Sistem Politik di Indonesia Pada tanggal 16 Agustus 2010 DPR dan DPD untuk pertama kalinya mengadakan sidang

bersama dalam acara Pidato Kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke -65. Acara yang pertama kali dalam keparlemenan Indonesia dilakukan di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Gambar tersebut menunjukkan rapat paripurna DPR dengan acara pidato presiden dalam rangka penyampaian nota dan keuangan dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2011 yang dihadiri DPD. Itulah salah satu contoh aktivitas kenegeraan dalam sistem politik di Indonesia. Selain itu, apa sajakah yang berkaitan dengan sistem politik di Indonesia? Simaklah paparan berikut ini. A. Suprastruktur dan Infrastruktur Politik di Indonesia Sebelum anda memahami tentang suprastruktur dan infrastruktur politik di Indonesia, ada baiknya terlebih dahulu kita singgung tentang struktu politik. Struktur politik adalah tata susunan kelembagaan dalam kehidupan politik suatu bangsa dan suatu negara. Struktur politik terdiri atas suprastruktur dan infrastruktur. Suprastruktur dan infrastruktur ada hubungannya dengan demokrasi. Sistem pemerintahan demokrasi berkaitan dengan faktor – faktor seperti adanya sistem perwakilan, pemilihan umum secara berkala, keterbukaan, dan

pengawasan sosial dari rakyat atau masyarakat. Beberapa faktor tersebut merupakan bagian dari ciri khas demokrasi. Akan tetapi, hakikat dan prasyarat dari semua itu adalah adanya keseimbangan antara suprastruktur politik dengan infrastruktur politik. Sistem perwakilan dan pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat akan kurang berfungsi, jika berlangsung dalam suasana atau lingkungan tanpa keseimbangan antara suprastruktur dan infrastruktur. Demikian pula

penyelenggaraan pemilihan umum dan pengembangan kondisi keterbukaan akan kurang mampu memberikan hasil (output) sebagaimana yang diharapkan, jika belum disertai terdapatnya kondisi cukup berimbang dan saling mengisi antara suprastruktur dan infrastruktur. Itulah sistem demokrasi. Demokrasi dapat dikatakan sebagai pemerintahan dari bawah,

pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Walaupun memang tidak semua rakyat atau setiap orang ikut memerintah karena merupakan sesuatu yang mustahil dan justru merupakan bentuk anarki jika setiap orang ikut menjalankan kekuasaan. Tahukah Anda maksud pernyataan “Pemerintahan dari bawah?”

Pemerintahan dari bawah artinya rakyat yang sebagian besar mempunyai suara untuk ikut menentukan serta mempengaruhi proses perumusan kebijakan pemerintah, melalui saluran – saluran yang disediakan pada peringkat infrastruktur politik. Contohnya, melalui partai – partai politik, kelompok kepentingan, kelompok penekan, dan media massa serta pendapat umum. Suprastruktur dipegang oleh beberapa orang yang disebut pemerintah, dengan disertai berbagai badan dan aparatur yang membantu pemerintah untuk terselanggaranya pemerintahan. Sementara itu, yang tidak termasuk

suprastruktur disebut rakyat yang secara otomatis tergolong infrastruktur. Akan tetapi, perlu disadari bahwa dalam sistem pemerintahan demokrasi, infrastruktur bukan sekedar rakyat yang sepenuhnya tunduk dan patuh terhadap suprastruktur. Infrastruktur seharusnya ikut berpartisipasi dan didengar serta diperhatikan aspirasinya dalam perumusan kebijakan pemerintah. Bahkan, infrastruktur ditempatkan pada posisi yang mampu mempengaruhi kebijakan yang dilaksanakan oleh lembaga suprastruktur, termasuk pula untuk bersama – sama ikut bertanggung jawab atas kebijakan – kebijakan yang ditetapkan oleh suprastruktur. Agar lebih jelas, mari kita pahami tentang suprastruktur dan infrastruktur berikut ini. 1. Suprastruktur Politik Suprastruktur politik, yaitu struktur politik pemerintahan yang berkaitan dengan lembaga – lembaga negara yang ada serta hubungan kekuasaan antara lembaga satu dengan yang lainnya. Hal ini terutama dapat diketahui dari undang – undang dasarnya dan peraturan perundangan lainnya. Bagi Negara Republik Indonesia, suprastruktur politik yaitu lembaga – lembaga negara seperti MPR, DPR, Presiden, BPK dan MA. Suprastruktur politik dapat pula dinyatakan sebagai kelompok orang yang jumlah anggotanya hanya sedikit, terdiri atas tokoh/elite politik, tetapi memegang kekuasaan pemerintahan negara. Kelompok ini mesin politik resmi dari suatu negara yang merupakan penggerak politik formal. Suprastruktur berfungsi untuk menetapkan kebijakan. Akan tetapi, tidak sepenuhnya bebas serta berdaulat guna menetapkan kebijakan – kebijakannya tanpa persetujuan mayoritas rakyat. Oleh karena itu, upaya saling mengisi antara suprastruktur politik dengan infrastruktur politik inilah yang paling diandalkan sebagai keunggulan serta kebaikan sistem pemerintahan demokrasi. Khususnya, jika dibandingkan dengan interaksi antara suprastruktur dengan infrastruktur pada sistem – sistem pemerintahan yang lain (monarki, otoritarian, dan totalitarian) 2. Infrastruktur Politik

lembaga swadaya masyarakat. dibentuklah partai – partai politik yang membawa aspirasi mereka ke lembaga parlemen (legislatif). Aksi kelompok ini juga sering didukung atau diikuti kelompok lain atau unsur masyarakat yang bersimpati dengan tuntutan mereka. Kelompok ini berusaha untuk memperoleh . Unsur – unsur infrastruktur politik berfungsi memberi masukan kepada suprastruktur politik. Selain partai politik resmi. dan partai politik. ada pula organisasi abstrak yang tidak resmi. Beberapa contoh organisasi yang termasuk infrastruktur politik adalah organisasi pelajar. tujuan. dan orientasi yang sama.ada lima komponen yang tergolong dalam infrastruktur kelompok kekuatan politik dalam masyarakat. PGRI. tetapi dengan sukarela mereka bersedia diatur dan diperintah. Partai politik Secara garis besar yang dimaksud dengan partai politik adalah sekelompok warga negara yang berorganisasi. anggota – anggotanya memiliki cita – cita. Semua tergantung pada tujuan dan kepentingan masing – masing. Kelompok – kelompok ini mengadakan kegiatan atau gerakan – gerakan politik untuk merespons kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan atau mengganggu kepentingan kelompok atau rakyat banyak. mereka tidak dapat seluruhnya menjadi anggota parlemen. Dengan memperhatikan masukan – masukan yang diterima dari infrastruktur politik. tetapi sangat menguasai keadaan sebagai elite power. serikat tani. a. serikat buruh. yaitu suasana kehidupan politik rakyat yang berhubungan dengan kehidupan lembaga – lembaga kemasyarakatan. Kelompok ini disebut kelompok penekan (pressure groups) dan kelompok yang mempunyai kepentingan (interest groups) dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. Infrastruktur politik dapat mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kebijakan lembaga – lembaga kenegaraan dalam menjalankan fungsi dan kekuasaannya masing – masing.Infrastruktur politik. DPRD) dan lembaga eksekutif di pusat maupun daerah. Antara bagian – bagian suprastruktur politik dengan unsur – unsur infrastruktur politik terhadap suatu hubungan yang saling mempengaruhi sehingga menumbuhkan suasana kehidupan politik yang serasi. Untuk menyalurkan aspirasi dan berbagai kepentingannya. Peranan partai politik snagat penting dalam mempengaruhi kebijakan politik negara karena partai politik memiliki wakil – wakil yang duduk dalam lembaga legislatif (DPR. Jadi. mahasiswa. Oleh karena jumlahnya yang relatif sangat besar. Kelompok ini jumlahnya sangat banyak. suprastruktur politik atau bagiannya dapat menentukan kebijakan umum atau keputusan politik.

dan stafnya.dukungan rakyat dengan tujuan memperoleh dan mengendalikan kekuasaan politik atau pemerintahan atau melakukan kebijaksanaan – kebijaksanaan. dan etika politik yang berlaku atau yang dianut oleh suatu negara. Seleksi ini . Agregasi kepentingan dalam sistem politik di Indonesia berlangsung dalam diskusi lembaga legislatif. Pola rekrutmen anggota partai disesuaikan dengan sistem politik yang dianut. Hal itu dapat dilakukan dengan jalan menempatkan anggota – anggotanya dalam jabatan – jabatan politik ataupun dengan mengadakan pemberontakan. Anggota kelompok yang direkrut atau diseleksi adalah yang memiliki kemampuan atau bakat yang sangat dibutuhkan untuk suatu jabatan atau fungsi politik. Di Indonesia perekrutan politik berlangsung melalui pemilu setelah setiap calon peserta yang diusulkan oleh partainya diseleksi secara ketat oleh suatu badan resmi.  Fungsi Sosialisasi Politik Sosialisasi politik merupakan suatu cara untuk memperkenalkan nilai – nilai politik. an kebutuhan kelompoknya dapat terwakili dan terlindungi dalam pembuatan kebijakan publik.  Fungsi Rekrutmen Politik Rekrutmen politik adalah suatu proses seleksi atau rekrutmen anggota – anggota kelompok untuk mewakili kelompoknya dalam jabatan – jabatan administratif dan politik.  Fungsi Artikulasi Kepentingan Artikulasi kepentingan adalah suatu proses masuknya berbagai kepentingan. kepala desa. DPR berupaya merumuskan tuntutan – tuntutan dan kepentingan – kepentingan yang diwakilinya. Bentuk dari artikulasi yang paling umum dari semua sistem adalah pengajuan permohonan secara indvidual kepada para anggota dewan (legislatif) kepada daerah. Setiap partai politik memiliki pola rekrutman yang berbeda.  Fungsi Agregasi Kepentingan Agregasi kepentingan adalah cara tuntutan – tuntutan yang dilancarkan oleh kelompok – kelompok yang berbeda digabungkan menjadi alternatif – alternatif pembuatan kebijakan publik. Setiap sistem politik memiliki sistem atau prosedur rekrutmen yang berbeda. Setidaknya terdapat 5 fungsi dasar dari keberadaan partai politik sebagi berikut. tuntutan. sikap – sikap. yaitu melaksanakan pendidikan politik dengan menumbuhkan dan mengembangkan kesadran atas hak dan kewajiban politik rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosialisasi politik.

dan gagasan partai. yaitu menyangkut kesetiaan pada ideologi negara. d. b. e. dan gagasan politik. televisi. Kelompok Kepentingan (Interest Group) Kelompok kepentingan bertujuan untuk memperjuangkan sesuatu kepentingan dan mempengaruhi lembaga – lembaga politik sehingga memperoleh keputusan yang merugikan. Media Komunikasi Politik Media ini meliputi radio. pawai aksi.dimulai dari seleksi administratif dan penelitian khusus (litsus). Agar anggota partai dapat mengetahui prinsip partai. Contoh tokoh politik yang terkenal adalah : . Partai politik menjalankan fungsi sebagai alat yang mengomunikasikan pandangan dan prinsip – prinsip partai. program kerja partai ataupun gagasan partainya untuk menciptakan ikatan moral pada partainya. komunikasi seperti ini menggunakan media partai itu sendiri atau media massa. atau menteri yang berwenang.  Fungsi Komunikasi Politik Komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang dijalankan oleh partai politik dengan segala struktur yang tersedia. instansi pemerintah. isu. Tokoh Politik Dalam sebuah negara. Media massa banyak berperan sebagai alat komunikasi politik dan membentuk kebudayaan politik. program kerja partai. Orang – orang dalam lembaga negara lainnya seperti lembaga yudikatif (penegakan hukum dan militer) umumnya tidak dianggap sebagai tokoh politik meskipun mereka terlibat dalam tugas pemerintah. c. rapat terbuka. kampanye. tokoh politik adalah seseorang yang menjadi pusat perhatian di bidang politik dan berkecimpung dalam dinamika politik yang jelas dan sedang berlangsung. Dengan kata lain. pers (surat kabar dan majalah). diskusi dan seminar. Kelompok kepentingan ini tidak berusaha menempatkan wakil – wakilnya dalam DPR. yaitu dengan mengadakan komunikasi informasi. seseorang dianggap sebagai tokoh politik apabila berada atu bergerak dalam lembaga eksekutif atau legislatif. Kelompok Penekan (Pressure Group) Kelompok penekan memiliki keudukan yang dapat memaksa atau mendesak pihak yang berada di dalam pemerintahan atau pimpinan untuk bergerak ke arah yang diinginkan atau justru yang berlawanan dengan desakannya. tetapi cukup memengaruhi satu atau beberapa partai di dalamnya.

komunikasi politik mempunyai peranan yang penting dalam sistem politik sebuah negara. Winston Churcill. . Kofi Annan. Berdasarkan pengertian – pengertian tentang komunikasi politik tersebut. komunikasi politik adalah upaya sekelompok manusia yang mempunyai orientasi. Denagn demikian. mantan sekretaris jenderal PBB 2. a.1. pemimpin nasionalis India. komunikasi politik sebagai kegiatan politik merupakan penyampaian pesan – pesan yang bercirikan politik oleh aktor – aktor politik kepada pihak lain. penggabungan kepentingan. Lazaro Cardenas. Komunikasi Suprastruktur dan Infrastruktur Politik Komunikasi sebagai proses politik dapat diartikan sebagai gejala – gejala yang menyangkut pembentukan kesepakatan. dapat kita pahami bahwa komunikasi politik antara suprastruktur dengan infrastruktur mutlak dilaksanakan. Menurut Maswadi Ra’uf. Misalnya kesepakatan menyangkut pembagian sumber daya kekuasaan. Bagaimanakah sebenarnya pengertian komunikasi politik tersebut? Secara harfiah. komunikasi (communication) berasal dari kata Latin communis yang berarti sama atau communicare yang berarti membuat sama. Mengapa demikian? Hal ini karena komunikasi politik berhubungan erat dengan seluruh sistem politik. Bagaimanakah gejala terjadinya komunikasi politik antara suprastruktur dengan infrastruktur? Gejala komunikasi politik dapat kita lihat dari dua arah sebagai berikut. perlu Anda simak pendapat berikut ini. Soekarno. 3. pembuatan aturan. Dalam pembahasan tentang pengertian komunikasi politik ini. inti komunikasi politik adalah komunikasi yang diarahkan pada pencapaian suatu pengaruh sedemikian rupa sehingga masalah yang dibahas oleh jenis kegiatan komunikasi tersebut dapat mengikat semua kelompok atau warganya. dan 5. Perdana Menteri Britania Raya pada masa Perang Dunia 4. presiden pertama Republik Indonesia. Ir. Mohandas Karamchand Gandhi (Mahatma Gandhi). mulai dari proses sosialisasi dan rekrutmen politik. perumusan kepentingan. Sementara politik diambil dari kata Latin politicus dan bahasa Yunani (Greek) politicos yang berarti berkaitan dengan warga negara. dan keputusan aturan. Kegiatan ini adalah salah satu dari kegiatan sosial yang dijalankan sehari – hari oleh warga masyarakat termasuk elite politik. Dalam pengertian ini. b. Presiden Meksiko 1934 – 1940 3. Gabriel Almond berpendapat bahwa komunikasi politik merupakan salah satu fungsi yang selalu ada dalam setiap sistem politik. penerapan aturan. pemikiran politik atau ideologi tertentu dalam rangka menguasai atau memperoleh kekuasaan. Dalam beberapa literatur.

a. Komunikasi digunakan sebagai penghubung antara pemerintah dengan rakyat. c. d. Infrastruktur politik merespons dan mengartikulasikan pesan – pesan politik terhadap suprastruktur. 1. Homogenitas nilai – nilai politik ini snagat menentukan stabilitas politik. Upaya meningkatka loyalitas dan integritas nasional. a. Adapun edukasi merupakan proses pendidikan untuk penyadaran hak – hak dan kewajiban politik masyarakat. Komunikasi menjadi cara atau teknik penyerahan tuntutan dan dukungan sebagai input dalam sistem politik. . Komunikasi menjalankan peran memberi ancaman (coertion) untuk memperoleh kepatuhan sebelum alat paksa digunakan. e. baik dalam rangka mobilisasi sosial untuk implementasi hubungan. Komunikasi mengoordinasikan tata nilai politik yang diinginkan sehingga mencapai tingkat homogenitas (kesamaan nilai) yang relatif tinggi. Penerapan aturan dan perundang – undangan untuk menjaga ketertiban dan kehormatan dalam hidup bernegara. Proses sosialisasi itu sendiri pada hakikatnya adalah proses komunikasi. b. Hal ini sekaligus digunakan untuk memberikan batasan – batasan mengenai hal – hal yang ditabukan. Mendorong terwujudnya partisipasi masyarakat dalam mencapai tujuan nasional. b. Hal penting yang harus dilakukan dalam komunikasi politik antara suprastruktur dengan infrastruktur sebagai berikut. Misalnya dalam rangka artikulasi kepentingan. 2. Pemerintah atau suprastruktur melakukan komunikasi yang antara lain mencakup hal – hal berikut. Seluruh kebijakan yang menyangkut kepentingan warga. Sosialisasi politik yang merupakan transmisi nilai – nilai polotik adalah sama dan sebangun dengan proses komunikasi nilai – nilai politik. Komunikasi juga digunakan sebagai umpan balik (feedback) atas sejumlah output (kebijaksanaan pemerintah). b. Terjadinya komunikasi politik ditandai dengan dua hal berikut. memperoleh dukungan. Institusi – institusi negara yang bersifat formal atau suprastruktur politik menyampaikan pesan – pesan politik kepada publik. Komunikasi menjalankan fungsi sosialisasi politik kepada warga negara.a. 4. Pada tingkat struktur masyarakat (infrastruktur) akan terjadi proses sosialisasi dan edukasi yang dilakukan oleh asosiasi – asosiasi yang terdapat dalam masyarakat. 3. kepatuhan dan integrasi politik.

Itulah pentingnya komunikasi antara sistem pemerintahan diharapkan generasi muda dapat menempatkan diri sebaik – baiknya dalam menentukan posisi politik yang akan dipilih dan dilakukan. Penerapan komunikasi politik di suatu negara seperti di Indonesia. Dengan demikian. keinginan – keinginan dan cita – cita kenegaraan. Pergantian dari pemerintahan otoriter dengan wataknya yang hegemonik dan otoriter ke pemerintahan demokrasi mau tidak mau harus membuka lebar kesempatan untuk bersama – sama memainkan fungsi komunikasi politik dalam membangun demokrasi. Partai afeksi. Partai politik dapat dibedakan dari beberapa segi antara lain sebagai berikut. Misalnya.f. Dilihat dari sikapnya dapat dibedakan sebagai berikut. Klasifikasi Partai Politik Dalam rangka untuk menyalurkan pendapat. Komunikasi sebagai kekuatan kontrol sosial yang memelihara idealisasi sosial dan keseimbangan politik. partai bonaparte di Prancis. a. Partai kepentingan. 2. perlu dikembangkan terutama dalam rangka pertumbuhan sistem demokrasi. . yaitu partai yang menginginkan perubahan secara berangsur – angsur karena ketidakpuasan pada saat sekarang. partai nasional. 2. Partai ideologi/agama. Hal yang mendorong didirikannya partai politik adalah : 1. yaitu partai berdasarkan kecintaan kepada orang atau keturunan tertentu. Caranya dengan meningkatkan kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat untuk mengungkapkan aspirasi dan kepentingannya dan bagi kekuatan sosial politik untuk menampung dan menyalurkan kebijakan – kebijakannya. Misalnya. rakyat dalam partai negara demokrasi diberi kesempatan untuk memebentuk suatu organisasi yang teratur yang disebut partai politik. a. Dilihat dari asasnya dapat dibedakan sebagai berikut. yaitu berdasarkan persamaan ideologi atau agama. yaitu partai yang menginginkan perubahan yang mendasar secara cepat. Partai progresif. dan 3. yaitu berdasarkan kepentingan anggotanya. Adanya persamaan keyakinan agama. Partai radikal. Misalnya. 1. partai tani. b. berkembang komunikasi timbal balik antara infrastruktur dengan suprastruktur. c. Adanya persamaan cita – cita politik. Adanya persamaan kepentingan. b.

Polis adalah kota yang berstatus negara atau negara kota. Oleh karena itu. Pengertian Sistem Politik Untuk memahami pengertian sistem politik terlebih dahulu kita harus mengetahui arti kata “sistem” dan “politik”. kata politik berasal dari bahasa Yunani yaitu “polis”. Segala kegiatan yang dijalankan oleh polis untuk kelestarian dan perkembangannya. yaitu partai yang berkeinginan kembali pada masa lampau. Sementara itu. dan lain – lain yang disusun dalam suatu cara yang teratur. Sistem dapat pula diartikan sebagai kumpulan fakta. Partai reaksioner. Politik pada dasarnya menyangkut tujuan – tujuan masyarakat. B. 3. Berdasarkan pengertian dua kata “sistem dan politik” tersebut. suatu himpunan atau perpaduan hal – hal atau bagian – bagian yang membentuk suatu kebulatan. David Easton. bukan tujuan pribadi. politik dapat diartikan macam – macam kegiatan dalam suatu sistem politik/negara yang menyangkut kemaslahatan hidup seluruh warga negara. politik sebagian besar menyangkut kegiatan partai politik. atau keseluruhan yang kompleks dan utuh. Sistem Politik di Berbagai Negara 1. Contoh Indonesia. Sistem dua partai (bi party system). yaitu partai yang menginginkan untuk mempertahankan keadaan sekarang. Menurut Prof. a. d. pendapat. seorang ahli politik dan hukum. Secara umum. sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks atau terorganisasi. ilmuwan politik dari Harvard University. hanya dua partai dalam negara. kepercayaan. Pamudji. Partai konservatif. b. Contohnya Inggris (Partai Konservatif dan Partai Buruh) dan Amerika Serikat (Partai Republik dan Partai Demokrat). Dilihat dari jumlahnya dapat dibedakan sebagai berikut. menyatakan bahwa sistem politik dapat diperkenalkan sebagai interaksi yang diabstraksikan dari seluruh tingkah laku sosial melalui nilai – nilai yang dialokasikan secara otoritatif kepada masyarakat. dapat dikatakan bahwa sistem politik merupakan alokasi dar nilai – nilai yang bersifat paksaan atau dengan kewenangan dan mengikat masyarkat sebagai suatu keseluruhan. organisasi kemasyarakatan walaupun tidak menutup kemungkinan bagi kegiatan – kegiatan yang bersifat perseorangan. Sistem banyak partai (mutyparty system). yaitu yang boleh berdiri dalam negara lebih dari dua partai. .c.

kini. dan mendatang. Perumusan kepentingan rakyat (identification of interest in the population) b. yang mengandung dimensi waktu. Penggunaan kewenangan atau kekuasaan. Struktur mencakup lembaga – lembaga dan informal seperti parlemen. yaitu masa lampau. Dari ulasan singkat tersebut bisa dikatakan bahwa dalam setiap sistem politik paling tidak mencakup hal – hal berikut. Penempatan nilai – niali dalam masyarakat berdasarkan kewenangan. Fungsi adalah membuat keputusan – keputusan. struktur. bisa dikatakan bahwa yang menjadi titik berat suatu sistem politik adalah dalam aspek dinamikanya. c. dalam arti harus ada pada setiap sistem politik seperti berikut. policy (kebijakan) yang mengikat mengenai alokasi dari nilai – niali (yang bersifat material). Selain itu. Dalam konsep sistem politik ditemukan istilah – istilah seperti proses. b. Sistem politik seyogyanya tanggap terhadapnya dan mampu mempersatukannya. Dengan demikian. Bisa ditambahkan di sini bahwa yang disebut proses dalam ilmu politik biasanya dipersepsikan sebagai segenap faktor sosio – politis yang mempengaruhi dan memberikan corak pada negara dan pemerintah. kenyataannya . a. c. b. Proses adalah pola – pola tingkah laku (sosial dan politik) yang dibuat oleh manusia dalam mengatur hubungan antara satu sama lain. a.aspek dinamika ini pun melihat adanya pengaruh kekuatan – kekuatan sosial politik dan ekonomi yang dominan dalam kehidupan politik masyarakat. baik secara sah atau tidak. Pemilihan pemimpin atau pejabat pembuat keputusan (selection of leaders or official decision maker) Kepentingan dasar rakyat bagaimanapun bentuknya merupakan konsekuensi yang harus diperhatikan pemegang suprastruktur kekuasaan. Ada dua fungsi utama sistem politik yang sekaligus merupakan ciri esensial. Fungsi integrasi dan adaptasi terhadap masyarakat. Keputusan – keputusan kebijakan diarahkan pada tercapainya tujuan masyarakat. Dinamika politik disandarkan pada negara dalam keadaannya yang bergerak sebagai suatu lembaga yang memengaruhi kehidupan politik. dan fungsi. Akan tetapi. kelompok kepentingan. kepala negara. a. dan jaringan komunikasi. baik ke dalam maupun ke luar.Sistem politik adalah suatu mekanisme seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik dalam hbungannya satu sama lain yang menunjukkan suatu proses yang ajek. Kendatipun kepentingan rakyat tersebut berbeda satu sama lain.

kelompok – kelompok kepentingan. Sistem modern. Gabriel Abraham Almond dan G. 3. Macam – Macam Sistem Politik Macam – macam sistem politik yang hendak diurakan sesungguhnya merupakan tipe atau model yang didasarkan pada sudut kesejarahan dan perkembangan sistem politk dari berbagai negara yang disesuaikan dengan perkembangan kultur dan struktur masyarakatnya. Sistem tradisional. Dalam masyarakat tersebut pemimpin yang nantinya berhak membuat keputusan – keputusan bisa dipilih dari saudara tertua dari suatu keturunan pemimpin. para ahli politik dari Amerika Serikat membagi tiga kategori sistem politik sebagai berikut. a. Menurut Almond.fungsi ini dijalankan secara berbeda dalam tiap negara karena struktur politiknya berbeda. . persoalan pemilihan tersebut tampaknya juga sangat sederhana sekali. Sistem primitif yang intermittent (bekerja dengan sebentar – sebentar istirahat). didasarkan atas keturunan. dalam negara atau masyarakat yang lebih kompleks. Bingham Powell. dan media massa) berkembang dan mencerminkan kegiatan budaya politik partisipan. yang struktur – struktur politiknya berbeda – beda (partai – partai politik. 2. Seperti bisa dilihat dalam masyarakat sederhana. orang yang paling tua di lingkungannya dan berbagai pola yang lain. baik dalam cara berpikirnya maupun karena semakin banyak warga negara dewasa yang mempunyai kecakapan dan kemampuan memangku jabatan pimpinan maka kesempatan untuk menjadi pemimpin itu ditempuh melalui proses persaingan yang berat. Sistem politik ini sangat kecil kemungkinannya untuk mengubah peranannya menjadi terspesialisasi atau lebih otonom. persoalannya menjadi rumit. yaitu pemilihan pemimpin atau pejabat pembuat keputusan. Berkaitan dengan macam – macam sistem politik ini ada berbagai pendapat. sistem politik. 1. Sistem ini lebih mencerminkan suatu kebudayaan yang samar – samar dan bersifat keagamaan. Lebih – lebih lagi dalam negara demokrasi yang penduduknya sudah demikian berkembang. Akan tetapi. seperti berikut. dalam perkembangannya di lapangan persoalannya tidak sederhana seperti yang terjadi pada masa lampau. Dalam kaitannya dengan fungsi yang kedua. dengan struktur – struktur bersifat pemerintahan politik yang berbeda – beda dan suatu kebudayaan “subjek”. baik yang bersifat modern maupun primitif memiliki ciri – ciri sebagai berikut. 2.

baik pada masyarakat primitif maupun modern dalam melaksanakan banyak fungsi. 1. Setiap negara memiliki ciri – ciri khusus baik dari segi ideologi. 3. Dalam sistem politik totaliter. dan anarki. seperti yang pernah terjadi di Jerman di bawah kekuasaan Adolf Hitler. sistem politik. b. 3. Sementara itu. Semua struktur politik memiliki spesialisasi. Sistem politik otoriter/totaliter.1. dan terjaminnya tata tertib masyarakat. Hal ini menimbulkan lahirnya satu sistem yang disebut demokrasi transisi. Semua sistem politik menjalankan fungsi yang sama walaupun tingkatannya berbeda – beda yang ditimbulkan karena perbedaan struktur. yaitu berakhirnya sebuah rezim yang otoriter. Alfian mengklasifikasikan sistem politik menjadi empat tipe sebagai berikut. pada dekade – dekade yang lalu. Sistem Politik Di Berbagai Negara Dewasa ini hampir semua negara di dunia menerapkan sebuah sistem politik yang disebut demokrasi. dan pengkonsolidasian rezim demokrasi. 2. politik dan administratif (baik pada ranah publik maupun privat). totalitarianisme. 4. Dalam sistem demokrasi transisi ini terdapat tiga ciri. Memiliki kebudayaan politik. Sebaliknya. stabilitas pemerintahan. Selanjutnya. lingkungan alam yang tidak sama dengan bangsa – bangsa lain. sistem demokrasi transisi berarti perubahan sistem politik suatu negara dari satu sistem (totaliter atau yang lain) menuju sistem demokrasi. Ada tiga standar penampilan politik. negara (biasanya di bawah seorang penguasa dan partai tunggal) menguasai setiap aspek kehidupan masyarakat. 2. . corak kebudayaan. 3. Dalam sistem anarki berarti koordinasi dan pengelolaan. yaitu partisipasi warga negara dalam pemilihan. Sistem politik demokrasi dalam transisi. Perbedaan sistem politik antar negara satu dengan negara yang lain merupakan hal yang wajar dan alami karena setiap negara memiliki pengalaman sejarah yang berbeda – beda. karakter kehidupan sosial. Sistem politik demokrasi. sistem demokrasi dapat diukur antara lain dari peranan dan standar penampilan politiknya. negara – negara di dunia menerapkan sistem politik yang berbeda – beda seperti demokrasi. tanpa aturan birokrasi yang didefinisikan sebagai secara luas sebagai pihak yang superior dalam wilayah ekonomi. Sistem politik anarki.

masa jabatannya seumur hidup. Perbedaan Sistem Politik Antarnegara Dengan mempelajari berbagai sistem politik dari beberapa negara maka dapat diambil manfaat yang luas untuk memahami dan menerima kenyataan yang ada bahwa setiap bangsa dan negara berhak menentukan dan mengatur sistem politiknya dalam rangka mencapai cita – cita bangsa dan tujuan negaranya. Inggris. dan Jepang. pengangkatannnya berdasarkan hak waris turun – temurun. yaitu kabinet ministerial dan kabinet presidensial. satu lembaga perwakilan atau parlemen. Belanda. Negara kesatuan adalah negara yang bersusun tunggal. dan Israel. yaitu monarki atau kerajaan dari republik. Jepang. Jepang. Perdana menteri sebagai pemegang kekuasaan eksekutif. satu undang – undang dasar. satu kepala negara. Kabinet miniserial adalah kabinet yang dalam pelaksanaan tugasnya dipertanggung jawabkan oleh para menteri di bawah pimpinan perdana menteri dan kepala negara (presiden atau raja) tidak dapat diganggu gugat. Negara serikat/federasi adalah negara yang terdiri atas beberapa negara bagian dengan satu pemerintah pusat yang mengendalikan kedaulatan keluarga. 3. . Malasyia. Indonesia. yaitu Inggris. Perbedaan Sistem Kabinet Berdasarkan pertanggungjawaban kabinet atau dewan menteri dalam pelaksanaan tugas eksekutif (pemerintahan) dapat dibedakan menjadi dua macam. yaitu Amerika Serikat. Contoh negara yang menerapkan sistem ini. pengangkatannya berdasarkan pemilu dan masa jabatan terbatas oleh waktu yang ditetapkan undang – undang. Negara yang menetapkan bentuk negara kesatuan antara lain RRC. Bentuk pemerintahan republik ciri – cirinya kepala negaranya disebut presiden. Perbedaan Bentuk Negara Ada dua kriteria bentuk negara. Denmark. artinya dalam negara tidak ada negara lain. 1. Perbedaan Bentuk Pemerintahan Bentuk pemerinatahan ada dua macam. dan Thailand. yaitu negara kesatuan dan negara serikat/federasi. Cina dan Indonesia. 2. Setelah mencermati sistem politik di berbagai negara dapat diketahui secara garis besar perbedaan sistem politik negara satu denagn negara lainnya. Perbedaan – perbedaan tersebut terdapat pada hal – hal berikut. Negara – negara yang menganut bentuk pemerintahan monarki misalnya Arab Saudi. Contoh negara yang menganut bentuk pemerintahan republik. Prancis. satu kabinet. Negara monarki kepala negaranya disebut raja atau ratu. Dalam negara hanya ada satu pemerintahan.4.

Iran. Dengan demikian. yaitu monocameral dan bicameral. Samuel H. Parlemen dua kamar (bicameral) adalah praktik pemerintahan yang menggunakan dua kamar legislatif anatar alain Amerika Serikat. kebudayaan politik. dan pandangan hidup manusia pada umumnya. Sesuatu kebudayaan politik adalah inheren . Ulam atau Gilbert Abcarian dan George S. yaitu pemisahan kekuasaan secara tegas antara kekuasaan eksekutif. Bahkan boleh dikatakan bahwa kebudayaan politik (political culture) merupakan salah satu variabel penting dalam sistem politik. diangkat dan diberhentikan oleh presiden serta bertanggung jawab kepada presiden. secara ringkas bisa dikatakan bahwa kebudayaan politik dalam suatu masyarakat dipengaruhi antara lain oleh sejarah perkembangan sistem. Negara – negara yang menerapkan sistem kabinet presidensial anatar alain Amerika Serikat dan Indonesia. Beer dan Adam B. sistem kepercayaan. Menteri – menteri (kabinet) berperan sebagai pembantu presiden. dan Arab Saudi. bisa dikatakan bahwa kebudayaan politik merupakan pola tingkah laku seseorang dengan beserta orientasinya mengenai kehidupan politik dalam suatu sistem politik. Selain itu. legislatif. pola – pola orientasi terhadap politik. ataupun simbol – simbol yang dimiliki dan diterapkan oleh individu – individu dalam satu masyarakat sekaligus harapan – harapannya. Inggris dan Belanda. Sistem Politik dan Kebudayaan Politik Menurut para ahli politik. Indonesia melaksanakan pembagian kekuasaan. dalam praktiknya ada perbedaan. bahwa salah satu variabel sistem politik berupa kebudayaan politik. Parlemen satu kamar (monocameral) adalah praktik pemerintahan yang menggunakan satu kamar legislatif. Masanat. Dalam hubungannya dengan sistem politik. Perbedaan Bentuk Parlemen/Lembaga Perwakilan Bentuk parlemen ada dua. Hal itu karena variabel ini lebih mencerminkan faktor – faktor subjektif dibanding dengan variabel – variabel lainnya.Kabinet presidensial adalah kabinet yang dalam pelaksanaan tugasnya dipertanggungjawabkan oleh presiden. seperti norma – norma. Amerika Serikat melaksanakan eksekutif politika. dan yudikatif. misalnya Cina. Namun. seperti sikap. Presiden mempunyai kedudukan sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara. Dalam hubungan ini. kebudayaan politik lebih mengutamakan dimensi psikologis suatu sistem itu. Meskipun kedua negara tersebut melaksanakan sistem kabinet presidensial. 4. dan yudikatif masih ada hubungan kerjasama. legislatif. artinya kekuasaan eksekutif.

Dalam kondisi yang bagaimanapun. Davies dan Vaughan A. nilai – nilai. yang terdiri atas anggota – anggota masyarakat yang mempunyai minat. Dalam hal ini. para ahli politik. kita dapat menggolongkan orientasi seseorang terhadap politik dan pemerintahan negaranya masing – masing. seperti Morton R. perhatian. Kebudayaan politik merupakan persepsi manusia. yaitu dari segi perilaku politik (political behaviour). Oleh karena itu. bisa pula dipahami dengan meninjaunya dari salah satu segi politik. Gabriel Almond mensinyalir bahwa berdasarkan sikap. sebagaimana kita ketahui. Participant Political Culture Kebudayaan politik sebagai peserta. 2. seseorang diharapkan aktif dalam kehidupan politik. Subject Political Culture Kebudayaan politik sebagai subjek. Dengan kata lain. dan juga kesadaran akan sistem . Bertitik tolak dari keterikatan manusia terhadap nilai – nilai budaya tersebut. 1. dan kecakapan politis yang dimiliki. informasi. sangat diharapkan seseorang menyadari benar – benar akan hak – hak yang dimilikinya. Hubungan yang lebih tegas antara sistem politk dengan kebudayaan politik. aturan. perilaku politik segenap individu dalam banyak segi juga sangat ditentukan oleh pola orientasi dari kebudayaan politik. sebenarnya kita bisa menggolongkan berbagai kebudayaan politik di dalam sejumlah tipe tertentu. dan wewenang. baik dalam masyarakat sederhana maupun yang sudah modern. baik yang berlangsung dalam sektor masyarakat maupun sektor pemerintahan. transisional.dalam setiap masyarakat. Mengenai tipe – tipe kebudayaan politik tersebut. seseorang akan sangat terikat pada nilai – nilai budaya di mana ia tinggal. Oleh karena itu. Sebagaimana konsep kebudayaan itu sendiri yang melekat dalam setiap masyarakat. ataupun yang modern. Hal ini disebabkan oleh sistem politik itu sendiri yang pada dasarnya merupakan interrelasi antarmanusia yang berkaitan dengan masalah kekuasaan. baik dalam sistem politik tradisional. dan sekaligus berani mempertanggung jawabkan kewajibannya. Lewis mengajukan penggolongan sebagai berikut. pola sikapnya terhadap masalah – masalah politik dan peristiwa – peristiwa politik itu akan dibatasi oleh struktur dan proses kegiatan politik itu sendiri.

Masa ini lebih dikenal dengan sebutan Orde B aru. Peran Serta dalam Sistem Politik di Indonesia 1) Sistem Politik Negara Republik Indonesia Sistem politik negara republik indonesia menganut paham demokrasi pancasila. 3. Pada masa ini terjadi perubahan dari sistem politik demokrasi terpimpin menjadi demokrasi Pancasila. Menurut Arbi Sanit.Pada masa ini terjadi perubahan dari sistem politik demokrasi konstitusional menjadi sistem politik demokrasi terpimpin. Parochial Political Culture Kebudayaan politik parokhial. Pancasila merupakan dasar negara dan falsafah hidup bangsa indonesia. Masa 1999 sampai sekarang. Pada masa ini terjadi perubahan dari sistem politik sentralisasi menjadi sistem politik yang mengarah pada kemandirian daerah (otonomi daerah). Masa 1945-1967. Hal ini tercermin dalam perjalanan sejarah ketatanegaraan dan sistem pemerintahan republik indonesia sejak 17 Agustus 1945 sampai saat didengungkannya era reformasi. Banyak hal yang memengaruhi adanya pengembangan demokrasi di indonesia. b. yaitu demokrasi yang berdasarkan pada pancasila. baik karna tuntunan nasionalmaupun pengaruh internasional yang melahirkan serentetan konstitusi yang pernah berlaku di indonesia yang menjadi landasan pengembangan demokrasi di indonesia. C. . Dalam diri mereka yang termasuk dalam kategori ini belum ada kesadaran dan keinginan untuk menjadi aktor politik. Pancasila dalam pelaksanaanya mengalami perkembangan sesuai dengan tuntutan dan dinamika kehidupan politik bangsa dan negara. kestabilan politik indonesia sejak merdeka dapat dikelompokkan dalam masa (era) berikut ini. c. Masa 1967-1999. Dalam kategori ini orang – orang yang sama sekali tidak menyadari atau bahkan mengabaikan adanya pemerintahan dan kegiatan politik. khususnya dari segi luarnya. Masa in dikenal dengan sebutan O rde Reformasi.sebagai keseluruhan. bisa saja mereka buta huruf. tinggal di desa yang terpencil. a. atau mungkin saja disebabkan oleh usia lanjut yang tidak memungkinkan lagi untuk tanggap terhadap hak pilihnya dan lebih banyak mengungkung diri dalam kesibukan keluarga.

Tidak sering dimungkiri bahwa dalam mewujudkan berbagai kepentingan dan kebutuhan para anggota masyarakat sering bertabrakan dengan kepentingan dan kebijaksanaan negara. Benturan ini boleh jadi mencakup segala kepentingan – kepentingan anggota masyarakat. George Jellinek. Denagn demikian. bisa diartikan bahwa kekuasaan politik adalah kemampuan untuk mempengaruhi kebijaksanaan umum. Dengan kata lain. yaitu pembedaan antara hak aktif dan pasif. Namun. kebutuhan para anggota masyarakat untuk berpartisipasi dalam masalah – masalah politik tidak jarang berbenturan atau bertolak belakang dengan kekuasaan politik yang dimiliki negaranya.hak ini. Dengan demikian. Menurut sebagian besar ahli kekuasaan politik dianggap sebagai bagian dari kekuasaan sosial yang fokusnya ditujukan kepada negara sebagai satu – satunya pihak yang berwenang. Hal ini wajar mengingat sifat yang melekat dalam politik itu sendiri boleh dikatakan mencakup segala aspek kehidupan manusia. sangat boleh jadi kekuasaan politik menempati salah satu kedudukan dominan dalam kehidupan masyarakat dan negara. berarti anggota masyarakat suatu negara mempunyai hak – hak tertentu yang juga harus diperhatikan oleh negara melalui aktivitas pemerintahannya. Selain itu. Di antara berbagai bentuk kekuasaan. tidak jarang muncul imbauan agar pemakaian kekuasaan fisik itu dibatasi oleh aturan – aturan yang tegas. Dengan demikian. Barangkali tidak ada yang bisa membantah jika dikatakan bahwa negara pada dasarnya mempunyai kekuatan fisik untuk memaksa para anggota masyarakat – nya agar menuruti kemauan politiknya. baik pembentukannnya maupun akibat yang diharapkan oleh pemegang kekuasaan Kekuasaan politik tidak hanya meliputi kekuasaan untuk memaksakan ketaatan warga masyarakatnya.2) Peran Serta dalam Sistem Politik a) Partisipasi Politik Berbicara tentang peran serta dalam sistem politik di indonesia berkaitan erat dengan partisispasi politik. serta . pemegang kekuasaan tidak bertindak sewenang – wenang atau bahkan menyimpang dari kepentingan umum. legislatif dan yudikatif. negara juga mempunyai hak untuk mengendalikan berbagai perilaku sosial dengan paksaan. Dalam hubungannya dengan hak. seorang ahli hukumdan politik dari Jerman pernah mengajukan pembagian hak – hak ini berdasarkan dua tolak ukur. tetapi juga menyangkut pengendalian warga masyarakat tersebut untu mempengaruhi tindakan aktivitas negara di bidang administrasi. termasuk pula keinginan untuk berpartisipasi dalam masalah – masalah politik.

ditunjuk. Sementara itu dengan hak positif yang melekat padanya. warga masyarakat akan menerima sesuatu dari negara dan pemerintahannya. Dengan hak aktif seorang warga masyarakat memperoleh kesempatan untuk ikut serta secara aktif. nilai – nilai politik yang terbentuk dalam diri seseorang . Selain hak pada setiap warga masyarakat juga dibebankan kewajiban – kewajiban tertentu terhadap warga masyarakatnya.hak positif dan hak negatif.semua anggota masyarakat baik secara langsung ataupun tidak. serta cara mereka mempelajari peranan – peranan yang diharapkan mereka jalankan kelak jika sudah dewasa. Hal itu terjadi karen aktivitas partisipasi politik berkaitan erat dengan sistem politik yang dilaksanakan di negara – negara yang bersangkutan. Melalui proses tersebut diharapkan anggota – anggota masyarakat mengenal. yaitu masalh sosialisasi politik dan kebudayaan politik. Istilah sosialisasi pada umumnya digunakan oleh ahli – ahli ilmu sosial untuk menunjukan cara anak – anak atau generasi yang lebih muda diperkenalkan dengan nilai – nilai dan sikap – sikap yang dianut oleh masyarakatnya. Dengan kata lain. ataupun diangkat untuk melaksanakan tugas – tugas kenegaraan. Dengan hak pasif yang dimilikinya. mngalami proses sosialisasi politik. memahami. seorang warga masyarakat bisa dipilih. baik langsung maupun tidak langsung. Dari sosialisasi politik kemudian kebudayaan politik sebagai pantulan langsung dari keseluruhan sistem sosial budaya masyarakat dalam arti seluas – luasnya. dua hal yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Cara – cara yang bisa dipakai oleh berbagai golongan masyarakat dalam menuntut hak mereka berpartisispasi dalam pembuatan keputusan politik sangat berbeda antara negara yang satu dengan negara yang lainnya. dan mnghayati nilai – niai politik tertentu yang kemudian bisa memepengaruhi sikap dan tingkah laku poliik mereka sehari – hari. dalam megatur dan menyelenggarakan negara. Sosialisasi politik dan kebudayaan politik merupakan kunci untuk memahami sistem politik. Denga kata lain. Dengan demikian. partisipasi terhadapa masalah – masalah politik sangat ditentukan oleh sistem politik yang ada Berbicara soal partisipasi politik yang berkaitan dengan sistem politik. yang menunjukan sikap yang seharusnya tiap – tiap anggota masyarakat berpartisipasi dalam sistem politiknya. jelas bahwa tidak hanya negara ataupun pemerintah yang mempunyai hak – hak tertentu terhadap anggota masyarakatnya. Sosialisasi politik merupakan bagian dari proses sosialisasi yang khusus membentuk nilai – nilai politik. tetapi demikian juga sebaliknya.

Bentuk partisipasi politik yang lain. diskusi politik. baik dalam masyarakat tradisional maupun yang modern. ataupun melaksanakan komunikasi individual dengan pejabat – pejabat politik maupun administratif. b) Bentuk Partisipasi Politik Menurut Gabriel A. atau lewat cara – cara apa partisipasi politik itu bisa dilaksanakan dengan efektif. Dengan kata lain. bentukpartisipasi ini hanya bisa dirasakan atau dilaksanakan oleh warga negara yang mempunyai tingkat intelektual tertentu. bentuk partisipasi politik yang sudah dianggap sebagai bentuk normal atau yang sudah umum dalam demokrasi modern meliputi aktivitas pemberian suara (voting). Berbicara soal partisipasi politik. tetapi dari segi kualitas tampak adanya dua kelompok dalam kegiatan . budaya dan agama. Almond. Seperti uraian yang dikemukakan di atas. Ditinjau dari sudut peserta yang ikut atau yang mampu melaksanakan bentuk partisipasi politik ini. yaitu kegiatan kampanye. tidak seluas bentuk partisipasi politik lewat pemungutan suara atau voting karena untuk bisa berpartisipasi sangat dibutuhkan ketrampilan – ketrampilan tertentu. partisipasi politik adalah suatu usaha terorganisasi para warga negara untuk mempengaruhi bentuk dan jalannya kebijaksanaan umum. Dengan demikian. sekaligus ikut mencari alternatif pemecahannya. pemberian suara ini boleh jadi merupakan bentuk partisipasi politik aktif yang paling luas tersebar di berbagai masyarakat. bergabung dalam kelompok kepentingan. seperti nilai – nilai sosial. jumlah peserta kampanye lebih banyak dibanding dengan diskusi politik. kegiatan kampanye. Selain itu. boleh jadi merupakan suatu bentuk yang paling umum digunakan dari masa lampau sampai sekarang.biasanya berkaitan dengan nilai – nilai lain yang hidup dalam masyarakat. Bentuk partisipasi politik yang berupa diskusi – diskusi umumnya berlangsung di negara – negara dengan sistem politik demokratis dan jarang bisa dilaksanakan di negara – negara totaliter. dirasakan kurang lengkap jika tidak disertai pertimbangan yang jelas tentang pertisipasi politik itu diwujudkan. Ditinjau dari segi kuantitasnya. Bentuk partisipasi politik yang berupa pemberian suara (voting). jelas bahwa diskusi politik adalah usaha – usaha yang dilaksanakan oleh sekelompok warga negara untuk membicarakan dan memecahkan persoalan – persoalan politik negaranya. Diskusi politik sebagai perwujudan partisipasi politik adalah menyangkut pemikiran – pemikiran yang tersimpul dalam aktivitas diskusi itu sendiri.

3. kelompok mayoritas yang kegiatannya terbatas pada ikut – ikutan saja tanpa didasari kejernihan berpikir serta strategi tertentu dan yang kedua adalah kelompok minoritas yang selain aktif dalam kegiatan kempanye juga berperan sebagai penggerak atau motornya. juga merupakan salah satu bentuk partisipasi politik. Sebagai Pencari Jabatan Politik Untuk memilih calon anggota badan eksekutif maupun legislatif diadakan pencalonan yang diusulkan oleh partai – partai politik. 2. Seolah – olah kegiatan kampanye adalah rutin dan sifatnya umum serta meliputi berbagai bidang permasalahan. Sebagai Anggota Partai Politik . Sebagai Pejabat Pemerintah Sebagian kecil warga negara ada yang berperan aktif sebagai pejabat yang menduduki jabatan politik. gubernur. Yang pertama. tetapi memiliki kompetensi yang tinggi dalam bidang politik dan kenegaraan. Kegiatan kampanye biasanya melibatkan sumber pendukung yang lebih besar seperti waktu. 1. anggota DPR. Kegiatan kampanye sebagai suatu bentuk partisipasi politik sudah umum dilaksanakan pada negara – negara yang bersistem politik demokrasi. Selain itu.tersebut. anggota MPR. dan bupati/walikota. tidak jarang menjurus ke arah bentrokan fisik yang kemudian bisa mengarah pada situasi disintegrasi nasional. sedngkan calon yang tidak memenuhi jumlah pemilih tertentu tidak dapat menduduki kursi eksekutif atau legislatif. Kelompok pejabat ini merupakan golongan kecil. pencari jabatan politik adalah para pemimpin partai politik yang mencalonkan diri dan dicalonkan oleh partai politiknya. serta melalui prosedur yang ditetapkan oleh peraturan perundang – undangan. Jadi. tenaga dan uang. misalnya menteri. Kelompok kepentingan yang dibentuk dengan tujuan untuk lebih memperkuat dan mengefektifkan tuntutan – tuntutan yang bersifat individual itu telah ada dan berperan pada kehidupan politik dalam sepanjang sejarah. Keikutsertaan rakyat dalam kelompok kepentingan untuk menyampaikan tuntutan kepentingannya terhadap sistem politik. Calon – calon yang dipilih oleh rakyat pemilih dengan jumlah tertentu akan memperoleh kursi sebagai anggota eksekutif dan legislatif. Berikut ini akan dibahas mengenai berbagai macam bentuk dan tingkat peran serta politik yang sesuai dengan sistem politik di indonesia. Untuk menjadi calon pejabat eksekutif maupun legislatif ditetapkan terlebih dahulu syarat – syarat yang ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang – undangan.

Peran Serta sebagai Kelompok Penekan (Pressure Groups) Partisipasi warga negara dalam menentukan kebijaksanaan pemerintah dapat juga berupa unjuk rasa atau demonstrasi. dukungan atau penolakan undang – undang sistem pendidikan nasional. Contoh. LSM. Peran Serta dalam Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Peran serta politik melalui kegiatan ormas. pawai dan mimbar bebas. atau masyarakat umum yang bersimpati. serta memengaruhi para pemegang kebijakan dalam mengambil keputusan. karang taruna. Mereka melakukan kegiatan untuk mendukung kepentingan rakyat banyak atau untuk kepentingan kelompoknya. Mereka tidak begitu aktif melakukan kegiatan politik. demonstrasi menentang kenaikan harga BBM. dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Sebagai Pemberi Suara dalam Pemilu Kelompok partisipasi yang terbesar jumlahnya adalah pemberi suara dalam pemilu. banyak pula orang yang menjadi anggota pasif suatu partai politik. buruh. misalnya mahasiswa. 5. Kelompok penekan atau kelompok berkepentingan ini belum tentu anggota suatu partai politik. misalnya menjadi anggota atau simpatisan organisasi pemuda atau mahasiswa. . Anggota aktif suatu partai politik adalah para pengurus partai yang berperan aktif menentukan strategi politik untuk memenangkan partainya dalam pemilu. tetapi dapat terdiri atas berbagai elemen masyarakat. mahasiswa dan LSM berunjuk rasa menentang kenaikan tarif dasar listrik. tetapi mereka memiliki rasa simpati dan memberi dukungan sesuai situasi dan kondisi yang diinginkan.Anggota aktif suatu partai politik adalah orang – orang yang berjuang untuk kepentingan partainya. serta unjuk rasa untu mendukung atau menolak RUU pornografi dan pornoaksi. Peran serta politik ini telah diatur dalam peraturan perundang – undangan Republik Indonesia UUD 1945 maupun dalam peraturan – peraturan pelaksanaannya. 4. mengadakan rapat akbar. Warga negara yang telah memenuhi syarat untuk menjadi pemilih akan melaksanakan hak politikya dengan cara memilih pasangan calon pejabat dan partai politik serta wakil – wakilnya. 6. Setiap partai politik bertujuan untuk memiliki peranan atau kekuasaan yang menentukan dalam pemerintahan negara. para buruh yang menuntut penetapan upah minimal yang ditetapkan oleh pemerintah. Selain anggota aktif partai politik. Hal ini dilakukan untuk menekan pemerintah agar melaksanakan keputusan yang sesuai dengan kepentingan kelompok tertentu.

barang. 3) Sosial Budaya Setiap warga negara dapat mengikuti kegiatan berikut. a) Menciptakan sektor – sektor ekonomi produktif. disiplin. c) Duduk dalam lembaga politik. f) Memengaruhi para pembuat keputusan sehingga produk – produk yang dihasilkan/dikeluarkan sesuai dengan aspirasi atau kepentingan masyarakat. d) Mengadakan komunikasi (dialog) dengan wakil rakyat. memakai narkoba. dan berproduktivitas tinggi untuk menunjang keberhasilan pembangunan nasional. 1) Politik Setiap warga negara dapat ikut serta secara langsung ataupun tidak langsung dalam kegiatan berikut. merampok dan berjudi. b) Menjauhkan diri dari perbuatan – perbuatan yang melanggar hukum. a) Sebagai pelajar/mahasiswa yang menunjukkan prestasi belajar tinggi. kreatif. kelompok penekan (pressure groups) maupun kelompok kepentingan. .Keikutsertaan warga negara dalam sistem politik ini juga dapat diwujudkan dalam berbagai bidang kehidupan sebagai berikut. c) Profesional dalam bidang pekerjaannya. c) Kesadaran untuk membayar pajak secara teratur demi kesejahteraan dan kemajuan bersama. a) Bela negara dalam arti luas sesuai dengan kemampuan dan profesi masing – masing. maupun komunikasi. b) Melalui keahlian masing – masing menciptakan produk – produk unggulan yang inovatif. a) Ikut memilih dalam pemilu. e) Berkampanye dan menghadiri kelompok diskusi. c) Memelihara persatuan dan kesatuan bangsa demi tetap tegaknya NKRI. 2) Ekonomi Setiap warga negara dapat ikut serta secara aktif dalam kegiatan – kegiatan ekonomi berikut. baik dalam bentuk jasa. b) Menjadi anggota aktif dalam partai politik. 4) Pertahanan dan Keamanan (Hankam) Setiap warga negara dapat ikut secara aktif dalam kegiatan berikut. b) Senantiasa memelihara ketertiban dan keamanan wilayah atu lingkungan tempat tinggalnya. seperti melakukan tawuran. dan kompetitif. transportasi.

Sistem Politik Indonesia. Mariam Budiarjo. Miriam. Rahman. T . Surabaya:SIC. May. Rudi.(1996). (2002). (2000). 3. Arifin. dkk. (2000). Afan. 2003 2. “Dasar-dasar ilmu Politik”. Budiardjo. Gaffar. Gramedia. DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta: Gramedia. . Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Politik Indonesia Transisi Menuju Demokrasi. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Sistem Politik Indonesia. 5. 4.d) Menjaga stabilitas dan keamanan nasional agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful