PERANAN FUNGSI HUMAS PEMERINTAH DALAM PENYELENGGARAAN OTONOMI DAERAH

NAMA : IMELDA RETTOBJAAN NIM : 080815039 TUGAS : HUMAS PEMERINTAHAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO 2011

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan bimbingan Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan paper ini dengan baik. Adapun judul dari paper ini tentang “ PERANAN FUNGSI HUMAS PEMERINTAH DALAM PENYELENGGARAAN OTONOMI DAERAH ”. Penulisan paper ini di susun dalam rangka untuk memenuhi tugas akhir semester dalam mata kuliah Humas Pemerintahan. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dalam penulisan ini. Dan sekaligus juga sangat mengharapkan kritik dan juga saran yang berguna bagi penulis dalam penulisan berikutnya.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………..........I DAFTAR ISI ………….……………………………………………………….………...ii BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………..............……1 1.1. LATAR BELAKANG ……………………………………………………..….........1 1.2. PERUMUSAN MASALAH …………………………………………….…...…......5 1.3. TUJUAN PENULISAN ……………………………………………………..……..5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA …………………………………………………..……6 2.1. KONSEP HUMAS ……………………………………………………………….. 6 2.2. PERKEMBANGAN HUMAS …………………………………………………..10 2.3. KEDUDUKAN HUMAS DALAM LEMBAGA PEMERINTAH ……………12 2.4. MODEL-MODEL HUMAS ……………………………………………………..14 BAB III PEMBAHASAN ……………………………………….…...….....................16 3.1. FUNGSI HUMAS PEMERINTAH ......................................................................16 3.2. PENYELENGGARAAN OTONOMI DAERAH………………………………..20 3.3.PERAN HUMAS PEMERINTAH …………………………………..……………….……….……25 BAB IV PENUTUP ……………………………………………………………….…. 29

... pada level nasional Indonesia menghadapi suatu proses reformasi. moneter... Perubahan tersebut tentu saja memerlukan perubahan yang mendasar pad atingkat praktiknya. 29 B..1.... Penyelenggaraan otonomi daerah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang pemerintahan Daerah sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974.. Sistem otonomi yang dianut dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 adalah otonomi yang luas. dan fiscal serta agama dan bidang-bidang tertentu diserahkan kepada daerah secara utuh.... satu paket dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1956. walaupun dalam praktiknya lebih cenderung sentralistik. Indonesia paling tidak menghadapi dua tantangan besar..... 29 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………. pasal 1-h). Beberapa hal mendasar dalam penyelenggaraan otonomi daerah yang dituangkan dalam UU Nomor 22 Tahun 1999 tersebut adalah pentingnya pemberdayaan masyarakat. Di atas kertas sesungguhnya Indonesia melaksanakan Pemerintahan yang desentralistik.A.. Pada level internasional. khususnya reformasi politik dan ketatanegaraan.. hankam.... KESIMPULAN …………………………………………………. 22: 1999. bulat dan menyeluruh yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah (Depdagri< 2004: 4). Indonesia menghadapi apa yang biasa disebut era globalisasi dengan segala konsekuensinya.…. Salah satu upaya untuk mereaisasikan pemerintahan yang desentralistik itu adalah dengan melakukan perubahan mendasar dalam penyelenggaraan otonomi daerah. SARAN ………………………………………. Hal tersebut telah menyebabkan berbagai perubahan. Semua kewenangan pemerintah (pusat) kecuali bidang politik luar negeri...... Latar Belakang Beberapa tahun terakhir ini.…. peradilan... Seiring dengan hal tersebut. yakni tututan paradigma Pemerintahan yang bercorak sentralistik ke pemerintahan yang desentralistik.. secara eksplisit mengandung makna bahwa daerah diberi otonomi mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan peundang-undangan (UU No......…iii BAB I PENDAHULUAN 1.…………………... ..... menumbuhkan prakarsa dan kreativitas mereka secara aktif serta meningkatkan fungsi dan peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)....

Melalui otonomi daerah diharapkan daerah akan lebih mandiri dalam menentukan seluruh kegiatannya. dan diharapkan mampu membuka peluang memajukan daerah. nyata. Dengan demikian tujuan pemberian otonomi berupa peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. pengawasan. Hal ini tentu saja sangat berpengaruh dalam menetapkan kebijakan selanjutnya. tantangan dan kendala yang dihadapi oleh daerah. Akan tetapi. seiring dengan itu tidak sedikit masalah. pemerintah dapat menyampaikan kebijakan sekaligus menyerap reaksi yang ditimbulkan masyarakat sehubungan dengan kebijakan yang telah ditetapkan tersebut. yang diperlukan tumbuh dan berkembang di daerah. pengembangan dan pemanfaatan sumberdaya nasional serta perimbangan keuangan pusat dan daerah Belum terlaksana secara proporsional sesuai dengan prinsip demokrasi. sehubungan dengan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah. peran serta masyarakat. pemerataan. karena melalui Humas. pengaturan.Keleluasaan otonomi meliputi kewenangan dalam penyelenggaraannya dimulai dari perencanaan. dengan melakukan identifikasi potensi sumber-sumber pendaptan dan mampu menetapkan belanja daerah secara wajar. pelaksanaan. efektif termasuk kemampuan perangkat daerah meningkatkan kinerja. dan bertanggungjawab kepada daerah secara proporsional. dan pengendalian serta evaluasi. Hal ini sesuai dengan ketetapan MPR Nomor XV/MPR/1998. Salah satu faktor penting dari kemungkinan kesuksesan penyelenggaraan otonomi daerah adalah dengan memaksimalkan fungsi dan peran Humas pemerintah. Salah satu masalah yang dihadapi dalam penyelenggaraan otonomi daerahnya adalah sulitnya memperoleh dukungan masyarakat. sehingga muncul pro dan kontra di kalangan masyarakat. keadilan. penyelenggaraan otonomi daerah. karena minimnya informasi yang diterima oleh masyarakat dan kurangnya pemerintah dalam mensosialisasikan kebijakan tersebut sebelum ditetapkan. dan keadilan serta potensi keanekaragaman daerah yang dilaksanakan dalam kerangka Negara Kesatuan Repubik Indonesia. efisien. pengembangan kehidupan demokrasi. Selama ini. 2001:xii). sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. yaitu perlunya menyelenggarakan otonomi daerah dan memberikan kewenangan luas. Itulah sebabnya banyak harapan yang dimungkinkan dari praktik penerapan otonomi daerah yang sungguh-sungguh. Menurut Rachmadi (1994:22) bahwa: . khususnya dalam penyelenggaraan otonomi daerah. keadailan dan pemerataan serta pemeliharaan hubungan yang serasi antara pusat dan daerah dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat tercapai (Penjelasan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999:56). dan pemerataan. mempertanggungjawabkan kepada pemerintah asatannya ataupun kepada Publik (Wijaya.

maka tidak dapat dipungkiri peran Humas pemerintah menghadapi satu situasi yang lebih kompleks dibandingkan dengan keadaan sebelumnya. maupun Kabupaten) belum berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat. 1999:62). fungsi Humas diperlukan terutama dalam mengatur informasi baik ke dalam maupun ke luar. Hal ini disebabkan banyak kebijakan pemerintah (Provinsi. Dengan demikian. Begitu pentingnya fungsi Humas bagi instansi pemerintah untuk merumuskan kebijakan dalam menyelenggarakan suatu Pemerintahan. dan sebagai resikonya memberikan kepatuhannya kepada semua kebijakan pemerintah. Humas dalam sektor Publik menghadapi tantangan yang tidak kalah berat dibandingkan dengan tantangan yang dihadapi Humas sektor swasta. maka belakangan ini masyarakat Indonesia seolah mendapatkan kekuatannya untuk terlihat secara aktif terhadap semua proses kebijakan pemerintah. Masyarakat Indonesia secara paradigmatic dan psikologis mengalami berbagai perubahan “drastic”. Di satu pihak pemerintah ingin menegakkan otonomi daerah dengan sejumlah perda. Kota. Warga Negara sebagai Publik utama yang dihadapi Humas mempunyai kecenderungan yang semakin apatis terhadap pemerintah.Fungsi Humas pemerintah adalah mengatur lalu-lintas. memonitor dan merekam opini Publik serta tanggapan masyarakat terhadap pemerintah. apa lagi ketika otonomi daerah telah diberlakukan secara taat asas. Dengan terjadinya pergeseran konteks tersebut. Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa “perbedaan-perbedaan paradigmatic dan persepsi antara pemerintah dan public (masyarakat) dalam menyelenggarakan otonomi daerah selayaknya dijembatani secara proporsional dan bertanggungjawab. Akibatnya pemerintah tidak memperoleh kepercayaan dari warga masyarakat (Putra. Prinsip memperoleh public acceptance dan public support tersebut tentu saja menjadi salah satu factor penting dalam mengukur keberhasilan Humas Pemerintah dalam menjalankan fungsi dan perannya. oleh karena itu biro ini seyogyanya mempunyai kedudukan yang dapat memberikan keleluasaan dalam menjalankan tugasnya. agar dapat dipahami sebagai public acceptance dan public support. Jika pada masa sebelumnya masyarakat seolah mengalami ketakutan. Banyak program dan kebijakan tidak mendapatkan dukungan yang memadai dari Publik utamanya. Dengan demikian dalam penyelenggaraan otonomi daerah Humas tidak terpaku pada birokrasi yang nantinya akan membatasi ruang geraknya. program. serta mengolah data sebagai acuan dalam perumusan dan penyempurnaan pemerintah. . Humas harus mampu berperan dalam mengembangkan potensi daerah. tetapi dilain pihak sangat mungkin perda-perda tersebut hanya menyulitkan dan memberatkan masyarakat”. sirkulasi informasi internal dan eksternal. dengan memberikan informasi serta penjelasan seluas mungkin kepada Publik (masyarakat) mengenai kebijakan. serta tindakan-tindakan dari lembaga atau organisasinya.

Bagaimana pelayanan yang diberikan praktisi humas kepada masyarakat mengenai informasi yang dibutuhkan dalam menunjang penyelenggaraan otonomi daerah? 3. Dapat memberikan informasi yang berguna bagi pengembangan studi mengenai fungsi Humas pemerintah terutama dalam penyelenggaraan otonomi daerah. . c.3.2. Fungsi kehumasan itu diharapkan berhasil kalau berada di bawah pimpinan atau mempunyai hubungan langsung dengan pimpinan tertinggi (pengambil keputusan) pada organisasi/instansi yang bersangkutan. dan sekaligus terkait langsung dengan fungsi pimpinan manajemen. Sebagai salah satu tugas akhir semester mata kuliah Humas Pemerintahan. Bagaimana pelaksanaan fungsi humas dalam pensosialisasian kebijakan pemerintah kota dalam menunjang penyelenggaraan otonomi daerah? 2. Bagaimana model huams pemerintah yang tepat dalam menunjang pelaksanaan otonomi daerah? 1. Oleh karena itu. Rumusan Masalah 1.serta mampu mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah yang dititikberaktan pada daerah kota dan kabupaten. 1. b. kehadiran Humas dalam system manajemen suatu lembaga sudah selayaknya secara optimal. Tujuan Penulisan a. Hal ini sesuai dengan pendapat Ruslan (1999:101) mengatakan bahwa “pada prinsipnya fungsi Humas secara structural dalam organisasi merupakan bagian yang integral yang tak dapat dipisahkan dari status kelembagaan atau organisasi. Dapat mengetahui model humas pemerintah yang tepat dalam menunjang pelaksanaan otonomi daerah.

Mengamati dan mempelajari tentang hasrat.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Disinilah Humas berfungsi untuk mengelola informasi dan opini public. karena rakyat turut mengawasi setiap kegiatan pemerintah. walaupun ruang lingkupnya berbeda. keinginan-keinginan dan aspirasi yang terdapat dalam masyarakat (learning about public desires and aspiration) 2. Kelengkapan ini dianggap sangat penting karena falsafah Negara dari rakyat.1. 1999:37) diklasifikasikan menjadi Humas pemerintah pusat dan Humas Pemerintah daerah. Terdapat beberapa hal untuk melaksanakan tugas utamanya: 1. apabila tidak sesuai dengan aspirasi rakyat. oleh rakyat dan untuk rakyat seperti yang dikehendaki dalam bentuk Negara yang menganut system demokrasi. peraturan-peraturan dan hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan rakyat sendiri. Kegiatan memberikan nasehat atau sumbang saran untuk menanggapi atau sebaliknya dilakukan oleh instansi/lembaga pemerintah seperti dikehendaki publiknya (advising the public about what is should desires) . rakyat secara cepat akan mengeritiknya. Sebagai Negara demokrasi Humas berfungsi melayani rakyat. KONSEP HUMAS Eksistensi Humas dalam suatu lembaga/instansi pemerintah merupakan keharusan secara fungsional dan operasional. Melalui Humasnya pemerintah dapat menyampaikan informasi atau menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan kebijaksanaan dan tindakan-tindakan tertentu serta aktivitas dalam melaksanakan tugas-tugas dan kewajiban kepemerintahannya. kedua menerangkan dan mendidik mengenai perundang-undangan. opini ublik dikaji dan diteliti seefektif mungkin untuk keperluan pengambilan keputusan dan penentuan kebijakan selanjutnya. Informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah disebarluaskan. pertama menyebarkan informasi secara teratur mengenai kebijaksanaan perencanaan dan hasil yang telah dicapai. Tugas Humas pemerintah disini. Humas pemerintah menurut Sam Black (Effendy. Kedua-duanya menurutnya mempunyai tugas yang sama.

To key citizen informed o fthe council’s policy and its day-by-day activities. tentu saja inisiatif datang dari kita (pemerintah dan pemerintah daerah) . To enlighten citizen them of their right and responsibilities. Dalam alam demokrasi Pancasila kehumasann harus mempunyai sifat membina dan mengembangkan partisipasi rakyat serta mendidik masyarakat yang berhubungan dengan kepentingan dikalangan pemerintah dan masyarakat bersama-sama mencapai tujuan Negara. Guna menjaga hubungan yang jujur dan harmonis program-program dan mekanisme sekitar hubungan tersebut.3. Memberikan penerangan dan informasi tentang apa yang telah diupayakan oleh suatu lembaga/instansi Pemerintahan yang bersangkutan (informing and about what an agency is doing) Ruslan. hubungan pemerintah dan masyarakat titik beratnya pada stabilitas politik dan ketertiban umum. yakni: 1. Kemampuan untuk mengusahakan terjadinya hubungan memuaskan yang diperoleh antara hubungan public dan aparat Pemerintahan (ensuring satifactory contac between and government official) 4. (memberi kesempatan kepada mereka untuk menyatakan pandangan mengenai proyek baru yang penting sebelum lembaga mengambil keputusan). 2. (memberikan penerangan kepad apenduduk mengenai cara pelaksanaan system Pemerintahan daerah dan mengenai hak-hak dan tanggungjawab mereka. yaitu pemerintah dituntut untuk menjelaskan segala sesuatu yang dikerjakan atas nama rakyat banyak (terutama dalam system demokrasi liberal). 3. Dalam Negara bagaimanapun bentuk Pemerintahannya. To promatoe a sense of civic pride (mengembangkan rasa bangga sebagai warga Negara) Pendapat Sam Black tersebut di atas hamper sejalan dengan pemikiran yang dikemukakan oleh Widjaya (1993:126) yang mengemukakan bahwa humas dapat ditinjau dari beberapa aspek. Ditinjau dari segi kenegaraan/politik kehumasan sangat erat hubungannya dengan mekanisme demokrasi. dan membina masyarakat yang mempunyai kesadaran tinggi untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. 2. hubungan antara pemerintah dengan masyarakat sebagai warga negara harus dipelihara dengan berbagai cara (tergantung sistem politik yang ada). To give theme decisions are by the council. 1999:39) menyebutkan ada 4 tujuan utama Humas Pemerintahan daerah yaitu: 1. 1999:297). Dalam masa pembangunan sekarang ini. 4. 4. (memelihara penduduk agar tahu jelas mengenai kebijaksanaan lembaga beserta kegiatan sehari-hari). 3. Selanjutnya menurut Sam Black (Effendy.

Lebih lanjut Glen dan Danny Griswold (Abdurahman. menurut penulis ada beberapa kesamaan pokok pikiran yaitu. 1995:25) menyebutkan bahwa: Public relations adalah suatu fungsi manajemen yang enlai sikap public. mutual-confidance dan image yang baik. daya piker. Humas merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperoleh goodwill. menyebarluaskan pesan atau informasi mengenai kebijakan hingga program-program kerja nasional kepada masyarakat. Kedua. menunjukkan kebijaksanaan public dan melaksanakan rencana kerja untuk memperoleh pengertian dengan pengakuan dari public. Humas adalah usaha untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara suatu badan atau organisasi dengan masyarakat melalui suatu proses timbale balik atau dua arah. Pertama. karenanya perlu usaha human relations. menguntungkan semua pihak. banyak yang emosional. Humas merupakan unsure yang sangat penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik dari organisasi atau perusahaan. Ketiga. menjadi komunikator dan sekaligus sebagai mediator yang proaktif dalam menyembatani kepentingan isntansi pemerintah disatu pihak. Dengan mekanisme kehumasan kita hidupkan inisiatif. dan menampung aspirasi serta memperhatikan keinginan- . Dari berbagai pendapat yang dikemukakan diatas. Hubungan yang harmonis ini timbul dari adnaya mutual-understanding. sasaran Humas adalah menciptakan opini public yang favourable. negatif. dinamia dan sumbangsih/kritik yang konstruktif. Ruslan (1999:34) mengemukakan bahwa fungsi pokok humas pemerintah Indonesia pada dasarnya mengamankan kebijakan pemerintah. kepercayaan. Uraian di atas akan lebih jelas jika kita melihat beberapa definisi humas seperti yang dikemukakan oleh Cutlip Center dan Brown (1985:6) bahwa “The management function that estabilish and maintain mutually beneficial relationship between and organization and the public on home it success of failurdependt” Dari catatan itu. Tidak semua anggota masyarakat mampu berkeinginan/menyampaikan pendapat secara rasional. memberikan pelayanan. 6. Guning dan Hunt (1984:6) lebih memfokuskan kegiatan Humas sebagai kegiatan komunkasi dengan mengemukakan pengertian humas sebagia kegiatan pengelolaan komunikasi antara sebuah organisasi dengan berbagai publiknya.5. Pemerintah sama sekali tidak menghendaki adanya masyarakat yang pesimis. Humas dapat dilihat sebagai fungsi manajemen untuk membangun dan menjaga hubungan saling menguntungkan antara organisasi dengan berbagai pihak yang menentukan keberhasilan atau kegagalan organisasi tersebut. statis dan frustasi. Dengan demikian. saling pengertian dan citra ygbaik dari berbagai public atau masyarakat. Ini semua merupakan langkah yang ditempuh oleh Humas untuk mencapai hubungan yang harmonis.

Sasaran yang dituju adalah khalayak di dalam organisasi dan khalayak di luar organisasi. dan ia harus menelitinya sehingga dapat diketahui dengan pasti efek komunikasinya. dan berperan serta menciptakan iklim kondusif dan pembangunan nasional baik jangka pendek maupun jangka panjang. penggiatan persuasi dan pengkajian pendapat umum. dan badan usaha melalui para praktisi Humas untuk merumuskan organisasi atau struktur dan komunikasi guna menciptakan saling pengertian yang lebih baik antara lembaga itu dengan khalayaknya (orang-orang yang harus dihubunginya). Humas dapat dipandang sebagai alat medium untuk menciptakan hubungan-hubungan dengan siapa saja yang dianggap dapat membawa keuntungan dan kemajuan bagi organisasi atau lembaga yang bersangkutan. Ciri komunikasi dalam Humas sebagaimana dikemukakan di atas ialah komunikasi yang timbal balik (two way traffic communication). Efek yang diharapkan adalah terbinanya hubungan yang harmonis antara organisasi dan khalayak. 2. 2. Effendy (1990:132) mengemukakan cirri-ciri Humas adalah: 1. PERKEMBANGAN HUMAS Humas dan Publik relation (PR) secara umum diartikan sebagai semua kegiatan yang dilakukan oleh semua lembaga atau organisasi. Tujuan yang hendak dicapai adalah tujuan organisasi tempat humas menginduk.keinginan publiknya dilain pihak. 3. 5.2. Kegiatan yang dilakukan terdiri atas penyebaran informasi. 4. sehingga feedback timbul dengan sendirinya. . Ini mutlak harus berlangsung. Komunikasi yang dilancarkan berlangsung dua arah secara timbale balik. artinya praktisi Humas dalam menyampaikan pesan harus mengetahui efeknya.

sebagai suatu program aksi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sebagai ilmu pengetahuan relatif masih baru dan termasuk dalam jajaran ilmu-ilmu sosial seperti politik..M. Alwi Dahlan. Sebagai lembaga pertama di Indonesia yang menghimpun para praktisi Humas adalah Perhumas (Perhimpunan Hubungan Masyarakat). . Nana Sutrisna (Pejabat Departemen Luar Negeri Faisal Tamim (pejabat Depdagri). Kedua. Humas itu sudah ada sejak manusia lahir di dunia. dukungan atau pendapat umum). Marah Joenoes. Munculnya Humas dapat ditelusuri pada Zaman Thomas Jefferson. komunikasi dan lain-lain.Lahirnya konsep Humas atau Public Relations terdapat beberapa pendapat versi yang berbeda-beda. dan hingga saat ini metode dan pendekatannya masih digunakann (Rahmad. Lembaga-Lembaga pemerintahan dan BUMN. administrasi negara. adalah Wardiman Djojonegoro. sejarah. sebagai alat untuk mengerti atau memahami sikap public dan mengetahui apa yang harus tidak boleh dilaksanakan oleh organisasi/perusahaan untuk mengubah sikap mereka. Humas merupakan engineering of consent (rekayasa sikap. dan merupakan salah satu unsur dari administrasi yang ada dalam praktek bidang keg tertentu Humas juga merupakan satu profesi yang berkaitan dengan hubungan antara suatu lembaga/organisasi dengan publiknya yang ikut menentukan kelangsungan lembag aitu. Bakohuman ini menghimpun para pejabat dan staf Humas di lingkungan Depatermen. psikologi. Pendirinya dari kalangan swasta dan pemerintahan antara lain. 1994:15). Dr. Brijen Soemarhadi. jadi sama tuanya dengan peradaban manusia. Akan tetapi. Lembaga ini didirikan (berbadan Hukum) pada tanggal 12 Desember 1972. Drs. Perkembangan Humas di Indonesia cukup pesat. profesi Humas diakui sejak terbentuknya Bakohumas (badan koordinasi Hubungan Masyarakat) pada tanggal 13 Maret 1971. ekonomi. Humas dalam pengertian ini dipraktikkan dan dirintis oleh Alexander Hamilton. Wisaksono Noeradi (Pimpinan Biro Iklan Matari) dan beberapa tokoh lainnya. kedua pertumbuhan ekonomi dan yang ketiga adalah kebutuhan masyarakat akan informasi yang akurat. ada 3 faktor yang melatar belakangi yaitu: Pertama cepatnya kemajuan teknologi. Dalam hubungan ini terdapat dua fungsi pokok dari Humas. R. Secara spesifik Humas adalah salah satu cabang ilmu komunikasi. Pertama. Di Indonesia Humas secara institusional baru tampak pada tahun 1950-an. Perhumas dibetuk dengan tujuan meningkatkan keterampilan profeisional Humas. Tapi sebagai suatu fenomena social dan sebagai suatu kegiatan baku dalam masyarakat. memperluas dan memperdalam pengetahuan teknis Humas dan sebagai wahana pertemuan para praktisi Humas. Soemadi (Mantan Direktur TVRI) Imam Sajono (konsutan Humas). Jadi Humas erat hubungannya dengan pembentukan opini public dan perubahan sikap. Menurut Thomas Jefferson dalam masyarakat yang demokratis kita tergantung persetujuan (concent) rakyat. HDJ. opni. Wibowo.

4.3. karena itu sikap keterbukaan informasi sangat diperlukan. Jadi. khususnya Negara berkembang seperti Indonesia. pemberian pelayanan kepada masyarakat dengan sikap yang disesuaikan dengan kepentingan orang atau golongan.Perhumas telah tercatat sebagai anggota IPRA (International public Relations Association) yang berpusat di Jenewa Swiss. agar lembaga/instansi dimana Humas itu berada memperoleh kepercayaan dari publiknya. Humas ini merupakan kelanjutan dari proses penetapan kebijakan. serta turut merintis pembentukan FAPRO (Federation of ASEAN Public Relations Organizations) pada awal 1980-an (Anggoro. langkah-langkah. dan kebudayaan yang telah dicapai oleh bangsa kepada khalayak di dalam maupun di luar negeri. pada dasarnya tutgas Humas pemerintah menurut Rachmadi (1994:78) adalah: 1. termasuk fasilitas peliputi kepada media massa untuk acara-cara resmi yang penting.Di semua Negara. 2000: 57-58). serta memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa informasi yang diperlukan secara terbuka. Mempromosikan perkembangan ekonomi. Memberikan bantuan kepada media masa berupa bahan-bahan informasi mengenai kebijakan dan langkah-langkah serta tindakan pemerintah. lembaga non departemen. 2. selanjutnya menyampaikan tanggapan masyarakat dalam bentuk feedback kepada pimpinan instansi Pemerintahan yang bersnagkutan sebagai input. jujur dan obyektif. Humas pemerintah bertugas memberikan informasi dan penjelasan kepada khalayak public mengenai kebijakan dan langkah-langkah/tindakan yang diambil oleh pemerintah. yaitu masyarakat dalam arti luas. 2. Pelayanan dan sikap yang baik sangat penting demi terciptanya pengertian dan penghargaan yang sebaik-baiknya. Memonitor pendapat umum tentang kebijakan pemerintah. Pemerintah merupakan sumber informasi yang penting bagi media. Badan usaha Milik Negara/BUMN) merupakan suatu keharusan fungsional dalam rangka tugas penyebaran informasi tentang kebijakan program dan kegiatan-kegiatan lembaga pemerintah kepada masyarakat. lembaga kehumasan sangatlah diperlukan. 3. serta mengusahakan tumbuhnya hubungan yang harmonis antara lembaga/instansi dengan publiknya dan memberikan pengertian kepada publiknya (masyarakat) tentang apa yang dikerjakan oleh instansi pemerintah dimana Humas itu berada dan berfungsi. Memberikan penerangan dan pendidikan kepada masyarakat tentang kebijakan. dan tindakan-tindakan pemerintah. KEDUDUKAN HUMAS DALAM LEMBAGA PEMERINTAH Humas dalam lembaga pemerintah (deartemen. .

mata dan telinga pemerintah mempunyai kewajiban untuk memantapkan program-program pemerintah. Adapun yang menjadi dasar pembentukan kegiatan Humas adalah adanya anggapan bahwa jika masyarakat diberi tahu masalahnya. Humas pemerintah merupakan bagian dari organisasi sesuatu departemen/lembaga non departemen yang memainkan peranan yang cukup penting. Dengan posisi itu Humas dapat mengetahui langsung latar belakang dari suatu keputusan yang diambil oleh pimpinan lembaga. Press Agentry Model (Model Keagenan Press atau Model Propaganda) . which we call the dominant coalition”. Karena pada dasarnya masyarakat itu merupakan pihak yang tanggap dan meningkatkan kebenaran. dengan perspektif yang berbeda. Dengan demikian Humas harus menunjang terwujudnya tujuan organisasi dan mengusahakan agar masyarakat mau menerima dan mengakui pertanggungjawaban yang diberikan. Dari penjelasan tersebut di atas bahwa Humas perlu mendapat kedudukan yang tinggi dalam organisasi agar dapat dengan mudah menjalankan aktivitasnya dan dapat menjalankan fungsinya secara maksimal.Mengenai kedudukan humas dalam lembaga pemerintah. 2. MODEL-MODEL HUMAS Ada berbagai macam model-model Humas yang dikemukakan oleh berbagai macam pakar.4. Humas sebagai tangan kanan. Cutlip and Center dalam Rahmadi (1994:78) mengatakan bahwa idealnya Humas itu dimaksudkan ke dalam staf inti. untuk keperluan tulisan ini ada beberapa model yang perlu penulis kemukakan antara lain: a. maka masyarakat akan bersikap wajar dan bijaksana. Selain itu Humas juga berterus terang menampung suara-suara atau tanggapan masyarakat mengenai kebijakan dan tindakan-tindakan yang di ambil oleh instansi atau lembaga yang bersangkutan. Selain itu agar dapat menjalankan kewenangan untuk ikut ambil bagian dalam proses pengambilan kebijakan organisasi. Humas perlu didudukkan dalam maajemen puncak (pimpinan management) sebagaimana dikemukakan oleh Gruning (1992:5) yang menyatakan bahwa “Public Relations Manager Should be involed in decision making by the group of senior managers who control an organization. langsung berada dibawah pimpinan (Decision makers) atau top manager supaya lebih mampu dalam menjalankan tugasnya. sehingga Humas langsung dapat bahan informasi untuk disampaikan kepada publik yang bersangkutan jadi idealnya Humas itu berfungsi sebagai saluran langsung dari lingkungan dimana terjadi proses pengambilan keputusan kepada masyarakat agar keputusan yang dibuat itu dipahami dan diterima.

Public Information Model (Model Informasi Publik). Two Way Model (Model Asismetris dua arah). Namun demikian berbeda dengan model press agentry. Model ini menggambarkan sebuah model Humas yang beroperasi berdasarkan penelitian dan menggunakan komunikasi untuk mengelola konflik dan meningkatkan pemahaman dengan public strategic. bersikap dan bertindak sesuai dengan harapan-harapan organisasi. Praktisi Humas yang mempraktikan model ini menggunakan hasil riset untuk mengembangkan pesan-pesan sekitarnya lebih mudah untuk membujuk publik agar publik berpikir. d. misanya untuk merancang pesan. Model ini menggambarkan kegiatan Humas bertujuan untuk penyebaran informasi kepada public. Two Way Symeirical Model (model simetris dua arah). . Menurut Gruning (1992) praktisi yang mempraktikan model ini sering dipandang tidak lebih seekdar flack. Dengan kata lain Humas dalam sebuah organisasi disamping berfungsi untuk mempersuasi public juga berfungsi untuk membujuk pengelola organisasi. Model ini disebut juga sebagai model persuasi ilmiah yang menggunakan hasil-hasil penelitian tentang sikap. b. Inilah yang menurut Gruning (1992) merupakan model Humas yang paling etis dan bisa diterima secara skematis Humas dalam organisasi. Model ini sudah lebih canggih dari kedua model sebelumnya. Praktisi yang mempraktikan model ini sering dijuluki media dan membuat press release sesering mungkin. dalam model ini praktisi sudah mempertimbangkan pentingnya dalam informasi. kebenaran dari informasi yang disampaikan menjadi tidak penting.Model ini menggambarkan program-program Humas dengan tujuan tunggal untuk memperoleh publisitas melalui media massa yang menguntungkan (favorable) organisasi. Model ini menekankan pentingnya sebuah perubahan perilaku organisasi untuk merespon tuntutan public. c.

Cultip dan Center (Effendy. perlu diupayakan hubungan yang harmonis antara public relations (Humas) dalam lingkungannya. Merencanakan dan melaksanakan program-program yang dapat menimbulkan penafsiran yang menyenangkan terhadap kebijakan dan oeprasionalisasi organisasi.1. 2. sirkulasi informasi internal dan eksternal. Memudahkan dan menjamin arus opini yang bersifat mewakili dari public-publik suatu organisasi. program. intern maupun ekstern. dengan memberikan informasi serta penjelasan seluas mungkin kepada Publik (masyarakat) mengenai kebijakan. menumbuhkan motivasi dan partisipasi public dengan upaya menciptakan motivasi dan partisipasi public dalam upaya menciptakan iklim pendapat (opini public) yang menguntungkan. serta tindakan-tindakan dari lembaga atau organisasinya. sehingga kebijaksanaan dengan ragam kebutuhan organisasi dan pandangan public-publik tersebut. dalam rangka menanamkan pengertian. Mengenai konsep fungsional Humas Scott. disamping itu juga sebagai koordinator dari lalulitas informasi dengan masyarakat. 3. Edwin Ermery (1988:382) menyebut fungsi Humas sebagai “to establish mutually benefid throught acceptable communication relationship with its various publics” secara umum sasaran kegiatan Humas swasta maupun pemerintah adalah menciptakan opini public yang menguntungkan perusahaan atau lembaga pemerintah yang bersangkutan.BAB III PEMBAHASAN 3. Senada dengan pendapat di atas Rachmadi (1994:22) mengemukakan bahwa: Fungsi pokok Humas adalah mengatur lalu-lintas. 1999:34) memberikan penjelasan sebagai berikut: 1. agar dapat dipahami sehingga memperoleh public support dan public acceptance. Menasehati manajemen mengenai jalan dan car amenyusun kebijaksanaan dan operasionalisasi organisasi untuk dapat menerima secara maksimal oleh public. Kedua pendapat di atas menurut hemat penulis bahwa memang secara idela Humas sebetulnya sebgai juru bicara organisasinya. Untuk mencapai tujuan atau sasaran tersebut. FUNGSI HUMAS PEMERINTAH Fungsi utama Humas adalah menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antara lembaga/instansi dengan publiknya. Untuk melaksanakan tugasnya secara sempurna adalah wajar kalau Humas .

Dengan demikian peranan Humas menjadi penghubung bagi pimpinan manajemen dari organisasi/lembaga yang ruang lingkup tugasnya meliputi peran taktis dan strategis. menyebarluaskan pesan informasi mengenai kebijakan hingga program-program kerja nasional kepada masyarakat.ditempatkan dalam kedudukan sebagai bagian dari Mekanisme pengambilan keputusan dan karena itu juga Humas harus dekat pejabat pengambil keputusan. Humas berupaya memberikan pesan-pesan dan informasi kepada masyarakat umum. Peran taktis dan strategis kehumasan pemerintah menurut Ruslan adalah menyangkut: (1) tugas secara taktis dalam jangka pendek. terakhir bagaimana upaya untuk menciptakan citra atau opini masyarakat yang positif. sedangkan ke dalam wajib menyerap reaksi. (2) Memberikan pelayanan. untuk membantu (backup) mencapai tujuan dan sasaran bagi lembaga/instansi pemerintahan yang bersangkutan dan menciptakan citra serta opini masyarakat yang menguntungkan. Ruslan. memberikan sumbang saran. (2) Melakukan komunikasi timbale balik yang kreatif. Berdasarkan peran Humas tersebut. memotivasi dan mempengaruhi opini masyarakat dengan usaha untuk menyamakan persepsi dengan jujur dan sasaran instansi/lembaga yang diwakilinya. Humas mempunyai peran ganda yaitu fungsi keluar berupaya memberikan informasi atau pesan-pesan sesuai dengan tujuan dan kebijaksanaan instansi/lembaga kepada masyarakat sebagai khalayak sasaran. dinamis. (3) Mempengaruhi dan menciptakan pendapat umum yang menguntungkan lembaganya. (4) Berperan serta menciptakan iklim koindusif dan pembangunan nasional baik jangka pendek maupun jangka panjang. . (3) Menjadi komunikator dan sekaligus sebagai mediator yang proaktf dalam menjembatani kepentingan instansi pemerintah disatu pihak. dan menamung aspirasi serta memperlihatkan keinginan-keinginan publiknya di lain pihak. gagasan dan hingga ide-ide cemerlang serta kreatif dalam menyukseskan program kerja lembaga instansi/lembaga yang bersangkutan dan hingga pelaksanaan pembangunan nasional. saling mendukung kedua belah pihak dan menarik perhatian kepada audiensinya. (2) Tugas Strategis (jangka panjang) Humas yakni berperan serta aktif dalam proses pengambilan keputusan (decision making approach). selanjutnya menurut Ruslan (1998:301) maka praktisi Humas harus memiliki kemamuan untuk: (1) Mengamati dan menganalisis persoalan yang menyangkut kepentingan instansinya atau lkhalayak yang menjadi target sasaran. (4) Menjalin hubungan baik atau kerjasama dan saling mempercayai dengan berbagai pihak yang terkait. (1999:299) menyebutkan bahwa tugas pokok Humas adalah bertindak sebagai komunikator. efektif. inspirasi atau opini khalayak tersebut diserasikan demi kepentingan instansinya atau tujuan bersama. Kemamuan untuk melakukan komunikasi timbal balik. Secara garis besarnya. dan khaayak tertentu sebagai target sasarannya. Dengan demikian fungsi pokok Humas pemerintah Indonesia pada dasarnya adalah: (1) Mengamankan kebijakan.

artinya bagaimana eksekutif daerah memberi apresiasi pada fungsi Humas serta bagaimana profesionalisme Humas mampu membangun citra positif bagi daerah sehingga tumbuh kebanggaan di kalangan publik internal maupun pihak luar yang berkepentingan dengan pemerintah daerah.Dalam rangka untuk menunjang pelaksanaan fungsi dan tugas tersebut. Research-listening (penelitian dan mendengarkan) dalam tahap ini. Selain itu Humas berkewajiban untuk turut serta memantapkan program pemerintah dalam suatu sistem politik yang ada sekarang. agar sistem politik itu semakin baik dan salah satunya adalah menghadapi otonomi daerah yang dititikberatkan pada daerah kota dan kabupaten. khalayak yang berkaitan dengan kepentingan pembentukan opini publiknya. press release. baik bersumber dari lembaga/instansi maupun yang berasal dari pihak publiknya. termasuk menetapkan program kerja . buletin. poster dan lain sebagainya. (4) Mengumpukan berbagai data dan informasi yang berasal dari berbagai sumber. yaitu what is aur problem (apa yang menjadi problem kita). pemerintah dapat menjelaskan tindakan dan kebijakan dalam melaksanakan tugas. mislanya kliping. Humas juga harus mampu mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah sehingga dapat terrealisasi dengan baik. news letter. (2). (3) Menyelenggarakan pendokumentasian setiap ada publikasi dan peristiwa dari suatu kegiatan atau acara penting di lingkungan lembaga/instansi. Cutlip & Center (1982: 139) memberikan solusi untuk memaksimalkan fungsi Humas. (Perencanaan dan Mengambil Keputusan) Tahap ini menyampaikan sikap opini. sikap dan reaksi dari mereka yang berkepentingan dengan kebijaksanaan suatu organisasi kemudian melakukan pengevaluasian terhadap fakta-fakta dan informasi yang masuk untuk menentukan keputusan berikutnya. majalah. Melalui Humas. brosur. Selanjutnya ditetapkan permasalahan ini akan menetapkan yang berkaitan langsung dengan kepentingan organisasi. ada beberapa kegiatan yang dihadapinya antara lain yaitu: (1) Kemamuan membangun dan membina saling pengertian antara kebijaksanan pimpinan lembaga/instansi dengan khalyaak eksternal dan internal. serta mampu berperan dalam mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah. Depdagri (2000:23) mengemukakan fungsi Humas dalam menghadapi pelaksanaan otonomi daerah adalah masalah pemberdayaan Humas. Tahap-tahap program Humas sebagai berikut: (1). Planning-Decision. (2) Sebagai pusat pelayanan dan pemberian informasi. (5) Kemampuan membuat produ publikasi Humas. penelitian berkaitan dengan opini. yaitu dengan memberi saran bagaimana Humas memecahkan persoalan melalui program kerja yang terencanade menciptakan angkah-langkah pokok landasan acuan untuk pelaksanaan program kerja Kehumasan. ide-ide dan reaksi yang berkaitan dengan kebijaksanaan.

bulat dan menyeluruh yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah (Depdagri. pelaksanaan. . Evaluation (mengevaluasi). menumbuhkan prakarsa dan kreativitas mereka secara aktif. peradilan. Sistem yang dianut dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 adalah otonomi yang luas. 3. perencanaan dan evaluasi yang serius. serta meningkatkan fungsi dan peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). yang sebenarnya akan secara otomatis muncul apabila program Humas dirancang berdasarkan penelitian. Tahap ini adalah menjelaskan dan sekaligus mendramatisir informasi mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan. Beberapa hal mendasar dalam penyelenggaraan daerah yang dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 adalah pentingnya pemberdayaan masyarakat. Moneter dan fiskal serta agama dan bidang-bidang tertentu diserahkan kepada daerah secara utuh. Tahap yang paling sering diabaikan adalah penelitian. hankam. dan merupakan proses yang berkesinambungan dalam bentuk spiral. yang diperlukan tumbuh dan berkembang di daerah. pada tahap ini pihak Humas mengadakan penilaian hasil-hasil dan program kerja lainnya (Haq did we do) bagaimana kita telah melakukannya) Kaitan setiap dari empat tahapan atau langkah-langkah dalam program kerja Humas tersebut saling berhubungan dan tidak dapat dipisah-pisahkan. perencanaan dan evaluasi. salah satu tahap terabaikan akan masuk program Humas secara keseluruhan. karena terlalu banyak menekankan pekerjaan pada publisitas. Proses kerja Humas merupakan satu kesatuan yang secara sirkular terus menerus berlangsung. Semua kewenangan pemerintah kecuali bidang politik luar negeri. 2005). Communication-Action (Komunikasi dan pelaksanaan). (4). PENYELENGGARAAN OTONOMI DAERAH Penyelenggaraan otonomi daerah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebgai pengganti Undang-Undang sebelumnya yang mengandung makna daerah diberi otonomi untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut perundang-undangan. nyata dna bertanggungjawab.2. Keleluasaan otonomi meliputi kewenangan daerah dalam penyelenggaraannya dimulai dari perencanaan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi.organisasi yang sejalan dengan kepentingan atau keinginan-keinginan pihak yang berkepentingan: Here is what we can do? (apa yang mesti kita kerjakan) . (3). Setiap tahap proses kerja Humas itu merupakan satu kesatuan yang sama pentingnya bagi pelaksanaan program kerja Humas. sehingga efektif untuk mempengaruhi pihak-pihak yang dianggap penting dan berpotensi dalam memberikan dukungan sepenuhnya (Here what we did and why) apa yang telah dilakukan dan mengapa begitu).

lembaga politik.Dengan demikian tujuan pemberian otonomi berupa peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. retribusi dan lainlain usaha yang sah sesuai dengan peraturan yang berlaku. 22 Tahun 1999:56). lembaga hukum. . Dari penjelasan diatas jelas bahwa pemungutan pajak dan retribusi daerah merupakan salah satu komponen yang berperan dalam penyelenggaraan otonomi daerah. pemerataan dan keadilan serta potensi keanekaragaman daerah yang dilaksanakan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. kabupaten. mempunyai sumber-sumber keuangan sendiri. Esensi kebijaksanaan desentralisasi ini adalah memindahkan arena utama Pemerintahan dari tingkat pusat ke tingkat daerah (provinsi. nyata dan bertanggungjawab dalam rangka pemberdayaan masyarakat. daerah kabupaten daerah kota dan desa. Berdasarkan pendapat tersebut otonomi daerah adalah mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sehingga daerah mempunyai keleluasaan tanpa campur tangan pemerintah pusat. sehingga daerah harus mampu menggali sumber-sumber keuangan sendiri. Dengan demikian. dalam penyelenggaraan otonomi daerah menurut Widjaya (2001: 32) harus mampu (1) Berinisiatif (menyusun kebijaksanaan daerah dan menyusun rencana pelaksanaannya). Upaya untuk meningkatkan kemandirian daerah menurut Roal Hakim (1999: 30) daerah otonomi mempunyai ciri yaitu: mempunyai aparatur Pemerintah sendiri. menetapkan pajak. (4) Menggali sumber-sumber keuangan sendiri. (2) Memiliki alat pelaksanaan sendiri yang qualified. wewenang tertentu. lembaga dapat dan lembaga swadaya masyarakat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. peran serta masyarakat. retribusi dan lain-lain yang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. mempunyai hak membuat kebijaksanaan/peraturan sendiri. (3) Mmebuat peraturan sendiri (dengan Perda). mempunyai urusan-urusan. Dalam meningkatkan kemandirian daerah harus mempunyai arah kebijakan daerah dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara 1999-2004 dijelaskan bahwa: Mengembangkan otonomi daerah secara luas. lembaga ekonomi. Hal ini sesuai dengan ketatapan MPR Nomor XV/MPR/1998 yaitu perlu penyelenggaraan otonomi daerah dan memberikan kewenangan luas kepada daerah secara proporsional. Sehubungan dengan pelaksanaan otonomi daerah Praktikno (2000:1) mengatakan bahwa pemerintah pusat telah menunjukkan beberapa komitmen untuk meningkatkan derajat otonomi daerah melalui berbagai kebjakan Desentralisasi Pemerintahan. kota dan desa). Melakukan pengkajian tentang berlakunya otonomi daerah bagi provinsi. pengembangan kehidupan demokrasi keadilan dan pemerataan serta pemeliharaan hubungan yang serasi antara pusat dand ae dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat tercapai (Penjelasan UU No. sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. menetapkan pajak. lembaga keagamaan.

yaitu pemerintahan wilayah administratif dan pemerintahan daerah otonom. mengatur dan mengurus sesuatu atau beberapa kepentingan tertentu sesuai dengan fungsinya. Pendapat lain dikemukakan oleh Van Der Pot (dalam Supriana. Menurut Suradinata (1993: 4) desentralisasi dapat bersifat administratif yang disebut dekonsentrasi dan bersifat politis yang disebut devolusi. Dengan demikian ada dua aspek poros pemerintahan. Secara konseptual. Itulah sebabnya. sedangkan otonomi daerah merupakan pemerintahan oleh. Begitu eratnya hubungan otonomi dan urusan ruamh tangga ini. pemerintah pusat membentuk unit-unit Pemerintahan di luar pemerintah pusat dengan menyerahkan sebagian fungsi-fungsi tertentu untuk dilaksanakan secara mandiri. Desentralisasi fungsional (function decentralisatie). perwujudan desentralisasi adalah otonomi daerah. desentralisasi merupakan perangkat untuk menumbuh kembangkan kemandirian daerah. 1989:212). dari dan untuk kelompok penduduk di bagian wilayah nasional melalui lembaga-lembaga pemerintahan yang secara formal berada di luar pemerintahan pusat. Dengan demikian. Desentralisasi adalah otonomisasi bagi sekelompok penduduk yang berdomisili di bagian wilayah nasional. Sedangkan desentralisasi dalam bentuk devolusi. Misalnya. Dalam hal ini. M. sedang dilhat dari bawah yang berlangsung adalah otonomi daerah. Marynov (1958) menyatakan bahwa desentralisasi dan otonomi daerah merupakan dua sisi mata uang. serta pemberdayaan (empowerment) kapasitas lokal (White. Hoessein (1996:26) mengemukakan bahwa: Secara empiris desentralisasi merupakan proses pembentukan daerah otonom dan atau penyerahan sejumlah wewenang dalam bidang-bidang pemerintahan tertentu kepadanya oleh pemerintah pusat. sehingga sering kata otonomi ini diartikan sama dengan urusan rumah tangga itu sendiri.Dengan penyerahan urusan kewenangan kepada pemerintah daerah akan pemberian otonomi kepada daerah lebih ditekankan kepada dampaknya terhadap kehidupan masyarakat di daerah. Saleh (Mantan Walikota Surakarta) dalam makalahnya berjudul “Kedudukan dan Kekuasaan Daerah Otonom” yang . yaitu suatu pelimpahan kekuasaan dalam rangka untuk mengatur dan mengurus rumah tangga daerah masing-masing. Dilihat dari atas organisasi negara yang memancar adalah desentralisasi. Pemerintahan wilayah administrative atau dekosntrasi ditandai dengan adnaya isntansi vertical atau kantor wilayah departemen atau instansi non departemen di daerah. 1986:2)bahwa desentralisasi dibagi: Desentralisasi ketatanegaraan di bagi dua macam yaitu desentralisasi territorial (teritoriale decentralisatie). terutama peran serta masyarakat dalam Pemerintahan (demokrasi paling bawah).

Untuk itu sangat diperlukan ‘penyampai pesan’ yang baik. . 3. Setiap kebijakan publik yang diambil itu dapat diimplementasikan dengan baik. serta mampu berperan dalam mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah. artinya bagaimana eksekutif daerah memberi apresiasi pad afungsi Humas serta bagaimana profesionalisme Humas mampu membangun citra yang positif bagi daerah sehingga tumbuh kebanggaan di kalangan public internal ataupun pihak luar yang berkepentingan dengan pemerintah daerah (Depdagri. latar belakang kebijakan yang diambil dan tujuan yang diharapkan. Tapi bagaimana publik mau mendukung. Di samping itu. Fungs Humas dalam menghadapi pelaksanaan otonomi daerah adalah masalah pemberdayaan Humas.3. Tahap-tahap proses pelaksanaan tugas Humas adalah: 1) Fact Fnding. 1993:56). tanggal 10 s/d 13 Maret 1955. sangat membutuhkan dukungan publik. dan 4) Evaluation (Widjaja. Seperti humas di perusahaan swasta. humas harus tahu. Humas harus mengetahui segala kebijakan yang lalu. menyatakan bahwa: Dalam perkataan sehari-hari. 2) Planning.. kalau tidak mengetahui maksud kebijakan tersebut. hak mengurus rumah tangga sendiri itu disebut otonomi karena eratnya hubungan otonomi dan rumah tangga sering diartikan sebagai macam-macam otonomi.disampaikan pada kongres desentralisasi daerah otonom seluruh Indonesia ke-I di Bandung. humas sebagai juru bicara pemerintah harus mengetahui segala kebijakan pimpinan. 3) Communicating. Ini terjadi. Apa pun yang terjadi di organisasi. Dalam upaya melaksanakan tugas praktisi Humas harus melakukan mekanisme kerja sesuai dengan program yang telah ditetapkan. sering ditemui masalah yaitu kebijakan publik yang diambil pejabat ditanggapi salah oleh masyarakat. dan humas harus mampu memfasilitasinya. agar system itu semakin bak dalam menghadapi otonomi daerah yang dititikberatkan pada kota dan kabupaten. sedang dan akan diberlakukan organisasi. seperti itulah idealnya Bagian Humas pemerintah pusat ataupun daerah. 2000:23). Jadi. Peran Humas Pemerintah Secara definitif Humas adalah suatu fungsi manajemen yang bertujuan menjembatani antara institusi dengan stakeholder baik luar maupun dalam. karena kurangnya informasi yang diterima masyarakat terkait dengan maksud dan tujuan dari kebijakan tersebut. Selain itu Humas berkewajiban untuk turut serta memantapkan program pemerintah dalam suatu system politik yang ada sekarang. Melalui fungsi Humas pemerintah dapat menjelaskan tindakan dan kebijakan dalam melaksanakan tugas. Humas juga harus mampu mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah sehingga dapat terealisasi dengan baik.

yaitu sebagai jembatan antara birokrasi dengan pihak luar. Bagi mereka yang telah lama menduduki suatu jabatan dirotasi dalam rangka penyegaran. Sebab. jangan ada pihak yang merasa dilangkahi. supaya tidak mengalami kejenuhan. Menurut penulis. ada beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu meningkatkan SDM Bagian Humas. Apabila ada gap antara kemampuan pegawai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. c. Pelatihan dimaksud meliputi pelatihan jurnalistik untuk meningkatkan kemampuan membuat rilis berita. karena informasi harus dengan cepat diakses dan disebarkan kepada pihak yang membutuhkan. koordinasi pengelolaan informasi dan komitmen dari pimpinan. kepatutan dan kelayakan. perlu dilakukan pelatihan sesuai proporsinya. mengubah paradigma yang keliru tentang humas. Jadi. menyangkut kegiatan pemerintahan dan pembangunan. Pelatihan pengetahuan kehumasan. Padahal sebenarnya peran dan fungsi humas lebih luas dari itu. yaitu mengangap humas hanya sebagai peliput kegiatan. Mengubah Paradigma Keliru Paradigma dimaksud menyempitkan peran dan fungsi humas pemerintah pusat atau daerah. b. Bagian Humas tak mungkin dapat melaksanakan tugas dengan baik jika SDM-nya tidak dibenahi. kewajiban humas memberikan penjelasan kepada pihak luar mengenai kebijakan yang diambil.Untuk mewujudkan Bagian Humas yang ideal seperti perusahaan swasta. baik latar belakang maupun maksud dan tujuan yang ingin dicapai. Meningkatkan SDM Bagian Humas Kualitas dan kuantitas pegawai bagian humas harus ditingkatkan sesuai kebutuhan. peningkatan sarana dan prasarana. sehingga kegiatan daerah lebih banyak diekspos. penyusun rilis berita dan pengolah naskah pidato. Ini harus dipahami oleh semua pihak. humas harus diberikan informasi yang jelas mengenai langkah kebijakan yang diambil. Terkait dengan hal ini. . Memberikan informasi kepada masyarakat tentang kebijakan yang diambil organisasi dan menerima serta mengali informasi yang berkembang di masyarakat. Tentunya sepanjang yang diinformasikan masih dalam rel kebenaran. a. Peningkatan Sarana Dan Prasarana Sarana dan prasarana Bagian Humas harus ditingkatkan sesuai kebutuhan. urusan keprotokolan. maka humas pemerintah pusat/daerah harus benar-benar diberdayakan. kalau kepala Bagian Humas berbicara di koran. sehingga dapat mengetahui peran dan fungsi humas. Perangkat yang sangat dibutuhkan saat ini adalah fasilitas internet.

d. semua pihak merasa terpanggil untuk memberikan saran penyempurnaan baik yang bersifat teknis maupun konseptual. maupun elektronik seperti radio dan televisi dalam rangka penyebaran informasi secara luas dan merata kepada masyarakat. Kepentingan perlunya pemerintah pusat/daerah memiliki media sendiri. untuk menutupi keterbatasan media massa. sesuai proporsi dan batas kewenangannya. sehingga data yang ada memiliki tingkat keakurasian yang tinggi dan up to date. jika ada pemberitaan yang keliru atau bersifat mengaburkan kebijakan pemerintah dalam pembangunan selama ini. saran dan kritik terkait kebijakan dan pelayanan pemerintah.Peningkatan ini termasuk kemungkinan humas mempunyai media sendiri baik cetak berupa jurnal atau buletin. karena mereka unsur kunci lahirnya kebijakan. Untuk itu humas harus diberikan kewenangan guna mengali informasi seluasnya dan menyampaikannya ke masyarakat. humas punya persediaan ‘amunisi’ untuk bicara kepada publik. dapat dicari tambahannya melalui penerbitan pemerintah. Pimpinan harus memiliki pandangan yang sama. Kita beri kesempatan seluasnya kepada masyarakat untuk dapat mengetahui kegagalan. . Dengan demikian.dapat dipergunakan bersama-sama dan saling melengkapi. Jadi. Misalnya. Informasi secara rutin dan berkala harus disampaikan ke humas. Hal itu dapat memperlancar lajunya arus informasi yang berguna bagi masyarakat dan pemerintah. apabila dua informasi --media massa dan media pemerintah-. bahwa humas adalah penyampai informasi resmi pemerintah. Pimpinan juga harus memahami. Pengaruh pimpinan ini sangat dominan. Selain itu. Dengan demikian. masukan. Berita lintas di media massa mengenai sesuatu hal yang dibaca masyarakat. Di samping. Komitmen Pimpinan Semua hal di atas tak mungkin dapat berjalan dengan baik. kelemahan dan kekurangan yang mungkin masih terdapat dalam pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik. Koordinasi Pengelolaan Informasi Supaya informasi yang disampaikan berkualitas. masyarakat yang memiliki informasi. jika tidak ada komitmen dari pimpinan untuk memberikan ruang gerak bagi humas untuk bekerja sesuai fungsinya. Informasi terperinci akan sangat membantu. Bagian atau unit kerja sebaiknya memberitahukan ke humas mengenai kegiatan di lingkungannya. memberikan informasi mengenai kebijakan yang diambil dinas teknis terkait tentang pelayanan kepada publik. e. dapat menyampaikannya ke Bagian Humas pemerintah pusat atau daerah. berita yang disampaikan tidak harus mengenai keberhasilan pemerintah tetapi juga segala permasalahan yang dihadapi. menjadi kewajiban media pemerintah untuk meluruskan hal itu dengan menyampaikan informasi yang lebih lengkap dan rinci. cepat dan tepat sasaran maka harus dilakukan koordinasi yang baik dengan berbagai unit kerja dan instansi terkait.

Selain itu Humas berkewajiban untuk turut serta memantapkan program pemerintah dalam suatu system politik yang ada sekarang. dan mengevaluasi kecenderungan perilaku publik atau masyarakat. agar system itu semakin bak dalam menghadapi otonomi daerah yang dititikberatkan pada kota dan kabupaten.Jadi. menganalisis. SARAN Humas pemerintahan hendaknya dapat menginterpretasikan. yakni peningkatan investasi guna mengurangi kemiskinan dan pengangguran. BAB IV PENUTUP KESIMPULAN Peranan humas di lingkungan pemerintahan sangat penting dalam membangun citra positif bangsa dan negara. tak ada maksud menutupi. Humas juga harus mampu mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah sehingga dapat terealisasi dengan baik. serta mampu berperan dalam mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah. Semuanya dalam kerangka kebaikan dan pembangunan daerah menuju kemajuan. informasi yang disampaikan harus jujur dan terbuka kepada masyarakat. Apalagi dewasa ini pemerintah tengah menghadapi berbagai persoalan kemasyarakatan yang mendasar. Fungsi Humas dalam menghadapi pelaksanaan otonomi daerah adalah masalah pemberdayaan Humas. bisa mempertemukan kepentingan pemerintahan . mengarahkan atau membela. 2000:23). artinya bagaimana eksekutif daerah memberi apresiasi pad afungsi Humas serta bagaimana profesionalisme Humas mampu membangun citra yang positif bagi daerah sehingga tumbuh kebanggaan di kalangan public internal ataupun pihak luar yang berkepentingan dengan pemerintah daerah (Depdagri. Melalui fungsi Humas pemerintah dapat menjelaskan tindakan dan kebijakan dalam melaksanakan tugas.

Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Jika semua hal ini tercapai. Jakarta: PT Bukmi Aksara. Rachmadi. Manajemen Humas dan Manajemen Komunikasi. Depdagri. DAFTAR PUSTAKA Anggoro. Jakarta:Bumi Aksara. Linggar. Effendy. maka tidak akan ada lagi citra negatif yang muncul kepada pemerintahan. Rosady. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. 1990. Teori dan Profesi Kehumasan Serta Aplikasinya di Indonesia.dan kepentingan publik karena memang hanya ini yang diinginkan oleh masyarakat. Rhenald. Komunikasi dan Hubungan Masyarakat. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Jakarta : Erlangga. M. 1992. . Widjaja. Manajemen Public Relations. AW. Publik Relations dalam Teori dan Praktek. 1994. Ruslan. Kasli. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Bandung: Remaja Rosdakarya. 1998. F. 1993. Tentang Pemerintah Daerah. Onong U. 2000.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful