PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran adalah suatu aktivitas atau proses mengajar dan belajar. Aktivitas ini merupakan proses komunikasi dua arah, antara pihak guru dan peserta didik. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan: “Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.”[1] Sementara itu Dunkin dan Biddle dalam Syaiful Sagala mengatakan bahwa: Proses pembelajaran berada pada empat variabel interaksi yaitu: (1) variabel pertanda (presage variables) berupa pendidik; (2) variabel konteks (context variables) berupa peserta didik, sekolah dan masyarakat; (3) variabel proses (process variables) berupa interaksi peserta didik dengan pendidik; dan (4) variabel produk (product variables) berupa perkembangan peserta didik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.[2] 1 Memperhatikan makna pembelajaran di atas dapatlah dipahami bahwa pembelajaran adalah membelajarkan peserta didik dengan menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran dapat disebut berhasil bila dapat mengubah peserta didik dalam arti luas serta dapat menumbuhkembangkan kesadaran peserta didik untuk belajar sehingga pengalaman yang diperoleh peserta didik selama ia terlibat di dalam proses pembelajaran itu dapat dirasakan manfaatnya secara langsung.[3] Hal itu dapat dicapai manakala kesiapan guru untuk dapat mengerti, mamahami, dan menghayati berbagai hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran, termasuk di dalamnya prinsip-prinsip pembelajaran. Makalah ini membahas tentang prinsip-prinsip pembelajaran yang sangat diperlukan oleh para guru dan peserta didik dalam rangka kelangsungan pembelajaran yang efektif dan efisien. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dalam latar belakang maka masalah pokok dalam pembahasan makalah ini adalah bagaimana prinsip-prinsip pembelajaran, dengan sub permasalahan: 1. Apa saja yang termasuk prinsip-prinsip pembelajaran?

2. Bagaimana implikasi prinsip-prinsip pembelajaran bagi peserta didik? 3. Bagaimana implikasi prinsip-prinsip pembelajaran bagi guru?

II. PEMBAHASAN A. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Kata prinsip berasal dari bahasa Latin yang berarti “asas (kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir, bertindak, dan sebagainya); dasar.”[4] Dalam bahasa Inggris, prinsip disebut principle yang berarti a truth or belief that is accepted as a base for reasoning or action[5]. Prinsip merupakan sebuah kebenaran atau kepercayaan yang diterima sebagai dasar dalam berfikir atau bertindak. Jadi prinsip dapat diartikan sebagai sesuatu yang menjadi dasar dari pokok berpikir, berpijak atau bertindak. Pembelajaran seperti telah diuraikan di awal yang berarti suatu aktivitas atau proses mengajar dan belajar. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar yang dilakukan oleh pihak guru dan belajar dilakukan oleh peserta didik. Jadi, prinsip-prinsip pembelajaran adalah landasan berpikir, landasan berpijak dengan harapan tujuan pembelajaran tercapai dan tumbuhnya proses pembelajaran yang dinamis dan terarah. 3 Sehubungan dengan prinsip-prinsip pembelajaran, para ahli berbeda dalam pengelompokannya.[6] Syaiful Sagala memasukkan prinsip perkembangan, perbedaan individu, minat, kebutuhan, aktivitas dan motivasi.[7] Sementara Ahmad Rohani berpendapat bahwa prinsip pembelajaran adalah termasuk aktivitas, motivasi, individualitas, lingkungan, konsentrasi, kebebasan, peragaan, kerjasama dan persaingan, apersepsi, korelasi, efisiensi dan efektivitas, globalitas, permainan dan hiburan.[8] Wina Sanjaya mengatakan bahwa yang termasuk prinsip pembelajaran adalah tujuan, aktivitas, individualitas, integritas, interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan motivasi.[9] Namun, dari berbagai prinsip pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli terdapat beberapa prinsip yang berlaku secara umum,[10] seperti perhatian dan motivasi, keaktifan, keterlibatan langsung, pengulangan, perbedaan individual, tantangan, balikan dan penguatan. Adapun penjelasan tentang prinsip-prinsip pembelajaran diuraikan sebagai berikut:

(b) memahami mengapa hal tersebut patut dipelajari. tanggapan yang terang. Kedua hal ini sebagai unsur motivasi yang menjadi dasar permulaan yang baik untuk belajar. Akibat dari keadaan ini kegiatan yang dilakukan tentu akan sangat cermat dan berjalan baik. atau tenaga pendorong yang sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. . Perhatian dan Motivasi Perhatian dalam pembelajaran memegang peranan yang sangat penting. maka dia perlu motivasi dari luar yang dalam hal ini disebut ekstrinsik. orang tua. atau tenaga pendorong yang ada di luar. Kenyataan menunjukkan bahwa tanpa perhatian tidak mungkin terjadi pembelajaran baik dari pihak guru sebagai pengajar maupun dari pihak peserta didik yang belajar. buku-buku dan sebagainya. Motivasi dalam hal ini meliputi dua hal: (a) mengetahui apa yang akan dipelajari. Seseorang akan berhasil dalam belajar kalau keinginan untuk belajar itu timbul dari dirinya.[13] Seseorang yang mempunyai motivasi yang cukup besar sudah dapat berbuat tanpa motivasi dari luar dirinya. itulah yang disebut motivasi intrinsik. bila motivasi intrinsiknya kecil. teman. Motivasi ekstrinsik ini berasal dari guru. Sebab tanpa kedua unsur tersebut kegiatan pembelajaran sulit untuk berhasil. namun yang memegang peranan penting adalah peserta didik itu sendiri yang dapat memotivasi dirinya yang didukung oleh kepiawaian seorang guru dalam merancang pembelajaran yang dapat merangsang minat sehingga motivasi peserta didik dapat dibangkitkan.[12] Motivasi juga mempunyai peranan penting dalam kegiatan pembelajaran. apabila bahan pelajaran itu sebagai sesuatu yang dibutuhkan tentu perhatian untuk mempelajarinya semakin kuat. Sebaliknya. kokoh dan lebih mudah untuk diproduksikan. apabila sudah berkonsentrasi (memusatkan perhatian) pada sesuatu maka segala stimulus yang lainnya tidak diperlukan.1. Perhatian peserta didik akan timbul apabila bahan pelajaran yang dihadapinya sesuai dengan kebutuhannya. Bahkan akan lebih mudah masuk ke dalam ingatan.[11] Secara psikologis.[14] Kedua motivasi dibutuhkan untuk keberhasilan proses pembelajaran.

hal ini diperlukan motivasi. Risk dalam Zakiah Daradjat. Mulai dari kegiatan fisik yang mudah diamati sampai pada kegiatan psikis yang susah diamati. perhatian tidak disengaja). Bukan hanya sekedar menghafal sejumlah rumus-rumus atau informasi tetapi belajar harus berbuat. maka perhatian seperti ini tidak memerlukan motivasi. Jadi. 2. motivasi merupakan salah satu tujuan dalam mengajar. menulis. Berbeda halnya kalau perhatian yang disengaja atau sekehendak. seperti membaca.[18] Dengan demikian belajar yang berhasil harus melalui banyak aktivitas baik fisik maupun psikis.[15] Motivasi adalah unsur utama dalam pembelajaran dan pembelajaran tidak dapat berlangsung tanpa adanya perhatian. peserta didik harus selalu aktif. Termasuk dalam pembelajaran. Sebagai tujuan. . Apabila seorang anak ingin memecahkan suatu persoalan dia harus dapat berpikir sistematis atau menurut langkah-langkah tertentu. motivasi merupakan salah satu faktor seperti halnya intelegensia dan hasil belajar sebelumnya yang dapat menentukan keberhasilan belajar peserta didik dari segi kognitif. afektif dan psikomotor. berlatih keterampilan-keterampilan. dan sebagainya.” Mengajar adalah proses membimbing pengalaman belajar. Keaktifan Menurut Thomas M. sesuatu hal dikatakan menarik perhatian anak. walaupun dikatakan bahwa motivasi dan perhatian harus sejalan.[16] Bila terjadi perhatian spontan yang bukan disebabkan usaha dari guru yang membuat pelajaran begitu menarik. sebagai alat. “teaching is the guidance of learning experiences. mendengar.Motivasi dapat merupakan tujuan dan alat pembelajaran. apabila anak memperhatikannya secara spontan tanpa memerlukan usaha (perhatian tidak sekehendak. termasuk ketika dia menginginkan suatu keterampilan tentunya harus pula dapat menggerakkan otot-ototnya untuk mencapainya.[17] Pengalaman tersebut diperoleh apabila peserta didik mempunyai keaktifan untuk bereaksi terhadap lingkungannya.

bakat dan latar belakang masing-masing. 3. Jiwa memiliki energi sendiri dan dapat menjadi aktif karena didorong oleh kebutuhankebutuhan. Keterlibatan Langsung Prinsip keterlibatan langsung merupakan hal yang penting dalam pembelajaran.[19] Jadi. Kegiatan pembelajaran yang diterapkan guru berarti pengalaman belajar bagi peserta didik. Edgar Dale dalam Dimyati mengatakan bahwa: “belajar yang baik adalah belajar melalui pengalaman langsung”.[20] Pembelajaran dengan pengalaman langsung ini bukan sekedar duduk dalam kelas ketika guru sedang menjelaskan pelajaran. guru hanya merangsang keaktifan peserta didik dengan menyajikan bahan pelajaran. Sehubungan dengan itu guru harus memahami pola pengalaman belajar peserta didik seperti dalam kerucut pengalaman belajar berikut: Kerucut Pengalaman Belajar. Prinsip keterlibatan langsung ini mencakup keterlibatan langsung secara fisik maupun non fisik. maka guru harus terlibat langsung begitu juga peserta didik. Prinsip ini diarahkan agar peserta didik merasa dirinya penting dan berharga dalam kelas sehingga dia bisa menikmati jalannya pembelajaran.[21] Verbal Yang diingat: 10% visual . tetapi bagaimana peserta didik terlibat langsung dalam proses pembelajaran tersebut. dalam pembelajaran yang mengolah dan mencerna adalah peserta didik sesuai dengan kemauan.Prinsip aktivitas di atas menurut pandangan psikologis bahwa segala pengetahuan harus diperoleh melalui pengamatan dan pengalaman sendiri. Pembelajaran sebagai aktivitas mengajar dan belajar. kemampuan.

bahkan lebih dari itu keterlibatan secara emosional dengan kegiatan kognitif dalam perolehan pengetahuan. Walaupun demikian perlu dijelaskan bahwa keterlibatan itu bukan dalam bentuk fisik semata. Menurut teori ini bahwa belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri dari daya mengamat. Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut akan berkembang. Akan tetapi. penghayatan dalam pembentukan afektif dan pada saat latihan dalam pembentukan nilai psikomotor. maka peserta didik dapat menangkap dari pelajaran tersebut 10% dari apa yang didengarnya.[22] 4. berpikir dan sebagainya. jelaslah bahwa keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran sangat besar pengaruhnya bagi keberhasilan atau peningkatan hasil pembelajaran. Pengulangan Prinsip pembelajaran yang menekankan pentingnya pengulangan yang barangkali paling tua seperti yang dikemukakan oleh teori psikologi daya. Kerucut Pengalaman Belajar Apa makna diagram tersebut dalam pembelajaran? Jika dalam pembelajaran di kelas guru hanya mengajar dalam bentuk ceramah. Jadi. [23] .20% 30% 50% 70% Berbuat 90% Gambar 1. menangkap. jika seorang guru menyajikan materi dengan melibatkan peserta didik secara langsung dalam arti peserta didik yang aktif mengerjakan tugas kelompok dan melaporkan hasilnya maka peserta didik akan mampu mengingat sampai 90% dari apa yang dikerjakan. mengingat. merasakan. yang berarti peserta didik hanya mendengarkan. menghayal.

Tokohnya yang terkenal adalah Thorndike dengan teorinya yang terkenal pula yaitu “law of exercise” bahwa belajar ialah pembentukan hubungan antara stimulus dan respon. 5. Begitu pula mengajar membentuk kebiasaan. mengulang-ulang sesuatu perbuatan sehingga menjadi suatu kebiasaan dan pembiasaan tidak perlu selalu oleh stimulus yang sesungguhnya. dan pengulangan terhadap pengalaman-pengalaman itu memperbesar timbulnya respon benar.Teori lain yang menekankan prinsip pengulangan adalah teori koneksionisme. Sebab. Selanjutnya teori dari phychology psikologi conditioning respons sebagai perkembangan lebih lanjut dari teori koneksionisme yang dimotori oleh Pavlov yang mengemukakan bahwa perilaku individu dapat dikondisikan dan belajar merupakan upaya untuk mengkondisikan suatu perilaku atau respons terhadap sesuatu. tetapi dapat juga oleh stimulus penyerta.[24] Ketiga teori di atas menekankan pentingnya prinsip pengulangan dalam pembelajaran walaupun dengan tujuan yang berbeda. perlu banyak latihan. Oleh karena itu. Hubungan stimulus dan respons akan bertambah erat kalau sering dipakai dan akan berkurang bahkan hilang sama sekali jika jarang atau tidak pernah digunakan. sedangkan teori yang kedua dan ketiga menekankan pengulangan untuk membentuk respons yang benar dan membentuk kebiasaan. Perbedaan Individual Proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah-sekolah pada saat ini masih cenderung berlangsung secara klasikal yang artinya seorang guru menghadapi 30-40 orang peserta didik dalam satu kelas. tetapi masih dapat digunakan karena pengulangan masih relevan sebagai dasar pembelajaran. dan pembiasaan. Guru masih juga menggunakan metode yang . dalam pembelajaran masih sangat dibutuhkan pengulangan-pengulangan atau latihan-latihan. Teori yang pertama menekankan pengulangan untuk melatih daya-daya jiwa. pengulangan. Meskipun ketiga teori ini tidak dapat dipakai untuk menerangkan semua bentuk belajar.

Perbedaan individual harus menjadi perhatian bagi para guru dalam mempersiapkan pembelajaran dalam kelasnya. sehingga peserta didik secara total dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik tanpa perbedaan yang berarti walaupun dari latar belakang dan kemampuan yang berbeda-beda. Ada peserta didik yang memiliki bentuk badan tinggi kurus. c. gemuk pendek. Padahal tiap peserta didik memiliki ciri-ciri dan pembawaan yang berbeda. ada pula yang lamban.[26] Begitu pula guru harus mampu mengatur kegiatan pembelajaran. S. mudah tersinggung dan beberapa sifatsifat individu yang berbeda. Nasution dalam Ahmad Rohani menyarankan empat cara untuk menyesuaikan pelajaran dengan kesanggupan individual:[27] a. Tugas tambahan. maka guru harus benar-benar dapat memahami ciri-ciri para peserta didik tersebut. proses pelaksanaan sampai pada tahap terakhir yaitu penilaian atau evaluasi. di luar tugas umum bagi seluruh kelas sehingga hubungan kelas selalu terpelihara. Untuk dapat memberikan bantuan agar peserta didik dapat mengikuti pembelajaran yang disajikan oleh guru. atau segala perbedaan individual peserta didik. Pengelompokan menurut kesanggupan. periang. pemurung. peserta didik menerima tugas yang diselesaikannya menurut kecepatan masing-masing. peserta didik mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan minat serta kesanggupannya. Karena perbedaan individual merupakan suatu prinsip dalam pembelajaran yang tidak boleh dikesampingkan demi keberhasilan dalam proses pembelajaran. d. ada yang cekatan. peserta didik yang pandai mendapat tugas tambahan. kelas dibagi dalam beberapa kelompok yang terdiri atas peserta didik yang mempunyai kesanggupan yang sama. Pengajaran proyek. kemampuan. mulai dari perencanaan. b.[25] Bahkan mereka memperlakukan peserta didik secara merata tanpa memperhatikan latar belakang sosial budaya. .sama kepada seluruh peserta didik dalam kelas itu. lincah. Pengajaran individual.

Hal ini sejalan dengan prinsip pembelajaran dengan salah satu prinsip konsep contextual teaching and learning yaitu inkuiri. karena peserta didik tidak merasa tertantang bila hanya sekedar disuapi sehingga dirinya tinggal menelan apa yang diberikan oleh guru. Hasil yang baik akan merupakan balikan yang menyenangkan dan berpengaruh baik bagi hasil usaha belajar selanjutnya. tanpa tantangan peserta didik merasa masa bodoh dan kurang kreatif sehingga tidak berkesan materi yang diterimanya. Karena nilai yang baik itu merupakan penguatan positif. Namun dorongan belajar tidak saja oleh penguatan yang menyenangkan atau penguatan positif.[28] Pernyataan Kuantzu ini senada dengan prinsip pembelajaran yang berupa tantangan. Sebab.[29] Jadi. peserta didik akan bersungguhsungguh dalam menemukan masalahnya terlebih dahulu kemudian menemukan sendiri jalan keluarnya. he will have a single meal. If you teach him how to fish he will eat all his life”. ditekankan oleh teori operant conditioning. Balikan dan Penguatan Prinsip pembelajaran yang berkaitan dengan balikan dan penguatan. Agar pada diri peserta didik timbul motif yang kuat untuk mengatasi hambatan dengan baik.6. Di mana dijelaskan bahwa inkuiri merupakan proses pembelajaran yang berdasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. Bahwa peserta didik akan belajar bersemangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang baik. maka materi pembelajaran juga harus menantang sehingga peserta didik bergairah untuk mengatasinya. yaitu law of effect. Tantangan Kuantzu dalam Azhar Arsyad mengatakan: “if you give a man fish. penguatan negatif pun dapat berpengaruh pada hasil belajar selanjutnya. 7. Sebaliknya. .[30] Apabila peserta didik memperoleh nilai yang baik dalam ulangan tentu dia akan belajar bersungguh-sungguh untuk memperoleh nilai yang lebih baik untuk selanjutnya.

B. membandingkan konsep-konsep yang diterimanya. metode penemuan dan sebagainya merupakan cara pembelajaran yang memungkinkan terjadinya balikan dan penguatan. Adanya tuntutan tersebut seyogyanya mendorong peserta didik memiliki perhatian terhadap segala pesan yang terimanya. Karena peningkatan minat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi. Balikan yang diperoleh peserta didik setelah belajar dengan menggunakan metode-metode yang menarik akan membuat peserta didik terdorong untuk belajar lebih bersemangat. Implikasi Prinsip-Prinsip Pembelajaran Bagi Peserta didik Melihat prinsip-prinsip pembelajaran di atas. Karena peserta didik sebagai motor utama “primus motor” dalam kegiatan pembelajaran sehingga akan berhasil jika menyadari implikasi prinsip-prinsip pembelajaran terhadap dirinya. .[31] Format sajian berupa tanya jawab. karena tanpa perhatian seperti itu peserta didik tidak dapat menerima pelajaran secara maksimal. Inilah yang disebut penguatan negatif yang berarti bahwa peserta didik mencoba menghindar dari peristiwa yang tidak menyenangkan. diskusi.bila peserta didik memperoleh nilai yang kurang baik tentu dia merasa takut tidak naik kelas. 1. Dengan demikian. peserta didik diharapkan selalu melatih indranya untuk memperhatikan rangsangan yang muncul dalam proses pembelajaran. peserta didik sebagai subyek pembelajaran tidak boleh mengabaikannya begitu saja. mengamati secara cermat gerakan yang dilakukan oleh guru dan sebagainya. Itu semua untuk membangkitkan motivasi belajarnya. eksprimen. dia terdorong pula untuk belajar lebih giat.[32] Sebagai contoh dalam proses pembelajaran peserta didik harus betul-betul dapat berkonsentrasi dalam mendengarkan ceramah guru. Pesan-pesan yang diterima dalam pembelajaran adalah yang dapat merangsang indranya. karena takut tidak naik kelas. Perhatian dan Motivasi Dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran peserta didik dituntut untuk memberikan perhatian terhadap semua rangsangan.

menganalisis hasil percobaan. Oleh karena itu. Meskipun kegiatan tersebut tidak menjamin . harus mempunyai rencana tentang tujuan dia belajar dan kapan harus menyelesaikan jenjang pendidikan yang sedang dijalaninya dan lain sebagainya. Dengan keterlibatan ini mereka akan mendapat pengalaman. ingin mengetahui segala percobaan yang dilakukan di laboratorium. Keterlibatan Langsung Tempat seorang peserta didik dalam kelas tidak dapat tergantikan oleh orang lain.Sedangkan implikasi prinsip motivasi bagi peserta didik adalah disadarinya oleh peserta didik bahwa motivasi belajar yang ada pada dirinya harus dibangkitkan dan dikembangkan secara terus-menerus. Keaktifan Peserta didik sebagai sentral dalam pembelajaran. maka sebagai konsekuensinya aktivitas peserta didik merupakan syarat berlangsungnya proses pembelajaran. Hal ini dapat dicapai dengan mengetahui tujuan belajar yang hendak dicapai. 2. maka merekalah yang harus melakukannya. Jadi. Proses selanjutnya terjalin keterlibatan langsung peserta didik dalam pembelajaran. Sebab para peserta didiklah yang belajar. keterlibatan langsung peserta didik dalam proses pembelajaran mutlak adanya. Sebagai implikasinya peserta didik dituntut untuk mengerjakan sendiri tugas belajar yang diberikan oleh gurunya. tidak ada gunanya guru melakukan pembelajaran jika peserta didiknya pasif saja. Bentuk-bentuk perilaku yang merupakan implikasi prinsip keterlibatan langsung adalah segala kegiatan yang dilakukan di sekolah apakah itu berbentuk intrakurikuler ataukah ekstrakurikuler. Aktivitas peserta didik dalam hal ini baik secara fisik maupun intelektual dan emosional harus aktif. membuat tugas-tugas yang diberikan oleh guru dan sebagainya. termasuk menanggapi secara positif pujian atau dorongan dari orang lain.[33] 3. Sebagai implikasi prinsip keaktifan bagi peserta didik terbentuk perilakuperilaku untuk mencari sumber informasi yang dibutuhkan.

Adanya perbedaan ini seharusnya membuat setiap peserta didik menyadari bahwa dirinya berbeda dengan temannya. menyusun jadwal belajar dan sebagainya. .[36] 6.terwujudnya prinsip keaktifan pada diri peserta didik. Kegiatan ini diharapkan bias membuat peserta didik lebih giat belajar dan mengerjakan tugastugas yang diberikan. Peserta didik merasa tertantang dengan pencarian tersebut. hal ini akan membantu diri peserta didik dalam menentukan cara belajarnya sendiri. menghafal nama-nama latin tumbuhan ataupun tahuntahun yang bersejarah. Perbedaan Individual Setiap peserta didik mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Sebagai implikasi dari prinsip pengulangan bagi peserta didik adalah kesadaran peserta didik untuk bersedia melakukan sesuatu secara berulang-ulang.[35] 5. Diharapkan dengan kesadaran ini peserta didik merasa tidak pernah bosan dalam mengerjakan sesuatu walaupun telah dilakukan secara berulang-ulang. Adapun kegiatan yang merupakan implikasi dari prinsip pengulangan seperti menghafal perkalian.[34] 4. rumus-rumus. Pernyataan ini masih sangat dibutuhkan walaupun dalam era teknologi yang serba canggih. namun dengan keterlibatan ini diharapkan dapat mewujudkan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran. seperti halnya peserta didik apabila diberikan tugas untuk mencari sendiri tentu akan lebih termotivasi untuk belajar. Sebagai implikasi dari prinsip perbedaan individual bagi peserta didik adalah menentukan tempat duduk di kelas. Pengulangan Istilah yang masih dapat dipertahankan dalam proses pembelajaran adalah tujuh kali satu (7x1) lebih baik daripada satu kali tujuh (1x7). Tantangan Sesuatu yang menantang kadang mengasyikkan.

yang akhirnya dia merasa sia-sia apa yang telah dilakukannya. Sebagai implikasi dari prinsip balikan dan penguatan ini adalah peserta didik segera mencocokan jawaban dengan kunci jawaban. karena guru yang merencanakan selanjutnya melaksanakan pembelajaran tersebut. C. Implikasi prinsip-prinsip pembelajaran bagi guru terwujud dalam perilaku fisik dan psikis mereka. Implikasi Prinsip-Prinsip Pembelajaran Bagi Guru Guru seperti halnya peserta didik tidak terlepas dari implikasi prinsip-prinsip pembelajaran. 1.[37] Peserta didik juga harus memiliki keingintahuan yang besar terhadap sesuatu yang dihadapinya. Adapun bentuk perilaku yang merupakan implikasi prinsip tantangan ini adalah melakukan eksprimen. Jadi dengan adanya kesadaran guru pada prinsip-prinsip tersebut diharapkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran yang diselenggarakan. Perhatian dan Motivasi . 7. menerima kenyataan terhadap nilai yang diperoleh atau menerima teguran dari orang tua atau guru dari hasil yang kurang baik. memproses dan mengolah pesan.[38] Jika peserta didik tidak mendapatkan segera nilai perolehan dalam ulangan maka tidak ada balikan dan penguatan dari pekerjaannya. Karena dari sini akan timbul kesadaran untuk memperoleh balikan sekaligus penguatan dari apa yang dilakukannya. Seperti halnya peserta didik setiap selesai ulangan tentu ingin mengetahui hasil ulangannya. Balikan dan Penguatan Setiap orang selalu membutuhkan suatu kepastian dalam setiap aktivitas yang dilakukannya. melaksanakan tugas terbimbing ataupun mandiri atau mencari pemecahan suatu masalah.Sebagai implikasi dari prinsip tantangan bagi peserta didik adalah tuntutan untuk memiliki kesadaran pada diri peserta didik bahwa akan adanya kebutuhan untuk memperoleh.

Adapun implikasi prinsip motivasi bagi guru tampak pada perilaku-perilaku di antaranya:[41] a. e. guru menghubungkan bahan pelajaran dengan masalah dan tugas kongkret yang dapat dikerjakan peserta didik secara kelompok. Menggunakan metode dan teknik mengajar yang disukai peserta didik. Memilih bahan ajar sesuai dengan minat peserta didik. b.[40] Bila diperhatikan secara seksama implikasi prinsip perhatian bagi guru ini. seperti inkuiri dan masyarakat belajar. d.Dalam merencanakan kegiatan pembelajarannya. guru dapat menggunakan gaya bahasa yang tidak monoton serta dapat mengemukakan pertanyaan-pertanyaan yang membimbing.[39] Selain guru itu juga dapat menggunakan metode yang bervariasi. Perilaku yang merupakan implikasi prinsip perhatian dan motivasi bagi guru dapat dilihat lebih dari satu perilaku dari suatu kegiatan pembelajaran. . c. Mengoreksi sesegera mungkin pekerjaan peserta didik dan sesegera mungkin memberitahukan hasilnya kepada peserta didik. Sebagai implikasi prinsip perhatian bagi guru tampak pada perilaku-perilaku berikut: “hendaknya guru membuat setiap bahan pelajaran agar mengandung suatu masalah yang menarik perhatian peserta didik dan merangsang untuk berusaha menyelidiki serta memecahkan. Memberikan pujian verbal atau non-verbal terhadap peserta didik yang memberi respon terhadap pertanyaan yang diberikan. ini sesuai dengan prinsip pembelajaran contextual teaching and learning. dan guru menghubungkan bahan pelajaran dengan bidang kegiatan tertentu dalam kehidupan sehari-hari. guru sudah memikirkan perilakunya terhadap peserta didik sehingga dia dapat menarik perhatian dan motivasi peserta didik dan tidak berhenti pada rencana pembelajaranya tetapi sampai selesai menyajikan materinya. Memberitahukan nilai guna dari pelajaran yang sedang dipelajari peserta didik. menggunakan media sesuai dengan tujuan belajar dan materi.

Mengadakan tanya jawab dan diskusi. c. Guru harus pandaipandai merancang pembelajaran sedemikian rupa sehingga peserta didik dapat terlibat langsung bukan saja secara fisik tetapi juga mental emosional serta intelektual peserta didik. b. Memberikan tugas secara individual dan kelompok. . memperoleh dan mengolah bahan belajarnya. Peran guru mengorganisasikan kesempatan belajar bagi masing-masing peserta didik berarti mengubah peran guru. 3. Menggunakan multimetode dan multimedia.2. serta e. yaitu menjamin bahwa setiap peserta didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan di dalam kondisi yang ada. pemodelan serta demonstrasi. mencatat hal-hal yang kurang jelas. Hal ini berarti pula bahwa kesempatan yang diberikan oleh guru akan menuntut peserta didik selalu aktif mencari. Untuk dapat menimbulkan keaktifan belajar pada diri peserta didik maka guru dapat melaksanakan perilaku-perilaku berikut:[42] a. Sebenarnya terdapat berbagai macam metode atau cara yang dapat dipergunakan oleh guru untuk mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran. Keterlibatan Langsung Sudah dijelaskan di awal bahwa keterlibatan langsung peserta didik bukan hanya secara fisik karena itu tidak menjamin keaktifan belajar. memberikan peluang dilaksanakannya implikasi prinsip keaktifan bagi guru secara optimal. diskusi . Memberikan tugas untuk membaca bahan belajar. d. Terutama dengan memberikan tugas kelompok. Keaktifan Guru memberikan kesempatan belajar kepada peserta didik. Memberikan kesempatan kepada peserta didik melaksanakan eksprimen dalam kelompok kecil (beranggota tidak lebih dari 3 orang).

4. c. Melibatkan peserta didik dalam merangkum atau menyimpulkan informasi pesan pembelajaran. Pengulangan Jika guru mampu memilihkan bahan yang membutuhkan pengulangan dan yang tidak membutuhkan pengulangan maka guru telah melakukan implikasi dari prinsip pengulangan. Selain itu. d. implikasi dari adanya prinsip ini bagi guru adalah kemampuan guru untuk bertindak bukan saja sebagai fasilitator. Merancang kegiatan pembelajaran yang lebih banyak pada pembelajaran individual dan kelompok kecil. Pengulangan terutama dibutuhkan oleh bahan-bahan pembelajaran yang harus dihafalkan tanpa ada kesalahan sedikit pun. f. Mengembangkan / merumuskan soal-soal latihan.Perilaku sebagai implikasi prinsip keterlibatan langsung bagi guru adalah sebagai berikut:[43] a. Melibatkan peserta didik mencari informasi/pesan dari sumber informasi di luar kelas atau sekolah. b. membimbing dan memotivasi peserta didik ke arah tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. termasuk bahan yang membutuhkan latihan-latihan. Karena tidak semua bahan pembelajaran itu membutuhkan pengulangan. Perilaku guru yang merupakan implikasi prinsip pengulangan di antaranya adalah:[44] a. . Mementingkan eksprimen langsung oleh peserta didik dibandingkan dengan demonstrasi. e. tetapi juga sebagai manajer / pengelola kegiatan yang mampu mengarahkan. Memberikan tugas kepada peserta didik untuk mempraktikkan gerakan psikomotorik yang dicontohkan. Menggunakan media yang langsung digunakan oleh peserta didik. Merancang pelaksanaan pengulangan. b.

Adapun implikasi prinsip perbedaan individual bagi guru berwujud perilakuperilaku sebagai berikut:[45] a. Merancang pemanfaatan berbagai media dalam menyajikan pesan pembelajaran. Mengenali karakteristik setiap peserta didik sehingga dapat menentukan perlakuan pembelajaran yang tepat bagi peserta didik yang bersangkutan. e. Tantangan Tantangan sebagai salah satu prinsip pembelajaran yang dapat mengantar peserta didik mencapai tujuannya. d. Jadi. Mengembangkan alat evaluasi kegiatan pengulangan. b. Menentukan penggunaan berbagai metode yang diharapkan dapat melayani kebutuhan peserta didik sesuai karakteristiknya. Membuat kegiatan pengulangan yang bervariasi. Perilaku guru yang merupakan implikasi prinsip tantangan di antaranya adalah:[46] a. guru harus dapat melayani peserta didiknya sesuai karakteristik mereka orang per orang. ataupun pertanyaan kepada peserta didik yang . bahan dan media yang dapat memberi tantangan kepada peserta didik untuk lebih bersemangat dengan tantangan itu. 6. Merancang dan mengelola kegiatan eksperimen yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukannya secara individual atau dalam kelompok kecil (3-4 orang). 5. Memberikan remediasi membutuhkan. Mengembangkan petunjuk kegiatan psikomotorik yang harus diulang. Sehingga guru harus merancang kegiatan pembelajaran dalam bentuk kegiatan. d.c. c. Perbedaan Individual Guru menghadapi peserta didik secara klasikal dalam kelas tentunya harus mempertimbangkan latar belakang atau karakteristik masing-masing peserta didik.

modul. 7. prinsip. Memberikan tugas kepada peserta didik memecahkan masalah yang membutuhkan informasi dari orang lain di luar sekolah sebagai sumber informasi. f. Guru merancang dan mengelola kegiatan diskusi untuk menyelenggarakan masalah-masalah yang disajikan dalam topik diskusi. Membimbing peserta didik untuk menemukan fakta. klipping pekerjaan rumah). dan generalisasi sendiri. laporan.b. c. Memberitahukan jawaban yang benar setiap kali mengajukan pertanyaan yang telah dijawab peserta didik secara benar ataupun salah. hand out. c. e. berdasarkan hasil koreksi guru terhadap hasil kerja pembelajaran. disertai skor dan catatan-catatan bagi peserta didik. Mengoreksi pembahasan pekerjaan rumah yang diberikan kepada peserta didik pada waktu yang telah ditentukan. Implikasi prinsip balikan dan penguatan bagi guru dapat berwujud perilakuperilaku di antaranya:[47] a. Mengembangkan bahan pembelajaran (teks. Balikan dan Penguatan Pemberian balikan dan penguatan dapat dengan lisan dan tulisan. b. konsep. dan lain-lain) yang memperhatikan kebutuhan peserta didik untuk mendapatkan tantangan di dalamnya. Memberikan lembar jawaban tes pelajaran yang telah dikoreksi oleh guru. Memberikan catatan-catatan pada hasil kerja peserta didik (berupa makalah. d. Guru harus dapat menentukan momen dan cara yang tepat keduanya dapat diberikan dengan tepat sasaran. . sehingga tidak harus semua pesan pembelajaran disajikan secara detail tanpa memberikan kesempatan peserta didik mencari dari sumber lain. Menugaskan kepada peserta didik untuk menyimpulkan isi pelajaran yang selesai disajikan. d.

perbedaan individual. f. tantangan. Implikasi Prinsip-prinsip pembelajaran seyogyanya dapat diimplememntasikan oleh guru dan peserta didik sehingga dalam pembelajaran peserta didik dengan penuh kesadaran jadi motor utama dan guru harus dapat mengoptimalkan segala kemampuannya dalam merancang dan melaksanakan program pembelajaran sebaikbaiknya sehingga tujuan utama pembelajaran dapat tercapai. balikan dan penguatan. Memberikan anggukan atau acungan jempol atau isyarat lain kepada peserta didik yang menjawab dengan benar pertanyaan yang disajikan oleh guru. III. Prinsip-prinsip pembelajaran secara umum terdiri atas perhatian dan motivasi. . 3. Pembelajaran yang dijalankan dengan penuh kesadaran hasilnya selalu lebih baik dari pada pembelajaran yang dilakukan di bawah tekanan fisik maupun psikis. Memberikan hadiah/ganjaran kepada peserta didik yang berhasil menyelesaikan tugas. pengulangan. B. Mengumumkan dan mengonfirmasikan peringkat yang diraih setiap peserta didik berdasarkan skor yang dicapai dalam tes. 2. g. keaktifan. Implikasi dari prinsip-prinsip pembelajaran bagi guru adalah perlakuan-perlakuan yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran yang merupakan aksi yang diharapkan mendapat reaksi dari peserta didik sehingga pembelajaran berlangsung sebagaimana mestinya. keterlibatan langsung. Kesimpulan 1.e. Implikasi dari prinsip-prinsip pembelajaran bagi peserta didik merupakan perilaku-perilaku yang seharusnya dengan penuh kesadaran dilakukan oleh peserta didik dalam kegiatan belajar agar proses pembelajaran benar-benar dapat membuahkan hasil yang diharapkan. PENUTUP A.

Jakarta: PT. Edisi VIII. Jakarta: Kencana Prenada Group. Yatim. I. 2003. . RajaGrafindo Persada. Psikologi Pendidikan. Edisi I. Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Cet. Azhar. 2009. II. Belajar dan Pembelajaran. Interaksi dan Motivasi Balajar Mengajar. Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah. Raja Grafindo Persada. Jakarta: PT Gramedia.Sardiman. VI. Cet.M. 1987. Zakiah. XV. Jakarta: PT. Daradjat. Cet. 1998. I. Cet. Jakarta: PT. Rohani. Syaiful. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Sumadi. Riyanto. Jakarta: PT. Konsep dan Makna Pembelajaran. 2004. 1987. Jakarta: BP. Rineka Cipta. St Ives: Clays Ltd. Oemar. I. Cet. Jakarta: PT. Cet. H. Cet. 2009. Ahmad. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Arsyad. Echols. Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sagala. Kurikulum dan Pemblajaran. II. Jakarta: Rineka Cipta. Cet. Wina. 1988. Bandung: Alfabeta. et al. I. Inovasi Pendidikan. Your Basic Vocabulary. Suryabrata. M. Hamalik. Bumi Aksara. 2008. KTSP. Jakarta: Kencana. 2001. Jakarta: Bumi Aksara. Ujung Pandang: AMA Press. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Edisi I. VII. Edisi I.Tekanan-tekanan ini terjadi karena para guru tidak menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran dalam aktivitasnya. Cet. Cet. Cet. Dictionary of Contemporary English. Cet. I. Panduan bagi Guru. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pengelolaan Pengajaran. 2009. Kamus Inggris Indonesia. Cet. V. Edisi II. Masnur. Sebagai Referensi bagi Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran yang Efektif dan Berkualitas. IX. Muslich. Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Edisi V. John dan Hassan Shadily. 1995. 1997. Dimyati dan Mudjiono. 24 DAFTAR PUSTAKA A. Paradigma Baru Pembelajaran. 2008. B. XII. Panca Usaha. Suryosubroto. Longman. IV. Republik Indonesia. Cet. Jakarta: Rineka Cipta. Bumi Aksara. 2001. Jakarta: Balai Pustaka. 2007. Sanjaya. I. Edisi I. Saefudin Udin Sa’ud. Cet. 2009.

h. op. Oemar Hamalik. XV. Jakarta: Kencana Prenada Group. cit. [18]Dimyati dan Mudjiono. Jakarta: PT. cit. et al. h. 42. Pengelolaan Pengajaran. [14]Lihat Syaiful Sagala. Edisi III (Cet.. h. Belajar dan Pembelajaran (Cet. 2009). 2008).. Konsep dan Makna Pembelajaran. op. . Edisi Revisi (Cet. Interaksi dan Motivasi Balajar Mengajar. h 224-228. Edisi I (Cet. Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar (Cet. II. 2007). 1987). op. [19]Ahmad Rohani. Jakarta: Bumi Aksara.. h.. h. Edisi VIII (St Ives: Clays Ltd. 43. h. Jakarta: PT. I. 6. [5]Longman. 2009). [16]Sumadi Suryabrata. Raja Grafindo Persada. cit.. h. loc. [15]Dimyati dan Mudjiono. 14. Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Cet. [20]Dimyati dan Mudjiono. Jakarta: Rineka Cipta. IV. II. cit. 2004).. 38. h.[1]Republik Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.. [4]Departemen Pendidikan Nasional. 6. h. 9Ibid. [13]Sardiman A. 2003). Psikologi Pendidikan. [7]Ibid. [6]Yatim Riyanto. Jakarta: Balai Pustaka. Paradigma Baru Pembelajaran. [9]Wina Sanjaya. [2]Syaiful Sagala. h. 447. Jakarta: PT Gramedia. h. cit. 45. [12]Ahmad Rohani. 137. RajaGrafindo Persada. h. cit. Kamus Inggris Indonesia (Cet. h. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dimyati dan Mudjiono. VI. Ibid. IX. Edisi V (Cet. op. 2001). Dictionary of Contemporary English. cit. Echols dan Hassan Shadily. XII. 20. Kurikulum dan Pembelajaran. Sebagai Referensi bagi Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran yang Efektif dan Berkualitas. 63. 822. Edisi I (Cet. h. Bumi Aksara. 2004). 2001). [17]Zakiah Daradjat. h. 152. 4. h. 1998). op. VII. Kurikulum dan Pembelajaran. Panca Usaha. Bandung: Alfabeta.M. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. 2009). I. 2001). 112-113. Jakarta: PT. loc. h. Teori dan Praktik Pengembamgan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) (Jakarta: Kencana. Edisi I (Cet. Jakarta: BP. I. Edisi II (Cet. [10]Dimyati dan Mudjiono. [3]Ahmad Rohani. Lihat juga John M. 63-71. 896. [8]Ahmad Rohani.

[23]Ibid.. h. 2008). [30]Dimyati dan Mudjiono.. h. [29]Udin Saefudin Sa’ud. h.cit. [47]Ibid.Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. [38]Ibid. [41]Ibid. 20-21. Proses Belajar Mengajar di Sekolah (Cet. 65-66..... [22]Dimyati dan Mudjiono. h. 1987). 63. cit. 151. 53. 50. [37]Ibid. h. 169.[21]Masnur Muslich. h. [43]Ibid. 17-18. Bandung: Alfabeta. [45]Ibid. I. h. op. I. Inovasi Pendidikan (Cet.. h. 65-66. KTSP. i. h. [39]Ahmad Rohani. [42]Ibid. h... h. 2009). [28]Azhar Arsyad. Suryosubroto. Your Basic Vocabulary (Cet. 48... h. 62. h. Jakarta: PT. cit. op. 64. [36]Ibid. h. I.. [25]B. Ujung Pandang: AMA Press. op. [33]Ibid. Rineka Cipta. h... h.. [40]Dimyati dan Mudjiono. 52. op.. [46]Ibid. [26]Syaiful Sagala. [27]Ahmad Rohani. [32]Ibid. . h. Edisi I (Cet. op. cit. 51. 46. Panduan bagi Guru. 47. Jakarta: PT. 75-76. h. cit. h. [31]Ibid.. [24]Ibid. 49. h. Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah. 1997). Bumi Aksara. V. [35]Ibid. [44]Ibid. cit. h. 64-65. 83. [34]Ibid. op.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful