TEORI-TEORI KEBENARAN

NAMA PRODI MATA KULIAH

: Ruhaidah dan Riski : S1 Kesehatan Masyarakat : Ilmu Pengetahuan Filsafat

SEMESTER/TAHUN: I/ 2011-2012

Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Makalah ini memuat tentang “Teori-Teori Kebenaran” dan dan hal ini berkaitan dengan pembelajarn mata kuliah Anatomi Fisiologi untuk membantu proses belajar mengajar agar lebih mendapat pengetahuan yang lebih. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Materi tentang teori kebenaran yang saya sajikan merupakan atas apa yang saya pelajari dan ditambah dari berbagai sumber terpecaya. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru/dosen pembimbing yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini.KATA PENGANTAR Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui apa sebenarnya Teori-teori kebenaran menutut filsafatt. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Terima kasih. Penulis .

2. Teori Corespondence ® menerangkan bahwa kebenaran atau sesuatu kedaan benar itu terbukti benar bila ada kesesuaian antara arti yang dimaksud suatu pernyataan atau pendapat dengan objek yang dituju/ dimaksud oleh pernyataan atau pendapat tersebut.serta banyak pengertian yang lahir untuk mengemukakan pendapatnya terhadap apa itu Kebenaran.Dalam makalah ini akan dibahas mengenai”Teori-Teori Kebenaran”. .akan tetapi banyak teori-teori mengenai Kebenaran seperti 1. Teori Consistency ® Teori ini merupakan suatu usah apengujian (test) atas arti kebenaran.untuk lebih jelasnya lagi akan dibahas secara jelas pada bab pembahasan.silakan membaca ubtuk mengetahui tubuh manusia secara jelas. Makalah ini akan menerangkan banyak hal dan pernyataan-pernyataan tentang suatu kebenaran.dimana kita akan mendapat tambahan ilmu mengenai apa saja yang dimaksud dengan Teori Kebenaran tersebut.BAB I PENDAHULUAN Pertama-tama saya ingin berterima kasih kepada dosen Ilmu Pengetahuan Filsafat yang telah membimbing dalam penyusunan makalah ini. Hasil test dan eksperimen dianggap relible jika kesan-kesanyang berturut-turut dari satu penyelidik bersifat konsisten dengan hasil test eksperimen yang dilakukan penyelidik lain dalam waktu dan tempat yang lain dan masih banyak teori yang lainnya. Seperti yang kita ketahui. Demikian pendahuluan mengenai Tubuh Manusia ini.Kebenaran merupakan keadaan dimana semua orang meyakini bahwa suatu pernyataan itu benar dan dapan di buktikan.yang akan dibahas dalam makalah ini.Banyak sekali pandangan tantang kabenran sehingga banyak filsuf-filsuf yang berpendapat tentang teori kebenaran.

Hasil test dan eksperimen dianggap relible jika kesan-kesanyang berturut-turut dari satu penyelidik bersifat konsisten dengan hasil test eksperimen yang dilakukan penyelidik lain dalam waktu dan tempat yang lain. . Teori Consistency Teori ini merupakan suatu usah apengujian (test) atas arti kebenaran.sehingga kita tidak bisa hanya berpatokan pada satu pandangan saja. baik dalam buku sejarah atau peninggalan sejarah tentang kejadian itu. Pengetahuan runtuhnya kerajaan majapahit tahun 1478 kita tidak bisa membuktikan secara langsung akan tetapi hanya dapat membuktikan melalui hubungan proposisi terdahulu.Sejak itulah teori pengetahuan berkembang terus untuk mendapatkan penyempurnaan hingga kini. Banyak pandangan mengenai teori kebenaran. Teori Kebenaran Corespondence Teori ini menerangkan bahwa kebenaran atau sesuatu kedaan benar itu terbukti benar bila ada kesesuaian antara arti yang dimaksud suatu pernyataan atau pendapat dengan objek yang dituju/ dimaksud oleh pernyataan atau pendapat tersebut. 2.BAB I PEMBAHASAN Dalam perkembangan pemikiran filsafat perbincangan tentang kebenaran sudah dimulai sejak Plato yang kemudian diteruskan oleh Aristoteles.semua mendefenisikan tentang kebenaran menurut pendapat dan pandangannya masing-masing. pernyataan itu akan bernilai benar apabila buku tersebut benar-benar berada diatas meja.maka bisa dikatakan BENAR” 3.akan tetapi kita harus mengkaji banyak sudut pandang tentang Teori Kebenaran tersebut.contahnya.contohnya: “Buku itu diatas meja”. “Apabila hasil Eksperimen diseluruh tempat sama.Plato melalui metode dialog membangun teori pengetahuan yang cukup lengkap sebagai teori pengetahuan yang paling awal.Teori Kebenaran Saling Berhubungan( Coherence Theory of Truth ) Menurut Kattsoff(1986) dalam bukunya Elements of Philosophy teori koheren merupakan suatu proposisicenderung benar jika proposisi tersebut dalam keadaan saling berhubungan dengan proposisi lain yang benar.Contohnya.atau makna yang dikandungnya dalam keadaan saling berhubungan dengan pengalaman kita. Berikut ini akan dijelaskan berbagai macam tentang teori-teori kebenaran.yaitu: 1.

Contoh dari teori ini yaitu pada dasarnyasetiap pernyataan bernilai BENAR karena semua orang sepakat dengan pernyataan tersebut. Oleh sebab itu. dengan kata lain apabila proposisi itu tidak mengikuti syarat atau keluar dari hal yang disyaratkan maka proposisi tidak mempunyai arti.lingkaran adalah bulat maka pada dasarnya lngkaran memiliki garis yang sama jaraknya dari titik yang sama.seperti. 5. Jadi kebenaran diukur bukan dari bis berhenti diposisi kiri. Contoh teori ini yaitu penumpang bis akan turun diposisi kiri dan bis akan berhenti di posisi kiri juga maka penumpang akan turun dengan selamat.dikatakan BENAR apabila pernyataan itu baku dan ada subjeknya.dan apabila dibuktikan. 7.maka akan bernilai logik yg berlebihan.Contoh nya seperti. berarti “suatu proposisi bernilai benar apabila mempunyai konsekuensi yang dapat dipergunakan atau bermanfaat”. Teori kebenaran Berdasarkan Arti (Semantik Theory of Truth) Proposisi ini ditinjau dari segi artinya atau maknanya.jadi Pengetahuan dari teori ini akan bernilai BENAR selama pernyataan itu memiliki fungsi yang amat praktis dalam kehidupan sehari-hari. 8. karena pada dasarnya apa yang hendak dibuktikan kebenarannya memiliki derajat logis yang sama yang masing-masing saling melengkapi. teori ini mempunyai tugas untuk menguakkan kesahan dari proposisi dalam referensinya. namun penumpang itu bisa turun dengan selamat.Teori Kebenaran Inheren ( Inherent Theory of Truth ) Teori ini juga disebut dengan teori pragmatis. Teori Kebenaran Logik yang Berlebihan (Logical Superfluity of Truth) Teori ini kebenarannya hanya merupakan kekacauan bahasa saja dan hal ini mengakibatkan suatu pemborosan.4.Contoh teori berdasarkan arti ini yaitu: Bisa dikatakan BENAR apabila suatu pernyataan ada referensi yang jelas.Contohnya yaitu. Teori Kebenaran Nondeskiripsi “Teori ini mempunyai nilai benar yang amat tergantung pada peran dan fungsi dari pernyataan itu”. 6. Teori kebenaran Sintaksis Teori ini memiliki nilai benar apabila pernyataan itu mengikuti aturan-aturan sintaksis yang baku.seperti “semua korupsi” pernyataan tersebut tidak bisa dikatakan BENAR karena tidak memiliki subjeknya. .

Terima kasih saya ucapkan. Demikian makalah ini saya susun dengan sebaik-baiknya.Teori Consistency 3. Teori Kebenaran Nondeskiripsi 8.apabila ada kekurangan maupaun kesalahan saya selaku penulis minta ma’af dan mohon kritikannya jika ada. Teori Kebenaran Logik yang Berlebihan (Logical Superfluity of Truth) Dalam setiap teori-teori Kebenaran memiliki pendapat yang berbeda-beda dalam mengartikan pernyataan itu Benar. Teori kebenaran Sintaksis 7.Teori Kebenaran Corespondence 2.BAB III PENUTUP A.akan tetapi semua teori sama-sama membahas Kebenaran dari suatu pernyataan .yaitu: 1. Teori kebenaran Berdasarkan Arti (Semantik Theory of Truth) 6. Penulis .Teori Kebenaran Saling Berhubungan( Coherence Theory of Truth ) 4. SIMPULAN Banyak pandangan mengenai teori kebenaran. Berikut ini berbagai macam tentang teori-teori kebenaran.semua mendefenisikan tentang kebenaran menurut pendapat dan pandangannya masing-masing.sehingga kita tidak bisa hanya berpatokan pada satu pandangan saja.akan tetapi kita harus mengkaji banyak sudut pandang tentang Teori Kebenaran tersebut.Teori Kebenaran Inheren ( Inherent Theory of Truth ) 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful