P. 1
Manual Pemberantasan Penyakit Menular DepKes

Manual Pemberantasan Penyakit Menular DepKes

4.9

|Views: 13,437|Likes:
Published by Faisal M

More info:

Published by: Faisal M on Dec 03, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/31/2013

pdf

text

original

(dwarf tapeworm infection)

1. Identifikasi

Adalah Infeksi intestinal oleh cacing pita yang sangat kecil; infeksi ringan biasanya tanpa
gejala. Cacing dalam jumlah besar dapat mengakibatkan enteritis dengan atau tanpa diare,
nyeri perut dan gejala tidak jelas lainnya seperti muka pucat, kehilangan berat badan dan
lemah.
Diagnosis dibuat dengan pemeriksaan mikroskop untuk menemukan telur cacing dalam
tinja.

2. Penyebab penyakit

Hymenolepis nana (dwarf tapeworm), cacing pita yang hanya menyerang manusia tanpa
ada pejamu obilgatif intermedier.

3. Distribusi Penyakit

Tersebar di seluruh dunia; lebih banyak terjadi di daerah panas daripada dingin, dan di
iklim kering daripada iklim basah. Cacing pita dwarf merupakan cacing pita yang paling
sering ditemukan pada manusia di Amerika Serikat dan Amerika Latin. Hal itu juga
terjadi di Australia, negara-negara di Timur Tengah, Timur Dekat dan India.

4. Reservoir - Manusia, mungkin juga tikus.

5. Cara Penularan

Telur H. nana sudah infentif ketika dikeluarkan melalui tinja. Infeksi didapat karena
menelan telur cacing yang terdapat dalam makanan atau air yang tercemar; penularan
secara langsung dapat terjadi melalui jari yang tercemar (auto infeksi secara langsung atau
penularan dari orang ke orang); atau karena menelan serangga yang mengandung larva
yang berkembang dari telur yang ditelan oleh serangga. Pada saat telur H. nana ditelan,

283

telur tersebut menetas dalam usus, melepascan oncosphere yang masuk ke villi mukosa
usus dan berkembang menjadi cysticercoid; cysticercoid ini akan pecah kedalam lumen
dan tumbuh menjadi cacing pita dewasa. Banyak telur H. nana yang langsung infeksius
ketika lepas dari proglottid pada usus manusia; sehingga terjadi autoinfeksi atau dapat
terjadi penularan dari orang ke orang. Jika telur H. nana tertelan oleh mealworm (cacing
gelang), kutu pemakan larva, kumbang atau serangga lainnya, mereka dapat berkembang
menjadi cysticercoid yang infektif terhadap manusia dan binatang pengerat ketika tertelan.

6. Masa Inkubasi

Saat timbulnya gejala dapat bervariasi; perkembangan menjadi cacing dewasa
memerlukan waktu sekitar 2 minggu.

7. Masa Penularan : Seseorang dapat menular sepanjang telur masih ditemukan dalam
tinja. Infeksi H. nana dapat berlangsung dan bertahan hingga beberapa tahun.

8. Kerentanan dan Kekebalan

Setiap orang rentan terhadap infeksi; infeksi dapat menimbulkan kekebalan untuk infeksi
ulang. Anak-anak lebih rentan untuk terserang daripada dewasa; infeksi intensif terjadi
pada anak-anak yang memiliki kekebalan tubuh yang rendah dan kurang gizi.

9. Cara-cara Pemberantasan

A. Cara-cara Pencegahan

1) Berikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai kebersihan perorangan dan
cara-cara pembuangan tinja yang saniter.
2) Sediakan dan lakukan pemeliharaan sarana jamban yang saniter.
3) Lindungi makanan dan air dari kontaminasi oleh tinja manusia dan tinja binatang

pengerat.
4) Lakukan pengobatan terhadap penderita untuk menghilangkan sumber infeksi
5) Berantas tikus dari lingkungan rumah.

B. Penanganan Penderita, Kontak dan Lingkungan sekitar

1) Laporan kepada instansi kesehatan setempat; laporan tidak wajib dilakukan, Kelas
5 (lihat pelaporan tentang penyekit menular).
2) Isolasi: Tidak diperlukan.
3) Disinfeksi serentak: Pembuangan tinja yang saniter.
4) Karantina: Tidak diperlukan.
5) Imunisasi kontak: Tidak diterapkan.
6) Investigasi kontak dan sumber infeksi: Lakukan Pemeriksaan tinja dari anggota
keluarga atau institusi.
7) Pengobatan spesifik: Pemberian Praziquantel (Biltricide®

) atau niclosamide

(Yomesan®

, Niclocide®

) cukup efektif.

C. Upaya penanggulangan wabah: KLB yang terjadi di sekolah dan institusi dapat
dikendalikan dengan baik dengan memberikan pengobatan kepada individu yang
terinfeksi dan dengan perhatian khusus pada kebersihan perorangan dan kelompok.

284

D. Implikasi bencana: Tidak ada.

E. Tindakan Internasional: Tidak ada.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->