Daun Suji sering disebut sebagai Pandan Betawi, walau baunya tidak seharum daun pandan. Ia merupakan pewarna hijau alami pada masakan nusantara. Cara penggunaannya adalah dengan menumbuk halus kemudian diperas. Air daun suji inilah yang umum dipakai untuk mewarnai kue. Secang kaya kandungan kimia. Kayunya mengandung asam galat,brasilin,brasilein, deltaα-phellandrene,oschimene,resin,resorsin,minyak asiri dan tannin. Daunnya 0,16-0,20% minyak asiri yang beraroma enak dan tidak berwarna. Tanaman ini bersifat sepat serta tidak berbau . Khasiat secang diantaranya penghenti pendarahan,pembersih darah,pengelat,penawar racun serta obat antiseptic. SECANG Nama Ilmiah Caesalpinia sappan Nama Daerah : Seupeung, sepang, sopang, cacang, kayu secang, sepang. Ciri-ciri Umum : Termasuk famili Caesalpiniaceae. Merupakan semak atau pohon kecil dengan tinggi mencapai 10 meter. Ranting-ranting berlentisel, berduri bengkok. Daun majemuk, panjang 25—40 cm, memiliki sirip sepanjang 9—15 cm. Setiap sirip memiliki 10—20 anak daun, panjang anak daun 10 25 mm, lebar 3—11 mm, berbentuk lonjong, pangkal rompang. Bunga berbentuk malai, tumbuh di ujung ranting, panjang 10-40 cm. Kandungan Kimia :Pigmen, tanin, asam galat, brasilin, dan sappanin. Khasiat dan Manfaat :Menghilangkan memar, meredakan diare, mengatasi sipilis, melancarkan dan membersihkan darah, serta mengobati katarak mata. Bagian yang Digunakan : Kayu Secang Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Untuk kegunaan lain dari Secang, lihat Secang (disambiguasi). ? Secang; Sepang Sepang Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Divisi: Kelas: Ordo: Famili: Upafamili: Genus: Spesies: Plantae Magnoliophyta Magnoliopsida Fabales Fabaceae Caesalpinioideae Caesalpinia C. sappan Nama binomial Caesalpinia sappan L. Secang atau sepang (Caesalpinia sappan L.) adalah pohon anggota suku polong-polongan (Fabaceae) yang dimanfaatkan pepagan (kulit kayu) dankayunya sebagai komoditi perdagangan rempah-rempah. Tumbuhan ini berasal dari Asia Tenggara maritim (Nusantara) dan mudah ditemukan di Indonesia. Kulit kayunya dimanfaatkan orang sebagai bahan pengobatan, pewarna, dan minuman penyegar. Hingga abad ke-17 kulit kayunya menjadi bagian perdagangan rempahrempah dari Siam dan Nusantara ke berbagai tempat di dunia. Ia dikenal dengan berbagai nama, seperti seupeueng (Aceh), sepang (Gayo), sopang (Toba), lacang (Minangkabau), secang(Sunda) , secang (Jawa), secang (Madura), sepang (Sasak), supa (Bima), sepel (Timor), hape (Sawu), hon g (Alor), sepe (Roti), sema (Manado), dolo(Bare), sapang (Makasar), sepang (Bugis), sepen (Halm ahera selatan), savala (Halmahera Utara), sungiang (Ternate), roro (Tidore), sappanwood (Inggris), dan suou (Jepang). Kerabat dekatnya yang berasal dari Amerika Selatan, kayu brazil atau brezel (C. echinata), juga dimanfaatkan untuk hal yang sama. [sunting]Pertelaan botani Pohon atau perdu, tinggi mencapai 6 m. Batang berbentuk silinder, warna kecoklatan; kulit kayunya mengeluarkan cairan berwarna kemerahan. Daunmajemuk tersusun menyirip ganda khas Caesalpinioideae, panjang 25-40 cm, anak daun 10-20 pasang, bentuk lonjong, pangkal rompang, ujung bulat, tepi rata, panjang 10-25 mm, lebar 3-11 mm, hijau. Bunga tersusun majemuk, bentuk malai, di ujung batang, panjang 10-40 cm, kelopak lima, hijau, benang sari 15 mm, putik panjang 18 mm, mahkota bentuk tabung, kuning. Buah tipe polong, panjang 8-10 cm, lebar 3-4 cm, ujung seperti paruh, berisi 3-4 biji, hitam. Biji bulat panjang, panjang 15-18 mm, lebar 8-11 mm, tebal 5-7 mm, kuning kecoklatan. Akar tunggang, coklat kotor. [sunting]Galeri  Batang secang, bagian pepagan yang terluka mengeluarkan cairan merah.  Polong secang, dibelah untuk memperlihatkan isinya. [sunting]Manfaat Bagian-bagiannya mengandung senyawa anti-bakteri dan memiliki sifat anti-koagulan (antipenggumpalan). Khasiat pengobatan mencakup obat mencret, obat batuk, dan obat luka. Untuk obat mencret dipakai sekitar 5 gram kayu kering, dipotong kecil-kecil, lalu direbus dengan dua gelas air selama 15 menit, setelah dingin disaring. Pepagannya dimanfaatkan sebagai sumber pewarna merah karena menghasilkan brazilin, sebagaimana kayu brazil dan kerabat-kerabat dekatnya, meskipun warnanya tidak sekuat kayu brazil. Pewarna ini dipakai untuk cat, pakaian, dan minuman penyegar khas Yogyakarta selatan (wedang secang). Suji Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa ? Suji Habitus suji Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Divisi: Kelas: Ordo: Famili: Genus: Spesies: Plantae Magnoliophyta Liliopsida Asparagales Ruscaceae (Dracaenaceae) Dracaena D. angustifolia Nama binomial Dracaena angustifolia (Medik.) Roxb. MANFAAT DAUN SUJI Daun suji memiliki ciri berbentuk panjang dengan tulang daun sejajar. Daun ini hidup di dataran rendah dan berupa perdu dengan ketinggian sampai satu meter diatas tanah. Adapun manfaat daun suji sntara lain, daun suji dapat digunakan sebagai penghasil warna hijau. Cara untuk mendapatkan zat warna hijau yaitu dengan menghaluskanse puluh lembar daun suji atau dilumatkan kemudian mencampur dengan sedikit air lalu memerasnya. Sehingga didapatkan warna hijau yang siap digunakan untuk memberi warna pada makanan. Daun suji dapat memberikan warna pada kue-kue tradisional misalnya dadar gulung, mata roda, dan dapat juga untuk memberi warna hijau pada bolu pandan. daun suji-1 Ubi jalar merupakan sumber karbohidrat dan sumber kalori yang cukup tinggi. Ubi jalar juga merupakan sumber vitamin dan mineral, vitamin yang terkandung dalam ubi jalar antara lain vitamin A, vitamin C, thiamin (vitamin B1), dan riboflavin. Sedangkan mineral dalam ubi jalar diantaranya adalah zat besi (Fe), fosfor (P), dan kalsium (Ca).Kandungan lainnya adalah protein, lemak, serat kasar dan abu. Total kandungan antosianin bervariasi pada setiap tanaman dan berkisar antara 20 mg/100 g sampai 600 mg/100 g berat basah. Total kandungan antosianin ubi jalar ungu adalah 519 mg/100 g berat basah. Khasiat : 1. PEWARNA MAKANAN ALAMI: Kandungan antosianin yang tinggi pada ubi jalar ungu serta mempunyai stabilitas yang tinggi dibanding anthosianin dari sumber lain, membuat tanaman ini sebagai pilihan yang lebih sehat dan sebagai alternatif pewarna alami. Beberapa industri pewarna dan minuman berkarbonat menggunakan ubi ungu sebagai bahan mentah penghasil anthosianin. Selain itu juga industri es krim, minuman beralkohol, pie dan roti. Ubi jalar ungu juga telah dikembangkan dalam bentuk produk es krim, sirup dan anggur asam. 2. ANTIOKSIDAN, ANTIKANKER, ANTIBAKTERI: Antosianin ubi jalar ungu juga memiliki fungsi fisiologis misal antioksidan, antikanker, antibakteri, perlindungan terhadap kerusakan hati, penyakit jantung dan stroke. Ubi jalar ungu bisa menjadi anti kanker karena didalamnya ada zat aktif yang dinamakan selenium dan iodin dan dua puluh kali lebih tinggi dari jenis ubi yang lainnya. Ubi jalar ungu memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri 2,5 dan 3,2 kali lebih tinggi daripada beberapa varietas “blueberry”. 3. Ubi jalar ungu juga baik untuk mendorong kelancaran peredaran darah.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.