LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA (PERCEPATAN GRAVITASI) Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah : Fisika I OLEH

: NAMA NIM TGL. PERCOBAAN DOSEN : : : : SAIM HIDAYAT 0900661 01 Desember 2009 DR. IDA HAMIDAH, M.Si.

JURUSAN PENDIDIAKAN TEKNIK MESIN FPTK – UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2009

PERCEPATAN GRAVITASI A. TUJUAN PERCOBAAN Setelah melakukan percobaan ini, Mahasiswa diharapkan dapat menentukan Pecepatan Gravitasi menggunakan bandul sederhana. B. TEORI DASAR Bandul Matematis atau Bandul sederhana

Nilai sebenarnya percepatan gravitasi berbeda dari satu tempat ke tempat lain tergantung ketinggian dan kondisi geologi. benda mulai bergerak dari titik A lalu ke titik B.0495 (1+0. g = 978.05 kaki per detik2. Simbol g pertama kali digunakan dalam bidang aeronautika dan teknologi ruang angkasa. Simbol g digunakan sebagai satuan percepatan. Pada ketinggian p maka menurut International Gravity Formula. Gerakan beban akan terjadi berulang secara periodik. Pada contoh di atas.174. Jika beban ditarik ke titik A dan dilepaskan. Satuan periode adalah sekon atau detik. yang digunakan untuk membatasi percepatan yang dirasakan oleh kru pesawat ulang-alik. Istilah satuan gee dan grav juga menunjuk kepada satuan ini. Sekarang ini berbagai pengukuran percepatan gravitasi diukur dalam satuan g. Istilah ini menjadi populer di kalangan kru proyek luar angkasa. Gerak Harmonis Sederhana Gerak harmonis sederhana yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah getaran benda pada pegas dan getaran benda pada ayunan sederhana.806. Jadi periode ayunan (T) adalah waktu yang diperlukan benda untuk melakukan satu getaran (disebut satu getaran jika benda bergerak dari titik di mana benda tersebut mulai bergerak dan kembali lagi ke titik tersebut ).Bandul matematik adalah sebuah bandul dengan panjang l dan massa m dan membuat GHS dengan sudut kecil. Seandainya benda dilepaskan dari titik C maka urutan gerakannya adalah C-B-A-B-C. (cm/s2). Kita akan mempelajarinya satu persatu. Dalam fisika. lalu kembali lagi ke A. Besaran fisika pada Gerak Harmonik Sederhana pada ayunan sederhana Periode (T) Benda yang bergerak harmonis sederhana pada ayunan sederhana memiliki periode alias waktu yang dibutuhkan benda untuk melakukan satu getaran secara lengkap. Benda melakukan getaran secara lengkap apabila benda mulai bergerak dari titik di mana benda tersebut dilepaskan dan kembali lagi ke titik tersebut. Urutannya adalah A-B-C-B-A. maka beban akan bergerak ke B. disebut juga sebagai g forces. C.0052892 sin2 (p) – 0. Gerak Harmonis Sederhana pada Ayunan Ketika beban digantungkan pada ayunan dan tidak diberikan gaya maka benda akan diam di titik kesetimbangan B. dengan kata lain beban pada ayunan di atas melakukan gerak harmonik sederhana.65 m/s2 (meter per detik2). atau 32. Gaya yang menyebabkan bandul ke posisi kesetimbangan dinamakan gaya pemulih yaitu mg sin q dan panjang busur adalah s = lq. Satuan percepatan rata-rata gravitasi bumi yang disimbolkan sebagai g menunjukkan rata-rata percepatan yang dihasilkan medan gravitasi pada permukaan Bumi (permukaan laut). Frekuensi (f) .0000073 sin2 (2p)) sentimeter per detik2. titik C dan kembali lagi ke B dan A. nilai percepatan gravitasi standar gn didefinisikan sebagai 9.

Selain periode. 1/sekon atau s-1 disebut juga hertz. lakukan langkah berikut untuk merangkai percobaan : 1) Rangkai alat percobaan seperti terlihat pada gambar. dan g adalah percepatan gravitasi. Pada contoh ayunan sederhana sesuai dengan gambar di atas. Amplitudo adalah perpindahan maksimum dari titik kesetimbangan. terdapat juga frekuensi atau banyaknya getaran yang dilakukan oleh benda selama satu detik. Yang dimaksudkan dengan getaran di sini adalah getaran lengkap. Penurunan secara teoritis didapatkan bahwa Perioda T sebuah bandul sederhana dengan simpangan yang kecil (kebih kecil dari 7º)diberikan oleh persamaan : T=2 Dimana l adalah pamjang bandul. secara matematis hubungan antara periode dan frekuensi adalah sebagai berikut : Amplitudo (f) Pada ayunan sederhana. Satuan frekuensi adalah 1/sekon atau s-1. . oleh karena itu grafik terhadap l dapat dugunakan untuk mengukur nilai g. 2) Pasang boshead universal pada ujung atas batang statif dan pasang bearing pin ke bosshead. Panjang bandul l adalah jarak dari gantungan titik tangkap tetap ke pusat massa beban bola bandul. Hubungan antara Periode dan Frekuensi Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi selama satu detik/sekon. amplitudo getaran adalah jarak AB atau BC. terdapat juga amplitudo. Dengan demikian selang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran adalah : Selang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran adalah periode. Jika memungkinkan. jepit dasar statif sedemikian rupa sehingga titik penggantung bandul tidak berubah. Setelah semua alat percobaan disiapkan. =l Persamaan ini mempumyai lemiringan garis sebesar . selain periode dan frekuensi. dan tempatkan didekat sisi pinggir meja percobaan. Dengan demikian.

atau titik B sebagai titik acuan.08 PMK 201 KKW 71 GMM 211 Langkah Percobaan a) Beri simpangan pada bandul sebesar 3 cm dari titik kesetimbangan (titik O). 5) Siapkan jam henti (Stop Watch). PERALATAN DAN PENGUKURAN Alat Percobaan No. gitung dua ketika bola bandul mencapai titik acuan lagi dalam arah yang sama. dan lakukan sampai hitungan ke-20. Nama Alat Dasar Statif Kaki Statif Batang Statif 250 mm Batang Statif 500 mm Bosshead Universal Bola Bandul Tali Nilon/Benang Pasak Penumpu Jam Henti/Stop Watch Mistar Pita 3 m Jml. 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 Ambil salag satu titik sebagai acuan Anda dapat memilih titik O. Senakin banyak osilasi yang diukur semakin akurat nilai perioda yang didapatkan. C. Tetapka banyaknya Osilasi pada bandul yang akan diukur waktunya.02/02 KST 30/250 KST 30/500 GSN 162 PMG 160 FME 51. Panjang tali adalah 70 cm. c) Baca waktu t sebagaimana diperligatkan oleh jam henti dan catat hasil pembacaan pada tabel. Hitung satu osilasi ketika bala bandul mencapai titik acuan lagi dalam arah gerak yang sama. b) Setelah semua siap. lepaslan bandul dari titik simpangan awal dan mulai hidupkan jam henti ketika bola banduk mencapai titik acuan. atau titik A. 4) Ikatkan tali pada bearing pin sedemikian rupa sehingga tanda simpul ke tujuh tepat dipusat lubang earing pin. . katalog FME 51.01/01 FME 51. Mengukur sampai 20 osilasi pada bandul yang cukup baik. dan catat hasil perhitungan ini pada tabel. d) Hitung besar perioda osilasi T menggunakan (T = t). jarak titik simpul pertama diukur dari pusat massa beban. Pada osilasi ke-20. matikan jam henti.3) Gantung bola bandul pada seutas tali yang panjagnya kira – kira 1 m dan buat 7 tanda titik simpul pada tali dengan jarak antara 2 tanda simpul sejauh 10 cm.

50 29.0 1.2 Perioda T (s) 1.5 persentase kesalahan : x 100% .2 = 1.40 = = 0.5 0.2 0.3 0.1 1.7 3.5 Dari grafik di atas.9 0. h) Dari grafik.e) Ulangi langkah percobaan a sampai d menggunaka panjang tali yang berbeda sebagaimana terlihat pada tabel dibawah.7 0.60 31.8 1.40 26. buat grafik terhadap l pada mertas grafik.7 0. f) g) Lengkapi ruang kosong pada tabel dengan data yang didapatkan. percepatan gravitasi ditempatmu.7 0.40 g = = 9.8 1.0 T =t T = x 34.9 s = 1.5 2.6 2.70 Waktu untuk 20 ayunan t (s) 34.20 18.3 0. PENGOLAHAN DATA Hasil Pengamatan Tabel Hasil Pengamatan : Panjang l (m) 0.9 0.1 1.7 x 1.30 22.10 14.2 0. Dari data pada tabel. D. didapatkan : Percepetan gravitasi yang dilakukan mrlalui percobaan : Tg θ = Tg 22 = 0.7 s = 2.3 1. tentukan kemiringan garis kurva yang didapatkan untuk menghitung nilai g.

F. KOMENTAR DAN PEMBAHASAN Komentar : 1) Berapa besar (dalam %) perbedaan perbedaan nilai g yang didapatkan dalam percobaan ini dengan nilai percepatan grevitasi di tempat anda ? 2) ? Sebutkan beberapa sumber penyebab kesalahan pada data pengukuran yang didapatkan Pembahasan : 1) Perbedaan nilai g yang didapatkan : x 100% x 100 =3. maka dapat disimpulkan : 1) Perbedaan nilai g yang didapatkan dari hasil percobaan dengan ditempat : x 100 =3. karena dalam hasil percobaan dihasilkan 96%.2% 2) Beberapa sumber penyebab kesalahan pada data pengukuran : ÿ Terdapat kekeliruan dalam menghitung menggunakan jam henti. ÿ Dalam mengayunkan bandul. semakin panjang tali yang digunakan. ÿ Dalam menghitung waktu/perioda. persentase kesalahan itu minimal 10%. E. panjang tali berbanding lurus dengan waktu/perioda .x 100 = 96. 3) Setelah diubah keralam grafik. sedangkan aturannya . KESIMPULAN Setelah dilakukan percobaan diatas tadi.8 % Persemtase kesalahannya samhat besar.2% 2) Panjang tali bandul mempengaruhi ayunan bandul. maka wakti yang dibutuhka untuk satu kali ayunan juga semakin lama.

. 5) Terdapat beberapa yang menjadi sumber penyebab kesalahan. dalam mengayunkan bandul.4) Semakin tinggi dataran. diantaranya dalam pengukuran waktu. percepatan gravitasi akan semakin kecil. sebaliknya. semakin tinggi tempat/dataran maka percepatan gravitasi pun akan semakin tinggi/besar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful