TEKNIK APLIKASI HERBISIDA Junita Sinambela/070301054 Mahasiswi Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

, Medan.

ABSTRAK Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan pada ketinggian tempat 25 m dpl. Percobaan ini bertujuan umtuk mengukur aplikasi perlakuan herbisida yang seragam pada suatu areal, sehingga diperoloh hasil pengendalian yang efektif dan efisien. Percobaan ini menggunakan air, dan knapsock. Luas areal yang dikalibrasikan panjangnya16,25 m dan lebar 1,95 m dengan volume awal 10 liter/ha. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa air yang digunakan untuk luas areal tersebut 2,5 liter/ha dan volume yang diperlukan sebanyak 788,892 lite/hr, volume semprot untuk dosis herbisida 2 liter/ha sebanyak 788,8983 liter/ha dan untuk volume semprot dengan dosis herbisida 3 liter/ha sebanyak 788,8995 liter/ha. Kata Kunci: kalibrasi, air, volume semprot PENDAHULUAN Pengendalian gulma dewasa ini di Indonesia cukup berkembang disbanding pemanfaatan sumber daya dan eradikasi gulma itu sendiri. Cara pengendalian dapat dilakukan secara fisik (manual, mekanis, pemanfaatan dan kultur teknis), biologi dan kimia (herbisida). Pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida sudah banyak diterapkan di lapangan baik pada budidaya komoditas tanaman perkebunandan industri maupun tanaman pangan, hortikultura dan perairan. Hal ini disebabkan oleh kelangkaan tenaga kerja di tingkat usaha tani, serta banyaknya pilihan herbisida yang efektif dan selektif sebagai haerbisida pra tumbuh dan purna tumbuh sesuai dengan komoditas tanaman yang dibudidayakan (Tjitrosemito, 2004). Herbisida adalah suatu bahan kimia (pestisida) yang digunakan untuk membunuh atau mencegah pertumbuhan gulma. Cara yang paling efektif untuk menanggulangi gulma ialah menggunakan herbisida dalam kombinasi dengan cara pengendalian lainnya. Keuntungan penggunaan herbisida yaitu: a) Menggunakan herbisida menghemat tenaga. b) Herbisida dapat dapat digunakan dalam lingkungan apapun. Sedangkan kerugian penggunaan herbisida adalah: menggunakan herbisida yang sama terusmenerus mengakibatkan berkembangnya gulma, khususnya jenis tahunan yang sulit dikendalikan dengan herbisida (Sebayang, 2005). Proses aplikasi herbisida menyangkut berbagai aspek antara lain: 1) Penyediaan larutan yang sesuai. 2) Pembuatan butiran cairan semprot. 3) Gerakan butiran cairan semprot kepada sasaran. 4) Impak butiran pada sasaran (Sukman dan Yakup, 2002). Di dalam melakukan kalibrasi terdapat tiga faktor penting yang menentukan keberhasilan kalibrasi yakni: Ukuran lubang nozel.− Tekanan dalam tangki alat semprot.−

Kecepatan pergerakan (berjalan) aplikator.− (Anderson, 1977). BAHAN DAN METODE Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan pada tanggal 18 April 2007 dengan ketinggian tempat 25 m dpl. Percobaan ini menggunakan air sebagai pelarut herbisida, gelas ukur untuk mengukur herbisida yang akan digunakan, ember plastik sebagai tempat menaruh air, glifosat sebagai herbisida yang akan diaplikasikan, dan Knapsock Sprayer sebagai alat semprot. Sebelum mengkalibrasikan air pada pelataran parkir, ditentukan terlebih dahulu volume awal dengan rumus: Volume yang diaplikasikan = Volume yang diperlukan Luas areal perlakuan Luas areal yang akan diberi perlakuan Kemudian ditentukan banyaknya volume semprot yang diperlukan untuk dosis herbisida 2 liter/ha dan 3 liter/ha. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Volume larutan yang diketahui (V1) = 10 L Volume larutan yang tertinggal dalam tangki (V3) = 7,5 liter Volume semprot (V2) = V1 – V3 = 2,5 liter Lebar Lahan = 1,95 m Panjang Lahan = 16,25 m Luas Lahan = P x L = 31,69 m2 Volume yang diaplikasikan = Volume yang diperlukan Luas areal perlakuan Luas areal yang akan diberi perlakuan V = 2,5 x 10000 = 788,892 liter 31,69 Dosis Herbisida 2 liter = (2 x 31,69 ) : 10.000 = 0,006 liter Dosis Herbisida 3 liter = (3 x 31,69 ) : 10.000 = 0,0095 liter Volume semprot per Hektar Dosis Herbisida 2 liter = 788,892 + 0,0063 = 788,8983 liter Volume semprot per Hektar Dosis Herbisida 3 liter = 788,892 + 0,0095 = 788,8995 liter Pembahasan Dari hasil percobaan dengan mengkalibrasikan air pada luas lahan 31,69 m2, maka diperoleh volume semprot dengan dosis herbisida 2 liter/ha sebanyak 788,8983 liter/ha. Dan volume semprot dengan dosis herbisida 3 liter/ha sebanyak 788,8995 liter/ha. Sehingga dapat disimpulkan bahwa volume air yang akan digunakan untuk mengaplikasikan herbisida dengan dosis anjuran 2 liter/ha dengan dosis anjuran 3 liter/ha yang diaplikasikan pada luas areal yang sama membutuhkan volume air yang

tidak jauh berbeda tetapi harus tetap diperhatikan kesesuaiannya. Hal ini sesuai dengan literatur dari Sukman dan Yakup (2002) yang menyatakan bahwa penyediaan larutan yang sesuai merupakan salah satu aspek penting dalam proses aplikasi herbisida. Di dalam melakukan kalibrasi ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan kalibrasi yaitu ukuran lubang nozzle, tekanan dalam tangki alat semprot, dan kecepatan berjalan aplikator. Ketiga faktor tersebut harus diatur sedemikian rupa sehingga diperoleh suatu volume larutan herbisida tertentu yang dapat dilepaskan melalui lubang nozzle pada setiap waktu yang dikehendaki. Hal ini sesuai dengan literatur Anderson (1977) bahwa di dalam melakukan kalibrasi terdapat tiga faktor penting yang menentukan keberhasilan kalibrasi yakni ukuran lubang nozel, tekanan dalam tangki alat semprot, dan kecepatan pergerakan (berjalan) aplikator.

KESIMPULAN 1. Pada luas lahan 31,69 m2 dengan volume awal 10 liter dan volume akhir 7,5 liter maka diperoleh volume yang diperlukan sebanyak 2,5 liter. 2. Pada luas lahan 31,69 m2 dengan dosis herbisida 2 liter/ha maka diperoleh volume semprot sebanyak 788,8983 liter/ha. 3. Pada luas lahan 31,69 m2 dengan dosis herbisida 3 liter/ha maka diperoleh volume semprot sebanyak 788,8995 liter/ha. DAFTAR PUSTAKA Anderson, W.P., 1977. Weed Scince. West Publishing, Los Angeles. Sebayang, H. T., 2005. Gulma dan Pengendaliannya Pada Tanaman Padi. Unit Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang Sukman, Y., dan Yakup, 1995. Gulma dan Teknik Pengendaliannya, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta. Tjitrosemito, S., Sri S.T., dan Imam M., 2004. Prosiding Konferensi Nasional XVI Himpunan Ilmu Gulma Indonesia SEAMEO BIOTROP, Bogor, 15-17 Juli 2003. Bogor-Indonesia.

PRAKTEK KERJA LAPANGAN DI PTP. 070301055 ARJUNA A. 070301019 JUNITA SINAMBELA 070301054 Medan. Toga Simanungkalit. 19599072 819870 21 001 Diketahui Oleh: ./070301055 ARJUNA A. NUSANTARA II KEBUN SAWIT SEBERANG Waktu : Bulan Juni sampai Juli 2010 Peserta PKL : NICKY ARDIANSYAH L.P. Sijabat) NIP. MS) (P.P.R. NUSANTARA II KEBUN SAWIT SEBERANG LAPORAN OLEH : NICKY ARDIANSYAH L.R. Juli 2010 Disetujui Oleh: Dosen Pembimbing Lapangan Asisten Pembimbing Lapangan (Ir./070301019 JUNITA SINAMBELA/070301054 DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2010 Judul Kegiatan : PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) DI PTP.

1959010 519860 11 001 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Ph. Nusantara II Kebun Sawit Seberang yang telah membantu dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan laporan ini. Akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih. 3. selaku manajer PTPN II Kebun Sawit Seberang. Medan. 5. Ir. R Malau selaku asisten kepala Rayon Sawit Seberang (SWS) dan . W Sasongko MM. Medan.Sos. Bapak Ir.Sc. Sijabat. 8. 4.. Nusantara II Kebun Sawit Seberang. Ph. Edison Purba. 7. Universitas Sumatera Utara. Edison Purba Ph.) (Prof. Seluruh karyawan PTP. Bapak Prof. Toga Simanungkalit. MS selaku dosen pembimbing Praktek Kerja Lapangan (PKL). karena atas berkat dan rahmat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini dengan baik.D selaku ketua Departemen Budidaya Pertanian Universitas Sumetra Utara. Praktek Kerja Lapangan ini merupakan program yang wajib dilakukan oleh setiap mahasiswa-mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. D. Juli 2010 Penulis . Bapak P. 2. M. W Sasongko MM. S.Manajer PTPN II Ketua Departemen Kebun Sawit Seberang Budidaya Pertanian FP-USU (Ir. selaku dekan Fakultas Pertanian. M Triwahyudi selaku asisten kepala Rayon Babalan (BBN) PTPN II Kebun Sawit Seberang 6. Bapak Ir.) NIP. Bapak Ir. Ir. Medan. Zulkifli Nasution. Bapak Ir. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan ini.D. Medan. Bapak David Ginting. Praktek Kerja Lapangan ini dilaksanakan di PTPN II Kebun Sawit Seberang. SP selaku asisten afdeling IX di PTP. Bapak Ir. selaku asisten personalia PTPN II Kebun Sawit Seberang.

4 Luas Areal 4 2.2 Tujuan Praktek Kerja lapangan 2 II.4 Sistem Administrasi 14 2.3 Struktur Organisasi Kebun 7 2.1 Pre Nursery (Pembibitan awal) 17 .1 Sistem Administrasi Kebun 14 III.2.1 Pembibitan 17 3.3 Topografi dan Jenis Tanah 4 2.4.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii DAFTAR TABEL iii DAFTAR LAMPIRAN iv DAFTAR GAMBAR v I.2.1 Letak geografis 3 2.1 Latar Belakang 1 1.2. KEGIATAN BUDIDAYA KELAPA SAWIT 17 3.1 Sejarah Kebun 3 2. PENDAHULUAN 1 1.2 Iklim 4 2. GAMBARAN UMUM LOKASI PKL 3 2.2 Lingkungan Fisik 3 2.1.2.

2.4 Penyisipan 26 3.4 Pengendalian Hama dan Penyakit 32 3.2.3 Tanaman Menghasilkan (TM) 29 3.3.3.1 Pemeliharaan 29 3.5.2.3 Pembuatan Parit Drainase 26 3. DAFTAR PUSTAKA VIII.7 Peralatan Panen 42 3.1 Pengertian Panen 38 3.1 Pembuatan Pasar Kontrol 25 3.1.2 Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) 24 3.5 Konsolidasi 26 3. TOPIK PERMASALAHAN DI LOKASI PKL 49 VI.5.2.2 Main Nursery (Pembibitan Utama) 20 3.1 Kesimpulan 50 6.3.5 Panen dan Pengumpulan 34 3.7 Pengendalian Hama dan Penyakit 28 3.5.5.3.3.2.5.2 Saran 50 VII.4 Ancak Panen 40 3.5.3 Pemeliharaan Jalan 32 3.3.3.5.3.3.6 Pemeliharaan Piringan Pohon 27 3.3.3.3.3.2.2 Pemeliharaan Jalan 25 3.3.5 Sistem Panen 41 3. PROGRAM MAGANG BERSAMA PEJABAT/STAF/KARYAWAN 45 V.2 Kriteria Matang Panen 38 3. LAMPIRAN .2.5.6 Perhitungan Angka Kerapatan Panen (AKP) 41 3.3 Pembagian Kapveld Menurut Rotasi Panen 40 3.8 Pelaksanaan Panen 43 IV. KESIMPULAN DAN SARAN 6.2 Pemupukan 31 3.

.......... URAIAN Hal... Foto Peserta PKL……………………………………………………........... Peta Kebun sawit Seberang…………………………………………… 53 3. 39 DAFTAR LAMPIRAN No...... Kriteria Matang Panen dan Standard Antar Fraksi...........DAFTAR TABEL No................... 1....... Lay Out PKS Kebun Sawit Seberang………………………………… 54 4. Bagan Struktur Organisasi Kebun Sawit Seberang…………………… 52 2.................... 56 ............... Jumlah Tegakan atau Populasi Tanaman Berdasarkan Umur............. 7 3... Fraksi Matang Panen pada Tanaman Kelapa Sawit.................. 39 4................. 6 2........................ Luas Areal Kebun Sawit Seberang Per Tahun Tanam dan Luas Seluruhnya ... URAIAN Hal 1.....

.... Kondisi Jalan pada Areal TBM.. Perhitungan AKP... tanggal 14 Februari 1996. 30 5....... 30 6...... Uraian Hal. 33 8...... 34 9.. 26 4................... Gejala Serangan Oryctes…………………………………………... 25 3... Pasar Mati…………………………………………………………..... Tanaman TBM……………………………………………………... 42 I...... 35 10... 7 Tahun 1996...... Perusahaan yang berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini merupakan penggabungan kebun-kebun di Wilayah Sumatera Utara dari eks PTP II dan PTP IX........ 1....... Gejala Serangan Ganoderma……………………………………….. dibentuk berdasarkan PP No.....1 Latar Belakang PT Perkebunan Nusantara II (Persero)..... Keadaan Topografi Kebun Sawit Seberang………………………… 5 2.............. Kondisi Jalan pada Areal TM ……………………………………… 32 7... PENDAHULUAN 1........................ Selain itu dikembangkan juga tanaman kelapa sawit di wilayah Irian Jaya yaitu di Kabupaten Manokwari dan Jayapura...... Pasar Pikul………………………………………………………… 36 11... disingkat PTPN II.....DAFTAR GAMBAR No. . Tempat Pengumpulan Hasil……………………………………….. Penyiangan Manual………………………………………………....

karena di PTPN II Kebun Sawit Seberang Kabupaten Langkat ada pembibitan. PTPN II Kebun Sawit Seberang pada awalnya dari perusahaan eks perkebunan Belanda yang bernaman “Verenigde Deli Mastgchappij” (VDM) yang dibuka dan ditanami kelapa sawit sejak tahun 1923. Perkebunan Nasional. Mahasiswa PKL mampu menganalisa dan memecahkan permasalahan yang timbul pada tempat PKL.370 ha.1 Sejarah Kebun Kebun Sawit Seberang adalah salah satu kebun milik PT Perkebunan II yang berlokasi di Kabupaten Langkat Kecamatan Padang Tualang Propinsi Sumatera Utara. karet 11. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dalam bentuk praktek kerja lapangan (PKL). Untuk itu. Secara umum mahasiswa peserta PKL dapat memperoleh pengalaman atau ketrampilan langsung dilapangan sesuai dengan realita yang ada. 3. karet. Disamping itu PTPN II juga mengelola tanaman musiman yaitu tanaman tebu dan tembakau. 4. 1.265 ha dan kakao seluas 7. Kemudian sejak berada dibawah pengawasan PT. Salah satu perkebunan yang memiliki peranan yang sangat penting dalam mengembangkan industri kelapa sawit di Indonesia adalah PTPN II. Tanaman tebu lahan kering ditanam pada areal seluas 16. Budidaya kelapa sawit diusahakan pada areal seluas 61.860 hektar. gula dan tembakau dengan areal konsesi seluas 103. Setelah pendirian perkebunan kelapa sawit “Verenigde Deli Mastgchappij” (VDM) membangun Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) pada tahun 1927. TM (Tanaman Menghasilkan). sedangkan tanaman tembakau ditanam pada areal seluas 2. GAMBARAN UMUM LOKASI PKL 2. tediri dari tebu sendiri (TS) 14. Alasan pesrta PKL mengadakan PKL di PTPN II Kebun Sawit Seberang Kabupaten Langkat. Secara khusus mahasiswa peserta PKL dapat mempraktekkan pengalaman atau ketrampilan yang akan diperoleh setelah menjadi sarjana.474 ha dan tebu rakyat (TR) 1. peserta dengan staf tempat PKL. ketinggian dari permukaan air laut ±55 m. PTPN II dikenal sebagai produsen kelapa sawit yang berkualitas dan memiliki sumber daya manusia yang sangat berkompeten dibidangnya.1 Tujuan 1. PTPN II juga mengelola areal plasma milik petani seluas 25. PKS Sawit Seberang telah mengalami beberapa kali perbaikan dan penambahan kapasitas yakni dari 15 ton TBS .577 ha. Dari keterangan diatas perguruan tinggi segera mengambil langkah alternatif agar mempersiapkan mahasiswa/i untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam industri kelapa sawit. 2. II. kakao. serta memberi gambaran kepada mahasiswa mengenai dunia kerja yang akan dimasukinya setelah lulus sarjana. Mahasiswa peserta PKL dapat melakukan proses belajar bersama dengan peserta.250 ha untuk tanaman kelapa sawit.443 ha. Selain penanaman komoditi pada areal sendiri ditambah inti. Dari kegiatan PKL diharapkan mahasiswa/i dapat menambah pengetahuan dan pengalaman. Dimana jarak dari kota Medan ±78 km. peserta dengan pejabat yang tekait di tempat PKL. PKS (Pabrik Kelapa Sawit). TBM (Tanaman Belum Menghasilkan).046 ha.572 ha. mahasiswa/i memilih PTPN II Kebun Sawit Seberang Kabupaten Langkat sebagai tempat PKL karena perusahaan tersebut memiliki pengalaman dalam pengembangan industri Kelapa Sawit sehingga diharapkan mahasiswa/i dalam menimba pengalaman dari kegiatan PKL tersebut.PTPN II mengusahakan komoditi kelapa sawit.

Perusahaan mendirikan pabrik fraksionasi yang berkapasitas 200 ton per hari yang mengelola crude palm oil (CPO) menjadi RBDPO (Refined Bleached dedorced Palm Oil) 95% dan Fatty Acid 4%. maka pada tahun 2000 pabrik fraksionasi tidak beroperasi lagi. Curah Hujan Berdasarkan data iklim yang tersedia. Ketinggian Tempat Pada umumnya keadaan areal di lokasi PTPN II Kebun Sawit Seberang rata dan sebagian tempat bergelombang dengan ketinggian tempat 5-20 m dpl pada daerah datar 20 – 50 m dpl pada areal bergelombang. Tahun 1996 : PTPN – II (Penggabungan PTP –II dengan PTP – IX. Sejak berdirinya perusahaan perkebunan Sawit seberang telah mengalami perubahan nama yaitu: 1. II. Kabupaten Langkat 2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kebun Sucflndo 4. Jenis tanah yang terdapat di kebun ini adalah jenis tanah Podsolid. PTP Nusantara II Kebun Sawit Seberang menghasilkan CPO dan inti sawit yang diolah di Pabrik Kelapa sawit (PKS) dan untuk peningkatan produksi kelapa sawit pada tahun 1984.2. Tahun 1976 : PTP – II 7. IV. data curah dan hari hujan Kebun Sawit Seberang selama tujuh tahun terakhir (tahun 2001-2007) disajikan pada lampiran. .3 Topografi dan Jenis Tanah Keadaaan topografi di Kebun Sawit Seberang ada yang datar dan bergelombang atau curam. yaitu: 1. 11 Maret 1996). Batas-batas Kebun Sawit Seberang: 1. Tahun 1927 : ND VDM 2. Tahun 1962 : PPN Sumut – II 3. Tahun 1963 : PPN Antari – II 4. pH tanah berkisar 5-7 (netral).1 Letak Geografis PTP.III 2. Sebelah Barat berbatsan dengan Kabupaten Sergei 3. VII. V. VIII. III.diolah per jam menjadi 30 ton TBS per jam kapasitas terpasang.2 Iklim a.2.2 Lingkungan Fisik 2. Kemudian mengingat perkembangan ekonomi dan tingginya biaya produksi karena tidak sesuai dengan kapasitas yang terpasang saat ini. VI. 2. Kekuningkuningan. Tahun 1969 : PNP – II 6. Kecamatan Padang Tualang Dimana terdiri dari IX Afdeling yaitu afdeling I. dan teksturnya liat berpasir. Sebelah Utara berbatasan dengan Kebun Gunung Monako PTP. Dan untuk menanggulangi kekurangan unsur dapat dilakukan dengan pemupukan yang teratur. Tahun 1968 : PPN Antari – II / PNP – II (Penggabungan) 5. 2. IX.N.2.Nusantara II (Persero) Kebun Sawit Seberang terletak di Kabupaten. b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sergei 2. struktur tanahnya liat sampai liat berpasir yang memiliki kemampuan menyimpan air yang sangat rendah.

Ha Keterangan : Areal/Hutan Okupasi seluas 5.224.98 55.51 396.73 200.15 478. Tahun Tanam per Hektar Uraian Tahun Tanam Luas (Ha) Jumlah TM Kelapa Sawit 1984 1985 1988 1989 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2003 2005 281.93 Ha d.0/71/VIII/2006 tanggal 10 Agustus 2006. bangunan serta termasuk yang dalam perkara hukum : .2.50 389.91 1.22 690. Keadaan Topografi kebun Sawit Seberang 2.SB/II.60 1.00 .4 Luas Areal Luas areal Kebun Sawit Seberang pada tahun 2009 adalah 14.94 605.012. Luas arel HGU yang telah terbit sertifikat : 5.05 Ha c. Luas areal HGU yang tidak diperpanjang : .Ha e.896.11 Ha.43 627.236.054.106.69 Ha yang tercantum dalam areal statement Kebun Sawit Seberang sampai dengan saat ini tidak diketahui keberadaannya dan telah dibuat surat permohonan petunjuk ke Kantor Direksi mengenai areal tersebut melalui Nomor : II.31 562. dimana luas arealnya dapat di jabarkan sebagai berikut: a.23 153.96 847. Luas areal HGU dan HGU yang tidak diperpanjang yang diduduki dan yang digarap masyarakat diatasnya dalam bentuk tanaman.27 17. Luas areal HGU semula : 8.932.Gambar 1.98 Ha b. Luas areal HGU yang masih dalam proses perpanjangan : 3.

019 33.00 TBM – IV 2005 91.98 Tabel 1.00 202.98 8.59 91.039 129 118 123 127 .23 71.5-5 Tahun) TBM 26.17 Jumlah Seluruhnya 8.835 156.17 91.338.25 7.22 TMTP 1983 202.17 TBM – I 2008 66.727 520.645 9.236. Luas Areal Kebun Sawit Seberang Per Tahun Tanam dan Luas Seluruhnya Jumlah Tegakan Pohon per Ha No Uraian Jumlah Pokok Pokok (Ha) 1 2 3 4 5 6 7 TMTP (>25 Tahun) TM (25 Tahun) Tua (19-24 Tahun) Dewasa (11-18 Tahun) Remaja (6-10 Tahun) Muda (2.466 265.120 19.877.236.

e. Struktur atau bagan organisasi PT. bagian tanaman dan teknik. Satu orang Asisten Tata Usaha yang mengepalai tugas dalam menjalankan operasi administrasi secara umum. Satu orang perwira pengamanan (Papam) yang bertugas mengatur sistem keamanan kebun. dan personil secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang maksimal (b) Bertanggungjawab atas semua harta kekayaan perusahaan di kebun yang dipimpinnya (c) Menjalin kerja sama yang baik dengan instansi lain di sektor kebun (d) Mengatur stabilitas keamanan. Bagan organisasi tersebut juga bertujuan untuk mengetahui job/pekerjaan dari tugas masing-masing dan pertanggungawaban.030. Sembilan orang asisten yang bertugas mengawasi bagian tanaman disetiap afdeling. Dua orang Asisten Kepala (Asisten Kepala Rayon SWS dan Asisten Kepala Rayon BBN) yang bertugas mengecek dan mengkoordinir pekerjaan Asisten afdeling. material. b. c. Untuk mengetahui struktur organisasi suatu perusahaan kiranya dapat digambarkan pada suatu bagan dari organisasi tersebut karena dari bagan organisasi tersebut akan kita peroleh gambaran dari aktivitas-aktivitas secara keseluruhan. Asisten Kepala (a) Mengusulkan peremajaan tanaman. kerangka kegiatankegiatan perusahaan yang menentukan pembagian pekerjaan pada unit-unit organisasi. sosial.3 Struktur Organisasi Kebun Struktur organisasi perusahaan adalah suatu kerangka perusahaan. politik dan keharmonisan sehingga tercapainya keserasian dalam mencapai tujuan perusahaan (e) Mengadakan rapat kerja dan diskusi mengenai problem-problema yang timbul dalan pengolahan sesuai dengan rencana perusahaan (f) Manager bekerjasama dengan inspektur. untuk mencapai ide-ide baru mengenai sistem kerja 2. Pada pelaksanaannya sehari-hari Manager dibantu oleh beberapa staf. Dalam menjalankan operasi di kebun ini dipimpin oleh seorang Manager. d. Satu orang asisten Personalia Kebun yang bertugas sebagai pemberi data informasi dibidang ketenaga kerjaan. f. Jumlah Tegakan atau Populasi Tanaman Berdasarkan Umur 2. adanya sistem komunikasi dan akhirnya mencakup sistem koordinasi dalam perusahaan. Satu orang asisten teknik sipil/traksi dan alat berat yang bertugas dibidang transportasi hasil dan hal-hal yang berhubungan dengan teknik. Struktur organisasi perusahaan yang baik akan memberikan kemudahan bagi Manager dalam pengambilan keputusan dan mempermudah karyawan menjalankan tugas-tugas kepadanya. terdiri dari : a. . Uraian lebih lanjut tentang tugas-tugas dan tanggung jawab dari masing-masing pelaksana Kebun Sawit Seberang dijelaskan sebagai berikut: 1.581 125 Tabel 2. pembagian wewenang.124 128 121 Total 1. Perkebunan Nusantara II Kebun Sawit Seberang dapat dilihat pada lampiran. Manager (a) Mempertanggungjawabkan penggunaan dana.

tepat cara. mengusulkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)/Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun. . (h) Melaksanakan dan monitoring kegiatan panen. (j) Melaksanakan dan monitoring penyerahan/pengiriman produksi tanaman. (m) Membuat taksasi produksi. (d) Melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan tanaman.(b) Mengusulkan pemesanan dan menerima kecamba kelapa sawit dan biji karet. pupuk dan bahan kimia tanaman. (p) Mengendalikan persediaan barang dan perlengkapan lainnya. tepat dosis. (j) Melaksanakan dan monitoring penyerahan/pengiriman produksi tanaman. (b) Mengusulkan pemesanan dan menerima kecambah kelapa sawit dan biji kelapa sawit. (g) Melaksanakan pengambilan contoh daun untuk keperluan rekomendasi pemupukan. (c) Melaksanakan pembangunan dan pemeiiharaan pembibitan tanaman. tepat dosis. 3. lingkungan dan SMK-3 dimengerti. (h) Melaksanakan dan monitoring kegiatan panen. (c) Melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan pembibitan tanaman. (v) Menjamin bahwa kebijakan mutu. (m) Membuat taksasi produksi. (u) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK). angkut dan tap/kap kontrol. (k) Membangun dan memelihara sarana dan prasarana (infrastruktur). tepat frekwensi dan tepat aplikasi/tabur). (i) Melaksanakan pengendalian mutu produksi. (1) Pemeriksaan mutu alat. (s) Melaksanakan pengendalian sistem komputerisasi yang terintegrasi (tanaman ) berbasis data base secara konsisten dan up to date. (i) Melaksanakan pengendalian mutu produksi. (k) Membangun dan memelihara sarana dan prasarana (infrastruktur). (n) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja (DPUK). diterapkan dan dipelihara di unit usaha. (g) Melaksanakan pengambilan contoh daun untuk keperluan rekomendasi pemupukan. (r) Membuat laporan kinerja bulanan (LM ke Distrik Manajer. tepat frekwensi dan tepat aplikasi/tabur ). (f) Melaksanakan pemupukan dengan prinsip 5T (tepat waktu. (1) Pemeriksaan mutu alat. (p) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya. pupuk dan bahan kimia tanaman. (q) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya. angkut dan tap/kap kontrol. (r) Melaksanakan penerimaan karyawan pemanen dan penderes. (t) Melaksanakan penerimaan karyawan pemanen dan penderes. mengusulkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)/Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun. (o) Melaksanakan pengadaan kebutuhan barang dan jasa sesuai dengan kewenangannya dan mengajukan pengadaan kebutuhan barang dan jasa diluar kewenangannya. (o) Mengendalikan persediaan barang dan perlengkapan lainnya. tepat cara. (d) Melaksanakan pembangunan dan pemeiiharaan tanaman. (f) Melaksanakan pemupukan dengan prinsip 5T ( tepat waktu. (n) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja (DPUK). (e) Mengusulkan persetujuan mutasi TBM menjadi TM. (e) Mengusulkan persetujuan mutasi TBM menjadi TM. (q) Membuat laporan kinerja bulanan (LM) ke Manajer. Asisten Afdeling (a) Mengusulkan peremajaan tanaman.

5. (c) Melaksanakan kewajiban pembayaran pajak dan retribusi serta kewajiban lainnya. (j) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya. (h) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK). mengusulkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RAKP)/ Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun. (g) Melaksanakan penerimaan karyawan pemanen dan penderes. (I) Membuat laporan kinerja bulanan (LM. (k) Mengusulkan pengurusan perpanjangan HGU. (t) Menjamin bahwa kebijakan niutu. diterapkan dan dipelihara di unit usaha. (n) Menjamin bahwa kebijakan mutu. (h) Melaksanakan pengadaan kebutuhan barang dan jasa sesuai dengan kewenangannya dan mengajukan pengadaan kebutuhan barang dan jasa diluar kewenangannya. Asisten Personalia Kebun (a) Membuat. (j) Mengusulkan. maka semua pelaksanaan yang telah disebutkan diatas bertanggung jawab sepenuhnya kepada Manager. Asisten Teknik Sipil/Traksi dan Alat Berat (a) Melaksanakan dan monitoring kegiatan panen. (1) Mengusulkan pengurusan penerbitan dan perpanj angan Hak Guna Bangunan (HGB) dan izin pendirian pabrik ( HO ). (b) Melaksanakan dan monitoring penyerahan/pengiriman produksi tanaman. 2. (rn) Melaksanakan pengiriman pasien ke rumah sakit perusahaan. diterapkan dan dipelihara di unit usaha. karena keseluruhan proses manajemen harus didasarkan pada sesuatu yang tertulis. 2. bazzeting) ke Distrik Manajer (f) Melaksanakan pengendalian sistem komputerisasi yang terintegrasi (personalia ) berbasis data base secara konsisten dan up to date.1 Sistem Administrasi Kebun . (i) Menjamin bahwa kebijakan mutu. lingkungan dan SMK-3 dimengerti. (c) Membangun dan memelihara sarana dan prasarana (infrastruktur). lingkungan dan SMK-3 dimengerti. 4. (m) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK).4.(s) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK). fungsi manajemen tidak dapat bekerja secara maksimal. (d) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya.4 Sistem Administrasi Administrasi berfungsi sebagai pencatatan (recording). lingkungan dan SMK-3 dimengerti. Tanpa administrasi. Kecuali Manajer yang bertanggung jawab terhadap kepada Direksi. diterapkan dan dipelihara di unit usaha. (b) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja (DPUK). LTT) ke distrik manajer. (f) Membuat Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)/Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun. (e) Membuat laporan kinerja bulanan (LPMU. (e) Melaksanakan tera ulang timbangan dan monitoring kalibrasi. (i) Mengendalikan persediaan barang dan perlengkapan lainnya. (g) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja. pelaporan (reporting) dan arsip. (d) Membuat program dan melaksanakan pemeliharaan mesin/instalasi dan sipil/traksi. mengalokasikan dan menyalurkan dana KBL. (n) Mengusulkan bantuan pengamanan external (dari tingkat Kabupaten/ Provinsi). (k) Melaksanakan penyerahan barang hasil lelang aktiva non produktif. angkut dan tap/kap kontrol.

.PB-27 merupakan karru produksi/blok/tahun tanam.LM 78 adalah biaya panen dan pengumpulan.PB-25 merupakan surat pengantar TBS yang diangkut dari TPH ke PKS. Terdapat jenis fasilitas administrasi baku berupa formulir-formulir atau blanko-blanko yaitu : a. serta formulir buku asisten untuk mencatat khusus mengenai presensi dan absensi karyawan sebagai dasar pembuatan Dasar Upah Karyawan. hasil pekerjaan. LM (Laporan Manajemen) Laporan menejemen merupakan formulir yang berisikan data-data sebagai berikut: .LM-76 merupakan statistik produksi kelapa sawit. RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) RKAP adalah rencana kerja tahunan. Selanjutnya data dari buku PB 73 dipindahkan ke dalam formulir ikhtisar laporan Pekerjaan Harian (PB 10) dan PB 73 juga sebagai dasar untuk untuk mengisi beberapa formulir administrasi bidang panen seperti formulir Daftar Harian pengumpulan TBS (PB 24). . Pengawas biaya ini terdiri dari: . .PB-11 merupakan daftar premi. .PB 24 A merupakan catatan harian hasil panen yang dikerjakan oleh mandor. kebun karyawan. jika terdapat perbedaan dari jumlah hasil panen maka mandor dan krani transport akan mencari penyebab selisih. PB 24 dibagi dalam dua bagian yaitu: . . b. Misalnya.PB-73 yang merupakan buku mandor yang berisikan daftar absensi karyawan. Hasil panen yang dicatat oleh mandor (PB 24 A) disesuaikan dengan catatan hasil panen Krani Transport (PB 24 B). jumlah ha/m/kg.LM 80 adalah biaya angkutan. RKAP suatu perkebunan merupakan kumpulan dari RKAP tiap unitnya. d. jenis pekerjaan. c. PB (Pengawasan Biaya) PB atau pengawas biaya adalah formulir administrasi yang berisikan data yang paling mendasar. Premi merupakan upah yang diberikan kepada pemanen berprestasi dan dapat diberikan apabila pada hari tersebut prestasi yang diperoleh pemanen di atas Basis Tugas. RKO (Rencana Kerja Operasional) RKO adalah rencana kerja triwulan.PB-26 merupakan daftar produksi harian TBS (Kg/hari).PB-10 merupakan ikhtisar laporan pekerjaan harian yang berisikan jumlah kehadiran. Di dalam RKAP tersebut tertuang seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan selama satu tahun beserta biaya yang diperlukan untuk merealisasikan tujuan yang telah ditentukan oleh perusahaan. perolehan prestasi dan bahan yang digunakan. RKAP disusun setengah tahun sebelum tahun tersebut berjalan. Buku mandor terbagi dua. .Di PTPN II Kebun Sawit Seberang fungsi manajemen difasilitasi oleh suatu sistem administrasi yang diberlakukan untuk seluruh unit-unitnya. dimana RKAP yang paling dasar dari Perusahaan Perkebunan adalah RKAP Afdeling. . yang dibuat sesuai dengan RKAP yang telah disusun dengan cara menyusun ulang rencana kerja tersebut per tiga bulan. RKAP untuk tahun 2010 disusun pada bulan juli 2009. . . Basis Tugas adalah batas prestasi minimum (Kg/HK) yang dicapai pemanen.PB 24 B merupakan catatan harian hasil panen yang dikerjakan oleh Krani Transport. yaitu buku untuk tanggal genap dan buku untuk tanggal ganjil. Data yang diperoleh dari PB 24 dituangkan kedalam PB 26 dan diisi oleh krani timbang setelah PB 25 kembali dari PKS. Tujuan dari RKO ini adalah untuk mendekatkan kondisi aktual sumber daya yang dimiliki perusahaan dalam mencapai tujuan.PB-24 merupakan Daftar harian pengumpul tandan. . jenis pekerjaan. dan no.

Pelindung disini dibuat dengan cara menutupi seluruh pembibitan (over head shade) kecuali dari arah timur. Dekat dengan kantor kebun. Dimana didalamnya termasuk areal untuk Pre Nursery 0.. Prestasi Kerja = 4 HK/stand.1. d. Sebelum diisi ke dalam kantongan plastic terlebih dahulu diayak dengan kawat ayakan 0. dengan draenase baik. Bedengan Ukuran bedengan panjang 30 m dan lebar 1. 2. Media Tanah/Pengisian Tanah yang digunakan adalah topsoil (0-10 cm) yang diambil dari areal lain. Ditinjau dari segi persyaratanpersyaratan pembibitan. 4. Pada umur 2.20 m yang dapat berisi baby polybag ±4. Prestasi kerja = 2 HK/Bed. tinggi 22 cm. Areal sentrum terhadap afdeling-afdeling yang akan ditanam. Sebagai bahan pelindung digunakan daun kelapa sawit. 3. III.5 bulan – 3 bulan bibit sebaiknya sudah dipindahkan/ditanam ke large polybag yang disebut bibitan Main Nursery. maka areal 0. c.30 cm. 3. Dimana radikula (bakal akar) yang ditandai dengan bentuknya yang tumpul.Menanam Kecambah (GS) Menanam kecambah dilakukan dengan tenaga KS wanita yang sudah terampil.5 Ha.5 cm.LM-89 merupakan laporan pemupukan.LM-82 merupakan biaya pemeliharaan. e. kecoklatan . 5. f. Jarak antara bedengan 0. KEGIATAN BUDIDAYA KELAPA SAWIT 3. Naungan Bibit yang masih muda memerlukan naungan yang baik untuk mencegah pembakaran sinar matahari mupun hujan yang terlalu deras. Sumber bibit kecambah (GS) dari PPM (Pusat Penelitian Marihat) Pematang Siantar.5 Ha cukup baik karena antara lain : 1. kasar. Jumlah baby polybag per kg 235 lembar. . Pemeliharaan .60 m.1. b. Bahagian dasr dilubangi berkeliling dengan diameter 0.5x0. Pembibitan Pembibitan Kelapa Sawit Kebun sawit Seberang mempunyai luas 16. Dekat sumber air yaitu sungai Batang Serangan. Sumber tenaga kerja mudah didapat.500 st/bed. Kantongan Plastik (Baby Polybag) Baby Polybag yang digunakan adalah baby polybag hitam dengan ukuran lebar 15 cm. Prestasi kerja = 700 St/HK. sampai umur 2 bulan semua pelindung disingkirkan.5 bulan pelindung dikurangi secara bertahap (1x2 minggu). dinding bedengan dibuat dari bambu. dan tebal 0.1 Pre Nursery (Pembibitan Awal) a. Areal rata.26 Ha.07 mm. agar bibit mendapat sinar matahari pada pagi hari. Bibit yang telah berumur ±1.

Prestasi Kerja = 20.Seleksi Bibit Karena sebab-sebab tertentu seperti genetis. Pemberantasan hama dilakukan dengan Matador 25 EC dan untuk penyakit fungi (jamur) dilakukan dengan penyemprotan Dithane M 45 dengan rotasi 14 hari.Pemberantasan Hama dan Penyakit Hama yang sering mengganggu bibit muda adalah semut.5 cm.500 St/HK. Prestasi Kerja = 1000 st/Hk. tanah tersebut bebas dari batu-batuan. Prestasi Kerja = 7. 1.1.10.2 Main Nursery (Pembibitan Utama) a. sebelum tanah diisikan terlebih dahulu diayak dengan ayakan 1-1 cm. . Setiap bibit membutuhkan 0.Pemindahan Bibit Pada saat bibit berumur 3 bulan. Bibit yang terseleksi adalah sebagai berikut : • Anak daunnya sempit (Narrow Leaves) • Anak daunnya menggulung (Rolled Leaves) • Permukaan anak daun menguncup (Collante) • Pertumbuhannya memanjang (Erected) • Daunnya kisut (Crinkling) • Bibit yang kerdil (Insufficient Growth) • Bibit yang rusak akibat hama dan penyakit • Bibit yang pertumbuhannya berputar (Twisted) . Setiap 1 m2 tanah top soil dapat diisi large polybag sebanyak ±40 st.000 st/Hk. penyiramannya harus hati-hati agar kecambah tidak sampai terbongkar dan harus memakai gembor.15%). Bibit yang terkena seleksi bibit ditandai dengan pemberian pancang bamboo yang berukuran panjang 15 cm dengan diameter 0. Diangkat dengan memakai kotak-kotak yang telah disiapkan. Sedang penyakitnya adalah Helminthosporium. Prestasi Kerja = 1.000 St/Hk. jangkrik. Prestasi ayak = .Pemupukan Pelaksanaan pemupukan dilakukan menurut : II1/Si/i/1989 sebagai berikut : • Diselang-seling antara larutan urea 0.000 St/HK. . Prestasi Kerja = 100.000 st . Pada kantong plastik yang kurang tanahnya dilakukan penambahan tanah.3 % (3 gram/liter air) dan 0. . dan setiap tanggal penanaman dibuat label. Prestasi Kerja = 100. Lubang dibuat dengan jari sedalam 2-3 cm di tengah kantong plastik dan kemudian ditutup dengan tanah 1-1. Media Tamah/Pengisian Tanah yang digunakan untuk pengisian large polybag adalah tanah top soil (10-15 cm) yang diangkat dari areal lain.25 cm.1-0. gangguan hama dan penyakit dll dilakukan seleksi bibit sesuai dengan : II1/Si/i/1985. akar-akar dan bertekstur baik.Penyiraman Dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore.000 st/HK. dimana bibit telah mempunyai 3-4 helai daun adalah saat yang paling baik untuk dipindahkan ke lapangan (Main Nursery). kesalahan kultur tehnis.25 liter air setiap penyiraman. Seleksi bibit dilakukan 2 kali yakni pada umur 2 bulan setelah tanam dan pada saat pemindahan ke Main Nursery.Menyiang dalam Baby Polybag Rumput-rumput yang tumbuh dalam kantong plastik disiang (dicabut) dengan manual dengan rotasi 14 hari. .harus mengarah ke bawah. belalang dll. untuk pemberantasannya denagan Dithane M45 (cons 0.3 % compound 12:12:17:2 (3 gram/liter air) dengan rotasi 1 minggu • Penyemprotan pertama dilakukan apabila kecambah telah berumur 1 bulan setelah tanam • Prestasi per Hk = 5.

sampai batas leher akar. Dikerjakan dengan tenaga KS dengan perbandingan 1:2 (1 orang laki-laki dengan 2 orang penyemprot wanita). ukuran tidak standard dan terlalu tipis tidak digunakan.20 mm pada bagian bawah dan tengah mempunyai lubang dengan jarak 5 cm.000 pk/Hk. Apabila ada kerusakan kantong plastik misalnya tidak mempunyai lubang.000 pk/Hk.000 Pk/HK. Large Polybag (1 kg ±23 lembar) Large polybag yang digunakan berukuran 40x50 cm dengan tebal 0. rotasi 21 hari. dimana prestasi kerja 3. Dengan cara ini semua gulma yang tumbuh dipermukaan polybag harus dicabut. Prestasi memupuk = 3. . c. Prestassi Kerja = 10 Hk/Ha. Pemancangan Sebelum dimulai menyusun polybag terlebih dahulu dipancang dengan jarak 80x68 cm (segitiga sama sisi).Penyiangan Dibagi dalam 2 bagian yaitu: • Penyiangan Gawangan Dilaksanakan secara khemis dengan menggunakan bahan kimia Paracol dengan dosis 2 liter/Ha. Bagian atas polybag dibiarkan kosong setinggi 2-3 cm untuk yempat meletakkan pupuk. Keuntungan yang didapat dengan menggunakan cangkang : • Dapat mengurangi penguapan air • Mencegah terbentuknya lapisan keras dipermukaan tanah • Mencegah semburan keras dari penyiraman dan hujan .Pemupukan Pelaksanaan pemupukan dilaksanakan sesuai : II1/Si/1/1989 sebagai berikut : Cara pemupukan tersebut adalah dengan menaburkan pupuk disekitar pokok pada polybag. dimana volumenya telah disesuaikan dengan dosis pada : II1/Si/i/1989. cangkang dll.5 kg dengan prestasi kerja = 1. Tanah disekelilingnya dipadatkan dengan cara menekan. lebar lubang ± 0.30 cm. Tempat duduknya polybag selalu diratakan agar letak polybag tegak lurus dan kelihatan rapi. dan isi tanah = 100 st/HK. Prestasi Tanam = 2. Penyusunan polybag disesuaikan dengan jaringan jalan dan jaringan pipa air. Penyiraman dilaksanakan 2 kali sehari (pagi 3 jam dan sore 3 jam) selama 3 bulan pertama. Untuk mendapatkan bibit dengan kualitas pertumbuhan yang baik. Pemeliharaan . berarti ± 1. Kemudian bibit dimasukkan ke dalam lubang tanaman dengan terlebih dahulu membuang plastiknya. rotasi14 hari. Perstasi Kerja = 2 HK/Ha/rotasi. e. Draenase Pembuatan draenase selalu disesuaikan dengan keadaan areal. untuk menghindari genangan air pada musim hujan maupun genangan pada penyiraman. Takaraan yang digunakan di buat dari bambu.Penyiraman Penyiraman di Main Nursery merupakan salah satu tindakan tehnis yang pelu mendapat perhatian.000 st/Hk.Mulch Setiap bibit kelapa sawit dalam polybag yang telah berumur ±1 bulan setelah tanam diisi 0.Penanaman Sebelum bibit ditanam terlebih dahulu dibuat lubang tanaman pada tanah polybag sedalam ±20-25 cm. • Penyiangan Dalam Polybag Dikerjakan secara manual dengan tenaga BHL wanita. . d. Apabila curah hujan ≥10 mm maka bibit tidak perlu disiram. Prestasi menyiram = 4.100 st/HK. .500 st/Ha. Dan selanjutnya 1 kali sehari tetapi jumlah air per polybag perhari ±2-3 liter/hari. . b.000 st/Hk.

Apabila dijumpai ada gejala serangan penyakit seperti akibat jamur (Cercospora sp.000 bibit rotassi 14 hari.5% dengan rotasi 1 x 2 bulan. kastrasi dan tunas pasir. persiapan sarana panen. pemeliharaan piringan pohon. pengendalian hama dan penyakit.1 Pembuatan Pasar kontrol Pasar kontrol dibuat ditengah-tengah gawangan kelapa sawit. konsolidasi. dan menjelang panen setiap 2 baris tanaman.6% + 2. Lebar pasar kontrol 1 m dibuat sepanjang blok tanaman. pemeliharaan penutup tanah. penyisipan.) disemprot dengan dithane M 45 dengan dosis 330 gram/200 liter air untuk 4. Dibangun secara bertahap yakni setiap 8 baris tanaman dibuat 1 pasar kontrol.• Dapat mempertahankan kelembaban tanah • Mengurangi pertumbuhan gulma di polybag . pemeliharaan jalan. pembuatan parit drainase. yaitu penyiangan areal.Biaya Persiapan Pembibitan (Terampil) • Pre Nursery • Main Nursery 1. . TBM (tanaman belum menghasilkan) adalah tanaman yang dipelihara sejak bulan penanaman pertama sampai dipanen pada umur 30-36 bulan. Prestasi Kerja = 4. Tanaman TBM 3. Selama masa TBM diperlukan beberapa jenis pekerjaan yang secara teratur harus dilaksanakan. Pembuatan pasar kontrol pada areal penutup tanah dapat dilaksanakan secara kimia dengan menggunakan glifosat 0.2 Tanaman Belum Mengahasilkan (TBM) Pemeliharaan pada tanaman ini sangat diperlukan atau harus dilaksanakan untuk menjaga agar pertumbuhan vegetative tetap dalam keadaan baik. tenaga yang digunakan = 4 HK/Ha. pembuatan pasar kontrol (pasar kontrol). Perlakuan 4 tahap yakni pada umur : • 2 (Dua) bulan setelah tanam di Main Nursery • 4 (Empat) bulan setelah tanam di Main Nursery • 7 (Tujuh) bulan setelah tanam di Main Nursery • Saat pemindahan bibit ke lapangan (Displanting) Bentuk bibit abnormal yang harus diseleksi : • Bibit yang tumbuh meninggi dan kaku (erected) dengan sudut pelepah yang kecil (tajuk tegak) • Bibit yang permukaan tajuknya rata (dimana pelepah yang lebih muda lebih pendek) • Bibit yang tumbuh lemah terkulai (merunduk) • Bibit yang anak daunnya tidak membelah • Kerusakan akibat hama dan penyakit • Bibit yang anak daunnya mempunyai sudut yang tajam dan rachis • Bibit yang anak daunnya pendek • Bibit yang jarak antara anak daun panjang dan pendek . .Pembrantasan Hama dan Penyakit Untuk mencegah terjadinya serangan hama pada bibit dilakukan penyemprotan dengan Matador 25 Ec dengan dosis 250 cc/200 liter air untuk 4. sehingga diharapkan pada tanaman menghasilkan (TM) berproduksi baik.2.4 D Amine 0. pemupukan. Gambar 2.Seleksi Bibit Seleksi bibit dilakukan bertahap karena kemunculan gejala abnormal sejalan umur bibit. tahap kedua setiap 4 baris tanaman.000 bibit 1x 14 hari.000 St/HK.

2. pada penyisipan TBM 3 penyisipan dilakukan pada areal kosong yang cukup luas atau mengelompok.TBM I = 2. Gambar 3. Jari-jari piringan pohon disesuaikan dengan umur tanaman kelapa sawit: . Persiapan dan penanaman kelapa sawit di perkebunan pada umumnya dilaksanakan dengan cukup baik.3. Kondisi Jalan pada Areal TBM 3.4 Penyisipan Hasil sensus pohon setiap tahun pada areal TBM dapat menunjukkan jumlah pohon yang akan disisip. 8 x setahun .TBM III = 150 cm Rotasi dan kapasitas pengendalian gulma piringan pohon adalah sebagai berikut: .TBM I = 100 cm .2. Menginventarisasi tanaman yang mati. Setelah terbentuk batas piringan pohon yang dimaksud baru digaruk dari pinggir piringan ke arah dalam. 3. 3. 2 dan 3. b. Penyisipan dilakukan pada tanaman yang mati atau tidak normal dan dilakukan pada musim hujan. 3. membuka saluran air dari jalan. tumbang. Pemeliharaan jalan dapat dilakukan secara mekanis dengan menggunakan road grader Pemeliharaan dilakukan sekali dalam 3 bulan. Tanaman yang perlu disisip adalah pada areal TBM 1.5 Konsolidasi Konsolidasi pada tanaman kelapa sawit adalah tindakan rehabilitasi terhadap tanaman yang baru ditanam.3 Pembuatan Parit Drainase Pemeliharaan parit drainase bertujuan mengangkat atau menggali tanah yang menutupi parit sehingga ukuran tetap seperti semula. Cara Manual Terlebih dahulu di ukur garis tengah piringan pohon sesuai dengan ketentuan.TBM II = 3. namun penyisipan individu tidak dilakukan lagi karena tanaman asli sudah cukup tinggi. membabat rumput-rumput di kaki lima jalan dan pengerasan jalan pada lokasi yang perlu dengan standar 10 m/ha/tahun. 12 x setahun . Jalan produksi dipersiapkan sejak TBM dan pengerasan dilakukan secara bertahap sehingga pada saat TM kondisi jalan tersebut telah sempurna. setelah selesai penanaman kelapa sawit di lapangan masih diperlukan tahap pekerjaan konsolidasi. Menegakkan kembali tanaman yang miring dan tumbang dengan memadatkan tanah di sekeliling tanaman yang masih gembur. Penyiangan dapat dilakukan secara manual (menggaruk) atau cara kimia (penyemprotan).2.5 HK/Ha/rotasi.0 HK/Ha/rotasi. abnormal. terkena serangan hama dan penyakit.2. Pada areal TBM peliharaan parit dilakukan 1 kali dalam 6 bulan. Selanjutnya rumput-rumput disingkirkan dari piringan pohon. Kegiatan konsolidasi meliputi : a. Walaupun demikian karena penanaman biasanya dilaksanakan pada skala yang luas maka masih selalu terjadi penanaman yang tidak sesuai dengan kultur teknis. sehingga tanah bersih dari rumput. a. Oleh karena itu.2. kemudian di ujung garis tengah piringan pohon tersebut dibuat batas melingkar keliling pohon.6 Pemeliharaan Piringan Pohon Penyiangan dilakukan dengan menyingkirkan semua jenis tumbuhan dari permukaan tanah selebar piringan pohon yang telah dilakukan.TBM II = 125 cm . sehingga tanaman sisipan terhambat pertumbuahannya.2 Pemeliharaan Jalan Kegiatan pemeliharaan jalan meliputi memadatkan.

8 x setahun b. 3. Hama Hama lainya adalah kumbang penggerek pucuk kelapa sawit (Oryctes rhinoceros) yang hinggap pada pelepah yang agak mudah. Hama dari golongan mamalia adalah lembu (Boss taurus). Tenaga yang yangdigunakan 0. pertama –tama kiri dan kanan lalang dari lalang tersebut kira – kira dibabat kira – kira 0. Kerusakan daun tanaman yang berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan kelapa sawit. Apabila gerekan sampai ketitik tumbuh. b.6) menggunakan bahan Glyphosate dengan dosis 300 cc/ha/rotasi.7 Pengendalian Hama dan Penyakit a. Panjang lubang penggerek dapat mencapai 4. 3. Pada daerah pengembangan karena kekuranagan tenaga kerja atau upah buruh yang mahal maka pengendallain gulma dengan cara kimia merupakan suatu alternatif yang efisien dan ekonomis. Cara pelaksanaannya apabila dijumpai lalang. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan menggunakan MARFU-P. atau melalui spora yang disebarkan oleh angin. selanjutnya daun kelapa sawit muda layu atau mati. Hama yang juga merusak titik tumbuh tanaman dan memakannya adalah tikus dan apabila serangan dengan intensitas tinggi harus dilakukan penanaman ulang. Cara Kimia Pemeliharaan piringan pohon secara kimia mulai dapat dilaksanakan pada areal TBM ke-III.5 m. maka kemungkinan besar akan mengalami masalah penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB). Akar dan batang tersebut dikumpulkan. Penyakit Penyakit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense Pat juga sering dijumpai di TBM. Penyiangan Manual .3 Tanaman Menghasilkan (TM) 3. kemungkinan tanaman akan amti atau tumbuh tunas baru satu atau lebih.3.2 cm/hari. Pemakaian herbisida pada tanaman muda agar dilakukan dengan ekstra hati-hati sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap tanaman kelapa sawit. sehingga kemungkinan untuk tumbuh kembali tidak ada. ditempatkan tidak bersentuhan dengan tanah.2. Gejala awalnya pada daun kelapa sawit mudah (TBM-TM III) mengalami klorosis. kemudian menggerek kearah titik tumbuh kelapa sawit.0 HK/Ha/rotasi. Penularan penyakit dari pohon ke pohon melalui pertautan antara akar sehat dengan akar sakit. harus dari luar atau rhizomenya dan batang terambil semua dari dalam tanah dan tidak boleh putus. Mengingat hampir semua perkebunan kelapa sawit di Indonesia berada pada areal bekas hutan hujan tropika. kemudian baru digarpu dan tidak boleh langsung ke lalang. dengan rotasi 6 x setahun (R. Buru Lalang Lalang merupakan gulma/tumbuhan pengganggu yang berbahaya terhadap tanaman perkebunan.3 HK/Ha . Buru lalang dilakukan dengan teratur blok demi blok dengan rotasi 30 hari. Banyaknya populasi lembu pada Kebun Sawit Seberang menimbulkan banyak masalah terutama serangan pada daun tanaman. Gambar 4.TBM III = 4.1 Pemeliharaan Jenis pemeliharaan yang dilaksanakan untuk menghasilkan antara lain: 1. serta terjadi pembusukan pada jaringan pangkal batang dan akhirnya tanaman mati.. Jamur ini merupakan penghuni tanah indigenous hutan hujan tropika dan hidup pada berbagai jenis palmae.

dan dihindarkan adanya gumpalan – gumpalan pupuk sewaktu penaburan. Gulma yang dicabut adalah kayu – kayuan. kemudian menggerek kearah titik tumbuh kelapa sawit.2 cm/hari.3. 3. supaya terhindar dari genangan air • Harus mendapat sinar matahari dan selalu kering • Tidak dibenarkan terjadi genangan air di permukaan jalan. Hama Hama lainya adalah kumbang penggerek pucuk kelapa sawit (Oryctes rhinoceros) yang hinggap pada pelepah yang agak mudah. Pupuk yang digunakan adalah pupuk tunggal yaitu: • Urea (ZA) 2 aplikasi • Rock Phosphate (RP) 1 aplikasi • MOP (abu janjang) 2 aplikasi • Kieserit (dolomit) 2 aplikasi Apabila curah hujan yang tinggi atau musim kering maka pemberian pupuk ditunda atau dihindarkan. Gambar 6. dimana perbangdingan tenaga kerja laki –laki dan perempuan 1: 2. pelepah daun yang dipotong dan tercuci oleh air hujan.3 Pemeliharaan Jalan Sarana jalan yang baik dan cukup sangat diperlukan terutama dalam pengangkutan pupuk. Cabutan Penyiangan dengan cara cabutan dilakukan di gawangan tanaman.2 Pemupukan Untuk menjaga keseimbangan unsure hara dalam tanaman akibat diangkut oleh buah yang dipanen.3. Khusus bagi areal miring penaburan pupuk 3/3 bagian sebelah atas dan 1/3 bagian sebelah bawah.3.Gambar 5. Pasar Mati 2. untuk menjaga kebersihan kebun tersebut maka sirkuit rotasinya adalah 60 hari dengan kebutuhan tenaga per hektarnya adalah 0. 3. maka pemupukan sangat dibutuhkan. Perbandingan tenaga kerja antara pelangsir dengan penyemprot adalah 1: 2. Menyiang Secara Khemis Penyiangan dilakukan pada piringan. . Alat yang digunakan adalah garpu. Apabila gerekan sampai ketitik tumbuh. tenaga yang dibutuhkan 0.5 HK. 3. Hama yang juga merusak titik tumbuh tanaman dan memakannya adalah tikus dan apabila serangan dengan intensitas tinggi harus dilakukan penanaman ulang. kemungkinan tanaman akan amti atau tumbuh tunas baru satu atau lebih.4 Pengendalian Hama dan Penyakit a.3 L/30 Ltr air dalam 1 Ha.5 m – 2. Cara pemberiannya ditabur secara merata di piringan yang sudah bersih dan jarak dari pohon ± 0. keladi dan kerisan. Panjang lubang penggerek dapat mencapai 4.5 HK/Ha. pakis.5 m. Herbisida yang digunakan adalah Gramoxone dengan dosis 0. mimosa. Bentuk jalan yang dikehendaki adalah: • Berbentuk batok mengkurap dan rata tidak berlobang – lobang • Benteng paret tidak perlu ada • Paret – paret jalan hanya diperlukan sebagai jalan besar (main road) dan transport road. pasar pikul.3 HK/Ha dengan rotasi pada semester I : 90 hari dan semester II : 60 hari. Pemupukan pada tanaman menghasilkan harus melalui rekomendasi pemupukan. Kondisi Jalan pada Areal TM 3. buah dll. pasar blok dan TPH. Tenaga kerja yang dibutuhkan 0.

Kerusakan daun tanaman yang berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan kelapa sawit.Gambar 7. Gejala Serangan Ganoderma 3. Tempat Pengumpulan Hasil 5. • Matang panen tanaman: telah terdapat 60 % dari tanaman telah matang panen. Tunas pasir Sebelum panen dilaksanakan. atau melalui spora yang disebarkan oleh angin. Gambar 9. Gambar 10. atau pelepah yang berada dibawah dua lingkaran tandan. serta terjadi pembusukan pada jaringan pangkal batang dan akhirnya tanaman mati. selanjutnya daun kelapa sawit muda layu atau mati. maka kemungkinan besar akan mengalami masalah penyakit BPB. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan menggunakan MARFU – P.3. Prestasi kerja 1 HK : 2 buah. Penyakit Penyakit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense Pat juga sering dijumpai di TBM. Prestasi kerja adalah: 100 Pk/Ha 3. 2. • Disusun di gawangan yang tidak terkena pasar panen. dimana sebelumnya sudah dilaksanakan persiapan panen sebagai berikut: 1. Syarat – syarat tunas pasir: • Pelepah yang ditunas adalah pelepah paling bawah dan rapat ke tanah.5 Ha terdapat 1 TPH dengan ukuran 3 x 5 m dan berangsur – angsur diperpanjang sesuai dengan perkembangan produksi di areal tersebut sehingga satu saat maksimal 3 x 9 m. Banyaknya populasi lembu pada Kebun Sawit Seberang menimbulkan banyak masalah terutama serangan pada daun tanaman.Gejala Serangan Oryctes Hama dari golongan mamalia adalah lembu (Boss taurus). Pemeriksaan blok – blok yang sudah matang panen terdiri dari: • Matang panen tandan : sebagian buahnya sudah membrondol. Penularan penyakit dari pohon kepohon melalui pertautan antara akar sehat dengan akar sakit. 4. • Pelepah yang dianggap tidak berfungsi lagi. Mengingat hampir semua perkebunan kelapa sawit di Indonesia berada pada areal bekas hutan hujan tropika. b. Alat yang digunakan adalah arit tunas atau dodos kecil (6 – 8 cm). Jamur ini merupakan penghuni tanah indigenous hutan hujan tropika dan hidup pada berbagai jenis palmae. Gejala awalnya pada daun kelapa sawit mudah (TBM-TM III) mengalami klorosis.5 Panen dan Pengumpulan Panen pada tanaman kelapa sawit dimulai pada umur 2. Buang buah pasir atau busuk • Buah pasir yang dibuang adalah buah yang berada di atas pelepah pasir sampai dua lingkaran bunga pertama dengan dodos kecil • Buah pasir yang beratnya > 5 kg dapat dikirim ke pabrik dan < 3 kg dibuang • Tenaga yang dibutuhkan dalam 1 Ha adalah 2 HK. dimana dalam 2. • Matang panen pohon : paling sedikit dua tandan telah membusuk dan satu tandan matang. . TPH (Tempat Penerimaan Hasil) Tempat penerimaan hasil harus disiapkan sebelum panen dasar dimulai. • Pemotongan dilakukan serapat mungkin dengan batang.5 – 3 tahun yang disebut TM I. harus lebih dahulu pelepah – pelepah pasir ditunas ± 3 bulan sebelum panen dasar. Pasar pikul Pasar pikul sudah tersedia sebelum panen dasar dan bertujuan untuk jalan pemanen.

Disamping persyaratan diatas dalam mencapai keberhasilan panen yang baik.50 % brondolan buah luar Mentah 1 12.50 – 25 % brondolan buah luar Kurang matang 2 25 – 50 % brondolan buah luar Matang 3 50 – 75 % brondolan buah luar Matang 4 75 – 100 % brondolan buah luar Lewat matang 5 Bagian dalam ikut membrondol Lewat matang Tabel 3. Ini semua dilanjutkan dengan pemeliharaan sebagai contoh: • Pemeliharaan TPH. • Susunan pelepah digawangan antara pasar pikul dimana dimana pangkal pelepah yang berduri diletakkan tertelungkup sebelah bawah. • Brondolan dikutip bersih dari piringan. • Pelepah dipotong serapat mingkin kebatang dengan bentuk tapak kuda keluar dan rencek menjadi 3 bagian. lalu ditutup dengan bagian pelepah lainnya. • 6 m/Ha untuk daerah berbukit. Titi panen Titi panen juga merupakan penunjang yang sama tujuannya dengan pasar pikul dalam mempermudah dan meningkatkan prestasi pemanen. Alat panen Panen dasar sampai tanaman berumur ± 3 tahun. Fraksi Matang Panen pada Tanaman Kelapa Sawit Kriteria Matang Panen dan Standard Antar Fraksi Berat Tandzan Fraksi Mentah Matang Normal Lewat Matang Buah Brondolan 0 00 I II III IV V ≤5 Kg >5 Kg Tidak membrondol/warna hitam . keranjang buah. Hal ini dapa dicirikan oleh adanya buah yang membrondol. 8. kayu-kayuan.3. • Pelepah dipotong 3 dan disusun digawangan. • Pemeliharaan pasar pikul. pakis . • Tunas pemeliharaan. • Pangkal pelepah yang tinggal dipohon harus tapak kuda terbalik. cukup dengan pembersihan pohon saja. ada factor lain yang harus diperhatikan. tidak perlu dilakukan penunasan. Selain kepada tanaman kelapa sawit itu sendiri juga kepada pemanen dan pekerja yang berhubungan dengan panen. Faktor – faktor ini akan menunjang keberhasilan dalam panen baik kuantitas maupun kulitas. • Tandan yang sudah masak (matang) tidak boleh tinggal dipohon.5. rumput-rumputan. 3. Persyaratan Panen • Tandan yang baik dipanen adalah fraksi 2 dan 3. Gambar 11. • Pelepah yang tertinggal dipokok setelah ditunas adalah 48 pelepah (6 spiral) dengan songgo 1. Pasar Pikul 6. • Bila kurang dari pelepah. jumlah pelepah yang tinggal minimum 40 pelepah dengan rotasi 1.2 Kriteria matang panen Kriteria matang panen yang baik adalah pada saat kandungan minyak maksimum dalam daging buah dan kadar ALB serendah mungkin.Sehingga prestasi panen yang diharapkan akan tercapai. • Bunga jantan yang sudah kering atau membusuk. • Ganggang panjang yang dipanen tidak boleh lebih dari 2 cm. disamping faKtor lainnya.5. dan kelapa sawit yang tumbuh dipokok sepanjang masih dapat dijangkau oleh alat harus dibuang. tandan yang dapat dipanen harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : Fraksi Jumlah Brondolan yang Lepas Kematangan 0 1-12. 3. Prinsip yang selalu menjadi dasar dalam penentuan system panen adalah bertujuan untuk mencapai rendfemen yang maksimal dan ALB yang rendah. Titi terbuat dari beton atau batang kelapa yang diatur penempatannya sehingga rata – rata: • 12 m/Ha untuk daerah rendahan. dilakukan 2x dalam setahun. 2 pasang dalam setahun dan plengki kecil untuk tempat brondolan.5x dalam setahun.pakisan. Dalam hal ini perlu diadakan peraturan atau syarat-syarat yang harus dituruti. Prestasi tunas an nuntuk tanaman yang berumur 3-8 tahun : 100 Pk/Hk dan tanaman yang berumur ≥ 9 tahun : 70 Pk/HK. 7. Teknis Tunasan. gawangan pasar pikul dan pada ketiak daun dan dimasukkan dalam goni setelah sampah-sampah yang ikut serta dengan brondolan dibuang.3. Tunas Pemeliharaan Tunas pemeliharaan pada tanaman yang berumur 3-8 tahun jumlah pelepah minimum yang tinggal 48 pelepah. alat yang digunakan adalah dodos.1 Pengertian Panen Panen adalah mendatangi pokok ke pokok untuk memotong dan mengambil buah segar menurut criteria matang panen. Dan pada tanaman yang bmur ≥ 9 tahun.

5.Tidak membrondol/warna hitam 1-4 Brondolan 1-9 brondolan 5 Brondolan s/d 12.5% buah luar membrondol 12.5% buah luar membrondol 10 brondolan s/d 12.5% 0.3. .51% s/d 24% buah luar membrondol 25-49% Buah luar membrondol 25%-49% buah luar membrondol 50%-75% buah Buah luar membrondol 50%-75% buah luar membrondol 76-100% Buah luar membrondol 76%-100% buah luar membrondol Gagang membusuk dan buah luar membrondol gagang membusuk dan buah dalam membrondol Standard 0% 40% 40% 14% 5.5% 0% 4%-8% Tabel 4.5% s/d 24% buah luar membrondol 12.3 Pembagian Kapveld Menurut Rotasi Panen Kapveld atau ancak panen adalah pembagian areal atas ancak panen harian yang disesuaikan dengan rotasi panen. Kriteria Matang Panen dan Standard Antar Fraksi 3.

Tata cara perhitungan AKP : • tetapkan blok sampel untuk setiap kapveld • satu blok sampel untuk setiap tahun tanam dalam satu kapveld maksimum 50 Ha • Pohon yang diamati 3-5 % dari jumlah pohon dalam satu blok sampel.5.5 Sistem Panen Sistem panen dilakukan dengan hanca giring tetap dan hanca giring tidak tetap. 3. Hasilnya lalu dikalikan dengan jumlah rata-rata tandan. Ada 50 baris yang dipanen oleh 5 orang. mencegah kerusakan jalan serta meningkatkan frekuensi angkutan produksi perkendaraan). dan seterusnya. • Lalu jumlah seluruh tanaman dibagikan dengan jumlah AKP. Orang I memanen baris 1 sampai 10. • Dibenarkan dengan sistem 6/7 yaitu sampai dengan hari minggu dan libur. bagi kebun-kebun yang luas TM nya.6 Perhitumgan Angka Kerapatan Panen (AKP) Angka Kerapatan Panen (AKP) adalah suatu satuan yang mengindikasikan rata-rata tandan matang panen/pohon dan penyebaran tandan matang panen. Maka akan diperoleh AKP. jumlah hari panen dalasm seminggu dapat diperpendek dari 4 menjadi 4 hari dengan catatan internal antara rotasi harus dipertahankan 7 hari. orang II memanen baris 11-20. • Ditetapkan dengan system 5/7 atau jika kerapatan buah 10-12 dengan sistem 8/10. Untuk menghindari pengangkutan yang berulang-ulang pada jalan yang sama (hal ini dapat menekan biaya angkutan. • Tetapkan baris sampel dalam setiap blok sampel (bersifat permanen) • Seluruh pohon dalam baris sampel diperiksa dan dihitung jumlah tandan buahnya lalu dicatat.5. • Dibagi 4 kapveld. setelah selesai pindah ke blok lainnya. kemudian pindah ke baris yang belum dipanen dan seterusnya sampai selesai satu blok dan pindah ke blok lain. 3. pemanen dan areal panen adalah tetap. maka sebaiknya letak kapveld disusun memanjang sedemikian rupa mengikuti jarak jalan transportasi. Untuk kebun yang tidak mempunyai pabrik (PKS) rencana panen agar disesuaikan dengan rencana olah PKS oleh tempat mengolah. Hanca panen ditetapkan berdasarkan kapveld yang sudah dipedomani dan ditetapkan kepada masing-masing mandoran panen dan mandor bertanggung jawab menyelesaikan hanca yang sudah dibagi/ditetapkan. lalu seluruh sampel dibagikan dengan jumlah tandan yang telah dihitung.3.Pembagian kapveld yang umum dipakai pada pembagian areal TM Kelapa Sawit per afdeling sebagai berikut : • Dibagi 5 atau 8 kapveld. Pada sistem ancak tetap.4 Ancak panen Ancak panen adalah luasan yang menjadi tanggung jawab pemanen. Ancak panen terdiri dari dua yaitu ancak tetap dan giring. Kegunaan angka kerapatan panen adalah : • memperkirakan jumlah tandan matang-panen serta tunasnya • memperkirakan kebutuhan tenaga pemanen • memperhitungkan luas ancak untuk setiap pemanen • memperkirakan kebutuhan kendaraan. Satu orang pemanen memanen tiap dua baris (1 gawangan). Untuk kebun yang TM Kelapa Sawitnya relatip kecil. • Seluruh tandan buah dijumlahkan. hal ini pada panen rendah hingga sedang (semester I dan bulan-bulan tertentu semester II). Pada ancak giring pemanen secara bersama-sama memanen 1 blok. 3. • Dibagi 6 kapveld terjadi pada panen puncak (semester II). Areal panen biasanya berbukit sampai berlereng curam atau letaknya terpencil.5.3. Sebagai contoh Blok A = 16 Ha.3. .

3.Seluruh tandan yang diangkut dicatat jumlah tandannya per pemanen.7 Peralatan Panen Alat panen yang digunakan sesuai umur tanaman sebagai berikut: Umur (Th) TM Tinggi Batang (M) Alat Panen 3-4 1-2 <0.Brondolan ditumpuk di beiakang barisan tandan atau digonikan.• Rekapitulasi kemudian dituangkan kedalam formulir rencana panen dan pengangkutan untuk dikirim ke kantor kebun.Brondolan yang ada di ketiak pelepah diambil/dikorek. . .9-2. Perhitungan AKP 3.5. Gambar 12.Berjalan di jalan pikul mencari buah matang sesuai kriteria matang panen.Tandan disusun 5 buah per baris di TPH. setiap pemanen membawa 2 bans tanaman (1 gawangan). mandor membagi ancak pemanen yang dimulai dari jalan blok. yang nantinya akan membawa buah hingga sampai dipabrik .Buah diangkat ke TPH setelah selesai di potong. 3) Pengangkutan hasil .Pemanen diawasi oleh seorang mandor. . tangkai tandan dan kotoran lainnya. . .Semua brondolan diangkut ke truk.Tandan dan brondolan bebas dari pasir. . . tidak boleh bercampur dengan tandan.5.3. Tiap mandor panen mengawasi 10-15 orang pemanen.Pelepah yang menyangga (songgo) buah matang dipotong mepet. sampah. Peralatan Panen Sesuai Umur Tanaman 3. paling lambat 12 jam dari saat panen.5 Dodos besar (14 cm) >8 >5 >2. .Gagang tandan menghadap ke atas. 00) tidak dibenarkan diangkat ke truk.Alat angkut pada umumnya adalah truk. .Tandan matang dipotong tangkainya. .9 Dodos kecil (8 cm) 5-7 3-5 0. . . .Brondolan dikutip dan dikumpul dengan tandan dibawa ke TPH.8 Pelaksanaan Panen 1) Ancak .Pada pagi hari.Pelepah disusun dan ditumpuk di tengah gawangan mati. 2) Di TPH .Buah segera diangkut ke PKS. .5 Egrek Sumber : Instruksi Kerja (IK) PTPN II Tabel 8.Nomor pemanen dan tanggal panen ditulis pada tangkai tandan . buah sangat mentah (F.Setelah ancak (2 barisan) pertama selesai pindah gawangan di sebelah pemanen ancak terakhir. .Krani transport menyortir TBS di TPH. . .Tangkai tandan di potong mepet atau berbentuk huruf V (cengkem/mulut kodok).

1 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang kriteria panen pada tanaman menghasilkan. Hari ke-2 Selasa.Hari ke-10 Rabu. Hari ke-6 Sabtu. 27Juni 2010 Istirahat. Hari ke-12 Jumat. 25 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang pembuatan pasar pikul. Hari ke-11 Kamis. yaitu dari tanggal 21 Juni sampai 21 Juli. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan lebih kurang 15 hari. Di mulai dengan mempelajari pembibitan dimulai dari GS sampai main Nursery di PTPN II Kebun Sawit Seberang. Di mulai dengan perkenalan dengan karyawan maupun karyawan pimpinan di kebun tersebut serta pengumpulan informasi tentang profil PTPN II Kebun Sawit Seberang. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut : Hari ke – 1 Senin. PROGRAM MAGANG BERSAMA PEJABAT / STAF / KARYAWAN Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan di PTPN II Kebun Sawit Seberang yang berlangsung lebih kurang 30 hari. 23 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor Pembibitan kebun Sawit Seberang. 28 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang penyiangan secara manual pada tanaman belum menghasilkan. 30 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang kastrasi pada tanaman belum menghasilkan Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang pasar mati. umur panen pada tanaman menghasilkan. Hari ke-5 jumat. gawangan. serta penempatan tempat tinggal (penginapan). Hari ke-8 Senin. Hari Ke-4 Kamis. Hari ke-9 Selasa. 21 Juni 2010 Registrasi di tempat PKL dan penyampaian program PKL pada karyawan pimpinan di tempat PKL.IV. 2 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang penentuan . 24 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor Pembibitan kebun Sawit Seberang. pada tanaman belum menghasilkan. 26 Juni 2010 Istirahat. Hari ke-7 Senin. piringan pada tanaman belum menghasilkan. 22 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor Pembibitan kebun Sawit Seberang. Hari Ke-3 Rabu. . 29 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang pemberantasan hama Oryctes sp. Di mulai dengan mempelajari tanaman penutup tanah pada tanaman kelapa sawit.

Hari ke – 28 Minggu. Hari ke-25 Kamis. 13 Juli 2010 Istirahat. 9 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor kebun afdeling III mempelajari tentang telling pada tanaman menghasilkan. 16 Juli 2010 Membuat laporan PKL. Hari ke-21 Minggu. 6 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang alat alat untuk pemanenan seperti dodos dan egrek pada tanaman menghasilkan. 4 Juli 2010 Istirahat. Hari ke-13 Sabtu. Hari ke-15 Senin. 11 Juli 2010 Aktivitas PKL mempelajari sistem administrasi kebun. 15 Juli 2010 Membuat laporan PKL. Hari ke-24 Rabu.phylotaksis pada tanaman menghasilkan. 10 Juli 2010 Aktivitas PKL mempelajari sistem administrasi kebun. Hari ke-16 Selasa. Hari ke-22 Senin. Hari ke – 30 Senin. 7 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling I mempelajari tentang telling pada tanaman menghasilkan. 12 Juli 2010 Istirahat. Hari ke-17 Rabu . Hari ke-20 Sabtut. Hari ke-14 Minggu. 14 Juli 2010 Aktivitas PKL mempelajari sistem administrasi kebun.27 Sabtu. 21 Juli 2010 . 17 Juli 2010 Istirahat. 5 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang penentuan analisa daun pada tanaman menghasilkan. 18 Juli 2010 Istirahat. Hari ke-26 Jumat. 8 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling II mempelajari tentang telling pada tanaman menghasilkan. Hari ke . Hari ke-23 Selasa. 19 Juli 2010 Kunjungan. 3 Juli 2010 Istirahat. Hari ke – 29 Senin. Hari ke-18 Kamis. 20 Juli 2010 Hari ke – 31 Selasa. Hari ke-19 Jumat.

para peserta PKL mengamati ada beberapa masalah yang terjadi pada unit Kebun Sawit Seberang. yaitu dengan menggunakan bahan aktif Paraquat. Kerusakan daun tanaman yang berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan kelapa sawit. Matang panen dapat dilihat setelah 2-3 brondol lepas dari tandannya. Pemeliharaan pasar pikul dilakukan dengan rotasi sekali dalam 3 bulan. . juga sering dijumpai di TBM sehingga menyerang tanaman yang berada di sekitarnya. Perkebunan Nusantara II Kebun Sawit Seberang. Afdeling I. Saran Diharapkan kepada seluruh karyawan yang bekerja di kebun agar memanen buah yang sesuai dengan kriteria matang panen. 5. 4.TOPIK PERMASALAHAN DI LOKASI PKL Selama berlangsungnya kegiatan PKL di PT. II dan III pada Kebun Sawit Seberang dikhususkan untuk tanaman kelapa sawit. Sistem panen dilakukan dengan meninggalkan minimal dua pelepah daun dibawah dari buah yang hendak dipanen (songgoh dua). yang dilaksanakan secara manual dan khemis. 2. Keterlambatan dalam pengangkutan dan hasil panen sehingga juga dapat menghambat dalam pengolahan TBS sehingga dapat mengurangi rendemen dan kualitas CPO dari kelapa sawit tersebut juga menurun. Rotasi panen yang digunakan adalah 5/7 dan 6/7. 3. Keterlambatan dalam pengendalian penyakit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense Pat. Banyaknya populasi lembu pada Kebun Sawit Seberang menimbulkan banyak masalah terutama serangan pada daun tanaman kelapa sawit khususnya pada tanaman belum menghasilkan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. Pengendalian gulma dilakukan secara manual. sebagian daerah tempat penanaman kelapa sawit adalah berbukit atau bergelombang sehingga sulit dalam hal pemupukan dan pemanenan. yaitu dengan cara dongkel mata merah dan secara khemis. Hama dari golongan mamalia adalah lembu (Boss taurus).

K2 1 cm. R. R. Widyastuti. PTP N IV (Persero) Bah Jambi. Purba. Harahap. W. (3 pages). 2001. Rahutomo. K1 0 cm. Dari percobaan diperoleh bahwa gulma yang banyak tumbuh adalah pada kedalaman 15 cm yaitu jenis gulma Amaranthus sp. S2 Asystasia intrusa. Darmosarkoro. Sejarah Singkat Kebun Sawit Seberang. PPKS. J..S. PTP N II Kebun Sawit Seberang. Sianturi. I.org. Sutarta.S. A. Percobaan ini bertujuan untuk mencatat kemampuan sejumlah gulma untuk muncul dari kedalaman yang berbeda-beda. Sumatera Utara Medan. Utomo. Suprianto. . Medan. Medan. S. S.H. Percobaan tersebut menggunakan 2 faktor perlakuan yaitu faktor 1 adalah jenis gulma S1 Amaranthuss sp. 2002. H. A.Y. K4 15 cm. Medan. Sutanto. Harahap. Siantar. Kelapa Sawit. Sedangkan faktor kedua adalah K. dengan ketinggian tempat ± 25 m dpl. Soehardjo.wikipedia. H. Fadli. Sugiyono. L. Winarna dan Y.Satyawibawa. Y.H. E. E. 2004.. P.R. Diakses tanggal 20 Maret 2010.. A. Lubis.. H.Jakarta.Y. Purba. Siahaan. A. ABSTRAK Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. A. Ishak. Teknologi Budidaya dan Pengolahan Kelapa Sawit. Sawit Seberang. Medan.D. PENGARUH KEDALAMAN TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA Junita Sinambela/070301054 Mahasiswi Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. E. Budiana dan Kusmahadi. Kelapa Sawit Edisi Revisi. Purba. Fauzi. K3 5 cm. Darnoko. Prawirosukarto. Koedadiri. Dja’far.E. C. 2005..D. Y. Vademecum Kelapa Sawit. S. Haryati. I. Penebar Swadaya. Yenni. R. http://www.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Elisabeth. D. FP-USU. T. pada tanggal 19 November 2009. P. Budidaya Kelapa Sawit. Purba. Purba.Hartono..

tanda-tanda karakteristik yang dapat dipakai misalnya: a) ukuran. e) biji yang tetap melekat pada semai. bentuk. Ipomea turbinata: 33%.Kunci : perkecambahan. d) jumlah. dkk. Bila dormansi diperpanjang waktunya akan mengalami imbibisi sehingga jaringan embrio menjadi rusak. warna. unsur-unsur makanan dalam tanah dan lain-lain. BAHAN DAN METODE Percobaan ini menggunakan polibag sebagai media tanam. warna. Abutilin theophrasti: 30%. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil . Setelah pembenaman sekitar 5 tahun. Dalam biji terimbibisi ini daya perkecambahan biji masih tetap tinggi (Tjitrosoedirdjo. warna. permukaan hipokotil (bagian batang yang terletak di bawah kotiledon). 1993). pada leguminosa kotiledon biasanya tebal karena banyak mengandung cadangan makanan. 1984). pH tanah. Kedalaman pembenaman tidak selalu berpengaruh pada lamanya hidup biji. ukuran. Faktor tanah yang turut menentukan distribusi gulma antara lain : kelembaban tanah. ujung kotiledon selalu terbelah. b) ukuran. Sesbania exaltata: 18% dan Ipomea lacunosa: 13% (Moenandir. topsoil sebagai media tanam. kedalaman tanah. Diamati gulma apa saja yang tumbuh setiap hari sampai pengamatan terakhir dan dicatat datanya. gulma PENDAHULUAN Biji-biji gulma mengalami dormansi sekunder mampu berkecambah setelah dibawa kepermukaan tanah. Kondisi cadangan biji juga tergantung pada dormansi dan lama biji tersebut tahan terdapat dalam tanah (Sukman dan Yakup. tekstur dan pertulangan daun pertama kadang-kadang dapat tidak sama dengan daun pada gulma yang telah dewasa. bij-biji gulma yang masih viabel seperti Sorghum halepense: 48%. Umumnya gulma mempunyai kemampuan bersaing yang cukup baik pada semua mcam tipe tanah. f) adanya daun penumpu atau okrea seperti pada gulma dewasa (Tjitrosoedirdjo. c) jumlah. Bentuk kotiledon ini sangat bervariasi. Misalnya pada Convolvulaceae.. Anoda cristata: 30%. benih Asystasia intrusa dan Amaranthus sp. sebagai objek pengamatan. 1995). dkk. permukaan epikotil (bagian batang yang terletak di atas kotiledon). Untuk mengidentifikasi semai. label untuk menandai polibag. aerasi. Hal ini umum dijumpai pada gulma dari golongan teki. tekstur dan pertulangan kotiledon. ukuran.. sehingga kadang-kadang disiri sebagai tanda kearah suku. 1984). Dalam percobaan ini polibag diisi ¾ topsoil dan benih tersebut diletakkan diatasnya sesuai dengan perlakuan dan diberi label untuk menandai perlakuan serta ulangannya. warna. bentuk.

3 . dkk.. Jakarta. atau karena faktor lingkungan.. Hal ini dikarenakan benih Amaranthus sp. Hal ini sesuai dengan literatur Sukman dan Yakup (1991) yang menyatakan bahwa kondisi cadangan biji juga tergantung pada dormansi dan lama biji tersebut tahan terdapat dalam tanah. Hal ini mungkin disebabkan karena beberapa faktor yaitu dari benih tersebut yang sudah ketuaan. 2. 1993.Data Pertumbuhan Kecambah Gulma Amaranthus sp. Dari hasil percobaan dapat dilihat pada data bahwa benih Amaranthus sp. . Raja Grafindo Persada. Grafik Pertumbuhan Kecambah Gulma Amaranthus sp.4 Pembahasan Dari hasil percobaan dapat dilihat pada data.6 5 5 10 14 16 25 13 3 16 40 Nama Gulma Perlakuan S2K0 S2K1 S2K2 S2K3 S2K4 123123123123123 Asystasia intrussa.1 2 2 1 1 20 6 2 .2 . (1984) yang menyatakan bahwa biji-biji gulma mengalami dormansi sekunder mampu berkecambah setelah dibawa kepermukaan tanah. Dan Asystasia intrussa KESIMPULAN 1. J. memilki ketahanan untuk bertahan hidup pada setiap kedalaman tanah. Hal ini sesuai dengan literatur dari Tjitrosoedirjdo. lebih dominan pada setiap kedalaman tanah dari pada Asystasia intrusa. 10 5 10 6 3 4 . Dan Asystasia intrussa Nama Gulma Perlakuan S1K0 S1K1 S1K2 S1K3 S1K4 123123123123123 Amaranthus sp. ada gulma yang tidak dapat tumbuh pada suatu kedalaman. Benih gulma Asystasia intrusa paling banyak tumbuh pada kedalaman 0 cm sebesar 20. Benih gulma yang paling banyak tumbuh adalah Amaranthus sp pada kedalaman 15 cm yaitu 40. 5 8 7 1 2 3 . Ilmu Gulma Dalam sistem Pertanian Dalam Sistem Pertanian. DAFTAR PUSTAKA Moenandir. PT.

Pengelolaan Gulma di Perkebunan. Jakarta. S. PT.Sukman... Utomo dan J. PT. Gramedia. 1995. Gulma dan Teknik Pengendaliannya. dan Yakup.. Y. Wiroatmodjo. I. PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinocholoa crussgalli L.) PAPER OLEH : . 1984. Jakarta. Tjitrosoedirdjo. Raja Grafindo Persada. H.) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L.

) PAPER OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 7 Paper Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Mengikuti Praktikal Test di Laboratorium Ilmu Gulma Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 7 LABORATORIUM ILMU GULMA DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinocholoa crussgalli L.) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L. Medan Diperiksa Oleh: Asisten Korektor .

karena atas berkat dan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan paper ini tepat pada waktunya.Dr.Toga Simanungkalit. Penulis menyadari paper ini banyak kekurangan. Ir. Adapun judul dari paper ini adalah “Pengendalian Gulma Jajagoan (Echinochloa crussgalli L.Dr. Medan.Edison Purba. oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan paper ini. 050301035 LABORATORIUM ILMU GULMA DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Ilmu Gulma yaitu Prof.)”.J.S.) Pada Pertanaman Padi (Oryza sativa L.(Rotambatua Nababan) NIM. Paper ini disusun sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di Laboratorium Ilmu Gulma Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Akhir kata penulis mengucapakan terima kasih dan semoga paper ini bermanfaat bagi kita semua. Prof. Medan. MP serta para asisten Laboratorium Ilmu Gulma yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan paper ini.Damanik. Oktober 2009 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Tujuan Penulisan 3 Kegunaan Penulisan 3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Gulma 4 .

1 %. secara fisik dengan membakar dan menggenangi. 1999).4 % (Wudianto.6 %. Gulma pada pertanaman padi umumnya dikendalikan dengan cara mekanis dan kimiawi.go. 2005).deptan. dan padi 54. Pengendalian gulma secara kimiawi berpotensi merusak lingkungan sehingga perlu dibatasi melalui pemaduan dengan cara pengendalian lainnya (http://balitsereal. banyak juga tumbuhan diklasifikasikan sebagai gulma dimanapun gulma itu berada karena gulma tersebut umum tumbuh secara teratur pada lahan tanaman budidaya (Sebayang. Akibat dari serangan gulma dapat menurunkan hasil panen yang cukup besar. Gulma dapat dikendalikan melalui berbagai aturan dan karantina. melalui budi daya dengan pergiliran tanaman. suatu spesies tumbuhan tidak dapat diklasifikasikan sebagai gulma pada semua kondisi. dan mengolah tanah dengan alat mekanis bermesin dan nonmesin. Namun demikian. secara mekanis dengan mencabut. Dengan demikian. menginjak. Gulma di suatu tempat mungkin berguna sebagai bahan pangan. dan Meksiko sebagai . makanan ternak atau sebagai bahan obatobatan. secara biologi dengan menggunakan organisme hidup.litbang. Ditemukan di seluruh Amerika Serikat.6 %. Kanada. membabat.Habitat dan Penyebaran 6 PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinocholoa crussgalli L. Kehadiran gulma dalam areal pertanaman sangat tidak dikehendaki karena akan menyaingi tanaman yang ditanam dalam memperoleh unsur hara.Jenis Bahan Untuk Pengendalian 12 KESIMPULAN 14 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN PENDAHULUAN Latar Belakang Keberhasilan pengendalian gulma merupakan salah satu faktor penentu tercapainya tingkat hasil padi yang tinggi.) Cara Pengendalian 8 Waktu Pengendalian 10 Jenis . secara kimiawi menggunakan herbisida.id. dan matahari. menyiang dengan tangan. Gulma ialah tanaman yang tumbuhnya tidak diinginkan. jagung 45. peningkatan daya saing dan penggunaan mulsa. Salah satu dari sedikit rumput liar yang tidak memiliki ligula. 2009).) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L. kentang 16. Persen kehilangan hasil panen akibat gulma di negara bagian Kolumbia (Amerika Serikat) terhadap kacang-kacangan sebesar 51. air. Echinochloa crussgalli adalah gulma musim panas tahunan dengan batang tebal yang dapat mencapai 5 kaki tingginya.

Biji yang tua berwarna kecoklat-coklatan sampai kehitam-hitaman (http://cetlanget. Siberia Barat.wordpress. berambut.wordpress. Sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Bulirnya banyak. Batang gulma ini biasanya tegak. Malai mungkin hijau ke warna ungu dan bulir terdiri dari individu yang dapat mengembangkan 2-10 mm terminal lama (http://www. tebal. berbentuk lonjong. lebar 0.5 – 1 cm. 2009b). dan mungkin berwarna merah ke merah marun di pangkalan (http://www.).6 – 0. panjang 2 – 3. berkembang dengan baik.5 mm. anak bulir panjang 2 – 3.com.vt. Bentuk garis meruncing ke arah ujung. atau tumbuhan penggenggu yang tidak dikehendaki.edu. Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengendalian gulma jajagoan (Echinochloa crussgali L. crusgalli disebut caryopsis. lanskap. dan .85 mm.vt.ppws. yang mula-mula tumbuh tegak kemudian merunduk. warna hijau sampai ungu tua (http://cetlanget. maka herbisida bersifat fitotoksik (Djojosumarto.ru. Biasanya terbentuk piramid sempit. 2000).) pada pertanaman padi (Oryza sativa L.vt. 2009b).gulma dari banyak agronomi tanaman. 2009c).edu. 2009a). 2009a).ppws. menembus ke dalam tanah turun sampai 50 cm (http://www. sering bercabang di bagian bawah node. Daunnya rata/datar dengan panjang 10 – 20 cm. pembibitan. Bunga memiliki seedhead malai terminal berkisar 4-16 inci panjangnya. Buah E. Herbisida adalah pestisida yang digunakaan untuk mengendalikan gulma. Kegunaan Percobaan Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di− Laboratorium Agronomi Ilmu Gulma Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Kepala sarinya mempunyai diameter 0.edu. tanpa bulu (glabrous). Medan. panjang 5 – 21 cm.ppws. Habitat dan Penyebaran Distribusi tumbuhan ini meliputi Kaukasus. terdiri dari 5 – 40 cm tandan.com. 2009a). Akar adalah seperti mahkota. Siberia Timur di selatan.− TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Berdasarkan Nasution (1986) taksonomi gulma padi-padian adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisio : Spermatophyta Kelas : Angiospermae Ordo : Poales Famili : Poaceae Genus : Echinochloa Spesies : Echinochloa crussgalli L. Karena herbisida aktif terhadap tumbuhan..agroatlas. dan rumput (http://www.5 mm. tebal.

purdue. sering tumbuh di air. di rawa-rawa. Jepang. Tidak dibatasi oleh pH tanah (http://www. Ekologi tumbuhan ini mulai dari boreal lembab atau basah hingga tropis sangat kering atau daerah hutan hujan tropis. Ekologinya yaitu thermophil. padang rumput basah dan basah. hygrophilous. dan sering gulma yang umum di sawah. agak kaya. Luas digarap gulma pada tanaman di zona stepa. 2009). akan tetapi umumnya lebih tinggi dan berbunga lebih dulu dari pada padi (http://cetlanget. E. Kaukasus dan Timur Jauh.wordpress. Afrika.9). tidak dikompresi.8 ° C (rata-rata dari 59 kasus = 14. daerah rembesan. Tumbuh di berbagai situs basah seperti selokan. dan di lumpur dan air danau. Mencapai perbatasan utara pertanian. oleh karena menggunakan prinsip-prinsip ekologi yaitu mengelola lingkungan sedemikian rupa sehingga mendukung dan menguntungkan pertanaman tetapi merugikan bagi gulmanya. dan pH 4. lebih suka ringan oleh struktur mekanik. tapi lebih baik disesuaikan dengan daerah di mana suhu tahunan rata-rata 14-16 ° C. Dalam zona taiga kehilangan makna sebagai tanaman gulma eurysynusic. Amerika Utara. itu terjadi dalam lembab.edu. Asia Tengah. Mongolia. daerah rendah di croplands subur dan basah limbah. Himalaya.4). Ini adalah berlebihan dalam zona Chernozem. sering terganggu tanah liat. kadang-kadang terdapat juga di tempat setengah basah. selatan Skandinavia. 2009c). Di dalam pengendalian gulma dengan sistem budidaya ini terdapat beberapa cara yaitu: a) Pergiliran tanaman bertujuan untuk mengatur dan menekan populasi gulma dalam ambang yang tidak membahayakan. kimia dan biologi. pinggir jalan. pertemuan jarang.7). dan bidang kosong. selokan dan dataran banjir. baik yang beriklim sedang dan tropis. Amerika Selatan. daerah dibudidayakan. Berhasil di daerah dingin. Daur kelembaban bertahan buruk. Contoh: padi-tebu- .1-25. Tumbuh baik terutama di lembab (irigasi dan banjir) ladang.7-27.ru.2 (berarti dari 53 kasus = 6.com. 2009b). Cina. dan pengendalian gulma secara tunggal jarang mencukupi bila menginginkan agar pengendalian gulma tersebut efektif dan ekonomis (Sebayang 2005). manual.8-8. Mediterania. Asia Minor. sering berumput. Masing-masing pengendalian gulma memiliki keunggulan dan kerugian. Terdistribusi dan tersebar luas di semua wilayah hangat di dunia.) Cara Pengendalian Metode pengendalian gulma dapat dikelompokkan ke dalam kelompok kultur teknis. crusgalli terdapat di tempat-tempat basah. Pengendalian gulma dengan sistem budidaya disebut juga cara pengendalian secara ekologis. Kelimpahan dan terjadinya penurunan dari selatan ke utara.hort. Australia. basah. Di sawah tumbuh bersama padi. mekanis. suhu tahunan 5. Eropa Tengah dan Atlantik.agroatlas. Echinochloa crussgalli dilaporkan mentoleransi presipitasi tahunan 3.Timur Jauh. (http://www. Disesuaikan dengan hampir semua jenis tempat-tempat yang basah. PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinochloa crussgali) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L. sangat lembut tanah aluvial. Kelompok tanaman bertemu di padang rumput kering dan ruderal daerah.0 dm (berarti dari 59 kasus = 9. Di wilayah baratdaya AS.

Macam herbisida yang dipilih bisa kontak maupun sistemik. fungi. seperti insekta. Yang dimaksud dengan herbisida adalah senyawa kimia yang dapat digunakan untuk mematikan atau menekan pertumbuhan gulma. ternak. dan Cerospora sp. padi-tembakau-padi. baik secara selektif maupun non selektif. dengan membiarkan gulma tumbuh lebih dulu lalu diberantas dengan pengolahan tanah atau herbisida. ikan dan sebagainya. ikan yang memakan gulma air dan sebagainya. c) Penaungan dengan tumbuhan penutup (cover crops) yang berguna untuk mencegah perkecambahan dan pertumbuhan gulma. Sebagai contoh pengendalian biologis dengan insekta yang berhasil ialah pengendalian kaktus Opuntia spp. b) Budidaya pertanaman dilakukan dengan penggunaan varietas tanaman yang cocok untuk suatu daerah merupakan tindakan yang sangat membantu mengatasi masalah gulma. Sedangkan jamur atau fungi yang berpotensi dapat mengendalikan gulma secara biologis ialah Uredo eichhorniae untuk eceng gondok. Sehubungan dengan sifatnya ini maka pengendalian gulma secara kimiawi ini harus merupakan pilihan terakhir apabila caracara pengendalian gulma lainnya tidak berhasil. Keuntungan pengendalian gulma secara kimiawi adalah cepat dan efektif. Penanaman rapat agar tajuk tanaman segera menutupi ruang-ruang kosong merupakan cara yang efektif untuk menekan gulma. Pengendalian gulma secara kimiawi adalah pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida. Tanaman tertentu biasanya mempunyai jenis gulma tertentu pula. Di Australia dengan menggunakan Cactoblastis cactorum. Beberapa segi negatifnya ialah bahaya keracunan tanaman. kondisi mikroklimat akan dapat berubah-ubah. Pengendalian biologis yang intensif dengan insekta atau fungi biasanya hanya ditujukan terhadap suatu species gulma asing yang telah menyebar secara luas dan ini harus melalui proses penelitian yang lama serta membutuhkan ketelitian. Pemupukan yang tepat merupakan cara untuk mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga mempertinggi daya saing pertanaman terhadap gulma. dan pengendalian Salvinia sp. dengan menggunakan Cyrtobagous singularis. Pengendalian gulma secara biologis (hayati) ialah pengendalian gulma dengan menggunakan organisme lain. kalkun pada perkebunan kapas. Demikian pula dengan wewehan (Monochoria vaginalis) di sawah-sawah. untuk kayu apu. dan penggunaannya bisa pada saat pratanam. terutama untuk areal yang luas. tomat. Waktu tanaman lambat. Myrothesium roridum untuk kiambang . pratumbuh atau pasca tumbuh. Juga harus yakin apabila species gulma yang akan dikendalikan itu habis. Di samping pengendalian biologis yang tidak begitu spesifik terhadap spesies-spesies tertentu seperti penggunaan ternak dalam pengembalaan. Demikian juga eceng gondok (Eichhornia crassipes) dapat dikendalikan secara biologis dengan kumbang penggerek Neochetina bruchi dan Neochetina eichhorniae. dan sebagainya). sambil membantu pertanaman pokoknya dengan pupuk nitrogen yang kadang-kadang dapat dihasilkan sendiri. Untuk berhasilnya cara ini memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang cukup dan untuk itu akan diuraikan tersendiri lebih lanjut. sehingga gulma hidupnya tidak senyaman sebelumnya. . Sebagai contoh gulma teki (Cyperus rotundus) sering berada dengan baik dan mengganggu pertanaman tanah kering yang berumur setahun (misalnya pada tanaman cabe. Dengan pergiliran tanaman. mempunyai efek residu terhadap alam sekitar dan sebagainya. karena biasanya jenis gulma itu dapat hidup dengan leluasa pada kondisi yang cocok untuk pertumbuhannya. Baru kemudian tanaman ditanam pada tanah yang sebagian besar gulmanya telah mati terberantas.kedelai. insekta atau fungi tersebut tidak menyerang tanaman atau tumbuhan lain yang mempunyai arti ekonomis.

2009).ac. tetapi tidak satupun cara-cara tersebut dapat mengendalikan gulma secara tuntas. pemupukan dengan herbisida dan sebagainya. herbisida diaplikasikan sebelum tanam. Dalam hal ini pengendalian yang akan dibahas lebih lanjut yaitu pengendalian secara kimiawi/kemis yaitu dengan aplikasi herbisida. Pada umumnya herbisida digunakan pada saat pre planting (pra tanam). fisik. sesudah tanah diolah (triazin. Herbisida pra-tumbuh adakalanya harus diaplikasikan sesudah tanaman pokoknya ditanam.id. pre emergence (pra tumbuh) dan post emergente (pasca tumbuh) (Sebayang. (http://fp. herbisida diaplikasikan setelah tanaman tumbuh dan muncul.4 dimetilamina (2.4 D) merupakan jenis herbisida yang selektif untuk pertanaman padi. 2009). Misalnya. herbisida diaplikasikan sebelum tanaman tumbuh (muncul) (nitralin) d) pasca tumbuh.Yang dimaksud dengan pengendalian gulma secara terpadu yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan beberapa cara secara bersamaan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. Waktu Pengendalian Pada dasarnya pengendalian gulma telah dilakukan sejak pra kultivasi yaitu sebelum tanah diolah dan sebelum ada tanaman hingga pasca tumbuh tanaman (post emergence).uns. Pemberantasan gulma pada padi sawah dapat dilakukan secara mekanik dengan penyiangan manual. glyphosat dan dalapon pada karet) (Moenandir. misalnya paduan antara pengolahan tanah dengan pemakaian herbisida. herbisida pra-tanam atau herbisida yang early post emergence harus diaplikasikan pada benih padi yang dipindah-tanamkan. Untuk pengendalian secara kimiawi sebaiknya menggunakan senyawa kimia yang selektif untuk menghambat atau mematikan gulma tetapi tidak mengganggu pertumbuhan tanaman padi. Dengan demikian herbisida harus diaplikasikan selama fase pertumbuhan awal tanaman. tetapi kurang efetif karena memerlukan waktu dan tenaga yang banyak. cuaca. pada padi sawah. Tanggap atau respon beberapa jenis gulmaterhadap herbisida amat tergantung pada jenis herbisida yang digunakan itulah yang digolongkan kedalam herbisida selektif atau non selektif. tetapi umumnya diarahkan agar mendapatkan interaksi yang positif. Herbisida berbahan aktif 2. 2005). di samping cara-cara pengelolaan pertanaman yang lain. Untuk dapat mengendalikan suatu species gulma yang menimbulkan masalah ternyata dibutuhkan lebih dari satu cara pengendalian. praktek budidaya. EPTC) c) pra tumbuh. gulma sasaran.id.ac. herbisida diaplikasikan sebelum tanah diolah dan sebelum ada tanaman (paraquat) b) pra tanam. demikian pula gulmanya (MCPA atau propanil pada padi. Untuk . bersifat sistemik artinya dapat bergerak dari daun dan bersama proses metabolisme ikut kedalam jaringan tanaman sasaran (http://stppgowa. Walaupun telah dikenal beberapa cara pengendalian gulma antara lain secara budidaya. jarak tanam dengan penyiangan. Herbisida dapat diaplikasikan pada beberapa periode sebelum atau selama periode pertumbuhan tanaman. Cara-cara yang dikombinasikan dalam cara pengendalian secara terpadu ini tergantung pada situasi. Klasifikasi berdasarkan waktu aplikasi yaitu: a) pra kultivasi. kondisi dan tujuan masing-masing. 1990). Gulma harus dibuang dari tanaman padi sesegera mungkin. biologis dan kimiawi serta preventif. Waktu aplikasi herbisida bergantung pada struktur herbisida.

Hebisida yang dianggap ideal jika efek racunnya aman.4 %. gulma noksius pada tanaman jeruk. Chlomethoxynil. Berikut merupakan contoh herbisida anorganik yaitu: (1) amonium sulfamat (NH4SO3NH2). 2. kimia. 3. 10)Asam polisiklik alkanoik (fenoxaprop). triazin. 6)Asam fenoksi (2. . 2000). dan herbisida non kelompok lainnya seperti Bentazon. Metode pengendalian gulma dapat dikelompokkan ke dalam kelompok kultur teknis. jamur. Ada pula yang menggunakan mikroherbisida yaitu golongan herbisida yang mengendalikan gulma dengan menggunakan penyakit uang ditimbulkan oleh bakteri. mekanis. Sebagian besar herbisida adalah senyawa organik. KESIMPULAN 1. dan tidak meninggalkan pengaruh yang lama di lingkungan. asam fenoksi-alifatik. 8)Triazin (simetrin. Chinmethylin. sineol.4-D. efektif terhadap gulma. dan virus. pretilaklor dan propanil). fluorodiven. heterosiklik nitrogen (tanpa kelas). fenol. Berdasarkan kelompok kimianya. 2005). karbamat. glifosat. harus digunakan herbisida yang benar-benar selektif untuk padi dan harus dilakuikan secara hati-hati sesuai dengan rekomendasinya. piridin (contohnya parakuat). dan oksifluorfen).keperluan ini. Sedangkan untuk herbisida organik contohnya yaitu: minyak petrol. oksifluorfen). 1992). tiobenkarb). (2) borat. efisien dari segi biaya. 3)Dinitro-anilin (butralin. piridazin. Misalnya Phytophtora palmivora yang digunakan untuk mengendalikan Morrenia odorata. 2)Bipiridilium (parakuat). senyawa alifatik. urea. biologi dan pengendalian gulma terpadu yang merupakan gabungan dari beberapa metode tersebut. urasil. herbisida dapat diklasifikasikan sebagai berikut. dan herbisida lainnya (seperti metil bromida. tiokarbamat. Gulma dapat menurunkan hasil panen padi yang cukup besar yaitu sekitar 54. pendimetalin). nitroanilin. 7)Tiokarbamat (molonate. 1)Anilid (butaklor. 4)Difenil eter (difenox. Echinochloa crussgalli merupakan salah satu gulma penting pertanaman padi. 9)Sulfonil urea (bensulfuron). Selain itu. arsenik. 5)Organofosfat (glifosat). dll (Sebayang. senyawa nitril. Jenis . MCPA). ada juga Colletotrichum gloeosporioides yang diperdagangkan dengan merek dagang tertentu dan digunakan pada tanaman padi dan kedelai di Amerika (Sastroutomo. manual.Jenis Bahan Untuk Pengendalian Senyawa bahan anorganik yang berasal dari garam dan arang merupakan bahan kimia yang pertama kali digunakan untuk mengendalikan gulma. dimetametrin). selektif ke padi. difenil eter. (Djojosumarto. Kesalahan menentukan saat aplikasi dapat mengakibatkan keracunan pada tanaman pokok atau herbisida tidak bekerja efektif. (3) natrium khlorat (NaClO3).

edu/scott/weed_id/echcg. dan herbisida non kelompok lainnya seperti Bentazon.ru/en/content/weeds/Echinochloa_crusgalli/&ei=WOPiSoTHJcuJ kQXPri6AQ&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=15&ved=0CDcQ7gEwDg&prev =/search%3Fq%3DEchinochloa%2Bcrusgalli%26hl%3Did%26sa%3DG.4-D. Jakarta. Pada dasarnya pengendalian gulma telah dilakukan sejak pra kultivasi yaitu sebelum tanah diolah dan sebelum ada tanaman hingga pasca tumbuh tanaman (post emergence) dan mencakup aspek kultur teknis yaitu penyiangan tanaman. 10)Asam polisiklik alkanoik (fenoxaprop). http://stppgowa.pdf. http://www. Yogyakarta. http://fp. 5. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009.id/download/Vol_3_No_1. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. 9)Sulfonil urea (bensulfuron). 1990.hort.deptan.com/2009/07/12/identifikasi-gulma-gulma-dominan-padapertanaman-padi-sawah-dan-usaha-pengendaliannya-di-kecamatan-samatigakabupaten-aceh-barat/. CV Rajawali Pers.edu/newcrop/duke_energy/Echinochloa_crusgalli. herbisida dapat diklasifikasikan sebagai berikut. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. pendimetalin).id/~hamasains/dasarperlintan-4.vt.b&c. Nasution. http://www.wordpress. 2009a&b.ac. 4)Difenil eter (difenox. MCPA). 2009. J. http://www. tiobenkarb). Jakarta. 1)Anilid (butaklor..htm. . PT Gramedia. Fisiologi Herbisida. P. 6)Asam fenoksi (2. 2009. pretilaklor dan propanil).agroatlas./MuhammadKadir. oksifluorfen). Teknik Aplikasi Pestisida Pertanian.id/bpadi/satulima. Moenandir. 2009. 2009a. Chinmethylin. 8)Triazin (simetrin.b&c. Chlomethoxynil.html&ei=W OPiSoTHJcuJkQXPri6AQ&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=11&ved=0CCsQ7 gEwCg&prev=/search%3Fq%3DEchinochloa%2Bcrusgalli%26hl%3Did%26sa%3DG. http://cetlanget. Kanisius. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. 2009a.purdue.4. dimetametrin). Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. Berdasarkan kelompok kimianya.go.htm&ei=H-biSvzlNczkAXTg4i2AQ&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=5&ved=0CBcQ7gEwBDgK&p rev=/search%3Fq%3DEchinochloa%2Bcrusgalli%26hl%3Did%26sa%3DN%26start %3D10.litbang. Gulma dan Pengendaliannya di Perkebunan Kaaret Sumatera Utara dan Aceh. U.uns. http://balitsereal.ppws. 2000. 7)Tiokarbamat (molonate. 2)Bipiridilium (parakuat). 5)Organofosfat (glifosat).ac. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. fluorodiven.. 3)Dinitro-anilin (butralin. DAFTAR PUSTAKA Djojosumarto.pdf. 1986. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. dll.

S.) D X P DI PRE NURSERY LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 PENGARUH MEDIA TANAM DAN KOMPOS AZOLLA (Azolla sp.) terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. 2005. Jakarta. Malang.T. Brawijaya University Press. jajagoan. R. H. Wudianto. Sebayang. Penebar Swadaya.) D X P DI PRE NURSERY LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 . 07 Oktober 2009 pengaruh media tanam dan kompos azolla (Azolla sp. 1999. Pestisida Dasar-Dasar dan Dampak Penggunaannya. pengendalian Reaksi: Rabu. PT Gramedia Pustaka Utama.) D X P di pre nursery PENGARUH MEDIA TANAM DAN KOMPOS AZOLLA (Azolla sp. 1992. Gulma dan Pengendaliannya pada Tanaman Padi.S. Diposkan oleh junT blogs di 01:10 1 komentar Link ke posting ini Label: gulma.Sastroutomo.) TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq. Petunjuk Penggunaan Pestisida. Jakarta.) TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.

Laporan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Mengikuti Praktikal Test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Sumatera Utara, Medan Disetujui Oleh Dosen Penanggungjawab

(Ir. Balonggu Siagian, MS) NIP. 130 806 538 Diketahui Oleh: Asisten Koordinator

(Eko Andi Pasaribu) NIM. 040301001 Diperiksa Oleh: Asisten Korektor

(Hayati Silalahi) NIM. 040301037 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 ABSTRACT The objective of this experiment was to know effect of media and azolla dung in growing of palma’s bud. The experiment was conducted in Agronomi Tanaman Perkebunan I Laboratory Land, Agriculture Faculty, North Sumatera University with altitude ± 25 m above sea level, from March to May 2009. The experiment used Randomized Complete Block Design (RAK) with 2 factors and 4 replications. The first factor was media, top soil, sand, sub soil, and fertilizer. The second one was azolla, 7 gr, 14 gr, and 21 gr. The experiment result showed that media gave significant effect of height and leaves of bud. Azolla gave significant effect of height and leaves of bud, and diameter of stem. Interaction between media and azolla gave significant effect of height and leaves of bud. Keywords : media, azolla, bud

ABSTRAK Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh media tanam dan kompos azolla terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit. Percobaan ini dilaksanakan di lahan percobaan Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan I Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan, pada ketinggian ± 25 m dpl dari bulan Maret sampai Mei 2009 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan dan empat ulangan. Faktor I adalah media tanam top soil dan pasir, sub soil dan pupuk kandang. Faktor II adalah kompos azolla 7 gr, 14 gr, 21 gr. Hasil percobaan menunjukkan bahwa media berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas, jumlahdaun. Azolla berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas, jumlah daun, diameter batang. Sedangkan interaksi antara media dan azolla berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas, jumlah daun. Kata kunci : media, azolla, kecambah

RIWAYAT HIDUP Junita Sinambela lahir pada tanggal 2 April 1989 di Medan. Anak pertama dari empat bersaudara. Anak dari Bapak P. Sinambela dan Ibu N. Manurung. Adapun pendidikan yang pernah ditempuh penulis adalah sebagai berikut: SD Negeri 050721 di Gohor Lama Tamat tahun 2001 SMP Negeri 1 di Hinai Tamat tahun 2004 SMA Negeri 1 di Stabat Tamat tahun 2007 Penulis terdaftar sebagai mahasiswi di Departemen Budidaya Pertanian Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan melalui jalur SPMB

pada pilihan pertama pada tahun 2007 sampai sekarang.

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Esa karena atas berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya. Adapun judul dari laporan ini adalah “Pengaruh Media Tanam dan Kompos Azolla (Azolla sp.) Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)” yang merupakan salah satu syarat unutk dapat mengikuti praktikal test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ir. Balonggu Siagian, MS dan Ir. Charloq Nababan, MP selaku dosen mata kuliah Agronomi Tanaman Perkebunan serta kepada abang dan kakak asisten yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Medan, Mei 2009

Penulis DAFTAR ISI ABSTRACT i ABSTRAK ii RIWAYAT HIDUP iii KATA PENGANTAR iv DAFTAR ISI v DAFTAR TABEL vii DAFTAR GAMBAR viii PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Tujuan Percobaan 2 Hipotesis Percobaan 2 Kegunaan Percobaan 3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman 4 Syarat Tumbuh 5 Iklim 5 Tanah 6 Pembibitan Kelapa Sawit 7 Media Tanam 10 Kompos Azolla 10 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan 13 Bahan dan Alat 13 Metode Percobaan 13 PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan Media Tanam 16 Aplikasi Kompos Azolla 16 Penanaman 16 Pemeliharaan Tanaman 16 Penyiraman 16 Penyiangan 17 Pengamatan Parameter 17 Tinggi Tanaman (cm) 17 Jumlah Daun (helai) 17 Diameter Batang (mm) 17 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil 19 Pembahasan 25 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 28 Saran 28 DAFTAR PUSTAKA .

Judul Hal 1. Rataan diameter tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 24 .LAMPIRAN DAFTAR TABEL No. Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 20 2. Rataan jumlah daun kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 22 3.

Data jumlah daun kelapa sawit 4 MST (helai) 36 . Data tinggi tunas kelapa sawit 6 MST (cm) 33 12. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 2 MST 31 5. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 8 MST 35 17. Data tinggi tunas kelapa sawit 3 MST (cm) 31 6. Data tinggi tunas kelapa sawit 1 MST (cm) 30 2. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 3 MST 31 7. Histogram diameter tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 25 DAFTAR LAMPIRAN No. Judul Hal 1. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 5 MST 33 11. Data jumlah daun kelapa sawit 3 MST (helai) 35 18. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 6 MST 33 13.DAFTAR GAMBAR No. Judul Hal 1. Data tinggi tunas kelapa sawit 2 MST (cm) 30 4. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 4 MST 32 9. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 7 MST 34 15. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 1 MST 30 3. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 3 MST 35 19. Data tinggi tunas kelapa sawit 7 MST (cm) 34 14. Histogram jumlah daun kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 23 3. Histogram tinggi tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 21 2. Data tinggi tunas kelapa sawit 4 MST (cm) 32 8. Data tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) 34 16. Data tinggi tunas kelapa sawit 5 MST (cm) 32 10.

juga sebagai sumber perolehan devisa negara. Pantai Gading.20. Indonesia merupakan salah satu produsen utama minyak sawit (Fauzi. Untuk lebih jelasnya Negara produsen utama minyak sawit dunia adalah Malaysia. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 8 MST 42 PENDAHULUAN Latar Belakang Kelapa sawit ( Elaeis guineensis ) berasal dari Afrika dan masuk ke Indonesia pada tahun 1848 yang ditanam di Kebun Raya Bogor (Soehardjo. dkk. 1996). Nigeria merupakan produsen terbesar minyak sawit dunia. Data jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) 38 28. Malaysia merebut kedudukan Indonesia tersebut pada tahun 1966. 2007). Data diameter batang kelapa sawit 8 MST (mm) 42 38. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 4 MST 39 31. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 8 MST 39 29. Data diameter batang kelapa sawit 7 MST (mm) 41 36. .. Colombia. seorang berkebangsaan Belgia. dkk.. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 5 MST 37 23. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 6 MST 41 35. Nigeria. Data diameter batang kelapa sawit 4 MST (mm) 39 30. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 5 MST 40 33. Data jumlah daun kelapa sawit 7 MST (helai) 38 26. Kini.Selain mampu menciptakan kesempatan kerja yang mengarah kepada kesejahteraan masyarakat. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 4 MST 36 21. Bagi Indonesia. Dari tahun 1940-an sampai 1970-an. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 7 MST 41 37. Malaysia menduduki rangking pertama sebagai produsen minyak sawit dunia. Perkebunan kelapa sawit komersial pertama di Indonesia mulai diusahakan pada tahun 1911 di Aceh dan Sumatera Utara oleh Adrien Hallet. satu tingkat di bawah Nigeria. Papua Nugini (Tim Penulis PS. Thailand. Data jumlah daun kelapa sawit 5 MST (helai) 36 22. Indonesia. Data diameter batang kelapa sawit 5 MST (mm) 40 32. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 6 MST 37 25. Data diameter batang kelapa sawit 6 MST (mm) 40 34. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 7 MST 38 27. tanaman memiliki arti penting bagi pembangunan perkebunan nasional. Data jumlah daun kelapa sawit 6 MST (helai) 37 24. setingkat di atas Indonesia. 1997).

307 hektar pada tahun 1938 (Hadi. dan bahan baker alternatif (minyak diesel) (Sastrosayono. 2006).Luas kebun kelapa sawit terus bertambah. 2004). Dalam keadaan dapat dihasilkan 30-45 kg/ha berarti sama dengan 100 kg urea. ketua GAPKI (Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia). Kegunaan azolla adalah sumber N dapat mengganti pupuk urea samapai 100 kg. 2006).). pada tahun 2008 diperkirakan Indonesia bias menjadi produsen kelapa sawit terbesar di dunia. pakan ternak/hijauan. Secara biologi.). Sebanyak 85 % lebih pasar dunia kelapa sawit dikuasai oleh Indonesia dan Malaysia. Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh media tanam dan kompos Azolla (Azolla sp.org. menekan pertumbuhan gulma. Minyak nabati yang dihasilkan dari pengolahan buah kelapa sawit berupa minyak sawit mentah ( CPO atau crude palm oil) yang berwarna kuning dan minyak inti sawit (PKO atau palm kernel oil) yang tidak berwarna (jernih). industri sabun (bahan penghasil busa). Ditemukan juga bahwa azolla tumbuh kembang lebih baik dari pada musim penghujan dari pada musim kemarau. Ada pengaruh kompos Azolla (Azolla sp.). kosmetik. terutama ayam dan itik. Secara kimia.)−terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. Hipotesis Percobaan Ada pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan kecambah−kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. industri tekstil. dari 1. Tanaman hias. kompos yang tidak lain adalah bahan organik merupakan sumber bagai mikroorganisme tanah (Simamora dan Salundik. ketersediaan unsur hara dan ketersediaan asam humat.− Ada pengaruh interaksi media tanam dan kompos Azolla (Azolla sp.) terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. kontrol terhadap perkembangan nyamuk ( http://wikipedia. kompos dapat meningkatkan kapasitas tukar kation. 2008). Kegunaan Percobaan Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di− Laboratorium . CPO atau PKO banyak digunakan sebagai bahan industri pangan (minyak goreng atau margarin).) (D x P) di pre nursery. Asam humat akan membantu meningkatkan proses pelapukan bahan mineral. industri baja (bahan pelumas). Perkebunan kelapa sawit pun bias menghadirkan prestasi-prestasi yang membanggakan dan layak untuk ditiru. Kesemuanya itu bergantung kepada manajemen dan pemimpinnya (Pahan. Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar kedua di dunia setelah Malaysia.272 hektar pada tahun 1916 menjadi 92. pakan ikan. 2003). Menurut Derom Bangun.) terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.

bahkan pangkal batang bisa lebih besar lagi pada tanaman tua. di perkebunan umumnya 45 – 60 cm .4 inti/kernel (umumnya hanya satu). dan kuartier. sedangkan akar sekunder. Helai anak daun yang terletak di tengah pelepah daun adalah yang terpanjang dan panjangnya dapat mencapai 1. Besarnya batang berdiameter 25 – 75 cm. sekunder. tertier dan kuartier arah tumbuhnya mendatar dan ke bawah. Pada pangkal pelepah daun terdapat duri-duri atau bulu-bulu halus sampai kasar. masingmasing tersusun pada tandan yang berbeda tetapi masih dalam satu pohon. dan sebuah embrio (Pahan. 2006). 1991). Panjang pelepah daun dapat mencapai 9 m. Akar-akar primer umumnya tumbuh ke bawah. bahkan ada yang sampai 17 tahun pada tanaman setengah liar (Sianturi. terdiri dari perikarp yang terbungkus oleh eksokarp (kulit). terkadang dalam satu tandan terdapat bunga jantan sekaligus bunga betina. Sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Oleh karena itu. Tanaman kelapa sawit berakar serabut yang terdiri atas akar primer. Jumlah anak daun dalam satu pelepah berkisar antara 120 – 160 pasang (Setyamidjaja. . endoperm yang padat. 2006). Akar kuartier berfungsi menyerap unsur hara dan air dari dalam tanah. 1994).Agronomi Tanaman Perkebunan Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. tertier. (1996) taksonomi tanaman kelapa sawit adalah : Divisi : Tracheopita Subdivisi : Pteropsida Kelas : Angiospermae Subkelas : Monocotyledoneae Ordo : Cocoideae Family : Palmae Genus : Elaeis Spesies : Elaeis guineensiss Jacq. Biasanya pangkal-pangkal daun melekat beberapa tahun pada batang. Secara botani buah kelapa sawit digolongkan sebagai buah drupe.− TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Menurut Soehardjo dkk. Namun demikian. berangsur-angsur lepas pada umur 11 tahun. Inti memiliki testa (kulit). 2004).20 m. mesokarp (yang secara salah kaprah biasanya disebut perikarp) dan endocarp (cangkang) yang membungkus 1. Bunga ini disebut bunga hermaprodit (Hadi. tergantung pada umur tanaman. Pada tanaman kelapa sawit letak bunga jantan dan bunga betina terpisah. Daun kelapa sawit bersirip genapdan bertulang sejajar. tanaman kelapa sawit disebut tanaman berumah satu atau monoceous. Akar-akar kelapa sawit banyak berkembang di lapisan tanah atas sampai kedalaman ± 1 meter dan semakin ke bawah semakin sedikit (Risza. Medan.

Pembibitan Kelapa Sawit Benih tanaman kelapa sawit memiliki sawit yang tebal. Tanaman yang ternaungi karena jarak tanam yang sempit. Kemarau panjang dapat mengakibatkan pengeringan tanah di daerah perakaran yang relatif dangkal sehingga kelembaban tanah bias berada di bawah titik layu permanen.Syarat Tumbuh Iklim Faktor iklim sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tandan kelapa sawit. pertunbuhannya akan terhambat karena hasil asimilasinya kurang (Sastrosayono. hidromorfik kelabu.0 – 6. dan angin (Fauzi. 1997). sinar matahari. latosol. Tanah perkebunan kelapa sawit hendaknya memenuhi kriteria sebagai . Penyinaran matahari sangat berpengaruh terhadapat perkembangan buah kelapa sawit. suhu. regosol.. kelembapan uadar. tandan buah diperam ( Fermentasi I ) selama 3 hari supaya semua buahnya rontok. Kelembaban relatif paling sedikit 75% (Sianturi. andosol. 4) ketinggian lahan 0 – 400 m dpl . 2003). dkk. Makin lama penyinaran atau makin rendah suatu tempat. Setelah itu. Tanah Kelapa sawit tumbuh pada beberapa jenis tanah seperti podsilik. . Inilah yang membuat tanaman sawit tumbuh lambat pada daerah beriklim moonson dan produksinya kecil. 1996 ).. Suhu akan berpengaruh terhadap pembungaan dan kematangan buah (Tim Penulis PS. Beberapa unsur iklim yang penting dan saling mempengaruhi adalah curah hujan. maka akan terjadi kenaikan suhu. Beberapa faktor yang mempengaruhi suhu° – 30°berkisar antara 29 adalah lama penyinaran dan ketinggian tempat. Karena itu perlu persiapan yang lama untuk mengecambahkannya. organosol dan aluviall Soehardjo. hidromorfik. Suhu optimum itu C. diperam lagi selama 3 hari ( Fermentasi II ) (Sastrosayono. 2) kemiringan lahan 0 -15 3) Solum 80 cm . Yang penting untuk pertumbuhan tanaman kelapa sawit adalh distribusi hujan yang merata. 7) kesuburan kimiawi cukup (diketahui dari hasil analisa tanah) (Hadi. 2003). Tanaman kelapa sawit termasuk tanaman heliofil atau menyukai cahaya matahari. 2004). 2007). 5) Kedalaman air tanah 80 -150 cm dari permukaan . Setelah buah masak dipanen. dkk.°berikut : 1) Keasaman tanah (pH) 5. untuk tumbuh dengan baik tanaman kelapa sawit memerlukan suhu yang optimum. Kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik pada daerah tropika basah di sekitar lintang utara – selatan 12 derajat pada ketinggian 0 – 500 m dpl. Selain sinar matahari dan curah hujan yang cukup.5 . 6) Drainase baik . 1991).

Jadi waktu yang dibutuhkan pada pembibitan mulai penanaman kecambah hingga bibit siap ditanam di areal perkebunan kurang lebih adalah 12 bulan (3 bulan di prenursery dan 9 bulan di main nursery) (Hadi. Alasan lain diperlukannya pembibitan yaitu (1) keadaan kecambah kelapa sawit yang mudah diserang insekta. 1991). biji yang dipilih sebaiknya berasal dari persilangan varietas unggul. agar bibit yang ditanam tersebut memenuhi syarat pertama baik umurnya maupun ukurannya (Setyamidjaja. Hasil persilangan dianggap sebagai persilangan terbaik secara ekonomis. masalah pertama yang dihadapi oleh pengusaha dan petani yang bersangkutan adalah tentang pengadaan bibit. 3. dkk. Untuk mendukung pertumbuhan bibit dengan baik. Sedangkan selebihnya 25 % sengaja dibuang (thinning out). 2004).. Seleksi bibit ini sedemikian ketat karena bibitnya standar akan menentukan masa depan hasil panen dan kualitas tanaman (Rizsa. Tahapan bibitan dapat dibagi dua yaitu : prapembibitan (prenursery) dan pembibitan utama (mainnursery) untuk pertumbuhan selanjutnya (Sianturi. Mainnursery diawali dengan menanam biji yang sudah berumur tiga bulan (pindahan dari prenursery) kedalam polybag yang lebih besar hingga bibit siap ditanam di areal perkebunan. antara lain bahan bibit yang diperoleh sangat terbatas dan sangat bervariasi (Tim Penulis PS. 2006). Kualitas bibit sangat menentukan produksi akhir jenis komoditas ini. pertumbuhan vegetatif dan daya tahan terhadap penyakit tajuk serta ganoderma (Fauzi. tikus. 4. Dalam usaha membudidayakan kelapa sawit. atau kiar-kira 9 bulan kemudian. 2. Dekat dengan sumber air . Untuk mendapatkan tanaman yang bersifat unggul. Areal harus rata . Pembibitan harus sudah dipersiapkan sekitar 1 tahun sebelum penanaman di lapangan. di Indonesia lebih banyak digunakan bahan tanaman yang berasal dari persilangan Dura dan Pisifera. 1994). Akan tetapi. Prenursery diawali dengan menanam kecambah kelapa sawit ke dalam tanah pada kantong plastik atau (polybag) kecil hingga berumur tiga bulan. 1996). sertaa (3) pembibitan diperlukan untuk memperpendek waktu antara persiapan lapangan dan penanaman pertama sehingga begitu lahan siap tanam bibit sudah siap untuk ditanam (Pahan. yaitu dengan bijinya. Cara ini memang umum dilakukan dan diangap paling gampang. 5. Produksi benih D x P adalah mirip dengan produksi jagung hibrida. yaitu didasarkan pada kriteria produksi minyak perhektar. mutu minyak. (2) bahan tanaman memerlukan ketegakan habitusnya sehingga tidak miring atau roboh .benar sehat. Pada benih jagung . pengadaan bibit dalam jumlah banyak dengan cara ini mengalami beberapa kendala.Pembibitan merupakan kegiatan – kegiatan awal di lapangan yang bertujuan untuk mempersiapakan bibit siap tanam. 2007). Pemeliharaan dan kondisi bibit dipembibitan sangat menentukan keadaan tanaman dilapangan baik keragaman maupun produktivitasnya. Untuk memperoleh bibit yang benar. 1997). Relatif dekat dengan media Pananaman . Tidak tergenang air . dan hama lainnya . Seleksi bibit penting dilakukan karena akan menentukan hasil panen dan kualitas kelapa sawit. unggul dan homogen maka bibit hanya dipilih ± 75 % saja. Pada umumnya pengembangbiakan tanaman kelapa sawit dilakikan secara generatif. 2006). perlu diperhatikan syarat penetapan lokasi pembibitan : 1. Jauh dari sumber hama dan penyakit tanaman (Soehardjo.

debu 10 – 40%. dkk. sehingga pada musim kemarau mudah kekurangan air. berdrainase baik. pengaruhnya terhadap tanah akan baik. Bila jumlah pasir tidak terlalu banyak. Azolla pinnata merupakan tumbuhan kecil yang mengapung di air. Beberapa hal yang menentukan sifat fisik tanah adalah tekstur. permeabilitas. Fase padat menempati hamper 50% dari volume tanah. 2007). akar rhizome dan daun terapug. Tekstur tanah ringan dengan kandungan pasir 20 – 60%. Pada kasus lalu tanah – tanah berpasir biasanya berhubungan dengan kandungan unsur hara yang tinggi (Risza. Sungguhpun demikian anggota dari setiap turunan secara genetic homozigot dan serupa. Pada pembastaran tumbuhan secara genetik sama tetapi heterozigot. Jenis media tanam terdiri atas lapisan tanah yang terdiri atas tiga fase bahan – bahan padat. Media Tanam Bila tanah banyak mengadung banyak pasir. tetua dalam turunan yang telah mengalami jumlah besar generasi yang dimuliakan.sawah dan di kolam. Azolla berukuran 2 . 2006).) secara sistematik telah dimulai tahun1920 di Afrika dan Asia (Malaysia dan Sumatera) ketika spesies memulai di eksploitasi untuk minyak nabati sacara komersial (Internasional Confenrence . Tanaman kelapa sawit tumbuh baik pada daerah gembur. 2006). konsistensi. Kompos Azolla ( Azolla sp. kemiringan tanah.hibrida. dan kedalaman permukaan air tanah. panjang 1 – 5 cm dengan membentuk kelompok 3 -6 rambut . Akar solit. sehingga sulit menyerap atau menahan air dan unsur hara. 1991). dan gas. cair. ) Azolla adalah jenis tumbuhan paku air yang mengapung banyak terdapat diperairan tergenang terutama di sawah.4 cm. karena cukup longgar. Tanaman yang bertekstur pasir mempunyai luas permukaan atau (spesific surface) yang kecil. Pemuliaan dan seleksi kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. sebagian bagi adalah bahan organik yang terakhir adalah bagian yang dijumpai paling banyak pada tanah organik (Sianturi. subur. Tanah dengan 25% liatnya. mengapung di air. terlihat berbentuk segitiga atau segiempat. dan jumlahnya cukup dikandung tanah. berbulu. yang terdiri dari mineral yang kaya hara esensial. udara tanah mudah masuk dan tanah mudah diolah (Hasibuan. mempuyai permukaan daun yang lunak mudah berkembang dengan cepat dan hidup bersimbiosis dengan Anabaena azollae yang dapat mengfiksasi nitrogen ( N2 ) dari udara. dan mempunyai solum yang tebal sekitar 80 cm tanpa lapisan padas. tanah ini kurang baik untuk pertumbuhan tanaman.. air akan mudah meresap. Oleh sebab itu penanaman jagung varietas hibrida menghasilkan tanaman yang tetap seragam dalam bebagai aspek (Chin. dan liat 20 -50%. maka liat ini akan lebih praktis dibandingkan dengan tanah yang mengandung 100% liat. 1981). Tanah yang kurang cocok adalah tanah pantai berpasir dan tanah gambut tebal (Fauzi. dengan cabang. permeabilitas sedang. struktur. 1994). sebagai contoh selfing dan sibbing. ketebalan lapisan tanah.

96–5. Al 0. Selain menghemat pupuk. Na 0. jelas Azolla pinnata bereproduksi menggunakan spora (http:// syraru.4 – 0. Ca 0.pakuan.) sebagai objek pengamatan. menekan pertumbuhan gulma. Bahan dan Alat Adapun bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah benih kelapa sawit ( Elaeis guineensis Jacq.16 -3.id . Kandungan unsur hara dalam azolla yaitu: N 1.35 % .com.97 % . 2009 a).0. Azolla pinnata hanya tumbuh di daerah tropis. P 0. air untuk penyiraman. salama ada air yang tergenang. tanaman hias. 2009). K 0. Kegunaan azolla adalah: sumber N dapat menganti pupuk urea sampai 100 kg. yamg berarti paku. Mg 0. Co 0. Dengan ketinggian tempat ± 25 m dpl yang dimulai dari bulan Februari 2009 sampai dengan April 2009. Cl 0. Nitrogen merupakan nutrisi utama bagi tanaman untuk menopang pertumbuhannya. pasir. Universitas Sumatera Utara. Jumlah nitrogen yang diikat azolla melebihi kebutuhannya sendiri. tentu bermanfaat pula untuk memperbaiki tekstur tanah yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia (http:// www.com.73 % .944 ppm .90 % . menyirap bervariasi. membentuk 2 barisan. Sehingga sebagian nitrogen dilepaskan ke lingkungan sekitarnya dan diserap oleh tanaman lain.66 % . kontrol terhadap perkembangan nyamuk (http://kolamazolla.62 . Medan. pakan ikan. tumbuhan paku ini dapat tumbuh subur.59 % .kr. pupuk kandang ayam ras sebagai media tanam.) . 2009 b).31 – 5.akar.59 % .blogspot.16 – 1. Bila sawah atau kolam tersebut kering maka Azolla pinnata akan mati. Daun kecil. top soil. duduk melekat. BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian.59 % .22 – 0.co.45 – 1.70 % .30 % . cuping dengan cuping dorsal berpegangan di atas permukaan air dan cuping ventral mengapung (http://www.blogspot. sub soil. Azolla piñata termasuk dalam divisi Pterydophyta.id 2009). Manfaat Azolla sebagai pupuk alami penganti urea pelantaran tanaman tersebut mampu mengikat nitrogen dari udara.264 ppm .kehati. Mn 66 – 2. 2009). terutama ayam dan itik.com.22 – 0.31 % . pakan ternak/hijauan. Zn 26 – 989 ppm (http://kolamazolla.16 -1. Azolla pinata tumbuh subur di daerah sawah dan kolam. Fe 0. S 0. Si 0.4 -0.or. serta kompos Azolla (Azolla sp.

. dan pertumbuhan kecambah kelapa sawit ke-k µ : Nilai tengah βi : Efek media tanam ke-i αj : Efek jumlah kompos Azolla ke-j (αβ)jk : Efek interaksi antara media tanam ke-i dan jumlah kompos Azolla ke-j εijk : Efek error yang disebabkan oleh media tanam ke-i. dan jangka sorong untuk mengukur diameter batang kecambah.sebagai bahan pengganti sumber N. meteran untuk mengukur tinggi kecambah. Metode percobaan Data percobaan dianalisis dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu: Faktor I : Media Tanam (M) dengan dua taraf yaitu: M1: Top soil + Pasir M2: Sub soil + Pupuk kandang ayam ras Faktor II: Kompos Azolla (Azolla sp. jumlah kompos Azolla ke-j dan pertumbuhan kecambah kelapa sawit ke-k Apabila data percobaan analisis tidak ragam berbeda nyata.) dengan 3 taraf yaitu: A0: Tanpa kompos Azolla A1: Diberi kompos Azolla 7 gram A2: Diberi kompos Azolla 14 gram Sehingga didapat 6 kombinasi perlakuan yaitu: M1A0 M2A0 M1A1 M2A1 M1A2 M2A2 Jumlah blok : 3 Jumlah plot per blok : 6 Jumlah kecambah per plot : 2 Jumlah kecambah seluruhnya : 36 Dari hasil percobaan dianalisis sidik ragam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan model linier sebagai berikut: Yijk= µ + βi + αj + βk + (αβ)jk + εijk dimana: Yijk : nilai pengamatan pada media tanam ke-i. gembor untuk menyiram tanaman. polybag sebagai wadah penanaman. akan diujikan dengan beda nyata jujur (BNJ) pada x = 5% . jumlah kompos Azolla ke-j. Sedangkan alat yang digunakan adalah cangkul untuk mencangkul tanah.

Pemeliharaan Tanaman Penyiraman Penyiraman dilakukan setiap sore hari tergantung kepada kondisi kelembaban permukaan media tanam. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor. . dicampur dengan topsoil sesuai dengan perlakuan masing-masing. Kemudian media tanam campuran yakni pupuk kandang dicampur dengan topsoil sesuai dengan perlakuan masing-masing kemudian dimasukkan ke dalam polibag. pasir dibersihkan dari bahan organik. Penyiangan Penyiangan dapat dilakukan dengan menggunakan alat yaitu cangkul atau dengan tangan pada saat gulma mulai tumbuh di media tanam maupun di areal penanaman. Penyiapan Media Tanam Pasir yang digunakan adalah pasir yang berasal dari laut. setelah plot selesai disekeliling bedengan dibuat pagar dan parit sedalam 30 cm.PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan Lahan Lahan percobaan dibersihkan dari gulma dan dibuat plot sebagai tempat peletakan polibag. Pemupukan Pemupukan dilakukan pada tanaman sejak berumur 3 MSPT hingga 6 MSPT dengan menggunakan pupuk Nitroposka.

Pengukuran diameter batang dilakukan sejak tanaman 3 MSPT hingga tanaman berumur 6 MSPT dengan interval 1 minggu. jumlah daun 4 .Pengamatan Parameter Tinggi tanaman Tinggi tanaman yang berkecambah sudah berumur 3 bulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1 – 38) diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. dihitung mulai dari permukaan tanah sampai bagian tertinggi dari tanaman. Perhitungan jumlah daun dilakukan sejak berumur 3 MSPT hingga tanaman berumur 6 MSPT dengan interval 1 minggu. Diameter Batang (mm) Batang tanaman diukur diameternya pada ketinggian 1 cm diatas permukaan tanah dengan menggunakan jangka sorong. Jumlah Daun (helai) Jumlah daun yang dihitung adalah daun yang telah membuka sempurna.

67). Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Dari Tabel 1 diketahui bahwa perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu M1 (13. Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. jumlah daun 3 MST. Dari Tabel 1 diketahui bahwa perlakuan kompos azolla terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu A2 (12. . Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada tabel 1. 8 MST. 7. diameter batang 4 – 8 MST. Tabel 1. Histtogram tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada gambar 1.– 8 MST. 8 MST. 6. jumlah daun 3 MST. jumlah daun 5 – 8 MST. Dari Tabel 1 diketahui bahwa interaksi media tanam dan kompos azolla terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu M1A2 (19. jumlah daun 4 – 8 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1 – 38) diketahui bahwa interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 5 MST.41) dan terendah M2 (12.79). diameter batang 6 – 8 MST.66) dan terendah M2A0 (15. Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1 – 38) diketahui bahwa perlakuan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST.61) dan terendah A0 (10. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1. Interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 5 MST. Tinggi Tunas (cm) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. jumlah daun 4 MST. diameter batang 4 – 8 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1. diameter batang 4 – 5 MST. 6. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. 7. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST.59).

Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 5 – 8 MST.00) dan terendah M2A0 dan M2A1 (2.50). Interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter. Dari Tabel 2 diketahui bahwa pada interaksi media tanam dan kompos azolla terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu M1A1 dan M1A2 (3.Gambar 1. Dari Tabel 2 diketahui bahwa pada perlakuan kompos azolla terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu A2 (1. . Rataan jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Dari Tabel 2 diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu M1 (2. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 3 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 3 MST.89) dan terendah A1 (1.83). dan tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 4 – 8 MST. Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Jumlah Daun (helai) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 4 – 8 MST. Rataan jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada tabel 2.15) dan terendah M2 (1. Tabel 2.92).

Histogram jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Diameter Tunas (mm) Dari data pengamatan dan sidik ragam diktahui bahwa perlakuan media tanam tidak berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 4 – 8 MST. Gambar 2.Histogram jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada gambar 2. Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 6 – 8 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 4 – 5 MST. Rataan diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla . Rataan diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Interaksi antara media tanam dan kompos azolla tidak berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 4 – 8 MST.

Dari Tabel 3 diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter diameter tunas 8 MST tertinggi yaitu M2 (0.15) dan terendah M2 (1. kesuburan dan produktivitas tanah pada daerah geotropik tertentu.) D X P di Pre Nursery Dari data diketahui bahwa media tanam berbeda nyata terhadap tinggi tunas dan jumlah daun kelapa sawit. Gambar 3. Dari Tabel 3 diketahui bahwa pada perlakuan kompos azolla terhadap parameter diameter tunas 8 MST tertinggi yaitu A1 (0.80) dan terendah M1 (0. Histogram diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada gambar 3. Akan tetapi akan berhubungan dengan adanya variasi yang terdapat pada sistem mineralogy reaksi tanah. Hal ini dikarenakan media tanam yang digunakan sangat sesuai dengan kebutuhan kelapa sawit dalam pertumbuhannya. Hal ini sesuai dengan literatur Hadi (2004) yang menyatakan bahwa Jenis tanah berhubungan erat dengan plastisitas. kekerasan. Hal ini disebabkan karena media tanam yang digunakan adalah pasir dan top soil dengan . Histogram diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Pembahasan Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.41) dan terendah M2 (12. Akar kelapa sawit dapat menyerap hara dari media tanam dengan baik karena ruang pori tanah yang baik.79). kemudian olah tanah. Dari Tabel 3 diketahui bahwa pada interaksi antara media tanam dan kompos azolla terhadap parameter diameter tunas 8 MST tertinggi yaitu M2A2 (1.79).24) dan terendah M1A0 (0. Begitu juga terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu M1 (2. maka ada ketentuan-ketentuan umum yang berlaku untuk semua jenis tanah Dari hasil percobaan pada perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu M1 (13.92). permiabilitas.87).60).77) dan terendah A0 (0.

Selain digunakan secara langsung. Dari hasil percobaan diketahui bahwa perlakuan kompos azolla terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu A2 (12. Dalam bentuk kompos ini.) D X P di Pre Nursery Dari data diketahui bahwa interaksi antara media tanam dan kompos Azolla berbeda nyata terhadap tinggi tunas dan jumlah daun kelapa sawit.html (2008) yang menyatakan bahwa kegunaan dari kompos azolla adalah sumber N dan dapat menggantikan urea sampai 100 kg serta dapat menekan pertumbuhan gulma. Dimana tanah mampu menahan air yang cukup. azolla juga baik untuk media tanam.html (2008) yang menyatakan bahwa penggunaan sebagai pupuk. com/2008-07-1 archieve.blogspot. jumlah daun dan diameter batang kelapa sawit. Hal ini sesuai dengan literatur http:kolomozolla. com/2008/07/manfaat tanaman azolla. Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. Hal ini dikarenakan media tanam dapat bersatu dengan kompos Azolla dalam penyediaan hara bagi tanaman kelapa sawit.59). Tekstur seperti ini adalah tekstur yang paling cocok untuk pertumbuhan benih. jumlah . kompos azolla juga dengan pasir dan tanah kebun dengan perbandingan 3:1. selain dalam bentuk segar bisa juga dalm bentuk kering dan kompos. Hal ini sesuai dengan literatur http://kolamazolla. diameter batang 4 – 8 MST. selain dalam bentuk segar bisa juga dalm bentuk kering dan kompos.blogspot. jumlah daun 3 MST. Karena kompos azolla memliki N yang tinggi yang bepengaruh bagi pertumbuhan tanaman. azolla juga baik untuk media tanam.perbandingan 2:1.html (2008) yang menyatakan bahwa penggunaan sebagai pupuk. Dalam bentuk kompos ini.61) dan terendah A0 (10. com/2008/07/manfaat tanaman azolla. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1.blogspot. Selain digunakan secara langsung. 2.) D X P di Pre Nursery Dari data diketahui bahwa kompos Azolla berbeda nyata terhadap tinggi tunas. jumlah daun 4 – 8 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. Hal ini terjadi karena pada perlakuan yang diberi kompos azolla pertumbuhan kecambahnya jauh lebih baik dibandingkan dengan yang tidak diberi kompos azolla. sehingga terjadi gabungan antara tekstur kasar dengan halus oleh top soil. kompos azolla juga dengan pasir dan tanah kebun dengan perbandingan 3:1. Interaksi Antara Media Tanam dan Kompos Azolla Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq. Hal ini sesuai dengan literatur http:kolomozolla. Media tanam berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. Pengaruh Kompos Azolla Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq. Hal ini dikarenakan kompos Azolla sangat baik digunakan selain sebagai media tanam juga sebagai pupuk bagi tanaman karena kompos Azolla memiliki nisbah C/N yang rendah. Kompos Azolla dapat terurai dengan baik pada tanah sehingga tanaman dapat menggunakan hara dengan baik. Hal ini sesuai dengan literatur Sianturi (1991) tanah juga harus mampu menahan air yang cukup dan hara yang tinggi secara alami maupun hara tambahan.

1981. Suyatno. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. Djoehana. (4 April 2009) http://www. kompos azolla. Soh Aik. Teknik Berkebun Kelapa Sawit. dkk. media Reaksi: . Azolla. Kanisius. kompos azolla Diposkan oleh junT blogs di 00:58 0 komentar Link ke posting ini Label: kelapa sawit. Penebar Swadaya. Jakartakelapa sawit. 2006. Kelapa Sawit Budidaya Pemanfaatan Hasil dan Limbah Analisis Usaha & Pemasaran. Kelapa Sawit Teknik Budidaya dan Pengolahan. 2007. Azolla. USU Press. Agromedia Pustaka.kehati. Jakarta Setyamidjaja. Iyung. Kanisius. DAFTAR PUSTAKA Chin. Selardi. diameter batang 4 – 5 MST. diameter batang 6 – 8 MST. The Incorporate Society Of Planters. 2003.or.co. 1991. M.blogspot. USU Press. Jakarta Hadi. 1997.id.id. (4 April 2009) International Conference.blogspot. Vademecum Kelapa Sawit. 6.com a. Budidaya Kelapa Sawit. Panduan Lengkap Kelapa Sawit Manajemen Agribisnis dari Hulu Hingga Hilir. Yogyakarta Hasibuan. Kompos Azolla (4 April 2009) http://kolamazolla. Interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 5 MST.daun 4 – 8 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1. Penebar Swadaya. 1994. Saran Sebaiknya dalam melakukan percobaan ini. 2006. B. 3. Penebar Swadaya. (4 April 2009) http://www. Pematang Siantar-Sumut Tim Penulis PS. Medan http://kolamazolla. jumlah daun 5 – 8 MST. The Oil Palm In Agriculture In The Eighties Pahan. diameter batang 4 – 8 MST. Ilmu Tanah.M. benih yang digunakan harus bersertifikat dan penyiraman harus dilakukan secara teratur untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Choice Of Planting Material. 1989.com b. Malaysia Fauzi. Yogyakarta Sastrosayano. Budidaya Kelapa Sawit. Yan. Adicita Karya Nusa. Yogyakarta Sianturi. Kelapa Sawit.com. Jakarta Risza. Kelapa Sawit Usaha Budidaya Pemanfaatan Hasil dan Aspek Pemasaran. 1996. 2006. jumlah daun 4 MST. 8 MST. Azolla.kr. Kompos Azolla (4 April 2009) http://syararu.E. jumlah daun 3 MST. Medan Soehardjo dkk. 7. 2004. PTP N IV (Persero) Bahjambi.

Arg) LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 Laporan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Mengikuti Praktikal Test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Sumatera Utara.pengaruh penggosokan benih dan media tanam pada perkecambahan benih karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) PENGARUH PENGGOSOKAN BENIH DAN MEDIA TANAM PADA PERKECAMBAHAN BENIH KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 PENGARUH PENGGOSOKAN BENIH DAN MEDIA TANAM PADA PERKECAMBAHAN BENIH KARET (Hevea brasiliensis Muell. Medan .

130 806 538 Diketahui Oleh: Asisten Koordinator (Eko Andi Pasaribu) NIM. from March to April 2009. The experiment result showed that rubbed gave significant effect of presentation of seed. North Sumatera University with ± 25 m above sea level.Disetujui Oleh Dosen Penanggungjawab (Ir. rubbed. 040301001 Diperiksa Oleh: Asisten Korektor (Hayati Silalahi) NIM. Key words : media. Agriculture Faculty. MS) NIP. The second one was the media that consist of sand. 040301037 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 ABSTRACT The objective of this experiment was to know effect of rubbed and media in growing of rubber seed. seed . height of plumule. Interaction between rubbed ang media did’nt gave effect of all the parameter. Balonggu Siagian. The experiment used Randomized Complete Block Design (RAK) with 2 factors and 4 replications. The experiment was conducted in Agronomi Tanaman Perkebunan I Laboratory Land. top soil. sand and top soil. with no rubbed and with rubbed. The first factor was rubbed. speed of seed growth. Media gave significant effect of speed of seed growth ang height of plumule.

benih yang digosok. benih RIWAYAT HIDUP Junita Sinambela lahir pada tanggal 2 April 1989 di Medan. Percobaan ini dilaksanakan di lahan percobaan Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan I Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan pada ketinggian tempat ± 25 m dpl dari bulan Maret sampai April 2009 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan dan empat ulangan. Manurung. penggosokan. Anak dari Bapak P. top soil. Sedangkan interaksi antara penggosokan dan media tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Sinambela dan Ibu N. Faktor I adalah penggosokan.ABSTRAK Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggosokan benih dan media tanam pada perkecambahan benih karet. Adapun pendidikan yang pernah ditempuh penulis adalah sebagai berikut: . Anak pertama dari empat bersaudara. Kata kunci : media. tinggi plumula. Hail percobaan menunjukkan bahwa penggosokan benih berpengaruh nyata terhadap persentase perkecambahan benih. Faktor II adalah faktor media yaitu pasir. tinggi plumula. yaitu benih tanpa digosok. Media berpengaruh nyata terhadap laju perkecambahan benih karet. pasir dan top soil. laju perkecambahan benih.

Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ir.SD Negeri 050721 di Gohor Lama Tamat tahun 2001 SMP Negeri 1 di Hinai Tamat tahun 2004 SMA Negeri 1 di Stabat Tamat tahun 2007 Penulis terdaftar sebagai mahasiswi di Departemen Budidaya Pertanian Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan laporan ini. KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Esa karena atas berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya. . Arg)” yang merupakan salah satu syarat unutk dapat mengikuti praktikal test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Adapun judul dari laporan ini adalah “Pengaruh Penggosokan Benih dan Media Tanam pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell. Medan. MS dan Ir. Balonggu Siagian. Charloq Nababan. MP selaku dosen mata kuliah Agronomi Tanaman Perkebunan serta kepada abang dan kakak asisten yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini. Medan melalui jalur SPMB pada pilihan pertama pada tahun 2007 sampai sekarang.

semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Mei 2009 Penulis DAFTAR ISI ABSTRACT i ABSTRAK ii RIWAYAT HIDUP iii KATA PENGANTAR vi DAFTAR ISI v DAFTAR TABEL vii DAFTAR GAMBAR viii DAFTAR LAMPIRAN ix PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Tujuan Percobaan 3 Hipotesis Percobaan 3 Kegunaan Percobaan 3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman 4 Syarat Tumbuh 5 Iklim 5 Tanah 6 Media Tanam 7 Penggosokan Benih Karet 8 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan 10 Bahan dan Alat 10 Metode Percobaan 10 PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan Media Tanam 12 Penggosokan Benih 12 Penanaman Benih 12 Pemeliharaan Tanaman 12 Penyiraman 12 Penyiangan 13 Pengamatan Parameter 13 Persentase Perkecambahan (%) 13 Tinggi Plumula (cm) 13 Laju Perkecambahan (hari) 13 .Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. Medan.

Judul Hal 1.HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil 15 Pembahasan 20 KESIMPULAN Kesimpulan 24 Saran 24 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR TABEL No. Rataan persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 16 2. Rataan laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 17 3. Rataan tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 19 .

Histogram laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 18 3. Judul Hal 1.DAFTAR GAMBAR No. Histogram tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 20 . Histogram persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 17 2.

Sidik ragam tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) 31 . Sidik ragam tinggi plumula benih karet 4 MST (cm) 28 Lampiran 9. Sidik ragam persentase perkecambahan benih karet (%) 26 Lampiran 3. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 6 MST (cm) 29 Lampiran 13. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 3 MST (cm) 27 Lampiran 7. Data tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) 30 Lampiran 16. Data laju perkecambahan benih karet (hari) 26 Lampiran 4. Data tinggi plumula benih karet 7 MST (cm) 30 Lampiran 14. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 5 MST (cm) 29 Lampiran 11.DAFTAR LAMPIRAN No. Data persentase perkecambahan benih karet (%) 26 Lampiran 2. Data tinggi plumula benih karet 3 MST (cm) 27 Lampiran 6. Judul Hal Lampiran 1. Sidik ragam laju perkecambahan benih karet (hari) 27 Lampiran 5. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 7 MST (cm) 30 Lampiran 15. Data tinggi plumula benih karet 6 MST (cm) 29 Lampiran 12. Data tinggi plumula benih karet 5 MST (cm) 28 Lampiran 10. Data tinggi plumula benih karet 4 MST (cm) 28 Lampiran 8.

000 biji karet ke Kew. Dewasa ini karet merupakan bahan baku yang menghasilkan lebih dati 50. seperti: ban kendaraan bermotor. 1993).397 biji berkecambah. Sejak tahun 1839 karet menjadi primadona perkebunan di daerah daerah tropis. campuran bahan plastik. kira-kira 1900 biji dikirim ke Srilanka. 2005). Dari produksi karet alam 46% digunakan untuk membuat ban dan selebihnya untuk karet busa. campuran benang rayon. 1995). kemudian tahun 1875. 1988). Karet di Indonesia telah 120 tahun dan peringatan satu abad telah diadakan tahun 1976 (Sianturi. akan tetapi nilainya jauh lebih rendah dari bahan karet alam (Kartasapoetra. Penemuan tentang vulkanisasi memberikan inspirasi Dunlop pada tahun 1888 untuk membuat ban mobil yang selanjutnya dikembangkan oleh Goldrich (Setiawan dan Agus. Sebanyak 2. 1998). ebonite. sepatu dan beribu-ribu jenis barang lainnya yang juga berbahan dasar karet (Setyamidjaja. Komoditas ini sudah dikenal dan dibudidayakan dalam kurun waktu yang lebih lama daripada komoditas perkebunan lainnya. . 2006). hasil maksimal didapatkan jika di tanah – tanah subur. Produk karet merupakan komoditi ekspor yang sangat penting karena manfaatnya yaitu dapat diolah menjadi bahan baker dasar bagi kepentingan produksi barang-barang penting di dunia. posisi Indonesia yang pada awal pembudidayaan karet merupakan penghasil karet utama di dunia sudah digantikan oleh Malaysia. beberapa biji ke Malaysia dan hanya dua biji ke Kebun Raya Bogor. Alexander Parkes juga°120-130 mengembangkan cara vulkanisasi ini. Pada sekitar tahun itu pula Charles Goodyear menemukan vulkanisasi karet dengan cara mencampurkannya dengan belerang dan memanaskan pada suhu C. berpasir. Sayangnya. Media tanam. dan lain sebagainya yang sangat diperlukan beberapa negara. yang sebenarnya masih belum lama dalam hal membudidayakan karet (Siregar.PENDAHULUAN Latar Belakang Ferris pada tahun 1872 mengirimkan 2000 biji dari Brazilia ke Kebun Raya Kew di Inggris. dapat melakukan air dan tidak berpadas (kedalaman padas dapat ditolerir adalah 2 – 3 m. Indonesia.000 jenis barang. 2001). Memang untuk mencukupi keperluan bahan karet dunia telah diciptakan karet sintetis. Selanjutnya Wikham pada tahun 1876 kembali dari Brazilia dan membawa 70. Kedua kiriman tersebut mengalami kegagalan. Salah satu pohon karet tersebut tumbang tahun 1962. Tanah ulitisol yang kurang sudur banyak ditanami karet dengan pemupukan dan pengolahan yang baik (Setiawan dan Handoko. Karet merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia. Perlakuan pengasahan kulit biji benih yaitu dengan maksud untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan pada bagian spesies yang mempunyai kulit biji yang keras dan yang sangat keras dan ada yang sangat tebal (Sutopo.

Sistem perakarannya padat/kompak.). sedangkan akar lateralnya dapat menyebar sejauh 10 m (Syamsulbahri.− TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Menurut Setiawan dan Agus (2005) klasifikasi tanaman karet adalah sebagai berikut.Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari cobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggosokan benih dan media tanam pada perkecambahan benih karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg. Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Euphorbiales Family : Euphorbiaceae Genus : Hevea Spesies : Hevea brasiliensis Muell Arg. Ada pengaruh media tanam terhadap perkecambahan benih−karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg. Tanaman karet merupakan tanaman yang tumbuh tinggi dan berbatang cukup besar. akar tunggangnya dapat menghujam tanah hingga kedalaman 1-2 m. Medan. Sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan.− Kegunaan Percobaan Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di− Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.). .).). Ada pengaruh interaksi penggosokan benih dan media tanam terhadap perkecambahan benih karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg. Hipotesis Percobaan Ada pengaruh penggosokan benih terhadap perkecambahan benih−karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg. 1996).

Tanah Tanaman karet dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah baik pada tanah-tanah vulkanis .5-2. Jawa dan Kalimantan.5 cm (Sianturi. yaitu Sumatera. diameter buah 3-5 cm dan terpisah 3. tidak semua propinsi di Indonesia memiliki perkebunan karet (Sianturi. tempat tersebut tidak cocok untuk budidaya karet. 2005). Seperti kebanyakan tanaman tropis.4 atau 6 cocci berkatup dua. Daerah yang sering mengalami hujan pada pagi hari produksinya akan kurang. berkilat. Penyebaran pertanaman karet sangat dipengaruhi oleh penyebaran hujan dan tinggi tempat dari permukaan laut. Buah beruang tiga. endokarp berkayu. Keadaan iklim di Indonesia yang cocok untuk tanaman karet ialah daerahdaerah Indonesia bagian barat. 1993). Pembagian hujan dan waktu jatuhnya hujan rata-rata setahunnya mempengaruhi produksi. bulat bersegi empat. Biji besar. Setiap daun karet biasanya terdiri dari 3 anak daun yang berbentuk elips memanjang dengan ujung runcing. Daun karet terdiri dari tangkai utama sepanjang 3-20 cm dan tangkai anak daun sepanjang 3-10 cm dengan kelenjar di ujungnya. Zona paling cocok dan paling produktif adalah 60LU hingga 60LS. Di ketinggian tersebut suhu harian 25300C. sebab iklimnya lebih basah (Setiamidjaja. Syarat Tumbuh Iklim Tanaman karet adalah tanaman tropis. Daun karet ini berwarna hijau dan menjadi kuing atau merah menjelang rontok. 2005). jarang yang beruang empat hingga enam. tertekan pada satu atau dua sisinya. Kelembapan yang terlalu tinggi tidak baik untuk tanaman karet (Sianturi. Dibeberapa kebun karet arah tumbuhnya tanaman agak miring ke arah utara. 2001). Curah hujan tahunan yang cocok untuk pertumbuhan tanaman karet tidak kurang dari 2000 mm.5-3 cm dan tebal 1. 1993). perikarp berbatok. Kelembapan nisbi (RH) yang sesuai untuk tanaman karet adalah rata-rata berkisar antara 75-90 %.5 cm dan lebar 1. Karet termasuk tanaman daratan rendah. Optimal antara 2500-4000 mm per tahun. yaitu bias tumbuh baik di dataran dengan ketinggian 0-400 m dari permukaan laut (dpl). Pada satu tangkai bunga yang berbentuk bunga majemuk terdapat bunga jantan dan bunga betina. yang terbagi dalam 100-150 hari hujan. panjang 2-3. Tanaman karet adalah tanaman berumah satu (monoecus). secara geografis tersebar diantara 100LU hingga 100LS. 1993). Penyerbukannya dapat terjadi dengan penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang (Setyamidjaja. 2001). Batang tanaman biasanya tumbuh lurus dan memeiliki percabangan yang tinggi diatas. Itulah sebabnya. 2001). Batang tanaman ini mengandung getah yang dikenal dengan nama lateks (Tim Penulis. suhu yang lebih dari 300C juga mengakibatkan karet tidak bisa tumbuh dengan baik (Setiawan dan Agus. berwarna coklat muda dengan noda-noda coklat tua.Tinggi pohon dewasa mencapai 15-25 m. daun-daun karet akan rontok pada puncak musim kemarau untuk mengurangi penguapan tanaman (Setiawan dan Agus. Jika dalam jangka waktu yang cukup panjang suhu rata-rata kurang dari 200C.

jumlah pasir sama dengan liat.muda ataupaun vulkanis tua. Sifat umum tanah sangat ditentukan oleh tekstur (Sutanto. Jenis tanah berhubungan sangat erat dengan plastisitas. Penggosokan Benih . aerasi dan drainesenya. tanah ini kurang baik untuk pertunbuhan tananaman. 1982). dan benih.5. terutama dari segi struktur. 2006). sehingga sulit menyerap atau menahan air dan unsur hara. sehingga pada musim kemarau mudah kekurangan air. kesuburan dan produktivitas tanah pada daerah geografik tertentu akan tetapi berhubungan adanya variasi yang terdapat dalam sistim mineralogi fisik tanah. kimia. 1981). drainase baik. yang diinginkan tanaman karet antara lain adalah tanah yang mempunyai lapisan padas lebuh dari 1m. unsur hara. mintakat perakaran. kemiringan tanah 0-8%. udara. 2000). tekstur. pH 4. 1993). Tanah-tanah alluvial umumnya cukup subur. Bila jumlah pasir tidak terlalu banyak pengaruhnya terhadap tanah akan baik karena cukup longgar. solum. 2001). kompos. Partikel-partikel pasir yang ukurannya yang jauh lebih besar dan memiliki permukaan yang kecil (dengan berat yang sama) dibandingkan dengan debu dan liat. Sifat fisis. Asalkan tanahnya gembur dan halus. 2005). retensi air >150 cm/m. Media Tanam Bila tanah terlalu banyak mengandung pasir. udara tanah mudah masuk dan tanah mudah diolah (Hasibuan. kemudahan olah. kemudahan diolah dan yang terpenting adalah masalah kesuburan. dan fisiografis yang menjadi factor pembatas kesesuaian tanah untuk tanaman karet. permeability. permebilitas sedang. semakin tinggi persentase pasir dalam tanah. Tanah yang bertekstur pasir mempunyai luas permukaan (specific surface) yang kecil. Untuk mengetahui kemampuan lahan sebaiknya diketahui kesesuaian tanah dan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman karet untuk dapat memperoleh produksi dan keuntungan ekonomis yang optimal. tidak banjir dan tidak ada stagnasi air (Sianturi. et al. karena kandungan haranya relatif rendah. alluvial dan bahkan tanah gambut. maka belum berlaku untuk semua jenis tanah di permukaan bumi (Buckman dan Brady. tanah gembur. kekerasan. air akan mudah di serap dan cukup dikandung tanah. lumut yang telah membusuk. peranannya dalam mengatur sifat-sifat tanah. tetapi sifat fisisnya terutama drainase dan aerasinya kurang baik. Tanah-tanah vulkanis umumnya memiliki sifat-sifat fisika yang cukup baik. Media yang digunakan untuk penyemaian biasa hanya terdiri atas pasir saja tetapi kadang-kadang juga diberi campuran sekam padi. topsoil. Distribusi ukuran partikel dan kelas tekstur mempunyai korelasi dengan air. Pembuatan saluran drainase akan menolong memperbaiki keadaan tanah ini (Setyamidjaja. Akan tetapi sifat-sifat kimianya umumnya sudah kurang baik. semakin banyak pori-pori di antara partikel tanah dan hal ini dapat memperlancar gerakan udara/air (Hartman. kedalaman air tanah. sehingga akar baru yang keluar tidak terhambat pertumbuhannya (Widianto.. Oleh karena itu.

1993). 2002) (http://www. Perlakuan mekanis (skarifikasi) pada kulit biji dilakukan dengan cara penusukan. Skarifikasi mencakup cara – cara seperti mengkikis atau menggoreskan atau menggosok kulit biji yang mengalami sumbat gabus dimana semua permiabel terhadap air atau gas (Lakitan .iptek.ac. pengikiran atau pembakaran.id. Alat yang digunakan adalah cangkul untuk mencampur tanah.umm. 2009). penggoresan. kulit biji yang impermiabel terhadap air dan gas sering dijumpai pada benih. BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian.Dormansi pada benih dapat disebabkan oleh keadaan fisik dari kulit biji. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah stunp mata tidur karet klon IRM sebagai objek pengamatan. kikir. pemecahan. Sebagai contoh. Pada hakekatnya semua benih dibuat permeable dengan resiko kerusakan yang kecil. Metode percobaan .benih dari famili Leguminosae (Sutopo.Universitas Sumatera Utara. 2003). kertas gosok atau lainnya adalah cara efektif untuk mengatasi dormansi fisik. serta kertas pasir untuk menggosok benih karet. 2009). pasir dan topsoil sebagai media tanam. Dengan ketinggian tempat ± 25 m dpl yang dimulai dari bulan Februari 2009 sampai dengan April 2009. Karena setiap benih ditangani secara manual. dengan bantuan pisau. gembor untuk menyiram tanaman dan polibag sebagai wadah penanaman. 1999). dapat diberikan perlakuan individu sesuai dengan ketebalan biji. Manfaat penggosokan benih adalah untuk memecahkan dormansi pada benih agar benih dapat berkecambah dengan baik karena benih yang memiliki kulit yang jeras harus dilakukan pemecahan dormansi untuk mempercepat proses perkecambahan baik dengan cara mengkikis ataupun mengikir kulit benih (Sadjad. Benih yang mengalami dormansi biasanya disebabkan oleh: a) Rendahnya dan tidak adanya proses imbibisi air yang disebabkan oleh struktur benih (kulit benih) yang keras. sehingga mempersulit keluar masuknya air ke dalam benih (http://digilib. Medan. air untuk penyiraman.id. meteran untuk mengukur tinggi plumula. jarum.net. keadaan fisiologis dari embrio atau kombinasi dari kedua keadaan tersebut. asal daerah radikel tidak rusak (Schmidt.

dan perkecambahan benih karet ke-k µ : Nilai tengah βi : Efek penggosokan benih ke-i αj : Efek media tanam ke-j (αβ)jk : Efek interaksi antara penggosokan benih ke-i dan media tanam ke-j εijk : Efek error yang disebabkan oleh penggosokan benih ke-i. . media tanam ke-j. akan diujikan dengan beda nyata jujur (BNJ) pada x = 5% . PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan media tanam Disiapkan polibag berukuran 10 kg dan diisi dengan media pasir (M0). media tanam ke-j.Data percobaan dianalisis dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu: Faktor I : Penggosokan benih (P) dengan dua taraf yaitu: P1 : Benih tanpa digosok P2 : Benih digosok hingga nampak mata embrio Faktor II: Media Tanam (M) dengan 3 taraf yaitu: M0 : Pasir M1 : Pasir + Top soil M2 : Top soil Sehingga didapat 6 kombinasi perlakuan yaitu: P0M0 P1M0 P0M1 P1M1 P0M2 P1M2 Jumlah ulangan : 6 Jumlah petak percobaan : 36 Jumlah benih per petak : 2 Jumlah benih yang dibutuhkan: 64 Dari hasil percobaan dianalisis sidik ragam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan model linier sebagai berikut: Yijk= µ + βi + αj + βk + (αβ)jk + εijk dimana: Yijk : Nilai pengamatan pada penggosokan benih ke-i. dan top soil (M2). dan perkecambahan benih karet ke-k Apabila data percobaan analisis tidak ragam berbeda nyata. pasir + top soil dengan perbandingan 2:1 (M1).

Penanaman Benih Benih karet ditanam di polibag yang diisi tanah sesuai dengan perlakuan. dan dimasukkan ke dalam polibag dan sebaiknya jangan ditanam terlalu dalam.. Nilai laju perkecambahan dapat diperoleh dari rumus sebagai berikut : N1T1 + N2T2 + N3T3 + . + NnTn Laju Perkecambahan : T1 + T2 + T3 + ... Pemeliharaan Tanaman Penyiraman Penyiraman dilakukan setiap sore hari tergantung kepada kondisi kelembaban permukaan media tanam. + Tn HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil . Penyiangan Penyiangan dilakukan setiap minggunya dengan cara mencabut gulma yang tumbuh pada polibag. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor. Pengamatan Parameter Persentase perkecambahan (%) Persentase perkecambahan diambil data berupa jumlah tanaman yang tumbuh dan dibagi jumlah seluruhnya dikalikan 100% dan data diambil setiap minggunya. Laju Perkecambahan (hari) Laju perkecambahan diambil data berupa jumlah karet yang tumbuh... Jumlah tanaman yang tumbuh Persentase Perkecambahan = x 100 % Jumlah tanaman seluruhnya Tinggi Plumula (cm) Tinggi plumula dihitung dari plumula yang tumbuh sampai pada titik tumbuh... Dimana proses penggosokan bertujuan untuk memecahkan dormansi benih karet akibat kulit benih yang keras dan dilakukan dengan menggunakan kertas pasir sampai terlihat embrio..Penggosokan Benih Proses penggosokan benih dilakukan sebelum dilakukan penanaman...

00%). Dan tidak ada parameter yang tidak berbeda nyata.42%) dan terendah pada P0 (73. Tabel 1.Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1-16) diketahui bahwa perlakuan penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. laju perkecambahan benih karet. laju perkecambahan benih karet.22).00). Rataan persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada tabel 1. diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada M1 (65. penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P1M1 (99. Dan tidak berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1-16) diketahui bahwa interaksi antara perlakuan penggosokan dan media tanam tidak ada parameter yang berbeda nyata. Dari Tabel 1. Persentase Perkecambahan (%) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman.78) dan terendah pada M0 (65. dan interaksi antara penggosokan dan media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. Histogram persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada gambar 1. Dan tidak berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P1 (74. dan tinggi plumula benih karet 3-8 MST. . Dari Tabel 1. Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1-16) diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih. Rataan persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam. tinggi plumula benih karet 3-8 MST. tinggi plumula benih karet 3-8 MST. Dari Tabel 1.67) dan terendah pada P0M0 (97.

dan interaksi . Rataan laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada tabel 2.Gambar 1.13). Dari Tabel 2. Histogram laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada gambar 2.29) dan terendah pada M1 (3.26).19) dan terendah pada P1 (3. Dari Tabel 2. Dan interaksi penggosokan dan media tanam tidak berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih karet. diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media tanam terhadap parameter laju perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P0M0 (7.77) dan terendah pada P1M1 ( 3. Tabel 2. Rataan laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Dari Tabel 2. Gambar 2.10). Histogram laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Tinggi Plumula (cm) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan penggosokan dan media tanam berbeda nyata terhadap tinggi plumula benih karet 3-8 MST. Histogram persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Laju Perkecambahan Benih (hari) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan penggosokan dan media tanam berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih karet. diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter laju perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada M0 (4. diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter laju perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P0 (5.

diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada P1 (28. Histogram tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokkan dan media tanam dapat dilihat pada gambar 3. Karena benih yang memiliki kulit yang keras harus dilakukan pemecahan dormansi untuk mempercepat proses perkecambahan baik dengan cara mengkikis ataupun mengkir kulit benih (Sadjad. laju perkecambahan benih karet. Dari Tabel 3.67) dan terendah pada P0M0 (32. Histogram tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Pembahasan Pengaruh Penggosokan Pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) Dari hasil sidik ragam pada perlakuan penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media tanam terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada P1M1 (38. maka proses dormansi yang menghambat proses perkecambahan dapat dipecahkan sehingga benih dapat memperoleh air dan udara. Hal ini sesuai dengan literatur Sadjad (1993) yang menyatakan bahwa Manfaat penggosokan benih adalah untuk memecahkan dormansi pada benih agar benih berkecambah dengan baik. Tabel 3.44) dan terendah pada M0 (23. Gambar 3. diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada M1 (24. Rataan tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada tabel 3.penggosokan dan media tanam tidak berbeda nyata terhadap tinggi plumula benih karet. tinggi plumula benih karet 3-8 MST. Rataan tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Dari Tabel 3.33). .00). Dengan adanya proses penggosokan (skarifikasi).25). Dari Tabel 3. 1993).33) dan terendah pada P0 (25.

44 cm) dan terendah pada M0 (23. Perlakuan pengasahan kulit biji yaitu dengan maksud untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan pada berbagai spesies yang mempunyai kulit biji yang keras dan yang sangat tebal. Tekstur seperti ini adalah tekstur yang paling cocok untuk pertumbuhan benih. Arg) Dari hasil percobaan diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media . kesesuaian tanah dan lingkungan yang serasi sangat baik untuk pertumbuhan tanaman karet. lumut yang telah membusuk. Dengan tidak adanya proses penggosokan. maka proses perkecambahan menjadi terhambat akibat kulit benih yang keras (dormansi) sehingga benih susah memperoleh air dan udara.Dari hasil percobaan diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada P1 (28. yang menyatakan bahwa proses perkecambahan benih merupakan suatu rangkaian kompleks dari perubahan-perubahan morfologi. sehingga terjadi gabungan antara tekstur kasar dengan halus oleh top soil. Hal ini disebabkan karena pada perlakuan P0 ini benih tidak dilakukan proses penggosokan. Banyak media yang dapat digunakan untuk penanaman benih asalkan tanahnya gembur dan halus. Hal ini sesuai dengan literatur Sutopo (1998). Dari hasil percobaan diperoleh bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada M1 (24.22%).33 sm) dan terendah pada P0 (25. melunaknya kulit benih dan hidrasi dari protoplasma. Pengaruh Media Tanam Pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell. Hal ini sesuai dengan literatur Widianto (2000) yang menyatakan bahwa media yang digunakan untuk pengamatan bisa hanya terdiri atas pasir saja tetapi kadang-kadang juga diberikan campuran sekam padi.78%) dan terendah pada M0 (65. Ini menunjukkan bahwa top soil ditambah pasir mempengaruhi persentase perkecambahan benih karet . sehingga akar tanaman yang baru keluar tidak terhambat pertumbuhannya. Karena.00 cm). Hal ini disebabkan karena media tanam yang digunakan adalah pasir dan top soil dengan perbandingan 2:1. Tahap pertama suatu perkecambahan benih dimulai dengan proses penyerapan air oleh benih. top soil dan lainnya. Pengaruh Interaksi Antara Penggosokan dan Media Tanam Pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell.25 cm). Tanah top soil dapat membantu pertumbuhan perkecambahan benih karet karena tanah top soil merupakan tanah yang subur yang diambil dari tanah pelapukan. Arg) Dari hasil percobaan diperoleh bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada M1 (65. Hal ini sesuai dengan literatur Setiawan dan Andoko (2005) yang menyatakan bahwa tanah untuk media tanah ini harus subur dan harus yang bisa diambil dari tanah pelapukan (top soil) dengan kedalaman maksimum 15 cm. fisiologi dan biokimia. selain itu perkecambahan benih karet juga dipengaruhi oleh faktor keadaan lingkungan. tanah gembur. kompos.

USU Press.William. Hal ini sesuai dengan literatur Sutopo (1998) yang menyatakan bahwa Perlakuan pengasahan kulit biji yaitu dengan maksud untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan pada berbagai spesies yang mempunyai kulit biji yang keras dan yang sangat tebal. Saran Sebaiknya dalam melakukan percobaan ini. Plant Science. Dan tidak berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. laju perkecambahan benih karet. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. dan tinggi plumula benih karet 3-8 MST.T.Anton dan Konfafrek. 1981. Ilmu Tanah. H.E. Interaksi antara penggosokan dan media tanam berbeda tidak nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. benih yang digunakan harus diketahui jenis atau klonnya. Klackers. Brady.id. tinggi plumula benih karet 3-8 MST.tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P1M1 (99. B.ac. Diakses pada tanggal 4 April 2009 . Media tanam berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih. 3. dan N. Karena penggosokan pada benih karet bertujuan untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan. 2. 2006. J.1982. Prentice Hall Inc. Medan http://digilib.67%) dan terendah pada P0M0 (97. Jakarta Hatrmann. Penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet.. tinggi plumula benih karet 3-8 MST.00%). Ilmu Tanah. laju perkecambahan benih karet. Terjemahan Soegiman. M.O. H.C. Hal ini disebabkan karena adanya penggosokan dan media tanam yang cocok bagi pertumbuhan tanaman karet. DAFTAR PUSTAKA Buckman. New Jersey Hasibuan.umm. Bhratara Karya Aksara.

1988. Teknik Penyadapan Karet. 2000. 2005. 1999. Dasar-Dasar Ilmu Tanah Konsep dan Kenyataan. T. Kanisius. Yogyakarta Tim Penulis PS. 1993. Budidaya Tanaman Karet. Agromedia Pustaka. Kanisius. Cangkok. R.S. H. dan Okulasi. Jakarta Setiawan. Jakarta Widianto.H. Medan Siregar. USU Press. Yogyakarta Sutanto. Karet. dan Agus A. Diakses pada tanggal 4 April 2009 Kartasapoetra. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan.id.iptek. Petunjuk Lengkap Budidaya Karet. Penebar Swadaya. Jakarta Setyamidjaja. CV Rajawali. 1999.H. Membuat Stek. L. 1995. D. 1996. Yogyakarta Sianturi.net. UGM Press. Teknologi Benih. D. A. 2005. Penebar Swadaya. Kanisius. 2001.G.D.S.http://www. Teknologi Budidaya Tanaman Pangan di Daerah Tropik. Jakarta Syamsulbahri. Karet Strategi Pemasaran Budidaya dan Pengolahan. Bina Aksara. Jakarta . L. Yogyakarta Sotopo.

bahkan mencapai 35 tahun. Dapat beradaptasi dengan baik pada lahan yang marginal atau mulai dari lahan kelas S3 – lahan kelas S1.5 x 8. 2. 4. TN1 yang telah bersertifikat tersebut memiliki keunggulan antara lain : 1. Umur siap tanam ke lapangan : 10 – 12 bulan Umur siap panen : 24 – 28 bulan Kecepatan pertumbuhan tanaman : 35.5 cm/thn Produksi TBS TM1 : 4 – 5 ton/ha/thn . Umur siap panen lebih genjah : 24 – 28 Bulan 3.6 – 42. Dengan pertambahan batang yang lambat maka usia produksi dapat mencapai lebih dari 30 tahun. 6.5 x 8. 4. 2. Deskripsi Kelapa sawit varietas D x P TN1 1.5 meter dengan sistem segitiga sama sisi). 1. Dari pengalaman oleh socfin di Malaysia. 3. Kecepatan pertumbuhan tanaman rata – rata 41 cm/tahun. Produkstifitas TBS (Tandan Buah Segar) = 35 ton/ha/tahun 5. sehingga populasi per ha lebih banyak 148 152 pohon/ha (dengan jarak tanam 8.Pola Pembibitan Sawit PT Bakti Tani Nusantara Written by Administrator on 24 February 2012. Pendahuluan Varietas kelapa sawit D x P Tani Nusa 1 adalah varietas unggul baru yang merupakan kombinasi dari persilangan Dura Deli dari populasi Johor Labis dan Pisifera Avros yang diseleksi dengan metode Modified Recurrent Selection oleh Socfin Malaysia dan PT. materi genetik ini menjadi tetua dari D x P Tani Nusa 1 terbukti memiliki keragaan sangat baik dan diterima luas oleh pekebun. Persentase kernel 7% – 8% 7. Bakti Tani Nusantara. Panjang pelepah antara 5 – 6 meter.

86/Kpts/HK. Produksi TBS TM5 : 28 ton/ha/thn 7.5% 10.1 ton/ha/thn 12.2 m dan panjang ± 8 m yang dapat memuat sekitar 1. pengawasan dan drainase air berlebih saat penyiraman atau hujan.0 ton/ha/thn 9. Produksi TBS TM3 : 17 – 18 ton/ha/thn 6. benturan fisik dan tidak terkena sinar matahari langsung. . Sistem Pemeliharaan Pembibitan Kecambah varietas TN1 PT. Penanganan Awal 1. Randemen CPO (Lab) : 30. Dirjenbun No. Potensi Produksi CPO (TM8) : 6. kecambah dikemas di dalam 16 kantong plastik yang masingnya berisi 206 kecambah termasuk refraksi 6 kecambah per kantong. Menanam kecambah sesegera mungkin dan bila ditunda agar tidak lebih dari 5 hari dan kecambah harus disimpan didalam ruangan berpendingin dengan suhu 19‐22⁰C.296 kecambah.7 – 7.Bakti Tani Nusantara mengirim kecambah kelapa sawit (KKS) ke pelanggan menggunakan peti karton berisi 3. Randemen CPO (IER) : 26. Di dalam peti. 2.330/05/2008 2.120/5/2008 SK. Penanganan Kecambah PT. Membuat naungan di pembibitan agar kecambah terhindar dari sinar matahari langsung. Dalam penanganan kecambah BTN menyarankan kepada pelanggan untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut : • • • • Menjaga kesehatan kecambah dalam transportasi dengan menghindari kecambah dari suhu terlalu tinggi.5.3% 11.000 bibit (Gambar 1).9 – 2. Usia Produksi : 33 tahun SK Menteri Pertanian No. 648/Kpts/SR. Memeriksa kotak dan dokumen untuk memastikan apakah peti dalam kondisi baik dan isi peti sesuai dengan dokumen pengiriman kecambah. Antar bedengan berjarak 80 cm sebagai jalan pemeliharaan. Potensi Inti Sawit (TM8) : 1. Produksi TBS TM8 : 32 – 35 ton/ha/thn 8. Bakti Tani Nusantara A. Kerapatan tanaman : 148 -152 phn/ha 13. Lakukan pekerjaan ini di tempat teduh agar kecambah tidak kena sinar matahari langsung. Pembuatan Bedengan dan Naungan di Pembibitan awal (Pre Nursery) • • • Bedengan dibuat pada areal yang telah diratakan dengan lebar 1. Tepi bedengan dibatasi dengan papan (bukan bambu) setinggi 20 cm agar polibeg dapat disusun tegak.

Naungan pada pembibitan awal kelapa sawit Tabel 1. Media tanah top soil diayak dan disterilkan 1 minggu sebelum penanaman KKS dengan fungisida dosis 0.5 Dihilangkan secara bertahap 3. busuk dan abnormal. Umur (bulan) Naungan (%) 0 – 1. Penanaman Kecambah di Pembibitan Awal (Pre Nursery) • • • • • • • • • • Pastikan tersedia dokumen benih lengkap yaitu Delivery Order (DO). Atap dengan daun kelapa atau kelapa sawit berisi 4-5 pelepah per meter persegi naungan. KKS di tanam tidak lebih dari 5 (lima) hari sejak kecambah diserahkan oleh produsen kecambah.5 bulan (Tabel 1). Tanam kecambah dengan radikula (bakal akar) menghadap ke bawah dan plumula (bakal daun) menghadap ke atas. sisakan + 2 cm dari bibir polybag. setelah diisikan kedalam polibeg berukuran 22 x 14 cm dan disiram 2 kali sehari selama 5 hari sebelum tanam.2 gr/ltr air dan insektisida dosis 2 gr/ltr. Kecambah normal siap tanam KKS abnormal. . Berita Acara Serah Terima KKS. patah. Pengisian tanah kedalam polybag jangan terlalu penuh. Persentase naungan bibit pre nursey berdasar tahapan umur. Gambar 2. Naungan dikurangi secara bertahap dimulai setelah bibit berumur 1. Sebelum ditanam. Gambar 1. kecambah diseleksi terlebih dahulu dan dicatat jumlahnya berdasar kategori sehat. Percikan dengan air menggunakan hand sprayer untuk meningkatkan kelembaban jika kondisi cuaca panas dan kering. busuk atau berjamur tidak boleh ditanam. patah.• • • • • Areal pembibitan memiliki saluran pembuangan air (drainase) yang baik. Penyiraman sebaiknya secara manual. Denah bedengan pembibitan awal Naungan dibuat dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan areal bibitan (Gambar 2). Gambar 3. kemudiaan dicampur dengan pupuk Rock Phospate (RP) dosis 3 gr/polibag. karena lebih merata kesetiap polibag.5 – 2. dan Daftar Persilangan yang menyertai KKS. Bagian dasar bedengan lebih tinggi dari permukaan tanah untuk memperlancar pembuangan air berlebih. Kantong dibuka perlahan untuk mengeluarkan KKS. Media tanam dibuat berupa campuran tanah dengan pasir berbanding 70% dan 30%.5 50 > 2.5 100 1. KKS yang ditanam adalah KKS sehat yang dapat dibedakan antara plumula (bakal daun) dengan radikula (bakal akar) sebagaimana Gambar 3.

. kelompok pertumbuhan meninggi. Pasang papan identitas yang berisi tanggal tanam. Kecambah yang akan ditanam diletakan didalam mangkok berisi air untuk menjaga kelembaban kecambah dan setiap 15 menit sekali disemprot dengan air.5 cm di atas KKS (jangan ditekan tanah terlalu kuat).• • • • • • • Kecambah dengan radikula dan plumula yang sukar dibedakan. lalu masukan kecambang dengan radikula menghadap kebawah (Gambar 4). Lakukan pengelompokan KKS berdasarkan laju pertumbuhan meninggi menurut ciri varietas sejak di pembibitan awal (Gambar 5). Buat lubang tanam sedalam 3 cm. buat peta pembibitan Gambar 4. disimpan dalam kantong beridentitas dan diletakkan pada ruang bersuhu 20-25oC selama 5-6 hari. Siram polibeg segera setelah penanaman selesai. Gambar 5. Pengaturan letak bibit bedasarkan kelompok KKS Gambar 6. dan jumlah KKS (Gambar 6). Lubang tanam ditutup dan diratakan dengan tanah setebal 1 – 1. Papan nama (plank) dan identitas kecambah yang ditanam. Cara penanaman kecambah yang benar. Setelah penanaman KKS. kode varietas. disertai tali rapia sebagai pembatas antar-persilangan kecambah.

EM4 Tingkatkan Produksi Sawit 20% Written by Administrator on 24 February 2012. . Dengan memakai kompos dari EM4. Begitupula dalam sektor perkebunan kelapa sawit. EM4 digunakan untuk pembuatan kompos dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan limbah cair kelapa sawit (LCKS). produksi tandan buah segar (TBS) berpotensi meningkat sampai 20%. Sebagai starter mikroorganisme pada proses decomposer Effective Microorganisms 4 (EM4) menjadi penting dalam dunia pertanian organik.

” tambah Agus ketika ditemui di kantornya. tanah disekitar pohon menjadi gembur. aman bagi manusia dan makhluk hidup lainnya serta lingkungan. Selain itu. lanjut Agus. Sapta Karya Damai di Sampit akan menggunakan EM4 untuk pengolahan tandan kosong sawit. hanya saja EM4 kurang efektif tanpa bantuan bahan organik karena sebagai media hidup dan makanan mikrorganisme. penggunaan EM4 telah diaplikasikan di Medan (Sumatera Utara) yakni PT Asam Jawa untuk pengelolaan limbah tandan kosong dan limbah cair. aplikasi kompos EM4 (Bokashi) sebanyak 10 ton per hektare. “Paling penting EM4 tidak boleh tercampur pestisida atau herbisida. kesehatan dan lingkungan. bisa terlihat pada umur tanaman memasuki tahun kedua dari segi peningkatan produksi. EM4 tidak berbahaya. Harus terpisah ada tenggat waktu dalam pemberiannya minimal berbeda 1-2 minggu dan baiknya pestisida baru EM4. menceritakan pembuatan kompos TKKS harus dicacah terlebih dahulu lalu disiram larutan EM4. Ketersediaan limbah di perkebunan sawit cukup melimpah yang berasal dari tandan kosong dan limbah cair.” kata Agus. Actinomycetes. perkebunan.” ujar Agus. pembibitan sawit atau tanaman sawit yang sudah dewasa cukup dengan EM4 sebanyak 10 cc dicampur 1 liter air untuk disemprotkan pada batang tanaman atau tanah. Ke depan PTPN IV dan PT. warna daun. Pertanian sayuran sudah banyak yang menggunakan dan tidak hanya satu bahan untuk pembuatan kompos. Tandan kosong dapat diolah menjadi kompos dengan adanya material tambahan selain EM4 yakni molasse dan air. Apliksinya cukup per 3 bulan sekali dengan komposisi 18 liter per tahun dengan 6 liter satu kali aplikasi untuk setiap hektarnya. Ditutup terpal plastik dan tunggu kurang lebih 1 bulan. Menurut Agus. aplikasi larutan EM4 dilakukan setelah hujan berhenti. tahun ketiga menjadi 20-30%. “Semua limbah dapat dimanfaatkan tidak hanya dri sektor perkebunan. . Sedangkan penghematan penggunaan pupuk kimia mencapai 30%. Di musim hujan. Jadi satu liter EM4 bisa untuk membuat kompos sebanyak satu ton. Manfaat EM4. Limbah sawit bisa ditambah kotoran ternak.” ungkap Agus. Di perkebunan sawit. pelepah daun terbuka. Penggunaan EM4 tidak sebatas di tanaman pangan saja. Semua lahan cocok untuk pemanfatan limbah sawit dengan EM4. industri. “Kita aduk dan dicampur lalu dilakukan fermentasi di hamparan tanah yang keras agar larutan EM4 tidak terserap ke tanah. Branch Manager PT Songgolangit Persada. Streptomyces sp dan ragi yang bermanfaat untuk pertanian. menurut Agus. perikanan. peternakan.Effective Microorganisms 4 (EM4) merupakan kultur campuran dari mikroorganisme yang menguntungkan berasal dari alam Indonesia. Agoes Wibisana. “Produksi TBS tahun kedua akan meningkat 5%-10%. Kompos digunakan pada dua aplikasi di lingkaran tanaman dan baris tanaman. Terdiri dari bakteri asam laktat (Lactobacillus Spp) bakteri fotosintetik (Rhodopseudomonas Spp). melainkan telah digunakan perkebunan kelapa sawit dan tebu semenjak tahun 2005.

(bebe) PEMBIBITAN A. penyerapan teknologi EM4 bisa merata dan meluas supaya tidak terkonsentrasi di Jawa dan Sumatera. tikus. dapat dilakukan di daerah pedalaman asalkan didukung infrastruktur supaya harganya terjangkau. beruang. mudah aplikasi dan aman bagi lingkungan. Bibit memerlukan banyak .Keunggulan EM4 adalah sebagai pelopor pertanian organik memberikan harga murah. Kalimantan. Sumatera Selatan terutama petani dan perusahaan perkebunan sawit. Lokasi Pembibitan • • Tanah/arealnya rata/datar. Pemasaran EM4 diperluas sampai ke Jambi. “Harga bisa ditekan agar daya beli masyarakat jauh lebih tinggi. babi. untuk daerah yang rawan hama (gajah. dipelihara selama 9 – 12 bulan sampai siap untuk dapat ditanam Umur bibit yang dapat ditanam di areal pertanaman : paling muda : 8 bulan ideal : 12 bulan paling tua : 24 bulan. Bibit perlu disiram 2 kali sehari jika tidak turun hujan yaitu dari pagi sampai pukul 11.000-25. Tetapi. Target penjualan 100 ton per bulan tahun ini bisa tercapai dan tahun 2012 diprediksi ada kenaikan 10-20%. Irian Jaya. Tahapan Pembibitan • • • o o o Pre Nursery (pembibitan awal) selama 3 bulan pertama dengan polibag kecil Main Nursery (pembibitan utama) bibit dipindahkan ke dalam polibag besar.00 wib. Dekat dengan sumber air dan airnya tersedia sepanjang tahun. Harga variatif Rp 20.000 per liter. dan landak B.” pungkas Agus. Ini juga tergantung pada jauh dekatnya lokasi. Harapan Agus.00 wib siang dan sore mulai pukul 16. Jika areal datar tidak diperoleh dapat juga digunakan areal bergelombang atau berbukit namun perlu dibuat teras-teras yang disesuaikan dengan kemiringannya asal saja jaringan penyiramannya mampu mencapai tempat tertinggi atau terjauh.

5 0.000 405.40 x jumlah pohon/ha Kerapatan 130 ph/ha (9. Perhitungannya adalah : Seleksi kecambah Seleksi di pembibitan awal Seleksi di pembibitan utama Cadangan penyisipan : 2. Bila rencana penanaman dalam jumlah banyak. Air harus bersih dan tidak beracun. pengangkutan agar diusahakan dengan cargo (angkutan) udara Benih yang sudah diterima agar ditempatkan di tempat yang teduh kemudian segera ditanam karena paling lama hanya dapat bertahan 3-5 hari dari tempat penghasil benih Kebutuhan benih dan luas pembibitan : Kebutuhan Benih 90.000 540.5% : 10% : 15% : 5% Kebutuhan kecambah = 100/97.000 162.• • • • air yaitu 0.4 0.400 344.100 .000 180. Kebutuhan dan Pengadaan Bibit • • o o o o • • Kebutuhan bibit/kecambah sebanyak 140% dari jumlah yang akan ditanam.000 450. Untuk tempat yang agak jauh dari sumber benih. Dekat dengan areal yang akan ditanami jika mungkin ditengah lokasi untuk mengurangi biaya angkutan bibit.7 0.0 Bibit ke Pembibitan utama 81.650 275.000 360.5 x 100/90 x 100/85 x 100/95 = 1.000 270.000 486.000 324.850 137. dekat dari pengawasan dan mudah dikunjungi Dekat dari sumber tanah untuk pengisi kantong plastik (top soil) karena tiap kantong besar membutuhkan 20-25 kg tanah C.4 m) diperlukan kecambah 180/ha Kerapatan 143 ph/ha (9.9 1. pemesanan sebaiknya bertahap sesuai dengan fasilitas dan tenaga yang ada. Drainasenya baik/arealnya tidak tergenang Aman dari gangguan hama berupa binatang besar maupun serangga.000 Luas Pembibitan utama (ha) 6 12 17 23 29 35 Luas areal yang akan Ditanami (ha) 500 1000 1500 2000 2500 3000 Keterangan : Bibit Yang Ak Ditanam ke Lapangan 68.700 206.000 243.0 m) diperlukan kecambah 200/ha Sistem tanam segitiga sama sisi • • • • Kecambah dibeli 12 bulan sebelum rencana penanaman.250 413.2 0.25 – 2 liter tergantung dari umur dan kondisi bibit.000 Luas Pembibitan awal (ha) 0.

3 liter/hari Pembibitan utama : Kebutuhan Air/pokok/hari ( liter ) 1 (sprinkler 1. Bagaimana dengan persediaan tenaga yang ada.12 Sumber data :Pusat Penelitian Perkebunan Marihat – Bandar Kuala (1992) F. Bagaimana dengan keadaan areal pembibitan tersebut apakah rata atau bergelombang. Penyiraman Bibit Sistem penyiraman yang harus digunakan perlu dipertimbangkan : • • • • • Berapa luas pembibitan yang akan dibangun dan berapa lama atau berapa tahun akan digunakan. Jika terlalu jauh maka perlu pertimbangan lain apakah pompa yang digunakan mampu.000 polibag dan pembibitan utama ± 14.000 polibag Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) • Standard kebutuhan per ha pembibitan tenaga kerja : 5–6 hk per hari D. Instalasi penyiraman .1 – 0.500 bibit/hk Berapakah debit air yang ada terutama pada musim kemarau. Penggunaan sprinkler memerlukan tenaga kerja yang lebih sedikit 4. kebutuhan air per pokok : 0.o o Perhitungan tersebut menggunakan standar seleksi di pembibitan awal 10% dan pembibitan utama 15% Untuk areal seluas 1 ha dapat digunakan untuk pembibitan awal sebanyak 500.5 liter/hari. Kebutuhan Air Bibit • • Pembibitan awal. Jika penggunaannya cukup lama atau akan digunakan lebih dari 5 tahun mungkin pemakaian sprinkler akan lebih menguntungkan karena akan memperkecil biaya penyusutan dari instalasinya. Jika cukup dekat penggunaan sprinkler mungkin cukup baik. Demikian pula dengan luasnya. sisanya untuk peresapan dan pengaliran di permukaan) E. Rata dengan sprinkler lebih baik. Untuk 1 ha dibutuhkan lebih dari 77 m3/hari (bibit saja 2. Cara ini dilakukan dengan membangun bak penampung ditempat yang tertinggi dan baru dialirkan ke tempat yang lebih rendah Berapa jauh sumber air (sungai atau kolam air) dari pembibitan. luas hendaknya sesuai dengan kapasitas pompa yang akan digunakan.000 bibit/hk sedangkan secara manual 2. bergelombang dengan semi mekanis akan lebih murah dimana dapat memanfaatkan tenaga gravitasi.5 jam) 2 (sprinkler 1 jam 45 menit) 3 (sprinkler 2 jam Umur Bibit ( bulan ) 0–3 3–6 6 .

2 m . Untuk 8 ha pembibitan diperlukan 30 sprinkler. jarak antar bedengan 0.5 HK/bed Tepi bedengan diberi batas dengan bambu atau papan Jumlah bahan digunakan : 4 bambu @ 6 m dan 5 papan/bed Menabur Pasir .6 kg/cm2) Kekuatan pompa 18-20 HP untuk 8 ha pembibitan G. 2 line pipa distribusi • • • Kebutuhan air ± 75 m3/ha/hari. Pada tiap pipa distribusi terdapat 8 – 10 sprinkler yang berjarak 9 – 18 m 4.8 m Jumlah bibit dalam satu bedengan : 840 bibit Kebutuhan tenaga untuk membuat bedengan : 1. Efisiensi 30-40% Pompa berdaya pancar 45 psi (3. Pembibitan Awal (Pre Nursery) Persiapan Areal • • • Areal yang sudah di buka (LC) dibersihkan dan diratakan Kebutuhan bahan/tenaga : Manual 20 HK/Ha dan mekanis 6 JKT (Jam Kerja Traktor) per ha Kebutuhan areal 1 m2 untuk 70 bibit pada pembibitan awal Membuat Bedengan • • • • • Ukuran bedengan : lebar bedengan 1. Pipa utama 4 inch dilengkapi dengan kran (valve) ke pipa distrubusi 2 inch. Tiap sambungan dilengkapi stand pipes 0. Pipa induk 6 inch dari rumah pompa 2.Secara Manual Air dihisap dari sungai dengan menggunakan pompa air dan dialirkan ke areal pembibitan dengan menggunakan pipa dan selang • • • • Pipa primer 6 inch ditempatkan ditengah-tengah lapangan Cabang I dengan pipa 2 inch Cabang II dengan pipa 1 inch yang disambung dengan selang plastik 25 m yang ujungnya diberi gembor Penyiraman dilakukan dengan tenaga manusia Sprinkler • Penggunaan pipa : 1.75 inch yang dipasang berdiri dan ujungnya dilengkapi dengan nozzle yang dapat memancarkan air dan berputar karena aliran air 3.

setelah dua daun keluar (1. Atap dari pelepah kelapa sawit atau dari shadownet. Jumlah bahan yang digunakan : 7 bambu/bed @ 6 m dan 10 pelepah/bed Jumlah kebutuhan tenaga kerja membuat naungan : 1 HK/bed Mengumpulkan Tanah/Media Tanam • • • • • • • Media tanam menggunakan top soil (kedalaman 20-30 cm) tanah mineral dengan tekstur lempung. batuan dan sampah lainnya.5 m3/HK sedangkan secara mekanis 8 JKT/Ha Jumlah kebutuhan tenaga kerja untuk mengayak 3 m3/HK Ukuran Polybag • • • • Ukuran polybag kecil 0. Hasil pengayakan ± 60% (dari 1m3 diperoleh ± 1.075 mm x 15 cm x 23 cm lay flat. Luas naungan minimal sebesar bedengan dengan tinggi ± 2 m Bentuk naungan : tiang dibuat dari bambu atau besi siku setinggi 2 m.000 kg tanah) Bila tanah terlalu padat/liat dicampur dengan pasir perbandingan 3:1 Media tanam harus dicampur dengan 50 kg pupuk RP per ± 2 m3 tanah (± 1.• • • Bedengan ditaburi pasir secara merata sampai setebal 2 cm Jumlah kebutuhan pasir : 0. warna hitam Setelah diisi berukuran : diameter ± 10 cm dan tinggi ± 17.5 cm Lubang polybag berjumlah 12-24 dengan diameter 0. contoh Sevin atau Thiodan Jumlah dan jenis bahan digunakan : Sevin 85 EC dosis : 5 cc/l air/bed Jumlah kebutuhan tenaga kerja : 1 HK/30 bed Naungan • • • • • Pada tahap awal bibit harus diletakkan di bawah naungan.5 cm 1 kg Plb ± 200 lembar polybag kecil Mengisi Polybag .3 m3/bed Jumlah kebutuhan tenaga kerja : 0. dan jarak antar tiang 3 m.5 bulan) naungan dapat dikurangi sebesar 50% dan setelah daun ketiga keluar (2. kecuali di areal gambut dapat menggunakan tanah gambut Tanah diayak dengan saringan kawat 2 cm agar bersih dari akar.5 bulan) naungan harus sudah dihilangkan.000 polybag kecil) Jumlah kebutuhan tenaga kerja untuk mengumpulkan tanah secara manual 1.2 HK/bed Meracun Serangga • • • Dua hari sebelum digunakan bedengan disemprot dengan insektisida. rumputan.

v. • • • Jumlah kebutuhan untuk seleksi kecambah 5.• • • • • Empat minggu sebelum penanaman kecambah.000 kecambah/HK Pada saat diterima peti harus diletakkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari Setiap kantong kecambah harus dibiarkan terbuka selama beberapa menit untuk pergantian udara Menanam Kecambah • • • • • • Siram tanah di polybag sampai jenuh sebelum kecambah ditanam Kantong plastik kecambah dibuka dengan hati-hati dan letakkan kecambah di baki yang beralaskan goni basah yang telah direndam dalam larutan fungisida Thiram dengan konsentrasi 0. vi.000 unit/HK Seleksi Kecambah • • • • Kecambah normal : calon akar (radicula) dan calon batang (plumula) terlihat jelas. Tiap 1 m2 dapat memuat 70 polibag atau 840 polybag/bedengan Diusahakan air tidak akan menggenangi di bedengan dengan mengikis permukaan tanah yang tidak datar Jumlah tenaga kerja untuk menyusun polybag adalah 1. Radicula berujung tumpul seperti bertudung. agak kasar Plumula ujungnya tajam seperti tombak Kriteria kecambah yang abnormal : ® ® ® ® ® ® Calon akar/batang patah Calon akar/batang tidak tumbuh Calon akar/batang membengkok Calon akar/batang tumbuh satu arah Calon akar/batang busuk terserang cendawan Calon akar/batang layu karena terlalu kering i. polybag harus sudah diisi tanah dalam jumlah cukup Guncang polybag pada saat pengisian untuk memadatkan tanah dan diisi sampai mencapai ketinggian 1 cm dari bibir polybag Polybag disiram air setiap hari sampai tampak jenuh sebelum dilakukan penanaman dan diisi kembali dengan tanah bila diperlukan Jumlah tanah adalah 1 kg per polybag Jumlah kebutuhan tenaga kerja pengisian polybag 400 unit/HK Menyusun di Bedengan • • • • Polybag harus disusun secara tegak dan rapat di bedengan. iv.2% Kecambah diseleksi dan dihitung (% seleksi) Penanaman kecambah harus memperhatikan posisi radikula yang akan diposisikan arah ke bawah dan plumula yang akan diposisikan ke atas Kecambah ditanam dengan kedalaman sekitar 2-3 cm di bawah permukaan tanah polybag (dilobang dengan ibu jari) Polybag disiram sampai jenuh setelah kecambah ditanam . ii. panjangnya 8-25 mm. iii.

2% (2gr/l air) Minggu ganjil (minggu ke 5. 12) dengan pupuk majemuk (contohnya Rustika) 15. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 13.400 bibit/HK atau 10 bed/HK Konsolidasi Bibit  Dilakukan 1 kali/minggu meliputi : . sore hari jam 15. 7.00 wib – selesai paling lambat jam 11.6. 9.15. 10. Bila pagi harinya hujan turun (> 10 mm) maka tidak perlu penyiraman pagi dan sore.2% Cara dilarutkan pupuk dalam gembor : 10 gr Urea atau 10 gr pupuk majemuk dalam 5 liter air untuk 500 bibit Pemupukan dilakukan pagi hari setelah selesai penyiraman pertama/pagi Jumlah kebutuhan tenaga kerja 8. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 13.00 wib – selesai Bila malam sebelumnya turun hujan (> 8 mm) dan tanah di polybag masih basah maka penyiraman hanya dilakukan sore hari saja.500 bibit/HK atau 16 bed/HK Pemeliharaan Drainase • • • • Mengalirkan air yang tergenang di areal pembibitan Diperiksa agar air jangan tergenang di polybag Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 6-8 ha/HK Rotasi yang diperlukan 1 x /minggu Pemupukan • • • • • Minggu genap (minggu ke 4. 6. Kecambah yang memiliki persilangan yang sama ditanam pada bedengan yang sama.00 wib. 11) dengan urea 0.500 bbt/HK (16 bed/HK) Pengendalian Gulma • • • • • Dilakukan 1 x tiap 2 minggu Cara pelaksanaan adalah manual tidak boleh dengan herbisida Pengendalian dengan mencabut rumput dan gulma lain di dalam polibag dan yang berada di antara polibag Sekaligus melakukan konsolidasi dengan menambah tanah pada polibag apabila kekurangan.4 konsentrasi 0.• • • • Diberi naungan sesuai iklim setempat Sebaiknya penanaman dilakukan secara beregu. 8. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk menanam kecambah 1.000 bbt/HK Penyiraman • • • • • Bibit disiram 2 x sehari Jam penyiraman : 07.

24 Banyak daun 5.3 + 2.000 bibit/HK Standar Pertumbuhan Bibit kelapa sawit Umur (bulan) 4.2 8.5 101.9 + 1.96 + 0.84 + 0.9 + 5.14 6.1 15.0 Diameter (cm) 1.15 5.1 + 3.9 126.6 + 0.400 bibit/HK atau 10 bed/HK Tata cara seleksi Bibit di pre-nursery • • • • Angkat dan singkirkan semua bibit afkir dari bedengan sebelum dilakukan pemindahan bibit sehat ke polybag besar Musnahkan semua bibit afkir Catat dan laporkan bibit yang diafkir Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 5.8 + 0.3 15.50 + 0.3 + 0.6 88.02 1.000 bibit/HK atau 5 bed/HK • Pengendalian Hama dan penyakit • • • • Pengamatan hama ataupun penyakit dilakukan setiap hari Pengendalian dilakukan dengan cara manual Apabila gangguan hama/penyakit sudah pada tingkat yang lebih berat maka dilakukan dengan penyemprotan insektisida.56 + 0.3 39.3 11.4 64.1 52.8 + 0.5 6 7 8 9 10 11 12 Tinggi (cm) 26.0 13.30 + 0.12 3.0 + 1.70 + 0.33 5.9 + 7.4 Sumber data :Pusat Penelitian Perkebunan Marihat – Bandar Kuala (1992) Beberapa ciri Fisik bibit yang di-afkir .o o o Menambah tanah yang kurang Menegakkan polibag yang miring Menukar bibit yang mati dengan bibit pada bedengan terakhir yang biasanya tidak penuh Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 4.2 10.8 + 0.02 2.3 15.84 + 0.0 + 0.6 + 0.0 + 0. fungisida dengan rotasi 1 kali/minggu Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 8.04 4.02 + 0.2 + 1.1 114.3 + 0.

• • • • • • • •

Pucuk bengkok atau daun berputar : akibat penanaman kecambah yang terbalik atau faktor genetik Daun lalang atau daun sempit (narrow grass leaf) : akibat faktor genetik Daun kerdil dan sempit (stump/little leaf) Daun menyempit dan tegak (acute/erect leaf) Daun yang menggulung (rolled leaf) : akibat factor genetic Daun berkerut/keriput (crinkle leaf) : akibat factor genetic Daun melipat (collante) : akibat kekurangan air Bibit kerdil (stunted) : akibat factor genetic Chimaera : sebagian atau seluruh daun secara seragam berubah pucat atau bergaris kuning terang yang sangat kontras dengan warna hijau gelap dan jaringan yang normal Bibit dengan serangan penyakit berat

H. Pembibitan Utama (Main Nursery)
Persiapan Areal
• • • • •

• • •

Areal Pembibitan dekat dengan sumber air atau sungai Areal datar dengan penggunaan areal 1 ha untuk 14.000 bibit Dibuat parit drainase mengikuti pipa sekunder dari jaringan pipa penyiraman Ukuran parit lebar dasar 30 cm, lebar atas 70 cm, dalam 40 cm Bila penyiraman dengan sprinkler hendaknya dibuat dulu desainnya dan penempatan pipa-pipanya Bila diperlukan buat pagar keliling 150 m dengan kawat. Jarak antara tiang 3 m, tinggi pagar 1,5 m Jumlah tenaga kerja untuk membuat pagar 100 m/HK Transplanting ke main nursery dilakukan pada bibit berumur 3-4 bulan atau memiliki 4-5 helai daun

Memancang
• • •

Umur bibit 8-10 bulan : jarak pancang 70 x 70 x 70 cm (23.000 bibit/ha) Umur bibit ≥ 10 bulan : jarak pancang 90 x 90 x 90 cm (14.000 bibit/ha) Kebutuhan tenaga kerja memancang 1.000 pancang/HK

Mengumpulkan Tanah

Metode sama dengan pembibitan Pre-Nursery

Tanah di polybag besar harus dilubangi dan selanjutnya dimasukkan 100 g pupuk RP ke lubang polybag besar sebelum bibit ditanam

Ukuran Polybag
• • • •

Ukuran polybag besar adalah 0,15 mm x 35 cm x 50 cm lay flat Setelah diisi tanah diameter ± 23 cm dan tinggi ± 39 cm ; warna hitam Lubang empat baris perforasi berjarak 5 cm x 5 cm Tebal polibag harus merata tidak ada tebal tipis

Mengisi Polybag
• • • •

• •

Polybag harus sudah siap diisi tanah minimal 4 minggu sebelum transplanting dari PN untuk mendapatkan tingkat kepadatan tanah yang stabil. Polybag harus dibalik sebelum diisi tanah agar polybag dapat berdiri tegak dan silindris Persiapan media tanam dan isikan ke dalam polybag. Hindarkan pemadatan tanah dalam polybag dengan cara menekan kuat ke arah bawah Guncang polybag pada waktu pengisian untuk memadatkan tanah dan mencegah agar tidak ada bagian yang mengkerut atau terlipat sehingga ketinggian tanah dapat mencapai 2,5 cm dari bibir polybag. Jumlah polybag 1 kg = 18 lembar; 1 plb ± 20 kg Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 100 unit/HK

Menyusun Polybag
• • • • •

Polybag disusun di areal bibitan yang sudah dipancang Menyeragamkan cara peletakan (contoh di selatan pancang). Pancang tidak boleh dicabut Setiap 5 baris dikosongkan 1 baris untuk jalan pemeliharaan bibit Kedua tangan pekerja harus berada pada dasar polybag dan tidak dibenarkan 1 tangan menyengkeram bibit polybag bagian atas Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 100 – 150 unit/HK

Menanam/Transplanting di Polybag Besar
• • • • •

Tanah di polybag dilubangi sebesar ukuran polybag kecil dengan alat berupa bor tanah atau yang dibuat dari pipa 4 inch Jumlah tenaga kerja untuk melubangi 250 unit/HK Bibit yang telah memenuhi syarat (umur 3 bulan, daun 3-4, bentuk sempurna) diangkut dengan kotak papan, diecer ke tempat polybag Jumlah tenaga kerja untuk mengecer 700 bibit/HK Penanaman dilakukan : bibit di polybag kecil dipegang miring, dasarnya disayat keliling kemudian dilepas. Dimasukkan ke dalam lubang polybag besar. Sambil menahan bibit polybagnya ditarik/dilepas. Tanah diratakan dan dipadatkan Jumlah tenaga kerja untuk menanam 100 bibit/HK

Penyiraman Bibit

• • •

Bibit disiram 2 kali/sehari : pagi; jam 7.00 – selesai selambat lambatnya jam 11.00, sore jam 15.00 – selesai Jumlah tenaga kerja 2.500 bibit/HK Apabila malam sebelumnya turun hujan dan tanah di polibag masih basah maka penyiraman hanya dilaksanakan sore hari. Bila hujan pagi hari cukup lebat (> 10 mm) maka sampai sore bibit tidak perlu disiram. Kebutuhan air bibit : 1-3 bl = 1.0 ltr; 3-6 bl = 1.5 ltr; > 6 bl = 2 ltr

Pengendalian Gulma
• • • • •

Dilakukan 2 minggu sekali Penyiangan dilakukan dalam polibag dan di luar polibag Dalam polibag penyiangan dilakukan secara manual Di antara polibag rumput-rumput disemprot dengan 2 kg karmex + 2,2 ltr gramoxone/450 ltr air/ha bibitan Tenaga kerja diperlukan untuk penyiangan 0,7 ha/HK atau 8.000 bibit/HK

Pemberian Mulsa
• • • • •

Pada daerah yang terlalu kering/panas, bibit dalam polybag harus diberi mulsa Mulsa diberikan secara merata di atas permukaan tanah dalam polybag segera setelah bibit ditanam Mulsa yang dianjurkan adalah cangkang, jerami ataupun lalang kering Jumlah cangkang sawit yang diperlukan 0,5 kg/polibag Jumlah tenaga kerja diperlukan adalah 2.500 bibit/HK

Konsolidasi Bibit
• • • • •

Konsolidasi bibit dilakukan 1x/bulan Menegakkan polibag-polibag yang miring Mengganti/membalut polibag yang pecah Menambah tanah di polybag (hanya sampai umur 6 bulan) Jumlah tenaga kerja diperlukan 2.000 bibit/HK

Pemeliharaan Parit drainase
• • •

Mengalirkan air yang tergenang 1 kali/minggu Mendalamkan parit pada ukuran semula Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 6-8 ha/HK

Pemupukan
• • • •

Dimulai pada minggu ke 2 setelah bibit di transplanting Jenis pupuk : pupuk majemuk (contoh Rustika) R 15.15.6.4 dan R 12.12.17.2 serta pupuk Kieserite atau Dolomit Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 3.000 bibit/HK atau 5 HK/ha bibit Cara pemupukan : Buat takaran pupuk sesuai dengan dosis

i.

0 10.0 7.5 5.0 20.0 - RI 2. iii.0 15.0 10.0 5.0 15.0 20.0 15.5 - .0 22.0 15.0 20.5 22.0 10.0 15.5 7.5 10. Pupuk ditaburkan merata pada permukaan tanah di polybag melingkar/keliling sejauh 10 cm dari bibit Pupuk tidak boleh menyentuh bibit Pelaksanaan setelah penyiraman pertama Dosis Pemupukan Pembibitan Utama Umur Bibit (Minggu) 2 3 4 5 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 Dosis Pupuk (gram/pohon) R II 10. iv.0 10.0 7.5 10.5 7.0 15.0 10.ii.0 20.0 15.0 15.0 - K atau D 10.5 2.0 10.

2 = Kieserite = Dolomit 25. hama dikutip kemudian dimusnahkan Jumlah kebutuhan tenaga kerja 2.5 Keterangan : R I R II K D Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) Pengendalian Hama Penyakit • • • • • • • Pengamatan dilakukan secara rutin 1 x/minggu untuk mengetahui ada tidaknya serangan hama/penyakit Cara pengendalian pada saat serangan awal/ringan secara manual.5 117.0 25.6. Semprot (cc/pk) 25 50 100 Tenaga (bibit/HK) 5.00 Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) Gejala Serangan hama/penyakit & Pengendalian .0 230 15.15.38 40 Jumlah • • • • 50 = Rustika 15.000 bibit/HK Kebutuhan Larutan Semprot Umur (bulan) 4–6 7–9 10 .0 80 22.12. Penyemprotan dilakukan setelah penyiraman pagi dan ditambahkan dengan perekat.000 bibit/HK Bila dari hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan gejala serangan maka dapat dikendalikan dengan penyemprotan pestisida.000 3.12 Vol.17.000 1.4 = Rustika 12. Khusus bibit yang terkena penyakit dan mudah menular harus dipisahkan dari bibit sehat Jumlah kebutuhan tenaga kerja 3.

9. 12 bulan dan pada persiapan pengiriman bibit ke lapangan Tata cara pelaksanaan seleksi bibit : Berikan tanda dengan cat warna putih di polybag setiap bibit afkir/abnormal Catat dan dibuat berita acara semua bibit afkir Bibit afkir dikeluarkan dari blok bibitan dan dimusnahkan.Keterangan : T S : Semprot : Tabur : Minggu Mgg Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) Seleksi Bibit • • o o o Seleksi dilaksanakan dengan tahapan umur bibit 6.000 bbt/HK • . jumlah bibit afkir selama di main nursery antara 10-15 % Jumlah tenaga kerja dibutuhkan 3.

daun tumbuh dengan sudut yang sangat sempit/tajam terhadap sumbu vertikal sehingga seperti tumbuh tegak. Gejala berat akibat factor genetic. sehigga tajuk bibit terlihat rata Short internode Jarak antara anak daun pada tulang pelepah (rakhis) terlihat dekat dan bentuk pelepah tampak pendek Wide internode Jarak antara anak daun pada rakhis terlihat sangat lebar. gejala ringan disebabkan karena kekurangan air Chimaera • o • o • o • o • o • o • o • o • . Bibit terlihat sangat terbuka dan lebih tinggi dari normal Anak daun yang sempit (narrow leaf) Bentuk helai daun tampak sempit dan tergulung sepanjang alur utamanya (lidi) sehingga bentuknya seperti jarum Anak daun tidak pecah (juvenile) Helai anak daun tetap bersatu seluruhnya atau tidak pecah Daun berkerut (crinkle leaf) Daun terlihat berkerut.Ciri bibit abnormal di Main Nursery • o Kerdil (runt/stunted) Bibit yang pertumbuhan vegetatifnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan bibit sehat seumurnya Bibit erect Faktor genetis. Bibit yang layu dan lemah (limp) Penampilan pucat dan pertumbuhan daun muda cenderung lebih pendek dari yang seharusnya Bibit flat top Faktor genetik. daun yang baru tumbuh dengan ukuran yang makin pendek dari daun tua.

pelepah bengkok dan mudah patah Blast Bibit berubah secara progresif ke arah coklat dan perlahan dimulai dari daun yang tua bergerak ke daun yang lebih muda Terserang hama dan penyakit Terserang busuk pucuk dan hama/penyakit yang harus dipisahkan • o • o • o Persiapan Pemindahan Bibit ke Lapangan • o Pemutaran bibit (rotating) Bibit diputar pada tempatnya dua minggu sebelum dikirim ke lapangan. Setelah bibit diputar harus disiram air dengan cukup setiap hari sampai waktu pengiriman ke lapangan Perlakuan Bibit untuk Persiapan Pengangkutan Menjelang persiapan tanam bibit dikumpulkan rapat. setiap kelompok terdiri 100-200 bibit.o Sebagian atau seluruh daun secara seragam berubah menjadi pucat atau bergaris kuning terang yang sangat kontras dengan warna gelap dari jaringan yang normal Crown Diseases Faktor genetik. Bibit disusun satu lapis di atas truk dan disiram sebelum berangkat ke lapangan • o .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful