P. 1
Bumartini (Edit 3)

Bumartini (Edit 3)

|Views: 37|Likes:
Published by Mulyadi Witjaksono

More info:

Published by: Mulyadi Witjaksono on Mar 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2012

pdf

text

original

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Malang Kota, Area Pelayanan dan Jaringan Malang yang berlokasi di Jl. Jend. Basuki Rahmad No. 100 Malang. Adapun alasan pemilihan lokasi penelitian ini karena PT. PLN (Persero) UP Malang Kota perlu dilakukan penelitian terkait kualitas pelayanan khususnya pada pelanggan tarif rumah tangga. Hal ini didasarkan pada pemahaman bahwa kualitas pelayanan yang baik merupakan faktor yang sangat penting dalam mengembangkan suatu sistem penyediaan pelayanan yang tanggap terhadap kebutuhan pelanggan sehingga pada akhirnya akan memberikan kepuasan kepada pelanggan. 3.2 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian explanatory, menurut Sugiyono (2005:70) menjelaskan “Penelitian eksplanasi bermaksud untuk menjelaskan kedudukan variabel-veriabel yang diteliti serta hubungan kausal antara satu variabel dengan variabel lainnya”. Dari data yang diperoleh akan dianalisis dan dijelaskan pengaruh variabel bebas yang meliputi bukti langsung (tangibles), kehandalan (reliability), tanggapan (responsiveness), jaminan (assurance) dan perhatian (emphaty) dengan variabel terikat (Y) yaitu kepuasan pelanggan.
3.3 Jenis Data

23

4. 3. 3.4. Menurut Umar (2000:130) “Data primer adalah data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu atau perorangan”. Adapun dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah pelanggan listrik tarip rumah tangga PT PLN Persero Unit Pelayanan Malang Kota yang berjumlah 48. Dalam hal ini data primer tersebut berupa jawaban hasil penyebaran kuisioner kepada pelanggan PT PLN Persero Unit Pelayanan Malang Kota. Malholtra (2007:9) menyatakan “Metode yang digunakan untuk menentukan sampel adalah non probability sampling di mana setiap unit analisis atau responden . transaksi atau kejadian di mana kita tertarik untuk mempelajarinya atau menjadi obyek penelitian”.2 Sampel Malholtra (2005:366) mendefinisikan “Unit sampel adalah elemen/unit yang berisi elemen yang dapat dipilih pada tahap tertentu pada proses sampling”.1 Populasi Kuncoro (2003:103) mendefinisikan “Populasi adalah sekelompok elemen yang lengkap yang biasanya berupa orang.603 pelanggan. Sedangkan menurut Sugiyono (2005:90) menjelaskan “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya”. obyek.24 Dalam penelitian ini data yang dipergunakan adalah data primer.4 Populasi dan Sampel 3.

Adapun rumus Slovin tersebut adalah sebagai berikut : n= N 1 + Ne 2 Dimana : n N e = = = Jumlah sampel minimal Jumlah populasi Presisi 90% (tingkat kesalahan 10%).603(0.79 (dibulatkan menjadi 100 orang). maka penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin.603 pelanggan dan prosen kelonggaran kesalahan (e) ditetapkan 10%. oleh karena besarnya jumlah populasi. 1 + 48. di mana sampel yang diambil harus sesuai dengan sumber data yang ada”. Sampel yang diambil di sini adalah pelanggan yang melakukan pembayaran rekening listrik di PLN UP Malang Kota. . Dengan demikian. maka menurut Umar (2004:108) untuk mendapatkan sampel yang dapat menggambarkan populasi. Atas dasar rumus jumlah sampel minimum ini maka diperoleh ukuran sampel minimum sebagai berikut: 48.10) 2 n= sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang.603 = 99. Sugiyono (2005:77) menjelaskan ”Accidental sampling merupakan teknik penentuan sampel. Dalam survey ini diketahui jumlah populasi (N) sebesar 48. Sementara itu. Dalam penelitian ini pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling.25 dalam populasi tidak memiliki peluang atau kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel”.

Jaminan (X3). Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah dimensi kualitas pelayanan yang meliputi Reliabilitas (X1). Sementara itu variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi variabel bebas berupa Kepuasan Pelanggan (Y). di mana alternatif jawaban telah disediakan. Perhatian (X4) dan Bukti langsung (X5). Variabel yang dianalisis dalam penelitian ini dibedakan menjadi variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent).26 3. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi variabel terikat. digunakan daftar pertanyaan bersifat tertutup. Daya tanggap (X2). 3. atau keadaan yang melekat pada seseorang atau obyek”.6 Definisi Operasional Variabel Menurut Indriantoro dan Supomo (2006:61) “Variabel adalah sebagai suatu karakteristik. sifat. ciri.5 Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ilmiah terdapat beberapa teknik pengumpulan data beserta masing-masing perangkat pengumpul data. . sedangkan variabel terikat merupakan variabel tergantung yang keberadaannya dipengaruhi variabel bebas. watak. Dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah menggunakan kuesioner (angket). Teknik kuesioner (angket) merupakan suatu pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan/pernyataan kepada responden mengenai pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan.

Daya Tanggap (Responsiveness) (X2) Daya tanggap PT PLN Persero UP Malang Kota untuk cepat tanggap dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Ketepatan dalam memberikan pengembalian uang selesai transaksi 2. Kecepatan karyawan dalam menanggapi setiap permasalahan yang dihadapi pelanggan dalam hal ini misalnya tagihan rekening listrik yang tidak sesuai dengan pemakaian. dengan indikator: . Kecepatan petugas dalam melakukan transaksi pembayaran rekening listrik. b. 3. Reliabilitas (Reliability) (X1) Reliabilitas merupakan kemampuan PT PLN Persero UP Malang Kota untuk memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan akurat dan terpercaya. dengan indikator: a. Keinginan karyawan untuk membantu pelanggan dalam pemberian informasi (misalnya perubahan batas tanggal pembayaran rekening listrik pada hari Raya Idul Fitri Maupun Natal) b.27 Adapun definisi operasional dari masing-masing variabel penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. dengan indikator: a. Jaminan (Assurance) (X3) Jaminan merupakan suatu usaha dari pihak PT PLN Persero UP Malang Kota untuk menjamin atas kinerja yang baik.

Malang Kota berkenaan dengan kesepadanan atau ketidaksepadanan antara hasil yang didapatkan dibandingkan dengan . 4.28 a. Waktu pelayanan yaitu jam buka loket yang agak panjang hingga pukul 21. b. Kepuasan Pelanggan (Y) Kepuasan pelanggan merupakan situasi kognitif pelanggan PT. dengan indikator: a. PLN (Persero) UP. Kepedulian kepada pelanggan apabila terjadi antrean yang panjang (memberikan arahan kepada pelanggan apabila loket antrian penuh untuk pindah antrian yang sepi). Jumlah loket yang memadai (empat loket) b. Bukti langsung (Tangibles) (X5) Bukti langsung merupakan kemampuan dan penampilan fisik yang dimiliki oleh PT PLN Persero UP Malang Kota mengenai sarana maupun prasarana yang ada.00 WIB. Tidak adanya biaya administrasi dalam melakukan pembayaran rekening listrik. b. Keramahan sikap petugas loket dalam melayani pelanggan 5. Perhatian (Emphaty) (X4) Perhatian merupakan perhatian dan pemahaman serta komunikasi yang baik yang dilakukan PT PLN Persero UP Malang Kota terhadap kebutuhan individual para pelanggan dengan indikator : a. Tersedia peralatan komputer dan printer dengan kondisi yang baik 6.

merupakan kemampuan PT PLN Persero Unit Pelayanan Malang Kota dalam menangani keluhan pelanggan seperti tagihan rekening listrik yang tidak sesuai dengan pemakaian.29 pengorbanan yang dilakukan dalam hal pembayaran rekening listrik. Adapun indikatornya adalah sebagai berikut: a. dengan cepat membuat pemberitahuan kepada pelanggan melalui papan pengumuman bahwa tidak bisa melayani transaksi (dengan memberi batasan waktu tertentu). Menurut Maholtra (2005. b. merupakan proses penyampaian informasi oleh karyawan PT PLN UP Malang Kota kepada konsumen misalnya apabila programnya tiba-tiba tidak jalan. Jawaban “Setuju” . sehingga memudahkan pelanggan untuk bisa menghitung sendiri tagihan rekening listrik sesuai dengan tarif dan pemakaiannya. Communication. 3. Complaint handling. 299) “Skala Likert adalah skala yang digunakan secara luas yang meminta responden menandai derajat persetujuan atau ketidaksetujuan terhadap masing-masing pertanyaan/pernyataan”. merupakan kemudahan yang diberikan oleh PT PLN Persero UP Malang Kota kepada pelanggan untuk mendapatkan pengetahuan tentang cara perhitungan tagihan rekening listrik. Untuk variabel bebas penilaian jawaban dari responden: a. Easy or convenience acquisition. c. Jawaban “Sangat Setuju” : Nilai 5 : Nilai 4 b.6 Teknik Pengukuran Data Alat yang digunakan dalam pembuatan kuesioner adalah Skala Likert.

00. 3. α (5%) dan dikatakan ≤ tidak valid apabila Sig. 2. 1. digunakan validitas Pearson dengan kriteria pengujiannya sebagai berikut: Dikatakan valid bila Sig. Instrumen yang dapat dipercaya akan menghasilkan data yang dapat dipercaya pula”. . Untuk melakukan perhitungan uji validitas tersebut maka digunakan program komputer SPSS released 13.> α (5%). Uji Validitas Menurut Widayat (2004:87) validitas adalah: “Suatu pengukuran yang mengacu pada proses di mana pengukuran benar-benar bebas dari kesalahan sistimatis dan kesalahan random”. Pengukuran yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid. Jawaban “Tidak Setuju” e. Jawaban “Netral” Jawaban “Sangat Tidak Setuju” : Nilai 3 : Nilai 2 : Nilai 1 d.1 Uji Instrumen Penelitian Sebelum dilakukan analisis terlebih dahulu akan dilakukan uji coba angket (kuisioner) sebagai alat pengumpul data dengan uji validitas dan reliabilitas.30 c. Uji Reliabilitas Menurut Widayat (2004:87) “reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk dapat dijadikan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Pada penelitian ini.7.7 Tehnik Analisis Data 3.

3. berarti terdapat data yang reliabel pada tingkat kepercayaan 95%. Untuk melakukan perhitungan uji reliabilitas tersebut maka digunakan program komputer SPSS (Statistical Product and Service Solutions) released 13. Sebaliknya jika nilai reliabilitas kurang dari 0.2 Regresi Linier Berganda Regresi linier berganda menurut Usman (2000:241) ”berguna untuk mendapatkan pengaruh variabel terikat atau untuk mencari hubungan fungsional variabel bebas terhadap variabel terikat atau untuk meramalkan variabel bebas terhadap variabel terikat.6 atau 60% berarti tidak terdapat data yang reliabel pada tingkat kepercayaan 95%.3 Pengujian Hipotesis 3.00. 3.7.7.31 Dalam penelitian ini.1 Pengujian Hipotesis I .7.6 atau 60%. reliabilitas diukur dengan metode konsistensi internal dengan teknik Reliabilitas Alpha. Adapun kriteria pengujiannya adalah apabila nilai reliabilitas instrumen di atas 0.” Persamaan regresi untuk variabel tersebut adalah : Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + b4 X4 + b5 X5 Dimana : Y = Variabel Kepuasan Pelanggan X1 = Variabel Reliabilitas X2 = Variabel Daya tanggap X3 = Variabel Jaminan X4 = Variabel Perhatian X5 = Variabel Bukti langsung b a = Koefisien garis regresi = Bilangan konstanta.

Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai signifikansi t dengan level of significance. Jika nilai Signifikansi F lebih kecil dari Level of Significance (α) maka secara bersama-sama variabel independen (variabel bebas) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (variabel terikat).7. Besarnya α yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 5%.7. Uji ini digunakan untuk menentukan tingkat signifikansi pengaruh parsial (sendirisendiri) variabel bebas terhadap variabel terikat. 3.3 Pengujian Hipotesis III Selanjutnya untuk menguji variabel yang berpengaruh terbesar. Uji ini dimaksudkan untuk menentukan tingkat signifikansi pengaruh secara simultan (bersama-sama) antara variabel bebas terhadap variabel terikat. . 3. Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai signifikansi F dengan level of significance.2 Pengujian Hipotesis II Pengujian Hipotesis II diuji dengan menggunakan uji signifikansi t-test. Jika nilai Signifikansi t lebih kecil dari Level of Significance (α) maka secara parsial variabel independen (variabel bebas) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (variabel terikat). Dalam hal menentukan variabel yang berpengaruh terbesar. Koefisien terstandarkan atau beta (β) merupakan uji yang digunakan mengetahui dan mengukur variabel-variabel bebas (X) yang berpengaruh paling besar terhadap variabel terikat (Y). alat uji yang dipergunakan adalah koefisien terstandarkan (standardized coefficient) atau beta (β).32 Hipotesis I diuji dengan menggunakan uji signifikansi F-test.

33 maka kriteria penilaiannya adalah dengan menetapkan variabel yang bermakna (signifikan) yang memiliki nilai beta (β) tertinggi dipilih sebagai variabel berpengaruh terbesar. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->