MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI SISWA KELAS V SDN 2 PEJANGGIK KECAMATAN PRAYA

TENGAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012

1. Latar Belakang Di dalam masyarakat moderen seperti sekarang ini dikenal dua macam cara berkomunikasi, yaitu komunikasi secara langsung dan komunikasi secara tidak langsung. Kegiatan berbicara dan mendengarkan (menyimak), merupakan

komunikasi secara langsung, sedangkan kegiatan menulis dan membaca merupakan komunikasi tidak langsung. Keterampilan menulis sebagai salah satu cara dari empat keterampilan berbahasa, mempunyai peranan yang penting didalam kehidupan manusia. Dengan menulis seseorang dapat mengungkapkan pikiran dan gagasan untuk mencapai maksud dan tujuannya. Seperti yang dikatakan oleh H.G. Tarigan (dalam Suriamiharja dkk. 1983:52) bahwa : Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambing-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambar grafik tersebut”. Mengarang pada perinsipnya adalah bercerita tentang sesuatu yang ada pada angan-angan. Penceritaan itu dapat dituangkan dalam bentuk lisan maupun tulisan. Setiap manusia semuanya diciptakan sebagai pengarang. Namun, menuangkan buah pikiran secara teratur dan terorganisasi kedalam tulisan tidak muda. Banyak orang yang pandai berbicara atau berpidato, tetapi mereka masih kurang mampu

1

menuangkan gagasanya kedalam bentuk bahasa tulisan. Maka untuk bisa mengarang dengan baik, seseorang harus mempunyai kemampuan untuk menulis. Kemampuan menulis dapan dicapai melalui proses belajar dan berlatih. Permasalahan pun muncul seperti yang penulis alami ketika melakukan

observasi di kelas V SDN 2 Pejanggik Kec. Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah. Dari hasil observasi itu penulis menemukan masalah yaitu masih banyak siswa yang mengalami kesulitan ketika mengarang. Kesulitan yang dihadapi oleh guru kelas V SDN 2 Pejanggik, ketika dalam mengajarkan mengarang antara lain : 1.Siswa kurang mampu menggunakan dan memilih kata dalam menuangkan buah pikirnya, sering mengulang kata “lalu” dan “terus”. 2.Isi kalimat relatif tidak menggambarkan topik. 3.Kalimat yang satu dengan kalimat yang lain tidak sinambung. 4.Paragraf yang satu dengan paragraf yang lain tidak koheren. Dalam penyampaian pembelajaran dengan menggunakan media untuk meningkatkan kemampuan atau kreatif siswa dalam membuat suatu karangan perlu dilakukan. Cara atau tindakan sebagai berikut : Guru memggunakan media gambar seri untuk menarik perhatian siswa atau untuk mempermudah siswa dalam menyusun sebuah karangan, sehingga pembelajaran akan lebih menarik dan siswa lebih tertantang untuk membuat suatu karya tulis, atau untuk membuat suatu karangan, dan siswa dapat mudah menyusun kata-kata menjadi sebuah kalimat dan menyusun kalimat menjadi sebuah paragraf sehingga terbentuklah sebuah tulisan atau karya yang utuh. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk membuat karangan atau untuk

2

kalau siswa sudah memahami materi pelajaran yang sedang dipalajari maka siswa akan cepat mengerti dan akan berlomba-lomba dalam menulis karangan. dapat terpecahkan masalah dengan menggunakan media Ganbar Seri.atau membuat suatu karya yang bisa dibaca oleh siswa yang lain. Guru memberikan semangat kepada siswa dengan menyampaikan materi pelajaran sehingga siswa merasa bahwa materi pelajaran yang disamapaikan terasa mudah dipahami siswa. Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah. Dengan alasan tersebut penulis berkeyakinan tentang permasalahan siswa belum tercapainya Indikator tentang menulis karangan. Dari alternatif tindakan tersebut. sehingga akan membuat para siswa yang lainnya lebih tertantang untuk membaca atau mendengarkan karangan hasil para siswa. karena dalam pelaksanaan proses pembelajaran berlangsung siswa akan mudah merespon materi pelajaran dan aktif dalam kegiatan belajar mengajar.melukiskan pikirannya menjadi sebuah cerita. sehinga anak tidak merasa haknya digantikan oleh gurunya. oleh karena itu merasa perlu diterapkan untuk meningkatkan pemahaman atau kemampuan siswa dalam pembelajaran khususnya dalam pembelajaran mengarang untuk menarik siswa dalam membuat suatu karangan. yang ditemukan pada saat observasi awal pada pembelajaran bahasa Indonesia. 3 . Tindakan ini semula jarang digunakan oleh pengajar atau guru. Dan siswa akan lebih bisa menuangkan buah pikirnya. gambar seri merupakan cara yang cukup efektif untuk dilaksanakan. Dan dapat dimengerti oleh siswa. di kelas V SDN 2 Pejanggik. maka siswa akan mendapatkan karya yang baik.

Tujuan Penelitian Dengan dilaksanakannya penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan melalui penggunaan media gambar seri di kelas V SDN 2 Pejanggik Kecamatan Praya Tengah tahun pelajarn 2011/2012? 4. Dalam penelitian ini dapat diambil manfaat bagi guru termasuk diantaranya guru dapat memperkaya teknik pembelajaran. Manfaat Penelitian 4. Sehingga dapat mempermudah guru untuk mengatasi masalah- 4 . Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan data awal yang diperoleh dari hasil observasi awal yang dilakukan peneliti dan untuk membatasi permasalahan yang telah diuraikan diatas. adalah bagaimanakah upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan melalui penggunaan media gambar seri di kelas V SDN 2 Pejanggik Kecamatan Praya Tengah tahun pelajarn 2011/2012? 3. maka penulis merumuskan dalam bentuk pertanyaan. guru dapat mengetahui teknik pembelajaran dan guru dapat mengetahui teknik-teknik pembelajaran dan guru dapat mengetahui permasalahan-permasalahan siswa dengan cara-cara mengatasinya.2.1 Bagi Guru Guru dapat memahami hal-hal yang perlu dilakukan untuk menyampaikan pembelajaran secara aktif dan menarik siswa dalam menyampaikan materi. sehingga siswanya mampu menyimak pelajaran yang sedang diajarkan dan apa yang diharapkan guru dapat tercapai.

(Poerwadarminta. Serta alat peraga ini dapat disimpan untuk siswa – siswa tahun berikutnya. Guru mengetahui penggunaan alat evaluasi yang sesuai untuk mengukur keterampilan menulis karangan dengan baik. 5. 2.3 Bagi Sekolah Sekolah dapat lebih mudah dalam memperoleh alat peraga. 4. karena alat peraga bisa dibuat dari lingkungan sekitar dan bias didapat dari siswa itu sendiri. Dengan cara pembelajaran yang menarik. dan tidak akan membosankan siswa dalam menyimak pelajaran sehingga siswa akan menyimak pelajaran dengan baik.masalah apa yang timbul dalam pembelajaran. Guru menjadi aktif dan kereatif dalam mempelajarkan siswa dengan menggunakan media pembelajaran dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 4. 1984 : 619) 3.2 Bagi Siswa Siswa dapat lebih mudah dan semangat dalam memahami materi pelajaran. siswa akan lebih aktif belajar dan mereka bisa lebih mudah dalam memahami pelajaran. Mengarang adalah melukiskan pikiran dan perasaan dengan cara yang teratur dan dituliskan dalam bahasa tulisan. Batasan Istilah 1. Media Cerita Gambar Seri adalah cerita atau daya upaya dalam menyusun 5 . pihak sekolah tidak harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menyediakan alat peraga. Meningkatkan minat adalah Memberikan dorongan atau memberikan motivasi kepada anak tentang pembelajaran menulis karangan. penggunaan alat peraga disekolah.

Kajian Pustaka Tujuan utama pembelajaran Bahasa Indonesia adalah meningkatkan keterampilan siswa dalam Bahasa Indonesia. dan sikap positif terhadap bahasa. membaca.1997:35) Tarigan (dalam Agus Suriamiaharja. 6. keterampilan berbahasa. dan menulis.1994:42) 6. (Nawangwulan. Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia adalah program untuk mengembangkan pengetahuan. (Tarigan.1 Pengertian Menulis Menulis adalah menyampaikan ide atau gagasan dan pesan dengan menggunakan lambang grafik (tulisan). (Sabarti. Menulis adalah menempatkan simbol-simbol grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dimengerti oleh seseorang. kemudian dapat dibaca oleh orang lain yang memahami bahasa tersebut beserta simbol-simbol grafiknya.atau menulis karangan dangan menerjemahkan isi pesan visual (gambar seri) kedalam wujud atau bentuk bahasa lain. (1996 :1) mengembangkan bahwa : 6 . membaca dan menulis. berbicara. Keterampilan berbahasa hanya bisa dikuasai dengan latihan yang terus menerus dan sistematis yakni harus sering berlatih menyimak. Tulisan adalah suatu sistem komunikasi manusia yang menggunakan tanda-tanda yang dapat dibaca atau dilihat dengan nyata (Sabarti.2000:19) 4. pengetahuan bahasa diajarkan untuk menunjukkan siswa terampil berbahasa yakni terampil menyimak. berbicara. 1997:32).

bahwa Untuk dapat menyampaikan gagasan dan fakta secara lincah dan kuat. “mengarang adalah keseluruhan rangkaian kegiatan seseorang mengumpulkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis 7 . perasaan. Untuk dapat menyampaikan suatu pikiran.2 Pengertian Mengarang Apabila seseorang menggunakan buah pikiran. sehinga orang lain dapat membaca lambing. gagasan. gagasan. terampil menyusun kata – kata menjadai beraneka kalimat yang jelas. mengatakan bahwa: Menulis adalah menempatkan symbol-simbol grafik yang menggam barkan suatu bahasa yang dimengerti oleh seseorang. seseorang perlu memiliki perbendaharaan kata yang memadai. dan mahir memakai bahasa secara efektif.lambng grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik tersebut. dan mahir memakai bahasa secara efektif. seseorang perlu memiliki pembendaharaan kata yang memadai.Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambing-lam bang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipakai oleh seseorang. Menurut pengertianya.simbol grafi knya. Sedangkan Robert Lodo (dalam Suriamiaharja. Sebagai mana dikemukakan oleh Gie ( 1992 : 18 ). Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah kemampuan seseorang dalam melukiskan lambang-lambang grafik untuk menyampaikan ide atau gagasan yang dapat dimengerti oleh orang lain . pengalaman atau lainya kedalam bahasa tulis. kegiatan tersebut adalah kegiatan mengarang. kemudian dapat dibaca oleh orang lain yang memahami bahasa tersebut beserta simbol .1996 : 1). 6. perasaan. pengalaman atau lainya. terampil menyusun kata-kata menjadi kalimat yang jelas.

sampai paragraf yang saling berhubungan dan merupakan kesatuan yang utuh. Ada 4 ( empat ) bentuk mengarang.Pelukisan ( Description ) yaitu Bentuk pengungkapan yang menggambarkan pengindraan. lagu merdu.Pemaparan ( Exposition ) yaitu bentuk pengungkapan yang meyajikan secara fakta -fakta yang bermaksud 8 . dan lain-lain) c. ( Gie. Tuturan ( Discourse ) Yaitu bentuk pengungkapan gagasan sehingga dapat dipahami pembaca. Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa mengarang adalah kegiatan menulis yang tersusun dengan teratur dari kata. 2. maka kita harus berbicara mengenai beberapa hal atau masalah disekitar karangan. Dalam proses karang-mengarang setiap ide perlu dilibatkan pada suatu kata. dan tujuan lainya.kepada pembaca untuk dipahami”. dengan maksud menceritakan kejadiaan atau peristiwa.Pencarian (Narration) yaitu Bentuk pengungkapan yang menyampaikan sesuatu peristiwa / pengalaman b. yaitu perwujudan gagasan seseorang dalam bahasa tulis yang dapat dibaca dan dipahami oleh orang lain. a.2. Gagasan ( Idea ) Yaitu topik berikut tema yang diungkapkan secara tertulis. kalimat. perasaan mengarang tentang mecam-macam hal yang berada dalam susunan ruang (misalnya : pemandangan indah. 6. kata-kata dirangkai menjadi sebuah kalimat membentuk paragraf. dan paragrafparagraf akhirnya mewujudkan sebuah karangan.1 Unsur Karang Mengarang Berbicara mengenai karangan baik yang berupa karangan pendek maupun panjang. Sedangkan karangan merupakan hasil dari kegiatan mengarang. The Liang Gie (1992 : 17) mengemukakan ada 4 (empat) unsur dalam mengarang yaitu sebagai berikut : 1. mempercakapkan sesuatu. 1992 : 17 ).

d.Latihan-latihan penggunaan ejaan yang tepat (ingin menguasai bentuk bahasa). dan retorika (seni memekai bahasa secara efektif) 6.Memperkaya pembendaharaan bahasa positif dan aktif b.Tatanan ( Organization ) yaitu tertib pengaturan dan peyusunan gagasan mengindahkan berbagai asas. dan teknik sampaimerencanakan rangka dan langkah .Latihan memaparkan pengalaman – pengalaman dengan tepat. Umumnya diberikan di kelas-kelas rendah 9 .Melatih melahirkan pikiran dan perasaan dengan tepat c. 4. yaitu : a. Menurut Isi / Bentuk a. atau sikapnya sesuai dengan yang dihadapi pengrang. dan Alim (1997: 58) mengemukakan bahwa tujuan pengajaran mengarang sama dengan tujuan pengajaran bercakap-cakap hanya berbeda dengan bentuk tulisan. gramatika (tata bahasa). Karangan permulaan (Kelas I dan II) Karangan sebenarnya (Karangan lanjutan) di kelas-kelas berikutnya. 3. d. 2.Wahana (Meduim) yaitu sarana penghantar gagasan berupa bahasa tulis yang terutama menyangkut kosa kata. persoalan. Menurut Tingkatan a.Perbincangan (Argumentation) yaitu bentuk pengungkapan dengan maksud menyalin pembaca agar mengubah pikiran.memeberi penjelasan kepada pembaca mengenai suatu ide. Macam-Macam Karangan di Sekolah Dasar Macam-macam karangan yang dapat diajarkan di Sekolah Dasar (SD) dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. 6.2.3.2. Karangan Varslag ( Laporan ). proses atau peralatan. pendapat. aturan.2 Tujuan Pengajaran Mengarang Menurut Purwanto.

Siswa dibiasakan menyatakan pendapat ataupun pikiranya berdasarkan alasan yang tepat. d. kalimat lebih banyak pada saat menceritakan tentang benda. b. Toko. Karangan Fantasi. Anak dibiasakan mengamati lingkungan sekitarnya (Pasar. Pos. Karangan berdasarkan alasan tertentu. Karangan Argumentasi. Umumnya bersipat menceritakan/menguraikan suatau perkataan yang telah di pelajari atau di pahami. Ngalim Purwanto dan Djeinah Almim (1997 : 59) mengatakan bahwa Mengarang itu semenjak di kelas I (Satu) sudah mulai disisipkan (Mengarang Permulaan). Di kelas I (Satu) sudah dapat di mulai dengan menggambar bebas kemudian anak menulis beberapa kalimat tentang gambarnya. Karangan Reproduksi. hewan atau tanaman yang sesuai dengan lingkungan. seperti mengenal ilmu-ilmu bumi. atau menulis dengan kata-kata sendiri apa yang telah di baca dan lain sebagainya. Bank. Tempat pertunjukan dll) lebih rinci sehinga siswa kelas V (lima) telah dapat 10 . ilmu hayat. Di kelas III (Tiga) adalah lanjutan dari kegiatan di atas. Mengeluarkan isi jiwa sendiri (Ekspresi jiwa). c. “Seandainya Aku jadi Raja”. anak telah menjelaskan sesuatu tentang benda. Mengarang dengan bentuk gambar seri telah lebih banyak kalimatnya daripada di kelas II (dua) biasanya anak menggunakan kata penghubung. Misalnya : “Cita. Cerita tentang gambar telah memakai judul. Di kelas 1V (empat) karangan anak lebih luas dari peda kelas III (tiga). Kantor.citaku setelah tamat SD ”.Misalnya : Menceritakan kembali (secara tertulis) apa-apa yang dialami dalam pengajaran lingkungan.

Dalam penggunaan media.3. 1997 : 59). apabila diabaikan media pengajaran bukanya membantu proses belajar mengajar.menuliskan berpuluh-puluh kalimat tentang sesuatu. Hal ini lebih mudah dilatihkan melalui mengarang dengan bentuk gambar seri. siswa kelas V (lima) lebih rinci menjelaskan setiap gambar. ataupun peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan” (Zein. Media Pembelajaran 6. (Ngalim Purwanto dan Djeinah Almim.. 6. Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa media adalah segala 11 . benda. tapi sebagai penghambat dalam pencapaian tujuan secara efektif dan efesien.1 Pengertian Media Pembelajaran Kata “Media” secara harpiah adalah “perantara atau pengantar”. Ketidakjelasan guru dalam menyampaikan bahan pengajaran dapat terwakili dengan kehadiran media. Keabstrakan bahan pelajaran dapat dikongritkan dengan kehadiran media. 1996 : 136). perlu diperhatikan bahwa pemilihan media pengajaran haruslah jelas dengan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. menentukan pokok pikiran yang mungkin akan menjadi karangan-karangan. Pengamatan gambar lebih rinci. Pengertian media sebagai sumber belajar adalah “Manusia. Mulailah anak. masih berfikir kongrit. Penggunaan media dalam proses belajar mengajar sangat penting. Pada saat menceritakan gambar berseri. sehinga anak didik lebih mudah mencerna bahan pelajaran daripada tanpa bantuan media.3. Apabila SD yang tingkatan siswanya belum mampu berfikir abstrak.

12 . c. c. membantu mempertegas bahan pelajaran.sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan. tetapi mempunyai fungsi sendiri sebagai alat Bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif b. perasaan. sehingaga dapat merangsang pikiran. bukan sekedar melengkapi proses belajar supaya lebih menarik perhatian siswa. Penggunaan media bukan semata-mata alat hiburan. Nana Sudjana (dalam Djamarah. 6. e.3. penggunaannya dengan tujuan dari sisi pelajaran . b. d. Media dapat memunculkan permasalahan untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh para siswa dalam proses belajarnya. Pengunaan media dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar mengajar. perhatian dan minat siswa dalam proses belajar. Penggunaan media dalam pengajaran lebih dituangkan untuk mempercepat proses belajar mengajar dan membantu siswa dalam menangkap perhatian yang diberikan guru. Penggunana media pengajaran merupakan bagian yang integral dari keseluruhan situasi mengajar. maka terlihatlah perannya sebagai berikut : a. 1996 : 152 ). Media pengajaran.2 Fungsi Peranan Media Pengajaran Fungsi media pengajaran sebagai sumber belajar. M erumuskan fungsi media sebagai berikut : a. Media yang digunakan guru sebagai penjelas dari keterangan terhadap suatu bahan yang guru sampaikan. Penggunaan media dalam proses belajar mengajar bukan merupakan fungsi tambahan. Ketika fungsi-fungsi media pengajaran itu diaplikasikan kedalam proses belajar mengajar. Media sebagai sumber belajar bagi siswa.

murah. 1996 : 150). Memperkuat pemahaman siswa akan pekerjaan yang sedang diajarkan c. sederhan dan praktis penggunaannya. Menarik minat siswa untuk mengikuti proses pembelajaran d.Tersedia waktu untuk menggunakanya. Memperjelas keterangan guru b. d.3 Kriteria Pemilihan Media Pengajaran Sujana dan Rivai (dalam Djamarah dan Zein. Gambar sebagai salah satu alat peraga juga mempunyai fungsi sebagai berikut: a.Media yang di gunakan mudah diperoleh. Nowongwulon(2002:44) menjelaskan fungsi dari gambar seri sebagai berikut: 13 . b.Keterampilan guru dalam menggunakan media dalam proses pengajaran.Dukungan terhadap isi bahan pelajaran. e. sebagai berikut: a. e.4 Media Cerita Gambar Seri Homby (1996: 65) mengatakan bahwa gamabar adalah lukisan.6. c. Adanya media bahan pelajaran lebih mudah dipahami siswa.Sesuai dengan tarap berfikir siswa. f. sket atau gambaran dari sesuatu objek yang mengandung informasi dan fakta.Ketepatan dengan tujuan pengajaran. dan cara menceritakannya harus runut sesuai dengan kejadian dalam gambar tersebut. Mencegah rasa bosan siswa. Artinya.3. mengemukakan beberapa kriteria dalam memilih media pelajaran. ketika menceritakan kejadian dalam gambar seri seseorang harus memperhatikan urutan dan waktu kejadian dalam gambar tersebut. sehinga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung. Nur (1991:65) mendefinisikan gambar seri adalah sejumlah gambar dimana antara gambar yang satu dengan yang lain saling berkaitan satu dengan yang lain.

” Dari ilustrasi gambar diatas karangan sederhana siswa akan bervariasi sesuai 14 . Menumbukan daya cipta siswa dalam merangkaikan kata-kata menjadi suatu karangan c. Melatih siswa mengatur alur cerita e. kemudian dapat menguraikan dalam bentuk tulisan. dan hubungan antar kejadian d. Menginformasikan kepada siswa tentang objek. siswa dapat menarik isi kesimpulan dari gambar tersebut. Seperti ilustrasi gambar sebagai berikut: “Aktifitas Ani setiap hari.a. Menumbuhkan motivasi siswa dalam pelajaran menulis b. kejadian. Memudahkan siswa mengembangkan cerita Dari kajian teori tentang gambar seri dan fungsinya tersebut. media ini akan membantu dalam pelajaran menulis dan sesuai dengan taraf berfikir anak didik. Dengan melihat gambar.

Menarik perhatian anak sehinga terdorong untuk lebih giat belajar. Dapat membantu daya ingat siswa (retensi). juga Tarigan (1997 : 210) mengemukakan bahwa “Mengarang melalui media gambar seri berarti melatih dan m em pertajam daya imajinasi siswa”. 6. Dapat membantu guru dalam menyampaikan pelajaran dan membantu siswa dalam belajar. Berkaitan dengan penggunaan media gambar. Sedangkan peranan gambar sebagai media pengajaran yaitu : 1. Atas dasar uraian tersebut diatas.Merangsang orang yang melihat untuk ingin mengungkapkan tentang obyek-obyek dalam gambar.Dapat menyampaikan pesan atau ide tertentu.1. yaitu : 1. 3. 2. 4. tetapi menarik dan mudah dipahami. 3.Berani dan dinamis 5.lustrasi tidak terlalu banyak. 4.4. 2. Purwanto dan Alim (1997:63) mengemukakan bahwa “Penggunaan media gambar untuk melatih anak menentukan pokok pikiran yang mungkin akan menjadi karangan-karangan”. dapat ditarik kesimpulan bahwa media gambar seri adalah salah satu cara untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan menulis karangan dengan menerjemahkan isi pesan visual (gambar seri) ke dalam bentuk tulisan. Dari uraian di atas. hendaknya guru mau mempertimbangkan penggunaan media gambar seri didalam pelaksanaan proses belajar mengajar 15 .dengan kemampuan siswa. Dapat disimpulkan dan digunakan lagi apabila diperlukan pada saat yang lain. Ciri – ciri Gambar Yang Baik dan Peranannya Sebagai Media Pengajar Gambar yang baik dan dapat digunakan sebagai sumber belajar adalah yang memiliki ciri – ciri sebagaimana dikemukakan Sudirman et-al (1991 : 219). Siswa diberi kebebasan membuat kreasi karangan masing-masing dengan bantuan gambar seri yang disiapkan guru.Memberi kesan kuat dan menarik perhatian.

Tiap-tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu (1) perencanaan. 7.1 Metode Penentuan Subyek Penalitian Populasi adalah sejumlah penduduk atau individu yang paling sedikit mempunyai sifat yang sama” (Sugiono. untuk pertama kali kita sebagai peneliti meminta ijin kepada kepala sekolah untuk melakukan 16 . 2000 : 55).2 Prosedur Penelitian Adapun rencana tindakan yang akan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dengan menerapkan strategi konstruktivisme dilakukan melalui beberapa siklus hingga keterampilan menulis siswa mencapai hasil yang sangat baik. dan (4) Analisis dan Refleksi. yang berjumlah 25 orang siswa dan 1 orang guru. Perencanaan Pada tahap perencanaan tindakan apa yang harus dilakukan. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2002 : 108). (3) Observasi dan Interpretasi. ide.terutama dalam pengajaran menulis karangan. populasi merupakan keseluruhan subyek penelitian. 7. pengalaman dan kejadiannya. (Yulianto. Karena dengan gambar dapat merangsang imajinasi seorang siswa supaya suka bercerita tentang gambar yang dilihatnya sehingga selanjutnya diharapkan siswa tersebut dapat mampu menulis karangan sesuai dengan tema. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 2 Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah dalam Kegiatan Belajar Mengajar atau KBM adalah siswa. (2) Implementasi Tindakan. Metode Penelitian 7.2000:41) 1.

yaitu (a) siswa mampu membuat karangan dengan menggunakan media gambar seri. 17 . lalu guru menerangkan cara mangarang dengan menggunakan media gambar seri. 2. kemudian menyiapkan indikator yang akan diteliti beserta tolak ukur keberhasilan penelitian yang akan kita laksanakan. dengan tahapan sebagai berikut : Tahapan awal pembelajaran. Guru memberikan mata pelajaran tentang mengarang dengan menggunakan media gmbar seri. Kemudian mencari guru yang akan dijadikan kolaborasi. (d) pasilitas dan sarana prasarana yang tersedia atau yang memadai. Yang paham tentang mata pelajaran yang kan menjadi sumber PTK. (c) kemampuan siswa. (b) kesanggupan guru yang akan diteliti. atas dasar kelima asfek diatas maka penulis memilih media pembelajaran mengarang dengan menggunakan media gamabar seri untuk menyelesaikan permasalahan tentang pembelajaran mengarang. penetapan tindakan dalam peneliti didasarkan atas (a) kajian teori atau penelitian yang relavan. untuk melakukan tindakan kelas. (c) Siswa mampu membuat karangan sesuai dengan topik.penelitian. (e) iklim suasana dikelas dan fasilitas di sekolah. (b) Siswa mampu menyusun cerita gambar seri dengan tidak mengulang kata-kata lalu. guru menyampaikan materi pembelajaran tentang mengarang. Pelaksanaan Tindakan Pelaksaaan tindakan yang dilaksanakan dalam pembelajaran adalah kinerja guru dalam melaksanakan atau menerapkan media Gambar Seri dan aktivitas siswa selama dilaksanakan atau diterapkan Media Gamabar Seri. Menurut Sudarsono dalam Kasbolah. Pada penelitian ini yang dijadikan tolak ukur pelaksanaan pembelajaran mengarang dengan menggunakan media gambara seri.

Refleksi Reflesi merupakan bagian yang sangat penting untuk memahami dan memberikan makna terhadap proses dan hasil pembelajaran yang terjadi yang dilakukan dengan (a) pada saat memikirkan tindakan yang akan dilakukan (b) ketika tindakan sedang dilakukan. pada tahapan ini diharapkan dapat dikenali sedini mungkin apakah tindakan akan mengarah terhadap terjadinya perubahan positif dalam proses pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan. penyusunan rencana tindakan yang hasil diperoleh melalui kegiatan observasi.3. adapun kegiatan yang dilakukan pada saat merefleksi yaitu melakukan analisis. pada saat belajar dilapangan observer harus mencatat semua kejadian yang di temukan dilapangan. jika diinterprestasikan data tersebut belum 18 . penerapan media Gambar Seri akan dilaksanakan oleh guru Praktikan. peneliti sebagai observer yang akan mengobservasi tentang kinerja guru praktikan selama penerapan media gambar seri dan mengobservasi aktivitas siswa dalam pembelajaran berlangsung. Observasi Kegiatan observasi dilaksanakan pada waktu penelitian atau pada waktu pelaksanaan tindakan. (c) setelah tindakan dilakukan. dan mengevaluasi atau mendiskusikan data yang harus duperoleh. 4. Dalam mengobservasi harus mendapatkan data yang sesungguhnya yang terdapat dilapangan. Data yang telah dikumpulkan dalam observasi harus secepatnya dianalisis atau diinterprestasikan (diberi makna) sehingga dapat segera diberi tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan. Dan untuk menilai apakah pelaksanaan pembelajaran telah sesuai dengan yang sudah direncanakan.

Berikut ini penjelasanya : 1. 2002: 183). observasi dan tes perbuatan (performance) yang digunakan selama penelitian dan mendiagnosa serta mengevaluasi dari model yang digunakan. Lebih jauh disebutkan bahwa: “Persyaratan pengambilan dokumentasi yang digunakan sebagai alat memperoleh data perlu diperhatikan dan dievaluasi terlebih dahulu. 7. dan (4) meninjau pribadi penulisnya” (Sugiyono. Selanjutnya melalui metode dokumentasi ini dilakukan untuk mendapatkan data tertulis yang berupa nilai hasil belajar siswa menulis karangan melalui media gambar seri yang diberikan. yaitu wawancara. berarti tidak semua dapat dipergunakan. Metode Dokumentasi Studi dokumentasi adalah: “suatu cara untuk memperoleh data yang dilakukan dengan jalan mengumpulkan segala macam dokumen serta mengadakan pencatatan secara sistematis” (Arikunto. 2005: 184). (2) meninjau batas waktu penerbitan.mencapai tujuan yang diharapkan maka peneliti/observer melakukan langkahlangkah perbaikan untuk diterapkan pada siklus selanjutnya. Metode Observasi 19 . Akan tetapi jika pada pelaksanaan refleksi terhadap hal-hal yang dianggap baik. 2.3 Metode Pengumpulan Data Penulis menggunakan tiga alat pengumpulan data. maka hal-hal yang baik tersebut harus terus digali. Syarat-syarat pengambilannya adalah: (1) seleksi. (3) meninjau validitas sumbernya.

(1998 : 34). 1998:113). Tabel 3.Obsevasi adalah teknik atau cara untuk mengamati suatu keadaan atau suatu kagiatan (tingkah laku). No 1 2 Aspek Yang Diamati Suasana kelas Penggunaan media gambar seri Upaya melatih keterampilan mengarang Respon siswa terhadap penggunaan media gambar seri Gejala Yang Muncul 3. Dalam Pembelajaran menulis dengan bantuan media gambar. penelitian tindakan kelas ini mengambil tema “Aktifitas Sehari-hari” dengan waktu yang digunakan 2 kali pertemuan ( 4 x 35 menit). Alat pengukurannya menggunakan pedoman penilaian atau format observasi. sedang. dan sesudah model pembelajaran menulis karangan dengan menggunakan media gambar seri. Kartadinata. Tes Perbuatan Tes perbuatan (performance) dimaksudkan untuk mengukur keterampilan dalam melakukan sesuatu (Rachmat dan Suhendi. Penggunaan teknik observasi ini untuk mengamati keadaan siswa sebelum.1 : Lembar Observasi Penggunaan Media Gambar Seri Dalam Pembelajaran Mengarang Di Kelas V Hari / Tanggal : ………………………. Tes perbuatan ini digunakan untuk mengetahui sejauhmana siswa dapat menulis karangan dengan baik dengan menggunakan media gambar seri. Untuk memberikan penilaian pada hasil 20 .

Isi meliputi: 1.45 (baik sekali) (baik) (cukup baik ) (kurang) (kurang sekali ) Indikator B C D E 7. kata kunci.4. Koheren (keterkaitan dan kesinambungan gagasan antar kalimat) 4. Penempatan KU (kalimat utama). Penempatan KP (kalimat penjelas) yang tepat 3.65 46 .belajar siswa secara kualitatif maka peneliti menentukan kriteria penilaian untuk mengetahi tingkat kemampuan siswa. EYD 1.55 0 . Kohesif. Pemilihan kata (diksi) Keterangan : A B C D E 80 . Pemakaian tanda baca 2.2 Standar Penilaian Siswa dalam penulisan karangan Aspek Penilaian A A.79 56 . Data kuantitatif 21 . meliputi kata ganti. 2. Aspek penilaian yang menjadi standar peneilaian siswa dalam penilaian ini adalah sebagai berikut: Tabel 3. Metode Analisis Data Data yang dipakai adalah data kuantitatif dan kualitatif. kata hubung (transisi) B. Pemakaian huruf C.100 66 .

Data yang telah tersusun dikaitkan dengan teori yang relavan sesuai dengan data yang muncul. Memtukan kemampuan individu yaitu : a. Mi ( Mean ideal ) = 100 = ½ x 100 22 . SMi ( Skor Maksimal ) b. Kriteria nilai penlaian pada kegiatan menulis dengan media gambar seri dapat dikelompokkan menurut pendapat Nurekencana (1998:126) sebagai berikut : 1. 7. Untuk memberikan penilaian pada hasil belajar siswa secara kualitatif maka peneliti menentukan kriteria penilaian untuk mengetahi singkat kemampuan siswa. Aspek penilaian yang menjadi standar peneilaian siswa dalam penilaian ini adalah sesuai dengan KKM ( Keriteria Ketuntasan Minimum) pada keterampilan menulis kelas V SDN 2 Pejanggk adalah 65. memilih data yang diperlukan dan data yang tidak diperlukan. Atau memakai data tersebut yang telah ditafsirkan atau data yang telah diperoleh. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil observasi tentang situasi pembelajaran pada saat pelaksanaan tindakan dan data refleksi diri serta perubahan-perubahan yang terjadi di kelas selama proses pembelajaran berlangsung. Data yang telah dikumpulkan lalu dianalisis. dengan cara mengatur urutan data.diperoleh dari hasil belajar siswa dengan memberikan tes.5 Indikator Keberhasilan Tolak ukur keberhasilan penelitian ini adalah bila pembelajaran dengan menngunakan gambar seri dengan mampu meminimalisasi kesalahan dan mampu meningkatkan kemampuan siswa hingga di atas 75 % atau dengan kriteria baik (66-79).

1983: 107) Ketuntasan siswa dalam menulis Kelas V di SDN 2 Pejanggik dapat dinilai dengan menggunakan sistim penilaian berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang sudah ditetapkan yaitu 65. SDi ( Standar Deviasi ) 2.c.1 Sdi 3. M= IPK = Ideks Prestasi Kelompok ∑ fn n M IPK = SMI x 100% Keterangan : IPK = Indeks Prestasi Kelompok M = Mean atau nelai rata-rata SMI = Skor Maksimal Ideal. Konversi Nilai Tinggi = 1/3 x 50 = M + 1 SDi sampai M+3 SDi Sedang = M + 1 SDi sampai M + 1 SDi Rendah = M-3 SDi sampai M. artinya skor yang dicapai kalau semua soal dapat dijawab dengan benar ( Nurkencana. Untuk mengetahui persentasi ketuntasan belajar secara kelasikal sesuai dengan indikator pencapaian dapat digunakan rumus sebagai berikut : Ketuntasan Belajar Klasikal = Persentasi Jumlah sisiwa yang tuntas Jumlah siswa x 100% 23 .

2004. Wjs.2000. Strategi Belajar Mengajar. Bambang Yudi.Genteng kali: Rajawali Sebagai Sarana Pembelajaran Noor. Hadi. 1991.1984. Evaluasi Pendidikan. FKIP Universitas Mataram.DAFTAR PUSTAKA Alwasilah.Jakarta: Adi Offset Homby. Mulyasa. Kristal-Kristal Ilmu Bahasa. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.Ida Bagus. Sapardi Djoko.A. Jakarta: Depdiknas Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. Politik Bahasa dan Pendidikan. Menulis. Bandung: Remaja Rosdakarya. 1989. II. Meningkatkan Kemampuan Menyusun Paragraf Kohesif dan Koheren pada Siswa Kelas IIG SLTPN 13 Mataram (PTK). Bandung: Airlangga University Press. Kamus Umum Bahasa Indonesia Balai Pustaka: Jakarta. Bandung: Remaja Rosdakarya.S. Berbagai Penelitian dan Pengembangan dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Oxford Advancent Learner’s Dictionary of Current English. Metode Penelitian IV.1996. A. Nurkencana. 1992. 1996. Cahyono.1990. Arikunto. Boma. Jakarta : Depdikbud 24 . Roestiyah.Y.A. Damono. 2002. Karakteristik. London: Oxford University Press. dan Implementasi). 2002. 1995. Wayan. Kurikulum Berbasis Kompetensi (Konsep. 2002.E. Nowongwulon. Suharsimi.Media gambar Seri Menulis.1998. Nurhadi.: CV.1997. Chaedar. Nawangwulan. Jakarta : Bina Aksara Sabarti. Rajawali. Surabaya: Usaha Nasional Poerwadarminta. Preparing and Using Aids For Language teaching. Media Gambar Seri Sebagai Sarana Pembelajaran Menulis. Pendekatan Kontekstual. 2000.India: New Delhi University Press. Cet.Jakarta. Jakarta : Rineka Cipta.

Kurikulum Berbasis Kompetensi (Bunga Rampai). Mataram: FKIP Universitas Mataram Sugiono. Henry Guntur. Pengantar Dunia Karang Mengarang. Djago. Jakarta : Depdi kbud.Agus. Tarigan. Bandung: Angkasa.1997.1996. Alfabeta\ Suriamiharjam. Mataram: FKIP Universitas Mataram. 2003. (2000). Srigede. 2003. Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas IIA SLTPN 3 Pujut dalam Menyusun Paragraf Deduktif dan Induktif”. Bahasa Indonesia (Penelitian Tindakan Kelas). Petunjuk Praktis Menulis. Yogyakarta : Liberty Wiharso. Statistika Untuk Penelitian. Bambang.The Liang . Sugeng. CV. Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru MP. Membina Keterampilan Pengembangannya. 2000.Sapiin.1994. Jakarta: Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas IIIE SLTPN 1 Praya TP. 2000. 25 . Gie. dkk . Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung : Angkasa Menulis Paragraf dan Tarigan.1992. Yulianto. 1999/2000 dalam Memperlancar Penulisan Paragraf dengan Menggunakan Kata Kunci (PTK). FKIP Universitas Mataram. Bandung.

kata kunci. Koheren (keterkaitan dan kesinambungan gagasan antar kalimat) 7. 5. Penempatan KP (kalimat penjelas) yang tepat 6. Isi meliputi: 2.Aspek Penilaian A C. kata hubung (transisi) Indikator B C D E 26 . Penempatan KU (kalimat utama). Kohesif. meliputi kata ganti.

Pemilihan kata (diksi) 27 . Pemakaian tanda baca 5. EYD 4. Pemakaian huruf C.D.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful