METODE DAN MEDIA PEMBELAJARAN PAUD

di Keluarga, TPA, Play Group, dan Jamaah Oleh: H. Prawoto

di antara Anda banyak ragam mungkin masih baru pertama kali masuk hutan rimba (anak dini usia) mungkin ada yang telah dengan tidak sengaja masuk rimba itu tanpa kompas mungkin telah lama masuk rimba lain semacamnya atau tidak pernah membayangkan apa-apa tentang dunia anak kini tidak usah gusar, tidak usah khawatir semua adalah realitas kehidupan, dinamika hidup itu sendiri siapapun dapat menggeluti tidak dapat menghindari hanya butuh modal: niat kemauan kepercayaan pada diri sendiri mari belajar bersama-sama, dengan pengetahuan dan pengalaman dengan suka cita dan gembira, tanpa rasa takut, tanpa rasa kecewa

CIRI-CIRI ANAK USIA DINI Dalam kajian psikologi perkembangan manusia dibagi menjadi beberapa tingkatan. Banyak pendapat tentang periodisasi perkembangan. Secara umum, apabila dikaitkan de-ngan proses pendidikan periode perkembangan dapat dibagi menjadi: 1. masa bayi 2. masa kanak-kanak 3. masa anak-anak 4. masa remaja 5. masa dewasa 6. masa tua Tulisan ini berkaitan dengan pendidikan pada masa kanak-kanak usia 3–6 tahun. Masa ini sering disebut dengan dini usia. Masa ini berbeda dengan masa kanak-kanak yang dimaksudkan dalam pendidikan taman kanak-kanak, karena masa taman kanak-kanak diperuntukkan bagi anak berusia 56/7 tahun. PAUD memberikan perhatian pada anak berusia 3-6/7 tahun. Dalam hal ini lembaga pendidikan yang selama ini telah ada sebagai kelompok sasaran PAUD mempunyai berba-gai nama, di antaranya Taman Pembinaan Anak (TPA) di perusahaan dan di Jamaah, Play Group, Taman Kanak-kanak, dan di Keluarga. Pada masa kanak-kanak (termasuk dini usia), ditandai dengan beberapa ciri.

Cara meme-gang suatu benda dengan yang lainnya sama. Anak-anak berjalan dengan gerakan seluruh tubuhnya. Perkembangan bahasa ini diawali dengan mengucapkan satu. dan kakak/adik.) 2. Ini adalah pertanda seorang anak sedang tumbuh fantasinya. dan penguasaan (pengendalian otot. dsb. Perkembangan Motorik Anak-anak menunjukkan perkembangan motorik dengan ciri-ciri tertentu. roman muka. 1. Anak-anak menggerakkan kaki atau tangan dengan seluruh anggota yang lain. 2. 6. 3. ibu. Bagi anak usia remaja dan orang dewasa masih menyukai permain-an sering mendapat julukan “masa kecil kurang bahagia”. tiga kata. dilanjutkan dengan merangkaikan menjadi kalimat. termasuk juga masa menyukai gambar. Berkembang menjadi pribadi yang mandiri yaitu menjadi pribadi yang bertanggungja-wab untuk melayani dan memenuhi kebutuhan sendiri pada tingkat kemandirian yang sesuai dengan usianya. Perkembangan Bahasa Pesat Pada masa ini anak mengalami dorongan yang sangat tinggi untuk berbicara. Ini adalah tanda dari perkembangan dari pengamatan seseorang. Awal Perkembangan Sosial Pada usia sampai dengan 3 tahun anak-anak umumnya baru mengenal keluarganya yang terdiri atas ayah. Belajar bergaul. menangkap. dua. Perkembangan Awal Pengamatan dan Fantasi Masa kanak-kanak ditandai dengan awal dari pengamatan dan fantasi seseorang. baik sendirian maupun disampaikan kepada orang lain. Menyukai Permainan Boleh dikatakan.1. tidak ada anak yang tidak menyukai permainan. bagi anak-anak permainan merupakan bagian dari kehidupannya. ketangkasan (melempar. dan memperoleh kasih sayang. Menyukai Gambar Masa kanak-kanak. bahasa dan pengamatan bagaikan dua sisi mata uang. Tidak heran apabila seo-rang anak sering berkhayal. Bersama-an dengan perkembangan pengamatan. berbagi.). Dalam hal ini sering terlihat seorang anak menanyakan segala yang dilihatnya. Di samping mulai menyukai melihatlihat sesuatu di luar rumahnya dan mulai mencari teman sebaya. 1986:45) dirinci sebagai berikut. Belajar memberi. Oleh karena itu sering seo-rang anak setiap ketemu seseorang minta digambarkan sesuatu. yaitu belajar mengembangkan berhubungan dengan anak lain yang dapat menghasilkan dampak tanggapan positif dari anak lain dalam lingkungan belajar. berbeda dengan orang dewasa yang ber-hati-hati pada benda tertentu. dsb. 5. 3. . adalah kemampuan saling memberi dan berbagi kasih sayang antara anak yang satu dengan yang lain dalam hidup bermasyarakat secara aman dan bahagia. Perkembangan yang perlu dioptimalkan pada anak dini usia menurut Carolyn Triyon dan JW Lilienthal (dalam Hildebrand. Dari pengamatannya dikatakan/ditanyakan segala sesuatu yang dilihat oleh anak. Di samping sifat ber-permainan memang disukai seluruh usia. 4. Perkem-bangan motorik itu berlaku untuk motorik statis (keseimbangan badan). Apabila usia itu telah terlewati mulailah seorang anak memiliki keinginan mengenal lingkungan di sekelilingnya yang meliputi lingkungan alam dan sosial.

Pengenalan kata-kata baru biasanya dikaitkan dengan nama. adalah mengembangkan perasaan kasih sayang terhadap benda-benda yang ada di sekitarnya atau dengan anak-anak /orang lain. Namun dalam prak-tek pembelajaran kadang-kadang antara metode dan media sulit dipisahkan. Mengembangkan perasaan positif dalam berhubungan dengan lingkungan. ciri. kebersihan. Hal inipun dibatasi pada metode dan media yang sesuai dengan kondisi anak usia dini.4. Memberikan dunia khayal yang dapat dikuasai 5. Bahkan sampai orang dewasapun per-mainan tidak ada habisnya. Bermain merupakan metode pokok dalam PAUD karena bebe-rapa hal. Dengan perbuatan tertentu tentu akan dapat diketahui mana yang disukai tetapi tidak dikehendaki oleh masyarakat. 10. Belajar menguasai kata-kata baru untuk memahami anak/orang lain. 1. 1. Dengan pengertian ini kemudian dikenal me-tode ceramah. meloncat. sehingga ada media gambar. Belajar bermacam-macam peran orang dalam masyarakat. Mempunyai unsur petualangan 6. 8. Sementara itu secara harfiah. Otot halus berguna untuk melakukan pekerjaan seperti menggambar. yaitu belajar untuk bertingkahlaku sesuai dengan tuntutan masyarakatnya. Memberi kesempatan untuk menguasai diri secara fisik . adalah pengenalan terhadap ciri-ciri benda yang ada di sekitarnya. Frank dan Theresa Caplan (dalam Hildebrand. Belajar mengenal lingkungan fisik dan mengendalikan. Meletakkan dasar pengembangan bahasa 7. Mengembangkan pengendalian diri. dsb. Metode disamaartikan dengan cara. Kegiatan yang memerlukan otot kasar antara lain: berlari. gam-bar. menendang. menggunting. 7. buku. 6. Pembelajaran PADU dapat menggunakan metode sebagai berikut. 5. media diar-tikan sebagai sarana atau alat. METODE DAN MEDIA PEMBELAJARAN Secara umum metode dan media memiliki pengertian yang jauh berbeda. Bermain Bermain adalah kesenangan anak usia dini. mana yang disukai dan tidak dikehendaki masyarakat. 1986:55-56) menyebutkan ada 16 nilai dalam permainan anak. Membantu pertumbuhan 2. Belajar menguasai keterampilan motorik halus dan kasar. Pekerjaan yang dilakukan secara sukarela 3. bermain peran sebagai metode menanamkan nilai/sikap sekaligus dapat dikatakan se-bagai media. Berpengaruh unik dalam pembentukan hubungan antara pribadi 8. 9. Setiap perbuatan memiliki konsekuensi. yaitu anak belajar bahwa di dalam masyarakat ada pekerjaan yang dilakukan seseorang dan menghasilkan layanan jasa dan hasil benda bagi orang lain. teknik. pemberian tugas dsb. melihat. dan kegunaan. dan menangkap. Belajar mengenal tubuh masing-masing. Cerita. Memberi kebebasan untuk bertindak 4. dan membentuk. strategi. yaitu belajar mengkoordina-si otot halus dan otot kasar. tanya jawab. seperti panca indera. dan kesehatan. Oleh karena itu paparan berikut lebih menekankan penggunaan metode dan media secara bersama-sama dalam proses pembelajaran PAUD. anggota tubuh dan kegunaannya/ fungsinya terutama kaitannya dengan kegiatan makan.

baik dari alam maupun media buatan. Berdasarkan alat yang dipakai: (a) permainan dengan tempat permanen. memelihara hewan. tangga akrobatik. kertas. lagu berbalasan. (d) bertanding/olah raga. 10. (c) bermain asosiatif. contoh: gobag sodor. 3. Menjelaskan kegiatan bermain 6. Mengevaluasi hasil 2. Berdasarkan kegemaran anak: (a) bermain bebas dan spontan. (e) pengembangan sosial. (d) bermain kooperatif.. 4. Bercerita Bercerita mrupakan salah satu metode yang perlu dikembangkan oleh pembina PAUD. cat. mengunakan balok. Merumuskan tujuan pembelajaran 2. Bercerita memiliki makna penting bagi perkembangan anak dini usia karena bebera-pa hal. Langkah-langkah pembelajaran dengan permainan 1. Berdasarkan aspek sosial anak: (a) bermain soliter (sendiri. dakon. suara binatang dsb. dapat dibantu pem-bimbing) contoh: menari. Memperluas minat dan pemusatan perhatian Dapat digunakan sebagai cara untuk menyelidiki sesuatu Dapat mempelajari peran orang lain Cara yang dinamis untuk belajar Menjernihkan pertimbangan anak Dapat distrukturkan secara akademik Merupakan kekuatan hidup Merupakan sesuatu yang esensial bagi kelestarian hidup manusia. (d) pengembangan bahasa melalui teka-teki. 1. warna. sepeda roda tiga. sendiri-sendiri secara berdampingan. (c) membangun dan menyusun. berloncat-loncat. 15. 11. Menentukan tempat 4. contoh: lempar dan menangkap bola. 14. contoh: membentuk pasir. (c) pengembangan kreativitas. bermain bersama dalam kelompok. (b) perma-inan dengan tempat semi permanen. dengan menggunakan alat seperti berbagai benda yang suaranya berbeda bila dikocok atau dijatuhkan. tanah liat. pasir.. orang tua . Memilih permainan yang tepat 3. Melaksanakan permainan 7.9. berlari (b) bermain paralel. Cerita yang disenangi oleh anak-anak dapat berasal dari cerita rakyat maupun cerita modern. seperti melihat bentuk. Menyiapkan peralatan yang diperlukan 5. 2. 16. ukuran. tanah liat. bermain drama. 12. Berdasarkan aspek yang dikembangkan: (a) permainan untuk mengembangkan aspek motorik. dsb. Mengkomunikasikan nilai-nilai sosial 3. seperti bermain bersama dalam air. Mengkomunikasikan nilai-nilai keagamaan . (b) per-mainan untuk mengembangkan kognitif. Jenis-jenis kegiatan bermain untuk anak 1. (b) bermain pura-pura. direncanakan dan dilaksa-nakan bersama-sama. Mengkomunikasikan nilai-nilai budaya 2. mendengar bunyi. Menutup permainan 8. dan (c) permainan dengan tempat mu-dah dipindah-pindah. tidak memiliki pera-turan permainan. seperti menirukan binatang. suara nada. peralatan transportasi. 13. pasaran. seperti papan luncur.

Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam bercerita. cerita babat dsb. kejadian lucu. 2. Menyiapkan peralatan yang diperlukan 4. Bernyanyi yang dilakukan bersama antara pembina dan anak-anak didik memiliki ciri sebagai berikut. yaitu gambar atau foto yang ditem-pelkan di papan planel. 6. 1986:297). Membantu mengembangkan fantasi Membantu mengembangkan kognitif Membantu mengembangkan bahasa. 4. imajinasi. 3. Dramatisasi cerita 6. Meningkatkan keterampilan menyatakan perasaan . etos alam. Anak dapat terbawa situasi emosional baik sedih maupun gembira yang berarti da-pat mengembangkan perasaan. 3. 5. Meningkatkan keterampilan dalam kegiatan bersama 5. Bercerita dengan gerakan (tangan) Langkah menggunakan metode bercerita 1. Merancang langkah-langkah bercerita 5. etos waktu. 2. Melaksanakan bercerita 6.4. Membaca langsung dari buku cerita. fantasi dsb. kejadian menarik. Bernyanyi Bernyanyi adalah metode ketiga yang seperti halnya bermain dan bercerita sangat digemari anakanak. 1. Bercakap-cakap Bercakap-cakap berarti saling mengkomunikasikan fikiran dan perasaan secara ver-bal atau mewujudkan kemampuan bahasa reseptif dan bahasa ekspresif (Hildebrand. Menilai hasil pembelajaran 3. karena nyanyian mernpakan karya seni. Merumuskan tujuan pembelajaran 2. 7. Bercerita dengan menggunakan papan planel. Cerita dapat disertai gambar/boneka untuk menarik perhatian anak. Macam-macam metode bercerita: 1. 1. Diusahakan cerita dapat mengembangkan berbagai aspek yang diperlukan untuk anak. Harus dipilih cerita yang mengandung unsur-unsur pendidikan dan nilai baik. Kegiatan bernyanyi harus mengandung pesan-pesan yang mengandung unsur pendi-dikan/ positif. 5. Menceritakan dongeng. Dapat meningkat keterampilan berkomunikasi dengan orang lain 4. Bercakap-cakap mempunyai makna penting bagi anak karena: 1. dengan menekankan pada hal-hal yang mu-dah ditangkap anak antara lain: perbuatan baik. 3. Bercerita dengan menggunakan ilustrasi gambar dan buku yang berguna untuk memperjelas isi cerita 3. 2. seperti cerita rakyat. Bernyanyi dapat menumbuhkan rasa estetika. Menanamkan etos kerja. Memilih teknik bercerita dan isi cerita yang tepat 3.

Menetapkan tujuan pembelajarran 2. kebun binatang. Mengevaluasi kegiatan. kupu. polisi. paramedis. Peninggalan: museum. bintang. Pekerjaan Langkah-langkah melaksanakan metode bercakap-cakap: 1. 4. Karya Wisata Karya wisata merupakan kegiatan membawa anak ke lingkungan kehidupan nyata secara terencana. 1. Tema-tema bercakap-cakap: 1. hutan wisata. ular. taman makam. taman bunga. Melaksanakan karya wisata 6. Memberi pengayaan pengetahuan 4. Menetapkan bentuk bercakap-cakap: monolog atau dialog 3. kura-kura. 2. burung. Kendaraan 6. Binatang: peternakan. Pelaksanaan 5. Menyiapkan bahan dan peralatan 4.6. taman kota. Makanan dan minuman 2. candi. mengurus perizinan. 4. taman burung. Karya wisata memiliki fungsi sebagai berikut. akuarium. . Menghubungi sasaran. Memperoleh informasi tentang lingkungan secara langsung 3. per-tanian. dan menyusun jadwal 4. emosi. Dapat membangkitkan minat kepada sesuatu yang berguna 6. Dapat melakukan generalisasi terhadap sesuatu yang dilihat. Kesempatan anak mengobservasi dan mengkaji sesuatu secara langsung 2. Menetapkan sasaran 3. Tanaman: perkebunan. Membantu perkembangan aspek sosial. dan bahasa. dsb. Langkah-langkah melaksanakan karya wisata: 1. dsb. pertokoan. perikanan. pemancar radio. tenta-ra. 3. Binatang: binatang peliharaan. Memperkaya lingkup belajar 7. koperasi. rumah kuno. matahari 5. Penilaian 4. lebah. Macam-macam sasaran karya wisata: 1. pemancar televisi. kognitif. Menyiapkan sarana dan peralatan 5. Bulan. Memberi pengalaman nyata dalam masyarakat 5. Menetapkan tujuan dan tema 2. kantor pos. Keluarga 3. kebun raya. Meningkatkan keterampilan menyatakan gagasan/pendapat secara verbal 7. Dunia kerja: pasar.

Monitoring kegiatan 6. Bersumber dari pengalaman sehari-hari. Dapat menperlihatkan secara nyata apa yang dilakukan. 4. Membuat garis (lurus) 2. rumah. Membantu mengembangkan kemampuan melakukan segala pekerjaan secara teliti. memasang dasi. Berlatih menyelesaikan tugas yang harus diselesaikan secara bebas. menyalakan lampu. 2. 1. Pengalaman akan bermakna bagi anak. dan prinsip dengan peragaan. Langkah-langkah melaksanakan kegiatan. Membangun: jembatan. kapal 5. anak belajar mengatur diri sendiri untuk bekerja sama dengan teman dalam memecahkan masalah. 6. Menggunting 3. dan menjelaskan. memasang kancing baju 6. 5. Cara dapat mengge-rakkan anak untuk melakukan kerja sama sepenuh hati. mengerjakan. 5. Membentuk model: binatang. Menetapkan tujuan dan tema 2. Merupakan kegiatan yang kompleks 3. Membantu mengembangkan kemampuan mengamati secara teliti. cermat dan tepat. Dapat mengkomunikasikan gagasan. 2. Proyek Metode proyek adalah salah satu metode yang digunakan untuk melatih kemampuan anak memecahkan masalah yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Pentingnya metode proyek: 2. konsep. Menetapkan bahan dan peralatan 3. Berkaitan dengan kehidupan sehari-hari secara nyata 3. menali sepatu. Demonstrasi Demonstrasi berarti menunjukkan.5. Mengevaluasi kegiatan 6. Demonstrasi mempunyai arti penting bagi anak antara lain adalah: 1. Berdampak dalam pengembangan etos kerja. Melalui demonstrasi diharapkan anak dapat mengenal langkahlangkah pelaksanaan. orang. Jadi dalam de-monstrasi ditunjukkan dan dijelaskan cara-cara mengerjakan sesuatu. Kegiatan yang sesuai didemonstrasikan antara lain: 1. 4. Menetapkan langkah-langkah kegiatan 4. Melaksanakan kegiatan 5. tempat tidur. Membantu mengembangkan kemampuan peniruan dan pengenalan secara tepat. Kegiatan yang cocok dijadikan proyek: 1. Memerlukan kerjasama dan meningkatkan kegiatan berfikir . 3. benda 4. Dalam kegiatan bersama. secara terpadu untuk mencapai tu-juan bersama. Menggunakan peralatan: radio. Mengatur: meja makan.

peralatan. dan menggembirakan Bawalah diri Anda ke dunia si belajar Ajarkan sesuatu yang menurut keyakinan Anda baik dan benar . Monitoring kegiatan 7. Langkah-langkah melaksanakan kegiatan. Tugas yang sesuai dengan anak usia dini. Melaksanakan kegiatan 6. Dapat memberikan kepuasan bagi anak. Mengevaluasi kegiatan 7. Melatih anak memusatkan perhatian dalam jangka waktu tertentu. dan tempat 3. Mencari persamaan Langkah-langkah melaksanakan pemberian tugas. Menilai kegiatan CATATAN AKHIR Belajar adalah proses yang terjadi pada diri si belajar. Mengelompokkan benda 2. 1. Menetapkan tujuan dan tema 2. Menetapkan tujuan 2. yang berarti pula melatih bahasa reseptif. Mengelompokkan peserta 5. Menyiapkan sarana. Menetapkan bahan dan peralatan 3. 2. 1. menyenangkan. Menyusun/menggabungkan 4. Menetapkan langkah-langkah kegiatan 4. 3. Mengurutkan benda 3. Pemberian tugas secara lisan akan melatih pendengaran dan mempersepsinya. Pemberian tugas berguna bagi anak-anak antara lain: 1. Dapat membangun motivasi anak. menakar 5. Mengukur. 1.4. Pemberian Tugas Pemberian tugas merupakan pekerjaan tertentu yang dengan sengaja dikerjakan oleh anak yang mendapat tugas. Menetapkan langkah-langkah kegiatan 4. Cukup menantang bagi anak 5. bukan pada pembinanya Belajar berhasil apabila si belajar berada dalam situasi nyaman. Melaksanakan kegiatan 5. menimbang. Memonitor kegiatan 6.

Roslyn Duffy. New York: Prima Communications. 1986. Surabaya: Penerbit Al-Ikhlas. 1986. Purwanto. New York: MacMillan Publishing Company Moeslichatoen. Zulkifli. 1999. Cheryl Erwin. Bandung: Penerbit Remadja Karya. 1986.H. Positive Discipline for Preschoolers: For Their Early Years—Raising Children Who Are Responsible. Yogyakarta: Penerbit Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. Inc. Bandung: Penerbit CV Remaja Karya. Surabaya: Penerbit CV Pelangi.DAFTAR PUSTAKA Amin. L. and Resource-ful. 1977. K. Arti Anak bagi Seorang Moslem. Jakarta: Penerbit Bulan Bintang. Psikologi Pendidikan. Ilmu Budaya Dasar. 1977. V. Hildebrand. Dewantara. Jakarta: Departemen PK dan Rineka Cipta. A. Nelsen. Hartono. Pendidikan. Introduction to Early Childhood Education. Metode Pengajaran di Taman Kanak-kanak.. . 1986.N. Zaini. Psikologi Perkembangan. 1998. Respectful. S. M. Ethika. J.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.