P. 1
Peranan Fungsi Humas Pemerintah Dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah

Peranan Fungsi Humas Pemerintah Dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah

|Views: 2,218|Likes:
Published by Prita Ismayani

More info:

Published by: Prita Ismayani on Mar 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2012

pdf

text

original

PERANAN FUNGSI HUMAS PEMERINTAH DALAM PENYELENGGARAAN OTONOMI DAERAH

NAMA : IMELDA RETTOBJAAN NIM : 080815039 TUGAS : HUMAS PEMERINTAHAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO 2011

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan bimbingan Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan paper ini dengan baik. Adapun judul dari paper ini tentang “ PERANAN FUNGSI HUMAS PEMERINTAH DALAM PENYELENGGARAAN OTONOMI DAERAH ”. Penulisan paper ini di susun dalam rangka untuk memenuhi tugas akhir semester dalam mata kuliah Humas Pemerintahan. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dalam penulisan ini. Dan sekaligus juga sangat mengharapkan kritik dan juga saran yang berguna bagi penulis dalam penulisan berikutnya.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………..........I DAFTAR ISI ………….……………………………………………………….………...ii BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………..............……1 1.1. LATAR BELAKANG ……………………………………………………..….........1 1.2. PERUMUSAN MASALAH …………………………………………….…...…......5 1.3. TUJUAN PENULISAN ……………………………………………………..……..5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA …………………………………………………..……6 2.1. KONSEP HUMAS ……………………………………………………………….. 6 2.2. PERKEMBANGAN HUMAS …………………………………………………..10 2.3. KEDUDUKAN HUMAS DALAM LEMBAGA PEMERINTAH ……………12 2.4. MODEL-MODEL HUMAS ……………………………………………………..14 BAB III PEMBAHASAN ……………………………………….…...….....................16 3.1. FUNGSI HUMAS PEMERINTAH ......................................................................16 3.2. PENYELENGGARAAN OTONOMI DAERAH………………………………..20 3.3.PERAN HUMAS PEMERINTAH …………………………………..……………….……….……25 BAB IV PENUTUP ……………………………………………………………….…. 29

. Pada level internasional... satu paket dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1956. pasal 1-h). khususnya reformasi politik dan ketatanegaraan.... peradilan... Beberapa hal mendasar dalam penyelenggaraan otonomi daerah yang dituangkan dalam UU Nomor 22 Tahun 1999 tersebut adalah pentingnya pemberdayaan masyarakat... moneter.. Seiring dengan hal tersebut.. 29 B.. 29 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………..... .... Semua kewenangan pemerintah (pusat) kecuali bidang politik luar negeri... walaupun dalam praktiknya lebih cenderung sentralistik.…iii BAB I PENDAHULUAN 1. Sistem otonomi yang dianut dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 adalah otonomi yang luas..... Indonesia paling tidak menghadapi dua tantangan besar..…...………………….A.. 22: 1999. hankam. Latar Belakang Beberapa tahun terakhir ini. Hal tersebut telah menyebabkan berbagai perubahan. Salah satu upaya untuk mereaisasikan pemerintahan yang desentralistik itu adalah dengan melakukan perubahan mendasar dalam penyelenggaraan otonomi daerah. dan fiscal serta agama dan bidang-bidang tertentu diserahkan kepada daerah secara utuh. secara eksplisit mengandung makna bahwa daerah diberi otonomi mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan peundang-undangan (UU No.. KESIMPULAN ………………………………………………….. Perubahan tersebut tentu saja memerlukan perubahan yang mendasar pad atingkat praktiknya. bulat dan menyeluruh yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah (Depdagri< 2004: 4)..... Indonesia menghadapi apa yang biasa disebut era globalisasi dengan segala konsekuensinya. SARAN ………………………………………... Di atas kertas sesungguhnya Indonesia melaksanakan Pemerintahan yang desentralistik.. yakni tututan paradigma Pemerintahan yang bercorak sentralistik ke pemerintahan yang desentralistik.... Penyelenggaraan otonomi daerah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang pemerintahan Daerah sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974. pada level nasional Indonesia menghadapi suatu proses reformasi. menumbuhkan prakarsa dan kreativitas mereka secara aktif serta meningkatkan fungsi dan peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...….1.

pengembangan kehidupan demokrasi. Salah satu masalah yang dihadapi dalam penyelenggaraan otonomi daerahnya adalah sulitnya memperoleh dukungan masyarakat. Selama ini. penyelenggaraan otonomi daerah. pengaturan. Salah satu faktor penting dari kemungkinan kesuksesan penyelenggaraan otonomi daerah adalah dengan memaksimalkan fungsi dan peran Humas pemerintah. 2001:xii). sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. yang diperlukan tumbuh dan berkembang di daerah. Menurut Rachmadi (1994:22) bahwa: . pemerataan. dan diharapkan mampu membuka peluang memajukan daerah. tantangan dan kendala yang dihadapi oleh daerah. Itulah sebabnya banyak harapan yang dimungkinkan dari praktik penerapan otonomi daerah yang sungguh-sungguh. keadailan dan pemerataan serta pemeliharaan hubungan yang serasi antara pusat dan daerah dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat tercapai (Penjelasan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999:56). sehubungan dengan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah. mempertanggungjawabkan kepada pemerintah asatannya ataupun kepada Publik (Wijaya. nyata. pelaksanaan. dan pemerataan. pengawasan. peran serta masyarakat. Hal ini tentu saja sangat berpengaruh dalam menetapkan kebijakan selanjutnya. dan pengendalian serta evaluasi. efisien. Akan tetapi. dan bertanggungjawab kepada daerah secara proporsional. keadilan.Keleluasaan otonomi meliputi kewenangan dalam penyelenggaraannya dimulai dari perencanaan. seiring dengan itu tidak sedikit masalah. karena melalui Humas. sehingga muncul pro dan kontra di kalangan masyarakat. Dengan demikian tujuan pemberian otonomi berupa peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui otonomi daerah diharapkan daerah akan lebih mandiri dalam menentukan seluruh kegiatannya. khususnya dalam penyelenggaraan otonomi daerah. pengembangan dan pemanfaatan sumberdaya nasional serta perimbangan keuangan pusat dan daerah Belum terlaksana secara proporsional sesuai dengan prinsip demokrasi. efektif termasuk kemampuan perangkat daerah meningkatkan kinerja. yaitu perlunya menyelenggarakan otonomi daerah dan memberikan kewenangan luas. karena minimnya informasi yang diterima oleh masyarakat dan kurangnya pemerintah dalam mensosialisasikan kebijakan tersebut sebelum ditetapkan. dan keadilan serta potensi keanekaragaman daerah yang dilaksanakan dalam kerangka Negara Kesatuan Repubik Indonesia. dengan melakukan identifikasi potensi sumber-sumber pendaptan dan mampu menetapkan belanja daerah secara wajar. pemerintah dapat menyampaikan kebijakan sekaligus menyerap reaksi yang ditimbulkan masyarakat sehubungan dengan kebijakan yang telah ditetapkan tersebut. Hal ini sesuai dengan ketetapan MPR Nomor XV/MPR/1998.

fungsi Humas diperlukan terutama dalam mengatur informasi baik ke dalam maupun ke luar. Akibatnya pemerintah tidak memperoleh kepercayaan dari warga masyarakat (Putra. Warga Negara sebagai Publik utama yang dihadapi Humas mempunyai kecenderungan yang semakin apatis terhadap pemerintah. program. Prinsip memperoleh public acceptance dan public support tersebut tentu saja menjadi salah satu factor penting dalam mengukur keberhasilan Humas Pemerintah dalam menjalankan fungsi dan perannya. Banyak program dan kebijakan tidak mendapatkan dukungan yang memadai dari Publik utamanya. . Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa “perbedaan-perbedaan paradigmatic dan persepsi antara pemerintah dan public (masyarakat) dalam menyelenggarakan otonomi daerah selayaknya dijembatani secara proporsional dan bertanggungjawab. dan sebagai resikonya memberikan kepatuhannya kepada semua kebijakan pemerintah. maka tidak dapat dipungkiri peran Humas pemerintah menghadapi satu situasi yang lebih kompleks dibandingkan dengan keadaan sebelumnya. maupun Kabupaten) belum berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat. 1999:62). Hal ini disebabkan banyak kebijakan pemerintah (Provinsi. Humas dalam sektor Publik menghadapi tantangan yang tidak kalah berat dibandingkan dengan tantangan yang dihadapi Humas sektor swasta. Jika pada masa sebelumnya masyarakat seolah mengalami ketakutan. Kota. Dengan terjadinya pergeseran konteks tersebut. Masyarakat Indonesia secara paradigmatic dan psikologis mengalami berbagai perubahan “drastic”. tetapi dilain pihak sangat mungkin perda-perda tersebut hanya menyulitkan dan memberatkan masyarakat”. serta mengolah data sebagai acuan dalam perumusan dan penyempurnaan pemerintah. oleh karena itu biro ini seyogyanya mempunyai kedudukan yang dapat memberikan keleluasaan dalam menjalankan tugasnya. Di satu pihak pemerintah ingin menegakkan otonomi daerah dengan sejumlah perda. apa lagi ketika otonomi daerah telah diberlakukan secara taat asas. Begitu pentingnya fungsi Humas bagi instansi pemerintah untuk merumuskan kebijakan dalam menyelenggarakan suatu Pemerintahan. serta tindakan-tindakan dari lembaga atau organisasinya. maka belakangan ini masyarakat Indonesia seolah mendapatkan kekuatannya untuk terlihat secara aktif terhadap semua proses kebijakan pemerintah. agar dapat dipahami sebagai public acceptance dan public support. Humas harus mampu berperan dalam mengembangkan potensi daerah. sirkulasi informasi internal dan eksternal. dengan memberikan informasi serta penjelasan seluas mungkin kepada Publik (masyarakat) mengenai kebijakan. Dengan demikian. Dengan demikian dalam penyelenggaraan otonomi daerah Humas tidak terpaku pada birokrasi yang nantinya akan membatasi ruang geraknya.Fungsi Humas pemerintah adalah mengatur lalu-lintas. memonitor dan merekam opini Publik serta tanggapan masyarakat terhadap pemerintah.

Oleh karena itu. Sebagai salah satu tugas akhir semester mata kuliah Humas Pemerintahan. Dapat memberikan informasi yang berguna bagi pengembangan studi mengenai fungsi Humas pemerintah terutama dalam penyelenggaraan otonomi daerah.serta mampu mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah yang dititikberaktan pada daerah kota dan kabupaten. Dapat mengetahui model humas pemerintah yang tepat dalam menunjang pelaksanaan otonomi daerah. . Hal ini sesuai dengan pendapat Ruslan (1999:101) mengatakan bahwa “pada prinsipnya fungsi Humas secara structural dalam organisasi merupakan bagian yang integral yang tak dapat dipisahkan dari status kelembagaan atau organisasi. kehadiran Humas dalam system manajemen suatu lembaga sudah selayaknya secara optimal. c. Bagaimana model huams pemerintah yang tepat dalam menunjang pelaksanaan otonomi daerah? 1. dan sekaligus terkait langsung dengan fungsi pimpinan manajemen. Bagaimana pelaksanaan fungsi humas dalam pensosialisasian kebijakan pemerintah kota dalam menunjang penyelenggaraan otonomi daerah? 2. Fungsi kehumasan itu diharapkan berhasil kalau berada di bawah pimpinan atau mempunyai hubungan langsung dengan pimpinan tertinggi (pengambil keputusan) pada organisasi/instansi yang bersangkutan. Bagaimana pelayanan yang diberikan praktisi humas kepada masyarakat mengenai informasi yang dibutuhkan dalam menunjang penyelenggaraan otonomi daerah? 3.2.3. Rumusan Masalah 1. 1. b. Tujuan Penulisan a.

KONSEP HUMAS Eksistensi Humas dalam suatu lembaga/instansi pemerintah merupakan keharusan secara fungsional dan operasional. Informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah disebarluaskan. Melalui Humasnya pemerintah dapat menyampaikan informasi atau menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan kebijaksanaan dan tindakan-tindakan tertentu serta aktivitas dalam melaksanakan tugas-tugas dan kewajiban kepemerintahannya. Disinilah Humas berfungsi untuk mengelola informasi dan opini public. Kedua-duanya menurutnya mempunyai tugas yang sama. Tugas Humas pemerintah disini. apabila tidak sesuai dengan aspirasi rakyat. karena rakyat turut mengawasi setiap kegiatan pemerintah. Mengamati dan mempelajari tentang hasrat. Humas pemerintah menurut Sam Black (Effendy. peraturan-peraturan dan hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan rakyat sendiri. Terdapat beberapa hal untuk melaksanakan tugas utamanya: 1. 1999:37) diklasifikasikan menjadi Humas pemerintah pusat dan Humas Pemerintah daerah. Sebagai Negara demokrasi Humas berfungsi melayani rakyat. Kelengkapan ini dianggap sangat penting karena falsafah Negara dari rakyat. rakyat secara cepat akan mengeritiknya.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. pertama menyebarkan informasi secara teratur mengenai kebijaksanaan perencanaan dan hasil yang telah dicapai. kedua menerangkan dan mendidik mengenai perundang-undangan. oleh rakyat dan untuk rakyat seperti yang dikehendaki dalam bentuk Negara yang menganut system demokrasi. opini ublik dikaji dan diteliti seefektif mungkin untuk keperluan pengambilan keputusan dan penentuan kebijakan selanjutnya. Kegiatan memberikan nasehat atau sumbang saran untuk menanggapi atau sebaliknya dilakukan oleh instansi/lembaga pemerintah seperti dikehendaki publiknya (advising the public about what is should desires) . keinginan-keinginan dan aspirasi yang terdapat dalam masyarakat (learning about public desires and aspiration) 2.1. walaupun ruang lingkupnya berbeda.

3. (memberi kesempatan kepada mereka untuk menyatakan pandangan mengenai proyek baru yang penting sebelum lembaga mengambil keputusan). Selanjutnya menurut Sam Black (Effendy. Ditinjau dari segi kenegaraan/politik kehumasan sangat erat hubungannya dengan mekanisme demokrasi. dan membina masyarakat yang mempunyai kesadaran tinggi untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. To promatoe a sense of civic pride (mengembangkan rasa bangga sebagai warga Negara) Pendapat Sam Black tersebut di atas hamper sejalan dengan pemikiran yang dikemukakan oleh Widjaya (1993:126) yang mengemukakan bahwa humas dapat ditinjau dari beberapa aspek. To enlighten citizen them of their right and responsibilities. 1999:297). yaitu pemerintah dituntut untuk menjelaskan segala sesuatu yang dikerjakan atas nama rakyat banyak (terutama dalam system demokrasi liberal). (memberikan penerangan kepad apenduduk mengenai cara pelaksanaan system Pemerintahan daerah dan mengenai hak-hak dan tanggungjawab mereka. yakni: 1. hubungan pemerintah dan masyarakat titik beratnya pada stabilitas politik dan ketertiban umum. hubungan antara pemerintah dengan masyarakat sebagai warga negara harus dipelihara dengan berbagai cara (tergantung sistem politik yang ada). 2. 3. 3. 2. To key citizen informed o fthe council’s policy and its day-by-day activities. Guna menjaga hubungan yang jujur dan harmonis program-program dan mekanisme sekitar hubungan tersebut. 4. tentu saja inisiatif datang dari kita (pemerintah dan pemerintah daerah) . 1999:39) menyebutkan ada 4 tujuan utama Humas Pemerintahan daerah yaitu: 1. Kemampuan untuk mengusahakan terjadinya hubungan memuaskan yang diperoleh antara hubungan public dan aparat Pemerintahan (ensuring satifactory contac between and government official) 4. To give theme decisions are by the council. 4. (memelihara penduduk agar tahu jelas mengenai kebijaksanaan lembaga beserta kegiatan sehari-hari). Dalam masa pembangunan sekarang ini. Memberikan penerangan dan informasi tentang apa yang telah diupayakan oleh suatu lembaga/instansi Pemerintahan yang bersangkutan (informing and about what an agency is doing) Ruslan. Dalam Negara bagaimanapun bentuk Pemerintahannya. Dalam alam demokrasi Pancasila kehumasann harus mempunyai sifat membina dan mengembangkan partisipasi rakyat serta mendidik masyarakat yang berhubungan dengan kepentingan dikalangan pemerintah dan masyarakat bersama-sama mencapai tujuan Negara.

Dengan demikian. memberikan pelayanan. mutual-confidance dan image yang baik. Ketiga. daya piker. karenanya perlu usaha human relations. Tidak semua anggota masyarakat mampu berkeinginan/menyampaikan pendapat secara rasional. saling pengertian dan citra ygbaik dari berbagai public atau masyarakat. Dari berbagai pendapat yang dikemukakan diatas. Uraian di atas akan lebih jelas jika kita melihat beberapa definisi humas seperti yang dikemukakan oleh Cutlip Center dan Brown (1985:6) bahwa “The management function that estabilish and maintain mutually beneficial relationship between and organization and the public on home it success of failurdependt” Dari catatan itu. Dengan mekanisme kehumasan kita hidupkan inisiatif. menyebarluaskan pesan atau informasi mengenai kebijakan hingga program-program kerja nasional kepada masyarakat. menjadi komunikator dan sekaligus sebagai mediator yang proaktif dalam menyembatani kepentingan isntansi pemerintah disatu pihak. Guning dan Hunt (1984:6) lebih memfokuskan kegiatan Humas sebagai kegiatan komunkasi dengan mengemukakan pengertian humas sebagia kegiatan pengelolaan komunikasi antara sebuah organisasi dengan berbagai publiknya. 6. kepercayaan. Ruslan (1999:34) mengemukakan bahwa fungsi pokok humas pemerintah Indonesia pada dasarnya mengamankan kebijakan pemerintah. sasaran Humas adalah menciptakan opini public yang favourable. dan menampung aspirasi serta memperhatikan keinginan- .5. Pertama. Humas dapat dilihat sebagai fungsi manajemen untuk membangun dan menjaga hubungan saling menguntungkan antara organisasi dengan berbagai pihak yang menentukan keberhasilan atau kegagalan organisasi tersebut. menunjukkan kebijaksanaan public dan melaksanakan rencana kerja untuk memperoleh pengertian dengan pengakuan dari public. dinamia dan sumbangsih/kritik yang konstruktif. Pemerintah sama sekali tidak menghendaki adanya masyarakat yang pesimis. Hubungan yang harmonis ini timbul dari adnaya mutual-understanding. Lebih lanjut Glen dan Danny Griswold (Abdurahman. 1995:25) menyebutkan bahwa: Public relations adalah suatu fungsi manajemen yang enlai sikap public. statis dan frustasi. Kedua. negatif. Humas merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperoleh goodwill. menurut penulis ada beberapa kesamaan pokok pikiran yaitu. Humas merupakan unsure yang sangat penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik dari organisasi atau perusahaan. menguntungkan semua pihak. Humas adalah usaha untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara suatu badan atau organisasi dengan masyarakat melalui suatu proses timbale balik atau dua arah. banyak yang emosional. Ini semua merupakan langkah yang ditempuh oleh Humas untuk mencapai hubungan yang harmonis.

3. 5. Tujuan yang hendak dicapai adalah tujuan organisasi tempat humas menginduk. PERKEMBANGAN HUMAS Humas dan Publik relation (PR) secara umum diartikan sebagai semua kegiatan yang dilakukan oleh semua lembaga atau organisasi. Efek yang diharapkan adalah terbinanya hubungan yang harmonis antara organisasi dan khalayak. Komunikasi yang dilancarkan berlangsung dua arah secara timbale balik. Ciri komunikasi dalam Humas sebagaimana dikemukakan di atas ialah komunikasi yang timbal balik (two way traffic communication). Sasaran yang dituju adalah khalayak di dalam organisasi dan khalayak di luar organisasi. dan berperan serta menciptakan iklim kondusif dan pembangunan nasional baik jangka pendek maupun jangka panjang. Ini mutlak harus berlangsung. 2. 2. Effendy (1990:132) mengemukakan cirri-ciri Humas adalah: 1. artinya praktisi Humas dalam menyampaikan pesan harus mengetahui efeknya. dan ia harus menelitinya sehingga dapat diketahui dengan pasti efek komunikasinya. Humas dapat dipandang sebagai alat medium untuk menciptakan hubungan-hubungan dengan siapa saja yang dianggap dapat membawa keuntungan dan kemajuan bagi organisasi atau lembaga yang bersangkutan. dan badan usaha melalui para praktisi Humas untuk merumuskan organisasi atau struktur dan komunikasi guna menciptakan saling pengertian yang lebih baik antara lembaga itu dengan khalayaknya (orang-orang yang harus dihubunginya). . Kegiatan yang dilakukan terdiri atas penyebaran informasi. sehingga feedback timbul dengan sendirinya. penggiatan persuasi dan pengkajian pendapat umum.2.keinginan publiknya dilain pihak. 4.

opni. Wisaksono Noeradi (Pimpinan Biro Iklan Matari) dan beberapa tokoh lainnya. sejarah. Marah Joenoes.. Di Indonesia Humas secara institusional baru tampak pada tahun 1950-an. jadi sama tuanya dengan peradaban manusia. Drs. Bakohuman ini menghimpun para pejabat dan staf Humas di lingkungan Depatermen. sebagai suatu program aksi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. ekonomi. Sebagai ilmu pengetahuan relatif masih baru dan termasuk dalam jajaran ilmu-ilmu sosial seperti politik. Sebagai lembaga pertama di Indonesia yang menghimpun para praktisi Humas adalah Perhumas (Perhimpunan Hubungan Masyarakat). Lembaga ini didirikan (berbadan Hukum) pada tanggal 12 Desember 1972.M. Kedua. Dr. Lembaga-Lembaga pemerintahan dan BUMN. 1994:15). Brijen Soemarhadi. Pendirinya dari kalangan swasta dan pemerintahan antara lain. memperluas dan memperdalam pengetahuan teknis Humas dan sebagai wahana pertemuan para praktisi Humas. Nana Sutrisna (Pejabat Departemen Luar Negeri Faisal Tamim (pejabat Depdagri). Perkembangan Humas di Indonesia cukup pesat. kedua pertumbuhan ekonomi dan yang ketiga adalah kebutuhan masyarakat akan informasi yang akurat.Lahirnya konsep Humas atau Public Relations terdapat beberapa pendapat versi yang berbeda-beda. profesi Humas diakui sejak terbentuknya Bakohumas (badan koordinasi Hubungan Masyarakat) pada tanggal 13 Maret 1971. Jadi Humas erat hubungannya dengan pembentukan opini public dan perubahan sikap. komunikasi dan lain-lain. HDJ. . Dalam hubungan ini terdapat dua fungsi pokok dari Humas. Secara spesifik Humas adalah salah satu cabang ilmu komunikasi. dan hingga saat ini metode dan pendekatannya masih digunakann (Rahmad. Humas itu sudah ada sejak manusia lahir di dunia. Munculnya Humas dapat ditelusuri pada Zaman Thomas Jefferson. Humas dalam pengertian ini dipraktikkan dan dirintis oleh Alexander Hamilton. Alwi Dahlan. Menurut Thomas Jefferson dalam masyarakat yang demokratis kita tergantung persetujuan (concent) rakyat. R. adalah Wardiman Djojonegoro. sebagai alat untuk mengerti atau memahami sikap public dan mengetahui apa yang harus tidak boleh dilaksanakan oleh organisasi/perusahaan untuk mengubah sikap mereka. Humas merupakan engineering of consent (rekayasa sikap. dukungan atau pendapat umum). Pertama. Soemadi (Mantan Direktur TVRI) Imam Sajono (konsutan Humas). Tapi sebagai suatu fenomena social dan sebagai suatu kegiatan baku dalam masyarakat. Perhumas dibetuk dengan tujuan meningkatkan keterampilan profeisional Humas. ada 3 faktor yang melatar belakangi yaitu: Pertama cepatnya kemajuan teknologi. administrasi negara. Akan tetapi. Wibowo. dan merupakan salah satu unsur dari administrasi yang ada dalam praktek bidang keg tertentu Humas juga merupakan satu profesi yang berkaitan dengan hubungan antara suatu lembaga/organisasi dengan publiknya yang ikut menentukan kelangsungan lembag aitu. psikologi.

Mempromosikan perkembangan ekonomi. Memonitor pendapat umum tentang kebijakan pemerintah. dan kebudayaan yang telah dicapai oleh bangsa kepada khalayak di dalam maupun di luar negeri. langkah-langkah. Memberikan penerangan dan pendidikan kepada masyarakat tentang kebijakan. lembaga non departemen.Di semua Negara. lembaga kehumasan sangatlah diperlukan. 3. karena itu sikap keterbukaan informasi sangat diperlukan. Memberikan bantuan kepada media masa berupa bahan-bahan informasi mengenai kebijakan dan langkah-langkah serta tindakan pemerintah. jujur dan obyektif. termasuk fasilitas peliputi kepada media massa untuk acara-cara resmi yang penting. Humas pemerintah bertugas memberikan informasi dan penjelasan kepada khalayak public mengenai kebijakan dan langkah-langkah/tindakan yang diambil oleh pemerintah. khususnya Negara berkembang seperti Indonesia. pada dasarnya tutgas Humas pemerintah menurut Rachmadi (1994:78) adalah: 1. Pelayanan dan sikap yang baik sangat penting demi terciptanya pengertian dan penghargaan yang sebaik-baiknya. 2. Pemerintah merupakan sumber informasi yang penting bagi media. KEDUDUKAN HUMAS DALAM LEMBAGA PEMERINTAH Humas dalam lembaga pemerintah (deartemen. yaitu masyarakat dalam arti luas. agar lembaga/instansi dimana Humas itu berada memperoleh kepercayaan dari publiknya. pemberian pelayanan kepada masyarakat dengan sikap yang disesuaikan dengan kepentingan orang atau golongan. dan tindakan-tindakan pemerintah. serta mengusahakan tumbuhnya hubungan yang harmonis antara lembaga/instansi dengan publiknya dan memberikan pengertian kepada publiknya (masyarakat) tentang apa yang dikerjakan oleh instansi pemerintah dimana Humas itu berada dan berfungsi. Humas ini merupakan kelanjutan dari proses penetapan kebijakan. Jadi. 2000: 57-58). serta memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa informasi yang diperlukan secara terbuka.Perhumas telah tercatat sebagai anggota IPRA (International public Relations Association) yang berpusat di Jenewa Swiss. selanjutnya menyampaikan tanggapan masyarakat dalam bentuk feedback kepada pimpinan instansi Pemerintahan yang bersnagkutan sebagai input. Badan usaha Milik Negara/BUMN) merupakan suatu keharusan fungsional dalam rangka tugas penyebaran informasi tentang kebijakan program dan kegiatan-kegiatan lembaga pemerintah kepada masyarakat. serta turut merintis pembentukan FAPRO (Federation of ASEAN Public Relations Organizations) pada awal 1980-an (Anggoro. . 4. 2.3.

Humas sebagai tangan kanan. sehingga Humas langsung dapat bahan informasi untuk disampaikan kepada publik yang bersangkutan jadi idealnya Humas itu berfungsi sebagai saluran langsung dari lingkungan dimana terjadi proses pengambilan keputusan kepada masyarakat agar keputusan yang dibuat itu dipahami dan diterima. maka masyarakat akan bersikap wajar dan bijaksana. Adapun yang menjadi dasar pembentukan kegiatan Humas adalah adanya anggapan bahwa jika masyarakat diberi tahu masalahnya. untuk keperluan tulisan ini ada beberapa model yang perlu penulis kemukakan antara lain: a. dengan perspektif yang berbeda. which we call the dominant coalition”. 2. Press Agentry Model (Model Keagenan Press atau Model Propaganda) . mata dan telinga pemerintah mempunyai kewajiban untuk memantapkan program-program pemerintah. langsung berada dibawah pimpinan (Decision makers) atau top manager supaya lebih mampu dalam menjalankan tugasnya. Humas pemerintah merupakan bagian dari organisasi sesuatu departemen/lembaga non departemen yang memainkan peranan yang cukup penting. Dari penjelasan tersebut di atas bahwa Humas perlu mendapat kedudukan yang tinggi dalam organisasi agar dapat dengan mudah menjalankan aktivitasnya dan dapat menjalankan fungsinya secara maksimal. Dengan demikian Humas harus menunjang terwujudnya tujuan organisasi dan mengusahakan agar masyarakat mau menerima dan mengakui pertanggungjawaban yang diberikan. Cutlip and Center dalam Rahmadi (1994:78) mengatakan bahwa idealnya Humas itu dimaksudkan ke dalam staf inti.4. Humas perlu didudukkan dalam maajemen puncak (pimpinan management) sebagaimana dikemukakan oleh Gruning (1992:5) yang menyatakan bahwa “Public Relations Manager Should be involed in decision making by the group of senior managers who control an organization. Dengan posisi itu Humas dapat mengetahui langsung latar belakang dari suatu keputusan yang diambil oleh pimpinan lembaga.Mengenai kedudukan humas dalam lembaga pemerintah. Selain itu agar dapat menjalankan kewenangan untuk ikut ambil bagian dalam proses pengambilan kebijakan organisasi. Karena pada dasarnya masyarakat itu merupakan pihak yang tanggap dan meningkatkan kebenaran. MODEL-MODEL HUMAS Ada berbagai macam model-model Humas yang dikemukakan oleh berbagai macam pakar. Selain itu Humas juga berterus terang menampung suara-suara atau tanggapan masyarakat mengenai kebijakan dan tindakan-tindakan yang di ambil oleh instansi atau lembaga yang bersangkutan.

Model ini menekankan pentingnya sebuah perubahan perilaku organisasi untuk merespon tuntutan public. Model ini sudah lebih canggih dari kedua model sebelumnya.Model ini menggambarkan program-program Humas dengan tujuan tunggal untuk memperoleh publisitas melalui media massa yang menguntungkan (favorable) organisasi. Model ini menggambarkan sebuah model Humas yang beroperasi berdasarkan penelitian dan menggunakan komunikasi untuk mengelola konflik dan meningkatkan pemahaman dengan public strategic. b. Public Information Model (Model Informasi Publik). Two Way Symeirical Model (model simetris dua arah). kebenaran dari informasi yang disampaikan menjadi tidak penting. d. Inilah yang menurut Gruning (1992) merupakan model Humas yang paling etis dan bisa diterima secara skematis Humas dalam organisasi. bersikap dan bertindak sesuai dengan harapan-harapan organisasi. c. Model ini menggambarkan kegiatan Humas bertujuan untuk penyebaran informasi kepada public. dalam model ini praktisi sudah mempertimbangkan pentingnya dalam informasi. misanya untuk merancang pesan. Praktisi Humas yang mempraktikan model ini menggunakan hasil riset untuk mengembangkan pesan-pesan sekitarnya lebih mudah untuk membujuk publik agar publik berpikir. . Model ini disebut juga sebagai model persuasi ilmiah yang menggunakan hasil-hasil penelitian tentang sikap. Dengan kata lain Humas dalam sebuah organisasi disamping berfungsi untuk mempersuasi public juga berfungsi untuk membujuk pengelola organisasi. Namun demikian berbeda dengan model press agentry. Two Way Model (Model Asismetris dua arah). Menurut Gruning (1992) praktisi yang mempraktikan model ini sering dipandang tidak lebih seekdar flack. Praktisi yang mempraktikan model ini sering dijuluki media dan membuat press release sesering mungkin.

dengan memberikan informasi serta penjelasan seluas mungkin kepada Publik (masyarakat) mengenai kebijakan. Senada dengan pendapat di atas Rachmadi (1994:22) mengemukakan bahwa: Fungsi pokok Humas adalah mengatur lalu-lintas. agar dapat dipahami sehingga memperoleh public support dan public acceptance. sehingga kebijaksanaan dengan ragam kebutuhan organisasi dan pandangan public-publik tersebut. 3.1. menumbuhkan motivasi dan partisipasi public dengan upaya menciptakan motivasi dan partisipasi public dalam upaya menciptakan iklim pendapat (opini public) yang menguntungkan. Kedua pendapat di atas menurut hemat penulis bahwa memang secara idela Humas sebetulnya sebgai juru bicara organisasinya. Mengenai konsep fungsional Humas Scott. FUNGSI HUMAS PEMERINTAH Fungsi utama Humas adalah menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antara lembaga/instansi dengan publiknya. Cultip dan Center (Effendy. serta tindakan-tindakan dari lembaga atau organisasinya. perlu diupayakan hubungan yang harmonis antara public relations (Humas) dalam lingkungannya. disamping itu juga sebagai koordinator dari lalulitas informasi dengan masyarakat. intern maupun ekstern. Memudahkan dan menjamin arus opini yang bersifat mewakili dari public-publik suatu organisasi. sirkulasi informasi internal dan eksternal. Untuk mencapai tujuan atau sasaran tersebut. Edwin Ermery (1988:382) menyebut fungsi Humas sebagai “to establish mutually benefid throught acceptable communication relationship with its various publics” secara umum sasaran kegiatan Humas swasta maupun pemerintah adalah menciptakan opini public yang menguntungkan perusahaan atau lembaga pemerintah yang bersangkutan. Merencanakan dan melaksanakan program-program yang dapat menimbulkan penafsiran yang menyenangkan terhadap kebijakan dan oeprasionalisasi organisasi. 2. Untuk melaksanakan tugasnya secara sempurna adalah wajar kalau Humas . Menasehati manajemen mengenai jalan dan car amenyusun kebijaksanaan dan operasionalisasi organisasi untuk dapat menerima secara maksimal oleh public. dalam rangka menanamkan pengertian.BAB III PEMBAHASAN 3. 1999:34) memberikan penjelasan sebagai berikut: 1. program.

Kemamuan untuk melakukan komunikasi timbal balik. Ruslan. (4) Berperan serta menciptakan iklim koindusif dan pembangunan nasional baik jangka pendek maupun jangka panjang.ditempatkan dalam kedudukan sebagai bagian dari Mekanisme pengambilan keputusan dan karena itu juga Humas harus dekat pejabat pengambil keputusan. untuk membantu (backup) mencapai tujuan dan sasaran bagi lembaga/instansi pemerintahan yang bersangkutan dan menciptakan citra serta opini masyarakat yang menguntungkan. (4) Menjalin hubungan baik atau kerjasama dan saling mempercayai dengan berbagai pihak yang terkait. inspirasi atau opini khalayak tersebut diserasikan demi kepentingan instansinya atau tujuan bersama. Peran taktis dan strategis kehumasan pemerintah menurut Ruslan adalah menyangkut: (1) tugas secara taktis dalam jangka pendek. (2) Memberikan pelayanan. Humas berupaya memberikan pesan-pesan dan informasi kepada masyarakat umum. (3) Menjadi komunikator dan sekaligus sebagai mediator yang proaktf dalam menjembatani kepentingan instansi pemerintah disatu pihak. saling mendukung kedua belah pihak dan menarik perhatian kepada audiensinya. gagasan dan hingga ide-ide cemerlang serta kreatif dalam menyukseskan program kerja lembaga instansi/lembaga yang bersangkutan dan hingga pelaksanaan pembangunan nasional. (2) Melakukan komunikasi timbale balik yang kreatif. (3) Mempengaruhi dan menciptakan pendapat umum yang menguntungkan lembaganya. sedangkan ke dalam wajib menyerap reaksi. dan menamung aspirasi serta memperlihatkan keinginan-keinginan publiknya di lain pihak. dinamis. dan khaayak tertentu sebagai target sasarannya. Dengan demikian peranan Humas menjadi penghubung bagi pimpinan manajemen dari organisasi/lembaga yang ruang lingkup tugasnya meliputi peran taktis dan strategis. Secara garis besarnya. (1999:299) menyebutkan bahwa tugas pokok Humas adalah bertindak sebagai komunikator. selanjutnya menurut Ruslan (1998:301) maka praktisi Humas harus memiliki kemamuan untuk: (1) Mengamati dan menganalisis persoalan yang menyangkut kepentingan instansinya atau lkhalayak yang menjadi target sasaran. Dengan demikian fungsi pokok Humas pemerintah Indonesia pada dasarnya adalah: (1) Mengamankan kebijakan. . (2) Tugas Strategis (jangka panjang) Humas yakni berperan serta aktif dalam proses pengambilan keputusan (decision making approach). memotivasi dan mempengaruhi opini masyarakat dengan usaha untuk menyamakan persepsi dengan jujur dan sasaran instansi/lembaga yang diwakilinya. menyebarluaskan pesan informasi mengenai kebijakan hingga program-program kerja nasional kepada masyarakat. efektif. Humas mempunyai peran ganda yaitu fungsi keluar berupaya memberikan informasi atau pesan-pesan sesuai dengan tujuan dan kebijaksanaan instansi/lembaga kepada masyarakat sebagai khalayak sasaran. Berdasarkan peran Humas tersebut. terakhir bagaimana upaya untuk menciptakan citra atau opini masyarakat yang positif. memberikan sumbang saran.

Humas juga harus mampu mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah sehingga dapat terrealisasi dengan baik. ada beberapa kegiatan yang dihadapinya antara lain yaitu: (1) Kemamuan membangun dan membina saling pengertian antara kebijaksanan pimpinan lembaga/instansi dengan khalyaak eksternal dan internal. Research-listening (penelitian dan mendengarkan) dalam tahap ini. Selanjutnya ditetapkan permasalahan ini akan menetapkan yang berkaitan langsung dengan kepentingan organisasi. (5) Kemampuan membuat produ publikasi Humas. buletin. yaitu dengan memberi saran bagaimana Humas memecahkan persoalan melalui program kerja yang terencanade menciptakan angkah-langkah pokok landasan acuan untuk pelaksanaan program kerja Kehumasan. brosur. news letter. Planning-Decision. baik bersumber dari lembaga/instansi maupun yang berasal dari pihak publiknya. pemerintah dapat menjelaskan tindakan dan kebijakan dalam melaksanakan tugas. sikap dan reaksi dari mereka yang berkepentingan dengan kebijaksanaan suatu organisasi kemudian melakukan pengevaluasian terhadap fakta-fakta dan informasi yang masuk untuk menentukan keputusan berikutnya. mislanya kliping. serta mampu berperan dalam mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah. Selain itu Humas berkewajiban untuk turut serta memantapkan program pemerintah dalam suatu sistem politik yang ada sekarang. agar sistem politik itu semakin baik dan salah satunya adalah menghadapi otonomi daerah yang dititikberatkan pada daerah kota dan kabupaten. press release. poster dan lain sebagainya. (2). majalah. (4) Mengumpukan berbagai data dan informasi yang berasal dari berbagai sumber. (3) Menyelenggarakan pendokumentasian setiap ada publikasi dan peristiwa dari suatu kegiatan atau acara penting di lingkungan lembaga/instansi. khalayak yang berkaitan dengan kepentingan pembentukan opini publiknya.Dalam rangka untuk menunjang pelaksanaan fungsi dan tugas tersebut. ide-ide dan reaksi yang berkaitan dengan kebijaksanaan. Tahap-tahap program Humas sebagai berikut: (1). penelitian berkaitan dengan opini. (Perencanaan dan Mengambil Keputusan) Tahap ini menyampaikan sikap opini. termasuk menetapkan program kerja . (2) Sebagai pusat pelayanan dan pemberian informasi. Melalui Humas. Cutlip & Center (1982: 139) memberikan solusi untuk memaksimalkan fungsi Humas. artinya bagaimana eksekutif daerah memberi apresiasi pada fungsi Humas serta bagaimana profesionalisme Humas mampu membangun citra positif bagi daerah sehingga tumbuh kebanggaan di kalangan publik internal maupun pihak luar yang berkepentingan dengan pemerintah daerah. Depdagri (2000:23) mengemukakan fungsi Humas dalam menghadapi pelaksanaan otonomi daerah adalah masalah pemberdayaan Humas. yaitu what is aur problem (apa yang menjadi problem kita).

Keleluasaan otonomi meliputi kewenangan daerah dalam penyelenggaraannya dimulai dari perencanaan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi. Tahap yang paling sering diabaikan adalah penelitian. pada tahap ini pihak Humas mengadakan penilaian hasil-hasil dan program kerja lainnya (Haq did we do) bagaimana kita telah melakukannya) Kaitan setiap dari empat tahapan atau langkah-langkah dalam program kerja Humas tersebut saling berhubungan dan tidak dapat dipisah-pisahkan. perencanaan dan evaluasi. yang sebenarnya akan secara otomatis muncul apabila program Humas dirancang berdasarkan penelitian. PENYELENGGARAAN OTONOMI DAERAH Penyelenggaraan otonomi daerah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebgai pengganti Undang-Undang sebelumnya yang mengandung makna daerah diberi otonomi untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut perundang-undangan. 2005). nyata dna bertanggungjawab. menumbuhkan prakarsa dan kreativitas mereka secara aktif. Setiap tahap proses kerja Humas itu merupakan satu kesatuan yang sama pentingnya bagi pelaksanaan program kerja Humas. hankam. Tahap ini adalah menjelaskan dan sekaligus mendramatisir informasi mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan. Evaluation (mengevaluasi). serta meningkatkan fungsi dan peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). (3). . bulat dan menyeluruh yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah (Depdagri. peradilan.organisasi yang sejalan dengan kepentingan atau keinginan-keinginan pihak yang berkepentingan: Here is what we can do? (apa yang mesti kita kerjakan) .2. dan merupakan proses yang berkesinambungan dalam bentuk spiral. Moneter dan fiskal serta agama dan bidang-bidang tertentu diserahkan kepada daerah secara utuh. Semua kewenangan pemerintah kecuali bidang politik luar negeri. karena terlalu banyak menekankan pekerjaan pada publisitas. (4). salah satu tahap terabaikan akan masuk program Humas secara keseluruhan. pelaksanaan. yang diperlukan tumbuh dan berkembang di daerah. Communication-Action (Komunikasi dan pelaksanaan). Proses kerja Humas merupakan satu kesatuan yang secara sirkular terus menerus berlangsung. 3. perencanaan dan evaluasi yang serius. Beberapa hal mendasar dalam penyelenggaraan daerah yang dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 adalah pentingnya pemberdayaan masyarakat. Sistem yang dianut dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 adalah otonomi yang luas. sehingga efektif untuk mempengaruhi pihak-pihak yang dianggap penting dan berpotensi dalam memberikan dukungan sepenuhnya (Here what we did and why) apa yang telah dilakukan dan mengapa begitu).

lembaga keagamaan. (4) Menggali sumber-sumber keuangan sendiri. Sehubungan dengan pelaksanaan otonomi daerah Praktikno (2000:1) mengatakan bahwa pemerintah pusat telah menunjukkan beberapa komitmen untuk meningkatkan derajat otonomi daerah melalui berbagai kebjakan Desentralisasi Pemerintahan. Hal ini sesuai dengan ketatapan MPR Nomor XV/MPR/1998 yaitu perlu penyelenggaraan otonomi daerah dan memberikan kewenangan luas kepada daerah secara proporsional. Berdasarkan pendapat tersebut otonomi daerah adalah mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sehingga daerah mempunyai keleluasaan tanpa campur tangan pemerintah pusat. Esensi kebijaksanaan desentralisasi ini adalah memindahkan arena utama Pemerintahan dari tingkat pusat ke tingkat daerah (provinsi. pemerataan dan keadilan serta potensi keanekaragaman daerah yang dilaksanakan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. mempunyai urusan-urusan. . kota dan desa). dalam penyelenggaraan otonomi daerah menurut Widjaya (2001: 32) harus mampu (1) Berinisiatif (menyusun kebijaksanaan daerah dan menyusun rencana pelaksanaannya). Dari penjelasan diatas jelas bahwa pemungutan pajak dan retribusi daerah merupakan salah satu komponen yang berperan dalam penyelenggaraan otonomi daerah. Dalam meningkatkan kemandirian daerah harus mempunyai arah kebijakan daerah dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara 1999-2004 dijelaskan bahwa: Mengembangkan otonomi daerah secara luas. Upaya untuk meningkatkan kemandirian daerah menurut Roal Hakim (1999: 30) daerah otonomi mempunyai ciri yaitu: mempunyai aparatur Pemerintah sendiri. sehingga daerah harus mampu menggali sumber-sumber keuangan sendiri. lembaga ekonomi. Dengan demikian.Dengan demikian tujuan pemberian otonomi berupa peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Melakukan pengkajian tentang berlakunya otonomi daerah bagi provinsi. mempunyai hak membuat kebijaksanaan/peraturan sendiri. pengembangan kehidupan demokrasi keadilan dan pemerataan serta pemeliharaan hubungan yang serasi antara pusat dand ae dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat tercapai (Penjelasan UU No. mempunyai sumber-sumber keuangan sendiri. nyata dan bertanggungjawab dalam rangka pemberdayaan masyarakat. lembaga dapat dan lembaga swadaya masyarakat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. 22 Tahun 1999:56). peran serta masyarakat. sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. menetapkan pajak. retribusi dan lain-lain yang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. menetapkan pajak. (2) Memiliki alat pelaksanaan sendiri yang qualified. wewenang tertentu. kabupaten. daerah kabupaten daerah kota dan desa. (3) Mmebuat peraturan sendiri (dengan Perda). lembaga politik. retribusi dan lainlain usaha yang sah sesuai dengan peraturan yang berlaku. lembaga hukum.

1989:212). Desentralisasi adalah otonomisasi bagi sekelompok penduduk yang berdomisili di bagian wilayah nasional. Secara konseptual. Marynov (1958) menyatakan bahwa desentralisasi dan otonomi daerah merupakan dua sisi mata uang. Hoessein (1996:26) mengemukakan bahwa: Secara empiris desentralisasi merupakan proses pembentukan daerah otonom dan atau penyerahan sejumlah wewenang dalam bidang-bidang pemerintahan tertentu kepadanya oleh pemerintah pusat. Dengan demikian. yaitu suatu pelimpahan kekuasaan dalam rangka untuk mengatur dan mengurus rumah tangga daerah masing-masing. sedang dilhat dari bawah yang berlangsung adalah otonomi daerah. 1986:2)bahwa desentralisasi dibagi: Desentralisasi ketatanegaraan di bagi dua macam yaitu desentralisasi territorial (teritoriale decentralisatie). Itulah sebabnya. Desentralisasi fungsional (function decentralisatie). Dilihat dari atas organisasi negara yang memancar adalah desentralisasi. terutama peran serta masyarakat dalam Pemerintahan (demokrasi paling bawah).Dengan penyerahan urusan kewenangan kepada pemerintah daerah akan pemberian otonomi kepada daerah lebih ditekankan kepada dampaknya terhadap kehidupan masyarakat di daerah. pemerintah pusat membentuk unit-unit Pemerintahan di luar pemerintah pusat dengan menyerahkan sebagian fungsi-fungsi tertentu untuk dilaksanakan secara mandiri. sedangkan otonomi daerah merupakan pemerintahan oleh. Pemerintahan wilayah administrative atau dekosntrasi ditandai dengan adnaya isntansi vertical atau kantor wilayah departemen atau instansi non departemen di daerah. perwujudan desentralisasi adalah otonomi daerah. Misalnya. Sedangkan desentralisasi dalam bentuk devolusi. yaitu pemerintahan wilayah administratif dan pemerintahan daerah otonom. Pendapat lain dikemukakan oleh Van Der Pot (dalam Supriana. Menurut Suradinata (1993: 4) desentralisasi dapat bersifat administratif yang disebut dekonsentrasi dan bersifat politis yang disebut devolusi. desentralisasi merupakan perangkat untuk menumbuh kembangkan kemandirian daerah. M. mengatur dan mengurus sesuatu atau beberapa kepentingan tertentu sesuai dengan fungsinya. dari dan untuk kelompok penduduk di bagian wilayah nasional melalui lembaga-lembaga pemerintahan yang secara formal berada di luar pemerintahan pusat. Saleh (Mantan Walikota Surakarta) dalam makalahnya berjudul “Kedudukan dan Kekuasaan Daerah Otonom” yang . sehingga sering kata otonomi ini diartikan sama dengan urusan rumah tangga itu sendiri. Dalam hal ini. Begitu eratnya hubungan otonomi dan urusan ruamh tangga ini. serta pemberdayaan (empowerment) kapasitas lokal (White. Dengan demikian ada dua aspek poros pemerintahan.

sedang dan akan diberlakukan organisasi. dan humas harus mampu memfasilitasinya. humas harus tahu. 2000:23). dan 4) Evaluation (Widjaja. seperti itulah idealnya Bagian Humas pemerintah pusat ataupun daerah. Humas juga harus mampu mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah sehingga dapat terealisasi dengan baik. 3. Ini terjadi. Humas harus mengetahui segala kebijakan yang lalu.. tanggal 10 s/d 13 Maret 1955. menyatakan bahwa: Dalam perkataan sehari-hari. karena kurangnya informasi yang diterima masyarakat terkait dengan maksud dan tujuan dari kebijakan tersebut.3. Melalui fungsi Humas pemerintah dapat menjelaskan tindakan dan kebijakan dalam melaksanakan tugas. . sering ditemui masalah yaitu kebijakan publik yang diambil pejabat ditanggapi salah oleh masyarakat.disampaikan pada kongres desentralisasi daerah otonom seluruh Indonesia ke-I di Bandung. kalau tidak mengetahui maksud kebijakan tersebut. sangat membutuhkan dukungan publik. 2) Planning. 3) Communicating. Selain itu Humas berkewajiban untuk turut serta memantapkan program pemerintah dalam suatu system politik yang ada sekarang. agar system itu semakin bak dalam menghadapi otonomi daerah yang dititikberatkan pada kota dan kabupaten. Tahap-tahap proses pelaksanaan tugas Humas adalah: 1) Fact Fnding. Fungs Humas dalam menghadapi pelaksanaan otonomi daerah adalah masalah pemberdayaan Humas. hak mengurus rumah tangga sendiri itu disebut otonomi karena eratnya hubungan otonomi dan rumah tangga sering diartikan sebagai macam-macam otonomi. Tapi bagaimana publik mau mendukung. Apa pun yang terjadi di organisasi. latar belakang kebijakan yang diambil dan tujuan yang diharapkan. artinya bagaimana eksekutif daerah memberi apresiasi pad afungsi Humas serta bagaimana profesionalisme Humas mampu membangun citra yang positif bagi daerah sehingga tumbuh kebanggaan di kalangan public internal ataupun pihak luar yang berkepentingan dengan pemerintah daerah (Depdagri. Di samping itu. Peran Humas Pemerintah Secara definitif Humas adalah suatu fungsi manajemen yang bertujuan menjembatani antara institusi dengan stakeholder baik luar maupun dalam. 1993:56). Dalam upaya melaksanakan tugas praktisi Humas harus melakukan mekanisme kerja sesuai dengan program yang telah ditetapkan. humas sebagai juru bicara pemerintah harus mengetahui segala kebijakan pimpinan. Setiap kebijakan publik yang diambil itu dapat diimplementasikan dengan baik. serta mampu berperan dalam mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah. Jadi. Seperti humas di perusahaan swasta. Untuk itu sangat diperlukan ‘penyampai pesan’ yang baik.

peningkatan sarana dan prasarana. supaya tidak mengalami kejenuhan. sehingga dapat mengetahui peran dan fungsi humas. Peningkatan Sarana Dan Prasarana Sarana dan prasarana Bagian Humas harus ditingkatkan sesuai kebutuhan. Tentunya sepanjang yang diinformasikan masih dalam rel kebenaran. jangan ada pihak yang merasa dilangkahi. a. menyangkut kegiatan pemerintahan dan pembangunan. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang kebijakan yang diambil organisasi dan menerima serta mengali informasi yang berkembang di masyarakat. Sebab. karena informasi harus dengan cepat diakses dan disebarkan kepada pihak yang membutuhkan. kalau kepala Bagian Humas berbicara di koran. . b. Mengubah Paradigma Keliru Paradigma dimaksud menyempitkan peran dan fungsi humas pemerintah pusat atau daerah. Bagi mereka yang telah lama menduduki suatu jabatan dirotasi dalam rangka penyegaran. Ini harus dipahami oleh semua pihak.Untuk mewujudkan Bagian Humas yang ideal seperti perusahaan swasta. sehingga kegiatan daerah lebih banyak diekspos. mengubah paradigma yang keliru tentang humas. Jadi. kepatutan dan kelayakan. Pelatihan pengetahuan kehumasan. urusan keprotokolan. Bagian Humas tak mungkin dapat melaksanakan tugas dengan baik jika SDM-nya tidak dibenahi. penyusun rilis berita dan pengolah naskah pidato. koordinasi pengelolaan informasi dan komitmen dari pimpinan. ada beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu meningkatkan SDM Bagian Humas. Pelatihan dimaksud meliputi pelatihan jurnalistik untuk meningkatkan kemampuan membuat rilis berita. baik latar belakang maupun maksud dan tujuan yang ingin dicapai. Terkait dengan hal ini. c. yaitu mengangap humas hanya sebagai peliput kegiatan. humas harus diberikan informasi yang jelas mengenai langkah kebijakan yang diambil. Apabila ada gap antara kemampuan pegawai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Padahal sebenarnya peran dan fungsi humas lebih luas dari itu. maka humas pemerintah pusat/daerah harus benar-benar diberdayakan. Perangkat yang sangat dibutuhkan saat ini adalah fasilitas internet. perlu dilakukan pelatihan sesuai proporsinya. Menurut penulis. yaitu sebagai jembatan antara birokrasi dengan pihak luar. kewajiban humas memberikan penjelasan kepada pihak luar mengenai kebijakan yang diambil. Meningkatkan SDM Bagian Humas Kualitas dan kuantitas pegawai bagian humas harus ditingkatkan sesuai kebutuhan.

masukan. Di samping. Pimpinan harus memiliki pandangan yang sama. Pengaruh pimpinan ini sangat dominan. saran dan kritik terkait kebijakan dan pelayanan pemerintah. untuk menutupi keterbatasan media massa. Kita beri kesempatan seluasnya kepada masyarakat untuk dapat mengetahui kegagalan. cepat dan tepat sasaran maka harus dilakukan koordinasi yang baik dengan berbagai unit kerja dan instansi terkait. Hal itu dapat memperlancar lajunya arus informasi yang berguna bagi masyarakat dan pemerintah. d. sehingga data yang ada memiliki tingkat keakurasian yang tinggi dan up to date. kelemahan dan kekurangan yang mungkin masih terdapat dalam pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik. Pimpinan juga harus memahami. Komitmen Pimpinan Semua hal di atas tak mungkin dapat berjalan dengan baik. Jadi.Peningkatan ini termasuk kemungkinan humas mempunyai media sendiri baik cetak berupa jurnal atau buletin. masyarakat yang memiliki informasi. humas punya persediaan ‘amunisi’ untuk bicara kepada publik. Kepentingan perlunya pemerintah pusat/daerah memiliki media sendiri. bahwa humas adalah penyampai informasi resmi pemerintah. Dengan demikian. .dapat dipergunakan bersama-sama dan saling melengkapi. jika ada pemberitaan yang keliru atau bersifat mengaburkan kebijakan pemerintah dalam pembangunan selama ini. Bagian atau unit kerja sebaiknya memberitahukan ke humas mengenai kegiatan di lingkungannya. Misalnya. Berita lintas di media massa mengenai sesuatu hal yang dibaca masyarakat. dapat menyampaikannya ke Bagian Humas pemerintah pusat atau daerah. menjadi kewajiban media pemerintah untuk meluruskan hal itu dengan menyampaikan informasi yang lebih lengkap dan rinci. semua pihak merasa terpanggil untuk memberikan saran penyempurnaan baik yang bersifat teknis maupun konseptual. Informasi terperinci akan sangat membantu. Koordinasi Pengelolaan Informasi Supaya informasi yang disampaikan berkualitas. Untuk itu humas harus diberikan kewenangan guna mengali informasi seluasnya dan menyampaikannya ke masyarakat. e. apabila dua informasi --media massa dan media pemerintah-. dapat dicari tambahannya melalui penerbitan pemerintah. Selain itu. Informasi secara rutin dan berkala harus disampaikan ke humas. berita yang disampaikan tidak harus mengenai keberhasilan pemerintah tetapi juga segala permasalahan yang dihadapi. karena mereka unsur kunci lahirnya kebijakan. jika tidak ada komitmen dari pimpinan untuk memberikan ruang gerak bagi humas untuk bekerja sesuai fungsinya. sesuai proporsi dan batas kewenangannya. Dengan demikian. maupun elektronik seperti radio dan televisi dalam rangka penyebaran informasi secara luas dan merata kepada masyarakat. memberikan informasi mengenai kebijakan yang diambil dinas teknis terkait tentang pelayanan kepada publik.

yakni peningkatan investasi guna mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Melalui fungsi Humas pemerintah dapat menjelaskan tindakan dan kebijakan dalam melaksanakan tugas. mengarahkan atau membela. artinya bagaimana eksekutif daerah memberi apresiasi pad afungsi Humas serta bagaimana profesionalisme Humas mampu membangun citra yang positif bagi daerah sehingga tumbuh kebanggaan di kalangan public internal ataupun pihak luar yang berkepentingan dengan pemerintah daerah (Depdagri. Selain itu Humas berkewajiban untuk turut serta memantapkan program pemerintah dalam suatu system politik yang ada sekarang. SARAN Humas pemerintahan hendaknya dapat menginterpretasikan. agar system itu semakin bak dalam menghadapi otonomi daerah yang dititikberatkan pada kota dan kabupaten. Humas juga harus mampu mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah sehingga dapat terealisasi dengan baik. Fungsi Humas dalam menghadapi pelaksanaan otonomi daerah adalah masalah pemberdayaan Humas. tak ada maksud menutupi. BAB IV PENUTUP KESIMPULAN Peranan humas di lingkungan pemerintahan sangat penting dalam membangun citra positif bangsa dan negara. Apalagi dewasa ini pemerintah tengah menghadapi berbagai persoalan kemasyarakatan yang mendasar. Semuanya dalam kerangka kebaikan dan pembangunan daerah menuju kemajuan.Jadi. 2000:23). serta mampu berperan dalam mensosialisasikan pelaksanaan otonomi daerah. dan mengevaluasi kecenderungan perilaku publik atau masyarakat. menganalisis. informasi yang disampaikan harus jujur dan terbuka kepada masyarakat. bisa mempertemukan kepentingan pemerintahan .

Jakarta: PT Bukmi Aksara. AW. DAFTAR PUSTAKA Anggoro. Tentang Pemerintah Daerah. F. Manajemen Humas dan Manajemen Komunikasi. Komunikasi dan Hubungan Masyarakat. . M. 1994. Jakarta : Raja Grafindo Persada. 2000. Bandung: Remaja Rosdakarya. Jika semua hal ini tercapai. Kasli. Ruslan. Teori dan Profesi Kehumasan Serta Aplikasinya di Indonesia. Effendy. Rhenald.dan kepentingan publik karena memang hanya ini yang diinginkan oleh masyarakat. Onong U. Widjaja. 1990. Manajemen Public Relations. Depdagri. Jakarta:Bumi Aksara. Publik Relations dalam Teori dan Praktek. maka tidak akan ada lagi citra negatif yang muncul kepada pemerintahan. 1992. Linggar. 1998. Rosady. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. Rachmadi. 1993. Jakarta : Erlangga.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->