P. 1
Kelompok 1 Adaptasi,Pencegahan Infeksi, Rawat Gabung BBL

Kelompok 1 Adaptasi,Pencegahan Infeksi, Rawat Gabung BBL

|Views: 362|Likes:
Published by Fauzan Nurrachmat

More info:

Published by: Fauzan Nurrachmat on Mar 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/30/2014

pdf

text

original

ADAPTASI BBL, PENCEGAHAN INFEKSI, RAWAT GABUNG BBL Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah

Asuhan Kebidanan Neonatus

Disusun Oleh Kelompok 1 Resti Nur Annisa Yoseu Novieliya P. W Fitri Nurmalasari Aliah S. Winarsih Seny Rumintang Nurul Hanisa Angkatan : VI A 130103100002 130103100015 130103100036 130103100040 130103100043 130103090070

PROGRAM STUDI DIPLOMA 3 KEBIDANAN FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2012

2

2.1 ADAPTASI BAYI BARU LAHIR Konsep-konsep esensial

Memulai segera pernapasan dan perubahan dalam pola sirkulasi Dalam 24 jam setelah lahir, sistem ginjal, gastrointestinal (GI),

merupakan hal yang esensial dalam kehidupan ekstrauterin. • hematologi, metabolik, dan sistem neurologic bayi baru lahir harus berfungsi secara memadai untuk maju ke arah, dan mempertahankan kehidupan ekstrauterin. Periode transisi • Periode ini merupakan fase tidak stabil selama 6 sampai 8 jam pertama kehidupan, yang akan dialami oleh seluruh bayi, dengan mengabaikan usia gestasi atau sifat persalinan dan melahirkan. • Pada periode pertama reaktivitas (segera setelah lahir), pernapasan cepat (dapat mencapai'80 kali per menit) dan pernapasan cuping hidung sementara, retraksi, dan suara seperti mendengkur dapat terjadi. Denyut jantung dapat mencapai 180 kali per menit selama beberapa menit pertama kehidupan.
• Setelah respon awal ini, bayi baru lahir menjadi tenang,relaks,dan jatuh

tertidur; tidur pertama ini (dikenal sebagai fase tidur) dalam 2 jam setelah kelahiran dan berlangsung beberapa menit sampai beberapa jam. • Periode kedua reaktivitas, dimulai waktu bayi bangun, ditandai dengan respons berlebihan terhadap stimulus, perubahan warna kulit dari merah muda menjadi agak sianosis, dan denyut jantung cepat. • Lendir mulut dapat menyebabkan masalah besar, misalnya, tersedak, tercekik, dan batuk.

1

paru hilang karena terdorong ke bagian perifer paru untuk kemudian diabsorpsi. 2 . Setelah beberapa kali nafas pertama. A. lama persalinan. udara dari luar mulai mengisi jalan napas pada trakea dan bronkus.Faktor-faktor yang memengaruhi adaptasi bayi baru lahir • Pengalaman antepartum ibu dan bayi baru lahir (misalnya. dan tekanan ini akan hilang dengan tiba-tiba setelah bayi lahir. Surfaktan rnembantu menstabilkan dinding alveolus sehingga alveolus tidak kolaps saat akhir napas. • Pengalaman intrapartum ibu dan bayi baru lahir (misalnya. serta mekanis akhirnya bayi memulai aktivasi napas untuk yang pertama kali Tekanan intratoraks yang negatif disertai dengan aktivasi napas yang pertarna memungkinkan adanya udara masuk ke dalain paru-paru. akhirnya semua alveolus mengembang karena terisi udara. Proses rnekanis ini menyebabkan cairan yang ada di dalam paru. Adaptasi Ekstra Uteri Yang Terjadi Cepat Perubahan Pernapasan Saat kepala bayi melewati jalan lahir. ia akan mengalami penekanan yang tinggi pada toraksnya. tipe analgesik atau anestesia intrapartum). Karena terstimulus oleh sensor kimia. Fungsi alveolus dapat maksimal jika dalarn paru-paru bayi terdapat surfaktan yang adekuat. • Kapasitas fisiologis bayi baru lahir untuk melakukan transisi ke kehidupan ekstrauterin. suhu. terpajan zat toksik dan sikap orang tua terhadap kehamilan dan pengasuhan anak). • Kemampuan petugas kesehatan untuk mengkaji dan merespons masalah dengan tepat pada saat terjadi.

Skema Permulaan Pernapasan Bayi Baru Lahir Peristiwa mekanis (penekanan toraks pada kelahiran per vaginam) Rekoil dada Stimulus sensori. suhu. mekanis Cairan paru hilang Tekanan intratoraks negatif Aktivasi napas pertama Masuknya udara Permulaan berkurangnya tegangan permukaan alveoli Peningkatan PO2 alveoli Penurunan tekanan interstisial Pembukaan pembuluh darah paru Peningkatan volume pembuluh darah paru Peningkatan aliran pembuluh darah paru Peningkatan oksigenasi yang adekuat Perubahan Sirkulasi 3 . + kimia.

4 . Oksigen dari napas pertama tersebut menyebabkan sistem pembuluh darah berlelaksasi dan terbuka sehingga paru-paru menjadi sistem bertekanan rendah. duktus ini akan mengecil dan secara fungsional menutup akibat penurunan kadar prostaglandin E2. Dalam 48 jam. Karena tali pusat diklem. kemudian dipompakan ke seluruh bagian tubuh. Tekanan akibat peningkatan aliran darah di sisi kiri jantung menyebabkan foramen ovale menutup. Sebagian besar darah janin yang teroksigenasi melalui paruparu mengalir melalui lubang antara atrium kanan dan kiri yang disebut dengan foramen ovale. Karena paruparu adalah organ tertutup yang berisi cairan.Aliran darah dari plasenta berhenti pada saat tali pusat diklem. Darah teroksigenasi yang secara rutin mengalir melalui duktus arteriosus serta foramen ovale melengkapi perubahan radikal pada anatomi dan fisiologi jantung. Kornbinasi tekanan yang meningkat dalam sirkulasi sistemik dan menurun dalam sirkulasi paru menyebabkan perubahan tekanan aliran darah dalam jantung. Bertekanan rendah yang berada pada unit janin plasenta terputus sehingga berubah menjadi sistem sirkulasi tertutup. Darah yang tidak kaya akan oksigen masuk ke jantung bayi menjadi teroksigenasi sepenuhnya di dalam paru. Darah yang kaya akan oksigen ini kemudian secara istimewa mengalir ke otak melalalui duktus arteriosus. Sirkulasi janin memiliki karakteristik sirkulasi bertekanan rendah. maka paru-paru memerlukan aliran darah yang minimal. duktus arteriousus yang mengalirkan darah teroksigenasi ke otak janin kini tak lagi diperlukan. Hal yang paling penting adalah peningkatan tahanan pembuluh darah dan tarikan nafas pertama terjadi secara bersamaan. sistern. bertekanan tinggi. yang sebelumnya disuplai oleh plasenta. Tindakan ini menyebabkan suplai oksigen ke plasenta menjadi tidak ada dan menyebabkan serangkaian reaksi selanjutnya. Efek yang terjadi segera setelah tali pusat diklem adalah peningkatan tahanan pembuluh darah sistemik. dan berdiri sendiri.

Pada lingkungan yang dingin. upaya pencegahan kehilangan panas merupakan prioritas utama dan bidan berkewajiban untuk meminimalkan kehilangan panas pada bayi baru lahir. dan acidosis. Pembentukan suhu tanpa menggigil ini merupakan hasil penggunaan lemak coklat yang terdapat di seluruh tubuh. Fluktuasi (naik turunnya) suhu di dalam uterus minimal. Jika seorang bayi kedinginan. Lemak coklat tidak dapat diproduksi ulang oleh bayi baru lahir dan cadangan lemak coklat ini akan habis dalarn waktu singkat dengan adanya stres dingin.Dalam beberapa saat.5-37. adalah 36. seorang bayi menggunakan glukosa untuk mendapatkan energi yang akan mengubah lemak menjadi panas. perubahan tekanan yang luar biasa terjadi di dalam jantung dan sirkulasi bayi baru lahir. Semakin lama usia kehamilan. • • • Luasnya permukaan tubuh bayi Pusat pengaturan suhu tubuh bayi yang belum berfungsi secara sempurna Tubuh bayi terlalu kecil untuk memproduksi dan menyimpan panas. dia akan mulai mengalami hipoglikemia. Oleh karena itu. hipoksia. semakin banyak persediaan lemak coklat bayi.6 derajat C Sangat berbecla dengan kondisi di luar uterus. rentang maksimal hanya 0. Termoregulasi Bayi baru lahir mempunyai kecenderungan untuk mengalami stress fisik akibatperubaban suhu di luar uterus. Untuk membakar lemak coklat. Suhu tubuh normal pada neonatus. pembentukkan suhu tanpa mekanisme menggigil merupakan usaha utama seorang bayi yang kedinginan untuk mendapatkan kembali panas tubuhnya. Sangat penting bagi bidan untuk memahami perubahan sirkulasi janin ke sirkulasi bayi yang secara keseluruhan saling berhubungan dengan fungsi pernapasan dan oksigenasi yang adekuat. Tiga faktor yang paling berperan dalam kehilangan panas tubuh bayi.5 °C 5 . dan mereka marnpu meningkatkan panas tubuh sampai 100%.

tungkai. jika nilainya turun dibawah 36. serta denyut jantung menurun. ikterus. dan menangis lemah. Hilangnya panas tubuh bayi karena aliran udara sekeliling bayi. dan kematian.melalui pengukuran di aksila dan rektum. tidak kuat menghisap ASI. Misalkan bayi baru lahir dibiarkan basah dan telanjang selama menunggu placenta lahir meskipun lingkungan di sekitar bayi cukup hangat. dan lengan. Timbul sklerema: kulit mengeras berwarna kemerahan terutama dibagian punggung. misal: BBI diletakkan dekat pintu atau jendela terbuka. Hipotermia menyebabkan terjadinya perubahan metabolisme tubuh yang akan berakhir dengan kegagalan fungsi jantung. Muka bayi berwarna merah terang. Pernapasan megap-megap dan lambat. perdarahan terutama pada paru-paru. letargi. Hipotermia dapat terjadi setiap saat apabila suhu di sekeliling bayi rendah dan upaya mempertahankan suhu tubuh tidak diterapkan secara tepat. maka bayi menjadi kurang aktif. 6 .5 °C maka bayi mengalami hipotermia. terutama pada masa stabilisasi yaitu 6-12 jam pertama setelah lahir. • Konduksi.. hipotonus. Bayi baru lahir dapat mengalami kehilangan panas tubuh melalui 4 mekanisme berikut : • Konveksi. Gejala Hipotermia • • • • • Sejalan dengan menurunnya suhu tubuh.

bayi baru lahir memerlukan glukosa dalarn jumlah tertentu. Cairan/air ketuban yang membasahi kulit bayi dan menguap. melalui penggunaan cadangan glikogen (glikogenesis). Empat Mekanisme Kehilangan Suhu tubuh Bayi Sumber: JNPK-KR.Pindahnya panas tubuh bayi karena kulit bayi langsung kontak dengan permukaan yang lebih dingin. Pada setiap baru lahir glukosa darah akan turun dalarn waktu cepat (1-2 jam). Setelah tindakan penjepitan tali pusat dengan klem pada saat lahir. yaitu: • • • melalui penggunaan ASI (bayi baru lahir sehat harus didorong untuk diberi ASI secepat mungkin setelah lahir). Panas tubuh bayi memancar ke lingkungan sekitar bayi yang lebih dingin. Gambar 8-1. melalui pembuatan glukosa dari sumber lain terutama lemak (glukoneogenesis) 7 . • Evaporasi. misal: popok atau celana basah tidak langsung diganti. misal: BBL diletakkan di tempat yang dingin. seorang bayi harus mulai mempertahankan kadar glukosa darahnya sendiri. Koreksi penurunan gula darah dapat dilakukan dengan 3 cara. 2008 Pengaturan Glukosa Untuk memfungsikan otak. • Radiasi. misal: bayi baru lahir tidak langsung dikeringkan dari air ketuban.

Seorang bayi yang mengalami hipotermia pada saat lahir akan mengalami hipoksia. Seorang bayi yang sehat akan menyimpan glukosa sebagai glikogen terutama dalain hati selama bulanbulan terakhir kehidupan dalam rahim. apnea. hat ini merupakan efek yang menguntungkan bagi bayi. Gejala-gejala hipoglikernia bisa tidak jelas dan tidak khas meliputi kejang-kejang halus. Adaptasi Ekstra Uteri Yang Terjadi Secara Kontinu Perubahan pada Darah. Konsentrasi Hb normal dengan rentang 13. B. lewat butan. hal ini hanya terjadi jika bayi mempunyai persediaan glikogen yang cukup. Perhatikan bahwa keseimbangan glukosa tidak sepenuhnya tercapai hingga 3-4 jam pertama pada bayi cukup bulan yang sehat. maka ia akan menggunakan persediaan glikogen dalam jam pertama kelahiran. sianosis.• Bayi barn lahir yang tidak dapat mencerna makanan dalain jumlah yang cukup akan membuat glukosa dari glikogen (glikogenolisis). Jika semua persediaan digunakan pada jam pertama. maka otak bayi dalam keadaan berisiko. Bayi baru lahir kurang bulan. Inilah sebabnya mengapa sangat penting menjaga semua bayi dalam keadaan hangat.7-20 gr%. Hb bayi memiliki daya ikat (afinitas) yang tinggi terhadap oksigen. • Kadar hemoglobin (Hb). dan yang mengalami harnbatan pertumbuhan dalarn rahim serta distres janin merupakan risiko utama karena simpanan energi berkurang atau digunakan sebelum lahir. kadar Hb 8 . Bayi dilahirkan dengan kadar Hb yang tinggi. Akibat jangka panjang hipoglikemia adalah kerusakan yang meluas di seluruh sel-sel otak. bidan harus selalu ingat bahwa hipoglikemia dapat tanpa gejala pada awalnya. Hb yang dominan pada bayi adalah hemoglobin F yang secara bertahap akan mengalami penurunan selama 1 bulan. letargi. lunglai dan menolak makanan. menangis lemah. Selama beberapa hari kehidupan.

Set darah merah bayi baru lahir memiliki usia yang sangat singkat (80 hari) jika dibandingkan dengan orang dewasa ( 120 hari). Kadar bilirubin.000-30. Pergantian sel yang sangat cepat ini akan menghasilkan lebih banyak sampah metabolik.akan mengalami peningkatan sedangkan volume plasma menurun. Nitai Darah Tali Pusat pada Bayi Baru Lahir Cukup Bulan 9 . • Sel darah putih. hal ini mencerminkan adanya pembentukan sel darah tinggi dalam jumlah tinggi. Kadar Hb selanjutnya akan mengalami penurunan secara terus-menerus selama 7-9 minggu. yang berlebihan ini menyebabkan ikterus fisiologis yang terlihat pada bayi baru lahir. Jumlah set darah putih rata-rata pada bayi baru lahir memiliki rentang mulai dari 10. oleh karena itu ditemukan hitung retikulosit yang tinggi pada bayi baru lahir. termasuk bilirubin yang harus dimetabolisme. Peningkatan lebih lanjut dapat terjadi pada bayi baru normal selama 24 jam pertama kehidupan. • Sel darah merah. Kadar Hb bayi usia 2 bulan normal adalah 12 gr%. Akibat penurunan volume plasma tersebut maka kadar hematokrit (Ht) mengalami peningkatan.000/mm. Periode menangis yang lama juga dapat menyebabkan hitung set darah putih meningkat.

000-30. contohnya memberi ASI sesuai keinginan bayi. dan kapasitas lambung ini akan bertambah secara lambat bersamaan dengan pertumbuhannya. Dengan adanya kapasitas lambung yang masih terbatas ini maka sangat penting bagi pasien untuk mengatur pola intake cairan pada bayi dengan frekuensi sedikit tapi sering. Di samping itu bayi baru lahir juga belum dapat mempertahankan air secara efisien dibanding dengan orang dewasa.8juta"mm2 43-63% 3-7% 10. sehingga kondisi ini dapat menyebabkan diare yang lebih serius pada neonatus.2-5.000/mm'150. Kemampuan bayi baru lahir cukup bulan untuk menelan dan mencerna makanan (selain susu) masih terbatas. Refleks muntah dan refleks batuk yang matang sudah terbentuk dengan baik pada saat lahir.000-350. 10 . janin cukup bulan akan mulai menghisap dan menelan. Hubungan antara esofagus bawah dan lambung masih belum sempurna yang mengakibatkan "gumoh" pada bayi baru lahir dan neonatus. Kapasitas lambung sendiri sangat terbatas yaitu kurang dari 30 cc untuk seorang bayi baru lahir cukup bulan.Komponen Konsentrasi Hb Hitung sel darah merah Hematokrit Hitung retikulosit Hitung sel darah putih Hitung trombosit Granulosit Limfosit Monosit Sumber: Varney. 2008 Perubahan pada Sistem Gastrointestinal Rentang optimal 14-20 gr% 4.000/mm' 40-80% 20-40% 3-10% Sebelum lahir. Usus bayi masih belum matang sehingga tidak mampu melindungi dirinya sendiri dari zat-zat berbahaya yang masuk ke dalam saluran pencernaannya.

Berikut beberapa contoh kekebalan alami. Salah satu tugas utama selama masa bayi dan balita adalah pembentukan Sistem kekebalan tubuh. Perlindungan kimia oleh lingkungan asam lambung. Sistem imunitas yang matang akan memberikan kekebalan alami maupun yang didapat. Kekebalan alarm terdiri dari struktur pertahanan tubuh yang berfungsi mencegah atau meminimalkan infeksi. Kekebalan yang didapat akan muncul kemudian. tetapi sel-sel darah ini masih belum matang artinya bayi baru lahir tersebut belum mampu melokalisasi dan memerangi infeksi secara efisien. Pembentukan koloni mikroba di kulit dan uses. • • • • Perlindungan dari membran mukosa. antigen asing masih belum bisa dilakukan sampai awal kehidupannya. Bayi baru yang lahir dengan kekebalan pasif mengandung banyak virus dalam tubuh ibunya. Kekebalan alami juga disediakan pada tingkat sel oleh sel darah yang membantu bayi baru lahir membunuh mikroorganisme asing. oleh karena itu pencegahan terhadap mikroba (seperti pada praktek persalinan yang aman dan menyusui ASI dini terutama kolostrum) dan deteksi dini infeksi menjadi sangat penting. Reaksi bayi baru lahir terhadap infeksi masih lemah dan tidak memadai. Reaksi antibodi keseluruhan terhadap. berbagai infeksi dan alergi. Banyak dari kejadian defisit tersebut akan membaik pada bulan 11 . Karena adanya defisiensi kekebalan alami yang didapat ini.Perubahan pada Sistem imun Sistem imunitas bayi baru lahir masih belum matang. sehingga menyebabkan neonatus rentan terhadap. bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi. Fungsi saringan saluran napas. Perubahan pada Sistem Ginjal Bayi baru lahir cukup bulan memiliki beberapa defisit struktural dan fungsional pada sistem ginjal.

Bayi baru lahir mengekskresikan sedikit urine pada 48 jam pertama kehidupan. Bidan harus ingat bahwa adanya massa abdomen yang ditemukan pada pemeriksaan fisik seringkali adalah ginjal dan dapat mencerminkan adanya tumor. dan meraih dengan tujuan) akan berkembang. yaitu hanya 30-60 ml. kembang sempurna. perilaku yang lebih kompleks (misalnya. mudah terkejut. Adaptasi neurologis • • Sistem neurologis bayi secara anatomik atau fisiologis belum berBayi baru lahir menunjukkan gerakan-gerakan tidak terkoordinasi. atau penyimpangan di dalam ginjal. kondisi ini mudah menyebabkan retensi cairan dan intoksikasi air. Keterbatasan fungsi ginjal menjadi konsekuensi khusus jika bayi baru lahir memerlukan cairan intravena atau obat-obatan yang meningkatkan kemungkinan kelebihan cairan. kontrol otot yang buruk. tersenyum. debris sel yang banyak dapat mengindikasikan adanya cedera atau iritasi dalam sistem ginjal. kontrol kepala. tercermin dari berat jenis urine (1. • Refleks bayi baru lahir merupakan indikator penting perkembangan 12 .004) dan osmolalitas urine yang rendah. Norrnalnya dalam urine tidak terdapat protein atau darah. dan tremor pada ektremitas. sewaktu bayi tumbuh.pertama kehidupan dan merupakan satu-satunya masalah untuk bayi baru lahir yang sakit atau mengalami stres. Semua keterbatasan ginjal ini lebih buruk pada bayi kurang bulan. • Perkembangan neonatus terjadi cepat. Ginjal bayi baru lahir menunjukkan penurunan aliran darah ginjal dan penurunan kecepatan filtrasi glomerulus. Bayi baru lahir tidak dapat mengonsentrasikan urine dengan baik. pembesaran. Fungsi tubules tidak matur sehingga dapat menyebabkan kehilangan natrium dalam Jumlah besar dan ketidakseimbangan elektrolit lain. pengaturan suhu yang labil.

2. menurun atau dalam batas normal − Pergerakan aktifitas bayi mulai menurun 13 . Infeksi antenatal Terjadi sejak masih dalam kandungan b. Infeksi intranatal Terjadi saat berlangsungnya persalinan c.2 PENCEGAHAN INFEKSI Infeksi neonatus pada bayi sering dijumpai. Infeksi postnatal Terjadi setelah bayi berada diluar kandungan Gejala klinis infeksi pada bayi : − Malas menyusu − Bayi tertidur − Tampak gelisah − Pernafasan cepat − Berat badan cepat menurun − Terjadi diare dengan segala manifestasinya − Panas badan bervariasi dapat meningkat. Penyakit ini dapat terjadi melalui: a. Menghadapi keadaan demikian bidan harus mampu mengatasi dan segera melakukan rujukan sehingga bayi mendapat pengobatan yang cepat dan tepat.normal. apalagi di daerah pedesaan dengan persalinan dukun beranak.

pada mata tidak akan efektif jika pemberiannya lewat 1 jam 14 .− Pada pemeriksaan mungkin dijumpai : bayi berwarna dibawah kulit).5% dalam 1 jam setelah lahir. purpura (bercak darah Tujuan utama perawatan bayi segera setelah lahir adalah membersihkan jalan nafas. Pencegahan infeksi yang dilakukan pada bayi baru lahir adalah perawatan tali pusat dan pemberian salep mata. mempertahankan suhu tubuh bayi. kuning. Cara atau upaya pencegahan infeksi Menurut Depkes RI (2000). identifikasi dan pencegahan infeksi. berbagai upaya yang dilakukan untuk mencegah infeksi pada bayi baru lahir yaitu : • Pencegahan infeksi pada tali pusat Merawat tali pusat untuk menjaga luka tetap bersih. Jangan mengoleskan bahan atau ramuan apapun ke tali pusat. Upaya profilaksasi untuk gangguan pertama. memotong tali pusat dan merawat tali pusat. pembesaran hepar dan lien (hepatosplenogemeli). • Pencegahan infeksi pada kulit Kontak kulit bayi dan ibu sedini mungkin setelah lahir menyebabkan terjadinya kolonisasi mikro organisme ibu yang cenderung bersifat non pathogen. dan juga antibodi yang terkandung di dalam air susu ibu. dan kejang-kejang. Di samping itu lakukan rawat gabung ibu dan bayi dapat menghilangkan bahaya bayi terkena infeksi silang • Pencegahan infeksi pada mata bayi baru lahir Segera setelah lahir kedua mata bayi diberi salep mata tetrasiklin 1% atau salep mata eritromisin 0. Perawatan tali pusat dilakukan dengan membungkus tali pusat memakai kasa steril dan kering.

IV diberikan dengan interval 4 minggu − Hepatitis B Diberikan sedini mungkin. Imunisasi yang didapatkan adalah : − BCG Mengandung kuman hidup dari biakan bacillus calmate quirine untuk mencegah TBC.• Imunisasi Pada usia bayi neonatal perlu mendapatkan imunisasi untuk menghindari penyakit. Ia tidak boleh mengurus bayi atau perlengkapan bayi sampai benar-benar sembuh. Diberikan pada bayi segera setelah lahir dengan dosis 0. Biasanya anak-anak di rumah harus diajari agar tidak memegang bayi. III. II.tanda flu atau pilek. di rumah hubungan dengan orang dewasa harus sedikit mungkin.3. Dosis pemberian 0. Polio I. bayi tidak boleh dibawa berpergian keluar.3 yang hidup dan sudah dilemahkan.1 ml tipe 1. Tiap 2 tetes mengandung 0. 2005) Pencegahan infeksi saluran pernafasan Dalam bulan-bulan pertama kehidupannya. dapat diberikan bersamaan dengan pemberian imunisasi BCG. Imunisasi berikutnya diberikan dengan interval 4 minggu (Depkes RI dan PATH.2. Jika salah satu anggota keluarga ada yang menunjukkan tanda.2. Diberikan secara tetes ke dalam mulut bayi sebanyak 2 tetes segera setelah lahir.05 ml secara intracutan di daerah musculus deltoideus − Polio Mengandung virus polio tipe 1. Kebijakan program pemerintah imunisasi HB 1 diberikan pada umur 0-7 hari.5 ml diberikan secara IM pada antero lateral paha. terutama bayi hanya boleh dipegang atau dicium pada kakinya dan tidak boleh 15 .

Ketelitian ibu untuk mencuci tangan sebelum memegang bayi dan kebersihan akan pakaiannya dan pakaian bayi amat penting. memberikan dosis booster toksoid saja. ditambah 250 unit immunoglobulin tetanus manusia atau 1500 unit dari antitoksin tetanus kuda. dan enam bulan untuk menyelesaikan perjalanan 2. abu. Adapun faktor lain seperti menggunakan instrumen yang tidak steril untuk memotong tali pusat. setelah dosis uji. Faktor lingkungan tersebut seperti adat istiadat dan kebiasaan tidak sehat. Kebersihan itu sendiri sangat diperlukan untuk mencegah infeksi pada bayinya. Dalam hal seseorang yang terluka dan kontaminasi luka yang dapat menghasilkan tetanus. tindakan berikut harus dilakukan: • • • • Membersihkan luka Berikan penisilin.3 RAWAT GABUNG 16 . atau kotoran hewan untuk luka pengobatan luka. Pembahasan Jurnal Tetanus adalah suatu bahaya lingkungan yang positif Kejadian tersebut tergantung pada lingkungan manusia fisik dan ekologis. Medis ahli idealnya akan menginstruksikan orang untuk kembali pada empat minggu imunisasi. yang meliputi penggunaan debu.pada tangan atau mukanya. kurangnya pelayanan perawatan kesehatan primer. berikan dosis pertama tetanus toksoid. Jika tidak ada catatan imunisasi tetanus atau perlindungan diragukan. dll. Jika seseorang telah diimunisasi dalam 10 tahun terakhir.

dan bayi-bayi yang mempunyai kamar tersendiri Syang terpisah dari ibunya serta adanya masa puasa beberapa jam setelah bayi lahir sebelum diberikan ASI. demikian pula keadaannya. 2000). Berdasarkan hal itu maka digalakkan upaya peningkatan pemakaian ASI melalui rawat gabung atau rooming in. Peningkatan pamor susu formula di tahun enam puluhan. Bahkan pada binatang kanguru memberi contoh lebih ekstrim dengan cara membawa anaknya kemana saja sambil menyusuinya dalam kantong alami yang telah tersedia (lahir istilah cangaroo system). dari manusia purba sampai sekarang. Dengan pernah adanya jam-jam tertentu untuk menyusui bayi.Dunia hewan pada umumnya telah memberikan contoh nyata bagaimana induk dan anaknya selalu bersama. Bayi yang lahir di rumah dan juga yang lahir di lembaga kesehatan hendaknya dijaga agar tetap berada bersama ibunya selama 24 jam 17 . Sepanjang sejarah peradaban manusia. agar antara ibu dan bayinya terjalin suatu hubungan batin dan ibu bisa menjadi lebih dekat dengan bayinya (Pusdiknakes. Konsep Dasar Rooming-In (Rawat Gabung) Rooming in sering juga disebut dengan rawat gabung yaitu menyatukan antara ibu dan bayinya dalam satu kamar. menunjukkan betapa penyimpangan telah terjadi dan jauh dari tujuan memanfaatkan ASI yang sudah diketahui mempunyai banyak keunggulan. disusui dan dilindungi sampai anak hewan tersebut mampu untuk hidup sendiri. menyebabkan makin berkurangnya penggunaan ASI. Tetapi perkembangan menunjukkan adanya perubahan-perubahan yang justru memisahkan bayi dari ASI yang dimiliki ibunya. serta rumor tentang tidak modernnya ASI serta kebijakankebijakan rumah sakit dan sistem perawatan yang keliru.

Bila ibu dan bayi berada bersama-sama. Bahkan di daerah pedesaan hampir 80% ibu melahirkan segera melakukan rawat gabung di rumahnya masing-masing. rooming in atau rawat gabung bertujuan agar bayi tidak terkena infeksi yang ditularkan dalam rumah sakit. Ini sesungguhnya bukan hal yang baru. Dalam pelaksanaannya bayi harus selalu dekat ibunya semenjak dilahirkan sampai saatnya pulang karena ini bukanlah hal yang baru lagi. ibu tersebut dapat menyusui anaknya. Misalnya pagi bersama ibu sementara malam hari dirawat di kamar bayi. Dalam pelaksanaannya bayi harus selalu dekat ibunya semenjak dilahirkan sampai saatnya pulang. Pengertian Rawat Gabung Rawat gabung adalah suatu sistem perawatan ibu dan anak bersama sama atau pada tempat yang berdekatan sehingga memungkinkan sewaktu-waktu.sehari.sama hanya dalam beberapa jam seharinya. Rawat gabung dapat bersifat: • Kontinu Dengan bayi tetap berada di samping ibunya terus menerus. melainkan ditempatkan dalam sebuah ruangan. atau • Parsial Ibu dan bayi bersama . diruangan yang hangat (sedikitnya bersuhu 25˚C). sebaiknya ditempat tidur yang sama. Tujuan Rawat gabung 18 . Rawat gabung adalah satu cara perawatan dimana ibu dan bayi yang baru dilahirkan tidak dipisahkan. setiap saat. maka akan lebih mudah menjaga agar bayi tetap hangat dan juga untuk menyusuinya atas permintaan. kamar atau tempat bersama-sama selama 24 jam penuh seharinya. Pada lembaga kesehatan.

perawatan payudara dan nasihat makanan yang baik. Pada perawatan bayi yang terpisah maka kejadian infeksi silang akan sulit dicegah. Tetapi hal itu tak perlu dikhawatirkan karena kebutuhan bayi masih sedikit. mendengar tangisnya serta memperhatikannya disaat buah hatinya tidur. • Pendidikan kesehatan. Pada saat melaksanakan rawat gabung dapat dimanfaatkan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu. akan melapisi seluruh permukaan mukosa dari saluran pencernaan bayi. Hubungan ibu dan bayi ini sangat penting ditumbuhkan pada saat-saat awal dan bayi akan memperoleh kehangatan tubuh ibu. Keinginan ibu untuk bangun dari tempat tidur. menggendong bayi dan merawat diri akan mempercepat mobilisasi. Si ibu dapat membelai-belai bayi. Dengan melakukan rawat gabung maka infeksi silang dapat dihindari. merawat tali pusat. Setelah menunggu selama Sembilan bulan dan setelah lelah dalam proses persalinan si ibu akan sangat senang dan bahagia bila dekat dengan bayinya. suara ibu.• Bantuan emosional. Dan produksi ASI akan makin cepat dan makin banyak bila menyusui dilakukan sesegera dan sesering mungkin. Kekebalan ini akan mencegah infeksi terutama terhadap diare. sehingga si ibu akan lebih cepat pulih dari persalinan. kelembutan dan kasih sayangnya (bonding effect). Dari segala sudut pertimbangan maka ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Bagaimana teknik menyusui. merupakan bahan-bahan yang diperlukan si ibu. terutama primipara. 19 . dan diserap oleh bayi sehingga bayi akan mempunyai kekebalan yang tinggi. • Penggunaan ASI. memandikan bayi. • Pencegahan infeksi. Kolostrum yang mengandung antibodi dalam jumlah tinggi. Pada hari-hari pertama yang keluar adalah kolostrum yang jumlahnya sedikit.

Bagi ibu • Antara ibu dan bayi akan segera terjalin proses lekat (early 1) Aspek psikologi infant-mother bonding) dan lebih akrab akibat sentuhan badan antara ibu dan bayi • • Dapat memberikan kesempatan pada ibu untuk belajar merawat Memberikan rasa percaya kepada ibu untuk merawat bayinya. Ibu juga akan merasa sangat dibutuhkan oleh bayinya dan tidak dapat digantikan oleh orang lain. bayinya Ibu dapat memberikan ASI kapan saja bayi membutuhkan. Involusi uteri akan terjadi dengan baik karena dengan menyusui Ibu dapat merawat sendiri bayinya sehingga dapat mempercepat akan terjadi kontraksi rahim yang baik mobilisasi Bagi bayi • Sentuhan badan antara ibu dan bayi akan berpengaruh terhadap 1) Aspek psikologi perkembangan pskologi bayi selanjutnya. dan ini merupakan dasar bagi terbentuknya rasa percaya pada diri anak 20 .Manfaat Rawat Gabung a. 2) Aspek fisik • • b. • Bayi akan mendapatkan rasa aman dan terlindung. karena kehangatan tubuh ibu merupakan stimulasi mental yang mutlak dibutuhkan oleh bayi. Hal ini akan memperlancar produksi ASI. sehingga akan memberikan rasa kepuasan pada ibu bahwa ia dapat berfungsi dengan baik sebagaimana seorang ibu memenuhi kebituhan nutrisi bagi bayinya.

• Aspek fisik Pekerjaan petugas akan berkurang karena sebagian besar tugasnya diambil oleh ibu dan tidak perlu repot menyediakan dan memberikan susu buatan Indikasi dan Kontraindikasi Rawat Gabung 21 .2) Aspek fisik • • • • • • c. • Bayi segera mendapatkan colostrum atau ASI jolong yang dapat Bayi segera mendapatkan makanan sesuai pertumbuhannya Kemungkinan terjadi infeksi nosokomial kecil Bahaya aspirasi akibat susu botol dapat berkurang Penyakit sariawan pada bayi dapat dihindari/dikurangi Alergi terhadap susu buatan berkurang Aspek psikologi memberikan kekebalan/antibodi Bagi keluarga Rawat gabung memberikan peluang bagi keluarga untuk memberikan support pada ibu untuk memberikan ASI pada bayi • Aspek ekonomi Lama perawatan lebih pendek karena ibu cepat pulih kembali dan bayi tidak menjadi sakit sehingga biaya perawatan sedikit. Bagi petugas • Aspek psikologi Bayi jarang menangis sehingga petugas di ruang perawatan tenang dan dapat melakukan pekerjaan lainnya. d.

namun masih terdapat beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan untuk melakukan rawat gabung. A. mengerti dan akhirnya tidak canggung menerima konsep rawat gabung itu. Di Poliklinik Kebidanan: • Ibu-ibu diberikan penyuluhan tentang: kebaikan ASI dan perawatan 22 . Pelaksanaan Rawat Gabung Di berbagai senter situasi dan kondisinya bisa berbeda sehingga di sini akan diambil satu contoh yang bisa dilaksanakan sesuai dengan situasi dan kondisi setempat yang ada. Hal itu dimaksudkan untuk mempersiapkan ibu-ibu agar sudah mulai melakukan adaptasi. Pelaksanaan rawat gabung hendaknya merupakan akhir dari kegiatan yang telah dimulai dari perawatan pranatal di poliklinik sampai di kamar bersalin dan kemudian di ruangan rawat gabung. yaitu sebagai berikut.Kendatipun gagasan rawat gabung telah dicanangkan dan berhasil dengan baik dan memuaskan.

bayi segera disusukan Memberikan penyuluhan mengenai ASI dan perawatan gabung. keluarga berencana. perawatan payudara. Di Kamar Bersalin: • Bayi yang memenuhi syarat perawatan gabung dilakukan perawatan bayi baru lahir seperti biasa. 23 kepada ibunya untuk merangsang pengeluaran ASI. • . cara memandikan bayi.gabung. Membuat laporan bulanan mengenai jumlah pengunjung. makanan ibu hamil. • • Melayani konsultasi dalam masalah kesehatan ibu dan anak. perawatan bayi dan lain-lain. problems yang dijumpai dan lain sebagainya. Kriteria yang diambil sebagai patokan untuk dapat dirawat bersama ibunya adalah: − Nilai Apgar lebih dari 7 − Berat badan > dari 2500 gr dan kurang dari 4000 gr − Masa kehamilan lebih dari 36 minggu dan kurang dari 42 minggu − Lahir spontan − Tidak ada infeksi intrapartum − Ibu sehat − Tidak ada komplikasi persalinan baik pada ibu maupun pada bayinya − Tidak ada kelainan bawaan yang berat • Dalam setengah jam pertama setelah lahir. • Lebih baik bila ada ruangan untuk memutar film tentang cara perawatan payudara. B. merawat tali pusat dan lain sebagainya. aktivitasaktivitas.

Bila ibu dan bayi sudah boleh pulang. juga untuk merawat payudaranya. − Persiapan agar ibu dan bayinya dapat bersama-sama keruangan.terutama bagi yang belum mendapat penyuluhan di poliklinik. − Memberitahukan kepada petugas di ruangan Perin atol ogi dan bahwa ada bayi yang akan dirawat serta pengurusan administrasinya. Bila terpaksa/sesuai dengan indikasi medis bayi dapat diberi susu formula dengan menggunakan sendok/cangkir/pipet/sonde lambung. Keadaan bayi sehari-hari dicatat dalam status. Kepada ibu diberikan brosur yang berhubungan dengan itu dan dipesan agar memeriksakan bayinya satu minggu kemudian. − Mengisi status secara lengkap dan benar. maka bayi dipindahkan ke ruang perawatan khusus bayi barn lahir. sekali lagi diberi penerangan tentang cara-cara merawat bayi dan memberikan ASI serta perawatan payudara dan makanan ibu menyusui. C. Perawat harus memperhatikan keadaan umum bayi dan dapat mengenali keadaan-keadaan yang tidak normal serta kemudian melaporkan kepada dokter jaga. Bila bayi sakit/perlu observasi lebili teliti. dikirim ke ruangan follow-up 24 . Bayi tidak boleh diberi susu dari botol. • Status yang sudah lengkap. Di Ruang Perawatan: • • Bayi diletakkan dalam tempat tidur yang ditempatkan di samping tempat tidur ibu. • • Bayi boleh menyusu bila bayi/ibu menginginkan. • • • • Ibu harus dibantu untuk dapat menyusui bayinya dengan baik.

D. − Mengecek keadaan ASI. perawatan payudara. − Memberi nasihat mengenai makanan bayi.(Klinik Laktasi/Poliklinik). − Memberikan peraturan makanan bayi. − Memperhatikan payudara ibu. − Pemberian immunisasi menurut aturannya. apakah ada kelainan yang mengganggu proses laktasi. − Pemeriksaan bayi oleh ahli anak. perawatan bayi dan makanan ibu menyusui. − Anamnesis mengenai makanan bayi yang diberikan serta keluhan yang timbul. 25 . Yang dikerjakan di ruangan ini ialah: − Menimbang berat badan bayi. Di Ruangan Poliklinik/Ruangan Rawat Jalan: Biasanya dilakukan di Poliklinik Kebidanan atau di Klinik Laktasi. Pemeriksaan di ruangan poliklinik meliputi pemeriksaan bayi dan keadaan ASI. cars menyusukan bayi.

26 .

Sasaran Dan Syarat • • Bayi lahir dengan spontan . reflek hisap baik. tidak ada tanda-tanda infeksi dsb 27 . baik presentasi kepala atau bokong Jika bayi lahir dengan tindakan maka rawat gabung dapat dilakukan setelah bayi cukup sehat.

• Bayi yang lahir dengan Sectio Cesarea dengan anestesi umum. Ibu • Ukuran tempat tidur 90 x 200 cm • Tinggi 90 cm c. Ruang • Ukuran ruang untuk satu tempat tidur 1. RG dilakukan segera stelah ibu dan bayi sadar penuh (bayi tidak ngantuk)misalnya 46 jam setelah operasi. • • • • • Bayi tidak asfiksia setelah 5 menit pertama (nilai apgar minimal 7) Umur kehamilan 37 minggu atau lebih Berat lahir 2000-2500 gram atau lebih Tidak terdapat tanda-tanda infeksi intrapartum Bayi dan ibu sehat Persyraratan Rawat Gabung Yang Ideal a. Bayi • Ranjang bayi tersendiri yang mudah terjangkau dan dilihat oleh ibu • Bagi yang memerlukan tersedia rak bayi • Ukuran tempat tidur anak 40 x 60 cm b.5 x 3 m • Ruang dekat dengan ruang petugas (bagi yang masih memerlukan perawatan) d. Sarana • Lemari pakaian • Tempat mandi bayi dan perlengkapannya • Tempat cuci tangan ibu 28 .

Petugas • Rasio petugas dengan pasien 1 : 6 • Mempunyai kemampuan dan ketrampilan dalam pelaksanaan RG Model Pengaturan Ruangan Rawat Gabung • Satu kamar dengan satu ibu dan anaknya • Empat sampai lima orang ibu dalam 1 kamar dengan bayi pada kamar yang lain bersebelahan dan bayi dapat diambil tanpa ibu harus meninggalkan tempat tidurnya • Beberapa ibu dalam 1 kamar dan bayi dipisahkan dalam 1 ruangan kaca yang kedap udara • Model dimana ibu dan bayi tidur di atas tempat tidur yang sama • Bayi di tempat tidur yang letaknya disamping ibu Keuntungan & Kerugian a.• Setiap kamar mempunyai kamar mandi ibu sendiri • Ada sarana penghubung • sPetunjuk/sarana perawatan payudara. pemberian makanan pada bayi dengan bahasa yang sederhana • Perlengkapan perawatan bayi e. Keuntungan • • • Menggalakkan penggunaan ASI Kontak emosi ibu dan bayi lebih dini dan lebih erat Ibu segera dapat melaporkan keadaan-keadaanbayi yang aneh 29 . bayi dan nifas.

Ibu yang memiliki waktu lebih lama dengan bayinya. & Freese. Semakin banyak menghabiskan waktu bersama-sama. • • Pembahasan Jurnal Beberapa hari setelah kelahiran. dan kenyamanan bayi baru lahir mereka Manfaat Rooming-in : • Membuat menyusui lebih mudah. menenangkan. Roberts. memiliki skor yang lebih tinggi pada tes yang mengukur kekuatan dari keterikatan ibu pada bayinya (Klaus et al. 1989. ibu cepat belajar mengenai kebutuhan dan cara terbaik untuk merawat. termasuk pada malam hari. 1995). 30 . Prodromidis et al. atau di klinik bersalin.• • • • • • • Ibu dapat belajar merawat bayi Mengurangi ketergantungan ibu pada bidan Membangkitkan kepercayaan diri yang lebih besar dalam merawat bayi Berkurangnya infeksi silang Mengurangi beban perawatan terutama dalam pengawasan Ibu kurang istirahat Dapat terjadi kesalahan dalam pemberian makanan karena oengaruh Bayi bisa mendapatkan infeksi dari pengunjung Pada pelaksanaan ada hambatan tekhnis/fasilitas b. baik di rumah. ibu dan bayi memiliki kebutuhan fisik dan emosional yang berkelanjutan. semakin cepat mereka mengenal satu sama lain. 1972.. di rumah sakit. Kerugian orang lain. Norr. Dengan rawat gabung.

Mazur. & Wojdan-Godek. berat badan lebih cepat bertambah (Yamauchi & Yamanouchi. menyusui lebih lama. lebih mudah ditenangkan dan menghabiskan lebih banyak waktu tidur dengan tenang (Keefe. • • Ibu lebih nyenyak untuk tidur di malam hari jika dirawat gabung dengan bayinya. dan mandi) bisa dilakukan sambil tinggal seruangan. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat penyalahgunaan oleh anak. 1990. • Rooming-in lebih baik untuk bayi.. sebuah menguningnya kulit yang kadang-kadang membutuhkan pengobatan (Syafruddin et al. Bayi yang rawat gabung dengan ibunya. 1987). Rooming-in memiliki manfaat jangka panjang untuk ibu dan bayi. 2000. 2005. Perez-Escamilla. Declercq. dan 31 . Pollitt. • Bayi yang di kamar dengan ibu mereka mengambil ASI lebih banyak (Bystrova. ujian. 1988). & Dewey. Matthiesen.2006.. 2004).Matthiesen. (Medves & O'Brien. Mikiel-Kostyra. 1997. Lindenberg. & Applebaum.). pengabaian. Anda dapat menjadi dekat dengan bayi Anda. Cabrera Artola. Flores-Huerta &Cisneros-Silva. Lonnerdal. Daglaset al. • • • Perawatan bayi normal (misalnya. tanda-tanda vital. 1990). Bayi mendapatkan kehangatan dari ibunya yang lebih hangat dari kehangatan di ruang bayi. Sakala. membuat susu lebih cepat keluar. Fairbank et al. membuat mereka jarang menangis.Yamauchi & Yamanouchi. et al. Syafruddin. 2007. &Jimenez. & Dasril. Djauhariah. dan lebih mungkin untuk menyusui secara eksklusif dibandingkan dengan ibu yang telah membatasi kontak dengan bayi mereka atau bayi yang berada di kamar bayi pada malam hari (Bystrova. 1990). 1988. 2005.. 2007.. 1994.et al. dan kecil kemungkinannyasakit kuning. Corry.Studi menunjukkan bahwa ibu yang rawat gabung dengan bayi mereka membuat susu lebih banyak.

Sherrod. Lvoff.ditinggalkan lebih rendah bagi para ibu yang sering berhubungan dengan bayi mereka selama postpartum diniperiode (N. Perubahan yang terjadi padi bayi baru lahir sebagai cara untuk beradaptasi dengan lingkungan di luar uterus : • • • • • • • Perubahan Pernapasan Perubahan Sirkulasi Termoregulasi Pengaturan Glukosa Perubahan pada Darah. & Klaus. Lvoff. O'Connor. V. & Altemeier.1980). KESIMPULAN 1. Perubahan pada Sistem Gastrointestinal Perubahan pada Sistem imun 32 . Sandler. 2000. Vietze.

melainkan ditempatkan dalam sebuah ruangan. ibu tersebut dapat menyusui anaknya. • • • • 3.• • 2. setiap saat. Rawat gabung adalah satu cara perawatan dimana ibu dan bayi yang baru dilahirkan tidak dipisahkan. Perubahan pada Sistem Ginjal Adaptasi neurologis Pencegahan infeksi pada tali pusat Pencegahan infeksi pada kulit Pencegahan infeksi pada mata bayi baru lahir Imunisasi BCG Polio Hepatitis B Rawat gabung adalah suatu sistem perawatan ibu dan anak bersama Pencegahan Infeksi bayi baru lahir : sama atau pada tempat yang berdekatan sehingga memungkinkan sewaktuwaktu. 33 . kamar atau tempat bersama-sama selama 24 jam penuh seharinya.

Ida.(Surasmi. hal 186). FKUI. 2007. 2005. http://www. Asrining. Media Aesculapius.com/f/12912-sepsis-neonatorum Kapita selekta kedokteran Jilid II. Marylin.. Asuhan Keperawatan Anak Dalam Konteks Keluarga.DAFTAR PUSTAKA Soetjiningsih.Mansjoer Arief 2008 . Rencana Asuhan Keperawatan. Mary E.(Bobak. hal 92). E. 2005. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta:EGC Stright. Jakarta: FKUI.Mansjoer Arief. 2000. Barbara. Penuntun Kepaniteraan Obstetri dan Ginekologi. 2003. 2004.indonesiaindonesia. Jakarta: EGC. Pusdiknakes. Keperawatan Ibu-Bayi Baru Lahir. Petunjuk Untuk Tenaga Kesehatan.). 2000. Jakarta : EGC Bagus. (Muscari. Jakarta : EGC Doengoes. 2005.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->