TEKNIK APLIKASI HERBISIDA Junita Sinambela/070301054 Mahasiswi Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

, Medan.

ABSTRAK Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan pada ketinggian tempat 25 m dpl. Percobaan ini bertujuan umtuk mengukur aplikasi perlakuan herbisida yang seragam pada suatu areal, sehingga diperoloh hasil pengendalian yang efektif dan efisien. Percobaan ini menggunakan air, dan knapsock. Luas areal yang dikalibrasikan panjangnya16,25 m dan lebar 1,95 m dengan volume awal 10 liter/ha. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa air yang digunakan untuk luas areal tersebut 2,5 liter/ha dan volume yang diperlukan sebanyak 788,892 lite/hr, volume semprot untuk dosis herbisida 2 liter/ha sebanyak 788,8983 liter/ha dan untuk volume semprot dengan dosis herbisida 3 liter/ha sebanyak 788,8995 liter/ha. Kata Kunci: kalibrasi, air, volume semprot PENDAHULUAN Pengendalian gulma dewasa ini di Indonesia cukup berkembang disbanding pemanfaatan sumber daya dan eradikasi gulma itu sendiri. Cara pengendalian dapat dilakukan secara fisik (manual, mekanis, pemanfaatan dan kultur teknis), biologi dan kimia (herbisida). Pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida sudah banyak diterapkan di lapangan baik pada budidaya komoditas tanaman perkebunandan industri maupun tanaman pangan, hortikultura dan perairan. Hal ini disebabkan oleh kelangkaan tenaga kerja di tingkat usaha tani, serta banyaknya pilihan herbisida yang efektif dan selektif sebagai haerbisida pra tumbuh dan purna tumbuh sesuai dengan komoditas tanaman yang dibudidayakan (Tjitrosemito, 2004). Herbisida adalah suatu bahan kimia (pestisida) yang digunakan untuk membunuh atau mencegah pertumbuhan gulma. Cara yang paling efektif untuk menanggulangi gulma ialah menggunakan herbisida dalam kombinasi dengan cara pengendalian lainnya. Keuntungan penggunaan herbisida yaitu: a) Menggunakan herbisida menghemat tenaga. b) Herbisida dapat dapat digunakan dalam lingkungan apapun. Sedangkan kerugian penggunaan herbisida adalah: menggunakan herbisida yang sama terusmenerus mengakibatkan berkembangnya gulma, khususnya jenis tahunan yang sulit dikendalikan dengan herbisida (Sebayang, 2005). Proses aplikasi herbisida menyangkut berbagai aspek antara lain: 1) Penyediaan larutan yang sesuai. 2) Pembuatan butiran cairan semprot. 3) Gerakan butiran cairan semprot kepada sasaran. 4) Impak butiran pada sasaran (Sukman dan Yakup, 2002). Di dalam melakukan kalibrasi terdapat tiga faktor penting yang menentukan keberhasilan kalibrasi yakni: Ukuran lubang nozel.− Tekanan dalam tangki alat semprot.−

Kecepatan pergerakan (berjalan) aplikator.− (Anderson, 1977). BAHAN DAN METODE Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan pada tanggal 18 April 2007 dengan ketinggian tempat 25 m dpl. Percobaan ini menggunakan air sebagai pelarut herbisida, gelas ukur untuk mengukur herbisida yang akan digunakan, ember plastik sebagai tempat menaruh air, glifosat sebagai herbisida yang akan diaplikasikan, dan Knapsock Sprayer sebagai alat semprot. Sebelum mengkalibrasikan air pada pelataran parkir, ditentukan terlebih dahulu volume awal dengan rumus: Volume yang diaplikasikan = Volume yang diperlukan Luas areal perlakuan Luas areal yang akan diberi perlakuan Kemudian ditentukan banyaknya volume semprot yang diperlukan untuk dosis herbisida 2 liter/ha dan 3 liter/ha. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Volume larutan yang diketahui (V1) = 10 L Volume larutan yang tertinggal dalam tangki (V3) = 7,5 liter Volume semprot (V2) = V1 – V3 = 2,5 liter Lebar Lahan = 1,95 m Panjang Lahan = 16,25 m Luas Lahan = P x L = 31,69 m2 Volume yang diaplikasikan = Volume yang diperlukan Luas areal perlakuan Luas areal yang akan diberi perlakuan V = 2,5 x 10000 = 788,892 liter 31,69 Dosis Herbisida 2 liter = (2 x 31,69 ) : 10.000 = 0,006 liter Dosis Herbisida 3 liter = (3 x 31,69 ) : 10.000 = 0,0095 liter Volume semprot per Hektar Dosis Herbisida 2 liter = 788,892 + 0,0063 = 788,8983 liter Volume semprot per Hektar Dosis Herbisida 3 liter = 788,892 + 0,0095 = 788,8995 liter Pembahasan Dari hasil percobaan dengan mengkalibrasikan air pada luas lahan 31,69 m2, maka diperoleh volume semprot dengan dosis herbisida 2 liter/ha sebanyak 788,8983 liter/ha. Dan volume semprot dengan dosis herbisida 3 liter/ha sebanyak 788,8995 liter/ha. Sehingga dapat disimpulkan bahwa volume air yang akan digunakan untuk mengaplikasikan herbisida dengan dosis anjuran 2 liter/ha dengan dosis anjuran 3 liter/ha yang diaplikasikan pada luas areal yang sama membutuhkan volume air yang

tidak jauh berbeda tetapi harus tetap diperhatikan kesesuaiannya. Hal ini sesuai dengan literatur dari Sukman dan Yakup (2002) yang menyatakan bahwa penyediaan larutan yang sesuai merupakan salah satu aspek penting dalam proses aplikasi herbisida. Di dalam melakukan kalibrasi ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan kalibrasi yaitu ukuran lubang nozzle, tekanan dalam tangki alat semprot, dan kecepatan berjalan aplikator. Ketiga faktor tersebut harus diatur sedemikian rupa sehingga diperoleh suatu volume larutan herbisida tertentu yang dapat dilepaskan melalui lubang nozzle pada setiap waktu yang dikehendaki. Hal ini sesuai dengan literatur Anderson (1977) bahwa di dalam melakukan kalibrasi terdapat tiga faktor penting yang menentukan keberhasilan kalibrasi yakni ukuran lubang nozel, tekanan dalam tangki alat semprot, dan kecepatan pergerakan (berjalan) aplikator.

KESIMPULAN 1. Pada luas lahan 31,69 m2 dengan volume awal 10 liter dan volume akhir 7,5 liter maka diperoleh volume yang diperlukan sebanyak 2,5 liter. 2. Pada luas lahan 31,69 m2 dengan dosis herbisida 2 liter/ha maka diperoleh volume semprot sebanyak 788,8983 liter/ha. 3. Pada luas lahan 31,69 m2 dengan dosis herbisida 3 liter/ha maka diperoleh volume semprot sebanyak 788,8995 liter/ha. DAFTAR PUSTAKA Anderson, W.P., 1977. Weed Scince. West Publishing, Los Angeles. Sebayang, H. T., 2005. Gulma dan Pengendaliannya Pada Tanaman Padi. Unit Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang Sukman, Y., dan Yakup, 1995. Gulma dan Teknik Pengendaliannya, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta. Tjitrosemito, S., Sri S.T., dan Imam M., 2004. Prosiding Konferensi Nasional XVI Himpunan Ilmu Gulma Indonesia SEAMEO BIOTROP, Bogor, 15-17 Juli 2003. Bogor-Indonesia.

R. MS) (P. 19599072 819870 21 001 Diketahui Oleh: .P. Toga Simanungkalit. 070301019 JUNITA SINAMBELA 070301054 Medan. 070301055 ARJUNA A. NUSANTARA II KEBUN SAWIT SEBERANG LAPORAN OLEH : NICKY ARDIANSYAH L. NUSANTARA II KEBUN SAWIT SEBERANG Waktu : Bulan Juni sampai Juli 2010 Peserta PKL : NICKY ARDIANSYAH L. Sijabat) NIP.R.P.PRAKTEK KERJA LAPANGAN DI PTP./070301019 JUNITA SINAMBELA/070301054 DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2010 Judul Kegiatan : PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) DI PTP./070301055 ARJUNA A. Juli 2010 Disetujui Oleh: Dosen Pembimbing Lapangan Asisten Pembimbing Lapangan (Ir.

Juli 2010 Penulis . 7.) (Prof. 1959010 519860 11 001 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.D selaku ketua Departemen Budidaya Pertanian Universitas Sumetra Utara. Nusantara II Kebun Sawit Seberang yang telah membantu dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Medan. selaku manajer PTPN II Kebun Sawit Seberang.D. M.Manajer PTPN II Ketua Departemen Kebun Sawit Seberang Budidaya Pertanian FP-USU (Ir. Nusantara II Kebun Sawit Seberang. Toga Simanungkalit. Medan. 5. Ir. Bapak Ir. Sijabat. selaku asisten personalia PTPN II Kebun Sawit Seberang. Medan. Bapak Prof. 2. Medan. 8. untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan ini. Bapak P. Bapak David Ginting. Bapak Ir. S. Praktek Kerja Lapangan ini merupakan program yang wajib dilakukan oleh setiap mahasiswa-mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Seluruh karyawan PTP. Edison Purba Ph. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan laporan ini. karena atas berkat dan rahmat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini dengan baik. Zulkifli Nasution. R Malau selaku asisten kepala Rayon Sawit Seberang (SWS) dan . SP selaku asisten afdeling IX di PTP. Ir. M Triwahyudi selaku asisten kepala Rayon Babalan (BBN) PTPN II Kebun Sawit Seberang 6. Bapak Ir. Edison Purba. Akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih. Ph. Universitas Sumatera Utara. Ph. W Sasongko MM. W Sasongko MM.. 4. MS selaku dosen pembimbing Praktek Kerja Lapangan (PKL).Sos.) NIP. 3. Bapak Ir.Sc. Bapak Ir. D. Praktek Kerja Lapangan ini dilaksanakan di PTPN II Kebun Sawit Seberang. selaku dekan Fakultas Pertanian.

1 Pre Nursery (Pembibitan awal) 17 .2 Iklim 4 2.2.2 Tujuan Praktek Kerja lapangan 2 II.1 Sistem Administrasi Kebun 14 III.2.4 Luas Areal 4 2.3 Topografi dan Jenis Tanah 4 2.2 Lingkungan Fisik 3 2.1.1 Latar Belakang 1 1.2.1 Letak geografis 3 2.4.2. GAMBARAN UMUM LOKASI PKL 3 2.3 Struktur Organisasi Kebun 7 2.1 Sejarah Kebun 3 2.4 Sistem Administrasi 14 2. PENDAHULUAN 1 1.1 Pembibitan 17 3. KEGIATAN BUDIDAYA KELAPA SAWIT 17 3.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii DAFTAR TABEL iii DAFTAR LAMPIRAN iv DAFTAR GAMBAR v I.

4 Pengendalian Hama dan Penyakit 32 3.3.6 Perhitungan Angka Kerapatan Panen (AKP) 41 3.7 Pengendalian Hama dan Penyakit 28 3.3.8 Pelaksanaan Panen 43 IV.2 Kriteria Matang Panen 38 3.3 Tanaman Menghasilkan (TM) 29 3.3. LAMPIRAN .3.3.3.1 Pembuatan Pasar Kontrol 25 3.3.6 Pemeliharaan Piringan Pohon 27 3.5.5.2.2 Pemupukan 31 3.2 Pemeliharaan Jalan 25 3. TOPIK PERMASALAHAN DI LOKASI PKL 49 VI.5.3 Pembagian Kapveld Menurut Rotasi Panen 40 3.4 Ancak Panen 40 3.1 Pengertian Panen 38 3.5. DAFTAR PUSTAKA VIII.5 Panen dan Pengumpulan 34 3.3.3.3.1.3 Pembuatan Parit Drainase 26 3.5. KESIMPULAN DAN SARAN 6.7 Peralatan Panen 42 3.5 Konsolidasi 26 3.2.3.2.5.3 Pemeliharaan Jalan 32 3.3.2 Main Nursery (Pembibitan Utama) 20 3.5.3.1 Kesimpulan 50 6.5 Sistem Panen 41 3.2.3.5.1 Pemeliharaan 29 3.2 Saran 50 VII.2.2.2. PROGRAM MAGANG BERSAMA PEJABAT/STAF/KARYAWAN 45 V.4 Penyisipan 26 3.2 Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) 24 3.

......... Kriteria Matang Panen dan Standard Antar Fraksi.DAFTAR TABEL No... 56 .......................................................... Fraksi Matang Panen pada Tanaman Kelapa Sawit.................... Bagan Struktur Organisasi Kebun Sawit Seberang…………………… 52 2......... 39 DAFTAR LAMPIRAN No... URAIAN Hal 1........... Jumlah Tegakan atau Populasi Tanaman Berdasarkan Umur........... Peta Kebun sawit Seberang…………………………………………… 53 3. 7 3................ URAIAN Hal.... Foto Peserta PKL……………………………………………………...... Luas Areal Kebun Sawit Seberang Per Tahun Tanam dan Luas Seluruhnya ........ 6 2.... Lay Out PKS Kebun Sawit Seberang………………………………… 54 4... 39 4.. 1..................

... Tempat Pengumpulan Hasil………………………………………...... Uraian Hal..... dibentuk berdasarkan PP No. disingkat PTPN II.... ....... 25 3...... Pasar Mati…………………………………………………………...... Tanaman TBM…………………………………………………….............. Perusahaan yang berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini merupakan penggabungan kebun-kebun di Wilayah Sumatera Utara dari eks PTP II dan PTP IX... 42 I... Penyiangan Manual………………………………………………........... Keadaan Topografi Kebun Sawit Seberang………………………… 5 2... 30 5.DAFTAR GAMBAR No..... Selain itu dikembangkan juga tanaman kelapa sawit di wilayah Irian Jaya yaitu di Kabupaten Manokwari dan Jayapura. tanggal 14 Februari 1996.. Gejala Serangan Oryctes…………………………………………..... Perhitungan AKP..... 34 9..... 1.............. 30 6.... 35 10. PENDAHULUAN 1............. Gejala Serangan Ganoderma……………………………………….1 Latar Belakang PT Perkebunan Nusantara II (Persero)........... 33 8.... Kondisi Jalan pada Areal TBM...... Pasar Pikul………………………………………………………… 36 11. 26 4....... 7 Tahun 1996.... Kondisi Jalan pada Areal TM ……………………………………… 32 7........

Secara khusus mahasiswa peserta PKL dapat mempraktekkan pengalaman atau ketrampilan yang akan diperoleh setelah menjadi sarjana. TM (Tanaman Menghasilkan). Salah satu langkah yang dilakukan adalah dalam bentuk praktek kerja lapangan (PKL). Setelah pendirian perkebunan kelapa sawit “Verenigde Deli Mastgchappij” (VDM) membangun Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) pada tahun 1927.577 ha. PTPN II Kebun Sawit Seberang pada awalnya dari perusahaan eks perkebunan Belanda yang bernaman “Verenigde Deli Mastgchappij” (VDM) yang dibuka dan ditanami kelapa sawit sejak tahun 1923. Untuk itu. Budidaya kelapa sawit diusahakan pada areal seluas 61.443 ha. karet. PTPN II dikenal sebagai produsen kelapa sawit yang berkualitas dan memiliki sumber daya manusia yang sangat berkompeten dibidangnya. tediri dari tebu sendiri (TS) 14. Mahasiswa peserta PKL dapat melakukan proses belajar bersama dengan peserta. PKS Sawit Seberang telah mengalami beberapa kali perbaikan dan penambahan kapasitas yakni dari 15 ton TBS . ketinggian dari permukaan air laut ±55 m. Alasan pesrta PKL mengadakan PKL di PTPN II Kebun Sawit Seberang Kabupaten Langkat. Dari keterangan diatas perguruan tinggi segera mengambil langkah alternatif agar mempersiapkan mahasiswa/i untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam industri kelapa sawit. serta memberi gambaran kepada mahasiswa mengenai dunia kerja yang akan dimasukinya setelah lulus sarjana.572 ha. II.1 Sejarah Kebun Kebun Sawit Seberang adalah salah satu kebun milik PT Perkebunan II yang berlokasi di Kabupaten Langkat Kecamatan Padang Tualang Propinsi Sumatera Utara. 2. Dimana jarak dari kota Medan ±78 km. Secara umum mahasiswa peserta PKL dapat memperoleh pengalaman atau ketrampilan langsung dilapangan sesuai dengan realita yang ada. 3.PTPN II mengusahakan komoditi kelapa sawit.860 hektar. gula dan tembakau dengan areal konsesi seluas 103. Perkebunan Nasional. Kemudian sejak berada dibawah pengawasan PT. sedangkan tanaman tembakau ditanam pada areal seluas 2. Dari kegiatan PKL diharapkan mahasiswa/i dapat menambah pengetahuan dan pengalaman. GAMBARAN UMUM LOKASI PKL 2. Mahasiswa PKL mampu menganalisa dan memecahkan permasalahan yang timbul pada tempat PKL. Salah satu perkebunan yang memiliki peranan yang sangat penting dalam mengembangkan industri kelapa sawit di Indonesia adalah PTPN II. kakao. Disamping itu PTPN II juga mengelola tanaman musiman yaitu tanaman tebu dan tembakau. PKS (Pabrik Kelapa Sawit). mahasiswa/i memilih PTPN II Kebun Sawit Seberang Kabupaten Langkat sebagai tempat PKL karena perusahaan tersebut memiliki pengalaman dalam pengembangan industri Kelapa Sawit sehingga diharapkan mahasiswa/i dalam menimba pengalaman dari kegiatan PKL tersebut. peserta dengan pejabat yang tekait di tempat PKL.370 ha. 4. karet 11.046 ha. PTPN II juga mengelola areal plasma milik petani seluas 25. TBM (Tanaman Belum Menghasilkan).250 ha untuk tanaman kelapa sawit.1 Tujuan 1.265 ha dan kakao seluas 7. peserta dengan staf tempat PKL. karena di PTPN II Kebun Sawit Seberang Kabupaten Langkat ada pembibitan.474 ha dan tebu rakyat (TR) 1. 1. Tanaman tebu lahan kering ditanam pada areal seluas 16. Selain penanaman komoditi pada areal sendiri ditambah inti.

1 Letak Geografis PTP. VI. Dan untuk menanggulangi kekurangan unsur dapat dilakukan dengan pemupukan yang teratur. struktur tanahnya liat sampai liat berpasir yang memiliki kemampuan menyimpan air yang sangat rendah. Tahun 1976 : PTP – II 7. IV. maka pada tahun 2000 pabrik fraksionasi tidak beroperasi lagi. VII. data curah dan hari hujan Kebun Sawit Seberang selama tujuh tahun terakhir (tahun 2001-2007) disajikan pada lampiran. IX. Kabupaten Langkat 2.2 Lingkungan Fisik 2. 2. Batas-batas Kebun Sawit Seberang: 1.III 2. Tahun 1968 : PPN Antari – II / PNP – II (Penggabungan) 5. Sebelah Utara berbatasan dengan Kebun Gunung Monako PTP. . III. V. Kekuningkuningan. Perusahaan mendirikan pabrik fraksionasi yang berkapasitas 200 ton per hari yang mengelola crude palm oil (CPO) menjadi RBDPO (Refined Bleached dedorced Palm Oil) 95% dan Fatty Acid 4%. Sebelah Barat berbatsan dengan Kabupaten Sergei 3. VIII. Tahun 1969 : PNP – II 6. Curah Hujan Berdasarkan data iklim yang tersedia. yaitu: 1. Tahun 1963 : PPN Antari – II 4. pH tanah berkisar 5-7 (netral). Tahun 1996 : PTPN – II (Penggabungan PTP –II dengan PTP – IX.2 Iklim a.2. Kecamatan Padang Tualang Dimana terdiri dari IX Afdeling yaitu afdeling I.diolah per jam menjadi 30 ton TBS per jam kapasitas terpasang. dan teksturnya liat berpasir. PTP Nusantara II Kebun Sawit Seberang menghasilkan CPO dan inti sawit yang diolah di Pabrik Kelapa sawit (PKS) dan untuk peningkatan produksi kelapa sawit pada tahun 1984. Ketinggian Tempat Pada umumnya keadaan areal di lokasi PTPN II Kebun Sawit Seberang rata dan sebagian tempat bergelombang dengan ketinggian tempat 5-20 m dpl pada daerah datar 20 – 50 m dpl pada areal bergelombang. Kemudian mengingat perkembangan ekonomi dan tingginya biaya produksi karena tidak sesuai dengan kapasitas yang terpasang saat ini.N.2. II.2. 2. b. 11 Maret 1996). Jenis tanah yang terdapat di kebun ini adalah jenis tanah Podsolid.3 Topografi dan Jenis Tanah Keadaaan topografi di Kebun Sawit Seberang ada yang datar dan bergelombang atau curam. Tahun 1927 : ND VDM 2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kebun Sucflndo 4.Nusantara II (Persero) Kebun Sawit Seberang terletak di Kabupaten. Tahun 1962 : PPN Sumut – II 3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sergei 2. Sejak berdirinya perusahaan perkebunan Sawit seberang telah mengalami perubahan nama yaitu: 1.

054.00 .236.2.012.51 396. dimana luas arealnya dapat di jabarkan sebagai berikut: a.Ha e.22 690.98 55.932.73 200.224.91 1.Ha Keterangan : Areal/Hutan Okupasi seluas 5.15 478.93 Ha d.43 627.106.0/71/VIII/2006 tanggal 10 Agustus 2006. Luas arel HGU yang telah terbit sertifikat : 5. Luas areal HGU semula : 8.SB/II.69 Ha yang tercantum dalam areal statement Kebun Sawit Seberang sampai dengan saat ini tidak diketahui keberadaannya dan telah dibuat surat permohonan petunjuk ke Kantor Direksi mengenai areal tersebut melalui Nomor : II.05 Ha c.11 Ha. Luas areal HGU yang masih dalam proses perpanjangan : 3.27 17. Luas areal HGU yang tidak diperpanjang : .Gambar 1.4 Luas Areal Luas areal Kebun Sawit Seberang pada tahun 2009 adalah 14.94 605. bangunan serta termasuk yang dalam perkara hukum : . Keadaan Topografi kebun Sawit Seberang 2.23 153.31 562.98 Ha b.96 847.60 1.50 389.896. Tahun Tanam per Hektar Uraian Tahun Tanam Luas (Ha) Jumlah TM Kelapa Sawit 1984 1985 1988 1989 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2003 2005 281. Luas areal HGU dan HGU yang tidak diperpanjang yang diduduki dan yang digarap masyarakat diatasnya dalam bentuk tanaman.

17 TBM – I 2008 66.019 33.00 202.338.22 TMTP 1983 202.98 8.039 129 118 123 127 .17 91.98 Tabel 1.236.17 Jumlah Seluruhnya 8.25 7. Luas Areal Kebun Sawit Seberang Per Tahun Tanam dan Luas Seluruhnya Jumlah Tegakan Pohon per Ha No Uraian Jumlah Pokok Pokok (Ha) 1 2 3 4 5 6 7 TMTP (>25 Tahun) TM (25 Tahun) Tua (19-24 Tahun) Dewasa (11-18 Tahun) Remaja (6-10 Tahun) Muda (2.5-5 Tahun) TBM 26.727 520.236.59 91.23 71.00 TBM – IV 2005 91.877.645 9.835 156.466 265.120 19.

d. b. politik dan keharmonisan sehingga tercapainya keserasian dalam mencapai tujuan perusahaan (e) Mengadakan rapat kerja dan diskusi mengenai problem-problema yang timbul dalan pengolahan sesuai dengan rencana perusahaan (f) Manager bekerjasama dengan inspektur.581 125 Tabel 2. Dalam menjalankan operasi di kebun ini dipimpin oleh seorang Manager.3 Struktur Organisasi Kebun Struktur organisasi perusahaan adalah suatu kerangka perusahaan. Satu orang asisten Personalia Kebun yang bertugas sebagai pemberi data informasi dibidang ketenaga kerjaan. Jumlah Tegakan atau Populasi Tanaman Berdasarkan Umur 2. f. pembagian wewenang. kerangka kegiatankegiatan perusahaan yang menentukan pembagian pekerjaan pada unit-unit organisasi. Uraian lebih lanjut tentang tugas-tugas dan tanggung jawab dari masing-masing pelaksana Kebun Sawit Seberang dijelaskan sebagai berikut: 1. Manager (a) Mempertanggungjawabkan penggunaan dana. terdiri dari : a. material. Dua orang Asisten Kepala (Asisten Kepala Rayon SWS dan Asisten Kepala Rayon BBN) yang bertugas mengecek dan mengkoordinir pekerjaan Asisten afdeling. adanya sistem komunikasi dan akhirnya mencakup sistem koordinasi dalam perusahaan. Satu orang asisten teknik sipil/traksi dan alat berat yang bertugas dibidang transportasi hasil dan hal-hal yang berhubungan dengan teknik.030. dan personil secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang maksimal (b) Bertanggungjawab atas semua harta kekayaan perusahaan di kebun yang dipimpinnya (c) Menjalin kerja sama yang baik dengan instansi lain di sektor kebun (d) Mengatur stabilitas keamanan. Struktur organisasi perusahaan yang baik akan memberikan kemudahan bagi Manager dalam pengambilan keputusan dan mempermudah karyawan menjalankan tugas-tugas kepadanya. Untuk mengetahui struktur organisasi suatu perusahaan kiranya dapat digambarkan pada suatu bagan dari organisasi tersebut karena dari bagan organisasi tersebut akan kita peroleh gambaran dari aktivitas-aktivitas secara keseluruhan. Pada pelaksanaannya sehari-hari Manager dibantu oleh beberapa staf. . Bagan organisasi tersebut juga bertujuan untuk mengetahui job/pekerjaan dari tugas masing-masing dan pertanggungawaban. Struktur atau bagan organisasi PT. bagian tanaman dan teknik. Asisten Kepala (a) Mengusulkan peremajaan tanaman. Perkebunan Nusantara II Kebun Sawit Seberang dapat dilihat pada lampiran. e. Sembilan orang asisten yang bertugas mengawasi bagian tanaman disetiap afdeling. untuk mencapai ide-ide baru mengenai sistem kerja 2. Satu orang Asisten Tata Usaha yang mengepalai tugas dalam menjalankan operasi administrasi secara umum.124 128 121 Total 1. sosial. Satu orang perwira pengamanan (Papam) yang bertugas mengatur sistem keamanan kebun. c.

(f) Melaksanakan pemupukan dengan prinsip 5T ( tepat waktu. (d) Melaksanakan pembangunan dan pemeiiharaan tanaman. (i) Melaksanakan pengendalian mutu produksi. (c) Melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan pembibitan tanaman. (u) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK). (q) Membuat laporan kinerja bulanan (LM) ke Manajer. (f) Melaksanakan pemupukan dengan prinsip 5T (tepat waktu. (r) Membuat laporan kinerja bulanan (LM ke Distrik Manajer. (h) Melaksanakan dan monitoring kegiatan panen. (e) Mengusulkan persetujuan mutasi TBM menjadi TM. pupuk dan bahan kimia tanaman. (m) Membuat taksasi produksi. (n) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja (DPUK). tepat frekwensi dan tepat aplikasi/tabur ). . (v) Menjamin bahwa kebijakan mutu. mengusulkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)/Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun. (n) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja (DPUK). (e) Mengusulkan persetujuan mutasi TBM menjadi TM. (i) Melaksanakan pengendalian mutu produksi. (k) Membangun dan memelihara sarana dan prasarana (infrastruktur). mengusulkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)/Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun. (g) Melaksanakan pengambilan contoh daun untuk keperluan rekomendasi pemupukan. angkut dan tap/kap kontrol. (1) Pemeriksaan mutu alat. (p) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya. (s) Melaksanakan pengendalian sistem komputerisasi yang terintegrasi (tanaman ) berbasis data base secara konsisten dan up to date. pupuk dan bahan kimia tanaman. (j) Melaksanakan dan monitoring penyerahan/pengiriman produksi tanaman. tepat frekwensi dan tepat aplikasi/tabur). (m) Membuat taksasi produksi. tepat dosis. (h) Melaksanakan dan monitoring kegiatan panen. angkut dan tap/kap kontrol. diterapkan dan dipelihara di unit usaha. tepat cara. 3. (j) Melaksanakan dan monitoring penyerahan/pengiriman produksi tanaman. Asisten Afdeling (a) Mengusulkan peremajaan tanaman. (q) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya. (k) Membangun dan memelihara sarana dan prasarana (infrastruktur). (p) Mengendalikan persediaan barang dan perlengkapan lainnya. (d) Melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan tanaman. tepat cara. (r) Melaksanakan penerimaan karyawan pemanen dan penderes. (g) Melaksanakan pengambilan contoh daun untuk keperluan rekomendasi pemupukan. (b) Mengusulkan pemesanan dan menerima kecambah kelapa sawit dan biji kelapa sawit. (c) Melaksanakan pembangunan dan pemeiiharaan pembibitan tanaman. (o) Melaksanakan pengadaan kebutuhan barang dan jasa sesuai dengan kewenangannya dan mengajukan pengadaan kebutuhan barang dan jasa diluar kewenangannya. lingkungan dan SMK-3 dimengerti. tepat dosis.(b) Mengusulkan pemesanan dan menerima kecamba kelapa sawit dan biji karet. (o) Mengendalikan persediaan barang dan perlengkapan lainnya. (t) Melaksanakan penerimaan karyawan pemanen dan penderes. (1) Pemeriksaan mutu alat.

bazzeting) ke Distrik Manajer (f) Melaksanakan pengendalian sistem komputerisasi yang terintegrasi (personalia ) berbasis data base secara konsisten dan up to date. Asisten Personalia Kebun (a) Membuat. (g) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja. (d) Membuat program dan melaksanakan pemeliharaan mesin/instalasi dan sipil/traksi.(s) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK). mengalokasikan dan menyalurkan dana KBL.1 Sistem Administrasi Kebun . (b) Melaksanakan dan monitoring penyerahan/pengiriman produksi tanaman. (c) Melaksanakan kewajiban pembayaran pajak dan retribusi serta kewajiban lainnya. 2. pelaporan (reporting) dan arsip. diterapkan dan dipelihara di unit usaha. (m) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK). Asisten Teknik Sipil/Traksi dan Alat Berat (a) Melaksanakan dan monitoring kegiatan panen. Kecuali Manajer yang bertanggung jawab terhadap kepada Direksi. diterapkan dan dipelihara di unit usaha. lingkungan dan SMK-3 dimengerti. Tanpa administrasi. mengusulkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RAKP)/ Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun. (e) Membuat laporan kinerja bulanan (LPMU. 5. (n) Mengusulkan bantuan pengamanan external (dari tingkat Kabupaten/ Provinsi). (h) Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK). (c) Membangun dan memelihara sarana dan prasarana (infrastruktur). (t) Menjamin bahwa kebijakan niutu. (i) Mengendalikan persediaan barang dan perlengkapan lainnya. (d) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya. (h) Melaksanakan pengadaan kebutuhan barang dan jasa sesuai dengan kewenangannya dan mengajukan pengadaan kebutuhan barang dan jasa diluar kewenangannya. lingkungan dan SMK-3 dimengerti. (j) Mengusulkan. 4. (f) Membuat Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)/Rencana Kerja Operasional (RKO) kebun. diterapkan dan dipelihara di unit usaha. (rn) Melaksanakan pengiriman pasien ke rumah sakit perusahaan. (k) Mengusulkan pengurusan perpanjangan HGU.4 Sistem Administrasi Administrasi berfungsi sebagai pencatatan (recording). (n) Menjamin bahwa kebijakan mutu. (g) Melaksanakan penerimaan karyawan pemanen dan penderes. (k) Melaksanakan penyerahan barang hasil lelang aktiva non produktif. (j) Melaksanakan pembayaran pada pihak ketiga sesuai dengan kewenangannya. 2. lingkungan dan SMK-3 dimengerti. (e) Melaksanakan tera ulang timbangan dan monitoring kalibrasi. (i) Menjamin bahwa kebijakan mutu. (1) Mengusulkan pengurusan penerbitan dan perpanj angan Hak Guna Bangunan (HGB) dan izin pendirian pabrik ( HO ). (I) Membuat laporan kinerja bulanan (LM. fungsi manajemen tidak dapat bekerja secara maksimal. (b) Membuat permintaan dan melaporkan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja (DPUK). maka semua pelaksanaan yang telah disebutkan diatas bertanggung jawab sepenuhnya kepada Manager. angkut dan tap/kap kontrol. karena keseluruhan proses manajemen harus didasarkan pada sesuatu yang tertulis. LTT) ke distrik manajer.4.

LM 80 adalah biaya angkutan. Hasil panen yang dicatat oleh mandor (PB 24 A) disesuaikan dengan catatan hasil panen Krani Transport (PB 24 B). . dimana RKAP yang paling dasar dari Perusahaan Perkebunan adalah RKAP Afdeling.PB-26 merupakan daftar produksi harian TBS (Kg/hari). . jika terdapat perbedaan dari jumlah hasil panen maka mandor dan krani transport akan mencari penyebab selisih. . Di dalam RKAP tersebut tertuang seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan selama satu tahun beserta biaya yang diperlukan untuk merealisasikan tujuan yang telah ditentukan oleh perusahaan. . perolehan prestasi dan bahan yang digunakan. hasil pekerjaan. jenis pekerjaan. yaitu buku untuk tanggal genap dan buku untuk tanggal ganjil. jumlah ha/m/kg. RKO (Rencana Kerja Operasional) RKO adalah rencana kerja triwulan. b. Misalnya. LM (Laporan Manajemen) Laporan menejemen merupakan formulir yang berisikan data-data sebagai berikut: . Buku mandor terbagi dua. . . dan no. PB (Pengawasan Biaya) PB atau pengawas biaya adalah formulir administrasi yang berisikan data yang paling mendasar. Selanjutnya data dari buku PB 73 dipindahkan ke dalam formulir ikhtisar laporan Pekerjaan Harian (PB 10) dan PB 73 juga sebagai dasar untuk untuk mengisi beberapa formulir administrasi bidang panen seperti formulir Daftar Harian pengumpulan TBS (PB 24). Basis Tugas adalah batas prestasi minimum (Kg/HK) yang dicapai pemanen.PB-25 merupakan surat pengantar TBS yang diangkut dari TPH ke PKS. PB 24 dibagi dalam dua bagian yaitu: .PB 24 A merupakan catatan harian hasil panen yang dikerjakan oleh mandor.PB-11 merupakan daftar premi. Terdapat jenis fasilitas administrasi baku berupa formulir-formulir atau blanko-blanko yaitu : a. Data yang diperoleh dari PB 24 dituangkan kedalam PB 26 dan diisi oleh krani timbang setelah PB 25 kembali dari PKS. . RKAP suatu perkebunan merupakan kumpulan dari RKAP tiap unitnya. RKAP untuk tahun 2010 disusun pada bulan juli 2009. RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) RKAP adalah rencana kerja tahunan.PB-27 merupakan karru produksi/blok/tahun tanam. RKAP disusun setengah tahun sebelum tahun tersebut berjalan. .PB-24 merupakan Daftar harian pengumpul tandan. serta formulir buku asisten untuk mencatat khusus mengenai presensi dan absensi karyawan sebagai dasar pembuatan Dasar Upah Karyawan. yang dibuat sesuai dengan RKAP yang telah disusun dengan cara menyusun ulang rencana kerja tersebut per tiga bulan. Tujuan dari RKO ini adalah untuk mendekatkan kondisi aktual sumber daya yang dimiliki perusahaan dalam mencapai tujuan. Pengawas biaya ini terdiri dari: .PB-10 merupakan ikhtisar laporan pekerjaan harian yang berisikan jumlah kehadiran.PB-73 yang merupakan buku mandor yang berisikan daftar absensi karyawan. d.LM-76 merupakan statistik produksi kelapa sawit. kebun karyawan.PB 24 B merupakan catatan harian hasil panen yang dikerjakan oleh Krani Transport. jenis pekerjaan. c. .LM 78 adalah biaya panen dan pengumpulan. . Premi merupakan upah yang diberikan kepada pemanen berprestasi dan dapat diberikan apabila pada hari tersebut prestasi yang diperoleh pemanen di atas Basis Tugas.Di PTPN II Kebun Sawit Seberang fungsi manajemen difasilitasi oleh suatu sistem administrasi yang diberlakukan untuk seluruh unit-unitnya.

.LM-89 merupakan laporan pemupukan. f. Dekat sumber air yaitu sungai Batang Serangan. Areal sentrum terhadap afdeling-afdeling yang akan ditanam.60 m.5 bulan pelindung dikurangi secara bertahap (1x2 minggu). c. Areal rata. Bedengan Ukuran bedengan panjang 30 m dan lebar 1. sampai umur 2 bulan semua pelindung disingkirkan.1 Pre Nursery (Pembibitan Awal) a.5 bulan – 3 bulan bibit sebaiknya sudah dipindahkan/ditanam ke large polybag yang disebut bibitan Main Nursery.07 mm. maka areal 0. Pemeliharaan . Sumber tenaga kerja mudah didapat. KEGIATAN BUDIDAYA KELAPA SAWIT 3. Pelindung disini dibuat dengan cara menutupi seluruh pembibitan (over head shade) kecuali dari arah timur. Prestasi kerja = 2 HK/Bed. kasar. dengan draenase baik. 2.26 Ha.. d. Sumber bibit kecambah (GS) dari PPM (Pusat Penelitian Marihat) Pematang Siantar. agar bibit mendapat sinar matahari pada pagi hari. Sebagai bahan pelindung digunakan daun kelapa sawit. Bahagian dasr dilubangi berkeliling dengan diameter 0. Prestasi Kerja = 4 HK/stand. III. 4. 5.500 st/bed.1. dinding bedengan dibuat dari bambu. Jumlah baby polybag per kg 235 lembar. Media Tanah/Pengisian Tanah yang digunakan adalah topsoil (0-10 cm) yang diambil dari areal lain. b. kecoklatan .5 Ha cukup baik karena antara lain : 1. Sebelum diisi ke dalam kantongan plastic terlebih dahulu diayak dengan kawat ayakan 0. Bibit yang telah berumur ±1. Pada umur 2. 3.5 Ha. e.30 cm. Dimana radikula (bakal akar) yang ditandai dengan bentuknya yang tumpul. Kantongan Plastik (Baby Polybag) Baby Polybag yang digunakan adalah baby polybag hitam dengan ukuran lebar 15 cm. Dekat dengan kantor kebun.5x0. Ditinjau dari segi persyaratanpersyaratan pembibitan. Naungan Bibit yang masih muda memerlukan naungan yang baik untuk mencegah pembakaran sinar matahari mupun hujan yang terlalu deras. 3. Pembibitan Pembibitan Kelapa Sawit Kebun sawit Seberang mempunyai luas 16. Jarak antara bedengan 0.LM-82 merupakan biaya pemeliharaan. Prestasi kerja = 700 St/HK.20 m yang dapat berisi baby polybag ±4.5 cm.1. tinggi 22 cm. Dimana didalamnya termasuk areal untuk Pre Nursery 0.Menanam Kecambah (GS) Menanam kecambah dilakukan dengan tenaga KS wanita yang sudah terampil. dan tebal 0.

Lubang dibuat dengan jari sedalam 2-3 cm di tengah kantong plastik dan kemudian ditutup dengan tanah 1-1.000 St/HK.25 cm. Media Tamah/Pengisian Tanah yang digunakan untuk pengisian large polybag adalah tanah top soil (10-15 cm) yang diangkat dari areal lain.10. .Menyiang dalam Baby Polybag Rumput-rumput yang tumbuh dalam kantong plastik disiang (dicabut) dengan manual dengan rotasi 14 hari. Seleksi bibit dilakukan 2 kali yakni pada umur 2 bulan setelah tanam dan pada saat pemindahan ke Main Nursery. untuk pemberantasannya denagan Dithane M45 (cons 0.000 St/Hk. akar-akar dan bertekstur baik. . jangkrik.15%). Prestasi Kerja = 100.1-0. Prestasi Kerja = 7. Sedang penyakitnya adalah Helminthosporium. Pada kantong plastik yang kurang tanahnya dilakukan penambahan tanah. Setiap bibit membutuhkan 0.Pemupukan Pelaksanaan pemupukan dilakukan menurut : II1/Si/i/1989 sebagai berikut : • Diselang-seling antara larutan urea 0.2 Main Nursery (Pembibitan Utama) a.Pemberantasan Hama dan Penyakit Hama yang sering mengganggu bibit muda adalah semut.harus mengarah ke bawah.25 liter air setiap penyiraman.000 st/Hk.Seleksi Bibit Karena sebab-sebab tertentu seperti genetis. Pemberantasan hama dilakukan dengan Matador 25 EC dan untuk penyakit fungi (jamur) dilakukan dengan penyemprotan Dithane M 45 dengan rotasi 14 hari. gangguan hama dan penyakit dll dilakukan seleksi bibit sesuai dengan : II1/Si/i/1985.5 cm. Prestasi Kerja = 20. Prestasi Kerja = 1. Setiap 1 m2 tanah top soil dapat diisi large polybag sebanyak ±40 st.Pemindahan Bibit Pada saat bibit berumur 3 bulan. Prestasi ayak = . .3 % (3 gram/liter air) dan 0. penyiramannya harus hati-hati agar kecambah tidak sampai terbongkar dan harus memakai gembor. Bibit yang terkena seleksi bibit ditandai dengan pemberian pancang bamboo yang berukuran panjang 15 cm dengan diameter 0. kesalahan kultur tehnis.3 % compound 12:12:17:2 (3 gram/liter air) dengan rotasi 1 minggu • Penyemprotan pertama dilakukan apabila kecambah telah berumur 1 bulan setelah tanam • Prestasi per Hk = 5. belalang dll.000 st/HK.Penyiraman Dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore. tanah tersebut bebas dari batu-batuan. 1. . dan setiap tanggal penanaman dibuat label. Prestasi Kerja = 1000 st/Hk. Diangkat dengan memakai kotak-kotak yang telah disiapkan.000 st .500 St/HK. Prestasi Kerja = 100. sebelum tanah diisikan terlebih dahulu diayak dengan ayakan 1-1 cm. dimana bibit telah mempunyai 3-4 helai daun adalah saat yang paling baik untuk dipindahkan ke lapangan (Main Nursery).1. Bibit yang terseleksi adalah sebagai berikut : • Anak daunnya sempit (Narrow Leaves) • Anak daunnya menggulung (Rolled Leaves) • Permukaan anak daun menguncup (Collante) • Pertumbuhannya memanjang (Erected) • Daunnya kisut (Crinkling) • Bibit yang kerdil (Insufficient Growth) • Bibit yang rusak akibat hama dan penyakit • Bibit yang pertumbuhannya berputar (Twisted) .

lebar lubang ± 0. c. Tanah disekelilingnya dipadatkan dengan cara menekan. .20 mm pada bagian bawah dan tengah mempunyai lubang dengan jarak 5 cm. Prestasi menyiram = 4. Bagian atas polybag dibiarkan kosong setinggi 2-3 cm untuk yempat meletakkan pupuk.500 st/Ha. .100 st/HK. rotasi 21 hari. Draenase Pembuatan draenase selalu disesuaikan dengan keadaan areal. cangkang dll. Prestassi Kerja = 10 Hk/Ha. Pemeliharaan .5 kg dengan prestasi kerja = 1. rotasi14 hari. ukuran tidak standard dan terlalu tipis tidak digunakan.000 st/Hk. Penyiraman dilaksanakan 2 kali sehari (pagi 3 jam dan sore 3 jam) selama 3 bulan pertama. e.000 Pk/HK.Penyiangan Dibagi dalam 2 bagian yaitu: • Penyiangan Gawangan Dilaksanakan secara khemis dengan menggunakan bahan kimia Paracol dengan dosis 2 liter/Ha. Dengan cara ini semua gulma yang tumbuh dipermukaan polybag harus dicabut. Tempat duduknya polybag selalu diratakan agar letak polybag tegak lurus dan kelihatan rapi. Prestasi memupuk = 3. Dikerjakan dengan tenaga KS dengan perbandingan 1:2 (1 orang laki-laki dengan 2 orang penyemprot wanita). Untuk mendapatkan bibit dengan kualitas pertumbuhan yang baik. .Mulch Setiap bibit kelapa sawit dalam polybag yang telah berumur ±1 bulan setelah tanam diisi 0. Apabila curah hujan ≥10 mm maka bibit tidak perlu disiram. Kemudian bibit dimasukkan ke dalam lubang tanaman dengan terlebih dahulu membuang plastiknya. • Penyiangan Dalam Polybag Dikerjakan secara manual dengan tenaga BHL wanita. Perstasi Kerja = 2 HK/Ha/rotasi. berarti ± 1.000 st/Hk. . sampai batas leher akar. dimana prestasi kerja 3. d. dan isi tanah = 100 st/HK. Large Polybag (1 kg ±23 lembar) Large polybag yang digunakan berukuran 40x50 cm dengan tebal 0.Penanaman Sebelum bibit ditanam terlebih dahulu dibuat lubang tanaman pada tanah polybag sedalam ±20-25 cm. Penyusunan polybag disesuaikan dengan jaringan jalan dan jaringan pipa air. Pemancangan Sebelum dimulai menyusun polybag terlebih dahulu dipancang dengan jarak 80x68 cm (segitiga sama sisi).000 pk/Hk.000 pk/Hk. Prestasi Tanam = 2. b.Pemupukan Pelaksanaan pemupukan dilaksanakan sesuai : II1/Si/1/1989 sebagai berikut : Cara pemupukan tersebut adalah dengan menaburkan pupuk disekitar pokok pada polybag. Keuntungan yang didapat dengan menggunakan cangkang : • Dapat mengurangi penguapan air • Mencegah terbentuknya lapisan keras dipermukaan tanah • Mencegah semburan keras dari penyiraman dan hujan . Dan selanjutnya 1 kali sehari tetapi jumlah air per polybag perhari ±2-3 liter/hari.Penyiraman Penyiraman di Main Nursery merupakan salah satu tindakan tehnis yang pelu mendapat perhatian. dimana volumenya telah disesuaikan dengan dosis pada : II1/Si/i/1989.30 cm. Takaraan yang digunakan di buat dari bambu. untuk menghindari genangan air pada musim hujan maupun genangan pada penyiraman. Apabila ada kerusakan kantong plastik misalnya tidak mempunyai lubang.

Tanaman TBM 3. . pengendalian hama dan penyakit. pemeliharaan piringan pohon. pemeliharaan jalan. pembuatan pasar kontrol (pasar kontrol). Dibangun secara bertahap yakni setiap 8 baris tanaman dibuat 1 pasar kontrol. TBM (tanaman belum menghasilkan) adalah tanaman yang dipelihara sejak bulan penanaman pertama sampai dipanen pada umur 30-36 bulan.2.6% + 2.) disemprot dengan dithane M 45 dengan dosis 330 gram/200 liter air untuk 4.4 D Amine 0.000 bibit 1x 14 hari. Apabila dijumpai ada gejala serangan penyakit seperti akibat jamur (Cercospora sp.2 Tanaman Belum Mengahasilkan (TBM) Pemeliharaan pada tanaman ini sangat diperlukan atau harus dilaksanakan untuk menjaga agar pertumbuhan vegetative tetap dalam keadaan baik. Pembuatan pasar kontrol pada areal penutup tanah dapat dilaksanakan secara kimia dengan menggunakan glifosat 0. yaitu penyiangan areal. pemupukan. kastrasi dan tunas pasir.1 Pembuatan Pasar kontrol Pasar kontrol dibuat ditengah-tengah gawangan kelapa sawit.000 bibit rotassi 14 hari. penyisipan. Selama masa TBM diperlukan beberapa jenis pekerjaan yang secara teratur harus dilaksanakan. tahap kedua setiap 4 baris tanaman.000 St/HK. persiapan sarana panen. konsolidasi. Prestasi Kerja = 4. Gambar 2.Seleksi Bibit Seleksi bibit dilakukan bertahap karena kemunculan gejala abnormal sejalan umur bibit. Lebar pasar kontrol 1 m dibuat sepanjang blok tanaman.5% dengan rotasi 1 x 2 bulan.Pembrantasan Hama dan Penyakit Untuk mencegah terjadinya serangan hama pada bibit dilakukan penyemprotan dengan Matador 25 Ec dengan dosis 250 cc/200 liter air untuk 4. sehingga diharapkan pada tanaman menghasilkan (TM) berproduksi baik. dan menjelang panen setiap 2 baris tanaman. . Perlakuan 4 tahap yakni pada umur : • 2 (Dua) bulan setelah tanam di Main Nursery • 4 (Empat) bulan setelah tanam di Main Nursery • 7 (Tujuh) bulan setelah tanam di Main Nursery • Saat pemindahan bibit ke lapangan (Displanting) Bentuk bibit abnormal yang harus diseleksi : • Bibit yang tumbuh meninggi dan kaku (erected) dengan sudut pelepah yang kecil (tajuk tegak) • Bibit yang permukaan tajuknya rata (dimana pelepah yang lebih muda lebih pendek) • Bibit yang tumbuh lemah terkulai (merunduk) • Bibit yang anak daunnya tidak membelah • Kerusakan akibat hama dan penyakit • Bibit yang anak daunnya mempunyai sudut yang tajam dan rachis • Bibit yang anak daunnya pendek • Bibit yang jarak antara anak daun panjang dan pendek .• Dapat mempertahankan kelembaban tanah • Mengurangi pertumbuhan gulma di polybag . pemeliharaan penutup tanah.Biaya Persiapan Pembibitan (Terampil) • Pre Nursery • Main Nursery 1. pembuatan parit drainase. tenaga yang digunakan = 4 HK/Ha.

Menginventarisasi tanaman yang mati. Penyisipan dilakukan pada tanaman yang mati atau tidak normal dan dilakukan pada musim hujan. Persiapan dan penanaman kelapa sawit di perkebunan pada umumnya dilaksanakan dengan cukup baik. 12 x setahun . pada penyisipan TBM 3 penyisipan dilakukan pada areal kosong yang cukup luas atau mengelompok.TBM III = 150 cm Rotasi dan kapasitas pengendalian gulma piringan pohon adalah sebagai berikut: . Oleh karena itu.TBM II = 3.5 Konsolidasi Konsolidasi pada tanaman kelapa sawit adalah tindakan rehabilitasi terhadap tanaman yang baru ditanam.3 Pembuatan Parit Drainase Pemeliharaan parit drainase bertujuan mengangkat atau menggali tanah yang menutupi parit sehingga ukuran tetap seperti semula.0 HK/Ha/rotasi. namun penyisipan individu tidak dilakukan lagi karena tanaman asli sudah cukup tinggi.2. Menegakkan kembali tanaman yang miring dan tumbang dengan memadatkan tanah di sekeliling tanaman yang masih gembur. sehingga tanah bersih dari rumput.TBM II = 125 cm .TBM I = 2. a. setelah selesai penanaman kelapa sawit di lapangan masih diperlukan tahap pekerjaan konsolidasi.TBM I = 100 cm . Jari-jari piringan pohon disesuaikan dengan umur tanaman kelapa sawit: . Walaupun demikian karena penanaman biasanya dilaksanakan pada skala yang luas maka masih selalu terjadi penanaman yang tidak sesuai dengan kultur teknis. 3. 3. Kegiatan konsolidasi meliputi : a. Cara Manual Terlebih dahulu di ukur garis tengah piringan pohon sesuai dengan ketentuan.2. 8 x setahun . membabat rumput-rumput di kaki lima jalan dan pengerasan jalan pada lokasi yang perlu dengan standar 10 m/ha/tahun. Selanjutnya rumput-rumput disingkirkan dari piringan pohon. tumbang.2. b. 2 dan 3.6 Pemeliharaan Piringan Pohon Penyiangan dilakukan dengan menyingkirkan semua jenis tumbuhan dari permukaan tanah selebar piringan pohon yang telah dilakukan.2 Pemeliharaan Jalan Kegiatan pemeliharaan jalan meliputi memadatkan. Pemeliharaan jalan dapat dilakukan secara mekanis dengan menggunakan road grader Pemeliharaan dilakukan sekali dalam 3 bulan. kemudian di ujung garis tengah piringan pohon tersebut dibuat batas melingkar keliling pohon. Kondisi Jalan pada Areal TBM 3. Tanaman yang perlu disisip adalah pada areal TBM 1. membuka saluran air dari jalan. 3. Pada areal TBM peliharaan parit dilakukan 1 kali dalam 6 bulan.2.2. Penyiangan dapat dilakukan secara manual (menggaruk) atau cara kimia (penyemprotan). sehingga tanaman sisipan terhambat pertumbuahannya. terkena serangan hama dan penyakit.5 HK/Ha/rotasi. Gambar 3. Jalan produksi dipersiapkan sejak TBM dan pengerasan dilakukan secara bertahap sehingga pada saat TM kondisi jalan tersebut telah sempurna. Setelah terbentuk batas piringan pohon yang dimaksud baru digaruk dari pinggir piringan ke arah dalam.4 Penyisipan Hasil sensus pohon setiap tahun pada areal TBM dapat menunjukkan jumlah pohon yang akan disisip. abnormal.3.

Cara Kimia Pemeliharaan piringan pohon secara kimia mulai dapat dilaksanakan pada areal TBM ke-III. Hama dari golongan mamalia adalah lembu (Boss taurus). b. kemudian menggerek kearah titik tumbuh kelapa sawit. dengan rotasi 6 x setahun (R. ditempatkan tidak bersentuhan dengan tanah. 3. Buru Lalang Lalang merupakan gulma/tumbuhan pengganggu yang berbahaya terhadap tanaman perkebunan.5 m.6) menggunakan bahan Glyphosate dengan dosis 300 cc/ha/rotasi. Pemakaian herbisida pada tanaman muda agar dilakukan dengan ekstra hati-hati sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap tanaman kelapa sawit. Gambar 4. Penyiangan Manual .1 Pemeliharaan Jenis pemeliharaan yang dilaksanakan untuk menghasilkan antara lain: 1.3. selanjutnya daun kelapa sawit muda layu atau mati. Kerusakan daun tanaman yang berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan kelapa sawit. Jamur ini merupakan penghuni tanah indigenous hutan hujan tropika dan hidup pada berbagai jenis palmae.3 Tanaman Menghasilkan (TM) 3. Gejala awalnya pada daun kelapa sawit mudah (TBM-TM III) mengalami klorosis. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan menggunakan MARFU-P.0 HK/Ha/rotasi. kemungkinan tanaman akan amti atau tumbuh tunas baru satu atau lebih.2. Penyakit Penyakit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense Pat juga sering dijumpai di TBM. Penularan penyakit dari pohon ke pohon melalui pertautan antara akar sehat dengan akar sakit. Buru lalang dilakukan dengan teratur blok demi blok dengan rotasi 30 hari. Tenaga yang yangdigunakan 0. Hama yang juga merusak titik tumbuh tanaman dan memakannya adalah tikus dan apabila serangan dengan intensitas tinggi harus dilakukan penanaman ulang.2 cm/hari.TBM III = 4. atau melalui spora yang disebarkan oleh angin. Apabila gerekan sampai ketitik tumbuh. kemudian baru digarpu dan tidak boleh langsung ke lalang. sehingga kemungkinan untuk tumbuh kembali tidak ada. maka kemungkinan besar akan mengalami masalah penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB). Cara pelaksanaannya apabila dijumpai lalang. 3. pertama –tama kiri dan kanan lalang dari lalang tersebut kira – kira dibabat kira – kira 0.. harus dari luar atau rhizomenya dan batang terambil semua dari dalam tanah dan tidak boleh putus. serta terjadi pembusukan pada jaringan pangkal batang dan akhirnya tanaman mati.7 Pengendalian Hama dan Penyakit a. Pada daerah pengembangan karena kekuranagan tenaga kerja atau upah buruh yang mahal maka pengendallain gulma dengan cara kimia merupakan suatu alternatif yang efisien dan ekonomis. Akar dan batang tersebut dikumpulkan. Hama Hama lainya adalah kumbang penggerek pucuk kelapa sawit (Oryctes rhinoceros) yang hinggap pada pelepah yang agak mudah. Panjang lubang penggerek dapat mencapai 4. Banyaknya populasi lembu pada Kebun Sawit Seberang menimbulkan banyak masalah terutama serangan pada daun tanaman. 8 x setahun b. Mengingat hampir semua perkebunan kelapa sawit di Indonesia berada pada areal bekas hutan hujan tropika.3 HK/Ha .

Gambar 6. Hama yang juga merusak titik tumbuh tanaman dan memakannya adalah tikus dan apabila serangan dengan intensitas tinggi harus dilakukan penanaman ulang.5 m – 2.3. Kondisi Jalan pada Areal TM 3. Bentuk jalan yang dikehendaki adalah: • Berbentuk batok mengkurap dan rata tidak berlobang – lobang • Benteng paret tidak perlu ada • Paret – paret jalan hanya diperlukan sebagai jalan besar (main road) dan transport road.3 Pemeliharaan Jalan Sarana jalan yang baik dan cukup sangat diperlukan terutama dalam pengangkutan pupuk. Cara pemberiannya ditabur secara merata di piringan yang sudah bersih dan jarak dari pohon ± 0. kemudian menggerek kearah titik tumbuh kelapa sawit. 3. dimana perbangdingan tenaga kerja laki –laki dan perempuan 1: 2. maka pemupukan sangat dibutuhkan. kemungkinan tanaman akan amti atau tumbuh tunas baru satu atau lebih. mimosa. Menyiang Secara Khemis Penyiangan dilakukan pada piringan. pasar blok dan TPH. pasar pikul.5 m. Pupuk yang digunakan adalah pupuk tunggal yaitu: • Urea (ZA) 2 aplikasi • Rock Phosphate (RP) 1 aplikasi • MOP (abu janjang) 2 aplikasi • Kieserit (dolomit) 2 aplikasi Apabila curah hujan yang tinggi atau musim kering maka pemberian pupuk ditunda atau dihindarkan. Alat yang digunakan adalah garpu.4 Pengendalian Hama dan Penyakit a. untuk menjaga kebersihan kebun tersebut maka sirkuit rotasinya adalah 60 hari dengan kebutuhan tenaga per hektarnya adalah 0. Perbandingan tenaga kerja antara pelangsir dengan penyemprot adalah 1: 2. pakis.3 HK/Ha dengan rotasi pada semester I : 90 hari dan semester II : 60 hari.Gambar 5. Khusus bagi areal miring penaburan pupuk 3/3 bagian sebelah atas dan 1/3 bagian sebelah bawah. Pemupukan pada tanaman menghasilkan harus melalui rekomendasi pemupukan.2 Pemupukan Untuk menjaga keseimbangan unsure hara dalam tanaman akibat diangkut oleh buah yang dipanen.5 HK. pelepah daun yang dipotong dan tercuci oleh air hujan.3. 3. . supaya terhindar dari genangan air • Harus mendapat sinar matahari dan selalu kering • Tidak dibenarkan terjadi genangan air di permukaan jalan. Hama Hama lainya adalah kumbang penggerek pucuk kelapa sawit (Oryctes rhinoceros) yang hinggap pada pelepah yang agak mudah. Panjang lubang penggerek dapat mencapai 4.5 HK/Ha. Cabutan Penyiangan dengan cara cabutan dilakukan di gawangan tanaman. Tenaga kerja yang dibutuhkan 0. buah dll.3.3 L/30 Ltr air dalam 1 Ha. Herbisida yang digunakan adalah Gramoxone dengan dosis 0. Pasar Mati 2. dan dihindarkan adanya gumpalan – gumpalan pupuk sewaktu penaburan. 3. Apabila gerekan sampai ketitik tumbuh. Gulma yang dicabut adalah kayu – kayuan. keladi dan kerisan.2 cm/hari. tenaga yang dibutuhkan 0.

selanjutnya daun kelapa sawit muda layu atau mati. Prestasi kerja 1 HK : 2 buah. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan menggunakan MARFU – P. • Disusun di gawangan yang tidak terkena pasar panen. TPH (Tempat Penerimaan Hasil) Tempat penerimaan hasil harus disiapkan sebelum panen dasar dimulai. dimana dalam 2. Alat yang digunakan adalah arit tunas atau dodos kecil (6 – 8 cm). atau melalui spora yang disebarkan oleh angin. Mengingat hampir semua perkebunan kelapa sawit di Indonesia berada pada areal bekas hutan hujan tropika.5 Panen dan Pengumpulan Panen pada tanaman kelapa sawit dimulai pada umur 2. 2. Kerusakan daun tanaman yang berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan kelapa sawit. Gambar 10. . • Matang panen pohon : paling sedikit dua tandan telah membusuk dan satu tandan matang. • Pemotongan dilakukan serapat mungkin dengan batang.3. atau pelepah yang berada dibawah dua lingkaran tandan. Gejala awalnya pada daun kelapa sawit mudah (TBM-TM III) mengalami klorosis. Pemeriksaan blok – blok yang sudah matang panen terdiri dari: • Matang panen tandan : sebagian buahnya sudah membrondol. Syarat – syarat tunas pasir: • Pelepah yang ditunas adalah pelepah paling bawah dan rapat ke tanah. • Matang panen tanaman: telah terdapat 60 % dari tanaman telah matang panen. dimana sebelumnya sudah dilaksanakan persiapan panen sebagai berikut: 1. • Pelepah yang dianggap tidak berfungsi lagi. serta terjadi pembusukan pada jaringan pangkal batang dan akhirnya tanaman mati. Banyaknya populasi lembu pada Kebun Sawit Seberang menimbulkan banyak masalah terutama serangan pada daun tanaman. Gejala Serangan Ganoderma 3. harus lebih dahulu pelepah – pelepah pasir ditunas ± 3 bulan sebelum panen dasar. b.5 Ha terdapat 1 TPH dengan ukuran 3 x 5 m dan berangsur – angsur diperpanjang sesuai dengan perkembangan produksi di areal tersebut sehingga satu saat maksimal 3 x 9 m. Pasar pikul Pasar pikul sudah tersedia sebelum panen dasar dan bertujuan untuk jalan pemanen.5 – 3 tahun yang disebut TM I. Prestasi kerja adalah: 100 Pk/Ha 3. Gambar 9. Tempat Pengumpulan Hasil 5.Gambar 7. Tunas pasir Sebelum panen dilaksanakan. Buang buah pasir atau busuk • Buah pasir yang dibuang adalah buah yang berada di atas pelepah pasir sampai dua lingkaran bunga pertama dengan dodos kecil • Buah pasir yang beratnya > 5 kg dapat dikirim ke pabrik dan < 3 kg dibuang • Tenaga yang dibutuhkan dalam 1 Ha adalah 2 HK. Jamur ini merupakan penghuni tanah indigenous hutan hujan tropika dan hidup pada berbagai jenis palmae. maka kemungkinan besar akan mengalami masalah penyakit BPB. 4. Penularan penyakit dari pohon kepohon melalui pertautan antara akar sehat dengan akar sakit.Gejala Serangan Oryctes Hama dari golongan mamalia adalah lembu (Boss taurus). Penyakit Penyakit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense Pat juga sering dijumpai di TBM.

Prinsip yang selalu menjadi dasar dalam penentuan system panen adalah bertujuan untuk mencapai rendfemen yang maksimal dan ALB yang rendah. Prestasi tunas an nuntuk tanaman yang berumur 3-8 tahun : 100 Pk/Hk dan tanaman yang berumur ≥ 9 tahun : 70 Pk/HK. • Tandan yang sudah masak (matang) tidak boleh tinggal dipohon. 3. 7. • 6 m/Ha untuk daerah berbukit. • Bila kurang dari pelepah. Ini semua dilanjutkan dengan pemeliharaan sebagai contoh: • Pemeliharaan TPH. • Pelepah dipotong serapat mingkin kebatang dengan bentuk tapak kuda keluar dan rencek menjadi 3 bagian. Dan pada tanaman yang bmur ≥ 9 tahun.2 Kriteria matang panen Kriteria matang panen yang baik adalah pada saat kandungan minyak maksimum dalam daging buah dan kadar ALB serendah mungkin. 8. Titi panen Titi panen juga merupakan penunjang yang sama tujuannya dengan pasar pikul dalam mempermudah dan meningkatkan prestasi pemanen. 2 pasang dalam setahun dan plengki kecil untuk tempat brondolan. Pasar Pikul 6. rumput-rumputan. Teknis Tunasan. • Susunan pelepah digawangan antara pasar pikul dimana dimana pangkal pelepah yang berduri diletakkan tertelungkup sebelah bawah. Alat panen Panen dasar sampai tanaman berumur ± 3 tahun. disamping faKtor lainnya. Hal ini dapa dicirikan oleh adanya buah yang membrondol. • Pelepah dipotong 3 dan disusun digawangan. pakis .Sehingga prestasi panen yang diharapkan akan tercapai. cukup dengan pembersihan pohon saja. 3. Selain kepada tanaman kelapa sawit itu sendiri juga kepada pemanen dan pekerja yang berhubungan dengan panen. • Pemeliharaan pasar pikul.5.3. kayu-kayuan. dan kelapa sawit yang tumbuh dipokok sepanjang masih dapat dijangkau oleh alat harus dibuang.50 – 25 % brondolan buah luar Kurang matang 2 25 – 50 % brondolan buah luar Matang 3 50 – 75 % brondolan buah luar Matang 4 75 – 100 % brondolan buah luar Lewat matang 5 Bagian dalam ikut membrondol Lewat matang Tabel 3. Faktor – faktor ini akan menunjang keberhasilan dalam panen baik kuantitas maupun kulitas.5. Titi terbuat dari beton atau batang kelapa yang diatur penempatannya sehingga rata – rata: • 12 m/Ha untuk daerah rendahan. dilakukan 2x dalam setahun. keranjang buah. alat yang digunakan adalah dodos.pakisan. gawangan pasar pikul dan pada ketiak daun dan dimasukkan dalam goni setelah sampah-sampah yang ikut serta dengan brondolan dibuang. lalu ditutup dengan bagian pelepah lainnya. • Bunga jantan yang sudah kering atau membusuk. jumlah pelepah yang tinggal minimum 40 pelepah dengan rotasi 1. Gambar 11. ada factor lain yang harus diperhatikan. tandan yang dapat dipanen harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : Fraksi Jumlah Brondolan yang Lepas Kematangan 0 1-12. Dalam hal ini perlu diadakan peraturan atau syarat-syarat yang harus dituruti. Persyaratan Panen • Tandan yang baik dipanen adalah fraksi 2 dan 3. • Ganggang panjang yang dipanen tidak boleh lebih dari 2 cm.5x dalam setahun. • Tunas pemeliharaan. • Pangkal pelepah yang tinggal dipohon harus tapak kuda terbalik. tidak perlu dilakukan penunasan.1 Pengertian Panen Panen adalah mendatangi pokok ke pokok untuk memotong dan mengambil buah segar menurut criteria matang panen. Fraksi Matang Panen pada Tanaman Kelapa Sawit Kriteria Matang Panen dan Standard Antar Fraksi Berat Tandzan Fraksi Mentah Matang Normal Lewat Matang Buah Brondolan 0 00 I II III IV V ≤5 Kg >5 Kg Tidak membrondol/warna hitam . • Brondolan dikutip bersih dari piringan. Tunas Pemeliharaan Tunas pemeliharaan pada tanaman yang berumur 3-8 tahun jumlah pelepah minimum yang tinggal 48 pelepah.3.50 % brondolan buah luar Mentah 1 12. • Pelepah yang tertinggal dipokok setelah ditunas adalah 48 pelepah (6 spiral) dengan songgo 1. Disamping persyaratan diatas dalam mencapai keberhasilan panen yang baik.

5% s/d 24% buah luar membrondol 12.5% 0% 4%-8% Tabel 4.5% buah luar membrondol 10 brondolan s/d 12.5% 0.5% buah luar membrondol 12.51% s/d 24% buah luar membrondol 25-49% Buah luar membrondol 25%-49% buah luar membrondol 50%-75% buah Buah luar membrondol 50%-75% buah luar membrondol 76-100% Buah luar membrondol 76%-100% buah luar membrondol Gagang membusuk dan buah luar membrondol gagang membusuk dan buah dalam membrondol Standard 0% 40% 40% 14% 5. Kriteria Matang Panen dan Standard Antar Fraksi 3.5.Tidak membrondol/warna hitam 1-4 Brondolan 1-9 brondolan 5 Brondolan s/d 12.3 Pembagian Kapveld Menurut Rotasi Panen Kapveld atau ancak panen adalah pembagian areal atas ancak panen harian yang disesuaikan dengan rotasi panen. .3.

Pada ancak giring pemanen secara bersama-sama memanen 1 blok. Pada sistem ancak tetap. orang II memanen baris 11-20. kemudian pindah ke baris yang belum dipanen dan seterusnya sampai selesai satu blok dan pindah ke blok lain. Satu orang pemanen memanen tiap dua baris (1 gawangan). 3. mencegah kerusakan jalan serta meningkatkan frekuensi angkutan produksi perkendaraan). • Tetapkan baris sampel dalam setiap blok sampel (bersifat permanen) • Seluruh pohon dalam baris sampel diperiksa dan dihitung jumlah tandan buahnya lalu dicatat. Untuk kebun yang tidak mempunyai pabrik (PKS) rencana panen agar disesuaikan dengan rencana olah PKS oleh tempat mengolah. dan seterusnya. Kegunaan angka kerapatan panen adalah : • memperkirakan jumlah tandan matang-panen serta tunasnya • memperkirakan kebutuhan tenaga pemanen • memperhitungkan luas ancak untuk setiap pemanen • memperkirakan kebutuhan kendaraan.5. 3. Sebagai contoh Blok A = 16 Ha. hal ini pada panen rendah hingga sedang (semester I dan bulan-bulan tertentu semester II). • Dibagi 6 kapveld terjadi pada panen puncak (semester II). Orang I memanen baris 1 sampai 10. Areal panen biasanya berbukit sampai berlereng curam atau letaknya terpencil. setelah selesai pindah ke blok lainnya. Maka akan diperoleh AKP. Tata cara perhitungan AKP : • tetapkan blok sampel untuk setiap kapveld • satu blok sampel untuk setiap tahun tanam dalam satu kapveld maksimum 50 Ha • Pohon yang diamati 3-5 % dari jumlah pohon dalam satu blok sampel. Hanca panen ditetapkan berdasarkan kapveld yang sudah dipedomani dan ditetapkan kepada masing-masing mandoran panen dan mandor bertanggung jawab menyelesaikan hanca yang sudah dibagi/ditetapkan. pemanen dan areal panen adalah tetap. bagi kebun-kebun yang luas TM nya. • Seluruh tandan buah dijumlahkan.6 Perhitumgan Angka Kerapatan Panen (AKP) Angka Kerapatan Panen (AKP) adalah suatu satuan yang mengindikasikan rata-rata tandan matang panen/pohon dan penyebaran tandan matang panen. • Dibagi 4 kapveld. lalu seluruh sampel dibagikan dengan jumlah tandan yang telah dihitung.3. maka sebaiknya letak kapveld disusun memanjang sedemikian rupa mengikuti jarak jalan transportasi. Untuk kebun yang TM Kelapa Sawitnya relatip kecil. • Lalu jumlah seluruh tanaman dibagikan dengan jumlah AKP. Ancak panen terdiri dari dua yaitu ancak tetap dan giring.Pembagian kapveld yang umum dipakai pada pembagian areal TM Kelapa Sawit per afdeling sebagai berikut : • Dibagi 5 atau 8 kapveld.3. 3. • Ditetapkan dengan system 5/7 atau jika kerapatan buah 10-12 dengan sistem 8/10.3. Hasilnya lalu dikalikan dengan jumlah rata-rata tandan.5. jumlah hari panen dalasm seminggu dapat diperpendek dari 4 menjadi 4 hari dengan catatan internal antara rotasi harus dipertahankan 7 hari. Ada 50 baris yang dipanen oleh 5 orang. • Dibenarkan dengan sistem 6/7 yaitu sampai dengan hari minggu dan libur.5. Untuk menghindari pengangkutan yang berulang-ulang pada jalan yang sama (hal ini dapat menekan biaya angkutan.5 Sistem Panen Sistem panen dilakukan dengan hanca giring tetap dan hanca giring tidak tetap. .4 Ancak panen Ancak panen adalah luasan yang menjadi tanggung jawab pemanen.

Pada pagi hari. .Alat angkut pada umumnya adalah truk.9 Dodos kecil (8 cm) 5-7 3-5 0.Tangkai tandan di potong mepet atau berbentuk huruf V (cengkem/mulut kodok). yang nantinya akan membawa buah hingga sampai dipabrik .5 Egrek Sumber : Instruksi Kerja (IK) PTPN II Tabel 8. .Tandan disusun 5 buah per baris di TPH.3.Berjalan di jalan pikul mencari buah matang sesuai kriteria matang panen. . . .Setelah ancak (2 barisan) pertama selesai pindah gawangan di sebelah pemanen ancak terakhir. setiap pemanen membawa 2 bans tanaman (1 gawangan).7 Peralatan Panen Alat panen yang digunakan sesuai umur tanaman sebagai berikut: Umur (Th) TM Tinggi Batang (M) Alat Panen 3-4 1-2 <0. . . Peralatan Panen Sesuai Umur Tanaman 3. 3) Pengangkutan hasil . tangkai tandan dan kotoran lainnya. 2) Di TPH .Pemanen diawasi oleh seorang mandor. . .5. paling lambat 12 jam dari saat panen. tidak boleh bercampur dengan tandan.Brondolan ditumpuk di beiakang barisan tandan atau digonikan.Pelepah yang menyangga (songgo) buah matang dipotong mepet.3.Tandan matang dipotong tangkainya. 00) tidak dibenarkan diangkat ke truk.Brondolan yang ada di ketiak pelepah diambil/dikorek. .Gagang tandan menghadap ke atas. .Nomor pemanen dan tanggal panen ditulis pada tangkai tandan . Perhitungan AKP 3.Krani transport menyortir TBS di TPH. .5. Gambar 12.Tandan dan brondolan bebas dari pasir.Buah diangkat ke TPH setelah selesai di potong. buah sangat mentah (F. Tiap mandor panen mengawasi 10-15 orang pemanen.Seluruh tandan yang diangkut dicatat jumlah tandannya per pemanen.Pelepah disusun dan ditumpuk di tengah gawangan mati.Buah segera diangkut ke PKS. .5 Dodos besar (14 cm) >8 >5 >2.• Rekapitulasi kemudian dituangkan kedalam formulir rencana panen dan pengangkutan untuk dikirim ke kantor kebun. . .Semua brondolan diangkut ke truk. . mandor membagi ancak pemanen yang dimulai dari jalan blok.9-2.8 Pelaksanaan Panen 1) Ancak .Brondolan dikutip dan dikumpul dengan tandan dibawa ke TPH. . sampah.

28 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang penyiangan secara manual pada tanaman belum menghasilkan. PROGRAM MAGANG BERSAMA PEJABAT / STAF / KARYAWAN Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan di PTPN II Kebun Sawit Seberang yang berlangsung lebih kurang 30 hari. 1 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang kriteria panen pada tanaman menghasilkan. Hari ke-7 Senin. umur panen pada tanaman menghasilkan. Hari Ke-4 Kamis. 23 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor Pembibitan kebun Sawit Seberang.Hari ke-10 Rabu. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan lebih kurang 15 hari. Hari ke-6 Sabtu. Di mulai dengan mempelajari tanaman penutup tanah pada tanaman kelapa sawit. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut : Hari ke – 1 Senin. 26 Juni 2010 Istirahat. Hari ke-9 Selasa.IV. Hari ke-2 Selasa. piringan pada tanaman belum menghasilkan. Hari ke-12 Jumat. . serta penempatan tempat tinggal (penginapan). Hari ke-8 Senin. 24 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor Pembibitan kebun Sawit Seberang. Hari ke-5 jumat. gawangan. 21 Juni 2010 Registrasi di tempat PKL dan penyampaian program PKL pada karyawan pimpinan di tempat PKL. 22 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor Pembibitan kebun Sawit Seberang. 2 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang penentuan . Di mulai dengan perkenalan dengan karyawan maupun karyawan pimpinan di kebun tersebut serta pengumpulan informasi tentang profil PTPN II Kebun Sawit Seberang. pada tanaman belum menghasilkan. Hari ke-11 Kamis. 30 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang kastrasi pada tanaman belum menghasilkan Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang pasar mati. 29 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang pemberantasan hama Oryctes sp. Hari Ke-3 Rabu. 27Juni 2010 Istirahat. Di mulai dengan mempelajari pembibitan dimulai dari GS sampai main Nursery di PTPN II Kebun Sawit Seberang. 25 Juni 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling V mempelajari tentang pembuatan pasar pikul. yaitu dari tanggal 21 Juni sampai 21 Juli.

4 Juli 2010 Istirahat. Hari ke . Hari ke-13 Sabtu. 6 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang alat alat untuk pemanenan seperti dodos dan egrek pada tanaman menghasilkan. 8 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling II mempelajari tentang telling pada tanaman menghasilkan. 11 Juli 2010 Aktivitas PKL mempelajari sistem administrasi kebun. Hari ke-16 Selasa.27 Sabtu. 10 Juli 2010 Aktivitas PKL mempelajari sistem administrasi kebun. Hari ke-20 Sabtut. 14 Juli 2010 Aktivitas PKL mempelajari sistem administrasi kebun. 21 Juli 2010 . Hari ke-23 Selasa. Hari ke-14 Minggu. 7 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling I mempelajari tentang telling pada tanaman menghasilkan. 19 Juli 2010 Kunjungan. Hari ke-15 Senin. 12 Juli 2010 Istirahat. 16 Juli 2010 Membuat laporan PKL. 17 Juli 2010 Istirahat. 13 Juli 2010 Istirahat.phylotaksis pada tanaman menghasilkan. 3 Juli 2010 Istirahat. Hari ke-21 Minggu. 5 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di kebun afdeling IX mempelajari tentang penentuan analisa daun pada tanaman menghasilkan. Hari ke-26 Jumat. 9 Juli 2010 Aktivitas PKL dilakukan di Kantor kebun afdeling III mempelajari tentang telling pada tanaman menghasilkan. Hari ke-24 Rabu. Hari ke-19 Jumat. Hari ke-25 Kamis. Hari ke – 28 Minggu. Hari ke-17 Rabu . Hari ke-22 Senin. 18 Juli 2010 Istirahat. Hari ke-18 Kamis. 15 Juli 2010 Membuat laporan PKL. 20 Juli 2010 Hari ke – 31 Selasa. Hari ke – 30 Senin. Hari ke – 29 Senin.

yang dilaksanakan secara manual dan khemis. 4. Matang panen dapat dilihat setelah 2-3 brondol lepas dari tandannya. Perkebunan Nusantara II Kebun Sawit Seberang.TOPIK PERMASALAHAN DI LOKASI PKL Selama berlangsungnya kegiatan PKL di PT. Keterlambatan dalam pengendalian penyakit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense Pat. Sistem panen dilakukan dengan meninggalkan minimal dua pelepah daun dibawah dari buah yang hendak dipanen (songgoh dua). . 3. 5. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. juga sering dijumpai di TBM sehingga menyerang tanaman yang berada di sekitarnya. II dan III pada Kebun Sawit Seberang dikhususkan untuk tanaman kelapa sawit. Pengendalian gulma dilakukan secara manual. Keterlambatan dalam pengangkutan dan hasil panen sehingga juga dapat menghambat dalam pengolahan TBS sehingga dapat mengurangi rendemen dan kualitas CPO dari kelapa sawit tersebut juga menurun. Saran Diharapkan kepada seluruh karyawan yang bekerja di kebun agar memanen buah yang sesuai dengan kriteria matang panen. Rotasi panen yang digunakan adalah 5/7 dan 6/7. Hama dari golongan mamalia adalah lembu (Boss taurus). Pemeliharaan pasar pikul dilakukan dengan rotasi sekali dalam 3 bulan. Afdeling I. yaitu dengan cara dongkel mata merah dan secara khemis. para peserta PKL mengamati ada beberapa masalah yang terjadi pada unit Kebun Sawit Seberang. Kerusakan daun tanaman yang berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan kelapa sawit. yaitu dengan menggunakan bahan aktif Paraquat. Banyaknya populasi lembu pada Kebun Sawit Seberang menimbulkan banyak masalah terutama serangan pada daun tanaman kelapa sawit khususnya pada tanaman belum menghasilkan. 2. sebagian daerah tempat penanaman kelapa sawit adalah berbukit atau bergelombang sehingga sulit dalam hal pemupukan dan pemanenan.

. Sedangkan faktor kedua adalah K. dengan ketinggian tempat ± 25 m dpl. A. Yenni. R.R.. Haryati. Percobaan tersebut menggunakan 2 faktor perlakuan yaitu faktor 1 adalah jenis gulma S1 Amaranthuss sp. Winarna dan Y. 2004. Y. P.S.H. E. Siantar.Hartono.S. S. (3 pages). R. K3 5 cm. http://www. P.. PTP N IV (Persero) Bah Jambi. Fauzi. PTP N II Kebun Sawit Seberang. L. K1 0 cm.. Elisabeth. H. Purba. Sawit Seberang.DAFTAR PUSTAKA Anonim. W. Purba. Sumatera Utara Medan. Teknologi Budidaya dan Pengolahan Kelapa Sawit.E.D. Kelapa Sawit. D.Y. S2 Asystasia intrusa. Dja’far. Rahutomo. Soehardjo. A. PPKS. Percobaan ini bertujuan untuk mencatat kemampuan sejumlah gulma untuk muncul dari kedalaman yang berbeda-beda. Sejarah Singkat Kebun Sawit Seberang. 2005. S. . Prawirosukarto. Purba. R. Darmosarkoro. H. S. A. Sutanto. Medan. Fadli. FP-USU. Budiana dan Kusmahadi. ABSTRAK Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Sianturi. Ishak. Kelapa Sawit Edisi Revisi.Y. Budidaya Kelapa Sawit. H. Harahap.H. J. Sutarta. Sugiyono.org. I. 2001. Harahap. Lubis. Purba. I. Vademecum Kelapa Sawit. Dari percobaan diperoleh bahwa gulma yang banyak tumbuh adalah pada kedalaman 15 cm yaitu jenis gulma Amaranthus sp. C. Medan. 2002. Siahaan. K4 15 cm. Darnoko. PENGARUH KEDALAMAN TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA Junita Sinambela/070301054 Mahasiswi Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan.D.Satyawibawa. Y. Penebar Swadaya. Utomo. Diakses tanggal 20 Maret 2010.. Koedadiri. T. A.. pada tanggal 19 November 2009. Suprianto.Jakarta. E. Purba. A. Widyastuti.wikipedia. K2 1 cm. Medan. E.

Misalnya pada Convolvulaceae. Bentuk kotiledon ini sangat bervariasi. sehingga kadang-kadang disiri sebagai tanda kearah suku. Hal ini umum dijumpai pada gulma dari golongan teki. Ipomea turbinata: 33%. Setelah pembenaman sekitar 5 tahun. Abutilin theophrasti: 30%. warna.Kunci : perkecambahan. e) biji yang tetap melekat pada semai. kedalaman tanah. d) jumlah. Dalam percobaan ini polibag diisi ¾ topsoil dan benih tersebut diletakkan diatasnya sesuai dengan perlakuan dan diberi label untuk menandai perlakuan serta ulangannya. Bila dormansi diperpanjang waktunya akan mengalami imbibisi sehingga jaringan embrio menjadi rusak. Anoda cristata: 30%. 1984). ukuran. Umumnya gulma mempunyai kemampuan bersaing yang cukup baik pada semua mcam tipe tanah. tekstur dan pertulangan daun pertama kadang-kadang dapat tidak sama dengan daun pada gulma yang telah dewasa. warna. ujung kotiledon selalu terbelah. unsur-unsur makanan dalam tanah dan lain-lain. bij-biji gulma yang masih viabel seperti Sorghum halepense: 48%. Sesbania exaltata: 18% dan Ipomea lacunosa: 13% (Moenandir. 1984). permukaan epikotil (bagian batang yang terletak di atas kotiledon). Diamati gulma apa saja yang tumbuh setiap hari sampai pengamatan terakhir dan dicatat datanya. f) adanya daun penumpu atau okrea seperti pada gulma dewasa (Tjitrosoedirdjo. gulma PENDAHULUAN Biji-biji gulma mengalami dormansi sekunder mampu berkecambah setelah dibawa kepermukaan tanah.. c) jumlah. label untuk menandai polibag. Faktor tanah yang turut menentukan distribusi gulma antara lain : kelembaban tanah. ukuran. aerasi. b) ukuran. Untuk mengidentifikasi semai. tekstur dan pertulangan kotiledon.. sebagai objek pengamatan. BAHAN DAN METODE Percobaan ini menggunakan polibag sebagai media tanam. pada leguminosa kotiledon biasanya tebal karena banyak mengandung cadangan makanan. 1993). warna. Kondisi cadangan biji juga tergantung pada dormansi dan lama biji tersebut tahan terdapat dalam tanah (Sukman dan Yakup. benih Asystasia intrusa dan Amaranthus sp. 1995). bentuk. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil . dkk. Kedalaman pembenaman tidak selalu berpengaruh pada lamanya hidup biji. topsoil sebagai media tanam. dkk. Dalam biji terimbibisi ini daya perkecambahan biji masih tetap tinggi (Tjitrosoedirdjo. bentuk. tanda-tanda karakteristik yang dapat dipakai misalnya: a) ukuran. pH tanah. warna. permukaan hipokotil (bagian batang yang terletak di bawah kotiledon).

Benih gulma yang paling banyak tumbuh adalah Amaranthus sp pada kedalaman 15 cm yaitu 40. Hal ini sesuai dengan literatur dari Tjitrosoedirjdo.. Ilmu Gulma Dalam sistem Pertanian Dalam Sistem Pertanian. Hal ini mungkin disebabkan karena beberapa faktor yaitu dari benih tersebut yang sudah ketuaan. Jakarta. Dan Asystasia intrussa Nama Gulma Perlakuan S1K0 S1K1 S1K2 S1K3 S1K4 123123123123123 Amaranthus sp. J. . Raja Grafindo Persada. PT. Dan Asystasia intrussa KESIMPULAN 1. (1984) yang menyatakan bahwa biji-biji gulma mengalami dormansi sekunder mampu berkecambah setelah dibawa kepermukaan tanah.4 Pembahasan Dari hasil percobaan dapat dilihat pada data. 1993. Benih gulma Asystasia intrusa paling banyak tumbuh pada kedalaman 0 cm sebesar 20.2 . dkk. atau karena faktor lingkungan. 10 5 10 6 3 4 . Hal ini sesuai dengan literatur Sukman dan Yakup (1991) yang menyatakan bahwa kondisi cadangan biji juga tergantung pada dormansi dan lama biji tersebut tahan terdapat dalam tanah. Grafik Pertumbuhan Kecambah Gulma Amaranthus sp.1 2 2 1 1 20 6 2 .Data Pertumbuhan Kecambah Gulma Amaranthus sp. ada gulma yang tidak dapat tumbuh pada suatu kedalaman. 2. Hal ini dikarenakan benih Amaranthus sp. 5 8 7 1 2 3 . lebih dominan pada setiap kedalaman tanah dari pada Asystasia intrusa.3 . Dari hasil percobaan dapat dilihat pada data bahwa benih Amaranthus sp.6 5 5 10 14 16 25 13 3 16 40 Nama Gulma Perlakuan S2K0 S2K1 S2K2 S2K3 S2K4 123123123123123 Asystasia intrussa. memilki ketahanan untuk bertahan hidup pada setiap kedalaman tanah. DAFTAR PUSTAKA Moenandir..

.. H. Utomo dan J.Sukman. Gulma dan Teknik Pengendaliannya. PT.) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L. PT. Raja Grafindo Persada.. 1984. Gramedia. PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinocholoa crussgalli L. Tjitrosoedirdjo. 1995. Jakarta. dan Yakup. Y.) PAPER OLEH : . Wiroatmodjo. Jakarta. I. Pengelolaan Gulma di Perkebunan. S.

Medan Diperiksa Oleh: Asisten Korektor .JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 7 LABORATORIUM ILMU GULMA DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinocholoa crussgalli L.) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L.) PAPER OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 7 Paper Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Mengikuti Praktikal Test di Laboratorium Ilmu Gulma Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Adapun judul dari paper ini adalah “Pengendalian Gulma Jajagoan (Echinochloa crussgalli L.J.Dr. Akhir kata penulis mengucapakan terima kasih dan semoga paper ini bermanfaat bagi kita semua.(Rotambatua Nababan) NIM. Medan. Oktober 2009 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Tujuan Penulisan 3 Kegunaan Penulisan 3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Gulma 4 . oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan paper ini. Medan.S.) Pada Pertanaman Padi (Oryza sativa L. MP serta para asisten Laboratorium Ilmu Gulma yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan paper ini.Damanik. Paper ini disusun sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di Laboratorium Ilmu Gulma Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.Toga Simanungkalit. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Ilmu Gulma yaitu Prof. Penulis menyadari paper ini banyak kekurangan.Dr. karena atas berkat dan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan paper ini tepat pada waktunya. Prof.)”. 050301035 LABORATORIUM ILMU GULMA DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.Edison Purba. Ir.

membabat.6 %. dan padi 54. menginjak. banyak juga tumbuhan diklasifikasikan sebagai gulma dimanapun gulma itu berada karena gulma tersebut umum tumbuh secara teratur pada lahan tanaman budidaya (Sebayang. Echinochloa crussgalli adalah gulma musim panas tahunan dengan batang tebal yang dapat mencapai 5 kaki tingginya. melalui budi daya dengan pergiliran tanaman. secara mekanis dengan mencabut. Gulma dapat dikendalikan melalui berbagai aturan dan karantina.litbang.4 % (Wudianto. Dengan demikian. secara kimiawi menggunakan herbisida. 1999).id. secara fisik dengan membakar dan menggenangi. Akibat dari serangan gulma dapat menurunkan hasil panen yang cukup besar. Gulma ialah tanaman yang tumbuhnya tidak diinginkan. 2009). Kehadiran gulma dalam areal pertanaman sangat tidak dikehendaki karena akan menyaingi tanaman yang ditanam dalam memperoleh unsur hara.6 %. air.Jenis Bahan Untuk Pengendalian 12 KESIMPULAN 14 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN PENDAHULUAN Latar Belakang Keberhasilan pengendalian gulma merupakan salah satu faktor penentu tercapainya tingkat hasil padi yang tinggi. menyiang dengan tangan. peningkatan daya saing dan penggunaan mulsa. Ditemukan di seluruh Amerika Serikat.go. secara biologi dengan menggunakan organisme hidup.) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L. kentang 16.) Cara Pengendalian 8 Waktu Pengendalian 10 Jenis . 2005). dan mengolah tanah dengan alat mekanis bermesin dan nonmesin. suatu spesies tumbuhan tidak dapat diklasifikasikan sebagai gulma pada semua kondisi.Habitat dan Penyebaran 6 PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinocholoa crussgalli L. Gulma di suatu tempat mungkin berguna sebagai bahan pangan. Namun demikian. jagung 45. dan Meksiko sebagai . Pengendalian gulma secara kimiawi berpotensi merusak lingkungan sehingga perlu dibatasi melalui pemaduan dengan cara pengendalian lainnya (http://balitsereal. Salah satu dari sedikit rumput liar yang tidak memiliki ligula. Gulma pada pertanaman padi umumnya dikendalikan dengan cara mekanis dan kimiawi. Kanada.deptan. makanan ternak atau sebagai bahan obatobatan.1 %. Persen kehilangan hasil panen akibat gulma di negara bagian Kolumbia (Amerika Serikat) terhadap kacang-kacangan sebesar 51. dan matahari.

vt. 2009a). 2009a). 2009b).edu. menembus ke dalam tanah turun sampai 50 cm (http://www.wordpress. pembibitan. 2009c). dan ..com. Medan.).6 – 0. terdiri dari 5 – 40 cm tandan.5 mm.) pada pertanaman padi (Oryza sativa L. Siberia Barat. yang mula-mula tumbuh tegak kemudian merunduk. lebar 0. berbentuk lonjong. maka herbisida bersifat fitotoksik (Djojosumarto. Herbisida adalah pestisida yang digunakaan untuk mengendalikan gulma. Sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan. 2000).vt. Malai mungkin hijau ke warna ungu dan bulir terdiri dari individu yang dapat mengembangkan 2-10 mm terminal lama (http://www. 2009b).ppws. Habitat dan Penyebaran Distribusi tumbuhan ini meliputi Kaukasus. 2009a). atau tumbuhan penggenggu yang tidak dikehendaki. sering bercabang di bagian bawah node. Biasanya terbentuk piramid sempit.agroatlas.− TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Berdasarkan Nasution (1986) taksonomi gulma padi-padian adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisio : Spermatophyta Kelas : Angiospermae Ordo : Poales Famili : Poaceae Genus : Echinochloa Spesies : Echinochloa crussgalli L. Kegunaan Percobaan Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di− Laboratorium Agronomi Ilmu Gulma Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Karena herbisida aktif terhadap tumbuhan.5 – 1 cm.gulma dari banyak agronomi tanaman. Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengendalian gulma jajagoan (Echinochloa crussgali L. Bulirnya banyak.vt. anak bulir panjang 2 – 3. Kepala sarinya mempunyai diameter 0.ppws. Akar adalah seperti mahkota.ru. panjang 2 – 3. berambut.edu. Batang gulma ini biasanya tegak. Bunga memiliki seedhead malai terminal berkisar 4-16 inci panjangnya.wordpress. tebal. dan rumput (http://www. Siberia Timur di selatan.85 mm. tebal. panjang 5 – 21 cm. tanpa bulu (glabrous).edu.5 mm. warna hijau sampai ungu tua (http://cetlanget. lanskap.ppws. dan mungkin berwarna merah ke merah marun di pangkalan (http://www. berkembang dengan baik. Daunnya rata/datar dengan panjang 10 – 20 cm. Buah E. Bentuk garis meruncing ke arah ujung. crusgalli disebut caryopsis. Biji yang tua berwarna kecoklat-coklatan sampai kehitam-hitaman (http://cetlanget.com.

Tumbuh di berbagai situs basah seperti selokan. Kelimpahan dan terjadinya penurunan dari selatan ke utara. Masing-masing pengendalian gulma memiliki keunggulan dan kerugian. Daur kelembaban bertahan buruk. Jepang.0 dm (berarti dari 59 kasus = 9. Ekologinya yaitu thermophil. Pengendalian gulma dengan sistem budidaya disebut juga cara pengendalian secara ekologis.ru.2 (berarti dari 53 kasus = 6. lebih suka ringan oleh struktur mekanik. di rawa-rawa. dan pengendalian gulma secara tunggal jarang mencukupi bila menginginkan agar pengendalian gulma tersebut efektif dan ekonomis (Sebayang 2005). dan di lumpur dan air danau. sering tumbuh di air. dan sering gulma yang umum di sawah.hort. dan bidang kosong. Echinochloa crussgalli dilaporkan mentoleransi presipitasi tahunan 3. tidak dikompresi. Mongolia. oleh karena menggunakan prinsip-prinsip ekologi yaitu mengelola lingkungan sedemikian rupa sehingga mendukung dan menguntungkan pertanaman tetapi merugikan bagi gulmanya. Asia Minor. Contoh: padi-tebu- .7-27. daerah rembesan. Berhasil di daerah dingin. Di dalam pengendalian gulma dengan sistem budidaya ini terdapat beberapa cara yaitu: a) Pergiliran tanaman bertujuan untuk mengatur dan menekan populasi gulma dalam ambang yang tidak membahayakan. Disesuaikan dengan hampir semua jenis tempat-tempat yang basah. kimia dan biologi. Kaukasus dan Timur Jauh. Himalaya.1-25. tapi lebih baik disesuaikan dengan daerah di mana suhu tahunan rata-rata 14-16 ° C. Amerika Selatan. 2009c). manual. Australia. E.4).purdue. daerah rendah di croplands subur dan basah limbah.Timur Jauh. Tumbuh baik terutama di lembab (irigasi dan banjir) ladang. Di wilayah baratdaya AS. Cina. akan tetapi umumnya lebih tinggi dan berbunga lebih dulu dari pada padi (http://cetlanget. Asia Tengah. Ini adalah berlebihan dalam zona Chernozem. Dalam zona taiga kehilangan makna sebagai tanaman gulma eurysynusic. padang rumput basah dan basah.7). sering berumput. Di sawah tumbuh bersama padi.edu. selokan dan dataran banjir. Kelompok tanaman bertemu di padang rumput kering dan ruderal daerah. dan pH 4. suhu tahunan 5.agroatlas.wordpress. itu terjadi dalam lembab.8-8. mekanis. basah. selatan Skandinavia. Afrika. PENGENDALIAN GULMA JAJAGOAN (Echinochloa crussgali) PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L.com. sering terganggu tanah liat.9).8 ° C (rata-rata dari 59 kasus = 14.) Cara Pengendalian Metode pengendalian gulma dapat dikelompokkan ke dalam kelompok kultur teknis. Terdistribusi dan tersebar luas di semua wilayah hangat di dunia. baik yang beriklim sedang dan tropis. agak kaya. sangat lembut tanah aluvial. hygrophilous. Amerika Utara. pinggir jalan. 2009b). Mediterania. (http://www. Tidak dibatasi oleh pH tanah (http://www. Mencapai perbatasan utara pertanian. pertemuan jarang. daerah dibudidayakan. 2009). Luas digarap gulma pada tanaman di zona stepa. kadang-kadang terdapat juga di tempat setengah basah. Ekologi tumbuhan ini mulai dari boreal lembab atau basah hingga tropis sangat kering atau daerah hutan hujan tropis. crusgalli terdapat di tempat-tempat basah. Eropa Tengah dan Atlantik.

Baru kemudian tanaman ditanam pada tanah yang sebagian besar gulmanya telah mati terberantas. baik secara selektif maupun non selektif. c) Penaungan dengan tumbuhan penutup (cover crops) yang berguna untuk mencegah perkecambahan dan pertumbuhan gulma. Pengendalian gulma secara biologis (hayati) ialah pengendalian gulma dengan menggunakan organisme lain. Myrothesium roridum untuk kiambang . dan pengendalian Salvinia sp. tomat. kondisi mikroklimat akan dapat berubah-ubah. sambil membantu pertanaman pokoknya dengan pupuk nitrogen yang kadang-kadang dapat dihasilkan sendiri. dan penggunaannya bisa pada saat pratanam. ternak. Waktu tanaman lambat. untuk kayu apu. Di Australia dengan menggunakan Cactoblastis cactorum. . insekta atau fungi tersebut tidak menyerang tanaman atau tumbuhan lain yang mempunyai arti ekonomis. sehingga gulma hidupnya tidak senyaman sebelumnya. Sedangkan jamur atau fungi yang berpotensi dapat mengendalikan gulma secara biologis ialah Uredo eichhorniae untuk eceng gondok. Sebagai contoh gulma teki (Cyperus rotundus) sering berada dengan baik dan mengganggu pertanaman tanah kering yang berumur setahun (misalnya pada tanaman cabe. Pengendalian biologis yang intensif dengan insekta atau fungi biasanya hanya ditujukan terhadap suatu species gulma asing yang telah menyebar secara luas dan ini harus melalui proses penelitian yang lama serta membutuhkan ketelitian. Pemupukan yang tepat merupakan cara untuk mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga mempertinggi daya saing pertanaman terhadap gulma. Yang dimaksud dengan herbisida adalah senyawa kimia yang dapat digunakan untuk mematikan atau menekan pertumbuhan gulma. dengan membiarkan gulma tumbuh lebih dulu lalu diberantas dengan pengolahan tanah atau herbisida. Macam herbisida yang dipilih bisa kontak maupun sistemik. Sehubungan dengan sifatnya ini maka pengendalian gulma secara kimiawi ini harus merupakan pilihan terakhir apabila caracara pengendalian gulma lainnya tidak berhasil. dan Cerospora sp. Sebagai contoh pengendalian biologis dengan insekta yang berhasil ialah pengendalian kaktus Opuntia spp. dan sebagainya). Dengan pergiliran tanaman. Demikian juga eceng gondok (Eichhornia crassipes) dapat dikendalikan secara biologis dengan kumbang penggerek Neochetina bruchi dan Neochetina eichhorniae. kalkun pada perkebunan kapas. Tanaman tertentu biasanya mempunyai jenis gulma tertentu pula. terutama untuk areal yang luas. Beberapa segi negatifnya ialah bahaya keracunan tanaman.kedelai. Untuk berhasilnya cara ini memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang cukup dan untuk itu akan diuraikan tersendiri lebih lanjut. fungi. Keuntungan pengendalian gulma secara kimiawi adalah cepat dan efektif. Demikian pula dengan wewehan (Monochoria vaginalis) di sawah-sawah. Juga harus yakin apabila species gulma yang akan dikendalikan itu habis. mempunyai efek residu terhadap alam sekitar dan sebagainya. karena biasanya jenis gulma itu dapat hidup dengan leluasa pada kondisi yang cocok untuk pertumbuhannya. dengan menggunakan Cyrtobagous singularis. padi-tembakau-padi. seperti insekta. ikan yang memakan gulma air dan sebagainya. Penanaman rapat agar tajuk tanaman segera menutupi ruang-ruang kosong merupakan cara yang efektif untuk menekan gulma. ikan dan sebagainya. b) Budidaya pertanaman dilakukan dengan penggunaan varietas tanaman yang cocok untuk suatu daerah merupakan tindakan yang sangat membantu mengatasi masalah gulma. Di samping pengendalian biologis yang tidak begitu spesifik terhadap spesies-spesies tertentu seperti penggunaan ternak dalam pengembalaan. pratumbuh atau pasca tumbuh. Pengendalian gulma secara kimiawi adalah pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida.

ac.id.ac. Untuk pengendalian secara kimiawi sebaiknya menggunakan senyawa kimia yang selektif untuk menghambat atau mematikan gulma tetapi tidak mengganggu pertumbuhan tanaman padi. Tanggap atau respon beberapa jenis gulmaterhadap herbisida amat tergantung pada jenis herbisida yang digunakan itulah yang digolongkan kedalam herbisida selektif atau non selektif. pada padi sawah. herbisida diaplikasikan setelah tanaman tumbuh dan muncul. Dalam hal ini pengendalian yang akan dibahas lebih lanjut yaitu pengendalian secara kimiawi/kemis yaitu dengan aplikasi herbisida. biologis dan kimiawi serta preventif.id. Waktu aplikasi herbisida bergantung pada struktur herbisida.4 D) merupakan jenis herbisida yang selektif untuk pertanaman padi. Untuk . jarak tanam dengan penyiangan. Gulma harus dibuang dari tanaman padi sesegera mungkin. Walaupun telah dikenal beberapa cara pengendalian gulma antara lain secara budidaya. EPTC) c) pra tumbuh. demikian pula gulmanya (MCPA atau propanil pada padi. Pada umumnya herbisida digunakan pada saat pre planting (pra tanam).uns. Untuk dapat mengendalikan suatu species gulma yang menimbulkan masalah ternyata dibutuhkan lebih dari satu cara pengendalian.Yang dimaksud dengan pengendalian gulma secara terpadu yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan beberapa cara secara bersamaan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. gulma sasaran. Waktu Pengendalian Pada dasarnya pengendalian gulma telah dilakukan sejak pra kultivasi yaitu sebelum tanah diolah dan sebelum ada tanaman hingga pasca tumbuh tanaman (post emergence). Dengan demikian herbisida harus diaplikasikan selama fase pertumbuhan awal tanaman. 1990). (http://fp. Cara-cara yang dikombinasikan dalam cara pengendalian secara terpadu ini tergantung pada situasi. Herbisida dapat diaplikasikan pada beberapa periode sebelum atau selama periode pertumbuhan tanaman. pre emergence (pra tumbuh) dan post emergente (pasca tumbuh) (Sebayang.4 dimetilamina (2. 2009). herbisida diaplikasikan sebelum tanam. tetapi umumnya diarahkan agar mendapatkan interaksi yang positif. Pemberantasan gulma pada padi sawah dapat dilakukan secara mekanik dengan penyiangan manual. di samping cara-cara pengelolaan pertanaman yang lain. pemupukan dengan herbisida dan sebagainya. sesudah tanah diolah (triazin. cuaca. tetapi kurang efetif karena memerlukan waktu dan tenaga yang banyak. Herbisida pra-tumbuh adakalanya harus diaplikasikan sesudah tanaman pokoknya ditanam. 2005). Herbisida berbahan aktif 2. kondisi dan tujuan masing-masing. glyphosat dan dalapon pada karet) (Moenandir. misalnya paduan antara pengolahan tanah dengan pemakaian herbisida. herbisida diaplikasikan sebelum tanaman tumbuh (muncul) (nitralin) d) pasca tumbuh. herbisida pra-tanam atau herbisida yang early post emergence harus diaplikasikan pada benih padi yang dipindah-tanamkan. praktek budidaya. 2009). bersifat sistemik artinya dapat bergerak dari daun dan bersama proses metabolisme ikut kedalam jaringan tanaman sasaran (http://stppgowa. Klasifikasi berdasarkan waktu aplikasi yaitu: a) pra kultivasi. fisik. Misalnya. herbisida diaplikasikan sebelum tanah diolah dan sebelum ada tanaman (paraquat) b) pra tanam. tetapi tidak satupun cara-cara tersebut dapat mengendalikan gulma secara tuntas.

pendimetalin). tiokarbamat. selektif ke padi. 1)Anilid (butaklor. dan oksifluorfen). Chinmethylin. triazin. MCPA). piridin (contohnya parakuat). Ada pula yang menggunakan mikroherbisida yaitu golongan herbisida yang mengendalikan gulma dengan menggunakan penyakit uang ditimbulkan oleh bakteri. gulma noksius pada tanaman jeruk. piridazin. fenol. senyawa alifatik. urasil. sineol. fluorodiven. (3) natrium khlorat (NaClO3). 2000). 2)Bipiridilium (parakuat). 5)Organofosfat (glifosat). (2) borat.4 %. 6)Asam fenoksi (2. jamur. . 1992). 9)Sulfonil urea (bensulfuron).keperluan ini. karbamat. 10)Asam polisiklik alkanoik (fenoxaprop). manual. dll (Sebayang. (Djojosumarto. Berikut merupakan contoh herbisida anorganik yaitu: (1) amonium sulfamat (NH4SO3NH2). herbisida dapat diklasifikasikan sebagai berikut. Hebisida yang dianggap ideal jika efek racunnya aman. pretilaklor dan propanil). efektif terhadap gulma. glifosat. biologi dan pengendalian gulma terpadu yang merupakan gabungan dari beberapa metode tersebut. 3)Dinitro-anilin (butralin. mekanis. 4)Difenil eter (difenox. difenil eter. harus digunakan herbisida yang benar-benar selektif untuk padi dan harus dilakuikan secara hati-hati sesuai dengan rekomendasinya. tiobenkarb). Berdasarkan kelompok kimianya. Sebagian besar herbisida adalah senyawa organik. oksifluorfen). senyawa nitril. 3.Jenis Bahan Untuk Pengendalian Senyawa bahan anorganik yang berasal dari garam dan arang merupakan bahan kimia yang pertama kali digunakan untuk mengendalikan gulma. urea. arsenik. Sedangkan untuk herbisida organik contohnya yaitu: minyak petrol. efisien dari segi biaya. 8)Triazin (simetrin. dan herbisida non kelompok lainnya seperti Bentazon. Kesalahan menentukan saat aplikasi dapat mengakibatkan keracunan pada tanaman pokok atau herbisida tidak bekerja efektif. dan virus. Jenis . Echinochloa crussgalli merupakan salah satu gulma penting pertanaman padi. 7)Tiokarbamat (molonate. Misalnya Phytophtora palmivora yang digunakan untuk mengendalikan Morrenia odorata.4-D. Chlomethoxynil. 2. Selain itu. Metode pengendalian gulma dapat dikelompokkan ke dalam kelompok kultur teknis. Gulma dapat menurunkan hasil panen padi yang cukup besar yaitu sekitar 54. dan herbisida lainnya (seperti metil bromida. 2005). ada juga Colletotrichum gloeosporioides yang diperdagangkan dengan merek dagang tertentu dan digunakan pada tanaman padi dan kedelai di Amerika (Sastroutomo. dimetametrin). dan tidak meninggalkan pengaruh yang lama di lingkungan. asam fenoksi-alifatik. heterosiklik nitrogen (tanpa kelas). nitroanilin. kimia. KESIMPULAN 1.

pendimetalin). 5. 2009.purdue. dan herbisida non kelompok lainnya seperti Bentazon. 2000. 9)Sulfonil urea (bensulfuron). Teknik Aplikasi Pestisida Pertanian. Chinmethylin. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. http://stppgowa.edu/newcrop/duke_energy/Echinochloa_crusgalli.vt.uns.go. http://fp. Berdasarkan kelompok kimianya. Kanisius. Pada dasarnya pengendalian gulma telah dilakukan sejak pra kultivasi yaitu sebelum tanah diolah dan sebelum ada tanaman hingga pasca tumbuh tanaman (post emergence) dan mencakup aspek kultur teknis yaitu penyiangan tanaman.ppws. 1)Anilid (butaklor. 6)Asam fenoksi (2. MCPA).b&c.id/~hamasains/dasarperlintan-4.4-D. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009.4. Nasution. Yogyakarta. Fisiologi Herbisida. 4)Difenil eter (difenox.agroatlas. dimetametrin). 3)Dinitro-anilin (butralin.litbang. herbisida dapat diklasifikasikan sebagai berikut. 10)Asam polisiklik alkanoik (fenoxaprop).pdf. Chlomethoxynil.pdf.html&ei=W OPiSoTHJcuJkQXPri6AQ&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=11&ved=0CCsQ7 gEwCg&prev=/search%3Fq%3DEchinochloa%2Bcrusgalli%26hl%3Did%26sa%3DG.ac. 2009a. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009./MuhammadKadir. 2)Bipiridilium (parakuat). U.htm. . http://www. 2009a. 1990.ru/en/content/weeds/Echinochloa_crusgalli/&ei=WOPiSoTHJcuJ kQXPri6AQ&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=15&ved=0CDcQ7gEwDg&prev =/search%3Fq%3DEchinochloa%2Bcrusgalli%26hl%3Did%26sa%3DG. J.deptan. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009.. Moenandir. 2009.id/bpadi/satulima. http://cetlanget.id/download/Vol_3_No_1. DAFTAR PUSTAKA Djojosumarto. 5)Organofosfat (glifosat). tiobenkarb). Jakarta.wordpress.. 7)Tiokarbamat (molonate.ac. Gulma dan Pengendaliannya di Perkebunan Kaaret Sumatera Utara dan Aceh. PT Gramedia. 8)Triazin (simetrin. oksifluorfen). P.com/2009/07/12/identifikasi-gulma-gulma-dominan-padapertanaman-padi-sawah-dan-usaha-pengendaliannya-di-kecamatan-samatigakabupaten-aceh-barat/. 2009. http://www. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. dll. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. 2009a&b.hort. http://www.edu/scott/weed_id/echcg.b&c.htm&ei=H-biSvzlNczkAXTg4i2AQ&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=5&ved=0CBcQ7gEwBDgK&p rev=/search%3Fq%3DEchinochloa%2Bcrusgalli%26hl%3Did%26sa%3DN%26start %3D10. CV Rajawali Pers. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2009. 1986. fluorodiven. pretilaklor dan propanil). http://balitsereal. Jakarta.

Jakarta. Gulma dan Pengendaliannya pada Tanaman Padi. 2005. 1992.) TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) D X P DI PRE NURSERY LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 PENGARUH MEDIA TANAM DAN KOMPOS AZOLLA (Azolla sp. Sebayang.S. jajagoan. H. pengendalian Reaksi: Rabu. Malang. Jakarta. S.) D X P di pre nursery PENGARUH MEDIA TANAM DAN KOMPOS AZOLLA (Azolla sp.) TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq. Wudianto. R. Pestisida Dasar-Dasar dan Dampak Penggunaannya.) terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.T. 07 Oktober 2009 pengaruh media tanam dan kompos azolla (Azolla sp. Petunjuk Penggunaan Pestisida. Diposkan oleh junT blogs di 01:10 1 komentar Link ke posting ini Label: gulma. Brawijaya University Press. Penebar Swadaya. 1999.) D X P DI PRE NURSERY LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 . PT Gramedia Pustaka Utama.Sastroutomo.

Laporan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Mengikuti Praktikal Test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Sumatera Utara, Medan Disetujui Oleh Dosen Penanggungjawab

(Ir. Balonggu Siagian, MS) NIP. 130 806 538 Diketahui Oleh: Asisten Koordinator

(Eko Andi Pasaribu) NIM. 040301001 Diperiksa Oleh: Asisten Korektor

(Hayati Silalahi) NIM. 040301037 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 ABSTRACT The objective of this experiment was to know effect of media and azolla dung in growing of palma’s bud. The experiment was conducted in Agronomi Tanaman Perkebunan I Laboratory Land, Agriculture Faculty, North Sumatera University with altitude ± 25 m above sea level, from March to May 2009. The experiment used Randomized Complete Block Design (RAK) with 2 factors and 4 replications. The first factor was media, top soil, sand, sub soil, and fertilizer. The second one was azolla, 7 gr, 14 gr, and 21 gr. The experiment result showed that media gave significant effect of height and leaves of bud. Azolla gave significant effect of height and leaves of bud, and diameter of stem. Interaction between media and azolla gave significant effect of height and leaves of bud. Keywords : media, azolla, bud

ABSTRAK Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh media tanam dan kompos azolla terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit. Percobaan ini dilaksanakan di lahan percobaan Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan I Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan, pada ketinggian ± 25 m dpl dari bulan Maret sampai Mei 2009 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan dan empat ulangan. Faktor I adalah media tanam top soil dan pasir, sub soil dan pupuk kandang. Faktor II adalah kompos azolla 7 gr, 14 gr, 21 gr. Hasil percobaan menunjukkan bahwa media berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas, jumlahdaun. Azolla berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas, jumlah daun, diameter batang. Sedangkan interaksi antara media dan azolla berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas, jumlah daun. Kata kunci : media, azolla, kecambah

RIWAYAT HIDUP Junita Sinambela lahir pada tanggal 2 April 1989 di Medan. Anak pertama dari empat bersaudara. Anak dari Bapak P. Sinambela dan Ibu N. Manurung. Adapun pendidikan yang pernah ditempuh penulis adalah sebagai berikut: SD Negeri 050721 di Gohor Lama Tamat tahun 2001 SMP Negeri 1 di Hinai Tamat tahun 2004 SMA Negeri 1 di Stabat Tamat tahun 2007 Penulis terdaftar sebagai mahasiswi di Departemen Budidaya Pertanian Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan melalui jalur SPMB

pada pilihan pertama pada tahun 2007 sampai sekarang.

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Esa karena atas berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya. Adapun judul dari laporan ini adalah “Pengaruh Media Tanam dan Kompos Azolla (Azolla sp.) Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)” yang merupakan salah satu syarat unutk dapat mengikuti praktikal test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ir. Balonggu Siagian, MS dan Ir. Charloq Nababan, MP selaku dosen mata kuliah Agronomi Tanaman Perkebunan serta kepada abang dan kakak asisten yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Medan, Mei 2009

Penulis DAFTAR ISI ABSTRACT i ABSTRAK ii RIWAYAT HIDUP iii KATA PENGANTAR iv DAFTAR ISI v DAFTAR TABEL vii DAFTAR GAMBAR viii PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Tujuan Percobaan 2 Hipotesis Percobaan 2 Kegunaan Percobaan 3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman 4 Syarat Tumbuh 5 Iklim 5 Tanah 6 Pembibitan Kelapa Sawit 7 Media Tanam 10 Kompos Azolla 10 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan 13 Bahan dan Alat 13 Metode Percobaan 13 PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan Media Tanam 16 Aplikasi Kompos Azolla 16 Penanaman 16 Pemeliharaan Tanaman 16 Penyiraman 16 Penyiangan 17 Pengamatan Parameter 17 Tinggi Tanaman (cm) 17 Jumlah Daun (helai) 17 Diameter Batang (mm) 17 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil 19 Pembahasan 25 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 28 Saran 28 DAFTAR PUSTAKA .

LAMPIRAN DAFTAR TABEL No. Rataan diameter tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 24 . Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 20 2. Judul Hal 1. Rataan jumlah daun kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 22 3.

Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 8 MST 35 17. Data tinggi tunas kelapa sawit 1 MST (cm) 30 2. Histogram diameter tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 25 DAFTAR LAMPIRAN No. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 6 MST 33 13. Histogram jumlah daun kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 23 3. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 4 MST 32 9. Data jumlah daun kelapa sawit 4 MST (helai) 36 . Data tinggi tunas kelapa sawit 5 MST (cm) 32 10. Judul Hal 1. Data tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) 34 16. Data tinggi tunas kelapa sawit 4 MST (cm) 32 8. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 3 MST 31 7. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 5 MST 33 11. Data jumlah daun kelapa sawit 3 MST (helai) 35 18. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 3 MST 35 19.DAFTAR GAMBAR No. Data tinggi tunas kelapa sawit 2 MST (cm) 30 4. Histogram tinggi tunas kelapa sawit 8 MST dari perlakuan media tanam dan kompos azolla 21 2. Judul Hal 1. Data tinggi tunas kelapa sawit 3 MST (cm) 31 6. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 1 MST 30 3. Data tinggi tunas kelapa sawit 7 MST (cm) 34 14. Data tinggi tunas kelapa sawit 6 MST (cm) 33 12. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 2 MST 31 5. Daftar sidik ragam tinggi tunas kelapa sawit 7 MST 34 15.

Data jumlah daun kelapa sawit 6 MST (helai) 37 24. dkk. dkk. Colombia.20. Malaysia menduduki rangking pertama sebagai produsen minyak sawit dunia. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 4 MST 36 21. satu tingkat di bawah Nigeria. tanaman memiliki arti penting bagi pembangunan perkebunan nasional. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 8 MST 39 29. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 4 MST 39 31. Nigeria merupakan produsen terbesar minyak sawit dunia. 2007). setingkat di atas Indonesia. Data jumlah daun kelapa sawit 7 MST (helai) 38 26. Data diameter batang kelapa sawit 4 MST (mm) 39 30. Indonesia. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 6 MST 37 25. Data diameter batang kelapa sawit 7 MST (mm) 41 36. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 7 MST 41 37. Perkebunan kelapa sawit komersial pertama di Indonesia mulai diusahakan pada tahun 1911 di Aceh dan Sumatera Utara oleh Adrien Hallet. Data jumlah daun kelapa sawit 5 MST (helai) 36 22. Indonesia merupakan salah satu produsen utama minyak sawit (Fauzi. 1996). Malaysia merebut kedudukan Indonesia tersebut pada tahun 1966. Data jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) 38 28. Untuk lebih jelasnya Negara produsen utama minyak sawit dunia adalah Malaysia. Pantai Gading.Selain mampu menciptakan kesempatan kerja yang mengarah kepada kesejahteraan masyarakat. Data diameter batang kelapa sawit 8 MST (mm) 42 38. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 8 MST 42 PENDAHULUAN Latar Belakang Kelapa sawit ( Elaeis guineensis ) berasal dari Afrika dan masuk ke Indonesia pada tahun 1848 yang ditanam di Kebun Raya Bogor (Soehardjo. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 5 MST 37 23. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 6 MST 41 35. Papua Nugini (Tim Penulis PS. Data diameter batang kelapa sawit 6 MST (mm) 40 34.. Kini. . juga sebagai sumber perolehan devisa negara. Daftar sidik ragam diameter batang kelapa sawit 5 MST 40 33. Daftar sidik ragam jumlah daun kelapa sawit 7 MST 38 27. Nigeria. Thailand.. Bagi Indonesia. 1997). Data diameter batang kelapa sawit 5 MST (mm) 40 32. seorang berkebangsaan Belgia. Dari tahun 1940-an sampai 1970-an.

Dalam keadaan dapat dihasilkan 30-45 kg/ha berarti sama dengan 100 kg urea.org.− Ada pengaruh interaksi media tanam dan kompos Azolla (Azolla sp.272 hektar pada tahun 1916 menjadi 92. pakan ternak/hijauan. Kesemuanya itu bergantung kepada manajemen dan pemimpinnya (Pahan.Luas kebun kelapa sawit terus bertambah. Secara kimia. pakan ikan. Minyak nabati yang dihasilkan dari pengolahan buah kelapa sawit berupa minyak sawit mentah ( CPO atau crude palm oil) yang berwarna kuning dan minyak inti sawit (PKO atau palm kernel oil) yang tidak berwarna (jernih). Ada pengaruh kompos Azolla (Azolla sp. 2008). 2003). Hipotesis Percobaan Ada pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan kecambah−kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. Sebanyak 85 % lebih pasar dunia kelapa sawit dikuasai oleh Indonesia dan Malaysia.) terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. menekan pertumbuhan gulma.)−terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. kompos dapat meningkatkan kapasitas tukar kation. ketersediaan unsur hara dan ketersediaan asam humat. Asam humat akan membantu meningkatkan proses pelapukan bahan mineral. kontrol terhadap perkembangan nyamuk ( http://wikipedia. Kegunaan Percobaan Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di− Laboratorium . Secara biologi. terutama ayam dan itik. industri baja (bahan pelumas). Tanaman hias. 2006).307 hektar pada tahun 1938 (Hadi. pada tahun 2008 diperkirakan Indonesia bias menjadi produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Perkebunan kelapa sawit pun bias menghadirkan prestasi-prestasi yang membanggakan dan layak untuk ditiru. CPO atau PKO banyak digunakan sebagai bahan industri pangan (minyak goreng atau margarin). Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar kedua di dunia setelah Malaysia. 2006). Menurut Derom Bangun. Kegunaan azolla adalah sumber N dapat mengganti pupuk urea samapai 100 kg.) (D x P) di pre nursery. ketua GAPKI (Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia). industri tekstil.). dari 1. Ditemukan juga bahwa azolla tumbuh kembang lebih baik dari pada musim penghujan dari pada musim kemarau. Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh media tanam dan kompos Azolla (Azolla sp. kosmetik.) terhadap pertumbuhan kecambah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. 2004). dan bahan baker alternatif (minyak diesel) (Sastrosayono. kompos yang tidak lain adalah bahan organik merupakan sumber bagai mikroorganisme tanah (Simamora dan Salundik.).). industri sabun (bahan penghasil busa).

terkadang dalam satu tandan terdapat bunga jantan sekaligus bunga betina. Medan. bahkan ada yang sampai 17 tahun pada tanaman setengah liar (Sianturi. bahkan pangkal batang bisa lebih besar lagi pada tanaman tua. dan sebuah embrio (Pahan. 1994). 1991). 2006). tertier dan kuartier arah tumbuhnya mendatar dan ke bawah.Agronomi Tanaman Perkebunan Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. tertier. di perkebunan umumnya 45 – 60 cm . Tanaman kelapa sawit berakar serabut yang terdiri atas akar primer.− TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Menurut Soehardjo dkk. Akar-akar primer umumnya tumbuh ke bawah.20 m. dan kuartier.4 inti/kernel (umumnya hanya satu). terdiri dari perikarp yang terbungkus oleh eksokarp (kulit). Helai anak daun yang terletak di tengah pelepah daun adalah yang terpanjang dan panjangnya dapat mencapai 1. Biasanya pangkal-pangkal daun melekat beberapa tahun pada batang. Jumlah anak daun dalam satu pelepah berkisar antara 120 – 160 pasang (Setyamidjaja. berangsur-angsur lepas pada umur 11 tahun. sedangkan akar sekunder. 2004). Secara botani buah kelapa sawit digolongkan sebagai buah drupe. Besarnya batang berdiameter 25 – 75 cm. tanaman kelapa sawit disebut tanaman berumah satu atau monoceous. Pada tanaman kelapa sawit letak bunga jantan dan bunga betina terpisah. mesokarp (yang secara salah kaprah biasanya disebut perikarp) dan endocarp (cangkang) yang membungkus 1. . Namun demikian. masingmasing tersusun pada tandan yang berbeda tetapi masih dalam satu pohon. Panjang pelepah daun dapat mencapai 9 m. tergantung pada umur tanaman. Akar-akar kelapa sawit banyak berkembang di lapisan tanah atas sampai kedalaman ± 1 meter dan semakin ke bawah semakin sedikit (Risza. Oleh karena itu. Daun kelapa sawit bersirip genapdan bertulang sejajar. sekunder. 2006). Sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Bunga ini disebut bunga hermaprodit (Hadi. endoperm yang padat. Akar kuartier berfungsi menyerap unsur hara dan air dari dalam tanah. Inti memiliki testa (kulit). (1996) taksonomi tanaman kelapa sawit adalah : Divisi : Tracheopita Subdivisi : Pteropsida Kelas : Angiospermae Subkelas : Monocotyledoneae Ordo : Cocoideae Family : Palmae Genus : Elaeis Spesies : Elaeis guineensiss Jacq. Pada pangkal pelepah daun terdapat duri-duri atau bulu-bulu halus sampai kasar.

Suhu akan berpengaruh terhadap pembungaan dan kematangan buah (Tim Penulis PS. 6) Drainase baik . andosol. 1997). sinar matahari. regosol. Setelah itu. Kemarau panjang dapat mengakibatkan pengeringan tanah di daerah perakaran yang relatif dangkal sehingga kelembaban tanah bias berada di bawah titik layu permanen. 2004). pertunbuhannya akan terhambat karena hasil asimilasinya kurang (Sastrosayono. Tanah Kelapa sawit tumbuh pada beberapa jenis tanah seperti podsilik. 5) Kedalaman air tanah 80 -150 cm dari permukaan . Beberapa unsur iklim yang penting dan saling mempengaruhi adalah curah hujan. 2003). Kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik pada daerah tropika basah di sekitar lintang utara – selatan 12 derajat pada ketinggian 0 – 500 m dpl. dkk. 2) kemiringan lahan 0 -15 3) Solum 80 cm . .°berikut : 1) Keasaman tanah (pH) 5. 4) ketinggian lahan 0 – 400 m dpl ...5 . 1991). Karena itu perlu persiapan yang lama untuk mengecambahkannya. Makin lama penyinaran atau makin rendah suatu tempat. Kelembaban relatif paling sedikit 75% (Sianturi. diperam lagi selama 3 hari ( Fermentasi II ) (Sastrosayono. Pembibitan Kelapa Sawit Benih tanaman kelapa sawit memiliki sawit yang tebal. tandan buah diperam ( Fermentasi I ) selama 3 hari supaya semua buahnya rontok. organosol dan aluviall Soehardjo. Setelah buah masak dipanen. 1996 ). Beberapa faktor yang mempengaruhi suhu° – 30°berkisar antara 29 adalah lama penyinaran dan ketinggian tempat. 7) kesuburan kimiawi cukup (diketahui dari hasil analisa tanah) (Hadi. latosol. 2007). Suhu optimum itu C. Tanaman yang ternaungi karena jarak tanam yang sempit. kelembapan uadar. hidromorfik. Tanah perkebunan kelapa sawit hendaknya memenuhi kriteria sebagai . Selain sinar matahari dan curah hujan yang cukup. 2003). maka akan terjadi kenaikan suhu. untuk tumbuh dengan baik tanaman kelapa sawit memerlukan suhu yang optimum.Syarat Tumbuh Iklim Faktor iklim sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tandan kelapa sawit. Tanaman kelapa sawit termasuk tanaman heliofil atau menyukai cahaya matahari. dan angin (Fauzi. hidromorfik kelabu.0 – 6. Penyinaran matahari sangat berpengaruh terhadapat perkembangan buah kelapa sawit. suhu. Yang penting untuk pertumbuhan tanaman kelapa sawit adalh distribusi hujan yang merata. Inilah yang membuat tanaman sawit tumbuh lambat pada daerah beriklim moonson dan produksinya kecil. dkk.

unggul dan homogen maka bibit hanya dipilih ± 75 % saja. Dekat dengan sumber air . Akan tetapi. Sedangkan selebihnya 25 % sengaja dibuang (thinning out). agar bibit yang ditanam tersebut memenuhi syarat pertama baik umurnya maupun ukurannya (Setyamidjaja. Pembibitan harus sudah dipersiapkan sekitar 1 tahun sebelum penanaman di lapangan.. dkk. atau kiar-kira 9 bulan kemudian. Prenursery diawali dengan menanam kecambah kelapa sawit ke dalam tanah pada kantong plastik atau (polybag) kecil hingga berumur tiga bulan. 2. 3. Untuk memperoleh bibit yang benar. sertaa (3) pembibitan diperlukan untuk memperpendek waktu antara persiapan lapangan dan penanaman pertama sehingga begitu lahan siap tanam bibit sudah siap untuk ditanam (Pahan. Pada benih jagung . masalah pertama yang dihadapi oleh pengusaha dan petani yang bersangkutan adalah tentang pengadaan bibit. 4. perlu diperhatikan syarat penetapan lokasi pembibitan : 1. biji yang dipilih sebaiknya berasal dari persilangan varietas unggul. Jadi waktu yang dibutuhkan pada pembibitan mulai penanaman kecambah hingga bibit siap ditanam di areal perkebunan kurang lebih adalah 12 bulan (3 bulan di prenursery dan 9 bulan di main nursery) (Hadi. Jauh dari sumber hama dan penyakit tanaman (Soehardjo. Pemeliharaan dan kondisi bibit dipembibitan sangat menentukan keadaan tanaman dilapangan baik keragaman maupun produktivitasnya. (2) bahan tanaman memerlukan ketegakan habitusnya sehingga tidak miring atau roboh . Kualitas bibit sangat menentukan produksi akhir jenis komoditas ini. yaitu didasarkan pada kriteria produksi minyak perhektar. Relatif dekat dengan media Pananaman . tikus. pertumbuhan vegetatif dan daya tahan terhadap penyakit tajuk serta ganoderma (Fauzi. Pada umumnya pengembangbiakan tanaman kelapa sawit dilakikan secara generatif. 5. Cara ini memang umum dilakukan dan diangap paling gampang. Untuk mendukung pertumbuhan bibit dengan baik. Tidak tergenang air . Mainnursery diawali dengan menanam biji yang sudah berumur tiga bulan (pindahan dari prenursery) kedalam polybag yang lebih besar hingga bibit siap ditanam di areal perkebunan. pengadaan bibit dalam jumlah banyak dengan cara ini mengalami beberapa kendala. Seleksi bibit ini sedemikian ketat karena bibitnya standar akan menentukan masa depan hasil panen dan kualitas tanaman (Rizsa. di Indonesia lebih banyak digunakan bahan tanaman yang berasal dari persilangan Dura dan Pisifera. 2007). mutu minyak. 2006). Produksi benih D x P adalah mirip dengan produksi jagung hibrida. Hasil persilangan dianggap sebagai persilangan terbaik secara ekonomis. Areal harus rata .benar sehat. 1994).Pembibitan merupakan kegiatan – kegiatan awal di lapangan yang bertujuan untuk mempersiapakan bibit siap tanam. 1996). Seleksi bibit penting dilakukan karena akan menentukan hasil panen dan kualitas kelapa sawit. Untuk mendapatkan tanaman yang bersifat unggul. yaitu dengan bijinya. Tahapan bibitan dapat dibagi dua yaitu : prapembibitan (prenursery) dan pembibitan utama (mainnursery) untuk pertumbuhan selanjutnya (Sianturi. 1997). 2006). 2004). 1991). Dalam usaha membudidayakan kelapa sawit. dan hama lainnya . Alasan lain diperlukannya pembibitan yaitu (1) keadaan kecambah kelapa sawit yang mudah diserang insekta. antara lain bahan bibit yang diperoleh sangat terbatas dan sangat bervariasi (Tim Penulis PS.

dan gas. 2006). Kompos Azolla ( Azolla sp. ketebalan lapisan tanah. Jenis media tanam terdiri atas lapisan tanah yang terdiri atas tiga fase bahan – bahan padat. Azolla berukuran 2 . Pada kasus lalu tanah – tanah berpasir biasanya berhubungan dengan kandungan unsur hara yang tinggi (Risza. 2006). terlihat berbentuk segitiga atau segiempat. 2007). Azolla pinnata merupakan tumbuhan kecil yang mengapung di air. tetua dalam turunan yang telah mengalami jumlah besar generasi yang dimuliakan. Pemuliaan dan seleksi kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) secara sistematik telah dimulai tahun1920 di Afrika dan Asia (Malaysia dan Sumatera) ketika spesies memulai di eksploitasi untuk minyak nabati sacara komersial (Internasional Confenrence . permeabilitas sedang. Tanah yang kurang cocok adalah tanah pantai berpasir dan tanah gambut tebal (Fauzi. cair. air akan mudah meresap. 1994). mengapung di air. berdrainase baik.sawah dan di kolam. akar rhizome dan daun terapug. Sungguhpun demikian anggota dari setiap turunan secara genetic homozigot dan serupa. udara tanah mudah masuk dan tanah mudah diolah (Hasibuan. 1991). Akar solit. pengaruhnya terhadap tanah akan baik. panjang 1 – 5 cm dengan membentuk kelompok 3 -6 rambut . Bila jumlah pasir tidak terlalu banyak.4 cm. permeabilitas. Tanah dengan 25% liatnya. Tanaman kelapa sawit tumbuh baik pada daerah gembur.hibrida. Media Tanam Bila tanah banyak mengadung banyak pasir. berbulu. dengan cabang. kemiringan tanah. Pada pembastaran tumbuhan secara genetik sama tetapi heterozigot. ) Azolla adalah jenis tumbuhan paku air yang mengapung banyak terdapat diperairan tergenang terutama di sawah. dkk. Oleh sebab itu penanaman jagung varietas hibrida menghasilkan tanaman yang tetap seragam dalam bebagai aspek (Chin. Tanaman yang bertekstur pasir mempunyai luas permukaan atau (spesific surface) yang kecil. sebagai contoh selfing dan sibbing. 1981). yang terdiri dari mineral yang kaya hara esensial. karena cukup longgar. tanah ini kurang baik untuk pertumbuhan tanaman. sehingga sulit menyerap atau menahan air dan unsur hara. Fase padat menempati hamper 50% dari volume tanah. dan kedalaman permukaan air tanah. debu 10 – 40%. Tekstur tanah ringan dengan kandungan pasir 20 – 60%. mempuyai permukaan daun yang lunak mudah berkembang dengan cepat dan hidup bersimbiosis dengan Anabaena azollae yang dapat mengfiksasi nitrogen ( N2 ) dari udara. sehingga pada musim kemarau mudah kekurangan air. struktur. maka liat ini akan lebih praktis dibandingkan dengan tanah yang mengandung 100% liat. konsistensi.. subur. dan jumlahnya cukup dikandung tanah. dan mempunyai solum yang tebal sekitar 80 cm tanpa lapisan padas. Beberapa hal yang menentukan sifat fisik tanah adalah tekstur. sebagian bagi adalah bahan organik yang terakhir adalah bagian yang dijumpai paling banyak pada tanah organik (Sianturi. dan liat 20 -50%.

akar.264 ppm .com.944 ppm . jelas Azolla pinnata bereproduksi menggunakan spora (http:// syraru. Fe 0.id . Dengan ketinggian tempat ± 25 m dpl yang dimulai dari bulan Februari 2009 sampai dengan April 2009. Bahan dan Alat Adapun bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah benih kelapa sawit ( Elaeis guineensis Jacq. Daun kecil. tumbuhan paku ini dapat tumbuh subur. tentu bermanfaat pula untuk memperbaiki tekstur tanah yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia (http:// www. Sehingga sebagian nitrogen dilepaskan ke lingkungan sekitarnya dan diserap oleh tanaman lain. menyirap bervariasi.blogspot.or. Zn 26 – 989 ppm (http://kolamazolla.73 % . membentuk 2 barisan. duduk melekat. Bila sawah atau kolam tersebut kering maka Azolla pinnata akan mati. menekan pertumbuhan gulma. Mg 0.pakuan.16 – 1.kr. Azolla pinnata hanya tumbuh di daerah tropis. P 0.4 – 0. Manfaat Azolla sebagai pupuk alami penganti urea pelantaran tanaman tersebut mampu mengikat nitrogen dari udara. Cl 0. cuping dengan cuping dorsal berpegangan di atas permukaan air dan cuping ventral mengapung (http://www.62 . Kandungan unsur hara dalam azolla yaitu: N 1.0.com. pupuk kandang ayam ras sebagai media tanam.66 % .59 % .31 % . air untuk penyiraman.22 – 0.id 2009). tanaman hias. sub soil. salama ada air yang tergenang. 2009 b). Kegunaan azolla adalah: sumber N dapat menganti pupuk urea sampai 100 kg. 2009).kehati. pakan ikan. Co 0. Nitrogen merupakan nutrisi utama bagi tanaman untuk menopang pertumbuhannya.31 – 5.30 % .90 % .blogspot.59 % . Ca 0.22 – 0.59 % . Jumlah nitrogen yang diikat azolla melebihi kebutuhannya sendiri.16 -3.70 % . Medan.96–5.35 % . Al 0. Selain menghemat pupuk.co. 2009 a). Azolla pinata tumbuh subur di daerah sawah dan kolam.16 -1. Na 0.4 -0.com.45 – 1. pasir. serta kompos Azolla (Azolla sp. terutama ayam dan itik.) . S 0. Si 0.) sebagai objek pengamatan. K 0. kontrol terhadap perkembangan nyamuk (http://kolamazolla. top soil. 2009).97 % . BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian. Azolla piñata termasuk dalam divisi Pterydophyta. pakan ternak/hijauan. yamg berarti paku. Mn 66 – 2. Universitas Sumatera Utara.

Metode percobaan Data percobaan dianalisis dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu: Faktor I : Media Tanam (M) dengan dua taraf yaitu: M1: Top soil + Pasir M2: Sub soil + Pupuk kandang ayam ras Faktor II: Kompos Azolla (Azolla sp. dan jangka sorong untuk mengukur diameter batang kecambah. dan pertumbuhan kecambah kelapa sawit ke-k µ : Nilai tengah βi : Efek media tanam ke-i αj : Efek jumlah kompos Azolla ke-j (αβ)jk : Efek interaksi antara media tanam ke-i dan jumlah kompos Azolla ke-j εijk : Efek error yang disebabkan oleh media tanam ke-i. akan diujikan dengan beda nyata jujur (BNJ) pada x = 5% . meteran untuk mengukur tinggi kecambah. polybag sebagai wadah penanaman.) dengan 3 taraf yaitu: A0: Tanpa kompos Azolla A1: Diberi kompos Azolla 7 gram A2: Diberi kompos Azolla 14 gram Sehingga didapat 6 kombinasi perlakuan yaitu: M1A0 M2A0 M1A1 M2A1 M1A2 M2A2 Jumlah blok : 3 Jumlah plot per blok : 6 Jumlah kecambah per plot : 2 Jumlah kecambah seluruhnya : 36 Dari hasil percobaan dianalisis sidik ragam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan model linier sebagai berikut: Yijk= µ + βi + αj + βk + (αβ)jk + εijk dimana: Yijk : nilai pengamatan pada media tanam ke-i.sebagai bahan pengganti sumber N. gembor untuk menyiram tanaman. jumlah kompos Azolla ke-j dan pertumbuhan kecambah kelapa sawit ke-k Apabila data percobaan analisis tidak ragam berbeda nyata. jumlah kompos Azolla ke-j. Sedangkan alat yang digunakan adalah cangkul untuk mencangkul tanah. .

setelah plot selesai disekeliling bedengan dibuat pagar dan parit sedalam 30 cm. dicampur dengan topsoil sesuai dengan perlakuan masing-masing. . Kemudian media tanam campuran yakni pupuk kandang dicampur dengan topsoil sesuai dengan perlakuan masing-masing kemudian dimasukkan ke dalam polibag.PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan Lahan Lahan percobaan dibersihkan dari gulma dan dibuat plot sebagai tempat peletakan polibag. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor. Penyiapan Media Tanam Pasir yang digunakan adalah pasir yang berasal dari laut. pasir dibersihkan dari bahan organik. Pemeliharaan Tanaman Penyiraman Penyiraman dilakukan setiap sore hari tergantung kepada kondisi kelembaban permukaan media tanam. Pemupukan Pemupukan dilakukan pada tanaman sejak berumur 3 MSPT hingga 6 MSPT dengan menggunakan pupuk Nitroposka. Penyiangan Penyiangan dapat dilakukan dengan menggunakan alat yaitu cangkul atau dengan tangan pada saat gulma mulai tumbuh di media tanam maupun di areal penanaman.

Pengamatan Parameter Tinggi tanaman Tinggi tanaman yang berkecambah sudah berumur 3 bulan. Perhitungan jumlah daun dilakukan sejak berumur 3 MSPT hingga tanaman berumur 6 MSPT dengan interval 1 minggu. Diameter Batang (mm) Batang tanaman diukur diameternya pada ketinggian 1 cm diatas permukaan tanah dengan menggunakan jangka sorong. Jumlah Daun (helai) Jumlah daun yang dihitung adalah daun yang telah membuka sempurna. jumlah daun 4 . dihitung mulai dari permukaan tanah sampai bagian tertinggi dari tanaman. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1 – 38) diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. Pengukuran diameter batang dilakukan sejak tanaman 3 MSPT hingga tanaman berumur 6 MSPT dengan interval 1 minggu.

dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Dari Tabel 1 diketahui bahwa perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu M1 (13.79). Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1 – 38) diketahui bahwa interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 5 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST.66) dan terendah M2A0 (15. jumlah daun 3 MST. jumlah daun 5 – 8 MST.59).67). 6. Dari Tabel 1 diketahui bahwa interaksi media tanam dan kompos azolla terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu M1A2 (19. diameter batang 4 – 8 MST. diameter batang 4 – 5 MST. Dari Tabel 1 diketahui bahwa perlakuan kompos azolla terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu A2 (12. jumlah daun 4 – 8 MST. 8 MST. 6. Histtogram tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada gambar 1. Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada tabel 1. . Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1. jumlah daun 3 MST. jumlah daun 4 MST. 7. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. Tinggi Tunas (cm) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. Interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 5 MST. diameter batang 6 – 8 MST.61) dan terendah A0 (10. 8 MST. 7.– 8 MST. Tabel 1. Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1 – 38) diketahui bahwa perlakuan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. diameter batang 4 – 8 MST.41) dan terendah M2 (12.

00) dan terendah M2A0 dan M2A1 (2.15) dan terendah M2 (1. Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 5 – 8 MST. . Dari Tabel 2 diketahui bahwa pada interaksi media tanam dan kompos azolla terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu M1A1 dan M1A2 (3. Tabel 2. Interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter. Dari Tabel 2 diketahui bahwa pada perlakuan kompos azolla terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu A2 (1. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 4 – 8 MST.50). dan tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 3 MST.89) dan terendah A1 (1.92). Rataan tinggi tunas kelapa sawit 8 MST (cm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Jumlah Daun (helai) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 4 – 8 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun 3 MST.Gambar 1. Rataan jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Dari Tabel 2 diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu M1 (2.83). Rataan jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 3. Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 6 – 8 MST. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 4 – 5 MST. Rataan diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla . Histogram jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Diameter Tunas (mm) Dari data pengamatan dan sidik ragam diktahui bahwa perlakuan media tanam tidak berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 4 – 8 MST.Histogram jumlah daun kelapa sawit 8 MST (helai) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada gambar 2. Interaksi antara media tanam dan kompos azolla tidak berbeda nyata terhadap parameter diameter batang 4 – 8 MST. Gambar 2. Rataan diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada tabel 3.

maka ada ketentuan-ketentuan umum yang berlaku untuk semua jenis tanah Dari hasil percobaan pada perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu M1 (13.) D X P di Pre Nursery Dari data diketahui bahwa media tanam berbeda nyata terhadap tinggi tunas dan jumlah daun kelapa sawit. Gambar 3. Akan tetapi akan berhubungan dengan adanya variasi yang terdapat pada sistem mineralogy reaksi tanah.87). kemudian olah tanah. permiabilitas.92). Dari Tabel 3 diketahui bahwa pada interaksi antara media tanam dan kompos azolla terhadap parameter diameter tunas 8 MST tertinggi yaitu M2A2 (1.77) dan terendah A0 (0. Hal ini dikarenakan media tanam yang digunakan sangat sesuai dengan kebutuhan kelapa sawit dalam pertumbuhannya. Histogram diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla Pembahasan Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq. Begitu juga terhadap parameter jumlah daun 8 MST tertinggi yaitu M1 (2.41) dan terendah M2 (12.79). kekerasan. Akar kelapa sawit dapat menyerap hara dari media tanam dengan baik karena ruang pori tanah yang baik. Hal ini disebabkan karena media tanam yang digunakan adalah pasir dan top soil dengan . Dari Tabel 3 diketahui bahwa pada perlakuan kompos azolla terhadap parameter diameter tunas 8 MST tertinggi yaitu A1 (0.15) dan terendah M2 (1.60). Histogram diameter tunas kelapa sawit 8 MST (mm) dari perlakuan media tanam dan kompos azolla dapat dilihat pada gambar 3. Hal ini sesuai dengan literatur Hadi (2004) yang menyatakan bahwa Jenis tanah berhubungan erat dengan plastisitas.24) dan terendah M1A0 (0.Dari Tabel 3 diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter diameter tunas 8 MST tertinggi yaitu M2 (0.79).80) dan terendah M1 (0. kesuburan dan produktivitas tanah pada daerah geotropik tertentu.

jumlah daun 4 – 8 MST. Hal ini dikarenakan media tanam dapat bersatu dengan kompos Azolla dalam penyediaan hara bagi tanaman kelapa sawit. kompos azolla juga dengan pasir dan tanah kebun dengan perbandingan 3:1. Hal ini sesuai dengan literatur http:kolomozolla. Interaksi Antara Media Tanam dan Kompos Azolla Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq. Dalam bentuk kompos ini. jumlah daun dan diameter batang kelapa sawit. kompos azolla juga dengan pasir dan tanah kebun dengan perbandingan 3:1. Dimana tanah mampu menahan air yang cukup. Hal ini dikarenakan kompos Azolla sangat baik digunakan selain sebagai media tanam juga sebagai pupuk bagi tanaman karena kompos Azolla memiliki nisbah C/N yang rendah. azolla juga baik untuk media tanam. jumlah daun 3 MST.) D X P di Pre Nursery Dari data diketahui bahwa kompos Azolla berbeda nyata terhadap tinggi tunas. Dari hasil percobaan diketahui bahwa perlakuan kompos azolla terhadap parameter tinggi tunas 8 MST tertinggi yaitu A2 (12. Pengaruh Kompos Azolla Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq. azolla juga baik untuk media tanam. Selain digunakan secara langsung. Tekstur seperti ini adalah tekstur yang paling cocok untuk pertumbuhan benih. jumlah . com/2008/07/manfaat tanaman azolla. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. Selain digunakan secara langsung. com/2008/07/manfaat tanaman azolla.blogspot. Hal ini sesuai dengan literatur http:kolomozolla. Hal ini sesuai dengan literatur http://kolamazolla. Hal ini terjadi karena pada perlakuan yang diberi kompos azolla pertumbuhan kecambahnya jauh lebih baik dibandingkan dengan yang tidak diberi kompos azolla. selain dalam bentuk segar bisa juga dalm bentuk kering dan kompos. sehingga terjadi gabungan antara tekstur kasar dengan halus oleh top soil. Kompos Azolla dapat terurai dengan baik pada tanah sehingga tanaman dapat menggunakan hara dengan baik. diameter batang 4 – 8 MST.blogspot. Kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST.html (2008) yang menyatakan bahwa penggunaan sebagai pupuk. selain dalam bentuk segar bisa juga dalm bentuk kering dan kompos.blogspot.59). Dalam bentuk kompos ini.61) dan terendah A0 (10.html (2008) yang menyatakan bahwa kegunaan dari kompos azolla adalah sumber N dan dapat menggantikan urea sampai 100 kg serta dapat menekan pertumbuhan gulma. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1.perbandingan 2:1. com/2008-07-1 archieve. Media tanam berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 8 MST. Karena kompos azolla memliki N yang tinggi yang bepengaruh bagi pertumbuhan tanaman.html (2008) yang menyatakan bahwa penggunaan sebagai pupuk.) D X P di Pre Nursery Dari data diketahui bahwa interaksi antara media tanam dan kompos Azolla berbeda nyata terhadap tinggi tunas dan jumlah daun kelapa sawit. Hal ini sesuai dengan literatur Sianturi (1991) tanah juga harus mampu menahan air yang cukup dan hara yang tinggi secara alami maupun hara tambahan. 2.

daun 4 – 8 MST. Malaysia Fauzi. 6. 2007. diameter batang 6 – 8 MST. media Reaksi: . Azolla. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1 MST. Yan. Agromedia Pustaka. Saran Sebaiknya dalam melakukan percobaan ini. The Oil Palm In Agriculture In The Eighties Pahan. 8 MST. Djoehana. dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 1. jumlah daun 4 MST. Kelapa Sawit Usaha Budidaya Pemanfaatan Hasil dan Aspek Pemasaran. PTP N IV (Persero) Bahjambi. Kelapa Sawit Budidaya Pemanfaatan Hasil dan Limbah Analisis Usaha & Pemasaran. Kelapa Sawit.id.id. Yogyakarta Sianturi. Jakarta Risza. Kanisius. 1981. Kompos Azolla (4 April 2009) http://kolamazolla. diameter batang 4 – 8 MST. 2006. 2006. Medan http://kolamazolla.E. B.com. Jakartakelapa sawit. Vademecum Kelapa Sawit. 1997. Selardi. Jakarta Hadi. DAFTAR PUSTAKA Chin.or.blogspot. kompos azolla. Kanisius.M. Kelapa Sawit Teknik Budidaya dan Pengolahan. Penebar Swadaya.com b. Penebar Swadaya. benih yang digunakan harus bersertifikat dan penyiraman harus dilakukan secara teratur untuk mendukung pertumbuhan tanaman. (4 April 2009) http://www. Ilmu Tanah. jumlah daun 3 MST. Kompos Azolla (4 April 2009) http://syararu. USU Press. Medan Soehardjo dkk. Suyatno. 2006.co. (4 April 2009) http://www. Iyung. 2004. Budidaya Kelapa Sawit. Soh Aik.kr. Azolla. Jakarta Setyamidjaja. kompos azolla Diposkan oleh junT blogs di 00:58 0 komentar Link ke posting ini Label: kelapa sawit. Yogyakarta Sastrosayano. 1991. dkk. 1996. diameter batang 4 – 5 MST. 3. Adicita Karya Nusa. Teknik Berkebun Kelapa Sawit. Interaksi antara media tanam dan kompos azolla berbeda nyata terhadap parameter tinggi tunas 2 – 5 MST. 7. The Incorporate Society Of Planters. Azolla. 1989. Penebar Swadaya.com a. Pematang Siantar-Sumut Tim Penulis PS.blogspot. Choice Of Planting Material.kehati. (4 April 2009) International Conference. Panduan Lengkap Kelapa Sawit Manajemen Agribisnis dari Hulu Hingga Hilir. 2003. 1994. Budidaya Kelapa Sawit. jumlah daun 5 – 8 MST. Yogyakarta Hasibuan. USU Press. M.

pengaruh penggosokan benih dan media tanam pada perkecambahan benih karet (Hevea brasiliensis Muell. Medan . Arg) PENGARUH PENGGOSOKAN BENIH DAN MEDIA TANAM PADA PERKECAMBAHAN BENIH KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 PENGARUH PENGGOSOKAN BENIH DAN MEDIA TANAM PADA PERKECAMBAHAN BENIH KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) LAPORAN OLEH : JUNITA SINAMBELA 070301054/BDP-AGRONOMI 16 Laporan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Mengikuti Praktikal Test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Sumatera Utara.

040301037 LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PERKEBUNAN DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 ABSTRACT The objective of this experiment was to know effect of rubbed and media in growing of rubber seed. top soil. from March to April 2009. North Sumatera University with ± 25 m above sea level. Balonggu Siagian. The first factor was rubbed. seed . 130 806 538 Diketahui Oleh: Asisten Koordinator (Eko Andi Pasaribu) NIM.Disetujui Oleh Dosen Penanggungjawab (Ir. height of plumule. The experiment result showed that rubbed gave significant effect of presentation of seed. Interaction between rubbed ang media did’nt gave effect of all the parameter. speed of seed growth. Agriculture Faculty. with no rubbed and with rubbed. rubbed. Key words : media. sand and top soil. MS) NIP. Media gave significant effect of speed of seed growth ang height of plumule. The experiment used Randomized Complete Block Design (RAK) with 2 factors and 4 replications. 040301001 Diperiksa Oleh: Asisten Korektor (Hayati Silalahi) NIM. The experiment was conducted in Agronomi Tanaman Perkebunan I Laboratory Land. The second one was the media that consist of sand.

yaitu benih tanpa digosok. Faktor I adalah penggosokan. Anak pertama dari empat bersaudara. Manurung. Kata kunci : media. tinggi plumula. laju perkecambahan benih. tinggi plumula. Sedangkan interaksi antara penggosokan dan media tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter. top soil. Faktor II adalah faktor media yaitu pasir. Percobaan ini dilaksanakan di lahan percobaan Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan I Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan pada ketinggian tempat ± 25 m dpl dari bulan Maret sampai April 2009 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan dan empat ulangan. Hail percobaan menunjukkan bahwa penggosokan benih berpengaruh nyata terhadap persentase perkecambahan benih. pasir dan top soil. penggosokan. Media berpengaruh nyata terhadap laju perkecambahan benih karet. Sinambela dan Ibu N. benih RIWAYAT HIDUP Junita Sinambela lahir pada tanggal 2 April 1989 di Medan. benih yang digosok. Anak dari Bapak P. Adapun pendidikan yang pernah ditempuh penulis adalah sebagai berikut: .ABSTRAK Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggosokan benih dan media tanam pada perkecambahan benih karet.

Charloq Nababan. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ir. Medan melalui jalur SPMB pada pilihan pertama pada tahun 2007 sampai sekarang. oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan laporan ini. Adapun judul dari laporan ini adalah “Pengaruh Penggosokan Benih dan Media Tanam pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell. KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Esa karena atas berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya. MS dan Ir. Medan. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. MP selaku dosen mata kuliah Agronomi Tanaman Perkebunan serta kepada abang dan kakak asisten yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini. Arg)” yang merupakan salah satu syarat unutk dapat mengikuti praktikal test di Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.SD Negeri 050721 di Gohor Lama Tamat tahun 2001 SMP Negeri 1 di Hinai Tamat tahun 2004 SMA Negeri 1 di Stabat Tamat tahun 2007 Penulis terdaftar sebagai mahasiswi di Departemen Budidaya Pertanian Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. . Balonggu Siagian.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. Medan. Mei 2009 Penulis DAFTAR ISI ABSTRACT i ABSTRAK ii RIWAYAT HIDUP iii KATA PENGANTAR vi DAFTAR ISI v DAFTAR TABEL vii DAFTAR GAMBAR viii DAFTAR LAMPIRAN ix PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Tujuan Percobaan 3 Hipotesis Percobaan 3 Kegunaan Percobaan 3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman 4 Syarat Tumbuh 5 Iklim 5 Tanah 6 Media Tanam 7 Penggosokan Benih Karet 8 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan 10 Bahan dan Alat 10 Metode Percobaan 10 PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan Media Tanam 12 Penggosokan Benih 12 Penanaman Benih 12 Pemeliharaan Tanaman 12 Penyiraman 12 Penyiangan 13 Pengamatan Parameter 13 Persentase Perkecambahan (%) 13 Tinggi Plumula (cm) 13 Laju Perkecambahan (hari) 13 . semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil 15 Pembahasan 20 KESIMPULAN Kesimpulan 24 Saran 24 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR TABEL No. Judul Hal 1. Rataan laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 17 3. Rataan persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 16 2. Rataan tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 19 .

Histogram persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 17 2. Histogram laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 18 3.DAFTAR GAMBAR No. Judul Hal 1. Histogram tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam 20 .

Sidik ragam tinggi plumula benih karet 4 MST (cm) 28 Lampiran 9. Data tinggi plumula benih karet 5 MST (cm) 28 Lampiran 10. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 5 MST (cm) 29 Lampiran 11. Data tinggi plumula benih karet 6 MST (cm) 29 Lampiran 12. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) 31 . Data laju perkecambahan benih karet (hari) 26 Lampiran 4. Judul Hal Lampiran 1. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 6 MST (cm) 29 Lampiran 13. Data persentase perkecambahan benih karet (%) 26 Lampiran 2. Data tinggi plumula benih karet 3 MST (cm) 27 Lampiran 6. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 7 MST (cm) 30 Lampiran 15. Sidik ragam laju perkecambahan benih karet (hari) 27 Lampiran 5. Sidik ragam persentase perkecambahan benih karet (%) 26 Lampiran 3. Data tinggi plumula benih karet 7 MST (cm) 30 Lampiran 14. Data tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) 30 Lampiran 16. Sidik ragam tinggi plumula benih karet 3 MST (cm) 27 Lampiran 7.DAFTAR LAMPIRAN No. Data tinggi plumula benih karet 4 MST (cm) 28 Lampiran 8.

Karet di Indonesia telah 120 tahun dan peringatan satu abad telah diadakan tahun 1976 (Sianturi.397 biji berkecambah. . yang sebenarnya masih belum lama dalam hal membudidayakan karet (Siregar. Sebanyak 2. Penemuan tentang vulkanisasi memberikan inspirasi Dunlop pada tahun 1888 untuk membuat ban mobil yang selanjutnya dikembangkan oleh Goldrich (Setiawan dan Agus. Salah satu pohon karet tersebut tumbang tahun 1962. kemudian tahun 1875. 1993). Tanah ulitisol yang kurang sudur banyak ditanami karet dengan pemupukan dan pengolahan yang baik (Setiawan dan Handoko. 1998). Sejak tahun 1839 karet menjadi primadona perkebunan di daerah daerah tropis. 2001). kira-kira 1900 biji dikirim ke Srilanka. Selanjutnya Wikham pada tahun 1876 kembali dari Brazilia dan membawa 70. Produk karet merupakan komoditi ekspor yang sangat penting karena manfaatnya yaitu dapat diolah menjadi bahan baker dasar bagi kepentingan produksi barang-barang penting di dunia. sepatu dan beribu-ribu jenis barang lainnya yang juga berbahan dasar karet (Setyamidjaja. Karet merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia. 2006). Dewasa ini karet merupakan bahan baku yang menghasilkan lebih dati 50. Sayangnya. Perlakuan pengasahan kulit biji benih yaitu dengan maksud untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan pada bagian spesies yang mempunyai kulit biji yang keras dan yang sangat keras dan ada yang sangat tebal (Sutopo. beberapa biji ke Malaysia dan hanya dua biji ke Kebun Raya Bogor. posisi Indonesia yang pada awal pembudidayaan karet merupakan penghasil karet utama di dunia sudah digantikan oleh Malaysia. Media tanam. ebonite. Pada sekitar tahun itu pula Charles Goodyear menemukan vulkanisasi karet dengan cara mencampurkannya dengan belerang dan memanaskan pada suhu C. berpasir. campuran bahan plastik. Memang untuk mencukupi keperluan bahan karet dunia telah diciptakan karet sintetis. Dari produksi karet alam 46% digunakan untuk membuat ban dan selebihnya untuk karet busa.000 jenis barang. dan lain sebagainya yang sangat diperlukan beberapa negara. Alexander Parkes juga°120-130 mengembangkan cara vulkanisasi ini.PENDAHULUAN Latar Belakang Ferris pada tahun 1872 mengirimkan 2000 biji dari Brazilia ke Kebun Raya Kew di Inggris. seperti: ban kendaraan bermotor. Indonesia. 1995). hasil maksimal didapatkan jika di tanah – tanah subur. dapat melakukan air dan tidak berpadas (kedalaman padas dapat ditolerir adalah 2 – 3 m. Komoditas ini sudah dikenal dan dibudidayakan dalam kurun waktu yang lebih lama daripada komoditas perkebunan lainnya. 1988). Kedua kiriman tersebut mengalami kegagalan. campuran benang rayon. akan tetapi nilainya jauh lebih rendah dari bahan karet alam (Kartasapoetra.000 biji karet ke Kew. 2005).

). Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Euphorbiales Family : Euphorbiaceae Genus : Hevea Spesies : Hevea brasiliensis Muell Arg. Tanaman karet merupakan tanaman yang tumbuh tinggi dan berbatang cukup besar. Sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan.− TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Menurut Setiawan dan Agus (2005) klasifikasi tanaman karet adalah sebagai berikut. . Ada pengaruh media tanam terhadap perkecambahan benih−karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg. Ada pengaruh interaksi penggosokan benih dan media tanam terhadap perkecambahan benih karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg.). Hipotesis Percobaan Ada pengaruh penggosokan benih terhadap perkecambahan benih−karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg. Sistem perakarannya padat/kompak. akar tunggangnya dapat menghujam tanah hingga kedalaman 1-2 m. Medan.− Kegunaan Percobaan Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di− Laboratorium Agronomi Tanaman Perkebunan Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. sedangkan akar lateralnya dapat menyebar sejauh 10 m (Syamsulbahri.).Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari cobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggosokan benih dan media tanam pada perkecambahan benih karet ( Hevea brasiliensis Muell Arg. 1996).).

berkilat. yaitu bias tumbuh baik di dataran dengan ketinggian 0-400 m dari permukaan laut (dpl). yaitu Sumatera. tidak semua propinsi di Indonesia memiliki perkebunan karet (Sianturi. Optimal antara 2500-4000 mm per tahun. 2005).5-2. Pembagian hujan dan waktu jatuhnya hujan rata-rata setahunnya mempengaruhi produksi. Pada satu tangkai bunga yang berbentuk bunga majemuk terdapat bunga jantan dan bunga betina. Daerah yang sering mengalami hujan pada pagi hari produksinya akan kurang. 2001). Daun karet ini berwarna hijau dan menjadi kuing atau merah menjelang rontok.5 cm dan lebar 1. Penyebaran pertanaman karet sangat dipengaruhi oleh penyebaran hujan dan tinggi tempat dari permukaan laut. Jawa dan Kalimantan. Kelembapan yang terlalu tinggi tidak baik untuk tanaman karet (Sianturi. Penyerbukannya dapat terjadi dengan penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang (Setyamidjaja. tertekan pada satu atau dua sisinya. Curah hujan tahunan yang cocok untuk pertumbuhan tanaman karet tidak kurang dari 2000 mm. yang terbagi dalam 100-150 hari hujan. 1993). daun-daun karet akan rontok pada puncak musim kemarau untuk mengurangi penguapan tanaman (Setiawan dan Agus. 1993). Buah beruang tiga. Karet termasuk tanaman daratan rendah. berwarna coklat muda dengan noda-noda coklat tua. Seperti kebanyakan tanaman tropis. Kelembapan nisbi (RH) yang sesuai untuk tanaman karet adalah rata-rata berkisar antara 75-90 %. Itulah sebabnya. endokarp berkayu.Tinggi pohon dewasa mencapai 15-25 m. suhu yang lebih dari 300C juga mengakibatkan karet tidak bisa tumbuh dengan baik (Setiawan dan Agus.5-3 cm dan tebal 1. 2001). Dibeberapa kebun karet arah tumbuhnya tanaman agak miring ke arah utara. Keadaan iklim di Indonesia yang cocok untuk tanaman karet ialah daerahdaerah Indonesia bagian barat. Biji besar. 2005). perikarp berbatok. Syarat Tumbuh Iklim Tanaman karet adalah tanaman tropis. Zona paling cocok dan paling produktif adalah 60LU hingga 60LS. panjang 2-3. jarang yang beruang empat hingga enam. Daun karet terdiri dari tangkai utama sepanjang 3-20 cm dan tangkai anak daun sepanjang 3-10 cm dengan kelenjar di ujungnya. Jika dalam jangka waktu yang cukup panjang suhu rata-rata kurang dari 200C. 1993). Setiap daun karet biasanya terdiri dari 3 anak daun yang berbentuk elips memanjang dengan ujung runcing. Di ketinggian tersebut suhu harian 25300C. Batang tanaman biasanya tumbuh lurus dan memeiliki percabangan yang tinggi diatas. diameter buah 3-5 cm dan terpisah 3. Tanah Tanaman karet dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah baik pada tanah-tanah vulkanis .4 atau 6 cocci berkatup dua. tempat tersebut tidak cocok untuk budidaya karet. Tanaman karet adalah tanaman berumah satu (monoecus). secara geografis tersebar diantara 100LU hingga 100LS. 2001). bulat bersegi empat. Batang tanaman ini mengandung getah yang dikenal dengan nama lateks (Tim Penulis. sebab iklimnya lebih basah (Setiamidjaja.5 cm (Sianturi.

Tanah yang bertekstur pasir mempunyai luas permukaan (specific surface) yang kecil. semakin tinggi persentase pasir dalam tanah. sehingga sulit menyerap atau menahan air dan unsur hara. permebilitas sedang. Pembuatan saluran drainase akan menolong memperbaiki keadaan tanah ini (Setyamidjaja. peranannya dalam mengatur sifat-sifat tanah. kompos. air akan mudah di serap dan cukup dikandung tanah. topsoil. Distribusi ukuran partikel dan kelas tekstur mempunyai korelasi dengan air. aerasi dan drainesenya. 2005). 1981). Sifat fisis. pH 4. jumlah pasir sama dengan liat. Media Tanam Bila tanah terlalu banyak mengandung pasir. kimia. mintakat perakaran. Tanah-tanah alluvial umumnya cukup subur. kedalaman air tanah. alluvial dan bahkan tanah gambut. et al. Asalkan tanahnya gembur dan halus. tetapi sifat fisisnya terutama drainase dan aerasinya kurang baik. tidak banjir dan tidak ada stagnasi air (Sianturi.. Oleh karena itu. Penggosokan Benih .5. maka belum berlaku untuk semua jenis tanah di permukaan bumi (Buckman dan Brady. 2000). kekerasan. tanah ini kurang baik untuk pertunbuhan tananaman. kemiringan tanah 0-8%. Jenis tanah berhubungan sangat erat dengan plastisitas. yang diinginkan tanaman karet antara lain adalah tanah yang mempunyai lapisan padas lebuh dari 1m. kemudahan diolah dan yang terpenting adalah masalah kesuburan.muda ataupaun vulkanis tua. Untuk mengetahui kemampuan lahan sebaiknya diketahui kesesuaian tanah dan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman karet untuk dapat memperoleh produksi dan keuntungan ekonomis yang optimal. dan fisiografis yang menjadi factor pembatas kesesuaian tanah untuk tanaman karet. sehingga akar baru yang keluar tidak terhambat pertumbuhannya (Widianto. Akan tetapi sifat-sifat kimianya umumnya sudah kurang baik. udara tanah mudah masuk dan tanah mudah diolah (Hasibuan. tanah gembur. solum. 2006). sehingga pada musim kemarau mudah kekurangan air. lumut yang telah membusuk. 1993). tekstur. Media yang digunakan untuk penyemaian biasa hanya terdiri atas pasir saja tetapi kadang-kadang juga diberi campuran sekam padi. 2001). kesuburan dan produktivitas tanah pada daerah geografik tertentu akan tetapi berhubungan adanya variasi yang terdapat dalam sistim mineralogi fisik tanah. 1982). unsur hara. retensi air >150 cm/m. Sifat umum tanah sangat ditentukan oleh tekstur (Sutanto. Bila jumlah pasir tidak terlalu banyak pengaruhnya terhadap tanah akan baik karena cukup longgar. kemudahan olah. permeability. karena kandungan haranya relatif rendah. terutama dari segi struktur. semakin banyak pori-pori di antara partikel tanah dan hal ini dapat memperlancar gerakan udara/air (Hartman. Partikel-partikel pasir yang ukurannya yang jauh lebih besar dan memiliki permukaan yang kecil (dengan berat yang sama) dibandingkan dengan debu dan liat. udara. dan benih. Tanah-tanah vulkanis umumnya memiliki sifat-sifat fisika yang cukup baik. drainase baik.

net. Alat yang digunakan adalah cangkul untuk mencampur tanah.Dormansi pada benih dapat disebabkan oleh keadaan fisik dari kulit biji. jarum. gembor untuk menyiram tanaman dan polibag sebagai wadah penanaman. air untuk penyiraman. sehingga mempersulit keluar masuknya air ke dalam benih (http://digilib. kertas gosok atau lainnya adalah cara efektif untuk mengatasi dormansi fisik. asal daerah radikel tidak rusak (Schmidt. Manfaat penggosokan benih adalah untuk memecahkan dormansi pada benih agar benih dapat berkecambah dengan baik karena benih yang memiliki kulit yang jeras harus dilakukan pemecahan dormansi untuk mempercepat proses perkecambahan baik dengan cara mengkikis ataupun mengikir kulit benih (Sadjad. kulit biji yang impermiabel terhadap air dan gas sering dijumpai pada benih. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah stunp mata tidur karet klon IRM sebagai objek pengamatan.umm. pengikiran atau pembakaran. BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian. 2009). Sebagai contoh.id. Pada hakekatnya semua benih dibuat permeable dengan resiko kerusakan yang kecil. Karena setiap benih ditangani secara manual. penggoresan. Perlakuan mekanis (skarifikasi) pada kulit biji dilakukan dengan cara penusukan. pasir dan topsoil sebagai media tanam. Benih yang mengalami dormansi biasanya disebabkan oleh: a) Rendahnya dan tidak adanya proses imbibisi air yang disebabkan oleh struktur benih (kulit benih) yang keras.benih dari famili Leguminosae (Sutopo. 2003).iptek.id. Skarifikasi mencakup cara – cara seperti mengkikis atau menggoreskan atau menggosok kulit biji yang mengalami sumbat gabus dimana semua permiabel terhadap air atau gas (Lakitan . Dengan ketinggian tempat ± 25 m dpl yang dimulai dari bulan Februari 2009 sampai dengan April 2009. dengan bantuan pisau. 2009).Universitas Sumatera Utara. pemecahan. 1999). meteran untuk mengukur tinggi plumula. Medan.ac. dapat diberikan perlakuan individu sesuai dengan ketebalan biji. keadaan fisiologis dari embrio atau kombinasi dari kedua keadaan tersebut. 2002) (http://www. serta kertas pasir untuk menggosok benih karet. Metode percobaan . kikir. 1993).

PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan media tanam Disiapkan polibag berukuran 10 kg dan diisi dengan media pasir (M0). pasir + top soil dengan perbandingan 2:1 (M1). dan top soil (M2). media tanam ke-j. media tanam ke-j.Data percobaan dianalisis dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu: Faktor I : Penggosokan benih (P) dengan dua taraf yaitu: P1 : Benih tanpa digosok P2 : Benih digosok hingga nampak mata embrio Faktor II: Media Tanam (M) dengan 3 taraf yaitu: M0 : Pasir M1 : Pasir + Top soil M2 : Top soil Sehingga didapat 6 kombinasi perlakuan yaitu: P0M0 P1M0 P0M1 P1M1 P0M2 P1M2 Jumlah ulangan : 6 Jumlah petak percobaan : 36 Jumlah benih per petak : 2 Jumlah benih yang dibutuhkan: 64 Dari hasil percobaan dianalisis sidik ragam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan model linier sebagai berikut: Yijk= µ + βi + αj + βk + (αβ)jk + εijk dimana: Yijk : Nilai pengamatan pada penggosokan benih ke-i. dan perkecambahan benih karet ke-k Apabila data percobaan analisis tidak ragam berbeda nyata. dan perkecambahan benih karet ke-k µ : Nilai tengah βi : Efek penggosokan benih ke-i αj : Efek media tanam ke-j (αβ)jk : Efek interaksi antara penggosokan benih ke-i dan media tanam ke-j εijk : Efek error yang disebabkan oleh penggosokan benih ke-i. akan diujikan dengan beda nyata jujur (BNJ) pada x = 5% . .

+ NnTn Laju Perkecambahan : T1 + T2 + T3 + . Dimana proses penggosokan bertujuan untuk memecahkan dormansi benih karet akibat kulit benih yang keras dan dilakukan dengan menggunakan kertas pasir sampai terlihat embrio. Nilai laju perkecambahan dapat diperoleh dari rumus sebagai berikut : N1T1 + N2T2 + N3T3 + . Pengamatan Parameter Persentase perkecambahan (%) Persentase perkecambahan diambil data berupa jumlah tanaman yang tumbuh dan dibagi jumlah seluruhnya dikalikan 100% dan data diambil setiap minggunya.. Laju Perkecambahan (hari) Laju perkecambahan diambil data berupa jumlah karet yang tumbuh. Penyiangan Penyiangan dilakukan setiap minggunya dengan cara mencabut gulma yang tumbuh pada polibag. Penanaman Benih Benih karet ditanam di polibag yang diisi tanah sesuai dengan perlakuan. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor.. + Tn HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil ... Pemeliharaan Tanaman Penyiraman Penyiraman dilakukan setiap sore hari tergantung kepada kondisi kelembaban permukaan media tanam. dan dimasukkan ke dalam polibag dan sebaiknya jangan ditanam terlalu dalam...Penggosokan Benih Proses penggosokan benih dilakukan sebelum dilakukan penanaman. Jumlah tanaman yang tumbuh Persentase Perkecambahan = x 100 % Jumlah tanaman seluruhnya Tinggi Plumula (cm) Tinggi plumula dihitung dari plumula yang tumbuh sampai pada titik tumbuh.....

Dari Tabel 1. dan interaksi antara penggosokan dan media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. laju perkecambahan benih karet. diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P1 (74. Dan tidak berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. Rataan persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada tabel 1.Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1-16) diketahui bahwa perlakuan penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet.22). Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1-16) diketahui bahwa perlakuan media tanam berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih. Persentase Perkecambahan (%) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman. diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada M1 (65. diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P1M1 (99. tinggi plumula benih karet 3-8 MST. Histogram persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada gambar 1.00%). Dari data pengamatan dan sidik ragam (lampiran 1-16) diketahui bahwa interaksi antara perlakuan penggosokan dan media tanam tidak ada parameter yang berbeda nyata.00). Rataan persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam.78) dan terendah pada M0 (65. Dan tidak ada parameter yang tidak berbeda nyata. laju perkecambahan benih karet. Dari Tabel 1. Dari Tabel 1. dan tinggi plumula benih karet 3-8 MST. tinggi plumula benih karet 3-8 MST. penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. Tabel 1.42%) dan terendah pada P0 (73.67) dan terendah pada P0M0 (97. Dan tidak berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. .

Dari Tabel 2. dan interaksi .10).29) dan terendah pada M1 (3.13). Histogram laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Tinggi Plumula (cm) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan penggosokan dan media tanam berbeda nyata terhadap tinggi plumula benih karet 3-8 MST.19) dan terendah pada P1 (3. diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter laju perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P0 (5.Gambar 1. Dan interaksi penggosokan dan media tanam tidak berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih karet.26). Tabel 2. diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media tanam terhadap parameter laju perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P0M0 (7. Gambar 2. diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter laju perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada M0 (4. Dari Tabel 2. Rataan laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Dari Tabel 2. Histogram persentase perkecambahan benih karet (%) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Laju Perkecambahan Benih (hari) Dari data pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan penggosokan dan media tanam berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih karet.77) dan terendah pada P1M1 ( 3. Rataan laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada tabel 2. Histogram laju perkecambahan benih karet (hari) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada gambar 2.

Tabel 3. Gambar 3. tinggi plumula benih karet 3-8 MST.67) dan terendah pada P0M0 (32. 1993).33) dan terendah pada P0 (25. . Dari Tabel 3.00). Dari Tabel 3. Hal ini sesuai dengan literatur Sadjad (1993) yang menyatakan bahwa Manfaat penggosokan benih adalah untuk memecahkan dormansi pada benih agar benih berkecambah dengan baik. maka proses dormansi yang menghambat proses perkecambahan dapat dipecahkan sehingga benih dapat memperoleh air dan udara.44) dan terendah pada M0 (23. laju perkecambahan benih karet.25). Histogram tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokkan dan media tanam dapat dilihat pada gambar 3. Arg) Dari hasil sidik ragam pada perlakuan penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet.penggosokan dan media tanam tidak berbeda nyata terhadap tinggi plumula benih karet. Rataan tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Dari Tabel 3. Histogram tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam Pembahasan Pengaruh Penggosokan Pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell. Karena benih yang memiliki kulit yang keras harus dilakukan pemecahan dormansi untuk mempercepat proses perkecambahan baik dengan cara mengkikis ataupun mengkir kulit benih (Sadjad. Rataan tinggi plumula benih karet 8 MST (cm) dari perlakuan penggosokan dan media tanam dapat dilihat pada tabel 3. diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada P1 (28.33). diketahui bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada M1 (24. diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media tanam terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada P1M1 (38. Dengan adanya proses penggosokan (skarifikasi).

Arg) Dari hasil percobaan diketahui bahwa pada interaksi perlakuan penggosokan dan media . Tahap pertama suatu perkecambahan benih dimulai dengan proses penyerapan air oleh benih. Dengan tidak adanya proses penggosokan. yang menyatakan bahwa proses perkecambahan benih merupakan suatu rangkaian kompleks dari perubahan-perubahan morfologi. Tekstur seperti ini adalah tekstur yang paling cocok untuk pertumbuhan benih. Ini menunjukkan bahwa top soil ditambah pasir mempengaruhi persentase perkecambahan benih karet . sehingga terjadi gabungan antara tekstur kasar dengan halus oleh top soil.22%). sehingga akar tanaman yang baru keluar tidak terhambat pertumbuhannya. melunaknya kulit benih dan hidrasi dari protoplasma.25 cm). Karena. selain itu perkecambahan benih karet juga dipengaruhi oleh faktor keadaan lingkungan. Tanah top soil dapat membantu pertumbuhan perkecambahan benih karet karena tanah top soil merupakan tanah yang subur yang diambil dari tanah pelapukan. kesesuaian tanah dan lingkungan yang serasi sangat baik untuk pertumbuhan tanaman karet.44 cm) dan terendah pada M0 (23. Hal ini sesuai dengan literatur Setiawan dan Andoko (2005) yang menyatakan bahwa tanah untuk media tanah ini harus subur dan harus yang bisa diambil dari tanah pelapukan (top soil) dengan kedalaman maksimum 15 cm. fisiologi dan biokimia.00 cm). Banyak media yang dapat digunakan untuk penanaman benih asalkan tanahnya gembur dan halus. top soil dan lainnya. Pengaruh Media Tanam Pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell. lumut yang telah membusuk.33 sm) dan terendah pada P0 (25. tanah gembur. Hal ini sesuai dengan literatur Widianto (2000) yang menyatakan bahwa media yang digunakan untuk pengamatan bisa hanya terdiri atas pasir saja tetapi kadang-kadang juga diberikan campuran sekam padi. Hal ini disebabkan karena pada perlakuan P0 ini benih tidak dilakukan proses penggosokan. Hal ini sesuai dengan literatur Sutopo (1998). Hal ini disebabkan karena media tanam yang digunakan adalah pasir dan top soil dengan perbandingan 2:1. maka proses perkecambahan menjadi terhambat akibat kulit benih yang keras (dormansi) sehingga benih susah memperoleh air dan udara. kompos.78%) dan terendah pada M0 (65. Pengaruh Interaksi Antara Penggosokan dan Media Tanam Pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell. Perlakuan pengasahan kulit biji yaitu dengan maksud untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan pada berbagai spesies yang mempunyai kulit biji yang keras dan yang sangat tebal.Dari hasil percobaan diketahui bahwa pada perlakuan penggosokan terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada P1 (28. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter tinggi plumula benih karet 8 MST yang tertinggi yaitu pada M1 (24. Arg) Dari hasil percobaan diperoleh bahwa pada perlakuan media tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada M1 (65.

H. Saran Sebaiknya dalam melakukan percobaan ini. laju perkecambahan benih karet. 3.tanam terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet yang tertinggi yaitu pada P1M1 (99. Bhratara Karya Aksara. New Jersey Hasibuan. Hal ini sesuai dengan literatur Sutopo (1998) yang menyatakan bahwa Perlakuan pengasahan kulit biji yaitu dengan maksud untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan pada berbagai spesies yang mempunyai kulit biji yang keras dan yang sangat tebal.C. Dan tidak berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet.1982. M. Terjemahan Soegiman. Plant Science. B.T. Karena penggosokan pada benih karet bertujuan untuk menipiskan kulit biji agar dapat mempercepat perkecambahan.Anton dan Konfafrek. laju perkecambahan benih karet.O.67%) dan terendah pada P0M0 (97. tinggi plumula benih karet 3-8 MST. 1981. Penggosokan berbeda nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. dan tinggi plumula benih karet 3-8 MST. Klackers. J. Prentice Hall Inc. Ilmu Tanah. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. dan N. Medan http://digilib. 2006.id. Interaksi antara penggosokan dan media tanam berbeda tidak nyata terhadap parameter persentase perkecambahan benih karet. benih yang digunakan harus diketahui jenis atau klonnya.William. DAFTAR PUSTAKA Buckman. H. 2. Hal ini disebabkan karena adanya penggosokan dan media tanam yang cocok bagi pertumbuhan tanaman karet. Jakarta Hatrmann. Diakses pada tanggal 4 April 2009 .E.umm. Ilmu Tanah.ac.. Media tanam berbeda nyata terhadap parameter laju perkecambahan benih. USU Press. Brady. tinggi plumula benih karet 3-8 MST.00%).

Yogyakarta Sianturi. Jakarta Syamsulbahri. A. UGM Press.D.iptek. Bina Aksara. Jakarta Setiawan. Yogyakarta Sutanto. Dasar-Dasar Ilmu Tanah Konsep dan Kenyataan. 2001. Membuat Stek. Jakarta Widianto.id. Kanisius.H.G. 1993.http://www. R. CV Rajawali. 2005. 1999. Kanisius. 2005. dan Agus A. D. Penebar Swadaya. 1988. Budidaya Tanaman Karet. Teknik Penyadapan Karet. H. 1996. Yogyakarta Sotopo. Diakses pada tanggal 4 April 2009 Kartasapoetra. D. 2000. Jakarta Setyamidjaja. Teknologi Benih. L.H. 1995.net. Agromedia Pustaka. 1999.S. Medan Siregar.S. L. Petunjuk Lengkap Budidaya Karet. Teknologi Budidaya Tanaman Pangan di Daerah Tropik. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan. Cangkok. Jakarta . USU Press. Kanisius. Penebar Swadaya. Karet Strategi Pemasaran Budidaya dan Pengolahan. Yogyakarta Tim Penulis PS. Karet. T. dan Okulasi.

5 x 8. Umur siap tanam ke lapangan : 10 – 12 bulan Umur siap panen : 24 – 28 bulan Kecepatan pertumbuhan tanaman : 35. bahkan mencapai 35 tahun. Dari pengalaman oleh socfin di Malaysia. materi genetik ini menjadi tetua dari D x P Tani Nusa 1 terbukti memiliki keragaan sangat baik dan diterima luas oleh pekebun. 6. Dapat beradaptasi dengan baik pada lahan yang marginal atau mulai dari lahan kelas S3 – lahan kelas S1. Kecepatan pertumbuhan tanaman rata – rata 41 cm/tahun. Dengan pertambahan batang yang lambat maka usia produksi dapat mencapai lebih dari 30 tahun.5 meter dengan sistem segitiga sama sisi). Persentase kernel 7% – 8% 7. 1. Bakti Tani Nusantara. Panjang pelepah antara 5 – 6 meter.6 – 42. 4. TN1 yang telah bersertifikat tersebut memiliki keunggulan antara lain : 1. Produkstifitas TBS (Tandan Buah Segar) = 35 ton/ha/tahun 5.5 x 8. sehingga populasi per ha lebih banyak 148 152 pohon/ha (dengan jarak tanam 8. 2. Deskripsi Kelapa sawit varietas D x P TN1 1. 3.Pola Pembibitan Sawit PT Bakti Tani Nusantara Written by Administrator on 24 February 2012. 4. Umur siap panen lebih genjah : 24 – 28 Bulan 3. Pendahuluan Varietas kelapa sawit D x P Tani Nusa 1 adalah varietas unggul baru yang merupakan kombinasi dari persilangan Dura Deli dari populasi Johor Labis dan Pisifera Avros yang diseleksi dengan metode Modified Recurrent Selection oleh Socfin Malaysia dan PT.5 cm/thn Produksi TBS TM1 : 4 – 5 ton/ha/thn . 2.

Lakukan pekerjaan ini di tempat teduh agar kecambah tidak kena sinar matahari langsung. Tepi bedengan dibatasi dengan papan (bukan bambu) setinggi 20 cm agar polibeg dapat disusun tegak. Dirjenbun No.120/5/2008 SK. . Kerapatan tanaman : 148 -152 phn/ha 13. Usia Produksi : 33 tahun SK Menteri Pertanian No. Randemen CPO (Lab) : 30.000 bibit (Gambar 1).9 – 2. Dalam penanganan kecambah BTN menyarankan kepada pelanggan untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut : • • • • Menjaga kesehatan kecambah dalam transportasi dengan menghindari kecambah dari suhu terlalu tinggi. 648/Kpts/SR. 86/Kpts/HK.2 m dan panjang ± 8 m yang dapat memuat sekitar 1. Produksi TBS TM3 : 17 – 18 ton/ha/thn 6.296 kecambah. Sistem Pemeliharaan Pembibitan Kecambah varietas TN1 PT. Produksi TBS TM5 : 28 ton/ha/thn 7. Menanam kecambah sesegera mungkin dan bila ditunda agar tidak lebih dari 5 hari dan kecambah harus disimpan didalam ruangan berpendingin dengan suhu 19‐22⁰C. 2. kecambah dikemas di dalam 16 kantong plastik yang masingnya berisi 206 kecambah termasuk refraksi 6 kecambah per kantong. Membuat naungan di pembibitan agar kecambah terhindar dari sinar matahari langsung. Memeriksa kotak dan dokumen untuk memastikan apakah peti dalam kondisi baik dan isi peti sesuai dengan dokumen pengiriman kecambah. Produksi TBS TM8 : 32 – 35 ton/ha/thn 8.Bakti Tani Nusantara mengirim kecambah kelapa sawit (KKS) ke pelanggan menggunakan peti karton berisi 3.3% 11. Penanganan Awal 1. Pembuatan Bedengan dan Naungan di Pembibitan awal (Pre Nursery) • • • Bedengan dibuat pada areal yang telah diratakan dengan lebar 1. Randemen CPO (IER) : 26. benturan fisik dan tidak terkena sinar matahari langsung.330/05/2008 2.5. Antar bedengan berjarak 80 cm sebagai jalan pemeliharaan. pengawasan dan drainase air berlebih saat penyiraman atau hujan. Potensi Inti Sawit (TM8) : 1. Di dalam peti. Penanganan Kecambah PT.7 – 7.1 ton/ha/thn 12.5% 10. Potensi Produksi CPO (TM8) : 6.0 ton/ha/thn 9. Bakti Tani Nusantara A.

busuk dan abnormal. patah. Penanaman Kecambah di Pembibitan Awal (Pre Nursery) • • • • • • • • • • Pastikan tersedia dokumen benih lengkap yaitu Delivery Order (DO). Naungan pada pembibitan awal kelapa sawit Tabel 1. Umur (bulan) Naungan (%) 0 – 1. sisakan + 2 cm dari bibir polybag. Persentase naungan bibit pre nursey berdasar tahapan umur. Naungan dikurangi secara bertahap dimulai setelah bibit berumur 1. kecambah diseleksi terlebih dahulu dan dicatat jumlahnya berdasar kategori sehat. Penyiraman sebaiknya secara manual. Media tanah top soil diayak dan disterilkan 1 minggu sebelum penanaman KKS dengan fungisida dosis 0. Kantong dibuka perlahan untuk mengeluarkan KKS. Pengisian tanah kedalam polybag jangan terlalu penuh.• • • • • Areal pembibitan memiliki saluran pembuangan air (drainase) yang baik. karena lebih merata kesetiap polibag.5 50 > 2.5 – 2. Denah bedengan pembibitan awal Naungan dibuat dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan areal bibitan (Gambar 2).5 bulan (Tabel 1). busuk atau berjamur tidak boleh ditanam.5 100 1. Gambar 3. Percikan dengan air menggunakan hand sprayer untuk meningkatkan kelembaban jika kondisi cuaca panas dan kering. dan Daftar Persilangan yang menyertai KKS. Media tanam dibuat berupa campuran tanah dengan pasir berbanding 70% dan 30%. KKS yang ditanam adalah KKS sehat yang dapat dibedakan antara plumula (bakal daun) dengan radikula (bakal akar) sebagaimana Gambar 3. Gambar 1. Kecambah normal siap tanam KKS abnormal.5 Dihilangkan secara bertahap 3. Gambar 2. patah. kemudiaan dicampur dengan pupuk Rock Phospate (RP) dosis 3 gr/polibag. Atap dengan daun kelapa atau kelapa sawit berisi 4-5 pelepah per meter persegi naungan. Sebelum ditanam. Berita Acara Serah Terima KKS. Bagian dasar bedengan lebih tinggi dari permukaan tanah untuk memperlancar pembuangan air berlebih.2 gr/ltr air dan insektisida dosis 2 gr/ltr. KKS di tanam tidak lebih dari 5 (lima) hari sejak kecambah diserahkan oleh produsen kecambah. setelah diisikan kedalam polibeg berukuran 22 x 14 cm dan disiram 2 kali sehari selama 5 hari sebelum tanam. . Tanam kecambah dengan radikula (bakal akar) menghadap ke bawah dan plumula (bakal daun) menghadap ke atas.

disertai tali rapia sebagai pembatas antar-persilangan kecambah. Buat lubang tanam sedalam 3 cm. buat peta pembibitan Gambar 4. disimpan dalam kantong beridentitas dan diletakkan pada ruang bersuhu 20-25oC selama 5-6 hari. Kecambah yang akan ditanam diletakan didalam mangkok berisi air untuk menjaga kelembaban kecambah dan setiap 15 menit sekali disemprot dengan air. Pasang papan identitas yang berisi tanggal tanam. Lakukan pengelompokan KKS berdasarkan laju pertumbuhan meninggi menurut ciri varietas sejak di pembibitan awal (Gambar 5). . Lubang tanam ditutup dan diratakan dengan tanah setebal 1 – 1. Siram polibeg segera setelah penanaman selesai. Gambar 5.• • • • • • • Kecambah dengan radikula dan plumula yang sukar dibedakan. Setelah penanaman KKS. dan jumlah KKS (Gambar 6). kelompok pertumbuhan meninggi.5 cm di atas KKS (jangan ditekan tanah terlalu kuat). kode varietas. Cara penanaman kecambah yang benar. Papan nama (plank) dan identitas kecambah yang ditanam. lalu masukan kecambang dengan radikula menghadap kebawah (Gambar 4). Pengaturan letak bibit bedasarkan kelompok KKS Gambar 6.

Sebagai starter mikroorganisme pada proses decomposer Effective Microorganisms 4 (EM4) menjadi penting dalam dunia pertanian organik. Dengan memakai kompos dari EM4. . EM4 digunakan untuk pembuatan kompos dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan limbah cair kelapa sawit (LCKS). produksi tandan buah segar (TBS) berpotensi meningkat sampai 20%.EM4 Tingkatkan Produksi Sawit 20% Written by Administrator on 24 February 2012. Begitupula dalam sektor perkebunan kelapa sawit.

Sapta Karya Damai di Sampit akan menggunakan EM4 untuk pengolahan tandan kosong sawit. Tandan kosong dapat diolah menjadi kompos dengan adanya material tambahan selain EM4 yakni molasse dan air. warna daun. menurut Agus. Branch Manager PT Songgolangit Persada. kesehatan dan lingkungan. “Paling penting EM4 tidak boleh tercampur pestisida atau herbisida. Di musim hujan. Kompos digunakan pada dua aplikasi di lingkaran tanaman dan baris tanaman. Jadi satu liter EM4 bisa untuk membuat kompos sebanyak satu ton. Pertanian sayuran sudah banyak yang menggunakan dan tidak hanya satu bahan untuk pembuatan kompos. lanjut Agus. penggunaan EM4 telah diaplikasikan di Medan (Sumatera Utara) yakni PT Asam Jawa untuk pengelolaan limbah tandan kosong dan limbah cair. industri. Apliksinya cukup per 3 bulan sekali dengan komposisi 18 liter per tahun dengan 6 liter satu kali aplikasi untuk setiap hektarnya. hanya saja EM4 kurang efektif tanpa bantuan bahan organik karena sebagai media hidup dan makanan mikrorganisme. tanah disekitar pohon menjadi gembur. Di perkebunan sawit. “Kita aduk dan dicampur lalu dilakukan fermentasi di hamparan tanah yang keras agar larutan EM4 tidak terserap ke tanah. tahun ketiga menjadi 20-30%. Manfaat EM4. aplikasi larutan EM4 dilakukan setelah hujan berhenti. Penggunaan EM4 tidak sebatas di tanaman pangan saja.” ungkap Agus. peternakan. pembibitan sawit atau tanaman sawit yang sudah dewasa cukup dengan EM4 sebanyak 10 cc dicampur 1 liter air untuk disemprotkan pada batang tanaman atau tanah. . “Produksi TBS tahun kedua akan meningkat 5%-10%. bisa terlihat pada umur tanaman memasuki tahun kedua dari segi peningkatan produksi.” tambah Agus ketika ditemui di kantornya. pelepah daun terbuka. Limbah sawit bisa ditambah kotoran ternak. Menurut Agus. Agoes Wibisana. Harus terpisah ada tenggat waktu dalam pemberiannya minimal berbeda 1-2 minggu dan baiknya pestisida baru EM4. Sedangkan penghematan penggunaan pupuk kimia mencapai 30%. aman bagi manusia dan makhluk hidup lainnya serta lingkungan. aplikasi kompos EM4 (Bokashi) sebanyak 10 ton per hektare. Ditutup terpal plastik dan tunggu kurang lebih 1 bulan.” kata Agus. Ke depan PTPN IV dan PT. melainkan telah digunakan perkebunan kelapa sawit dan tebu semenjak tahun 2005.Effective Microorganisms 4 (EM4) merupakan kultur campuran dari mikroorganisme yang menguntungkan berasal dari alam Indonesia. Terdiri dari bakteri asam laktat (Lactobacillus Spp) bakteri fotosintetik (Rhodopseudomonas Spp). menceritakan pembuatan kompos TKKS harus dicacah terlebih dahulu lalu disiram larutan EM4.” ujar Agus. Streptomyces sp dan ragi yang bermanfaat untuk pertanian. EM4 tidak berbahaya. Selain itu. perikanan. Ketersediaan limbah di perkebunan sawit cukup melimpah yang berasal dari tandan kosong dan limbah cair. Actinomycetes. perkebunan. “Semua limbah dapat dimanfaatkan tidak hanya dri sektor perkebunan. Semua lahan cocok untuk pemanfatan limbah sawit dengan EM4.

babi. (bebe) PEMBIBITAN A. Sumatera Selatan terutama petani dan perusahaan perkebunan sawit. Kalimantan. Dekat dengan sumber air dan airnya tersedia sepanjang tahun. Target penjualan 100 ton per bulan tahun ini bisa tercapai dan tahun 2012 diprediksi ada kenaikan 10-20%. dapat dilakukan di daerah pedalaman asalkan didukung infrastruktur supaya harganya terjangkau. Bibit memerlukan banyak . Tetapi. dipelihara selama 9 – 12 bulan sampai siap untuk dapat ditanam Umur bibit yang dapat ditanam di areal pertanaman : paling muda : 8 bulan ideal : 12 bulan paling tua : 24 bulan.Keunggulan EM4 adalah sebagai pelopor pertanian organik memberikan harga murah. Harapan Agus. tikus. Tahapan Pembibitan • • • o o o Pre Nursery (pembibitan awal) selama 3 bulan pertama dengan polibag kecil Main Nursery (pembibitan utama) bibit dipindahkan ke dalam polibag besar.000-25. “Harga bisa ditekan agar daya beli masyarakat jauh lebih tinggi.000 per liter. Ini juga tergantung pada jauh dekatnya lokasi. Lokasi Pembibitan • • Tanah/arealnya rata/datar. Bibit perlu disiram 2 kali sehari jika tidak turun hujan yaitu dari pagi sampai pukul 11.00 wib siang dan sore mulai pukul 16. mudah aplikasi dan aman bagi lingkungan.” pungkas Agus. penyerapan teknologi EM4 bisa merata dan meluas supaya tidak terkonsentrasi di Jawa dan Sumatera. dan landak B. Irian Jaya. Pemasaran EM4 diperluas sampai ke Jambi. beruang. Harga variatif Rp 20.00 wib. Jika areal datar tidak diperoleh dapat juga digunakan areal bergelombang atau berbukit namun perlu dibuat teras-teras yang disesuaikan dengan kemiringannya asal saja jaringan penyiramannya mampu mencapai tempat tertinggi atau terjauh. untuk daerah yang rawan hama (gajah.

Dekat dengan areal yang akan ditanami jika mungkin ditengah lokasi untuk mengurangi biaya angkutan bibit.4 0.000 180. Bila rencana penanaman dalam jumlah banyak.000 Luas Pembibitan awal (ha) 0.000 360.5 x 100/90 x 100/85 x 100/95 = 1.0 Bibit ke Pembibitan utama 81.000 405.000 Luas Pembibitan utama (ha) 6 12 17 23 29 35 Luas areal yang akan Ditanami (ha) 500 1000 1500 2000 2500 3000 Keterangan : Bibit Yang Ak Ditanam ke Lapangan 68.7 0.4 m) diperlukan kecambah 180/ha Kerapatan 143 ph/ha (9.5 0. dekat dari pengawasan dan mudah dikunjungi Dekat dari sumber tanah untuk pengisi kantong plastik (top soil) karena tiap kantong besar membutuhkan 20-25 kg tanah C.000 324.000 486.250 413. pengangkutan agar diusahakan dengan cargo (angkutan) udara Benih yang sudah diterima agar ditempatkan di tempat yang teduh kemudian segera ditanam karena paling lama hanya dapat bertahan 3-5 hari dari tempat penghasil benih Kebutuhan benih dan luas pembibitan : Kebutuhan Benih 90. Drainasenya baik/arealnya tidak tergenang Aman dari gangguan hama berupa binatang besar maupun serangga. Kebutuhan dan Pengadaan Bibit • • o o o o • • Kebutuhan bibit/kecambah sebanyak 140% dari jumlah yang akan ditanam.850 137.40 x jumlah pohon/ha Kerapatan 130 ph/ha (9. Perhitungannya adalah : Seleksi kecambah Seleksi di pembibitan awal Seleksi di pembibitan utama Cadangan penyisipan : 2.• • • • air yaitu 0. pemesanan sebaiknya bertahap sesuai dengan fasilitas dan tenaga yang ada.0 m) diperlukan kecambah 200/ha Sistem tanam segitiga sama sisi • • • • Kecambah dibeli 12 bulan sebelum rencana penanaman.000 162.5% : 10% : 15% : 5% Kebutuhan kecambah = 100/97. Untuk tempat yang agak jauh dari sumber benih. Air harus bersih dan tidak beracun.000 270.400 344.25 – 2 liter tergantung dari umur dan kondisi bibit.700 206.000 450.100 .000 243.650 275.000 540.2 0.9 1.

000 polibag dan pembibitan utama ± 14.1 – 0. Bagaimana dengan keadaan areal pembibitan tersebut apakah rata atau bergelombang. Penggunaan sprinkler memerlukan tenaga kerja yang lebih sedikit 4.500 bibit/hk Berapakah debit air yang ada terutama pada musim kemarau. Kebutuhan Air Bibit • • Pembibitan awal. Demikian pula dengan luasnya.5 jam) 2 (sprinkler 1 jam 45 menit) 3 (sprinkler 2 jam Umur Bibit ( bulan ) 0–3 3–6 6 .5 liter/hari. Instalasi penyiraman .3 liter/hari Pembibitan utama : Kebutuhan Air/pokok/hari ( liter ) 1 (sprinkler 1. Untuk 1 ha dibutuhkan lebih dari 77 m3/hari (bibit saja 2.o o Perhitungan tersebut menggunakan standar seleksi di pembibitan awal 10% dan pembibitan utama 15% Untuk areal seluas 1 ha dapat digunakan untuk pembibitan awal sebanyak 500.000 bibit/hk sedangkan secara manual 2. Rata dengan sprinkler lebih baik. Jika terlalu jauh maka perlu pertimbangan lain apakah pompa yang digunakan mampu.000 polibag Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) • Standard kebutuhan per ha pembibitan tenaga kerja : 5–6 hk per hari D. Jika penggunaannya cukup lama atau akan digunakan lebih dari 5 tahun mungkin pemakaian sprinkler akan lebih menguntungkan karena akan memperkecil biaya penyusutan dari instalasinya. Jika cukup dekat penggunaan sprinkler mungkin cukup baik. luas hendaknya sesuai dengan kapasitas pompa yang akan digunakan.12 Sumber data :Pusat Penelitian Perkebunan Marihat – Bandar Kuala (1992) F. Bagaimana dengan persediaan tenaga yang ada. sisanya untuk peresapan dan pengaliran di permukaan) E. Cara ini dilakukan dengan membangun bak penampung ditempat yang tertinggi dan baru dialirkan ke tempat yang lebih rendah Berapa jauh sumber air (sungai atau kolam air) dari pembibitan. bergelombang dengan semi mekanis akan lebih murah dimana dapat memanfaatkan tenaga gravitasi. Penyiraman Bibit Sistem penyiraman yang harus digunakan perlu dipertimbangkan : • • • • • Berapa luas pembibitan yang akan dibangun dan berapa lama atau berapa tahun akan digunakan. kebutuhan air per pokok : 0.

2 line pipa distribusi • • • Kebutuhan air ± 75 m3/ha/hari. Pembibitan Awal (Pre Nursery) Persiapan Areal • • • Areal yang sudah di buka (LC) dibersihkan dan diratakan Kebutuhan bahan/tenaga : Manual 20 HK/Ha dan mekanis 6 JKT (Jam Kerja Traktor) per ha Kebutuhan areal 1 m2 untuk 70 bibit pada pembibitan awal Membuat Bedengan • • • • • Ukuran bedengan : lebar bedengan 1. Efisiensi 30-40% Pompa berdaya pancar 45 psi (3. jarak antar bedengan 0.75 inch yang dipasang berdiri dan ujungnya dilengkapi dengan nozzle yang dapat memancarkan air dan berputar karena aliran air 3. Pipa induk 6 inch dari rumah pompa 2. Tiap sambungan dilengkapi stand pipes 0.8 m Jumlah bibit dalam satu bedengan : 840 bibit Kebutuhan tenaga untuk membuat bedengan : 1.2 m .5 HK/bed Tepi bedengan diberi batas dengan bambu atau papan Jumlah bahan digunakan : 4 bambu @ 6 m dan 5 papan/bed Menabur Pasir . Pada tiap pipa distribusi terdapat 8 – 10 sprinkler yang berjarak 9 – 18 m 4. Pipa utama 4 inch dilengkapi dengan kran (valve) ke pipa distrubusi 2 inch.6 kg/cm2) Kekuatan pompa 18-20 HP untuk 8 ha pembibitan G. Untuk 8 ha pembibitan diperlukan 30 sprinkler.Secara Manual Air dihisap dari sungai dengan menggunakan pompa air dan dialirkan ke areal pembibitan dengan menggunakan pipa dan selang • • • • Pipa primer 6 inch ditempatkan ditengah-tengah lapangan Cabang I dengan pipa 2 inch Cabang II dengan pipa 1 inch yang disambung dengan selang plastik 25 m yang ujungnya diberi gembor Penyiraman dilakukan dengan tenaga manusia Sprinkler • Penggunaan pipa : 1.

2 HK/bed Meracun Serangga • • • Dua hari sebelum digunakan bedengan disemprot dengan insektisida. kecuali di areal gambut dapat menggunakan tanah gambut Tanah diayak dengan saringan kawat 2 cm agar bersih dari akar. dan jarak antar tiang 3 m.• • • Bedengan ditaburi pasir secara merata sampai setebal 2 cm Jumlah kebutuhan pasir : 0. warna hitam Setelah diisi berukuran : diameter ± 10 cm dan tinggi ± 17. setelah dua daun keluar (1. batuan dan sampah lainnya.5 cm 1 kg Plb ± 200 lembar polybag kecil Mengisi Polybag .5 bulan) naungan harus sudah dihilangkan. contoh Sevin atau Thiodan Jumlah dan jenis bahan digunakan : Sevin 85 EC dosis : 5 cc/l air/bed Jumlah kebutuhan tenaga kerja : 1 HK/30 bed Naungan • • • • • Pada tahap awal bibit harus diletakkan di bawah naungan. Luas naungan minimal sebesar bedengan dengan tinggi ± 2 m Bentuk naungan : tiang dibuat dari bambu atau besi siku setinggi 2 m. Jumlah bahan yang digunakan : 7 bambu/bed @ 6 m dan 10 pelepah/bed Jumlah kebutuhan tenaga kerja membuat naungan : 1 HK/bed Mengumpulkan Tanah/Media Tanam • • • • • • • Media tanam menggunakan top soil (kedalaman 20-30 cm) tanah mineral dengan tekstur lempung.5 cm Lubang polybag berjumlah 12-24 dengan diameter 0.5 bulan) naungan dapat dikurangi sebesar 50% dan setelah daun ketiga keluar (2. rumputan.5 m3/HK sedangkan secara mekanis 8 JKT/Ha Jumlah kebutuhan tenaga kerja untuk mengayak 3 m3/HK Ukuran Polybag • • • • Ukuran polybag kecil 0. Hasil pengayakan ± 60% (dari 1m3 diperoleh ± 1.3 m3/bed Jumlah kebutuhan tenaga kerja : 0.000 kg tanah) Bila tanah terlalu padat/liat dicampur dengan pasir perbandingan 3:1 Media tanam harus dicampur dengan 50 kg pupuk RP per ± 2 m3 tanah (± 1.000 polybag kecil) Jumlah kebutuhan tenaga kerja untuk mengumpulkan tanah secara manual 1.075 mm x 15 cm x 23 cm lay flat. Atap dari pelepah kelapa sawit atau dari shadownet.

• • • • • Empat minggu sebelum penanaman kecambah. iv. panjangnya 8-25 mm. polybag harus sudah diisi tanah dalam jumlah cukup Guncang polybag pada saat pengisian untuk memadatkan tanah dan diisi sampai mencapai ketinggian 1 cm dari bibir polybag Polybag disiram air setiap hari sampai tampak jenuh sebelum dilakukan penanaman dan diisi kembali dengan tanah bila diperlukan Jumlah tanah adalah 1 kg per polybag Jumlah kebutuhan tenaga kerja pengisian polybag 400 unit/HK Menyusun di Bedengan • • • • Polybag harus disusun secara tegak dan rapat di bedengan. iii. Tiap 1 m2 dapat memuat 70 polibag atau 840 polybag/bedengan Diusahakan air tidak akan menggenangi di bedengan dengan mengikis permukaan tanah yang tidak datar Jumlah tenaga kerja untuk menyusun polybag adalah 1. vi. • • • Jumlah kebutuhan untuk seleksi kecambah 5. ii. v. Radicula berujung tumpul seperti bertudung.000 kecambah/HK Pada saat diterima peti harus diletakkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari Setiap kantong kecambah harus dibiarkan terbuka selama beberapa menit untuk pergantian udara Menanam Kecambah • • • • • • Siram tanah di polybag sampai jenuh sebelum kecambah ditanam Kantong plastik kecambah dibuka dengan hati-hati dan letakkan kecambah di baki yang beralaskan goni basah yang telah direndam dalam larutan fungisida Thiram dengan konsentrasi 0.2% Kecambah diseleksi dan dihitung (% seleksi) Penanaman kecambah harus memperhatikan posisi radikula yang akan diposisikan arah ke bawah dan plumula yang akan diposisikan ke atas Kecambah ditanam dengan kedalaman sekitar 2-3 cm di bawah permukaan tanah polybag (dilobang dengan ibu jari) Polybag disiram sampai jenuh setelah kecambah ditanam . agak kasar Plumula ujungnya tajam seperti tombak Kriteria kecambah yang abnormal : ® ® ® ® ® ® Calon akar/batang patah Calon akar/batang tidak tumbuh Calon akar/batang membengkok Calon akar/batang tumbuh satu arah Calon akar/batang busuk terserang cendawan Calon akar/batang layu karena terlalu kering i.000 unit/HK Seleksi Kecambah • • • • Kecambah normal : calon akar (radicula) dan calon batang (plumula) terlihat jelas.

10. 12) dengan pupuk majemuk (contohnya Rustika) 15.400 bibit/HK atau 10 bed/HK Konsolidasi Bibit  Dilakukan 1 kali/minggu meliputi : .00 wib – selesai Bila malam sebelumnya turun hujan (> 8 mm) dan tanah di polybag masih basah maka penyiraman hanya dilakukan sore hari saja. 9. 7. 8.2% (2gr/l air) Minggu ganjil (minggu ke 5.6.00 wib – selesai paling lambat jam 11. Kecambah yang memiliki persilangan yang sama ditanam pada bedengan yang sama.4 konsentrasi 0. sore hari jam 15.500 bbt/HK (16 bed/HK) Pengendalian Gulma • • • • • Dilakukan 1 x tiap 2 minggu Cara pelaksanaan adalah manual tidak boleh dengan herbisida Pengendalian dengan mencabut rumput dan gulma lain di dalam polibag dan yang berada di antara polibag Sekaligus melakukan konsolidasi dengan menambah tanah pada polibag apabila kekurangan. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 13.15. 11) dengan urea 0. Bila pagi harinya hujan turun (> 10 mm) maka tidak perlu penyiraman pagi dan sore.• • • • Diberi naungan sesuai iklim setempat Sebaiknya penanaman dilakukan secara beregu.000 bbt/HK Penyiraman • • • • • Bibit disiram 2 x sehari Jam penyiraman : 07. 6. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 13.2% Cara dilarutkan pupuk dalam gembor : 10 gr Urea atau 10 gr pupuk majemuk dalam 5 liter air untuk 500 bibit Pemupukan dilakukan pagi hari setelah selesai penyiraman pertama/pagi Jumlah kebutuhan tenaga kerja 8.500 bibit/HK atau 16 bed/HK Pemeliharaan Drainase • • • • Mengalirkan air yang tergenang di areal pembibitan Diperiksa agar air jangan tergenang di polybag Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 6-8 ha/HK Rotasi yang diperlukan 1 x /minggu Pemupukan • • • • • Minggu genap (minggu ke 4. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk menanam kecambah 1.00 wib.

70 + 0.1 52.5 6 7 8 9 10 11 12 Tinggi (cm) 26.02 + 0.8 + 0.2 10.0 Diameter (cm) 1.400 bibit/HK atau 10 bed/HK Tata cara seleksi Bibit di pre-nursery • • • • Angkat dan singkirkan semua bibit afkir dari bedengan sebelum dilakukan pemindahan bibit sehat ke polybag besar Musnahkan semua bibit afkir Catat dan laporkan bibit yang diafkir Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 5.6 + 0.3 + 0.4 Sumber data :Pusat Penelitian Perkebunan Marihat – Bandar Kuala (1992) Beberapa ciri Fisik bibit yang di-afkir .000 bibit/HK atau 5 bed/HK • Pengendalian Hama dan penyakit • • • • Pengamatan hama ataupun penyakit dilakukan setiap hari Pengendalian dilakukan dengan cara manual Apabila gangguan hama/penyakit sudah pada tingkat yang lebih berat maka dilakukan dengan penyemprotan insektisida.24 Banyak daun 5.84 + 0.84 + 0.000 bibit/HK Standar Pertumbuhan Bibit kelapa sawit Umur (bulan) 4.0 + 0.14 6.50 + 0.6 + 0.1 114.o o o Menambah tanah yang kurang Menegakkan polibag yang miring Menukar bibit yang mati dengan bibit pada bedengan terakhir yang biasanya tidak penuh Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 4.1 + 3.9 + 1.04 4.3 15.3 15.02 1.0 + 0.15 5.8 + 0.9 + 5. fungisida dengan rotasi 1 kali/minggu Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 8.2 8.3 39.96 + 0.33 5.9 126.0 + 1.6 88.2 + 1.3 + 0.5 101.1 15.9 + 7.3 11.0 13.56 + 0.02 2.3 + 2.30 + 0.8 + 0.4 64.12 3.

• • • • • • • •

Pucuk bengkok atau daun berputar : akibat penanaman kecambah yang terbalik atau faktor genetik Daun lalang atau daun sempit (narrow grass leaf) : akibat faktor genetik Daun kerdil dan sempit (stump/little leaf) Daun menyempit dan tegak (acute/erect leaf) Daun yang menggulung (rolled leaf) : akibat factor genetic Daun berkerut/keriput (crinkle leaf) : akibat factor genetic Daun melipat (collante) : akibat kekurangan air Bibit kerdil (stunted) : akibat factor genetic Chimaera : sebagian atau seluruh daun secara seragam berubah pucat atau bergaris kuning terang yang sangat kontras dengan warna hijau gelap dan jaringan yang normal Bibit dengan serangan penyakit berat

H. Pembibitan Utama (Main Nursery)
Persiapan Areal
• • • • •

• • •

Areal Pembibitan dekat dengan sumber air atau sungai Areal datar dengan penggunaan areal 1 ha untuk 14.000 bibit Dibuat parit drainase mengikuti pipa sekunder dari jaringan pipa penyiraman Ukuran parit lebar dasar 30 cm, lebar atas 70 cm, dalam 40 cm Bila penyiraman dengan sprinkler hendaknya dibuat dulu desainnya dan penempatan pipa-pipanya Bila diperlukan buat pagar keliling 150 m dengan kawat. Jarak antara tiang 3 m, tinggi pagar 1,5 m Jumlah tenaga kerja untuk membuat pagar 100 m/HK Transplanting ke main nursery dilakukan pada bibit berumur 3-4 bulan atau memiliki 4-5 helai daun

Memancang
• • •

Umur bibit 8-10 bulan : jarak pancang 70 x 70 x 70 cm (23.000 bibit/ha) Umur bibit ≥ 10 bulan : jarak pancang 90 x 90 x 90 cm (14.000 bibit/ha) Kebutuhan tenaga kerja memancang 1.000 pancang/HK

Mengumpulkan Tanah

Metode sama dengan pembibitan Pre-Nursery

Tanah di polybag besar harus dilubangi dan selanjutnya dimasukkan 100 g pupuk RP ke lubang polybag besar sebelum bibit ditanam

Ukuran Polybag
• • • •

Ukuran polybag besar adalah 0,15 mm x 35 cm x 50 cm lay flat Setelah diisi tanah diameter ± 23 cm dan tinggi ± 39 cm ; warna hitam Lubang empat baris perforasi berjarak 5 cm x 5 cm Tebal polibag harus merata tidak ada tebal tipis

Mengisi Polybag
• • • •

• •

Polybag harus sudah siap diisi tanah minimal 4 minggu sebelum transplanting dari PN untuk mendapatkan tingkat kepadatan tanah yang stabil. Polybag harus dibalik sebelum diisi tanah agar polybag dapat berdiri tegak dan silindris Persiapan media tanam dan isikan ke dalam polybag. Hindarkan pemadatan tanah dalam polybag dengan cara menekan kuat ke arah bawah Guncang polybag pada waktu pengisian untuk memadatkan tanah dan mencegah agar tidak ada bagian yang mengkerut atau terlipat sehingga ketinggian tanah dapat mencapai 2,5 cm dari bibir polybag. Jumlah polybag 1 kg = 18 lembar; 1 plb ± 20 kg Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 100 unit/HK

Menyusun Polybag
• • • • •

Polybag disusun di areal bibitan yang sudah dipancang Menyeragamkan cara peletakan (contoh di selatan pancang). Pancang tidak boleh dicabut Setiap 5 baris dikosongkan 1 baris untuk jalan pemeliharaan bibit Kedua tangan pekerja harus berada pada dasar polybag dan tidak dibenarkan 1 tangan menyengkeram bibit polybag bagian atas Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 100 – 150 unit/HK

Menanam/Transplanting di Polybag Besar
• • • • •

Tanah di polybag dilubangi sebesar ukuran polybag kecil dengan alat berupa bor tanah atau yang dibuat dari pipa 4 inch Jumlah tenaga kerja untuk melubangi 250 unit/HK Bibit yang telah memenuhi syarat (umur 3 bulan, daun 3-4, bentuk sempurna) diangkut dengan kotak papan, diecer ke tempat polybag Jumlah tenaga kerja untuk mengecer 700 bibit/HK Penanaman dilakukan : bibit di polybag kecil dipegang miring, dasarnya disayat keliling kemudian dilepas. Dimasukkan ke dalam lubang polybag besar. Sambil menahan bibit polybagnya ditarik/dilepas. Tanah diratakan dan dipadatkan Jumlah tenaga kerja untuk menanam 100 bibit/HK

Penyiraman Bibit

• • •

Bibit disiram 2 kali/sehari : pagi; jam 7.00 – selesai selambat lambatnya jam 11.00, sore jam 15.00 – selesai Jumlah tenaga kerja 2.500 bibit/HK Apabila malam sebelumnya turun hujan dan tanah di polibag masih basah maka penyiraman hanya dilaksanakan sore hari. Bila hujan pagi hari cukup lebat (> 10 mm) maka sampai sore bibit tidak perlu disiram. Kebutuhan air bibit : 1-3 bl = 1.0 ltr; 3-6 bl = 1.5 ltr; > 6 bl = 2 ltr

Pengendalian Gulma
• • • • •

Dilakukan 2 minggu sekali Penyiangan dilakukan dalam polibag dan di luar polibag Dalam polibag penyiangan dilakukan secara manual Di antara polibag rumput-rumput disemprot dengan 2 kg karmex + 2,2 ltr gramoxone/450 ltr air/ha bibitan Tenaga kerja diperlukan untuk penyiangan 0,7 ha/HK atau 8.000 bibit/HK

Pemberian Mulsa
• • • • •

Pada daerah yang terlalu kering/panas, bibit dalam polybag harus diberi mulsa Mulsa diberikan secara merata di atas permukaan tanah dalam polybag segera setelah bibit ditanam Mulsa yang dianjurkan adalah cangkang, jerami ataupun lalang kering Jumlah cangkang sawit yang diperlukan 0,5 kg/polibag Jumlah tenaga kerja diperlukan adalah 2.500 bibit/HK

Konsolidasi Bibit
• • • • •

Konsolidasi bibit dilakukan 1x/bulan Menegakkan polibag-polibag yang miring Mengganti/membalut polibag yang pecah Menambah tanah di polybag (hanya sampai umur 6 bulan) Jumlah tenaga kerja diperlukan 2.000 bibit/HK

Pemeliharaan Parit drainase
• • •

Mengalirkan air yang tergenang 1 kali/minggu Mendalamkan parit pada ukuran semula Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 6-8 ha/HK

Pemupukan
• • • •

Dimulai pada minggu ke 2 setelah bibit di transplanting Jenis pupuk : pupuk majemuk (contoh Rustika) R 15.15.6.4 dan R 12.12.17.2 serta pupuk Kieserite atau Dolomit Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 3.000 bibit/HK atau 5 HK/ha bibit Cara pemupukan : Buat takaran pupuk sesuai dengan dosis

i.

0 20.0 20.0 10.5 7. Pupuk ditaburkan merata pada permukaan tanah di polybag melingkar/keliling sejauh 10 cm dari bibit Pupuk tidak boleh menyentuh bibit Pelaksanaan setelah penyiraman pertama Dosis Pemupukan Pembibitan Utama Umur Bibit (Minggu) 2 3 4 5 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 Dosis Pupuk (gram/pohon) R II 10.5 2.0 15.0 10.0 7.0 10.0 - K atau D 10.0 15.0 20.0 22.0 20. iii.5 - .5 7.5 10.0 10.5 5.0 15.0 10.0 15.5 22.0 15.5 10.0 7.ii.0 15.0 - RI 2.0 5.0 15.0 15.0 10. iv.

Penyemprotan dilakukan setelah penyiraman pagi dan ditambahkan dengan perekat.000 bibit/HK Kebutuhan Larutan Semprot Umur (bulan) 4–6 7–9 10 .00 Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) Gejala Serangan hama/penyakit & Pengendalian .12.12 Vol.0 230 15.5 Keterangan : R I R II K D Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) Pengendalian Hama Penyakit • • • • • • • Pengamatan dilakukan secara rutin 1 x/minggu untuk mengetahui ada tidaknya serangan hama/penyakit Cara pengendalian pada saat serangan awal/ringan secara manual.000 3.38 40 Jumlah • • • • 50 = Rustika 15.0 25.0 80 22.17. hama dikutip kemudian dimusnahkan Jumlah kebutuhan tenaga kerja 2.6.000 bibit/HK Bila dari hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan gejala serangan maka dapat dikendalikan dengan penyemprotan pestisida.000 1.15. Khusus bibit yang terkena penyakit dan mudah menular harus dipisahkan dari bibit sehat Jumlah kebutuhan tenaga kerja 3.2 = Kieserite = Dolomit 25.5 117.4 = Rustika 12. Semprot (cc/pk) 25 50 100 Tenaga (bibit/HK) 5.

jumlah bibit afkir selama di main nursery antara 10-15 % Jumlah tenaga kerja dibutuhkan 3. 12 bulan dan pada persiapan pengiriman bibit ke lapangan Tata cara pelaksanaan seleksi bibit : Berikan tanda dengan cat warna putih di polybag setiap bibit afkir/abnormal Catat dan dibuat berita acara semua bibit afkir Bibit afkir dikeluarkan dari blok bibitan dan dimusnahkan.000 bbt/HK • . 9.Keterangan : T S : Semprot : Tabur : Minggu Mgg Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004) Seleksi Bibit • • o o o Seleksi dilaksanakan dengan tahapan umur bibit 6.

Gejala berat akibat factor genetic. Bibit yang layu dan lemah (limp) Penampilan pucat dan pertumbuhan daun muda cenderung lebih pendek dari yang seharusnya Bibit flat top Faktor genetik. Bibit terlihat sangat terbuka dan lebih tinggi dari normal Anak daun yang sempit (narrow leaf) Bentuk helai daun tampak sempit dan tergulung sepanjang alur utamanya (lidi) sehingga bentuknya seperti jarum Anak daun tidak pecah (juvenile) Helai anak daun tetap bersatu seluruhnya atau tidak pecah Daun berkerut (crinkle leaf) Daun terlihat berkerut. daun yang baru tumbuh dengan ukuran yang makin pendek dari daun tua. daun tumbuh dengan sudut yang sangat sempit/tajam terhadap sumbu vertikal sehingga seperti tumbuh tegak. gejala ringan disebabkan karena kekurangan air Chimaera • o • o • o • o • o • o • o • o • .Ciri bibit abnormal di Main Nursery • o Kerdil (runt/stunted) Bibit yang pertumbuhan vegetatifnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan bibit sehat seumurnya Bibit erect Faktor genetis. sehigga tajuk bibit terlihat rata Short internode Jarak antara anak daun pada tulang pelepah (rakhis) terlihat dekat dan bentuk pelepah tampak pendek Wide internode Jarak antara anak daun pada rakhis terlihat sangat lebar.

setiap kelompok terdiri 100-200 bibit. pelepah bengkok dan mudah patah Blast Bibit berubah secara progresif ke arah coklat dan perlahan dimulai dari daun yang tua bergerak ke daun yang lebih muda Terserang hama dan penyakit Terserang busuk pucuk dan hama/penyakit yang harus dipisahkan • o • o • o Persiapan Pemindahan Bibit ke Lapangan • o Pemutaran bibit (rotating) Bibit diputar pada tempatnya dua minggu sebelum dikirim ke lapangan.o Sebagian atau seluruh daun secara seragam berubah menjadi pucat atau bergaris kuning terang yang sangat kontras dengan warna gelap dari jaringan yang normal Crown Diseases Faktor genetik. Setelah bibit diputar harus disiram air dengan cukup setiap hari sampai waktu pengiriman ke lapangan Perlakuan Bibit untuk Persiapan Pengangkutan Menjelang persiapan tanam bibit dikumpulkan rapat. Bibit disusun satu lapis di atas truk dan disiram sebelum berangkat ke lapangan • o .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful