleksi Bibit Karena sebab-sebab tertentu seperti genetis. penyiramannya harus hati-hati agar kecambah tidak sampai terbongkar dan harus memakai gembor. dan setiap tanggal penanaman dibuat label.3 % compound 12:12:17:2 (3 gram/liter air) dengan rotasi 1 minggu • Penyemprotan pertama dilakukan apabila kecambah telah berumur 1 bulan setelah tanam • Prestasi per Hk = 5. belalang dll. jangkrik.1. kesalahan kultur tehnis.15%).harus mengarah ke bawah. Diangkat dengan memakai kotak-kotak yang telah disiapkan.Pemberantasan Hama dan Penyakit Hama yang sering mengganggu bibit muda adalah semut. Setiap 1 m2 tanah top soil dapat diisi large polybag sebanyak ±40 st. Media Tamah/Pengisian Tanah yang digunakan untuk pengisian large polybag adalah tanah top soil (10-15 cm) yang diangkat dari areal lain. Prestasi ayak = . Setiap bibit membutuhkan 0. 1. gangguan hama dan penyakit dll dilakukan seleksi bibit sesuai dengan : II1/Si/i/1985.000 St/HK. sebelum tanah diisikan terlebih dahulu diayak dengan ayakan 1-1 cm.3 % (3 gram/liter air) dan 0. untuk pemberantasannya denagan Dithane M45 (cons 0. Pemberantasan hama dilakukan dengan Matador 25 EC dan untuk penyakit fungi (jamur) dilakukan dengan penyemprotan Dithane M 45 dengan rotasi 14 hari.000 st/HK. .Pemupukan Pelaksanaan pemupukan dilakukan menurut : II1/Si/i/1989 sebagai berikut : • Diselang-seling antara larutan urea 0.500 St/HK.1-0. Lubang dibuat dengan jari sedalam 2-3 cm di tengah kantong plastik dan kemudian ditutup dengan tanah 1-1. Bibit yang terseleksi adalah sebagai berikut : • Anak daunnya sempit (Narrow Leaves) • Anak daunnya menggulung (Rolled Leaves) • Permukaan anak daun menguncup (Collante) • Pertumbuhannya memanjang (Erected) • Daunnya kisut (Crinkling) • Bibit yang kerdil (Insufficient Growth) • Bibit yang rusak akibat hama dan penyakit • Bibit yang pertumbuhannya berputar (Twisted) . Pada kantong plastik yang kurang tanahnya dilakukan penambahan tanah. Bibit yang terkena seleksi bibit ditandai dengan pemberian pancang bamboo yang berukuran panjang 15 cm dengan diameter 0.Penyiraman Dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore. Prestasi Kerja = 1. Prestasi Kerja = 1000 st/Hk. Sedang penyakitnya adalah Helminthosporium.000 st/Hk. akar-akar dan bertekstur baik.000 st . Seleksi bibit dilakukan 2 kali yakni pada umur 2 bulan setelah tanam dan pada saat pemindahan ke Main Nursery. Prestasi Kerja = 100.2 Main Nursery (Pembibitan Utama) a. dimana bibit telah mempunyai 3-4 helai daun adalah saat yang paling baik untuk dipindahkan ke lapangan (Main Nursery). tanah tersebut bebas dari batu-batuan.Menyiang dalam Baby Polybag Rumput-rumput yang tumbuh dalam kantong plastik disiang (dicabut) dengan manual dengan rotasi 14 hari.25 liter air setiap penyiraman. Prestasi Kerja = 100. Prestasi Kerja = 7.10.000 St/Hk. . .5 cm. .Pemindahan Bibit Pada saat bibit berumur 3 bulan.25 cm. Prestasi Kerja = 20.

cangkang dll. Perstasi Kerja = 2 HK/Ha/rotasi.Penyiangan Dibagi dalam 2 bagian yaitu: • Penyiangan Gawangan Dilaksanakan secara khemis dengan menggunakan bahan kimia Paracol dengan dosis 2 liter/Ha. Untuk mendapatkan bibit dengan kualitas pertumbuhan yang baik. b. Pemancangan Sebelum dimulai menyusun polybag terlebih dahulu dipancang dengan jarak 80x68 cm (segitiga sama sisi). Dengan cara ini semua gulma yang tumbuh dipermukaan polybag harus dicabut. Prestassi Kerja = 10 Hk/Ha. Kemudian bibit dimasukkan ke dalam lubang tanaman dengan terlebih dahulu membuang plastiknya. Dan selanjutnya 1 kali sehari tetapi jumlah air per polybag perhari ±2-3 liter/hari.30 cm.000 st/Hk.100 st/HK. Keuntungan yang didapat dengan menggunakan cangkang : • Dapat mengurangi penguapan air • Mencegah terbentuknya lapisan keras dipermukaan tanah • Mencegah semburan keras dari penyiraman dan hujan .000 st/Hk. rotasi 21 hari. Prestasi memupuk = 3. . Bagian atas polybag dibiarkan kosong setinggi 2-3 cm untuk yempat meletakkan pupuk. Takaraan yang digunakan di buat dari bambu. . c.Penyiraman Penyiraman di Main Nursery merupakan salah satu tindakan tehnis yang pelu mendapat perhatian.000 pk/Hk. rotasi14 hari. d.500 st/Ha. . lebar lubang ± 0. untuk menghindari genangan air pada musim hujan maupun genangan pada penyiraman. dimana prestasi kerja 3. Tanah disekelilingnya dipadatkan dengan cara menekan. Apabila ada kerusakan kantong plastik misalnya tidak mempunyai lubang. Penyusunan polybag disesuaikan dengan jaringan jalan dan jaringan pipa air.000 Pk/HK. Apabila curah hujan ≥10 mm maka bibit tidak perlu disiram. Prestasi Tanam = 2. Prestasi menyiram = 4. Pemeliharaan . berarti ± 1.000 pk/Hk.5 kg dengan prestasi kerja = 1.Pemupukan Pelaksanaan pemupukan dilaksanakan sesuai : II1/Si/1/1989 sebagai berikut : Cara pemupukan tersebut adalah dengan menaburkan pupuk disekitar pokok pada polybag. dan isi tanah = 100 st/HK.Mulch Setiap bibit kelapa sawit dalam polybag yang telah berumur ±1 bulan setelah tanam diisi 0. sampai batas leher akar. Dikerjakan dengan tenaga KS dengan perbandingan 1:2 (1 orang laki-laki dengan 2 orang penyemprot wanita). ukuran tidak standard dan terlalu tipis tidak digunakan.Penanaman Sebelum bibit ditanam terlebih dahulu dibuat lubang tanaman pada tanah polybag sedalam ±20-25 cm. dimana volumenya telah disesuaikan dengan dosis pada : II1/Si/i/1989. . Large Polybag (1 kg ±23 lembar) Large polybag yang digunakan berukuran 40x50 cm dengan tebal 0. Penyiraman dilaksanakan 2 kali sehari (pagi 3 jam dan sore 3 jam) selama 3 bulan pertama. e. Draenase Pembuatan draenase selalu disesuaikan dengan keadaan areal. Tempat duduknya polybag selalu diratakan agar letak polybag tegak lurus dan kelihatan rapi.20 mm pada bagian bawah dan tengah mempunyai lubang dengan jarak 5 cm. • Penyiangan Dalam Polybag Dikerjakan secara manual dengan tenaga BHL wanita.

Seleksi Bibit Seleksi bibit dilakukan bertahap karena kemunculan gejala abnormal sejalan umur bibit. dan menjelang panen setiap 2 baris tanaman. pemeliharaan piringan pohon. pengendalian hama dan penyakit. Apabila dijumpai ada gejala serangan penyakit seperti akibat jamur (Cercospora sp. Dibangun secara bertahap yakni setiap 8 baris tanaman dibuat 1 pasar kontrol. Gambar 2.1 Pembuatan Pasar kontrol Pasar kontrol dibuat ditengah-tengah gawangan kelapa sawit.Pembrantasan Hama dan Penyakit Untuk mencegah terjadinya serangan hama pada bibit dilakukan penyemprotan dengan Matador 25 Ec dengan dosis 250 cc/200 liter air untuk 4. TBM (tanaman belum menghasilkan) adalah tanaman yang dipelihara sejak bulan penanaman pertama sampai dipanen pada umur 30-36 bulan.2. pembuatan pasar kontrol (pasar kontrol). kastrasi dan tunas pasir. tahap kedua setiap 4 baris tanaman. .) disemprot dengan dithane M 45 dengan dosis 330 gram/200 liter air untuk 4. tenaga yang digunakan = 4 HK/Ha. pemeliharaan penutup tanah. persiapan sarana panen. Lebar pasar kontrol 1 m dibuat sepanjang blok tanaman. penyisipan.000 bibit 1x 14 hari. pembuatan parit drainase. yaitu penyiangan areal.5% dengan rotasi 1 x 2 bulan.2 Tanaman Belum Mengahasilkan (TBM) Pemeliharaan pada tanaman ini sangat diperlukan atau harus dilaksanakan untuk menjaga agar pertumbuhan vegetative tetap dalam keadaan baik. pemeliharaan jalan. sehingga diharapkan pada tanaman menghasilkan (TM) berproduksi baik. Perlakuan 4 tahap yakni pada umur : • 2 (Dua) bulan setelah tanam di Main Nursery • 4 (Empat) bulan setelah tanam di Main Nursery • 7 (Tujuh) bulan setelah tanam di Main Nursery • Saat pemindahan bibit ke lapangan (Displanting) Bentuk bibit abnormal yang harus diseleksi : • Bibit yang tumbuh meninggi dan kaku (erected) dengan sudut pelepah yang kecil (tajuk tegak) • Bibit yang permukaan tajuknya rata (dimana pelepah yang lebih muda lebih pendek) • Bibit yang tumbuh lemah terkulai (merunduk) • Bibit yang anak daunnya tidak membelah • Kerusakan akibat hama dan penyakit • Bibit yang anak daunnya mempunyai sudut yang tajam dan rachis • Bibit yang anak daunnya pendek • Bibit yang jarak antara anak daun panjang dan pendek .000 St/HK. Selama masa TBM diperlukan beberapa jenis pekerjaan yang secara teratur harus dilaksanakan. konsolidasi. pemupukan. Prestasi Kerja = 4.Biaya Persiapan Pembibitan (Terampil) • Pre Nursery • Main Nursery 1.• Dapat mempertahankan kelembaban tanah • Mengurangi pertumbuhan gulma di polybag .6% + 2. .000 bibit rotassi 14 hari.4 D Amine 0. Tanaman TBM 3. Pembuatan pasar kontrol pada areal penutup tanah dapat dilaksanakan secara kimia dengan menggunakan glifosat 0.

Penyisipan dilakukan pada tanaman yang mati atau tidak normal dan dilakukan pada musim hujan. 12 x setahun . terkena serangan hama dan penyakit.4 Penyisipan Hasil sensus pohon setiap tahun pada areal TBM dapat menunjukkan jumlah pohon yang akan disisip. setelah selesai penanaman kelapa sawit di lapangan masih diperlukan tahap pekerjaan konsolidasi.3 Pembuatan Parit Drainase Pemeliharaan parit drainase bertujuan mengangkat atau menggali tanah yang menutupi parit sehingga ukuran tetap seperti semula.TBM II = 125 cm . 3.2.5 Konsolidasi Konsolidasi pada tanaman kelapa sawit adalah tindakan rehabilitasi terhadap tanaman yang baru ditanam. Tanaman yang perlu disisip adalah pada areal TBM 1. namun penyisipan individu tidak dilakukan lagi karena tanaman asli sudah cukup tinggi. Walaupun demikian karena penanaman biasanya dilaksanakan pada skala yang luas maka masih selalu terjadi penanaman yang tidak sesuai dengan kultur teknis.3. a. 2 dan 3.TBM I = 2. Oleh karena itu. Kegiatan konsolidasi meliputi : a.TBM I = 100 cm . Penyiangan dapat dilakukan secara manual (menggaruk) atau cara kimia (penyemprotan). Jalan produksi dipersiapkan sejak TBM dan pengerasan dilakukan secara bertahap sehingga pada saat TM kondisi jalan tersebut telah sempurna. Menginventarisasi tanaman yang mati. Pada areal TBM peliharaan parit dilakukan 1 kali dalam 6 bulan.TBM III = 150 cm Rotasi dan kapasitas pengendalian gulma piringan pohon adalah sebagai berikut: .0 HK/Ha/rotasi. Gambar 3. tumbang.TBM II = 3. membuka saluran air dari jalan. Persiapan dan penanaman kelapa sawit di perkebunan pada umumnya dilaksanakan dengan cukup baik.2. sehingga tanaman sisipan terhambat pertumbuahannya. b.2. Selanjutnya rumput-rumput disingkirkan dari piringan pohon. 3.5 HK/Ha/rotasi. Menegakkan kembali tanaman yang miring dan tumbang dengan memadatkan tanah di sekeliling tanaman yang masih gembur. kemudian di ujung garis tengah piringan pohon tersebut dibuat batas melingkar keliling pohon. 8 x setahun . Cara Manual Terlebih dahulu di ukur garis tengah piringan pohon sesuai dengan ketentuan. Kondisi Jalan pada Areal TBM 3. Jari-jari piringan pohon disesuaikan dengan umur tanaman kelapa sawit: . 3. Setelah terbentuk batas piringan pohon yang dimaksud baru digaruk dari pinggir piringan ke arah dalam.6 Pemeliharaan Piringan Pohon Penyiangan dilakukan dengan menyingkirkan semua jenis tumbuhan dari permukaan tanah selebar piringan pohon yang telah dilakukan.2 Pemeliharaan Jalan Kegiatan pemeliharaan jalan meliputi memadatkan. membabat rumput-rumput di kaki lima jalan dan pengerasan jalan pada lokasi yang perlu dengan standar 10 m/ha/tahun. sehingga tanah bersih dari rumput.2. abnormal. pada penyisipan TBM 3 penyisipan dilakukan pada areal kosong yang cukup luas atau mengelompok.2. Pemeliharaan jalan dapat dilakukan secara mekanis dengan menggunakan road grader Pemeliharaan dilakukan sekali dalam 3 bulan.

serta terjadi pembusukan pada jaringan pangkal batang dan akhirnya tanaman mati. ditempatkan tidak bersentuhan dengan tanah. Mengingat hampir semua perkebunan kelapa sawit di Indonesia berada pada areal bekas hutan hujan tropika. atau melalui spora yang disebarkan oleh angin.7 Pengendalian Hama dan Penyakit a. pertama –tama kiri dan kanan lalang dari lalang tersebut kira – kira dibabat kira – kira 0. 8 x setahun b.TBM III = 4.3 HK/Ha .6) menggunakan bahan Glyphosate dengan dosis 300 cc/ha/rotasi. Buru Lalang Lalang merupakan gulma/tumbuhan pengganggu yang berbahaya terhadap tanaman perkebunan. Tenaga yang yangdigunakan 0. Kerusakan daun tanaman yang berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan kelapa sawit. b.0 HK/Ha/rotasi. 3. Buru lalang dilakukan dengan teratur blok demi blok dengan rotasi 30 hari.3.5 m.2 cm/hari. kemungkinan tanaman akan amti atau tumbuh tunas baru satu atau lebih. Hama dari golongan mamalia adalah lembu (Boss taurus). Hama yang juga merusak titik tumbuh tanaman dan memakannya adalah tikus dan apabila serangan dengan intensitas tinggi harus dilakukan penanaman ulang. Pada daerah pengembangan karena kekuranagan tenaga kerja atau upah buruh yang mahal maka pengendallain gulma dengan cara kimia merupakan suatu alternatif yang efisien dan ekonomis. kemudian menggerek kearah titik tumbuh kelapa sawit. Gejala awalnya pada daun kelapa sawit mudah (TBM-TM III) mengalami klorosis. Cara Kimia Pemeliharaan piringan pohon secara kimia mulai dapat dilaksanakan pada areal TBM ke-III. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan menggunakan MARFU-P. Gambar 4. Panjang lubang penggerek dapat mencapai 4.2. Hama Hama lainya adalah kumbang penggerek pucuk kelapa sawit (Oryctes rhinoceros) yang hinggap pada pelepah yang agak mudah.. Pemakaian herbisida pada tanaman muda agar dilakukan dengan ekstra hati-hati sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap tanaman kelapa sawit. 3. Akar dan batang tersebut dikumpulkan. Penyakit Penyakit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense Pat juga sering dijumpai di TBM. Apabila gerekan sampai ketitik tumbuh. maka kemungkinan besar akan mengalami masalah penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB).3 Tanaman Menghasilkan (TM) 3. Penyiangan Manual . dengan rotasi 6 x setahun (R. Cara pelaksanaannya apabila dijumpai lalang. selanjutnya daun kelapa sawit muda layu atau mati. Penularan penyakit dari pohon ke pohon melalui pertautan antara akar sehat dengan akar sakit. kemudian baru digarpu dan tidak boleh langsung ke lalang.1 Pemeliharaan Jenis pemeliharaan yang dilaksanakan untuk menghasilkan antara lain: 1. harus dari luar atau rhizomenya dan batang terambil semua dari dalam tanah dan tidak boleh putus. Banyaknya populasi lembu pada Kebun Sawit Seberang menimbulkan banyak masalah terutama serangan pada daun tanaman. Jamur ini merupakan penghuni tanah indigenous hutan hujan tropika dan hidup pada berbagai jenis palmae. sehingga kemungkinan untuk tumbuh kembali tidak ada.

5 m. 3. tenaga yang dibutuhkan 0.3. Hama Hama lainya adalah kumbang penggerek pucuk kelapa sawit (Oryctes rhinoceros) yang hinggap pada pelepah yang agak mudah. . supaya terhindar dari genangan air • Harus mendapat sinar matahari dan selalu kering • Tidak dibenarkan terjadi genangan air di permukaan jalan.5 m – 2. Gambar 6. Herbisida yang digunakan adalah Gramoxone dengan dosis 0. Pupuk yang digunakan adalah pupuk tunggal yaitu: • Urea (ZA) 2 aplikasi • Rock Phosphate (RP) 1 aplikasi • MOP (abu janjang) 2 aplikasi • Kieserit (dolomit) 2 aplikasi Apabila curah hujan yang tinggi atau musim kering maka pemberian pupuk ditunda atau dihindarkan. Cara pemberiannya ditabur secara merata di piringan yang sudah bersih dan jarak dari pohon ± 0.2 Pemupukan Untuk menjaga keseimbangan unsure hara dalam tanaman akibat diangkut oleh buah yang dipanen. Apabila gerekan sampai ketitik tumbuh. pasar pikul. Menyiang Secara Khemis Penyiangan dilakukan pada piringan. Hama yang juga merusak titik tumbuh tanaman dan memakannya adalah tikus dan apabila serangan dengan intensitas tinggi harus dilakukan penanaman ulang. Panjang lubang penggerek dapat mencapai 4.5 HK. pasar blok dan TPH. mimosa. Pasar Mati 2. dimana perbangdingan tenaga kerja laki –laki dan perempuan 1: 2. Alat yang digunakan adalah garpu. buah dll.2 cm/hari. keladi dan kerisan. Kondisi Jalan pada Areal TM 3. pakis.3. Tenaga kerja yang dibutuhkan 0.Gambar 5.5 HK/Ha. dan dihindarkan adanya gumpalan – gumpalan pupuk sewaktu penaburan. Khusus bagi areal miring penaburan pupuk 3/3 bagian sebelah atas dan 1/3 bagian sebelah bawah. 3. kemungkinan tanaman akan amti atau tumbuh tunas baru satu atau lebih.3. Gulma yang dicabut adalah kayu – kayuan. 3. untuk menjaga kebersihan kebun tersebut maka sirkuit rotasinya adalah 60 hari dengan kebutuhan tenaga per hektarnya adalah 0.3 Pemeliharaan Jalan Sarana jalan yang baik dan cukup sangat diperlukan terutama dalam pengangkutan pupuk. maka pemupukan sangat dibutuhkan.3 HK/Ha dengan rotasi pada semester I : 90 hari dan semester II : 60 hari.4 Pengendalian Hama dan Penyakit a. Pemupukan pada tanaman menghasilkan harus melalui rekomendasi pemupukan. Cabutan Penyiangan dengan cara cabutan dilakukan di gawangan tanaman. kemudian menggerek kearah titik tumbuh kelapa sawit. pelepah daun yang dipotong dan tercuci oleh air hujan. Bentuk jalan yang dikehendaki adalah: • Berbentuk batok mengkurap dan rata tidak berlobang – lobang • Benteng paret tidak perlu ada • Paret – paret jalan hanya diperlukan sebagai jalan besar (main road) dan transport road.3 L/30 Ltr air dalam 1 Ha. Perbandingan tenaga kerja antara pelangsir dengan penyemprot adalah 1: 2.

• Matang panen pohon : paling sedikit dua tandan telah membusuk dan satu tandan matang. 4. Prestasi kerja adalah: 100 Pk/Ha 3. Penyakit Penyakit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense Pat juga sering dijumpai di TBM. TPH (Tempat Penerimaan Hasil) Tempat penerimaan hasil harus disiapkan sebelum panen dasar dimulai. selanjutnya daun kelapa sawit muda layu atau mati. Gejala Serangan Ganoderma 3. • Matang panen tanaman: telah terdapat 60 % dari tanaman telah matang panen. Buang buah pasir atau busuk • Buah pasir yang dibuang adalah buah yang berada di atas pelepah pasir sampai dua lingkaran bunga pertama dengan dodos kecil • Buah pasir yang beratnya > 5 kg dapat dikirim ke pabrik dan < 3 kg dibuang • Tenaga yang dibutuhkan dalam 1 Ha adalah 2 HK. Kerusakan daun tanaman yang berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan kelapa sawit. Penularan penyakit dari pohon kepohon melalui pertautan antara akar sehat dengan akar sakit. Alat yang digunakan adalah arit tunas atau dodos kecil (6 – 8 cm). Gambar 9. .3. serta terjadi pembusukan pada jaringan pangkal batang dan akhirnya tanaman mati.Gejala Serangan Oryctes Hama dari golongan mamalia adalah lembu (Boss taurus). • Disusun di gawangan yang tidak terkena pasar panen. maka kemungkinan besar akan mengalami masalah penyakit BPB. dimana dalam 2. Tunas pasir Sebelum panen dilaksanakan.5 – 3 tahun yang disebut TM I. • Pelepah yang dianggap tidak berfungsi lagi. Pasar pikul Pasar pikul sudah tersedia sebelum panen dasar dan bertujuan untuk jalan pemanen. b. atau pelepah yang berada dibawah dua lingkaran tandan. Syarat – syarat tunas pasir: • Pelepah yang ditunas adalah pelepah paling bawah dan rapat ke tanah. Jamur ini merupakan penghuni tanah indigenous hutan hujan tropika dan hidup pada berbagai jenis palmae.5 Ha terdapat 1 TPH dengan ukuran 3 x 5 m dan berangsur – angsur diperpanjang sesuai dengan perkembangan produksi di areal tersebut sehingga satu saat maksimal 3 x 9 m. Gejala awalnya pada daun kelapa sawit mudah (TBM-TM III) mengalami klorosis. Banyaknya populasi lembu pada Kebun Sawit Seberang menimbulkan banyak masalah terutama serangan pada daun tanaman. Tempat Pengumpulan Hasil 5. harus lebih dahulu pelepah – pelepah pasir ditunas ± 3 bulan sebelum panen dasar.Gambar 7.5 Panen dan Pengumpulan Panen pada tanaman kelapa sawit dimulai pada umur 2. atau melalui spora yang disebarkan oleh angin. dimana sebelumnya sudah dilaksanakan persiapan panen sebagai berikut: 1. Gambar 10. Pemeriksaan blok – blok yang sudah matang panen terdiri dari: • Matang panen tandan : sebagian buahnya sudah membrondol. Prestasi kerja 1 HK : 2 buah. • Pemotongan dilakukan serapat mungkin dengan batang. 2. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan menggunakan MARFU – P. Mengingat hampir semua perkebunan kelapa sawit di Indonesia berada pada areal bekas hutan hujan tropika.

1 Pengertian Panen Panen adalah mendatangi pokok ke pokok untuk memotong dan mengambil buah segar menurut criteria matang panen. Disamping persyaratan diatas dalam mencapai keberhasilan panen yang baik.3. Dalam hal ini perlu diadakan peraturan atau syarat-syarat yang harus dituruti. Persyaratan Panen • Tandan yang baik dipanen adalah fraksi 2 dan 3.50 – 25 % brondolan buah luar Kurang matang 2 25 – 50 % brondolan buah luar Matang 3 50 – 75 % brondolan buah luar Matang 4 75 – 100 % brondolan buah luar Lewat matang 5 Bagian dalam ikut membrondol Lewat matang Tabel 3. 3. • Bila kurang dari pelepah.2 Kriteria matang panen Kriteria matang panen yang baik adalah pada saat kandungan minyak maksimum dalam daging buah dan kadar ALB serendah mungkin. • Pemeliharaan pasar pikul. 7. 8. • Brondolan dikutip bersih dari piringan. • Tunas pemeliharaan. 3. Faktor – faktor ini akan menunjang keberhasilan dalam panen baik kuantitas maupun kulitas. kayu-kayuan.50 % brondolan buah luar Mentah 1 12. Hal ini dapa dicirikan oleh adanya buah yang membrondol. gawangan pasar pikul dan pada ketiak daun dan dimasukkan dalam goni setelah sampah-sampah yang ikut serta dengan brondolan dibuang. Teknis Tunasan. • Pelepah dipotong serapat mingkin kebatang dengan bentuk tapak kuda keluar dan rencek menjadi 3 bagian. Dan pada tanaman yang bmur ≥ 9 tahun. Gambar 11. • Pelepah yang tertinggal dipokok setelah ditunas adalah 48 pelepah (6 spiral) dengan songgo 1. alat yang digunakan adalah dodos. tidak perlu dilakukan penunasan. disamping faKtor lainnya. • Susunan pelepah digawangan antara pasar pikul dimana dimana pangkal pelepah yang berduri diletakkan tertelungkup sebelah bawah. Tunas Pemeliharaan Tunas pemeliharaan pada tanaman yang berumur 3-8 tahun jumlah pelepah minimum yang tinggal 48 pelepah. keranjang buah. ada factor lain yang harus diperhatikan.5. • Tandan yang sudah masak (matang) tidak boleh tinggal dipohon. Pasar Pikul 6. Alat panen Panen dasar sampai tanaman berumur ± 3 tahun. pakis . Prinsip yang selalu menjadi dasar dalam penentuan system panen adalah bertujuan untuk mencapai rendfemen yang maksimal dan ALB yang rendah. Titi terbuat dari beton atau batang kelapa yang diatur penempatannya sehingga rata – rata: • 12 m/Ha untuk daerah rendahan. dilakukan 2x dalam setahun. cukup dengan pembersihan pohon saja. rumput-rumputan. • Bunga jantan yang sudah kering atau membusuk. Selain kepada tanaman kelapa sawit itu sendiri juga kepada pemanen dan pekerja yang berhubungan dengan panen. • Pelepah dipotong 3 dan disusun digawangan. Titi panen Titi panen juga merupakan penunjang yang sama tujuannya dengan pasar pikul dalam mempermudah dan meningkatkan prestasi pemanen. jumlah pelepah yang tinggal minimum 40 pelepah dengan rotasi 1.5x dalam setahun. • Ganggang panjang yang dipanen tidak boleh lebih dari 2 cm. Ini semua dilanjutkan dengan pemeliharaan sebagai contoh: • Pemeliharaan TPH. Fraksi Matang Panen pada Tanaman Kelapa Sawit Kriteria Matang Panen dan Standard Antar Fraksi Berat Tandzan Fraksi Mentah Matang Normal Lewat Matang Buah Brondolan 0 00 I II III IV V ≤5 Kg >5 Kg Tidak membrondol/warna hitam . lalu ditutup dengan bagian pelepah lainnya. Prestasi tunas an nuntuk tanaman yang berumur 3-8 tahun : 100 Pk/Hk dan tanaman yang berumur ≥ 9 tahun : 70 Pk/HK. dan kelapa sawit yang tumbuh dipokok sepanjang masih dapat dijangkau oleh alat harus dibuang.5. 2 pasang dalam setahun dan plengki kecil untuk tempat brondolan.pakisan.Sehingga prestasi panen yang diharapkan akan tercapai. tandan yang dapat dipanen harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : Fraksi Jumlah Brondolan yang Lepas Kematangan 0 1-12. • Pangkal pelepah yang tinggal dipohon harus tapak kuda terbalik.3. • 6 m/Ha untuk daerah berbukit.

5% buah luar membrondol 10 brondolan s/d 12. .5% 0.5% buah luar membrondol 12.51% s/d 24% buah luar membrondol 25-49% Buah luar membrondol 25%-49% buah luar membrondol 50%-75% buah Buah luar membrondol 50%-75% buah luar membrondol 76-100% Buah luar membrondol 76%-100% buah luar membrondol Gagang membusuk dan buah luar membrondol gagang membusuk dan buah dalam membrondol Standard 0% 40% 40% 14% 5.3 Pembagian Kapveld Menurut Rotasi Panen Kapveld atau ancak panen adalah pembagian areal atas ancak panen harian yang disesuaikan dengan rotasi panen.3.5.5% s/d 24% buah luar membrondol 12. Kriteria Matang Panen dan Standard Antar Fraksi 3.5% 0% 4%-8% Tabel 4.Tidak membrondol/warna hitam 1-4 Brondolan 1-9 brondolan 5 Brondolan s/d 12.

5.3. maka sebaiknya letak kapveld disusun memanjang sedemikian rupa mengikuti jarak jalan transportasi. Untuk kebun yang tidak mempunyai pabrik (PKS) rencana panen agar disesuaikan dengan rencana olah PKS oleh tempat mengolah. Maka akan diperoleh AKP. Ada 50 baris yang dipanen oleh 5 orang. Ancak panen terdiri dari dua yaitu ancak tetap dan giring. • Tetapkan baris sampel dalam setiap blok sampel (bersifat permanen) • Seluruh pohon dalam baris sampel diperiksa dan dihitung jumlah tandan buahnya lalu dicatat. • Dibagi 4 kapveld. Hanca panen ditetapkan berdasarkan kapveld yang sudah dipedomani dan ditetapkan kepada masing-masing mandoran panen dan mandor bertanggung jawab menyelesaikan hanca yang sudah dibagi/ditetapkan. bagi kebun-kebun yang luas TM nya. Orang I memanen baris 1 sampai 10. • Seluruh tandan buah dijumlahkan. • Dibenarkan dengan sistem 6/7 yaitu sampai dengan hari minggu dan libur.4 Ancak panen Ancak panen adalah luasan yang menjadi tanggung jawab pemanen.5 Sistem Panen Sistem panen dilakukan dengan hanca giring tetap dan hanca giring tidak tetap. Untuk menghindari pengangkutan yang berulang-ulang pada jalan yang sama (hal ini dapat menekan biaya angkutan. Kegunaan angka kerapatan panen adalah : • memperkirakan jumlah tandan matang-panen serta tunasnya • memperkirakan kebutuhan tenaga pemanen • memperhitungkan luas ancak untuk setiap pemanen • memperkirakan kebutuhan kendaraan. 3. Pada sistem ancak tetap. . Untuk kebun yang TM Kelapa Sawitnya relatip kecil. orang II memanen baris 11-20. Pada ancak giring pemanen secara bersama-sama memanen 1 blok. mencegah kerusakan jalan serta meningkatkan frekuensi angkutan produksi perkendaraan). lalu seluruh sampel dibagikan dengan jumlah tandan yang telah dihitung. • Ditetapkan dengan system 5/7 atau jika kerapatan buah 10-12 dengan sistem 8/10. • Dibagi 6 kapveld terjadi pada panen puncak (semester II).Pembagian kapveld yang umum dipakai pada pembagian areal TM Kelapa Sawit per afdeling sebagai berikut : • Dibagi 5 atau 8 kapveld.6 Perhitumgan Angka Kerapatan Panen (AKP) Angka Kerapatan Panen (AKP) adalah suatu satuan yang mengindikasikan rata-rata tandan matang panen/pohon dan penyebaran tandan matang panen. 3. Hasilnya lalu dikalikan dengan jumlah rata-rata tandan. • Lalu jumlah seluruh tanaman dibagikan dengan jumlah AKP. kemudian pindah ke baris yang belum dipanen dan seterusnya sampai selesai satu blok dan pindah ke blok lain. dan seterusnya. jumlah hari panen dalasm seminggu dapat diperpendek dari 4 menjadi 4 hari dengan catatan internal antara rotasi harus dipertahankan 7 hari. Sebagai contoh Blok A = 16 Ha. Areal panen biasanya berbukit sampai berlereng curam atau letaknya terpencil. setelah selesai pindah ke blok lainnya. Satu orang pemanen memanen tiap dua baris (1 gawangan).5.3. hal ini pada panen rendah hingga sedang (semester I dan bulan-bulan tertentu semester II).5. 3. Tata cara perhitungan AKP : • tetapkan blok sampel untuk setiap kapveld • satu blok sampel untuk setiap tahun tanam dalam satu kapveld maksimum 50 Ha • Pohon yang diamati 3-5 % dari jumlah pohon dalam satu blok sampel. pemanen dan areal panen adalah tetap.3.

. 3) Pengangkutan hasil . .Buah segera diangkut ke PKS.Tangkai tandan di potong mepet atau berbentuk huruf V (cengkem/mulut kodok).Tandan disusun 5 buah per baris di TPH.5 Egrek Sumber : Instruksi Kerja (IK) PTPN II Tabel 8. . .Buah diangkat ke TPH setelah selesai di potong.Alat angkut pada umumnya adalah truk. sampah.Brondolan dikutip dan dikumpul dengan tandan dibawa ke TPH.Krani transport menyortir TBS di TPH. . yang nantinya akan membawa buah hingga sampai dipabrik .Gagang tandan menghadap ke atas.5. Gambar 12. .9-2.Brondolan yang ada di ketiak pelepah diambil/dikorek.Setelah ancak (2 barisan) pertama selesai pindah gawangan di sebelah pemanen ancak terakhir.Brondolan ditumpuk di beiakang barisan tandan atau digonikan. . buah sangat mentah (F.7 Peralatan Panen Alat panen yang digunakan sesuai umur tanaman sebagai berikut: Umur (Th) TM Tinggi Batang (M) Alat Panen 3-4 1-2 <0.Pemanen diawasi oleh seorang mandor. .Berjalan di jalan pikul mencari buah matang sesuai kriteria matang panen. setiap pemanen membawa 2 bans tanaman (1 gawangan). paling lambat 12 jam dari saat panen.3.Nomor pemanen dan tanggal panen ditulis pada tangkai tandan .Tandan dan brondolan bebas dari pasir. .9 Dodos kecil (8 cm) 5-7 3-5 0. tidak boleh bercampur dengan tandan.• Rekapitulasi kemudian dituangkan kedalam formulir rencana panen dan pengangkutan untuk dikirim ke kantor kebun. . .Semua brondolan diangkut ke truk. . . Perhitungan AKP 3. . tangkai tandan dan kotoran lainnya. 00) tidak dibenarkan diangkat ke truk.Pelepah disusun dan ditumpuk di tengah gawangan mati.5. .Pada pagi hari. mandor membagi ancak pemanen yang dimulai dari jalan blok.Seluruh tandan yang diangkut dicatat jumlah tandannya per pemanen.3. 2) Di TPH .Tandan matang dipotong tangkainya.8 Pelaksanaan Panen 1) Ancak .5 Dodos besar (14 cm) >8 >5 >2. Peralatan Panen Sesuai Umur Tanaman 3. . . Tiap mandor panen mengawasi 10-15 orang pemanen.Pelepah yang menyangga (songgo) buah matang dipotong mepet.

Hari ke-6 Sabtu. 27Juni 2010 Istirahat. 23 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor Pembibitan kebun Sawit Seberang. . Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan lebih kurang 15 hari. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut : Hari ke – 1 Senin. Hari ke-11 Kamis. 30 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang kastrasi pada tanaman belum menghasilkan Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang pasar mati. Hari Ke-3 Rabu. 28 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang penyiangan secara manual pada tanaman belum menghasilkan.Hari ke-10 Rabu. Di mulai dengan perkenalan dengan karyawan maupun karyawan pimpinan di kebun tersebut serta pengumpulan informasi tentang profil PTPN II Kebun Sawit Seberang. 25 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang pembuatan pasar pikul. gawangan. 1 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang kriteria panen pada tanaman menghasilkan. Hari ke-2 Selasa. 29 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang pemberantasan hama Oryctes sp. Hari Ke-4 Kamis. Hari ke-7 Senin. 26 Juni 2010 Istirahat. Di mulai dengan mempelajari tanaman penutup tanah pada tanaman kelapa sawit. piringan pada tanaman belum menghasilkan. 2 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang penentuan . yaitu dari tanggal 21 Juni sampai 21 Juli. Hari ke-5 jumat. umur panen pada tanaman menghasilkan. Hari ke-8 Senin. Di mulai dengan mempelajari pembibitan dimulai dari GS sampai main Nursery di PTPN II Kebun Sawit Seberang. PROGRAM MAGANG BERSAMA PEJABAT / STAF / KARYAWAN Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan di PTPN II Kebun Sawit Seberang yang berlangsung lebih kurang 30 hari. 24 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor Pembibitan kebun Sawit Seberang. 22 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor Pembibitan kebun Sawit Seberang.IV. serta penempatan tempat tinggal (penginapan). pada tanaman belum menghasilkan. 21 Juni 2010 Registrasi di tempat PKL dan penyampaian program PKL pada karyawan pimpinan di tempat PKL. Hari ke-9 Selasa. Hari ke-12 Jumat.

Hari ke-18 Kamis. 6 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang alat alat untuk pemanenan seperti dodos dan egrek pada tanaman menghasilkan. 3 Juli 2010 Istirahat. Hari ke-21 Minggu. 9 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor kebun afdeling III mempelajari tentang telling pada tanaman menghasilkan. Hari ke-24 Rabu.27 Sabtu. 12 Juli 2010 Istirahat. 5 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang penentuan analisa daun pada tanaman menghasilkan. Hari ke-15 Senin. Hari ke-23 Selasa. 18 Juli 2010 Istirahat. Hari ke-20 Sabtut. 14 Juli 2010 Aktivitas PKL mempelajari sistem administrasi kebun. Hari ke – 30 Senin. 16 Juli 2010 Membuat laporan PKL. Hari ke – 29 Senin. Hari ke-17 Rabu . 20 Juli 2010 Hari ke – 31 Selasa. Hari ke-26 Jumat. 21 Juli 2010 . 17 Juli 2010 Istirahat. Hari ke-22 Senin. Hari ke-16 Selasa. 8 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling II mempelajari tentang telling pada tanaman menghasilkan. Hari ke-14 Minggu. 4 Juli 2010 Istirahat. 10 Juli 2010 Aktivitas PKL mempelajari sistem administrasi kebun.phylotaksis pada tanaman menghasilkan. 7 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling I mempelajari tentang telling pada tanaman menghasilkan. 19 Juli 2010 Kunjungan. 11 Juli 2010 Aktivitas PKL mempelajari sistem administrasi kebun. Hari ke – 28 Minggu. Hari ke . Hari ke-19 Jumat. Hari ke-13 Sabtu. 15 Juli 2010 Membuat laporan PKL. 13 Juli 2010 Istirahat. Hari ke-25 Kamis.

yaitu dengan cara dongkel mata merah dan secara khemis. Kerusakan daun tanaman yang berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan kelapa sawit. 3. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. Hama dari golongan mamalia adalah lembu (Boss taurus). yaitu dengan menggunakan bahan aktif Paraquat. Keterlambatan dalam pengendalian penyakit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense Pat. Rotasi panen yang digunakan adalah 5/7 dan 6/7. Sistem panen dilakukan dengan meninggalkan minimal dua pelepah daun dibawah dari buah yang hendak dipanen (songgoh dua). juga sering dijumpai di TBM sehingga menyerang tanaman yang berada di sekitarnya. 4. Keterlambatan dalam pengangkutan dan hasil panen sehingga juga dapat menghambat dalam pengolahan TBS sehingga dapat mengurangi rendemen dan kualitas CPO dari kelapa sawit tersebut juga menurun. yang dilaksanakan secara manual dan khemis. para peserta PKL mengamati ada beberapa masalah yang terjadi pada unit Kebun Sawit Seberang. Pemeliharaan pasar pikul dilakukan dengan rotasi sekali dalam 3 bulan.TOPIK PERMASALAHAN DI LOKASI PKL Selama berlangsungnya kegiatan PKL di PT. sebagian daerah tempat penanaman kelapa sawit adalah berbukit atau bergelombang sehingga sulit dalam hal pemupukan dan pemanenan. Perkebunan Nusantara II Kebun Sawit Seberang. 2. Saran Diharapkan kepada seluruh karyawan yang bekerja di kebun agar memanen buah yang sesuai dengan kriteria matang panen. Matang panen dapat dilihat setelah 2-3 brondol lepas dari tandannya. II dan III pada Kebun Sawit Seberang dikhususkan untuk tanaman kelapa sawit. . Afdeling I. 5. Banyaknya populasi lembu pada Kebun Sawit Seberang menimbulkan banyak masalah terutama serangan pada daun tanaman kelapa sawit khususnya pada tanaman belum menghasilkan. Pengendalian gulma dilakukan secara manual.

Hartono. Dari percobaan diperoleh bahwa gulma yang banyak tumbuh adalah pada kedalaman 15 cm yaitu jenis gulma Amaranthus sp. Sawit Seberang. H. W.DAFTAR PUSTAKA Anonim. H. PENGARUH KEDALAMAN TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA Junita Sinambela/070301054 Mahasiswi Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.H. Budidaya Kelapa Sawit. R. Rahutomo. D. 2004. J. Sedangkan faktor kedua adalah K. Percobaan tersebut menggunakan 2 faktor perlakuan yaitu faktor 1 adalah jenis gulma S1 Amaranthuss sp. S. Teknologi Budidaya dan Pengolahan Kelapa Sawit. Medan. 2005. Purba. Purba. (3 pages). Percobaan ini bertujuan untuk mencatat kemampuan sejumlah gulma untuk muncul dari kedalaman yang berbeda-beda.. S2 Asystasia intrusa.. Budiana dan Kusmahadi. Sianturi. Soehardjo. Y. Utomo. Dja’far.D. I.Y. Fadli.Jakarta.org. Ishak. Sugiyono. A. Harahap. 2001. K1 0 cm. A. Kelapa Sawit Edisi Revisi.E. dengan ketinggian tempat ± 25 m dpl. Fauzi. P. Penebar Swadaya. Sutanto. E. http://www. E. Haryati. .H. FP-USU. R. Winarna dan Y. Darmosarkoro. A. S. S. C. A. Medan. K3 5 cm. E. ABSTRAK Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Sumatera Utara Medan. K2 1 cm. Vademecum Kelapa Sawit. Purba. Lubis. Harahap. Purba. Sutarta. Darnoko.D. PTP N II Kebun Sawit Seberang. 2002.R. Suprianto. P.S. Medan.. I. Diakses tanggal 20 Maret 2010. Purba..Satyawibawa. Siantar. T. H.wikipedia.. L.S. Y. R. Siahaan.Y. K4 15 cm. Kelapa Sawit. PPKS. A. Koedadiri. Medan.. Prawirosukarto. Yenni. Elisabeth. Sejarah Singkat Kebun Sawit Seberang. Widyastuti. PTP N IV (Persero) Bah Jambi. pada tanggal 19 November 2009.

. bij-biji gulma yang masih viabel seperti Sorghum halepense: 48%. bentuk. Misalnya pada Convolvulaceae. pada leguminosa kotiledon biasanya tebal karena banyak mengandung cadangan makanan. Hal ini umum dijumpai pada gulma dari golongan teki. permukaan epikotil (bagian batang yang terletak di atas kotiledon). b) ukuran. Sesbania exaltata: 18% dan Ipomea lacunosa: 13% (Moenandir. dkk. tanda-tanda karakteristik yang dapat dipakai misalnya: a) ukuran.. kedalaman tanah. f) adanya daun penumpu atau okrea seperti pada gulma dewasa (Tjitrosoedirdjo. pH tanah. warna. BAHAN DAN METODE Percobaan ini menggunakan polibag sebagai media tanam. warna. warna. permukaan hipokotil (bagian batang yang terletak di bawah kotiledon). dkk. topsoil sebagai media tanam. Untuk mengidentifikasi semai. ukuran. 1984). HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil . tekstur dan pertulangan daun pertama kadang-kadang dapat tidak sama dengan daun pada gulma yang telah dewasa. benih Asystasia intrusa dan Amaranthus sp. aerasi. d) jumlah. bentuk. Anoda cristata: 30%. Faktor tanah yang turut menentukan distribusi gulma antara lain : kelembaban tanah. gulma PENDAHULUAN Biji-biji gulma mengalami dormansi sekunder mampu berkecambah setelah dibawa kepermukaan tanah. tekstur dan pertulangan kotiledon. ukuran. sebagai objek pengamatan. 1993). Bila dormansi diperpanjang waktunya akan mengalami imbibisi sehingga jaringan embrio menjadi rusak. label untuk menandai polibag. ujung kotiledon selalu terbelah. Diamati gulma apa saja yang tumbuh setiap hari sampai pengamatan terakhir dan dicatat datanya. e) biji yang tetap melekat pada semai. Bentuk kotiledon ini sangat bervariasi. Setelah pembenaman sekitar 5 tahun. Ipomea turbinata: 33%. Kondisi cadangan biji juga tergantung pada dormansi dan lama biji tersebut tahan terdapat dalam tanah (Sukman dan Yakup. Dalam percobaan ini polibag diisi ¾ topsoil dan benih tersebut diletakkan diatasnya sesuai dengan perlakuan dan diberi label untuk menandai perlakuan serta ulangannya. 1984). sehingga kadang-kadang disiri sebagai tanda kearah suku. Dalam biji terimbibisi ini daya perkecambahan biji masih tetap tinggi (Tjitrosoedirdjo. 1995).Kunci : perkecambahan. Kedalaman pembenaman tidak selalu berpengaruh pada lamanya hidup biji. warna. Umumnya gulma mempunyai kemampuan bersaing yang cukup baik pada semua mcam tipe tanah. Abutilin theophrasti: 30%. unsur-unsur makanan dalam tanah dan lain-lain. c) jumlah.

4 Pembahasan Dari hasil percobaan dapat dilihat pada data.6 5 5 10 14 16 25 13 3 16 40 Nama Gulma Perlakuan S2K0 S2K1 S2K2 S2K3 S2K4 123123123123123 Asystasia intrussa. dkk. Jakarta. atau karena faktor lingkungan.. J.3 . lebih dominan pada setiap kedalaman tanah dari pada Asystasia intrusa. PT. memilki ketahanan untuk bertahan hidup pada setiap kedalaman tanah. Raja Grafindo Persada. 2. Hal ini sesuai dengan literatur Sukman dan Yakup (1991) yang menyatakan bahwa kondisi cadangan biji juga tergantung pada dormansi dan lama biji tersebut tahan terdapat dalam tanah. 1993. Dan Asystasia intrussa Nama Gulma Perlakuan S1K0 S1K1 S1K2 S1K3 S1K4 123123123123123 Amaranthus sp.. Hal ini mungkin disebabkan karena beberapa faktor yaitu dari benih tersebut yang sudah ketuaan. Benih gulma yang paling banyak tumbuh adalah Amaranthus sp pada kedalaman 15 cm yaitu 40. . Dari hasil percobaan dapat dilihat pada data bahwa benih Amaranthus sp. Benih gulma Asystasia intrusa paling banyak tumbuh pada kedalaman 0 cm sebesar 20. Grafik Pertumbuhan Kecambah Gulma Amaranthus sp. ada gulma yang tidak dapat tumbuh pada suatu kedalaman. Hal ini sesuai dengan literatur dari Tjitrosoedirjdo.1 2 2 1 1 20 6 2 . (1984) yang menyatakan bahwa biji-biji gulma mengalami dormansi sekunder mampu berkecambah setelah dibawa kepermukaan tanah.2 . 5 8 7 1 2 3 . 10 5 10 6 3 4 . Ilmu Gulma Dalam sistem Pertanian Dalam Sistem Pertanian. DAFTAR PUSTAKA Moenandir. Dan Asystasia intrussa KESIMPULAN 1.Data Pertumbuhan Kecambah Gulma Amaranthus sp. Hal ini dikarenakan benih Amaranthus sp.

PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinocholoa crussgalli L. Gulma dan Teknik Pengendaliannya. PT. 1995. Utomo dan J. Y. Jakarta. Gramedia. Tjitrosoedirdjo. PT.) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L. S. I. H.Sukman. Raja Grafindo Persada. Pengelolaan Gulma di Perkebunan.. dan Yakup.. Wiroatmodjo. Jakarta..) PAPER OLEH : . 1984.

Medan Diperiksa Oleh: Asisten Korektor .) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L.JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 7 LABORATORIUM ILMU GULMA DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinocholoa crussgalli L.) PAPER OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 7 Paper Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Mengikuti Praktikal Test di Laboratorium Ilmu Gulma Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Prof. Medan.J.(Rotambatua Nababan) NIM.S.Dr. Ir. Medan.) Pada Pertanaman Padi (Oryza sativa L. 050301035 LABORATORIUM ILMU GULMA DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.)”. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Ilmu Gulma yaitu Prof. oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan paper ini.Dr.Damanik. MP serta para asisten Laboratorium Ilmu Gulma yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan paper ini.Toga Simanungkalit. Oktober 2009 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Tujuan Penulisan 3 Kegunaan Penulisan 3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Gulma 4 . Paper ini disusun sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di Laboratorium Ilmu Gulma Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Penulis menyadari paper ini banyak kekurangan. karena atas berkat dan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan paper ini tepat pada waktunya. Adapun judul dari paper ini adalah “Pengendalian Gulma Jajagoan (Echinochloa crussgalli L. Akhir kata penulis mengucapakan terima kasih dan semoga paper ini bermanfaat bagi kita semua.Edison Purba.

kentang 16. 2009). Kehadiran gulma dalam areal pertanaman sangat tidak dikehendaki karena akan menyaingi tanaman yang ditanam dalam memperoleh unsur hara. 2005). Gulma ialah tanaman yang tumbuhnya tidak diinginkan. Gulma dapat dikendalikan melalui berbagai aturan dan karantina. makanan ternak atau sebagai bahan obatobatan.) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L. peningkatan daya saing dan penggunaan mulsa. membabat. Persen kehilangan hasil panen akibat gulma di negara bagian Kolumbia (Amerika Serikat) terhadap kacang-kacangan sebesar 51.) Cara Pengendalian 8 Waktu Pengendalian 10 Jenis . jagung 45.Jenis Bahan Untuk Pengendalian 12 KESIMPULAN 14 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN PENDAHULUAN Latar Belakang Keberhasilan pengendalian gulma merupakan salah satu faktor penentu tercapainya tingkat hasil padi yang tinggi. suatu spesies tumbuhan tidak dapat diklasifikasikan sebagai gulma pada semua kondisi. secara mekanis dengan mencabut. dan mengolah tanah dengan alat mekanis bermesin dan nonmesin.1 %.4 % (Wudianto. dan matahari. secara biologi dengan menggunakan organisme hidup. secara kimiawi menggunakan herbisida. banyak juga tumbuhan diklasifikasikan sebagai gulma dimanapun gulma itu berada karena gulma tersebut umum tumbuh secara teratur pada lahan tanaman budidaya (Sebayang. Kanada.litbang.6 %. secara fisik dengan membakar dan menggenangi. dan Meksiko sebagai . air. dan padi 54.Habitat dan Penyebaran 6 PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinocholoa crussgalli L. melalui budi daya dengan pergiliran tanaman. Gulma di suatu tempat mungkin berguna sebagai bahan pangan. menginjak. menyiang dengan tangan. Ditemukan di seluruh Amerika Serikat.go. Salah satu dari sedikit rumput liar yang tidak memiliki ligula. Pengendalian gulma secara kimiawi berpotensi merusak lingkungan sehingga perlu dibatasi melalui pemaduan dengan cara pengendalian lainnya (http://balitsereal. Echinochloa crussgalli adalah gulma musim panas tahunan dengan batang tebal yang dapat mencapai 5 kaki tingginya.deptan. Gulma pada pertanaman padi umumnya dikendalikan dengan cara mekanis dan kimiawi. Akibat dari serangan gulma dapat menurunkan hasil panen yang cukup besar.6 %. Dengan demikian. Namun demikian.id. 1999).

Batang gulma ini biasanya tegak. 2000). atau tumbuhan penggenggu yang tidak dikehendaki. Sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan. terdiri dari 5 – 40 cm tandan. panjang 2 – 3. 2009a).5 mm. Siberia Barat. dan .com. berbentuk lonjong.ppws. Bentuk garis meruncing ke arah ujung. pembibitan.) pada pertanaman padi (Oryza sativa L. Bulirnya banyak. panjang 5 – 21 cm. maka herbisida bersifat fitotoksik (Djojosumarto.com. Daunnya rata/datar dengan panjang 10 – 20 cm.wordpress.ppws.5 mm.ru. Akar adalah seperti mahkota. dan rumput (http://www. 2009b).5 – 1 cm. lebar 0. Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengendalian gulma jajagoan (Echinochloa crussgali L. Siberia Timur di selatan. Habitat dan Penyebaran Distribusi tumbuhan ini meliputi Kaukasus. Kegunaan Percobaan Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di− Laboratorium Agronomi Ilmu Gulma Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.− TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Berdasarkan Nasution (1986) taksonomi gulma padi-padian adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisio : Spermatophyta Kelas : Angiospermae Ordo : Poales Famili : Poaceae Genus : Echinochloa Spesies : Echinochloa crussgalli L.wordpress. anak bulir panjang 2 – 3. tebal. dan mungkin berwarna merah ke merah marun di pangkalan (http://www. Medan. 2009a). berambut. warna hijau sampai ungu tua (http://cetlanget.vt. Herbisida adalah pestisida yang digunakaan untuk mengendalikan gulma.vt. 2009a). 2009c). yang mula-mula tumbuh tegak kemudian merunduk. Bunga memiliki seedhead malai terminal berkisar 4-16 inci panjangnya. Biji yang tua berwarna kecoklat-coklatan sampai kehitam-hitaman (http://cetlanget.agroatlas.gulma dari banyak agronomi tanaman. Malai mungkin hijau ke warna ungu dan bulir terdiri dari individu yang dapat mengembangkan 2-10 mm terminal lama (http://www. lanskap.ppws. menembus ke dalam tanah turun sampai 50 cm (http://www. Biasanya terbentuk piramid sempit.85 mm. Kepala sarinya mempunyai diameter 0.).edu.. tanpa bulu (glabrous).6 – 0. tebal. berkembang dengan baik.edu. crusgalli disebut caryopsis.edu. 2009b). Karena herbisida aktif terhadap tumbuhan.vt. Buah E. sering bercabang di bagian bawah node.

Ekologi tumbuhan ini mulai dari boreal lembab atau basah hingga tropis sangat kering atau daerah hutan hujan tropis. daerah rembesan. sangat lembut tanah aluvial. oleh karena menggunakan prinsip-prinsip ekologi yaitu mengelola lingkungan sedemikian rupa sehingga mendukung dan menguntungkan pertanaman tetapi merugikan bagi gulmanya. daerah dibudidayakan. Mediterania. tidak dikompresi. Echinochloa crussgalli dilaporkan mentoleransi presipitasi tahunan 3. daerah rendah di croplands subur dan basah limbah. Kelompok tanaman bertemu di padang rumput kering dan ruderal daerah.agroatlas. Di dalam pengendalian gulma dengan sistem budidaya ini terdapat beberapa cara yaitu: a) Pergiliran tanaman bertujuan untuk mengatur dan menekan populasi gulma dalam ambang yang tidak membahayakan.9). Contoh: padi-tebu- . basah. sering berumput.hort. Jepang. Himalaya. Luas digarap gulma pada tanaman di zona stepa. selatan Skandinavia. suhu tahunan 5. hygrophilous. Eropa Tengah dan Atlantik. E. selokan dan dataran banjir.ru. Dalam zona taiga kehilangan makna sebagai tanaman gulma eurysynusic. pertemuan jarang. Asia Minor.Timur Jauh. (http://www.0 dm (berarti dari 59 kasus = 9. Amerika Selatan. Pengendalian gulma dengan sistem budidaya disebut juga cara pengendalian secara ekologis. Daur kelembaban bertahan buruk. baik yang beriklim sedang dan tropis. sering terganggu tanah liat.purdue.edu. di rawa-rawa. Mencapai perbatasan utara pertanian. akan tetapi umumnya lebih tinggi dan berbunga lebih dulu dari pada padi (http://cetlanget. Kelimpahan dan terjadinya penurunan dari selatan ke utara. 2009).) Cara Pengendalian Metode pengendalian gulma dapat dikelompokkan ke dalam kelompok kultur teknis.com. sering tumbuh di air. crusgalli terdapat di tempat-tempat basah. dan pH 4. agak kaya. Masing-masing pengendalian gulma memiliki keunggulan dan kerugian. dan di lumpur dan air danau. padang rumput basah dan basah. tapi lebih baik disesuaikan dengan daerah di mana suhu tahunan rata-rata 14-16 ° C. Di sawah tumbuh bersama padi. Berhasil di daerah dingin. Mongolia.2 (berarti dari 53 kasus = 6. Disesuaikan dengan hampir semua jenis tempat-tempat yang basah. PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinochloa crussgali) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L. dan bidang kosong.7).8-8.8 ° C (rata-rata dari 59 kasus = 14. Asia Tengah. Ekologinya yaitu thermophil. manual. 2009b). Ini adalah berlebihan dalam zona Chernozem. Cina. Tumbuh di berbagai situs basah seperti selokan. Amerika Utara.wordpress. Tumbuh baik terutama di lembab (irigasi dan banjir) ladang. dan sering gulma yang umum di sawah. Di wilayah baratdaya AS. Kaukasus dan Timur Jauh. 2009c).4). Terdistribusi dan tersebar luas di semua wilayah hangat di dunia. Australia. dan pengendalian gulma secara tunggal jarang mencukupi bila menginginkan agar pengendalian gulma tersebut efektif dan ekonomis (Sebayang 2005). itu terjadi dalam lembab. mekanis. kadang-kadang terdapat juga di tempat setengah basah. pinggir jalan. Tidak dibatasi oleh pH tanah (http://www. kimia dan biologi.7-27.1-25. Afrika. lebih suka ringan oleh struktur mekanik.

Sedangkan jamur atau fungi yang berpotensi dapat mengendalikan gulma secara biologis ialah Uredo eichhorniae untuk eceng gondok. sehingga gulma hidupnya tidak senyaman sebelumnya. Tanaman tertentu biasanya mempunyai jenis gulma tertentu pula. Di Australia dengan menggunakan Cactoblastis cactorum. Sehubungan dengan sifatnya ini maka pengendalian gulma secara kimiawi ini harus merupakan pilihan terakhir apabila caracara pengendalian gulma lainnya tidak berhasil. Pemupukan yang tepat merupakan cara untuk mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga mempertinggi daya saing pertanaman terhadap gulma. dengan menggunakan Cyrtobagous singularis. terutama untuk areal yang luas. tomat. dan Cerospora sp. Demikian juga eceng gondok (Eichhornia crassipes) dapat dikendalikan secara biologis dengan kumbang penggerek Neochetina bruchi dan Neochetina eichhorniae. Myrothesium roridum untuk kiambang . Penanaman rapat agar tajuk tanaman segera menutupi ruang-ruang kosong merupakan cara yang efektif untuk menekan gulma. sambil membantu pertanaman pokoknya dengan pupuk nitrogen yang kadang-kadang dapat dihasilkan sendiri. pratumbuh atau pasca tumbuh. ikan dan sebagainya. b) Budidaya pertanaman dilakukan dengan penggunaan varietas tanaman yang cocok untuk suatu daerah merupakan tindakan yang sangat membantu mengatasi masalah gulma. Demikian pula dengan wewehan (Monochoria vaginalis) di sawah-sawah. Pengendalian biologis yang intensif dengan insekta atau fungi biasanya hanya ditujukan terhadap suatu species gulma asing yang telah menyebar secara luas dan ini harus melalui proses penelitian yang lama serta membutuhkan ketelitian. Pengendalian gulma secara kimiawi adalah pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida. Baru kemudian tanaman ditanam pada tanah yang sebagian besar gulmanya telah mati terberantas. Juga harus yakin apabila species gulma yang akan dikendalikan itu habis. dan penggunaannya bisa pada saat pratanam. Pengendalian gulma secara biologis (hayati) ialah pengendalian gulma dengan menggunakan organisme lain. kondisi mikroklimat akan dapat berubah-ubah. . ikan yang memakan gulma air dan sebagainya. dan pengendalian Salvinia sp. Untuk berhasilnya cara ini memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang cukup dan untuk itu akan diuraikan tersendiri lebih lanjut. kalkun pada perkebunan kapas. dengan membiarkan gulma tumbuh lebih dulu lalu diberantas dengan pengolahan tanah atau herbisida.kedelai. mempunyai efek residu terhadap alam sekitar dan sebagainya. Sebagai contoh pengendalian biologis dengan insekta yang berhasil ialah pengendalian kaktus Opuntia spp. Yang dimaksud dengan herbisida adalah senyawa kimia yang dapat digunakan untuk mematikan atau menekan pertumbuhan gulma. untuk kayu apu. Sebagai contoh gulma teki (Cyperus rotundus) sering berada dengan baik dan mengganggu pertanaman tanah kering yang berumur setahun (misalnya pada tanaman cabe. Dengan pergiliran tanaman. Waktu tanaman lambat. c) Penaungan dengan tumbuhan penutup (cover crops) yang berguna untuk mencegah perkecambahan dan pertumbuhan gulma. Macam herbisida yang dipilih bisa kontak maupun sistemik. seperti insekta. karena biasanya jenis gulma itu dapat hidup dengan leluasa pada kondisi yang cocok untuk pertumbuhannya. padi-tembakau-padi. Keuntungan pengendalian gulma secara kimiawi adalah cepat dan efektif. dan sebagainya). Beberapa segi negatifnya ialah bahaya keracunan tanaman. ternak. baik secara selektif maupun non selektif. fungi. Di samping pengendalian biologis yang tidak begitu spesifik terhadap spesies-spesies tertentu seperti penggunaan ternak dalam pengembalaan. insekta atau fungi tersebut tidak menyerang tanaman atau tumbuhan lain yang mempunyai arti ekonomis.

glyphosat dan dalapon pada karet) (Moenandir. praktek budidaya. bersifat sistemik artinya dapat bergerak dari daun dan bersama proses metabolisme ikut kedalam jaringan tanaman sasaran (http://stppgowa. Pada umumnya herbisida digunakan pada saat pre planting (pra tanam). Waktu aplikasi herbisida bergantung pada struktur herbisida. cuaca. kondisi dan tujuan masing-masing. jarak tanam dengan penyiangan. Misalnya. EPTC) c) pra tumbuh. gulma sasaran.Yang dimaksud dengan pengendalian gulma secara terpadu yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan beberapa cara secara bersamaan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya.4 D) merupakan jenis herbisida yang selektif untuk pertanaman padi. tetapi tidak satupun cara-cara tersebut dapat mengendalikan gulma secara tuntas. herbisida diaplikasikan sebelum tanah diolah dan sebelum ada tanaman (paraquat) b) pra tanam.id. Herbisida pra-tumbuh adakalanya harus diaplikasikan sesudah tanaman pokoknya ditanam. (http://fp. 1990). demikian pula gulmanya (MCPA atau propanil pada padi. di samping cara-cara pengelolaan pertanaman yang lain. Untuk dapat mengendalikan suatu species gulma yang menimbulkan masalah ternyata dibutuhkan lebih dari satu cara pengendalian. Herbisida berbahan aktif 2. biologis dan kimiawi serta preventif. Pemberantasan gulma pada padi sawah dapat dilakukan secara mekanik dengan penyiangan manual. Dalam hal ini pengendalian yang akan dibahas lebih lanjut yaitu pengendalian secara kimiawi/kemis yaitu dengan aplikasi herbisida. Klasifikasi berdasarkan waktu aplikasi yaitu: a) pra kultivasi. 2009). tetapi umumnya diarahkan agar mendapatkan interaksi yang positif. herbisida pra-tanam atau herbisida yang early post emergence harus diaplikasikan pada benih padi yang dipindah-tanamkan.id. herbisida diaplikasikan sebelum tanam. Dengan demikian herbisida harus diaplikasikan selama fase pertumbuhan awal tanaman. sesudah tanah diolah (triazin. 2009). Herbisida dapat diaplikasikan pada beberapa periode sebelum atau selama periode pertumbuhan tanaman. pemupukan dengan herbisida dan sebagainya. fisik. herbisida diaplikasikan sebelum tanaman tumbuh (muncul) (nitralin) d) pasca tumbuh. pre emergence (pra tumbuh) dan post emergente (pasca tumbuh) (Sebayang. Tanggap atau respon beberapa jenis gulmaterhadap herbisida amat tergantung pada jenis herbisida yang digunakan itulah yang digolongkan kedalam herbisida selektif atau non selektif. Gulma harus dibuang dari tanaman padi sesegera mungkin. misalnya paduan antara pengolahan tanah dengan pemakaian herbisida. Waktu Pengendalian Pada dasarnya pengendalian gulma telah dilakukan sejak pra kultivasi yaitu sebelum tanah diolah dan sebelum ada tanaman hingga pasca tumbuh tanaman (post emergence).uns.ac.4 dimetilamina (2. 2005).ac. Cara-cara yang dikombinasikan dalam cara pengendalian secara terpadu ini tergantung pada situasi. Untuk pengendalian secara kimiawi sebaiknya menggunakan senyawa kimia yang selektif untuk menghambat atau mematikan gulma tetapi tidak mengganggu pertumbuhan tanaman padi. herbisida diaplikasikan setelah tanaman tumbuh dan muncul. tetapi kurang efetif karena memerlukan waktu dan tenaga yang banyak. Untuk . pada padi sawah. Walaupun telah dikenal beberapa cara pengendalian gulma antara lain secara budidaya.

tiokarbamat. nitroanilin. karbamat. urasil. Jenis .4-D. 7)Tiokarbamat (molonate. manual. Ada pula yang menggunakan mikroherbisida yaitu golongan herbisida yang mengendalikan gulma dengan menggunakan penyakit uang ditimbulkan oleh bakteri. mekanis. 1)Anilid (butaklor.keperluan ini. Sedangkan untuk herbisida organik contohnya yaitu: minyak petrol. MCPA). 2000). piridin (contohnya parakuat). arsenik. Misalnya Phytophtora palmivora yang digunakan untuk mengendalikan Morrenia odorata. Chlomethoxynil. fluorodiven. Hebisida yang dianggap ideal jika efek racunnya aman. 3. 5)Organofosfat (glifosat). Gulma dapat menurunkan hasil panen padi yang cukup besar yaitu sekitar 54. difenil eter. 1992). . Selain itu. (3) natrium khlorat (NaClO3). senyawa alifatik. Kesalahan menentukan saat aplikasi dapat mengakibatkan keracunan pada tanaman pokok atau herbisida tidak bekerja efektif. efektif terhadap gulma. Chinmethylin. sineol. dan oksifluorfen). dan herbisida lainnya (seperti metil bromida. piridazin. selektif ke padi. herbisida dapat diklasifikasikan sebagai berikut. efisien dari segi biaya. dan virus. heterosiklik nitrogen (tanpa kelas). gulma noksius pada tanaman jeruk. triazin. biologi dan pengendalian gulma terpadu yang merupakan gabungan dari beberapa metode tersebut. (Djojosumarto. Berikut merupakan contoh herbisida anorganik yaitu: (1) amonium sulfamat (NH4SO3NH2). oksifluorfen). 10)Asam polisiklik alkanoik (fenoxaprop). 8)Triazin (simetrin. fenol. Metode pengendalian gulma dapat dikelompokkan ke dalam kelompok kultur teknis. 4)Difenil eter (difenox. 2005). Berdasarkan kelompok kimianya. Echinochloa crussgalli merupakan salah satu gulma penting pertanaman padi.Jenis Bahan Untuk Pengendalian Senyawa bahan anorganik yang berasal dari garam dan arang merupakan bahan kimia yang pertama kali digunakan untuk mengendalikan gulma. urea. Sebagian besar herbisida adalah senyawa organik. KESIMPULAN 1. harus digunakan herbisida yang benar-benar selektif untuk padi dan harus dilakuikan secara hati-hati sesuai dengan rekomendasinya. asam fenoksi-alifatik. glifosat. 2. dll (Sebayang. (2) borat. pendimetalin). dimetametrin). tiobenkarb). 6)Asam fenoksi (2. ada juga Colletotrichum gloeosporioides yang diperdagangkan dengan merek dagang tertentu dan digunakan pada tanaman padi dan kedelai di Amerika (Sastroutomo. kimia. 2)Bipiridilium (parakuat). dan tidak meninggalkan pengaruh yang lama di lingkungan. pretilaklor dan propanil). 3)Dinitro-anilin (butralin. senyawa nitril. jamur. 9)Sulfonil urea (bensulfuron).4 %. dan herbisida non kelompok lainnya seperti Bentazon.

fluorodiven.purdue. pendimetalin). 2000.. 2009. 7)Tiokarbamat (molonate.wordpress.uns. http://balitsereal. . http://www. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009.b&c. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. 2009. DAFTAR PUSTAKA Djojosumarto. Fisiologi Herbisida.edu/scott/weed_id/echcg. U.go. Gulma dan Pengendaliannya di Perkebunan Kaaret Sumatera Utara dan Aceh.litbang.agroatlas. 5.edu/newcrop/duke_energy/Echinochloa_crusgalli. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009.pdf. dll. herbisida dapat diklasifikasikan sebagai berikut. oksifluorfen).hort.htm.pdf. Kanisius.. dimetametrin). Pada dasarnya pengendalian gulma telah dilakukan sejak pra kultivasi yaitu sebelum tanah diolah dan sebelum ada tanaman hingga pasca tumbuh tanaman (post emergence) dan mencakup aspek kultur teknis yaitu penyiangan tanaman. 3)Dinitro-anilin (butralin. Chlomethoxynil. J.html&ei=W OPiSoTHJcuJkQXPri6AQ&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=11&ved=0CCsQ7 gEwCg&prev=/search%3Fq%3DEchinochloa%2Bcrusgalli%26hl%3Did%26sa%3DG. 2)Bipiridilium (parakuat).vt. 2009a. P.b&c. 2009a. 10)Asam polisiklik alkanoik (fenoxaprop).ru/en/content/weeds/Echinochloa_crusgalli/&ei=WOPiSoTHJcuJ kQXPri6AQ&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=15&ved=0CDcQ7gEwDg&prev =/search%3Fq%3DEchinochloa%2Bcrusgalli%26hl%3Did%26sa%3DG. 9)Sulfonil urea (bensulfuron). dan herbisida non kelompok lainnya seperti Bentazon.ppws.4-D. 5)Organofosfat (glifosat). CV Rajawali Pers. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. 1990. Teknik Aplikasi Pestisida Pertanian. Yogyakarta. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009.htm&ei=H-biSvzlNczkAXTg4i2AQ&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=5&ved=0CBcQ7gEwBDgK&p rev=/search%3Fq%3DEchinochloa%2Bcrusgalli%26hl%3Did%26sa%3DN%26start %3D10. http://stppgowa. 1)Anilid (butaklor. 1986. PT Gramedia. Chinmethylin. tiobenkarb).id/download/Vol_3_No_1. Berdasarkan kelompok kimianya.id/bpadi/satulima.deptan. http://www. MCPA).com/2009/07/12/identifikasi-gulma-gulma-dominan-padapertanaman-padi-sawah-dan-usaha-pengendaliannya-di-kecamatan-samatigakabupaten-aceh-barat/./MuhammadKadir.ac. Jakarta. 8)Triazin (simetrin. http://cetlanget. Jakarta. http://www. Moenandir. 4)Difenil eter (difenox.ac. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. 2009. 2009a&b.id/~hamasains/dasarperlintan-4. Nasution. http://fp. pretilaklor dan propanil).4. 6)Asam fenoksi (2. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009.

S. 1992. Wudianto.) D X P DI PRE NURSERY LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 .) terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. PT Gramedia Pustaka Utama. H. Jakarta. 1999. Brawijaya University Press.) D X P DI PRE NURSERY LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 PENGARUH MEDIA TANAM DAN KOMPOS AZOLLA (Azolla sp. Sebayang. 07 Oktober 2009 pengaruh media tanam dan kompos azolla (Azolla sp. Petunjuk Penggunaan Pestisida. Diposkan oleh junT blogs di 01:10 1 komentar Link ke posting ini Label: gulma. Malang. jajagoan. Jakarta.S.) TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) D X P di pre nursery PENGARUH MEDIA TANAM DAN KOMPOS AZOLLA (Azolla sp. Pestisida Dasar-Dasar dan Dampak Penggunaannya. pengendalian Reaksi: Rabu. 2005. R. Penebar Swadaya.) TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq. Gulma dan Pengendaliannya pada Tanaman Padi.T.Sastroutomo.

Laporan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Mengikuti Praktikal Test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Sumatera Utara, Medan Disetujui Oleh Dosen Penanggungjawab

(Ir. Balonggu Siagian, MS) NIP. 130 806 538 Diketahui Oleh: Asisten Koordinator

(Eko Andi Pasaribu) NIM. 040301001 Diperiksa Oleh: Asisten Korektor

(Hayati Silalahi) NIM. 040301037 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 ABSTRACT The objective of this experiment was to know effect of media and azolla dung in growing of palma’s bud. The experiment was conducted in Agronomi Tanaman Perkebunan I Laboratory Land, Agriculture Faculty, North Sumatera University with altitude ± 25 m above sea level, from March to May 2009. The experiment used Randomized Complete Block Design (RAK) with 2 factors and 4 replications. The first factor was media, top soil, sand, sub soil, and fertilizer. The second one was azolla, 7 gr, 14 gr, and 21 gr. The experiment result showed that media gave significant effect of height and leaves of bud. Azolla gave significant effect of height and leaves of bud, and diameter of stem. Interaction between media and azolla gave significant effect of height and leaves of bud. Keywords : media, azolla, bud

ABSTRAK Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh media tanam dan kompos azolla terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit. Percobaan ini dilaksanakan di lahan percobaan Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan I Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan, pada ketinggian ± 25 m dpl dari bulan Maret sampai Mei 2009 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan dan empat ulangan. Faktor I adalah media tanam top soil dan pasir, sub soil dan pupuk kandang. Faktor II adalah kompos azolla 7 gr, 14 gr, 21 gr. Hasil percobaan menunjukkan bahwa media berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas, jumlahdaun. Azolla berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas, jumlah daun, diameter batang. Sedangkan interaksi antara media dan azolla berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas, jumlah daun. Kata kunci : media, azolla, kecambah

RIWAYAT HIDUP Junita Sinambela lahir pada tanggal 2 April 1989 di Medan. Anak pertama dari empat bersaudara. Anak dari Bapak P. Sinambela dan Ibu N. Manurung. Adapun pendidikan yang pernah ditempuh penulis adalah sebagai berikut: SD Negeri 050721 di Gohor Lama Tamat tahun 2001 SMP Negeri 1 di Hinai Tamat tahun 2004 SMA Negeri 1 di Stabat Tamat tahun 2007 Penulis terdaftar sebagai mahasiswi di Departemen Budidaya Pertanian Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan melalui jalur SPMB

pada pilihan pertama pada tahun 2007 sampai sekarang.

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Esa karena atas berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya. Adapun judul dari laporan ini adalah “Pengaruh Media Tanam dan Kompos Azolla (Azolla sp.) Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)” yang merupakan salah satu syarat unutk dapat mengikuti praktikal test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ir. Balonggu Siagian, MS dan Ir. Charloq Nababan, MP selaku dosen mata kuliah Agronomi Tanaman Perkebunan serta kepada abang dan kakak asisten yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Medan, Mei 2009

Penulis DAFTAR ISI ABSTRACT i ABSTRAK ii RIWAYAT HIDUP iii KATA PENGANTAR iv DAFTAR ISI v DAFTAR TABEL vii DAFTAR GAMBAR viii PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Tujuan Percobaan 2 Hipotesis Percobaan 2 Kegunaan Percobaan 3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman 4 Syarat Tumbuh 5 Iklim 5 Tanah 6 Pembibitan Kelapa Sawit 7 Media Tanam 10 Kompos Azolla 10 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan 13 Bahan dan Alat 13 Metode Percobaan 13 PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan Media Tanam 16 Aplikasi Kompos Azolla 16 Penanaman 16 Pemeliharaan Tanaman 16 Penyiraman 16 Penyiangan 17 Pengamatan Parameter 17 Tinggi Tanaman (cm) 17 Jumlah Daun (helai) 17 Diameter Batang (mm) 17 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil 19 Pembahasan 25 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 28 Saran 28 DAFTAR PUSTAKA .

Judul Hal 1. Rataan jumlah daun kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 22 3.LAMPIRAN DAFTAR TABEL No. Rataan diameter tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 24 . Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 20 2.

Data jumlah daun kelapa sawit 3 MST (helai) 35 18. Judul Hal 1. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 3 MST 31 7. Data tinggi tunas kelapa sawit 1 MST (cm) 30 2. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 4 MST 32 9. Data tinggi tunas kelapa sawit 2 MST (cm) 30 4. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 5 MST 33 11. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 6 MST 33 13. Histogram tinggi tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 21 2. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 3 MST 35 19. Data tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) 34 16. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 1 MST 30 3. Judul Hal 1. Data tinggi tunas kelapa sawit 4 MST (cm) 32 8. Data jumlah daun kelapa sawit 4 MST (helai) 36 . Data tinggi tunas kelapa sawit 7 MST (cm) 34 14. Data tinggi tunas kelapa sawit 3 MST (cm) 31 6. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 8 MST 35 17. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 7 MST 34 15. Data tinggi tunas kelapa sawit 6 MST (cm) 33 12.DAFTAR GAMBAR No. Histogram diameter tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 25 DAFTAR LAMPIRAN No. Histogram jumlah daun kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 23 3. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 2 MST 31 5. Data tinggi tunas kelapa sawit 5 MST (cm) 32 10.

Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 6 MST 41 35. Data diameter batang kelapa sawit 5 MST (mm) 40 32. Data jumlah daun kelapa sawit 6 MST (helai) 37 24. Nigeria merupakan produsen terbesar minyak sawit dunia. Data diameter batang kelapa sawit 4 MST (mm) 39 30. Untuk lebih jelasnya Negara produsen utama minyak sawit dunia adalah Malaysia. Malaysia merebut kedudukan Indonesia tersebut pada tahun 1966. dkk. Malaysia menduduki rangking pertama sebagai produsen minyak sawit dunia. 1996). juga sebagai sumber perolehan devisa negara. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 8 MST 42 PENDAHULUAN Latar Belakang Kelapa sawit ( Elaeis guineensis ) berasal dari Afrika dan masuk ke Indonesia pada tahun 1848 yang ditanam di Kebun Raya Bogor (Soehardjo. Data diameter batang kelapa sawit 8 MST (mm) 42 38. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 7 MST 41 37. 1997). 2007). dkk. Data jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) 38 28. Papua Nugini (Tim Penulis PS. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 4 MST 36 21. setingkat di atas Indonesia. satu tingkat di bawah Nigeria.Selain mampu menciptakan kesempatan kerja yang mengarah kepada kesejahteraan masyarakat. Nigeria.. Indonesia merupakan salah satu produsen utama minyak sawit (Fauzi. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 8 MST 39 29. Kini. Data jumlah daun kelapa sawit 5 MST (helai) 36 22. Bagi Indonesia. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 6 MST 37 25. Perkebunan kelapa sawit komersial pertama di Indonesia mulai diusahakan pada tahun 1911 di Aceh dan Sumatera Utara oleh Adrien Hallet. Data diameter batang kelapa sawit 6 MST (mm) 40 34. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 4 MST 39 31. Colombia. seorang berkebangsaan Belgia. tanaman memiliki arti penting bagi pembangunan perkebunan nasional. . Dari tahun 1940-an sampai 1970-an. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 7 MST 38 27. Data diameter batang kelapa sawit 7 MST (mm) 41 36. Pantai Gading. Data jumlah daun kelapa sawit 7 MST (helai) 38 26. Indonesia.. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 5 MST 40 33. Thailand.20. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 5 MST 37 23.

272 hektar pada tahun 1916 menjadi 92. Hipotesis Percobaan Ada pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan kecambah−kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. Menurut Derom Bangun. Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh media tanam dan kompos Azolla (Azolla sp. CPO atau PKO banyak digunakan sebagai bahan industri pangan (minyak goreng atau margarin). pakan ikan. ketersediaan unsur hara dan ketersediaan asam humat. Dalam keadaan dapat dihasilkan 30-45 kg/ha berarti sama dengan 100 kg urea. Secara biologi.org. Perkebunan kelapa sawit pun bias menghadirkan prestasi-prestasi yang membanggakan dan layak untuk ditiru.).Luas kebun kelapa sawit terus bertambah. ketua GAPKI (Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia). pakan ternak/hijauan.) terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. Sebanyak 85 % lebih pasar dunia kelapa sawit dikuasai oleh Indonesia dan Malaysia. 2004). 2008). industri tekstil. Asam humat akan membantu meningkatkan proses pelapukan bahan mineral.− Ada pengaruh interaksi media tanam dan kompos Azolla (Azolla sp. Ditemukan juga bahwa azolla tumbuh kembang lebih baik dari pada musim penghujan dari pada musim kemarau. 2003). pada tahun 2008 diperkirakan Indonesia bias menjadi produsen kelapa sawit terbesar di dunia. kontrol terhadap perkembangan nyamuk ( http://wikipedia.307 hektar pada tahun 1938 (Hadi.). Kegunaan Percobaan Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di− Laboratorium . Kesemuanya itu bergantung kepada manajemen dan pemimpinnya (Pahan. kompos yang tidak lain adalah bahan organik merupakan sumber bagai mikroorganisme tanah (Simamora dan Salundik. Minyak nabati yang dihasilkan dari pengolahan buah kelapa sawit berupa minyak sawit mentah ( CPO atau crude palm oil) yang berwarna kuning dan minyak inti sawit (PKO atau palm kernel oil) yang tidak berwarna (jernih). Kegunaan azolla adalah sumber N dapat mengganti pupuk urea samapai 100 kg. dan bahan baker alternatif (minyak diesel) (Sastrosayono. kosmetik. Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar kedua di dunia setelah Malaysia. kompos dapat meningkatkan kapasitas tukar kation. terutama ayam dan itik. dari 1. industri baja (bahan pelumas).). 2006). 2006).)−terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. Secara kimia.) terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. Tanaman hias. Ada pengaruh kompos Azolla (Azolla sp.) (D x P) di pre nursery. industri sabun (bahan penghasil busa). menekan pertumbuhan gulma.

sedangkan akar sekunder. Jumlah anak daun dalam satu pelepah berkisar antara 120 – 160 pasang (Setyamidjaja. Namun demikian. 2004). di perkebunan umumnya 45 – 60 cm . Tanaman kelapa sawit berakar serabut yang terdiri atas akar primer. . Pada tanaman kelapa sawit letak bunga jantan dan bunga betina terpisah. 1991). terkadang dalam satu tandan terdapat bunga jantan sekaligus bunga betina. dan sebuah embrio (Pahan. mesokarp (yang secara salah kaprah biasanya disebut perikarp) dan endocarp (cangkang) yang membungkus 1. masingmasing tersusun pada tandan yang berbeda tetapi masih dalam satu pohon. berangsur-angsur lepas pada umur 11 tahun. (1996) taksonomi tanaman kelapa sawit adalah : Divisi : Tracheopita Subdivisi : Pteropsida Kelas : Angiospermae Subkelas : Monocotyledoneae Ordo : Cocoideae Family : Palmae Genus : Elaeis Spesies : Elaeis guineensiss Jacq. Akar-akar kelapa sawit banyak berkembang di lapisan tanah atas sampai kedalaman ± 1 meter dan semakin ke bawah semakin sedikit (Risza. Secara botani buah kelapa sawit digolongkan sebagai buah drupe. Helai anak daun yang terletak di tengah pelepah daun adalah yang terpanjang dan panjangnya dapat mencapai 1. sekunder. 2006).Agronomi Tanaman Perkebunan Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. dan kuartier. Sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan.− TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Menurut Soehardjo dkk.20 m. tertier. bahkan pangkal batang bisa lebih besar lagi pada tanaman tua.4 inti/kernel (umumnya hanya satu). tertier dan kuartier arah tumbuhnya mendatar dan ke bawah. Bunga ini disebut bunga hermaprodit (Hadi. terdiri dari perikarp yang terbungkus oleh eksokarp (kulit). 2006). bahkan ada yang sampai 17 tahun pada tanaman setengah liar (Sianturi. tergantung pada umur tanaman. Akar-akar primer umumnya tumbuh ke bawah. Panjang pelepah daun dapat mencapai 9 m. Biasanya pangkal-pangkal daun melekat beberapa tahun pada batang. tanaman kelapa sawit disebut tanaman berumah satu atau monoceous. Daun kelapa sawit bersirip genapdan bertulang sejajar. Pada pangkal pelepah daun terdapat duri-duri atau bulu-bulu halus sampai kasar. 1994). Akar kuartier berfungsi menyerap unsur hara dan air dari dalam tanah. Inti memiliki testa (kulit). Besarnya batang berdiameter 25 – 75 cm. endoperm yang padat. Medan. Oleh karena itu.

Beberapa faktor yang mempengaruhi suhu° – 30°berkisar antara 29 adalah lama penyinaran dan ketinggian tempat. organosol dan aluviall Soehardjo. Tanaman kelapa sawit termasuk tanaman heliofil atau menyukai cahaya matahari. regosol.. untuk tumbuh dengan baik tanaman kelapa sawit memerlukan suhu yang optimum. Tanaman yang ternaungi karena jarak tanam yang sempit. dkk. suhu. 1996 ).0 – 6. 6) Drainase baik . Penyinaran matahari sangat berpengaruh terhadapat perkembangan buah kelapa sawit. 7) kesuburan kimiawi cukup (diketahui dari hasil analisa tanah) (Hadi. Tanah Kelapa sawit tumbuh pada beberapa jenis tanah seperti podsilik. tandan buah diperam ( Fermentasi I ) selama 3 hari supaya semua buahnya rontok. Inilah yang membuat tanaman sawit tumbuh lambat pada daerah beriklim moonson dan produksinya kecil. Karena itu perlu persiapan yang lama untuk mengecambahkannya. dan angin (Fauzi. Yang penting untuk pertumbuhan tanaman kelapa sawit adalh distribusi hujan yang merata. Pembibitan Kelapa Sawit Benih tanaman kelapa sawit memiliki sawit yang tebal. Suhu akan berpengaruh terhadap pembungaan dan kematangan buah (Tim Penulis PS. Setelah buah masak dipanen. 1991). Suhu optimum itu C. Makin lama penyinaran atau makin rendah suatu tempat.Syarat Tumbuh Iklim Faktor iklim sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tandan kelapa sawit. 2004). 2003). diperam lagi selama 3 hari ( Fermentasi II ) (Sastrosayono. hidromorfik kelabu. 2003). dkk.°berikut : 1) Keasaman tanah (pH) 5. hidromorfik. andosol. latosol. Kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik pada daerah tropika basah di sekitar lintang utara – selatan 12 derajat pada ketinggian 0 – 500 m dpl. Setelah itu. Beberapa unsur iklim yang penting dan saling mempengaruhi adalah curah hujan. pertunbuhannya akan terhambat karena hasil asimilasinya kurang (Sastrosayono. Selain sinar matahari dan curah hujan yang cukup. .. maka akan terjadi kenaikan suhu. Kelembaban relatif paling sedikit 75% (Sianturi. 4) ketinggian lahan 0 – 400 m dpl . 1997).5 . sinar matahari. Kemarau panjang dapat mengakibatkan pengeringan tanah di daerah perakaran yang relatif dangkal sehingga kelembaban tanah bias berada di bawah titik layu permanen. 2007). Tanah perkebunan kelapa sawit hendaknya memenuhi kriteria sebagai . 5) Kedalaman air tanah 80 -150 cm dari permukaan . 2) kemiringan lahan 0 -15 3) Solum 80 cm . kelembapan uadar.

Prenursery diawali dengan menanam kecambah kelapa sawit ke dalam tanah pada kantong plastik atau (polybag) kecil hingga berumur tiga bulan. Untuk mendapatkan tanaman yang bersifat unggul. Pada umumnya pengembangbiakan tanaman kelapa sawit dilakikan secara generatif. Mainnursery diawali dengan menanam biji yang sudah berumur tiga bulan (pindahan dari prenursery) kedalam polybag yang lebih besar hingga bibit siap ditanam di areal perkebunan. antara lain bahan bibit yang diperoleh sangat terbatas dan sangat bervariasi (Tim Penulis PS. masalah pertama yang dihadapi oleh pengusaha dan petani yang bersangkutan adalah tentang pengadaan bibit. 1991). Seleksi bibit ini sedemikian ketat karena bibitnya standar akan menentukan masa depan hasil panen dan kualitas tanaman (Rizsa. Jauh dari sumber hama dan penyakit tanaman (Soehardjo. yaitu didasarkan pada kriteria produksi minyak perhektar. Jadi waktu yang dibutuhkan pada pembibitan mulai penanaman kecambah hingga bibit siap ditanam di areal perkebunan kurang lebih adalah 12 bulan (3 bulan di prenursery dan 9 bulan di main nursery) (Hadi. Seleksi bibit penting dilakukan karena akan menentukan hasil panen dan kualitas kelapa sawit. Untuk memperoleh bibit yang benar. 2004). Alasan lain diperlukannya pembibitan yaitu (1) keadaan kecambah kelapa sawit yang mudah diserang insekta. yaitu dengan bijinya. Pemeliharaan dan kondisi bibit dipembibitan sangat menentukan keadaan tanaman dilapangan baik keragaman maupun produktivitasnya. 3. agar bibit yang ditanam tersebut memenuhi syarat pertama baik umurnya maupun ukurannya (Setyamidjaja. Areal harus rata . Untuk mendukung pertumbuhan bibit dengan baik. 2. Pembibitan harus sudah dipersiapkan sekitar 1 tahun sebelum penanaman di lapangan. mutu minyak.. Cara ini memang umum dilakukan dan diangap paling gampang. unggul dan homogen maka bibit hanya dipilih ± 75 % saja. Pada benih jagung . sertaa (3) pembibitan diperlukan untuk memperpendek waktu antara persiapan lapangan dan penanaman pertama sehingga begitu lahan siap tanam bibit sudah siap untuk ditanam (Pahan. Dekat dengan sumber air .Pembibitan merupakan kegiatan – kegiatan awal di lapangan yang bertujuan untuk mempersiapakan bibit siap tanam. 4. Tidak tergenang air . 2006). tikus. Kualitas bibit sangat menentukan produksi akhir jenis komoditas ini. Dalam usaha membudidayakan kelapa sawit. Hasil persilangan dianggap sebagai persilangan terbaik secara ekonomis. Relatif dekat dengan media Pananaman . dan hama lainnya . pertumbuhan vegetatif dan daya tahan terhadap penyakit tajuk serta ganoderma (Fauzi. 1997). Sedangkan selebihnya 25 % sengaja dibuang (thinning out). atau kiar-kira 9 bulan kemudian. 1994). 1996). pengadaan bibit dalam jumlah banyak dengan cara ini mengalami beberapa kendala. 2006). Produksi benih D x P adalah mirip dengan produksi jagung hibrida. 5. perlu diperhatikan syarat penetapan lokasi pembibitan : 1. (2) bahan tanaman memerlukan ketegakan habitusnya sehingga tidak miring atau roboh . Tahapan bibitan dapat dibagi dua yaitu : prapembibitan (prenursery) dan pembibitan utama (mainnursery) untuk pertumbuhan selanjutnya (Sianturi. di Indonesia lebih banyak digunakan bahan tanaman yang berasal dari persilangan Dura dan Pisifera. biji yang dipilih sebaiknya berasal dari persilangan varietas unggul. Akan tetapi. 2007).benar sehat. dkk.

Media Tanam Bila tanah banyak mengadung banyak pasir. Kompos Azolla ( Azolla sp. dan mempunyai solum yang tebal sekitar 80 cm tanpa lapisan padas. Pemuliaan dan seleksi kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. permeabilitas sedang. dkk. Jenis media tanam terdiri atas lapisan tanah yang terdiri atas tiga fase bahan – bahan padat. Pada kasus lalu tanah – tanah berpasir biasanya berhubungan dengan kandungan unsur hara yang tinggi (Risza. Pada pembastaran tumbuhan secara genetik sama tetapi heterozigot. sehingga pada musim kemarau mudah kekurangan air. Akar solit. struktur. Oleh sebab itu penanaman jagung varietas hibrida menghasilkan tanaman yang tetap seragam dalam bebagai aspek (Chin. permeabilitas. konsistensi. 2007). terlihat berbentuk segitiga atau segiempat. Bila jumlah pasir tidak terlalu banyak. karena cukup longgar. berbulu. pengaruhnya terhadap tanah akan baik. sehingga sulit menyerap atau menahan air dan unsur hara.hibrida. tanah ini kurang baik untuk pertumbuhan tanaman. 2006). kemiringan tanah. ketebalan lapisan tanah. 1991). panjang 1 – 5 cm dengan membentuk kelompok 3 -6 rambut . berdrainase baik. ) Azolla adalah jenis tumbuhan paku air yang mengapung banyak terdapat diperairan tergenang terutama di sawah. dan kedalaman permukaan air tanah. cair.. dan jumlahnya cukup dikandung tanah.) secara sistematik telah dimulai tahun1920 di Afrika dan Asia (Malaysia dan Sumatera) ketika spesies memulai di eksploitasi untuk minyak nabati sacara komersial (Internasional Confenrence . dengan cabang. air akan mudah meresap. Sungguhpun demikian anggota dari setiap turunan secara genetic homozigot dan serupa. debu 10 – 40%. Azolla berukuran 2 . 1994). Tekstur tanah ringan dengan kandungan pasir 20 – 60%. tetua dalam turunan yang telah mengalami jumlah besar generasi yang dimuliakan. Tanaman yang bertekstur pasir mempunyai luas permukaan atau (spesific surface) yang kecil. udara tanah mudah masuk dan tanah mudah diolah (Hasibuan.sawah dan di kolam. dan gas. akar rhizome dan daun terapug. Azolla pinnata merupakan tumbuhan kecil yang mengapung di air. mengapung di air. Tanah yang kurang cocok adalah tanah pantai berpasir dan tanah gambut tebal (Fauzi. maka liat ini akan lebih praktis dibandingkan dengan tanah yang mengandung 100% liat. subur. Tanah dengan 25% liatnya. dan liat 20 -50%. Tanaman kelapa sawit tumbuh baik pada daerah gembur. sebagian bagi adalah bahan organik yang terakhir adalah bagian yang dijumpai paling banyak pada tanah organik (Sianturi. Fase padat menempati hamper 50% dari volume tanah. sebagai contoh selfing dan sibbing. 2006). yang terdiri dari mineral yang kaya hara esensial. 1981). Beberapa hal yang menentukan sifat fisik tanah adalah tekstur. mempuyai permukaan daun yang lunak mudah berkembang dengan cepat dan hidup bersimbiosis dengan Anabaena azollae yang dapat mengfiksasi nitrogen ( N2 ) dari udara.4 cm.

tentu bermanfaat pula untuk memperbaiki tekstur tanah yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia (http:// www. Universitas Sumatera Utara.id .id 2009). S 0. Azolla piñata termasuk dalam divisi Pterydophyta.30 % .59 % . 2009 a). jelas Azolla pinnata bereproduksi menggunakan spora (http:// syraru. membentuk 2 barisan.16 -3.pakuan.16 – 1.kehati. Zn 26 – 989 ppm (http://kolamazolla.co. 2009).944 ppm .com.or. Kegunaan azolla adalah: sumber N dapat menganti pupuk urea sampai 100 kg. menekan pertumbuhan gulma.59 % . BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian. kontrol terhadap perkembangan nyamuk (http://kolamazolla. Manfaat Azolla sebagai pupuk alami penganti urea pelantaran tanaman tersebut mampu mengikat nitrogen dari udara. sub soil. duduk melekat. pakan ikan. Co 0. tanaman hias. Daun kecil. Si 0.4 – 0. Kandungan unsur hara dalam azolla yaitu: N 1.31 – 5. Jumlah nitrogen yang diikat azolla melebihi kebutuhannya sendiri.22 – 0. 2009).16 -1. Nitrogen merupakan nutrisi utama bagi tanaman untuk menopang pertumbuhannya.4 -0. K 0.) .com. Bila sawah atau kolam tersebut kering maka Azolla pinnata akan mati. cuping dengan cuping dorsal berpegangan di atas permukaan air dan cuping ventral mengapung (http://www. Medan. terutama ayam dan itik. Azolla pinnata hanya tumbuh di daerah tropis. yamg berarti paku. Bahan dan Alat Adapun bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah benih kelapa sawit ( Elaeis guineensis Jacq. air untuk penyiraman.264 ppm .45 – 1.31 % . pasir.blogspot. Ca 0.97 % . Azolla pinata tumbuh subur di daerah sawah dan kolam. Dengan ketinggian tempat ± 25 m dpl yang dimulai dari bulan Februari 2009 sampai dengan April 2009.35 % .90 % .kr.0. top soil. Al 0.62 .com.22 – 0. Fe 0.66 % . Mg 0. Mn 66 – 2.73 % . tumbuhan paku ini dapat tumbuh subur. P 0.96–5. Cl 0. Na 0.59 % . menyirap bervariasi. serta kompos Azolla (Azolla sp. pupuk kandang ayam ras sebagai media tanam. Sehingga sebagian nitrogen dilepaskan ke lingkungan sekitarnya dan diserap oleh tanaman lain. pakan ternak/hijauan. salama ada air yang tergenang.akar.blogspot.70 % . Selain menghemat pupuk.) sebagai objek pengamatan. 2009 b).

jumlah kompos Azolla ke-j. gembor untuk menyiram tanaman. dan pertumbuhan kecambah kelapa sawit ke-k µ : Nilai tengah βi : Efek media tanam ke-i αj : Efek jumlah kompos Azolla ke-j (αβ)jk : Efek interaksi antara media tanam ke-i dan jumlah kompos Azolla ke-j εijk : Efek error yang disebabkan oleh media tanam ke-i.) dengan 3 taraf yaitu: A0: Tanpa kompos Azolla A1: Diberi kompos Azolla 7 gram A2: Diberi kompos Azolla 14 gram Sehingga didapat 6 kombinasi perlakuan yaitu: M1A0 M2A0 M1A1 M2A1 M1A2 M2A2 Jumlah blok : 3 Jumlah plot per blok : 6 Jumlah kecambah per plot : 2 Jumlah kecambah seluruhnya : 36 Dari hasil percobaan dianalisis sidik ragam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan model linier sebagai berikut: Yijk= µ + βi + αj + βk + (αβ)jk + εijk dimana: Yijk : nilai pengamatan pada media tanam ke-i. meteran untuk mengukur tinggi kecambah. dan jangka sorong untuk mengukur diameter batang kecambah. Metode percobaan Data percobaan dianalisis dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu: Faktor I : Media Tanam (M) dengan dua taraf yaitu: M1: Top soil + Pasir M2: Sub soil + Pupuk kandang ayam ras Faktor II: Kompos Azolla (Azolla sp. polybag sebagai wadah penanaman.sebagai bahan pengganti sumber N. jumlah kompos Azolla ke-j dan pertumbuhan kecambah kelapa sawit ke-k Apabila data percobaan analisis tidak ragam berbeda nyata. akan diujikan dengan beda nyata jujur (BNJ) pada x = 5% . . Sedangkan alat yang digunakan adalah cangkul untuk mencangkul tanah.

Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor. . setelah plot selesai disekeliling bedengan dibuat pagar dan parit sedalam 30 cm. Kemudian media tanam campuran yakni pupuk kandang dicampur dengan topsoil sesuai dengan perlakuan masing-masing kemudian dimasukkan ke dalam polibag. Pemupukan Pemupukan dilakukan pada tanaman sejak berumur 3 MSPT hingga 6 MSPT dengan menggunakan pupuk Nitroposka. pasir dibersihkan dari bahan organik. Penyiangan Penyiangan dapat dilakukan dengan menggunakan alat yaitu cangkul atau dengan tangan pada saat gulma mulai tumbuh di media tanam maupun di areal penanaman. Pemeliharaan Tanaman Penyiraman Penyiraman dilakukan setiap sore hari tergantung kepada kondisi kelembaban permukaan media tanam. dicampur dengan topsoil sesuai dengan perlakuan masing-masing. Penyiapan Media Tanam Pasir yang digunakan adalah pasir yang berasal dari laut.PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan Lahan Lahan percobaan dibersihkan dari gulma dan dibuat plot sebagai tempat peletakan polibag.

Pengukuran diameter batang dilakukan sejak tanaman 3 MSPT hingga tanaman berumur 6 MSPT dengan interval 1 minggu. dihitung mulai dari permukaan tanah sampai bagian tertinggi dari tanaman. jumlah daun 4 . Diameter Batang (mm) Batang tanaman diukur diameternya pada ketinggian 1 cm diatas permukaan tanah dengan menggunakan jangka sorong.Pengamatan Parameter Tinggi tanaman Tinggi tanaman yang berkecambah sudah berumur 3 bulan. Jumlah Daun (helai) Jumlah daun yang dihitung adalah daun yang telah membuka sempurna. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1 – 38) diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. Perhitungan jumlah daun dilakukan sejak berumur 3 MSPT hingga tanaman berumur 6 MSPT dengan interval 1 minggu.

dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1.67). Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada tabel 1. 8 MST.41) dan terendah M2 (12. jumlah daun 4 MST. jumlah daun 3 MST. Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Dari Tabel 1 diketahui bahwa perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu M1 (13. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1.61) dan terendah A0 (10.– 8 MST. jumlah daun 4 – 8 MST. Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1 – 38) diketahui bahwa perlakuan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST.59). dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. 8 MST. Interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 5 MST.66) dan terendah M2A0 (15. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. diameter batang 4 – 5 MST. 7. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. jumlah daun 5 – 8 MST. diameter batang 6 – 8 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. 6. Dari Tabel 1 diketahui bahwa interaksi media tanam dan kompos azolla terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu M1A2 (19. 6. Dari Tabel 1 diketahui bahwa perlakuan kompos azolla terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu A2 (12. Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. diameter batang 4 – 8 MST. jumlah daun 3 MST. Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1 – 38) diketahui bahwa interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 5 MST. diameter batang 4 – 8 MST. 7. Tabel 1.79). . Tinggi Tunas (cm) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. Histtogram tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada gambar 1.

dan tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 3 MST. Rataan jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Dari Tabel 2 diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu M1 (2.83).89) dan terendah A1 (1.15) dan terendah M2 (1. Dari Tabel 2 diketahui bahwa pada perlakuan kompos azolla terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu A2 (1. Interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 3 MST.92). Dari Tabel 2 diketahui bahwa pada interaksi media tanam dan kompos azolla terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu M1A1 dan M1A2 (3. . Tabel 2.00) dan terendah M2A0 dan M2A1 (2. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 4 – 8 MST.Gambar 1.50). Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 5 – 8 MST. Rataan jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada tabel 2. Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Jumlah Daun (helai) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 4 – 8 MST.

Gambar 2. Histogram jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Diameter Tunas (mm) Dari data pengamatan dan sidik ragam diktahui bahwa perlakuan media tanam tidak berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 4 – 8 MST. Rataan diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada tabel 3. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 4 – 5 MST. Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 6 – 8 MST. Interaksi antara media tanam dan kompos azolla tidak berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 4 – 8 MST.Histogram jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada gambar 2. Tabel 3. Rataan diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla .

kesuburan dan produktivitas tanah pada daerah geotropik tertentu.92). Akan tetapi akan berhubungan dengan adanya variasi yang terdapat pada sistem mineralogy reaksi tanah. Histogram diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada gambar 3.79).) D X P di Pre Nursery Dari data diketahui bahwa media tanam berbeda nyata terhadap tinggi tunas dan jumlah daun kelapa sawit. permiabilitas. Dari Tabel 3 diketahui bahwa pada interaksi antara media tanam dan kompos azolla terhadap parameter diameter tunas 8 MST tertinggi yaitu M2A2 (1.77) dan terendah A0 (0.79). Dari Tabel 3 diketahui bahwa pada perlakuan kompos azolla terhadap parameter diameter tunas 8 MST tertinggi yaitu A1 (0. Histogram diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Pembahasan Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.41) dan terendah M2 (12. Hal ini disebabkan karena media tanam yang digunakan adalah pasir dan top soil dengan . Akar kelapa sawit dapat menyerap hara dari media tanam dengan baik karena ruang pori tanah yang baik. kemudian olah tanah.60).15) dan terendah M2 (1. Hal ini dikarenakan media tanam yang digunakan sangat sesuai dengan kebutuhan kelapa sawit dalam pertumbuhannya. Begitu juga terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu M1 (2. kekerasan.24) dan terendah M1A0 (0.Dari Tabel 3 diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter diameter tunas 8 MST tertinggi yaitu M2 (0.80) dan terendah M1 (0.87). Gambar 3. maka ada ketentuan-ketentuan umum yang berlaku untuk semua jenis tanah Dari hasil percobaan pada perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu M1 (13. Hal ini sesuai dengan literatur Hadi (2004) yang menyatakan bahwa Jenis tanah berhubungan erat dengan plastisitas.

perbandingan 2:1. jumlah daun 4 – 8 MST.html (2008) yang menyatakan bahwa kegunaan dari kompos azolla adalah sumber N dan dapat menggantikan urea sampai 100 kg serta dapat menekan pertumbuhan gulma. Media tanam berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. Hal ini terjadi karena pada perlakuan yang diberi kompos azolla pertumbuhan kecambahnya jauh lebih baik dibandingkan dengan yang tidak diberi kompos azolla. azolla juga baik untuk media tanam. Hal ini sesuai dengan literatur http:kolomozolla. Kompos Azolla dapat terurai dengan baik pada tanah sehingga tanaman dapat menggunakan hara dengan baik.61) dan terendah A0 (10.59). Dari hasil percobaan diketahui bahwa perlakuan kompos azolla terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu A2 (12.html (2008) yang menyatakan bahwa penggunaan sebagai pupuk. selain dalam bentuk segar bisa juga dalm bentuk kering dan kompos. com/2008-07-1 archieve. com/2008/07/manfaat tanaman azolla. 2. Selain digunakan secara langsung. Dalam bentuk kompos ini.blogspot. kompos azolla juga dengan pasir dan tanah kebun dengan perbandingan 3:1.html (2008) yang menyatakan bahwa penggunaan sebagai pupuk. jumlah . Tekstur seperti ini adalah tekstur yang paling cocok untuk pertumbuhan benih. azolla juga baik untuk media tanam. jumlah daun dan diameter batang kelapa sawit. Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. Selain digunakan secara langsung.) D X P di Pre Nursery Dari data diketahui bahwa kompos Azolla berbeda nyata terhadap tinggi tunas. selain dalam bentuk segar bisa juga dalm bentuk kering dan kompos. Dimana tanah mampu menahan air yang cukup. kompos azolla juga dengan pasir dan tanah kebun dengan perbandingan 3:1.) D X P di Pre Nursery Dari data diketahui bahwa interaksi antara media tanam dan kompos Azolla berbeda nyata terhadap tinggi tunas dan jumlah daun kelapa sawit. Hal ini sesuai dengan literatur http:kolomozolla. jumlah daun 3 MST. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. Hal ini sesuai dengan literatur Sianturi (1991) tanah juga harus mampu menahan air yang cukup dan hara yang tinggi secara alami maupun hara tambahan.blogspot. Dalam bentuk kompos ini. sehingga terjadi gabungan antara tekstur kasar dengan halus oleh top soil. Karena kompos azolla memliki N yang tinggi yang bepengaruh bagi pertumbuhan tanaman. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. Hal ini dikarenakan kompos Azolla sangat baik digunakan selain sebagai media tanam juga sebagai pupuk bagi tanaman karena kompos Azolla memiliki nisbah C/N yang rendah. com/2008/07/manfaat tanaman azolla.blogspot. diameter batang 4 – 8 MST. Interaksi Antara Media Tanam dan Kompos Azolla Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq. Hal ini sesuai dengan literatur http://kolamazolla. Pengaruh Kompos Azolla Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq. Hal ini dikarenakan media tanam dapat bersatu dengan kompos Azolla dalam penyediaan hara bagi tanaman kelapa sawit.

Yogyakarta Sastrosayano.blogspot. Kanisius. The Oil Palm In Agriculture In The Eighties Pahan. Kompos Azolla (4 April 2009) http://syararu. kompos azolla. diameter batang 4 – 8 MST.id.M. dkk. Budidaya Kelapa Sawit. benih yang digunakan harus bersertifikat dan penyiraman harus dilakukan secara teratur untuk mendukung pertumbuhan tanaman. B. Pematang Siantar-Sumut Tim Penulis PS. USU Press. 2006. The Incorporate Society Of Planters. 7. Agromedia Pustaka.kr.com b.id. 1981. 1997. 6. Azolla. 1991. (4 April 2009) International Conference.co. 1996. diameter batang 4 – 5 MST. Medan http://kolamazolla. Soh Aik.com. (4 April 2009) http://www.E.daun 4 – 8 MST. jumlah daun 3 MST. media Reaksi: . Jakarta Hadi. Interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 5 MST. Kelapa Sawit Usaha Budidaya Pemanfaatan Hasil dan Aspek Pemasaran. Saran Sebaiknya dalam melakukan percobaan ini. Medan Soehardjo dkk. Iyung. M. Penebar Swadaya. Jakartakelapa sawit. Malaysia Fauzi. Yogyakarta Sianturi. USU Press. 1989. 2006.blogspot.kehati. Yan. DAFTAR PUSTAKA Chin. Choice Of Planting Material. jumlah daun 4 MST. 3. Jakarta Setyamidjaja. Panduan Lengkap Kelapa Sawit Manajemen Agribisnis dari Hulu Hingga Hilir.or. Kelapa Sawit. Yogyakarta Hasibuan. 1994. Teknik Berkebun Kelapa Sawit. kompos azolla Diposkan oleh junT blogs di 00:58 0 komentar Link ke posting ini Label: kelapa sawit. Penebar Swadaya. Kelapa Sawit Teknik Budidaya dan Pengolahan. Budidaya Kelapa Sawit. Vademecum Kelapa Sawit. Penebar Swadaya. Kelapa Sawit Budidaya Pemanfaatan Hasil dan Limbah Analisis Usaha & Pemasaran. 8 MST. PTP N IV (Persero) Bahjambi. Suyatno. 2006. Ilmu Tanah. jumlah daun 5 – 8 MST. Jakarta Risza. Kompos Azolla (4 April 2009) http://kolamazolla. Adicita Karya Nusa. diameter batang 6 – 8 MST. Kanisius. Selardi. 2003. 2004. Djoehana.com a. 2007. (4 April 2009) http://www. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1. Azolla. Azolla.

Arg) LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 Laporan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Mengikuti Praktikal Test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Sumatera Utara. Medan .pengaruh penggosokan benih dan media tanam pada perkecambahan benih karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) PENGARUH PENGGOSOKAN BENIH DAN MEDIA TANAM PADA PERKECAMBAHAN BENIH KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 PENGARUH PENGGOSOKAN BENIH DAN MEDIA TANAM PADA PERKECAMBAHAN BENIH KARET (Hevea brasiliensis Muell.

040301037 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 ABSTRACT The objective of this experiment was to know effect of rubbed and media in growing of rubber seed. Interaction between rubbed ang media did’nt gave effect of all the parameter. speed of seed growth. The experiment was conducted in Agronomi Tanaman Perkebunan I Laboratory Land. 130 806 538 Diketahui Oleh: Asisten Koordinator (Eko Andi Pasaribu) NIM. 040301001 Diperiksa Oleh: Asisten Korektor (Hayati Silalahi) NIM.Disetujui Oleh Dosen Penanggungjawab (Ir. Agriculture Faculty. The second one was the media that consist of sand. from March to April 2009. The experiment result showed that rubbed gave significant effect of presentation of seed. with no rubbed and with rubbed. top soil. Balonggu Siagian. The experiment used Randomized Complete Block Design (RAK) with 2 factors and 4 replications. The first factor was rubbed. North Sumatera University with ± 25 m above sea level. rubbed. seed . MS) NIP. Key words : media. Media gave significant effect of speed of seed growth ang height of plumule. height of plumule. sand and top soil.

Faktor I adalah penggosokan. benih RIWAYAT HIDUP Junita Sinambela lahir pada tanggal 2 April 1989 di Medan. Faktor II adalah faktor media yaitu pasir. yaitu benih tanpa digosok. Percobaan ini dilaksanakan di lahan percobaan Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan I Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan pada ketinggian tempat ± 25 m dpl dari bulan Maret sampai April 2009 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan dan empat ulangan. tinggi plumula. Adapun pendidikan yang pernah ditempuh penulis adalah sebagai berikut: . Kata kunci : media. top soil. pasir dan top soil. Hail percobaan menunjukkan bahwa penggosokan benih berpengaruh nyata terhadap persentase perkecambahan benih. Anak dari Bapak P. benih yang digosok. Sedangkan interaksi antara penggosokan dan media tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter.ABSTRAK Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggosokan benih dan media tanam pada perkecambahan benih karet. laju perkecambahan benih. tinggi plumula. penggosokan. Manurung. Sinambela dan Ibu N. Media berpengaruh nyata terhadap laju perkecambahan benih karet. Anak pertama dari empat bersaudara.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Arg)” yang merupakan salah satu syarat unutk dapat mengikuti praktikal test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. . Balonggu Siagian. Adapun judul dari laporan ini adalah “Pengaruh Penggosokan Benih dan Media Tanam pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ir. Medan.SD Negeri 050721 di Gohor Lama Tamat tahun 2001 SMP Negeri 1 di Hinai Tamat tahun 2004 SMA Negeri 1 di Stabat Tamat tahun 2007 Penulis terdaftar sebagai mahasiswi di Departemen Budidaya Pertanian Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan melalui jalur SPMB pada pilihan pertama pada tahun 2007 sampai sekarang. Charloq Nababan. oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan laporan ini. MS dan Ir. KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Esa karena atas berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya. MP selaku dosen mata kuliah Agronomi Tanaman Perkebunan serta kepada abang dan kakak asisten yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini.

Medan. semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Mei 2009 Penulis DAFTAR ISI ABSTRACT i ABSTRAK ii RIWAYAT HIDUP iii KATA PENGANTAR vi DAFTAR ISI v DAFTAR TABEL vii DAFTAR GAMBAR viii DAFTAR LAMPIRAN ix PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Tujuan Percobaan 3 Hipotesis Percobaan 3 Kegunaan Percobaan 3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman 4 Syarat Tumbuh 5 Iklim 5 Tanah 6 Media Tanam 7 Penggosokan Benih Karet 8 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan 10 Bahan dan Alat 10 Metode Percobaan 10 PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan Media Tanam 12 Penggosokan Benih 12 Penanaman Benih 12 Pemeliharaan Tanaman 12 Penyiraman 12 Penyiangan 13 Pengamatan Parameter 13 Persentase Perkecambahan (%) 13 Tinggi Plumula (cm) 13 Laju Perkecambahan (hari) 13 .Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.

Rataan tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 19 . Rataan laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 17 3.HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil 15 Pembahasan 20 KESIMPULAN Kesimpulan 24 Saran 24 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR TABEL No. Judul Hal 1. Rataan persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 16 2.

Histogram tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 20 .DAFTAR GAMBAR No. Histogram laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 18 3. Judul Hal 1. Histogram persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 17 2.

Judul Hal Lampiran 1. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 7 MST (cm) 30 Lampiran 15. Data tinggi plumula benih karet 6 MST (cm) 29 Lampiran 12. Data tinggi plumula benih karet 4 MST (cm) 28 Lampiran 8. Data laju perkecambahan benih karet (hari) 26 Lampiran 4. Data persentase perkecambahan benih karet (%) 26 Lampiran 2. Data tinggi plumula benih karet 3 MST (cm) 27 Lampiran 6. Data tinggi plumula benih karet 7 MST (cm) 30 Lampiran 14. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) 31 . Sidik ragam tinggi plumula benih karet 4 MST (cm) 28 Lampiran 9. Sidik ragam laju perkecambahan benih karet (hari) 27 Lampiran 5. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 3 MST (cm) 27 Lampiran 7. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 5 MST (cm) 29 Lampiran 11. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 6 MST (cm) 29 Lampiran 13. Sidik ragam persentase perkecambahan benih karet (%) 26 Lampiran 3.DAFTAR LAMPIRAN No. Data tinggi plumula benih karet 5 MST (cm) 28 Lampiran 10. Data tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) 30 Lampiran 16.

Sebanyak 2. Alexander Parkes juga°120-130 mengembangkan cara vulkanisasi ini. Pada sekitar tahun itu pula Charles Goodyear menemukan vulkanisasi karet dengan cara mencampurkannya dengan belerang dan memanaskan pada suhu C.000 jenis barang. Media tanam. Indonesia. 1998). Selanjutnya Wikham pada tahun 1876 kembali dari Brazilia dan membawa 70. 2006). Dewasa ini karet merupakan bahan baku yang menghasilkan lebih dati 50. . 1988). sepatu dan beribu-ribu jenis barang lainnya yang juga berbahan dasar karet (Setyamidjaja. beberapa biji ke Malaysia dan hanya dua biji ke Kebun Raya Bogor. hasil maksimal didapatkan jika di tanah – tanah subur. dan lain sebagainya yang sangat diperlukan beberapa negara. Sayangnya. Karet merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia. 1993). campuran bahan plastik. Salah satu pohon karet tersebut tumbang tahun 1962. Perlakuan pengasahan kulit biji benih yaitu dengan maksud untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan pada bagian spesies yang mempunyai kulit biji yang keras dan yang sangat keras dan ada yang sangat tebal (Sutopo. ebonite.PENDAHULUAN Latar Belakang Ferris pada tahun 1872 mengirimkan 2000 biji dari Brazilia ke Kebun Raya Kew di Inggris. akan tetapi nilainya jauh lebih rendah dari bahan karet alam (Kartasapoetra. Tanah ulitisol yang kurang sudur banyak ditanami karet dengan pemupukan dan pengolahan yang baik (Setiawan dan Handoko. yang sebenarnya masih belum lama dalam hal membudidayakan karet (Siregar. 2005). Karet di Indonesia telah 120 tahun dan peringatan satu abad telah diadakan tahun 1976 (Sianturi. dapat melakukan air dan tidak berpadas (kedalaman padas dapat ditolerir adalah 2 – 3 m.397 biji berkecambah. posisi Indonesia yang pada awal pembudidayaan karet merupakan penghasil karet utama di dunia sudah digantikan oleh Malaysia.000 biji karet ke Kew. Kedua kiriman tersebut mengalami kegagalan. 1995). campuran benang rayon. Komoditas ini sudah dikenal dan dibudidayakan dalam kurun waktu yang lebih lama daripada komoditas perkebunan lainnya. Dari produksi karet alam 46% digunakan untuk membuat ban dan selebihnya untuk karet busa. Sejak tahun 1839 karet menjadi primadona perkebunan di daerah daerah tropis. Memang untuk mencukupi keperluan bahan karet dunia telah diciptakan karet sintetis. berpasir. seperti: ban kendaraan bermotor. 2001). Produk karet merupakan komoditi ekspor yang sangat penting karena manfaatnya yaitu dapat diolah menjadi bahan baker dasar bagi kepentingan produksi barang-barang penting di dunia. kemudian tahun 1875. kira-kira 1900 biji dikirim ke Srilanka. Penemuan tentang vulkanisasi memberikan inspirasi Dunlop pada tahun 1888 untuk membuat ban mobil yang selanjutnya dikembangkan oleh Goldrich (Setiawan dan Agus.

Tanaman karet merupakan tanaman yang tumbuh tinggi dan berbatang cukup besar. .− TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Menurut Setiawan dan Agus (2005) klasifikasi tanaman karet adalah sebagai berikut. sedangkan akar lateralnya dapat menyebar sejauh 10 m (Syamsulbahri. akar tunggangnya dapat menghujam tanah hingga kedalaman 1-2 m.Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari cobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggosokan benih dan media tanam pada perkecambahan benih karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg.− Kegunaan Percobaan Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di− Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Hipotesis Percobaan Ada pengaruh penggosokan benih terhadap perkecambahan benih−karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg.).). Ada pengaruh media tanam terhadap perkecambahan benih−karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg. Sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Ada pengaruh interaksi penggosokan benih dan media tanam terhadap perkecambahan benih karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg. Sistem perakarannya padat/kompak. Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Euphorbiales Family : Euphorbiaceae Genus : Hevea Spesies : Hevea brasiliensis Muell Arg. 1996). Medan.).).

Optimal antara 2500-4000 mm per tahun. 1993).4 atau 6 cocci berkatup dua. secara geografis tersebar diantara 100LU hingga 100LS. Di ketinggian tersebut suhu harian 25300C. Daun karet terdiri dari tangkai utama sepanjang 3-20 cm dan tangkai anak daun sepanjang 3-10 cm dengan kelenjar di ujungnya. daun-daun karet akan rontok pada puncak musim kemarau untuk mengurangi penguapan tanaman (Setiawan dan Agus. yaitu Sumatera. Curah hujan tahunan yang cocok untuk pertumbuhan tanaman karet tidak kurang dari 2000 mm. Tanaman karet adalah tanaman berumah satu (monoecus). bulat bersegi empat. Seperti kebanyakan tanaman tropis.5 cm dan lebar 1. Penyebaran pertanaman karet sangat dipengaruhi oleh penyebaran hujan dan tinggi tempat dari permukaan laut. berkilat. Daerah yang sering mengalami hujan pada pagi hari produksinya akan kurang. 2001). berwarna coklat muda dengan noda-noda coklat tua. tidak semua propinsi di Indonesia memiliki perkebunan karet (Sianturi. Pembagian hujan dan waktu jatuhnya hujan rata-rata setahunnya mempengaruhi produksi. 2001). 1993). 1993). yaitu bias tumbuh baik di dataran dengan ketinggian 0-400 m dari permukaan laut (dpl). endokarp berkayu. Kelembapan nisbi (RH) yang sesuai untuk tanaman karet adalah rata-rata berkisar antara 75-90 %. Penyerbukannya dapat terjadi dengan penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang (Setyamidjaja. Daun karet ini berwarna hijau dan menjadi kuing atau merah menjelang rontok. Jika dalam jangka waktu yang cukup panjang suhu rata-rata kurang dari 200C. Keadaan iklim di Indonesia yang cocok untuk tanaman karet ialah daerahdaerah Indonesia bagian barat. 2001). jarang yang beruang empat hingga enam. Setiap daun karet biasanya terdiri dari 3 anak daun yang berbentuk elips memanjang dengan ujung runcing. Tanah Tanaman karet dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah baik pada tanah-tanah vulkanis .5-3 cm dan tebal 1. Jawa dan Kalimantan. Zona paling cocok dan paling produktif adalah 60LU hingga 60LS. Kelembapan yang terlalu tinggi tidak baik untuk tanaman karet (Sianturi. sebab iklimnya lebih basah (Setiamidjaja. Biji besar. 2005). Syarat Tumbuh Iklim Tanaman karet adalah tanaman tropis. Dibeberapa kebun karet arah tumbuhnya tanaman agak miring ke arah utara. tertekan pada satu atau dua sisinya. suhu yang lebih dari 300C juga mengakibatkan karet tidak bisa tumbuh dengan baik (Setiawan dan Agus. Batang tanaman ini mengandung getah yang dikenal dengan nama lateks (Tim Penulis.5 cm (Sianturi. Itulah sebabnya. 2005).5-2. yang terbagi dalam 100-150 hari hujan. panjang 2-3.Tinggi pohon dewasa mencapai 15-25 m. perikarp berbatok. tempat tersebut tidak cocok untuk budidaya karet. diameter buah 3-5 cm dan terpisah 3. Batang tanaman biasanya tumbuh lurus dan memeiliki percabangan yang tinggi diatas. Karet termasuk tanaman daratan rendah. Pada satu tangkai bunga yang berbentuk bunga majemuk terdapat bunga jantan dan bunga betina. Buah beruang tiga.

Akan tetapi sifat-sifat kimianya umumnya sudah kurang baik. peranannya dalam mengatur sifat-sifat tanah. semakin tinggi persentase pasir dalam tanah.5. pH 4. kompos. dan fisiografis yang menjadi factor pembatas kesesuaian tanah untuk tanaman karet. 2001). alluvial dan bahkan tanah gambut. 1982). Asalkan tanahnya gembur dan halus. Sifat umum tanah sangat ditentukan oleh tekstur (Sutanto. unsur hara. retensi air >150 cm/m. aerasi dan drainesenya. Jenis tanah berhubungan sangat erat dengan plastisitas. 2006). Distribusi ukuran partikel dan kelas tekstur mempunyai korelasi dengan air. udara tanah mudah masuk dan tanah mudah diolah (Hasibuan. jumlah pasir sama dengan liat. maka belum berlaku untuk semua jenis tanah di permukaan bumi (Buckman dan Brady.muda ataupaun vulkanis tua. Media yang digunakan untuk penyemaian biasa hanya terdiri atas pasir saja tetapi kadang-kadang juga diberi campuran sekam padi. Media Tanam Bila tanah terlalu banyak mengandung pasir. sehingga sulit menyerap atau menahan air dan unsur hara. 1993). solum. kimia. mintakat perakaran. kemudahan diolah dan yang terpenting adalah masalah kesuburan. 2005). karena kandungan haranya relatif rendah. drainase baik. kemiringan tanah 0-8%. Tanah yang bertekstur pasir mempunyai luas permukaan (specific surface) yang kecil. permebilitas sedang. tidak banjir dan tidak ada stagnasi air (Sianturi. kesuburan dan produktivitas tanah pada daerah geografik tertentu akan tetapi berhubungan adanya variasi yang terdapat dalam sistim mineralogi fisik tanah. 2000). permeability. kemudahan olah. terutama dari segi struktur. et al. semakin banyak pori-pori di antara partikel tanah dan hal ini dapat memperlancar gerakan udara/air (Hartman. Oleh karena itu. tanah gembur. kekerasan. dan benih. Pembuatan saluran drainase akan menolong memperbaiki keadaan tanah ini (Setyamidjaja. tanah ini kurang baik untuk pertunbuhan tananaman. Untuk mengetahui kemampuan lahan sebaiknya diketahui kesesuaian tanah dan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman karet untuk dapat memperoleh produksi dan keuntungan ekonomis yang optimal. yang diinginkan tanaman karet antara lain adalah tanah yang mempunyai lapisan padas lebuh dari 1m. Tanah-tanah vulkanis umumnya memiliki sifat-sifat fisika yang cukup baik. Sifat fisis. 1981). tekstur. udara.. tetapi sifat fisisnya terutama drainase dan aerasinya kurang baik. Tanah-tanah alluvial umumnya cukup subur. sehingga akar baru yang keluar tidak terhambat pertumbuhannya (Widianto. sehingga pada musim kemarau mudah kekurangan air. topsoil. Bila jumlah pasir tidak terlalu banyak pengaruhnya terhadap tanah akan baik karena cukup longgar. lumut yang telah membusuk. Partikel-partikel pasir yang ukurannya yang jauh lebih besar dan memiliki permukaan yang kecil (dengan berat yang sama) dibandingkan dengan debu dan liat. air akan mudah di serap dan cukup dikandung tanah. kedalaman air tanah. Penggosokan Benih .

Sebagai contoh. serta kertas pasir untuk menggosok benih karet. Alat yang digunakan adalah cangkul untuk mencampur tanah. Medan. jarum. 2009). kikir.Universitas Sumatera Utara. meteran untuk mengukur tinggi plumula. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah stunp mata tidur karet klon IRM sebagai objek pengamatan.umm. gembor untuk menyiram tanaman dan polibag sebagai wadah penanaman. 2002) (http://www. 2009). pengikiran atau pembakaran.net.id. keadaan fisiologis dari embrio atau kombinasi dari kedua keadaan tersebut. kertas gosok atau lainnya adalah cara efektif untuk mengatasi dormansi fisik. Karena setiap benih ditangani secara manual. 1993). Metode percobaan . Benih yang mengalami dormansi biasanya disebabkan oleh: a) Rendahnya dan tidak adanya proses imbibisi air yang disebabkan oleh struktur benih (kulit benih) yang keras.ac. BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian.id. dengan bantuan pisau. pasir dan topsoil sebagai media tanam.Dormansi pada benih dapat disebabkan oleh keadaan fisik dari kulit biji. dapat diberikan perlakuan individu sesuai dengan ketebalan biji.benih dari famili Leguminosae (Sutopo. asal daerah radikel tidak rusak (Schmidt. Perlakuan mekanis (skarifikasi) pada kulit biji dilakukan dengan cara penusukan. penggoresan. Skarifikasi mencakup cara – cara seperti mengkikis atau menggoreskan atau menggosok kulit biji yang mengalami sumbat gabus dimana semua permiabel terhadap air atau gas (Lakitan . 2003). air untuk penyiraman. pemecahan. Dengan ketinggian tempat ± 25 m dpl yang dimulai dari bulan Februari 2009 sampai dengan April 2009. kulit biji yang impermiabel terhadap air dan gas sering dijumpai pada benih. 1999). Pada hakekatnya semua benih dibuat permeable dengan resiko kerusakan yang kecil.iptek. sehingga mempersulit keluar masuknya air ke dalam benih (http://digilib. Manfaat penggosokan benih adalah untuk memecahkan dormansi pada benih agar benih dapat berkecambah dengan baik karena benih yang memiliki kulit yang jeras harus dilakukan pemecahan dormansi untuk mempercepat proses perkecambahan baik dengan cara mengkikis ataupun mengikir kulit benih (Sadjad.

PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan media tanam Disiapkan polibag berukuran 10 kg dan diisi dengan media pasir (M0). pasir + top soil dengan perbandingan 2:1 (M1). dan perkecambahan benih karet ke-k Apabila data percobaan analisis tidak ragam berbeda nyata. media tanam ke-j. dan perkecambahan benih karet ke-k µ : Nilai tengah βi : Efek penggosokan benih ke-i αj : Efek media tanam ke-j (αβ)jk : Efek interaksi antara penggosokan benih ke-i dan media tanam ke-j εijk : Efek error yang disebabkan oleh penggosokan benih ke-i. . akan diujikan dengan beda nyata jujur (BNJ) pada x = 5% . dan top soil (M2).Data percobaan dianalisis dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu: Faktor I : Penggosokan benih (P) dengan dua taraf yaitu: P1 : Benih tanpa digosok P2 : Benih digosok hingga nampak mata embrio Faktor II: Media Tanam (M) dengan 3 taraf yaitu: M0 : Pasir M1 : Pasir + Top soil M2 : Top soil Sehingga didapat 6 kombinasi perlakuan yaitu: P0M0 P1M0 P0M1 P1M1 P0M2 P1M2 Jumlah ulangan : 6 Jumlah petak percobaan : 36 Jumlah benih per petak : 2 Jumlah benih yang dibutuhkan: 64 Dari hasil percobaan dianalisis sidik ragam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan model linier sebagai berikut: Yijk= µ + βi + αj + βk + (αβ)jk + εijk dimana: Yijk : Nilai pengamatan pada penggosokan benih ke-i. media tanam ke-j.

. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor. Penanaman Benih Benih karet ditanam di polibag yang diisi tanah sesuai dengan perlakuan. Nilai laju perkecambahan dapat diperoleh dari rumus sebagai berikut : N1T1 + N2T2 + N3T3 + .Penggosokan Benih Proses penggosokan benih dilakukan sebelum dilakukan penanaman.. Pengamatan Parameter Persentase perkecambahan (%) Persentase perkecambahan diambil data berupa jumlah tanaman yang tumbuh dan dibagi jumlah seluruhnya dikalikan 100% dan data diambil setiap minggunya. Laju Perkecambahan (hari) Laju perkecambahan diambil data berupa jumlah karet yang tumbuh...... Pemeliharaan Tanaman Penyiraman Penyiraman dilakukan setiap sore hari tergantung kepada kondisi kelembaban permukaan media tanam.. Dimana proses penggosokan bertujuan untuk memecahkan dormansi benih karet akibat kulit benih yang keras dan dilakukan dengan menggunakan kertas pasir sampai terlihat embrio. Jumlah tanaman yang tumbuh Persentase Perkecambahan = x 100 % Jumlah tanaman seluruhnya Tinggi Plumula (cm) Tinggi plumula dihitung dari plumula yang tumbuh sampai pada titik tumbuh. dan dimasukkan ke dalam polibag dan sebaiknya jangan ditanam terlalu dalam. Penyiangan Penyiangan dilakukan setiap minggunya dengan cara mencabut gulma yang tumbuh pada polibag. + Tn HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil . + NnTn Laju Perkecambahan : T1 + T2 + T3 + ...

Dan tidak ada parameter yang tidak berbeda nyata. Dari Tabel 1. dan tinggi plumula benih karet 3-8 MST. Persentase Perkecambahan (%) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman. tinggi plumula benih karet 3-8 MST. diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada M1 (65.00). Dan tidak berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. Rataan persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada tabel 1.Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1-16) diketahui bahwa perlakuan penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. laju perkecambahan benih karet. .22).67) dan terendah pada P0M0 (97. diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P1 (74. Dari Tabel 1.42%) dan terendah pada P0 (73. laju perkecambahan benih karet. dan interaksi antara penggosokan dan media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. Dari Tabel 1. Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1-16) diketahui bahwa interaksi antara perlakuan penggosokan dan media tanam tidak ada parameter yang berbeda nyata. Tabel 1. Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1-16) diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih. Rataan persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam. Dan tidak berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet.00%). diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P1M1 (99. tinggi plumula benih karet 3-8 MST.78) dan terendah pada M0 (65. Histogram persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada gambar 1.

Tabel 2.13).26).19) dan terendah pada P1 (3.Gambar 1. diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter laju perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P0 (5. dan interaksi . Gambar 2. Rataan laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada tabel 2. Dan interaksi penggosokan dan media tanam tidak berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih karet.77) dan terendah pada P1M1 ( 3.29) dan terendah pada M1 (3.10). Histogram laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada gambar 2. diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter laju perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada M0 (4. Rataan laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Dari Tabel 2. Histogram persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Laju Perkecambahan Benih (hari) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan penggosokan dan media tanam berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih karet. diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media tanam terhadap parameter laju perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P0M0 (7. Dari Tabel 2. Histogram laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Tinggi Plumula (cm) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan penggosokan dan media tanam berbeda nyata terhadap tinggi plumula benih karet 3-8 MST. Dari Tabel 2.

33).67) dan terendah pada P0M0 (32. diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada P1 (28. Rataan tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Dari Tabel 3. laju perkecambahan benih karet.25). Dengan adanya proses penggosokan (skarifikasi). Arg) Dari hasil sidik ragam pada perlakuan penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet.44) dan terendah pada M0 (23. Hal ini sesuai dengan literatur Sadjad (1993) yang menyatakan bahwa Manfaat penggosokan benih adalah untuk memecahkan dormansi pada benih agar benih berkecambah dengan baik.penggosokan dan media tanam tidak berbeda nyata terhadap tinggi plumula benih karet. diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media tanam terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada P1M1 (38. Dari Tabel 3. maka proses dormansi yang menghambat proses perkecambahan dapat dipecahkan sehingga benih dapat memperoleh air dan udara. Dari Tabel 3. Histogram tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Pembahasan Pengaruh Penggosokan Pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell.33) dan terendah pada P0 (25. Gambar 3. 1993). Rataan tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada tabel 3. . tinggi plumula benih karet 3-8 MST. Tabel 3. Karena benih yang memiliki kulit yang keras harus dilakukan pemecahan dormansi untuk mempercepat proses perkecambahan baik dengan cara mengkikis ataupun mengkir kulit benih (Sadjad. Histogram tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokkan dan media tanam dapat dilihat pada gambar 3. diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada M1 (24.00).

Tekstur seperti ini adalah tekstur yang paling cocok untuk pertumbuhan benih. lumut yang telah membusuk. tanah gembur. selain itu perkecambahan benih karet juga dipengaruhi oleh faktor keadaan lingkungan. melunaknya kulit benih dan hidrasi dari protoplasma. yang menyatakan bahwa proses perkecambahan benih merupakan suatu rangkaian kompleks dari perubahan-perubahan morfologi. Karena. Tahap pertama suatu perkecambahan benih dimulai dengan proses penyerapan air oleh benih. sehingga terjadi gabungan antara tekstur kasar dengan halus oleh top soil. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada M1 (24. Arg) Dari hasil percobaan diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media .22%). Tanah top soil dapat membantu pertumbuhan perkecambahan benih karet karena tanah top soil merupakan tanah yang subur yang diambil dari tanah pelapukan.Dari hasil percobaan diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada P1 (28.00 cm). top soil dan lainnya. Pengaruh Media Tanam Pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell. Pengaruh Interaksi Antara Penggosokan dan Media Tanam Pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell. maka proses perkecambahan menjadi terhambat akibat kulit benih yang keras (dormansi) sehingga benih susah memperoleh air dan udara.78%) dan terendah pada M0 (65. Arg) Dari hasil percobaan diperoleh bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada M1 (65.33 sm) dan terendah pada P0 (25. Perlakuan pengasahan kulit biji yaitu dengan maksud untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan pada berbagai spesies yang mempunyai kulit biji yang keras dan yang sangat tebal.44 cm) dan terendah pada M0 (23. sehingga akar tanaman yang baru keluar tidak terhambat pertumbuhannya. fisiologi dan biokimia. Dengan tidak adanya proses penggosokan. Hal ini disebabkan karena pada perlakuan P0 ini benih tidak dilakukan proses penggosokan. kompos. Hal ini sesuai dengan literatur Sutopo (1998). Hal ini sesuai dengan literatur Setiawan dan Andoko (2005) yang menyatakan bahwa tanah untuk media tanah ini harus subur dan harus yang bisa diambil dari tanah pelapukan (top soil) dengan kedalaman maksimum 15 cm. kesesuaian tanah dan lingkungan yang serasi sangat baik untuk pertumbuhan tanaman karet. Banyak media yang dapat digunakan untuk penanaman benih asalkan tanahnya gembur dan halus. Hal ini disebabkan karena media tanam yang digunakan adalah pasir dan top soil dengan perbandingan 2:1. Ini menunjukkan bahwa top soil ditambah pasir mempengaruhi persentase perkecambahan benih karet . Hal ini sesuai dengan literatur Widianto (2000) yang menyatakan bahwa media yang digunakan untuk pengamatan bisa hanya terdiri atas pasir saja tetapi kadang-kadang juga diberikan campuran sekam padi.25 cm).

2. Ilmu Tanah. Jakarta Hatrmann. dan tinggi plumula benih karet 3-8 MST.C. New Jersey Hasibuan. laju perkecambahan benih karet.tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P1M1 (99. H.T.O.Anton dan Konfafrek.. Hal ini sesuai dengan literatur Sutopo (1998) yang menyatakan bahwa Perlakuan pengasahan kulit biji yaitu dengan maksud untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan pada berbagai spesies yang mempunyai kulit biji yang keras dan yang sangat tebal. DAFTAR PUSTAKA Buckman. Brady. Karena penggosokan pada benih karet bertujuan untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan. Media tanam berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih. Bhratara Karya Aksara. USU Press. Klackers. dan N.umm. tinggi plumula benih karet 3-8 MST.id. Prentice Hall Inc. Hal ini disebabkan karena adanya penggosokan dan media tanam yang cocok bagi pertumbuhan tanaman karet. 2006. J. Saran Sebaiknya dalam melakukan percobaan ini. Plant Science. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. H. 3. B. 1981. M. Medan http://digilib.67%) dan terendah pada P0M0 (97. Interaksi antara penggosokan dan media tanam berbeda tidak nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet.E. Penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. Dan tidak berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet.1982. tinggi plumula benih karet 3-8 MST. Terjemahan Soegiman. benih yang digunakan harus diketahui jenis atau klonnya. Diakses pada tanggal 4 April 2009 .00%).ac. laju perkecambahan benih karet.William. Ilmu Tanah.

Yogyakarta Sotopo. Bina Aksara.iptek.S. Kanisius. Penebar Swadaya.id.S. Yogyakarta Sianturi. Karet Strategi Pemasaran Budidaya dan Pengolahan.G.net. Membuat Stek. 1988. dan Okulasi. CV Rajawali. Petunjuk Lengkap Budidaya Karet. Karet. Dasar-Dasar Ilmu Tanah Konsep dan Kenyataan. Teknologi Budidaya Tanaman Pangan di Daerah Tropik. 2000. D. A. Teknologi Benih. L. Jakarta . 1993. 1995. USU Press. 2001. Jakarta Widianto. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan.D. 2005. Budidaya Tanaman Karet.H. Jakarta Syamsulbahri. Jakarta Setyamidjaja. Kanisius. Yogyakarta Sutanto. dan Agus A.http://www. 2005. Medan Siregar. Teknik Penyadapan Karet. R. Agromedia Pustaka. 1999. L. Cangkok. UGM Press. Jakarta Setiawan. Yogyakarta Tim Penulis PS. 1996. T. D. Kanisius. H. Diakses pada tanggal 4 April 2009 Kartasapoetra. 1999. Penebar Swadaya.H.

Persentase kernel 7% – 8% 7. Dapat beradaptasi dengan baik pada lahan yang marginal atau mulai dari lahan kelas S3 – lahan kelas S1.6 – 42.5 cm/thn Produksi TBS TM1 : 4 – 5 ton/ha/thn .5 meter dengan sistem segitiga sama sisi). Produkstifitas TBS (Tandan Buah Segar) = 35 ton/ha/tahun 5. Deskripsi Kelapa sawit varietas D x P TN1 1. 3. Panjang pelepah antara 5 – 6 meter. bahkan mencapai 35 tahun. Dari pengalaman oleh socfin di Malaysia. 6.5 x 8. Kecepatan pertumbuhan tanaman rata – rata 41 cm/tahun. Bakti Tani Nusantara. Dengan pertambahan batang yang lambat maka usia produksi dapat mencapai lebih dari 30 tahun. Umur siap tanam ke lapangan : 10 – 12 bulan Umur siap panen : 24 – 28 bulan Kecepatan pertumbuhan tanaman : 35. Pendahuluan Varietas kelapa sawit D x P Tani Nusa 1 adalah varietas unggul baru yang merupakan kombinasi dari persilangan Dura Deli dari populasi Johor Labis dan Pisifera Avros yang diseleksi dengan metode Modified Recurrent Selection oleh Socfin Malaysia dan PT. 1. sehingga populasi per ha lebih banyak 148 152 pohon/ha (dengan jarak tanam 8. Umur siap panen lebih genjah : 24 – 28 Bulan 3. materi genetik ini menjadi tetua dari D x P Tani Nusa 1 terbukti memiliki keragaan sangat baik dan diterima luas oleh pekebun. 2. 2.5 x 8.Pola Pembibitan Sawit PT Bakti Tani Nusantara Written by Administrator on 24 February 2012. 4. 4. TN1 yang telah bersertifikat tersebut memiliki keunggulan antara lain : 1.

Menanam kecambah sesegera mungkin dan bila ditunda agar tidak lebih dari 5 hari dan kecambah harus disimpan didalam ruangan berpendingin dengan suhu 19‐22⁰C.296 kecambah. 2.Bakti Tani Nusantara mengirim kecambah kelapa sawit (KKS) ke pelanggan menggunakan peti karton berisi 3. Penanganan Kecambah PT.3% 11. 86/Kpts/HK. kecambah dikemas di dalam 16 kantong plastik yang masingnya berisi 206 kecambah termasuk refraksi 6 kecambah per kantong. Produksi TBS TM5 : 28 ton/ha/thn 7. Membuat naungan di pembibitan agar kecambah terhindar dari sinar matahari langsung.330/05/2008 2. 648/Kpts/SR.0 ton/ha/thn 9. Antar bedengan berjarak 80 cm sebagai jalan pemeliharaan. . Penanganan Awal 1. Memeriksa kotak dan dokumen untuk memastikan apakah peti dalam kondisi baik dan isi peti sesuai dengan dokumen pengiriman kecambah. Randemen CPO (IER) : 26. Di dalam peti.9 – 2. Sistem Pemeliharaan Pembibitan Kecambah varietas TN1 PT. Tepi bedengan dibatasi dengan papan (bukan bambu) setinggi 20 cm agar polibeg dapat disusun tegak. Bakti Tani Nusantara A.2 m dan panjang ± 8 m yang dapat memuat sekitar 1.5% 10. Randemen CPO (Lab) : 30.1 ton/ha/thn 12. Kerapatan tanaman : 148 -152 phn/ha 13.7 – 7. Potensi Inti Sawit (TM8) : 1. Pembuatan Bedengan dan Naungan di Pembibitan awal (Pre Nursery) • • • Bedengan dibuat pada areal yang telah diratakan dengan lebar 1. Usia Produksi : 33 tahun SK Menteri Pertanian No. Dirjenbun No. Potensi Produksi CPO (TM8) : 6.120/5/2008 SK.5. benturan fisik dan tidak terkena sinar matahari langsung. Lakukan pekerjaan ini di tempat teduh agar kecambah tidak kena sinar matahari langsung. Produksi TBS TM3 : 17 – 18 ton/ha/thn 6. Dalam penanganan kecambah BTN menyarankan kepada pelanggan untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut : • • • • Menjaga kesehatan kecambah dalam transportasi dengan menghindari kecambah dari suhu terlalu tinggi. Produksi TBS TM8 : 32 – 35 ton/ha/thn 8. pengawasan dan drainase air berlebih saat penyiraman atau hujan.000 bibit (Gambar 1).

Atap dengan daun kelapa atau kelapa sawit berisi 4-5 pelepah per meter persegi naungan.• • • • • Areal pembibitan memiliki saluran pembuangan air (drainase) yang baik. Media tanah top soil diayak dan disterilkan 1 minggu sebelum penanaman KKS dengan fungisida dosis 0. busuk dan abnormal. Persentase naungan bibit pre nursey berdasar tahapan umur. dan Daftar Persilangan yang menyertai KKS. Bagian dasar bedengan lebih tinggi dari permukaan tanah untuk memperlancar pembuangan air berlebih. Pengisian tanah kedalam polybag jangan terlalu penuh. Penyiraman sebaiknya secara manual. sisakan + 2 cm dari bibir polybag. karena lebih merata kesetiap polibag. Tanam kecambah dengan radikula (bakal akar) menghadap ke bawah dan plumula (bakal daun) menghadap ke atas. Gambar 3. Percikan dengan air menggunakan hand sprayer untuk meningkatkan kelembaban jika kondisi cuaca panas dan kering. patah. Sebelum ditanam. Naungan pada pembibitan awal kelapa sawit Tabel 1. Kecambah normal siap tanam KKS abnormal. Gambar 2.5 Dihilangkan secara bertahap 3.5 – 2. Denah bedengan pembibitan awal Naungan dibuat dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan areal bibitan (Gambar 2).5 bulan (Tabel 1). Penanaman Kecambah di Pembibitan Awal (Pre Nursery) • • • • • • • • • • Pastikan tersedia dokumen benih lengkap yaitu Delivery Order (DO).5 100 1.2 gr/ltr air dan insektisida dosis 2 gr/ltr. Berita Acara Serah Terima KKS. KKS yang ditanam adalah KKS sehat yang dapat dibedakan antara plumula (bakal daun) dengan radikula (bakal akar) sebagaimana Gambar 3.5 50 > 2. . Gambar 1. setelah diisikan kedalam polibeg berukuran 22 x 14 cm dan disiram 2 kali sehari selama 5 hari sebelum tanam. Kantong dibuka perlahan untuk mengeluarkan KKS. kecambah diseleksi terlebih dahulu dan dicatat jumlahnya berdasar kategori sehat. Umur (bulan) Naungan (%) 0 – 1. Naungan dikurangi secara bertahap dimulai setelah bibit berumur 1. Media tanam dibuat berupa campuran tanah dengan pasir berbanding 70% dan 30%. busuk atau berjamur tidak boleh ditanam. kemudiaan dicampur dengan pupuk Rock Phospate (RP) dosis 3 gr/polibag. patah. KKS di tanam tidak lebih dari 5 (lima) hari sejak kecambah diserahkan oleh produsen kecambah.

Lubang tanam ditutup dan diratakan dengan tanah setebal 1 – 1. Papan nama (plank) dan identitas kecambah yang ditanam. kode varietas. lalu masukan kecambang dengan radikula menghadap kebawah (Gambar 4).• • • • • • • Kecambah dengan radikula dan plumula yang sukar dibedakan. kelompok pertumbuhan meninggi. dan jumlah KKS (Gambar 6).5 cm di atas KKS (jangan ditekan tanah terlalu kuat). Gambar 5. buat peta pembibitan Gambar 4. disertai tali rapia sebagai pembatas antar-persilangan kecambah. Setelah penanaman KKS. Lakukan pengelompokan KKS berdasarkan laju pertumbuhan meninggi menurut ciri varietas sejak di pembibitan awal (Gambar 5). . disimpan dalam kantong beridentitas dan diletakkan pada ruang bersuhu 20-25oC selama 5-6 hari. Cara penanaman kecambah yang benar. Siram polibeg segera setelah penanaman selesai. Kecambah yang akan ditanam diletakan didalam mangkok berisi air untuk menjaga kelembaban kecambah dan setiap 15 menit sekali disemprot dengan air. Buat lubang tanam sedalam 3 cm. Pengaturan letak bibit bedasarkan kelompok KKS Gambar 6. Pasang papan identitas yang berisi tanggal tanam.

produksi tandan buah segar (TBS) berpotensi meningkat sampai 20%. Sebagai starter mikroorganisme pada proses decomposer Effective Microorganisms 4 (EM4) menjadi penting dalam dunia pertanian organik. Dengan memakai kompos dari EM4.EM4 Tingkatkan Produksi Sawit 20% Written by Administrator on 24 February 2012. Begitupula dalam sektor perkebunan kelapa sawit. EM4 digunakan untuk pembuatan kompos dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan limbah cair kelapa sawit (LCKS). .

Actinomycetes. pembibitan sawit atau tanaman sawit yang sudah dewasa cukup dengan EM4 sebanyak 10 cc dicampur 1 liter air untuk disemprotkan pada batang tanaman atau tanah. “Paling penting EM4 tidak boleh tercampur pestisida atau herbisida. hanya saja EM4 kurang efektif tanpa bantuan bahan organik karena sebagai media hidup dan makanan mikrorganisme. peternakan. Agoes Wibisana. “Kita aduk dan dicampur lalu dilakukan fermentasi di hamparan tanah yang keras agar larutan EM4 tidak terserap ke tanah. Streptomyces sp dan ragi yang bermanfaat untuk pertanian. pelepah daun terbuka. “Semua limbah dapat dimanfaatkan tidak hanya dri sektor perkebunan.” ungkap Agus. Ke depan PTPN IV dan PT. warna daun. Semua lahan cocok untuk pemanfatan limbah sawit dengan EM4. . Ketersediaan limbah di perkebunan sawit cukup melimpah yang berasal dari tandan kosong dan limbah cair. Di perkebunan sawit. Apliksinya cukup per 3 bulan sekali dengan komposisi 18 liter per tahun dengan 6 liter satu kali aplikasi untuk setiap hektarnya.” tambah Agus ketika ditemui di kantornya. EM4 tidak berbahaya. “Produksi TBS tahun kedua akan meningkat 5%-10%. menceritakan pembuatan kompos TKKS harus dicacah terlebih dahulu lalu disiram larutan EM4. menurut Agus. Di musim hujan.Effective Microorganisms 4 (EM4) merupakan kultur campuran dari mikroorganisme yang menguntungkan berasal dari alam Indonesia. Pertanian sayuran sudah banyak yang menggunakan dan tidak hanya satu bahan untuk pembuatan kompos. bisa terlihat pada umur tanaman memasuki tahun kedua dari segi peningkatan produksi. Manfaat EM4. tahun ketiga menjadi 20-30%. Menurut Agus. Jadi satu liter EM4 bisa untuk membuat kompos sebanyak satu ton. penggunaan EM4 telah diaplikasikan di Medan (Sumatera Utara) yakni PT Asam Jawa untuk pengelolaan limbah tandan kosong dan limbah cair. industri. Ditutup terpal plastik dan tunggu kurang lebih 1 bulan. Sedangkan penghematan penggunaan pupuk kimia mencapai 30%. Sapta Karya Damai di Sampit akan menggunakan EM4 untuk pengolahan tandan kosong sawit. lanjut Agus. perikanan. Terdiri dari bakteri asam laktat (Lactobacillus Spp) bakteri fotosintetik (Rhodopseudomonas Spp). Kompos digunakan pada dua aplikasi di lingkaran tanaman dan baris tanaman. Limbah sawit bisa ditambah kotoran ternak. aplikasi kompos EM4 (Bokashi) sebanyak 10 ton per hektare. Branch Manager PT Songgolangit Persada. aman bagi manusia dan makhluk hidup lainnya serta lingkungan. Penggunaan EM4 tidak sebatas di tanaman pangan saja.” ujar Agus. Selain itu.” kata Agus. perkebunan. Tandan kosong dapat diolah menjadi kompos dengan adanya material tambahan selain EM4 yakni molasse dan air. tanah disekitar pohon menjadi gembur. aplikasi larutan EM4 dilakukan setelah hujan berhenti. melainkan telah digunakan perkebunan kelapa sawit dan tebu semenjak tahun 2005. kesehatan dan lingkungan. Harus terpisah ada tenggat waktu dalam pemberiannya minimal berbeda 1-2 minggu dan baiknya pestisida baru EM4.

(bebe) PEMBIBITAN A. Harga variatif Rp 20. Tahapan Pembibitan • • • o o o Pre Nursery (pembibitan awal) selama 3 bulan pertama dengan polibag kecil Main Nursery (pembibitan utama) bibit dipindahkan ke dalam polibag besar.00 wib. mudah aplikasi dan aman bagi lingkungan. Ini juga tergantung pada jauh dekatnya lokasi. Harapan Agus. Tetapi. Irian Jaya.” pungkas Agus. beruang. penyerapan teknologi EM4 bisa merata dan meluas supaya tidak terkonsentrasi di Jawa dan Sumatera. Kalimantan.Keunggulan EM4 adalah sebagai pelopor pertanian organik memberikan harga murah. Target penjualan 100 ton per bulan tahun ini bisa tercapai dan tahun 2012 diprediksi ada kenaikan 10-20%. Dekat dengan sumber air dan airnya tersedia sepanjang tahun. untuk daerah yang rawan hama (gajah. dipelihara selama 9 – 12 bulan sampai siap untuk dapat ditanam Umur bibit yang dapat ditanam di areal pertanaman : paling muda : 8 bulan ideal : 12 bulan paling tua : 24 bulan. Bibit memerlukan banyak .000 per liter.000-25. babi. Lokasi Pembibitan • • Tanah/arealnya rata/datar. dapat dilakukan di daerah pedalaman asalkan didukung infrastruktur supaya harganya terjangkau. tikus. “Harga bisa ditekan agar daya beli masyarakat jauh lebih tinggi. Jika areal datar tidak diperoleh dapat juga digunakan areal bergelombang atau berbukit namun perlu dibuat teras-teras yang disesuaikan dengan kemiringannya asal saja jaringan penyiramannya mampu mencapai tempat tertinggi atau terjauh. Sumatera Selatan terutama petani dan perusahaan perkebunan sawit. dan landak B. Bibit perlu disiram 2 kali sehari jika tidak turun hujan yaitu dari pagi sampai pukul 11. Pemasaran EM4 diperluas sampai ke Jambi.00 wib siang dan sore mulai pukul 16.

Perhitungannya adalah : Seleksi kecambah Seleksi di pembibitan awal Seleksi di pembibitan utama Cadangan penyisipan : 2.000 Luas Pembibitan utama (ha) 6 12 17 23 29 35 Luas areal yang akan Ditanami (ha) 500 1000 1500 2000 2500 3000 Keterangan : Bibit Yang Ak Ditanam ke Lapangan 68.5 0. Untuk tempat yang agak jauh dari sumber benih.0 m) diperlukan kecambah 200/ha Sistem tanam segitiga sama sisi • • • • Kecambah dibeli 12 bulan sebelum rencana penanaman.400 344.• • • • air yaitu 0.25 – 2 liter tergantung dari umur dan kondisi bibit. dekat dari pengawasan dan mudah dikunjungi Dekat dari sumber tanah untuk pengisi kantong plastik (top soil) karena tiap kantong besar membutuhkan 20-25 kg tanah C. Kebutuhan dan Pengadaan Bibit • • o o o o • • Kebutuhan bibit/kecambah sebanyak 140% dari jumlah yang akan ditanam.4 m) diperlukan kecambah 180/ha Kerapatan 143 ph/ha (9.7 0.650 275.000 243.000 180.850 137. Dekat dengan areal yang akan ditanami jika mungkin ditengah lokasi untuk mengurangi biaya angkutan bibit.000 162.000 270.5 x 100/90 x 100/85 x 100/95 = 1.000 540.000 Luas Pembibitan awal (ha) 0.000 405.40 x jumlah pohon/ha Kerapatan 130 ph/ha (9.000 486. pengangkutan agar diusahakan dengan cargo (angkutan) udara Benih yang sudah diterima agar ditempatkan di tempat yang teduh kemudian segera ditanam karena paling lama hanya dapat bertahan 3-5 hari dari tempat penghasil benih Kebutuhan benih dan luas pembibitan : Kebutuhan Benih 90.000 360.250 413.0 Bibit ke Pembibitan utama 81. Bila rencana penanaman dalam jumlah banyak.4 0.100 . Air harus bersih dan tidak beracun.700 206.000 324.5% : 10% : 15% : 5% Kebutuhan kecambah = 100/97. Drainasenya baik/arealnya tidak tergenang Aman dari gangguan hama berupa binatang besar maupun serangga.9 1.2 0. pemesanan sebaiknya bertahap sesuai dengan fasilitas dan tenaga yang ada.000 450.

Cara ini dilakukan dengan membangun bak penampung ditempat yang tertinggi dan baru dialirkan ke tempat yang lebih rendah Berapa jauh sumber air (sungai atau kolam air) dari pembibitan.000 polibag dan pembibitan utama ± 14. Penggunaan sprinkler memerlukan tenaga kerja yang lebih sedikit 4.3 liter/hari Pembibitan utama : Kebutuhan Air/pokok/hari ( liter ) 1 (sprinkler 1. Jika terlalu jauh maka perlu pertimbangan lain apakah pompa yang digunakan mampu.o o Perhitungan tersebut menggunakan standar seleksi di pembibitan awal 10% dan pembibitan utama 15% Untuk areal seluas 1 ha dapat digunakan untuk pembibitan awal sebanyak 500. Bagaimana dengan persediaan tenaga yang ada.5 jam) 2 (sprinkler 1 jam 45 menit) 3 (sprinkler 2 jam Umur Bibit ( bulan ) 0–3 3–6 6 . sisanya untuk peresapan dan pengaliran di permukaan) E. Jika penggunaannya cukup lama atau akan digunakan lebih dari 5 tahun mungkin pemakaian sprinkler akan lebih menguntungkan karena akan memperkecil biaya penyusutan dari instalasinya. Jika cukup dekat penggunaan sprinkler mungkin cukup baik. Instalasi penyiraman .500 bibit/hk Berapakah debit air yang ada terutama pada musim kemarau.000 polibag Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) • Standard kebutuhan per ha pembibitan tenaga kerja : 5–6 hk per hari D. luas hendaknya sesuai dengan kapasitas pompa yang akan digunakan. bergelombang dengan semi mekanis akan lebih murah dimana dapat memanfaatkan tenaga gravitasi.000 bibit/hk sedangkan secara manual 2.12 Sumber data :Pusat Penelitian Perkebunan Marihat – Bandar Kuala (1992) F. Rata dengan sprinkler lebih baik. kebutuhan air per pokok : 0.1 – 0. Bagaimana dengan keadaan areal pembibitan tersebut apakah rata atau bergelombang. Penyiraman Bibit Sistem penyiraman yang harus digunakan perlu dipertimbangkan : • • • • • Berapa luas pembibitan yang akan dibangun dan berapa lama atau berapa tahun akan digunakan. Untuk 1 ha dibutuhkan lebih dari 77 m3/hari (bibit saja 2. Demikian pula dengan luasnya. Kebutuhan Air Bibit • • Pembibitan awal.5 liter/hari.

6 kg/cm2) Kekuatan pompa 18-20 HP untuk 8 ha pembibitan G. Tiap sambungan dilengkapi stand pipes 0. Pipa utama 4 inch dilengkapi dengan kran (valve) ke pipa distrubusi 2 inch. Untuk 8 ha pembibitan diperlukan 30 sprinkler.2 m . Pada tiap pipa distribusi terdapat 8 – 10 sprinkler yang berjarak 9 – 18 m 4. Efisiensi 30-40% Pompa berdaya pancar 45 psi (3. Pembibitan Awal (Pre Nursery) Persiapan Areal • • • Areal yang sudah di buka (LC) dibersihkan dan diratakan Kebutuhan bahan/tenaga : Manual 20 HK/Ha dan mekanis 6 JKT (Jam Kerja Traktor) per ha Kebutuhan areal 1 m2 untuk 70 bibit pada pembibitan awal Membuat Bedengan • • • • • Ukuran bedengan : lebar bedengan 1.Secara Manual Air dihisap dari sungai dengan menggunakan pompa air dan dialirkan ke areal pembibitan dengan menggunakan pipa dan selang • • • • Pipa primer 6 inch ditempatkan ditengah-tengah lapangan Cabang I dengan pipa 2 inch Cabang II dengan pipa 1 inch yang disambung dengan selang plastik 25 m yang ujungnya diberi gembor Penyiraman dilakukan dengan tenaga manusia Sprinkler • Penggunaan pipa : 1. Pipa induk 6 inch dari rumah pompa 2.5 HK/bed Tepi bedengan diberi batas dengan bambu atau papan Jumlah bahan digunakan : 4 bambu @ 6 m dan 5 papan/bed Menabur Pasir . 2 line pipa distribusi • • • Kebutuhan air ± 75 m3/ha/hari.75 inch yang dipasang berdiri dan ujungnya dilengkapi dengan nozzle yang dapat memancarkan air dan berputar karena aliran air 3. jarak antar bedengan 0.8 m Jumlah bibit dalam satu bedengan : 840 bibit Kebutuhan tenaga untuk membuat bedengan : 1.

3 m3/bed Jumlah kebutuhan tenaga kerja : 0. Atap dari pelepah kelapa sawit atau dari shadownet.2 HK/bed Meracun Serangga • • • Dua hari sebelum digunakan bedengan disemprot dengan insektisida. dan jarak antar tiang 3 m. rumputan. contoh Sevin atau Thiodan Jumlah dan jenis bahan digunakan : Sevin 85 EC dosis : 5 cc/l air/bed Jumlah kebutuhan tenaga kerja : 1 HK/30 bed Naungan • • • • • Pada tahap awal bibit harus diletakkan di bawah naungan.000 kg tanah) Bila tanah terlalu padat/liat dicampur dengan pasir perbandingan 3:1 Media tanam harus dicampur dengan 50 kg pupuk RP per ± 2 m3 tanah (± 1. batuan dan sampah lainnya.5 cm 1 kg Plb ± 200 lembar polybag kecil Mengisi Polybag .5 bulan) naungan harus sudah dihilangkan.5 m3/HK sedangkan secara mekanis 8 JKT/Ha Jumlah kebutuhan tenaga kerja untuk mengayak 3 m3/HK Ukuran Polybag • • • • Ukuran polybag kecil 0.5 bulan) naungan dapat dikurangi sebesar 50% dan setelah daun ketiga keluar (2. Jumlah bahan yang digunakan : 7 bambu/bed @ 6 m dan 10 pelepah/bed Jumlah kebutuhan tenaga kerja membuat naungan : 1 HK/bed Mengumpulkan Tanah/Media Tanam • • • • • • • Media tanam menggunakan top soil (kedalaman 20-30 cm) tanah mineral dengan tekstur lempung.075 mm x 15 cm x 23 cm lay flat.5 cm Lubang polybag berjumlah 12-24 dengan diameter 0.• • • Bedengan ditaburi pasir secara merata sampai setebal 2 cm Jumlah kebutuhan pasir : 0. setelah dua daun keluar (1. warna hitam Setelah diisi berukuran : diameter ± 10 cm dan tinggi ± 17. Hasil pengayakan ± 60% (dari 1m3 diperoleh ± 1. kecuali di areal gambut dapat menggunakan tanah gambut Tanah diayak dengan saringan kawat 2 cm agar bersih dari akar. Luas naungan minimal sebesar bedengan dengan tinggi ± 2 m Bentuk naungan : tiang dibuat dari bambu atau besi siku setinggi 2 m.000 polybag kecil) Jumlah kebutuhan tenaga kerja untuk mengumpulkan tanah secara manual 1.

Radicula berujung tumpul seperti bertudung.000 unit/HK Seleksi Kecambah • • • • Kecambah normal : calon akar (radicula) dan calon batang (plumula) terlihat jelas. iv.000 kecambah/HK Pada saat diterima peti harus diletakkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari Setiap kantong kecambah harus dibiarkan terbuka selama beberapa menit untuk pergantian udara Menanam Kecambah • • • • • • Siram tanah di polybag sampai jenuh sebelum kecambah ditanam Kantong plastik kecambah dibuka dengan hati-hati dan letakkan kecambah di baki yang beralaskan goni basah yang telah direndam dalam larutan fungisida Thiram dengan konsentrasi 0. polybag harus sudah diisi tanah dalam jumlah cukup Guncang polybag pada saat pengisian untuk memadatkan tanah dan diisi sampai mencapai ketinggian 1 cm dari bibir polybag Polybag disiram air setiap hari sampai tampak jenuh sebelum dilakukan penanaman dan diisi kembali dengan tanah bila diperlukan Jumlah tanah adalah 1 kg per polybag Jumlah kebutuhan tenaga kerja pengisian polybag 400 unit/HK Menyusun di Bedengan • • • • Polybag harus disusun secara tegak dan rapat di bedengan. panjangnya 8-25 mm.2% Kecambah diseleksi dan dihitung (% seleksi) Penanaman kecambah harus memperhatikan posisi radikula yang akan diposisikan arah ke bawah dan plumula yang akan diposisikan ke atas Kecambah ditanam dengan kedalaman sekitar 2-3 cm di bawah permukaan tanah polybag (dilobang dengan ibu jari) Polybag disiram sampai jenuh setelah kecambah ditanam . vi. iii. Tiap 1 m2 dapat memuat 70 polibag atau 840 polybag/bedengan Diusahakan air tidak akan menggenangi di bedengan dengan mengikis permukaan tanah yang tidak datar Jumlah tenaga kerja untuk menyusun polybag adalah 1. agak kasar Plumula ujungnya tajam seperti tombak Kriteria kecambah yang abnormal : ® ® ® ® ® ® Calon akar/batang patah Calon akar/batang tidak tumbuh Calon akar/batang membengkok Calon akar/batang tumbuh satu arah Calon akar/batang busuk terserang cendawan Calon akar/batang layu karena terlalu kering i. • • • Jumlah kebutuhan untuk seleksi kecambah 5. ii.• • • • • Empat minggu sebelum penanaman kecambah. v.

2% (2gr/l air) Minggu ganjil (minggu ke 5.00 wib – selesai Bila malam sebelumnya turun hujan (> 8 mm) dan tanah di polybag masih basah maka penyiraman hanya dilakukan sore hari saja.00 wib. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk menanam kecambah 1. 12) dengan pupuk majemuk (contohnya Rustika) 15. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 13. 7.4 konsentrasi 0. Bila pagi harinya hujan turun (> 10 mm) maka tidak perlu penyiraman pagi dan sore.2% Cara dilarutkan pupuk dalam gembor : 10 gr Urea atau 10 gr pupuk majemuk dalam 5 liter air untuk 500 bibit Pemupukan dilakukan pagi hari setelah selesai penyiraman pertama/pagi Jumlah kebutuhan tenaga kerja 8. 10.000 bbt/HK Penyiraman • • • • • Bibit disiram 2 x sehari Jam penyiraman : 07.00 wib – selesai paling lambat jam 11. 6.15.500 bbt/HK (16 bed/HK) Pengendalian Gulma • • • • • Dilakukan 1 x tiap 2 minggu Cara pelaksanaan adalah manual tidak boleh dengan herbisida Pengendalian dengan mencabut rumput dan gulma lain di dalam polibag dan yang berada di antara polibag Sekaligus melakukan konsolidasi dengan menambah tanah pada polibag apabila kekurangan. 8. Kecambah yang memiliki persilangan yang sama ditanam pada bedengan yang sama.• • • • Diberi naungan sesuai iklim setempat Sebaiknya penanaman dilakukan secara beregu. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 13.6.500 bibit/HK atau 16 bed/HK Pemeliharaan Drainase • • • • Mengalirkan air yang tergenang di areal pembibitan Diperiksa agar air jangan tergenang di polybag Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 6-8 ha/HK Rotasi yang diperlukan 1 x /minggu Pemupukan • • • • • Minggu genap (minggu ke 4.400 bibit/HK atau 10 bed/HK Konsolidasi Bibit  Dilakukan 1 kali/minggu meliputi : . sore hari jam 15. 11) dengan urea 0. 9.

02 1.0 Diameter (cm) 1.3 11.02 2.30 + 0.1 114.8 + 0.9 + 1.1 + 3.3 + 2.8 + 0.0 13.2 + 1.000 bibit/HK Standar Pertumbuhan Bibit kelapa sawit Umur (bulan) 4.2 10.0 + 0.96 + 0.1 52.33 5.3 + 0.3 39.14 6.2 8.12 3.1 15.0 + 1.84 + 0.4 64.8 + 0.0 + 0.9 126.6 + 0.6 + 0.6 88.o o o Menambah tanah yang kurang Menegakkan polibag yang miring Menukar bibit yang mati dengan bibit pada bedengan terakhir yang biasanya tidak penuh Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 4.50 + 0.56 + 0.400 bibit/HK atau 10 bed/HK Tata cara seleksi Bibit di pre-nursery • • • • Angkat dan singkirkan semua bibit afkir dari bedengan sebelum dilakukan pemindahan bibit sehat ke polybag besar Musnahkan semua bibit afkir Catat dan laporkan bibit yang diafkir Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 5.9 + 5.84 + 0.3 15.3 15.5 6 7 8 9 10 11 12 Tinggi (cm) 26.4 Sumber data :Pusat Penelitian Perkebunan Marihat – Bandar Kuala (1992) Beberapa ciri Fisik bibit yang di-afkir .70 + 0.5 101. fungisida dengan rotasi 1 kali/minggu Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 8.000 bibit/HK atau 5 bed/HK • Pengendalian Hama dan penyakit • • • • Pengamatan hama ataupun penyakit dilakukan setiap hari Pengendalian dilakukan dengan cara manual Apabila gangguan hama/penyakit sudah pada tingkat yang lebih berat maka dilakukan dengan penyemprotan insektisida.9 + 7.02 + 0.15 5.3 + 0.04 4.24 Banyak daun 5.

• • • • • • • •

Pucuk bengkok atau daun berputar : akibat penanaman kecambah yang terbalik atau faktor genetik Daun lalang atau daun sempit (narrow grass leaf) : akibat faktor genetik Daun kerdil dan sempit (stump/little leaf) Daun menyempit dan tegak (acute/erect leaf) Daun yang menggulung (rolled leaf) : akibat factor genetic Daun berkerut/keriput (crinkle leaf) : akibat factor genetic Daun melipat (collante) : akibat kekurangan air Bibit kerdil (stunted) : akibat factor genetic Chimaera : sebagian atau seluruh daun secara seragam berubah pucat atau bergaris kuning terang yang sangat kontras dengan warna hijau gelap dan jaringan yang normal Bibit dengan serangan penyakit berat

H. Pembibitan Utama (Main Nursery)
Persiapan Areal
• • • • •

• • •

Areal Pembibitan dekat dengan sumber air atau sungai Areal datar dengan penggunaan areal 1 ha untuk 14.000 bibit Dibuat parit drainase mengikuti pipa sekunder dari jaringan pipa penyiraman Ukuran parit lebar dasar 30 cm, lebar atas 70 cm, dalam 40 cm Bila penyiraman dengan sprinkler hendaknya dibuat dulu desainnya dan penempatan pipa-pipanya Bila diperlukan buat pagar keliling 150 m dengan kawat. Jarak antara tiang 3 m, tinggi pagar 1,5 m Jumlah tenaga kerja untuk membuat pagar 100 m/HK Transplanting ke main nursery dilakukan pada bibit berumur 3-4 bulan atau memiliki 4-5 helai daun

Memancang
• • •

Umur bibit 8-10 bulan : jarak pancang 70 x 70 x 70 cm (23.000 bibit/ha) Umur bibit ≥ 10 bulan : jarak pancang 90 x 90 x 90 cm (14.000 bibit/ha) Kebutuhan tenaga kerja memancang 1.000 pancang/HK

Mengumpulkan Tanah

Metode sama dengan pembibitan Pre-Nursery

Tanah di polybag besar harus dilubangi dan selanjutnya dimasukkan 100 g pupuk RP ke lubang polybag besar sebelum bibit ditanam

Ukuran Polybag
• • • •

Ukuran polybag besar adalah 0,15 mm x 35 cm x 50 cm lay flat Setelah diisi tanah diameter ± 23 cm dan tinggi ± 39 cm ; warna hitam Lubang empat baris perforasi berjarak 5 cm x 5 cm Tebal polibag harus merata tidak ada tebal tipis

Mengisi Polybag
• • • •

• •

Polybag harus sudah siap diisi tanah minimal 4 minggu sebelum transplanting dari PN untuk mendapatkan tingkat kepadatan tanah yang stabil. Polybag harus dibalik sebelum diisi tanah agar polybag dapat berdiri tegak dan silindris Persiapan media tanam dan isikan ke dalam polybag. Hindarkan pemadatan tanah dalam polybag dengan cara menekan kuat ke arah bawah Guncang polybag pada waktu pengisian untuk memadatkan tanah dan mencegah agar tidak ada bagian yang mengkerut atau terlipat sehingga ketinggian tanah dapat mencapai 2,5 cm dari bibir polybag. Jumlah polybag 1 kg = 18 lembar; 1 plb ± 20 kg Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 100 unit/HK

Menyusun Polybag
• • • • •

Polybag disusun di areal bibitan yang sudah dipancang Menyeragamkan cara peletakan (contoh di selatan pancang). Pancang tidak boleh dicabut Setiap 5 baris dikosongkan 1 baris untuk jalan pemeliharaan bibit Kedua tangan pekerja harus berada pada dasar polybag dan tidak dibenarkan 1 tangan menyengkeram bibit polybag bagian atas Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 100 – 150 unit/HK

Menanam/Transplanting di Polybag Besar
• • • • •

Tanah di polybag dilubangi sebesar ukuran polybag kecil dengan alat berupa bor tanah atau yang dibuat dari pipa 4 inch Jumlah tenaga kerja untuk melubangi 250 unit/HK Bibit yang telah memenuhi syarat (umur 3 bulan, daun 3-4, bentuk sempurna) diangkut dengan kotak papan, diecer ke tempat polybag Jumlah tenaga kerja untuk mengecer 700 bibit/HK Penanaman dilakukan : bibit di polybag kecil dipegang miring, dasarnya disayat keliling kemudian dilepas. Dimasukkan ke dalam lubang polybag besar. Sambil menahan bibit polybagnya ditarik/dilepas. Tanah diratakan dan dipadatkan Jumlah tenaga kerja untuk menanam 100 bibit/HK

Penyiraman Bibit

• • •

Bibit disiram 2 kali/sehari : pagi; jam 7.00 – selesai selambat lambatnya jam 11.00, sore jam 15.00 – selesai Jumlah tenaga kerja 2.500 bibit/HK Apabila malam sebelumnya turun hujan dan tanah di polibag masih basah maka penyiraman hanya dilaksanakan sore hari. Bila hujan pagi hari cukup lebat (> 10 mm) maka sampai sore bibit tidak perlu disiram. Kebutuhan air bibit : 1-3 bl = 1.0 ltr; 3-6 bl = 1.5 ltr; > 6 bl = 2 ltr

Pengendalian Gulma
• • • • •

Dilakukan 2 minggu sekali Penyiangan dilakukan dalam polibag dan di luar polibag Dalam polibag penyiangan dilakukan secara manual Di antara polibag rumput-rumput disemprot dengan 2 kg karmex + 2,2 ltr gramoxone/450 ltr air/ha bibitan Tenaga kerja diperlukan untuk penyiangan 0,7 ha/HK atau 8.000 bibit/HK

Pemberian Mulsa
• • • • •

Pada daerah yang terlalu kering/panas, bibit dalam polybag harus diberi mulsa Mulsa diberikan secara merata di atas permukaan tanah dalam polybag segera setelah bibit ditanam Mulsa yang dianjurkan adalah cangkang, jerami ataupun lalang kering Jumlah cangkang sawit yang diperlukan 0,5 kg/polibag Jumlah tenaga kerja diperlukan adalah 2.500 bibit/HK

Konsolidasi Bibit
• • • • •

Konsolidasi bibit dilakukan 1x/bulan Menegakkan polibag-polibag yang miring Mengganti/membalut polibag yang pecah Menambah tanah di polybag (hanya sampai umur 6 bulan) Jumlah tenaga kerja diperlukan 2.000 bibit/HK

Pemeliharaan Parit drainase
• • •

Mengalirkan air yang tergenang 1 kali/minggu Mendalamkan parit pada ukuran semula Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 6-8 ha/HK

Pemupukan
• • • •

Dimulai pada minggu ke 2 setelah bibit di transplanting Jenis pupuk : pupuk majemuk (contoh Rustika) R 15.15.6.4 dan R 12.12.17.2 serta pupuk Kieserite atau Dolomit Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 3.000 bibit/HK atau 5 HK/ha bibit Cara pemupukan : Buat takaran pupuk sesuai dengan dosis

i.

5 7.0 7.0 20.0 15. iv.0 15.5 - .ii.5 10.0 15. Pupuk ditaburkan merata pada permukaan tanah di polybag melingkar/keliling sejauh 10 cm dari bibit Pupuk tidak boleh menyentuh bibit Pelaksanaan setelah penyiraman pertama Dosis Pemupukan Pembibitan Utama Umur Bibit (Minggu) 2 3 4 5 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 Dosis Pupuk (gram/pohon) R II 10.0 20.0 20.0 15.0 20.0 5.0 10.0 15.5 10.0 10.0 10.0 10. iii.0 15.0 22.0 15.5 7.0 7.5 5.0 - RI 2.0 15.5 2.5 22.0 - K atau D 10.0 10.0 10.

17.2 = Kieserite = Dolomit 25.0 80 22. Semprot (cc/pk) 25 50 100 Tenaga (bibit/HK) 5.000 bibit/HK Kebutuhan Larutan Semprot Umur (bulan) 4–6 7–9 10 . Khusus bibit yang terkena penyakit dan mudah menular harus dipisahkan dari bibit sehat Jumlah kebutuhan tenaga kerja 3. hama dikutip kemudian dimusnahkan Jumlah kebutuhan tenaga kerja 2.15.12.000 1.5 117.0 230 15.5 Keterangan : R I R II K D Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) Pengendalian Hama Penyakit • • • • • • • Pengamatan dilakukan secara rutin 1 x/minggu untuk mengetahui ada tidaknya serangan hama/penyakit Cara pengendalian pada saat serangan awal/ringan secara manual.0 25. Penyemprotan dilakukan setelah penyiraman pagi dan ditambahkan dengan perekat.00 Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) Gejala Serangan hama/penyakit & Pengendalian .000 3.12 Vol.38 40 Jumlah • • • • 50 = Rustika 15.6.4 = Rustika 12.000 bibit/HK Bila dari hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan gejala serangan maka dapat dikendalikan dengan penyemprotan pestisida.

9.000 bbt/HK • .Keterangan : T S : Semprot : Tabur : Minggu Mgg Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) Seleksi Bibit • • o o o Seleksi dilaksanakan dengan tahapan umur bibit 6. jumlah bibit afkir selama di main nursery antara 10-15 % Jumlah tenaga kerja dibutuhkan 3. 12 bulan dan pada persiapan pengiriman bibit ke lapangan Tata cara pelaksanaan seleksi bibit : Berikan tanda dengan cat warna putih di polybag setiap bibit afkir/abnormal Catat dan dibuat berita acara semua bibit afkir Bibit afkir dikeluarkan dari blok bibitan dan dimusnahkan.

Bibit yang layu dan lemah (limp) Penampilan pucat dan pertumbuhan daun muda cenderung lebih pendek dari yang seharusnya Bibit flat top Faktor genetik. Gejala berat akibat factor genetic. daun yang baru tumbuh dengan ukuran yang makin pendek dari daun tua. daun tumbuh dengan sudut yang sangat sempit/tajam terhadap sumbu vertikal sehingga seperti tumbuh tegak. gejala ringan disebabkan karena kekurangan air Chimaera • o • o • o • o • o • o • o • o • . Bibit terlihat sangat terbuka dan lebih tinggi dari normal Anak daun yang sempit (narrow leaf) Bentuk helai daun tampak sempit dan tergulung sepanjang alur utamanya (lidi) sehingga bentuknya seperti jarum Anak daun tidak pecah (juvenile) Helai anak daun tetap bersatu seluruhnya atau tidak pecah Daun berkerut (crinkle leaf) Daun terlihat berkerut. sehigga tajuk bibit terlihat rata Short internode Jarak antara anak daun pada tulang pelepah (rakhis) terlihat dekat dan bentuk pelepah tampak pendek Wide internode Jarak antara anak daun pada rakhis terlihat sangat lebar.Ciri bibit abnormal di Main Nursery • o Kerdil (runt/stunted) Bibit yang pertumbuhan vegetatifnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan bibit sehat seumurnya Bibit erect Faktor genetis.

Setelah bibit diputar harus disiram air dengan cukup setiap hari sampai waktu pengiriman ke lapangan Perlakuan Bibit untuk Persiapan Pengangkutan Menjelang persiapan tanam bibit dikumpulkan rapat. pelepah bengkok dan mudah patah Blast Bibit berubah secara progresif ke arah coklat dan perlahan dimulai dari daun yang tua bergerak ke daun yang lebih muda Terserang hama dan penyakit Terserang busuk pucuk dan hama/penyakit yang harus dipisahkan • o • o • o Persiapan Pemindahan Bibit ke Lapangan • o Pemutaran bibit (rotating) Bibit diputar pada tempatnya dua minggu sebelum dikirim ke lapangan. setiap kelompok terdiri 100-200 bibit.o Sebagian atau seluruh daun secara seragam berubah menjadi pucat atau bergaris kuning terang yang sangat kontras dengan warna gelap dari jaringan yang normal Crown Diseases Faktor genetik. Bibit disusun satu lapis di atas truk dan disiram sebelum berangkat ke lapangan • o .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.