P. 1
Alat Ukur Berat Dan Massa

Alat Ukur Berat Dan Massa

|Views: 161|Likes:
Published by Vidya Matarani

More info:

Published by: Vidya Matarani on Mar 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2012

pdf

text

original

Alat Ukur Berat dan Massa: Apa Bedanya?

Kerancuan mengenai alat ukur berat (bobot) dan alat ukur massa sama halnya dengan kerancuan mengenai berat dan massa. Saat ditanya berapa beratmu? Nyaris semua orang menjawab sekian kilogram, padahal kilogram adalah satuan massa. Tentu saja tidak perlu bertanya berapa massamu atau menjawab sekian Newton (kedengarannya kan aneh). Tidak perlu pula memprotes mereka yang keliru bicara, karena mungkin mereka paham hanya saja terbiasa berbahasa dengan “lazim”. Oke, kita mulai ke topik, apa bedanya alat ukur berat dan massa? Setahu saya alat ukur berat disebut timbangan dan alat ukur massa disebut neraca, tetapi neraca pegas merupakan alat ukur berat dan timbangan gantung (dan beberapa timbangan lainnya, seperti timbangan bebek) merupakan alat ukur massa, jadi sekali lagi tidak perlu meributkan segi bahasa. Pertama kita definisikan dulu apa itu massa. Massa adalah kadar kuantitas zat dalam suatu benda, yang juga merupakan kemampuan benda untuk mempertahankan keadaannya. Adapun berat merupakan gaya, yang tidak lain perkalian antara massa dan percepatan, dalam hal berat percepatan yang dimaksud adalah percepatan gravitasi. Jadi kita telah ketahui Berat (w) = massa (m) × percepatan gravitasi (g) Nah, alat ukur berat semisal neraca pegas, bekerja berdasarkan prinsip elastisitas bahan. Bahan elastis jika diberikan tegangan (σ) σ = F/A di mans F gaya tarik dan A luas penampang bahan, akan menghasilkan regangan (e) e = ΔL/L Nilai e ini bersifat linear selama bahan berada dalam keadaan deformasi elastis. Dari kedua besaran di atas kita dapatkan suatu tetapan yang disebut modulus elastis atau modulus Young, Y = tegangan/regangan = σ/e Atau F/A = Y×ΔL/L Tetapan Y ini merupakan sifat fisis dari bahan, sedangkan luas penampang (A) dan panjang bahan (L) merupakan besaran morfologis dari bahan, sehingga untuk suatu bahan tertentu (penampang dan panjangnya) kita dapatkan: F/ΔL = AY/L = konstan

mb . c karena lb. maka benda tadi akan menderita torka sebesar Τ = l F sin θ Prinsipnya. g = lk . Jadi pada neraca pegas (di mana F = w) terdapat hubungan: ΔL = w / k ΔL = m . 2g . c = lb . g / k Pembacaan dilakukan dengan mengukur besarnya perubahan panjang pegas (ΔL). θ = 90o dan faktor konstanta dari pabrik c . Jika telah terjadi keseimbangan. Jika tidak? Misalkan jika suatu benda bermassa m ditimbang di suatu tempat dengan percepatan gravitasi 2g. Jika suatu benda diberikan gaya sebesar F sejauh l dari porosnya. berat dan massa bisa ditentukan. Pengukuran dilakukan dengan membaca panjang lengan kuasa. nilai lk akan sama mengingat tidak ada lagi nilai g dalam persamaan. k. maka saat terjadi keseimbangan lb . g . mb . lk) yang telah diketahui. Jadi. neraca gantung. maka pengukurannya: ΔL’ = m . mk. Jadi dengan ΔL.Nilai AY/L inilah yang disebut tetapan gaya. Jika beban memberikan gaya berat mb. g . mb . 2g / k = 2ΔL Akibatnya pada pembacaan benda tadi memiliki massa 2m. mk. c . bagaimana kita mengukur massa? Jawabannya dengan instrumen sederhana seperti neraca Ohauss. Instrumen pengukur massa didasarkan pada konsep torka (atau torsi atau momen gaya). yang sudah tentu salah karena massa bersifat konstan. bahkan jungkat-jungkit bisa digunakan. 2g = lk . maka: mb = lk . Jadi di manapun benda bermassa mb ditimbang (misal pada tempat dengan percepatan gravitasi 2g). yang pada pegas disebut tetapan Hooke. C di mana C = mk. neraca dua lengan (yang untuk timbang emas itu). berarti torka yang bekerja pada kedua lengan sama dan dengan koreksi dan faktor pengali yang telah dibuat dari pabrik. mk. Namun kita hanya bisa mengandalkan neraca pegas untuk mengukur massa jika kita cukup yakin berada di permukaan Bumi. massa benda dapat dihitung. atau kerennya (atau ribetnya) dapat ditulis: lb . mk dan c kita anggap konstan.g. g = lk .c/lb. pada instrumen pengukur massa kita membandingkan torka yang bekerja pada lengan beban (lb) yang ingin diketahui dan torka yang bekerja pada lengan satunya lagi (lengan kuasa.

di Mars.` . di sini. massa benda yang terbaca akan tetap sama. atau di angkasa luar (asalkan percepatan gravitasinya tidak nol). di Bulan.Jadi. jika menggunakan neraca torka.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->