P. 1
DOKUMENTER

DOKUMENTER

|Views: 149|Likes:
Published by Makmir Gps

More info:

Published by: Makmir Gps on Mar 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2012

pdf

text

original

ilm dokumenter adalah film yang mendokumentasikan kenyataan.

Istilah "dokumenter" pertama digunakan dalam resensi film Moana (1926) oleh Robert Flaherty, ditulis oleh The Moviegoer, nama samaran John Grierson, di New York Sun pada tanggal 8 Februari 1926. Di Perancis, istilah dokumenter digunakan untuk semua film non-fiksi, termasuk film mengenai perjalanan dan film pendidikan. Berdasarkan definisi ini, film-film pertama semua adalah film dokumenter. Mereka merekam hal sehari-hari, misalnya kereta api masuk ke stasiun. pada dasarnya, film dokumenter merepresentasikan kenyataan. Artinya film dokumenter berarti menampilkan kembali fakta yang ada dalam kehidupan. Daftar isi [sembunyikan]
   

1 Dokudrama 2 Dokumenter Modern 3 Bentuk Dokumenter Lainnya o 3.1 Film Kompilasi 4 Referensi

[sunting] Dokudrama Pada perkembangannya, muncul sebuah istilah baru yakni Dokudrama. Dokudrama adalah genre dokumenter dimana pada beberapa bagian film disutradarai atau diatur terlebih dahulu dengan perencanaan yang detail. Dokudrama muncul sebagai solusi atas permasalahan mendasar film dokumenter, yakni untuk memfilmkan peristiwa yang sudah ataupun belum pernah terjadi. [sunting] Dokumenter Modern Para analis Box Office telah mencatat bahwa genre film ini telah menjadi semakin sukses di bioskop-bioskop melalui film-film seperti Super Size Me, March of the Penguins dan An Inconvenient Truth. Bila dibandingkan dengan film-film naratif dramatik, film dokumenter biasanya dibuat dengan anggaran yang jauh lebih murah. Hal ini cukup menarik bagi perusahaan-perusahaan film sebab hanya dengan rilis bioskop yang terbatas dapat menghasilkan laba yang cukup besar. Perkembangan film dokumenter cukup pesat semenjak era cinema verité. Film-film termasyhur seperti The Thin Blue Line karya Errol Morris stylized re-enactments, dan karya Michael Moore: Roger & Me menempatkan kontrol sutradara yang jauh lebih interpretatif. Pada kenyataannya, sukses komersial dari dokumenter-dokumenter tersebut barangkali disebabkan oleh pergeseran gaya naratif dalam dokumenter. Hal ini menimbulkan perdebatan apakah film seperti ini dapat

benar-benar disebut sebagai film dokumenter; kritikus kadang menyebut film-film semacam ini sebagai mondo films atau docu-ganda.[1] Bagaimanapun juga, manipulasi penyutradaraan pada subyek-subyek dokumenter telah ada sejak era Flaherty, dan menjadi semacam endemik pada genrenya. Kesuksesan mutakhir pada genre dokumenter, dan kemunculannya pada keping-keping DVD, telah membuat film dokumenter menangguk keuntungan finansial meski tanpa rilis di bioskop. Meski begitu pendanaan film dokumenter tetap eksklusif, dan sepanjang dasawarsa lalu telah muncul peluang-peluang eksibisi terbesar dari pasar penyiaran. Ini yang membuat para sineas dokumenter tertarik untuk mempertahankan gaya mereka, dan turut memengaruhi para pengusaha penyiaran yang telah menjadi donatur terbesar mereka.[2] Dokumenter modern saling tumpang tindih dengan program-program televisi, dengan kemunculan reality show yang sering dianggap sebagai dokumenter namun pada kenyataannya kerap merupakan kisah-kisah fiktif. Juga bermunculan produksi dokumenter the making-of yang menyajikan proses produksi suatu Film atau video game. Dokumenter yang dibuat dengan tujuan promosi ini lebih dekat kepada iklan daripada dokumenter klasik. Kamera video digital modern yang ringan dan editing terkomputerisasi telah memberi sumbangan besar pada para sineas dokumenter, sebanding dengan murahnya harga peralatan. Film pertama yang dibuat dengan berbagai kemudahan fasilitas ini adalah dokumenter karya Martin Kunert dan Eric Manes: Voices of Iraq, dimana 150 buah kamera DV dikirim ke Iraq sepanjang perang dan dibagikan kepada warga Irak untuk merekam diri mereka sendiri. [sunting] Bentuk Dokumenter Lainnya [sunting] Film Kompilasi Film kompilasi dicetuskan pada tahun 1927 oleh Esfir Shub dengan film berjudul The Fall of the Romanov Dynasty. Contoh-contoh berikutnya termasuk Point of Order (1964) yang disutradarai oleh Emile de Antonio mengenai pesan-pesan McCarthy dan The Atomic Cafe yang disusun dari footage-footage yang dibuat oleh pemerintah AS mengenai keamanan radiasi nuklir (misalnya, memberitahukan pada pasukan di suatu lokasi bahwa mereka tetap aman dari radiasi selama mereka menutup mata dan mulut mereka). Hampir mirip dengannya adalah dokumenter The Last Cigarette yang memadukan testimoni dari para eksekutif perusahaan-perusahaan tembakau di depan sidang parlemen AS yang mengkampanyekan keuntungan-keuntungan merokok. [sunting] Referensi 1. ^ Wood, Daniel B., "In 'docu-ganda' films, balance is not the objective ", (Christian Science Monitor), 2 Juni 2006. Diakses pada 6 Juni 2006.

sampai saat ini di blog tak sedikit teman-teman blogger saya yang membahas masalah ini. Tapi Silahkan Membajak Saja Di Internet Maraknya polemik seputar SOPA dan PIPA di internet yang membatasi kebebasan pengguna di internet ternyata cukup ramai juga jadi trending topik di sosial media seperti Twitter dan Facebook. ^ [1] Indiewire. Termasuk. khususnya tentang masalah perlindungan hak . February 8. Stop SOPA dan PIPA Apa Anda sudah tahu? Ternyata UU di negara kita banyak juga yang aneh aturan dalam pasalnya yang mengatur masalah perlindungan hak cipta ini. kali ini saya pun ingin mengulas topik ini. mengulasnya dari aspek hukum dan perundang-undangan yang berlaku di negara kita. Docs Still Face Financing and Distribution Challenges". "FESTIVALS: Post-Sundance 2001. Nah.2. 2001 Perseorangan Dilarang Import CD/DVD Musik Atau Film Dari Luar Negeri.

hingga sekarang ini kebebasan sebagai warga negara di NKRI memang masih dibelenggu. DILARANG memasukkan ke dalam wilayah Rl film seluloid dan rekaman video dalam bentuk rekaman video ( kaset video) atau piringan video ( laser disc(LD). Sementara kita orang biasa tak mendapatkan hak sebagaimana mestinya. 8 of 1992 jo The Provision of Government No. saya tak berani menuduh kalau alasan tertentu itu demi melindungi bisnis segelintir konglomerat perusahaan pengimport perfilman yang ada di negara kita. video compact disc(VCD). Video Compact Disc (VCD). pembajakan musik dan film di internet. Contoh. Selengkapnya Anda juga bisa baca di sini: MEDIA REKAM AUDIO DAN/ATAU VISUAL AUDIO AND/OR VISUAL RECORDING MEDIA Dasar hukum: Regulations:    Surat Jaksa Agung eq Jaksa Agung Muda Intelijen No : B-253/D/4/1979 tentang Penelitian terhadap video cassette yang dimasukkan dan diedarkan ke dalam wilayah Rl The Letter of the Attorney General No: B-253/D/4/1979 on The examination of imported video cassette and its distribution UU No 8 Tahun 1992 tentang Perfilman jo Peraturan Pemerintah No 6 Tahun 1994 tentang Penyelenggaraan Usaha Perfilman Cinematographic Film Law of the Republic of Indonesia No. Tapi faktanya memang para pengimport film dan musik di negara kita mendapatkan hak eksklusif itu. digital video disc(DVD) ) oleh perseorangan. perlu mengurus izin-izin dulu ke pejabat berwenang jika ingin mendatangkan atau beli CD/DVD film dan musik dari luar negeri. baik sebagai barang bawaan dari luar negeri maupun sebagai barang kiriman pos (parcel) atau barang kiriman dari perusahaan jasa pengiriman barang lainnya. tak peduli meskipun itu cuma beli satu biji saja. Yaitu Praktek Membajak dan mengunduh barang berhak cipta seperti film dan musik dari internet. Baiklah. . WARNING It is ultimately prohibited to import into Indonesian territory chromatographicd film and video recordings in cassette or disc: Laser Disc (LD). Karena. kalau Anda ingin membeli CD/DVD musik atau film dari luar negeri saat ini dilarang oleh negara dengan alasan tertentu. 215/Kep/Menpen/1994 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penyelenggaraan Usaha Perfilman The Decree of Minister of Information of the Republic of Indonesia No. Kita sebagai warga negara faktanya dipersulit. ini opini saya pribadi. Dan secara tak langsung. Digital Video Disc(DVD) by person as a parcel-goods as well as small consignment. justru menyuburkan praktek atau tindakan ilegal. saya kutip dulu UU-nya yang mengatur masalah pelarangan ini yang prakteknya menurut saya justru menyuburkan tindakan ilegal. 6 of 1994 Kep.cipta perfilman dan musik. Menteri Penerangan Rl No. 215/Kep/Menpen/1994 on Rules of Cinematographic Film. Alasan tertentu? Ya.

Jadi saya harus sering main mata dengan pihak custom (Pabean) kalau ingin mendatangkan barang tersebut dari luar negeri. Download Pertanyaan saya kepada Anda bukankah aturan ini justru mempersulit para penikmat musik atau film yang ingin membeli barangnya secara legal/sah? Jadi kesimpulan saya: Perseorangan Dilarang Import CD/DVD Musik Atau Film Dari Luar Negeri. The importation of chromatographic film and viceo recordings for commercial purposes can be conducted by licensed film companies through the examination of the Board of Film Censorship and the Attorney General.html#ixzz1pq1mt6pa . Bagaimana Kalau Menurut Anda Tentang Kasus Ini? Terlepas dari semua itu.diptara. Dikecualikan dari ketentuan tersebut untuk Korps Diplomatik dan lembaga-lembaga Intemasional yang ditentukan oleh pemerintah. Setuju? :D Read more: http://www. sebagai salah satu orang yang berprofesi sebagai Pengimport Barang Dari Luar Negeri aturan/UU di atas terus terang juga mempersulit saya.com/2012/01/perseorangan-dilarang-importcddvd. Tapi Silahkan Membajak Saja Di Internet.Pemasukan film seluloid dan rekaman video untuk tujuan komersial hanya boleh dilakukan oleh Perusahaan Perfilman dengan melalui pemeriksaan Kejaksaan Agung dan Badan Sensor Film. The exception of these provisions for diplomatic corps and International institution determined by government.

2. Pasal 1 angka 3. Barang Kena Pajak adalah barang yang dikenai pajak berdasarkan Undang-Undang ini. b. yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak. Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan. b. Pasal 1 angka 10. atau telah jatuh tempo pembayarannya oleh badan pemerintah. dan barang tidak berwujud. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009. sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. termasuk royalti atau imbalan atas penggunaan hak. yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan. yang dibayarkan. penyelenggara kegiatan. dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut : 1. subjek pajak dalam negeri. Pasal 4 ayat (1) huruf h. mengatur antara lain: a. bentuk usaha tetap. Barang adalah barang berwujud. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.3/PJ/2011 TENTANG PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN BERUPA ROYALTI DAN PERLAKUAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI ATAS PEMASUKAN FILM IMPOR DIREKTUR JENDERAL PAJAK. Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean adalah setiap kegiatan pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar . dengan nama dan dalam bentuk apapun. Atas penghasilan tersebut di bawah ini.SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE . dengan nama dan dalam bentuk apa pun. baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. c. atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya kepada Wajib Pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap di Indonesia dipotong pajak sebesar 20% (dua puluh persen) dari jumlah bruto oleh pihak yang wajib membayarkan yaitu royalti. Pasal 1 angka 2. Dalam rangka memberikan pemahaman dan penerapan yang seragam terhadap perlakuan Pajak Penghasilan dari penghasilan berupa royalti dan Pajak Pertambahan Nilai atas pemasukan film impor ke Indonesia. mengatur antara lain: a. yang menurut sifat dan hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak. Pasal 26 ayat (1) huruf c. disediakan untuk dibayarkan.

tetapi tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut Undang-Undang ini dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak atau nilai berupa uang yang dibayar atau seharusnya dibayar oleh Penerima Jasa karena pemanfaatan Jasa Kena Pajak dan/atau oleh penerima manfaat Barang Kena Pajak Tidak Berwujud karena pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean. penggunaan atau hak menggunakan hak cipta di bidang kesusastraan. tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang dipungut menurut Undang-Undang ini. Pasal 1 angka 17. dan ukuran melalui proses kimiawi. 3. formula atau proses rahasia. h. atau pita suara untuk siaran radio. paten. Nilai Impor adalah nilai berupa uang yang menjadi dasar penghitungan bea masuk ditambah pungutan berdasarkan ketentuan dalam peraturan perundangundangan yang mengatur mengenai kepabeanan dan cukai untuk impor Barang Kena Pajak. Pasal 1 angka 20.Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean. Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean.. atau bentuk hak kekayaan intelektual/industri atau hak serupa lainnya. Penyetoran. dan Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai atas Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak dari Luar Daerah Pabean. g. yang dimaksud dengan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud adalah : 1) angka 1. Pemungutan. yang dapat dipertunjukkan dan/atau ditayangkan dengan sistem proyeksi mekanik. dengan atau tanpa suara. penggunaan atau hak menggunakan film gambar hidup (motion picture films). atau nilai lain yang dipakai sebagai dasar untuk menghitung pajak yang terutang. Penggantian. Pasal 4 ayat (1) huruf d.03/2010 tentang Tata Cara Penghitungan. proses elektronik. mengatur antara lain : a. Saat terutangnya Pajak Pertambahan Nilai atas pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean terjadi pada saat dimulainya pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud . atau proses lainnya. Nilai Impor. Penggantian adalah nilai berupa uang. b. Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean ke dalam Daerah Pabean. 4. termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh pengusaha karena penyerahan Jasa Kena Pajak. Pasal 2. desain atau model. rencana. piringan video dan/atau bahan hasil penemuan teknologi lainnya dalam segala bentuk. elektronik. Nilai Ekspor. dan/atau lainnya. pita video. Penjelasan Pasal 4 huruf g. Dasar Pengenaan Pajak adalah jumlah Harga Jual. f. atau ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud. Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1992 tentang Perfilman mengatur bahwa yang dimaksud dengan Film adalah karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi massa pandang-dengar yang dibuat berdasarkan asas sinematografi dengan direkam pada pita seluloid. jenis. merek dagang. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 40/PMK. ekspor Jasa Kena Pajak. e. Pasal 1 angka 19. Pasal 4. d. 2) angka 5. film atau pita video untuk siaran televisi. kesenian atau karya ilmiah.

saat dimulainya pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean adalah tanggal ditandatanganinya kontrak atau perjanjian atau saat lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak. Pajak Pertambahan Nilai yang terutang wajib dipungut dan disetorkan seluruhnya ke Kas Negara melalui Kantor Pos atau Bank Persepsi dengan menggunakan Surat Setoran Pajak oleh orang pribadi atau badan yang memanfaatkan Barang Kena Pajak tidak berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean. 2 dan 4. Saat dimulainya pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean adalah saat yang diketahui terjadi lebih dahulu dari peristiwa-peristiwa di bawah ini : 1) saat Barang Kena Pajak tidak berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak tersebut secara nyata digunakan oleh pihak yang memanfaatkannya. c. Pasal 5 ayat (1) dan (2). Pasal 6 ayat (1).dan/atau Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean tersebut. atau 4) saat harga perolehan Barang Kena Pajak tidak berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak tersebut dibayar baik sebagian atau seluruhnya oleh pihak yang memanfaatkannya. 2) namun apabila atas penghasilan yang dibayarkan sehubungan dengan pembelian film impor tersebut : a) seluruh hak cipta (termasuk hak edar di negara lain) telah berpindah tanpa persyaratan tertentu. b. Dalam hal saat dimulainya pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean sebagaimana dimaksud di atas tidak diketahui. termasuk tanpa ada kewajiban pembayaran kompensasi di kemudian hari. Berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku sebagaimana dikutip pada butir 1. atau b) diberikan hak menggunakan hak cipta tanpa hak untuk mengumumkan dan/atau memperbanyak ciptaannya. 2) saat harga perolehan Barang Kena Pajak tidak berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak tersebut dinyatakan sebagai utang oleh pihak yang memanfaatkannya. Pajak Pertambahan Nilai 1) Pemasukan film impor merupakan kegiatan pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak . 5. 3) saat harga jual Barang Kena Pajak tidak berwujud dan/atau penggantian Jasa Kena Pajak tersebut ditagih oleh pihak yang menyerahkannya. dengan ini ditegaskan hal-hal sebagai berikut : a. paling lama tanggal 15 bulan berikutnya setelah saat terutangnya pajak. d. maka atas penghasilan yang dibayarkan ke luar negeri tersebut tidak termasuk dalam pengertian royalti yang dipotong PPh Pasal 26. Pajak Penghasilan 1) atas penghasilan yang dibayarkan kepada Wajib Pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap di Indonesia sehubungan dengan penggunaan hak cipta atas film impor dengan persyaratan tertentu maka atas penghasilan yang dibayarkan ke luar negeri tersebut termasuk dalam pengertian royalti yang dipotong PPh Pasal 26 oleh pihak yang wajib membayarkan sebesar 20% dari jumlah bruto atau sesuai tarif sebagaimana diatur dalam Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda antara Indonesia dengan negara mitra.

Adapun atas pembayaran royalti film impor sebagai hasil peredaran film di dalam Daerah Pabean terutang Pajak Pertambahan Nilai dengan Dasar Pengenaan Pajak sebesar nilai berupa uang yang dibayar atau seharusnya dibayar. untuk menjadi pedoman dalam pelaksanaan di lapangan. tanggal di 10 Januari Jakarta 2011 Jenderal. dikurangi dengan nilai impor. 5. Perlu diperhatikan bahwa pada saat pemasukan film impor telah dipungut Pajak Pertambahan Nilai impor. dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean yang dikenai Pajak Pertambahan Nilai. Pajak Pertambahan Nilai yang terutang atas pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud wajib dipungut dan disetorkan seluruhnya ke Kas Negara melalui Kantor Pos atau Bank Persepsi dengan menggunakan Surat Setoran Pajak oleh orang pribadi atau badan yang memanfaatkan Barang Kena Pajak tidak berwujud dari luar Daerah Pabean. Dasar Pengenaan Pajak yang digunakan untuk menghitung Pajak Pertambahan Nilai terutang adalah sebesar nilai berupa uang yang dibayar atau seharusnya dibayar. Demikian Ditetapkan Pada Direktur ttd. 4. paling lama tanggal 15 bulan berikutnya setelah saat terutangnya pajak. 3. Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Kepala Biro Hukum Kementerian Keuangan Kepala Biro Humas Kementerian Keuangan Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak Para Direktur dan Tenaga Pengkaji di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak . Oleh karena itu Dasar Pengenaan Pajak yang digunakan untuk menghitung Pajak Pertambahan Nilai yang terutang atas pemanfaatan film impor yang terutang pada saat pemasukan film tersebut adalah sebesar nilai berupa uang yang dibayar atau seharusnya dibayar. 6. 2. berupa hasil karya sinematografi yang merupakan hak kekayaan intelektual yang disimpan dalam media baik berupa roll film ataupun media penyimpanan yang lain.2) 3) 4) 5) Berwujud. Mochamad NIP 195104281975121002 Tjiptardjo Tembusan: 1.

Biasanya hal-hal yang janggal seringsaya temukan dalam film Indonesia. dalammenonton sebuah film saya akan ikut tenggelam dalam film tersebut. Namun. Kepala Pusat Pengolahan data Dokumen Perpajakan Dokumen ini dibuat secara spesifik untuk www. aneh? Atau Kok. Tanggal 15 Oktober 2009 Perubahan Keempat Atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan Undang-Undang .7 TAHUN 1983.36 TAHUN 2008. Oleh dari .org Peraturan Terkait Tata Cara Penghitungan. Dan Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai Atas Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud Dan/atau Jasa Kena Pajak Dari Luar Daerah Pabean Peraturan Menteri Keuangan .7. Tanggal 31 Desember 1983 Pajak Pertambahan Nilai Barang Dan Jasa Dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Undang-Undang .40/PMK.42 TAHUN 2009. pasti ada rasa yangmengganjal dan tidak puas dengan film tersebut.ketika ada sesuatu yang aneh atau kelihatan janggal dalam film tersebut. Tanggal 23 September 2008 Pajak Penghasilan Undang-Undang . bisa… Setelah saya selesai menonton film itu. saya akan sepertiterlempar keluar dari film tersebut dan langsung tersadar dan kemudian bertanya-tanya. Saya sangatmenikmati ketika saya menonton sebuah film dan ikut terlibat di dalamnya. namun tidak berarti saya tidak pernah menemukanhal yang serupa terhadap film luar.03/2010. Pemungutan. Kok. Alasan saya mengapa memilih untuk membahas mengenaikejanggalan film Indonesia adalah karena saya tertarik dengan topik ini. Tanggal 31 Desember 1983 Kata Pengantar Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Baik atas segala berkat dan rahmat-Nyayang berlimpah kepada saya sehingga makalah tipis ini dapat diselesaikan tepat waktu.Makalah yang berjudul “Kejanggalan Film Indonesia” ini saya susun dalam rangka pemenuhan tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia Akademik (BIA) yang dibimbingoleh ibu Maria Josephine. Penyetoran.ortax. Berdasarkan pengalaman saya yang sangat hobi menonton film baik luar maupun dalam negeri. Tanggal 22 Februari 2010 Perubahan Ketiga Atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 Tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang Dan Jasa Dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Undang-Undang .8 TAHUN 1983.

Haltersulit yang saya rasakan ketika ingin menulis makalah ini adalah pencarian bukureferensi yang berhubungan dengan tema yang saya angkat. Era Film Bisu Spoiler for klik: Sejak awal ditemukannya sinema. Berikut adalah ulasan singkat mengenai perkembangan sejarah film dokumenter dari masa ke masa. Bentuknya masih sangat sederhana (hanya satu .Menulis bagi saya merupakan sebuah tugas yang cukup berat. kereta api yang masuk stasiun. Entah memang buku jenis initidak ada di perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) atau saya yang tidak telitimencarinya.itu. maka saya dengan senanghati dan berbesar hati untuk belajar menulis makalah ini dengan sebaikbaiknya. karena saya merasamenulis itu sangat susah. Namun berhubung ini adalah sebuah kewajiban dan yang akansaya tulis adalah sesuatu yang berhubungan dengan hobi saya. Inovasi teknologi kamera dan suara memiliki peran penting bagi perkembangan film dokumenter. seperti para buruh yang meninggalkan pabrik. Kita Sejarah Film Dokumenter Quote: Film dokumenter tidak seperti halnya film fiksi (cerita) merupakan sebuah rekaman peristiwa yang diambil dari kejadian yang nyata atau sungguh-sungguh terjadi. Seperti Lumiere Bersaudara. mereka merekam peristiwa sehari-hari yang terjadi di sekitar mereka. buruh bangunan yang bekerja. para pembuat film di Amerika dan Perancis telah mencoba mendokumentasikan apa saja yang ada di sekeliling mereka dengan alat hasil temuan mereka. dan lain sebagainya. Sejak awalnya film dokumenter hanya mengacu pada produksi yang menggunakan format film (seluloid) namun selanjutnya berkembang hingga kini menggunakan format video (digital). ketika mata kuliah BIA menugaskanuntuk membuat sebuah makalah sebagi tugas akhir. Sejak era film bisu. ide inilah yang muncul dalam benak saya. film dokumenter berkembang dari bentuk yang sederhana menjadi semakin kompleks dengan jenis dan fungsi yang semakin bervariasi. namun pada akhirnya saya menemukan sebuah buku tentang Festival FilmIndonesia (FFI) di perpustakaan Pusat Universitas Indonesia yang sangat dekat denganFakultas saya. Lalu belakangan saya menemukan sebuah artikel yang sangat relevandengan tema yang saya angkat dalam sebuah buku kumpulan artikel “Seks. Definisi “dokumenter” sendiri selalu berubah sejalan dengan perkembangan film dokumenter dari masa ke masa. Satra.

dan sebagainya. makan. tidur. Dziga Vertov memunculkan teori “kino eye”. Sukses komersil Nanook membawa Flaherty melakukan ekspedisi ke wilayah Samoa untuk memproduksi film dokumenter sejenis berjudul Moana (1926). Filmnya menggambarkan kehidupan seorang Eskimo bernama Nanook di wilayah Kutub Utara. serta The Man with Movie Camera (1929) yang menggambarkan kehidupan keseharian kota-kota besar di Soviet. Cooper dan Ernest B. Schoedsack untuk memproduksi film dokumenter penting. Ia berpendapat bahwa kamera dengan semua tekniknya memiliki nilai lebih dibandingkan mata manusia. seperti berburu. Berlin . melalui ulasan John Grierson di surat kabar New York Sun. Sineas-sineas Eropa lainnya yang berpengaruh adalah Walter Ruttman dengan filmnya. Kemudian berlanjut dengan Chang: A Drama of the Wilderness (1927) sebuah film dokumenter perjalanan yang mengambil lokasi di pedalaman hutan Siam (Thailand). Film-film ini lebih sering diistilahkan “actuality films”. Eksotisme film-film tersebut kelak sangat mempengaruhi produksi film (fiksi) fenomenal produksi Cooper.Symphony of a Big City (1927) lalu Alberto Cavalcanti dengan filmnya Rien Que les Heures. seperti South (1919) yang mengisahkan kegagalan sebuah ekspedisi ke Antartika. beberapa sineas dokumenter berpengaruh juga bermunculan. Oleh karena peran pentingnya bagi awal perkembangan film dokumenter. Spoiler for klik: Sukses Nanook juga menginspirasi sineas-produser Merian C. Flaherty menghabiskan waktu hingga enam belas bulan lamanya untuk merekam aktifitas keseharian Nanook beserta istri dan putranya. para sejarawan sering kali menobatkan Flaherty sebagai “Bapak Film Dokumenter”. Beberapa dekade kemudian sejalan dengan penyempurnaan teknologi kamera berkembang menjadi film dokumentasi perjalanan atau ekspedisi.shot) dan durasinya pun hanya beberapa detik saja. Kino Pravda (1922). Di Uni Soviet. Era Menjelang dan Masa Perang Dunia Spoiler for klik: . Walau tidak sesukses Nanook namun melalui film inilah pertama kalinya dikenal istilah “documentary”. Di Eropa. Ia mempraktekkan teorinya melalui serangkaian seri cuplikan berita pendek. Grass: A Nation's Battle for Life (1925) yang menggambarkan sekelompok suku lokal yang tengah bermigrasi di wilayah Persia. yaitu King Kong (1933). Spoiler for klik: Tonggak awal munculnya film dokumenter secara resmi yang banyak diakui oleh sejarawan adalah film Nanook of the North (1922) karya Robert Flaherty.

. Dukungan ini kelak semakin intensif pada dekade mendatang setelah perang dunia berkecamuk. Sementara John Ford melalui The Battle of Midway (1942) dan William Wyler melalui Memphis Belle (1944) keduanya juga sukses meraih piala Oscar untuk film dokumenter terbaik. Film-film dokumenter menjadi semakin populer di masyarakat. Semakin populernya televisi menjadikan . John Ford. Sebelum televisi muncul. Pemerintah. William Wyler. Why We Fight (1942-1945) yang dianggap sebagai seri film dokumenter propaganda terbaik yang pernah ada. The River (1937).. dan John Huston diminta oleh pihak militer untuk memproduksi film-film dokumenter Perang. Era Pasca Perang Dunia Pada era setelah pasca Perang Dunia Kedua. Riefenstahl juga memproduksi film dokumenter penting lainnya. memproduksi tujuh seri film dokumenter panjang bertajuk. Di Amerika. yakni Olympia (1936) yang berisi dokumentasi even Olimpiade di Berlin. Ia mengawali dengan The Plow that Broke the Plains (1936). Capra bahkan bekerja sama dengan studio Disney untuk membuat beberapa sekuen animasinya. Spoiler for klik: Perang Dunia Kedua mengubah status film dokumenter ke tingkat yang lebih tinggi. perkembangan film dokumenter mengalami perubahan yang cukup signifikan. Melalui teknik editing dan kamera yang brilyan. Capra misalnya. dan sukses film ini membuat Lorentz kembali dipercaya memproduksi film dokumenter berpengaruh lainnya. yang digunakan sebagai alat propaganda Nazi. Untuk kepentingan yang sama. Pemerintah Amerika bahkan meminta bantuan industri film Hollywood untuk memproduksi film-film (propaganda) yang mendukung perang. seperti Frank Capra. publik dapat menyaksikan kejadian dan peristiwa di medan perang melalui film dokumenter serta cuplikan berita pendek yang diputar secara reguler di teater-teater. Salah satu film yang paling berpengaruh adalah Triump of the Will (1934) karya sineas wanita Leni Riefenstahl. era depresi besar memicu pemerintah mendukung para sineas dokumenter untuk memberikan informasi seputar latar-belakang penyebab depresi. Salah satu sineas yang menonjol adalah Pare Lorentz. Film dokumenter berkembang semakin kompleks di era 30-an. Beberapa sineas papan atas Hollywood. institusi. serta perusahaan besar mulai mendukung produksi film-film dokumenter untuk kepentingan yang beragam. atlit-atlit Jerman sebagai simbol bangsa Aria diperlihatkan lebih superior ketimbang atlit-atlit negara lain. Film dokumenter makin jarang diputar di teater-teater dan pihak studio pun mulai menghentikan produksinya. Munculnya teknologi suara juga semakin memantapkan bentuk film dokumenter dengan teknik narasi dan iringan ilustrasi musik. Kesuksesan film-film tersebut membuat pemerintah Amerika serta berbagai institusi makin serius mendukung proyek film-film dokumenter.

Van Gogh (1948) meraih penghargaan di Venice dan Academy Award. seperti The Silent World (1954). Definisi “dokumenter” sendiri selalu berubah sejalan dengan perkembangan film dokumenter dari masa ke masa. Tema dokumenter pun makin meluas dan lebih khusus. N. Para sineas dokumenter senior. Arne Sucksdorff menggunakan lensa telefoto dan kamera tersembunyi untuk merekam kehidupan satwa liar dalam The Great Adventure (1954). Mengikuti gaya eksotis Flaherty. (1957). liputan even penting. John Marshall memproduksi The Hunters (1956) mengambil lokasi di gurun Kalihari di Afrika. Observasi kota tampak melalui karya Frank Stauffacher. Georges Franju. Di Perancis.pasar baru bagi film dokumenter. beberapa sineas berpengaruh seperti Alan Resnais. Sausalito (1948) serta Francis Thompson. seni dan budaya. Sineas-sineas baru mulai bermunculan dan didukung oleh kondisi dunia yang kini aman dan damai makin memudahkan film-film mereka dikenal dunia internasional. Lalu Robert Gardner memproduksi salah satu film antropologis penting. serta Chris Marker lebih terfokus pada masalah seni dan budaya. Vertov.. Franju memproduksi beberapa film dokumenter berpengaruh seperti Blood of the Beast (1948) dan Hotel des invalides (1951). serta Grierson sudah tidak lagi produktif seperti pada masanya dulu. Sejak era film bisu. Satu tendensi yang terlihat adalah film-film dokumenter makin personal dan dengan teknologi kamera yang semakin canggih membantu mereka melakukan berbagai inovasi teknik. ekspedisi dan eksplorasi. Dead Birds (1963) yang menggambarkan suku Dani di Indonesia dengan ritual perangnya. seperti Flaherty. Sejak awalnya film dokumenter . film dokumenter berkembang dari bentuk yang sederhana menjadi semakin kompleks dengan jenis dan fungsi yang semakin bervariasi. N. seperti observasi sosial.Y. Oceanografer Jeacques Cousteau memproduksi beberapa seri film dokumenter kehidupan bawah laut. Inovasi teknologi kamera dan suara memiliki peran penting bagi perkembangan film dokumenter. Sineas Swedia. dan lain sebagainya. Sejarah Film Dokumenter Quote: Film dokumenter tidak seperti halnya film fiksi (cerita) merupakan sebuah rekaman peristiwa yang diambil dari kejadian yang nyata atau sungguh-sungguh terjadi. etnografi. Sementara Marker memproduksi Sunday in Peking (1956) dan Letter from Siberia (1958).Y. Resnais mencuat namanya setelah filmnya.

tidur. buruh bangunan yang bekerja. Seperti Lumiere Bersaudara. Beberapa dekade kemudian sejalan dengan penyempurnaan teknologi kamera berkembang menjadi film dokumentasi perjalanan atau ekspedisi. seperti South (1919) yang mengisahkan kegagalan sebuah ekspedisi ke Antartika. Cooper dan Ernest B. seperti berburu. dan sebagainya. Sukses komersil Nanook membawa Flaherty melakukan ekspedisi ke wilayah Samoa untuk memproduksi film dokumenter sejenis berjudul Moana (1926). Grass: A Nation's Battle for Life (1925) yang menggambarkan sekelompok suku lokal yang tengah bermigrasi di wilayah Persia. kereta api yang masuk stasiun. Flaherty menghabiskan waktu hingga enam belas bulan lamanya untuk merekam aktifitas keseharian Nanook beserta istri dan putranya. melalui ulasan John Grierson di surat kabar New York Sun. Era Film Bisu Spoiler for klik: Sejak awal ditemukannya sinema. seperti para buruh yang meninggalkan pabrik. Filmnya menggambarkan kehidupan seorang Eskimo bernama Nanook di wilayah Kutub Utara. Film-film ini lebih sering diistilahkan “actuality films”. dan lain sebagainya. Kemudian berlanjut dengan Chang: A Drama of the Wilderness (1927) sebuah film dokumenter perjalanan .hanya mengacu pada produksi yang menggunakan format film (seluloid) namun selanjutnya berkembang hingga kini menggunakan format video (digital). para pembuat film di Amerika dan Perancis telah mencoba mendokumentasikan apa saja yang ada di sekeliling mereka dengan alat hasil temuan mereka. Berikut adalah ulasan singkat mengenai perkembangan sejarah film dokumenter dari masa ke masa. Bentuknya masih sangat sederhana (hanya satu shot) dan durasinya pun hanya beberapa detik saja. makan. mereka merekam peristiwa sehari-hari yang terjadi di sekitar mereka. Spoiler for klik: Tonggak awal munculnya film dokumenter secara resmi yang banyak diakui oleh sejarawan adalah film Nanook of the North (1922) karya Robert Flaherty. para sejarawan sering kali menobatkan Flaherty sebagai “Bapak Film Dokumenter”. Oleh karena peran pentingnya bagi awal perkembangan film dokumenter. Walau tidak sesukses Nanook namun melalui film inilah pertama kalinya dikenal istilah “documentary”. Spoiler for klik: Sukses Nanook juga menginspirasi sineas-produser Merian C. Schoedsack untuk memproduksi film dokumenter penting.

Dukungan ini kelak semakin intensif pada dekade mendatang setelah perang dunia berkecamuk. Di Eropa. Sineas-sineas Eropa lainnya yang berpengaruh adalah Walter Ruttman dengan filmnya. Di Amerika. publik dapat menyaksikan kejadian dan peristiwa di medan perang melalui film dokumenter serta cuplikan berita pendek yang diputar secara reguler . serta perusahaan besar mulai mendukung produksi film-film dokumenter untuk kepentingan yang beragam.yang mengambil lokasi di pedalaman hutan Siam (Thailand). Kesuksesan film-film tersebut membuat pemerintah Amerika serta berbagai institusi makin serius mendukung proyek film-film dokumenter. Eksotisme film-film tersebut kelak sangat mempengaruhi produksi film (fiksi) fenomenal produksi Cooper. Dziga Vertov memunculkan teori “kino eye”. Berlin . Sebelum televisi muncul.Symphony of a Big City (1927) lalu Alberto Cavalcanti dengan filmnya Rien Que les Heures. Di Uni Soviet. institusi. Riefenstahl juga memproduksi film dokumenter penting lainnya. Melalui teknik editing dan kamera yang brilyan. atlit-atlit Jerman sebagai simbol bangsa Aria diperlihatkan lebih superior ketimbang atlit-atlit negara lain. yang digunakan sebagai alat propaganda Nazi. era depresi besar memicu pemerintah mendukung para sineas dokumenter untuk memberikan informasi seputar latar-belakang penyebab depresi. Salah satu film yang paling berpengaruh adalah Triump of the Will (1934) karya sineas wanita Leni Riefenstahl. Pemerintah Amerika bahkan meminta bantuan industri film Hollywood untuk memproduksi film-film (propaganda) yang mendukung perang. Film dokumenter berkembang semakin kompleks di era 30-an. Ia mengawali dengan The Plow that Broke the Plains (1936). Pemerintah.. Untuk kepentingan yang sama. serta The Man with Movie Camera (1929) yang menggambarkan kehidupan keseharian kota-kota besar di Soviet. Salah satu sineas yang menonjol adalah Pare Lorentz. Munculnya teknologi suara juga semakin memantapkan bentuk film dokumenter dengan teknik narasi dan iringan ilustrasi musik. Ia mempraktekkan teorinya melalui serangkaian seri cuplikan berita pendek. Ia berpendapat bahwa kamera dengan semua tekniknya memiliki nilai lebih dibandingkan mata manusia. Era Menjelang dan Masa Perang Dunia Spoiler for klik: . dan sukses film ini membuat Lorentz kembali dipercaya memproduksi film dokumenter berpengaruh lainnya. Kino Pravda (1922). Film-film dokumenter menjadi semakin populer di masyarakat. beberapa sineas dokumenter berpengaruh juga bermunculan. Spoiler for klik: Perang Dunia Kedua mengubah status film dokumenter ke tingkat yang lebih tinggi. The River (1937). yaitu King Kong (1933). yakni Olympia (1936) yang berisi dokumentasi even Olimpiade di Berlin.

Beberapa sineas papan atas Hollywood. dan lain sebagainya. Vertov.. seperti Frank Capra.Y. Sineas-sineas baru mulai bermunculan dan didukung oleh kondisi dunia yang kini aman dan damai makin memudahkan film-film mereka dikenal dunia internasional.di teater-teater. Sementara Marker memproduksi Sunday in Peking (1956) dan Letter from Siberia (1958). Oceanografer Jeacques Cousteau memproduksi beberapa seri film dokumenter kehidupan bawah laut. dan John Huston diminta oleh pihak militer untuk memproduksi film-film dokumenter Perang. N. Arne Sucksdorff menggunakan lensa telefoto dan kamera tersembunyi untuk merekam kehidupan satwa liar dalam The Great Adventure (1954). Resnais mencuat namanya setelah filmnya. seperti observasi sosial. seni dan budaya. Para sineas dokumenter senior. Semakin populernya televisi menjadikan pasar baru bagi film dokumenter. Film dokumenter makin jarang diputar di teater-teater dan pihak studio pun mulai menghentikan produksinya. John Ford. serta Grierson sudah tidak lagi produktif seperti pada masanya dulu. . seperti Flaherty. beberapa sineas berpengaruh seperti Alan Resnais. Why We Fight (1942-1945) yang dianggap sebagai seri film dokumenter propaganda terbaik yang pernah ada. N. Lalu Robert Gardner memproduksi salah satu film antropologis penting. Georges Franju.Y. Tema dokumenter pun makin meluas dan lebih khusus. Capra misalnya. liputan even penting. Capra bahkan bekerja sama dengan studio Disney untuk membuat beberapa sekuen animasinya. Sausalito (1948) serta Francis Thompson. Van Gogh (1948) meraih penghargaan di Venice dan Academy Award. Observasi kota tampak melalui karya Frank Stauffacher. Dead Birds (1963) yang menggambarkan suku Dani di Indonesia dengan ritual perangnya. (1957). Satu tendensi yang terlihat adalah film-film dokumenter makin personal dan dengan teknologi kamera yang semakin canggih membantu mereka melakukan berbagai inovasi teknik. Di Perancis. Sementara John Ford melalui The Battle of Midway (1942) dan William Wyler melalui Memphis Belle (1944) keduanya juga sukses meraih piala Oscar untuk film dokumenter terbaik. Mengikuti gaya eksotis Flaherty. seperti The Silent World (1954). serta Chris Marker lebih terfokus pada masalah seni dan budaya. Franju memproduksi beberapa film dokumenter berpengaruh seperti Blood of the Beast (1948) dan Hotel des invalides (1951). William Wyler. perkembangan film dokumenter mengalami perubahan yang cukup signifikan. etnografi. John Marshall memproduksi The Hunters (1956) mengambil lokasi di gurun Kalihari di Afrika. Era Pasca Perang Dunia Pada era setelah pasca Perang Dunia Kedua. memproduksi tujuh seri film dokumenter panjang bertajuk. ekspedisi dan eksplorasi. Sineas Swedia.

Unsur Dalam Film Dokumenter 16 03 2010 Pada dasarnya Barsam menempatkan dokumenter itu sendiri di luar kategori lain karena ia mengatakan bahwa peran si pembuat film dalam menentukan interpretasi materi dalam jenisjenis film tersebut jauh lebih spesifik. 3. . 2. Perkembangan dokumenter dan genre-nya saat ini sudah sangat pesat dan beragam. dapat terwakili. Hal ini berhubungan dnegan ketepatan observasi oleh operator kamera/sutradara. Observasionalisme reaktif pembuatan film dokumenter dengan bahan yang sebisa mungkin diambil langsung dari subyek yang difilmkan. Mode ilustratif Pendekatan terhadap dokumenter yang berusaha menggambarkan secara langsung tentang apa yang dikatakan oleh narator/ voice over 4. diharapkan arti metafora dan simbolis yang ada pada informasi harafiah dalam film. Observasionalisme proaktif Pembuatan film dokumenter dengan memilih materi film secara khusus sehubungan dengan observasi terdahulu oleh operator kamera/sutradara. Dengan demikian. tetapi ada beberapa unsur yang tetap dan penggunaannya. Unsur Visual: 1. yakni undur visual dan verbal yang biasa digunakan dalam dokumenter. Mode asosiatif Pendekatan dalam dunia dokumenter yang berusaha menggunakan potongan-potongan gambar dengan berbagai cara.

dokumenter dibangun dan bisa dilihat bukan sebagai suatu rekaman realitas.Unsur Verbal: 1. sama seperti dalam film fiksi lainnya.com/wp-admin/post-new. Karena ada perlakuan kreatif. Walaupun kadang menjadi bahan ramuan utama dalam pembuatan dokumenter. ukuran shot (type of shot).” Oleh karena itu.sinema bukanlah seni atau hiburan.wordpress. 3. pakar dan sumber lain yang berhubungan dengan subyek dokumenter. unsur-unsur itu jarang menjadi bagian dari keseluruhan film dokumenter itu sendiri. diolah kembali. dan tanpa media perantara. gaya. tetapi sebagai jenis „representasi lain‟ dari realitas itu sendiri. yang diungkapkan secara jujur oleh saksi mata. saat orang yang terlibat di dalamnya berbicara. kehidupan nyata seperti apa adanya. bahkan dalam pengambilan gambar sebelumnya. Dia mengacu pada kemampuan suatu media untuk menghasilkan dokumen visual tentang suatu kejadian tertentu. dan lain-lain. dan bentuk-bentuk penyajian yang selama ini palaing banyak dan umum .. Terkadang. Overheard exchange Rekaman pembicaraan antaradua sumber atau lebih yang terkesan direkam secara tidak sengaja dan secara langsung. John Grierson pertama-tama menemukan istilah „dokumenter‟ dalam suatu pembahasan mengenai film karya Robert Flaherty. agar dapat mencapai hasil akhir yang mereka inginkan. okumenter sering dianggap sebagai rekaman dari „aktualitas‟—potongan rekaman sewaktu kejadian sebenarnya berlangsung. berbagai pilihan harus diambil oleh para pembuat film dokumenter untuk menentukan sudut pandang. Dia sangat percaya bahwa “. disebut „perlakuan kreatif atas keaktualitasan‟ (creative treatment of actuality). melainkan suatu bentuk publikasi dan dapat dipublikasikan dengan 100 cara berbeda untuk 100 penonton yang berbeda pula. Eksposisi Penggunaan voice over atau orang yang langsung berhadapan dengan kamera. dalam istilah Grierson sendiri. opini atau informasi.. Moana (1925). dokumenter pun termasuk di dalamnya sebagai suatu metode publikasi sinematik yang. 2. Kesaksian Rekaman observasi. Kebanyakan penonton film/ video dokumenter di layar kaca sudah begitu terbiasa dengan berbagai cara. pencahayaan. karena semua bahan tersebut harus diatur. Hal ihttp://imamsuryanto. secara khusus mengarahkan penonton yang menerima informasi dan argumen.phpni merupakan tujuan utama dari wawancara. spontan. dan ditata struktur penyajiannya.

potongan-potongan gambar kejadiannya langsung. perdebatannya berpindah pada segi estetik. Daftar ini secara efektif menunjukkan jenis-jenis film yang dipandang sebagai dokumenter. penonton sering menyaksikan dokumenter yang dipandu oleh suara (voice over) seorang penutur cerita (narator). Unsur Visual: . rekaman pendapat anggota masyarakat. seakan-akan dokumenter cenderung menjadi bersifat „pemberitaan‟ (jurnalistik) dalam dunia pertelevisian. Perkembangan dokumenter dan genre-nya saat ini sudah sangat pesat dan beragam. bagaimanapun. Dan.bentuk dokumenter sering diabaikan dan kurang dianggap di kalangan film seni. Semua unsur khas tersebut memiliki sejarah dan tempat tertentu dalam perkembangan dan perluasan dokumenter sebagai suatu bentuk sinematik. Bukti-bukti menunjukkan bahwa. dan bahan-bahan yang berasal dari arsip yang ditemukan. Demikian pula dengan suasana tempat kejadian yang terlihat nyata. Sehingga. Pengertian tentang „kebenaran‟ dan „keaslian‟ suatu film dokumenter mulai dipertanyakan. Kategori-kategori tersebut adalah:        film faktual film etnografik film eksplorasi film propaganda cinéma-vérité direct cinema dokumenter Pada dasarnya. ada kecenderungan kuat di kalangan para pembuat film dokumenter akhir-akhir ini untuk mengarah kembali ke arah pendekatan yang lebih sinematik. kini. Ini penting ditekankan. saksi-mata atas suatu kejadian. Barsam menempatkan dokumenter sebagai suatu kategori tersendiri. tetapi ada beberapa unsur yang tetap dan penggunaannya. mengacu pada pendekatan segi estetik film dokumenter dan film-film non-fiksi lainnya. dengan pesatnya perkembangan film/ video dokumenter dalam bentuk pemberitaan.digunakan dalam berbagai acara siaran televisi. diputarbalikkan. dan dengan jelas memiliki ide dan kode etik tentang dokumenter yang sama. wawancara dari para pakar. karena --dalam berbagai hal-. dan diubah. karena ia mengatakan bahwa peran si pembuat film dalam menentukan interpretasi materi dalam jenisjenis film tersebut jauh lebih khas. Misalnya. yakni unsur-unsur visual dan verbal yang biasa digunakan dalam dokumenter. Satu titik awal yang berguna adalah daftar kategori Richard Barsam tentang apa yang dia sebut sebagai „film non-fiksi‟. mereka tak lagi mempertanyakan lebih jauh tentang isi dari dokumenter tersebut.

Kesaksian.    Observasionalisme reaktif. dapat terwakili. pendapat atau informasi. Hal ini berhubungan dengan ketepatan pengamatan oleh pengarah kamera atau sutradara. pembuatan film dokumenter dengan memilih materi film secara khusus sehubungan dengan pengamatan sebelumnya oleh pengarah kamera atau sutradara. Observasionalisme proaktif. pembuatan film dokumenter dengan bahan yang sebisa mungkin diambil langsung dari subyek yang difilmkan. Mode ilustratif. pendekatan dalam film dokumenter yang berusaha menggunakan potongan-potongan gambar dengan berbagai cara. dan sumber lain yang berhubungan dengan subyek dokumenter. Mode asosiatif. pendekatan terhadap dokumenter yang berusaha menggambarkan secara langsung tentang apa yang dikatakan oleh narator (yang direkam suaranya sebagai voice over). yang diungkapkan secara jujur oleh saksi mata. Unsur Verbal:    Overheard exchange. rekaman pengamatan. secara khusus mengarahkan penonton yang menerima informasi dan argumenargumennya. Hal ini merupakan tujuan utama dari wawancara. . pakar. rekaman pembicaraan antara dua sumber atau lebih yang terkesan direkam secara tidak sengaja dan secara langsung. Dengan demikian. diharapkan arti metafora dan simbolis yang ada pada informasi harafiah dalam film itu. penggunaan voice over atau orang yang langsung berhadapan dengan kamera. Eksposisi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->