TEKNIK APLIKASI HERBISIDA Junita Sinambela/070301054 Mahasiswi Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

, Medan.

ABSTRAK Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan pada ketinggian tempat 25 m dpl. Percobaan ini bertujuan umtuk mengukur aplikasi perlakuan herbisida yang seragam pada suatu areal, sehingga diperoloh hasil pengendalian yang efektif dan efisien. Percobaan ini menggunakan air, dan knapsock. Luas areal yang dikalibrasikan panjangnya16,25 m dan lebar 1,95 m dengan volume awal 10 liter/ha. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa air yang digunakan untuk luas areal tersebut 2,5 liter/ha dan volume yang diperlukan sebanyak 788,892 lite/hr, volume semprot untuk dosis herbisida 2 liter/ha sebanyak 788,8983 liter/ha dan untuk volume semprot dengan dosis herbisida 3 liter/ha sebanyak 788,8995 liter/ha. Kata Kunci: kalibrasi, air, volume semprot PENDAHULUAN Pengendalian gulma dewasa ini di Indonesia cukup berkembang disbanding pemanfaatan sumber daya dan eradikasi gulma itu sendiri. Cara pengendalian dapat dilakukan secara fisik (manual, mekanis, pemanfaatan dan kultur teknis), biologi dan kimia (herbisida). Pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida sudah banyak diterapkan di lapangan baik pada budidaya komoditas tanaman perkebunandan industri maupun tanaman pangan, hortikultura dan perairan. Hal ini disebabkan oleh kelangkaan tenaga kerja di tingkat usaha tani, serta banyaknya pilihan herbisida yang efektif dan selektif sebagai haerbisida pra tumbuh dan purna tumbuh sesuai dengan komoditas tanaman yang dibudidayakan (Tjitrosemito, 2004). Herbisida adalah suatu bahan kimia (pestisida) yang digunakan untuk membunuh atau mencegah pertumbuhan gulma. Cara yang paling efektif untuk menanggulangi gulma ialah menggunakan herbisida dalam kombinasi dengan cara pengendalian lainnya. Keuntungan penggunaan herbisida yaitu: a) Menggunakan herbisida menghemat tenaga. b) Herbisida dapat dapat digunakan dalam lingkungan apapun. Sedangkan kerugian penggunaan herbisida adalah: menggunakan herbisida yang sama terusmenerus mengakibatkan berkembangnya gulma, khususnya jenis tahunan yang sulit dikendalikan dengan herbisida (Sebayang, 2005). Proses aplikasi herbisida menyangkut berbagai aspek antara lain: 1) Penyediaan larutan yang sesuai. 2) Pembuatan butiran cairan semprot. 3) Gerakan butiran cairan semprot kepada sasaran. 4) Impak butiran pada sasaran (Sukman dan Yakup, 2002). Di dalam melakukan kalibrasi terdapat tiga faktor penting yang menentukan keberhasilan kalibrasi yakni: Ukuran lubang nozel.− Tekanan dalam tangki alat semprot.−

Kecepatan pergerakan (berjalan) aplikator.− (Anderson, 1977). BAHAN DAN METODE Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan pada tanggal 18 April 2007 dengan ketinggian tempat 25 m dpl. Percobaan ini menggunakan air sebagai pelarut herbisida, gelas ukur untuk mengukur herbisida yang akan digunakan, ember plastik sebagai tempat menaruh air, glifosat sebagai herbisida yang akan diaplikasikan, dan Knapsock Sprayer sebagai alat semprot. Sebelum mengkalibrasikan air pada pelataran parkir, ditentukan terlebih dahulu volume awal dengan rumus: Volume yang diaplikasikan = Volume yang diperlukan Luas areal perlakuan Luas areal yang akan diberi perlakuan Kemudian ditentukan banyaknya volume semprot yang diperlukan untuk dosis herbisida 2 liter/ha dan 3 liter/ha. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Volume larutan yang diketahui (V1) = 10 L Volume larutan yang tertinggal dalam tangki (V3) = 7,5 liter Volume semprot (V2) = V1 – V3 = 2,5 liter Lebar Lahan = 1,95 m Panjang Lahan = 16,25 m Luas Lahan = P x L = 31,69 m2 Volume yang diaplikasikan = Volume yang diperlukan Luas areal perlakuan Luas areal yang akan diberi perlakuan V = 2,5 x 10000 = 788,892 liter 31,69 Dosis Herbisida 2 liter = (2 x 31,69 ) : 10.000 = 0,006 liter Dosis Herbisida 3 liter = (3 x 31,69 ) : 10.000 = 0,0095 liter Volume semprot per Hektar Dosis Herbisida 2 liter = 788,892 + 0,0063 = 788,8983 liter Volume semprot per Hektar Dosis Herbisida 3 liter = 788,892 + 0,0095 = 788,8995 liter Pembahasan Dari hasil percobaan dengan mengkalibrasikan air pada luas lahan 31,69 m2, maka diperoleh volume semprot dengan dosis herbisida 2 liter/ha sebanyak 788,8983 liter/ha. Dan volume semprot dengan dosis herbisida 3 liter/ha sebanyak 788,8995 liter/ha. Sehingga dapat disimpulkan bahwa volume air yang akan digunakan untuk mengaplikasikan herbisida dengan dosis anjuran 2 liter/ha dengan dosis anjuran 3 liter/ha yang diaplikasikan pada luas areal yang sama membutuhkan volume air yang

tidak jauh berbeda tetapi harus tetap diperhatikan kesesuaiannya. Hal ini sesuai dengan literatur dari Sukman dan Yakup (2002) yang menyatakan bahwa penyediaan larutan yang sesuai merupakan salah satu aspek penting dalam proses aplikasi herbisida. Di dalam melakukan kalibrasi ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan kalibrasi yaitu ukuran lubang nozzle, tekanan dalam tangki alat semprot, dan kecepatan berjalan aplikator. Ketiga faktor tersebut harus diatur sedemikian rupa sehingga diperoleh suatu volume larutan herbisida tertentu yang dapat dilepaskan melalui lubang nozzle pada setiap waktu yang dikehendaki. Hal ini sesuai dengan literatur Anderson (1977) bahwa di dalam melakukan kalibrasi terdapat tiga faktor penting yang menentukan keberhasilan kalibrasi yakni ukuran lubang nozel, tekanan dalam tangki alat semprot, dan kecepatan pergerakan (berjalan) aplikator.

KESIMPULAN 1. Pada luas lahan 31,69 m2 dengan volume awal 10 liter dan volume akhir 7,5 liter maka diperoleh volume yang diperlukan sebanyak 2,5 liter. 2. Pada luas lahan 31,69 m2 dengan dosis herbisida 2 liter/ha maka diperoleh volume semprot sebanyak 788,8983 liter/ha. 3. Pada luas lahan 31,69 m2 dengan dosis herbisida 3 liter/ha maka diperoleh volume semprot sebanyak 788,8995 liter/ha. DAFTAR PUSTAKA Anderson, W.P., 1977. Weed Scince. West Publishing, Los Angeles. Sebayang, H. T., 2005. Gulma dan Pengendaliannya Pada Tanaman Padi. Unit Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang Sukman, Y., dan Yakup, 1995. Gulma dan Teknik Pengendaliannya, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta. Tjitrosemito, S., Sri S.T., dan Imam M., 2004. Prosiding Konferensi Nasional XVI Himpunan Ilmu Gulma Indonesia SEAMEO BIOTROP, Bogor, 15-17 Juli 2003. Bogor-Indonesia.

Juli 2010 Disetujui Oleh: Dosen Pembimbing Lapangan Asisten Pembimbing Lapangan (Ir.R. Sijabat) NIP.P.R. NUSANTARA II KEBUN SAWIT SEBERANG Waktu : Bulan Juni sampai Juli 2010 Peserta PKL : NICKY ARDIANSYAH L.PRAKTEK KERJA LAPANGAN DI PTP. NUSANTARA II KEBUN SAWIT SEBERANG LAPORAN OLEH : NICKY ARDIANSYAH L. 070301019 JUNITA SINAMBELA 070301054 Medan. MS) (P./070301055 ARJUNA A. Toga Simanungkalit.P. 070301055 ARJUNA A. 19599072 819870 21 001 Diketahui Oleh: ./070301019 JUNITA SINAMBELA/070301054 DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2010 Judul Kegiatan : PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) DI PTP.

Ir. M. Bapak Ir.) NIP. Bapak Ir. Bapak P. Bapak Ir. selaku asisten personalia PTPN II Kebun Sawit Seberang. Medan. Bapak Prof.Sc. Universitas Sumatera Utara. Ph. selaku dekan Fakultas Pertanian. Akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih. Praktek Kerja Lapangan ini dilaksanakan di PTPN II Kebun Sawit Seberang. Medan. Nusantara II Kebun Sawit Seberang yang telah membantu dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan laporan ini. untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan ini. 1959010 519860 11 001 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. 7. Bapak Ir. Praktek Kerja Lapangan ini merupakan program yang wajib dilakukan oleh setiap mahasiswa-mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. SP selaku asisten afdeling IX di PTP.Manajer PTPN II Ketua Departemen Kebun Sawit Seberang Budidaya Pertanian FP-USU (Ir.D. Ir. 5. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Medan. MS selaku dosen pembimbing Praktek Kerja Lapangan (PKL). karena atas berkat dan rahmat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini dengan baik. Edison Purba Ph. Juli 2010 Penulis . Medan. Seluruh karyawan PTP. D. 3. S. 8. Zulkifli Nasution. Nusantara II Kebun Sawit Seberang. selaku manajer PTPN II Kebun Sawit Seberang. R Malau selaku asisten kepala Rayon Sawit Seberang (SWS) dan .. Toga Simanungkalit. W Sasongko MM. M Triwahyudi selaku asisten kepala Rayon Babalan (BBN) PTPN II Kebun Sawit Seberang 6.) (Prof. 2.D selaku ketua Departemen Budidaya Pertanian Universitas Sumetra Utara. Ph. Bapak David Ginting. 4. Bapak Ir.Sos. Sijabat. W Sasongko MM. Edison Purba.

2.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii DAFTAR TABEL iii DAFTAR LAMPIRAN iv DAFTAR GAMBAR v I. GAMBARAN UMUM LOKASI PKL 3 2.1 Sejarah Kebun 3 2.1 Pembibitan 17 3. PENDAHULUAN 1 1.2.1 Pre Nursery (Pembibitan awal) 17 .1 Sistem Administrasi Kebun 14 III.3 Struktur Organisasi Kebun 7 2.4 Sistem Administrasi 14 2.2 Lingkungan Fisik 3 2.4.2.1.2 Tujuan Praktek Kerja lapangan 2 II.3 Topografi dan Jenis Tanah 4 2.1 Letak geografis 3 2. KEGIATAN BUDIDAYA KELAPA SAWIT 17 3.2 Iklim 4 2.4 Luas Areal 4 2.1 Latar Belakang 1 1.2.

3.6 Perhitungan Angka Kerapatan Panen (AKP) 41 3.5.2.3.3.5 Panen dan Pengumpulan 34 3. PROGRAM MAGANG BERSAMA PEJABAT/STAF/KARYAWAN 45 V.3.6 Pemeliharaan Piringan Pohon 27 3.3 Pembuatan Parit Drainase 26 3.3. LAMPIRAN .2 Saran 50 VII.3.2.5.8 Pelaksanaan Panen 43 IV.5.7 Peralatan Panen 42 3.2 Kriteria Matang Panen 38 3.5.2.2.2 Pemupukan 31 3.3 Pembagian Kapveld Menurut Rotasi Panen 40 3. KESIMPULAN DAN SARAN 6.3 Pemeliharaan Jalan 32 3.3.1.1 Pemeliharaan 29 3.3.4 Penyisipan 26 3.1 Pengertian Panen 38 3.2 Main Nursery (Pembibitan Utama) 20 3.4 Pengendalian Hama dan Penyakit 32 3.2 Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) 24 3.7 Pengendalian Hama dan Penyakit 28 3.5.2.2.5 Konsolidasi 26 3.3 Tanaman Menghasilkan (TM) 29 3.5.3.3.3.1 Kesimpulan 50 6.5. DAFTAR PUSTAKA VIII.3.2. TOPIK PERMASALAHAN DI LOKASI PKL 49 VI.3.3.5.2 Pemeliharaan Jalan 25 3.1 Pembuatan Pasar Kontrol 25 3.4 Ancak Panen 40 3.5 Sistem Panen 41 3.

................ 39 DAFTAR LAMPIRAN No. 7 3.. Jumlah Tegakan atau Populasi Tanaman Berdasarkan Umur........ Bagan Struktur Organisasi Kebun Sawit Seberang…………………… 52 2.......... 39 4.... Luas Areal Kebun Sawit Seberang Per Tahun Tanam dan Luas Seluruhnya ............................DAFTAR TABEL No.............. Kriteria Matang Panen dan Standard Antar Fraksi..... 1. Lay Out PKS Kebun Sawit Seberang………………………………… 54 4............ 6 2.... Peta Kebun sawit Seberang…………………………………………… 53 3.............. Foto Peserta PKL……………………………………………………................................... URAIAN Hal.............. Fraksi Matang Panen pada Tanaman Kelapa Sawit..... URAIAN Hal 1............. 56 .

....... 30 5...... Penyiangan Manual………………………………………………. Pasar Mati…………………………………………………………...... Uraian Hal.................... Keadaan Topografi Kebun Sawit Seberang………………………… 5 2..... 30 6. Gejala Serangan Oryctes…………………………………………................DAFTAR GAMBAR No. 25 3................ Perhitungan AKP. Selain itu dikembangkan juga tanaman kelapa sawit di wilayah Irian Jaya yaitu di Kabupaten Manokwari dan Jayapura.. 33 8.. 1..... 26 4. Kondisi Jalan pada Areal TM ……………………………………… 32 7... Kondisi Jalan pada Areal TBM............. tanggal 14 Februari 1996. Tanaman TBM……………………………………………………... Gejala Serangan Ganoderma………………………………………...1 Latar Belakang PT Perkebunan Nusantara II (Persero).. 42 I...... disingkat PTPN II.. dibentuk berdasarkan PP No. 35 10............ PENDAHULUAN 1.......... Tempat Pengumpulan Hasil………………………………………. . Pasar Pikul………………………………………………………… 36 11........ Perusahaan yang berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini merupakan penggabungan kebun-kebun di Wilayah Sumatera Utara dari eks PTP II dan PTP IX...... 34 9.. 7 Tahun 1996......

ketinggian dari permukaan air laut ±55 m.577 ha.265 ha dan kakao seluas 7. Dari keterangan diatas perguruan tinggi segera mengambil langkah alternatif agar mempersiapkan mahasiswa/i untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam industri kelapa sawit. Secara umum mahasiswa peserta PKL dapat memperoleh pengalaman atau ketrampilan langsung dilapangan sesuai dengan realita yang ada.046 ha. TBM (Tanaman Belum Menghasilkan). PKS Sawit Seberang telah mengalami beberapa kali perbaikan dan penambahan kapasitas yakni dari 15 ton TBS .370 ha. Mahasiswa PKL mampu menganalisa dan memecahkan permasalahan yang timbul pada tempat PKL. 4. Dari kegiatan PKL diharapkan mahasiswa/i dapat menambah pengetahuan dan pengalaman. TM (Tanaman Menghasilkan). karena di PTPN II Kebun Sawit Seberang Kabupaten Langkat ada pembibitan. gula dan tembakau dengan areal konsesi seluas 103. peserta dengan pejabat yang tekait di tempat PKL.1 Tujuan 1. Untuk itu. tediri dari tebu sendiri (TS) 14. Disamping itu PTPN II juga mengelola tanaman musiman yaitu tanaman tebu dan tembakau. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dalam bentuk praktek kerja lapangan (PKL). PKS (Pabrik Kelapa Sawit). mahasiswa/i memilih PTPN II Kebun Sawit Seberang Kabupaten Langkat sebagai tempat PKL karena perusahaan tersebut memiliki pengalaman dalam pengembangan industri Kelapa Sawit sehingga diharapkan mahasiswa/i dalam menimba pengalaman dari kegiatan PKL tersebut. 3. 1. PTPN II dikenal sebagai produsen kelapa sawit yang berkualitas dan memiliki sumber daya manusia yang sangat berkompeten dibidangnya. Selain penanaman komoditi pada areal sendiri ditambah inti. Kemudian sejak berada dibawah pengawasan PT. Dimana jarak dari kota Medan ±78 km. Setelah pendirian perkebunan kelapa sawit “Verenigde Deli Mastgchappij” (VDM) membangun Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) pada tahun 1927. serta memberi gambaran kepada mahasiswa mengenai dunia kerja yang akan dimasukinya setelah lulus sarjana. GAMBARAN UMUM LOKASI PKL 2. Mahasiswa peserta PKL dapat melakukan proses belajar bersama dengan peserta.860 hektar.443 ha.PTPN II mengusahakan komoditi kelapa sawit. PTPN II juga mengelola areal plasma milik petani seluas 25. kakao. II. Budidaya kelapa sawit diusahakan pada areal seluas 61. karet 11. Secara khusus mahasiswa peserta PKL dapat mempraktekkan pengalaman atau ketrampilan yang akan diperoleh setelah menjadi sarjana.572 ha. peserta dengan staf tempat PKL. Alasan pesrta PKL mengadakan PKL di PTPN II Kebun Sawit Seberang Kabupaten Langkat. PTPN II Kebun Sawit Seberang pada awalnya dari perusahaan eks perkebunan Belanda yang bernaman “Verenigde Deli Mastgchappij” (VDM) yang dibuka dan ditanami kelapa sawit sejak tahun 1923. Salah satu perkebunan yang memiliki peranan yang sangat penting dalam mengembangkan industri kelapa sawit di Indonesia adalah PTPN II. Tanaman tebu lahan kering ditanam pada areal seluas 16.250 ha untuk tanaman kelapa sawit.474 ha dan tebu rakyat (TR) 1. sedangkan tanaman tembakau ditanam pada areal seluas 2.1 Sejarah Kebun Kebun Sawit Seberang adalah salah satu kebun milik PT Perkebunan II yang berlokasi di Kabupaten Langkat Kecamatan Padang Tualang Propinsi Sumatera Utara. Perkebunan Nasional. karet. 2.

diolah per jam menjadi 30 ton TBS per jam kapasitas terpasang. Sebelah Barat berbatsan dengan Kabupaten Sergei 3. Batas-batas Kebun Sawit Seberang: 1. Kabupaten Langkat 2. 2.2 Lingkungan Fisik 2. Kekuningkuningan. VI. Tahun 1968 : PPN Antari – II / PNP – II (Penggabungan) 5. VIII. Kemudian mengingat perkembangan ekonomi dan tingginya biaya produksi karena tidak sesuai dengan kapasitas yang terpasang saat ini.2 Iklim a.2. V. Ketinggian Tempat Pada umumnya keadaan areal di lokasi PTPN II Kebun Sawit Seberang rata dan sebagian tempat bergelombang dengan ketinggian tempat 5-20 m dpl pada daerah datar 20 – 50 m dpl pada areal bergelombang. Dan untuk menanggulangi kekurangan unsur dapat dilakukan dengan pemupukan yang teratur. data curah dan hari hujan Kebun Sawit Seberang selama tujuh tahun terakhir (tahun 2001-2007) disajikan pada lampiran. 11 Maret 1996). Tahun 1962 : PPN Sumut – II 3. PTP Nusantara II Kebun Sawit Seberang menghasilkan CPO dan inti sawit yang diolah di Pabrik Kelapa sawit (PKS) dan untuk peningkatan produksi kelapa sawit pada tahun 1984. Sebelah Timur berbatasan dengan Kebun Sucflndo 4. yaitu: 1. Tahun 1969 : PNP – II 6. Tahun 1976 : PTP – II 7. Tahun 1927 : ND VDM 2. II.3 Topografi dan Jenis Tanah Keadaaan topografi di Kebun Sawit Seberang ada yang datar dan bergelombang atau curam. VII. dan teksturnya liat berpasir. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sergei 2. .2. Jenis tanah yang terdapat di kebun ini adalah jenis tanah Podsolid.2.Nusantara II (Persero) Kebun Sawit Seberang terletak di Kabupaten. IX. Kecamatan Padang Tualang Dimana terdiri dari IX Afdeling yaitu afdeling I. Curah Hujan Berdasarkan data iklim yang tersedia. Sebelah Utara berbatasan dengan Kebun Gunung Monako PTP. pH tanah berkisar 5-7 (netral). 2.III 2. struktur tanahnya liat sampai liat berpasir yang memiliki kemampuan menyimpan air yang sangat rendah. Perusahaan mendirikan pabrik fraksionasi yang berkapasitas 200 ton per hari yang mengelola crude palm oil (CPO) menjadi RBDPO (Refined Bleached dedorced Palm Oil) 95% dan Fatty Acid 4%. maka pada tahun 2000 pabrik fraksionasi tidak beroperasi lagi. III. Tahun 1996 : PTPN – II (Penggabungan PTP –II dengan PTP – IX. Tahun 1963 : PPN Antari – II 4. Sejak berdirinya perusahaan perkebunan Sawit seberang telah mengalami perubahan nama yaitu: 1. IV.1 Letak Geografis PTP.N. b.

00 .27 17.932.Ha Keterangan : Areal/Hutan Okupasi seluas 5.11 Ha.98 55.91 1. Luas arel HGU yang telah terbit sertifikat : 5.054.93 Ha d.106.96 847. Tahun Tanam per Hektar Uraian Tahun Tanam Luas (Ha) Jumlah TM Kelapa Sawit 1984 1985 1988 1989 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2003 2005 281.896.4 Luas Areal Luas areal Kebun Sawit Seberang pada tahun 2009 adalah 14.43 627.Ha e.50 389.236.0/71/VIII/2006 tanggal 10 Agustus 2006.94 605.31 562.22 690.Gambar 1.15 478.224. Luas areal HGU dan HGU yang tidak diperpanjang yang diduduki dan yang digarap masyarakat diatasnya dalam bentuk tanaman.SB/II.51 396.73 200.05 Ha c. Luas areal HGU semula : 8.69 Ha yang tercantum dalam areal statement Kebun Sawit Seberang sampai dengan saat ini tidak diketahui keberadaannya dan telah dibuat surat permohonan petunjuk ke Kantor Direksi mengenai areal tersebut melalui Nomor : II.012. Keadaan Topografi kebun Sawit Seberang 2.60 1. dimana luas arealnya dapat di jabarkan sebagai berikut: a.23 153.98 Ha b. Luas areal HGU yang masih dalam proses perpanjangan : 3. bangunan serta termasuk yang dalam perkara hukum : . Luas areal HGU yang tidak diperpanjang : .2.

25 7.17 91.466 265.019 33.98 8.236.59 91.17 TBM – I 2008 66.039 129 118 123 127 .338.00 202.98 Tabel 1.22 TMTP 1983 202.5-5 Tahun) TBM 26.23 71. Luas Areal Kebun Sawit Seberang Per Tahun Tanam dan Luas Seluruhnya Jumlah Tegakan Pohon per Ha No Uraian Jumlah Pokok Pokok (Ha) 1 2 3 4 5 6 7 TMTP (>25 Tahun) TM (25 Tahun) Tua (19-24 Tahun) Dewasa (11-18 Tahun) Remaja (6-10 Tahun) Muda (2.17 Jumlah Seluruhnya 8.727 520.835 156.236.120 19.645 9.00 TBM – IV 2005 91.877.

Satu orang asisten Personalia Kebun yang bertugas sebagai pemberi data informasi dibidang ketenaga kerjaan. f. Untuk mengetahui struktur organisasi suatu perusahaan kiranya dapat digambarkan pada suatu bagan dari organisasi tersebut karena dari bagan organisasi tersebut akan kita peroleh gambaran dari aktivitas-aktivitas secara keseluruhan. bagian tanaman dan teknik. Dalam menjalankan operasi di kebun ini dipimpin oleh seorang Manager. material. Perkebunan Nusantara II Kebun Sawit Seberang dapat dilihat pada lampiran. terdiri dari : a. Manager (a) Mempertanggungjawabkan penggunaan dana. e. Pada pelaksanaannya sehari-hari Manager dibantu oleh beberapa staf. sosial. c. Bagan organisasi tersebut juga bertujuan untuk mengetahui job/pekerjaan dari tugas masing-masing dan pertanggungawaban.3 Struktur Organisasi Kebun Struktur organisasi perusahaan adalah suatu kerangka perusahaan. dan personil secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang maksimal (b) Bertanggungjawab atas semua harta kekayaan perusahaan di kebun yang dipimpinnya (c) Menjalin kerja sama yang baik dengan instansi lain di sektor kebun (d) Mengatur stabilitas keamanan. Dua orang Asisten Kepala (Asisten Kepala Rayon SWS dan Asisten Kepala Rayon BBN) yang bertugas mengecek dan mengkoordinir pekerjaan Asisten afdeling. adanya sistem komunikasi dan akhirnya mencakup sistem koordinasi dalam perusahaan. b. d.030. pembagian wewenang. Jumlah Tegakan atau Populasi Tanaman Berdasarkan Umur 2.581 125 Tabel 2. Satu orang Asisten Tata Usaha yang mengepalai tugas dalam menjalankan operasi administrasi secara umum. . untuk mencapai ide-ide baru mengenai sistem kerja 2. kerangka kegiatankegiatan perusahaan yang menentukan pembagian pekerjaan pada unit-unit organisasi. Satu orang perwira pengamanan (Papam) yang bertugas mengatur sistem keamanan kebun.124 128 121 Total 1. Struktur atau bagan organisasi PT. Uraian lebih lanjut tentang tugas-tugas dan tanggung jawab dari masing-masing pelaksana Kebun Sawit Seberang dijelaskan sebagai berikut: 1. Struktur organisasi perusahaan yang baik akan memberikan kemudahan bagi Manager dalam pengambilan keputusan dan mempermudah karyawan menjalankan tugas-tugas kepadanya. Satu orang asisten teknik sipil/traksi dan alat berat yang bertugas dibidang transportasi hasil dan hal-hal yang berhubungan dengan teknik. politik dan keharmonisan sehingga tercapainya keserasian dalam mencapai tujuan perusahaan (e) Mengadakan rapat kerja dan diskusi mengenai problem-problema yang timbul dalan pengolahan sesuai dengan rencana perusahaan (f) Manager bekerjasama dengan inspektur. Asisten Kepala (a) Mengusulkan peremajaan tanaman. Sembilan orang asisten yang bertugas mengawasi bagian tanaman disetiap afdeling.

(f) Melaksanakan pemupukan dengan prinsip 5T ( tepat waktu. (p) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya.(b) Mengusulkan pemesanan dan menerima kecamba kelapa sawit dan biji karet. pupuk dan bahan kimia tanaman. (1) Pemeriksaan mutu alat. (s) Melaksanakan pengendalian sistem komputerisasi yang terintegrasi (tanaman ) berbasis data base secara konsisten dan up to date. tepat frekwensi dan tepat aplikasi/tabur). mengusulkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)/Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun. 3. (k) Membangun dan memelihara sarana dan prasarana (infrastruktur). (i) Melaksanakan pengendalian mutu produksi. (u) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK). diterapkan dan dipelihara di unit usaha. (c) Melaksanakan pembangunan dan pemeiiharaan pembibitan tanaman. Asisten Afdeling (a) Mengusulkan peremajaan tanaman. (v) Menjamin bahwa kebijakan mutu. (o) Mengendalikan persediaan barang dan perlengkapan lainnya. (m) Membuat taksasi produksi. (m) Membuat taksasi produksi. (j) Melaksanakan dan monitoring penyerahan/pengiriman produksi tanaman. (n) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja (DPUK). (t) Melaksanakan penerimaan karyawan pemanen dan penderes. angkut dan tap/kap kontrol. (d) Melaksanakan pembangunan dan pemeiiharaan tanaman. mengusulkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)/Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun. . (h) Melaksanakan dan monitoring kegiatan panen. tepat dosis. (g) Melaksanakan pengambilan contoh daun untuk keperluan rekomendasi pemupukan. (i) Melaksanakan pengendalian mutu produksi. (r) Melaksanakan penerimaan karyawan pemanen dan penderes. (j) Melaksanakan dan monitoring penyerahan/pengiriman produksi tanaman. (n) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja (DPUK). (o) Melaksanakan pengadaan kebutuhan barang dan jasa sesuai dengan kewenangannya dan mengajukan pengadaan kebutuhan barang dan jasa diluar kewenangannya. (1) Pemeriksaan mutu alat. (e) Mengusulkan persetujuan mutasi TBM menjadi TM. (f) Melaksanakan pemupukan dengan prinsip 5T (tepat waktu. (b) Mengusulkan pemesanan dan menerima kecambah kelapa sawit dan biji kelapa sawit. angkut dan tap/kap kontrol. (p) Mengendalikan persediaan barang dan perlengkapan lainnya. pupuk dan bahan kimia tanaman. (k) Membangun dan memelihara sarana dan prasarana (infrastruktur). (g) Melaksanakan pengambilan contoh daun untuk keperluan rekomendasi pemupukan. (e) Mengusulkan persetujuan mutasi TBM menjadi TM. (d) Melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan tanaman. tepat frekwensi dan tepat aplikasi/tabur ). (h) Melaksanakan dan monitoring kegiatan panen. tepat dosis. (r) Membuat laporan kinerja bulanan (LM ke Distrik Manajer. tepat cara. tepat cara. lingkungan dan SMK-3 dimengerti. (q) Membuat laporan kinerja bulanan (LM) ke Manajer. (c) Melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan pembibitan tanaman. (q) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya.

(s) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK). diterapkan dan dipelihara di unit usaha. (d) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya. (n) Mengusulkan bantuan pengamanan external (dari tingkat Kabupaten/ Provinsi). (k) Melaksanakan penyerahan barang hasil lelang aktiva non produktif. (c) Membangun dan memelihara sarana dan prasarana (infrastruktur). (j) Mengusulkan. lingkungan dan SMK-3 dimengerti.1 Sistem Administrasi Kebun . Asisten Personalia Kebun (a) Membuat. lingkungan dan SMK-3 dimengerti. (I) Membuat laporan kinerja bulanan (LM.4 Sistem Administrasi Administrasi berfungsi sebagai pencatatan (recording). 5. (1) Mengusulkan pengurusan penerbitan dan perpanj angan Hak Guna Bangunan (HGB) dan izin pendirian pabrik ( HO ). (g) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja. (g) Melaksanakan penerimaan karyawan pemanen dan penderes. (j) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya. diterapkan dan dipelihara di unit usaha. diterapkan dan dipelihara di unit usaha. Kecuali Manajer yang bertanggung jawab terhadap kepada Direksi. (m) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK). (n) Menjamin bahwa kebijakan mutu. (k) Mengusulkan pengurusan perpanjangan HGU. (rn) Melaksanakan pengiriman pasien ke rumah sakit perusahaan. (d) Membuat program dan melaksanakan pemeliharaan mesin/instalasi dan sipil/traksi. bazzeting) ke Distrik Manajer (f) Melaksanakan pengendalian sistem komputerisasi yang terintegrasi (personalia ) berbasis data base secara konsisten dan up to date.4. lingkungan dan SMK-3 dimengerti. (i) Menjamin bahwa kebijakan mutu. Tanpa administrasi. Asisten Teknik Sipil/Traksi dan Alat Berat (a) Melaksanakan dan monitoring kegiatan panen. angkut dan tap/kap kontrol. (h) Melaksanakan pengadaan kebutuhan barang dan jasa sesuai dengan kewenangannya dan mengajukan pengadaan kebutuhan barang dan jasa diluar kewenangannya. (t) Menjamin bahwa kebijakan niutu. 2. fungsi manajemen tidak dapat bekerja secara maksimal. (e) Melaksanakan tera ulang timbangan dan monitoring kalibrasi. (b) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja (DPUK). (h) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK). (b) Melaksanakan dan monitoring penyerahan/pengiriman produksi tanaman. 4. maka semua pelaksanaan yang telah disebutkan diatas bertanggung jawab sepenuhnya kepada Manager. 2. (e) Membuat laporan kinerja bulanan (LPMU. (f) Membuat Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)/Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun. mengalokasikan dan menyalurkan dana KBL. LTT) ke distrik manajer. (c) Melaksanakan kewajiban pembayaran pajak dan retribusi serta kewajiban lainnya. pelaporan (reporting) dan arsip. mengusulkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RAKP)/ Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun. karena keseluruhan proses manajemen harus didasarkan pada sesuatu yang tertulis. (i) Mengendalikan persediaan barang dan perlengkapan lainnya.

. RKAP suatu perkebunan merupakan kumpulan dari RKAP tiap unitnya. yang dibuat sesuai dengan RKAP yang telah disusun dengan cara menyusun ulang rencana kerja tersebut per tiga bulan. Tujuan dari RKO ini adalah untuk mendekatkan kondisi aktual sumber daya yang dimiliki perusahaan dalam mencapai tujuan. d. perolehan prestasi dan bahan yang digunakan. PB (Pengawasan Biaya) PB atau pengawas biaya adalah formulir administrasi yang berisikan data yang paling mendasar. .LM-76 merupakan statistik produksi kelapa sawit. Premi merupakan upah yang diberikan kepada pemanen berprestasi dan dapat diberikan apabila pada hari tersebut prestasi yang diperoleh pemanen di atas Basis Tugas. hasil pekerjaan.PB-11 merupakan daftar premi. c.PB 24 A merupakan catatan harian hasil panen yang dikerjakan oleh mandor.Di PTPN II Kebun Sawit Seberang fungsi manajemen difasilitasi oleh suatu sistem administrasi yang diberlakukan untuk seluruh unit-unitnya. Buku mandor terbagi dua. b. Data yang diperoleh dari PB 24 dituangkan kedalam PB 26 dan diisi oleh krani timbang setelah PB 25 kembali dari PKS. . . jumlah ha/m/kg. . yaitu buku untuk tanggal genap dan buku untuk tanggal ganjil. Selanjutnya data dari buku PB 73 dipindahkan ke dalam formulir ikhtisar laporan Pekerjaan Harian (PB 10) dan PB 73 juga sebagai dasar untuk untuk mengisi beberapa formulir administrasi bidang panen seperti formulir Daftar Harian pengumpulan TBS (PB 24). jenis pekerjaan. kebun karyawan.PB-10 merupakan ikhtisar laporan pekerjaan harian yang berisikan jumlah kehadiran. jika terdapat perbedaan dari jumlah hasil panen maka mandor dan krani transport akan mencari penyebab selisih.PB-26 merupakan daftar produksi harian TBS (Kg/hari). Terdapat jenis fasilitas administrasi baku berupa formulir-formulir atau blanko-blanko yaitu : a. jenis pekerjaan.LM 80 adalah biaya angkutan. dan no.PB-27 merupakan karru produksi/blok/tahun tanam. . Misalnya.PB-73 yang merupakan buku mandor yang berisikan daftar absensi karyawan.PB-24 merupakan Daftar harian pengumpul tandan. RKO (Rencana Kerja Operasional) RKO adalah rencana kerja triwulan. dimana RKAP yang paling dasar dari Perusahaan Perkebunan adalah RKAP Afdeling. . . . Hasil panen yang dicatat oleh mandor (PB 24 A) disesuaikan dengan catatan hasil panen Krani Transport (PB 24 B). . RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) RKAP adalah rencana kerja tahunan. Di dalam RKAP tersebut tertuang seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan selama satu tahun beserta biaya yang diperlukan untuk merealisasikan tujuan yang telah ditentukan oleh perusahaan. PB 24 dibagi dalam dua bagian yaitu: . Basis Tugas adalah batas prestasi minimum (Kg/HK) yang dicapai pemanen.LM 78 adalah biaya panen dan pengumpulan.PB 24 B merupakan catatan harian hasil panen yang dikerjakan oleh Krani Transport.PB-25 merupakan surat pengantar TBS yang diangkut dari TPH ke PKS. RKAP untuk tahun 2010 disusun pada bulan juli 2009. RKAP disusun setengah tahun sebelum tahun tersebut berjalan. Pengawas biaya ini terdiri dari: . LM (Laporan Manajemen) Laporan menejemen merupakan formulir yang berisikan data-data sebagai berikut: . serta formulir buku asisten untuk mencatat khusus mengenai presensi dan absensi karyawan sebagai dasar pembuatan Dasar Upah Karyawan.

Naungan Bibit yang masih muda memerlukan naungan yang baik untuk mencegah pembakaran sinar matahari mupun hujan yang terlalu deras. dan tebal 0.5x0. Bedengan Ukuran bedengan panjang 30 m dan lebar 1. III. 2.5 bulan pelindung dikurangi secara bertahap (1x2 minggu). Pembibitan Pembibitan Kelapa Sawit Kebun sawit Seberang mempunyai luas 16.500 st/bed. f.LM-82 merupakan biaya pemeliharaan.1. d. agar bibit mendapat sinar matahari pada pagi hari. Dekat sumber air yaitu sungai Batang Serangan. dinding bedengan dibuat dari bambu.5 cm. Ditinjau dari segi persyaratanpersyaratan pembibitan. .26 Ha. dengan draenase baik. kecoklatan . Pelindung disini dibuat dengan cara menutupi seluruh pembibitan (over head shade) kecuali dari arah timur. Jarak antara bedengan 0. Bahagian dasr dilubangi berkeliling dengan diameter 0.5 Ha cukup baik karena antara lain : 1. Pemeliharaan . 5. Bibit yang telah berumur ±1. c.1. Sebagai bahan pelindung digunakan daun kelapa sawit.20 m yang dapat berisi baby polybag ±4. Sebelum diisi ke dalam kantongan plastic terlebih dahulu diayak dengan kawat ayakan 0.60 m. KEGIATAN BUDIDAYA KELAPA SAWIT 3.LM-89 merupakan laporan pemupukan. 4. Pada umur 2. Media Tanah/Pengisian Tanah yang digunakan adalah topsoil (0-10 cm) yang diambil dari areal lain.07 mm. Prestasi kerja = 700 St/HK. sampai umur 2 bulan semua pelindung disingkirkan. maka areal 0.5 bulan – 3 bulan bibit sebaiknya sudah dipindahkan/ditanam ke large polybag yang disebut bibitan Main Nursery. 3.. Areal sentrum terhadap afdeling-afdeling yang akan ditanam. Dimana radikula (bakal akar) yang ditandai dengan bentuknya yang tumpul. 3. Jumlah baby polybag per kg 235 lembar. Dimana didalamnya termasuk areal untuk Pre Nursery 0. Prestasi kerja = 2 HK/Bed.30 cm.5 Ha. Sumber bibit kecambah (GS) dari PPM (Pusat Penelitian Marihat) Pematang Siantar.1 Pre Nursery (Pembibitan Awal) a. Areal rata. Kantongan Plastik (Baby Polybag) Baby Polybag yang digunakan adalah baby polybag hitam dengan ukuran lebar 15 cm.Menanam Kecambah (GS) Menanam kecambah dilakukan dengan tenaga KS wanita yang sudah terampil. tinggi 22 cm. Dekat dengan kantor kebun. e. kasar. b. Sumber tenaga kerja mudah didapat. Prestasi Kerja = 4 HK/stand.

000 st .000 St/Hk. tanah tersebut bebas dari batu-batuan. Prestasi Kerja = 100. Seleksi bibit dilakukan 2 kali yakni pada umur 2 bulan setelah tanam dan pada saat pemindahan ke Main Nursery. Prestasi Kerja = 7. Media Tamah/Pengisian Tanah yang digunakan untuk pengisian large polybag adalah tanah top soil (10-15 cm) yang diangkat dari areal lain.000 st/HK. Prestasi ayak = . dan setiap tanggal penanaman dibuat label. Prestasi Kerja = 20. . 1. Sedang penyakitnya adalah Helminthosporium.Pemupukan Pelaksanaan pemupukan dilakukan menurut : II1/Si/i/1989 sebagai berikut : • Diselang-seling antara larutan urea 0.500 St/HK. Pada kantong plastik yang kurang tanahnya dilakukan penambahan tanah. belalang dll. Prestasi Kerja = 1000 st/Hk. Bibit yang terseleksi adalah sebagai berikut : • Anak daunnya sempit (Narrow Leaves) • Anak daunnya menggulung (Rolled Leaves) • Permukaan anak daun menguncup (Collante) • Pertumbuhannya memanjang (Erected) • Daunnya kisut (Crinkling) • Bibit yang kerdil (Insufficient Growth) • Bibit yang rusak akibat hama dan penyakit • Bibit yang pertumbuhannya berputar (Twisted) .Menyiang dalam Baby Polybag Rumput-rumput yang tumbuh dalam kantong plastik disiang (dicabut) dengan manual dengan rotasi 14 hari.25 cm.5 cm. untuk pemberantasannya denagan Dithane M45 (cons 0.10. gangguan hama dan penyakit dll dilakukan seleksi bibit sesuai dengan : II1/Si/i/1985.000 st/Hk. Bibit yang terkena seleksi bibit ditandai dengan pemberian pancang bamboo yang berukuran panjang 15 cm dengan diameter 0. jangkrik. penyiramannya harus hati-hati agar kecambah tidak sampai terbongkar dan harus memakai gembor.25 liter air setiap penyiraman. .Seleksi Bibit Karena sebab-sebab tertentu seperti genetis. Prestasi Kerja = 1. Prestasi Kerja = 100.1-0. .Pemberantasan Hama dan Penyakit Hama yang sering mengganggu bibit muda adalah semut. Diangkat dengan memakai kotak-kotak yang telah disiapkan. Pemberantasan hama dilakukan dengan Matador 25 EC dan untuk penyakit fungi (jamur) dilakukan dengan penyemprotan Dithane M 45 dengan rotasi 14 hari. akar-akar dan bertekstur baik. kesalahan kultur tehnis.Pemindahan Bibit Pada saat bibit berumur 3 bulan. Setiap 1 m2 tanah top soil dapat diisi large polybag sebanyak ±40 st.000 St/HK. sebelum tanah diisikan terlebih dahulu diayak dengan ayakan 1-1 cm.3 % compound 12:12:17:2 (3 gram/liter air) dengan rotasi 1 minggu • Penyemprotan pertama dilakukan apabila kecambah telah berumur 1 bulan setelah tanam • Prestasi per Hk = 5.2 Main Nursery (Pembibitan Utama) a. Lubang dibuat dengan jari sedalam 2-3 cm di tengah kantong plastik dan kemudian ditutup dengan tanah 1-1.3 % (3 gram/liter air) dan 0.Penyiraman Dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore. dimana bibit telah mempunyai 3-4 helai daun adalah saat yang paling baik untuk dipindahkan ke lapangan (Main Nursery).1. Setiap bibit membutuhkan 0. .15%).harus mengarah ke bawah.

e.100 st/HK. dimana prestasi kerja 3. berarti ± 1. c. d. rotasi14 hari. Prestasi Tanam = 2. lebar lubang ± 0.000 st/Hk. Perstasi Kerja = 2 HK/Ha/rotasi.Penanaman Sebelum bibit ditanam terlebih dahulu dibuat lubang tanaman pada tanah polybag sedalam ±20-25 cm. sampai batas leher akar. Prestasi menyiram = 4.30 cm. . cangkang dll. Kemudian bibit dimasukkan ke dalam lubang tanaman dengan terlebih dahulu membuang plastiknya. b. Apabila curah hujan ≥10 mm maka bibit tidak perlu disiram. Pemancangan Sebelum dimulai menyusun polybag terlebih dahulu dipancang dengan jarak 80x68 cm (segitiga sama sisi).Pemupukan Pelaksanaan pemupukan dilaksanakan sesuai : II1/Si/1/1989 sebagai berikut : Cara pemupukan tersebut adalah dengan menaburkan pupuk disekitar pokok pada polybag.Penyiraman Penyiraman di Main Nursery merupakan salah satu tindakan tehnis yang pelu mendapat perhatian. . ukuran tidak standard dan terlalu tipis tidak digunakan. Keuntungan yang didapat dengan menggunakan cangkang : • Dapat mengurangi penguapan air • Mencegah terbentuknya lapisan keras dipermukaan tanah • Mencegah semburan keras dari penyiraman dan hujan .500 st/Ha. Apabila ada kerusakan kantong plastik misalnya tidak mempunyai lubang. rotasi 21 hari. Pemeliharaan . Untuk mendapatkan bibit dengan kualitas pertumbuhan yang baik. dimana volumenya telah disesuaikan dengan dosis pada : II1/Si/i/1989. Draenase Pembuatan draenase selalu disesuaikan dengan keadaan areal. Prestassi Kerja = 10 Hk/Ha. untuk menghindari genangan air pada musim hujan maupun genangan pada penyiraman.000 st/Hk. Bagian atas polybag dibiarkan kosong setinggi 2-3 cm untuk yempat meletakkan pupuk.Penyiangan Dibagi dalam 2 bagian yaitu: • Penyiangan Gawangan Dilaksanakan secara khemis dengan menggunakan bahan kimia Paracol dengan dosis 2 liter/Ha. . Dikerjakan dengan tenaga KS dengan perbandingan 1:2 (1 orang laki-laki dengan 2 orang penyemprot wanita). Dengan cara ini semua gulma yang tumbuh dipermukaan polybag harus dicabut. dan isi tanah = 100 st/HK. Prestasi memupuk = 3.Mulch Setiap bibit kelapa sawit dalam polybag yang telah berumur ±1 bulan setelah tanam diisi 0. Dan selanjutnya 1 kali sehari tetapi jumlah air per polybag perhari ±2-3 liter/hari. Tempat duduknya polybag selalu diratakan agar letak polybag tegak lurus dan kelihatan rapi. Large Polybag (1 kg ±23 lembar) Large polybag yang digunakan berukuran 40x50 cm dengan tebal 0. Takaraan yang digunakan di buat dari bambu.5 kg dengan prestasi kerja = 1.20 mm pada bagian bawah dan tengah mempunyai lubang dengan jarak 5 cm. Penyiraman dilaksanakan 2 kali sehari (pagi 3 jam dan sore 3 jam) selama 3 bulan pertama. • Penyiangan Dalam Polybag Dikerjakan secara manual dengan tenaga BHL wanita.000 pk/Hk. Tanah disekelilingnya dipadatkan dengan cara menekan. .000 pk/Hk. Penyusunan polybag disesuaikan dengan jaringan jalan dan jaringan pipa air.000 Pk/HK.

Seleksi Bibit Seleksi bibit dilakukan bertahap karena kemunculan gejala abnormal sejalan umur bibit. pengendalian hama dan penyakit.Pembrantasan Hama dan Penyakit Untuk mencegah terjadinya serangan hama pada bibit dilakukan penyemprotan dengan Matador 25 Ec dengan dosis 250 cc/200 liter air untuk 4. dan menjelang panen setiap 2 baris tanaman.) disemprot dengan dithane M 45 dengan dosis 330 gram/200 liter air untuk 4. Tanaman TBM 3. tenaga yang digunakan = 4 HK/Ha. yaitu penyiangan areal. Pembuatan pasar kontrol pada areal penutup tanah dapat dilaksanakan secara kimia dengan menggunakan glifosat 0.000 bibit rotassi 14 hari.4 D Amine 0.Biaya Persiapan Pembibitan (Terampil) • Pre Nursery • Main Nursery 1. persiapan sarana panen. Perlakuan 4 tahap yakni pada umur : • 2 (Dua) bulan setelah tanam di Main Nursery • 4 (Empat) bulan setelah tanam di Main Nursery • 7 (Tujuh) bulan setelah tanam di Main Nursery • Saat pemindahan bibit ke lapangan (Displanting) Bentuk bibit abnormal yang harus diseleksi : • Bibit yang tumbuh meninggi dan kaku (erected) dengan sudut pelepah yang kecil (tajuk tegak) • Bibit yang permukaan tajuknya rata (dimana pelepah yang lebih muda lebih pendek) • Bibit yang tumbuh lemah terkulai (merunduk) • Bibit yang anak daunnya tidak membelah • Kerusakan akibat hama dan penyakit • Bibit yang anak daunnya mempunyai sudut yang tajam dan rachis • Bibit yang anak daunnya pendek • Bibit yang jarak antara anak daun panjang dan pendek . tahap kedua setiap 4 baris tanaman. penyisipan. Dibangun secara bertahap yakni setiap 8 baris tanaman dibuat 1 pasar kontrol.000 St/HK. Prestasi Kerja = 4. pembuatan pasar kontrol (pasar kontrol). Gambar 2.2 Tanaman Belum Mengahasilkan (TBM) Pemeliharaan pada tanaman ini sangat diperlukan atau harus dilaksanakan untuk menjaga agar pertumbuhan vegetative tetap dalam keadaan baik.• Dapat mempertahankan kelembaban tanah • Mengurangi pertumbuhan gulma di polybag . pemupukan. pemeliharaan jalan.6% + 2. . Lebar pasar kontrol 1 m dibuat sepanjang blok tanaman.5% dengan rotasi 1 x 2 bulan. . sehingga diharapkan pada tanaman menghasilkan (TM) berproduksi baik. kastrasi dan tunas pasir. Apabila dijumpai ada gejala serangan penyakit seperti akibat jamur (Cercospora sp.1 Pembuatan Pasar kontrol Pasar kontrol dibuat ditengah-tengah gawangan kelapa sawit. pemeliharaan piringan pohon. pemeliharaan penutup tanah. konsolidasi. pembuatan parit drainase.000 bibit 1x 14 hari.2. TBM (tanaman belum menghasilkan) adalah tanaman yang dipelihara sejak bulan penanaman pertama sampai dipanen pada umur 30-36 bulan. Selama masa TBM diperlukan beberapa jenis pekerjaan yang secara teratur harus dilaksanakan.

4 Penyisipan Hasil sensus pohon setiap tahun pada areal TBM dapat menunjukkan jumlah pohon yang akan disisip. Jari-jari piringan pohon disesuaikan dengan umur tanaman kelapa sawit: . Persiapan dan penanaman kelapa sawit di perkebunan pada umumnya dilaksanakan dengan cukup baik. Selanjutnya rumput-rumput disingkirkan dari piringan pohon.0 HK/Ha/rotasi. pada penyisipan TBM 3 penyisipan dilakukan pada areal kosong yang cukup luas atau mengelompok.TBM II = 3. a. Walaupun demikian karena penanaman biasanya dilaksanakan pada skala yang luas maka masih selalu terjadi penanaman yang tidak sesuai dengan kultur teknis. 8 x setahun . 3. membuka saluran air dari jalan. Kegiatan konsolidasi meliputi : a. setelah selesai penanaman kelapa sawit di lapangan masih diperlukan tahap pekerjaan konsolidasi. Gambar 3.2. Penyisipan dilakukan pada tanaman yang mati atau tidak normal dan dilakukan pada musim hujan. Menginventarisasi tanaman yang mati. Jalan produksi dipersiapkan sejak TBM dan pengerasan dilakukan secara bertahap sehingga pada saat TM kondisi jalan tersebut telah sempurna. Cara Manual Terlebih dahulu di ukur garis tengah piringan pohon sesuai dengan ketentuan.TBM II = 125 cm . 3.2. tumbang. sehingga tanah bersih dari rumput. Tanaman yang perlu disisip adalah pada areal TBM 1. Kondisi Jalan pada Areal TBM 3. Penyiangan dapat dilakukan secara manual (menggaruk) atau cara kimia (penyemprotan). kemudian di ujung garis tengah piringan pohon tersebut dibuat batas melingkar keliling pohon. abnormal.TBM I = 2. Menegakkan kembali tanaman yang miring dan tumbang dengan memadatkan tanah di sekeliling tanaman yang masih gembur. b. Oleh karena itu. 3. sehingga tanaman sisipan terhambat pertumbuahannya. Setelah terbentuk batas piringan pohon yang dimaksud baru digaruk dari pinggir piringan ke arah dalam.3 Pembuatan Parit Drainase Pemeliharaan parit drainase bertujuan mengangkat atau menggali tanah yang menutupi parit sehingga ukuran tetap seperti semula.2 Pemeliharaan Jalan Kegiatan pemeliharaan jalan meliputi memadatkan.5 HK/Ha/rotasi. 2 dan 3.5 Konsolidasi Konsolidasi pada tanaman kelapa sawit adalah tindakan rehabilitasi terhadap tanaman yang baru ditanam.2. Pada areal TBM peliharaan parit dilakukan 1 kali dalam 6 bulan.3. membabat rumput-rumput di kaki lima jalan dan pengerasan jalan pada lokasi yang perlu dengan standar 10 m/ha/tahun. 12 x setahun . namun penyisipan individu tidak dilakukan lagi karena tanaman asli sudah cukup tinggi. terkena serangan hama dan penyakit. Pemeliharaan jalan dapat dilakukan secara mekanis dengan menggunakan road grader Pemeliharaan dilakukan sekali dalam 3 bulan.TBM I = 100 cm .TBM III = 150 cm Rotasi dan kapasitas pengendalian gulma piringan pohon adalah sebagai berikut: .2.2.6 Pemeliharaan Piringan Pohon Penyiangan dilakukan dengan menyingkirkan semua jenis tumbuhan dari permukaan tanah selebar piringan pohon yang telah dilakukan.

3 HK/Ha .. serta terjadi pembusukan pada jaringan pangkal batang dan akhirnya tanaman mati. Buru Lalang Lalang merupakan gulma/tumbuhan pengganggu yang berbahaya terhadap tanaman perkebunan. atau melalui spora yang disebarkan oleh angin. b. Banyaknya populasi lembu pada Kebun Sawit Seberang menimbulkan banyak masalah terutama serangan pada daun tanaman. Mengingat hampir semua perkebunan kelapa sawit di Indonesia berada pada areal bekas hutan hujan tropika. maka kemungkinan besar akan mengalami masalah penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB). kemudian baru digarpu dan tidak boleh langsung ke lalang. Gejala awalnya pada daun kelapa sawit mudah (TBM-TM III) mengalami klorosis.5 m. Jamur ini merupakan penghuni tanah indigenous hutan hujan tropika dan hidup pada berbagai jenis palmae. Hama yang juga merusak titik tumbuh tanaman dan memakannya adalah tikus dan apabila serangan dengan intensitas tinggi harus dilakukan penanaman ulang. Pada daerah pengembangan karena kekuranagan tenaga kerja atau upah buruh yang mahal maka pengendallain gulma dengan cara kimia merupakan suatu alternatif yang efisien dan ekonomis. 8 x setahun b. Panjang lubang penggerek dapat mencapai 4. Kerusakan daun tanaman yang berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan kelapa sawit.TBM III = 4.3. Hama Hama lainya adalah kumbang penggerek pucuk kelapa sawit (Oryctes rhinoceros) yang hinggap pada pelepah yang agak mudah. Cara Kimia Pemeliharaan piringan pohon secara kimia mulai dapat dilaksanakan pada areal TBM ke-III. Tenaga yang yangdigunakan 0.1 Pemeliharaan Jenis pemeliharaan yang dilaksanakan untuk menghasilkan antara lain: 1. Penyiangan Manual . Hama dari golongan mamalia adalah lembu (Boss taurus). Penyakit Penyakit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense Pat juga sering dijumpai di TBM. pertama –tama kiri dan kanan lalang dari lalang tersebut kira – kira dibabat kira – kira 0. 3. Buru lalang dilakukan dengan teratur blok demi blok dengan rotasi 30 hari. ditempatkan tidak bersentuhan dengan tanah. Apabila gerekan sampai ketitik tumbuh.3 Tanaman Menghasilkan (TM) 3. harus dari luar atau rhizomenya dan batang terambil semua dari dalam tanah dan tidak boleh putus. 3.2. Akar dan batang tersebut dikumpulkan.2 cm/hari.7 Pengendalian Hama dan Penyakit a. Gambar 4. Penularan penyakit dari pohon ke pohon melalui pertautan antara akar sehat dengan akar sakit. kemudian menggerek kearah titik tumbuh kelapa sawit.0 HK/Ha/rotasi. Cara pelaksanaannya apabila dijumpai lalang. sehingga kemungkinan untuk tumbuh kembali tidak ada. Pemakaian herbisida pada tanaman muda agar dilakukan dengan ekstra hati-hati sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap tanaman kelapa sawit.6) menggunakan bahan Glyphosate dengan dosis 300 cc/ha/rotasi. selanjutnya daun kelapa sawit muda layu atau mati. kemungkinan tanaman akan amti atau tumbuh tunas baru satu atau lebih. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan menggunakan MARFU-P. dengan rotasi 6 x setahun (R.

Alat yang digunakan adalah garpu. Panjang lubang penggerek dapat mencapai 4. Menyiang Secara Khemis Penyiangan dilakukan pada piringan. Hama yang juga merusak titik tumbuh tanaman dan memakannya adalah tikus dan apabila serangan dengan intensitas tinggi harus dilakukan penanaman ulang. mimosa.2 Pemupukan Untuk menjaga keseimbangan unsure hara dalam tanaman akibat diangkut oleh buah yang dipanen. Pasar Mati 2. tenaga yang dibutuhkan 0.Gambar 5. Kondisi Jalan pada Areal TM 3. supaya terhindar dari genangan air • Harus mendapat sinar matahari dan selalu kering • Tidak dibenarkan terjadi genangan air di permukaan jalan.3 HK/Ha dengan rotasi pada semester I : 90 hari dan semester II : 60 hari. Bentuk jalan yang dikehendaki adalah: • Berbentuk batok mengkurap dan rata tidak berlobang – lobang • Benteng paret tidak perlu ada • Paret – paret jalan hanya diperlukan sebagai jalan besar (main road) dan transport road. pelepah daun yang dipotong dan tercuci oleh air hujan. dan dihindarkan adanya gumpalan – gumpalan pupuk sewaktu penaburan.3 L/30 Ltr air dalam 1 Ha.5 m.3. 3. 3. Tenaga kerja yang dibutuhkan 0. maka pemupukan sangat dibutuhkan. pasar pikul. Cara pemberiannya ditabur secara merata di piringan yang sudah bersih dan jarak dari pohon ± 0. Gulma yang dicabut adalah kayu – kayuan. Hama Hama lainya adalah kumbang penggerek pucuk kelapa sawit (Oryctes rhinoceros) yang hinggap pada pelepah yang agak mudah. buah dll.3. pakis. Cabutan Penyiangan dengan cara cabutan dilakukan di gawangan tanaman. keladi dan kerisan. .3. Gambar 6. dimana perbangdingan tenaga kerja laki –laki dan perempuan 1: 2. kemudian menggerek kearah titik tumbuh kelapa sawit. Herbisida yang digunakan adalah Gramoxone dengan dosis 0. kemungkinan tanaman akan amti atau tumbuh tunas baru satu atau lebih. 3. Pemupukan pada tanaman menghasilkan harus melalui rekomendasi pemupukan. pasar blok dan TPH.5 m – 2.2 cm/hari. untuk menjaga kebersihan kebun tersebut maka sirkuit rotasinya adalah 60 hari dengan kebutuhan tenaga per hektarnya adalah 0.4 Pengendalian Hama dan Penyakit a.3 Pemeliharaan Jalan Sarana jalan yang baik dan cukup sangat diperlukan terutama dalam pengangkutan pupuk. Apabila gerekan sampai ketitik tumbuh.5 HK/Ha. Khusus bagi areal miring penaburan pupuk 3/3 bagian sebelah atas dan 1/3 bagian sebelah bawah. Pupuk yang digunakan adalah pupuk tunggal yaitu: • Urea (ZA) 2 aplikasi • Rock Phosphate (RP) 1 aplikasi • MOP (abu janjang) 2 aplikasi • Kieserit (dolomit) 2 aplikasi Apabila curah hujan yang tinggi atau musim kering maka pemberian pupuk ditunda atau dihindarkan. Perbandingan tenaga kerja antara pelangsir dengan penyemprot adalah 1: 2.5 HK.

Tunas pasir Sebelum panen dilaksanakan. serta terjadi pembusukan pada jaringan pangkal batang dan akhirnya tanaman mati. b. Pasar pikul Pasar pikul sudah tersedia sebelum panen dasar dan bertujuan untuk jalan pemanen. • Pelepah yang dianggap tidak berfungsi lagi. • Pemotongan dilakukan serapat mungkin dengan batang. Banyaknya populasi lembu pada Kebun Sawit Seberang menimbulkan banyak masalah terutama serangan pada daun tanaman. Tempat Pengumpulan Hasil 5. Gejala awalnya pada daun kelapa sawit mudah (TBM-TM III) mengalami klorosis. Syarat – syarat tunas pasir: • Pelepah yang ditunas adalah pelepah paling bawah dan rapat ke tanah. Gambar 9. 2. TPH (Tempat Penerimaan Hasil) Tempat penerimaan hasil harus disiapkan sebelum panen dasar dimulai. maka kemungkinan besar akan mengalami masalah penyakit BPB. . Prestasi kerja 1 HK : 2 buah. Alat yang digunakan adalah arit tunas atau dodos kecil (6 – 8 cm). Gejala Serangan Ganoderma 3. • Matang panen tanaman: telah terdapat 60 % dari tanaman telah matang panen. Penyakit Penyakit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense Pat juga sering dijumpai di TBM. Prestasi kerja adalah: 100 Pk/Ha 3. 4. harus lebih dahulu pelepah – pelepah pasir ditunas ± 3 bulan sebelum panen dasar. atau pelepah yang berada dibawah dua lingkaran tandan. Jamur ini merupakan penghuni tanah indigenous hutan hujan tropika dan hidup pada berbagai jenis palmae. dimana sebelumnya sudah dilaksanakan persiapan panen sebagai berikut: 1.5 Ha terdapat 1 TPH dengan ukuran 3 x 5 m dan berangsur – angsur diperpanjang sesuai dengan perkembangan produksi di areal tersebut sehingga satu saat maksimal 3 x 9 m.3. Buang buah pasir atau busuk • Buah pasir yang dibuang adalah buah yang berada di atas pelepah pasir sampai dua lingkaran bunga pertama dengan dodos kecil • Buah pasir yang beratnya > 5 kg dapat dikirim ke pabrik dan < 3 kg dibuang • Tenaga yang dibutuhkan dalam 1 Ha adalah 2 HK.Gejala Serangan Oryctes Hama dari golongan mamalia adalah lembu (Boss taurus). dimana dalam 2.5 – 3 tahun yang disebut TM I. Pemeriksaan blok – blok yang sudah matang panen terdiri dari: • Matang panen tandan : sebagian buahnya sudah membrondol. Gambar 10. Mengingat hampir semua perkebunan kelapa sawit di Indonesia berada pada areal bekas hutan hujan tropika. atau melalui spora yang disebarkan oleh angin.Gambar 7. selanjutnya daun kelapa sawit muda layu atau mati. • Disusun di gawangan yang tidak terkena pasar panen. Kerusakan daun tanaman yang berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan kelapa sawit. Penularan penyakit dari pohon kepohon melalui pertautan antara akar sehat dengan akar sakit.5 Panen dan Pengumpulan Panen pada tanaman kelapa sawit dimulai pada umur 2. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan menggunakan MARFU – P. • Matang panen pohon : paling sedikit dua tandan telah membusuk dan satu tandan matang.

• Ganggang panjang yang dipanen tidak boleh lebih dari 2 cm. • Bunga jantan yang sudah kering atau membusuk. cukup dengan pembersihan pohon saja. Selain kepada tanaman kelapa sawit itu sendiri juga kepada pemanen dan pekerja yang berhubungan dengan panen. Persyaratan Panen • Tandan yang baik dipanen adalah fraksi 2 dan 3.Sehingga prestasi panen yang diharapkan akan tercapai. Titi terbuat dari beton atau batang kelapa yang diatur penempatannya sehingga rata – rata: • 12 m/Ha untuk daerah rendahan.3. • Pangkal pelepah yang tinggal dipohon harus tapak kuda terbalik. Tunas Pemeliharaan Tunas pemeliharaan pada tanaman yang berumur 3-8 tahun jumlah pelepah minimum yang tinggal 48 pelepah. Hal ini dapa dicirikan oleh adanya buah yang membrondol.1 Pengertian Panen Panen adalah mendatangi pokok ke pokok untuk memotong dan mengambil buah segar menurut criteria matang panen. Ini semua dilanjutkan dengan pemeliharaan sebagai contoh: • Pemeliharaan TPH. • Tunas pemeliharaan. • Pelepah dipotong serapat mingkin kebatang dengan bentuk tapak kuda keluar dan rencek menjadi 3 bagian. Faktor – faktor ini akan menunjang keberhasilan dalam panen baik kuantitas maupun kulitas. • Pelepah dipotong 3 dan disusun digawangan. kayu-kayuan. ada factor lain yang harus diperhatikan. dilakukan 2x dalam setahun. 3. Pasar Pikul 6.50 – 25 % brondolan buah luar Kurang matang 2 25 – 50 % brondolan buah luar Matang 3 50 – 75 % brondolan buah luar Matang 4 75 – 100 % brondolan buah luar Lewat matang 5 Bagian dalam ikut membrondol Lewat matang Tabel 3.50 % brondolan buah luar Mentah 1 12. • Pelepah yang tertinggal dipokok setelah ditunas adalah 48 pelepah (6 spiral) dengan songgo 1. Dalam hal ini perlu diadakan peraturan atau syarat-syarat yang harus dituruti. rumput-rumputan. • Tandan yang sudah masak (matang) tidak boleh tinggal dipohon. keranjang buah. lalu ditutup dengan bagian pelepah lainnya. Fraksi Matang Panen pada Tanaman Kelapa Sawit Kriteria Matang Panen dan Standard Antar Fraksi Berat Tandzan Fraksi Mentah Matang Normal Lewat Matang Buah Brondolan 0 00 I II III IV V ≤5 Kg >5 Kg Tidak membrondol/warna hitam . dan kelapa sawit yang tumbuh dipokok sepanjang masih dapat dijangkau oleh alat harus dibuang. • Susunan pelepah digawangan antara pasar pikul dimana dimana pangkal pelepah yang berduri diletakkan tertelungkup sebelah bawah. Disamping persyaratan diatas dalam mencapai keberhasilan panen yang baik. tidak perlu dilakukan penunasan. disamping faKtor lainnya.3. Titi panen Titi panen juga merupakan penunjang yang sama tujuannya dengan pasar pikul dalam mempermudah dan meningkatkan prestasi pemanen. 3. Alat panen Panen dasar sampai tanaman berumur ± 3 tahun. • Brondolan dikutip bersih dari piringan. pakis .2 Kriteria matang panen Kriteria matang panen yang baik adalah pada saat kandungan minyak maksimum dalam daging buah dan kadar ALB serendah mungkin. 8. 2 pasang dalam setahun dan plengki kecil untuk tempat brondolan.pakisan. jumlah pelepah yang tinggal minimum 40 pelepah dengan rotasi 1. • Bila kurang dari pelepah. gawangan pasar pikul dan pada ketiak daun dan dimasukkan dalam goni setelah sampah-sampah yang ikut serta dengan brondolan dibuang. 7. tandan yang dapat dipanen harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : Fraksi Jumlah Brondolan yang Lepas Kematangan 0 1-12. • 6 m/Ha untuk daerah berbukit.5. alat yang digunakan adalah dodos. Teknis Tunasan.5. Dan pada tanaman yang bmur ≥ 9 tahun.5x dalam setahun. Prinsip yang selalu menjadi dasar dalam penentuan system panen adalah bertujuan untuk mencapai rendfemen yang maksimal dan ALB yang rendah. Prestasi tunas an nuntuk tanaman yang berumur 3-8 tahun : 100 Pk/Hk dan tanaman yang berumur ≥ 9 tahun : 70 Pk/HK. • Pemeliharaan pasar pikul. Gambar 11.

5.Tidak membrondol/warna hitam 1-4 Brondolan 1-9 brondolan 5 Brondolan s/d 12.5% 0.5% buah luar membrondol 10 brondolan s/d 12.5% s/d 24% buah luar membrondol 12.5% 0% 4%-8% Tabel 4. .3.51% s/d 24% buah luar membrondol 25-49% Buah luar membrondol 25%-49% buah luar membrondol 50%-75% buah Buah luar membrondol 50%-75% buah luar membrondol 76-100% Buah luar membrondol 76%-100% buah luar membrondol Gagang membusuk dan buah luar membrondol gagang membusuk dan buah dalam membrondol Standard 0% 40% 40% 14% 5.5% buah luar membrondol 12.3 Pembagian Kapveld Menurut Rotasi Panen Kapveld atau ancak panen adalah pembagian areal atas ancak panen harian yang disesuaikan dengan rotasi panen. Kriteria Matang Panen dan Standard Antar Fraksi 3.

Untuk kebun yang tidak mempunyai pabrik (PKS) rencana panen agar disesuaikan dengan rencana olah PKS oleh tempat mengolah. kemudian pindah ke baris yang belum dipanen dan seterusnya sampai selesai satu blok dan pindah ke blok lain. Areal panen biasanya berbukit sampai berlereng curam atau letaknya terpencil. bagi kebun-kebun yang luas TM nya.5.Pembagian kapveld yang umum dipakai pada pembagian areal TM Kelapa Sawit per afdeling sebagai berikut : • Dibagi 5 atau 8 kapveld.5. hal ini pada panen rendah hingga sedang (semester I dan bulan-bulan tertentu semester II). • Dibagi 4 kapveld. 3. lalu seluruh sampel dibagikan dengan jumlah tandan yang telah dihitung. 3. • Dibagi 6 kapveld terjadi pada panen puncak (semester II). Sebagai contoh Blok A = 16 Ha. orang II memanen baris 11-20. Hanca panen ditetapkan berdasarkan kapveld yang sudah dipedomani dan ditetapkan kepada masing-masing mandoran panen dan mandor bertanggung jawab menyelesaikan hanca yang sudah dibagi/ditetapkan. Tata cara perhitungan AKP : • tetapkan blok sampel untuk setiap kapveld • satu blok sampel untuk setiap tahun tanam dalam satu kapveld maksimum 50 Ha • Pohon yang diamati 3-5 % dari jumlah pohon dalam satu blok sampel. Untuk kebun yang TM Kelapa Sawitnya relatip kecil. Pada ancak giring pemanen secara bersama-sama memanen 1 blok. • Ditetapkan dengan system 5/7 atau jika kerapatan buah 10-12 dengan sistem 8/10. • Dibenarkan dengan sistem 6/7 yaitu sampai dengan hari minggu dan libur.5. • Lalu jumlah seluruh tanaman dibagikan dengan jumlah AKP. • Tetapkan baris sampel dalam setiap blok sampel (bersifat permanen) • Seluruh pohon dalam baris sampel diperiksa dan dihitung jumlah tandan buahnya lalu dicatat.5 Sistem Panen Sistem panen dilakukan dengan hanca giring tetap dan hanca giring tidak tetap. Untuk menghindari pengangkutan yang berulang-ulang pada jalan yang sama (hal ini dapat menekan biaya angkutan. setelah selesai pindah ke blok lainnya. Kegunaan angka kerapatan panen adalah : • memperkirakan jumlah tandan matang-panen serta tunasnya • memperkirakan kebutuhan tenaga pemanen • memperhitungkan luas ancak untuk setiap pemanen • memperkirakan kebutuhan kendaraan.3.3. Satu orang pemanen memanen tiap dua baris (1 gawangan). 3. .6 Perhitumgan Angka Kerapatan Panen (AKP) Angka Kerapatan Panen (AKP) adalah suatu satuan yang mengindikasikan rata-rata tandan matang panen/pohon dan penyebaran tandan matang panen. maka sebaiknya letak kapveld disusun memanjang sedemikian rupa mengikuti jarak jalan transportasi. Pada sistem ancak tetap. • Seluruh tandan buah dijumlahkan.3. jumlah hari panen dalasm seminggu dapat diperpendek dari 4 menjadi 4 hari dengan catatan internal antara rotasi harus dipertahankan 7 hari. Hasilnya lalu dikalikan dengan jumlah rata-rata tandan. Ada 50 baris yang dipanen oleh 5 orang. mencegah kerusakan jalan serta meningkatkan frekuensi angkutan produksi perkendaraan). pemanen dan areal panen adalah tetap. Ancak panen terdiri dari dua yaitu ancak tetap dan giring.4 Ancak panen Ancak panen adalah luasan yang menjadi tanggung jawab pemanen. dan seterusnya. Orang I memanen baris 1 sampai 10. Maka akan diperoleh AKP.

Setelah ancak (2 barisan) pertama selesai pindah gawangan di sebelah pemanen ancak terakhir.Pelepah yang menyangga (songgo) buah matang dipotong mepet. yang nantinya akan membawa buah hingga sampai dipabrik .Berjalan di jalan pikul mencari buah matang sesuai kriteria matang panen. . .Tandan disusun 5 buah per baris di TPH.Alat angkut pada umumnya adalah truk. Gambar 12.5 Dodos besar (14 cm) >8 >5 >2. . Tiap mandor panen mengawasi 10-15 orang pemanen.Pada pagi hari. . paling lambat 12 jam dari saat panen.9-2.8 Pelaksanaan Panen 1) Ancak . Peralatan Panen Sesuai Umur Tanaman 3.• Rekapitulasi kemudian dituangkan kedalam formulir rencana panen dan pengangkutan untuk dikirim ke kantor kebun. 00) tidak dibenarkan diangkat ke truk.Brondolan dikutip dan dikumpul dengan tandan dibawa ke TPH.Brondolan ditumpuk di beiakang barisan tandan atau digonikan. . tangkai tandan dan kotoran lainnya. .Buah diangkat ke TPH setelah selesai di potong.Tandan dan brondolan bebas dari pasir.Brondolan yang ada di ketiak pelepah diambil/dikorek.5 Egrek Sumber : Instruksi Kerja (IK) PTPN II Tabel 8.Pelepah disusun dan ditumpuk di tengah gawangan mati. .3. sampah.5. 3) Pengangkutan hasil . .Nomor pemanen dan tanggal panen ditulis pada tangkai tandan .Pemanen diawasi oleh seorang mandor. .9 Dodos kecil (8 cm) 5-7 3-5 0. . buah sangat mentah (F.Seluruh tandan yang diangkut dicatat jumlah tandannya per pemanen. . .Gagang tandan menghadap ke atas. mandor membagi ancak pemanen yang dimulai dari jalan blok. . 2) Di TPH . tidak boleh bercampur dengan tandan. Perhitungan AKP 3.3.Krani transport menyortir TBS di TPH. setiap pemanen membawa 2 bans tanaman (1 gawangan).Buah segera diangkut ke PKS.Tangkai tandan di potong mepet atau berbentuk huruf V (cengkem/mulut kodok). . .Tandan matang dipotong tangkainya. .5.7 Peralatan Panen Alat panen yang digunakan sesuai umur tanaman sebagai berikut: Umur (Th) TM Tinggi Batang (M) Alat Panen 3-4 1-2 <0.Semua brondolan diangkut ke truk. .

25 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang pembuatan pasar pikul. 23 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor Pembibitan kebun Sawit Seberang. 1 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang kriteria panen pada tanaman menghasilkan. 22 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor Pembibitan kebun Sawit Seberang. serta penempatan tempat tinggal (penginapan). 30 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang kastrasi pada tanaman belum menghasilkan Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang pasar mati. Hari ke-8 Senin. Hari ke-2 Selasa. PROGRAM MAGANG BERSAMA PEJABAT / STAF / KARYAWAN Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan di PTPN II Kebun Sawit Seberang yang berlangsung lebih kurang 30 hari.Hari ke-10 Rabu. pada tanaman belum menghasilkan. Hari ke-5 jumat. 28 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang penyiangan secara manual pada tanaman belum menghasilkan. . piringan pada tanaman belum menghasilkan. Di mulai dengan mempelajari tanaman penutup tanah pada tanaman kelapa sawit. 26 Juni 2010 Istirahat. Hari ke-12 Jumat. umur panen pada tanaman menghasilkan. 29 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang pemberantasan hama Oryctes sp. 24 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor Pembibitan kebun Sawit Seberang. Di mulai dengan mempelajari pembibitan dimulai dari GS sampai main Nursery di PTPN II Kebun Sawit Seberang. Hari ke-6 Sabtu. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan lebih kurang 15 hari. Hari Ke-3 Rabu. gawangan. 21 Juni 2010 Registrasi di tempat PKL dan penyampaian program PKL pada karyawan pimpinan di tempat PKL. 2 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang penentuan . Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut : Hari ke – 1 Senin.IV. yaitu dari tanggal 21 Juni sampai 21 Juli. Hari ke-7 Senin. Hari ke-9 Selasa. 27Juni 2010 Istirahat. Hari Ke-4 Kamis. Di mulai dengan perkenalan dengan karyawan maupun karyawan pimpinan di kebun tersebut serta pengumpulan informasi tentang profil PTPN II Kebun Sawit Seberang. Hari ke-11 Kamis.

9 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor kebun afdeling III mempelajari tentang telling pada tanaman menghasilkan. Hari ke-17 Rabu . Hari ke-13 Sabtu. 18 Juli 2010 Istirahat. 11 Juli 2010 Aktivitas PKL mempelajari sistem administrasi kebun. 15 Juli 2010 Membuat laporan PKL. 14 Juli 2010 Aktivitas PKL mempelajari sistem administrasi kebun. 10 Juli 2010 Aktivitas PKL mempelajari sistem administrasi kebun. Hari ke-18 Kamis. Hari ke-25 Kamis. Hari ke-26 Jumat. Hari ke – 29 Senin. 4 Juli 2010 Istirahat.phylotaksis pada tanaman menghasilkan. 20 Juli 2010 Hari ke – 31 Selasa. 12 Juli 2010 Istirahat.27 Sabtu. Hari ke-22 Senin. 3 Juli 2010 Istirahat. 13 Juli 2010 Istirahat. 16 Juli 2010 Membuat laporan PKL. Hari ke-15 Senin. Hari ke-16 Selasa. Hari ke – 30 Senin. Hari ke . 17 Juli 2010 Istirahat. Hari ke-14 Minggu. 8 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling II mempelajari tentang telling pada tanaman menghasilkan. 19 Juli 2010 Kunjungan. 6 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang alat alat untuk pemanenan seperti dodos dan egrek pada tanaman menghasilkan. Hari ke-24 Rabu. Hari ke-21 Minggu. Hari ke-20 Sabtut. 7 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling I mempelajari tentang telling pada tanaman menghasilkan. Hari ke – 28 Minggu. Hari ke-19 Jumat. 5 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang penentuan analisa daun pada tanaman menghasilkan. 21 Juli 2010 . Hari ke-23 Selasa.

Afdeling I. para peserta PKL mengamati ada beberapa masalah yang terjadi pada unit Kebun Sawit Seberang. juga sering dijumpai di TBM sehingga menyerang tanaman yang berada di sekitarnya. Keterlambatan dalam pengendalian penyakit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense Pat. sebagian daerah tempat penanaman kelapa sawit adalah berbukit atau bergelombang sehingga sulit dalam hal pemupukan dan pemanenan. . Pengendalian gulma dilakukan secara manual. Matang panen dapat dilihat setelah 2-3 brondol lepas dari tandannya. 4. Kerusakan daun tanaman yang berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan kelapa sawit. yang dilaksanakan secara manual dan khemis. 3. 2. Sistem panen dilakukan dengan meninggalkan minimal dua pelepah daun dibawah dari buah yang hendak dipanen (songgoh dua). Pemeliharaan pasar pikul dilakukan dengan rotasi sekali dalam 3 bulan. 5. Perkebunan Nusantara II Kebun Sawit Seberang. yaitu dengan menggunakan bahan aktif Paraquat. Keterlambatan dalam pengangkutan dan hasil panen sehingga juga dapat menghambat dalam pengolahan TBS sehingga dapat mengurangi rendemen dan kualitas CPO dari kelapa sawit tersebut juga menurun. Rotasi panen yang digunakan adalah 5/7 dan 6/7. yaitu dengan cara dongkel mata merah dan secara khemis. Banyaknya populasi lembu pada Kebun Sawit Seberang menimbulkan banyak masalah terutama serangan pada daun tanaman kelapa sawit khususnya pada tanaman belum menghasilkan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. Saran Diharapkan kepada seluruh karyawan yang bekerja di kebun agar memanen buah yang sesuai dengan kriteria matang panen. II dan III pada Kebun Sawit Seberang dikhususkan untuk tanaman kelapa sawit. Hama dari golongan mamalia adalah lembu (Boss taurus).TOPIK PERMASALAHAN DI LOKASI PKL Selama berlangsungnya kegiatan PKL di PT.

S. Medan.D. J. Penebar Swadaya.H. Lubis. Percobaan ini bertujuan untuk mencatat kemampuan sejumlah gulma untuk muncul dari kedalaman yang berbeda-beda. pada tanggal 19 November 2009. ABSTRAK Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Darnoko. Sejarah Singkat Kebun Sawit Seberang. Harahap. http://www.Jakarta. Medan.. H. Fauzi.wikipedia.org. Medan.Hartono. Sianturi. Utomo. A. Sutarta. Budidaya Kelapa Sawit. K1 0 cm. Elisabeth. I. Sugiyono. Medan.H.. Harahap. Purba. dengan ketinggian tempat ± 25 m dpl. Kelapa Sawit Edisi Revisi.S. Ishak.. PTP N II Kebun Sawit Seberang. I. Purba. R. Percobaan tersebut menggunakan 2 faktor perlakuan yaitu faktor 1 adalah jenis gulma S1 Amaranthuss sp. Purba. H. K3 5 cm. (3 pages). E. Suprianto. Diakses tanggal 20 Maret 2010. Rahutomo. A. P. Vademecum Kelapa Sawit. Purba. L. A. Kelapa Sawit. R.DAFTAR PUSTAKA Anonim.R. S. Y. Widyastuti. Sawit Seberang. PPKS. S2 Asystasia intrusa.D. K4 15 cm.Y. Purba. Siantar. Haryati. D. 2002. T. Koedadiri. 2004. 2005. Winarna dan Y. Dari percobaan diperoleh bahwa gulma yang banyak tumbuh adalah pada kedalaman 15 cm yaitu jenis gulma Amaranthus sp. E. Soehardjo. Sedangkan faktor kedua adalah K. PENGARUH KEDALAMAN TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA Junita Sinambela/070301054 Mahasiswi Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Siahaan. Fadli. P. FP-USU.Y. K2 1 cm.. E. R. 2001. Dja’far. Budiana dan Kusmahadi. Teknologi Budidaya dan Pengolahan Kelapa Sawit. Yenni. Prawirosukarto.E. A. Y. PTP N IV (Persero) Bah Jambi. A. Sutanto. Darmosarkoro. .. Sumatera Utara Medan. W. H. S.Satyawibawa.. C.S.

Dalam percobaan ini polibag diisi ¾ topsoil dan benih tersebut diletakkan diatasnya sesuai dengan perlakuan dan diberi label untuk menandai perlakuan serta ulangannya. Sesbania exaltata: 18% dan Ipomea lacunosa: 13% (Moenandir. benih Asystasia intrusa dan Amaranthus sp. permukaan hipokotil (bagian batang yang terletak di bawah kotiledon). 1995). d) jumlah. warna. pH tanah. ukuran. Kedalaman pembenaman tidak selalu berpengaruh pada lamanya hidup biji. bentuk. tekstur dan pertulangan kotiledon. pada leguminosa kotiledon biasanya tebal karena banyak mengandung cadangan makanan. Umumnya gulma mempunyai kemampuan bersaing yang cukup baik pada semua mcam tipe tanah. bentuk. tanda-tanda karakteristik yang dapat dipakai misalnya: a) ukuran. ukuran. Abutilin theophrasti: 30%. Diamati gulma apa saja yang tumbuh setiap hari sampai pengamatan terakhir dan dicatat datanya. kedalaman tanah. 1993). Untuk mengidentifikasi semai. BAHAN DAN METODE Percobaan ini menggunakan polibag sebagai media tanam. gulma PENDAHULUAN Biji-biji gulma mengalami dormansi sekunder mampu berkecambah setelah dibawa kepermukaan tanah. Dalam biji terimbibisi ini daya perkecambahan biji masih tetap tinggi (Tjitrosoedirdjo.Kunci : perkecambahan. b) ukuran. unsur-unsur makanan dalam tanah dan lain-lain. Faktor tanah yang turut menentukan distribusi gulma antara lain : kelembaban tanah. bij-biji gulma yang masih viabel seperti Sorghum halepense: 48%. Bila dormansi diperpanjang waktunya akan mengalami imbibisi sehingga jaringan embrio menjadi rusak. 1984). HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil . Anoda cristata: 30%. aerasi. dkk. ujung kotiledon selalu terbelah. topsoil sebagai media tanam. sebagai objek pengamatan. Setelah pembenaman sekitar 5 tahun. c) jumlah.. tekstur dan pertulangan daun pertama kadang-kadang dapat tidak sama dengan daun pada gulma yang telah dewasa. sehingga kadang-kadang disiri sebagai tanda kearah suku. Hal ini umum dijumpai pada gulma dari golongan teki. 1984). f) adanya daun penumpu atau okrea seperti pada gulma dewasa (Tjitrosoedirdjo. Kondisi cadangan biji juga tergantung pada dormansi dan lama biji tersebut tahan terdapat dalam tanah (Sukman dan Yakup. warna. Ipomea turbinata: 33%. warna. e) biji yang tetap melekat pada semai. Misalnya pada Convolvulaceae. warna. Bentuk kotiledon ini sangat bervariasi.. label untuk menandai polibag. permukaan epikotil (bagian batang yang terletak di atas kotiledon). dkk.

Dan Asystasia intrussa Nama Gulma Perlakuan S1K0 S1K1 S1K2 S1K3 S1K4 123123123123123 Amaranthus sp. Dan Asystasia intrussa KESIMPULAN 1. Hal ini sesuai dengan literatur dari Tjitrosoedirjdo. Hal ini mungkin disebabkan karena beberapa faktor yaitu dari benih tersebut yang sudah ketuaan.2 . Jakarta.. Hal ini sesuai dengan literatur Sukman dan Yakup (1991) yang menyatakan bahwa kondisi cadangan biji juga tergantung pada dormansi dan lama biji tersebut tahan terdapat dalam tanah. (1984) yang menyatakan bahwa biji-biji gulma mengalami dormansi sekunder mampu berkecambah setelah dibawa kepermukaan tanah. Benih gulma Asystasia intrusa paling banyak tumbuh pada kedalaman 0 cm sebesar 20. dkk. DAFTAR PUSTAKA Moenandir. Hal ini dikarenakan benih Amaranthus sp.Data Pertumbuhan Kecambah Gulma Amaranthus sp. Ilmu Gulma Dalam sistem Pertanian Dalam Sistem Pertanian. J. lebih dominan pada setiap kedalaman tanah dari pada Asystasia intrusa. ada gulma yang tidak dapat tumbuh pada suatu kedalaman. Raja Grafindo Persada. 5 8 7 1 2 3 . Dari hasil percobaan dapat dilihat pada data bahwa benih Amaranthus sp.6 5 5 10 14 16 25 13 3 16 40 Nama Gulma Perlakuan S2K0 S2K1 S2K2 S2K3 S2K4 123123123123123 Asystasia intrussa. 10 5 10 6 3 4 . PT. memilki ketahanan untuk bertahan hidup pada setiap kedalaman tanah.1 2 2 1 1 20 6 2 . 2. atau karena faktor lingkungan. Grafik Pertumbuhan Kecambah Gulma Amaranthus sp. 1993.3 . Benih gulma yang paling banyak tumbuh adalah Amaranthus sp pada kedalaman 15 cm yaitu 40.. .4 Pembahasan Dari hasil percobaan dapat dilihat pada data.

Gramedia. 1995. Wiroatmodjo.. 1984. Tjitrosoedirdjo...) PAPER OLEH : . Raja Grafindo Persada. H. Pengelolaan Gulma di Perkebunan. Utomo dan J. PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinocholoa crussgalli L. PT. S. Jakarta.) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L. I. Gulma dan Teknik Pengendaliannya. Jakarta. PT. dan Yakup.Sukman. Y.

) PAPER OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 7 Paper Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Mengikuti Praktikal Test di Laboratorium Ilmu Gulma Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L. Medan Diperiksa Oleh: Asisten Korektor .JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 7 LABORATORIUM ILMU GULMA DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinocholoa crussgalli L.

) Pada Pertanaman Padi (Oryza sativa L.J. Adapun judul dari paper ini adalah “Pengendalian Gulma Jajagoan (Echinochloa crussgalli L. Ir. Prof. oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan paper ini. MP serta para asisten Laboratorium Ilmu Gulma yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan paper ini. Penulis menyadari paper ini banyak kekurangan.)”. 050301035 LABORATORIUM ILMU GULMA DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Medan. Paper ini disusun sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di Laboratorium Ilmu Gulma Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.Damanik.Dr.S. Akhir kata penulis mengucapakan terima kasih dan semoga paper ini bermanfaat bagi kita semua.(Rotambatua Nababan) NIM. Medan.Dr.Toga Simanungkalit. karena atas berkat dan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan paper ini tepat pada waktunya.Edison Purba. Oktober 2009 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Tujuan Penulisan 3 Kegunaan Penulisan 3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Gulma 4 . Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Ilmu Gulma yaitu Prof.

membabat. secara mekanis dengan mencabut. Gulma pada pertanaman padi umumnya dikendalikan dengan cara mekanis dan kimiawi.) Cara Pengendalian 8 Waktu Pengendalian 10 Jenis . Kehadiran gulma dalam areal pertanaman sangat tidak dikehendaki karena akan menyaingi tanaman yang ditanam dalam memperoleh unsur hara. Pengendalian gulma secara kimiawi berpotensi merusak lingkungan sehingga perlu dibatasi melalui pemaduan dengan cara pengendalian lainnya (http://balitsereal.id. makanan ternak atau sebagai bahan obatobatan. melalui budi daya dengan pergiliran tanaman. jagung 45.deptan.6 %. menyiang dengan tangan. Persen kehilangan hasil panen akibat gulma di negara bagian Kolumbia (Amerika Serikat) terhadap kacang-kacangan sebesar 51. 2009). air. dan Meksiko sebagai . dan padi 54. Kanada. peningkatan daya saing dan penggunaan mulsa. 1999).Habitat dan Penyebaran 6 PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinocholoa crussgalli L.litbang. kentang 16. dan matahari. Ditemukan di seluruh Amerika Serikat. Namun demikian. 2005). Echinochloa crussgalli adalah gulma musim panas tahunan dengan batang tebal yang dapat mencapai 5 kaki tingginya. Gulma ialah tanaman yang tumbuhnya tidak diinginkan. Gulma di suatu tempat mungkin berguna sebagai bahan pangan. secara fisik dengan membakar dan menggenangi.Jenis Bahan Untuk Pengendalian 12 KESIMPULAN 14 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN PENDAHULUAN Latar Belakang Keberhasilan pengendalian gulma merupakan salah satu faktor penentu tercapainya tingkat hasil padi yang tinggi. suatu spesies tumbuhan tidak dapat diklasifikasikan sebagai gulma pada semua kondisi. Gulma dapat dikendalikan melalui berbagai aturan dan karantina. secara biologi dengan menggunakan organisme hidup. menginjak.) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L. Akibat dari serangan gulma dapat menurunkan hasil panen yang cukup besar.1 %. Salah satu dari sedikit rumput liar yang tidak memiliki ligula. secara kimiawi menggunakan herbisida.go. Dengan demikian.6 %.4 % (Wudianto. banyak juga tumbuhan diklasifikasikan sebagai gulma dimanapun gulma itu berada karena gulma tersebut umum tumbuh secara teratur pada lahan tanaman budidaya (Sebayang. dan mengolah tanah dengan alat mekanis bermesin dan nonmesin.

6 – 0.vt. 2009a). Buah E. Kegunaan Percobaan Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di− Laboratorium Agronomi Ilmu Gulma Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.wordpress. atau tumbuhan penggenggu yang tidak dikehendaki.5 mm. Biji yang tua berwarna kecoklat-coklatan sampai kehitam-hitaman (http://cetlanget.vt. Malai mungkin hijau ke warna ungu dan bulir terdiri dari individu yang dapat mengembangkan 2-10 mm terminal lama (http://www. panjang 2 – 3. berkembang dengan baik. tebal. Medan. Siberia Barat.edu.ppws. terdiri dari 5 – 40 cm tandan. Biasanya terbentuk piramid sempit.5 mm. Akar adalah seperti mahkota. Bentuk garis meruncing ke arah ujung. dan mungkin berwarna merah ke merah marun di pangkalan (http://www. dan rumput (http://www.. Karena herbisida aktif terhadap tumbuhan. dan .wordpress.5 – 1 cm. tebal. tanpa bulu (glabrous). Bulirnya banyak. panjang 5 – 21 cm.− TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Berdasarkan Nasution (1986) taksonomi gulma padi-padian adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisio : Spermatophyta Kelas : Angiospermae Ordo : Poales Famili : Poaceae Genus : Echinochloa Spesies : Echinochloa crussgalli L.edu. sering bercabang di bagian bawah node. Daunnya rata/datar dengan panjang 10 – 20 cm.vt. menembus ke dalam tanah turun sampai 50 cm (http://www.85 mm. berbentuk lonjong. warna hijau sampai ungu tua (http://cetlanget. berambut. 2009c). lebar 0.) pada pertanaman padi (Oryza sativa L.agroatlas.).ppws.ru. pembibitan. 2009b).edu.gulma dari banyak agronomi tanaman. 2009a). 2000). Siberia Timur di selatan. maka herbisida bersifat fitotoksik (Djojosumarto. Sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Kepala sarinya mempunyai diameter 0.com. Habitat dan Penyebaran Distribusi tumbuhan ini meliputi Kaukasus. yang mula-mula tumbuh tegak kemudian merunduk. anak bulir panjang 2 – 3.com. Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengendalian gulma jajagoan (Echinochloa crussgali L.ppws. lanskap. crusgalli disebut caryopsis. Bunga memiliki seedhead malai terminal berkisar 4-16 inci panjangnya. 2009a). Batang gulma ini biasanya tegak. 2009b). Herbisida adalah pestisida yang digunakaan untuk mengendalikan gulma.

2009b). Daur kelembaban bertahan buruk. Di dalam pengendalian gulma dengan sistem budidaya ini terdapat beberapa cara yaitu: a) Pergiliran tanaman bertujuan untuk mengatur dan menekan populasi gulma dalam ambang yang tidak membahayakan. 2009). padang rumput basah dan basah. Eropa Tengah dan Atlantik. itu terjadi dalam lembab. Di wilayah baratdaya AS.8-8. tidak dikompresi.8 ° C (rata-rata dari 59 kasus = 14. Mediterania. lebih suka ringan oleh struktur mekanik. Kelimpahan dan terjadinya penurunan dari selatan ke utara. dan di lumpur dan air danau.ru. Amerika Utara. Echinochloa crussgalli dilaporkan mentoleransi presipitasi tahunan 3. pertemuan jarang. dan pengendalian gulma secara tunggal jarang mencukupi bila menginginkan agar pengendalian gulma tersebut efektif dan ekonomis (Sebayang 2005). Masing-masing pengendalian gulma memiliki keunggulan dan kerugian. oleh karena menggunakan prinsip-prinsip ekologi yaitu mengelola lingkungan sedemikian rupa sehingga mendukung dan menguntungkan pertanaman tetapi merugikan bagi gulmanya. E. Tidak dibatasi oleh pH tanah (http://www. Terdistribusi dan tersebar luas di semua wilayah hangat di dunia. Disesuaikan dengan hampir semua jenis tempat-tempat yang basah. kadang-kadang terdapat juga di tempat setengah basah. Australia.1-25. sering berumput. akan tetapi umumnya lebih tinggi dan berbunga lebih dulu dari pada padi (http://cetlanget. dan bidang kosong.7). suhu tahunan 5.7-27. Cina. kimia dan biologi.0 dm (berarti dari 59 kasus = 9. tapi lebih baik disesuaikan dengan daerah di mana suhu tahunan rata-rata 14-16 ° C.purdue.) Cara Pengendalian Metode pengendalian gulma dapat dikelompokkan ke dalam kelompok kultur teknis. Mencapai perbatasan utara pertanian. PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinochloa crussgali) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L. mekanis.9). Amerika Selatan. Luas digarap gulma pada tanaman di zona stepa. daerah dibudidayakan.edu. baik yang beriklim sedang dan tropis. Asia Tengah. pinggir jalan. Asia Minor.hort. crusgalli terdapat di tempat-tempat basah. 2009c). sering tumbuh di air. dan sering gulma yang umum di sawah. daerah rendah di croplands subur dan basah limbah. selatan Skandinavia. sering terganggu tanah liat.4).com. hygrophilous.agroatlas. basah. Kelompok tanaman bertemu di padang rumput kering dan ruderal daerah. Pengendalian gulma dengan sistem budidaya disebut juga cara pengendalian secara ekologis. Tumbuh baik terutama di lembab (irigasi dan banjir) ladang. daerah rembesan. Ekologinya yaitu thermophil. Ini adalah berlebihan dalam zona Chernozem. manual. di rawa-rawa. Himalaya. (http://www. Di sawah tumbuh bersama padi. Kaukasus dan Timur Jauh. Afrika. Tumbuh di berbagai situs basah seperti selokan.2 (berarti dari 53 kasus = 6. Contoh: padi-tebu- . dan pH 4. Jepang. selokan dan dataran banjir.wordpress. Berhasil di daerah dingin. sangat lembut tanah aluvial. Mongolia. Ekologi tumbuhan ini mulai dari boreal lembab atau basah hingga tropis sangat kering atau daerah hutan hujan tropis. agak kaya. Dalam zona taiga kehilangan makna sebagai tanaman gulma eurysynusic.Timur Jauh.

kondisi mikroklimat akan dapat berubah-ubah. Sebagai contoh gulma teki (Cyperus rotundus) sering berada dengan baik dan mengganggu pertanaman tanah kering yang berumur setahun (misalnya pada tanaman cabe. kalkun pada perkebunan kapas. b) Budidaya pertanaman dilakukan dengan penggunaan varietas tanaman yang cocok untuk suatu daerah merupakan tindakan yang sangat membantu mengatasi masalah gulma. dengan membiarkan gulma tumbuh lebih dulu lalu diberantas dengan pengolahan tanah atau herbisida. insekta atau fungi tersebut tidak menyerang tanaman atau tumbuhan lain yang mempunyai arti ekonomis. karena biasanya jenis gulma itu dapat hidup dengan leluasa pada kondisi yang cocok untuk pertumbuhannya. Dengan pergiliran tanaman. dan pengendalian Salvinia sp. ikan yang memakan gulma air dan sebagainya. Beberapa segi negatifnya ialah bahaya keracunan tanaman. Untuk berhasilnya cara ini memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang cukup dan untuk itu akan diuraikan tersendiri lebih lanjut. pratumbuh atau pasca tumbuh. untuk kayu apu.kedelai. Demikian pula dengan wewehan (Monochoria vaginalis) di sawah-sawah. ikan dan sebagainya. . Pengendalian gulma secara biologis (hayati) ialah pengendalian gulma dengan menggunakan organisme lain. Juga harus yakin apabila species gulma yang akan dikendalikan itu habis. Myrothesium roridum untuk kiambang . Sehubungan dengan sifatnya ini maka pengendalian gulma secara kimiawi ini harus merupakan pilihan terakhir apabila caracara pengendalian gulma lainnya tidak berhasil. terutama untuk areal yang luas. Tanaman tertentu biasanya mempunyai jenis gulma tertentu pula. Penanaman rapat agar tajuk tanaman segera menutupi ruang-ruang kosong merupakan cara yang efektif untuk menekan gulma. Keuntungan pengendalian gulma secara kimiawi adalah cepat dan efektif. Pengendalian gulma secara kimiawi adalah pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida. dan Cerospora sp. c) Penaungan dengan tumbuhan penutup (cover crops) yang berguna untuk mencegah perkecambahan dan pertumbuhan gulma. dan sebagainya). Waktu tanaman lambat. baik secara selektif maupun non selektif. Di Australia dengan menggunakan Cactoblastis cactorum. fungi. Yang dimaksud dengan herbisida adalah senyawa kimia yang dapat digunakan untuk mematikan atau menekan pertumbuhan gulma. Sedangkan jamur atau fungi yang berpotensi dapat mengendalikan gulma secara biologis ialah Uredo eichhorniae untuk eceng gondok. Pemupukan yang tepat merupakan cara untuk mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga mempertinggi daya saing pertanaman terhadap gulma. tomat. ternak. Macam herbisida yang dipilih bisa kontak maupun sistemik. Baru kemudian tanaman ditanam pada tanah yang sebagian besar gulmanya telah mati terberantas. padi-tembakau-padi. Di samping pengendalian biologis yang tidak begitu spesifik terhadap spesies-spesies tertentu seperti penggunaan ternak dalam pengembalaan. dengan menggunakan Cyrtobagous singularis. dan penggunaannya bisa pada saat pratanam. Demikian juga eceng gondok (Eichhornia crassipes) dapat dikendalikan secara biologis dengan kumbang penggerek Neochetina bruchi dan Neochetina eichhorniae. Pengendalian biologis yang intensif dengan insekta atau fungi biasanya hanya ditujukan terhadap suatu species gulma asing yang telah menyebar secara luas dan ini harus melalui proses penelitian yang lama serta membutuhkan ketelitian. seperti insekta. sehingga gulma hidupnya tidak senyaman sebelumnya. mempunyai efek residu terhadap alam sekitar dan sebagainya. sambil membantu pertanaman pokoknya dengan pupuk nitrogen yang kadang-kadang dapat dihasilkan sendiri. Sebagai contoh pengendalian biologis dengan insekta yang berhasil ialah pengendalian kaktus Opuntia spp.

pre emergence (pra tumbuh) dan post emergente (pasca tumbuh) (Sebayang. Untuk pengendalian secara kimiawi sebaiknya menggunakan senyawa kimia yang selektif untuk menghambat atau mematikan gulma tetapi tidak mengganggu pertumbuhan tanaman padi. jarak tanam dengan penyiangan. 2009). gulma sasaran. bersifat sistemik artinya dapat bergerak dari daun dan bersama proses metabolisme ikut kedalam jaringan tanaman sasaran (http://stppgowa.uns. Pemberantasan gulma pada padi sawah dapat dilakukan secara mekanik dengan penyiangan manual. Pada umumnya herbisida digunakan pada saat pre planting (pra tanam). Untuk . glyphosat dan dalapon pada karet) (Moenandir. tetapi kurang efetif karena memerlukan waktu dan tenaga yang banyak. Herbisida berbahan aktif 2. kondisi dan tujuan masing-masing. herbisida diaplikasikan sebelum tanam. praktek budidaya. EPTC) c) pra tumbuh.ac.id. sesudah tanah diolah (triazin. herbisida diaplikasikan setelah tanaman tumbuh dan muncul. Dengan demikian herbisida harus diaplikasikan selama fase pertumbuhan awal tanaman. Tanggap atau respon beberapa jenis gulmaterhadap herbisida amat tergantung pada jenis herbisida yang digunakan itulah yang digolongkan kedalam herbisida selektif atau non selektif. (http://fp.4 D) merupakan jenis herbisida yang selektif untuk pertanaman padi.Yang dimaksud dengan pengendalian gulma secara terpadu yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan beberapa cara secara bersamaan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. misalnya paduan antara pengolahan tanah dengan pemakaian herbisida. Gulma harus dibuang dari tanaman padi sesegera mungkin. 2005). Waktu aplikasi herbisida bergantung pada struktur herbisida. di samping cara-cara pengelolaan pertanaman yang lain. fisik. Misalnya. 2009). Dalam hal ini pengendalian yang akan dibahas lebih lanjut yaitu pengendalian secara kimiawi/kemis yaitu dengan aplikasi herbisida. tetapi tidak satupun cara-cara tersebut dapat mengendalikan gulma secara tuntas. Walaupun telah dikenal beberapa cara pengendalian gulma antara lain secara budidaya. cuaca. pada padi sawah. 1990). herbisida diaplikasikan sebelum tanaman tumbuh (muncul) (nitralin) d) pasca tumbuh. herbisida pra-tanam atau herbisida yang early post emergence harus diaplikasikan pada benih padi yang dipindah-tanamkan. Waktu Pengendalian Pada dasarnya pengendalian gulma telah dilakukan sejak pra kultivasi yaitu sebelum tanah diolah dan sebelum ada tanaman hingga pasca tumbuh tanaman (post emergence). biologis dan kimiawi serta preventif. tetapi umumnya diarahkan agar mendapatkan interaksi yang positif. herbisida diaplikasikan sebelum tanah diolah dan sebelum ada tanaman (paraquat) b) pra tanam. Herbisida pra-tumbuh adakalanya harus diaplikasikan sesudah tanaman pokoknya ditanam.4 dimetilamina (2.ac. Klasifikasi berdasarkan waktu aplikasi yaitu: a) pra kultivasi. demikian pula gulmanya (MCPA atau propanil pada padi. Cara-cara yang dikombinasikan dalam cara pengendalian secara terpadu ini tergantung pada situasi. Untuk dapat mengendalikan suatu species gulma yang menimbulkan masalah ternyata dibutuhkan lebih dari satu cara pengendalian. Herbisida dapat diaplikasikan pada beberapa periode sebelum atau selama periode pertumbuhan tanaman.id. pemupukan dengan herbisida dan sebagainya.

glifosat. Metode pengendalian gulma dapat dikelompokkan ke dalam kelompok kultur teknis. (3) natrium khlorat (NaClO3). piridazin.4-D. Hebisida yang dianggap ideal jika efek racunnya aman. 6)Asam fenoksi (2. 1)Anilid (butaklor. dll (Sebayang. dan virus. 8)Triazin (simetrin. tiobenkarb).Jenis Bahan Untuk Pengendalian Senyawa bahan anorganik yang berasal dari garam dan arang merupakan bahan kimia yang pertama kali digunakan untuk mengendalikan gulma. kimia. Berikut merupakan contoh herbisida anorganik yaitu: (1) amonium sulfamat (NH4SO3NH2). 5)Organofosfat (glifosat).keperluan ini. Selain itu. piridin (contohnya parakuat). pretilaklor dan propanil).4 %. Sebagian besar herbisida adalah senyawa organik. arsenik. Misalnya Phytophtora palmivora yang digunakan untuk mengendalikan Morrenia odorata. 2005). karbamat. selektif ke padi. fluorodiven. (2) borat. nitroanilin. 1992). senyawa alifatik. pendimetalin). asam fenoksi-alifatik. 10)Asam polisiklik alkanoik (fenoxaprop). efektif terhadap gulma. gulma noksius pada tanaman jeruk. (Djojosumarto. sineol. herbisida dapat diklasifikasikan sebagai berikut. manual. Echinochloa crussgalli merupakan salah satu gulma penting pertanaman padi. mekanis. 3. harus digunakan herbisida yang benar-benar selektif untuk padi dan harus dilakuikan secara hati-hati sesuai dengan rekomendasinya. 4)Difenil eter (difenox. heterosiklik nitrogen (tanpa kelas). Kesalahan menentukan saat aplikasi dapat mengakibatkan keracunan pada tanaman pokok atau herbisida tidak bekerja efektif. 2000). Jenis . ada juga Colletotrichum gloeosporioides yang diperdagangkan dengan merek dagang tertentu dan digunakan pada tanaman padi dan kedelai di Amerika (Sastroutomo. efisien dari segi biaya. oksifluorfen). Ada pula yang menggunakan mikroherbisida yaitu golongan herbisida yang mengendalikan gulma dengan menggunakan penyakit uang ditimbulkan oleh bakteri. 2)Bipiridilium (parakuat). 3)Dinitro-anilin (butralin. KESIMPULAN 1. urea. urasil. dimetametrin). dan oksifluorfen). dan tidak meninggalkan pengaruh yang lama di lingkungan. Gulma dapat menurunkan hasil panen padi yang cukup besar yaitu sekitar 54. senyawa nitril. dan herbisida lainnya (seperti metil bromida. MCPA). . Berdasarkan kelompok kimianya. triazin. Chlomethoxynil. difenil eter. 2. fenol. tiokarbamat. 7)Tiokarbamat (molonate. Sedangkan untuk herbisida organik contohnya yaitu: minyak petrol. biologi dan pengendalian gulma terpadu yang merupakan gabungan dari beberapa metode tersebut. dan herbisida non kelompok lainnya seperti Bentazon. jamur. Chinmethylin. 9)Sulfonil urea (bensulfuron).

dimetametrin). Berdasarkan kelompok kimianya. Yogyakarta. .. fluorodiven.4-D.4. Moenandir.htm&ei=H-biSvzlNczkAXTg4i2AQ&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=5&ved=0CBcQ7gEwBDgK&p rev=/search%3Fq%3DEchinochloa%2Bcrusgalli%26hl%3Did%26sa%3DN%26start %3D10. http://www. oksifluorfen). herbisida dapat diklasifikasikan sebagai berikut.ppws. Pada dasarnya pengendalian gulma telah dilakukan sejak pra kultivasi yaitu sebelum tanah diolah dan sebelum ada tanaman hingga pasca tumbuh tanaman (post emergence) dan mencakup aspek kultur teknis yaitu penyiangan tanaman. 2009a.litbang. http://stppgowa. MCPA).. CV Rajawali Pers. pretilaklor dan propanil).purdue. Jakarta. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. 2009a. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. 2009. U. Fisiologi Herbisida.uns./MuhammadKadir. 7)Tiokarbamat (molonate. 6)Asam fenoksi (2. 2009.ru/en/content/weeds/Echinochloa_crusgalli/&ei=WOPiSoTHJcuJ kQXPri6AQ&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=15&ved=0CDcQ7gEwDg&prev =/search%3Fq%3DEchinochloa%2Bcrusgalli%26hl%3Did%26sa%3DG.wordpress.id/download/Vol_3_No_1. Gulma dan Pengendaliannya di Perkebunan Kaaret Sumatera Utara dan Aceh. http://cetlanget. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. 9)Sulfonil urea (bensulfuron).com/2009/07/12/identifikasi-gulma-gulma-dominan-padapertanaman-padi-sawah-dan-usaha-pengendaliannya-di-kecamatan-samatigakabupaten-aceh-barat/.pdf. 8)Triazin (simetrin. P.html&ei=W OPiSoTHJcuJkQXPri6AQ&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=11&ved=0CCsQ7 gEwCg&prev=/search%3Fq%3DEchinochloa%2Bcrusgalli%26hl%3Did%26sa%3DG. Nasution. 5)Organofosfat (glifosat). 1986.deptan. http://balitsereal.agroatlas. Chlomethoxynil. Teknik Aplikasi Pestisida Pertanian. 2)Bipiridilium (parakuat). DAFTAR PUSTAKA Djojosumarto.go. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. 2009.id/bpadi/satulima. tiobenkarb). 4)Difenil eter (difenox. dll.hort. dan herbisida non kelompok lainnya seperti Bentazon. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. 1990.ac.b&c. 2009a&b. J. http://www.pdf.id/~hamasains/dasarperlintan-4. Chinmethylin. pendimetalin). http://www. 1)Anilid (butaklor.htm.ac.vt. http://fp. 2000. Kanisius.edu/scott/weed_id/echcg. PT Gramedia. Jakarta. 5. 3)Dinitro-anilin (butralin.edu/newcrop/duke_energy/Echinochloa_crusgalli. 10)Asam polisiklik alkanoik (fenoxaprop).b&c.

Jakarta. Penebar Swadaya.) TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. Diposkan oleh junT blogs di 01:10 1 komentar Link ke posting ini Label: gulma. jajagoan.Sastroutomo. Sebayang.S. 1999. S. Jakarta. Malang. 2005. Wudianto. H. PT Gramedia Pustaka Utama. Petunjuk Penggunaan Pestisida. Gulma dan Pengendaliannya pada Tanaman Padi. 07 Oktober 2009 pengaruh media tanam dan kompos azolla (Azolla sp.) TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq. 1992.T. Brawijaya University Press.) D X P DI PRE NURSERY LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 . pengendalian Reaksi: Rabu.) D X P di pre nursery PENGARUH MEDIA TANAM DAN KOMPOS AZOLLA (Azolla sp.) D X P DI PRE NURSERY LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 PENGARUH MEDIA TANAM DAN KOMPOS AZOLLA (Azolla sp. Pestisida Dasar-Dasar dan Dampak Penggunaannya. R.

Laporan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Mengikuti Praktikal Test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Sumatera Utara, Medan Disetujui Oleh Dosen Penanggungjawab

(Ir. Balonggu Siagian, MS) NIP. 130 806 538 Diketahui Oleh: Asisten Koordinator

(Eko Andi Pasaribu) NIM. 040301001 Diperiksa Oleh: Asisten Korektor

(Hayati Silalahi) NIM. 040301037 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 ABSTRACT The objective of this experiment was to know effect of media and azolla dung in growing of palma’s bud. The experiment was conducted in Agronomi Tanaman Perkebunan I Laboratory Land, Agriculture Faculty, North Sumatera University with altitude ± 25 m above sea level, from March to May 2009. The experiment used Randomized Complete Block Design (RAK) with 2 factors and 4 replications. The first factor was media, top soil, sand, sub soil, and fertilizer. The second one was azolla, 7 gr, 14 gr, and 21 gr. The experiment result showed that media gave significant effect of height and leaves of bud. Azolla gave significant effect of height and leaves of bud, and diameter of stem. Interaction between media and azolla gave significant effect of height and leaves of bud. Keywords : media, azolla, bud

ABSTRAK Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh media tanam dan kompos azolla terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit. Percobaan ini dilaksanakan di lahan percobaan Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan I Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan, pada ketinggian ± 25 m dpl dari bulan Maret sampai Mei 2009 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan dan empat ulangan. Faktor I adalah media tanam top soil dan pasir, sub soil dan pupuk kandang. Faktor II adalah kompos azolla 7 gr, 14 gr, 21 gr. Hasil percobaan menunjukkan bahwa media berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas, jumlahdaun. Azolla berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas, jumlah daun, diameter batang. Sedangkan interaksi antara media dan azolla berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas, jumlah daun. Kata kunci : media, azolla, kecambah

RIWAYAT HIDUP Junita Sinambela lahir pada tanggal 2 April 1989 di Medan. Anak pertama dari empat bersaudara. Anak dari Bapak P. Sinambela dan Ibu N. Manurung. Adapun pendidikan yang pernah ditempuh penulis adalah sebagai berikut: SD Negeri 050721 di Gohor Lama Tamat tahun 2001 SMP Negeri 1 di Hinai Tamat tahun 2004 SMA Negeri 1 di Stabat Tamat tahun 2007 Penulis terdaftar sebagai mahasiswi di Departemen Budidaya Pertanian Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan melalui jalur SPMB

pada pilihan pertama pada tahun 2007 sampai sekarang.

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Esa karena atas berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya. Adapun judul dari laporan ini adalah “Pengaruh Media Tanam dan Kompos Azolla (Azolla sp.) Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)” yang merupakan salah satu syarat unutk dapat mengikuti praktikal test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ir. Balonggu Siagian, MS dan Ir. Charloq Nababan, MP selaku dosen mata kuliah Agronomi Tanaman Perkebunan serta kepada abang dan kakak asisten yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Medan, Mei 2009

Penulis DAFTAR ISI ABSTRACT i ABSTRAK ii RIWAYAT HIDUP iii KATA PENGANTAR iv DAFTAR ISI v DAFTAR TABEL vii DAFTAR GAMBAR viii PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Tujuan Percobaan 2 Hipotesis Percobaan 2 Kegunaan Percobaan 3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman 4 Syarat Tumbuh 5 Iklim 5 Tanah 6 Pembibitan Kelapa Sawit 7 Media Tanam 10 Kompos Azolla 10 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan 13 Bahan dan Alat 13 Metode Percobaan 13 PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan Media Tanam 16 Aplikasi Kompos Azolla 16 Penanaman 16 Pemeliharaan Tanaman 16 Penyiraman 16 Penyiangan 17 Pengamatan Parameter 17 Tinggi Tanaman (cm) 17 Jumlah Daun (helai) 17 Diameter Batang (mm) 17 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil 19 Pembahasan 25 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 28 Saran 28 DAFTAR PUSTAKA .

LAMPIRAN DAFTAR TABEL No. Rataan jumlah daun kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 22 3. Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 20 2. Rataan diameter tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 24 . Judul Hal 1.

Data tinggi tunas kelapa sawit 1 MST (cm) 30 2. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 4 MST 32 9. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 2 MST 31 5. Data jumlah daun kelapa sawit 3 MST (helai) 35 18. Data tinggi tunas kelapa sawit 7 MST (cm) 34 14. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 3 MST 35 19. Data tinggi tunas kelapa sawit 3 MST (cm) 31 6. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 3 MST 31 7. Data tinggi tunas kelapa sawit 5 MST (cm) 32 10.DAFTAR GAMBAR No. Judul Hal 1. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 7 MST 34 15. Judul Hal 1. Data tinggi tunas kelapa sawit 2 MST (cm) 30 4. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 1 MST 30 3. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 6 MST 33 13. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 8 MST 35 17. Data jumlah daun kelapa sawit 4 MST (helai) 36 . Histogram tinggi tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 21 2. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 5 MST 33 11. Data tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) 34 16. Data tinggi tunas kelapa sawit 6 MST (cm) 33 12. Histogram jumlah daun kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 23 3. Data tinggi tunas kelapa sawit 4 MST (cm) 32 8. Histogram diameter tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 25 DAFTAR LAMPIRAN No.

Data diameter batang kelapa sawit 4 MST (mm) 39 30. Pantai Gading. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 6 MST 37 25. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 8 MST 42 PENDAHULUAN Latar Belakang Kelapa sawit ( Elaeis guineensis ) berasal dari Afrika dan masuk ke Indonesia pada tahun 1848 yang ditanam di Kebun Raya Bogor (Soehardjo. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 7 MST 41 37. Data jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) 38 28.. . Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 6 MST 41 35. 1996). 2007). juga sebagai sumber perolehan devisa negara. Data diameter batang kelapa sawit 5 MST (mm) 40 32. Data jumlah daun kelapa sawit 5 MST (helai) 36 22. Thailand. Malaysia merebut kedudukan Indonesia tersebut pada tahun 1966. Data diameter batang kelapa sawit 6 MST (mm) 40 34. Colombia. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 8 MST 39 29. Papua Nugini (Tim Penulis PS. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 5 MST 37 23. tanaman memiliki arti penting bagi pembangunan perkebunan nasional. Nigeria. seorang berkebangsaan Belgia. Malaysia menduduki rangking pertama sebagai produsen minyak sawit dunia. Perkebunan kelapa sawit komersial pertama di Indonesia mulai diusahakan pada tahun 1911 di Aceh dan Sumatera Utara oleh Adrien Hallet.Selain mampu menciptakan kesempatan kerja yang mengarah kepada kesejahteraan masyarakat. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 5 MST 40 33. Data diameter batang kelapa sawit 7 MST (mm) 41 36. dkk. Kini. Data diameter batang kelapa sawit 8 MST (mm) 42 38. dkk. satu tingkat di bawah Nigeria.20. Data jumlah daun kelapa sawit 6 MST (helai) 37 24. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 4 MST 36 21. Indonesia merupakan salah satu produsen utama minyak sawit (Fauzi. Indonesia. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 7 MST 38 27. Data jumlah daun kelapa sawit 7 MST (helai) 38 26. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 4 MST 39 31.. 1997). Dari tahun 1940-an sampai 1970-an. Bagi Indonesia. Untuk lebih jelasnya Negara produsen utama minyak sawit dunia adalah Malaysia. setingkat di atas Indonesia. Nigeria merupakan produsen terbesar minyak sawit dunia.

). pakan ikan. ketersediaan unsur hara dan ketersediaan asam humat. terutama ayam dan itik.Luas kebun kelapa sawit terus bertambah. Asam humat akan membantu meningkatkan proses pelapukan bahan mineral. 2006). Minyak nabati yang dihasilkan dari pengolahan buah kelapa sawit berupa minyak sawit mentah ( CPO atau crude palm oil) yang berwarna kuning dan minyak inti sawit (PKO atau palm kernel oil) yang tidak berwarna (jernih).) (D x P) di pre nursery. kompos dapat meningkatkan kapasitas tukar kation. 2008).org. industri sabun (bahan penghasil busa). Dalam keadaan dapat dihasilkan 30-45 kg/ha berarti sama dengan 100 kg urea. dan bahan baker alternatif (minyak diesel) (Sastrosayono. 2004).).). kontrol terhadap perkembangan nyamuk ( http://wikipedia. Perkebunan kelapa sawit pun bias menghadirkan prestasi-prestasi yang membanggakan dan layak untuk ditiru. Ditemukan juga bahwa azolla tumbuh kembang lebih baik dari pada musim penghujan dari pada musim kemarau. 2003). pakan ternak/hijauan. Kesemuanya itu bergantung kepada manajemen dan pemimpinnya (Pahan. Secara kimia. Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar kedua di dunia setelah Malaysia.)−terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. industri baja (bahan pelumas). Tanaman hias. CPO atau PKO banyak digunakan sebagai bahan industri pangan (minyak goreng atau margarin). Kegunaan azolla adalah sumber N dapat mengganti pupuk urea samapai 100 kg. industri tekstil.272 hektar pada tahun 1916 menjadi 92. Ada pengaruh kompos Azolla (Azolla sp.307 hektar pada tahun 1938 (Hadi. 2006). Menurut Derom Bangun. ketua GAPKI (Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia). kosmetik. Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh media tanam dan kompos Azolla (Azolla sp. Secara biologi. Sebanyak 85 % lebih pasar dunia kelapa sawit dikuasai oleh Indonesia dan Malaysia. pada tahun 2008 diperkirakan Indonesia bias menjadi produsen kelapa sawit terbesar di dunia.) terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. kompos yang tidak lain adalah bahan organik merupakan sumber bagai mikroorganisme tanah (Simamora dan Salundik. menekan pertumbuhan gulma. Hipotesis Percobaan Ada pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan kecambah−kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.− Ada pengaruh interaksi media tanam dan kompos Azolla (Azolla sp. dari 1. Kegunaan Percobaan Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di− Laboratorium .

Tanaman kelapa sawit berakar serabut yang terdiri atas akar primer. sekunder. Akar kuartier berfungsi menyerap unsur hara dan air dari dalam tanah. tertier. dan sebuah embrio (Pahan. Sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan. . Besarnya batang berdiameter 25 – 75 cm.Agronomi Tanaman Perkebunan Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. tanaman kelapa sawit disebut tanaman berumah satu atau monoceous. (1996) taksonomi tanaman kelapa sawit adalah : Divisi : Tracheopita Subdivisi : Pteropsida Kelas : Angiospermae Subkelas : Monocotyledoneae Ordo : Cocoideae Family : Palmae Genus : Elaeis Spesies : Elaeis guineensiss Jacq. Namun demikian. terkadang dalam satu tandan terdapat bunga jantan sekaligus bunga betina. tergantung pada umur tanaman. Inti memiliki testa (kulit). mesokarp (yang secara salah kaprah biasanya disebut perikarp) dan endocarp (cangkang) yang membungkus 1. 1991). Oleh karena itu. 1994). Secara botani buah kelapa sawit digolongkan sebagai buah drupe. di perkebunan umumnya 45 – 60 cm . Biasanya pangkal-pangkal daun melekat beberapa tahun pada batang.4 inti/kernel (umumnya hanya satu). Jumlah anak daun dalam satu pelepah berkisar antara 120 – 160 pasang (Setyamidjaja. Pada tanaman kelapa sawit letak bunga jantan dan bunga betina terpisah. Bunga ini disebut bunga hermaprodit (Hadi. 2006). dan kuartier. endoperm yang padat. Pada pangkal pelepah daun terdapat duri-duri atau bulu-bulu halus sampai kasar. tertier dan kuartier arah tumbuhnya mendatar dan ke bawah. Daun kelapa sawit bersirip genapdan bertulang sejajar. sedangkan akar sekunder. Akar-akar primer umumnya tumbuh ke bawah. Panjang pelepah daun dapat mencapai 9 m. masingmasing tersusun pada tandan yang berbeda tetapi masih dalam satu pohon.20 m. 2004). 2006). bahkan pangkal batang bisa lebih besar lagi pada tanaman tua. Akar-akar kelapa sawit banyak berkembang di lapisan tanah atas sampai kedalaman ± 1 meter dan semakin ke bawah semakin sedikit (Risza. bahkan ada yang sampai 17 tahun pada tanaman setengah liar (Sianturi.− TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Menurut Soehardjo dkk. terdiri dari perikarp yang terbungkus oleh eksokarp (kulit). Helai anak daun yang terletak di tengah pelepah daun adalah yang terpanjang dan panjangnya dapat mencapai 1. Medan. berangsur-angsur lepas pada umur 11 tahun.

1997). Tanah Kelapa sawit tumbuh pada beberapa jenis tanah seperti podsilik..5 . andosol. dkk. latosol. Tanaman kelapa sawit termasuk tanaman heliofil atau menyukai cahaya matahari. Suhu akan berpengaruh terhadap pembungaan dan kematangan buah (Tim Penulis PS. regosol. sinar matahari. 2007).°berikut : 1) Keasaman tanah (pH) 5. untuk tumbuh dengan baik tanaman kelapa sawit memerlukan suhu yang optimum. dkk. 2003). Inilah yang membuat tanaman sawit tumbuh lambat pada daerah beriklim moonson dan produksinya kecil. suhu. hidromorfik. Makin lama penyinaran atau makin rendah suatu tempat. 4) ketinggian lahan 0 – 400 m dpl . Setelah itu.Syarat Tumbuh Iklim Faktor iklim sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tandan kelapa sawit. dan angin (Fauzi. Selain sinar matahari dan curah hujan yang cukup. Pembibitan Kelapa Sawit Benih tanaman kelapa sawit memiliki sawit yang tebal. 6) Drainase baik . maka akan terjadi kenaikan suhu. Kemarau panjang dapat mengakibatkan pengeringan tanah di daerah perakaran yang relatif dangkal sehingga kelembaban tanah bias berada di bawah titik layu permanen. Beberapa unsur iklim yang penting dan saling mempengaruhi adalah curah hujan. Yang penting untuk pertumbuhan tanaman kelapa sawit adalh distribusi hujan yang merata. 2003). Suhu optimum itu C. Setelah buah masak dipanen. Kelembaban relatif paling sedikit 75% (Sianturi. .0 – 6. 2) kemiringan lahan 0 -15 3) Solum 80 cm . kelembapan uadar. 1996 ). diperam lagi selama 3 hari ( Fermentasi II ) (Sastrosayono. Tanaman yang ternaungi karena jarak tanam yang sempit. pertunbuhannya akan terhambat karena hasil asimilasinya kurang (Sastrosayono. 2004). Karena itu perlu persiapan yang lama untuk mengecambahkannya. hidromorfik kelabu. Penyinaran matahari sangat berpengaruh terhadapat perkembangan buah kelapa sawit. Tanah perkebunan kelapa sawit hendaknya memenuhi kriteria sebagai . Beberapa faktor yang mempengaruhi suhu° – 30°berkisar antara 29 adalah lama penyinaran dan ketinggian tempat. Kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik pada daerah tropika basah di sekitar lintang utara – selatan 12 derajat pada ketinggian 0 – 500 m dpl. organosol dan aluviall Soehardjo. 5) Kedalaman air tanah 80 -150 cm dari permukaan . 1991). tandan buah diperam ( Fermentasi I ) selama 3 hari supaya semua buahnya rontok.. 7) kesuburan kimiawi cukup (diketahui dari hasil analisa tanah) (Hadi.

dan hama lainnya . Jadi waktu yang dibutuhkan pada pembibitan mulai penanaman kecambah hingga bibit siap ditanam di areal perkebunan kurang lebih adalah 12 bulan (3 bulan di prenursery dan 9 bulan di main nursery) (Hadi. (2) bahan tanaman memerlukan ketegakan habitusnya sehingga tidak miring atau roboh . Tahapan bibitan dapat dibagi dua yaitu : prapembibitan (prenursery) dan pembibitan utama (mainnursery) untuk pertumbuhan selanjutnya (Sianturi. Hasil persilangan dianggap sebagai persilangan terbaik secara ekonomis. Areal harus rata . Seleksi bibit penting dilakukan karena akan menentukan hasil panen dan kualitas kelapa sawit. 1991). 5. Mainnursery diawali dengan menanam biji yang sudah berumur tiga bulan (pindahan dari prenursery) kedalam polybag yang lebih besar hingga bibit siap ditanam di areal perkebunan. Pembibitan harus sudah dipersiapkan sekitar 1 tahun sebelum penanaman di lapangan. Produksi benih D x P adalah mirip dengan produksi jagung hibrida. Alasan lain diperlukannya pembibitan yaitu (1) keadaan kecambah kelapa sawit yang mudah diserang insekta. Prenursery diawali dengan menanam kecambah kelapa sawit ke dalam tanah pada kantong plastik atau (polybag) kecil hingga berumur tiga bulan. Jauh dari sumber hama dan penyakit tanaman (Soehardjo. Untuk mendapatkan tanaman yang bersifat unggul. atau kiar-kira 9 bulan kemudian. pertumbuhan vegetatif dan daya tahan terhadap penyakit tajuk serta ganoderma (Fauzi. 2007). yaitu dengan bijinya. 1994). sertaa (3) pembibitan diperlukan untuk memperpendek waktu antara persiapan lapangan dan penanaman pertama sehingga begitu lahan siap tanam bibit sudah siap untuk ditanam (Pahan. Sedangkan selebihnya 25 % sengaja dibuang (thinning out).benar sehat. 1996). di Indonesia lebih banyak digunakan bahan tanaman yang berasal dari persilangan Dura dan Pisifera. Cara ini memang umum dilakukan dan diangap paling gampang. Untuk mendukung pertumbuhan bibit dengan baik. 1997). agar bibit yang ditanam tersebut memenuhi syarat pertama baik umurnya maupun ukurannya (Setyamidjaja. masalah pertama yang dihadapi oleh pengusaha dan petani yang bersangkutan adalah tentang pengadaan bibit. 2004). Seleksi bibit ini sedemikian ketat karena bibitnya standar akan menentukan masa depan hasil panen dan kualitas tanaman (Rizsa. Pada umumnya pengembangbiakan tanaman kelapa sawit dilakikan secara generatif. tikus. Pemeliharaan dan kondisi bibit dipembibitan sangat menentukan keadaan tanaman dilapangan baik keragaman maupun produktivitasnya. 2006). pengadaan bibit dalam jumlah banyak dengan cara ini mengalami beberapa kendala.. 2006). Tidak tergenang air . Kualitas bibit sangat menentukan produksi akhir jenis komoditas ini. yaitu didasarkan pada kriteria produksi minyak perhektar. antara lain bahan bibit yang diperoleh sangat terbatas dan sangat bervariasi (Tim Penulis PS. perlu diperhatikan syarat penetapan lokasi pembibitan : 1. Relatif dekat dengan media Pananaman . Untuk memperoleh bibit yang benar. mutu minyak.Pembibitan merupakan kegiatan – kegiatan awal di lapangan yang bertujuan untuk mempersiapakan bibit siap tanam. Dekat dengan sumber air . 2. 3. Akan tetapi. Dalam usaha membudidayakan kelapa sawit. Pada benih jagung . biji yang dipilih sebaiknya berasal dari persilangan varietas unggul. dkk. 4. unggul dan homogen maka bibit hanya dipilih ± 75 % saja.

Pemuliaan dan seleksi kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. Bila jumlah pasir tidak terlalu banyak. subur.sawah dan di kolam. kemiringan tanah. Kompos Azolla ( Azolla sp. Oleh sebab itu penanaman jagung varietas hibrida menghasilkan tanaman yang tetap seragam dalam bebagai aspek (Chin. terlihat berbentuk segitiga atau segiempat. Fase padat menempati hamper 50% dari volume tanah. Azolla berukuran 2 .hibrida. Tanaman kelapa sawit tumbuh baik pada daerah gembur. Media Tanam Bila tanah banyak mengadung banyak pasir. 2007). dan jumlahnya cukup dikandung tanah. sebagian bagi adalah bahan organik yang terakhir adalah bagian yang dijumpai paling banyak pada tanah organik (Sianturi. berdrainase baik.4 cm. ketebalan lapisan tanah. dan kedalaman permukaan air tanah. pengaruhnya terhadap tanah akan baik. 1994). berbulu. 2006). 1981). Jenis media tanam terdiri atas lapisan tanah yang terdiri atas tiga fase bahan – bahan padat.) secara sistematik telah dimulai tahun1920 di Afrika dan Asia (Malaysia dan Sumatera) ketika spesies memulai di eksploitasi untuk minyak nabati sacara komersial (Internasional Confenrence . Akar solit. Sungguhpun demikian anggota dari setiap turunan secara genetic homozigot dan serupa.. dan liat 20 -50%. udara tanah mudah masuk dan tanah mudah diolah (Hasibuan. Azolla pinnata merupakan tumbuhan kecil yang mengapung di air. mempuyai permukaan daun yang lunak mudah berkembang dengan cepat dan hidup bersimbiosis dengan Anabaena azollae yang dapat mengfiksasi nitrogen ( N2 ) dari udara. dan gas. debu 10 – 40%. konsistensi. yang terdiri dari mineral yang kaya hara esensial. Tanah dengan 25% liatnya. 1991). Pada pembastaran tumbuhan secara genetik sama tetapi heterozigot. ) Azolla adalah jenis tumbuhan paku air yang mengapung banyak terdapat diperairan tergenang terutama di sawah. sehingga pada musim kemarau mudah kekurangan air. panjang 1 – 5 cm dengan membentuk kelompok 3 -6 rambut . tanah ini kurang baik untuk pertumbuhan tanaman. permeabilitas sedang. Tanah yang kurang cocok adalah tanah pantai berpasir dan tanah gambut tebal (Fauzi. Pada kasus lalu tanah – tanah berpasir biasanya berhubungan dengan kandungan unsur hara yang tinggi (Risza. 2006). tetua dalam turunan yang telah mengalami jumlah besar generasi yang dimuliakan. sehingga sulit menyerap atau menahan air dan unsur hara. cair. akar rhizome dan daun terapug. dengan cabang. maka liat ini akan lebih praktis dibandingkan dengan tanah yang mengandung 100% liat. permeabilitas. struktur. sebagai contoh selfing dan sibbing. dan mempunyai solum yang tebal sekitar 80 cm tanpa lapisan padas. air akan mudah meresap. mengapung di air. Tanaman yang bertekstur pasir mempunyai luas permukaan atau (spesific surface) yang kecil. Tekstur tanah ringan dengan kandungan pasir 20 – 60%. Beberapa hal yang menentukan sifat fisik tanah adalah tekstur. karena cukup longgar. dkk.

59 % . S 0. yamg berarti paku. cuping dengan cuping dorsal berpegangan di atas permukaan air dan cuping ventral mengapung (http://www.30 % .22 – 0. Bahan dan Alat Adapun bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah benih kelapa sawit ( Elaeis guineensis Jacq.59 % .31 % .264 ppm . pakan ternak/hijauan. terutama ayam dan itik. Jumlah nitrogen yang diikat azolla melebihi kebutuhannya sendiri.pakuan. Kegunaan azolla adalah: sumber N dapat menganti pupuk urea sampai 100 kg.kehati. Ca 0.akar. Manfaat Azolla sebagai pupuk alami penganti urea pelantaran tanaman tersebut mampu mengikat nitrogen dari udara. 2009). menyirap bervariasi.or. BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian.35 % . serta kompos Azolla (Azolla sp. Selain menghemat pupuk. Na 0.22 – 0. Dengan ketinggian tempat ± 25 m dpl yang dimulai dari bulan Februari 2009 sampai dengan April 2009. 2009).90 % . Nitrogen merupakan nutrisi utama bagi tanaman untuk menopang pertumbuhannya.com. Bila sawah atau kolam tersebut kering maka Azolla pinnata akan mati.com. Al 0. Daun kecil. sub soil. Sehingga sebagian nitrogen dilepaskan ke lingkungan sekitarnya dan diserap oleh tanaman lain.4 – 0.com.70 % . Medan. Cl 0.96–5.59 % .) sebagai objek pengamatan.16 -3. K 0.id 2009). top soil.97 % . 2009 b). Zn 26 – 989 ppm (http://kolamazolla.66 % . kontrol terhadap perkembangan nyamuk (http://kolamazolla. Azolla pinnata hanya tumbuh di daerah tropis.) . Co 0.944 ppm . Mn 66 – 2. pakan ikan.id . Kandungan unsur hara dalam azolla yaitu: N 1. Azolla piñata termasuk dalam divisi Pterydophyta. membentuk 2 barisan. menekan pertumbuhan gulma. tanaman hias.4 -0.blogspot. Mg 0. pasir. Fe 0.73 % .62 . 2009 a).16 – 1. air untuk penyiraman.0. tumbuhan paku ini dapat tumbuh subur. salama ada air yang tergenang. pupuk kandang ayam ras sebagai media tanam. jelas Azolla pinnata bereproduksi menggunakan spora (http:// syraru. tentu bermanfaat pula untuk memperbaiki tekstur tanah yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia (http:// www. Si 0. P 0.45 – 1. Azolla pinata tumbuh subur di daerah sawah dan kolam.co. Universitas Sumatera Utara.16 -1.blogspot.31 – 5. duduk melekat.kr.

akan diujikan dengan beda nyata jujur (BNJ) pada x = 5% . polybag sebagai wadah penanaman. jumlah kompos Azolla ke-j dan pertumbuhan kecambah kelapa sawit ke-k Apabila data percobaan analisis tidak ragam berbeda nyata. jumlah kompos Azolla ke-j. Metode percobaan Data percobaan dianalisis dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu: Faktor I : Media Tanam (M) dengan dua taraf yaitu: M1: Top soil + Pasir M2: Sub soil + Pupuk kandang ayam ras Faktor II: Kompos Azolla (Azolla sp. Sedangkan alat yang digunakan adalah cangkul untuk mencangkul tanah.sebagai bahan pengganti sumber N. gembor untuk menyiram tanaman. . meteran untuk mengukur tinggi kecambah. dan jangka sorong untuk mengukur diameter batang kecambah.) dengan 3 taraf yaitu: A0: Tanpa kompos Azolla A1: Diberi kompos Azolla 7 gram A2: Diberi kompos Azolla 14 gram Sehingga didapat 6 kombinasi perlakuan yaitu: M1A0 M2A0 M1A1 M2A1 M1A2 M2A2 Jumlah blok : 3 Jumlah plot per blok : 6 Jumlah kecambah per plot : 2 Jumlah kecambah seluruhnya : 36 Dari hasil percobaan dianalisis sidik ragam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan model linier sebagai berikut: Yijk= µ + βi + αj + βk + (αβ)jk + εijk dimana: Yijk : nilai pengamatan pada media tanam ke-i. dan pertumbuhan kecambah kelapa sawit ke-k µ : Nilai tengah βi : Efek media tanam ke-i αj : Efek jumlah kompos Azolla ke-j (αβ)jk : Efek interaksi antara media tanam ke-i dan jumlah kompos Azolla ke-j εijk : Efek error yang disebabkan oleh media tanam ke-i.

pasir dibersihkan dari bahan organik. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor. Penyiangan Penyiangan dapat dilakukan dengan menggunakan alat yaitu cangkul atau dengan tangan pada saat gulma mulai tumbuh di media tanam maupun di areal penanaman. . setelah plot selesai disekeliling bedengan dibuat pagar dan parit sedalam 30 cm. Pemupukan Pemupukan dilakukan pada tanaman sejak berumur 3 MSPT hingga 6 MSPT dengan menggunakan pupuk Nitroposka. Kemudian media tanam campuran yakni pupuk kandang dicampur dengan topsoil sesuai dengan perlakuan masing-masing kemudian dimasukkan ke dalam polibag.PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan Lahan Lahan percobaan dibersihkan dari gulma dan dibuat plot sebagai tempat peletakan polibag. Pemeliharaan Tanaman Penyiraman Penyiraman dilakukan setiap sore hari tergantung kepada kondisi kelembaban permukaan media tanam. Penyiapan Media Tanam Pasir yang digunakan adalah pasir yang berasal dari laut. dicampur dengan topsoil sesuai dengan perlakuan masing-masing.

dihitung mulai dari permukaan tanah sampai bagian tertinggi dari tanaman.Pengamatan Parameter Tinggi tanaman Tinggi tanaman yang berkecambah sudah berumur 3 bulan. Pengukuran diameter batang dilakukan sejak tanaman 3 MSPT hingga tanaman berumur 6 MSPT dengan interval 1 minggu. Diameter Batang (mm) Batang tanaman diukur diameternya pada ketinggian 1 cm diatas permukaan tanah dengan menggunakan jangka sorong. Perhitungan jumlah daun dilakukan sejak berumur 3 MSPT hingga tanaman berumur 6 MSPT dengan interval 1 minggu. jumlah daun 4 . Jumlah Daun (helai) Jumlah daun yang dihitung adalah daun yang telah membuka sempurna. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1 – 38) diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST.

Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada tabel 1. jumlah daun 4 MST. 8 MST. Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. Tabel 1. 6. diameter batang 4 – 8 MST. 6.79). jumlah daun 5 – 8 MST.59).41) dan terendah M2 (12. jumlah daun 3 MST.61) dan terendah A0 (10.67). Tinggi Tunas (cm) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. diameter batang 4 – 8 MST. jumlah daun 3 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. .– 8 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1. diameter batang 6 – 8 MST. Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1 – 38) diketahui bahwa perlakuan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. 7. jumlah daun 4 – 8 MST. Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Dari Tabel 1 diketahui bahwa perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu M1 (13. Interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 5 MST. 8 MST. 7. Histtogram tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada gambar 1. Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1 – 38) diketahui bahwa interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 5 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1. Dari Tabel 1 diketahui bahwa interaksi media tanam dan kompos azolla terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu M1A2 (19. diameter batang 4 – 5 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST.66) dan terendah M2A0 (15. Dari Tabel 1 diketahui bahwa perlakuan kompos azolla terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu A2 (12.

15) dan terendah M2 (1.50). Tabel 2. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 3 MST. Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 5 – 8 MST. Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Jumlah Daun (helai) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 4 – 8 MST.92). Dari Tabel 2 diketahui bahwa pada interaksi media tanam dan kompos azolla terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu M1A1 dan M1A2 (3. Rataan jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada tabel 2.00) dan terendah M2A0 dan M2A1 (2. .89) dan terendah A1 (1. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 4 – 8 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 3 MST.83). Dari Tabel 2 diketahui bahwa pada perlakuan kompos azolla terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu A2 (1. Interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter.Gambar 1. Rataan jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Dari Tabel 2 diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu M1 (2.

Tabel 3. Gambar 2. Rataan diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada tabel 3. Rataan diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla . Histogram jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Diameter Tunas (mm) Dari data pengamatan dan sidik ragam diktahui bahwa perlakuan media tanam tidak berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 4 – 8 MST. Interaksi antara media tanam dan kompos azolla tidak berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 4 – 8 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 4 – 5 MST. Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 6 – 8 MST.Histogram jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada gambar 2.

79). Dari Tabel 3 diketahui bahwa pada interaksi antara media tanam dan kompos azolla terhadap parameter diameter tunas 8 MST tertinggi yaitu M2A2 (1. Hal ini dikarenakan media tanam yang digunakan sangat sesuai dengan kebutuhan kelapa sawit dalam pertumbuhannya. permiabilitas. kekerasan.77) dan terendah A0 (0. Akar kelapa sawit dapat menyerap hara dari media tanam dengan baik karena ruang pori tanah yang baik.Dari Tabel 3 diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter diameter tunas 8 MST tertinggi yaitu M2 (0. Gambar 3.87). Histogram diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada gambar 3. Hal ini sesuai dengan literatur Hadi (2004) yang menyatakan bahwa Jenis tanah berhubungan erat dengan plastisitas.24) dan terendah M1A0 (0. Histogram diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Pembahasan Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.79). Begitu juga terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu M1 (2.92). Dari Tabel 3 diketahui bahwa pada perlakuan kompos azolla terhadap parameter diameter tunas 8 MST tertinggi yaitu A1 (0.15) dan terendah M2 (1. kesuburan dan produktivitas tanah pada daerah geotropik tertentu.) D X P di Pre Nursery Dari data diketahui bahwa media tanam berbeda nyata terhadap tinggi tunas dan jumlah daun kelapa sawit.80) dan terendah M1 (0.60). Akan tetapi akan berhubungan dengan adanya variasi yang terdapat pada sistem mineralogy reaksi tanah. Hal ini disebabkan karena media tanam yang digunakan adalah pasir dan top soil dengan . kemudian olah tanah.41) dan terendah M2 (12. maka ada ketentuan-ketentuan umum yang berlaku untuk semua jenis tanah Dari hasil percobaan pada perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu M1 (13.

blogspot. com/2008/07/manfaat tanaman azolla. jumlah daun 4 – 8 MST. azolla juga baik untuk media tanam. Tekstur seperti ini adalah tekstur yang paling cocok untuk pertumbuhan benih. jumlah daun dan diameter batang kelapa sawit. Media tanam berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. com/2008-07-1 archieve. Selain digunakan secara langsung. Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. Dalam bentuk kompos ini.) D X P di Pre Nursery Dari data diketahui bahwa interaksi antara media tanam dan kompos Azolla berbeda nyata terhadap tinggi tunas dan jumlah daun kelapa sawit. Kompos Azolla dapat terurai dengan baik pada tanah sehingga tanaman dapat menggunakan hara dengan baik.html (2008) yang menyatakan bahwa penggunaan sebagai pupuk. Dalam bentuk kompos ini. selain dalam bentuk segar bisa juga dalm bentuk kering dan kompos. selain dalam bentuk segar bisa juga dalm bentuk kering dan kompos. 2. Dari hasil percobaan diketahui bahwa perlakuan kompos azolla terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu A2 (12. Hal ini dikarenakan media tanam dapat bersatu dengan kompos Azolla dalam penyediaan hara bagi tanaman kelapa sawit. Hal ini sesuai dengan literatur http:kolomozolla. kompos azolla juga dengan pasir dan tanah kebun dengan perbandingan 3:1. Hal ini sesuai dengan literatur http:kolomozolla. Selain digunakan secara langsung. Dimana tanah mampu menahan air yang cukup. Pengaruh Kompos Azolla Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq. Hal ini dikarenakan kompos Azolla sangat baik digunakan selain sebagai media tanam juga sebagai pupuk bagi tanaman karena kompos Azolla memiliki nisbah C/N yang rendah. kompos azolla juga dengan pasir dan tanah kebun dengan perbandingan 3:1. jumlah daun 3 MST.61) dan terendah A0 (10.) D X P di Pre Nursery Dari data diketahui bahwa kompos Azolla berbeda nyata terhadap tinggi tunas. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST.blogspot. Hal ini sesuai dengan literatur http://kolamazolla.html (2008) yang menyatakan bahwa penggunaan sebagai pupuk. jumlah . Hal ini terjadi karena pada perlakuan yang diberi kompos azolla pertumbuhan kecambahnya jauh lebih baik dibandingkan dengan yang tidak diberi kompos azolla. azolla juga baik untuk media tanam. diameter batang 4 – 8 MST. Hal ini sesuai dengan literatur Sianturi (1991) tanah juga harus mampu menahan air yang cukup dan hara yang tinggi secara alami maupun hara tambahan. Karena kompos azolla memliki N yang tinggi yang bepengaruh bagi pertumbuhan tanaman. sehingga terjadi gabungan antara tekstur kasar dengan halus oleh top soil. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1.blogspot.perbandingan 2:1.59).html (2008) yang menyatakan bahwa kegunaan dari kompos azolla adalah sumber N dan dapat menggantikan urea sampai 100 kg serta dapat menekan pertumbuhan gulma. Interaksi Antara Media Tanam dan Kompos Azolla Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq. com/2008/07/manfaat tanaman azolla.

Selardi. Panduan Lengkap Kelapa Sawit Manajemen Agribisnis dari Hulu Hingga Hilir. diameter batang 4 – 8 MST. Budidaya Kelapa Sawit. Kanisius.or. (4 April 2009) International Conference. (4 April 2009) http://www. Adicita Karya Nusa. Budidaya Kelapa Sawit. Kelapa Sawit. Penebar Swadaya. 3. Suyatno. 7. PTP N IV (Persero) Bahjambi.M. USU Press. Azolla. 1991. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1. 1994. Jakarta Risza. Penebar Swadaya.blogspot.blogspot. Jakarta Setyamidjaja. Yogyakarta Sianturi. benih yang digunakan harus bersertifikat dan penyiraman harus dilakukan secara teratur untuk mendukung pertumbuhan tanaman. kompos azolla Diposkan oleh junT blogs di 00:58 0 komentar Link ke posting ini Label: kelapa sawit. diameter batang 6 – 8 MST.id. The Incorporate Society Of Planters. Interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 5 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. 2006. Saran Sebaiknya dalam melakukan percobaan ini. 2003.com a. kompos azolla. Kompos Azolla (4 April 2009) http://kolamazolla. Iyung. jumlah daun 5 – 8 MST. Yogyakarta Sastrosayano. 1996. dkk. Pematang Siantar-Sumut Tim Penulis PS. Medan http://kolamazolla. 8 MST. Jakartakelapa sawit. 6.daun 4 – 8 MST. Azolla. jumlah daun 4 MST. M. 1981. Kanisius. Agromedia Pustaka. jumlah daun 3 MST. Medan Soehardjo dkk. Djoehana. Penebar Swadaya. 1989. Jakarta Hadi. Kelapa Sawit Teknik Budidaya dan Pengolahan.E.com. diameter batang 4 – 5 MST. media Reaksi: .kr. DAFTAR PUSTAKA Chin. 2004.kehati.id. Yan. Soh Aik. The Oil Palm In Agriculture In The Eighties Pahan. USU Press. 2006. Vademecum Kelapa Sawit. 2007. Yogyakarta Hasibuan. (4 April 2009) http://www. Kompos Azolla (4 April 2009) http://syararu. Malaysia Fauzi. Kelapa Sawit Usaha Budidaya Pemanfaatan Hasil dan Aspek Pemasaran. B. Azolla.com b.co. 1997. Teknik Berkebun Kelapa Sawit. Choice Of Planting Material. 2006. Kelapa Sawit Budidaya Pemanfaatan Hasil dan Limbah Analisis Usaha & Pemasaran. Ilmu Tanah.

Medan .pengaruh penggosokan benih dan media tanam pada perkecambahan benih karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 PENGARUH PENGGOSOKAN BENIH DAN MEDIA TANAM PADA PERKECAMBAHAN BENIH KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 Laporan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Mengikuti Praktikal Test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Sumatera Utara. Arg) PENGARUH PENGGOSOKAN BENIH DAN MEDIA TANAM PADA PERKECAMBAHAN BENIH KARET (Hevea brasiliensis Muell.

Interaction between rubbed ang media did’nt gave effect of all the parameter. The experiment result showed that rubbed gave significant effect of presentation of seed. 130 806 538 Diketahui Oleh: Asisten Koordinator (Eko Andi Pasaribu) NIM. Key words : media. The experiment was conducted in Agronomi Tanaman Perkebunan I Laboratory Land.Disetujui Oleh Dosen Penanggungjawab (Ir. height of plumule. MS) NIP. The second one was the media that consist of sand. North Sumatera University with ± 25 m above sea level. seed . Balonggu Siagian. with no rubbed and with rubbed. Media gave significant effect of speed of seed growth ang height of plumule. from March to April 2009. rubbed. Agriculture Faculty. sand and top soil. top soil. speed of seed growth. 040301001 Diperiksa Oleh: Asisten Korektor (Hayati Silalahi) NIM. The experiment used Randomized Complete Block Design (RAK) with 2 factors and 4 replications. The first factor was rubbed. 040301037 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 ABSTRACT The objective of this experiment was to know effect of rubbed and media in growing of rubber seed.

Anak dari Bapak P. Percobaan ini dilaksanakan di lahan percobaan Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan I Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan pada ketinggian tempat ± 25 m dpl dari bulan Maret sampai April 2009 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan dan empat ulangan.ABSTRAK Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggosokan benih dan media tanam pada perkecambahan benih karet. benih yang digosok. Faktor I adalah penggosokan. Faktor II adalah faktor media yaitu pasir. yaitu benih tanpa digosok. Hail percobaan menunjukkan bahwa penggosokan benih berpengaruh nyata terhadap persentase perkecambahan benih. penggosokan. Kata kunci : media. Anak pertama dari empat bersaudara. Media berpengaruh nyata terhadap laju perkecambahan benih karet. Adapun pendidikan yang pernah ditempuh penulis adalah sebagai berikut: . tinggi plumula. Sedangkan interaksi antara penggosokan dan media tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter. benih RIWAYAT HIDUP Junita Sinambela lahir pada tanggal 2 April 1989 di Medan. laju perkecambahan benih. Manurung. pasir dan top soil. tinggi plumula. Sinambela dan Ibu N. top soil.

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Esa karena atas berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya.SD Negeri 050721 di Gohor Lama Tamat tahun 2001 SMP Negeri 1 di Hinai Tamat tahun 2004 SMA Negeri 1 di Stabat Tamat tahun 2007 Penulis terdaftar sebagai mahasiswi di Departemen Budidaya Pertanian Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Arg)” yang merupakan salah satu syarat unutk dapat mengikuti praktikal test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan laporan ini. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ir. Balonggu Siagian. Adapun judul dari laporan ini adalah “Pengaruh Penggosokan Benih dan Media Tanam pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell. . MS dan Ir. MP selaku dosen mata kuliah Agronomi Tanaman Perkebunan serta kepada abang dan kakak asisten yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini. Medan melalui jalur SPMB pada pilihan pertama pada tahun 2007 sampai sekarang. Charloq Nababan. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Medan.

Medan. semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Mei 2009 Penulis DAFTAR ISI ABSTRACT i ABSTRAK ii RIWAYAT HIDUP iii KATA PENGANTAR vi DAFTAR ISI v DAFTAR TABEL vii DAFTAR GAMBAR viii DAFTAR LAMPIRAN ix PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Tujuan Percobaan 3 Hipotesis Percobaan 3 Kegunaan Percobaan 3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman 4 Syarat Tumbuh 5 Iklim 5 Tanah 6 Media Tanam 7 Penggosokan Benih Karet 8 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan 10 Bahan dan Alat 10 Metode Percobaan 10 PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan Media Tanam 12 Penggosokan Benih 12 Penanaman Benih 12 Pemeliharaan Tanaman 12 Penyiraman 12 Penyiangan 13 Pengamatan Parameter 13 Persentase Perkecambahan (%) 13 Tinggi Plumula (cm) 13 Laju Perkecambahan (hari) 13 .Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.

Rataan laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 17 3. Rataan tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 19 .HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil 15 Pembahasan 20 KESIMPULAN Kesimpulan 24 Saran 24 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR TABEL No. Rataan persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 16 2. Judul Hal 1.

Histogram tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 20 . Histogram persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 17 2.DAFTAR GAMBAR No. Judul Hal 1. Histogram laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 18 3.

Data tinggi plumula benih karet 6 MST (cm) 29 Lampiran 12.DAFTAR LAMPIRAN No. Judul Hal Lampiran 1. Data tinggi plumula benih karet 3 MST (cm) 27 Lampiran 6. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 7 MST (cm) 30 Lampiran 15. Data tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) 30 Lampiran 16. Sidik ragam persentase perkecambahan benih karet (%) 26 Lampiran 3. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 3 MST (cm) 27 Lampiran 7. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 4 MST (cm) 28 Lampiran 9. Data tinggi plumula benih karet 4 MST (cm) 28 Lampiran 8. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) 31 . Sidik ragam tinggi plumula benih karet 6 MST (cm) 29 Lampiran 13. Data tinggi plumula benih karet 5 MST (cm) 28 Lampiran 10. Data laju perkecambahan benih karet (hari) 26 Lampiran 4. Sidik ragam laju perkecambahan benih karet (hari) 27 Lampiran 5. Data tinggi plumula benih karet 7 MST (cm) 30 Lampiran 14. Data persentase perkecambahan benih karet (%) 26 Lampiran 2. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 5 MST (cm) 29 Lampiran 11.

1988). sepatu dan beribu-ribu jenis barang lainnya yang juga berbahan dasar karet (Setyamidjaja. dan lain sebagainya yang sangat diperlukan beberapa negara. 1995). akan tetapi nilainya jauh lebih rendah dari bahan karet alam (Kartasapoetra.000 jenis barang. beberapa biji ke Malaysia dan hanya dua biji ke Kebun Raya Bogor. Pada sekitar tahun itu pula Charles Goodyear menemukan vulkanisasi karet dengan cara mencampurkannya dengan belerang dan memanaskan pada suhu C. Karet di Indonesia telah 120 tahun dan peringatan satu abad telah diadakan tahun 1976 (Sianturi. Dari produksi karet alam 46% digunakan untuk membuat ban dan selebihnya untuk karet busa. kemudian tahun 1875. Dewasa ini karet merupakan bahan baku yang menghasilkan lebih dati 50. Tanah ulitisol yang kurang sudur banyak ditanami karet dengan pemupukan dan pengolahan yang baik (Setiawan dan Handoko. 1998). 2006). kira-kira 1900 biji dikirim ke Srilanka. 2005). Perlakuan pengasahan kulit biji benih yaitu dengan maksud untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan pada bagian spesies yang mempunyai kulit biji yang keras dan yang sangat keras dan ada yang sangat tebal (Sutopo. . Memang untuk mencukupi keperluan bahan karet dunia telah diciptakan karet sintetis. Penemuan tentang vulkanisasi memberikan inspirasi Dunlop pada tahun 1888 untuk membuat ban mobil yang selanjutnya dikembangkan oleh Goldrich (Setiawan dan Agus. Sebanyak 2. dapat melakukan air dan tidak berpadas (kedalaman padas dapat ditolerir adalah 2 – 3 m. Produk karet merupakan komoditi ekspor yang sangat penting karena manfaatnya yaitu dapat diolah menjadi bahan baker dasar bagi kepentingan produksi barang-barang penting di dunia. Komoditas ini sudah dikenal dan dibudidayakan dalam kurun waktu yang lebih lama daripada komoditas perkebunan lainnya. Kedua kiriman tersebut mengalami kegagalan. Alexander Parkes juga°120-130 mengembangkan cara vulkanisasi ini. hasil maksimal didapatkan jika di tanah – tanah subur.397 biji berkecambah. berpasir. Salah satu pohon karet tersebut tumbang tahun 1962.000 biji karet ke Kew. posisi Indonesia yang pada awal pembudidayaan karet merupakan penghasil karet utama di dunia sudah digantikan oleh Malaysia. campuran benang rayon. Selanjutnya Wikham pada tahun 1876 kembali dari Brazilia dan membawa 70. Indonesia. campuran bahan plastik. seperti: ban kendaraan bermotor. Sejak tahun 1839 karet menjadi primadona perkebunan di daerah daerah tropis. Karet merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia. 1993). Media tanam.PENDAHULUAN Latar Belakang Ferris pada tahun 1872 mengirimkan 2000 biji dari Brazilia ke Kebun Raya Kew di Inggris. ebonite. Sayangnya. 2001). yang sebenarnya masih belum lama dalam hal membudidayakan karet (Siregar.

− Kegunaan Percobaan Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di− Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Tanaman karet merupakan tanaman yang tumbuh tinggi dan berbatang cukup besar. 1996).).). sedangkan akar lateralnya dapat menyebar sejauh 10 m (Syamsulbahri. Medan. Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Euphorbiales Family : Euphorbiaceae Genus : Hevea Spesies : Hevea brasiliensis Muell Arg.).Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari cobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggosokan benih dan media tanam pada perkecambahan benih karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg. . Sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan.).− TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Menurut Setiawan dan Agus (2005) klasifikasi tanaman karet adalah sebagai berikut. akar tunggangnya dapat menghujam tanah hingga kedalaman 1-2 m. Ada pengaruh interaksi penggosokan benih dan media tanam terhadap perkecambahan benih karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg. Sistem perakarannya padat/kompak. Hipotesis Percobaan Ada pengaruh penggosokan benih terhadap perkecambahan benih−karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg. Ada pengaruh media tanam terhadap perkecambahan benih−karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg.

2001). daun-daun karet akan rontok pada puncak musim kemarau untuk mengurangi penguapan tanaman (Setiawan dan Agus.4 atau 6 cocci berkatup dua. 2001). sebab iklimnya lebih basah (Setiamidjaja. Syarat Tumbuh Iklim Tanaman karet adalah tanaman tropis. secara geografis tersebar diantara 100LU hingga 100LS.5-3 cm dan tebal 1. Daun karet ini berwarna hijau dan menjadi kuing atau merah menjelang rontok. Jawa dan Kalimantan. Setiap daun karet biasanya terdiri dari 3 anak daun yang berbentuk elips memanjang dengan ujung runcing. jarang yang beruang empat hingga enam. 2001). Pembagian hujan dan waktu jatuhnya hujan rata-rata setahunnya mempengaruhi produksi. Kelembapan yang terlalu tinggi tidak baik untuk tanaman karet (Sianturi. 2005). Curah hujan tahunan yang cocok untuk pertumbuhan tanaman karet tidak kurang dari 2000 mm. panjang 2-3. yaitu Sumatera. diameter buah 3-5 cm dan terpisah 3. Itulah sebabnya. yaitu bias tumbuh baik di dataran dengan ketinggian 0-400 m dari permukaan laut (dpl). 1993). Dibeberapa kebun karet arah tumbuhnya tanaman agak miring ke arah utara. bulat bersegi empat. Batang tanaman biasanya tumbuh lurus dan memeiliki percabangan yang tinggi diatas. Kelembapan nisbi (RH) yang sesuai untuk tanaman karet adalah rata-rata berkisar antara 75-90 %. Keadaan iklim di Indonesia yang cocok untuk tanaman karet ialah daerahdaerah Indonesia bagian barat. Daerah yang sering mengalami hujan pada pagi hari produksinya akan kurang. Zona paling cocok dan paling produktif adalah 60LU hingga 60LS. Daun karet terdiri dari tangkai utama sepanjang 3-20 cm dan tangkai anak daun sepanjang 3-10 cm dengan kelenjar di ujungnya.5 cm dan lebar 1. tidak semua propinsi di Indonesia memiliki perkebunan karet (Sianturi. 1993). 2005). Optimal antara 2500-4000 mm per tahun. Di ketinggian tersebut suhu harian 25300C. Pada satu tangkai bunga yang berbentuk bunga majemuk terdapat bunga jantan dan bunga betina. berwarna coklat muda dengan noda-noda coklat tua. 1993).Tinggi pohon dewasa mencapai 15-25 m. Tanaman karet adalah tanaman berumah satu (monoecus). yang terbagi dalam 100-150 hari hujan. suhu yang lebih dari 300C juga mengakibatkan karet tidak bisa tumbuh dengan baik (Setiawan dan Agus. Penyerbukannya dapat terjadi dengan penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang (Setyamidjaja. perikarp berbatok.5 cm (Sianturi. tertekan pada satu atau dua sisinya. Batang tanaman ini mengandung getah yang dikenal dengan nama lateks (Tim Penulis. Penyebaran pertanaman karet sangat dipengaruhi oleh penyebaran hujan dan tinggi tempat dari permukaan laut.5-2. Biji besar. Jika dalam jangka waktu yang cukup panjang suhu rata-rata kurang dari 200C. berkilat. tempat tersebut tidak cocok untuk budidaya karet. Karet termasuk tanaman daratan rendah. Buah beruang tiga. endokarp berkayu. Seperti kebanyakan tanaman tropis. Tanah Tanaman karet dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah baik pada tanah-tanah vulkanis .

semakin banyak pori-pori di antara partikel tanah dan hal ini dapat memperlancar gerakan udara/air (Hartman. tetapi sifat fisisnya terutama drainase dan aerasinya kurang baik. jumlah pasir sama dengan liat. 2006). Tanah yang bertekstur pasir mempunyai luas permukaan (specific surface) yang kecil. alluvial dan bahkan tanah gambut. Partikel-partikel pasir yang ukurannya yang jauh lebih besar dan memiliki permukaan yang kecil (dengan berat yang sama) dibandingkan dengan debu dan liat. Sifat fisis. Tanah-tanah vulkanis umumnya memiliki sifat-sifat fisika yang cukup baik. semakin tinggi persentase pasir dalam tanah. tekstur. kedalaman air tanah. yang diinginkan tanaman karet antara lain adalah tanah yang mempunyai lapisan padas lebuh dari 1m. pH 4. maka belum berlaku untuk semua jenis tanah di permukaan bumi (Buckman dan Brady. unsur hara. terutama dari segi struktur. 1993). tanah ini kurang baik untuk pertunbuhan tananaman. udara. sehingga akar baru yang keluar tidak terhambat pertumbuhannya (Widianto. retensi air >150 cm/m. kesuburan dan produktivitas tanah pada daerah geografik tertentu akan tetapi berhubungan adanya variasi yang terdapat dalam sistim mineralogi fisik tanah. karena kandungan haranya relatif rendah. udara tanah mudah masuk dan tanah mudah diolah (Hasibuan. air akan mudah di serap dan cukup dikandung tanah. 2001). 1981). Penggosokan Benih . kemiringan tanah 0-8%. kemudahan diolah dan yang terpenting adalah masalah kesuburan. aerasi dan drainesenya. Media Tanam Bila tanah terlalu banyak mengandung pasir. 2000). et al. drainase baik.. Oleh karena itu. peranannya dalam mengatur sifat-sifat tanah. Pembuatan saluran drainase akan menolong memperbaiki keadaan tanah ini (Setyamidjaja. permebilitas sedang. lumut yang telah membusuk. 2005). solum. dan fisiografis yang menjadi factor pembatas kesesuaian tanah untuk tanaman karet. dan benih. Asalkan tanahnya gembur dan halus. kemudahan olah. tidak banjir dan tidak ada stagnasi air (Sianturi. topsoil. Untuk mengetahui kemampuan lahan sebaiknya diketahui kesesuaian tanah dan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman karet untuk dapat memperoleh produksi dan keuntungan ekonomis yang optimal. Distribusi ukuran partikel dan kelas tekstur mempunyai korelasi dengan air. 1982).muda ataupaun vulkanis tua. Bila jumlah pasir tidak terlalu banyak pengaruhnya terhadap tanah akan baik karena cukup longgar. mintakat perakaran. kimia. permeability. tanah gembur. Akan tetapi sifat-sifat kimianya umumnya sudah kurang baik.5. sehingga pada musim kemarau mudah kekurangan air. Sifat umum tanah sangat ditentukan oleh tekstur (Sutanto. kekerasan. sehingga sulit menyerap atau menahan air dan unsur hara. Media yang digunakan untuk penyemaian biasa hanya terdiri atas pasir saja tetapi kadang-kadang juga diberi campuran sekam padi. kompos. Jenis tanah berhubungan sangat erat dengan plastisitas. Tanah-tanah alluvial umumnya cukup subur.

Skarifikasi mencakup cara – cara seperti mengkikis atau menggoreskan atau menggosok kulit biji yang mengalami sumbat gabus dimana semua permiabel terhadap air atau gas (Lakitan . Perlakuan mekanis (skarifikasi) pada kulit biji dilakukan dengan cara penusukan. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah stunp mata tidur karet klon IRM sebagai objek pengamatan. Manfaat penggosokan benih adalah untuk memecahkan dormansi pada benih agar benih dapat berkecambah dengan baik karena benih yang memiliki kulit yang jeras harus dilakukan pemecahan dormansi untuk mempercepat proses perkecambahan baik dengan cara mengkikis ataupun mengikir kulit benih (Sadjad. 2009). asal daerah radikel tidak rusak (Schmidt.ac. jarum.net.Dormansi pada benih dapat disebabkan oleh keadaan fisik dari kulit biji. meteran untuk mengukur tinggi plumula.Universitas Sumatera Utara. 2002) (http://www. penggoresan. serta kertas pasir untuk menggosok benih karet. Pada hakekatnya semua benih dibuat permeable dengan resiko kerusakan yang kecil.iptek.umm. pasir dan topsoil sebagai media tanam.id. Medan. pemecahan. 1993). Metode percobaan . Dengan ketinggian tempat ± 25 m dpl yang dimulai dari bulan Februari 2009 sampai dengan April 2009. Sebagai contoh. Karena setiap benih ditangani secara manual. dengan bantuan pisau. dapat diberikan perlakuan individu sesuai dengan ketebalan biji. 2003). keadaan fisiologis dari embrio atau kombinasi dari kedua keadaan tersebut. Alat yang digunakan adalah cangkul untuk mencampur tanah. kulit biji yang impermiabel terhadap air dan gas sering dijumpai pada benih. BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian. gembor untuk menyiram tanaman dan polibag sebagai wadah penanaman. air untuk penyiraman. pengikiran atau pembakaran. Benih yang mengalami dormansi biasanya disebabkan oleh: a) Rendahnya dan tidak adanya proses imbibisi air yang disebabkan oleh struktur benih (kulit benih) yang keras.id. kertas gosok atau lainnya adalah cara efektif untuk mengatasi dormansi fisik. kikir. sehingga mempersulit keluar masuknya air ke dalam benih (http://digilib. 2009). 1999).benih dari famili Leguminosae (Sutopo.

PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan media tanam Disiapkan polibag berukuran 10 kg dan diisi dengan media pasir (M0). akan diujikan dengan beda nyata jujur (BNJ) pada x = 5% . . pasir + top soil dengan perbandingan 2:1 (M1). dan perkecambahan benih karet ke-k µ : Nilai tengah βi : Efek penggosokan benih ke-i αj : Efek media tanam ke-j (αβ)jk : Efek interaksi antara penggosokan benih ke-i dan media tanam ke-j εijk : Efek error yang disebabkan oleh penggosokan benih ke-i. dan perkecambahan benih karet ke-k Apabila data percobaan analisis tidak ragam berbeda nyata. media tanam ke-j.Data percobaan dianalisis dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu: Faktor I : Penggosokan benih (P) dengan dua taraf yaitu: P1 : Benih tanpa digosok P2 : Benih digosok hingga nampak mata embrio Faktor II: Media Tanam (M) dengan 3 taraf yaitu: M0 : Pasir M1 : Pasir + Top soil M2 : Top soil Sehingga didapat 6 kombinasi perlakuan yaitu: P0M0 P1M0 P0M1 P1M1 P0M2 P1M2 Jumlah ulangan : 6 Jumlah petak percobaan : 36 Jumlah benih per petak : 2 Jumlah benih yang dibutuhkan: 64 Dari hasil percobaan dianalisis sidik ragam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan model linier sebagai berikut: Yijk= µ + βi + αj + βk + (αβ)jk + εijk dimana: Yijk : Nilai pengamatan pada penggosokan benih ke-i. dan top soil (M2). media tanam ke-j.

. Pemeliharaan Tanaman Penyiraman Penyiraman dilakukan setiap sore hari tergantung kepada kondisi kelembaban permukaan media tanam. Penyiangan Penyiangan dilakukan setiap minggunya dengan cara mencabut gulma yang tumbuh pada polibag... Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor. Nilai laju perkecambahan dapat diperoleh dari rumus sebagai berikut : N1T1 + N2T2 + N3T3 + .. dan dimasukkan ke dalam polibag dan sebaiknya jangan ditanam terlalu dalam..Penggosokan Benih Proses penggosokan benih dilakukan sebelum dilakukan penanaman. Laju Perkecambahan (hari) Laju perkecambahan diambil data berupa jumlah karet yang tumbuh. Jumlah tanaman yang tumbuh Persentase Perkecambahan = x 100 % Jumlah tanaman seluruhnya Tinggi Plumula (cm) Tinggi plumula dihitung dari plumula yang tumbuh sampai pada titik tumbuh... Dimana proses penggosokan bertujuan untuk memecahkan dormansi benih karet akibat kulit benih yang keras dan dilakukan dengan menggunakan kertas pasir sampai terlihat embrio.. Penanaman Benih Benih karet ditanam di polibag yang diisi tanah sesuai dengan perlakuan. Pengamatan Parameter Persentase perkecambahan (%) Persentase perkecambahan diambil data berupa jumlah tanaman yang tumbuh dan dibagi jumlah seluruhnya dikalikan 100% dan data diambil setiap minggunya. + NnTn Laju Perkecambahan : T1 + T2 + T3 + .. + Tn HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil ..

dan interaksi antara penggosokan dan media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. laju perkecambahan benih karet.78) dan terendah pada M0 (65.00%). Rataan persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam. Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1-16) diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih. penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet.67) dan terendah pada P0M0 (97.Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1-16) diketahui bahwa perlakuan penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. Tabel 1. Histogram persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada gambar 1.42%) dan terendah pada P0 (73. tinggi plumula benih karet 3-8 MST. laju perkecambahan benih karet. Dan tidak berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. Dari Tabel 1. Dan tidak berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. Dari Tabel 1. diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P1 (74. diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada M1 (65. tinggi plumula benih karet 3-8 MST. dan tinggi plumula benih karet 3-8 MST.00). . Persentase Perkecambahan (%) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman.22). Dan tidak ada parameter yang tidak berbeda nyata. Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1-16) diketahui bahwa interaksi antara perlakuan penggosokan dan media tanam tidak ada parameter yang berbeda nyata. diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P1M1 (99. Rataan persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada tabel 1. Dari Tabel 1.

dan interaksi .29) dan terendah pada M1 (3.26).10). diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter laju perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P0 (5. Rataan laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Dari Tabel 2.Gambar 1. Histogram laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Tinggi Plumula (cm) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan penggosokan dan media tanam berbeda nyata terhadap tinggi plumula benih karet 3-8 MST. Histogram laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada gambar 2.19) dan terendah pada P1 (3. diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media tanam terhadap parameter laju perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P0M0 (7. Rataan laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada tabel 2.13). Gambar 2. Histogram persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Laju Perkecambahan Benih (hari) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan penggosokan dan media tanam berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih karet. Tabel 2. Dari Tabel 2. diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter laju perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada M0 (4. Dan interaksi penggosokan dan media tanam tidak berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih karet.77) dan terendah pada P1M1 ( 3. Dari Tabel 2.

Gambar 3. Dengan adanya proses penggosokan (skarifikasi).penggosokan dan media tanam tidak berbeda nyata terhadap tinggi plumula benih karet. diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada M1 (24. Dari Tabel 3.67) dan terendah pada P0M0 (32. diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media tanam terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada P1M1 (38. . Hal ini sesuai dengan literatur Sadjad (1993) yang menyatakan bahwa Manfaat penggosokan benih adalah untuk memecahkan dormansi pada benih agar benih berkecambah dengan baik.25).33) dan terendah pada P0 (25.33). tinggi plumula benih karet 3-8 MST. Histogram tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Pembahasan Pengaruh Penggosokan Pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell. Dari Tabel 3. Arg) Dari hasil sidik ragam pada perlakuan penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet.00). Rataan tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Dari Tabel 3. Tabel 3. 1993). diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada P1 (28. Karena benih yang memiliki kulit yang keras harus dilakukan pemecahan dormansi untuk mempercepat proses perkecambahan baik dengan cara mengkikis ataupun mengkir kulit benih (Sadjad. maka proses dormansi yang menghambat proses perkecambahan dapat dipecahkan sehingga benih dapat memperoleh air dan udara. laju perkecambahan benih karet.44) dan terendah pada M0 (23. Rataan tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada tabel 3. Histogram tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokkan dan media tanam dapat dilihat pada gambar 3.

fisiologi dan biokimia.33 sm) dan terendah pada P0 (25. Hal ini sesuai dengan literatur Setiawan dan Andoko (2005) yang menyatakan bahwa tanah untuk media tanah ini harus subur dan harus yang bisa diambil dari tanah pelapukan (top soil) dengan kedalaman maksimum 15 cm.78%) dan terendah pada M0 (65. tanah gembur. top soil dan lainnya. Dengan tidak adanya proses penggosokan. Karena.44 cm) dan terendah pada M0 (23. maka proses perkecambahan menjadi terhambat akibat kulit benih yang keras (dormansi) sehingga benih susah memperoleh air dan udara. yang menyatakan bahwa proses perkecambahan benih merupakan suatu rangkaian kompleks dari perubahan-perubahan morfologi. Pengaruh Media Tanam Pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell. Hal ini disebabkan karena media tanam yang digunakan adalah pasir dan top soil dengan perbandingan 2:1. Arg) Dari hasil percobaan diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media . Tanah top soil dapat membantu pertumbuhan perkecambahan benih karet karena tanah top soil merupakan tanah yang subur yang diambil dari tanah pelapukan. sehingga terjadi gabungan antara tekstur kasar dengan halus oleh top soil. Pengaruh Interaksi Antara Penggosokan dan Media Tanam Pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell. kesesuaian tanah dan lingkungan yang serasi sangat baik untuk pertumbuhan tanaman karet. Tekstur seperti ini adalah tekstur yang paling cocok untuk pertumbuhan benih. Hal ini sesuai dengan literatur Sutopo (1998). selain itu perkecambahan benih karet juga dipengaruhi oleh faktor keadaan lingkungan. Ini menunjukkan bahwa top soil ditambah pasir mempengaruhi persentase perkecambahan benih karet . melunaknya kulit benih dan hidrasi dari protoplasma. Perlakuan pengasahan kulit biji yaitu dengan maksud untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan pada berbagai spesies yang mempunyai kulit biji yang keras dan yang sangat tebal. kompos. sehingga akar tanaman yang baru keluar tidak terhambat pertumbuhannya.Dari hasil percobaan diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada P1 (28. lumut yang telah membusuk.22%).00 cm). Hal ini disebabkan karena pada perlakuan P0 ini benih tidak dilakukan proses penggosokan. Tahap pertama suatu perkecambahan benih dimulai dengan proses penyerapan air oleh benih. Hal ini sesuai dengan literatur Widianto (2000) yang menyatakan bahwa media yang digunakan untuk pengamatan bisa hanya terdiri atas pasir saja tetapi kadang-kadang juga diberikan campuran sekam padi. Arg) Dari hasil percobaan diperoleh bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada M1 (65. Banyak media yang dapat digunakan untuk penanaman benih asalkan tanahnya gembur dan halus.25 cm). Dari hasil percobaan diperoleh bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada M1 (24.

Anton dan Konfafrek. benih yang digunakan harus diketahui jenis atau klonnya. Interaksi antara penggosokan dan media tanam berbeda tidak nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet.O. laju perkecambahan benih karet.C. Klackers. Penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. 2. tinggi plumula benih karet 3-8 MST. B. Medan http://digilib.1982.T. Brady. M.. Hal ini disebabkan karena adanya penggosokan dan media tanam yang cocok bagi pertumbuhan tanaman karet. New Jersey Hasibuan.umm. DAFTAR PUSTAKA Buckman. Dan tidak berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. USU Press. Saran Sebaiknya dalam melakukan percobaan ini. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. Hal ini sesuai dengan literatur Sutopo (1998) yang menyatakan bahwa Perlakuan pengasahan kulit biji yaitu dengan maksud untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan pada berbagai spesies yang mempunyai kulit biji yang keras dan yang sangat tebal. Diakses pada tanggal 4 April 2009 . Terjemahan Soegiman. 2006. dan N.William. H. Bhratara Karya Aksara. Ilmu Tanah. dan tinggi plumula benih karet 3-8 MST. 3.00%). 1981.ac. laju perkecambahan benih karet. Karena penggosokan pada benih karet bertujuan untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan.67%) dan terendah pada P0M0 (97. Ilmu Tanah. Jakarta Hatrmann. J. H. tinggi plumula benih karet 3-8 MST.tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P1M1 (99. Plant Science.id. Media tanam berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih.E. Prentice Hall Inc.

Diakses pada tanggal 4 April 2009 Kartasapoetra.D. Jakarta Widianto.H.H. Teknologi Benih. 2005. Kanisius. 2005. 1995. T. R. 2000. Medan Siregar. 1999. Budidaya Tanaman Karet. Jakarta . L. Yogyakarta Sutanto. Yogyakarta Tim Penulis PS. 1993. 1996. Dasar-Dasar Ilmu Tanah Konsep dan Kenyataan. CV Rajawali. 2001. D. 1999. UGM Press.http://www. Membuat Stek. Karet Strategi Pemasaran Budidaya dan Pengolahan. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan. Jakarta Setyamidjaja. Petunjuk Lengkap Budidaya Karet. D. Agromedia Pustaka. Cangkok. Bina Aksara. Karet. USU Press. Yogyakarta Sotopo. Jakarta Setiawan.S. Kanisius. Yogyakarta Sianturi. L. Teknologi Budidaya Tanaman Pangan di Daerah Tropik.net. Kanisius. Teknik Penyadapan Karet. Penebar Swadaya. Penebar Swadaya. 1988. dan Agus A.iptek.S. Jakarta Syamsulbahri. A. dan Okulasi.G. H.id.

Dari pengalaman oleh socfin di Malaysia. Dengan pertambahan batang yang lambat maka usia produksi dapat mencapai lebih dari 30 tahun. Persentase kernel 7% – 8% 7.5 x 8. bahkan mencapai 35 tahun.5 cm/thn Produksi TBS TM1 : 4 – 5 ton/ha/thn . 6. Umur siap panen lebih genjah : 24 – 28 Bulan 3.6 – 42. Kecepatan pertumbuhan tanaman rata – rata 41 cm/tahun. Deskripsi Kelapa sawit varietas D x P TN1 1.5 x 8.5 meter dengan sistem segitiga sama sisi). 4. TN1 yang telah bersertifikat tersebut memiliki keunggulan antara lain : 1. Bakti Tani Nusantara. materi genetik ini menjadi tetua dari D x P Tani Nusa 1 terbukti memiliki keragaan sangat baik dan diterima luas oleh pekebun. 4. Produkstifitas TBS (Tandan Buah Segar) = 35 ton/ha/tahun 5. Pendahuluan Varietas kelapa sawit D x P Tani Nusa 1 adalah varietas unggul baru yang merupakan kombinasi dari persilangan Dura Deli dari populasi Johor Labis dan Pisifera Avros yang diseleksi dengan metode Modified Recurrent Selection oleh Socfin Malaysia dan PT. 3. Panjang pelepah antara 5 – 6 meter. 1. sehingga populasi per ha lebih banyak 148 152 pohon/ha (dengan jarak tanam 8. 2.Pola Pembibitan Sawit PT Bakti Tani Nusantara Written by Administrator on 24 February 2012. Umur siap tanam ke lapangan : 10 – 12 bulan Umur siap panen : 24 – 28 bulan Kecepatan pertumbuhan tanaman : 35. 2. Dapat beradaptasi dengan baik pada lahan yang marginal atau mulai dari lahan kelas S3 – lahan kelas S1.

000 bibit (Gambar 1). Produksi TBS TM5 : 28 ton/ha/thn 7. 2. 86/Kpts/HK. Lakukan pekerjaan ini di tempat teduh agar kecambah tidak kena sinar matahari langsung. Produksi TBS TM8 : 32 – 35 ton/ha/thn 8.3% 11.296 kecambah. . benturan fisik dan tidak terkena sinar matahari langsung. Bakti Tani Nusantara A. Usia Produksi : 33 tahun SK Menteri Pertanian No.1 ton/ha/thn 12. Potensi Inti Sawit (TM8) : 1. 648/Kpts/SR. Menanam kecambah sesegera mungkin dan bila ditunda agar tidak lebih dari 5 hari dan kecambah harus disimpan didalam ruangan berpendingin dengan suhu 19‐22⁰C.7 – 7.5% 10. kecambah dikemas di dalam 16 kantong plastik yang masingnya berisi 206 kecambah termasuk refraksi 6 kecambah per kantong. Produksi TBS TM3 : 17 – 18 ton/ha/thn 6. Antar bedengan berjarak 80 cm sebagai jalan pemeliharaan.0 ton/ha/thn 9. pengawasan dan drainase air berlebih saat penyiraman atau hujan.2 m dan panjang ± 8 m yang dapat memuat sekitar 1.330/05/2008 2. Kerapatan tanaman : 148 -152 phn/ha 13. Memeriksa kotak dan dokumen untuk memastikan apakah peti dalam kondisi baik dan isi peti sesuai dengan dokumen pengiriman kecambah.5. Pembuatan Bedengan dan Naungan di Pembibitan awal (Pre Nursery) • • • Bedengan dibuat pada areal yang telah diratakan dengan lebar 1. Dalam penanganan kecambah BTN menyarankan kepada pelanggan untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut : • • • • Menjaga kesehatan kecambah dalam transportasi dengan menghindari kecambah dari suhu terlalu tinggi. Potensi Produksi CPO (TM8) : 6. Penanganan Awal 1. Sistem Pemeliharaan Pembibitan Kecambah varietas TN1 PT.120/5/2008 SK.Bakti Tani Nusantara mengirim kecambah kelapa sawit (KKS) ke pelanggan menggunakan peti karton berisi 3. Penanganan Kecambah PT. Tepi bedengan dibatasi dengan papan (bukan bambu) setinggi 20 cm agar polibeg dapat disusun tegak. Membuat naungan di pembibitan agar kecambah terhindar dari sinar matahari langsung. Randemen CPO (IER) : 26. Randemen CPO (Lab) : 30. Dirjenbun No. Di dalam peti.9 – 2.

5 – 2. Tanam kecambah dengan radikula (bakal akar) menghadap ke bawah dan plumula (bakal daun) menghadap ke atas. KKS di tanam tidak lebih dari 5 (lima) hari sejak kecambah diserahkan oleh produsen kecambah. Media tanah top soil diayak dan disterilkan 1 minggu sebelum penanaman KKS dengan fungisida dosis 0. Naungan dikurangi secara bertahap dimulai setelah bibit berumur 1. setelah diisikan kedalam polibeg berukuran 22 x 14 cm dan disiram 2 kali sehari selama 5 hari sebelum tanam.2 gr/ltr air dan insektisida dosis 2 gr/ltr. Umur (bulan) Naungan (%) 0 – 1.5 bulan (Tabel 1). kemudiaan dicampur dengan pupuk Rock Phospate (RP) dosis 3 gr/polibag. Pengisian tanah kedalam polybag jangan terlalu penuh.• • • • • Areal pembibitan memiliki saluran pembuangan air (drainase) yang baik. Kecambah normal siap tanam KKS abnormal.5 50 > 2. Gambar 3. Percikan dengan air menggunakan hand sprayer untuk meningkatkan kelembaban jika kondisi cuaca panas dan kering. Berita Acara Serah Terima KKS.5 Dihilangkan secara bertahap 3. sisakan + 2 cm dari bibir polybag. Denah bedengan pembibitan awal Naungan dibuat dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan areal bibitan (Gambar 2).5 100 1. . Sebelum ditanam. dan Daftar Persilangan yang menyertai KKS. Gambar 1. Media tanam dibuat berupa campuran tanah dengan pasir berbanding 70% dan 30%. Penyiraman sebaiknya secara manual. busuk atau berjamur tidak boleh ditanam. Persentase naungan bibit pre nursey berdasar tahapan umur. Atap dengan daun kelapa atau kelapa sawit berisi 4-5 pelepah per meter persegi naungan. busuk dan abnormal. karena lebih merata kesetiap polibag. Penanaman Kecambah di Pembibitan Awal (Pre Nursery) • • • • • • • • • • Pastikan tersedia dokumen benih lengkap yaitu Delivery Order (DO). patah. KKS yang ditanam adalah KKS sehat yang dapat dibedakan antara plumula (bakal daun) dengan radikula (bakal akar) sebagaimana Gambar 3. Gambar 2. Naungan pada pembibitan awal kelapa sawit Tabel 1. patah. Bagian dasar bedengan lebih tinggi dari permukaan tanah untuk memperlancar pembuangan air berlebih. kecambah diseleksi terlebih dahulu dan dicatat jumlahnya berdasar kategori sehat. Kantong dibuka perlahan untuk mengeluarkan KKS.

Gambar 5. lalu masukan kecambang dengan radikula menghadap kebawah (Gambar 4). Buat lubang tanam sedalam 3 cm. disertai tali rapia sebagai pembatas antar-persilangan kecambah. Setelah penanaman KKS.5 cm di atas KKS (jangan ditekan tanah terlalu kuat). disimpan dalam kantong beridentitas dan diletakkan pada ruang bersuhu 20-25oC selama 5-6 hari. Kecambah yang akan ditanam diletakan didalam mangkok berisi air untuk menjaga kelembaban kecambah dan setiap 15 menit sekali disemprot dengan air. . buat peta pembibitan Gambar 4. Pasang papan identitas yang berisi tanggal tanam. Lubang tanam ditutup dan diratakan dengan tanah setebal 1 – 1.• • • • • • • Kecambah dengan radikula dan plumula yang sukar dibedakan. Siram polibeg segera setelah penanaman selesai. Pengaturan letak bibit bedasarkan kelompok KKS Gambar 6. kelompok pertumbuhan meninggi. kode varietas. Papan nama (plank) dan identitas kecambah yang ditanam. Lakukan pengelompokan KKS berdasarkan laju pertumbuhan meninggi menurut ciri varietas sejak di pembibitan awal (Gambar 5). Cara penanaman kecambah yang benar. dan jumlah KKS (Gambar 6).

produksi tandan buah segar (TBS) berpotensi meningkat sampai 20%. Dengan memakai kompos dari EM4. EM4 digunakan untuk pembuatan kompos dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan limbah cair kelapa sawit (LCKS). Sebagai starter mikroorganisme pada proses decomposer Effective Microorganisms 4 (EM4) menjadi penting dalam dunia pertanian organik. Begitupula dalam sektor perkebunan kelapa sawit.EM4 Tingkatkan Produksi Sawit 20% Written by Administrator on 24 February 2012. .

bisa terlihat pada umur tanaman memasuki tahun kedua dari segi peningkatan produksi. Pertanian sayuran sudah banyak yang menggunakan dan tidak hanya satu bahan untuk pembuatan kompos. Actinomycetes. industri. Selain itu. Harus terpisah ada tenggat waktu dalam pemberiannya minimal berbeda 1-2 minggu dan baiknya pestisida baru EM4.Effective Microorganisms 4 (EM4) merupakan kultur campuran dari mikroorganisme yang menguntungkan berasal dari alam Indonesia. EM4 tidak berbahaya. Ditutup terpal plastik dan tunggu kurang lebih 1 bulan. tahun ketiga menjadi 20-30%. hanya saja EM4 kurang efektif tanpa bantuan bahan organik karena sebagai media hidup dan makanan mikrorganisme. Limbah sawit bisa ditambah kotoran ternak. tanah disekitar pohon menjadi gembur. warna daun.” ungkap Agus. . Manfaat EM4. Tandan kosong dapat diolah menjadi kompos dengan adanya material tambahan selain EM4 yakni molasse dan air. pelepah daun terbuka. peternakan. “Semua limbah dapat dimanfaatkan tidak hanya dri sektor perkebunan. menceritakan pembuatan kompos TKKS harus dicacah terlebih dahulu lalu disiram larutan EM4. “Produksi TBS tahun kedua akan meningkat 5%-10%. perkebunan.” tambah Agus ketika ditemui di kantornya. Semua lahan cocok untuk pemanfatan limbah sawit dengan EM4. Di perkebunan sawit. Penggunaan EM4 tidak sebatas di tanaman pangan saja. lanjut Agus. Agoes Wibisana. Kompos digunakan pada dua aplikasi di lingkaran tanaman dan baris tanaman. Sapta Karya Damai di Sampit akan menggunakan EM4 untuk pengolahan tandan kosong sawit. aman bagi manusia dan makhluk hidup lainnya serta lingkungan. “Kita aduk dan dicampur lalu dilakukan fermentasi di hamparan tanah yang keras agar larutan EM4 tidak terserap ke tanah. melainkan telah digunakan perkebunan kelapa sawit dan tebu semenjak tahun 2005. Jadi satu liter EM4 bisa untuk membuat kompos sebanyak satu ton. aplikasi kompos EM4 (Bokashi) sebanyak 10 ton per hektare. kesehatan dan lingkungan. Branch Manager PT Songgolangit Persada.” kata Agus. Menurut Agus. Di musim hujan. Apliksinya cukup per 3 bulan sekali dengan komposisi 18 liter per tahun dengan 6 liter satu kali aplikasi untuk setiap hektarnya. perikanan. pembibitan sawit atau tanaman sawit yang sudah dewasa cukup dengan EM4 sebanyak 10 cc dicampur 1 liter air untuk disemprotkan pada batang tanaman atau tanah. Terdiri dari bakteri asam laktat (Lactobacillus Spp) bakteri fotosintetik (Rhodopseudomonas Spp).” ujar Agus. Sedangkan penghematan penggunaan pupuk kimia mencapai 30%. Streptomyces sp dan ragi yang bermanfaat untuk pertanian. aplikasi larutan EM4 dilakukan setelah hujan berhenti. penggunaan EM4 telah diaplikasikan di Medan (Sumatera Utara) yakni PT Asam Jawa untuk pengelolaan limbah tandan kosong dan limbah cair. menurut Agus. “Paling penting EM4 tidak boleh tercampur pestisida atau herbisida. Ke depan PTPN IV dan PT. Ketersediaan limbah di perkebunan sawit cukup melimpah yang berasal dari tandan kosong dan limbah cair.

dapat dilakukan di daerah pedalaman asalkan didukung infrastruktur supaya harganya terjangkau. babi. penyerapan teknologi EM4 bisa merata dan meluas supaya tidak terkonsentrasi di Jawa dan Sumatera.00 wib siang dan sore mulai pukul 16. Lokasi Pembibitan • • Tanah/arealnya rata/datar. Target penjualan 100 ton per bulan tahun ini bisa tercapai dan tahun 2012 diprediksi ada kenaikan 10-20%. Ini juga tergantung pada jauh dekatnya lokasi. Harapan Agus. Irian Jaya. Sumatera Selatan terutama petani dan perusahaan perkebunan sawit.” pungkas Agus. Tahapan Pembibitan • • • o o o Pre Nursery (pembibitan awal) selama 3 bulan pertama dengan polibag kecil Main Nursery (pembibitan utama) bibit dipindahkan ke dalam polibag besar. Dekat dengan sumber air dan airnya tersedia sepanjang tahun. dipelihara selama 9 – 12 bulan sampai siap untuk dapat ditanam Umur bibit yang dapat ditanam di areal pertanaman : paling muda : 8 bulan ideal : 12 bulan paling tua : 24 bulan. Pemasaran EM4 diperluas sampai ke Jambi. tikus. Bibit perlu disiram 2 kali sehari jika tidak turun hujan yaitu dari pagi sampai pukul 11. “Harga bisa ditekan agar daya beli masyarakat jauh lebih tinggi.Keunggulan EM4 adalah sebagai pelopor pertanian organik memberikan harga murah.000 per liter. (bebe) PEMBIBITAN A. Bibit memerlukan banyak . Jika areal datar tidak diperoleh dapat juga digunakan areal bergelombang atau berbukit namun perlu dibuat teras-teras yang disesuaikan dengan kemiringannya asal saja jaringan penyiramannya mampu mencapai tempat tertinggi atau terjauh. dan landak B. untuk daerah yang rawan hama (gajah. beruang. mudah aplikasi dan aman bagi lingkungan.000-25.00 wib. Tetapi. Kalimantan. Harga variatif Rp 20.

4 m) diperlukan kecambah 180/ha Kerapatan 143 ph/ha (9.0 Bibit ke Pembibitan utama 81. Perhitungannya adalah : Seleksi kecambah Seleksi di pembibitan awal Seleksi di pembibitan utama Cadangan penyisipan : 2.0 m) diperlukan kecambah 200/ha Sistem tanam segitiga sama sisi • • • • Kecambah dibeli 12 bulan sebelum rencana penanaman.000 540.700 206.• • • • air yaitu 0.40 x jumlah pohon/ha Kerapatan 130 ph/ha (9. Kebutuhan dan Pengadaan Bibit • • o o o o • • Kebutuhan bibit/kecambah sebanyak 140% dari jumlah yang akan ditanam.5 x 100/90 x 100/85 x 100/95 = 1.000 486.7 0.000 360. dekat dari pengawasan dan mudah dikunjungi Dekat dari sumber tanah untuk pengisi kantong plastik (top soil) karena tiap kantong besar membutuhkan 20-25 kg tanah C.4 0.5% : 10% : 15% : 5% Kebutuhan kecambah = 100/97. Untuk tempat yang agak jauh dari sumber benih.9 1.850 137. Air harus bersih dan tidak beracun.400 344.000 405.000 243. Dekat dengan areal yang akan ditanami jika mungkin ditengah lokasi untuk mengurangi biaya angkutan bibit.000 180. pemesanan sebaiknya bertahap sesuai dengan fasilitas dan tenaga yang ada.000 324. Drainasenya baik/arealnya tidak tergenang Aman dari gangguan hama berupa binatang besar maupun serangga.000 Luas Pembibitan utama (ha) 6 12 17 23 29 35 Luas areal yang akan Ditanami (ha) 500 1000 1500 2000 2500 3000 Keterangan : Bibit Yang Ak Ditanam ke Lapangan 68.000 162.000 450.000 Luas Pembibitan awal (ha) 0.5 0.250 413.100 . Bila rencana penanaman dalam jumlah banyak.2 0.650 275.000 270. pengangkutan agar diusahakan dengan cargo (angkutan) udara Benih yang sudah diterima agar ditempatkan di tempat yang teduh kemudian segera ditanam karena paling lama hanya dapat bertahan 3-5 hari dari tempat penghasil benih Kebutuhan benih dan luas pembibitan : Kebutuhan Benih 90.25 – 2 liter tergantung dari umur dan kondisi bibit.

Instalasi penyiraman . Bagaimana dengan persediaan tenaga yang ada.o o Perhitungan tersebut menggunakan standar seleksi di pembibitan awal 10% dan pembibitan utama 15% Untuk areal seluas 1 ha dapat digunakan untuk pembibitan awal sebanyak 500. Kebutuhan Air Bibit • • Pembibitan awal. Untuk 1 ha dibutuhkan lebih dari 77 m3/hari (bibit saja 2.3 liter/hari Pembibitan utama : Kebutuhan Air/pokok/hari ( liter ) 1 (sprinkler 1. Demikian pula dengan luasnya. Cara ini dilakukan dengan membangun bak penampung ditempat yang tertinggi dan baru dialirkan ke tempat yang lebih rendah Berapa jauh sumber air (sungai atau kolam air) dari pembibitan. Jika cukup dekat penggunaan sprinkler mungkin cukup baik.12 Sumber data :Pusat Penelitian Perkebunan Marihat – Bandar Kuala (1992) F.000 polibag Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) • Standard kebutuhan per ha pembibitan tenaga kerja : 5–6 hk per hari D.5 liter/hari. luas hendaknya sesuai dengan kapasitas pompa yang akan digunakan. Penggunaan sprinkler memerlukan tenaga kerja yang lebih sedikit 4. kebutuhan air per pokok : 0. Jika terlalu jauh maka perlu pertimbangan lain apakah pompa yang digunakan mampu. Bagaimana dengan keadaan areal pembibitan tersebut apakah rata atau bergelombang. Jika penggunaannya cukup lama atau akan digunakan lebih dari 5 tahun mungkin pemakaian sprinkler akan lebih menguntungkan karena akan memperkecil biaya penyusutan dari instalasinya.000 polibag dan pembibitan utama ± 14.5 jam) 2 (sprinkler 1 jam 45 menit) 3 (sprinkler 2 jam Umur Bibit ( bulan ) 0–3 3–6 6 .1 – 0. Penyiraman Bibit Sistem penyiraman yang harus digunakan perlu dipertimbangkan : • • • • • Berapa luas pembibitan yang akan dibangun dan berapa lama atau berapa tahun akan digunakan.000 bibit/hk sedangkan secara manual 2.500 bibit/hk Berapakah debit air yang ada terutama pada musim kemarau. bergelombang dengan semi mekanis akan lebih murah dimana dapat memanfaatkan tenaga gravitasi. Rata dengan sprinkler lebih baik. sisanya untuk peresapan dan pengaliran di permukaan) E.

Pada tiap pipa distribusi terdapat 8 – 10 sprinkler yang berjarak 9 – 18 m 4. Pipa utama 4 inch dilengkapi dengan kran (valve) ke pipa distrubusi 2 inch.Secara Manual Air dihisap dari sungai dengan menggunakan pompa air dan dialirkan ke areal pembibitan dengan menggunakan pipa dan selang • • • • Pipa primer 6 inch ditempatkan ditengah-tengah lapangan Cabang I dengan pipa 2 inch Cabang II dengan pipa 1 inch yang disambung dengan selang plastik 25 m yang ujungnya diberi gembor Penyiraman dilakukan dengan tenaga manusia Sprinkler • Penggunaan pipa : 1. Pembibitan Awal (Pre Nursery) Persiapan Areal • • • Areal yang sudah di buka (LC) dibersihkan dan diratakan Kebutuhan bahan/tenaga : Manual 20 HK/Ha dan mekanis 6 JKT (Jam Kerja Traktor) per ha Kebutuhan areal 1 m2 untuk 70 bibit pada pembibitan awal Membuat Bedengan • • • • • Ukuran bedengan : lebar bedengan 1.5 HK/bed Tepi bedengan diberi batas dengan bambu atau papan Jumlah bahan digunakan : 4 bambu @ 6 m dan 5 papan/bed Menabur Pasir .2 m .8 m Jumlah bibit dalam satu bedengan : 840 bibit Kebutuhan tenaga untuk membuat bedengan : 1. 2 line pipa distribusi • • • Kebutuhan air ± 75 m3/ha/hari.75 inch yang dipasang berdiri dan ujungnya dilengkapi dengan nozzle yang dapat memancarkan air dan berputar karena aliran air 3. Pipa induk 6 inch dari rumah pompa 2.6 kg/cm2) Kekuatan pompa 18-20 HP untuk 8 ha pembibitan G. Untuk 8 ha pembibitan diperlukan 30 sprinkler. Efisiensi 30-40% Pompa berdaya pancar 45 psi (3. Tiap sambungan dilengkapi stand pipes 0. jarak antar bedengan 0.

5 cm 1 kg Plb ± 200 lembar polybag kecil Mengisi Polybag . batuan dan sampah lainnya.000 kg tanah) Bila tanah terlalu padat/liat dicampur dengan pasir perbandingan 3:1 Media tanam harus dicampur dengan 50 kg pupuk RP per ± 2 m3 tanah (± 1. contoh Sevin atau Thiodan Jumlah dan jenis bahan digunakan : Sevin 85 EC dosis : 5 cc/l air/bed Jumlah kebutuhan tenaga kerja : 1 HK/30 bed Naungan • • • • • Pada tahap awal bibit harus diletakkan di bawah naungan.3 m3/bed Jumlah kebutuhan tenaga kerja : 0.2 HK/bed Meracun Serangga • • • Dua hari sebelum digunakan bedengan disemprot dengan insektisida. Luas naungan minimal sebesar bedengan dengan tinggi ± 2 m Bentuk naungan : tiang dibuat dari bambu atau besi siku setinggi 2 m.075 mm x 15 cm x 23 cm lay flat.000 polybag kecil) Jumlah kebutuhan tenaga kerja untuk mengumpulkan tanah secara manual 1. kecuali di areal gambut dapat menggunakan tanah gambut Tanah diayak dengan saringan kawat 2 cm agar bersih dari akar. warna hitam Setelah diisi berukuran : diameter ± 10 cm dan tinggi ± 17. Atap dari pelepah kelapa sawit atau dari shadownet. Jumlah bahan yang digunakan : 7 bambu/bed @ 6 m dan 10 pelepah/bed Jumlah kebutuhan tenaga kerja membuat naungan : 1 HK/bed Mengumpulkan Tanah/Media Tanam • • • • • • • Media tanam menggunakan top soil (kedalaman 20-30 cm) tanah mineral dengan tekstur lempung.5 bulan) naungan harus sudah dihilangkan.5 m3/HK sedangkan secara mekanis 8 JKT/Ha Jumlah kebutuhan tenaga kerja untuk mengayak 3 m3/HK Ukuran Polybag • • • • Ukuran polybag kecil 0. dan jarak antar tiang 3 m. Hasil pengayakan ± 60% (dari 1m3 diperoleh ± 1.• • • Bedengan ditaburi pasir secara merata sampai setebal 2 cm Jumlah kebutuhan pasir : 0.5 bulan) naungan dapat dikurangi sebesar 50% dan setelah daun ketiga keluar (2. rumputan.5 cm Lubang polybag berjumlah 12-24 dengan diameter 0. setelah dua daun keluar (1.

iv. polybag harus sudah diisi tanah dalam jumlah cukup Guncang polybag pada saat pengisian untuk memadatkan tanah dan diisi sampai mencapai ketinggian 1 cm dari bibir polybag Polybag disiram air setiap hari sampai tampak jenuh sebelum dilakukan penanaman dan diisi kembali dengan tanah bila diperlukan Jumlah tanah adalah 1 kg per polybag Jumlah kebutuhan tenaga kerja pengisian polybag 400 unit/HK Menyusun di Bedengan • • • • Polybag harus disusun secara tegak dan rapat di bedengan.2% Kecambah diseleksi dan dihitung (% seleksi) Penanaman kecambah harus memperhatikan posisi radikula yang akan diposisikan arah ke bawah dan plumula yang akan diposisikan ke atas Kecambah ditanam dengan kedalaman sekitar 2-3 cm di bawah permukaan tanah polybag (dilobang dengan ibu jari) Polybag disiram sampai jenuh setelah kecambah ditanam . • • • Jumlah kebutuhan untuk seleksi kecambah 5. panjangnya 8-25 mm. Radicula berujung tumpul seperti bertudung.000 unit/HK Seleksi Kecambah • • • • Kecambah normal : calon akar (radicula) dan calon batang (plumula) terlihat jelas. iii. vi. ii. Tiap 1 m2 dapat memuat 70 polibag atau 840 polybag/bedengan Diusahakan air tidak akan menggenangi di bedengan dengan mengikis permukaan tanah yang tidak datar Jumlah tenaga kerja untuk menyusun polybag adalah 1.000 kecambah/HK Pada saat diterima peti harus diletakkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari Setiap kantong kecambah harus dibiarkan terbuka selama beberapa menit untuk pergantian udara Menanam Kecambah • • • • • • Siram tanah di polybag sampai jenuh sebelum kecambah ditanam Kantong plastik kecambah dibuka dengan hati-hati dan letakkan kecambah di baki yang beralaskan goni basah yang telah direndam dalam larutan fungisida Thiram dengan konsentrasi 0.• • • • • Empat minggu sebelum penanaman kecambah. v. agak kasar Plumula ujungnya tajam seperti tombak Kriteria kecambah yang abnormal : ® ® ® ® ® ® Calon akar/batang patah Calon akar/batang tidak tumbuh Calon akar/batang membengkok Calon akar/batang tumbuh satu arah Calon akar/batang busuk terserang cendawan Calon akar/batang layu karena terlalu kering i.

00 wib – selesai Bila malam sebelumnya turun hujan (> 8 mm) dan tanah di polybag masih basah maka penyiraman hanya dilakukan sore hari saja. 8.• • • • Diberi naungan sesuai iklim setempat Sebaiknya penanaman dilakukan secara beregu.6.00 wib – selesai paling lambat jam 11.00 wib.15. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk menanam kecambah 1.500 bibit/HK atau 16 bed/HK Pemeliharaan Drainase • • • • Mengalirkan air yang tergenang di areal pembibitan Diperiksa agar air jangan tergenang di polybag Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 6-8 ha/HK Rotasi yang diperlukan 1 x /minggu Pemupukan • • • • • Minggu genap (minggu ke 4. 6. 9. 7.2% Cara dilarutkan pupuk dalam gembor : 10 gr Urea atau 10 gr pupuk majemuk dalam 5 liter air untuk 500 bibit Pemupukan dilakukan pagi hari setelah selesai penyiraman pertama/pagi Jumlah kebutuhan tenaga kerja 8.400 bibit/HK atau 10 bed/HK Konsolidasi Bibit  Dilakukan 1 kali/minggu meliputi : .500 bbt/HK (16 bed/HK) Pengendalian Gulma • • • • • Dilakukan 1 x tiap 2 minggu Cara pelaksanaan adalah manual tidak boleh dengan herbisida Pengendalian dengan mencabut rumput dan gulma lain di dalam polibag dan yang berada di antara polibag Sekaligus melakukan konsolidasi dengan menambah tanah pada polibag apabila kekurangan. 10. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 13.000 bbt/HK Penyiraman • • • • • Bibit disiram 2 x sehari Jam penyiraman : 07.2% (2gr/l air) Minggu ganjil (minggu ke 5.4 konsentrasi 0. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 13. 12) dengan pupuk majemuk (contohnya Rustika) 15. sore hari jam 15. 11) dengan urea 0. Bila pagi harinya hujan turun (> 10 mm) maka tidak perlu penyiraman pagi dan sore. Kecambah yang memiliki persilangan yang sama ditanam pada bedengan yang sama.

8 + 0.3 15.8 + 0.6 + 0.15 5.50 + 0.3 + 0.02 1.9 + 1.1 + 3.12 3.02 + 0.9 + 5.2 8.2 + 1.3 + 0.000 bibit/HK atau 5 bed/HK • Pengendalian Hama dan penyakit • • • • Pengamatan hama ataupun penyakit dilakukan setiap hari Pengendalian dilakukan dengan cara manual Apabila gangguan hama/penyakit sudah pada tingkat yang lebih berat maka dilakukan dengan penyemprotan insektisida.o o o Menambah tanah yang kurang Menegakkan polibag yang miring Menukar bibit yang mati dengan bibit pada bedengan terakhir yang biasanya tidak penuh Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 4.8 + 0.6 + 0.1 114.6 88.14 6.9 + 7.2 10.84 + 0.400 bibit/HK atau 10 bed/HK Tata cara seleksi Bibit di pre-nursery • • • • Angkat dan singkirkan semua bibit afkir dari bedengan sebelum dilakukan pemindahan bibit sehat ke polybag besar Musnahkan semua bibit afkir Catat dan laporkan bibit yang diafkir Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 5.4 64.24 Banyak daun 5.04 4.0 + 1.0 13.3 11.9 126.000 bibit/HK Standar Pertumbuhan Bibit kelapa sawit Umur (bulan) 4.3 39.02 2.0 + 0.0 Diameter (cm) 1.3 + 2.5 101.56 + 0.4 Sumber data :Pusat Penelitian Perkebunan Marihat – Bandar Kuala (1992) Beberapa ciri Fisik bibit yang di-afkir .33 5.1 15.70 + 0.30 + 0.1 52.3 15.96 + 0.84 + 0. fungisida dengan rotasi 1 kali/minggu Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 8.5 6 7 8 9 10 11 12 Tinggi (cm) 26.0 + 0.

• • • • • • • •

Pucuk bengkok atau daun berputar : akibat penanaman kecambah yang terbalik atau faktor genetik Daun lalang atau daun sempit (narrow grass leaf) : akibat faktor genetik Daun kerdil dan sempit (stump/little leaf) Daun menyempit dan tegak (acute/erect leaf) Daun yang menggulung (rolled leaf) : akibat factor genetic Daun berkerut/keriput (crinkle leaf) : akibat factor genetic Daun melipat (collante) : akibat kekurangan air Bibit kerdil (stunted) : akibat factor genetic Chimaera : sebagian atau seluruh daun secara seragam berubah pucat atau bergaris kuning terang yang sangat kontras dengan warna hijau gelap dan jaringan yang normal Bibit dengan serangan penyakit berat

H. Pembibitan Utama (Main Nursery)
Persiapan Areal
• • • • •

• • •

Areal Pembibitan dekat dengan sumber air atau sungai Areal datar dengan penggunaan areal 1 ha untuk 14.000 bibit Dibuat parit drainase mengikuti pipa sekunder dari jaringan pipa penyiraman Ukuran parit lebar dasar 30 cm, lebar atas 70 cm, dalam 40 cm Bila penyiraman dengan sprinkler hendaknya dibuat dulu desainnya dan penempatan pipa-pipanya Bila diperlukan buat pagar keliling 150 m dengan kawat. Jarak antara tiang 3 m, tinggi pagar 1,5 m Jumlah tenaga kerja untuk membuat pagar 100 m/HK Transplanting ke main nursery dilakukan pada bibit berumur 3-4 bulan atau memiliki 4-5 helai daun

Memancang
• • •

Umur bibit 8-10 bulan : jarak pancang 70 x 70 x 70 cm (23.000 bibit/ha) Umur bibit ≥ 10 bulan : jarak pancang 90 x 90 x 90 cm (14.000 bibit/ha) Kebutuhan tenaga kerja memancang 1.000 pancang/HK

Mengumpulkan Tanah

Metode sama dengan pembibitan Pre-Nursery

Tanah di polybag besar harus dilubangi dan selanjutnya dimasukkan 100 g pupuk RP ke lubang polybag besar sebelum bibit ditanam

Ukuran Polybag
• • • •

Ukuran polybag besar adalah 0,15 mm x 35 cm x 50 cm lay flat Setelah diisi tanah diameter ± 23 cm dan tinggi ± 39 cm ; warna hitam Lubang empat baris perforasi berjarak 5 cm x 5 cm Tebal polibag harus merata tidak ada tebal tipis

Mengisi Polybag
• • • •

• •

Polybag harus sudah siap diisi tanah minimal 4 minggu sebelum transplanting dari PN untuk mendapatkan tingkat kepadatan tanah yang stabil. Polybag harus dibalik sebelum diisi tanah agar polybag dapat berdiri tegak dan silindris Persiapan media tanam dan isikan ke dalam polybag. Hindarkan pemadatan tanah dalam polybag dengan cara menekan kuat ke arah bawah Guncang polybag pada waktu pengisian untuk memadatkan tanah dan mencegah agar tidak ada bagian yang mengkerut atau terlipat sehingga ketinggian tanah dapat mencapai 2,5 cm dari bibir polybag. Jumlah polybag 1 kg = 18 lembar; 1 plb ± 20 kg Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 100 unit/HK

Menyusun Polybag
• • • • •

Polybag disusun di areal bibitan yang sudah dipancang Menyeragamkan cara peletakan (contoh di selatan pancang). Pancang tidak boleh dicabut Setiap 5 baris dikosongkan 1 baris untuk jalan pemeliharaan bibit Kedua tangan pekerja harus berada pada dasar polybag dan tidak dibenarkan 1 tangan menyengkeram bibit polybag bagian atas Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 100 – 150 unit/HK

Menanam/Transplanting di Polybag Besar
• • • • •

Tanah di polybag dilubangi sebesar ukuran polybag kecil dengan alat berupa bor tanah atau yang dibuat dari pipa 4 inch Jumlah tenaga kerja untuk melubangi 250 unit/HK Bibit yang telah memenuhi syarat (umur 3 bulan, daun 3-4, bentuk sempurna) diangkut dengan kotak papan, diecer ke tempat polybag Jumlah tenaga kerja untuk mengecer 700 bibit/HK Penanaman dilakukan : bibit di polybag kecil dipegang miring, dasarnya disayat keliling kemudian dilepas. Dimasukkan ke dalam lubang polybag besar. Sambil menahan bibit polybagnya ditarik/dilepas. Tanah diratakan dan dipadatkan Jumlah tenaga kerja untuk menanam 100 bibit/HK

Penyiraman Bibit

• • •

Bibit disiram 2 kali/sehari : pagi; jam 7.00 – selesai selambat lambatnya jam 11.00, sore jam 15.00 – selesai Jumlah tenaga kerja 2.500 bibit/HK Apabila malam sebelumnya turun hujan dan tanah di polibag masih basah maka penyiraman hanya dilaksanakan sore hari. Bila hujan pagi hari cukup lebat (> 10 mm) maka sampai sore bibit tidak perlu disiram. Kebutuhan air bibit : 1-3 bl = 1.0 ltr; 3-6 bl = 1.5 ltr; > 6 bl = 2 ltr

Pengendalian Gulma
• • • • •

Dilakukan 2 minggu sekali Penyiangan dilakukan dalam polibag dan di luar polibag Dalam polibag penyiangan dilakukan secara manual Di antara polibag rumput-rumput disemprot dengan 2 kg karmex + 2,2 ltr gramoxone/450 ltr air/ha bibitan Tenaga kerja diperlukan untuk penyiangan 0,7 ha/HK atau 8.000 bibit/HK

Pemberian Mulsa
• • • • •

Pada daerah yang terlalu kering/panas, bibit dalam polybag harus diberi mulsa Mulsa diberikan secara merata di atas permukaan tanah dalam polybag segera setelah bibit ditanam Mulsa yang dianjurkan adalah cangkang, jerami ataupun lalang kering Jumlah cangkang sawit yang diperlukan 0,5 kg/polibag Jumlah tenaga kerja diperlukan adalah 2.500 bibit/HK

Konsolidasi Bibit
• • • • •

Konsolidasi bibit dilakukan 1x/bulan Menegakkan polibag-polibag yang miring Mengganti/membalut polibag yang pecah Menambah tanah di polybag (hanya sampai umur 6 bulan) Jumlah tenaga kerja diperlukan 2.000 bibit/HK

Pemeliharaan Parit drainase
• • •

Mengalirkan air yang tergenang 1 kali/minggu Mendalamkan parit pada ukuran semula Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 6-8 ha/HK

Pemupukan
• • • •

Dimulai pada minggu ke 2 setelah bibit di transplanting Jenis pupuk : pupuk majemuk (contoh Rustika) R 15.15.6.4 dan R 12.12.17.2 serta pupuk Kieserite atau Dolomit Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 3.000 bibit/HK atau 5 HK/ha bibit Cara pemupukan : Buat takaran pupuk sesuai dengan dosis

i.

0 22.0 15.5 7.0 7.0 10.0 - K atau D 10.0 15.0 20.0 15.0 15.5 - .0 10.0 20.0 10.5 10.0 15. iii. Pupuk ditaburkan merata pada permukaan tanah di polybag melingkar/keliling sejauh 10 cm dari bibit Pupuk tidak boleh menyentuh bibit Pelaksanaan setelah penyiraman pertama Dosis Pemupukan Pembibitan Utama Umur Bibit (Minggu) 2 3 4 5 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 Dosis Pupuk (gram/pohon) R II 10.0 10.0 15.0 15.0 15.0 7.5 22.0 - RI 2.ii. iv.0 5.0 20.5 7.0 10.5 5.0 20.5 10.0 10.5 2.

Penyemprotan dilakukan setelah penyiraman pagi dan ditambahkan dengan perekat.6. Semprot (cc/pk) 25 50 100 Tenaga (bibit/HK) 5.00 Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) Gejala Serangan hama/penyakit & Pengendalian .12 Vol.0 230 15.5 117.38 40 Jumlah • • • • 50 = Rustika 15.15.0 25.4 = Rustika 12. hama dikutip kemudian dimusnahkan Jumlah kebutuhan tenaga kerja 2. Khusus bibit yang terkena penyakit dan mudah menular harus dipisahkan dari bibit sehat Jumlah kebutuhan tenaga kerja 3.0 80 22.000 bibit/HK Bila dari hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan gejala serangan maka dapat dikendalikan dengan penyemprotan pestisida.000 3.000 bibit/HK Kebutuhan Larutan Semprot Umur (bulan) 4–6 7–9 10 .2 = Kieserite = Dolomit 25.000 1.5 Keterangan : R I R II K D Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) Pengendalian Hama Penyakit • • • • • • • Pengamatan dilakukan secara rutin 1 x/minggu untuk mengetahui ada tidaknya serangan hama/penyakit Cara pengendalian pada saat serangan awal/ringan secara manual.17.12.

9. jumlah bibit afkir selama di main nursery antara 10-15 % Jumlah tenaga kerja dibutuhkan 3.Keterangan : T S : Semprot : Tabur : Minggu Mgg Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) Seleksi Bibit • • o o o Seleksi dilaksanakan dengan tahapan umur bibit 6. 12 bulan dan pada persiapan pengiriman bibit ke lapangan Tata cara pelaksanaan seleksi bibit : Berikan tanda dengan cat warna putih di polybag setiap bibit afkir/abnormal Catat dan dibuat berita acara semua bibit afkir Bibit afkir dikeluarkan dari blok bibitan dan dimusnahkan.000 bbt/HK • .

sehigga tajuk bibit terlihat rata Short internode Jarak antara anak daun pada tulang pelepah (rakhis) terlihat dekat dan bentuk pelepah tampak pendek Wide internode Jarak antara anak daun pada rakhis terlihat sangat lebar. Bibit terlihat sangat terbuka dan lebih tinggi dari normal Anak daun yang sempit (narrow leaf) Bentuk helai daun tampak sempit dan tergulung sepanjang alur utamanya (lidi) sehingga bentuknya seperti jarum Anak daun tidak pecah (juvenile) Helai anak daun tetap bersatu seluruhnya atau tidak pecah Daun berkerut (crinkle leaf) Daun terlihat berkerut. Bibit yang layu dan lemah (limp) Penampilan pucat dan pertumbuhan daun muda cenderung lebih pendek dari yang seharusnya Bibit flat top Faktor genetik. daun yang baru tumbuh dengan ukuran yang makin pendek dari daun tua. gejala ringan disebabkan karena kekurangan air Chimaera • o • o • o • o • o • o • o • o • . daun tumbuh dengan sudut yang sangat sempit/tajam terhadap sumbu vertikal sehingga seperti tumbuh tegak.Ciri bibit abnormal di Main Nursery • o Kerdil (runt/stunted) Bibit yang pertumbuhan vegetatifnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan bibit sehat seumurnya Bibit erect Faktor genetis. Gejala berat akibat factor genetic.

Setelah bibit diputar harus disiram air dengan cukup setiap hari sampai waktu pengiriman ke lapangan Perlakuan Bibit untuk Persiapan Pengangkutan Menjelang persiapan tanam bibit dikumpulkan rapat.o Sebagian atau seluruh daun secara seragam berubah menjadi pucat atau bergaris kuning terang yang sangat kontras dengan warna gelap dari jaringan yang normal Crown Diseases Faktor genetik. setiap kelompok terdiri 100-200 bibit. Bibit disusun satu lapis di atas truk dan disiram sebelum berangkat ke lapangan • o . pelepah bengkok dan mudah patah Blast Bibit berubah secara progresif ke arah coklat dan perlahan dimulai dari daun yang tua bergerak ke daun yang lebih muda Terserang hama dan penyakit Terserang busuk pucuk dan hama/penyakit yang harus dipisahkan • o • o • o Persiapan Pemindahan Bibit ke Lapangan • o Pemutaran bibit (rotating) Bibit diputar pada tempatnya dua minggu sebelum dikirim ke lapangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful