P. 1
AKI DAN AKB

AKI DAN AKB

|Views: 267|Likes:
Published by Lisna Wati

More info:

Published by: Lisna Wati on Mar 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/13/2015

pdf

text

original

8 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia merupakan angka tertinggi dibandingkan dengan negara – negara ASEAN lainnya. Berbagai faktor yang terkait dengan resiko terjadinya komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan dan cara pencegahannya telah diketahui, namun demikian jumlah kematian ibu dan bayi masih tetap tinggi (Depkes RI, 2001). Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia 2006 (2008, dalam Depkes RI), AKI Indonesia adalah 307/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2002, sedangkan AKB di Indonesia sebesar 35/1000 kelahiran hidup. Penyebab langsung kematian maternal yang paling umum di Indonesia adalah perdarahan 28%, eklamsi 24%, dan infeksi 11%. Penyebab kematian bayi yaitu BBLR 38,94%, asfiksia lahir 27,97%. Hal ini menunjukkan bahwa 66,91% kematian perinatal dipengaruhi oleh kondisi ibu saat melahirkan. Jumlah kematian ibu di Tapanuli Utara sebanyak 7 orang dan jumlah kematian bayi sebanyak 59 orang (Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara, Januari November 2008), sedangkan di Puskesmas Hutabaginda Kabupaten Tapanuli Utara jumlah kematian bayi sebanyak 8 orang (SP2TP Puskesmas Hutabaginda,

Januari – Agustus 2008). Salah satu upaya yang dilakukan Departemen Kesehatan dalam mempercepat penurunan AKI adalah mendekatkan pelayanan kebidanan kepada setiap ibu yang membutuhkannya. Penempatan bidan di desa adalah upaya untuk menurunkan AKI, bayi

Universitas Sumatera Utara

2007). Sebagian besar persalinan di Indonesia terjadi di desa atau di fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Tujuan dari asuhan persalinan normal adalah mengupayakan kelangsungan hidup dan mencapai derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya. Kajian kinerja petugas pelaksana pertolongan persalinan (bidan) di jenjang pelayanan dasar. khususnya dipedesaan. maka paradigma aktif menjadi sangat strategis bila dapat diterapkan pada tingkat tersebut (JNPK. Asuhan persalinan normal dengan paradigma baru (aktif) yaitu dari sikap menunggu dan menangani komplikasi menjadi mencegah komplikasi yang mungkin terjadi. Namun bidan di desa yang sudah ditempatkan belum didayagunakan secara optimal dalam upaya menurunkan AKI dan AKB (Palutturi. Hal ini berarti bahwa upaya asuhan persalinan normal harus didukung oleh adanya alasan yang kuat dan berbagai bukti ilmiah yang dapat menunjukkan adanya manfaat apabila diaplikasikan pada setiap proses persalinan (JNPK. 2007). terbukti dapat memberi manfaat membantu upaya penurunan AKI dan AKB.9 dan anak balita. melalui berbagai upaya yang terintegrasi dan lengkap serta intervensi minimal sehingga prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang optimal. serta faktor sarana dan prasarana pendukung atau fasilitas kerja. 2007). mengindikasikan adanya kesenjangan kinerja yang dapat mempengaruhi kualitas pelayanan bagi ibu hamil dan bersalin. Hal ini terbukt i dari masih tingginya angka kematian ibu dan bayi. Banyak hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan suatu tujuan yang sudah dirancang sedemikian rupa. Masih tingginya AKB dan AKI menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan masih belum memadai dan belum menjangkau masyarakat banyak. Universitas Sumatera Utara . dan yang paling sering disebut adalah faktor sumber daya manusia (tenaga kerja). Tingkat keterampilan petugas dan sarana kesehatan sangat terbatas.

baik kuantitas (jumlah) maupun kualitas (kemampuannya). Dari uraian di atas penulis tertarik untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan asuhan persalinan normal di wilayah kerja Puskesmas Hutabaginda. tanpa sumber daya yang memadai. Universitas Sumatera Utara . Untuk kinerja bidan maka faktor yang paling berpengaruh dan merupakan faktor kunci untuk mencapai hasil kerja yang baik harus memiliki kemampuan dan keterampilan yang baik.2004) Dalam penelitian Palutturi (2007). maka niscaya organisasi tersebut dapat berhasil mewujudkan tujuan organisasinya (Munandar. faktor organisasi yang terdiri dari kepemimpinan dan struktur imbalan/kompensasi serta faktor-faktor psikologis yang meliputi motivasi dan kepuasan kerja. yaitu karena Puskesmas Hutabaginda merupakan puskesmas kota yang wilayah kerjanya merupakan ibukota Kabupaten Tapanuli Utara dengan jumlah desa sebanyak 31 desa dan jumlah bidan sebanyak 71 orang. Kabupaten Tapanuli Utara.10 Dari kedua faktor tersebut sumber daya manusia atau tenaga kerja lebih penting daripada sarana dan prasarana pendukung karena. serta dengan pertimbangan belum pernah dilakukan penelitian tentang faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan asuhan persalinan normal. Kecamatan Tarutung. Lokasi penelitian ini didasari pertimbangan. adanya motivasi yang kuat merupakan pendorong yang memadai. secanggih dan selengkap apa pun fasilitas pendukung yang dimiliki suatu organisasi kerja. faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja meliputi faktor individu : keterampilan.

di wilayah masing masing. Untuk mengetahui hubungan pelatihan APN yang didapat dengan pelaksanaan APN f. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk : 1. Kabupaten Tapanuli Utara? C. Kecamatan Tarutung.11 B. 2. b. Untuk mengetahui hubungan masa kerja dengan pelaksananan APN e. Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui pelaksanaan APN di Puskesmas Hutabaginda. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan bidan dengan pelaksanaan APN c. Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2008. Kecamatan Tarutung. Untuk mengetahui hubungan pendidikan bidan dengan pelaksananan APN d. Universitas Sumatera Utara . Tujuan Penelitian 1. Rumusan masalah Faktor apakah yang berhubungan dengan pelaksanaan APN oleh bidan di wilayah kerja Puskesmas Hutabaginda. Untuk mengetahui hubungan motivasi dengan pelaksanaan APN D. Bidan Sebagai masukan untuk menambah pengetahuan dan motivasi dalam pelaksanaan asuhan persalinan normal. Tujuan Umum Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan APN di wilayah kerja Puskesmas Hutabaginda.

dan bahan perbandingan untuk penelitian lanjutan.12 2. Instansi Pendidikan Sebagai bahan bacaan di perpustakaan jurusan. 3. Penulis Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya metodologi penelitian dan pelaksanaan asuhan persalinan normal serta untuk bisa menempatkan diri di lapangan sebagai bidan pelaksana pelayanan kebidanan. Universitas Sumatera Utara .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->