P. 1
Fungsi Phospor Dalam Metabolisme Atp

Fungsi Phospor Dalam Metabolisme Atp

|Views: 156|Likes:

More info:

Published by: Bintang Haryana Prawira on Mar 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2012

pdf

text

original

TUGAS MATA KULIAH NUTRISI TANAMAN

FUNGSI PHOSPOR DALAM METABOLISME ATP

Oleh : Dewi Ma’rufah Lamria Silitonga H0106006 H 0106076

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2008

ADP. Dalam bentuk organik P sebagai Fosfolipid yang merupakan komponen penyusun dari membran sitoplasma dan kloroplas Fitin yang merupakan simpanana fosfat dalam biji Gula fosfat yang merupakan senyawa antara dalam berbagai proses metabolisme tanaman. kalium (K) dan kalsium (Ca). Nukleoprotein yang merupakan komponen utama dari DNA dan RNA inti sel. Yang terdapat dalam larutan tanah. tanaman dapat menyerap P dalam bentuk asam nukleat. namun kandungannya di dalam tanaman lebih rendah dibanding nitrogen (N). fitin dan fosfohumat. atau dengan pertukaran kontak (contact exchange). Sedangkan pH yang lebih tinggi (lebih besar daripada 7) bentuk HPO42.Pendahuluan Fosfor (P) termasuk unsur hara makro yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman.lebih dominan. ATP. Fosfat yang diserap oleh tanaman tidak direduksi. AMP yang merupakan senyawa berenergi tinggi untuk metabolisme. Disamping ion-ion tersebut. Fosfor anorganik banyak terdapat di dalam cairan sel sebagai komponen penyangga tanaman. dan NADP merupakan koenzim penting dalam prosesreduksi dan oksidasi. FAD dan berbagai senyawa lain yang berfungsi sebagai pelengkap enzim tanaman. melainkan berada di dalam senyawa – senyawa organik dan anorganik dalam bentuk-bentuk yang teroksidasi. namun kandungannya di dalam tanaman. HPO42-. NAD. Ion H2PO4lebih banyak dijumpai pada tanah yang lebih masam. Mendekatnya suatu unsur hara dari larutan tanah ke permukaan akar dapat terjadi melalui salah satu dari tiga proses yaitu : (1) intersepsoi akar (root interception). Tanaman menyerap P dari tanah dalam bentuk ion fosfat terutama ion H2PO4-. (2) difusi ion- .

25 triliun sel merupakan sel darah merah yang mempunyai fungsi sebagai alat transportasi bahan makanan dan oksigen di dalam tubuh dan membawa karbon dioksida menuju paru-paru untuk dikeluarkan. Setiap sel digabung oleh struktur penyokong intrasel. dimana energi tersebut digunakan untuk membentuk sejumlah besar Adenosine TriPosphate (ATP). Pergerakan ion fosfat pada umumnya disebabkan oleh proses difusi. dan semua mekanisme fisiologis yang memerlukan energi untuk kerjanya mendapatkan energi langsung dari ATP. dimana mekanisme umum perubahan zat gizi menjadi energi di semua sel pada dasarnya sama. Sehingga ATP merupakan senyawa kimia labil yang terdapat di semua sel. ISI Bila ditinjau pada tingkat sel. Ion yang sudah berada di permukaan akar akan menuju rongga luar akar (outer space) melalui proses difusi sederhana. gula pentosa ribosa dan tiga rantai fosfat. tetapi jika kandungan P larutan tanah cukup tinggi. Bahan makanan yang berupa karbohidrat. dan kegiatan bahan pembawa (carrier) selanjutnya ion memasuki rongga dalam akar (interspace) dengan melibatkan energi metabolisme. Semua sel menggunakan oksigen sebagai salah satu zat utama untuk membentuk energi. lemak. Dua rantai fosfat yang terakhir dihubungkan dengan bagian sisa molekul oleh ikatan fosfat berenergi tinggi yang sangat labil sehingga dapat dipecah seketika bila dibutuhkan energi untuk meningkatkan . Dari total sel yang ada tersebut. dan secara khusus beradaptasi untuk melakukan fungsi tertentu.ion dalam larutan tanah dan (3) gerakan ion-ion oleh gerakan massa (mass movement) atau aliran massa (mass flow) larutan tanah. dan protein yang dioksidasi akan menghasilkan energi. maka proses aliran massa dapat berperanan dalam transportasi tersebut. tubuh manusia disusun dari 100 triliun sel dan mempunyai sifat dasar tertentu yang sama. dan selanjutnya ATP tersebut digunakan sebagai sumber energi bagi banyak fungsi sel. jerapan pertukaran. ATP adalah suatu nukleotida yang terdiri dari basa nitrogen adenin.

Enzim-enzim oksidatif yang mengkatalis perubahan Adenosine Diphospate (ADP) menjadi ATP dengan serangkaian reaksi menyebabkan energi yang dikeluarkan dari pengikatan hidrogen dengan oksigen digunakan untuk mengaktifkan ATPase dan mengendalikan reaksi untuk membentuk ATP dalam jumlah besar dari ADP. Bila ATP di urai secara kimia sehingga menjadi ADP akan menghasilkan energi sebesar 8 kkal/mol. Mensintesis komponen sel yang penting 2. Absorpsi dari tubulus ginjal c. Absorpsi dari traktus intestinalis (usus) b.reaksi sel lainnya. Efek ini mempertahankan konsentrasi ATP hampir pada tingkat puncak selama CP tetap di dalam sel. Transport aktif untuk melintasi membran sel : a. Dengan kandungan energi lebih tinggi antara CP terhadap ATP menyebabkan reaksi sangat menguntungkan ATP.5 kkal/mol pada suhu tubuh) terutama di otot. Kontraksi otot 3. dimana pengunaan ATP yang paling kecilpun dalam sel mengeluarkan energi dari CP untuk mensistesis ATP baru. energi dari CP dipindahkan dengan cepat kembali ke ATP. Pembentukan sekreksi kelenjar d. Membentuk perbedaan konsentrasi ion di dalam syaraf yang memberikan energi untuk transmisi impuls syaraf. CP dapat memindahkan energi dengan saling bertukar dengan ATP. Beberapa reaksi kimia yang memerlukan energi ATP hanya menggunakan beberapa ratus kalori dari 8 kkal yang tersedia. dan cukup untuk berlangsungnya hampir semua langkah reaksi kimia dalam tubuh. sehingga sisa energi ini hilang dalam bentuk panas. . dimana bila ATP mulai digunakan. Beberapa fungsi utama ATP sebagai sumber energi antara lain: 1. melainkan Creatine Phospate (CP) yang mengandung ikatan phospate berenergi tinggi lebih banyak (9. ATP bukan zat yang terbanyak disimpan sebagai ikatan phospate berenergi tinggi dalam sel.

kemudian lebih banyak lagi energi yang menjadi panas (15%) sewaktu dipindahkan dari ATP ke sistem . terjadi di sitosol. sehingga total produksinya sebanyak 38 ATP (304 kkal/mol). energi yang menjadi panas sebesar 60% selama pembentukan ATP. Di dalam sel. yaitu: Anaerob (tanpa oksigen). C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H20 + ENERGY. lemak. Komponen utama sel memperoleh energi adalah oksigen dan satu atau lebih bahan makanan (nutrisi). karena menyaring energi dari zat gizi dan oksigen dan selanjutnya menyediakan sebagian besar energi (95%) yang diperlukan agar sel dapat melakukan fungsinya. Dalam produksi energi. Setiap mol glukosa dalam proses anaerob yang terjadi di sitoplasma/sitosol menghasilkan 2 ATP. sehingga energi yang tersisa menghilang dalam bentuk panas. Energi yang dihasilkan membentuk ATP. dimana energinya digunakan untuk memberi tenaga pada fungsi-fungsi sel. sedangkan pada proses aerob yang terjadi di mitokondria menghasilkan 36 ATP. Mitokondria dinamakan “pusat energi” bagi sel. Bila dilihat secara persentase. terdapat dua macam metabolisme.Karena itu. hanya untuk karbohidrat. ATP dinamakan sebagai bentuk energi sel karena dapat disimpan dan dibentuk kembali. bahan makanan secara kimia bereaksi dengan oksigen dibawah pengaruh berbagai enzim (puluhan enzim) yang mengawasi kecepatan reaksi dan menyalurkan energi yang dikeluarkan dalam arah yang tepat. ATP kemudian ditransfer keluar mitokondria menuju semua bagian sitoplasma dan nukleoplasma.5 kali dibanding glukosa) atau sebanyak 146 ATP. Aerob (dengan oksigen). dimana tergantung pada jumlah energi yang diperlukan oleh setiap sel. ATP + H2O ADP + ENERGY (Output) ADP + CP + ENERGY (Input) ATP + H2O. terjadi di mitokondria. Tiap mol glukosa dapat memberikan energi sebesar 686 kkal. Sedangkan untuk setiap mol lemak menghasilkan 2340 kkal (3. CP merupakan senyawa “bufer/penyangga” ATP. Jumlahnya dalam setiap sel berbeda (dari puluhan sampai ribuan). dan mitokondria mengadakan replikasi sendiri sampai jumlah yang dapat memenuhi kebutuhan energi sel. Oleh karena itu. dan protein. karbohidrat.

dibentuklah ADP baru. panas merupakan energi kinetik pergerakan molekulmolekul. Sehingga cadangan ATP secara otomatis dipertahankan setiap saat. yang secara otomatis menggiatkan kembali proses glikolisis dan oksidasi. Bila protein disintesis menyebabkan banyak ATP digunakan untuk membentuk ikatan peptida dan ia menyimpan energi dalam rantai ini. terdapat pertukaran protein secara terus-menerus. Energi yang disimpan dalam ikatan peptida dikeluarkan dalam bentuk panas ke dalam tubuh. Darah merenggangkan sistem arteri sehingga menyebabkan resevoar energi potensial. sebagian didegradasi dan sementara protein lainnya dibentuk. Bila semua ADP dalam sel telah diubah menjadi ATP.fungsional sel. seluruh proses glikolisis dan oksidasi terhenti. PENUTUP . Energi untuk jantung memompa darah. dan sebaliknya bila lebih banyak ATP digunakan untuk melakukan berbagai fungsi fisiologis dalam sel. Energi untuk aktivitas otot. Pergerakan liat ini menyebabkan gesekan dalam jaringan akan menimbulkan panas. Oleh karena itu. Sehingga hanya 25% dari seluruh energi dari makanan yang digunakan oleh sistem fungsional sel. sebagian besar energi ini juga menjadi panas karena: Energi untuk sistesis protein dan unsur-unsur pertumbuhan lain. Dan walaupun demikian. Sebagian besar energi ini dengan mudah melawan viskositas otot itu sendiri atau jaringan sekelilingnya sehingga anggota badan dapat bergerak. Pada saat darah mengalir melalui pembuluh darah kapiler. gesekan dari lapisan darah yang mengalir satu sama lain terhadap dinding pembuluh mengubah energi ini menjadi panas.

2005. 2008. Sumatera.blogspot. Pernanan Mikroba Pelarut Fosfat Terhadap Pertumbuhan Tanaman. D. Usu repository. Metabolisme ATP. com Diakses tanggal 23 Oktober 2008. .DAFTAR PUSTAKA Marsidi. Elfiati. http://fusion-kandagalante.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->