P. 1
Pedoman 206 Persyaratan Umum Tempat Uji

Pedoman 206 Persyaratan Umum Tempat Uji

|Views: 979|Likes:
Published by Afnan Azza

More info:

Published by: Afnan Azza on Mar 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2014

pdf

text

original

Pedoman 206

PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI

BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI 2006

2. Sarana dan Perangkat 4.2.1. 4. 3.4.1. Persyaratan Dasar 4. 4. Organisasi 4. Fungsi.2.5.1. Verifikasi TUK .3.TUK di Lembaga Diklat dan Lembaga yang menawarkan jasa TUK.2. 2. Ruang Lingkup dan Acuan Acuan Normatif Istilah dan Definisi Persyaratan Tempat Uji Kompetensi 4.2.2. Persyaratan Manajemen 4.DAFTAR ISI Kata Pengantar Pendahuluan 1. Tugas dan Wewenang TUK 4.1.TUK di tempat kerja (Designated Assessment Venue) 4.2.

serta pedoman-pedoman BNSP lainnya. Pedoman ini menetapkan persyaratan untuk menjamin bahwa TUK yang memenuhi dan beroperasi secara konsisten. Pedoman ini ditetapkan oleh BNSP sebagai pedoman bagi TUK untuk dapat diverifikasisi oleh BNSP. Kepercayaan dalam sistem sertifikasi dicapai melalui suatu proses asesmen.KATA PENGANTAR Pedoman ini menguraikan ketentuan umum Tempat Uji Kompetensi Tenaga Kerja. yang mengatur persyaratan untuk Tempat Uji Kompetensi. Pedoman ini merupakan dasar pengakuan TUK dalam sistem sertifikasi yang relevan. dalam memfasilitasi keberterimaannya pada tingkat nasional dan internasional. Pedoman ini dibuat dengan tujuan pencapaian dan pengembangan kesetaraan yang diterima secara luas bagi organisasi yang mengatur profesi. Pengembangan TUK ditujukan untuk merespon kemajuan inovasi teknologi dan pertumbuhan spesialisasi profesi untuk memfasilitasi pasar kerja global. Penyiapan organisasi TUK menuju verifikasi LSP adalah hal yang dituntut masyarakat profesi. kemudian survailen periodik dan asesmen ulang terhadap kompetensi profesi yang disertifikasi. sehingga kompetensinya dapat diterima di tingkat nasional maupun internasional. . Pedoman ini harus digunakan bersama dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang relevan. sebanding dan dapat dipercaya.

adalah proses pemberian sertifikat yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi kerja nasional Indonesia dan/atau internasional.1.2. adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan. adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan. Istilah dan Definisi 3.PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI 1. 4. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.1. Ruang Lingkup dan Acuan Ruang lingkup: Pedoman ini menguraikan kriteria Tempat Uji Kompetensi Tenaga Kerja yang mencakup persyaratan manajemen dan persyaratan teknis. 3. Asesor kompetensi. 4.7. adalah seseorang yang mempunyai kualifikasi yang relevan dan kompeten untuk melaksanakan dan/atau asesmen/penilaian kompetensi. 3. 3. Sertifikasi Kompetensi Kerja.1. 3. Kompetensi Kerja. Uji kompetensi. .5.1. 4. adalah pemohon yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk dapat ikut serta dalam proses sertifikasi Persyaratan Tempat Uji Kompetensi TUK di tempat kerja (Designated Assessment Venue) Pembentukan 3. Acuan Normatif Acuan normatif yang digunakan adalah: Undang-Undang No. Pedoman BNSP 201 dan 202.8. b. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) 3. Persyaratan Dasar 4. adalah Lembaga pelaksana kegiatan sertifikasi profesi yang mendapatkan lisensi dari BNSP. a. 2.1. yang dilakukan oleh asesor kompetensi. 3. yang telah diverifikasi oleh LSP berlisensi. Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi.1.6. adalah suatu proses asesmen untuk mengumpulkan bukti-bukti dan membuat keputusan apakah suatu kompetensi telah dicapai.4. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Peserta Uji Kompetensi. ketrampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).3. merupakan tempat kerja dan atau lembaga yang dapat memberikan fasilitas pelaksanaan uji kompetensi. 3.1. ketrampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tempat Uji Kompetensi (TUK).

d. Verifikasi TUK tempat kerja diberikan dengan surat keputusan penetapan verifikasi oleh LSP. 4. Sistem pengelolaan TUK pada saat digunakan untuk uji kompetensi dilakukan oleh LSP yang dituangkan dalam dokumen prosedur. TUK harus memiliki sarana dan alat kerja yang dibutuhkan untuk uji kompetensi sesuai SKKNI. TUK di Lembaga Diklat dan Lembaga yang menawarkan jasa TUK. Struktur organisasi tempat uji kompetensi harus memiliki kepala TUK.2.1. Tempat Uji Kompetensi harus: a. LSP dapat menetapkan persyaratan tambahan bagi TUK sesuai dengan karakteristik profesi.2.2. LSP dapat menetapkan persyaratan tambahan bagi TUK sesuai dengan karakteristik profesi. c. e.2. Kredible dan memuaskan pelanggan. Permohonan menjadi TUK ditujukan kepada Lembaga Sertifikasi Profesi terkait. c. . b.2.2. atau organisasi yang memberikan pengakuan. 4.1. organisasi harus mencakup pekerjaan yang dilakukan dalam fasilitas tempat kerja yang permanen dan operasional. d.1. TUK mengajukan permohonan untuk mendapatkan verifikasi dengan melampirkan bukti persyaratan dasar dan pengelolaan. Personil inti terhindar dari pertentangan kepentingan.2. Penilaian terhadap kelayakan TUK pemohon. bagian teknik operasional dan bagian mutu yang menjamin kesesuaian manajemen yang berkesinambungan.1. TUK harus memiliki perangkat kerja yang meliputi: SKKNI sesuai ruang lingkup TUK. pihak yang berwenang.1.1. Sumberdaya a. Organisasi 4. menerapkan persyaratan khusus sesuai profesi yang ditetapkan oleh LSP dalam lingkup profesinya. c.1. 4.3. 4.1. Verifikasi TUK tempat kerja (Designated Assessment Venue) a.1. b. dan kegiatan sesuai dengan kriteria unit kompetensi atau kualifikasi.3. TUK dipersiapkan pembentukannya oleh lembaga pendidikan dan pelatihan atau oleh suatu organisasi yang legal.a.1. 4. 4. 4. dilakukan asesmen oleh asesor lisensi dari LSP yang menilai aspek organisasi dan sistem kesesuaian dokumen serta kesesuaiannya terhadap pelaksanaannya. TUK dibentuk oleh industri/organisasi/perusahaan yang mengoperasikan sistem kerja yang baik (good practices). b. Mempunyai kebijakan dan prosedur yang menyatakan komitmen untuk mengikuti.2. dengan surat Keputusan Penetapan organisasi induk tentang dibentuknya TUK. Pedoman pelaksanaan sertifikasi dari skema sertifikasi LSP terkait. b. TUK harus memiliki personil minimal 1 orang yang memahami skema sertifikasi dan uji kompetensi sesuai dengan SKKNI.4.

Membuat usulan Materi Uji Kompetensi kepada LSP.2.2. a.5. Bidang teknis uji kompetensi mempunyai tugas: a.1.3.1. Fungsi. menerapkan sistem manajemen mutu TUK sesuai Pedoman ini.3. menjaga kesesuaian TUK terhadap persyaratan tempat kerja sesuai Pedoman BNSP dan Pedoman-pedoman dari LSP terkait. TUK seharusnya memiliki kantor tetap sekurang-kurangnya dalam waktu 2 tahun dan memliki sarana kerja yang memadai.4. c. Tugas dan Wewenang TUK TUK memiliki fungsi sebagai tempat penyelenggaraan asesmen/uji kompetensi. d. TUK mempunyai tugas: a.1. e. b. melakukan audit internal dan kaji ulang manajemen TUK. 4. Mengkaji ulang pelaksanaan uji kompetensi di TUK. TUK harus memiliki rencana kegiatan yang mencerminkan pelayanan yang diberikan.2. 4.2. c. 4. Mengusulkan kebutuhan biaya pelaksanaan uji kompetensi di TUK kepada LSP. 4.6.3. memfasilitasi unsur-unsur organisasi TUK guna terselenggarannya program uji kompetensi. 4. melaksanakan tugas-tugas ketatausahaan organisasi TUK.2. Melakukan penerimaan pendaftaran calon peserta uji kompetensi untuk disampaikan kepada LSP. Mempromosikan organisasinya sebagai TUK yang diverifikasi. untuk menjadi bagian dari tim asesor LSP dengan persyaratan tetap menjaga ketidakberpihakan sebagai asesor.2.2.1.2. Mengusulkan hasil evaluasi penerapan standar kompetensi dalam pelaksanaan uji kompetensi.2. Mempromosikan uji kompetensi di wilayah kerjanya c. Bagian Administrasi mempunyai tugas: a.2. c. dan melakukan pemeliharaan serta evaluasi penerapan standar kompetensi dalam uji kompetensi.3.3. b.2. 4.2. menyiapkan sarana dan prasarana uji kompetensi b.2.2. 4.1. memfasilitasi proses Uji Kompetensi.2. memelihara berlangsungnya sistem manajemen agar sesuai dengan standar dan pedoman yang berlaku. menyiapkan rencana program dan anggaran pelaksanaan uji kompetensi.7.3. . Bagian manajemen mutu mempunyai tugas: a. b. 4. 4.2. Sarana dan Perangkat 4. Menyiapkan tempat uji kompetensi yang sesuai tempat kerja. menyiapkan asesor pendamping terhadap proses uji kompetensi yang dilakukan oleh asesor uji kompetensi dari LSP.2. c. 4. TUK harus memiliki asesor kompetensi sesuai dengan ruang lingkup yang diajukan untuk diverifikasi. Kepala TUK mempunyai tugas-tugas sebagai berikut: a.8. melaksanakan penyiapan penyelenggaraan uji kompetensi/asesmen kompetensi.2. b. Mengkoordinasikan persyaratan administratif untuk pelaksanaan kegiatan uji kompetensi termasuk pengusulan penugasan asesor. Wewenang a. b.1.

3.2. Perangkat a.4. temuan audit dan tindakan perbaikan yang dilakukan harus direkam.4.3. Memastikan kompetensi personil yang melakukan pendampingan pengujian kompetensi. e. mengevaluasi pelaksanaan uji. independen dari kegiatan yang diaudit. Persyaratan Manajemen a. Program audit internal mencakup semua unsur sistem mutu/SOP.4.4. Jika menggunakan peralatan di luar pengawasannya yang tetap. b. tersedia.5. 4.2. f. Peranan dan tanggung jawab manajemen teknis dan manajemen mutu ditetapkan dalam panduan mutu/SOP. Pedoman pelaksanaan sertifikasi termasuk tata cara penyiapan Tempat Uji Kompetensi. dimengerti. Sistem Jaminan Mutu/SOP . Rekaman mutu harus mudah didapat bila diperlukan dalam fasilitas yang memberikan lingkungan yang sesuai untuk mencegah terjadinya kerusakan atau deteriorasi. Dokumen yang diterbitkan harus ditinjau dan disetujui oleh personil yang berwenang sebelum diterbitkan. menerapkan dan memelihara Standar Prosedur Operasi(SOP)/sistem mutu yang sesuai dengan lingkup kegiatannya. Personil a.2. TUK harus memiliki perangkat kerja yang meliputi: a.2. dijaga keamanannya dari penyetelan yang akan mengakibatkan ketidak-absahan hasil pengujian. c. 4. 4. harus dipastikan persyarataan standar ini dipenuhi. 4. d. Standar Prosedur Operasi/Sistem Mutu TUK harus menetapkan. Kaji ulang manajemen TUK harus dilakukan secara periodik sesuai jadwal dan prosedur yang telah ditetapkan. Peralataan harus dipelihara kinerjanya.4.2.4.2. Dokumen dikaji ulang secara berkala.4. Audit harus dilaksanakan oleh personil yang terlatih dan mampu yang. e. c.3. b. dan diterapkan oleh semua personil yang terkait.4. b.2. f. TUK harus secara periodik melaksanakan audit internal untuk memverifikasi kesesuaian pengoperasian kegiatannya terhadap persyaratan. Pengendalian Dokumen dan rekaman a. Temuan audit ditindaklanjuti dengan tindakan perbaikan pada waktunya. d. Bidang kegiatan yang diaudit. Peralatan dan piranti lunak yang digunakan untuk uji kompetensi harus mampu menghasilkan akurasi yang diperlukan dan harus sesuai dengan spesifikasi yang relevan. termasuk piranti keras dan piranti lunak.2. g. bila sumber daya mengijinkan. dan menandatangani laporan pengujian kompetensi. 4. b. c. TUK mengendalikan semua dokumen. Dokumen SOP/sistem mutu dan rekaman diidentifikasi secara unik. Audit Internal dan kaji ulang manajemen a. 4. b. Standar kompetensi sesuai lingkup layanannya. c. Peralatan pengujian. Temuan kaji ulang manajemen dan tindakan yang dilakukan harus direkam. d. Dokumentasi SOP/sistem mutu dikomunikasikan.1. Waktu penyimpanan rekaman harus ditetapkan.

LSP melakukan surveilan terhadap TUK. b. Pengawasan TUK berstatus verifikasi wajib mebuat laporan berkala setiap 6 bulan tentang pelaksanaan uji kompetensi kepada LSP. o Tahap kedua.5. dilakukan “adequacy audit” audit kecukupan yang menilai aspek organisasi dan sistem melalui asesmen kesesuaian dokumen terhadap persayaratan pedoman BNSP dan pedoman LSP. TUK mengajukan permohonan untuk mendapatkan verifikasi dengan melampirkan: o Dokumen organisasi sesuai yang disyaratkan. serta konfirmasi dukunngan industri terkait.2. Bentuk sanksi yang diberikan berupa: o Pemberhentian sementara kegiatan TUK. Program pelatihan relevan dengan tugas sekarang dan tugas yang diantisipasi. Penilaian terhadap kelayakan TUK pemohon dilakukan dalam 2 tahap: o Tahap pertama. 4. a.5. asesmen kesesuaian dokumen dan sistem terhadap persyaratan dan Pedoman BNSP dan LSP serta kesesuaiannya terhadap pelaksanaannya. Pemberian verifikasi disertai ketentuan yang mewajibkan TUK yang telah diverifikasi mempertahankan kelayakan organisasi dan kelayakan programnya. c. b. . Verifikasi TUK 4. c. 4. Mempunyai kebijakan dan prosedur untuk mengidentifikasi dan merencanakan pelatihan yang dibutuhkan personil. c. Proses pengenaan sanksi adalah melalui peringatan tertulis pertama. e. masalah-masalah keluhan pelanggan serta usulan perbaikan. 4.2. Menetapkan uraian tugas dan kewenangan tertentu kepada personil tertentu. o Pencabutan Status verifikasi. Laporan mencakup jumlah peserta uji kompetensi. o Dokumen perangkat kerja sesuai yang disyaratkan. b. c.2.1 Tata cara pemberian status verifikasi a. unit kompetensi dan kualifikasi.2.b.2. d. Sanksi a. Personil yang dikontrak dan personil teknis dan pendukung inti tambahan harus disupervisi dan kompeten dan mereka bekerja sesuai dengan sistem TUK.5. LSP berwenang menjatuhkan sanksi kepada TUK berstatus verifikasi yang gagal memenuhi ketentuan yang berlaku. kedua dan ketiga diterbitkan dalam selang waktu 1 (satu) bulan.3.5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->