MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI SISWA KELAS V SDN 2 PEJANGGIK KECAMATAN PRAYA

TENGAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012

1. Latar Belakang Di dalam masyarakat moderen seperti sekarang ini dikenal dua macam cara berkomunikasi, yaitu komunikasi secara langsung dan komunikasi secara tidak langsung. Kegiatan berbicara dan mendengarkan (menyimak), merupakan

komunikasi secara langsung, sedangkan kegiatan menulis dan membaca merupakan komunikasi tidak langsung. Keterampilan menulis sebagai salah satu cara dari empat keterampilan berbahasa, mempunyai peranan yang penting didalam kehidupan manusia. Dengan menulis seseorang dapat mengungkapkan pikiran dan gagasan untuk mencapai maksud dan tujuannya. Seperti yang dikatakan oleh H.G. Tarigan (dalam Suriamiharja dkk. 1983:52) bahwa : Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambing-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambar grafik tersebut”. Mengarang pada perinsipnya adalah bercerita tentang sesuatu yang ada pada angan-angan. Penceritaan itu dapat dituangkan dalam bentuk lisan maupun tulisan. Setiap manusia semuanya diciptakan sebagai pengarang. Namun, menuangkan buah pikiran secara teratur dan terorganisasi kedalam tulisan tidak muda. Banyak orang yang pandai berbicara atau berpidato, tetapi mereka masih kurang mampu

1

menuangkan gagasanya kedalam bentuk bahasa tulisan. Maka untuk bisa mengarang dengan baik, seseorang harus mempunyai kemampuan untuk menulis. Kemampuan menulis dapan dicapai melalui proses belajar dan berlatih. Permasalahan pun muncul seperti yang penulis alami ketika melakukan

observasi di kelas V SDN 2 Pejanggik Kec. Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah. Dari hasil observasi itu penulis menemukan masalah yaitu masih banyak siswa yang mengalami kesulitan ketika mengarang. Kesulitan yang dihadapi oleh guru kelas V SDN 2 Pejanggik, ketika dalam mengajarkan mengarang antara lain : 1.Siswa kurang mampu menggunakan dan memilih kata dalam menuangkan buah pikirnya, sering mengulang kata “lalu” dan “terus”. 2.Isi kalimat relatif tidak menggambarkan topik. 3.Kalimat yang satu dengan kalimat yang lain tidak sinambung. 4.Paragraf yang satu dengan paragraf yang lain tidak koheren. Dalam penyampaian pembelajaran dengan menggunakan media untuk meningkatkan kemampuan atau kreatif siswa dalam membuat suatu karangan perlu dilakukan. Cara atau tindakan sebagai berikut : Guru memggunakan media gambar seri untuk menarik perhatian siswa atau untuk mempermudah siswa dalam menyusun sebuah karangan, sehingga pembelajaran akan lebih menarik dan siswa lebih tertantang untuk membuat suatu karya tulis, atau untuk membuat suatu karangan, dan siswa dapat mudah menyusun kata-kata menjadi sebuah kalimat dan menyusun kalimat menjadi sebuah paragraf sehingga terbentuklah sebuah tulisan atau karya yang utuh. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk membuat karangan atau untuk

2

yang ditemukan pada saat observasi awal pada pembelajaran bahasa Indonesia. Tindakan ini semula jarang digunakan oleh pengajar atau guru. dapat terpecahkan masalah dengan menggunakan media Ganbar Seri. sehinga anak tidak merasa haknya digantikan oleh gurunya. maka siswa akan mendapatkan karya yang baik. Dan dapat dimengerti oleh siswa.melukiskan pikirannya menjadi sebuah cerita. di kelas V SDN 2 Pejanggik. Dan siswa akan lebih bisa menuangkan buah pikirnya.atau membuat suatu karya yang bisa dibaca oleh siswa yang lain. 3 . oleh karena itu merasa perlu diterapkan untuk meningkatkan pemahaman atau kemampuan siswa dalam pembelajaran khususnya dalam pembelajaran mengarang untuk menarik siswa dalam membuat suatu karangan. karena dalam pelaksanaan proses pembelajaran berlangsung siswa akan mudah merespon materi pelajaran dan aktif dalam kegiatan belajar mengajar. sehingga akan membuat para siswa yang lainnya lebih tertantang untuk membaca atau mendengarkan karangan hasil para siswa. gambar seri merupakan cara yang cukup efektif untuk dilaksanakan. Guru memberikan semangat kepada siswa dengan menyampaikan materi pelajaran sehingga siswa merasa bahwa materi pelajaran yang disamapaikan terasa mudah dipahami siswa. kalau siswa sudah memahami materi pelajaran yang sedang dipalajari maka siswa akan cepat mengerti dan akan berlomba-lomba dalam menulis karangan. Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah. Dari alternatif tindakan tersebut. Dengan alasan tersebut penulis berkeyakinan tentang permasalahan siswa belum tercapainya Indikator tentang menulis karangan.

1 Bagi Guru Guru dapat memahami hal-hal yang perlu dilakukan untuk menyampaikan pembelajaran secara aktif dan menarik siswa dalam menyampaikan materi.2. Manfaat Penelitian 4. adalah bagaimanakah upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan melalui penggunaan media gambar seri di kelas V SDN 2 Pejanggik Kecamatan Praya Tengah tahun pelajarn 2011/2012? 3. guru dapat mengetahui teknik pembelajaran dan guru dapat mengetahui teknik-teknik pembelajaran dan guru dapat mengetahui permasalahan-permasalahan siswa dengan cara-cara mengatasinya. Sehingga dapat mempermudah guru untuk mengatasi masalah- 4 . Tujuan Penelitian Dengan dilaksanakannya penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan melalui penggunaan media gambar seri di kelas V SDN 2 Pejanggik Kecamatan Praya Tengah tahun pelajarn 2011/2012? 4. maka penulis merumuskan dalam bentuk pertanyaan. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan data awal yang diperoleh dari hasil observasi awal yang dilakukan peneliti dan untuk membatasi permasalahan yang telah diuraikan diatas. Dalam penelitian ini dapat diambil manfaat bagi guru termasuk diantaranya guru dapat memperkaya teknik pembelajaran. sehingga siswanya mampu menyimak pelajaran yang sedang diajarkan dan apa yang diharapkan guru dapat tercapai.

dan tidak akan membosankan siswa dalam menyimak pelajaran sehingga siswa akan menyimak pelajaran dengan baik. 5. siswa akan lebih aktif belajar dan mereka bisa lebih mudah dalam memahami pelajaran.masalah apa yang timbul dalam pembelajaran. Guru menjadi aktif dan kereatif dalam mempelajarkan siswa dengan menggunakan media pembelajaran dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 1984 : 619) 3. karena alat peraga bisa dibuat dari lingkungan sekitar dan bias didapat dari siswa itu sendiri. penggunaan alat peraga disekolah. pihak sekolah tidak harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menyediakan alat peraga. Batasan Istilah 1. 4. 4. Serta alat peraga ini dapat disimpan untuk siswa – siswa tahun berikutnya. (Poerwadarminta. 2. Guru mengetahui penggunaan alat evaluasi yang sesuai untuk mengukur keterampilan menulis karangan dengan baik.3 Bagi Sekolah Sekolah dapat lebih mudah dalam memperoleh alat peraga. Media Cerita Gambar Seri adalah cerita atau daya upaya dalam menyusun 5 .2 Bagi Siswa Siswa dapat lebih mudah dan semangat dalam memahami materi pelajaran. Meningkatkan minat adalah Memberikan dorongan atau memberikan motivasi kepada anak tentang pembelajaran menulis karangan. Mengarang adalah melukiskan pikiran dan perasaan dengan cara yang teratur dan dituliskan dalam bahasa tulisan. Dengan cara pembelajaran yang menarik.

1994:42) 6.1997:35) Tarigan (dalam Agus Suriamiaharja. Kajian Pustaka Tujuan utama pembelajaran Bahasa Indonesia adalah meningkatkan keterampilan siswa dalam Bahasa Indonesia. pengetahuan bahasa diajarkan untuk menunjukkan siswa terampil berbahasa yakni terampil menyimak. 6. keterampilan berbahasa. dan menulis.2000:19) 4.1 Pengertian Menulis Menulis adalah menyampaikan ide atau gagasan dan pesan dengan menggunakan lambang grafik (tulisan). dan sikap positif terhadap bahasa. berbicara. Tulisan adalah suatu sistem komunikasi manusia yang menggunakan tanda-tanda yang dapat dibaca atau dilihat dengan nyata (Sabarti. membaca. (Tarigan. 1997:32).atau menulis karangan dangan menerjemahkan isi pesan visual (gambar seri) kedalam wujud atau bentuk bahasa lain. membaca dan menulis. Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia adalah program untuk mengembangkan pengetahuan. Keterampilan berbahasa hanya bisa dikuasai dengan latihan yang terus menerus dan sistematis yakni harus sering berlatih menyimak. kemudian dapat dibaca oleh orang lain yang memahami bahasa tersebut beserta simbol-simbol grafiknya. Menulis adalah menempatkan simbol-simbol grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dimengerti oleh seseorang. berbicara. (Sabarti. (1996 :1) mengembangkan bahwa : 6 . (Nawangwulan.

seseorang perlu memiliki pembendaharaan kata yang memadai.Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambing-lam bang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipakai oleh seseorang. bahwa Untuk dapat menyampaikan gagasan dan fakta secara lincah dan kuat. terampil menyusun kata – kata menjadai beraneka kalimat yang jelas. perasaan. terampil menyusun kata-kata menjadi kalimat yang jelas. mengatakan bahwa: Menulis adalah menempatkan symbol-simbol grafik yang menggam barkan suatu bahasa yang dimengerti oleh seseorang. 6. perasaan. Sedangkan Robert Lodo (dalam Suriamiaharja. dan mahir memakai bahasa secara efektif. “mengarang adalah keseluruhan rangkaian kegiatan seseorang mengumpulkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis 7 . seseorang perlu memiliki perbendaharaan kata yang memadai.lambng grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik tersebut. gagasan.2 Pengertian Mengarang Apabila seseorang menggunakan buah pikiran. kegiatan tersebut adalah kegiatan mengarang. gagasan. pengalaman atau lainya kedalam bahasa tulis.simbol grafi knya. pengalaman atau lainya. Sebagai mana dikemukakan oleh Gie ( 1992 : 18 ). Untuk dapat menyampaikan suatu pikiran. kemudian dapat dibaca oleh orang lain yang memahami bahasa tersebut beserta simbol . Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah kemampuan seseorang dalam melukiskan lambang-lambang grafik untuk menyampaikan ide atau gagasan yang dapat dimengerti oleh orang lain . sehinga orang lain dapat membaca lambing. dan mahir memakai bahasa secara efektif.1996 : 1). Menurut pengertianya.

2. Dalam proses karang-mengarang setiap ide perlu dilibatkan pada suatu kata. a. maka kita harus berbicara mengenai beberapa hal atau masalah disekitar karangan. dan tujuan lainya. 2. dan paragrafparagraf akhirnya mewujudkan sebuah karangan. The Liang Gie (1992 : 17) mengemukakan ada 4 (empat) unsur dalam mengarang yaitu sebagai berikut : 1. sampai paragraf yang saling berhubungan dan merupakan kesatuan yang utuh. Sedangkan karangan merupakan hasil dari kegiatan mengarang. kalimat. perasaan mengarang tentang mecam-macam hal yang berada dalam susunan ruang (misalnya : pemandangan indah. Ada 4 ( empat ) bentuk mengarang.kepada pembaca untuk dipahami”. Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa mengarang adalah kegiatan menulis yang tersusun dengan teratur dari kata.Pencarian (Narration) yaitu Bentuk pengungkapan yang menyampaikan sesuatu peristiwa / pengalaman b. yaitu perwujudan gagasan seseorang dalam bahasa tulis yang dapat dibaca dan dipahami oleh orang lain. 6. lagu merdu.Pemaparan ( Exposition ) yaitu bentuk pengungkapan yang meyajikan secara fakta -fakta yang bermaksud 8 .1 Unsur Karang Mengarang Berbicara mengenai karangan baik yang berupa karangan pendek maupun panjang. mempercakapkan sesuatu. ( Gie. Gagasan ( Idea ) Yaitu topik berikut tema yang diungkapkan secara tertulis. Tuturan ( Discourse ) Yaitu bentuk pengungkapan gagasan sehingga dapat dipahami pembaca. dengan maksud menceritakan kejadiaan atau peristiwa.Pelukisan ( Description ) yaitu Bentuk pengungkapan yang menggambarkan pengindraan. kata-kata dirangkai menjadi sebuah kalimat membentuk paragraf. 1992 : 17 ). dan lain-lain) c.

Perbincangan (Argumentation) yaitu bentuk pengungkapan dengan maksud menyalin pembaca agar mengubah pikiran. dan Alim (1997: 58) mengemukakan bahwa tujuan pengajaran mengarang sama dengan tujuan pengajaran bercakap-cakap hanya berbeda dengan bentuk tulisan.memeberi penjelasan kepada pembaca mengenai suatu ide. Menurut Isi / Bentuk a.3. d. dan retorika (seni memekai bahasa secara efektif) 6. Karangan permulaan (Kelas I dan II) Karangan sebenarnya (Karangan lanjutan) di kelas-kelas berikutnya.2 Tujuan Pengajaran Mengarang Menurut Purwanto. 3. d. dan teknik sampaimerencanakan rangka dan langkah . Menurut Tingkatan a. pendapat. Karangan Varslag ( Laporan ).Tatanan ( Organization ) yaitu tertib pengaturan dan peyusunan gagasan mengindahkan berbagai asas.Memperkaya pembendaharaan bahasa positif dan aktif b. 4. Umumnya diberikan di kelas-kelas rendah 9 . 6. gramatika (tata bahasa).Wahana (Meduim) yaitu sarana penghantar gagasan berupa bahasa tulis yang terutama menyangkut kosa kata. proses atau peralatan.Melatih melahirkan pikiran dan perasaan dengan tepat c. atau sikapnya sesuai dengan yang dihadapi pengrang.2. persoalan. aturan.2. yaitu : a.Latihan memaparkan pengalaman – pengalaman dengan tepat.Latihan-latihan penggunaan ejaan yang tepat (ingin menguasai bentuk bahasa). 2. Macam-Macam Karangan di Sekolah Dasar Macam-macam karangan yang dapat diajarkan di Sekolah Dasar (SD) dapat dijelaskan sebagai berikut : 1.

anak telah menjelaskan sesuatu tentang benda. Umumnya bersipat menceritakan/menguraikan suatau perkataan yang telah di pelajari atau di pahami. d. Bank. Di kelas I (Satu) sudah dapat di mulai dengan menggambar bebas kemudian anak menulis beberapa kalimat tentang gambarnya. Karangan Argumentasi. Karangan Reproduksi. seperti mengenal ilmu-ilmu bumi. Mengarang dengan bentuk gambar seri telah lebih banyak kalimatnya daripada di kelas II (dua) biasanya anak menggunakan kata penghubung. Kantor. Siswa dibiasakan menyatakan pendapat ataupun pikiranya berdasarkan alasan yang tepat. Pos. Tempat pertunjukan dll) lebih rinci sehinga siswa kelas V (lima) telah dapat 10 . ilmu hayat. kalimat lebih banyak pada saat menceritakan tentang benda. Karangan berdasarkan alasan tertentu. atau menulis dengan kata-kata sendiri apa yang telah di baca dan lain sebagainya. Ngalim Purwanto dan Djeinah Almim (1997 : 59) mengatakan bahwa Mengarang itu semenjak di kelas I (Satu) sudah mulai disisipkan (Mengarang Permulaan). b. c.citaku setelah tamat SD ”. “Seandainya Aku jadi Raja”. Karangan Fantasi. Cerita tentang gambar telah memakai judul. Di kelas III (Tiga) adalah lanjutan dari kegiatan di atas. Di kelas 1V (empat) karangan anak lebih luas dari peda kelas III (tiga). Toko. Anak dibiasakan mengamati lingkungan sekitarnya (Pasar. hewan atau tanaman yang sesuai dengan lingkungan.Misalnya : Menceritakan kembali (secara tertulis) apa-apa yang dialami dalam pengajaran lingkungan. Mengeluarkan isi jiwa sendiri (Ekspresi jiwa). Misalnya : “Cita.

3. Media Pembelajaran 6.3. 1996 : 136). Hal ini lebih mudah dilatihkan melalui mengarang dengan bentuk gambar seri. siswa kelas V (lima) lebih rinci menjelaskan setiap gambar. benda. Mulailah anak. Apabila SD yang tingkatan siswanya belum mampu berfikir abstrak.menuliskan berpuluh-puluh kalimat tentang sesuatu. Penggunaan media dalam proses belajar mengajar sangat penting. apabila diabaikan media pengajaran bukanya membantu proses belajar mengajar. tapi sebagai penghambat dalam pencapaian tujuan secara efektif dan efesien. masih berfikir kongrit. 6. Pengamatan gambar lebih rinci.1 Pengertian Media Pembelajaran Kata “Media” secara harpiah adalah “perantara atau pengantar”. Pengertian media sebagai sumber belajar adalah “Manusia. Keabstrakan bahan pelajaran dapat dikongritkan dengan kehadiran media. perlu diperhatikan bahwa pemilihan media pengajaran haruslah jelas dengan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. menentukan pokok pikiran yang mungkin akan menjadi karangan-karangan. sehinga anak didik lebih mudah mencerna bahan pelajaran daripada tanpa bantuan media. Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa media adalah segala 11 . ataupun peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan” (Zein. (Ngalim Purwanto dan Djeinah Almim.. Dalam penggunaan media. Pada saat menceritakan gambar berseri. 1997 : 59). Ketidakjelasan guru dalam menyampaikan bahan pengajaran dapat terwakili dengan kehadiran media.

maka terlihatlah perannya sebagai berikut : a. e. b. d. Pengunaan media dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar mengajar. bukan sekedar melengkapi proses belajar supaya lebih menarik perhatian siswa. Penggunaan media dalam pengajaran lebih dituangkan untuk mempercepat proses belajar mengajar dan membantu siswa dalam menangkap perhatian yang diberikan guru.2 Fungsi Peranan Media Pengajaran Fungsi media pengajaran sebagai sumber belajar. Penggunaan media bukan semata-mata alat hiburan. Ketika fungsi-fungsi media pengajaran itu diaplikasikan kedalam proses belajar mengajar. Media yang digunakan guru sebagai penjelas dari keterangan terhadap suatu bahan yang guru sampaikan. perhatian dan minat siswa dalam proses belajar. 6. Nana Sudjana (dalam Djamarah. membantu mempertegas bahan pelajaran. penggunaannya dengan tujuan dari sisi pelajaran .3.sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan. c. 12 . Penggunana media pengajaran merupakan bagian yang integral dari keseluruhan situasi mengajar. c. tetapi mempunyai fungsi sendiri sebagai alat Bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif b. Media pengajaran. Penggunaan media dalam proses belajar mengajar bukan merupakan fungsi tambahan. 1996 : 152 ). M erumuskan fungsi media sebagai berikut : a. Media sebagai sumber belajar bagi siswa. perasaan. sehingaga dapat merangsang pikiran. Media dapat memunculkan permasalahan untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh para siswa dalam proses belajarnya.

3 Kriteria Pemilihan Media Pengajaran Sujana dan Rivai (dalam Djamarah dan Zein. b. e. Memperjelas keterangan guru b.3.6. c. Menarik minat siswa untuk mengikuti proses pembelajaran d. Adanya media bahan pelajaran lebih mudah dipahami siswa.Dukungan terhadap isi bahan pelajaran. mengemukakan beberapa kriteria dalam memilih media pelajaran.Media yang di gunakan mudah diperoleh. dan cara menceritakannya harus runut sesuai dengan kejadian dalam gambar tersebut. Memperkuat pemahaman siswa akan pekerjaan yang sedang diajarkan c. Nowongwulon(2002:44) menjelaskan fungsi dari gambar seri sebagai berikut: 13 . Mencegah rasa bosan siswa.Ketepatan dengan tujuan pengajaran. ketika menceritakan kejadian dalam gambar seri seseorang harus memperhatikan urutan dan waktu kejadian dalam gambar tersebut.4 Media Cerita Gambar Seri Homby (1996: 65) mengatakan bahwa gamabar adalah lukisan. sebagai berikut: a. sket atau gambaran dari sesuatu objek yang mengandung informasi dan fakta. Nur (1991:65) mendefinisikan gambar seri adalah sejumlah gambar dimana antara gambar yang satu dengan yang lain saling berkaitan satu dengan yang lain. d. murah. e. sederhan dan praktis penggunaannya. 1996 : 150).Tersedia waktu untuk menggunakanya. Artinya.Keterampilan guru dalam menggunakan media dalam proses pengajaran. sehinga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung. Gambar sebagai salah satu alat peraga juga mempunyai fungsi sebagai berikut: a. f.Sesuai dengan tarap berfikir siswa.

siswa dapat menarik isi kesimpulan dari gambar tersebut. Memudahkan siswa mengembangkan cerita Dari kajian teori tentang gambar seri dan fungsinya tersebut. kemudian dapat menguraikan dalam bentuk tulisan. Menginformasikan kepada siswa tentang objek. kejadian. Seperti ilustrasi gambar sebagai berikut: “Aktifitas Ani setiap hari.a. Menumbukan daya cipta siswa dalam merangkaikan kata-kata menjadi suatu karangan c. Melatih siswa mengatur alur cerita e. Menumbuhkan motivasi siswa dalam pelajaran menulis b. media ini akan membantu dalam pelajaran menulis dan sesuai dengan taraf berfikir anak didik. Dengan melihat gambar.” Dari ilustrasi gambar diatas karangan sederhana siswa akan bervariasi sesuai 14 . dan hubungan antar kejadian d.

Siswa diberi kebebasan membuat kreasi karangan masing-masing dengan bantuan gambar seri yang disiapkan guru. Ciri – ciri Gambar Yang Baik dan Peranannya Sebagai Media Pengajar Gambar yang baik dan dapat digunakan sebagai sumber belajar adalah yang memiliki ciri – ciri sebagaimana dikemukakan Sudirman et-al (1991 : 219). Dari uraian di atas.1.dengan kemampuan siswa. 4. 2.4. 6. 3. Dapat membantu daya ingat siswa (retensi). Dapat membantu guru dalam menyampaikan pelajaran dan membantu siswa dalam belajar. tetapi menarik dan mudah dipahami. 2. Dapat disimpulkan dan digunakan lagi apabila diperlukan pada saat yang lain. Sedangkan peranan gambar sebagai media pengajaran yaitu : 1. hendaknya guru mau mempertimbangkan penggunaan media gambar seri didalam pelaksanaan proses belajar mengajar 15 . 4.Dapat menyampaikan pesan atau ide tertentu.lustrasi tidak terlalu banyak. Atas dasar uraian tersebut diatas.Memberi kesan kuat dan menarik perhatian. yaitu : 1. Menarik perhatian anak sehinga terdorong untuk lebih giat belajar.Merangsang orang yang melihat untuk ingin mengungkapkan tentang obyek-obyek dalam gambar. dapat ditarik kesimpulan bahwa media gambar seri adalah salah satu cara untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan menulis karangan dengan menerjemahkan isi pesan visual (gambar seri) ke dalam bentuk tulisan. 3. juga Tarigan (1997 : 210) mengemukakan bahwa “Mengarang melalui media gambar seri berarti melatih dan m em pertajam daya imajinasi siswa”. Purwanto dan Alim (1997:63) mengemukakan bahwa “Penggunaan media gambar untuk melatih anak menentukan pokok pikiran yang mungkin akan menjadi karangan-karangan”.Berani dan dinamis 5. Berkaitan dengan penggunaan media gambar.

2000 : 55). yang berjumlah 25 orang siswa dan 1 orang guru. dan (4) Analisis dan Refleksi. 7. pengalaman dan kejadiannya. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2002 : 108). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 2 Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah dalam Kegiatan Belajar Mengajar atau KBM adalah siswa. (Yulianto. Metode Penelitian 7. Perencanaan Pada tahap perencanaan tindakan apa yang harus dilakukan.2000:41) 1. 7.2 Prosedur Penelitian Adapun rencana tindakan yang akan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dengan menerapkan strategi konstruktivisme dilakukan melalui beberapa siklus hingga keterampilan menulis siswa mencapai hasil yang sangat baik. Karena dengan gambar dapat merangsang imajinasi seorang siswa supaya suka bercerita tentang gambar yang dilihatnya sehingga selanjutnya diharapkan siswa tersebut dapat mampu menulis karangan sesuai dengan tema. ide. populasi merupakan keseluruhan subyek penelitian.1 Metode Penentuan Subyek Penalitian Populasi adalah sejumlah penduduk atau individu yang paling sedikit mempunyai sifat yang sama” (Sugiono. (3) Observasi dan Interpretasi.terutama dalam pengajaran menulis karangan. Tiap-tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu (1) perencanaan. (2) Implementasi Tindakan. untuk pertama kali kita sebagai peneliti meminta ijin kepada kepala sekolah untuk melakukan 16 .

lalu guru menerangkan cara mangarang dengan menggunakan media gambar seri. 17 . Menurut Sudarsono dalam Kasbolah. Yang paham tentang mata pelajaran yang kan menjadi sumber PTK. Pada penelitian ini yang dijadikan tolak ukur pelaksanaan pembelajaran mengarang dengan menggunakan media gambara seri. dengan tahapan sebagai berikut : Tahapan awal pembelajaran. (b) Siswa mampu menyusun cerita gambar seri dengan tidak mengulang kata-kata lalu. atas dasar kelima asfek diatas maka penulis memilih media pembelajaran mengarang dengan menggunakan media gamabar seri untuk menyelesaikan permasalahan tentang pembelajaran mengarang. untuk melakukan tindakan kelas. (e) iklim suasana dikelas dan fasilitas di sekolah. 2. yaitu (a) siswa mampu membuat karangan dengan menggunakan media gambar seri. Guru memberikan mata pelajaran tentang mengarang dengan menggunakan media gmbar seri. kemudian menyiapkan indikator yang akan diteliti beserta tolak ukur keberhasilan penelitian yang akan kita laksanakan. Kemudian mencari guru yang akan dijadikan kolaborasi. guru menyampaikan materi pembelajaran tentang mengarang. (d) pasilitas dan sarana prasarana yang tersedia atau yang memadai. (b) kesanggupan guru yang akan diteliti. (c) Siswa mampu membuat karangan sesuai dengan topik. (c) kemampuan siswa. Pelaksanaan Tindakan Pelaksaaan tindakan yang dilaksanakan dalam pembelajaran adalah kinerja guru dalam melaksanakan atau menerapkan media Gambar Seri dan aktivitas siswa selama dilaksanakan atau diterapkan Media Gamabar Seri. penetapan tindakan dalam peneliti didasarkan atas (a) kajian teori atau penelitian yang relavan.penelitian.

(c) setelah tindakan dilakukan. dan mengevaluasi atau mendiskusikan data yang harus duperoleh. Observasi Kegiatan observasi dilaksanakan pada waktu penelitian atau pada waktu pelaksanaan tindakan. Dan untuk menilai apakah pelaksanaan pembelajaran telah sesuai dengan yang sudah direncanakan. Data yang telah dikumpulkan dalam observasi harus secepatnya dianalisis atau diinterprestasikan (diberi makna) sehingga dapat segera diberi tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan. penyusunan rencana tindakan yang hasil diperoleh melalui kegiatan observasi. 4. jika diinterprestasikan data tersebut belum 18 . adapun kegiatan yang dilakukan pada saat merefleksi yaitu melakukan analisis.3. Refleksi Reflesi merupakan bagian yang sangat penting untuk memahami dan memberikan makna terhadap proses dan hasil pembelajaran yang terjadi yang dilakukan dengan (a) pada saat memikirkan tindakan yang akan dilakukan (b) ketika tindakan sedang dilakukan. pada saat belajar dilapangan observer harus mencatat semua kejadian yang di temukan dilapangan. Dalam mengobservasi harus mendapatkan data yang sesungguhnya yang terdapat dilapangan. penerapan media Gambar Seri akan dilaksanakan oleh guru Praktikan. pada tahapan ini diharapkan dapat dikenali sedini mungkin apakah tindakan akan mengarah terhadap terjadinya perubahan positif dalam proses pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan. peneliti sebagai observer yang akan mengobservasi tentang kinerja guru praktikan selama penerapan media gambar seri dan mengobservasi aktivitas siswa dalam pembelajaran berlangsung.

(2) meninjau batas waktu penerbitan. Berikut ini penjelasanya : 1. Lebih jauh disebutkan bahwa: “Persyaratan pengambilan dokumentasi yang digunakan sebagai alat memperoleh data perlu diperhatikan dan dievaluasi terlebih dahulu. Selanjutnya melalui metode dokumentasi ini dilakukan untuk mendapatkan data tertulis yang berupa nilai hasil belajar siswa menulis karangan melalui media gambar seri yang diberikan. Metode Observasi 19 . Metode Dokumentasi Studi dokumentasi adalah: “suatu cara untuk memperoleh data yang dilakukan dengan jalan mengumpulkan segala macam dokumen serta mengadakan pencatatan secara sistematis” (Arikunto. 7. berarti tidak semua dapat dipergunakan. 2005: 184).mencapai tujuan yang diharapkan maka peneliti/observer melakukan langkahlangkah perbaikan untuk diterapkan pada siklus selanjutnya. yaitu wawancara. observasi dan tes perbuatan (performance) yang digunakan selama penelitian dan mendiagnosa serta mengevaluasi dari model yang digunakan. dan (4) meninjau pribadi penulisnya” (Sugiyono. (3) meninjau validitas sumbernya. 2. 2002: 183). Akan tetapi jika pada pelaksanaan refleksi terhadap hal-hal yang dianggap baik.3 Metode Pengumpulan Data Penulis menggunakan tiga alat pengumpulan data. maka hal-hal yang baik tersebut harus terus digali. Syarat-syarat pengambilannya adalah: (1) seleksi.

1998:113). Alat pengukurannya menggunakan pedoman penilaian atau format observasi. dan sesudah model pembelajaran menulis karangan dengan menggunakan media gambar seri. Untuk memberikan penilaian pada hasil 20 . Tes Perbuatan Tes perbuatan (performance) dimaksudkan untuk mengukur keterampilan dalam melakukan sesuatu (Rachmat dan Suhendi. Tabel 3. penelitian tindakan kelas ini mengambil tema “Aktifitas Sehari-hari” dengan waktu yang digunakan 2 kali pertemuan ( 4 x 35 menit). Tes perbuatan ini digunakan untuk mengetahui sejauhmana siswa dapat menulis karangan dengan baik dengan menggunakan media gambar seri. Kartadinata.Obsevasi adalah teknik atau cara untuk mengamati suatu keadaan atau suatu kagiatan (tingkah laku).1 : Lembar Observasi Penggunaan Media Gambar Seri Dalam Pembelajaran Mengarang Di Kelas V Hari / Tanggal : ………………………. No 1 2 Aspek Yang Diamati Suasana kelas Penggunaan media gambar seri Upaya melatih keterampilan mengarang Respon siswa terhadap penggunaan media gambar seri Gejala Yang Muncul 3. Dalam Pembelajaran menulis dengan bantuan media gambar. sedang. Penggunaan teknik observasi ini untuk mengamati keadaan siswa sebelum. (1998 : 34).

Aspek penilaian yang menjadi standar peneilaian siswa dalam penilaian ini adalah sebagai berikut: Tabel 3. kata hubung (transisi) B. Pemilihan kata (diksi) Keterangan : A B C D E 80 . Penempatan KU (kalimat utama). Kohesif. Data kuantitatif 21 .79 56 . Isi meliputi: 1. Penempatan KP (kalimat penjelas) yang tepat 3. Koheren (keterkaitan dan kesinambungan gagasan antar kalimat) 4.100 66 . Metode Analisis Data Data yang dipakai adalah data kuantitatif dan kualitatif. EYD 1.4. kata kunci. Pemakaian huruf C.45 (baik sekali) (baik) (cukup baik ) (kurang) (kurang sekali ) Indikator B C D E 7. 2.2 Standar Penilaian Siswa dalam penulisan karangan Aspek Penilaian A A. Pemakaian tanda baca 2. meliputi kata ganti.belajar siswa secara kualitatif maka peneliti menentukan kriteria penilaian untuk mengetahi tingkat kemampuan siswa.55 0 .65 46 .

Aspek penilaian yang menjadi standar peneilaian siswa dalam penilaian ini adalah sesuai dengan KKM ( Keriteria Ketuntasan Minimum) pada keterampilan menulis kelas V SDN 2 Pejanggk adalah 65. Memtukan kemampuan individu yaitu : a. Mi ( Mean ideal ) = 100 = ½ x 100 22 . Atau memakai data tersebut yang telah ditafsirkan atau data yang telah diperoleh.5 Indikator Keberhasilan Tolak ukur keberhasilan penelitian ini adalah bila pembelajaran dengan menngunakan gambar seri dengan mampu meminimalisasi kesalahan dan mampu meningkatkan kemampuan siswa hingga di atas 75 % atau dengan kriteria baik (66-79).diperoleh dari hasil belajar siswa dengan memberikan tes. dengan cara mengatur urutan data. Data yang telah tersusun dikaitkan dengan teori yang relavan sesuai dengan data yang muncul. Data yang telah dikumpulkan lalu dianalisis. Untuk memberikan penilaian pada hasil belajar siswa secara kualitatif maka peneliti menentukan kriteria penilaian untuk mengetahi singkat kemampuan siswa. 7. SMi ( Skor Maksimal ) b. memilih data yang diperlukan dan data yang tidak diperlukan. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil observasi tentang situasi pembelajaran pada saat pelaksanaan tindakan dan data refleksi diri serta perubahan-perubahan yang terjadi di kelas selama proses pembelajaran berlangsung. Kriteria nilai penlaian pada kegiatan menulis dengan media gambar seri dapat dikelompokkan menurut pendapat Nurekencana (1998:126) sebagai berikut : 1.

SDi ( Standar Deviasi ) 2.1 Sdi 3. artinya skor yang dicapai kalau semua soal dapat dijawab dengan benar ( Nurkencana. M= IPK = Ideks Prestasi Kelompok ∑ fn n M IPK = SMI x 100% Keterangan : IPK = Indeks Prestasi Kelompok M = Mean atau nelai rata-rata SMI = Skor Maksimal Ideal. 1983: 107) Ketuntasan siswa dalam menulis Kelas V di SDN 2 Pejanggik dapat dinilai dengan menggunakan sistim penilaian berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang sudah ditetapkan yaitu 65. Untuk mengetahui persentasi ketuntasan belajar secara kelasikal sesuai dengan indikator pencapaian dapat digunakan rumus sebagai berikut : Ketuntasan Belajar Klasikal = Persentasi Jumlah sisiwa yang tuntas Jumlah siswa x 100% 23 .c. Konversi Nilai Tinggi = 1/3 x 50 = M + 1 SDi sampai M+3 SDi Sedang = M + 1 SDi sampai M + 1 SDi Rendah = M-3 SDi sampai M.

1991.Y. Hadi. Pendekatan Kontekstual. Suharsimi.India: New Delhi University Press. 2004. Surabaya: Usaha Nasional Poerwadarminta. Evaluasi Pendidikan. Nawangwulan. Menulis. Damono. II. Oxford Advancent Learner’s Dictionary of Current English. Meningkatkan Kemampuan Menyusun Paragraf Kohesif dan Koheren pada Siswa Kelas IIG SLTPN 13 Mataram (PTK).2000.Genteng kali: Rajawali Sebagai Sarana Pembelajaran Noor.Jakarta: Adi Offset Homby. Metode Penelitian IV. Jakarta : Rineka Cipta. 2002. 2002. A. Wjs. London: Oxford University Press. 1992.Ida Bagus.S. Nurhadi. Mulyasa. Nurkencana. Roestiyah. Media Gambar Seri Sebagai Sarana Pembelajaran Menulis. Jakarta : Depdikbud 24 . Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.E. Strategi Belajar Mengajar. 2002.1990.Media gambar Seri Menulis. Preparing and Using Aids For Language teaching. Berbagai Penelitian dan Pengembangan dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra.: CV.Jakarta. FKIP Universitas Mataram. 2000. Kamus Umum Bahasa Indonesia Balai Pustaka: Jakarta.A. Wayan. 1989. Rajawali. Chaedar. Kristal-Kristal Ilmu Bahasa. 1995.1998. Cet. Sapardi Djoko. 1996.1997.DAFTAR PUSTAKA Alwasilah.1984. Bandung: Remaja Rosdakarya. dan Implementasi). Bandung: Airlangga University Press. Politik Bahasa dan Pendidikan. Kurikulum Berbasis Kompetensi (Konsep. Karakteristik.1996. Jakarta : Bina Aksara Sabarti. Boma. Bambang Yudi. Nowongwulon. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Cahyono. Jakarta: Depdiknas Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah.A. Arikunto. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Kurikulum Berbasis Kompetensi (Bunga Rampai). Mataram: FKIP Universitas Mataram Sugiono. Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas IIA SLTPN 3 Pujut dalam Menyusun Paragraf Deduktif dan Induktif”. Jakarta: Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. Bandung: Angkasa. 1999/2000 dalam Memperlancar Penulisan Paragraf dengan Menggunakan Kata Kunci (PTK). CV.1994. Bahasa Indonesia (Penelitian Tindakan Kelas). dkk . Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas IIIE SLTPN 1 Praya TP. Sugeng. 2003.1997. 2000.1992. Henry Guntur. Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru MP. Tarigan. Yogyakarta : Liberty Wiharso. Alfabeta\ Suriamiharjam. Pengantar Dunia Karang Mengarang. Mataram: FKIP Universitas Mataram. Bambang. Bandung : Angkasa Menulis Paragraf dan Tarigan. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Djago. 25 . 2003. (2000). Srigede.1996. Yulianto. Petunjuk Praktis Menulis.Sapiin.Agus. Membina Keterampilan Pengembangannya.The Liang . 2000. Gie. Bandung. FKIP Universitas Mataram. Statistika Untuk Penelitian. Jakarta : Depdi kbud.

5.Aspek Penilaian A C. Penempatan KU (kalimat utama). Isi meliputi: 2. Koheren (keterkaitan dan kesinambungan gagasan antar kalimat) 7. Penempatan KP (kalimat penjelas) yang tepat 6. kata kunci. kata hubung (transisi) Indikator B C D E 26 . Kohesif. meliputi kata ganti.

Pemakaian huruf C.D. Pemakaian tanda baca 5. EYD 4. Pemilihan kata (diksi) 27 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful