TEKNIK APLIKASI HERBISIDA Junita Sinambela/070301054 Mahasiswi Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

, Medan.

ABSTRAK Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan pada ketinggian tempat 25 m dpl. Percobaan ini bertujuan umtuk mengukur aplikasi perlakuan herbisida yang seragam pada suatu areal, sehingga diperoloh hasil pengendalian yang efektif dan efisien. Percobaan ini menggunakan air, dan knapsock. Luas areal yang dikalibrasikan panjangnya16,25 m dan lebar 1,95 m dengan volume awal 10 liter/ha. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa air yang digunakan untuk luas areal tersebut 2,5 liter/ha dan volume yang diperlukan sebanyak 788,892 lite/hr, volume semprot untuk dosis herbisida 2 liter/ha sebanyak 788,8983 liter/ha dan untuk volume semprot dengan dosis herbisida 3 liter/ha sebanyak 788,8995 liter/ha. Kata Kunci: kalibrasi, air, volume semprot PENDAHULUAN Pengendalian gulma dewasa ini di Indonesia cukup berkembang disbanding pemanfaatan sumber daya dan eradikasi gulma itu sendiri. Cara pengendalian dapat dilakukan secara fisik (manual, mekanis, pemanfaatan dan kultur teknis), biologi dan kimia (herbisida). Pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida sudah banyak diterapkan di lapangan baik pada budidaya komoditas tanaman perkebunandan industri maupun tanaman pangan, hortikultura dan perairan. Hal ini disebabkan oleh kelangkaan tenaga kerja di tingkat usaha tani, serta banyaknya pilihan herbisida yang efektif dan selektif sebagai haerbisida pra tumbuh dan purna tumbuh sesuai dengan komoditas tanaman yang dibudidayakan (Tjitrosemito, 2004). Herbisida adalah suatu bahan kimia (pestisida) yang digunakan untuk membunuh atau mencegah pertumbuhan gulma. Cara yang paling efektif untuk menanggulangi gulma ialah menggunakan herbisida dalam kombinasi dengan cara pengendalian lainnya. Keuntungan penggunaan herbisida yaitu: a) Menggunakan herbisida menghemat tenaga. b) Herbisida dapat dapat digunakan dalam lingkungan apapun. Sedangkan kerugian penggunaan herbisida adalah: menggunakan herbisida yang sama terusmenerus mengakibatkan berkembangnya gulma, khususnya jenis tahunan yang sulit dikendalikan dengan herbisida (Sebayang, 2005). Proses aplikasi herbisida menyangkut berbagai aspek antara lain: 1) Penyediaan larutan yang sesuai. 2) Pembuatan butiran cairan semprot. 3) Gerakan butiran cairan semprot kepada sasaran. 4) Impak butiran pada sasaran (Sukman dan Yakup, 2002). Di dalam melakukan kalibrasi terdapat tiga faktor penting yang menentukan keberhasilan kalibrasi yakni: Ukuran lubang nozel.− Tekanan dalam tangki alat semprot.−

Kecepatan pergerakan (berjalan) aplikator.− (Anderson, 1977). BAHAN DAN METODE Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan pada tanggal 18 April 2007 dengan ketinggian tempat 25 m dpl. Percobaan ini menggunakan air sebagai pelarut herbisida, gelas ukur untuk mengukur herbisida yang akan digunakan, ember plastik sebagai tempat menaruh air, glifosat sebagai herbisida yang akan diaplikasikan, dan Knapsock Sprayer sebagai alat semprot. Sebelum mengkalibrasikan air pada pelataran parkir, ditentukan terlebih dahulu volume awal dengan rumus: Volume yang diaplikasikan = Volume yang diperlukan Luas areal perlakuan Luas areal yang akan diberi perlakuan Kemudian ditentukan banyaknya volume semprot yang diperlukan untuk dosis herbisida 2 liter/ha dan 3 liter/ha. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Volume larutan yang diketahui (V1) = 10 L Volume larutan yang tertinggal dalam tangki (V3) = 7,5 liter Volume semprot (V2) = V1 – V3 = 2,5 liter Lebar Lahan = 1,95 m Panjang Lahan = 16,25 m Luas Lahan = P x L = 31,69 m2 Volume yang diaplikasikan = Volume yang diperlukan Luas areal perlakuan Luas areal yang akan diberi perlakuan V = 2,5 x 10000 = 788,892 liter 31,69 Dosis Herbisida 2 liter = (2 x 31,69 ) : 10.000 = 0,006 liter Dosis Herbisida 3 liter = (3 x 31,69 ) : 10.000 = 0,0095 liter Volume semprot per Hektar Dosis Herbisida 2 liter = 788,892 + 0,0063 = 788,8983 liter Volume semprot per Hektar Dosis Herbisida 3 liter = 788,892 + 0,0095 = 788,8995 liter Pembahasan Dari hasil percobaan dengan mengkalibrasikan air pada luas lahan 31,69 m2, maka diperoleh volume semprot dengan dosis herbisida 2 liter/ha sebanyak 788,8983 liter/ha. Dan volume semprot dengan dosis herbisida 3 liter/ha sebanyak 788,8995 liter/ha. Sehingga dapat disimpulkan bahwa volume air yang akan digunakan untuk mengaplikasikan herbisida dengan dosis anjuran 2 liter/ha dengan dosis anjuran 3 liter/ha yang diaplikasikan pada luas areal yang sama membutuhkan volume air yang

tidak jauh berbeda tetapi harus tetap diperhatikan kesesuaiannya. Hal ini sesuai dengan literatur dari Sukman dan Yakup (2002) yang menyatakan bahwa penyediaan larutan yang sesuai merupakan salah satu aspek penting dalam proses aplikasi herbisida. Di dalam melakukan kalibrasi ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan kalibrasi yaitu ukuran lubang nozzle, tekanan dalam tangki alat semprot, dan kecepatan berjalan aplikator. Ketiga faktor tersebut harus diatur sedemikian rupa sehingga diperoleh suatu volume larutan herbisida tertentu yang dapat dilepaskan melalui lubang nozzle pada setiap waktu yang dikehendaki. Hal ini sesuai dengan literatur Anderson (1977) bahwa di dalam melakukan kalibrasi terdapat tiga faktor penting yang menentukan keberhasilan kalibrasi yakni ukuran lubang nozel, tekanan dalam tangki alat semprot, dan kecepatan pergerakan (berjalan) aplikator.

KESIMPULAN 1. Pada luas lahan 31,69 m2 dengan volume awal 10 liter dan volume akhir 7,5 liter maka diperoleh volume yang diperlukan sebanyak 2,5 liter. 2. Pada luas lahan 31,69 m2 dengan dosis herbisida 2 liter/ha maka diperoleh volume semprot sebanyak 788,8983 liter/ha. 3. Pada luas lahan 31,69 m2 dengan dosis herbisida 3 liter/ha maka diperoleh volume semprot sebanyak 788,8995 liter/ha. DAFTAR PUSTAKA Anderson, W.P., 1977. Weed Scince. West Publishing, Los Angeles. Sebayang, H. T., 2005. Gulma dan Pengendaliannya Pada Tanaman Padi. Unit Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang Sukman, Y., dan Yakup, 1995. Gulma dan Teknik Pengendaliannya, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta. Tjitrosemito, S., Sri S.T., dan Imam M., 2004. Prosiding Konferensi Nasional XVI Himpunan Ilmu Gulma Indonesia SEAMEO BIOTROP, Bogor, 15-17 Juli 2003. Bogor-Indonesia.

Sijabat) NIP. 19599072 819870 21 001 Diketahui Oleh: . NUSANTARA II KEBUN SAWIT SEBERANG Waktu : Bulan Juni sampai Juli 2010 Peserta PKL : NICKY ARDIANSYAH L. Juli 2010 Disetujui Oleh: Dosen Pembimbing Lapangan Asisten Pembimbing Lapangan (Ir.R. Toga Simanungkalit./070301019 JUNITA SINAMBELA/070301054 DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2010 Judul Kegiatan : PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) DI PTP./070301055 ARJUNA A. NUSANTARA II KEBUN SAWIT SEBERANG LAPORAN OLEH : NICKY ARDIANSYAH L. MS) (P.P.R. 070301019 JUNITA SINAMBELA 070301054 Medan.P.PRAKTEK KERJA LAPANGAN DI PTP. 070301055 ARJUNA A.

selaku asisten personalia PTPN II Kebun Sawit Seberang. 8. Ir. Medan. Toga Simanungkalit. Juli 2010 Penulis . untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan ini. 7.Sos. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. MS selaku dosen pembimbing Praktek Kerja Lapangan (PKL). Ir. Nusantara II Kebun Sawit Seberang yang telah membantu dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Edison Purba Ph. Edison Purba.Sc. 2. Bapak Ir. Seluruh karyawan PTP.) NIP. Praktek Kerja Lapangan ini dilaksanakan di PTPN II Kebun Sawit Seberang.D. 3. Medan. Akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih. Ph. selaku manajer PTPN II Kebun Sawit Seberang. Medan. 1959010 519860 11 001 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan laporan ini. Nusantara II Kebun Sawit Seberang. SP selaku asisten afdeling IX di PTP. M. R Malau selaku asisten kepala Rayon Sawit Seberang (SWS) dan . Bapak Ir. Bapak Ir. Ph.) (Prof. 4.. Sijabat. Zulkifli Nasution. S. selaku dekan Fakultas Pertanian. W Sasongko MM. Praktek Kerja Lapangan ini merupakan program yang wajib dilakukan oleh setiap mahasiswa-mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. D. Medan. 5. Bapak Ir.Manajer PTPN II Ketua Departemen Kebun Sawit Seberang Budidaya Pertanian FP-USU (Ir. Bapak David Ginting. Bapak Prof. karena atas berkat dan rahmat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini dengan baik.D selaku ketua Departemen Budidaya Pertanian Universitas Sumetra Utara. Bapak Ir. M Triwahyudi selaku asisten kepala Rayon Babalan (BBN) PTPN II Kebun Sawit Seberang 6. Universitas Sumatera Utara. W Sasongko MM. Bapak P.

3 Struktur Organisasi Kebun 7 2.1 Pre Nursery (Pembibitan awal) 17 .1. KEGIATAN BUDIDAYA KELAPA SAWIT 17 3.2 Tujuan Praktek Kerja lapangan 2 II.2 Iklim 4 2. PENDAHULUAN 1 1.2.1 Sistem Administrasi Kebun 14 III.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii DAFTAR TABEL iii DAFTAR LAMPIRAN iv DAFTAR GAMBAR v I.2 Lingkungan Fisik 3 2.1 Latar Belakang 1 1.2.2.3 Topografi dan Jenis Tanah 4 2. GAMBARAN UMUM LOKASI PKL 3 2.4 Sistem Administrasi 14 2.1 Pembibitan 17 3.2.4.4 Luas Areal 4 2.1 Letak geografis 3 2.1 Sejarah Kebun 3 2.

1 Pembuatan Pasar Kontrol 25 3. PROGRAM MAGANG BERSAMA PEJABAT/STAF/KARYAWAN 45 V.2 Saran 50 VII.1 Kesimpulan 50 6.8 Pelaksanaan Panen 43 IV.3.2.2 Kriteria Matang Panen 38 3.5.3 Pembagian Kapveld Menurut Rotasi Panen 40 3.5.3 Tanaman Menghasilkan (TM) 29 3.5 Konsolidasi 26 3.2 Pemeliharaan Jalan 25 3.2.7 Pengendalian Hama dan Penyakit 28 3. KESIMPULAN DAN SARAN 6.5. TOPIK PERMASALAHAN DI LOKASI PKL 49 VI.4 Pengendalian Hama dan Penyakit 32 3. DAFTAR PUSTAKA VIII.6 Perhitungan Angka Kerapatan Panen (AKP) 41 3.6 Pemeliharaan Piringan Pohon 27 3.3.3.3 Pembuatan Parit Drainase 26 3.5 Sistem Panen 41 3.1 Pengertian Panen 38 3.2.5 Panen dan Pengumpulan 34 3.2 Main Nursery (Pembibitan Utama) 20 3.3.3.3.5.1.1 Pemeliharaan 29 3. LAMPIRAN .3.2.3.3.2.3 Pemeliharaan Jalan 32 3.5.2.4 Penyisipan 26 3.3.2 Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) 24 3.2.5.7 Peralatan Panen 42 3.3.5.3.4 Ancak Panen 40 3.2 Pemupukan 31 3.3.3.5.

56 ............ 1........................ Bagan Struktur Organisasi Kebun Sawit Seberang…………………… 52 2..DAFTAR TABEL No.. 39 4.......... Foto Peserta PKL……………………………………………………...... Peta Kebun sawit Seberang…………………………………………… 53 3................... Lay Out PKS Kebun Sawit Seberang………………………………… 54 4............................ 7 3............ URAIAN Hal................ Luas Areal Kebun Sawit Seberang Per Tahun Tanam dan Luas Seluruhnya .......... Kriteria Matang Panen dan Standard Antar Fraksi..... Fraksi Matang Panen pada Tanaman Kelapa Sawit............. URAIAN Hal 1. 39 DAFTAR LAMPIRAN No............... 6 2. Jumlah Tegakan atau Populasi Tanaman Berdasarkan Umur...........

.......... 7 Tahun 1996.......... Gejala Serangan Oryctes…………………………………………......... 35 10...... 33 8.. 25 3. PENDAHULUAN 1. disingkat PTPN II...... Perhitungan AKP. Kondisi Jalan pada Areal TBM.......DAFTAR GAMBAR No.......... Tempat Pengumpulan Hasil………………………………………... Tanaman TBM…………………………………………………….. Penyiangan Manual………………………………………………........ Keadaan Topografi Kebun Sawit Seberang………………………… 5 2.......... 1.............. 42 I.. Kondisi Jalan pada Areal TM ……………………………………… 32 7....1 Latar Belakang PT Perkebunan Nusantara II (Persero)....... 34 9...... Uraian Hal.. dibentuk berdasarkan PP No...... Selain itu dikembangkan juga tanaman kelapa sawit di wilayah Irian Jaya yaitu di Kabupaten Manokwari dan Jayapura....... Pasar Pikul………………………………………………………… 36 11...... Gejala Serangan Ganoderma……………………………………….. Pasar Mati…………………………………………………………........ 30 5. . 30 6.. Perusahaan yang berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini merupakan penggabungan kebun-kebun di Wilayah Sumatera Utara dari eks PTP II dan PTP IX.. tanggal 14 Februari 1996........... 26 4...

TBM (Tanaman Belum Menghasilkan).265 ha dan kakao seluas 7. Secara umum mahasiswa peserta PKL dapat memperoleh pengalaman atau ketrampilan langsung dilapangan sesuai dengan realita yang ada. gula dan tembakau dengan areal konsesi seluas 103. serta memberi gambaran kepada mahasiswa mengenai dunia kerja yang akan dimasukinya setelah lulus sarjana. karet. Untuk itu. mahasiswa/i memilih PTPN II Kebun Sawit Seberang Kabupaten Langkat sebagai tempat PKL karena perusahaan tersebut memiliki pengalaman dalam pengembangan industri Kelapa Sawit sehingga diharapkan mahasiswa/i dalam menimba pengalaman dari kegiatan PKL tersebut. 1. 4. Secara khusus mahasiswa peserta PKL dapat mempraktekkan pengalaman atau ketrampilan yang akan diperoleh setelah menjadi sarjana. Perkebunan Nasional. Mahasiswa peserta PKL dapat melakukan proses belajar bersama dengan peserta. Salah satu perkebunan yang memiliki peranan yang sangat penting dalam mengembangkan industri kelapa sawit di Indonesia adalah PTPN II. 2.1 Tujuan 1. PTPN II Kebun Sawit Seberang pada awalnya dari perusahaan eks perkebunan Belanda yang bernaman “Verenigde Deli Mastgchappij” (VDM) yang dibuka dan ditanami kelapa sawit sejak tahun 1923. PTPN II dikenal sebagai produsen kelapa sawit yang berkualitas dan memiliki sumber daya manusia yang sangat berkompeten dibidangnya.860 hektar. GAMBARAN UMUM LOKASI PKL 2.443 ha.250 ha untuk tanaman kelapa sawit. Dari kegiatan PKL diharapkan mahasiswa/i dapat menambah pengetahuan dan pengalaman. karet 11. TM (Tanaman Menghasilkan). peserta dengan staf tempat PKL. kakao. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dalam bentuk praktek kerja lapangan (PKL). 3.474 ha dan tebu rakyat (TR) 1.577 ha. Dari keterangan diatas perguruan tinggi segera mengambil langkah alternatif agar mempersiapkan mahasiswa/i untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam industri kelapa sawit. sedangkan tanaman tembakau ditanam pada areal seluas 2. Mahasiswa PKL mampu menganalisa dan memecahkan permasalahan yang timbul pada tempat PKL. Tanaman tebu lahan kering ditanam pada areal seluas 16. karena di PTPN II Kebun Sawit Seberang Kabupaten Langkat ada pembibitan.PTPN II mengusahakan komoditi kelapa sawit. PKS Sawit Seberang telah mengalami beberapa kali perbaikan dan penambahan kapasitas yakni dari 15 ton TBS .370 ha. Selain penanaman komoditi pada areal sendiri ditambah inti.1 Sejarah Kebun Kebun Sawit Seberang adalah salah satu kebun milik PT Perkebunan II yang berlokasi di Kabupaten Langkat Kecamatan Padang Tualang Propinsi Sumatera Utara.046 ha. Alasan pesrta PKL mengadakan PKL di PTPN II Kebun Sawit Seberang Kabupaten Langkat. ketinggian dari permukaan air laut ±55 m. tediri dari tebu sendiri (TS) 14. II. peserta dengan pejabat yang tekait di tempat PKL. PKS (Pabrik Kelapa Sawit). Budidaya kelapa sawit diusahakan pada areal seluas 61.572 ha. Setelah pendirian perkebunan kelapa sawit “Verenigde Deli Mastgchappij” (VDM) membangun Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) pada tahun 1927. PTPN II juga mengelola areal plasma milik petani seluas 25. Kemudian sejak berada dibawah pengawasan PT. Dimana jarak dari kota Medan ±78 km. Disamping itu PTPN II juga mengelola tanaman musiman yaitu tanaman tebu dan tembakau.

Tahun 1968 : PPN Antari – II / PNP – II (Penggabungan) 5.Nusantara II (Persero) Kebun Sawit Seberang terletak di Kabupaten. 2. Tahun 1976 : PTP – II 7. . IX.2 Iklim a. PTP Nusantara II Kebun Sawit Seberang menghasilkan CPO dan inti sawit yang diolah di Pabrik Kelapa sawit (PKS) dan untuk peningkatan produksi kelapa sawit pada tahun 1984.2.1 Letak Geografis PTP.N. Tahun 1969 : PNP – II 6. maka pada tahun 2000 pabrik fraksionasi tidak beroperasi lagi. Curah Hujan Berdasarkan data iklim yang tersedia. VIII.III 2. Tahun 1996 : PTPN – II (Penggabungan PTP –II dengan PTP – IX. Batas-batas Kebun Sawit Seberang: 1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kebun Gunung Monako PTP. Jenis tanah yang terdapat di kebun ini adalah jenis tanah Podsolid. 11 Maret 1996). V. Perusahaan mendirikan pabrik fraksionasi yang berkapasitas 200 ton per hari yang mengelola crude palm oil (CPO) menjadi RBDPO (Refined Bleached dedorced Palm Oil) 95% dan Fatty Acid 4%. Kecamatan Padang Tualang Dimana terdiri dari IX Afdeling yaitu afdeling I. Tahun 1927 : ND VDM 2. Tahun 1962 : PPN Sumut – II 3. data curah dan hari hujan Kebun Sawit Seberang selama tujuh tahun terakhir (tahun 2001-2007) disajikan pada lampiran.diolah per jam menjadi 30 ton TBS per jam kapasitas terpasang. Sebelah Timur berbatasan dengan Kebun Sucflndo 4. 2. III. Sebelah Barat berbatsan dengan Kabupaten Sergei 3.2 Lingkungan Fisik 2. Tahun 1963 : PPN Antari – II 4. pH tanah berkisar 5-7 (netral). Dan untuk menanggulangi kekurangan unsur dapat dilakukan dengan pemupukan yang teratur. VI. Kemudian mengingat perkembangan ekonomi dan tingginya biaya produksi karena tidak sesuai dengan kapasitas yang terpasang saat ini. VII.2. IV. yaitu: 1. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sergei 2. dan teksturnya liat berpasir. Kabupaten Langkat 2. Ketinggian Tempat Pada umumnya keadaan areal di lokasi PTPN II Kebun Sawit Seberang rata dan sebagian tempat bergelombang dengan ketinggian tempat 5-20 m dpl pada daerah datar 20 – 50 m dpl pada areal bergelombang. II. Kekuningkuningan. b. struktur tanahnya liat sampai liat berpasir yang memiliki kemampuan menyimpan air yang sangat rendah.3 Topografi dan Jenis Tanah Keadaaan topografi di Kebun Sawit Seberang ada yang datar dan bergelombang atau curam.2. Sejak berdirinya perusahaan perkebunan Sawit seberang telah mengalami perubahan nama yaitu: 1.

27 17.05 Ha c.60 1. Keadaan Topografi kebun Sawit Seberang 2.2.4 Luas Areal Luas areal Kebun Sawit Seberang pada tahun 2009 adalah 14.106. Luas areal HGU yang tidak diperpanjang : . dimana luas arealnya dapat di jabarkan sebagai berikut: a.50 389.00 .73 200. Luas areal HGU dan HGU yang tidak diperpanjang yang diduduki dan yang digarap masyarakat diatasnya dalam bentuk tanaman. Luas arel HGU yang telah terbit sertifikat : 5. Luas areal HGU semula : 8.98 55.31 562.11 Ha.Gambar 1.93 Ha d.0/71/VIII/2006 tanggal 10 Agustus 2006.224.Ha Keterangan : Areal/Hutan Okupasi seluas 5.22 690. Tahun Tanam per Hektar Uraian Tahun Tanam Luas (Ha) Jumlah TM Kelapa Sawit 1984 1985 1988 1989 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2003 2005 281.SB/II.98 Ha b.94 605.054.51 396.15 478.69 Ha yang tercantum dalam areal statement Kebun Sawit Seberang sampai dengan saat ini tidak diketahui keberadaannya dan telah dibuat surat permohonan petunjuk ke Kantor Direksi mengenai areal tersebut melalui Nomor : II.932.Ha e. Luas areal HGU yang masih dalam proses perpanjangan : 3.43 627. bangunan serta termasuk yang dalam perkara hukum : .96 847.236.23 153.012.91 1.896.

59 91.98 8.236.00 TBM – IV 2005 91.5-5 Tahun) TBM 26. Luas Areal Kebun Sawit Seberang Per Tahun Tanam dan Luas Seluruhnya Jumlah Tegakan Pohon per Ha No Uraian Jumlah Pokok Pokok (Ha) 1 2 3 4 5 6 7 TMTP (>25 Tahun) TM (25 Tahun) Tua (19-24 Tahun) Dewasa (11-18 Tahun) Remaja (6-10 Tahun) Muda (2.019 33.120 19.877.466 265.00 202.23 71.17 TBM – I 2008 66.039 129 118 123 127 .835 156.17 Jumlah Seluruhnya 8.236.727 520.98 Tabel 1.25 7.17 91.338.645 9.22 TMTP 1983 202.

Pada pelaksanaannya sehari-hari Manager dibantu oleh beberapa staf. pembagian wewenang. Sembilan orang asisten yang bertugas mengawasi bagian tanaman disetiap afdeling. Manager (a) Mempertanggungjawabkan penggunaan dana.030. Satu orang asisten teknik sipil/traksi dan alat berat yang bertugas dibidang transportasi hasil dan hal-hal yang berhubungan dengan teknik. c. Uraian lebih lanjut tentang tugas-tugas dan tanggung jawab dari masing-masing pelaksana Kebun Sawit Seberang dijelaskan sebagai berikut: 1. Bagan organisasi tersebut juga bertujuan untuk mengetahui job/pekerjaan dari tugas masing-masing dan pertanggungawaban. d.124 128 121 Total 1. material. Satu orang Asisten Tata Usaha yang mengepalai tugas dalam menjalankan operasi administrasi secara umum. Untuk mengetahui struktur organisasi suatu perusahaan kiranya dapat digambarkan pada suatu bagan dari organisasi tersebut karena dari bagan organisasi tersebut akan kita peroleh gambaran dari aktivitas-aktivitas secara keseluruhan. untuk mencapai ide-ide baru mengenai sistem kerja 2. dan personil secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang maksimal (b) Bertanggungjawab atas semua harta kekayaan perusahaan di kebun yang dipimpinnya (c) Menjalin kerja sama yang baik dengan instansi lain di sektor kebun (d) Mengatur stabilitas keamanan. b.581 125 Tabel 2. Satu orang asisten Personalia Kebun yang bertugas sebagai pemberi data informasi dibidang ketenaga kerjaan.3 Struktur Organisasi Kebun Struktur organisasi perusahaan adalah suatu kerangka perusahaan. bagian tanaman dan teknik. terdiri dari : a. e. Satu orang perwira pengamanan (Papam) yang bertugas mengatur sistem keamanan kebun. Dalam menjalankan operasi di kebun ini dipimpin oleh seorang Manager. Jumlah Tegakan atau Populasi Tanaman Berdasarkan Umur 2. Perkebunan Nusantara II Kebun Sawit Seberang dapat dilihat pada lampiran. kerangka kegiatankegiatan perusahaan yang menentukan pembagian pekerjaan pada unit-unit organisasi. adanya sistem komunikasi dan akhirnya mencakup sistem koordinasi dalam perusahaan. Asisten Kepala (a) Mengusulkan peremajaan tanaman. f. Struktur organisasi perusahaan yang baik akan memberikan kemudahan bagi Manager dalam pengambilan keputusan dan mempermudah karyawan menjalankan tugas-tugas kepadanya. . Struktur atau bagan organisasi PT. politik dan keharmonisan sehingga tercapainya keserasian dalam mencapai tujuan perusahaan (e) Mengadakan rapat kerja dan diskusi mengenai problem-problema yang timbul dalan pengolahan sesuai dengan rencana perusahaan (f) Manager bekerjasama dengan inspektur. sosial. Dua orang Asisten Kepala (Asisten Kepala Rayon SWS dan Asisten Kepala Rayon BBN) yang bertugas mengecek dan mengkoordinir pekerjaan Asisten afdeling.

angkut dan tap/kap kontrol. (u) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK). (s) Melaksanakan pengendalian sistem komputerisasi yang terintegrasi (tanaman ) berbasis data base secara konsisten dan up to date. (t) Melaksanakan penerimaan karyawan pemanen dan penderes. (o) Mengendalikan persediaan barang dan perlengkapan lainnya. (1) Pemeriksaan mutu alat. (d) Melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan tanaman. tepat cara. (p) Mengendalikan persediaan barang dan perlengkapan lainnya. (p) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya. (e) Mengusulkan persetujuan mutasi TBM menjadi TM. mengusulkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)/Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun. pupuk dan bahan kimia tanaman. Asisten Afdeling (a) Mengusulkan peremajaan tanaman. (m) Membuat taksasi produksi. lingkungan dan SMK-3 dimengerti. (k) Membangun dan memelihara sarana dan prasarana (infrastruktur). (g) Melaksanakan pengambilan contoh daun untuk keperluan rekomendasi pemupukan. (i) Melaksanakan pengendalian mutu produksi. tepat frekwensi dan tepat aplikasi/tabur ). tepat cara. (b) Mengusulkan pemesanan dan menerima kecambah kelapa sawit dan biji kelapa sawit. (h) Melaksanakan dan monitoring kegiatan panen. tepat dosis. (q) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya. 3. (1) Pemeriksaan mutu alat. pupuk dan bahan kimia tanaman. (f) Melaksanakan pemupukan dengan prinsip 5T (tepat waktu. (g) Melaksanakan pengambilan contoh daun untuk keperluan rekomendasi pemupukan.(b) Mengusulkan pemesanan dan menerima kecamba kelapa sawit dan biji karet. (q) Membuat laporan kinerja bulanan (LM) ke Manajer. (n) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja (DPUK). (c) Melaksanakan pembangunan dan pemeiiharaan pembibitan tanaman. tepat dosis. (m) Membuat taksasi produksi. mengusulkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)/Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun. (v) Menjamin bahwa kebijakan mutu. (e) Mengusulkan persetujuan mutasi TBM menjadi TM. (j) Melaksanakan dan monitoring penyerahan/pengiriman produksi tanaman. (h) Melaksanakan dan monitoring kegiatan panen. diterapkan dan dipelihara di unit usaha. (f) Melaksanakan pemupukan dengan prinsip 5T ( tepat waktu. (k) Membangun dan memelihara sarana dan prasarana (infrastruktur). (d) Melaksanakan pembangunan dan pemeiiharaan tanaman. . (i) Melaksanakan pengendalian mutu produksi. (o) Melaksanakan pengadaan kebutuhan barang dan jasa sesuai dengan kewenangannya dan mengajukan pengadaan kebutuhan barang dan jasa diluar kewenangannya. (r) Membuat laporan kinerja bulanan (LM ke Distrik Manajer. tepat frekwensi dan tepat aplikasi/tabur). (r) Melaksanakan penerimaan karyawan pemanen dan penderes. (n) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja (DPUK). angkut dan tap/kap kontrol. (j) Melaksanakan dan monitoring penyerahan/pengiriman produksi tanaman. (c) Melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan pembibitan tanaman.

(j) Mengusulkan. mengusulkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RAKP)/ Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun. (n) Mengusulkan bantuan pengamanan external (dari tingkat Kabupaten/ Provinsi).4 Sistem Administrasi Administrasi berfungsi sebagai pencatatan (recording).1 Sistem Administrasi Kebun . (f) Membuat Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)/Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun. (h) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK). 4.(s) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK). 2. bazzeting) ke Distrik Manajer (f) Melaksanakan pengendalian sistem komputerisasi yang terintegrasi (personalia ) berbasis data base secara konsisten dan up to date. 2. karena keseluruhan proses manajemen harus didasarkan pada sesuatu yang tertulis. (j) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya. angkut dan tap/kap kontrol. (b) Melaksanakan dan monitoring penyerahan/pengiriman produksi tanaman. fungsi manajemen tidak dapat bekerja secara maksimal. Tanpa administrasi. lingkungan dan SMK-3 dimengerti. (t) Menjamin bahwa kebijakan niutu. lingkungan dan SMK-3 dimengerti. diterapkan dan dipelihara di unit usaha. (k) Mengusulkan pengurusan perpanjangan HGU. mengalokasikan dan menyalurkan dana KBL. (g) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja. (i) Mengendalikan persediaan barang dan perlengkapan lainnya.4. Asisten Personalia Kebun (a) Membuat. (e) Membuat laporan kinerja bulanan (LPMU. (d) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya. (n) Menjamin bahwa kebijakan mutu. (b) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja (DPUK). diterapkan dan dipelihara di unit usaha. (1) Mengusulkan pengurusan penerbitan dan perpanj angan Hak Guna Bangunan (HGB) dan izin pendirian pabrik ( HO ). lingkungan dan SMK-3 dimengerti. (i) Menjamin bahwa kebijakan mutu. 5. (c) Melaksanakan kewajiban pembayaran pajak dan retribusi serta kewajiban lainnya. pelaporan (reporting) dan arsip. (d) Membuat program dan melaksanakan pemeliharaan mesin/instalasi dan sipil/traksi. (m) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK). maka semua pelaksanaan yang telah disebutkan diatas bertanggung jawab sepenuhnya kepada Manager. (h) Melaksanakan pengadaan kebutuhan barang dan jasa sesuai dengan kewenangannya dan mengajukan pengadaan kebutuhan barang dan jasa diluar kewenangannya. LTT) ke distrik manajer. (rn) Melaksanakan pengiriman pasien ke rumah sakit perusahaan. (c) Membangun dan memelihara sarana dan prasarana (infrastruktur). Asisten Teknik Sipil/Traksi dan Alat Berat (a) Melaksanakan dan monitoring kegiatan panen. (I) Membuat laporan kinerja bulanan (LM. Kecuali Manajer yang bertanggung jawab terhadap kepada Direksi. diterapkan dan dipelihara di unit usaha. (e) Melaksanakan tera ulang timbangan dan monitoring kalibrasi. (k) Melaksanakan penyerahan barang hasil lelang aktiva non produktif. (g) Melaksanakan penerimaan karyawan pemanen dan penderes.

. b. RKO (Rencana Kerja Operasional) RKO adalah rencana kerja triwulan. Misalnya. Buku mandor terbagi dua. dimana RKAP yang paling dasar dari Perusahaan Perkebunan adalah RKAP Afdeling. . RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) RKAP adalah rencana kerja tahunan. hasil pekerjaan.PB 24 A merupakan catatan harian hasil panen yang dikerjakan oleh mandor. LM (Laporan Manajemen) Laporan menejemen merupakan formulir yang berisikan data-data sebagai berikut: . Premi merupakan upah yang diberikan kepada pemanen berprestasi dan dapat diberikan apabila pada hari tersebut prestasi yang diperoleh pemanen di atas Basis Tugas.PB-26 merupakan daftar produksi harian TBS (Kg/hari). dan no. Data yang diperoleh dari PB 24 dituangkan kedalam PB 26 dan diisi oleh krani timbang setelah PB 25 kembali dari PKS.PB-24 merupakan Daftar harian pengumpul tandan. jumlah ha/m/kg. Di dalam RKAP tersebut tertuang seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan selama satu tahun beserta biaya yang diperlukan untuk merealisasikan tujuan yang telah ditentukan oleh perusahaan.LM 80 adalah biaya angkutan.PB 24 B merupakan catatan harian hasil panen yang dikerjakan oleh Krani Transport. kebun karyawan. d. Terdapat jenis fasilitas administrasi baku berupa formulir-formulir atau blanko-blanko yaitu : a.PB-11 merupakan daftar premi. .LM-76 merupakan statistik produksi kelapa sawit. yang dibuat sesuai dengan RKAP yang telah disusun dengan cara menyusun ulang rencana kerja tersebut per tiga bulan. RKAP disusun setengah tahun sebelum tahun tersebut berjalan.PB-27 merupakan karru produksi/blok/tahun tanam. Pengawas biaya ini terdiri dari: . Basis Tugas adalah batas prestasi minimum (Kg/HK) yang dicapai pemanen. serta formulir buku asisten untuk mencatat khusus mengenai presensi dan absensi karyawan sebagai dasar pembuatan Dasar Upah Karyawan. . . . PB 24 dibagi dalam dua bagian yaitu: .LM 78 adalah biaya panen dan pengumpulan. .Di PTPN II Kebun Sawit Seberang fungsi manajemen difasilitasi oleh suatu sistem administrasi yang diberlakukan untuk seluruh unit-unitnya. . Selanjutnya data dari buku PB 73 dipindahkan ke dalam formulir ikhtisar laporan Pekerjaan Harian (PB 10) dan PB 73 juga sebagai dasar untuk untuk mengisi beberapa formulir administrasi bidang panen seperti formulir Daftar Harian pengumpulan TBS (PB 24). perolehan prestasi dan bahan yang digunakan. PB (Pengawasan Biaya) PB atau pengawas biaya adalah formulir administrasi yang berisikan data yang paling mendasar. RKAP suatu perkebunan merupakan kumpulan dari RKAP tiap unitnya. jenis pekerjaan. . yaitu buku untuk tanggal genap dan buku untuk tanggal ganjil.PB-73 yang merupakan buku mandor yang berisikan daftar absensi karyawan. RKAP untuk tahun 2010 disusun pada bulan juli 2009.PB-25 merupakan surat pengantar TBS yang diangkut dari TPH ke PKS. Hasil panen yang dicatat oleh mandor (PB 24 A) disesuaikan dengan catatan hasil panen Krani Transport (PB 24 B). . jika terdapat perbedaan dari jumlah hasil panen maka mandor dan krani transport akan mencari penyebab selisih. jenis pekerjaan. Tujuan dari RKO ini adalah untuk mendekatkan kondisi aktual sumber daya yang dimiliki perusahaan dalam mencapai tujuan.PB-10 merupakan ikhtisar laporan pekerjaan harian yang berisikan jumlah kehadiran. c.

sampai umur 2 bulan semua pelindung disingkirkan. 3.07 mm. Naungan Bibit yang masih muda memerlukan naungan yang baik untuk mencegah pembakaran sinar matahari mupun hujan yang terlalu deras. Pemeliharaan . Media Tanah/Pengisian Tanah yang digunakan adalah topsoil (0-10 cm) yang diambil dari areal lain. Dimana radikula (bakal akar) yang ditandai dengan bentuknya yang tumpul.LM-89 merupakan laporan pemupukan.26 Ha. c. Jumlah baby polybag per kg 235 lembar. 2.5 Ha. Areal rata.5 cm. Pada umur 2.500 st/bed. Sumber bibit kecambah (GS) dari PPM (Pusat Penelitian Marihat) Pematang Siantar. Bedengan Ukuran bedengan panjang 30 m dan lebar 1.. Prestasi kerja = 2 HK/Bed. agar bibit mendapat sinar matahari pada pagi hari. dan tebal 0. Prestasi kerja = 700 St/HK. Bahagian dasr dilubangi berkeliling dengan diameter 0. kasar. Dekat sumber air yaitu sungai Batang Serangan.5 bulan – 3 bulan bibit sebaiknya sudah dipindahkan/ditanam ke large polybag yang disebut bibitan Main Nursery.5 bulan pelindung dikurangi secara bertahap (1x2 minggu).5x0. dinding bedengan dibuat dari bambu. Sumber tenaga kerja mudah didapat. Pembibitan Pembibitan Kelapa Sawit Kebun sawit Seberang mempunyai luas 16. Sebagai bahan pelindung digunakan daun kelapa sawit. Jarak antara bedengan 0. Ditinjau dari segi persyaratanpersyaratan pembibitan.Menanam Kecambah (GS) Menanam kecambah dilakukan dengan tenaga KS wanita yang sudah terampil.30 cm. e.5 Ha cukup baik karena antara lain : 1. dengan draenase baik.60 m. Dekat dengan kantor kebun. tinggi 22 cm. 4. d. f. Dimana didalamnya termasuk areal untuk Pre Nursery 0. maka areal 0.1 Pre Nursery (Pembibitan Awal) a.1.20 m yang dapat berisi baby polybag ±4. b. Bibit yang telah berumur ±1. 5.LM-82 merupakan biaya pemeliharaan. III. . Areal sentrum terhadap afdeling-afdeling yang akan ditanam. Pelindung disini dibuat dengan cara menutupi seluruh pembibitan (over head shade) kecuali dari arah timur. Sebelum diisi ke dalam kantongan plastic terlebih dahulu diayak dengan kawat ayakan 0. 3. Prestasi Kerja = 4 HK/stand. Kantongan Plastik (Baby Polybag) Baby Polybag yang digunakan adalah baby polybag hitam dengan ukuran lebar 15 cm.1. kecoklatan . KEGIATAN BUDIDAYA KELAPA SAWIT 3.

Bibit yang terseleksi adalah sebagai berikut : • Anak daunnya sempit (Narrow Leaves) • Anak daunnya menggulung (Rolled Leaves) • Permukaan anak daun menguncup (Collante) • Pertumbuhannya memanjang (Erected) • Daunnya kisut (Crinkling) • Bibit yang kerdil (Insufficient Growth) • Bibit yang rusak akibat hama dan penyakit • Bibit yang pertumbuhannya berputar (Twisted) .25 liter air setiap penyiraman. 1. jangkrik.1. . Pemberantasan hama dilakukan dengan Matador 25 EC dan untuk penyakit fungi (jamur) dilakukan dengan penyemprotan Dithane M 45 dengan rotasi 14 hari.Seleksi Bibit Karena sebab-sebab tertentu seperti genetis. dan setiap tanggal penanaman dibuat label. Setiap bibit membutuhkan 0. tanah tersebut bebas dari batu-batuan. Prestasi ayak = .1-0.25 cm. dimana bibit telah mempunyai 3-4 helai daun adalah saat yang paling baik untuk dipindahkan ke lapangan (Main Nursery).2 Main Nursery (Pembibitan Utama) a. Pada kantong plastik yang kurang tanahnya dilakukan penambahan tanah. Setiap 1 m2 tanah top soil dapat diisi large polybag sebanyak ±40 st. . Prestasi Kerja = 1000 st/Hk.5 cm. Prestasi Kerja = 100. sebelum tanah diisikan terlebih dahulu diayak dengan ayakan 1-1 cm.000 st/Hk. Seleksi bibit dilakukan 2 kali yakni pada umur 2 bulan setelah tanam dan pada saat pemindahan ke Main Nursery.Menyiang dalam Baby Polybag Rumput-rumput yang tumbuh dalam kantong plastik disiang (dicabut) dengan manual dengan rotasi 14 hari.Penyiraman Dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore.Pemindahan Bibit Pada saat bibit berumur 3 bulan. Lubang dibuat dengan jari sedalam 2-3 cm di tengah kantong plastik dan kemudian ditutup dengan tanah 1-1. untuk pemberantasannya denagan Dithane M45 (cons 0.10. Sedang penyakitnya adalah Helminthosporium. Media Tamah/Pengisian Tanah yang digunakan untuk pengisian large polybag adalah tanah top soil (10-15 cm) yang diangkat dari areal lain.3 % compound 12:12:17:2 (3 gram/liter air) dengan rotasi 1 minggu • Penyemprotan pertama dilakukan apabila kecambah telah berumur 1 bulan setelah tanam • Prestasi per Hk = 5. Prestasi Kerja = 7. Prestasi Kerja = 1. .500 St/HK.3 % (3 gram/liter air) dan 0. gangguan hama dan penyakit dll dilakukan seleksi bibit sesuai dengan : II1/Si/i/1985. kesalahan kultur tehnis. .Pemupukan Pelaksanaan pemupukan dilakukan menurut : II1/Si/i/1989 sebagai berikut : • Diselang-seling antara larutan urea 0. penyiramannya harus hati-hati agar kecambah tidak sampai terbongkar dan harus memakai gembor. Prestasi Kerja = 100. Prestasi Kerja = 20.000 St/Hk.000 St/HK. belalang dll.15%).000 st/HK.000 st . Diangkat dengan memakai kotak-kotak yang telah disiapkan.Pemberantasan Hama dan Penyakit Hama yang sering mengganggu bibit muda adalah semut. Bibit yang terkena seleksi bibit ditandai dengan pemberian pancang bamboo yang berukuran panjang 15 cm dengan diameter 0.harus mengarah ke bawah. akar-akar dan bertekstur baik.

Bagian atas polybag dibiarkan kosong setinggi 2-3 cm untuk yempat meletakkan pupuk. Penyusunan polybag disesuaikan dengan jaringan jalan dan jaringan pipa air. rotasi 21 hari. Draenase Pembuatan draenase selalu disesuaikan dengan keadaan areal.Penanaman Sebelum bibit ditanam terlebih dahulu dibuat lubang tanaman pada tanah polybag sedalam ±20-25 cm. Prestasi memupuk = 3. d. ukuran tidak standard dan terlalu tipis tidak digunakan.Mulch Setiap bibit kelapa sawit dalam polybag yang telah berumur ±1 bulan setelah tanam diisi 0. dimana volumenya telah disesuaikan dengan dosis pada : II1/Si/i/1989. Keuntungan yang didapat dengan menggunakan cangkang : • Dapat mengurangi penguapan air • Mencegah terbentuknya lapisan keras dipermukaan tanah • Mencegah semburan keras dari penyiraman dan hujan . Large Polybag (1 kg ±23 lembar) Large polybag yang digunakan berukuran 40x50 cm dengan tebal 0. Tanah disekelilingnya dipadatkan dengan cara menekan. Kemudian bibit dimasukkan ke dalam lubang tanaman dengan terlebih dahulu membuang plastiknya. Takaraan yang digunakan di buat dari bambu. Prestasi menyiram = 4. Dikerjakan dengan tenaga KS dengan perbandingan 1:2 (1 orang laki-laki dengan 2 orang penyemprot wanita). untuk menghindari genangan air pada musim hujan maupun genangan pada penyiraman.000 st/Hk.100 st/HK. e. Apabila curah hujan ≥10 mm maka bibit tidak perlu disiram. • Penyiangan Dalam Polybag Dikerjakan secara manual dengan tenaga BHL wanita. b. . Prestassi Kerja = 10 Hk/Ha. berarti ± 1. Prestasi Tanam = 2.000 st/Hk.20 mm pada bagian bawah dan tengah mempunyai lubang dengan jarak 5 cm. c. Pemeliharaan . sampai batas leher akar. lebar lubang ± 0. Dan selanjutnya 1 kali sehari tetapi jumlah air per polybag perhari ±2-3 liter/hari.000 pk/Hk. rotasi14 hari. dan isi tanah = 100 st/HK. Apabila ada kerusakan kantong plastik misalnya tidak mempunyai lubang. Penyiraman dilaksanakan 2 kali sehari (pagi 3 jam dan sore 3 jam) selama 3 bulan pertama. Pemancangan Sebelum dimulai menyusun polybag terlebih dahulu dipancang dengan jarak 80x68 cm (segitiga sama sisi).30 cm.Penyiangan Dibagi dalam 2 bagian yaitu: • Penyiangan Gawangan Dilaksanakan secara khemis dengan menggunakan bahan kimia Paracol dengan dosis 2 liter/Ha.Pemupukan Pelaksanaan pemupukan dilaksanakan sesuai : II1/Si/1/1989 sebagai berikut : Cara pemupukan tersebut adalah dengan menaburkan pupuk disekitar pokok pada polybag. Dengan cara ini semua gulma yang tumbuh dipermukaan polybag harus dicabut. dimana prestasi kerja 3. cangkang dll. Tempat duduknya polybag selalu diratakan agar letak polybag tegak lurus dan kelihatan rapi.500 st/Ha. .000 pk/Hk.5 kg dengan prestasi kerja = 1. .000 Pk/HK.Penyiraman Penyiraman di Main Nursery merupakan salah satu tindakan tehnis yang pelu mendapat perhatian. . Untuk mendapatkan bibit dengan kualitas pertumbuhan yang baik. Perstasi Kerja = 2 HK/Ha/rotasi.

tahap kedua setiap 4 baris tanaman.000 bibit 1x 14 hari. Perlakuan 4 tahap yakni pada umur : • 2 (Dua) bulan setelah tanam di Main Nursery • 4 (Empat) bulan setelah tanam di Main Nursery • 7 (Tujuh) bulan setelah tanam di Main Nursery • Saat pemindahan bibit ke lapangan (Displanting) Bentuk bibit abnormal yang harus diseleksi : • Bibit yang tumbuh meninggi dan kaku (erected) dengan sudut pelepah yang kecil (tajuk tegak) • Bibit yang permukaan tajuknya rata (dimana pelepah yang lebih muda lebih pendek) • Bibit yang tumbuh lemah terkulai (merunduk) • Bibit yang anak daunnya tidak membelah • Kerusakan akibat hama dan penyakit • Bibit yang anak daunnya mempunyai sudut yang tajam dan rachis • Bibit yang anak daunnya pendek • Bibit yang jarak antara anak daun panjang dan pendek . Gambar 2. pengendalian hama dan penyakit.000 bibit rotassi 14 hari. Dibangun secara bertahap yakni setiap 8 baris tanaman dibuat 1 pasar kontrol. pembuatan pasar kontrol (pasar kontrol).Pembrantasan Hama dan Penyakit Untuk mencegah terjadinya serangan hama pada bibit dilakukan penyemprotan dengan Matador 25 Ec dengan dosis 250 cc/200 liter air untuk 4.Biaya Persiapan Pembibitan (Terampil) • Pre Nursery • Main Nursery 1. sehingga diharapkan pada tanaman menghasilkan (TM) berproduksi baik. . penyisipan. yaitu penyiangan areal. . tenaga yang digunakan = 4 HK/Ha.6% + 2. Tanaman TBM 3. Lebar pasar kontrol 1 m dibuat sepanjang blok tanaman. pemupukan. dan menjelang panen setiap 2 baris tanaman. kastrasi dan tunas pasir.000 St/HK.1 Pembuatan Pasar kontrol Pasar kontrol dibuat ditengah-tengah gawangan kelapa sawit. Apabila dijumpai ada gejala serangan penyakit seperti akibat jamur (Cercospora sp. pemeliharaan penutup tanah. pemeliharaan jalan.• Dapat mempertahankan kelembaban tanah • Mengurangi pertumbuhan gulma di polybag . pemeliharaan piringan pohon.2 Tanaman Belum Mengahasilkan (TBM) Pemeliharaan pada tanaman ini sangat diperlukan atau harus dilaksanakan untuk menjaga agar pertumbuhan vegetative tetap dalam keadaan baik. TBM (tanaman belum menghasilkan) adalah tanaman yang dipelihara sejak bulan penanaman pertama sampai dipanen pada umur 30-36 bulan. pembuatan parit drainase. Prestasi Kerja = 4. konsolidasi.Seleksi Bibit Seleksi bibit dilakukan bertahap karena kemunculan gejala abnormal sejalan umur bibit.4 D Amine 0.2.5% dengan rotasi 1 x 2 bulan.) disemprot dengan dithane M 45 dengan dosis 330 gram/200 liter air untuk 4. persiapan sarana panen. Pembuatan pasar kontrol pada areal penutup tanah dapat dilaksanakan secara kimia dengan menggunakan glifosat 0. Selama masa TBM diperlukan beberapa jenis pekerjaan yang secara teratur harus dilaksanakan.

kemudian di ujung garis tengah piringan pohon tersebut dibuat batas melingkar keliling pohon. 3. Kondisi Jalan pada Areal TBM 3. tumbang.2. Penyiangan dapat dilakukan secara manual (menggaruk) atau cara kimia (penyemprotan).2. abnormal. 12 x setahun . 3. 2 dan 3. Kegiatan konsolidasi meliputi : a. setelah selesai penanaman kelapa sawit di lapangan masih diperlukan tahap pekerjaan konsolidasi. Menegakkan kembali tanaman yang miring dan tumbang dengan memadatkan tanah di sekeliling tanaman yang masih gembur. terkena serangan hama dan penyakit. membuka saluran air dari jalan.0 HK/Ha/rotasi.4 Penyisipan Hasil sensus pohon setiap tahun pada areal TBM dapat menunjukkan jumlah pohon yang akan disisip. Menginventarisasi tanaman yang mati. b. namun penyisipan individu tidak dilakukan lagi karena tanaman asli sudah cukup tinggi.3 Pembuatan Parit Drainase Pemeliharaan parit drainase bertujuan mengangkat atau menggali tanah yang menutupi parit sehingga ukuran tetap seperti semula.2. Setelah terbentuk batas piringan pohon yang dimaksud baru digaruk dari pinggir piringan ke arah dalam.2. Walaupun demikian karena penanaman biasanya dilaksanakan pada skala yang luas maka masih selalu terjadi penanaman yang tidak sesuai dengan kultur teknis. sehingga tanah bersih dari rumput. membabat rumput-rumput di kaki lima jalan dan pengerasan jalan pada lokasi yang perlu dengan standar 10 m/ha/tahun.5 HK/Ha/rotasi.2.6 Pemeliharaan Piringan Pohon Penyiangan dilakukan dengan menyingkirkan semua jenis tumbuhan dari permukaan tanah selebar piringan pohon yang telah dilakukan. Jari-jari piringan pohon disesuaikan dengan umur tanaman kelapa sawit: .3.2 Pemeliharaan Jalan Kegiatan pemeliharaan jalan meliputi memadatkan.TBM III = 150 cm Rotasi dan kapasitas pengendalian gulma piringan pohon adalah sebagai berikut: .TBM I = 100 cm . pada penyisipan TBM 3 penyisipan dilakukan pada areal kosong yang cukup luas atau mengelompok. Cara Manual Terlebih dahulu di ukur garis tengah piringan pohon sesuai dengan ketentuan. Gambar 3. sehingga tanaman sisipan terhambat pertumbuahannya. Jalan produksi dipersiapkan sejak TBM dan pengerasan dilakukan secara bertahap sehingga pada saat TM kondisi jalan tersebut telah sempurna.TBM II = 125 cm .5 Konsolidasi Konsolidasi pada tanaman kelapa sawit adalah tindakan rehabilitasi terhadap tanaman yang baru ditanam. a. Persiapan dan penanaman kelapa sawit di perkebunan pada umumnya dilaksanakan dengan cukup baik.TBM I = 2. 8 x setahun . Pada areal TBM peliharaan parit dilakukan 1 kali dalam 6 bulan. Penyisipan dilakukan pada tanaman yang mati atau tidak normal dan dilakukan pada musim hujan. Pemeliharaan jalan dapat dilakukan secara mekanis dengan menggunakan road grader Pemeliharaan dilakukan sekali dalam 3 bulan. 3. Oleh karena itu. Selanjutnya rumput-rumput disingkirkan dari piringan pohon. Tanaman yang perlu disisip adalah pada areal TBM 1.TBM II = 3.

2.0 HK/Ha/rotasi. Tenaga yang yangdigunakan 0. Buru Lalang Lalang merupakan gulma/tumbuhan pengganggu yang berbahaya terhadap tanaman perkebunan. ditempatkan tidak bersentuhan dengan tanah. atau melalui spora yang disebarkan oleh angin. kemungkinan tanaman akan amti atau tumbuh tunas baru satu atau lebih. Penyiangan Manual .5 m..6) menggunakan bahan Glyphosate dengan dosis 300 cc/ha/rotasi. Mengingat hampir semua perkebunan kelapa sawit di Indonesia berada pada areal bekas hutan hujan tropika. Penyakit Penyakit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense Pat juga sering dijumpai di TBM.3 Tanaman Menghasilkan (TM) 3.TBM III = 4. maka kemungkinan besar akan mengalami masalah penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB). 8 x setahun b. Banyaknya populasi lembu pada Kebun Sawit Seberang menimbulkan banyak masalah terutama serangan pada daun tanaman. Gejala awalnya pada daun kelapa sawit mudah (TBM-TM III) mengalami klorosis. Akar dan batang tersebut dikumpulkan. Penularan penyakit dari pohon ke pohon melalui pertautan antara akar sehat dengan akar sakit. 3. Kerusakan daun tanaman yang berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan kelapa sawit. Cara pelaksanaannya apabila dijumpai lalang. selanjutnya daun kelapa sawit muda layu atau mati. kemudian menggerek kearah titik tumbuh kelapa sawit.2 cm/hari.7 Pengendalian Hama dan Penyakit a. 3.1 Pemeliharaan Jenis pemeliharaan yang dilaksanakan untuk menghasilkan antara lain: 1. Hama Hama lainya adalah kumbang penggerek pucuk kelapa sawit (Oryctes rhinoceros) yang hinggap pada pelepah yang agak mudah. Pemakaian herbisida pada tanaman muda agar dilakukan dengan ekstra hati-hati sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap tanaman kelapa sawit. Hama dari golongan mamalia adalah lembu (Boss taurus). Gambar 4. Hama yang juga merusak titik tumbuh tanaman dan memakannya adalah tikus dan apabila serangan dengan intensitas tinggi harus dilakukan penanaman ulang. serta terjadi pembusukan pada jaringan pangkal batang dan akhirnya tanaman mati. pertama –tama kiri dan kanan lalang dari lalang tersebut kira – kira dibabat kira – kira 0. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan menggunakan MARFU-P. Apabila gerekan sampai ketitik tumbuh. Buru lalang dilakukan dengan teratur blok demi blok dengan rotasi 30 hari.3. b.3 HK/Ha . harus dari luar atau rhizomenya dan batang terambil semua dari dalam tanah dan tidak boleh putus. Panjang lubang penggerek dapat mencapai 4. Jamur ini merupakan penghuni tanah indigenous hutan hujan tropika dan hidup pada berbagai jenis palmae. kemudian baru digarpu dan tidak boleh langsung ke lalang. Pada daerah pengembangan karena kekuranagan tenaga kerja atau upah buruh yang mahal maka pengendallain gulma dengan cara kimia merupakan suatu alternatif yang efisien dan ekonomis. Cara Kimia Pemeliharaan piringan pohon secara kimia mulai dapat dilaksanakan pada areal TBM ke-III. sehingga kemungkinan untuk tumbuh kembali tidak ada. dengan rotasi 6 x setahun (R.

Herbisida yang digunakan adalah Gramoxone dengan dosis 0.3. Kondisi Jalan pada Areal TM 3. Khusus bagi areal miring penaburan pupuk 3/3 bagian sebelah atas dan 1/3 bagian sebelah bawah.2 cm/hari.5 m.3 HK/Ha dengan rotasi pada semester I : 90 hari dan semester II : 60 hari. keladi dan kerisan. Apabila gerekan sampai ketitik tumbuh. dan dihindarkan adanya gumpalan – gumpalan pupuk sewaktu penaburan. Hama yang juga merusak titik tumbuh tanaman dan memakannya adalah tikus dan apabila serangan dengan intensitas tinggi harus dilakukan penanaman ulang. .Gambar 5. pelepah daun yang dipotong dan tercuci oleh air hujan.2 Pemupukan Untuk menjaga keseimbangan unsure hara dalam tanaman akibat diangkut oleh buah yang dipanen. untuk menjaga kebersihan kebun tersebut maka sirkuit rotasinya adalah 60 hari dengan kebutuhan tenaga per hektarnya adalah 0.5 HK/Ha. kemungkinan tanaman akan amti atau tumbuh tunas baru satu atau lebih. Hama Hama lainya adalah kumbang penggerek pucuk kelapa sawit (Oryctes rhinoceros) yang hinggap pada pelepah yang agak mudah. Pupuk yang digunakan adalah pupuk tunggal yaitu: • Urea (ZA) 2 aplikasi • Rock Phosphate (RP) 1 aplikasi • MOP (abu janjang) 2 aplikasi • Kieserit (dolomit) 2 aplikasi Apabila curah hujan yang tinggi atau musim kering maka pemberian pupuk ditunda atau dihindarkan. kemudian menggerek kearah titik tumbuh kelapa sawit. Gulma yang dicabut adalah kayu – kayuan. 3.5 m – 2. Panjang lubang penggerek dapat mencapai 4. mimosa. 3. Alat yang digunakan adalah garpu. maka pemupukan sangat dibutuhkan. tenaga yang dibutuhkan 0.5 HK. Pasar Mati 2. Bentuk jalan yang dikehendaki adalah: • Berbentuk batok mengkurap dan rata tidak berlobang – lobang • Benteng paret tidak perlu ada • Paret – paret jalan hanya diperlukan sebagai jalan besar (main road) dan transport road. Perbandingan tenaga kerja antara pelangsir dengan penyemprot adalah 1: 2. pasar pikul. buah dll.3 L/30 Ltr air dalam 1 Ha.4 Pengendalian Hama dan Penyakit a.3 Pemeliharaan Jalan Sarana jalan yang baik dan cukup sangat diperlukan terutama dalam pengangkutan pupuk. supaya terhindar dari genangan air • Harus mendapat sinar matahari dan selalu kering • Tidak dibenarkan terjadi genangan air di permukaan jalan.3. 3. Pemupukan pada tanaman menghasilkan harus melalui rekomendasi pemupukan. Tenaga kerja yang dibutuhkan 0. pakis.3. Cara pemberiannya ditabur secara merata di piringan yang sudah bersih dan jarak dari pohon ± 0. Cabutan Penyiangan dengan cara cabutan dilakukan di gawangan tanaman. Menyiang Secara Khemis Penyiangan dilakukan pada piringan. dimana perbangdingan tenaga kerja laki –laki dan perempuan 1: 2. Gambar 6. pasar blok dan TPH.

4. • Matang panen tanaman: telah terdapat 60 % dari tanaman telah matang panen. harus lebih dahulu pelepah – pelepah pasir ditunas ± 3 bulan sebelum panen dasar. serta terjadi pembusukan pada jaringan pangkal batang dan akhirnya tanaman mati. b. .3. • Pelepah yang dianggap tidak berfungsi lagi. Pemeriksaan blok – blok yang sudah matang panen terdiri dari: • Matang panen tandan : sebagian buahnya sudah membrondol. Penyakit Penyakit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense Pat juga sering dijumpai di TBM. • Matang panen pohon : paling sedikit dua tandan telah membusuk dan satu tandan matang. Jamur ini merupakan penghuni tanah indigenous hutan hujan tropika dan hidup pada berbagai jenis palmae. Buang buah pasir atau busuk • Buah pasir yang dibuang adalah buah yang berada di atas pelepah pasir sampai dua lingkaran bunga pertama dengan dodos kecil • Buah pasir yang beratnya > 5 kg dapat dikirim ke pabrik dan < 3 kg dibuang • Tenaga yang dibutuhkan dalam 1 Ha adalah 2 HK.5 Ha terdapat 1 TPH dengan ukuran 3 x 5 m dan berangsur – angsur diperpanjang sesuai dengan perkembangan produksi di areal tersebut sehingga satu saat maksimal 3 x 9 m. Gejala awalnya pada daun kelapa sawit mudah (TBM-TM III) mengalami klorosis. Mengingat hampir semua perkebunan kelapa sawit di Indonesia berada pada areal bekas hutan hujan tropika. Penularan penyakit dari pohon kepohon melalui pertautan antara akar sehat dengan akar sakit.5 Panen dan Pengumpulan Panen pada tanaman kelapa sawit dimulai pada umur 2.Gejala Serangan Oryctes Hama dari golongan mamalia adalah lembu (Boss taurus). Gambar 10. dimana dalam 2.5 – 3 tahun yang disebut TM I. Kerusakan daun tanaman yang berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan kelapa sawit. Prestasi kerja 1 HK : 2 buah. • Disusun di gawangan yang tidak terkena pasar panen. TPH (Tempat Penerimaan Hasil) Tempat penerimaan hasil harus disiapkan sebelum panen dasar dimulai. maka kemungkinan besar akan mengalami masalah penyakit BPB. Pasar pikul Pasar pikul sudah tersedia sebelum panen dasar dan bertujuan untuk jalan pemanen. Tempat Pengumpulan Hasil 5. Prestasi kerja adalah: 100 Pk/Ha 3. selanjutnya daun kelapa sawit muda layu atau mati. atau pelepah yang berada dibawah dua lingkaran tandan. dimana sebelumnya sudah dilaksanakan persiapan panen sebagai berikut: 1. Tunas pasir Sebelum panen dilaksanakan.Gambar 7. • Pemotongan dilakukan serapat mungkin dengan batang. Gambar 9. 2. atau melalui spora yang disebarkan oleh angin. Gejala Serangan Ganoderma 3. Alat yang digunakan adalah arit tunas atau dodos kecil (6 – 8 cm). Syarat – syarat tunas pasir: • Pelepah yang ditunas adalah pelepah paling bawah dan rapat ke tanah. Banyaknya populasi lembu pada Kebun Sawit Seberang menimbulkan banyak masalah terutama serangan pada daun tanaman. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan menggunakan MARFU – P.

Sehingga prestasi panen yang diharapkan akan tercapai. Persyaratan Panen • Tandan yang baik dipanen adalah fraksi 2 dan 3.5. 8. pakis . Selain kepada tanaman kelapa sawit itu sendiri juga kepada pemanen dan pekerja yang berhubungan dengan panen. • Brondolan dikutip bersih dari piringan. • Ganggang panjang yang dipanen tidak boleh lebih dari 2 cm. Tunas Pemeliharaan Tunas pemeliharaan pada tanaman yang berumur 3-8 tahun jumlah pelepah minimum yang tinggal 48 pelepah. tandan yang dapat dipanen harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : Fraksi Jumlah Brondolan yang Lepas Kematangan 0 1-12. dan kelapa sawit yang tumbuh dipokok sepanjang masih dapat dijangkau oleh alat harus dibuang. Titi terbuat dari beton atau batang kelapa yang diatur penempatannya sehingga rata – rata: • 12 m/Ha untuk daerah rendahan. gawangan pasar pikul dan pada ketiak daun dan dimasukkan dalam goni setelah sampah-sampah yang ikut serta dengan brondolan dibuang. rumput-rumputan. Pasar Pikul 6. Teknis Tunasan. • Tandan yang sudah masak (matang) tidak boleh tinggal dipohon. 2 pasang dalam setahun dan plengki kecil untuk tempat brondolan. • Pelepah dipotong serapat mingkin kebatang dengan bentuk tapak kuda keluar dan rencek menjadi 3 bagian. • 6 m/Ha untuk daerah berbukit. dilakukan 2x dalam setahun.5x dalam setahun. 3. disamping faKtor lainnya. Alat panen Panen dasar sampai tanaman berumur ± 3 tahun. Prestasi tunas an nuntuk tanaman yang berumur 3-8 tahun : 100 Pk/Hk dan tanaman yang berumur ≥ 9 tahun : 70 Pk/HK. Ini semua dilanjutkan dengan pemeliharaan sebagai contoh: • Pemeliharaan TPH. ada factor lain yang harus diperhatikan. Dan pada tanaman yang bmur ≥ 9 tahun. • Susunan pelepah digawangan antara pasar pikul dimana dimana pangkal pelepah yang berduri diletakkan tertelungkup sebelah bawah. • Bila kurang dari pelepah. lalu ditutup dengan bagian pelepah lainnya. Titi panen Titi panen juga merupakan penunjang yang sama tujuannya dengan pasar pikul dalam mempermudah dan meningkatkan prestasi pemanen. • Pangkal pelepah yang tinggal dipohon harus tapak kuda terbalik.5. alat yang digunakan adalah dodos.1 Pengertian Panen Panen adalah mendatangi pokok ke pokok untuk memotong dan mengambil buah segar menurut criteria matang panen.2 Kriteria matang panen Kriteria matang panen yang baik adalah pada saat kandungan minyak maksimum dalam daging buah dan kadar ALB serendah mungkin. keranjang buah.50 – 25 % brondolan buah luar Kurang matang 2 25 – 50 % brondolan buah luar Matang 3 50 – 75 % brondolan buah luar Matang 4 75 – 100 % brondolan buah luar Lewat matang 5 Bagian dalam ikut membrondol Lewat matang Tabel 3. Hal ini dapa dicirikan oleh adanya buah yang membrondol. jumlah pelepah yang tinggal minimum 40 pelepah dengan rotasi 1. • Bunga jantan yang sudah kering atau membusuk. • Pelepah dipotong 3 dan disusun digawangan. • Pemeliharaan pasar pikul. Disamping persyaratan diatas dalam mencapai keberhasilan panen yang baik. tidak perlu dilakukan penunasan.3. kayu-kayuan. 7. 3. Faktor – faktor ini akan menunjang keberhasilan dalam panen baik kuantitas maupun kulitas. • Pelepah yang tertinggal dipokok setelah ditunas adalah 48 pelepah (6 spiral) dengan songgo 1. Dalam hal ini perlu diadakan peraturan atau syarat-syarat yang harus dituruti. • Tunas pemeliharaan. Fraksi Matang Panen pada Tanaman Kelapa Sawit Kriteria Matang Panen dan Standard Antar Fraksi Berat Tandzan Fraksi Mentah Matang Normal Lewat Matang Buah Brondolan 0 00 I II III IV V ≤5 Kg >5 Kg Tidak membrondol/warna hitam .50 % brondolan buah luar Mentah 1 12. cukup dengan pembersihan pohon saja.pakisan.3. Prinsip yang selalu menjadi dasar dalam penentuan system panen adalah bertujuan untuk mencapai rendfemen yang maksimal dan ALB yang rendah. Gambar 11.

.5% 0% 4%-8% Tabel 4.3 Pembagian Kapveld Menurut Rotasi Panen Kapveld atau ancak panen adalah pembagian areal atas ancak panen harian yang disesuaikan dengan rotasi panen.Tidak membrondol/warna hitam 1-4 Brondolan 1-9 brondolan 5 Brondolan s/d 12.5% buah luar membrondol 12.5% 0.5. Kriteria Matang Panen dan Standard Antar Fraksi 3.3.5% buah luar membrondol 10 brondolan s/d 12.51% s/d 24% buah luar membrondol 25-49% Buah luar membrondol 25%-49% buah luar membrondol 50%-75% buah Buah luar membrondol 50%-75% buah luar membrondol 76-100% Buah luar membrondol 76%-100% buah luar membrondol Gagang membusuk dan buah luar membrondol gagang membusuk dan buah dalam membrondol Standard 0% 40% 40% 14% 5.5% s/d 24% buah luar membrondol 12.

jumlah hari panen dalasm seminggu dapat diperpendek dari 4 menjadi 4 hari dengan catatan internal antara rotasi harus dipertahankan 7 hari. • Tetapkan baris sampel dalam setiap blok sampel (bersifat permanen) • Seluruh pohon dalam baris sampel diperiksa dan dihitung jumlah tandan buahnya lalu dicatat.6 Perhitumgan Angka Kerapatan Panen (AKP) Angka Kerapatan Panen (AKP) adalah suatu satuan yang mengindikasikan rata-rata tandan matang panen/pohon dan penyebaran tandan matang panen. setelah selesai pindah ke blok lainnya. • Dibenarkan dengan sistem 6/7 yaitu sampai dengan hari minggu dan libur. dan seterusnya. Satu orang pemanen memanen tiap dua baris (1 gawangan).5. Untuk menghindari pengangkutan yang berulang-ulang pada jalan yang sama (hal ini dapat menekan biaya angkutan. 3. Untuk kebun yang tidak mempunyai pabrik (PKS) rencana panen agar disesuaikan dengan rencana olah PKS oleh tempat mengolah. Hasilnya lalu dikalikan dengan jumlah rata-rata tandan.3.5. Hanca panen ditetapkan berdasarkan kapveld yang sudah dipedomani dan ditetapkan kepada masing-masing mandoran panen dan mandor bertanggung jawab menyelesaikan hanca yang sudah dibagi/ditetapkan. maka sebaiknya letak kapveld disusun memanjang sedemikian rupa mengikuti jarak jalan transportasi. 3. Maka akan diperoleh AKP. Ancak panen terdiri dari dua yaitu ancak tetap dan giring. 3. pemanen dan areal panen adalah tetap. Orang I memanen baris 1 sampai 10. • Seluruh tandan buah dijumlahkan.Pembagian kapveld yang umum dipakai pada pembagian areal TM Kelapa Sawit per afdeling sebagai berikut : • Dibagi 5 atau 8 kapveld. mencegah kerusakan jalan serta meningkatkan frekuensi angkutan produksi perkendaraan). Pada sistem ancak tetap. • Lalu jumlah seluruh tanaman dibagikan dengan jumlah AKP.4 Ancak panen Ancak panen adalah luasan yang menjadi tanggung jawab pemanen.5 Sistem Panen Sistem panen dilakukan dengan hanca giring tetap dan hanca giring tidak tetap. lalu seluruh sampel dibagikan dengan jumlah tandan yang telah dihitung. Areal panen biasanya berbukit sampai berlereng curam atau letaknya terpencil. • Dibagi 4 kapveld. Untuk kebun yang TM Kelapa Sawitnya relatip kecil. • Ditetapkan dengan system 5/7 atau jika kerapatan buah 10-12 dengan sistem 8/10. Kegunaan angka kerapatan panen adalah : • memperkirakan jumlah tandan matang-panen serta tunasnya • memperkirakan kebutuhan tenaga pemanen • memperhitungkan luas ancak untuk setiap pemanen • memperkirakan kebutuhan kendaraan. . • Dibagi 6 kapveld terjadi pada panen puncak (semester II). Ada 50 baris yang dipanen oleh 5 orang.3.3. kemudian pindah ke baris yang belum dipanen dan seterusnya sampai selesai satu blok dan pindah ke blok lain. Tata cara perhitungan AKP : • tetapkan blok sampel untuk setiap kapveld • satu blok sampel untuk setiap tahun tanam dalam satu kapveld maksimum 50 Ha • Pohon yang diamati 3-5 % dari jumlah pohon dalam satu blok sampel. orang II memanen baris 11-20. Sebagai contoh Blok A = 16 Ha.5. bagi kebun-kebun yang luas TM nya. Pada ancak giring pemanen secara bersama-sama memanen 1 blok. hal ini pada panen rendah hingga sedang (semester I dan bulan-bulan tertentu semester II).

sampah.5. buah sangat mentah (F.Pelepah disusun dan ditumpuk di tengah gawangan mati. .Tangkai tandan di potong mepet atau berbentuk huruf V (cengkem/mulut kodok).5 Egrek Sumber : Instruksi Kerja (IK) PTPN II Tabel 8. tidak boleh bercampur dengan tandan. .Setelah ancak (2 barisan) pertama selesai pindah gawangan di sebelah pemanen ancak terakhir.Tandan matang dipotong tangkainya.Seluruh tandan yang diangkut dicatat jumlah tandannya per pemanen. . 2) Di TPH . setiap pemanen membawa 2 bans tanaman (1 gawangan).Brondolan dikutip dan dikumpul dengan tandan dibawa ke TPH. . . .5.Pelepah yang menyangga (songgo) buah matang dipotong mepet.Alat angkut pada umumnya adalah truk. .Krani transport menyortir TBS di TPH.3.Gagang tandan menghadap ke atas. Peralatan Panen Sesuai Umur Tanaman 3. yang nantinya akan membawa buah hingga sampai dipabrik .5 Dodos besar (14 cm) >8 >5 >2. 00) tidak dibenarkan diangkat ke truk.Semua brondolan diangkut ke truk. .7 Peralatan Panen Alat panen yang digunakan sesuai umur tanaman sebagai berikut: Umur (Th) TM Tinggi Batang (M) Alat Panen 3-4 1-2 <0. tangkai tandan dan kotoran lainnya. Gambar 12.9 Dodos kecil (8 cm) 5-7 3-5 0. Tiap mandor panen mengawasi 10-15 orang pemanen.Brondolan ditumpuk di beiakang barisan tandan atau digonikan. . 3) Pengangkutan hasil .Buah segera diangkut ke PKS.8 Pelaksanaan Panen 1) Ancak . .Brondolan yang ada di ketiak pelepah diambil/dikorek.Buah diangkat ke TPH setelah selesai di potong. .Pada pagi hari. Perhitungan AKP 3. .Nomor pemanen dan tanggal panen ditulis pada tangkai tandan .3. .Berjalan di jalan pikul mencari buah matang sesuai kriteria matang panen.9-2.Tandan dan brondolan bebas dari pasir. . . paling lambat 12 jam dari saat panen.• Rekapitulasi kemudian dituangkan kedalam formulir rencana panen dan pengangkutan untuk dikirim ke kantor kebun.Tandan disusun 5 buah per baris di TPH. mandor membagi ancak pemanen yang dimulai dari jalan blok. .Pemanen diawasi oleh seorang mandor. .

gawangan. Hari ke-12 Jumat. 30 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang kastrasi pada tanaman belum menghasilkan Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang pasar mati. 26 Juni 2010 Istirahat. Hari ke-8 Senin. yaitu dari tanggal 21 Juni sampai 21 Juli. Hari ke-2 Selasa. PROGRAM MAGANG BERSAMA PEJABAT / STAF / KARYAWAN Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan di PTPN II Kebun Sawit Seberang yang berlangsung lebih kurang 30 hari. 28 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang penyiangan secara manual pada tanaman belum menghasilkan.Hari ke-10 Rabu. Di mulai dengan mempelajari tanaman penutup tanah pada tanaman kelapa sawit. piringan pada tanaman belum menghasilkan. 1 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang kriteria panen pada tanaman menghasilkan. umur panen pada tanaman menghasilkan. 2 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang penentuan . 25 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang pembuatan pasar pikul. Hari ke-9 Selasa. pada tanaman belum menghasilkan. 21 Juni 2010 Registrasi di tempat PKL dan penyampaian program PKL pada karyawan pimpinan di tempat PKL. Hari ke-7 Senin. Hari ke-6 Sabtu. 27Juni 2010 Istirahat. 24 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor Pembibitan kebun Sawit Seberang. Hari Ke-3 Rabu. . Hari Ke-4 Kamis. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut : Hari ke – 1 Senin. Di mulai dengan mempelajari pembibitan dimulai dari GS sampai main Nursery di PTPN II Kebun Sawit Seberang. Hari ke-5 jumat. Di mulai dengan perkenalan dengan karyawan maupun karyawan pimpinan di kebun tersebut serta pengumpulan informasi tentang profil PTPN II Kebun Sawit Seberang. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan lebih kurang 15 hari. 22 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor Pembibitan kebun Sawit Seberang.IV. 29 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang pemberantasan hama Oryctes sp. serta penempatan tempat tinggal (penginapan). Hari ke-11 Kamis. 23 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor Pembibitan kebun Sawit Seberang.

13 Juli 2010 Istirahat. Hari ke . 15 Juli 2010 Membuat laporan PKL. 20 Juli 2010 Hari ke – 31 Selasa. Hari ke-23 Selasa. Hari ke-18 Kamis. Hari ke-20 Sabtut. Hari ke-19 Jumat. 18 Juli 2010 Istirahat. Hari ke-26 Jumat. Hari ke – 30 Senin. Hari ke-16 Selasa. 11 Juli 2010 Aktivitas PKL mempelajari sistem administrasi kebun. Hari ke-25 Kamis. Hari ke-15 Senin. Hari ke – 28 Minggu.27 Sabtu. 16 Juli 2010 Membuat laporan PKL. 19 Juli 2010 Kunjungan. Hari ke-22 Senin. 5 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang penentuan analisa daun pada tanaman menghasilkan. 9 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor kebun afdeling III mempelajari tentang telling pada tanaman menghasilkan. Hari ke-14 Minggu. 21 Juli 2010 . 8 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling II mempelajari tentang telling pada tanaman menghasilkan. Hari ke-21 Minggu. 10 Juli 2010 Aktivitas PKL mempelajari sistem administrasi kebun.phylotaksis pada tanaman menghasilkan. 17 Juli 2010 Istirahat. Hari ke-17 Rabu . 6 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang alat alat untuk pemanenan seperti dodos dan egrek pada tanaman menghasilkan. 7 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling I mempelajari tentang telling pada tanaman menghasilkan. 14 Juli 2010 Aktivitas PKL mempelajari sistem administrasi kebun. Hari ke – 29 Senin. 12 Juli 2010 Istirahat. 4 Juli 2010 Istirahat. Hari ke-24 Rabu. 3 Juli 2010 Istirahat. Hari ke-13 Sabtu.

Kerusakan daun tanaman yang berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan kelapa sawit. 5. para peserta PKL mengamati ada beberapa masalah yang terjadi pada unit Kebun Sawit Seberang. juga sering dijumpai di TBM sehingga menyerang tanaman yang berada di sekitarnya. Pengendalian gulma dilakukan secara manual. Keterlambatan dalam pengangkutan dan hasil panen sehingga juga dapat menghambat dalam pengolahan TBS sehingga dapat mengurangi rendemen dan kualitas CPO dari kelapa sawit tersebut juga menurun. 3. Hama dari golongan mamalia adalah lembu (Boss taurus). 2. sebagian daerah tempat penanaman kelapa sawit adalah berbukit atau bergelombang sehingga sulit dalam hal pemupukan dan pemanenan. yaitu dengan menggunakan bahan aktif Paraquat. Banyaknya populasi lembu pada Kebun Sawit Seberang menimbulkan banyak masalah terutama serangan pada daun tanaman kelapa sawit khususnya pada tanaman belum menghasilkan. Saran Diharapkan kepada seluruh karyawan yang bekerja di kebun agar memanen buah yang sesuai dengan kriteria matang panen. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. yaitu dengan cara dongkel mata merah dan secara khemis. Keterlambatan dalam pengendalian penyakit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense Pat. . 4. Perkebunan Nusantara II Kebun Sawit Seberang. Matang panen dapat dilihat setelah 2-3 brondol lepas dari tandannya. II dan III pada Kebun Sawit Seberang dikhususkan untuk tanaman kelapa sawit. Pemeliharaan pasar pikul dilakukan dengan rotasi sekali dalam 3 bulan. Sistem panen dilakukan dengan meninggalkan minimal dua pelepah daun dibawah dari buah yang hendak dipanen (songgoh dua). yang dilaksanakan secara manual dan khemis. Afdeling I.TOPIK PERMASALAHAN DI LOKASI PKL Selama berlangsungnya kegiatan PKL di PT. Rotasi panen yang digunakan adalah 5/7 dan 6/7.

Prawirosukarto. Sutarta. E.Satyawibawa. PENGARUH KEDALAMAN TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA Junita Sinambela/070301054 Mahasiswi Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.. 2001. Y. K1 0 cm. Lubis. 2005. I. Budiana dan Kusmahadi.S. A. S. J.S. Kelapa Sawit Edisi Revisi.D. R. Sedangkan faktor kedua adalah K. D.H. Purba. K4 15 cm. A. Ishak.Jakarta. P. Elisabeth.DAFTAR PUSTAKA Anonim. S. H.R. K3 5 cm. T. Sutanto. H. ABSTRAK Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.. PPKS. S2 Asystasia intrusa. E.Hartono. Medan. Medan. E. Sejarah Singkat Kebun Sawit Seberang. Siahaan. I. W. Vademecum Kelapa Sawit. http://www. A. Dari percobaan diperoleh bahwa gulma yang banyak tumbuh adalah pada kedalaman 15 cm yaitu jenis gulma Amaranthus sp. pada tanggal 19 November 2009. A. H. PTP N IV (Persero) Bah Jambi.. C. Teknologi Budidaya dan Pengolahan Kelapa Sawit. dengan ketinggian tempat ± 25 m dpl. Diakses tanggal 20 Maret 2010. FP-USU. Siantar. Purba. Percobaan tersebut menggunakan 2 faktor perlakuan yaitu faktor 1 adalah jenis gulma S1 Amaranthuss sp. A. 2002.wikipedia. Widyastuti. Dja’far.Y. (3 pages). Penebar Swadaya. Kelapa Sawit. 2004. Haryati. S. Yenni.E. Purba. R. Soehardjo. Sawit Seberang. Percobaan ini bertujuan untuk mencatat kemampuan sejumlah gulma untuk muncul dari kedalaman yang berbeda-beda. Sumatera Utara Medan. .D. Purba. K2 1 cm. Darnoko. Winarna dan Y. Rahutomo. P.org. Budidaya Kelapa Sawit. Koedadiri.. Medan. Harahap. PTP N II Kebun Sawit Seberang. L.H.Y. Darmosarkoro. Fadli. Purba. Utomo. Sianturi. Harahap. R. Fauzi. Sugiyono. Y.. Medan.. Suprianto.

Kunci : perkecambahan. pH tanah. sehingga kadang-kadang disiri sebagai tanda kearah suku. Kondisi cadangan biji juga tergantung pada dormansi dan lama biji tersebut tahan terdapat dalam tanah (Sukman dan Yakup. dkk. Setelah pembenaman sekitar 5 tahun. aerasi. pada leguminosa kotiledon biasanya tebal karena banyak mengandung cadangan makanan. warna. Ipomea turbinata: 33%. Hal ini umum dijumpai pada gulma dari golongan teki. label untuk menandai polibag. Kedalaman pembenaman tidak selalu berpengaruh pada lamanya hidup biji. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil . Dalam percobaan ini polibag diisi ¾ topsoil dan benih tersebut diletakkan diatasnya sesuai dengan perlakuan dan diberi label untuk menandai perlakuan serta ulangannya. bij-biji gulma yang masih viabel seperti Sorghum halepense: 48%. 1993). Bentuk kotiledon ini sangat bervariasi. sebagai objek pengamatan. kedalaman tanah. b) ukuran. benih Asystasia intrusa dan Amaranthus sp. tekstur dan pertulangan daun pertama kadang-kadang dapat tidak sama dengan daun pada gulma yang telah dewasa. permukaan epikotil (bagian batang yang terletak di atas kotiledon). ujung kotiledon selalu terbelah. BAHAN DAN METODE Percobaan ini menggunakan polibag sebagai media tanam. Sesbania exaltata: 18% dan Ipomea lacunosa: 13% (Moenandir. topsoil sebagai media tanam. warna. 1984). 1984). Dalam biji terimbibisi ini daya perkecambahan biji masih tetap tinggi (Tjitrosoedirdjo.. ukuran. unsur-unsur makanan dalam tanah dan lain-lain. gulma PENDAHULUAN Biji-biji gulma mengalami dormansi sekunder mampu berkecambah setelah dibawa kepermukaan tanah. f) adanya daun penumpu atau okrea seperti pada gulma dewasa (Tjitrosoedirdjo. Untuk mengidentifikasi semai. Anoda cristata: 30%. tekstur dan pertulangan kotiledon.. e) biji yang tetap melekat pada semai. dkk. Misalnya pada Convolvulaceae. Faktor tanah yang turut menentukan distribusi gulma antara lain : kelembaban tanah. warna. Diamati gulma apa saja yang tumbuh setiap hari sampai pengamatan terakhir dan dicatat datanya. Abutilin theophrasti: 30%. d) jumlah. Umumnya gulma mempunyai kemampuan bersaing yang cukup baik pada semua mcam tipe tanah. 1995). bentuk. Bila dormansi diperpanjang waktunya akan mengalami imbibisi sehingga jaringan embrio menjadi rusak. tanda-tanda karakteristik yang dapat dipakai misalnya: a) ukuran. c) jumlah. bentuk. warna. permukaan hipokotil (bagian batang yang terletak di bawah kotiledon). ukuran.

6 5 5 10 14 16 25 13 3 16 40 Nama Gulma Perlakuan S2K0 S2K1 S2K2 S2K3 S2K4 123123123123123 Asystasia intrussa. Dan Asystasia intrussa KESIMPULAN 1. Hal ini sesuai dengan literatur Sukman dan Yakup (1991) yang menyatakan bahwa kondisi cadangan biji juga tergantung pada dormansi dan lama biji tersebut tahan terdapat dalam tanah. J.. DAFTAR PUSTAKA Moenandir. 2. Raja Grafindo Persada. Dan Asystasia intrussa Nama Gulma Perlakuan S1K0 S1K1 S1K2 S1K3 S1K4 123123123123123 Amaranthus sp..1 2 2 1 1 20 6 2 . Hal ini sesuai dengan literatur dari Tjitrosoedirjdo. Hal ini mungkin disebabkan karena beberapa faktor yaitu dari benih tersebut yang sudah ketuaan. Grafik Pertumbuhan Kecambah Gulma Amaranthus sp. 10 5 10 6 3 4 . memilki ketahanan untuk bertahan hidup pada setiap kedalaman tanah. 5 8 7 1 2 3 . ada gulma yang tidak dapat tumbuh pada suatu kedalaman. Dari hasil percobaan dapat dilihat pada data bahwa benih Amaranthus sp. 1993. atau karena faktor lingkungan. PT. (1984) yang menyatakan bahwa biji-biji gulma mengalami dormansi sekunder mampu berkecambah setelah dibawa kepermukaan tanah. Benih gulma Asystasia intrusa paling banyak tumbuh pada kedalaman 0 cm sebesar 20.4 Pembahasan Dari hasil percobaan dapat dilihat pada data.3 . Ilmu Gulma Dalam sistem Pertanian Dalam Sistem Pertanian. Benih gulma yang paling banyak tumbuh adalah Amaranthus sp pada kedalaman 15 cm yaitu 40.2 .Data Pertumbuhan Kecambah Gulma Amaranthus sp. lebih dominan pada setiap kedalaman tanah dari pada Asystasia intrusa. dkk. Hal ini dikarenakan benih Amaranthus sp. Jakarta. .

Wiroatmodjo. Raja Grafindo Persada. 1984. PT. Pengelolaan Gulma di Perkebunan. I. Gramedia.) PAPER OLEH : . Gulma dan Teknik Pengendaliannya. PT. Y.. dan Yakup. PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinocholoa crussgalli L. Tjitrosoedirdjo. S.. Jakarta. Utomo dan J.) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L. 1995.Sukman.. H. Jakarta.

JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 7 LABORATORIUM ILMU GULMA DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinocholoa crussgalli L.) PAPER OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 7 Paper Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Mengikuti Praktikal Test di Laboratorium Ilmu Gulma Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan Diperiksa Oleh: Asisten Korektor .) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L.

Paper ini disusun sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di Laboratorium Ilmu Gulma Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. karena atas berkat dan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan paper ini tepat pada waktunya.Dr.) Pada Pertanaman Padi (Oryza sativa L.Damanik. Adapun judul dari paper ini adalah “Pengendalian Gulma Jajagoan (Echinochloa crussgalli L. oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan paper ini. Penulis menyadari paper ini banyak kekurangan.Dr. Oktober 2009 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Tujuan Penulisan 3 Kegunaan Penulisan 3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Gulma 4 .Toga Simanungkalit. 050301035 LABORATORIUM ILMU GULMA DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Ir.Edison Purba.J. Medan.S. Medan. Prof. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Ilmu Gulma yaitu Prof. Akhir kata penulis mengucapakan terima kasih dan semoga paper ini bermanfaat bagi kita semua. MP serta para asisten Laboratorium Ilmu Gulma yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan paper ini.(Rotambatua Nababan) NIM.)”.

go. Kehadiran gulma dalam areal pertanaman sangat tidak dikehendaki karena akan menyaingi tanaman yang ditanam dalam memperoleh unsur hara. Gulma pada pertanaman padi umumnya dikendalikan dengan cara mekanis dan kimiawi. Pengendalian gulma secara kimiawi berpotensi merusak lingkungan sehingga perlu dibatasi melalui pemaduan dengan cara pengendalian lainnya (http://balitsereal. banyak juga tumbuhan diklasifikasikan sebagai gulma dimanapun gulma itu berada karena gulma tersebut umum tumbuh secara teratur pada lahan tanaman budidaya (Sebayang. Ditemukan di seluruh Amerika Serikat. dan Meksiko sebagai . Gulma ialah tanaman yang tumbuhnya tidak diinginkan. 2005). Persen kehilangan hasil panen akibat gulma di negara bagian Kolumbia (Amerika Serikat) terhadap kacang-kacangan sebesar 51. 2009). dan padi 54.6 %.6 %.litbang. Akibat dari serangan gulma dapat menurunkan hasil panen yang cukup besar. menginjak. secara mekanis dengan mencabut. menyiang dengan tangan. membabat. secara biologi dengan menggunakan organisme hidup. peningkatan daya saing dan penggunaan mulsa.deptan. dan matahari.1 %. Echinochloa crussgalli adalah gulma musim panas tahunan dengan batang tebal yang dapat mencapai 5 kaki tingginya. melalui budi daya dengan pergiliran tanaman. Salah satu dari sedikit rumput liar yang tidak memiliki ligula.Habitat dan Penyebaran 6 PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinocholoa crussgalli L. Gulma dapat dikendalikan melalui berbagai aturan dan karantina. Dengan demikian.) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L. makanan ternak atau sebagai bahan obatobatan. jagung 45. kentang 16.id. Kanada.Jenis Bahan Untuk Pengendalian 12 KESIMPULAN 14 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN PENDAHULUAN Latar Belakang Keberhasilan pengendalian gulma merupakan salah satu faktor penentu tercapainya tingkat hasil padi yang tinggi.) Cara Pengendalian 8 Waktu Pengendalian 10 Jenis . secara kimiawi menggunakan herbisida. dan mengolah tanah dengan alat mekanis bermesin dan nonmesin. 1999). Gulma di suatu tempat mungkin berguna sebagai bahan pangan. suatu spesies tumbuhan tidak dapat diklasifikasikan sebagai gulma pada semua kondisi. Namun demikian. air.4 % (Wudianto. secara fisik dengan membakar dan menggenangi.

2009a).gulma dari banyak agronomi tanaman.vt. Daunnya rata/datar dengan panjang 10 – 20 cm.wordpress.85 mm.agroatlas.ru.edu. Karena herbisida aktif terhadap tumbuhan. lanskap. tebal.5 mm. 2009c). Bulirnya banyak. Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengendalian gulma jajagoan (Echinochloa crussgali L. tebal. dan mungkin berwarna merah ke merah marun di pangkalan (http://www. Buah E.edu. Siberia Timur di selatan.com. Habitat dan Penyebaran Distribusi tumbuhan ini meliputi Kaukasus.ppws. Kepala sarinya mempunyai diameter 0. anak bulir panjang 2 – 3. Bunga memiliki seedhead malai terminal berkisar 4-16 inci panjangnya. Biasanya terbentuk piramid sempit. atau tumbuhan penggenggu yang tidak dikehendaki. 2009a). 2009b). yang mula-mula tumbuh tegak kemudian merunduk. Medan. Herbisida adalah pestisida yang digunakaan untuk mengendalikan gulma. berkembang dengan baik. Sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan. 2000). menembus ke dalam tanah turun sampai 50 cm (http://www. Biji yang tua berwarna kecoklat-coklatan sampai kehitam-hitaman (http://cetlanget. 2009a). warna hijau sampai ungu tua (http://cetlanget.wordpress.vt. tanpa bulu (glabrous). crusgalli disebut caryopsis. dan rumput (http://www.5 mm. sering bercabang di bagian bawah node.com. berbentuk lonjong.6 – 0. Bentuk garis meruncing ke arah ujung.. Siberia Barat. panjang 2 – 3. lebar 0.). terdiri dari 5 – 40 cm tandan.ppws.vt. berambut. Akar adalah seperti mahkota. pembibitan. Malai mungkin hijau ke warna ungu dan bulir terdiri dari individu yang dapat mengembangkan 2-10 mm terminal lama (http://www. maka herbisida bersifat fitotoksik (Djojosumarto.ppws.) pada pertanaman padi (Oryza sativa L. Batang gulma ini biasanya tegak. panjang 5 – 21 cm.edu. 2009b).5 – 1 cm.− TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Berdasarkan Nasution (1986) taksonomi gulma padi-padian adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisio : Spermatophyta Kelas : Angiospermae Ordo : Poales Famili : Poaceae Genus : Echinochloa Spesies : Echinochloa crussgalli L. Kegunaan Percobaan Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di− Laboratorium Agronomi Ilmu Gulma Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. dan .

Mencapai perbatasan utara pertanian. selatan Skandinavia. Ekologinya yaitu thermophil. dan sering gulma yang umum di sawah. Kelimpahan dan terjadinya penurunan dari selatan ke utara. Kelompok tanaman bertemu di padang rumput kering dan ruderal daerah. sering berumput.7). 2009c). Afrika. Himalaya. Amerika Utara.edu. Australia. hygrophilous. Tumbuh di berbagai situs basah seperti selokan. 2009). Asia Minor.2 (berarti dari 53 kasus = 6.0 dm (berarti dari 59 kasus = 9. 2009b). Contoh: padi-tebu- .agroatlas. Dalam zona taiga kehilangan makna sebagai tanaman gulma eurysynusic. oleh karena menggunakan prinsip-prinsip ekologi yaitu mengelola lingkungan sedemikian rupa sehingga mendukung dan menguntungkan pertanaman tetapi merugikan bagi gulmanya. dan di lumpur dan air danau.) Cara Pengendalian Metode pengendalian gulma dapat dikelompokkan ke dalam kelompok kultur teknis. Berhasil di daerah dingin. padang rumput basah dan basah.hort.1-25. Tidak dibatasi oleh pH tanah (http://www. Di wilayah baratdaya AS. Daur kelembaban bertahan buruk. Ini adalah berlebihan dalam zona Chernozem. pertemuan jarang. selokan dan dataran banjir. E. tapi lebih baik disesuaikan dengan daerah di mana suhu tahunan rata-rata 14-16 ° C. pinggir jalan. Ekologi tumbuhan ini mulai dari boreal lembab atau basah hingga tropis sangat kering atau daerah hutan hujan tropis. sangat lembut tanah aluvial. Mediterania.8 ° C (rata-rata dari 59 kasus = 14. Asia Tengah. baik yang beriklim sedang dan tropis. manual. sering tumbuh di air. Di sawah tumbuh bersama padi. Kaukasus dan Timur Jauh. daerah dibudidayakan. Echinochloa crussgalli dilaporkan mentoleransi presipitasi tahunan 3. Terdistribusi dan tersebar luas di semua wilayah hangat di dunia.Timur Jauh. Eropa Tengah dan Atlantik. Mongolia.com. dan pH 4.7-27. PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinochloa crussgali) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L. sering terganggu tanah liat. lebih suka ringan oleh struktur mekanik. Di dalam pengendalian gulma dengan sistem budidaya ini terdapat beberapa cara yaitu: a) Pergiliran tanaman bertujuan untuk mengatur dan menekan populasi gulma dalam ambang yang tidak membahayakan. Pengendalian gulma dengan sistem budidaya disebut juga cara pengendalian secara ekologis. crusgalli terdapat di tempat-tempat basah. dan bidang kosong. Amerika Selatan.ru. Cina. (http://www. Tumbuh baik terutama di lembab (irigasi dan banjir) ladang. kimia dan biologi.8-8. mekanis. tidak dikompresi. agak kaya.wordpress. Luas digarap gulma pada tanaman di zona stepa. di rawa-rawa. Masing-masing pengendalian gulma memiliki keunggulan dan kerugian.purdue. daerah rembesan. basah. akan tetapi umumnya lebih tinggi dan berbunga lebih dulu dari pada padi (http://cetlanget. Disesuaikan dengan hampir semua jenis tempat-tempat yang basah.4).9). Jepang. daerah rendah di croplands subur dan basah limbah. kadang-kadang terdapat juga di tempat setengah basah. itu terjadi dalam lembab. suhu tahunan 5. dan pengendalian gulma secara tunggal jarang mencukupi bila menginginkan agar pengendalian gulma tersebut efektif dan ekonomis (Sebayang 2005).

Dengan pergiliran tanaman. Demikian pula dengan wewehan (Monochoria vaginalis) di sawah-sawah. Pemupukan yang tepat merupakan cara untuk mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga mempertinggi daya saing pertanaman terhadap gulma. insekta atau fungi tersebut tidak menyerang tanaman atau tumbuhan lain yang mempunyai arti ekonomis. kalkun pada perkebunan kapas. Baru kemudian tanaman ditanam pada tanah yang sebagian besar gulmanya telah mati terberantas. dan penggunaannya bisa pada saat pratanam. mempunyai efek residu terhadap alam sekitar dan sebagainya. Macam herbisida yang dipilih bisa kontak maupun sistemik. Juga harus yakin apabila species gulma yang akan dikendalikan itu habis. Penanaman rapat agar tajuk tanaman segera menutupi ruang-ruang kosong merupakan cara yang efektif untuk menekan gulma. untuk kayu apu. Sehubungan dengan sifatnya ini maka pengendalian gulma secara kimiawi ini harus merupakan pilihan terakhir apabila caracara pengendalian gulma lainnya tidak berhasil. Myrothesium roridum untuk kiambang . seperti insekta. Tanaman tertentu biasanya mempunyai jenis gulma tertentu pula. Waktu tanaman lambat. pratumbuh atau pasca tumbuh. baik secara selektif maupun non selektif. dengan membiarkan gulma tumbuh lebih dulu lalu diberantas dengan pengolahan tanah atau herbisida. c) Penaungan dengan tumbuhan penutup (cover crops) yang berguna untuk mencegah perkecambahan dan pertumbuhan gulma. ikan dan sebagainya. kondisi mikroklimat akan dapat berubah-ubah. Pengendalian gulma secara kimiawi adalah pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida. dan sebagainya). Sebagai contoh pengendalian biologis dengan insekta yang berhasil ialah pengendalian kaktus Opuntia spp. fungi. dan pengendalian Salvinia sp. tomat. dengan menggunakan Cyrtobagous singularis. ternak. dan Cerospora sp. sambil membantu pertanaman pokoknya dengan pupuk nitrogen yang kadang-kadang dapat dihasilkan sendiri. Sebagai contoh gulma teki (Cyperus rotundus) sering berada dengan baik dan mengganggu pertanaman tanah kering yang berumur setahun (misalnya pada tanaman cabe. karena biasanya jenis gulma itu dapat hidup dengan leluasa pada kondisi yang cocok untuk pertumbuhannya. ikan yang memakan gulma air dan sebagainya. padi-tembakau-padi. Untuk berhasilnya cara ini memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang cukup dan untuk itu akan diuraikan tersendiri lebih lanjut.kedelai. Beberapa segi negatifnya ialah bahaya keracunan tanaman. . Pengendalian biologis yang intensif dengan insekta atau fungi biasanya hanya ditujukan terhadap suatu species gulma asing yang telah menyebar secara luas dan ini harus melalui proses penelitian yang lama serta membutuhkan ketelitian. Sedangkan jamur atau fungi yang berpotensi dapat mengendalikan gulma secara biologis ialah Uredo eichhorniae untuk eceng gondok. Pengendalian gulma secara biologis (hayati) ialah pengendalian gulma dengan menggunakan organisme lain. Di samping pengendalian biologis yang tidak begitu spesifik terhadap spesies-spesies tertentu seperti penggunaan ternak dalam pengembalaan. Demikian juga eceng gondok (Eichhornia crassipes) dapat dikendalikan secara biologis dengan kumbang penggerek Neochetina bruchi dan Neochetina eichhorniae. b) Budidaya pertanaman dilakukan dengan penggunaan varietas tanaman yang cocok untuk suatu daerah merupakan tindakan yang sangat membantu mengatasi masalah gulma. terutama untuk areal yang luas. Yang dimaksud dengan herbisida adalah senyawa kimia yang dapat digunakan untuk mematikan atau menekan pertumbuhan gulma. sehingga gulma hidupnya tidak senyaman sebelumnya. Di Australia dengan menggunakan Cactoblastis cactorum. Keuntungan pengendalian gulma secara kimiawi adalah cepat dan efektif.

Yang dimaksud dengan pengendalian gulma secara terpadu yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan beberapa cara secara bersamaan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. Herbisida berbahan aktif 2. Untuk dapat mengendalikan suatu species gulma yang menimbulkan masalah ternyata dibutuhkan lebih dari satu cara pengendalian.id. fisik. Tanggap atau respon beberapa jenis gulmaterhadap herbisida amat tergantung pada jenis herbisida yang digunakan itulah yang digolongkan kedalam herbisida selektif atau non selektif. gulma sasaran.uns. herbisida diaplikasikan setelah tanaman tumbuh dan muncul. 2005).ac. praktek budidaya. bersifat sistemik artinya dapat bergerak dari daun dan bersama proses metabolisme ikut kedalam jaringan tanaman sasaran (http://stppgowa. Herbisida dapat diaplikasikan pada beberapa periode sebelum atau selama periode pertumbuhan tanaman. herbisida diaplikasikan sebelum tanah diolah dan sebelum ada tanaman (paraquat) b) pra tanam. Pemberantasan gulma pada padi sawah dapat dilakukan secara mekanik dengan penyiangan manual.4 dimetilamina (2. kondisi dan tujuan masing-masing. pre emergence (pra tumbuh) dan post emergente (pasca tumbuh) (Sebayang. 2009). Klasifikasi berdasarkan waktu aplikasi yaitu: a) pra kultivasi.id. jarak tanam dengan penyiangan. biologis dan kimiawi serta preventif. Dengan demikian herbisida harus diaplikasikan selama fase pertumbuhan awal tanaman. Gulma harus dibuang dari tanaman padi sesegera mungkin. EPTC) c) pra tumbuh. Waktu aplikasi herbisida bergantung pada struktur herbisida. Untuk pengendalian secara kimiawi sebaiknya menggunakan senyawa kimia yang selektif untuk menghambat atau mematikan gulma tetapi tidak mengganggu pertumbuhan tanaman padi. di samping cara-cara pengelolaan pertanaman yang lain. 1990). tetapi tidak satupun cara-cara tersebut dapat mengendalikan gulma secara tuntas. Pada umumnya herbisida digunakan pada saat pre planting (pra tanam). herbisida diaplikasikan sebelum tanam. Misalnya. tetapi umumnya diarahkan agar mendapatkan interaksi yang positif. herbisida pra-tanam atau herbisida yang early post emergence harus diaplikasikan pada benih padi yang dipindah-tanamkan. misalnya paduan antara pengolahan tanah dengan pemakaian herbisida. 2009). pada padi sawah. Cara-cara yang dikombinasikan dalam cara pengendalian secara terpadu ini tergantung pada situasi. (http://fp. tetapi kurang efetif karena memerlukan waktu dan tenaga yang banyak. Herbisida pra-tumbuh adakalanya harus diaplikasikan sesudah tanaman pokoknya ditanam. Walaupun telah dikenal beberapa cara pengendalian gulma antara lain secara budidaya.ac. herbisida diaplikasikan sebelum tanaman tumbuh (muncul) (nitralin) d) pasca tumbuh. pemupukan dengan herbisida dan sebagainya.4 D) merupakan jenis herbisida yang selektif untuk pertanaman padi. cuaca. Untuk . glyphosat dan dalapon pada karet) (Moenandir. Waktu Pengendalian Pada dasarnya pengendalian gulma telah dilakukan sejak pra kultivasi yaitu sebelum tanah diolah dan sebelum ada tanaman hingga pasca tumbuh tanaman (post emergence). demikian pula gulmanya (MCPA atau propanil pada padi. Dalam hal ini pengendalian yang akan dibahas lebih lanjut yaitu pengendalian secara kimiawi/kemis yaitu dengan aplikasi herbisida. sesudah tanah diolah (triazin.

10)Asam polisiklik alkanoik (fenoxaprop). glifosat. dan virus. heterosiklik nitrogen (tanpa kelas). efektif terhadap gulma. (2) borat. harus digunakan herbisida yang benar-benar selektif untuk padi dan harus dilakuikan secara hati-hati sesuai dengan rekomendasinya. urea. urasil. 8)Triazin (simetrin. herbisida dapat diklasifikasikan sebagai berikut. difenil eter. Berikut merupakan contoh herbisida anorganik yaitu: (1) amonium sulfamat (NH4SO3NH2).4 %. Jenis . 6)Asam fenoksi (2. 5)Organofosfat (glifosat). MCPA). Misalnya Phytophtora palmivora yang digunakan untuk mengendalikan Morrenia odorata.Jenis Bahan Untuk Pengendalian Senyawa bahan anorganik yang berasal dari garam dan arang merupakan bahan kimia yang pertama kali digunakan untuk mengendalikan gulma. oksifluorfen). dan herbisida lainnya (seperti metil bromida. Chlomethoxynil. 3. Metode pengendalian gulma dapat dikelompokkan ke dalam kelompok kultur teknis. biologi dan pengendalian gulma terpadu yang merupakan gabungan dari beberapa metode tersebut. Berdasarkan kelompok kimianya. dan tidak meninggalkan pengaruh yang lama di lingkungan. pendimetalin).keperluan ini. 2. 1)Anilid (butaklor. pretilaklor dan propanil). 2)Bipiridilium (parakuat). mekanis. selektif ke padi. manual. Kesalahan menentukan saat aplikasi dapat mengakibatkan keracunan pada tanaman pokok atau herbisida tidak bekerja efektif. triazin. fenol. gulma noksius pada tanaman jeruk. Ada pula yang menggunakan mikroherbisida yaitu golongan herbisida yang mengendalikan gulma dengan menggunakan penyakit uang ditimbulkan oleh bakteri. senyawa alifatik. 7)Tiokarbamat (molonate. efisien dari segi biaya. senyawa nitril. dimetametrin). dll (Sebayang. dan herbisida non kelompok lainnya seperti Bentazon. tiobenkarb). Chinmethylin. Hebisida yang dianggap ideal jika efek racunnya aman. (Djojosumarto. Sebagian besar herbisida adalah senyawa organik. Echinochloa crussgalli merupakan salah satu gulma penting pertanaman padi. 2005). dan oksifluorfen). Sedangkan untuk herbisida organik contohnya yaitu: minyak petrol. 1992). kimia. jamur. 9)Sulfonil urea (bensulfuron). sineol. 2000). tiokarbamat. piridin (contohnya parakuat). fluorodiven. asam fenoksi-alifatik. KESIMPULAN 1. piridazin.4-D. nitroanilin. ada juga Colletotrichum gloeosporioides yang diperdagangkan dengan merek dagang tertentu dan digunakan pada tanaman padi dan kedelai di Amerika (Sastroutomo. 3)Dinitro-anilin (butralin. 4)Difenil eter (difenox. (3) natrium khlorat (NaClO3). arsenik. Gulma dapat menurunkan hasil panen padi yang cukup besar yaitu sekitar 54. karbamat. Selain itu. .

wordpress.. 2009. 2009. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. Jakarta. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009.com/2009/07/12/identifikasi-gulma-gulma-dominan-padapertanaman-padi-sawah-dan-usaha-pengendaliannya-di-kecamatan-samatigakabupaten-aceh-barat/.b&c. http://balitsereal. .. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. pendimetalin). Teknik Aplikasi Pestisida Pertanian.deptan.uns.4-D.litbang. Yogyakarta.id/~hamasains/dasarperlintan-4. dimetametrin). 3)Dinitro-anilin (butralin. 2009a. 2009. DAFTAR PUSTAKA Djojosumarto. 2000.html&ei=W OPiSoTHJcuJkQXPri6AQ&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=11&ved=0CCsQ7 gEwCg&prev=/search%3Fq%3DEchinochloa%2Bcrusgalli%26hl%3Did%26sa%3DG. 2009a&b. http://cetlanget. tiobenkarb). CV Rajawali Pers.pdf.edu/newcrop/duke_energy/Echinochloa_crusgalli. Berdasarkan kelompok kimianya. Chinmethylin.pdf.ppws. U. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. Chlomethoxynil. J. 6)Asam fenoksi (2.b&c. 4)Difenil eter (difenox. pretilaklor dan propanil). 5.vt. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. http://www. Gulma dan Pengendaliannya di Perkebunan Kaaret Sumatera Utara dan Aceh. 1986.ac.id/bpadi/satulima. MCPA).ru/en/content/weeds/Echinochloa_crusgalli/&ei=WOPiSoTHJcuJ kQXPri6AQ&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=15&ved=0CDcQ7gEwDg&prev =/search%3Fq%3DEchinochloa%2Bcrusgalli%26hl%3Did%26sa%3DG. PT Gramedia. Fisiologi Herbisida. http://stppgowa. dll. 10)Asam polisiklik alkanoik (fenoxaprop). 1)Anilid (butaklor. Pada dasarnya pengendalian gulma telah dilakukan sejak pra kultivasi yaitu sebelum tanah diolah dan sebelum ada tanaman hingga pasca tumbuh tanaman (post emergence) dan mencakup aspek kultur teknis yaitu penyiangan tanaman.hort. 2)Bipiridilium (parakuat).go. herbisida dapat diklasifikasikan sebagai berikut.htm.id/download/Vol_3_No_1. 2009a. http://www. Nasution.agroatlas. Moenandir. 9)Sulfonil urea (bensulfuron). dan herbisida non kelompok lainnya seperti Bentazon. 7)Tiokarbamat (molonate. oksifluorfen). Kanisius.purdue. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009.htm&ei=H-biSvzlNczkAXTg4i2AQ&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=5&ved=0CBcQ7gEwBDgK&p rev=/search%3Fq%3DEchinochloa%2Bcrusgalli%26hl%3Did%26sa%3DN%26start %3D10./MuhammadKadir.ac. 1990. fluorodiven. P.edu/scott/weed_id/echcg. http://fp. Jakarta. http://www.4. 8)Triazin (simetrin. 5)Organofosfat (glifosat).

) TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) D X P di pre nursery PENGARUH MEDIA TANAM DAN KOMPOS AZOLLA (Azolla sp. Gulma dan Pengendaliannya pada Tanaman Padi. Petunjuk Penggunaan Pestisida. 1999. 07 Oktober 2009 pengaruh media tanam dan kompos azolla (Azolla sp.S.) terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. H. Diposkan oleh junT blogs di 01:10 1 komentar Link ke posting ini Label: gulma. 1992. jajagoan. Penebar Swadaya. Jakarta. Sebayang. PT Gramedia Pustaka Utama.T.) D X P DI PRE NURSERY LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 . pengendalian Reaksi: Rabu. Pestisida Dasar-Dasar dan Dampak Penggunaannya. Brawijaya University Press.) D X P DI PRE NURSERY LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 PENGARUH MEDIA TANAM DAN KOMPOS AZOLLA (Azolla sp. Malang.) TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.Sastroutomo. Jakarta. R. S. Wudianto. 2005.

Laporan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Mengikuti Praktikal Test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Sumatera Utara, Medan Disetujui Oleh Dosen Penanggungjawab

(Ir. Balonggu Siagian, MS) NIP. 130 806 538 Diketahui Oleh: Asisten Koordinator

(Eko Andi Pasaribu) NIM. 040301001 Diperiksa Oleh: Asisten Korektor

(Hayati Silalahi) NIM. 040301037 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 ABSTRACT The objective of this experiment was to know effect of media and azolla dung in growing of palma’s bud. The experiment was conducted in Agronomi Tanaman Perkebunan I Laboratory Land, Agriculture Faculty, North Sumatera University with altitude ± 25 m above sea level, from March to May 2009. The experiment used Randomized Complete Block Design (RAK) with 2 factors and 4 replications. The first factor was media, top soil, sand, sub soil, and fertilizer. The second one was azolla, 7 gr, 14 gr, and 21 gr. The experiment result showed that media gave significant effect of height and leaves of bud. Azolla gave significant effect of height and leaves of bud, and diameter of stem. Interaction between media and azolla gave significant effect of height and leaves of bud. Keywords : media, azolla, bud

ABSTRAK Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh media tanam dan kompos azolla terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit. Percobaan ini dilaksanakan di lahan percobaan Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan I Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan, pada ketinggian ± 25 m dpl dari bulan Maret sampai Mei 2009 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan dan empat ulangan. Faktor I adalah media tanam top soil dan pasir, sub soil dan pupuk kandang. Faktor II adalah kompos azolla 7 gr, 14 gr, 21 gr. Hasil percobaan menunjukkan bahwa media berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas, jumlahdaun. Azolla berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas, jumlah daun, diameter batang. Sedangkan interaksi antara media dan azolla berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas, jumlah daun. Kata kunci : media, azolla, kecambah

RIWAYAT HIDUP Junita Sinambela lahir pada tanggal 2 April 1989 di Medan. Anak pertama dari empat bersaudara. Anak dari Bapak P. Sinambela dan Ibu N. Manurung. Adapun pendidikan yang pernah ditempuh penulis adalah sebagai berikut: SD Negeri 050721 di Gohor Lama Tamat tahun 2001 SMP Negeri 1 di Hinai Tamat tahun 2004 SMA Negeri 1 di Stabat Tamat tahun 2007 Penulis terdaftar sebagai mahasiswi di Departemen Budidaya Pertanian Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan melalui jalur SPMB

pada pilihan pertama pada tahun 2007 sampai sekarang.

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Esa karena atas berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya. Adapun judul dari laporan ini adalah “Pengaruh Media Tanam dan Kompos Azolla (Azolla sp.) Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)” yang merupakan salah satu syarat unutk dapat mengikuti praktikal test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ir. Balonggu Siagian, MS dan Ir. Charloq Nababan, MP selaku dosen mata kuliah Agronomi Tanaman Perkebunan serta kepada abang dan kakak asisten yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Medan, Mei 2009

Penulis DAFTAR ISI ABSTRACT i ABSTRAK ii RIWAYAT HIDUP iii KATA PENGANTAR iv DAFTAR ISI v DAFTAR TABEL vii DAFTAR GAMBAR viii PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Tujuan Percobaan 2 Hipotesis Percobaan 2 Kegunaan Percobaan 3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman 4 Syarat Tumbuh 5 Iklim 5 Tanah 6 Pembibitan Kelapa Sawit 7 Media Tanam 10 Kompos Azolla 10 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan 13 Bahan dan Alat 13 Metode Percobaan 13 PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan Media Tanam 16 Aplikasi Kompos Azolla 16 Penanaman 16 Pemeliharaan Tanaman 16 Penyiraman 16 Penyiangan 17 Pengamatan Parameter 17 Tinggi Tanaman (cm) 17 Jumlah Daun (helai) 17 Diameter Batang (mm) 17 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil 19 Pembahasan 25 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 28 Saran 28 DAFTAR PUSTAKA .

Rataan jumlah daun kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 22 3. Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 20 2.LAMPIRAN DAFTAR TABEL No. Rataan diameter tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 24 . Judul Hal 1.

DAFTAR GAMBAR No. Data tinggi tunas kelapa sawit 7 MST (cm) 34 14. Histogram diameter tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 25 DAFTAR LAMPIRAN No. Judul Hal 1. Histogram tinggi tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 21 2. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 2 MST 31 5. Data tinggi tunas kelapa sawit 5 MST (cm) 32 10. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 1 MST 30 3. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 4 MST 32 9. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 3 MST 31 7. Data tinggi tunas kelapa sawit 4 MST (cm) 32 8. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 8 MST 35 17. Data jumlah daun kelapa sawit 4 MST (helai) 36 . Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 3 MST 35 19. Data tinggi tunas kelapa sawit 3 MST (cm) 31 6. Data tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) 34 16. Data jumlah daun kelapa sawit 3 MST (helai) 35 18. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 6 MST 33 13. Data tinggi tunas kelapa sawit 1 MST (cm) 30 2. Judul Hal 1. Data tinggi tunas kelapa sawit 6 MST (cm) 33 12. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 7 MST 34 15. Data tinggi tunas kelapa sawit 2 MST (cm) 30 4. Histogram jumlah daun kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 23 3. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 5 MST 33 11.

satu tingkat di bawah Nigeria. Malaysia menduduki rangking pertama sebagai produsen minyak sawit dunia. Data jumlah daun kelapa sawit 5 MST (helai) 36 22. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 7 MST 41 37. Data diameter batang kelapa sawit 8 MST (mm) 42 38.. 2007). seorang berkebangsaan Belgia. Data diameter batang kelapa sawit 7 MST (mm) 41 36. dkk. Colombia. Data diameter batang kelapa sawit 5 MST (mm) 40 32. Perkebunan kelapa sawit komersial pertama di Indonesia mulai diusahakan pada tahun 1911 di Aceh dan Sumatera Utara oleh Adrien Hallet. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 6 MST 41 35. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 8 MST 39 29. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 8 MST 42 PENDAHULUAN Latar Belakang Kelapa sawit ( Elaeis guineensis ) berasal dari Afrika dan masuk ke Indonesia pada tahun 1848 yang ditanam di Kebun Raya Bogor (Soehardjo. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 6 MST 37 25. Kini. Thailand. dkk. setingkat di atas Indonesia. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 4 MST 39 31.. tanaman memiliki arti penting bagi pembangunan perkebunan nasional. Data jumlah daun kelapa sawit 7 MST (helai) 38 26.20. Indonesia. Data jumlah daun kelapa sawit 6 MST (helai) 37 24. Data diameter batang kelapa sawit 4 MST (mm) 39 30.Selain mampu menciptakan kesempatan kerja yang mengarah kepada kesejahteraan masyarakat. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 7 MST 38 27. Data diameter batang kelapa sawit 6 MST (mm) 40 34. Untuk lebih jelasnya Negara produsen utama minyak sawit dunia adalah Malaysia. 1997). Nigeria merupakan produsen terbesar minyak sawit dunia. Malaysia merebut kedudukan Indonesia tersebut pada tahun 1966. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 4 MST 36 21. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 5 MST 37 23. Nigeria. 1996). Papua Nugini (Tim Penulis PS. Bagi Indonesia. Data jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) 38 28. juga sebagai sumber perolehan devisa negara. . Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 5 MST 40 33. Pantai Gading. Indonesia merupakan salah satu produsen utama minyak sawit (Fauzi. Dari tahun 1940-an sampai 1970-an.

pada tahun 2008 diperkirakan Indonesia bias menjadi produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Asam humat akan membantu meningkatkan proses pelapukan bahan mineral. industri baja (bahan pelumas). Hipotesis Percobaan Ada pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan kecambah−kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. Tanaman hias.− Ada pengaruh interaksi media tanam dan kompos Azolla (Azolla sp. industri tekstil. industri sabun (bahan penghasil busa). Secara biologi.).) terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. dan bahan baker alternatif (minyak diesel) (Sastrosayono. dari 1. Minyak nabati yang dihasilkan dari pengolahan buah kelapa sawit berupa minyak sawit mentah ( CPO atau crude palm oil) yang berwarna kuning dan minyak inti sawit (PKO atau palm kernel oil) yang tidak berwarna (jernih). Ada pengaruh kompos Azolla (Azolla sp. Sebanyak 85 % lebih pasar dunia kelapa sawit dikuasai oleh Indonesia dan Malaysia. Perkebunan kelapa sawit pun bias menghadirkan prestasi-prestasi yang membanggakan dan layak untuk ditiru. 2003).org. Ditemukan juga bahwa azolla tumbuh kembang lebih baik dari pada musim penghujan dari pada musim kemarau.Luas kebun kelapa sawit terus bertambah. Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar kedua di dunia setelah Malaysia. 2006). 2008). ketersediaan unsur hara dan ketersediaan asam humat. kontrol terhadap perkembangan nyamuk ( http://wikipedia. 2004). Kegunaan Percobaan Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di− Laboratorium . terutama ayam dan itik. ketua GAPKI (Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia). kosmetik.).272 hektar pada tahun 1916 menjadi 92. 2006). kompos yang tidak lain adalah bahan organik merupakan sumber bagai mikroorganisme tanah (Simamora dan Salundik. Kegunaan azolla adalah sumber N dapat mengganti pupuk urea samapai 100 kg.). Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh media tanam dan kompos Azolla (Azolla sp. CPO atau PKO banyak digunakan sebagai bahan industri pangan (minyak goreng atau margarin). pakan ternak/hijauan.) (D x P) di pre nursery.) terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. Menurut Derom Bangun. Secara kimia. Dalam keadaan dapat dihasilkan 30-45 kg/ha berarti sama dengan 100 kg urea.307 hektar pada tahun 1938 (Hadi.)−terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. kompos dapat meningkatkan kapasitas tukar kation. Kesemuanya itu bergantung kepada manajemen dan pemimpinnya (Pahan. pakan ikan. menekan pertumbuhan gulma.

Helai anak daun yang terletak di tengah pelepah daun adalah yang terpanjang dan panjangnya dapat mencapai 1. Tanaman kelapa sawit berakar serabut yang terdiri atas akar primer. sedangkan akar sekunder. Daun kelapa sawit bersirip genapdan bertulang sejajar. masingmasing tersusun pada tandan yang berbeda tetapi masih dalam satu pohon. Inti memiliki testa (kulit).− TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Menurut Soehardjo dkk. Akar-akar primer umumnya tumbuh ke bawah.4 inti/kernel (umumnya hanya satu). Pada pangkal pelepah daun terdapat duri-duri atau bulu-bulu halus sampai kasar. Oleh karena itu. (1996) taksonomi tanaman kelapa sawit adalah : Divisi : Tracheopita Subdivisi : Pteropsida Kelas : Angiospermae Subkelas : Monocotyledoneae Ordo : Cocoideae Family : Palmae Genus : Elaeis Spesies : Elaeis guineensiss Jacq. 2006).20 m. . bahkan pangkal batang bisa lebih besar lagi pada tanaman tua. Namun demikian. Bunga ini disebut bunga hermaprodit (Hadi. 2004). terdiri dari perikarp yang terbungkus oleh eksokarp (kulit). Biasanya pangkal-pangkal daun melekat beberapa tahun pada batang. mesokarp (yang secara salah kaprah biasanya disebut perikarp) dan endocarp (cangkang) yang membungkus 1. tertier dan kuartier arah tumbuhnya mendatar dan ke bawah. Panjang pelepah daun dapat mencapai 9 m. Pada tanaman kelapa sawit letak bunga jantan dan bunga betina terpisah. bahkan ada yang sampai 17 tahun pada tanaman setengah liar (Sianturi.Agronomi Tanaman Perkebunan Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Akar-akar kelapa sawit banyak berkembang di lapisan tanah atas sampai kedalaman ± 1 meter dan semakin ke bawah semakin sedikit (Risza. tertier. Jumlah anak daun dalam satu pelepah berkisar antara 120 – 160 pasang (Setyamidjaja. Medan. dan kuartier. Secara botani buah kelapa sawit digolongkan sebagai buah drupe. terkadang dalam satu tandan terdapat bunga jantan sekaligus bunga betina. 1994). berangsur-angsur lepas pada umur 11 tahun. 1991). Besarnya batang berdiameter 25 – 75 cm. endoperm yang padat. dan sebuah embrio (Pahan. tergantung pada umur tanaman. di perkebunan umumnya 45 – 60 cm . Sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan. sekunder. 2006). Akar kuartier berfungsi menyerap unsur hara dan air dari dalam tanah. tanaman kelapa sawit disebut tanaman berumah satu atau monoceous.

Kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik pada daerah tropika basah di sekitar lintang utara – selatan 12 derajat pada ketinggian 0 – 500 m dpl. latosol. sinar matahari. hidromorfik kelabu. Tanah Kelapa sawit tumbuh pada beberapa jenis tanah seperti podsilik. Suhu optimum itu C. maka akan terjadi kenaikan suhu. 2) kemiringan lahan 0 -15 3) Solum 80 cm . Kemarau panjang dapat mengakibatkan pengeringan tanah di daerah perakaran yang relatif dangkal sehingga kelembaban tanah bias berada di bawah titik layu permanen. Setelah buah masak dipanen. 1996 ). Beberapa unsur iklim yang penting dan saling mempengaruhi adalah curah hujan. dkk. 1991). Inilah yang membuat tanaman sawit tumbuh lambat pada daerah beriklim moonson dan produksinya kecil. Makin lama penyinaran atau makin rendah suatu tempat. tandan buah diperam ( Fermentasi I ) selama 3 hari supaya semua buahnya rontok.0 – 6. Yang penting untuk pertumbuhan tanaman kelapa sawit adalh distribusi hujan yang merata. Selain sinar matahari dan curah hujan yang cukup. Penyinaran matahari sangat berpengaruh terhadapat perkembangan buah kelapa sawit. hidromorfik. kelembapan uadar. Setelah itu. 2003).. andosol.Syarat Tumbuh Iklim Faktor iklim sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tandan kelapa sawit. 6) Drainase baik . 2003). organosol dan aluviall Soehardjo. Pembibitan Kelapa Sawit Benih tanaman kelapa sawit memiliki sawit yang tebal. . untuk tumbuh dengan baik tanaman kelapa sawit memerlukan suhu yang optimum. suhu. Kelembaban relatif paling sedikit 75% (Sianturi. regosol. 5) Kedalaman air tanah 80 -150 cm dari permukaan . 4) ketinggian lahan 0 – 400 m dpl . 1997). 2007). diperam lagi selama 3 hari ( Fermentasi II ) (Sastrosayono. Suhu akan berpengaruh terhadap pembungaan dan kematangan buah (Tim Penulis PS. Tanaman yang ternaungi karena jarak tanam yang sempit.5 . dkk.°berikut : 1) Keasaman tanah (pH) 5. Beberapa faktor yang mempengaruhi suhu° – 30°berkisar antara 29 adalah lama penyinaran dan ketinggian tempat. 7) kesuburan kimiawi cukup (diketahui dari hasil analisa tanah) (Hadi. pertunbuhannya akan terhambat karena hasil asimilasinya kurang (Sastrosayono. Tanah perkebunan kelapa sawit hendaknya memenuhi kriteria sebagai . Karena itu perlu persiapan yang lama untuk mengecambahkannya. dan angin (Fauzi. Tanaman kelapa sawit termasuk tanaman heliofil atau menyukai cahaya matahari.. 2004).

1991). Areal harus rata . 2. yaitu didasarkan pada kriteria produksi minyak perhektar. dan hama lainnya . 2006). Seleksi bibit penting dilakukan karena akan menentukan hasil panen dan kualitas kelapa sawit. Pada benih jagung . tikus. biji yang dipilih sebaiknya berasal dari persilangan varietas unggul. Untuk memperoleh bibit yang benar. 3. 1994). atau kiar-kira 9 bulan kemudian. Untuk mendukung pertumbuhan bibit dengan baik. unggul dan homogen maka bibit hanya dipilih ± 75 % saja. Relatif dekat dengan media Pananaman . (2) bahan tanaman memerlukan ketegakan habitusnya sehingga tidak miring atau roboh . 2006). Kualitas bibit sangat menentukan produksi akhir jenis komoditas ini.. 1997). dkk. agar bibit yang ditanam tersebut memenuhi syarat pertama baik umurnya maupun ukurannya (Setyamidjaja. 1996). 4. Pemeliharaan dan kondisi bibit dipembibitan sangat menentukan keadaan tanaman dilapangan baik keragaman maupun produktivitasnya. perlu diperhatikan syarat penetapan lokasi pembibitan : 1. sertaa (3) pembibitan diperlukan untuk memperpendek waktu antara persiapan lapangan dan penanaman pertama sehingga begitu lahan siap tanam bibit sudah siap untuk ditanam (Pahan. pengadaan bibit dalam jumlah banyak dengan cara ini mengalami beberapa kendala. 2004). Pada umumnya pengembangbiakan tanaman kelapa sawit dilakikan secara generatif. Alasan lain diperlukannya pembibitan yaitu (1) keadaan kecambah kelapa sawit yang mudah diserang insekta. mutu minyak. Jauh dari sumber hama dan penyakit tanaman (Soehardjo.benar sehat. di Indonesia lebih banyak digunakan bahan tanaman yang berasal dari persilangan Dura dan Pisifera. Jadi waktu yang dibutuhkan pada pembibitan mulai penanaman kecambah hingga bibit siap ditanam di areal perkebunan kurang lebih adalah 12 bulan (3 bulan di prenursery dan 9 bulan di main nursery) (Hadi. Mainnursery diawali dengan menanam biji yang sudah berumur tiga bulan (pindahan dari prenursery) kedalam polybag yang lebih besar hingga bibit siap ditanam di areal perkebunan. Produksi benih D x P adalah mirip dengan produksi jagung hibrida. Sedangkan selebihnya 25 % sengaja dibuang (thinning out). Prenursery diawali dengan menanam kecambah kelapa sawit ke dalam tanah pada kantong plastik atau (polybag) kecil hingga berumur tiga bulan. 2007). Dekat dengan sumber air .Pembibitan merupakan kegiatan – kegiatan awal di lapangan yang bertujuan untuk mempersiapakan bibit siap tanam. Dalam usaha membudidayakan kelapa sawit. Tahapan bibitan dapat dibagi dua yaitu : prapembibitan (prenursery) dan pembibitan utama (mainnursery) untuk pertumbuhan selanjutnya (Sianturi. Tidak tergenang air . Cara ini memang umum dilakukan dan diangap paling gampang. Seleksi bibit ini sedemikian ketat karena bibitnya standar akan menentukan masa depan hasil panen dan kualitas tanaman (Rizsa. Untuk mendapatkan tanaman yang bersifat unggul. Pembibitan harus sudah dipersiapkan sekitar 1 tahun sebelum penanaman di lapangan. antara lain bahan bibit yang diperoleh sangat terbatas dan sangat bervariasi (Tim Penulis PS. masalah pertama yang dihadapi oleh pengusaha dan petani yang bersangkutan adalah tentang pengadaan bibit. 5. Hasil persilangan dianggap sebagai persilangan terbaik secara ekonomis. Akan tetapi. pertumbuhan vegetatif dan daya tahan terhadap penyakit tajuk serta ganoderma (Fauzi. yaitu dengan bijinya.

1991). konsistensi. Pada pembastaran tumbuhan secara genetik sama tetapi heterozigot. Pemuliaan dan seleksi kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. 1981). tanah ini kurang baik untuk pertumbuhan tanaman.4 cm. permeabilitas. udara tanah mudah masuk dan tanah mudah diolah (Hasibuan. Tekstur tanah ringan dengan kandungan pasir 20 – 60%. 2006). air akan mudah meresap. Fase padat menempati hamper 50% dari volume tanah. ketebalan lapisan tanah. dengan cabang. Azolla berukuran 2 . Tanah yang kurang cocok adalah tanah pantai berpasir dan tanah gambut tebal (Fauzi. sehingga pada musim kemarau mudah kekurangan air. Bila jumlah pasir tidak terlalu banyak. cair. ) Azolla adalah jenis tumbuhan paku air yang mengapung banyak terdapat diperairan tergenang terutama di sawah. struktur.) secara sistematik telah dimulai tahun1920 di Afrika dan Asia (Malaysia dan Sumatera) ketika spesies memulai di eksploitasi untuk minyak nabati sacara komersial (Internasional Confenrence . debu 10 – 40%. Azolla pinnata merupakan tumbuhan kecil yang mengapung di air. berdrainase baik. berbulu. Tanaman kelapa sawit tumbuh baik pada daerah gembur. Tanah dengan 25% liatnya.sawah dan di kolam. Oleh sebab itu penanaman jagung varietas hibrida menghasilkan tanaman yang tetap seragam dalam bebagai aspek (Chin. tetua dalam turunan yang telah mengalami jumlah besar generasi yang dimuliakan. 1994). panjang 1 – 5 cm dengan membentuk kelompok 3 -6 rambut . mengapung di air. Kompos Azolla ( Azolla sp. mempuyai permukaan daun yang lunak mudah berkembang dengan cepat dan hidup bersimbiosis dengan Anabaena azollae yang dapat mengfiksasi nitrogen ( N2 ) dari udara. dan kedalaman permukaan air tanah. 2006). sehingga sulit menyerap atau menahan air dan unsur hara. permeabilitas sedang. pengaruhnya terhadap tanah akan baik. dan jumlahnya cukup dikandung tanah. Jenis media tanam terdiri atas lapisan tanah yang terdiri atas tiga fase bahan – bahan padat. dan gas. sebagai contoh selfing dan sibbing. terlihat berbentuk segitiga atau segiempat. 2007).. Media Tanam Bila tanah banyak mengadung banyak pasir. dan mempunyai solum yang tebal sekitar 80 cm tanpa lapisan padas. Akar solit. dkk. subur.hibrida. kemiringan tanah. karena cukup longgar. Pada kasus lalu tanah – tanah berpasir biasanya berhubungan dengan kandungan unsur hara yang tinggi (Risza. maka liat ini akan lebih praktis dibandingkan dengan tanah yang mengandung 100% liat. Sungguhpun demikian anggota dari setiap turunan secara genetic homozigot dan serupa. sebagian bagi adalah bahan organik yang terakhir adalah bagian yang dijumpai paling banyak pada tanah organik (Sianturi. dan liat 20 -50%. Tanaman yang bertekstur pasir mempunyai luas permukaan atau (spesific surface) yang kecil. Beberapa hal yang menentukan sifat fisik tanah adalah tekstur. yang terdiri dari mineral yang kaya hara esensial. akar rhizome dan daun terapug.

Al 0.com. Azolla pinnata hanya tumbuh di daerah tropis. Selain menghemat pupuk. Fe 0. 2009). duduk melekat.59 % . P 0. jelas Azolla pinnata bereproduksi menggunakan spora (http:// syraru.0.31 % . S 0.id 2009).66 % . pupuk kandang ayam ras sebagai media tanam. Co 0. Azolla piñata termasuk dalam divisi Pterydophyta.or. 2009 a).45 – 1. pakan ternak/hijauan.4 -0.22 – 0. K 0. terutama ayam dan itik. cuping dengan cuping dorsal berpegangan di atas permukaan air dan cuping ventral mengapung (http://www.97 % .com.co. Manfaat Azolla sebagai pupuk alami penganti urea pelantaran tanaman tersebut mampu mengikat nitrogen dari udara. BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian.id .16 -1. kontrol terhadap perkembangan nyamuk (http://kolamazolla.30 % .) . tumbuhan paku ini dapat tumbuh subur.59 % .96–5. membentuk 2 barisan.kehati. Daun kecil.blogspot. Sehingga sebagian nitrogen dilepaskan ke lingkungan sekitarnya dan diserap oleh tanaman lain.) sebagai objek pengamatan. serta kompos Azolla (Azolla sp.16 – 1. Cl 0. menyirap bervariasi.70 % .944 ppm . pakan ikan. yamg berarti paku.264 ppm .akar.com. Zn 26 – 989 ppm (http://kolamazolla.pakuan.blogspot. Kandungan unsur hara dalam azolla yaitu: N 1. pasir. salama ada air yang tergenang. Bahan dan Alat Adapun bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah benih kelapa sawit ( Elaeis guineensis Jacq.90 % .4 – 0.22 – 0. Universitas Sumatera Utara. air untuk penyiraman.73 % .31 – 5. menekan pertumbuhan gulma. Jumlah nitrogen yang diikat azolla melebihi kebutuhannya sendiri. Mg 0.kr. sub soil.35 % . 2009).59 % . tanaman hias. Medan. Dengan ketinggian tempat ± 25 m dpl yang dimulai dari bulan Februari 2009 sampai dengan April 2009.62 . Na 0. Ca 0.16 -3. Nitrogen merupakan nutrisi utama bagi tanaman untuk menopang pertumbuhannya. Kegunaan azolla adalah: sumber N dapat menganti pupuk urea sampai 100 kg. Azolla pinata tumbuh subur di daerah sawah dan kolam. tentu bermanfaat pula untuk memperbaiki tekstur tanah yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia (http:// www. 2009 b). Bila sawah atau kolam tersebut kering maka Azolla pinnata akan mati. top soil. Mn 66 – 2. Si 0.

Sedangkan alat yang digunakan adalah cangkul untuk mencangkul tanah. akan diujikan dengan beda nyata jujur (BNJ) pada x = 5% .) dengan 3 taraf yaitu: A0: Tanpa kompos Azolla A1: Diberi kompos Azolla 7 gram A2: Diberi kompos Azolla 14 gram Sehingga didapat 6 kombinasi perlakuan yaitu: M1A0 M2A0 M1A1 M2A1 M1A2 M2A2 Jumlah blok : 3 Jumlah plot per blok : 6 Jumlah kecambah per plot : 2 Jumlah kecambah seluruhnya : 36 Dari hasil percobaan dianalisis sidik ragam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan model linier sebagai berikut: Yijk= µ + βi + αj + βk + (αβ)jk + εijk dimana: Yijk : nilai pengamatan pada media tanam ke-i. jumlah kompos Azolla ke-j dan pertumbuhan kecambah kelapa sawit ke-k Apabila data percobaan analisis tidak ragam berbeda nyata.sebagai bahan pengganti sumber N. meteran untuk mengukur tinggi kecambah. jumlah kompos Azolla ke-j. dan jangka sorong untuk mengukur diameter batang kecambah. Metode percobaan Data percobaan dianalisis dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu: Faktor I : Media Tanam (M) dengan dua taraf yaitu: M1: Top soil + Pasir M2: Sub soil + Pupuk kandang ayam ras Faktor II: Kompos Azolla (Azolla sp. . gembor untuk menyiram tanaman. polybag sebagai wadah penanaman. dan pertumbuhan kecambah kelapa sawit ke-k µ : Nilai tengah βi : Efek media tanam ke-i αj : Efek jumlah kompos Azolla ke-j (αβ)jk : Efek interaksi antara media tanam ke-i dan jumlah kompos Azolla ke-j εijk : Efek error yang disebabkan oleh media tanam ke-i.

Pemupukan Pemupukan dilakukan pada tanaman sejak berumur 3 MSPT hingga 6 MSPT dengan menggunakan pupuk Nitroposka. Penyiangan Penyiangan dapat dilakukan dengan menggunakan alat yaitu cangkul atau dengan tangan pada saat gulma mulai tumbuh di media tanam maupun di areal penanaman. setelah plot selesai disekeliling bedengan dibuat pagar dan parit sedalam 30 cm. dicampur dengan topsoil sesuai dengan perlakuan masing-masing. pasir dibersihkan dari bahan organik. Pemeliharaan Tanaman Penyiraman Penyiraman dilakukan setiap sore hari tergantung kepada kondisi kelembaban permukaan media tanam.PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan Lahan Lahan percobaan dibersihkan dari gulma dan dibuat plot sebagai tempat peletakan polibag. . Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor. Kemudian media tanam campuran yakni pupuk kandang dicampur dengan topsoil sesuai dengan perlakuan masing-masing kemudian dimasukkan ke dalam polibag. Penyiapan Media Tanam Pasir yang digunakan adalah pasir yang berasal dari laut.

Pengamatan Parameter Tinggi tanaman Tinggi tanaman yang berkecambah sudah berumur 3 bulan. Perhitungan jumlah daun dilakukan sejak berumur 3 MSPT hingga tanaman berumur 6 MSPT dengan interval 1 minggu. dihitung mulai dari permukaan tanah sampai bagian tertinggi dari tanaman. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1 – 38) diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. jumlah daun 4 . Diameter Batang (mm) Batang tanaman diukur diameternya pada ketinggian 1 cm diatas permukaan tanah dengan menggunakan jangka sorong. Jumlah Daun (helai) Jumlah daun yang dihitung adalah daun yang telah membuka sempurna. Pengukuran diameter batang dilakukan sejak tanaman 3 MSPT hingga tanaman berumur 6 MSPT dengan interval 1 minggu.

dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. 8 MST. Dari Tabel 1 diketahui bahwa perlakuan kompos azolla terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu A2 (12. 7. diameter batang 4 – 8 MST.59). 8 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. Tabel 1. Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. jumlah daun 3 MST. diameter batang 4 – 8 MST.41) dan terendah M2 (12. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. Histtogram tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada gambar 1. 6. jumlah daun 5 – 8 MST. Interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 5 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1. jumlah daun 4 – 8 MST. Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Dari Tabel 1 diketahui bahwa perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu M1 (13. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1. 6.67). 7. Dari Tabel 1 diketahui bahwa interaksi media tanam dan kompos azolla terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu M1A2 (19. diameter batang 4 – 5 MST.66) dan terendah M2A0 (15.– 8 MST. jumlah daun 3 MST. Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1 – 38) diketahui bahwa perlakuan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST.61) dan terendah A0 (10. Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1 – 38) diketahui bahwa interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 5 MST. . Tinggi Tunas (cm) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. jumlah daun 4 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. diameter batang 6 – 8 MST. Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada tabel 1.79).

dan tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 3 MST.00) dan terendah M2A0 dan M2A1 (2. Rataan jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada tabel 2.92).89) dan terendah A1 (1. Interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter. Dari Tabel 2 diketahui bahwa pada perlakuan kompos azolla terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu A2 (1. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 3 MST. Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Jumlah Daun (helai) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 4 – 8 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 4 – 8 MST.15) dan terendah M2 (1.Gambar 1. Tabel 2. Rataan jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Dari Tabel 2 diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu M1 (2. Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 5 – 8 MST.50). Dari Tabel 2 diketahui bahwa pada interaksi media tanam dan kompos azolla terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu M1A1 dan M1A2 (3. .83).

Rataan diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla . Interaksi antara media tanam dan kompos azolla tidak berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 4 – 8 MST. Tabel 3. Gambar 2. Histogram jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Diameter Tunas (mm) Dari data pengamatan dan sidik ragam diktahui bahwa perlakuan media tanam tidak berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 4 – 8 MST. Rataan diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada tabel 3. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 4 – 5 MST. Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 6 – 8 MST.Histogram jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 3. kesuburan dan produktivitas tanah pada daerah geotropik tertentu.79).41) dan terendah M2 (12. Akan tetapi akan berhubungan dengan adanya variasi yang terdapat pada sistem mineralogy reaksi tanah. Histogram diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Pembahasan Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq. Hal ini disebabkan karena media tanam yang digunakan adalah pasir dan top soil dengan .24) dan terendah M1A0 (0. Akar kelapa sawit dapat menyerap hara dari media tanam dengan baik karena ruang pori tanah yang baik. kekerasan.87).15) dan terendah M2 (1.79). Hal ini dikarenakan media tanam yang digunakan sangat sesuai dengan kebutuhan kelapa sawit dalam pertumbuhannya. Histogram diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada gambar 3.Dari Tabel 3 diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter diameter tunas 8 MST tertinggi yaitu M2 (0.77) dan terendah A0 (0. permiabilitas. Hal ini sesuai dengan literatur Hadi (2004) yang menyatakan bahwa Jenis tanah berhubungan erat dengan plastisitas. Begitu juga terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu M1 (2. maka ada ketentuan-ketentuan umum yang berlaku untuk semua jenis tanah Dari hasil percobaan pada perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu M1 (13. kemudian olah tanah. Dari Tabel 3 diketahui bahwa pada interaksi antara media tanam dan kompos azolla terhadap parameter diameter tunas 8 MST tertinggi yaitu M2A2 (1.92).) D X P di Pre Nursery Dari data diketahui bahwa media tanam berbeda nyata terhadap tinggi tunas dan jumlah daun kelapa sawit.60).80) dan terendah M1 (0. Dari Tabel 3 diketahui bahwa pada perlakuan kompos azolla terhadap parameter diameter tunas 8 MST tertinggi yaitu A1 (0.

59). Dalam bentuk kompos ini. Kompos Azolla dapat terurai dengan baik pada tanah sehingga tanaman dapat menggunakan hara dengan baik. jumlah daun 4 – 8 MST. Dari hasil percobaan diketahui bahwa perlakuan kompos azolla terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu A2 (12. kompos azolla juga dengan pasir dan tanah kebun dengan perbandingan 3:1. Hal ini sesuai dengan literatur http://kolamazolla. azolla juga baik untuk media tanam. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1.perbandingan 2:1. Tekstur seperti ini adalah tekstur yang paling cocok untuk pertumbuhan benih. com/2008/07/manfaat tanaman azolla.61) dan terendah A0 (10. Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. Hal ini terjadi karena pada perlakuan yang diberi kompos azolla pertumbuhan kecambahnya jauh lebih baik dibandingkan dengan yang tidak diberi kompos azolla.blogspot. Dalam bentuk kompos ini. Karena kompos azolla memliki N yang tinggi yang bepengaruh bagi pertumbuhan tanaman.) D X P di Pre Nursery Dari data diketahui bahwa interaksi antara media tanam dan kompos Azolla berbeda nyata terhadap tinggi tunas dan jumlah daun kelapa sawit. Selain digunakan secara langsung. Dimana tanah mampu menahan air yang cukup. Hal ini sesuai dengan literatur http:kolomozolla. diameter batang 4 – 8 MST. kompos azolla juga dengan pasir dan tanah kebun dengan perbandingan 3:1. sehingga terjadi gabungan antara tekstur kasar dengan halus oleh top soil.html (2008) yang menyatakan bahwa kegunaan dari kompos azolla adalah sumber N dan dapat menggantikan urea sampai 100 kg serta dapat menekan pertumbuhan gulma. jumlah .) D X P di Pre Nursery Dari data diketahui bahwa kompos Azolla berbeda nyata terhadap tinggi tunas. com/2008/07/manfaat tanaman azolla. Hal ini dikarenakan media tanam dapat bersatu dengan kompos Azolla dalam penyediaan hara bagi tanaman kelapa sawit. Hal ini sesuai dengan literatur http:kolomozolla.html (2008) yang menyatakan bahwa penggunaan sebagai pupuk. Interaksi Antara Media Tanam dan Kompos Azolla Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq. Hal ini sesuai dengan literatur Sianturi (1991) tanah juga harus mampu menahan air yang cukup dan hara yang tinggi secara alami maupun hara tambahan.html (2008) yang menyatakan bahwa penggunaan sebagai pupuk. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. Selain digunakan secara langsung. Pengaruh Kompos Azolla Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.blogspot. selain dalam bentuk segar bisa juga dalm bentuk kering dan kompos.blogspot. Media tanam berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. 2. com/2008-07-1 archieve. jumlah daun 3 MST. Hal ini dikarenakan kompos Azolla sangat baik digunakan selain sebagai media tanam juga sebagai pupuk bagi tanaman karena kompos Azolla memiliki nisbah C/N yang rendah. azolla juga baik untuk media tanam. jumlah daun dan diameter batang kelapa sawit. selain dalam bentuk segar bisa juga dalm bentuk kering dan kompos.

media Reaksi: . Vademecum Kelapa Sawit. Suyatno. Selardi. diameter batang 4 – 8 MST. The Incorporate Society Of Planters. Azolla. Djoehana. 2004. Iyung.kr. Pematang Siantar-Sumut Tim Penulis PS. (4 April 2009) http://www.kehati. Yogyakarta Sianturi. Jakarta Hadi. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. 1994. Penebar Swadaya.or. 8 MST. Jakartakelapa sawit.id. Penebar Swadaya.com a. jumlah daun 3 MST. Azolla. 1991. 1989. Kanisius. kompos azolla Diposkan oleh junT blogs di 00:58 0 komentar Link ke posting ini Label: kelapa sawit.blogspot. 1997. USU Press. B. Interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 5 MST. 2007. 1996. diameter batang 6 – 8 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1. Medan Soehardjo dkk. Kanisius. (4 April 2009) http://www. Kompos Azolla (4 April 2009) http://syararu. Kelapa Sawit. 7. 2006. Budidaya Kelapa Sawit.daun 4 – 8 MST. Saran Sebaiknya dalam melakukan percobaan ini. Kompos Azolla (4 April 2009) http://kolamazolla. Jakarta Setyamidjaja.M. PTP N IV (Persero) Bahjambi. Ilmu Tanah. Medan http://kolamazolla. Yan. kompos azolla. The Oil Palm In Agriculture In The Eighties Pahan. 3. Jakarta Risza. 2006.id. Kelapa Sawit Budidaya Pemanfaatan Hasil dan Limbah Analisis Usaha & Pemasaran. Soh Aik.blogspot. Panduan Lengkap Kelapa Sawit Manajemen Agribisnis dari Hulu Hingga Hilir.co. 6. Kelapa Sawit Teknik Budidaya dan Pengolahan. 2006. Teknik Berkebun Kelapa Sawit. Malaysia Fauzi. Penebar Swadaya.com b. jumlah daun 5 – 8 MST. diameter batang 4 – 5 MST. 1981. dkk. M. DAFTAR PUSTAKA Chin. 2003. (4 April 2009) International Conference. Kelapa Sawit Usaha Budidaya Pemanfaatan Hasil dan Aspek Pemasaran. Adicita Karya Nusa. Yogyakarta Sastrosayano. Azolla. benih yang digunakan harus bersertifikat dan penyiraman harus dilakukan secara teratur untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Agromedia Pustaka. jumlah daun 4 MST.com. Yogyakarta Hasibuan. USU Press.E. Budidaya Kelapa Sawit. Choice Of Planting Material.

pengaruh penggosokan benih dan media tanam pada perkecambahan benih karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 PENGARUH PENGGOSOKAN BENIH DAN MEDIA TANAM PADA PERKECAMBAHAN BENIH KARET (Hevea brasiliensis Muell. Medan . Arg) PENGARUH PENGGOSOKAN BENIH DAN MEDIA TANAM PADA PERKECAMBAHAN BENIH KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 Laporan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Mengikuti Praktikal Test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Sumatera Utara.

The experiment used Randomized Complete Block Design (RAK) with 2 factors and 4 replications. with no rubbed and with rubbed. The first factor was rubbed. sand and top soil. Key words : media. 040301001 Diperiksa Oleh: Asisten Korektor (Hayati Silalahi) NIM. from March to April 2009.Disetujui Oleh Dosen Penanggungjawab (Ir. height of plumule. The experiment result showed that rubbed gave significant effect of presentation of seed. rubbed. The experiment was conducted in Agronomi Tanaman Perkebunan I Laboratory Land. Agriculture Faculty. Balonggu Siagian. 040301037 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 ABSTRACT The objective of this experiment was to know effect of rubbed and media in growing of rubber seed. The second one was the media that consist of sand. MS) NIP. Interaction between rubbed ang media did’nt gave effect of all the parameter. speed of seed growth. North Sumatera University with ± 25 m above sea level. 130 806 538 Diketahui Oleh: Asisten Koordinator (Eko Andi Pasaribu) NIM. seed . top soil. Media gave significant effect of speed of seed growth ang height of plumule.

top soil. Kata kunci : media. Hail percobaan menunjukkan bahwa penggosokan benih berpengaruh nyata terhadap persentase perkecambahan benih. penggosokan. benih yang digosok. laju perkecambahan benih. yaitu benih tanpa digosok. Percobaan ini dilaksanakan di lahan percobaan Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan I Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan pada ketinggian tempat ± 25 m dpl dari bulan Maret sampai April 2009 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan dan empat ulangan.ABSTRAK Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggosokan benih dan media tanam pada perkecambahan benih karet. Anak pertama dari empat bersaudara. Media berpengaruh nyata terhadap laju perkecambahan benih karet. Faktor I adalah penggosokan. tinggi plumula. Anak dari Bapak P. pasir dan top soil. Sinambela dan Ibu N. Sedangkan interaksi antara penggosokan dan media tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Faktor II adalah faktor media yaitu pasir. Adapun pendidikan yang pernah ditempuh penulis adalah sebagai berikut: . Manurung. benih RIWAYAT HIDUP Junita Sinambela lahir pada tanggal 2 April 1989 di Medan. tinggi plumula.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. MS dan Ir. MP selaku dosen mata kuliah Agronomi Tanaman Perkebunan serta kepada abang dan kakak asisten yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini.SD Negeri 050721 di Gohor Lama Tamat tahun 2001 SMP Negeri 1 di Hinai Tamat tahun 2004 SMA Negeri 1 di Stabat Tamat tahun 2007 Penulis terdaftar sebagai mahasiswi di Departemen Budidaya Pertanian Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ir. oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan laporan ini. KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Esa karena atas berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya. Medan. . Balonggu Siagian. Arg)” yang merupakan salah satu syarat unutk dapat mengikuti praktikal test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Charloq Nababan. Medan melalui jalur SPMB pada pilihan pertama pada tahun 2007 sampai sekarang. Adapun judul dari laporan ini adalah “Pengaruh Penggosokan Benih dan Media Tanam pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Medan. Mei 2009 Penulis DAFTAR ISI ABSTRACT i ABSTRAK ii RIWAYAT HIDUP iii KATA PENGANTAR vi DAFTAR ISI v DAFTAR TABEL vii DAFTAR GAMBAR viii DAFTAR LAMPIRAN ix PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Tujuan Percobaan 3 Hipotesis Percobaan 3 Kegunaan Percobaan 3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman 4 Syarat Tumbuh 5 Iklim 5 Tanah 6 Media Tanam 7 Penggosokan Benih Karet 8 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan 10 Bahan dan Alat 10 Metode Percobaan 10 PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan Media Tanam 12 Penggosokan Benih 12 Penanaman Benih 12 Pemeliharaan Tanaman 12 Penyiraman 12 Penyiangan 13 Pengamatan Parameter 13 Persentase Perkecambahan (%) 13 Tinggi Plumula (cm) 13 Laju Perkecambahan (hari) 13 .

Rataan persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 16 2. Judul Hal 1.HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil 15 Pembahasan 20 KESIMPULAN Kesimpulan 24 Saran 24 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR TABEL No. Rataan laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 17 3. Rataan tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 19 .

Histogram laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 18 3. Histogram persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 17 2. Histogram tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 20 .DAFTAR GAMBAR No. Judul Hal 1.

Data tinggi plumula benih karet 6 MST (cm) 29 Lampiran 12. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 5 MST (cm) 29 Lampiran 11. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 3 MST (cm) 27 Lampiran 7. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 6 MST (cm) 29 Lampiran 13. Data tinggi plumula benih karet 5 MST (cm) 28 Lampiran 10. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 4 MST (cm) 28 Lampiran 9. Data tinggi plumula benih karet 4 MST (cm) 28 Lampiran 8. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) 31 . Judul Hal Lampiran 1.DAFTAR LAMPIRAN No. Data laju perkecambahan benih karet (hari) 26 Lampiran 4. Data tinggi plumula benih karet 7 MST (cm) 30 Lampiran 14. Data tinggi plumula benih karet 3 MST (cm) 27 Lampiran 6. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 7 MST (cm) 30 Lampiran 15. Sidik ragam laju perkecambahan benih karet (hari) 27 Lampiran 5. Data persentase perkecambahan benih karet (%) 26 Lampiran 2. Data tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) 30 Lampiran 16. Sidik ragam persentase perkecambahan benih karet (%) 26 Lampiran 3.

Karet di Indonesia telah 120 tahun dan peringatan satu abad telah diadakan tahun 1976 (Sianturi. campuran benang rayon. Perlakuan pengasahan kulit biji benih yaitu dengan maksud untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan pada bagian spesies yang mempunyai kulit biji yang keras dan yang sangat keras dan ada yang sangat tebal (Sutopo. dapat melakukan air dan tidak berpadas (kedalaman padas dapat ditolerir adalah 2 – 3 m. 1995).PENDAHULUAN Latar Belakang Ferris pada tahun 1872 mengirimkan 2000 biji dari Brazilia ke Kebun Raya Kew di Inggris. campuran bahan plastik. 1998).000 jenis barang. seperti: ban kendaraan bermotor. Dari produksi karet alam 46% digunakan untuk membuat ban dan selebihnya untuk karet busa. Sejak tahun 1839 karet menjadi primadona perkebunan di daerah daerah tropis. Kedua kiriman tersebut mengalami kegagalan. Sayangnya. Komoditas ini sudah dikenal dan dibudidayakan dalam kurun waktu yang lebih lama daripada komoditas perkebunan lainnya. 2001). 1988). . yang sebenarnya masih belum lama dalam hal membudidayakan karet (Siregar. 2006). 2005). kira-kira 1900 biji dikirim ke Srilanka. Sebanyak 2. beberapa biji ke Malaysia dan hanya dua biji ke Kebun Raya Bogor. Karet merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia.000 biji karet ke Kew. Memang untuk mencukupi keperluan bahan karet dunia telah diciptakan karet sintetis. Alexander Parkes juga°120-130 mengembangkan cara vulkanisasi ini. Salah satu pohon karet tersebut tumbang tahun 1962. hasil maksimal didapatkan jika di tanah – tanah subur. Tanah ulitisol yang kurang sudur banyak ditanami karet dengan pemupukan dan pengolahan yang baik (Setiawan dan Handoko. Media tanam. dan lain sebagainya yang sangat diperlukan beberapa negara. sepatu dan beribu-ribu jenis barang lainnya yang juga berbahan dasar karet (Setyamidjaja. Dewasa ini karet merupakan bahan baku yang menghasilkan lebih dati 50. 1993). Selanjutnya Wikham pada tahun 1876 kembali dari Brazilia dan membawa 70. Produk karet merupakan komoditi ekspor yang sangat penting karena manfaatnya yaitu dapat diolah menjadi bahan baker dasar bagi kepentingan produksi barang-barang penting di dunia.397 biji berkecambah. berpasir. kemudian tahun 1875. posisi Indonesia yang pada awal pembudidayaan karet merupakan penghasil karet utama di dunia sudah digantikan oleh Malaysia. Pada sekitar tahun itu pula Charles Goodyear menemukan vulkanisasi karet dengan cara mencampurkannya dengan belerang dan memanaskan pada suhu C. ebonite. Penemuan tentang vulkanisasi memberikan inspirasi Dunlop pada tahun 1888 untuk membuat ban mobil yang selanjutnya dikembangkan oleh Goldrich (Setiawan dan Agus. Indonesia. akan tetapi nilainya jauh lebih rendah dari bahan karet alam (Kartasapoetra.

). Medan. akar tunggangnya dapat menghujam tanah hingga kedalaman 1-2 m. Sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Hipotesis Percobaan Ada pengaruh penggosokan benih terhadap perkecambahan benih−karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg.− TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Menurut Setiawan dan Agus (2005) klasifikasi tanaman karet adalah sebagai berikut. Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Euphorbiales Family : Euphorbiaceae Genus : Hevea Spesies : Hevea brasiliensis Muell Arg. Ada pengaruh interaksi penggosokan benih dan media tanam terhadap perkecambahan benih karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg. sedangkan akar lateralnya dapat menyebar sejauh 10 m (Syamsulbahri. Sistem perakarannya padat/kompak.− Kegunaan Percobaan Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di− Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Ada pengaruh media tanam terhadap perkecambahan benih−karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg.).). .Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari cobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggosokan benih dan media tanam pada perkecambahan benih karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg.). 1996). Tanaman karet merupakan tanaman yang tumbuh tinggi dan berbatang cukup besar.

Keadaan iklim di Indonesia yang cocok untuk tanaman karet ialah daerahdaerah Indonesia bagian barat.5 cm (Sianturi. 1993). Jika dalam jangka waktu yang cukup panjang suhu rata-rata kurang dari 200C. suhu yang lebih dari 300C juga mengakibatkan karet tidak bisa tumbuh dengan baik (Setiawan dan Agus.Tinggi pohon dewasa mencapai 15-25 m. sebab iklimnya lebih basah (Setiamidjaja. tertekan pada satu atau dua sisinya. Daun karet ini berwarna hijau dan menjadi kuing atau merah menjelang rontok. Curah hujan tahunan yang cocok untuk pertumbuhan tanaman karet tidak kurang dari 2000 mm. Syarat Tumbuh Iklim Tanaman karet adalah tanaman tropis. Setiap daun karet biasanya terdiri dari 3 anak daun yang berbentuk elips memanjang dengan ujung runcing. 2001). Di ketinggian tersebut suhu harian 25300C. endokarp berkayu. Tanaman karet adalah tanaman berumah satu (monoecus). bulat bersegi empat. Tanah Tanaman karet dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah baik pada tanah-tanah vulkanis . yaitu Sumatera. daun-daun karet akan rontok pada puncak musim kemarau untuk mengurangi penguapan tanaman (Setiawan dan Agus. Kelembapan yang terlalu tinggi tidak baik untuk tanaman karet (Sianturi.4 atau 6 cocci berkatup dua. Biji besar. 1993). Batang tanaman biasanya tumbuh lurus dan memeiliki percabangan yang tinggi diatas. yang terbagi dalam 100-150 hari hujan. berwarna coklat muda dengan noda-noda coklat tua. panjang 2-3. Penyebaran pertanaman karet sangat dipengaruhi oleh penyebaran hujan dan tinggi tempat dari permukaan laut. 2001). Buah beruang tiga.5 cm dan lebar 1. tidak semua propinsi di Indonesia memiliki perkebunan karet (Sianturi. secara geografis tersebar diantara 100LU hingga 100LS. Pembagian hujan dan waktu jatuhnya hujan rata-rata setahunnya mempengaruhi produksi. Karet termasuk tanaman daratan rendah. Dibeberapa kebun karet arah tumbuhnya tanaman agak miring ke arah utara. tempat tersebut tidak cocok untuk budidaya karet. Batang tanaman ini mengandung getah yang dikenal dengan nama lateks (Tim Penulis.5-2. Seperti kebanyakan tanaman tropis. Optimal antara 2500-4000 mm per tahun. Itulah sebabnya. Pada satu tangkai bunga yang berbentuk bunga majemuk terdapat bunga jantan dan bunga betina. Jawa dan Kalimantan. Penyerbukannya dapat terjadi dengan penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang (Setyamidjaja. Daun karet terdiri dari tangkai utama sepanjang 3-20 cm dan tangkai anak daun sepanjang 3-10 cm dengan kelenjar di ujungnya. 2005). jarang yang beruang empat hingga enam. 2005). Daerah yang sering mengalami hujan pada pagi hari produksinya akan kurang. 1993). diameter buah 3-5 cm dan terpisah 3. berkilat. Kelembapan nisbi (RH) yang sesuai untuk tanaman karet adalah rata-rata berkisar antara 75-90 %. yaitu bias tumbuh baik di dataran dengan ketinggian 0-400 m dari permukaan laut (dpl). 2001). Zona paling cocok dan paling produktif adalah 60LU hingga 60LS. perikarp berbatok.5-3 cm dan tebal 1.

tekstur. kompos. pH 4.5. 2001). Oleh karena itu. kemudahan diolah dan yang terpenting adalah masalah kesuburan. permebilitas sedang. Jenis tanah berhubungan sangat erat dengan plastisitas. karena kandungan haranya relatif rendah. kemudahan olah. Sifat fisis. alluvial dan bahkan tanah gambut. Untuk mengetahui kemampuan lahan sebaiknya diketahui kesesuaian tanah dan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman karet untuk dapat memperoleh produksi dan keuntungan ekonomis yang optimal. kedalaman air tanah. aerasi dan drainesenya. udara tanah mudah masuk dan tanah mudah diolah (Hasibuan. Bila jumlah pasir tidak terlalu banyak pengaruhnya terhadap tanah akan baik karena cukup longgar. kimia. Media Tanam Bila tanah terlalu banyak mengandung pasir. Tanah-tanah alluvial umumnya cukup subur. Sifat umum tanah sangat ditentukan oleh tekstur (Sutanto. Pembuatan saluran drainase akan menolong memperbaiki keadaan tanah ini (Setyamidjaja. Media yang digunakan untuk penyemaian biasa hanya terdiri atas pasir saja tetapi kadang-kadang juga diberi campuran sekam padi. Tanah-tanah vulkanis umumnya memiliki sifat-sifat fisika yang cukup baik. dan benih. kemiringan tanah 0-8%.muda ataupaun vulkanis tua. semakin banyak pori-pori di antara partikel tanah dan hal ini dapat memperlancar gerakan udara/air (Hartman. maka belum berlaku untuk semua jenis tanah di permukaan bumi (Buckman dan Brady. 1993). tidak banjir dan tidak ada stagnasi air (Sianturi. tanah ini kurang baik untuk pertunbuhan tananaman. 1982). yang diinginkan tanaman karet antara lain adalah tanah yang mempunyai lapisan padas lebuh dari 1m. udara. sehingga akar baru yang keluar tidak terhambat pertumbuhannya (Widianto. 2006). mintakat perakaran. semakin tinggi persentase pasir dalam tanah. Penggosokan Benih . peranannya dalam mengatur sifat-sifat tanah. lumut yang telah membusuk. Partikel-partikel pasir yang ukurannya yang jauh lebih besar dan memiliki permukaan yang kecil (dengan berat yang sama) dibandingkan dengan debu dan liat. retensi air >150 cm/m. air akan mudah di serap dan cukup dikandung tanah. kekerasan. Distribusi ukuran partikel dan kelas tekstur mempunyai korelasi dengan air. jumlah pasir sama dengan liat. tanah gembur. tetapi sifat fisisnya terutama drainase dan aerasinya kurang baik. permeability. 1981). drainase baik. dan fisiografis yang menjadi factor pembatas kesesuaian tanah untuk tanaman karet. terutama dari segi struktur. solum. topsoil. Tanah yang bertekstur pasir mempunyai luas permukaan (specific surface) yang kecil. kesuburan dan produktivitas tanah pada daerah geografik tertentu akan tetapi berhubungan adanya variasi yang terdapat dalam sistim mineralogi fisik tanah. 2005). Akan tetapi sifat-sifat kimianya umumnya sudah kurang baik. sehingga sulit menyerap atau menahan air dan unsur hara. et al. sehingga pada musim kemarau mudah kekurangan air. unsur hara.. 2000). Asalkan tanahnya gembur dan halus.

2009). gembor untuk menyiram tanaman dan polibag sebagai wadah penanaman. 2003).id. dapat diberikan perlakuan individu sesuai dengan ketebalan biji. 2002) (http://www.iptek. sehingga mempersulit keluar masuknya air ke dalam benih (http://digilib.umm. penggoresan. Benih yang mengalami dormansi biasanya disebabkan oleh: a) Rendahnya dan tidak adanya proses imbibisi air yang disebabkan oleh struktur benih (kulit benih) yang keras. jarum. 1993). serta kertas pasir untuk menggosok benih karet. kulit biji yang impermiabel terhadap air dan gas sering dijumpai pada benih.benih dari famili Leguminosae (Sutopo.ac. pemecahan. Sebagai contoh. air untuk penyiraman. Perlakuan mekanis (skarifikasi) pada kulit biji dilakukan dengan cara penusukan.net. Manfaat penggosokan benih adalah untuk memecahkan dormansi pada benih agar benih dapat berkecambah dengan baik karena benih yang memiliki kulit yang jeras harus dilakukan pemecahan dormansi untuk mempercepat proses perkecambahan baik dengan cara mengkikis ataupun mengikir kulit benih (Sadjad. 2009). kertas gosok atau lainnya adalah cara efektif untuk mengatasi dormansi fisik. Pada hakekatnya semua benih dibuat permeable dengan resiko kerusakan yang kecil. Karena setiap benih ditangani secara manual. pengikiran atau pembakaran. kikir. Alat yang digunakan adalah cangkul untuk mencampur tanah. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah stunp mata tidur karet klon IRM sebagai objek pengamatan. meteran untuk mengukur tinggi plumula.Universitas Sumatera Utara. asal daerah radikel tidak rusak (Schmidt. pasir dan topsoil sebagai media tanam. keadaan fisiologis dari embrio atau kombinasi dari kedua keadaan tersebut. Medan.Dormansi pada benih dapat disebabkan oleh keadaan fisik dari kulit biji. Skarifikasi mencakup cara – cara seperti mengkikis atau menggoreskan atau menggosok kulit biji yang mengalami sumbat gabus dimana semua permiabel terhadap air atau gas (Lakitan .id. BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian. Dengan ketinggian tempat ± 25 m dpl yang dimulai dari bulan Februari 2009 sampai dengan April 2009. dengan bantuan pisau. 1999). Metode percobaan .

media tanam ke-j. media tanam ke-j.Data percobaan dianalisis dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu: Faktor I : Penggosokan benih (P) dengan dua taraf yaitu: P1 : Benih tanpa digosok P2 : Benih digosok hingga nampak mata embrio Faktor II: Media Tanam (M) dengan 3 taraf yaitu: M0 : Pasir M1 : Pasir + Top soil M2 : Top soil Sehingga didapat 6 kombinasi perlakuan yaitu: P0M0 P1M0 P0M1 P1M1 P0M2 P1M2 Jumlah ulangan : 6 Jumlah petak percobaan : 36 Jumlah benih per petak : 2 Jumlah benih yang dibutuhkan: 64 Dari hasil percobaan dianalisis sidik ragam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan model linier sebagai berikut: Yijk= µ + βi + αj + βk + (αβ)jk + εijk dimana: Yijk : Nilai pengamatan pada penggosokan benih ke-i. dan perkecambahan benih karet ke-k µ : Nilai tengah βi : Efek penggosokan benih ke-i αj : Efek media tanam ke-j (αβ)jk : Efek interaksi antara penggosokan benih ke-i dan media tanam ke-j εijk : Efek error yang disebabkan oleh penggosokan benih ke-i. dan top soil (M2). akan diujikan dengan beda nyata jujur (BNJ) pada x = 5% . . pasir + top soil dengan perbandingan 2:1 (M1). PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan media tanam Disiapkan polibag berukuran 10 kg dan diisi dengan media pasir (M0). dan perkecambahan benih karet ke-k Apabila data percobaan analisis tidak ragam berbeda nyata.

. Laju Perkecambahan (hari) Laju perkecambahan diambil data berupa jumlah karet yang tumbuh. Penanaman Benih Benih karet ditanam di polibag yang diisi tanah sesuai dengan perlakuan.Penggosokan Benih Proses penggosokan benih dilakukan sebelum dilakukan penanaman.. Dimana proses penggosokan bertujuan untuk memecahkan dormansi benih karet akibat kulit benih yang keras dan dilakukan dengan menggunakan kertas pasir sampai terlihat embrio... Pengamatan Parameter Persentase perkecambahan (%) Persentase perkecambahan diambil data berupa jumlah tanaman yang tumbuh dan dibagi jumlah seluruhnya dikalikan 100% dan data diambil setiap minggunya. + NnTn Laju Perkecambahan : T1 + T2 + T3 + .. Nilai laju perkecambahan dapat diperoleh dari rumus sebagai berikut : N1T1 + N2T2 + N3T3 + ... Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor.. Jumlah tanaman yang tumbuh Persentase Perkecambahan = x 100 % Jumlah tanaman seluruhnya Tinggi Plumula (cm) Tinggi plumula dihitung dari plumula yang tumbuh sampai pada titik tumbuh. Pemeliharaan Tanaman Penyiraman Penyiraman dilakukan setiap sore hari tergantung kepada kondisi kelembaban permukaan media tanam.. dan dimasukkan ke dalam polibag dan sebaiknya jangan ditanam terlalu dalam. Penyiangan Penyiangan dilakukan setiap minggunya dengan cara mencabut gulma yang tumbuh pada polibag.. + Tn HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil .

Histogram persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada gambar 1. tinggi plumula benih karet 3-8 MST. laju perkecambahan benih karet. Dan tidak berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. .00). Rataan persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada tabel 1. Rataan persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam.22).67) dan terendah pada P0M0 (97.00%). Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1-16) diketahui bahwa interaksi antara perlakuan penggosokan dan media tanam tidak ada parameter yang berbeda nyata. Dan tidak berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada M1 (65. Dan tidak ada parameter yang tidak berbeda nyata.78) dan terendah pada M0 (65. Persentase Perkecambahan (%) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman.42%) dan terendah pada P0 (73. laju perkecambahan benih karet. Dari Tabel 1. Tabel 1. diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P1 (74. penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. tinggi plumula benih karet 3-8 MST. Dari Tabel 1. dan interaksi antara penggosokan dan media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. dan tinggi plumula benih karet 3-8 MST. diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P1M1 (99. Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1-16) diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih. Dari Tabel 1.Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1-16) diketahui bahwa perlakuan penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet.

diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter laju perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P0 (5. Histogram persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Laju Perkecambahan Benih (hari) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan penggosokan dan media tanam berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih karet. Rataan laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada tabel 2.29) dan terendah pada M1 (3.Gambar 1.19) dan terendah pada P1 (3. Histogram laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada gambar 2. Tabel 2.26). diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter laju perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada M0 (4. diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media tanam terhadap parameter laju perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P0M0 (7. Dari Tabel 2. Histogram laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Tinggi Plumula (cm) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan penggosokan dan media tanam berbeda nyata terhadap tinggi plumula benih karet 3-8 MST. Dari Tabel 2. Gambar 2. dan interaksi .77) dan terendah pada P1M1 ( 3.10).13). Dan interaksi penggosokan dan media tanam tidak berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih karet. Rataan laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Dari Tabel 2.

33) dan terendah pada P0 (25.33). diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media tanam terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada P1M1 (38. Arg) Dari hasil sidik ragam pada perlakuan penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. Dari Tabel 3. Histogram tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokkan dan media tanam dapat dilihat pada gambar 3.67) dan terendah pada P0M0 (32.penggosokan dan media tanam tidak berbeda nyata terhadap tinggi plumula benih karet. Histogram tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Pembahasan Pengaruh Penggosokan Pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell. Hal ini sesuai dengan literatur Sadjad (1993) yang menyatakan bahwa Manfaat penggosokan benih adalah untuk memecahkan dormansi pada benih agar benih berkecambah dengan baik. Dengan adanya proses penggosokan (skarifikasi). . tinggi plumula benih karet 3-8 MST.44) dan terendah pada M0 (23. maka proses dormansi yang menghambat proses perkecambahan dapat dipecahkan sehingga benih dapat memperoleh air dan udara. Tabel 3. Gambar 3. Rataan tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Dari Tabel 3. diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada M1 (24. diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada P1 (28.00). Karena benih yang memiliki kulit yang keras harus dilakukan pemecahan dormansi untuk mempercepat proses perkecambahan baik dengan cara mengkikis ataupun mengkir kulit benih (Sadjad.25). 1993). Dari Tabel 3. Rataan tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada tabel 3. laju perkecambahan benih karet.

Hal ini disebabkan karena media tanam yang digunakan adalah pasir dan top soil dengan perbandingan 2:1. Hal ini disebabkan karena pada perlakuan P0 ini benih tidak dilakukan proses penggosokan. Tahap pertama suatu perkecambahan benih dimulai dengan proses penyerapan air oleh benih. Hal ini sesuai dengan literatur Widianto (2000) yang menyatakan bahwa media yang digunakan untuk pengamatan bisa hanya terdiri atas pasir saja tetapi kadang-kadang juga diberikan campuran sekam padi.00 cm).25 cm). Pengaruh Media Tanam Pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell.33 sm) dan terendah pada P0 (25. Tekstur seperti ini adalah tekstur yang paling cocok untuk pertumbuhan benih. kesesuaian tanah dan lingkungan yang serasi sangat baik untuk pertumbuhan tanaman karet.78%) dan terendah pada M0 (65. sehingga akar tanaman yang baru keluar tidak terhambat pertumbuhannya. Pengaruh Interaksi Antara Penggosokan dan Media Tanam Pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell. sehingga terjadi gabungan antara tekstur kasar dengan halus oleh top soil. tanah gembur. lumut yang telah membusuk. maka proses perkecambahan menjadi terhambat akibat kulit benih yang keras (dormansi) sehingga benih susah memperoleh air dan udara. Banyak media yang dapat digunakan untuk penanaman benih asalkan tanahnya gembur dan halus.22%). fisiologi dan biokimia. Arg) Dari hasil percobaan diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media . Hal ini sesuai dengan literatur Sutopo (1998). selain itu perkecambahan benih karet juga dipengaruhi oleh faktor keadaan lingkungan. top soil dan lainnya.Dari hasil percobaan diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada P1 (28. Hal ini sesuai dengan literatur Setiawan dan Andoko (2005) yang menyatakan bahwa tanah untuk media tanah ini harus subur dan harus yang bisa diambil dari tanah pelapukan (top soil) dengan kedalaman maksimum 15 cm. yang menyatakan bahwa proses perkecambahan benih merupakan suatu rangkaian kompleks dari perubahan-perubahan morfologi. Tanah top soil dapat membantu pertumbuhan perkecambahan benih karet karena tanah top soil merupakan tanah yang subur yang diambil dari tanah pelapukan. kompos. Ini menunjukkan bahwa top soil ditambah pasir mempengaruhi persentase perkecambahan benih karet . Arg) Dari hasil percobaan diperoleh bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada M1 (65. Karena. Perlakuan pengasahan kulit biji yaitu dengan maksud untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan pada berbagai spesies yang mempunyai kulit biji yang keras dan yang sangat tebal. Dengan tidak adanya proses penggosokan. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada M1 (24.44 cm) dan terendah pada M0 (23. melunaknya kulit benih dan hidrasi dari protoplasma.

New Jersey Hasibuan.00%). 1981. tinggi plumula benih karet 3-8 MST.T. Media tanam berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih. H.C.. Diakses pada tanggal 4 April 2009 . laju perkecambahan benih karet. Plant Science. dan tinggi plumula benih karet 3-8 MST. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1.umm. 2.William. J.tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P1M1 (99. Medan http://digilib. M. DAFTAR PUSTAKA Buckman. dan N. 2006. benih yang digunakan harus diketahui jenis atau klonnya. Klackers.id. H.E.67%) dan terendah pada P0M0 (97. Ilmu Tanah. Bhratara Karya Aksara. Ilmu Tanah. tinggi plumula benih karet 3-8 MST. 3. Hal ini sesuai dengan literatur Sutopo (1998) yang menyatakan bahwa Perlakuan pengasahan kulit biji yaitu dengan maksud untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan pada berbagai spesies yang mempunyai kulit biji yang keras dan yang sangat tebal. B. Brady. Terjemahan Soegiman.ac. Saran Sebaiknya dalam melakukan percobaan ini. Jakarta Hatrmann. Karena penggosokan pada benih karet bertujuan untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan. Hal ini disebabkan karena adanya penggosokan dan media tanam yang cocok bagi pertumbuhan tanaman karet.O. Dan tidak berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. Penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. USU Press. Interaksi antara penggosokan dan media tanam berbeda tidak nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. Prentice Hall Inc.1982. laju perkecambahan benih karet.Anton dan Konfafrek.

Teknologi Budidaya Tanaman Pangan di Daerah Tropik. Teknik Penyadapan Karet. Agromedia Pustaka. L. D.G. 1999. Membuat Stek. 2001. Jakarta Widianto. Petunjuk Lengkap Budidaya Karet. Medan Siregar. Diakses pada tanggal 4 April 2009 Kartasapoetra. Bina Aksara. 1995.S. H.H. D. Yogyakarta Sutanto. Yogyakarta Sotopo. UGM Press. Kanisius. 1993. A. Karet Strategi Pemasaran Budidaya dan Pengolahan.id.S. Jakarta Setyamidjaja. R. Yogyakarta Sianturi. Penebar Swadaya. USU Press. Karet. 2005. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan. dan Agus A. Budidaya Tanaman Karet.http://www.H. L. 1999. Dasar-Dasar Ilmu Tanah Konsep dan Kenyataan.net. Kanisius.iptek. Cangkok. CV Rajawali. Jakarta Syamsulbahri. Yogyakarta Tim Penulis PS. Penebar Swadaya. 1996. 2000.D. T. Jakarta . dan Okulasi. 1988. 2005. Teknologi Benih. Kanisius. Jakarta Setiawan.

Pola Pembibitan Sawit PT Bakti Tani Nusantara Written by Administrator on 24 February 2012. 1.5 x 8.5 meter dengan sistem segitiga sama sisi). 4. Bakti Tani Nusantara. Umur siap panen lebih genjah : 24 – 28 Bulan 3.6 – 42. TN1 yang telah bersertifikat tersebut memiliki keunggulan antara lain : 1. Persentase kernel 7% – 8% 7. 4. materi genetik ini menjadi tetua dari D x P Tani Nusa 1 terbukti memiliki keragaan sangat baik dan diterima luas oleh pekebun. Panjang pelepah antara 5 – 6 meter. 3. Umur siap tanam ke lapangan : 10 – 12 bulan Umur siap panen : 24 – 28 bulan Kecepatan pertumbuhan tanaman : 35. Deskripsi Kelapa sawit varietas D x P TN1 1. Kecepatan pertumbuhan tanaman rata – rata 41 cm/tahun. Produkstifitas TBS (Tandan Buah Segar) = 35 ton/ha/tahun 5. Pendahuluan Varietas kelapa sawit D x P Tani Nusa 1 adalah varietas unggul baru yang merupakan kombinasi dari persilangan Dura Deli dari populasi Johor Labis dan Pisifera Avros yang diseleksi dengan metode Modified Recurrent Selection oleh Socfin Malaysia dan PT. Dengan pertambahan batang yang lambat maka usia produksi dapat mencapai lebih dari 30 tahun. Dapat beradaptasi dengan baik pada lahan yang marginal atau mulai dari lahan kelas S3 – lahan kelas S1. Dari pengalaman oleh socfin di Malaysia. 6. bahkan mencapai 35 tahun. 2.5 cm/thn Produksi TBS TM1 : 4 – 5 ton/ha/thn . 2.5 x 8. sehingga populasi per ha lebih banyak 148 152 pohon/ha (dengan jarak tanam 8.

.296 kecambah. pengawasan dan drainase air berlebih saat penyiraman atau hujan.330/05/2008 2.7 – 7. Bakti Tani Nusantara A.3% 11.000 bibit (Gambar 1). Produksi TBS TM3 : 17 – 18 ton/ha/thn 6. Dirjenbun No.120/5/2008 SK. 648/Kpts/SR. Produksi TBS TM5 : 28 ton/ha/thn 7. Randemen CPO (Lab) : 30. Penanganan Awal 1.2 m dan panjang ± 8 m yang dapat memuat sekitar 1. kecambah dikemas di dalam 16 kantong plastik yang masingnya berisi 206 kecambah termasuk refraksi 6 kecambah per kantong. Antar bedengan berjarak 80 cm sebagai jalan pemeliharaan.1 ton/ha/thn 12. Memeriksa kotak dan dokumen untuk memastikan apakah peti dalam kondisi baik dan isi peti sesuai dengan dokumen pengiriman kecambah. Lakukan pekerjaan ini di tempat teduh agar kecambah tidak kena sinar matahari langsung. Dalam penanganan kecambah BTN menyarankan kepada pelanggan untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut : • • • • Menjaga kesehatan kecambah dalam transportasi dengan menghindari kecambah dari suhu terlalu tinggi.5. Potensi Inti Sawit (TM8) : 1. Potensi Produksi CPO (TM8) : 6. Usia Produksi : 33 tahun SK Menteri Pertanian No. Di dalam peti. Randemen CPO (IER) : 26.5% 10. Pembuatan Bedengan dan Naungan di Pembibitan awal (Pre Nursery) • • • Bedengan dibuat pada areal yang telah diratakan dengan lebar 1.Bakti Tani Nusantara mengirim kecambah kelapa sawit (KKS) ke pelanggan menggunakan peti karton berisi 3. Membuat naungan di pembibitan agar kecambah terhindar dari sinar matahari langsung. 2. Produksi TBS TM8 : 32 – 35 ton/ha/thn 8. Menanam kecambah sesegera mungkin dan bila ditunda agar tidak lebih dari 5 hari dan kecambah harus disimpan didalam ruangan berpendingin dengan suhu 19‐22⁰C. Tepi bedengan dibatasi dengan papan (bukan bambu) setinggi 20 cm agar polibeg dapat disusun tegak. Sistem Pemeliharaan Pembibitan Kecambah varietas TN1 PT. Kerapatan tanaman : 148 -152 phn/ha 13. benturan fisik dan tidak terkena sinar matahari langsung.9 – 2. 86/Kpts/HK.0 ton/ha/thn 9. Penanganan Kecambah PT.

5 – 2. Pengisian tanah kedalam polybag jangan terlalu penuh.5 100 1. Penanaman Kecambah di Pembibitan Awal (Pre Nursery) • • • • • • • • • • Pastikan tersedia dokumen benih lengkap yaitu Delivery Order (DO). . patah. Gambar 3. KKS di tanam tidak lebih dari 5 (lima) hari sejak kecambah diserahkan oleh produsen kecambah. Denah bedengan pembibitan awal Naungan dibuat dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan areal bibitan (Gambar 2). Naungan dikurangi secara bertahap dimulai setelah bibit berumur 1.5 bulan (Tabel 1). dan Daftar Persilangan yang menyertai KKS. Gambar 1. Berita Acara Serah Terima KKS. Tanam kecambah dengan radikula (bakal akar) menghadap ke bawah dan plumula (bakal daun) menghadap ke atas. Media tanah top soil diayak dan disterilkan 1 minggu sebelum penanaman KKS dengan fungisida dosis 0. Kantong dibuka perlahan untuk mengeluarkan KKS. patah. Gambar 2. Percikan dengan air menggunakan hand sprayer untuk meningkatkan kelembaban jika kondisi cuaca panas dan kering.5 50 > 2. Atap dengan daun kelapa atau kelapa sawit berisi 4-5 pelepah per meter persegi naungan. sisakan + 2 cm dari bibir polybag. busuk atau berjamur tidak boleh ditanam. kemudiaan dicampur dengan pupuk Rock Phospate (RP) dosis 3 gr/polibag. Media tanam dibuat berupa campuran tanah dengan pasir berbanding 70% dan 30%. Bagian dasar bedengan lebih tinggi dari permukaan tanah untuk memperlancar pembuangan air berlebih.2 gr/ltr air dan insektisida dosis 2 gr/ltr. karena lebih merata kesetiap polibag. setelah diisikan kedalam polibeg berukuran 22 x 14 cm dan disiram 2 kali sehari selama 5 hari sebelum tanam. Umur (bulan) Naungan (%) 0 – 1. Naungan pada pembibitan awal kelapa sawit Tabel 1. KKS yang ditanam adalah KKS sehat yang dapat dibedakan antara plumula (bakal daun) dengan radikula (bakal akar) sebagaimana Gambar 3. Penyiraman sebaiknya secara manual.• • • • • Areal pembibitan memiliki saluran pembuangan air (drainase) yang baik. Kecambah normal siap tanam KKS abnormal.5 Dihilangkan secara bertahap 3. Persentase naungan bibit pre nursey berdasar tahapan umur. busuk dan abnormal. kecambah diseleksi terlebih dahulu dan dicatat jumlahnya berdasar kategori sehat. Sebelum ditanam.

disimpan dalam kantong beridentitas dan diletakkan pada ruang bersuhu 20-25oC selama 5-6 hari. Lubang tanam ditutup dan diratakan dengan tanah setebal 1 – 1. Papan nama (plank) dan identitas kecambah yang ditanam. Gambar 5. Lakukan pengelompokan KKS berdasarkan laju pertumbuhan meninggi menurut ciri varietas sejak di pembibitan awal (Gambar 5). . buat peta pembibitan Gambar 4.• • • • • • • Kecambah dengan radikula dan plumula yang sukar dibedakan. Pengaturan letak bibit bedasarkan kelompok KKS Gambar 6. Kecambah yang akan ditanam diletakan didalam mangkok berisi air untuk menjaga kelembaban kecambah dan setiap 15 menit sekali disemprot dengan air. Buat lubang tanam sedalam 3 cm. dan jumlah KKS (Gambar 6). Siram polibeg segera setelah penanaman selesai. Setelah penanaman KKS. Cara penanaman kecambah yang benar. Pasang papan identitas yang berisi tanggal tanam. lalu masukan kecambang dengan radikula menghadap kebawah (Gambar 4). kode varietas. disertai tali rapia sebagai pembatas antar-persilangan kecambah. kelompok pertumbuhan meninggi.5 cm di atas KKS (jangan ditekan tanah terlalu kuat).

Dengan memakai kompos dari EM4. EM4 digunakan untuk pembuatan kompos dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan limbah cair kelapa sawit (LCKS). . Begitupula dalam sektor perkebunan kelapa sawit. Sebagai starter mikroorganisme pada proses decomposer Effective Microorganisms 4 (EM4) menjadi penting dalam dunia pertanian organik. produksi tandan buah segar (TBS) berpotensi meningkat sampai 20%.EM4 Tingkatkan Produksi Sawit 20% Written by Administrator on 24 February 2012.

“Semua limbah dapat dimanfaatkan tidak hanya dri sektor perkebunan. aplikasi larutan EM4 dilakukan setelah hujan berhenti. perikanan. Di perkebunan sawit. Pertanian sayuran sudah banyak yang menggunakan dan tidak hanya satu bahan untuk pembuatan kompos. Ke depan PTPN IV dan PT. Harus terpisah ada tenggat waktu dalam pemberiannya minimal berbeda 1-2 minggu dan baiknya pestisida baru EM4.” ujar Agus.” tambah Agus ketika ditemui di kantornya. “Paling penting EM4 tidak boleh tercampur pestisida atau herbisida. Ditutup terpal plastik dan tunggu kurang lebih 1 bulan. Manfaat EM4. bisa terlihat pada umur tanaman memasuki tahun kedua dari segi peningkatan produksi. melainkan telah digunakan perkebunan kelapa sawit dan tebu semenjak tahun 2005. Sapta Karya Damai di Sampit akan menggunakan EM4 untuk pengolahan tandan kosong sawit. aplikasi kompos EM4 (Bokashi) sebanyak 10 ton per hektare. warna daun. perkebunan. Limbah sawit bisa ditambah kotoran ternak. Semua lahan cocok untuk pemanfatan limbah sawit dengan EM4. industri. Apliksinya cukup per 3 bulan sekali dengan komposisi 18 liter per tahun dengan 6 liter satu kali aplikasi untuk setiap hektarnya. Branch Manager PT Songgolangit Persada. Kompos digunakan pada dua aplikasi di lingkaran tanaman dan baris tanaman. tahun ketiga menjadi 20-30%. lanjut Agus. “Produksi TBS tahun kedua akan meningkat 5%-10%. Ketersediaan limbah di perkebunan sawit cukup melimpah yang berasal dari tandan kosong dan limbah cair. “Kita aduk dan dicampur lalu dilakukan fermentasi di hamparan tanah yang keras agar larutan EM4 tidak terserap ke tanah. pembibitan sawit atau tanaman sawit yang sudah dewasa cukup dengan EM4 sebanyak 10 cc dicampur 1 liter air untuk disemprotkan pada batang tanaman atau tanah. Terdiri dari bakteri asam laktat (Lactobacillus Spp) bakteri fotosintetik (Rhodopseudomonas Spp). aman bagi manusia dan makhluk hidup lainnya serta lingkungan. hanya saja EM4 kurang efektif tanpa bantuan bahan organik karena sebagai media hidup dan makanan mikrorganisme. Tandan kosong dapat diolah menjadi kompos dengan adanya material tambahan selain EM4 yakni molasse dan air. penggunaan EM4 telah diaplikasikan di Medan (Sumatera Utara) yakni PT Asam Jawa untuk pengelolaan limbah tandan kosong dan limbah cair. tanah disekitar pohon menjadi gembur. pelepah daun terbuka. Sedangkan penghematan penggunaan pupuk kimia mencapai 30%. Selain itu. Actinomycetes. Penggunaan EM4 tidak sebatas di tanaman pangan saja. menurut Agus.” kata Agus. Agoes Wibisana. menceritakan pembuatan kompos TKKS harus dicacah terlebih dahulu lalu disiram larutan EM4. Streptomyces sp dan ragi yang bermanfaat untuk pertanian. Menurut Agus. peternakan. EM4 tidak berbahaya.” ungkap Agus. kesehatan dan lingkungan. Di musim hujan. . Jadi satu liter EM4 bisa untuk membuat kompos sebanyak satu ton.Effective Microorganisms 4 (EM4) merupakan kultur campuran dari mikroorganisme yang menguntungkan berasal dari alam Indonesia.

dipelihara selama 9 – 12 bulan sampai siap untuk dapat ditanam Umur bibit yang dapat ditanam di areal pertanaman : paling muda : 8 bulan ideal : 12 bulan paling tua : 24 bulan. Tahapan Pembibitan • • • o o o Pre Nursery (pembibitan awal) selama 3 bulan pertama dengan polibag kecil Main Nursery (pembibitan utama) bibit dipindahkan ke dalam polibag besar. tikus. Ini juga tergantung pada jauh dekatnya lokasi. Irian Jaya. Bibit memerlukan banyak .” pungkas Agus. dan landak B. Dekat dengan sumber air dan airnya tersedia sepanjang tahun. Sumatera Selatan terutama petani dan perusahaan perkebunan sawit. Harapan Agus. Pemasaran EM4 diperluas sampai ke Jambi.00 wib siang dan sore mulai pukul 16.00 wib. Kalimantan. Target penjualan 100 ton per bulan tahun ini bisa tercapai dan tahun 2012 diprediksi ada kenaikan 10-20%. Tetapi.Keunggulan EM4 adalah sebagai pelopor pertanian organik memberikan harga murah. Harga variatif Rp 20. dapat dilakukan di daerah pedalaman asalkan didukung infrastruktur supaya harganya terjangkau.000 per liter. Lokasi Pembibitan • • Tanah/arealnya rata/datar. untuk daerah yang rawan hama (gajah. Jika areal datar tidak diperoleh dapat juga digunakan areal bergelombang atau berbukit namun perlu dibuat teras-teras yang disesuaikan dengan kemiringannya asal saja jaringan penyiramannya mampu mencapai tempat tertinggi atau terjauh. (bebe) PEMBIBITAN A. “Harga bisa ditekan agar daya beli masyarakat jauh lebih tinggi. beruang. mudah aplikasi dan aman bagi lingkungan.000-25. penyerapan teknologi EM4 bisa merata dan meluas supaya tidak terkonsentrasi di Jawa dan Sumatera. Bibit perlu disiram 2 kali sehari jika tidak turun hujan yaitu dari pagi sampai pukul 11. babi.

5 0.000 243. Kebutuhan dan Pengadaan Bibit • • o o o o • • Kebutuhan bibit/kecambah sebanyak 140% dari jumlah yang akan ditanam. pengangkutan agar diusahakan dengan cargo (angkutan) udara Benih yang sudah diterima agar ditempatkan di tempat yang teduh kemudian segera ditanam karena paling lama hanya dapat bertahan 3-5 hari dari tempat penghasil benih Kebutuhan benih dan luas pembibitan : Kebutuhan Benih 90.000 540.650 275.2 0.• • • • air yaitu 0.850 137. Bila rencana penanaman dalam jumlah banyak. Dekat dengan areal yang akan ditanami jika mungkin ditengah lokasi untuk mengurangi biaya angkutan bibit. pemesanan sebaiknya bertahap sesuai dengan fasilitas dan tenaga yang ada.000 450.000 270.000 Luas Pembibitan awal (ha) 0. Untuk tempat yang agak jauh dari sumber benih. Perhitungannya adalah : Seleksi kecambah Seleksi di pembibitan awal Seleksi di pembibitan utama Cadangan penyisipan : 2. dekat dari pengawasan dan mudah dikunjungi Dekat dari sumber tanah untuk pengisi kantong plastik (top soil) karena tiap kantong besar membutuhkan 20-25 kg tanah C.4 0.000 162.9 1.0 m) diperlukan kecambah 200/ha Sistem tanam segitiga sama sisi • • • • Kecambah dibeli 12 bulan sebelum rencana penanaman.000 405.000 324.700 206.000 360. Air harus bersih dan tidak beracun.5 x 100/90 x 100/85 x 100/95 = 1.000 Luas Pembibitan utama (ha) 6 12 17 23 29 35 Luas areal yang akan Ditanami (ha) 500 1000 1500 2000 2500 3000 Keterangan : Bibit Yang Ak Ditanam ke Lapangan 68.250 413.5% : 10% : 15% : 5% Kebutuhan kecambah = 100/97.000 486.7 0.100 . Drainasenya baik/arealnya tidak tergenang Aman dari gangguan hama berupa binatang besar maupun serangga.4 m) diperlukan kecambah 180/ha Kerapatan 143 ph/ha (9.40 x jumlah pohon/ha Kerapatan 130 ph/ha (9.25 – 2 liter tergantung dari umur dan kondisi bibit.400 344.0 Bibit ke Pembibitan utama 81.000 180.

000 polibag Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) • Standard kebutuhan per ha pembibitan tenaga kerja : 5–6 hk per hari D. Jika cukup dekat penggunaan sprinkler mungkin cukup baik.3 liter/hari Pembibitan utama : Kebutuhan Air/pokok/hari ( liter ) 1 (sprinkler 1. Rata dengan sprinkler lebih baik. Penyiraman Bibit Sistem penyiraman yang harus digunakan perlu dipertimbangkan : • • • • • Berapa luas pembibitan yang akan dibangun dan berapa lama atau berapa tahun akan digunakan.1 – 0. Bagaimana dengan persediaan tenaga yang ada.5 jam) 2 (sprinkler 1 jam 45 menit) 3 (sprinkler 2 jam Umur Bibit ( bulan ) 0–3 3–6 6 .5 liter/hari. Demikian pula dengan luasnya.500 bibit/hk Berapakah debit air yang ada terutama pada musim kemarau. Cara ini dilakukan dengan membangun bak penampung ditempat yang tertinggi dan baru dialirkan ke tempat yang lebih rendah Berapa jauh sumber air (sungai atau kolam air) dari pembibitan. Untuk 1 ha dibutuhkan lebih dari 77 m3/hari (bibit saja 2. bergelombang dengan semi mekanis akan lebih murah dimana dapat memanfaatkan tenaga gravitasi. Instalasi penyiraman . Jika penggunaannya cukup lama atau akan digunakan lebih dari 5 tahun mungkin pemakaian sprinkler akan lebih menguntungkan karena akan memperkecil biaya penyusutan dari instalasinya. Bagaimana dengan keadaan areal pembibitan tersebut apakah rata atau bergelombang.000 polibag dan pembibitan utama ± 14. kebutuhan air per pokok : 0.000 bibit/hk sedangkan secara manual 2. Jika terlalu jauh maka perlu pertimbangan lain apakah pompa yang digunakan mampu. Penggunaan sprinkler memerlukan tenaga kerja yang lebih sedikit 4. luas hendaknya sesuai dengan kapasitas pompa yang akan digunakan.12 Sumber data :Pusat Penelitian Perkebunan Marihat – Bandar Kuala (1992) F. sisanya untuk peresapan dan pengaliran di permukaan) E.o o Perhitungan tersebut menggunakan standar seleksi di pembibitan awal 10% dan pembibitan utama 15% Untuk areal seluas 1 ha dapat digunakan untuk pembibitan awal sebanyak 500. Kebutuhan Air Bibit • • Pembibitan awal.

2 line pipa distribusi • • • Kebutuhan air ± 75 m3/ha/hari.6 kg/cm2) Kekuatan pompa 18-20 HP untuk 8 ha pembibitan G. jarak antar bedengan 0. Untuk 8 ha pembibitan diperlukan 30 sprinkler.8 m Jumlah bibit dalam satu bedengan : 840 bibit Kebutuhan tenaga untuk membuat bedengan : 1.2 m . Tiap sambungan dilengkapi stand pipes 0.Secara Manual Air dihisap dari sungai dengan menggunakan pompa air dan dialirkan ke areal pembibitan dengan menggunakan pipa dan selang • • • • Pipa primer 6 inch ditempatkan ditengah-tengah lapangan Cabang I dengan pipa 2 inch Cabang II dengan pipa 1 inch yang disambung dengan selang plastik 25 m yang ujungnya diberi gembor Penyiraman dilakukan dengan tenaga manusia Sprinkler • Penggunaan pipa : 1. Pipa induk 6 inch dari rumah pompa 2. Pembibitan Awal (Pre Nursery) Persiapan Areal • • • Areal yang sudah di buka (LC) dibersihkan dan diratakan Kebutuhan bahan/tenaga : Manual 20 HK/Ha dan mekanis 6 JKT (Jam Kerja Traktor) per ha Kebutuhan areal 1 m2 untuk 70 bibit pada pembibitan awal Membuat Bedengan • • • • • Ukuran bedengan : lebar bedengan 1. Efisiensi 30-40% Pompa berdaya pancar 45 psi (3. Pipa utama 4 inch dilengkapi dengan kran (valve) ke pipa distrubusi 2 inch.5 HK/bed Tepi bedengan diberi batas dengan bambu atau papan Jumlah bahan digunakan : 4 bambu @ 6 m dan 5 papan/bed Menabur Pasir .75 inch yang dipasang berdiri dan ujungnya dilengkapi dengan nozzle yang dapat memancarkan air dan berputar karena aliran air 3. Pada tiap pipa distribusi terdapat 8 – 10 sprinkler yang berjarak 9 – 18 m 4.

5 cm 1 kg Plb ± 200 lembar polybag kecil Mengisi Polybag . Atap dari pelepah kelapa sawit atau dari shadownet. contoh Sevin atau Thiodan Jumlah dan jenis bahan digunakan : Sevin 85 EC dosis : 5 cc/l air/bed Jumlah kebutuhan tenaga kerja : 1 HK/30 bed Naungan • • • • • Pada tahap awal bibit harus diletakkan di bawah naungan. batuan dan sampah lainnya. warna hitam Setelah diisi berukuran : diameter ± 10 cm dan tinggi ± 17.000 kg tanah) Bila tanah terlalu padat/liat dicampur dengan pasir perbandingan 3:1 Media tanam harus dicampur dengan 50 kg pupuk RP per ± 2 m3 tanah (± 1.5 bulan) naungan dapat dikurangi sebesar 50% dan setelah daun ketiga keluar (2. Hasil pengayakan ± 60% (dari 1m3 diperoleh ± 1.2 HK/bed Meracun Serangga • • • Dua hari sebelum digunakan bedengan disemprot dengan insektisida. Jumlah bahan yang digunakan : 7 bambu/bed @ 6 m dan 10 pelepah/bed Jumlah kebutuhan tenaga kerja membuat naungan : 1 HK/bed Mengumpulkan Tanah/Media Tanam • • • • • • • Media tanam menggunakan top soil (kedalaman 20-30 cm) tanah mineral dengan tekstur lempung.5 cm Lubang polybag berjumlah 12-24 dengan diameter 0.• • • Bedengan ditaburi pasir secara merata sampai setebal 2 cm Jumlah kebutuhan pasir : 0.000 polybag kecil) Jumlah kebutuhan tenaga kerja untuk mengumpulkan tanah secara manual 1. setelah dua daun keluar (1.5 bulan) naungan harus sudah dihilangkan.5 m3/HK sedangkan secara mekanis 8 JKT/Ha Jumlah kebutuhan tenaga kerja untuk mengayak 3 m3/HK Ukuran Polybag • • • • Ukuran polybag kecil 0.3 m3/bed Jumlah kebutuhan tenaga kerja : 0. kecuali di areal gambut dapat menggunakan tanah gambut Tanah diayak dengan saringan kawat 2 cm agar bersih dari akar. rumputan. Luas naungan minimal sebesar bedengan dengan tinggi ± 2 m Bentuk naungan : tiang dibuat dari bambu atau besi siku setinggi 2 m. dan jarak antar tiang 3 m.075 mm x 15 cm x 23 cm lay flat.

iv. ii.• • • • • Empat minggu sebelum penanaman kecambah. polybag harus sudah diisi tanah dalam jumlah cukup Guncang polybag pada saat pengisian untuk memadatkan tanah dan diisi sampai mencapai ketinggian 1 cm dari bibir polybag Polybag disiram air setiap hari sampai tampak jenuh sebelum dilakukan penanaman dan diisi kembali dengan tanah bila diperlukan Jumlah tanah adalah 1 kg per polybag Jumlah kebutuhan tenaga kerja pengisian polybag 400 unit/HK Menyusun di Bedengan • • • • Polybag harus disusun secara tegak dan rapat di bedengan. • • • Jumlah kebutuhan untuk seleksi kecambah 5. iii. v. agak kasar Plumula ujungnya tajam seperti tombak Kriteria kecambah yang abnormal : ® ® ® ® ® ® Calon akar/batang patah Calon akar/batang tidak tumbuh Calon akar/batang membengkok Calon akar/batang tumbuh satu arah Calon akar/batang busuk terserang cendawan Calon akar/batang layu karena terlalu kering i. panjangnya 8-25 mm. Radicula berujung tumpul seperti bertudung. Tiap 1 m2 dapat memuat 70 polibag atau 840 polybag/bedengan Diusahakan air tidak akan menggenangi di bedengan dengan mengikis permukaan tanah yang tidak datar Jumlah tenaga kerja untuk menyusun polybag adalah 1.2% Kecambah diseleksi dan dihitung (% seleksi) Penanaman kecambah harus memperhatikan posisi radikula yang akan diposisikan arah ke bawah dan plumula yang akan diposisikan ke atas Kecambah ditanam dengan kedalaman sekitar 2-3 cm di bawah permukaan tanah polybag (dilobang dengan ibu jari) Polybag disiram sampai jenuh setelah kecambah ditanam .000 unit/HK Seleksi Kecambah • • • • Kecambah normal : calon akar (radicula) dan calon batang (plumula) terlihat jelas.000 kecambah/HK Pada saat diterima peti harus diletakkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari Setiap kantong kecambah harus dibiarkan terbuka selama beberapa menit untuk pergantian udara Menanam Kecambah • • • • • • Siram tanah di polybag sampai jenuh sebelum kecambah ditanam Kantong plastik kecambah dibuka dengan hati-hati dan letakkan kecambah di baki yang beralaskan goni basah yang telah direndam dalam larutan fungisida Thiram dengan konsentrasi 0. vi.

00 wib. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk menanam kecambah 1. 10.00 wib – selesai Bila malam sebelumnya turun hujan (> 8 mm) dan tanah di polybag masih basah maka penyiraman hanya dilakukan sore hari saja.400 bibit/HK atau 10 bed/HK Konsolidasi Bibit  Dilakukan 1 kali/minggu meliputi : .4 konsentrasi 0. 9.6.00 wib – selesai paling lambat jam 11.500 bibit/HK atau 16 bed/HK Pemeliharaan Drainase • • • • Mengalirkan air yang tergenang di areal pembibitan Diperiksa agar air jangan tergenang di polybag Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 6-8 ha/HK Rotasi yang diperlukan 1 x /minggu Pemupukan • • • • • Minggu genap (minggu ke 4.2% (2gr/l air) Minggu ganjil (minggu ke 5. 11) dengan urea 0. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 13.15. Bila pagi harinya hujan turun (> 10 mm) maka tidak perlu penyiraman pagi dan sore.2% Cara dilarutkan pupuk dalam gembor : 10 gr Urea atau 10 gr pupuk majemuk dalam 5 liter air untuk 500 bibit Pemupukan dilakukan pagi hari setelah selesai penyiraman pertama/pagi Jumlah kebutuhan tenaga kerja 8.• • • • Diberi naungan sesuai iklim setempat Sebaiknya penanaman dilakukan secara beregu.500 bbt/HK (16 bed/HK) Pengendalian Gulma • • • • • Dilakukan 1 x tiap 2 minggu Cara pelaksanaan adalah manual tidak boleh dengan herbisida Pengendalian dengan mencabut rumput dan gulma lain di dalam polibag dan yang berada di antara polibag Sekaligus melakukan konsolidasi dengan menambah tanah pada polibag apabila kekurangan. 7. 6. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 13. 12) dengan pupuk majemuk (contohnya Rustika) 15. sore hari jam 15. 8. Kecambah yang memiliki persilangan yang sama ditanam pada bedengan yang sama.000 bbt/HK Penyiraman • • • • • Bibit disiram 2 x sehari Jam penyiraman : 07.

12 3.8 + 0.0 + 1.84 + 0.04 4.3 + 0.2 + 1.0 + 0.3 + 2.9 + 1.15 5.3 + 0.0 13.56 + 0.3 39.96 + 0.14 6.000 bibit/HK Standar Pertumbuhan Bibit kelapa sawit Umur (bulan) 4.1 114.33 5.70 + 0.1 15.6 88.1 + 3.400 bibit/HK atau 10 bed/HK Tata cara seleksi Bibit di pre-nursery • • • • Angkat dan singkirkan semua bibit afkir dari bedengan sebelum dilakukan pemindahan bibit sehat ke polybag besar Musnahkan semua bibit afkir Catat dan laporkan bibit yang diafkir Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 5.000 bibit/HK atau 5 bed/HK • Pengendalian Hama dan penyakit • • • • Pengamatan hama ataupun penyakit dilakukan setiap hari Pengendalian dilakukan dengan cara manual Apabila gangguan hama/penyakit sudah pada tingkat yang lebih berat maka dilakukan dengan penyemprotan insektisida.9 + 7.84 + 0.0 + 0.02 2.9 126.30 + 0.50 + 0.02 1.02 + 0.4 Sumber data :Pusat Penelitian Perkebunan Marihat – Bandar Kuala (1992) Beberapa ciri Fisik bibit yang di-afkir .1 52.8 + 0.6 + 0.5 6 7 8 9 10 11 12 Tinggi (cm) 26.3 11.2 8.5 101.o o o Menambah tanah yang kurang Menegakkan polibag yang miring Menukar bibit yang mati dengan bibit pada bedengan terakhir yang biasanya tidak penuh Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 4.8 + 0. fungisida dengan rotasi 1 kali/minggu Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 8.3 15.6 + 0.9 + 5.4 64.2 10.3 15.0 Diameter (cm) 1.24 Banyak daun 5.

• • • • • • • •

Pucuk bengkok atau daun berputar : akibat penanaman kecambah yang terbalik atau faktor genetik Daun lalang atau daun sempit (narrow grass leaf) : akibat faktor genetik Daun kerdil dan sempit (stump/little leaf) Daun menyempit dan tegak (acute/erect leaf) Daun yang menggulung (rolled leaf) : akibat factor genetic Daun berkerut/keriput (crinkle leaf) : akibat factor genetic Daun melipat (collante) : akibat kekurangan air Bibit kerdil (stunted) : akibat factor genetic Chimaera : sebagian atau seluruh daun secara seragam berubah pucat atau bergaris kuning terang yang sangat kontras dengan warna hijau gelap dan jaringan yang normal Bibit dengan serangan penyakit berat

H. Pembibitan Utama (Main Nursery)
Persiapan Areal
• • • • •

• • •

Areal Pembibitan dekat dengan sumber air atau sungai Areal datar dengan penggunaan areal 1 ha untuk 14.000 bibit Dibuat parit drainase mengikuti pipa sekunder dari jaringan pipa penyiraman Ukuran parit lebar dasar 30 cm, lebar atas 70 cm, dalam 40 cm Bila penyiraman dengan sprinkler hendaknya dibuat dulu desainnya dan penempatan pipa-pipanya Bila diperlukan buat pagar keliling 150 m dengan kawat. Jarak antara tiang 3 m, tinggi pagar 1,5 m Jumlah tenaga kerja untuk membuat pagar 100 m/HK Transplanting ke main nursery dilakukan pada bibit berumur 3-4 bulan atau memiliki 4-5 helai daun

Memancang
• • •

Umur bibit 8-10 bulan : jarak pancang 70 x 70 x 70 cm (23.000 bibit/ha) Umur bibit ≥ 10 bulan : jarak pancang 90 x 90 x 90 cm (14.000 bibit/ha) Kebutuhan tenaga kerja memancang 1.000 pancang/HK

Mengumpulkan Tanah

Metode sama dengan pembibitan Pre-Nursery

Tanah di polybag besar harus dilubangi dan selanjutnya dimasukkan 100 g pupuk RP ke lubang polybag besar sebelum bibit ditanam

Ukuran Polybag
• • • •

Ukuran polybag besar adalah 0,15 mm x 35 cm x 50 cm lay flat Setelah diisi tanah diameter ± 23 cm dan tinggi ± 39 cm ; warna hitam Lubang empat baris perforasi berjarak 5 cm x 5 cm Tebal polibag harus merata tidak ada tebal tipis

Mengisi Polybag
• • • •

• •

Polybag harus sudah siap diisi tanah minimal 4 minggu sebelum transplanting dari PN untuk mendapatkan tingkat kepadatan tanah yang stabil. Polybag harus dibalik sebelum diisi tanah agar polybag dapat berdiri tegak dan silindris Persiapan media tanam dan isikan ke dalam polybag. Hindarkan pemadatan tanah dalam polybag dengan cara menekan kuat ke arah bawah Guncang polybag pada waktu pengisian untuk memadatkan tanah dan mencegah agar tidak ada bagian yang mengkerut atau terlipat sehingga ketinggian tanah dapat mencapai 2,5 cm dari bibir polybag. Jumlah polybag 1 kg = 18 lembar; 1 plb ± 20 kg Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 100 unit/HK

Menyusun Polybag
• • • • •

Polybag disusun di areal bibitan yang sudah dipancang Menyeragamkan cara peletakan (contoh di selatan pancang). Pancang tidak boleh dicabut Setiap 5 baris dikosongkan 1 baris untuk jalan pemeliharaan bibit Kedua tangan pekerja harus berada pada dasar polybag dan tidak dibenarkan 1 tangan menyengkeram bibit polybag bagian atas Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 100 – 150 unit/HK

Menanam/Transplanting di Polybag Besar
• • • • •

Tanah di polybag dilubangi sebesar ukuran polybag kecil dengan alat berupa bor tanah atau yang dibuat dari pipa 4 inch Jumlah tenaga kerja untuk melubangi 250 unit/HK Bibit yang telah memenuhi syarat (umur 3 bulan, daun 3-4, bentuk sempurna) diangkut dengan kotak papan, diecer ke tempat polybag Jumlah tenaga kerja untuk mengecer 700 bibit/HK Penanaman dilakukan : bibit di polybag kecil dipegang miring, dasarnya disayat keliling kemudian dilepas. Dimasukkan ke dalam lubang polybag besar. Sambil menahan bibit polybagnya ditarik/dilepas. Tanah diratakan dan dipadatkan Jumlah tenaga kerja untuk menanam 100 bibit/HK

Penyiraman Bibit

• • •

Bibit disiram 2 kali/sehari : pagi; jam 7.00 – selesai selambat lambatnya jam 11.00, sore jam 15.00 – selesai Jumlah tenaga kerja 2.500 bibit/HK Apabila malam sebelumnya turun hujan dan tanah di polibag masih basah maka penyiraman hanya dilaksanakan sore hari. Bila hujan pagi hari cukup lebat (> 10 mm) maka sampai sore bibit tidak perlu disiram. Kebutuhan air bibit : 1-3 bl = 1.0 ltr; 3-6 bl = 1.5 ltr; > 6 bl = 2 ltr

Pengendalian Gulma
• • • • •

Dilakukan 2 minggu sekali Penyiangan dilakukan dalam polibag dan di luar polibag Dalam polibag penyiangan dilakukan secara manual Di antara polibag rumput-rumput disemprot dengan 2 kg karmex + 2,2 ltr gramoxone/450 ltr air/ha bibitan Tenaga kerja diperlukan untuk penyiangan 0,7 ha/HK atau 8.000 bibit/HK

Pemberian Mulsa
• • • • •

Pada daerah yang terlalu kering/panas, bibit dalam polybag harus diberi mulsa Mulsa diberikan secara merata di atas permukaan tanah dalam polybag segera setelah bibit ditanam Mulsa yang dianjurkan adalah cangkang, jerami ataupun lalang kering Jumlah cangkang sawit yang diperlukan 0,5 kg/polibag Jumlah tenaga kerja diperlukan adalah 2.500 bibit/HK

Konsolidasi Bibit
• • • • •

Konsolidasi bibit dilakukan 1x/bulan Menegakkan polibag-polibag yang miring Mengganti/membalut polibag yang pecah Menambah tanah di polybag (hanya sampai umur 6 bulan) Jumlah tenaga kerja diperlukan 2.000 bibit/HK

Pemeliharaan Parit drainase
• • •

Mengalirkan air yang tergenang 1 kali/minggu Mendalamkan parit pada ukuran semula Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 6-8 ha/HK

Pemupukan
• • • •

Dimulai pada minggu ke 2 setelah bibit di transplanting Jenis pupuk : pupuk majemuk (contoh Rustika) R 15.15.6.4 dan R 12.12.17.2 serta pupuk Kieserite atau Dolomit Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 3.000 bibit/HK atau 5 HK/ha bibit Cara pemupukan : Buat takaran pupuk sesuai dengan dosis

i.

0 10.5 - .5 5.0 15.0 15.0 10.0 10.0 22.5 2.0 15.0 20.0 10.0 20.ii.0 - RI 2. iii.0 7.0 10.0 20.5 7.0 15.5 22.0 10.0 15.5 10.0 15. Pupuk ditaburkan merata pada permukaan tanah di polybag melingkar/keliling sejauh 10 cm dari bibit Pupuk tidak boleh menyentuh bibit Pelaksanaan setelah penyiraman pertama Dosis Pemupukan Pembibitan Utama Umur Bibit (Minggu) 2 3 4 5 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 Dosis Pupuk (gram/pohon) R II 10.0 7.0 20. iv.5 7.5 10.0 5.0 15.0 - K atau D 10.0 15.

17. Penyemprotan dilakukan setelah penyiraman pagi dan ditambahkan dengan perekat.5 117.000 3.38 40 Jumlah • • • • 50 = Rustika 15.5 Keterangan : R I R II K D Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) Pengendalian Hama Penyakit • • • • • • • Pengamatan dilakukan secara rutin 1 x/minggu untuk mengetahui ada tidaknya serangan hama/penyakit Cara pengendalian pada saat serangan awal/ringan secara manual. Khusus bibit yang terkena penyakit dan mudah menular harus dipisahkan dari bibit sehat Jumlah kebutuhan tenaga kerja 3.0 230 15.0 80 22.000 bibit/HK Kebutuhan Larutan Semprot Umur (bulan) 4–6 7–9 10 .000 bibit/HK Bila dari hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan gejala serangan maka dapat dikendalikan dengan penyemprotan pestisida. hama dikutip kemudian dimusnahkan Jumlah kebutuhan tenaga kerja 2.0 25.15.12 Vol.12.00 Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) Gejala Serangan hama/penyakit & Pengendalian .000 1.4 = Rustika 12.2 = Kieserite = Dolomit 25.6. Semprot (cc/pk) 25 50 100 Tenaga (bibit/HK) 5.

000 bbt/HK • . 9.Keterangan : T S : Semprot : Tabur : Minggu Mgg Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) Seleksi Bibit • • o o o Seleksi dilaksanakan dengan tahapan umur bibit 6. 12 bulan dan pada persiapan pengiriman bibit ke lapangan Tata cara pelaksanaan seleksi bibit : Berikan tanda dengan cat warna putih di polybag setiap bibit afkir/abnormal Catat dan dibuat berita acara semua bibit afkir Bibit afkir dikeluarkan dari blok bibitan dan dimusnahkan. jumlah bibit afkir selama di main nursery antara 10-15 % Jumlah tenaga kerja dibutuhkan 3.

daun yang baru tumbuh dengan ukuran yang makin pendek dari daun tua. Bibit terlihat sangat terbuka dan lebih tinggi dari normal Anak daun yang sempit (narrow leaf) Bentuk helai daun tampak sempit dan tergulung sepanjang alur utamanya (lidi) sehingga bentuknya seperti jarum Anak daun tidak pecah (juvenile) Helai anak daun tetap bersatu seluruhnya atau tidak pecah Daun berkerut (crinkle leaf) Daun terlihat berkerut. daun tumbuh dengan sudut yang sangat sempit/tajam terhadap sumbu vertikal sehingga seperti tumbuh tegak.Ciri bibit abnormal di Main Nursery • o Kerdil (runt/stunted) Bibit yang pertumbuhan vegetatifnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan bibit sehat seumurnya Bibit erect Faktor genetis. sehigga tajuk bibit terlihat rata Short internode Jarak antara anak daun pada tulang pelepah (rakhis) terlihat dekat dan bentuk pelepah tampak pendek Wide internode Jarak antara anak daun pada rakhis terlihat sangat lebar. gejala ringan disebabkan karena kekurangan air Chimaera • o • o • o • o • o • o • o • o • . Bibit yang layu dan lemah (limp) Penampilan pucat dan pertumbuhan daun muda cenderung lebih pendek dari yang seharusnya Bibit flat top Faktor genetik. Gejala berat akibat factor genetic.

setiap kelompok terdiri 100-200 bibit. Setelah bibit diputar harus disiram air dengan cukup setiap hari sampai waktu pengiriman ke lapangan Perlakuan Bibit untuk Persiapan Pengangkutan Menjelang persiapan tanam bibit dikumpulkan rapat. Bibit disusun satu lapis di atas truk dan disiram sebelum berangkat ke lapangan • o . pelepah bengkok dan mudah patah Blast Bibit berubah secara progresif ke arah coklat dan perlahan dimulai dari daun yang tua bergerak ke daun yang lebih muda Terserang hama dan penyakit Terserang busuk pucuk dan hama/penyakit yang harus dipisahkan • o • o • o Persiapan Pemindahan Bibit ke Lapangan • o Pemutaran bibit (rotating) Bibit diputar pada tempatnya dua minggu sebelum dikirim ke lapangan.o Sebagian atau seluruh daun secara seragam berubah menjadi pucat atau bergaris kuning terang yang sangat kontras dengan warna gelap dari jaringan yang normal Crown Diseases Faktor genetik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful