NAMA : KURNIAWAN NPM : 065109150 KELAS :E SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Sinopsis FILM GARUDA DI DADAKU A.

Identitas Jenis Film : Drama – Semua Umur (general)) Produser : Shanty Harmayn Produksi : Sbo Films Dam Mizan Productions Sutradara : Ifa Isfansyah Penulis : Salman Aristo Pemain : Emir Mahira (Bayu) , Aldo Tansani (Heri) , Marsha Aruan (zahra) , Ikranagara (kakek bayu) , Maudy Koesnaedi (ibunda bayu) , Ary Sihasale , Ramzi B. Resensi Film Garuda Di Dadaku Garuda Di Dadaku adalah film keluarga yang bercerita tentang Bayu, seorang anak SD, yang mempunyai mimpi menjadi seorang pemain bola dan masuk ke Tim Nasional Indonesia. Bayu mempunyai bakat bermain sepak bola dari ayahnya yang dulunya juga adalah seorang pemain sepak bola. Sayangnya, cita-cita Bayu itu ditentang oleh sang kakek yang lebih senang cucunya mengikuti berbagai macam kursus demi masa depannya. Ternyata kakek mempunyai alasan yang kuat kenapa ia melarang Bayu bermain bola. Ayah Bayu yang dulunya seorang pemain bola mengalami cedera berat pada waktu itu sehingga tidak bisa bermain bola dan akhirnya hanya menjadi seorang supir taksi. Sampai akhirnya ia tidak bisa menjadi seorang pemain bola yang hebat dan sukses. Kakek Bayu tidak mau nasib yang sama menimpa Bayu cucu yang ia sayangi. Bayu yang benar-benar mencintai sepak bola tidak mau begitu saja menuruti apa kata kakeknya. Apalagi ketika secara tiba-tiba ia mendapat tawaran beasiswa di sebuah sekolah sepak bola terkenal di Jakarta yang dapat membantunya masuk ke Tim Nasional Indonesia. Alhasil, Bayu dibantu oleh temannya, Heri, harus menyembunyikan hal ini dari kakek Bayu dan berlatih secara diam-diam. Heri adalah seorang anak orang kaya yang menggilai sepak bola tetapi sayangnya ia tidak bisa bermain bola karena ia adalah penyandang cacat dan harus duduk di kursi roda. Oleh sebab itu Heri sangat senang dan menjadikan dirinya sebagai manajer Bayu yang memfasilitasi Bayu begitu rupa demi mewujutkan cita-cita Bayu. Secara tidak sengaja mereka bertemu dan berteman dengan Zahra, seorang anak perempuan penjaga kuburan yang ikut mendukung cita-cita Bayu dengan mengijinkan Bayu berlatih di kuburan tempat ia tinggal. Setelah menemukan tempat berlatih pun usaha Bayu untuk meraih cita-citanya tidak berjalan dengan mulus. Masalah pun muncul ketika Bayu membohongi kakeknya yang mengira bahwa ia berbakat menjadi seorang pelukis. Tidak diduga kakek datang dan melihat Bayu di sekolah sepak bolanya dan tiba-tiba ia terserang penyakit jantung dan dilarikan ke rumah sakit. Bayu merasa bersalah dan menyesal telah membohongi kakeknya. Ia memutuskan untuk berhenti bermain bola dan tidak berteman lagi dengan Heri karena ia menyesal telah mengikuti nasihat Heri. Tak disangka kakek Bayu sadar bahwa ia salah dan mendukung Bayu bermain sepak bola. Akhirnya Bayu kembali ikut seleksi tim dan kembali bersahabat dengan Heri. Dengan dukungan ibu, kakek, Heri dan Zahra, Bayu berhasil lolos seleksi masuk Tim Nasional Indonesia dan menggapai cita-citanya selama ini.

persahabatan yang tulus . Ironinya ia tidak bisa bermain bola karena ia seorang penyandang cacat walaupun dengan kekayaan orang tuanya ia bisa membeli semua barang yang berhubungan dengan sepak bola. Film ini juga dapat membangkitkan rasa cinta dan nasionalisme bangsa terhadap Indonesia khusunya di dunia sepak bola Indonesia. semangat untuk mencapai cita-cita . Sebaliknya Heri mempunyai fasilitas-fasilitas dan orang tuanya yang tidak melarang hobi sepak bolanya. Film ini mempunyai pesan bahwa kita harus berusaha dan tidak boleh menyerah dalam mencapai mimpi dan cita-cita kita. dan tentu saja film ini membangkitkan semangat nasionalisme . tetapi Bayu tidak bisa leluasa bermain sepak bola. Ia adalah seorang anak perempuan yang tinggal dengan kakeknya yang adalah seorang penjaga kuburan. Kita juga harus mensyukuri apa yang kita punya karena ada orang-orang yang tidak seberuntung kita. hubungan baik yang di jalain antara anak dan orang tua . Tema film ini adalah usaha seorang anak menggapai cita-citanya. C . Misalnya Bayu yang mempunyai talenta dan kesempatan untuk bermain bola tetapi Heri tidak bisa karena ia seorang penyandang cacat. Saran menurut saya jika durasi film ini ditambah mungkin lebih seru . Ia memiliki fisik yang kecil tetapi mepunyai semangat tinggi walaupun ia tinggal di tengah keluarga yang sederhana tanpa ayahynya yang sudah meninggal. Tidak seperti teman sebayanya. Zahra digambarkan sebagai anak perempuan yang agak lusuh karena ia dan kakeknya hanya tinggal di kuburan dan hidup dengan sangat pas-pasan. Satu lagi sahabat Heri dan Bayu adalah Zahra. teman satu sekolah Bayu yang juga menggilai sepak bola. D. yang membuktikan bahwa ia seolah-olah bangga dengan apa yang ia takutkan selama ini . Kelebihan dan Kekurangan kelebihan film ini tidak hanya bagus tetapi juga mendidik karena penuh dengan motivasional.Tokoh utama dalam film ini adalah Bayu. Saya suka film Garuda Di Dadaku karena ini bukan film tentang cinta yang kadang membosankan dan juga film ini dapat ditonton oleh semua umur dan kalangan karena tidak mengandung unsur kekerasan. Jika dibandingkan dengan realita yang ada. kekurangan film ini peran kakek kurang gereget karena kakek yang sejak awal membenci sepak bola dan selalu menghalangi cucunya agar tidak bermain bola diperlihatkan dengan ekspresi yang sangat emosional . . film Garuda Di Dadaku bisa dibilang mewakili realita hidaup yang ada di Indonesia. Seperti film keluarga lainnya yang mengangkat usaha seorang anak dalam meraih mimpinya. seorang anak yang duduk di bangku sekolah dasar yang terus berusaha keras menggapai mimpinya menjadi pemain sepak bola. Tokoh yang lain adalah Heri. Zahra tidak bisa melanjutkan sekolah tetapi di akhir cerita ia mendapatkan kesempatan lagi untuk melanjutkan sekolah dasar.

dan makin akrab berteman dengan Heri. Adapun pelatih timnas. Final kompetisi tinggal selangkah lagi di depan mata. Karakter Wisnu yang keras terbentuk karena ia anak dari seorang prajurit militer. Rio Dewanto. Antara lain tidak mudah menyerah dan terus mengejar impian. sehingga semua ditampilkan melalui ekspresi wajah. Heri (Aldo Tansani). berikut teman sekelas yang memikat hatinya. Bayu memimpin teman-temannya berjuang amat keras untuk mencapai final. . Anya (Monica Sayangbati). sehingga tidak terlihat kaku. ingin membuktikan dirinya mampu membawa timnya menjuarai kompetisi junior tingkat ASEAN di Jakarta. Pesan Moral Film Garuda di Dadaku 2 Banyak nilai moral yang bisa diperoleh dari film ini. Ditambah dengan situasi tim yang makin porak poranda. Kemal Arsjad Produksi : Sbo Films Rating LSF : Semua Umur (general) Durasi : 98 Pemeran/Pemain Film Garuda di Dadaku 2 Film ‘Garuda di Dadaku 2’ masih dibintangi oleh Aldo Tansani (Heri) dan Maudy Koesnaedi (ibunda Bayu). Apalagi Yusuf menjadi the rising star di tim tersebut. dan pelatih timnas dengan teknik unik. Wisnu diperankan dengan baik oleh aktor yang tengah naik daun. Salman Aristo. Percakapan juga dibuat sealami mungkin antara Bayu dan teman-temannya. Akankah Bayu dan timnya membawa Indonesia ke puncak kemenangan? Jenis Film : Drama/family Produser : Shanty Harmayn.NAMA : KURNIAWAN NPM : 065109150 KELAS :E SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Sinopsis Film Garuda di Dadaku 2 Apabila dalam film ‘Garuda di Dadaku’. yang sekarang sudah menjadi anggota sepakbola timnas U-15. Bayu harus menghadapi sang kakek yang menentang keras cita-citanya sebagai pesepakbola maka di sekuel keduanya ini sang tokoh utama yang mulai beranjak remaja dihadapkan pada pergolakan masa muda dan proses pencarian jati diri. Bayu (Emir Mahira). Lain lagi dengan Emir. Akting Emir di film ini terlihat lebih matang dalam memerankan sosok Bayu yang beranjak remaja. Dengan dukungan sahabatnya. Bayu jadi pesimis dan memilih kabur. Wisnu digambarkan sebagai pelatih yang keras. Namun kehadiran seorang pemain baru bernama Yusuf malah mengacaukan konsentrasi Bayu. Pak Wisnu (Rio Dewanto). Ada beberapa adegan yang tidak banyak dialog.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful