akuntan, DEDI CL

18-03-2010 03:36

Kategori: Lainnya mas, sebenarnya untuk menjadi seorang akuntan yang handal, apa - apa saja yang mesti kita kuasai dan kita miliki ? Jawab: idrus Yth, Sdr Dedi Untuk menjadi Akuntan yang handal ada tiga faktor penting yang harus dimiliki adalah 1. Knowledge 2. Skill 3. Etihc Ketiga faktor ini menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pengetahuan yang luas mengenai ilmu akuntansi dan keuangan secara mendasar (keahlian akuntansi), keahlian berkomunikasi, keahlian bernegosiasi, keahlian interpersonal (mampu memotivasi dan mengembangkan kemitraan dengan akuntan lainnya), keahlian intelektual (untuk logika, deduktif, dan berpikiran secara abstrak, kemampuan mengidentifikasi dan memecahkan masalah, menangani dilema etis dan kapasitas memandang kedepan dan berpikiran progresif), pengatahuan manajemen dan organisasional (untuk memahami kegiatan bisnis kelompok pemerintah dan non profit, budaya bisnis dan marketing serta resource management) dan atribute personal (integritas, judgement, etika dan komitmen untuk long life eduction) tidak akan memberikan manfaat apapun sampai pengetahuan tersebut teruji melalui kemampuan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami dan menguasai ketiga faktor diatas anda akan menjadi Akuntan yang handal. terima kasih. Salam, Idrus anggota IAI, Nurleli
15-03-2010 10:21

Kategori: Pendidikan dan Kursus Saya s1 Akuntansi s2 Akuntansi tetapi saya belum ikut PPA karena s1 saya swasta, apakah saya bisa menjadi anggota IAI Jawab: Deny Poerhadiyanto Yth, Sdr Nurleli Saudari Nurleli dapat menjadi anggota IAI, namun masih menjadi anggota luar biasa (anggota yang belum beregister). Perbedaan dengan anggota biasa (beregister) adalah dalam hak pilih, untuk anggota luar biasa tidak memiliki hak pilih (hak untuk memilih dan hak untuk dipilih). Untuk kontraprestasi lainnya sama, baik yang bersifat diskon keanggotaan maupun mendapatkan literatur (majalah Akuntan Indonesia). Untuk menjadi anggota silahkan masuk ke Website IAI di www.iaiglobal.or.id, tinggal mengisi formulir dan memenuhi persyaratan keanggotaannya. Terima kasih. kami menunggu tindaklanjut keanggotaanya. Salam, Deny Poerhadiyanto etika akuntan, ifa
11-03-2010 09:11

Kategori: Pendidikan dan Kursus slmt mlm,ne ifa di unv borneo tarakan,.. Sya ada tugas dri dosen,.tlg dnk apa aja etika yg diterapkn pda seorg akuntan? thx ye...

02. Sebagai profesional. Sdr Ifa Etika yang diterapkan kepada para akuntan sebagai berikut : PRINSIP ETIKA PROFESI IKATAN AKUNTAN INDONESIA Mukadimah 01. anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi dan sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. dan kepentingan untuk melayani publik. misalnya : . pegawai. menghormati kepercayaan publik. 02. pemerintah. mengenakan imbalan jasa yang pantas. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi. pemberi kerja. Keanggotaan dalam Ikatan Akuntan Indonesia bersifat sukarela. seorang akuntan mempunyai kewajiban untuk menjaga disiplin diri di atas dan melebihi yang disyaratkan oleh hukum dan peraturan. dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib.auditor independen membantu memelihara integritas dan efisiensi dari laporan keuangan yang disajikan kepada lembaga keuangan untuk mendukung pemberian pinjaman dan kepada pemegang . 03. 01. Prinsip ini meminta komitmen untuk berperilaku terhormat. dengan suatu keyakinan bahwa apabila anggota memenuhi kewajibannya kepada publik. Dalam melaksanakan tugasnya seorang akuntan harus mengikuti standar profesi yang dititik beratkan pada kepentingan publik. Anggota diharapkan untuk memberikan jasa berkualitas. 01. 04. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara. Prinsip Pertama – Tanggung Jawab Profesi Dalam melaksanakan tanggung-jawabnya sebagai profesional. Tanggung-jawab seorang akuntan tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan klien individual atau pemberi kerja. Dengan menjadi anggota. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung-jawab akuntan terhadap kepentingan publik. obyektivitas. pemakai jasa akuntan. anggota mungkin menghadapi tekanan yang saling berbenturan dengan pihak-pihak yang berkepentingan. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. 05. setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. 06. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya. dan menjalankan tanggungjawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Mereka yang memperoleh pelayanan dari anggota mengharapkan anggota untuk memenuhi tanggungjawabnya dengan integritas. anggota harus bertindak dengan penuh integritas.Jawab: ahmed Yth. Prinsip Etika Profesi dalam Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia menyatakan pengakuan profesi akan tanggung-jawabnya kepada publik. Dalam mengatasi benturan ini. maka kepentingan penerima jasa terlayani dengan sebaik-baiknya. di mana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien. dunia bisnis dan keuangan. dan rekan. keseksamaan profesional. Prinsip ini memandu anggota dalam memenuhi tanggung-jawab profesionalnya dan merupakan landasan dasar perilaku etika dan perilaku profesionalnya. anggota harus secara terus-menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi. Prinsip Kedua – Kepentingan Publik Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik. investor. semuanya dilakukan dengan tingkat profesionalisme yang konsisten dengan Prinsip Etika Profesi ini. Anggota juga harus selalu bertanggung-jawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi. serta menawarkan berbagai jasa. memelihara kepercayaan masyarakat. Sejalan dengan peranan tersebut. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung-jawab kepada publik. bahkan dengan pengorbanan keuntungan pribadi. dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. Profesi akuntan memegang peranan yang penting di masyarakat. anggota mempunyai tanggung-jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka. pemberi kredit. Dalam memenuhi tanggung-jawab profesionalnya. Semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Profesi akuntan dapat tetap berada pada posisi yang penting ini hanya dengan terus menerus memberikan jasa yang unik ini pada tingkat yang menunjukan bahwa kepercayaan masyarakat dipegang teguh.

Adakalanya anggota dihadapkan kepada situasi yang memungkinkan mereka menerima tekanantekanan yang diberikan kepadanya. Hubungan-hubungan yang memungkinkan prasangka. perpajakan. Mereka mendidik dan melatih orang-orang yang ingin masuk ke dalam profesi. panduan khusus atau dalam menghadapi pendapat yang bertentangan. antara lain. pendidikan dan pemerintahan.saham untuk memperoleh modal. Integritas juga mengharuskan anggota untuk mengikuti prinsip obyektivitas dan kehati-hatian profesional.Ahli pajak membantu membangun kepercayaan dan efisiensi serta penerapan yang adil dari sistem pajak. standar. Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukan obyektivitas mereka dalam berbagai situasi. d. kompetensi dan . Integritas mengharuskan seorang anggota untuk. setiap anggota harus memenuhi tanggungjawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. Dalam menghadapi situasi dan praktik yang secara spesifik berhubungan dengan aturan etika sehubungan dengan obyektivitas. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur. e. b. 02. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil. Integritas mengharuskan anggota untuk menaati baik bentuk maupun jiwa standar teknis dan etika. bias atau pengaruh lainnya untuk melanggar obyektivitas harus dihindari. Integritas diukur dalam bentuk apa yang benar dan adil. .eksekutif keuangan bekerja di berbagai bidang akuntansi manajemen dalam organisasi dan memberikan kontribusi terhadap efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya organisasi. Anggota dalam praktik publik memberikan jasa atestasi. Obyektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Anggota memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa orang-orang yang terlibat dalam pemberian jasa profesional mematuhi prinsip obyektivitas. 04. 01. c. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. . tetapi tidak dapat menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.Konsultan manajemen mempunyai tanggung-jawab terhadap kepentingan umum dalam membantu pembuatan keputusan manajemen yang baik. Adalah tidak praktis untuk menyatakan dan menggambarkan semua situasi di mana tekanan-tekanan ini mungkin terjadi. 01. Prinsip Ketiga – Integritas Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. tidak berprasangka atau bias serta bebas dari benturan kepentingan atau berada di bawah pengaruh pihak lain. 03. Anggota harus menghindari situasi-situasi yang dapat membuat posisi profesional mereka ternoda. pertimbangan yang cukup harus diberikan terhadap faktor-faktor berikut : a.auditor intern memberikan keyakinan tentang sistem pengendalian internal yang baik untuk meningkatkan keandalan informasi keuangan dari pemberi kerja kepada pihak luar. serta konsultasi manajemen. anggota harus menguji keputusan atau perbuatannya dengan bertanya apakah anggota telah melakukan apa yang seorang berintegritas akan lakukan dan apakah anggota telah menjaga integritas dirinya. . melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas keuangan dan manajemennya di industri. 02. 03. dan . Dalam hal tidak terdapat aturan. jujur secara intelektual. Ukuran kewajaran (reasonableness) harus digunakan dalam menentukan standar untuk mengidentifikasi hubungan yang mungkin atau kelihatan dapat merusak obyektivitas anggota. Anggota tidak boleh menerima atau menawarkan hadiah atau entertainment yang dipercaya dapat menimbulkan pengaruh yang tidak pantas terhadap pertimbangan profesional mereka atau terhadap orang-orang yang berhubungan dengan mereka. Prinsip Keempat – Obyektivitas Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. anggota harus melindungi integritas pekerjaanya dan memelihara obyektivitas. tidak memihak. bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Apapun jasa atau kapasitasnya. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (becnhmark) bagi anggota dalam menguji semua keputusan yang diambilnya. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan sebagai seorang bawahan. Tekanan ini dapat mengganggu obyektivitasnya. Prinsip Kelima – Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kehati-hatian.

termasuk di antaranya pernyataan-pernyataan akuntansi. Ketekunan mengandung arti pemenuhan tanggung-jawab untuk memberikan jasa dengan segera dan berhati-hati. b. pengalaman dan pertimbangan yang diperlukan memadai untuk tanggung-jawab yang harus dipenuhinya. Hal ini mengandung arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai kemampuannya. Anggota yang mempunyai akses terhadap informasi rahasia tentang penerima jasa tidak boleh mengungkapkannya ke publik. demi kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung-jawab profesi kepada publik. Kerhasiaan harus dijaga oleh angota kecuali jika persetujuan khusus telah diberikan atau terdapat kewajiban legal atau profesional untuk mengungkapkan informasi. Setiap anggota bertanggung-jawab untuk menentukan kompetensi masing-masing atau menilai apakah pendidikan. 04. Pencapaian Kompetensi Profesional. setiap anggota harus melakukan upaya untuk mencapai tingkatan kompetensi yang akan meyakinkan bahwa kualitas jasa yang diberikan memenuhi tingkatan profesionalisme tinggi seperti disyaratkan oleh Prinsip Etika. Kehati-hatian profesional mengharuskan anggota untuk memenuhi tanggung-jawab profesionalnya dengan kompetensi dan ketekunan. Karena itu. Kompetensi menunjukan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkatan pemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota untuk memberikan jasa dengan kemudahan dan kecerdikan. Prinsip Keenam – Kerahasiaan Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan. Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi berhubungan dengan kerahasiaan didefinisikan dan bahwa terdapat penduan mengenai sifat dan luas kewajiban kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan di mana informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan. Angota harus tekun dalam memenuhi tanggung-jawabnya kepada penerima jasa dan publik. 04. sempurna dan mematuhi standar teknis dan etika yang berlaku. dan pengalaman kerja. 02. . legislasi dan teknik yang paling mutakhir. Kehati-hatian profesional mengharuskan anggota untuk merencanakan dan mengawasi secara seksama setiap kegiatan profesional yang menjadi tanggung-jawabnya. anggota wajib melakukan konsultasi atau menyerahkan klien kepada pihak lain yang lebih kompeten.ketekunan.Pemeliharaan kompetensi profesional memerlukan kesadaran untuk terus mengikuti perkembangan profesi akuntansi. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antara anggota dan klien atau pembei kerja berakhir. Kerahasiaan juga mengharuskan anggota yang memperoleh informasi selama melakukan jasa profesional tidak menggunakan atau terlihat menggunakan informasi tersebut untuk keuntungan pribadi atau keuntungan pihak ketiga. serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik.Kompetensi harus dipelihara dan dijaga melalui komitmen untuk belajar dan melakukan peningkatan profesional secara berkesinambungan selama kehidupan profesional angota. 01. 05. Angota mempunyai kewajiban untuk memastikan bahwa staf di bawah pengawasannya dan orangorang yang diminta nasihat dan bantuannya menghormati prinsip kerahasiaan. Hal ini harus menjadi pola pengembangan yang normal untuk anggota. . Dalam hal penugasan profesional melebihi kompetensi anggota atau perusahaan. Hal ini tidak berlaku untuk pengungkapan informasi dengan tujuan memenuhi tanggung-jawab anggota berdasarkan standar profesional. pelatihan dan ujian profesional dalam subyek-subyek yang relevan. Pemeliharaan Kompetensi Profesional. Kompetensi profesional dapat dibagi menjadi 2 (dua) fase yang terpisah : a. Pencapaian kompetensi profesional pada awalnya memerlukan standar pendidikan umum yang tinggi. 05. . 06. auditing dan peraturan lainnya. diikuti oleh pendidikan khusus. Anggota mempunyai kewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya.Angota harus menerapkan suatu program yang dirancang untuk memastikan terdapatnya kendali mutu atas pelaksanaan jasa profesional yang konsisten dengan standar nasional dan internasional. Kerahasiaan tidaklah semata-mata masalah pengungkapan informasi. anggota tidak boleh membuat pengungkapan yang tidak disetujui (unauthorized disclosure) kepada orang lain. Anggota seyogyanya tidak menggambarkan dirinya memiliki keahlian atau pengalaman yang tidak mereka punyai. . 02. 03. Dalam semua penugasan dan dalam semua tanggung-jawabnya. 01. baik nasional maupun internasional yang relevan. 03. Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. kecuali bila ada hak dan kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.

Pengungkapan diharuskan oleh hukum. Beberapa contoh di mana anggota diharuskan oleh hukum untuk mengungkapkan informasi rahasia adalah : .untuk mengungkapkan adanya pelanggaran hukum kepada publik c. 01. kebetulan di Pusat sedang mempersiapkan berbagai aktivitas terutama persiapan kongres XI. Apabila pengungkapan diizinkan. Standar teknis dan standar profesional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. kami sangat menyambut baik rencana pembentukan IAI Wilayah Gorontalo dan kami siap mendukung sepenuhnya. Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung-jawabnya kepada penerima jasa. Untuk itu. International Federation of Accountants. dapat kiranya IAI Pusat membantu kami memfasilitasi pembentukan IAI Wilayah Goronta. 01.untuk menghasilkan dokumen atau memberikan bukti dalam proses hukum. . Prinsip Kedelapan – Standar Teknis Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Terima kasih atas inisiatif rekan-rekan di Gorontalo. Dalam rangka pengembangan akuntansi di daerah Gorontalo sekaligus ikut dalam pembangunan di Provinsi Gorontalo. Prinsip Ketujuh – Perilaku Profesional Setiap anggota harus berprilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.untuk menanggapi permintaan atau investigasi oleh IAI atau badan pengatur.untuk menaati penelaahan mutu (atau penelaahan sejawat) IAI atau badan profesional lainnya. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati. kami para Akuntan dan sarjana akuntansi yang ada di Provinsi Gorontalo bermaksud ingin membentuk IAI Wilayah Gorontalo tersendiri terlepas dari Sulawesi Utara. Bapak Nuryanto Mohon maaf kami baru dapat membalas emailnya. b.Terima kasih. pemberi kerja dan masyarakat umum. Ketika ada kewajiban atau hak profesional untuk mengungkapkan : . Sesuai dengan Peraturan Organisasi menyatakan tentang pembentukan wilayah sebagai berikut : BAB VI WILAYAH Pasal 30 Syarat Pembentukan Wilayah . Jawab: idrus Yth. Nuryanto. a. Berikut ini adalah contoh hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan sejauh mana informasi rahasia dapat diungkapkan. dan peraturan perundang-undangan yang relevan. dan . kami telah membentuk Tim Formatur Rencana Pembentukan IAI Wilayah Gorontalo. dan . Pembentukan IAI Cabang Gorontalo. . anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.untuk mematuhi standar teknis dan aturan etika.untuk melindungi kepentingan profesional anggota dalam sidang pengadilan. Sehubungan hal tersebut. pengungkapan seperti itu tidak bertentangan dengan prinsip etika ini. Terima kasih. kepentingan semua pihak termasuk pihak ketiga yang kepentingannya dapat terpengaruh harus harus dipertimbangkan. badan pengatur.07. anggota yang lain. Ak 18-02-2010 09:20 Kategori: Lainnya Dengan Hormat. pihak ketiga. staf. Jika persetujuan untuk mengungkapkan diberikan oleh penerima jasa.

minimal kantor tempat kedudukan dan sarana pendukung operasional yang memadai menurut pertimbangan kebutuhan organisasi Wilayah. minimal merupakan Daerah Kabupaten atau Kota. 2. 5. Terima kasih. 3. mungkin untuk nanti silahkan email saja langsung ke idrus@iaiglobal. Persetujuan atas pembentukan Wilayah tersebut harus diberitahukan secara tertulis oleh Dewan Pengurus Nasional kepada semua Anggota dengan tembusan ke Wilayah-Wilayah lain dan Kompartemen. Salam. kepada yang mengajukan harus diberitahukan secara tertulis disertai dengan alasannya. 5. Wilayah yang terbentuk mempunyai kelengkapan manajemen dan infrastruktur yang mendukung. 4.1. 2. Permohonan pembentukan Wilayah harus diajukan secara tertulis kepada Dewan Pengurus Nasional dengan dilampiri susunan Pengurus Wilayah Sementara dan Manajemen Eksekutif berserta daftar infrastruktur yang direncanakan mampu menunjang secara memadai kegiatan Wilayah. Wilayah yang terbentuk mempunyai Anggota sekurang-kurangnya 50 orang. Daerah-daerah yang akan dibentuk Wilayah. Pasal 31 Tata Cara Pembentukan Wilayah 1. Pengurus Wilayah Sementara dalam waktu selambat-lambatnya 6 bulan sejak terbentuk harus mengadakan rapat anggota Wilayah untuk membentuk Pengurus tetap. 4. Wilayah dibentuk oleh satu atau gabungan beberapa daerah baik masih dalam satu provinsi maupun yang berbeda atau hasil pemekaran Wilayah IAI yang telah ada dan memenuhi persyaratan untuk dilakukannya pemekaran sebagaimana yang diatur dalam peraturan organisasi ini. Permohonan pembentukan Wilayah yang mencakup penentuan nama dan susunan Pengurus Wilayah Sementara diusulkan kepada dan disahkan oleh Dewan Pengurus Nasional.id. apabila masih ada yang perlu ditanyakan kami siap untuk membantu. Dewan Pengurus Nasional harus memberitahukan keputusannya dalam waktu selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah permohonan tersebut diterima. Jika Dewan Pengurus Nasional memutuskan untuk menolak permohonan tersebut.or. 6. Nama Wilayah mengikuti nama daerah atau salah satu nama daerah yang bergabung untuk membentuk Wilayah. Idrus . Demikian kami sampaikan. 3.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.