PERANAN FUNGSI HUMAS PEMERINTAH DALAM PENYELENGGARAAN OTONOMI DAERAH

NAMA : IMELDA RETTOBJAAN NIM : 080815039 TUGAS : HUMAS PEMERINTAHAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO 2011

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan bimbingan Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan paper ini dengan baik. Adapun judul dari paper ini tentang “ PERANAN FUNGSI HUMAS PEMERINTAH DALAM PENYELENGGARAAN OTONOMI DAERAH ”. Penulisan paper ini di susun dalam rangka untuk memenuhi tugas akhir semester dalam mata kuliah Humas Pemerintahan. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dalam penulisan ini. Dan sekaligus juga sangat mengharapkan kritik dan juga saran yang berguna bagi penulis dalam penulisan berikutnya.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………..........I DAFTAR ISI ………….……………………………………………………….………...ii BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………..............……1 1.1. LATAR BELAKANG ……………………………………………………..….........1 1.2. PERUMUSAN MASALAH …………………………………………….…...…......5 1.3. TUJUAN PENULISAN ……………………………………………………..……..5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA …………………………………………………..……6 2.1. KONSEP HUMAS ……………………………………………………………….. 6 2.2. PERKEMBANGAN HUMAS …………………………………………………..10 2.3. KEDUDUKAN HUMAS DALAM LEMBAGA PEMERINTAH ……………12 2.4. MODEL-MODEL HUMAS ……………………………………………………..14 BAB III PEMBAHASAN ……………………………………….…...….....................16 3.1. FUNGSI HUMAS PEMERINTAH ......................................................................16 3.2. PENYELENGGARAAN OTONOMI DAERAH………………………………..20 3.3.PERAN HUMAS PEMERINTAH …………………………………..……………….……….……25 BAB IV PENUTUP ……………………………………………………………….…. 29

Beberapa hal mendasar dalam penyelenggaraan otonomi daerah yang dituangkan dalam UU Nomor 22 Tahun 1999 tersebut adalah pentingnya pemberdayaan masyarakat.... peradilan.. Indonesia menghadapi apa yang biasa disebut era globalisasi dengan segala konsekuensinya.. menumbuhkan prakarsa dan kreativitas mereka secara aktif serta meningkatkan fungsi dan peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).. 29 B. dan fiscal serta agama dan bidang-bidang tertentu diserahkan kepada daerah secara utuh. yakni tututan paradigma Pemerintahan yang bercorak sentralistik ke pemerintahan yang desentralistik. Indonesia paling tidak menghadapi dua tantangan besar.... Hal tersebut telah menyebabkan berbagai perubahan. Di atas kertas sesungguhnya Indonesia melaksanakan Pemerintahan yang desentralistik.1.A.. walaupun dalam praktiknya lebih cenderung sentralistik... hankam..... khususnya reformasi politik dan ketatanegaraan. Seiring dengan hal tersebut.. Semua kewenangan pemerintah (pusat) kecuali bidang politik luar negeri. moneter..... Latar Belakang Beberapa tahun terakhir ini.…………………. bulat dan menyeluruh yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah (Depdagri< 2004: 4)... pasal 1-h)... Pada level internasional.... Sistem otonomi yang dianut dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 adalah otonomi yang luas.. KESIMPULAN ………………………………………………….…. pada level nasional Indonesia menghadapi suatu proses reformasi... SARAN ………………………………………. Penyelenggaraan otonomi daerah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang pemerintahan Daerah sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974... 22: 1999. secara eksplisit mengandung makna bahwa daerah diberi otonomi mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan peundang-undangan (UU No...…. satu paket dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1956... 29 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………..... Perubahan tersebut tentu saja memerlukan perubahan yang mendasar pad atingkat praktiknya. Salah satu upaya untuk mereaisasikan pemerintahan yang desentralistik itu adalah dengan melakukan perubahan mendasar dalam penyelenggaraan otonomi daerah..…iii BAB I PENDAHULUAN 1. ...

pengaturan. dengan melakukan identifikasi potensi sumber-sumber pendaptan dan mampu menetapkan belanja daerah secara wajar. keadilan. efisien. nyata. Salah satu masalah yang dihadapi dalam penyelenggaraan otonomi daerahnya adalah sulitnya memperoleh dukungan masyarakat.Keleluasaan otonomi meliputi kewenangan dalam penyelenggaraannya dimulai dari perencanaan. Menurut Rachmadi (1994:22) bahwa: . dan keadilan serta potensi keanekaragaman daerah yang dilaksanakan dalam kerangka Negara Kesatuan Repubik Indonesia. pengembangan kehidupan demokrasi. tantangan dan kendala yang dihadapi oleh daerah. yaitu perlunya menyelenggarakan otonomi daerah dan memberikan kewenangan luas. Hal ini sesuai dengan ketetapan MPR Nomor XV/MPR/1998. karena minimnya informasi yang diterima oleh masyarakat dan kurangnya pemerintah dalam mensosialisasikan kebijakan tersebut sebelum ditetapkan. dan pengendalian serta evaluasi. karena melalui Humas. sehubungan dengan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah. sehingga muncul pro dan kontra di kalangan masyarakat. Salah satu faktor penting dari kemungkinan kesuksesan penyelenggaraan otonomi daerah adalah dengan memaksimalkan fungsi dan peran Humas pemerintah. yang diperlukan tumbuh dan berkembang di daerah. sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. dan pemerataan. Dengan demikian tujuan pemberian otonomi berupa peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. pengembangan dan pemanfaatan sumberdaya nasional serta perimbangan keuangan pusat dan daerah Belum terlaksana secara proporsional sesuai dengan prinsip demokrasi. pemerintah dapat menyampaikan kebijakan sekaligus menyerap reaksi yang ditimbulkan masyarakat sehubungan dengan kebijakan yang telah ditetapkan tersebut. dan diharapkan mampu membuka peluang memajukan daerah. penyelenggaraan otonomi daerah. 2001:xii). khususnya dalam penyelenggaraan otonomi daerah. peran serta masyarakat. efektif termasuk kemampuan perangkat daerah meningkatkan kinerja. dan bertanggungjawab kepada daerah secara proporsional. Melalui otonomi daerah diharapkan daerah akan lebih mandiri dalam menentukan seluruh kegiatannya. keadailan dan pemerataan serta pemeliharaan hubungan yang serasi antara pusat dan daerah dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat tercapai (Penjelasan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999:56). Itulah sebabnya banyak harapan yang dimungkinkan dari praktik penerapan otonomi daerah yang sungguh-sungguh. mempertanggungjawabkan kepada pemerintah asatannya ataupun kepada Publik (Wijaya. seiring dengan itu tidak sedikit masalah. pengawasan. Akan tetapi. Hal ini tentu saja sangat berpengaruh dalam menetapkan kebijakan selanjutnya. pelaksanaan. Selama ini. pemerataan.

maka tidak dapat dipungkiri peran Humas pemerintah menghadapi satu situasi yang lebih kompleks dibandingkan dengan keadaan sebelumnya. memonitor dan merekam opini Publik serta tanggapan masyarakat terhadap pemerintah. sirkulasi informasi internal dan eksternal. oleh karena itu biro ini seyogyanya mempunyai kedudukan yang dapat memberikan keleluasaan dalam menjalankan tugasnya. Kota. serta mengolah data sebagai acuan dalam perumusan dan penyempurnaan pemerintah. Begitu pentingnya fungsi Humas bagi instansi pemerintah untuk merumuskan kebijakan dalam menyelenggarakan suatu Pemerintahan. Warga Negara sebagai Publik utama yang dihadapi Humas mempunyai kecenderungan yang semakin apatis terhadap pemerintah. Dengan demikian dalam penyelenggaraan otonomi daerah Humas tidak terpaku pada birokrasi yang nantinya akan membatasi ruang geraknya. Dengan demikian. Dengan terjadinya pergeseran konteks tersebut. Di satu pihak pemerintah ingin menegakkan otonomi daerah dengan sejumlah perda. fungsi Humas diperlukan terutama dalam mengatur informasi baik ke dalam maupun ke luar. Humas dalam sektor Publik menghadapi tantangan yang tidak kalah berat dibandingkan dengan tantangan yang dihadapi Humas sektor swasta. 1999:62). . Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa “perbedaan-perbedaan paradigmatic dan persepsi antara pemerintah dan public (masyarakat) dalam menyelenggarakan otonomi daerah selayaknya dijembatani secara proporsional dan bertanggungjawab. program. maka belakangan ini masyarakat Indonesia seolah mendapatkan kekuatannya untuk terlihat secara aktif terhadap semua proses kebijakan pemerintah. Akibatnya pemerintah tidak memperoleh kepercayaan dari warga masyarakat (Putra. Banyak program dan kebijakan tidak mendapatkan dukungan yang memadai dari Publik utamanya. Prinsip memperoleh public acceptance dan public support tersebut tentu saja menjadi salah satu factor penting dalam mengukur keberhasilan Humas Pemerintah dalam menjalankan fungsi dan perannya. Masyarakat Indonesia secara paradigmatic dan psikologis mengalami berbagai perubahan “drastic”. Jika pada masa sebelumnya masyarakat seolah mengalami ketakutan. dan sebagai resikonya memberikan kepatuhannya kepada semua kebijakan pemerintah. tetapi dilain pihak sangat mungkin perda-perda tersebut hanya menyulitkan dan memberatkan masyarakat”.Fungsi Humas pemerintah adalah mengatur lalu-lintas. dengan memberikan informasi serta penjelasan seluas mungkin kepada Publik (masyarakat) mengenai kebijakan. Hal ini disebabkan banyak kebijakan pemerintah (Provinsi. agar dapat dipahami sebagai public acceptance dan public support. serta tindakan-tindakan dari lembaga atau organisasinya. apa lagi ketika otonomi daerah telah diberlakukan secara taat asas. Humas harus mampu berperan dalam mengembangkan potensi daerah. maupun Kabupaten) belum berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat.

Bagaimana pelaksanaan fungsi humas dalam pensosialisasian kebijakan pemerintah kota dalam menunjang penyelenggaraan otonomi daerah? 2. Bagaimana pelayanan yang diberikan praktisi humas kepada masyarakat mengenai informasi yang dibutuhkan dalam menunjang penyelenggaraan otonomi daerah? 3. Oleh karena itu. Rumusan Masalah 1. dan sekaligus terkait langsung dengan fungsi pimpinan manajemen. Dapat memberikan informasi yang berguna bagi pengembangan studi mengenai fungsi Humas pemerintah terutama dalam penyelenggaraan otonomi daerah. Bagaimana model huams pemerintah yang tepat dalam menunjang pelaksanaan otonomi daerah? 1. c. b. 1. kehadiran Humas dalam system manajemen suatu lembaga sudah selayaknya secara optimal.3. Tujuan Penulisan a.serta mampu mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah yang dititikberaktan pada daerah kota dan kabupaten. Fungsi kehumasan itu diharapkan berhasil kalau berada di bawah pimpinan atau mempunyai hubungan langsung dengan pimpinan tertinggi (pengambil keputusan) pada organisasi/instansi yang bersangkutan. Hal ini sesuai dengan pendapat Ruslan (1999:101) mengatakan bahwa “pada prinsipnya fungsi Humas secara structural dalam organisasi merupakan bagian yang integral yang tak dapat dipisahkan dari status kelembagaan atau organisasi. Dapat mengetahui model humas pemerintah yang tepat dalam menunjang pelaksanaan otonomi daerah. . Sebagai salah satu tugas akhir semester mata kuliah Humas Pemerintahan.2.

Kegiatan memberikan nasehat atau sumbang saran untuk menanggapi atau sebaliknya dilakukan oleh instansi/lembaga pemerintah seperti dikehendaki publiknya (advising the public about what is should desires) . Informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah disebarluaskan. Melalui Humasnya pemerintah dapat menyampaikan informasi atau menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan kebijaksanaan dan tindakan-tindakan tertentu serta aktivitas dalam melaksanakan tugas-tugas dan kewajiban kepemerintahannya. KONSEP HUMAS Eksistensi Humas dalam suatu lembaga/instansi pemerintah merupakan keharusan secara fungsional dan operasional. karena rakyat turut mengawasi setiap kegiatan pemerintah. 1999:37) diklasifikasikan menjadi Humas pemerintah pusat dan Humas Pemerintah daerah. pertama menyebarkan informasi secara teratur mengenai kebijaksanaan perencanaan dan hasil yang telah dicapai. Kelengkapan ini dianggap sangat penting karena falsafah Negara dari rakyat.1. opini ublik dikaji dan diteliti seefektif mungkin untuk keperluan pengambilan keputusan dan penentuan kebijakan selanjutnya. apabila tidak sesuai dengan aspirasi rakyat. Tugas Humas pemerintah disini. peraturan-peraturan dan hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan rakyat sendiri. Humas pemerintah menurut Sam Black (Effendy. Disinilah Humas berfungsi untuk mengelola informasi dan opini public.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. keinginan-keinginan dan aspirasi yang terdapat dalam masyarakat (learning about public desires and aspiration) 2. walaupun ruang lingkupnya berbeda. rakyat secara cepat akan mengeritiknya. Kedua-duanya menurutnya mempunyai tugas yang sama. Terdapat beberapa hal untuk melaksanakan tugas utamanya: 1. Mengamati dan mempelajari tentang hasrat. oleh rakyat dan untuk rakyat seperti yang dikehendaki dalam bentuk Negara yang menganut system demokrasi. kedua menerangkan dan mendidik mengenai perundang-undangan. Sebagai Negara demokrasi Humas berfungsi melayani rakyat.

4. (memelihara penduduk agar tahu jelas mengenai kebijaksanaan lembaga beserta kegiatan sehari-hari). 3. 4. Dalam Negara bagaimanapun bentuk Pemerintahannya. Guna menjaga hubungan yang jujur dan harmonis program-program dan mekanisme sekitar hubungan tersebut. yakni: 1. 3. Dalam alam demokrasi Pancasila kehumasann harus mempunyai sifat membina dan mengembangkan partisipasi rakyat serta mendidik masyarakat yang berhubungan dengan kepentingan dikalangan pemerintah dan masyarakat bersama-sama mencapai tujuan Negara. (memberi kesempatan kepada mereka untuk menyatakan pandangan mengenai proyek baru yang penting sebelum lembaga mengambil keputusan). 2. 1999:39) menyebutkan ada 4 tujuan utama Humas Pemerintahan daerah yaitu: 1. 2. Dalam masa pembangunan sekarang ini. dan membina masyarakat yang mempunyai kesadaran tinggi untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Ditinjau dari segi kenegaraan/politik kehumasan sangat erat hubungannya dengan mekanisme demokrasi. To give theme decisions are by the council. yaitu pemerintah dituntut untuk menjelaskan segala sesuatu yang dikerjakan atas nama rakyat banyak (terutama dalam system demokrasi liberal). tentu saja inisiatif datang dari kita (pemerintah dan pemerintah daerah) . Selanjutnya menurut Sam Black (Effendy. Kemampuan untuk mengusahakan terjadinya hubungan memuaskan yang diperoleh antara hubungan public dan aparat Pemerintahan (ensuring satifactory contac between and government official) 4. To enlighten citizen them of their right and responsibilities. To promatoe a sense of civic pride (mengembangkan rasa bangga sebagai warga Negara) Pendapat Sam Black tersebut di atas hamper sejalan dengan pemikiran yang dikemukakan oleh Widjaya (1993:126) yang mengemukakan bahwa humas dapat ditinjau dari beberapa aspek. hubungan antara pemerintah dengan masyarakat sebagai warga negara harus dipelihara dengan berbagai cara (tergantung sistem politik yang ada). (memberikan penerangan kepad apenduduk mengenai cara pelaksanaan system Pemerintahan daerah dan mengenai hak-hak dan tanggungjawab mereka. hubungan pemerintah dan masyarakat titik beratnya pada stabilitas politik dan ketertiban umum. To key citizen informed o fthe council’s policy and its day-by-day activities. 1999:297). Memberikan penerangan dan informasi tentang apa yang telah diupayakan oleh suatu lembaga/instansi Pemerintahan yang bersangkutan (informing and about what an agency is doing) Ruslan.3.

Kedua. mutual-confidance dan image yang baik. menurut penulis ada beberapa kesamaan pokok pikiran yaitu. Pertama. sasaran Humas adalah menciptakan opini public yang favourable. 6. kepercayaan. saling pengertian dan citra ygbaik dari berbagai public atau masyarakat. karenanya perlu usaha human relations. dinamia dan sumbangsih/kritik yang konstruktif. banyak yang emosional. menguntungkan semua pihak. menjadi komunikator dan sekaligus sebagai mediator yang proaktif dalam menyembatani kepentingan isntansi pemerintah disatu pihak. negatif. Pemerintah sama sekali tidak menghendaki adanya masyarakat yang pesimis. Humas merupakan unsure yang sangat penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik dari organisasi atau perusahaan. Tidak semua anggota masyarakat mampu berkeinginan/menyampaikan pendapat secara rasional. Uraian di atas akan lebih jelas jika kita melihat beberapa definisi humas seperti yang dikemukakan oleh Cutlip Center dan Brown (1985:6) bahwa “The management function that estabilish and maintain mutually beneficial relationship between and organization and the public on home it success of failurdependt” Dari catatan itu. daya piker. memberikan pelayanan. Dengan mekanisme kehumasan kita hidupkan inisiatif. menunjukkan kebijaksanaan public dan melaksanakan rencana kerja untuk memperoleh pengertian dengan pengakuan dari public. Ketiga. Dari berbagai pendapat yang dikemukakan diatas. Dengan demikian. Ruslan (1999:34) mengemukakan bahwa fungsi pokok humas pemerintah Indonesia pada dasarnya mengamankan kebijakan pemerintah. Lebih lanjut Glen dan Danny Griswold (Abdurahman. Hubungan yang harmonis ini timbul dari adnaya mutual-understanding. statis dan frustasi. Humas merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperoleh goodwill. Ini semua merupakan langkah yang ditempuh oleh Humas untuk mencapai hubungan yang harmonis. Guning dan Hunt (1984:6) lebih memfokuskan kegiatan Humas sebagai kegiatan komunkasi dengan mengemukakan pengertian humas sebagia kegiatan pengelolaan komunikasi antara sebuah organisasi dengan berbagai publiknya. Humas adalah usaha untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara suatu badan atau organisasi dengan masyarakat melalui suatu proses timbale balik atau dua arah. 1995:25) menyebutkan bahwa: Public relations adalah suatu fungsi manajemen yang enlai sikap public. dan menampung aspirasi serta memperhatikan keinginan- . Humas dapat dilihat sebagai fungsi manajemen untuk membangun dan menjaga hubungan saling menguntungkan antara organisasi dengan berbagai pihak yang menentukan keberhasilan atau kegagalan organisasi tersebut.5. menyebarluaskan pesan atau informasi mengenai kebijakan hingga program-program kerja nasional kepada masyarakat.

5. artinya praktisi Humas dalam menyampaikan pesan harus mengetahui efeknya. dan ia harus menelitinya sehingga dapat diketahui dengan pasti efek komunikasinya.2. Ciri komunikasi dalam Humas sebagaimana dikemukakan di atas ialah komunikasi yang timbal balik (two way traffic communication). penggiatan persuasi dan pengkajian pendapat umum. dan berperan serta menciptakan iklim kondusif dan pembangunan nasional baik jangka pendek maupun jangka panjang. sehingga feedback timbul dengan sendirinya. Komunikasi yang dilancarkan berlangsung dua arah secara timbale balik. 2. Ini mutlak harus berlangsung. 2. PERKEMBANGAN HUMAS Humas dan Publik relation (PR) secara umum diartikan sebagai semua kegiatan yang dilakukan oleh semua lembaga atau organisasi. Sasaran yang dituju adalah khalayak di dalam organisasi dan khalayak di luar organisasi. Humas dapat dipandang sebagai alat medium untuk menciptakan hubungan-hubungan dengan siapa saja yang dianggap dapat membawa keuntungan dan kemajuan bagi organisasi atau lembaga yang bersangkutan. Effendy (1990:132) mengemukakan cirri-ciri Humas adalah: 1. Kegiatan yang dilakukan terdiri atas penyebaran informasi. Efek yang diharapkan adalah terbinanya hubungan yang harmonis antara organisasi dan khalayak. Tujuan yang hendak dicapai adalah tujuan organisasi tempat humas menginduk. 4. 3. dan badan usaha melalui para praktisi Humas untuk merumuskan organisasi atau struktur dan komunikasi guna menciptakan saling pengertian yang lebih baik antara lembaga itu dengan khalayaknya (orang-orang yang harus dihubunginya). .keinginan publiknya dilain pihak.

Humas dalam pengertian ini dipraktikkan dan dirintis oleh Alexander Hamilton. Menurut Thomas Jefferson dalam masyarakat yang demokratis kita tergantung persetujuan (concent) rakyat. Pendirinya dari kalangan swasta dan pemerintahan antara lain. . Alwi Dahlan. Drs. Tapi sebagai suatu fenomena social dan sebagai suatu kegiatan baku dalam masyarakat. profesi Humas diakui sejak terbentuknya Bakohumas (badan koordinasi Hubungan Masyarakat) pada tanggal 13 Maret 1971. Munculnya Humas dapat ditelusuri pada Zaman Thomas Jefferson. jadi sama tuanya dengan peradaban manusia. ada 3 faktor yang melatar belakangi yaitu: Pertama cepatnya kemajuan teknologi. opni. komunikasi dan lain-lain. HDJ. Brijen Soemarhadi. Humas merupakan engineering of consent (rekayasa sikap. Perhumas dibetuk dengan tujuan meningkatkan keterampilan profeisional Humas. Pertama. Sebagai ilmu pengetahuan relatif masih baru dan termasuk dalam jajaran ilmu-ilmu sosial seperti politik. kedua pertumbuhan ekonomi dan yang ketiga adalah kebutuhan masyarakat akan informasi yang akurat. administrasi negara. 1994:15). Kedua. Jadi Humas erat hubungannya dengan pembentukan opini public dan perubahan sikap. dukungan atau pendapat umum). Dr. Dalam hubungan ini terdapat dua fungsi pokok dari Humas. ekonomi. sebagai suatu program aksi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Akan tetapi.M. Perkembangan Humas di Indonesia cukup pesat. Wibowo. Bakohuman ini menghimpun para pejabat dan staf Humas di lingkungan Depatermen. R. adalah Wardiman Djojonegoro. Di Indonesia Humas secara institusional baru tampak pada tahun 1950-an. sebagai alat untuk mengerti atau memahami sikap public dan mengetahui apa yang harus tidak boleh dilaksanakan oleh organisasi/perusahaan untuk mengubah sikap mereka. Wisaksono Noeradi (Pimpinan Biro Iklan Matari) dan beberapa tokoh lainnya.Lahirnya konsep Humas atau Public Relations terdapat beberapa pendapat versi yang berbeda-beda. dan hingga saat ini metode dan pendekatannya masih digunakann (Rahmad. Lembaga-Lembaga pemerintahan dan BUMN. memperluas dan memperdalam pengetahuan teknis Humas dan sebagai wahana pertemuan para praktisi Humas. Nana Sutrisna (Pejabat Departemen Luar Negeri Faisal Tamim (pejabat Depdagri). Soemadi (Mantan Direktur TVRI) Imam Sajono (konsutan Humas). Lembaga ini didirikan (berbadan Hukum) pada tanggal 12 Desember 1972. psikologi. Marah Joenoes. Humas itu sudah ada sejak manusia lahir di dunia. Secara spesifik Humas adalah salah satu cabang ilmu komunikasi. sejarah. dan merupakan salah satu unsur dari administrasi yang ada dalam praktek bidang keg tertentu Humas juga merupakan satu profesi yang berkaitan dengan hubungan antara suatu lembaga/organisasi dengan publiknya yang ikut menentukan kelangsungan lembag aitu. Sebagai lembaga pertama di Indonesia yang menghimpun para praktisi Humas adalah Perhumas (Perhimpunan Hubungan Masyarakat)..

serta turut merintis pembentukan FAPRO (Federation of ASEAN Public Relations Organizations) pada awal 1980-an (Anggoro. Jadi. lembaga kehumasan sangatlah diperlukan. dan tindakan-tindakan pemerintah. karena itu sikap keterbukaan informasi sangat diperlukan. yaitu masyarakat dalam arti luas. Mempromosikan perkembangan ekonomi. 2. dan kebudayaan yang telah dicapai oleh bangsa kepada khalayak di dalam maupun di luar negeri. langkah-langkah. 3. Pelayanan dan sikap yang baik sangat penting demi terciptanya pengertian dan penghargaan yang sebaik-baiknya.Perhumas telah tercatat sebagai anggota IPRA (International public Relations Association) yang berpusat di Jenewa Swiss. lembaga non departemen. Memberikan bantuan kepada media masa berupa bahan-bahan informasi mengenai kebijakan dan langkah-langkah serta tindakan pemerintah. 4. khususnya Negara berkembang seperti Indonesia. Badan usaha Milik Negara/BUMN) merupakan suatu keharusan fungsional dalam rangka tugas penyebaran informasi tentang kebijakan program dan kegiatan-kegiatan lembaga pemerintah kepada masyarakat.3.Di semua Negara. serta memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa informasi yang diperlukan secara terbuka. Memberikan penerangan dan pendidikan kepada masyarakat tentang kebijakan. KEDUDUKAN HUMAS DALAM LEMBAGA PEMERINTAH Humas dalam lembaga pemerintah (deartemen. termasuk fasilitas peliputi kepada media massa untuk acara-cara resmi yang penting. 2. Memonitor pendapat umum tentang kebijakan pemerintah. agar lembaga/instansi dimana Humas itu berada memperoleh kepercayaan dari publiknya. pada dasarnya tutgas Humas pemerintah menurut Rachmadi (1994:78) adalah: 1. 2000: 57-58). serta mengusahakan tumbuhnya hubungan yang harmonis antara lembaga/instansi dengan publiknya dan memberikan pengertian kepada publiknya (masyarakat) tentang apa yang dikerjakan oleh instansi pemerintah dimana Humas itu berada dan berfungsi. Humas ini merupakan kelanjutan dari proses penetapan kebijakan. jujur dan obyektif. Pemerintah merupakan sumber informasi yang penting bagi media. Humas pemerintah bertugas memberikan informasi dan penjelasan kepada khalayak public mengenai kebijakan dan langkah-langkah/tindakan yang diambil oleh pemerintah. pemberian pelayanan kepada masyarakat dengan sikap yang disesuaikan dengan kepentingan orang atau golongan. . selanjutnya menyampaikan tanggapan masyarakat dalam bentuk feedback kepada pimpinan instansi Pemerintahan yang bersnagkutan sebagai input.

Mengenai kedudukan humas dalam lembaga pemerintah. Humas pemerintah merupakan bagian dari organisasi sesuatu departemen/lembaga non departemen yang memainkan peranan yang cukup penting.4. langsung berada dibawah pimpinan (Decision makers) atau top manager supaya lebih mampu dalam menjalankan tugasnya. mata dan telinga pemerintah mempunyai kewajiban untuk memantapkan program-program pemerintah. Humas perlu didudukkan dalam maajemen puncak (pimpinan management) sebagaimana dikemukakan oleh Gruning (1992:5) yang menyatakan bahwa “Public Relations Manager Should be involed in decision making by the group of senior managers who control an organization. Humas sebagai tangan kanan. Selain itu Humas juga berterus terang menampung suara-suara atau tanggapan masyarakat mengenai kebijakan dan tindakan-tindakan yang di ambil oleh instansi atau lembaga yang bersangkutan. Dengan demikian Humas harus menunjang terwujudnya tujuan organisasi dan mengusahakan agar masyarakat mau menerima dan mengakui pertanggungjawaban yang diberikan. MODEL-MODEL HUMAS Ada berbagai macam model-model Humas yang dikemukakan oleh berbagai macam pakar. dengan perspektif yang berbeda. which we call the dominant coalition”. sehingga Humas langsung dapat bahan informasi untuk disampaikan kepada publik yang bersangkutan jadi idealnya Humas itu berfungsi sebagai saluran langsung dari lingkungan dimana terjadi proses pengambilan keputusan kepada masyarakat agar keputusan yang dibuat itu dipahami dan diterima. Karena pada dasarnya masyarakat itu merupakan pihak yang tanggap dan meningkatkan kebenaran. maka masyarakat akan bersikap wajar dan bijaksana. Press Agentry Model (Model Keagenan Press atau Model Propaganda) . Selain itu agar dapat menjalankan kewenangan untuk ikut ambil bagian dalam proses pengambilan kebijakan organisasi. untuk keperluan tulisan ini ada beberapa model yang perlu penulis kemukakan antara lain: a. 2. Dari penjelasan tersebut di atas bahwa Humas perlu mendapat kedudukan yang tinggi dalam organisasi agar dapat dengan mudah menjalankan aktivitasnya dan dapat menjalankan fungsinya secara maksimal. Dengan posisi itu Humas dapat mengetahui langsung latar belakang dari suatu keputusan yang diambil oleh pimpinan lembaga. Adapun yang menjadi dasar pembentukan kegiatan Humas adalah adanya anggapan bahwa jika masyarakat diberi tahu masalahnya. Cutlip and Center dalam Rahmadi (1994:78) mengatakan bahwa idealnya Humas itu dimaksudkan ke dalam staf inti.

Model ini menggambarkan sebuah model Humas yang beroperasi berdasarkan penelitian dan menggunakan komunikasi untuk mengelola konflik dan meningkatkan pemahaman dengan public strategic. Model ini menekankan pentingnya sebuah perubahan perilaku organisasi untuk merespon tuntutan public. misanya untuk merancang pesan.Model ini menggambarkan program-program Humas dengan tujuan tunggal untuk memperoleh publisitas melalui media massa yang menguntungkan (favorable) organisasi. Dengan kata lain Humas dalam sebuah organisasi disamping berfungsi untuk mempersuasi public juga berfungsi untuk membujuk pengelola organisasi. . kebenaran dari informasi yang disampaikan menjadi tidak penting. Public Information Model (Model Informasi Publik). Praktisi Humas yang mempraktikan model ini menggunakan hasil riset untuk mengembangkan pesan-pesan sekitarnya lebih mudah untuk membujuk publik agar publik berpikir. Model ini menggambarkan kegiatan Humas bertujuan untuk penyebaran informasi kepada public. Model ini disebut juga sebagai model persuasi ilmiah yang menggunakan hasil-hasil penelitian tentang sikap. Two Way Symeirical Model (model simetris dua arah). d. Inilah yang menurut Gruning (1992) merupakan model Humas yang paling etis dan bisa diterima secara skematis Humas dalam organisasi. Model ini sudah lebih canggih dari kedua model sebelumnya. bersikap dan bertindak sesuai dengan harapan-harapan organisasi. Praktisi yang mempraktikan model ini sering dijuluki media dan membuat press release sesering mungkin. Two Way Model (Model Asismetris dua arah). Menurut Gruning (1992) praktisi yang mempraktikan model ini sering dipandang tidak lebih seekdar flack. b. c. dalam model ini praktisi sudah mempertimbangkan pentingnya dalam informasi. Namun demikian berbeda dengan model press agentry.

1999:34) memberikan penjelasan sebagai berikut: 1. Merencanakan dan melaksanakan program-program yang dapat menimbulkan penafsiran yang menyenangkan terhadap kebijakan dan oeprasionalisasi organisasi. perlu diupayakan hubungan yang harmonis antara public relations (Humas) dalam lingkungannya. Untuk melaksanakan tugasnya secara sempurna adalah wajar kalau Humas .1. dalam rangka menanamkan pengertian.BAB III PEMBAHASAN 3. 2. disamping itu juga sebagai koordinator dari lalulitas informasi dengan masyarakat. Cultip dan Center (Effendy. Edwin Ermery (1988:382) menyebut fungsi Humas sebagai “to establish mutually benefid throught acceptable communication relationship with its various publics” secara umum sasaran kegiatan Humas swasta maupun pemerintah adalah menciptakan opini public yang menguntungkan perusahaan atau lembaga pemerintah yang bersangkutan. 3. Senada dengan pendapat di atas Rachmadi (1994:22) mengemukakan bahwa: Fungsi pokok Humas adalah mengatur lalu-lintas. Mengenai konsep fungsional Humas Scott. intern maupun ekstern. Kedua pendapat di atas menurut hemat penulis bahwa memang secara idela Humas sebetulnya sebgai juru bicara organisasinya. program. dengan memberikan informasi serta penjelasan seluas mungkin kepada Publik (masyarakat) mengenai kebijakan. Menasehati manajemen mengenai jalan dan car amenyusun kebijaksanaan dan operasionalisasi organisasi untuk dapat menerima secara maksimal oleh public. sirkulasi informasi internal dan eksternal. agar dapat dipahami sehingga memperoleh public support dan public acceptance. serta tindakan-tindakan dari lembaga atau organisasinya. sehingga kebijaksanaan dengan ragam kebutuhan organisasi dan pandangan public-publik tersebut. menumbuhkan motivasi dan partisipasi public dengan upaya menciptakan motivasi dan partisipasi public dalam upaya menciptakan iklim pendapat (opini public) yang menguntungkan. FUNGSI HUMAS PEMERINTAH Fungsi utama Humas adalah menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antara lembaga/instansi dengan publiknya. Untuk mencapai tujuan atau sasaran tersebut. Memudahkan dan menjamin arus opini yang bersifat mewakili dari public-publik suatu organisasi.

. Peran taktis dan strategis kehumasan pemerintah menurut Ruslan adalah menyangkut: (1) tugas secara taktis dalam jangka pendek. (3) Menjadi komunikator dan sekaligus sebagai mediator yang proaktf dalam menjembatani kepentingan instansi pemerintah disatu pihak. untuk membantu (backup) mencapai tujuan dan sasaran bagi lembaga/instansi pemerintahan yang bersangkutan dan menciptakan citra serta opini masyarakat yang menguntungkan. Dengan demikian fungsi pokok Humas pemerintah Indonesia pada dasarnya adalah: (1) Mengamankan kebijakan. (3) Mempengaruhi dan menciptakan pendapat umum yang menguntungkan lembaganya. menyebarluaskan pesan informasi mengenai kebijakan hingga program-program kerja nasional kepada masyarakat. saling mendukung kedua belah pihak dan menarik perhatian kepada audiensinya. Berdasarkan peran Humas tersebut. dinamis. Dengan demikian peranan Humas menjadi penghubung bagi pimpinan manajemen dari organisasi/lembaga yang ruang lingkup tugasnya meliputi peran taktis dan strategis. gagasan dan hingga ide-ide cemerlang serta kreatif dalam menyukseskan program kerja lembaga instansi/lembaga yang bersangkutan dan hingga pelaksanaan pembangunan nasional. dan khaayak tertentu sebagai target sasarannya. (1999:299) menyebutkan bahwa tugas pokok Humas adalah bertindak sebagai komunikator. (2) Memberikan pelayanan. (4) Berperan serta menciptakan iklim koindusif dan pembangunan nasional baik jangka pendek maupun jangka panjang. Kemamuan untuk melakukan komunikasi timbal balik. Ruslan. (4) Menjalin hubungan baik atau kerjasama dan saling mempercayai dengan berbagai pihak yang terkait. sedangkan ke dalam wajib menyerap reaksi.ditempatkan dalam kedudukan sebagai bagian dari Mekanisme pengambilan keputusan dan karena itu juga Humas harus dekat pejabat pengambil keputusan. Secara garis besarnya. inspirasi atau opini khalayak tersebut diserasikan demi kepentingan instansinya atau tujuan bersama. (2) Tugas Strategis (jangka panjang) Humas yakni berperan serta aktif dalam proses pengambilan keputusan (decision making approach). efektif. dan menamung aspirasi serta memperlihatkan keinginan-keinginan publiknya di lain pihak. Humas mempunyai peran ganda yaitu fungsi keluar berupaya memberikan informasi atau pesan-pesan sesuai dengan tujuan dan kebijaksanaan instansi/lembaga kepada masyarakat sebagai khalayak sasaran. Humas berupaya memberikan pesan-pesan dan informasi kepada masyarakat umum. memberikan sumbang saran. (2) Melakukan komunikasi timbale balik yang kreatif. terakhir bagaimana upaya untuk menciptakan citra atau opini masyarakat yang positif. selanjutnya menurut Ruslan (1998:301) maka praktisi Humas harus memiliki kemamuan untuk: (1) Mengamati dan menganalisis persoalan yang menyangkut kepentingan instansinya atau lkhalayak yang menjadi target sasaran. memotivasi dan mempengaruhi opini masyarakat dengan usaha untuk menyamakan persepsi dengan jujur dan sasaran instansi/lembaga yang diwakilinya.

press release. yaitu dengan memberi saran bagaimana Humas memecahkan persoalan melalui program kerja yang terencanade menciptakan angkah-langkah pokok landasan acuan untuk pelaksanaan program kerja Kehumasan. news letter. Depdagri (2000:23) mengemukakan fungsi Humas dalam menghadapi pelaksanaan otonomi daerah adalah masalah pemberdayaan Humas. ide-ide dan reaksi yang berkaitan dengan kebijaksanaan. (2) Sebagai pusat pelayanan dan pemberian informasi. (2). majalah. termasuk menetapkan program kerja . (4) Mengumpukan berbagai data dan informasi yang berasal dari berbagai sumber. Selanjutnya ditetapkan permasalahan ini akan menetapkan yang berkaitan langsung dengan kepentingan organisasi.Dalam rangka untuk menunjang pelaksanaan fungsi dan tugas tersebut. Melalui Humas. Selain itu Humas berkewajiban untuk turut serta memantapkan program pemerintah dalam suatu sistem politik yang ada sekarang. agar sistem politik itu semakin baik dan salah satunya adalah menghadapi otonomi daerah yang dititikberatkan pada daerah kota dan kabupaten. Research-listening (penelitian dan mendengarkan) dalam tahap ini. pemerintah dapat menjelaskan tindakan dan kebijakan dalam melaksanakan tugas. brosur. baik bersumber dari lembaga/instansi maupun yang berasal dari pihak publiknya. (5) Kemampuan membuat produ publikasi Humas. serta mampu berperan dalam mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah. sikap dan reaksi dari mereka yang berkepentingan dengan kebijaksanaan suatu organisasi kemudian melakukan pengevaluasian terhadap fakta-fakta dan informasi yang masuk untuk menentukan keputusan berikutnya. yaitu what is aur problem (apa yang menjadi problem kita). (3) Menyelenggarakan pendokumentasian setiap ada publikasi dan peristiwa dari suatu kegiatan atau acara penting di lingkungan lembaga/instansi. (Perencanaan dan Mengambil Keputusan) Tahap ini menyampaikan sikap opini. penelitian berkaitan dengan opini. Humas juga harus mampu mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah sehingga dapat terrealisasi dengan baik. artinya bagaimana eksekutif daerah memberi apresiasi pada fungsi Humas serta bagaimana profesionalisme Humas mampu membangun citra positif bagi daerah sehingga tumbuh kebanggaan di kalangan publik internal maupun pihak luar yang berkepentingan dengan pemerintah daerah. poster dan lain sebagainya. mislanya kliping. ada beberapa kegiatan yang dihadapinya antara lain yaitu: (1) Kemamuan membangun dan membina saling pengertian antara kebijaksanan pimpinan lembaga/instansi dengan khalyaak eksternal dan internal. Cutlip & Center (1982: 139) memberikan solusi untuk memaksimalkan fungsi Humas. buletin. Tahap-tahap program Humas sebagai berikut: (1). khalayak yang berkaitan dengan kepentingan pembentukan opini publiknya. Planning-Decision.

Semua kewenangan pemerintah kecuali bidang politik luar negeri. perencanaan dan evaluasi yang serius. PENYELENGGARAAN OTONOMI DAERAH Penyelenggaraan otonomi daerah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebgai pengganti Undang-Undang sebelumnya yang mengandung makna daerah diberi otonomi untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut perundang-undangan. nyata dna bertanggungjawab. Moneter dan fiskal serta agama dan bidang-bidang tertentu diserahkan kepada daerah secara utuh. Communication-Action (Komunikasi dan pelaksanaan). . Tahap yang paling sering diabaikan adalah penelitian. bulat dan menyeluruh yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah (Depdagri.organisasi yang sejalan dengan kepentingan atau keinginan-keinginan pihak yang berkepentingan: Here is what we can do? (apa yang mesti kita kerjakan) . Evaluation (mengevaluasi). (4). salah satu tahap terabaikan akan masuk program Humas secara keseluruhan. peradilan. Beberapa hal mendasar dalam penyelenggaraan daerah yang dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 adalah pentingnya pemberdayaan masyarakat. 3. Setiap tahap proses kerja Humas itu merupakan satu kesatuan yang sama pentingnya bagi pelaksanaan program kerja Humas. Proses kerja Humas merupakan satu kesatuan yang secara sirkular terus menerus berlangsung. karena terlalu banyak menekankan pekerjaan pada publisitas. Sistem yang dianut dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 adalah otonomi yang luas. 2005). hankam. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi. Tahap ini adalah menjelaskan dan sekaligus mendramatisir informasi mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan. pelaksanaan. serta meningkatkan fungsi dan peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). menumbuhkan prakarsa dan kreativitas mereka secara aktif. Keleluasaan otonomi meliputi kewenangan daerah dalam penyelenggaraannya dimulai dari perencanaan. dan merupakan proses yang berkesinambungan dalam bentuk spiral. perencanaan dan evaluasi. yang diperlukan tumbuh dan berkembang di daerah. (3). sehingga efektif untuk mempengaruhi pihak-pihak yang dianggap penting dan berpotensi dalam memberikan dukungan sepenuhnya (Here what we did and why) apa yang telah dilakukan dan mengapa begitu).2. pada tahap ini pihak Humas mengadakan penilaian hasil-hasil dan program kerja lainnya (Haq did we do) bagaimana kita telah melakukannya) Kaitan setiap dari empat tahapan atau langkah-langkah dalam program kerja Humas tersebut saling berhubungan dan tidak dapat dipisah-pisahkan. yang sebenarnya akan secara otomatis muncul apabila program Humas dirancang berdasarkan penelitian.

(3) Mmebuat peraturan sendiri (dengan Perda). (4) Menggali sumber-sumber keuangan sendiri. mempunyai hak membuat kebijaksanaan/peraturan sendiri. Esensi kebijaksanaan desentralisasi ini adalah memindahkan arena utama Pemerintahan dari tingkat pusat ke tingkat daerah (provinsi. lembaga dapat dan lembaga swadaya masyarakat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. lembaga ekonomi. lembaga politik. nyata dan bertanggungjawab dalam rangka pemberdayaan masyarakat. peran serta masyarakat. Hal ini sesuai dengan ketatapan MPR Nomor XV/MPR/1998 yaitu perlu penyelenggaraan otonomi daerah dan memberikan kewenangan luas kepada daerah secara proporsional. kabupaten. 22 Tahun 1999:56). Dengan demikian. daerah kabupaten daerah kota dan desa. mempunyai urusan-urusan. dalam penyelenggaraan otonomi daerah menurut Widjaya (2001: 32) harus mampu (1) Berinisiatif (menyusun kebijaksanaan daerah dan menyusun rencana pelaksanaannya). Upaya untuk meningkatkan kemandirian daerah menurut Roal Hakim (1999: 30) daerah otonomi mempunyai ciri yaitu: mempunyai aparatur Pemerintah sendiri. sehingga daerah harus mampu menggali sumber-sumber keuangan sendiri. mempunyai sumber-sumber keuangan sendiri. Melakukan pengkajian tentang berlakunya otonomi daerah bagi provinsi.Dengan demikian tujuan pemberian otonomi berupa peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. kota dan desa). retribusi dan lain-lain yang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Dalam meningkatkan kemandirian daerah harus mempunyai arah kebijakan daerah dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara 1999-2004 dijelaskan bahwa: Mengembangkan otonomi daerah secara luas. sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. pengembangan kehidupan demokrasi keadilan dan pemerataan serta pemeliharaan hubungan yang serasi antara pusat dand ae dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat tercapai (Penjelasan UU No. (2) Memiliki alat pelaksanaan sendiri yang qualified. menetapkan pajak. lembaga keagamaan. Sehubungan dengan pelaksanaan otonomi daerah Praktikno (2000:1) mengatakan bahwa pemerintah pusat telah menunjukkan beberapa komitmen untuk meningkatkan derajat otonomi daerah melalui berbagai kebjakan Desentralisasi Pemerintahan. Dari penjelasan diatas jelas bahwa pemungutan pajak dan retribusi daerah merupakan salah satu komponen yang berperan dalam penyelenggaraan otonomi daerah. lembaga hukum. Berdasarkan pendapat tersebut otonomi daerah adalah mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sehingga daerah mempunyai keleluasaan tanpa campur tangan pemerintah pusat. wewenang tertentu. pemerataan dan keadilan serta potensi keanekaragaman daerah yang dilaksanakan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. menetapkan pajak. . retribusi dan lainlain usaha yang sah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

1989:212). dari dan untuk kelompok penduduk di bagian wilayah nasional melalui lembaga-lembaga pemerintahan yang secara formal berada di luar pemerintahan pusat. Dilihat dari atas organisasi negara yang memancar adalah desentralisasi. yaitu pemerintahan wilayah administratif dan pemerintahan daerah otonom. pemerintah pusat membentuk unit-unit Pemerintahan di luar pemerintah pusat dengan menyerahkan sebagian fungsi-fungsi tertentu untuk dilaksanakan secara mandiri. Menurut Suradinata (1993: 4) desentralisasi dapat bersifat administratif yang disebut dekonsentrasi dan bersifat politis yang disebut devolusi. Dengan demikian ada dua aspek poros pemerintahan. Dengan demikian. 1986:2)bahwa desentralisasi dibagi: Desentralisasi ketatanegaraan di bagi dua macam yaitu desentralisasi territorial (teritoriale decentralisatie). Pemerintahan wilayah administrative atau dekosntrasi ditandai dengan adnaya isntansi vertical atau kantor wilayah departemen atau instansi non departemen di daerah. yaitu suatu pelimpahan kekuasaan dalam rangka untuk mengatur dan mengurus rumah tangga daerah masing-masing. sedangkan otonomi daerah merupakan pemerintahan oleh. M. Desentralisasi fungsional (function decentralisatie). Begitu eratnya hubungan otonomi dan urusan ruamh tangga ini. Hoessein (1996:26) mengemukakan bahwa: Secara empiris desentralisasi merupakan proses pembentukan daerah otonom dan atau penyerahan sejumlah wewenang dalam bidang-bidang pemerintahan tertentu kepadanya oleh pemerintah pusat. Itulah sebabnya. Sedangkan desentralisasi dalam bentuk devolusi. sehingga sering kata otonomi ini diartikan sama dengan urusan rumah tangga itu sendiri. Secara konseptual. Pendapat lain dikemukakan oleh Van Der Pot (dalam Supriana. serta pemberdayaan (empowerment) kapasitas lokal (White. terutama peran serta masyarakat dalam Pemerintahan (demokrasi paling bawah). Saleh (Mantan Walikota Surakarta) dalam makalahnya berjudul “Kedudukan dan Kekuasaan Daerah Otonom” yang . Dalam hal ini. Desentralisasi adalah otonomisasi bagi sekelompok penduduk yang berdomisili di bagian wilayah nasional.Dengan penyerahan urusan kewenangan kepada pemerintah daerah akan pemberian otonomi kepada daerah lebih ditekankan kepada dampaknya terhadap kehidupan masyarakat di daerah. Marynov (1958) menyatakan bahwa desentralisasi dan otonomi daerah merupakan dua sisi mata uang. sedang dilhat dari bawah yang berlangsung adalah otonomi daerah. Misalnya. desentralisasi merupakan perangkat untuk menumbuh kembangkan kemandirian daerah. mengatur dan mengurus sesuatu atau beberapa kepentingan tertentu sesuai dengan fungsinya. perwujudan desentralisasi adalah otonomi daerah.

2) Planning. hak mengurus rumah tangga sendiri itu disebut otonomi karena eratnya hubungan otonomi dan rumah tangga sering diartikan sebagai macam-macam otonomi. Tapi bagaimana publik mau mendukung. Apa pun yang terjadi di organisasi.3. tanggal 10 s/d 13 Maret 1955. agar system itu semakin bak dalam menghadapi otonomi daerah yang dititikberatkan pada kota dan kabupaten. Setiap kebijakan publik yang diambil itu dapat diimplementasikan dengan baik. dan humas harus mampu memfasilitasinya.disampaikan pada kongres desentralisasi daerah otonom seluruh Indonesia ke-I di Bandung. Humas juga harus mampu mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah sehingga dapat terealisasi dengan baik. humas sebagai juru bicara pemerintah harus mengetahui segala kebijakan pimpinan. serta mampu berperan dalam mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah. Tahap-tahap proses pelaksanaan tugas Humas adalah: 1) Fact Fnding. 3) Communicating.. kalau tidak mengetahui maksud kebijakan tersebut. Fungs Humas dalam menghadapi pelaksanaan otonomi daerah adalah masalah pemberdayaan Humas. Ini terjadi. Melalui fungsi Humas pemerintah dapat menjelaskan tindakan dan kebijakan dalam melaksanakan tugas. Selain itu Humas berkewajiban untuk turut serta memantapkan program pemerintah dalam suatu system politik yang ada sekarang. artinya bagaimana eksekutif daerah memberi apresiasi pad afungsi Humas serta bagaimana profesionalisme Humas mampu membangun citra yang positif bagi daerah sehingga tumbuh kebanggaan di kalangan public internal ataupun pihak luar yang berkepentingan dengan pemerintah daerah (Depdagri. 1993:56). sangat membutuhkan dukungan publik. Dalam upaya melaksanakan tugas praktisi Humas harus melakukan mekanisme kerja sesuai dengan program yang telah ditetapkan. Jadi. 2000:23). Untuk itu sangat diperlukan ‘penyampai pesan’ yang baik. latar belakang kebijakan yang diambil dan tujuan yang diharapkan. 3. karena kurangnya informasi yang diterima masyarakat terkait dengan maksud dan tujuan dari kebijakan tersebut. Peran Humas Pemerintah Secara definitif Humas adalah suatu fungsi manajemen yang bertujuan menjembatani antara institusi dengan stakeholder baik luar maupun dalam. sering ditemui masalah yaitu kebijakan publik yang diambil pejabat ditanggapi salah oleh masyarakat. Di samping itu. sedang dan akan diberlakukan organisasi. . menyatakan bahwa: Dalam perkataan sehari-hari. dan 4) Evaluation (Widjaja. Seperti humas di perusahaan swasta. seperti itulah idealnya Bagian Humas pemerintah pusat ataupun daerah. humas harus tahu. Humas harus mengetahui segala kebijakan yang lalu.

Perangkat yang sangat dibutuhkan saat ini adalah fasilitas internet. Pelatihan dimaksud meliputi pelatihan jurnalistik untuk meningkatkan kemampuan membuat rilis berita. penyusun rilis berita dan pengolah naskah pidato. menyangkut kegiatan pemerintahan dan pembangunan. peningkatan sarana dan prasarana. b. yaitu sebagai jembatan antara birokrasi dengan pihak luar. kewajiban humas memberikan penjelasan kepada pihak luar mengenai kebijakan yang diambil. Padahal sebenarnya peran dan fungsi humas lebih luas dari itu. Tentunya sepanjang yang diinformasikan masih dalam rel kebenaran. Menurut penulis. Apabila ada gap antara kemampuan pegawai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. maka humas pemerintah pusat/daerah harus benar-benar diberdayakan. sehingga kegiatan daerah lebih banyak diekspos. baik latar belakang maupun maksud dan tujuan yang ingin dicapai. sehingga dapat mengetahui peran dan fungsi humas. karena informasi harus dengan cepat diakses dan disebarkan kepada pihak yang membutuhkan. . humas harus diberikan informasi yang jelas mengenai langkah kebijakan yang diambil. Bagian Humas tak mungkin dapat melaksanakan tugas dengan baik jika SDM-nya tidak dibenahi. koordinasi pengelolaan informasi dan komitmen dari pimpinan. perlu dilakukan pelatihan sesuai proporsinya. kepatutan dan kelayakan. Meningkatkan SDM Bagian Humas Kualitas dan kuantitas pegawai bagian humas harus ditingkatkan sesuai kebutuhan. mengubah paradigma yang keliru tentang humas. Sebab. yaitu mengangap humas hanya sebagai peliput kegiatan. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang kebijakan yang diambil organisasi dan menerima serta mengali informasi yang berkembang di masyarakat. Pelatihan pengetahuan kehumasan. Terkait dengan hal ini. Mengubah Paradigma Keliru Paradigma dimaksud menyempitkan peran dan fungsi humas pemerintah pusat atau daerah. a. supaya tidak mengalami kejenuhan.Untuk mewujudkan Bagian Humas yang ideal seperti perusahaan swasta. jangan ada pihak yang merasa dilangkahi. Bagi mereka yang telah lama menduduki suatu jabatan dirotasi dalam rangka penyegaran. Ini harus dipahami oleh semua pihak. ada beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu meningkatkan SDM Bagian Humas. Jadi. kalau kepala Bagian Humas berbicara di koran. urusan keprotokolan. Peningkatan Sarana Dan Prasarana Sarana dan prasarana Bagian Humas harus ditingkatkan sesuai kebutuhan. c.

cepat dan tepat sasaran maka harus dilakukan koordinasi yang baik dengan berbagai unit kerja dan instansi terkait. masukan. sehingga data yang ada memiliki tingkat keakurasian yang tinggi dan up to date. Hal itu dapat memperlancar lajunya arus informasi yang berguna bagi masyarakat dan pemerintah. Informasi terperinci akan sangat membantu. bahwa humas adalah penyampai informasi resmi pemerintah. dapat menyampaikannya ke Bagian Humas pemerintah pusat atau daerah. berita yang disampaikan tidak harus mengenai keberhasilan pemerintah tetapi juga segala permasalahan yang dihadapi. Komitmen Pimpinan Semua hal di atas tak mungkin dapat berjalan dengan baik. Berita lintas di media massa mengenai sesuatu hal yang dibaca masyarakat. Pimpinan juga harus memahami. Pimpinan harus memiliki pandangan yang sama. kelemahan dan kekurangan yang mungkin masih terdapat dalam pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik. Misalnya. menjadi kewajiban media pemerintah untuk meluruskan hal itu dengan menyampaikan informasi yang lebih lengkap dan rinci. maupun elektronik seperti radio dan televisi dalam rangka penyebaran informasi secara luas dan merata kepada masyarakat. Bagian atau unit kerja sebaiknya memberitahukan ke humas mengenai kegiatan di lingkungannya. semua pihak merasa terpanggil untuk memberikan saran penyempurnaan baik yang bersifat teknis maupun konseptual. Koordinasi Pengelolaan Informasi Supaya informasi yang disampaikan berkualitas.Peningkatan ini termasuk kemungkinan humas mempunyai media sendiri baik cetak berupa jurnal atau buletin. masyarakat yang memiliki informasi.dapat dipergunakan bersama-sama dan saling melengkapi. Informasi secara rutin dan berkala harus disampaikan ke humas. untuk menutupi keterbatasan media massa. Pengaruh pimpinan ini sangat dominan. sesuai proporsi dan batas kewenangannya. karena mereka unsur kunci lahirnya kebijakan. Di samping. jika ada pemberitaan yang keliru atau bersifat mengaburkan kebijakan pemerintah dalam pembangunan selama ini. e. Dengan demikian. Untuk itu humas harus diberikan kewenangan guna mengali informasi seluasnya dan menyampaikannya ke masyarakat. memberikan informasi mengenai kebijakan yang diambil dinas teknis terkait tentang pelayanan kepada publik. Jadi. dapat dicari tambahannya melalui penerbitan pemerintah. jika tidak ada komitmen dari pimpinan untuk memberikan ruang gerak bagi humas untuk bekerja sesuai fungsinya. humas punya persediaan ‘amunisi’ untuk bicara kepada publik. Selain itu. saran dan kritik terkait kebijakan dan pelayanan pemerintah. . apabila dua informasi --media massa dan media pemerintah-. Kita beri kesempatan seluasnya kepada masyarakat untuk dapat mengetahui kegagalan. Dengan demikian. d. Kepentingan perlunya pemerintah pusat/daerah memiliki media sendiri.

menganalisis. mengarahkan atau membela. BAB IV PENUTUP KESIMPULAN Peranan humas di lingkungan pemerintahan sangat penting dalam membangun citra positif bangsa dan negara. serta mampu berperan dalam mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah. SARAN Humas pemerintahan hendaknya dapat menginterpretasikan. informasi yang disampaikan harus jujur dan terbuka kepada masyarakat. 2000:23).Jadi. artinya bagaimana eksekutif daerah memberi apresiasi pad afungsi Humas serta bagaimana profesionalisme Humas mampu membangun citra yang positif bagi daerah sehingga tumbuh kebanggaan di kalangan public internal ataupun pihak luar yang berkepentingan dengan pemerintah daerah (Depdagri. Selain itu Humas berkewajiban untuk turut serta memantapkan program pemerintah dalam suatu system politik yang ada sekarang. dan mengevaluasi kecenderungan perilaku publik atau masyarakat. Fungsi Humas dalam menghadapi pelaksanaan otonomi daerah adalah masalah pemberdayaan Humas. agar system itu semakin bak dalam menghadapi otonomi daerah yang dititikberatkan pada kota dan kabupaten. Apalagi dewasa ini pemerintah tengah menghadapi berbagai persoalan kemasyarakatan yang mendasar. yakni peningkatan investasi guna mengurangi kemiskinan dan pengangguran. bisa mempertemukan kepentingan pemerintahan . Melalui fungsi Humas pemerintah dapat menjelaskan tindakan dan kebijakan dalam melaksanakan tugas. Semuanya dalam kerangka kebaikan dan pembangunan daerah menuju kemajuan. Humas juga harus mampu mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah sehingga dapat terealisasi dengan baik. tak ada maksud menutupi.

Tentang Pemerintah Daerah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. Manajemen Humas dan Manajemen Komunikasi. . Widjaja. Effendy. Depdagri. Teori dan Profesi Kehumasan Serta Aplikasinya di Indonesia. Komunikasi dan Hubungan Masyarakat. 2000. Kasli. Jika semua hal ini tercapai. maka tidak akan ada lagi citra negatif yang muncul kepada pemerintahan. Ruslan. M. Rachmadi. 1993. 1990. Publik Relations dalam Teori dan Praktek. Jakarta : Raja Grafindo Persada. 1998. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Jakarta : Erlangga. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Manajemen Public Relations. Jakarta: PT Bukmi Aksara. Rosady. Onong U. F. DAFTAR PUSTAKA Anggoro. Bandung: Remaja Rosdakarya. AW. Jakarta:Bumi Aksara. Rhenald. 1994. 1992.dan kepentingan publik karena memang hanya ini yang diinginkan oleh masyarakat. Linggar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful