10 kata dasar

Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata.

1. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu. 2. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan) 1. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. Contoh: bergeletar, dikelola [1]. 2. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: bertepuk tangan, garis bawahi 3. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan ditulis serangkai. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: menggarisbawahi, dilipatgandakan. 4. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata ditulis serangkai. Contoh: adipati, mancanegara. 5. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital, diselipkan tanda hubung. Contoh: nonIndonesia. 3. Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung, baik yang berarti tunggal (lumba-lumba, kupu-kupu), jamak (anak-anak, buku-buku), maupun yang berbentuk berubah beraturan (sayur-mayur, ramah-tamah). 4. Gabungan kata atau kata majemuk 1. Gabungan kata, termasuk istilah khusus, ditulis terpisah. Contoh: duta besar, orang tua, ibu kota, sepak bola. 2. Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian, dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. Contoh: alat pandang-dengar, anakistri saya. 3. Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai. 5. Kata ganti (kau-, ku-, -ku, -mu, -nya) ditulis serangkai. Contoh: kumiliki, kauambil, bukumu, miliknya. 6. Kata depan atau preposisi (di [1], ke, dari) ditulis terpisah, kecuali yang sudah lazim seperti kepada, daripada, keluar, kemari, dll. Contoh: di dalam, ke tengah, dari Surabaya. 7. Artikel si dan sang ditulis terpisah. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil.

ke-an dan ke-i 5. pembentukan kata turunan dengan imbuhan mengikuti aturan penulisan kata yang ada di bagian sebelumnya. apatah. di-. diper-kan dan diper-i 4. satu kali pun. Imbuhan sederhana. [sunting] Kata turunan Secara umum. Contoh: bacalah. siapakah. gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran. 3. ter-. Berikut adalah beberapa informasi tambahan untuk melengkapi aturan tersebut. Partikel 1. Singkatan dan akronim. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan singkatan dan akronim. "demi". Contoh: apa pun.8. di-kan dan di-i 3. per-. 10. dan -tah ditulis serangkai. 9. Partikel -pun ditulis terpisah. 1. Contoh: per 1 April.yang berarti "mulai". dll. Akhiran: -kan. ber-. dan se2. 1. ke-. [sunting] Jenis imbuhan Jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi: 1. -i. pe-. dan -nya 2. Imbuhan gabungan. hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran. Partikel per. -lah. memper-kan dan memper-i . kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun. -an. Awalan: me-. me-kan dan me-i 6. -kah. per helai. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan tanggal dan angka. Angka dan bilangan. 2. dan "tiap" ditulis terpisah. bagaimanapun. Partikel -lah. ber-an 2.

pe-an 8. j. -el-. me. q. r.+ gotong → menggotong. me.+ luluh → meluluh. f.→ meng-. me. me. Contoh: me.+ tiup → meniup*. per-an 9. dan -er-. Imbuhan spesifik. Contoh: me. digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing). g.→ men-. -wati. me.→ mem-. atau v. jika huruf pertama kata dasar adalah b. me+ makan → memakan. me.+ bom → mengebom. atau t*. Contoh: me. me. 3. ter-kan dan ter-i 3.→ meny-. me. Contoh: me.+ vonis → memvonis. jika kata dasar hanya satu suku kata. Sisipan: -in-. Contoh: me. atau w.+ tik → mengetik. tetap. p*.→ menge-.+ sapu → menyapu*. se-an 10. k*. Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal.7.+ fasilitas + i → memfasilitasi. 1.+ baca → membaca.+ klik → mengeklik. me.+ pukul → memukul*.+ kikis → mengikis*. 2. 5. 2. h.+ datang → mendatang. jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal. [sunting] Awalan me- Pembentukan dengan awalan me.+ hias → menghias.+ tipu → menipu. jika huruf pertama adalah s*.+ kira → mengira. 6. . jika huruf pertama kata dasar adalah c. Contoh: me. me. Akhiran: -man. jika huruf pertama kata dasar adalah l.+ sapu → menyapu. dan -ita. me. 4. me.memiliki aturan sebagai berikut: 1. me. n. d.-em-. -wan. me. me. Contoh: me. m. Huruf dengan tanda * memiliki sifat-sifat khusus: 1.

+ ajar → belajar (huruf r digantikan l) 3.+ konversi → mengkonversi.+ kerja → bekerja (huruf r dihilangkan) 2. [sunting] Aturan khusus Ada beberapa aturan khusus pembentukan kata turunan.+ klarifikasi → mengklarifikasi. pe + perhati → pemerhati (huruf p luluh menjadi m) . Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara sempurna.2. 3. ber. Contoh: me. ber. pe + perkosa → pemerkosa (huruf p luluh menjadi m) 4. Contoh: me. yaitu: 1. Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful