P. 1
Tabloid Aviasi Desember 2011

Tabloid Aviasi Desember 2011

|Views: 818|Likes:
Published by ian nugroho
Pelopor Tabloid Penerbangan Pertama di Indonesia
Pelopor Tabloid Penerbangan Pertama di Indonesia

More info:

Published by: ian nugroho on Mar 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

AVIASI

A V I A T I O N O F I N D O N E S I A
www.tabloidaviasi.com
Edisi 42 Thn IV - Desember 2011 Rp 8.000 (Luar Pulau Jawa Rp 9.000)

HEADLINES
Sriwijaya Air
1 dasawarsa berkiprah, kini menduduki posisi ke-2 dan ke-3 pada segmentasi market share dan on time performance

Twin Otter
Sang Kuda beban legendaris mampu take off- landing di landasan kurang dari 500 meter

Kaleidoskop Aviasi 2011
Pertumbuhan pesat bisnis penerbangan masih terus 'ternodai' masalah ketepatan jadwal dan insiden

A380 Qantas kembali bermasalah, Etihad Airways wins “Best Business Class”, Nasib Cessna C-172 Nusa Flying School (NFI), Susi Air kembali tertimpa musibah di Papua
Lintas Aviasi Hal 4-7

OR Tambo International Airport, bandara terbaik se-Afrika tahun 2011 versi Skytrax, berkat arsitektur megah dari setiap terminalterminalnya
Bandara Hal. 8-9

Dalam beberapa tahun terakhir, market share Airbus dan Boeing di kancah internasional terus 'digerogoti' oleh para produsen pesawat 'Kelas Dua', bahkan kini maskapai kaliber dunia pun berbondong memenuhi daftar pesanan pabrikan-pabrikan tersebut, Hal 12-15

Debut Pabrikan Pesawat “2nd-Grade”

Mengejutkan, harga-harga tiket pesawat dapat ditebus dengan 3 besaran nominal berbeda, bergantung cara pemesanan anda: call center, travel agent, atau melalui online services
Fokus Aviasi Hal. 26

Si Kota Timah, pulau Bangka, menawarkan kekayaan wisata alam fantastis melalui Pantai Pasir Padi dan Vihara Dewi Kwan Im
Destinasi Hal. 30

Wilayah Udara Indonesia “Not For Sale” (detikNews)
Hukum & Regulasi Hal. 34

& Berlangganan

Copy

AVIASI menyajikan informasi dan edukasi dunia penerbangan terlengkap. Bagi Anda yang ingin mendapatkan AVIASI secara gratis, silahkan mengunjungi website kami

www.tabloidaviasi.com

Aviasi l Desember 2011 l 3

PENERBIT

TREND MEDIA GlOBAl

Dari Redaksi
edisi akhir tahun
TIDAK terasa kita telah memasuki pengujung tahun. Berbagai peristiwa dan fakta mewarnai dunia dirgantara Indonesia sepanjang tahun ini. Ada yang mencerahkan, ada pula yang tetap “kelabu”, seperti kasus kecelakaan udara atau keterlambatan jadwal penerbangan yang sepertinya sudah membudaya. Meskipun tidak lengkap, kami mencoba mencatat itu semua dan bisa Anda baca di rubrik Fokus. Sedangkan pada rubrik Laporan Utama, kami mencoba menyajikan informasi mengenai geliat sejumlah produsen pesawat yang produknya mengangkasa di udara Indonesia, bahkan termasuk pesawat Fokker, padahal pabriknya di Belanda telah tiada. Geliat seperti apa yang dilakukan para produsen pesawat-pesawat tersebut, dan jenis pesawat apa saja yang bakal mereka unggulkan dan dipasarkan di banyak Negara, termasuk Indonesia. Jawaban atas pertanyaan itu, silakan Anda baca di rubrik Laporan Utama. Di luar itu, kami masih mempunyai banyak artikel dan informasi menarik lain yang sayang jika Anda lewatkan. Pada kesempatan yang baik ini, kami mengucapkan Selamat Natal kepada Anda yang merayakannya dan Selamat Tahun Baru 2012. Semoga di tahun yang baru nanti, dunia penerbangan kita semakin maju dan lebih baik lagi. Akhirnya kami ucapkan selamat membaca dan menikmati dunia aviasi Indonesia.

Jl. Pulau Putri Raya lS No. 31 Kota Modern, Tangerang TEL I 021-68903778, 55780849 FAx I 021-55780849
email enquiries REDAKSI

ALAMAT REDAKSI

marketing@tabloidaviasi.com WEBSITE I www.tabloidaviasi.com

I redaksi@tabloidaviasi.com ADVERTISING & MARKETING I

Corporate
Direktur utama pemimpin umum penasihat

I Venita Pardede I Andi Gultom

I Prof. DR. H. K. Martono, SH, L.L.M
Prof. Dr. H. Priyatna Abdurrasyid,SH,Ph.D Capt. Sonny M. Sasono Capt. Hasfrinsyah Hasan

eDitorial
pemimpin reDaksi reDaktur pelaksana reDaktur

Foto Cover: Produk-Produk Pesawat “2nd-Grade”

I Andi Gultom I Tatan Rustandi

staf reDaksi

I Tom Maruli I Ir. Haryono
Jasmen Pasaribu Tjuk Sudarsono Danang Prihantoro, S.Pd

Redaksi

keuangan/sekretaris

manager iklan/sirkulasi marketing

I Nita I Yunita Pardede, S.psi

I Antonio

Ester Ida Berliana, SE Charles Sitorus sirkulasi I Susanto Desain grafis I Alex HB Anto

22 kupAS AVIASI

Twin Otter, Sang Kuda beban legendaris

24 FoKUs AviAsi 27 iPTeK

I Ian Nugroho perWakilan I Agung (Kota Kinabalu) Sukardiansyah (Balik Papan) Sonoib (Medan) Kifli (Makassar) Bona (Semarang) Otto (Jogyakarta) Mantang (Tanjung Karang) Wuryanto (Surabaya) Haryono N (Bandung) Palang (Ampenan)
Website

“bom waktu” di bandara soekarno-Hatta

Dua insinyur prakarsai lahirnya mesin jet

28 meDIkA

nyeri pinggang saat terbang

29 cAkRAwALA
untuk saran, kritik dan komentar kirim email ke: redaksi@tabloidaviasi.com
Wartawan AVIASI tidak diperkenankan menerima atau meminta imbalan dalam bentuk apa pun dari nara sumber. Wartawan Aviasi dilengkapi kartu pengenal atau surat keterangan tugas. Redaksi menerima tulisan atau artikel dan foto yang berkaitan dengan dunia penerbangan. Setiap artikel atau tulisan yang dikirim ke redaksi diketik 2 spasi dan maksimum 3.000 karakter. Alamat pengiriman: redaksi@tabloidaviasi.com

Gaya peragaan cara penyelamatan diri Kekayaan wisata Kota Timah manajemen keselamatan Garuda indonesia Wilayah Udara indonesia “not For sale” (detiknews)

4 LINTAS AVIASI

Cardig Air jajaki rute ke Wamena

12 LApoRAN uTAmA 16 pRoFIL AVIASI 20 BANDARA

Debut pabrikan pesawat “2nd-Grade”
8 Tahun sriwijaya Air, menuju era layanan baru or Tambo int'l Airport bandara terbaik Afrika 2011

30 DeSTINASI 31 SAFeTy

Awak kabin mogok bandara lumpuh

8 bisnis AviAsi 10 seremoniA
DKUPPU-boeing gelar lokakarya

34 Hukum & ReguLASI

pemberitahuan Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka kepada instansi yang akan mengundang AviAsi untuk liputan/wawancara, harap undangan ditujukan kepada redaksi AviAsi melalui e-mail ke redaksi@tabloidaviasi.com, maupun Fax no. 021 5578 0849, atau bisa menghubungi melalui telepon atau sms ke 0812 88 737 747, dan tidak mengundang langsung ke wartawan AviAsi.

4 l Aviasi l Desember 2011

lintas Aviasi
MASKAPAI khusus kargo, Cardig Air (8F/CAD), awal November membuka peluang dengan memasuki Wamena, dan mendarat dengan mulus di Bandara Wamena (WMx/WAJW). Perusahaan penerbangan cargo ini, tetap berkosentrasi dalam pengangkutan barang, khususnya di Papua. Arus pengangkutan kebutuhan pokok untuk daerah tersebut sangat tinggi. Maka dengan hadirnya Cardig, saluran akan mudah, serta mampu memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi secara nasional yang cukup signifikan. Cardig senantiasa dapat menangani space dan load kargo, baik domestik, maupun internasional. Cardig Air menggunakan pesawat Boeing 737-300 Full Freigther memiliki kapasitas angkut 18 ton untuk setiap penerbangan. Hingga akhir tahun ini Cardig Air sudah menerbangi rute ekspor langsung dari Balikpapan ke Singapura. Potensi angkutannya pun terus meningkat. Sebelumnya, Cardig Air telah menjajaki untuk menambah frekuensi penerbangan dari dua kali menjadi tiga kali dalam seminggu. Rute Singapura - Balikpapan - Singapura, bagi Cardig Air merupakan kunci untuk mengembangkan network pelayanan di kawasan regional. Hingga saat ini Cardig telah mengangkut tidak kurang dari 872.849 kg kargo masuk Balikpapan dari Singapura atau sebaliknya.

Cardig Air

Jajaki Rute ke Wamena

A380 Qantas

Kembali Bermasalah

PESAWAT Airbus A380 kebanggaan Qantas (QF/QFA) kembali bermasalah. Armada superjumbo tersebut mengalami masalah mesin pada hari Jumat, 4 November 2011 saat mengudara dari Changi, Singapura (SIN/WSSS) menuju London Heathrow (LHR/EGLL). Akibatnya pesawat terpaksa dialihkan ke Dubai (DxB/OMDB). Pesawat dengan nomor penerbangan QF31 seperti yang dilansir AFP, mengangkut 258 penumpang, dengan 4 pilot dan 21 flight attendant. Sesuai dengan prosedur operasi standar, mesin dimatikan,

sehingga pesawat dapat mendarat tanpa insiden lebih jauh. Sebelumnya dengan pesawat serupa, maskapai yang lahir pada tanggal 16 November 1920 itu juga sempat menghentikan operasi A380 setelah insiden ledakan mesin saat melintasi wilayah Batam tahun lalu. Selain itu maskapai dari negeri Kanguru tersebut sempat terhenti seluruh penerbangannya pada Sabtu, 29 Oktober lalu.

lot Polish

Mendarat Tanpa Roda
BOEING 767-300 milik maskapai LOT (LO/LOT) asal Polandia, terpaksa melakukan belly landing alias pendaratan darurat menggunakan bodi pesawat menyusul tidak berfungsinya roda pesawat. Peristiwa tersebut terjadi di Bandara Warsaw Frederic Chopin (WAW), Polandia, Rabu 2 November 2011 dini hari. Pesawat tersebut nyaris saja terbakar karena mendarat tanpa roda. Pesawat yang dikemudikan Capt Wrona yang berpenumpang 230 orang beserta 11 kru itu mengalami gangguan pada sistem hidrolik. Sebelum mendarat, pilot memutuskan untuk berputar-putar selama satu jam di atas Warsawa untuk menghabiskan bahan bakar. Sementara itu, di bandara, petugas menyemprotkan semacam busa putih anti kebakaran ke landasan pacu dan badan pesawat. Burung besi dengan registrasi SP-LPC itu terbang dari Bandara Newark, New Jersey (EWR/KEWR), dengan tujuan Warsawa. Para penumpang bisa dievakuasi dengan selamat. Akibat perisitiwa tersebut, bandara setempat sempat ditutup.

Garuda IndonesiaTingkatkan Performa Frontliners
GARUDA Indonesia (GA/GIA) dan Martina Berto-bagian dari Martha Tilaar Group menandatangani kerja sama dalam bidang peningkatan servis dan keterampilan grooming frontliners Garuda. Dengan kerja sama tersebut, nantinya Martha Tilaar Group akan mendidik dan melatih grooming, etiquette, dan membuat pelatihan perawatan kecantikan bagi frontliners Garuda Indonesia di Jakarta dengan menggunakan produk make-up dari Martha Tilaar, yaitu Sariayu Martha Tilaar. Produk tersebut dibuat secara khusus agar serasi dengan seragam frontliners Garuda Indonesia. Sementara itu, untuk tatanan dan kesehatan rambut dipercayakan kepada produk Rudy Hadisuwarno Cosmetics. Pelatihan kecantikan tersebut dimulai pada November 2011.

Etihad Airways Wins
“Best Business Class”
ETIHAD Airways (EY/ETD), maskapai nasional Uni Emirate Arab memenangi penghargaan sebagai maskapai “Kelas Bisnis Terbaik” pada tahun 2011 dalam acara Best Travel Forum Milan. Pearl Business Class tersebut memiliki keunggulan fitur kursi yang mengkonversi menjadi tempat tidur dengan akses langsung, lega berikut konfigurasi seat 1-2-1. Seat ini sudah termasuk meja makan, sandaran kepala yang mewah, dilengkapi dengan lengan kursi yang berlapis kain Poltrona Frau. Peter Baumgartner, Chief Commercial Officer Etihad Airways mengatakan bahwa hal ini dilakukan sebagai strategi dari Etihad untuk terus memberikan layanan terbaiknya untuk para tamu premium.

Aviasi l Desember 2011 l 5

Hub Terbesar di Eropa

Turkish Airlines

PADA awal tahun ini pertumbuhan jaringan Turkish Airlines (TK/THY) cukup signifikan, dan akhir 2011 sekitar 20 rute baru akan diluncurkan dari Istanbul (IST/LTBA) dengan rute London Gatwick (LGW/EGKK). Penerbangan perdana dijadwalkan 20 Desember sebelum Natal. Turkish nantinya akan menjadi operator hub terbesar di

Eropa dalam hal jumlah penumpang, armada atau kapasitas seat yang ditawarkan. Saat ini belum ada operator lain di Eropa yang menawarkan banyak tujuan non-stop dari dan ke bandara tunggal Ataturk Istanbul. Selama musim dingin ini, maskapai nasional Turki dan anggota Star Alliance akan menawarkan layanan nonstop

ke 172 tujuan, ditandai dengan lonjakan pelayanan dan aktivitas rute baru. Tampaknya Turkish Airlines telah memimpin pasar penerbangan di Frankfurt. Selain itu, promo dari kedua negara sangat kuat, masing-masing memiliki pasar yang menguntungkan.

Allegiant Air

Luncurkan Intra-Layanan

MASKAPAI penerbangan Allegiant Air (G4/AAY) sukses meluncurkan program terbarunya untuk intra-layanan antara Stockton Metropolitan Airport California (SCK/KSCK) dan Palm Springs International Airport (PSP/KPSP) dengan penerbangan yang beroperasi dua kali seminggu pada Senin dan Jumat. Armada yang digunakan dengan jumlah seat 150 untuk type MD80s. Layanan ini kembali diadakan pada bulan November. Presiden Allegiant, Andrew Levy mengatakan: "Kami senang membuka kembali rute ini yang terjangkau dan nyaman bagi pelanggan untuk pergi.” Saat ini Allegiant adalah maskapai penerbangan yang hanya melayani Stockton, sementara Palm Springs telah mengoperasikan lebih dari 200 penerbangan per minggu dari Alaska Airlines (AS/ASA), American Airlines (AA/AAL), Delta Airlines (DL/DAL), US Airways (US/AWE) dan bahkan layanan internasional dari Calgary, Edmonton dan Vancouver dioperasikan oleh WestJet (WS/WSA).

Biman Bangladesh luncurkan Dhaka-Milan
MASKAPAI penerbangan internasional utama, Biman Bangladesh Airlines (BG/BBC) mengumumkan mulai 14 November 2011 mengoperasikan penerbangan langsung pertama dan hanya dari Milan-Malpensa International Airport (MxP/LIMC) ke Hazrat Shahjalal International Airport (DAC/ VGHS) Dhaka. Dua penerbangan mingguan dioperasikan selama musim dingin setiap hari Senin dan Jumat. Maskapai ini menawarkan koneksi ke ibukota Nepal, Kathmandu dan tujuan Biman dengan jaringan lainnya. Penerbangan ini dioperasikan dengan Boeing 777-300ER 36 kursi bisnis dan 384 ekonomi, dilengkapi Video On Demand sistem yang dapat menawarkan pilihan hiburan . Penerbangan Milan-Dhaka sebagai bagian dari pengembangan komersial yang diusulkan di Italia, sebelumnya tanggal 4 November pesawat itu telah terbang ke Roma, dan sekarang diperluas ke Milan Malpensa.

Jhonlin Caravan Luncurkan rute baru Dengan Grand

Citilink

Leading Low Cost Carrier 2011/12
MASKAPAI Citilink (GA/GIA) 17 November lalu terpilih sebagai Indonesia Leading Low Cost Airline 2011/2012 dalam acara penganugerahan Indonesia Travel and Tourism Awards (ITTA). ITTA adalah sebuah organisasi yang secara rutin memberikan penghargaan kepada para pelaku industri di semua sektor industri perjalanan dan parisiwata (travel and tourism), yang berprestasi dalam bidangnya. Para pemenang dipilih secara online oleh publik dan Dewan Penasihat yang terdiri dari para pakar dalam industri perjalanan dan pariwisata. Ada beberapa tahapan yang dilakukan oleh yayasan ITTA dalam menominasikan sebuah merek, mulai dari penyaringan oleh tim pakar yang terlibat dalam industri pariwisata, pemilihan secara online hingga diputuskan oleh Dewan Penasihat. Citilink memenangi penghargaan dalam kategori Indonesia Leading Low Cost Carrier. Dalam kategori ini Citilink berkompetisi dengan penyedia layanan LCC lainnya yang beroperasi di Indonesia.

MASKAPAI penerbangan Jhonlin Air Transport (JAT) dengan pesawat terbarunya Grand Caravan 208B sukses meluncurkan rute Banjarmasin (BDJ/WAOO)-Batulicin (BTW/WRBC) pp. Menurut Direktur Teknik Jhonlin Ahmad Dahrawi, Kalsel merupakan daerah yang potensial untuk industri penerbangan. Masih banyak daerah di Kalsel yang belum dijamah oleh rute penerbangan, terutama untuk rute Batulicin-Banjarmasin. Banyak warga Batulicin

yang memerlukan transportasi yang mudah ke Banjarmasin untuk mengurus bisnisnya. Penerbangan ini akan dilayani sehari dua kali kecuali hari Minggu. Waktu tempuh kalau lewat darat sekitar lima jam, sedangkan melalui udara memakan waktu 35 menit. Tiket dapat diperoleh di Bandara Internasional Syamsudin Noor dan Bandara Bumi Bersujud.

6 l Aviasi l Desember 2011

Dibuka,

Tender penerbangan perintis

Perluasan Bandara Sepinggan

BISNIS penerbangan perintis di Indonesia masih terbuka lebar, sebab Indonesia terdiri dari wilayah kepulauan. Pemerintah pun masih menyubsidi penerbangan perintis dalam rangka memberikan layanan bagi masyarakat di daerah terpencil. Kementerian Perhubungan tengah mempersiapkan tender penerbangan rute perintis untuk tahun pelaksanaan angkutan 2012 dengan pagu anggaran Rp 296 miliar. Bambang S. Ervan, kepala Pusat Publik Kemenhub menambahkan, jika dalam perjalanannya ternyata ada perubahan besaran anggaran, pemenang tender harus mengikuti nominal yang ditetapkan. Pelaksanaan angkutan udara perintis 2012 ditender tidak mengikat rencana akhir tahun ini. Saat ini yang sudah melayani rute perintis adalah Nusantara Buana Air (NBA), Susi Air, Merpati Nusantara Airlines (MZ/MNA), Trigana Air Service (TGN) dan Aviastar Mandiri.*

Merpati Nusantara
ERPATI Nusantara Airlines (MZ/MNA) dalam menargetkan penumpang 2,2 juta telah mendatangkan empat pesawat jet pada bulan Oktober 2011 lalu, yaitu 2 Boeing 737-400, 1 Boeing 737-500 dan 1 Fokker-70 dengan status sewa. Dengan adanya tambahan armada, Merpati membuka rute baru yakni dari Jakarta (CGK/WIII) ke Palembang (PLM/WIPP) pergipulang (PP) satu kali sehari. Maskapai plat merah itu akan kembali bersiap untuk mengadakan pesawat jet pada tahun depan dengan jumlah lebih besar lagi, yaitu 15 unit. Pada akhir tahun depan, jumlah pesawat jet yang dioperasikan akan menjadi 27 unit. Saat ini dengan

m

Datangkan 4 Pesawat Jet
total armada sebanyak 34 unit, Merpati dapat meraup penumpang sesuai dengan yang ditargetkan. Merpati pada bulan lalu sempat tidak mendapat pasokan avtur dari Pertamina di Bandara Internasional Juanda Surabaya (SUB/WARR) dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar (UPG/WAAA). Sebelumnya Direktur Utama Merpati Sardjono Jhony Tjitrokusumo menargetkan dapat membayar utang berjalan kepada PT Pertamina untuk terus mendapat pasokan bahan bakar avtur. Dengan demikian, tidak akan ada lagi penerbangan yang terbengkalai akibat tidak mendapat pasokan bahan bakar.

HINGGA kini proyek perluasan Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan sudah berjalan dan telah mulai dikerjakan sejak Juli lalu. Saat ini pengerjaan proyek yang menelan biaya Rp 1,6 triliun itu telah masuk tahap persiapan. Menurut Humas Proyek Pengembangan Hendy Heryudhitiawan, tahapan sudah masuk dalam paket I pengecoran gedung kargo dan pembuatan pondasi untuk gedung apron service, paket II pengeboran zona 5 sudah selesai dan saat ini sedang dipasang pengecoran pondasinya, paket II zona 1 sedang dilakukan pengeboran. Sedangkan untuk paket III pembuatan jalan akses sudah selesai trase dan patok-patok serta paket III land clearing parkir inap. “Sesuai dengan jadwal, maka diharapkan proyek selesai pada Mei 2013,” tambahnya. Perluasan Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan ini diproyeksikan guna mengantisipasi lonjakan penumpang yang mencapai 10 juta orang pada 2020. Luas terminal bandara nantinya mencapai 110.000 meter persegi.

Roda Pesawat Terlepas

Lagi, susi Air Jatuh di Papua
PESAWAT Susi Air kembali mengalami kecelakaan. Kali ini pesawat menabrak Gunung Wabu di Sugapa Intan Jaya, Papua. Peristiwa nahas itu terjadi Rabu 23 November 2011. Akibatnya pilotnya bernama Jesse Becer warga Selandia baru meninggal, dan Kopilot Albert Citores berasal dari Spanyol luka parah. Menurut Susi Pudjiastuti selaku pemilik Susi Air, pesawat sempat mencium landasan, karena pilot melihat ada warga yang melintas, dia memutuskan kembali memacu pesawat ke udara. Jesse turn around menghindar, tapi tidak bisa, begitu berbelok ke kiri, langsung menabrak Gunung Wabu. Belakangan diketahui, warga yang melintas itu adalah penyandang tuna rungu. Menurut David Seetiawan, Sekretaris Daeran Intan Jaya, pejalan kaki itu tidak mendengar deru mesin pesawat saat akan mendarat, sehingga dia tetap berjalan di landasan.

EBUAH pesawat penumpang di London harus melakukan pendaratan darurat pada 11 November 2011 setelah salah satu roda pendaratannya lepas dan terjatuh ke darat. Saat kejadian beberapa penumpang melihat roda itu terlepas, tetapi memutuskan diam. Penumpang pun memanggil awak kabin dan melaporkan hal tersebut. Segera, awak kabin mengumumkan kejadian ini dan memberitahukan ada gangguan terhadap pesawat. Saat

s

ditanya, ternyata penumpang lain juga melihat kejadian ini tetapi mereka tetap diam tidak melaporkannya kepada awak kabin. Beberapa dari penumpang lain bahkan melihat ada percikan api di sekitar roda yang lepas itu. Pilot pun terpaksa mendaratkan pesawat dengan roda sebelah kiri yang masih berfungsi dengan baik. Pesawat berjenis Bombardier Q400 itu pun akhirnya mendarat dengan selamat. Sebelum mendarat, pesawat itu terpaksa beputar di atas wilayah Ban-

dara Internasional Exeter (EXT/ EGTE), Inggris untuk menghabiskan bahan bakar. Seperti yang dilansir dalam Dailymail, bahwa pilot sendiri mengaku dirinya melakukan pemeriksaan pada pesawat. Dia mengatakan tidak menemukan sesuatu yang aneh dari pesawat saat pemeriksaan. Saat sedang lepas landas dan melihat keluar dari jendela pesawat, seorang penumpang menyaksikan roda pesawat terlepas.

lintas Aviasi Cessna 172 Nusa Flying International Ditemukan di kawasan Gunung Ciremai
PESAWAT Cessna 172 milik sekolah penerbangan Nusa Flying School (NFI) yang hilang kontak dalam perjalanan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur menuju Cirebon, Jawa Barat, 16 November 2011 lalu, sudah ditemukan adanya serpihan pesawat, 29 November 2011 di kawasan Gunung Ciremai, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Pesawat yang ditumpangi tiga orang ini, terdiri dari instruktur dan dua siswa penerbang yang sudah berada di tahap akhir. Yakni, Kapten Partogi Sianipar (25) dan kedua siswa penerbangan, Muhammad Fikriansyah (18), Agung Febrian (30). Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan SAR Nasional, Gagah Prakoso mengatakan, ada 5 tim penyelamat yang merupakan tim gabungan terdiri 2 pesawat Cessna dari Nusa Flying, 1 helikopter Basarnas, 1 pesawat 212 Aviocar Kemenhub, dan 1 pesawat Cessna dari Wings Air. Tim SAR menyisir pesawat tersebut lewat udara ke daerah Wanayasa, Subang dan Gunung Burangrang, Purwakarta, serta Kalijati dan Gunung Ciremai, Cirebon.

Aviasi l Desember 2011 l 7

MAN Air (WY/OMA), maskapai pembawa utama dari Kesultanan Oman, mengumumkan memesan enam Boeing 787-8 di Dubai Airshow. Maskapai ini menyelesaikan perjanjian dengan Boeing dan Kuwait sebagai basis perusahaan penyewaan ALAFCO untuk pemesanan pesawat tersebut. Perusahaan tersebut telah menilai manfaat langsung karena efisiensi bahan

O

oman Air Kastemer baru boeing 787 Dreamliner
bakar Dreamliner yang ekonomis serta pengalaman menawarkan pelanggan dengan perjalanan Oman Air. Sejak berdiri pada tahun 1993, Oman Air telah melihat pertumbuhan yang luas dan telah memainkan peran utama dalam penerbangan dari dan ke Muscat sebagai hub di Timur Tengah. Maskapai ini sekarang mengoperasikan penerbangan internasional langsung dari Bandara Internasional Muscat (MCT/ OOMS) ke 41 destinasi ke Eropa, Afrika Timur dan Asia. Oman Air komitmen terhadap kualitas, kenyamanan dan pengalaman penumpang serta telah menghasilkan pengakuan internasional, termasuk penghargaan regional dan internasional utama dan peraih 4 Bintang Airline resmi dalam survei Skytrax 2011. (Dnn)

Mozes Kilangin Nyaris lumpuh
PENERBANGAN dari dan ke Bandara Mozes Kilangin Timika nyaris lumpuh pada tanggal 3 November lalu, dikarenakan hampir tidak ada pasokan avtur ke bandara. Selama ini pasokan avtur ke Bandara Mozes hanya dipasok PT Freeport, saat itu jalur distribusi bahan bakar ditutup paksa oleh karyawan perusahaan tambang emas itu.

VIVA AEROBUS

ke miami dan orlando

Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika Johannes Rettob, di Timika menyebutkan, 17 daerah terpencil ini berada di wilayah Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Dogiai, Deiyai, Paniai, Nduga, Asmat, dan Yahukimo. Penerbangan perintis ke daerah ini dilayani tiga maskapai, yaitu Trigana Air, Susi Air, dan Johnlin Transport Air. Terhentinya pasokan avtur ke Bandara Mozes Kilangin dari kilang penampung avtur milik PT Freeport Indonesia belum menghentikan penerbangan maskapai Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara Airlines di Timika. Pesawat Garuda yang dipiloti Capt Gultom dari Denpasar ke Timika, harus terlebih dulu ke Jayapura. Sementara Merpati dari Makassar harus ke Biak, baru kemudian ke Timika.

v

IVAAerobus (VB/VIV) maskapai berbiaya rendah di Meksiko meluncurkan rute baru ke Miami dan Orlando dari kota Monterrey di NuevoLeón dengan tarif mulai dari US$ 125 round-trip. Rute Monterrey-Miami akan dilayani dua kali seminggu, pada hari Senin dan Jumat. Penerbangan dari Monterrey Mariano Escobedo International Airport (MTY/MMMY) pada 03:15 LT dan tiba di Bandara Internasional Miami (MIA/KMIA) pada pukul 07:45 LT.

Selain itu, mulai 19 November VivaAerobus juga meluncurkan layanan musiman mingguan pada hari Sabtu dengan rute Monterrey-Orlando. Penerbangan dari MTY pada pukul 8.00 pagi dan tiba di Bandara Internasional Orlando (MCO/KMCO) pada 12:20 waktu setempat. Sebelumnya, dengan dua rute internasional baru ke Florida, VivaAerobus melayani enam kota tujuan Asyaitu Chicago Midway, Houston, Las Vegas dan San Antonio dari pusatnya di Monterrey.

“Kita sedang memasuki tantangan terakhir tahun dengan operasi penerbangan yang baru ke AS dan itu adalah kenikmatan bagi kami untuk menawarkan biaya rendah model perjalanan kami di tarif yang wajar,” kata Juan carlos Zuazua, CEO VivaAerobus. “Kami mencari untuk konsolidasi di pasar Amerika Utara memperluas kehadiran kami di kota-kota paling penting di seluruh Amerika Serikat, seperti halnya dengan Miami dan Orlando,” tambah Zuazua.

8 l Aviasi lDesember 2011

Bisnis Aviasi

awak kabin mogok maskapai lumpuh
P
EMOGOKAN awak kabin ternyata berdampak pada bisnis sebuah maskapai. Air FranceKLM (AF/AFR) Group mengalami kerugian atas aksi mogok yang dilakukan oleh awak kabin. Serikat pekerja yang mewakili para pekerja kabin melakukan aksi mogok kerja sejak 29 Oktober hingga 2 November 2011. Tindakan ini berlangsung seiring dengan persiapan pertemuan G-20 di Cannes, Perancis pada 3-4 November lalu, bertepatan dengan hari libur All Saints Day. Dalam aksi mogok selama lima hari yang dilakukan awak kabin Air France, serikat buruh yang mewakili pramugari menyerukan tindakan untuk memprotes rencana manajemen mengurangi jumlah cabin crew di setiap penerbangan. Akibatnya perusahaan harus membatalkan 20% (atau 200) dari 1.000 penerbangan terjadwal. Untuk itu penerbangan terbesar di benua Eropa ini hanya menjamin bisa menerbangkan setidaknya 80% penerbangannya. Untuk mengatasi hal tersebut, Air France berusaha bernegosiasi selama 10 hari untuk menanggapi setidaknya 90% dari permintaan yang diajukan oleh serikat pekerja. Ternyata aksi ini berlangsung di tengah-tengah kondisi maskapai yang kurang baik. Sepanjang tahun ini, saham maskapai ini anjlok 57%. Ketidakpastian operasional Air France tentu saja memicu kemarahan dari sejumlah orang yang ingin bepergian selama pekan liburan, seperti untuk rute ke Toussaint. Di Bandara Internasional Toussaint Louverture (PAP/MTPP)-Paris, Bandara Internasional Orly (ORY/LFPO) banyak penumpang harus mengalami penudaan penerbangan. Selain Air France yang tertimpa mogok, awak kabin maskapai penerbangan British Airways (BA/SHT) juga pernah mengalami mogok kerja setelah perundingan dengan manajemen pada 23 Mei 2010. Para pekerja berunjuk rasa di kantor, karena manajemen belum menyepakati tentang pemberian tunjangan perjalanan, gaji, dan pemutusan hubungan kerja. Maskapai penerbangan Australia, Qantas Airlines, mendadak meng-

hentikan penerbangan domestik dan internasional mulai Sabtu (29/10). Keputusan itu mengakibatkan puluhan ribu penumpang di seluruh dunia telantar. Perusahaan tersebut menyatakan telah membatalkan 447 penerbangan akibat pertikaian yang tidak kunjung usai antara manajemen dan karyawan yang mogok. Asisten menteri keuangan dan mantan pejabat senior Negara Perse-

makmuran Bill Shorten menyatakan pemogokan tersebut telah merugikan kepentingan banyak orang. “Enam puluh delapan ribu warga Australia dan industri pariwisata sangat dirugikan,” ujar Bill. Untuk menyelesaikan masalah itu, pemerintah Australia akhirnya menempuh jalur pengadilan. Harapan mereka armada maskapai ‘Negeri Kanguru’ tersebut segera mengudara kembali. (Dnn)

Manajemen Baru untuk Perkuat Strategi Bisnis RPX
infrastruktur serta peningkatan citra merek/brand, tidak hanya di segmen korporasi (B2B) namun juga segmen individual (B2C).” Saat ini untuk menunjang operasional perusahaan, RPX menggunakan pesawat Boeing 737-200 dengan kapasitas 14,5 ton rute Jakarta, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK/WIII)-Jayapura, Bandara Sentani (DJJ/WAJJ)-Wamena, Bandara Wamena (WMX/WAJW). Fokus di jasa penerbangan, RPX juga akan terus mencari dan membuka seluas-luasnya kerja sama dengan mitra lainnya untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Taufick D. Mochtar, Senior Vice Pre­ sident Business Development RPX Group mengatakan, “tahun ini kami telah berhasil menandatangani kerja sama dengan salah satu maskapai penerbangan ternama di Indonesia untuk pengelolaan gudang bandara untuk seluruh barang kiriman mereka di lima kota besar di Indonesia. Untuk menunjang kerja sama tersebut, RPX telah memperluas gudang di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.” Di saat yang sama, Vice President Sales & Marketing RPX Group, Andry Adiwinarso mengungkapkan bahwa saat ini RPX menawarkan layanan rantai supply chain dalam satu atap (one stop logistics) yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan, mulai dari jasa pengiriman, pengurusan bea cukai, manajemen pergudangan, hingga sewa pesawat yang ditunjang dengan kecanggihan teknologi informasi. Ini dilakukan untuk memudahkan pelanggan dalam melakukan transaksi bisnis dengan RPX. RPX memiliki tenaga profesional yang didedikasikan secara khusus dalam mengelola setiap produk layanan yang ditawarkan untuk memastikan standard kualitas layanan yang sama bagi pelanggan. Hingga saat ini, RPX telah memiliki jaringan operasional yang luas dan tersebar di 254 lokasi di 126 distrik/ kota di seluruh Indonesia, didukung 18 kantor cabang, 21 station, 48 agen, 155 outlet pengiriman. (Dnn)

epublik Express Group (RPX), perusahaan penyedia jasa pengiriman terpadu punya manajemen baru. Pada 9 November 2011 lalu nama-nama anggota jajaran manajemen baru itu diumumkan. Manajemen baru ini diharapkan mampu memperkuat strategi bisnis, sehingga RPX lebih agresif menggarap pasar logistik. Pertumbuhan pendapatan RPX Group hingga kuartal tiga 2011 sebesar 18% melampaui pertumbuhan

r

rata-rata perusahaan logistik sebesar 15% per tahun. Ini merupakan bukti keberhasilan manajemen baru dalam membawa sinyal positif bagi perusahaan. Muhammad Kadrial selaku Vice President Operations & Customer Service RPX Group menjelaskan, “manajemen RPX yang baru akan melakukan percepatan bisnis yang seimbang di setiap lini bisnis yang kami miliki melalui peningkatan volume bisnis, ekspansi jaringan dan

Aviasi l Desember 2011 l 9

Garuda Travel Fair 2011

Jual Tiket Murah

ALAM acara Garuda Indonesia Travel Fair 2011 yang hanya sekali dalam setahun ini Garuda Indonesia membuat kejutan, yaitu terbang hemat dengan pesawat Garuda. Menurut Helmi Kurniawan, Senior Marketing Manager and Promotion Garuda Indonesia. Selama tiga hari (11-13 November) di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre, Garuda Indonesia memberikan

D

harga spesial untuk penerbangan dalam dan luar negeri yang berlaku hingga Maret 2012. Pengunjung juga disuguhi “hot offer” yaitu penawaran tiket surprise dengan harga sangat menarik antara lain tiket rute JakartaSingapore (pp) seharga US$ 86, dan tiket Jakarta (CGK)–Kuala Lumpur (KUL) (pp) seharga US$ 90 (nett). “Hot Offer” dilaksanakan setiap pagi (pukul 10.00–11.00 WIB) dan malam hari (20.30–21.30 WIB). Pengunjung juga berkesempatan mendapatkan door prize tiket rute internasional yang diundi setiap hari.

Maskapai flag carrier ini menargetkan transaksi Garuda Indonesia Travel Fair (GIATF) 2011 sampai dengan sekitar Rp 50 miliar. Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar menyatakan pihaknya menargetkan adanya pertumbuhan transaksi dari tahun lalu pada acara yang sama, yaitu dari Rp 30 miliar menjadi sekitar Rp 50 miliar. Event ini diikuti sekitar 70 peserta dari Garuda Indonesia Groups, travel agent & retailers, hotel & resorts, dan berbagai institusi terkait pariwisata lainnya. Melalui kerjasama ini,

Garuda Indonesia dan Bank Central Asia (BCA) memberikan kesempatan kepada para pengguna jasa Garuda Indonesia dan pemegang kartu kredit BCA untuk mewujudkan impian berwisata ke dalam dan luar negeri dengan harga menarik. Menurut Donny Rizanto, Sales & Marketing Manager Aerotravel, salah satu anak perusahaan Garuda, selama tiga hari travel fair digelar, untuk penjualan tiket, yang paling banyak diminati (rute internasional) adalah Singapura (SIN), Hongkong (HKG), Sydney (SYD) dan Amsterdam (AMS), sedangkan rute domestik yaitu Denpasar (DPS). “Rata-rata pengunjung sama banyaknya dan selama tiga hari tidak ada kendala yang serius, sehingga acara berjalan dengan lancar dan mampu memberikan benefit,” paparnya. Garuda Indonesia Travel Fair 2011 sebelumnya sudah melakukan roadshow di beberapa kota, yaitu di Denpasar (DPS) 16-18 September 2011, Semarang (SRG) 23-25 September 2011, Palembang (PLM) 14-16 Oktober, Yogyakarta (JOG) 21-23 Oktober 2011, dan Pontianak (PNK) 2830 Oktober 2011. (Dnn)

gmf panen kontrak bisnis di Dubai airshow

P

T Garuda Maintenance Facility AeroAsia membidik sejumlah perusahaan penerbangan internasional dan menjalin kerja sama dalam bidang maintenance. Dubai Àirshow 2011 merupakan kesempatan emas bagi GMF untuk merencanakan penandatanganan kontrak dengan beberapa maskapai. Selain itu, GMF juga berencana melakukan pendekatan dengan maskapai lain yang dinilai potensial menjadi relasi. Di antaranya kesepakatan kontrak yang ditandatangani oleh EVP Corporate Development and Marketing PT GMF AeroAsia Agus Sulistyono dan Asif Mahmood selaku Direktur Operasional Rayyanair pada 13 November 2011. Maskapai asal Pakistan ini menyepakati kontrak jangka panjang berdurasi tiga tahun. “Kepercayaan dari salah satu maskapai di Pakistan ini merupakan langkah penting pengembangan GMF dalam menggarap pasar Asia Selatan,” kata Agus Sulistyono. Midex Airlines (MG/MIX), maskapai yang bermarkas di Sharjah, Uni Emirates Arab juga menyerahkan perawatan pesawatnya kepada PT GMF AeroAsia. Kesepakatan ini tertuang dalam kontrak kerja sama yang ditandangani Wakil Direktur Utama GMF Agus Sudaryo dan Georges

Ibrahim selaku Direktur Operasional Midex Airlines pada 14 November 2011. Kerja sama dengan maskapai yang melayani penerbangan kargo ini bukan yang pertama, karena Midex pernah menyerahkan perawatan armadanya kepada GMF AeroAsia sebelumnya. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT GMF AeroAsia Richard Budihadianto dan Ananta Wijaya selaku Direktur Teknik Sriwijaya Air (SJ/SJY) menandatangani kontrak kerja sama perawatan engine CFM 56-3 pesawat B737NG di arena Dubai Airshow 2011. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang sudah terjalin antara GMF AeroAsia dan Sriwijaya sebelumnya. Menurut Richard Budihadianto, armada Sriwijaya Air menjalani berbagai perawatan di GMF mulai perawatan ringan seperti A-Check, perawatan level menengah seperti C-Check, hingga perawatan besar, yakni D-Check atau Overhaul. Kerja sama lain dengan Sriwijaya Air meliputi perawatan komponen. Selain itu, GMF juga melayani Sriwijaya Air untuk Line Maintenance di beberapa stasion di Indonesia. “Item-item kerja sama GMF dengan Sriwjaya selalu meningkat setiap tahun,” katanya. Sementara itu Garuda Indonesia

(GA/GIA) dan CFM Internasional telah memasuki tahapan kesepakatan final pembahasan kerja sama jangka panjang dalam bidang perawatan mesin CFM56-7B - jenis mesin yang digunakan oleh pesawat Boeing 737-800 NG Garuda Indonesia. Kesepakatan final tersebut marupakan tindak lanjut dari penandatanganan

MoU yang dilaksanakan Oktober lalu di Jakarta. Melalui kesepakatan tersebut, CFM Internasional akan menyediakan layanan perawatan mesin secara komprehensif bagi Garuda Indonesia dengan sistem kontrak “Rate Per Flight Hour (RPFH) selama 15 tahun. (Dnn)

10 l Aviasi l November 2011

Seremonia

Skytrax Berlakukan Aturan Inflight Catering 2011

DKUPPU-Boeing Gelar lokakarya
meningkatnya kasus kecelakaan pesawat udara di indonesia, menjadi latar belakang di gelarnya workshop "Performance Planning for Flight Crew” dan “CRM Class Threat and Error Management “
IREKTORAT Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menggelar workshop (lokakarya) mengenai Performance Planning for Flight Crew dan CRM Class Threat and Error Management selama empat hari (8-11 November 2011). Lokakarya ini pertama kali diadakan hasil kerja sama antara Boeing, ICAO dan DKUPPU. Acara yang digelar di Hotel Borobudur Continental ini dihadiri sejumlah penerbang pesawat jenis Boeing, International Civil Aviation Organization (ICAO), dan representative produsen pesawat Boeing dari Seatle. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Herry Bhakti S Gumay dalam sambutannya mengatakan adanya pemahaman menyeluruh terhadap kinerja pesawat dan aplikasi yang tepat pada elemen dasar operasional merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan operasi yang aman dan efisien dari sebuah pesawat udara. Latar belakang workshop kali ini, menurut Capt. Avirianto selaku Ketua DKUPPU, karena kasus kecelakaan pesawat udara semakin meningkat di Indonesia. Dengan

D

sTAnDAr makanan pada penerbangan Anda berikutnya kini diatur di bawah pengawasan yang lebih ketat. skytrax telah mengumumkan bahwa tingkat kualitas bersantap onboard Catering akan diberlakukan dari star Dining Certification mulai Januari 2012. Hidangan sering mendapatkan umpan balik negatif berdasar rating dari pelanggan. menurut edward Plaisted, Ceo skytrax, langkah ini dilakukan bukan untuk memeriksa dapur maskapai atau melihat hidangan yang sedang dipersiapkan, namun untuk menilai rasa makanan, kesegaran dan kualitas pelayanan kepada pelanggan pesawat. Plaisted menjelaskan, hal ini dimungkinkan untuk mengukur keterampilan staf, awak kabin serta bahan makanan yang digunakan. Dengan Five star Dining Certification, “kami berharap dapat membantu meningkatkan quality benchmark untuk maskapai penerbangan di seluruh dunia.“

adanya workshop, diharapkan ada wawasan baru yang bisa diterapkan oleh pilot dan manajemen maskapai. Dengan begitu dapat meminimalisasi kecelakaan penerbangan dalam berbagai kasus. Selain itu juga untuk meningkatkan awareness awak pesawat akan pentingnya keselamatan transportasi udara. Kecelakaan pesawat dibagi menjadi tiga kategori, yakni accident, serious incident dan incident. Kriteria gangguan penerbangan menjadi accident merupakan kejadian yang menimbulkan korban, baik terluka atau meninggal. Serious incident adalah kecelakaan yang menyebabkan kerusakan dalam pesawat, misalnya tergelincir

sampai di luar landasan atau melewati landasan. Incident yang menghambat operasional pesawat contohnya pecah ban. Menurut survei yang dilakukan oleh Flight Safety International, yang berpusat di Amerika Serikat, 56% kejadian disebabkan oleh flight crew atau pilot, 17 % oleh kegagalan pesawat. Angka kecelakaan pesawat udara sepanjang tahun ini meningkat 28,6% dibandingkan dengan tahun lalu. Mayoritas disebabkan karena kesalahan pilot. Menurut data dari Kementerian Perhubungan pada tahun ini ada 11 accident, serious incident 16 kali dan incident 9 kali. (Dnn)

Pintu Masuk Ngurah Rai Dipindah
PiHAK pengelola bandara internasional ngurah rai, Denpasar (DPs/ WADD) memindahkan pintu masuk dan keluar bandara mulai selasa, 8 november 2011 lalu. Hal tersebut dilakukan untuk memperlancar pekerjaan konstruksi pengembangan bandara yang saat ini terus dilakukan. Pintu masuk lama yang berada di sebelah selatan jalan Airport ngurah rai, kini dipindahkan ke sisi utara bandara di jalan Kemayoran. Pintu masuk baru itu juga menjadi pintu keluar. ngurah rai kini sedang dalam tahap pengembangan untuk menambah kapasitas penumpang. Dengan adanya terminal baru nanti, kapasitas akan bertambah dari 8 juta orang per tahun menjadi 25 juta orang per tahun. Perlu diketahui bahwa rencana proyek pengembangan bandara ditargetkan selesai pada tahun 2013.

seminar nasional regulated agent

eKoLAH Tinggi manajemen Transport (sTmT) mengadakan seminar untuk pertama kalinya dengan topik regulated agent dan pengiriman cargo, “Pemberlakuan sKeP/255/iv/2011 mengenai rA dan manfaat, dampak dalam pengiriman kargo dan pos yang diangkut melalui pesawat udara”.

s

even ini diadakan atas prakarsa Himpunan mahasiswa Udara (HmU) yang melihat bahwa persoalan rA dan cargo masih hangat diperbincangkan, “apalagi beberapa bulan lalu sempat terjadi mogok di bandara internasional soekarno-Hatta,” kata Devy sulianti Havis, project officer HmU. seminar ini dihadiri beberapa do-

sen dan mahasiswa sTP Aviasi, sTmT Trisakti dengan total peserta 150 dan 20 tamu undangan. narasumber dari Kemenhub Dwi Afirianto CH, s.sos, m.mtu; dari Angkasa Pura ii Amran A. marama, dan dari GATrAns ibrahim sahib. seminar dipandu muhammad rifni selaku lecture di sTmT.*

Aviasi lDesember 2011l 11

Kontes Desain Ubah Tampilan

pramugari Citilink
Selaku maskapai Lcc yang mengusung tema "Hijau", kontes desain seragam Awak kabin sangat diminati para Desainer muda Indonesia.
ASKAPAI penerbangan Citilink (GA/GIA) 7 November 2011 memperlihatkan seragam baru para awak kabin dan pada saat yang sama mengumumkan pemenang dari Kontes Desain Seragam Awak Kabin. Kontes digelar pada Agustus lalu sebagai bagian dari program peremajaan Citilink. Citilink selaku maskapai LCC yang mengusung tema “hijau” ini ternyata menerima respons yang luar biasa dari ratusan desainer muda berbakat Indonesia. Banyak perancang busana mendaftar dan mengirimkan desainnya melalui halaman Facebook Fans Citilink. Juri desain ini adalah senior Manajemen Citilink dan Garuda Indonesia Era Soekamto. Era adalah salah satu ahli fashion dan desainer seragam terkenal Indonesia. Untuk penentuan karya siapa yang terpilih, Citilink menggelar fashion show “Parade Fashion Awak Kabin”. Dalam acara ini para pramugari Citilink menggunakan pilihan seragam hasil desain dari finalis. Tahapan seleksi menghasilkan empat finalis, yaitu:

lion Air Beli Pesawat Baru

m

1. Dinda Pratiwi, Tema: Fresh & elegan sebagai juara pertama. 2. Devi Eriana Safira, Tema: Feel the Green Experience sebagai juara kedua. 3. Rico Alfeus Lambert Tuerah, Tema: Love is in the air sebagai juara ketiga. 4. Nurlela Tinambunan, Tema: Lung of the world juara empat. Dinda Pertiwi yang dinobatkan sebagai pemenang adalah mahasiswi program studi Kriya Tekstil semester akhir di ITB. Menurutnya, desain untuk seragam pramugari ini memang

butuh keseriusan dengan pilihan latar warna hijau, karena sebelumnya Dinda tiga kali pernah ikut pameran yang bertemakan batik. “Saya sangat bangga, hasil kerja saya bisa diterima di Citilink.” Elisa Lumbantoruan selaku Chief Financial Officer Garuda Indonesia dan VP Citilink menyatakan sangat senang melihat respons kontes seragam ini, sebab ratusan fashion desainer berbakat baik profesional maupun amatir ikut berpartisipasi dalam program peremajaan tampilan baru Citilink. (Dnn)

40 Tahun Dubai AirShow
D
UBAI Airshow adalah acara dua tahunan di bidang dirgantara yang diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab. Penyelenggaranya adalah Fair & Exhibition Ltd. Sejak tahun 1989, perusahaan itu bekerja sama dengan Pemerintah Dubai, Departemen Penerbangan Sipil, Bandar Udara Internasional Dubai dan Angkatan Pertahanan Uni UEA dalam menggelar acara tersebut. Pameran kedirgantaraan internasional kali dilaksanakan sejak tanggal 13-17 November 2011 lalu. Acara tentu berlangsung sangat meriah dan menarik. Dubai Airshow selalu dijadikan barometer untuk menampilkan kemajuan industri kedirgantaraan yang tumbuh di kawasan Timur Tengah dan tahun ini merupakan perayaan 40 tahun Dubai Airshow. Yang menjadi tontonan seru, yaitu atraksi dua pilot dari penerbangan pertahanan Perancis yang menunjukkan kebolehannya di udara. Yang juga tak kalah menariknya adalah tim Aerobatik Aere de’I Air karena dalam acara akbar itu menampilkan manuver udara yang sangat berbahaya. Pada hari ketiga pameran beberapa perusahaan dan manufaktur menandatangani kesepakatan yang mendatangkan keuntungan seperti pemesanan pesawat dari berbagai produsen. Alison Weller, Managing Director of Airshow Organiser F&E Aerospace, mengatakan nilai transaksi pemesanan pada hari ketiga menjelang penutupan pameran menca-

LION Air (JT/LNI) menandatangani pembelian varian pesawat komersial Boeing 737 yang disaksikan langsung Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Hotel Grand Hyatt Nusa Dua Bali, Jumat 18 November 2011. Maskapai dengan tagline “we make people fly” ini akan membeli 230 unit pesawat B-737 generasi terbaru, yang terdiri atas 201 unit B-737 MAx, 29 B737-900ER, dan mendapatkan hak pembelian tambahan 150 unit B-737 yang belum dirinci variannya. Total pembelian 230 pesawat B-737 tersebut mencapai 21,7 miliar dolar AS (sekitar Rp 195,2 triliun), yang merupakan pesanan pesawat terbesar dalam sejarah Boeing, baik dalam jumlah total pesawat maupun nilai dolarnya. “Pesawat berteknologi tinggi dan sangat efisien seperti B-737 MAx ini akan membantu Lion Air mempertahankan harga tiket yang rendah. Dengan daya jelajah yang tinggi, memungkinkan kami membuka rute-rute baru,” tutur Presiden Direktur Lion Air, Rusdi Kirana, seperti dikutip dalam siaran pers Boeing. Lion Air juga meluncurkan Space Air yang akan menggarap kelas premium pada tahun 2012. Kepada Aviation Week, dijelaskan bahwa untuk segmen kelas full service di Indonesia sendiri masih kurang, jadi kesempatan masih tinggi.

Ryanair luncurkan 22 Rute Baru
RYANAIR (FR/RYR) maskapai penerbangan berbiaya murah asal Irlandia, telah meluncurkan 22 rute baru selama bulan November. Dengan peluncuran kembali rute di musim panas, Ryanair akan memiliki load factor yang ditargetkan akan naik dari tahun sebelumnya, sehingga peluang untuk merambah pasar Eropa akan semakin kuat dan siap bersaing. Kemudian ke depan akan melayani 26 tujuan dari Manchester (MAN/EGCC). Frekuensi penerbangan rata-rata dalam mingguan adalah 3,7%, serta akan ada empat rute yang diluncurkan dengan frekuensi 1 x per hari. Salah satunya termasuk layanan dari London Stansted (STN/EGSS) ke Leipzig / Halle (LEJ/EDDP), sebuah bandara baru untuk Ryanair. Sejak tahun 2003, Ryanair telah melayani wilayah Leipzig dengan terbang ke Altenburg, (ADL/EDAC) tetapi layanan ini ditutup.

pai US$55,4 miliar. “Angka itu tiga kali lebih besar ketimbang pameran sebelumnya pada 2009 (Dubai Airshow dilaksanakan tiap dua tahun sekali).” Sedangkan untuk pesanan pemeliharaan pesawat dan program pelatihan penerbangan mencatat hasil di angka US$ 63,3 miliar. Jumlah pengunjung memecahkan rekor dengan total 56.548 orang. Order terbesar dilakukan oleh maskapai Spirit Airlines (NK/NKS) yang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemesanan 75 jet Airbus A320 dan 45 unit untuk A320neo, MoU bernilai US$ 7 miliar. Selain itu, Qatar Airways (QR/QTR) juga menyelesaikan penandatangan pemesanan

untuk 5 pesawat A380 dan 50 type A320neo dengan total US$ 6,4 miliar. Maskapai terbaik tahun 2011 ini sebelumnya juga telah mengambil pilihan pemesanan 30 pesawat A320neos. Maskapai Emirates (EK/UAE) mencatat pemesanan tunggal terbesar dalam sejarah Boeing dengan menambah 50 armada pesawat 777-300 ER senilai US$ 18 miliar. Pemesanan tersebut termasuk opsi tambahan 20 armada pesawat 777-300 ER US$ 8 miliar dengan total pemesanan 70 pesawat. Chairman dan Chief Executive Emirates Airline and Group Sheikh Ahmed Bin Saeed Al-Maktoum mengatakan bahwa pemesanan pesawat yang memecahkan rekor ini merupakan tonggak baru bagi Emirates. (Dnn)

12 l Aviasi l Desember 2011

laporan Utama

Debut pabrikan pesawat “2nd-grade”

P

RODUSEN pesawat sepanjang tahun 2011 dan tahun depan tampaknya bakal terus berlomba merancang pesawat gres yang tidak saja aman, tapi juga nyaman. Lebih dari itu, mereka juga ambisius memproduksi pesawat yang kalau dinaiki, penumpang akan benar-benar merasakan tidak sedang berada di dalam pesawat. Bahkan ada produsen pesawat yang memproduksi pesawat yang benar-benar hemat bahan bakar tapi tetap bisa melaju dengan kencang. Mereka membuat pesawat-pesawat jenis itu tentu dengan satu maksud, yaitu dibeli oleh sebanyak mungkin pembeli. Sang pembeli itu, satu di antaranya adalah Indonesia. Banyak maskapai di negeri ini yang belakangan juga berlomba adu gengsi membeli pesawat baru. Berbagai kontrak pembelian diteken dalam berbagai kesempatan.

Lalu siapa yang bakal keluar sebagai pemenang (memecahkan rekor penjualan)? Tak banyak yang bisa memerkirakan. Yang pasti, pasar (maskapai) sekarang ini berkepentingan punya pesawat yang mampu menyeimbangkan antara kenyamanan, keamanan dan biaya operasional yang rendah. Konkretnya, yang akan menang adalah produsen pesawat yang yang bisa mendesain pesawat yang nyaman, detail dengan tingkat keamanan dan biaya operasionalnya murah. Berdasarkan penelusuran AVIASI dari berbagai sumber, produsen pesawat kelas dunia kini mengarah ke sana. Produk andalam mereka bakal menggempur dunia penerbangan dunia. Namun lagi-lagi menebak, siapa kelak yang paling unggul, memang tidak mudah, sekalipun Embraer punya momentum untuk masuk ke pasar dengan E-jet-nya. Pesanan pesawat

jenis itu kini terus berdatangan, termasuk dari maskapai ternama, Southwest Airlines (WN/SWA). Namun, menurut Ricardo Fernandez analis ING Financial Market di Sao Paulo, Brazil, tanpa ada pesanan dari Southwest sekalipun, Embraer setidaknya tetap akan menjual 130 pesawat per tahun, selama enam tahun ke depan. Di Indonesia, Sriwijaya Air (SJ/SJY) juga akan menerbangkan pesawat besutan Embraer. Sementara itu Airbus dan Boeing tetap berkosentrasi merancang dan memproduksi pesawat berbadan lebar. Namun langkah Embraer untuk menapak jenjang yang lebih tinggi, terus diintai Bombardier. Perseteruan keduanya malah tak kalah panas dari persaingan Airbus-Boeing. Di satu kesempatan, Embraer sukses menghantam Bombardier di pasar pesawat 80-118 seat yang telah dipesan sedikitnya oleh 170 perusahaan penerbangan kelas dunia, termasuk

GE Commercial Aviation Services. Kali lain, Bombardier mengalahkan Embraer lewat pesawat berkapasitas 70-86 seat dan lewat pesawat yang lebih segar, C-series dengan kapasitas 100-135 seat. Di tengah maraknya pesawat keluaran jet, pabrikan ATR (Avions de Transport Regional Jet) malah hadir dengan tampilan baling-baling. Jenis pesawat yang cocok untuk landasan pendek. Pesawat model seperti ini jelas cocok buat Indonesia mengingat Indonesia adalah negara kepulauan dan pemerintah masih terus berkosentrasi bagaimana memperbanyak penerbangan perintis. Fokker, produsen pesawat asal Belanda, selama ini memproduksi pesawat seperti itu dioperasikan di Indonesia. Walaupun produsen pesawat Fokker telah bangkrut pada tahun 1996, pesawat jenis itu kini masih terus dioperasikan di Indonesia. Nah lo. (Dnn)

pengguna maskapai terbesar
no. 1. 2. 3. 4. 5. no. 1. 2. 3. 4. 5. no. 1. 2. 3. 4. 5. Airlines Jetblue Hainan (China) KLm Us Airways Lufthansa Airlines Delta Connection skywest Air nostrum ComAir mesa Airlines Kingfisher Airlines American eagle Hansung Airlines Wings Air Azul brazilian Airlines Produsen embraer embraer embraer embraer embraer Produsen bombardier bombardier bombardier bombardier bombardier Produsen ATr ATr ATr ATr ATr order 100 50 22 25 34 order 198 210 81 130 90 order 30 39 29 15 20 Delivery 52 39 17 25 19 Delivery 198 207 51 130 90 Delivery 25 30 20 15 20 backlog 48 15 5 5 15 backlog 60 100 30 100 32 backlog 6 15 11 5

Pengguna Fokker Series
no. 1. 2. 3. 4. 5. maskapai KLm Tyrolean Airways Transnusa Aviation Carpatair Air Panama Total 26 15 5 16 12

Aviasi l Desember 2011 l 13

Tak main-main, Embraer berencana menginvestasikan sekitar US$ 2 milyar dalam proyek E-Jetsnya. Embraer E-Jets sendiri adalah sebuah seri dari pesawat penumpang jet berbadan sempit, bermesin ganda, dan berjarak menengah.

P

Airbus dan Boeing
Pada 30 September 2010, masih terdapat sisa pesanan pasti 245 pesawat E-Jets dan 747 opsi. Perusahaan pembangun Brasil melaporkan bahwa 671 unit telah dikirim hingga 30 September 2010, dan diprediksi pada akhir tahun 2016 lebih dari 1.100 unit akan dikirimkan. Barisan Embraer E-Jets terdiri dari dua varian keluarga komersial utama dan sebuah varian pesawat jet bisnis. E-170 dan E-175 yang lebih kecil menjadi pesawat model utama, dengan E-190 dan E-195 yang menjadi versi perpanjangan, dengan perbedaan mesin jet, sayap yang lebih besar, dan perbedaan struktur roda pendarat. Pesawat ini secara teknik masih merupakan Embraer Regional Jets (”ERJ”). Embraer mengganti singkatan ERJ dalam promosinya pada awal masa produksi. E-190/195 adalah seri pesawat yang memiliki kapasitas mirip dengan versi awal dari DC-9 dan Boeing 737, yang selalu disebut sebagai pesawat penumpang utama. Embraer mengembangkan rancangan inovatif ”double-bubble” untuk pesawat jet penumpang komersialnya yang menyediakan ruang kepala untuk berdiri. Embraer E-Jets menggunakan kursi empat kolom. Pada 2 Mei 2006, Embraer mengumumkan rencana untuk membuat varian jet bisnis dari E-190. Pesawat ini memiliki struktur yang sama dengan E-190, namun memiliki jarak tempuh tambahan hingga 4.200 nm, dan tempat duduk mewah sebanyak 19 kursi. Angkatan Udara Argentina memesan satu untuk armada presidensial mereka. Pesawat ini disertifikasi oleh Administrasi Penerbangan Sipil AS pada 7 Januari 2009. Embraer mempertimbangkan untuk membangun sebuah pesawat dengan 70-130 kursi. Niat ini telah diumumkan pada pertengahan November lalu, terhitung 19 bulan setelah Embraer menciptakan sebuah organisasi baru untuk mempelajari langkah berikutnya. Paulo Cesar Souza e Silva, Presiden Unit Penerbangan Komersial Embraer, mengatakan yakin perusahaan bisa mengembangkan pesawat yang bersih, narrowbody dengan 130-160 tempat duduk yang bisa melampaui A320NEO dan 737 MAX. (Dnn)

Embraer: Pesaing Baru

ASAR pesawat bakal ramai setelah Embraer mengembangkan generasi kedua dari “EJets” dengan mesin baru, sayap dan roda pendaratan yang lebih sempurna. Produsen pesawat ini bakal menjadi pesaing berat Airbus dan Boeing. Perusahaan asal Brasil itu kini terus berinovasi. Keluarga Embraer Jets yang disempurnakan dari Embraer 170, 175, 190 dan 195s dijadwalkan akan merangkak ke pasar pada 2018 atau satu-dua tahun setelah Airbus mengoperasikan A320Neo dan Boeing 737 MAX. Tak main-main, Embraer berencana menginvestasikan sekitar US$ 2 milyar dalam proyek E-Jets-nya. Embraer E-Jets sendiri adalah sebuah seri dari pesawat penumpang jet berbadan sempit, bermesin ganda, dan berjarak menengah. Embraer selama ini dikenal sebagai usaha konglomerasi dirgantara Brasil yang memproduksi pesawat komersial, militer, dan korporat. Diumumkan pada Paris Air Show tahun 1999, dan memasuki produksi pada tahun 2002, pesawat ini telah mengalami sukses.

pengguna airlines terbesar type e-190 dan e-195 no. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Airlines KLm (Holand) Jetblue (UsA) Austral (Argentina) Air Canada (Canada) Air Lease (UsA) Hainan (China) Finnair (Finland) China southern (China) GeCAs (UsA) Air Lease Firm order 22 100 22 45 25 50 13 20 26 25 Delivered 17 52 22 45 5 39 12 4 24 5 5 48 20 11 1 16 2 20 order backlog

maskapai terbesar dalam pengoperasian e-195 Firm no. Airlines Delivered order Lufthansa 1. 34 19 (Germany) 2. Azul (brazil) 36 23 3. Flybe (UK) 14 14

order backlog 15 13 -

sumber : embraer

14 l Aviasi l Desember 2011

IAM-DIAM pesawat yang diproduksi ATR, sebuah perusahaan gabungan antara Prancis (Aeropatiale) dan Italia (Alenia) juga terus mendunia. Sebagian produknya dibeli maskapai Indonesia. Jenis pesawat buatan ATR yang selama ini dikenal adalah AIT-230 dan Aerospatiale AS-35. Pada Januari 2007, sebanyak 390 pesawat jenis itu telah diproduksi dan 11 lainnya dalam tahap pemesanan. Pesawat itu menggunakan sayap yang terpasang tinggi di bodi pesawat, dua mesin turboprop Pratt and Whitney dan sistem Avionik digital. Pesawat ATR 42 terbukti sukses sehingga versi yang lebih besar dibuat, ATR 72 dan sudah diperkenalkan pada 1986. Distributor pesawat ATR tahun ini berencana menjual 20 unit pesawat ke

D

ATR Semakin Mendunia
Indonesia. Dalam 10 tahun ke depan, ATR menargetkan bisa menjual 150 unit pesawat. Pesawat yang sekelas dengan ATR 42 dan salah satu varian dari Embraer tersebut memiliki potensi yang sangat besar digunakan di Indonesia yang memiliki banyak bandara berlandasan pendek. Pesawat jenis ini memang cocok untuk landasan pacu pendek. Sampai tahun lalu, ATR sudah menjual 27 unit pesawat ke PT Wings Abadi Airlines (IW/WON). Pengguna pesawat ATR lainnya ialah PT Trigana Air Service (TGN), PT Gatari Air Service, PT Indonesia Air Transport (I8), dan PT Kalstar Aviation (KD/KLS). Secara global, ATR berniat menjual 60 unit pesawat tahun ini dan 70 unit pesawat tahun 2012. Christophe Potocki, Manajer Umum Penjualan ATR Asia Tenggara mengungkapkan, sebagai negara kepulauan, Indonesia menjadi pasar menjanjikan bagi pedagang pesawat terbang, karena permintaan tak pernah lesu. Itu sebabnya Indonesia penting bagi bisnis ATR. Selain Indonesia, pasar andalan ATR di Asia Tenggara adalah Filipina, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. ATR akan menjual pesawat tipe ATR 72 berkapasitas 74 penumpang dan ATR 42 berkapasitas 50 penumpang. ATR menjual pesawat ini seharga US$ 22 juta-US$ 23 juta per unit. Di Asia Tenggara, ATR menguasai 90% pasar pesawat di segmennya. Beberapa pesaing ATR antara lain Bombardier dan Embraer. ATR mengklaim, keunggulan pesawat ATR adalah dari sisi efisiensi bahan bakar. (Dnn)
maskapai
iberia Airlines royal Air maroc Hansung Airlines Jet Airways Kingfisher Airlines Wings Air malaysia Airlines vietnam Airlines Pantanal Linhas Aereas Cebu Pacific

Pesanan terbesar meliputi:
pesanan
2 ATr 72-500 10 ATr 72-500 6 ATr 72-600 20 ATr 72 series 10 ATr 72 series 31 ATr 42 series 15 ATr 72 series 20 ATr 72 series 3 ATr 72 series 2 ATr 42 series

8 ATr 72-600 2 ATr 42-600

opsi

27 ATr 72 series 15 ATr 72 series 13 ATr 600 series

Aviasi l Desember 2011 l 15

Bombardier
pengguna untuk bombardier CrJ series

siap membombardir Pasar
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12 Airlines Delta Connection COMAIR Air Nostrum Air Wisconsin Atlantic Southeast (ASA) American Eagle Air Canada Independence Air Lufthansa CityLine SkyWest Mesa Northwest Airlines Firm Order 168 130 81 64 51 47 56 87 77 210 90 178 Delivery 168 130 51 64 51 47 56 87 77 207 90 178 Backlog 60 10 30 5 24 10 35 10 12 56

diproduksinya memang ramah lingkungan. Ia mengklaim banyak negara yang memesan pesawat terbang yang juga memproduksi seri CRJ700 dan

CRJ1000 itu. Bombardier optimis maskapai di Indonesia akan tertarik dengan pesawat terbang CRJ900 yang ditawarkan dengan harga 36 juta dolar AS per unit. (Dnn)

Fokker, Pabrikan Spesialis Retrofit

I belahan dunia lain, sebuah produsen pesawat lain juga berambisi membombardir pasar pesawat terbang. Perusahaan itu adalah Bombardier Aerospace. Bagian dari Bombardier Inc, Bombardier Aerospace adalah perusahaan pesawat terbesar keempat di dunia dalam hal pengiriman tahunan pesawat komersial secara keseluruhan, dan ketiga terbesar dalam hal pengiriman tahunan pesawat terbang secara keseluruhan. Perusahaan ini bermarkas di Montreal, Quebec, Kanada. Bombardier sendiri merupakan sebuah perusahaan multinasional yang bermarkas di Montreal. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1942 di Valcourt, Quebec dan telah menghasilkan berbagai macam alat transportasi seperti pesawat, kereta api, dan trem. Perusahaan ini mempekerjakan 59.760 pekerja pada tahun 2008. Guy Hachey, Presiden dan COO Bombardier mengatakan perusahaannya juga akan terus mengembangkan jenis-jenis pesawat baru dengan sasaran pasar negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. “Kami mengalami peningkatan pangsa pasar hingga 50 persen atas pesawat-pesawat yang kami produksi,” katanya. Disebutkan, pesawat Bombardier Challenger dan CRJ family telah menyumbang 50% pengiriman pada semester pertama tahun ini. Bombardier memiliki program yang signifikan dalam kedua kategori jet besar dan pesawat kecil. Bombardier CRJ (Canadair Regional Jet) klasifikasi: • CRJ100 - 50 seats • CRJ200 - 50 seats • CRJ700 - 70 seats • CRJ705 - 75 seats

D

• •

CRJ900 - 90 seats CRJ1000 - 100 seats

CRJ 900 Next Gen

Pesawat jet regional Bombardier ini mampu memberikan manfaat bagi operator-operator penerbangan Indonesia dengan biaya operasional yang rendah, standar keamanan yang tinggi, dan kenyamanan bagi para penumpang. Pesawat CRJ900 NextGen merupakan salah satu dari pesawat jenis CRJ NextGen yang menawarkan sejumlah keunggulan. Selain penghematan biaya operasional secara signifikan juga ramah lingkungan, dan ruang kabin dengan desain baru yang dilengkapi dengan jendela penumpang yang lebih lebar serta ruang bagasi yang lebih luas di atas kursi penumpang. Penghematan biaya operasional dicapai melalui penghematan konsumsi bahan bakar sampai dengan empat persen dan pengurangan biaya pemeliharaan melalui rendahnya kebutuhan pemeliharaan rangka pesawat. Dengan pengurangan konsumsi bahan bakar tersebut, pesawat CRJ NextGen dapat menjawab tantangan permasalahan lingkungan dengan menawarkan lebih banyak pengurangan emisi gas pada efek rumah kaca jika dibandingkan dengan generasi pesawat yang terdahulu di kelasnya. Pesawat-pesawat terbang lain yang telah diproduksi oleh Bombardier di antaranya adalah pesawat regional Seri Q, pesawat pemadam api kebakaran hutan CL-415 Water Bomber serta pesawat bisnis jenis Learjet, Global Express, dan Challenger. Vice President, Marketing and Communications Bombardier Trung Ngo menjelaskan pesawat yang

Pesawat buatan Fokker sangat menyejarah, karena pesawatpesawat inilah yang banyak dimiliki maskapai di sini pada awalnya.
ERUSAHAAN ini, Fokker, telah gulung tikar. Pada era 1960-1970-an, banyak pesawat buatan Fokker yang dioperasikan di Indonesia. Beberapa maskapai di sini masih ada yang mengoperasikan pesawat buatan perusahaan asal Belanda itu. Bagi dunia penerbangan Indonesia, pesawat buatan Fokker sangat menyejarah, karena pesawat-pesawat inilah yang banyak dimiliki maskapai di sini pada awalnya. Pesawat buatan Fokker yang pernah dipakai di Indonesia adalah Fokker 50 Fokker 70 dan Fokker 100. Pada masanya, pesawat-pesawat jenis itu membuat bangga para penumpang. Interiornya sangat bagus, pencahayaan di kabin memberikan tampilan yang lebih segar dan modern. Kementerian Keuangan Belanda pernah memberikan pinjaman sebesar 20 juta euro untuk memodernisasi model Fokker 100. Jaap Rosen Jacobson, pengusaha asal Belanda yakin bahwa model Fokker 100 yang dimodernisasi akan menjadi produk sukses. Tapi fakta berbicara lain. Fokker tidak bisa bertahan dan mati. Setelah kebangkrutan Fokker, Rosen Jacobson diminta untuk menyelidiki kemungkinan menghidupkan kembali perusahaan Belanda itu. Ia begitu antusias sampai memutuskan untuk mengambil-alih hak-hak paten Fokker untuk dirinya sendiri. Dua kali ia gagal melaksanakan impian tersebut, karena partner keuangannya memutuskan untuk mundur pada saat terakhir. Saat ini di seluruh dunia ada sekitar 700 pesawat Fokker yang masih digunakan. Di Indonesia sendiri maskapai yang mengoperasikan pesawat Fokker adalah:
no. 1. 2. 3. 4. maskapai merpati nusantara Airlines (mZ/mnA) Pelita Air service sky Aviation Transnusa Aviation Jenis Fokker 100 Fokker 100 Fokker 28-4000 Fokker 50 Fokker 50 Jumlah 2 2 3 3 5

P

16 l Aviasi l Desember 2011

Profil Aviasi

Menuju Era Layanan Baru
Meski masih berusia muda, Sriwijaya Air selalu optimis mengatasi kekurangan di segala aspek bisnisnya

8 Tahun Sriwijaya Air

Aviasi l Desember 2011 l 17

EMASUKI usianya yang ke-8 pada 10 November lalu, Sriwijaya Air maskapai penerbangan swasta nasional yang boleh dibilang masih muda ini selalu optimis mengatasi kekurangan di segala aspek dalam menjalankan bisnis. Hal-hal yang akan diatasi itu terkait dengan pelayanan pre­flight, in flight dan post flight. Komitmen tersebut bukan hanya sekadar slogan, tetapi lebih kepada realita dalam strategi baru dan implementasinya.

m

Sriwijaya Air saat ini masuk dalam medium services yang nanti akan semakin lengkap dengan hadirnya seri Boeing 737-500. Ini akan menjadi tonggak perubahan awal yang berarti, yaitu dengan layanan baru yang lebih besar, menarik dan memiliki nilai tersendiri buat pelanggannya. Pesawat pabrikan Boeing tersebut akan didesain dalam dua kelas, kelas bisnis dan kelas ekonomi, kelas full service inilah yang akan mereposisi perusahaan menjadi maskapai penerbangan dengan layanan era baru. Menurut catatan dari Kementerian Perhubungan RI tahun 2011, Sriwijaya Air telah menduduki peringkat ketiga dalam perolehan market share di Indonesia, untuk On Time Performance menempatkan Sriwijaya pada peringkat kedua setelah Garuda Indonesia. Sriwijaya Air telah mendapatkan apresiasi berupa penghargaan dari Pemerintah Kota Malang. Sriwijaya ditetapkan sebagai maskapai nasional yang mendorong pertumbuhhan perekonomian Malang dan sekitarnya. Sedangkan Sumsek Business Award, menyematkan Sriwijaya Air sebagai airlines dengan pelayanan prima dan President Director Sriwijaya Air, Chandra Lie sebagai tokoh inspiratif. Lembaga independen lainnya, yaitu Mark Plus memberikan penghargaan sebagai The Most Popular Airlines dan The Best Airlines dalam Indonesia Brand Champions, serta yang terbaru pada awal November ini, Sriwijaya mendapat penghargaan Superbrands dari lembaga riset independen The Nielsen Company. (*)

Peremajaan Pesawat

Saat ini maskapai yang lahir bertepatan dengan Hari Pahlawan itu telah mengoperasikan 30 unit pesawat, yang terdiri dari:
armada boeing 737-200 boeing 737-300 boeing 737-400 unit 12 12 6 Jumlah seat 128 154 180

Prestasi Sriwijaya Air

Dengan mengusung “your flying partner” ini, dalam perencanaan tahun 2012, maskapai ini akan mendatangkan pesawat yang telah dipesan, yaitu:
no. 1. 2. 3. armada boeing 737-500 boeing 737-800nG embraer erJ-190 Jumlah 12 unit 5 unit 5 unit

Penambahan seri terbaru armada tersebut akan mewujudkan komitmen dalam menegakkan safety dan services. Sebagian besar pesawat baru tersebut akan menjadi modal untuk peremajaan pesawat dan memperkuat alat produksi dalam melakukan ekspansi domestik dan internasional.

AM Training Center adalah salah satu bisnis usaha yang dimiliki oleh Sriwijaya Air. Lokasi NAMTC sangat strategis, berdekatan dengan Bandara Soekarno Hatta. NAMTC telah mendapatkan sertifikasi 142 sebagai training center yang telah diakui oleh DKUPPU dan dilengkapi dengan fasilitas tiga ruang flight simulator. Saat ini baru terisi oleh dua flight simulator B.737-200 dan B.737 classic. Menurut Pien Astuti Rahayu, pimpinan NAMTC, usaha yang kini di-

Mengenal NAM Training Center n
kendalikan sangat menjanjikan. Di Indonesia, kata dia, peluang bisnis flight simulator mendapatkan tempat yang pertama, mengingat kebutuhan akan fasilitas simulator ini sangat tinggi. Banyak penerbang dan industri penerbangan yang membutuhkan peralatan ini. ”Flight simulator ini sangat penting karena pasti dibutuhkan oleh perusahaan penerbangan,” ujar Pien kepada AVIASI di Jakarta belum lama ini. Yang pasti kebutuhan akan flight simulator semakin signifikan seiring dengan semakin modernnya perleng-

kapan penerbangan. Bila di masa lalu tidak begitu banyak produsen pesawat udara – mereka masih menggunakan teknologi konvensional -- di era seperti sekarang produsen pesawat sudah harus menyediakan fasilitas seperti itu. Karenanya ke depan flight simulator akan terus diminati perusahaan airlines. Sriwijaya Air sendiri sebagai pemilik sekaligus yang menjadi priority customer NAMTC bertekad akan terus menyempurnakan program training dan peralatan flight simulator yang dimiliki.

Pien Astuti Rahayu kembali menegaskan PT Sriwijaya Airline mendirikan PT NAM Training Center yang dilengkapi dengan beberapa fasilitas training terutama flight simulator, karena berkomitmen terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan. ”Seorang penerbang yang baik akan selalu mengutamakan keselamatan dan bertindak atas dasar pengetahuan dan pengalaman,” tegas Pien seraya menambahkan, sudah banyak kejadian yang tidak diharapkan hanya karena pilot kurang peduli dengan dua faktor tersebut. (*)

18 l Aviasi l Desember 2011

Kaleidoskop Aviasi
ERBAGAI peristiwa penting dan menarik mewarnai dunia penerbangan sepanjang tahun 2011. Soal keterlambatan pesawat mendominasi pemberitaan di banyak media massa, sementara kecelakaan pesawat (keselamatan penerbangan) terus berlanjut. Di luar itu, bisnis transportasi udara terus menggeliat. Harap maklum, potensi bisnis di dunia dirgantara memang sangat luar biasa. Maka wajar kalau sepanjang tahun 2011, banyak maskapai di negeri ini yang ramai-ramai membeli/ menyewa pesawat baru. Ujung-ujungnya tentu agar konsumen terpuaskan. Tapi jika layanan dan jadwal keberangkatan tetap buruk, ya apa gunanya naik pesawat. Berikut adalah peristiwa penting yang terjadi di dunia penerbangan Tanah Air:

B

28 April: Dua pilot, Sertu Ninang dan Sersan Karbol Habibun Rahman tewas dalam kecelakaan pesawat latih di Yogyakarta.

23 Juni: Pesawat latih jenis Christian Eagle, yang diawaki salah satu penerbang dari Malaysia, jatuh saat melakukan manuver di atas permukiman penduduk di Padang, Sumatera Barat.

01 Mei: Pembentukan PANPI (Persatuan Ahli Navigasi Indonesia)

05 Juli: Cargo bandara Soekarno-Hatta 13 Januari: Mandala resmi
tutup operasi sementara

15 Februari: Lion Air tujuan MedanPekanbaru-Jakarta JT295 Boeing 737900 ER tergelincir di Pekanbaru.

lumpuh, disertai mogok kerja ribuan karyawan ekspedisi

04 Mei: Bandara Rogojampi

Banyuwangi resmi untuk penerbangan komersial ditandai dengan penerbangan Sky Aviation Fokker 50

62 tahun, membeli sejumlah pesawat baru, terus terlibat aktif dalam eventevent internasional.

26 Januari: Garuda Memasuki usia

17 Februari: Dua pesawat Lion
Air saling bersenggolan di Bandara Soekarno-Hatta.

07 Juli: Peletakan batu pertama

pembangunan Bandara Internasional Susilo Sintang, Kalimantan Barat

umpang tiga orang itu jatuh di Teluk Kendari, Kecamatan Pipulu, Kendari, Sulawesi Tenggara

27 Januari: Helikopter berpen-

19 Februari: MA 60 Merpati Nu-

santara Airlines berpenumpang 42 dan empat kru tujuan Ruteng, mendadak meluncur dan keluar landas pacu atau runway.

MZ 8968 jatuh di perairan dekat Bandar Udara Utarom, Kaimana, Papua Barat. Seluruh penumpang tewas

07 Mei: Merpati Nusantara Airlines

13 Juli: Ban Antonov pecah ban dan
keluar landasan di bandara Wamena Jayawijaya.

26 Maret: Roy Suryo rebutan kursi Lion Air rute Jakarta-Yogyakarta 12 Februari: Pesawat milik Sabang
Merauke Air Charter (SMAC) jatuh setelah terbang dari bandara Hang Nadim, Batam. Lima orang meninggal dunia.

05 Juni: Lion mengakui ada kesalahan sistem pengaturan jadwal kru pesawat di Pekanbaru hingga delay 5 jam

18 Juli: Kunjungan Presiden ICAO Roberto Gonzales ke Indonesia, salah satunya STPI Curug

21 Juli: Batavia Air Y6-567 rute 14 Februari: Lion Air JT598, Boeing 737-900ER rute Jakarta-Pekanbaru tergelincir saat mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.

09 April: Wings Air dan Kalstar Aviation senggolan di terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta.

08 Juni: Pesawat tempur Hawk milik TNI AU tergelincir di Lanud Pekanbaru

Yogyakarta - Batam yang berangkat dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta mengalami gangguan perangkat elektronik. Pesawat harus kembali ke Bandara Adisutjipto

Aviasi l Desember 2011 l 19

Tahun 2011
28 Juli: Pilot Garuda yang tergabung
dalam APG melakukan aksi mogok 12 jam. Jadwal penerbangan sempat kacau. Aksi mogok dipicu oleh kebijakan manajemen Garuda yang tidak transparan dalam pemberian kesejahteraan kepada pilot asing.

06 September: Peraturan Regulated
Agent diberlakukan kembali.

26 September: Gedung terminal

kedatangan dan keberangkatan serta beberapa unit bangunan lain di areal bandar udara Wamena, Papua terbakar.

23 Oktober: Lion Air tergelincir di
Sepinggan Balikpapan.

09 September: Pesawat jenis

Caravan milik Susi Air jatuh di Distrik Pasema Kabupaten Yahukimo, Papua

29 September: Pesawat Nusan-

02 Agustus: Helikopter Polda jatuh di lapangan sepak bola Tangkawala Palu 09 September: Warga kembali
memblokir Bandara Emalamo Sanana, Maluku Utara

tara Buana Air yang mengangkut 18 orang jatuh dalam perjalanan dari Medan ke Kutacane, Nanggroe Aceh Darusalam

26 Oktober: Gunung Lokon meletus, penerbangan dari dan ke Sam Ratulangi Manado terganggu.

10 November: Pendaratan perdana
Boeing 737-500 milik Batavia Air di Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur.

09 Oktober: Pendaratan

jatuh di Bitung.

04 Agustus: Helikopter Nyaman Air
15 September: Pertama kalinya Lion Air sebagai perusahaan penerbangan menggugat balik ke penumpang atas keterlambatan penerbangan.

perdana Boeing 747-400 di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Banda Aceh.

11 November:


14 Kloter pertama jamaah haji mendarat dengan selamat di tanah air. Pesawat latih Cessna 172 PK-NIP milik PTNusa Flying International hilang kontak. PK-MBP Merpati Nusantara Boeing 737 diserahkan kembali ke Merauke karena selesai KSO (kerjasama operasional). Penghargaan Citilink sebagai Leading LCC tahun 2011/12 Terminal 3 Soekarno-Hatta resmi untuk penerbangan internasional. Royale Pacific, Mandala dan Wings Air incar terminal 3 tersebut sebagai terminal operasional. Susi Air jenis Caravan VVG jatuh di sebuah bukit, sebelah selatan landasan atau run way Bandara Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Penerbangan RI masih dicekal oleh Uni Eropa.

16 November:

flight pertama di Indonesia dengan nama Frontier

11 Oktober: Embraer ERJ 190 joy

17 November:

17 Agustus: Kaltim Airlines resmi
beroperasi 146-200 Aviastar menabrak beberapa ekor sapi di Bandara Komodo, Labuhan Bajo Nusa Tenggara Timur.

16 September: Untuk pertama, Bae


17 November:

baling-baling SMAC di Hasanuddin Makassar

15 Oktober: Warga tersambar

18 November:

19 Agustus: Gunung Dukono

Halmahera Utara, Maluku Utara meletus telah mengganggu penerbangan dari dan ke Maluku Utara.

18 Oktober: 22 September: Helikopter Bell 412
OCV milik Airfast jatuh di Lembah Dodo, Kabupaten Sumbawa

Pelantikan Menteri Perhubungan yang baru Evert Erenst Mangindaan


23 November:

23 November: 28 Agustus: Menteri Perhubungan mengeluarkan Permenhub PM 77 tentang kompensasi kepada penumpang yang mengalami keterlambatan pesawat.

22 September: Pesawat PK-UCE

berjenis Pilatus PC-6 milik maskapai Yayasan Jasa Aviasi Indonesia (Yajasi) yang jatuh di kawasan Gunung Paspalei Yakuhimo

20 Oktober: Bandara Internasional
Lombok diresmikan.

20 l Aviasi l Desember 2011 Bandara

Bandara Terbaik Afrika 2011
ANDARA Internasional OR Tambo (ORTIA) di Johannesburg (JNB/FAJS) adalah pusat angkutan udara di Afrika Selatan. Lebih dari 17 juta penumpang setiap tahun berlalu lalang di bandara ini. Oliver Reginald Tambo adalah tokoh Afrika Selatan. Sehari-hari ia dikenal dengan sapaan OR. Ia adalah salah seorang tokoh pembebasan bangsa Afrika Selatan dari politik perbedaan warna kulit. OR adalah presiden dari Kongres Nasional Afrika (ANC). Selama 30 tahun dia memimpin ANC dan menghabiskan waktunya di pengasingan, memobilisasi dukungan internasional untuk ANC dan oposisi terhadap gerakan apartheid. Di bandara OR Tambo terdapat enam terminal yang dibagi menjadi tiga gedung utama: terminal internasional; terminal domestik, dan terminal transit. Terminal transit sekarang menempati terminal domestik lama, di mana bangunan sebagian besar dihancurkan untuk membangun Central Terminal baru yang akan memberikan link dalam ruangan antara terminal domestik dan internasional, serta pusat penumpang check-in area. Pembangunan gedung Central Terminal memakan biaya sekitar R 2 miliar (R: Rand, mata uang Afrika Selatan) dirancang oleh Osmond Lange Architects and Planners untuk meningkatkan kapasitas dan fasilitas dari setiap sisi terminal, serta untuk

OR Tambo International Airport

b

kegiatan ritel dan komersial. Untuk landasan pacu, bandara ini memiliki:
arah 03L/21r 03r/21L landas pacu panjang ft m 14,495 11,155 4,418 3,400 permukaan Aspal Aspal

Untuk pertama kalinya The World Airport Award menobatkan Bandara Internasional OR Tambo sebagai Bandara Terbaik Afrika 2011. Bandara ini merupakan salah satu dari 100 bandara tersibuk di dunia dan pada tahun 2010 mampu menampung 8.820.000 penumpang. “Penghargaan ini menandakan satu lagi tonggak penting bagi perkembangan bandara, hanya beberapa bulan setelah Afrika Selatan berhasil menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2010,” kata Manajer Umum Bandra OR Tambo, Christopher Hlekane.
bandara terbaik afrika 2010 1 2 3 Cape Town international Airport Durban Airport Johannesburg o.r. Tambo Airport

The Best Airport

sumber: daftar bandara di Afrika

sumber: skytrax

Bandara ini menjadi home base maskapai South Africa Airways untuk penerbangan internasional. Berikut daftar maskapai yang beroperasi di OR Tambo:

Aviasi l Desember 2011 l 21

Bandara Sultan Syarif Kasim II Berbenah Sambut PON 2012
informasi bandara
i 1 2 3 4 5 6 ii 1 2 3 4 iii 1 Data umum Kelas Luas Alamat Telepon Faksimili e-mail lokasi Koordinat/elevasi Kode iCAo/iATA Jam operasi Jarak dari kota spesifikasi bandara Landasan Arah Dimensi PCn 2 Taxiway no.T/W A b 3 Apron A b 4 Tipe Pesawat Luas (m²) 1559.25 1559.25 Luas 34,034 m² 7,760 m² Jenis Pesawat b737-200 /300/400/500 b1900 mD82 F50 F100 bn2-b Dan Lain Lain 5 6 Terminal Penumpang Terminal Kargo Luas 7,261 m² Luas 400 m² iV 1 2 3 4 V 1 2 3 4 5 6 fasilitas penerbangan Telekomunikasi navigasi Udara PKP - PK Air Field Lightening fasilitas bandara Power supply Water supply Peralatan mekanikal Keamanan Parkir Kendaraan meteo Pengamatan Prakiraan 7 CiQ bea Cukai imigrasi Karantina 8 9 10 Transportasi Darat Pelayanan Umum Penunjang Lain Tersedia Tersedia Tersedia Taxi bank, Telepon Umum, restaurant & Kafetaria Perkantoran/Administrasi,Pengolahan Limbah Cair (sTP),Gd. viP/vviP,Gd. operasi,Gedung - gedung lain Tersedia Tersedia PLn, mPs/Genset PDAm Timbangan, Conveyor belt, Trolley, AC X-ray screening system,Walk Through metal Detector,Hand Held metal Detector,security CCTv Luas 9,850 m² Kapasitas ± 250 kendaraan ATC Consule,vHF/UHF,radio Link,AmsC,voice recorder/ ATis,speech Plus iLs,Dvor/Dme,nDb,Psr/ssr Cat. vii PALs/PAPi Kapasitas 1,839,322 org/thn Kapasitas 11,346,153 kg/thn Posisi Parking stand b737-800nG b737-900er Posisi Paralel Paralel Dimensi (49.5 x 31.5)m² (49.5 x 31.5)m² Timur - barat (18 - 36) (2,240 x 300)m² 44 F/C/X/T 00⁰27’23”LU dan 101⁰26’36”bT Wibb/PKU 06.00 Wib - 21.00 Wib ± 10 km dari kota Pekanbaru internasional 319.88 Ha Jl. Perhubungan Udara - Pekanbaru (0761) 674694 (0761) 674827 ap2pku@angkasapura2.co.id

ANDARA Udara Sultan Syarif Kasim II terletak di Pekanbaru sekitar 5 km dari pusat kota, sebelumnya bernama Simpang Tiga. Nama bandara ini diambil dari nama Yang Dipertuan Besar Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin yang lebih dikenal dengan Sultan Syarif Kasim II. Dia adalah sultan ke-12 Kesultanan Siak. Karena berjasa mendukung perjuangan kemerdekaan di Riau, maka namanya diabadikan sebagai nama airport terbesar di Riau. Pada tahun 2009 lalu, PT Angkasa Pura II bekerja sama dengan pemerintah Pemerintah Provinsi Riau telah memperluas bandara dan akan selesai akhir tahun ini. Perluasan ini dilakukan guna persiapan menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan digelar pada 2012. Nantinya SSK mampu menampung pesawat berbadan lebar. Selain hal tersebut, pembangunan area transportasi udara ini dilakukan karena dinilai tidak lagi dapat menampung penumpang yang setiap tahunnya semakin meningkat dengan rata-rata 3 juta orang. Pemerintah telah mengalokasi dana sebesar Rp 150 milyar. Dana tersebut digunakan untuk membenahi termi-

b

Mengingat pertumbuhan penumpang dari tahun ke tahun semakin meningkat, maka otoritas Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II bertekad untuk membangun terminal baru. Landasan pacu pun diperpanjang. SSK II siap menyambut PON 2012.
nal bandara dengan menambah luas sekitar 16.000 M2. Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Sudaryanto dalam rilis resminya kepada media massa di Pekanbaru menyebutkan dari aspek bisnis, pengembangan Bandara SSK II yang menjadi pintu gerbang Provinsi Riau ini juga teramat penting dan sangat prospektif mengingat posisinya yang strategis, berdekatan dengan Singapura dan Kualalumpur, Malaysia. Bandara yang juga menjadi home base Skuadron Udara 12 TNI AU ini menjadi salah satu bandar udara tersibuk di Sumatera dengan kelas internasional peringkat ketiga regional setelah Bandara Internasional Polonia Medan (MES/WIMM) dan Bandara Internasional Hang Nadim Batam (BTH/WIDD). Terminal Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru siap dioperasikan secara penuh mulai Agustus tahun depan dengan kapasitas empat juta orang per tahun. Fasilitas dan sarana umum yang terdapat di Bandara Sultan Syarif Kasim II adalah ATM, mini market, restoran dan café, kantor pos, bank, dan money changer.

Sumber: Angkasa Pura II

22 l Aviasi l Desember 2011

Kupas Aviasi

Twin Otter
ANG legenda DHC- 6 Twin Otter sejak akhir tahun 1960-an hingga saat ini masih terbang ke wilayah terpencil. Ini membuktikan pesawat ini memang benar-benar tangguh. Pesawat ini di kembangkan oleh perusahaan de Havilland, perusahaan manufaktur pesawat commuter yang berkedudukan di Kanada. Sekarang, produksi lanjutannya dikerjakan oleh perusahaan bernama Vikingair, yang juga berlokasi di Kanada, Katagori pesawat ini adalah Short field Take Off and Landing (STOL) dan Fixed Tricycles Landing Gear. Pesawat ini mempunyai kemampuan take off dan landing di landasan yang secara ekstrem sangat pendek (kurang dari 500 meter!). Karena menggunakan landing gear tetap (Fixed Landing Gear, tidak dapat/perlu dimasukkan ke bodi pesawat saat lepas landas), menjadikan pesawat ini mempunyai kapabilitas untuk mendarat di permukaan landasan selain permukaan halus (aspal atau beton) di luar kemampuan pesawat pada umumnya. Selain itu pesawat ini tidak membutuhkan biaya mahal untuk perawatan roda pendarat. Pesawat ini dapat mendarat di landasan rumput, tanah liat atau landasan yang berbatu krikil. Dengan kata lain pesawat ini dapat mendarat hampir di daerah mana pun di dunia ini. Seorang pilot yang pernah menerbangkan pesawat ini bahkan pernah bercerita bahwa suatu saat pernah landing dan tinggal landas pada

Sang Kuda Beban yang Legendaris
sebuah lapangan bola di pedalaman Sulawesi awal tahun 1980-an. Pesawat ini juga memiliki kemampuan untuk mencapai ketinggian tertentu dengan waktu tempuh dan jarak yang sangat pendek (High Rate of Climb). Kemampuan ini membuat DHC 6 Twin Otter menjadi salah satu pesawat twin engine yang dapat beroperasi untuk pedalaman dan pegunungan di Papua. Salain di Papua, pesawat ini menjadi salah satu andalan transportasi di pegunungan Himalaya. Twin Otter juga dapat beroperasi di daerah yang sangat dingin, bahkan di daerah kutub. Beberapa pesawat ini digunakan salah satu lembaga riset kerajaan Inggris untuk beroperasi kutub utara. Jumlah penumpang maksimum yang dapat di bawa oleh pesawat ini 19 orang. Dengan jumlah penumpang sebanyak ini, ‘mesin’ pesawat menjadi sangat efisien menjadi alat transportasi di daerah daerah terpencil. Pesawat ini juga dapat digunakan sebagai pesawat angkut kargo, mengingat pesawat ini dapat mengangkut barang dalam jumlah yang besar dan cukup berat. Dengan sejumlah kemampuannya, pesawat ini menjadi andalan Team Nasional Terjun Payung Amerika Serikat. Pesawat ini mulai dikembangkan sejak tahun 1964. Penerbangan pertama dilakukan pada 20 Mei tahun 1965. Pesawat ini adalah lanjutan pengembangan dari pesawat single engine (satu Mesin) buatan pabrik yang sama pada tahun-tahun terdahulu (DHC 3 Otter). Dengan menggunakan desain dua mesin (twin engine) diyakini pesawat ini dapat meningkatkan kemampuan tinggal landas dan landing, meningkatkan jumlah beban yang dapat diangkut, dan membuat pesawat menjadi lebih aman untuk dioperasikan. Jenis mesin yang digunakan adalah
specifications twin otter DhC-6 series 400

s

Pratt and Withney PT 6A-20 buatan Kanada dengan kekuatan 550 Shaff Horse Power (SHP) atau sekitar 410 KW. Pada mulanya dibuat 6 unit pesawat prototype (nomor seri 1 sampai 6). Sedangkan selanjutnya diproduksi sekitar seratus unit pesawat DHC 3 seri 100 dengan nomor seri 7 sampai 115. DHC 6 Twin Otter seri 200 dipro-

Crew Capacity Length Wingspan Wing area Empty weight Height Loaded Weight Useful load Max take off weight Powerplant Powerplant Performance Never exceed speed Maximum speed

Minimum one pilot, commonly two pilots are used in commercial operations. A flight attendant must be onboard if there are more than 19 passenger seats. 19 passengers plus 1 or 2 pilots 51 ft 9 in (15.77 m) 65 ft (19.8 m) 420 ft² (39 m²) between 7,100 lb (3,200 kg) and 7,500 lb (3,400 kg) 19 ft 9 in (5.93 m) 12,500 lb (5,670 kg) 5,200 lb (2,360 kg) 12,500 lb (5,670 kg) 2 × Pratt & Whitney PT6A-34 turboprop engines, 620 hp - 750 hp (460 kW - 559 kW) each 170 knots (195 mph (314 km/h)) 170 knots (195 mph (314 km/h)) 150 knots (173 mph (278 km/h)) 58 knots (VSO, gross weight, landing configuration) 920 nautical miles (1,050 mi (1,690 km) 25,000 ft (7,620 m) 1,600 ft/min (8.1 m/s) 10.08 hp/lb (6.132 kW/kg)

General characteristics

Cruise speed Stall speed Range Service ceiling Rate of climb Power/mass

sumber : DHC-6 series 400 Aircraft Flight manual

Aviasi l Desember 2011 l 23

duksi mulai dengan nomor seri 116. Perubahan dibandingkan seri terdahulu adalah penambahan hidung pesawat yang lebih runcing, bagasi kompartemen di bagian belakang pesawat yang lebih besar beserta instalasi pintu yang juga lebih besar. Pada tahun 1969, de Haviland mulai memperkenalkan seri 300 yang dimulai dengan nomer seri 231.Dengan peningkatan di bidang performance dan jumlah beban yang dapat di bawa, seri 300 ini menggunakan mesin yang lebih bertenaga PT6A-27 dengan daya 680 SHP (460KW). Sepanjang tahun 1969 sampai dengan tahun 1988, dimana produksi pesawat ini dihentikan sudah sekitar 614 pesawat jenis ini yang di jual ke berbagai Negara. Setelah tahun 1988 tidak ada lagi pengembangan dan produksi pesawat ini. Pesawat ini seakan tenggelam dalam ingar bingar pengembangan pesawat jet berbagai ukuran. Pada sekitar tahun 1988, perusahan de Havilland diakusisi oleh Boeing yang kemudian mengibarkan bendera Bombardier. Kebijakan perusahaan tersebut adalah memfokuskan pada pengembangan dan produksi pesawat jet dan baling-baling kapasitas di atas 70 penumpang. Produksi pesawat kecil mulai DHC 1 sampai DHC 7 dan DHC 8 (dash 7 dan 8) pun dihentikan. Setelah produksi seri 300 dihen-

tikan, sebagian besar alat produksi dibeli oleh sebuah perusahaan yang bernama Viking Air. Perusahaan yang berkedudukan di Victoria, British Columbia Kanada ini sebelumnya adalah penyedia replacement parts untuk jenis pesawat produksi de Havilland, termasuk Twin Otter. Pesawat jenis ini sebenarnya masih sangat dibutuhkan di seluruh dunia, tetapi tidak ada satu pun perusahaan manufaktur pesawat yang memproduksi pesawat jenis ini. Pada tanggal 24 Februari 2006 Viking Air membeli type certificate dari Bombardier Aerospace (selaku pemegang hak produksi untuk seluruh pesawat de Havilland) , untuk semua jenis pesawat yang sudah tidak diproduksi lagi, mulai dari DHC 1 sampai jenis DHC 7. Kepemilikan dari Type Certificate tersebut, memberikan hak eksklusif kepada Viking Air,untuk memfabrikasi pesawat baru dari jenis yang bersangkutan. Pada 17 Juli 2006, pada pameran pesawat udara di Farnborough, Viking Air mengumumkan niatnya untuk membangun Twin otter serie 400. Pada 27 April 2007 perusahaan itu telah menerima pesanan sebanyak 27 unit dengan berbagai macam opsi. Seri 400 ini dilengkapi dengan mesin yang jauh lebih kuat PT6A34/35. Pada awal November 2007 se-

banyak 50 unit pesawat pesanan mulai dibangun di pabrik perakitan yang berlokasi di Calgary, Alberta Kanada. Zimex Aviation, sebuah perusahaan penerbangan dari Swiss, adalah perusahaan penerbangan pertama yang menerima pesanan DHC 6 Twin Otter seri 400. Perubahan utama untuk pesawat jenis ini dibandingkan dengan seri sebelumnya adalah pemakaian bahan komposit pada komponen komponen nonutama, seperti pintu menyebabkan pesawat menjadi lebih ringan namun tetap kuat. Pesawat Twin Otter seri 400 ini dapat take off dan landing dengan hanya membutuhkan landasan sepa-

njang 366 meter. Mampu menjelajah dengan kecepatan maksimum 170 knot, dan jika dibutuhkan dapat terbang dengan ketinggian maksimum 26 ribu kaki. Tentunya harus dilengkapi dengan oksigen tambahan mengingat, pesawat jenis ini adalah tipe pesawat tidak bertekanan (unpresurized aircraft). Pesawat DHC 6 Twin Otter juga dapat dimodifikasi menjadi pesawat amphibi, dengan mengganti roda pendaratnya dengan foatiing device sehingga dapat mendarat di air. Ketangguhan pesawaat ini, untuk daerah medan operasi yang keras hanya dapat ditandingi oleh Pilatus PC-6 Porter. (Puce Landau)

24 l Aviasi l Desember 2011

Fokus Aviasi

Perangkat Mutakhir Dibalik Keramaian lalu-lintas Udara Jakarta
katan pelayanan pemanduan lalu lintas udara sebesar 10,1%. Komposisi terbesarnya Bandara Soekarno-Hatta, yang melayani pemanduan lalu lintas udara sebesar 307.027 per tahun 2010 (Domestik sebanyak 245.419 dan internasional sebanyak 64.608). disebut Jakarta Automation Air Traffic Services (JAATS) yang beroperasi sejak tahun 1996. JAATS merupakan sistem penginderaan jarak jauh (surveillance) yang digunakan oleh petugas pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Controller/ ATC) untuk memberikan pelayanan lalu lintas penerbangan yang beroperasi di wilayah udara Flight Information Region (FIR) Jakarta. Pelayanan yang diberikan tersebut lazimnya disebut Radar Services, yang terdiri dari Radar Data Processing (RDP), Flight Plan Data (FPD), Flight Data Processing (FDP), dan Aeronautical Messages Service System (AMSC). Kombinasi berbagai perangkat mutakhir tersebut lah yang memastikan perjalanan udara Anda selalu aman, nyaman dan tepat waktu. (*)

P

OLA pemanduan lalu lintas udara dikenal rumit dan berisiko, sangat bergantung pada perangkat pendukung canggih. Berikut petikan diskusi kami dengan Direktur Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura II (Persero), Salahudin Rafi.

Tugas yang diemban PT Angkasa Pura II (Persero) tidak hanya pengelola bandara, namun sekaligus pemandu lalu lintas udara wilayah Jakarta Flight Information Region (FIR). AP II menjamin pelayanan yang diberikan selalu berpegang teguh pada prinsip 3S+1C (Safety, Security and Services through Compliance). Pada tahun 2010, terjadi pening-

Berbagai upaya pun dilakukan AP II baik dari aspek kualitas dan kuantitas, sumber daya manusia (SDM), maupun dari aspek fasilitas dan prosedur. Secara teknis, pengelolaaan pelayanan lalu lintas udara yang dilakukan AP II telah menggunakan sistem pemanduan udara otomatis yang

di bandara soekarno-Hatta

‘Bom Waktu’

C

HAPPY Hakim, pencinta penerbangan, Chairman CSE Aviation mengatakan, sesuai ketentuan yang berlaku, peralatan penerbangan area Bandara Soekarno-Hatta sudah memasuki usia yang harus diremajakan. Menuru dia, unit yang berkemampuan melayani gerakan dari 500 pesawat yang tinggal landas dan mendarat dalam satu hari itu kini dipaksa melayani hampir 2.000

gerakan pesawat per hari. SDM untuk melayani penerbangan yang demikian padat seharusnya paling tidak 400 orang, sedangkan yang tersedia tak lebih dari 160 orang. Chappy seperti yang dilansir dalam kompas.com menjelaskan pula bahwa prosedur operasi standar yang diberlakukan untuk pesawat yang akan mendarat dan tinggal landas belum dapat diperbarui sesuai kepadatan lalu lintas saat ini.

Semua itu menyebabkan situasi dan kondisi penerbangan di atas Soekarno-Hatta-terutama pada jam-jam sibuk, pagi dan petang menjadi “panas”. Komunikasi radio antarpilot dengan operator pengatur lalu lintas udara ataupun ground control jadi begitu ramai dan sibuk. Belum lagi beberapa frekuensi radio yang kerap berbunyi kresek-kresek. Hasilnya, stres tinggi diderita

oleh para pilot, terlebih para operator pengatur lalu lintas udara dan di darat. Untungnya, kalau boleh menggunakan istilah ini, para penumpang umumnya tidak tahu apa yang tengah terjadi. Mereka merasa nyaman saat mendarat dan tinggal landas di Soekarno-Hatta walaupun pada jam-jam sibuk. Mereka tak menyadari, sebenarnya mereka tengah duduk di atas “bom waktu” yang bisa saja setiap saat meledak.

Aviasi l Desember 2011 l 25

KTT Asean
P
ENYELENGGARAAN Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-19 di Bali tempo hari meninggalkan kesan tak sedap bagi para penumpang pesawat yang akan bepergian melalui Bandara Ngurah Rai. Hari itu, Sabtu 19 November jam sudah menunjukkan pukul 15.00. Laki-laki itu tetap saja duduk tak tenang. Pasalnya, pesawat udara yang akan membawanya ke Jakarta tak kunjung berangkat. “Nggak jelas sampai kapan saya harus menunggu,” katanya kepada AVIASI seraya menyelonjorkan kaki di ruang tunggu bandara. Sementara itu, penumpang lain juga tampak resah. Tapi beberapa di antaranya tenang-tenang saja. Mereka rupanya maklum, terlambat terbang adalah “bunga” yang selalu mewarnai dunia penerbangan di Indonesia. Pada hari itu, aktivitas Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, memang dihentikan sementara. Harap maklum, sebab Presiden AS Barack Obama akan meninggalkan Bali setelah mengikuti KTT ASEAN. Pengamanan di bandara sendiri terlihat sangat ketat, terutama di

bikin repot Penumpang
apron tempat pesawat Air Force One mangkal menunggu sang presiden. Beberapa anggota Secret Service (SS) pengawal Obama juga berjaga di sejumlah titik. Tim penembak jitu SS dan Den Bravo Paskhas TNI AU juga siaga dengan teropong dan senjata. Beberapa penumpang transit kecewa setelah rencana mereka turun gagal karena diminta kembali masuk ke pesawat oleh anggota TNI AU yang berjaga. “Kekacauan” di Bandara Ngurah Rai juga berlanjut hingga Minggu (20 November), karena para kepala negara anggota ASEAN, juga tamu VVIP lainnya pulang. Juru Bicara Garuda Indonesia Pujobroto mengakui keterlambatan, pengalihan, dan pembatalan penerbangan berdampak pada penerbangan-penerbangan Garuda lainnya. Dia menjelaskan setiap pesawat yang berangkat, misalnya dari Yogyakarta ke Denpasar, dari Denpasar ke Jakarta terganggu. Pesawat yang tertunda keberangkatannya dan dialihkan mengakibatkan terganggunya jadwal dan ini mengakibatkan efek domino.

Penumpang yang menunggu pemberangkatan masih harus berdesakan di ruang tunggu. Sejumlah calon penumpang mengaku mengalami penundaan sampai lima jam. Pihak Garuda Indonesia bahkan sampai harus menyampaikan permohonan maaf berulang-ulang melalui radio. Kursi di ruang tunggu tak bersisa, membuat penumpang yang tidak kebagian terpaksa duduk beralaskan lantai. Sebagian besar penumpang adalah jurnalis dan delegasi KTT ASEAN ke-19. Mereka membawa banyak barang sehingga proses check in berlangsung lama.

Sejumlah penumpang menyayangkan pihak-pihak terkait tidak melakukan antisipasi jauh-jauh hari. “Bahwa hajatan besar itu akan berlangsung di Denpasar, kan sudah direncanakan lama, masak berbagai kemungkinan yang akan terjadi tidak diantisipasi,” kata salah seorang penumpang. Pihak otoritas perhubungan ketika dihubungi hanya mennyampaikan permohonan maaf. “Para pengguna jasa penerbangan mohon maklum, sebab KTT ASEAN yang tempo hari berlangsung di Bali, kan tidak setiap tahun digelar di Indonesia,” kata seorang pejabat Kementerian Perhubungan. Oh, gitu to? (Dni)

26 l Aviasi l Desember 2011

Fokus

Perbedaan Harga Tiket Pesawat
b
ANYAK pertanyaan yang disampaikan para calon penumpang pesawat menyangkut harga tiket. Pertanyaan diajukan, sebab harga tiket itu berbeda-beda meskipun tujuan dan maskapainya sama. Harga tiket berbeda lantaran penumpang ada yang membeli lewat internet, langsung ke loket di bandara dan melalui agen tiket. Lalu bagaimana caranya supaya mendapat tiket dengan harga murah? Sebelum membeli tiket pesawat, sebaiknya Anda rencanakan dulu perjalanan Anda. Ada beberapa maskapai yang memberikan tiket pesawat dengan harga yang teramat sangat murah. Ada perbedaan harga yang cukup signifikan antara tiket online dan tiket di travel agent, padahal maskapai dan jadwal penerbangannya sama! Haga tiket pesawat di travel agent bisa berbeda karena kebijakan dari airlines yang juga berbeda-beda, tergantung kerja sama antara pihak airlines dan travel agent. Contohnya, harga tiket di travel agent besar mungkin berbeda dengan harga tiket di travel agent kecil. Hal ini disebabkan karena penjualan tiket di travel agent besar yang mungkin lebih banyak menjual tiket dibanding distributor kecil, sehingga pihak airlines pun akan memberikan diskon atau komisi yang lebih banyak kepada travel agent besar.

Pembelian via Call Center 24 jam. Jakarta (CGK)-Medan (MES) 10 Januari 2012 Medan (MES)-Jakarta (CGK) 17 Januari 2012
no. 1. mAsKAPAi rUTe Garuda indonesia (GA) 021 2351- CGK-mes 9999 mes-CGK 2. batavia Air (Y6) CGK-mes 021 38999888 mes-CGK 3. sriwijaya Air (sJ) CGK-mes 021 29279777 mes-CGK 4. Lion Air (JT) 021 CGK-mes 63798000 mes-CGK eTD 14.30 989.000,00 19.55 988.000,00 12.00 652.500,00 19.05 652.500,00 16.20 700.000,00 19.10 700.000,00 16.25 574.000,00 15.50 574.000,00 16.45 1.879.000,00 22.10 14.15 1.305.000,00 21.20 18.35 1.525.000,00 21.25 19.55 1.148.000,00 18.15 eTA ToTAL

Pembelian via Call Center 24 jam.
Jakarta (CGK)-Denpasar 10 Januari 2012 (DPS) Denpasar (DPS)-Jakarta 17 Januari (CGK)
no. 1. mAsKAPAi Garuda indonesia (GA) 021 2351-9999 rUTe CGK-DPs eTD 17.15 1.367.000,00 17.20 1.367.000,00 13.00 442.500 17.00 442.500,00 14.05 470.000,00 17.25 470.000,00 16.50 759.600,00 16.40 689.200,00 eTA 20.00 2.598.000,00 18.05 3. 15.40 865.000,00 17.55 16.20 940.000,00 18.10 19.55 1.448.000,00 17.25 maskapai batavia Air (Y6) batavia Air (Y6) batavia Air (Y6) ToTAL batavia Air (Y6) 4. ToTAL no. 1.

Jakarta (CGK)-Singapura (SIN) 10 Januari 2012 Singapura (SIN)-Jakarta (CGK) 17 Januari 2012
mAsKAPAi rUTe Garuda indonesia CGK-sin (GA) 021 23519999 sin-CGK batavia Air (Y6) 021 38999888 CGK-sin sin-CGK sriwijaya Air (sJ) 021 29279777 CGK-sin sin-CGK Lion Air (JT) 021 63798000 CGK-sin sin-CGK eTD 14.55 150 UsD 17.30 150 UsD 07.00 412.500,00 16.15 702.000,00 09.00 65 UsD 12.20 88 UsD 15.30 400.000,00 19.10 eTA 17.35 18.15 09.35 16.50 11.35 12.35 18.15 19.55 944.000,00 125 UsD 1.114.000,00 ToTAL 280 UsD

2.

DPs-CGK 2. batavia Air (Y6) 021 38999888 CGK-DPs DPs-CGK 3. sriwijaya Air (sJ) 021 29279777 CGK-DPs DPs-CGK 4. Lion Air (JT) 021 63798000 CGK-DPs DPs-CGK

Pembelian via PANORAMA Tour and Travel Keberangkatan: 10 Januari 2012 Kedatangan: 17 Januari 2012
rUTe CGK-mes mes-CGK CGK-DPs DPs-CGK CGK-mDC mDC-CGK CGK-sin sin-CGK eTD 16.05 15.00 13.00 17.25 08.55 13.25 07.00 16.15 18.20 17.15 15.40 18.10 12.50 15.20 09.35 16.50 eTA ToTAL 1.445.000,00 1.040.000,00 5.325.000,00 1.284.000,00

Jakarta (CGK)-Manado (MDC) 10 Januari 2012 Manado (MDC)-Jakarta (CGK) 17 Januari 2012
no. 1. mAsKAPAi rUTe Garuda indonesia (GA) 021 2351- CGK-mDC 9999 mDC-CGK 2. batavia Air (Y6) CGK-mDC 021 38999888 mDC-CGK 3. sriwijaya Air (sJ) CGK-mDC 021 29279777 mDC-CGK 4. Lion Air (JT) 021 CGK-mDC 63798000 mDC-CGK eTD 18.24 1.231.000,00 15.00 1.432.000,00 13.00 2.662.500,00 13.25 2.662.500 05.45 930.000,00 08.15 930.000,00 13.15 2.819.000,00 18.55 2.819.000,00 22.10 2.531.000,00 18.35 15.40 5.325.000,00 15.20 11.20 1.860.000,00 11.50 eTA

Pembelian via BAYU BUANA Tour and Travel Keberangkatan : 10 Januari 2012 Kedatangan : 17 Januari 2012
mAsKAPAi batavia Air (Y6) sriwijaya Air (sJ) Lion Air (JT) rUTe CGK-mes mes-CGK CGK-DPs DPs-CGK CGK-mDC mDC-CGK CGK-sin sin-CGK eTD 12.50 16.40 14.05 17.25 08.15 10.00 11.15 19.10 15.10 20.15 16.50 18.10 14.05 12.15 14.00 19.55 eTA ToTAL 1.516.200,00 964.000,00 2.201.000,00 1.044.000,00

18.55 5.638.000,00 21.10 Lion Air (JT)

IPTEK

Aviasi l Desember 2011 l 27

Dua Insinyur Prakarsai
Mesin jet sebenarnya diawali ketika seorang insinyur Prancis, Rene Lorin pertama kali mengajukan paten bagi mesin propulsi jetnya pada tahun 1913.

lahirnya Mesin Jet
Rene Leduc

René Lorin

René Lorin (1877-1933), lulusan Ecole Centrale Paris , menemukan mesin ramjet pada 1908. Ia mematenkan desain Ramjet subsonik. Lorin menerbitkan prinsip-prinsip Ramjet dalam artikel di jurnal L’Aérophile sejak 1908 tahun hingga 1913, mengekspresikan gagasan bahwa knalpot dari mesin pembakaran internal dapat diarahkan ke nozel untuk menciptakan jet. Dia tidak bisa membangun penemuan ini karena tidak ada cara pada waktu untuk pesawat terbang take off dengan mesin Ramjet yang berfungsi dengan baik.

Rene Leduc

siklik melalui sistem katup. Dia meminta paten pada tahun 1930 untuk perangkat ini, tiga bulan sebelum Paulus Schmitt seorang insinyur Jerman yang memperoleh bantuan pemerintah, yang memungkinkan dia untuk mengembangkan penemuan ini, yang dikenal dengan nama nama “pulsejet”.

Pada bulan Juni 1936, di depan perwakilan layanan resmi, penemuan ini terbukti berisik, menunjukkan bahwa mesin itu benar-benar bisa mendapatkan kekuatan dorong. Rene Leduc menerima perintah pemerintah Prancis untuk sebuah pesawat menggunakan jenis mesin jet. Proyek 010 Leduc didirikan dengan nomor 407/7 (angka terakhir menunjukkan bahwa perintah itu ditandatangani pada 1937). René Leduc dipekerjakan oleh Louis Breguet di pabrik Villacoublay. Dia menerima tantangan itu dengan bantuan Mr Breguet untuk memulai pembangunan jet Prancis pertama. Sayangnya, karena perang, pembuatan pesawat ini tertunda, lokakarya Breguet harus dipindahkan ke Toulouse. Saat itu hampir selesai di sana, tapi pemboman di pabrik Montaudran menghancurkan bagian pabriknya, karena mencegah Jerman untuk mempelajari jet pesawat tersebut. Dengan demikian, Rene Lorin pertama yang telah menggambarkan jenis mesin dengan benar, diteruskan oleh Rene Leduc yang pertama membuat mesin jet dan bekerja dengan baik. (Dnn)

esin yang dipatenkan adalah mesin athodyd (aero-thermodynamic-duct) yang tidak memiliki bagian berputar atau lebih populer dengan sebutan mesin pulse jet. Karena Rene Lorin meninggal dunia, proyek dilanjutkan oleh Rene Leduc.

m

Dua puluh tahun kemudian, Rene Leduc, seorang Prancis, lagi-lagi kembali menemukan perangkat yang sama. René Leduc mulai bekerja di pabrik penerbangan pesawat Louis Breguet. Dia sebagai insinyur otodidak, mencoba memahami penemuan Rene Lorin sebagai awal dalam kariernya. Awalnya, dia membayangkan sebuah mesin jet, beroperasi dengan siklus penerimaan, kekuasaan, dan relaksasi

28 l Aviasi l Desember 2011

Medika

Nyeri pinggang hebat dapat mengganggu konsentrasi pilot. Ia dapat membahayakan keselamatan saat menangani keluhan nyerinya.

Nyeri Pinggang
Saat Terbang
r
Konsentrasi akan berkurang dan penerbangan akan tertunda. Rasa sakit ini pun dapat menyebabkan pembatalan penerbangan.
UAS tulang belakang kita diciptakan secara indah dan sangat rumit. Ia menyokong kita dalam posisi berdiri, membantu kita untuk duduk dan berjalan tanpa rasa nyeri. Namun ada beberapa situasi yang dapat menimbulkan nyeri pinggang saat kita dalam penerbangan. Pilot dan ko-pilot sering merujuk kondisi nyeri pinggang hebat sebagai risiko bahaya dalam pekerjaan. Pilot militer, khususnya yang menerbangkan helikopter, sering merasa terganggu secara terus-menerus dengan kondisi tersebut. Melakukan penerbangan dengan kondisi nyeri pinggang hebat jelas menjadi permasalahan yang sangat besar bagi pilot dan ko-pilot. Ketika seorang penumpang pesawat mendapat keleluasaan untuk berdiri dan berjalan di dalam kabin pesawat secara berkala untuk menghilangkan kepenatan pada pinggangnya, pilot dan ko-pilot menggunakan sebagian besar waktu terbangnya di dalam kokpit. Konsekuensinya pinggang pilot terasa nyeri. Ada beberapa sebab mengapa nyeri pinggang sering menyerang: • Duduk dalam waktu yang berkepanjangan • Bantalan kursi yang tidak efektif • Posisi tubuh yang tidak baik • Paparan getaran yang konstan • Factor stressor • Penggunaan alat navigasi yang membuat pilot harus membungkuk ke arah depan Ketika pilot dan kru lainnya mengalami nyeri pinggang hebat akibat lama dan frekuensi penerbangan yang sering, penumpang pesawat juga tidak kebal dengan masalah tersebut. Penumpang memang tidak berada di dalam kokpit, namun beberapa fak-

memberikan layanan Medical Escort/Evacuation untuk pasien rujukan/ repatriasi domestik maupun internasional dengan pesawat komersial/pribadi, Medical Home Care, Home Sampling, Klinik Imunisasi Anak-Dewasa, Klinik Stop Merokok, dan Konseling Kesehatan Keluarga. Silakan menghubungi kami via telepon di +6281322701326 / +6285222291818 atau via BlackBerry Messenger di 23095FCF / 20FFC6C0.

Dr. Pelupessy and Associates

tor memberikan sumbangan kepada nyeri pinggang. Banyak di antaranya serupa dengan yang dialami oleh kru penerbangan seperti duduk terlalu lama, posisi tubuh yang tidak baik, paparan getaran yang konstan dan factor stressor. Nyeri pinggang hebat dapat mengganggu konsentrasi pilot. Ia dapat membahayakan keselamatan saat menangani keluhan nyerinya. Konsentrasi akan berkurang dan penerbangan akan tertunda. Nyeri pinggang hebat dapat juga menyebabkan pembatalan penerbangan. Bahkan pilot muda sekalipun rentan terhadap masalah ini. Saat usia pilot bertambah, peluang timbulnya penyakit tersebut makin meningkat. Kondisi peradangan sendi akan ikut terlibat di dalamnya. Penerbangan jauh akan menjadi mustahil untuk dijalankan. Bagi penumpang pesawat, nyeri pinggang hebat dapat mengganggu kegiatannya saat tiba di kota tujuan. Factor stressor dan posisi yang tidak alamiah selama penerbangan diperkirakan menimbulkan kelelahan.

Lalu bagaimana cara untuk mengatasi keluhan nyeri pinggang hebat tersebut? Jika Anda seorang kru pesawat, Anda harus segera bertemu dengan seorang praktisi medis. Anda mungkin membutuhkan pengobatan untuk menghilangkan keluhan dengan segera. Carilah bantal sandaran ergonomis untuk menyokong postur tubuh Anda dengan lebih baik. Lakukan olahraga saat transit untuk menghilangkan kelelahan otot. Jika Anda seorang penumpang, Anda hendaknya meminta anjuran dokter keluarga Anda. Dengan persetujuan dokter keluarga Anda, berlatihlah sebelum dan sesudah Anda melakukan perjalanan dengan pesawat terbang. Selama penerbangan, berdirilah dari kursi Anda saat kondisi memungkinkan dan berjalanlah di dalam pesawat walau Anda tidak punya keinginan untuk melakukan hal tersebut. Anda mungkin tidak dapat untuk menghindari penerbangan, namun Anda dapat menghindari nyeri pinggang dengan cara-cara tersebut. (*)

Cakrawala

Aviasi l Desember 2011 l 29

Agar Nyaman Saat Menempuh Perjalanan Jauh
BEPERGIAN dengan menggunakan pesawat terbang memang perlu memerlukan kecermatan, apalagi untuk penerbangan jarak jauh. Ada baiknya Anda perhatikan tips berikut ini jika Anda akan melakukan penerbangan long houl:

1. Pilih seat yang tepat.

Kursi di pinggir jendela juga menjadi tempat yang nyaman jika Anda ingin tidur nyenyak selama perjalanan. Usahakan hindari memesan kursi dekat toilet, karena biasanya banyak penumpang lain lalu-lalang di area ini.

2. Bawa bantal travel.

Gaya Peragaan
Umumnya safety demo diperagakan oleh pramugara/pramugari, namun saat ini, beberapa maskapai menggunakan video yang unik dalam peragaan tersebut.
ESUAI peraturan keselamatan penerbangan yang berlaku secara universal, para pramugari lazimnya memperagakan cara-cara penyelamatan diri kepada penumpang sebelum pesawat tinggal landas. Peragaan itu meliputi cara menggunakan sabuk pengaman, bagaimana harus duduk (menegakkan sandaran tempat duduk), melipat meja, menggunakan pelampung jika terjadi keadaan darurat, menggunakan masker oksigen, dan sebagainya. Banyak maskapai penerbangan yang memanfaatkan awak kabin (pramugara dan pramugari) untuk memperagakan cara-cara penyelamatan diri tersebut. Namun ada pula pesawat yang menggunakan layar televisi untuk menayangkan video cara-cara menyelamatkan diri. Tercatat lima maskapai menayangkan video keselamatan penerbangan secara unik, yaitu:

Sebaiknya membawa bantal travel atau sandaran kepala jika Anda berencana tidur selama penerbangan. Harap maklum, tidak semua seat ada sandaran kepala.

Cara Penyelamatan Diri
yang satu ini tidak membuat bosan karena ceritanya mengalir dan informasinya disampaikan sangat jelas.

3. Jangan lihat jam selama penerbangan.

4. Emirates (EK)

Agar perjalanan lebih nyaman dan tidak terasa lama, berkalikali mengecek jam tidak akan membuat penerbangan Anda lebih cepat sampai tujuan.

2. Virgin America (VX)

4. Barang bawaan praktis.

Barang-barang penting sebaiknya dibawa dan dimasukkan dalam bagasi kabin. Hal ini untuk memberi kenyamanan dan kemudahan selama Anda berada dan saat turun dari pesawat. Selama diperbolehkan berdiri dari kursi, gunakanlah kesempatan ini untuk berjalan-jalan. Lakukan peregangan dan putar-putar leher agar otot lebih lemas dan rileks. Minumlah banyak air, berikan beberapa tetes obat mata, dan oleskan lip balm yang mengandung shea butter atau petroleum jelly untuk mencegah bibir dari kekeringan.

s

5. Berjalan-jalan.

6. Tetap fresh.

Masih dari Grup Virgin, tetapi versi Amerika. Animasinya tidak 3D, melainkan 2D, tetapi lebih kasual dan lebih menggelikan dari Virgin Australia. Karakter-karakter yang digunakan juga di luar kebiasaan. Mereka malah menggunakan kombinasi hewan dan manusia. Yang paling membuat unik adalah adegan antara matador dan bantengnya!

Setelah semua video menampilkan pramugari dan pilot yang berbicara di depan kamera, Emirates menjadi salah satu contoh menyampaikan pesan keselamatan dan selamat datang yang segar dan modern. Video yang elegan, animasi yang memukau dan pilihan musik latar yang cocok membuat keunikan tersendiri.

5. Air New Zealand (NZ)

3. Thomson (BY)
Air New Zealand pernah beberapa kali menerbitkan video keselamatan yang kualitasnya sinematik, tetapi yang satu ini punya konten yang sungguh-sungguh unik. Richard Simmons, bintang acara kebugaran dari Amerika, dikontrak untuk menjadi pemeran utama dalam video yang diberi judul “Fit to Fly”, dengan tampilan psychedelic dan eksentrik gaya khas Richard, mengingatkan pada acara senam tahun 80-an. Kalau Anda pernah mengikuti serial Amazing Race, Anda pasti kenal Phil Keoghan yang ternyata ada di video ini juga. (*)

7. Majalah atau koran.

Anda bisa membaca-baca majalah atau koran yang disediakan, atau bahkan Anda bisa membawa bahan bacaan tersendiri. Usahakan bacaan kategori ringan sehingga Anda menjadi fun dan enjoy. Sempatkan untuk mengonsumsi makanan manis beberapa kali saat penerbangan. Bisa berupa cokelat, permen, biskuit atau wafer. Selamat menikmati perjalanan Anda.

1. Virgin Australia (VA)

8. Makan .

Grup Virgin, Australia memang terkenal dengan maskapai yang kreativitasnya eksentrik dan berjiwa muda. Maskapai ini mendobrak kebiasaan dengan menampilkan video keselamatan animasi 3 dimensi (3D). Beberapa video keselamatan yang menggunakan animasi memang sudah digunakan. Tetapi tayangan video 3D maskapai

Susah untuk tidak tersenyum ketika menonton video keselamatan dari maskapai carter dari Inggris ini. Mereka menampilkan anak kecil yang menggemaskan dalam memperagakan keselamatan penerbangan sipil.

30 l Aviasi l Desember 2011

Destinasi

Bangka memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang pariwisata bahari, ditandai dengan tipikal pantai yang landai, santai, berpasir putih dan ombak yang sangat tenang.

Novotel Bangka Golf & Convention Center, Bangka Belitung Jl soekarno Hatta Pangkalpinang bangka, Kep bangka belitung 33136 inDonesiA Telp. (+62)717/436888 Fax. (+62)717/436889 e-mail: welcome@novotelbangka.com

Kekayaan Wisata Kota Timah
m
enUrUT sebuah catatan, Pangkalpinang dalam filosofi masyarakat bangka belitung adalah jantung dari Pulau bangka. Di sebelah atas (utara) tepatnya daerah bangka barat, Kabupaten bangka, belinyu, Jebus, muntok, sungailiat dianalogikan sebagai “mulut” pulau bangka. sementara perutnya adalah daerahdaerah di bangka Tengah dan bangka selatan. Jantung hatinya ada di kota Pangkalpinang. sejak dulu Pangkalpinang memang sudah menjadi ikon tersendiri bagi masyarakat bangka belitung (babel). babel juga punya nilai sejarah nasional. bung Karno, bung Hatta dan kawan-kawan sempat menjalani hidup sebagai orang buangan di kota muntok. Pangkalpinang memiliki gudang wisata dan budaya yang tersimpan dan wajib Anda kunjungi. “Kota Timah” ini menggeliat, menantang dan memiliki keunikan tersendiri. berbagai pilihan wisata ada di kota ini, beberapa di antaranya: pantai pasir padi Pantai Pasir Padi merupakan salah satu dari sekian pantai yang menyimpan keindahan yang sangat menawan. Pasir Padi merupakan satu-satunya tempat wisata pantai di Pangkalpinang. objek wisata ini terletak di Kecamatan bukit intan, berjarak 7 km dari pusat kota. ombak laut yang begitu tenang membuat pantai itu aman untuk mandi dan berjemur. bahkan pemuda sekitar sering menjadikan sebagai arena sepak bola. Pantai ini juga nyaman untuk pejalan kaki, bahkan dapat dilalui kendaraan bermotor roda empat maupun roda dua. mobil-mobil para pengunjung pun dengan bebas berlalu lalang di hamparan pasir pantai. Vihara Dewi kwan im (avalokitesvara bodhisattva) bangka juga punya wisata religi, vihara Dewi Kwan im. Tempat ini adalah peninggalan umat budha di Pangkalpinang. objek ini tepatnya di Desa Jelitik, Kecamatan sungailiat, Kabupaten bangka, 10 km dari Kota sungailiat. memasuki vihara, pengunjung langsung merasakan suasana religius dengan berbagai sarana peribadatan umat sidharta Gautama dan akan berubah menjadi suasana wisata ketika berada di sekitar vihara. saat berada vihara pengunjung akan terasa dibawa berlayar menikmati keindahan alam, mandi, minum air sumur alami yang bersih, jernih, dan segar. sebuah sumber menyebutkan air di aliran sungai yang ada di tempat ini dapat menyembuhkan penyakit, membuat awet muda, dan dapat mengabulkan segala permintaan yang diinginkan pengunjung. Area wisata agama ini memiliki seluas 15.420 m2, vihara ini juga menyediakan sebuah kolam pemandian alami yang sejuk dan segar dari sumber mata air yang mengalir dari atas bukit yang mempunyai khasiat untuk kesehatan tubuh bagi mereka yang percaya. Kolam pemandian ini disebut juga dengan Kolam Tujuh bidadari yang dipenuhi dengan teratai putih. (*)

resTorAn nePTUne (AromA LAUT) Kawasan Wisata Pantai Pasir Padi Pangkalpinang Telp. (0717) 4256140, 7000355, 438393 Hp. 08127171890 (restoran sea Food) resTorAn birU LAUT Jl. Pantai Pasir Padi Pangkalpinang Telp. 0812-717-325 (restoran sea Food) PinK CAFe (mUsiC & enTerTAinmenT) Jl. Jendral sudirman no.21 Pangkalpinang Telp.(0717) 435423 (restoran Cafe)

kuliner

ating tiket Jl. masjid Jamik no.22 Pangkalpinang Telp. (0717) 433158 email : atingticket@yahoo.com (Ticketting) barama interCitY Jl. Jend. sudirman no. 26 A Pangkalpinang Telp (0717) 436603 Fax (0717) 434413 e-mail : barama_intercity@yahoo.com Duta bangka sarana (Dbs) Jl. Jend. sudirman no. 3 Pangkalpinang Telp. (0717) 421698. Fax. (0717) 432900, (0717) 432098 email: dbstour@telkom.net dbstour@yahoo.com

travel agent

Direktori informasi Transportasi Udara Penerbangan dari dan ke bandara Depati Amir (PGK/WiPK): no. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. bandara internasional sultan mahmud badarudin ii (PLm/WiPP) bandara H.A.s. Hanandjoeddin (TJQ/ WioD) bandara internasional Hang nadim (bTH/ WiDD) bandara Japura (rGT/WiPr) bandara Pinang Kampai (DUm/WibD) bandara internasional soekarno-Hatta (CGK/Wiii) Dari maskapai sriwijaya Air Lion Air Garuda indonesia batavia Air sriwijaya Air sky Aviation sky Aviation sky Aviation sky Aviation sky Aviation

frekuensi/ hari 6x 3x 3x 3x 2x 1x 2x 2x 1x 1x

Via bTH bTH

SAFETY

Aviasi l Desember 2011 l 31

garuda indonesia

Manajemen Keselamatan

oleh: Capt. novianto Herupratomo

ENURUT Undang-Undang No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, keselamatan adalah suatu keadaan terpenuhinya persyaratan keselamatan dalam pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, bandar udara, angkutan udara, navigasi penerbangan, serta fasilitas penunjang dan fasilitas umum lainnya. Untuk memenuhi standar internasional dan rekomendasi yang diberikan International Civial Aviation Organization (ICAO) dan masih dalam UU No 1 Tahun 2009, setiap penyedia jasa penerbangan wajib membuat, melaksanakan, mengevaluasi, dan menyempurnakan secara berkelanjutan Safety Management System (SMS) yang berpedoman pada program keselamatan penerbangan nasional. Garuda Indonesia, sebagai maskapai penerbangan nasional Indonesia, telah menerapkan SMS sejak tahun 2007, dan setiap tahunnya melakukan penyempurnaan terhadap SMS sebagai upaya untuk membangun dan mewujudkan budaya keselamatan penerbangan. Garuda Indonesia juga telah menerima sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari IATA pada tahun 2006, dan berhasil mempertahankan sertifikasi berturut turut tahun 2008 dan 2010. IOSA merupakan sertifikasi terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan yang telah terakreditasi secara internasional dengan ketentuan memenuhi lebih dari 900 standar dan rekomendasi operasional penerbangan di delapan area pelaksanaan operasional penerbangan. antara lain organisasi, operasional penerbangan pesawat, kabin, pemeliharaan pesawat, ground handling, flops, kargo, dan keamanan operasional penerbangan. Emirsyah Satar, CEO Garuda Indonesia telah menetapkan bahwa Garuda Safety Policy sebagai komitmen tertulis dan menetapkan target

m

Corporate Quality, safety and environment management (CQsem) Garuda indonesia Team

dan indikator kinerja keselamatan yang harus dicapai setiap tahunnya. Indikator kinerja keselamatan Garuda ditransformasikan dalam bentuk sistem pelaporan Operational Hazard dan incident rate. Sepanjang tahun 2000, jumlah laporan berkaitan dengan hazard dan incident yang diterima sebanyak 250 laporan. Jumlah laporan ini meningkat setiap tahun. Sepanjang tahun 2011 ini saja, terhitung kurang lebih 2000 hazard dan incident report yang berkaitan dengan operasional penerbangan pesawat diterima dan telah ditangani secara komprehensif. Sementara itu, trend incident rate juga menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun. Sebagai gambaran, incident rate tahun 2000 adalah 1 incident per 1000 penerbangan, dan pada tahun-tahun terakhir, nilai ini berkurang hingga lebih dari separuhnya. Sistem pelaporan keselamatan pernerbangan dan incident rate ini menunjukkan, para personel Garuda Indonesia mampu mengidentifikasi hazard, melakukan mitigasi, mengontrol incident, sekaligus memiliki kesadaran keselamatan yang semakin hari semakin baik.

Sebagai maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia telah menerapkan Safety Management System sejak tahun 2007

Unit manajemen keselamatan Garuda Indonesia/CQSEM juga secara aktif melakukan promosi keselamatan melalui komunikasi dan edukasi dalam lingkungan internal maupun eksternal. Di internal perusahaan misalnya, Garuda Indonesia telah mengembangkan “SMS e-learning” untuk meningkatkan kesadaran keselamatan (safety awareness) seluruh karyawan dan “Safety Info” sebagai safety campaign. Sementara di lingkungan eksternal, Garuda Indonesia menerbitkan “Flight Safety Publication (FSP)” sebagai media publikasi dalam bentuk majalah yang diterbitkan setiap tiga bulan dan disebarluaskan sampai ke Asia Pasifik. Unit manajemen keselamatan Garuda Indonesia berisi personel-personel dengan disiplin ilmu dan rentang usia yang berbeda-beda. Struktural maupun staf unit berasal dari berbagai macam latar belakang seperti pilot, awak kabin/pramugari, dispatcher pesawat, juru mesin udara (flight engineer), hingga fresh graduate dari berbagai jurusan seperti teknik, manajemen, ke-

sehatan masyarakat, dan lingkungan, yang selanjutnya dibina dan diberi pembekalan, pengetahuan dan pelatihan mengenai operasional penerbangan secara umum dan keselamatan penerbangan secara khusus. Prinsip manajemen pengetahuan (Knowledge Management) diimplementasikan di unit CQSEM, di mana setiap personel baik staf maupun strutural dengan berbagai latar belakang dan disiplin ilmu tersebut mendokumentasikan, membagikan, dan melaporkan pengetahuan yang dimiliki baik explicit (hasil pendidikan/pembekalan, pelatihan, seminar, atau pengetahuan dan solusi yang bersumber dari e-book, majalah, jurnal) maupun tacit knowledge (pengalaman bekerja, pemahaman, rules of thumb) yang diperoleh ke dalam safety data base secara formal, dan/atau bertukar informasi dalam mailing list, BB group, dan/atau safety talk pada saat breakfast atau lunch secara informil. CQSEM pun tumbuh menjadi sebuah tim yang solid, saling mengisi satu sama lain, karena setiap orang menyadari sepenuhnya keterbatasan masing-masing, dan bekerjasama dengan yang lain untuk melakukan analisis, penanganan, dan mitigasi laporan hazard, melakukan pemantauan/monitoring data-data penerbangan pesawat, audit, dan seluruh program keselamatan yang dimuat dalam sistem manajemen keselamatan/ SMS Garuda Indonesia. (*)

32 l Aviasi l Desember 2011

SAFETY

Kasus Pesawat Tabrak Manusia (2-habis)
terjadinya kecelakaan atau kejadian terhadap pesawat udara; • Mengutamakan dan mempromosikan budaya keselamatan penerbangan; dan/atau • Melaksanakan gugatan perwakilan terhadap kegiatan penerbangan yang mengganggu merugikan, dan/atau membahayakan kepentingan umum. 3 Pemerintah, pemerintah daerah, dan penyedia jasa penerbangan menindaklanjuti masukan, pendapat, dan laporan yang disampaikan oleh masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, c, d, e, dan f. 4. Dalam melaksanakan peran serta sebagaimana dimaksud pada ayat (2), masyarakat ikut bertanggungjawab menjaga ketertiban serta keselamatan dan keamanan penerbangan. Dalam pasal 396 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2009 tersebut, jelas sekali diuraikan betapa masyarakat, baik perseorangan, kelompok, organisasi profesi, badan usaha, atau organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam mendukung terselenggaranya penerbangan sesuai ketentuan perundangan dan bukan malah melakukan kegiatan yang dapat membahayakan dan mengancam keamanan dan keselamatan penerbangan.*

oleh Tjuk sudarsono, instruktur Transportasi Udara dan Praktisi Penerbangan

EBAGAIMANA dengan fasilitas keamanan penerbangan, maka semua ketentuan internasional dan nasional juga mengamanatkan keharusan/kewajiban yang bersifat mandatory tentang prosedur keamanan bahwa setiap Unit Penyelenggara Bandar Udara, Badan Usaha Bandar Udara, Badan Usaha Angkutan Udara dan Badan Hukum yang melakukan kegiatan usaha di bandar udara wajib membuat/memiliki/melaksanakan serta mempertahankan: 1. Program Keamanan Bandar Udara; 2. Program Keamanan Angkutan Udara; 3. Program Keamanan Perusahaan Penunjang operasi Penerbangan; disesuaikan dengan kondisi perkembangan yg mempengaruhi keamanan dan keselamatan penerbangan sipil pada bandara dan perusahaan angkutan udara, serta mengacu kepada Program Keamanan Penerbangan Nasional (PKPN); Tentang siapa yang diizinkan masuk/berada pada “daerah keamanan terbatas” dengan pola pemeriksaan di bandar udara, dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Calon penumpang yang memiliki dokumen perjalanan yang sah sesuai dengan data dirinya; 2. Petugas dan kendaraan yang telah memperoleh izin masuk (pas bandara) yang diterbitkan oleh Otoritas Bandar udara sesuai dengan area dan jangka waktu yang tertera; 3. Inspektur penerbangan yang memiliki kartu tanda pengenal (Inspector Identification Card) yang sedang melaksanakan tugas dengan disertai surat tugas sesuai ketentuan yang berlaku; 4. Personel pesawat udara apabila mereka memiliki dan memperlihatkan untuk diperiksa. 5. Kartu pengenal personel pesawat

s

udara (Crew Member Certificate) atau identitas personel pesawat udara (ID Card Crew); 6. Surat tugas personel pesawat udara & berseragam; 7. Tiket pesawat udara bagi extra crew (bagi yang tidak memenuhi ketentuan dimaksud); Larangan bagi tiap orang berada di daerah tertentu di bandar udara tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (pasal 210) yang berbunyi: Setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di Bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara. Selanjutnya peran serta masyarakat untuk ikut peduli terhadap penyelenggaraan penerbangan terakomodasi pada BAB XX pasal 396 ayat 1,2,3 dan 4 undang-undang RI Nomor 1 tahun 2009 yang bunyinya: 1. Dalam rangka meningkatkan penyelenggaraan penerbangan secara optimal masyarakat memiliki kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berperan serta dalam kegiatan penerbangan; 2. Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa: • Memantau dan menjaga ketertiban penyelenggaraan kegiatan penerbangan; • Memberikan masukan kepada pemerintah dalam penyempurnaan peraturan, pedoman, dan standar teknis dibidang penerbangan; • Memberikan masukan kepada pemerintah, pemerintah daerah dalam rangka pembinaan, penyelenggaraan, dan pengawasan penerbangan; • Menyampaikan pendapat dan pertimbangan kepada pejabat

yang berwenang terhadap kegiatan penyelenggaraan penerbangan yang mengakibatkan dampak penting terhadap lingkungan; Melaporkan apabila mengetahui terjadinya ketidaksesuaian prosedur penerbangan, atau tidak berfungsinya peralatan dan fasilitas penerbangan; Melaporkan apabila mengetahui

FIGUR & TOKOH

Aviasi l Desember 2011 l 33

Pengalaman Menjadi Crew Haji
Pramugari, menurutnya adalah pekerjaan yang menyenangkan sekali, karena bisa mengenal karakter banyak orang, bisa traveling dan yang pasti mampu membantu orang lain dalam perjalanan udara. Arin saat ini menjadi crew haji embarkasi Adi Sumarmo, Solo (SOC). “Menjadi crew di Garuda Indonesia Hajj merupakan pengalaman pertama. Di sini saya bisa memberikan servis kepada calon jemaah yang sudah berusia lanjut, apalagi langsung terbang jauh (long houl flight),” katanya. Saat membawa jemaah haji, ada yang meninggal dua orang. “Ini benar-benar baru pertama kali ini saya mengalaminya. Tapi saya senang menjadi awak kabin haji, karena pekerjaan terasa lebih mulia,” katanya. Meskipun sering terbang saat on duty, Arin juga bepergian di luar tugas dengan menggunakan jasa maskapai lain. “Saya lebih suka menggunakan sistem computerized tiket online yang sangat memudahkan proses reservasi, lebih cepat dan ramah lingkungan karena meminimalisasi penggunaan kertas, sistem online mampu dijangkau oleh siapa pun dan dimana pun,” katanya. (Dnn)

FA. Arin

Komitmen Diri dan Trigana Air Service

Capt. beni sumaryanto

b

ENJADI pramugari bagi seorang Arin awalnya bukan cita-cita sejak kecil. Arin sebenarnya mendambakan menjadi news caster, karena dulu sempat menjadi penyiar radio dua tahun. “Eh ternyata jadi melenceng ikut perekrutan pramugari yang memang belum ada di benakku,” paparnya. Menurut pengakuannya dia pertama ia ikut perekrutan di Mandala dan diterima mulai tahun 2008. Saat itu Arin resmi menjadi flight attendant.

m

ENI Sumaryanto, inilah nama lengkap kapten pilot ini. Dia menjadi seorang penerbang saat ikut test di Bandara Husein Sastranegara Bandung tahun 1982. Setelah mengikuti beberapa tahapan test, ahirnya dia masuk pendidikan di PLP Curug (sekarang STPI) tahun 1983–1986. Setelah lulus pendidikan penerbang, Capt. Beni menjadi Instruktur di Curug. Namun karena kondisinya berubah, dia disalurkan ke perusahaan Dirgantara Air Service pada tahun 1986-1991, selanjutnya dari tahun 1992-sekarang bekerja di Trigana Air Service. Beni mengemudikan banyak pesawat dari berbagai jenis, seperti single engine, multi engine, propeller dan jet. antara lain, PC-6, BN 2 A, Cassa 212, Bechcraft B 200, Twin Otter, F-27, F 28, ATR 42/72, Boeing 737 200/300. Sekarang ini dia hanya menerbangi jenis B 737/300. Pilot yang sekarang menjadi manager operasi ini mengatakan, menjadi penerbang itu sukanya kita bisa memberikan pelayanan kepada peng-

guna jasa, baik untuk angkutan penumpang atau barang, apalagi melayani daerah-daerah yang terisolasi/daerah yang tertinggal. “Kalau dukanya, paling jarang ketemu keluarga.” “Saya berharap Trigana Air akan berkembang seperti airlines lainnya di Indonesia, dan bisa melayani masyarakat dari kecamatan/pedalaman ke Kabupaten sampai dengan menghubungkan antarprovinsi,” katanya. (Dnn)

Tak Ingin ke lain Hati

FA. ika indarwati

FA. Franita Yulianty

lost in Japan

KA Indarwati sejak kecil bercita-cita menjadi pramugari. Dukungan keluarga mempermulus Ika terbang ke mana-mana naik pesawat. “Hampir semua keluargaku mendukung aku menjadi awak kabin,” katanya. Sebelumnya perempuan asal Solo ini menjadi ticketing dan reservasi di Sriwijaya Air. Selama satu tahun dia bertugas di situ. Maskapai dengan

i

tagline “Your Flying Partner” tersebut lalu memberi kesempatan kepada Ika untuk mengikuti pendidikan flight attendant. Selesai dari pendidikan itu, Ika menggeluti profesi cabin crew. Hitung-hitung sudah tiga tahun Ika menyandang profesi itu. Gadis kelahiran 22 April ini masih setia di perusahaan yang sudah berumur 8 tahun pada 10 November lalu. “Soalnya di sini rasa kekeluargaan terasa banget, dan aku belum mau pindah ke lain hati, hehehe,” ujarnya. Selama menjalankan tugas, banyak pengalaman seru. Pernah ada penumpang yang menyapa dengan sebutan “Tata”. “Katanya saya mirip dengan istri Tommy Soeharto, memang sih sama-sama asli Solo hanya beda nasib,” katanya. (Dnn)

ARITA, Osaka, dan Nagoya. Tiga kota di Jepang inilah yang saat ini sering diterbangi pramugari kelahiran Palembang 7 Juli ini. FA yang mempunyai hobi traveling ini, sudah aktif selama 1,5 tahun di Garuda. Awalnya Franita Yulianty menempati base Jakarta selama enam bulan. Namun tiba-tiba perusahaan memindahkannya ke Denpasar, karena base Denpasar kekurangan crew. Perpindahannya disambut dengan sukacita. Dia senang, sebab kalau di Denpasar, berarti dia sering terbang ke luar Indonesia, seperti ke Nagoya, Osaka, dan Incheon Korea. Beberapa

n

kali dia terbang ke Australia. “Nggak enaknya, ke kota-kota itu, terbangnya selalu malam hari. Rasanya campur aduk sama ngantuk,” katanya. Saat berada di Jepang, menurut Franita, dia dan teman-temannya sering berfoto dan tersesat di jalan. Karena itulah koleksi fotonya diberi judul Lost in Japan. Dia mengaku sangat senang bekerja di Garuda. “Rasa kekeluargaannya terasa sekali, mulai dari captain, co-pilot, purser, pramugari senior hingga yunior, semuanya kompak, jadi kerjanya terasa enak banget,” ujarnya. (Lutfi)

34 l Aviasi l Desember 2011

Hukum & Regulasi

Wilayah Udara Indonesia
“Not For Sale” (detikNews)
Prof. Dr. H. K. martono, sH, LL. m ulisan ini tidak membahas judul tersebut, tetapi menjelaskan mengenai perjanjian angkutan udara internasional timbal balik (BATA). Secara historis, Konvensi Chicago 1944 yang merupakan konstitusi penerbangan sipil internasional, tidak berhasil mempertukarkan hak-hak penerbangan yang dikenal dengan istilah ”traffic right”, karena itu konvensi ini mengesahkan Pasal 6. Dalam Pasal tersebut dikatakan bahwa tidak ada penerbangan internasional dapat dilakukan di antara negara anggota Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) lainnya, kecuali telah memperoleh izin lebih dahulu. Izin tersebut biasanya diatur di dalam BATA. BATA pertama kali setelah konperensi Chicago dalam tahun 1944, adalah Bermuda Agreement 1946 antara Amerika Serikat dengan Inggris yang berisi pertukaran rute penerbangan, frekuensi penerbangan, jenis pesawat udara, kapasitas tempat duduk dan tarif angkutan udara internasional kedua negara tersebut. Bermuda Agreement 1946 merupakan BATA paling sempurna selama 30 tahun, karena sempurnanya, sehingga tidak ada negara manapun yang belum pernah mempunyai perjanjian tipe Bermuda 1946, tetapi setelah 30 tahun ternyata Bermuda Agreement 1946 dibatalkan dan diganti dengan Bermuda II 1976, karena pertukaran hak-hak penerbangan tersebut tidak adil dan dipaksakan oleh Amerika Serikat sebab Inggris mempunyai utang kepada Amerika Serikat untuk perang dunia kedua. Di samping format Bermuda Agreement 1946 masih terdapat format lain seperti format Eropa (European Civil Aviation Conference – ECAC), format Chicago Standard Form Agreement atau gabungan antara ECAC dengan Chicago Standard Form Agreement atau Bermuda Agreement 1946 dengan Chicago Standard Form Agreement atau ECAC dengan Bermuda Agreement 1946 terserah format mana yang disepakati para pihak. BATA antara Indonesia dengan Amerika Serikat dalam tahun 1968 menggunakan format Bermuda Agreement 1946, sedangkan yang lain sesuai dengan kesepakatan para pihak. Sebenarnya kandungan BATA adalah mempertukarkan kebebasan udara (five freedom of the air) yang dibungkus dengan dasar hukum perjanjian, istilah-istilah yang digunakan, persyaratan perusahaan penerbangan yang ditunjuk (designated airlines) yang biasa disebut flag air carrier, persyaratan awak pesawat udara, persyaratan pesawat udara, pembebasan bea cukai

T

maupun pungutan-pungutan lainnya sepanjang dimaksudkan untuk melaksanakan perjanjian, ketentuan tentang penyusunan tarif, mulai berlakunya perjanjian, berakhirnya perjanjian, sengketa terhadap isi perjanjian dll. Secara teoritis kebebasan udara (freedom of the air) ada delapan jenis masing-masing adalah kebebasan pertama (first freedom of the air) yaitu hak untuk melintasi wilayah negara mintra perjanjian tanpa melakukan pendaratan. Dari aspek ekonomi first freedom untuk negara kecil seperti Singapura tidak mempunyai arti, tetapi bagi negara yang wilayahnya besar seperti Indonesia mempunyai arti yang sangat besar sebab bilamana pesawat udara dari Eropa mau terbang ke Australia tidak boleh melintas wilayah Indonesia terpaksa harus terbang melalui kutub utara sampai kutub selatan dengan risiko kerugian bahan bakar US$ 90,000.00 (sembilan puluh ribu dollar) sekali terbang, karena itu first freedom of the air bagi Indonesia merupakan bargaining power dalam perjanjian angkutan udara internasional. Uni Soviet tidak pernah memberi first freedom of the air, karena Uni Soviet tidak menghendaki ada penerbangan pesawat udara asing tanpa melakukan pendaratan dengan alasan keamanan nasional. Second freedom of the air hak pesawat udara untuk melakukan pendaratan di negara mitra perjanjian untuk kepentingan teknis dan operasional, bukan untuk mengambil dan atau menurunkan penumpang yang dikenal dengan istilah non traffic purposes atau mengangkut penumpang yang tidak membayar (non-paying ticket), misalnya Garuda Indonesia mengangkut pegawainya di Bangkok ke Tokyo, tetapi ada yang menafsirkan apabila Garuda Indonesia tidak mengangkut penumpang tersebut, maka penumpang tersebut akan menggunakan pesawat udara perusahaan penerbangan lain, sehingga orang tersebut sebenarnya adalah paying ticket. Pertukaran five freedom of the air yang paling dominan adalah kebebasan udara ketiga (3rd freedom of the air)

dengan kebebasan udara keempat (4th freedom of the air) yang dikenal sebagai national traffic. Kebebasan udara ketiga adalah hak untuk mengangkut penumpang, barang dan kargo secara komersial dari negara sendiri ke negara mitra perjanjian dan kebebasan udara keempat adalah hak untuk mengangkut penumpang, kargo dan pos secara komersial dari negara mitra perjanjian ke negara sendiri. Kebebasan udara kelima (5th freedom of the air) adalah hak untuk mengangkut penumpang, kargo dan pos secara komersial dari atau ke negara ketiga. Yang dimaksud dengan negara ketiga adalah negara selain yang membuat perjanjian,karena itu dapat terjadi negara sebelum negara sendiri, misalnya penumpang dari Australia, atau negara diantara yang berjanji misalnya Singpura, atau sesudah negara mitra perjanji misalnya sesudah Kualalumpur, Kucing untuk perjanjian antara Malaysia dengan Indonesia yang dikenal dengan beyond traffic right. Kalau boleh menananggapi kasus dalam judul diatas yang dimaksudkan beyond bagi Indonesia adalah hak untuk mengangkut penumpang, kargo dan pos secara komersial dari Kualalumpur ke negara ketiga dapat ke China atau India atau Philipina, namun demikian untuk melaksanakan kebebasan udara beyond Kualalumpur haru mempunyai perjanjian dengan dengan negara yang dituju, sedangkan kebebasan kelima untuk Malaysia adalah hak untuk mengangkut penumpang, barang dan kargo secara komersial dari Jakarta, Denpasar dan Ujung Pandang ke negara ketiga misalnya New Zealand, Australia atau negara di kawasan Pasifik lainnya, tetapi untuk dapat melaksanakan hak tersebut Malaysia juga harus mempunyai perjanjian dengan New Zealand, Australia atau negara lain yang dituju. Kebebasan udara keenam (6th freedom of the air) tidak pernah diperkarakan, karena kebebasan udara keenam pada hakekatnya adalah gabungan kebebasan udara keempat (4th freedom of the air) dengan kebebasan udara ketiga (3rd freedom of the air), misalnya Garuda Indonesia mengangkut

penumpang, barang dan kargo secara komersial dari Australia mendarat di Jakarta jam 17.00, kemudian menginap di hotel Borobudur semalam dan berangkat lagi dari Jakarta ke Malaysia jam 08.00 pagi hari akan timbul pertanyaan, sebenarnya penumpang tersebut dari Australia atau Jakarta. Masalah sengketa berkenaan dengan kebebasan udara keenam adalah perjanjian antara Belanda dengan Amerika Serikat dalam tahun 1976 dan perjanjian Inggris dengan Amerika Serikat yang mengakibatkan batalnya Bermuda Agreement 1946 dan digantikan dengan Bermuda II 1976. Kebebasan udara ketujuh, secara teoritis tidak pernah dipertukarkan, karena kebebasan tersebut dilakukan sepenuhnya diluar negara yang berjanji, misalnya pengangkutan penumpang, barang dan pos secara komersial dari Australia ke Singapura, sepenuhnya diluar negara Indonesia dan Malaysia, karena itu Kuwait Airways pada saat Kuweit dijajah oleh Irak, Kuweit Airways tidak terbang kemana-mana karena tidak ada perjanjian yang mempertukarkan kebebasan ketujuh. Kalau mau dianggap sebagai kebebasan udara ketujuh adalah penerbangan Indonesian Airways yang beroperasi di Birma tahun 1949 untuk menumpas pemberontak Birma pada saat itu, sedangkan kebebasan udara ke-8 yang dikenal sebagai cabotage yang tidak mungkin diberikan kepada perusahaan penerbangan asing. Cabotage adalah pengangkutan penumpang, barang dan pos secara komersial dari satu tempat ketempat yang lain dalam satu wilayah negara berdaulat, misalnya transportasi udara dari Singapura – Jakarta -Denpasar- Darwin maka ruas cabotage adalah Jakarta-Denpasar yang tidak akan diberikan kepada perusahaan penerbangan asing, ibaratnya uang dari kantong kanan mau dipindahkan ke kantong kiri, tidak akan menyuruh orang lain, melainkan menyuruh anak sendiri. Perjanjian angkutan udara belum selesai setelah ditanda tangani para pihak, karena itu memerlukan tindak lanjut. Sebagai tindak lanjut tersebut biasanya dicantumkan dalam Confidential Memorandum of Unstanding Between the Authorities to Implement the Bilateral Air Transport Agreement (CMOU). Pada prinsipnya CMOU adalah merupakan rahasia negara yang tidak setiap orang dapat memperoleh dokumen tersebut, tetapi khususnya di Indonesia dalam rangka transparansi, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 membuka kemungkinan memperoleh CMOU sebagaimana diatur dalam Pasal 396 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009, sedangkan body of agreement itu sendiri terbuka siapapun juga yang ingin mempelajari BATA. (*)

GRAND TEMBAGA HOTEL

Breakfast, Restaurant, Meeting Room, Lounge, Live Music, Bectun, Karaoke, Internet Wi-Fi, Laundry, Parking
JL. Yos Sudarso No. 133 Timika-Papua, Tel : (0901) 321284, 322629 Fax : (0901) 322394, 321284

Cirebon, Sangkanhurip, Indramayu, Anyer, Cipayung, Cisarua, Coolibah, Selabintana, Baturraden, Candidasa, Manado, Bintan
Sentra Arterimas Kav. 10 P Jl. Sultan Iskandar Muda, Jakarta 12310 Tal: (62-21) 729 3357 Fax: (62-21) 729 3361 www.hotelprimagroup.com Email: centralreservation@hotelprimagroup.com

Our Locations

Central Reservation:

Hotel Prima Group

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->